PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN TINGGI

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 69 JAKARTA Alamat: Jl. Pulau Pramuka Kepulauan Seribu Kelurahan/Kecamatan: Pulau Panggang/Kep. Seribu Utara Kotamadya /Kabupaten: Kabupaten Administrasi Kep. Seribu PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007

0

LEMBAR PENGESAHAN Kepala Sekolah Telah Mengesahkan Dan Memberlakukan Kurikulum Sekolah Menengah Atas Negeri 69 Jakarta Tahun Ajaran 2006/2007

DISAHKAN DI PADA TANGGAL

: JAKARTA :...................

KEPALA SEKOLAH

Drs. Edeng Kusniadi NIP. 131 598 783

MENGETAHUI

Dinas Pendidikan Kabupaten Kep. Seribu Provinsi DKI Jakarta Kepala Seksi Dikmenti,

Komite Sekolah SMA Negeri 69 Jakarta

(Supardi) ( Drs. Abdul Manan Hyoto) NIP 11 269 942

Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007

i

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahNya, SMA Negeri 69 telah dapat menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan salah satu upaya mengimplementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan menjadi kegiatan pembelajaran yang operasional, siap dilaksanakan oleh sekolah, sesuai dengan karakteristik daerah, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Kurikulum SMA Negeri 69 Jakarta disusun dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan oleh BSNP dan model-model pembelajaran atau program yang dihasilkan oleh Pusat Kurikulum. Namun demikian, kami menyadari bahwa kurikulum ini masih belum sempurna. Penyempurnaan secara berkelanjutan akan terus dilakukan seiring dengan terbitnya standar-standar lainnya, yaitu: standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan yang merupakan sumber acuan lainnya dalam menyusun KTSP. KTSP ini mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2006/2007. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh staf sekolah yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk menyusun kurikulum ini, dan juga kepada Tim Jaringan Kurikulum Pusat, khususnya kepada Bpk Kurniawan yang telah melakukan pendampingan selama proses penyusunan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk terhadap segala upaya yang kita lakukan demi untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Jakarta, 17 Juli 2006 Kepala SMA Negeri 69 Jakarta

Drs. Edeng Kusniadi NIP. 131 598 783

Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007

ii

...... Pengaturan Beban Belajar D............. Ketuntasan Belajar E....... Tujuan Sekolah ............... Kenaikan Kelas dan Kelulusan F......................................................................... BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A......................................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN.............................. i KATA PENGANTAR................................ ii DAFTAR ISI......................................................... B......................................................................................... Visi............................................................. Struktur Kurikulum B......................... C D................................................... Muatan Kurikulum C.........Lampiran 2 : Conoh RPP .............. Latar Belakang .................................................... Penjurusan 14 17 20 20 21 22 22 23 26 10 10 10 BAB IV.............................. 1 2 9 9 BAB II................ Landasan ................................................................................ VISI...................... C..... Tujuan Penyusunan KTSP ........................................... iii BAB I............ Prinsip Pengembangan KTSP ................................................................. Pendidikan Kecakapan Hidup G.....Lampiran 3 : Daftar Istilah Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 iii ........................ PENUTUP LAMPIRAN ........... B....................... Misi ............................................................... PENDAHULUAN A.................................................................. MISI DAN TUJUAN PENDIDIKAN A...................Lampiran 1 : Contoh Silabus ..................... KALENDER PENDIDIKAN BAB V.....................................

sarana prasarana. dan otonomi manajemen sekolah.Dengan demikian kurikulum berfungsi sebagai "nafas atau inti" dari proses pendidikan di sekolah untuk memberdayakan potensi peserta didik. dan Standar Penilaian Pendidikan. serta tujuan pendidikan sekolah pada Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 1 . diikuti dengan perubahan pengelolaan pendidikan berupa desentralisasi pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan. Standar Pembiayaan. Kurikulum merupakan lah satu komponen pendidikan yang sangat strategis karena merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Kurikululum sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran memberikan makna bahwa di dalam kurikulum terdapat panduan interaksi antara guru dan peserta didik.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mutu Pendidikan dipengaruhi oleh mutu proses belajar mengajar. berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. pendidik dan tenaga kependidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. berbeda antara sekolah yang satu dengan yang lain. sedangkan mutu proses belajar mengajar ditentukan oleh berbagai komponen yang saling terkait satu sama lain. Standar Proses. dimana satu kurikulum diberlakukan untuk semua peserta didik dari Sabang sampai Merauke. Standar Sarana dan Prasarana. kurikulum. manajemen. Untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya. yaitu input peserta didik. otonomi pendidikan. Standar Pengelolaan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tetentu. maka kurikulum yang sifatnya sentralistik seperti kurikulum 1994. dana.Hal ini antara lain yang mendasari penyempurnaan kurikulum. Pada hal kenyataannya kemampuan setiap peserta didik berbeda satu sama lain. berarti kemampuan seluruh peserta didik seolah-olah dianggap sama. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas: Standar Isi. Dan yang paling memahami kemampuan setiap peserta didik adalah guru-guru yang bersangkutan. isi. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. dan lingkungan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Seiring dengan perubahan pengelolaan pemerintahan yang memasuki era desentralisasi .

terutama pada masyarakat agraris. Untuk itu. Terdapat ciri-ciri manusia Indonesia yang menghambat. potensi. cepat cemburu. silabus. Landasan Filosofis Dalam kehidupan suatu negara. dan 6. belum mendukung tercapainya cita-cita pembangunan nasional. pembangunan pendidikan merupakan suatu keharusan dan amat penting untuk dilakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 2 . SMA Negeri 69 Jakarta sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). berjiwa feodal. dan kebutuhan peserta didik. Ketentuan dalam UUD 45 Pasal 31 mengamanatkan bahwa : 1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Melalui KTSP ini sekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik. Dalam dokumen ini dipaparkan tentang Kurikulum SMA Negeri 69 Jakarta. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) B. Landasan Yuridis a. segan dan enggan bertanggungjawab atas perbuatannya. pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa. karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. yang secara keseluruhan mencakup: 1. struktur dan muatan kurikulum. berpangkat. 5. dengan ketertinggalannya sebagai akibat penjajahan. kalender pendidikan. Mentalitas sebagian besar masyarakat Indonesia. beban belajar peserta didik. Di samping itu terdapat kelemahan lain yang kurang menunjang pembangunan. dan tujuan pendidikan 2. putusannya. Menghadapi kondisi masyarakat Indonesia sebagaimana diuraikan di atas. dan suka mengabaikan tanggung jawab tanpa rasa malu. 2. dengki dan tukang meniru. lebih suka tidak bekerja keras kecuali kalau terpaksa. Masyarakat Indonesia dengan laju pembangunannya masih menghadapi masalah pendidikan yang berat. percaya pada takhayul. kekuatannya. relevansi. setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. terutama berkaitan dengan kualitas. boros. kurang rasa percaya diri. 3. dalam pengembangannya melibatkan seluruh warga sekolah dengan berkoordinasi kepada pemangku kepentingan di lingkungan sekitar sekolah. yaitu hipokrit atau munafik. tidak berdisiplin murni. Berbagai kekurangan dan kelemahan mentalitas masyarakat Indonesia tersebut antara lain : suka melakukan terobosan dengan mengabaikan mutu.khususnya. pikirannya. Undang-Undang Dasar 1945 . ingin cepat kaya. 4. tidak berorientasi ke masa depan. dan efisiensi pendidikan. visi misi. Landasan 1.

sekolah menengah kejuruan (SMK). emosional. (3) Ketentuan mengenai pelaksanaan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah 4) Pasal 35 ayat (2). (2) Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. 3) Pasal 32 ayat (1). dan tidak mampu dari segi ekonomi. Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 3 . (3). pengelolaan. bencana sosial. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. atau bentuk lain yang sederajat. 5) Pasal 36 ayat : (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. “Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. mental. dan (3) berbunyi : (1) Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. 4) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. dan pembiayaan”. ayat (2). b. dan/atau mengalami bencana alam. (2) Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. (2). adalah : 1) Pasal 1 ayat (19). isi. madrasah aliyah (MA). dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. tenaga kependidikan.2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undangundang. (2). 3) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. sosial. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). 2) Pasal 18 ayat (1). (3) Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). dan (4) yang berbunyi (1) Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. (4) Ketentuan mengenai pendidikan menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP. masyarakat adat yang terpencil. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. sarana dan prasarana.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. peningkatan potensi. g. dan j. (2) Kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: a. b. c. (4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. matematika. kecerdasan. tuntutan dunia kerja. 7) Pasal 38 ayat (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. bahasa. pendidikan kewarganegaraan. peningkatan iman dan takwa. d. dan peserta didik. h. c. (3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. bahasa. keterampilan/kejuruan. keragaman potensi daerah dan lingkungan. ilmu pengetahuan alam. pendidikan agama. 6) Pasal 37 ayat (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: a. pendidikan kewarganegaraan. ilmu pengetahuan sosial. dan seni. agama. b. pendidikan jasmani dan olahraga. potensi daerah. (3) Ketentuan mengenai kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. h. dinamika perkembangan global. muatan lokal. f. i. e. c. dan minat peserta didik. e. g. dan c. adalah Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 4 . d. f. ayat (2). i. dan j. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. b. peningkatan akhlak mulia. seni dan budaya. pendidikan agama. teknologi. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP. perkembangan ilmu pengetahuan. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.

(6) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK/MAK. 3) Pasal 7 ayat (1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. teknologi informasi dan komunikasi. kewarganegaraan. serta muatan lokal yang relevan.1) Pasal 1 ayat (5) “Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. SMK/ MAK. SMA/MA/SMALB/ Paket C. bahasa. kepribadian. keterampilan. Ayat (13) “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan pendidikan jasmani. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. estetika. Ayat (2) Standar isi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. kompetensi bahan kajian. SMA/MA/SMALB/Paket C. akhlak mulia. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Ayat (15) “Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. matematika. Ayat (14) “Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan”. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan alam. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMA/MA/SMALB/ Paket C. ilmu pengetahuan sosial. 2) Pasal 5 ayat (1) “Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu”. SMK/MAK. kejuruan. olah raga. ilmu pengetahuan dan teknologi. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu”. dan kesehatan. beban belajar. keterampilan. SMK/MAK. seni dan budaya. dan kalender pendidikan/akademik. jasmani. Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 5 . (2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. isi. kompetensi mata pelajaran. seni dan budaya. (7) Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. kewarganegaraan. dan muatan lokal yang relevan.

jam pembelajaran. dan muatan lokal yang relevan. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. olahraga. SMK/MAK. (4) Beban belajar minimal dan maksimal bagi satuan pendidikan yang menerapkan sistem SKS ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usul dari BSNP. (3) Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. (2) Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. 4) Pasal 8 ayat : (1) Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. (2) MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. (3) Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri. sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing. (2). olah raga. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. (3) Ketentuan mengenai beban belajar. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. ilmu pengetahuan alam. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. (3) (1) Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. 7) Pasal 13 ayat : (1) Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. 5) Pasal 10 ayat (1). waktu efektif tatap muka. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. dan persentase beban belajar setiap kelompok matapelajaran ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usulan BSNP. penugasan terstruktur. 6) Pasal 11 ayat : (2) Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. SMP/MTs/SMPLB. pendidikan kesehatan. SMA/MA/SMALB/ Paket C. SMK/MAK atau Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 6 .(8) Kelompok mata pelajaran jasmani.

dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. 9) Pasal 16 ayat : (1) Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 7 . (2). b. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kecakapan sosial. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. (3) Pendidikan kecakapan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. (2) Pendidikan kecakapan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup kecakapan pribadi. (2) Panduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi sekurangkurangnya: a. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 8) Pasal 14 ayat : (1) Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. olah raga. olah raga. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. dan (3) dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. (4) Pendidikan kecakapan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan kecakapan vokasional. (2) Pendidikan berbasis keunggulan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kecakapan akademik. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kesehatan. (3) Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. (3) Pendidikan berbasis keunggulan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. dan kesehatan.

(3) Kalender pendidikan/akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk setiap satuan pendidikan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri. SMA. materi ajar. d. metode pengajaran.(4) Panduan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. waktu pembelajaran efektif. SMP. MTs. SMP/MTs/SMPLB. 12) Pasal 20 “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. Standar Isi SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. 11) Pasal 18 ayat : (1) Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. MA. dan hari libur. atau madrasah dan komite madrasah. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum. dan penilaian hasil belajar”. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. 10) Pasal 17 ayat : (1) Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. Standar Kompetensi Lulusan Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 8 . SMK/MAK. (2) Hari libur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. SMA/MA/SMALB. c. sosial budaya masyarakat setempat. dan peserta didik. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. dan MAK. (5) Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (4) sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. sumber belajar. minggu efektif belajar. (2) Sekolah dan komite sekolah. dan SMK. potensi daerah/karakteristik daerah. 22 Tahun 2006. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. terukur. teknologi. 2. berkesinambungan. Tujuan Penyusunan Kurikulum 1. dan dapat dipertanggungjawabkan. Beragam dan terpadu. 4. 23 Tahun 2006. 6. Pengembangan Kurikulum mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. 5. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan atau Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota (untuk pendidikan dasar) dan Provinsi (untuk pendidikan menengah). kebutuhan. 3. Berpusat pada potensi. pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. Belajar sepanjang hayat. perkembangan. C. bermut. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. dan seni. Penyusunan kurikulum untuk SMK ini dikoordinasi dan disupervisi oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. serta memerhatikan pertimbangan Komite Sekolah. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengatahuan. dan memenuhi harapan masyarakat. 7. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Untuk menjadi acuan dan pedoman bagi Sekolah (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang bermutu. Untuk menjadi acuan dan pedoman bagi Stakeholders (pemangku kepentingan) dalam rangka ikut serta memberikan partisipasi maupun pengendalian/control untuk terwujudnya satuan pendidikan yang sehat.SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. 2. Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 9 . D. kepentingan peserta didik. Menyeluruh dan berkesinambungan. dan lingkungannya.

MISI DAN TUJUAN SEKOLAH A. MISI Untuk mewujudkan visi. sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam Misi berikut: MISI SMA NEGERI 69 JAKARTA 1.BAB II VISI. Untuk mencapai standar mutu pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan secara nasional. SMA Negeri 69 Jakarta memiliki citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang yang diwujudkan dalam Visi sekolah berikut: VISI SMA NEGERI 69 JAKARTA Menjadi sekolah yang berwawasan kebaharian. 2. bersuasana religius dan berkualitas. Tujuan Sekolah Tujuan sekolah sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan. Meningkatkan prestasi akademik lulusan Membentuk peserta didik yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur Meningkatkan prestasi ekstra kurikuler Menumbuhkan minat baca Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris Meningkatkan wawasan kebaharian C. 4. kegiatan pembelajaran di sekolah mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan oleh BSNP sebagai berikut ini. 5. pengetahuan. Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 10 . VISI Perkembangan dan tantangan masa depan seperti: perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. B. globalisasi yang sangat cepat. Visi tersebut di atas mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian. kepribadian. sesuai dengan norma dan harapan masayarakat. dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memicu sekolah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu. era informasi. 3. akhlak mulia. 6.

Guru dan Karyawan lebih dari 98 %. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. 4. Mengapresiasi karya seni dan budaya 16. 80% peserta didik yang SASARAN PROGRAM 8 TAHUN ( 2006 / 2014 ) (Program Jangka Panjang) Kehadiran Peserta didik. 50% peserta didik yang SASARAN PROGRAM 4 TAHUN ( 2006 / 2010 ) (Program Jangka Menengah) 1. Sasaran Program Sekolah SASARAN PROGRAM 1 TAHUN ( 2006 / 2007 ) (Program Jangka Pendek) Kehadiran Peserta didik. 3. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 20. bangsa.0. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 5.1. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 3. baik untuk jangka pendek. membaca. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial 12. dan inovatif 7. suku. Guru dan Karyawan lebih dari 97%. kreatif. jangka menengah. Kehadiran Peserta didik. 4. Menghargai keberagaman agama. 2. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain 21. 4. Menjaga kesehatan dan keamanan diri. Menunjukkan keterampilan menyimak. Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 11 .0. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global 6. Sasaran program dimaksudkan untuk mewujudkan visi dan misi sekolah. 2. baik individual maupun kelompok 17. Menghasilkan karya kreatif. 1. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 14. baik melalui jalur PMDK maupun UMPTN. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab 13. kritis. 80% peserta didik yang 1. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks 11. 20 % lulusan dapat diterima di PTN baik melalui jalur PMDK maupun UMPTN. kritis. dan jangka panjang. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi Kepala Sekolah dan Para Guru serta dengan persetujuan Komite Sekolah menetapkan sasaran program. Target pencapaian rata-rata NUAN lulusan 7. Target pencapaian rata-rata NUAN lulusan 6. serta kebersihan lingkungan 18. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik 10. dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris 23. menulis. berbangsa. perbuatan. Guru dan Karyawan lebih dari 95%. 3. kebugaran jasmani. 2. 10 % lulusan dapat diterima di PTN. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri 9. dan inovatif dalam pengambilan keputusan 8. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. Target pencapaian rata-rata Nilai Ujian Akhir 5. 50 % lulusan dapat diterima di PTN baik melalui jalur PMDK maupun UMPTN. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun 19. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. ras. 3. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis 22. dan pekerjaannya 4. kreatif.0. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya 15.

Power point dan Internet). pengadaan buku penunjang. kegiatan Jama’ah Yasin setiap malam Jum’at. 40 % Peserta didik mampu melakukan tranplantasi karang 10. beragama Islam dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. 8. 2. Ekstrakurikuler unggulan dapat meraih prestasi tinggkat nasional 6. guru dan karyawan secara berkelanjutan. 7. 9. kerjasama dengan Yayasan Terangi. terutama pada bidang penanaman pohon mangrove. PPLP Dayung Kab. Tadabur Alam. melakukan kerjasama dengan pihak kabupaten dan perusahaan yang ada di wilayah Kep. 10. 10. 8. 6. Memiliki ekstra kurikuler unggulan (KIR & Olah Raga Bahari ) 25 % peserta didik dapat aktif berbahasa Inggris. 75 % peserta didik dapat mengoperasikan 2 program komputer (Microsoft Word . Kepulauan Seribu. Seribu untuk membantu pembiayaan bagi peserta didik yang mempunyai semangat dan motivasi yang tinggi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. menjalin komunikasi yang baik dengan Dinas Olah Raga. 7. membentuk kelompok belajar. pengadaan komputer. Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 12 . mengadakan pembinaan terhadap peserta didik. 4. 60 % peserta didik dapat aktif berbahasa Inggris. Coca Cola Foundation (CCF) dan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu atau pihak lain untuk pelaksanaan program sekolah hijau dan produktif di SMA 69. mengintesifkan kelompok belajar di Asrama Pelajar Putra dan Putri di Pulau Pramuka. 6. 9. perbaikan laboratorium bahasa. mengadakan Tadarusan menjelang pelajaran dimulai. peringatan hari besar Islam. 3. 8. 40 % Peserta didik mampu melakukan budi daya salah satu jenis tumbuhan atau ikan yang bernilai ekonomis. 12. Sasaran program tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan strategi pelaksanaan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah sebagai berikut: 1. transplantasi karang. dan membentuk kelompok-kelompok pengajian peserta didik. 100 % peserta didik dapat mengoperasikan 2 program komputer (Microsoft Word. 15 % Peserta didik mampu melakukan tranplantasi karang 10. 15 % Peserta didik mampu melakukan budi daya salah satu jenis tumbuhan atau ikan yang bernilai ekonomis. Excel. 15 % Peserta didik mampu mengembangkan tanaman mangrove 9. 8. 5. 6. 40 % Peserta didik mampu mengembangkan tanaman mangrove 9. 30 % Peserta didik mampu mengembangkan tanaman mangrove 30 % Peserta didik mampu melakukan tranplantasi karang 30 % Peserta didik mampu melakukan budi daya salah satu jenis tumbuhan atau ikan yang bernilai ekonomis. beragama Islam dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Excel. 7. 70 % peserta didik dapat mengoperasikan mengoperasikan program Ms Word dan Ms Excel 5. budidaya rumput laut dan budidaya bandeng. membentuk kelompok gemar Bahasa Inggris. Extra kurikuler unggulan dapat menjuarai tingkat provinsi 40 % peserta didik dapat aktif berbahasa Inggris. Power point dan Internet). beragama Islam dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.5. 5. 7. 11. mengadakan jam tambahan pada pelajaran tertentu.

15. 14. kerjasama dengan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dan Perusahaan CNOOC untuk penyelenggaraan Bimbingan Belajar. Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 13 . mengintensifkan komunikasi dan kerjasama dengan orang tua.13. pelaporan kepada orang secara berkala.

olahraga dan kesehatan. demokrasi. maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 14 . serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Masing-masing kelompok mata pelajaran tersebut di implementasikan dalam kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran secara menyeluruh. e. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi. budi pekerti. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 4. cakupan dari masing-masing kelompok itu dapat diwujudkan melalui mata pelajaran yang relevan. tanggung jawab sosial. kesetaraan gender. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. ketaatan membayar pajak. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Dengan demikian. d. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. hak. dan nepotisme. c. Cakupan setiap kelompok mata pelajaran adalah sebagai berikut: CAKUPAN KELOMPOK MATA PELAJARAN NO KELOMPOK MATA PELAJARAN Agama dan Akhlak Mulia CAKUPAN 1. berbangsa. Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Akhlak mulia mencakup etika. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. dan bernegara. 2. Kewarganegaraan dan Kepribadian 3. ketaatan pada hukum. Estetika Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. kolusi. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. kelompok mata pelajaran jasmani. b. Struktur Kurikulum Struktur kurikulum SMA Negeri 69 Jakarta memuat kelompok matapelajaran sebagai berikut ini: a. kemajemukan bangsa. baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup. pelestarian lingkungan hidup. kelompok mata pelajaran estetika. kreatif dan mandiri. jiwa dan patriotisme bela negara.

2) Sekolah tidak menambah alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran. Struktur Kurikulum Kelas X 1) Kurikulum Kelas X terdiri atas: . 3) Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit. .Program Ilmu Pengetahuan Sosial ( 2 rombongan belajar) a. kecanduan narkoba. dan hidup sehat. 5. HIV/AIDS. muntaber. 3) Kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik 4) Kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas: . terdiri atas: . Atas persetujuan Komite Sekolah dan memperhatikan keterbatasan sarana belajar serta minat peserta didik.16 mata pelajaran. . disiplin. 1) SMA Negeri 69 menerapkan sistem paket. kerja sama. sekolah menetapkan pengelolaan kelas sebagai berikut ini. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. Peserta didik mengikuti pembelajaran sesuai dengan yang telah diprogramkan dalam struktur kurikulum. b. Olahraga dan Kesehatan Kelompok mata pelajaran jasmani.13 mata pelajaran. Jasmani. sikap.Program Ilmu Pengetahuan Alam (2 rombongan belajar) . Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII 1) Kurikulum Kelas XI dan XII Program IPA dan Program IPS.program pengembangan diri.muatan lokal (konservasi dan pemberdayaan potensi bahari) Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 15 .muatan lokal (konservasi dan pemberdayaan potensi bahari) . dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.NO KELOMPOK MATA PELAJARAN CAKUPAN menciptakan kebersamaan yang harmonis. olahraga dan kesehatan pada SMA dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. demam berdarah. Penyusunan Struktur kurikulum didasarkan atas standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh BSNP. 2) Jumlah rombongan belajar berjumlah 4 (empat) rombongan belajar pada masingmasing tingkatan kelas.

2) Sekolah tidak menambah alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran. Sosiologi 13.. Bahasa Arab B. Ekonomi 12. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Seni Budaya 11. Muatan Lokal (konservasi dan pemberdayaan potensi bahari) C. Mata Pelajaran 1. Bahasa Indonesia 4. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Matematika 6. Fisika 7. Sejarah 10. Pendidikan Agama 2. Mata Pelajaran 1. Sejarah 10. Kimia 8. Geografi 11. Biologi 8. Bahasa Indonesia 4. Olahraga dan Kesehatan 12. Pendidikan Jasmani. Seni Budaya 13. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 38 Semester 2 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 38 3) Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit. Teknologi Informasi dan Komunikasi 15. Pendidikan Agama 2. Biologi 9. Fisika 7.program pengembangan diri. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Olahraga dan Kesehatan 14. Struktur Kurikulum Kelas X Komponen Alokasi Waktu Semester 1 A. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII Program IPA Komponen A. Kimia 9. Bahasa Inggris 5. Teknologi Informasi dan Komunikasi Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 16 . Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Pendidikan Jasmani.

Mata Pelajaran 1. Geografi. Sejarah 7. Sosiologi.13. Bahasa Arab B. Bahasa Indonesia. Matematika 6. Bahasa Inggris. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Mata Pelajaran pilihan: Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 17 . Pendidikan Agama 2. Biologi. Olahraga dan Kesehatan 12. Kimia. Muatan Lokal (konservasi dan pemberdayaan potensi bahari) C. Pendidikan Jasmani. dan muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah serta kegiatan pengembangan diri. Muatan Lokal (konservasi dan pemberdayaan potensi bahari) C. Bahasa Indonesia 4. Mata Pelajaran Mata pelajaran terdiri dari mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan sebagai berikut: a. Geografi 8. Bahasa Arab B. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 B. Matematika. Mata Pelajaran wajib: Pendidikan Agama. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 2*) 39 2 2 2*) 39 2 2 2*) 39 2 2 2*) 39 Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII Program IPS Komponen A. Fisika. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Seni Budaya 11. Seni & Budaya. Ekonomi. Bahasa Inggris 5. b. Pendidikan Kewarganegaraan. Ekonomi 9. Muatan Kurikulum Muatan Kurikulum SMA Negeri 69 Jakarta meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh BSNP. Sosiologi 10. Sejarah. Penjasmani. 1. dan Teknologi Informasi Komunikasi.

1 Menjelaskan komunitas padang lamun 2. Program Muatan Lokal Konservasi dan Pemberdayaan Potensi Bahari.3 Menjelaskan pupulasi.Bahasa Arab (pilihan mata pelajaran ini dimungkinkan dengan adanya sumber daya manusia yang memadai dan kehidupan masyarakatnya yang menunjuang program pembelajaran tersebut) . Memahami komunitas tropis penting.2 Menjelaskan asas ekologi laut 1. Guru sebagai fasilitator mendorong peserta didik agar mampu belajar secara aktif. komunitas dan ekosistem laut. akrab. program Muatan Lokal yang dipilih adalah yang berkaitan dengan kondisi bahari di lingkungan sekitar sekolah. dan hangat antara peserta didik dan pendidik.3. 2. Oleh karena itu. dalam pencapaian setiap kompetensi pada masingmasing mata pelajaran diberikan secara kontekstual dengan memperhatikan perkembangan kekinian dari berbagai aspek kehidupan. KOMPETENSI DASAR 2. Kelas X Semester 2 STANDAR KOMPETENSI 2. baik fisik maupun mental. Pembelajaran setiap mata pelajaran dilaksanakan dalam suasana yang saling menerima dan menghargai.2 Menjelaskan komunitas mangrove 2. Seribu. terbuka. Seribu dan Dinas Dikmenti Kep. Kelas X Semester 1 STANDAR KOMPETENSI 1. Muatan Lokal ini ini juga sekaligus merupakan unggulan lokal sekolah sesuai dengan program kabupaten ”bahari sebagai taman dan ladang kehidupan”. Muatan Lokal Letak geografis SMA Negeri 69 yang berada di kawasan gugusan Kepulauan Seribu akan banyak memberi warna terhadap proses pembelajaran di kelas. Metode pembelajaran diarahkan berpusat pada peserta didik.1 Menjelaskan prinsip ekologi laut 1. Menjelaskan komunitas terumbu karang Kelas XI Semester 1 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 18 . Selain itu. Memahami prinsip-prinsip dan asas ekologi kebaharian KOMPETENSI DASAR 1. Program Muatan Lokal disusun bekerja sama antara sekolah dengan Kantor Suku Dinas Perikanan Kabupaten Kep. Berikut ini adalah program Muatan Lokal yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.

RUTIN Upacara Senam sholat berjamaah SPONTAN KETELADANAN membiasakan antri berpakaian rapi memberi salam memberikan pujian membuang sampah tepat waktu pada tempatnya Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 19 . spontan. dan karier peserta didik. Menjelaskan pengolahan rumput laut 3. yaitu: bola Volley bola Kaki Pramuka Palang Merah Remaja (PMR) Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Jama’ah Yasin Kelompok Giat Belajar Bahasa Inggris dayung perahu naga b.4.1. mencakup hal-hal yang berkenaan dengan pribadi. kemasyarakatan. persoalan masyarakat di lingkungan sekitarnya. 2.4. yaitu: 1) Bimbingan Konseling.2 Menjelaskan pengolahan ikan secara tradisional 2. pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di dalam kelas (intrakurikuler) dengan alokasi waktu 2 jam tatap muka. Menjelaskan pengolahan ikan secara modern.3 Menjelaskan teknologi produksi pakan alami 1.1 Menjelaskan keaneragaman hayati laut 1. Program Pembiasaan mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan karakter peserta didik yang dilakukan secara rutin.1 Menjelaskan teknik pengawetan ikan 2.3. dan persoalan kebangsaan. Memahami pengolahan hasil laut KOMPETENSI DASAR 2. Memahami keanekaragaman hayati laut dan pemanfaatannya. Bimbingan Konseling diasuh oleh guru yang ditugaskan. Sekolah memfasilitasi kegiatan pengembangan diri seperti berikut ini. dan keteladanan. Kegiatan Pengembangan Diri Pengembangan diri diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik yang ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya. 2) pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di luar kelas (ekstrakurikuler) diasuh oleh guru pembina. Pelaksanaannya secara reguler setiap hari Sabtu. a. Menjelaskan prinsip dasar teknologi budi daya terumbu karang Kelas XI Semester 1 STANDAR KOMPETENSI 2.2 Menjelaskan prinsip dasar teknologi budidaya ikan 1. belajar. 1.

d.679 menit) Jumlah jam per tahun (@60 menit) 994. sekolah menetapkan ketuntasan belajar pada masing-masing mata pelajaran sebagai berikut ini. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur 30% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Ketuntasan Belajar Berdasarkan ketentuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kep. Beban Belajar Peserta Didik Satu jam tatap muka (menit) Jumlah jam pembelajaran Per minggu 39 Minggu Efektif per tahun ajaran 34 Waktu pembelajaran per tahun 1326 jam pel (59. Seluruh guru ditugaskan untuk membina Program Pembiasaan yang telah ditetapkan oleh sekolah. Pengaturan Beban Belajar Sekolah menetapkan beban belajar peserta didik sebagai berikut a. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. perilaku. C. Target Ketuntasan Belajar Peserta Didik MATA PELAJARAN Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia 2005/2006 70 % 70 % 60 % 60 % 60 % 60 % 60 % 60 % 2006/2007 75 % 72 % 60 % 60 % 60 % 60 % 60 % 60 % Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 20 . Alokasi waktu untuk praktik adalah satu jam tatap muka setara dengan dua jam kegiatan praktik di sekolah atau empat jam praktik di luar sekolah. XII 45 D. dan kondisi psikologis peserta didik merupakan portofolio yang digunakan untuk penilaian.kunjungan pustaka Musyawarah hidup sederhana Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu belajar di sekolah.. Seribu dan memperhatikan kemampuan peserta didik dari hasil tes awal. c.5 jam Kelas X s. b. Potensi. ekspresi. Penilaian kegiatan pengembangan diri bersifat kualitatif.

apabila yang bersangkutan memenuhi ketentuan yang ditentukan sebagai berikut: memiliki rapor kelas X. apabila yang bersangkutan memiliki : mata pelajaran yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). kimia. E. geografi. Olahraga dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan /Bahasa Asing Muatan Lokal 60 % 60 % 60 % 60 % 60 % 70 % 60 % 60 % 60 % 62 % 62 % 60 % 62 % 65 % 72 % 62 % 62 % 62 % Sekolah menargetkan agar angka ketuntasan belajar tersebut semakin meningkat setiap tahunnya. untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. dan XII mengikuti ujian praktek dan teori memiliki nilai minimal 4. semua mata pelajaran yang menjadi cirri khas Ilmu Pengetahuan Sosial (ekonomi. d. dan biologi) mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). sejarah.Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Seni Budaya Pendidikan Jasmani. fisika. kehadirannya minimal 90 % e. Peserta didik dinyatakan NAIK ke KELAS XI. b.26 untuk setiap mata pelajaran Nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 5. maximum 3 (tiga) mata pelajaran kehadiran minimal 90 %. apabila yang bersangkutan memiliki: mata pelajaran yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maximum 3 (tiga) mata pelajaran untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Ketentuan kenaikan kelas didasarkan pada hasil penilaian yang dilakukan pada semester 2. Kenaikan Kelas dan Kelulusan Kenaikan kelas dan Kelulusan diatur oleh Sekolah dengan mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan. dan sosiologi) mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (matematika. Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 21 . a. Peserta didik dinyatakan NAIK ke KELAS XII. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau pada akhir semester 2. setiap warga sekolah diharapkan untuk lebih bekerja keras lagi agar mutu pendidikan sekolah dapat meningkat dari tahun ke tahun. XI. Peserta didik dinyatakan lulus Sekolah.01. c. Oleh karena itu.

3) Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 22 . Waktu penjurusan 1) Penentuan penjurusan program studi Ilmu Pengetahuan Alam. 2) Pelaksanaan penjurusan di semester 1 kelas XI.F. b. c. apabila yang bersangkutan berminat ke jurusan Ilmu Sosial dan nilai mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan Ilmu Sosial ( ekonomi. kimia dan biologi) mencapai katagori tuntas. Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. fisika. Kriteria penjurusan : 1) Peserta didik yang bersangkutan naik ke kelas XI 2) Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. apabila yang bersangkutan berminat ke jurusan Ilmu Alam dan nilai matapelajaran yang menjadi ciri khas jurusan ilmu alam ( matematika. Dengan demikian. Ilmu Sosial dan Bahasa dilakukan akhir semester 2 kelas X. materi kecakapan hidup akan diperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari yang diemban oleh mata pelajaran yang bersangkutan. geografi. Penjurusan a.. G. Sesuai kesepakatan antara Sekolah dengan Komite Sekolah serta dengan memperhatikan keadaan sarana dan prasaran yang tersedia. Pendidikan Kecakapan Hidup Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan oleh sekolah merupakan bagian integral dari pembelajaran pada setiap mata pelajaran. yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. maka sekolah menetapkan hanya ada 2 (dua) jurusan yang diprogramkan. sejarah dan sosiologi) mencapai katagori tuntas.

05 07.05 07. kebutuhan peserta didik dan masyarakat.14.15 . serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 5 (lima) hari. efektif fakultatif dan hari libur.30 07. waktu pembelajaran efektif belajar ditetapkan sebanyak 34 minggu untuk setiap tahun pelajaran. Kegiatan tengah semester akan diisi oleh peserta didik untuk mengadakan Pekan Olah Raga (POR) dan Pentas Seni (Pensi).05 07. C.kelas X melaksanakan Masa Orientasi Sekolah (MOS) .BAB IV KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun efektif.15 – 15.15 – 12. yaitu: HARI Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu WAKTU BELAJAR 07.Kalender pendidikan disusun dan disesuikan setiap tahun oleh sekolah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah.kelas XI melaksanakan Tes Awal .kelas XII melakukan Tes Awal B. Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran adalah sebagi berikut: A.14. Kegiatan Tengah Semester Kegiatan tengah semester direncanakan selama 5 (lima) hari. karakteristik sekolah.15 – 14. Hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung selama 3 (tiga) hari dengan pengaturan sebagai berikut: . Waktu Belajar Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).15 . Permulaan Tahun Ajaran Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin minggu ketiga bulan Juli. atau apabila hari tersebut merupakan hari libur. maka permulaan tahun pelajaran dimulai pada hari berikutnya yang bukan hari libur. Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 23 .00 Kegiatan pengembangan diri Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah.

Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dalam hal penentuan hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan. Jadwal Kegiatan Rencana kegiatan sekolah tahun pelajaran 2006/2007 adalah sebagaimana tertera pada tabel berikut ini. pemerintah pusat. provinsi. dan kabupaten/kota untuk tidak diadakan proses pembelajaran di sekolah.D.14 Juli 2006 15 Juli 2007 17 Juli 2006 17 .: • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional. JADWAL KEGIATAN TAHUN 2006/2007 NO 1 2 3 4 5 6 JENIS KEGIATAN Rapat Persiapan PSB Penerimaan Peserta didik Baru Rapat Persiapan KBM Semester I Hari pertama tahun pelajaran 2006/2007 Masa Orientasi Peserta didik Kelas X Rapat Koordinasi TU PELAKSANAAN 12 . Penentuan hari libur memperhatikan ketentuan berikut ini.25 September.8 Januari 2007 22 Juni – 29 Juni 2007 Hari libur yang ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Pusat antara lain: Tahun Baru Idul Adha Tahun Baru Imlek Tahun Baru Hijriah Hari Raya Nyepi Maulid Nabi Muhammad SAW Wafat Isa Al masih Hari Raya Waisak Kenaikan Isa Al Masih Hari Kemerdekaan R I Isra ‘Miraj Nabi Muhammad Idul Fitri dan Cuti Bersama Hari Raya Natal E. Libur Sekolah Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah. Libur Awal Puasa Libur Semester 1 Libur Semester 2 23 September . dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. 2006 2 Januari . • Sekolah mengambil kebijakan hari libur sebagai berikut ini.19 Juli 2006 Setiap Hari Senin Minggu Kedua KETERANGAN 1 X 1 bulan Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 24 .

29 Desb.29 Okt.4 Mei 2007 2 April 2007 9 . 2007 2 .9 Mei 2007 11 .25 Sept.7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Rapat Kordinasi Wali kelas Rapat Kordinasi Pembina OSIS Rapat Koordinasi Staf & wakil Rapat Pleno Komite ( OT Peserta didik Baru ) Peringatan Kemerdekaan RI Ulangan Blok I Remedial/Pengayaan Pelatihan TIK Libur Awal Puasa Libur Idul Fitri Ulangan Blok II Remedial/Pengayaan Ulangan Blok III Remedial/Pengayaan Rapat Evaluasi Smt.3 Nop.15 Juni 2007 18 ..4 Juli 2007 1 X 1 bulan 1 X 1 bulan 1 X 1 bulan Upacara Diluar jam Intra Peserta didik diliburkan Diluar jam Intra Diluar jam Intra Tadabur Alam Perkiraan Perkiraan Perkiraan Perkiraan Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 25 . 2007 26 Febr. 2006 1 Jan. 2006 23 . 23 . 2006 30 Okt.20 Sept. 2007 19 .8 Sept. 2006 18 . 2006 26 . 2006 18 .2 Pembagian LHB Libur Semester 1 Hari pertama semester 2 Ulangan Blok I Remedial/Pengayaan Ulangan Blok II Remedial/Pengayaan Rapat Pembentukan Panitia US/UN Ujian Praktik Ujian Tulis Sekolah Ujian Tulis Nasional Ulangan Blok III Remedial/Pengayaan Rapat Kelulusan Rapat Kenaikan Kelas Pembagian LHB Rapat Kerja Sekolah Setiap Hari Selasa Minggu Kedua Setiap Hari Rabu Minggu Ketiga Setiap Hari Kamis Minggu Ketiga 7 Agustus 2007 17 Agustus 2006 4 .23 Febr.1 & Persiapan Smt.3 Mei 2007 7 .15 Sept.2 Maret 2007 23 -27 April 2007 30 Apr..22 Desb. 2006 30 Desb. .20 April 2007 1 .22 Juni 2007 16 Juni 2007 25 Juni 2007 29 Juni 2007 2 .27 Okt. 2006 11 . 2006 21 .8 Jan 2007 9 Jan.

mereka diharapkan dapat melakukan evaluasi secara informal terhadap dokumen KTSP maupun pelaksanaannya. Evaluasi tersebut diharapkan paling sedikit dapat menjawab pertanyaan berikut: 1. Akhirnya. komitmen. Selain itu berbagai hasil belajar yang diperoleh siswa (pemahaman. Sejauhmana penilaian pembelajaran yang dirancang dapat mengungkap secara jelas perkembangan kemampuan yang diharapkan dari siswa? Jawaban terhadap pertanyaan tersebut. menantang. Apakah tujuan pendidikan yang tertulis dalam KTSP ini cukup lengkap dan dapat dicapai? 2. Di samping itu. Sejauhmana kemampuan siswa (pemahaman. kesungguhan. keterampilan. dan sikap serta perilaku) yang tertulis cukup lengkap untuk merespon keadaan daerah dan kebutuhan peserta didik? 3. keterampilan. Apakah kemampuan (pemahaman. dan sesuai dengan keadaan daerah dan kebutuhan peserta didik setempat. keterampilan. Yang salah adalah ketidakmaksimalan dalam berusaha menuju sukses dan keengganan belajar dari kegagalan masa lalu” Model KTSP SMA 69 Jakarta-2007 26 . mencerdaskan. sikap dan perilaku) dapat menjadi bahan evaluasi guna mengetahui sejauhmana visi yang telah dirumuskan dapat dicapai atau didekati guna menyusun dan melaksanakan kegiatan tindak lanjut. sementara para guru menerapkan KTSP ini. didokumentasikan dengan baik sehingga menjadi masukan berharga bagi penyempurnaan KTSP di kemudian hari. Apakah metode yang digunakan cukup efektif dalam mencapai tujuan yang diharapkan? 5. dan kerjasama dari para guru. kepala sekolah. kerja keras. ”Kegagalan itu biasa dan kekurangan itu wajar. dan sikap serta perilaku) yang diharapkan dapat dicapai? 4.BAB V PENUTUP Kurikulum tingkat satuan pendidikan ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan sebaikbaiknya sehingga kegiatan belajar mengajar di SMA Neeri 69 Jakarta menjadi lebih menyenangkan. yang mungkin terkumpulkan secara bertahap dari waktu ke waktu oleh para guru sebagai pengembang sekaligus pelaksana KTSP. dan warga sekolah secara keseluruhan merupakan kunci utama bagi perwujudan dari apa yang telah direncanakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful