P. 1
laporan bimbingan dan konseling kelompok

laporan bimbingan dan konseling kelompok

|Views: 2,323|Likes:
Published by Rahmat Ady Purnama
dec.2010..
dec.2010..

More info:

Published by: Rahmat Ady Purnama on Jan 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2013

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di era yang semakin maiu ini, setiap individu dituntut untuk dapat
mengikuti perkembangan dan kemaiuan, hal ini iuga berlaku dalam
pengembangan diri. Pengembangan diri adalah mengembangkan diri baik
dalam segi Iisik maupun psikis. Dalam hal psikis adalah bagaimana cara
kita mengatasi masalah yang menganggu kehidupan kita sehari hari
salah satunya melalui kegiatan konseling kelompok.
Bimbingan dan Konseling Kelompok adalah salah satu layanan
bimbingan dan konseling yang terdiri dari 6-8 orang yang menggunakan
dinamika kelompok yang bertuiuan untuk mengentaskan masalah masing
masing anggota kelompok. Konseling kelompok menekankan pada
pengembangan pribadi, yaitu membantu individu individu dengan cara
mendorong pencapaian tuiuan perkembangan dan memIokuskan pada
kebutuhan dan kegiatan belaiarnya. Dalam konseling kelompok semua
anggota iuga belaiar dalam konseling kelompok iuga belaiar untuk
mengenali dirinya sendiri dalam hubungannya dengan anggota lain
ataupun orang lain di luar kelompok itu.
Bimbingan dan Konseling kelompok membantu individu untuk
mengentaskan masalah yang mengganggu kehidupan eIektiI sehari hari.
Hal ini berguna dalam hal pengembangan diri yang berkaitan dengan
psikis terutama bagi individu yang bermasalah karena banyak individu
yang belum mampu untuk menyelesaikan permasalahannya secara
mandiri. Oleh karena itu, Bimbingan dan konseling kelompok sangat
dibutuhkan untuk membantu perkembangan pribadi dari seorang individu
dengan melalui Iormat kelompok.
B. %::an.
Penyusunan laporan praktik Bimbingan dan Konseling Kelompok
yang dilakukan bertuiuan untuk :

. emenuhi tugas ahir mata kuliah praktik Bimbingan dan
Konseling Kelompok
2. emberikan pengalaman kepada praktikan guna teriun ke lapangan
kelak.

. Manfaat.
anIaat yang didapat dari penyusunan laporan praktik Bimbingan
dan Konseling Kelompok ini adalah memberikan pemahaman atas konsep
yang telah dipelaiari sebelumnya. Pengalaman yang didapat memberikan
reIerensi dan masukan sendiri bagi praktikan.

D. erangka era
Kerangka keria yang dilakukan oleh praktikan dalam praktik ini
adalah sebagai berikut :
. Pemantapan konsep praktik Bimbingan dan Konseling Kelompok
2. elakukan simulasi secara makro maupun mikro bersama mahasiswa
satu kelas.
3. elaksanakan praktik Bimbingan kelmpok topic tugas
4. elaksanakan praktik Konseling Kelompok.
5. enyusun hasil praktik Bimbingan dan Konseling Kelompok
6. elaporkan hasil praktik Bimbingan dan Konseling Kelompok
7. Pertanggung iawaban secara lisan atas laporan hasil praktik Bimbingan
dan Konseling Kelmpok
E. Wakt: dan %empat
da dua kegiatan Bimbingan dan Konseling kelompok. Pada kegiatan
bimbingan kelompok dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : kamis, 09 Desember 200
Waktu : 4.00 6.00 WIB
Tempat : Lab.BK.gd.a2.lt.3

$edangkan pada kegiatan kegiatan Konseling kelompok dilaksanakan
pada :
Hari / Tanggal : $enin, 20 Desember 200
Waktu : 09.00 0.00 WIB
Tempat : Pusat Kegiatan ahasiswa FIP

























BAB II
ERANGA NSEP%UAL BIMBINGAN DAN NSELING
ELMP
A. Pengertian. %::an. Azaz
1. Bimbingan elompok
a)Pengertian Bimbingan elompok
enurut Tohirin (2007: 70) Bimbingan kelompok adalah suatu
cara memberikan bantuan kepada individu (siswa) melalui kegiatan
kelompok.
enurut ungin (2005:38) Bimbingan Kelompok merupakan
layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada individu untuk
membahasa masalah atau topic umum secara luas dan mendalam yang
bermanIaat bagi anggota kelompok,
$edangkan menurut Dewa Ketut $ukardi. (2002:48) Bimbingan
kelompok yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan seiumlah
peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari
nara sumber tertentu (terutama dari pembimbing/ konselor) yang
berguna untuk menuniang kehidupannya sehari-hari baik individu
maupun sebagai pelaiar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk
pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Dari beberapa pengertian para ahli diatas maka dapat disimpulkan
bahwa Bimbingan Kelompok merupakan salah satu layanan Bimbingan
dan Konseling yang diberikan kepada siswa melalui kegiatan kelompok
yang menekankan pada hubungan antar pribadi pada anggota kelompok
yang membahas masalah umum secara luas untuk memperoleh berbagai
pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan.
b)%::an Bimbingan elompok
ungin (2005:39) memberikan tuiuan Bimbingan Kelompok agar
individu mampu memberikan inIormasi seluas-luasnya kepada angota
kelompok supaya mereka dapat membuat rencana yang tepat serata

membuat keputusan yang memadai mengnai hal-hal yang berkaitan
dengan masa depan serta cenderung bersiIat pencegahan.
Prayitno (2004) Tuiuan yang ingin dicapai dalam bimbingan
kelompok yaitu penguasaan inIormasi untuk tuiuan yang lebih luas,
pengembangan pribadi, dan pembahasan masalah atau topik-topik
umum secara luas dan mendalam yang bermanIaat bagi para anggota
kelompok.
Dari tuiuan diatas dapat disimpulkan bahwa tuiuan Bimbingan
Kelompok adalah memberikan inIormasi seluas-luasnya guna
pengembangan pribadi dalam membuat keputusan yang versiIat
pencegahan.
.) Azaz
)sas kesuka relaan
nggota kelompok diharapkan secara sukarela dan tidak ada
paksaan dalam mengungkapkan pendapatnya.
2)sas Keterbukaan
nggota kelompok diharapkan mau membuka diri dan terus terang
sehingga pendapatnya mudah dipahami oleh orang lain. $edang
dipihak konselor, diwuiudkan dengan mau meniawab pertanyaan
dari anggota kelompok.
3)sas Kegiatan
Dalam mencapai tuiuannya anggota kelompok harus melakukan
sendiri kegiatannya agar menghasilkan sesuatu. Partisipasi dari
semua anggota kelompok harus ada dan konselor mendukung
anggota kelompok agar mau berpendapat.
4)sas KenormatiIan
$eluruh proses bimbingan kelompok berialan sesuai dengan norma-
norma yang ada.
5)sas Kerahasiaan

Konselor harus memegang asas ini dengan baik agar mendapatkan
kepercayaan dari klien. Jika ada pribadi anggota kelompok yang
buruk terbuka. aka dirahasiakan dan tidak terbeberkan.

. onseling elompok
a. Pengertian
enurut Prayitno (997:37) konseling kelompok yaitu layanan
bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien)
memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan
permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok; masalah
yang dibahas itu adalah masalah-masalah pribadi yang dialami oleh
masing-masing anggota kelompok.
ungin (2005:33) memberikan pengertian bahwa Konseling
Kelompok merukan hubungan antar-pribadi yang menekankan pada
proses berIikir secara sadar, perasaan-perasaan, dan prilaku-prilaku
untuk meningkatkan kesadaran akan pertumbuhan dan perkembangan
individu yang sehat
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Konseling
Kelompok merupakan hubungan antar pribadi yang menekankan pada
prosen berIikir untuk meningkatkan kesadaran akan pertumbuhan dan
perkembangan individu yang sehat dengan memanIaatkan dinamika
kelompok.
b. %::an
Tuiuan umum konseling kelompok adalah mengembangkan
kepribadian siswa dimana berkembang kemampuan sosialisasinya,
komunikasinya, kepercayaan diri, kepribadian dan mampu memecahkan
masalah yang berlandaskan nilai ilmu dan agama.
$edangkan tuiuan khususnya adalah:
) embahas topic yang mengandung masalah actual, hangat dan
menarik, perhatian anggota kelompok

2) Individu dapat mengatasi masalahnya dengan cepat dan tidak
menimbulkan emosi
.. Asas
)Kerahasiaan
sas ini meniadi paling utama karena menyangkut data pribadi
dari anggota kelompok. $egaa hal mengenai inIormasi yang muncul
dalam kegiatan konseling kelompok harus dirahasiakan.
2)Kesukarelaan
nggota kelompok diharapkan secara sukarela dan tidak ada
paksaan dalam mengungkapkan pendapatnya. diwuiudkan dengan
mau meniawab pertanyaan dari anggota kelompok
3)Keterbukaan
nggota kelompok diharapkan mau membuka diri dan terus terang
sehingga pendapatnya mudah dipahami oleh orang lain.
4)Kegiatan
Dalam mencapai tuiuannya anggota kelompok harus melakukan
sendiri kegiatannya agar menghasilkan sesuatu. Partisipasi dari semua
anggota kelompok harus ada dan konselor mendukung anggota
kelompok agar mau berpendapat. $ehingga pemecahan masalah untuk
anggota yang masalhnya terpilih dapat tercapai.
5)KenormatiIan
$eluruh proses bimbingan kelompok berialan sesuai dengan
norma-norma yang ada.

B. PRSEDUR PELASANAAN
1. Bimbingan elompok
a. Tahap Pembentukan
Pada tahap ini, pemimpin kelompok melaksanakan sesuai dengan
tahapan-tahapannya, yaitu :

Pemimpin kelompok membuka kegiatan dengan mengucapkan
salam dan menerima anggota secara terbuka, pemimpin kelompok
iuga menanyakan kabar anggota.
Pemimpin kelompok mengucpkan terimakasih atas kedatangan
anggota.
Pemimpin kelompok memimpin doa untuk memulai kegiatan,
Pemimpin kelompok mnielaskan pengertian dan tuiuan kegiatan
bimbingan kelompok.
Pemimpin kelompok menielaskan cara pelaksanaan dan asas-asas
yang trdapat dalam kegiatan bimbingan kelompok. Dalam
menielaskan asas-asas Bimbingan kelompok, PK menielaskan
dengan bahasanya sendiri sehingga lebih mudah dimengerti oleh
anggota.
Pemimpin kelompok melakukan perkenalan antara pmimpin
kelompok dengan semua anggota.
Pemimpin kelompok mngadakan permainan agar anggota
kelompok bisa lebih akrab sehingga kegiatan bisa berlangsung
dengan lancer. Permainan yang dilaksanakan adalah 'Pak dosen
bilang¨.
Pemimpin kelompok mengadakan kontrak waktu dengan anggota
agar pelaksanaan kegiatan ini bisa lebih eIektiI.
Pada tahap ini, anggota kelompok masih terlihat tegang,
tetapi lambat laun anggota merasa nyaman dan siap untuk
melaniutkan kegiatan.
b. Tahap Peralihan
Pada tahap ini, pemimpin kelompok melaksanakan sesuai
dengan urutannya, yaitu :
Pemimpin kelompok menielaskan kembali mengenai kegiatan
Bimbingan Kelompok, yaitu mulai dari pngertian, tuiuan, cara
pelaksanaan dan asas-asasnya.

Pemimpin kelompok memberikan contoh topik, baik topik tugas
maupun topik bebas.
Pemimpin kelompok menanyakan kesiapan anggota untuk
melaniutkan kegitan.
Pemimpin kelompok mengenali suasana ksiapan anggota, yaitu
dengan menanyai anggota satu per satu
Pada tahap ini pemimpin kelompok tidak mengalami kesulitan
karena anggota benar-benar telah menuniukkan kesiapannya untuk
melaniutkan kegiatan.
c. Tahap Kegiatan
Pada tahap ini, yang dilakukan pmimpin kelompok adalah
sebagai berikut :
Pemimpin kelompok menentukan topik yang akan dibahas. Pada
kegiatan ini topik yang dibahas adalah topik bebas.
Pemimpin kelompok mempersilahkan anggota kelompok untuk
mengemukakan topik. Pemimpin kelompok menanyakan kenapa
topik itu harus dibahas.
Pemimpin kelompok beserta anggota kelompok menentukan topik
yang akan dibahas. Pada kegiatan ini topik yang dibahas adalah
mengenai pacaran.
Pemimpin kelompok beserta anggota menentukan subtopic.
$ubtopik yang ditentukan adalah pengertian pacaran, tuiuan
pacaran, dan dampak positiI dan negatiI dari pacaran.
Pemimpin kelompok beserta anggota kelompok membahas topic
tersebut secara tuntas
Pemimpin kelompok meminta kepada anggota untuk
menyimpulkan hasil dari pembahasan topik tersebut.
Pada tahap ini masih ada anggota yang belum mau
berpendapat apabila tidak dituniuk. Tetapi anggota yang aktiI lebih
banyak daripada anggota yang pasiI. Dalam menyimpulkan isi

pembahasan, pemimpin kelompok tidak menyimpulkan sendiri,
tetapi memberi kesempatan kepada anggota untuk menyimpulkan.
d. Tahap Pengakhiran
Pada tahap ini yang dilakukan pemimpin kelompok adalah
sebagai berikut :
Pemimpin kelompok membritahukan kepada anggota bahwa
kegiatan bimbingan kelompok akan segera diakhiri.
Pemimpin kelompok meminta semua anggota kelompok untuk
mengungkapkan kesan-kesannya setelah mengikuti kegiatan
Bimbingan Kelompok ini.
Pemimpin kelompok dan anggota membahas kegiatan laniutan
dan anggota setuiu apabila diadakan kegiatan Bimbingan
Kelompok lagi.
Pemimpin kelompok mengucapkan terimakasih kepada anggota
atas partisipasinya dalam kegiatan ini.
Pemimpin kelompok memimpin doa untuk menutup kegiatan.
Pemimpin kelompok beriabat tangan dengan anggota sebagai
tanda perpisahan,
Pemimpin kelompok mngakhiri kegiatan dengan mengucapkan
salam.
Pemimpin kelompok memberikan lembar laiseg kepada anggota
untuk diisi
. onseling elompok
a. Tahap pembentukan
Tahap ini merupakan tahap pengenalan dan peniaiakan,
dimana para peserta diharapkan dapat lebih terbuka menyampaikan
harapan keinginan dan tuiuan-tuiuan yang ingin dicapai oleh masing-
masing anggota. Penampilan pemimpin kelompok pada tahap ini
hendaknya benar-benar bisa meyakinkan anggota kelompok sebagai

orang yang bisa dan bersedia membantu anggota kelompok
mencapai tuiuan yang diharapkan
Yang dilakukan dalam tahap pembentukan antara lain:
) enerima secara terbuka dan mengucapkan terima kasih atas
kehadiran dan kesediaan anggota kelompok melaksanakan
kegiatan.
2) Berdoa secara bersama, sesuai dengan agama dan kepercayaan
masing masing.
3) enielaskan pengertian konseling kelompok (disesuaikan dengan
kegiatan apa yang direncanakan).
4) enielaskan tuiuan bimbingan kelompok atau konseling
kelompok.
5) enielaskan cara pelaksanaan konseling kelompok.
6) enielaskan asas-asas bimbingan dan konseling yaitu asas
kerahasiaan, kesukarelaan, kegiatan, keterbukaan, kenormatiIan.
7) elaksanakan perkenalan dilaniutkan dengan permainan
pengakraban.
b. Tahap peralihan/transisi
Tahap peralihan/transisi adalah suatu tahap setelah proses
pembentukan dan sebelum tahap keria kelompok. Pada tahap ini
pemimpin kelompok sekali lagi harus ieli dalam melihat dan
membaca situasi
Yang dilakukan dalam tahap peralihan, antara lain:
)enielaskan kembali kegiatan konseling kelompok
2)enawarkan sambil mengamati apakah para anggota sudah siap
menialani kegiatan pada tahap selaniutnya (tahap ketiga).
3)ambahas suasana kesiapan anggota kelompok
c. Tahap kegiatan
Tahapan kegiatan merupakan tahap inti dari proses suatu
kelompok dan merupakan kehidupan yang sebenarnya dari
kelompok. Tahap ini sangat menentukan keberhasilan kegiatan

kelompok. Jika tahap sebelumnya berhasil dengan baik, maka tahap
ini akan berlangsung dengan lancar.
Yang dilakukan dalam tahap kegiatan, yaitu:
) $etiap anggota kelompok mengemukakan masalah pribadi yang
perlu mendapat bantuan kelompok untuk pengentasannya.
2) Kelompok memilih masalah mana yang hendak dibahas dan
dientaskan pertama, kedua, ketiga, dst.
3) Klien (anggota kelompok yang masalahnya dibahas)
memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai masalah yang
dialaminya.
4) $eluruh anggota kelompok aktiI membahas masalah klien
melalui berbagai cara, seperti : bertanya, menielaskan,
mengkritisi, memberi contoh, mengemukakan pengalaman
pribadi, menyarankan.
5) Klien setiap kali diberi kesempatan untuk merespon apa-apa
yang ditampilkan oleh rekan-rekan anggota kelompok.
6) Kegiatan selingan
d. Tahap pengakhiran
Tahap pengakhiran secara keseluruhan merupakan akhir dari
serangkaian pertemuan kelompok. Keseluruhan pengalaman yang
diperoleh anggota selama proses keria ini memerlukan perhatian
khusus dari pimpinan kelompok, terutama ketika kelompok hendak
dibubarkan. Pembubaran kelompok secara keselruhan idealnya
dilakukan setelah tuiuan kelompok tercapai.
Yang dilakukan dalam tahap pengakhiran, yaitu:
) engemukakan bahwa kegiatan akan segera diakhiri
2) enanyakan UC kepada anggota yang masalahnya dibahas
3) Pemimpin kelompok dan anggota kelompok mengemukakan
pesan dan kesan.
4) embahas kegiatan laniutan
5) engucapkan terima kasih

6) Doa penutup
7) Perpisahan

. Dinamika elompok dan Permainan elompok
. Dinamika Kelompok
Dinamika merupakan sesuatu yang mengandung arti tenaga
kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri
secara memadai terhadap keadaan. Dinamika iuga berarti adanya
interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan
kelompok secara keseluruhan. Keadaan ini dapat teriadi karena selama
ada kelompok, semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada
dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersiIat
dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah
Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan
kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensiI dan
mempunyai tuiuan bersama. enurut W.H.Y. $prott mendeIinisikan
kelompok sebagai beberapa orang yang bergaul satu dengan yang lain.
Kurt Lewin berpendapat ¨the essence of a group is not the similaritv or
dissimilaritv of its members but their interdependence`.
Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari
dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara ielas
antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam
situasi yang dialami secara bersama.
Dinamika kelompok iuga dapat dideIinisikan sebagai konsep yang
menggambarkan proses kelompok yang selalu bergerak, berkembang
dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah.
Dinamika kelompok mempunyai beberapa tuiuan, antara lain:
a. embangkitkan kepekaan diri seorang anggota kelompok terhadap
anggota kelompok lain, sehingga dapat menimbulkan rasa saling
menghargai

b. enimbulkan rasa solidaritas anggota sehingga dapat saling
menghormati dan saling menghargai pendapat orang lain
c. enciptakan komunikasi yang terbuka terhadap sesama anggota
kelompok
d. enimbulkan adanya i`tikad yang baik diantara sesama anggota
kelompok.
2. Permainan
a. $yarat
Ŵ emberikan dinamika didalam kelompok
Ŵ ampu mengintegrasikan suasana kelompok
Ŵ emberikan keakraban antara anggota kelompok yang
mulanya belum mengenal antar satu dengan yang lain.
Ŵ udah dipahami
b. Fungsi
da beberapa Iungsi dari permainan yaitu :
Ŵ emberikan penyegaran pikiran kembali setelah serius
melakukan kegiatan
Ŵ embentuk dinamika kelompok
Ŵ enambah akrab anggota kelompok

D. Pemimpin elompok
)$yarat seorang Pemimpin Kolompok
enurut Wibowo (2005 8) da beberapa syarat seorang
pemimpin kelompok didalam melaksanakan konseling kelompok yaitu :
Ŵempunyai kemampuan memimpin kelompok
Ŵengerti tahapan konseptual maupun operasional konseling kelompok
Ŵengetahui azaz konsling kelompok
Ŵampu mendorong kelompok untuk mengikuti instruksi
2)Tugas Pemimpin Kelompok
Ŵembuat dan mempertahankan kelompok

Yaitu pemimpin kelompok kelompok konseling. Pemimpin idealnya
bertindak untuk mempertahankan agar anggota tetap hadir dan
mengikuti kelompok yang dibuatnya. Tugas utamnaya adalah
menciptakan sistim sosial yang tercermin didalam kelompok
konseling.
ŴPemimpin kelompok berupaya agar kelompok meniadi sistem sosial
yang bersiIat teurapetik.di dalam kelompok konseling pemimpin
kelompok bertindak sebagai agen perubahan tidak langsung. Yaitu
membawa kelompok dari satu Iactor kuratiI ke Iactor kuratiI lainnya
melalui pembentukan budaya kelompok.
Ŵembentuk norma-norma
Dibentuk berdasarkan harapan anggota kelompok terhadap kelompok
dan pengarahan langsung.
3)Keterampilan Pemimpin Kelompok
da beberapa kualiIikasi yang harus dimiliki oleh serang
pemimpin kelompok yaitu diantaranya :
Ŵendengar aktiI
ŴereIleksi dan menginterpretasi
Ŵenielaskan dan memberikan umpan balik
Ŵerangkum
Ŵenielaskan pertanyaan

E. Hasil Per:bahan Anggota elompok
Beberapa hal yang dapat diharapkan setelah mengikuti kegiatan
Bimbingan Kelompok sesuai dengan tuiuan dari pembentukan kelompok
Bimbingan Kelompok. $edangkan pada hasil perubahan atas Konseling
Kelompok adalah terselesaikannya masalah yang dialami oleh anggota
kelompok terpilih masalahnya.


BAB III
PRA EGIA%AN NSELING ELMP

A. Persiapan
)kademik
Praktikan menyiapkan materi Konseling Kelompok yang
terangkum dalam Operasionalisasi Layanan Konseling Kelompok.
ateri yang didapat dari perkuliahan. Persiapan akademik lainnya
adalah dengan melakukan simulasi agar mempunyai pandangan
mengenai ialannya praktik Konseling Kelompok. $imulasi dilakukan
secara makro dan mikro.
2)Fisik dan ental
Persiapan Iisik yang dilakukan oleh Praktikan seperti meniaga
kesehatan dengan melakukan kegiatan olahraga, dan meniaga pola
makan. $edangkan persiapan mental yang dilakukan adalah dengan
melakukan simulasi agar mempunyai gambaran psikologi mengenai
suasana kelompok.
3)dministratiI
Pada persiapan ini Praktikan mengisi dengan menyiapkan lembar
penilaian segera (Laiseg) sesuai iumlah anggota kelompok. $elain itu
iuga Praktikan menyiapkan lembar observasi bagi observer serta.

B. Upaya Rekr:itment Anggota
Hal yang dilakukan Praktikan adalah dengan menyebarkan
undangan mengenai kegiatan Konseling Kelompok ini. Undangan yang
disebarkan untuk mencari anggota dilakukan melalui pesan singkat
elektronik, telephone, serta melalui ieiaring sosial yang adadi internet.
$elain itu iuga Praktikan mengundang calon anggota kelompok secara
langsung bertemu kepada calon anggota. da iuga calon anggota yang
mengaiak temannya.

. Peny:s:nan Prosed:r perasional egiatan
Pelaksanaan penyusunan prosedur operasional kegiatan yang
dilakukan meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap
evaluasi, tahap analisis data, Iollow up, dan pelaporan. Operasionalisasi
Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok terlampir.
. Tahap perencanaan berisi tentang pembentukan kelompok, penyusunan
iadwal kegiatan, menetapkan Iasilitas layanan, dan menyiapkan
kelengkapan administrasi.
2. Tahap pelaksanaan berisi tentang mengkomunikasikan rencana layanan
bimbingan dan konseling kelompok, mengkoordinir kegiatan layanan
bimbingan dan konseling kelompok, menyelenggarakan layanan
konseling kelompok melalui tahap pelaksanaan: () Pembentukan; (2)
Peralihan; (3) Kegiatan; dan (4) Pengakhiran.
3. Tahap evaluasi berisi tentang menetapkan materi evaluasi, menetapkan
prosedur evaluasi, menyusun instrumen evaluasi, mengoptimalisasikan
instrumen evaluasi, dan mengolah hasil evaluasi.
4. Tahap analisis hasil evaluasi yang berisi tentang menetapkan norma
standard analisis, melakukan analisis, menaIsirkan hasil analisis.
5. Tahap tindak laniut yang berisi tentang menetapkan ienis dan arah
tindak laniut, mengkomunikasikan rencana tindak laniut kepada pihak
terkait, merencanakan rencana tidak laniut.
6. Tahap pelaporan yang berisi tentang menyusun laporan layanan
bimbingan dan konseling kelompok, menyampaikan laporan, dan
mendokumentasikan laporan layanan bimbingan dan konseling
kelompok




BAB IV
PELASANAAN DAN HASIL BIMBINGAN DAN
NSELING ELMP

A.Pelaksanaan Bimbingan elompok
1. Deskripsi %ahap
$etelah semua rencana disiapkan dan kelengkapan sarana serta
prasarana dipastikan siap, kegiatan bimbingan kelompok dilaksanakan sesuai
kesepakatan yaitu pada hari Kamis tanggal 09 Desember 200, iam 4.00
6.00 WIB, dan bertempat di Kampus Fakultas Ilmu Pendidikan 2 lantai 3,
ruang laboraturium iurusan BK. Kegiatan ini diikuti oleh 8 orang anggota dan
3 orang observer. Dimana kegiatan bimbingan kelompok ini meliputi 4 tahap
yaitu :
a. %ahap Pembent:kan
Kegiatan ini dimulai dengan salam yang dilakukan oleh pemimpin
kelompok dilaniutkan ucapan terimakasih kepada anggota yang telah hadir
disusul dengan doa yang dipimpin oleh Pemimpin Kelompok.
$ebagai awal keakraban antar anggota kelompok maka pemimpin
kelompok memulai perkenalan dilaniutkan anggota kelompok. $upaya
anggota kelompok mengetahui kegiatan Bimbingan kelompok maka
dilaniutkan dengan penielasan menganai kegiatan Bimbingan Kelompok.
Penielasan berisi pengertian, tuiuan, azaz, peranan pemimpin dan anggota
kelompok, cara pelaksanaan, serta topik yang akan dibahas. Beberapa
anggota bertanya seputar penielasan Pemimpin Kelompok.
$etelah memberikan penielasan sebagai laniutan keakraban dan
iembatan ke tahap selaniutnya yaitu tahap peralihan, pemimpin kelompok
memberikan permainan ¨sambung kata¨. Pemimpin Kelompok terlibat

dalam permainan ini yang dituiukan agar tidak hanya antar anggota
kelompok saia yang akrab, melainkan iuga dengan pemimpin kelompok.
$etelah permainan selesai disepakati bersama anggota kelompok untuk
melaksanakan kegiatan Bimbingan Kelompok selama 30 menit.
b. %ahap Peralihan
Tahap ini dilaksanakan oleh Pemimpin Kelompok dengan
menawarkan secara verbal kepada anggota kelompok apakah sudah siap
untuk mengikuti kegiatan selaniutnya.
Dilaniutkan dengan penielasan ulang mengenai Bimbingan Kelompok
topik tugas sebagai pemahaman sehingga peran anggota kelompok dapat
terlaksana dengan eIektiI. Kemudian Pemimpin kelompok melaniutkan
kegiatan dengan memberikan topik tugas yaitu konservasi dan
memberikan penielasan mengapa topik itu dipilih.
.. %ahap egiatan
Pembahasan selaniutnya merupakan pemilihan sub topik. Pemimpin
Kelompok menawarkan kepada anggota mengenai pemilihan ini. Pada
pemilihan topik ini beberapa topik muncul dan disepakati oleh kelmpok
untuk membahas tiga sub topik utama yaitu, pengertian, manIaat, dan
pelaksanaan di kampus Unnes.
Pemimpin kelompok memberikan kesempatan kepada anggota
kelompok untuk mengemukakan pendapatnya mengenai topik yang
dibahas. Pemimpin kelompok memandu proses ialannya kegiatan sesuai
dengan sub sub topik bahasan yang telah disepakati. $etelah topik
dibahas secara detail dan ielas pemimpin kelompok menyimpulkan
pembicaraan yang telah dibahasnya.
d. %ahap Pengakhiran
endekati waktu yang telah ditentukan Pemimpin Kelompok
mengisyaratkan dengan melihat iam sebagai salah satu isyarat non verbal
baru dilaniutkan dengan mengatakan bahwa kegiatan akan segera berahir.

$elaniutnya pemimpin kelompok mendorong anggota kelompok untuk
mengungkapkan kesan dan pesan selama mengikuti kegiatan ini
dilaniutkan dengan memberikan lembar Laiseg untuk diisi. $ementara
mengisi, Pemimpin Kelompok menawarkan kegiatan laniutan.
$etelah selesai Pemimpin Kelompok menutup dengan doa serta
berterimakasih kepada anggota kelompok yang hadir. Kegiatan diahiri
dengan beriabat tangan antar anggota kelompok dan pemimpin kelompok

. Upaya pemimpin Kelompok enumbuhkan Dinamika Kelompok dan
cara mengatasi Hambatan
Upaya yang telah dilakukan oleh praktikan dalam menumbuhkan
dinamika kelompok adalah dengan memberikan suasana yang hamnis,
hangat dan terbuka. Tingkah laku yang menumbuhkan dinamika yangs
udah dilakukan oleh praktikan adalah dengan berkenalan secara
terbuka, yang selaniutnya diikuti oleh anggota kelompok. $elain itu
iuga permainan yang digunakan oleh praktikan iuga telah menimbulkan
dinamika kelompok yang baik.
Namun ada hambatan yang praktikan alami, yaitu anggota
kelompok yang diam dan cenderung pasiI. Praktikan memahami
keadaan yang kurang mendukung, maka praktikan menggunakan
permaian untuk mengendurkan suasana. $elain itu iuga pada tahap
kegiatan ada beberapa anggota kelompok yang memonopoli pendapat.
Praktikan melakukan penyebaran pendapat kepada anggota kelompok
yang pasiI dengan mempersilahkan anggota tersebut. $ehingga
pendapat muncul secara seimbang.

B. Pelaksanaan onseling elompok
. Deskripsi Tahap
$etelah rencana, kelengkapan siap dan sarana prasana dipastikan
siap, kegiatan bimbingan kelompok dilaksanakan sesuai kesepakatan

yaitu pada hari Kamis tanggal 20 Desember 200, iam 09.00 0.00
WIB, dan bertempat di Kampus Pusat Kegiatan ahasiswa Fakultas
Ilmu Pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh 7 orang anggota dan 2 orang
observer. Dimana kegiatan bimbingan kelompok ini meliputi 4 tahap
yaitu :

a. Tahap I ( Tahap Pembentukan )
Pemimpin kelompok mengucapkan salam dan memimpin
doa. $etelah itu pemimpin kelompok memberikan ucapan terima
kasih kepada anggota konseling kelompok.Pemimpin kelompok
menielaskan pengertian, tuiuan, manIaat, azas azas dan cara
pelaksanaan dalam konseling kelompok. $etelah pemimpin
kelompok menielaskan hal tersebut, pemimpin kelompok
mengadakan perkenalan yang dimulai dari pemimpin kelompok
yang dilaniutkan dengan para anggota kelompok secara bergantian.
Langkah berikutnya, untuk lebih mengakrabkan anggota
satu dengan yang lain, pemimpin kelompok mengadakan suatu
permainan yaitu ' menyambung saiak ' dimana anggota diberikan
selembar kertas kecil kemudian menuliskan nama masing
masing, pada tahap pertama kertas diputarkan ke arah kanan
mengikuti arah iarum iam sebanyak satu kali. $etelah menerima
kertas kembali, anggota kelompok diminta untuk menuliskan suatu
kata keria kemudian kertas tersebut dilipat dan diputar ke arah
kanan kembali sebanyak satu kali. Kemudian anggota kelompok
menuliskan nama dari salah satu dari anggota kelompok dengan
bebas di atas kertas yang telah diputar. Terakhir, kertas diputar
kembali sebanyak kali dan kemudian anggota kelompok dapat
membuka lipatan kertas tersebut dan membacakannya. Dalam
permainan ini, tidak ada sistem salah maupun benar sehingga pada
saat membaca kertas tersebut hanya disertai dari ekspresi waiah

dari masing masing anggota kelompok yang membentuk suatu
pernyataan di luar dugaan para anggota kelompok.

b. Tahap II ( Peralihan )
Tahap peralihan dimasuki setelah keadaan sudah mulai
akrab satu sama lain kemudian pemimpin kelompok menayakan
kepada anggota kelompok untuk memasuki kegiatan lebih laniut.
$etelah itu, pemimpin kelompok menielaskan kembali tentang
pengertian, tuiuan, azas azas dan cara pelaksanaan dari konseling
kelompok kemudian, konselor menanyakan kembali kepada
anggota kelompok apakah sudah mengerti dari hakekat dari
konseling kelompok. pabila sudah mengerti, konselor
menawarkan kontrak waktu untuk melaksanakan kegiatan
konseling kelompok. Pada konseling kelompok kali ini, waktu yang
disepakati 45 menit. $etelah menyepakati waktu, konselor
meminta anggota kelompok untuk mengucapkan ianii kerahasiaan
dalam konseling kelompok kemudian menielaskan tentang contoh
contoh masalah yang dapat dibahas dalam konseling kelompok.

c. Tahap III ( Kegiatan )
$etelah melihat kesiapan anggota kelompok memasuki
tahap kegiatan, konselor langsung masuk ke tahap kegiatan dengan
awal yaitu memberikan kesempatan kepada para anggota kelompok
untuk mengungkapkan masalah pribadi masing masing. Pada
awalnya, sempat selama beberapa detik anggota kelompok belum
ada yang terbuka untuk mengungkapkan masalahnya tetapi
beberapa detik kemudian ada beberapa anggota yang mulai
mengungkapkan masalahnya. Pengungkapan masalah dilakukan
secara bergantian oleh para anggota kelompok dengan sukarela.
Terungkap beberapa masalah yang dikemukakan oleh masing
masing anggota kelompok kemudian, konselor meminta pendapat

dari anggota kelompok permasalahan mana yang dianggap paling
penting untuk dibahas untuk saat ini yang mengganggu dalam
kehidupan sehari hari.
$etelah semua anggota kelompok mengungkapkan
permasalahannya masing masing berdasarkan kesepakatan,
masalah yang dipilih adalah masalah yang dialami oleh Dk yang
mempunyai permasalahan dengan teman satu kamarnya (az) yang
meniadikan ruang gerak di kosnya meniadi terbatas. Permasalahan
tidak hanya sebatas pada ruang gerak saia. Namun meniadikan
hubungan Dk dengan teman teman satu kosnya meniadi renggang
yang dikarenakan teman sekamarnya menyebarkan suasana yang
kurang meniadikan Dk diterima. DK belum mengetahui penyebab
az berlaku demikian terhadapnya. asalah ini teriadi begitu saia.
Dk mulai mengetahui bahwa az berlaku demikian semeniak dua
minggu sebelumnya. $etelah mengungkapkan latar belakang
masalah Dk secara singkat, pemimpin kelompok mulai mulai
mempersilahkan kepada anggota lain untuk menggali masalah
secara lebih mendalam untuk mendapatkan suatu pemecahan
masalah bagi Dk. da beberapa anggota kelompok yang pada
awlanya diam saia. Pemimpin kelompok berusaha memberikan
dorongan kepadabeberapa anggota tersebut. Beberapa kali
dorongan masih saia belum mau memberikan pendapatnya,
sehingga pemimpin kelompok terpaksa menuniuk anggota tersebut
untuk berpendapat.
Pada tahap ini, dinamika kelompok sudah terbentuk yang
dapat dilihat dari anggota kelompok yang mulai aktiI memberikan
tanggapan terhadap permasalahan yang dibahas. $etelah, anggota
kelompok mengemukakan pendapatnya atau memberikan solusi
alternatiI kepada saudara Dk, Pemimpin Kelompok menyimpulkan
beberapa poin atau solusi yang ditawarkan kepada Dk, diantaranya
adalah :

O encoba menyapa az dengan ramah agar suasana sedikit mencair
O Tetap mencoba menyapa walaupun tanggapan dari az dingin atau
malah tidak ada
O engirim pesan singkat kepada az yang berisi menanyakan ada apa
yang teriadi terhadap dirinya.
O encoba membicarakan empat mata dengan kepala dingin.
Teknik bimbingan

d. Tahap IV ( Tahap Pengakhiran )
Tahap pengakhiran dimasuki ketika konselor
menyimpulkan beberapa solusi yang ditawarkan oleh anggota
kelompok lain dan anggota yang bermasalah merasa dapat
menerima solusi solusi yang ditawarkan oleh anggota kelompok
yang lain. Dalam hal ini, setelah konselor menyimpulkan tentang
beberapa poin di atas, konselor menanyakan pendapat kepada Dk
mengenai pendapat dari anggota kelompok lain. $etelah Dk,
merasa dapat menerima dan berusaha melakukan yang diusulkan
oleh anggota kelompok lain, konseling kelompok ini sudah
memasuki tahap pengakhiran dengan konselor iuga melihat kontrak
waktu yang telah disepakati menuniukkan konseling kelompok
harus diakhiri.
$etelah itu, konselor menanyakan kepada Dk tentang hal
hal apa yang sekiranya akan dia lakukan setelah mengikuti kegiatan
konseling kelompok ini. Kemudian, konselor iuga menanyakan
kesan dan pesan dari semua anggota kelompok mengenai kegiatan
konseling kelompok dan hal hal apa saia yang diperoleh dari
kegiatan konseling kelompok ini. $emua anggota kelompok
memberikan kesan dan pesan yang positiI terhadap kegiatan
konseling kelompok dan konselor kemudian menawarkan kegiatan
konseling laniutan untuk membahas permasalahan yang lain, para
anggota kelompok antusias menanggapinya dan menyetuiui untuk

diadakan kegiatan konseling kelompok laniutan. Pemimpin
kelompok mengakhiri kegiatan terebut dengan ucapan terima kasih
dan memimpin doa. Tahap ini ditutup dengan bersalaman dengan
semua anggota kelompok dan mengucapkan terima kasih.

2. Upaya Pemimpim Kelompok enumbuhkan Dinamika Kelompok dan
Cara engatasi Hambatan
Pada kegiatan ini praktikan mengalami kesulitan pada waktu
permainan yang bertuiuan untuk menumbuhkan dinamika kelompok.
Pada waktu ini praktikan menggunakan permainan bermain sambung
puisi. da beberapa anggota yang tidak suka bermain puisi. Cara yang
praktikan lakukan untuk tetap menumbuhkan dinamika di dalam
permainan ini adalah dengan memberikan contoh secara lisan kepada
angogota kelompok. $ehingga anggota yang tadinya kurang suka
bermain sambung puisi meniadi mau untuk meneruskan puisinya. da
3. asalah Yang uncul
a) asalah dengan teman satu kamar
b) Kasih sayang kepada double parents
c) Bingung memilih spesiIikasi iurusan
d) $ahabat iuga suka pada cewek yang sama
4. Cara enetapkan asalah
Cara yang dilakukan untuk menetapkan masalah yang dibahas
secara tuntas yaitu dengan cara melihat masalah mana disaat sekarang
sangat mengganggu anggota kelompok yang mempunyai masalah. Dan
atas persetuiuan bersama, setelah semua menyetuiui masalah yang
akan dibahas secara tuntas menanyakan kepada anggota kelompok
yang masalahnya akan dibahas, setelah mendapat persetuiuan dari
anggota kelompok yang masalahnya akan dibahas barulah masalah
tersebut dibahas secara tuntas

. Hasil Bimbingan dan onseling elompok
. Perubahan Pada nggota Kelompok
Hasil dari bimbingan kelompok yang diadakan meliputi
penambahan pemahaman dari anggota kelompok, minimal anggta
kelompok sudah berani mengutarakan pendapatnya serta meresume
pembicaraan didalam suatu kelompok. Hal ini terlihat dari hasil Laiseg
dan iawaban lisan dari anggota kelompok sendiri. $edangkan pada
konseling kelompok pribadi yang masalahnya terpilih merasakan
terbantu dengan adanya masukan dan pendapat yang muncul dari anggota
kelompok lain.
2. Deskripsi UC
a. UC DL Bimbingan Kelompok Topik Tugas
ŴPertemuan : I (Pertama)
ŴTopic : Konservasi
ŴHari/Tanggal/Waktu : 09 Desember 200, 4.00-6.00 WIB

NO Klien spek Penilaian $egera(Laiseg)
Understanding
(Pemahaman)
ConIortable
(Kenyamanan)
ction (Tindakan)
. WL konservasi bukan hanya
sebatas penghiiauan
namun iuga ada konservasi
ekonomi
senang dan
mndapatkan
pengetahuan baru
karena ada
program unnes
bersepeda, maka
akan berusaha
mengikuti aturan
bersepeda dalam
kampus
2. RO pemahaman mendalam
tentang konservasi
senang melakukan
konservasi diri
sendiri
3. T pengertian konservasi biasa saia melakukan
kegiatan bisa

4. B mendapatkan share
pengetahuan
merasa lebih baik
mengenai
konservasi
menyebarkan
pemahaman yang
didapat kepada
teman
5. TD Jenis Konservasi sangat
banyak tidak hanya
mencakup hutan
lebih mengerti
yang meniadikan
senang
mendapatkan
pengetahuan baru
mendukung
konservasi
kampus
6. D pemahaman tentang arti,
rencana, dan pelaksanaan
konservasi
lebih membuka
pikiran dan
senang bisa
melhat masalah
lebih membuka
pikiran dalam
memahami suatu
topic

$ecara keseluruhan anggota kelompok sudah mendapatkan pemahaman
mengenai konservasi dan mau mengikuti program yang dicanangkan oleh
kampus. Pemahaman yang tercapai dan tindakan yang akan dilakukan sudah
terpengaruh oleh adanya kegiatan BImbingan Kelmpok topic tugas.
b. UC Dalam Konseling Kelompok
ŴPertemuan : I (Pertama)
ŴHari/Tanggal/Waktu : 09 Desember 200, 4.00-6.00 WIB

NO Klien spek Penilaian $egera(Laiseg)
Understanding
(Pemahaman)
ConIortable
(kenyamanan)
ction (Tindakan)
. IK mendapatkan pengalaman
menyelesaikan masalah
dengan banyak teman
senang mendapatkan
pengalaman
meniadikan
reIerensi diri
2. RZ Kebersamaan dan
kekeluargaan
senang bisa berbagi
cerita bersama
memberikan solusi
iika menemukan
masalah yang mirip

3. RY kerukunan antar teman
sekamar harus teriadi
senang ikut memberi solusi
bila ada masalah
mirip
4. DN masalah dapat dipecahkan
bersama
lebih baik karena bisa
membantu
meniadikan
reIerensi diri
5. FD engatasi masalah dengan
teman sekamar
senang meniaga hubungan
baik dengan teman
satu kamar
6. W$ kalau meniadi orang iangan
terlalu gengsi menegur
teman sekamar
senang aplikasi kalau iadi
rang iangan gengsi
7. DK pemahaman bagaimana
memecahkan maslah
dengan teman satu kamar
lega dapat
mengungkapkan
masalahnya dan
mendapatkan solusi
mencoba saran dan
solusi yang
didapatkan dengan
keputusan sendiri

$ecara keseluruhan anggota kelompok sudah mau berpendapat dan
memberikan solusi kepada DK yang masalahnya terpilih. Pada DK sendiri sudah
merasakan perubahan pola piker dari yang tadinya gengsi untuk mengawali
penyelesaian maslah denga teman satu kamar meniadi mau untuk mengawali
penyelesaian masalahnya.










BAB V
PENU%UP

A. ESIMPULAN
Dari semua tahap atau proses kegiatan bimbingan kelompok yang
dilaksanakan dapat diambil simpulan bahwa :
. Topik tugas dalam bimbingan kelompok ini adalah pemanasan global
yang mencakup pengertian, penyebab, dampak dan upaya
menanggulangi.
2. Praktikan sudah dapat melaksanakan semua tahap yang ada dalam
kegiatan bimbingan kelompok dengan baik
3. Beberapa kekurangan dirasa karena praktik Bimbingan Kelompok baru
dilaksanakan pertama kalinya bagi praktikan. $ehingga meniadikan
pengalaman tersendiri dan reIerensi untuk praktik selaniutnya.
4. Praktik ini iuga membuat kemampuan praktikan meniadi lebih terasah.
Hal ini bisa disimpulkan dari bagaimana menguasai diri saat grogi dan
tuntutan keadaan menuntut untuk rampil prima sebagai pemimpin.
Dirasa sebagai beban namun mengasah diri untuk meniadi lebih baik
bagi persiapan teriun ke lapangan sesungguhnya dengan menyandang
proIesi seorang Konselor.

B. SARAN
$aran yang terbentuk dari diri Praktikan adalah menambah latihan
yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan belaiar menguasai keadaan
yang tidak terencana sedangkan keadaan menuntut untuk tampil prima.
ProIesionalitas seorang konselor harus teriaga dihadapan klien mapun
stake holder agar pengakuan sehat dari masyarakat dapat terangkat.


. REFLESI DIRI
Kendala yang Dihadapi :
. enyesuaikan iadwal para anggota konseling kelompok dengan
waktu pelaksanaan kegiatan konseling kelompok.
2. Kurangnya pemahaman mengenai layanan Bimbingan dan
Konseling sehingga mengurangi minat anggota kelompok untuk
mengikuti kegiatan.
Usaha engatasinya :
. Praktikan berusaha menyesuaikan iadwal pelaksanaan dengan iadwal
kuliah dari para anggota konseling kelompok.
2. Praktikan memberiakan sosialiasi tentang konseling kelompok
sehingga dapat meningkatkan minat untuk mengikuti kegiatan
konseling kelompok.

















DAF%AR PUS%AA
Corey, G 985. %heorv and Practice of Group Counseling. CaliIornia onterey :
Books/Cole Publishing Company.
Prayitno.2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta : Rineka Cipta.
Wibowo, ungin Eddy (2005). Konseling Kelompok Perkembangan. $emarang
:UPT UNNE$ Press.
Prayitno. 2004. Lavanan Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok (L.6 &
L.7). Padang : Universitas Negeri Padang.
Prayitno. 2005. Lavanan Bimbingan Kelompok. Konseling Kelompok. Padang :
FIP Universitas Negeri Padang.
Prayitno, 995. Lavanan Bimbingan&Konseling Kelompok . Dasar & Profil.
Cetakan Pertama. Jakarta : Ghalia Indonesia.














You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->