P. 1
Osteoarthritis Makalah

Osteoarthritis Makalah

|Views: 1,462|Likes:
Published by Azkya Aryun

More info:

Published by: Azkya Aryun on Jan 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN KASUS OSTEOSARKOMA Di susun oleh Kelompok Tutor 3

:

y Azkya Aryun y Devi Siska Ardianti y Febry Handiny y Fitriyani Dermawan y Istiani Wahyuningtias y Nilawati y Nurul Ainy y Nur Riza Maulidina y Sanny Annisa Al Rasyid y Siti Nurtsalis Sholihah y Taufik y Widya Kusumaningrum

220110090079 220110090048 220110090090 220110090077 220110090016 220110090021 220110090050 220110090082 220110090053 220110090060 220110090047 220110090067

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

SGD KASUS I Kasus: Tn. A, 25 tahun, datang ke Rumah Sakit karena tiba-tiba terdapat benjolan di tungkai kanannya, yang terasa panas dan nyeri. Kemudian klien ke Rumah Sakit dan dilakukan biopsi pada benjolan di kaki kanan dengan hasil Stage IIB dan sekarang klien dirawat di Ruang Orthopedi dengan keluhan tungkai bawah kanan yang mengalami pembengkakan. Klien menyatakan nyeri terus menerus dengan skala 9 (dari skala 0-10). Dari pemeriksaan fisik didapatkan masa sebesar bola tenis di tungkai kanan, kemerahan dan terdapat luka yang mengeluarkan cairan secara terus menerus. Klien juga mengeluh akhir-akhir ini terasa lemas dan berat badan menurun drastis juga tidak nafsu makan. Pada pemeriksaan rontgen terdapat gambaran sunburst pada osfibula. Klien mengatakan sangat sedih dengan kondisi tubuhnya dan sekarang merasa tidak bertanggung jawab sebagai seorang bapak yang baru saja dikaruniai seorang anak. Akibat sakit, klien tidak daat bekerja dan istrinyalah yang mencari kerja.

Step I 1. Stage II B (Taufik) : Hasil pemeriksaan TNM, Tumor Nodul Metastase (Isti) 2. Sunburst (Sanny) : Gambaran khusus penyakit osteosarkoma (Nurul) 3. Osfibula (Azkya) : Tulang betis (Taufik) Step II 1. Mengapa timbul benjolan secara tiba-tiba? (Taufik) 2. Indikasi dilakukannya biopsi ( Fitri) 3. Yang menyebabkan tungkai kanan mengalami pembengkakan setelah dilakukan biopsi? (Widya) 4. Mengapa nyeri terasa terus menerus? (Sanny) 5. Bagaimana klien mengatasi nyeri? (Nurul) 6. Bagaimana klien mengatasi cairan yang keluar terus menerus? (Nila) 7. Penyebab penyakit ini? (Isti) 8. Diagnosa? (Isti) 9. Apa isi dari benjoaln tersebut? (Azkya) 10. Megapa klien menjadi tidak nafsu makan? (Sanny) 11. Hasil stage IIB menunjukkan apa? ( Riza) 12. Penjelasan lenih lanjut tentang hasil TNM? (Sany) 13. Prognosis? (Riza) 14. Faktor resiko? (Fitri) 15. Ciri-ciri osteosarkoma? (Sanny)

Body Image krn bentuk tubuh berubah dan Gg. -Untuk mengetahui ada tidaknya benda asing dalam jaringan (siti) -Untuk menegtahui perkembanagn sel didalamnya (sanny) 4. Peran perawat (Nila) 18. sehingga terjadi penumpukan 5. Sel-sel abnormal mengambil protein dan bahan makanan yang dimakan oleh klien (Isti) 14. Penatalaksanaan (siti) 22. 19. Bagaimana pemenuhan nutrisinya? (febri) 21. Peran diri karena perannya sebagai ayah tidak terlaksana dengan baik 17. kurang vitamin. Osteosarkoma : tumor ganas 9. Mengapa klien terasa lemas? (azkya) 20. Serum Acid Phospatase: mengetahui adanya tumor ganas (Nila) 21. Daging berlebih dari diferensiasi selm cairan bisa berupa pus atau yang lain (Taufik) 10. Gg. -Faktor lingkungan. ±banyak pada wanita(fitri) -pada dewasa muda(nila) 15. -bagian metafisis pada tulang panajang dekat lutut (taufik) -50% menyerang lutut (fitri) 16. Bedah eksisi dan amputasi (widya) . Pendekatan peran diri kepada klien (Nurul) 18. Karena diferensiasi osteoblast. ekspos terhadap radiasi (Taufik) . Pendidikan kesehatan osteosarkoma (Sanny) 23. Dampak psikososial (Febri) 17.belum diketahui. Komplikasi (sanny) Step III 2. Kompres hangat dan relaksasi ( Isti) 7. bisa juga karena tingginya kadar vitamin D dan faktor genetik (isti) 8.16. Apakah perlu dilakukan pemeriksaan lain atau tidak? (riza) 19.

kemerahan 5. Stage IIB 2. bengkak 4. Mindmap . Berat badan turun drastis 8. nyeri 3.Tidak nafsu makan Data Penunjang 1.Step IV 1. cairan keluar terus menerus 6. Biopsi 3.lemas 7. Mini Patofisiologi Data Menyimpang 1. Rontgen Terapi Diferensiasi Osteoblast Pertumbuhan sel abnormal Benjolan Metabolisme tubuh fokus ke sel abnormal Nyeri Mengambil hasil metabolisme (protein) untuk jaringan abnormal Kekuranagn asupan nutrisi di jaringan yangsehat Benjolan membesar Lemas 2. benjolan terasa panas 3.

prognosis 6. askep 9. pendidikan kesehatan 8. penatalaksanaan 7. etiologi 3. patofisiologi 10. Definisi 2.(aduh dedek susah bikin tanda panahnyaaa) Osteosarkoma 1. manifestasi klinis 4. faktor resiko 5. pemeriksaan diagnostik dan penunjang 11. komplikasi . aspek psikososial 12.

infeksi nila 6. Zat-zat toksik siti 7. genetik : kesalahan pada kromosom 13 2. virus onkogenik taufik 4.Reporting kasus I -Definisi: Neoplasma ganas yang menyerang metafisis tulang pajang pada dewasa terutama pada bagian lutut (Taufik) -Etiologi sanny 1. akibat trauma -manifestasi klinis widya 1. keterbatasan gerak dan kelemahan Taufik 3. nyeri dengan pembengkakan. (Rasa nyerinya tumpul. nafsu makan 4. seperti tulangnya di bor mendalam. malaise . faktor lingkungan 5. berat badan menurun. radiasi 3. Azkya) 2.

Devi 5. Anemia. tulang teraba masa 6. fraktur patologi Faktor resiko Riza -usia 10-25 tahun -laki-laki dibanding perempuan (karena pertumbuhan skeletal lebih lama pada pria. hiperkalasemi. penigkatan suhu di sekitar bagian yang membengkak 7. Nila) Fitri -obesitas -Diet tidak sehat -orang yang pernah menderita kanker Taufik -pertumbuhan tulang cepat -faktor lingkungan presdiposisi Nurul -predisposisi gen Devi . sel-sel jaringan yang menutupi tulang disebut sunburst Isti 10. (neoplasma di sumsum tulang. Sanny) Febri 9. distensi pembuluh darah Nurul 8.

-orang-orang yang kelebihan tinggi badan Prognosis Isti Tingkat kesembuhan sedikit. derajat nekrosi dan penyebaran metastase Komplikasi Taufik 1. Namun sekarang sudah bisa lebih panjang Siti Stage I osteosarkoma yang jarang ditemukan (parastesia osteosarkoma Stage II derajat sedang 12-24 bulan Stage III sudah menyebar Nurul Stage I 90% Stage II tergantung lamanya metastase Stage III 50% sudah menyebar ke paru 2 tahun: 50% 4 tahun : 40% Fitri Stage II Tergantung dari lokasi tumor. Isti) . hanya dapat bertahankurang dari 5 tahu. gejala metastase (sel-sel tumor mengikuti aliran darah ke seluruh tubuh. fraktur patologik (disebabkan masa di tulang yang tidak dapat terkompensasi. Isti) 2.

Kemoterapi: neoadjuvantsebelum operasi supaya tumor mengecil (sanny) -Kemoterapi: dapat sebelum atau sesudah operasi.Penatalaksanaan (widya) 1. radiasi: sinar X 3. rambut rontok sementara Riza Farmakologi: -Doxorubicin (adliamycin): untuk mencegah sintesis DNA. lemah secara perlahan dan tidak dapat dihilangkan dengan istirahat. Bedah. perbaikan melalui pengeluaran enzim -Platinol: membentuk ikatan yang menghancurkan tumor dengan efek samping kerusakan syaraf. dapat melalui amputasi atau degan operasi penyelamatan 2. untuk penghapusan kanker c) neoadjuvant: sebelum operasi. untuk mengecilkan sel kanker -analgesik: untuk mengurangi rasa nyeri -aloverinol: untuk mencegah hiperurisemia (observasi keluaran urin untuk mencegah hiperkalsium) Mencegah timbunan asam urat akibat dari kemoterapi (azkya) Nurul Efek samping dari kemoterapi: mual muntah. Dimasukkan melalui IV atau oral. ginjal dan rambut rontok Perawatan Luka Siti Bersihkan dengan larutan NaCl . yaitu: a) kombinasi: menggunakan lebih dari 2 obat b) pembantu: setelah operasi. Terdapat 3 jenis dari kemoterapi.

tidak bekerja dan harga diri rendah Febri -perubahan peran: merasa harga dirinya lebih rendah karena istrinya yang bekerja Pemeriksaan diagnostik Riza -biopsi -X Ray -MRI (untuk menentukan dimana dilakukan biopsi dan untuk melihat apakah sel kanker sudah menyebar) Fitri -PET: menunjukkan penyebaran sudah samai dimana -tes darah: untuk penegakan diagnosis Siti .Peran perawat Isti -pemenuhan nutrisi -menejemen nyeri -mendampingi klien agar sistem koping kuat -ajak keluarga ikut memotivasi -jaga kontak mata dan sentuhan saat perawatan dengan klien Dampak psikososial Siti -merasa sedih karena adanya keterbatasan gerak.

mengenai umur 20an -sekunder: mengenai umur yang lebih tua (50 tahun keatas). kaitannya dengan penyakit paget dan adanya riwayat terpajan radiasi atau neoplasma agresif Nurul -lokal osteosarkoma: beleum menyebar ke tulang luar -metastasik osteosarkoma: sudah menyebar ke tulang luar -Berulang: muncul lagi setelah 2-3 tahun setelah penyembuhan . adanya mutasi gen penekan tumor TPSI.-pemeriksaan Hb: untuk melihat efek anemia -CT Scan Azkya -Angiografi: untuk menetukan diagnosa jenis osteosarkoma Nila -NSG: untuk mengetahui stadium lesi dan panduan melaksanakan biopsi Devi -pemeriksaan neurologis: apakah ada gangguan akibat penekanan tumor pada saraf Pendidian kesehatan Sanny -penyuluhan untuk menghindari tempat tingal dari daerah yang dekat dengan pemancar radiasi atau pabrik bahan kimia dan mengenali gejala awal osteosarkoma Siti -mengajarkan perawatan luka dan mekanisme koping Klasifikasi oteosarkoma Sanny -primer: penyebab tidak diketahui.

Penjelasan TNM Isti T: tumor TIS: pre invasif T0: tidak ada tumor primer T1: ada tumor dengan diameter kurang dari 3 cm T2: ada tumor dengan diameter lebh dari 3 cm T3: tumor sudah membesar dan menyebar Tx: didapatkan sel ganas N: nodul N0: tidak terlihat pembesaran kelenjar limfe N1: terdapat tanda-tanda terkena kelenjar getah benih Nx: sudah terjai pembengkakan kelenjar getah bening M: metastase Mo: tidak ada bukti metastasis jauh M1: ada bukti metastasis jauh Mx: syarat minimal menentukan adanya metastasis jauh tidak bisa dipenuhi Derajat klasifikasi TNM: Stadium I: TIS N0 M0. T2 N0 M0 Stadium II: T1 N1 M0. T1 N0 M0. T3 N1 M0. T2 N1 M0 StadiumIII a: T3 N0 M0. T1 N1 M0. T1-3 N2 M0 .

T3 banyak N M01 Stadium IV: Banyak T. M1 Patofisiologi: Febry Handiny . banyak N.Stadium III b: T N3 M0.

Ini biasanya tidak hidup kondisi mengancam atau serius. juga terdapat faktor kecenderungan genetik. Selain itu. Pembengkakan diatas tulang atau persendian dan pergerakan yang terbatas 4. Etiologi Penyebab tumor ini seperti hampir semua keganasan yang lain.peningkatan suhu di atas masa serta adanya pelebaran vena. anak-anak dengan jarang. Demikian pula. kanker mewarisi seperti Sindrom Li-Fraumeni dan Retinoblastoma mungkin pada peningkatan risiko mengembangkan osteosarcoma. Karena lebih banyak menyerang laki-laki daripada perempuan Remaja yang tinggi untuk usia mereka dan spurts mengalami pertumbuhan pesat tampaknya lebih rentan terhadap osteosarcoma daripada remaja lainnya. Remaja yang telah diobati dengan radiasi untuk kanker. Manifestasi Klinis 1. Nyeri dan pembengkakan pada area yang terkena (biasanya meningkat pada malam hari dan meningkat sesuai progresitivitas penyakit). Osteosarkoma pada masa kanak-kanak mungkin sekali memiliki dasar genetik. masih merupakan tekateki yang belum terpecahkan. y .demam. Faktor Resiko y y y y Biasanya menyerang remaja akhir dan dewasa muda dengan rentang usia 15-25 y\tahun. Neoplasma ini sering ditemukan pada anak. Radiasi dan virus onkogenik. Teraba masa tulang. Fraktur Patologik 3.MAKALAH Definisi Sarcoma osteogenik (osteosarkoma) merupakan neoplasma tualng primer yang sangat ganas kedua. dan dewasa muda. Tempat yang paling sering terkena tumor adalah bagian ujung tulang panjang. remaja. malaise. BB turun . telah dianggap sebagai agen penyebab. tetapi mereka dapat perintis osteosarcoma. meskipun tak seorangpun pernah menemukannya. 2. osteochondromas turun temurun. Jenis kelamin. yang telah terlihat dalam terjadinya keganasan yang lain. batruk. Memiliki penyakit tulang non-kanker atau jinak seperti penyakit Paget atau multiple. Gejala-gejala penyakit menatastik seperti nyeri dada. Mungkin kelainan genetik pada kromosom 13 dapat menyebabkan osteosarkoma pada kelompok pasien ini. Tumor ini tumbuh pada bagian metafisis tulang. anak sebelumnya mungkin menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan osteosarcoma di kemudian hari dalam hidup mereka dan juga berlaku bagi anak-anak yang mendapat dosis tinggi dari radiasi. 5. terutama lutut.

A. kurang olahraga. sebelum pertama biopsi. BEDAH Perawatan bedah untuk osteosarkoma terdiri dari amputasi baik atau operasi penyelamatan anggota badan. tulang dan otot yang dipengaruhi oleh osteosarkoma disingkirkan. Risiko infeksi lebih tinggi dan patah tulang dengan tulang bank ini dan oleh karena itu penggantinya logam prostheses lebih umum digunakan untuk rekonstruksi dari tulang setelah pengangkatan tumor. perawatan yang disebut perawatan biologis terapi sedang diuji untuk lokal dan metastatic osteosarcoma. Selain standar terapi ini. kebanyakan remaja dengan kasus osteosarkoma lengan atau kaki dapat ditangan. Penatalaksanaan Jenis Perawatan Berbagai jenis perawatan tersedia untuk pasien dengan osteosarkoma. meninggalkan kesenjangan di tulang yang baik yang diisi oleh tulang cantum (biasanya dari tulang bank) atau lebih sering logam bagian badan khusus. Beberapa perawatan yang standar (yang saat ini digunakan terapi). Zat yang dibuat oleh badan atau dilakukan di laboratorium yang digunakan untuk meningkatkan. Ketika uji klinis menunjukkan bahwa perlakuan yang baru lebih baik dari standar perawatan. Jika diduga bahwa masalah adalah osteosarkoma. atau mengembalikan perlawanan alami tubuh terhadap kanker. penderita dapat merekomendasikan dokter spesialis yang disebut pembedah tulang ahli onkologi. dan beberapa sedang diuji dalam uji klinis. Terapi biologis adalah perawatan yang menggunakan sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan kanker. Saat ini. Perawatan klinis dalam percobaan adalah penelitian studi yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan perawatan saat ini atau memperoleh informasi tentang perawatan baru untuk pasien dengan kanker. Terapi radiasi (menggunakan tinggi dosis x-ray untuk membunuh sel kanker). Jenis kanker ini perawatannya disebut biotherapy atau immunotherapy. merokok dan minum alkohol. Dalam operasi penyelamatan anggota badan. pengobatan baru yang dapat menjadi standar perawatan. tampaknya terkait dengan faktor gaya hidup seperti diet tinggi lemak. dengan operasi penyelamatan anggota badan daripada amputasi. Jika kanker telah menyebar ke saraf dan pembuluh darah . Perawatan Standar Tiga jenis perawatan standar yang digunakan: Bedah (mengambil yang kanker dalam suatu operasi). Kemoterapi (menggunakan obat untuk membunuh kanker sel). langsung. Ini dapat tepat dicocokkan dengan ukuran yang cacat tulang.y Ketika osteosarcoma didiagnosis pada orang dewasa.

dan lain sebagainya. bahkan yang terlalu kecil untuk tampil saat scan medis. operasi ini sering digunakan untuk menghapus lokal tumor kemoterapi dan kemudian diberikan untuk membunuh semua sel kanker yang tetap dalam tubuh. bagaimana besarnya. usia pasien. Seseorang dengan osteosarkoma diberi obat kemoterapi intravena (melalui pembuluh darah) atau secara oral (dengan mulut). Dokter mungkin hanya menghapus beberapa kanker dan bagian yang sehat dari jaringan di sekitar kanker. Kemoterapi diberikan setelah operasi dalam penghapusan kanker yang disebut kemoterapi pembantu. kelenjar getah bening yang akan dihilangkan (getah bening node pemotongan). Kemoterapi juga dapat diberikan sebelum operasi yang mengecilkan kanker sehingga dapat dihapus selama operasi.sekitar tumor aslinya pada tulang. Ketika Tumor adalah dalam berat tulang. termasuk di mana letak tumor. Kadang-kadang semua atau sebagian dari lengan atau kaki mungkin akan dibuang (diamputasi) untuk memastikan bahwa semua yang diambil dengan kanker. peneliti menemukan tidak adanya perbedaan dalam keseluruhan hidup apakah pasien memiliki anggota badan-hemat operasi atau apakah mereka telah melakukan operasi dengan amputasi. tulang harus dilindungi selama kegiatan untuk menghindari fraktur. pembedahan mungkin juga dilakukan untuk menghapus tumor ini di lokasi yang jauh tersebut. Kadang-kadang kemoterapi adalah menyuntikkan langsung ke dalam wilayah dimana ditemukan kanker (kemoterapi daerah). perjalanan melalui tubuh. Bila kanker dapat dibawa keluar tanpa amputasi. KEMOTERAPI Kemoterapi biasanya diberikan baik sebelum maupun setelah operasi. seperti paru-paru atau organ lain. amputasi (mengeluarkan bagian dari anggota badan bersama osteosarcoma) seringkali satu-satunya pilihan. dan dapat membunuh sel kanker di seluruh tubuh. Obat memasuki aliran darah dan bekerja untuk membunuh kanker di bagian tubuh dimana penyakit telah menyebar. Proses pembangunan kembali (kembali) merupakan bagian dari tubuh diubah dengan operasi sebelumnya disebut rekonstruksi operasi. jika memungkinkan. Semua pasien dengan osteosarkoma harus operasi untuk menghapus tumor. Kemoterapi dengan lebih dari satu obat disebut kemoterapi kombinasi. perangkat buatan atau tulang dari tempattempat lain di dalam tubuh dapat digunakan untuk menggantikan tulang yang telah dibuang. B. Ia menghilangkan kantong kecil dari sel kanker di tubuh. Ketika osteosarkoma telah menyebar ke paru-paru atau tempat lain. Kemoterapi disebut perawatan sistemik karena obat memasuki aliran darah. . Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. ini disebut neoadjuvant kemoterapi. Jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening. Dalam osteosarkoma. Pilihan untuk rekonstruksi di operasi dengan pasien osteosarkoma tergantung pada banyak faktor. Pada pasien dengan osteosarkoma yang belum tersebar di luar tulang. Kemoterapi dapat dilakukan dengan pil atau dimasukkan ke dalam tubuh dengan jarum lewat pembuluh darah atau otot.

Perawatan dalam percobaan klinis Untuk beberapa pasien. Patolog yang menilai nekrosis di tumor yang terdeteksi. Pasien yang mengambil bagian dalam percobaan klinis mungkin menerima perlakuan standar atau termasuk orang-orang yang pertama untuk menerima perlakuan yang baru.Neoadjuvant kemoterapi Kebanyakan perawatan osteosarkoma menggunakan protokol untuk periode awal selama sistemik kemoterapi sebelum reseksif definitif dari dasar tumor (reseksi dari metastases untuk pasien dengan penyakit metastatik). Bahkan bila uji klinis tidak efektif untuk memimpin . Pasien yang mengambil bagian dalam uji klinis juga membantu meningkatkan cara dalam penanganan kanker di masa depan. Uji klinis dilakukan untuk mengetahui apakah pengobatan kanker yang baru itu aman dan efektif atau lebih baik dari standar perawatan. Pasien dengan lebih besar atau sama dengan 90% nekrosis di dasar tumor setelah induksi kemoterapi memiliki prognosa lebih baik dibandingkan dengan kurang nekrosis. Rawatan osteosarkoma termasuk kemoterapi (penggunaan obat medis untuk membunuh sel kanker dan bersembunyi di kanker) diikuti oleh operasi (untuk menghapus sel kanker atau Tumor) dan kemudian kemoterapi lebih lanjut (untuk membunuh semua sisa sel kanker dan meminimalkan kesempatan dari kanker datang kembali). Percobaan klinis adalah bagian dari proses penelitian kanker. Radiasi untuk osteosarcoma umumnya berasal dari mesin di luar tubuh (eksternal terapi radiasi). mengambil bagian dalam percobaan klinis mungkin merupakan pilihan terbaik dalam perawatan. Pasien dengan nekrosis kurang (<90%) di dasar Tumor berikut awal kemoterapi memiliki pengulangan lebih tinggidalam 2 tahun pertama dibandingkan dengan pasien yang lebih baik dengan jumlah kebekuan (• 90%). sementara kemoterapi dapat membantu menghilangkan sisa sel kanker di tubuh. TERAPI RADIASI Menggunakan terapi radiasi x-ray atau energi sinar yang tinggi lainnya untuk membunuh sel kanker dan Tumor yang bersembunyi. tarif untuk menyembuhkan pasien dengan sedikit atau tidak kebekuan berikut induksi kemoterapi jauh lebih tinggi dibandingkan harga obat untuk pasien yang tidak menerima kemoterapi. Banyak dari hari ini standar perawatan untuk kanker didasarkan pada awal uji klinis. Foto Modalitas seperti dinamis resonan magnetik imaging mungkin bisa noninvasive menawarkan metode untuk menilai nekrosis. Kurang nekrosis tidak boleh diartikan dengan arti yang telah kemoterapi tidak efektif. Bedah sering dapat secara efektif menghapus kanker tulang. C.

radiasi dosis tinggi. Dalam daftar berikut perawatan untuk berbagai tahapan. prognosis lebih buruk. merekasering menjawab pertanyaan penting dan membantu penelitian berkembang. tes uji coba untuk perawatan pasien kanker yang belum pulih dengan lebih baik. link ke hasil pencarian untuk saat ini adalah termasuk uji klinis untuk masingmasing bagian. Faktor-faktor patologis lain seperti derajat pglycoprotein.Uji klinis ada di banyak negara bagian. PROGNOSIS OSTEOSARCOMA Prognosis dipisahkan menjadi tiga kelompok. Untuk beberapa jenis kanker atau tahap.perawatan baru. (lebih dari 12 bulan-24 bulan). Penelitian lain juga difokuskan pada peran faktor pertumbuhan tertentu mungkin berperan di pengembangan osteosarkoma. mungkin tidak ada apapun yang tercantum didalamnya.). Untuk osteosarkoma yang tidak dapat dihilangkan dengan operasi. y y Osteosarcoma Tahap I adalah jarang dan termasuk osteosarcoma parosteal atau grade sentral osteosarcoma-rendah. Jika metastasis keduanya lokal dan regional. Penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan obat baru untuk memperlambat pertumbuhan faktor tersebut sebagai cara untuk merawat kanker. sejumlah kecil metastasis (dan resectability mereka). tulang paha. apakah tumor CXCR4-positif. Lain. atau Her2-positif juga penting. studi yang saat ini sedang berlangsung untuk menguji perawatan yang baru menggunakan kombinasi kemoterapi dan lokalisasi. Beberapa uji klinis hanya mencakup pasien yang belum menerima perlakuan. Ada juga tes uji klinis cara baru untuk berhenti dari kanker berulang (datang kembali) atau mengurangi efek samping dari pengobatan kanker. panggul. Perawatan Baru Perawatan tengah dikembangkan dengan penelitian obat kemoterapi baru. Lebih baik untuk memiliki metastase kurang dari waktu lebih lama untuk metastasis. Prognosis untuk pasien dengan metastasis osteosarcoma meningkatkan dengan waktu lebih lama untuk metastasis. . Dan derajat necrosis dari kemoterapi neoadjuvant (kemoterapi sebelum operasi). dll) ukuran massa tumor (dalam cm. karena ini berhubungan dengan metastasis jauh ke paru-paru. Ini memiliki prognosis yang sangat baik (> 90%) dengan reseksi luas. Mereka dengan panjang lebih lama (> 24bulan) dan beberapa nodul (2 atau lebih sedikit) memiliki prognosis terbaik dengan kelangsungan hidup 2 tahun setelah metastasis 50% 5 tahun sebesar 40% dan 10 tahun 20%. Tahap IIb Prognosis tergantung pada lokasi tumor (proksimal tibia.

Pengkajian Fisik a. Agama :e. Riwayat Penyakit Keluarga F. Data Medik a. Riwayat Alergi G. prognosis keseluruhan adalah sekitar 30%. Riwayat Psikososial Klien mengatakan sangat sedih dengan kondisinya tubuhnya dan sekarang merasa tidak bertanggung jawab sebagai seorang bapak yang baru saja dikaruniai seorang anak. H. Jenis Kelamin : laki-laki d. Nama : Tn N b. Pengkajian Dasar 1. derajat nekrosis tumor primer.y Presentasi awal III osteosarcoma panggung dengan metastates paru-paru tergantung pada resectability dari tumor primer dan nodul paru-paru. Kesadaran Umum : compos menthis . ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN OSTEOSARCOMA A. Umur : 25 thn c. Tgl Pengkajian : c. Biodata Klien a. Diagnosa Medik : Osteosarcoma B. Tgl Berobat :b. Riwayat Penyakit Sekarang Klien mengeluh nyeri pada tungkai kanan dan ditemukan adanya pembengkakan pada tungkai bawah kanannya. dengan kriteria sbb : P :Q : terus-menerus R : tungkai bawah kanan S : 9 dari skala 0-10 T :D. dan mungkin jumlah metastasis. Riwayat Kesehatan Keluhan utama : nyeri dirasakan terus-menerus pada tungkai kanan. Riwayat Peyakit Terdahulu E. Alamat :2. C.

i. O2 :b. Eliminasi :e. e.bahan -hasil biopsi menunjukkan kimia) benjolan tsb sudah memasuki stage III b -nyeri dirasakan dengan skala 8 Mengalami mutasi dalam rentang skala 0-10 -terdapat masa sebesar bola tenis Pertumbuhan sel-el di tungkai kanan berwarna tulang dan jaringan kemerahan lunak DS : klien mengeluh nyeri pada tungkai bawah kanan yang Berdiferensiasi mengalami pembengkakan menjadi beberapa sel Data Menyimpang b. f.Rontgen : terdapat gambaran sunburst pada osfibula I. . Etiologi Masalah DO : Faktor Penyebab Gangguan Rasa -terdapat benjolan di tungkai (Radiasi. g. c. Istirahat dan Tidur :f.Nadi :Suhu :RR :TB :BB :Tekanan Darah :Program Terapi :Pemeriksaan Penunjang : . Aktivitas : klien sering merasa lemas dan saat ini tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya g. 1.Biopsi : terdapat benjolan di kaki kanan dengan hasil stage III b . Nutrisi : klien mengalami gangguan nafsu makan (nafsu makan menurun) c.virus Nyaman : Nyeri kanan terasa panas dan nyeri onkogen. Analisa Data No. h. d.genetik. Pengobatan :B. Cairan dan Elektrolit :d. Pengkajian Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) a.

Bersifat osteogenik Proliferasi sel Pengaktifan onkogen pendorong pertumbuhan Sarcoma Menyerang sejati tulang Osteosarcoma Destruksi tulang jaringan Kehilangan matriks Resti fraktur patologik Pembelahan abnormal Tumor membesar sel Edema Nyeri .

genetik.2. DO : BB klien menurun Tumor membesar DS : -klien merasa lemas -klien mengeluh tidak nafus makan Metabolisme neurovaskuler jaringan Nutrisi kurang dari kebutuhan di Metabolisme jaringan sehat di Lemas/lelah BB 3. virus bertanggung jawab terhadap onkogenik. Nutrisi kurang dari kebutuhan DO : klien tidak dapat bekerja Faktor Penyebab Harga diri rendah DS : klien mengeluh tidak (radiasi. keluarganya bahan kimia) Mengalami mutasi Pertumbuhan sel-sel tulang dan jaringan lunak Berdiferensiasi menjadi beberapa sel Bersifat osteogenik .

bahan -nyeri dengan skala 9 dari rentang kimia) skala 0-10 DS : Mengalami mutasi Pertumbuhan sel-el tulang dan jaringan lunak Berdiferensiasi menjadi beberapa sel .genetik.virus mobilitas fisik pembengkakan dan terasa nyeri onkogen.Proliferasi sel Pengaktifan ongkogen pendorong pertumbuhan Sarcoma Menyerang sejati tulang Osteosarcoma Klien sedih kondisinya dengan 4. Gangguan peran diri (Harga Diri Rendah) DO : Faktor Penyebab Kerusakkan -tungkai bawah kanan mengalami (Radiasi.

Bersifat osteogenik Proliferasi sel Pengaktifan onkogen pendorong pertumbuhan Sarcoma Menyerang sejati tulang Osteosarcoma Sel tumor menekan pembuluh darah Inflamasi Pelepasan Kimia Mediator Menekan saraf nyeri Dilepaskan di medulla spinalis .

Dx Keperawatan Gangguan rasa nyaman bd proses perjalanan penyakit dd klien mengeluh nyeri skala 9 (0-10) Karakter Hasil Tupen : -Dalam 1x24jam nyeri klien berkurang/menurun intensitasnya -Skala nyeri menurun Tupan: -Nyeri hilang sama sekali -Klien dapat menanggulangi nyerinya sendiri Intervensi 1. Catat lokasi dan intensitas nyeri (Skala 010) Rasional Membantu dalam evaluasi kebutuhan dan keefektifan intervensi. dapat (contoh ubah meningkatkan posisi) dan kemampuan aktivitas koping dan dapat terapeutik. Perencanaan Keperawatan No. tidakan meningkatkan kenyamanan relakasi. Berikan kembali perhatian. Perubahan dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi Mengurangi 2. menurunkan rasa Dorong nyeri penggunaan . 1.menurunkan tempat tidur kelelahan otot dan tekanan kulit juga jaringan Memfokukan 3. Tinggikan terbentuknya bagian yang edema dengan sakit/nyeri penigkatan aliran dengan balik meninggikan vena.Nyeri Kerusakkan mobilitas fisik C.

Nutrisi kurang dari kebutuhan bd metabolisme di jaringan sehat menurun dd BB menurun. nafas dalam. Ukur BB membantu mengidentifikasi setiap malnutrisi. kalori hari/sesuai protein khususnya indikasi bila BB kurang dari normal 3. Pemberian analgetik dan morfin 1. klien lemas dan malaise Tupen : makan meningkat Tupan : -BB meningkat -kebutuhan terpenuhi nafsu klien mengidentifikasi kekuatan/defisiensi nutrisi klien klien 2. Pantau asupan makanan setiap hari Menurnkan nyeri rasa rasa 2.dll. e.g. Berikan Mual/muntah antimietic paling pada jadwal menurunkan . Kolaborasi dengan tim nyeri medis untuk melakukan kemoterapi 5. teknik relaksasi.manajemen nyeri. Identifikasi klien yang akan mengalami mual/muntah yang diantisipasi mual/muntah psikogenik terjadi sebelum kemoterapi 4. distraksi. Menurunkan 4.

Kaji derajat Semakin banyak kerabat atau dukungan terhadap klien kenalan yang memberi dukungan.3. Kolaborasi Membantu dengan tim mengetahui serta psikiatri memantau perkembangan psikis klien setiap harinya 1. Kaji mobilitas Mengetahui 4. Harga diri rendah bd osteosarcoma dd klien sedih dengan kondisinya saat ini Tupen : klien mulai dapat beradaptasi secara verbal menerima kondisinya Tupan : klien dapat kembali percaya dirinya dan dapat mengembangkan rencana yang realistis reguler sebelum/selam a dan pasca pemberian agen antineoplastik dengan sesuai 1. Catat perasaan Membantu klien menarik diri untuk dapat dan ketakutan kembali bersosialisasi dengan sekitar tanpa dibayangi rasa takut atau tidak berdaya 4. Dorong ekspresikan perasaan negatif dan berduka berlebihan kemampuan dan efek samping psikologis kemoterapi yang menimbulkan stress Membantu klien untuk menyampaikan apa yang dirasakan dan agar tahu kondisi psikisnya 2. Gangguan Tupen : adanya .semakin cepat pula proses penyembuhan (psikis) serta terapeutiknya 3.

observasi adanya peningkatan kerusakkan. dan kekuatan otot serta memperbaiki fungsi jantung dan pernafasan 3. Kolaborasi dengan ahli fisioterapi untuk melatih fisik klien Kemampuan mobilisasi ekstremitas dapat ditingkatkan dengan latihan fisik dari tim fisioterapi . Kaji secara teratur fungsi motoriknya. Ajarkan klien melakukan latihan gerak aktif pada ekstremitas yang tidak sakit tingkat kemampuan klien dalam melakukan aktivitas Gerakkan aktif memberikan masa. tonus. 2.mobilitas fisik bd pembesaran tumor dd masa tumor sebesar bola tenis peningkatan kemampuan beraktivitas Tupan : -klien mampu melakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya -aktivitas klien kembali normal yang ada. Bantu klien Mempertahankan fleksibilitas sendi melakukan ROM dan sesuai kemampuan perawatan diri sesuai toleransi 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->