TINDAK TUTUR DAN OPERASI PRINSIP SOPAN SANTUN DALAM WACANA RUBRIK KONSULTASI JAWA POS (WARKONJAPOS

)

Imam Asrori

Abstract: This article investigates speech acts in the discourse of rubrik konsultasi in the daily newspaper Jawa Pos, focusing on its structure and also on the speech acts and maxims of politeness involved. The discourse consists of four segmental margins: the top, the beginning, the core, and the final segmental margins. The speech acts involved in the discourse mostly comprise directives, and additionally assertives and expressives. In the directive acts, both the consultant and counsellor observe the maxim of generosity. In the expressive acts, while they observe the maxims of praise and humility, they both violate the maxim of sympathy. Moreover, the discourse is also characterized by the contextual violation of the praise and generosity maxims. Key words: discourse of rubrik konsultasi, speech acts, politeness maxims.

Kajian wacana merupakan kajian bahasa di atas kalimat. Kajian wacana juga merupakan kajian bahasa dalam penggunaannya secara nyata. Salah satu penggunaan bahasa mewujud dalam bentuk koran atau surat kabar. Karena itu wacana koran merupakan wacana otentik. Dengan kata lain, bahasa koran merupakan wujud penggunaan bahasa secara nyata. Setiap masyarakat memiliki koran sebagai media ekspresi, informasi, kritik, dan tindak berbahasa lainnya. Dengan demikian, koran berisi data kewacanaan suatu masyarakat.
Imam Asrori adalah dosen Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

14

Asrori, Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 15

Koran memuat beragam rubrik yang dapat dikaji dari perspektif kewacanaan, misalnya berita, artikel, dan tajuk rencana. Masing-masing rubrik tersebut tampaknya mempunyai karakteristik bahasa yang berbeda-beda, demikian halnya rubrik konsultasi. Koran Jawa Pos memuat rubrik konsultasi dalam setiap edisi Minggu. Dalam rubrik konsultasi Jawa Pos (RKJP), terdapat paling tidak tiga ruang konsultasi, yaitu (a) ruang konsekstasi (selanjutnya ditulis konseks), yang melayani konsultasi persoalan seks, (b) ruang problem ABG (selanjutnya ditulis ProABG), yang melayani konsultasi berbagai permasalahan remaja, dan (c) ruang konsultasi psikologi (selanjutnya ditulis Konpsik), yang melayani konsultasi persoalan-persoalan psikologis. Ruang Konpsik secara insidentil bergantian dengan ruang Konsultasi Kesehatan (selanjutnya ditulis Konkes), untuk mengkonsultasikan persoalan kesehatan. Secara umum, WARKONJAPOS berisi tanya jawab tentang suatu permasalahan kehidupan sesuai ruang masing-masing- antara konsulan (pihak yang mengkonsultasikan permasalahan) dan konselor (pihak pemberi layanan konsultasi). Dari pengamatan awal, tampak bahwa dalam WARKONJAPOS cenderung dituturkan ragam bahasa lisan. Dengan demikian dari perspektif wacana, dapat dikatakan bahwa WARKONJAPOS merupakan representasi dari percakapan. WARKONJAPOS memiliki karakteristik yang berbeda dari wacana lainnya, baik dari segi topik, pelibat tutur, dan unsur konteks lainnya. Kajian yang menggunakan data berupa bahasa atau teks koran sudah banyak dilakukan, utamanya dari aspek linguistik dan retorika, misalnya Struktur Modifikasi Bahasa Indonesia Jurnalistik Jawa Pos (Irawan, 1994), Fitur Semantis Verba dan Implikasinya pada Kalimat Bahasa Indonesia dalam Ragam Jurnalistik (Sodiq, 1998), Implementasi Elemen-Elemen Argumen dalam Tajuk Rencana Media Massa Cetak Indonesia: Studi Kasus Surat Kabar Kompas (Zulianto, 1996), dan Penggunaan Gagasan dalam Artikel Ilmiah Populer tentang Politik dalam Harian Kompas dan Republika (Setiawati, 2000). Adapun kajian koran dengan perspektif wacana tampaknya relatif terbatas. Khusus kajian wacana rubrik konsultasi koran memang pernah dilakukan oleh Mardikantoro (2002). Kajian Mardikantoro ditekankan pada penggunaan aspek-aspek kebahasaan. Dalam hal ini Mardikantoro tidak membatasi koran yang digunakan sebagai sumber datanya. Adapun kajian wacana konsultasi khusus dari Rubrik Konsultasi Jawa Pos sejauh ini belum ditemu-

Tindak tutur dihasilkan ketika pembicara/penulis membuat tuturan kepada pendengar/ pembaca di dalam konteks tertentu (Allan. ekspresif. PS mempunyai dua kutub. Sebaliknya PS . yaitu kutub negatif. Nomor 1. (b) maksim pujian-kerendahan hati. 1969. Sedangkan tindak perlokusi merupakan tindak yang dihasilkan dari ujaran yang dihasilkan. Menurut Allan (1998b). Edmondson. Karena itu kajian terhadap WARKONJAPOS ini dipandang layak untuk dilakukan guna memperkaya khasanah kajian wacana bahasa Indonesia. (c) maksim kesepakatan. Februari 2005 kan. dalam wacana percakapan dioperasikan sejumlah aturan. (e) maksim kesepakatan. Mengingat dua maksim pertama (a) dan (b) dan dua maksim berikutnya (c) dan (d) merupakan pasangan dengan melibatkan skala berkutub dua: untung-rugi dan puji-kecam. dan perlokusi. Menurut Leech (1983) dan Grundy (2000). dan (f) maksim simpati. (b) maksim kedermawanan. antara lain disebut prinsip sopan santun (PS). (a) bagaimana struktur tubuh WARKONJAPOS?. ilokusi. dan (c) bagaimana pengoperasian (pematuhan dan pelanggaran) prinsip sopan santun (PS) dalam WARKONJAPOS? Tindak tutur adalah sesuatu yang secara nyata dilakukan ketika seseorang berbicara atau unit minimal yang dapat dikemukakan untuk mengusung fungsi tertentu (Searle. setiap tindak ilokusi mengemukakan paling tidak satu daya ilokusi. yaitu (a) maksim kearifankedermawanan. Wacana konsultasi pada dasarnya merupakan wacana tanya jawab dengan menggunakan tulisan sebagai salurannya. sehingga tinggal empat maksim saja. 1981).16 BAHASA DAN SENI. gunakanlah sesedikit mungkin tuturan yang mengungkapkan hal yang tidak sopan dan kutub positif. PS negatif berfungsi mengurangi ketidaksopanan ilokusi-ilokusi yang tidak sopan. wacana konsultasi dapat dipandang sebagai wacana percakapan. gunakanlah sebanyak mungkin tuturan mengungkapkan hal yang sopan. dan (d) maksim kesimpatian (Leech. Tindak lokusi merupakan tindak melakukan sesuatu dengan ujaran. Kajian ini lebih difokuskan pada tindak ilokusi yang menurut Searle (1979) mencakup lima macam. (b) jenis tindak tutur apa saja yang terdapat dalam WARKONJAPOS?. Menurut Grice (1981). yaitu (a) maksim kearifan. 1983). direktif. Tahun 33. yaitu tindak asertif. (c) maksim pujian. komisif. yaitu tindak lokusi. Ada tiga hal yang akan dijawab dalam penelitian ini. (d) maksim kerendahan hati. Tindak lokusi. maka masing-masing pasang itu dapat disatukan. Austin (1975:109) membedakan tindak tutur menjadi tiga. dan deklaratif. 1998a). Dengan demikian. yaitu tindak mengemukakan sesuatu dalam ujaran. yang mencakup enam aturan atau maksim.

PS perlu diperhatikan untuk memperoleh kekuatan deskriptif di dalam penggunaan bahasa. (c) pendekatan etnografi komunikasi. (b) pendekatan sosiolinguistik interaksional. PS tidak bisa dipandang sebagai prinsip tambahan. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 17 positif berfungsi membuat ilokusi yang sopan menjadi sesopan mungkin. karena seringkali PS justru menyelamatkan PK (prinsip kerja sama). Secara keseluruhan ada sepuluh edisi yang diambil. yaitu (a) pendekatan teori tindak tutur. Sedangkan kajian PS diorientasikan pada teori Grice (1981) dan Leech (1983). 23 Februari. menurut Leech (1983). Schiffrin (1994) mengemukakan enam pendekatan. Karena itu. (b) jenis tindak tutur. . (d) pendekatan pragmatik. Data diambil secara acak dari koran Jawa Pos edisi hari Minggu mulai awal tahun sampai dengan pertengahan tahun 2003. Menurut Grundy (2000). agar lebih bermakna dan untuk menghindari pengulangan. 1 Juni. tulisan ini merupakan artikel hasil penelitian kualitatif. yaitu edisi 12 Januari. 13 April. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Berbeda dengan itu. Kajian tindak tutur memanfaatkan teori tindak tutur Austin (1975) dan Searle (1969). 9 Februari. Kajian ini difokuskan pada (a) struktur tubuh. dan 15 Juni. dan (f) pendekatan analisis variasi. dan (c) pengoperasian (pematuhan dan pelanggaran) prinsip sopan santun (PS) dalam WARKONJAPOS. Kajian struktur wacana didasarkan pada pandangan Pike dan Pike (1977). Kajian dimaksudkan untuk mengungkapkan ketiga hal tersebut. Dalam kaitannya dengan pendekatan analisis wacana. paparan hasil dan bahasan disajikan secara terpadu. 20 April. 16 Maret. HASIL DAN BAHASAN Sebagaimana dikemukakan di awal. 25 Januari. Dalam kajian ini digunakan pendekatan teori tindak tutur. (e) pendekatan analisis percakapan. 6 April.Asrori. Seluruh wacana konsultasi yang ada dalam Rubrik Konsultasi kesepuluh edisi tersebut dianalisis.

18 BAHASA DAN SENI. dan segmen post-margin (segmen margin akhir). Berikut ini dikemukakan beberapa contoh judul WARKONJAPOS. struktur tubuh WARKONJAPOS dapat dikatakan terdiri atas empat segmen. Struktur tubuh tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Konsex) . Konsex) (2) Makin Sering. Selain ketiga segmen sebagaimana yang dikemukakan oleh Pike dan Pike di atas. Judul dalam WARKONJAPOS tampaknya tidak berasal dari konsulan ataupun konselor. judul dirumuskan dan dicantumkan pada margin atas wacana dengan maksud untuk menarik perhatian pembaca. Nomor 1. 15-6-2003. judul bersifat wajib hadir. yaitu segmen pre-margin (segmen margin awal). Karena itulah. diikuti (c) segmen inti yang bersifat wajib hadir. struktur tubuh WARKONJAPOS juga mempunyai top-margin (margin atas). judul dirumuskan berdasarkan hal yang paling menonjol dan menarik dalam tuturan konsulan atau jawaban konselor. dan (d) segmen margin akhir yang bersifat manasuka hadir. melainkan dari redaktur koran. Dengan maksud untuk menarik perhatian pembaca. segmen nucleus (segmen inti). Berdasarkan segmen-segmen pembentuknya. Oleh redaktur. (b) segmen margin awal yang bersifat manasuka hadir. Jadi keempat segmen yang dimaksudkan adalah (a) segmen margin atas yang bersifat wajib. Tahun 33. struktur wacana dapat diperikan berdasarkan segmen-segmen pembentuknya. Jadi pemunculan judul pada margin awal wacana cenderung untuk memenuhi kepentingan pemasaran koran. Margin Atas Margin atas berisi judul WARKONJAPOS. 23 Februari 2003. Struktur WRKJP = + Margin Atas Margin Awal + Margin Inti Margin Akhir Keterangan: tanda plus (+) menandai kehadiran wajib dan tanda plus-minus ( ) menandai kehadiran manasuka. Februari 2005 Struktur Wacana Konsultasi Menurut Pike dan Pike (1977). (1) Tidak Robek setelah Dua Minggu (JP. makin Baik (JP.

begitu melihat judul tersebut. Sebab jahitan pada Miss V itu biasanya sembuh dalam dua minggu. yaitu (a) penggunaan bentuk pasif ditinggal dan (b) penggunaan kata selingkuh untuk menyatakan tindakan seorang pacar bukan suami istri berpacaran dengan orang ketiga. Dengan judul itu. Padahal kata tersebut lazimnya . secara eksplisit dinyatakan bahwa jahitan Miss V tidak robek meskipun digunakan untuk berhubungan seksual sejak masa lebih dari dua minggu setelah persalinan. pembaca bisa terkecoh menduga bahwa yang robek adalah selaput dara. Ditinggal Selingkuh (JP. Dengan rumusan Tidak Robek setelah Dua Minggu tanpa kata jahitan pada Miss V judul terasa lebih menarik dan merangsang pembaca. Judul (5) juga dirumuskan berdasarkan pernyataan konsulan. Jadi jika setelah dua minggu. 9 Februari2003.d (3) dirumuskan berdasarkan pernyataan konselor. Konsex) (5) Pacar Cuek. Berikut ini jawaban yang dimaksudkan. Konkes) (4) Takut terlalu Dalam (JP. pembaca segera membaca wacana tersebut. Kemenarikan judul (5) ini tampaknya terletak pada dua hal. tentunya tidak akan robek. 2003. 13 Apr. Mungkin rasa nyeri sakit yang Anda derita itu disebabkan infeksi . Padahal yang dimaksudkan adalah Miss V yang dijahit setelah proses persalinan. Berbeda dengan ketiga judul terdahulu. Karena itu. akankah Mr Pnya menembus Miss V saya begitu dalam? Terus terang saya takut kalau organnya itu masuk terlalu dalam . Judul (4) misalnya diambil dari kegelisahan konsulan berikut: Bila kelak kami berhubungan. Dalam jawaban konselor tersebut. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 19 (3) Serat Membantu Buang Air Besar dan Mencegah Wasir (JP. frasa pacar cuek dan ditinggal selingkuh diambil dari kalimat-kalimat yang sangat berjauhan. Adapun rumusan judul (4) berasal dari satu kalimat. Bedanya. Judul (1) misalnya dirumuskan berdasarkan jawaban konselor yang menanyakan apakah rasa nyeri pada Miss V-nya setelah melakukan hubungan seksual dua bulan setelah melahirkan timbul karena jahitan Miss V robek. 16 Maret 2003. Anda melakukan hubungan seksual. Dugaan itu timbul karena judul tersebut berada dalam konteks ruang konsex (konsultasi seksual). ProAG. Meskipun demikian.) Judul (1) s. kata jahitan pada Miss V tidak dimunculkan dalam judul.Asrori. judul (4) dan (5) dirumuskan atau diambil dari pernyataan konsulan. Jahitan pada Miss V biasanya sembuh dalam dua minggu.

(6) Gedebok Pisang Lanang (JP.d (12). 12 Januari 2003. yaitu (a) menyebut status tanpa nama (s-n) (7) s.d (9) dan (b) menyebut status beserta nama (s+n) (10) s. berarti terdapat gedebok pisang yang mengacu kepada istri di satu pihak dan kepada suami di pihak lain. . 13 April 2003. .) (8) Mbak . memandang ungkapan gedebok pisang lazimnya digunakan para suami untuk menggambarkan istri-istri yang tidak mempunyai gairah seksual. misalnya judul (6). . . . Konpsik) Selain menyebut nama. misalnya pada (13) dan (14) di bawah. . ProABG) (12) Bapak Darmanto . . Sapaan dituturkan sebagai basa-basi untuk membangun komunikasi. (7) Dok . Konpsik) (14) Bapak Darmanto yang selalu terbuka terhadap berbagai persoalan (JP. (JP. 20 April 2003. Nomor 1. . . Konsex) (11) Bu Nalini . . Judul bisa dirumuskan dengan memadukan pernyataan konsulan dan konselor. 9 Februari 2003. (JP. 23 Februari 2003. 1 Juni 2003) atau Halo Dok . 1 Juni 2003. 15 Juni 2003. Konpsik) . kadang-kadang konsulan berbasa-basi dengan menyampaikan pujian tertentu. Menurut konselor. Sedangkan konselor. (JP. 13 April 2003. . Pada umumnya. ProABG) (10) Dokter Boyke . (Konsek. Dengan memadukan atau menginferensikan pernyataan konsulan dan konselor tersebut. Margin Awal Margin awal pada dasarnya merupakan inisiasi dari pihak konsulan. Sapaan dalam WARKONJAPOS dapat dibedakan menjadi dua. (13) Pak Darmanto yang kaya pengalaman (JP. dengan digunakannya ungkapan gedebok pisang oleh konsulan untuk menggambarkan suaminya yang tak bergairah seksual. Konpsik) Judul (6) dirumuskan berdasarkan pernyataan konsulan yang mengibaratkan suaminya dingin tak bergairah dengan gedebok pisang.20 BAHASA DAN SENI. margin awal berisi sapaan dan atau pengenalan diri konsulan. Konsex. (JP. (JP. 1 Juni 2003. (JP. ProABG) (9) Hi Mbak . . Februari 2005 digunakan untuk menyatakan tindakan menyeleweng oleh seorang yang sudah bersuami istri. . . Tahun 33. redaktur merumuskan judul Gedebok Pisang Lanang sesuai dengan permasalahan yang sedang dikonsultasikan.

(JP. Dalam mengemukakan JK. yaitu usia dan jenis kelamin. maka margin awal kosong. JK yang bersangkutan dapat diketahui dalam paparan permasalahannya. . (JP. pada (22) tidak dikemukakan jenis kelaminnya. dapat digambarkan struktur pengisi margin awal sebagai berikut. Konkes) (21) Kenalin mbak. Usia saya di atas 40 th. (JP. Berbeda dengan yang lainnya. Usia dikemukakan setelah menyampaikan jenis kelaminnya (JK). diikuti atau tidak diikuti margin akhir. meskipun tidak dikemukakan secara eksplisit. ProABG) Kecuali pada (21). aspek usia selalu dikemukakan secara eksplisit. ProABG) (22) Usia saya 22 tahun. cenderung dipilih kata-kata yang menunjukkan status kewanitaan dan kepriaannya. usia konsulan secara implisit dinyatakan dalam kata mahasiswi semester terakhir. 15 Juni 2003. (15) Saya gadis berusia 18 tahun. 1 Juni 2003. Kata cowok/cewek banyak mengacu pada status jejaka/gadis. 6 April 2003. misalnya gadis. Konsex) (17) Saya seorang istri berusia 25 tahun (JP.Asrori. seorang ibu. Karena itu. keduanya bisa hadir dan tak hadir secara simultan. bapak dari sekian anak. Struktur pengisi margin awal= sapaan (+s n) pengenalan (+usia jk) . 15 Juni 2003. Meskipun demikian. 13 April 2003. Konsex) (16) Saya cowok berusia 22 tahun. Dari frasa tersebut dapat diduga usia konsulan 23. Konsex) (19) Saya perempuan karir. Baik sapaan maupun pengenalan diri bersifat manasuka hadir. Apabila keduanya hadir secara simultan. 1 Juni 2003. Ada dua hal yang hampir selalu ada dalam pengenalan diri. Apabila sapaan dan pengenalan tidak hadir secara simultan. 1 Juni 2003. 45 tahun (JP. Berdasarkan uraian di atas. Dalam hal ini WARKONJAPOS langsung berupa margin inti. 20 April 2003. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 21 Aspek kedua dalam margin awal adalah pengenalan diri. Pada (21). Konpsik) (20) Saya bapak dua anak berumur 45 tahun (JP. atau hadir salah satu.Konsex) (18) Saya seorang ibu. pengenalan diri dilakukan setelah sapaan. (JP. Hal itu tampak pada contoh-contoh berikut. aku mahasiswi semester akhir . Bekerja sebagai PNS. (JP. .

permasalahan yang ditanyakan dalam margin inti terkait dengan proposisi-proposisi yang telah dikemukakan pada pengantar. n= nama. Berbeda dengan itu. Kami berdua telah sama-sama punya pacar cowok. tanyaan terdiri atas margin awal berupa pengantar. Tanyaan Tanyaan pada dasarnya berisi permasalahan yang dikonsultasikan oleh konsulan. Kami melakukan hubungan seksual dengan beberapa cara. 13 April 2003.22 BAHASA DAN SENI. Pengantar bisa terdiri atas satu kalimat (24). Pada (23) misalnya terdapat proposisi (a) sering berhubungan seksual. Dalam (23). . 6 April 2003. pada (24) belum tergambar problem yang dimaksudkan. diikuti margin inti yang berisi permasalahan dan tanyaan. jk= jenis kelamin Margin Inti Margin inti WARKONJAPOS berisi dua hal pokok. dan (c) masing-masing mempunyai pacar cowok. Dari segi struktur. (b) berhubungan seksual dengan sesama cewek. sebagai pengisi segmen margin awal tanyaan berisi proposisi-proposisi umum tentang masalah yang hendak disampaikan pada segmen margin inti. satu paragraf (23) sampai beberapa paragraf. proposisi yang dikandung menggambarkan permasalahan secara relatif spesifik. karena proposisinya sangat umum. dan identitas konsulan. (23) Saya sering melakukan hubungan seksual dengan sahabat saya yang juga cewek. yaitu tanyaan konsulan (selanjutnya ditulis tanyaan) dan jawaban konselor (selanjutnya ditulis jawaban). Ketiga segmen tersebut bersifat wajib hadir. dan memasukkan jari ke Miss V. Nomor 1. Pengantar. saya saat ini sedang dilanda keresahan (JP. Dalam hal ini. antara lain oral. lalu segmen margin akhirnya berupa permohonan. Tahun 33. Konsex) (24) Karena beberapa hal. Februari 2005 Keterangan: s= status. ucapan terima kasih. Tetapi tidak semua aspek pada segmen margin akhir bersifat wajib hadir. (JP. Konsex) Contoh (23) dan (24) tersebut merupakan pengisi segmen margin awal tanyaan. Dalam pengantar tersebut terdapat proposisi-proposisi umum sebagai pengantar ke permasalahan yang sebenarnya.

Sebagai pengisi segmen yang tidak wajib hadir. (b) kemungkinan kehiperseksan. Berikut ini dikemukakan contoh aspek pengisi segmen margin akhir tanyaan. Permasalahan dikemukakan dalam bentuk sejumlah pertanyaan ataupun deskripsi problem. Konpsik) (26) Kalau saja psikologi bisa membantu. Struktur jawaban terdiri atas segmen margin awal dan margin inti. ataupun sapaan saja (30). yaitu sapaan dan pengantar. Denpasar (JP. atau berisi aspek pengantar saja (29). Mdn (JP.Asrori. yaitu ucapan terima kasih. jika segmen awal jawaban hadir. Adapun permohonan dan ucapan terima kasih bersifat jarang hadir. 16 Maret 2003. menurut sebuah penelitian. Jawaban berisi tanggapan konselor terhadap permasalahan dan tanyaan yang dikemukakan konsulan. permohonan untuk tidak menunda menjawab. Segmen margin awal bersifat tidak wajib hadir. pertanyaan dan deskripsi problem tersebut terkait dengan proposisi yang dikemukakan di pengantar. Umumnya mereka belum menikah. Segmen ini berisi dua aspek. Yang pasti. Jawaban Jawaban merupakan aspek inti kedua selain tanyaan. (25) Matur nuwun pak. sebelumnya saya mengucapkan terima kasih. Menjawabnya jangan ditunda-tunda keselak saya melakukan hal-hal yang dianggap dosa nanti. Adapun pada (26) tidak terdapat ucapan terima kasih. masturbasi dilakukan oleh 6575 persen wanita. 13 April 2003. (c) bahaya perilaku lesbi. ia mungkin berisi kedua aspek itu (28). masalah yang ditanyakan antara lain (a) kemungkinan kelesbian. identitas konsulan yang konkritnya berupa nama atau inisialnya dan kota asal bersifat wajib hadir. Imelda. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 23 Segmen margin inti tanyaan berisi permasalahan yang ingin diperoleh jawaban dan masukannya dari konselor. Karena itu. Gerakan-gerakan seperti menggesek-gesekkan Miss V ataupun merangsang klitoris de- . 26 Januari 2003. (d) kondisi keperawanan. Konsex) Pada (25) dan (27) margin akhir tanyaan berisi lengkap ketiga aspek. Konpsik) (27) Atas jawaban dokter. dan lain-lain. Di antara ketiga aspek pengisi segmen margin akhir tanyaan. dan identitas. Jogja (JP. NN. (28) Halo Sinta. tentunya kedua aspek tersebut juga tidak wajib hadir. tolong deh! HANAN. Sebagai contoh berdasarkan proposisi-proposisi (23).

Pada saat orgasme. 1 Juni 2003. Selain itu proposisi (e) dan (f) pada (33) merupakan proposisi yang sangat diperlukan oleh konsulan dengan kondisi yang tercermin pada proposisi (1) s. Proposisi-proposisi tersebut relevan dengan proposisi dalam pengantar tanyaan berikut: (1) suami 13 tahun lebih tua.24 BAHASA DAN SENI. Di satu sisi kamu mesti bangga. 15 April 2003. (e) anak perlu diberi dasar agama yang kuat.d (4). Tahun 33. . Proposisi dalam pengantar jawaban mempunyai relevansi dengan proposisi dalam pengantar tanyaan. . . dalam jawaban pun pengantar berisi proposisi-proposisi umum untuk menuju pada jawaban yang spesifik pada margin inti. dan (4) enggan mempunyai anak lakli-laki. karena hal itu sangat menentukan perilaku anak di kemudian hari (JP. Nomor 1. Margin inti jawaban berisi tanggapan konselor berupa saran. b) Halo Santi. (2) mempunyai seorang anak perempuan. kebetulan kamu dapat pacar yang banyak penggemarnya ya . Sebagaimana pengantar dalam tanyaan. penjelasan. Hal ini akan dijelaskan dengan contoh (31) berikut. langsung saya jawab ya (JP. Namun jangan sampai kamu anti pati terhadap anak laki-laki. (31) Menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu boleh-boleh saja. 9 Februari 2003. Keharmonisan orang tua juga perlu dijaga. dan langkah solusi terhadap problem. (3) berencana mempunyai anak lagi. . (d) mendidik anak perempuan sulit. Konsex). dan (f) orang tua menjaga keharmonisan hidup berumah tangga. 23 Februari 2003. (JP. akan terjadi kontraksi di otot pangkal paha maupun seputar Miss V (JP. antara lain (a) menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu boleh. karena pacarmu bukan orang sembarangan yang dianggap sepi oleh cewek lain. (30) a) Apa kabar Dewi. (c) mendidik anak laki-laki sulit. Februari 2005 ngan tangan merupakan cara masturbasi yang sering dilakukan oleh wanita. Mendidik anak laki-laki dan perempuan sama sulitnya. (b) antipati terhadap anak laki-laki tidak boleh. berikanlah dasar agama yang kuat kepada anak-anak. Hal terpenting yang perlu diperhatikan. ProABG). Pada (31) terdapat sejumlah proposisi. Konsex). . c) Halo Oki. Konsex) (29) Wah.

dan ekspresif. Oleh konsulan.margin akhir pengantar mohon jawaban terima kasih + identitas) Margin Akhir Margin akhir bersifat manasuka hadir. 16 Maret 2003. (33) berisi solusi dan salam. Pengisi segmen margin akhir WARKONJAPOS adalah alternasi solusi dan doa. (32) Kalau masih juga gagal. . Gimana kalau kamu konsultasi dengan seorang ahli? Salam. OK?*** (JP. margin inti = +TANYAAN + pengantar + masalah margin akhir ( +JAWABAN segmen sapaan + segmen inti . carilah konsultan perkawinan di kota Anda. Konsex). dalam WARKONJAPOS terdapat tiga jenis tindak tutur saja. direktif. (35) Saya seorang istri berusia 25 tahun dan baru tujuh bulan menjadi seorang ibu (JP. ataupun salam dari konselor. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 25 Dari uraian ini. Konpsik) (33) Kalau masih juga gagal. ProABG) (34) Semoga berhasil (JP. tindak asertif dituturkan untuk mengenalkan diri dan mengeluhkan atau mengadukan masalah yang dihadapi. Sedangkan (34) berisi doa saja. Tindak asertif konsulan dengan dua penggunaan ini dikemukakan sebagai berikut.*** (JP. 15 Juni 2003.Asrori. Kedua aspek ini bersifat manasuka hadir. 13 April 2003. Berikut ini contoh pengisi segmen margin akhir WARKONJAPOS. Tindak Asertif Warkonjapos Tindak asertif dituturkan baik oleh konsulan maupun konselor. 15 Juni 2003. Konpsik) Segmen margin akhir (32) berisi alternatif solusi. yaitu tindak asertif. konfigurasi struktur segmen margin inti WARKONJAPOS dapat digambarkan sebagai berikut. TINDAK TUTUR DALAM WARKONJAPOS Dari seluruh data yang diteliti diperoleh bahwa dari kelima macam tindak ilokusi yang dikemukakan Searle.

Tetapi dorongan seksual saya masih sangat kuat. (38) Usia saya sudah di atas 50 tahun. . Dua contoh berikut dapat memperjelas penggunaan tindak asertif oleh konselor. Usia saya di atas 40 tahun (JP. Konpsik. Nomor 1. (40) Perlu ibu ketahui diabetis melitus adalah suatu penyakit gangguan metabolisme. Insulin adalah hormon yang berfungsi memasukkan gula darah ke dalam jaringan. ada trauma langsung yang mengenainya. Februari 2005 (36) Saya perempuan karir. Di luar saya punya banyak kegiatan. Tahun 33. tapi tak berhasil (JP. 26 Januari 2003. antara lain bisnis MLM. Sementara suami saya usianya 55 tahun sudah tidak punya dorongan seksual sama sekali. Demikian halnya pada (38). Konpsik). tindak asertif konselor digunakan untuk menyatakan penjelasan konseptual. Namun entah mengapa belum hamil juga (JP.) Tuturan konsulan pada (35) dan (36) merupakan tindak asertif. Padahal ia sudah sembilan bulan menikah dan sudah menginginkan kehamilan itu. Bekerja sebagai PNS. Melalui tuturannya itu. Berbeda dengan tindak asertif konsulan. Hymen tidak mudah robek. (37) . (39) Selaput dara atau hymen merupakan jaringan elastis yang menutupi liang Miss V. Kecuali. Sudah 9 bulan menikah dan sebenarnya ingin mempunyai anak. Padahal sebagai istri yang sudah menopause sekalipun. misalnya kamu memasukkan jari tangan atau benda tertentu saat mastrubasi (JP. Malah saya sudah melakukan semua hal untuk membangkitkan dorongan seksualnya. 26 Januari 2003. 16 Maret 2003. Pada (37). konsulan mengadukan masalah yang dialaminya. yang disebabkan gagal atau kurang berfungsinya insulin. Saya sudah usahakan agar dia lebih bergairah. Konsex). konsulan mengadukan perihal suaminya yang tidak lagi mempunyai gairah seksual. Padahal dia tidak menderita diabetis mellitus. Adapun pada (37) dan (38). utamanya usia dan jenis kelaminnya. gairah seks konsulan masih menggelora. konsulan mengadukan kondisinya yang belum bisa hamil. Saya juga ibu dari dua anak yang sudah memasuki masa remaja. Konkes). Bila insulin tidak mencukupi maka gula yang ada dalam darah tidak dapat dibawa masuk ke dalam sel jaringan itu padahal gula adalah sumber energi yang diperlukan oleh setiap sel yang hidup (JP. 15 Juni 2003. sudah menopause. 20 April 2003. . Konsex). ia mengenalkan dirinya.26 BAHASA DAN SENI. .

(42) Bagaimana Pak Dar. Logisnya kami bercerai saja sekalipun saya masih mencintainya atau bagaimana? Terakhir ketika dia menghitung-hitung: logis atau tidak kalau kami bercerai. konsulan menanyakan cara pemecahan masalah yang dihadapi. Lebih lanjut dijelaskan hal-hal yang mungkin dapat menyebabkan robeknya hymen yang sebetulnya tidak mudah robek itu. Dia bilang hasilnya: tidak logis. tindak direktif juga dituturkan oleh kedua pelibat wacana dalam WARKONJAPOS. Apakah kedewasaan dapat dipengaruhi usia dan cara pergaulannya? Kalau aku ngotot pengin balik sama dia. dan doi percaya sama gue. Penjelasan ini diberikan sebagai tanggapan terhadap keluhan konsulan yang mengindikasikan terkena diabetis mellitus dan oleh dokter telah dinyatakan menderita penyakit tersebut. (41) Bagaimana caranya agar aku betul-betul bisa come-back lagi. Pada (41) dan (42) berikut. apakah nggak terkesan aku murahan banget. menanyakan hal-hal tertentu terkait dengan kondisi fisik dan perilakunya. ProABG). Bagaimana caranya agar doi bisa ngelupain apa yang pernah aku perbuat? Terus gimana caranya supaya doi tuh nggak cuek-cuek amat. Khususnya makna dan penyebabnya. Adapun pada (40). Bahkan dapat dikatakan bahwa tindak direktif dalam WARKONJAPOS pada dasarnya merupakan tindak tutur yang paling dominan. Dalam hal ini konsulan ingin membangun kembali hubungan cintanya dengan pacar lama yang dianggap cuek dan ditinggalkan berpacaran dengan lelaki lain (41) atau konsulan sangat menderita akibat ulah istrinya -sepulang dari studi di Jerman. konselor menjelaskan konsep penyakit diabetis milletus. . utamanya dituturkan untuk menanyakan cara pemecahan masalah yang dihadapi. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 27 Melalui (39). Tindak Direktif Warkonjapos Sebagaimana tindak asertif. Penjelasan ini diberikan sebagai tanggapan atas keluhan konsulan tentang Miss V-nya yang mengalami pendarahan ketika jatuh dari sepeda dan kemungkinan robeknya hymen akibat peristiiwa tersebut.Asrori. Padahal aku butuh perhatian dan kasih sayang doi. 9 Februari 2003.yang mengukur segala sesuatu dengan paradigma logis dan tak logis (42). atau menanyakan hal lain yang ingin diperoleh jawabannya. tindak direktif. Oleh konsulan. konselor mengemukakan penjelasan konseptual tentang selaput dara atau hymen. padahal aku memang pengin berubah dan memulai lembaran baru lagi dengan doi (JP.

Berbeda dengan tindak direktif konsulan. dia selalu mencuci dan mengeringkan Mr. Nomor 1. Pada (43). tindak direktif konselor merupakan saran atau nasihat yang berisi suruhan atau anjuran dan larangan. (47) Bilang ke A. Konsex). Apa penyebabnya? Normalkah hal ini? (JP. buah zakar saya tinggal satu. Penyakit sih Pak yang menghantui kepala istri saya? (JP. 13 April 2003. yang dalam hal ini adalah memberikan jawaban. (JP. Mungkinkah saya hamil? Setelah mengeluarkan cairan semen. Apakah tindakan seperti ini berisiko membuat saya hamil? Kalau ya. . Lalu. -lebih dominan menuntut mitra tutur untuk menjawab pertanyaan-.28 BAHASA DAN SENI. Pada (43) dan (45) berikut. P-nya. Berikut ini dikemukakan beberapa contoh tindak direktif konselor. kami kembali berhubungan badan. . 26 Januari 2003. 15 Juni 2003. Karena itu tindak tutur (43) dan (44) termasuk tindak tutur direktif. Selain untuk bertanya. 1 Juni 2003. (48) Cobalah berkonsultasi ke dokter kulit. Menjawabnya jangan ditunda-tunda keselak saya melakukan hal-hal yang dianggap dosa nanti (JP. Konsex). Tahun 33. bagaimana caranya mencegah kehamilan? (JP. konsulan menggunakan tindak direktif untuk meminta jawaban konselor tentang kondisi fisik atau perilaku yang telah dialaminya (43) Setelah scabies sembuh. tunangan saya selalu mengeluarkan cairan semennya di luar Miss V saya. . konsulan menyampaikan pertanyaan tentang kemungkinannya hamil sebagai akibat dari perilakunya. Tindak tutur konsulan dalam (43) dan (44) sama-sama menuntut mitra tutur (konselor) untuk melakukan sesuatu. Konsex). konsulan meminta jawaban tentang buah zakarnya yang tinggal satu dan mengecil. Konsex). Februari 2005 Jadi jangan bercerai. Adapun pada (44). misalnya permohonan doa (45) dan segera menjawab (46). KonPsik). Di sana kamu akan diberi krim penghilang alergi (JP. Konsex). (44) Saat berhubungan badan. Secara umum. . KonPsik). tindak direktif konselor lebih dominan menuntut mitra tutur melakukan sesuatu atau menuntut tidak melakukan sesuatu. mungkin saat ini kalian menjaga jarak dulu alias pisahan dulu deh . tindak direktif oleh konsulan dituturkan untuk memohon. Doain cepat lulus ya . (46) Matur nuwun pak. (45) Saya mahasiswi semester akhir dan sedang ngerjain skripsi. Ukurannya pun lebih kecil dari sebelumnya. 20 April 2003. . (JP. 12 Januari 2003. 23 Februari 2003.

9 Februari 2003. Lebih baik memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi pasti kandunganmu (JP. kuning telur. Dengan demikian. artinya tidak kurang dan tidak berlebih. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 29 (49) Keputihan yang berwarna hijau menunjukkan adanya infeksi. mengubah pola makan (50). Konsex). seperti santan. Tuturan (47) s. . yaitu jumlah kalori dari makanan sesuai kebutuhan. 20 April 2003. kurangi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol.Konsex). dan saran untuk. tindak direktif tersebut berisi suruhan.. Konsex). saran untuk berkonsultasi ke dokter (48). berikanlah dasar agama yang kuat kepada anakmu. tindakan tersebut dapat menimbulkan berbagai akibat yang tidak diinginkan. bukan? Selain melanggar nilai-nilai moral yang berlaku di negara kita. meskipun digunakan kata harus yang bernuansa tegas. misalnya terjadi kehamilan yang tidak dikehendaki. 20 April 2003. . keputusan untuk mengambil tindakan yang dinyatakan di belakang kata harus itu terletak pada diri mitra tutur. (53) Meskipun kamu sudah bertunangan. . melainkan sebagai saran atau rekomendasi. lemak hewan. tuntutan atau suruhan tersebut tidak bersifat wajib. Dengan kata lain.Asrori. cobalah (48). (52) Jangan sampai kamu anti pati terhadap anak laki-laki. 16 Maret 2003. yaitu dengan dimunculkannya prasyarat bila ibu ingin . misalnya kata mungkin (47). Konkes). aborsi. tuturan-tuturan yang dimaksud berisi saran untuk merundingkan langkah break dari pacarnya (47). pola makan ibu mulai sekarang harus diubah menjadi pola makan yang sehat. kamu sebenarnya belum boleh melakukan hubungan seksual. Kamu sebaiknya segera berobat (JP. saran untuk berobat (49). di depan kata harus . sifat kesaranan tuturan (50) masih tetap ditonjolkan.d (50) merupakan tindak direktif yang menuntut dilakukannya suatu tindakan oleh mitra tutur. (51) Saran saya jangan mengkonsumsi obat penyubur kandungan. Sifat kesaranan itu diwujudkan dalam kata-kata yang bernuansa lunak. . Konsex). (50) Jadi bila ibu ingin menurunkan kadar gula darah ibu. Keharmonisan orang tua juga perlu dijaga karena hal itu sangat menentukan perilaku anak di kemudian hari (JP. Hal terpenting yang perlu diperhatikan. Sebab kalian belum menjadi pasangan suami istri. 26 Januari 2003). perbanyak konsumsi serat (JP. Pada (50). . Sesuai dengan konteksnya. Mendidik anak laki-laki dan perempuan itu sama sulitnya. dan penyakit kelamin (JP. hindari konsumsi gula dan makanan yang menggandung gula. Artinya. bukan pada penutur. sebaiknya (49).

Dengan kata lain merupakan tindak direktif yang berisi larangan. kata sebenarnya kurang mempertegas isi larangan. Maksudnya. khususnya dalam tindak direktifnya. Kehadiran seorang anak.d (53) merupakan tindak direktif yang menuntut ditinggalkannya suatu tindakan oleh mitra tutur. Tahun 33. Larangan atau tuntutan inipun berlaku sebagai saran bukan kewajiban. karena belum resmi menjadi suami istri (53). Sebaliknya. meskipun larangan kepada mitra tutur dikemukakan terus terang dengan kata jangan. Hal itu sesuai dengan topik yang dibicarakan. Karena itu. Nomor 1. . Sifat kesaranan tuturan-tuturan di atas akan tampak jelas jika dikaitkan dengan konteksnya. meskipun berada dalam konteks konsultasi. Pada (53). Berbeda dengan (51). yaitu larangan mengkonsumsi obat penyubur kandungan (51). apapun jenis kelaminnya merupakan anugerah ilahi. Sebaliknya justru digunakan kata yang secara terus memang melarang. misalnya secara eksplisit dinyatakan sebagai saran dengan kata saran saya (51). kadang-kadang suruhan mengikuti larangan. Namun larangan yang dimaksudkan dipertegas dengan dikemukakannya berbagai alasan kemungkinan akibat negatif dari tindakan hubungan seksual di luar nikah. Pada keduanya tidak digunakan kata yang bernuansa lunak. tampak bahwa suruhan dan larangan yang dikandungnya merupakan satu kepaduan. yaitu kata jangan (52).30 BAHASA DAN SENI. Sebaliknya pada (50). suruhan dan larangan di dalam tindak direktif konselor cenderung saling mengikuti. larangan pada (52) dan (53) terasa lebih tegas. konselor secara tegas melarang sikap anti pati terhadap anak lakilaki. pendidikan anak perempuan dan laki-laki sama-sama sulit. Jika dilepaskan dari konteks konsultasi. Februari 2005 Sebaliknya tuturan (51) s. larangan mengkonsumsi gula dan makanan lain yang mengandung gula mengikuti suruhan untuk mengubah pola makan. Sifat kesaranan itu juga diwujudkan dalam kata-kata yang lunak. Pada (51) misalnya. Apapun alasannya. dan larangan untuk melakukan hubungan seksual. Dalam konteks pendidikan anak. seseorang tidak dibenarkan untuk bersikap anti pati terhadap jenis kelamin tertentu. yaitu konteks konsultasi. tuturan diawali larangan mengkonsumsi obat penyubur kandungan dan diikuti suruhan periksa ke dokter. larangan anti pati terhadap anak laki-laki (52). Dari contoh-contoh tuturan konselor. Kadang-kadang diawali suruhan diikuti larangan. penggunaan kata atau frasa tersebut jelas menujukkan bahwa tuturan yang dimaksudkan adalah saran.

6 April 2003. sebelumnya atas jawabannya (JP. Berbeda dengan tindak ekspresif konsulan. 1 Juni 2003). penutur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mitra tutur. utamanya pada tuturan konsulan. . ataupun kamsia (56). Adapun pada lainnya. apa nggak terkesan aku murahan banget.Asrori. digunakan ragam konsultatif atau bahkan ragam akrab. Konsex). saya ucapkan terima kasih (JP. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 31 Tindak Ekspresif Warkonjapos Tindak ekspresif juga ditemukan. Hal itu tampak jelas. . (54) Kalau aku ngotot pengin balik. dan (64) berikut masing-masing merupakan tindak ekspresif menyetujui. tindak ekspresif konselor mengandung jenis tindak yang lebih bervariasi. ProABG). . Konkes). Dia terus-terusan nelpon aku. ProABG). Berikut ini dikemukakan beberapa contoh. Makasih ya (JP. (JP. terima kasih (JP. (JP. Konsex). . Thanks!. bahasa Jawa matur nuwun (57). KonPsik). Melalui setiap tuturan (54) s. apakah aku harus menerima kembali? Thanks (26 Januari 2003. Tuturan (62). 12 Januari 2003. termasuk dalam menyampaikan ucapan terima kasih. . ProABG). memberi ucapan selamat dan salam. tuturan (59). dan mendoakan. dan (61) saja yang relatif formal. (63). tindak ekspresif dituturkan untuk menyampaiklan rasa terima kasih. 1 Juni 2003. Dari sembilan tuturan di atas. (59) Mohon nasihatnya. padahal aku memang pengin berubah dan memulai lembaran baru dengan doi. (60). yaitu menyetujui/tidak menyetujui. atau ragam non-baku makasih ya (58). misalnya kata bahasa asing thanks (54) dan (55). baik pada tuturan konsulan maupun tuturan konselor. (57) Matur nuwun Pak. (60) Terima kasih dok. Dalam tuturan konsulan. KomPsik). dan tidak membenarkan. (61) Atas semua jawabannya. (55) . Hal itu tampak pada pilihan kata yang digunakan. (58) So pleas-lah Mbak untuk memberi pendapat tentang the boy who I love. membenarkan/tidak membenarkan.d (61). membenarkan. 9 Februari 2003. 13 April 2003. (56) Kamsia bahasa semarangannya (23 Februari 2003. Menjawabnya jangan ditunda-tunda . Dalam wacana konsultasi RKJP pada dasarnya digunakan ragam konsultatif.

1 Juni 2003. (JP. tindak asertif tidak berhubungan dengan PS atau netral PS. ProABG). Begitupun orang Jawa. Adapun pada (68) dan (69).KonPsik). Sukses juga buat kamu. Pembenaran itu didasarkan pada pernyataan mitra tutur tentang kadar gula darah puasanya. Nomor 1. ProABG). Tahun 33. Tuturan-tuturan (61) s. *** (JP. 1 Juni 2003. OK?! Tuhan memberkati. (66). (68) Syalom juga Bu. maka kajian PS difokuskan pada dua jenis tindak tutur direktif dan ekspresif. ibu memang menderita diabetes mellitus (JP. sebagaimana tidak semua orang Jawa baik. 20 April 2003.d (63) merupakan tanggapan atas tuturan mitra tutur. Pada (62). gimana kalau kamu konsultasi dengan seorang ahli? Salam. konselor menyampaikan salam sebagai penutup tuturannya. 13 April 2003. Nggak semua orang Madura jahat dan vandalis. konselor mendoakan konsulannya dengan keberkatan Tuhan dan keberhasilan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. 20 April 2003. 16 Maret 2003. penutur mengemukakan persetujuannya dengan pernyataan mitra tutur bahwa tidak semua orang Madura jahat. Adapun tindak ekspresif konselor yang berisi tindak mendoakan atau mengucapkan salam dikemukakan berikut ini. (69) Kalau masih gagal juga. penutur tidak membenarkan kabar yang diterima mitra tutur bahwa pecahnya selaput dara menimbulkan suara yang dapat terdengar. KonPsik). (63) Bila melihat kadar gula darah puasa ibu 300 mg/dl. berhentilah menciptakan situasi perangsang yang menimbulkan obsesi logis dan tak logis itu. (67) Semoga berhasil. KonPsik). Pada (65). Konsex). dan (67). Atas dasar itu dan mengingat tindak tutur komisif dan deklaratif tidak terdapat dalam WARKONJAPOS.32 BAHASA DAN SENI. *** (JP. Februari 2005 (62) Wah saya setuju banget. Adapun pada (64). *** (JP. (64) Siapa bilang? Bohong tuh! (JP. Konkes). (65) Jadi. 16 Maret 2003. 15 Juni 2003. KonPsik). nggak semuanya alus dan punya tenggang rasa yang luas (JP. *** (JP. Pada (63). OPERASI PRINSIP SOPAN SANTUN Menurut Leech (1983). penutur membenarkan diagnosa dokter mitra tutur bahwa ia menderita diabetes mellitus. (66) Oke Nis. Dari analisis data ditemukan .

Tindak direktif cenderung memberikan kerugian kepada mitra tutur atau sebaliknya memberikan keuntungan kepada penutur. maka kedua pelibat pun cenderung memenuhi PS. cowok kayak begitu layak dipertahankan nggak ya? . Pematuhan Maksim Kearifan-Kedermawanan Secara umum. (72) Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada dokter (JP. konsulan menggunakan bentuk permohonan. Maksim kearifankedermawanan menyarankan pemberian kerugian sekecil mungkin kepada mitra tutur. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 33 adanya pematuhan dan pelanggaran PS dalam WARKONJAPOS. berupa maksim kearifan dan kedermawanan dalam tindak direktif mereka. Dalam memenuhi maksim tersebut. karena aku juga masih sayang sama dia. (70) Mohon nasihat (JP. PS yang dimaksudkan mencakup maksim kearifankedermawanan dan maksim pujian-kerendahan hati... Jadi penutur (71) meminta mitra tutur pendapat. sapaan mbak yang merepresentasikan maksim kesimpatian menambah derajat kesopanan tuturan. Pematuhan dan pelanggaran PS dilakukan baik oleh konsulan maupun konselor. Sejalan dengan pernyataan terdahulu bahwa WARKONJAPOS didominasi oleh tindak direktif dari kedua pelibat wacana. pematuhan PS terdapat pada tindak tutur konsulan dan konselor. 15 Juni 2003. bukan imperasi. bukan . melainkan bentuk permohonan (70). bukan mengimperasinya berpendapat. Sebuah pertanyaan menurut Leech (1983) lebih arif dari pada perintah. melalui bentuk deklaratif. sebagaimana tampak pada contoh berikut. interogatif (menanyakan pendapat). penutur tidak menggunakan bentuk imperatif. pematuhan PS lebih terkonsentrasi pada tindak direktif. Pematuhan PS dalam Warkonjapos Dalam WARKONJAPOS. konsulan memenuhi maksim kearifan. PS yang terkait dengan tindak direktif adalah maksim kearifan-kedermawanan. 26 Januari 2003. untuk mengurangi kerugian mitra tutur. tapi aku takut sakit hati lagi (JP. KonPsik). ProABG). 16 Maret 2003 ). Pada (72). Karena itu.Asrori. Pada (71). konsulan menuturkan proposisi. (71) Menurut mbak. dan maksim kesimpatian. Lebih dari itu. dan deklaratif. karena konsulan menuturkan pertanyaan.

Berbeda dengan tindak direktif konsulan. Untuk memenuhi maksim ini. (76) Pak Darmanto yang kaya pengalaman ( JP. penutur cenderung menggunakan bentuk imperatif atau suruhan dan larangan langsung. Sebaliknya pada (78). sehingga ia memperoleh keuntungan yang diinginkan oleh penutur. Konsex). konsulan memberikan pujian kepada konselor. Februari 2005 imperasi. (74) Cobalah lebih menyibukkan diri pada kegiatan-kegiatan positif. 9 Februari 2003. Konsex). Nomor 1. (78) Saya yakin kamu akan berhasil (JP. 9 Februari 2003. 23 Februari 2003. konsulan menggunakan bentuk tak langsung dalam tindak direktifnya. campurkan satu sendok teh cuka dapur ke dalam segelas air. 26 Januari 2003. konselor memberikan pujian kepada konsulan. Tuturan (76) dan (77) di bawah. Pematuhan Maksim Pujian-Kerendahan Hati Selain maksim kearifan-kedermawanan. Konpsik). tindak direktif konselor pada dasarnya tidak merugikan konsulan. Konsex). Hal itu berarti ketiga tuturan berikut memenuhi maksim pujian-kerendahan hati. penutur menggunakan bentuk imperatif yang tidak memberi kesempatan kepada mitra tutur untuk menyatakan tidak. Ini berarti yang berlaku adalah maksim kearifan-kedermawanan positif. Konsex). Dalam maksim pujian-kerendahan hati yang lebih dipentingkan adalah aspek negatifnya. yaitu jangan mengemukakan hal-hal yang tidak menyenangkan atau kecaman terhadap pihak lain. Dengan kata lain. Caranya. Pada ketiga tuturan di atas.34 BAHASA DAN SENI. (73) Berkonsultasilah ke dokter kandungan (JP. melainkan justru menguntungkan. . dengan bertolak pada klasifikasi fungsi ilokusi model Leech (1983). Paling tidak. Gunakan air tersebut untuk membasuh Miss V sesaat sebelum berhubungan (9 Februari 2003. (75) Usahakan agar suasana Miss V asam. yaitu buatlah keuntungan mitra tutur sebesar mungkin. ilokusi direktif konselor justru berfungsi menyenangkan konsulan. 13 April 2003. ditemukan sejumlah bukti yang menunjukkan dipenuhinya maksim pujian-kerendahan hati. (77) Bapak Darmanto yang selalu terbuka terhadap berbagai persoalan (JP. Konpsik). atau sebaliknya berikan kecaman pada diri sendiri. Dekatkan pula dirimu pada Tuhan (JP. Tahun 33. Hal ini berarti tindak direktif tersebut memenuhi maksim kearifan-kedermawanan.

1 juni 2003. (80) Semoga berhasil. 16 Maret 2003. kedua pelibat wacana. Sapaan merupakan salah satu bentuk pematuhan maksim kesimpatian yang dilakukan oleh konsulan. Di dalam melakukan tindak ekspresif. Pelanggaran PS dalam Warkonjapos Terdapat pelanggaran maksim yang dilakukan baik oleh konsulan maupun konselor. doa. pada umumnya melanggar maksim kesimpatian. ucapan selamat dan belasungkawa. Dalam hal ini.Asrori. (JP. konselor berusaha memberikan rasa simpati kepada konsulannya. wacana konsultasi dengan inisiasi sapaan lebih menunjukkan rasa simpati. seseorang yang memperoleh layanan jasa dituntut untuk menyampaikan terima kasih. (JP. KonPsik). KonPsik). (82) Kalau masih gagal juga. *** (JP. Berbeda dengan maksim kearifan-kedermawanan. rasa simpati terhadap mitra tutur dapat ditingkatkan dengan ucapan terima kasih.KonPsik). KonPsik). (81) Syalom juga Bu. maksim pujian-kerendahan hati menampakan dalam tindak ekspresif konselor saja. Hal itu berarti. maksim pujiankerendahan hati dan maksim kesimpatian berkaitan dengan tindak ekspresif. Maksim kesimpatian menghendaki pengurangan rasa anti pati antara diri dengan pihak lain. (JP. gimana kalau kamu konsultasi dengan seorang ahli? Salam. Menurut kaidah sosial. konsulan selayaknya menyampaikan terima kasih kepada konselor atas layanan konsul- . Tuturan (76) s. dan sebaliknya meningkatkan rasa simpati terhadap pihak lain. (79) Tuhan memberkati. Sebagai pihak yang memanfaatkan jasa konsultasi atau memperoleh layanan konsultasi. Sedangkan maksim kesimpatian menampak dalam tindak ekspresif konselor dan konsulan. Dengan cara itu. bahwa konsulan pada umumnya melakukan inisiasi dengan sapaan. Dalam WARKONJAPOS terdapat beberapa tuturan konselor yang berisi doa (79) dan (80) dan salam (81) dan (81) kepada mitra tuturnya. salam. Selain dengan sapaan. 15 Juni 2003. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 35 Pematuhan Maksim Kesimpatian Telah dikemukakan pada butir struktur WARKONJAPOS. 13 April 2003. Demikian halnya dengan konsulan.d (82) yang merepresentasikan maksim pujian-kerendahan hati dan maksim kesimpatian itu tidak lain adalah tindak ekspresif.

Konselor pada umumnya langsung menjawab pertanyaan. jika suatu sapaan telah ditujukan kepada seorang mitra tutur. Dalam WARKONJAPOS. Maksudnya. Februari 2005 tasi yang akan diterimanya. hal itu tidak menafikan tuntutan untuk menyampaikan terima kasih oleh penerima layanan konsultasi. tidak ada alasan kontekstual maupun teknis yang menghalangi konsulan untuk menyampaikan terima kasih. Dari segi konteks. Tujuan komunikasi konsultatif. Maksudnya. nasihat. maka mitra tutur berkewajiban untuk menyapa ulang atau membalas sapaan penutur. 16 Maret 2003. suatu pelanggaran dilakukan karena diperlukan untuk mencapai tujuan komunikasi. Berikut ini contoh tindak ekspresif konsulan yang menyatakan terima kasih. Paling tidak. sapaan itu menjadi wajib jika sapaan yang dimaksudkan adalah sapaan balasan. Karena itu. berarti konsulan kurang menampakkan rasa simpati atau bahkan mengimplikasikan rasa antipati. atau mengemukakan alternasi pemecahan masalah yang dihadapi konsulan. pelanggaran maksim kesimpatian ini tidak bisa dibenarkan. suatu tindak komunikasi jelas terasa lebih simpatik.36 BAHASA DAN SENI. tampaknya tidak ada pembatasan jumlah baris ataupun kolom. Namun kenyataannya. dan atau alternasi pemecahan masalah kon- . menyampaikan saran/nasihat. data yang ada menunjukkan volume teks yang sangat bervariasi. (83) Atas jawaban dokter. Pelanggaran Kontekstual terhadap PS Yang dimaksud pelanggaran kontekstual terhadap PS adalah pelanggaran karena tuntutan konteks. jawaban pertanyaan. Adapun pelanggaran maksim kesimpatian oleh konselor dalam melakukan tindak ekspresif adalah langkanya sapaan terhadap konsulan. Hal itu berarti ada pelanggaran maksim kesimpatian oleh konsulan. Secara teknis. Tahun 33. Nomor 1. khususnya dalam WARKONJAPOS adalah diperolehnya saran. meskipun kedua pelibat wacana memahami peran masing-masing dan memahami tujuan tindak komunikasinya. Sejauh ini. Tidak adanya ucapan terima kasih. sebelumnya saya mengucapkan terima kasih (JP. tidak banyak ditemukan konselor yang menjawab sapaan konsulan. Di dalam mengawali suatu tindak komunikasi. Konsex). pada umumnya konsulan tidak menyampaikan terima kasih. Dengan ucapan terima kasih sebagaimana tuturan di atas. seseorang biasanya menyampaikan sapaan kepada mitra tutur. Secara sosial.

Lebih tegas. ProABG). sering ragu-ragu untuk memutuskan hubungan lebih dulu dengan kekasihnya.Asrori. Atau paling tidak bersikap tegas dan meminta ketegasan dari pacarnya yang mendua. (84) Begitulah kebanyakan cewek. meskipun sudah tahu kalau pilihan terbaik sebetulnya putus hubungan. Tetapi mitra . Tuturan kebanyakan cewek. dengan tuturan itu. Saya tidak mau mengatakan bahwa jatuh cinta pada pemuda yang belasan tahun lebih muda itu tabu atau tidak romantis -bahkan bisa sebaliknya. kecuali kalau kamu berani merubah sikapmu menjadi lebih asertif dikit.tetapi jatuh cinta dengan dengan merisikokan nasib suami dan anak-anak itu agaknya tindakan kurang cerdaslah. Untuk mencapai tujuan tersebut. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 37 sulan dari konselor dan pada akhirnya konsulan dapat bertindak sesuai yang dikemukakan konselor. kecuali kalau kamu berani merubah sikapmu menjadi lebih asertif dikit. Maksim ini sebetulnya menuntut peniadaan kecaman terhadap pihak lain. begitulah (JP. atau perilakunya. sering ragu-ragu. penutur memang mengemukakan kecamannya terhadap kebanyakan wanita. sikap. khususnya maksim pujian-kerendahan hati. Udah deh. Kecaman tersebut mungkin dimaksudkan untuk menyadarkan konsulan atas kekeliruan langkah. Berikut ini dikemukakan contoh tindak ekspresif konselor yang melanggar maksim pujian-kerendahan hati. konselor kadang-kadang justru perlu memberikan kecaman terhadap konsulan. begitulah merupakan kecaman. Udah deh. 13 April 2003. mitra tutur sudah mengetahui bahwa langkah terbaik untuk memecahkan masalahnya adalah putus hubungan dengan pacarnya. sampeyan-sentimentil alias EQ sedikit jongkok bila pahlawan sampeyan. Namun demikian. Hal itu tampak jelas pada tuturan berikutnya bahwa kesulitan mitra tutur tidak lain disebabkan oleh sikapnya yang tidak tegas. mati abis! Saya ngerti kok dan memahami kesulitanmu. (85) Namun beginilah. karena sekuat-kuat orang pasti ada kelemahannya. mati abis! Saya ngerti kok dan memahami kesulitanmu. maka saya bisa paham kalau di balik prestasi dan prestise sampeyan ada juga kelemahan. Tetapi. Lebih tegas. Menurut penutur. 26 Januari 2003. penutur bermaksud melibatkan mitra tutur dalam kelompok wanita yang sering raguragu. dilakukan pelanggaran terhadap PS. sang pangeran itu datang. Apalagi bila cowoknya pinter memohon-mohon or ngerayu untuk nggak ditinggalin. Secara eksplisit. So be smart woman! Jangan sampai ketahuan belang sampeyan bahwa sampeyan kurang cerdas secara emosional (JP. Pada (84) terdapat tuturan yang mengandung kecaman terhadap mitra tutur. Konpsik).

tindak tutur. Karena itu. penutur sebagai konselor mengecam konsulannya sebagai wanita sentimentil. kekhasan WARKONJAPOS terdapat pada tindak tutur yang digunakan. Struktur tubuh WARKONJAPOS terdiri atas empat elemen. Kecaman tersebut diharapkan dapat menyentak EQ-nya dan menyadari kekeliruan langkahnya. Ketiganya dituturkan oleh konsulan dan konselor. dan jawaban tentang masalah yang dihadapi. Segmen margin atas berupa judul. dan kepatuhannya terhadap prinsip sopan santun. Adapun tindak ekspresif dituturkan konsulan untuk menyatakan terima kasih. yaitu tindak asertif. dan dituturkan konselor untuk menjelaskan konsep dan hal-hal lain berkaitan dengan masalah yang dikemukakan konsulan. Segmen margin atas dan margin inti bersifat wajib hadir. Nomor 1. Tahun 33. dan segmen margin inti terdiri atas unsur perian masalah (problem) dan pertanyaan konsulan diikuti saran pemecahan dan jawaban dari konselor. mitra tuturnya tidak lain adalah wanita karier berusia di atas 40 tahun yang sukses dalam kariernya. penutur merasa perlu untuk mengemukakan kecaman sebagai bagian dari saran yang perlu diberikan. Tindak direktif merupakan tindak tutur yang paling dominan. dan tampan dengan dua anak yang sudah remaja. dan tindak ekspresif. Tuturan (85) juga dikemukakan dalam situasi yang menuntut adanya kecaman terhadap mitra tutur. . Selain kekhasan struktur tubuh. sedangkan segmen margin awal dan margin akhir bersifat manasuka hadir. Pada (85). Padahal ia sendiri mempunyai suami berprestasi. margin inti. ber-EQ jongkok atau kurang cerdas emosinya.38 BAHASA DAN SENI. Dalam WARKONJAPOS terdapat tiga jenis tindak tutur. Februari 2005 tutur masih tetap ragu untuk melangkah. yaitu margin atas. Dalam konteks yang demikian itu. tindak direktif. margin awal. pendapat. KESIMPULAN WARKONJAPOS memiliki ciri-ciri yang khas. tindak direktif dituturkan untuk meminta konsulan melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam rangka memecahkan masalahnya. Tindak direktif dituturkan konsulan untuk meminta saran. Sedangkan oleh konselor. Tindak asertif dituturkan konsulan untuk mengenalkan diri dan mengemukakan masalah. gagah. Tetapi ia dibingungkan oleh perilakunya yang jatuh cinta lagi pada bujangan dengan usia selisih belasan tahun di bawahnya. dan margin akhir. Kekhasan itu dapat diperikan dari ciri struktur tubuh.

Selain itu WARKONJAPOS dicirikan dengan adanya pelanggaran kontekstual terhadap PS. R. maksim kesimpatian dioperasikan dalam tindak ekresif. 1998. K. Untuk memenuhi maksim tersebut. R. 1998. Maksim ini dilanggar konsulan dan konselor. pelanggaran PS hanya melibatkan maksim kesimpatian. doa dan salam. dan maksim kesimpatian. J. Sebaliknya.E. dan deklaratif.Asrori. Sebagaimana maksim pujian-kerendahan hati. Pelanggaran kontekstual merupakan pelanggaran karena tuntutan konteks komunikasi. konsulan dan konselor memenuhi maksim pujian-kerendahan hati dalam bentuk pujian kepada mitra tutur. mengemukakan ucapan selamat. sedangkan oleh konselor dioperasikan dalam bentuk ucapan selamat. Pematuhan dan pelanggaran PS dilakukan oleh konsulan dan konselor. Maksim kesimpatian dioperasikan konsulan dalam bentuk sapaan. maksim pujian kerendahan hati. Indirect Speech Acts: Inferring the Illocutionary Point. Oxford: Elsevier. Concise Encyclopedia of Pragmatics. konsulan menggunakan bentuk permohonan. interogratif. dan Asher. PS yang dipenuhi mencakup maksim kearifan kedermawanan. Berbeda dengan pematuhan.L.E. 1986. Speech Act Classification and Definition. J. Dalam tindak ekspresif.L. masing-masing dalam bentuk kelangkaan ucapan terima kasih (konsulan) dan langkanya sapaan (konselor). Dalam WARKONJAPOS terdapat tindak tutur yang memenuhi ataupun melanggar PS. dan salam. Concise Encyclopedia of Pragmatics. Dalam Mey. khusunya terhadap maksim pujian-kedermawanan. Allan. konselor menggunakan bentuk imperasi (suruhan dan larangan langsung) dengan pilihan kata ragam konsultatif. dan Asher. K. Pematuhan maksim pujian-kerendahan hati berlangsung dalam tindak ekspresif. Kekhasan WARKONJAPOS juga terletak pada pengoperasian PS. Tindak Tutur dan Operasi Prinsip Sopan Santun 39 Konselor menggunakan tindak ekspresif untuk menyatakan persetujuan. Oxford: Elsevier. Pematuhan maksim kearifan kedermawanan terkonsentrasi pada tindak direktif. 1998. Dalam Mey. . DAFTAR RUJUKAN Allan. membenarkan. doa. Pelanggaran ini hanya dilakukan oleh konselor.

Dallas: Summer Institute of Linguistics. London: Arnold.R. Searle. Pike.The Philosophy of Language. Penggunaan Gagasan dalam Artikel Ilmiah Populer tentang Politik dalam Harian Kompas dan Republika. Cambridge: Cambridge University Press. J. (Tesis. New York: Academic Press. Dalam Sujarwanto dan Jabrohim (Eds. Cambridge: Harvard University Press. Malang: PPS IKIP MALANG. Grundy. E. 1998. P.P.40 BAHASA DAN SENI. Schiffrin. Doing Pragmatics. Dalam Cole. Approach to Discourse. Setiawati. S. E. J. W.). Leech. 1994.) Radical Pragmatics. H.B. Tidak Diterbitkan). Struktur Modifikasi Bahasa Indonesia Jurnalistik Jawa Pos. G. Tahun 33. P. dan Pike. J. (Tesis Tidak Diterbitkan). Oxford. Blackwell. Irawan. 2000. Inc. 1981. Zulianto. Speech Acts: An Essay in The Philosophy of Language. Presupposition and Coversational Implicature. 1977. Fitur Semantis Verba dan Implikasinya pada Kalimat Bahasa Indonesia dalam Ragam Jurnalistik. P. 1969. Februari 2005 Austin. The Principles of Pragmatics. A Taxonomy of Illocutionary Acts. Oxford: Oxford University Press. 1994. K. Implementasi Elemen-Elemen Argumen dalam Tajuk Rencana Media Massa Cetak Indonesia: Studi Kasus Surat Kabar Kompas. Edmondson. H. London: Longman.L. S. Bahasa dan Sastra Indonesia Menuju Peran Transformasi Sosial Budaya Abad XXI. (Tesis Tidak Diterbitkan). G. 2000. Malang: PPS Universitas Negeri Malang. 1996. Yogyakarta: Gama Media. 1981. (Ed.R. 1979. Grammatical Analysis. D. Sodiq. How to Do Things With Words. Malang: PPS IKIP MALANG Mardikantoro. (Tesis Tidak Diterbitkan). 1975. Nomor 1. . Searle. 2002. Malang: PPS IKIP MALANG. Penggunaan Aspek-aspek Kebahasaan dalam Wacana Tanya Jawab pada Rubrik Konsultasi. 2001. A. London and New York: Longman Grice. L. Dalam Martinich. 1983. Spoken Discorse: A Model for Analysis. 2002.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful