P. 1
LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

|Views: 1,698|Likes:
Published by d_bahzanezha_

More info:

Published by: d_bahzanezha_ on Jan 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

1.

LATAR BELAKANG Culture shock merupakan fenomena yang akan dialami oleh setiap orang yang melintasi dari suatu budaya ke budaya lain sebagai reaksi ketika berpindah dan hidup dengan orang-orang yang berbeda pakaian, rasa, nilai, bahkan bahasa dengan yang dipunyai oleh orang tersebut (Littlejohn, 2004; Kingsley and Dakhari, 2006; Balmer, 2009). Littlejohn, dalam jurnal yang ditulisnya, meyatakan bahwa culture shock adalah fenomena yang wajar ketika orang bertamu atau mengunjungi budaya yang baru. Orang yang mengalami culture shock berada dalam kondisi tidak nyaman baik secara fisik maupun emosional. Sebuah jurnal menceritakan seorang siswa yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah dan hendak melanjutkan ke universitas, untuk pertama dia akan bangga dan mempersiapkan dirinya untuk memnghadap lingkungan kuliah yang baru. Dia akan mempersiakan dirinya untuk bertemu dengan orang-orang baru, antusiasme untuk belajar agar menuai kesuksesan dalam lingkungannya yang baru. Namun, pada akhirnya siswa tersebut, terhadap lingkungan barunya mengalamai ketidaknyamanan hingga membuatnya tidak lagi ingin melanjutkan kuliahnya (Balmer, 2009). Dari jurnal ilmiah ini bisa disimpulkan bahwa setiap siswa menjadi wajar jika mengalami culture shock sebagai akibat perpindahannya dari lingkungan sekolah menengah yang lama ke lingkungan universitas yang baru. Kebiasaan-kebiasaan di lingkungan baru, seperti yang diungkapkan Balmer, dapat menyebabkan tekanan dan berakibat pada kompetensi akademik siswa tersebut. Akan menjadi negative kalau culture shock tersebut tidak teratasi, dalam hali ini orang gagal untuk meyesuaikan dirinya dengan lingkungan barunya, dan menjadi depresi (Littlejohn, 2004; Kingsley and Dakhari, 2006; Balmer, 2009). Dalam hal ini si siswa menjadi depresi dan tidak ingin masuk kuliah lagi. Berdasarkan jurnal penelitian yang telah disebutkan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa setiap mahasiswa akan mengalami culture shock dalam tahun pertama mahasiswa itu pindah dalam lingkungan universitas yang baru, seiring dengan usaha mahasiswa tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungan baru itu. Dalam salah satu jurnal disebutkan bahwa culture shock yang dialami oleh siswa dapat mempengaruhi proses akademik yang ditempuh siswa tersebut. Oleh karena itu, peneliti bermaksud untuk mengetahui dan membuktikan apakah mahasiwa FISIP UAJY angkatan 2008 juga mengalami culture shock dan apakah keadaan tersebut mempengaruhi motivasi belajar mereka. Lebih spesifik lagi, mahasiswa FISIP UAJY angkatan 2008 berasal dari berbagai daerah luar Jogja. Peneliti menganggap potensi culture shock yang akan dialami mahasiswa luar Jogja tersebut lebih besar dan lebih mudah diamati. Oleh karena itu lingkup penelitian dipersempit untuk mahasiswa angkatan 2008 yang berasal dari luar Jogja. 1. RUMUSAN MASALAH a) Apakah mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 mengalami culture shock? Seperti apakah bentuk culture yang telah mereka alami?

b) Apakah kondisi culture shock tersebut mempengaruhi motivasi kuliah mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008? Seperti apakah pengaruhnya? c) Apakah mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 telah mampu beradaptasi terhadap lingkungan baru mereka? Bagaimana motivasi kuliah mahasiswamahasiswa tersebut setelah mampu beradaptasi? 1. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis fenomena culture shock yang dialami oleh mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 dan pengaruh fenomena tersebut terhadap motivasi belajar mahasiswa. 1. MANFAAT PENELITIAN a) Secara praksis dapat dijadikan panduan atau bahan bacaan oleh mahasiswa baru yang akan berpindah dari lingkungan sekolah menengah yang lama ke lingkungan universitas yang baru. b) Secara akademis dapat menjadi penelitian awal yang dapat dikembangkan oleh peneliti selanjutnya. BAB II KAJIAN PUSTAKA Ketika kita masuk dan mengalami kontak dengan budaya lain, dan merasakan ketidaknyamanan psikis dan fisik karena kontak tersebut, kita telah mengalami gegar/ kejutan budaya/ culture shock (Mulyana, 2006; Littlejohn, 2004). Banyak pengalaman dari orang-orang yang menginjakan kaki pertama kali di lingkungan baru, walaupun sudah siap, tetap merasa terkejut begitu sadar bahwa disekelilingnya begitu berbeda dengan lingkungan lamanya. Orang biasanya akan merasa terkejut atau kaget begitu mengetahui bahwa lingkungan di sekitarnya telah berubah. Orang terbiasa dengan hal-hal yang ada di sekelilingnya, dan orang cenderung suka dengan familiaritas tersebut. Familiaritas membantu seseorang mengurangi tekanan karena dalam familiaritas, orang tahu apa yang dapat diharapkan dari lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Maka, .ketika seseorang meninggalkan lingkungannya yang nyaman dan masuk dalam suatu lingkungan baru, masalah komunikasi akan dapat terjadi (Mulyana, 2006). Gegar budaya (culture shock) adalah suatu penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan atau jabatan yang diderita orang-orang yang secara tiba-tiba berpindah atau dipindahkan ke lingkungan yang baru. Gegar budaya ditimbulkan oleh kecemasan yang disebabkan oleh kehilangan tanda-tanda dan lambang-lambang dalam pergaulan social. Misalnya kapan berjabat tangan dan apa yang harus kita katakan bila bertemu dengan orang, kapan

dan bagaimana kita memberikan tip, bagaimana berbelanja, kapan menolak dan menerima undangan, dsb. Petunjuk-petunjuk ini yang mungkin berbentuk kata-kata, isyarat-isyarat, ekspresi wajah, kebiasaan-kebiasaan, atau norma-norma, kita peroleh sepanjang perjalanan hidup kita sejak kecil. Bila seseorang memasuki suatu budaya asing, semua atau hampir semua petunjuk ini lenyap. Ia bagaikan ikan yang keluar dari air. Orang akan kehilangan pegangan lalu mengalami frustasi dan kecemasan. Pertamatama mereka akan menolak lingkungan yang menyebabkan ketidaknyamanan dan mengecam lingkungan itu dan menganggap kampung halamannya lebih baik dan terasa sangat penting. Orang cenderung mencari perlindungan dengan berkumpul bersama teman-teman setanah air, kumpulan yang sering menjadi sumber tuduhan-tuduhan emosional yang disebut stereotip dengan cara negatif (Mulyana, 2006). Sojourneys dan Settlers Ada perbedaan antara pengunjung sementara (sojourney) dengan orang yang mengambil tempat tinggal tetap, misalnya di suatu Negara (settler). Seperti yang dikatakan oleh Bochner: karena respek mereka terhadap pengalaman kontak dengan budaya lain berbweda, maka reaksi mereka pun berbeda. Settlers berada daalm proses membuat komitmen tetap pada masyarakat barunya, sedangkan sojourneys berada dalam landasan sementara, meskipun kesementaraannya bervariasi, antara turis dalam sehari, sampai mahasiswa dalam beberapa tahun (Samovar, 2000). Definisi Culture Shock Istilah culture shock pertama kali diperkenalkan oleh antropologis bernama Oberg. Menurutnya, culture shock didefinisikan sebagai kegelisahan yang mengendap yang muncul dari kehilangan semua lambing dan symbol yang familiar dalam hubungan social, termasuk didalamnya seribu satu cara yang mengarahkan kita dalam situasi keseharian, misalnya: bagaiman untuk memberi perintah, bagaimana membeli sesuatu, kapan dan di mana kita tidak perlu merespon (Mulyana, 2008). Banyak definisi dari para ahli tentang gegar budaya, namun pada initinya, jika kami menyimpulkan, gegar budaya adalah kondisi kecemasan yang dialami seseorang dalam rangka penyesuaiannya dalam lingkungan yang baru di mana nilai budaya yang ada tidak sesuai dengan nilai budaya yang dimilikinya sejak lama. Deddy Mulyana lebih mendasarkan gegar budaya sebagai benturan persepsi yang diakibatkan penggunaan pesepsi berdasarkan faktor-faktor internal (nilai-nilai budaya) yang telah dipelajari orang yang bersangkutan dalam lingkungan baru yang nilai-nilai budayanya berbeda dan belum ia pahami. Lingkungan baru dapat merujuk pada agama baru, sekolah baru, lingkungan kerja baru, dsb. Reaksi pada culture shock Reaksi terhadap culture shock bervariasi antara 1 individu dengan individu lainnya, dan dapat muncul pada waktu yang berbeda. Reasi-reaksi yang mungkin terjasi, antara lain:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

antagonis/ memusuhi terhadap lingkungan baru. rasa kehilangan arah rasa penolakan gangguan lambung dan sakit kepala homesick/ rindu pada rumah/ lingkungan lama rindu pada teman dan keluarga merasa kehilangan status dan pengaruh menarik diri menganggap orang-orang dalam budaya tuan rumah tidak peka

Tingkat-tingkat Culture shock (u-curve) Meskipun ada berbagai variasi reqaksi terhadap culture hock, dan perbedaan jangka waktu penyesuaian diri, Samovar, (2000) menyatakan bahwa orang biasanya melewati 4 tingkatan culture shock. Keempat tingkatan ini dapat digambarkan dalam bentuk kurva u, sehingga disebut u-curve. Fase optimistic, fase pertama yang digambarkan berada pada bagian kiri atas dari kurva U. fase ini berisi kegembiraan, rasa penuh harapan, dan euphoria sebagai antisipasi individu sebelum memasuki budaya baru Masalah cultural, fase kedua di mana maslah dengan lingkungan baru mulai berkembang, misalnya karena kesulitan bahasa, system lalu lintas baru, sekolah baru, dll. Fase ini biasanya ditandai dengan rasa kecewa dan ketidakpuasan. Ini adalah periode krisis daalm culture shock. Orang menjadi bingung dan tercengan dengan sekitarnya, dan dapat menjadi frustasi dan mudah tersinggung, bersikap permusuhan, mudah marah, tidak sabaran, dan bahkan menjadi tidak kompeten. Fase recovery, fase ketiga dimana orang mulai mengerti mengenai budaya barunya. Pada tahap ini, orang secara bertahap membuat penyesuaian dan perubahan dalam caranya menanggulangi budaya baru. Orang-orang dan peristiwa dalam lingkungan baru mulai dapat terprediksi dan tidak terlalu menekan. Fase penyesuaian, fase terakhir, pada puncak kanan U, orang telah mengertpi elemen kunci dari budaya barunya (nilai-nilai, adapt khusus, pola keomunikasi, keyakinan, dll). Kemampuan untuk hidup dalam 2 budaya yang berbeda, biasanya uga disertai dengan rasa puas dan menikmati. Namun beberapa hali menyatakan bahwa, untuk dapat hidup dalam 2 budaya tersebut, seseorang akan perlu beradaptasi kembali dengan budayanya terdahulu, dan memunculkan gagasan tentang W curve, yaitu gabungan dari 2 U curve. Deddy Mulyana menyebut gegar budaya sebagai suatu penyakit yang mempunyai gejala dan pengobatan tersendiri. Beberapa gejala gegar budaya adalah buang air kecil, minum, makan dan tidur yang berlebih-lebihan, takut kontak fisik dengan orang-orang lain, tatapan mata yang kosong, perasaan tidak berdaya dan keinginan untuk terus bergantung pada penduduk sebangsanya, marah karena hal-hal sepele, reaksi yang berlebihan

dan dengan sesame pendatang. adat-istidatnya. “ini masalahku dan aku harus menyelesaikannya”. dan orangorangnya. Tidak lagi menimpakan kesulitan-kesulitan yang dialami sebagai salah penduduk pribumu atas ketidanyamanan yang dialaminya tetapi mulai menanggulanginya. walau kadang masih ada ketegangan sosial yang nantinya seiring dalam pergaulan sosialnya ketegangan ini akan lenyap. 3. Tahap ketiga pendatang mulai menuju ke kesembuhan dengan bersikap positif terhadap penduduk pribumi. Namun. . hingga akhirnya. Pada tahap keempat. 4. dan saat-saat krisis akan segera berlalu. Pendatang sudah mulai menerima adatistiadat itu sebagai cara hidup yang lain. dan akhirnya. ditandai dan dimulai dengan suatu sikap memusuhi dan agresif terhadap negeri pribumi yang berasal dari kesulitan pendatang dalam menyesuaikan diri. Gegar budaya sebenarnya merupakan titik pangkal untuk mengembangkan keprbadian dan wawasan budaya kita. pengalaman adalah guru yang paling berharga. Tahap kedua dimulai ketika orang mulai menghadapi kondisi nyata dalam hidupnya. penyesuaian diri hampir lengkap. keinginan yang memuncak untuk pulang ke kampung halaman. Tahap pertama yang disebut tahap ‘bulan madu’ berlangsung dalam beberapa minggu sampai 6 bulan dimana kebanyakan orang senang melihat hal-hal baru. dengan mengingat bahwa akan ada tahappenyesuaian. Gegar budaya adalah fenomena yang alamiah. Pendatang menjadi agresif kemudian bergerombol dengan temanteman sebangsa dan mulai mengkritik negeri pribumi. misalnya dengan mempelajari komunikasi lintas budaya. hal ini bias dilakukan sebagai antisipasi cultureshock.terhadap penyakit yang sepele. Akhirnya pendatang telah memahami negeri pribumi dan menyesuaikannya. Intesitasnya dipengaruhi oleh faktorfaktor. Orang masih bersemangat dan beritikad baik dalam menjalin persahabatan antarbangsa. Misalnya kesulitan rumah tangga. berteman dengan orang-orang dari budaya baru. belajar mengenai budaya baru. 2. banyak pula yang berhasi menyesuaikan diri dengan lingkunagan barunya. dan mempelajari bahasa-bahasa asing. antara lain: 1. Ada beberapa orang yang tidak dapat tinggal di negara asing. Deddy Mulyana juga memaparkan tahapan-tahapan penyesuaian orang terhadap lingkungan barunya yang hampir mirip dengan tahapan sebelumnya. Bergaul dalam lingkungan-lingkungan baru tanpa merasa cemas. baik internal (ciri-ciri kepribadian orang yang bersangkutan) maupun eksternal (kerumitas budaya baru atau lingkungan baru yang dimasuki). ambil bagian dalam kegiatan kultural. kesulitan transportasi dan fakta bahwa kaum pribumi tak menghiraukan kesulitan mereka. Derajat gegar budaya yang mempengaruhi orang berbeda-beda. Deengan berpartisipasi. ketika pulang ke kampung halaman pun kebiasaan di negeri pribumi tersebut akan dibawa-bawa dan dirindukan. lebih sabar. kita dapat belajar banyak tentang kebudayaan tersebut. Menanggulangi Culture Shock Beberapa cara yang ditawarkan untuk menanggulangi culture shock.

2004). untuk sebagian observasi dan pengumpulan data. Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan tipe penelian kuantitatif yaitu penelitian yang berusaha mencari hubungan antara dua variable dan menggunakan data statistic dalam menjawab pertanyaan penelitian (Dorsten and Hotchkiss. Teknik analisis Teknik analisi data melalui pengkategorisasian data yang telah ditranskip untuk kemudian dilakukan juga reduksi data. Hubungan variable yang ingin diketahui adalah pengaruh culture shock terhadap motivasi belajar mahasiswa. Sementara data yang ada akan diekspresikan secara stastistic untuk mengetahui tingkat presentase culture shock yang dialami oleh mahasiswa. BAB III METODE PENELITIAN 1. Data atau informasi yang didapat akan diolah dan ditranskip untuk menjawab pertanyaan penelitian. Dikarenakan sebagian kebenaran yang akan diteliti mungkin hanya bisa diperoleh secara probabilistic. 1. Selain itu peneliti dalam mengumpulkan data juga melakukan studi pustaka baik dari media cetak maupun dari internet. tanpa harus mengorbankan nilai-nilai budaya kita sendiri. realitas yang ada adalah realitas objektif. 1. Dengan demikian. Sample data diambil secara acak atau random. Sumber Data Responden yang dipilih adalah mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008. Data diperoleh adalah data kuantitatif. peneliti akan mengambil jarak dengan objek yang ditelitinya. 1. Di samping itu studi pustaka juga dilakukan untuk mendapatkan kerangka dasar teoritis dalam penelitian. Data-data tersebut dianalisis berdasarkan kerangka teori yang ada untuk memperoleh kesimpulan. Peneliti bertindak sebagai pengamat yang hanya membuat kategori perilaku.sehingga kita dapat menjadi orang-orang yang luwes dan terampil dalam bergaul dengan orang-orang dari berbagai budaya. Teknik Pengumpulan data a) Survei lapangan dengan kuesioner sebagai alat bantu. b) Studi pustaka dilakukan untuk menunjang pengumpulan informasi atau data untuk menjawab masalah-masalah yang sudah dirumuskan. mengamati gejala dan mencatatnya dalam buku observasi. sebagai realitas yang berada di luar diri peneliti. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .

67% mahasiswa yang menyatakan tidak mengalami culture shock dalam bentuk apapun. Fase ini adalah fase di mana mahasiswa merasa senang dan tertantang ketika pertama kali pindah ke Jogja. Dari 30 sampling mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 yang dipilih secara random atau acak diperoleh data : Variable Mengalami culture shock Tidak mengalami culture shock Total Presentase pengalaman culture shock : Jumlah 25 5 30 83. Permasalahan yang timbul . 16 orang responden merasakannya. Seseorang mungkin mengalami lebih dari satu dari masalah tersebut di atas bahkan mungkin dapat mengalami kesemua bentuk permasalahan akibat culture shock di atas. 12 orang merasa biasa saja sementara seorang lagi merasa sedih dan tertekan. Seorang yang merasa sedih dan tertekan tersebut sebenarnya telah mengalami masalah kultural dalam culture shock.Sebagian besar mahasiswa mengaku mengalami fase optimistic baik yang mengalami culture shock maupun yang tidak merasakan culture shock yang cukup berarti. semuanya berasal dari daerah Jawa Tengah. Sementara. ternyata 16. setelah peneliti menganalisis data lebih jauh.33% Bisa disimpulkan sebagian besar mahasiwa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 (lebih dari 80%) mengalami culture shock pindah ke Jogja. Bentuk culture shock yang dialami oleh 83. daerah yang terletak di dekat Jogja dan budayanya tidak berbeda jauh dengan budaya di Jogja. 33% (24 mahasiswa) mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 : Bentuk Culture Shock yang Dialami Merasa tidak nyaman dan tidak betah tinggal di Jogja Mengalami kebingungan dan ketidaktahuan ingin berbuat apa di Jogja Kesulitan bergaul dan mencari teman Tertekan dan stress hingga sakit Ingin pergi meninggalkan Jogja Kehilangan jati diri/ merasa bukan siapa-siapa Merasa orang Jogja sangat tidak meyenangkan Mengurung diri dari lingkungan Bermasalah dengan makanan dan pola makanan di Jogja Jumlah Respoden 7 orang 9 orang 9 orang 5 orang 9 orang 5 orang 3 orang 6 orang 10 orang Bentuk-bentuk permasalahan di atas merupakan kondisi seseorang yang mengalami culture shock ketika berpindah ke lingkungan dengan budaya baru. Hal ini menunjukan bahwa semakin mirip dan dekat budaya antara budaya asal dengan budaya baru maka kemungkinan terjadinya culture shock pun semakin kecil.

Berkaitan dengan 4 tahapan culture shock yang telah diuraikan dalam kajian pustaka. peneliti ingin mengetahui pengaruhnya terhadap motivasi belajar mahasiswa. 5. 4. 12 orang yang mengaku tidak terganggu motivasi kuliahnya mengaku telah beradaptasi dengan budaya di Jogja. Setengah sample dari populasi yang diamati mengaku terganggu motivasi belajarnya karena mengalami culture shock sementara setengahnya tidak. 3. Dari 83. maka motivasi kuliah pun tidak menjadi persoalan. Malas datang kuliah Bolos kuliah Tidak bisa konsentrasi ketika kuliah Merasa tidak nyaman ikut kuliah dan ingin berhenti kuliah Nilai atau IP kuliah jeblok Dari 83. masalah-masalah tersebut di atas adalah masalah-masalah yang dialami mahasiswa ketika dalam fase masalah kultural. Culture shock bisa dikatakan berpengaruh terhadap terganggunya motivasi belajar mahasiwa namun effektifitasnya tidak besar. untuk dijadikan catatan. Hasil penelitian menunjukan persentase yang hampir fifti-fifti. Lebih lanjut lagi.33% yang mengalami culture shock diperoleh data : Variable Terganggu motivasi belajarnya Tidak terganggu sama sekali Total Presentase yang terganggu motivasi belajar : Jumlah 13 12 25 52% Melalui data ini peneliti menyimpulkan bahwa culture shock relative berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa. ketika mahasiswa mulai meyesuaikan dirinya dengan udaya baru di Jogja. Gangguan terhadap motivasi belajar atau kuliah yang dialami mahasiswa (sekitar 53%)diantaranya adalah : 1. Namun.33% yang mengalami culture shock diperoleh data : Variable Mampu beradaptasi Belum mampu beradaptasi Total Presentase yang mampu beradaptasi: Jumlah 23 2 25 92% . 2. Jadi. 52% mahasiswa terganggu motivasi belajarnya akibat culture shock sementara yang lain tidak berpengaruh.akibat culture shock tersebut tidak hanya bersifat emosional namun juga segi pisik yang dapat menyebabkan apakah seseorang itu mengalami gangguan makan dan sakit.

untuk terjalinnya komunikasi yang effektif dan lancar kita harus menerima dan meyesuaikan diri dengan budaya tempat kita berada. 2.Dari 92% (23 orang) yang mengaku telah beradaptasi dengan budaya baru di Jogja mengaku tidak lagi mengalami gangguan motivasi belajar/kuliah. kita akan tinggal di budaya itu. Terlebih. dan komunikasi itu berlangsung secara nyaman.33%. 92% mahasiswa dari mahasiswa yang mengalami culture shock sadar bahwa mereka harus menerima budaya baru di Jogja jika ingin meyelesaikan konflik masalah cultural yang terjadi. Mereka mengalami beberapa masalah kultural baik secara fisik maupun emosional. Di sinilah mereka mengalami fase penyesuaian setelah sebelumya mengalami fase recovery. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Untuk memperinci dan memperjelas hasil yang didapat dari penelitian ini. kesimpulan akan dibuat dalam bentuk pointer. mengalami culture shock. Di tahap ini mereka masih berupa kesadaran dan keinginan untuk beradaptasi dan disebut fase recovery. Dari perasaan tidak nyaman ringan hingga depresi. sekitar 83. Dari pola makan yang tidak teratur hingga mengalami sakit. Sebagian besar mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 megalami fase optimistic di mana mereka merasa senang dan tertantang ketika awal berpindah ke Jogja. sementara usaha menghindar justru tidak membuat persoalan lebih baik bahkan tampak buruk. Hal ini berarti. Sementara 8% (2 orang) dari mahasiswa yang mengalami culture shock yang mengaku belum mampu beradaptasi dengan budaya baru di Jogja mengaku masih mengalami gangguan kuliah dan merasa tidak nyaman hidup di Jogja. artinya mereka tindak lagi merasa tidak nyaman dan tidak lagi mengalami masalah kultural. Untuk komunikasi yang lancar dan effektif perlu adanya usaha untuk menghargai dan memahami serta menerima budaya orang lain. Sekali lagi. Dengan beradabtasi dan meyesuaikan diri dengan budaya di Jogja mahasiswa merasa lebih nyaman tinggal di Jogja dan permasalahan motivasi kuliah yang terjadi terselesaikan. Mereka mengaku memilih menghindar dari masalah-masalah kultural yang dialaminya. Menghargai dan menerima segala keanekaan/ keheterogenan budaya yang ada mempermusdah kita beradabtasi dengan budaya yang baru yang akan memperlancar komunikasi yang terjadi. . Setelah mereka berhasil beradabtasi. Ada pepatah mengatakan di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. yang jelas. 1. apalagi masalah cultural tersebut telah mengganggu motivasi kuliah mereka. jika orang ingin hidup nyaman dan berhasil di lingkungan yang baru maka mau tidak mau ia harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan baru tersebut. Namun. di sinilah fase adabtasi telah berhasil mereka lakukan. dari data di atas dapat disimpulkan bahwa ada 2 jenis manajemen konflik yang dilakukan mahasiswa yaitu beradaptasi dengan menerima dan memahami budaya di Jogja sedangkan yang satunya lagi menghindar.

maka motivasi kuliah pun tidak menjadi persoalan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian ulang atau penelitian lanjutan untuk memperbaiki dan melengkapi penelitian ini. dapat disimpulkan semakin mirip dan dekat budaya antara budaya asal dengan budaya baru maka kemungkinan terjadinya culture shock pun semakin kecil. 67 mahasiswa yang tidak mengalami masalah kultural (culture shock) yang berarti berasal dari daerah sekitar Jogja yang tidak terlalu berbeda budayanya dengan budaya di Jogja. Variable dalam penelitian ini dapat diganti maupun ditambah. Untuk komunikasi yang lancar dan effektif perlu adanya usaha untuk menghargai dan memahami serta menerima budaya orang lain. Setengah sample dari populasi (52%) yang diamati mengaku terganggu motivasi belajarnya karena mengalami culture shock sementara setengahnya tidak. Dari 92% (23 orang) yang mengaku telah beradaptasi dengan budaya baru di Jogja mengaku tidak lagi mengalami gangguan motivasi belajar/kuliah. untuk dijadikan catatan. Data yang fifti-fifti menunjukan bahwa pengaruh terhadap motivasi belajar relatif tidak terlalu besar tetapi juga tidak kecil. jumlah data yang berhasil diperoleh masih sedikit. Sehingga. 7. kita akan tinggal di budaya itu. ganggua motivasi belajar/kuliah mahasiswa ada beberapa macam. Atas kekurangan dan kelemahan penelitian ini. banyak data dari responden yang menjawab kuesioner terkesan main-main atau kurang serius dalam menjawabnya menjadikan penelitian ini jauh dari sempurna.3. Dari malas dan bolos kuliah hingga tidak ingin ikut kuliah lagi. Namun. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa ada 2 jenis manajemen konflik yang dilakukan mahasiswa yaitu beradaptasi dengan menerima dan memahami budaya di Jogja sedangkan yang satunya lagi menghindar. Terlebih lagi. Dari tidak bisa konsentrasi belajar hingga nilai atau IP jeblok. 6. ketika mahasiswa mulai meyesuaikan dirinya dengan udaya baru di Jogja. Sementara 8% (2 orang) yang mengaku belum mampu beradaptasi dengan budaya baru di Jogja mengaku masih mengalami gangguan kuliah dan merasa tidak nyaman hidup di Jogja. 4. Jadi. SARAN Dikarenakan waktu penelitian yang terlalu singkat. Ada pepatah mengatakan di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. DAFTAR PUSTAKA . 12 orang yang mengaku tidak terganggu motivasi kuliahnya mengaku telah beradaptasi dengan budaya di Jogja. 16. sementara usaha menghindar justru tidak membuat persoalan lebih baik bahkan tampak buruk. peneliti mohon maaf. Dengan beradabtasi dan meyesuaikan diri dengan budaya di Jogja mahasiswa merasa lebih nyaman tinggal di Jogja dan permasalahan motivasi kuliah yang terjadi terselesaikan. Terlebih. 5. Jika orang ingin hidup nyaman dan berhasil di lingkungan yang baru maka mau tidak mau ia harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan baru tersebut. 8.

Bandung : Rosda.Dorsten. Samovar. 2006. 2004. Deddy. 2000. Balmer. Linda E. Starr. Culture Shock.suite101. and J. Experiencing Culture Shock in College. 2004. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar Edisi Revisi. Konteks Pancasila yang Dipermasalahkan 1) • Sila Pancasila yang Diangkat Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab . Belmont : Wadsworth. Research Methods and Society.2008.2006. Participation Helps Students Adapt to an Unfamiliar Lifestyle. Simone. you are likely to experience a certain degree of culture shock. Deddy. Culture shock management: when you move to a new place. Mulyana. Paduan Berkomunikasi dengan Orang. Foundations of Social Inquiry. Komunikasi AntarBudaya. Bandung : Rosda. and Lawrence Hotchkiss. Ninth Edition. USA: Pearson Prentice Hall. Masalah yang Dibahas Kasus penggusuran paksa pemukiman atau rumah-rumah penduduk serta kasus penggusuran paksa yang terjadi pada pedagang kaki lima seringkali tidak berkemanusiaan dan tidak adil.thefreelibrary. it is a worthwhile experience. Publication in Swiss News (http://www. Oni Dakhari. Though it can be very difficult for some. Larry A.cfm/understanding_and_coping_with_culture_sho ck ) Littlejohn. (http://campuslife.Orang Berbeda Budaya. 2009. Porter. & Richard E. Intercultural Communication A Reader.com/article. Mulyana.com/Culture+shock+management %3a+when+you+move+to+a+new+place%2c+you+are…-a0119267612) Kingsley Richard S.

apakah kemiskinan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dapat menjadikan Indonesia sebagai negara gagal??(Tim Peneliti PSIK..• Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Pembukaan UUD’45 Alinea ke-4 2) Yang berisikan tujuan Negara untuk menyejahterakan dan menjaga keadilan sosial. 3) Pasal 40 Undang Undang HAM nomor 39 tahun 1999 Pasal itu mengatur mengenai hak setiap orang untuk memiliki tempat tinggal yang layak 4) Pasal 34 UUD’45 1. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. 3. 2008). Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. Manusia menjadi makmur sekurang-kurangnya apabila ketiga kebutuhan tersebut terpenuhi. Kesejahteraan adalah hak rakyat. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan 2. pangan. Setiap orang berhak memiliki hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. (UUD’45 dan Amandemennya. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. 2. bertempat tinggal. tidak semua rakyat Indonesia sejahtera. 4. 2006) Latar Belakang Masalah Pancasila dan UUD’45 menyatakan Indonesia sebagai negara kesejahteraan. Pertanyaannya : Apakah kenyataannya semua warga Indonesia telah memperoleh kemakmuran??Masihkan terdapat kemelaratan di dalam negeri kita??Hal ini . 5) Pasal 28H UUD’45 1. Papan. Dalam hal ini kesejahteraan dan kemakmuran rakyat sebagai tujuan negara. negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat…. dan papan. 3. sebagai tempat berlindung menjadi kebutuhan hakiki manusia. Lalu. termasuk kebutuhan akan sandang. Kenyataannya. melainkan juga dengan terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari. Manusia dan masyarakat tidak hidup hanya dengan perdamaian.

Di mana ada belas kasihan untuk menolong orang-orang yang bermasalah dan berkekurangan. Contohnya kasus-kasus penggusuran daerah kumuh di sekitar TPS yang terjadi di Jakarta. biasanya. sebab hal itu menyangkut kebutuhan kita sendiri. Sistem ekonomi yang ada disusun dengan tujuan tersebut. Karena itu. apapun sistem ekonomi yang dipilih oleh pemerintah. Karena berbagai ketimpangan yang terjadi di negeri ini cukup menunjukkan degradasi komitmen keadilan sosial dalam proses pembangunan. Humanitarianisme lahir karena kemiskinan dan konflik yang melanda masyarakat. pertanyaannya adalah : Sudah sejahterakah semua pihak?Sudah adilkah bagi semua pihak?Karena terus terang. kita terpanggil untuk ikut mengusahakan kemakmuran. yang jadi masalah di sini adalah. 1990: 74-89). sebagai makhluk sosial kita ikut memperhatikan pula kebutuhan sesama. artinya: merupakan kenyataan yang diakibatkan oleh struktur sosial-politikekonomi yang berlaku Namun. Ada kesenjangan yang besar antara penduduk yang menikmati kekayaan dan kekuasaan. kami menemukan kasus pengusuran paksa yang terjadi lebih banyak melanda kaum miskin. Kemakmuran tidak dapat diharapkan dari pemerintah semata-mata. Benarkah keadilan yang diterapkan pemerintah itu menyejahterakan? Benarkah pembangunan selalu ditujukan bagi kesejahteraan rakyat? Sering kali. tentu saja. sedang tujuannya adalah pembangunan dan perdamaian dengan prinsip-prinsip kemanuasiaan. Nah. terutama yang menderita kekurangan dalam halhal yang paling mendasar (Hadiwardoyo. Tidak disediakannya tempat tinggal baru yang lebih layak huni sebagai upaya pemerintah untuk meyejahterakan rakyatnya. Harus ada keadilan sosial dalam kesejahteraan sosial. definisi ’adil’ itu sangat relatif. baik bagi keluarga kita sendiri. Untuk penataan kota yang diharapkan lebih tertata rapi dan tertib. Kita tentu berharap pembangunan yang dideklarasikan menampilkan wajah kemakmuran. tidak ada kompensasi yang cukup atau memadai yang diberikan pada korban atau warga yang rumahnya terkena penggusuran. (Masruri. Sebagai individu kita mau berusaha mencukupi kebutuhan dengan kemampuan dan jerih payah sendiri. Pemerintah lebih layak dilihat sebagai pelengkap usaha warga masayarakat sendiri. kita perlu sadar bahwa ekonomi akhirnya menjadi tanggung jawab kita bersama. Untuk mewujudkan negara yang adil dan sejahtera akan sangat penting jika pemikiran-pemikiran tentang kemanusiaan ditumbuhkembangkan. maupun bagi sesama warga masyarakat lain. area pemungkiman kumuh dan liar digusur aparat. Bukan hanya teorinya saja tetapi pelaksanaannya pun harus diawasi dan diatur sedemikian rupa agar tidak melenceng dari tujuan tadi. Berbicara soal kasus penggusuran paksa yang terjadi. Namun.terkait dengan kehidupan ekonomi di mana pemerintah mengaturnya dengan menerapkan sisitem ekonomi yang ada. Keadilan sosial menjadi maslah di banyak tempat. Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyatnya. Kita coba mengkaitakannya dengan sisi kemanusiaan. Pemerintah mengatur hal-hal yang belum dapat ditangani oleh warga masyarakat sendiri. 2005:183). sementara penduduk lainnya menderita serba kekurangan. Namun. sebagai warga masyarakat. Biasanya ketidakadilan sosial itu bersifat struktual. yang dipertanyakan di sini : Adakah sisi kemanusiaan dari kebijakan pemerintah ini? Apakah kebijakan pemerintah yang menggusur lahan atau tanah tersebut . berdasarkan studi kasus yang telah kami lakukan. dalam pelaksanaannya sudah ada prosedure yang jelas dan sah dari pemerintah atau pejabat yang berwenang.

hak atas keamanan pribadi. meskipun belum tentu mereka bersalah. Penggusuran paksa secara langsung melanggar hak tiap orang atas perumahan yang layak. maka penggusuran paksa juga melanggar hak-hak lain. keluarga dan/atau komunitas secara paksa (di luar kehendak) dari rumah dan/atau tanah yang telah mereka tempati. Untuk merealisasikan penegakkan hukum tersebut. maka hukum melempeng.mempertimbangkan kesejahteraan masayarakat yang menjadi korban penggusuran? Lebih miris lagi kalau ternyata tanah atau arena hasil penggusuran itu oleh pemerintah malah dibuat proyek-proyek yang memihak pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Alasan utama Pemda DKI Jakarta melakukan penggusuran adalah untuk menegakkan hukum dan ketertiban. Menurut Pemda. hak untuk tidak dicampuri urusan pribadi. miras dan prostitusi. khusunya di daerah Jakarta) adanya pertikaian politik yang mengakibatkan pembersihan etnis dari keseluruhan komunitas/kelompok Posisi Masyarakat yang Digusur Masyarakat yang tergsusur merupakan Korban Kapitalisme. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Adalah tidak dapat dipungkiri . Banyak sekali pelanggaran hukum di wilayah DKI Jakarta yang dibiarkan begitu saja. Namun mengingat hak asasi manusia saling terkait. Hak-hak tersebut antara lain hak untuk hidup. hukum harus ditegakkan karena mereka yang digusur tersebut membangun rumahnya secara ilegal dengan menempati tanah negara atau tanah milik orang lain. seperti konferensi atau pertandingan olah raga internasional adanya penataan ulang dan upaya untuk mempercantik daerah perkotaan (sering terjadi di Indonesia. Definisi penggusuran paksa Penggusuran paksa (forced eviction) didefinisikan sebagai: Pemindahan individu. tetapi jika menyangkut orang kecil hukum dibuat tegak. untuk selamanya atau sementara. misalnya perjudian. Alasan Penggusuran Paksa • • • • adanya proyek pengembangan dan pembangunan infrastruktur adanya event internasional. Hal tersebut menunjukkan bahwa jika pelanggaran hukum dilakukan oleh orang-orang yang berpunya. Secara tegas Komisi HAM PBB menyatakan bahwa praktek penggusuran paksa merupakan pelanggaran HAM. yang meliputi pula hak-hak sipil dan politik. Malah warga yang memberantas sarang maksiat tersebut ditangkap dan dijatuhi hukuman. serta hak untuk dapat menikmati harta bendanya. keluarga dan rumahnya. polisi dan tentara. tanpa penyediaan atau akses pada prosedur hukum yang benar maupun perlindungan yang diperlukan. tidak tangung-tanggung Pemda mengerahkan ribuan aparat tramtib. Kebijakan Pemda tersebut sangat ironi.

bagaimana mengembalikan harta mereka yang hilang. memiliki kecerdasan yang berbeda. sehingga terjadi pemusatan pemilikan tanah pada segilintir orang saja. beberapa undang-undang yang berkaitan dengan ekonomi drafnya dibuat oleh para konsultan asing. Dalam aspek ekonomi. dan membawa kepentingan yang berbeda pula hanya akan menghasilkan hukum yang lemah dan tidak konsisten. Bahkan dalam tataran aplikasinya. termasuk mempengaruhi keputusan pengadilan. . Akibatnya kesempatan sebagian masyarakat memiliki dan memanfaatkan tanah untuk tempat tinggal. Ke mana mereka tinggal setelah rumahnya digusur. Sesudah itu pemerintah membiarkan mereka begitu saja keadaan mereka. hukum bisa dipermainkan seusai kepentingan. pekerjaan apa yang dapat mereka lakukan untuk menghidupi keluarganya. Ketidakkonsistenan hukum terjadi karena adanya pertentangan substansi antara satu produk hukum dengan produk hukum lainnya. tempat usaha dan pertanian menjadi sangat terbatas. bahkan mereka dianggap sampah. Para pemilik modal yang memiliki kekuatan ekonomi dapat mempengaruhi kebijakan politik dan ekonomi pemerintah untuk kepentingan mereka. bagaimana anak-anak mereka bisa sekolah. Misalnya hukum tentang pertanahan yang memberikan kesempatan luas kepada para pemilik modal atau orangorang kaya untuk memiliki tanah seluas-luasnya meskipun tanah tersebut dibiarkan begitu saja terbengkalai. Perekonomian Indonesia secara konsep dan praktis berkiblat ke Barat. dengan campur tangan IMF dan Bank Dunia. Banyak sekali undang-undang dan peraturan pemerintah di bidang ekonomi yang menguntungkan para pemilik modal dan orang-orang kaya. Di era reformasi sekarang. Maka tidak heran undang-undang dan peraturan yang lahir cenderung merugikan negara dan rakyat banyak.bahwa hukum di Indonesia dibuat oleh DPR bersama dengan pemerintah. siapa yang kuat dialah yang menang. Kemudian anggota parlemen yang pemikirannya berbeda-beda. Artinya di sini berlaku hukum rimba. Seperti yang dialami oleh ribuan korban penggusuran. tetapi menjadi urusan pemerintah. penggusuran terjadi karena adanya kepentingan ekonomi orang-orang kuat terhadap tanah yang digusur. Akan tetapi pada tingkatan hukum yang lebih rendah tidak ada pengaturan bagaimana fakir miskin dan anak-anak terlantar tersebut dipelihara oleh negara. dan apakah mereka mendapatkan makanan atau tidak. Dalam prinsip ekonomi ini. Sehingga kebijakan ekonomi Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan sistem ekonomi Kapitalis. Inilah kondisi sistem hukum di Indonesia yang mudah disetir untuk kepentingan sekelompok orang. Justru sebaliknya undang-undang dan peraturan pemerintah yang lahir meminggirkan masyarakat lemah. bukanlah persoalan mereka. harta mereka banyak hilang atau hancur bersama hancurnya rumah mereka. Mereka digusur dengan cara yang bengis. Yang fatal lagi adalah setiap anggota parlemen dan pejabat pemerintah. Misalnya dalam UUD 1945 disebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Mereka juga bisa menyusupkan kepentingannya dalam undangundang dan peraturan. Melalui proses inilah kemudian kepentingan-kepentingan mereka direalisasikan. Sehingga yang terjadi bukannya negara mengurusi fakir miskin tetapi mengurusi kepentingan para pemilik modal. setiap parta politik memiliki agenda masing-masing yang sangat rawan disusupi oleh kepentingan para pemilik modal. Masalahnya lagi para pejabat yang berwenang membiarkan keadaan para korban tanpa pertolongan. Kelemahan hukum itu bisa dilihat dari substansi hukum yang tidak dapat memecahkan problematika kehidupan masyarakat. Adapun mengenai bagaimana kondisi para korban kepentingan mereka.

Dengan demikian. Mereka dianggap sampah kepentingan ekonomi. Namun dalam realitasnya.bukanlah urusan pemerintah. institusi modal. Apakah kenyataannya fakir miskin dilindungi negara?? Analisis sebagai Negara Kesejahteraan. Beberapa kasus penggusuran paksa hanyalah contoh kecil poros kesejahteraan sosial dan komitmen keadilan yang sering diabaikan negara dalam setiap pengambilan kebijakan. Sudah merupakan hak asasi manusia untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Adil. Di negara-negara tersebut. Keadilan sosial berorientasi pada tujuan negara yang menyejahteraan seluruh rakyat Indonesia. warga dipaksa keluar namun sering kali kesejahteraan terhadapnya diabaikan. dan papan. Republik Indonesia didirikan dengan menempatkan ideologi keadilan sosial sebagai tujuan akhir setiap proses pembangunan. Di mana konsep negara kesejahteraan tidak hanya sebagai ’pajangan tertulis’ namun betul-betul direalisasikan. Dalam alur semacam itu. dan komunitas rakyat. Penggusuran paksa yang merampas ’papan’ masyarakat Indonesia tanpa kompensasi yang adil tentu tidak sesuai dengan ideologi bangsa dan jauh dari konsep kesejahteraan yang dijanjikan negara. Mereka yang mendapatkan hidup layak adalah mereka yang dapat membayar. Mereka kerap dipaksa bertarung dengan sebuah sistem yang tidak adil sejak awalnya. misalnya. Keberadaan ’papan’ dijamin oleh negara melalui UUD’45 dan Pancasila. Di Jerman berlaku kebijakan pajak progresif yang sangat merisaukan individu dengan . Kasus yang kita bahas adalah yang berkaitan dengan ’papan’ sebagai kebutuhan hakiki manusia untuk hidup. Dari situlah. yang ekonominya dipandu garis ekonomi pasar sosial. tidak disediakannya tempat tinggal baru yang lebih layak huni. Orang dikatakan sejahtera apabila telah terpenuhinya kebutuhan sandang. Negara harus meneguhkan dan mengayunkan kembali cita-cita keadilan sosial terhadap rakyat yang selama ini menjadi bagian dari eksistensinya. belum tercipta secara real dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ketimpangan tidak akan begitu tampak mencolok. ketidaksejahteraan sebagian besar masyarakat Indonesia di berbagai tempat kiranya cukup menjadi bukti bahwa negara kerap gagal menyelamatkan sendi-sendi sosial kehidupan rakyatnya. tidak ada kompensasi yang cukup. dan Berkemanusiaan. jika datang masa para penguasa memerlukan dukungan mereka untuk mempertahankan kekuasaannya. barangkali kita bisa sedikit mencontoh beberapa negara Eropa. Mereka akan diperhatikan penguasa atau elit politik. Namun. Misalnya. Jerman dan Prancis. Dalam kasus penggusuran paksa. Kesejahteraan yang adil adalah hak setiap warga negara. Hal ini penting untuk melindungi keberadaan rakyat kecil yang teramat sering tersisih dari proses pembangunan. Ia juga menjadi bukti struktur relasi yang tidak seimbang antara negara. pangan. keadilan sosial merupakan filsafat politik yang melandasi berdirinya negara ini. cita-cita luhur tersebut masih berupa cita-cita dan impian. Aspek keadilan sosial sebagai ujung proses pembangunan dengan demikian harus menjadi pijakan utama dalam sebuah kebijakan publik dan bukan semata-mata hanya soal kemakmuran ekonomi. Fakta tersebut membuktikan bahwa tidak ada jaminan pemenuhan kebutuhan hidup mereka bagi setiap warga negara indonesia di manapun mereka berada. komitmen keadilan dan detak kesejahteraan sosial sebagai filsafat politik yang mendasari berdirinya negara ini perlu terus-menerus diawasi dan diprioritaskan.

Merubah Paradigma. sehingga pelaku teridentifikasi dengan jelas). dibiarkannya distribusi kekayaan pada pada mekanisme kekuatan permintaan dan . selaras dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan. tidak melakukan penggusuran tanpa menunjukan identitas yang jelas (petugas pemerintah yang bertanggung jawab atas penggusuran tersebut harus hadir di tempat penggusuran. pendidikan gratis. memberikan informasi yang memadai dan masuk akal bagi setiap orang yang tergusur serta menyediakan waktu yang cukup masuk akal sebelum tanggal penggusuran yang dijadwalkan. Menerapkan prosedur perlindungan. Negara harus menjamin bahwa peraturan yang ada memadai untuk mencegah pengusuran paksa dan memberikan hukuman bagi para pelakunya. menyediakan mekanisme pemulihan secara hukum. yaitu: menyediakan kesempatan untuk melakukan musyawarah dengan masyarakat tergusur. Dalam penggusuran tetap saja melekat makna kekerasan. Solusi • • • • Meninjau peraturan yang berlaku agar sesuai dengan standar internasional. Apabila terpaksa dilakukan. penggusuran harus menerapkan prosedur perlindungan bagi warga tergusur. tidak melakukan penggusuran dalam cuaca buruk atau di malam hari. petugas pemerintah harus mengambil seluruh langkah yang sesuai untuk memastikan tersedianya alternatif yang memadai. Kekeliruan sistemik tersebut antara lain mengenai hukum tanah. Mencegah terjadinya tuna wisma. dan lain-lain. Penggusuran tidak boleh menyebabkan seseorang atau sebuah keluarga menjadi tidak memiliki tempat tinggal (tuna wisma). ibu melahirkan. Apabila mereka yang terkena dampak penggusuran tidak mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri. Peraturanperaturan tersebut harus: memberikan jaminan keamanan untuk menempati rumah dan tanah. tidak adanya jaminan pekerjaan dari negara bagi warga negara. serta dapat berfungsi untuk mengontrol keadaan apabila penggusuran paksa dilakukan. Lebih dari itu. Tentu permasalahan di atas terjadi sebagai akibat kesalahan sistemik. Penggusuran harus sebisa mungkin dihindarkan. dan menyediakan bantuan hukum bagi warga tergusur yang memerlukan untuk menuntut ganti rugi di pengadilan. Politik pembangunan yang mestinya manusiawi pun dalam kasus penggusuran akhirnya dijalankan dengan terlepas dari etika sosial. Karena berbagai ketimpangan yang terjadi di negeri ini cukup menunjukkan tergerusnya komitmen keadilan sosial dalam proses pembangunan. Pajak yang dikumpulkan akan disebarkan kembali ke rakyat dalam bentuk berbagai kebijakan publik seperti tunjangan pengangguran. pemerintah wajib memberikan area pengganti baik untuk tempat tinggal maupun untuk lahan usaha. Kita tentu berharap pembangunan yang digelontorkan menampilkan wajah kemakmuran. ia juga merupakan cermin kegagalan institusi pengambil kebijakan untuk menjalin dialog yang lebih arif.potensi meraup keuntungan ekonomi amat banyak. Dalam hal ini. tidak adanya jaminan hidup dan pemenuhan kebutuhan pokok setiap angota masyarakat. Harapan rakyat adalah agar pembangunan harus selalu ditujukan untuk kepentingan kesejahteraan seluruh rakyat bukan untuk kepentingan kesejahteraan suatu kelompok tertentu dengan alasan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Anas. Petugas Satpol PP melalui pengeras suara meminta para pedagang jangan berjualan di tempat yang dilarang dan sekitar kaki lima. Al. Penggusuran dan Krisis Orientasi Kota.penawaran yang tidak seimbang. Yogyakarta: Pilar Media. Meneguhkan komitmen keadilan. 2007. Rabu (20/6) nyaris bentrok Dari pantuan SIB. Akibat pedagang tidak bersedia digusur. 3.html ) 1.gp-ansor. Visi Kemanusiaan kotemporer. Jakarta Selata: Universitas Paramadina. 1990. Pengemabangan Kebijakan dan Perbandingan Pengalaman. 2005. Karena itulah menghilangkan permasalahan yang sangat tidak adil di atas haruslah dengan menghapus kesalahan-kesalahan sistemik. 2008. Masruri.70. Pasar Gambir dan Pajak Bunga Jalan Iskandar Muda Tebingtinggi. Moral dan Masalahnya.com/kompas-cetak/0312/04/opini/716690. nyaris terjadi bentrok. Literature Review 1. UUD’45 dan Amandemennya. Purwa. Tata.html) Lampiran Contoh Kasus Penggusuran Penggusuran Pedagang Kaki Lima di Tebingtinggi Nyaris Bentrok Posted in Daerah by Redaksi on Juni 21st. (http://www. Elisabet. Sri. 4. Pedagang menilai ada beberapa oknum petugas melakukan pengutipan liar namun mengapa mereka tetap digusur. 2.20080221. Akan tetapi beberapa dari pedagang tersebut khususnya yang mendirikan tempat dagangan menempel dengan dinding ruko dengan tegas menolak dipindah sesuai perintah petugas Satpol PP.id. Diterbitkan oleh penerbitan Srikandi. . (http://korantempo.com/korantempo/2008/02/21/Opini/krn. (http://www2. 5. 2007 Tebingtinggi (SIB) Penggusuran pedagang kaki lima dari sekitar Pajak Hangkang. Palupi. Yogyakarta: Kanisius.kompas. 2006. Siswanto. Tim Riset PSIK.htm) 1.org/opini/meneguhkan-komitmen-keadilan. Humanitarianisme soedjatmoko. Menyoal Akses Sumber Daya Lahan. Hadiwardoyo. Penggusuran. Abdullah Azwar (Ketua PP GP Ansor dan anggota Komisi V DPR) . saat puluhan petugas Satpol PP turun bersama anggota Brimob sebagian para pedagang yang berjualan di kaki lima langsung hengkang mengangkat barang dagangannya. Negara Kesejahteraan dan Globalisasi.

Tambora. “Bisa-bisa besok pagi buang air besar di kali.com/) Derita Rakyat Miskin. mencuci dan buang hajat.” tegas Siringoringo menantang petugas.” ungkapnya. Warga mengeluhkan penggusuran WC umum itu.000 orang.” kata Laman (51). Jakbar telah berusia puluhan tahun. WC umum itu dipergunakan oleh 400 KK atau 1. ”Sejak pembangunan Pasar Gambir kami hidup melarat dan berjualan di dalam gedung tidak laku.” kata Warjan (32). WC umum itu disebut-sebut dibangun oleh ibu-ibu Dharma Wanita era Orde Baru. Dari mandi. Mereka menuding ada oknum petugas Satpol PP melakukan kutipan melalui pedagang liar agar tetap aman berjualan di kaki lima.Pedagang sayur mayur M Siringoringo dan S br Simbolon tidak bersedia membongkar kiosnya dengan alasan petugas Satpol PP pilih kasih dalam menertibkan pedagang. Menurut Siringoringo. Sedikitnya 100 petugas satpol PP menggusur 32 WC yang berdiri di atas 8 bangunan. Tambora. Melihat sikap pedagang S br Simbolon dan M Siringoringo yang bersikeras mempertahankan tempatnya berjualan dan tidak bersedia membongkar kiosnya sebelum yang lain ditertibkan. Jika semua ditertibkan pasti gedung Pasar Gambir ramai namun saat ini hanya berkisar 3 persen yang berjualan di dalam. WC yang terletak di Jalan Padamulya Raya dari RT 08 hingga RT 10 Kelurahan Angke. akhirnya petugas Satpol PP dan Brimob meninggalkannya. Angke. petugas Satpol PP meminta agar Simbolon secara pasti menunjuk siapa oknum petugas Satpol PP yang melakukan pengutipan. (S10/t) (http://hariansib. Jakarta Barat. Sebagian ada yang digusur dan sebagian lain karena memberikan uang keamanan tidak digusur. ”Setiap hari kami selalu diuber-uber petugas padahal retribusi tetap dibayar. Jakarta Barat. kini telah rata dengan tanah. Rabu. Ketua RW 9. baik M Siringoringo maupun br Simbolon mengatakan sebenarnya mereka mendukung dilakukan penertiban akan tetapi jangan pilih kasih. mencuci hingga buang air besar. WC Umum Pun Digusur Andi Saputra – detikNews Jakarta – Deretan panjang WC umum di tepi Kali Item. ”Kami tidak perlu beritahu orangnya namun ia menyuruh pedagang yang tidak jelas untuk mengutip uang keamanan berjualan di kaki lima. “Warga di sini memanfaatkan WC umum ini untuk semua hal. sebenarnya ia memiliki kios di gedung Pasar Gambir akan tetapi jualannya tidak pernah laku. Mendengar ucapan tersebut. masak. (11/2/2009). Ketika diwawancarai SIB. Warga sekitar pun bingung ketika ingin melakukan aktivitas mandi. .” jelas Siringoringo.

juga karena perlengkapan sekolah mereka hanyut di laut saat penggusuran terjadi. Sehingga buldoser yang menghancurkan rumahnya ikut pula menghilangkan tanda lulus sekolah itu. satu rumah harus punya MCK masing-masing. Ilham lupa mengambil ijazah SMP-nya. 15 Juli 2004. “Buat ruang terbuka hijau. Makassar bukan hanya menyebabkan sekitar 18 kepala rumah tangga harus kehilangan tempat tinggal. yang telah duduk di bangku SD kelas tiga.com/read/2004/07/23/093432/180576/10/siswa-korbanpenggusuran-pantai-laguna-putus-sekolah) Penggusuran di Pisangan Timur Banyak Kejanggalan Nurfajri Budi Nugroho – detikNews . “Sebenarnya saya mau melanjutkan ke SMU. Nanna tidak lagi pergi ke sekolah sejak rumahnya digusur. Kec. Sekitar 8 dari 16 rumah yang berdiri di atas laut itu dihancurkan oleh petugas tramtib. Saat penggusuran terjadi.” ujar ibu Hajjiah. Selain karena kekurangan biaya. sebagian besar korban penggusuran kini mendirikan tenda-tenda di pinggir pantai. Karena kami tidak tahu mau ke mana lagi. Hal ini berkaitan dengan instruksi Walikota Makassar. Karena perlengkapan sekolah tidak ada lagi. Dari pengamatan detikcom.” kata Imran. (nrl/) (http://www.detiknews. (asp/aan) (http://www. salah seorang warga ketika ditemui di lokasi penggusuran. saat rumah saya dibongkar. Ilham Arif Sirajuddin. Sekretaris Camat Tambora. Panambungan. “Ya. “Baju dan buku saya ikut hanyut di laut. Sekarang. Para anak juga harus menanggung derita. “Kita nanti nyuci dan mandi di mana?.Protes yang sama dilontarkan Saodah (29). kami terpaksa begini.com/read/2009/02/11/164151/1083343/10/derita-rakyat-miskinwc-umum-pun-digusur) Siswa Korban Penggusuran Pantai Laguna Putus Sekolah Gunawan Mashar – detikNews Makassar – Penggusuran rumah nelayan di atas pantai Laguna. yang melarang bangunan di atas laut. Imran.” keluh Ilham. Mariso. Triplek dan papan sisa-sisa bongkaran rumah mereka dijadikan dinding tenda.detiknews. tapi ijazah saya hilang. Mereka tidak lagi bisa melanjutkan sekolahnya. Penggusuran di Pantai Laguna ini terjadi Kamis lalu. Hal yang sama juga menimpa Ilham Baddora.” ujar Saodah dengan mimik wajah sedih.” ujar Nanna (10). Jum’at pagi (23/7/2004). mengatakan di lokasi itu rencananya akan dibangun taman kota. Kel.

Karena utk ke sekiankalinya pemerintah .” ungkap Ellyus kepada detikcom. namun dalam blangko kosong tersebut ditulis oleh petugas menjadi Rp 103. Sekarang kita kebingungan kayak kena tsunami. Namun setelah mengikuti dgn seksama pemberitaan media tentang dikeluarkannya R & D ini oleh pemerintah dan BPPN penulis merasa sangat geram dan sedih. Warga dikatakan menempati tanah yang bukan haknya dan juga diancam berhadapan dengan pengadilan kalau tidak mau terima uang tersebut. Sehingga berdasar PP No. tidak terima rumah tinggal mereka digusur paksa. Mereka juga geram karena diperlakukan kasar. di balik penggusuran itu ternyata banyak hal yang janggal. “Seandainya warga pun terpaksa digusur.180.” imbuhnya. “Dalam PP tersebut disebut kalau masyarakat menempati suatu wilayah lebih dari 20 tahun dengan penuh tanggung jawab. Selain itu. ada warga yang mendapat uang Rp 67. Memang istilah ini sangat asing termasuk bagi penulis sendiri.437. “Kami punya bukti yang valid terjadinya mark-up tersebut. maka tanah itu sudah menjadi milik warga. Singkoh yang mengadvokasi warga korban penggusuran di RW 9 Kelurahan Pisangan Timur.500. Bahkan Kwik Kian Gie menyebutnya sangat ruwet dan runyam . Ia juga mengungkapkan hak relokasi yang diterima warga. SPB seharusnya tidak boleh dikeluarkan karena warga telah mengadukan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi kepada Mabes Polri yang telah meminta kepada Kapolda DKI Jakarta untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan serta untuk melakukan perlindungan kepada warga. 24/1997 Pasal 24 warga sudah berhak menempati wilayah tersebut. Menurut Ellyus. “Tapi ternyata SPB keluar juga. bahkan sampai tiga kali. Selain melaporkan kepada kepolisian. Jakarta Timur. warga juga telah mengadukan dugaan korupsi yang terjadi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kejanggalan yang ditemukan adalah adanya mark-up atas dana santunan yang diberikan kepada warga pada bulan Oktober 2004 sampai Januari 2005. Rapat tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Pemkot Jakarta Timur dan Direktorat Perhubungan Darat.” ujar Ellyus dengan nada geram.” pinta Ellyus. Jumat (6/1/2006). Yang jelas kami masih berharap ada keadilan di negeri ini. berdasar Kepres No. seharusnya ada relokasi terhadap warga ke tempat lain yang layak.000. “Bahkan Pimpronya sudah pernah dipanggil. mengungkapkan adanya kejanggalan-kejanggalan yang terjadi seputar penggusuran rumah-rumah warga. 55/1993 tentang pengadaan tanah bagi kepentingan umum. Dan itu terjadi pada semua warga. Kejanggalan-kejanggalan tersebut berawal dari bulan Oktober 2004 silam.Jakarta – Ratusan warga di Pisangan Timur. Koordinator LSM Solidaritas Rakyat untuk Otonomi Daerah (SOROD) Ellyus I. Jakarta Timur. warga seharusnya sudah berhak menempati wilayah tersebut karena warga telah menempati daerah tersebut semenjak tahun 1950-an. Sebagai contoh. “Tapi pada waktu itu warga diarahkan untuk menandatangani blangko kosong dan dipaksa menerima sejumlah uang santunan.” ucapnya. (san/) Dalam dua bulan terakhir kita dicekoki media cetak dan elektronik dgn istilah release and discharge . Tapi. terutama berkaitan dengan santunan yang diberikan. yang besarnya mencapai miliaran rupiah. Keluarnya Surat Perintah Bongkar (SPB) pun memiliki kejanggalan. Imbauan kepolisian diabaikan. ketika warga mendapatkan undangan untuk menghadiri rapat di kelurahan untuk membahas rencana pelaksanaan pembangunan rel double-track yang melewati wilayah pemukiman warga. dan saat ini masih menunggu proses hukum selanjutnya.” tandasnya.

Mereka diberikan surat jaminan R & D krn sikap kooperatif mereka dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana yg tertuang dalam MSAA. Jika mereka memang benar memenuhi perjanjian MSAA maka itu sudah menjadi suatu keharusan utk melunasi utang mereka sendiri. Nah pelanggaran inilah yg tidak akan dituntut lagi terhadap para . Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan bank yg salah satu dampak negatifnya adl ketika masyarakat menarik dana mereka dari bank tersebut pemilik dan pengelola bank tidak dapat memenuhi kewajibannya terhadap masyarakat yg menjadi nasabahnya. Perjanjian MSAA sendiri merupakan permasalahan perdata sedangkan pelanggaran pidana yg dilakukan para konglomerat adl permasalahan yg lain. Dengan dana masyarakat inilah mereka membangun perusahaan dari industri hulu sampai hilir tentu disertai dgn legitimasi pemerintah dgn mengatasnamakan pembangunan plus katabelece sehingga mereka diperbolehkan melakukan monopoli yg membuat usaha mereka berkembang menjadi konglomerasi. Kemudian kredit yg mereka salurkan ke kelompok mereka sendiri banyak yg macet. Lantas apakah anda menerima jika perampok mengganti harta korban tuntutan hukum pelanggaran pidana berupa pembunuhan dibebaskan oleh jaksa dan hakim dgn mengeluarkan surat jaminan semacam release and discharge? Logika mana yg menerima permainan hukum seperti ini kecuali sistem hukum yg korup? Fakta perjanjian MSAA menunjukkan para konglomerat tidak menunjukkan itikad baiknya. Para konglomerat tersebut berutang kepada pemerintah krn pemerintah mengambilalih seluruh kewajiban konglomerat pada bank-bank mereka sendiri dgn menyuntikkan ratusan trilyun dana BLBI. Perumpamaannya seseorang yg merampok orang lain kemudian membunuh korbannya. Kwik Kian Gie menilai adanya penggelembungan nilai aset-aset perusahaan para konglomerat sehingga nilainya setara dgn nilai utang konglomerat kepada pemerintah . Akibatnya nilai aset yg dijaminkan para konglomerat tersebut sekarang nilainya turun drastis jauh dari nilai yg mereka ajukan saat menandatangani perjanjian MSAA. Sangat aneh bila satu kewajiban yg sifatnya perdata terpenuhi dapat menghapus pelanggaran lain yg mereka lakukan.melakukan tindakan yg sangat tidak adil. Dikeluarkannya surat jaminan R & D kepada beberapa konglomerat yg mengikat perjanjian dgn pemerintah dalam MSAA berakibat pada dibebaskannya mereka dari tuntutan pidana atas pelanggaran pidana terhadap undang-undang perbankan. Artinya dalam perjanjian MSAA konglomerat berkewajiban menyerahkan aset-aset perusahaan mereka kepada pemerintah senilai dgn utang mereka kepada pemerintah. Release and discharge berarti “pembebasan dari proses dan tuntutan hukum”. Perlu diketahui para konglomerat tersebut melakukan pelanggaran pidana terhadap undang-undang perbankan yakni mereka mendirikan bank kemudian dana masyarakat yg dihimpun bank sebagian besar disalurkan kepada kelompok usaha mereka sendiri sehingga pemilik dan pengelola bank telah melanggar batas maksimal penyaluran kredit . Misalnya saat Salim Group menyerahkan aset mereka kepada pemerintah senilai Rp 51 trilyun namun aset Salim Group yg dikelola PT Holdiko Perkasa ternyata hanya Rp 20 trilyun . Dengan demikian negara mengalami kerugian dalam perjanjian MSAA dgn Salim Group sebesar Rp 31 trilyun. Untuk itu melalui tulisan ini penulis berusaha menjelaskan fakta serta sebab mendasar terjadinya kebijakan tersebut sebagai bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar. Setelah pelaku perampokan ditangkap di pengadilan perampok mengikat perjajian dgn jaksa dan hakim bahwa ia akan mengganti seluruh harta yg telah dirampok. Hal ini terjadi krn jika nilai aset konglomerat tersebut dijual dgn harga di bawah kewajiban utang mereka maka kerugian tersebut ditanggung BPPN dan negara.

Tentu aparat negara akan mengingat hadis Nabi Muhammad saw hancurnya umat-umat terdahulu adl tatkala kalangan rakyat jelata melakukan pelanggaran mereka menerapkan hukum dgn tegas tetapi manakala pelanggar itu dari kalangan bangsawan mereka tidak melaksanakan hukum sepenuhnya. Berdasarkan hal tersebut adl tindakan yg sangat tidak adil yg dilakukan oleh pemerintah dan BPPN dgn memberikan surat jaminan R & D krn kerugian besar yg harus ditanggung negara dan rakyat serta terjadinya pilih kasih dalam penegakan hukum. Para pedagang kaki lima yg sedang mudik sehingga lapak-lapak dan barang dagangan yg mereka tinggalkan yg memang tidak tertib dihancurkan aparat dgn mudahnya.konglomerat dgn dikeluarkannya surat jaminan R & D. Padahal ulah pedagang kaki lima yg tidak tertib bahkan menjual barang-barang haram pada dasarnya disebabkan oleh kelalain negara yg tidak mampu menjamin kehidupan dan memberikan pekerjaan terhadap rakyatnya sendiri. Ini berarti para penjahat ekonomi yg telah merugikan negara ratusan trilyun rupiah dilindungi undang-undang dalam negara sekuler. Jauhnya perilaku pejabat dan aparat dari nilai-nilai ruhiyah yaitu nilai-nilai yg menjadikan hubungan dgn Allah sebagai landasan tiap perbuatannya disebabkan sistem yg berlaku adl sistem sekuler . Kwik Kian Gie . Sekularisme merupakan dasar pemikiran dalam ideologi kapitalisme yg kemudian dalam bidang ekonomi mewujud dalam sistem ekonomi kapitalis di bidang politik jadilah sistem demokrasi di bidang hukum meletakkan manusia sebagai pembuat hukum. Sistem negara yg sekuler saat ini menjadi sistem yg dominan di dunia. Berdasarkan undang-undang perbankan telah terjadi pelanggaran pidana oleh para konglomerat sementara berdasarkan Tap MPR dan undang-undang Propenas para penjahat ekonomi yg telah mematuhi perjanjian MSAA harus dibebaskan dari tuntutan pidana berarti telah terjadi hukum yg saling bertolak belakang dari ketiga perangkat hukum tersebut. Seandainya Indonesia bukanlah negara sekuler maka tidak mungkin penegakkan hukum dilakukan dgn jalan pilih kasih. X/ dan Undang-Undang No. Sangat bertolak belakang dgn kebijakan ekonomi pemerintah yg selalu berpihak terhadap para konglomerat yg dekat dgn kekuasaan. Meskipun di dalam Pancasila dicantumkan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa berarti sistem di Indonesia hanya mengakui sebatas keberadaan agama saja dan tidak mengakui peranan pandangan dan kewajiban agama dalam mengatur kehidupan dan negara sehingga sistem dan perilaku yg dicerminkan aparat negara Indonesia adl sekularisme. Kejadian di Jakarta satu hari setelah Idul Fitri menggambarkan perilaku ini. 25 tentang Propenas. Terhadap pengusaha besar hukum diabaikan maka terhadap orang-orang kecil hukum dgn tegas ditegakkan. Misalnya sering terjadi penggusuran pedagang kaki lima yg sering dilakukan dgn cara tidak berprikemanusiaan dgn alasan mereka melanggar peraturan pemerintah daerah. Menurut ketua TPBH Hierawati Diah dikeluarkannya R & D merupakan suatu keharusan utk menjamin adanya kepastian hukum sehingga jika tidak dilaksanakan maka tidak ada kepastian hukum dan pemerintah dapat dianggap melanggar Tap MPR dan Propenas . Oleh krn itu sekiranya Fathimah putri Rasulullah mencuri pasti dipotong tangannya. Bahkan kebijakan aparat yg mengeluarkan surat jaminan R & D dilegitimasi oleh Tap MPR No. Hal demikian bisa terjadi krn nilai-nilai hidup yg dianut adl semata-mata krn mengejar materi perilaku hidup individualistik hedonistik konsumtif dan jauh dari nilai-nilai ruhiyah. Kebijakan pemerintah yg pilih kasih dalam penegakkan hukum dan cenderung merugikan negara dan rakyat tidak mungkin terjadi kecuali pejabat serta aparatnya tidak bermoral yg diwadahi oleh sistem yg korup. Pelanggaran berat yg dilakukan oleh para penjahat ekonomi cenderung dibiarkan bahkan dibebaskan.

” . Upaya penertiban oleh pemerintah kota sering kali melalui bentrokan dan perlawanan fisik dari PKL. Apa saja yg dilarangnya atas kalian tinggalkanlah. saya kemukakan konsep informalitas perkotaan .” Kemudian dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 188 Allah berfirman yg artinya “Dan janganlah ada sebagian kalian makan harta benda sebagian yg lain dgn jalan yg bathil dan janganlah menggunakannya sebagai umpan para hakim dgn maksud agar kalian dapat makan harta orang lain dgn jalan dosa padahal kalian mengetahui . Apakah pedagang kaki lima memiliki hak terhadap ruang kota? Untuk menjawab pertanyaan ini. Al-Islam .” Seandainya Indonesia bukan negara sekuler maka pemerintah dan wakil rakyat tidak perlu cape-cape membuat undang-undang ataupun sistem hukum yg pada akhirnya saling bertentangan dan banyak mengandung kelemahan serta merugikan orang banyak.  Pedagang kaki lima sering ditengarai sebagai penyebab kemacetan lalu lintas atau merusak keindahan kota.” “Hai kaum muslimin barangsiapa di antara kalian melakukan pekerjaan utk kami kemudian ia menyembunyikan sesuatu terhadap kami walau sekecil jarum berarti ia telah berbuat curang dan kecurangan itu akan dibawanya sampai hari kiamat.” . Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. Tentu aparat negara dan masyarakat akan benar-benar mencamkan peringatan Rasulullah saw. termasuk yang memakan korban jiwa seorang anak penjaja bakso di Kota Surabaya (1 Juni 2009). Benarlah pendapat Huey Newton bahwa kekuasaan diperuntukkan bagi siapa saja yg mampu membayar utk itu .berpendapat bahwa adanya pasal-pasal yg disusupkan ke dalam Tap MPR dan undangundang Propenas bersifat kolutif dan koruptif .5 juta rupiah sedangkan rapatnya berlangsung selama 60 kali dalam tiga bulan .Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia. Misalnya dalam tiap kali rapat RUU Migas dan Kelistrikan antara anggota DPR dgn pemerintah anggota DPR selalu dihadiahi uang berkisar 1 juta . Harian ini memuat deretan peristiwa bentrokan antara anggota satuan polisi pamong praja dan PKL di berbagai kota sepanjang tahun 2008 dan 2009. Ingatlah firman Allah “Dan Kami turunkan kepadamu al-kitab utk menjelaskan segala sesuatu. Seandainya Indonesia bukan negara sekuler tentu tidak akan terjadi suap yg mempengaruhi udang-undang kebijakan negara serta keputusan pengadilan. Karena Allah SWT sudah menurunkan kitab Alquran dan Sunnah Rasullah sebagai sumber hukum dan menjadikan syariat Islam sebagai satu-satunya sistem hukum yg harus diterapkan manusia.” . Isu suap dan kolusi di dalam parlemen bukanlah barang baru dan sudah menjadi rahasia umum. Barang siapa yg mendurhakai Allah dan Rasul-Nya sesungguhnya dia telah benar-benar tersesat. Bertakwalah kalian kepada Allah. “Laknat Allah atas pemberi dan penerima suap di dalam kekuasaan. “Apa saja yg diberikan Rasul kepada kalian terimalah. Apa artinya jika undang-undang negara dgn begitu mudahnya dikeluarkan pemerintah dan DPR utk melindungi kejahatan ekonomi yg oleh Kwik pasal-pasal yg dijadikan landasan dikeluarkannya R & D bersifat kolutif dan koruptif? Berarti dalam pembahasan hingga disahkan menjadi undang-undang terjadi kolusi korupsi dan suap sehingga anggota DPR dan MPR memilih kepentingan penjahat ekonomi daripada kepentingan rakyatnya sendiri. Demikianlah bagaimana wajah buruk negara sekuler yg secara sistematis akan selalu melindungi orang-orang besar seperti para penjahat ekonomi dan menzhalimi orang-orang lemah yg notabene rakyatnya sendiri. “Tidaklah patut bagi pria Mukmin dan tidak pula bagi wanita Mukmin jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan ada pilihan yg lain tentang urusan mereka.

73. Konsep . menurut data dari Badan Pusat Statistik pada Februari 2008. Sekolah Chicago Sosiologi Perkotaan yang dikembangkan pada awal tahun 1920 menjelaskan. Hal ini menjadi masalah ketika replikasi tersebut tidak lagi relevan dengan kondisi yang terjadi di negara-negara berkembang. Terdapat dua teori perkotaan yang dikenal saat ini: Sekolah Chicago Sosiologi Perkotaan (The Chicago School of Urban Sociology) dan Sekolah Los Angeles Geografi Perkotaan (The Los Angeles School of Urban Geography) yang telah mendominasi wacana dalam perkotaan dan urbanisasi di negara-negara berkembang. dan kerja sama. Di Indonesia. seperti halnya fenomena sektor informal. Sekolah Los Angeles Geografi Perkotaan digagaskan pada akhir tahun 1990 untuk menjelaskan perkembangan metropolitan Los Angeles di era postmodern yang menekankan pentingnya peran ekonomi kapitalis dan globalisasi ekonomi politis. termasuk Indonesia. Fenomena sektor informal merupakan fenomena yang sangat umum terjadi di negaranegara berkembang. perkembangan perkotaan dikendalikan oleh migrasi yang menghasilkan pola-pola ekologis. Meskipun pembahasannya telah dilakukan lebih dari tiga puluh tahun. asimilasi. tidak ada konsensus mengenai definisi pasti dari sektor informal. Wacana perkembangan Dominasi kedua sekolah perkotaan tersebut dalam wacana perkembangan perkotaan di negara-negara berkembang berpengaruh terhadap perencanaan tata ruang perkotaan di negara-negara tersebut. seperti invasi.(urban informality) sebagai kerangka pikir untuk memahami fenomena PKL yang terjadi di kawasan perkotaan. Pembahasan dikotomi tersebut acapkali mengabaikan keterkaitan sektor informal dengan aspek ruang dalam proses urbanisasi. Padahal. Konsep informalitas perkotaan ini tak terlepas dari dikotomi sektor formal dan sektor informal yang mulai dibicarakan pada awal tahun 1970. Masalah yang muncul berkenaan dengan PKL ini adalah banyak disebabkan oleh kurangnya ruang untuk mewadahi kegiatan PKL di perkotaan. survival. Ananya Roy dan Nezar Alsayyad (2004) mengenalkan konsep informalitas perkotaan sebagai logika yang menjelaskan proses transformasi perkotaan.05 pekerja Indonesia (72 persen) bekerja di sektor informal.53 juta orang dari 102. adaptasi. tetapi pada pengertian bahwa informalitas sebagai sektor yang tidak terpisah dalam struktur ekonomi masyarakat. seperti dapat kita amati di Indonesia. Menurut mereka. Mereka tidak menekankan dikotomi sektor formal dan informal. Praktik-praktik perencanaan yang direplikasi melewati dikotomi negara maju dan berkembang adalah hal lumrah terjadi. informalitas ini adalah suatu moda urbanisasi yang menghubungkan berbagai kegiatan ekonomi dan ruang di kawasan perkotaan. perkembangan sektor informal seiring dengan urbanisasi dan perubahan ruang perkotaan.

tetapi implementasi produk hukum ini masih lemah. Mereka bukanlah kelompok yang gagal masuk dalam sistem ekonomi perkotaan. Fenomena PKL yang muncul di perkotaan di Indonesia seyogianya dipahami dalam konteks transformasi perkotaan. termasuk pedagang kaki lima. Maka pemerintah daerah harus . Memakai konsep informalitas perkotaan dalam mencermati fenomena PKL di perkotaan mengubah perspektif terhadap keberadaan mereka di perkotaan. Perencanaan kota di Indonesia tidak mesti mengikuti Sekolah Chicago ataupun Los Angeles. Pedagang kaki lima memiliki hak terhadap ruang kota untuk mewadahi kegiatan mereka yang merupakan bagian penting dalam sistem ekonomi kota. AS about 12 months ago · Report  Dedi E Kusmayadi IMPLEMENTASI PERDA NO. Dominasi Sekolah Chicago dan Los Angeles dalam praktik perencanaan kota di Indonesia menyebabkan banyaknya produk tata ruang perkotaan yang tidak mewadahi sektor informal. termasuk PKL. dengan melaksanakan kewenangan untuk mengatur dan mengelola keamanan dan ketertiban. Undang-Undang Penataan Ruang No 26 Tahun 2007 telah memasukkan pentingnya sektor informal di perkotaan. 1 TAHUN 2000 TENTANG PENGATURAN DAN PEMBINAAN PKL DALAM PENINGKATAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PKL DI KOTA MALANG (Case Studi Kota Malang) Pemerintah daerah wajib mengatur dan menangani pedagang kaki lima (PKL). Aplikasi konsep informalitas perkotaan dalam praktik perencanaan kota akan mengalokasikan lebih banyak ruang bagi PKL dan mengintegrasikannya dengan sektor formal. PKL adalah salah satu moda dalam transformasi perkotaan yang tidak terpisahkan dari sistem ekonomi perkotaan. tetapi mesti memodifikasinya dan mempertimbangkan keunikan fenomena perkotaan. serta keindahan kota.perencanaan ruang perkotaan yang tidak didasari oleh pemahaman informalitas perkotaan sebagai bagian yang menyatu dengan sistem perkotaan akan cenderung mengabaikan tuntutan ruang untuk sektor informal. Mereka bukanlah komponen ekonomi perkotaan yang menjadi beban bagi perkembangan perkotaan. Deden Rukmana Assistant Professor dan Koordinator Program Pascasarjana Studi dan Perencanaan Kota di Savannah State University. Penegakan yang lebih tegas dari undang-undang ini dan pemahaman yang lebih baik dari konsep informalitas perkotaan sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan ruang kota bagi PKL. Kegiatan-kegiatan perkotaan didominasi sektor-sektor formal yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

yaitu tehnik analisa data yang dilakukan dengan cara sistematis. atau kualifikasi lainnya untuk masing-masing kategori di suatu variabel.Sehingga dengan adanya latar belakang diatas. Mengadakan pembinaan yang berkesinambungan. dan pentingnya penelitian ini yaitu “Pengaruh pelaksanaan Perda no. Mengarahkan PKL untuk mengetahui dan memperhatikan kawasan bebas PKL. Karena didasarkan atas pemenuhan kebutuhan hidup yang saling menguntungkan antara pedagang kaki lima dan Pemerintah Daerah. Dari kesimpulan penelitian pelaksanaan dari kebijakan pemerintah daerah kota Malang tentang pengaturan dan pembinaan pedagang kaki lima yang diatur di Perda no. faktual dan akurat mengenai situasi atau daerah tertentu sehingga data-data yang ada dapat disimpulkan setelah dianalisa. lokasi yang digunakan untuk alternatif berjualan PKL dianggap tepat dan strategis sehingga pengunjungpun banyak yang berdatangan kesana. Sehingga hal itu juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama . Untuk lebih memudahkan dalam pelukisan atau penuturan dalam melakukan penelitian ini. melainkan hanya mendeskripsikan informasi apa adanya sesuai dengan variabel-variabel yang diteliti. angka rata-rata. dengan menyajikan frekwensi. Penertiban juga dilaksanakan dengan cara menindak tegas PKL yang melanggar ketertiban umum. untuk mengetahui jenis kebijakan yang mendukung pelaksanaan Perda No. maka upaya untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran tentulah akan semakin mudah. Tujuan pemerintah dengan mengalokasian PKL di wilayah lokasi PKL tidak hanya semata-mata untuk membersihkan kota dari masyarakat yang tidak tertib. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah Diskriptif yakni suatu analisis yang bertujuan untuk mendeskripsikan/menggambarkan apa yang saat ini berlaku dan kondisi yang sekarang ini sedang terjadi. sudah cukup baik dengan upaya : Mengatur lokasi pedagang kaki lima di tempat-tempat yang telah ditentukan. 1 tahun 2000 tentang pengaturan dan pembinaan PKL terhadap tingkat kesejahteraan PKL di kota Malang” maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut : 1. 1 tahun 2000 sangat baik. maka penulis menggambarkan hasil penelitiannya berupa deskripsi atau gambaran mengenai variabel-variabel tertentu. Dengan adanya kebijakan pemda ini. Proses penggusuran atau pengusiran terhadap keberadaan dari pedagang kaki lima dan memindahkan pedagang kaki lima ke lokasi lain yang lebih strategis merupakan kebijakan yang baik. 1 tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan pedagang kaki lima ? Tujuan dari skripsi ini adalah selain untuk mengetahui pelaksanaan Perda No. Karena sebagian besar menyetujui bahkan mendukung pelaksanaan perda tersebut.memikirkan dampak baik dan buruknya kebijaksanaan/kebijakan yang akan ditempuhnya dan dilakukan.Dari hasil penelitian diketahui bahwa tanggapan mereka. 1 tahun 2000. melainkan mereka mengarahkan PKL untuk memiliki lokasi sendiri yang mudah dijangkau masyarakat dalam memperjual belikan barang dagangannya. Penelitian ini tidak menguji hipotesa. Teknik Analisa Data yang digunakan adalah Analisa Diskriptif Kualitatif.Bagaimanakah pelaksanaan Perda No. baik pihak PKL maupun masyarakat atas diberlakukannya perda no. 1 tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL di wilayah kota Malang dan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh kebijakan Pemda Kota Malang tentang Penertiban Pedagang Kaki Lima terhadap tingkat kesejahteraan PKL. 1 tentang Pengaturan dan pembinaan pedagang kaki lima terhadap tingkat kesejahteraan PKL di kota Malang.

sehingga menimbulkan konflik antara warga satu desa dengan warga desa lainnya. hendaknya mereka mempelajari dahulu latar belakang dari kedua belah pihak. Selain itu para peneliti hendaknya mengetahui dahulu misi atau sasaran dari pemerintah dalam mengambil suatu kebijakan tertentu dalam suatu kota. lewat UU Pemda. 1979 di atas dengan paket Undang-undang Pemerintahan Daerah dan UU Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah (PKPD). Lurah dan Camat. dan pengelolaan pertambangan oleh rakyat diharamkan. Saran yang dapat peneliti berikan untuk para peneliti lain yang mengambil bahan tentang PKL dan yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah. Huria di Batak. 5 thn. Sudah menjadi praktik keseharian bahwa keuntungan dari segala eksploitasi sumber daya alam di daerah mengalir ke pemerintah pusat. Rakyat terus diadu domba… Pengelolaan Hutan Marga. Atau gerakan anarkis rakyat. sementara daerah disisakan pencemaran dan kerusakan sumber daya alam. padahal mereka merupakan satu garis keturunan. lewat UU no.kesejahteraan pedagang kaki lima di wilayah pemerintah daerah kota Malang. kami memandang penting diterbitkannya buku tentang UU ini agar rakyat mampu mengkritisi upaya pemerintah untuk mengganti UU no. Sangat menihilkan kenyataan keragaman organisasi rakyat Indonesia. Khususnya peneliti lain dapat mendiskripsikan dari hasil pendapatan para PKL setelah adanya pengalokasian oleh pemerintah daerah di tempat atau lokasi PKL yang telah ditentukan Menghitung Untung Daripada Buntung (tentang UU Pemerintahan Daerah dan UU Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah) Oleh : Arimbi Heroepoetri Pengantar Selama dua dekade lebih . selain kehilangan akses serta kontrol ke sumber daya alamnya. kekuatan organisasi rakyat secara sistematis dan represif dihancurkan oleh negara dengan perangkatnya. seperti pembakaran base camp perusahaan HPH. malah mendapat represi lebih keras lewat tangan-tangan -apa yang dinamakan oknum ABRI (sekarang TNI dan Kepolisian). Penyeragaman di atas membuat rakyat mengalami kebingungan dan konflik sosial berkepanjangan. bisa saja dipecah menjadi beberapa Desa. baik dari pihak PKL maupun dari pemerintah daerah yang bertanggung jawab dalam pembuatan kebijakan. Sistem pemerintahan desa yang seragam. pemanfaatan sumber daya kelautan. 5 thn 1974 dan UU no. adalah sistem pemerintahan lokal yang turut dihancurkan. termasuk konflik di tingkat rakyat yang tidak pernah terselesaikan. dengan hanya mengakui satu sistem perangkat desa seperti Kepala Desa . yang di beberapa bagian (seperti Papua) malah ada seruan pemisahan diri dari negara kesatuan RI. Kedua UU tersebut dibuat ditengah kesibukan masyarakat luas . Karena itu. Ketidak-adilan berkepanjangan ini menggemakan tuntutan untuk pembagian yang lebih adil atas sumber-sumber daya alam antara daerah dan pusat. 5 thn 1979 tentang Pemerintahan Desa. Sering kali tuntutan rakyat dan daerah untuk mendapatkan pembagian yang lebih adil. Sehingga rakyat menjadi dilemahkan dan sangat tergantung pada 'kebaikan' pemerintah pusat. dan Marga di Sumatera Selatan. 5 thn 1974 tentang Pemerintahan Daerah dan UU no. Satu daerah kekerabatan. Semisal Nagari di Sumatera Barat. dan perkebunan besar lainnya.Sumatera Utara. sehingga masyarakat awam dapat menerima bahkan mendukung program pemerintah daerah yang diberlakukan di masing-masing daerah mereka.

terlibat dalam peyelenggaraan Pemilu 1999 dan kepanikan rakyat akibat lilitan masalah ekonomi. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih. Semangat pemaksaan kehendak dan penyederhanaan persoalan masih mengental meniru rezim -yang konondigantikannya. Semoga bermanfaat… Demi keadilan… Arimbi Heroepoetri.LL.M YANG DIMAKSUD DENGAN : • • • • • Pemerintahan Pusat perangkat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari Presiden beserta para Menteri Pemerintah Daerah Kepala Daerah beserta perangkat Daerah Otonom yang lain sebagai Badan Eksekutif Daerah. maka buku ini diterbitkan kembali dengan perbaikan di sana-sini.H. Sementara memasuki era 100 hari pemerintahan Gus Dur. Justru. Sembari berharap pemerintahan sekarang akan jauh lebih bersih dan pro-rakyat. Kedua UU ini merupakan amanat Ketetapan MPR XV hasil Sidang Istimewa MPR 1998. lewat kedua UU ini Bupati dan Wali Kota akan mempunyai kewenangan mengendalikan kekuasaan dan kekayaan hasil daerahnya sendiri. 22 dan No. bukan mustahil represi yang semula berasal dari Pemerintah Pusat akan bergeser ke Pemerintah Daerah. kedua UU di atas bukanlah satu-satunya UU yang diajukan oleh Pemerintah ke DPR. sarana dan prasarana serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggung-jawabkannya kepada yang menugaskan • . Kelak. Diluar itu masih ada sekitar 23 RUU yang dipaksakan pemerintah untuk mendapatkan pengesahan DPR yang masa jabatannya akan habis dalam kurun waktu empat bulan ini.S. 25 thn. masih terlalu dini untuk memberi penilaian kinerja pemerintahan Gus Dur. Keberadaan dua UU ini tidaklah serta-merta menyembuhkan kesengsaraan yang dialami rakyat selama ini. UU Pemda dan UU PKPD yang disetujui DPR akhir April 1999. Sebagai salah satu sumbangan E-law Indonesia akan pemenuhan kebutuhan informasi bagi rakyat. Fenomena di atas membuktikan bahwa pemerintah Habibie masih mengabaikan eksistensi dan peran serta politik rakyat dalam pembuatan kebijakan di negeri ini. Pemerintahan Daerah penyelenggaraan Pemerintah Daerah Otonom oleh Pemerintahan Daerah dan DPRD menurut asas Desentralisasi Desentralisasi Penyerahan wewenang Pemerintahan oleh Pemerintah (pusat) kepada Daerah Otonom dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Dekonsentrasi Proses pembentukan Daerah administrasi dan/atau pelimpahan wewenang dari Pemerintah (pusat) kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dan/atau perangkat pusat di Daerah Tugas Pembantuan Penugasan dari Pemerintah pusat kepada Daerah dan Desa dan dari Daerah ke Desa untuk melaksanakan tugas tertentu yang disertai pembiayaan. 1999 dan akan diberlakukan paling lambat tahun anggaran 2000/2001. semangat dan daya kritis rakyat harus ditingkatkan. telah diundangkan lewat UU No. Masih segar dalam ingatan kita -bahkan sampai sekarang-kesewenang-wenangan dan penindasan juga dilakukan di tingkat daerah oleh para pejabatnya. jangan berbesar hati dulu. Karena permintaan akan buku ini masih tinggi. Jika kontrol rakyat tidak dipasang sejak sekarang. Parahnya lagi. bukan berarti rakyat harus diam berpangku tangan.. Namun. maka kembali E-law Indonesia mendukung penerbitan cetakan ke-tiga buku ini.

Ini meliputi : o Kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan nasional secara makro. pertahanan keamanan. termasuk pengelolaan dan pengawasan keuangannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Suatu rancangan keuangan Pusat tahunan berdasarkan UU tentang APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rencana keuangan tahunan Daerah yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah tentang APBD Dana Perimbangan Dana yang bersumber dari penerimaan APBN yang dialokasikan kepada Daerah untuk membiayai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan asas desentralisasi Anggaran Dekonsentrasi Pelaksanaan APBN di Daerah Propinsi. Serta kewenangan bidang lain.. konservasi. • • Bidang-bidang ini merupakan dasar sengketa antara Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah .• • • • • • • • • Otonomi Daerah Kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan Daerah Otonom Kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas Daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan negara kesatuan Republik Indonesia Wilayah Administrasi Wilayah kerja Gubernur selaku wakil Pemerintah Pusat Desa Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dalam sistem Pemerintahan nasional dan berada di Daerah Kabupaten. yang mencakup pembagian keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah serta pemerataan antar-Daerah secara proporsional. o Dana perimbangan keuangan. moneter/fiskal. o Pendayagunaan sumber daya alam serta teknologi tinggi yang strategis.. o Sistem administrasi negara dan lembaga perekonomian negara. dan kebutuhan Daerah. o Pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Perimbangan Keuangan (antara Pemerintah Pusat dan Daerah) Adalah suatu sistem pembiayaan pemerintahan dalam kerangka negara kesatuan. sejalan dengan kewajiban dan pembagian kewenangan serta tata cara penyelenggaraan kewenangan tersebut. adil dan transparan dengan memperhatikan potensi. kondisi. dan standarisasi nasional (Pasal 7) Pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan di atas ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. peradilan. demokratis. yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran untuk membiayai pelaksanaan dekonsentrasi KEWENANGAN DAERAH Mencakup kewenangan dalam seluruh bidang Pemerintahan. Hati-hati. dan agama. kecuali di bidang politik luar negeri.

perhubungan . 3. eksploitasi. Pengaturan kepentingan administratif. Begitu juga tata cara pembagian kewenangan tersebut. dan g. Perencanaan tata ruang propinsi. Bantuan penegakan keamanan dan kedaulatan negara. dan penelitian yang mencakup wilayah Propinsi c.pertanian. Promosi dagang dan budaya/pariwisata f. . Eksplorasi. Pengaturan tata ruang. . Pengendalian lingkungan hidup e. perhubungan. 4. • PROPINSI sebagai daerah administrasi Mencakup kewenangan dalam bidang pemerintahan yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah (pusat) dalam rangka dekonsentrasi.pendidikan dan kebudayaan. konservasi. Pelatihan kejuruan dan alokasi sumber daya manusia potensial. Penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh Daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah pusat. 2. . 5. • PROPINSI sebagai daerah otonom Mencakup kewenangan dalam bidang pemerintahan yang bersifat lintas Kabupaten dan Kota. • Daerah KABUPATEN dan Daerah KOTA Di wilayah laut adalah sepertiga dari batas laut Daerah Propinsi (4 Mil) Bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten dan Daerah Kota. Termasuk kewenangan yang tidak atau belum dapat dilaksanakan Daerah Kabupaten dan Daerah Kota (Pasal 9) Kewenangan bidang Pemerintah pusat yang bersifat lintas kabupaten dan kota seperti kewenangan di bidang pekerjaan umum. ditentukan lewat Peraturan Pemerintah Padahal membuat Peraturan Pemerintah adalah wewenang Pemerintah pusat Daerah berwenang mengelola sumber daya nasional yang tersedia di wilayahnya dan bertanggung jawab memelihara kelestarian lingkungan Kewenangan daerah di wilayah laut (sejauh 12 mil laut dari garis pantai ke arah laut lepas atau ke arah perairan kepulauan) meliputi : 1. Penanganan penyakit menular dan hama tanaman. Pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan di atas ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. (Penjelasan Pasal 9). Perencanaan pembangunan regional secara makro b. serta kewenangan dalam bidang pemerintahan tertentu lainnya. meliputi : . . kehutanan dan perkebunan. Pengelolaan pelabuhan regional d. . Sementara kewenangan bidang pemerintahan tertentu lainnya adalah : a.pekerjaan umum.• • Walaupun sudah dibagi kewenangan antara pusat dan daerah.kesehatan. Namun ada bidang lain yang masih memerlukan identifikasi lebih lanjut lewat Peraturan Pemerintah. dan pengelolaan kekayaan laut sebatas wilayah laut tersebut.

industri dan perdagangan. Dalam menjalankan tugas dan kewenangannya sebagai Kepala Daerah. dan Pemerintah Daerah sebagai sebagai Badan Eksekutif Daerah. Gubernur berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. dan .penanaman modal. .. • • • • • Kepala Daerah Propinsi adalah Gubernur.lingkungan hidup. Struktur Pemeerintahan Daerah Waspadai . . Pemerintah Daerah terdiri atas Kepala Daerah dan Perangkat Daerah lainnya. . BENTUK dan SUSUNAN PEMERINTAHAN DAERAH DPRD sebagai Badan Legislatif Daerah.koperasi. Gubernur bertanggung jawab kepada DPRD Propinsi Dalam kedudukannya sebagai Wakil Pemerintah Pusat..tenaga kerja. yang karena jabatannya adalah juga sebagai wakil Pemerintah pusat.pertanahan. Pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan di atas ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. . Bupati adalah Kepala Daerah Kabupaten Walikota adalah Kepala Daerah Kota 4Waspadai.

Mengadakan penyelidikan. Aktiflah !! Anda sebagai warga negara di daerah yang bersangkutan dapat --bahkan harus-terlibat dalam proses pengambilan keputusan di daerah Anda. Bupati atau Walikota membentuk Peraturan Daerah. Meminta keterangan kepada Pemerintah Daerah. Anda dapat mendesak DPRD untuk menjalankan fungsinya. Kemukakan pendapat dan masalah anda. memilih anggota MPR dari Utusan golongan. jika kebijakan mereka anda rasakan tidak sejalan dengan perasaan keadilan anda meminta atau meninjau kembali suatu Peraturan Daerah Ditangan anda sebenarnya akan tumbuh DPRD yang berwibawa. dan Walikota/Wakil Walikota. Mengajukan pernyataan pendapat. bersama dengan Gubernur. Meningkatkan kesejahteraan rakyat di Daerah berdasarkan demokrasi ekonomi. bersama dengan Gubernur. serta memfasilitasi tindak lanjut penyelesaiannya. Bupati/Wakil bupati. Kewajiban DPRD : • • • • • Mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Aktiflah. Menentukan anggaran Belanja DPRD. bupati dan Walikota. melaksanakan pengawasan terhadap : pelaksaanaan Peraturan Daerah dan peraturan perundang-undangan lain. menerima keluhan dan pengaduan masyarakat. serta menaati segala peraturan perundangundangan yang berlaku. Bupati. Membina kehidupan demokrasi dan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. . atau Walikota menetapkan APBD. dan Walikota/Wakil Walikota. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Gubernur/ Wakil Gubernur. Tugas dan Wewenang DPRD : • • • • • • • memilih Gubernur/wakil Gubernur. Mengamalkan Pancasila dan UUD 1945. seperti: • • • meminta keterangan dari Pemerintah Daerah. dan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat akan membuat konflik kepentingan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) • DPRD dipimpin oleh seorang Ketua dan sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang Wakil Ketua yang bersifat kolektif. Bupati/Wakil bupati. Apalagi jika keputusan tersebut menyangkut kehidupan anda.Jabatan rangkap Gubernur sebagai Kepala Eksekutif Daerah. Mengajukan Rancangan Peraturan Daerah. Mengadakan perubahan atas Rancangan Peraturan Daerah. dengan selalu membuka komunikasi dengan DPRD. dan Memperhatikan dan menyalurkan aspirasi. Menetapkan Peraturan Tata Tertib DPRD. dipilih dari dan oleh anggota DPRD Hak DPRD : • • • • • • • • Meminta pertanggung-jawaban Gubernur.

kecuali untuk : • • • • • • • • • • Pemilihan Ketua/Wakil Ketua Dewan Pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Pemilihan anggota MPR Utusan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Penetapan perubahan dan penghapusan pajak dan retribusi Utang . Syarat-syarat menjadi Kepala Daerah : • • • • • • • Warganegara Indonesia Setia dan taat kepada Negara dan Pemerintah yang sah Tidak pernah terlibat dalam kegiatan yang mengkhianati Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.piutang. Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada Pemerintah pusat terhadap rencana perjanjian internasional yang menyangkut kepentingan Daerah. pelaksanaan APBD. kebijakan Pemerintah Daerah. DPR dapat membela kepentingan Daerah dan penduduknya di hadapan Pemerintah Pusat dan memperjuangkannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat. dan pembebanan kepada Daerah Badan Usaha Milik Daerah Penghapusan tagihan sebagian atau seluruhnya Persetujuan penyelesaian perkara perdata secara damai Kebijakan Tata Ruang. kecuali yang dinyatakan tertutup berdasarkan Peraturan Tata Tertib DPRD atau atas kesepakatan di antara pimpinan DPRD. pinjaman. Bupati dan Walikota. Anggota DPRD dapat dituntut di Pengadilan karena membocorkan apa yang disepakati untuk dirahasiakan dalam rapat tertutup atau melanggar ketentuan-ketentuan mengenai pengumuman rahasia Negara dalam peraturan perundang-undangan. dan pelaksanaan kerja sama internasional di daerah. dan Menampung dan menindaklanjuti aspirasi Daerah dan masyarakat. Anggota DPRD tidak dapat dituntut karena pembicaraannya dalam persidangan. KEPALA DAERAH Setiap Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Daerah sebagai Kepala Eksekutif yang dibantu oleh seorang Wakil Kepala Daerah. Rapat tertutup dapat mengambil keputusan.• • • • • • pelaksanaan Keputusan Gubernur. Rapat-Rapat DPRD Rapat-rapat DPRD bersifat terbuka untuk umum. yang ditetapkan dengan Keputusan Pengadilan Tidak dicabut hak pilihnya berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan pasti Nyata-nyata tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya Berumur sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) tahun Berpendidikan sekurang-kurangnya SLTA dan/atau sederajat .

masing-masing Fraksi atau beberapa Fraksi menjelaskan alasan-alasan yang mendasari bakal calonnya Pimpinan DPRD mengundang bakal calon dimaksud untuk menjelaskan visi. serta rencana-rencana kebijakan apabila bakal calon dimaksud dipilih sebagai Kepala Daerah Anggota DPRD dapat melakukan tanya jawab dengan para bakal calon Pimpinan DPRD dan Pimpinan Fraksi-fraksi melakukan penilaian atas kemampuan dan kepribadian pada bakal calon dan melalui musyawarah atau pemungutan suara menetapkan sekurang-kurangnya dua calon Kepala Daerah dan dua calon Wakil Kepala Daerah yang akan dipilih satu diantaranya oleh DPRD dalam pemilihan Nama-nama calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur yang telah ditetapkan oleh Pimpinan DPRD dikonsultasikan dengan Presiden untuk memperoleh persetujuan Dengan keputusan Pimpinan DPRD ditetapkan nama-nama calon Bupati dan calon Wakil Bupati atau calon Walikota dan calon Wakil Walikota yang akan dipilih oleh DPRD Pemilihan calon Kepala Daerah dan calon Wakil Kepala Daerah dilaksanakan dalam Rapat Paripurna DPRD yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota DPRD. Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah • • Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ditetapkan oleh DPRD melalui tahap pencalonan dan pemilihan Untuk pencalonan dan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dibentuk Panitia Pemilihan Tugas Panitia Pemilihan : • • • Melakukan pemeriksaan berkas identitas mengenai bakal calon Melakukan kegiatan teknis pemilihan calon Menjadi penanggung jawab penyelenggaraan pemilihan. Setiap anggota DPRD dapat memberikan suaranya kepada 1 (satu) calon Kepala Daerah dan 1 (satu) calon Wakil Kepala Daerah.• • • Bersedia dicalonkan sebagai Kepala Daerah Berdomisili dalam wilayah Republik Indonesia sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun terakhir sebelum diajukan sebagai bakal calon Gubernur Berdomisili di Daerah Propinsi yang bersangkutan sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun terakhir sebelum diajukan sebagai bakal calon Bupati atau Walikota. Kepala Daerah mempunyai masa jabatan 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk sekali masa jabatan. Kepala Daerah dilantik oleh Presiden atau pejabat lain yang ditunjuk untuk bertindak atas nama Presiden . Proses Pencalonan : • • • • • • • • • • • • Masing-masing fraksi di DPRD melakukan kegiatan penyaringan bakal calon Setiap fraksi menetapkan pasangan bakal calon Kepala Daerah dan bakal calon Wakil Kepala Daerah dan menyampaikan pada Pimpinan DPRD pada Rapat Paripurna Khusus Dua atau lebih fraksi dapat secara bersama-sama mengajukan pasangan bakal calon Kepala Daerah dan bakal calon Wakil Kepala Daerah Dalam Rapat Paripurna khusus DPRD. dari calon yang telah ditetapkan oleh Pimpinan DPRD Calon Kepala Daerah dan calon Wakil Kepala Daerah yang memperoleh suara terbanyak pada pemilihan ditetapkan sebagai Kepala D aerah dan Wakil Kepala Daerah oleh DPRD dan diresmikan oleh Presiden. misi.

Bahwa saya akan selalu taat dalam mengamalkan dan mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara. dan Bahwa saya akan menegakkan kehidupan demokrasi dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara serta segala peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. anggota keluarganya. golongan tertentu. atau jika dipandang perlu oleh Kepala Daerah. dan Menjadi advokat atau kuasa hukum dalam suatu perkara di muka pengadilan. Menyampaikan pertanggungjawaban kepada DRD pada setiap akhir tahun anggaran Memberi pertanggungjawaban kepada DPRD. . kroninya. Kewajiban Kepala Daerah • • • • • • • • • • • • • Mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Memegang teguh Pancasila dan UUD 1945 Menghormati kedaulatan rakyat Menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan Meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat Menjaga dan memelihara ketentraman serta ketertiban masyarakat. Kepala Daerah Dilarang Untuk : • • • • • Turut serta dalam suatu perusahaan baik milik swasta ataupun milik negara. atau kelompok politiknya yang secara nyata merugikan kepentingan umum atau mendiskriminasikan warga negara dan golongan masyarakat lain Melakukan pekerjaan lain yang memberikan keuntungan bagi dirinya.• Sebelum memangku jabatannya. Temuan anda dapat anda sampaikan ke DPRD. Berperanlah !! Anda sebagai warga negara di daerah yang bersangkutan dapat melakukan pemantauan apakah Kepala Daerah melanggar laarangan-larangan di samping ini. atau dalam yayasan yang berbentuk apapun juga Membuat keputusan yang secara khusus memberikan keuntungan bagi dirinya. atau apabila diminta oleh Presiden. dan Mengajukan rancangan Peraturan Daerah dan menetapkannya sebagai Peraturan Daerah bersama dengan DPRD Memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD Wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun. saya bersumpah/berjanji: Bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Gubernur/Bupati/ Walikota dengan sebaik-baiknya. sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. Kepala Daerah mengucapkan sumpah/janji sbb : "Demi Allah (Tuhan). baik langsung maupun tidak langsung yang berhubungan dengan Daerah yang bersangkutan Menerima uang dan atau barang dan atau jasa dari pihak lain yang dapat diduga akan mempengaruhi keputusan atau tindakan yang akan dilakukannya. dapat diusulkan pemberhentiannya ke Presiden. Kepala Daerah yang ditolak pertanggung-jawabnnya oleh DPRD agar melengkapi dan/atau menyempurnakannya dalam jangka waktu 14 hari Kepala Daerah yang pertanggungjawabannya ditolak untuk kedua kalinya oleh DPRD. dan anda dapat mendesak DPRD untuk mengambil tindakan atas pelanggaran yang dilakukan Kepala Daerah.

sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya Bahwa saya akan selalu taat dalam mengamalkan dan mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara. Ditangan anda akan tumbuh pemerintah yang bersih dan berwibawa. Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah lainnya sesuai dengan kebutuhan Daerah Sekretariat Daerah • • • • Sekretariat Daerah dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sekretaris Daerah Propinsi diangkat oleh Gubernur atas persetujuan pimpinan DPRD dari pegawai negeri sipil yang memenuhi syarat.Pengawasan langsung yang dilakukan oleh rakyat sangat penting. Dinas . bersamaan dengan pelantikan Kepala Daerah Sebelum memangku jabatannya. Sekretaris Daerah Kabupaten atau Sekretaris Daerah Kota diangkat oleh Bupati atau Walikota atas persetujuan DPRD dari pegawai pegawai negeri sipil yang memenuhi syarat Sekretaris Daerah bertanggung jawab kepada Kepala Daerah. dan Bahwa saya akan menegakkan kehidupan demokrasi dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara serta segala peraturan perundng-undangan yang berlaku bagi Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia" Perangkat Daerah • Perangkat Daerah terdiri dari Sekretaris Daerah. Diduga melakukan makar dan perbuatan yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinyatakan dengan keputusan pengadilan Wakil Kepala Daerah • • • Disetiap Daerah terdapat seorang Wakil Kepala Daerah Wakil Kepala Daerah dilantik oleh Presiden atau pejabat lain yang ditunjuk. dan keterangannya atas kasus itu ditolak anggota DPRD. Kepala Daerah Diberhentikan Karena : • • • • • • • • Meninggal dunia Mengajukan permintaan sendiri Berakhir masa jabatannya dan telah dilantik pejabat yang baru Tidak lagi memenuhi sesuatu syarat-syarat di atas Melanggar ketentuan di atas Mengalami krisis kepercayan publik yang luas akibat dari suatu kasus yang melibatkan tanggungjawabnya. demi tegaknya peraturan dan mencegah penyalahgunaan wewenang oleh pejabat negara. Terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan hukuman setinggitingginya lima tahun. Wakil Kepala Daerah mengucapkan sumpah/janji sebagai berikut : "Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah/berjanji : Bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Wakil Gubernur/Wakil Bupati/Wakil Walikota dengan sebaik-baiknya.

yaitu Lurah. Lurah diangkat oleh Sekretaris Daerah Kota dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat Lurah menerima pelimpahan sebagian kewenangan pemerintahan dari Camat Lurah bertanggung jawab kepada Camat Pembentukan Kelurahan ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Peraturan Daerah lain dan perundangan yang lebih tinggi Peraturan Daerah dapat memuat ketentuan tentang pembebanan biaya paksaan penegakan hukum. Kelurahan • • • • • Merupakan perangkat Kecamatan yang dipimpin oleh Kepala Kelurahan. Camat diangkat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat Camat menerima pelimpahan sebagian kewenangan pemerintahan dari Bupati/Walikota Camat bertanggung jawab kepada Bupati atau Walikota Pembentukan Kecamatan ditetapkan dengan Peraturan Daerah. KEUANGAN DAERAH • • Penyelenggaraan tugas Pemerintah Daerah dan DPRD dibiayai dari dan atas beban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Penyelenggaraan tugas Pemerintah di Daerah dibiayai dari dan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Dana perimbangan di atas terdiri atas : . 5. Kepala Daerah menetapkan Keputusan Kepala Daerah Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah yang bersifat pengaturan umum diundangkan dengan menempatkannya dalam Lembaran Daerah. Peraturan Daerah dapat memuat ancaman pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. Peraturan Daerah tidak boleh bertentangan dengan kepentingan umum. Kecamatan • • • • • Merupakan perangkat Daerah Kabupaten/Kota yang dipimpin oleh kepala Kecamatan.• • • • Dinas adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah Dinas dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang diangkat oleh Sekretaris Daerah dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat Kepala Dinas bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah sesuai dengan bidang tugasnya Penyelenggaraan wewenang yang dilimpahkan Pemerintah pusat kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah pusat dalam rangka dekonsentrasi dilaksanakan oleh Dinas Propinsi..000. yaitu Camat.000. seluruhnya atau sebagian kepada pelanggar. PERATURAN DAERAH dan KEPUTUSAN KEPALA DAERAH • • • • • • DPRD bersama dengan Kepala Daerah menetapkan Peraturan Daerah dalam rangka penyelenggaaraan Otonomi Daerah.(Lima Juta Rupiah) dengan atau tidak merampas barang tertentu untuk Negara Untuk melaksanakan Peraturan Daerah.

dan penerimaan sumber daya alam sebagai berikut : Bidang MINYAK Pusat (%) 85 Propinsi Kab/Kota Penghasil Kab/Kota Lain GAS ALAM 70 Propinsi Kab/Kota Penghasil Kab/Kota Lain PERTAMBANGAN UMUM 20 Iuran tetap Propinsi Kab/Kota Penghasil Iuran eksplorasi & eksploitasi (royalti) Propinsi Kab/Kota Penghasil Kab/Kota Lain HUTAN 20 IHPH Propinsi Kab/Kota Penghasil Provinsi SDH Propinsi Kab/Kota Penghasil Kab/Kota Lain ALOKASI UMUM 75 Propinsi Daerah Kab/Kota REBOISASI PERIKANAN PBB BPHTB 60 20 10 20 40 80 90 80 25 2. .• • • Dana Alokasi umum Dana Alokasi khusus Bagian Daerah dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan.5 22. Bea perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.5 16 32 32 16 64 80 63 32 32 16 64 80 30 6 12 12 15 3 6 6 Daerah (%) • • • • Pinjaman Pemerintah Daerah dapat melakukan pinjaman dari sumber dalam negeri dan/atau dari sumber luar negeri untuk membiayai kegiatan Pemerintahan dengan persetujuan DPRD Sumber dana pinjaman yang berasal dari luar negeri harus mendapatkan persetujuan pemerintah pusat Barang milik Daerah yang digunakan untuk melayani kepentingan umum tidak dapat digadaikan dan dipindahtangankan.

Dana perimbangan 3. 1999 ini memberi peluang bagi Daerah untuk melakukan pinjaman ke luar negeri. Belum lagi hutang dalam negeri lewat obligasi. .APBD • • APBD ditetapkan dengan Peraturan Daerah selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah ditetapkannya APBN Perhitungan APBD ditetapkan dengan Peraturan Daerah. dan 4. Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan dalam pelaksanaan Dekonsentrasi • • • • • Pembiayaan dalam rangka pelaksanaan asas dekonsentrasi disalurkan melalui Departemen/Lembaga Pemerintah non Departemen yang bersangkutan Pertanggungjawaban atas pembaiyaan pelaksanaan asas dekonsentrasi sebagaimana dimaksud di atas oleh Perangkat Daerah Propinsi dilakukan langsung kepada Departemen/Lembaga Pemerintah non Departemen yang bersangkutan Administrasi keuangan dalam pembiayaan pelaksanaan asas dekonsentrasi dilakukan secara terpisah dari administrasi keuangan dalam pembiayaan asas desentralisasi Penerimaan dan pengeluaran yang berkenaan dengan pelaksanaan asas dekonsentrasi diadministrasikan dalam Anggaran Dekonsentrasi Dalam hal terdapat sisa lebih dari penerimaan terhadap pengeluaran dana dekonsentrasi. UU no. Ini membuat setiap warga negara Indonesia --tidak peduli orang tua maupun anak kecil-. Pendapatan asli daerah yaitu : • • • • Hasil pajak Daerah Hasil retribusi Daerah Hasil perusahaan milik Daerah Pendapatan lain-lain yang sah 2. Maka tidak akan mustahil krisis moneter yang dilakukan pemerintah pusat akan bergeser ke tingkat daerah. Kepala Daerah dengan persetujuan DPRD. Pinjaman Daerah. 7 juta. Lain-lain pendapatan yang sah Daerah dan Hutang… Hutang luar negeri Indonesia sampai tahun 1999 mencapai US$ 150 Milyar. dapat menetapkan Keputusan tentang : • • • Penghapusan tagihan Daerah sebagian atau seluruhnya Persetujuan penyeleseaian sengketa perdata secara damai Tindakan hukum lain mengenai barang dan milik Daerah Sumber pendapatan Daerah terdiri atas : 1. maka sisa lebih dana tersebut disetor ke Kas Negara. Jika perilaku berhutang yang dilakukan pejabat negara tidak mendapat pengawasan ketat. Kesemua itu menjadi faktor kunci krisis moneter di Indonesia. 22 dan 25 thn. selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah ditetapkannya APBD untuk tahun anggaran berjalan. Jika ditotal maka hutang negara (dalam dan luar negeri) mencapai US$ 220 Milyar.menanggung beban hutang sampai Rp. Lebih dari setengah APBN terpakai untuk membayar cicilan hutang luar negeri.

Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan dalam Pelaksanaan Desentralisasi • • • • • Semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi dicatat dan dikelola dalam APBD Semua penerimaan dan pengeluaran Daerah yang tidak berkaitan dengan pelaksanaan Dekonsentrasi atau Tugas Pembantuan merupakan penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi Anggaran pengeluaran dalam APBD tidak boleh melebihi anggaran penerimaan Daerah dapat membentuk dana cadangan guna membiayai kebutuhan tertentu dari sumber penerimaan Daerah Semua sumber penerimaan dana cadangan dan semua pengeluaran atas beban dana cadangan diadministrasikan dalam APBD Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan dalam Pelaksanaan Tugas Pembantuan • • • • • Pembiayaan dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan disalurkan kepada Daerah dan Desa melalui Departemen/Lembaga Pemerintah non Departemen yang menugaskannya Pertanggungjawaban atas pembiayaan pelaksanaan Tugas Pembantuan dilakukan oleh Daerah/Desa kepada Pemerintah pusat melalui Departemen/ Lembaga Pemerintah non Departemen yang menugaskannya Pembiayaan pelaksanaan Tugas Pembantuan dilakukan secara terpisah dari administrasi keuangan dalam pembiayaan pelaksanaan Desemtralisasi Penerimaan dan pengeluaran yang berkenaan dengan pelaksanaan Tugas Pembantuan diadministrasikan dalam Anggaran Tugas Pembantuan Dalam hal terdapat sisa anggaran lebih dari penerimaan terhadap pengeluaran dana Tugas Pembantuan. dapat dibentuk badan pengelolaan pembangunan Desa • • Desa dapat dibentuk. dihapus. dan digabung dengan memperhatikan asal-usulnya atas prakarsa masyarakat dengan persetujuan Pemerintah Daerah Kabupaten Pembentukan. penghapusan dan penggabungan Desa sebagaimana yang dimaksud di atas ditetapkan dalam Perda Pemerintahan Desa • • • Di Desa dibentuk Pemerintahan Desa dan Badan Perwakilan Desa Pemerintahan desa terdiri atas Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dan perangkat desa Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk Desa dan calon yang memenuhi syarat . maka sisa anggaran lebih tersebut disetor ke Kas Negara. KAWASAN PERKOTAAN • • Pemerintah Daerah Kota dan/atau Pemerintah Darah Kabupaten yang wilayahnya berbatasan langsung dapat membentuk lembaga bersama untuk mengelola kawasan perkotaan Dalam kawasan pedesaan yang direncanakan dan dibangun menjadi kawasan perkotaan di Daerah Kabupaten.

Termasuk mengingkari hak-hak masyarakat adat untuk mengorganisir dirinya. 22 thn. Ingatlah ! Kritik terhadap UU Pemerintahan di Desa (UU No. UU Pemda yang baru ini (No. Kepala Desa berhenti karena : • • • • • Meninggal dunia Megnajukan permintaan berhenti sendiri Tidak lagi memenuhi syarat dan/atau melanggar sumpah/janji Berakhir masa jabatan dan telah dilantik Kepala Desa yang baru Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku dan/atau norma yang hidup dan berkemang dalam masyarakat desa Pemberhentian Kepala Desa dilakukan oleh Bupati atas usul Badan Perwakilan Desa. Badan Perwakilan Desa . mengurus rumah tangganya sendiri dan kontrol mereka atas sumber daya alam. 1979) adalah penyeragaman pemerintahan di tingkat lokal. 5 thn. Dan menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan tugasnya kepada Bupati. 1999) ternyata masih mengingkari keberagaman struktur pemerintahan lokal tersebut dengan menyeragamkan sistem pemerintahan Desa. Ini jelas mengingkari fakta historis bahwa struktur pemerintahan tingkat lokal di seluruh Indonesia tidaklah seragam. Kewenangan Desa mencakup • • • Kewenangan yang sudah ada berdasarkan hak asal-usul Desa tersebut Kewenangan yang oleh peraturan perundangan yangberlaku belum dilaksanakan oleh daerah dan Pemerintah Tugas-tugas Pemerintahan yangditugaskan oleh Pemerintah pusat dan atau Pemerintah Kabupaten Tugas dan kewajiban Kepala Desa adalah : • • • • • • Memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Membina kehidupan masyarakat Membina perekonomian desa Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat Mendamaikan perselisihan Mewakili desanya didalam dan diluar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukumnya Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Kepala Desa bertanggung jawab kepada rakyat melalui Badan Perwakilan Desa.• Calon Kepala Desa yang terpilih dengan mendapatkan dukungan suara terbanyak. ditetapkan oleh Badan Perwakilan Desa dan diresmikan oleh Bupati Penyelenggaraan tugas Pemerintah Daerah dibiayai dari dan atas beban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

• • • • • Berfungsi membina adat istiadat. Pendapatan asli Desa. dapat mengajukan keberatannya kepada Pengadilan Tata Usaha Negara setelah terlebih dahulu mengajukan keberatan kepada Pejabat yang berwenang. meliputi : • • • • • • Retribusi Desa Hasil Usaha Desa Hasil Kekayaan Desa Hasil Swadaya dan Partisipasi Hasil Gotong Royong. DEWAN PERTIMBANGAN OTONOMI DAERAH Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah terdiri atas : • • • • Menteri Dalam Negeri Menteri Keuangan Menteri Sekretaris Negara. Pendapatan lain-lain yang sah 4. dan Menteri lain sesuai dengan kebutuhan . Selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah keputusan pembatalan atau penangguhan Peraturan Daerah atau Keputusan Kepala Daeah. Sumbangan dari pihak ketiga 5. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Pusat. peraturan tersebut ditangguhkan pelaksanaannya. dan Pungutan Desa 2. Pinjaman Desa PENGAWASAN DAN PEMBINAAN • • • • Pemerintah pusat dapat menangguhkan dan atau membatalkan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah yang bertentangan dengan kepentingan umum atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi Keputusan pembatalan atau penangguhan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah ini diberitahukan kepada Daerah yang bersangkutan dengan menyebutkan alasan-alasannya. Daerah yang tidak dapat menerima keputusan pembatalan atau penangguhan Peraturan Daerah atau Keputusan Kepala Daerah ini. meliputi : • • Bagian dari perolehan pajak dan retribusi Daerah Bagian dari dana perimbangan keuangan Pusat dan Daerah yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten 3. menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan desa Anggota Badan Perwakilan Desa dipilih dari dan oleh penduduk Desa yang memenuhi persyaratan Pimpinan Badan Perwakilan Desa dipilih dari dan oleh anggota Badan Perwakilan Desa bersama dengan Kepala Desa menetapkan Peraturan Desa Pelaksanaan Peraturan Desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa Pendapatan Desa terdiri atas : 1.

Kepala Desa menjalankan hak. 2. formasi dan persyaratan jabatan. wewenang dan kewajiban pimpinan pemerintahan Desa.Organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah Camat . 22/1999 1.Kepala Daerah menurut hierarki bertanggung jawab kepada Presiden melalui Mendagri . pembangunan dan kemasyarakatan. . membatalkan dan menangguhkan Peraturan Daerah atau Keputusan Kepala Daerah UU No. 5. Matriks Perbandingan antara UU No. penghapusan. Mendagri (untuk TK. yang lebih dikenal sebagai petugas ketertiban dengan kesan penuh kekerasan. dan merupakan penyelenggara dan penanggung jawab utama di bidang pemerintahan. Sedangkan DPRD sebagai Badan Legislatif Daerah. KETENTUAN LAIN-LAIN Dalam rangka menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum serta untuk menegakkan Peraturan Daerah dibentuk Satuan Polisi Pamong Praja. Pembentukan. 5/1974 1. . Daerah Otonom masing-masing berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah beserta perangkat Daerah Lainnya. Perangkat Daerah dibentuk sesuai dengan kebutuhan Daerah. Kepala Daerah menurut hierarki bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri 2. sebagai Badan Eksekutif Daerah. Rakyat di daerah tersebut mempunyai hak untuk memberi masukan ke DPRD atau Kepala Daerah agar perilaku polisi pamong praja lebih bersahabat dan mengayomi rakyat. I) dan Gubernur (untuk TK.Desa adalah suatu wilayah dengan sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat . 5/1974 dengan UU 22/1999 UU No.II) berwenang untuk mensahkan.Kepala Daerah wajib memberikan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD 6. susunan organisasi dan formasi Dinas Daerah ditetapkan dengan Perda sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri 4. . dan Perwakilan asosiasi Pemerintah Daerah Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah bertugas : • • • • Memberikan rekomendasi mengenai pembentukan. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah dan DPRD 3. sebagai perangkat Pemerintah Daerah Apa yang dapat Anda Lakukan ? Polisi Pamong Praja. berdasarkan pedoman dari Pusat untuk susunan organisasi.• • Pimpinan Komisi Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi Pemerintahan dalam negeri . 3. penggabungan dan pemekaran Daerah Otonom Memberikan rekomendasi mengenai perimbangan keuangan pusat dan Daerah Memberikan rekomendasi mengenai kemampuan Daerah Otonom untuk menjalankan kewenangan-kewenangan tertentu Dewan bertanggung jawab kepada Presiden. seperti penggusuran paksa pedagang kaki lima.

yang masih belum memahami substansi yang terkandung dalam kedua UU tersebut.Pelaksanaan Pinjaman . . 22 thn. tidak ada usaha nyata untuk 'menterjemahkan' substansi dan makna kedua UU tersebut sampai ke tingkat rakyat. penggabungan dan pemekaran daerah -Tentang Dana Perimbangan . nama batas dan Ibu kota . Untuk UU no. 1999 memerlukan 35 Aturan Pelaksanaan. 1999 saja setidaknya diperlukan 27 Aturan Pelaksanaan dimulai dari setingkat Undang-undang sampai ke tingkat Peraturan Daerah. Faktor berikutnya adalah kedua UU tersebut mensyaratkan banyak aturan pelaksanaan agar mandat dalam UU tersebut dapat dijalankan.Kewenangan daerah dan UU no. 25 thn.4. Dapatkah UU Otonomi Daerah segera dilaksanakan ? Pertanyaan di atas menjadi sangat penting mengingat baik UU no 22 maupun UU no. Berikut materi penting yang masih memerlukan aturan pelaksanaan lebih lanjut dalam kedua UU tersebut.Pedoman mengenai Pembinaan dan . Peraturan Daerah yang ditetapkan Daerah Otonom tidak memerlukan pengesahan terlebih dahulu oleh pejabat yang berwenang.Pengaturan kewenangan daerah di Negara wilayah laut . 5. UU no.Pengaturan tentang kawasan Otorita.Ketentuan mengenai tata Pengawasan atas penyelenggaraan cara penghitungan dan Otonomi Daerah penyaluran atas bagian Daerah dari Penerimaan . . Banyak pejabat di daerah --bahkan di pusat-. Kawasan Industri.Kepala daerah bertanggung jawab kepada DPRD.Pembentukan. 25 thn. 1999 akan segera diberlakukan di tahun 2000 ini. Kawasan Wisata dan kawasan-kawasan lainnya . Sementara sosialisasi materi kedua UU di atas masihlah belum dijalankan dengan mulus.Ketentuan mengenai Pajak dan Retribusi Daerah . Lebih parah lagi.Penghapusan. 22/1999 Materi yang perlu diatur . 6. Sehingga dapatlah segera dibayangkan bagaimana rakyat makin tertepikan dalam wacana perdebatan mengenai otonomi daerah.Kepala Daerah wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan pemerintah Daerah kepada Presiden melalui Mendagri. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adatistiadat setempat. Sementara UU no. 25/1999 Materi yang perlu diatur Tingkat Peraturan UU Ketentuan mengenai Pajak dan Retribusi Daerah PP .

Ketentuan Pokok-pokok .Pembentukan Kecamatan dan Kelurahan .Ketentuan mengenai PokokMilik Daerah pokok Pengelolaan keuangan Daerah .Ketentuan mengenai pengelolaan Kawasan Perkotaan . Selain karena ketergesaan dan kurang publikasi.Kewenangan daerah Kabupaten dan daerah kota di wilayah laut . 1999 tentang Pemerintah Daerah adalah pada pengaturan kewenangan di wilayah laut. Perubahan APBD dan Perhitungan APBD PERDA .Pembentukan dana cadangan . penghapusan dan penggabungan Desa " APBD.Pedoman tentang penyusunan. yaitu 1.APBD.Pembiayaan pelaksanaan Tugas Pembantuan . 22 Thn. Setidaknya ada empat area utama yang perlu diwaspadai dalam kewenangan di wilayah laut.Pelaksanaan pembiayaan Dekonsentrasi kewenangan propinsi .Tentang pembentukanBadan Usaha . Perubahan APBD. pengelolaan dan perubahan dan perhitungan APBD Pertanggungjawaban Keuangan Daerah . dan Perhitungan APBD Wewenang Pengelolaan Laut dan Otonomi Pemerintahan Daerah Salah satu dampak Keberadaan UU No. Substansi kewenangan di wilayah laut dalam UU ini termasuk yang sepi dari perdebatan sebelum disahkan. perhatian dan pemahaman terhadap wilayah laut memang minim pada pihak eksekutif maupun legislatif.Insentif fiskal dan non fiskal tertentu . yang berpotensi membawa konflik. Kewenangan Lembaga Kehadiran UU ini pada pelaksanaannya akan membawa perubahan wewenang .Pembentukan.Pelaksanaan ketentuan tentang informasi yg berkaitan dng keuangan Daerah Ketentuan mengenai Sekretariat Bidang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah KEPPRES Penetapan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah .Daerah .

dan bantuan penegakan keamanan dan kedaulatan negara. yang kekayaannya menjadi milik Daerah. terutama dengan padatnya praktek penangkapan ikan di perairan dekat pantai. pengaturan tata ruang. perhubungan. Kewenangan daerah di wilayah laut meliputi eksplorasi. konservasi. perikanan. karena menjamin kepastian berusaha. Perubahan mendasar dalam hal pengalihan wewenang kelembagaan. eksploitasi. sedangkan pengaturan tata ruang menjadi wewenang Daerah Propinsi. pariwisata. terutama dikaitkan pada saat merumuskan kebijakan daerah sebagai konsekuensi otonomi daerah. Bidang ini dapat dikatakan induk dari kewenangan pengelolaan di wilayah laut. Instansi vertikal di Propinsi dan Kabupaten/ Kotamadya. penanaman modal. karena kewenangan perencanaan tata ruang adalah kewenangan Pemerintah Pusat. dan beberapa bidang lainnya menjadi Perangkat Daerah. akan menjadi perangkat daerah di bawah Gubernur. Kegamangan ini akan menjadi serius. 1999 telah menetapkan batasan pemberian wewenang di wilayah laut sejauh 12 Mil dari garis pantai terluar kepada Daerah Propinsi. yang seringkali ditimpali oleh masuknya kapal besar milik pengusaha perikanan di wilayah tangkap tradisional. Seperti dijelaskan dalam UU ini. selain menangani kewenangan bidang-bidang pemerintahan. pertambangan. . Kanwilkanwil akan dihilangkan dan melebur menjadi Dinas-dinas. pada awalnya akan menimbulkan kegamangan aparat pemerintah. kesemua itu memerlukan peraturan lebih lanjut lewat Peraturan Pemerintah. Sementara nelayan tradisional yang bersarana tangkap seadanya bersaing ketat di wilayah tangkap yang padat. Namun. perdagangan dan industri serta pertanahan kini diselenggarakan oleh Daerah Kabupaten. pengaturan kepentingan administratif. pulau-pulau kecil serta kawasan konservasi pesisir dan laut. swasta dan masyarakat dalam menyikapi diterapkannya UU ini. Namun.2. Pemberian wewenang di wilayah laut akan berdampak pada wilayah pesisir (pantai) dan perairan didepannya. menjadi wewenang Kepala Daerah. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah pusat. karena selalu bersinggungan dengan bidang-bidang lain seperti bidang pariwisata. Pemberian batasan wewenang wilayah ini merupakan kebijakan positif. maka sumber daya perikanan Indonesia hanya menjadi lahan pengusaha perikanan besar di luar wilayah 12 Mil hingga Zona Ekonomi Eksklusif sejauh 200 Mil. 3. Dengan batasan hanya sejauh 4 Mil. wewenang Daerah Kabupaten di wilayah laut ditetapkan sejauh sepertiga wewenang Daerah Propinsi. penanaman modal dan perikanan. Wilayah sepanjang 4 Mil merupakan cakupan yang sangat kecil. kehutanan. Seharusnya masyarakat pesisir (nelayan tradisional) dilindungi aksesnya terhadap sumber daya perikanan dengan penetapan batas wewenang laut yang lebih luas lagi. Pasal 10 ayat 2 UU No. 22 Thn. konservasi. Ini artinya dinas-dinas terkait --yang mengurus konservasi. penyeragaman batas wewenang perlu diwaspadai mengingat kenyataan sumber daya di daerah dan pluralisme sistem pengelolaan laut yang dikelola rakyat (masyarakat adat). yang --tentu saja-sampai sekarang belum ada kabar beritanya. yakni sejauh 4 Mil. Perencanaan Tata Ruang Potensial konflik antara Pemerintahan Pusat dan Daerah dapat terjadi. Perencanaan tata ruang yang menjadi wewenang pemerintah pusat dapat merupakan indikasi tidak adanya perubahan mendasar terhadap wewenang daerah dalam prinsip desentralisasi Tentang Batas 12 Mil Undang-undang No. Di beberapa daerah tingkat persaingan antar nelayan sangat tinggi. Sementara bidang .bidang fungsional seperti perikanan. dan pengelolaan kekayaan laut sebatas wilayah laut tersebut. kelembagaan/ instansi di daerah. lingkungan hidup. 22 ini mengatur tentang bidang-bidang yang selama ini secara tumpang tindih ditangani oleh beberapa instansi/ departemen.

Raja Siregar]. pemerintah pusat --melalui menteri-menteri terkait-. maka seharusnya wewenang tersebut lebih didasarkan pada kenyataan asal-usul. Penjelasan Pasal 10 ayat 2 UU No.Sementara masyarakat adat yang telah turun temurun mengembangkan sistem pengelolaan kelautannya sendiri di beberapa wilayah pesisir Indonesia. khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam. sama sekali tidak mencerminkan semangat otonomi dan menghargai kemampuan lokal. Untuk bidang ini terbuka kemungkinan friksi dalam mengidentifikasikan batas wewenang. 1999 ini tidak mendefinisikan secara jelas SIAPA dan APA yang dimaksud dengan "penangkapan ikan tradisional" ini. Ada gambaran bahwa pemberian wewenang kepada Pemerintah Daerah kemungkinan menjadi sebuah kebijakan tarik ulur apabila Daerah dan Pusat mempunyai persepsi yang berbeda mengenai bidang-bidang tertentu yang menjadi wewenang Daerah. Selama ini. yang umumnya berdomisili di daerah Kabupaten. pemerintah yang menyatakan dirinya sebagai penjelmaan negara. Ketika Pasal 10 ayat 4 UU ini menyatakan bahwa pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan wewenang laut ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. juga tidak terakomodir dengan adanya batasan 12 Mil ini. Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah menurut asas ini.berpeluang untuk melakukan intervensi dalam pengelolaan sumber daya alam yang telah menjadi wewenang daerah. Karena produk hukum Peraturan Pemerintah adalah wewenang penuh pemerintah pusat. lingkungan hidup. Substansi terpenting. Bahkan kepentingan konservasi tak jarang juga menggusur masyarakat pesisir dari sumber dayanya. karena sering tidak diakuinya hak kepemilikan masyarakat pesisir yang telah turun temurun mereka jaga. tidak tersentuh secara transparan dalam UU ini. 22 Thn. menguasai dan mengelola sumber daya alam sekaligus menegasikan kepemilikan lahan yang menjadi milik masyarakat. Mengenai penangkapan ikan secara tradisional. Pengaruh kewenangan pemerintah pusat dalam bidang tertentu yang berhubungan dengan wilayah laut akan dilakukan melalui perencanaan pembangunan regional secara makro. Kepemilikan tersebut dengan gampang digusur oleh kepentingan investor wisata. Intervensi pusat ke daerah dapat pula dilakukan melalui pelimpahan wewenang dan asas dekonsentrasi. Wewenang Kepemilikan Laut Pengelolaan laut harus memberikan batasan yang jelas antara kepemilikan. E-LAW INDONESIA . wewenang pemanfaatan dan wewenang pengelolaan (antara masyarakat. Karena itu Penjelasan yang berbunyi :"Khusus untuk penangkapan ikan secara tradisional tidak dibatasi wilayah laut" selain akan memberi peluang bagi penanggulangan masalah di atas. yakni mengenai tenurial (hak kepemilikan) yang kemudian akan berhubungan dengan kebijakan tata ruang. Tenurial merupakan masalah penting. karena pengaturan tata ruang selalu berimplikasi pada bidang-bidang lain. Substansi mengenai tenurial ini akan tetap menjadi ruang gelap pengelolaan sumber daya alam yang berkesinambungan. swasta dan lembaga pemerintah). dan perencanaan tata ruang propinsi. 4. tetapi juga dapat menimbulkan kontroversi. maka intervensi pemerintah pusat akan semakin nyata. Proses produksi kebijakan yang terlalu memusatkan perumusan kebijakan oleh pusat. [P. Padahal pengelolaan laut di Indonesia sejak dahulu dilakukan oleh komunitas masyarakat. budidaya dan kepentingan bisnis lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->