LATAR BELAKANG

1.

LATAR BELAKANG Culture shock merupakan fenomena yang akan dialami oleh setiap orang yang melintasi dari suatu budaya ke budaya lain sebagai reaksi ketika berpindah dan hidup dengan orang-orang yang berbeda pakaian, rasa, nilai, bahkan bahasa dengan yang dipunyai oleh orang tersebut (Littlejohn, 2004; Kingsley and Dakhari, 2006; Balmer, 2009). Littlejohn, dalam jurnal yang ditulisnya, meyatakan bahwa culture shock adalah fenomena yang wajar ketika orang bertamu atau mengunjungi budaya yang baru. Orang yang mengalami culture shock berada dalam kondisi tidak nyaman baik secara fisik maupun emosional. Sebuah jurnal menceritakan seorang siswa yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah dan hendak melanjutkan ke universitas, untuk pertama dia akan bangga dan mempersiapkan dirinya untuk memnghadap lingkungan kuliah yang baru. Dia akan mempersiakan dirinya untuk bertemu dengan orang-orang baru, antusiasme untuk belajar agar menuai kesuksesan dalam lingkungannya yang baru. Namun, pada akhirnya siswa tersebut, terhadap lingkungan barunya mengalamai ketidaknyamanan hingga membuatnya tidak lagi ingin melanjutkan kuliahnya (Balmer, 2009). Dari jurnal ilmiah ini bisa disimpulkan bahwa setiap siswa menjadi wajar jika mengalami culture shock sebagai akibat perpindahannya dari lingkungan sekolah menengah yang lama ke lingkungan universitas yang baru. Kebiasaan-kebiasaan di lingkungan baru, seperti yang diungkapkan Balmer, dapat menyebabkan tekanan dan berakibat pada kompetensi akademik siswa tersebut. Akan menjadi negative kalau culture shock tersebut tidak teratasi, dalam hali ini orang gagal untuk meyesuaikan dirinya dengan lingkungan barunya, dan menjadi depresi (Littlejohn, 2004; Kingsley and Dakhari, 2006; Balmer, 2009). Dalam hal ini si siswa menjadi depresi dan tidak ingin masuk kuliah lagi. Berdasarkan jurnal penelitian yang telah disebutkan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa setiap mahasiswa akan mengalami culture shock dalam tahun pertama mahasiswa itu pindah dalam lingkungan universitas yang baru, seiring dengan usaha mahasiswa tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungan baru itu. Dalam salah satu jurnal disebutkan bahwa culture shock yang dialami oleh siswa dapat mempengaruhi proses akademik yang ditempuh siswa tersebut. Oleh karena itu, peneliti bermaksud untuk mengetahui dan membuktikan apakah mahasiwa FISIP UAJY angkatan 2008 juga mengalami culture shock dan apakah keadaan tersebut mempengaruhi motivasi belajar mereka. Lebih spesifik lagi, mahasiswa FISIP UAJY angkatan 2008 berasal dari berbagai daerah luar Jogja. Peneliti menganggap potensi culture shock yang akan dialami mahasiswa luar Jogja tersebut lebih besar dan lebih mudah diamati. Oleh karena itu lingkup penelitian dipersempit untuk mahasiswa angkatan 2008 yang berasal dari luar Jogja. 1. RUMUSAN MASALAH a) Apakah mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 mengalami culture shock? Seperti apakah bentuk culture yang telah mereka alami?

b) Apakah kondisi culture shock tersebut mempengaruhi motivasi kuliah mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008? Seperti apakah pengaruhnya? c) Apakah mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 telah mampu beradaptasi terhadap lingkungan baru mereka? Bagaimana motivasi kuliah mahasiswamahasiswa tersebut setelah mampu beradaptasi? 1. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis fenomena culture shock yang dialami oleh mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 dan pengaruh fenomena tersebut terhadap motivasi belajar mahasiswa. 1. MANFAAT PENELITIAN a) Secara praksis dapat dijadikan panduan atau bahan bacaan oleh mahasiswa baru yang akan berpindah dari lingkungan sekolah menengah yang lama ke lingkungan universitas yang baru. b) Secara akademis dapat menjadi penelitian awal yang dapat dikembangkan oleh peneliti selanjutnya. BAB II KAJIAN PUSTAKA Ketika kita masuk dan mengalami kontak dengan budaya lain, dan merasakan ketidaknyamanan psikis dan fisik karena kontak tersebut, kita telah mengalami gegar/ kejutan budaya/ culture shock (Mulyana, 2006; Littlejohn, 2004). Banyak pengalaman dari orang-orang yang menginjakan kaki pertama kali di lingkungan baru, walaupun sudah siap, tetap merasa terkejut begitu sadar bahwa disekelilingnya begitu berbeda dengan lingkungan lamanya. Orang biasanya akan merasa terkejut atau kaget begitu mengetahui bahwa lingkungan di sekitarnya telah berubah. Orang terbiasa dengan hal-hal yang ada di sekelilingnya, dan orang cenderung suka dengan familiaritas tersebut. Familiaritas membantu seseorang mengurangi tekanan karena dalam familiaritas, orang tahu apa yang dapat diharapkan dari lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Maka, .ketika seseorang meninggalkan lingkungannya yang nyaman dan masuk dalam suatu lingkungan baru, masalah komunikasi akan dapat terjadi (Mulyana, 2006). Gegar budaya (culture shock) adalah suatu penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan atau jabatan yang diderita orang-orang yang secara tiba-tiba berpindah atau dipindahkan ke lingkungan yang baru. Gegar budaya ditimbulkan oleh kecemasan yang disebabkan oleh kehilangan tanda-tanda dan lambang-lambang dalam pergaulan social. Misalnya kapan berjabat tangan dan apa yang harus kita katakan bila bertemu dengan orang, kapan

dan bagaimana kita memberikan tip, bagaimana berbelanja, kapan menolak dan menerima undangan, dsb. Petunjuk-petunjuk ini yang mungkin berbentuk kata-kata, isyarat-isyarat, ekspresi wajah, kebiasaan-kebiasaan, atau norma-norma, kita peroleh sepanjang perjalanan hidup kita sejak kecil. Bila seseorang memasuki suatu budaya asing, semua atau hampir semua petunjuk ini lenyap. Ia bagaikan ikan yang keluar dari air. Orang akan kehilangan pegangan lalu mengalami frustasi dan kecemasan. Pertamatama mereka akan menolak lingkungan yang menyebabkan ketidaknyamanan dan mengecam lingkungan itu dan menganggap kampung halamannya lebih baik dan terasa sangat penting. Orang cenderung mencari perlindungan dengan berkumpul bersama teman-teman setanah air, kumpulan yang sering menjadi sumber tuduhan-tuduhan emosional yang disebut stereotip dengan cara negatif (Mulyana, 2006). Sojourneys dan Settlers Ada perbedaan antara pengunjung sementara (sojourney) dengan orang yang mengambil tempat tinggal tetap, misalnya di suatu Negara (settler). Seperti yang dikatakan oleh Bochner: karena respek mereka terhadap pengalaman kontak dengan budaya lain berbweda, maka reaksi mereka pun berbeda. Settlers berada daalm proses membuat komitmen tetap pada masyarakat barunya, sedangkan sojourneys berada dalam landasan sementara, meskipun kesementaraannya bervariasi, antara turis dalam sehari, sampai mahasiswa dalam beberapa tahun (Samovar, 2000). Definisi Culture Shock Istilah culture shock pertama kali diperkenalkan oleh antropologis bernama Oberg. Menurutnya, culture shock didefinisikan sebagai kegelisahan yang mengendap yang muncul dari kehilangan semua lambing dan symbol yang familiar dalam hubungan social, termasuk didalamnya seribu satu cara yang mengarahkan kita dalam situasi keseharian, misalnya: bagaiman untuk memberi perintah, bagaimana membeli sesuatu, kapan dan di mana kita tidak perlu merespon (Mulyana, 2008). Banyak definisi dari para ahli tentang gegar budaya, namun pada initinya, jika kami menyimpulkan, gegar budaya adalah kondisi kecemasan yang dialami seseorang dalam rangka penyesuaiannya dalam lingkungan yang baru di mana nilai budaya yang ada tidak sesuai dengan nilai budaya yang dimilikinya sejak lama. Deddy Mulyana lebih mendasarkan gegar budaya sebagai benturan persepsi yang diakibatkan penggunaan pesepsi berdasarkan faktor-faktor internal (nilai-nilai budaya) yang telah dipelajari orang yang bersangkutan dalam lingkungan baru yang nilai-nilai budayanya berbeda dan belum ia pahami. Lingkungan baru dapat merujuk pada agama baru, sekolah baru, lingkungan kerja baru, dsb. Reaksi pada culture shock Reaksi terhadap culture shock bervariasi antara 1 individu dengan individu lainnya, dan dapat muncul pada waktu yang berbeda. Reasi-reaksi yang mungkin terjasi, antara lain:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

antagonis/ memusuhi terhadap lingkungan baru. rasa kehilangan arah rasa penolakan gangguan lambung dan sakit kepala homesick/ rindu pada rumah/ lingkungan lama rindu pada teman dan keluarga merasa kehilangan status dan pengaruh menarik diri menganggap orang-orang dalam budaya tuan rumah tidak peka

Tingkat-tingkat Culture shock (u-curve) Meskipun ada berbagai variasi reqaksi terhadap culture hock, dan perbedaan jangka waktu penyesuaian diri, Samovar, (2000) menyatakan bahwa orang biasanya melewati 4 tingkatan culture shock. Keempat tingkatan ini dapat digambarkan dalam bentuk kurva u, sehingga disebut u-curve. Fase optimistic, fase pertama yang digambarkan berada pada bagian kiri atas dari kurva U. fase ini berisi kegembiraan, rasa penuh harapan, dan euphoria sebagai antisipasi individu sebelum memasuki budaya baru Masalah cultural, fase kedua di mana maslah dengan lingkungan baru mulai berkembang, misalnya karena kesulitan bahasa, system lalu lintas baru, sekolah baru, dll. Fase ini biasanya ditandai dengan rasa kecewa dan ketidakpuasan. Ini adalah periode krisis daalm culture shock. Orang menjadi bingung dan tercengan dengan sekitarnya, dan dapat menjadi frustasi dan mudah tersinggung, bersikap permusuhan, mudah marah, tidak sabaran, dan bahkan menjadi tidak kompeten. Fase recovery, fase ketiga dimana orang mulai mengerti mengenai budaya barunya. Pada tahap ini, orang secara bertahap membuat penyesuaian dan perubahan dalam caranya menanggulangi budaya baru. Orang-orang dan peristiwa dalam lingkungan baru mulai dapat terprediksi dan tidak terlalu menekan. Fase penyesuaian, fase terakhir, pada puncak kanan U, orang telah mengertpi elemen kunci dari budaya barunya (nilai-nilai, adapt khusus, pola keomunikasi, keyakinan, dll). Kemampuan untuk hidup dalam 2 budaya yang berbeda, biasanya uga disertai dengan rasa puas dan menikmati. Namun beberapa hali menyatakan bahwa, untuk dapat hidup dalam 2 budaya tersebut, seseorang akan perlu beradaptasi kembali dengan budayanya terdahulu, dan memunculkan gagasan tentang W curve, yaitu gabungan dari 2 U curve. Deddy Mulyana menyebut gegar budaya sebagai suatu penyakit yang mempunyai gejala dan pengobatan tersendiri. Beberapa gejala gegar budaya adalah buang air kecil, minum, makan dan tidur yang berlebih-lebihan, takut kontak fisik dengan orang-orang lain, tatapan mata yang kosong, perasaan tidak berdaya dan keinginan untuk terus bergantung pada penduduk sebangsanya, marah karena hal-hal sepele, reaksi yang berlebihan

antara lain: 1. lebih sabar. dan akhirnya. Akhirnya pendatang telah memahami negeri pribumi dan menyesuaikannya. Pendatang sudah mulai menerima adatistiadat itu sebagai cara hidup yang lain. Orang masih bersemangat dan beritikad baik dalam menjalin persahabatan antarbangsa. walau kadang masih ada ketegangan sosial yang nantinya seiring dalam pergaulan sosialnya ketegangan ini akan lenyap. Intesitasnya dipengaruhi oleh faktorfaktor. dan saat-saat krisis akan segera berlalu. Bergaul dalam lingkungan-lingkungan baru tanpa merasa cemas. misalnya dengan mempelajari komunikasi lintas budaya. 2. Deengan berpartisipasi. dan mempelajari bahasa-bahasa asing. Tahap kedua dimulai ketika orang mulai menghadapi kondisi nyata dalam hidupnya. berteman dengan orang-orang dari budaya baru. Tidak lagi menimpakan kesulitan-kesulitan yang dialami sebagai salah penduduk pribumu atas ketidanyamanan yang dialaminya tetapi mulai menanggulanginya. 3. Pada tahap keempat. dan dengan sesame pendatang. Gegar budaya adalah fenomena yang alamiah. hingga akhirnya.terhadap penyakit yang sepele. hal ini bias dilakukan sebagai antisipasi cultureshock. Misalnya kesulitan rumah tangga. Gegar budaya sebenarnya merupakan titik pangkal untuk mengembangkan keprbadian dan wawasan budaya kita. Tahap pertama yang disebut tahap ‘bulan madu’ berlangsung dalam beberapa minggu sampai 6 bulan dimana kebanyakan orang senang melihat hal-hal baru. dengan mengingat bahwa akan ada tahappenyesuaian. banyak pula yang berhasi menyesuaikan diri dengan lingkunagan barunya. 4. dan orangorangnya. . baik internal (ciri-ciri kepribadian orang yang bersangkutan) maupun eksternal (kerumitas budaya baru atau lingkungan baru yang dimasuki). pengalaman adalah guru yang paling berharga. ambil bagian dalam kegiatan kultural. Deddy Mulyana juga memaparkan tahapan-tahapan penyesuaian orang terhadap lingkungan barunya yang hampir mirip dengan tahapan sebelumnya. Ada beberapa orang yang tidak dapat tinggal di negara asing. adat-istidatnya. kita dapat belajar banyak tentang kebudayaan tersebut. Menanggulangi Culture Shock Beberapa cara yang ditawarkan untuk menanggulangi culture shock. kesulitan transportasi dan fakta bahwa kaum pribumi tak menghiraukan kesulitan mereka. Tahap ketiga pendatang mulai menuju ke kesembuhan dengan bersikap positif terhadap penduduk pribumi. penyesuaian diri hampir lengkap. “ini masalahku dan aku harus menyelesaikannya”. belajar mengenai budaya baru. Pendatang menjadi agresif kemudian bergerombol dengan temanteman sebangsa dan mulai mengkritik negeri pribumi. keinginan yang memuncak untuk pulang ke kampung halaman. Namun. ketika pulang ke kampung halaman pun kebiasaan di negeri pribumi tersebut akan dibawa-bawa dan dirindukan. Derajat gegar budaya yang mempengaruhi orang berbeda-beda. ditandai dan dimulai dengan suatu sikap memusuhi dan agresif terhadap negeri pribumi yang berasal dari kesulitan pendatang dalam menyesuaikan diri.

1. Dengan demikian. Teknik analisis Teknik analisi data melalui pengkategorisasian data yang telah ditranskip untuk kemudian dilakukan juga reduksi data. Teknik Pengumpulan data a) Survei lapangan dengan kuesioner sebagai alat bantu. Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan tipe penelian kuantitatif yaitu penelitian yang berusaha mencari hubungan antara dua variable dan menggunakan data statistic dalam menjawab pertanyaan penelitian (Dorsten and Hotchkiss. tanpa harus mengorbankan nilai-nilai budaya kita sendiri. Dikarenakan sebagian kebenaran yang akan diteliti mungkin hanya bisa diperoleh secara probabilistic. Selain itu peneliti dalam mengumpulkan data juga melakukan studi pustaka baik dari media cetak maupun dari internet. realitas yang ada adalah realitas objektif. BAB III METODE PENELITIAN 1. 1. Di samping itu studi pustaka juga dilakukan untuk mendapatkan kerangka dasar teoritis dalam penelitian.sehingga kita dapat menjadi orang-orang yang luwes dan terampil dalam bergaul dengan orang-orang dari berbagai budaya. untuk sebagian observasi dan pengumpulan data. Data-data tersebut dianalisis berdasarkan kerangka teori yang ada untuk memperoleh kesimpulan. Data diperoleh adalah data kuantitatif. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . Peneliti bertindak sebagai pengamat yang hanya membuat kategori perilaku. mengamati gejala dan mencatatnya dalam buku observasi. 1. peneliti akan mengambil jarak dengan objek yang ditelitinya. b) Studi pustaka dilakukan untuk menunjang pengumpulan informasi atau data untuk menjawab masalah-masalah yang sudah dirumuskan. Data atau informasi yang didapat akan diolah dan ditranskip untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sumber Data Responden yang dipilih adalah mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008. sebagai realitas yang berada di luar diri peneliti. 2004). Hubungan variable yang ingin diketahui adalah pengaruh culture shock terhadap motivasi belajar mahasiswa. Sample data diambil secara acak atau random. Sementara data yang ada akan diekspresikan secara stastistic untuk mengetahui tingkat presentase culture shock yang dialami oleh mahasiswa.

Bentuk culture shock yang dialami oleh 83. Sementara.Sebagian besar mahasiswa mengaku mengalami fase optimistic baik yang mengalami culture shock maupun yang tidak merasakan culture shock yang cukup berarti. 12 orang merasa biasa saja sementara seorang lagi merasa sedih dan tertekan. ternyata 16.33% Bisa disimpulkan sebagian besar mahasiwa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 (lebih dari 80%) mengalami culture shock pindah ke Jogja. Hal ini menunjukan bahwa semakin mirip dan dekat budaya antara budaya asal dengan budaya baru maka kemungkinan terjadinya culture shock pun semakin kecil. 33% (24 mahasiswa) mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 : Bentuk Culture Shock yang Dialami Merasa tidak nyaman dan tidak betah tinggal di Jogja Mengalami kebingungan dan ketidaktahuan ingin berbuat apa di Jogja Kesulitan bergaul dan mencari teman Tertekan dan stress hingga sakit Ingin pergi meninggalkan Jogja Kehilangan jati diri/ merasa bukan siapa-siapa Merasa orang Jogja sangat tidak meyenangkan Mengurung diri dari lingkungan Bermasalah dengan makanan dan pola makanan di Jogja Jumlah Respoden 7 orang 9 orang 9 orang 5 orang 9 orang 5 orang 3 orang 6 orang 10 orang Bentuk-bentuk permasalahan di atas merupakan kondisi seseorang yang mengalami culture shock ketika berpindah ke lingkungan dengan budaya baru. Fase ini adalah fase di mana mahasiswa merasa senang dan tertantang ketika pertama kali pindah ke Jogja. setelah peneliti menganalisis data lebih jauh. semuanya berasal dari daerah Jawa Tengah. 16 orang responden merasakannya. Dari 30 sampling mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 yang dipilih secara random atau acak diperoleh data : Variable Mengalami culture shock Tidak mengalami culture shock Total Presentase pengalaman culture shock : Jumlah 25 5 30 83.67% mahasiswa yang menyatakan tidak mengalami culture shock dalam bentuk apapun. Seorang yang merasa sedih dan tertekan tersebut sebenarnya telah mengalami masalah kultural dalam culture shock. Permasalahan yang timbul . daerah yang terletak di dekat Jogja dan budayanya tidak berbeda jauh dengan budaya di Jogja. Seseorang mungkin mengalami lebih dari satu dari masalah tersebut di atas bahkan mungkin dapat mengalami kesemua bentuk permasalahan akibat culture shock di atas.

maka motivasi kuliah pun tidak menjadi persoalan. untuk dijadikan catatan. ketika mahasiswa mulai meyesuaikan dirinya dengan udaya baru di Jogja. 3. Setengah sample dari populasi yang diamati mengaku terganggu motivasi belajarnya karena mengalami culture shock sementara setengahnya tidak. Lebih lanjut lagi. 4. 12 orang yang mengaku tidak terganggu motivasi kuliahnya mengaku telah beradaptasi dengan budaya di Jogja.33% yang mengalami culture shock diperoleh data : Variable Mampu beradaptasi Belum mampu beradaptasi Total Presentase yang mampu beradaptasi: Jumlah 23 2 25 92% . Dari 83. 5. peneliti ingin mengetahui pengaruhnya terhadap motivasi belajar mahasiswa. 2. Malas datang kuliah Bolos kuliah Tidak bisa konsentrasi ketika kuliah Merasa tidak nyaman ikut kuliah dan ingin berhenti kuliah Nilai atau IP kuliah jeblok Dari 83. Namun. 52% mahasiswa terganggu motivasi belajarnya akibat culture shock sementara yang lain tidak berpengaruh. Berkaitan dengan 4 tahapan culture shock yang telah diuraikan dalam kajian pustaka. masalah-masalah tersebut di atas adalah masalah-masalah yang dialami mahasiswa ketika dalam fase masalah kultural. Gangguan terhadap motivasi belajar atau kuliah yang dialami mahasiswa (sekitar 53%)diantaranya adalah : 1.33% yang mengalami culture shock diperoleh data : Variable Terganggu motivasi belajarnya Tidak terganggu sama sekali Total Presentase yang terganggu motivasi belajar : Jumlah 13 12 25 52% Melalui data ini peneliti menyimpulkan bahwa culture shock relative berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa.akibat culture shock tersebut tidak hanya bersifat emosional namun juga segi pisik yang dapat menyebabkan apakah seseorang itu mengalami gangguan makan dan sakit. Jadi. Culture shock bisa dikatakan berpengaruh terhadap terganggunya motivasi belajar mahasiwa namun effektifitasnya tidak besar. Hasil penelitian menunjukan persentase yang hampir fifti-fifti.

sekitar 83. dan komunikasi itu berlangsung secara nyaman.Dari 92% (23 orang) yang mengaku telah beradaptasi dengan budaya baru di Jogja mengaku tidak lagi mengalami gangguan motivasi belajar/kuliah. 92% mahasiswa dari mahasiswa yang mengalami culture shock sadar bahwa mereka harus menerima budaya baru di Jogja jika ingin meyelesaikan konflik masalah cultural yang terjadi. Dengan beradabtasi dan meyesuaikan diri dengan budaya di Jogja mahasiswa merasa lebih nyaman tinggal di Jogja dan permasalahan motivasi kuliah yang terjadi terselesaikan. 1. Hal ini berarti. sementara usaha menghindar justru tidak membuat persoalan lebih baik bahkan tampak buruk. Mereka mengaku memilih menghindar dari masalah-masalah kultural yang dialaminya. Untuk komunikasi yang lancar dan effektif perlu adanya usaha untuk menghargai dan memahami serta menerima budaya orang lain. Ada pepatah mengatakan di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. kita akan tinggal di budaya itu. Di tahap ini mereka masih berupa kesadaran dan keinginan untuk beradaptasi dan disebut fase recovery. dari data di atas dapat disimpulkan bahwa ada 2 jenis manajemen konflik yang dilakukan mahasiswa yaitu beradaptasi dengan menerima dan memahami budaya di Jogja sedangkan yang satunya lagi menghindar. Sementara 8% (2 orang) dari mahasiswa yang mengalami culture shock yang mengaku belum mampu beradaptasi dengan budaya baru di Jogja mengaku masih mengalami gangguan kuliah dan merasa tidak nyaman hidup di Jogja.33%. Di sinilah mereka mengalami fase penyesuaian setelah sebelumya mengalami fase recovery. Dari perasaan tidak nyaman ringan hingga depresi. Sebagian besar mahasiswa perantauan FISIP UAJY angkatan 2008 megalami fase optimistic di mana mereka merasa senang dan tertantang ketika awal berpindah ke Jogja. yang jelas. Menghargai dan menerima segala keanekaan/ keheterogenan budaya yang ada mempermusdah kita beradabtasi dengan budaya yang baru yang akan memperlancar komunikasi yang terjadi. kesimpulan akan dibuat dalam bentuk pointer. untuk terjalinnya komunikasi yang effektif dan lancar kita harus menerima dan meyesuaikan diri dengan budaya tempat kita berada. 2. Sekali lagi. apalagi masalah cultural tersebut telah mengganggu motivasi kuliah mereka. Mereka mengalami beberapa masalah kultural baik secara fisik maupun emosional. Dari pola makan yang tidak teratur hingga mengalami sakit. Sebagian besar mahasiswa. Terlebih. Namun. artinya mereka tindak lagi merasa tidak nyaman dan tidak lagi mengalami masalah kultural. jika orang ingin hidup nyaman dan berhasil di lingkungan yang baru maka mau tidak mau ia harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan baru tersebut. mengalami culture shock. Setelah mereka berhasil beradabtasi. di sinilah fase adabtasi telah berhasil mereka lakukan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Untuk memperinci dan memperjelas hasil yang didapat dari penelitian ini. .

Terlebih. Jika orang ingin hidup nyaman dan berhasil di lingkungan yang baru maka mau tidak mau ia harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan baru tersebut. Dari malas dan bolos kuliah hingga tidak ingin ikut kuliah lagi. banyak data dari responden yang menjawab kuesioner terkesan main-main atau kurang serius dalam menjawabnya menjadikan penelitian ini jauh dari sempurna. Dari tidak bisa konsentrasi belajar hingga nilai atau IP jeblok. 7. Ada pepatah mengatakan di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. 6. Setengah sample dari populasi (52%) yang diamati mengaku terganggu motivasi belajarnya karena mengalami culture shock sementara setengahnya tidak. Namun. Untuk itu perlu dilakukan penelitian ulang atau penelitian lanjutan untuk memperbaiki dan melengkapi penelitian ini. 16. 5. ketika mahasiswa mulai meyesuaikan dirinya dengan udaya baru di Jogja. maka motivasi kuliah pun tidak menjadi persoalan. dapat disimpulkan semakin mirip dan dekat budaya antara budaya asal dengan budaya baru maka kemungkinan terjadinya culture shock pun semakin kecil. Dari 92% (23 orang) yang mengaku telah beradaptasi dengan budaya baru di Jogja mengaku tidak lagi mengalami gangguan motivasi belajar/kuliah. 12 orang yang mengaku tidak terganggu motivasi kuliahnya mengaku telah beradaptasi dengan budaya di Jogja. untuk dijadikan catatan. Atas kekurangan dan kelemahan penelitian ini.3. Variable dalam penelitian ini dapat diganti maupun ditambah. Jadi. kita akan tinggal di budaya itu. ganggua motivasi belajar/kuliah mahasiswa ada beberapa macam. 4. jumlah data yang berhasil diperoleh masih sedikit. Dengan beradabtasi dan meyesuaikan diri dengan budaya di Jogja mahasiswa merasa lebih nyaman tinggal di Jogja dan permasalahan motivasi kuliah yang terjadi terselesaikan. Sementara 8% (2 orang) yang mengaku belum mampu beradaptasi dengan budaya baru di Jogja mengaku masih mengalami gangguan kuliah dan merasa tidak nyaman hidup di Jogja. SARAN Dikarenakan waktu penelitian yang terlalu singkat. DAFTAR PUSTAKA . 67 mahasiswa yang tidak mengalami masalah kultural (culture shock) yang berarti berasal dari daerah sekitar Jogja yang tidak terlalu berbeda budayanya dengan budaya di Jogja. peneliti mohon maaf. Data yang fifti-fifti menunjukan bahwa pengaruh terhadap motivasi belajar relatif tidak terlalu besar tetapi juga tidak kecil. Terlebih lagi. Untuk komunikasi yang lancar dan effektif perlu adanya usaha untuk menghargai dan memahami serta menerima budaya orang lain. Sehingga. 8. sementara usaha menghindar justru tidak membuat persoalan lebih baik bahkan tampak buruk. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa ada 2 jenis manajemen konflik yang dilakukan mahasiswa yaitu beradaptasi dengan menerima dan memahami budaya di Jogja sedangkan yang satunya lagi menghindar.

Larry A. USA: Pearson Prentice Hall. Mulyana. 2004.suite101. Masalah yang Dibahas Kasus penggusuran paksa pemukiman atau rumah-rumah penduduk serta kasus penggusuran paksa yang terjadi pada pedagang kaki lima seringkali tidak berkemanusiaan dan tidak adil.2008. Porter. Though it can be very difficult for some. Deddy. Linda E. Bandung : Rosda. Belmont : Wadsworth. Samovar. Intercultural Communication A Reader. Culture Shock.2006. Experiencing Culture Shock in College.thefreelibrary. Paduan Berkomunikasi dengan Orang. and J.com/article. Komunikasi AntarBudaya. 2000. Deddy. Participation Helps Students Adapt to an Unfamiliar Lifestyle. you are likely to experience a certain degree of culture shock. Balmer. Research Methods and Society. 2004. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar Edisi Revisi. and Lawrence Hotchkiss. Culture shock management: when you move to a new place. Publication in Swiss News (http://www.Orang Berbeda Budaya. Bandung : Rosda. Mulyana. 2006. it is a worthwhile experience.Dorsten. 2009.cfm/understanding_and_coping_with_culture_sho ck ) Littlejohn. Simone. Konteks Pancasila yang Dipermasalahkan 1) • Sila Pancasila yang Diangkat Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab . Ninth Edition. & Richard E. Oni Dakhari. (http://campuslife. Starr. Foundations of Social Inquiry.com/Culture+shock+management %3a+when+you+move+to+a+new+place%2c+you+are…-a0119267612) Kingsley Richard S.

Kenyataannya. apakah kemiskinan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dapat menjadikan Indonesia sebagai negara gagal??(Tim Peneliti PSIK. dan papan. 4. Papan. Manusia dan masyarakat tidak hidup hanya dengan perdamaian. 2008). 2006) Latar Belakang Masalah Pancasila dan UUD’45 menyatakan Indonesia sebagai negara kesejahteraan.• Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Pembukaan UUD’45 Alinea ke-4 2) Yang berisikan tujuan Negara untuk menyejahterakan dan menjaga keadilan sosial. Dalam hal ini kesejahteraan dan kemakmuran rakyat sebagai tujuan negara. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. 3. 2. Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat…. Manusia menjadi makmur sekurang-kurangnya apabila ketiga kebutuhan tersebut terpenuhi. bertempat tinggal. sebagai tempat berlindung menjadi kebutuhan hakiki manusia. 5) Pasal 28H UUD’45 1. tidak semua rakyat Indonesia sejahtera. Pertanyaannya : Apakah kenyataannya semua warga Indonesia telah memperoleh kemakmuran??Masihkan terdapat kemelaratan di dalam negeri kita??Hal ini . Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. pangan. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. (UUD’45 dan Amandemennya. dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan 2. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. termasuk kebutuhan akan sandang.. Kesejahteraan adalah hak rakyat. 3. 3) Pasal 40 Undang Undang HAM nomor 39 tahun 1999 Pasal itu mengatur mengenai hak setiap orang untuk memiliki tempat tinggal yang layak 4) Pasal 34 UUD’45 1. Lalu. Setiap orang berhak memiliki hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. melainkan juga dengan terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari.

sementara penduduk lainnya menderita serba kekurangan. Benarkah keadilan yang diterapkan pemerintah itu menyejahterakan? Benarkah pembangunan selalu ditujukan bagi kesejahteraan rakyat? Sering kali. Bukan hanya teorinya saja tetapi pelaksanaannya pun harus diawasi dan diatur sedemikian rupa agar tidak melenceng dari tujuan tadi. Di mana ada belas kasihan untuk menolong orang-orang yang bermasalah dan berkekurangan. Kemakmuran tidak dapat diharapkan dari pemerintah semata-mata. Biasanya ketidakadilan sosial itu bersifat struktual. dalam pelaksanaannya sudah ada prosedure yang jelas dan sah dari pemerintah atau pejabat yang berwenang. kita terpanggil untuk ikut mengusahakan kemakmuran. pertanyaannya adalah : Sudah sejahterakah semua pihak?Sudah adilkah bagi semua pihak?Karena terus terang. Keadilan sosial menjadi maslah di banyak tempat. Humanitarianisme lahir karena kemiskinan dan konflik yang melanda masyarakat. artinya: merupakan kenyataan yang diakibatkan oleh struktur sosial-politikekonomi yang berlaku Namun. tidak ada kompensasi yang cukup atau memadai yang diberikan pada korban atau warga yang rumahnya terkena penggusuran. 1990: 74-89). Karena itu. 2005:183). Sistem ekonomi yang ada disusun dengan tujuan tersebut. Berbicara soal kasus penggusuran paksa yang terjadi. Pemerintah lebih layak dilihat sebagai pelengkap usaha warga masayarakat sendiri. kita perlu sadar bahwa ekonomi akhirnya menjadi tanggung jawab kita bersama. terutama yang menderita kekurangan dalam halhal yang paling mendasar (Hadiwardoyo. apapun sistem ekonomi yang dipilih oleh pemerintah. Untuk penataan kota yang diharapkan lebih tertata rapi dan tertib. area pemungkiman kumuh dan liar digusur aparat. sebab hal itu menyangkut kebutuhan kita sendiri. sedang tujuannya adalah pembangunan dan perdamaian dengan prinsip-prinsip kemanuasiaan. (Masruri. sebagai makhluk sosial kita ikut memperhatikan pula kebutuhan sesama. Sebagai individu kita mau berusaha mencukupi kebutuhan dengan kemampuan dan jerih payah sendiri. biasanya. Kita coba mengkaitakannya dengan sisi kemanusiaan. berdasarkan studi kasus yang telah kami lakukan. Pemerintah mengatur hal-hal yang belum dapat ditangani oleh warga masyarakat sendiri. definisi ’adil’ itu sangat relatif. Harus ada keadilan sosial dalam kesejahteraan sosial. Karena berbagai ketimpangan yang terjadi di negeri ini cukup menunjukkan degradasi komitmen keadilan sosial dalam proses pembangunan. maupun bagi sesama warga masyarakat lain. Nah.terkait dengan kehidupan ekonomi di mana pemerintah mengaturnya dengan menerapkan sisitem ekonomi yang ada. kami menemukan kasus pengusuran paksa yang terjadi lebih banyak melanda kaum miskin. baik bagi keluarga kita sendiri. tentu saja. Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyatnya. Namun. sebagai warga masyarakat. Namun. Untuk mewujudkan negara yang adil dan sejahtera akan sangat penting jika pemikiran-pemikiran tentang kemanusiaan ditumbuhkembangkan. Contohnya kasus-kasus penggusuran daerah kumuh di sekitar TPS yang terjadi di Jakarta. yang jadi masalah di sini adalah. Kita tentu berharap pembangunan yang dideklarasikan menampilkan wajah kemakmuran. Ada kesenjangan yang besar antara penduduk yang menikmati kekayaan dan kekuasaan. Tidak disediakannya tempat tinggal baru yang lebih layak huni sebagai upaya pemerintah untuk meyejahterakan rakyatnya. yang dipertanyakan di sini : Adakah sisi kemanusiaan dari kebijakan pemerintah ini? Apakah kebijakan pemerintah yang menggusur lahan atau tanah tersebut .

Secara tegas Komisi HAM PBB menyatakan bahwa praktek penggusuran paksa merupakan pelanggaran HAM. Namun mengingat hak asasi manusia saling terkait. Alasan Penggusuran Paksa • • • • adanya proyek pengembangan dan pembangunan infrastruktur adanya event internasional. seperti konferensi atau pertandingan olah raga internasional adanya penataan ulang dan upaya untuk mempercantik daerah perkotaan (sering terjadi di Indonesia. polisi dan tentara. hak untuk tidak dicampuri urusan pribadi. Penggusuran paksa secara langsung melanggar hak tiap orang atas perumahan yang layak. hukum harus ditegakkan karena mereka yang digusur tersebut membangun rumahnya secara ilegal dengan menempati tanah negara atau tanah milik orang lain. Alasan utama Pemda DKI Jakarta melakukan penggusuran adalah untuk menegakkan hukum dan ketertiban.mempertimbangkan kesejahteraan masayarakat yang menjadi korban penggusuran? Lebih miris lagi kalau ternyata tanah atau arena hasil penggusuran itu oleh pemerintah malah dibuat proyek-proyek yang memihak pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. tetapi jika menyangkut orang kecil hukum dibuat tegak. untuk selamanya atau sementara. keluarga dan rumahnya. Banyak sekali pelanggaran hukum di wilayah DKI Jakarta yang dibiarkan begitu saja. khusunya di daerah Jakarta) adanya pertikaian politik yang mengakibatkan pembersihan etnis dari keseluruhan komunitas/kelompok Posisi Masyarakat yang Digusur Masyarakat yang tergsusur merupakan Korban Kapitalisme. Hak-hak tersebut antara lain hak untuk hidup. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Adalah tidak dapat dipungkiri . Kebijakan Pemda tersebut sangat ironi. tidak tangung-tanggung Pemda mengerahkan ribuan aparat tramtib. maka hukum melempeng. tanpa penyediaan atau akses pada prosedur hukum yang benar maupun perlindungan yang diperlukan. hak atas keamanan pribadi. meskipun belum tentu mereka bersalah. yang meliputi pula hak-hak sipil dan politik. Definisi penggusuran paksa Penggusuran paksa (forced eviction) didefinisikan sebagai: Pemindahan individu. serta hak untuk dapat menikmati harta bendanya. keluarga dan/atau komunitas secara paksa (di luar kehendak) dari rumah dan/atau tanah yang telah mereka tempati. miras dan prostitusi. maka penggusuran paksa juga melanggar hak-hak lain. Menurut Pemda. Hal tersebut menunjukkan bahwa jika pelanggaran hukum dilakukan oleh orang-orang yang berpunya. Malah warga yang memberantas sarang maksiat tersebut ditangkap dan dijatuhi hukuman. Untuk merealisasikan penegakkan hukum tersebut. misalnya perjudian.

pekerjaan apa yang dapat mereka lakukan untuk menghidupi keluarganya. Masalahnya lagi para pejabat yang berwenang membiarkan keadaan para korban tanpa pertolongan. Sehingga yang terjadi bukannya negara mengurusi fakir miskin tetapi mengurusi kepentingan para pemilik modal. Bahkan dalam tataran aplikasinya. . Ke mana mereka tinggal setelah rumahnya digusur. memiliki kecerdasan yang berbeda. tetapi menjadi urusan pemerintah. Para pemilik modal yang memiliki kekuatan ekonomi dapat mempengaruhi kebijakan politik dan ekonomi pemerintah untuk kepentingan mereka. Misalnya hukum tentang pertanahan yang memberikan kesempatan luas kepada para pemilik modal atau orangorang kaya untuk memiliki tanah seluas-luasnya meskipun tanah tersebut dibiarkan begitu saja terbengkalai. Ketidakkonsistenan hukum terjadi karena adanya pertentangan substansi antara satu produk hukum dengan produk hukum lainnya. dan apakah mereka mendapatkan makanan atau tidak. Inilah kondisi sistem hukum di Indonesia yang mudah disetir untuk kepentingan sekelompok orang.bahwa hukum di Indonesia dibuat oleh DPR bersama dengan pemerintah. Mereka digusur dengan cara yang bengis. dan membawa kepentingan yang berbeda pula hanya akan menghasilkan hukum yang lemah dan tidak konsisten. hukum bisa dipermainkan seusai kepentingan. sehingga terjadi pemusatan pemilikan tanah pada segilintir orang saja. penggusuran terjadi karena adanya kepentingan ekonomi orang-orang kuat terhadap tanah yang digusur. termasuk mempengaruhi keputusan pengadilan. Akan tetapi pada tingkatan hukum yang lebih rendah tidak ada pengaturan bagaimana fakir miskin dan anak-anak terlantar tersebut dipelihara oleh negara. harta mereka banyak hilang atau hancur bersama hancurnya rumah mereka. bahkan mereka dianggap sampah. bagaimana mengembalikan harta mereka yang hilang. Justru sebaliknya undang-undang dan peraturan pemerintah yang lahir meminggirkan masyarakat lemah. Perekonomian Indonesia secara konsep dan praktis berkiblat ke Barat. tempat usaha dan pertanian menjadi sangat terbatas. Dalam aspek ekonomi. Banyak sekali undang-undang dan peraturan pemerintah di bidang ekonomi yang menguntungkan para pemilik modal dan orang-orang kaya. setiap parta politik memiliki agenda masing-masing yang sangat rawan disusupi oleh kepentingan para pemilik modal. Misalnya dalam UUD 1945 disebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. dengan campur tangan IMF dan Bank Dunia. Kelemahan hukum itu bisa dilihat dari substansi hukum yang tidak dapat memecahkan problematika kehidupan masyarakat. Artinya di sini berlaku hukum rimba. Seperti yang dialami oleh ribuan korban penggusuran. Adapun mengenai bagaimana kondisi para korban kepentingan mereka. Sesudah itu pemerintah membiarkan mereka begitu saja keadaan mereka. Yang fatal lagi adalah setiap anggota parlemen dan pejabat pemerintah. bukanlah persoalan mereka. Mereka juga bisa menyusupkan kepentingannya dalam undangundang dan peraturan. bagaimana anak-anak mereka bisa sekolah. Akibatnya kesempatan sebagian masyarakat memiliki dan memanfaatkan tanah untuk tempat tinggal. Maka tidak heran undang-undang dan peraturan yang lahir cenderung merugikan negara dan rakyat banyak. Sehingga kebijakan ekonomi Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan sistem ekonomi Kapitalis. Dalam prinsip ekonomi ini. siapa yang kuat dialah yang menang. beberapa undang-undang yang berkaitan dengan ekonomi drafnya dibuat oleh para konsultan asing. Di era reformasi sekarang. Kemudian anggota parlemen yang pemikirannya berbeda-beda. Melalui proses inilah kemudian kepentingan-kepentingan mereka direalisasikan.

Fakta tersebut membuktikan bahwa tidak ada jaminan pemenuhan kebutuhan hidup mereka bagi setiap warga negara indonesia di manapun mereka berada. pangan. Kesejahteraan yang adil adalah hak setiap warga negara. misalnya. Dalam alur semacam itu. ketimpangan tidak akan begitu tampak mencolok. Kasus yang kita bahas adalah yang berkaitan dengan ’papan’ sebagai kebutuhan hakiki manusia untuk hidup. tidak disediakannya tempat tinggal baru yang lebih layak huni. dan papan. Aspek keadilan sosial sebagai ujung proses pembangunan dengan demikian harus menjadi pijakan utama dalam sebuah kebijakan publik dan bukan semata-mata hanya soal kemakmuran ekonomi. belum tercipta secara real dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Republik Indonesia didirikan dengan menempatkan ideologi keadilan sosial sebagai tujuan akhir setiap proses pembangunan. Namun. dan komunitas rakyat. Mereka akan diperhatikan penguasa atau elit politik. ketidaksejahteraan sebagian besar masyarakat Indonesia di berbagai tempat kiranya cukup menjadi bukti bahwa negara kerap gagal menyelamatkan sendi-sendi sosial kehidupan rakyatnya. yang ekonominya dipandu garis ekonomi pasar sosial. Di Jerman berlaku kebijakan pajak progresif yang sangat merisaukan individu dengan . Dengan demikian. Mereka kerap dipaksa bertarung dengan sebuah sistem yang tidak adil sejak awalnya. Ia juga menjadi bukti struktur relasi yang tidak seimbang antara negara. barangkali kita bisa sedikit mencontoh beberapa negara Eropa. komitmen keadilan dan detak kesejahteraan sosial sebagai filsafat politik yang mendasari berdirinya negara ini perlu terus-menerus diawasi dan diprioritaskan. Adil. warga dipaksa keluar namun sering kali kesejahteraan terhadapnya diabaikan. Hal ini penting untuk melindungi keberadaan rakyat kecil yang teramat sering tersisih dari proses pembangunan. institusi modal. Orang dikatakan sejahtera apabila telah terpenuhinya kebutuhan sandang. Mereka dianggap sampah kepentingan ekonomi. Apakah kenyataannya fakir miskin dilindungi negara?? Analisis sebagai Negara Kesejahteraan.bukanlah urusan pemerintah. tidak ada kompensasi yang cukup. Penggusuran paksa yang merampas ’papan’ masyarakat Indonesia tanpa kompensasi yang adil tentu tidak sesuai dengan ideologi bangsa dan jauh dari konsep kesejahteraan yang dijanjikan negara. keadilan sosial merupakan filsafat politik yang melandasi berdirinya negara ini. jika datang masa para penguasa memerlukan dukungan mereka untuk mempertahankan kekuasaannya. Beberapa kasus penggusuran paksa hanyalah contoh kecil poros kesejahteraan sosial dan komitmen keadilan yang sering diabaikan negara dalam setiap pengambilan kebijakan. Dalam kasus penggusuran paksa. Misalnya. Jerman dan Prancis. Sudah merupakan hak asasi manusia untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Keberadaan ’papan’ dijamin oleh negara melalui UUD’45 dan Pancasila. Negara harus meneguhkan dan mengayunkan kembali cita-cita keadilan sosial terhadap rakyat yang selama ini menjadi bagian dari eksistensinya. Namun dalam realitasnya. Dari situlah. Mereka yang mendapatkan hidup layak adalah mereka yang dapat membayar. Di negara-negara tersebut. Keadilan sosial berorientasi pada tujuan negara yang menyejahteraan seluruh rakyat Indonesia. cita-cita luhur tersebut masih berupa cita-cita dan impian. Di mana konsep negara kesejahteraan tidak hanya sebagai ’pajangan tertulis’ namun betul-betul direalisasikan. dan Berkemanusiaan.

dibiarkannya distribusi kekayaan pada pada mekanisme kekuatan permintaan dan . tidak adanya jaminan hidup dan pemenuhan kebutuhan pokok setiap angota masyarakat. dan menyediakan bantuan hukum bagi warga tergusur yang memerlukan untuk menuntut ganti rugi di pengadilan.potensi meraup keuntungan ekonomi amat banyak. dan lain-lain. Kekeliruan sistemik tersebut antara lain mengenai hukum tanah. Harapan rakyat adalah agar pembangunan harus selalu ditujukan untuk kepentingan kesejahteraan seluruh rakyat bukan untuk kepentingan kesejahteraan suatu kelompok tertentu dengan alasan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. penggusuran harus menerapkan prosedur perlindungan bagi warga tergusur. ibu melahirkan. ia juga merupakan cermin kegagalan institusi pengambil kebijakan untuk menjalin dialog yang lebih arif. memberikan informasi yang memadai dan masuk akal bagi setiap orang yang tergusur serta menyediakan waktu yang cukup masuk akal sebelum tanggal penggusuran yang dijadwalkan. yaitu: menyediakan kesempatan untuk melakukan musyawarah dengan masyarakat tergusur. pendidikan gratis. tidak melakukan penggusuran dalam cuaca buruk atau di malam hari. Pajak yang dikumpulkan akan disebarkan kembali ke rakyat dalam bentuk berbagai kebijakan publik seperti tunjangan pengangguran. Apabila mereka yang terkena dampak penggusuran tidak mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri. Penggusuran harus sebisa mungkin dihindarkan. Menerapkan prosedur perlindungan. Lebih dari itu. petugas pemerintah harus mengambil seluruh langkah yang sesuai untuk memastikan tersedianya alternatif yang memadai. Penggusuran tidak boleh menyebabkan seseorang atau sebuah keluarga menjadi tidak memiliki tempat tinggal (tuna wisma). Merubah Paradigma. tidak melakukan penggusuran tanpa menunjukan identitas yang jelas (petugas pemerintah yang bertanggung jawab atas penggusuran tersebut harus hadir di tempat penggusuran. serta dapat berfungsi untuk mengontrol keadaan apabila penggusuran paksa dilakukan. Peraturanperaturan tersebut harus: memberikan jaminan keamanan untuk menempati rumah dan tanah. Kita tentu berharap pembangunan yang digelontorkan menampilkan wajah kemakmuran. Karena berbagai ketimpangan yang terjadi di negeri ini cukup menunjukkan tergerusnya komitmen keadilan sosial dalam proses pembangunan. Tentu permasalahan di atas terjadi sebagai akibat kesalahan sistemik. Mencegah terjadinya tuna wisma. Dalam penggusuran tetap saja melekat makna kekerasan. pemerintah wajib memberikan area pengganti baik untuk tempat tinggal maupun untuk lahan usaha. Dalam hal ini. Politik pembangunan yang mestinya manusiawi pun dalam kasus penggusuran akhirnya dijalankan dengan terlepas dari etika sosial. menyediakan mekanisme pemulihan secara hukum. selaras dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan. Apabila terpaksa dilakukan. Solusi • • • • Meninjau peraturan yang berlaku agar sesuai dengan standar internasional. Negara harus menjamin bahwa peraturan yang ada memadai untuk mencegah pengusuran paksa dan memberikan hukuman bagi para pelakunya. tidak adanya jaminan pekerjaan dari negara bagi warga negara. sehingga pelaku teridentifikasi dengan jelas).

Masruri. Pedagang menilai ada beberapa oknum petugas melakukan pengutipan liar namun mengapa mereka tetap digusur.penawaran yang tidak seimbang. Anas. UUD’45 dan Amandemennya. 5. Penggusuran dan Krisis Orientasi Kota. 2005. Visi Kemanusiaan kotemporer. Sri. (http://korantempo. saat puluhan petugas Satpol PP turun bersama anggota Brimob sebagian para pedagang yang berjualan di kaki lima langsung hengkang mengangkat barang dagangannya. Menyoal Akses Sumber Daya Lahan. 3. 2006.kompas. (http://www.gp-ansor. Humanitarianisme soedjatmoko.70. Jakarta Selata: Universitas Paramadina.html) Lampiran Contoh Kasus Penggusuran Penggusuran Pedagang Kaki Lima di Tebingtinggi Nyaris Bentrok Posted in Daerah by Redaksi on Juni 21st. Abdullah Azwar (Ketua PP GP Ansor dan anggota Komisi V DPR) .com/korantempo/2008/02/21/Opini/krn. Hadiwardoyo. Siswanto. Akibat pedagang tidak bersedia digusur. Akan tetapi beberapa dari pedagang tersebut khususnya yang mendirikan tempat dagangan menempel dengan dinding ruko dengan tegas menolak dipindah sesuai perintah petugas Satpol PP. 2007.com/kompas-cetak/0312/04/opini/716690. Penggusuran. Yogyakarta: Kanisius. Meneguhkan komitmen keadilan. . Palupi. Yogyakarta: Pilar Media. Purwa. Petugas Satpol PP melalui pengeras suara meminta para pedagang jangan berjualan di tempat yang dilarang dan sekitar kaki lima. 4. (http://www2. Moral dan Masalahnya. 1990. Tim Riset PSIK. Pengemabangan Kebijakan dan Perbandingan Pengalaman. Elisabet. Al. nyaris terjadi bentrok.html ) 1. Negara Kesejahteraan dan Globalisasi.id. 2.20080221. Rabu (20/6) nyaris bentrok Dari pantuan SIB. Pasar Gambir dan Pajak Bunga Jalan Iskandar Muda Tebingtinggi.htm) 1. Tata. 2007 Tebingtinggi (SIB) Penggusuran pedagang kaki lima dari sekitar Pajak Hangkang. Karena itulah menghilangkan permasalahan yang sangat tidak adil di atas haruslah dengan menghapus kesalahan-kesalahan sistemik. 2008.org/opini/meneguhkan-komitmen-keadilan. Literature Review 1. Diterbitkan oleh penerbitan Srikandi.

sebenarnya ia memiliki kios di gedung Pasar Gambir akan tetapi jualannya tidak pernah laku.com/) Derita Rakyat Miskin. Warga sekitar pun bingung ketika ingin melakukan aktivitas mandi. Mereka menuding ada oknum petugas Satpol PP melakukan kutipan melalui pedagang liar agar tetap aman berjualan di kaki lima.” ungkapnya. Ketika diwawancarai SIB. Jakarta Barat. Warga mengeluhkan penggusuran WC umum itu. akhirnya petugas Satpol PP dan Brimob meninggalkannya. ”Sejak pembangunan Pasar Gambir kami hidup melarat dan berjualan di dalam gedung tidak laku. Ketua RW 9. ”Kami tidak perlu beritahu orangnya namun ia menyuruh pedagang yang tidak jelas untuk mengutip uang keamanan berjualan di kaki lima. Menurut Siringoringo. Sedikitnya 100 petugas satpol PP menggusur 32 WC yang berdiri di atas 8 bangunan. mencuci dan buang hajat. petugas Satpol PP meminta agar Simbolon secara pasti menunjuk siapa oknum petugas Satpol PP yang melakukan pengutipan. (11/2/2009). . mencuci hingga buang air besar.” kata Laman (51). Sebagian ada yang digusur dan sebagian lain karena memberikan uang keamanan tidak digusur. “Warga di sini memanfaatkan WC umum ini untuk semua hal. ”Setiap hari kami selalu diuber-uber petugas padahal retribusi tetap dibayar.Pedagang sayur mayur M Siringoringo dan S br Simbolon tidak bersedia membongkar kiosnya dengan alasan petugas Satpol PP pilih kasih dalam menertibkan pedagang.000 orang. Melihat sikap pedagang S br Simbolon dan M Siringoringo yang bersikeras mempertahankan tempatnya berjualan dan tidak bersedia membongkar kiosnya sebelum yang lain ditertibkan. Rabu. WC Umum Pun Digusur Andi Saputra – detikNews Jakarta – Deretan panjang WC umum di tepi Kali Item. Jika semua ditertibkan pasti gedung Pasar Gambir ramai namun saat ini hanya berkisar 3 persen yang berjualan di dalam. baik M Siringoringo maupun br Simbolon mengatakan sebenarnya mereka mendukung dilakukan penertiban akan tetapi jangan pilih kasih. Mendengar ucapan tersebut. (S10/t) (http://hariansib.” kata Warjan (32). kini telah rata dengan tanah. Jakbar telah berusia puluhan tahun.” jelas Siringoringo. Angke. WC umum itu disebut-sebut dibangun oleh ibu-ibu Dharma Wanita era Orde Baru. “Bisa-bisa besok pagi buang air besar di kali.” tegas Siringoringo menantang petugas. Jakarta Barat. masak. WC yang terletak di Jalan Padamulya Raya dari RT 08 hingga RT 10 Kelurahan Angke. WC umum itu dipergunakan oleh 400 KK atau 1. Dari mandi. Tambora. Tambora.

Para anak juga harus menanggung derita.Protes yang sama dilontarkan Saodah (29). Dari pengamatan detikcom. “Baju dan buku saya ikut hanyut di laut. sebagian besar korban penggusuran kini mendirikan tenda-tenda di pinggir pantai. Mereka tidak lagi bisa melanjutkan sekolahnya. Kel. Ilham lupa mengambil ijazah SMP-nya. Mariso.com/read/2009/02/11/164151/1083343/10/derita-rakyat-miskinwc-umum-pun-digusur) Siswa Korban Penggusuran Pantai Laguna Putus Sekolah Gunawan Mashar – detikNews Makassar – Penggusuran rumah nelayan di atas pantai Laguna.” ujar Nanna (10). yang melarang bangunan di atas laut. saat rumah saya dibongkar. Kec. kami terpaksa begini. Hal ini berkaitan dengan instruksi Walikota Makassar. Nanna tidak lagi pergi ke sekolah sejak rumahnya digusur. “Kita nanti nyuci dan mandi di mana?. Ilham Arif Sirajuddin. “Sebenarnya saya mau melanjutkan ke SMU. Sekitar 8 dari 16 rumah yang berdiri di atas laut itu dihancurkan oleh petugas tramtib. Penggusuran di Pantai Laguna ini terjadi Kamis lalu. Karena perlengkapan sekolah tidak ada lagi. Panambungan. Jum’at pagi (23/7/2004). “Ya. (asp/aan) (http://www. (nrl/) (http://www.detiknews. Karena kami tidak tahu mau ke mana lagi. Imran. yang telah duduk di bangku SD kelas tiga.” ujar ibu Hajjiah. Sekarang. Makassar bukan hanya menyebabkan sekitar 18 kepala rumah tangga harus kehilangan tempat tinggal. 15 Juli 2004.” keluh Ilham.detiknews. Sekretaris Camat Tambora. juga karena perlengkapan sekolah mereka hanyut di laut saat penggusuran terjadi.” ujar Saodah dengan mimik wajah sedih. Selain karena kekurangan biaya. Saat penggusuran terjadi. mengatakan di lokasi itu rencananya akan dibangun taman kota. Triplek dan papan sisa-sisa bongkaran rumah mereka dijadikan dinding tenda. satu rumah harus punya MCK masing-masing.com/read/2004/07/23/093432/180576/10/siswa-korbanpenggusuran-pantai-laguna-putus-sekolah) Penggusuran di Pisangan Timur Banyak Kejanggalan Nurfajri Budi Nugroho – detikNews . Sehingga buldoser yang menghancurkan rumahnya ikut pula menghilangkan tanda lulus sekolah itu. Hal yang sama juga menimpa Ilham Baddora. tapi ijazah saya hilang.” kata Imran. “Buat ruang terbuka hijau. salah seorang warga ketika ditemui di lokasi penggusuran.

Warga dikatakan menempati tanah yang bukan haknya dan juga diancam berhadapan dengan pengadilan kalau tidak mau terima uang tersebut.180. Koordinator LSM Solidaritas Rakyat untuk Otonomi Daerah (SOROD) Ellyus I. SPB seharusnya tidak boleh dikeluarkan karena warga telah mengadukan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi kepada Mabes Polri yang telah meminta kepada Kapolda DKI Jakarta untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan serta untuk melakukan perlindungan kepada warga. Imbauan kepolisian diabaikan. Selain itu. Rapat tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Pemkot Jakarta Timur dan Direktorat Perhubungan Darat. 24/1997 Pasal 24 warga sudah berhak menempati wilayah tersebut. namun dalam blangko kosong tersebut ditulis oleh petugas menjadi Rp 103. 55/1993 tentang pengadaan tanah bagi kepentingan umum.” imbuhnya. warga juga telah mengadukan dugaan korupsi yang terjadi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun setelah mengikuti dgn seksama pemberitaan media tentang dikeluarkannya R & D ini oleh pemerintah dan BPPN penulis merasa sangat geram dan sedih. di balik penggusuran itu ternyata banyak hal yang janggal. Mereka juga geram karena diperlakukan kasar.” ujar Ellyus dengan nada geram. berdasar Kepres No.Jakarta – Ratusan warga di Pisangan Timur. “Dalam PP tersebut disebut kalau masyarakat menempati suatu wilayah lebih dari 20 tahun dengan penuh tanggung jawab. Jakarta Timur. Karena utk ke sekiankalinya pemerintah . Singkoh yang mengadvokasi warga korban penggusuran di RW 9 Kelurahan Pisangan Timur.500. warga seharusnya sudah berhak menempati wilayah tersebut karena warga telah menempati daerah tersebut semenjak tahun 1950-an.437.” tandasnya. Bahkan Kwik Kian Gie menyebutnya sangat ruwet dan runyam . ada warga yang mendapat uang Rp 67. “Kami punya bukti yang valid terjadinya mark-up tersebut. (san/) Dalam dua bulan terakhir kita dicekoki media cetak dan elektronik dgn istilah release and discharge . maka tanah itu sudah menjadi milik warga. Dan itu terjadi pada semua warga. Tapi. Sekarang kita kebingungan kayak kena tsunami. mengungkapkan adanya kejanggalan-kejanggalan yang terjadi seputar penggusuran rumah-rumah warga. ketika warga mendapatkan undangan untuk menghadiri rapat di kelurahan untuk membahas rencana pelaksanaan pembangunan rel double-track yang melewati wilayah pemukiman warga. Sebagai contoh. Keluarnya Surat Perintah Bongkar (SPB) pun memiliki kejanggalan.000. Memang istilah ini sangat asing termasuk bagi penulis sendiri. Kejanggalan-kejanggalan tersebut berawal dari bulan Oktober 2004 silam. Yang jelas kami masih berharap ada keadilan di negeri ini. Jakarta Timur. terutama berkaitan dengan santunan yang diberikan. “Tapi pada waktu itu warga diarahkan untuk menandatangani blangko kosong dan dipaksa menerima sejumlah uang santunan.” ungkap Ellyus kepada detikcom. yang besarnya mencapai miliaran rupiah. Ia juga mengungkapkan hak relokasi yang diterima warga. “Seandainya warga pun terpaksa digusur. Selain melaporkan kepada kepolisian. Menurut Ellyus.” pinta Ellyus. Jumat (6/1/2006).” ucapnya. dan saat ini masih menunggu proses hukum selanjutnya. seharusnya ada relokasi terhadap warga ke tempat lain yang layak. tidak terima rumah tinggal mereka digusur paksa. “Tapi ternyata SPB keluar juga. “Bahkan Pimpronya sudah pernah dipanggil. bahkan sampai tiga kali. Kejanggalan yang ditemukan adalah adanya mark-up atas dana santunan yang diberikan kepada warga pada bulan Oktober 2004 sampai Januari 2005. Sehingga berdasar PP No.

Para konglomerat tersebut berutang kepada pemerintah krn pemerintah mengambilalih seluruh kewajiban konglomerat pada bank-bank mereka sendiri dgn menyuntikkan ratusan trilyun dana BLBI. Release and discharge berarti “pembebasan dari proses dan tuntutan hukum”. Dikeluarkannya surat jaminan R & D kepada beberapa konglomerat yg mengikat perjanjian dgn pemerintah dalam MSAA berakibat pada dibebaskannya mereka dari tuntutan pidana atas pelanggaran pidana terhadap undang-undang perbankan. Nah pelanggaran inilah yg tidak akan dituntut lagi terhadap para . Jika mereka memang benar memenuhi perjanjian MSAA maka itu sudah menjadi suatu keharusan utk melunasi utang mereka sendiri. Kwik Kian Gie menilai adanya penggelembungan nilai aset-aset perusahaan para konglomerat sehingga nilainya setara dgn nilai utang konglomerat kepada pemerintah . Perjanjian MSAA sendiri merupakan permasalahan perdata sedangkan pelanggaran pidana yg dilakukan para konglomerat adl permasalahan yg lain. Lantas apakah anda menerima jika perampok mengganti harta korban tuntutan hukum pelanggaran pidana berupa pembunuhan dibebaskan oleh jaksa dan hakim dgn mengeluarkan surat jaminan semacam release and discharge? Logika mana yg menerima permainan hukum seperti ini kecuali sistem hukum yg korup? Fakta perjanjian MSAA menunjukkan para konglomerat tidak menunjukkan itikad baiknya. Untuk itu melalui tulisan ini penulis berusaha menjelaskan fakta serta sebab mendasar terjadinya kebijakan tersebut sebagai bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar.melakukan tindakan yg sangat tidak adil. Misalnya saat Salim Group menyerahkan aset mereka kepada pemerintah senilai Rp 51 trilyun namun aset Salim Group yg dikelola PT Holdiko Perkasa ternyata hanya Rp 20 trilyun . Setelah pelaku perampokan ditangkap di pengadilan perampok mengikat perjajian dgn jaksa dan hakim bahwa ia akan mengganti seluruh harta yg telah dirampok. Akibatnya nilai aset yg dijaminkan para konglomerat tersebut sekarang nilainya turun drastis jauh dari nilai yg mereka ajukan saat menandatangani perjanjian MSAA. Mereka diberikan surat jaminan R & D krn sikap kooperatif mereka dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana yg tertuang dalam MSAA. Sangat aneh bila satu kewajiban yg sifatnya perdata terpenuhi dapat menghapus pelanggaran lain yg mereka lakukan. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan bank yg salah satu dampak negatifnya adl ketika masyarakat menarik dana mereka dari bank tersebut pemilik dan pengelola bank tidak dapat memenuhi kewajibannya terhadap masyarakat yg menjadi nasabahnya. Dengan dana masyarakat inilah mereka membangun perusahaan dari industri hulu sampai hilir tentu disertai dgn legitimasi pemerintah dgn mengatasnamakan pembangunan plus katabelece sehingga mereka diperbolehkan melakukan monopoli yg membuat usaha mereka berkembang menjadi konglomerasi. Kemudian kredit yg mereka salurkan ke kelompok mereka sendiri banyak yg macet. Perlu diketahui para konglomerat tersebut melakukan pelanggaran pidana terhadap undang-undang perbankan yakni mereka mendirikan bank kemudian dana masyarakat yg dihimpun bank sebagian besar disalurkan kepada kelompok usaha mereka sendiri sehingga pemilik dan pengelola bank telah melanggar batas maksimal penyaluran kredit . Artinya dalam perjanjian MSAA konglomerat berkewajiban menyerahkan aset-aset perusahaan mereka kepada pemerintah senilai dgn utang mereka kepada pemerintah. Hal ini terjadi krn jika nilai aset konglomerat tersebut dijual dgn harga di bawah kewajiban utang mereka maka kerugian tersebut ditanggung BPPN dan negara. Perumpamaannya seseorang yg merampok orang lain kemudian membunuh korbannya. Dengan demikian negara mengalami kerugian dalam perjanjian MSAA dgn Salim Group sebesar Rp 31 trilyun.

Jauhnya perilaku pejabat dan aparat dari nilai-nilai ruhiyah yaitu nilai-nilai yg menjadikan hubungan dgn Allah sebagai landasan tiap perbuatannya disebabkan sistem yg berlaku adl sistem sekuler . Oleh krn itu sekiranya Fathimah putri Rasulullah mencuri pasti dipotong tangannya. Sangat bertolak belakang dgn kebijakan ekonomi pemerintah yg selalu berpihak terhadap para konglomerat yg dekat dgn kekuasaan. Sekularisme merupakan dasar pemikiran dalam ideologi kapitalisme yg kemudian dalam bidang ekonomi mewujud dalam sistem ekonomi kapitalis di bidang politik jadilah sistem demokrasi di bidang hukum meletakkan manusia sebagai pembuat hukum. Meskipun di dalam Pancasila dicantumkan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa berarti sistem di Indonesia hanya mengakui sebatas keberadaan agama saja dan tidak mengakui peranan pandangan dan kewajiban agama dalam mengatur kehidupan dan negara sehingga sistem dan perilaku yg dicerminkan aparat negara Indonesia adl sekularisme.konglomerat dgn dikeluarkannya surat jaminan R & D. Menurut ketua TPBH Hierawati Diah dikeluarkannya R & D merupakan suatu keharusan utk menjamin adanya kepastian hukum sehingga jika tidak dilaksanakan maka tidak ada kepastian hukum dan pemerintah dapat dianggap melanggar Tap MPR dan Propenas . Terhadap pengusaha besar hukum diabaikan maka terhadap orang-orang kecil hukum dgn tegas ditegakkan. Bahkan kebijakan aparat yg mengeluarkan surat jaminan R & D dilegitimasi oleh Tap MPR No. Sistem negara yg sekuler saat ini menjadi sistem yg dominan di dunia. Kebijakan pemerintah yg pilih kasih dalam penegakkan hukum dan cenderung merugikan negara dan rakyat tidak mungkin terjadi kecuali pejabat serta aparatnya tidak bermoral yg diwadahi oleh sistem yg korup. Tentu aparat negara akan mengingat hadis Nabi Muhammad saw hancurnya umat-umat terdahulu adl tatkala kalangan rakyat jelata melakukan pelanggaran mereka menerapkan hukum dgn tegas tetapi manakala pelanggar itu dari kalangan bangsawan mereka tidak melaksanakan hukum sepenuhnya. X/ dan Undang-Undang No. Berdasarkan undang-undang perbankan telah terjadi pelanggaran pidana oleh para konglomerat sementara berdasarkan Tap MPR dan undang-undang Propenas para penjahat ekonomi yg telah mematuhi perjanjian MSAA harus dibebaskan dari tuntutan pidana berarti telah terjadi hukum yg saling bertolak belakang dari ketiga perangkat hukum tersebut. 25 tentang Propenas. Seandainya Indonesia bukanlah negara sekuler maka tidak mungkin penegakkan hukum dilakukan dgn jalan pilih kasih. Pelanggaran berat yg dilakukan oleh para penjahat ekonomi cenderung dibiarkan bahkan dibebaskan. Kwik Kian Gie . Para pedagang kaki lima yg sedang mudik sehingga lapak-lapak dan barang dagangan yg mereka tinggalkan yg memang tidak tertib dihancurkan aparat dgn mudahnya. Ini berarti para penjahat ekonomi yg telah merugikan negara ratusan trilyun rupiah dilindungi undang-undang dalam negara sekuler. Misalnya sering terjadi penggusuran pedagang kaki lima yg sering dilakukan dgn cara tidak berprikemanusiaan dgn alasan mereka melanggar peraturan pemerintah daerah. Kejadian di Jakarta satu hari setelah Idul Fitri menggambarkan perilaku ini. Berdasarkan hal tersebut adl tindakan yg sangat tidak adil yg dilakukan oleh pemerintah dan BPPN dgn memberikan surat jaminan R & D krn kerugian besar yg harus ditanggung negara dan rakyat serta terjadinya pilih kasih dalam penegakan hukum. Hal demikian bisa terjadi krn nilai-nilai hidup yg dianut adl semata-mata krn mengejar materi perilaku hidup individualistik hedonistik konsumtif dan jauh dari nilai-nilai ruhiyah. Padahal ulah pedagang kaki lima yg tidak tertib bahkan menjual barang-barang haram pada dasarnya disebabkan oleh kelalain negara yg tidak mampu menjamin kehidupan dan memberikan pekerjaan terhadap rakyatnya sendiri.

” . Apa artinya jika undang-undang negara dgn begitu mudahnya dikeluarkan pemerintah dan DPR utk melindungi kejahatan ekonomi yg oleh Kwik pasal-pasal yg dijadikan landasan dikeluarkannya R & D bersifat kolutif dan koruptif? Berarti dalam pembahasan hingga disahkan menjadi undang-undang terjadi kolusi korupsi dan suap sehingga anggota DPR dan MPR memilih kepentingan penjahat ekonomi daripada kepentingan rakyatnya sendiri.” . Seandainya Indonesia bukan negara sekuler tentu tidak akan terjadi suap yg mempengaruhi udang-undang kebijakan negara serta keputusan pengadilan.berpendapat bahwa adanya pasal-pasal yg disusupkan ke dalam Tap MPR dan undangundang Propenas bersifat kolutif dan koruptif . Bertakwalah kalian kepada Allah. Al-Islam . Ingatlah firman Allah “Dan Kami turunkan kepadamu al-kitab utk menjelaskan segala sesuatu. Tentu aparat negara dan masyarakat akan benar-benar mencamkan peringatan Rasulullah saw. “Laknat Allah atas pemberi dan penerima suap di dalam kekuasaan. Karena Allah SWT sudah menurunkan kitab Alquran dan Sunnah Rasullah sebagai sumber hukum dan menjadikan syariat Islam sebagai satu-satunya sistem hukum yg harus diterapkan manusia. Apakah pedagang kaki lima memiliki hak terhadap ruang kota? Untuk menjawab pertanyaan ini.5 juta rupiah sedangkan rapatnya berlangsung selama 60 kali dalam tiga bulan . saya kemukakan konsep informalitas perkotaan . termasuk yang memakan korban jiwa seorang anak penjaja bakso di Kota Surabaya (1 Juni 2009). Benarlah pendapat Huey Newton bahwa kekuasaan diperuntukkan bagi siapa saja yg mampu membayar utk itu .  Pedagang kaki lima sering ditengarai sebagai penyebab kemacetan lalu lintas atau merusak keindahan kota.” “Hai kaum muslimin barangsiapa di antara kalian melakukan pekerjaan utk kami kemudian ia menyembunyikan sesuatu terhadap kami walau sekecil jarum berarti ia telah berbuat curang dan kecurangan itu akan dibawanya sampai hari kiamat. Upaya penertiban oleh pemerintah kota sering kali melalui bentrokan dan perlawanan fisik dari PKL. “Apa saja yg diberikan Rasul kepada kalian terimalah.” . Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. Harian ini memuat deretan peristiwa bentrokan antara anggota satuan polisi pamong praja dan PKL di berbagai kota sepanjang tahun 2008 dan 2009. Demikianlah bagaimana wajah buruk negara sekuler yg secara sistematis akan selalu melindungi orang-orang besar seperti para penjahat ekonomi dan menzhalimi orang-orang lemah yg notabene rakyatnya sendiri. Isu suap dan kolusi di dalam parlemen bukanlah barang baru dan sudah menjadi rahasia umum.” Kemudian dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 188 Allah berfirman yg artinya “Dan janganlah ada sebagian kalian makan harta benda sebagian yg lain dgn jalan yg bathil dan janganlah menggunakannya sebagai umpan para hakim dgn maksud agar kalian dapat makan harta orang lain dgn jalan dosa padahal kalian mengetahui . “Tidaklah patut bagi pria Mukmin dan tidak pula bagi wanita Mukmin jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan ada pilihan yg lain tentang urusan mereka.” Seandainya Indonesia bukan negara sekuler maka pemerintah dan wakil rakyat tidak perlu cape-cape membuat undang-undang ataupun sistem hukum yg pada akhirnya saling bertentangan dan banyak mengandung kelemahan serta merugikan orang banyak.Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia. Apa saja yg dilarangnya atas kalian tinggalkanlah. Misalnya dalam tiap kali rapat RUU Migas dan Kelistrikan antara anggota DPR dgn pemerintah anggota DPR selalu dihadiahi uang berkisar 1 juta . Barang siapa yg mendurhakai Allah dan Rasul-Nya sesungguhnya dia telah benar-benar tersesat.

Meskipun pembahasannya telah dilakukan lebih dari tiga puluh tahun. asimilasi. Masalah yang muncul berkenaan dengan PKL ini adalah banyak disebabkan oleh kurangnya ruang untuk mewadahi kegiatan PKL di perkotaan. Konsep . perkembangan sektor informal seiring dengan urbanisasi dan perubahan ruang perkotaan. Konsep informalitas perkotaan ini tak terlepas dari dikotomi sektor formal dan sektor informal yang mulai dibicarakan pada awal tahun 1970. perkembangan perkotaan dikendalikan oleh migrasi yang menghasilkan pola-pola ekologis. dan kerja sama. Pembahasan dikotomi tersebut acapkali mengabaikan keterkaitan sektor informal dengan aspek ruang dalam proses urbanisasi. Ananya Roy dan Nezar Alsayyad (2004) mengenalkan konsep informalitas perkotaan sebagai logika yang menjelaskan proses transformasi perkotaan. Mereka tidak menekankan dikotomi sektor formal dan informal. seperti dapat kita amati di Indonesia. 73. Padahal. Sekolah Chicago Sosiologi Perkotaan yang dikembangkan pada awal tahun 1920 menjelaskan. menurut data dari Badan Pusat Statistik pada Februari 2008. Di Indonesia. Fenomena sektor informal merupakan fenomena yang sangat umum terjadi di negaranegara berkembang. Hal ini menjadi masalah ketika replikasi tersebut tidak lagi relevan dengan kondisi yang terjadi di negara-negara berkembang. informalitas ini adalah suatu moda urbanisasi yang menghubungkan berbagai kegiatan ekonomi dan ruang di kawasan perkotaan. seperti halnya fenomena sektor informal. tetapi pada pengertian bahwa informalitas sebagai sektor yang tidak terpisah dalam struktur ekonomi masyarakat. adaptasi.53 juta orang dari 102.(urban informality) sebagai kerangka pikir untuk memahami fenomena PKL yang terjadi di kawasan perkotaan. Wacana perkembangan Dominasi kedua sekolah perkotaan tersebut dalam wacana perkembangan perkotaan di negara-negara berkembang berpengaruh terhadap perencanaan tata ruang perkotaan di negara-negara tersebut. Praktik-praktik perencanaan yang direplikasi melewati dikotomi negara maju dan berkembang adalah hal lumrah terjadi. tidak ada konsensus mengenai definisi pasti dari sektor informal. survival. Terdapat dua teori perkotaan yang dikenal saat ini: Sekolah Chicago Sosiologi Perkotaan (The Chicago School of Urban Sociology) dan Sekolah Los Angeles Geografi Perkotaan (The Los Angeles School of Urban Geography) yang telah mendominasi wacana dalam perkotaan dan urbanisasi di negara-negara berkembang. Menurut mereka. seperti invasi.05 pekerja Indonesia (72 persen) bekerja di sektor informal. Sekolah Los Angeles Geografi Perkotaan digagaskan pada akhir tahun 1990 untuk menjelaskan perkembangan metropolitan Los Angeles di era postmodern yang menekankan pentingnya peran ekonomi kapitalis dan globalisasi ekonomi politis. termasuk Indonesia.

serta keindahan kota. tetapi implementasi produk hukum ini masih lemah. Memakai konsep informalitas perkotaan dalam mencermati fenomena PKL di perkotaan mengubah perspektif terhadap keberadaan mereka di perkotaan. dengan melaksanakan kewenangan untuk mengatur dan mengelola keamanan dan ketertiban. Mereka bukanlah komponen ekonomi perkotaan yang menjadi beban bagi perkembangan perkotaan. Penegakan yang lebih tegas dari undang-undang ini dan pemahaman yang lebih baik dari konsep informalitas perkotaan sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan ruang kota bagi PKL. Mereka bukanlah kelompok yang gagal masuk dalam sistem ekonomi perkotaan. Dominasi Sekolah Chicago dan Los Angeles dalam praktik perencanaan kota di Indonesia menyebabkan banyaknya produk tata ruang perkotaan yang tidak mewadahi sektor informal. 1 TAHUN 2000 TENTANG PENGATURAN DAN PEMBINAAN PKL DALAM PENINGKATAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PKL DI KOTA MALANG (Case Studi Kota Malang) Pemerintah daerah wajib mengatur dan menangani pedagang kaki lima (PKL). PKL adalah salah satu moda dalam transformasi perkotaan yang tidak terpisahkan dari sistem ekonomi perkotaan. termasuk pedagang kaki lima. Pedagang kaki lima memiliki hak terhadap ruang kota untuk mewadahi kegiatan mereka yang merupakan bagian penting dalam sistem ekonomi kota. tetapi mesti memodifikasinya dan mempertimbangkan keunikan fenomena perkotaan. Maka pemerintah daerah harus . Aplikasi konsep informalitas perkotaan dalam praktik perencanaan kota akan mengalokasikan lebih banyak ruang bagi PKL dan mengintegrasikannya dengan sektor formal. Perencanaan kota di Indonesia tidak mesti mengikuti Sekolah Chicago ataupun Los Angeles. Kegiatan-kegiatan perkotaan didominasi sektor-sektor formal yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. termasuk PKL. AS about 12 months ago · Report  Dedi E Kusmayadi IMPLEMENTASI PERDA NO. Fenomena PKL yang muncul di perkotaan di Indonesia seyogianya dipahami dalam konteks transformasi perkotaan. Undang-Undang Penataan Ruang No 26 Tahun 2007 telah memasukkan pentingnya sektor informal di perkotaan.perencanaan ruang perkotaan yang tidak didasari oleh pemahaman informalitas perkotaan sebagai bagian yang menyatu dengan sistem perkotaan akan cenderung mengabaikan tuntutan ruang untuk sektor informal. Deden Rukmana Assistant Professor dan Koordinator Program Pascasarjana Studi dan Perencanaan Kota di Savannah State University.

Tujuan pemerintah dengan mengalokasian PKL di wilayah lokasi PKL tidak hanya semata-mata untuk membersihkan kota dari masyarakat yang tidak tertib. 1 tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL di wilayah kota Malang dan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh kebijakan Pemda Kota Malang tentang Penertiban Pedagang Kaki Lima terhadap tingkat kesejahteraan PKL. sudah cukup baik dengan upaya : Mengatur lokasi pedagang kaki lima di tempat-tempat yang telah ditentukan. angka rata-rata. 1 tahun 2000 tentang pengaturan dan pembinaan PKL terhadap tingkat kesejahteraan PKL di kota Malang” maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut : 1.Bagaimanakah pelaksanaan Perda No. Sehingga hal itu juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama . Untuk lebih memudahkan dalam pelukisan atau penuturan dalam melakukan penelitian ini. 1 tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan pedagang kaki lima ? Tujuan dari skripsi ini adalah selain untuk mengetahui pelaksanaan Perda No. Mengadakan pembinaan yang berkesinambungan. lokasi yang digunakan untuk alternatif berjualan PKL dianggap tepat dan strategis sehingga pengunjungpun banyak yang berdatangan kesana. Mengarahkan PKL untuk mengetahui dan memperhatikan kawasan bebas PKL. yaitu tehnik analisa data yang dilakukan dengan cara sistematis. maka upaya untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran tentulah akan semakin mudah. 1 tentang Pengaturan dan pembinaan pedagang kaki lima terhadap tingkat kesejahteraan PKL di kota Malang. baik pihak PKL maupun masyarakat atas diberlakukannya perda no. faktual dan akurat mengenai situasi atau daerah tertentu sehingga data-data yang ada dapat disimpulkan setelah dianalisa. 1 tahun 2000. untuk mengetahui jenis kebijakan yang mendukung pelaksanaan Perda No. melainkan hanya mendeskripsikan informasi apa adanya sesuai dengan variabel-variabel yang diteliti. maka penulis menggambarkan hasil penelitiannya berupa deskripsi atau gambaran mengenai variabel-variabel tertentu. atau kualifikasi lainnya untuk masing-masing kategori di suatu variabel. dengan menyajikan frekwensi. Proses penggusuran atau pengusiran terhadap keberadaan dari pedagang kaki lima dan memindahkan pedagang kaki lima ke lokasi lain yang lebih strategis merupakan kebijakan yang baik. Penelitian ini tidak menguji hipotesa. Karena didasarkan atas pemenuhan kebutuhan hidup yang saling menguntungkan antara pedagang kaki lima dan Pemerintah Daerah. Penertiban juga dilaksanakan dengan cara menindak tegas PKL yang melanggar ketertiban umum. Dari kesimpulan penelitian pelaksanaan dari kebijakan pemerintah daerah kota Malang tentang pengaturan dan pembinaan pedagang kaki lima yang diatur di Perda no. Teknik Analisa Data yang digunakan adalah Analisa Diskriptif Kualitatif.Dari hasil penelitian diketahui bahwa tanggapan mereka. melainkan mereka mengarahkan PKL untuk memiliki lokasi sendiri yang mudah dijangkau masyarakat dalam memperjual belikan barang dagangannya.memikirkan dampak baik dan buruknya kebijaksanaan/kebijakan yang akan ditempuhnya dan dilakukan. Dengan adanya kebijakan pemda ini. Karena sebagian besar menyetujui bahkan mendukung pelaksanaan perda tersebut. 1 tahun 2000 sangat baik. dan pentingnya penelitian ini yaitu “Pengaruh pelaksanaan Perda no.Sehingga dengan adanya latar belakang diatas. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah Diskriptif yakni suatu analisis yang bertujuan untuk mendeskripsikan/menggambarkan apa yang saat ini berlaku dan kondisi yang sekarang ini sedang terjadi.

yang di beberapa bagian (seperti Papua) malah ada seruan pemisahan diri dari negara kesatuan RI. sehingga menimbulkan konflik antara warga satu desa dengan warga desa lainnya. dan pengelolaan pertambangan oleh rakyat diharamkan. 5 thn 1974 dan UU no.Sumatera Utara. Rakyat terus diadu domba… Pengelolaan Hutan Marga. lewat UU Pemda. baik dari pihak PKL maupun dari pemerintah daerah yang bertanggung jawab dalam pembuatan kebijakan. Sistem pemerintahan desa yang seragam. Huria di Batak. Penyeragaman di atas membuat rakyat mengalami kebingungan dan konflik sosial berkepanjangan. Lurah dan Camat. sehingga masyarakat awam dapat menerima bahkan mendukung program pemerintah daerah yang diberlakukan di masing-masing daerah mereka. Karena itu. Sering kali tuntutan rakyat dan daerah untuk mendapatkan pembagian yang lebih adil. 5 thn 1979 tentang Pemerintahan Desa. dan perkebunan besar lainnya. padahal mereka merupakan satu garis keturunan. Kedua UU tersebut dibuat ditengah kesibukan masyarakat luas .kesejahteraan pedagang kaki lima di wilayah pemerintah daerah kota Malang. dan Marga di Sumatera Selatan. dengan hanya mengakui satu sistem perangkat desa seperti Kepala Desa . Satu daerah kekerabatan. Ketidak-adilan berkepanjangan ini menggemakan tuntutan untuk pembagian yang lebih adil atas sumber-sumber daya alam antara daerah dan pusat. kekuatan organisasi rakyat secara sistematis dan represif dihancurkan oleh negara dengan perangkatnya. Sehingga rakyat menjadi dilemahkan dan sangat tergantung pada 'kebaikan' pemerintah pusat. 5 thn. hendaknya mereka mempelajari dahulu latar belakang dari kedua belah pihak. Selain itu para peneliti hendaknya mengetahui dahulu misi atau sasaran dari pemerintah dalam mengambil suatu kebijakan tertentu dalam suatu kota. lewat UU no. malah mendapat represi lebih keras lewat tangan-tangan -apa yang dinamakan oknum ABRI (sekarang TNI dan Kepolisian). Atau gerakan anarkis rakyat. Sangat menihilkan kenyataan keragaman organisasi rakyat Indonesia. bisa saja dipecah menjadi beberapa Desa. kami memandang penting diterbitkannya buku tentang UU ini agar rakyat mampu mengkritisi upaya pemerintah untuk mengganti UU no. sementara daerah disisakan pencemaran dan kerusakan sumber daya alam. termasuk konflik di tingkat rakyat yang tidak pernah terselesaikan. 1979 di atas dengan paket Undang-undang Pemerintahan Daerah dan UU Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah (PKPD). pemanfaatan sumber daya kelautan. Khususnya peneliti lain dapat mendiskripsikan dari hasil pendapatan para PKL setelah adanya pengalokasian oleh pemerintah daerah di tempat atau lokasi PKL yang telah ditentukan Menghitung Untung Daripada Buntung (tentang UU Pemerintahan Daerah dan UU Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah) Oleh : Arimbi Heroepoetri Pengantar Selama dua dekade lebih . Saran yang dapat peneliti berikan untuk para peneliti lain yang mengambil bahan tentang PKL dan yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah. selain kehilangan akses serta kontrol ke sumber daya alamnya. seperti pembakaran base camp perusahaan HPH. Semisal Nagari di Sumatera Barat. adalah sistem pemerintahan lokal yang turut dihancurkan. 5 thn 1974 tentang Pemerintahan Daerah dan UU no. Sudah menjadi praktik keseharian bahwa keuntungan dari segala eksploitasi sumber daya alam di daerah mengalir ke pemerintah pusat.

kedua UU di atas bukanlah satu-satunya UU yang diajukan oleh Pemerintah ke DPR. Kelak. Diluar itu masih ada sekitar 23 RUU yang dipaksakan pemerintah untuk mendapatkan pengesahan DPR yang masa jabatannya akan habis dalam kurun waktu empat bulan ini. UU Pemda dan UU PKPD yang disetujui DPR akhir April 1999. jangan berbesar hati dulu. Karena permintaan akan buku ini masih tinggi. Sembari berharap pemerintahan sekarang akan jauh lebih bersih dan pro-rakyat. semangat dan daya kritis rakyat harus ditingkatkan. Masih segar dalam ingatan kita -bahkan sampai sekarang-kesewenang-wenangan dan penindasan juga dilakukan di tingkat daerah oleh para pejabatnya. bukan berarti rakyat harus diam berpangku tangan.S. Semoga bermanfaat… Demi keadilan… Arimbi Heroepoetri. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih. sarana dan prasarana serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggung-jawabkannya kepada yang menugaskan • . Semangat pemaksaan kehendak dan penyederhanaan persoalan masih mengental meniru rezim -yang konondigantikannya. Keberadaan dua UU ini tidaklah serta-merta menyembuhkan kesengsaraan yang dialami rakyat selama ini. maka buku ini diterbitkan kembali dengan perbaikan di sana-sini. Kedua UU ini merupakan amanat Ketetapan MPR XV hasil Sidang Istimewa MPR 1998.H. Justru. Sebagai salah satu sumbangan E-law Indonesia akan pemenuhan kebutuhan informasi bagi rakyat. Pemerintahan Daerah penyelenggaraan Pemerintah Daerah Otonom oleh Pemerintahan Daerah dan DPRD menurut asas Desentralisasi Desentralisasi Penyerahan wewenang Pemerintahan oleh Pemerintah (pusat) kepada Daerah Otonom dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Dekonsentrasi Proses pembentukan Daerah administrasi dan/atau pelimpahan wewenang dari Pemerintah (pusat) kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dan/atau perangkat pusat di Daerah Tugas Pembantuan Penugasan dari Pemerintah pusat kepada Daerah dan Desa dan dari Daerah ke Desa untuk melaksanakan tugas tertentu yang disertai pembiayaan. masih terlalu dini untuk memberi penilaian kinerja pemerintahan Gus Dur. bukan mustahil represi yang semula berasal dari Pemerintah Pusat akan bergeser ke Pemerintah Daerah. Sementara memasuki era 100 hari pemerintahan Gus Dur. Fenomena di atas membuktikan bahwa pemerintah Habibie masih mengabaikan eksistensi dan peran serta politik rakyat dalam pembuatan kebijakan di negeri ini. lewat kedua UU ini Bupati dan Wali Kota akan mempunyai kewenangan mengendalikan kekuasaan dan kekayaan hasil daerahnya sendiri. Jika kontrol rakyat tidak dipasang sejak sekarang. maka kembali E-law Indonesia mendukung penerbitan cetakan ke-tiga buku ini.. 25 thn. 1999 dan akan diberlakukan paling lambat tahun anggaran 2000/2001. 22 dan No. Namun. Parahnya lagi.M YANG DIMAKSUD DENGAN : • • • • • Pemerintahan Pusat perangkat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari Presiden beserta para Menteri Pemerintah Daerah Kepala Daerah beserta perangkat Daerah Otonom yang lain sebagai Badan Eksekutif Daerah.terlibat dalam peyelenggaraan Pemilu 1999 dan kepanikan rakyat akibat lilitan masalah ekonomi.LL. telah diundangkan lewat UU No.

peradilan. o Sistem administrasi negara dan lembaga perekonomian negara. kondisi.• • • • • • • • • Otonomi Daerah Kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan Daerah Otonom Kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas Daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan negara kesatuan Republik Indonesia Wilayah Administrasi Wilayah kerja Gubernur selaku wakil Pemerintah Pusat Desa Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dalam sistem Pemerintahan nasional dan berada di Daerah Kabupaten. konservasi. moneter/fiskal. termasuk pengelolaan dan pengawasan keuangannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Suatu rancangan keuangan Pusat tahunan berdasarkan UU tentang APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rencana keuangan tahunan Daerah yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah tentang APBD Dana Perimbangan Dana yang bersumber dari penerimaan APBN yang dialokasikan kepada Daerah untuk membiayai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan asas desentralisasi Anggaran Dekonsentrasi Pelaksanaan APBN di Daerah Propinsi. Perimbangan Keuangan (antara Pemerintah Pusat dan Daerah) Adalah suatu sistem pembiayaan pemerintahan dalam kerangka negara kesatuan. yang mencakup pembagian keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah serta pemerataan antar-Daerah secara proporsional. Serta kewenangan bidang lain. o Pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia. demokratis. o Dana perimbangan keuangan. dan kebutuhan Daerah. pertahanan keamanan. dan standarisasi nasional (Pasal 7) Pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan di atas ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. o Pendayagunaan sumber daya alam serta teknologi tinggi yang strategis. sejalan dengan kewajiban dan pembagian kewenangan serta tata cara penyelenggaraan kewenangan tersebut. dan agama. yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran untuk membiayai pelaksanaan dekonsentrasi KEWENANGAN DAERAH Mencakup kewenangan dalam seluruh bidang Pemerintahan. adil dan transparan dengan memperhatikan potensi.. Hati-hati. kecuali di bidang politik luar negeri.. Ini meliputi : o Kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan nasional secara makro. • • Bidang-bidang ini merupakan dasar sengketa antara Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah .

. 4. .• • Walaupun sudah dibagi kewenangan antara pusat dan daerah. Namun ada bidang lain yang masih memerlukan identifikasi lebih lanjut lewat Peraturan Pemerintah. Pelatihan kejuruan dan alokasi sumber daya manusia potensial. Begitu juga tata cara pembagian kewenangan tersebut. meliputi : .pekerjaan umum. 3. konservasi. kehutanan dan perkebunan. • Daerah KABUPATEN dan Daerah KOTA Di wilayah laut adalah sepertiga dari batas laut Daerah Propinsi (4 Mil) Bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten dan Daerah Kota. dan pengelolaan kekayaan laut sebatas wilayah laut tersebut. 5.pendidikan dan kebudayaan.pertanian. Termasuk kewenangan yang tidak atau belum dapat dilaksanakan Daerah Kabupaten dan Daerah Kota (Pasal 9) Kewenangan bidang Pemerintah pusat yang bersifat lintas kabupaten dan kota seperti kewenangan di bidang pekerjaan umum. Bantuan penegakan keamanan dan kedaulatan negara. (Penjelasan Pasal 9). ditentukan lewat Peraturan Pemerintah Padahal membuat Peraturan Pemerintah adalah wewenang Pemerintah pusat Daerah berwenang mengelola sumber daya nasional yang tersedia di wilayahnya dan bertanggung jawab memelihara kelestarian lingkungan Kewenangan daerah di wilayah laut (sejauh 12 mil laut dari garis pantai ke arah laut lepas atau ke arah perairan kepulauan) meliputi : 1. serta kewenangan dalam bidang pemerintahan tertentu lainnya. • PROPINSI sebagai daerah otonom Mencakup kewenangan dalam bidang pemerintahan yang bersifat lintas Kabupaten dan Kota. Penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh Daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah pusat. Pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan di atas ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. dan g.perhubungan . Pengendalian lingkungan hidup e. Pengaturan kepentingan administratif. perhubungan. Sementara kewenangan bidang pemerintahan tertentu lainnya adalah : a. Promosi dagang dan budaya/pariwisata f. 2. Pengaturan tata ruang. . . dan penelitian yang mencakup wilayah Propinsi c. eksploitasi. Eksplorasi. • PROPINSI sebagai daerah administrasi Mencakup kewenangan dalam bidang pemerintahan yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah (pusat) dalam rangka dekonsentrasi. Perencanaan pembangunan regional secara makro b. Perencanaan tata ruang propinsi.kesehatan. . Penanganan penyakit menular dan hama tanaman. Pengelolaan pelabuhan regional d.

. Struktur Pemeerintahan Daerah Waspadai . dan .tenaga kerja. Gubernur bertanggung jawab kepada DPRD Propinsi Dalam kedudukannya sebagai Wakil Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah terdiri atas Kepala Daerah dan Perangkat Daerah lainnya. Dalam menjalankan tugas dan kewenangannya sebagai Kepala Daerah. Pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan di atas ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. BENTUK dan SUSUNAN PEMERINTAHAN DAERAH DPRD sebagai Badan Legislatif Daerah. • • • • • Kepala Daerah Propinsi adalah Gubernur. Gubernur berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.penanaman modal. yang karena jabatannya adalah juga sebagai wakil Pemerintah pusat. dan Pemerintah Daerah sebagai sebagai Badan Eksekutif Daerah. .koperasi. Bupati adalah Kepala Daerah Kabupaten Walikota adalah Kepala Daerah Kota 4Waspadai. .lingkungan hidup.. .pertanahan..industri dan perdagangan.

Bupati. jika kebijakan mereka anda rasakan tidak sejalan dengan perasaan keadilan anda meminta atau meninjau kembali suatu Peraturan Daerah Ditangan anda sebenarnya akan tumbuh DPRD yang berwibawa. Mengadakan penyelidikan. menerima keluhan dan pengaduan masyarakat. Anda dapat mendesak DPRD untuk menjalankan fungsinya. Kemukakan pendapat dan masalah anda. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Gubernur/ Wakil Gubernur. dipilih dari dan oleh anggota DPRD Hak DPRD : • • • • • • • • Meminta pertanggung-jawaban Gubernur.Jabatan rangkap Gubernur sebagai Kepala Eksekutif Daerah. seperti: • • • meminta keterangan dari Pemerintah Daerah. Menetapkan Peraturan Tata Tertib DPRD. Membina kehidupan demokrasi dan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Meningkatkan kesejahteraan rakyat di Daerah berdasarkan demokrasi ekonomi. Bupati/Wakil bupati. . dan Memperhatikan dan menyalurkan aspirasi. Mengamalkan Pancasila dan UUD 1945. melaksanakan pengawasan terhadap : pelaksaanaan Peraturan Daerah dan peraturan perundang-undangan lain. memilih anggota MPR dari Utusan golongan. Mengajukan pernyataan pendapat. Mengadakan perubahan atas Rancangan Peraturan Daerah. dan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat akan membuat konflik kepentingan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) • DPRD dipimpin oleh seorang Ketua dan sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang Wakil Ketua yang bersifat kolektif. bupati dan Walikota. Aktiflah !! Anda sebagai warga negara di daerah yang bersangkutan dapat --bahkan harus-terlibat dalam proses pengambilan keputusan di daerah Anda. Aktiflah. Menentukan anggaran Belanja DPRD. atau Walikota menetapkan APBD. Bupati/Wakil bupati. Meminta keterangan kepada Pemerintah Daerah. serta menaati segala peraturan perundangundangan yang berlaku. dan Walikota/Wakil Walikota. Apalagi jika keputusan tersebut menyangkut kehidupan anda. bersama dengan Gubernur. dengan selalu membuka komunikasi dengan DPRD. dan Walikota/Wakil Walikota. Mengajukan Rancangan Peraturan Daerah. Tugas dan Wewenang DPRD : • • • • • • • memilih Gubernur/wakil Gubernur. Kewajiban DPRD : • • • • • Mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. bersama dengan Gubernur. serta memfasilitasi tindak lanjut penyelesaiannya. Bupati atau Walikota membentuk Peraturan Daerah.

dan Menampung dan menindaklanjuti aspirasi Daerah dan masyarakat. KEPALA DAERAH Setiap Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Daerah sebagai Kepala Eksekutif yang dibantu oleh seorang Wakil Kepala Daerah. Anggota DPRD dapat dituntut di Pengadilan karena membocorkan apa yang disepakati untuk dirahasiakan dalam rapat tertutup atau melanggar ketentuan-ketentuan mengenai pengumuman rahasia Negara dalam peraturan perundang-undangan. dan pembebanan kepada Daerah Badan Usaha Milik Daerah Penghapusan tagihan sebagian atau seluruhnya Persetujuan penyelesaian perkara perdata secara damai Kebijakan Tata Ruang.piutang. Bupati dan Walikota.• • • • • • pelaksanaan Keputusan Gubernur. pelaksanaan APBD. kecuali yang dinyatakan tertutup berdasarkan Peraturan Tata Tertib DPRD atau atas kesepakatan di antara pimpinan DPRD. Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada Pemerintah pusat terhadap rencana perjanjian internasional yang menyangkut kepentingan Daerah. Rapat-Rapat DPRD Rapat-rapat DPRD bersifat terbuka untuk umum. Rapat tertutup dapat mengambil keputusan. kebijakan Pemerintah Daerah. Anggota DPRD tidak dapat dituntut karena pembicaraannya dalam persidangan. DPR dapat membela kepentingan Daerah dan penduduknya di hadapan Pemerintah Pusat dan memperjuangkannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat. pinjaman. Syarat-syarat menjadi Kepala Daerah : • • • • • • • Warganegara Indonesia Setia dan taat kepada Negara dan Pemerintah yang sah Tidak pernah terlibat dalam kegiatan yang mengkhianati Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. kecuali untuk : • • • • • • • • • • Pemilihan Ketua/Wakil Ketua Dewan Pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Pemilihan anggota MPR Utusan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Penetapan perubahan dan penghapusan pajak dan retribusi Utang . yang ditetapkan dengan Keputusan Pengadilan Tidak dicabut hak pilihnya berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan pasti Nyata-nyata tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya Berumur sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) tahun Berpendidikan sekurang-kurangnya SLTA dan/atau sederajat . dan pelaksanaan kerja sama internasional di daerah.

Kepala Daerah dilantik oleh Presiden atau pejabat lain yang ditunjuk untuk bertindak atas nama Presiden .• • • Bersedia dicalonkan sebagai Kepala Daerah Berdomisili dalam wilayah Republik Indonesia sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun terakhir sebelum diajukan sebagai bakal calon Gubernur Berdomisili di Daerah Propinsi yang bersangkutan sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun terakhir sebelum diajukan sebagai bakal calon Bupati atau Walikota. dari calon yang telah ditetapkan oleh Pimpinan DPRD Calon Kepala Daerah dan calon Wakil Kepala Daerah yang memperoleh suara terbanyak pada pemilihan ditetapkan sebagai Kepala D aerah dan Wakil Kepala Daerah oleh DPRD dan diresmikan oleh Presiden. Proses Pencalonan : • • • • • • • • • • • • Masing-masing fraksi di DPRD melakukan kegiatan penyaringan bakal calon Setiap fraksi menetapkan pasangan bakal calon Kepala Daerah dan bakal calon Wakil Kepala Daerah dan menyampaikan pada Pimpinan DPRD pada Rapat Paripurna Khusus Dua atau lebih fraksi dapat secara bersama-sama mengajukan pasangan bakal calon Kepala Daerah dan bakal calon Wakil Kepala Daerah Dalam Rapat Paripurna khusus DPRD. Kepala Daerah mempunyai masa jabatan 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk sekali masa jabatan. masing-masing Fraksi atau beberapa Fraksi menjelaskan alasan-alasan yang mendasari bakal calonnya Pimpinan DPRD mengundang bakal calon dimaksud untuk menjelaskan visi. serta rencana-rencana kebijakan apabila bakal calon dimaksud dipilih sebagai Kepala Daerah Anggota DPRD dapat melakukan tanya jawab dengan para bakal calon Pimpinan DPRD dan Pimpinan Fraksi-fraksi melakukan penilaian atas kemampuan dan kepribadian pada bakal calon dan melalui musyawarah atau pemungutan suara menetapkan sekurang-kurangnya dua calon Kepala Daerah dan dua calon Wakil Kepala Daerah yang akan dipilih satu diantaranya oleh DPRD dalam pemilihan Nama-nama calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur yang telah ditetapkan oleh Pimpinan DPRD dikonsultasikan dengan Presiden untuk memperoleh persetujuan Dengan keputusan Pimpinan DPRD ditetapkan nama-nama calon Bupati dan calon Wakil Bupati atau calon Walikota dan calon Wakil Walikota yang akan dipilih oleh DPRD Pemilihan calon Kepala Daerah dan calon Wakil Kepala Daerah dilaksanakan dalam Rapat Paripurna DPRD yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota DPRD. Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah • • Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ditetapkan oleh DPRD melalui tahap pencalonan dan pemilihan Untuk pencalonan dan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dibentuk Panitia Pemilihan Tugas Panitia Pemilihan : • • • Melakukan pemeriksaan berkas identitas mengenai bakal calon Melakukan kegiatan teknis pemilihan calon Menjadi penanggung jawab penyelenggaraan pemilihan. misi. Setiap anggota DPRD dapat memberikan suaranya kepada 1 (satu) calon Kepala Daerah dan 1 (satu) calon Wakil Kepala Daerah.

atau jika dipandang perlu oleh Kepala Daerah. dan Mengajukan rancangan Peraturan Daerah dan menetapkannya sebagai Peraturan Daerah bersama dengan DPRD Memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD Wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun. . atau apabila diminta oleh Presiden. kroninya. anggota keluarganya. Temuan anda dapat anda sampaikan ke DPRD. dapat diusulkan pemberhentiannya ke Presiden. atau kelompok politiknya yang secara nyata merugikan kepentingan umum atau mendiskriminasikan warga negara dan golongan masyarakat lain Melakukan pekerjaan lain yang memberikan keuntungan bagi dirinya. Bahwa saya akan selalu taat dalam mengamalkan dan mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara. Kepala Daerah yang ditolak pertanggung-jawabnnya oleh DPRD agar melengkapi dan/atau menyempurnakannya dalam jangka waktu 14 hari Kepala Daerah yang pertanggungjawabannya ditolak untuk kedua kalinya oleh DPRD. Kepala Daerah Dilarang Untuk : • • • • • Turut serta dalam suatu perusahaan baik milik swasta ataupun milik negara. Kewajiban Kepala Daerah • • • • • • • • • • • • • Mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Memegang teguh Pancasila dan UUD 1945 Menghormati kedaulatan rakyat Menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan Meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat Menjaga dan memelihara ketentraman serta ketertiban masyarakat.• Sebelum memangku jabatannya. atau dalam yayasan yang berbentuk apapun juga Membuat keputusan yang secara khusus memberikan keuntungan bagi dirinya. baik langsung maupun tidak langsung yang berhubungan dengan Daerah yang bersangkutan Menerima uang dan atau barang dan atau jasa dari pihak lain yang dapat diduga akan mempengaruhi keputusan atau tindakan yang akan dilakukannya. Berperanlah !! Anda sebagai warga negara di daerah yang bersangkutan dapat melakukan pemantauan apakah Kepala Daerah melanggar laarangan-larangan di samping ini. sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. Menyampaikan pertanggungjawaban kepada DRD pada setiap akhir tahun anggaran Memberi pertanggungjawaban kepada DPRD. dan anda dapat mendesak DPRD untuk mengambil tindakan atas pelanggaran yang dilakukan Kepala Daerah. dan Menjadi advokat atau kuasa hukum dalam suatu perkara di muka pengadilan. Kepala Daerah mengucapkan sumpah/janji sbb : "Demi Allah (Tuhan). saya bersumpah/berjanji: Bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Gubernur/Bupati/ Walikota dengan sebaik-baiknya. golongan tertentu. dan Bahwa saya akan menegakkan kehidupan demokrasi dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara serta segala peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah lainnya sesuai dengan kebutuhan Daerah Sekretariat Daerah • • • • Sekretariat Daerah dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sekretaris Daerah Propinsi diangkat oleh Gubernur atas persetujuan pimpinan DPRD dari pegawai negeri sipil yang memenuhi syarat. Wakil Kepala Daerah mengucapkan sumpah/janji sebagai berikut : "Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah/berjanji : Bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Wakil Gubernur/Wakil Bupati/Wakil Walikota dengan sebaik-baiknya. dan Bahwa saya akan menegakkan kehidupan demokrasi dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara serta segala peraturan perundng-undangan yang berlaku bagi Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia" Perangkat Daerah • Perangkat Daerah terdiri dari Sekretaris Daerah. dan keterangannya atas kasus itu ditolak anggota DPRD. Sekretaris Daerah Kabupaten atau Sekretaris Daerah Kota diangkat oleh Bupati atau Walikota atas persetujuan DPRD dari pegawai pegawai negeri sipil yang memenuhi syarat Sekretaris Daerah bertanggung jawab kepada Kepala Daerah. sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya Bahwa saya akan selalu taat dalam mengamalkan dan mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara. bersamaan dengan pelantikan Kepala Daerah Sebelum memangku jabatannya.Pengawasan langsung yang dilakukan oleh rakyat sangat penting. Dinas . Terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan hukuman setinggitingginya lima tahun. demi tegaknya peraturan dan mencegah penyalahgunaan wewenang oleh pejabat negara. Kepala Daerah Diberhentikan Karena : • • • • • • • • Meninggal dunia Mengajukan permintaan sendiri Berakhir masa jabatannya dan telah dilantik pejabat yang baru Tidak lagi memenuhi sesuatu syarat-syarat di atas Melanggar ketentuan di atas Mengalami krisis kepercayan publik yang luas akibat dari suatu kasus yang melibatkan tanggungjawabnya. Ditangan anda akan tumbuh pemerintah yang bersih dan berwibawa. Diduga melakukan makar dan perbuatan yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinyatakan dengan keputusan pengadilan Wakil Kepala Daerah • • • Disetiap Daerah terdapat seorang Wakil Kepala Daerah Wakil Kepala Daerah dilantik oleh Presiden atau pejabat lain yang ditunjuk.

Kepala Daerah menetapkan Keputusan Kepala Daerah Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah yang bersifat pengaturan umum diundangkan dengan menempatkannya dalam Lembaran Daerah. KEUANGAN DAERAH • • Penyelenggaraan tugas Pemerintah Daerah dan DPRD dibiayai dari dan atas beban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Penyelenggaraan tugas Pemerintah di Daerah dibiayai dari dan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Dana perimbangan di atas terdiri atas : . PERATURAN DAERAH dan KEPUTUSAN KEPALA DAERAH • • • • • • DPRD bersama dengan Kepala Daerah menetapkan Peraturan Daerah dalam rangka penyelenggaaraan Otonomi Daerah.000. 5. yaitu Camat. yaitu Lurah. Lurah diangkat oleh Sekretaris Daerah Kota dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat Lurah menerima pelimpahan sebagian kewenangan pemerintahan dari Camat Lurah bertanggung jawab kepada Camat Pembentukan Kelurahan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.000.. Peraturan Daerah dapat memuat ancaman pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp.• • • • Dinas adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah Dinas dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang diangkat oleh Sekretaris Daerah dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat Kepala Dinas bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah sesuai dengan bidang tugasnya Penyelenggaraan wewenang yang dilimpahkan Pemerintah pusat kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah pusat dalam rangka dekonsentrasi dilaksanakan oleh Dinas Propinsi.(Lima Juta Rupiah) dengan atau tidak merampas barang tertentu untuk Negara Untuk melaksanakan Peraturan Daerah. Peraturan Daerah tidak boleh bertentangan dengan kepentingan umum. seluruhnya atau sebagian kepada pelanggar. Kecamatan • • • • • Merupakan perangkat Daerah Kabupaten/Kota yang dipimpin oleh kepala Kecamatan. Kelurahan • • • • • Merupakan perangkat Kecamatan yang dipimpin oleh Kepala Kelurahan. Camat diangkat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat Camat menerima pelimpahan sebagian kewenangan pemerintahan dari Bupati/Walikota Camat bertanggung jawab kepada Bupati atau Walikota Pembentukan Kecamatan ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Peraturan Daerah lain dan perundangan yang lebih tinggi Peraturan Daerah dapat memuat ketentuan tentang pembebanan biaya paksaan penegakan hukum.

5 16 32 32 16 64 80 63 32 32 16 64 80 30 6 12 12 15 3 6 6 Daerah (%) • • • • Pinjaman Pemerintah Daerah dapat melakukan pinjaman dari sumber dalam negeri dan/atau dari sumber luar negeri untuk membiayai kegiatan Pemerintahan dengan persetujuan DPRD Sumber dana pinjaman yang berasal dari luar negeri harus mendapatkan persetujuan pemerintah pusat Barang milik Daerah yang digunakan untuk melayani kepentingan umum tidak dapat digadaikan dan dipindahtangankan. dan penerimaan sumber daya alam sebagai berikut : Bidang MINYAK Pusat (%) 85 Propinsi Kab/Kota Penghasil Kab/Kota Lain GAS ALAM 70 Propinsi Kab/Kota Penghasil Kab/Kota Lain PERTAMBANGAN UMUM 20 Iuran tetap Propinsi Kab/Kota Penghasil Iuran eksplorasi & eksploitasi (royalti) Propinsi Kab/Kota Penghasil Kab/Kota Lain HUTAN 20 IHPH Propinsi Kab/Kota Penghasil Provinsi SDH Propinsi Kab/Kota Penghasil Kab/Kota Lain ALOKASI UMUM 75 Propinsi Daerah Kab/Kota REBOISASI PERIKANAN PBB BPHTB 60 20 10 20 40 80 90 80 25 2. . Bea perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.5 22.• • • Dana Alokasi umum Dana Alokasi khusus Bagian Daerah dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan.

Pinjaman Daerah. Jika perilaku berhutang yang dilakukan pejabat negara tidak mendapat pengawasan ketat.APBD • • APBD ditetapkan dengan Peraturan Daerah selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah ditetapkannya APBN Perhitungan APBD ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Lain-lain pendapatan yang sah Daerah dan Hutang… Hutang luar negeri Indonesia sampai tahun 1999 mencapai US$ 150 Milyar. selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah ditetapkannya APBD untuk tahun anggaran berjalan. maka sisa lebih dana tersebut disetor ke Kas Negara. . Belum lagi hutang dalam negeri lewat obligasi. Kepala Daerah dengan persetujuan DPRD. Ini membuat setiap warga negara Indonesia --tidak peduli orang tua maupun anak kecil-. UU no. Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan dalam pelaksanaan Dekonsentrasi • • • • • Pembiayaan dalam rangka pelaksanaan asas dekonsentrasi disalurkan melalui Departemen/Lembaga Pemerintah non Departemen yang bersangkutan Pertanggungjawaban atas pembaiyaan pelaksanaan asas dekonsentrasi sebagaimana dimaksud di atas oleh Perangkat Daerah Propinsi dilakukan langsung kepada Departemen/Lembaga Pemerintah non Departemen yang bersangkutan Administrasi keuangan dalam pembiayaan pelaksanaan asas dekonsentrasi dilakukan secara terpisah dari administrasi keuangan dalam pembiayaan asas desentralisasi Penerimaan dan pengeluaran yang berkenaan dengan pelaksanaan asas dekonsentrasi diadministrasikan dalam Anggaran Dekonsentrasi Dalam hal terdapat sisa lebih dari penerimaan terhadap pengeluaran dana dekonsentrasi. 1999 ini memberi peluang bagi Daerah untuk melakukan pinjaman ke luar negeri. Dana perimbangan 3. dan 4. Lebih dari setengah APBN terpakai untuk membayar cicilan hutang luar negeri. 22 dan 25 thn. Pendapatan asli daerah yaitu : • • • • Hasil pajak Daerah Hasil retribusi Daerah Hasil perusahaan milik Daerah Pendapatan lain-lain yang sah 2. Maka tidak akan mustahil krisis moneter yang dilakukan pemerintah pusat akan bergeser ke tingkat daerah. 7 juta. dapat menetapkan Keputusan tentang : • • • Penghapusan tagihan Daerah sebagian atau seluruhnya Persetujuan penyeleseaian sengketa perdata secara damai Tindakan hukum lain mengenai barang dan milik Daerah Sumber pendapatan Daerah terdiri atas : 1. Kesemua itu menjadi faktor kunci krisis moneter di Indonesia.menanggung beban hutang sampai Rp. Jika ditotal maka hutang negara (dalam dan luar negeri) mencapai US$ 220 Milyar.

Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan dalam Pelaksanaan Desentralisasi • • • • • Semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi dicatat dan dikelola dalam APBD Semua penerimaan dan pengeluaran Daerah yang tidak berkaitan dengan pelaksanaan Dekonsentrasi atau Tugas Pembantuan merupakan penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi Anggaran pengeluaran dalam APBD tidak boleh melebihi anggaran penerimaan Daerah dapat membentuk dana cadangan guna membiayai kebutuhan tertentu dari sumber penerimaan Daerah Semua sumber penerimaan dana cadangan dan semua pengeluaran atas beban dana cadangan diadministrasikan dalam APBD Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan dalam Pelaksanaan Tugas Pembantuan • • • • • Pembiayaan dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan disalurkan kepada Daerah dan Desa melalui Departemen/Lembaga Pemerintah non Departemen yang menugaskannya Pertanggungjawaban atas pembiayaan pelaksanaan Tugas Pembantuan dilakukan oleh Daerah/Desa kepada Pemerintah pusat melalui Departemen/ Lembaga Pemerintah non Departemen yang menugaskannya Pembiayaan pelaksanaan Tugas Pembantuan dilakukan secara terpisah dari administrasi keuangan dalam pembiayaan pelaksanaan Desemtralisasi Penerimaan dan pengeluaran yang berkenaan dengan pelaksanaan Tugas Pembantuan diadministrasikan dalam Anggaran Tugas Pembantuan Dalam hal terdapat sisa anggaran lebih dari penerimaan terhadap pengeluaran dana Tugas Pembantuan. dan digabung dengan memperhatikan asal-usulnya atas prakarsa masyarakat dengan persetujuan Pemerintah Daerah Kabupaten Pembentukan. penghapusan dan penggabungan Desa sebagaimana yang dimaksud di atas ditetapkan dalam Perda Pemerintahan Desa • • • Di Desa dibentuk Pemerintahan Desa dan Badan Perwakilan Desa Pemerintahan desa terdiri atas Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dan perangkat desa Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk Desa dan calon yang memenuhi syarat . KAWASAN PERKOTAAN • • Pemerintah Daerah Kota dan/atau Pemerintah Darah Kabupaten yang wilayahnya berbatasan langsung dapat membentuk lembaga bersama untuk mengelola kawasan perkotaan Dalam kawasan pedesaan yang direncanakan dan dibangun menjadi kawasan perkotaan di Daerah Kabupaten. dihapus. dapat dibentuk badan pengelolaan pembangunan Desa • • Desa dapat dibentuk. maka sisa anggaran lebih tersebut disetor ke Kas Negara.

22 thn. Ini jelas mengingkari fakta historis bahwa struktur pemerintahan tingkat lokal di seluruh Indonesia tidaklah seragam. 5 thn. Ingatlah ! Kritik terhadap UU Pemerintahan di Desa (UU No.• Calon Kepala Desa yang terpilih dengan mendapatkan dukungan suara terbanyak. mengurus rumah tangganya sendiri dan kontrol mereka atas sumber daya alam. 1979) adalah penyeragaman pemerintahan di tingkat lokal. ditetapkan oleh Badan Perwakilan Desa dan diresmikan oleh Bupati Penyelenggaraan tugas Pemerintah Daerah dibiayai dari dan atas beban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Kewenangan Desa mencakup • • • Kewenangan yang sudah ada berdasarkan hak asal-usul Desa tersebut Kewenangan yang oleh peraturan perundangan yangberlaku belum dilaksanakan oleh daerah dan Pemerintah Tugas-tugas Pemerintahan yangditugaskan oleh Pemerintah pusat dan atau Pemerintah Kabupaten Tugas dan kewajiban Kepala Desa adalah : • • • • • • Memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Membina kehidupan masyarakat Membina perekonomian desa Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat Mendamaikan perselisihan Mewakili desanya didalam dan diluar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukumnya Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Termasuk mengingkari hak-hak masyarakat adat untuk mengorganisir dirinya. Dan menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan tugasnya kepada Bupati. 1999) ternyata masih mengingkari keberagaman struktur pemerintahan lokal tersebut dengan menyeragamkan sistem pemerintahan Desa. Kepala Desa bertanggung jawab kepada rakyat melalui Badan Perwakilan Desa. UU Pemda yang baru ini (No. Kepala Desa berhenti karena : • • • • • Meninggal dunia Megnajukan permintaan berhenti sendiri Tidak lagi memenuhi syarat dan/atau melanggar sumpah/janji Berakhir masa jabatan dan telah dilantik Kepala Desa yang baru Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku dan/atau norma yang hidup dan berkemang dalam masyarakat desa Pemberhentian Kepala Desa dilakukan oleh Bupati atas usul Badan Perwakilan Desa. Badan Perwakilan Desa .

meliputi : • • • • • • Retribusi Desa Hasil Usaha Desa Hasil Kekayaan Desa Hasil Swadaya dan Partisipasi Hasil Gotong Royong. menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan desa Anggota Badan Perwakilan Desa dipilih dari dan oleh penduduk Desa yang memenuhi persyaratan Pimpinan Badan Perwakilan Desa dipilih dari dan oleh anggota Badan Perwakilan Desa bersama dengan Kepala Desa menetapkan Peraturan Desa Pelaksanaan Peraturan Desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa Pendapatan Desa terdiri atas : 1. dan Pungutan Desa 2. peraturan tersebut ditangguhkan pelaksanaannya. Pinjaman Desa PENGAWASAN DAN PEMBINAAN • • • • Pemerintah pusat dapat menangguhkan dan atau membatalkan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah yang bertentangan dengan kepentingan umum atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi Keputusan pembatalan atau penangguhan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah ini diberitahukan kepada Daerah yang bersangkutan dengan menyebutkan alasan-alasannya. Pendapatan lain-lain yang sah 4. DEWAN PERTIMBANGAN OTONOMI DAERAH Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah terdiri atas : • • • • Menteri Dalam Negeri Menteri Keuangan Menteri Sekretaris Negara. Daerah yang tidak dapat menerima keputusan pembatalan atau penangguhan Peraturan Daerah atau Keputusan Kepala Daerah ini.• • • • • Berfungsi membina adat istiadat. dan Menteri lain sesuai dengan kebutuhan . meliputi : • • Bagian dari perolehan pajak dan retribusi Daerah Bagian dari dana perimbangan keuangan Pusat dan Daerah yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten 3. dapat mengajukan keberatannya kepada Pengadilan Tata Usaha Negara setelah terlebih dahulu mengajukan keberatan kepada Pejabat yang berwenang. Sumbangan dari pihak ketiga 5. Pendapatan asli Desa. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Pusat. Selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah keputusan pembatalan atau penangguhan Peraturan Daerah atau Keputusan Kepala Daeah.

dan merupakan penyelenggara dan penanggung jawab utama di bidang pemerintahan. dan Perwakilan asosiasi Pemerintah Daerah Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah bertugas : • • • • Memberikan rekomendasi mengenai pembentukan. Sedangkan DPRD sebagai Badan Legislatif Daerah. Perangkat Daerah dibentuk sesuai dengan kebutuhan Daerah.II) berwenang untuk mensahkan. 22/1999 1. Matriks Perbandingan antara UU No.Kepala Daerah wajib memberikan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD 6. Daerah Otonom masing-masing berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain. . Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah beserta perangkat Daerah Lainnya. KETENTUAN LAIN-LAIN Dalam rangka menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum serta untuk menegakkan Peraturan Daerah dibentuk Satuan Polisi Pamong Praja. 5. Pembentukan.Kepala Desa menjalankan hak.Organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah Camat . sebagai Badan Eksekutif Daerah. wewenang dan kewajiban pimpinan pemerintahan Desa.Desa adalah suatu wilayah dengan sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat . yang lebih dikenal sebagai petugas ketertiban dengan kesan penuh kekerasan. 2. penghapusan. 3. berdasarkan pedoman dari Pusat untuk susunan organisasi. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah dan DPRD 3. Rakyat di daerah tersebut mempunyai hak untuk memberi masukan ke DPRD atau Kepala Daerah agar perilaku polisi pamong praja lebih bersahabat dan mengayomi rakyat. 5/1974 dengan UU 22/1999 UU No. formasi dan persyaratan jabatan. membatalkan dan menangguhkan Peraturan Daerah atau Keputusan Kepala Daerah UU No.Kepala Daerah menurut hierarki bertanggung jawab kepada Presiden melalui Mendagri . . Mendagri (untuk TK. susunan organisasi dan formasi Dinas Daerah ditetapkan dengan Perda sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri 4. Kepala Daerah menurut hierarki bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri 2. 5/1974 1. seperti penggusuran paksa pedagang kaki lima. I) dan Gubernur (untuk TK. . pembangunan dan kemasyarakatan.• • Pimpinan Komisi Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi Pemerintahan dalam negeri . penggabungan dan pemekaran Daerah Otonom Memberikan rekomendasi mengenai perimbangan keuangan pusat dan Daerah Memberikan rekomendasi mengenai kemampuan Daerah Otonom untuk menjalankan kewenangan-kewenangan tertentu Dewan bertanggung jawab kepada Presiden. sebagai perangkat Pemerintah Daerah Apa yang dapat Anda Lakukan ? Polisi Pamong Praja.

UU no. Peraturan Daerah yang ditetapkan Daerah Otonom tidak memerlukan pengesahan terlebih dahulu oleh pejabat yang berwenang. Dapatkah UU Otonomi Daerah segera dilaksanakan ? Pertanyaan di atas menjadi sangat penting mengingat baik UU no 22 maupun UU no. 25 thn.4. 5. 22/1999 Materi yang perlu diatur .Ketentuan mengenai Pajak dan Retribusi Daerah . Untuk UU no.Kewenangan daerah dan UU no. tidak ada usaha nyata untuk 'menterjemahkan' substansi dan makna kedua UU tersebut sampai ke tingkat rakyat. 1999 memerlukan 35 Aturan Pelaksanaan. 1999 saja setidaknya diperlukan 27 Aturan Pelaksanaan dimulai dari setingkat Undang-undang sampai ke tingkat Peraturan Daerah. 1999 akan segera diberlakukan di tahun 2000 ini. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adatistiadat setempat. Banyak pejabat di daerah --bahkan di pusat-. Kawasan Wisata dan kawasan-kawasan lainnya .Pelaksanaan Pinjaman . Lebih parah lagi. Berikut materi penting yang masih memerlukan aturan pelaksanaan lebih lanjut dalam kedua UU tersebut. 25/1999 Materi yang perlu diatur Tingkat Peraturan UU Ketentuan mengenai Pajak dan Retribusi Daerah PP . . penggabungan dan pemekaran daerah -Tentang Dana Perimbangan . 25 thn. Sementara UU no.Kepala Daerah wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan pemerintah Daerah kepada Presiden melalui Mendagri. 22 thn. Faktor berikutnya adalah kedua UU tersebut mensyaratkan banyak aturan pelaksanaan agar mandat dalam UU tersebut dapat dijalankan.Pengaturan kewenangan daerah di Negara wilayah laut .Kepala daerah bertanggung jawab kepada DPRD.Pembentukan.Pengaturan tentang kawasan Otorita.Ketentuan mengenai tata Pengawasan atas penyelenggaraan cara penghitungan dan Otonomi Daerah penyaluran atas bagian Daerah dari Penerimaan . Kawasan Industri. nama batas dan Ibu kota . Sementara sosialisasi materi kedua UU di atas masihlah belum dijalankan dengan mulus. 6.Penghapusan.Pedoman mengenai Pembinaan dan . . Sehingga dapatlah segera dibayangkan bagaimana rakyat makin tertepikan dalam wacana perdebatan mengenai otonomi daerah.yang masih belum memahami substansi yang terkandung dalam kedua UU tersebut.

Setidaknya ada empat area utama yang perlu diwaspadai dalam kewenangan di wilayah laut.Pembentukan dana cadangan .Pembentukan. 1999 tentang Pemerintah Daerah adalah pada pengaturan kewenangan di wilayah laut.Daerah .Ketentuan mengenai PokokMilik Daerah pokok Pengelolaan keuangan Daerah .Kewenangan daerah Kabupaten dan daerah kota di wilayah laut . yaitu 1. yang berpotensi membawa konflik.Pedoman tentang penyusunan.Pelaksanaan pembiayaan Dekonsentrasi kewenangan propinsi . dan Perhitungan APBD Wewenang Pengelolaan Laut dan Otonomi Pemerintahan Daerah Salah satu dampak Keberadaan UU No.Pembiayaan pelaksanaan Tugas Pembantuan . Substansi kewenangan di wilayah laut dalam UU ini termasuk yang sepi dari perdebatan sebelum disahkan.Ketentuan Pokok-pokok . Perubahan APBD dan Perhitungan APBD PERDA .Pembentukan Kecamatan dan Kelurahan .APBD.Pelaksanaan ketentuan tentang informasi yg berkaitan dng keuangan Daerah Ketentuan mengenai Sekretariat Bidang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah KEPPRES Penetapan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah . pengelolaan dan perubahan dan perhitungan APBD Pertanggungjawaban Keuangan Daerah . perhatian dan pemahaman terhadap wilayah laut memang minim pada pihak eksekutif maupun legislatif. Perubahan APBD. Selain karena ketergesaan dan kurang publikasi.Insentif fiskal dan non fiskal tertentu .Ketentuan mengenai pengelolaan Kawasan Perkotaan . penghapusan dan penggabungan Desa " APBD. 22 Thn. Kewenangan Lembaga Kehadiran UU ini pada pelaksanaannya akan membawa perubahan wewenang .Tentang pembentukanBadan Usaha .

yang --tentu saja-sampai sekarang belum ada kabar beritanya. 22 Thn. dan beberapa bidang lainnya menjadi Perangkat Daerah. . Seperti dijelaskan dalam UU ini. Sementara nelayan tradisional yang bersarana tangkap seadanya bersaing ketat di wilayah tangkap yang padat. Kanwilkanwil akan dihilangkan dan melebur menjadi Dinas-dinas. Perubahan mendasar dalam hal pengalihan wewenang kelembagaan. Sementara bidang . penanaman modal. pengaturan tata ruang. konservasi. Namun. penyeragaman batas wewenang perlu diwaspadai mengingat kenyataan sumber daya di daerah dan pluralisme sistem pengelolaan laut yang dikelola rakyat (masyarakat adat). Seharusnya masyarakat pesisir (nelayan tradisional) dilindungi aksesnya terhadap sumber daya perikanan dengan penetapan batas wewenang laut yang lebih luas lagi. wewenang Daerah Kabupaten di wilayah laut ditetapkan sejauh sepertiga wewenang Daerah Propinsi. karena menjamin kepastian berusaha. kesemua itu memerlukan peraturan lebih lanjut lewat Peraturan Pemerintah. karena selalu bersinggungan dengan bidang-bidang lain seperti bidang pariwisata. dan pengelolaan kekayaan laut sebatas wilayah laut tersebut. terutama dikaitkan pada saat merumuskan kebijakan daerah sebagai konsekuensi otonomi daerah.bidang fungsional seperti perikanan. konservasi. Namun. pertambangan. swasta dan masyarakat dalam menyikapi diterapkannya UU ini. yang kekayaannya menjadi milik Daerah. perdagangan dan industri serta pertanahan kini diselenggarakan oleh Daerah Kabupaten. Kewenangan daerah di wilayah laut meliputi eksplorasi. Bidang ini dapat dikatakan induk dari kewenangan pengelolaan di wilayah laut. Pemberian batasan wewenang wilayah ini merupakan kebijakan positif. 1999 telah menetapkan batasan pemberian wewenang di wilayah laut sejauh 12 Mil dari garis pantai terluar kepada Daerah Propinsi. perhubungan. pulau-pulau kecil serta kawasan konservasi pesisir dan laut. dan bantuan penegakan keamanan dan kedaulatan negara. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah pusat. 22 ini mengatur tentang bidang-bidang yang selama ini secara tumpang tindih ditangani oleh beberapa instansi/ departemen. selain menangani kewenangan bidang-bidang pemerintahan. 3. yang seringkali ditimpali oleh masuknya kapal besar milik pengusaha perikanan di wilayah tangkap tradisional. perikanan. maka sumber daya perikanan Indonesia hanya menjadi lahan pengusaha perikanan besar di luar wilayah 12 Mil hingga Zona Ekonomi Eksklusif sejauh 200 Mil. pada awalnya akan menimbulkan kegamangan aparat pemerintah. Di beberapa daerah tingkat persaingan antar nelayan sangat tinggi. sedangkan pengaturan tata ruang menjadi wewenang Daerah Propinsi. Perencanaan tata ruang yang menjadi wewenang pemerintah pusat dapat merupakan indikasi tidak adanya perubahan mendasar terhadap wewenang daerah dalam prinsip desentralisasi Tentang Batas 12 Mil Undang-undang No. penanaman modal dan perikanan. Kegamangan ini akan menjadi serius. Pasal 10 ayat 2 UU No. Dengan batasan hanya sejauh 4 Mil. Instansi vertikal di Propinsi dan Kabupaten/ Kotamadya. Pemberian wewenang di wilayah laut akan berdampak pada wilayah pesisir (pantai) dan perairan didepannya. kehutanan. kelembagaan/ instansi di daerah.2. pengaturan kepentingan administratif. karena kewenangan perencanaan tata ruang adalah kewenangan Pemerintah Pusat. Wilayah sepanjang 4 Mil merupakan cakupan yang sangat kecil. akan menjadi perangkat daerah di bawah Gubernur. Ini artinya dinas-dinas terkait --yang mengurus konservasi. menjadi wewenang Kepala Daerah. lingkungan hidup. terutama dengan padatnya praktek penangkapan ikan di perairan dekat pantai. eksploitasi. pariwisata. yakni sejauh 4 Mil. Perencanaan Tata Ruang Potensial konflik antara Pemerintahan Pusat dan Daerah dapat terjadi.

Ada gambaran bahwa pemberian wewenang kepada Pemerintah Daerah kemungkinan menjadi sebuah kebijakan tarik ulur apabila Daerah dan Pusat mempunyai persepsi yang berbeda mengenai bidang-bidang tertentu yang menjadi wewenang Daerah. dan perencanaan tata ruang propinsi. Selama ini. Substansi terpenting. lingkungan hidup. yakni mengenai tenurial (hak kepemilikan) yang kemudian akan berhubungan dengan kebijakan tata ruang. Intervensi pusat ke daerah dapat pula dilakukan melalui pelimpahan wewenang dan asas dekonsentrasi. pemerintah pusat --melalui menteri-menteri terkait-. yang umumnya berdomisili di daerah Kabupaten. Padahal pengelolaan laut di Indonesia sejak dahulu dilakukan oleh komunitas masyarakat. tetapi juga dapat menimbulkan kontroversi. Proses produksi kebijakan yang terlalu memusatkan perumusan kebijakan oleh pusat. Kepemilikan tersebut dengan gampang digusur oleh kepentingan investor wisata. [P. tidak tersentuh secara transparan dalam UU ini. 22 Thn. E-LAW INDONESIA . khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam. menguasai dan mengelola sumber daya alam sekaligus menegasikan kepemilikan lahan yang menjadi milik masyarakat. sama sekali tidak mencerminkan semangat otonomi dan menghargai kemampuan lokal. Penjelasan Pasal 10 ayat 2 UU No. Karena itu Penjelasan yang berbunyi :"Khusus untuk penangkapan ikan secara tradisional tidak dibatasi wilayah laut" selain akan memberi peluang bagi penanggulangan masalah di atas. Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah menurut asas ini. pemerintah yang menyatakan dirinya sebagai penjelmaan negara. Substansi mengenai tenurial ini akan tetap menjadi ruang gelap pengelolaan sumber daya alam yang berkesinambungan. Tenurial merupakan masalah penting. Wewenang Kepemilikan Laut Pengelolaan laut harus memberikan batasan yang jelas antara kepemilikan. Raja Siregar]. Karena produk hukum Peraturan Pemerintah adalah wewenang penuh pemerintah pusat. Untuk bidang ini terbuka kemungkinan friksi dalam mengidentifikasikan batas wewenang. Ketika Pasal 10 ayat 4 UU ini menyatakan bahwa pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan wewenang laut ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. maka intervensi pemerintah pusat akan semakin nyata. 1999 ini tidak mendefinisikan secara jelas SIAPA dan APA yang dimaksud dengan "penangkapan ikan tradisional" ini. Mengenai penangkapan ikan secara tradisional. Bahkan kepentingan konservasi tak jarang juga menggusur masyarakat pesisir dari sumber dayanya. swasta dan lembaga pemerintah). 4. juga tidak terakomodir dengan adanya batasan 12 Mil ini. karena pengaturan tata ruang selalu berimplikasi pada bidang-bidang lain. karena sering tidak diakuinya hak kepemilikan masyarakat pesisir yang telah turun temurun mereka jaga. Pengaruh kewenangan pemerintah pusat dalam bidang tertentu yang berhubungan dengan wilayah laut akan dilakukan melalui perencanaan pembangunan regional secara makro.Sementara masyarakat adat yang telah turun temurun mengembangkan sistem pengelolaan kelautannya sendiri di beberapa wilayah pesisir Indonesia.berpeluang untuk melakukan intervensi dalam pengelolaan sumber daya alam yang telah menjadi wewenang daerah. maka seharusnya wewenang tersebut lebih didasarkan pada kenyataan asal-usul. wewenang pemanfaatan dan wewenang pengelolaan (antara masyarakat. budidaya dan kepentingan bisnis lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful