P. 1
Target 3 Kompre Bbln

Target 3 Kompre Bbln

|Views: 463|Likes:
Published by subijakto

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: subijakto on Jan 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2012

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami kehadiratkan kepada Alloh SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan klinik kebidanan yang berjudul “ ASUHAN KEHAMILAN NORMAL “ Pada BY Ny.”E” P20002. Multigravida. UK 39 -40minggu. Intrauterin. Tunggal. Hidup. Letak kepala. Keadaan jalan lahir normal. Keadan umum ibu baik. ASKEB komprehensif ini bias saya selesaikan dalam waktu yang telah diberikan karena tidak lepas dari bimbingan dan dukungan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena iti saya ucapkan terima kasih kepada : 1. 2. 3. 4.
5.

Ibu Suprihartin Selaku Pembimbing Klinik Tak lupa kedua orang yua dan teman – teman yang telah mendukung dan membantu dalam menyelesaikan tugas laporan ini.

6.

Saya berharap dengan terselesainya ASKEB komprehensif ini dapat bermanfaat bagi para pembaca untuk menambah pengetahuannya. Saya sadar ASKEB komprehensif ini kurang dari sempurna maka dari itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.

Mojokerto ,9 januari 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

1.2 `Tujuan

1.1.1Tujuan Umum 1.1.2Tujuan Khusus 1.3 Manfaat 1.4 Metode Penulisan 1.5 Teknik Pengumpulan Data 1.6 Sistematika Penulisan BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Definisi Persalinan Prinsip Dasar Pemantauan Bayi Baru Lahir Pemeriksaan Lanjutan Perubahan Yang Terjadi Setelah Kelahiran

2.6 2.7 2.8 2.9

Keadaan Klinik Tanda Kegawatan Pada Bayi Penatalaksanaan Tinjauan Manajemen

BAB 3 TINJAUAN KASUS 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 Pengkajian Identifikasi Diagnosa / Masalah Identifikasi Masalah Potensial Identifikasi Kebutuhan Segera Intervensi Implementasi Evaluasi

BAB 4 PEMBAHASAN BAB 5 PENUTUP 5.1 5.2 Kesimpulan Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dan kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dengan berat badan 2500-4000 gram. Jumlah bayi baru lahir di Negara Indonesia sangat banyak dibendingkan angka kematian bayi baru lahir. Penyebab kematian bayi baru lahir antara lain asfiksia, BBLR, infeksi neonatorum ikterus, dll. Pada makalah ini akan dibahas tentang bayi baru lahir normal dimana penulis mendapatkan kasus ini, bayi baru lahir harus segera ditangani dengan mengeringkan bayi, menghisap lender, mengeklem dan memotong tali pusat, menjaga bayi tetap hangat, kontak dini dengan ibu. Pada bayi baru lahir harus dinilai untuk mengetahui adanya kegawatan seperti sesak nafas, frekuensi pernafasannya, gerakan retraksi dada, bayi malas minum, panas atau suhu tubuh rendah, BBLR (1500-2500 gram) dengan kesulitan minum.

1.2 Tujuan

1.2.1

Tujuan Umum

Setelah membuat laporan asuhan kebidanan diharapkan mahasiswa dapat mengerti, memahami, serta mampu membuat asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal. 1.2.2 Tujuan Khusus Adapun tujuan yang dapat kita ambil dari penyusunan laporan ini adalah agar mahasiswa mampu: a. b. c. d. e. f. g.
1.2

Melakukan pengkajian data subyektif dan obyektif bayi baru lahir normal. Mengidentifikasi masalah dan diagnosa. Mengidentifikasi masalah potensial. Mengidentifikasi kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Membuat rencana tindakan. Melaksanakan tindakan. Melaksanakan evaluasi dan haisl tindakan.

Manfaat a. b. Mahasiswa Mahasiswa dapat memahami tentang konsep dasar BBL Bagi Institusi Institusi dapat mengetahui sejauh mana mahasiswa akademi kebidanan Dian Husada mampu membuat asuhan kebidanan bayi baru lahir normal. c. Bagi Lahan Praktek BPS dapat meningkatkan asuhan pelayanan yang komperehensif pada BBL.

1.3

Metode penulisan Di dalam penulisan makalah ini yang digunaklan adlah deskriptif dengan menggunakan study kasusmelalui pendekatan managemen kebidanan menurut Varney meliputi lengkah-langkah pengumpulan data, identifikasi diagnosa dan masalah, identifikasi masalah potensial, identifikasi kebutuhan sesgera, intervensi, implementasi, dan evaluasi.

1.4

Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah: a. Wawancara

Yaitu dengan bertanya langsung kepada klien tentang hal-hal yang berhubungan dengan latar belakang kondisi kesehatan klien. b. Observasi Langsung Yaitu melalui pengamatan langsung maupun pemeriksaan fisik dengan inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi. c. d. Study Dokumen Dengan melihat rekam medis. Study Literatur Yaitu melalui referensi dan literature.

1.5

Sistematika Penulisan Meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan, manfaat metode penulisan, teknik pengumpulan data, serta sistematika penulisan.

BAB 1 PENDAHULUAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pada tinjauan pustaka ini yang dibahas adalah definisi bayi baru lahir, prinsip dasar, pemantauan bayi baru lahir, pemeriksaan lanjutan, perubahan yang terjadi setelah kelahiran, keadaan klinik, penilaian bayi untuk tanda kegawatan, penatalaksanaan segera BBL. BAB 3 TINJAUAN KASUS Meliputi 7 langkah manajemen Varney meliputi lengkah-langkah pengumpulan data, identifikasi diagnosa dan masalah, identifikasi masalah potensial, identifikasi kebutuhan sesgera, intervensi, implementasi, dan evaluasi. BAB 4 PEMBAHASAN Membahas tentang kesenjangan teori dan praktek di lapangan yaitu pada tinjauan kasus bayi baru lahir normal. BAB 5 PENUTUP Meliputi kesimpulan dan saran. DAFTAR PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN TEORI

2.1

Definisi Bayi Baru Lahir Bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dengan berat badan lahir 2500 – 4000 gram. (Rustam ,Mochtar, 1993: 119) Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dan kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dengan berat badan 2500-4000 gram. Jumlah bayi baru lahir di Negara Indonesia sangat banyak dibendingkan angka kematian bayi baru lahir.

2.2

Prinsip Dasar - Pelayanan kesehatan neonatal harus dimulai sebelum bayi dilahirkan melalui pelayanan kesehatan ibu hamil. - Penelitian menunjukkan ± 50% kematian bayi terjadi dalam periode neonatal, yaitu dalam bulan pertama. - Kurang baiknya penanganan BBL yang sehat akan mengakibatkan kelainan bahkan cacat seumur hidup. (Prawirohardjo, Sarwono, 2002: 132)

2.3

Pemantauan Bayi Baru Lahir Tujuan: 1. 2. 3. Mengikuti aktivitas bayi normal atau tidak. Identifikasi kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan pelatihan. Menentukan tindak lanjut petugas persalinan.

Keadaan umum bayi dinilai satu menit setelah lahir dengan menggunakan Apgar Score: Nilai (Kriteria) Appearance (warna kulit) Pulse rate (frekuensi nadi) Grimace 0 Pucat Tidak ada Tidak ada 1 Keadaan merah Ekstremitas biru < 100 x/mnt Sedikit gerakan 2 Seluruh tubuh kemerah-merahan > 100 x/mnt Batuk / bersin

(reaksi rangsang) Activity (tonus otot) Respiration (pernafasan) Tidak ada

mimic (grace) Lemas Lambat, tidak teratur Gerak aktif

Tidak ada

Baik, menangis

Setiap penilaian diberi angka 0, 1, dan 2. dari hasil penilaian dapat diketahui apakah bayi normal bila apgar >10, asfiksia sedang sedang-ringan bila nilai apgar 4-6, dan asfiksia berat jika nilai apgar 0-3. 2.4 Pemeriksaan Lanjutan Pemeriksaan dilakukan 24 jam setelah bayi baru lahir. Pemeriksaan yang dilakukam yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kepala Adanya caput suchedenium, cephal hematoa, besar, dan bentuk kepala. Mata Perdarahan sub konjungtiva, mata yang menonjol, katarak, dll. Telinga Kelainan letak, ukuran, dan bentuk telinga. Mulut Labioskisis, labiognatopalatokisis, tooth bids, dll. Leher Hematoma sternokleidomastoideus, ductus tireglosus. Dada Bentuk dan pembesaran buah dada, retraksi intercoste, subcostal, bunyi pernafasan (vesikuler, bronchial). 7. 8. 9. Jantung Frekuensi bunyi jantung, kelainan bunyi jantung. Abdomen Pembesaran hati, limfa, tumor, atresia esophagi tanpa fistula. Tali Pusat Berdarah, jumlah pembuluh darah tali pusat, hernia tali pusat.

10. Genetalia Testis sudah turun atau belum, fimosis, adanya perdarahan lender dari vagina, bentuk labia mayora, atresia ani. 11. Tulang Punggung Spina bifida, pilonodol sinus atau dimple. 12. Anggota Gerak Syndaktil, polydaktil, fraktur, paralysis. 13. Keadaan Neuromuskular Refleks moro, menggenggam, rooting, dll. 14. Lain-lain - Kulit : verniks kaseosa, lanugo, ketegangan kulit. - Mekonium harus keluar 24 jam sesudah lahir, bila tidak harus waspada terhadap atresia ani ataupun obstruksi usus. (Prawirohardjo, Sarwono, 2002: 251) Pengukuran bayi baru lahir normal di antaranya: BB PB : : 2500 – 4000 gr 48 – 53 cm 30,5 – 33 cm

LIDA :

LIKA di antaranya: a. Ukuran muka belakang Diameter sub occipito bregmatika Diameter sub occipito frontalis Diameter fronto occipito Diameter mento occipito Diameter sub mento bregmatika b. Ukuran melintang Diameter biparietal Diameter bitemporal c. Ukuran melingkar Circumferensia SOB : 32 cm : 9 cm : 8 cm : 9,5 cm : 11 cm : : : 12 cm 13,5 cm 9,5 cm

Circumferensia FO Circumferensia MO (FK UNPAD, 1983) 2.5 Perubahan yang Terjadi Setelah Kelahiran a. Gangguan metabolisme karbohidrat

: 34 cm : 35 cm

BBL akan memperoleh energi tambahan pada jam-jam pertama dari metabolisme asam lemak. Apabila pada suatu hal, yaitu peningkatan perubahan glukosa menjadi glikogen maka bayi akan menderita hipoglikemi. b. Gangguan pernafasan Pernafasan bayi normal terjadi pada 30 detik setelah kelahiran. Pernafasan ini timbul akibat aktifitas normal susunan syaraf pusat dan perifer yang dibantu rangsangan lainnya. Misal: kekurangan O2, sentuhan, perubahan suhu. c. Perubahan system sirkulasi dengan berkembangnya paru-paru dan dipotongnya tali pusat, maka ductus arteriosus menutup, foramen ovale menutup. 2.6 Keadaan Klinik / Fisiologi Bayi Normal Segera Setelah Lahir - Pada waktu lahir, bayi sangat aktif, denyut jantung pertama 180 x/mnt kemudian turun menjadi 120-140 x/mnt. - Pernafasan cepat pada menit pertama ± 80 x/mnt sampai 10-15 x/mnt. - Kelanjutan dari aktifitas ini bayi menjadi tenang dan biasanya tertidur. - Setelah bayi bangun, bayi mudahterangsang, denyut jantung meningkat namun sesudah masa ini bayi mulai sakit, daya isap sserta refleks mulai stabil. 2.7 Penilaian Bayi Untuk Tanda Kegawatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 2.8 Sesak nafas Frekuensi pernafasan yang cepat dan dangkal Gerakan retraksi dada yang berlebihan Malas minum Panas atau suhu tubuh rendah BBLR (1500-2500 gr) dengan kesulitan minum

Penatalaksanaan Segera Bayi Baru Lahir

a.

Asuhan Segera Setelah Lahir - Keringkan bayi - Hisap lender - Klem dan potong tali pusat - Jaga bayi tetap hangat - Kontak dini dengan ibu - perawatan mata dengan gritomisin 0,5% atau tetraciclin 1%

b.

Asuhan Lanjutan dalam Wajtu 24 jam - Pertahankan suhu - Pemeriksaan fisik bayi - Beri vitamin K - Identifikasi bayi - Perawatan tali pusat

BAB 3

TINJAUAN KASUS 3.1 Oleh Tanggal Jam A. Pengkajian : : : Ani Dwi astutik 9 januari 2010 06.00 WIB

Data Subyektif 1. Biodata Bayi Anak ke Tanggal Lahi Jam Lahir Umur Jenis Kelamin Orang Tua Nama Ibu Umur Agama Suku/Bangsa Pendidikan Pekerjaan Alamat 2. 3. : Ny.”E” : 26 tahun : Islam : Jawa/Indonesia : SMA : IRT : sumbersari Nama Ayah : Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : : : : : Tn.”H” 29 tahun Islam Jawa/Indo D2 Swasta sumbersari : : : : 2 01.30 WIB 2 hari Laki – laki : 9 januari 2010

Suku/Bangsa :

Keluhan Utama Ibu mengatakan saat ini bayinya dalam keadaan sehat. Riwayat Kesehatan Sekarang Ibu mengatakan saat ini bayinya dalam keadaan sehat, tidak sedang sakit panas, pilek, mencret, atau kelainan congenital. Tali pusat belum puput.

4.

Riwayat Kesehatan Keluarga

Ibu mengatakan baik ibu dan suami tidak mempunyai riwayat penyakit jantung, asma, darah tinggi, kencing manis, batuk tidak sembuh-sembuh, hepatitis, AIDS. 5. Riwayat Pre Natal TM 1 : Ibu mengatakan merasa mual-muntah biasa pada awal-awal kehamilan, sering pada pagi hari dan setelah bangun tidur. Ibu tidak pernah priksa kebidan. TM 2 : Ibu mengatakan tidak ada keluhan apa – apa, merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 4 bulan, dan ibu mengatakan periksa kebidan 2x dan mendapat tablet Fe dan vitamin. TM 3 : Ibu mengatakan punggungnya sering sakit dan serimg kencing – kencing. Ibu periksa kebidan 4x dan mendapatkan tablet Fe dan mendapatkan penyuluhan tentang tanda – tanda persalinan. 6. Riwayat Natal Tanggal Persalinan Cara Persalinan Penolong Jenis Kelamin Bayi BBL PBL LIDA LILA UK A–S 7. Riwayat Post Natal Ibu mengatakan saat lahir bayinya langsung menangis, normal, tanpa ada kelainan congenital. 8. Keadaan Psikososial Ibu mengatakan baik suami dan keluarga sangat senang atas kelahiran anak keduanya ini. 9. Data Sosial Budaya : 9 januari 2010 : Spontan : Bidan di puskesmas : Laki – laki : 3300 gr : 51 cm : 33 cm : 11 cm : 39 – 40 minggu : 7 – 8, saat lahir bayi langsung menangis. Jam : 01.30 WIB

Ibu mengatakan baik ia dan keluarga masih menganut adat jawa seperti upacara selamatan 3 bulanan dan 7 bulanan, potong rambut bayi, dan puput pusar. 10. Data Spiritual Seluruh anggota keluarga beragama Islam dan taat beribadah kepada – Nya serta tidak percaya dengan hal-hal tahayul. B. Data Obyektif 1. Pemeriksaan Umum K/U Bayi TTV : Baik : S N PB BB BBS LIDA LILA A–S a. Inspeksi Kepala Wajah Mata Telinga Hidung Mulut Leher Dada : bundar, simetris, rambut tipis – halus, tidak ada benjolan abnormal. : simetris, tidak pucat, tidak ada tanda-tanda dwon syndrom. : simetris, tidak ada secret, konjungtiva tidak pucat, palpebra tidak odem, sclera tidak ikterus. : simetris, tulang telinga sudah terbentuk, daun telinga teerbuka. : simetris, bersih, tidak ada pernafasan cuping hidung. : simetris, tidak ada labiopalatokisis, mukosa bibir lembab, bibir tidak pucat, lidah bersih. : tidak ada benjolan abnormal. : simetris, tidak ada tarikan intercostae berlebihan, tidak ada benjolan abnormal. : : 36,6 0C 126 x/mnt 44 x/mnt

RR : : 51 cm : 3300 gr : 3580 gr : 33 cm : 11 cm : 7–8

2. Pemeriksaan Fisik

Perut

: simetris, datar, tidak ada omfalokel ataupun omfalitis, tali belum puput.

Genetalia : bersih,testis sudah turun. Anus : bersih, tidak ada atresia ani. positif. b. Palpasi Kepala Leher Abdomen c. Auskultasi Dada Frekuensi jantung d. Perkusi Perut e. Reflek Moro Suching Rooting Graps/planar BT BP CSOB CFO CMO : 9 cm : 9 cm : 33 cm : 34 cm : 35 cm : : : : (+), kuat (+), kuat (+), kuat (+), kuat : tidak ada metorismus. Thoraks : intensitas suara di ki = ka. : : tidak ada wheezing/ronchi. 126 x/mnt, regular. : : : tidak ada benjolan abnormal. tidak ada benjolan abnormal. tidak ada benjolan abnormal. Ekstremitas : simetris, jumlah jari normal, tidak odem, refleks babinsky

f. Pemeriksaan Antopometri

3.2

Identifikasi Masalah / Diagnosa Dx : Bayi Ny.”E” baru lahir spontan belakang kepala, usia 2 hari, normal.

Ds

: Ibu mengatakan telah melahirkan bayi berjenis kelamin aki – laki secara spontan belakang kepala pada tanggal 019 januari 2010 jam 01.30 wib pada usia kehamilan cukup bulan dengan BBL 3300 gr dan PBL 51 cm. Saat lahir bayi langsung menangis, normal tanpa kelainan kongenital.

Do

: K/U bayi Tangis
• Moro • Suching • Rooting • Graps/planar

: baik : + : : : : : 360C 126 x/mnt 44 x/mnt : 7–8 : 3300 gr / 51 cm : 11 cm : 33 cm : 39 – 40 minggu (+), kuat (+), kuat (+), kuat (+), kuat

Refleks bayi positif dan kuat

TTV : S N RR A–S BBL / PB LILA LIDA UK 3.3 3.4 3.5 : :

Identifikasi Masalah Potensial Identifikasi Kebutuhan Segera Intervensi Tanggal : 06 juli 2009 Dx Jam : 06.00 wib : Bayi Ny.”A” baru lahir spontan belakang kepala, usia 4 hari, normal. fisik dan system imun bayi dapat terjaga. KH : TTV bayi dalam batas normal : S : 36,5°C – 37,5°C N : 100 – 180 x/mnt RR : 30 – 60 x/mnt

Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1x30 menit diharapkan kondisi

Refleks Normal, kuat Tidak terjadi hipoglikemi/hipotermi/ikterus. Berat badan normal sesuai dengan usia. Perkembangan dan perkembangan normal sesuai dengan usia. Intervensi : 1. Lakukan pendekatan terapeutik kepada keluarga bayi. R/ hubungan yang baik antara nakes dengan klien memungkinkan klien menjadi lebih kooperatif terhadap tindakan yang diberikan. 2. Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan bayi. R/ mencegah transmisi kuman yang dapat memperburuk kesehatan bayi karena system imun bayi masih lemah. 3. Lakukan pemeriksaan pada bayi dan lihat buku status bayi. R/ mengetahui perkembangan kesehatan bayi. 4. Beritahu keluarga mengenai kondisi bayi saat ini dan hasil pemeriksaan. R/ menambah pengetahuan keluarga sehingga menjadi lebih kooperatif. 5. Anjurkan ibu untuk senantiasa menjaga hygiene tubuh bayi dan lingkungan sekitar. R/ menghindari transmisi kuman dan memberi rasa aman pada bayi. 6. Anjurkan ibu untuk senantiasa menjaga kehangatan tubuh bayi. R/ menghindari hipotermi dan ikterus. 7. Jelaskan pada ibu/keluarga mengenai tanda-tanda bahaya pada bayi. R/ pengenalan dan penangan secara dini dapat mengurangi resiko mortalitas dan morbiditas bayi. 8. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya sampai dengan usia 6 bulan tanpa makanan tambahan. R/ memperkuat system imun bayi, bounding attachment, menghindari hipotermi/hipoglikemi/ikterus. 9. Anjurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi makanan bergizi dan banyak minum air putih (8-10 gls/hr). R/ merangsang produksi ASI. 10. Ajarkan ibu mengenai cara perawatan payudara yang benar dan anjurkan untuk senantiasa menjaga kebersihan payudaranya.

R/ mendukung proses laktasi, memperlancar pengeluaran ASI, menghindari transmisi kuman ke dalam tubuh bayi. 11. Anjurkan ibu/keluarga untuk segera menghubungi tenaga kesehatan jika ditemukan tanda bahaya pada bayi. R/ pertolongan secara cepat dan tepat dapat mengurangi resiko morbiditas dan mortalitas bayi. 12. Anjurkan ibu untuk rutin membawa bayinya ke posyandu sesuai jadwal untuk imunisasi. R/ penimbangan secara rutin dan imunisasi secara berkala dapat digunakan sebagai deteksi dini adanya kelainan dan antisipasi masalah potensial. 13. Dokumentasi R/ sebagai rekam medik dan perbandingan untuk mengetahui tingkat perkembangan kesehatan pasien pada pemeriksaan selanjutnya. 3.6 Implementasi Tanggal : 9 januari 2010 Dx Jam : 16.00 WIB :Bayi Ny.”E” baru lahir spontan belakang kepala, usia 2 hari normal. - Memperkenalkan diri kepada keluarga bayi sebagai tenaga kesehatan yang akan merawat bayinya. - Memanggil bayi dengan nama ibunya. - Mendengarkan secara aktif kehendak serta keluhan-keluhan yang disampaikan oleh orang tua bayi. - Menanggapi pertanyaan serta kekhawatirannya. 2. 3. 4. 5. Mencusi tangan sebelum dan sesudah kontak dengan bayi menggunakan air mengalir, sabun, kemudian mengeringkan dengan handuk kering dan bersih. Melakukan pemeriksaan pada bayi secara head to toe serta melihat buku status bayi mengenai kesehatan pada pemeriksaan sebelumnya. Memberiktahu keluarga bayi mengenai hasil pemeriksaan dan kondisi bayi saat ini. Menganjurkan ibu untuk segera mengganti popok dan baju bayi setiap kali basah atau kotor. Serta memastikan bahwa lingkungan sekitar bayi dalam keadaan bersih.

1. Melakukan pendekatan teraputik pada keluarga dengan cara:

6. Menganjurkan ibu untuk senantiasa menjaga kehangatan tubuh bayi dengan menyelimutinya jika dingin dan tidak mengenakan pakaian dari bahan yang panas dan tidak dapat menyerap keringat. 7. Menjelaskan pada ibu/keluarga mengenai tanda-tanda bahaya pada bayi, di antaranya: 8. Bayi sulit minum. Sianosis sentral (lidah kebiruan). Perut bayi kembung. Terdapat periode apneu. Terjadi kejang atau periode kejang kecil-kecil. Bayi merintih. Perdarahan. Bayi sangat kuning. BBL < 1500 gr. Sesak nafas. Frekuensi pernafasan 60 x/mnt. Terdapat gerak retraksi dada. Panas atau suhu bayi rendah. Bayi kurang aktif. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya sampai dengan usia 6 bulan tanpa makanan tambahan dengan payudara kiri-kanan secara bergantian dengan cara meneteki yang benar, yaitu:


disusui.

Dapat dilakukan dengan tidur miring kearah buah dada yang akan Bila menyusui dengan duduk. Harus duduk dengan nyaman. Kaki tidak menggantung, dapat diberi ganjal dengan bangku. Tinggi kepala bayi sesuai dengan posisi buah dada. Putting susu dimasukkan ke dalam mulut bayi sampai areola mamme. Biasakan agar bayi selalu menghisap, jadi tidak memberika putting susu di dalam mulutnya atau diemut saja karena dapat menyebabkan putting susu lecet.

• • • •

• • •

Perhatikan agar buah dada tidak menutupi hidung bayi. Lama menyusui perhari ± 20 menit tiap 3 jam. Bila air susu ibu tidak habis dihhisap bayi, sisa air susu harus dikeluarkan agar tiap kali bayi menghisap memperoleh air susu baru.

9. Menjelaskan pada ibu mengenai cara memperbanyak produksi ASI, yaitu: • Makan makanan bergizi dan menu seimbang, yaitu: o Nasi o Sayur hijau: bayam, kangkung, kacang panjang, dll. o Lauk pauk, misalnya: tahu, tempe, ikan lele, ikan laut, banding, dll. o Buah-buahan. o Minum 8-10 gls/hr. • o o • • Menganjurkan ibu untuk mengatur waktu istirahat: Tidur siang ± 1-2 jam. Tidur malam ± 7-8 jam. Memotivasi ibu untuk meneteki bayinya sesering mungkin tanpa jadwal (2-3 jam sekali) menggunakan payudara secara bergantian. Menganjurkan ibu tunuk menghindari ketegangan emosi/stress. Bila ada masalah memebicarakannya secara baik dengan keluarga atau petugas kesehatan yang dipercaya. 10. Mengajarkan pada ibu mengenai cara perawatan payudara yang benar dan rutin setiap 10 menit sebelum mandi seta menganjurkan ibu untuk senantiasa menjaga kebersihan payudaranya, yaitu:

• • •
11.

Putting susu dikompres dengan kapas yang diberi minyak kemudian dibersihkan dengan sabun dan air bersih. Memakai BH yang sesuai besarnya agar dapat menahan buah dada. Pada waktu sebelum dan menyusui putting susu dibersihkan dengan kapas air matang, kemudian dikeringkan dengan handuk bersih. Menganjurkan ibu/keluarga untuk segera menghubungi tenaga kesehatan jika ditemukan tanda bahaya pada bayi.

12. 13. 3.7 Evaluasi Tanggal S O

Menganjurkan ibu untuk rutin membawa bayinya ke posyandu sesuai jadwal untuk imunisasi. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan kedalam buku status bayi.

: 09 januari 2010

Jam

: 16.30 WIB

: Ibu mengatakan sudah mengerti atas penjelasan bidan dan tentang keadaan : Ibu mampu menjawab reviem dari bidan. K/U bayi : Baik BBS PBS : 2910 gr : 49 cm S : 360C RR : 44 x/mnt

bayinya saat ini.

TTV : N : 126 x/mnt

A P

: Bayi Ny.”A” baru lahir spontan belakang kepala, usia 6 hari, normal. : Rencana Asuhan Dilanjutkan. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara eksklusif sampai dengan usia 6 bulan. Anjurkan ibu untuk rutin membawa bayinya ke posyandu sesuai jadwal untuk mendapatkan imunisasi. Anjurkan ibu/keluarga untuk segera menghubungi tenaga kesehatan jika ditemukan tanda bahaya pada bayi.

BAB IV PEMBAHASAN Setelah melakukan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir di dapatkan pengkajian bayi Ny. “E” baru dengan lahir spontan belakang kepala, usia 4 hari tidak disertai dengan komplikasi sehingga petugas kesehatan mengidentifikasi masalah atau diagnosa yaitu bayi Ny. “E” dengan lahir spontan belakang kepala, usia 2 hari, normal. Pada bayi Ny. “E” setelah dilakukan analisa data maka tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek. Pada teori dilakukan asuhan kebidanan yaitu menghisap lendir, mengeringkan bayi, menghangatkan bayi, melakukan kontak kulit antara bayi dengan ibunya, memberikan minum asi, melakukan perawartan tali pusat, dimana bayi Ny. “E” perlu perawatan konservatif. Setalah melakukan pemeriksaan dan perawatan pada bayi Ny. “E “ dengan kelahiran normal maka tidak ada kesenjangan antara teory dan praktek.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari tinjauan kasus di atas dapat ditarik kesimpulak bahwa asuhan kebidanan dengan diagnosa bayi Ny. “E” baru lahir spontan belakang kepala, usia 4 hari, normal ditegakkan dengan hasil pengkajian bahwa ibu bersalin tanpa adanya komplikasi. Oleh karena itu kita sebagai bidan apabila menemui kasus ibu bersalin tanpa komplikasi maka kita dapat mengdiagnosis bahwa kemungkinan besar bayi baru lahir tersebut adalah normal. 5.2 Saran Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir memerlukan perawatan dan pemantauan yang konservatif utnuk menghindari kemungkinan komplikasi pada bayi baru lahir. Hal tersebut dikarenakan masih lemahnya sistem imun bayi sehingga rentan terserang penyakit. Oleh karena itu kiota sebagai bidan harus cepat, tanggap, dan cermat dalam melakukan perawatan dan pemantauan pada bayi baru lahir serta memberikan penyuluhan pada keluarga si bayi mengenai cara-cara merawat bayi yang benar sehingga mereka bisa lebih tanggap dan kooperatif dalam merawat bayi.

DAFTAR PUSTAKA Prawirohardjo, Sarwono. Pelayanan Kesehatan Maternitas dan Neonatal. Jakarta: 2001. Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan. YBP-SP. Jakarta: 2002. Mochtar, Rustam. Sinopsis Obstetri Fisiologi Patologi. EGC. Jakarta: 1998. FK UNPAD. Obstetri Fisiologi. Bandung: 1983.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->