P. 1
Laporan+BIO+1 (3)

Laporan+BIO+1 (3)

|Views: 1,310|Likes:
Published by knightlove

More info:

Published by: knightlove on Jan 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM PENGENALAN MIKROSKOP

OLEH : NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN NIM : MUHAMMAD PARHANI : J1FI09039 : 4 : TATI HIDAYAH : J1D107060

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU OKTOBER, 2009

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut bentuk dan struktur selnya makhluk hidup dibedakan menjadi dua yaitu makhluk hidup bersel banyak dan makhluk hidup bersel satu, makhluk ini tidak dapat terlihat dengan mata kita, karena panca indra manusia memiliki kemampuan daya pisah atau daya lihat yang sangat terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati dan pengamatan itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu. Salah satu alat bantu yang sering digunakan dalam penelitian atau pengamatan tentang organisme yang tidak bisa dilihat dengan mata, terutama dalam bidang kedokteran dan biologi adalah mikroskop dalam (bahasa latin mikro diartikan kecil sedangkan scopium berarti penglihatan). Mikroskop sering digunakan untuk, meningkat kemampuan daya pisah atau lihat seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati obyek yang sangat halus dan tidak dapat terlihat oleh mata terbuka (Dwidjoseputro, 1994). Bakteri adalah makhluk hidup yang kecil sehingga tidak bisa di lihat dengan mata telanjang (tanpa bantuan alat pembesar). Begitu juga hal nya dengan paramecium dan sebagainya sehingga bantuan alat pembesar ini sangat diperlukan. Alat pembesar ini selain diperlukan untuk melihat bakteri, alat pembesar juga sangat diperlukan untuk melihat isi dari sel pada makhluk hidup, bentuk organisme-organisme yang kecil, untuk melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme, serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri, 2000). Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah terbatas, oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu. Dan alat Bantu itu adalah Mikroskop yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati objek yang sangat halus sekalipun (David, 1978). Mikroskop pertama kali ditemukan pada tahun 1632 oleh seorang ilmuan berkebangsaan Belanda bernama Antoni Van Leeucanhoek. Beliau berhasil

membuat mikroskop berlensa tunggal yang sederhana. mikroskop yang ditemukan pertama kali ini penbesarannya dapat mencapai pemliesaran sekitar 270 kali. Dengan mikroskop ini Antoni Van Leeucanhoek dapat meIihat benda kecill dalam tetesan air sekalipun (Muchlis, 1980). Setelah ditemukannya Mikroskop oleh Anton Van. L, tak lama kemudian seorang ilmuan bemama Robe hooke juga menemukan mikroskop berlensa tunggal yang merupakan pengembang dari mikroskop sebelumnya. Mikroskop Robert H memiliki lampu kondensor, sehingga dapat melihat objeyengan sangat jelas (Muchlis,1980). Dalam melakukan pengamatan terhadap suatu benda yang memiliki ukuran renik dimana pancaindera kita tidak mampu untuk melihatnya. Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati tanpa digunakan alat bantu. Alat bantu yang sering digunakan dalam pengamatan terutama dalam bidang biologi, yaitu mikroskop. Dalam Bahasa latin mikro diartikan keeil dan scopium diartikan pengilihatan, Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati benda yang halos sekalipun ( Muchlis, 1980 ). Hingga saat ini sudah ada dua macam mikroskop yaitu mikroskop cahaya yang biasa banyak digunakan dalam bidang pendidikan dan mikroskop elektron yang digunakan bidang kedokteran karena mikroskop elektron ini mempunyai pembesaran yang lebih dibandingkan dengan mikroskop cahaya. Mikroskop elekron ini menggunakan elektron berkecepatan tinggi yang dapat di samakan dengan sinar-x (0.05 angstrom atau satu million satuan inci) (Albert, 1994).

1.2

Tujuan Tujuan percobaan ini adalah untuk mengenali bagian-bagian mikroskop,

memahami fungsi dan terampil menggunakannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Harus diketahui agar penggunaan mikroskop yang benar harus dimiliki oleh seorang praktikan, oleh karcna itu, praktikum tentang pengenalan mikroskop merupakan hal pertama yang harus dilaksanaka. Terdapat berbagai tipe mikroskop yang masing-masing mempunyai tujuan penggunaan tertentu dan dengan bermacam kelengkapan pula. Mikroskop yang sering digunakan dalam Biologi adalah Mikroskop Cahaya, baik yang berlensa okuler tunggal atau dikenal dengan Mikroskop Monokuler maupun berlensa okuler ganda atau yang dikenal Mikroskop binokuler (Leeson, 1990). Mikroskop pada dasarnya adalah suatu alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sehagai lensa obyektif atau yang dekat dengan mata dan lensa okuler. Benda yang diamati mengalami pembesaran sebesa dua kali dengan lensa obyektif dan lensa okuler, dimana lensa okuler berfungsi sehagai lup. Bayangan akhir yang diamati bersifat maya, terbalik dan diperbesar. Bayangan tersebut merupakan aberasi sferis dan kromatis dari cahaya dan spektrum sinar nampak (Leeson, 1990). Mikroskop mcngalami perkembanan dari waktu ke iyaktu. Pada awalnya hanya di temukan sebuah mikroskop biasa oleh/Antony Van Leuwenhoek (1632-1723) dengan hanya perbesaran scbcsar 3000X. K mudian Ruska dan nol pada tahun 1932 menemukan Mikroskop elektron dcnga melakukan perbaikan tehadap mikroskop biasa yang ditemukan oleh Antony Van Yeuwenhoek dengan cara 1. tenarnbahkan partikel elcktron sehagai pemantul bayangan objek. Perkembangan selanjutnya ditemukan Mikroskop fase kontras oleh Firt Zenika (Leeson, 1990). Macam-macam mikroskop diantaranya: 1. Mikroskop cahaya Pada awal abad ke-17 ketika dunia ilmu pengetahuan pada masa itu mulai menduga adanya dunia renik yang tak terlihat akibat terbatasnya kemampuan mata manusia. Padahal dunia itu berpengaruh pada hidup manusia. Maka

Keterbatasan pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan. Saat ini tidak ada dokumen yang dapat menuntun kita pada siapa sebenarnya penemu mikroskop ini. Penggunaan cahaya dengan panjang gelombang . meskipun kualitas dan jumlah lensanya telah ditingkatkan.0002 mm (disebut daya resolusi 0.2 mm. Ia juga dapat mengklasifikasikan sel darah merah dengan mengamati bentuknya (Washitoaji.0002 mm). 2000). Seperti diketahui mata manusia yang sehat disebut-sebut mempunyai daya resolusi 0. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus. Untuk mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang disebut eyepiece. Mikroskop ini terdiri dari lensa cembung yang kuat dengan penadah sampel (preparat) yang dapat digerakkan.000 kali. sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini.dibuatlah apa yang kini kita sebut mikroskop. cermin atau sumber pencahayaan lain. Instrumen mikroskop pertama yang terbukukan adalah yang dipakai oleh ilmuwan Belanda bernama Antony van Leeuwenhoek (1632-1723). dan spermatozoa. Pada pengembangan selanjutnya diketahui bahwa kemampuan lensa cembung untuk memberikan resolusi tinggi sudah sampai pada batasnya. Kemungkinan mikroskop dikembangkan dari teleskop yang memiliki Galileo pada pertengahan abad ke-17. dan memungkinkan mata manusia dapat membedakan dua buah obyek yang berjarak satu sama lain sekitar 0. LM modern mampu memberikan pembesaran (magnifikasi) sampai 1. penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain. Kata ini berasal dari bahasa Yunani di mana mikros berarti kecil dan skopeo berarti melihat (Washitoaji. yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM) (Washitoaji. 2000). Diketahui bahwa daya resolusi tidak dapat lebih pendek dari panjang gelombang cahaya yang digunakan untuk pengamatan. Dengan mikroskop yang sederhana ini Leeuwenhoek dapat melakukan pengamatan dengan pembesaran hingga 400 x dan ia mengumumkan pada dunia penemuannya akan jasad renik seperti bakteri. Belakangan diketahui bahwa ternyata panjang gelombang dari sumber cahaya yang digunakan untuk pencahayaan berpengaruh pada daya resolusi yang lebih tinggi. 2000). protozoa.

suatu hal yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Leeuwenhoek.1 nm (atau 1 angstrom) atau dengan pembesaran sampai satu juta kali. 2000). 2. namun tiga tahun kemudian ia menambah "lensa" ketiga dan mendemonstrasikan resolusi hingga 100 nm (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu) (Washitoaji. Mikroskop yang pertama menggunakan dua "lensa" medan magnet. sehingga pencarian akan mode baru akan mikroskop terus dilakukan (Washitoaji. dengan panjang gelombang yang 100. Yang terlihat bukan hanya bayangan siluet seperti pada pertunjukkan wayang kulit. Konsekuensinya obyek yang diamati disyaratkan setipis mungkin sehingga dapat ditembus oleh elektron. 2000). 2000). kemudian ditambah dengan pemanfaatan zat-zat yang mempunyai indeks bias tinggi (seperti minyak). Mikroskop eletron mode transmisi elektron pada masa sekarang. dapat memberikan resolusi hingga 0. bahkan pergerakan elektron seperti yang ditunjukkan oleh peneliti dari Jepang Prof Dr Hashimoto (Okayama University of Science) pada sebuah seminar yang lalu di Puspiptek Serpong.pendek seperti sinar biru atau ultra violet dapat memberikan sedikit perbaikan. di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar. Sayangnya mikroskop eletron mode ini bekerja bagaikan sebuah slide proyektor. Hal ini belum memuaskan peneliti pada masa itu. Mikroskop elektron Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet. Untuk pekerjaannya ini dunia menganugerahinya hadiah Nobel pada tahun 1986. atau elektron dipercepat secepat mungkin sehingga mampu menembus objek sampai pada batas tertentu (Washitoaji. dengan berbagai perbaikan dari yang terdahulu. Ilmuwan dari Universitas Berlin yaitu Dr Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun TEM (Transmission Electron Microscope/ mikroskop elektron mode transmisi elektron) yang pertama pada tahun 1931. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin terdapat elektron seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya (Washitoaji.000 kali lebih kecil dari cahaya. resolusi dapat ditingkatkan hingga di atas 100 nanometer (nm). 2000). . dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya. tetapi pada resolusi yang tinggi pengamat dapat melihat struktur kristal dan lain lain.

syarat "agar obyek pengamatan setipis mungkin" ini kembali membuat sebagian peneliti tidak terpuaskan.Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop elektron mode ini. Karena itu pengembangan mode baru mikroskop elektron terus dilakukan (Washitoaji. 2000). . terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dengan serta merta dipertipis.

hingga lensa obyektif tidak membentur meja/panggung bila revolver diputar-putar. Mikroskop siao digunakan.1. hingga terlihat lingkaran ( lapangan pandang ) yang sangat terang di dalam lensa okuler. 2. 2. preparat.00 WITA. Tempatkan lensa obyektif pembesaran lemah ( 4X atau 10X ) dengan memutar revolver sampai berbunyi klik ( posisinya satu poros dengan lensa okuler). gunakanlah penjepit sediaan agar tidak tergeser. pipet tetes. Prosedur Kerja Mencari bidang penglihatan. pinset.hari rabu. 1.2. Letakkan sediaan yang akan diamati di tengah-tengah lubang meja benda. Banjarbaru.1. bukalah diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke Belakang. 1. air. 2. Mencari bayangan sediaan. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop cahaya monokuler dan binokuler.3. Universitas Lambung . 3.3 1.1. Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Mangkurat. 2. hingga jarak antara lensa obyektif dengan permukaan meja -/+ 3 cm. 1.2.2. aturlah letak cermin sedemikian rupa ke arah cahaya.4. 1. kaca benda. Naikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer. dll.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar 1. Menaikkan tabung menggunakan makrometer ( pemutar kasar). Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada pukul 08. kaca penutup. tanggal 21 Oktober 2009. kuas.

Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir. Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar.4. Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. Memelihara mikroskop 3. Bidikkan mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer ke depan searah jarum jam secara hati-hati sampai tampak bayangan yang jelas. Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop.3. hingga jarak antara ujung lensa obyektif dengan permukaan atas kaca penutup hanya -/+ 1mm. 3. sambil menempatkan noda sediaan tepat di bawah lensa obyektif.2. Setelah selesai harus ditegakkan kembali. Pengukuran Mikroskopis/Mikrometri . maka di atast sediaan perlu ditetesi minyak imersi dahulu) 3. Putarlah makrometer ke belakang sampai penuh ( hati-hati ). Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak. 2.5. Kemudian mainkan fungsi micrometer secara perlahan dan hati-hati.5.3 . bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih. putar revolver dan lensa obyektif yang sesuai.2. 3. Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler. 3. untuk mendapatkan pembesaran kuat. 3.6. 3. ( ingat bila menggunakan lensa obyektif 100 X. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda. 2. 4. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel).4.1.

Gamabr diatur sedemikian rupa.Untuk mengetahui ukuran obyek yang diamati dengan mikroskop untuk dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disebut Mikrometer Obyektif dan Mikrometer Okule 5. Adapun cirri-ciri gambar yang baik adalah . letak keterangan gambar pada sisi yang sama dengan jarak garis petunjuk diusahakan sama dan tidak saling berpotongan. Menggambar Hasil. Gambar yang baik harus dapat menyampaikan ide yang jelas dari suatu struktur yang nyata sebagaimana tampak hubungan antara bagian-bagian yang diamati. dan cermat. biasanya satu halaman hanya untuk 1-2 gambar saja. mempunyai keterangan yang lengkap. disertai judul. dibagian tengah halaman buku. jelas. Hasil pengamatan dengan mikroskop dapat dituangkan dalam bentuk gambar. keterangan pembesaran. yang dilakukan dengan alat fotografi atau dengan tangan (manual). rapi. .

1 Pembahasan Mikroskop adalah alat pembesar diperlukan untuk melihat bakteri. untuk . melihat 4. Lensa Objektif 6.1 Hasil Keterangan : 1. Mikro meter 5.2.1Pengertian Mikroskop isi dari sel pada makhluk hidup. Penjep it 7. Mikroskop dan bagian-bagiannya 4. bentuk organisme-organisme yang kecil. Lensa Okuler 2. Tabun g 3.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Makro meter 4. Diafra Gambar 1.

2000). Meja Benda . c.melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme. dan engsel penggerak . lensa kondensor. dapat berbentuk apal kuda. yaitu sebagai pengatur atau penggerak kasar ( makrometer ) dan sebagai penggerak halus ( micrometer ) 2. 4. yang inempunyai dua fungsi. d. Bagian optik. diatas pilar terdapat lengan.2. merupakan tempat untuk meletakkan enda atau obyek yang akan diamati. . Bagian mekanis adalah bagian yang bersifat sekunder namun sangat penting agar mikroskop dapat digunakan dengan baik dan terdiri dari: a. serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri. b. lengan . persegi atau bentuk yang lain.alat tersehut merupakan bagian yang utama atau primer dari sebuali mikroskop. lensa obyektif. lensa okuler. Bagian ini terdiri dari cermin. Kaki dasar atau basis . Bagian pilar (19 lengan ckhubungkan oleh engsel penggerak yang berfungsi untuk mengatuf kedudukarki mikroskop sesuai yang kita kehendaki. \ Di bawah meja atau panggung terdapat sub panggung yang padanya melekat kondensor yang berfungsi untuk memfokuskanicahaya ke obyek yang akan diamati. Pada bagian tengah meja terdapat luban yang berfungsi untuk meloloskan cahaya yang bcrasal dari ccrmin pcmantul.bagian pada mikroskop yang wajib\kita ketahui adalah sebagai : 1. jumlahnya dua (2) tersusun pada satu sumbu yang berfungsi untuk mcnggerakkan sediaan kekiri dan ke sebelah kanan ( sekrup Bawah ). e. Pilar. Alat. diafragma. Di bawah kondensor terdapat diafragrim untuk mengatur sedikitnya cahaya yang diperlukan.2Bagian-Bagian Mikroskop Bagian. atas kaki terdapat pilar. Sekrup pengatur jarak antara teropong dengan sediaan jumlahnnya 2 buah atau menjadi satu. Sekrup penggerak sediaan atau obyek .

Lensa pada okuler mempunyai fungsi memperbesar bayangan yang clihasilkan oleh lensa objektif. Diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang diperlukan saat sedang mengantatifobyek yang akan diamati. Pada setiap microskop selalu dilengkapi cermin dengan permukaan benda. apabila. Lensa ini terletak di atas tabung mikroskop yang dipakai pengamat uittuk mclihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. Lensa objektif e. merupakan bagian yang dapat diputar atau digeser tangkainya ke salah sate arah yang kita suka. Di bagian atas okuler tertera x5. 3 a t a u l e b i h l e n s a d i pasangsekaligus pada revolver yang dapaticliputar:\ Pada umumnya dijumpai mikroskop dengan tiga lensa obyektif yaq 4X. Lensa kondensor . yaitu permukaan datar dan permukaan cekung. Cermin . sedangkan permukaan cekung digunakan apabila intensitas mbeahaya kurang atau tidak terang. d. Berfungsi untuk memperbesar obyek yang diamati secara langsung. dengan objektif yang berkualitas rendah akan didapatkan pembesaran benda oleh okuler akan jelek. apokromat. Total pembesaran . 'plan akromat (plan) dan plan apokromat (plan apo). Okuler dengan pembesaran x10 ke atas sangat baik bila dikombinasikan dengan objektif yang berkualitas tinggi. menggunakan cermin cekung dan mengatur kondensor akan diperoleh pencahay yang lebih baik dari semula. x15. f. Lensa obyektif memiliki beberapa ife yang bisa digunakan pada berbagai mikroskop antara lain: akromat. b. dan 40X atau 45X. Permukaan datar digunakan apabila sumber cahaya cukup terang. 10X.a. Diafragma . Lensa okuler g. mikroskop y g baik hiasanya dilengkapi dengan lensa kondensor yang merupakan kom inasi dan \ dua. berfungsi untuk memantulkan cahaya dari sumbu cahaya ke obyek yang kita akan amati. x10. c. lensa yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke obyek y g sedang diamati. Apabila kondisi ruangan kekurangan cahaya maka dengan . semi apokromat (flourit). biasanya l e t a k n y a d e k a t d e n g a n s e d i a a n d a n t e r d a p 2 .

Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak. bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab. Apabila telah selesai menggunakan. h. 4. Memelihara Mikroskop 1.40 X atau 100 X. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemaka 2. dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.1Cara Menggunakan dan Memelihara Mikroskop a. 3. Tiap mikroskop akan berfungsi baik apabila mempunyai panjang tertantu. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk. 6. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver. hinggadari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang). Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar.2. Tabung badan mikroskop i.bayangan dari pengamatan benda adalah ha. sambil dilihat dari lensa okuler. . a. 7. Tabung badan mikroskop adalah bagian yang memisahkan antara lensa objektif dengan lensa okuler.sil perkalian antara pembesaran objektif dengan pembesaran okuler. maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. Menggunakan Mikroskop 1. Apabila panjang tabung badan mikroskop Iebih panjang dari ketentuan maka bayangan akan terlihat tampak buram. 4. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda! 5.

Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda. maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop. Setelah selesai harus ditegakkan kembali. Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir. 6. Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. . bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih.2. 5. 3. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel). 4. Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler.

lensa objektif. 5. 2. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil. mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.1 Saran Sebelum melakukan praktikum sebaiknya kita harus tahu dulu bagaimana cara nya dan harus memeriksa segala peralatan yang akan digunakan. Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop. diafragma. meja objek. Selain itu asisten sebaiknya mendampingi praktikan dalam melakukan praktikum. pemutar halus dan kasar. dan sumber cahaya. . dan lensa okuler.BAB V PENUTUP 5.Bagian optik.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1. Terjalinnya kerja sama antar praktikan dengan asisten sangat diperlukan untuk dapat mencapai target yang dinginkan. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil. yaitu : . . 3. yang terdiri dari kondensor. penjepit kaca objek. yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop.Bagian non-optik. Berdasarkan sumber cahayanya.

DAFTAR PUSTAKA Albert. dkk. Jakarta. I. 2000. Jakarta. http://www. The First Ensyclopedia. New York. 1997. Dasar-dasar Mikrobiologi.blogspot. Syamsuri.docstoc. Erlangga. Jakarta. Dwidjoseputro. Banner Press. Fisika Dasar : Mikroskop. Syamsuri. B. Djambatan. 1978. Erlangga.. 1994. Jakarta. Anonim1.com. Biologi 2000.aspx?doc_id=17298665 . 2009. http://basicsphysics. Diakses tanggal 24 oktober 2009. D. Gramedi Pustaka Utama. Biologi Monokuler Sel Edisi Kedua Mengenai Sel. Nash. David. Biologi Umum. 1994.com/docs/downloadDoc.

PENGENALAN ALAT DAN TEKNIK STERILISASI A. tabung reaksi dll. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. tabung reaksi 5. b. TUJUAN Mengenalkan pada mahasiswa : 1. misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV 3. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran. Konsep dan teknik sterilisasi dan prosedur yang harus dilakukan untuk keberhasilan pengkulturan B. jarum ose 3.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas. 2. Jenis-jenis alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi 2. Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0. 1. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi. labu erlenmeyer . LANDASAN TEORI Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. fisik dan kimiawi.22 mikron atau 0. pinset. ALAT DAN BAHAN C. dll. misalnya larutan enzim dan antibiotik. c. pembakar bunsen 2. contoh alat : jarum inokulum.1 Alat : 1. batang L. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf • Penyinaran dengan UV Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi. Sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. d. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung. • Pemanasan a. pipet 4. C.

Peganglah jarum dengan posisi agak tegak di atas api ( 3) Bila sudah selesai. gelas beaker 7. 3) Tutuplah autoklaf dengan erat. kertas tissue C.° 45± Sterilkan jarum ose dengan membakar ujung jarum yang terbuat dari logam pada api bunsen. 4) Semprot juga tangan kita agar steril. 3) Semprotlah juga meja kerja dengan alkohol dan ratakan dengan kertas tissue.3 Prosedur Sterilisasi Panas Lembab (Dengan Autoklaf) 1) 2 cm) di bawah dasar keranjang) atau sebanyak 3-5 liter. oven 10. D. yaitu ditandai dengan keluarnya uap dari selang pembuangan . 4) Setelah uap naik.2 Prosedur Sterilisasi Dengan Pembakaran (Nyala Bunsen) 1) Nyalakan pembakar bunsen dengan cara membuka tutupnya. laminar air flow 9. botol semprot 12. 6) Semprot kembali tangan kita ketika hendak menggunakan alat-alat tersebut. bakar jarum hingga berpijar dan pijaran tersebut merambat hingga pangkal bagian logam jarum. kertas sampul coklat 2. Atau sentuhkan ujung ose pada permukaan media hingga terdengar bunyi ”ches”. cawan petri 8. 5) Letakkan alat-alat yang akan digunakan pada meja kerja.6.2 Bahan : 1.1 Prosedur Sterilisasi Area Kerja 1) Masukkan larutan alkohol dengan kadar 70% ke dalam botol semprot. D. 2) ).± Pastikan air dalam autoklaf cukup (tinggi air 2) Aturlah alat-alat yang akan disterilkan ke dalam keranjang autoklaf dalam posisi dimana kira-kira seluruh permukaan alat dapat terjangkau oleh uap dalam autoklaf. kemudian atur pengontrol waktu pada angka 20 (20 menit) dan pastikan pengontrol exhaust dalam keadaan terbuka dan pengontrol drain dalam keadaan tertutup. tunggu beberapa detik hingga suhu ose kembali normal. PROSEDUR D. aluminium foil 3. alkohol 70% D. 2) Semprotlah udara di sekitar area kerja dengan alkohol tersebut. kapas 4. autoklaf 11.

jangan langsung membuka tutup autoklaf.5 Prosedur Sterilisasi Secara Radiasi (Dengan Laminar Air Flow) 1) Seka permukaan laminar dengan alkohol 70%. Pemanasan Basah .dg Autoklaf .Tyndalisasi b. 3) Tutup tirai serapat mungkin sampai dirasa tidak akan ada cahaya yang keluar. dan mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi.4 Prosedur Sterilisasi Panas Kering (Dengan Oven) 1) Buka tutup oven dan masukkan peralatan dari gelas yang sudah dibungkus ke dalam oven. 2) Letakkan alat dan bahan yang akan disterilkan ke dalam laminar. Sterilisasi berasal dari kata steril yang artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya. Sterilisasi Secara Fisik a.°Tutup oven dan atur pengontrol suhu pada angka 160-180 D. 2) C selama 1-2 jam. kimia. E. 5) Matikan tombol UV bila sudah selesai. Tetapi tunggu sampai penunjuk tekanan menunjuk pada angka 0. 6) Buka tirai dan nyalakan blower ketika akan bekerja. maka tutuplah lubang exhaust.± Setelah autoklaf bekerja selama D.diiringi dengan bunyi mendesis. PEMBAHASAN Bahan atau peralatan yang digunakan dalam bidang mikrobiologi harus melalui proses sterilisasi. nyalakan tombol light. KESIMPULAN .Pemanasan Kering . 7) Bila kurang terang. baik yang mengganggu ataupun merusak media bahkan mengganggu kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan.Pembakaran . 4) Nyalakan laminar (tombol UV) minimal 15 menit.Oven . Sterilisasi secara kimia dan 3.Penyinaran dg gelombang pendek 2. Setiap proses baik fisika. mekanik F. 1. 5) 20 menit dan sudah terdengar alarm tanda selesai.

Agar proses sterilisasi sempurna perlu melalui langkah sebagai berikut : . Macam-macam alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi antara lain : Autoklaf Oven Laminar Pipet Volume Jarum Inokulasi/ Kawat Ose Api Bunsen Kapas Kertas Coklat/ koran Alkohol 70% Kertas Tisu Cawan Petri Labu Erlenmeyer Tabung Reaksi Rak Tabung Reaksi 2. antara lain sebagai berikut : • • • • • • • • Sterilisasi fisik (penggunaan panas) : biasanya dipakai untuk mensterilkan benda – benda yang tahan panas.○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1. Teknik sterilisasi Terdapat beberapa metode sterilisasi. Prosesnya meliputi Tyndalisasi Pembakaran Panas kering Panas lembab Sterilisasi fisik Sterilisasi kimia Sterilisasi mekanik .Metode sterilisasi yang sesuai 3.Sifat dari bahan yang dipakai .

Untuk melakukan hal ini. tanaman dan hewan.ribu mikroorganisme. 1986).Mengetahui ciri pertumbuhan dari mikroorganisme pada media agar. Biakan murni in teerdiri dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk (Pelczar. kapng dan sebagainya. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita.jenis nutrien yang disyaratkan bakteri dan juga macam ligkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar. dikenal juga adanya teknik isolasi mikroba yaitu inokulasi yang merupakan suatu teknik pemindahan suatu biakan tertentu dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tujuan untuk mendapatkan suatu biakan yang murni tanpa adanya kontaminasi dari mikroba yang lain yang tidak diiinginkan. 2009 by firebiology07 BAB I PENDAHULUAN I. maka terlebih dahulu kita harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya terdapat baktri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lain. Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air. atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran. Alam di sekitar kita. 18 Maret 2009 dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi. maupunudara juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme. menjadi spsies yang berbeda. Jurusan Biologi. I.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : .1 Latar Belakang Di dalam bidang ilmu mikrobiologi. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup basar.agar tegak dan miring.Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit ini. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sebagai contoh. Universitas Hasanuddin.Mengetahui teknik isolasi mikroba di sekitar kita (isolasi mikroba dari kotoran gigi.beda yang bikenal dengan istilah biakan murni. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni. substrak padat. 1986). baik itu tanah. udara. Selain teknik pertumbuhan bakteri atau teknik isolasi di atas. . isolasi mikroba dari kulit kepala dan isolasi mikroba dari kotoran belakang leher) serta isolasi mikroorganisme dari substrak cair.Teknik isolasi mikroorganisme Posted on April 19. Berdasarkarkan hal tersebut di atas maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik dari isolasi dan inokulasi bakteri.Mengetahui taknik pemindahan/ inokulasi biakan mikroorganisme . Makassar. Satu gram tinja dapat mengandung jutaan bakteri. haruslah di mengerti jenis. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini ssangatlah besar dan cukup kompleks. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri. sekali kita bersin dapat mnebarkan beribu. khamir. taburan.3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. air. untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skala laboratorium. I. suubstrat yang berupa bahan pangan. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk menngisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah resisten . Populasi dari mikroba yang ada di linkungan ini sangatlah beraneka ragam sehinga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni yang tunggal. tanah. isolasi dengan cara penuangan.

2. Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik.sama dengan bakteri saprob. Setelah medium tersebut mengental maka selang beberapa jam kemudian nampaklah koloni. Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi. Metode cawan gores Metode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu. maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira. Kerap kali bakteri patogen kedapatan bersama. 1990). Atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon (Ferdiaz.kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut.benar biakan murni (Dwidjoseputro. Dengan demikian dia memperoleh suatu piaraan adukan. Degan pengenceran Cara ini pertama kali dilakukan oleh Lister pada tahun 1865. Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan . akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja. Untuk menyendirikan suatu spesies dikenal beberapa cara. 1990) : 1. dan sampel ini kemudian di sebar di dalam suatu medium yang terbuat dari kaldu dan gelatin encer. Dengan mengulang pekerjaan di atas. Karena konsentrasi sel.sel mikroba di dalam eksperimen pada umumnya tidak diketahui sebelumnya. Metode cawan tuang Cara lain untuk mempeeroleh biakan koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme ialah dengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan yang kemudian di cawankan. kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam mdium tersebut. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat.terhadap suatu antibiotik. Jika kita belum yakin. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0. yaitu (Dwidjoseputro. yaitu dengan mengambil sedikti sampel campuran bakteri yang mudah diencerkan. 2. 1994) : 1.koloni terpisah baik di atas permukaan maupun di dalam agar. Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yang murni.kurangnyya satu di antara cawan – cawan tersebut mengandung koloni.masing dapat dianggap murni. P emindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian. Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam.1905) mempunyai metode yang lain. Ia berhasil memelihara Streptococcus lactis dalampiraan murni yang diisolasi dari sampel susu Yang sudah masam. Dalam hal yang demikian ini dapat kita jadikan piaraan murni. yaitu masuknya mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar. Di dalam keadaaan yang sebenarnya dapat dikatakan bahwa tidak ada bakteri yang hidup secara tersendiri terlepas dari spesies yang lainnya.alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benarbenar steril. 1992).koloni yang masing.baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjafi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel.macam spesies diencerkan dalam suatu tabung yang tersendiri. maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurang. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan.sel yang digores.1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat. Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi. Dengan penuangan Robert Koch (1843. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman. maka akhirnya akan diperoleh piaraan murni yang lebih terjamin. Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk menanam biakan di dalam medium diantaranya adalah (Lay.

Metode agar tuang. Mengamti perubahan yang terjadi. 3) Isolasi sel tunggal Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair.Sebelum dilakukan pengerjaan dalam enkas. bunsen. Larutan tanah.mikrobiologis. yang dilakukan secara aseptis. yaitu (Admin. Isolasi mikroorganisme dari substrak cair .Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing. spiritus. Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba. III. alkohol.Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing. ikubator. enkas.masing sesuai perlakuan. . misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme. Berbeda dengan metode gores kuadran. yang kemudian dicawankan.Kemudian dengan menggunakan swab. kotoran belakang leher. . biakan Lactobacillus. swab dan korek api III. medium nutrient agar padat. memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan. Bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme. yaitu: Metode gores kuadran. 2008) : 1) Isolasi pada agar cawan Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. .Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati. 2) Isolasi pada medium cair Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat). Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa serial pengenceran. Sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali.Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24. Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan/di dalamcawan. dan kotoran kulit kepala. . ose dan mikropipet. Lalu . 2. dan metode agar cawantuang. aquadest. Isolasi mikroba di sekitar kita . mengambil kotoran gigi.2 Bahan Bahan yang dipergunakan pada percobaan ini adalah Biakan Escherichia coli.3 Cara Kerja Adapun cara kerja dari percobaan ini adalah : 1.masing sesuai perlakuan.masing sampel dimasukkan ke dalam cawan petri yang telah berisi medium NA. cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (50oC).Setelah itu masing. dimana setiap koloni berasal dari satusel. Biakan Staphylococcus aureus. 1 Alat Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah cawan petri.Metode gores kuadran. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan menggunakan alkohol 70%. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. . BAB III METODOLOGI III. Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba.48 jam.

setelah diberi label. .4 buah tabung rreaksi yang masinng.memasukkannya kedalam enkas bersama dengan Biakan Escherichia coli. . A.masing diberi label sesuai perlakuan lalu meletakkan di dalam enkas bersama dengan medium NA yang cair.masing berisi 2 medium agar tegak dan 2 medium agar mirig dimasukkan ke dalam enkas. . . . dan Lactobacillus pada media cair.Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24.Cawan petri yang berisi medium NA masing.48 jam.Dengan menggunakan ose lurus. Isolasi mikroorganisme dari substrak padat . .masing digoreskan secara zig. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. . .Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas. Isolasi dengan cara taburan . Isoalsi dengan cara penuangan .Mengambil masing. . 3. .Mengambil larutan tanah yang telah homogen dengan menggunakan mikropipet lalu memasukkannya ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA.zag pada medium agar miring lalu di tututp .Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.Dengan menggunakan ose lurus. Mengamti koloni yang tumbuh.Membungku tabung reaksi dengan kertas dan menginkubasinya selama 24.masing biakaan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 1 mL. .1 mL.Melidahapikan cawan petri terlebih dahulu kemudian memasukkan biakan bakteri ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA cair. . . lalu diratakan pada permukaan medium sesuai dengan label. .lalu meletakkannya di dalam enkas. menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.Medium setelah padat lalu menginkubasi sdelama 24.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.Cawan petri steril.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. .Dengan menguunakan ose bulat. Staphylococcus aureus. . B. mengambil biakan bakteri lalu menusukkan ke dalam medium lalu di tutup. menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C.masing perbedaannya. mengambil biakan bakteri dan masing.Menutup cawan petri kemudian melidahapikan dann menggoyangkan dengan cara memutar agar merata. Isolasi bakteri dari kultur campuran .masing diberi label sesuai perlakuan. masing.Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati.72 jam dan mengamati masing.Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas.Mengambil masing. kemudian sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.Memasukkan cawa petri steril ke dalam enkas. mengambil biakan bakteri lalu menaburkannya di atas medium NA padat secara merata. .28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C. 4. 5. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. .masing biakan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 0. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%.

1 Hasil Tabel pengamatan : 1. ..ciri koloni Kelompok mikroba Bentuk Warna Tepi Permukaan Kotoran gigi . Isolasi mikroba dari substrak cair Bakteri Ciri. Cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran belakang leher berjumlah 24 koloni memiliki dua macam bentuk koloni yaitu filamentous. digunakan medium NA (Nutrient Agar) dengan mengisolasi mikroba yang berasal dari kiotoran giggi.2 Pembahasan 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. Cawan petri yang berisi kotoran gigi berjumlah 26 koloni memiliki bentuk koloni circular (bulat) dengan tepi entire.Lobate : Terdapat bentuk. . datar VI.Rhizoid : Pertumbuhan dengan cabang.Irregular : Tidak beraturan . Setelah melakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 24.Tuang Keterangan : – = tidak jelas 3.cabang tidak teratur seperti akar.Circular : Bulat . Isolasi mikroba di sekitar kita Asal mikroba Ciri. Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan convex (cembung).Circular -Irregular Putih -Entire -Lobate Convex Bakteri Kotoran kulit kepala -Circular -Rhizoid Putih -Entire -Filamentous Raised Bakteri Kotoran Belakang leher -Circular Putih Entire Convex Bakteri 2.Raised : Pertumbuhan dengan cabang. dan kotoran belakang lehet. memiliki dua macam bentuk koloni yaitu berbentuk circular (bulat) dengan tipe entire dan berbentuk irregular ( tidak beraturan) dengan tipe lobate.28 jam di inkubator.Flat : rata.Entire : Rata .Convex : Cembung .bentuk seperti telinga . diperoleh hasil bahwa cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran kulit kepala berjumlah 21 koloni.Filamentous : Berbentuk lembaran.ciri koloni Metode Warna Bentuk tepi Permukaan Escherichia coli Putih kehijauan Irregular Lobate Raised Tabur Eschericia coli Putih .cabang teratur .. Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan raised.lembaran . Isolasi kultur campuran Koloni Ciri-ciri koloni Warna Bentuk Tepi Permukaan 1 Putih Circular Entire Raised 2 Putih Irregular Lobate Flat Keterangan : . kotoran kulit kepala. Warna koloni putih dan permukaan convex. Isolasi mikroba disekitar kita Pada percobaan isolasi mikroba di sekitar kita.

Raja Grafindo Persada. 1994. 4. Jakarta. Setelah melakukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24. Mikrobiologi Pangan. 1992.id/menulengkap. 1986.Tepi : Entire. Universitas Indonesia. di dapatkan ciri.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah : 1.. Warna kedua koloni bakteri putih. S.Perkembangan-Mikrobiologi. Sedangkan warna bakteri putih. dan putih kehijauan . Isolasi mikroba di sekitar kita.ciri koloni berupa : .2 Saran Saran saya. Filamentous . Setelah dilakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 1-2 x 24 jam. Gramedia Pustaka Utama. di dapatkan ciri. B. lobate. dilakukan dengan metode tuang dan metode tabur menggunakan bakteri Escherichia coli. dan lobate .48 jam di inkubator. 3..ac.php?judul=Sejarah. J. memiliki bentuk tepi lobate dan permukaan raised. Dwidjoseputro.Warna : Putih.ciri koloni berupa : . Pelczar.Dasar Mikrobiologi. Isolasi bakteri kultur campuran Pada percobaan isolasi bakteri dengan kultur campuran.ubb. . Jakarta. Isolasi mikroba dari substrak cair. DAFTAR PUSTAKA Admin.Permukaan : Convex. bakteri yang berkoloni jumlahnya tidak bisa untuk dihitung (TBUD). 1992.ciri koloni berupa : .Bentuk : Irregular . Warna koloninya putih kehijauan.2. Isolasi mikroba dari substrat cair Pada percobaan isolasi mikroba dari substrat cair. serta permukaannya tidak jelas. Isolasi kultur campuran. dan raised 2.Tepi : lobate . BAB V PENUTUP V.Warna : Putih . Jakarta. Analisis Mikroba di Laboratorium. didapatkan ciri. Lay.48 jam di inkubator. Jakarta. sebaiknya peralatan di laboratorium yang rusak diperbaiki atau digantikan dengan yang baru terutama mikroskopnya. Ferdias. isolasi mikroba dengan metode tabur terdapat 8 koloni bakteri dengan bentuk irregukar. Diakses pada tanggal 08 maret 2009. Pada koloni kedua bentuknya irregular dengan bentuk tepi lobate dan permukaan flat. Mikrobiologi Pangan. 2008. S. bentuk bakteri. http://www.Permukaan : Raised 3.Permukaan : Raised dan flat V.Tepi : Entire. Makassar. Pada koloni pertama bentuknya Circular dengan bentuk tepi entire dan permukaan raised. Michael. setelah dilamkukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24. Dasar. Isolasi mikroba dengan metode tuang.Circular. dan rhizoid . irregular.. Medium agar tegak dan agar miring Pada percobaan ini digunakan agar tegak dan agar miring dengan menggunakan bakteri Escherichia coli. pertumbuhan bakteri pada medium agar tegak berbentuk villous sedangkan pertumbuhan bakteri pada medium agar miring berbentuk beaded.tepi.Warna : putih .. dan irregular . terdapat 12 koloni bakteri dengan dua macam bentuk bakteri dengan tepi dan permukaan berbeda. Gramedia Pustaka Utama..Bentuk : Circular.

ARTIKEL MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • • • Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Tehnik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ?

PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • introduction dan referensi BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme

BAB 6 MENENTUKAN JUMLAH & UKURAN MIKROBA
Kompetensi : - Mahasiswa dapat melakukan pengukuran sel mikroorganisme - Mahasiswa dapat melakukan perhitungan mikroba dengan cara Plate Count, MPN dan dengan haemocytometer

Menentukan jumlah dan ukuran mikroba a. Menentukan ukuran mikroba Menggunakan mikrometer b. Menentukan jumlah mikroba (enumerasi) b.1 penghitungan jumlah bakteri hidup (penghitungan tidak langsung) b.1.1 Plate count (hitungan cawan) b.1.1.1 SPC b.1.1.2 TPC b.1.1.3 cara kerja SPC dan TPC b.1.2 MPN b.2 penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (penghitungan langsung dengan haemocytometer · Menentukan Ukuran Mikroorganisme Mikroba berukuran sangat kecil dan untuk mengetahuinya digunakan mikrometer. Mikrometer merupakan kaca berskala dan dikenal 2 jenis micrometer yaitu mikrometer okuler dan mikrometer objektif. Mikrometer okuler dipasang pada lensa okuler mikroskop, sedangkan micrometer objektif berbentuk slide yang ditempatkan pada meja preparat mikroskop. Jarak antar garis skala pada mikrometer okuler tergantung pada perbesaran lensa objektif yang digunakan yang menentukan lapang pandang mikroskop. Jarak ini dapat ditentukan dengan mengkalibrasi antara mikrometer okuler dan objektif. Mikrometer objektif memiliki skala yang telah diketahui, menjadi tolak ukur untuk menentukan ukuran skala micrometer okuler. 1 skala micrometer objektif = 0,01 mm / 10 µm. Kalibrasi dilakukan dengan menghimpitkan skala mikrometer objektif dan okuler pada perbesaran yang diinginkan. Skala ke nol (garis pertama) kedua mikrometer disimpulkan menjadi 1 garis kemudian dilihat pada skala ke berapa kedua jenis mikrometer tersebut bertemu/berhimpit kembali. Dari hasil tersebut dapat diketahui satu satuan panjang pada skala mikrometer okuler itu berdasarkan beberapa jumlah skala kecil mikrometer objektif yang berada di antara garis yang berhimpit tadi.

Misal : jika skala ke 0 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 0 mikrometer objektif lalu skala ke 13 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 2 mikrometer objektif maka beberapa 1 skala okuler.

Cara Kerja : Kalibrasi : · Letakkan mikrometer objektif pada meja benda dan pasang mikrometer okuler pada tabung lensa okuler. ·Tentukan perbesaran yang digunakan, (misalnya 40 X 10) kemudian cari gambar perbesaran dari skala mikrometer objektif. ·Setelah fokus didapat, kemudian selanjutnya himpitkan skala ke nol mikrometer objektif dan okuler. ·Cari dengan teliti skala ke berapa antara mikrometer objektif dan okuler yang berhimpit lagi. ·Hitung besarnya skala okuler dengan rumus di atas.

cara kalibrasi cara mengukur mikroba

Penentuan ukuran mikroba -Lepaskan mikrometer objektif dari meja benda. -Ganti dengan preparat ulas yang telah disiapkan -Cari fokus dari preparat tersebut dengan perbesaran yang sama. -Hitung berapa panjang sel dengan menghitung skala mikrometer okuler. -Jika diperlukan hitung lebar sel dengan cara yang sama. Tabung lensa okuler dapat diputar dan dicari posisi yang pas. -Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya :

Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya : x skala okuler X hasil kalibrasi y skala okuler X hasil kalibrasi misal : 5 X 1,54 = 7,7 µm 2 X 1,54 = 3,08 µm · Menentukan jumlah mikroorganisme (enumerasi)
A. penghitungan jumlah bakteri hidup (tidak langsung) a.1. Plate Count (hitungan cawan) Plate count / viable count didasarkan pada asumsi bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah ditumbuhkan dalam media pertumbuhan dan lingkungan yang sesuai. Setelah diinkubasi, jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah mikroorganisme dalam suspensi tersebut. Koloni yang tumbuh tidak selalu berasal dari satu sel mikroorganisme karena beberapa mikroorganisme tertentu cenderung membentuk kelompok atau berantai. Berdasarkan hal tersebut digunakan istilah Coloni Forming Units (CFU’s) per ml. koloni yang tumbuh berasal dari suspensi yang diperoleh menggunakan pengenceran bertingkat dari sebuah sampel yang ingin diketahui jumlah bakterinya. Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut “ - Satu koloni dihitung 1 koloni.

Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidah dihitung. < 30 = TFTC (Too Few To Count).1 ml = 500 000 000 CFU’s / ml = 5x108 CFU’s / ml Pour plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0.Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni. > 300 = TNTC (Too Numerous To Count) atau TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung). missal 2.Jumlah koloni yang dilaporkan terdiri dari 2 digit yaitu angka satuan dan angka sepersepuluh yang dikalikan dengan kelipatan 10 (eksponensial).3 X . .Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung 2 koloni. . . Cara menghitung sel relatif / CFU’s per ml CFU’s / ml = jumlah koloni X faktor pengenceran Misal : penanaman dilakukan dari tabung pengenceran 10 -6 dengan metode Spread Plate dan Pour Plate.Pilih cawan yang ditumbuhi koloni dengan jumlah 30-300 koloni. Perhitungan mengacu kepada standar atau peraturan yang telah ditentukan. .1 ml SP = 1 ml = 5x107 CFU’s / ml Koloni yang dipilih untuk dihitung menggunakan cara SPC memiliki syarat khusus berdasarkan statistic untuk memperkecil kesalahan dalam perhitungan.Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni. .1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0.1 ml SP = 0. Spread plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 0.Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung 1 koloni.. Syarat-syaratnya sebagai berikut : .

maka jumlah yang dilaporkan adalah nilai rata-rata. tetapi jumlah sebenarnya harus dicantumkan dalam tanda kurung.35 X 104 menjadi 2. .3 X 104 .34 X 104 menjadi 2. . missal 2. meskipun salah satu dari cawan duplo tersebut tidak memenuhi syarat diantara 30-300.Apabila setiap pengenceran digunakan dua cawan Petri (duplo). tidak boleh diambil salah satu. masing-masing dari pengenceran rendah dan tinggi yang berurutan dengan jumlah koloni 30-300 dan hasil bagi dari jumlah koloni pengenceran tertinggi dan terendah ≤ 2. Hasil tersebut dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan besarnya faktor pengenceran. maka hanya dari pengenceran terendah yang dilaporkan. maka hanya dari pengenceran tertinggi yang dilaporkan. bukan 2.34 X 104. Misalnya dengan cara menghitung jumlahnya pada ¼ bagian (transek) cawan kemudian hasilnya dikalikan empat.4 X 104. maka jumlah angka yang digunakan adalah data dari kedua cawan. atau 2.Bila diperoleh perhitungan >300 dari semua pengenceran.Bila ada 2 cawan. Jika hasil bagi dari pengenceran tertinggi dan terendah > 2 maka jumlah yang dilaporkan adalah dari cawan dengan pengenceran terendah.104.Bila diperoleh perhitungan kurang dari 30 dari semua pengenceran. pembulatan keatas dilakukan pada angka seperseratus yang sama atau lebih besar dari lima. Data yang dilaporkan adalah rata-rata dari kedua cawan duplo tersebut. . .

bagan untuk mempersingkat syarat SPC .

Penghitungan akan lebih mudah bila memakai Colony Counter. a. -Lakukan preparasi suspensi kepada sampel terlebih dahulu (swab. Pola transek dapat dibuat bervariasi. koloni dihitung dengan persyaratan yang telah diuraikan di depan. maserasi dan rinse) (jika perlu). tergantung kebutuhan. MPN didasarkan pada metode statistik (teori kemungkinan). -Inkubasi pada suhu 30º C selama 1-2 x 24 jam. Transek dibuat dengan spidol/marker di bagian bawah cawan petri.2 Most Probable Number (MPN) Pendekatan lain untuk enumerasi bakteri hidup adalah dengan metode MPN.Penghitungan koloni pada cawan sebaiknya dibuat transek atau dibagi-bagi jika koloni yang tumbuh terlalu banyak. lihat juga Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) a. Metode MPN ini umumnya digunakan untuk menghitung jumlah bakteri pada air khususnya untuk .1. Plating dapat secara Spread Plate atau Pour Plate. Jika secara Spread Plate. -Dari 3 pengenceran terakhir diplating (ditanam) ke media NA (Nutrien Agar) atau PCA (Plate Count Agar) sebanyak dua kali tiap pengenceran (duplo). dapat digunakan batang L atau glass beads.3 Prosedur perhitungan jumlah bakteri dengan metode Plate Count. -Masukkan sampel ke tabung berisi 9 ml akuades untuk pengenceran pertama. selanjutnya diencerkan sampai tingkat pengenceran (misalnya sampai 10-8) tertentu. -Setelah tumbuh.

Berdasar sifat coliform.2 %) per liternya. Kocok botol yang berisi air sampel. Nilai MPN ditentukan dengan kombinasi jumlah tabung positif (asam dan gas) tiap serinya setelah diinkubasi. Pemberian sampel pada tiap seri tabung berbeda-beda. maka bakteri ini dapat memfermentasikan laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi oleh berubahnya warna dan gas dalam tabung durham. 2. tidak membentuk spora. Sediakan 3 tabung berisi LBDS (9 ml tiap tabung) dan 6 tabung berisi LBSS (9 ml tiap tabung) lengkap dengan tabung durham. 3.mendeteksi adanya bakteri koliform yang merupakan kontaminan utama sumber air minum. . Untuk sampel sebanyak 10 ml ditumbuhkan pada media LBDS (Lactose Broth Double Stregth) yang memiliki komposisi Beef extract (3 gr). secara aseptis. Pindahkan suspensi air sample sebanyak 10 ml ke masing-masing tabung seri pertama (3 tabung LBDS).1 ml dimasukkan pada media LBSS (Lactose Broth Single Stregth) yang berkomposisi sama tapi hanya kadar laktosa setengah dari LBDS yaitu 5 gr. memfermentasi laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi dalam waktu 24 jam inkubasi pada 37º C. peptone (5 gr). Apabila dipakai 3 tabung maka disebut seri 3. lactose (10 gr) dan Bromthymol Blue (0. dan jika dipakai 5 tabung maka disebut 5 seri. batang pendek. Untuk sampel 1 ml dan 0. Media pada tabung adalah Lactose Broth yang diberi indikator perubahan pH dan ditambah tabung durham. Sampel ditumbuhkan pada seri tabung sebanyak 3 atau 5 buah tabung untuk setiap kelompok. Ciri-ciri utamanya yaitu bakteri gram negatif. Cara kerja : 1. Atur kesembilan tabung menjadi 3 seri (seperti di gambar).

Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri kedua (3 tabung LBSS). Penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (langsung) Penghitungan secara langsung dapat dilakukan secara mikroskopis yaitu dengan menghitung jumlah bakteri dalam satuan isi yang sangat kecil. 6.4. Inkubasi semua tabung pada suhu 37º C selama 48 jam. secara aseptis. Alat yang digunakan adalah Petroff-Hauser Chamber atau Haemocytometer. Kombinasi angka tersebut lalu dicocokkan dengan tabel MPN untuk seri 3 sehingga diperoleh jumlah mikroba sebenarnya. harus ada keduanya). secara aseptis. Tulis kombinasi tabung positif tiap seri (misal : 3 2 1). Lihat tabung gas positif (asam dan gas . lalu hitung tabung positif untuk tiap seri. 5. Jumlah cairan . A. Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri ketiga (3 tabung LBSS). Misal : didapatkan kombinasi jumlah tabung positif : 321 maka jumlah bakteri coliform adalah 150 sel/100 ml. 7.

1 mm. Tebal dari ruang hitung ini adalah 0.yang terdapat antara coverglass dan alat ini mempunyai volume tertentu sehingga satuan isi yang terdapat dalam satu bujur sangkar juga tertentu. Sel nakteri yang tersuspensi akan memenuhi volume ruang hitung tersebut sehingga jumlah bakteri per satuan volume dapat diketahui. dibagi menjadi 25 kotak sedang dengan panjang 0. Luas kotak sedang : =pxl . Ruang hitung terdiri dari 9 kotak besar dengan luas 1 mm². Satu kotak besar di tengah. Dengan demikian satu kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil. Satu kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil.2 mm.

keringkan dengan tissue. Bersihkan Petroff-Hauser Counting Chamber atau Haemocytometer dengan alkohol 70 % lalu 3. Hitung sampel. 7. Letakkan cover glass di atas alat hitung.004 mm3 = 20 x (1/4) x 106 Karena 1 ml = 1cm2 = 5 x 106 sel/ml Maka : = 0.5 x 105 Dengan perhitungan yang sama maka diperoleh rumus untuk kotak kecil : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 4 x 106 1.2 = 0. Lakukan perhitungan secara kasar apakah diperlukan pengenceran atau tidak.= 0. Jika dalam satu kotak sedang terdapat sel-sel yang banyak dan bertumpuk maka perhitungan akan tidak akurat dan diperlukan pengenceran dengan perbandingan 1:5 atau 1:10. 4. 8. Cara kerja (digunakan kotak sedang) : 2. . 5.04 mm2 x 0. Letakkan alat hitung pada meja benda kemudian cari fokusnya pada perbesaran 40x10.5 x 105 Kotak sedang : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 2.04 mm2 jadi misalnya diperoleh: Volume kotak sedang : 20 sel dalam satu kotak sedang = 0. Biarkan sejenak sehingga sel diam di tempat (tidak terkena aliran air dari efek kapilaritas). 6. Tambahkan ± 50 µl suspensi sel yeast (kira-kira 1 tetes) dengan cara meneteskan pada parit kaca pada alat hitung.2 x 0.004 mm3 = 0.000004 cm3 = 4x10-6 ml Sel/ml : = jumlah sel/4x10-6 ml = (jumlah sel/4) x 106 = jumlah sel x (¼) x 106 = jumlah sel x 2. Suspensi sel akan menyebar karena daya kapilaritas.1 mm maka jumlah sel keseluruhan : = 0. 9. paling tidak sebanyak 5 kotak sedang (lebih banyak lebih baik).

com/2008/11/bab-6-menentukan-jumlahukuran-mikroba.blogspot. Jika dilakukan pengenceran maka jumlah sel/ml dikalikan faktor pengenceran http://ekmon-saurus.html .Hasil perhitungan dirata-rata kemudian hasil rataan dimasukkan rumus untuk kotak sedang.

1 Latar Belakang Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi. pengecatan sederhana dan pengecatan gram.Bakteri tidak diwarnai. sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. 1990).00.30 WITA dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi. tapi mewarnai latar belakang . Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bekteri.17. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). begitu pula dengan bakteri. 2. basil. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte. 1994). Universitas Hasanuddin. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan.Tujuan hanya untuk melihat bentuk sel . Makassar. kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. pukul 14. 2008). spirilum.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : 1. Untuk mengetahui morfologi mikroorganisme I. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jimmo. pengecatan negatif maupun pengecatan gram serta mengetahui morfologi mikroorganisme. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam. substrat. 25 Maret 2009. seperti spirochaeta 2. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna. I. kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme baik itu dengan cara pengecatan sederhana. Jurusan Biologi.Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) . Macam-macam pewarnaan (Yulneriwanti. Untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme dengan cara pengecatan negatif. Pewarnaan negatif . Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 2008) : 1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit. struktur dan sifat-sifat yang khas. Olek karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Rizki. Berdasarkan hal tersebut di atas. 2008).PEWARNAAN BAB I PENDAHULUAN I. dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro. peluntur warna .Ditujukan untuk bakteri yang sulit diwarnai. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. Pewarnaan sedehana . dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan.3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup.

yakni gram-positif dan gram-negatif. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. vibrio. Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. struktur. Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromofornya bersifat positif).Sediaan hapus → teteskan emersi → lihat dimikroskop Untuk mempelajari morfologi. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka (filzahazny. Pewarnaan negatif. metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. basillus.3. Bakteri Tahan Asam 4. sementara bakteri gram-negatif tidak. yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). Pewarnaan sederhana ini memungkinkan dibedakannya bakteri dengan bermacam-macam tipe morfologi (coccus. Pada uji pewarnaan Gram. 2008). Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. sifat-sifat bakteri dalam membantu mengidentifikasinya. flagel dll Cara pewarnaan negatif . berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. maka terjadinya . Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif dapat dilihat pada table berikut ini (filzahazny. 2008) : Bakteri Gram Positif Bakteri Gram Negatif Dinding Sel: Lapisan petidoglikan Lebih tebal Lebih tipis Kadar lipid 1-4% 11-22% Resistensi terhadap alkali (1% KOH) Lebih pekat Larut Kepekaan terhadap Yodium Lebih peka Kurang peka Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin Resistensi terhadap tellurit Lebih tahan Lebih peka Sifat tahan asam Ada yang tahan asam Tidak ada yang tahan asam Kepekaan terhadap penisilin Lebih peka Kurang peka Kepekaan terhadap streptomisin Tidak peka Peka Teknik pewarnaan Pewarnaan sederhana. kuman perlu diwarnai.Tujuan untuk membedakan antar bakteri . Kebanyakan bakteri telah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofil (suka akan basa). Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia. 1990). Gram.Contoh: Pw. spora. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. Disebut demikian karena hanya digunakan satu jenis cat pewarna untuk mewarnai organisme.menggunakan lebih dari satu macam zat warna . Pw. Pewarnaan khusus . ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae (filzahazny. Pewarnaan diferensial . Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol.Untuk mewarnai struktur khusus/tertentu dari bakteri→ kapsul. 2008). dsb) dari bahan-bahan lainnya yang ada pasa olesan yang diwarnai (Hadiotomo.

1998): 1. Membuat preparat olesan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii lalu fiksasi dengan pembakar spirtus. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin BAB III METODOLOGI III. 1990) : . peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal.3 Prosedur Kerja A. Tissue roll. tidak mengandung asam tekoat.Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet.wadah baskom. Meneteskan larutan Kristal violet diatas olesan preparat tersebut sebanyak 1-2 tetes dan membiarakan selama 1-2 menit. .Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%).pipet tetes. Biakan Salmonella typii. Endospora dapat bertahan hidup dalam keadaan kekurangan nutrien. 1990) : . . . sekitar 15-80 nm. Gram C (Alkohol asam).10% dari berat kering. 2. Tetapi sekali pewarna memasuki endospora. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. III. Hanya bila diperlukan panas yang cukup. 1990). . 4.Tidak resisten terhadap gangguan fisik.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. . pewarna yang sesuai dapat menembus endospora. . berlapis tunggal atau monolayer. kekeringan. .Bersifat lebih rentan terhadap penisilin. gegep kayu. . Gram B (larutan lugol).Struktur dinding selnya tipis. berlapis tiga atau multilayer. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu (Volk & Wesley. Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu (Hadiotomo. sukar untuk dihilangkan. sekitar 10 – 15 mm. tahan terhadap panas. Ukuran dan letak endospora di dalam sel merupakan ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan spesies-spesies bakteri yang Membentuknya (Dwidjoseputro.lampu spritus . . Gram A (Kristal violet). dan hand sprayer III. botol semprot . 1989). korek api.2 Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah Aquadest steri. Biakan Bacillus cereus. Spirtus. objek gelas. Sifat-sifat ini menyebabkan dibutuhkannya perlakuan yang keras untuk mewarnainya.± Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%). 3. radiasi UV serta bahan-bahan kimia. 2.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.Lebih resisten terhadap gangguan fisik. . Struktur di dalam sel pada tempat-tempat yang khas dibentuk oleh spesies ini disebut endospora. Larutan nigrosin (tinta cina).Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. Minyak imersi.Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. ose bulat. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (Hadiotomo. Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang tebal dan keras. lBiakan Eschericia coli. Alcohol 70 %. sebelah dalam dengan jumlah sedikit . Gram D (Safranin). Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. 1 Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah mikroskop. peptidoglikan terdapat didalam lapisan kaku.Struktur dinding selnya tebal. Mengandung asam tekoat. Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu (Hadiotomo. Pengecatan Sederhana 1.penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat.

Pengecatan Gram 1. Pada pengecatan sederhana digunakan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii. Pada pengecatn ini digunakan 3 jenis bakteri yaitu Bacillus cereus.. Mencuci dengan air dan keringkan.1 Hasil IV. B. yang berarti bakteri tersebut menyerap zat warna cat tersebut sehingga Nampak pada mikroskop. membiarkan selama 1 menit. Meneteskan larutan gram A sebanyak 2-3 tetes pada olesan bakteri.3. Menetesi dengan larutan gram D. 8. 5. 2. Meneteskan larutan gram B. B. C. 6. 4. C. membiarkan selama 30 detik. 3. Mencuci dengan air mengalir sampai sisa cat tercuci habis. selanjutnya menarik objek gelas tersebut dengan arah yang berlawanan hingga membentuk film tipis. Pengecatan ini dilakukan untuk mewarnai latar belakang preparat sedangkan bakteri sendiri tidak terwarnai serta untuk mengamati ukuran. 3. 5. Setelah pengamatan dibawah mikroskop diperoleh preparat mikroba berwarna hitam sedangkan bakteri sendiri tidak berwarna (berwarna putih) dan berbentuk basil (batang). Menggambar dan mencatat hasil pengamatan. Meneteskan larutan gram C. 2. kemudian mengeringkan dengan hati-hati mengunakan tissue roll. C. Mencuci dengan air mengalir dan mengeringkan dengan tissue roll dengan hati-hati. Pengecatan Gram Pengecatan gram termasuk pengecatan diferensial yang digunakan untuk membedakan bakteri gram negative dan bakteri gram positif.2 Pembahasan A. Eshcericia coli dan Salmonella typii lalu fiksasi pada pembakar spirtus. bentuk. Menyiapkan preparat olesan bakteri Bacillus cereus. 9. Mengamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. mencuci dengan air dan mengeringkan dengan tissue. membiarkan selama 1 menit. Pengecatan ini menggunakan 4 jenis larutan yaitu . Zat warna yang umunya digunakan yakni yang bersifat alkalin (kromatofornya bermuatan +). Membersihkan gelas objek dengan alcohol 70 % agar bebas lemak. Mencuvi dengan air dan keringkan. membiarkan selama 30 detik. 7. 5. meletakkan biakan pada objek gelas kemudian mencampur dengan 1-2 tetes nigrosin. Salmonella typii dan Eshericia coli. Setelah pengecatan diperoleh bakteri tersebut berwarna ungu. Pengecatan Negatif 1. Mengambil 1 ose yang digunakan umntuk mengambil biakan. Mengamati dibawah mikroskop dengan menggunakan pembesaran 100x dan minyak imersi. Pengecatan Sederhana Pengecatan sederhana digunakan untuk memperlihatkan atau memperjelas kontras antara sel dan latar belakangnya sehingga dapat mempertajam bentuk dari sel-sel mikroba itu sendiri. Menggambar dan mencatat hasil yang diamati. dengan cara mewarnai sel-sel mikroba dengan zat warna khususnya warna Kristal violet. Membiarkan hingga mengering lalu mengamati diubawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi. 4.®Dengan menggunakan objek gelas lain menyentuhkan sisi objek gelas tersebut pada sampel tersebut sehingga membentuk sudut 300 4. Pengecatan Negatif Pada pengecatan ini digunakan cat asam nirosin (tinta cina). dan tata letak sel.

mht. www. larutan iodine sebagai pengintensifan cat utama..pdf.Kristal violet sebagai cat utama.html.Bakteri gram negatif pada teknik pewarnaan akan menghasilkan warna merah dan bakteri gram positif akan menghasilkan warna ungu. pemberian alkohol menyebabkan pori-pori dinding sel mengecil sehingga warna ungu tertahan di dalam sel disebabkan oleh rendahnya kandungan lipid. Jimmo.2 Saran Saran untuk laboratorium agar percobaan berikutnya keanekaragaman bakteri yang digunakan dapat bertambah lagi sehingga hasil yang diperoleh dapat bervariasi. 1989.. diakses pada tanggal 04 April 2009. Mikrobiologi Dasar Jilid I. Berdasarkan percobaan diperoleh Bacillus cereus dan Salmonella typii bersifat gram positif yang berarti bakteri dapat mengikat dengan kuat cat utama cristal violet berwarna ungu. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. 2008. alcohol asam untuk pencucian dan safranin sebagai cat penutup. Sedangkan bakteri Eschericia coli bersifat gram negative karena tidak dapat mengikat kuat cat utama dan dapat diwarnai oleh cat lawan yakni merah dari pewarna safranin. 2008. pewarnaan gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+) dan gram (-) dengan lebih dari satu zat warna sedangkan pewarnaan negative berguna untuk mewarnai latar belakang preparat dan bakteri sendiri tidak terwarnai. Makassar. diakses pada tangan 04 April 2009.kuliah. Makassar. Dasar-Dasar Mikrobiologi.blogspot. pada saat bakteri Gram positif ditambahkan dengan kristal violet maka gram positif akan mengabsorbsi larutan tersebut hanya pada dinding sel. 2008. 2008.com/2009/04/19/teknik-pewarnaanmikroorganisme/ . . pengecatan sederhana dan pengecatan negative. Rizki. diakses pada tanggal 08 Maret 2009.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : . Makassar.com/2008/02/materi. Jakarta : Erlangga. . Fauziah.. 2008.Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel bakteri dengan menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal violet. 1990. Hadiotomo. 1998. Perbedaan gram (+) dan gram (-) Sifat Gram (+) Gram (-) • Komposisi Kandungan lipid rendah Kandungan lipid tinggi • Ketahanan terhadap penisilin Lebih sensitif Lebih tahan • Penghambatan warna Lebih dihambat Kurang dihambat • Ketahanan terhadap fisik Lebih tahan Kurang tahan • Kebutuhan Nutrien Kompleks Relatif BAB V PENUTUP V. Filzahazny.di akses pada tanggal 08 maret 2009.2x/6/Praktikum6.fkugm2008. http:/wordpress. DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro.. D.. Ratna Siri. Malang : Djambatan. http ://ngecat bakterimakul-rizki.html.. dengan pemberian larutan lugol maka kristal violet akan masuk sampai ke inti sel.com/Penganta-tentang-bakteri. V. http://firebiology07. Jakarta : Pt Gramedia.htm. Wheeler. . Yulneriwanti. Makassar.Pewarnaan mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara yaitu dengan pengecatan gram.. Wesley A dan Margareth F. Volk. http://01-bakteri..com/wp-content/uploads/HSC/1. http ://Pembuatan PReParAT dan PengeCaTAnnyA _ BLoG KiTa.wordpress. diakses pada tanggal 14 April 2009. Makassar..

Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba (Sofa.2 Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini selain untuk melengkapi tugas mikrobiologi. 2008). diikuti pertambahan jumlah. ukuran koloni yang semakin besar atau subtansi atau masssa mikroba dalam koloni tersebut semakin banyak. maka dibutuhkan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. misalnya kita makhluk makro ini dikatakan tumbuh ketika bertambah tinggi. 1. juga agar pembaca dapat memahami dan mengetahui bagaimana factor-faktor lingkunagan mempengaruhi pertumbuhan mikrobe. Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran. yaitu pertambahan jumlah koloni.ilmu mikrobiologi oligodinamik BAB I PENDAHULUAN 1. pertambahan berat atau massa dan parameter lain. pertumbuhan pada mikroba diartikan sebagai pertambahan jumlah sel mikroba itu sendiri. 1.3 Rumusan masalah Rumusan masalah pada makalah ini adalah: . Pertumbuhan merupakan suatu proses kehidupan yang irreversible artinya tidak dapat dibalik kejadiannya. Dalam pertumbuhannya mikroorganisme membutuhkan kondisi lingkungan yang dapat mendukung proses perkembangbiakkannnya. Pada organisme bersel satu pertumbuhan lebih diartikan sebagai pertumbuhan koloni.Bagaimana pengaruh faktor abiotik terhadap pertumbuhan mikrobe? .1 Latar Belakang Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran atau subtansi atau masa zat suatu organisme.Bagaimana pengaruh faktor kimia terhadap pertumbuhan mikrobe? . bertambah besar atau bertambah berat. pertambahan ukuran sel.

Sedangkan temperatur yang paling baik bagi kegiatan hidup dinamakantemperatur optimum. minimum.1 FAKTOR ABIOTIK YANG MEMPENGARUHI MIKROBE A..  · Waktu Kematian Termal (Thermal Death Time) merupakan waktu yang diperlukan untuk membunuh suatu jenis mikrobe pada suatu temperatur yang tetap.  · Laju Kematian Termal {Thermal Death Rate) adalah kecepatan Kematian mikrobe akibat pemberian temperatur. Untuk menentukan temparatur maut bagi mikrobe. Faktor-faktor Alam Faktor-faktor alam terdiri dari: 1. yaitu: . Hal ini karena bahwa tidak semua spesies mati bersama-sama pada suatu temperatur tertentu. Temperatur minimum adalah nilai paling rendah dimana kegiatan mikrobe -dapat berlangsung. Berdasarkan pada daerah aktivitas temperatur. dan maksimum. Pengaruh Temperatur Temperatur merupakan salah satu faktor yang penting di dalam kehidupan. mikrobe dapat dibagi menjadi tiga golongan utama. optimum.tetapi pada tingkatan kegiatan fisiologi yangpaling minimal. dan kita kenal ada temperatur. Temperatur maksimum adalah temper tertinggi yang masih dapat digunakan untuk aktivitas mikroba. Pada umumnya batas daerah temperatur bagi kehidupan mikrobe terletak antara 0°C90°C. Beberapa jenis mikrobe dapat hidup pada daerah temperatur yang luas sedang jenis lainnya pada daerah yang terbatas. ada beberapa pedoman seperti berikut ini:  · Temperatur maut/Titik Kematian Termal {Thermal Death Point) adalah temperatur serendah-rendahnya yang dapat membunuh mikrobe yang berada di medium standar selama 10 menit pada kondisi tertentu.Bagaimana pengaruh faktor biotik terhadap pertumbuhan mikrobe? BAB II PEMBAHASAN 2.

Keadaaan kekeringan menyebabkan proses pengeringan protoplasma. Pengaruh Kebasahan dan Kekeringan Mikrobe mempunyai nilai kelembaban optimum. yaitu golongan mikroba yang tumbuh ada temperatur 40 – 80 °C. yakni golongan mikrobe yang dapat tumbuh pada 0 – 30°C. Kebanyakan dari golongan ini tumbuh ditempat-tempat dingin. sedangkan untuk jamur dan aktinomisetes memerlukan kelembaban yang rendah di bawah 80%. Kadar air bebas di dalam larutan (a ) merupakan nilai perbandingan antara tekanan uap air larutan dengan tekanan uap air murni. baik di daratan maupun di lautan  Mikrobe mesofil (mesotermik). Umumnya mikroba mesotermik hidup dalam alat pencernaan. dengan temparatur optimum 10 -15°C.90 – 0. Pada umumnya untuk pertumbuhan ragi dan bakteri diperlukan kelembaban yang tinggi di atas 85%. . yang berakibat berhentinya kegiatan metabolisme. sedangkan bakteri halofilik mendekati 0. sedang temperatur optimumnya 25 – 40°C. Mikrobe psikrofil/ karyofil (oligotermik). adalah golongan mikroba yang dapat hidup dengan baik temperatur 5 – 60°C.75. atau 1/100 dari kelembaban relatif. Nilai a untuk bakteri pada umumnya terletak di antara 0. 2. • Pengeringan pada suhu tubuh (37°C) atau temperatur kamar (± 26°C) lebih jelek daripada pengeringan pada temperatur titik beku • Pengeringan pada udara efeknya lebih buruk daripada di dalam vakum atau di tempat yang berisi nitrogen. dan temperatur optimumnya 55 -65°C Golongan mikrobe ini terutama terdapat di sumber-sumber air panas dan tempat-tempat lain yang bertemperatur tinggi.  Mikrobe termofil (palitermik). Pengeringan secara perlahan-lahan menyebabakan perusakan sel akibat pengaruh tekanan osmosis dan pengaruh lainnya dengan naiknya kadar zat terlarut. w w Adapun syarat-syarat yang menentukan matinya bakteri karena kekeringan antara lain adalah: • Pengeringan dalam keadaan terang pengaruhnya lebih buruk daripada dalam gelap.99.

000 kali per detik. seperti pecahan kaca. hal ini dinamakan plasmoptisis. Larutan garam atau larutan gula yang agakpekat mudah menyebabkan plasmolisis. Pengaruh Perubahan Nilai Osmotik Pada umumnya larutan hipertonik menghambat pertumbuhan mikrobe karena dapat menyebabkan plasmolisis.• Bakteri yang dalam medium susu. dan untuk mematikan diperlukan tenaga sebesar 6. Pada umumnya. gula. dan untuk membunuh sporanya diperlukan tekanan 12.000 atm.000 atm. Mengguncang-guncangkan bakteritidak membawa kematian. mikrobe yang ditempatkan di air suling (aquades) akan kemasukan air sehingga dapat menyebabkan pecahnya sel mikrobe tersebut. Proses-proses ini sering digunakan untuk melepaskan enzim-enzim dan endotoksin yang terkandung di dalam bakteri. Berdasarkan hal ini. tanah foraminifera. tanah radiolaria. Medium yang paling cocok bagi kehidupan mikrobe adalah medium yang isotonik terhadap isi sel mikrobe. Sinar dengan gelombang pendek akan berpengaruh buruk terhadap mikrobe. kecuali kalau bakteri itu dicampur dengan benda keras. dan sebagainya. Bila energi radiasi diabsorpsi oleh sel mikroorganisme akan menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel. Sedangkan sinar dengan gelombang panjang mempunyai daya fotodinamik dan daya biofisik.Untuk memecahkan bakteri diperlukan pengguncangan 9. maka pembuatan suspensi bakteri dengan menggunakan air murni tidak dapat digunakan. daging kering dapat bertahan lebih lama daripada pada gesekan pada kaca obyek. 3. protoplasma serta komponen-komponen sel . misal ragi yang osmofil (dapat tumbuh padaz kadar garam tinggi). misalnya cahaya matahari. Sebaliknya. golongan ini bersifat haloduri 4. terutama pada mikrobe yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik. Pengaruh Penghancuran secara Mekanik Pengaruh tekanan udara terhadap kehidupan bakteri sangat kecil. Beberapa mikrobe dapat menyesuaikan diri terhadap kadar garam atau kadar gula yang tinggi. 5. bahkan beberapa mikrobe dapat bertahan di dalam substrat dengan kadar garam sampai 30%. Pengaruh Sinar Pada umumnya sel mikroorganisme rusak akibat cahaya. Untuk menghentikan pembiakan bakteri diperlukan tekanan 600 atm.

• Sebaiknya menyediakan hand lotion untuk merawat tangan setelah berkontak dengan disinfektan. Logamlogam berat yang umum dipakai adalah Hg. Tetapi garam dari logam berat ini mudah merusak kulit. b. • Biia untuk membunuh spora kuman biasanya bersifat mudah menguap sehingga ventilasi ruangan perlu diperhatikan. Ag. Zr dan Cu. sehingga seluruh permukaan alat tersebut dapat berkontak dengan disinfektan. Disinfektan yang sudah menunjukkan tanda-tanda pengeruhan atau pengendapan harus diganti dengan yang baru.hanya dapat diselidiki lebih lanjut jika ada dalam keadaan lepas sel {cell free system). 2.2 Faktor-Faktor Kimia 1. • Pengenceran disinfektan harus sesuai dengan yang dianjurkan dan setiap kali harus dibuat pengenceran baru. • Sebaiknya disinfektan yang dipakai bersifat membunuh (germisida). • Lamanya disinfeksi harus tepat. alat-alat yang didisinfeksi jangan diangkat sebelum waktunya. dimana pada konsentrasi yang kecil saja dapat membunuh mikrobe dinamakan daya oligodinamik. Beberapa Disinfektan dan Antiseptik a. 2. Fenol dan Senvawa-senyawa Sejenis . Logam-logam Berat Logam berat berfungsi sebagai antimikrobe oleh karena dapat mempresipitasikan enzim-enzim atau protein esensial dalam sel. As. Penggunaan Antiseptik dan Disinfektan Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada disinfeksi secara kimia: • Rongga yang cukup diantara alat-alat yang didisinfeksi. merusak alat-alat yang terbuat dari logam. dan harganya mahal. Daya antimikrobe dari logam berat.

semakin tinggi berat molekulnya. dan enzim-enzim akan diinaktifkan oleh alkohol. dan selain itu juga merusak membran sel dengan cara menurunkan tegangan permukaannya.etanol (CH CH OH). yaitu metanol (CH OH). c. untuk mencegah timbulnya infeksi pascabedah. Jika dicampur dengan air murni. Alkohol Alkohol merupakan zat yang paling efektif dan dapat diandalkan untuk sterilisasi dan disinfeksi. sehingga disinfektan menjadi lebih menarik. efeknya menjadi lebih baik. Pada konsentrasi yang rendah (2 -4%). Waktu yang diperlukan untuk membunuh sel-sel vegetatif cukup 10 menit. Kresol (kreolin) lebih baik khasiatnya dari pada fenol. Oleh karena itu. Alkohol 50 – 70% banyak dipergunakan sebagian disinfektan. Alkohol mendenaturasikan protein dengan jalan dehidrasi. Konsentrasi di atas 90% atau di bawah 50% biasanya kurang efektif kecuali untuk isopropil alkohol yang masih tetap efektif sampai konsentrasi 99%. Lisol adalah disinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap. Yang banyak dipergunakan dalam praktek adaiah larutan alkohol 70 – 80% dalam air. Ada 3 jenis alkohol yang dipergunakan sebagai disinfektan. lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan lainnya. dan isopropanol (CH ) CHOH). Larutan formaldehid (CH O) 20% dalam 652 . Menurut ketentuan. Aldehid 3 3 2 3 2 Cara bekerjanya aldehid ialah dengan cara membunuh sel mikroba dengan mendenaturasikan protein. Karbol adalah nama lain dari fenol. diantara ketiga jenis alkohol tersebut isopropil alkohol adalah yang paling banyak digunakan. semakin meningkat pula daya disinfektannya. dan juga merupakan pelarut lemak. Fenol merupakan standar pembanding untuk menentukan aktivitas atau khasiat suatu disinfektan. Oleh karena itu. Etanol murni kurang daya bunuhnya terhadap mikrobe. d .Fenol (asam karbol) untuk pertama kalinya dipergunakan Lister di dalam ruang bedah sebagai germisida. tetapi untuk spora tidak. membran sel sel akan rusak. daya bunuhnya disebabkan karena fenol mempresipitasikan protein secara aktif.

yakni glutaraldehid merupakan solusi seefektif formaldehid. baik dalam air maupun dalam alkohol bersifat sangat antiseptik dan telah lama dipakai sejak lama sebagai antiseptik kulit sebelum proses pembedahan. Sudah lama klorin dikenal sebagai deodoran dan disinfektan yang sangat baik. misalnya derivat akridin dan zat warna rosan Akriflavin (campuran derivat akridin dengan senyawa I mempunyai spektrum aktivitas yang luas. maka alat-alat tersebut harus dibilas dulu sebelum dipakai. f. g. Peroksida Peroksida hidrogen (H O ) merupakan antiseptik yang efektif nontoksik. e. i. Mycobacterium tuberculosis dan virus dalam waktu 10 menit. Akan tetapi karena meninggalkan residu. Molekulnya tidak stabit dan apabila dipanaskan akan teurai menjadi air dan oksigen. dan telah lama dipergunakan untuk mengobati infeksi traktus urinar Mekanisme kerjanya disebabkan karena akridin mampu bere dengan ADN mikrobe.70% alkohol merupakan cairan pensteril yang sangat baik apabila aiat-alat direndam selama 18 jam. Senyawa lain aldehid. Senyawa tersebut bersifatnontoksik dan tidak iritatif bagi manusia. Klor dan Senyawa Klor Klorin bebas memiliki warna khas (hijau) dan bau yang tajam. Zat Warna 2 2 2 2 2 2 Beberapa zat warna dapat menghambat pertumbuhan kur (bakteriostatik). Yodium Larutan yodium. Klorin dijadikan standar pengolahan air minum di seluruh lingkungan. dengan reaksi kimia sebagai berikut : 2 H O —► 2 H O + O h. Sayangnya kebanyakan senyawa klorin diinaktifkan bahan-bahan organik dan beberapa katalisator logam.5 atau lebih. terutama bila pHnya 7. Deterjen . Stafilokokus dan Iainlain sel vegetatif akan dimatikan dalam waktu 5 menit. sedangkan untuk membunuh spora diperlukan 3-12 jam.

http://asepwandi. Suifonamida Sejak tahun 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan tidak memiliki sifat tidak merusak jaringan manusia. air. antara lain Streptococcusyang mengganggu tenggorokan. melainkan juga merupakan bakterisida. dan zat-zat itu dalam jumlah yang sedikit pun mempunyai daya penghambat kegiatan mikroorganisme yang lain. k. Mtkrobe yang peka terhadap suifonamida.wordpress. Antibiotika berbeda dalam susunan kimia dan cara kerjanya. Terutama bakteri yang bersifat Gram positif. dan Meningococcus. limbah. akan menimbulkan gejala-gejala alergi dan berakibat kekebalan bagi mikrobe-mikrobe tertentu. dan kompos. Antibiotika yang kini banyak digunakan. j.Penggunaan obat ini bila tidak dengan aturan. dan Streptomyces. Antibiotika tersebar di alam. Antibiottka Antibiotika adalah suatu substansi (zat-zat) kimia yang diperoleh dari atau dibentuk dan dihasilkan oleh mikroorganisme. tetapi kalau dicampur dengan heksaklorofen daya bunuhnya menjadi besar sekali. dan memegang peranan penting dalam mengatur populasi mikrobe dalam tanah. Sejak lama obat pencuci yang mengandung ion (deterjen) banyak digunakan sebagai pengganti sabun. Deterjen tidak hanya bersifat bakteriostatik. Gonococcus. kebanyakan dari genus Bacillus.com/ilmu-mikrobiologi-oligodinamik/ . Penicillium.Sabun biasa tidak banyak khasiatnya sebagai zat pembunuh bakteri (bakterisida). Pneumococcus.

Pendahuluan Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam pelarut-pelarut organik. Asam lemak. terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh 2. Sebagai cadangan energi Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa 1. Fungsi lipid Ada beberapa fungsi lipid di antaranya: 1. Adapun rumus umum dari asam lemak adalah: CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. 1. terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida 3. Sebagai hormon dan vitamin Hormon mengatur komunikasi antar sel. 3. Sebagai penyusun struktur membran sel Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran material-material. Lipid kompleks. terdiri atas sfingolipid. terdiri atas lipoprotein dan glikolipid 4. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) . Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap 1. Gliserida. Ada dua macam asam lemak yaitu: 1. sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis Jenis-jenis lipid Terdapat beberapa jenis lipid yaitu: 1. steroid dan malam Asam lemak Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Non gliserida.

Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap Struktur asam lemak jenuh Struktur asam lemak tak jenuh Asam-asam lemak penting bagi tubuh Simbol Nama numerik Umum Struktur Keterangan Sering terikat dengan atom N terminal dari membran plasma bergabung dengan protein sitoplasmik Produk akhir dari sintesis asam lemak mamalia 14:0 Asam miristat CH3(CH2)12COOH 16:0 Asam palmitat CH3(CH2)14COOH 16:1D9 Asam palmitolea CH3(CH2)5C=C(CH2)7COOH t Asam stearat Asam oleat Asam linoleat Asam linolenat CH3(CH2)16COOH CH3(CH2)7C=C(CH2)7COOH CH3(CH2)4C=CCH2C=C(CH2)7CO Asam lemak esensial OH CH3CH2C=CCH2C=CCH2C=C(C Asam lemak esensial H2)7COOH 18:0 18:1D9 18:2D9. . Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak).12.15 20:4D5.11.1 4 Assam CH3(CH2)3(CH2C=C)4(CH2)3COO Prekursor untuk sintesis arakhidon H eikosanoid at Asam oleat Asam Asam stearat arakhidonat Beberapa contoh struktur asam lemak Gliserida netral (lemak netral) Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol.8.12 18:3D9.

1. 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Sebagai komponen penyusun membran sel Sebagi agen emulsi Struktur dari fosfolipid Fosfolipid bilayer (lapisan ganda) sebagai penyusun membran sel Lipid kompleks Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah: 1. Lipoprotein . Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida. Lemak Umumnya diperoleh dari hewan Berwujud padat pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak jenuh Minyak Umumnya diperoleh dari tumbuhan Berwujud cair pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak tak jenuh Fosfogliserida (fosfolipid) Lipid dapat mengandung gugus fosfat.Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1. Penggunaan fosfogliserida adalah: 1. jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. 2. Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid. Struktur trigliserida sebagai lemak netral Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak.

steroid. Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul non gliserol. 4. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid. VLDL (very low – density lypoproteins) VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak 1. Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapa hormon. 25% dari lipid merupakan sfingolipid. 3. yaitu: Perbandingan komposisi penyusun 4 klas besar lipoprotein 1. Ilustrasi peran masing-masing dari 4 klas besar lipoprotein Lipid non gliserida Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. kecuali ginjal 1.Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein. Pada manusia. HDL (high – density lypoproteins) HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati. . Gabungan lipid dengan protein (lipoprotein) merupakan contoh dari lipid kompleks Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid. 2. kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma. Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf. kolesterol dan malam. LDL (low – density lypoproteins) LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer 1. Kilomikron Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain. Sfingolipid Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak. Struktur kimia sfingomielin (perhatikan 4 komponen penyusunnya) Kolesterol Selain fosfolipid.

Secara ringkas. misalnya testosteron dan progesteron. Struktur miselus. Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke. gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati.Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri. yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah karena arteri menyempit. hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol. asthma. Malam merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang. Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri. yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Malam sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit. Kortison Malam/lilin (waxes) Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini. penanganan penyakit arthritis rematoid. Bagian polar berada di sisi luar. Karena larut dalam air. gangguan pencernaan dan sebagainya. penurunan kemampuan untuk meregang. Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat. Struktur dasar darikolesterol Kolesterol merupakan bagian dari membran sel Steroid Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid. selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. Progesteron dan testosteron Steroid lainnya adalah kortison. sedangkan bagian non polar berada di sisi dalam . rambut dan lain-lain. Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam Metabolisme lipid Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral.

Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis. jika kebutuhan energi sudah mencukupi. baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan. dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid.Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty acid/FFA). Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi. hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut. Selanjutnya kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava. Di sisi lain. maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit). Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan adiposa. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol. Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida. Selanjutnya kolesterol mengalami . Perhatikan fungsi kilomikron sebagai pengangkut trigliserida Simpanan trigliserida pada sitoplasma sel jaringan adiposa Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa. Struktur kilomikron. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi. Secara ringkas. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein. asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang. Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. sehingga bersatu dengan sirkulasi darah.

hidroksi butirat dan aseton). Keadaan ini dapat menyebabkan kematian. Proses ini dinamakan ketogenesis. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat. Gliserol Kolesterol Aseto asetat hidroksi butirat Aseton Steroid Steroidogenesis Kolesterogenesis Ketogenesis Diet Lipid Karbohidrat Protein .steroidogenesis membentuk steroid. Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik.

Gliserol ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. Pada tahap awal.Asam lemak Trigliserida Asetil-KoA Esterifikasi Lipolisis Lipogenesis Oksidasi beta Siklus asam sitrat ATP CO2 H 2O + ATP Ikhtisar metabolisme lipid Metabolisme gliserol Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. Selanjutnya senyawa ini masuk ke dalam rantai . gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat.

asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase). suatu produk antara dalam jalur glikolisis. Membran mitokondria interna Karnitin palmitoil transferase II Karnitin Asil karnitin translokase KoA Karnitin Asil karnitin Asil-KoA . Reaksi-reaksi kimia dalam metabolisme gliserol Oksidasi asam lemak (oksidasi beta) Untuk memperoleh energi. Dengan adanya ATP dan Koenzim A. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta. asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin. asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Aktivasi asam lemak menjadi asil KoA Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang.respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat. dengan rumus (CH3)3N+-CH2-CH(OH)-CH2-COO-.

Asil karnitin Beta oksidasi Membran mitokondria eksterna ATP + KoA AMP + PPi FFA Asil-KoA Asil-KoA sintetase (Tiokinase) Karnitin palmitoil transferase I Asil-KoA KoA Karnitin Asil karnitin Mekanisme transportasi asam lemak trans membran mitokondria melalui mekanisme pengangkutan karnitin .

asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan proses dan pada setiap proses. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P (+2P) 2. Perhatikan bahwa setiap proses pemutusan 2 atom C adalah proses oksidasi β dan setiap 2 atom C yang diputuskan adalah asetil KoA. • • • Dalam oksidasi beta. diangkat 2 atom C dengan hasil akhir berupa asetil KoA. Selanjutnya asetil KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. Oksidasi karbon β menjadi keton Keterangan: Frekuensi oksidasi β adalah (½ jumlah atom C)-1 Jumlah asetil KoA yang dihasilkan adalah (½ jumlah atom C) Oksidasi asam lemak dengan 16 atom C. barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna mitokondria. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. oksidasi beta dan siklus asam sitrat Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan. Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta. Setelah menjadi bentuk aktif. karbon β asam lemak dioksidasi menjadi keton.Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut: • • Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase. Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar. Setelah menjadi asil karnitin. Aktivasi asam lemak. asil-KoA akan mengalami tahap-tahap perubahan sebagai berikut: 1. (2P) Setelah berada di dalam mitokondria. Dalam proses oksidasi ini. delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA . asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin.

3. hidroksi butirat dan aseton dikenal sebagai badan-badan keton. sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP. maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P(+3P) 4. akan dimetabolisir dengan hasil -2 ATP (untuk aktivasi) + 20 ATP (hasil oksidasi beta) + 60 ATP (hasil siklus Kreb’s) = 78 ATP. Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat. Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat. Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C. maka kita memerlukan energi 2 ATP untuk aktivasi. Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Kreb’s yang masing-masing akan menghasilkan 12 ATP. Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan 10 atom C. berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA. Proses perubahan asetilKoA menjadi benda-benda keton dinamakan ketogenesis. selanjutnya asetoasetat berubah menjadi hidroksi butirat dan aseton. Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asil-KoA yang telah kehilangan 2 atom C. Karena asam lemak memiliki 10 atom C. Gambar Lintasan kolesterogenesis . Penghitungan energi hasil metabolisme lipid Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh oksidasi beta suatu asam lemak. Aseto asetat. yaitu 4 kali oksidasi beta. L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. Dengan demikian sebuah asam lemak dengan 10 atom C. Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total energi satu kali oksidasi beta adalah 5P. dan energi yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2 dikurangi 1. maka asil-KoA yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena membentuk asetil KoA. Proses ketogenesis Lintasan ketogenesis di hati Sebagian dari asetil KoA dapat diubah menjadi kolesterol (prosesnya dinamakan kolesterogenesis) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk disintesis menjadi steroid (prosesnya dinamakan steroidogenesis).

maka simpanan trigliserida ini dapat digunakan kembali. Semua sintesis terjadi di dalam kompleks multi enzim-fatty acid synthase. Ini harus tersedia dari glukosa. Sintesis asam lemak terjadi di dalam sitoplasma. Pada manusia. Tahap-tahap sintesis asam lemak ditampilkan pada skema berikut. Sintesis asam lemak sesuai dengan degradasinya (oksidasi beta). . NADPH digunakan untuk sintesis. Adapun tahap-tahap penyimpanan tersebut adalah: Asam lemak ditransportasikan dari hati sebagai kompleks VLDL.Sintesis asam lemak Makanan bukan satu-satunya sumber lemak kita. ACP (acyl carrier protein) digunakan selama sintesis sebagai titik pengikatan. Gliserol dapat menjadi sumber energi (lihat metabolisme gliserol). Semua organisme dapat mensintesis asam lemak sebagai cadangan energi jangka panjang dan sebagai penyusun struktur membran. Trigliserida akan dipecah menjadi gliserol dan asam lemak. kelebihan asetil KoA dikonversi menjadi ester asam lemak. kita tak dapat menyimpan lemak jika tak ada kelebihan glukosa di dalam tubuh. Akibatnya. Asam lemak kemudian diubah menjadi trigliserida di sel adiposa untuk disimpan. Dinamika lipid di dalam sel adiposa. Sedangkan asam lemak pun akan dioksidasi untuk memenuhi kebutuhan energi pula (lihat oksidasi beta). Tahap-tahap sintesis asam lemak Penyimpanan lemak dan penggunaannya kembali Asam-asam lemak akan disimpan jika tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Perhatikan tahap-tahap sintesis dan degradasi trigliserida Jika kebutuhan energi tidak dapat tercukupi oleh karbohidrat. Tempat penyimpanan utama asam lemak adalah jaringan adiposa. Gliserol 3-fosfat dibutuhkan untuk membuat trigliserida.

lup dan lain-lain. yakni tentang pengklasifikasian penamaan dan pengidentifikasian mikroorganisme. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. fisiologi. mikroorganisme. sifat biokimia. PENDAHULUAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. identifikasi. Klasifikasi organisme prokariota seperti bakteri memerlukan pengetahuan yang didapat dari pengalaman dan juga teknik observasi. Klasifikasi dapat diidentifikasikan penyusunan organisme kedalam grup taksonomi(taksa) dengan berdasarkan persamaan atau hubungan. Kegiatan secara keseluruhan. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop.mikroba. disebut sebagai sistematika mikroba. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. Taksonomi adalah ilmu mengenai klasifikasi atau penataan sistematis organisme kedalam kelompok atau kategori yang disebut taksa (tunggal. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. Menyusun sistematik dalam dunia mikroorganisme bukanlah pekerjaan yang mudah kesulitan pertama yang kita hadapi ialah menentukan apakah mikroba itu . Key word: Klasifikasi. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas. takson) tetapi penyusunan taksonomi mikroorganisme mensyaratkan diidentifikasi sebagai mana mestinya dan diberi nama.06/02/2010 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 8 Komentar KLASIFIKASI MIKROBA KLASIFIKASI DAN PERANAN MIKROBA DALAM KEHIDUPAN ABSTRAK Klasifikasi dan identifikasi adalah dua hal yang berbeda tetapi saling sebagai berhubungan dalam taksonomi. Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarkan dengan taksonomi. Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. lup dan lain-lain. genetik dan morfologi yang sering penting untuk menggambarkan sebuah takson.

sehingga klasifikasi bakteri di dasarkan sebagian pada sifat-sifat morfologi. sarjana Zoologi seperti Muller (1773) dan erlenberg (1838) menggolongkan bakteri pada protozoa. tetapi yang satu dapat mencernakan asam amino tertentu. Tujuan klasifikasi ialah mengatur kedudukan dari berbagai organisme di alam. Tujuan Ø Ø Mengetahui klasifikasi dan identifikasi suatu mikroorganisme Mengetahui manfaat mikroorganisme bagi kehidupan. dan sifat-sifat fisiologinya termasuk imunologi. Rumusan Masalah Adakah peranan penting mikroba bagi kehidupan. klasifikasi dan identifikasi. Cohn sarjana botani bangsa Jerman. dan sejak itu diadakan penyempurnaan secara berangsur-angsur sampai sekarang. sedangkan yang lainnya tidak. Jika diketahui ciri-ciri . sedang golongan yang lain tidak. Ada pula suatu golongan yang dapat menyebabkan suatu penyakit. Misalnya dalam klasifikasi bakteri. Klasifikasi merupakan bagian dari bidang ilmu sistematik. PEMBAHASAN Klasifikasi dan Identifikasi Dalam semua cabang biologi diperluan pencirian. Ada beberapa golongan bakteri yang sama bentuknya. Baru pada tahun (1873). Klasifikasi merupakan proses untuk mengenali dan mengelompokkan organisme hidup. Klasifikasi bakteri secara agak lengkap pada tahun 1875. tetapi sifat-sifat fisiologi mereka berlainan sama sekali. Maka jelaslah bahwa kesukaran kita untuk menetapkan spesies berdasarkan sifat-sifat morfologi saja. Banyak bakteri di bawah mikroskop menunjukkan bentuk morfologi yang sama.golongan hewan atau golongan tumbuhan. Banyak kesulitan dalam mengklasifikasikan mikroorganisme. Tetapi hal ini sulit dilaksanakan pada bakteri. Setelah leeuwenhoek menyelami dunia mikroorganisme . Kriteria dalam kalasifikasi berbeda dengan mengklasifikasikan tumbuhan tingkat tinggi dan hewan tingkat tinggi yang didasarkan terutama pada sifat-sifat marfologisnya. mengetahui adanya ciri-ciri yang menyebabkan ia lebih condong menggolongkan bakteri (salah satu mikroorganisme) pada tumbuhan.

Hal ini dapat disamakan dengan membuat tabel periodik bagi unsur kimia sehingga terlihat keterkaitan antara unsur kimia tersebut. tidaklah mungkin bagi kita untuk mempelajari 1 mikroorganisme saja. darah). Morfologi Mikroba pada umumnya sangat kecil : ukurannya dinyatakan dalam mikrometer ( m) . . Bahan kimia ini tidak ditemukan pada gram negatif.suatu mikroorganisme. Sebagai contoh. Klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme haruslah diketahui terlebih dahulu karakteristik atau ciri-ciri mikroorganisme. Zat Sifat Biakan hara yang diperlukan oleh setiap mikroorganisme berbeda ada mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan tumbuh bila diberikan zat hara yang kompleks (serum. maka dapat dilakukan perbandingan sehingga terlihat persamaan dan juga perbedaan dnegan organisme lainnya.001 mm Oleh karena ukurannya yang kecil diperlukan mikroskop untuk melihat mikroba. sehingga yang dipelajari adalah karakkteristik suatu biakan yang merupakan populasi dari suatu mikroorganisme. 1. apakah merupakan DNA atau RNA 3. purin. pembagian dilakukan berdasaran asam inti yang dikandung. Bila sel mikroba diberi perlauan kimiawi. Sebaliknya ada pula yang hanya memerlukan bahan inorganik saja atau bahan organik (asam amino. Sebaliknya pada banyak bakteri Gram positif terdapat asam teikoat. Sedangkan bakteri Gram positif tidak. Mikroskop yang digunakan tergantung pada kecermatan yang diinginkan oleh peneliti. 2. Sifat Kimiawi Sel terdiri dari berbagai bahan kimia. bakteri Gram negatif memiliki lipopolisakarida dalam dinding selnya. Ciri-ciri utama dari suatu mikroorganisme dikelompokan sebagai berukut : . Oleh karena ukurannya yang sangat kecil. Dinding sel fungsi dan algae berbeda dari bakteri. Pada kelompok virus. karbohidrat. maka sel ini memperlihatkan susunan kimiawi yang spesifik. 1 m = 0.

berupa inang. Patogenitas Mikroba dapat menimbulkan penyakit. bertunas. Sifat Ekologi Habitat merupakan sifat yang mencirikan mikroorganisme. 4. akan terbentu antibodi yang mengikat antigen. Mikroorganisme yang hidup di lautan berbeda dengan air tawar.pirimidin. . Reaksi ini sangat sepesifik sehingga dapat disebut sebagai lock and key system. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dari sel mikroba. Mikroorganisme yang terdapat dalam rongga mulut berbeda dengan saluran pencernaan. Antibodi ini bersifat sangat spesifik terhadap antigen yang menginduksinya. maka antibodi dapat digunakan untuk mencirikan (rapid indentification) terhadap mikroorganisme. 8. Sifat Metabilisme Proses kehidupan dalam sel merupakan suatu rentetan reaksi kimiawi yang disebut metabolisme. telur. Berbagai macam reaksi yang terjadi dalam metabolisme dapat digunakan untuk mencirikan mikroorganisme 5. vitamin. Sifat Antigenik Bila mikroorganisme masuk kedalam tubuh. koenzim) selain itu beberapa mikroorganisme hanya dapat tumbuh pada sel hidup. Sifat Genetik DNA kromosomal mikroorganisme memiliki bagian yang konstan dan spesifik bagi mikroorganisme mikroorganisme. biakan jaringan. Oleh karena mikroorganisme memiliki antigen yang berbeda. Susunan basa DNA Untuk perbandingan di gunakan mol % G+C tersebut sehingga dapat digunakan untuk pencirian 7. kemampuannya untuk menimbulkan penyakit merupakan ciri khas mikroorganisme tersebut selain itu terdapat pula bakteri yang memakan bakteri lainnya (Bdellovibrio) dan virus (bakteriofag)yang menginfesi dan menghancurkan bakteri. 6.

Dengan mengetahui koefisien kesamaan dapat disusun Cluster dari organisme yang serupa . b. Monera (bacteria dan cyanobacteria) Protista (microalgae dan protozoa) Fungsi (yeasts dan mold) Tabel. Forosintesis Absorpsi Ingesti Prokariot termasuk dalam Monera. c.Perkembangan Klasifikasi Pada klasifikasi “Five-kingdom System. c. Perkembangan Klasifikasi Two-Kingdom system Four-Kingdom System Five-Kingdom system Lennaeus Animalia Capeland Monera Whitaker Monera Plantae Protoctista Metaphyta Metazoa Protista Plantac Fungsi Animalia Koefisien Kesamaan Kesamaan ini dapat dinyatakan dalam derajat kesamaan atau perbedaan. b. ketiga macam pengambilan zat hara terlihat dalam kelompok ini. Protozoa dengan ingesti dan protista lainnya dengan absorpsi. Mucroalgar bersifat forosintetik. Derajat perbedaan sangat berguna oleh karena menunjukkan beberapa banyak organisme yang diteliti berbeda dengan organisme lain. Selain itu ada pula yang melakukan kombinasi. Mikroorganisme masuk dalam : a. Yukariot uniseluler termasuk protista. Pembagian didasarkan pada cara pengambilan zat hara yaitu : a. cara mengambilan zat hara tidak melalui ingesti.

1. Pada tahun 1960. Urutan nukleotida inilah yang merupakan ciri dasar suatu organisme. Untaian tunggal ini kemudian dicampur dengan organisme lainnya dan didinginkan kembali. Pada mulanya kesamaan yang dibadingkan hanyalah % mol G + C saja. organisme yang tidak berkaitan mungkin saja memiliki % G + C yang sama. Pada bakteri ternyata rRNA cistron ini “highlyy conserved” lestari. Ini berarti bahwa selama evolusi cistron ini memperlihatkan perubahan yang lebih sedikit di badingkan dengan bagian DNA yang lain . Namun demikian. Homologi RNA ribosom dan ribosomal RNA oligonukleotida Dua organisme dapat saja tidak erat kaitannya. Organisme yang berkaitan erat memiliki % G +C yang sama. Metode ini paling obyektif dan didasarkan pada DNA. c. cabang ilmu yang disebut biologi molekuler menggunakan teknik untuk melihat kesamaan DNA antar organisme. Homologi DNA DNA dipanaskan sehingga terurai menjari untaian tunggal. sebaliknya organisme yang jauh berbeda memiliki nilai % G + C yang berbeda pula. tetapi masih memperlihatkan homologi DNA. b. Bila tidak ada keterkaitan tidak akan terlihat heterodupleks.Beberapa metode utuk menentukan derajat kesamaan a. Similarity Matrix Keterkaitan Sifat Genetik Metode klasifikasi yang paling cermat adalah keterkaitan sifat genetika anta organisme. Ini berarti untaian dari satu organisme akan berpasangan dengan untaian dari organisme lainnya. rRNA yang disandi oleh sebagian DNA yang disebut sebagai RNA sistron. Bila dua organisme ini berkaitan erat maka akan terbentuk Heterodupleks. Metode yang sering digunakan untuk melihat keterkaitan genetik adalah : 1. Metode ini paling berguna dalam tingkat klasifikasi species. Cluster analysis Phenogram / dendrogram Ordination methods Menggunakan Principal component analysis d. Oleh karena itu dicari metode perbandingan yang lebih cermat dengan cara membandingkan urutan dari nukleotida.

Sehingga kalau sebelumnya dunia tersebut hanya terbagi kedalam dua kelompok besar yaitu : 1. gamae = alat perkembangbiak). maka sekarang akan bertambah dengan 1 kelompok besar lainnya. yaitu Cryptogamae (kriptos = tersembunyi/tidak ada atau tidak nampa.Taksonomi Mikroba a. Dicotyledoneae. Bakteria. Pertama kali pengelompokan ini hanya untuk lingkungan tumbuh-tumbuhan dan hewan. 3. Monocotyledoneae. Prokaryota. pembagian ini berdasarkan kepada ada tidaknya inti. 2. Yaitu : 1. yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji dua. Acotyledoneae. Dasar Pengelompokan Taksonomi merupakan cara atau upaya pengelompokan jasad hidup di dalam kelompok atau takson yang sesuai. dunia Mikroba terbagi menjadi dua kelompok besar lainnya. yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji tunggal. Mikro-alga lainnya . atau tumbuh-tumbuhan tanpa keping biji. Dari segi mikrobiologi sendiri. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) 2. tetapi ternyata bahwa untuk mikroba pun dapat digunakan. yaitu kelompo mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi. Mikroba termasuk kedalam kelompok ke-3 tersebut sesuai dengan sifat alat untuk perkembangbiakannya. Karyota. Mikroba sesuai dengan bentuk dan sifatnya termasuk kedalam Dunia tumbuhtumbuhan. Mikro-alga biru-hijau (BGA = blue-green algae). termasuk didalamnya ragi. yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) Jamur. baik yang sudah terdiferensiasi ataupun yang belum.

Studi fisik membuktian bahwa kekerabatan DNA dari organisme yang sama dapat dikenal dengan tingkat kemampuan kromosom DNA untuk dikawin silangkan. pada bahan-bahan. Kriteria untuk Klasifikasi Bakteri Kriteria sesuai untuk tujuan klasifikasi bakteri termasuk sifat-sifatnya telah diterangkan dalam bab terdahulu. didalam air. Tabel . Protozoa Virus Klasifakasi Bakteri Umumnya berbentuk 1-sel atau sel tunggal atau uniseluler. informasi yang penting dapat diketahui secara mikroskopis dengan melihat lapisan sel dan ada atau tidaknya struktur khusus misalnya spora atau flagella. Karena tidak mempunyai klorofil. di dalam tanah. Hal ini merupakan petunjuk awal bahwa keragaman kimiawi DNA dari organisme yang berbeda dapat menjadi indikasi adanya kekerabata genetik. bakteri hidup sebagai jasad yang saprofitik ataupun sebagai jasad yang parasitik. pada tanaman ataupun pada tubuh manusia atau hewan.Walaupun ada kelompok kehidupan atau jasad lain yang dianggap hirup berdasarkan kepada bentuk dan sifatnya tidak sama dengan mikroba tetapi mengingat kepentingan dan asosiasi kehidupannya. tidak mempunyai klorofil berkembangbiak dengan pembelahan sel atau biner. 2. ada dua kelompok besar lain yang umumnya dimasukkan kedalam Dunia Mikroba yaitu : 1. Prosedur pewarnaan seperti pewarnaan gram dapat memberikan perkiraan bakteri memiliki kekerabatan yang dekat. sejak di udara. Tingkat Taksonomi Tingkatan Resmi Kingdom Divisi Klas Ordo Contoh Prokaryotae Gracilicutes Scotobacteria Eubacteriales . Tempat hidupnya tersebar di mana-mana.

hibridisasi DNA dengan rangkaian oligonukleotida padat telah digunakan untuk mengidentifikasi spesies.(2)batang. termasuk biologi seluler dan molekular serta imunologi Fage pada hakekatnya terdiri dari sebuah inti asam nukleat yang terkemas di dalam selubung protein pelindung. dan perbedaan susunan di antara gen-gen yang tersebar secara lambat dapat digunakan untuk mengukur hubungan dalam kelompok bakteri yang hubungannya jauh. Gambar Bentuk Sel Tunggal Bakteri(1)coccus. Perbandingan susunan dari 165S RNA ribosom dari berbagai sumber biologis menunjukkan adanya hubungan evolusi diantara organisme yang sangat beragam dan menunjukkan adanya kingdom baru.(3)spiral. Klasifikasi Virus a. Ribosom memiliki pesan penting dalam sintesa protein. Virus Bakterial Bakterifage (fage) adalah virus yang menginfeksi bakteri dan hanya dapat bereproduksi di dalam sel bakteri. Reproduksi virus bakterial yang virulen . Gen penanda RNA ribosom dan protein ribosom telah diturunkan melalui evolusi dan telah disebarkan lebih lambat daripada gen kromosom lainnya. Penemuan terbaru. Kemudahan relatif dalam penangannya dan kesederhanaan infeksi fage bakteri membuatnya menjadi suatu sistem model bagi penelaahan patogenesitas virus maupun banyak masalah dasar di dalam biologi.Famili Genus spesies Entobacteriaceae Escherichia Coli Penyusunan urutan DNA telah menjadi prosedur rutin di laboratorium dan perbandingan susunan DNA diantara beragam gen dapat menggambarkan hubungan mereka perbedaan susunan DNA diantara gen-gen yang tersebar secara cepat dapat digunakan untuk menentukan jarak genetik dari gen-gen yang berhubungan dekat. yaitu Arecbaebacteria.

Proses replikasi virus dimulai dengan melekatnya virion pada sel inang. Mushrooms. Peristiwa ini disusul dengan penetrasi dan pelepasan selubung. b. Virus Hewan dan Tumbuhan Virus hewan dan virus tumbuhan adalah parasit intraseluler obligat yang sangat kecil. seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. perakitan partikel-partikel fage baru. dan sabagiannya).mencakup urutan umum sebagai berikut : adsorbsi partikel fage. Loff dan kawan-kawan dalam tahun 1962. sifat pertumbuhan virus. Secara morfologis. Seperti bakteria. kemudian serat atau filamen (paling banyak di dapatkan). replikasi asam nukleat virus. Sistem yang secara paling luas digunakan untuk klasifikasi virus terlihat pada sistem ini. seperti kedudukan tempat sintesis virus di dalam sel dan hubungan timbal balik antara inang dan virus. Hubungan yang sama sekali tidak jelas melainkan sistem ini menggolongkan virus berdasarkan susunan biasa sifat-sifat kimiawi dan strukturnya yang merupakan sifat tetap yang dapat ditentukan dengan cermat. Klasifikasi Jamur Bentuknya sel tunggal (misal pada ragi). halikal bersampul atau kompleks. seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. dan pembebasan partikel-partikel fage ini di dalam suatu ledakan bersamaan dengan terjadinya lisis sel inang. bentuk susunan kapsid. berarti sistem ini bukannya mencoba menggambarkan hubungan evolisoner atara virus-virus. yang diperkenalkan oleh A. Pembagian lebih lanjut didasarkan atas sifat-sifat lain virion itu. Setiap virus mempunyai sebuah inti pusat asam nukleat dikelilingi oleh kapsid. karena dia hidup secara saprofik ataupun parasitik . seperti digambarkan oleh kisaran inang. Proses ini diakhiri dengan pembebasan virus dari sel inang. Sistem ini dimaksudkan untuk menggambarkan klasifikasi alami atau filogenik. sifat pertumbuhan virus. ada tidaknya selubung dan ukuran kapsid. sampai dengan telah membentuk tubuh lengkap yang dinamakan tubuh-buah (misalkan pada jamur merang. virus dikelompokkan menurut sifat virionnya yaitu semacam asam nukleat. penetrasi asam nukleat. biosintesis komponenomponen virus dan perakitan serta pematangan virion. fage-fage virulen telah digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri patogenik. Jasad ini tidak mempunyai klorofil. virus hewan dan virus tumbuhan dapat ikosashedral.

maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. atau berbentuk koloni pertumbuhan. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan dan antara lain dapat dengan mengalami sendirinya. karena membentuk akar yang terdiri dari lendir (polisakharida). terutama pada tanah yang lembab.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut . Akan tetapi karena ukurannya yang kecil. disamping pigmen lainnya seperti fikobilin (biru). Didapatkan dimana-mana. Misal pada Hydra. Termasuk kedalam kelompok jasad yang fotosintetik karena mempunyai klorofil. Mikroorganisme menghasilkan memiliki energi bereproduksi fleksibilitas metabolisme yang tinggi mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. sejak paku-pakuan (Azolla) didalam rongga udara daunnya. Klasifikasi Alga-Biru Hijau Berbentuk sel tunggal atau filamen (serat) yang disekelilingnya diselimuti oleh seludang sederhana. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan. menempel pada tanaman ataupun bersifat endofitik (hidup di dalam jaringan jasad lain). atau dengan tanaman tinggi (Cassuarina) dengan karang Peran mikroorganisme dalam khidupan Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (Kusnadi. pada air. di dalam tanah yang lembab atau bersimbiosis dengan jasad lain. Ada beberapa yang hidup secara simbiosis dengan jamur membentuk jasad baru yang disebut lichenes (lumut kerak). 2003).Klasifikasi Alga-Hijau Bentuknya sama seperti BGA. dkk. walaupun ada beberapa yang sudah mempunyai tubuh lengkap dengan bagian-bagian yang dinamakan akar batang dan daun walau semuanya bersifat semu (Chara dan Nitella). atau menempel pada tubuh jasad lain (kulit kurakura) sehingga kelihatannya hewan tersebut mempunyai klorofil karena berawarna hijau. fukosantin (coklat) dan fukoeritrin (merah) hidup didalam air.

Oleh karena aktivitasnya tersebut. dll. dll. Beberapa manfaat yang dapat diambil antara lain sebagai berikut: . kesehatan. tekstur atau rasa suatu makanan. Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. Atau berdasarkan kebutuhan hidupnya seperti termofilik. Pada proses pembusukan sayur dan buah. merupakan mikroorganisme pembusuk. dan manusia. baik pada manusia. Mikroorganisme seperti bakteri. Mikroorganisme ini dikelompokkan berdasarkan tipe aktivitasnya. mikroorganisme pektinolitik mampu merombak bahan-bahan yang mengandung pektin yang terdapat pada dinding sel tumbuhan (Tarigan. misalnya pada bidang mikrobiologi kedokteran dan fitopatologi banyak ditemukan mikroorganisme yang patogen yang menyebabkan penyakit dengan sifat-sifat kehidupannya yang khas. • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni. Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang besar. seperti bidang pertanian. Meskipun demikian. Penggunaan mikroorganisme dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Peranan yang Menguntungkan Banyak yang menduga bahwa mikroorganisme membawa dampak yang merugikan bagi kehidupan hewan.sudah ada. mudah ditumbuhkan dalam media buatan. masih banyak manfaat yang dapat diambil dari mikroorganisme-mikroorganisme tersebut. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan Dalam sehingga dianggap daging. tumbuhan. seperti proteolitik. bau. pembusukan mikroorganisme yang menghasilkan enzim proteolitik mampu merombak proteinprotein. khamir (yeast) dan kapang (mould) dapat menyebabkan perubahan yang tidak dikehendaki pada penampakan visual. hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan. 1988). 2001). lipolitik. dan lingkungan. halofilik. maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan.

. Nitrogen bebas merupakan komponen terbesar udara. silih bergantinya malam dan siang. siklus nutrien. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. KESIMPULAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Pembentukan nitrat dari nitrogen ini dapat terjadi karena adanya mikroorganisme. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. dan peternakan hewan. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. Dan Dia menundukkan malam dan siang. Surat An-Nahl 12: 12. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. matahari dan bulan untukmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya). lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan.Bidang pertanian Dalam bidang pertanian. lup dan lain-lain. Kajian religi: Surat An-Nur 45: 45. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2. Surat Al-Baqaroh 164: 164. Unsur ini hanya dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan pengambilan khususnya melalui akar. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Penyusunan nitrat dilakukan secara bertahap oleh beberapa genus bakteri secara sinergetik.

hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri.Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarka dengan taksonomi. yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi. Prokaryota. yaitu kelompok mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi. 2. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan yaitu: Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. Mikroorganisme terbagi menjadi dua kelopok yaitu: 1. Ciri-ciri utama suatu mikroorganisme yaitu: a) b) c) d) e) f) g) h) Morfologi Sifat Kimiawi Sifat Biakan Sifat Metabilisme Sifat Antigenik Sifat Genetik Patogenitas Sifat Ekologi Mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan. baik pada manusia. • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. Peranan yang Menguntungkan . Karyota. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan sehingga dianggap merupakan mikroorganisme pembusuk.

1990. hanya tingkatan glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin (Anoymous. gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah (Anoymous.co.(online)(http//www.(online) (http//www. 2005) .Contoh dalam bidang pertanian mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2. Namun demikian. pati dan selulosa (Lehninger.identifikasi mikroba. Dasar-dasar Mikrobiologi. Budiyanto Mak. 2008. klasifikasi mikroba. 2008. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. seperti fruktosa dan galaktosa. Anonymous.2008. Bandung : Angkasa 02/26/2009 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 17 Komentar Glukosa Darah Glukosa adalah gula yang terpenting bagi metabolisme tubuh. atau tingkat glukosa serum. Dalam ilmu kedokteran. yaitu sukrosa. Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah (Anoymous. kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya. 2008). sebelum orang makan. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Dwijoseputro. Jakarta : Djambatan Suriawira U. diatur dengan ketat di dalam tubuh.Pustaka. 1982).co.id) diakses tanggal 22 Desember 2008. Sedangkan dalam tumbuhan Glukosa 6-fosfat yang dihasilkan selama fotosintesis adalah precursor dari tiga jenis karbohidrat tumbuhan . dan peternakan hewan. Hand Out dan Klasifikasi Mikroba.id) diakses tanggal 22 Desember 2008. siklus nutrien. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. 2008) Meskipun disebut “gula darah”. dikenal juga sebagai gula fisiologis. Konsentrasi gula darah. Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl). selain glukosa. 1995. Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari.pustaka. Pangantar Mokrobiologi Umum.

(www. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. 2008. 2008) Gula Reduksi Gula reduksi adalah gula yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi. .wikipedia. Senyawa-senyawa yang mengoksidasi atau bersifat reduktor adalah logam-logam oksidator seperti Cu (II).Pengaruh langsung dari masalah gula darah Bila level gula darah menurun terlalu rendah. Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang berkepanjangan pula yang berkaitan dengan diabetes. Sukrosa didapatkan dalam sayuran dan buah-buahan. termasuk kerusakan pada mata. beberapa diantaranya seperti tebu dan bit gula mengandung sukrosa dalam jumlah yang relatif besar. fruktosa. ginjal. Sukrosa adalah senyawa yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai gula dan dihasilkan dalam tanaman dengan jalan mengkondensasikan glukosa dan fruktosa. (Online). maltosa. Anoymous. nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat.wikipedia. manosa. yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan saraf (Budiyanto. tetapi merupakan hasil hidrolisis dari gula susu (laktosa) melalui proses metabolisme akan diolah menjadi glukosa yang dapat memasuki siklus kreb’s untuk diproses menjadi energi. Bila levelnya tetap tinggi. Hal ini dikarenakan adanya gugus aldehid atau keton bebas. (www. dan kehilangan kesadaran. 2008. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. Salah satu contoh dari gula reduksi adalah galaktosa. yang disebut hiperglikemia. Gula Darah. DAFTAR PUSTAKA Anoymous. Galaktosa merupakan komponen dari Cerebrosida. Gejala-gejalanya adalah perasaan lelah. berkembanglah kondisi yang bisa fatal yang disebut hipoglikemia.org). laktosa. 1992). Sedangkan salah satu ontoh dari gula reduksi adalah Sukrosa. dan saraf (Anoymous.org). 2002). Sedangkan yang termasuk dalam gula non reduksi adalah sukrosa (Team Laboratorium Kimia UMM. (Online). Penolakan Insulin. fungsi mental yang menurun. dan lain-lain. Contoh gula yang termasuk gula reduksi adalah glukosa. Galaktosa merupakan gula yang tidak ditemui di alam bebas. rasa mudah tersinggung. 2008). Dari tebu dan bit gula itulah gula diekstraksi secara komersial (Gaman.

2002. Budiyanto. UMM Press: Malang.A.Dasar Ilmu Gizi. Gaman. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008.depkes. Lehninger.wordpress. Dasar.K. Team Laboratorium Kimia UMM.id). 1982. P. Laboratorium Kimia UMM: Malang http://zaifbio.com/category/biokimia/ . Jumlah Penderita Diabetes Indonesia Ranking ke-4 Di Dunia. 2005. Ilmu Pangan: Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi. dan K. Penuntun Praktikum Biokimia Bioligi.M.B. 2008. M.Anoymous. 1992.go. UGM Press: Jogjakarta. Albert. Dasar-Dasar Biokimia. Sherington. (www. Erlangga: Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->