LAPORAN PRAKTIKUM PENGENALAN MIKROSKOP

OLEH : NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN NIM : MUHAMMAD PARHANI : J1FI09039 : 4 : TATI HIDAYAH : J1D107060

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU OKTOBER, 2009

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut bentuk dan struktur selnya makhluk hidup dibedakan menjadi dua yaitu makhluk hidup bersel banyak dan makhluk hidup bersel satu, makhluk ini tidak dapat terlihat dengan mata kita, karena panca indra manusia memiliki kemampuan daya pisah atau daya lihat yang sangat terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati dan pengamatan itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu. Salah satu alat bantu yang sering digunakan dalam penelitian atau pengamatan tentang organisme yang tidak bisa dilihat dengan mata, terutama dalam bidang kedokteran dan biologi adalah mikroskop dalam (bahasa latin mikro diartikan kecil sedangkan scopium berarti penglihatan). Mikroskop sering digunakan untuk, meningkat kemampuan daya pisah atau lihat seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati obyek yang sangat halus dan tidak dapat terlihat oleh mata terbuka (Dwidjoseputro, 1994). Bakteri adalah makhluk hidup yang kecil sehingga tidak bisa di lihat dengan mata telanjang (tanpa bantuan alat pembesar). Begitu juga hal nya dengan paramecium dan sebagainya sehingga bantuan alat pembesar ini sangat diperlukan. Alat pembesar ini selain diperlukan untuk melihat bakteri, alat pembesar juga sangat diperlukan untuk melihat isi dari sel pada makhluk hidup, bentuk organisme-organisme yang kecil, untuk melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme, serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri, 2000). Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah terbatas, oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu. Dan alat Bantu itu adalah Mikroskop yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati objek yang sangat halus sekalipun (David, 1978). Mikroskop pertama kali ditemukan pada tahun 1632 oleh seorang ilmuan berkebangsaan Belanda bernama Antoni Van Leeucanhoek. Beliau berhasil

membuat mikroskop berlensa tunggal yang sederhana. mikroskop yang ditemukan pertama kali ini penbesarannya dapat mencapai pemliesaran sekitar 270 kali. Dengan mikroskop ini Antoni Van Leeucanhoek dapat meIihat benda kecill dalam tetesan air sekalipun (Muchlis, 1980). Setelah ditemukannya Mikroskop oleh Anton Van. L, tak lama kemudian seorang ilmuan bemama Robe hooke juga menemukan mikroskop berlensa tunggal yang merupakan pengembang dari mikroskop sebelumnya. Mikroskop Robert H memiliki lampu kondensor, sehingga dapat melihat objeyengan sangat jelas (Muchlis,1980). Dalam melakukan pengamatan terhadap suatu benda yang memiliki ukuran renik dimana pancaindera kita tidak mampu untuk melihatnya. Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati tanpa digunakan alat bantu. Alat bantu yang sering digunakan dalam pengamatan terutama dalam bidang biologi, yaitu mikroskop. Dalam Bahasa latin mikro diartikan keeil dan scopium diartikan pengilihatan, Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati benda yang halos sekalipun ( Muchlis, 1980 ). Hingga saat ini sudah ada dua macam mikroskop yaitu mikroskop cahaya yang biasa banyak digunakan dalam bidang pendidikan dan mikroskop elektron yang digunakan bidang kedokteran karena mikroskop elektron ini mempunyai pembesaran yang lebih dibandingkan dengan mikroskop cahaya. Mikroskop elekron ini menggunakan elektron berkecepatan tinggi yang dapat di samakan dengan sinar-x (0.05 angstrom atau satu million satuan inci) (Albert, 1994).

1.2

Tujuan Tujuan percobaan ini adalah untuk mengenali bagian-bagian mikroskop,

memahami fungsi dan terampil menggunakannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Harus diketahui agar penggunaan mikroskop yang benar harus dimiliki oleh seorang praktikan, oleh karcna itu, praktikum tentang pengenalan mikroskop merupakan hal pertama yang harus dilaksanaka. Terdapat berbagai tipe mikroskop yang masing-masing mempunyai tujuan penggunaan tertentu dan dengan bermacam kelengkapan pula. Mikroskop yang sering digunakan dalam Biologi adalah Mikroskop Cahaya, baik yang berlensa okuler tunggal atau dikenal dengan Mikroskop Monokuler maupun berlensa okuler ganda atau yang dikenal Mikroskop binokuler (Leeson, 1990). Mikroskop pada dasarnya adalah suatu alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sehagai lensa obyektif atau yang dekat dengan mata dan lensa okuler. Benda yang diamati mengalami pembesaran sebesa dua kali dengan lensa obyektif dan lensa okuler, dimana lensa okuler berfungsi sehagai lup. Bayangan akhir yang diamati bersifat maya, terbalik dan diperbesar. Bayangan tersebut merupakan aberasi sferis dan kromatis dari cahaya dan spektrum sinar nampak (Leeson, 1990). Mikroskop mcngalami perkembanan dari waktu ke iyaktu. Pada awalnya hanya di temukan sebuah mikroskop biasa oleh/Antony Van Leuwenhoek (1632-1723) dengan hanya perbesaran scbcsar 3000X. K mudian Ruska dan nol pada tahun 1932 menemukan Mikroskop elektron dcnga melakukan perbaikan tehadap mikroskop biasa yang ditemukan oleh Antony Van Yeuwenhoek dengan cara 1. tenarnbahkan partikel elcktron sehagai pemantul bayangan objek. Perkembangan selanjutnya ditemukan Mikroskop fase kontras oleh Firt Zenika (Leeson, 1990). Macam-macam mikroskop diantaranya: 1. Mikroskop cahaya Pada awal abad ke-17 ketika dunia ilmu pengetahuan pada masa itu mulai menduga adanya dunia renik yang tak terlihat akibat terbatasnya kemampuan mata manusia. Padahal dunia itu berpengaruh pada hidup manusia. Maka

2000). meskipun kualitas dan jumlah lensanya telah ditingkatkan. sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini. dan spermatozoa. Kata ini berasal dari bahasa Yunani di mana mikros berarti kecil dan skopeo berarti melihat (Washitoaji. dan memungkinkan mata manusia dapat membedakan dua buah obyek yang berjarak satu sama lain sekitar 0. Keterbatasan pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan.0002 mm). Belakangan diketahui bahwa ternyata panjang gelombang dari sumber cahaya yang digunakan untuk pencahayaan berpengaruh pada daya resolusi yang lebih tinggi. yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM) (Washitoaji.0002 mm (disebut daya resolusi 0.2 mm.dibuatlah apa yang kini kita sebut mikroskop. Instrumen mikroskop pertama yang terbukukan adalah yang dipakai oleh ilmuwan Belanda bernama Antony van Leeuwenhoek (1632-1723). Untuk mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang disebut eyepiece. Seperti diketahui mata manusia yang sehat disebut-sebut mempunyai daya resolusi 0. 2000). 2000). penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain. Dengan mikroskop yang sederhana ini Leeuwenhoek dapat melakukan pengamatan dengan pembesaran hingga 400 x dan ia mengumumkan pada dunia penemuannya akan jasad renik seperti bakteri. Pada pengembangan selanjutnya diketahui bahwa kemampuan lensa cembung untuk memberikan resolusi tinggi sudah sampai pada batasnya. cermin atau sumber pencahayaan lain. protozoa. Diketahui bahwa daya resolusi tidak dapat lebih pendek dari panjang gelombang cahaya yang digunakan untuk pengamatan. Penggunaan cahaya dengan panjang gelombang .000 kali. Kemungkinan mikroskop dikembangkan dari teleskop yang memiliki Galileo pada pertengahan abad ke-17. LM modern mampu memberikan pembesaran (magnifikasi) sampai 1. Saat ini tidak ada dokumen yang dapat menuntun kita pada siapa sebenarnya penemu mikroskop ini. Mikroskop ini terdiri dari lensa cembung yang kuat dengan penadah sampel (preparat) yang dapat digerakkan. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus. Ia juga dapat mengklasifikasikan sel darah merah dengan mengamati bentuknya (Washitoaji.

2000). bahkan pergerakan elektron seperti yang ditunjukkan oleh peneliti dari Jepang Prof Dr Hashimoto (Okayama University of Science) pada sebuah seminar yang lalu di Puspiptek Serpong.pendek seperti sinar biru atau ultra violet dapat memberikan sedikit perbaikan. resolusi dapat ditingkatkan hingga di atas 100 nanometer (nm). Mikroskop elektron Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet. namun tiga tahun kemudian ia menambah "lensa" ketiga dan mendemonstrasikan resolusi hingga 100 nm (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu) (Washitoaji. dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya. Mikroskop yang pertama menggunakan dua "lensa" medan magnet. tetapi pada resolusi yang tinggi pengamat dapat melihat struktur kristal dan lain lain. Mikroskop eletron mode transmisi elektron pada masa sekarang. Hal ini belum memuaskan peneliti pada masa itu. Sayangnya mikroskop eletron mode ini bekerja bagaikan sebuah slide proyektor. dengan berbagai perbaikan dari yang terdahulu. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin terdapat elektron seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya (Washitoaji.000 kali lebih kecil dari cahaya. di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar.1 nm (atau 1 angstrom) atau dengan pembesaran sampai satu juta kali. Konsekuensinya obyek yang diamati disyaratkan setipis mungkin sehingga dapat ditembus oleh elektron. sehingga pencarian akan mode baru akan mikroskop terus dilakukan (Washitoaji. dapat memberikan resolusi hingga 0. suatu hal yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Leeuwenhoek. Yang terlihat bukan hanya bayangan siluet seperti pada pertunjukkan wayang kulit. 2000). Ilmuwan dari Universitas Berlin yaitu Dr Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun TEM (Transmission Electron Microscope/ mikroskop elektron mode transmisi elektron) yang pertama pada tahun 1931. dengan panjang gelombang yang 100. 2000). kemudian ditambah dengan pemanfaatan zat-zat yang mempunyai indeks bias tinggi (seperti minyak). atau elektron dipercepat secepat mungkin sehingga mampu menembus objek sampai pada batas tertentu (Washitoaji. 2. . Untuk pekerjaannya ini dunia menganugerahinya hadiah Nobel pada tahun 1986. 2000).

2000).Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop elektron mode ini. Karena itu pengembangan mode baru mikroskop elektron terus dilakukan (Washitoaji. . terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dengan serta merta dipertipis. syarat "agar obyek pengamatan setipis mungkin" ini kembali membuat sebagian peneliti tidak terpuaskan.

3. hingga terlihat lingkaran ( lapangan pandang ) yang sangat terang di dalam lensa okuler. 1. kaca benda. Mencari bayangan sediaan. 1.1.1. Menaikkan tabung menggunakan makrometer ( pemutar kasar). preparat.00 WITA.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. 2. 3. Mikroskop siao digunakan. Banjarbaru. hingga jarak antara lensa obyektif dengan permukaan meja -/+ 3 cm.hari rabu. Tempatkan lensa obyektif pembesaran lemah ( 4X atau 10X ) dengan memutar revolver sampai berbunyi klik ( posisinya satu poros dengan lensa okuler). Naikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer. Universitas Lambung . Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop cahaya monokuler dan binokuler. pinset. pipet tetes. Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Mangkurat. aturlah letak cermin sedemikian rupa ke arah cahaya. 2.3 1. kaca penutup.1. Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar 1. kuas. 2. 1. Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada pukul 08. Letakkan sediaan yang akan diamati di tengah-tengah lubang meja benda. 1.2.4. tanggal 21 Oktober 2009. dll. gunakanlah penjepit sediaan agar tidak tergeser. hingga lensa obyektif tidak membentur meja/panggung bila revolver diputar-putar.2. air. Prosedur Kerja Mencari bidang penglihatan. bukalah diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke Belakang.2. 2.

Pengukuran Mikroskopis/Mikrometri . 3.6. Putarlah makrometer ke belakang sampai penuh ( hati-hati ). hingga jarak antara ujung lensa obyektif dengan permukaan atas kaca penutup hanya -/+ 1mm.5. Memelihara mikroskop 3. Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya.5. 3. maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. Setelah selesai harus ditegakkan kembali. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. 3. Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop. bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih. 3. Kemudian mainkan fungsi micrometer secara perlahan dan hati-hati. maka di atast sediaan perlu ditetesi minyak imersi dahulu) 3.4. sambil menempatkan noda sediaan tepat di bawah lensa obyektif. 3. Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak. Bidikkan mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer ke depan searah jarum jam secara hati-hati sampai tampak bayangan yang jelas. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel). Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler.2. untuk mendapatkan pembesaran kuat.2. Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir.3.3 . 2. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda.4. putar revolver dan lensa obyektif yang sesuai. 4. 2.1. ( ingat bila menggunakan lensa obyektif 100 X.

rapi. . Gamabr diatur sedemikian rupa. Gambar yang baik harus dapat menyampaikan ide yang jelas dari suatu struktur yang nyata sebagaimana tampak hubungan antara bagian-bagian yang diamati. dibagian tengah halaman buku. biasanya satu halaman hanya untuk 1-2 gambar saja. mempunyai keterangan yang lengkap. jelas. letak keterangan gambar pada sisi yang sama dengan jarak garis petunjuk diusahakan sama dan tidak saling berpotongan. disertai judul. Menggambar Hasil.Untuk mengetahui ukuran obyek yang diamati dengan mikroskop untuk dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disebut Mikrometer Obyektif dan Mikrometer Okule 5. yang dilakukan dengan alat fotografi atau dengan tangan (manual). keterangan pembesaran. Hasil pengamatan dengan mikroskop dapat dituangkan dalam bentuk gambar. Adapun cirri-ciri gambar yang baik adalah . dan cermat.

Diafra Gambar 1. Lensa Okuler 2.1 Hasil Keterangan : 1. Makro meter 4.2.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Mikroskop dan bagian-bagiannya 4. Penjep it 7.1 Pembahasan Mikroskop adalah alat pembesar diperlukan untuk melihat bakteri.1Pengertian Mikroskop isi dari sel pada makhluk hidup. untuk . Mikro meter 5. Tabun g 3. melihat 4. bentuk organisme-organisme yang kecil. Lensa Objektif 6.

Bagian mekanis adalah bagian yang bersifat sekunder namun sangat penting agar mikroskop dapat digunakan dengan baik dan terdiri dari: a. c. 4. merupakan tempat untuk meletakkan enda atau obyek yang akan diamati. Pada bagian tengah meja terdapat luban yang berfungsi untuk meloloskan cahaya yang bcrasal dari ccrmin pcmantul.2.alat tersehut merupakan bagian yang utama atau primer dari sebuali mikroskop. Bagian pilar (19 lengan ckhubungkan oleh engsel penggerak yang berfungsi untuk mengatuf kedudukarki mikroskop sesuai yang kita kehendaki. yang inempunyai dua fungsi. jumlahnya dua (2) tersusun pada satu sumbu yang berfungsi untuk mcnggerakkan sediaan kekiri dan ke sebelah kanan ( sekrup Bawah ). d. serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri. dapat berbentuk apal kuda. lensa obyektif.bagian pada mikroskop yang wajib\kita ketahui adalah sebagai : 1. \ Di bawah meja atau panggung terdapat sub panggung yang padanya melekat kondensor yang berfungsi untuk memfokuskanicahaya ke obyek yang akan diamati. Di bawah kondensor terdapat diafragrim untuk mengatur sedikitnya cahaya yang diperlukan. yaitu sebagai pengatur atau penggerak kasar ( makrometer ) dan sebagai penggerak halus ( micrometer ) 2. lensa okuler. e. lensa kondensor. diafragma. Meja Benda . dan engsel penggerak .melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme. Bagian ini terdiri dari cermin. Bagian optik. b. lengan . 2000). Sekrup penggerak sediaan atau obyek . atas kaki terdapat pilar. Sekrup pengatur jarak antara teropong dengan sediaan jumlahnnya 2 buah atau menjadi satu. Alat. Kaki dasar atau basis .2Bagian-Bagian Mikroskop Bagian. diatas pilar terdapat lengan. Pilar. . persegi atau bentuk yang lain.

yaitu permukaan datar dan permukaan cekung. 'plan akromat (plan) dan plan apokromat (plan apo). Lensa pada okuler mempunyai fungsi memperbesar bayangan yang clihasilkan oleh lensa objektif. biasanya l e t a k n y a d e k a t d e n g a n s e d i a a n d a n t e r d a p 2 . x10. berfungsi untuk memantulkan cahaya dari sumbu cahaya ke obyek yang kita akan amati. Lensa obyektif memiliki beberapa ife yang bisa digunakan pada berbagai mikroskop antara lain: akromat. f. Lensa kondensor . 10X. sedangkan permukaan cekung digunakan apabila intensitas mbeahaya kurang atau tidak terang. Di bagian atas okuler tertera x5. dan 40X atau 45X. c. Okuler dengan pembesaran x10 ke atas sangat baik bila dikombinasikan dengan objektif yang berkualitas tinggi. d. 3 a t a u l e b i h l e n s a d i pasangsekaligus pada revolver yang dapaticliputar:\ Pada umumnya dijumpai mikroskop dengan tiga lensa obyektif yaq 4X. dengan objektif yang berkualitas rendah akan didapatkan pembesaran benda oleh okuler akan jelek. Cermin . Diafragma . Apabila kondisi ruangan kekurangan cahaya maka dengan . Permukaan datar digunakan apabila sumber cahaya cukup terang. Pada setiap microskop selalu dilengkapi cermin dengan permukaan benda. apabila. x15. mikroskop y g baik hiasanya dilengkapi dengan lensa kondensor yang merupakan kom inasi dan \ dua. apokromat. b. Lensa objektif e. Berfungsi untuk memperbesar obyek yang diamati secara langsung. semi apokromat (flourit). Diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang diperlukan saat sedang mengantatifobyek yang akan diamati. lensa yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke obyek y g sedang diamati. Lensa okuler g. merupakan bagian yang dapat diputar atau digeser tangkainya ke salah sate arah yang kita suka.a. menggunakan cermin cekung dan mengatur kondensor akan diperoleh pencahay yang lebih baik dari semula. Lensa ini terletak di atas tabung mikroskop yang dipakai pengamat uittuk mclihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. Total pembesaran .

Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk. Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak. 4. Memelihara Mikroskop 1. . maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X. Tabung badan mikroskop i. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemaka 2.40 X atau 100 X. 6. 4.2.sil perkalian antara pembesaran objektif dengan pembesaran okuler. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan. dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.bayangan dari pengamatan benda adalah ha. sambil dilihat dari lensa okuler. bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab. Apabila telah selesai menggunakan. a. h. Tabung badan mikroskop adalah bagian yang memisahkan antara lensa objektif dengan lensa okuler. Apabila panjang tabung badan mikroskop Iebih panjang dari ketentuan maka bayangan akan terlihat tampak buram. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. Menggunakan Mikroskop 1. Tiap mikroskop akan berfungsi baik apabila mempunyai panjang tertantu. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar. 7. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda! 5.1Cara Menggunakan dan Memelihara Mikroskop a. 3. hinggadari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang).

bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih. .2. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda. Setelah selesai harus ditegakkan kembali. Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. 3. Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler. Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir. 6. maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. 5. Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop. Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel). 4.

yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop. 3.Bagian optik. diafragma. dan sumber cahaya. 2. Selain itu asisten sebaiknya mendampingi praktikan dalam melakukan praktikum.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1.BAB V PENUTUP 5. pemutar halus dan kasar. 5. lensa objektif. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil. yaitu : . yang terdiri dari kondensor. Berdasarkan sumber cahayanya. Terjalinnya kerja sama antar praktikan dengan asisten sangat diperlukan untuk dapat mencapai target yang dinginkan.Bagian non-optik. dan lensa okuler. . mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.1 Saran Sebelum melakukan praktikum sebaiknya kita harus tahu dulu bagaimana cara nya dan harus memeriksa segala peralatan yang akan digunakan. penjepit kaca objek. . Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop. meja objek. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil.

Syamsuri. I.docstoc. Biologi Monokuler Sel Edisi Kedua Mengenai Sel.blogspot.. Jakarta. Nash. 1978. Erlangga. Dasar-dasar Mikrobiologi. dkk. Djambatan. 1994. Anonim1. Biologi Umum.com. Fisika Dasar : Mikroskop. Jakarta. 1994. B. http://www. Gramedi Pustaka Utama. http://basicsphysics. 2009. Dwidjoseputro.aspx?doc_id=17298665 . Syamsuri.com/docs/downloadDoc. Jakarta. D.DAFTAR PUSTAKA Albert. David. Erlangga. The First Ensyclopedia. New York. 2000. Diakses tanggal 24 oktober 2009. Biologi 2000. Banner Press. Jakarta. 1997.

contoh alat : jarum inokulum.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0. dll. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas. LANDASAN TEORI Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. pembakar bunsen 2. misalnya larutan enzim dan antibiotik. misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV 3. tabung reaksi 5.22 mikron atau 0. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung. d. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi. jarum ose 3. fisik dan kimiawi. 1. pinset. • Pemanasan a. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf • Penyinaran dengan UV Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi. labu erlenmeyer . Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer. TUJUAN Mengenalkan pada mahasiswa : 1. ALAT DAN BAHAN C. tabung reaksi dll. Konsep dan teknik sterilisasi dan prosedur yang harus dilakukan untuk keberhasilan pengkulturan B. Sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik. C. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran.PENGENALAN ALAT DAN TEKNIK STERILISASI A. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. 2. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Jenis-jenis alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi 2. c. batang L. pipet 4. b.1 Alat : 1.

gelas beaker 7. tunggu beberapa detik hingga suhu ose kembali normal. kemudian atur pengontrol waktu pada angka 20 (20 menit) dan pastikan pengontrol exhaust dalam keadaan terbuka dan pengontrol drain dalam keadaan tertutup.1 Prosedur Sterilisasi Area Kerja 1) Masukkan larutan alkohol dengan kadar 70% ke dalam botol semprot. kertas tissue C.± Pastikan air dalam autoklaf cukup (tinggi air 2) Aturlah alat-alat yang akan disterilkan ke dalam keranjang autoklaf dalam posisi dimana kira-kira seluruh permukaan alat dapat terjangkau oleh uap dalam autoklaf. bakar jarum hingga berpijar dan pijaran tersebut merambat hingga pangkal bagian logam jarum.° 45± Sterilkan jarum ose dengan membakar ujung jarum yang terbuat dari logam pada api bunsen.6. D.2 Bahan : 1. kertas sampul coklat 2. Atau sentuhkan ujung ose pada permukaan media hingga terdengar bunyi ”ches”. alkohol 70% D. oven 10. 2) ). laminar air flow 9.3 Prosedur Sterilisasi Panas Lembab (Dengan Autoklaf) 1) 2 cm) di bawah dasar keranjang) atau sebanyak 3-5 liter. 3) Semprotlah juga meja kerja dengan alkohol dan ratakan dengan kertas tissue. 4) Semprot juga tangan kita agar steril. autoklaf 11. 5) Letakkan alat-alat yang akan digunakan pada meja kerja. yaitu ditandai dengan keluarnya uap dari selang pembuangan .2 Prosedur Sterilisasi Dengan Pembakaran (Nyala Bunsen) 1) Nyalakan pembakar bunsen dengan cara membuka tutupnya. PROSEDUR D. aluminium foil 3. 4) Setelah uap naik. 6) Semprot kembali tangan kita ketika hendak menggunakan alat-alat tersebut. 3) Tutuplah autoklaf dengan erat. D. cawan petri 8. 2) Semprotlah udara di sekitar area kerja dengan alkohol tersebut. kapas 4. botol semprot 12. Peganglah jarum dengan posisi agak tegak di atas api ( 3) Bila sudah selesai.

Penyinaran dg gelombang pendek 2. KESIMPULAN . 1. Sterilisasi berasal dari kata steril yang artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya. baik yang mengganggu ataupun merusak media bahkan mengganggu kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan.Pembakaran .diiringi dengan bunyi mendesis. 6) Buka tirai dan nyalakan blower ketika akan bekerja. Pemanasan Basah . 3) Tutup tirai serapat mungkin sampai dirasa tidak akan ada cahaya yang keluar. jangan langsung membuka tutup autoklaf. maka tutuplah lubang exhaust. Sterilisasi secara kimia dan 3. 5) Matikan tombol UV bila sudah selesai. 5) 20 menit dan sudah terdengar alarm tanda selesai. Sterilisasi Secara Fisik a.°Tutup oven dan atur pengontrol suhu pada angka 160-180 D. 7) Bila kurang terang. E. Setiap proses baik fisika.4 Prosedur Sterilisasi Panas Kering (Dengan Oven) 1) Buka tutup oven dan masukkan peralatan dari gelas yang sudah dibungkus ke dalam oven.Tyndalisasi b.dg Autoklaf . mekanik F. 2) C selama 1-2 jam.5 Prosedur Sterilisasi Secara Radiasi (Dengan Laminar Air Flow) 1) Seka permukaan laminar dengan alkohol 70%. dan mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi.± Setelah autoklaf bekerja selama D. PEMBAHASAN Bahan atau peralatan yang digunakan dalam bidang mikrobiologi harus melalui proses sterilisasi. nyalakan tombol light. kimia.Pemanasan Kering . Tetapi tunggu sampai penunjuk tekanan menunjuk pada angka 0.Oven . 2) Letakkan alat dan bahan yang akan disterilkan ke dalam laminar. 4) Nyalakan laminar (tombol UV) minimal 15 menit.

Agar proses sterilisasi sempurna perlu melalui langkah sebagai berikut : .○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1. Macam-macam alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi antara lain : Autoklaf Oven Laminar Pipet Volume Jarum Inokulasi/ Kawat Ose Api Bunsen Kapas Kertas Coklat/ koran Alkohol 70% Kertas Tisu Cawan Petri Labu Erlenmeyer Tabung Reaksi Rak Tabung Reaksi 2.Sifat dari bahan yang dipakai . Teknik sterilisasi Terdapat beberapa metode sterilisasi. Prosesnya meliputi Tyndalisasi Pembakaran Panas kering Panas lembab Sterilisasi fisik Sterilisasi kimia Sterilisasi mekanik . antara lain sebagai berikut : • • • • • • • • Sterilisasi fisik (penggunaan panas) : biasanya dipakai untuk mensterilkan benda – benda yang tahan panas.Metode sterilisasi yang sesuai 3.

maka terlebih dahulu kita harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya terdapat baktri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lain.1 Latar Belakang Di dalam bidang ilmu mikrobiologi. substrak padat. untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skala laboratorium. . tanaman dan hewan. 2009 by firebiology07 BAB I PENDAHULUAN I. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. I. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk menngisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah resisten . udara. I.Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit ini.jenis nutrien yang disyaratkan bakteri dan juga macam ligkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar. haruslah di mengerti jenis. khamir. baik itu tanah. menjadi spsies yang berbeda.agar tegak dan miring. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita. Sebagai contoh.Mengetahui teknik isolasi mikroba di sekitar kita (isolasi mikroba dari kotoran gigi. kapng dan sebagainya. Biakan murni in teerdiri dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk (Pelczar.ribu mikroorganisme. taburan. atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran. suubstrat yang berupa bahan pangan. Makassar.beda yang bikenal dengan istilah biakan murni. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini ssangatlah besar dan cukup kompleks. Jurusan Biologi. Untuk melakukan hal ini.Mengetahui taknik pemindahan/ inokulasi biakan mikroorganisme . sekali kita bersin dapat mnebarkan beribu.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : . isolasi dengan cara penuangan. air. isolasi mikroba dari kulit kepala dan isolasi mikroba dari kotoran belakang leher) serta isolasi mikroorganisme dari substrak cair. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni. Berdasarkarkan hal tersebut di atas maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik dari isolasi dan inokulasi bakteri. Satu gram tinja dapat mengandung jutaan bakteri. tanah. Alam di sekitar kita.Teknik isolasi mikroorganisme Posted on April 19. Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air. Selain teknik pertumbuhan bakteri atau teknik isolasi di atas. 1986). maupunudara juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup basar. dikenal juga adanya teknik isolasi mikroba yaitu inokulasi yang merupakan suatu teknik pemindahan suatu biakan tertentu dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tujuan untuk mendapatkan suatu biakan yang murni tanpa adanya kontaminasi dari mikroba yang lain yang tidak diiinginkan.3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. 18 Maret 2009 dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi.Mengetahui ciri pertumbuhan dari mikroorganisme pada media agar. Universitas Hasanuddin. Populasi dari mikroba yang ada di linkungan ini sangatlah beraneka ragam sehinga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni yang tunggal. 1986).

Atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon (Ferdiaz. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira. maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel. Setelah medium tersebut mengental maka selang beberapa jam kemudian nampaklah koloni. Kerap kali bakteri patogen kedapatan bersama. Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yang murni. yaitu dengan mengambil sedikti sampel campuran bakteri yang mudah diencerkan. Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi. Dengan demikian dia memperoleh suatu piaraan adukan. Ia berhasil memelihara Streptococcus lactis dalampiraan murni yang diisolasi dari sampel susu Yang sudah masam. 2. 1992). Di dalam keadaaan yang sebenarnya dapat dikatakan bahwa tidak ada bakteri yang hidup secara tersendiri terlepas dari spesies yang lainnya. Dengan penuangan Robert Koch (1843.koloni terpisah baik di atas permukaan maupun di dalam agar.baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjafi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel. Degan pengenceran Cara ini pertama kali dilakukan oleh Lister pada tahun 1865.koloni yang masing. Untuk menyendirikan suatu spesies dikenal beberapa cara. Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik.masing dapat dianggap murni.kurangnyya satu di antara cawan – cawan tersebut mengandung koloni. Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi.kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut. Dengan mengulang pekerjaan di atas.benar biakan murni (Dwidjoseputro.macam spesies diencerkan dalam suatu tabung yang tersendiri.sama dengan bakteri saprob. 2.sel yang digores. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0. yaitu (Dwidjoseputro. 1990) : 1. 1994) : 1. Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk menanam biakan di dalam medium diantaranya adalah (Lay.1905) mempunyai metode yang lain. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat. Dalam hal yang demikian ini dapat kita jadikan piaraan murni. Metode cawan tuang Cara lain untuk mempeeroleh biakan koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme ialah dengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan yang kemudian di cawankan.alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benarbenar steril. yaitu masuknya mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar. Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan . 1990). Metode cawan gores Metode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu.sel mikroba di dalam eksperimen pada umumnya tidak diketahui sebelumnya. Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam. akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja. Jika kita belum yakin. dan sampel ini kemudian di sebar di dalam suatu medium yang terbuat dari kaldu dan gelatin encer. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman. maka akhirnya akan diperoleh piaraan murni yang lebih terjamin. maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurang. P emindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian. kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam mdium tersebut.1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat.terhadap suatu antibiotik. Karena konsentrasi sel.

Lalu . aquadest.Sebelum dilakukan pengerjaan dalam enkas. medium nutrient agar padat. kotoran belakang leher. bunsen. Berbeda dengan metode gores kuadran.3 Cara Kerja Adapun cara kerja dari percobaan ini adalah : 1. Bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme. Mengamti perubahan yang terjadi. memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (50oC).48 jam. Sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. yaitu: Metode gores kuadran. Isolasi mikroorganisme dari substrak cair .Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing. Metode agar tuang. . Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan. yang dilakukan secara aseptis.2 Bahan Bahan yang dipergunakan pada percobaan ini adalah Biakan Escherichia coli. Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba.Setelah itu masing. yang kemudian dicawankan. Biakan Staphylococcus aureus.Kemudian dengan menggunakan swab. 3) Isolasi sel tunggal Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator. misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme. spiritus. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan/di dalamcawan. mengambil kotoran gigi.Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing.masing sampel dimasukkan ke dalam cawan petri yang telah berisi medium NA. . ose dan mikropipet. III. biakan Lactobacillus.Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24. 2008) : 1) Isolasi pada agar cawan Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. enkas. alkohol. swab dan korek api III. Larutan tanah.Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati. dimana setiap koloni berasal dari satusel. Isolasi mikroba di sekitar kita . 1 Alat Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah cawan petri. BAB III METODOLOGI III.masing sesuai perlakuan.Metode gores kuadran. yaitu (Admin. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan menggunakan alkohol 70%. dan kotoran kulit kepala. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar. dan metode agar cawantuang.masing sesuai perlakuan. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba. Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa serial pengenceran. 2. .mikrobiologis. 2) Isolasi pada medium cair Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat). . . ikubator. tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair.

menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C. . . .Memasukkan cawa petri steril ke dalam enkas.Dengan menguunakan ose bulat. mengambil biakan bakteri lalu menaburkannya di atas medium NA padat secara merata.lalu meletakkannya di dalam enkas. A.28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C. . . masing. Isolasi bakteri dari kultur campuran . . 5. . mengambil biakan bakteri dan masing. .masing perbedaannya. Isolasi mikroorganisme dari substrak padat . 3.Cawan petri steril.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. Mengamti koloni yang tumbuh. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%.Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. .Mengambil larutan tanah yang telah homogen dengan menggunakan mikropipet lalu memasukkannya ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA. .72 jam dan mengamati masing.1 mL. lalu diratakan pada permukaan medium sesuai dengan label.Melidahapikan cawan petri terlebih dahulu kemudian memasukkan biakan bakteri ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA cair. setelah diberi label. B. Staphylococcus aureus.Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24. Isolasi dengan cara taburan .Membungku tabung reaksi dengan kertas dan menginkubasinya selama 24.masing diberi label sesuai perlakuan lalu meletakkan di dalam enkas bersama dengan medium NA yang cair.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. kemudian sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%.48 jam. 4. .zag pada medium agar miring lalu di tututp .Medium setelah padat lalu menginkubasi sdelama 24.Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. .Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati. dan Lactobacillus pada media cair.Cawan petri yang berisi medium NA masing.masing berisi 2 medium agar tegak dan 2 medium agar mirig dimasukkan ke dalam enkas.masing digoreskan secara zig. .Menutup cawan petri kemudian melidahapikan dann menggoyangkan dengan cara memutar agar merata.masing biakan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 0.masing diberi label sesuai perlakuan. mengambil biakan bakteri lalu menusukkan ke dalam medium lalu di tutup. .Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. . . terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. .memasukkannya kedalam enkas bersama dengan Biakan Escherichia coli.masing biakaan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 1 mL.Dengan menggunakan ose lurus. menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C.4 buah tabung rreaksi yang masinng. Isoalsi dengan cara penuangan . .Mengambil masing.Dengan menggunakan ose lurus.Mengambil masing.

Rhizoid : Pertumbuhan dengan cabang.ciri koloni Kelompok mikroba Bentuk Warna Tepi Permukaan Kotoran gigi . datar VI. Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan convex (cembung). Isolasi mikroba disekitar kita Pada percobaan isolasi mikroba di sekitar kita.1 Hasil Tabel pengamatan : 1. Cawan petri yang berisi kotoran gigi berjumlah 26 koloni memiliki bentuk koloni circular (bulat) dengan tepi entire.bentuk seperti telinga .ciri koloni Metode Warna Bentuk tepi Permukaan Escherichia coli Putih kehijauan Irregular Lobate Raised Tabur Eschericia coli Putih .28 jam di inkubator. kotoran kulit kepala. . Cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran belakang leher berjumlah 24 koloni memiliki dua macam bentuk koloni yaitu filamentous.cabang tidak teratur seperti akar.Circular : Bulat .Circular -Irregular Putih -Entire -Lobate Convex Bakteri Kotoran kulit kepala -Circular -Rhizoid Putih -Entire -Filamentous Raised Bakteri Kotoran Belakang leher -Circular Putih Entire Convex Bakteri 2.Lobate : Terdapat bentuk.2 Pembahasan 1..Tuang Keterangan : – = tidak jelas 3.cabang teratur .Raised : Pertumbuhan dengan cabang. memiliki dua macam bentuk koloni yaitu berbentuk circular (bulat) dengan tipe entire dan berbentuk irregular ( tidak beraturan) dengan tipe lobate.Convex : Cembung . Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan raised. Isolasi kultur campuran Koloni Ciri-ciri koloni Warna Bentuk Tepi Permukaan 1 Putih Circular Entire Raised 2 Putih Irregular Lobate Flat Keterangan : . Setelah melakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 24. Isolasi mikroba di sekitar kita Asal mikroba Ciri. Isolasi mikroba dari substrak cair Bakteri Ciri..BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.lembaran . .Flat : rata. Warna koloni putih dan permukaan convex. diperoleh hasil bahwa cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran kulit kepala berjumlah 21 koloni.Entire : Rata .Irregular : Tidak beraturan .Filamentous : Berbentuk lembaran. digunakan medium NA (Nutrient Agar) dengan mengisolasi mikroba yang berasal dari kiotoran giggi. dan kotoran belakang lehet.

di dapatkan ciri. S.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah : 1. S.2. Warna koloninya putih kehijauan.tepi. memiliki bentuk tepi lobate dan permukaan raised. lobate. Diakses pada tanggal 08 maret 2009. B.Warna : putih . Mikrobiologi Pangan.48 jam di inkubator. serta permukaannya tidak jelas. BAB V PENUTUP V.Perkembangan-Mikrobiologi. http://www. isolasi mikroba dengan metode tabur terdapat 8 koloni bakteri dengan bentuk irregukar. setelah dilamkukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24. dan raised 2.ubb. dan putih kehijauan . J. Analisis Mikroba di Laboratorium.Permukaan : Convex. Isolasi mikroba dari substrak cair. Sedangkan warna bakteri putih.2 Saran Saran saya. DAFTAR PUSTAKA Admin. 4.ciri koloni berupa : . Dwidjoseputro. Medium agar tegak dan agar miring Pada percobaan ini digunakan agar tegak dan agar miring dengan menggunakan bakteri Escherichia coli. 1986. Dasar. Mikrobiologi Pangan. Pelczar.id/menulengkap. Jakarta. 1992. Isolasi mikroba di sekitar kita.Circular.Permukaan : Raised dan flat V. 1994. Isolasi kultur campuran. didapatkan ciri.Tepi : Entire.. . 3. dan irregular . Setelah dilakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 1-2 x 24 jam.php?judul=Sejarah. Gramedia Pustaka Utama. Filamentous . di dapatkan ciri.. Isolasi mikroba dari substrat cair Pada percobaan isolasi mikroba dari substrat cair. Pada koloni kedua bentuknya irregular dengan bentuk tepi lobate dan permukaan flat.Tepi : Entire. dan lobate . bakteri yang berkoloni jumlahnya tidak bisa untuk dihitung (TBUD).Bentuk : Irregular . Isolasi mikroba dengan metode tuang. 1992.Permukaan : Raised 3.ac.ciri koloni berupa : . dilakukan dengan metode tuang dan metode tabur menggunakan bakteri Escherichia coli. Universitas Indonesia. Pada koloni pertama bentuknya Circular dengan bentuk tepi entire dan permukaan raised.48 jam di inkubator. Lay. irregular.. Michael.ciri koloni berupa : . Makassar.. Ferdias.Warna : Putih . Jakarta. 2008. pertumbuhan bakteri pada medium agar tegak berbentuk villous sedangkan pertumbuhan bakteri pada medium agar miring berbentuk beaded. Jakarta.Tepi : lobate . Gramedia Pustaka Utama. terdapat 12 koloni bakteri dengan dua macam bentuk bakteri dengan tepi dan permukaan berbeda.Warna : Putih. Warna kedua koloni bakteri putih.Dasar Mikrobiologi. sebaiknya peralatan di laboratorium yang rusak diperbaiki atau digantikan dengan yang baru terutama mikroskopnya. bentuk bakteri. dan rhizoid . Raja Grafindo Persada. Setelah melakukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24. Isolasi bakteri kultur campuran Pada percobaan isolasi bakteri dengan kultur campuran. Jakarta..Bentuk : Circular.

ARTIKEL MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • • • Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Tehnik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ?

PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • introduction dan referensi BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme

BAB 6 MENENTUKAN JUMLAH & UKURAN MIKROBA
Kompetensi : - Mahasiswa dapat melakukan pengukuran sel mikroorganisme - Mahasiswa dapat melakukan perhitungan mikroba dengan cara Plate Count, MPN dan dengan haemocytometer

Menentukan jumlah dan ukuran mikroba a. Menentukan ukuran mikroba Menggunakan mikrometer b. Menentukan jumlah mikroba (enumerasi) b.1 penghitungan jumlah bakteri hidup (penghitungan tidak langsung) b.1.1 Plate count (hitungan cawan) b.1.1.1 SPC b.1.1.2 TPC b.1.1.3 cara kerja SPC dan TPC b.1.2 MPN b.2 penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (penghitungan langsung dengan haemocytometer · Menentukan Ukuran Mikroorganisme Mikroba berukuran sangat kecil dan untuk mengetahuinya digunakan mikrometer. Mikrometer merupakan kaca berskala dan dikenal 2 jenis micrometer yaitu mikrometer okuler dan mikrometer objektif. Mikrometer okuler dipasang pada lensa okuler mikroskop, sedangkan micrometer objektif berbentuk slide yang ditempatkan pada meja preparat mikroskop. Jarak antar garis skala pada mikrometer okuler tergantung pada perbesaran lensa objektif yang digunakan yang menentukan lapang pandang mikroskop. Jarak ini dapat ditentukan dengan mengkalibrasi antara mikrometer okuler dan objektif. Mikrometer objektif memiliki skala yang telah diketahui, menjadi tolak ukur untuk menentukan ukuran skala micrometer okuler. 1 skala micrometer objektif = 0,01 mm / 10 µm. Kalibrasi dilakukan dengan menghimpitkan skala mikrometer objektif dan okuler pada perbesaran yang diinginkan. Skala ke nol (garis pertama) kedua mikrometer disimpulkan menjadi 1 garis kemudian dilihat pada skala ke berapa kedua jenis mikrometer tersebut bertemu/berhimpit kembali. Dari hasil tersebut dapat diketahui satu satuan panjang pada skala mikrometer okuler itu berdasarkan beberapa jumlah skala kecil mikrometer objektif yang berada di antara garis yang berhimpit tadi.

Misal : jika skala ke 0 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 0 mikrometer objektif lalu skala ke 13 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 2 mikrometer objektif maka beberapa 1 skala okuler.

Cara Kerja : Kalibrasi : · Letakkan mikrometer objektif pada meja benda dan pasang mikrometer okuler pada tabung lensa okuler. ·Tentukan perbesaran yang digunakan, (misalnya 40 X 10) kemudian cari gambar perbesaran dari skala mikrometer objektif. ·Setelah fokus didapat, kemudian selanjutnya himpitkan skala ke nol mikrometer objektif dan okuler. ·Cari dengan teliti skala ke berapa antara mikrometer objektif dan okuler yang berhimpit lagi. ·Hitung besarnya skala okuler dengan rumus di atas.

cara kalibrasi cara mengukur mikroba

Penentuan ukuran mikroba -Lepaskan mikrometer objektif dari meja benda. -Ganti dengan preparat ulas yang telah disiapkan -Cari fokus dari preparat tersebut dengan perbesaran yang sama. -Hitung berapa panjang sel dengan menghitung skala mikrometer okuler. -Jika diperlukan hitung lebar sel dengan cara yang sama. Tabung lensa okuler dapat diputar dan dicari posisi yang pas. -Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya :

Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya : x skala okuler X hasil kalibrasi y skala okuler X hasil kalibrasi misal : 5 X 1,54 = 7,7 µm 2 X 1,54 = 3,08 µm · Menentukan jumlah mikroorganisme (enumerasi)
A. penghitungan jumlah bakteri hidup (tidak langsung) a.1. Plate Count (hitungan cawan) Plate count / viable count didasarkan pada asumsi bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah ditumbuhkan dalam media pertumbuhan dan lingkungan yang sesuai. Setelah diinkubasi, jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah mikroorganisme dalam suspensi tersebut. Koloni yang tumbuh tidak selalu berasal dari satu sel mikroorganisme karena beberapa mikroorganisme tertentu cenderung membentuk kelompok atau berantai. Berdasarkan hal tersebut digunakan istilah Coloni Forming Units (CFU’s) per ml. koloni yang tumbuh berasal dari suspensi yang diperoleh menggunakan pengenceran bertingkat dari sebuah sampel yang ingin diketahui jumlah bakterinya. Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut “ - Satu koloni dihitung 1 koloni.

Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidah dihitung. missal 2.Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni.. .Pilih cawan yang ditumbuhi koloni dengan jumlah 30-300 koloni. > 300 = TNTC (Too Numerous To Count) atau TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung).Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni.3 X . .1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0. .Jumlah koloni yang dilaporkan terdiri dari 2 digit yaitu angka satuan dan angka sepersepuluh yang dikalikan dengan kelipatan 10 (eksponensial). . Perhitungan mengacu kepada standar atau peraturan yang telah ditentukan. .Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung 1 koloni.1 ml SP = 0. Cara menghitung sel relatif / CFU’s per ml CFU’s / ml = jumlah koloni X faktor pengenceran Misal : penanaman dilakukan dari tabung pengenceran 10 -6 dengan metode Spread Plate dan Pour Plate. < 30 = TFTC (Too Few To Count). Spread plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 0.Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung 2 koloni. Syarat-syaratnya sebagai berikut : .1 ml SP = 1 ml = 5x107 CFU’s / ml Koloni yang dipilih untuk dihitung menggunakan cara SPC memiliki syarat khusus berdasarkan statistic untuk memperkecil kesalahan dalam perhitungan.1 ml = 500 000 000 CFU’s / ml = 5x108 CFU’s / ml Pour plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0.

35 X 104 menjadi 2. Jika hasil bagi dari pengenceran tertinggi dan terendah > 2 maka jumlah yang dilaporkan adalah dari cawan dengan pengenceran terendah.3 X 104 . Misalnya dengan cara menghitung jumlahnya pada ¼ bagian (transek) cawan kemudian hasilnya dikalikan empat.Bila ada 2 cawan. Hasil tersebut dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan besarnya faktor pengenceran. pembulatan keatas dilakukan pada angka seperseratus yang sama atau lebih besar dari lima. bukan 2. maka jumlah angka yang digunakan adalah data dari kedua cawan. .Bila diperoleh perhitungan kurang dari 30 dari semua pengenceran. maka hanya dari pengenceran terendah yang dilaporkan.Bila diperoleh perhitungan >300 dari semua pengenceran. maka jumlah yang dilaporkan adalah nilai rata-rata. Data yang dilaporkan adalah rata-rata dari kedua cawan duplo tersebut. meskipun salah satu dari cawan duplo tersebut tidak memenuhi syarat diantara 30-300. maka hanya dari pengenceran tertinggi yang dilaporkan.Apabila setiap pengenceran digunakan dua cawan Petri (duplo). tetapi jumlah sebenarnya harus dicantumkan dalam tanda kurung. atau 2. .4 X 104. masing-masing dari pengenceran rendah dan tinggi yang berurutan dengan jumlah koloni 30-300 dan hasil bagi dari jumlah koloni pengenceran tertinggi dan terendah ≤ 2. .104.34 X 104. missal 2. . tidak boleh diambil salah satu.34 X 104 menjadi 2.

bagan untuk mempersingkat syarat SPC .

-Masukkan sampel ke tabung berisi 9 ml akuades untuk pengenceran pertama.Penghitungan koloni pada cawan sebaiknya dibuat transek atau dibagi-bagi jika koloni yang tumbuh terlalu banyak. koloni dihitung dengan persyaratan yang telah diuraikan di depan. Pola transek dapat dibuat bervariasi. maserasi dan rinse) (jika perlu). Transek dibuat dengan spidol/marker di bagian bawah cawan petri. Metode MPN ini umumnya digunakan untuk menghitung jumlah bakteri pada air khususnya untuk . a. lihat juga Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) a.1.2 Most Probable Number (MPN) Pendekatan lain untuk enumerasi bakteri hidup adalah dengan metode MPN. -Lakukan preparasi suspensi kepada sampel terlebih dahulu (swab. selanjutnya diencerkan sampai tingkat pengenceran (misalnya sampai 10-8) tertentu. -Dari 3 pengenceran terakhir diplating (ditanam) ke media NA (Nutrien Agar) atau PCA (Plate Count Agar) sebanyak dua kali tiap pengenceran (duplo). -Inkubasi pada suhu 30º C selama 1-2 x 24 jam. Jika secara Spread Plate. Penghitungan akan lebih mudah bila memakai Colony Counter. -Setelah tumbuh. Plating dapat secara Spread Plate atau Pour Plate. dapat digunakan batang L atau glass beads. MPN didasarkan pada metode statistik (teori kemungkinan). tergantung kebutuhan.3 Prosedur perhitungan jumlah bakteri dengan metode Plate Count.

3. Nilai MPN ditentukan dengan kombinasi jumlah tabung positif (asam dan gas) tiap serinya setelah diinkubasi. secara aseptis. Untuk sampel sebanyak 10 ml ditumbuhkan pada media LBDS (Lactose Broth Double Stregth) yang memiliki komposisi Beef extract (3 gr). 2. maka bakteri ini dapat memfermentasikan laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi oleh berubahnya warna dan gas dalam tabung durham.1 ml dimasukkan pada media LBSS (Lactose Broth Single Stregth) yang berkomposisi sama tapi hanya kadar laktosa setengah dari LBDS yaitu 5 gr. batang pendek. Pemberian sampel pada tiap seri tabung berbeda-beda. peptone (5 gr).2 %) per liternya. Atur kesembilan tabung menjadi 3 seri (seperti di gambar). Sediakan 3 tabung berisi LBDS (9 ml tiap tabung) dan 6 tabung berisi LBSS (9 ml tiap tabung) lengkap dengan tabung durham. Ciri-ciri utamanya yaitu bakteri gram negatif. Media pada tabung adalah Lactose Broth yang diberi indikator perubahan pH dan ditambah tabung durham. lactose (10 gr) dan Bromthymol Blue (0. Sampel ditumbuhkan pada seri tabung sebanyak 3 atau 5 buah tabung untuk setiap kelompok.mendeteksi adanya bakteri koliform yang merupakan kontaminan utama sumber air minum. tidak membentuk spora. . Untuk sampel 1 ml dan 0. Cara kerja : 1. Berdasar sifat coliform. Pindahkan suspensi air sample sebanyak 10 ml ke masing-masing tabung seri pertama (3 tabung LBDS). Kocok botol yang berisi air sampel. Apabila dipakai 3 tabung maka disebut seri 3. memfermentasi laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi dalam waktu 24 jam inkubasi pada 37º C. dan jika dipakai 5 tabung maka disebut 5 seri.

Misal : didapatkan kombinasi jumlah tabung positif : 321 maka jumlah bakteri coliform adalah 150 sel/100 ml. Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri kedua (3 tabung LBSS). secara aseptis. 5. Jumlah cairan . Lihat tabung gas positif (asam dan gas . 7. Kombinasi angka tersebut lalu dicocokkan dengan tabel MPN untuk seri 3 sehingga diperoleh jumlah mikroba sebenarnya. Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri ketiga (3 tabung LBSS). 6. Penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (langsung) Penghitungan secara langsung dapat dilakukan secara mikroskopis yaitu dengan menghitung jumlah bakteri dalam satuan isi yang sangat kecil. lalu hitung tabung positif untuk tiap seri. Tulis kombinasi tabung positif tiap seri (misal : 3 2 1). Inkubasi semua tabung pada suhu 37º C selama 48 jam. secara aseptis.4. Alat yang digunakan adalah Petroff-Hauser Chamber atau Haemocytometer. harus ada keduanya). A.

2 mm.yang terdapat antara coverglass dan alat ini mempunyai volume tertentu sehingga satuan isi yang terdapat dalam satu bujur sangkar juga tertentu. Tebal dari ruang hitung ini adalah 0.1 mm. Ruang hitung terdiri dari 9 kotak besar dengan luas 1 mm². Satu kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil. Dengan demikian satu kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil. Satu kotak besar di tengah. Luas kotak sedang : =pxl . dibagi menjadi 25 kotak sedang dengan panjang 0. Sel nakteri yang tersuspensi akan memenuhi volume ruang hitung tersebut sehingga jumlah bakteri per satuan volume dapat diketahui.

.5 x 105 Dengan perhitungan yang sama maka diperoleh rumus untuk kotak kecil : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 4 x 106 1.000004 cm3 = 4x10-6 ml Sel/ml : = jumlah sel/4x10-6 ml = (jumlah sel/4) x 106 = jumlah sel x (¼) x 106 = jumlah sel x 2.1 mm maka jumlah sel keseluruhan : = 0.004 mm3 = 0. 4.2 x 0.= 0.004 mm3 = 20 x (1/4) x 106 Karena 1 ml = 1cm2 = 5 x 106 sel/ml Maka : = 0. Cara kerja (digunakan kotak sedang) : 2. 9. keringkan dengan tissue. Suspensi sel akan menyebar karena daya kapilaritas. Lakukan perhitungan secara kasar apakah diperlukan pengenceran atau tidak.04 mm2 x 0. paling tidak sebanyak 5 kotak sedang (lebih banyak lebih baik). Letakkan alat hitung pada meja benda kemudian cari fokusnya pada perbesaran 40x10. Biarkan sejenak sehingga sel diam di tempat (tidak terkena aliran air dari efek kapilaritas). Bersihkan Petroff-Hauser Counting Chamber atau Haemocytometer dengan alkohol 70 % lalu 3. 7.04 mm2 jadi misalnya diperoleh: Volume kotak sedang : 20 sel dalam satu kotak sedang = 0.5 x 105 Kotak sedang : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 2. Tambahkan ± 50 µl suspensi sel yeast (kira-kira 1 tetes) dengan cara meneteskan pada parit kaca pada alat hitung. 6. 8.2 = 0. Letakkan cover glass di atas alat hitung. Hitung sampel. Jika dalam satu kotak sedang terdapat sel-sel yang banyak dan bertumpuk maka perhitungan akan tidak akurat dan diperlukan pengenceran dengan perbandingan 1:5 atau 1:10. 5.

html . Jika dilakukan pengenceran maka jumlah sel/ml dikalikan faktor pengenceran http://ekmon-saurus.com/2008/11/bab-6-menentukan-jumlahukuran-mikroba.blogspot.Hasil perhitungan dirata-rata kemudian hasil rataan dimasukkan rumus untuk kotak sedang.

struktur dan sifat-sifat yang khas.1 Latar Belakang Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi. 2.Ditujukan untuk bakteri yang sulit diwarnai. 25 Maret 2009.3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna. dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro. Untuk mengetahui morfologi mikroorganisme I. 2008) : 1.Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) . sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif).Tujuan hanya untuk melihat bentuk sel .2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : 1. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme baik itu dengan cara pengecatan sederhana. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit. pengecatan sederhana dan pengecatan gram.PEWARNAAN BAB I PENDAHULUAN I. tapi mewarnai latar belakang . pengecatan negatif maupun pengecatan gram serta mengetahui morfologi mikroorganisme. 1994). Jurusan Biologi.30 WITA dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi.00. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. Untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme dengan cara pengecatan negatif. 2008). Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. I. Universitas Hasanuddin. 1990).17. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bekteri. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jimmo. Berdasarkan hal tersebut di atas.Bakteri tidak diwarnai. 2008). Macam-macam pewarnaan (Yulneriwanti. seperti spirochaeta 2. dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. spirilum. sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. basil. begitu pula dengan bakteri. pukul 14. Pewarnaan sedehana . kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. peluntur warna . Olek karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Rizki. Makassar. Pewarnaan negatif . substrat.

Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar.Tujuan untuk membedakan antar bakteri .Sediaan hapus → teteskan emersi → lihat dimikroskop Untuk mempelajari morfologi. Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif dapat dilihat pada table berikut ini (filzahazny. spora. basillus. Gram.menggunakan lebih dari satu macam zat warna . suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu.Untuk mewarnai struktur khusus/tertentu dari bakteri→ kapsul. sifat-sifat bakteri dalam membantu mengidentifikasinya. Pewarnaan negatif. yakni gram-positif dan gram-negatif. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae (filzahazny. Kebanyakan bakteri telah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofil (suka akan basa). sementara bakteri gram-negatif tidak. 2008). berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. flagel dll Cara pewarnaan negatif . Pewarnaan sederhana ini memungkinkan dibedakannya bakteri dengan bermacam-macam tipe morfologi (coccus. Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. kuman perlu diwarnai. maka terjadinya . Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. Pada uji pewarnaan Gram. Pw. metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. 2008). Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromofornya bersifat positif). Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia. 1990). dsb) dari bahan-bahan lainnya yang ada pasa olesan yang diwarnai (Hadiotomo. Pewarnaan diferensial . Pewarnaan khusus . yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka (filzahazny. 2008) : Bakteri Gram Positif Bakteri Gram Negatif Dinding Sel: Lapisan petidoglikan Lebih tebal Lebih tipis Kadar lipid 1-4% 11-22% Resistensi terhadap alkali (1% KOH) Lebih pekat Larut Kepekaan terhadap Yodium Lebih peka Kurang peka Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin Resistensi terhadap tellurit Lebih tahan Lebih peka Sifat tahan asam Ada yang tahan asam Tidak ada yang tahan asam Kepekaan terhadap penisilin Lebih peka Kurang peka Kepekaan terhadap streptomisin Tidak peka Peka Teknik pewarnaan Pewarnaan sederhana. struktur. vibrio.3. Disebut demikian karena hanya digunakan satu jenis cat pewarna untuk mewarnai organisme. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. Bakteri Tahan Asam 4.Contoh: Pw.

dan hand sprayer III. Biakan Bacillus cereus. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam.lampu spritus . . Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu (Hadiotomo. Struktur di dalam sel pada tempat-tempat yang khas dibentuk oleh spesies ini disebut endospora. 1998): 1. 2.Tidak resisten terhadap gangguan fisik. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin BAB III METODOLOGI III. . Gram A (Kristal violet). Meneteskan larutan Kristal violet diatas olesan preparat tersebut sebanyak 1-2 tetes dan membiarakan selama 1-2 menit. Minyak imersi.Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. 2. 4. Pengecatan Sederhana 1.Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). tahan terhadap panas. Sifat-sifat ini menyebabkan dibutuhkannya perlakuan yang keras untuk mewarnainya. . gegep kayu. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang tebal dan keras. . . berlapis tunggal atau monolayer. 1990). sekitar 10 – 15 mm. Endospora dapat bertahan hidup dalam keadaan kekurangan nutrien. Hanya bila diperlukan panas yang cukup. . Membuat preparat olesan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii lalu fiksasi dengan pembakar spirtus.Bersifat lebih rentan terhadap penisilin.Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. pewarna yang sesuai dapat menembus endospora. sekitar 15-80 nm.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit. .Struktur dinding selnya tipis. Spirtus. Mengandung asam tekoat. ose bulat. botol semprot . objek gelas. Gram C (Alkohol asam). Gram D (Safranin).Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. peptidoglikan terdapat didalam lapisan kaku.Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. sukar untuk dihilangkan. 3. 1 Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah mikroskop. Gram B (larutan lugol).penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat.10% dari berat kering.± Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%). . Larutan nigrosin (tinta cina). tidak mengandung asam tekoat. .Struktur dinding selnya tebal. Ukuran dan letak endospora di dalam sel merupakan ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan spesies-spesies bakteri yang Membentuknya (Dwidjoseputro.3 Prosedur Kerja A. 1989). Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu (Hadiotomo. radiasi UV serta bahan-bahan kimia. Tetapi sekali pewarna memasuki endospora. 1990) : . korek api. berlapis tiga atau multilayer. Tissue roll. III. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (Hadiotomo. kekeringan.2 Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah Aquadest steri. Alcohol 70 %.Lebih resisten terhadap gangguan fisik.wadah baskom. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ.pipet tetes. Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu (Volk & Wesley. 1990) : . . Biakan Salmonella typii. lBiakan Eschericia coli. sebelah dalam dengan jumlah sedikit .

Meneteskan larutan gram C. Pengecatan Negatif Pada pengecatan ini digunakan cat asam nirosin (tinta cina). 2. 6. Meneteskan larutan gram B. mencuci dengan air dan mengeringkan dengan tissue. Pengecatan ini dilakukan untuk mewarnai latar belakang preparat sedangkan bakteri sendiri tidak terwarnai serta untuk mengamati ukuran. kemudian mengeringkan dengan hati-hati mengunakan tissue roll. C. membiarkan selama 1 menit. dengan cara mewarnai sel-sel mikroba dengan zat warna khususnya warna Kristal violet. Mencuci dengan air mengalir sampai sisa cat tercuci habis. 5.®Dengan menggunakan objek gelas lain menyentuhkan sisi objek gelas tersebut pada sampel tersebut sehingga membentuk sudut 300 4. Zat warna yang umunya digunakan yakni yang bersifat alkalin (kromatofornya bermuatan +). 5. Menggambar dan mencatat hasil yang diamati. Pengecatan Gram Pengecatan gram termasuk pengecatan diferensial yang digunakan untuk membedakan bakteri gram negative dan bakteri gram positif. Menetesi dengan larutan gram D. Pengecatan Negatif 1. 9. Pada pengecatan sederhana digunakan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii. 4. Mengamati dibawah mikroskop dengan menggunakan pembesaran 100x dan minyak imersi. Eshcericia coli dan Salmonella typii lalu fiksasi pada pembakar spirtus. Pengecatan Gram 1. 3. membiarkan selama 30 detik. Pengecatan Sederhana Pengecatan sederhana digunakan untuk memperlihatkan atau memperjelas kontras antara sel dan latar belakangnya sehingga dapat mempertajam bentuk dari sel-sel mikroba itu sendiri. Mencuvi dengan air dan keringkan. yang berarti bakteri tersebut menyerap zat warna cat tersebut sehingga Nampak pada mikroskop. B. B. Menyiapkan preparat olesan bakteri Bacillus cereus. Setelah pengecatan diperoleh bakteri tersebut berwarna ungu. membiarkan selama 30 detik. Pada pengecatn ini digunakan 3 jenis bakteri yaitu Bacillus cereus. Mengamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. Menggambar dan mencatat hasil pengamatan. 3. 7. 4. Meneteskan larutan gram A sebanyak 2-3 tetes pada olesan bakteri. Pengecatan ini menggunakan 4 jenis larutan yaitu .3.1 Hasil IV. Membiarkan hingga mengering lalu mengamati diubawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi.2 Pembahasan A. selanjutnya menarik objek gelas tersebut dengan arah yang berlawanan hingga membentuk film tipis. Salmonella typii dan Eshericia coli. Membersihkan gelas objek dengan alcohol 70 % agar bebas lemak. 2. meletakkan biakan pada objek gelas kemudian mencampur dengan 1-2 tetes nigrosin. 5. bentuk. dan tata letak sel. membiarkan selama 1 menit. C. Setelah pengamatan dibawah mikroskop diperoleh preparat mikroba berwarna hitam sedangkan bakteri sendiri tidak berwarna (berwarna putih) dan berbentuk basil (batang). Mencuci dengan air mengalir dan mengeringkan dengan tissue roll dengan hati-hati. Mengambil 1 ose yang digunakan umntuk mengambil biakan. C. 8.. Mencuci dengan air dan keringkan.

fkugm2008. Wesley A dan Margareth F. Volk.pdf. Malang : Djambatan.html.htm.mht. DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro. Dasar-Dasar Mikrobiologi.. pengecatan sederhana dan pengecatan negative. diakses pada tanggal 14 April 2009. V. D.. http://firebiology07.2x/6/Praktikum6.. Fauziah. . 2008. Jakarta : Pt Gramedia. Jakarta : Erlangga.2 Saran Saran untuk laboratorium agar percobaan berikutnya keanekaragaman bakteri yang digunakan dapat bertambah lagi sehingga hasil yang diperoleh dapat bervariasi. Makassar. Filzahazny. Rizki. 2008.kuliah.com/wp-content/uploads/HSC/1. pemberian alkohol menyebabkan pori-pori dinding sel mengecil sehingga warna ungu tertahan di dalam sel disebabkan oleh rendahnya kandungan lipid. . Berdasarkan percobaan diperoleh Bacillus cereus dan Salmonella typii bersifat gram positif yang berarti bakteri dapat mengikat dengan kuat cat utama cristal violet berwarna ungu. 1989.com/2009/04/19/teknik-pewarnaanmikroorganisme/ . Mikrobiologi Dasar Jilid I. alcohol asam untuk pencucian dan safranin sebagai cat penutup. www. 2008. Ratna Siri. .. Perbedaan gram (+) dan gram (-) Sifat Gram (+) Gram (-) • Komposisi Kandungan lipid rendah Kandungan lipid tinggi • Ketahanan terhadap penisilin Lebih sensitif Lebih tahan • Penghambatan warna Lebih dihambat Kurang dihambat • Ketahanan terhadap fisik Lebih tahan Kurang tahan • Kebutuhan Nutrien Kompleks Relatif BAB V PENUTUP V.wordpress. 2008.com/2008/02/materi..di akses pada tanggal 08 maret 2009. 1998.Pewarnaan mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara yaitu dengan pengecatan gram. dengan pemberian larutan lugol maka kristal violet akan masuk sampai ke inti sel. Jimmo. http ://ngecat bakterimakul-rizki.html. larutan iodine sebagai pengintensifan cat utama. Makassar. http://01-bakteri. http ://Pembuatan PReParAT dan PengeCaTAnnyA _ BLoG KiTa. diakses pada tanggal 04 April 2009. diakses pada tangan 04 April 2009. http:/wordpress. pada saat bakteri Gram positif ditambahkan dengan kristal violet maka gram positif akan mengabsorbsi larutan tersebut hanya pada dinding sel. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek.Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel bakteri dengan menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal violet..com/Penganta-tentang-bakteri. Makassar.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : .. 2008. Hadiotomo.Bakteri gram negatif pada teknik pewarnaan akan menghasilkan warna merah dan bakteri gram positif akan menghasilkan warna ungu. 1990.Kristal violet sebagai cat utama. Wheeler. diakses pada tanggal 08 Maret 2009. Yulneriwanti. pewarnaan gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+) dan gram (-) dengan lebih dari satu zat warna sedangkan pewarnaan negative berguna untuk mewarnai latar belakang preparat dan bakteri sendiri tidak terwarnai.. Makassar. Makassar.blogspot. Sedangkan bakteri Eschericia coli bersifat gram negative karena tidak dapat mengikat kuat cat utama dan dapat diwarnai oleh cat lawan yakni merah dari pewarna safranin..

1 Latar Belakang Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran atau subtansi atau masa zat suatu organisme. pertambahan ukuran sel. 2008). diikuti pertambahan jumlah. maka dibutuhkan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. 1. pertumbuhan pada mikroba diartikan sebagai pertambahan jumlah sel mikroba itu sendiri.ilmu mikrobiologi oligodinamik BAB I PENDAHULUAN 1. Pada organisme bersel satu pertumbuhan lebih diartikan sebagai pertumbuhan koloni. yaitu pertambahan jumlah koloni. Pertumbuhan merupakan suatu proses kehidupan yang irreversible artinya tidak dapat dibalik kejadiannya. Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran.2 Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini selain untuk melengkapi tugas mikrobiologi. 1. bertambah besar atau bertambah berat. Dalam pertumbuhannya mikroorganisme membutuhkan kondisi lingkungan yang dapat mendukung proses perkembangbiakkannnya. misalnya kita makhluk makro ini dikatakan tumbuh ketika bertambah tinggi.3 Rumusan masalah Rumusan masalah pada makalah ini adalah: .Bagaimana pengaruh faktor abiotik terhadap pertumbuhan mikrobe? . ukuran koloni yang semakin besar atau subtansi atau masssa mikroba dalam koloni tersebut semakin banyak. pertambahan berat atau massa dan parameter lain. Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba (Sofa.Bagaimana pengaruh faktor kimia terhadap pertumbuhan mikrobe? . juga agar pembaca dapat memahami dan mengetahui bagaimana factor-faktor lingkunagan mempengaruhi pertumbuhan mikrobe.

Berdasarkan pada daerah aktivitas temperatur. ada beberapa pedoman seperti berikut ini:  · Temperatur maut/Titik Kematian Termal {Thermal Death Point) adalah temperatur serendah-rendahnya yang dapat membunuh mikrobe yang berada di medium standar selama 10 menit pada kondisi tertentu.tetapi pada tingkatan kegiatan fisiologi yangpaling minimal. dan kita kenal ada temperatur. Beberapa jenis mikrobe dapat hidup pada daerah temperatur yang luas sedang jenis lainnya pada daerah yang terbatas.Bagaimana pengaruh faktor biotik terhadap pertumbuhan mikrobe? BAB II PEMBAHASAN 2. Hal ini karena bahwa tidak semua spesies mati bersama-sama pada suatu temperatur tertentu. Pengaruh Temperatur Temperatur merupakan salah satu faktor yang penting di dalam kehidupan. yaitu: .  · Waktu Kematian Termal (Thermal Death Time) merupakan waktu yang diperlukan untuk membunuh suatu jenis mikrobe pada suatu temperatur yang tetap. minimum. Faktor-faktor Alam Faktor-faktor alam terdiri dari: 1. dan maksimum.1 FAKTOR ABIOTIK YANG MEMPENGARUHI MIKROBE A. Temperatur maksimum adalah temper tertinggi yang masih dapat digunakan untuk aktivitas mikroba. Pada umumnya batas daerah temperatur bagi kehidupan mikrobe terletak antara 0°C90°C.. optimum.  · Laju Kematian Termal {Thermal Death Rate) adalah kecepatan Kematian mikrobe akibat pemberian temperatur. mikrobe dapat dibagi menjadi tiga golongan utama. Sedangkan temperatur yang paling baik bagi kegiatan hidup dinamakantemperatur optimum. Temperatur minimum adalah nilai paling rendah dimana kegiatan mikrobe -dapat berlangsung. Untuk menentukan temparatur maut bagi mikrobe.

baik di daratan maupun di lautan  Mikrobe mesofil (mesotermik). sedangkan untuk jamur dan aktinomisetes memerlukan kelembaban yang rendah di bawah 80%. yakni golongan mikrobe yang dapat tumbuh pada 0 – 30°C.  Mikrobe termofil (palitermik). Pada umumnya untuk pertumbuhan ragi dan bakteri diperlukan kelembaban yang tinggi di atas 85%. • Pengeringan pada suhu tubuh (37°C) atau temperatur kamar (± 26°C) lebih jelek daripada pengeringan pada temperatur titik beku • Pengeringan pada udara efeknya lebih buruk daripada di dalam vakum atau di tempat yang berisi nitrogen. dengan temparatur optimum 10 -15°C. yaitu golongan mikroba yang tumbuh ada temperatur 40 – 80 °C.75. sedang temperatur optimumnya 25 – 40°C. Nilai a untuk bakteri pada umumnya terletak di antara 0. Kebanyakan dari golongan ini tumbuh ditempat-tempat dingin. Pengeringan secara perlahan-lahan menyebabakan perusakan sel akibat pengaruh tekanan osmosis dan pengaruh lainnya dengan naiknya kadar zat terlarut. yang berakibat berhentinya kegiatan metabolisme. . Kadar air bebas di dalam larutan (a ) merupakan nilai perbandingan antara tekanan uap air larutan dengan tekanan uap air murni.90 – 0. w w Adapun syarat-syarat yang menentukan matinya bakteri karena kekeringan antara lain adalah: • Pengeringan dalam keadaan terang pengaruhnya lebih buruk daripada dalam gelap. 2. Umumnya mikroba mesotermik hidup dalam alat pencernaan.99. sedangkan bakteri halofilik mendekati 0. Mikrobe psikrofil/ karyofil (oligotermik). adalah golongan mikroba yang dapat hidup dengan baik temperatur 5 – 60°C. Pengaruh Kebasahan dan Kekeringan Mikrobe mempunyai nilai kelembaban optimum. atau 1/100 dari kelembaban relatif. Keadaaan kekeringan menyebabkan proses pengeringan protoplasma. dan temperatur optimumnya 55 -65°C Golongan mikrobe ini terutama terdapat di sumber-sumber air panas dan tempat-tempat lain yang bertemperatur tinggi.

Pengaruh Penghancuran secara Mekanik Pengaruh tekanan udara terhadap kehidupan bakteri sangat kecil. maka pembuatan suspensi bakteri dengan menggunakan air murni tidak dapat digunakan. dan untuk mematikan diperlukan tenaga sebesar 6. dan untuk membunuh sporanya diperlukan tekanan 12. Berdasarkan hal ini. Pengaruh Perubahan Nilai Osmotik Pada umumnya larutan hipertonik menghambat pertumbuhan mikrobe karena dapat menyebabkan plasmolisis.000 atm. seperti pecahan kaca. kecuali kalau bakteri itu dicampur dengan benda keras.000 kali per detik. misal ragi yang osmofil (dapat tumbuh padaz kadar garam tinggi). Beberapa mikrobe dapat menyesuaikan diri terhadap kadar garam atau kadar gula yang tinggi. Medium yang paling cocok bagi kehidupan mikrobe adalah medium yang isotonik terhadap isi sel mikrobe.000 atm. Mengguncang-guncangkan bakteritidak membawa kematian. Sinar dengan gelombang pendek akan berpengaruh buruk terhadap mikrobe. hal ini dinamakan plasmoptisis. tanah radiolaria. misalnya cahaya matahari. tanah foraminifera. dan sebagainya. gula. Bila energi radiasi diabsorpsi oleh sel mikroorganisme akan menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel. Sedangkan sinar dengan gelombang panjang mempunyai daya fotodinamik dan daya biofisik. mikrobe yang ditempatkan di air suling (aquades) akan kemasukan air sehingga dapat menyebabkan pecahnya sel mikrobe tersebut. Proses-proses ini sering digunakan untuk melepaskan enzim-enzim dan endotoksin yang terkandung di dalam bakteri. Pada umumnya. daging kering dapat bertahan lebih lama daripada pada gesekan pada kaca obyek. golongan ini bersifat haloduri 4. Larutan garam atau larutan gula yang agakpekat mudah menyebabkan plasmolisis.• Bakteri yang dalam medium susu. Untuk menghentikan pembiakan bakteri diperlukan tekanan 600 atm. protoplasma serta komponen-komponen sel . 3.Untuk memecahkan bakteri diperlukan pengguncangan 9. terutama pada mikrobe yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik. bahkan beberapa mikrobe dapat bertahan di dalam substrat dengan kadar garam sampai 30%. Pengaruh Sinar Pada umumnya sel mikroorganisme rusak akibat cahaya. 5. Sebaliknya.

Logam-logam Berat Logam berat berfungsi sebagai antimikrobe oleh karena dapat mempresipitasikan enzim-enzim atau protein esensial dalam sel. • Lamanya disinfeksi harus tepat. Logamlogam berat yang umum dipakai adalah Hg. Tetapi garam dari logam berat ini mudah merusak kulit. As. • Pengenceran disinfektan harus sesuai dengan yang dianjurkan dan setiap kali harus dibuat pengenceran baru. Zr dan Cu. Fenol dan Senvawa-senyawa Sejenis . Disinfektan yang sudah menunjukkan tanda-tanda pengeruhan atau pengendapan harus diganti dengan yang baru. sehingga seluruh permukaan alat tersebut dapat berkontak dengan disinfektan. alat-alat yang didisinfeksi jangan diangkat sebelum waktunya. Ag. dimana pada konsentrasi yang kecil saja dapat membunuh mikrobe dinamakan daya oligodinamik. Daya antimikrobe dari logam berat. Beberapa Disinfektan dan Antiseptik a.2 Faktor-Faktor Kimia 1. • Sebaiknya disinfektan yang dipakai bersifat membunuh (germisida). • Biia untuk membunuh spora kuman biasanya bersifat mudah menguap sehingga ventilasi ruangan perlu diperhatikan. 2. merusak alat-alat yang terbuat dari logam. b. dan harganya mahal. 2.hanya dapat diselidiki lebih lanjut jika ada dalam keadaan lepas sel {cell free system). • Sebaiknya menyediakan hand lotion untuk merawat tangan setelah berkontak dengan disinfektan. Penggunaan Antiseptik dan Disinfektan Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada disinfeksi secara kimia: • Rongga yang cukup diantara alat-alat yang didisinfeksi.

Waktu yang diperlukan untuk membunuh sel-sel vegetatif cukup 10 menit. Aldehid 3 3 2 3 2 Cara bekerjanya aldehid ialah dengan cara membunuh sel mikroba dengan mendenaturasikan protein. c. Pada konsentrasi yang rendah (2 -4%). Kresol (kreolin) lebih baik khasiatnya dari pada fenol. untuk mencegah timbulnya infeksi pascabedah. Larutan formaldehid (CH O) 20% dalam 652 . sehingga disinfektan menjadi lebih menarik. dan selain itu juga merusak membran sel dengan cara menurunkan tegangan permukaannya. diantara ketiga jenis alkohol tersebut isopropil alkohol adalah yang paling banyak digunakan. semakin meningkat pula daya disinfektannya. Etanol murni kurang daya bunuhnya terhadap mikrobe. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap. Oleh karena itu. daya bunuhnya disebabkan karena fenol mempresipitasikan protein secara aktif. dan juga merupakan pelarut lemak. tetapi untuk spora tidak. Alkohol Alkohol merupakan zat yang paling efektif dan dapat diandalkan untuk sterilisasi dan disinfeksi.Fenol (asam karbol) untuk pertama kalinya dipergunakan Lister di dalam ruang bedah sebagai germisida. efeknya menjadi lebih baik. Fenol merupakan standar pembanding untuk menentukan aktivitas atau khasiat suatu disinfektan. Menurut ketentuan. membran sel sel akan rusak. lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan lainnya. d . Jika dicampur dengan air murni. Ada 3 jenis alkohol yang dipergunakan sebagai disinfektan. yaitu metanol (CH OH). Konsentrasi di atas 90% atau di bawah 50% biasanya kurang efektif kecuali untuk isopropil alkohol yang masih tetap efektif sampai konsentrasi 99%. dan isopropanol (CH ) CHOH). dan enzim-enzim akan diinaktifkan oleh alkohol. Oleh karena itu. semakin tinggi berat molekulnya. Yang banyak dipergunakan dalam praktek adaiah larutan alkohol 70 – 80% dalam air. Karbol adalah nama lain dari fenol. Alkohol 50 – 70% banyak dipergunakan sebagian disinfektan.etanol (CH CH OH). Alkohol mendenaturasikan protein dengan jalan dehidrasi. Lisol adalah disinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol.

Peroksida Peroksida hidrogen (H O ) merupakan antiseptik yang efektif nontoksik. dan telah lama dipergunakan untuk mengobati infeksi traktus urinar Mekanisme kerjanya disebabkan karena akridin mampu bere dengan ADN mikrobe. Senyawa tersebut bersifatnontoksik dan tidak iritatif bagi manusia. e. terutama bila pHnya 7.70% alkohol merupakan cairan pensteril yang sangat baik apabila aiat-alat direndam selama 18 jam. Yodium Larutan yodium. Molekulnya tidak stabit dan apabila dipanaskan akan teurai menjadi air dan oksigen. baik dalam air maupun dalam alkohol bersifat sangat antiseptik dan telah lama dipakai sejak lama sebagai antiseptik kulit sebelum proses pembedahan. f. i. Mycobacterium tuberculosis dan virus dalam waktu 10 menit. misalnya derivat akridin dan zat warna rosan Akriflavin (campuran derivat akridin dengan senyawa I mempunyai spektrum aktivitas yang luas. dengan reaksi kimia sebagai berikut : 2 H O —► 2 H O + O h. g. Sayangnya kebanyakan senyawa klorin diinaktifkan bahan-bahan organik dan beberapa katalisator logam. sedangkan untuk membunuh spora diperlukan 3-12 jam. yakni glutaraldehid merupakan solusi seefektif formaldehid. Senyawa lain aldehid.5 atau lebih. Akan tetapi karena meninggalkan residu. Zat Warna 2 2 2 2 2 2 Beberapa zat warna dapat menghambat pertumbuhan kur (bakteriostatik). Klor dan Senyawa Klor Klorin bebas memiliki warna khas (hijau) dan bau yang tajam. Klorin dijadikan standar pengolahan air minum di seluruh lingkungan. Sudah lama klorin dikenal sebagai deodoran dan disinfektan yang sangat baik. Stafilokokus dan Iainlain sel vegetatif akan dimatikan dalam waktu 5 menit. maka alat-alat tersebut harus dibilas dulu sebelum dipakai. Deterjen .

melainkan juga merupakan bakterisida. Antibiotika berbeda dalam susunan kimia dan cara kerjanya. Antibiottka Antibiotika adalah suatu substansi (zat-zat) kimia yang diperoleh dari atau dibentuk dan dihasilkan oleh mikroorganisme. dan Streptomyces. antara lain Streptococcusyang mengganggu tenggorokan. dan zat-zat itu dalam jumlah yang sedikit pun mempunyai daya penghambat kegiatan mikroorganisme yang lain. tetapi kalau dicampur dengan heksaklorofen daya bunuhnya menjadi besar sekali.wordpress.com/ilmu-mikrobiologi-oligodinamik/ . k. Penicillium. dan Meningococcus. dan kompos. Gonococcus. http://asepwandi. Mtkrobe yang peka terhadap suifonamida. limbah. kebanyakan dari genus Bacillus.Penggunaan obat ini bila tidak dengan aturan. Deterjen tidak hanya bersifat bakteriostatik. Antibiotika yang kini banyak digunakan. Antibiotika tersebar di alam. Suifonamida Sejak tahun 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan tidak memiliki sifat tidak merusak jaringan manusia. j. air.Sabun biasa tidak banyak khasiatnya sebagai zat pembunuh bakteri (bakterisida). Pneumococcus. Sejak lama obat pencuci yang mengandung ion (deterjen) banyak digunakan sebagai pengganti sabun. dan memegang peranan penting dalam mengatur populasi mikrobe dalam tanah. Terutama bakteri yang bersifat Gram positif. akan menimbulkan gejala-gejala alergi dan berakibat kekebalan bagi mikrobe-mikrobe tertentu.

Sebagai cadangan energi Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa 1. 1. 3. terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida 3. Adapun rumus umum dari asam lemak adalah: CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh 2. Asam lemak. steroid dan malam Asam lemak Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. terdiri atas sfingolipid. Sebagai hormon dan vitamin Hormon mengatur komunikasi antar sel. terdiri atas lipoprotein dan glikolipid 4. Non gliserida. Sebagai penyusun struktur membran sel Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran material-material. Ada dua macam asam lemak yaitu: 1. sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis Jenis-jenis lipid Terdapat beberapa jenis lipid yaitu: 1. Fungsi lipid Ada beberapa fungsi lipid di antaranya: 1. Lipid kompleks. Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap 1. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) . Gliserida.Pendahuluan Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam pelarut-pelarut organik.

1 4 Assam CH3(CH2)3(CH2C=C)4(CH2)3COO Prekursor untuk sintesis arakhidon H eikosanoid at Asam oleat Asam Asam stearat arakhidonat Beberapa contoh struktur asam lemak Gliserida netral (lemak netral) Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol.12. Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak).Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap Struktur asam lemak jenuh Struktur asam lemak tak jenuh Asam-asam lemak penting bagi tubuh Simbol Nama numerik Umum Struktur Keterangan Sering terikat dengan atom N terminal dari membran plasma bergabung dengan protein sitoplasmik Produk akhir dari sintesis asam lemak mamalia 14:0 Asam miristat CH3(CH2)12COOH 16:0 Asam palmitat CH3(CH2)14COOH 16:1D9 Asam palmitolea CH3(CH2)5C=C(CH2)7COOH t Asam stearat Asam oleat Asam linoleat Asam linolenat CH3(CH2)16COOH CH3(CH2)7C=C(CH2)7COOH CH3(CH2)4C=CCH2C=C(CH2)7CO Asam lemak esensial OH CH3CH2C=CCH2C=CCH2C=C(C Asam lemak esensial H2)7COOH 18:0 18:1D9 18:2D9.8.11.15 20:4D5.12 18:3D9. .

Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah: 1. Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid. jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Sebagai komponen penyusun membran sel Sebagi agen emulsi Struktur dari fosfolipid Fosfolipid bilayer (lapisan ganda) sebagai penyusun membran sel Lipid kompleks Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid. Struktur trigliserida sebagai lemak netral Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida. Lipoprotein .Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1. 2. Penggunaan fosfogliserida adalah: 1. Lemak Umumnya diperoleh dari hewan Berwujud padat pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak jenuh Minyak Umumnya diperoleh dari tumbuhan Berwujud cair pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak tak jenuh Fosfogliserida (fosfolipid) Lipid dapat mengandung gugus fosfat. 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida. 1.

Pada manusia. Ilustrasi peran masing-masing dari 4 klas besar lipoprotein Lipid non gliserida Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf. 25% dari lipid merupakan sfingolipid. HDL (high – density lypoproteins) HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati. . Kilomikron Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain. steroid. Struktur kimia sfingomielin (perhatikan 4 komponen penyusunnya) Kolesterol Selain fosfolipid. kolesterol dan malam. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid. kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma. Sfingolipid Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak. VLDL (very low – density lypoproteins) VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak 1. 3. Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul non gliserol. yaitu: Perbandingan komposisi penyusun 4 klas besar lipoprotein 1. Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapa hormon.Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein. 2. kecuali ginjal 1. LDL (low – density lypoproteins) LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer 1. Gabungan lipid dengan protein (lipoprotein) merupakan contoh dari lipid kompleks Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid. 4.

gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol. Struktur dasar darikolesterol Kolesterol merupakan bagian dari membran sel Steroid Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid. Karena larut dalam air. selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam Metabolisme lipid Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral. asthma. Secara ringkas. penanganan penyakit arthritis rematoid. yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Struktur miselus. sedangkan bagian non polar berada di sisi dalam . Malam merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang. Malam sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit. gangguan pencernaan dan sebagainya. Progesteron dan testosteron Steroid lainnya adalah kortison. Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri. misalnya testosteron dan progesteron. penurunan kemampuan untuk meregang. yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah karena arteri menyempit. Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini.Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri. Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke. Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat. Kortison Malam/lilin (waxes) Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. rambut dan lain-lain. Bagian polar berada di sisi luar.

Struktur kilomikron. Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Secara ringkas. untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis. Di sisi lain. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty acid/FFA). dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida. maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit). asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida. Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid. asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan adiposa. maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol. jika kebutuhan energi sudah mencukupi. Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Selanjutnya kolesterol mengalami . Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi.Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air. Perhatikan fungsi kilomikron sebagai pengangkut trigliserida Simpanan trigliserida pada sitoplasma sel jaringan adiposa Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi. sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Selanjutnya kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava.

Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat. Gliserol Kolesterol Aseto asetat hidroksi butirat Aseton Steroid Steroidogenesis Kolesterogenesis Ketogenesis Diet Lipid Karbohidrat Protein . Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. hidroksi butirat dan aseton). Proses ini dinamakan ketogenesis. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian.steroidogenesis membentuk steroid.

Gliserol ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis.Asam lemak Trigliserida Asetil-KoA Esterifikasi Lipolisis Lipogenesis Oksidasi beta Siklus asam sitrat ATP CO2 H 2O + ATP Ikhtisar metabolisme lipid Metabolisme gliserol Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. Selanjutnya senyawa ini masuk ke dalam rantai . Pada tahap awal. gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat.

asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta. Reaksi-reaksi kimia dalam metabolisme gliserol Oksidasi asam lemak (oksidasi beta) Untuk memperoleh energi.respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat. asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase). Membran mitokondria interna Karnitin palmitoil transferase II Karnitin Asil karnitin translokase KoA Karnitin Asil karnitin Asil-KoA . dengan rumus (CH3)3N+-CH2-CH(OH)-CH2-COO-. Aktivasi asam lemak menjadi asil KoA Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta. Dengan adanya ATP dan Koenzim A. asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin. suatu produk antara dalam jalur glikolisis.

Asil karnitin Beta oksidasi Membran mitokondria eksterna ATP + KoA AMP + PPi FFA Asil-KoA Asil-KoA sintetase (Tiokinase) Karnitin palmitoil transferase I Asil-KoA KoA Karnitin Asil karnitin Mekanisme transportasi asam lemak trans membran mitokondria melalui mekanisme pengangkutan karnitin .

Setelah menjadi asil karnitin. asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan proses dan pada setiap proses. Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta. Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar. asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. Oksidasi karbon β menjadi keton Keterangan: Frekuensi oksidasi β adalah (½ jumlah atom C)-1 Jumlah asetil KoA yang dihasilkan adalah (½ jumlah atom C) Oksidasi asam lemak dengan 16 atom C. (2P) Setelah berada di dalam mitokondria. oksidasi beta dan siklus asam sitrat Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P (+2P) 2. asil-KoA akan mengalami tahap-tahap perubahan sebagai berikut: 1. barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna mitokondria. Setelah menjadi bentuk aktif. Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. • • • Dalam oksidasi beta. diangkat 2 atom C dengan hasil akhir berupa asetil KoA. karbon β asam lemak dioksidasi menjadi keton. delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA .Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut: • • Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase. Perhatikan bahwa setiap proses pemutusan 2 atom C adalah proses oksidasi β dan setiap 2 atom C yang diputuskan adalah asetil KoA. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. Dalam proses oksidasi ini. Selanjutnya asetil KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan. Aktivasi asam lemak.

Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asil-KoA yang telah kehilangan 2 atom C. Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C. Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat. hidroksi butirat dan aseton dikenal sebagai badan-badan keton. Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan 10 atom C. Aseto asetat. Dengan demikian sebuah asam lemak dengan 10 atom C. sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP. maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah. yaitu 4 kali oksidasi beta. Proses perubahan asetilKoA menjadi benda-benda keton dinamakan ketogenesis.3. maka asil-KoA yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena membentuk asetil KoA. Penghitungan energi hasil metabolisme lipid Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh oksidasi beta suatu asam lemak. L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P(+3P) 4. akan dimetabolisir dengan hasil -2 ATP (untuk aktivasi) + 20 ATP (hasil oksidasi beta) + 60 ATP (hasil siklus Kreb’s) = 78 ATP. Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat. Proses ketogenesis Lintasan ketogenesis di hati Sebagian dari asetil KoA dapat diubah menjadi kolesterol (prosesnya dinamakan kolesterogenesis) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk disintesis menjadi steroid (prosesnya dinamakan steroidogenesis). Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA. dan energi yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2 dikurangi 1. Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Kreb’s yang masing-masing akan menghasilkan 12 ATP. maka kita memerlukan energi 2 ATP untuk aktivasi. Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total energi satu kali oksidasi beta adalah 5P. Karena asam lemak memiliki 10 atom C. selanjutnya asetoasetat berubah menjadi hidroksi butirat dan aseton. Gambar Lintasan kolesterogenesis . berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP.

Sintesis asam lemak sesuai dengan degradasinya (oksidasi beta). Sintesis asam lemak terjadi di dalam sitoplasma. Trigliserida akan dipecah menjadi gliserol dan asam lemak. kelebihan asetil KoA dikonversi menjadi ester asam lemak. Pada manusia. NADPH digunakan untuk sintesis. Dinamika lipid di dalam sel adiposa.Sintesis asam lemak Makanan bukan satu-satunya sumber lemak kita. Semua organisme dapat mensintesis asam lemak sebagai cadangan energi jangka panjang dan sebagai penyusun struktur membran. . Semua sintesis terjadi di dalam kompleks multi enzim-fatty acid synthase. Gliserol 3-fosfat dibutuhkan untuk membuat trigliserida. Ini harus tersedia dari glukosa. ACP (acyl carrier protein) digunakan selama sintesis sebagai titik pengikatan. Asam lemak kemudian diubah menjadi trigliserida di sel adiposa untuk disimpan. Sedangkan asam lemak pun akan dioksidasi untuk memenuhi kebutuhan energi pula (lihat oksidasi beta). maka simpanan trigliserida ini dapat digunakan kembali. Perhatikan tahap-tahap sintesis dan degradasi trigliserida Jika kebutuhan energi tidak dapat tercukupi oleh karbohidrat. Akibatnya. kita tak dapat menyimpan lemak jika tak ada kelebihan glukosa di dalam tubuh. Tahap-tahap sintesis asam lemak Penyimpanan lemak dan penggunaannya kembali Asam-asam lemak akan disimpan jika tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Gliserol dapat menjadi sumber energi (lihat metabolisme gliserol). Adapun tahap-tahap penyimpanan tersebut adalah: Asam lemak ditransportasikan dari hati sebagai kompleks VLDL. Tempat penyimpanan utama asam lemak adalah jaringan adiposa. Tahap-tahap sintesis asam lemak ditampilkan pada skema berikut.

disebut sebagai sistematika mikroba. fisiologi. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. PENDAHULUAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarkan dengan taksonomi. genetik dan morfologi yang sering penting untuk menggambarkan sebuah takson. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas. Menyusun sistematik dalam dunia mikroorganisme bukanlah pekerjaan yang mudah kesulitan pertama yang kita hadapi ialah menentukan apakah mikroba itu . yakni tentang pengklasifikasian penamaan dan pengidentifikasian mikroorganisme. Klasifikasi organisme prokariota seperti bakteri memerlukan pengetahuan yang didapat dari pengalaman dan juga teknik observasi.06/02/2010 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 8 Komentar KLASIFIKASI MIKROBA KLASIFIKASI DAN PERANAN MIKROBA DALAM KEHIDUPAN ABSTRAK Klasifikasi dan identifikasi adalah dua hal yang berbeda tetapi saling sebagai berhubungan dalam taksonomi. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. lup dan lain-lain. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. lup dan lain-lain. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. takson) tetapi penyusunan taksonomi mikroorganisme mensyaratkan diidentifikasi sebagai mana mestinya dan diberi nama. identifikasi. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. Kegiatan secara keseluruhan. Key word: Klasifikasi. sifat biokimia. Taksonomi adalah ilmu mengenai klasifikasi atau penataan sistematis organisme kedalam kelompok atau kategori yang disebut taksa (tunggal. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas.mikroba. mikroorganisme. Klasifikasi dapat diidentifikasikan penyusunan organisme kedalam grup taksonomi(taksa) dengan berdasarkan persamaan atau hubungan.

Jika diketahui ciri-ciri . sarjana Zoologi seperti Muller (1773) dan erlenberg (1838) menggolongkan bakteri pada protozoa. Maka jelaslah bahwa kesukaran kita untuk menetapkan spesies berdasarkan sifat-sifat morfologi saja. Ada pula suatu golongan yang dapat menyebabkan suatu penyakit. PEMBAHASAN Klasifikasi dan Identifikasi Dalam semua cabang biologi diperluan pencirian. Tetapi hal ini sulit dilaksanakan pada bakteri. Klasifikasi merupakan bagian dari bidang ilmu sistematik. Misalnya dalam klasifikasi bakteri. Cohn sarjana botani bangsa Jerman. dan sifat-sifat fisiologinya termasuk imunologi. Klasifikasi bakteri secara agak lengkap pada tahun 1875. mengetahui adanya ciri-ciri yang menyebabkan ia lebih condong menggolongkan bakteri (salah satu mikroorganisme) pada tumbuhan. tetapi yang satu dapat mencernakan asam amino tertentu. sedangkan yang lainnya tidak. Baru pada tahun (1873). sehingga klasifikasi bakteri di dasarkan sebagian pada sifat-sifat morfologi. Klasifikasi merupakan proses untuk mengenali dan mengelompokkan organisme hidup. Ada beberapa golongan bakteri yang sama bentuknya. Banyak kesulitan dalam mengklasifikasikan mikroorganisme. Banyak bakteri di bawah mikroskop menunjukkan bentuk morfologi yang sama.golongan hewan atau golongan tumbuhan. Kriteria dalam kalasifikasi berbeda dengan mengklasifikasikan tumbuhan tingkat tinggi dan hewan tingkat tinggi yang didasarkan terutama pada sifat-sifat marfologisnya. Setelah leeuwenhoek menyelami dunia mikroorganisme . tetapi sifat-sifat fisiologi mereka berlainan sama sekali. sedang golongan yang lain tidak. Rumusan Masalah Adakah peranan penting mikroba bagi kehidupan. Tujuan klasifikasi ialah mengatur kedudukan dari berbagai organisme di alam. Tujuan Ø Ø Mengetahui klasifikasi dan identifikasi suatu mikroorganisme Mengetahui manfaat mikroorganisme bagi kehidupan. klasifikasi dan identifikasi. dan sejak itu diadakan penyempurnaan secara berangsur-angsur sampai sekarang.

Sebaliknya pada banyak bakteri Gram positif terdapat asam teikoat. sehingga yang dipelajari adalah karakkteristik suatu biakan yang merupakan populasi dari suatu mikroorganisme. Dinding sel fungsi dan algae berbeda dari bakteri. Mikroskop yang digunakan tergantung pada kecermatan yang diinginkan oleh peneliti. maka dapat dilakukan perbandingan sehingga terlihat persamaan dan juga perbedaan dnegan organisme lainnya. Sedangkan bakteri Gram positif tidak. Klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme haruslah diketahui terlebih dahulu karakteristik atau ciri-ciri mikroorganisme. 1. Bila sel mikroba diberi perlauan kimiawi. pembagian dilakukan berdasaran asam inti yang dikandung. Ciri-ciri utama dari suatu mikroorganisme dikelompokan sebagai berukut : . Bahan kimia ini tidak ditemukan pada gram negatif.001 mm Oleh karena ukurannya yang kecil diperlukan mikroskop untuk melihat mikroba. darah). bakteri Gram negatif memiliki lipopolisakarida dalam dinding selnya. tidaklah mungkin bagi kita untuk mempelajari 1 mikroorganisme saja.suatu mikroorganisme. . Pada kelompok virus. Sebagai contoh. Sifat Kimiawi Sel terdiri dari berbagai bahan kimia. Morfologi Mikroba pada umumnya sangat kecil : ukurannya dinyatakan dalam mikrometer ( m) . apakah merupakan DNA atau RNA 3. maka sel ini memperlihatkan susunan kimiawi yang spesifik. Sebaliknya ada pula yang hanya memerlukan bahan inorganik saja atau bahan organik (asam amino. 2. Hal ini dapat disamakan dengan membuat tabel periodik bagi unsur kimia sehingga terlihat keterkaitan antara unsur kimia tersebut. 1 m = 0. Oleh karena ukurannya yang sangat kecil. Zat Sifat Biakan hara yang diperlukan oleh setiap mikroorganisme berbeda ada mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan tumbuh bila diberikan zat hara yang kompleks (serum. karbohidrat. purin.

pirimidin. 6. vitamin. koenzim) selain itu beberapa mikroorganisme hanya dapat tumbuh pada sel hidup. Patogenitas Mikroba dapat menimbulkan penyakit. 8. telur. Sifat Ekologi Habitat merupakan sifat yang mencirikan mikroorganisme. maka antibodi dapat digunakan untuk mencirikan (rapid indentification) terhadap mikroorganisme. akan terbentu antibodi yang mengikat antigen. biakan jaringan. 4. berupa inang. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dari sel mikroba. bertunas. Reaksi ini sangat sepesifik sehingga dapat disebut sebagai lock and key system. Antibodi ini bersifat sangat spesifik terhadap antigen yang menginduksinya. Sifat Antigenik Bila mikroorganisme masuk kedalam tubuh. . Susunan basa DNA Untuk perbandingan di gunakan mol % G+C tersebut sehingga dapat digunakan untuk pencirian 7. Sifat Genetik DNA kromosomal mikroorganisme memiliki bagian yang konstan dan spesifik bagi mikroorganisme mikroorganisme. Mikroorganisme yang hidup di lautan berbeda dengan air tawar. kemampuannya untuk menimbulkan penyakit merupakan ciri khas mikroorganisme tersebut selain itu terdapat pula bakteri yang memakan bakteri lainnya (Bdellovibrio) dan virus (bakteriofag)yang menginfesi dan menghancurkan bakteri. Mikroorganisme yang terdapat dalam rongga mulut berbeda dengan saluran pencernaan. Berbagai macam reaksi yang terjadi dalam metabolisme dapat digunakan untuk mencirikan mikroorganisme 5. Sifat Metabilisme Proses kehidupan dalam sel merupakan suatu rentetan reaksi kimiawi yang disebut metabolisme. Oleh karena mikroorganisme memiliki antigen yang berbeda.

c. Selain itu ada pula yang melakukan kombinasi. Mucroalgar bersifat forosintetik. Dengan mengetahui koefisien kesamaan dapat disusun Cluster dari organisme yang serupa . Monera (bacteria dan cyanobacteria) Protista (microalgae dan protozoa) Fungsi (yeasts dan mold) Tabel. ketiga macam pengambilan zat hara terlihat dalam kelompok ini. b. Forosintesis Absorpsi Ingesti Prokariot termasuk dalam Monera. b. Yukariot uniseluler termasuk protista. Derajat perbedaan sangat berguna oleh karena menunjukkan beberapa banyak organisme yang diteliti berbeda dengan organisme lain. Pembagian didasarkan pada cara pengambilan zat hara yaitu : a. Protozoa dengan ingesti dan protista lainnya dengan absorpsi. Mikroorganisme masuk dalam : a.Perkembangan Klasifikasi Pada klasifikasi “Five-kingdom System. c. Perkembangan Klasifikasi Two-Kingdom system Four-Kingdom System Five-Kingdom system Lennaeus Animalia Capeland Monera Whitaker Monera Plantae Protoctista Metaphyta Metazoa Protista Plantac Fungsi Animalia Koefisien Kesamaan Kesamaan ini dapat dinyatakan dalam derajat kesamaan atau perbedaan. cara mengambilan zat hara tidak melalui ingesti.

Metode yang sering digunakan untuk melihat keterkaitan genetik adalah : 1. Urutan nukleotida inilah yang merupakan ciri dasar suatu organisme. Metode ini paling berguna dalam tingkat klasifikasi species. Similarity Matrix Keterkaitan Sifat Genetik Metode klasifikasi yang paling cermat adalah keterkaitan sifat genetika anta organisme. Namun demikian. Organisme yang berkaitan erat memiliki % G +C yang sama. Oleh karena itu dicari metode perbandingan yang lebih cermat dengan cara membandingkan urutan dari nukleotida. rRNA yang disandi oleh sebagian DNA yang disebut sebagai RNA sistron. Homologi RNA ribosom dan ribosomal RNA oligonukleotida Dua organisme dapat saja tidak erat kaitannya. Bila tidak ada keterkaitan tidak akan terlihat heterodupleks. c. Untaian tunggal ini kemudian dicampur dengan organisme lainnya dan didinginkan kembali. 1. Pada tahun 1960.Beberapa metode utuk menentukan derajat kesamaan a. tetapi masih memperlihatkan homologi DNA. Homologi DNA DNA dipanaskan sehingga terurai menjari untaian tunggal. cabang ilmu yang disebut biologi molekuler menggunakan teknik untuk melihat kesamaan DNA antar organisme. Pada mulanya kesamaan yang dibadingkan hanyalah % mol G + C saja. b. organisme yang tidak berkaitan mungkin saja memiliki % G + C yang sama. Metode ini paling obyektif dan didasarkan pada DNA. sebaliknya organisme yang jauh berbeda memiliki nilai % G + C yang berbeda pula. Bila dua organisme ini berkaitan erat maka akan terbentuk Heterodupleks. Cluster analysis Phenogram / dendrogram Ordination methods Menggunakan Principal component analysis d. Pada bakteri ternyata rRNA cistron ini “highlyy conserved” lestari. Ini berarti untaian dari satu organisme akan berpasangan dengan untaian dari organisme lainnya. Ini berarti bahwa selama evolusi cistron ini memperlihatkan perubahan yang lebih sedikit di badingkan dengan bagian DNA yang lain .

maka sekarang akan bertambah dengan 1 kelompok besar lainnya. pembagian ini berdasarkan kepada ada tidaknya inti. yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji dua. gamae = alat perkembangbiak). Dari segi mikrobiologi sendiri. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) 2. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) Jamur. yaitu Cryptogamae (kriptos = tersembunyi/tidak ada atau tidak nampa. yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi. yaitu kelompo mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi. Prokaryota. Yaitu : 1. Pertama kali pengelompokan ini hanya untuk lingkungan tumbuh-tumbuhan dan hewan. 2. Mikroba sesuai dengan bentuk dan sifatnya termasuk kedalam Dunia tumbuhtumbuhan. Dasar Pengelompokan Taksonomi merupakan cara atau upaya pengelompokan jasad hidup di dalam kelompok atau takson yang sesuai. Karyota. Sehingga kalau sebelumnya dunia tersebut hanya terbagi kedalam dua kelompok besar yaitu : 1. Mikro-alga biru-hijau (BGA = blue-green algae). Mikroba termasuk kedalam kelompok ke-3 tersebut sesuai dengan sifat alat untuk perkembangbiakannya. tetapi ternyata bahwa untuk mikroba pun dapat digunakan. dunia Mikroba terbagi menjadi dua kelompok besar lainnya. 3. Dicotyledoneae. yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji tunggal. Bakteria. Monocotyledoneae. baik yang sudah terdiferensiasi ataupun yang belum. termasuk didalamnya ragi. Acotyledoneae.Taksonomi Mikroba a. atau tumbuh-tumbuhan tanpa keping biji. Mikro-alga lainnya .

Hal ini merupakan petunjuk awal bahwa keragaman kimiawi DNA dari organisme yang berbeda dapat menjadi indikasi adanya kekerabata genetik. Studi fisik membuktian bahwa kekerabatan DNA dari organisme yang sama dapat dikenal dengan tingkat kemampuan kromosom DNA untuk dikawin silangkan. Kriteria untuk Klasifikasi Bakteri Kriteria sesuai untuk tujuan klasifikasi bakteri termasuk sifat-sifatnya telah diterangkan dalam bab terdahulu. ada dua kelompok besar lain yang umumnya dimasukkan kedalam Dunia Mikroba yaitu : 1. bakteri hidup sebagai jasad yang saprofitik ataupun sebagai jasad yang parasitik. Prosedur pewarnaan seperti pewarnaan gram dapat memberikan perkiraan bakteri memiliki kekerabatan yang dekat. Tempat hidupnya tersebar di mana-mana. Tabel . pada bahan-bahan. Tingkat Taksonomi Tingkatan Resmi Kingdom Divisi Klas Ordo Contoh Prokaryotae Gracilicutes Scotobacteria Eubacteriales . di dalam tanah. Karena tidak mempunyai klorofil. didalam air.Walaupun ada kelompok kehidupan atau jasad lain yang dianggap hirup berdasarkan kepada bentuk dan sifatnya tidak sama dengan mikroba tetapi mengingat kepentingan dan asosiasi kehidupannya. tidak mempunyai klorofil berkembangbiak dengan pembelahan sel atau biner. Protozoa Virus Klasifakasi Bakteri Umumnya berbentuk 1-sel atau sel tunggal atau uniseluler. pada tanaman ataupun pada tubuh manusia atau hewan. 2. sejak di udara. informasi yang penting dapat diketahui secara mikroskopis dengan melihat lapisan sel dan ada atau tidaknya struktur khusus misalnya spora atau flagella.

Ribosom memiliki pesan penting dalam sintesa protein. Reproduksi virus bakterial yang virulen . Penemuan terbaru. Gambar Bentuk Sel Tunggal Bakteri(1)coccus. Gen penanda RNA ribosom dan protein ribosom telah diturunkan melalui evolusi dan telah disebarkan lebih lambat daripada gen kromosom lainnya. termasuk biologi seluler dan molekular serta imunologi Fage pada hakekatnya terdiri dari sebuah inti asam nukleat yang terkemas di dalam selubung protein pelindung.(2)batang. Klasifikasi Virus a. Virus Bakterial Bakterifage (fage) adalah virus yang menginfeksi bakteri dan hanya dapat bereproduksi di dalam sel bakteri. dan perbedaan susunan di antara gen-gen yang tersebar secara lambat dapat digunakan untuk mengukur hubungan dalam kelompok bakteri yang hubungannya jauh.(3)spiral. yaitu Arecbaebacteria.Famili Genus spesies Entobacteriaceae Escherichia Coli Penyusunan urutan DNA telah menjadi prosedur rutin di laboratorium dan perbandingan susunan DNA diantara beragam gen dapat menggambarkan hubungan mereka perbedaan susunan DNA diantara gen-gen yang tersebar secara cepat dapat digunakan untuk menentukan jarak genetik dari gen-gen yang berhubungan dekat. hibridisasi DNA dengan rangkaian oligonukleotida padat telah digunakan untuk mengidentifikasi spesies. Perbandingan susunan dari 165S RNA ribosom dari berbagai sumber biologis menunjukkan adanya hubungan evolusi diantara organisme yang sangat beragam dan menunjukkan adanya kingdom baru. Kemudahan relatif dalam penangannya dan kesederhanaan infeksi fage bakteri membuatnya menjadi suatu sistem model bagi penelaahan patogenesitas virus maupun banyak masalah dasar di dalam biologi.

Virus Hewan dan Tumbuhan Virus hewan dan virus tumbuhan adalah parasit intraseluler obligat yang sangat kecil. Sistem ini dimaksudkan untuk menggambarkan klasifikasi alami atau filogenik. Pembagian lebih lanjut didasarkan atas sifat-sifat lain virion itu. Seperti bakteria. Jasad ini tidak mempunyai klorofil. sifat pertumbuhan virus. fage-fage virulen telah digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri patogenik. seperti digambarkan oleh kisaran inang. berarti sistem ini bukannya mencoba menggambarkan hubungan evolisoner atara virus-virus. dan pembebasan partikel-partikel fage ini di dalam suatu ledakan bersamaan dengan terjadinya lisis sel inang. Loff dan kawan-kawan dalam tahun 1962. kemudian serat atau filamen (paling banyak di dapatkan). biosintesis komponenomponen virus dan perakitan serta pematangan virion.mencakup urutan umum sebagai berikut : adsorbsi partikel fage. Hubungan yang sama sekali tidak jelas melainkan sistem ini menggolongkan virus berdasarkan susunan biasa sifat-sifat kimiawi dan strukturnya yang merupakan sifat tetap yang dapat ditentukan dengan cermat. ada tidaknya selubung dan ukuran kapsid. replikasi asam nukleat virus. seperti kedudukan tempat sintesis virus di dalam sel dan hubungan timbal balik antara inang dan virus. Proses ini diakhiri dengan pembebasan virus dari sel inang. seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. yang diperkenalkan oleh A. penetrasi asam nukleat. Secara morfologis. sampai dengan telah membentuk tubuh lengkap yang dinamakan tubuh-buah (misalkan pada jamur merang. b. bentuk susunan kapsid. Klasifikasi Jamur Bentuknya sel tunggal (misal pada ragi). perakitan partikel-partikel fage baru. karena dia hidup secara saprofik ataupun parasitik . Peristiwa ini disusul dengan penetrasi dan pelepasan selubung. dan sabagiannya). virus hewan dan virus tumbuhan dapat ikosashedral. Setiap virus mempunyai sebuah inti pusat asam nukleat dikelilingi oleh kapsid. sifat pertumbuhan virus. seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. halikal bersampul atau kompleks. Mushrooms. Sistem yang secara paling luas digunakan untuk klasifikasi virus terlihat pada sistem ini. Proses replikasi virus dimulai dengan melekatnya virion pada sel inang. virus dikelompokkan menurut sifat virionnya yaitu semacam asam nukleat.

atau berbentuk koloni pertumbuhan. Didapatkan dimana-mana. fukosantin (coklat) dan fukoeritrin (merah) hidup didalam air. walaupun ada beberapa yang sudah mempunyai tubuh lengkap dengan bagian-bagian yang dinamakan akar batang dan daun walau semuanya bersifat semu (Chara dan Nitella). sejak paku-pakuan (Azolla) didalam rongga udara daunnya. maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. disamping pigmen lainnya seperti fikobilin (biru). terutama pada tanah yang lembab.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut . menempel pada tanaman ataupun bersifat endofitik (hidup di dalam jaringan jasad lain). atau dengan tanaman tinggi (Cassuarina) dengan karang Peran mikroorganisme dalam khidupan Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (Kusnadi. di dalam tanah yang lembab atau bersimbiosis dengan jasad lain. karena membentuk akar yang terdiri dari lendir (polisakharida).Klasifikasi Alga-Hijau Bentuknya sama seperti BGA. Ada beberapa yang hidup secara simbiosis dengan jamur membentuk jasad baru yang disebut lichenes (lumut kerak). Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan dan antara lain dapat dengan mengalami sendirinya. Termasuk kedalam kelompok jasad yang fotosintetik karena mempunyai klorofil. atau menempel pada tubuh jasad lain (kulit kurakura) sehingga kelihatannya hewan tersebut mempunyai klorofil karena berawarna hijau. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil. Misal pada Hydra. Klasifikasi Alga-Biru Hijau Berbentuk sel tunggal atau filamen (serat) yang disekelilingnya diselimuti oleh seludang sederhana. dkk. 2003). Mikroorganisme menghasilkan memiliki energi bereproduksi fleksibilitas metabolisme yang tinggi mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan. pada air.

dll. khamir (yeast) dan kapang (mould) dapat menyebabkan perubahan yang tidak dikehendaki pada penampakan visual. seperti proteolitik. Oleh karena aktivitasnya tersebut. masih banyak manfaat yang dapat diambil dari mikroorganisme-mikroorganisme tersebut. tekstur atau rasa suatu makanan. Pada proses pembusukan sayur dan buah. maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan. dan manusia. dll. misalnya pada bidang mikrobiologi kedokteran dan fitopatologi banyak ditemukan mikroorganisme yang patogen yang menyebabkan penyakit dengan sifat-sifat kehidupannya yang khas. mudah ditumbuhkan dalam media buatan. • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. bau. Atau berdasarkan kebutuhan hidupnya seperti termofilik. mikroorganisme pektinolitik mampu merombak bahan-bahan yang mengandung pektin yang terdapat pada dinding sel tumbuhan (Tarigan. dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni. Peranan yang Menguntungkan Banyak yang menduga bahwa mikroorganisme membawa dampak yang merugikan bagi kehidupan hewan. 2001). Mikroorganisme ini dikelompokkan berdasarkan tipe aktivitasnya. tumbuhan. 1988). Beberapa manfaat yang dapat diambil antara lain sebagai berikut: . hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan. baik pada manusia. dan lingkungan. halofilik. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan Dalam sehingga dianggap daging.sudah ada. Meskipun demikian. Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang besar. lipolitik. Penggunaan mikroorganisme dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. seperti bidang pertanian. Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. merupakan mikroorganisme pembusuk. Mikroorganisme seperti bakteri. kesehatan. pembusukan mikroorganisme yang menghasilkan enzim proteolitik mampu merombak proteinprotein.

Surat An-Nahl 12: 12. Surat Al-Baqaroh 164: 164. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. dan peternakan hewan.Bidang pertanian Dalam bidang pertanian. matahari dan bulan untukmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya). Dan Dia menundukkan malam dan siang. Pembentukan nitrat dari nitrogen ini dapat terjadi karena adanya mikroorganisme. siklus nutrien. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. silih bergantinya malam dan siang. lup dan lain-lain. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2. Unsur ini hanya dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan pengambilan khususnya melalui akar. . bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. KESIMPULAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. Nitrogen bebas merupakan komponen terbesar udara. Kajian religi: Surat An-Nur 45: 45. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Penyusunan nitrat dilakukan secara bertahap oleh beberapa genus bakteri secara sinergetik. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi.

Peranan yang Menguntungkan . Ciri-ciri utama suatu mikroorganisme yaitu: a) b) c) d) e) f) g) h) Morfologi Sifat Kimiawi Sifat Biakan Sifat Metabilisme Sifat Antigenik Sifat Genetik Patogenitas Sifat Ekologi Mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan. yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi. hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan sehingga dianggap merupakan mikroorganisme pembusuk. Mikroorganisme terbagi menjadi dua kelopok yaitu: 1. • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. baik pada manusia.Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarka dengan taksonomi. Karyota. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan yaitu: Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. 2. Prokaryota. yaitu kelompok mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi.

klasifikasi mikroba. selain glukosa. 1982).pustaka. dan peternakan hewan.2008. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. hanya tingkatan glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin (Anoymous. Dalam ilmu kedokteran. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Dwijoseputro. 2008). yaitu sukrosa.Pustaka. kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya. seperti fruktosa dan galaktosa. diatur dengan ketat di dalam tubuh. Namun demikian. Konsentrasi gula darah. atau tingkat glukosa serum. sebelum orang makan. Sedangkan dalam tumbuhan Glukosa 6-fosfat yang dihasilkan selama fotosintesis adalah precursor dari tiga jenis karbohidrat tumbuhan . 2008. Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari. 1995.co. dikenal juga sebagai gula fisiologis. Dasar-dasar Mikrobiologi.id) diakses tanggal 22 Desember 2008.(online)(http//www. Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah (Anoymous. 1990. 2008) Meskipun disebut “gula darah”.co.Contoh dalam bidang pertanian mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2. gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah (Anoymous. Bandung : Angkasa 02/26/2009 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 17 Komentar Glukosa Darah Glukosa adalah gula yang terpenting bagi metabolisme tubuh.id) diakses tanggal 22 Desember 2008. siklus nutrien. Pangantar Mokrobiologi Umum. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Jakarta : Djambatan Suriawira U. 2008.(online) (http//www.identifikasi mikroba. 2005) . Hand Out dan Klasifikasi Mikroba. Anonymous. Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl). Budiyanto Mak. pati dan selulosa (Lehninger.

Sukrosa adalah senyawa yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai gula dan dihasilkan dalam tanaman dengan jalan mengkondensasikan glukosa dan fruktosa. manosa. Gula Darah. yang disebut hiperglikemia. Anoymous. . Galaktosa merupakan gula yang tidak ditemui di alam bebas. Hal ini dikarenakan adanya gugus aldehid atau keton bebas.wikipedia. Sedangkan yang termasuk dalam gula non reduksi adalah sukrosa (Team Laboratorium Kimia UMM. DAFTAR PUSTAKA Anoymous. nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. 1992). Contoh gula yang termasuk gula reduksi adalah glukosa. Salah satu contoh dari gula reduksi adalah galaktosa. Bila levelnya tetap tinggi. beberapa diantaranya seperti tebu dan bit gula mengandung sukrosa dalam jumlah yang relatif besar.wikipedia. Sukrosa didapatkan dalam sayuran dan buah-buahan. dan lain-lain. termasuk kerusakan pada mata. 2008) Gula Reduksi Gula reduksi adalah gula yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi. rasa mudah tersinggung. Dari tebu dan bit gula itulah gula diekstraksi secara komersial (Gaman. fruktosa. (www. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. 2008.org). dan saraf (Anoymous. Senyawa-senyawa yang mengoksidasi atau bersifat reduktor adalah logam-logam oksidator seperti Cu (II). Galaktosa merupakan komponen dari Cerebrosida. (Online). tetapi merupakan hasil hidrolisis dari gula susu (laktosa) melalui proses metabolisme akan diolah menjadi glukosa yang dapat memasuki siklus kreb’s untuk diproses menjadi energi. maltosa. Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang berkepanjangan pula yang berkaitan dengan diabetes. yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan saraf (Budiyanto. 2008). ginjal. 2008. laktosa. berkembanglah kondisi yang bisa fatal yang disebut hipoglikemia. 2002). (www. Gejala-gejalanya adalah perasaan lelah. fungsi mental yang menurun. Sedangkan salah satu ontoh dari gula reduksi adalah Sukrosa.Pengaruh langsung dari masalah gula darah Bila level gula darah menurun terlalu rendah. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008.org). (Online). dan kehilangan kesadaran. Penolakan Insulin.

Ilmu Pangan: Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi. Sherington.Dasar Ilmu Gizi. Budiyanto. 1992. Jumlah Penderita Diabetes Indonesia Ranking ke-4 Di Dunia.A.com/category/biokimia/ . 2008. 2002. Lehninger. UGM Press: Jogjakarta.K. Laboratorium Kimia UMM: Malang http://zaifbio. Dasar-Dasar Biokimia.M.go.wordpress.Anoymous. UMM Press: Malang. dan K. Penuntun Praktikum Biokimia Bioligi. 1982. Gaman. Team Laboratorium Kimia UMM. Dasar. Erlangga: Jakarta. 2005. Albert. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008.id).depkes. P. (www. M.B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful