LAPORAN PRAKTIKUM PENGENALAN MIKROSKOP

OLEH : NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN NIM : MUHAMMAD PARHANI : J1FI09039 : 4 : TATI HIDAYAH : J1D107060

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU OKTOBER, 2009

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut bentuk dan struktur selnya makhluk hidup dibedakan menjadi dua yaitu makhluk hidup bersel banyak dan makhluk hidup bersel satu, makhluk ini tidak dapat terlihat dengan mata kita, karena panca indra manusia memiliki kemampuan daya pisah atau daya lihat yang sangat terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati dan pengamatan itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu. Salah satu alat bantu yang sering digunakan dalam penelitian atau pengamatan tentang organisme yang tidak bisa dilihat dengan mata, terutama dalam bidang kedokteran dan biologi adalah mikroskop dalam (bahasa latin mikro diartikan kecil sedangkan scopium berarti penglihatan). Mikroskop sering digunakan untuk, meningkat kemampuan daya pisah atau lihat seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati obyek yang sangat halus dan tidak dapat terlihat oleh mata terbuka (Dwidjoseputro, 1994). Bakteri adalah makhluk hidup yang kecil sehingga tidak bisa di lihat dengan mata telanjang (tanpa bantuan alat pembesar). Begitu juga hal nya dengan paramecium dan sebagainya sehingga bantuan alat pembesar ini sangat diperlukan. Alat pembesar ini selain diperlukan untuk melihat bakteri, alat pembesar juga sangat diperlukan untuk melihat isi dari sel pada makhluk hidup, bentuk organisme-organisme yang kecil, untuk melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme, serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri, 2000). Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah terbatas, oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu. Dan alat Bantu itu adalah Mikroskop yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati objek yang sangat halus sekalipun (David, 1978). Mikroskop pertama kali ditemukan pada tahun 1632 oleh seorang ilmuan berkebangsaan Belanda bernama Antoni Van Leeucanhoek. Beliau berhasil

membuat mikroskop berlensa tunggal yang sederhana. mikroskop yang ditemukan pertama kali ini penbesarannya dapat mencapai pemliesaran sekitar 270 kali. Dengan mikroskop ini Antoni Van Leeucanhoek dapat meIihat benda kecill dalam tetesan air sekalipun (Muchlis, 1980). Setelah ditemukannya Mikroskop oleh Anton Van. L, tak lama kemudian seorang ilmuan bemama Robe hooke juga menemukan mikroskop berlensa tunggal yang merupakan pengembang dari mikroskop sebelumnya. Mikroskop Robert H memiliki lampu kondensor, sehingga dapat melihat objeyengan sangat jelas (Muchlis,1980). Dalam melakukan pengamatan terhadap suatu benda yang memiliki ukuran renik dimana pancaindera kita tidak mampu untuk melihatnya. Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati tanpa digunakan alat bantu. Alat bantu yang sering digunakan dalam pengamatan terutama dalam bidang biologi, yaitu mikroskop. Dalam Bahasa latin mikro diartikan keeil dan scopium diartikan pengilihatan, Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati benda yang halos sekalipun ( Muchlis, 1980 ). Hingga saat ini sudah ada dua macam mikroskop yaitu mikroskop cahaya yang biasa banyak digunakan dalam bidang pendidikan dan mikroskop elektron yang digunakan bidang kedokteran karena mikroskop elektron ini mempunyai pembesaran yang lebih dibandingkan dengan mikroskop cahaya. Mikroskop elekron ini menggunakan elektron berkecepatan tinggi yang dapat di samakan dengan sinar-x (0.05 angstrom atau satu million satuan inci) (Albert, 1994).

1.2

Tujuan Tujuan percobaan ini adalah untuk mengenali bagian-bagian mikroskop,

memahami fungsi dan terampil menggunakannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Harus diketahui agar penggunaan mikroskop yang benar harus dimiliki oleh seorang praktikan, oleh karcna itu, praktikum tentang pengenalan mikroskop merupakan hal pertama yang harus dilaksanaka. Terdapat berbagai tipe mikroskop yang masing-masing mempunyai tujuan penggunaan tertentu dan dengan bermacam kelengkapan pula. Mikroskop yang sering digunakan dalam Biologi adalah Mikroskop Cahaya, baik yang berlensa okuler tunggal atau dikenal dengan Mikroskop Monokuler maupun berlensa okuler ganda atau yang dikenal Mikroskop binokuler (Leeson, 1990). Mikroskop pada dasarnya adalah suatu alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sehagai lensa obyektif atau yang dekat dengan mata dan lensa okuler. Benda yang diamati mengalami pembesaran sebesa dua kali dengan lensa obyektif dan lensa okuler, dimana lensa okuler berfungsi sehagai lup. Bayangan akhir yang diamati bersifat maya, terbalik dan diperbesar. Bayangan tersebut merupakan aberasi sferis dan kromatis dari cahaya dan spektrum sinar nampak (Leeson, 1990). Mikroskop mcngalami perkembanan dari waktu ke iyaktu. Pada awalnya hanya di temukan sebuah mikroskop biasa oleh/Antony Van Leuwenhoek (1632-1723) dengan hanya perbesaran scbcsar 3000X. K mudian Ruska dan nol pada tahun 1932 menemukan Mikroskop elektron dcnga melakukan perbaikan tehadap mikroskop biasa yang ditemukan oleh Antony Van Yeuwenhoek dengan cara 1. tenarnbahkan partikel elcktron sehagai pemantul bayangan objek. Perkembangan selanjutnya ditemukan Mikroskop fase kontras oleh Firt Zenika (Leeson, 1990). Macam-macam mikroskop diantaranya: 1. Mikroskop cahaya Pada awal abad ke-17 ketika dunia ilmu pengetahuan pada masa itu mulai menduga adanya dunia renik yang tak terlihat akibat terbatasnya kemampuan mata manusia. Padahal dunia itu berpengaruh pada hidup manusia. Maka

000 kali. yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM) (Washitoaji.2 mm. 2000). Kata ini berasal dari bahasa Yunani di mana mikros berarti kecil dan skopeo berarti melihat (Washitoaji. protozoa. Instrumen mikroskop pertama yang terbukukan adalah yang dipakai oleh ilmuwan Belanda bernama Antony van Leeuwenhoek (1632-1723). LM modern mampu memberikan pembesaran (magnifikasi) sampai 1. Pada pengembangan selanjutnya diketahui bahwa kemampuan lensa cembung untuk memberikan resolusi tinggi sudah sampai pada batasnya. penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain. meskipun kualitas dan jumlah lensanya telah ditingkatkan. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus. 2000). Saat ini tidak ada dokumen yang dapat menuntun kita pada siapa sebenarnya penemu mikroskop ini. dan spermatozoa. Untuk mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang disebut eyepiece. Seperti diketahui mata manusia yang sehat disebut-sebut mempunyai daya resolusi 0.0002 mm). Belakangan diketahui bahwa ternyata panjang gelombang dari sumber cahaya yang digunakan untuk pencahayaan berpengaruh pada daya resolusi yang lebih tinggi. Mikroskop ini terdiri dari lensa cembung yang kuat dengan penadah sampel (preparat) yang dapat digerakkan. Dengan mikroskop yang sederhana ini Leeuwenhoek dapat melakukan pengamatan dengan pembesaran hingga 400 x dan ia mengumumkan pada dunia penemuannya akan jasad renik seperti bakteri. Diketahui bahwa daya resolusi tidak dapat lebih pendek dari panjang gelombang cahaya yang digunakan untuk pengamatan.0002 mm (disebut daya resolusi 0. Penggunaan cahaya dengan panjang gelombang . Ia juga dapat mengklasifikasikan sel darah merah dengan mengamati bentuknya (Washitoaji. 2000). cermin atau sumber pencahayaan lain.dibuatlah apa yang kini kita sebut mikroskop. sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini. Keterbatasan pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan. Kemungkinan mikroskop dikembangkan dari teleskop yang memiliki Galileo pada pertengahan abad ke-17. dan memungkinkan mata manusia dapat membedakan dua buah obyek yang berjarak satu sama lain sekitar 0.

tetapi pada resolusi yang tinggi pengamat dapat melihat struktur kristal dan lain lain. suatu hal yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Leeuwenhoek. atau elektron dipercepat secepat mungkin sehingga mampu menembus objek sampai pada batas tertentu (Washitoaji.000 kali lebih kecil dari cahaya. bahkan pergerakan elektron seperti yang ditunjukkan oleh peneliti dari Jepang Prof Dr Hashimoto (Okayama University of Science) pada sebuah seminar yang lalu di Puspiptek Serpong. Mikroskop eletron mode transmisi elektron pada masa sekarang. 2000). namun tiga tahun kemudian ia menambah "lensa" ketiga dan mendemonstrasikan resolusi hingga 100 nm (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu) (Washitoaji. 2000). Mikroskop elektron Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet.1 nm (atau 1 angstrom) atau dengan pembesaran sampai satu juta kali. Sayangnya mikroskop eletron mode ini bekerja bagaikan sebuah slide proyektor. 2000). Hal ini belum memuaskan peneliti pada masa itu. 2000). sehingga pencarian akan mode baru akan mikroskop terus dilakukan (Washitoaji. dengan panjang gelombang yang 100. Ilmuwan dari Universitas Berlin yaitu Dr Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun TEM (Transmission Electron Microscope/ mikroskop elektron mode transmisi elektron) yang pertama pada tahun 1931. kemudian ditambah dengan pemanfaatan zat-zat yang mempunyai indeks bias tinggi (seperti minyak). Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin terdapat elektron seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya (Washitoaji. resolusi dapat ditingkatkan hingga di atas 100 nanometer (nm). Mikroskop yang pertama menggunakan dua "lensa" medan magnet. dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya. Untuk pekerjaannya ini dunia menganugerahinya hadiah Nobel pada tahun 1986. 2. dengan berbagai perbaikan dari yang terdahulu.pendek seperti sinar biru atau ultra violet dapat memberikan sedikit perbaikan. di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar. . dapat memberikan resolusi hingga 0. Yang terlihat bukan hanya bayangan siluet seperti pada pertunjukkan wayang kulit. Konsekuensinya obyek yang diamati disyaratkan setipis mungkin sehingga dapat ditembus oleh elektron.

terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dengan serta merta dipertipis.Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop elektron mode ini. . syarat "agar obyek pengamatan setipis mungkin" ini kembali membuat sebagian peneliti tidak terpuaskan. 2000). Karena itu pengembangan mode baru mikroskop elektron terus dilakukan (Washitoaji.

pipet tetes. 1. Prosedur Kerja Mencari bidang penglihatan. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop cahaya monokuler dan binokuler. 2.3 1. 1. Letakkan sediaan yang akan diamati di tengah-tengah lubang meja benda.1. air.hari rabu. Naikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer. tanggal 21 Oktober 2009. kaca benda. Mikroskop siao digunakan. 2.3. Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Mangkurat. Mencari bayangan sediaan. dll. 3.00 WITA. kaca penutup. Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar 1. 1. Universitas Lambung . hingga jarak antara lensa obyektif dengan permukaan meja -/+ 3 cm.2. 1. Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada pukul 08.1. Tempatkan lensa obyektif pembesaran lemah ( 4X atau 10X ) dengan memutar revolver sampai berbunyi klik ( posisinya satu poros dengan lensa okuler). gunakanlah penjepit sediaan agar tidak tergeser. preparat. hingga lensa obyektif tidak membentur meja/panggung bila revolver diputar-putar.2. bukalah diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke Belakang. hingga terlihat lingkaran ( lapangan pandang ) yang sangat terang di dalam lensa okuler.BAB III METODE PRAKTIKUM 3.2. Banjarbaru.4. aturlah letak cermin sedemikian rupa ke arah cahaya. 2.1. 2. Menaikkan tabung menggunakan makrometer ( pemutar kasar). kuas. pinset.

6. 3. 3. 3. Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda. Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak. Memelihara mikroskop 3.5. putar revolver dan lensa obyektif yang sesuai. 4. Bidikkan mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer ke depan searah jarum jam secara hati-hati sampai tampak bayangan yang jelas. maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. untuk mendapatkan pembesaran kuat. 2. 3.3. Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel). Pengukuran Mikroskopis/Mikrometri .1.2. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya.3 .5. hingga jarak antara ujung lensa obyektif dengan permukaan atas kaca penutup hanya -/+ 1mm. Kemudian mainkan fungsi micrometer secara perlahan dan hati-hati.4. Setelah selesai harus ditegakkan kembali.2. 3. Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop. maka di atast sediaan perlu ditetesi minyak imersi dahulu) 3.4. Putarlah makrometer ke belakang sampai penuh ( hati-hati ). sambil menempatkan noda sediaan tepat di bawah lensa obyektif. 2. Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih. Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir. ( ingat bila menggunakan lensa obyektif 100 X.

dibagian tengah halaman buku. Menggambar Hasil. Adapun cirri-ciri gambar yang baik adalah . . jelas. dan cermat. disertai judul. mempunyai keterangan yang lengkap. letak keterangan gambar pada sisi yang sama dengan jarak garis petunjuk diusahakan sama dan tidak saling berpotongan. Hasil pengamatan dengan mikroskop dapat dituangkan dalam bentuk gambar. biasanya satu halaman hanya untuk 1-2 gambar saja. yang dilakukan dengan alat fotografi atau dengan tangan (manual).Untuk mengetahui ukuran obyek yang diamati dengan mikroskop untuk dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disebut Mikrometer Obyektif dan Mikrometer Okule 5. keterangan pembesaran. rapi. Gambar yang baik harus dapat menyampaikan ide yang jelas dari suatu struktur yang nyata sebagaimana tampak hubungan antara bagian-bagian yang diamati. Gamabr diatur sedemikian rupa.

Mikroskop dan bagian-bagiannya 4. Lensa Objektif 6. bentuk organisme-organisme yang kecil.1 Pembahasan Mikroskop adalah alat pembesar diperlukan untuk melihat bakteri. melihat 4. Diafra Gambar 1. Mikro meter 5.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2. untuk . Tabun g 3. Lensa Okuler 2. Makro meter 4.1 Hasil Keterangan : 1.1Pengertian Mikroskop isi dari sel pada makhluk hidup. Penjep it 7.

atas kaki terdapat pilar. Kaki dasar atau basis . Alat. dan engsel penggerak . Pilar. jumlahnya dua (2) tersusun pada satu sumbu yang berfungsi untuk mcnggerakkan sediaan kekiri dan ke sebelah kanan ( sekrup Bawah ). serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri.2. . Di bawah kondensor terdapat diafragrim untuk mengatur sedikitnya cahaya yang diperlukan.2Bagian-Bagian Mikroskop Bagian. e. Pada bagian tengah meja terdapat luban yang berfungsi untuk meloloskan cahaya yang bcrasal dari ccrmin pcmantul. Bagian optik. 2000). diafragma. lengan . lensa obyektif. Bagian mekanis adalah bagian yang bersifat sekunder namun sangat penting agar mikroskop dapat digunakan dengan baik dan terdiri dari: a. \ Di bawah meja atau panggung terdapat sub panggung yang padanya melekat kondensor yang berfungsi untuk memfokuskanicahaya ke obyek yang akan diamati. yang inempunyai dua fungsi. lensa kondensor. merupakan tempat untuk meletakkan enda atau obyek yang akan diamati. lensa okuler. Bagian pilar (19 lengan ckhubungkan oleh engsel penggerak yang berfungsi untuk mengatuf kedudukarki mikroskop sesuai yang kita kehendaki. c.bagian pada mikroskop yang wajib\kita ketahui adalah sebagai : 1. Sekrup pengatur jarak antara teropong dengan sediaan jumlahnnya 2 buah atau menjadi satu. Meja Benda . Sekrup penggerak sediaan atau obyek . d. yaitu sebagai pengatur atau penggerak kasar ( makrometer ) dan sebagai penggerak halus ( micrometer ) 2. Bagian ini terdiri dari cermin. persegi atau bentuk yang lain.melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme. b. dapat berbentuk apal kuda. 4.alat tersehut merupakan bagian yang utama atau primer dari sebuali mikroskop. diatas pilar terdapat lengan.

f. menggunakan cermin cekung dan mengatur kondensor akan diperoleh pencahay yang lebih baik dari semula. Okuler dengan pembesaran x10 ke atas sangat baik bila dikombinasikan dengan objektif yang berkualitas tinggi. b. semi apokromat (flourit). dengan objektif yang berkualitas rendah akan didapatkan pembesaran benda oleh okuler akan jelek. Pada setiap microskop selalu dilengkapi cermin dengan permukaan benda. Lensa objektif e. 'plan akromat (plan) dan plan apokromat (plan apo). Lensa ini terletak di atas tabung mikroskop yang dipakai pengamat uittuk mclihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. apabila. merupakan bagian yang dapat diputar atau digeser tangkainya ke salah sate arah yang kita suka. Diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang diperlukan saat sedang mengantatifobyek yang akan diamati. Permukaan datar digunakan apabila sumber cahaya cukup terang. Lensa okuler g. 3 a t a u l e b i h l e n s a d i pasangsekaligus pada revolver yang dapaticliputar:\ Pada umumnya dijumpai mikroskop dengan tiga lensa obyektif yaq 4X. biasanya l e t a k n y a d e k a t d e n g a n s e d i a a n d a n t e r d a p 2 . Di bagian atas okuler tertera x5. yaitu permukaan datar dan permukaan cekung. Lensa kondensor .a. Berfungsi untuk memperbesar obyek yang diamati secara langsung. 10X. lensa yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke obyek y g sedang diamati. Lensa obyektif memiliki beberapa ife yang bisa digunakan pada berbagai mikroskop antara lain: akromat. d. Apabila kondisi ruangan kekurangan cahaya maka dengan . c. mikroskop y g baik hiasanya dilengkapi dengan lensa kondensor yang merupakan kom inasi dan \ dua. Diafragma . Lensa pada okuler mempunyai fungsi memperbesar bayangan yang clihasilkan oleh lensa objektif. sedangkan permukaan cekung digunakan apabila intensitas mbeahaya kurang atau tidak terang. Cermin . apokromat. x10. Total pembesaran . dan 40X atau 45X. x15. berfungsi untuk memantulkan cahaya dari sumbu cahaya ke obyek yang kita akan amati.

h. 6. . Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver. Apabila telah selesai menggunakan. 3. Tabung badan mikroskop i. Tabung badan mikroskop adalah bagian yang memisahkan antara lensa objektif dengan lensa okuler. Memelihara Mikroskop 1.bayangan dari pengamatan benda adalah ha. 7.40 X atau 100 X.1Cara Menggunakan dan Memelihara Mikroskop a. Tiap mikroskop akan berfungsi baik apabila mempunyai panjang tertantu. 4. a. hinggadari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang). Apabila panjang tabung badan mikroskop Iebih panjang dari ketentuan maka bayangan akan terlihat tampak buram. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan. Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemaka 2.sil perkalian antara pembesaran objektif dengan pembesaran okuler. dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.2. Menggunakan Mikroskop 1. bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab. sambil dilihat dari lensa okuler. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda! 5. 4.

Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop.2. Setelah selesai harus ditegakkan kembali. 5. Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya. Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda. bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel). Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler. 6. 4. . 3. maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar.

dan lensa okuler. mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Selain itu asisten sebaiknya mendampingi praktikan dalam melakukan praktikum. Terjalinnya kerja sama antar praktikan dengan asisten sangat diperlukan untuk dapat mencapai target yang dinginkan. 3.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1. 2. .1 Saran Sebelum melakukan praktikum sebaiknya kita harus tahu dulu bagaimana cara nya dan harus memeriksa segala peralatan yang akan digunakan. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil. dan sumber cahaya. meja objek. pemutar halus dan kasar. penjepit kaca objek. yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop. lensa objektif.BAB V PENUTUP 5. yang terdiri dari kondensor. diafragma. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil.Bagian non-optik. Berdasarkan sumber cahayanya. .Bagian optik. yaitu : . Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop. 5.

I.blogspot. dkk. B. The First Ensyclopedia. Fisika Dasar : Mikroskop.aspx?doc_id=17298665 . Nash. David. Jakarta. 1994. Erlangga. Jakarta. Biologi 2000. http://basicsphysics. Djambatan. Syamsuri. Gramedi Pustaka Utama. Dwidjoseputro.DAFTAR PUSTAKA Albert. Biologi Umum. Jakarta. 2000.com. Banner Press. Diakses tanggal 24 oktober 2009.. D. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta. Anonim1. 1997. http://www.docstoc. 1978. New York. Syamsuri.com/docs/downloadDoc. Erlangga. Biologi Monokuler Sel Edisi Kedua Mengenai Sel. 1994. 2009.

1 Alat : 1. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas. labu erlenmeyer . Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf • Penyinaran dengan UV Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi. b. pipet 4. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran. c. pinset. 1.22 mikron atau 0. • Pemanasan a. d. misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV 3. contoh alat : jarum inokulum. misalnya larutan enzim dan antibiotik. 2. batang L. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer. ALAT DAN BAHAN C. dll. pembakar bunsen 2. Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0. LANDASAN TEORI Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. tabung reaksi 5. C. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. jarum ose 3. fisik dan kimiawi. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol. tabung reaksi dll. TUJUAN Mengenalkan pada mahasiswa : 1. Konsep dan teknik sterilisasi dan prosedur yang harus dilakukan untuk keberhasilan pengkulturan B.PENGENALAN ALAT DAN TEKNIK STERILISASI A. Sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik. Jenis-jenis alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi 2.

3) Semprotlah juga meja kerja dengan alkohol dan ratakan dengan kertas tissue. Atau sentuhkan ujung ose pada permukaan media hingga terdengar bunyi ”ches”. autoklaf 11. cawan petri 8.1 Prosedur Sterilisasi Area Kerja 1) Masukkan larutan alkohol dengan kadar 70% ke dalam botol semprot. 4) Setelah uap naik. bakar jarum hingga berpijar dan pijaran tersebut merambat hingga pangkal bagian logam jarum. kemudian atur pengontrol waktu pada angka 20 (20 menit) dan pastikan pengontrol exhaust dalam keadaan terbuka dan pengontrol drain dalam keadaan tertutup. D. 2) Semprotlah udara di sekitar area kerja dengan alkohol tersebut. kapas 4. laminar air flow 9. 3) Tutuplah autoklaf dengan erat.2 Prosedur Sterilisasi Dengan Pembakaran (Nyala Bunsen) 1) Nyalakan pembakar bunsen dengan cara membuka tutupnya. PROSEDUR D. botol semprot 12.3 Prosedur Sterilisasi Panas Lembab (Dengan Autoklaf) 1) 2 cm) di bawah dasar keranjang) atau sebanyak 3-5 liter. Peganglah jarum dengan posisi agak tegak di atas api ( 3) Bila sudah selesai. alkohol 70% D. tunggu beberapa detik hingga suhu ose kembali normal. gelas beaker 7. kertas sampul coklat 2. kertas tissue C. 5) Letakkan alat-alat yang akan digunakan pada meja kerja.2 Bahan : 1.± Pastikan air dalam autoklaf cukup (tinggi air 2) Aturlah alat-alat yang akan disterilkan ke dalam keranjang autoklaf dalam posisi dimana kira-kira seluruh permukaan alat dapat terjangkau oleh uap dalam autoklaf. aluminium foil 3.6. 6) Semprot kembali tangan kita ketika hendak menggunakan alat-alat tersebut.° 45± Sterilkan jarum ose dengan membakar ujung jarum yang terbuat dari logam pada api bunsen. yaitu ditandai dengan keluarnya uap dari selang pembuangan . D. oven 10. 2) ). 4) Semprot juga tangan kita agar steril.

baik yang mengganggu ataupun merusak media bahkan mengganggu kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan. 3) Tutup tirai serapat mungkin sampai dirasa tidak akan ada cahaya yang keluar. 4) Nyalakan laminar (tombol UV) minimal 15 menit.diiringi dengan bunyi mendesis. maka tutuplah lubang exhaust. 5) 20 menit dan sudah terdengar alarm tanda selesai.Pembakaran . 2) C selama 1-2 jam. 5) Matikan tombol UV bila sudah selesai. 1. dan mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi. PEMBAHASAN Bahan atau peralatan yang digunakan dalam bidang mikrobiologi harus melalui proses sterilisasi.4 Prosedur Sterilisasi Panas Kering (Dengan Oven) 1) Buka tutup oven dan masukkan peralatan dari gelas yang sudah dibungkus ke dalam oven.Pemanasan Kering . 2) Letakkan alat dan bahan yang akan disterilkan ke dalam laminar.Oven .Tyndalisasi b. KESIMPULAN . Sterilisasi secara kimia dan 3. Setiap proses baik fisika.dg Autoklaf . nyalakan tombol light.°Tutup oven dan atur pengontrol suhu pada angka 160-180 D.Penyinaran dg gelombang pendek 2. jangan langsung membuka tutup autoklaf. Sterilisasi berasal dari kata steril yang artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya. kimia. Sterilisasi Secara Fisik a.5 Prosedur Sterilisasi Secara Radiasi (Dengan Laminar Air Flow) 1) Seka permukaan laminar dengan alkohol 70%. 7) Bila kurang terang. 6) Buka tirai dan nyalakan blower ketika akan bekerja. mekanik F. Tetapi tunggu sampai penunjuk tekanan menunjuk pada angka 0.± Setelah autoklaf bekerja selama D. E. Pemanasan Basah .

Prosesnya meliputi Tyndalisasi Pembakaran Panas kering Panas lembab Sterilisasi fisik Sterilisasi kimia Sterilisasi mekanik . Macam-macam alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi antara lain : Autoklaf Oven Laminar Pipet Volume Jarum Inokulasi/ Kawat Ose Api Bunsen Kapas Kertas Coklat/ koran Alkohol 70% Kertas Tisu Cawan Petri Labu Erlenmeyer Tabung Reaksi Rak Tabung Reaksi 2. Agar proses sterilisasi sempurna perlu melalui langkah sebagai berikut : .Metode sterilisasi yang sesuai 3. antara lain sebagai berikut : • • • • • • • • Sterilisasi fisik (penggunaan panas) : biasanya dipakai untuk mensterilkan benda – benda yang tahan panas.○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1. Teknik sterilisasi Terdapat beberapa metode sterilisasi.Sifat dari bahan yang dipakai .

tanaman dan hewan. I. 1986). kapng dan sebagainya. substrak padat.beda yang bikenal dengan istilah biakan murni.1 Latar Belakang Di dalam bidang ilmu mikrobiologi. baik itu tanah. 18 Maret 2009 dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi. taburan. 1986). sekali kita bersin dapat mnebarkan beribu. untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skala laboratorium. Alam di sekitar kita. I. maupunudara juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme.agar tegak dan miring. Makassar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini ssangatlah besar dan cukup kompleks. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri.Mengetahui taknik pemindahan/ inokulasi biakan mikroorganisme . .3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. haruslah di mengerti jenis. suubstrat yang berupa bahan pangan. Populasi dari mikroba yang ada di linkungan ini sangatlah beraneka ragam sehinga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni yang tunggal.Mengetahui ciri pertumbuhan dari mikroorganisme pada media agar.ribu mikroorganisme.Mengetahui teknik isolasi mikroba di sekitar kita (isolasi mikroba dari kotoran gigi. Satu gram tinja dapat mengandung jutaan bakteri. Selain teknik pertumbuhan bakteri atau teknik isolasi di atas.Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit ini. 2009 by firebiology07 BAB I PENDAHULUAN I. Sebagai contoh.jenis nutrien yang disyaratkan bakteri dan juga macam ligkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar. udara. dikenal juga adanya teknik isolasi mikroba yaitu inokulasi yang merupakan suatu teknik pemindahan suatu biakan tertentu dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tujuan untuk mendapatkan suatu biakan yang murni tanpa adanya kontaminasi dari mikroba yang lain yang tidak diiinginkan.Teknik isolasi mikroorganisme Posted on April 19. isolasi dengan cara penuangan. menjadi spsies yang berbeda. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup basar.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : . tanah. khamir. atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran. Universitas Hasanuddin. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air. Jurusan Biologi. maka terlebih dahulu kita harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya terdapat baktri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lain. Untuk melakukan hal ini. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk menngisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah resisten . isolasi mikroba dari kulit kepala dan isolasi mikroba dari kotoran belakang leher) serta isolasi mikroorganisme dari substrak cair. air. Berdasarkarkan hal tersebut di atas maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik dari isolasi dan inokulasi bakteri. Biakan murni in teerdiri dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk (Pelczar.

Ia berhasil memelihara Streptococcus lactis dalampiraan murni yang diisolasi dari sampel susu Yang sudah masam. maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurang. yaitu masuknya mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar.sama dengan bakteri saprob. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman.kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut. yaitu dengan mengambil sedikti sampel campuran bakteri yang mudah diencerkan. Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk menanam biakan di dalam medium diantaranya adalah (Lay. Untuk menyendirikan suatu spesies dikenal beberapa cara.baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjafi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel. Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik. Degan pengenceran Cara ini pertama kali dilakukan oleh Lister pada tahun 1865. Metode cawan gores Metode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu. Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan .sel mikroba di dalam eksperimen pada umumnya tidak diketahui sebelumnya. 1992). Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat. Jika kita belum yakin. maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel. Setelah medium tersebut mengental maka selang beberapa jam kemudian nampaklah koloni.macam spesies diencerkan dalam suatu tabung yang tersendiri. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan.sel yang digores. Atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon (Ferdiaz.kurangnyya satu di antara cawan – cawan tersebut mengandung koloni. Karena konsentrasi sel. 2. Dengan penuangan Robert Koch (1843.alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benarbenar steril. Di dalam keadaaan yang sebenarnya dapat dikatakan bahwa tidak ada bakteri yang hidup secara tersendiri terlepas dari spesies yang lainnya. Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi. Dalam hal yang demikian ini dapat kita jadikan piaraan murni.benar biakan murni (Dwidjoseputro. Dengan mengulang pekerjaan di atas. Kerap kali bakteri patogen kedapatan bersama. P emindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira.terhadap suatu antibiotik. 1990). maka akhirnya akan diperoleh piaraan murni yang lebih terjamin. kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam mdium tersebut.koloni yang masing. Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam.1905) mempunyai metode yang lain. 1990) : 1. Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yang murni. Metode cawan tuang Cara lain untuk mempeeroleh biakan koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme ialah dengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan yang kemudian di cawankan. Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi. dan sampel ini kemudian di sebar di dalam suatu medium yang terbuat dari kaldu dan gelatin encer. yaitu (Dwidjoseputro.koloni terpisah baik di atas permukaan maupun di dalam agar.1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat. Dengan demikian dia memperoleh suatu piaraan adukan. 1994) : 1.masing dapat dianggap murni. 2. akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja.

Lalu . . Larutan tanah. medium nutrient agar padat.masing sesuai perlakuan. kotoran belakang leher. swab dan korek api III. Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba. bunsen. . Mengamti perubahan yang terjadi. 3) Isolasi sel tunggal Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar. 1 Alat Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah cawan petri.Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing. 2.Sebelum dilakukan pengerjaan dalam enkas.3 Cara Kerja Adapun cara kerja dari percobaan ini adalah : 1. Isolasi mikroorganisme dari substrak cair . mengambil kotoran gigi. 2008) : 1) Isolasi pada agar cawan Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. Bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme.Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati. yang kemudian dicawankan. ose dan mikropipet. .Metode gores kuadran. dan metode agar cawantuang. 2) Isolasi pada medium cair Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat). Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan/di dalamcawan.Setelah itu masing.2 Bahan Bahan yang dipergunakan pada percobaan ini adalah Biakan Escherichia coli.48 jam. Metode agar tuang.masing sampel dimasukkan ke dalam cawan petri yang telah berisi medium NA. dimana setiap koloni berasal dari satusel. ikubator. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. yaitu: Metode gores kuadran. . III. Biakan Staphylococcus aureus. BAB III METODOLOGI III. Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa serial pengenceran.mikrobiologis. alkohol. memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. yaitu (Admin.masing sesuai perlakuan. Berbeda dengan metode gores kuadran. dan kotoran kulit kepala. spiritus. biakan Lactobacillus. enkas. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan menggunakan alkohol 70%. Sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (50oC). Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan. . aquadest. yang dilakukan secara aseptis. Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba. Isolasi mikroba di sekitar kita . misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme.Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing.Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24.Kemudian dengan menggunakan swab.

Melidahapikan cawan petri terlebih dahulu kemudian memasukkan biakan bakteri ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA cair.memasukkannya kedalam enkas bersama dengan Biakan Escherichia coli. mengambil biakan bakteri dan masing.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. .28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C. .lalu meletakkannya di dalam enkas.Dengan menggunakan ose lurus.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.Dengan menguunakan ose bulat. menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C. . Mengamti koloni yang tumbuh. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. . Isolasi mikroorganisme dari substrak padat .masing diberi label sesuai perlakuan. . setelah diberi label. . .48 jam. 3. . masing.Dengan menggunakan ose lurus. menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C. . mengambil biakan bakteri lalu menusukkan ke dalam medium lalu di tutup. .masing berisi 2 medium agar tegak dan 2 medium agar mirig dimasukkan ke dalam enkas.masing biakaan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 1 mL. dan Lactobacillus pada media cair. .masing digoreskan secara zig. .Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas.Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati.72 jam dan mengamati masing. A. Isoalsi dengan cara penuangan . .Mengambil masing. .1 mL.masing biakan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 0.Membungku tabung reaksi dengan kertas dan menginkubasinya selama 24.Memasukkan cawa petri steril ke dalam enkas.masing diberi label sesuai perlakuan lalu meletakkan di dalam enkas bersama dengan medium NA yang cair. lalu diratakan pada permukaan medium sesuai dengan label.Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas. 4. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. .Cawan petri yang berisi medium NA masing.zag pada medium agar miring lalu di tututp . Staphylococcus aureus.masing perbedaannya. Isolasi bakteri dari kultur campuran . terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. mengambil biakan bakteri lalu menaburkannya di atas medium NA padat secara merata. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. Isolasi dengan cara taburan .Mengambil masing. . .Menutup cawan petri kemudian melidahapikan dann menggoyangkan dengan cara memutar agar merata.Mengambil larutan tanah yang telah homogen dengan menggunakan mikropipet lalu memasukkannya ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA. .Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.Medium setelah padat lalu menginkubasi sdelama 24.Cawan petri steril.4 buah tabung rreaksi yang masinng. B.Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24. 5. kemudian sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.

Warna koloni putih dan permukaan convex.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. dan kotoran belakang lehet. .Circular -Irregular Putih -Entire -Lobate Convex Bakteri Kotoran kulit kepala -Circular -Rhizoid Putih -Entire -Filamentous Raised Bakteri Kotoran Belakang leher -Circular Putih Entire Convex Bakteri 2. Cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran belakang leher berjumlah 24 koloni memiliki dua macam bentuk koloni yaitu filamentous.1 Hasil Tabel pengamatan : 1. digunakan medium NA (Nutrient Agar) dengan mengisolasi mikroba yang berasal dari kiotoran giggi.bentuk seperti telinga . Isolasi mikroba dari substrak cair Bakteri Ciri. Cawan petri yang berisi kotoran gigi berjumlah 26 koloni memiliki bentuk koloni circular (bulat) dengan tepi entire.Convex : Cembung .Lobate : Terdapat bentuk.Circular : Bulat . Setelah melakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 24. Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan raised.28 jam di inkubator. kotoran kulit kepala.ciri koloni Metode Warna Bentuk tepi Permukaan Escherichia coli Putih kehijauan Irregular Lobate Raised Tabur Eschericia coli Putih .Filamentous : Berbentuk lembaran.cabang teratur . diperoleh hasil bahwa cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran kulit kepala berjumlah 21 koloni. Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan convex (cembung).2 Pembahasan 1.Rhizoid : Pertumbuhan dengan cabang. Isolasi mikroba di sekitar kita Asal mikroba Ciri.Entire : Rata .Raised : Pertumbuhan dengan cabang.Tuang Keterangan : – = tidak jelas 3.Irregular : Tidak beraturan .Flat : rata. Isolasi kultur campuran Koloni Ciri-ciri koloni Warna Bentuk Tepi Permukaan 1 Putih Circular Entire Raised 2 Putih Irregular Lobate Flat Keterangan : .. Isolasi mikroba disekitar kita Pada percobaan isolasi mikroba di sekitar kita. .ciri koloni Kelompok mikroba Bentuk Warna Tepi Permukaan Kotoran gigi .lembaran . memiliki dua macam bentuk koloni yaitu berbentuk circular (bulat) dengan tipe entire dan berbentuk irregular ( tidak beraturan) dengan tipe lobate. datar VI.cabang tidak teratur seperti akar..

di dapatkan ciri..Tepi : Entire. Pada koloni kedua bentuknya irregular dengan bentuk tepi lobate dan permukaan flat. Lay. Warna kedua koloni bakteri putih. BAB V PENUTUP V.Tepi : lobate . Jakarta. setelah dilamkukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24. Michael. Ferdias. Universitas Indonesia. S. Jakarta.ac.ciri koloni berupa : .1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah : 1.Tepi : Entire.ciri koloni berupa : . J. Pada koloni pertama bentuknya Circular dengan bentuk tepi entire dan permukaan raised.. Isolasi mikroba dari substrak cair.Permukaan : Convex. di dapatkan ciri. dan rhizoid . Jakarta. 3. http://www. Dwidjoseputro.id/menulengkap. dan putih kehijauan . 1986. Isolasi kultur campuran. Mikrobiologi Pangan. . Analisis Mikroba di Laboratorium. Dasar. terdapat 12 koloni bakteri dengan dua macam bentuk bakteri dengan tepi dan permukaan berbeda. dan irregular . sebaiknya peralatan di laboratorium yang rusak diperbaiki atau digantikan dengan yang baru terutama mikroskopnya. bakteri yang berkoloni jumlahnya tidak bisa untuk dihitung (TBUD). 1992. Warna koloninya putih kehijauan. Gramedia Pustaka Utama. Setelah dilakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 1-2 x 24 jam.Dasar Mikrobiologi. Sedangkan warna bakteri putih. dilakukan dengan metode tuang dan metode tabur menggunakan bakteri Escherichia coli. didapatkan ciri..ciri koloni berupa : .Perkembangan-Mikrobiologi.Warna : putih . Medium agar tegak dan agar miring Pada percobaan ini digunakan agar tegak dan agar miring dengan menggunakan bakteri Escherichia coli. Gramedia Pustaka Utama. Makassar.tepi.Warna : Putih..48 jam di inkubator. pertumbuhan bakteri pada medium agar tegak berbentuk villous sedangkan pertumbuhan bakteri pada medium agar miring berbentuk beaded. DAFTAR PUSTAKA Admin. 1992. 2008. Raja Grafindo Persada. B. Jakarta. 4. Isolasi mikroba dengan metode tuang. isolasi mikroba dengan metode tabur terdapat 8 koloni bakteri dengan bentuk irregukar. bentuk bakteri. S.ubb. 1994. dan raised 2. Isolasi bakteri kultur campuran Pada percobaan isolasi bakteri dengan kultur campuran.Permukaan : Raised dan flat V. Pelczar.Circular. Setelah melakukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24. Filamentous .48 jam di inkubator. Isolasi mikroba dari substrat cair Pada percobaan isolasi mikroba dari substrat cair.Permukaan : Raised 3.2. dan lobate . memiliki bentuk tepi lobate dan permukaan raised.Bentuk : Circular. Diakses pada tanggal 08 maret 2009. serta permukaannya tidak jelas.Warna : Putih . Isolasi mikroba di sekitar kita. irregular.2 Saran Saran saya. lobate. Mikrobiologi Pangan.php?judul=Sejarah.Bentuk : Irregular ..

ARTIKEL MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • • • Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Tehnik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ?

PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • introduction dan referensi BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme

BAB 6 MENENTUKAN JUMLAH & UKURAN MIKROBA
Kompetensi : - Mahasiswa dapat melakukan pengukuran sel mikroorganisme - Mahasiswa dapat melakukan perhitungan mikroba dengan cara Plate Count, MPN dan dengan haemocytometer

Menentukan jumlah dan ukuran mikroba a. Menentukan ukuran mikroba Menggunakan mikrometer b. Menentukan jumlah mikroba (enumerasi) b.1 penghitungan jumlah bakteri hidup (penghitungan tidak langsung) b.1.1 Plate count (hitungan cawan) b.1.1.1 SPC b.1.1.2 TPC b.1.1.3 cara kerja SPC dan TPC b.1.2 MPN b.2 penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (penghitungan langsung dengan haemocytometer · Menentukan Ukuran Mikroorganisme Mikroba berukuran sangat kecil dan untuk mengetahuinya digunakan mikrometer. Mikrometer merupakan kaca berskala dan dikenal 2 jenis micrometer yaitu mikrometer okuler dan mikrometer objektif. Mikrometer okuler dipasang pada lensa okuler mikroskop, sedangkan micrometer objektif berbentuk slide yang ditempatkan pada meja preparat mikroskop. Jarak antar garis skala pada mikrometer okuler tergantung pada perbesaran lensa objektif yang digunakan yang menentukan lapang pandang mikroskop. Jarak ini dapat ditentukan dengan mengkalibrasi antara mikrometer okuler dan objektif. Mikrometer objektif memiliki skala yang telah diketahui, menjadi tolak ukur untuk menentukan ukuran skala micrometer okuler. 1 skala micrometer objektif = 0,01 mm / 10 µm. Kalibrasi dilakukan dengan menghimpitkan skala mikrometer objektif dan okuler pada perbesaran yang diinginkan. Skala ke nol (garis pertama) kedua mikrometer disimpulkan menjadi 1 garis kemudian dilihat pada skala ke berapa kedua jenis mikrometer tersebut bertemu/berhimpit kembali. Dari hasil tersebut dapat diketahui satu satuan panjang pada skala mikrometer okuler itu berdasarkan beberapa jumlah skala kecil mikrometer objektif yang berada di antara garis yang berhimpit tadi.

Misal : jika skala ke 0 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 0 mikrometer objektif lalu skala ke 13 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 2 mikrometer objektif maka beberapa 1 skala okuler.

Cara Kerja : Kalibrasi : · Letakkan mikrometer objektif pada meja benda dan pasang mikrometer okuler pada tabung lensa okuler. ·Tentukan perbesaran yang digunakan, (misalnya 40 X 10) kemudian cari gambar perbesaran dari skala mikrometer objektif. ·Setelah fokus didapat, kemudian selanjutnya himpitkan skala ke nol mikrometer objektif dan okuler. ·Cari dengan teliti skala ke berapa antara mikrometer objektif dan okuler yang berhimpit lagi. ·Hitung besarnya skala okuler dengan rumus di atas.

cara kalibrasi cara mengukur mikroba

Penentuan ukuran mikroba -Lepaskan mikrometer objektif dari meja benda. -Ganti dengan preparat ulas yang telah disiapkan -Cari fokus dari preparat tersebut dengan perbesaran yang sama. -Hitung berapa panjang sel dengan menghitung skala mikrometer okuler. -Jika diperlukan hitung lebar sel dengan cara yang sama. Tabung lensa okuler dapat diputar dan dicari posisi yang pas. -Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya :

Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya : x skala okuler X hasil kalibrasi y skala okuler X hasil kalibrasi misal : 5 X 1,54 = 7,7 µm 2 X 1,54 = 3,08 µm · Menentukan jumlah mikroorganisme (enumerasi)
A. penghitungan jumlah bakteri hidup (tidak langsung) a.1. Plate Count (hitungan cawan) Plate count / viable count didasarkan pada asumsi bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah ditumbuhkan dalam media pertumbuhan dan lingkungan yang sesuai. Setelah diinkubasi, jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah mikroorganisme dalam suspensi tersebut. Koloni yang tumbuh tidak selalu berasal dari satu sel mikroorganisme karena beberapa mikroorganisme tertentu cenderung membentuk kelompok atau berantai. Berdasarkan hal tersebut digunakan istilah Coloni Forming Units (CFU’s) per ml. koloni yang tumbuh berasal dari suspensi yang diperoleh menggunakan pengenceran bertingkat dari sebuah sampel yang ingin diketahui jumlah bakterinya. Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut “ - Satu koloni dihitung 1 koloni.

missal 2.Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidah dihitung.1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0. . > 300 = TNTC (Too Numerous To Count) atau TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung). ..Jumlah koloni yang dilaporkan terdiri dari 2 digit yaitu angka satuan dan angka sepersepuluh yang dikalikan dengan kelipatan 10 (eksponensial). Perhitungan mengacu kepada standar atau peraturan yang telah ditentukan.1 ml SP = 0. < 30 = TFTC (Too Few To Count). Syarat-syaratnya sebagai berikut : .1 ml SP = 1 ml = 5x107 CFU’s / ml Koloni yang dipilih untuk dihitung menggunakan cara SPC memiliki syarat khusus berdasarkan statistic untuk memperkecil kesalahan dalam perhitungan.Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni. . .1 ml = 500 000 000 CFU’s / ml = 5x108 CFU’s / ml Pour plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0. Spread plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 0.Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung 1 koloni.Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni.Pilih cawan yang ditumbuhi koloni dengan jumlah 30-300 koloni.Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung 2 koloni. Cara menghitung sel relatif / CFU’s per ml CFU’s / ml = jumlah koloni X faktor pengenceran Misal : penanaman dilakukan dari tabung pengenceran 10 -6 dengan metode Spread Plate dan Pour Plate.3 X . .

Apabila setiap pengenceran digunakan dua cawan Petri (duplo). missal 2.4 X 104.34 X 104 menjadi 2. bukan 2. tetapi jumlah sebenarnya harus dicantumkan dalam tanda kurung. Hasil tersebut dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan besarnya faktor pengenceran.104. meskipun salah satu dari cawan duplo tersebut tidak memenuhi syarat diantara 30-300. atau 2.35 X 104 menjadi 2. masing-masing dari pengenceran rendah dan tinggi yang berurutan dengan jumlah koloni 30-300 dan hasil bagi dari jumlah koloni pengenceran tertinggi dan terendah ≤ 2.Bila diperoleh perhitungan >300 dari semua pengenceran. Misalnya dengan cara menghitung jumlahnya pada ¼ bagian (transek) cawan kemudian hasilnya dikalikan empat. Data yang dilaporkan adalah rata-rata dari kedua cawan duplo tersebut. tidak boleh diambil salah satu. . . . Jika hasil bagi dari pengenceran tertinggi dan terendah > 2 maka jumlah yang dilaporkan adalah dari cawan dengan pengenceran terendah. maka hanya dari pengenceran terendah yang dilaporkan.3 X 104 . maka jumlah angka yang digunakan adalah data dari kedua cawan.34 X 104. maka jumlah yang dilaporkan adalah nilai rata-rata.Bila diperoleh perhitungan kurang dari 30 dari semua pengenceran. maka hanya dari pengenceran tertinggi yang dilaporkan. pembulatan keatas dilakukan pada angka seperseratus yang sama atau lebih besar dari lima.Bila ada 2 cawan. .

bagan untuk mempersingkat syarat SPC .

dapat digunakan batang L atau glass beads. -Setelah tumbuh. -Dari 3 pengenceran terakhir diplating (ditanam) ke media NA (Nutrien Agar) atau PCA (Plate Count Agar) sebanyak dua kali tiap pengenceran (duplo). Metode MPN ini umumnya digunakan untuk menghitung jumlah bakteri pada air khususnya untuk . -Inkubasi pada suhu 30º C selama 1-2 x 24 jam. -Masukkan sampel ke tabung berisi 9 ml akuades untuk pengenceran pertama. MPN didasarkan pada metode statistik (teori kemungkinan).3 Prosedur perhitungan jumlah bakteri dengan metode Plate Count. Pola transek dapat dibuat bervariasi.2 Most Probable Number (MPN) Pendekatan lain untuk enumerasi bakteri hidup adalah dengan metode MPN.Penghitungan koloni pada cawan sebaiknya dibuat transek atau dibagi-bagi jika koloni yang tumbuh terlalu banyak. a. Transek dibuat dengan spidol/marker di bagian bawah cawan petri. Jika secara Spread Plate. koloni dihitung dengan persyaratan yang telah diuraikan di depan. Plating dapat secara Spread Plate atau Pour Plate. -Lakukan preparasi suspensi kepada sampel terlebih dahulu (swab.1. Penghitungan akan lebih mudah bila memakai Colony Counter. maserasi dan rinse) (jika perlu). lihat juga Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) a. tergantung kebutuhan. selanjutnya diencerkan sampai tingkat pengenceran (misalnya sampai 10-8) tertentu.

Ciri-ciri utamanya yaitu bakteri gram negatif. Pindahkan suspensi air sample sebanyak 10 ml ke masing-masing tabung seri pertama (3 tabung LBDS).2 %) per liternya. Media pada tabung adalah Lactose Broth yang diberi indikator perubahan pH dan ditambah tabung durham. Untuk sampel 1 ml dan 0. Apabila dipakai 3 tabung maka disebut seri 3. Atur kesembilan tabung menjadi 3 seri (seperti di gambar). peptone (5 gr). 2. Berdasar sifat coliform. batang pendek. maka bakteri ini dapat memfermentasikan laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi oleh berubahnya warna dan gas dalam tabung durham.mendeteksi adanya bakteri koliform yang merupakan kontaminan utama sumber air minum. Nilai MPN ditentukan dengan kombinasi jumlah tabung positif (asam dan gas) tiap serinya setelah diinkubasi.1 ml dimasukkan pada media LBSS (Lactose Broth Single Stregth) yang berkomposisi sama tapi hanya kadar laktosa setengah dari LBDS yaitu 5 gr. Cara kerja : 1. Untuk sampel sebanyak 10 ml ditumbuhkan pada media LBDS (Lactose Broth Double Stregth) yang memiliki komposisi Beef extract (3 gr). Kocok botol yang berisi air sampel. lactose (10 gr) dan Bromthymol Blue (0. Pemberian sampel pada tiap seri tabung berbeda-beda. dan jika dipakai 5 tabung maka disebut 5 seri. Sediakan 3 tabung berisi LBDS (9 ml tiap tabung) dan 6 tabung berisi LBSS (9 ml tiap tabung) lengkap dengan tabung durham. memfermentasi laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi dalam waktu 24 jam inkubasi pada 37º C. Sampel ditumbuhkan pada seri tabung sebanyak 3 atau 5 buah tabung untuk setiap kelompok. . secara aseptis. 3. tidak membentuk spora.

Misal : didapatkan kombinasi jumlah tabung positif : 321 maka jumlah bakteri coliform adalah 150 sel/100 ml. Penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (langsung) Penghitungan secara langsung dapat dilakukan secara mikroskopis yaitu dengan menghitung jumlah bakteri dalam satuan isi yang sangat kecil.4. Jumlah cairan . 5. Lihat tabung gas positif (asam dan gas . Alat yang digunakan adalah Petroff-Hauser Chamber atau Haemocytometer. lalu hitung tabung positif untuk tiap seri. A. secara aseptis. Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri kedua (3 tabung LBSS). harus ada keduanya). Tulis kombinasi tabung positif tiap seri (misal : 3 2 1). 6. secara aseptis. Inkubasi semua tabung pada suhu 37º C selama 48 jam. Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri ketiga (3 tabung LBSS). 7. Kombinasi angka tersebut lalu dicocokkan dengan tabel MPN untuk seri 3 sehingga diperoleh jumlah mikroba sebenarnya.

Dengan demikian satu kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil. Satu kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil. Tebal dari ruang hitung ini adalah 0. Satu kotak besar di tengah.yang terdapat antara coverglass dan alat ini mempunyai volume tertentu sehingga satuan isi yang terdapat dalam satu bujur sangkar juga tertentu. Ruang hitung terdiri dari 9 kotak besar dengan luas 1 mm². Sel nakteri yang tersuspensi akan memenuhi volume ruang hitung tersebut sehingga jumlah bakteri per satuan volume dapat diketahui. dibagi menjadi 25 kotak sedang dengan panjang 0. Luas kotak sedang : =pxl .1 mm.2 mm.

000004 cm3 = 4x10-6 ml Sel/ml : = jumlah sel/4x10-6 ml = (jumlah sel/4) x 106 = jumlah sel x (¼) x 106 = jumlah sel x 2.2 x 0. paling tidak sebanyak 5 kotak sedang (lebih banyak lebih baik).5 x 105 Kotak sedang : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 2. . Bersihkan Petroff-Hauser Counting Chamber atau Haemocytometer dengan alkohol 70 % lalu 3.004 mm3 = 20 x (1/4) x 106 Karena 1 ml = 1cm2 = 5 x 106 sel/ml Maka : = 0. 5. Letakkan alat hitung pada meja benda kemudian cari fokusnya pada perbesaran 40x10.2 = 0. Jika dalam satu kotak sedang terdapat sel-sel yang banyak dan bertumpuk maka perhitungan akan tidak akurat dan diperlukan pengenceran dengan perbandingan 1:5 atau 1:10.04 mm2 jadi misalnya diperoleh: Volume kotak sedang : 20 sel dalam satu kotak sedang = 0. Suspensi sel akan menyebar karena daya kapilaritas.5 x 105 Dengan perhitungan yang sama maka diperoleh rumus untuk kotak kecil : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 4 x 106 1. 6.004 mm3 = 0. Hitung sampel. 9. Letakkan cover glass di atas alat hitung. Lakukan perhitungan secara kasar apakah diperlukan pengenceran atau tidak. 7. Cara kerja (digunakan kotak sedang) : 2. 8.1 mm maka jumlah sel keseluruhan : = 0.= 0.04 mm2 x 0. Tambahkan ± 50 µl suspensi sel yeast (kira-kira 1 tetes) dengan cara meneteskan pada parit kaca pada alat hitung. Biarkan sejenak sehingga sel diam di tempat (tidak terkena aliran air dari efek kapilaritas). keringkan dengan tissue. 4.

html . Jika dilakukan pengenceran maka jumlah sel/ml dikalikan faktor pengenceran http://ekmon-saurus.com/2008/11/bab-6-menentukan-jumlahukuran-mikroba.Hasil perhitungan dirata-rata kemudian hasil rataan dimasukkan rumus untuk kotak sedang.blogspot.

PEWARNAAN BAB I PENDAHULUAN I.3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. 25 Maret 2009. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. basil. 2008). Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jimmo. tapi mewarnai latar belakang . seperti spirochaeta 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit. Makassar. struktur dan sifat-sifat yang khas. Universitas Hasanuddin. 2008).Tujuan hanya untuk melihat bentuk sel . Olek karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Rizki. spirilum.00. I. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte. substrat. pukul 14.Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) .1 Latar Belakang Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi.Ditujukan untuk bakteri yang sulit diwarnai. Untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme dengan cara pengecatan negatif. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. pengecatan negatif maupun pengecatan gram serta mengetahui morfologi mikroorganisme. kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Jurusan Biologi. Berdasarkan hal tersebut di atas. 2.Bakteri tidak diwarnai. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna. Untuk mengetahui morfologi mikroorganisme I. Pewarnaan negatif .2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : 1. pengecatan sederhana dan pengecatan gram. Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. 2008) : 1. Macam-macam pewarnaan (Yulneriwanti. dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro. Pewarnaan sedehana . 1990). dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam. kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. peluntur warna .17. sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati.30 WITA dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi. begitu pula dengan bakteri. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. 1994). maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme baik itu dengan cara pengecatan sederhana. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bekteri.

Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. sifat-sifat bakteri dalam membantu mengidentifikasinya.Untuk mewarnai struktur khusus/tertentu dari bakteri→ kapsul. Pw. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. yakni gram-positif dan gram-negatif.3. Pada uji pewarnaan Gram. Disebut demikian karena hanya digunakan satu jenis cat pewarna untuk mewarnai organisme.Contoh: Pw. Pewarnaan sederhana ini memungkinkan dibedakannya bakteri dengan bermacam-macam tipe morfologi (coccus. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. kuman perlu diwarnai. Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. spora. suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu. flagel dll Cara pewarnaan negatif . Pewarnaan khusus .Tujuan untuk membedakan antar bakteri . Pewarnaan diferensial . metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. sementara bakteri gram-negatif tidak. 2008). maka terjadinya . Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri.Sediaan hapus → teteskan emersi → lihat dimikroskop Untuk mempelajari morfologi. 2008). Gram. Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromofornya bersifat positif). ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae (filzahazny. Bakteri Tahan Asam 4. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. dsb) dari bahan-bahan lainnya yang ada pasa olesan yang diwarnai (Hadiotomo. struktur. vibrio.menggunakan lebih dari satu macam zat warna . 1990). Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. Pewarnaan negatif. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka (filzahazny. basillus. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia. Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. Kebanyakan bakteri telah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofil (suka akan basa). Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif dapat dilihat pada table berikut ini (filzahazny. 2008) : Bakteri Gram Positif Bakteri Gram Negatif Dinding Sel: Lapisan petidoglikan Lebih tebal Lebih tipis Kadar lipid 1-4% 11-22% Resistensi terhadap alkali (1% KOH) Lebih pekat Larut Kepekaan terhadap Yodium Lebih peka Kurang peka Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin Resistensi terhadap tellurit Lebih tahan Lebih peka Sifat tahan asam Ada yang tahan asam Tidak ada yang tahan asam Kepekaan terhadap penisilin Lebih peka Kurang peka Kepekaan terhadap streptomisin Tidak peka Peka Teknik pewarnaan Pewarnaan sederhana.

Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. Minyak imersi. radiasi UV serta bahan-bahan kimia. tahan terhadap panas. 1990) : .Bersifat lebih rentan terhadap penisilin. Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu (Volk & Wesley. Ukuran dan letak endospora di dalam sel merupakan ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan spesies-spesies bakteri yang Membentuknya (Dwidjoseputro. 1998): 1.10% dari berat kering. berlapis tunggal atau monolayer. kekeringan. Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang tebal dan keras. Struktur di dalam sel pada tempat-tempat yang khas dibentuk oleh spesies ini disebut endospora.lampu spritus .wadah baskom. Tissue roll. Biakan Salmonella typii.2 Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah Aquadest steri.Lebih resisten terhadap gangguan fisik. Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu (Hadiotomo. 1989). sukar untuk dihilangkan. Biakan Bacillus cereus. pewarna yang sesuai dapat menembus endospora. Alcohol 70 %.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit. Gram C (Alkohol asam).Struktur dinding selnya tipis.Struktur dinding selnya tebal. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin BAB III METODOLOGI III. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. sekitar 15-80 nm. . gegep kayu. Membuat preparat olesan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii lalu fiksasi dengan pembakar spirtus. Sifat-sifat ini menyebabkan dibutuhkannya perlakuan yang keras untuk mewarnainya.Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. objek gelas. 2. botol semprot . . Spirtus. Meneteskan larutan Kristal violet diatas olesan preparat tersebut sebanyak 1-2 tetes dan membiarakan selama 1-2 menit. peptidoglikan terdapat didalam lapisan kaku. 3. Gram B (larutan lugol).Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. . Gram D (Safranin). . .Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu.Tidak resisten terhadap gangguan fisik.penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. . 1990). sekitar 10 – 15 mm. korek api. Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu (Hadiotomo.pipet tetes.Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). . lBiakan Eschericia coli. 1 Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah mikroskop. sebelah dalam dengan jumlah sedikit . dan hand sprayer III. Endospora dapat bertahan hidup dalam keadaan kekurangan nutrien. tidak mengandung asam tekoat. . Hanya bila diperlukan panas yang cukup. berlapis tiga atau multilayer. 4. Mengandung asam tekoat. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (Hadiotomo. ose bulat. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. . Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. Pengecatan Sederhana 1. Larutan nigrosin (tinta cina).3 Prosedur Kerja A. 1990) : . Gram A (Kristal violet). Tetapi sekali pewarna memasuki endospora.± Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%). .Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. III. 2.

Pada pengecatan sederhana digunakan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii. Setelah pengamatan dibawah mikroskop diperoleh preparat mikroba berwarna hitam sedangkan bakteri sendiri tidak berwarna (berwarna putih) dan berbentuk basil (batang). Pengecatan Negatif 1. Setelah pengecatan diperoleh bakteri tersebut berwarna ungu. 5. Pengecatan Negatif Pada pengecatan ini digunakan cat asam nirosin (tinta cina). Mengambil 1 ose yang digunakan umntuk mengambil biakan. 5. Mengamati dibawah mikroskop dengan menggunakan pembesaran 100x dan minyak imersi. membiarkan selama 1 menit. 2. C. Pengecatan Gram Pengecatan gram termasuk pengecatan diferensial yang digunakan untuk membedakan bakteri gram negative dan bakteri gram positif. 6. 3. yang berarti bakteri tersebut menyerap zat warna cat tersebut sehingga Nampak pada mikroskop. Meneteskan larutan gram A sebanyak 2-3 tetes pada olesan bakteri. 2. Mencuci dengan air mengalir sampai sisa cat tercuci habis.1 Hasil IV. selanjutnya menarik objek gelas tersebut dengan arah yang berlawanan hingga membentuk film tipis. Membersihkan gelas objek dengan alcohol 70 % agar bebas lemak. 4. Menggambar dan mencatat hasil yang diamati. B. B. Membiarkan hingga mengering lalu mengamati diubawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi. kemudian mengeringkan dengan hati-hati mengunakan tissue roll.. Meneteskan larutan gram B. Eshcericia coli dan Salmonella typii lalu fiksasi pada pembakar spirtus. Menggambar dan mencatat hasil pengamatan. Mencuci dengan air dan keringkan. 9.3. membiarkan selama 1 menit. Zat warna yang umunya digunakan yakni yang bersifat alkalin (kromatofornya bermuatan +). Mencuci dengan air mengalir dan mengeringkan dengan tissue roll dengan hati-hati. C. 8. Mencuvi dengan air dan keringkan. dan tata letak sel. Menetesi dengan larutan gram D. Meneteskan larutan gram C. C. membiarkan selama 30 detik. 5. Pada pengecatn ini digunakan 3 jenis bakteri yaitu Bacillus cereus. bentuk. Pengecatan ini menggunakan 4 jenis larutan yaitu . Pengecatan Sederhana Pengecatan sederhana digunakan untuk memperlihatkan atau memperjelas kontras antara sel dan latar belakangnya sehingga dapat mempertajam bentuk dari sel-sel mikroba itu sendiri. Pengecatan ini dilakukan untuk mewarnai latar belakang preparat sedangkan bakteri sendiri tidak terwarnai serta untuk mengamati ukuran. Menyiapkan preparat olesan bakteri Bacillus cereus. 4. Salmonella typii dan Eshericia coli. Mengamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. mencuci dengan air dan mengeringkan dengan tissue. meletakkan biakan pada objek gelas kemudian mencampur dengan 1-2 tetes nigrosin.2 Pembahasan A. 7.®Dengan menggunakan objek gelas lain menyentuhkan sisi objek gelas tersebut pada sampel tersebut sehingga membentuk sudut 300 4. 3. membiarkan selama 30 detik. Pengecatan Gram 1. dengan cara mewarnai sel-sel mikroba dengan zat warna khususnya warna Kristal violet.

diakses pada tanggal 14 April 2009. www.. http ://Pembuatan PReParAT dan PengeCaTAnnyA _ BLoG KiTa. Mikrobiologi Dasar Jilid I. 2008..Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel bakteri dengan menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal violet. larutan iodine sebagai pengintensifan cat utama. 2008. DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro. Sedangkan bakteri Eschericia coli bersifat gram negative karena tidak dapat mengikat kuat cat utama dan dapat diwarnai oleh cat lawan yakni merah dari pewarna safranin. Jakarta : Pt Gramedia. 2008.2 Saran Saran untuk laboratorium agar percobaan berikutnya keanekaragaman bakteri yang digunakan dapat bertambah lagi sehingga hasil yang diperoleh dapat bervariasi. . Makassar. diakses pada tangan 04 April 2009. Rizki.Bakteri gram negatif pada teknik pewarnaan akan menghasilkan warna merah dan bakteri gram positif akan menghasilkan warna ungu. Makassar.. Makassar.kuliah. diakses pada tanggal 04 April 2009.com/2009/04/19/teknik-pewarnaanmikroorganisme/ . . pada saat bakteri Gram positif ditambahkan dengan kristal violet maka gram positif akan mengabsorbsi larutan tersebut hanya pada dinding sel.pdf. Ratna Siri.di akses pada tanggal 08 maret 2009. Makassar. Wesley A dan Margareth F.htm. alcohol asam untuk pencucian dan safranin sebagai cat penutup.fkugm2008. Makassar. Malang : Djambatan.com/wp-content/uploads/HSC/1.Pewarnaan mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara yaitu dengan pengecatan gram. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. pewarnaan gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+) dan gram (-) dengan lebih dari satu zat warna sedangkan pewarnaan negative berguna untuk mewarnai latar belakang preparat dan bakteri sendiri tidak terwarnai.. http ://ngecat bakterimakul-rizki.html. Volk. http://01-bakteri. pemberian alkohol menyebabkan pori-pori dinding sel mengecil sehingga warna ungu tertahan di dalam sel disebabkan oleh rendahnya kandungan lipid. Filzahazny.com/Penganta-tentang-bakteri. Berdasarkan percobaan diperoleh Bacillus cereus dan Salmonella typii bersifat gram positif yang berarti bakteri dapat mengikat dengan kuat cat utama cristal violet berwarna ungu. Perbedaan gram (+) dan gram (-) Sifat Gram (+) Gram (-) • Komposisi Kandungan lipid rendah Kandungan lipid tinggi • Ketahanan terhadap penisilin Lebih sensitif Lebih tahan • Penghambatan warna Lebih dihambat Kurang dihambat • Ketahanan terhadap fisik Lebih tahan Kurang tahan • Kebutuhan Nutrien Kompleks Relatif BAB V PENUTUP V. Jakarta : Erlangga. D. Hadiotomo. 1989. Yulneriwanti.. .. http:/wordpress.Kristal violet sebagai cat utama. Jimmo.2x/6/Praktikum6. V. dengan pemberian larutan lugol maka kristal violet akan masuk sampai ke inti sel. pengecatan sederhana dan pengecatan negative.mht.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : . http://firebiology07.html.. 1990.. 2008. Wheeler.com/2008/02/materi. Fauziah.. diakses pada tanggal 08 Maret 2009. 1998.wordpress.blogspot.

bertambah besar atau bertambah berat. Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba (Sofa.2 Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini selain untuk melengkapi tugas mikrobiologi. ukuran koloni yang semakin besar atau subtansi atau masssa mikroba dalam koloni tersebut semakin banyak.ilmu mikrobiologi oligodinamik BAB I PENDAHULUAN 1. juga agar pembaca dapat memahami dan mengetahui bagaimana factor-faktor lingkunagan mempengaruhi pertumbuhan mikrobe. pertumbuhan pada mikroba diartikan sebagai pertambahan jumlah sel mikroba itu sendiri.3 Rumusan masalah Rumusan masalah pada makalah ini adalah: . Pada organisme bersel satu pertumbuhan lebih diartikan sebagai pertumbuhan koloni. Pertumbuhan merupakan suatu proses kehidupan yang irreversible artinya tidak dapat dibalik kejadiannya. Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran. pertambahan ukuran sel. pertambahan berat atau massa dan parameter lain. yaitu pertambahan jumlah koloni. misalnya kita makhluk makro ini dikatakan tumbuh ketika bertambah tinggi.Bagaimana pengaruh faktor abiotik terhadap pertumbuhan mikrobe? . 1.Bagaimana pengaruh faktor kimia terhadap pertumbuhan mikrobe? . 2008). 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran atau subtansi atau masa zat suatu organisme. maka dibutuhkan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. Dalam pertumbuhannya mikroorganisme membutuhkan kondisi lingkungan yang dapat mendukung proses perkembangbiakkannnya. diikuti pertambahan jumlah.

optimum. yaitu: .  · Laju Kematian Termal {Thermal Death Rate) adalah kecepatan Kematian mikrobe akibat pemberian temperatur. mikrobe dapat dibagi menjadi tiga golongan utama. Pengaruh Temperatur Temperatur merupakan salah satu faktor yang penting di dalam kehidupan. Hal ini karena bahwa tidak semua spesies mati bersama-sama pada suatu temperatur tertentu. Faktor-faktor Alam Faktor-faktor alam terdiri dari: 1. Sedangkan temperatur yang paling baik bagi kegiatan hidup dinamakantemperatur optimum.  · Waktu Kematian Termal (Thermal Death Time) merupakan waktu yang diperlukan untuk membunuh suatu jenis mikrobe pada suatu temperatur yang tetap.1 FAKTOR ABIOTIK YANG MEMPENGARUHI MIKROBE A. Temperatur minimum adalah nilai paling rendah dimana kegiatan mikrobe -dapat berlangsung.Bagaimana pengaruh faktor biotik terhadap pertumbuhan mikrobe? BAB II PEMBAHASAN 2. Beberapa jenis mikrobe dapat hidup pada daerah temperatur yang luas sedang jenis lainnya pada daerah yang terbatas.. Berdasarkan pada daerah aktivitas temperatur. Untuk menentukan temparatur maut bagi mikrobe. Pada umumnya batas daerah temperatur bagi kehidupan mikrobe terletak antara 0°C90°C. Temperatur maksimum adalah temper tertinggi yang masih dapat digunakan untuk aktivitas mikroba. minimum. dan maksimum.tetapi pada tingkatan kegiatan fisiologi yangpaling minimal. ada beberapa pedoman seperti berikut ini:  · Temperatur maut/Titik Kematian Termal {Thermal Death Point) adalah temperatur serendah-rendahnya yang dapat membunuh mikrobe yang berada di medium standar selama 10 menit pada kondisi tertentu. dan kita kenal ada temperatur.

Kebanyakan dari golongan ini tumbuh ditempat-tempat dingin. dengan temparatur optimum 10 -15°C. yakni golongan mikrobe yang dapat tumbuh pada 0 – 30°C. adalah golongan mikroba yang dapat hidup dengan baik temperatur 5 – 60°C. baik di daratan maupun di lautan  Mikrobe mesofil (mesotermik). yaitu golongan mikroba yang tumbuh ada temperatur 40 – 80 °C. Nilai a untuk bakteri pada umumnya terletak di antara 0. Mikrobe psikrofil/ karyofil (oligotermik).99. atau 1/100 dari kelembaban relatif.75. Kadar air bebas di dalam larutan (a ) merupakan nilai perbandingan antara tekanan uap air larutan dengan tekanan uap air murni. sedang temperatur optimumnya 25 – 40°C. sedangkan bakteri halofilik mendekati 0. Pengeringan secara perlahan-lahan menyebabakan perusakan sel akibat pengaruh tekanan osmosis dan pengaruh lainnya dengan naiknya kadar zat terlarut. 2. w w Adapun syarat-syarat yang menentukan matinya bakteri karena kekeringan antara lain adalah: • Pengeringan dalam keadaan terang pengaruhnya lebih buruk daripada dalam gelap. Keadaaan kekeringan menyebabkan proses pengeringan protoplasma. Umumnya mikroba mesotermik hidup dalam alat pencernaan. .  Mikrobe termofil (palitermik). dan temperatur optimumnya 55 -65°C Golongan mikrobe ini terutama terdapat di sumber-sumber air panas dan tempat-tempat lain yang bertemperatur tinggi. yang berakibat berhentinya kegiatan metabolisme.90 – 0. sedangkan untuk jamur dan aktinomisetes memerlukan kelembaban yang rendah di bawah 80%. • Pengeringan pada suhu tubuh (37°C) atau temperatur kamar (± 26°C) lebih jelek daripada pengeringan pada temperatur titik beku • Pengeringan pada udara efeknya lebih buruk daripada di dalam vakum atau di tempat yang berisi nitrogen. Pada umumnya untuk pertumbuhan ragi dan bakteri diperlukan kelembaban yang tinggi di atas 85%. Pengaruh Kebasahan dan Kekeringan Mikrobe mempunyai nilai kelembaban optimum.

Pengaruh Perubahan Nilai Osmotik Pada umumnya larutan hipertonik menghambat pertumbuhan mikrobe karena dapat menyebabkan plasmolisis.Untuk memecahkan bakteri diperlukan pengguncangan 9. 3. gula. golongan ini bersifat haloduri 4. Proses-proses ini sering digunakan untuk melepaskan enzim-enzim dan endotoksin yang terkandung di dalam bakteri. dan sebagainya. Medium yang paling cocok bagi kehidupan mikrobe adalah medium yang isotonik terhadap isi sel mikrobe. Berdasarkan hal ini.• Bakteri yang dalam medium susu. Mengguncang-guncangkan bakteritidak membawa kematian.000 kali per detik. bahkan beberapa mikrobe dapat bertahan di dalam substrat dengan kadar garam sampai 30%. Pengaruh Sinar Pada umumnya sel mikroorganisme rusak akibat cahaya. Untuk menghentikan pembiakan bakteri diperlukan tekanan 600 atm. hal ini dinamakan plasmoptisis. Sebaliknya. Beberapa mikrobe dapat menyesuaikan diri terhadap kadar garam atau kadar gula yang tinggi. protoplasma serta komponen-komponen sel . kecuali kalau bakteri itu dicampur dengan benda keras. misal ragi yang osmofil (dapat tumbuh padaz kadar garam tinggi). Pada umumnya.000 atm. tanah radiolaria. Sedangkan sinar dengan gelombang panjang mempunyai daya fotodinamik dan daya biofisik. Pengaruh Penghancuran secara Mekanik Pengaruh tekanan udara terhadap kehidupan bakteri sangat kecil. daging kering dapat bertahan lebih lama daripada pada gesekan pada kaca obyek. seperti pecahan kaca. dan untuk mematikan diperlukan tenaga sebesar 6. misalnya cahaya matahari. Larutan garam atau larutan gula yang agakpekat mudah menyebabkan plasmolisis. terutama pada mikrobe yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik. 5. dan untuk membunuh sporanya diperlukan tekanan 12. mikrobe yang ditempatkan di air suling (aquades) akan kemasukan air sehingga dapat menyebabkan pecahnya sel mikrobe tersebut. tanah foraminifera. Sinar dengan gelombang pendek akan berpengaruh buruk terhadap mikrobe.000 atm. maka pembuatan suspensi bakteri dengan menggunakan air murni tidak dapat digunakan. Bila energi radiasi diabsorpsi oleh sel mikroorganisme akan menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel.

2. • Biia untuk membunuh spora kuman biasanya bersifat mudah menguap sehingga ventilasi ruangan perlu diperhatikan. Fenol dan Senvawa-senyawa Sejenis . Disinfektan yang sudah menunjukkan tanda-tanda pengeruhan atau pengendapan harus diganti dengan yang baru. dimana pada konsentrasi yang kecil saja dapat membunuh mikrobe dinamakan daya oligodinamik. alat-alat yang didisinfeksi jangan diangkat sebelum waktunya. Tetapi garam dari logam berat ini mudah merusak kulit.2 Faktor-Faktor Kimia 1. b. • Pengenceran disinfektan harus sesuai dengan yang dianjurkan dan setiap kali harus dibuat pengenceran baru. merusak alat-alat yang terbuat dari logam. • Sebaiknya disinfektan yang dipakai bersifat membunuh (germisida). Zr dan Cu. • Sebaiknya menyediakan hand lotion untuk merawat tangan setelah berkontak dengan disinfektan. As. dan harganya mahal. Logamlogam berat yang umum dipakai adalah Hg. Logam-logam Berat Logam berat berfungsi sebagai antimikrobe oleh karena dapat mempresipitasikan enzim-enzim atau protein esensial dalam sel.hanya dapat diselidiki lebih lanjut jika ada dalam keadaan lepas sel {cell free system). Beberapa Disinfektan dan Antiseptik a. Ag. Daya antimikrobe dari logam berat. sehingga seluruh permukaan alat tersebut dapat berkontak dengan disinfektan. Penggunaan Antiseptik dan Disinfektan Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada disinfeksi secara kimia: • Rongga yang cukup diantara alat-alat yang didisinfeksi. • Lamanya disinfeksi harus tepat. 2.

tetapi untuk spora tidak. Menurut ketentuan. dan enzim-enzim akan diinaktifkan oleh alkohol. untuk mencegah timbulnya infeksi pascabedah. Fenol merupakan standar pembanding untuk menentukan aktivitas atau khasiat suatu disinfektan. Alkohol 50 – 70% banyak dipergunakan sebagian disinfektan. Alkohol Alkohol merupakan zat yang paling efektif dan dapat diandalkan untuk sterilisasi dan disinfeksi. Alkohol mendenaturasikan protein dengan jalan dehidrasi. membran sel sel akan rusak. sehingga disinfektan menjadi lebih menarik. Oleh karena itu. Pada konsentrasi yang rendah (2 -4%). Waktu yang diperlukan untuk membunuh sel-sel vegetatif cukup 10 menit. daya bunuhnya disebabkan karena fenol mempresipitasikan protein secara aktif. diantara ketiga jenis alkohol tersebut isopropil alkohol adalah yang paling banyak digunakan. Karbol adalah nama lain dari fenol. Kresol (kreolin) lebih baik khasiatnya dari pada fenol. d . Konsentrasi di atas 90% atau di bawah 50% biasanya kurang efektif kecuali untuk isopropil alkohol yang masih tetap efektif sampai konsentrasi 99%. dan juga merupakan pelarut lemak. efeknya menjadi lebih baik. c. Larutan formaldehid (CH O) 20% dalam 652 . dan isopropanol (CH ) CHOH).etanol (CH CH OH). semakin tinggi berat molekulnya. Yang banyak dipergunakan dalam praktek adaiah larutan alkohol 70 – 80% dalam air. Oleh karena itu. Etanol murni kurang daya bunuhnya terhadap mikrobe. Jika dicampur dengan air murni.Fenol (asam karbol) untuk pertama kalinya dipergunakan Lister di dalam ruang bedah sebagai germisida. Aldehid 3 3 2 3 2 Cara bekerjanya aldehid ialah dengan cara membunuh sel mikroba dengan mendenaturasikan protein. semakin meningkat pula daya disinfektannya. lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan lainnya. Lisol adalah disinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol. dan selain itu juga merusak membran sel dengan cara menurunkan tegangan permukaannya. Ada 3 jenis alkohol yang dipergunakan sebagai disinfektan. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap. yaitu metanol (CH OH).

Senyawa tersebut bersifatnontoksik dan tidak iritatif bagi manusia. maka alat-alat tersebut harus dibilas dulu sebelum dipakai. Mycobacterium tuberculosis dan virus dalam waktu 10 menit. misalnya derivat akridin dan zat warna rosan Akriflavin (campuran derivat akridin dengan senyawa I mempunyai spektrum aktivitas yang luas. Sayangnya kebanyakan senyawa klorin diinaktifkan bahan-bahan organik dan beberapa katalisator logam. Zat Warna 2 2 2 2 2 2 Beberapa zat warna dapat menghambat pertumbuhan kur (bakteriostatik). g. Akan tetapi karena meninggalkan residu. Sudah lama klorin dikenal sebagai deodoran dan disinfektan yang sangat baik. Yodium Larutan yodium. Stafilokokus dan Iainlain sel vegetatif akan dimatikan dalam waktu 5 menit. Senyawa lain aldehid. sedangkan untuk membunuh spora diperlukan 3-12 jam. f. Deterjen . dan telah lama dipergunakan untuk mengobati infeksi traktus urinar Mekanisme kerjanya disebabkan karena akridin mampu bere dengan ADN mikrobe. dengan reaksi kimia sebagai berikut : 2 H O —► 2 H O + O h.70% alkohol merupakan cairan pensteril yang sangat baik apabila aiat-alat direndam selama 18 jam.5 atau lebih. yakni glutaraldehid merupakan solusi seefektif formaldehid. terutama bila pHnya 7. Molekulnya tidak stabit dan apabila dipanaskan akan teurai menjadi air dan oksigen. Klorin dijadikan standar pengolahan air minum di seluruh lingkungan. Klor dan Senyawa Klor Klorin bebas memiliki warna khas (hijau) dan bau yang tajam. Peroksida Peroksida hidrogen (H O ) merupakan antiseptik yang efektif nontoksik. baik dalam air maupun dalam alkohol bersifat sangat antiseptik dan telah lama dipakai sejak lama sebagai antiseptik kulit sebelum proses pembedahan. e. i.

http://asepwandi. Antibiotika tersebar di alam. dan memegang peranan penting dalam mengatur populasi mikrobe dalam tanah. air.Penggunaan obat ini bila tidak dengan aturan. Penicillium. j. k. Pneumococcus. Terutama bakteri yang bersifat Gram positif. Mtkrobe yang peka terhadap suifonamida. akan menimbulkan gejala-gejala alergi dan berakibat kekebalan bagi mikrobe-mikrobe tertentu. limbah. Gonococcus. Sejak lama obat pencuci yang mengandung ion (deterjen) banyak digunakan sebagai pengganti sabun.Sabun biasa tidak banyak khasiatnya sebagai zat pembunuh bakteri (bakterisida). dan Meningococcus. kebanyakan dari genus Bacillus. Antibiotika berbeda dalam susunan kimia dan cara kerjanya. Antibiotika yang kini banyak digunakan. antara lain Streptococcusyang mengganggu tenggorokan. tetapi kalau dicampur dengan heksaklorofen daya bunuhnya menjadi besar sekali. Antibiottka Antibiotika adalah suatu substansi (zat-zat) kimia yang diperoleh dari atau dibentuk dan dihasilkan oleh mikroorganisme. melainkan juga merupakan bakterisida. Suifonamida Sejak tahun 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan tidak memiliki sifat tidak merusak jaringan manusia. dan Streptomyces.com/ilmu-mikrobiologi-oligodinamik/ . dan kompos.wordpress. dan zat-zat itu dalam jumlah yang sedikit pun mempunyai daya penghambat kegiatan mikroorganisme yang lain. Deterjen tidak hanya bersifat bakteriostatik.

terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida 3. terdiri atas sfingolipid. terdiri atas lipoprotein dan glikolipid 4. Gliserida. Ada dua macam asam lemak yaitu: 1. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) . Adapun rumus umum dari asam lemak adalah: CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. Fungsi lipid Ada beberapa fungsi lipid di antaranya: 1. steroid dan malam Asam lemak Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Sebagai penyusun struktur membran sel Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran material-material. Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap 1. 1. Asam lemak. sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis Jenis-jenis lipid Terdapat beberapa jenis lipid yaitu: 1. Sebagai hormon dan vitamin Hormon mengatur komunikasi antar sel. 3. Lipid kompleks. terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh 2. Non gliserida.Pendahuluan Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam pelarut-pelarut organik. Sebagai cadangan energi Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa 1.

15 20:4D5.12. .11. Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak).Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap Struktur asam lemak jenuh Struktur asam lemak tak jenuh Asam-asam lemak penting bagi tubuh Simbol Nama numerik Umum Struktur Keterangan Sering terikat dengan atom N terminal dari membran plasma bergabung dengan protein sitoplasmik Produk akhir dari sintesis asam lemak mamalia 14:0 Asam miristat CH3(CH2)12COOH 16:0 Asam palmitat CH3(CH2)14COOH 16:1D9 Asam palmitolea CH3(CH2)5C=C(CH2)7COOH t Asam stearat Asam oleat Asam linoleat Asam linolenat CH3(CH2)16COOH CH3(CH2)7C=C(CH2)7COOH CH3(CH2)4C=CCH2C=C(CH2)7CO Asam lemak esensial OH CH3CH2C=CCH2C=CCH2C=C(C Asam lemak esensial H2)7COOH 18:0 18:1D9 18:2D9.12 18:3D9.1 4 Assam CH3(CH2)3(CH2C=C)4(CH2)3COO Prekursor untuk sintesis arakhidon H eikosanoid at Asam oleat Asam Asam stearat arakhidonat Beberapa contoh struktur asam lemak Gliserida netral (lemak netral) Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol.8.

Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1. Struktur trigliserida sebagai lemak netral Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida. Lemak Umumnya diperoleh dari hewan Berwujud padat pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak jenuh Minyak Umumnya diperoleh dari tumbuhan Berwujud cair pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak tak jenuh Fosfogliserida (fosfolipid) Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Penggunaan fosfogliserida adalah: 1. Lipoprotein . Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida. Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah: 1. 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. 1. 2. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak. Sebagai komponen penyusun membran sel Sebagi agen emulsi Struktur dari fosfolipid Fosfolipid bilayer (lapisan ganda) sebagai penyusun membran sel Lipid kompleks Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid. jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida.

Ilustrasi peran masing-masing dari 4 klas besar lipoprotein Lipid non gliserida Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. 25% dari lipid merupakan sfingolipid. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid. VLDL (very low – density lypoproteins) VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak 1. Sfingolipid Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak. kecuali ginjal 1. Struktur kimia sfingomielin (perhatikan 4 komponen penyusunnya) Kolesterol Selain fosfolipid. Kilomikron Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain. kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma. Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul non gliserol. HDL (high – density lypoproteins) HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati. steroid. Pada manusia. Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf.Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein. 4. 3. Gabungan lipid dengan protein (lipoprotein) merupakan contoh dari lipid kompleks Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid. kolesterol dan malam. Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapa hormon. 2. LDL (low – density lypoproteins) LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer 1. yaitu: Perbandingan komposisi penyusun 4 klas besar lipoprotein 1. .

Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini. Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke. Malam sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit. Bagian polar berada di sisi luar. penanganan penyakit arthritis rematoid. yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah karena arteri menyempit. Kortison Malam/lilin (waxes) Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. misalnya testosteron dan progesteron. Progesteron dan testosteron Steroid lainnya adalah kortison. Struktur miselus. yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). penurunan kemampuan untuk meregang. rambut dan lain-lain. Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri.Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri. Secara ringkas. gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. sedangkan bagian non polar berada di sisi dalam . Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat. Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam Metabolisme lipid Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral. hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol. asthma. gangguan pencernaan dan sebagainya. Struktur dasar darikolesterol Kolesterol merupakan bagian dari membran sel Steroid Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid. selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. Karena larut dalam air. Malam merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang.

Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. jika kebutuhan energi sudah mencukupi. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid. asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida. kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam lemak dan gliserol. maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang.Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air. sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan adiposa. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut. trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan. Selanjutnya kolesterol mengalami . Di sisi lain. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol. Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi. Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis. Perhatikan fungsi kilomikron sebagai pengangkut trigliserida Simpanan trigliserida pada sitoplasma sel jaringan adiposa Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa. Struktur kilomikron. Selanjutnya kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava. Secara ringkas. maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit). Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein. hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi. asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty acid/FFA). untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis.

Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. Proses ini dinamakan ketogenesis. Gliserol Kolesterol Aseto asetat hidroksi butirat Aseton Steroid Steroidogenesis Kolesterogenesis Ketogenesis Diet Lipid Karbohidrat Protein .steroidogenesis membentuk steroid. hidroksi butirat dan aseton). Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian.

Gliserol ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. Pada tahap awal. Selanjutnya senyawa ini masuk ke dalam rantai .Asam lemak Trigliserida Asetil-KoA Esterifikasi Lipolisis Lipogenesis Oksidasi beta Siklus asam sitrat ATP CO2 H 2O + ATP Ikhtisar metabolisme lipid Metabolisme gliserol Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat.

suatu produk antara dalam jalur glikolisis. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin. asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. dengan rumus (CH3)3N+-CH2-CH(OH)-CH2-COO-. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta. Reaksi-reaksi kimia dalam metabolisme gliserol Oksidasi asam lemak (oksidasi beta) Untuk memperoleh energi. Membran mitokondria interna Karnitin palmitoil transferase II Karnitin Asil karnitin translokase KoA Karnitin Asil karnitin Asil-KoA . Dengan adanya ATP dan Koenzim A. asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase). Aktivasi asam lemak menjadi asil KoA Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang.respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat. asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta.

Asil karnitin Beta oksidasi Membran mitokondria eksterna ATP + KoA AMP + PPi FFA Asil-KoA Asil-KoA sintetase (Tiokinase) Karnitin palmitoil transferase I Asil-KoA KoA Karnitin Asil karnitin Mekanisme transportasi asam lemak trans membran mitokondria melalui mekanisme pengangkutan karnitin .

(2P) Setelah berada di dalam mitokondria. Setelah menjadi bentuk aktif. barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna mitokondria. Dalam proses oksidasi ini. delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA . oksidasi beta dan siklus asam sitrat Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan. karbon β asam lemak dioksidasi menjadi keton. Perhatikan bahwa setiap proses pemutusan 2 atom C adalah proses oksidasi β dan setiap 2 atom C yang diputuskan adalah asetil KoA. Setelah menjadi asil karnitin. Selanjutnya asetil KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. Oksidasi karbon β menjadi keton Keterangan: Frekuensi oksidasi β adalah (½ jumlah atom C)-1 Jumlah asetil KoA yang dihasilkan adalah (½ jumlah atom C) Oksidasi asam lemak dengan 16 atom C. • • • Dalam oksidasi beta. diangkat 2 atom C dengan hasil akhir berupa asetil KoA. Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA.Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut: • • Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase. Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar. Aktivasi asam lemak. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan proses dan pada setiap proses. Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P (+2P) 2. asil-KoA akan mengalami tahap-tahap perubahan sebagai berikut: 1.

yaitu 4 kali oksidasi beta. Proses perubahan asetilKoA menjadi benda-benda keton dinamakan ketogenesis. Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asil-KoA yang telah kehilangan 2 atom C. Karena asam lemak memiliki 10 atom C. Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan 10 atom C. Gambar Lintasan kolesterogenesis . L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total energi satu kali oksidasi beta adalah 5P. Penghitungan energi hasil metabolisme lipid Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh oksidasi beta suatu asam lemak. Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Kreb’s yang masing-masing akan menghasilkan 12 ATP. sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP. Dengan demikian sebuah asam lemak dengan 10 atom C. maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA. akan dimetabolisir dengan hasil -2 ATP (untuk aktivasi) + 20 ATP (hasil oksidasi beta) + 60 ATP (hasil siklus Kreb’s) = 78 ATP. Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat. berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP. hidroksi butirat dan aseton dikenal sebagai badan-badan keton. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P(+3P) 4. Proses ketogenesis Lintasan ketogenesis di hati Sebagian dari asetil KoA dapat diubah menjadi kolesterol (prosesnya dinamakan kolesterogenesis) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk disintesis menjadi steroid (prosesnya dinamakan steroidogenesis).3. maka kita memerlukan energi 2 ATP untuk aktivasi. Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C. Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat. Aseto asetat. dan energi yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2 dikurangi 1. selanjutnya asetoasetat berubah menjadi hidroksi butirat dan aseton. maka asil-KoA yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena membentuk asetil KoA.

kelebihan asetil KoA dikonversi menjadi ester asam lemak. Pada manusia. NADPH digunakan untuk sintesis. Trigliserida akan dipecah menjadi gliserol dan asam lemak. Dinamika lipid di dalam sel adiposa. Tahap-tahap sintesis asam lemak Penyimpanan lemak dan penggunaannya kembali Asam-asam lemak akan disimpan jika tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Semua sintesis terjadi di dalam kompleks multi enzim-fatty acid synthase. Gliserol 3-fosfat dibutuhkan untuk membuat trigliserida. Akibatnya.Sintesis asam lemak Makanan bukan satu-satunya sumber lemak kita. Semua organisme dapat mensintesis asam lemak sebagai cadangan energi jangka panjang dan sebagai penyusun struktur membran. Sedangkan asam lemak pun akan dioksidasi untuk memenuhi kebutuhan energi pula (lihat oksidasi beta). Adapun tahap-tahap penyimpanan tersebut adalah: Asam lemak ditransportasikan dari hati sebagai kompleks VLDL. Tahap-tahap sintesis asam lemak ditampilkan pada skema berikut. Gliserol dapat menjadi sumber energi (lihat metabolisme gliserol). . Sintesis asam lemak sesuai dengan degradasinya (oksidasi beta). ACP (acyl carrier protein) digunakan selama sintesis sebagai titik pengikatan. kita tak dapat menyimpan lemak jika tak ada kelebihan glukosa di dalam tubuh. Ini harus tersedia dari glukosa. Asam lemak kemudian diubah menjadi trigliserida di sel adiposa untuk disimpan. Sintesis asam lemak terjadi di dalam sitoplasma. Tempat penyimpanan utama asam lemak adalah jaringan adiposa. maka simpanan trigliserida ini dapat digunakan kembali. Perhatikan tahap-tahap sintesis dan degradasi trigliserida Jika kebutuhan energi tidak dapat tercukupi oleh karbohidrat.

genetik dan morfologi yang sering penting untuk menggambarkan sebuah takson. takson) tetapi penyusunan taksonomi mikroorganisme mensyaratkan diidentifikasi sebagai mana mestinya dan diberi nama. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarkan dengan taksonomi. yakni tentang pengklasifikasian penamaan dan pengidentifikasian mikroorganisme. Menyusun sistematik dalam dunia mikroorganisme bukanlah pekerjaan yang mudah kesulitan pertama yang kita hadapi ialah menentukan apakah mikroba itu . Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas.06/02/2010 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 8 Komentar KLASIFIKASI MIKROBA KLASIFIKASI DAN PERANAN MIKROBA DALAM KEHIDUPAN ABSTRAK Klasifikasi dan identifikasi adalah dua hal yang berbeda tetapi saling sebagai berhubungan dalam taksonomi.mikroba. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. mikroorganisme. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. Klasifikasi organisme prokariota seperti bakteri memerlukan pengetahuan yang didapat dari pengalaman dan juga teknik observasi. fisiologi. Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. lup dan lain-lain. identifikasi. Klasifikasi dapat diidentifikasikan penyusunan organisme kedalam grup taksonomi(taksa) dengan berdasarkan persamaan atau hubungan. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. sifat biokimia. disebut sebagai sistematika mikroba. Taksonomi adalah ilmu mengenai klasifikasi atau penataan sistematis organisme kedalam kelompok atau kategori yang disebut taksa (tunggal. Kegiatan secara keseluruhan. lup dan lain-lain. Key word: Klasifikasi. PENDAHULUAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang.

Banyak kesulitan dalam mengklasifikasikan mikroorganisme. Baru pada tahun (1873). Klasifikasi bakteri secara agak lengkap pada tahun 1875. Banyak bakteri di bawah mikroskop menunjukkan bentuk morfologi yang sama. Rumusan Masalah Adakah peranan penting mikroba bagi kehidupan. dan sifat-sifat fisiologinya termasuk imunologi. tetapi yang satu dapat mencernakan asam amino tertentu. klasifikasi dan identifikasi. sedang golongan yang lain tidak. Tujuan Ø Ø Mengetahui klasifikasi dan identifikasi suatu mikroorganisme Mengetahui manfaat mikroorganisme bagi kehidupan. PEMBAHASAN Klasifikasi dan Identifikasi Dalam semua cabang biologi diperluan pencirian. Misalnya dalam klasifikasi bakteri. sehingga klasifikasi bakteri di dasarkan sebagian pada sifat-sifat morfologi. Tetapi hal ini sulit dilaksanakan pada bakteri. sedangkan yang lainnya tidak.golongan hewan atau golongan tumbuhan. Tujuan klasifikasi ialah mengatur kedudukan dari berbagai organisme di alam. Cohn sarjana botani bangsa Jerman. sarjana Zoologi seperti Muller (1773) dan erlenberg (1838) menggolongkan bakteri pada protozoa. Ada pula suatu golongan yang dapat menyebabkan suatu penyakit. tetapi sifat-sifat fisiologi mereka berlainan sama sekali. Klasifikasi merupakan proses untuk mengenali dan mengelompokkan organisme hidup. Maka jelaslah bahwa kesukaran kita untuk menetapkan spesies berdasarkan sifat-sifat morfologi saja. mengetahui adanya ciri-ciri yang menyebabkan ia lebih condong menggolongkan bakteri (salah satu mikroorganisme) pada tumbuhan. Klasifikasi merupakan bagian dari bidang ilmu sistematik. Ada beberapa golongan bakteri yang sama bentuknya. Kriteria dalam kalasifikasi berbeda dengan mengklasifikasikan tumbuhan tingkat tinggi dan hewan tingkat tinggi yang didasarkan terutama pada sifat-sifat marfologisnya. dan sejak itu diadakan penyempurnaan secara berangsur-angsur sampai sekarang. Jika diketahui ciri-ciri . Setelah leeuwenhoek menyelami dunia mikroorganisme .

maka dapat dilakukan perbandingan sehingga terlihat persamaan dan juga perbedaan dnegan organisme lainnya. Sedangkan bakteri Gram positif tidak. . karbohidrat.001 mm Oleh karena ukurannya yang kecil diperlukan mikroskop untuk melihat mikroba. tidaklah mungkin bagi kita untuk mempelajari 1 mikroorganisme saja. Sebaliknya ada pula yang hanya memerlukan bahan inorganik saja atau bahan organik (asam amino. apakah merupakan DNA atau RNA 3. 1 m = 0. Ciri-ciri utama dari suatu mikroorganisme dikelompokan sebagai berukut : . Sifat Kimiawi Sel terdiri dari berbagai bahan kimia. Oleh karena ukurannya yang sangat kecil.suatu mikroorganisme. Morfologi Mikroba pada umumnya sangat kecil : ukurannya dinyatakan dalam mikrometer ( m) . Mikroskop yang digunakan tergantung pada kecermatan yang diinginkan oleh peneliti. Bahan kimia ini tidak ditemukan pada gram negatif. bakteri Gram negatif memiliki lipopolisakarida dalam dinding selnya. Klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme haruslah diketahui terlebih dahulu karakteristik atau ciri-ciri mikroorganisme. darah). Pada kelompok virus. pembagian dilakukan berdasaran asam inti yang dikandung. maka sel ini memperlihatkan susunan kimiawi yang spesifik. Bila sel mikroba diberi perlauan kimiawi. sehingga yang dipelajari adalah karakkteristik suatu biakan yang merupakan populasi dari suatu mikroorganisme. 1. Sebaliknya pada banyak bakteri Gram positif terdapat asam teikoat. Zat Sifat Biakan hara yang diperlukan oleh setiap mikroorganisme berbeda ada mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan tumbuh bila diberikan zat hara yang kompleks (serum. Sebagai contoh. Dinding sel fungsi dan algae berbeda dari bakteri. purin. 2. Hal ini dapat disamakan dengan membuat tabel periodik bagi unsur kimia sehingga terlihat keterkaitan antara unsur kimia tersebut.

Berbagai macam reaksi yang terjadi dalam metabolisme dapat digunakan untuk mencirikan mikroorganisme 5. Oleh karena mikroorganisme memiliki antigen yang berbeda. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dari sel mikroba. 6. telur. Sifat Antigenik Bila mikroorganisme masuk kedalam tubuh. berupa inang. Mikroorganisme yang hidup di lautan berbeda dengan air tawar. . bertunas. Reaksi ini sangat sepesifik sehingga dapat disebut sebagai lock and key system. akan terbentu antibodi yang mengikat antigen.pirimidin. biakan jaringan. Sifat Genetik DNA kromosomal mikroorganisme memiliki bagian yang konstan dan spesifik bagi mikroorganisme mikroorganisme. Susunan basa DNA Untuk perbandingan di gunakan mol % G+C tersebut sehingga dapat digunakan untuk pencirian 7. 4. Sifat Ekologi Habitat merupakan sifat yang mencirikan mikroorganisme. kemampuannya untuk menimbulkan penyakit merupakan ciri khas mikroorganisme tersebut selain itu terdapat pula bakteri yang memakan bakteri lainnya (Bdellovibrio) dan virus (bakteriofag)yang menginfesi dan menghancurkan bakteri. vitamin. 8. Patogenitas Mikroba dapat menimbulkan penyakit. Mikroorganisme yang terdapat dalam rongga mulut berbeda dengan saluran pencernaan. Antibodi ini bersifat sangat spesifik terhadap antigen yang menginduksinya. Sifat Metabilisme Proses kehidupan dalam sel merupakan suatu rentetan reaksi kimiawi yang disebut metabolisme. koenzim) selain itu beberapa mikroorganisme hanya dapat tumbuh pada sel hidup. maka antibodi dapat digunakan untuk mencirikan (rapid indentification) terhadap mikroorganisme.

Forosintesis Absorpsi Ingesti Prokariot termasuk dalam Monera. c. Protozoa dengan ingesti dan protista lainnya dengan absorpsi. b. Pembagian didasarkan pada cara pengambilan zat hara yaitu : a. Mikroorganisme masuk dalam : a. ketiga macam pengambilan zat hara terlihat dalam kelompok ini. Dengan mengetahui koefisien kesamaan dapat disusun Cluster dari organisme yang serupa . c. Derajat perbedaan sangat berguna oleh karena menunjukkan beberapa banyak organisme yang diteliti berbeda dengan organisme lain. Perkembangan Klasifikasi Two-Kingdom system Four-Kingdom System Five-Kingdom system Lennaeus Animalia Capeland Monera Whitaker Monera Plantae Protoctista Metaphyta Metazoa Protista Plantac Fungsi Animalia Koefisien Kesamaan Kesamaan ini dapat dinyatakan dalam derajat kesamaan atau perbedaan. Monera (bacteria dan cyanobacteria) Protista (microalgae dan protozoa) Fungsi (yeasts dan mold) Tabel.Perkembangan Klasifikasi Pada klasifikasi “Five-kingdom System. b. Mucroalgar bersifat forosintetik. Yukariot uniseluler termasuk protista. cara mengambilan zat hara tidak melalui ingesti. Selain itu ada pula yang melakukan kombinasi.

Metode ini paling obyektif dan didasarkan pada DNA. c. Homologi RNA ribosom dan ribosomal RNA oligonukleotida Dua organisme dapat saja tidak erat kaitannya. Ini berarti untaian dari satu organisme akan berpasangan dengan untaian dari organisme lainnya. Similarity Matrix Keterkaitan Sifat Genetik Metode klasifikasi yang paling cermat adalah keterkaitan sifat genetika anta organisme. Pada mulanya kesamaan yang dibadingkan hanyalah % mol G + C saja.Beberapa metode utuk menentukan derajat kesamaan a. Homologi DNA DNA dipanaskan sehingga terurai menjari untaian tunggal. Pada bakteri ternyata rRNA cistron ini “highlyy conserved” lestari. tetapi masih memperlihatkan homologi DNA. Organisme yang berkaitan erat memiliki % G +C yang sama. Cluster analysis Phenogram / dendrogram Ordination methods Menggunakan Principal component analysis d. 1. Pada tahun 1960. Untaian tunggal ini kemudian dicampur dengan organisme lainnya dan didinginkan kembali. Ini berarti bahwa selama evolusi cistron ini memperlihatkan perubahan yang lebih sedikit di badingkan dengan bagian DNA yang lain . Metode yang sering digunakan untuk melihat keterkaitan genetik adalah : 1. b. sebaliknya organisme yang jauh berbeda memiliki nilai % G + C yang berbeda pula. rRNA yang disandi oleh sebagian DNA yang disebut sebagai RNA sistron. organisme yang tidak berkaitan mungkin saja memiliki % G + C yang sama. cabang ilmu yang disebut biologi molekuler menggunakan teknik untuk melihat kesamaan DNA antar organisme. Oleh karena itu dicari metode perbandingan yang lebih cermat dengan cara membandingkan urutan dari nukleotida. Urutan nukleotida inilah yang merupakan ciri dasar suatu organisme. Namun demikian. Metode ini paling berguna dalam tingkat klasifikasi species. Bila tidak ada keterkaitan tidak akan terlihat heterodupleks. Bila dua organisme ini berkaitan erat maka akan terbentuk Heterodupleks.

yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji dua. Sehingga kalau sebelumnya dunia tersebut hanya terbagi kedalam dua kelompok besar yaitu : 1. tetapi ternyata bahwa untuk mikroba pun dapat digunakan. dunia Mikroba terbagi menjadi dua kelompok besar lainnya. Mikroba termasuk kedalam kelompok ke-3 tersebut sesuai dengan sifat alat untuk perkembangbiakannya. Monocotyledoneae. Dicotyledoneae. Pertama kali pengelompokan ini hanya untuk lingkungan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Dari segi mikrobiologi sendiri. Mikro-alga biru-hijau (BGA = blue-green algae). Mikroba sesuai dengan bentuk dan sifatnya termasuk kedalam Dunia tumbuhtumbuhan. Mikro-alga lainnya . 2. Yaitu : 1. yaitu kelompo mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi. Prokaryota. atau tumbuh-tumbuhan tanpa keping biji.Taksonomi Mikroba a. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) 2. baik yang sudah terdiferensiasi ataupun yang belum. maka sekarang akan bertambah dengan 1 kelompok besar lainnya. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) Jamur. Acotyledoneae. Dasar Pengelompokan Taksonomi merupakan cara atau upaya pengelompokan jasad hidup di dalam kelompok atau takson yang sesuai. termasuk didalamnya ragi. yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi. gamae = alat perkembangbiak). yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji tunggal. yaitu Cryptogamae (kriptos = tersembunyi/tidak ada atau tidak nampa. pembagian ini berdasarkan kepada ada tidaknya inti. 3. Karyota. Bakteria.

Prosedur pewarnaan seperti pewarnaan gram dapat memberikan perkiraan bakteri memiliki kekerabatan yang dekat. Tempat hidupnya tersebar di mana-mana. bakteri hidup sebagai jasad yang saprofitik ataupun sebagai jasad yang parasitik.Walaupun ada kelompok kehidupan atau jasad lain yang dianggap hirup berdasarkan kepada bentuk dan sifatnya tidak sama dengan mikroba tetapi mengingat kepentingan dan asosiasi kehidupannya. informasi yang penting dapat diketahui secara mikroskopis dengan melihat lapisan sel dan ada atau tidaknya struktur khusus misalnya spora atau flagella. Protozoa Virus Klasifakasi Bakteri Umumnya berbentuk 1-sel atau sel tunggal atau uniseluler. di dalam tanah. Studi fisik membuktian bahwa kekerabatan DNA dari organisme yang sama dapat dikenal dengan tingkat kemampuan kromosom DNA untuk dikawin silangkan. pada bahan-bahan. tidak mempunyai klorofil berkembangbiak dengan pembelahan sel atau biner. Karena tidak mempunyai klorofil. pada tanaman ataupun pada tubuh manusia atau hewan. 2. Tabel . Hal ini merupakan petunjuk awal bahwa keragaman kimiawi DNA dari organisme yang berbeda dapat menjadi indikasi adanya kekerabata genetik. ada dua kelompok besar lain yang umumnya dimasukkan kedalam Dunia Mikroba yaitu : 1. didalam air. sejak di udara. Tingkat Taksonomi Tingkatan Resmi Kingdom Divisi Klas Ordo Contoh Prokaryotae Gracilicutes Scotobacteria Eubacteriales . Kriteria untuk Klasifikasi Bakteri Kriteria sesuai untuk tujuan klasifikasi bakteri termasuk sifat-sifatnya telah diterangkan dalam bab terdahulu.

Famili Genus spesies Entobacteriaceae Escherichia Coli Penyusunan urutan DNA telah menjadi prosedur rutin di laboratorium dan perbandingan susunan DNA diantara beragam gen dapat menggambarkan hubungan mereka perbedaan susunan DNA diantara gen-gen yang tersebar secara cepat dapat digunakan untuk menentukan jarak genetik dari gen-gen yang berhubungan dekat.(2)batang. Reproduksi virus bakterial yang virulen . Perbandingan susunan dari 165S RNA ribosom dari berbagai sumber biologis menunjukkan adanya hubungan evolusi diantara organisme yang sangat beragam dan menunjukkan adanya kingdom baru. Penemuan terbaru.(3)spiral. dan perbedaan susunan di antara gen-gen yang tersebar secara lambat dapat digunakan untuk mengukur hubungan dalam kelompok bakteri yang hubungannya jauh. Ribosom memiliki pesan penting dalam sintesa protein. Kemudahan relatif dalam penangannya dan kesederhanaan infeksi fage bakteri membuatnya menjadi suatu sistem model bagi penelaahan patogenesitas virus maupun banyak masalah dasar di dalam biologi. yaitu Arecbaebacteria. Virus Bakterial Bakterifage (fage) adalah virus yang menginfeksi bakteri dan hanya dapat bereproduksi di dalam sel bakteri. Klasifikasi Virus a. termasuk biologi seluler dan molekular serta imunologi Fage pada hakekatnya terdiri dari sebuah inti asam nukleat yang terkemas di dalam selubung protein pelindung. hibridisasi DNA dengan rangkaian oligonukleotida padat telah digunakan untuk mengidentifikasi spesies. Gambar Bentuk Sel Tunggal Bakteri(1)coccus. Gen penanda RNA ribosom dan protein ribosom telah diturunkan melalui evolusi dan telah disebarkan lebih lambat daripada gen kromosom lainnya.

dan pembebasan partikel-partikel fage ini di dalam suatu ledakan bersamaan dengan terjadinya lisis sel inang. seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. karena dia hidup secara saprofik ataupun parasitik .mencakup urutan umum sebagai berikut : adsorbsi partikel fage. replikasi asam nukleat virus. ada tidaknya selubung dan ukuran kapsid. Mushrooms. kemudian serat atau filamen (paling banyak di dapatkan). Hubungan yang sama sekali tidak jelas melainkan sistem ini menggolongkan virus berdasarkan susunan biasa sifat-sifat kimiawi dan strukturnya yang merupakan sifat tetap yang dapat ditentukan dengan cermat. Virus Hewan dan Tumbuhan Virus hewan dan virus tumbuhan adalah parasit intraseluler obligat yang sangat kecil. berarti sistem ini bukannya mencoba menggambarkan hubungan evolisoner atara virus-virus. fage-fage virulen telah digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri patogenik. Sistem yang secara paling luas digunakan untuk klasifikasi virus terlihat pada sistem ini. bentuk susunan kapsid. Setiap virus mempunyai sebuah inti pusat asam nukleat dikelilingi oleh kapsid. Klasifikasi Jamur Bentuknya sel tunggal (misal pada ragi). Peristiwa ini disusul dengan penetrasi dan pelepasan selubung. Proses ini diakhiri dengan pembebasan virus dari sel inang. sampai dengan telah membentuk tubuh lengkap yang dinamakan tubuh-buah (misalkan pada jamur merang. Secara morfologis. Loff dan kawan-kawan dalam tahun 1962. yang diperkenalkan oleh A. seperti kedudukan tempat sintesis virus di dalam sel dan hubungan timbal balik antara inang dan virus. Jasad ini tidak mempunyai klorofil. dan sabagiannya). Sistem ini dimaksudkan untuk menggambarkan klasifikasi alami atau filogenik. Seperti bakteria. seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. b. Proses replikasi virus dimulai dengan melekatnya virion pada sel inang. penetrasi asam nukleat. virus hewan dan virus tumbuhan dapat ikosashedral. sifat pertumbuhan virus. virus dikelompokkan menurut sifat virionnya yaitu semacam asam nukleat. perakitan partikel-partikel fage baru. Pembagian lebih lanjut didasarkan atas sifat-sifat lain virion itu. biosintesis komponenomponen virus dan perakitan serta pematangan virion. sifat pertumbuhan virus. halikal bersampul atau kompleks. seperti digambarkan oleh kisaran inang.

fukosantin (coklat) dan fukoeritrin (merah) hidup didalam air. Didapatkan dimana-mana. Klasifikasi Alga-Biru Hijau Berbentuk sel tunggal atau filamen (serat) yang disekelilingnya diselimuti oleh seludang sederhana. Misal pada Hydra.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut . terutama pada tanah yang lembab. Ada beberapa yang hidup secara simbiosis dengan jamur membentuk jasad baru yang disebut lichenes (lumut kerak). atau dengan tanaman tinggi (Cassuarina) dengan karang Peran mikroorganisme dalam khidupan Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (Kusnadi. Termasuk kedalam kelompok jasad yang fotosintetik karena mempunyai klorofil. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan. karena membentuk akar yang terdiri dari lendir (polisakharida).Klasifikasi Alga-Hijau Bentuknya sama seperti BGA. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil. maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. disamping pigmen lainnya seperti fikobilin (biru). atau berbentuk koloni pertumbuhan. menempel pada tanaman ataupun bersifat endofitik (hidup di dalam jaringan jasad lain). pada air. dkk. walaupun ada beberapa yang sudah mempunyai tubuh lengkap dengan bagian-bagian yang dinamakan akar batang dan daun walau semuanya bersifat semu (Chara dan Nitella). atau menempel pada tubuh jasad lain (kulit kurakura) sehingga kelihatannya hewan tersebut mempunyai klorofil karena berawarna hijau. sejak paku-pakuan (Azolla) didalam rongga udara daunnya. di dalam tanah yang lembab atau bersimbiosis dengan jasad lain. Mikroorganisme menghasilkan memiliki energi bereproduksi fleksibilitas metabolisme yang tinggi mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. 2003). Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan dan antara lain dapat dengan mengalami sendirinya.

Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang besar. Atau berdasarkan kebutuhan hidupnya seperti termofilik. Pada proses pembusukan sayur dan buah. Meskipun demikian. dll. halofilik. Mikroorganisme ini dikelompokkan berdasarkan tipe aktivitasnya. Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. Mikroorganisme seperti bakteri. Beberapa manfaat yang dapat diambil antara lain sebagai berikut: . bau. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan Dalam sehingga dianggap daging. seperti bidang pertanian. masih banyak manfaat yang dapat diambil dari mikroorganisme-mikroorganisme tersebut. dan lingkungan. baik pada manusia. merupakan mikroorganisme pembusuk. dan manusia. hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. khamir (yeast) dan kapang (mould) dapat menyebabkan perubahan yang tidak dikehendaki pada penampakan visual. • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan.sudah ada. mudah ditumbuhkan dalam media buatan. misalnya pada bidang mikrobiologi kedokteran dan fitopatologi banyak ditemukan mikroorganisme yang patogen yang menyebabkan penyakit dengan sifat-sifat kehidupannya yang khas. pembusukan mikroorganisme yang menghasilkan enzim proteolitik mampu merombak proteinprotein. Oleh karena aktivitasnya tersebut. seperti proteolitik. maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan. tekstur atau rasa suatu makanan. dll. tumbuhan. 1988). 2001). dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni. lipolitik. kesehatan. mikroorganisme pektinolitik mampu merombak bahan-bahan yang mengandung pektin yang terdapat pada dinding sel tumbuhan (Tarigan. Peranan yang Menguntungkan Banyak yang menduga bahwa mikroorganisme membawa dampak yang merugikan bagi kehidupan hewan. Penggunaan mikroorganisme dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. dan peternakan hewan. . KESIMPULAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Surat Al-Baqaroh 164: 164. Dan Dia menundukkan malam dan siang.Bidang pertanian Dalam bidang pertanian. Unsur ini hanya dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan pengambilan khususnya melalui akar. lup dan lain-lain. Nitrogen bebas merupakan komponen terbesar udara. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Kajian religi: Surat An-Nur 45: 45. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. siklus nutrien. matahari dan bulan untukmu. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. Penyusunan nitrat dilakukan secara bertahap oleh beberapa genus bakteri secara sinergetik. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2. silih bergantinya malam dan siang. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. Pembentukan nitrat dari nitrogen ini dapat terjadi karena adanya mikroorganisme. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya). sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Surat An-Nahl 12: 12.

yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi. • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut.Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarka dengan taksonomi. baik pada manusia. hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. Karyota. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan sehingga dianggap merupakan mikroorganisme pembusuk. Prokaryota. yaitu kelompok mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan yaitu: Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. 2. Peranan yang Menguntungkan . Mikroorganisme terbagi menjadi dua kelopok yaitu: 1. Ciri-ciri utama suatu mikroorganisme yaitu: a) b) c) d) e) f) g) h) Morfologi Sifat Kimiawi Sifat Biakan Sifat Metabilisme Sifat Antigenik Sifat Genetik Patogenitas Sifat Ekologi Mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan.

pati dan selulosa (Lehninger. Hand Out dan Klasifikasi Mikroba. Dasar-dasar Mikrobiologi.(online)(http//www. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. siklus nutrien.Pustaka. Bandung : Angkasa 02/26/2009 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 17 Komentar Glukosa Darah Glukosa adalah gula yang terpenting bagi metabolisme tubuh.(online) (http//www.2008.co. 2005) . 1982). Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Dwijoseputro. Anonymous.id) diakses tanggal 22 Desember 2008. 2008) Meskipun disebut “gula darah”. sebelum orang makan. diatur dengan ketat di dalam tubuh. 2008). 1990.Contoh dalam bidang pertanian mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2.identifikasi mikroba. 2008. Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari. atau tingkat glukosa serum. Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah (Anoymous. yaitu sukrosa. seperti fruktosa dan galaktosa. hanya tingkatan glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin (Anoymous. Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl). Sedangkan dalam tumbuhan Glukosa 6-fosfat yang dihasilkan selama fotosintesis adalah precursor dari tiga jenis karbohidrat tumbuhan . Jakarta : Djambatan Suriawira U. selain glukosa. Konsentrasi gula darah. klasifikasi mikroba. 2008. dan peternakan hewan. Pangantar Mokrobiologi Umum. Budiyanto Mak. Namun demikian. kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya. 1995. Dalam ilmu kedokteran. gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah (Anoymous.id) diakses tanggal 22 Desember 2008. dikenal juga sebagai gula fisiologis.co.pustaka.

Senyawa-senyawa yang mengoksidasi atau bersifat reduktor adalah logam-logam oksidator seperti Cu (II). 2008). 1992). berkembanglah kondisi yang bisa fatal yang disebut hipoglikemia. Salah satu contoh dari gula reduksi adalah galaktosa. (Online). Diakses Tanggal 17 Oktober 2008.org). Galaktosa merupakan gula yang tidak ditemui di alam bebas. Contoh gula yang termasuk gula reduksi adalah glukosa. Bila levelnya tetap tinggi.wikipedia. fungsi mental yang menurun. yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan saraf (Budiyanto. ginjal. tetapi merupakan hasil hidrolisis dari gula susu (laktosa) melalui proses metabolisme akan diolah menjadi glukosa yang dapat memasuki siklus kreb’s untuk diproses menjadi energi. (Online). maltosa. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. termasuk kerusakan pada mata.wikipedia. Sukrosa didapatkan dalam sayuran dan buah-buahan. Hal ini dikarenakan adanya gugus aldehid atau keton bebas. dan kehilangan kesadaran. fruktosa. laktosa.Pengaruh langsung dari masalah gula darah Bila level gula darah menurun terlalu rendah. yang disebut hiperglikemia. 2002).org). Anoymous. . dan lain-lain. manosa. Gejala-gejalanya adalah perasaan lelah. 2008) Gula Reduksi Gula reduksi adalah gula yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi. Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang berkepanjangan pula yang berkaitan dengan diabetes. 2008. Sedangkan salah satu ontoh dari gula reduksi adalah Sukrosa. (www. (www. DAFTAR PUSTAKA Anoymous. Dari tebu dan bit gula itulah gula diekstraksi secara komersial (Gaman. Galaktosa merupakan komponen dari Cerebrosida. nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. Sukrosa adalah senyawa yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai gula dan dihasilkan dalam tanaman dengan jalan mengkondensasikan glukosa dan fruktosa. beberapa diantaranya seperti tebu dan bit gula mengandung sukrosa dalam jumlah yang relatif besar. dan saraf (Anoymous. rasa mudah tersinggung. Penolakan Insulin. Gula Darah. Sedangkan yang termasuk dalam gula non reduksi adalah sukrosa (Team Laboratorium Kimia UMM. 2008.

Budiyanto.id). Diakses Tanggal 17 Oktober 2008.com/category/biokimia/ .depkes. (www. Albert.B. UMM Press: Malang. 2008. UGM Press: Jogjakarta. Laboratorium Kimia UMM: Malang http://zaifbio. Dasar. Sherington.A. Jumlah Penderita Diabetes Indonesia Ranking ke-4 Di Dunia.wordpress. 1982. Dasar-Dasar Biokimia. 2005. dan K. Lehninger.go.Dasar Ilmu Gizi. Ilmu Pangan: Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi.Anoymous. 2002. Penuntun Praktikum Biokimia Bioligi. Team Laboratorium Kimia UMM. Erlangga: Jakarta.K. Gaman.M. P. M. 1992.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful