LAPORAN PRAKTIKUM PENGENALAN MIKROSKOP

OLEH : NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN NIM : MUHAMMAD PARHANI : J1FI09039 : 4 : TATI HIDAYAH : J1D107060

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU OKTOBER, 2009

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut bentuk dan struktur selnya makhluk hidup dibedakan menjadi dua yaitu makhluk hidup bersel banyak dan makhluk hidup bersel satu, makhluk ini tidak dapat terlihat dengan mata kita, karena panca indra manusia memiliki kemampuan daya pisah atau daya lihat yang sangat terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati dan pengamatan itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu. Salah satu alat bantu yang sering digunakan dalam penelitian atau pengamatan tentang organisme yang tidak bisa dilihat dengan mata, terutama dalam bidang kedokteran dan biologi adalah mikroskop dalam (bahasa latin mikro diartikan kecil sedangkan scopium berarti penglihatan). Mikroskop sering digunakan untuk, meningkat kemampuan daya pisah atau lihat seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati obyek yang sangat halus dan tidak dapat terlihat oleh mata terbuka (Dwidjoseputro, 1994). Bakteri adalah makhluk hidup yang kecil sehingga tidak bisa di lihat dengan mata telanjang (tanpa bantuan alat pembesar). Begitu juga hal nya dengan paramecium dan sebagainya sehingga bantuan alat pembesar ini sangat diperlukan. Alat pembesar ini selain diperlukan untuk melihat bakteri, alat pembesar juga sangat diperlukan untuk melihat isi dari sel pada makhluk hidup, bentuk organisme-organisme yang kecil, untuk melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme, serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri, 2000). Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah terbatas, oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu. Dan alat Bantu itu adalah Mikroskop yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati objek yang sangat halus sekalipun (David, 1978). Mikroskop pertama kali ditemukan pada tahun 1632 oleh seorang ilmuan berkebangsaan Belanda bernama Antoni Van Leeucanhoek. Beliau berhasil

membuat mikroskop berlensa tunggal yang sederhana. mikroskop yang ditemukan pertama kali ini penbesarannya dapat mencapai pemliesaran sekitar 270 kali. Dengan mikroskop ini Antoni Van Leeucanhoek dapat meIihat benda kecill dalam tetesan air sekalipun (Muchlis, 1980). Setelah ditemukannya Mikroskop oleh Anton Van. L, tak lama kemudian seorang ilmuan bemama Robe hooke juga menemukan mikroskop berlensa tunggal yang merupakan pengembang dari mikroskop sebelumnya. Mikroskop Robert H memiliki lampu kondensor, sehingga dapat melihat objeyengan sangat jelas (Muchlis,1980). Dalam melakukan pengamatan terhadap suatu benda yang memiliki ukuran renik dimana pancaindera kita tidak mampu untuk melihatnya. Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati tanpa digunakan alat bantu. Alat bantu yang sering digunakan dalam pengamatan terutama dalam bidang biologi, yaitu mikroskop. Dalam Bahasa latin mikro diartikan keeil dan scopium diartikan pengilihatan, Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati benda yang halos sekalipun ( Muchlis, 1980 ). Hingga saat ini sudah ada dua macam mikroskop yaitu mikroskop cahaya yang biasa banyak digunakan dalam bidang pendidikan dan mikroskop elektron yang digunakan bidang kedokteran karena mikroskop elektron ini mempunyai pembesaran yang lebih dibandingkan dengan mikroskop cahaya. Mikroskop elekron ini menggunakan elektron berkecepatan tinggi yang dapat di samakan dengan sinar-x (0.05 angstrom atau satu million satuan inci) (Albert, 1994).

1.2

Tujuan Tujuan percobaan ini adalah untuk mengenali bagian-bagian mikroskop,

memahami fungsi dan terampil menggunakannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Harus diketahui agar penggunaan mikroskop yang benar harus dimiliki oleh seorang praktikan, oleh karcna itu, praktikum tentang pengenalan mikroskop merupakan hal pertama yang harus dilaksanaka. Terdapat berbagai tipe mikroskop yang masing-masing mempunyai tujuan penggunaan tertentu dan dengan bermacam kelengkapan pula. Mikroskop yang sering digunakan dalam Biologi adalah Mikroskop Cahaya, baik yang berlensa okuler tunggal atau dikenal dengan Mikroskop Monokuler maupun berlensa okuler ganda atau yang dikenal Mikroskop binokuler (Leeson, 1990). Mikroskop pada dasarnya adalah suatu alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sehagai lensa obyektif atau yang dekat dengan mata dan lensa okuler. Benda yang diamati mengalami pembesaran sebesa dua kali dengan lensa obyektif dan lensa okuler, dimana lensa okuler berfungsi sehagai lup. Bayangan akhir yang diamati bersifat maya, terbalik dan diperbesar. Bayangan tersebut merupakan aberasi sferis dan kromatis dari cahaya dan spektrum sinar nampak (Leeson, 1990). Mikroskop mcngalami perkembanan dari waktu ke iyaktu. Pada awalnya hanya di temukan sebuah mikroskop biasa oleh/Antony Van Leuwenhoek (1632-1723) dengan hanya perbesaran scbcsar 3000X. K mudian Ruska dan nol pada tahun 1932 menemukan Mikroskop elektron dcnga melakukan perbaikan tehadap mikroskop biasa yang ditemukan oleh Antony Van Yeuwenhoek dengan cara 1. tenarnbahkan partikel elcktron sehagai pemantul bayangan objek. Perkembangan selanjutnya ditemukan Mikroskop fase kontras oleh Firt Zenika (Leeson, 1990). Macam-macam mikroskop diantaranya: 1. Mikroskop cahaya Pada awal abad ke-17 ketika dunia ilmu pengetahuan pada masa itu mulai menduga adanya dunia renik yang tak terlihat akibat terbatasnya kemampuan mata manusia. Padahal dunia itu berpengaruh pada hidup manusia. Maka

cermin atau sumber pencahayaan lain.000 kali. 2000). Ia juga dapat mengklasifikasikan sel darah merah dengan mengamati bentuknya (Washitoaji. Pada pengembangan selanjutnya diketahui bahwa kemampuan lensa cembung untuk memberikan resolusi tinggi sudah sampai pada batasnya. dan memungkinkan mata manusia dapat membedakan dua buah obyek yang berjarak satu sama lain sekitar 0. meskipun kualitas dan jumlah lensanya telah ditingkatkan. Mikroskop ini terdiri dari lensa cembung yang kuat dengan penadah sampel (preparat) yang dapat digerakkan. sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini. penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain. Keterbatasan pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan.dibuatlah apa yang kini kita sebut mikroskop. Dengan mikroskop yang sederhana ini Leeuwenhoek dapat melakukan pengamatan dengan pembesaran hingga 400 x dan ia mengumumkan pada dunia penemuannya akan jasad renik seperti bakteri. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus. Seperti diketahui mata manusia yang sehat disebut-sebut mempunyai daya resolusi 0. 2000). Kemungkinan mikroskop dikembangkan dari teleskop yang memiliki Galileo pada pertengahan abad ke-17. LM modern mampu memberikan pembesaran (magnifikasi) sampai 1. Belakangan diketahui bahwa ternyata panjang gelombang dari sumber cahaya yang digunakan untuk pencahayaan berpengaruh pada daya resolusi yang lebih tinggi. Diketahui bahwa daya resolusi tidak dapat lebih pendek dari panjang gelombang cahaya yang digunakan untuk pengamatan. Kata ini berasal dari bahasa Yunani di mana mikros berarti kecil dan skopeo berarti melihat (Washitoaji. Penggunaan cahaya dengan panjang gelombang . protozoa. Saat ini tidak ada dokumen yang dapat menuntun kita pada siapa sebenarnya penemu mikroskop ini. Instrumen mikroskop pertama yang terbukukan adalah yang dipakai oleh ilmuwan Belanda bernama Antony van Leeuwenhoek (1632-1723). yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM) (Washitoaji. Untuk mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang disebut eyepiece.2 mm. dan spermatozoa.0002 mm (disebut daya resolusi 0. 2000).0002 mm).

sehingga pencarian akan mode baru akan mikroskop terus dilakukan (Washitoaji. kemudian ditambah dengan pemanfaatan zat-zat yang mempunyai indeks bias tinggi (seperti minyak). 2000). dengan panjang gelombang yang 100. . Konsekuensinya obyek yang diamati disyaratkan setipis mungkin sehingga dapat ditembus oleh elektron. tetapi pada resolusi yang tinggi pengamat dapat melihat struktur kristal dan lain lain. dengan berbagai perbaikan dari yang terdahulu. Sayangnya mikroskop eletron mode ini bekerja bagaikan sebuah slide proyektor. bahkan pergerakan elektron seperti yang ditunjukkan oleh peneliti dari Jepang Prof Dr Hashimoto (Okayama University of Science) pada sebuah seminar yang lalu di Puspiptek Serpong. dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya. Ilmuwan dari Universitas Berlin yaitu Dr Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun TEM (Transmission Electron Microscope/ mikroskop elektron mode transmisi elektron) yang pertama pada tahun 1931. Untuk pekerjaannya ini dunia menganugerahinya hadiah Nobel pada tahun 1986. dapat memberikan resolusi hingga 0. suatu hal yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Leeuwenhoek.pendek seperti sinar biru atau ultra violet dapat memberikan sedikit perbaikan. resolusi dapat ditingkatkan hingga di atas 100 nanometer (nm). 2000). Yang terlihat bukan hanya bayangan siluet seperti pada pertunjukkan wayang kulit. Hal ini belum memuaskan peneliti pada masa itu. 2000). 2. 2000).1 nm (atau 1 angstrom) atau dengan pembesaran sampai satu juta kali.000 kali lebih kecil dari cahaya. Mikroskop elektron Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet. Mikroskop eletron mode transmisi elektron pada masa sekarang. Mikroskop yang pertama menggunakan dua "lensa" medan magnet. atau elektron dipercepat secepat mungkin sehingga mampu menembus objek sampai pada batas tertentu (Washitoaji. namun tiga tahun kemudian ia menambah "lensa" ketiga dan mendemonstrasikan resolusi hingga 100 nm (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu) (Washitoaji. di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin terdapat elektron seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya (Washitoaji.

2000). syarat "agar obyek pengamatan setipis mungkin" ini kembali membuat sebagian peneliti tidak terpuaskan. terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dengan serta merta dipertipis.Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop elektron mode ini. . Karena itu pengembangan mode baru mikroskop elektron terus dilakukan (Washitoaji.

preparat. 2.1. 2. aturlah letak cermin sedemikian rupa ke arah cahaya.1. hingga lensa obyektif tidak membentur meja/panggung bila revolver diputar-putar.4. Banjarbaru.3. gunakanlah penjepit sediaan agar tidak tergeser. 1. Tempatkan lensa obyektif pembesaran lemah ( 4X atau 10X ) dengan memutar revolver sampai berbunyi klik ( posisinya satu poros dengan lensa okuler). 1. 2. hingga jarak antara lensa obyektif dengan permukaan meja -/+ 3 cm. 1. Mikroskop siao digunakan. Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Mangkurat. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop cahaya monokuler dan binokuler. Universitas Lambung .1. Menaikkan tabung menggunakan makrometer ( pemutar kasar). 1.2.3 1. air. bukalah diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke Belakang. Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada pukul 08. Letakkan sediaan yang akan diamati di tengah-tengah lubang meja benda. dll. tanggal 21 Oktober 2009. pinset. Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar 1.00 WITA. kuas. Mencari bayangan sediaan.2. hingga terlihat lingkaran ( lapangan pandang ) yang sangat terang di dalam lensa okuler. kaca penutup. 2. Naikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer.hari rabu. pipet tetes. 3.2.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. Prosedur Kerja Mencari bidang penglihatan. kaca benda.

bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. ( ingat bila menggunakan lensa obyektif 100 X. 2. Memelihara mikroskop 3. Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya.5. Kemudian mainkan fungsi micrometer secara perlahan dan hati-hati. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel). 4. 2. 3. 3. hingga jarak antara ujung lensa obyektif dengan permukaan atas kaca penutup hanya -/+ 1mm.2. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda.2.5.3 . Pengukuran Mikroskopis/Mikrometri . Bidikkan mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer ke depan searah jarum jam secara hati-hati sampai tampak bayangan yang jelas. sambil menempatkan noda sediaan tepat di bawah lensa obyektif.6. Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak. Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop. Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler. 3. putar revolver dan lensa obyektif yang sesuai. maka di atast sediaan perlu ditetesi minyak imersi dahulu) 3. Putarlah makrometer ke belakang sampai penuh ( hati-hati ). maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar.4. Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir. untuk mendapatkan pembesaran kuat. 3. Setelah selesai harus ditegakkan kembali.3. 3.4.1.

mempunyai keterangan yang lengkap. dan cermat. Menggambar Hasil. keterangan pembesaran.Untuk mengetahui ukuran obyek yang diamati dengan mikroskop untuk dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disebut Mikrometer Obyektif dan Mikrometer Okule 5. disertai judul. biasanya satu halaman hanya untuk 1-2 gambar saja. . Gamabr diatur sedemikian rupa. Hasil pengamatan dengan mikroskop dapat dituangkan dalam bentuk gambar. jelas. rapi. dibagian tengah halaman buku. Gambar yang baik harus dapat menyampaikan ide yang jelas dari suatu struktur yang nyata sebagaimana tampak hubungan antara bagian-bagian yang diamati. Adapun cirri-ciri gambar yang baik adalah . letak keterangan gambar pada sisi yang sama dengan jarak garis petunjuk diusahakan sama dan tidak saling berpotongan. yang dilakukan dengan alat fotografi atau dengan tangan (manual).

Makro meter 4. bentuk organisme-organisme yang kecil.1 Pembahasan Mikroskop adalah alat pembesar diperlukan untuk melihat bakteri. Tabun g 3. Diafra Gambar 1. melihat 4.1 Hasil Keterangan : 1.2. Mikroskop dan bagian-bagiannya 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. untuk . Lensa Okuler 2. Penjep it 7. Lensa Objektif 6. Mikro meter 5.1Pengertian Mikroskop isi dari sel pada makhluk hidup.

Bagian mekanis adalah bagian yang bersifat sekunder namun sangat penting agar mikroskop dapat digunakan dengan baik dan terdiri dari: a. Bagian pilar (19 lengan ckhubungkan oleh engsel penggerak yang berfungsi untuk mengatuf kedudukarki mikroskop sesuai yang kita kehendaki. diatas pilar terdapat lengan. serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri. lensa obyektif.alat tersehut merupakan bagian yang utama atau primer dari sebuali mikroskop. Bagian optik. lensa okuler. d. Kaki dasar atau basis . dan engsel penggerak . diafragma. lengan . yang inempunyai dua fungsi. Di bawah kondensor terdapat diafragrim untuk mengatur sedikitnya cahaya yang diperlukan. Alat. persegi atau bentuk yang lain. Pilar. Meja Benda . dapat berbentuk apal kuda. Pada bagian tengah meja terdapat luban yang berfungsi untuk meloloskan cahaya yang bcrasal dari ccrmin pcmantul. Bagian ini terdiri dari cermin. yaitu sebagai pengatur atau penggerak kasar ( makrometer ) dan sebagai penggerak halus ( micrometer ) 2. jumlahnya dua (2) tersusun pada satu sumbu yang berfungsi untuk mcnggerakkan sediaan kekiri dan ke sebelah kanan ( sekrup Bawah ). \ Di bawah meja atau panggung terdapat sub panggung yang padanya melekat kondensor yang berfungsi untuk memfokuskanicahaya ke obyek yang akan diamati. Sekrup pengatur jarak antara teropong dengan sediaan jumlahnnya 2 buah atau menjadi satu. Sekrup penggerak sediaan atau obyek .bagian pada mikroskop yang wajib\kita ketahui adalah sebagai : 1. 2000). b. atas kaki terdapat pilar. e. lensa kondensor.2. . 4. c. merupakan tempat untuk meletakkan enda atau obyek yang akan diamati.2Bagian-Bagian Mikroskop Bagian.melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme.

Berfungsi untuk memperbesar obyek yang diamati secara langsung. Di bagian atas okuler tertera x5. menggunakan cermin cekung dan mengatur kondensor akan diperoleh pencahay yang lebih baik dari semula. Lensa kondensor . 3 a t a u l e b i h l e n s a d i pasangsekaligus pada revolver yang dapaticliputar:\ Pada umumnya dijumpai mikroskop dengan tiga lensa obyektif yaq 4X. Lensa okuler g. x15. Total pembesaran . Okuler dengan pembesaran x10 ke atas sangat baik bila dikombinasikan dengan objektif yang berkualitas tinggi. lensa yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke obyek y g sedang diamati. Cermin . c. f.a. Lensa pada okuler mempunyai fungsi memperbesar bayangan yang clihasilkan oleh lensa objektif. Apabila kondisi ruangan kekurangan cahaya maka dengan . 10X. yaitu permukaan datar dan permukaan cekung. dengan objektif yang berkualitas rendah akan didapatkan pembesaran benda oleh okuler akan jelek. merupakan bagian yang dapat diputar atau digeser tangkainya ke salah sate arah yang kita suka. apabila. Diafragma . d. sedangkan permukaan cekung digunakan apabila intensitas mbeahaya kurang atau tidak terang. semi apokromat (flourit). Diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang diperlukan saat sedang mengantatifobyek yang akan diamati. Pada setiap microskop selalu dilengkapi cermin dengan permukaan benda. b. dan 40X atau 45X. apokromat. biasanya l e t a k n y a d e k a t d e n g a n s e d i a a n d a n t e r d a p 2 . mikroskop y g baik hiasanya dilengkapi dengan lensa kondensor yang merupakan kom inasi dan \ dua. Permukaan datar digunakan apabila sumber cahaya cukup terang. berfungsi untuk memantulkan cahaya dari sumbu cahaya ke obyek yang kita akan amati. 'plan akromat (plan) dan plan apokromat (plan apo). Lensa ini terletak di atas tabung mikroskop yang dipakai pengamat uittuk mclihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. Lensa obyektif memiliki beberapa ife yang bisa digunakan pada berbagai mikroskop antara lain: akromat. Lensa objektif e. x10.

Menggunakan Mikroskop 1. maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda! 5. Tiap mikroskop akan berfungsi baik apabila mempunyai panjang tertantu. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. a.40 X atau 100 X. Memelihara Mikroskop 1. Apabila telah selesai menggunakan. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk. Tabung badan mikroskop i. 6. 4. h. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan. . Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak. hinggadari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang). Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver. Apabila panjang tabung badan mikroskop Iebih panjang dari ketentuan maka bayangan akan terlihat tampak buram.1Cara Menggunakan dan Memelihara Mikroskop a. sambil dilihat dari lensa okuler. 7. bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab.2. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemaka 2. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar. 4. 3.sil perkalian antara pembesaran objektif dengan pembesaran okuler. Tabung badan mikroskop adalah bagian yang memisahkan antara lensa objektif dengan lensa okuler. dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.bayangan dari pengamatan benda adalah ha.

Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel). Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir. Setelah selesai harus ditegakkan kembali. Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. 3. Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya. 4. 5. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda. Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler.2. bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih. . maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. 6.

pemutar halus dan kasar. Selain itu asisten sebaiknya mendampingi praktikan dalam melakukan praktikum. Berdasarkan sumber cahayanya. Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop. . 2. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil.Bagian non-optik. dan sumber cahaya. Terjalinnya kerja sama antar praktikan dengan asisten sangat diperlukan untuk dapat mencapai target yang dinginkan.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil. yaitu : . mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. 5. 3. penjepit kaca objek. yang terdiri dari kondensor. .Bagian optik.1 Saran Sebelum melakukan praktikum sebaiknya kita harus tahu dulu bagaimana cara nya dan harus memeriksa segala peralatan yang akan digunakan. lensa objektif. dan lensa okuler. diafragma.BAB V PENUTUP 5. meja objek. yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop.

1978. Nash. Syamsuri. Djambatan. 2000. http://www. D. 1994. Jakarta. Biologi Monokuler Sel Edisi Kedua Mengenai Sel.com. Gramedi Pustaka Utama.com/docs/downloadDoc. Erlangga. The First Ensyclopedia. Anonim1.aspx?doc_id=17298665 . Erlangga. 1997. 2009. I. 1994. Dwidjoseputro. David. Biologi Umum. Banner Press. http://basicsphysics. Jakarta. B. New York.. Jakarta. dkk. Diakses tanggal 24 oktober 2009. Dasar-dasar Mikrobiologi.DAFTAR PUSTAKA Albert. Biologi 2000.docstoc. Fisika Dasar : Mikroskop. Jakarta.blogspot. Syamsuri.

d. misalnya larutan enzim dan antibiotik. Konsep dan teknik sterilisasi dan prosedur yang harus dilakukan untuk keberhasilan pengkulturan B. Jenis-jenis alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi 2. dll. fisik dan kimiawi. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf • Penyinaran dengan UV Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi. b. misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV 3. 1. batang L.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. TUJUAN Mengenalkan pada mahasiswa : 1. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. • Pemanasan a. pipet 4. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer. jarum ose 3. labu erlenmeyer . LANDASAN TEORI Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. Sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas. contoh alat : jarum inokulum. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. tabung reaksi 5. c.22 mikron atau 0. tabung reaksi dll. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi.1 Alat : 1. ALAT DAN BAHAN C. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung. Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0. C. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol.PENGENALAN ALAT DAN TEKNIK STERILISASI A. pinset. pembakar bunsen 2. 2.

tunggu beberapa detik hingga suhu ose kembali normal. autoklaf 11. bakar jarum hingga berpijar dan pijaran tersebut merambat hingga pangkal bagian logam jarum.2 Prosedur Sterilisasi Dengan Pembakaran (Nyala Bunsen) 1) Nyalakan pembakar bunsen dengan cara membuka tutupnya. 2) Semprotlah udara di sekitar area kerja dengan alkohol tersebut. oven 10. aluminium foil 3.2 Bahan : 1. 4) Semprot juga tangan kita agar steril. kemudian atur pengontrol waktu pada angka 20 (20 menit) dan pastikan pengontrol exhaust dalam keadaan terbuka dan pengontrol drain dalam keadaan tertutup. 3) Semprotlah juga meja kerja dengan alkohol dan ratakan dengan kertas tissue. alkohol 70% D. Atau sentuhkan ujung ose pada permukaan media hingga terdengar bunyi ”ches”. kapas 4. kertas tissue C. 4) Setelah uap naik. cawan petri 8. kertas sampul coklat 2. D. PROSEDUR D. D. laminar air flow 9. 6) Semprot kembali tangan kita ketika hendak menggunakan alat-alat tersebut.3 Prosedur Sterilisasi Panas Lembab (Dengan Autoklaf) 1) 2 cm) di bawah dasar keranjang) atau sebanyak 3-5 liter. 5) Letakkan alat-alat yang akan digunakan pada meja kerja. gelas beaker 7. 2) ). 3) Tutuplah autoklaf dengan erat. Peganglah jarum dengan posisi agak tegak di atas api ( 3) Bila sudah selesai.± Pastikan air dalam autoklaf cukup (tinggi air 2) Aturlah alat-alat yang akan disterilkan ke dalam keranjang autoklaf dalam posisi dimana kira-kira seluruh permukaan alat dapat terjangkau oleh uap dalam autoklaf. yaitu ditandai dengan keluarnya uap dari selang pembuangan .6.1 Prosedur Sterilisasi Area Kerja 1) Masukkan larutan alkohol dengan kadar 70% ke dalam botol semprot. botol semprot 12.° 45± Sterilkan jarum ose dengan membakar ujung jarum yang terbuat dari logam pada api bunsen.

Sterilisasi Secara Fisik a. 6) Buka tirai dan nyalakan blower ketika akan bekerja.Pemanasan Kering . maka tutuplah lubang exhaust. baik yang mengganggu ataupun merusak media bahkan mengganggu kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan.Tyndalisasi b.°Tutup oven dan atur pengontrol suhu pada angka 160-180 D.Pembakaran .dg Autoklaf . 5) Matikan tombol UV bila sudah selesai. Pemanasan Basah . 4) Nyalakan laminar (tombol UV) minimal 15 menit. jangan langsung membuka tutup autoklaf. E. 2) C selama 1-2 jam.Penyinaran dg gelombang pendek 2. mekanik F. Sterilisasi secara kimia dan 3. 1. 7) Bila kurang terang. 5) 20 menit dan sudah terdengar alarm tanda selesai. Setiap proses baik fisika.5 Prosedur Sterilisasi Secara Radiasi (Dengan Laminar Air Flow) 1) Seka permukaan laminar dengan alkohol 70%. kimia. PEMBAHASAN Bahan atau peralatan yang digunakan dalam bidang mikrobiologi harus melalui proses sterilisasi.Oven . 2) Letakkan alat dan bahan yang akan disterilkan ke dalam laminar. dan mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi. nyalakan tombol light.4 Prosedur Sterilisasi Panas Kering (Dengan Oven) 1) Buka tutup oven dan masukkan peralatan dari gelas yang sudah dibungkus ke dalam oven.diiringi dengan bunyi mendesis.± Setelah autoklaf bekerja selama D. Sterilisasi berasal dari kata steril yang artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya. 3) Tutup tirai serapat mungkin sampai dirasa tidak akan ada cahaya yang keluar. Tetapi tunggu sampai penunjuk tekanan menunjuk pada angka 0. KESIMPULAN .

Prosesnya meliputi Tyndalisasi Pembakaran Panas kering Panas lembab Sterilisasi fisik Sterilisasi kimia Sterilisasi mekanik .Metode sterilisasi yang sesuai 3. antara lain sebagai berikut : • • • • • • • • Sterilisasi fisik (penggunaan panas) : biasanya dipakai untuk mensterilkan benda – benda yang tahan panas.Sifat dari bahan yang dipakai . Teknik sterilisasi Terdapat beberapa metode sterilisasi. Macam-macam alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi antara lain : Autoklaf Oven Laminar Pipet Volume Jarum Inokulasi/ Kawat Ose Api Bunsen Kapas Kertas Coklat/ koran Alkohol 70% Kertas Tisu Cawan Petri Labu Erlenmeyer Tabung Reaksi Rak Tabung Reaksi 2. Agar proses sterilisasi sempurna perlu melalui langkah sebagai berikut : .○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1.

sekali kita bersin dapat mnebarkan beribu.Mengetahui teknik isolasi mikroba di sekitar kita (isolasi mikroba dari kotoran gigi. khamir. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita. haruslah di mengerti jenis.3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. dikenal juga adanya teknik isolasi mikroba yaitu inokulasi yang merupakan suatu teknik pemindahan suatu biakan tertentu dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tujuan untuk mendapatkan suatu biakan yang murni tanpa adanya kontaminasi dari mikroba yang lain yang tidak diiinginkan. Satu gram tinja dapat mengandung jutaan bakteri. Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air.Mengetahui ciri pertumbuhan dari mikroorganisme pada media agar. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk menngisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah resisten . 2009 by firebiology07 BAB I PENDAHULUAN I. tanah. Populasi dari mikroba yang ada di linkungan ini sangatlah beraneka ragam sehinga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni yang tunggal. I.jenis nutrien yang disyaratkan bakteri dan juga macam ligkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini ssangatlah besar dan cukup kompleks.1 Latar Belakang Di dalam bidang ilmu mikrobiologi.beda yang bikenal dengan istilah biakan murni.ribu mikroorganisme. air. . Jurusan Biologi. Sebagai contoh. untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skala laboratorium. 18 Maret 2009 dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi. isolasi dengan cara penuangan. isolasi mikroba dari kulit kepala dan isolasi mikroba dari kotoran belakang leher) serta isolasi mikroorganisme dari substrak cair. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. maka terlebih dahulu kita harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya terdapat baktri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lain. Alam di sekitar kita. udara.Mengetahui taknik pemindahan/ inokulasi biakan mikroorganisme . taburan.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : .Teknik isolasi mikroorganisme Posted on April 19. Biakan murni in teerdiri dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk (Pelczar. I. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup basar.agar tegak dan miring. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni. kapng dan sebagainya. maupunudara juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme.Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit ini. Makassar. Berdasarkarkan hal tersebut di atas maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik dari isolasi dan inokulasi bakteri. baik itu tanah. 1986). suubstrat yang berupa bahan pangan. Selain teknik pertumbuhan bakteri atau teknik isolasi di atas. substrak padat. Untuk melakukan hal ini. tanaman dan hewan. 1986). menjadi spsies yang berbeda. atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran. Universitas Hasanuddin.

koloni yang masing. Dalam hal yang demikian ini dapat kita jadikan piaraan murni.koloni terpisah baik di atas permukaan maupun di dalam agar. dan sampel ini kemudian di sebar di dalam suatu medium yang terbuat dari kaldu dan gelatin encer. kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam mdium tersebut. maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel. maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurang. Setelah medium tersebut mengental maka selang beberapa jam kemudian nampaklah koloni.1905) mempunyai metode yang lain. Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi.macam spesies diencerkan dalam suatu tabung yang tersendiri.sel mikroba di dalam eksperimen pada umumnya tidak diketahui sebelumnya. yaitu masuknya mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar.kurangnyya satu di antara cawan – cawan tersebut mengandung koloni. Untuk menyendirikan suatu spesies dikenal beberapa cara. Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yang murni. yaitu (Dwidjoseputro. Di dalam keadaaan yang sebenarnya dapat dikatakan bahwa tidak ada bakteri yang hidup secara tersendiri terlepas dari spesies yang lainnya. Dengan mengulang pekerjaan di atas.baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjafi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel. Kerap kali bakteri patogen kedapatan bersama.1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat. Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi.alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benarbenar steril. 2.kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut. Atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon (Ferdiaz. 1990). akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0. Ia berhasil memelihara Streptococcus lactis dalampiraan murni yang diisolasi dari sampel susu Yang sudah masam.sel yang digores. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat. Degan pengenceran Cara ini pertama kali dilakukan oleh Lister pada tahun 1865. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman. P emindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian. Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam. 2.masing dapat dianggap murni. Metode cawan gores Metode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu. Jika kita belum yakin. Karena konsentrasi sel. 1992). maka akhirnya akan diperoleh piaraan murni yang lebih terjamin. Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik. 1990) : 1. Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan .benar biakan murni (Dwidjoseputro. 1994) : 1. yaitu dengan mengambil sedikti sampel campuran bakteri yang mudah diencerkan. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan.terhadap suatu antibiotik. Dengan demikian dia memperoleh suatu piaraan adukan.sama dengan bakteri saprob. Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk menanam biakan di dalam medium diantaranya adalah (Lay. Dengan penuangan Robert Koch (1843. Metode cawan tuang Cara lain untuk mempeeroleh biakan koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme ialah dengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan yang kemudian di cawankan.

2) Isolasi pada medium cair Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat). Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar.Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing. Metode agar tuang. . Sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali.3 Cara Kerja Adapun cara kerja dari percobaan ini adalah : 1. Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator. 2. . dan metode agar cawantuang. medium nutrient agar padat. yaitu (Admin.Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba. Biakan Staphylococcus aureus. Isolasi mikroorganisme dari substrak cair . ose dan mikropipet. Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa serial pengenceran.mikrobiologis. Larutan tanah. Mengamti perubahan yang terjadi. Berbeda dengan metode gores kuadran. yang dilakukan secara aseptis. 1 Alat Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah cawan petri. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan menggunakan alkohol 70%. yang kemudian dicawankan. Isolasi mikroba di sekitar kita . swab dan korek api III. bunsen.48 jam. biakan Lactobacillus.Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati. dan kotoran kulit kepala.Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing.Setelah itu masing. tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (50oC). dimana setiap koloni berasal dari satusel.Sebelum dilakukan pengerjaan dalam enkas. 2008) : 1) Isolasi pada agar cawan Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya.masing sesuai perlakuan. ikubator. III. 3) Isolasi sel tunggal Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. aquadest. . Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba. Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan/di dalamcawan. mengambil kotoran gigi. Bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme.2 Bahan Bahan yang dipergunakan pada percobaan ini adalah Biakan Escherichia coli.masing sampel dimasukkan ke dalam cawan petri yang telah berisi medium NA. . memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Lalu .Kemudian dengan menggunakan swab. . spiritus. misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme.masing sesuai perlakuan. enkas. yaitu: Metode gores kuadran. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. alkohol. kotoran belakang leher.Metode gores kuadran. Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan. BAB III METODOLOGI III.

Isoalsi dengan cara penuangan . mengambil biakan bakteri dan masing. . 5. B.Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24.Mengambil masing. masing.Medium setelah padat lalu menginkubasi sdelama 24. . A.Melidahapikan cawan petri terlebih dahulu kemudian memasukkan biakan bakteri ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA cair. . terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. Mengamti koloni yang tumbuh. . Staphylococcus aureus. Isolasi dengan cara taburan .Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.masing diberi label sesuai perlakuan. .masing perbedaannya. . . terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. .Dengan menggunakan ose lurus. .Dengan menggunakan ose lurus. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%.Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas. .Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. .Memasukkan cawa petri steril ke dalam enkas. mengambil biakan bakteri lalu menaburkannya di atas medium NA padat secara merata. setelah diberi label.Mengambil larutan tanah yang telah homogen dengan menggunakan mikropipet lalu memasukkannya ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA.masing biakaan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 1 mL.masing biakan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 0.Cawan petri yang berisi medium NA masing. .1 mL. Isolasi bakteri dari kultur campuran . 4. 3. mengambil biakan bakteri lalu menusukkan ke dalam medium lalu di tutup.Cawan petri steril. .28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C. . menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C. .Menutup cawan petri kemudian melidahapikan dann menggoyangkan dengan cara memutar agar merata. dan Lactobacillus pada media cair.4 buah tabung rreaksi yang masinng. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. kemudian sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. .Dengan menguunakan ose bulat. menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C.Membungku tabung reaksi dengan kertas dan menginkubasinya selama 24.48 jam.masing diberi label sesuai perlakuan lalu meletakkan di dalam enkas bersama dengan medium NA yang cair.masing berisi 2 medium agar tegak dan 2 medium agar mirig dimasukkan ke dalam enkas.zag pada medium agar miring lalu di tututp . lalu diratakan pada permukaan medium sesuai dengan label.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas. .memasukkannya kedalam enkas bersama dengan Biakan Escherichia coli. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%.72 jam dan mengamati masing.masing digoreskan secara zig. . Isolasi mikroorganisme dari substrak padat .Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati.Mengambil masing.lalu meletakkannya di dalam enkas.

datar VI.ciri koloni Metode Warna Bentuk tepi Permukaan Escherichia coli Putih kehijauan Irregular Lobate Raised Tabur Eschericia coli Putih .ciri koloni Kelompok mikroba Bentuk Warna Tepi Permukaan Kotoran gigi .Circular -Irregular Putih -Entire -Lobate Convex Bakteri Kotoran kulit kepala -Circular -Rhizoid Putih -Entire -Filamentous Raised Bakteri Kotoran Belakang leher -Circular Putih Entire Convex Bakteri 2.Irregular : Tidak beraturan . Isolasi mikroba disekitar kita Pada percobaan isolasi mikroba di sekitar kita. Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan raised.bentuk seperti telinga . Warna koloni putih dan permukaan convex.Tuang Keterangan : – = tidak jelas 3. Isolasi mikroba dari substrak cair Bakteri Ciri. Setelah melakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 24.Filamentous : Berbentuk lembaran.Lobate : Terdapat bentuk.Entire : Rata .Rhizoid : Pertumbuhan dengan cabang.28 jam di inkubator.cabang tidak teratur seperti akar.cabang teratur ..BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. . Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan convex (cembung).Raised : Pertumbuhan dengan cabang. Cawan petri yang berisi kotoran gigi berjumlah 26 koloni memiliki bentuk koloni circular (bulat) dengan tepi entire.Convex : Cembung .. Isolasi mikroba di sekitar kita Asal mikroba Ciri.2 Pembahasan 1.lembaran . Cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran belakang leher berjumlah 24 koloni memiliki dua macam bentuk koloni yaitu filamentous. digunakan medium NA (Nutrient Agar) dengan mengisolasi mikroba yang berasal dari kiotoran giggi.1 Hasil Tabel pengamatan : 1. memiliki dua macam bentuk koloni yaitu berbentuk circular (bulat) dengan tipe entire dan berbentuk irregular ( tidak beraturan) dengan tipe lobate.Circular : Bulat . . Isolasi kultur campuran Koloni Ciri-ciri koloni Warna Bentuk Tepi Permukaan 1 Putih Circular Entire Raised 2 Putih Irregular Lobate Flat Keterangan : .Flat : rata. diperoleh hasil bahwa cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran kulit kepala berjumlah 21 koloni. kotoran kulit kepala. dan kotoran belakang lehet.

Warna : Putih . irregular. lobate.ciri koloni berupa : . Mikrobiologi Pangan. sebaiknya peralatan di laboratorium yang rusak diperbaiki atau digantikan dengan yang baru terutama mikroskopnya. Lay. B. BAB V PENUTUP V. isolasi mikroba dengan metode tabur terdapat 8 koloni bakteri dengan bentuk irregukar. Ferdias. memiliki bentuk tepi lobate dan permukaan raised. Filamentous . Raja Grafindo Persada.Bentuk : Irregular ..ciri koloni berupa : . S. Medium agar tegak dan agar miring Pada percobaan ini digunakan agar tegak dan agar miring dengan menggunakan bakteri Escherichia coli. dan raised 2. serta permukaannya tidak jelas. bakteri yang berkoloni jumlahnya tidak bisa untuk dihitung (TBUD). Pelczar. Isolasi kultur campuran. 1986. di dapatkan ciri. Gramedia Pustaka Utama. bentuk bakteri. Setelah dilakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 1-2 x 24 jam.ciri koloni berupa : . Jakarta.. 3. dan irregular . didapatkan ciri.ubb. 1994. dan rhizoid .Dasar Mikrobiologi. Warna koloninya putih kehijauan. Pada koloni pertama bentuknya Circular dengan bentuk tepi entire dan permukaan raised.Warna : putih . dan lobate .. Jakarta.Perkembangan-Mikrobiologi. Diakses pada tanggal 08 maret 2009.tepi. setelah dilamkukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24. di dapatkan ciri. 1992. Gramedia Pustaka Utama.Circular. Pada koloni kedua bentuknya irregular dengan bentuk tepi lobate dan permukaan flat. 4.Tepi : Entire.Permukaan : Raised 3.Tepi : Entire. terdapat 12 koloni bakteri dengan dua macam bentuk bakteri dengan tepi dan permukaan berbeda.Permukaan : Raised dan flat V.Warna : Putih. Isolasi mikroba di sekitar kita. Isolasi mikroba dari substrak cair. Jakarta. Warna kedua koloni bakteri putih. dilakukan dengan metode tuang dan metode tabur menggunakan bakteri Escherichia coli. Isolasi mikroba dengan metode tuang. Michael. 2008. Jakarta.php?judul=Sejarah.48 jam di inkubator. Setelah melakukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24.Tepi : lobate .ac. Dwidjoseputro.Bentuk : Circular. DAFTAR PUSTAKA Admin. J. pertumbuhan bakteri pada medium agar tegak berbentuk villous sedangkan pertumbuhan bakteri pada medium agar miring berbentuk beaded. Analisis Mikroba di Laboratorium.2 Saran Saran saya.id/menulengkap. http://www. dan putih kehijauan . Dasar.2. S.48 jam di inkubator. Makassar. .1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah : 1.. 1992. Sedangkan warna bakteri putih. Mikrobiologi Pangan.Permukaan : Convex.. Isolasi mikroba dari substrat cair Pada percobaan isolasi mikroba dari substrat cair. Universitas Indonesia. Isolasi bakteri kultur campuran Pada percobaan isolasi bakteri dengan kultur campuran.

ARTIKEL MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • • • Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Tehnik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ?

PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • introduction dan referensi BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme

BAB 6 MENENTUKAN JUMLAH & UKURAN MIKROBA
Kompetensi : - Mahasiswa dapat melakukan pengukuran sel mikroorganisme - Mahasiswa dapat melakukan perhitungan mikroba dengan cara Plate Count, MPN dan dengan haemocytometer

Menentukan jumlah dan ukuran mikroba a. Menentukan ukuran mikroba Menggunakan mikrometer b. Menentukan jumlah mikroba (enumerasi) b.1 penghitungan jumlah bakteri hidup (penghitungan tidak langsung) b.1.1 Plate count (hitungan cawan) b.1.1.1 SPC b.1.1.2 TPC b.1.1.3 cara kerja SPC dan TPC b.1.2 MPN b.2 penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (penghitungan langsung dengan haemocytometer · Menentukan Ukuran Mikroorganisme Mikroba berukuran sangat kecil dan untuk mengetahuinya digunakan mikrometer. Mikrometer merupakan kaca berskala dan dikenal 2 jenis micrometer yaitu mikrometer okuler dan mikrometer objektif. Mikrometer okuler dipasang pada lensa okuler mikroskop, sedangkan micrometer objektif berbentuk slide yang ditempatkan pada meja preparat mikroskop. Jarak antar garis skala pada mikrometer okuler tergantung pada perbesaran lensa objektif yang digunakan yang menentukan lapang pandang mikroskop. Jarak ini dapat ditentukan dengan mengkalibrasi antara mikrometer okuler dan objektif. Mikrometer objektif memiliki skala yang telah diketahui, menjadi tolak ukur untuk menentukan ukuran skala micrometer okuler. 1 skala micrometer objektif = 0,01 mm / 10 µm. Kalibrasi dilakukan dengan menghimpitkan skala mikrometer objektif dan okuler pada perbesaran yang diinginkan. Skala ke nol (garis pertama) kedua mikrometer disimpulkan menjadi 1 garis kemudian dilihat pada skala ke berapa kedua jenis mikrometer tersebut bertemu/berhimpit kembali. Dari hasil tersebut dapat diketahui satu satuan panjang pada skala mikrometer okuler itu berdasarkan beberapa jumlah skala kecil mikrometer objektif yang berada di antara garis yang berhimpit tadi.

Misal : jika skala ke 0 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 0 mikrometer objektif lalu skala ke 13 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 2 mikrometer objektif maka beberapa 1 skala okuler.

Cara Kerja : Kalibrasi : · Letakkan mikrometer objektif pada meja benda dan pasang mikrometer okuler pada tabung lensa okuler. ·Tentukan perbesaran yang digunakan, (misalnya 40 X 10) kemudian cari gambar perbesaran dari skala mikrometer objektif. ·Setelah fokus didapat, kemudian selanjutnya himpitkan skala ke nol mikrometer objektif dan okuler. ·Cari dengan teliti skala ke berapa antara mikrometer objektif dan okuler yang berhimpit lagi. ·Hitung besarnya skala okuler dengan rumus di atas.

cara kalibrasi cara mengukur mikroba

Penentuan ukuran mikroba -Lepaskan mikrometer objektif dari meja benda. -Ganti dengan preparat ulas yang telah disiapkan -Cari fokus dari preparat tersebut dengan perbesaran yang sama. -Hitung berapa panjang sel dengan menghitung skala mikrometer okuler. -Jika diperlukan hitung lebar sel dengan cara yang sama. Tabung lensa okuler dapat diputar dan dicari posisi yang pas. -Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya :

Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya : x skala okuler X hasil kalibrasi y skala okuler X hasil kalibrasi misal : 5 X 1,54 = 7,7 µm 2 X 1,54 = 3,08 µm · Menentukan jumlah mikroorganisme (enumerasi)
A. penghitungan jumlah bakteri hidup (tidak langsung) a.1. Plate Count (hitungan cawan) Plate count / viable count didasarkan pada asumsi bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah ditumbuhkan dalam media pertumbuhan dan lingkungan yang sesuai. Setelah diinkubasi, jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah mikroorganisme dalam suspensi tersebut. Koloni yang tumbuh tidak selalu berasal dari satu sel mikroorganisme karena beberapa mikroorganisme tertentu cenderung membentuk kelompok atau berantai. Berdasarkan hal tersebut digunakan istilah Coloni Forming Units (CFU’s) per ml. koloni yang tumbuh berasal dari suspensi yang diperoleh menggunakan pengenceran bertingkat dari sebuah sampel yang ingin diketahui jumlah bakterinya. Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut “ - Satu koloni dihitung 1 koloni.

1 ml SP = 0. . . > 300 = TNTC (Too Numerous To Count) atau TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung).Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni. Perhitungan mengacu kepada standar atau peraturan yang telah ditentukan. . Cara menghitung sel relatif / CFU’s per ml CFU’s / ml = jumlah koloni X faktor pengenceran Misal : penanaman dilakukan dari tabung pengenceran 10 -6 dengan metode Spread Plate dan Pour Plate.Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung 2 koloni. . .1 ml SP = 1 ml = 5x107 CFU’s / ml Koloni yang dipilih untuk dihitung menggunakan cara SPC memiliki syarat khusus berdasarkan statistic untuk memperkecil kesalahan dalam perhitungan. Syarat-syaratnya sebagai berikut : .Jumlah koloni yang dilaporkan terdiri dari 2 digit yaitu angka satuan dan angka sepersepuluh yang dikalikan dengan kelipatan 10 (eksponensial).1 ml = 500 000 000 CFU’s / ml = 5x108 CFU’s / ml Pour plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0.1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0.Pilih cawan yang ditumbuhi koloni dengan jumlah 30-300 koloni.3 X .Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni.Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidah dihitung.Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung 1 koloni. missal 2.. < 30 = TFTC (Too Few To Count). Spread plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 0.

3 X 104 .Bila diperoleh perhitungan >300 dari semua pengenceran.34 X 104 menjadi 2.104. Misalnya dengan cara menghitung jumlahnya pada ¼ bagian (transek) cawan kemudian hasilnya dikalikan empat. . . maka hanya dari pengenceran terendah yang dilaporkan. . tidak boleh diambil salah satu. Hasil tersebut dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan besarnya faktor pengenceran. maka jumlah angka yang digunakan adalah data dari kedua cawan.Bila diperoleh perhitungan kurang dari 30 dari semua pengenceran. masing-masing dari pengenceran rendah dan tinggi yang berurutan dengan jumlah koloni 30-300 dan hasil bagi dari jumlah koloni pengenceran tertinggi dan terendah ≤ 2. tetapi jumlah sebenarnya harus dicantumkan dalam tanda kurung. Data yang dilaporkan adalah rata-rata dari kedua cawan duplo tersebut. bukan 2.Apabila setiap pengenceran digunakan dua cawan Petri (duplo). maka jumlah yang dilaporkan adalah nilai rata-rata. meskipun salah satu dari cawan duplo tersebut tidak memenuhi syarat diantara 30-300.35 X 104 menjadi 2. atau 2. .34 X 104. maka hanya dari pengenceran tertinggi yang dilaporkan.Bila ada 2 cawan.4 X 104. Jika hasil bagi dari pengenceran tertinggi dan terendah > 2 maka jumlah yang dilaporkan adalah dari cawan dengan pengenceran terendah. missal 2. pembulatan keatas dilakukan pada angka seperseratus yang sama atau lebih besar dari lima.

bagan untuk mempersingkat syarat SPC .

Pola transek dapat dibuat bervariasi. maserasi dan rinse) (jika perlu).2 Most Probable Number (MPN) Pendekatan lain untuk enumerasi bakteri hidup adalah dengan metode MPN. Jika secara Spread Plate. Penghitungan akan lebih mudah bila memakai Colony Counter. koloni dihitung dengan persyaratan yang telah diuraikan di depan. -Inkubasi pada suhu 30º C selama 1-2 x 24 jam. dapat digunakan batang L atau glass beads. tergantung kebutuhan.3 Prosedur perhitungan jumlah bakteri dengan metode Plate Count. -Lakukan preparasi suspensi kepada sampel terlebih dahulu (swab. Metode MPN ini umumnya digunakan untuk menghitung jumlah bakteri pada air khususnya untuk . -Setelah tumbuh. -Dari 3 pengenceran terakhir diplating (ditanam) ke media NA (Nutrien Agar) atau PCA (Plate Count Agar) sebanyak dua kali tiap pengenceran (duplo). selanjutnya diencerkan sampai tingkat pengenceran (misalnya sampai 10-8) tertentu. Transek dibuat dengan spidol/marker di bagian bawah cawan petri. Plating dapat secara Spread Plate atau Pour Plate.1. MPN didasarkan pada metode statistik (teori kemungkinan). lihat juga Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) a.Penghitungan koloni pada cawan sebaiknya dibuat transek atau dibagi-bagi jika koloni yang tumbuh terlalu banyak. a. -Masukkan sampel ke tabung berisi 9 ml akuades untuk pengenceran pertama.

Pindahkan suspensi air sample sebanyak 10 ml ke masing-masing tabung seri pertama (3 tabung LBDS). tidak membentuk spora. Sediakan 3 tabung berisi LBDS (9 ml tiap tabung) dan 6 tabung berisi LBSS (9 ml tiap tabung) lengkap dengan tabung durham. 3. lactose (10 gr) dan Bromthymol Blue (0. Untuk sampel 1 ml dan 0. secara aseptis. Apabila dipakai 3 tabung maka disebut seri 3.2 %) per liternya. batang pendek. peptone (5 gr). Ciri-ciri utamanya yaitu bakteri gram negatif. Atur kesembilan tabung menjadi 3 seri (seperti di gambar). memfermentasi laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi dalam waktu 24 jam inkubasi pada 37º C. Kocok botol yang berisi air sampel. Nilai MPN ditentukan dengan kombinasi jumlah tabung positif (asam dan gas) tiap serinya setelah diinkubasi. Untuk sampel sebanyak 10 ml ditumbuhkan pada media LBDS (Lactose Broth Double Stregth) yang memiliki komposisi Beef extract (3 gr). Sampel ditumbuhkan pada seri tabung sebanyak 3 atau 5 buah tabung untuk setiap kelompok. Pemberian sampel pada tiap seri tabung berbeda-beda.1 ml dimasukkan pada media LBSS (Lactose Broth Single Stregth) yang berkomposisi sama tapi hanya kadar laktosa setengah dari LBDS yaitu 5 gr. 2. dan jika dipakai 5 tabung maka disebut 5 seri. Berdasar sifat coliform.mendeteksi adanya bakteri koliform yang merupakan kontaminan utama sumber air minum. maka bakteri ini dapat memfermentasikan laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi oleh berubahnya warna dan gas dalam tabung durham. Media pada tabung adalah Lactose Broth yang diberi indikator perubahan pH dan ditambah tabung durham. Cara kerja : 1. .

6. 5. Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri kedua (3 tabung LBSS). Inkubasi semua tabung pada suhu 37º C selama 48 jam. 7. Kombinasi angka tersebut lalu dicocokkan dengan tabel MPN untuk seri 3 sehingga diperoleh jumlah mikroba sebenarnya. secara aseptis. Misal : didapatkan kombinasi jumlah tabung positif : 321 maka jumlah bakteri coliform adalah 150 sel/100 ml. Alat yang digunakan adalah Petroff-Hauser Chamber atau Haemocytometer. Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri ketiga (3 tabung LBSS). secara aseptis. Penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (langsung) Penghitungan secara langsung dapat dilakukan secara mikroskopis yaitu dengan menghitung jumlah bakteri dalam satuan isi yang sangat kecil. harus ada keduanya). Jumlah cairan . A. Lihat tabung gas positif (asam dan gas . Tulis kombinasi tabung positif tiap seri (misal : 3 2 1).4. lalu hitung tabung positif untuk tiap seri.

Luas kotak sedang : =pxl . Dengan demikian satu kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil. Tebal dari ruang hitung ini adalah 0. Sel nakteri yang tersuspensi akan memenuhi volume ruang hitung tersebut sehingga jumlah bakteri per satuan volume dapat diketahui.1 mm. dibagi menjadi 25 kotak sedang dengan panjang 0. Satu kotak besar di tengah. Ruang hitung terdiri dari 9 kotak besar dengan luas 1 mm². Satu kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil.2 mm.yang terdapat antara coverglass dan alat ini mempunyai volume tertentu sehingga satuan isi yang terdapat dalam satu bujur sangkar juga tertentu.

Lakukan perhitungan secara kasar apakah diperlukan pengenceran atau tidak. Bersihkan Petroff-Hauser Counting Chamber atau Haemocytometer dengan alkohol 70 % lalu 3.04 mm2 x 0. Letakkan alat hitung pada meja benda kemudian cari fokusnya pada perbesaran 40x10.2 = 0. Suspensi sel akan menyebar karena daya kapilaritas. Hitung sampel. 6.2 x 0. keringkan dengan tissue.5 x 105 Dengan perhitungan yang sama maka diperoleh rumus untuk kotak kecil : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 4 x 106 1.= 0. 7.04 mm2 jadi misalnya diperoleh: Volume kotak sedang : 20 sel dalam satu kotak sedang = 0. Letakkan cover glass di atas alat hitung. 9. 5. Biarkan sejenak sehingga sel diam di tempat (tidak terkena aliran air dari efek kapilaritas). Cara kerja (digunakan kotak sedang) : 2. 4.004 mm3 = 20 x (1/4) x 106 Karena 1 ml = 1cm2 = 5 x 106 sel/ml Maka : = 0.5 x 105 Kotak sedang : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 2. . Tambahkan ± 50 µl suspensi sel yeast (kira-kira 1 tetes) dengan cara meneteskan pada parit kaca pada alat hitung. Jika dalam satu kotak sedang terdapat sel-sel yang banyak dan bertumpuk maka perhitungan akan tidak akurat dan diperlukan pengenceran dengan perbandingan 1:5 atau 1:10.1 mm maka jumlah sel keseluruhan : = 0.004 mm3 = 0. 8.000004 cm3 = 4x10-6 ml Sel/ml : = jumlah sel/4x10-6 ml = (jumlah sel/4) x 106 = jumlah sel x (¼) x 106 = jumlah sel x 2. paling tidak sebanyak 5 kotak sedang (lebih banyak lebih baik).

Jika dilakukan pengenceran maka jumlah sel/ml dikalikan faktor pengenceran http://ekmon-saurus.html .com/2008/11/bab-6-menentukan-jumlahukuran-mikroba.blogspot.Hasil perhitungan dirata-rata kemudian hasil rataan dimasukkan rumus untuk kotak sedang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit.3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. pukul 14. pengecatan negatif maupun pengecatan gram serta mengetahui morfologi mikroorganisme. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup.Tujuan hanya untuk melihat bentuk sel .Bakteri tidak diwarnai. substrat. sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. 2008). 2008).00. kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. Macam-macam pewarnaan (Yulneriwanti. Untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme dengan cara pengecatan negatif. Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte.Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) . Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jimmo. pengecatan sederhana dan pengecatan gram. Universitas Hasanuddin. 1994). 2. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bekteri. basil. kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil.1 Latar Belakang Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna. spirilum. Jurusan Biologi. Untuk mengetahui morfologi mikroorganisme I. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. begitu pula dengan bakteri. seperti spirochaeta 2. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. I.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : 1. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 1990).30 WITA dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi. Pewarnaan negatif . Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). Berdasarkan hal tersebut di atas. struktur dan sifat-sifat yang khas. dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro. tapi mewarnai latar belakang . maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme baik itu dengan cara pengecatan sederhana. Makassar. Pewarnaan sedehana . Olek karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Rizki.Ditujukan untuk bakteri yang sulit diwarnai. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam.PEWARNAAN BAB I PENDAHULUAN I. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. 25 Maret 2009. peluntur warna . 2008) : 1. dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan.17.

Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif dapat dilihat pada table berikut ini (filzahazny. spora. flagel dll Cara pewarnaan negatif .3. struktur. Kebanyakan bakteri telah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofil (suka akan basa). kuman perlu diwarnai. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar.Contoh: Pw. 2008).Untuk mewarnai struktur khusus/tertentu dari bakteri→ kapsul. Gram. Pewarnaan sederhana ini memungkinkan dibedakannya bakteri dengan bermacam-macam tipe morfologi (coccus. Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Pw.menggunakan lebih dari satu macam zat warna . Disebut demikian karena hanya digunakan satu jenis cat pewarna untuk mewarnai organisme. Bakteri Tahan Asam 4. basillus. ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae (filzahazny. dsb) dari bahan-bahan lainnya yang ada pasa olesan yang diwarnai (Hadiotomo. yakni gram-positif dan gram-negatif. Pewarnaan diferensial . sementara bakteri gram-negatif tidak. Pada uji pewarnaan Gram. 1990). 2008). Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. sifat-sifat bakteri dalam membantu mengidentifikasinya. Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel.Sediaan hapus → teteskan emersi → lihat dimikroskop Untuk mempelajari morfologi. yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka.Tujuan untuk membedakan antar bakteri . Pewarnaan khusus . Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. maka terjadinya . Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromofornya bersifat positif). vibrio. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka (filzahazny. suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. 2008) : Bakteri Gram Positif Bakteri Gram Negatif Dinding Sel: Lapisan petidoglikan Lebih tebal Lebih tipis Kadar lipid 1-4% 11-22% Resistensi terhadap alkali (1% KOH) Lebih pekat Larut Kepekaan terhadap Yodium Lebih peka Kurang peka Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin Resistensi terhadap tellurit Lebih tahan Lebih peka Sifat tahan asam Ada yang tahan asam Tidak ada yang tahan asam Kepekaan terhadap penisilin Lebih peka Kurang peka Kepekaan terhadap streptomisin Tidak peka Peka Teknik pewarnaan Pewarnaan sederhana. metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. Pewarnaan negatif. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang).

2. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. Pengecatan Sederhana 1. . Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. 1990). Gram A (Kristal violet). 1990) : . Tissue roll.pipet tetes. 3. Gram B (larutan lugol). . Endospora dapat bertahan hidup dalam keadaan kekurangan nutrien.Struktur dinding selnya tipis. sekitar 10 – 15 mm. pewarna yang sesuai dapat menembus endospora. . Sifat-sifat ini menyebabkan dibutuhkannya perlakuan yang keras untuk mewarnainya.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. berlapis tiga atau multilayer. sukar untuk dihilangkan.Struktur dinding selnya tebal.Bersifat lebih rentan terhadap penisilin.10% dari berat kering. Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu (Volk & Wesley. kekeringan. . .Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal.2 Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah Aquadest steri. objek gelas. . . radiasi UV serta bahan-bahan kimia. botol semprot . peptidoglikan terdapat didalam lapisan kaku.± Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%). gegep kayu. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (Hadiotomo.Tidak resisten terhadap gangguan fisik. 1990) : . Biakan Bacillus cereus.3 Prosedur Kerja A. Biakan Salmonella typii. sebelah dalam dengan jumlah sedikit . Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang tebal dan keras. Gram C (Alkohol asam). Meneteskan larutan Kristal violet diatas olesan preparat tersebut sebanyak 1-2 tetes dan membiarakan selama 1-2 menit. . dan hand sprayer III.lampu spritus .Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet.penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu (Hadiotomo. 1998): 1. Minyak imersi. berlapis tunggal atau monolayer. Membuat preparat olesan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii lalu fiksasi dengan pembakar spirtus. 4. Alcohol 70 %. III. . lBiakan Eschericia coli. Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu (Hadiotomo. tahan terhadap panas. Larutan nigrosin (tinta cina). Ukuran dan letak endospora di dalam sel merupakan ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan spesies-spesies bakteri yang Membentuknya (Dwidjoseputro. 1989).Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). 2. Gram D (Safranin). Tetapi sekali pewarna memasuki endospora.Lebih resisten terhadap gangguan fisik. . Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin BAB III METODOLOGI III.Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. 1 Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah mikroskop. Mengandung asam tekoat. korek api.wadah baskom. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. tidak mengandung asam tekoat. ose bulat. Struktur di dalam sel pada tempat-tempat yang khas dibentuk oleh spesies ini disebut endospora. Hanya bila diperlukan panas yang cukup. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. Spirtus. sekitar 15-80 nm.

Pada pengecatan sederhana digunakan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii. Pengecatan ini dilakukan untuk mewarnai latar belakang preparat sedangkan bakteri sendiri tidak terwarnai serta untuk mengamati ukuran. Menyiapkan preparat olesan bakteri Bacillus cereus. 2. Mencuci dengan air mengalir dan mengeringkan dengan tissue roll dengan hati-hati. Setelah pengamatan dibawah mikroskop diperoleh preparat mikroba berwarna hitam sedangkan bakteri sendiri tidak berwarna (berwarna putih) dan berbentuk basil (batang). Menggambar dan mencatat hasil yang diamati. C. yang berarti bakteri tersebut menyerap zat warna cat tersebut sehingga Nampak pada mikroskop. Membiarkan hingga mengering lalu mengamati diubawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi. 4. B. Pengecatan Negatif 1.. Mengamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. 4. 2. Menggambar dan mencatat hasil pengamatan. Meneteskan larutan gram B. 6. membiarkan selama 1 menit. Setelah pengecatan diperoleh bakteri tersebut berwarna ungu. kemudian mengeringkan dengan hati-hati mengunakan tissue roll. Zat warna yang umunya digunakan yakni yang bersifat alkalin (kromatofornya bermuatan +). B. Mencuci dengan air mengalir sampai sisa cat tercuci habis. Pengecatan ini menggunakan 4 jenis larutan yaitu . C. 5. 5. membiarkan selama 1 menit. Pengecatan Sederhana Pengecatan sederhana digunakan untuk memperlihatkan atau memperjelas kontras antara sel dan latar belakangnya sehingga dapat mempertajam bentuk dari sel-sel mikroba itu sendiri. membiarkan selama 30 detik. 3.1 Hasil IV. Mengamati dibawah mikroskop dengan menggunakan pembesaran 100x dan minyak imersi. Mencuci dengan air dan keringkan.®Dengan menggunakan objek gelas lain menyentuhkan sisi objek gelas tersebut pada sampel tersebut sehingga membentuk sudut 300 4. Eshcericia coli dan Salmonella typii lalu fiksasi pada pembakar spirtus. bentuk. 5. selanjutnya menarik objek gelas tersebut dengan arah yang berlawanan hingga membentuk film tipis. Pada pengecatn ini digunakan 3 jenis bakteri yaitu Bacillus cereus. C. Pengecatan Gram 1.3. 8. Pengecatan Negatif Pada pengecatan ini digunakan cat asam nirosin (tinta cina). Mengambil 1 ose yang digunakan umntuk mengambil biakan.2 Pembahasan A. dan tata letak sel. Menetesi dengan larutan gram D. 9. Meneteskan larutan gram A sebanyak 2-3 tetes pada olesan bakteri. meletakkan biakan pada objek gelas kemudian mencampur dengan 1-2 tetes nigrosin. Pengecatan Gram Pengecatan gram termasuk pengecatan diferensial yang digunakan untuk membedakan bakteri gram negative dan bakteri gram positif. membiarkan selama 30 detik. 7. Mencuvi dengan air dan keringkan. 3. dengan cara mewarnai sel-sel mikroba dengan zat warna khususnya warna Kristal violet. Membersihkan gelas objek dengan alcohol 70 % agar bebas lemak. Salmonella typii dan Eshericia coli. Meneteskan larutan gram C. mencuci dengan air dan mengeringkan dengan tissue.

http ://ngecat bakterimakul-rizki.kuliah.htm.html.. 2008.fkugm2008.2x/6/Praktikum6. Yulneriwanti... http://01-bakteri. Jakarta : Erlangga. Makassar. .blogspot. Fauziah. Makassar.Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel bakteri dengan menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal violet. .com/2009/04/19/teknik-pewarnaanmikroorganisme/ . V.com/2008/02/materi. http:/wordpress. . www. DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro.2 Saran Saran untuk laboratorium agar percobaan berikutnya keanekaragaman bakteri yang digunakan dapat bertambah lagi sehingga hasil yang diperoleh dapat bervariasi. 2008. dengan pemberian larutan lugol maka kristal violet akan masuk sampai ke inti sel. Wheeler. Wesley A dan Margareth F. Mikrobiologi Dasar Jilid I. Malang : Djambatan. larutan iodine sebagai pengintensifan cat utama. Makassar.mht.. pada saat bakteri Gram positif ditambahkan dengan kristal violet maka gram positif akan mengabsorbsi larutan tersebut hanya pada dinding sel. D. Volk. pewarnaan gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+) dan gram (-) dengan lebih dari satu zat warna sedangkan pewarnaan negative berguna untuk mewarnai latar belakang preparat dan bakteri sendiri tidak terwarnai.html.. Makassar. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Filzahazny.. pemberian alkohol menyebabkan pori-pori dinding sel mengecil sehingga warna ungu tertahan di dalam sel disebabkan oleh rendahnya kandungan lipid. Hadiotomo. 1990. http ://Pembuatan PReParAT dan PengeCaTAnnyA _ BLoG KiTa. Ratna Siri. diakses pada tanggal 08 Maret 2009. diakses pada tanggal 14 April 2009.Pewarnaan mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara yaitu dengan pengecatan gram.Kristal violet sebagai cat utama.. diakses pada tanggal 04 April 2009.di akses pada tanggal 08 maret 2009.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : . 1989. Makassar. diakses pada tangan 04 April 2009.com/Penganta-tentang-bakteri.pdf. Berdasarkan percobaan diperoleh Bacillus cereus dan Salmonella typii bersifat gram positif yang berarti bakteri dapat mengikat dengan kuat cat utama cristal violet berwarna ungu. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. 2008. 2008. Perbedaan gram (+) dan gram (-) Sifat Gram (+) Gram (-) • Komposisi Kandungan lipid rendah Kandungan lipid tinggi • Ketahanan terhadap penisilin Lebih sensitif Lebih tahan • Penghambatan warna Lebih dihambat Kurang dihambat • Ketahanan terhadap fisik Lebih tahan Kurang tahan • Kebutuhan Nutrien Kompleks Relatif BAB V PENUTUP V. Sedangkan bakteri Eschericia coli bersifat gram negative karena tidak dapat mengikat kuat cat utama dan dapat diwarnai oleh cat lawan yakni merah dari pewarna safranin. Jakarta : Pt Gramedia..com/wp-content/uploads/HSC/1. pengecatan sederhana dan pengecatan negative. alcohol asam untuk pencucian dan safranin sebagai cat penutup. 1998. http://firebiology07.Bakteri gram negatif pada teknik pewarnaan akan menghasilkan warna merah dan bakteri gram positif akan menghasilkan warna ungu. Rizki.. 2008.wordpress. Jimmo.

bertambah besar atau bertambah berat. Dalam pertumbuhannya mikroorganisme membutuhkan kondisi lingkungan yang dapat mendukung proses perkembangbiakkannnya. maka dibutuhkan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme.3 Rumusan masalah Rumusan masalah pada makalah ini adalah: .1 Latar Belakang Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran atau subtansi atau masa zat suatu organisme. ukuran koloni yang semakin besar atau subtansi atau masssa mikroba dalam koloni tersebut semakin banyak. 2008). 1.Bagaimana pengaruh faktor abiotik terhadap pertumbuhan mikrobe? .2 Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini selain untuk melengkapi tugas mikrobiologi. Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba (Sofa. yaitu pertambahan jumlah koloni. pertambahan ukuran sel.Bagaimana pengaruh faktor kimia terhadap pertumbuhan mikrobe? . Pertumbuhan merupakan suatu proses kehidupan yang irreversible artinya tidak dapat dibalik kejadiannya. juga agar pembaca dapat memahami dan mengetahui bagaimana factor-faktor lingkunagan mempengaruhi pertumbuhan mikrobe. Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran. 1. Pada organisme bersel satu pertumbuhan lebih diartikan sebagai pertumbuhan koloni. diikuti pertambahan jumlah. pertumbuhan pada mikroba diartikan sebagai pertambahan jumlah sel mikroba itu sendiri.ilmu mikrobiologi oligodinamik BAB I PENDAHULUAN 1. pertambahan berat atau massa dan parameter lain. misalnya kita makhluk makro ini dikatakan tumbuh ketika bertambah tinggi.

Untuk menentukan temparatur maut bagi mikrobe. Berdasarkan pada daerah aktivitas temperatur. Temperatur maksimum adalah temper tertinggi yang masih dapat digunakan untuk aktivitas mikroba.  · Waktu Kematian Termal (Thermal Death Time) merupakan waktu yang diperlukan untuk membunuh suatu jenis mikrobe pada suatu temperatur yang tetap. yaitu: . Pada umumnya batas daerah temperatur bagi kehidupan mikrobe terletak antara 0°C90°C. dan kita kenal ada temperatur. Temperatur minimum adalah nilai paling rendah dimana kegiatan mikrobe -dapat berlangsung.. minimum. Faktor-faktor Alam Faktor-faktor alam terdiri dari: 1.  · Laju Kematian Termal {Thermal Death Rate) adalah kecepatan Kematian mikrobe akibat pemberian temperatur. Beberapa jenis mikrobe dapat hidup pada daerah temperatur yang luas sedang jenis lainnya pada daerah yang terbatas. Pengaruh Temperatur Temperatur merupakan salah satu faktor yang penting di dalam kehidupan. optimum.Bagaimana pengaruh faktor biotik terhadap pertumbuhan mikrobe? BAB II PEMBAHASAN 2.tetapi pada tingkatan kegiatan fisiologi yangpaling minimal. Hal ini karena bahwa tidak semua spesies mati bersama-sama pada suatu temperatur tertentu. mikrobe dapat dibagi menjadi tiga golongan utama. Sedangkan temperatur yang paling baik bagi kegiatan hidup dinamakantemperatur optimum. ada beberapa pedoman seperti berikut ini:  · Temperatur maut/Titik Kematian Termal {Thermal Death Point) adalah temperatur serendah-rendahnya yang dapat membunuh mikrobe yang berada di medium standar selama 10 menit pada kondisi tertentu.1 FAKTOR ABIOTIK YANG MEMPENGARUHI MIKROBE A. dan maksimum.

atau 1/100 dari kelembaban relatif.90 – 0. yaitu golongan mikroba yang tumbuh ada temperatur 40 – 80 °C. Kebanyakan dari golongan ini tumbuh ditempat-tempat dingin. .  Mikrobe termofil (palitermik).99. yang berakibat berhentinya kegiatan metabolisme. sedangkan untuk jamur dan aktinomisetes memerlukan kelembaban yang rendah di bawah 80%. Pada umumnya untuk pertumbuhan ragi dan bakteri diperlukan kelembaban yang tinggi di atas 85%. dan temperatur optimumnya 55 -65°C Golongan mikrobe ini terutama terdapat di sumber-sumber air panas dan tempat-tempat lain yang bertemperatur tinggi. adalah golongan mikroba yang dapat hidup dengan baik temperatur 5 – 60°C. w w Adapun syarat-syarat yang menentukan matinya bakteri karena kekeringan antara lain adalah: • Pengeringan dalam keadaan terang pengaruhnya lebih buruk daripada dalam gelap. Kadar air bebas di dalam larutan (a ) merupakan nilai perbandingan antara tekanan uap air larutan dengan tekanan uap air murni. Nilai a untuk bakteri pada umumnya terletak di antara 0. 2. Mikrobe psikrofil/ karyofil (oligotermik). baik di daratan maupun di lautan  Mikrobe mesofil (mesotermik). • Pengeringan pada suhu tubuh (37°C) atau temperatur kamar (± 26°C) lebih jelek daripada pengeringan pada temperatur titik beku • Pengeringan pada udara efeknya lebih buruk daripada di dalam vakum atau di tempat yang berisi nitrogen. Pengaruh Kebasahan dan Kekeringan Mikrobe mempunyai nilai kelembaban optimum.75. yakni golongan mikrobe yang dapat tumbuh pada 0 – 30°C. sedangkan bakteri halofilik mendekati 0. Umumnya mikroba mesotermik hidup dalam alat pencernaan. Pengeringan secara perlahan-lahan menyebabakan perusakan sel akibat pengaruh tekanan osmosis dan pengaruh lainnya dengan naiknya kadar zat terlarut. sedang temperatur optimumnya 25 – 40°C. dengan temparatur optimum 10 -15°C. Keadaaan kekeringan menyebabkan proses pengeringan protoplasma.

tanah radiolaria. Berdasarkan hal ini. daging kering dapat bertahan lebih lama daripada pada gesekan pada kaca obyek. 3. 5. Pengaruh Penghancuran secara Mekanik Pengaruh tekanan udara terhadap kehidupan bakteri sangat kecil. Untuk menghentikan pembiakan bakteri diperlukan tekanan 600 atm. Bila energi radiasi diabsorpsi oleh sel mikroorganisme akan menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel. Proses-proses ini sering digunakan untuk melepaskan enzim-enzim dan endotoksin yang terkandung di dalam bakteri. Pengaruh Sinar Pada umumnya sel mikroorganisme rusak akibat cahaya. mikrobe yang ditempatkan di air suling (aquades) akan kemasukan air sehingga dapat menyebabkan pecahnya sel mikrobe tersebut. Beberapa mikrobe dapat menyesuaikan diri terhadap kadar garam atau kadar gula yang tinggi. dan sebagainya. misal ragi yang osmofil (dapat tumbuh padaz kadar garam tinggi). seperti pecahan kaca. gula. hal ini dinamakan plasmoptisis. misalnya cahaya matahari. terutama pada mikrobe yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik. Sinar dengan gelombang pendek akan berpengaruh buruk terhadap mikrobe. golongan ini bersifat haloduri 4. Pengaruh Perubahan Nilai Osmotik Pada umumnya larutan hipertonik menghambat pertumbuhan mikrobe karena dapat menyebabkan plasmolisis. protoplasma serta komponen-komponen sel . bahkan beberapa mikrobe dapat bertahan di dalam substrat dengan kadar garam sampai 30%. Mengguncang-guncangkan bakteritidak membawa kematian. kecuali kalau bakteri itu dicampur dengan benda keras.000 atm.000 kali per detik. dan untuk mematikan diperlukan tenaga sebesar 6.• Bakteri yang dalam medium susu. dan untuk membunuh sporanya diperlukan tekanan 12.000 atm.Untuk memecahkan bakteri diperlukan pengguncangan 9. Larutan garam atau larutan gula yang agakpekat mudah menyebabkan plasmolisis. tanah foraminifera. maka pembuatan suspensi bakteri dengan menggunakan air murni tidak dapat digunakan. Sedangkan sinar dengan gelombang panjang mempunyai daya fotodinamik dan daya biofisik. Pada umumnya. Sebaliknya. Medium yang paling cocok bagi kehidupan mikrobe adalah medium yang isotonik terhadap isi sel mikrobe.

• Lamanya disinfeksi harus tepat. dimana pada konsentrasi yang kecil saja dapat membunuh mikrobe dinamakan daya oligodinamik. alat-alat yang didisinfeksi jangan diangkat sebelum waktunya. Daya antimikrobe dari logam berat.hanya dapat diselidiki lebih lanjut jika ada dalam keadaan lepas sel {cell free system). • Sebaiknya menyediakan hand lotion untuk merawat tangan setelah berkontak dengan disinfektan. 2. Logam-logam Berat Logam berat berfungsi sebagai antimikrobe oleh karena dapat mempresipitasikan enzim-enzim atau protein esensial dalam sel. dan harganya mahal. Disinfektan yang sudah menunjukkan tanda-tanda pengeruhan atau pengendapan harus diganti dengan yang baru. 2. As. sehingga seluruh permukaan alat tersebut dapat berkontak dengan disinfektan. Logamlogam berat yang umum dipakai adalah Hg. • Pengenceran disinfektan harus sesuai dengan yang dianjurkan dan setiap kali harus dibuat pengenceran baru. Zr dan Cu. Ag.2 Faktor-Faktor Kimia 1. Tetapi garam dari logam berat ini mudah merusak kulit. Penggunaan Antiseptik dan Disinfektan Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada disinfeksi secara kimia: • Rongga yang cukup diantara alat-alat yang didisinfeksi. • Biia untuk membunuh spora kuman biasanya bersifat mudah menguap sehingga ventilasi ruangan perlu diperhatikan. b. Beberapa Disinfektan dan Antiseptik a. Fenol dan Senvawa-senyawa Sejenis . • Sebaiknya disinfektan yang dipakai bersifat membunuh (germisida). merusak alat-alat yang terbuat dari logam.

semakin meningkat pula daya disinfektannya. tetapi untuk spora tidak. Konsentrasi di atas 90% atau di bawah 50% biasanya kurang efektif kecuali untuk isopropil alkohol yang masih tetap efektif sampai konsentrasi 99%. sehingga disinfektan menjadi lebih menarik. lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan lainnya. c. dan selain itu juga merusak membran sel dengan cara menurunkan tegangan permukaannya. Alkohol Alkohol merupakan zat yang paling efektif dan dapat diandalkan untuk sterilisasi dan disinfeksi. Larutan formaldehid (CH O) 20% dalam 652 . Ada 3 jenis alkohol yang dipergunakan sebagai disinfektan. untuk mencegah timbulnya infeksi pascabedah. Waktu yang diperlukan untuk membunuh sel-sel vegetatif cukup 10 menit. Menurut ketentuan. Aldehid 3 3 2 3 2 Cara bekerjanya aldehid ialah dengan cara membunuh sel mikroba dengan mendenaturasikan protein. Oleh karena itu. Jika dicampur dengan air murni. Kresol (kreolin) lebih baik khasiatnya dari pada fenol. Pada konsentrasi yang rendah (2 -4%). Lisol adalah disinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol. Yang banyak dipergunakan dalam praktek adaiah larutan alkohol 70 – 80% dalam air. d . dan juga merupakan pelarut lemak. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap. efeknya menjadi lebih baik. semakin tinggi berat molekulnya. Etanol murni kurang daya bunuhnya terhadap mikrobe. membran sel sel akan rusak. yaitu metanol (CH OH). daya bunuhnya disebabkan karena fenol mempresipitasikan protein secara aktif. diantara ketiga jenis alkohol tersebut isopropil alkohol adalah yang paling banyak digunakan. dan enzim-enzim akan diinaktifkan oleh alkohol. Alkohol 50 – 70% banyak dipergunakan sebagian disinfektan. Fenol merupakan standar pembanding untuk menentukan aktivitas atau khasiat suatu disinfektan. Alkohol mendenaturasikan protein dengan jalan dehidrasi. Oleh karena itu.Fenol (asam karbol) untuk pertama kalinya dipergunakan Lister di dalam ruang bedah sebagai germisida. dan isopropanol (CH ) CHOH).etanol (CH CH OH). Karbol adalah nama lain dari fenol.

baik dalam air maupun dalam alkohol bersifat sangat antiseptik dan telah lama dipakai sejak lama sebagai antiseptik kulit sebelum proses pembedahan. dan telah lama dipergunakan untuk mengobati infeksi traktus urinar Mekanisme kerjanya disebabkan karena akridin mampu bere dengan ADN mikrobe. Stafilokokus dan Iainlain sel vegetatif akan dimatikan dalam waktu 5 menit.70% alkohol merupakan cairan pensteril yang sangat baik apabila aiat-alat direndam selama 18 jam. maka alat-alat tersebut harus dibilas dulu sebelum dipakai.5 atau lebih. yakni glutaraldehid merupakan solusi seefektif formaldehid. Mycobacterium tuberculosis dan virus dalam waktu 10 menit. Senyawa tersebut bersifatnontoksik dan tidak iritatif bagi manusia. Sudah lama klorin dikenal sebagai deodoran dan disinfektan yang sangat baik. misalnya derivat akridin dan zat warna rosan Akriflavin (campuran derivat akridin dengan senyawa I mempunyai spektrum aktivitas yang luas. e. Sayangnya kebanyakan senyawa klorin diinaktifkan bahan-bahan organik dan beberapa katalisator logam. Yodium Larutan yodium. Senyawa lain aldehid. terutama bila pHnya 7. sedangkan untuk membunuh spora diperlukan 3-12 jam. Akan tetapi karena meninggalkan residu. dengan reaksi kimia sebagai berikut : 2 H O —► 2 H O + O h. f. g. Molekulnya tidak stabit dan apabila dipanaskan akan teurai menjadi air dan oksigen. Klor dan Senyawa Klor Klorin bebas memiliki warna khas (hijau) dan bau yang tajam. Peroksida Peroksida hidrogen (H O ) merupakan antiseptik yang efektif nontoksik. Klorin dijadikan standar pengolahan air minum di seluruh lingkungan. i. Deterjen . Zat Warna 2 2 2 2 2 2 Beberapa zat warna dapat menghambat pertumbuhan kur (bakteriostatik).

akan menimbulkan gejala-gejala alergi dan berakibat kekebalan bagi mikrobe-mikrobe tertentu. Antibiotika berbeda dalam susunan kimia dan cara kerjanya. Terutama bakteri yang bersifat Gram positif.wordpress. antara lain Streptococcusyang mengganggu tenggorokan. tetapi kalau dicampur dengan heksaklorofen daya bunuhnya menjadi besar sekali. dan Meningococcus. limbah. dan kompos. j. Gonococcus. melainkan juga merupakan bakterisida. kebanyakan dari genus Bacillus. Sejak lama obat pencuci yang mengandung ion (deterjen) banyak digunakan sebagai pengganti sabun. Antibiottka Antibiotika adalah suatu substansi (zat-zat) kimia yang diperoleh dari atau dibentuk dan dihasilkan oleh mikroorganisme. Deterjen tidak hanya bersifat bakteriostatik. k. Pneumococcus.Penggunaan obat ini bila tidak dengan aturan.com/ilmu-mikrobiologi-oligodinamik/ . http://asepwandi. Penicillium. air. Antibiotika yang kini banyak digunakan. Antibiotika tersebar di alam. Mtkrobe yang peka terhadap suifonamida. dan zat-zat itu dalam jumlah yang sedikit pun mempunyai daya penghambat kegiatan mikroorganisme yang lain. Suifonamida Sejak tahun 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan tidak memiliki sifat tidak merusak jaringan manusia.Sabun biasa tidak banyak khasiatnya sebagai zat pembunuh bakteri (bakterisida). dan memegang peranan penting dalam mengatur populasi mikrobe dalam tanah. dan Streptomyces.

1. terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida 3. Asam lemak. Sebagai cadangan energi Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa 1. terdiri atas lipoprotein dan glikolipid 4. terdiri atas sfingolipid. Sebagai penyusun struktur membran sel Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran material-material. Sebagai hormon dan vitamin Hormon mengatur komunikasi antar sel. Lipid kompleks. Fungsi lipid Ada beberapa fungsi lipid di antaranya: 1. 3. Adapun rumus umum dari asam lemak adalah: CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24.Pendahuluan Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam pelarut-pelarut organik. Gliserida. steroid dan malam Asam lemak Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Non gliserida. terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh 2. Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap 1. Ada dua macam asam lemak yaitu: 1. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) . sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis Jenis-jenis lipid Terdapat beberapa jenis lipid yaitu: 1.

11.Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap Struktur asam lemak jenuh Struktur asam lemak tak jenuh Asam-asam lemak penting bagi tubuh Simbol Nama numerik Umum Struktur Keterangan Sering terikat dengan atom N terminal dari membran plasma bergabung dengan protein sitoplasmik Produk akhir dari sintesis asam lemak mamalia 14:0 Asam miristat CH3(CH2)12COOH 16:0 Asam palmitat CH3(CH2)14COOH 16:1D9 Asam palmitolea CH3(CH2)5C=C(CH2)7COOH t Asam stearat Asam oleat Asam linoleat Asam linolenat CH3(CH2)16COOH CH3(CH2)7C=C(CH2)7COOH CH3(CH2)4C=CCH2C=C(CH2)7CO Asam lemak esensial OH CH3CH2C=CCH2C=CCH2C=C(C Asam lemak esensial H2)7COOH 18:0 18:1D9 18:2D9.1 4 Assam CH3(CH2)3(CH2C=C)4(CH2)3COO Prekursor untuk sintesis arakhidon H eikosanoid at Asam oleat Asam Asam stearat arakhidonat Beberapa contoh struktur asam lemak Gliserida netral (lemak netral) Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol.12.8.15 20:4D5. . Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak).12 18:3D9.

Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1. Sebagai komponen penyusun membran sel Sebagi agen emulsi Struktur dari fosfolipid Fosfolipid bilayer (lapisan ganda) sebagai penyusun membran sel Lipid kompleks Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Lipoprotein . 1. Lemak Umumnya diperoleh dari hewan Berwujud padat pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak jenuh Minyak Umumnya diperoleh dari tumbuhan Berwujud cair pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak tak jenuh Fosfogliserida (fosfolipid) Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Struktur trigliserida sebagai lemak netral Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida. 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid. jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah: 1. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida. Penggunaan fosfogliserida adalah: 1. 2.

kecuali ginjal 1. 3. 25% dari lipid merupakan sfingolipid. HDL (high – density lypoproteins) HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati. Sfingolipid Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid. LDL (low – density lypoproteins) LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer 1. Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf. 4. VLDL (very low – density lypoproteins) VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak 1. 2. Kilomikron Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain. Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul non gliserol. Gabungan lipid dengan protein (lipoprotein) merupakan contoh dari lipid kompleks Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid. steroid. Pada manusia.Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein. Struktur kimia sfingomielin (perhatikan 4 komponen penyusunnya) Kolesterol Selain fosfolipid. Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapa hormon. . kolesterol dan malam. Ilustrasi peran masing-masing dari 4 klas besar lipoprotein Lipid non gliserida Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. yaitu: Perbandingan komposisi penyusun 4 klas besar lipoprotein 1. kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma.

Malam sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit. Malam merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang. Secara ringkas. Progesteron dan testosteron Steroid lainnya adalah kortison. hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol. Kortison Malam/lilin (waxes) Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah karena arteri menyempit.Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri. Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri. Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke. Struktur miselus. selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Struktur dasar darikolesterol Kolesterol merupakan bagian dari membran sel Steroid Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid. asthma. Karena larut dalam air. Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam Metabolisme lipid Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral. misalnya testosteron dan progesteron. yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). sedangkan bagian non polar berada di sisi dalam . penanganan penyakit arthritis rematoid. penurunan kemampuan untuk meregang. Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat. rambut dan lain-lain. gangguan pencernaan dan sebagainya. Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini. Bagian polar berada di sisi luar.

dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida. Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid. Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis.Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut. hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan gliserol. jika kebutuhan energi sudah mencukupi. sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein. baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol. untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi. Di sisi lain. asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Perhatikan fungsi kilomikron sebagai pengangkut trigliserida Simpanan trigliserida pada sitoplasma sel jaringan adiposa Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty acid/FFA). Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis. trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi. Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit). kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Secara ringkas. Selanjutnya kolesterol mengalami . Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan adiposa. Struktur kilomikron. maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang. asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.

Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. hidroksi butirat dan aseton).steroidogenesis membentuk steroid. Proses ini dinamakan ketogenesis. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian. Gliserol Kolesterol Aseto asetat hidroksi butirat Aseton Steroid Steroidogenesis Kolesterogenesis Ketogenesis Diet Lipid Karbohidrat Protein .

Asam lemak Trigliserida Asetil-KoA Esterifikasi Lipolisis Lipogenesis Oksidasi beta Siklus asam sitrat ATP CO2 H 2O + ATP Ikhtisar metabolisme lipid Metabolisme gliserol Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. Selanjutnya senyawa ini masuk ke dalam rantai . gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat. Gliserol ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. Pada tahap awal.

Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta. suatu produk antara dalam jalur glikolisis. Dengan adanya ATP dan Koenzim A. asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta. Membran mitokondria interna Karnitin palmitoil transferase II Karnitin Asil karnitin translokase KoA Karnitin Asil karnitin Asil-KoA . dengan rumus (CH3)3N+-CH2-CH(OH)-CH2-COO-.respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat. Aktivasi asam lemak menjadi asil KoA Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang. Reaksi-reaksi kimia dalam metabolisme gliserol Oksidasi asam lemak (oksidasi beta) Untuk memperoleh energi. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin. asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase).

Asil karnitin Beta oksidasi Membran mitokondria eksterna ATP + KoA AMP + PPi FFA Asil-KoA Asil-KoA sintetase (Tiokinase) Karnitin palmitoil transferase I Asil-KoA KoA Karnitin Asil karnitin Mekanisme transportasi asam lemak trans membran mitokondria melalui mekanisme pengangkutan karnitin .

Setelah menjadi asil karnitin. oksidasi beta dan siklus asam sitrat Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA . Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan. Aktivasi asam lemak.Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut: • • Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase. diangkat 2 atom C dengan hasil akhir berupa asetil KoA. asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan proses dan pada setiap proses. Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta. karbon β asam lemak dioksidasi menjadi keton. Oksidasi karbon β menjadi keton Keterangan: Frekuensi oksidasi β adalah (½ jumlah atom C)-1 Jumlah asetil KoA yang dihasilkan adalah (½ jumlah atom C) Oksidasi asam lemak dengan 16 atom C. barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna mitokondria. asil-KoA akan mengalami tahap-tahap perubahan sebagai berikut: 1. Setelah menjadi bentuk aktif. (2P) Setelah berada di dalam mitokondria. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P (+2P) 2. Perhatikan bahwa setiap proses pemutusan 2 atom C adalah proses oksidasi β dan setiap 2 atom C yang diputuskan adalah asetil KoA. Selanjutnya asetil KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar. Dalam proses oksidasi ini. Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. • • • Dalam oksidasi beta.

maka asil-KoA yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena membentuk asetil KoA. Aseto asetat. maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah. hidroksi butirat dan aseton dikenal sebagai badan-badan keton. Karena asam lemak memiliki 10 atom C. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA. Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan 10 atom C. Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total energi satu kali oksidasi beta adalah 5P. dan energi yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2 dikurangi 1. Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C. maka kita memerlukan energi 2 ATP untuk aktivasi. Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asil-KoA yang telah kehilangan 2 atom C. Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Kreb’s yang masing-masing akan menghasilkan 12 ATP. L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. Penghitungan energi hasil metabolisme lipid Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh oksidasi beta suatu asam lemak. Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat. Dengan demikian sebuah asam lemak dengan 10 atom C. sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP. Proses perubahan asetilKoA menjadi benda-benda keton dinamakan ketogenesis. selanjutnya asetoasetat berubah menjadi hidroksi butirat dan aseton. Proses ketogenesis Lintasan ketogenesis di hati Sebagian dari asetil KoA dapat diubah menjadi kolesterol (prosesnya dinamakan kolesterogenesis) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk disintesis menjadi steroid (prosesnya dinamakan steroidogenesis). Gambar Lintasan kolesterogenesis . berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP.3. Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat. yaitu 4 kali oksidasi beta. akan dimetabolisir dengan hasil -2 ATP (untuk aktivasi) + 20 ATP (hasil oksidasi beta) + 60 ATP (hasil siklus Kreb’s) = 78 ATP. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P(+3P) 4.

ACP (acyl carrier protein) digunakan selama sintesis sebagai titik pengikatan. Perhatikan tahap-tahap sintesis dan degradasi trigliserida Jika kebutuhan energi tidak dapat tercukupi oleh karbohidrat. Ini harus tersedia dari glukosa. Pada manusia. Adapun tahap-tahap penyimpanan tersebut adalah: Asam lemak ditransportasikan dari hati sebagai kompleks VLDL. Semua organisme dapat mensintesis asam lemak sebagai cadangan energi jangka panjang dan sebagai penyusun struktur membran. Sintesis asam lemak sesuai dengan degradasinya (oksidasi beta). kelebihan asetil KoA dikonversi menjadi ester asam lemak. Tahap-tahap sintesis asam lemak Penyimpanan lemak dan penggunaannya kembali Asam-asam lemak akan disimpan jika tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Dinamika lipid di dalam sel adiposa. Sintesis asam lemak terjadi di dalam sitoplasma.Sintesis asam lemak Makanan bukan satu-satunya sumber lemak kita. Semua sintesis terjadi di dalam kompleks multi enzim-fatty acid synthase. kita tak dapat menyimpan lemak jika tak ada kelebihan glukosa di dalam tubuh. Gliserol 3-fosfat dibutuhkan untuk membuat trigliserida. maka simpanan trigliserida ini dapat digunakan kembali. NADPH digunakan untuk sintesis. Tempat penyimpanan utama asam lemak adalah jaringan adiposa. Sedangkan asam lemak pun akan dioksidasi untuk memenuhi kebutuhan energi pula (lihat oksidasi beta). Asam lemak kemudian diubah menjadi trigliserida di sel adiposa untuk disimpan. Gliserol dapat menjadi sumber energi (lihat metabolisme gliserol). Tahap-tahap sintesis asam lemak ditampilkan pada skema berikut. Akibatnya. . Trigliserida akan dipecah menjadi gliserol dan asam lemak.

takson) tetapi penyusunan taksonomi mikroorganisme mensyaratkan diidentifikasi sebagai mana mestinya dan diberi nama. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarkan dengan taksonomi. sifat biokimia. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. disebut sebagai sistematika mikroba. Klasifikasi organisme prokariota seperti bakteri memerlukan pengetahuan yang didapat dari pengalaman dan juga teknik observasi.mikroba. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. Key word: Klasifikasi. Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. mikroorganisme. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas. yakni tentang pengklasifikasian penamaan dan pengidentifikasian mikroorganisme. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas.06/02/2010 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 8 Komentar KLASIFIKASI MIKROBA KLASIFIKASI DAN PERANAN MIKROBA DALAM KEHIDUPAN ABSTRAK Klasifikasi dan identifikasi adalah dua hal yang berbeda tetapi saling sebagai berhubungan dalam taksonomi. fisiologi. Taksonomi adalah ilmu mengenai klasifikasi atau penataan sistematis organisme kedalam kelompok atau kategori yang disebut taksa (tunggal. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. Klasifikasi dapat diidentifikasikan penyusunan organisme kedalam grup taksonomi(taksa) dengan berdasarkan persamaan atau hubungan. Menyusun sistematik dalam dunia mikroorganisme bukanlah pekerjaan yang mudah kesulitan pertama yang kita hadapi ialah menentukan apakah mikroba itu . lup dan lain-lain. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. genetik dan morfologi yang sering penting untuk menggambarkan sebuah takson. Kegiatan secara keseluruhan. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. lup dan lain-lain. PENDAHULUAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. identifikasi.

Banyak bakteri di bawah mikroskop menunjukkan bentuk morfologi yang sama. Kriteria dalam kalasifikasi berbeda dengan mengklasifikasikan tumbuhan tingkat tinggi dan hewan tingkat tinggi yang didasarkan terutama pada sifat-sifat marfologisnya. Tetapi hal ini sulit dilaksanakan pada bakteri. dan sejak itu diadakan penyempurnaan secara berangsur-angsur sampai sekarang. sedangkan yang lainnya tidak. Rumusan Masalah Adakah peranan penting mikroba bagi kehidupan. Misalnya dalam klasifikasi bakteri. Tujuan klasifikasi ialah mengatur kedudukan dari berbagai organisme di alam. sarjana Zoologi seperti Muller (1773) dan erlenberg (1838) menggolongkan bakteri pada protozoa. tetapi yang satu dapat mencernakan asam amino tertentu.golongan hewan atau golongan tumbuhan. Baru pada tahun (1873). sehingga klasifikasi bakteri di dasarkan sebagian pada sifat-sifat morfologi. Banyak kesulitan dalam mengklasifikasikan mikroorganisme. sedang golongan yang lain tidak. Jika diketahui ciri-ciri . mengetahui adanya ciri-ciri yang menyebabkan ia lebih condong menggolongkan bakteri (salah satu mikroorganisme) pada tumbuhan. Klasifikasi merupakan bagian dari bidang ilmu sistematik. Tujuan Ø Ø Mengetahui klasifikasi dan identifikasi suatu mikroorganisme Mengetahui manfaat mikroorganisme bagi kehidupan. Ada beberapa golongan bakteri yang sama bentuknya. PEMBAHASAN Klasifikasi dan Identifikasi Dalam semua cabang biologi diperluan pencirian. dan sifat-sifat fisiologinya termasuk imunologi. Ada pula suatu golongan yang dapat menyebabkan suatu penyakit. Setelah leeuwenhoek menyelami dunia mikroorganisme . tetapi sifat-sifat fisiologi mereka berlainan sama sekali. klasifikasi dan identifikasi. Klasifikasi merupakan proses untuk mengenali dan mengelompokkan organisme hidup. Cohn sarjana botani bangsa Jerman. Klasifikasi bakteri secara agak lengkap pada tahun 1875. Maka jelaslah bahwa kesukaran kita untuk menetapkan spesies berdasarkan sifat-sifat morfologi saja.

Morfologi Mikroba pada umumnya sangat kecil : ukurannya dinyatakan dalam mikrometer ( m) . karbohidrat. purin. . pembagian dilakukan berdasaran asam inti yang dikandung. Ciri-ciri utama dari suatu mikroorganisme dikelompokan sebagai berukut : . Oleh karena ukurannya yang sangat kecil. apakah merupakan DNA atau RNA 3. Pada kelompok virus. Hal ini dapat disamakan dengan membuat tabel periodik bagi unsur kimia sehingga terlihat keterkaitan antara unsur kimia tersebut. Sifat Kimiawi Sel terdiri dari berbagai bahan kimia. Dinding sel fungsi dan algae berbeda dari bakteri. maka dapat dilakukan perbandingan sehingga terlihat persamaan dan juga perbedaan dnegan organisme lainnya. Sebagai contoh. 2. bakteri Gram negatif memiliki lipopolisakarida dalam dinding selnya.001 mm Oleh karena ukurannya yang kecil diperlukan mikroskop untuk melihat mikroba. 1. maka sel ini memperlihatkan susunan kimiawi yang spesifik. Sebaliknya ada pula yang hanya memerlukan bahan inorganik saja atau bahan organik (asam amino. Klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme haruslah diketahui terlebih dahulu karakteristik atau ciri-ciri mikroorganisme. tidaklah mungkin bagi kita untuk mempelajari 1 mikroorganisme saja. sehingga yang dipelajari adalah karakkteristik suatu biakan yang merupakan populasi dari suatu mikroorganisme. darah). Bila sel mikroba diberi perlauan kimiawi. Sedangkan bakteri Gram positif tidak. Mikroskop yang digunakan tergantung pada kecermatan yang diinginkan oleh peneliti. Zat Sifat Biakan hara yang diperlukan oleh setiap mikroorganisme berbeda ada mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan tumbuh bila diberikan zat hara yang kompleks (serum. 1 m = 0. Sebaliknya pada banyak bakteri Gram positif terdapat asam teikoat.suatu mikroorganisme. Bahan kimia ini tidak ditemukan pada gram negatif.

bertunas. 6. 8. Berbagai macam reaksi yang terjadi dalam metabolisme dapat digunakan untuk mencirikan mikroorganisme 5. Sifat Genetik DNA kromosomal mikroorganisme memiliki bagian yang konstan dan spesifik bagi mikroorganisme mikroorganisme. 4. vitamin. Sifat Antigenik Bila mikroorganisme masuk kedalam tubuh. Susunan basa DNA Untuk perbandingan di gunakan mol % G+C tersebut sehingga dapat digunakan untuk pencirian 7. Sifat Ekologi Habitat merupakan sifat yang mencirikan mikroorganisme. kemampuannya untuk menimbulkan penyakit merupakan ciri khas mikroorganisme tersebut selain itu terdapat pula bakteri yang memakan bakteri lainnya (Bdellovibrio) dan virus (bakteriofag)yang menginfesi dan menghancurkan bakteri. berupa inang. koenzim) selain itu beberapa mikroorganisme hanya dapat tumbuh pada sel hidup. biakan jaringan. Mikroorganisme yang terdapat dalam rongga mulut berbeda dengan saluran pencernaan. . telur. Patogenitas Mikroba dapat menimbulkan penyakit. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dari sel mikroba. maka antibodi dapat digunakan untuk mencirikan (rapid indentification) terhadap mikroorganisme. Reaksi ini sangat sepesifik sehingga dapat disebut sebagai lock and key system. Mikroorganisme yang hidup di lautan berbeda dengan air tawar. Oleh karena mikroorganisme memiliki antigen yang berbeda. Sifat Metabilisme Proses kehidupan dalam sel merupakan suatu rentetan reaksi kimiawi yang disebut metabolisme. akan terbentu antibodi yang mengikat antigen. Antibodi ini bersifat sangat spesifik terhadap antigen yang menginduksinya.pirimidin.

cara mengambilan zat hara tidak melalui ingesti. Derajat perbedaan sangat berguna oleh karena menunjukkan beberapa banyak organisme yang diteliti berbeda dengan organisme lain. Pembagian didasarkan pada cara pengambilan zat hara yaitu : a. Perkembangan Klasifikasi Two-Kingdom system Four-Kingdom System Five-Kingdom system Lennaeus Animalia Capeland Monera Whitaker Monera Plantae Protoctista Metaphyta Metazoa Protista Plantac Fungsi Animalia Koefisien Kesamaan Kesamaan ini dapat dinyatakan dalam derajat kesamaan atau perbedaan. Yukariot uniseluler termasuk protista. Mikroorganisme masuk dalam : a. Mucroalgar bersifat forosintetik. b. b. Selain itu ada pula yang melakukan kombinasi. c. Protozoa dengan ingesti dan protista lainnya dengan absorpsi.Perkembangan Klasifikasi Pada klasifikasi “Five-kingdom System. ketiga macam pengambilan zat hara terlihat dalam kelompok ini. Forosintesis Absorpsi Ingesti Prokariot termasuk dalam Monera. c. Dengan mengetahui koefisien kesamaan dapat disusun Cluster dari organisme yang serupa . Monera (bacteria dan cyanobacteria) Protista (microalgae dan protozoa) Fungsi (yeasts dan mold) Tabel.

Homologi DNA DNA dipanaskan sehingga terurai menjari untaian tunggal. Bila dua organisme ini berkaitan erat maka akan terbentuk Heterodupleks. rRNA yang disandi oleh sebagian DNA yang disebut sebagai RNA sistron. Ini berarti bahwa selama evolusi cistron ini memperlihatkan perubahan yang lebih sedikit di badingkan dengan bagian DNA yang lain . Bila tidak ada keterkaitan tidak akan terlihat heterodupleks. Untaian tunggal ini kemudian dicampur dengan organisme lainnya dan didinginkan kembali. tetapi masih memperlihatkan homologi DNA. sebaliknya organisme yang jauh berbeda memiliki nilai % G + C yang berbeda pula. Urutan nukleotida inilah yang merupakan ciri dasar suatu organisme. 1. Metode ini paling obyektif dan didasarkan pada DNA. Ini berarti untaian dari satu organisme akan berpasangan dengan untaian dari organisme lainnya. Namun demikian. Pada tahun 1960. Metode ini paling berguna dalam tingkat klasifikasi species. Metode yang sering digunakan untuk melihat keterkaitan genetik adalah : 1.Beberapa metode utuk menentukan derajat kesamaan a. b. Organisme yang berkaitan erat memiliki % G +C yang sama. Pada mulanya kesamaan yang dibadingkan hanyalah % mol G + C saja. Cluster analysis Phenogram / dendrogram Ordination methods Menggunakan Principal component analysis d. Oleh karena itu dicari metode perbandingan yang lebih cermat dengan cara membandingkan urutan dari nukleotida. cabang ilmu yang disebut biologi molekuler menggunakan teknik untuk melihat kesamaan DNA antar organisme. Similarity Matrix Keterkaitan Sifat Genetik Metode klasifikasi yang paling cermat adalah keterkaitan sifat genetika anta organisme. Pada bakteri ternyata rRNA cistron ini “highlyy conserved” lestari. Homologi RNA ribosom dan ribosomal RNA oligonukleotida Dua organisme dapat saja tidak erat kaitannya. c. organisme yang tidak berkaitan mungkin saja memiliki % G + C yang sama.

3. Mikro-alga lainnya . Prokaryota. Monocotyledoneae. 2. yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji dua. Mikro-alga biru-hijau (BGA = blue-green algae). pembagian ini berdasarkan kepada ada tidaknya inti. Dari segi mikrobiologi sendiri. Pertama kali pengelompokan ini hanya untuk lingkungan tumbuh-tumbuhan dan hewan. gamae = alat perkembangbiak). Mikroba sesuai dengan bentuk dan sifatnya termasuk kedalam Dunia tumbuhtumbuhan. Mikroba termasuk kedalam kelompok ke-3 tersebut sesuai dengan sifat alat untuk perkembangbiakannya. Dicotyledoneae.Taksonomi Mikroba a. dunia Mikroba terbagi menjadi dua kelompok besar lainnya. baik yang sudah terdiferensiasi ataupun yang belum. Yaitu : 1. Bakteria. termasuk didalamnya ragi. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) Jamur. yaitu kelompo mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi. yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi. Karyota. tetapi ternyata bahwa untuk mikroba pun dapat digunakan. atau tumbuh-tumbuhan tanpa keping biji. yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji tunggal. Dasar Pengelompokan Taksonomi merupakan cara atau upaya pengelompokan jasad hidup di dalam kelompok atau takson yang sesuai. Acotyledoneae. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) 2. maka sekarang akan bertambah dengan 1 kelompok besar lainnya. Sehingga kalau sebelumnya dunia tersebut hanya terbagi kedalam dua kelompok besar yaitu : 1. yaitu Cryptogamae (kriptos = tersembunyi/tidak ada atau tidak nampa.

di dalam tanah. Tempat hidupnya tersebar di mana-mana. sejak di udara. pada tanaman ataupun pada tubuh manusia atau hewan.Walaupun ada kelompok kehidupan atau jasad lain yang dianggap hirup berdasarkan kepada bentuk dan sifatnya tidak sama dengan mikroba tetapi mengingat kepentingan dan asosiasi kehidupannya. Protozoa Virus Klasifakasi Bakteri Umumnya berbentuk 1-sel atau sel tunggal atau uniseluler. Hal ini merupakan petunjuk awal bahwa keragaman kimiawi DNA dari organisme yang berbeda dapat menjadi indikasi adanya kekerabata genetik. pada bahan-bahan. informasi yang penting dapat diketahui secara mikroskopis dengan melihat lapisan sel dan ada atau tidaknya struktur khusus misalnya spora atau flagella. Karena tidak mempunyai klorofil. Tingkat Taksonomi Tingkatan Resmi Kingdom Divisi Klas Ordo Contoh Prokaryotae Gracilicutes Scotobacteria Eubacteriales . Kriteria untuk Klasifikasi Bakteri Kriteria sesuai untuk tujuan klasifikasi bakteri termasuk sifat-sifatnya telah diterangkan dalam bab terdahulu. Prosedur pewarnaan seperti pewarnaan gram dapat memberikan perkiraan bakteri memiliki kekerabatan yang dekat. didalam air. Tabel . Studi fisik membuktian bahwa kekerabatan DNA dari organisme yang sama dapat dikenal dengan tingkat kemampuan kromosom DNA untuk dikawin silangkan. ada dua kelompok besar lain yang umumnya dimasukkan kedalam Dunia Mikroba yaitu : 1. bakteri hidup sebagai jasad yang saprofitik ataupun sebagai jasad yang parasitik. tidak mempunyai klorofil berkembangbiak dengan pembelahan sel atau biner. 2.

(3)spiral. yaitu Arecbaebacteria. Penemuan terbaru. termasuk biologi seluler dan molekular serta imunologi Fage pada hakekatnya terdiri dari sebuah inti asam nukleat yang terkemas di dalam selubung protein pelindung. Perbandingan susunan dari 165S RNA ribosom dari berbagai sumber biologis menunjukkan adanya hubungan evolusi diantara organisme yang sangat beragam dan menunjukkan adanya kingdom baru. dan perbedaan susunan di antara gen-gen yang tersebar secara lambat dapat digunakan untuk mengukur hubungan dalam kelompok bakteri yang hubungannya jauh. Ribosom memiliki pesan penting dalam sintesa protein. Gambar Bentuk Sel Tunggal Bakteri(1)coccus. hibridisasi DNA dengan rangkaian oligonukleotida padat telah digunakan untuk mengidentifikasi spesies. Reproduksi virus bakterial yang virulen .(2)batang. Kemudahan relatif dalam penangannya dan kesederhanaan infeksi fage bakteri membuatnya menjadi suatu sistem model bagi penelaahan patogenesitas virus maupun banyak masalah dasar di dalam biologi. Klasifikasi Virus a. Gen penanda RNA ribosom dan protein ribosom telah diturunkan melalui evolusi dan telah disebarkan lebih lambat daripada gen kromosom lainnya.Famili Genus spesies Entobacteriaceae Escherichia Coli Penyusunan urutan DNA telah menjadi prosedur rutin di laboratorium dan perbandingan susunan DNA diantara beragam gen dapat menggambarkan hubungan mereka perbedaan susunan DNA diantara gen-gen yang tersebar secara cepat dapat digunakan untuk menentukan jarak genetik dari gen-gen yang berhubungan dekat. Virus Bakterial Bakterifage (fage) adalah virus yang menginfeksi bakteri dan hanya dapat bereproduksi di dalam sel bakteri.

Jasad ini tidak mempunyai klorofil. seperti kedudukan tempat sintesis virus di dalam sel dan hubungan timbal balik antara inang dan virus. Virus Hewan dan Tumbuhan Virus hewan dan virus tumbuhan adalah parasit intraseluler obligat yang sangat kecil. seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. perakitan partikel-partikel fage baru. b. sifat pertumbuhan virus. dan pembebasan partikel-partikel fage ini di dalam suatu ledakan bersamaan dengan terjadinya lisis sel inang. fage-fage virulen telah digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri patogenik. Proses replikasi virus dimulai dengan melekatnya virion pada sel inang. berarti sistem ini bukannya mencoba menggambarkan hubungan evolisoner atara virus-virus. Hubungan yang sama sekali tidak jelas melainkan sistem ini menggolongkan virus berdasarkan susunan biasa sifat-sifat kimiawi dan strukturnya yang merupakan sifat tetap yang dapat ditentukan dengan cermat. Proses ini diakhiri dengan pembebasan virus dari sel inang. Secara morfologis. Klasifikasi Jamur Bentuknya sel tunggal (misal pada ragi). virus dikelompokkan menurut sifat virionnya yaitu semacam asam nukleat. seperti digambarkan oleh kisaran inang. virus hewan dan virus tumbuhan dapat ikosashedral. sifat pertumbuhan virus. penetrasi asam nukleat. biosintesis komponenomponen virus dan perakitan serta pematangan virion. yang diperkenalkan oleh A. Sistem ini dimaksudkan untuk menggambarkan klasifikasi alami atau filogenik. Mushrooms. Pembagian lebih lanjut didasarkan atas sifat-sifat lain virion itu. halikal bersampul atau kompleks. replikasi asam nukleat virus. dan sabagiannya). Peristiwa ini disusul dengan penetrasi dan pelepasan selubung. Seperti bakteria. Loff dan kawan-kawan dalam tahun 1962. bentuk susunan kapsid. Sistem yang secara paling luas digunakan untuk klasifikasi virus terlihat pada sistem ini. karena dia hidup secara saprofik ataupun parasitik . ada tidaknya selubung dan ukuran kapsid. seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. Setiap virus mempunyai sebuah inti pusat asam nukleat dikelilingi oleh kapsid. kemudian serat atau filamen (paling banyak di dapatkan). sampai dengan telah membentuk tubuh lengkap yang dinamakan tubuh-buah (misalkan pada jamur merang.mencakup urutan umum sebagai berikut : adsorbsi partikel fage.

Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan dan antara lain dapat dengan mengalami sendirinya. Misal pada Hydra. walaupun ada beberapa yang sudah mempunyai tubuh lengkap dengan bagian-bagian yang dinamakan akar batang dan daun walau semuanya bersifat semu (Chara dan Nitella). disamping pigmen lainnya seperti fikobilin (biru). sejak paku-pakuan (Azolla) didalam rongga udara daunnya. atau dengan tanaman tinggi (Cassuarina) dengan karang Peran mikroorganisme dalam khidupan Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (Kusnadi. maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Mikroorganisme menghasilkan memiliki energi bereproduksi fleksibilitas metabolisme yang tinggi mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. 2003).Klasifikasi Alga-Hijau Bentuknya sama seperti BGA. atau berbentuk koloni pertumbuhan. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil. Klasifikasi Alga-Biru Hijau Berbentuk sel tunggal atau filamen (serat) yang disekelilingnya diselimuti oleh seludang sederhana. karena membentuk akar yang terdiri dari lendir (polisakharida). fukosantin (coklat) dan fukoeritrin (merah) hidup didalam air. terutama pada tanah yang lembab. menempel pada tanaman ataupun bersifat endofitik (hidup di dalam jaringan jasad lain). Didapatkan dimana-mana. pada air. di dalam tanah yang lembab atau bersimbiosis dengan jasad lain. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan. dkk.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut . atau menempel pada tubuh jasad lain (kulit kurakura) sehingga kelihatannya hewan tersebut mempunyai klorofil karena berawarna hijau. Termasuk kedalam kelompok jasad yang fotosintetik karena mempunyai klorofil. Ada beberapa yang hidup secara simbiosis dengan jamur membentuk jasad baru yang disebut lichenes (lumut kerak).

maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan. baik pada manusia. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan Dalam sehingga dianggap daging. masih banyak manfaat yang dapat diambil dari mikroorganisme-mikroorganisme tersebut. Pada proses pembusukan sayur dan buah. 1988). kesehatan. misalnya pada bidang mikrobiologi kedokteran dan fitopatologi banyak ditemukan mikroorganisme yang patogen yang menyebabkan penyakit dengan sifat-sifat kehidupannya yang khas. hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. dll. Atau berdasarkan kebutuhan hidupnya seperti termofilik. seperti bidang pertanian. dll. lipolitik. tumbuhan. Peranan yang Menguntungkan Banyak yang menduga bahwa mikroorganisme membawa dampak yang merugikan bagi kehidupan hewan. dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni. bau. khamir (yeast) dan kapang (mould) dapat menyebabkan perubahan yang tidak dikehendaki pada penampakan visual. mudah ditumbuhkan dalam media buatan. 2001). Meskipun demikian. Penggunaan mikroorganisme dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. tekstur atau rasa suatu makanan. Mikroorganisme seperti bakteri.sudah ada. Mikroorganisme ini dikelompokkan berdasarkan tipe aktivitasnya. dan manusia. merupakan mikroorganisme pembusuk. Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang besar. mikroorganisme pektinolitik mampu merombak bahan-bahan yang mengandung pektin yang terdapat pada dinding sel tumbuhan (Tarigan. dan lingkungan. seperti proteolitik. pembusukan mikroorganisme yang menghasilkan enzim proteolitik mampu merombak proteinprotein. Beberapa manfaat yang dapat diambil antara lain sebagai berikut: . baik yang merugikan maupun yang menguntungkan. halofilik. • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. Oleh karena aktivitasnya tersebut.

Bidang pertanian Dalam bidang pertanian. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Penyusunan nitrat dilakukan secara bertahap oleh beberapa genus bakteri secara sinergetik. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Nitrogen bebas merupakan komponen terbesar udara. maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. dan peternakan hewan. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. . lup dan lain-lain. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya). dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. Dan Dia menundukkan malam dan siang. sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Unsur ini hanya dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan pengambilan khususnya melalui akar. siklus nutrien. silih bergantinya malam dan siang. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. Kajian religi: Surat An-Nur 45: 45. mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. KESIMPULAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Surat Al-Baqaroh 164: 164. Pembentukan nitrat dari nitrogen ini dapat terjadi karena adanya mikroorganisme. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. matahari dan bulan untukmu. Surat An-Nahl 12: 12. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi.

Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan sehingga dianggap merupakan mikroorganisme pembusuk. yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi. baik pada manusia.Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarka dengan taksonomi. Karyota. yaitu kelompok mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi. Peranan yang Menguntungkan . Mikroorganisme terbagi menjadi dua kelopok yaitu: 1. hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. Ciri-ciri utama suatu mikroorganisme yaitu: a) b) c) d) e) f) g) h) Morfologi Sifat Kimiawi Sifat Biakan Sifat Metabilisme Sifat Antigenik Sifat Genetik Patogenitas Sifat Ekologi Mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan. • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. 2. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan yaitu: Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. Prokaryota.

dikenal juga sebagai gula fisiologis. Bandung : Angkasa 02/26/2009 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 17 Komentar Glukosa Darah Glukosa adalah gula yang terpenting bagi metabolisme tubuh.Contoh dalam bidang pertanian mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2. 1990. klasifikasi mikroba. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Anonymous. Pangantar Mokrobiologi Umum. 2005) . dan peternakan hewan. 2008. Hand Out dan Klasifikasi Mikroba. Jakarta : Djambatan Suriawira U.id) diakses tanggal 22 Desember 2008. 2008. kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya.identifikasi mikroba. hanya tingkatan glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin (Anoymous. Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari. 2008) Meskipun disebut “gula darah”. 1995. Dasar-dasar Mikrobiologi. Namun demikian. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Dwijoseputro.2008. gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah (Anoymous. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. siklus nutrien. atau tingkat glukosa serum. Budiyanto Mak.pustaka. Dalam ilmu kedokteran. yaitu sukrosa. Sedangkan dalam tumbuhan Glukosa 6-fosfat yang dihasilkan selama fotosintesis adalah precursor dari tiga jenis karbohidrat tumbuhan .id) diakses tanggal 22 Desember 2008. diatur dengan ketat di dalam tubuh. 1982). Konsentrasi gula darah. pati dan selulosa (Lehninger. selain glukosa. 2008). seperti fruktosa dan galaktosa.co. Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl).(online) (http//www.Pustaka.co.(online)(http//www. Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah (Anoymous. sebelum orang makan.

beberapa diantaranya seperti tebu dan bit gula mengandung sukrosa dalam jumlah yang relatif besar. 1992). 2008. (Online). termasuk kerusakan pada mata.wikipedia. 2002). 2008. Sukrosa didapatkan dalam sayuran dan buah-buahan. Sedangkan yang termasuk dalam gula non reduksi adalah sukrosa (Team Laboratorium Kimia UMM. Galaktosa merupakan komponen dari Cerebrosida.wikipedia. Senyawa-senyawa yang mengoksidasi atau bersifat reduktor adalah logam-logam oksidator seperti Cu (II). Contoh gula yang termasuk gula reduksi adalah glukosa. Penolakan Insulin. nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. yang disebut hiperglikemia. (www. Sedangkan salah satu ontoh dari gula reduksi adalah Sukrosa.Pengaruh langsung dari masalah gula darah Bila level gula darah menurun terlalu rendah. fungsi mental yang menurun. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. (www.org). 2008) Gula Reduksi Gula reduksi adalah gula yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi. maltosa. berkembanglah kondisi yang bisa fatal yang disebut hipoglikemia. ginjal. Gula Darah. DAFTAR PUSTAKA Anoymous. dan saraf (Anoymous. Salah satu contoh dari gula reduksi adalah galaktosa. . manosa. tetapi merupakan hasil hidrolisis dari gula susu (laktosa) melalui proses metabolisme akan diolah menjadi glukosa yang dapat memasuki siklus kreb’s untuk diproses menjadi energi. dan lain-lain. Hal ini dikarenakan adanya gugus aldehid atau keton bebas. fruktosa. Anoymous. laktosa. Sukrosa adalah senyawa yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai gula dan dihasilkan dalam tanaman dengan jalan mengkondensasikan glukosa dan fruktosa. 2008). Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. (Online).org). Dari tebu dan bit gula itulah gula diekstraksi secara komersial (Gaman. Gejala-gejalanya adalah perasaan lelah. Galaktosa merupakan gula yang tidak ditemui di alam bebas. Bila levelnya tetap tinggi. dan kehilangan kesadaran. rasa mudah tersinggung. Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang berkepanjangan pula yang berkaitan dengan diabetes. yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan saraf (Budiyanto.

wordpress. dan K. 2002. Ilmu Pangan: Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi. 2008. M. 1992.com/category/biokimia/ . Team Laboratorium Kimia UMM. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. Sherington.Anoymous.id). Laboratorium Kimia UMM: Malang http://zaifbio.Dasar Ilmu Gizi. Budiyanto. Gaman. P. Dasar-Dasar Biokimia. Dasar.K.go. UMM Press: Malang.A. Erlangga: Jakarta. Jumlah Penderita Diabetes Indonesia Ranking ke-4 Di Dunia. Penuntun Praktikum Biokimia Bioligi.depkes. Albert. 1982. UGM Press: Jogjakarta. 2005. (www. Lehninger.M.B.