LAPORAN PRAKTIKUM PENGENALAN MIKROSKOP

OLEH : NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN NIM : MUHAMMAD PARHANI : J1FI09039 : 4 : TATI HIDAYAH : J1D107060

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU OKTOBER, 2009

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut bentuk dan struktur selnya makhluk hidup dibedakan menjadi dua yaitu makhluk hidup bersel banyak dan makhluk hidup bersel satu, makhluk ini tidak dapat terlihat dengan mata kita, karena panca indra manusia memiliki kemampuan daya pisah atau daya lihat yang sangat terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati dan pengamatan itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu. Salah satu alat bantu yang sering digunakan dalam penelitian atau pengamatan tentang organisme yang tidak bisa dilihat dengan mata, terutama dalam bidang kedokteran dan biologi adalah mikroskop dalam (bahasa latin mikro diartikan kecil sedangkan scopium berarti penglihatan). Mikroskop sering digunakan untuk, meningkat kemampuan daya pisah atau lihat seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati obyek yang sangat halus dan tidak dapat terlihat oleh mata terbuka (Dwidjoseputro, 1994). Bakteri adalah makhluk hidup yang kecil sehingga tidak bisa di lihat dengan mata telanjang (tanpa bantuan alat pembesar). Begitu juga hal nya dengan paramecium dan sebagainya sehingga bantuan alat pembesar ini sangat diperlukan. Alat pembesar ini selain diperlukan untuk melihat bakteri, alat pembesar juga sangat diperlukan untuk melihat isi dari sel pada makhluk hidup, bentuk organisme-organisme yang kecil, untuk melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme, serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri, 2000). Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah terbatas, oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu. Dan alat Bantu itu adalah Mikroskop yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati objek yang sangat halus sekalipun (David, 1978). Mikroskop pertama kali ditemukan pada tahun 1632 oleh seorang ilmuan berkebangsaan Belanda bernama Antoni Van Leeucanhoek. Beliau berhasil

membuat mikroskop berlensa tunggal yang sederhana. mikroskop yang ditemukan pertama kali ini penbesarannya dapat mencapai pemliesaran sekitar 270 kali. Dengan mikroskop ini Antoni Van Leeucanhoek dapat meIihat benda kecill dalam tetesan air sekalipun (Muchlis, 1980). Setelah ditemukannya Mikroskop oleh Anton Van. L, tak lama kemudian seorang ilmuan bemama Robe hooke juga menemukan mikroskop berlensa tunggal yang merupakan pengembang dari mikroskop sebelumnya. Mikroskop Robert H memiliki lampu kondensor, sehingga dapat melihat objeyengan sangat jelas (Muchlis,1980). Dalam melakukan pengamatan terhadap suatu benda yang memiliki ukuran renik dimana pancaindera kita tidak mampu untuk melihatnya. Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati tanpa digunakan alat bantu. Alat bantu yang sering digunakan dalam pengamatan terutama dalam bidang biologi, yaitu mikroskop. Dalam Bahasa latin mikro diartikan keeil dan scopium diartikan pengilihatan, Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati benda yang halos sekalipun ( Muchlis, 1980 ). Hingga saat ini sudah ada dua macam mikroskop yaitu mikroskop cahaya yang biasa banyak digunakan dalam bidang pendidikan dan mikroskop elektron yang digunakan bidang kedokteran karena mikroskop elektron ini mempunyai pembesaran yang lebih dibandingkan dengan mikroskop cahaya. Mikroskop elekron ini menggunakan elektron berkecepatan tinggi yang dapat di samakan dengan sinar-x (0.05 angstrom atau satu million satuan inci) (Albert, 1994).

1.2

Tujuan Tujuan percobaan ini adalah untuk mengenali bagian-bagian mikroskop,

memahami fungsi dan terampil menggunakannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Harus diketahui agar penggunaan mikroskop yang benar harus dimiliki oleh seorang praktikan, oleh karcna itu, praktikum tentang pengenalan mikroskop merupakan hal pertama yang harus dilaksanaka. Terdapat berbagai tipe mikroskop yang masing-masing mempunyai tujuan penggunaan tertentu dan dengan bermacam kelengkapan pula. Mikroskop yang sering digunakan dalam Biologi adalah Mikroskop Cahaya, baik yang berlensa okuler tunggal atau dikenal dengan Mikroskop Monokuler maupun berlensa okuler ganda atau yang dikenal Mikroskop binokuler (Leeson, 1990). Mikroskop pada dasarnya adalah suatu alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sehagai lensa obyektif atau yang dekat dengan mata dan lensa okuler. Benda yang diamati mengalami pembesaran sebesa dua kali dengan lensa obyektif dan lensa okuler, dimana lensa okuler berfungsi sehagai lup. Bayangan akhir yang diamati bersifat maya, terbalik dan diperbesar. Bayangan tersebut merupakan aberasi sferis dan kromatis dari cahaya dan spektrum sinar nampak (Leeson, 1990). Mikroskop mcngalami perkembanan dari waktu ke iyaktu. Pada awalnya hanya di temukan sebuah mikroskop biasa oleh/Antony Van Leuwenhoek (1632-1723) dengan hanya perbesaran scbcsar 3000X. K mudian Ruska dan nol pada tahun 1932 menemukan Mikroskop elektron dcnga melakukan perbaikan tehadap mikroskop biasa yang ditemukan oleh Antony Van Yeuwenhoek dengan cara 1. tenarnbahkan partikel elcktron sehagai pemantul bayangan objek. Perkembangan selanjutnya ditemukan Mikroskop fase kontras oleh Firt Zenika (Leeson, 1990). Macam-macam mikroskop diantaranya: 1. Mikroskop cahaya Pada awal abad ke-17 ketika dunia ilmu pengetahuan pada masa itu mulai menduga adanya dunia renik yang tak terlihat akibat terbatasnya kemampuan mata manusia. Padahal dunia itu berpengaruh pada hidup manusia. Maka

2000). LM modern mampu memberikan pembesaran (magnifikasi) sampai 1. sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini. Penggunaan cahaya dengan panjang gelombang . dan memungkinkan mata manusia dapat membedakan dua buah obyek yang berjarak satu sama lain sekitar 0.2 mm. Pada pengembangan selanjutnya diketahui bahwa kemampuan lensa cembung untuk memberikan resolusi tinggi sudah sampai pada batasnya. Dengan mikroskop yang sederhana ini Leeuwenhoek dapat melakukan pengamatan dengan pembesaran hingga 400 x dan ia mengumumkan pada dunia penemuannya akan jasad renik seperti bakteri.000 kali. protozoa. Diketahui bahwa daya resolusi tidak dapat lebih pendek dari panjang gelombang cahaya yang digunakan untuk pengamatan. dan spermatozoa. Seperti diketahui mata manusia yang sehat disebut-sebut mempunyai daya resolusi 0. Ia juga dapat mengklasifikasikan sel darah merah dengan mengamati bentuknya (Washitoaji. Keterbatasan pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan. Untuk mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang disebut eyepiece. cermin atau sumber pencahayaan lain. meskipun kualitas dan jumlah lensanya telah ditingkatkan.0002 mm). 2000).dibuatlah apa yang kini kita sebut mikroskop. Kata ini berasal dari bahasa Yunani di mana mikros berarti kecil dan skopeo berarti melihat (Washitoaji. Instrumen mikroskop pertama yang terbukukan adalah yang dipakai oleh ilmuwan Belanda bernama Antony van Leeuwenhoek (1632-1723). penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain. Saat ini tidak ada dokumen yang dapat menuntun kita pada siapa sebenarnya penemu mikroskop ini. 2000). Mikroskop ini terdiri dari lensa cembung yang kuat dengan penadah sampel (preparat) yang dapat digerakkan. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus. yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM) (Washitoaji. Belakangan diketahui bahwa ternyata panjang gelombang dari sumber cahaya yang digunakan untuk pencahayaan berpengaruh pada daya resolusi yang lebih tinggi. Kemungkinan mikroskop dikembangkan dari teleskop yang memiliki Galileo pada pertengahan abad ke-17.0002 mm (disebut daya resolusi 0.

bahkan pergerakan elektron seperti yang ditunjukkan oleh peneliti dari Jepang Prof Dr Hashimoto (Okayama University of Science) pada sebuah seminar yang lalu di Puspiptek Serpong. Sayangnya mikroskop eletron mode ini bekerja bagaikan sebuah slide proyektor. dengan panjang gelombang yang 100. Untuk pekerjaannya ini dunia menganugerahinya hadiah Nobel pada tahun 1986. Mikroskop eletron mode transmisi elektron pada masa sekarang. di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar. 2000). 2000). Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin terdapat elektron seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya (Washitoaji. dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya. Konsekuensinya obyek yang diamati disyaratkan setipis mungkin sehingga dapat ditembus oleh elektron. . 2000). kemudian ditambah dengan pemanfaatan zat-zat yang mempunyai indeks bias tinggi (seperti minyak). resolusi dapat ditingkatkan hingga di atas 100 nanometer (nm). Mikroskop elektron Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet. atau elektron dipercepat secepat mungkin sehingga mampu menembus objek sampai pada batas tertentu (Washitoaji. Ilmuwan dari Universitas Berlin yaitu Dr Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun TEM (Transmission Electron Microscope/ mikroskop elektron mode transmisi elektron) yang pertama pada tahun 1931. Yang terlihat bukan hanya bayangan siluet seperti pada pertunjukkan wayang kulit. tetapi pada resolusi yang tinggi pengamat dapat melihat struktur kristal dan lain lain. sehingga pencarian akan mode baru akan mikroskop terus dilakukan (Washitoaji. 2000). suatu hal yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Leeuwenhoek.1 nm (atau 1 angstrom) atau dengan pembesaran sampai satu juta kali.000 kali lebih kecil dari cahaya. Mikroskop yang pertama menggunakan dua "lensa" medan magnet. 2. Hal ini belum memuaskan peneliti pada masa itu.pendek seperti sinar biru atau ultra violet dapat memberikan sedikit perbaikan. namun tiga tahun kemudian ia menambah "lensa" ketiga dan mendemonstrasikan resolusi hingga 100 nm (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu) (Washitoaji. dapat memberikan resolusi hingga 0. dengan berbagai perbaikan dari yang terdahulu.

syarat "agar obyek pengamatan setipis mungkin" ini kembali membuat sebagian peneliti tidak terpuaskan. terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dengan serta merta dipertipis. Karena itu pengembangan mode baru mikroskop elektron terus dilakukan (Washitoaji.Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop elektron mode ini. . 2000).

3.2. dll. hingga lensa obyektif tidak membentur meja/panggung bila revolver diputar-putar.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. hingga jarak antara lensa obyektif dengan permukaan meja -/+ 3 cm. 1.hari rabu. Tempatkan lensa obyektif pembesaran lemah ( 4X atau 10X ) dengan memutar revolver sampai berbunyi klik ( posisinya satu poros dengan lensa okuler). Banjarbaru. Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada pukul 08. pinset. kaca benda. 1. Menaikkan tabung menggunakan makrometer ( pemutar kasar). Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop cahaya monokuler dan binokuler.2.1. gunakanlah penjepit sediaan agar tidak tergeser. tanggal 21 Oktober 2009. kaca penutup. kuas. 3. hingga terlihat lingkaran ( lapangan pandang ) yang sangat terang di dalam lensa okuler. bukalah diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke Belakang. 2. Letakkan sediaan yang akan diamati di tengah-tengah lubang meja benda. air. Universitas Lambung . 1.4. Mikroskop siao digunakan. preparat. Mencari bayangan sediaan.00 WITA. 2. pipet tetes.2. Naikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer. Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Mangkurat. 1. 2. aturlah letak cermin sedemikian rupa ke arah cahaya.1.3 1. Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar 1. Prosedur Kerja Mencari bidang penglihatan. 2.1.

3 . 3. Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak. Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya. untuk mendapatkan pembesaran kuat. sambil menempatkan noda sediaan tepat di bawah lensa obyektif. 2. bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih. ( ingat bila menggunakan lensa obyektif 100 X.3. Bidikkan mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer ke depan searah jarum jam secara hati-hati sampai tampak bayangan yang jelas. 3. 3.2. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel). putar revolver dan lensa obyektif yang sesuai. maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. maka di atast sediaan perlu ditetesi minyak imersi dahulu) 3.4. 3.6. Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop. 3. Memelihara mikroskop 3. Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler. 2.5. Kemudian mainkan fungsi micrometer secara perlahan dan hati-hati.2.4.5. Putarlah makrometer ke belakang sampai penuh ( hati-hati ). Setelah selesai harus ditegakkan kembali. Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir. Pengukuran Mikroskopis/Mikrometri . 4. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda.1. hingga jarak antara ujung lensa obyektif dengan permukaan atas kaca penutup hanya -/+ 1mm.

keterangan pembesaran. biasanya satu halaman hanya untuk 1-2 gambar saja. yang dilakukan dengan alat fotografi atau dengan tangan (manual). Gambar yang baik harus dapat menyampaikan ide yang jelas dari suatu struktur yang nyata sebagaimana tampak hubungan antara bagian-bagian yang diamati. . dan cermat. dibagian tengah halaman buku. Gamabr diatur sedemikian rupa.Untuk mengetahui ukuran obyek yang diamati dengan mikroskop untuk dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disebut Mikrometer Obyektif dan Mikrometer Okule 5. Menggambar Hasil. rapi. letak keterangan gambar pada sisi yang sama dengan jarak garis petunjuk diusahakan sama dan tidak saling berpotongan. disertai judul. Adapun cirri-ciri gambar yang baik adalah . mempunyai keterangan yang lengkap. jelas. Hasil pengamatan dengan mikroskop dapat dituangkan dalam bentuk gambar.

Makro meter 4. melihat 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Mikroskop dan bagian-bagiannya 4.1 Hasil Keterangan : 1. Tabun g 3.2. Mikro meter 5.1Pengertian Mikroskop isi dari sel pada makhluk hidup. untuk .1 Pembahasan Mikroskop adalah alat pembesar diperlukan untuk melihat bakteri. Lensa Objektif 6. Diafra Gambar 1. Penjep it 7. Lensa Okuler 2. bentuk organisme-organisme yang kecil.

lensa kondensor. merupakan tempat untuk meletakkan enda atau obyek yang akan diamati. d. Pada bagian tengah meja terdapat luban yang berfungsi untuk meloloskan cahaya yang bcrasal dari ccrmin pcmantul. Bagian optik. b. Alat. yang inempunyai dua fungsi. lensa obyektif. lengan . dapat berbentuk apal kuda.alat tersehut merupakan bagian yang utama atau primer dari sebuali mikroskop.melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme. diafragma. 2000). persegi atau bentuk yang lain.2. lensa okuler. Sekrup penggerak sediaan atau obyek . Bagian mekanis adalah bagian yang bersifat sekunder namun sangat penting agar mikroskop dapat digunakan dengan baik dan terdiri dari: a. Kaki dasar atau basis . Bagian pilar (19 lengan ckhubungkan oleh engsel penggerak yang berfungsi untuk mengatuf kedudukarki mikroskop sesuai yang kita kehendaki. dan engsel penggerak .2Bagian-Bagian Mikroskop Bagian. Bagian ini terdiri dari cermin. Di bawah kondensor terdapat diafragrim untuk mengatur sedikitnya cahaya yang diperlukan. diatas pilar terdapat lengan. 4. \ Di bawah meja atau panggung terdapat sub panggung yang padanya melekat kondensor yang berfungsi untuk memfokuskanicahaya ke obyek yang akan diamati. c. serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri. jumlahnya dua (2) tersusun pada satu sumbu yang berfungsi untuk mcnggerakkan sediaan kekiri dan ke sebelah kanan ( sekrup Bawah ). Meja Benda . atas kaki terdapat pilar. Sekrup pengatur jarak antara teropong dengan sediaan jumlahnnya 2 buah atau menjadi satu. yaitu sebagai pengatur atau penggerak kasar ( makrometer ) dan sebagai penggerak halus ( micrometer ) 2. e. Pilar.bagian pada mikroskop yang wajib\kita ketahui adalah sebagai : 1. .

apokromat. Apabila kondisi ruangan kekurangan cahaya maka dengan . Cermin . Lensa objektif e. Diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang diperlukan saat sedang mengantatifobyek yang akan diamati. apabila. mikroskop y g baik hiasanya dilengkapi dengan lensa kondensor yang merupakan kom inasi dan \ dua. Lensa pada okuler mempunyai fungsi memperbesar bayangan yang clihasilkan oleh lensa objektif. Lensa ini terletak di atas tabung mikroskop yang dipakai pengamat uittuk mclihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. Okuler dengan pembesaran x10 ke atas sangat baik bila dikombinasikan dengan objektif yang berkualitas tinggi. Berfungsi untuk memperbesar obyek yang diamati secara langsung. Di bagian atas okuler tertera x5. dengan objektif yang berkualitas rendah akan didapatkan pembesaran benda oleh okuler akan jelek. 'plan akromat (plan) dan plan apokromat (plan apo). x10. Pada setiap microskop selalu dilengkapi cermin dengan permukaan benda. d. yaitu permukaan datar dan permukaan cekung. Lensa kondensor . menggunakan cermin cekung dan mengatur kondensor akan diperoleh pencahay yang lebih baik dari semula. Permukaan datar digunakan apabila sumber cahaya cukup terang. Total pembesaran . 3 a t a u l e b i h l e n s a d i pasangsekaligus pada revolver yang dapaticliputar:\ Pada umumnya dijumpai mikroskop dengan tiga lensa obyektif yaq 4X. merupakan bagian yang dapat diputar atau digeser tangkainya ke salah sate arah yang kita suka. Lensa obyektif memiliki beberapa ife yang bisa digunakan pada berbagai mikroskop antara lain: akromat. 10X. dan 40X atau 45X. c. Diafragma . f.a. lensa yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke obyek y g sedang diamati. semi apokromat (flourit). Lensa okuler g. biasanya l e t a k n y a d e k a t d e n g a n s e d i a a n d a n t e r d a p 2 . b. berfungsi untuk memantulkan cahaya dari sumbu cahaya ke obyek yang kita akan amati. sedangkan permukaan cekung digunakan apabila intensitas mbeahaya kurang atau tidak terang. x15.

Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver. maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X. Memelihara Mikroskop 1. Apabila panjang tabung badan mikroskop Iebih panjang dari ketentuan maka bayangan akan terlihat tampak buram.40 X atau 100 X.2. 4. 7. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemaka 2. 3. hinggadari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang). dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. 4. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda! 5. sambil dilihat dari lensa okuler. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk. bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab.sil perkalian antara pembesaran objektif dengan pembesaran okuler. Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak.bayangan dari pengamatan benda adalah ha. . Tabung badan mikroskop adalah bagian yang memisahkan antara lensa objektif dengan lensa okuler. Apabila telah selesai menggunakan. a. Tiap mikroskop akan berfungsi baik apabila mempunyai panjang tertantu. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan. Tabung badan mikroskop i. h. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. Menggunakan Mikroskop 1.1Cara Menggunakan dan Memelihara Mikroskop a. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar. 6.

Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop. 3. 5. Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir. maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya. .2. 4. 6. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel). Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler. Setelah selesai harus ditegakkan kembali. bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih.

Bagian optik. Berdasarkan sumber cahayanya.Bagian non-optik. lensa objektif. meja objek. mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop. . dan lensa okuler. 3.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil. yang terdiri dari kondensor. 5. diafragma.1 Saran Sebelum melakukan praktikum sebaiknya kita harus tahu dulu bagaimana cara nya dan harus memeriksa segala peralatan yang akan digunakan. dan sumber cahaya. . Selain itu asisten sebaiknya mendampingi praktikan dalam melakukan praktikum. yaitu : . Terjalinnya kerja sama antar praktikan dengan asisten sangat diperlukan untuk dapat mencapai target yang dinginkan. penjepit kaca objek. pemutar halus dan kasar. 2. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil. yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop.BAB V PENUTUP 5.

Erlangga. Djambatan. New York. Biologi 2000. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta. Fisika Dasar : Mikroskop. The First Ensyclopedia. Nash. B.com. David. Jakarta. Erlangga.com/docs/downloadDoc. I.aspx?doc_id=17298665 . Syamsuri. 1997.docstoc.blogspot. Jakarta. Banner Press. http://www.. Dwidjoseputro. Jakarta. 2009. Diakses tanggal 24 oktober 2009. dkk. D. Biologi Umum. Gramedi Pustaka Utama. 1994. 1994. Anonim1. http://basicsphysics. 2000.DAFTAR PUSTAKA Albert. Biologi Monokuler Sel Edisi Kedua Mengenai Sel. Syamsuri. 1978.

Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf • Penyinaran dengan UV Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi. ALAT DAN BAHAN C.22 mikron atau 0. Jenis-jenis alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi 2. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. batang L. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas. 1. Konsep dan teknik sterilisasi dan prosedur yang harus dilakukan untuk keberhasilan pengkulturan B.1 Alat : 1. fisik dan kimiawi. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. pinset. labu erlenmeyer . misalnya larutan enzim dan antibiotik. • Pemanasan a. TUJUAN Mengenalkan pada mahasiswa : 1. C.PENGENALAN ALAT DAN TEKNIK STERILISASI A. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol. pembakar bunsen 2.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. d. LANDASAN TEORI Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. 2. c. contoh alat : jarum inokulum. tabung reaksi dll. Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0. b. tabung reaksi 5. misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV 3. jarum ose 3. pipet 4. Sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi. dll.

kertas sampul coklat 2. kapas 4.± Pastikan air dalam autoklaf cukup (tinggi air 2) Aturlah alat-alat yang akan disterilkan ke dalam keranjang autoklaf dalam posisi dimana kira-kira seluruh permukaan alat dapat terjangkau oleh uap dalam autoklaf. Atau sentuhkan ujung ose pada permukaan media hingga terdengar bunyi ”ches”. bakar jarum hingga berpijar dan pijaran tersebut merambat hingga pangkal bagian logam jarum. 3) Semprotlah juga meja kerja dengan alkohol dan ratakan dengan kertas tissue. D. 6) Semprot kembali tangan kita ketika hendak menggunakan alat-alat tersebut.2 Prosedur Sterilisasi Dengan Pembakaran (Nyala Bunsen) 1) Nyalakan pembakar bunsen dengan cara membuka tutupnya. 4) Semprot juga tangan kita agar steril. kertas tissue C. tunggu beberapa detik hingga suhu ose kembali normal. kemudian atur pengontrol waktu pada angka 20 (20 menit) dan pastikan pengontrol exhaust dalam keadaan terbuka dan pengontrol drain dalam keadaan tertutup. oven 10. botol semprot 12. 3) Tutuplah autoklaf dengan erat. gelas beaker 7.3 Prosedur Sterilisasi Panas Lembab (Dengan Autoklaf) 1) 2 cm) di bawah dasar keranjang) atau sebanyak 3-5 liter. PROSEDUR D.° 45± Sterilkan jarum ose dengan membakar ujung jarum yang terbuat dari logam pada api bunsen. 2) ).2 Bahan : 1. 2) Semprotlah udara di sekitar area kerja dengan alkohol tersebut. aluminium foil 3. yaitu ditandai dengan keluarnya uap dari selang pembuangan . alkohol 70% D. 4) Setelah uap naik. 5) Letakkan alat-alat yang akan digunakan pada meja kerja. D. laminar air flow 9.1 Prosedur Sterilisasi Area Kerja 1) Masukkan larutan alkohol dengan kadar 70% ke dalam botol semprot. Peganglah jarum dengan posisi agak tegak di atas api ( 3) Bila sudah selesai.6. autoklaf 11. cawan petri 8.

5) Matikan tombol UV bila sudah selesai. 3) Tutup tirai serapat mungkin sampai dirasa tidak akan ada cahaya yang keluar. Sterilisasi Secara Fisik a.5 Prosedur Sterilisasi Secara Radiasi (Dengan Laminar Air Flow) 1) Seka permukaan laminar dengan alkohol 70%. Tetapi tunggu sampai penunjuk tekanan menunjuk pada angka 0. Setiap proses baik fisika.°Tutup oven dan atur pengontrol suhu pada angka 160-180 D. dan mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi.diiringi dengan bunyi mendesis. maka tutuplah lubang exhaust. baik yang mengganggu ataupun merusak media bahkan mengganggu kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan. E.Oven . 2) C selama 1-2 jam. Pemanasan Basah . 6) Buka tirai dan nyalakan blower ketika akan bekerja.4 Prosedur Sterilisasi Panas Kering (Dengan Oven) 1) Buka tutup oven dan masukkan peralatan dari gelas yang sudah dibungkus ke dalam oven.Tyndalisasi b. 5) 20 menit dan sudah terdengar alarm tanda selesai. 4) Nyalakan laminar (tombol UV) minimal 15 menit.± Setelah autoklaf bekerja selama D.Pemanasan Kering .Pembakaran . PEMBAHASAN Bahan atau peralatan yang digunakan dalam bidang mikrobiologi harus melalui proses sterilisasi. 2) Letakkan alat dan bahan yang akan disterilkan ke dalam laminar. kimia. 1. Sterilisasi secara kimia dan 3. 7) Bila kurang terang. jangan langsung membuka tutup autoklaf. KESIMPULAN . nyalakan tombol light. mekanik F.Penyinaran dg gelombang pendek 2.dg Autoklaf . Sterilisasi berasal dari kata steril yang artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya.

Agar proses sterilisasi sempurna perlu melalui langkah sebagai berikut : . antara lain sebagai berikut : • • • • • • • • Sterilisasi fisik (penggunaan panas) : biasanya dipakai untuk mensterilkan benda – benda yang tahan panas.○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1. Teknik sterilisasi Terdapat beberapa metode sterilisasi.Sifat dari bahan yang dipakai .Metode sterilisasi yang sesuai 3. Prosesnya meliputi Tyndalisasi Pembakaran Panas kering Panas lembab Sterilisasi fisik Sterilisasi kimia Sterilisasi mekanik . Macam-macam alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi antara lain : Autoklaf Oven Laminar Pipet Volume Jarum Inokulasi/ Kawat Ose Api Bunsen Kapas Kertas Coklat/ koran Alkohol 70% Kertas Tisu Cawan Petri Labu Erlenmeyer Tabung Reaksi Rak Tabung Reaksi 2.

haruslah di mengerti jenis. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri. Selain teknik pertumbuhan bakteri atau teknik isolasi di atas. Alam di sekitar kita.Mengetahui taknik pemindahan/ inokulasi biakan mikroorganisme . Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.jenis nutrien yang disyaratkan bakteri dan juga macam ligkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : . menjadi spsies yang berbeda. kapng dan sebagainya. maupunudara juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme.beda yang bikenal dengan istilah biakan murni. Sebagai contoh. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini ssangatlah besar dan cukup kompleks. dikenal juga adanya teknik isolasi mikroba yaitu inokulasi yang merupakan suatu teknik pemindahan suatu biakan tertentu dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tujuan untuk mendapatkan suatu biakan yang murni tanpa adanya kontaminasi dari mikroba yang lain yang tidak diiinginkan. . Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk menngisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah resisten .3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skala laboratorium. 1986). Berdasarkarkan hal tersebut di atas maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik dari isolasi dan inokulasi bakteri. I. Biakan murni in teerdiri dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk (Pelczar.Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit ini. khamir. tanah. Universitas Hasanuddin. isolasi mikroba dari kulit kepala dan isolasi mikroba dari kotoran belakang leher) serta isolasi mikroorganisme dari substrak cair. Makassar. suubstrat yang berupa bahan pangan.1 Latar Belakang Di dalam bidang ilmu mikrobiologi. isolasi dengan cara penuangan. substrak padat. Populasi dari mikroba yang ada di linkungan ini sangatlah beraneka ragam sehinga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni yang tunggal.agar tegak dan miring. udara.Teknik isolasi mikroorganisme Posted on April 19. Jurusan Biologi. Satu gram tinja dapat mengandung jutaan bakteri.Mengetahui ciri pertumbuhan dari mikroorganisme pada media agar. 2009 by firebiology07 BAB I PENDAHULUAN I. I. taburan.Mengetahui teknik isolasi mikroba di sekitar kita (isolasi mikroba dari kotoran gigi. tanaman dan hewan. air. 1986). baik itu tanah. sekali kita bersin dapat mnebarkan beribu. 18 Maret 2009 dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi.ribu mikroorganisme. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni. maka terlebih dahulu kita harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya terdapat baktri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lain. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup basar. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita. atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran. Untuk melakukan hal ini.

Kerap kali bakteri patogen kedapatan bersama. 1994) : 1. 1990) : 1. Ia berhasil memelihara Streptococcus lactis dalampiraan murni yang diisolasi dari sampel susu Yang sudah masam. maka akhirnya akan diperoleh piaraan murni yang lebih terjamin. P emindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian. Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam.macam spesies diencerkan dalam suatu tabung yang tersendiri. Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi.masing dapat dianggap murni. yaitu dengan mengambil sedikti sampel campuran bakteri yang mudah diencerkan. yaitu (Dwidjoseputro. Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yang murni. maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurang. 1990). dan sampel ini kemudian di sebar di dalam suatu medium yang terbuat dari kaldu dan gelatin encer. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0.koloni yang masing. Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk menanam biakan di dalam medium diantaranya adalah (Lay. akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja. Degan pengenceran Cara ini pertama kali dilakukan oleh Lister pada tahun 1865.kurangnyya satu di antara cawan – cawan tersebut mengandung koloni.alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benarbenar steril. Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman.koloni terpisah baik di atas permukaan maupun di dalam agar.baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjafi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan. maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel. Metode cawan tuang Cara lain untuk mempeeroleh biakan koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme ialah dengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan yang kemudian di cawankan. Dalam hal yang demikian ini dapat kita jadikan piaraan murni. Dengan penuangan Robert Koch (1843. Dengan demikian dia memperoleh suatu piaraan adukan. Jika kita belum yakin.sama dengan bakteri saprob.kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut.1905) mempunyai metode yang lain.benar biakan murni (Dwidjoseputro.sel yang digores. Atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon (Ferdiaz. Karena konsentrasi sel. Untuk menyendirikan suatu spesies dikenal beberapa cara. Di dalam keadaaan yang sebenarnya dapat dikatakan bahwa tidak ada bakteri yang hidup secara tersendiri terlepas dari spesies yang lainnya. 2.terhadap suatu antibiotik. kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam mdium tersebut. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira. yaitu masuknya mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar. Metode cawan gores Metode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu. Dengan mengulang pekerjaan di atas. Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik. Setelah medium tersebut mengental maka selang beberapa jam kemudian nampaklah koloni. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat. 1992). 2.1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat.sel mikroba di dalam eksperimen pada umumnya tidak diketahui sebelumnya. Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan .

spiritus. 3) Isolasi sel tunggal Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. Berbeda dengan metode gores kuadran. yaitu: Metode gores kuadran. III. Larutan tanah. Metode agar tuang. dimana setiap koloni berasal dari satusel.Setelah itu masing. kotoran belakang leher. . ikubator. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar. Lalu .Sebelum dilakukan pengerjaan dalam enkas.Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati. Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan. yaitu (Admin. Sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. . swab dan korek api III.Metode gores kuadran. 2. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan menggunakan alkohol 70%.2 Bahan Bahan yang dipergunakan pada percobaan ini adalah Biakan Escherichia coli. cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (50oC). alkohol. 2) Isolasi pada medium cair Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat). biakan Lactobacillus. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. .masing sampel dimasukkan ke dalam cawan petri yang telah berisi medium NA.mikrobiologis. Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba. ose dan mikropipet.Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing. misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme. BAB III METODOLOGI III. 2008) : 1) Isolasi pada agar cawan Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. enkas. aquadest. Biakan Staphylococcus aureus. dan kotoran kulit kepala. Bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme. Mengamti perubahan yang terjadi. Isolasi mikroba di sekitar kita . Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa serial pengenceran. yang dilakukan secara aseptis. Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan/di dalamcawan. yang kemudian dicawankan.Kemudian dengan menggunakan swab. . . dan metode agar cawantuang.Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24.3 Cara Kerja Adapun cara kerja dari percobaan ini adalah : 1. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba.48 jam.masing sesuai perlakuan. memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator. 1 Alat Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah cawan petri. tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. bunsen.Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing. medium nutrient agar padat.masing sesuai perlakuan. mengambil kotoran gigi. Isolasi mikroorganisme dari substrak cair .

.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. A. .Dengan menggunakan ose lurus. dan Lactobacillus pada media cair.Dengan menguunakan ose bulat. lalu diratakan pada permukaan medium sesuai dengan label. . menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C.Mengambil larutan tanah yang telah homogen dengan menggunakan mikropipet lalu memasukkannya ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.1 mL.Mengambil masing. Isolasi dengan cara taburan . terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C.Membungku tabung reaksi dengan kertas dan menginkubasinya selama 24. . . terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%.4 buah tabung rreaksi yang masinng.Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas. . . kemudian sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. Isolasi mikroorganisme dari substrak padat .masing diberi label sesuai perlakuan. .zag pada medium agar miring lalu di tututp .masing biakan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 0. Staphylococcus aureus. B. . 3.memasukkannya kedalam enkas bersama dengan Biakan Escherichia coli. .Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24. 5.Cawan petri steril. masing.28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%.Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati.Memasukkan cawa petri steril ke dalam enkas. setelah diberi label.Menutup cawan petri kemudian melidahapikan dann menggoyangkan dengan cara memutar agar merata. . . 4.72 jam dan mengamati masing. . mengambil biakan bakteri dan masing.Cawan petri yang berisi medium NA masing.masing biakaan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 1 mL.Melidahapikan cawan petri terlebih dahulu kemudian memasukkan biakan bakteri ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA cair. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. mengambil biakan bakteri lalu menaburkannya di atas medium NA padat secara merata.lalu meletakkannya di dalam enkas. Isoalsi dengan cara penuangan . Isolasi bakteri dari kultur campuran .Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas.Dengan menggunakan ose lurus. mengambil biakan bakteri lalu menusukkan ke dalam medium lalu di tutup.masing digoreskan secara zig.Medium setelah padat lalu menginkubasi sdelama 24.Mengambil masing. Mengamti koloni yang tumbuh.masing diberi label sesuai perlakuan lalu meletakkan di dalam enkas bersama dengan medium NA yang cair. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%.masing berisi 2 medium agar tegak dan 2 medium agar mirig dimasukkan ke dalam enkas.masing perbedaannya. .Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. .48 jam. . . .

dan kotoran belakang lehet. Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan convex (cembung). . Warna koloni putih dan permukaan convex. digunakan medium NA (Nutrient Agar) dengan mengisolasi mikroba yang berasal dari kiotoran giggi.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. .cabang tidak teratur seperti akar.2 Pembahasan 1.Filamentous : Berbentuk lembaran. kotoran kulit kepala. datar VI.Circular : Bulat . Cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran belakang leher berjumlah 24 koloni memiliki dua macam bentuk koloni yaitu filamentous. memiliki dua macam bentuk koloni yaitu berbentuk circular (bulat) dengan tipe entire dan berbentuk irregular ( tidak beraturan) dengan tipe lobate. Isolasi mikroba di sekitar kita Asal mikroba Ciri.lembaran .Convex : Cembung . Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan raised.Entire : Rata .bentuk seperti telinga . diperoleh hasil bahwa cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran kulit kepala berjumlah 21 koloni.ciri koloni Metode Warna Bentuk tepi Permukaan Escherichia coli Putih kehijauan Irregular Lobate Raised Tabur Eschericia coli Putih . Cawan petri yang berisi kotoran gigi berjumlah 26 koloni memiliki bentuk koloni circular (bulat) dengan tepi entire. Isolasi mikroba disekitar kita Pada percobaan isolasi mikroba di sekitar kita..28 jam di inkubator..Tuang Keterangan : – = tidak jelas 3.Lobate : Terdapat bentuk.Raised : Pertumbuhan dengan cabang.Flat : rata.Circular -Irregular Putih -Entire -Lobate Convex Bakteri Kotoran kulit kepala -Circular -Rhizoid Putih -Entire -Filamentous Raised Bakteri Kotoran Belakang leher -Circular Putih Entire Convex Bakteri 2.Irregular : Tidak beraturan .1 Hasil Tabel pengamatan : 1.Rhizoid : Pertumbuhan dengan cabang. Isolasi mikroba dari substrak cair Bakteri Ciri.cabang teratur . Setelah melakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 24. Isolasi kultur campuran Koloni Ciri-ciri koloni Warna Bentuk Tepi Permukaan 1 Putih Circular Entire Raised 2 Putih Irregular Lobate Flat Keterangan : .ciri koloni Kelompok mikroba Bentuk Warna Tepi Permukaan Kotoran gigi .

http://www. BAB V PENUTUP V. Warna koloninya putih kehijauan.. Makassar. Gramedia Pustaka Utama. bentuk bakteri. Ferdias.48 jam di inkubator.Circular. Isolasi bakteri kultur campuran Pada percobaan isolasi bakteri dengan kultur campuran.ac. Sedangkan warna bakteri putih. Pada koloni pertama bentuknya Circular dengan bentuk tepi entire dan permukaan raised.ciri koloni berupa : . 1994.Warna : Putih. Mikrobiologi Pangan.Tepi : Entire.Tepi : Entire. Jakarta.48 jam di inkubator. Gramedia Pustaka Utama. Setelah dilakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 1-2 x 24 jam. memiliki bentuk tepi lobate dan permukaan raised. Mikrobiologi Pangan.ciri koloni berupa : . DAFTAR PUSTAKA Admin. Diakses pada tanggal 08 maret 2009. . Pada koloni kedua bentuknya irregular dengan bentuk tepi lobate dan permukaan flat. Universitas Indonesia.tepi.Tepi : lobate . dilakukan dengan metode tuang dan metode tabur menggunakan bakteri Escherichia coli.. Isolasi mikroba dari substrat cair Pada percobaan isolasi mikroba dari substrat cair. 4. 1992. dan lobate . serta permukaannya tidak jelas.Bentuk : Irregular .ubb.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah : 1. dan putih kehijauan .php?judul=Sejarah.Permukaan : Raised 3.Permukaan : Convex.Dasar Mikrobiologi.Permukaan : Raised dan flat V. Jakarta.. didapatkan ciri. terdapat 12 koloni bakteri dengan dua macam bentuk bakteri dengan tepi dan permukaan berbeda. S.id/menulengkap. Michael. Jakarta.2 Saran Saran saya. dan irregular . Filamentous . lobate. sebaiknya peralatan di laboratorium yang rusak diperbaiki atau digantikan dengan yang baru terutama mikroskopnya. B. irregular. Isolasi mikroba di sekitar kita. 1986. setelah dilamkukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24. S. Jakarta. Lay. Isolasi mikroba dari substrak cair. di dapatkan ciri. Setelah melakukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24. Raja Grafindo Persada. 3. bakteri yang berkoloni jumlahnya tidak bisa untuk dihitung (TBUD). Warna kedua koloni bakteri putih. Isolasi kultur campuran. 2008. dan raised 2... isolasi mikroba dengan metode tabur terdapat 8 koloni bakteri dengan bentuk irregukar. dan rhizoid . pertumbuhan bakteri pada medium agar tegak berbentuk villous sedangkan pertumbuhan bakteri pada medium agar miring berbentuk beaded.ciri koloni berupa : .Perkembangan-Mikrobiologi. Isolasi mikroba dengan metode tuang. Dwidjoseputro. di dapatkan ciri. Dasar. Pelczar.2. 1992. Analisis Mikroba di Laboratorium.Bentuk : Circular. Medium agar tegak dan agar miring Pada percobaan ini digunakan agar tegak dan agar miring dengan menggunakan bakteri Escherichia coli.Warna : Putih . J.Warna : putih .

ARTIKEL MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • • • Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Tehnik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ?

PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • introduction dan referensi BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme

BAB 6 MENENTUKAN JUMLAH & UKURAN MIKROBA
Kompetensi : - Mahasiswa dapat melakukan pengukuran sel mikroorganisme - Mahasiswa dapat melakukan perhitungan mikroba dengan cara Plate Count, MPN dan dengan haemocytometer

Menentukan jumlah dan ukuran mikroba a. Menentukan ukuran mikroba Menggunakan mikrometer b. Menentukan jumlah mikroba (enumerasi) b.1 penghitungan jumlah bakteri hidup (penghitungan tidak langsung) b.1.1 Plate count (hitungan cawan) b.1.1.1 SPC b.1.1.2 TPC b.1.1.3 cara kerja SPC dan TPC b.1.2 MPN b.2 penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (penghitungan langsung dengan haemocytometer · Menentukan Ukuran Mikroorganisme Mikroba berukuran sangat kecil dan untuk mengetahuinya digunakan mikrometer. Mikrometer merupakan kaca berskala dan dikenal 2 jenis micrometer yaitu mikrometer okuler dan mikrometer objektif. Mikrometer okuler dipasang pada lensa okuler mikroskop, sedangkan micrometer objektif berbentuk slide yang ditempatkan pada meja preparat mikroskop. Jarak antar garis skala pada mikrometer okuler tergantung pada perbesaran lensa objektif yang digunakan yang menentukan lapang pandang mikroskop. Jarak ini dapat ditentukan dengan mengkalibrasi antara mikrometer okuler dan objektif. Mikrometer objektif memiliki skala yang telah diketahui, menjadi tolak ukur untuk menentukan ukuran skala micrometer okuler. 1 skala micrometer objektif = 0,01 mm / 10 µm. Kalibrasi dilakukan dengan menghimpitkan skala mikrometer objektif dan okuler pada perbesaran yang diinginkan. Skala ke nol (garis pertama) kedua mikrometer disimpulkan menjadi 1 garis kemudian dilihat pada skala ke berapa kedua jenis mikrometer tersebut bertemu/berhimpit kembali. Dari hasil tersebut dapat diketahui satu satuan panjang pada skala mikrometer okuler itu berdasarkan beberapa jumlah skala kecil mikrometer objektif yang berada di antara garis yang berhimpit tadi.

Misal : jika skala ke 0 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 0 mikrometer objektif lalu skala ke 13 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 2 mikrometer objektif maka beberapa 1 skala okuler.

Cara Kerja : Kalibrasi : · Letakkan mikrometer objektif pada meja benda dan pasang mikrometer okuler pada tabung lensa okuler. ·Tentukan perbesaran yang digunakan, (misalnya 40 X 10) kemudian cari gambar perbesaran dari skala mikrometer objektif. ·Setelah fokus didapat, kemudian selanjutnya himpitkan skala ke nol mikrometer objektif dan okuler. ·Cari dengan teliti skala ke berapa antara mikrometer objektif dan okuler yang berhimpit lagi. ·Hitung besarnya skala okuler dengan rumus di atas.

cara kalibrasi cara mengukur mikroba

Penentuan ukuran mikroba -Lepaskan mikrometer objektif dari meja benda. -Ganti dengan preparat ulas yang telah disiapkan -Cari fokus dari preparat tersebut dengan perbesaran yang sama. -Hitung berapa panjang sel dengan menghitung skala mikrometer okuler. -Jika diperlukan hitung lebar sel dengan cara yang sama. Tabung lensa okuler dapat diputar dan dicari posisi yang pas. -Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya :

Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya : x skala okuler X hasil kalibrasi y skala okuler X hasil kalibrasi misal : 5 X 1,54 = 7,7 µm 2 X 1,54 = 3,08 µm · Menentukan jumlah mikroorganisme (enumerasi)
A. penghitungan jumlah bakteri hidup (tidak langsung) a.1. Plate Count (hitungan cawan) Plate count / viable count didasarkan pada asumsi bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah ditumbuhkan dalam media pertumbuhan dan lingkungan yang sesuai. Setelah diinkubasi, jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah mikroorganisme dalam suspensi tersebut. Koloni yang tumbuh tidak selalu berasal dari satu sel mikroorganisme karena beberapa mikroorganisme tertentu cenderung membentuk kelompok atau berantai. Berdasarkan hal tersebut digunakan istilah Coloni Forming Units (CFU’s) per ml. koloni yang tumbuh berasal dari suspensi yang diperoleh menggunakan pengenceran bertingkat dari sebuah sampel yang ingin diketahui jumlah bakterinya. Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut “ - Satu koloni dihitung 1 koloni.

.1 ml SP = 1 ml = 5x107 CFU’s / ml Koloni yang dipilih untuk dihitung menggunakan cara SPC memiliki syarat khusus berdasarkan statistic untuk memperkecil kesalahan dalam perhitungan.Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung 1 koloni. Spread plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 0. Perhitungan mengacu kepada standar atau peraturan yang telah ditentukan.1 ml = 500 000 000 CFU’s / ml = 5x108 CFU’s / ml Pour plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0.1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0. < 30 = TFTC (Too Few To Count). .3 X . .1 ml SP = 0. Syarat-syaratnya sebagai berikut : .Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung 2 koloni.Jumlah koloni yang dilaporkan terdiri dari 2 digit yaitu angka satuan dan angka sepersepuluh yang dikalikan dengan kelipatan 10 (eksponensial).Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni.Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni.Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidah dihitung. missal 2.Pilih cawan yang ditumbuhi koloni dengan jumlah 30-300 koloni. .. Cara menghitung sel relatif / CFU’s per ml CFU’s / ml = jumlah koloni X faktor pengenceran Misal : penanaman dilakukan dari tabung pengenceran 10 -6 dengan metode Spread Plate dan Pour Plate. . > 300 = TNTC (Too Numerous To Count) atau TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung).

Misalnya dengan cara menghitung jumlahnya pada ¼ bagian (transek) cawan kemudian hasilnya dikalikan empat. masing-masing dari pengenceran rendah dan tinggi yang berurutan dengan jumlah koloni 30-300 dan hasil bagi dari jumlah koloni pengenceran tertinggi dan terendah ≤ 2.3 X 104 . .35 X 104 menjadi 2. meskipun salah satu dari cawan duplo tersebut tidak memenuhi syarat diantara 30-300.Bila ada 2 cawan.Bila diperoleh perhitungan >300 dari semua pengenceran. atau 2. pembulatan keatas dilakukan pada angka seperseratus yang sama atau lebih besar dari lima. maka jumlah yang dilaporkan adalah nilai rata-rata.34 X 104.4 X 104. .34 X 104 menjadi 2. missal 2.104. maka hanya dari pengenceran terendah yang dilaporkan. maka hanya dari pengenceran tertinggi yang dilaporkan. . maka jumlah angka yang digunakan adalah data dari kedua cawan.Apabila setiap pengenceran digunakan dua cawan Petri (duplo). Data yang dilaporkan adalah rata-rata dari kedua cawan duplo tersebut.Bila diperoleh perhitungan kurang dari 30 dari semua pengenceran. Jika hasil bagi dari pengenceran tertinggi dan terendah > 2 maka jumlah yang dilaporkan adalah dari cawan dengan pengenceran terendah. Hasil tersebut dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan besarnya faktor pengenceran. bukan 2. tetapi jumlah sebenarnya harus dicantumkan dalam tanda kurung. . tidak boleh diambil salah satu.

bagan untuk mempersingkat syarat SPC .

a. maserasi dan rinse) (jika perlu). tergantung kebutuhan. lihat juga Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) a. -Masukkan sampel ke tabung berisi 9 ml akuades untuk pengenceran pertama. Penghitungan akan lebih mudah bila memakai Colony Counter. Metode MPN ini umumnya digunakan untuk menghitung jumlah bakteri pada air khususnya untuk . Pola transek dapat dibuat bervariasi. -Dari 3 pengenceran terakhir diplating (ditanam) ke media NA (Nutrien Agar) atau PCA (Plate Count Agar) sebanyak dua kali tiap pengenceran (duplo). Transek dibuat dengan spidol/marker di bagian bawah cawan petri. dapat digunakan batang L atau glass beads. -Inkubasi pada suhu 30º C selama 1-2 x 24 jam.1. Plating dapat secara Spread Plate atau Pour Plate. Jika secara Spread Plate. koloni dihitung dengan persyaratan yang telah diuraikan di depan. MPN didasarkan pada metode statistik (teori kemungkinan). -Lakukan preparasi suspensi kepada sampel terlebih dahulu (swab. selanjutnya diencerkan sampai tingkat pengenceran (misalnya sampai 10-8) tertentu. -Setelah tumbuh.2 Most Probable Number (MPN) Pendekatan lain untuk enumerasi bakteri hidup adalah dengan metode MPN.3 Prosedur perhitungan jumlah bakteri dengan metode Plate Count.Penghitungan koloni pada cawan sebaiknya dibuat transek atau dibagi-bagi jika koloni yang tumbuh terlalu banyak.

Atur kesembilan tabung menjadi 3 seri (seperti di gambar).mendeteksi adanya bakteri koliform yang merupakan kontaminan utama sumber air minum. Media pada tabung adalah Lactose Broth yang diberi indikator perubahan pH dan ditambah tabung durham. maka bakteri ini dapat memfermentasikan laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi oleh berubahnya warna dan gas dalam tabung durham. 3. Untuk sampel sebanyak 10 ml ditumbuhkan pada media LBDS (Lactose Broth Double Stregth) yang memiliki komposisi Beef extract (3 gr). peptone (5 gr). memfermentasi laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi dalam waktu 24 jam inkubasi pada 37º C. tidak membentuk spora. Sediakan 3 tabung berisi LBDS (9 ml tiap tabung) dan 6 tabung berisi LBSS (9 ml tiap tabung) lengkap dengan tabung durham. Kocok botol yang berisi air sampel. lactose (10 gr) dan Bromthymol Blue (0. Pemberian sampel pada tiap seri tabung berbeda-beda. batang pendek. Ciri-ciri utamanya yaitu bakteri gram negatif.2 %) per liternya. 2. dan jika dipakai 5 tabung maka disebut 5 seri. secara aseptis.1 ml dimasukkan pada media LBSS (Lactose Broth Single Stregth) yang berkomposisi sama tapi hanya kadar laktosa setengah dari LBDS yaitu 5 gr. Cara kerja : 1. Untuk sampel 1 ml dan 0. Berdasar sifat coliform. Pindahkan suspensi air sample sebanyak 10 ml ke masing-masing tabung seri pertama (3 tabung LBDS). . Nilai MPN ditentukan dengan kombinasi jumlah tabung positif (asam dan gas) tiap serinya setelah diinkubasi. Apabila dipakai 3 tabung maka disebut seri 3. Sampel ditumbuhkan pada seri tabung sebanyak 3 atau 5 buah tabung untuk setiap kelompok.

4. Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri kedua (3 tabung LBSS). Tulis kombinasi tabung positif tiap seri (misal : 3 2 1). lalu hitung tabung positif untuk tiap seri. secara aseptis. 6. Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri ketiga (3 tabung LBSS). Alat yang digunakan adalah Petroff-Hauser Chamber atau Haemocytometer. 7. Kombinasi angka tersebut lalu dicocokkan dengan tabel MPN untuk seri 3 sehingga diperoleh jumlah mikroba sebenarnya. harus ada keduanya). Misal : didapatkan kombinasi jumlah tabung positif : 321 maka jumlah bakteri coliform adalah 150 sel/100 ml. secara aseptis. Inkubasi semua tabung pada suhu 37º C selama 48 jam. A. Lihat tabung gas positif (asam dan gas . Penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (langsung) Penghitungan secara langsung dapat dilakukan secara mikroskopis yaitu dengan menghitung jumlah bakteri dalam satuan isi yang sangat kecil. 5. Jumlah cairan .

1 mm. Tebal dari ruang hitung ini adalah 0. dibagi menjadi 25 kotak sedang dengan panjang 0. Sel nakteri yang tersuspensi akan memenuhi volume ruang hitung tersebut sehingga jumlah bakteri per satuan volume dapat diketahui.yang terdapat antara coverglass dan alat ini mempunyai volume tertentu sehingga satuan isi yang terdapat dalam satu bujur sangkar juga tertentu. Luas kotak sedang : =pxl .2 mm. Satu kotak besar di tengah. Satu kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil. Ruang hitung terdiri dari 9 kotak besar dengan luas 1 mm². Dengan demikian satu kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil.

Cara kerja (digunakan kotak sedang) : 2.000004 cm3 = 4x10-6 ml Sel/ml : = jumlah sel/4x10-6 ml = (jumlah sel/4) x 106 = jumlah sel x (¼) x 106 = jumlah sel x 2. Suspensi sel akan menyebar karena daya kapilaritas.004 mm3 = 20 x (1/4) x 106 Karena 1 ml = 1cm2 = 5 x 106 sel/ml Maka : = 0. Letakkan alat hitung pada meja benda kemudian cari fokusnya pada perbesaran 40x10.1 mm maka jumlah sel keseluruhan : = 0. 7.004 mm3 = 0.5 x 105 Kotak sedang : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 2. paling tidak sebanyak 5 kotak sedang (lebih banyak lebih baik). . 4. 8. Jika dalam satu kotak sedang terdapat sel-sel yang banyak dan bertumpuk maka perhitungan akan tidak akurat dan diperlukan pengenceran dengan perbandingan 1:5 atau 1:10.2 x 0. Tambahkan ± 50 µl suspensi sel yeast (kira-kira 1 tetes) dengan cara meneteskan pada parit kaca pada alat hitung. keringkan dengan tissue. Lakukan perhitungan secara kasar apakah diperlukan pengenceran atau tidak. 5. Letakkan cover glass di atas alat hitung. Biarkan sejenak sehingga sel diam di tempat (tidak terkena aliran air dari efek kapilaritas).04 mm2 jadi misalnya diperoleh: Volume kotak sedang : 20 sel dalam satu kotak sedang = 0. 9.= 0.2 = 0.5 x 105 Dengan perhitungan yang sama maka diperoleh rumus untuk kotak kecil : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 4 x 106 1. 6.04 mm2 x 0. Bersihkan Petroff-Hauser Counting Chamber atau Haemocytometer dengan alkohol 70 % lalu 3. Hitung sampel.

com/2008/11/bab-6-menentukan-jumlahukuran-mikroba.blogspot.html .Hasil perhitungan dirata-rata kemudian hasil rataan dimasukkan rumus untuk kotak sedang. Jika dilakukan pengenceran maka jumlah sel/ml dikalikan faktor pengenceran http://ekmon-saurus.

basil. 2. begitu pula dengan bakteri. Untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme dengan cara pengecatan negatif. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. 1994). struktur dan sifat-sifat yang khas. Macam-macam pewarnaan (Yulneriwanti. 2008). I.1 Latar Belakang Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi. Pewarnaan sedehana .Bakteri tidak diwarnai. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Olek karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Rizki. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bekteri. 25 Maret 2009. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jimmo. 2008) : 1. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. Berdasarkan hal tersebut di atas. Jurusan Biologi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi.00.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : 1. Makassar.30 WITA dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi.17.Ditujukan untuk bakteri yang sulit diwarnai. pengecatan negatif maupun pengecatan gram serta mengetahui morfologi mikroorganisme. sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Universitas Hasanuddin. substrat. maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme baik itu dengan cara pengecatan sederhana. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit. peluntur warna . 2008). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan.Tujuan hanya untuk melihat bentuk sel . Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna.3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. seperti spirochaeta 2. pengecatan sederhana dan pengecatan gram. kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. spirilum. Untuk mengetahui morfologi mikroorganisme I. Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. 1990).PEWARNAAN BAB I PENDAHULUAN I. dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro.Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) . Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte. Pewarnaan negatif . tapi mewarnai latar belakang . Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). pukul 14. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan.

Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka (filzahazny. 2008). Gram. kuman perlu diwarnai. Pewarnaan negatif. basillus. sifat-sifat bakteri dalam membantu mengidentifikasinya. Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. dsb) dari bahan-bahan lainnya yang ada pasa olesan yang diwarnai (Hadiotomo. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromofornya bersifat positif). vibrio. Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu. yakni gram-positif dan gram-negatif. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. Pewarnaan sederhana ini memungkinkan dibedakannya bakteri dengan bermacam-macam tipe morfologi (coccus. 1990).menggunakan lebih dari satu macam zat warna . flagel dll Cara pewarnaan negatif . Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. 2008) : Bakteri Gram Positif Bakteri Gram Negatif Dinding Sel: Lapisan petidoglikan Lebih tebal Lebih tipis Kadar lipid 1-4% 11-22% Resistensi terhadap alkali (1% KOH) Lebih pekat Larut Kepekaan terhadap Yodium Lebih peka Kurang peka Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin Resistensi terhadap tellurit Lebih tahan Lebih peka Sifat tahan asam Ada yang tahan asam Tidak ada yang tahan asam Kepekaan terhadap penisilin Lebih peka Kurang peka Kepekaan terhadap streptomisin Tidak peka Peka Teknik pewarnaan Pewarnaan sederhana.Untuk mewarnai struktur khusus/tertentu dari bakteri→ kapsul. Pewarnaan khusus . yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pw. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae (filzahazny.Sediaan hapus → teteskan emersi → lihat dimikroskop Untuk mempelajari morfologi. Kebanyakan bakteri telah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofil (suka akan basa). sementara bakteri gram-negatif tidak. struktur.Contoh: Pw.3. Bakteri Tahan Asam 4. Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif dapat dilihat pada table berikut ini (filzahazny. Pewarnaan diferensial . 2008). metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap.Tujuan untuk membedakan antar bakteri . Disebut demikian karena hanya digunakan satu jenis cat pewarna untuk mewarnai organisme. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia. maka terjadinya . Pada uji pewarnaan Gram. Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. spora.

. Gram C (Alkohol asam).Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal.lampu spritus . . 1 Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah mikroskop. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin BAB III METODOLOGI III. 1990) : . Gram B (larutan lugol). 2. sekitar 15-80 nm. 1990) : . 2. dan hand sprayer III. 4. ose bulat. Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu (Hadiotomo. Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang tebal dan keras. .wadah baskom. Tissue roll. . sebelah dalam dengan jumlah sedikit . 1989). Tetapi sekali pewarna memasuki endospora. sukar untuk dihilangkan. berlapis tunggal atau monolayer. Ukuran dan letak endospora di dalam sel merupakan ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan spesies-spesies bakteri yang Membentuknya (Dwidjoseputro. korek api. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal.Lebih resisten terhadap gangguan fisik.Kurang rentan terhadap senyawa penisilin.Tidak resisten terhadap gangguan fisik. gegep kayu. Minyak imersi. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu (Hadiotomo. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan.Bersifat lebih rentan terhadap penisilin.Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet.penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. Meneteskan larutan Kristal violet diatas olesan preparat tersebut sebanyak 1-2 tetes dan membiarakan selama 1-2 menit. Gram D (Safranin). III. tahan terhadap panas. Biakan Bacillus cereus. Hanya bila diperlukan panas yang cukup. 1998): 1.10% dari berat kering.Struktur dinding selnya tebal.3 Prosedur Kerja A.Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). botol semprot . Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (Hadiotomo. tidak mengandung asam tekoat.± Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%). objek gelas. Larutan nigrosin (tinta cina). Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. Alcohol 70 %.2 Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah Aquadest steri. . 1990). Spirtus. . Membuat preparat olesan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii lalu fiksasi dengan pembakar spirtus. Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu (Volk & Wesley. Struktur di dalam sel pada tempat-tempat yang khas dibentuk oleh spesies ini disebut endospora. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. berlapis tiga atau multilayer. radiasi UV serta bahan-bahan kimia.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. Gram A (Kristal violet). sekitar 10 – 15 mm.Struktur dinding selnya tipis. Pengecatan Sederhana 1. Biakan Salmonella typii. Endospora dapat bertahan hidup dalam keadaan kekurangan nutrien. Sifat-sifat ini menyebabkan dibutuhkannya perlakuan yang keras untuk mewarnainya. . pewarna yang sesuai dapat menembus endospora. peptidoglikan terdapat didalam lapisan kaku. . Mengandung asam tekoat. kekeringan.pipet tetes.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit. . lBiakan Eschericia coli. . 3.

1 Hasil IV. Salmonella typii dan Eshericia coli. Setelah pengamatan dibawah mikroskop diperoleh preparat mikroba berwarna hitam sedangkan bakteri sendiri tidak berwarna (berwarna putih) dan berbentuk basil (batang). 3. 5. Meneteskan larutan gram B. selanjutnya menarik objek gelas tersebut dengan arah yang berlawanan hingga membentuk film tipis. Pada pengecatn ini digunakan 3 jenis bakteri yaitu Bacillus cereus. Mengamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.2 Pembahasan A. Menyiapkan preparat olesan bakteri Bacillus cereus. Pengecatan Negatif 1. Pengecatan Gram Pengecatan gram termasuk pengecatan diferensial yang digunakan untuk membedakan bakteri gram negative dan bakteri gram positif. Setelah pengecatan diperoleh bakteri tersebut berwarna ungu. dan tata letak sel. Membersihkan gelas objek dengan alcohol 70 % agar bebas lemak. Menetesi dengan larutan gram D. 6. membiarkan selama 30 detik. 9. 4. B. 3. Pada pengecatan sederhana digunakan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii. 2. C. membiarkan selama 30 detik. Mengamati dibawah mikroskop dengan menggunakan pembesaran 100x dan minyak imersi. Meneteskan larutan gram A sebanyak 2-3 tetes pada olesan bakteri. Pengecatan Negatif Pada pengecatan ini digunakan cat asam nirosin (tinta cina). Pengecatan Sederhana Pengecatan sederhana digunakan untuk memperlihatkan atau memperjelas kontras antara sel dan latar belakangnya sehingga dapat mempertajam bentuk dari sel-sel mikroba itu sendiri. bentuk. Menggambar dan mencatat hasil yang diamati. 5. dengan cara mewarnai sel-sel mikroba dengan zat warna khususnya warna Kristal violet. Membiarkan hingga mengering lalu mengamati diubawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi. Menggambar dan mencatat hasil pengamatan. Zat warna yang umunya digunakan yakni yang bersifat alkalin (kromatofornya bermuatan +). Mencuvi dengan air dan keringkan. 4. Pengecatan ini dilakukan untuk mewarnai latar belakang preparat sedangkan bakteri sendiri tidak terwarnai serta untuk mengamati ukuran. C. membiarkan selama 1 menit.. Meneteskan larutan gram C. Mengambil 1 ose yang digunakan umntuk mengambil biakan. Pengecatan ini menggunakan 4 jenis larutan yaitu . kemudian mengeringkan dengan hati-hati mengunakan tissue roll. Pengecatan Gram 1. Mencuci dengan air mengalir dan mengeringkan dengan tissue roll dengan hati-hati. 8. 2. C.3. meletakkan biakan pada objek gelas kemudian mencampur dengan 1-2 tetes nigrosin. Eshcericia coli dan Salmonella typii lalu fiksasi pada pembakar spirtus. 7. membiarkan selama 1 menit. Mencuci dengan air dan keringkan. 5. yang berarti bakteri tersebut menyerap zat warna cat tersebut sehingga Nampak pada mikroskop.®Dengan menggunakan objek gelas lain menyentuhkan sisi objek gelas tersebut pada sampel tersebut sehingga membentuk sudut 300 4. mencuci dengan air dan mengeringkan dengan tissue. B. Mencuci dengan air mengalir sampai sisa cat tercuci habis.

Makassar. diakses pada tanggal 04 April 2009. Jimmo. D.com/2009/04/19/teknik-pewarnaanmikroorganisme/ .blogspot.Pewarnaan mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara yaitu dengan pengecatan gram. Rizki.Bakteri gram negatif pada teknik pewarnaan akan menghasilkan warna merah dan bakteri gram positif akan menghasilkan warna ungu. Ratna Siri. Malang : Djambatan. pengecatan sederhana dan pengecatan negative. 1989.kuliah.mht. pada saat bakteri Gram positif ditambahkan dengan kristal violet maka gram positif akan mengabsorbsi larutan tersebut hanya pada dinding sel. Filzahazny..2 Saran Saran untuk laboratorium agar percobaan berikutnya keanekaragaman bakteri yang digunakan dapat bertambah lagi sehingga hasil yang diperoleh dapat bervariasi. V. Fauziah. http ://Pembuatan PReParAT dan PengeCaTAnnyA _ BLoG KiTa. Berdasarkan percobaan diperoleh Bacillus cereus dan Salmonella typii bersifat gram positif yang berarti bakteri dapat mengikat dengan kuat cat utama cristal violet berwarna ungu.. Wesley A dan Margareth F.Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel bakteri dengan menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal violet. www. Sedangkan bakteri Eschericia coli bersifat gram negative karena tidak dapat mengikat kuat cat utama dan dapat diwarnai oleh cat lawan yakni merah dari pewarna safranin.html.fkugm2008. Volk. pewarnaan gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+) dan gram (-) dengan lebih dari satu zat warna sedangkan pewarnaan negative berguna untuk mewarnai latar belakang preparat dan bakteri sendiri tidak terwarnai. http://firebiology07. dengan pemberian larutan lugol maka kristal violet akan masuk sampai ke inti sel. Makassar.di akses pada tanggal 08 maret 2009.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : . Makassar. Mikrobiologi Dasar Jilid I.Kristal violet sebagai cat utama. Jakarta : Pt Gramedia.. . http ://ngecat bakterimakul-rizki... alcohol asam untuk pencucian dan safranin sebagai cat penutup. 2008.pdf. Hadiotomo.com/wp-content/uploads/HSC/1. .wordpress. pemberian alkohol menyebabkan pori-pori dinding sel mengecil sehingga warna ungu tertahan di dalam sel disebabkan oleh rendahnya kandungan lipid. 2008. diakses pada tanggal 14 April 2009. 1990. Makassar. 2008.htm. Dasar-Dasar Mikrobiologi.html.. Yulneriwanti. 1998. Perbedaan gram (+) dan gram (-) Sifat Gram (+) Gram (-) • Komposisi Kandungan lipid rendah Kandungan lipid tinggi • Ketahanan terhadap penisilin Lebih sensitif Lebih tahan • Penghambatan warna Lebih dihambat Kurang dihambat • Ketahanan terhadap fisik Lebih tahan Kurang tahan • Kebutuhan Nutrien Kompleks Relatif BAB V PENUTUP V. diakses pada tanggal 08 Maret 2009.com/Penganta-tentang-bakteri.. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. http://01-bakteri.. 2008. Makassar. DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro..com/2008/02/materi. . diakses pada tangan 04 April 2009. 2008. Wheeler. http:/wordpress.2x/6/Praktikum6. Jakarta : Erlangga. larutan iodine sebagai pengintensifan cat utama.

Bagaimana pengaruh faktor abiotik terhadap pertumbuhan mikrobe? . Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba (Sofa. diikuti pertambahan jumlah. misalnya kita makhluk makro ini dikatakan tumbuh ketika bertambah tinggi. juga agar pembaca dapat memahami dan mengetahui bagaimana factor-faktor lingkunagan mempengaruhi pertumbuhan mikrobe. 2008). bertambah besar atau bertambah berat. Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran.Bagaimana pengaruh faktor kimia terhadap pertumbuhan mikrobe? . Pertumbuhan merupakan suatu proses kehidupan yang irreversible artinya tidak dapat dibalik kejadiannya. pertumbuhan pada mikroba diartikan sebagai pertambahan jumlah sel mikroba itu sendiri. Dalam pertumbuhannya mikroorganisme membutuhkan kondisi lingkungan yang dapat mendukung proses perkembangbiakkannnya. yaitu pertambahan jumlah koloni. ukuran koloni yang semakin besar atau subtansi atau masssa mikroba dalam koloni tersebut semakin banyak. Pada organisme bersel satu pertumbuhan lebih diartikan sebagai pertumbuhan koloni. pertambahan berat atau massa dan parameter lain.3 Rumusan masalah Rumusan masalah pada makalah ini adalah: .ilmu mikrobiologi oligodinamik BAB I PENDAHULUAN 1. pertambahan ukuran sel. maka dibutuhkan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. 1.2 Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini selain untuk melengkapi tugas mikrobiologi.1 Latar Belakang Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran atau subtansi atau masa zat suatu organisme. 1.

 · Laju Kematian Termal {Thermal Death Rate) adalah kecepatan Kematian mikrobe akibat pemberian temperatur.1 FAKTOR ABIOTIK YANG MEMPENGARUHI MIKROBE A. optimum. dan kita kenal ada temperatur.  · Waktu Kematian Termal (Thermal Death Time) merupakan waktu yang diperlukan untuk membunuh suatu jenis mikrobe pada suatu temperatur yang tetap. Hal ini karena bahwa tidak semua spesies mati bersama-sama pada suatu temperatur tertentu.. ada beberapa pedoman seperti berikut ini:  · Temperatur maut/Titik Kematian Termal {Thermal Death Point) adalah temperatur serendah-rendahnya yang dapat membunuh mikrobe yang berada di medium standar selama 10 menit pada kondisi tertentu. Faktor-faktor Alam Faktor-faktor alam terdiri dari: 1. Temperatur maksimum adalah temper tertinggi yang masih dapat digunakan untuk aktivitas mikroba. Sedangkan temperatur yang paling baik bagi kegiatan hidup dinamakantemperatur optimum. yaitu: .tetapi pada tingkatan kegiatan fisiologi yangpaling minimal. Beberapa jenis mikrobe dapat hidup pada daerah temperatur yang luas sedang jenis lainnya pada daerah yang terbatas. minimum. Pada umumnya batas daerah temperatur bagi kehidupan mikrobe terletak antara 0°C90°C. dan maksimum. Untuk menentukan temparatur maut bagi mikrobe. Pengaruh Temperatur Temperatur merupakan salah satu faktor yang penting di dalam kehidupan.Bagaimana pengaruh faktor biotik terhadap pertumbuhan mikrobe? BAB II PEMBAHASAN 2. mikrobe dapat dibagi menjadi tiga golongan utama. Temperatur minimum adalah nilai paling rendah dimana kegiatan mikrobe -dapat berlangsung. Berdasarkan pada daerah aktivitas temperatur.

99. Pengeringan secara perlahan-lahan menyebabakan perusakan sel akibat pengaruh tekanan osmosis dan pengaruh lainnya dengan naiknya kadar zat terlarut. 2. Umumnya mikroba mesotermik hidup dalam alat pencernaan. Pengaruh Kebasahan dan Kekeringan Mikrobe mempunyai nilai kelembaban optimum. dengan temparatur optimum 10 -15°C. yaitu golongan mikroba yang tumbuh ada temperatur 40 – 80 °C. w w Adapun syarat-syarat yang menentukan matinya bakteri karena kekeringan antara lain adalah: • Pengeringan dalam keadaan terang pengaruhnya lebih buruk daripada dalam gelap. adalah golongan mikroba yang dapat hidup dengan baik temperatur 5 – 60°C. baik di daratan maupun di lautan  Mikrobe mesofil (mesotermik). yang berakibat berhentinya kegiatan metabolisme.75. Mikrobe psikrofil/ karyofil (oligotermik).  Mikrobe termofil (palitermik). • Pengeringan pada suhu tubuh (37°C) atau temperatur kamar (± 26°C) lebih jelek daripada pengeringan pada temperatur titik beku • Pengeringan pada udara efeknya lebih buruk daripada di dalam vakum atau di tempat yang berisi nitrogen. sedangkan untuk jamur dan aktinomisetes memerlukan kelembaban yang rendah di bawah 80%. Kebanyakan dari golongan ini tumbuh ditempat-tempat dingin. dan temperatur optimumnya 55 -65°C Golongan mikrobe ini terutama terdapat di sumber-sumber air panas dan tempat-tempat lain yang bertemperatur tinggi. atau 1/100 dari kelembaban relatif. Nilai a untuk bakteri pada umumnya terletak di antara 0. Keadaaan kekeringan menyebabkan proses pengeringan protoplasma. sedang temperatur optimumnya 25 – 40°C. Pada umumnya untuk pertumbuhan ragi dan bakteri diperlukan kelembaban yang tinggi di atas 85%. . Kadar air bebas di dalam larutan (a ) merupakan nilai perbandingan antara tekanan uap air larutan dengan tekanan uap air murni. yakni golongan mikrobe yang dapat tumbuh pada 0 – 30°C. sedangkan bakteri halofilik mendekati 0.90 – 0.

• Bakteri yang dalam medium susu. Pengaruh Penghancuran secara Mekanik Pengaruh tekanan udara terhadap kehidupan bakteri sangat kecil.000 atm. misal ragi yang osmofil (dapat tumbuh padaz kadar garam tinggi).Untuk memecahkan bakteri diperlukan pengguncangan 9. Proses-proses ini sering digunakan untuk melepaskan enzim-enzim dan endotoksin yang terkandung di dalam bakteri. tanah foraminifera. protoplasma serta komponen-komponen sel . dan untuk membunuh sporanya diperlukan tekanan 12. gula. Berdasarkan hal ini. Pengaruh Perubahan Nilai Osmotik Pada umumnya larutan hipertonik menghambat pertumbuhan mikrobe karena dapat menyebabkan plasmolisis. Pada umumnya. 5. maka pembuatan suspensi bakteri dengan menggunakan air murni tidak dapat digunakan. tanah radiolaria. Medium yang paling cocok bagi kehidupan mikrobe adalah medium yang isotonik terhadap isi sel mikrobe. 3. kecuali kalau bakteri itu dicampur dengan benda keras. Untuk menghentikan pembiakan bakteri diperlukan tekanan 600 atm. Sinar dengan gelombang pendek akan berpengaruh buruk terhadap mikrobe. bahkan beberapa mikrobe dapat bertahan di dalam substrat dengan kadar garam sampai 30%. Larutan garam atau larutan gula yang agakpekat mudah menyebabkan plasmolisis. dan sebagainya. Beberapa mikrobe dapat menyesuaikan diri terhadap kadar garam atau kadar gula yang tinggi. golongan ini bersifat haloduri 4. terutama pada mikrobe yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik. mikrobe yang ditempatkan di air suling (aquades) akan kemasukan air sehingga dapat menyebabkan pecahnya sel mikrobe tersebut.000 kali per detik. daging kering dapat bertahan lebih lama daripada pada gesekan pada kaca obyek. Pengaruh Sinar Pada umumnya sel mikroorganisme rusak akibat cahaya. hal ini dinamakan plasmoptisis. Sebaliknya. Bila energi radiasi diabsorpsi oleh sel mikroorganisme akan menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel.000 atm. misalnya cahaya matahari. dan untuk mematikan diperlukan tenaga sebesar 6. seperti pecahan kaca. Sedangkan sinar dengan gelombang panjang mempunyai daya fotodinamik dan daya biofisik. Mengguncang-guncangkan bakteritidak membawa kematian.

Zr dan Cu. Fenol dan Senvawa-senyawa Sejenis . Tetapi garam dari logam berat ini mudah merusak kulit. • Lamanya disinfeksi harus tepat. Penggunaan Antiseptik dan Disinfektan Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada disinfeksi secara kimia: • Rongga yang cukup diantara alat-alat yang didisinfeksi. dan harganya mahal. • Sebaiknya disinfektan yang dipakai bersifat membunuh (germisida). Beberapa Disinfektan dan Antiseptik a.hanya dapat diselidiki lebih lanjut jika ada dalam keadaan lepas sel {cell free system). 2. Daya antimikrobe dari logam berat. Logamlogam berat yang umum dipakai adalah Hg. merusak alat-alat yang terbuat dari logam. • Biia untuk membunuh spora kuman biasanya bersifat mudah menguap sehingga ventilasi ruangan perlu diperhatikan. Disinfektan yang sudah menunjukkan tanda-tanda pengeruhan atau pengendapan harus diganti dengan yang baru. As. 2. Logam-logam Berat Logam berat berfungsi sebagai antimikrobe oleh karena dapat mempresipitasikan enzim-enzim atau protein esensial dalam sel. alat-alat yang didisinfeksi jangan diangkat sebelum waktunya. Ag. b. dimana pada konsentrasi yang kecil saja dapat membunuh mikrobe dinamakan daya oligodinamik. • Sebaiknya menyediakan hand lotion untuk merawat tangan setelah berkontak dengan disinfektan.2 Faktor-Faktor Kimia 1. sehingga seluruh permukaan alat tersebut dapat berkontak dengan disinfektan. • Pengenceran disinfektan harus sesuai dengan yang dianjurkan dan setiap kali harus dibuat pengenceran baru.

Alkohol 50 – 70% banyak dipergunakan sebagian disinfektan. semakin tinggi berat molekulnya. Yang banyak dipergunakan dalam praktek adaiah larutan alkohol 70 – 80% dalam air. Larutan formaldehid (CH O) 20% dalam 652 . untuk mencegah timbulnya infeksi pascabedah. c. Aldehid 3 3 2 3 2 Cara bekerjanya aldehid ialah dengan cara membunuh sel mikroba dengan mendenaturasikan protein. d . dan selain itu juga merusak membran sel dengan cara menurunkan tegangan permukaannya. Karbol adalah nama lain dari fenol. Lisol adalah disinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol. tetapi untuk spora tidak. dan isopropanol (CH ) CHOH). lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan lainnya. sehingga disinfektan menjadi lebih menarik. semakin meningkat pula daya disinfektannya.etanol (CH CH OH). membran sel sel akan rusak. Alkohol mendenaturasikan protein dengan jalan dehidrasi. Jika dicampur dengan air murni. Konsentrasi di atas 90% atau di bawah 50% biasanya kurang efektif kecuali untuk isopropil alkohol yang masih tetap efektif sampai konsentrasi 99%. Etanol murni kurang daya bunuhnya terhadap mikrobe. Menurut ketentuan. dan juga merupakan pelarut lemak. Pada konsentrasi yang rendah (2 -4%). Kresol (kreolin) lebih baik khasiatnya dari pada fenol. Oleh karena itu. Oleh karena itu. daya bunuhnya disebabkan karena fenol mempresipitasikan protein secara aktif. dan enzim-enzim akan diinaktifkan oleh alkohol. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap. diantara ketiga jenis alkohol tersebut isopropil alkohol adalah yang paling banyak digunakan. Fenol merupakan standar pembanding untuk menentukan aktivitas atau khasiat suatu disinfektan. Alkohol Alkohol merupakan zat yang paling efektif dan dapat diandalkan untuk sterilisasi dan disinfeksi.Fenol (asam karbol) untuk pertama kalinya dipergunakan Lister di dalam ruang bedah sebagai germisida. Waktu yang diperlukan untuk membunuh sel-sel vegetatif cukup 10 menit. Ada 3 jenis alkohol yang dipergunakan sebagai disinfektan. yaitu metanol (CH OH). efeknya menjadi lebih baik.

yakni glutaraldehid merupakan solusi seefektif formaldehid. Yodium Larutan yodium. Sudah lama klorin dikenal sebagai deodoran dan disinfektan yang sangat baik. Stafilokokus dan Iainlain sel vegetatif akan dimatikan dalam waktu 5 menit. Peroksida Peroksida hidrogen (H O ) merupakan antiseptik yang efektif nontoksik. Klor dan Senyawa Klor Klorin bebas memiliki warna khas (hijau) dan bau yang tajam. Akan tetapi karena meninggalkan residu. i. Sayangnya kebanyakan senyawa klorin diinaktifkan bahan-bahan organik dan beberapa katalisator logam. sedangkan untuk membunuh spora diperlukan 3-12 jam. Zat Warna 2 2 2 2 2 2 Beberapa zat warna dapat menghambat pertumbuhan kur (bakteriostatik). Senyawa lain aldehid. Molekulnya tidak stabit dan apabila dipanaskan akan teurai menjadi air dan oksigen. Deterjen . e. Klorin dijadikan standar pengolahan air minum di seluruh lingkungan. dan telah lama dipergunakan untuk mengobati infeksi traktus urinar Mekanisme kerjanya disebabkan karena akridin mampu bere dengan ADN mikrobe. f. baik dalam air maupun dalam alkohol bersifat sangat antiseptik dan telah lama dipakai sejak lama sebagai antiseptik kulit sebelum proses pembedahan. terutama bila pHnya 7. Senyawa tersebut bersifatnontoksik dan tidak iritatif bagi manusia.70% alkohol merupakan cairan pensteril yang sangat baik apabila aiat-alat direndam selama 18 jam.5 atau lebih. maka alat-alat tersebut harus dibilas dulu sebelum dipakai. Mycobacterium tuberculosis dan virus dalam waktu 10 menit. g. dengan reaksi kimia sebagai berikut : 2 H O —► 2 H O + O h. misalnya derivat akridin dan zat warna rosan Akriflavin (campuran derivat akridin dengan senyawa I mempunyai spektrum aktivitas yang luas.

Antibiotika berbeda dalam susunan kimia dan cara kerjanya. Sejak lama obat pencuci yang mengandung ion (deterjen) banyak digunakan sebagai pengganti sabun. tetapi kalau dicampur dengan heksaklorofen daya bunuhnya menjadi besar sekali. Penicillium. Pneumococcus. dan memegang peranan penting dalam mengatur populasi mikrobe dalam tanah. dan zat-zat itu dalam jumlah yang sedikit pun mempunyai daya penghambat kegiatan mikroorganisme yang lain. kebanyakan dari genus Bacillus. Antibiotika tersebar di alam. dan kompos. Mtkrobe yang peka terhadap suifonamida. k. http://asepwandi. dan Streptomyces. air. melainkan juga merupakan bakterisida. limbah.com/ilmu-mikrobiologi-oligodinamik/ . Gonococcus. Deterjen tidak hanya bersifat bakteriostatik. Antibiotika yang kini banyak digunakan. Suifonamida Sejak tahun 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan tidak memiliki sifat tidak merusak jaringan manusia. akan menimbulkan gejala-gejala alergi dan berakibat kekebalan bagi mikrobe-mikrobe tertentu.Penggunaan obat ini bila tidak dengan aturan. dan Meningococcus. Terutama bakteri yang bersifat Gram positif.wordpress. j.Sabun biasa tidak banyak khasiatnya sebagai zat pembunuh bakteri (bakterisida). antara lain Streptococcusyang mengganggu tenggorokan. Antibiottka Antibiotika adalah suatu substansi (zat-zat) kimia yang diperoleh dari atau dibentuk dan dihasilkan oleh mikroorganisme.

steroid dan malam Asam lemak Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Sebagai penyusun struktur membran sel Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran material-material. terdiri atas lipoprotein dan glikolipid 4. sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis Jenis-jenis lipid Terdapat beberapa jenis lipid yaitu: 1. Adapun rumus umum dari asam lemak adalah: CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. Lipid kompleks. Sebagai cadangan energi Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa 1. Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap 1. Gliserida. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) . 1. Fungsi lipid Ada beberapa fungsi lipid di antaranya: 1. Non gliserida. Asam lemak. terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh 2. terdiri atas sfingolipid. Sebagai hormon dan vitamin Hormon mengatur komunikasi antar sel.Pendahuluan Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam pelarut-pelarut organik. Ada dua macam asam lemak yaitu: 1. terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida 3. 3.

11. .12 18:3D9. Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak).15 20:4D5.8.1 4 Assam CH3(CH2)3(CH2C=C)4(CH2)3COO Prekursor untuk sintesis arakhidon H eikosanoid at Asam oleat Asam Asam stearat arakhidonat Beberapa contoh struktur asam lemak Gliserida netral (lemak netral) Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol.Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap Struktur asam lemak jenuh Struktur asam lemak tak jenuh Asam-asam lemak penting bagi tubuh Simbol Nama numerik Umum Struktur Keterangan Sering terikat dengan atom N terminal dari membran plasma bergabung dengan protein sitoplasmik Produk akhir dari sintesis asam lemak mamalia 14:0 Asam miristat CH3(CH2)12COOH 16:0 Asam palmitat CH3(CH2)14COOH 16:1D9 Asam palmitolea CH3(CH2)5C=C(CH2)7COOH t Asam stearat Asam oleat Asam linoleat Asam linolenat CH3(CH2)16COOH CH3(CH2)7C=C(CH2)7COOH CH3(CH2)4C=CCH2C=C(CH2)7CO Asam lemak esensial OH CH3CH2C=CCH2C=CCH2C=C(C Asam lemak esensial H2)7COOH 18:0 18:1D9 18:2D9.12.

Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid. Lipoprotein . Lemak Umumnya diperoleh dari hewan Berwujud padat pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak jenuh Minyak Umumnya diperoleh dari tumbuhan Berwujud cair pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak tak jenuh Fosfogliserida (fosfolipid) Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid.Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1. Sebagai komponen penyusun membran sel Sebagi agen emulsi Struktur dari fosfolipid Fosfolipid bilayer (lapisan ganda) sebagai penyusun membran sel Lipid kompleks Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Penggunaan fosfogliserida adalah: 1. jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida. 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. 2. Struktur trigliserida sebagai lemak netral Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida. 1. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah: 1.

kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma. LDL (low – density lypoproteins) LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer 1. Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul non gliserol. yaitu: Perbandingan komposisi penyusun 4 klas besar lipoprotein 1. Ilustrasi peran masing-masing dari 4 klas besar lipoprotein Lipid non gliserida Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. VLDL (very low – density lypoproteins) VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak 1. 2. Struktur kimia sfingomielin (perhatikan 4 komponen penyusunnya) Kolesterol Selain fosfolipid. Gabungan lipid dengan protein (lipoprotein) merupakan contoh dari lipid kompleks Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid. steroid. Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid. Pada manusia. kolesterol dan malam. . 4. 25% dari lipid merupakan sfingolipid.Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein. HDL (high – density lypoproteins) HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati. kecuali ginjal 1. 3. Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapa hormon. Sfingolipid Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak. Kilomikron Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain.

Struktur dasar darikolesterol Kolesterol merupakan bagian dari membran sel Steroid Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid. Secara ringkas. gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol.Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri. yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah karena arteri menyempit. Malam sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit. Karena larut dalam air. Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam Metabolisme lipid Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral. Malam merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang. Struktur miselus. Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri. sedangkan bagian non polar berada di sisi dalam . rambut dan lain-lain. Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini. misalnya testosteron dan progesteron. Progesteron dan testosteron Steroid lainnya adalah kortison. Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat. selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. asthma. penurunan kemampuan untuk meregang. penanganan penyakit arthritis rematoid. gangguan pencernaan dan sebagainya. Bagian polar berada di sisi luar. Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke. Kortison Malam/lilin (waxes) Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak).

Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida. Perhatikan fungsi kilomikron sebagai pengangkut trigliserida Simpanan trigliserida pada sitoplasma sel jaringan adiposa Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa. Struktur kilomikron. maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut. baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan. sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi. Selanjutnya kolesterol mengalami . Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis.Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air. Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty acid/FFA). Selanjutnya kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava. hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan gliserol. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan adiposa. jika kebutuhan energi sudah mencukupi. Di sisi lain. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein. maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit). Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi. asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol. Secara ringkas. dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida.

Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian. Proses ini dinamakan ketogenesis. Gliserol Kolesterol Aseto asetat hidroksi butirat Aseton Steroid Steroidogenesis Kolesterogenesis Ketogenesis Diet Lipid Karbohidrat Protein . Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat. hidroksi butirat dan aseton).steroidogenesis membentuk steroid.

gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat.Asam lemak Trigliserida Asetil-KoA Esterifikasi Lipolisis Lipogenesis Oksidasi beta Siklus asam sitrat ATP CO2 H 2O + ATP Ikhtisar metabolisme lipid Metabolisme gliserol Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. Pada tahap awal. Selanjutnya senyawa ini masuk ke dalam rantai . Gliserol ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis.

Aktivasi asam lemak menjadi asil KoA Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang. Reaksi-reaksi kimia dalam metabolisme gliserol Oksidasi asam lemak (oksidasi beta) Untuk memperoleh energi. asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin. Dengan adanya ATP dan Koenzim A. dengan rumus (CH3)3N+-CH2-CH(OH)-CH2-COO-. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta. Membran mitokondria interna Karnitin palmitoil transferase II Karnitin Asil karnitin translokase KoA Karnitin Asil karnitin Asil-KoA . suatu produk antara dalam jalur glikolisis. asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase). asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta.respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat.

Asil karnitin Beta oksidasi Membran mitokondria eksterna ATP + KoA AMP + PPi FFA Asil-KoA Asil-KoA sintetase (Tiokinase) Karnitin palmitoil transferase I Asil-KoA KoA Karnitin Asil karnitin Mekanisme transportasi asam lemak trans membran mitokondria melalui mekanisme pengangkutan karnitin .

Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P (+2P) 2. Selanjutnya asetil KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. Perhatikan bahwa setiap proses pemutusan 2 atom C adalah proses oksidasi β dan setiap 2 atom C yang diputuskan adalah asetil KoA. Setelah menjadi bentuk aktif. asil-KoA akan mengalami tahap-tahap perubahan sebagai berikut: 1. Oksidasi karbon β menjadi keton Keterangan: Frekuensi oksidasi β adalah (½ jumlah atom C)-1 Jumlah asetil KoA yang dihasilkan adalah (½ jumlah atom C) Oksidasi asam lemak dengan 16 atom C. asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan proses dan pada setiap proses. oksidasi beta dan siklus asam sitrat Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Dalam proses oksidasi ini.Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut: • • Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase. diangkat 2 atom C dengan hasil akhir berupa asetil KoA. karbon β asam lemak dioksidasi menjadi keton. Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar. Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta. Aktivasi asam lemak. Setelah menjadi asil karnitin. Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan. asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. • • • Dalam oksidasi beta. barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna mitokondria. (2P) Setelah berada di dalam mitokondria. delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA .

Karena asam lemak memiliki 10 atom C. dan energi yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2 dikurangi 1. selanjutnya asetoasetat berubah menjadi hidroksi butirat dan aseton. Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Kreb’s yang masing-masing akan menghasilkan 12 ATP. akan dimetabolisir dengan hasil -2 ATP (untuk aktivasi) + 20 ATP (hasil oksidasi beta) + 60 ATP (hasil siklus Kreb’s) = 78 ATP. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA. sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP. Penghitungan energi hasil metabolisme lipid Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh oksidasi beta suatu asam lemak. berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP.3. Gambar Lintasan kolesterogenesis . Proses ketogenesis Lintasan ketogenesis di hati Sebagian dari asetil KoA dapat diubah menjadi kolesterol (prosesnya dinamakan kolesterogenesis) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk disintesis menjadi steroid (prosesnya dinamakan steroidogenesis). Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P(+3P) 4. Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asil-KoA yang telah kehilangan 2 atom C. yaitu 4 kali oksidasi beta. hidroksi butirat dan aseton dikenal sebagai badan-badan keton. maka kita memerlukan energi 2 ATP untuk aktivasi. Dengan demikian sebuah asam lemak dengan 10 atom C. maka asil-KoA yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena membentuk asetil KoA. Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat. Proses perubahan asetilKoA menjadi benda-benda keton dinamakan ketogenesis. Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat. Aseto asetat. Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan 10 atom C. maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah. Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total energi satu kali oksidasi beta adalah 5P. L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA.

Tahap-tahap sintesis asam lemak Penyimpanan lemak dan penggunaannya kembali Asam-asam lemak akan disimpan jika tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Trigliserida akan dipecah menjadi gliserol dan asam lemak. Perhatikan tahap-tahap sintesis dan degradasi trigliserida Jika kebutuhan energi tidak dapat tercukupi oleh karbohidrat. Tempat penyimpanan utama asam lemak adalah jaringan adiposa. NADPH digunakan untuk sintesis. . kita tak dapat menyimpan lemak jika tak ada kelebihan glukosa di dalam tubuh. Semua organisme dapat mensintesis asam lemak sebagai cadangan energi jangka panjang dan sebagai penyusun struktur membran. Adapun tahap-tahap penyimpanan tersebut adalah: Asam lemak ditransportasikan dari hati sebagai kompleks VLDL. Asam lemak kemudian diubah menjadi trigliserida di sel adiposa untuk disimpan. Dinamika lipid di dalam sel adiposa. kelebihan asetil KoA dikonversi menjadi ester asam lemak. Ini harus tersedia dari glukosa. Sedangkan asam lemak pun akan dioksidasi untuk memenuhi kebutuhan energi pula (lihat oksidasi beta). Akibatnya. Pada manusia. Gliserol 3-fosfat dibutuhkan untuk membuat trigliserida.Sintesis asam lemak Makanan bukan satu-satunya sumber lemak kita. Tahap-tahap sintesis asam lemak ditampilkan pada skema berikut. Sintesis asam lemak terjadi di dalam sitoplasma. ACP (acyl carrier protein) digunakan selama sintesis sebagai titik pengikatan. maka simpanan trigliserida ini dapat digunakan kembali. Gliserol dapat menjadi sumber energi (lihat metabolisme gliserol). Sintesis asam lemak sesuai dengan degradasinya (oksidasi beta). Semua sintesis terjadi di dalam kompleks multi enzim-fatty acid synthase.

mikroorganisme. identifikasi. fisiologi. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. Klasifikasi organisme prokariota seperti bakteri memerlukan pengetahuan yang didapat dari pengalaman dan juga teknik observasi. sifat biokimia. yakni tentang pengklasifikasian penamaan dan pengidentifikasian mikroorganisme. Taksonomi adalah ilmu mengenai klasifikasi atau penataan sistematis organisme kedalam kelompok atau kategori yang disebut taksa (tunggal. Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. disebut sebagai sistematika mikroba. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis.mikroba. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. lup dan lain-lain.06/02/2010 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 8 Komentar KLASIFIKASI MIKROBA KLASIFIKASI DAN PERANAN MIKROBA DALAM KEHIDUPAN ABSTRAK Klasifikasi dan identifikasi adalah dua hal yang berbeda tetapi saling sebagai berhubungan dalam taksonomi. Menyusun sistematik dalam dunia mikroorganisme bukanlah pekerjaan yang mudah kesulitan pertama yang kita hadapi ialah menentukan apakah mikroba itu . Key word: Klasifikasi. Kegiatan secara keseluruhan. genetik dan morfologi yang sering penting untuk menggambarkan sebuah takson. lup dan lain-lain. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. takson) tetapi penyusunan taksonomi mikroorganisme mensyaratkan diidentifikasi sebagai mana mestinya dan diberi nama. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas. Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarkan dengan taksonomi. Klasifikasi dapat diidentifikasikan penyusunan organisme kedalam grup taksonomi(taksa) dengan berdasarkan persamaan atau hubungan. PENDAHULUAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang.

Klasifikasi merupakan proses untuk mengenali dan mengelompokkan organisme hidup. Rumusan Masalah Adakah peranan penting mikroba bagi kehidupan. Kriteria dalam kalasifikasi berbeda dengan mengklasifikasikan tumbuhan tingkat tinggi dan hewan tingkat tinggi yang didasarkan terutama pada sifat-sifat marfologisnya. Banyak bakteri di bawah mikroskop menunjukkan bentuk morfologi yang sama. Maka jelaslah bahwa kesukaran kita untuk menetapkan spesies berdasarkan sifat-sifat morfologi saja. Banyak kesulitan dalam mengklasifikasikan mikroorganisme. Klasifikasi bakteri secara agak lengkap pada tahun 1875. sarjana Zoologi seperti Muller (1773) dan erlenberg (1838) menggolongkan bakteri pada protozoa.golongan hewan atau golongan tumbuhan. PEMBAHASAN Klasifikasi dan Identifikasi Dalam semua cabang biologi diperluan pencirian. Tujuan Ø Ø Mengetahui klasifikasi dan identifikasi suatu mikroorganisme Mengetahui manfaat mikroorganisme bagi kehidupan. Misalnya dalam klasifikasi bakteri. tetapi yang satu dapat mencernakan asam amino tertentu. dan sifat-sifat fisiologinya termasuk imunologi. Tetapi hal ini sulit dilaksanakan pada bakteri. Baru pada tahun (1873). Klasifikasi merupakan bagian dari bidang ilmu sistematik. Ada pula suatu golongan yang dapat menyebabkan suatu penyakit. klasifikasi dan identifikasi. Ada beberapa golongan bakteri yang sama bentuknya. Setelah leeuwenhoek menyelami dunia mikroorganisme . mengetahui adanya ciri-ciri yang menyebabkan ia lebih condong menggolongkan bakteri (salah satu mikroorganisme) pada tumbuhan. sedangkan yang lainnya tidak. dan sejak itu diadakan penyempurnaan secara berangsur-angsur sampai sekarang. sedang golongan yang lain tidak. sehingga klasifikasi bakteri di dasarkan sebagian pada sifat-sifat morfologi. tetapi sifat-sifat fisiologi mereka berlainan sama sekali. Tujuan klasifikasi ialah mengatur kedudukan dari berbagai organisme di alam. Jika diketahui ciri-ciri . Cohn sarjana botani bangsa Jerman.

karbohidrat. Sebaliknya pada banyak bakteri Gram positif terdapat asam teikoat. apakah merupakan DNA atau RNA 3. 2. Ciri-ciri utama dari suatu mikroorganisme dikelompokan sebagai berukut : . Bila sel mikroba diberi perlauan kimiawi. Dinding sel fungsi dan algae berbeda dari bakteri. sehingga yang dipelajari adalah karakkteristik suatu biakan yang merupakan populasi dari suatu mikroorganisme.001 mm Oleh karena ukurannya yang kecil diperlukan mikroskop untuk melihat mikroba. Hal ini dapat disamakan dengan membuat tabel periodik bagi unsur kimia sehingga terlihat keterkaitan antara unsur kimia tersebut. . 1 m = 0. 1. Oleh karena ukurannya yang sangat kecil. pembagian dilakukan berdasaran asam inti yang dikandung. Morfologi Mikroba pada umumnya sangat kecil : ukurannya dinyatakan dalam mikrometer ( m) . darah). Bahan kimia ini tidak ditemukan pada gram negatif. Klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme haruslah diketahui terlebih dahulu karakteristik atau ciri-ciri mikroorganisme. tidaklah mungkin bagi kita untuk mempelajari 1 mikroorganisme saja.suatu mikroorganisme. Mikroskop yang digunakan tergantung pada kecermatan yang diinginkan oleh peneliti. Sifat Kimiawi Sel terdiri dari berbagai bahan kimia. maka dapat dilakukan perbandingan sehingga terlihat persamaan dan juga perbedaan dnegan organisme lainnya. Pada kelompok virus. Sebagai contoh. purin. bakteri Gram negatif memiliki lipopolisakarida dalam dinding selnya. Sebaliknya ada pula yang hanya memerlukan bahan inorganik saja atau bahan organik (asam amino. maka sel ini memperlihatkan susunan kimiawi yang spesifik. Sedangkan bakteri Gram positif tidak. Zat Sifat Biakan hara yang diperlukan oleh setiap mikroorganisme berbeda ada mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan tumbuh bila diberikan zat hara yang kompleks (serum.

Patogenitas Mikroba dapat menimbulkan penyakit. koenzim) selain itu beberapa mikroorganisme hanya dapat tumbuh pada sel hidup. biakan jaringan. Sifat Antigenik Bila mikroorganisme masuk kedalam tubuh. Sifat Ekologi Habitat merupakan sifat yang mencirikan mikroorganisme. Oleh karena mikroorganisme memiliki antigen yang berbeda. telur. akan terbentu antibodi yang mengikat antigen. . Mikroorganisme yang hidup di lautan berbeda dengan air tawar. maka antibodi dapat digunakan untuk mencirikan (rapid indentification) terhadap mikroorganisme. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dari sel mikroba. Sifat Genetik DNA kromosomal mikroorganisme memiliki bagian yang konstan dan spesifik bagi mikroorganisme mikroorganisme. Reaksi ini sangat sepesifik sehingga dapat disebut sebagai lock and key system. Berbagai macam reaksi yang terjadi dalam metabolisme dapat digunakan untuk mencirikan mikroorganisme 5. Susunan basa DNA Untuk perbandingan di gunakan mol % G+C tersebut sehingga dapat digunakan untuk pencirian 7. Mikroorganisme yang terdapat dalam rongga mulut berbeda dengan saluran pencernaan. bertunas. Antibodi ini bersifat sangat spesifik terhadap antigen yang menginduksinya. 8. 4.pirimidin. berupa inang. Sifat Metabilisme Proses kehidupan dalam sel merupakan suatu rentetan reaksi kimiawi yang disebut metabolisme. 6. vitamin. kemampuannya untuk menimbulkan penyakit merupakan ciri khas mikroorganisme tersebut selain itu terdapat pula bakteri yang memakan bakteri lainnya (Bdellovibrio) dan virus (bakteriofag)yang menginfesi dan menghancurkan bakteri.

Derajat perbedaan sangat berguna oleh karena menunjukkan beberapa banyak organisme yang diteliti berbeda dengan organisme lain.Perkembangan Klasifikasi Pada klasifikasi “Five-kingdom System. Mikroorganisme masuk dalam : a. Selain itu ada pula yang melakukan kombinasi. c. Forosintesis Absorpsi Ingesti Prokariot termasuk dalam Monera. Perkembangan Klasifikasi Two-Kingdom system Four-Kingdom System Five-Kingdom system Lennaeus Animalia Capeland Monera Whitaker Monera Plantae Protoctista Metaphyta Metazoa Protista Plantac Fungsi Animalia Koefisien Kesamaan Kesamaan ini dapat dinyatakan dalam derajat kesamaan atau perbedaan. Monera (bacteria dan cyanobacteria) Protista (microalgae dan protozoa) Fungsi (yeasts dan mold) Tabel. Protozoa dengan ingesti dan protista lainnya dengan absorpsi. Mucroalgar bersifat forosintetik. Dengan mengetahui koefisien kesamaan dapat disusun Cluster dari organisme yang serupa . b. c. Pembagian didasarkan pada cara pengambilan zat hara yaitu : a. ketiga macam pengambilan zat hara terlihat dalam kelompok ini. Yukariot uniseluler termasuk protista. cara mengambilan zat hara tidak melalui ingesti. b.

Homologi DNA DNA dipanaskan sehingga terurai menjari untaian tunggal. Pada bakteri ternyata rRNA cistron ini “highlyy conserved” lestari. tetapi masih memperlihatkan homologi DNA. Metode ini paling obyektif dan didasarkan pada DNA. rRNA yang disandi oleh sebagian DNA yang disebut sebagai RNA sistron. Ini berarti untaian dari satu organisme akan berpasangan dengan untaian dari organisme lainnya. Metode yang sering digunakan untuk melihat keterkaitan genetik adalah : 1. organisme yang tidak berkaitan mungkin saja memiliki % G + C yang sama. Organisme yang berkaitan erat memiliki % G +C yang sama. Homologi RNA ribosom dan ribosomal RNA oligonukleotida Dua organisme dapat saja tidak erat kaitannya. Similarity Matrix Keterkaitan Sifat Genetik Metode klasifikasi yang paling cermat adalah keterkaitan sifat genetika anta organisme. Pada mulanya kesamaan yang dibadingkan hanyalah % mol G + C saja. Bila tidak ada keterkaitan tidak akan terlihat heterodupleks. Namun demikian. Bila dua organisme ini berkaitan erat maka akan terbentuk Heterodupleks. 1. c. Urutan nukleotida inilah yang merupakan ciri dasar suatu organisme. Ini berarti bahwa selama evolusi cistron ini memperlihatkan perubahan yang lebih sedikit di badingkan dengan bagian DNA yang lain . cabang ilmu yang disebut biologi molekuler menggunakan teknik untuk melihat kesamaan DNA antar organisme. sebaliknya organisme yang jauh berbeda memiliki nilai % G + C yang berbeda pula. Metode ini paling berguna dalam tingkat klasifikasi species. Oleh karena itu dicari metode perbandingan yang lebih cermat dengan cara membandingkan urutan dari nukleotida. Cluster analysis Phenogram / dendrogram Ordination methods Menggunakan Principal component analysis d. Pada tahun 1960. b.Beberapa metode utuk menentukan derajat kesamaan a. Untaian tunggal ini kemudian dicampur dengan organisme lainnya dan didinginkan kembali.

atau tumbuh-tumbuhan tanpa keping biji. Mikro-alga biru-hijau (BGA = blue-green algae). yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi. Pertama kali pengelompokan ini hanya untuk lingkungan tumbuh-tumbuhan dan hewan. baik yang sudah terdiferensiasi ataupun yang belum.Taksonomi Mikroba a. Dasar Pengelompokan Taksonomi merupakan cara atau upaya pengelompokan jasad hidup di dalam kelompok atau takson yang sesuai. 3. Bakteria. gamae = alat perkembangbiak). Prokaryota. dunia Mikroba terbagi menjadi dua kelompok besar lainnya. yaitu kelompo mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi. yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji tunggal. termasuk didalamnya ragi. Sehingga kalau sebelumnya dunia tersebut hanya terbagi kedalam dua kelompok besar yaitu : 1. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) Jamur. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) 2. yaitu Cryptogamae (kriptos = tersembunyi/tidak ada atau tidak nampa. tetapi ternyata bahwa untuk mikroba pun dapat digunakan. Yaitu : 1. yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji dua. Mikroba termasuk kedalam kelompok ke-3 tersebut sesuai dengan sifat alat untuk perkembangbiakannya. Acotyledoneae. Dari segi mikrobiologi sendiri. maka sekarang akan bertambah dengan 1 kelompok besar lainnya. Mikro-alga lainnya . Dicotyledoneae. pembagian ini berdasarkan kepada ada tidaknya inti. Karyota. Monocotyledoneae. Mikroba sesuai dengan bentuk dan sifatnya termasuk kedalam Dunia tumbuhtumbuhan. 2.

2. Prosedur pewarnaan seperti pewarnaan gram dapat memberikan perkiraan bakteri memiliki kekerabatan yang dekat. tidak mempunyai klorofil berkembangbiak dengan pembelahan sel atau biner. bakteri hidup sebagai jasad yang saprofitik ataupun sebagai jasad yang parasitik. informasi yang penting dapat diketahui secara mikroskopis dengan melihat lapisan sel dan ada atau tidaknya struktur khusus misalnya spora atau flagella.Walaupun ada kelompok kehidupan atau jasad lain yang dianggap hirup berdasarkan kepada bentuk dan sifatnya tidak sama dengan mikroba tetapi mengingat kepentingan dan asosiasi kehidupannya. Studi fisik membuktian bahwa kekerabatan DNA dari organisme yang sama dapat dikenal dengan tingkat kemampuan kromosom DNA untuk dikawin silangkan. Hal ini merupakan petunjuk awal bahwa keragaman kimiawi DNA dari organisme yang berbeda dapat menjadi indikasi adanya kekerabata genetik. Tempat hidupnya tersebar di mana-mana. pada bahan-bahan. di dalam tanah. didalam air. sejak di udara. Tabel . Protozoa Virus Klasifakasi Bakteri Umumnya berbentuk 1-sel atau sel tunggal atau uniseluler. Tingkat Taksonomi Tingkatan Resmi Kingdom Divisi Klas Ordo Contoh Prokaryotae Gracilicutes Scotobacteria Eubacteriales . pada tanaman ataupun pada tubuh manusia atau hewan. Karena tidak mempunyai klorofil. ada dua kelompok besar lain yang umumnya dimasukkan kedalam Dunia Mikroba yaitu : 1. Kriteria untuk Klasifikasi Bakteri Kriteria sesuai untuk tujuan klasifikasi bakteri termasuk sifat-sifatnya telah diterangkan dalam bab terdahulu.

yaitu Arecbaebacteria. Virus Bakterial Bakterifage (fage) adalah virus yang menginfeksi bakteri dan hanya dapat bereproduksi di dalam sel bakteri. Ribosom memiliki pesan penting dalam sintesa protein. termasuk biologi seluler dan molekular serta imunologi Fage pada hakekatnya terdiri dari sebuah inti asam nukleat yang terkemas di dalam selubung protein pelindung.(3)spiral. Kemudahan relatif dalam penangannya dan kesederhanaan infeksi fage bakteri membuatnya menjadi suatu sistem model bagi penelaahan patogenesitas virus maupun banyak masalah dasar di dalam biologi. Penemuan terbaru. Gen penanda RNA ribosom dan protein ribosom telah diturunkan melalui evolusi dan telah disebarkan lebih lambat daripada gen kromosom lainnya. hibridisasi DNA dengan rangkaian oligonukleotida padat telah digunakan untuk mengidentifikasi spesies. Perbandingan susunan dari 165S RNA ribosom dari berbagai sumber biologis menunjukkan adanya hubungan evolusi diantara organisme yang sangat beragam dan menunjukkan adanya kingdom baru. dan perbedaan susunan di antara gen-gen yang tersebar secara lambat dapat digunakan untuk mengukur hubungan dalam kelompok bakteri yang hubungannya jauh.Famili Genus spesies Entobacteriaceae Escherichia Coli Penyusunan urutan DNA telah menjadi prosedur rutin di laboratorium dan perbandingan susunan DNA diantara beragam gen dapat menggambarkan hubungan mereka perbedaan susunan DNA diantara gen-gen yang tersebar secara cepat dapat digunakan untuk menentukan jarak genetik dari gen-gen yang berhubungan dekat.(2)batang. Gambar Bentuk Sel Tunggal Bakteri(1)coccus. Reproduksi virus bakterial yang virulen . Klasifikasi Virus a.

dan sabagiannya). Pembagian lebih lanjut didasarkan atas sifat-sifat lain virion itu. Loff dan kawan-kawan dalam tahun 1962. fage-fage virulen telah digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri patogenik. Jasad ini tidak mempunyai klorofil. sampai dengan telah membentuk tubuh lengkap yang dinamakan tubuh-buah (misalkan pada jamur merang. sifat pertumbuhan virus. Secara morfologis. Hubungan yang sama sekali tidak jelas melainkan sistem ini menggolongkan virus berdasarkan susunan biasa sifat-sifat kimiawi dan strukturnya yang merupakan sifat tetap yang dapat ditentukan dengan cermat. Klasifikasi Jamur Bentuknya sel tunggal (misal pada ragi). Sistem ini dimaksudkan untuk menggambarkan klasifikasi alami atau filogenik. berarti sistem ini bukannya mencoba menggambarkan hubungan evolisoner atara virus-virus. karena dia hidup secara saprofik ataupun parasitik . seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. virus dikelompokkan menurut sifat virionnya yaitu semacam asam nukleat. Setiap virus mempunyai sebuah inti pusat asam nukleat dikelilingi oleh kapsid. biosintesis komponenomponen virus dan perakitan serta pematangan virion. Proses replikasi virus dimulai dengan melekatnya virion pada sel inang. sifat pertumbuhan virus.mencakup urutan umum sebagai berikut : adsorbsi partikel fage. replikasi asam nukleat virus. halikal bersampul atau kompleks. kemudian serat atau filamen (paling banyak di dapatkan). Peristiwa ini disusul dengan penetrasi dan pelepasan selubung. bentuk susunan kapsid. Sistem yang secara paling luas digunakan untuk klasifikasi virus terlihat pada sistem ini. ada tidaknya selubung dan ukuran kapsid. Virus Hewan dan Tumbuhan Virus hewan dan virus tumbuhan adalah parasit intraseluler obligat yang sangat kecil. b. yang diperkenalkan oleh A. Mushrooms. Proses ini diakhiri dengan pembebasan virus dari sel inang. penetrasi asam nukleat. Seperti bakteria. dan pembebasan partikel-partikel fage ini di dalam suatu ledakan bersamaan dengan terjadinya lisis sel inang. perakitan partikel-partikel fage baru. virus hewan dan virus tumbuhan dapat ikosashedral. seperti kedudukan tempat sintesis virus di dalam sel dan hubungan timbal balik antara inang dan virus. seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. seperti digambarkan oleh kisaran inang.

di dalam tanah yang lembab atau bersimbiosis dengan jasad lain. Misal pada Hydra.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut . fukosantin (coklat) dan fukoeritrin (merah) hidup didalam air. walaupun ada beberapa yang sudah mempunyai tubuh lengkap dengan bagian-bagian yang dinamakan akar batang dan daun walau semuanya bersifat semu (Chara dan Nitella). Ada beberapa yang hidup secara simbiosis dengan jamur membentuk jasad baru yang disebut lichenes (lumut kerak). maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. menempel pada tanaman ataupun bersifat endofitik (hidup di dalam jaringan jasad lain). terutama pada tanah yang lembab. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan. atau menempel pada tubuh jasad lain (kulit kurakura) sehingga kelihatannya hewan tersebut mempunyai klorofil karena berawarna hijau. 2003). disamping pigmen lainnya seperti fikobilin (biru). Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan dan antara lain dapat dengan mengalami sendirinya. sejak paku-pakuan (Azolla) didalam rongga udara daunnya. karena membentuk akar yang terdiri dari lendir (polisakharida). atau dengan tanaman tinggi (Cassuarina) dengan karang Peran mikroorganisme dalam khidupan Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (Kusnadi.Klasifikasi Alga-Hijau Bentuknya sama seperti BGA. Mikroorganisme menghasilkan memiliki energi bereproduksi fleksibilitas metabolisme yang tinggi mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. pada air. Klasifikasi Alga-Biru Hijau Berbentuk sel tunggal atau filamen (serat) yang disekelilingnya diselimuti oleh seludang sederhana. atau berbentuk koloni pertumbuhan. Didapatkan dimana-mana. dkk. Termasuk kedalam kelompok jasad yang fotosintetik karena mempunyai klorofil.

Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan Dalam sehingga dianggap daging. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan. bau. pembusukan mikroorganisme yang menghasilkan enzim proteolitik mampu merombak proteinprotein. seperti bidang pertanian. dll. Oleh karena aktivitasnya tersebut. lipolitik. Mikroorganisme ini dikelompokkan berdasarkan tipe aktivitasnya.sudah ada. dan manusia. mudah ditumbuhkan dalam media buatan. • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. dan lingkungan. khamir (yeast) dan kapang (mould) dapat menyebabkan perubahan yang tidak dikehendaki pada penampakan visual. Penggunaan mikroorganisme dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. tekstur atau rasa suatu makanan. maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan. misalnya pada bidang mikrobiologi kedokteran dan fitopatologi banyak ditemukan mikroorganisme yang patogen yang menyebabkan penyakit dengan sifat-sifat kehidupannya yang khas. mikroorganisme pektinolitik mampu merombak bahan-bahan yang mengandung pektin yang terdapat pada dinding sel tumbuhan (Tarigan. hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. Peranan yang Menguntungkan Banyak yang menduga bahwa mikroorganisme membawa dampak yang merugikan bagi kehidupan hewan. Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang besar. Pada proses pembusukan sayur dan buah. 1988). dll. dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni. baik pada manusia. seperti proteolitik. Beberapa manfaat yang dapat diambil antara lain sebagai berikut: . tumbuhan. kesehatan. Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. Atau berdasarkan kebutuhan hidupnya seperti termofilik. masih banyak manfaat yang dapat diambil dari mikroorganisme-mikroorganisme tersebut. Mikroorganisme seperti bakteri. merupakan mikroorganisme pembusuk. Meskipun demikian. 2001). halofilik.

bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. silih bergantinya malam dan siang. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Pembentukan nitrat dari nitrogen ini dapat terjadi karena adanya mikroorganisme. KESIMPULAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. lup dan lain-lain.Bidang pertanian Dalam bidang pertanian. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. Nitrogen bebas merupakan komponen terbesar udara. Surat Al-Baqaroh 164: 164. Kajian religi: Surat An-Nur 45: 45. mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2. Unsur ini hanya dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan pengambilan khususnya melalui akar. . matahari dan bulan untukmu. dan peternakan hewan. Penyusunan nitrat dilakukan secara bertahap oleh beberapa genus bakteri secara sinergetik. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Dan Dia menundukkan malam dan siang. Surat An-Nahl 12: 12. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya). dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. siklus nutrien. sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. Mikroorganisme terbagi menjadi dua kelopok yaitu: 1. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan sehingga dianggap merupakan mikroorganisme pembusuk. baik pada manusia. Karyota. 2. Ciri-ciri utama suatu mikroorganisme yaitu: a) b) c) d) e) f) g) h) Morfologi Sifat Kimiawi Sifat Biakan Sifat Metabilisme Sifat Antigenik Sifat Genetik Patogenitas Sifat Ekologi Mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan. Peranan yang Menguntungkan . • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. Prokaryota. yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi.Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarka dengan taksonomi. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan yaitu: Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. yaitu kelompok mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi.

hanya tingkatan glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin (Anoymous. Jakarta : Djambatan Suriawira U.co. 1982).2008. sebelum orang makan. Sedangkan dalam tumbuhan Glukosa 6-fosfat yang dihasilkan selama fotosintesis adalah precursor dari tiga jenis karbohidrat tumbuhan .identifikasi mikroba.pustaka. Dasar-dasar Mikrobiologi. Pangantar Mokrobiologi Umum.Pustaka. Bandung : Angkasa 02/26/2009 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 17 Komentar Glukosa Darah Glukosa adalah gula yang terpenting bagi metabolisme tubuh.id) diakses tanggal 22 Desember 2008. Namun demikian. Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah (Anoymous. kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya. atau tingkat glukosa serum. 1995. siklus nutrien. yaitu sukrosa. diatur dengan ketat di dalam tubuh. gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah (Anoymous. selain glukosa.id) diakses tanggal 22 Desember 2008. Konsentrasi gula darah. 2008). Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl).(online)(http//www. pati dan selulosa (Lehninger.(online) (http//www. Budiyanto Mak. Dalam ilmu kedokteran. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Dwijoseputro. 1990. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. Anonymous. seperti fruktosa dan galaktosa.Contoh dalam bidang pertanian mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2. Hand Out dan Klasifikasi Mikroba. dikenal juga sebagai gula fisiologis.co. 2005) . dan peternakan hewan. 2008. 2008. 2008) Meskipun disebut “gula darah”. klasifikasi mikroba.

dan lain-lain. DAFTAR PUSTAKA Anoymous. 2008. Salah satu contoh dari gula reduksi adalah galaktosa.org). dan kehilangan kesadaran. Senyawa-senyawa yang mengoksidasi atau bersifat reduktor adalah logam-logam oksidator seperti Cu (II). 2008) Gula Reduksi Gula reduksi adalah gula yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi. Bila levelnya tetap tinggi. Contoh gula yang termasuk gula reduksi adalah glukosa. yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan saraf (Budiyanto. (www. manosa. Gula Darah. termasuk kerusakan pada mata. beberapa diantaranya seperti tebu dan bit gula mengandung sukrosa dalam jumlah yang relatif besar. dan saraf (Anoymous. 2008). nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. ginjal.Pengaruh langsung dari masalah gula darah Bila level gula darah menurun terlalu rendah. 1992).org). Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. Dari tebu dan bit gula itulah gula diekstraksi secara komersial (Gaman. fungsi mental yang menurun. 2002). Galaktosa merupakan gula yang tidak ditemui di alam bebas. Sukrosa didapatkan dalam sayuran dan buah-buahan. (www. Anoymous. fruktosa. Sukrosa adalah senyawa yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai gula dan dihasilkan dalam tanaman dengan jalan mengkondensasikan glukosa dan fruktosa. Penolakan Insulin. (Online). Gejala-gejalanya adalah perasaan lelah. Sedangkan salah satu ontoh dari gula reduksi adalah Sukrosa. Hal ini dikarenakan adanya gugus aldehid atau keton bebas. laktosa. maltosa. . Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. (Online). tetapi merupakan hasil hidrolisis dari gula susu (laktosa) melalui proses metabolisme akan diolah menjadi glukosa yang dapat memasuki siklus kreb’s untuk diproses menjadi energi. yang disebut hiperglikemia.wikipedia.wikipedia. Galaktosa merupakan komponen dari Cerebrosida. berkembanglah kondisi yang bisa fatal yang disebut hipoglikemia. Sedangkan yang termasuk dalam gula non reduksi adalah sukrosa (Team Laboratorium Kimia UMM. rasa mudah tersinggung. 2008. Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang berkepanjangan pula yang berkaitan dengan diabetes.

dan K. Sherington. 1982. Gaman.go.wordpress. Erlangga: Jakarta. 2005. UGM Press: Jogjakarta. Ilmu Pangan: Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi. 2002. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. Dasar. Dasar-Dasar Biokimia. Albert.A.K. (www. Penuntun Praktikum Biokimia Bioligi. M.B. Jumlah Penderita Diabetes Indonesia Ranking ke-4 Di Dunia.Anoymous.com/category/biokimia/ . Team Laboratorium Kimia UMM.depkes. Budiyanto. P.M. Laboratorium Kimia UMM: Malang http://zaifbio. Lehninger. 2008. UMM Press: Malang.id).Dasar Ilmu Gizi. 1992.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful