LAPORAN PRAKTIKUM PENGENALAN MIKROSKOP

OLEH : NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN NIM : MUHAMMAD PARHANI : J1FI09039 : 4 : TATI HIDAYAH : J1D107060

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU OKTOBER, 2009

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut bentuk dan struktur selnya makhluk hidup dibedakan menjadi dua yaitu makhluk hidup bersel banyak dan makhluk hidup bersel satu, makhluk ini tidak dapat terlihat dengan mata kita, karena panca indra manusia memiliki kemampuan daya pisah atau daya lihat yang sangat terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati dan pengamatan itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu. Salah satu alat bantu yang sering digunakan dalam penelitian atau pengamatan tentang organisme yang tidak bisa dilihat dengan mata, terutama dalam bidang kedokteran dan biologi adalah mikroskop dalam (bahasa latin mikro diartikan kecil sedangkan scopium berarti penglihatan). Mikroskop sering digunakan untuk, meningkat kemampuan daya pisah atau lihat seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati obyek yang sangat halus dan tidak dapat terlihat oleh mata terbuka (Dwidjoseputro, 1994). Bakteri adalah makhluk hidup yang kecil sehingga tidak bisa di lihat dengan mata telanjang (tanpa bantuan alat pembesar). Begitu juga hal nya dengan paramecium dan sebagainya sehingga bantuan alat pembesar ini sangat diperlukan. Alat pembesar ini selain diperlukan untuk melihat bakteri, alat pembesar juga sangat diperlukan untuk melihat isi dari sel pada makhluk hidup, bentuk organisme-organisme yang kecil, untuk melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme, serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri, 2000). Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah terbatas, oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu. Dan alat Bantu itu adalah Mikroskop yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati objek yang sangat halus sekalipun (David, 1978). Mikroskop pertama kali ditemukan pada tahun 1632 oleh seorang ilmuan berkebangsaan Belanda bernama Antoni Van Leeucanhoek. Beliau berhasil

membuat mikroskop berlensa tunggal yang sederhana. mikroskop yang ditemukan pertama kali ini penbesarannya dapat mencapai pemliesaran sekitar 270 kali. Dengan mikroskop ini Antoni Van Leeucanhoek dapat meIihat benda kecill dalam tetesan air sekalipun (Muchlis, 1980). Setelah ditemukannya Mikroskop oleh Anton Van. L, tak lama kemudian seorang ilmuan bemama Robe hooke juga menemukan mikroskop berlensa tunggal yang merupakan pengembang dari mikroskop sebelumnya. Mikroskop Robert H memiliki lampu kondensor, sehingga dapat melihat objeyengan sangat jelas (Muchlis,1980). Dalam melakukan pengamatan terhadap suatu benda yang memiliki ukuran renik dimana pancaindera kita tidak mampu untuk melihatnya. Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas. Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati tanpa digunakan alat bantu. Alat bantu yang sering digunakan dalam pengamatan terutama dalam bidang biologi, yaitu mikroskop. Dalam Bahasa latin mikro diartikan keeil dan scopium diartikan pengilihatan, Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati benda yang halos sekalipun ( Muchlis, 1980 ). Hingga saat ini sudah ada dua macam mikroskop yaitu mikroskop cahaya yang biasa banyak digunakan dalam bidang pendidikan dan mikroskop elektron yang digunakan bidang kedokteran karena mikroskop elektron ini mempunyai pembesaran yang lebih dibandingkan dengan mikroskop cahaya. Mikroskop elekron ini menggunakan elektron berkecepatan tinggi yang dapat di samakan dengan sinar-x (0.05 angstrom atau satu million satuan inci) (Albert, 1994).

1.2

Tujuan Tujuan percobaan ini adalah untuk mengenali bagian-bagian mikroskop,

memahami fungsi dan terampil menggunakannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Harus diketahui agar penggunaan mikroskop yang benar harus dimiliki oleh seorang praktikan, oleh karcna itu, praktikum tentang pengenalan mikroskop merupakan hal pertama yang harus dilaksanaka. Terdapat berbagai tipe mikroskop yang masing-masing mempunyai tujuan penggunaan tertentu dan dengan bermacam kelengkapan pula. Mikroskop yang sering digunakan dalam Biologi adalah Mikroskop Cahaya, baik yang berlensa okuler tunggal atau dikenal dengan Mikroskop Monokuler maupun berlensa okuler ganda atau yang dikenal Mikroskop binokuler (Leeson, 1990). Mikroskop pada dasarnya adalah suatu alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sehagai lensa obyektif atau yang dekat dengan mata dan lensa okuler. Benda yang diamati mengalami pembesaran sebesa dua kali dengan lensa obyektif dan lensa okuler, dimana lensa okuler berfungsi sehagai lup. Bayangan akhir yang diamati bersifat maya, terbalik dan diperbesar. Bayangan tersebut merupakan aberasi sferis dan kromatis dari cahaya dan spektrum sinar nampak (Leeson, 1990). Mikroskop mcngalami perkembanan dari waktu ke iyaktu. Pada awalnya hanya di temukan sebuah mikroskop biasa oleh/Antony Van Leuwenhoek (1632-1723) dengan hanya perbesaran scbcsar 3000X. K mudian Ruska dan nol pada tahun 1932 menemukan Mikroskop elektron dcnga melakukan perbaikan tehadap mikroskop biasa yang ditemukan oleh Antony Van Yeuwenhoek dengan cara 1. tenarnbahkan partikel elcktron sehagai pemantul bayangan objek. Perkembangan selanjutnya ditemukan Mikroskop fase kontras oleh Firt Zenika (Leeson, 1990). Macam-macam mikroskop diantaranya: 1. Mikroskop cahaya Pada awal abad ke-17 ketika dunia ilmu pengetahuan pada masa itu mulai menduga adanya dunia renik yang tak terlihat akibat terbatasnya kemampuan mata manusia. Padahal dunia itu berpengaruh pada hidup manusia. Maka

dibuatlah apa yang kini kita sebut mikroskop. 2000). Seperti diketahui mata manusia yang sehat disebut-sebut mempunyai daya resolusi 0.000 kali. yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM) (Washitoaji. sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini. Kata ini berasal dari bahasa Yunani di mana mikros berarti kecil dan skopeo berarti melihat (Washitoaji.2 mm. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus. Instrumen mikroskop pertama yang terbukukan adalah yang dipakai oleh ilmuwan Belanda bernama Antony van Leeuwenhoek (1632-1723). Dengan mikroskop yang sederhana ini Leeuwenhoek dapat melakukan pengamatan dengan pembesaran hingga 400 x dan ia mengumumkan pada dunia penemuannya akan jasad renik seperti bakteri. Ia juga dapat mengklasifikasikan sel darah merah dengan mengamati bentuknya (Washitoaji. protozoa. dan spermatozoa. Kemungkinan mikroskop dikembangkan dari teleskop yang memiliki Galileo pada pertengahan abad ke-17. Pada pengembangan selanjutnya diketahui bahwa kemampuan lensa cembung untuk memberikan resolusi tinggi sudah sampai pada batasnya. Belakangan diketahui bahwa ternyata panjang gelombang dari sumber cahaya yang digunakan untuk pencahayaan berpengaruh pada daya resolusi yang lebih tinggi. Saat ini tidak ada dokumen yang dapat menuntun kita pada siapa sebenarnya penemu mikroskop ini. Penggunaan cahaya dengan panjang gelombang .0002 mm (disebut daya resolusi 0. cermin atau sumber pencahayaan lain. LM modern mampu memberikan pembesaran (magnifikasi) sampai 1. Mikroskop ini terdiri dari lensa cembung yang kuat dengan penadah sampel (preparat) yang dapat digerakkan. Keterbatasan pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan. dan memungkinkan mata manusia dapat membedakan dua buah obyek yang berjarak satu sama lain sekitar 0. penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain. 2000). meskipun kualitas dan jumlah lensanya telah ditingkatkan.0002 mm). 2000). Untuk mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang disebut eyepiece. Diketahui bahwa daya resolusi tidak dapat lebih pendek dari panjang gelombang cahaya yang digunakan untuk pengamatan.

resolusi dapat ditingkatkan hingga di atas 100 nanometer (nm). bahkan pergerakan elektron seperti yang ditunjukkan oleh peneliti dari Jepang Prof Dr Hashimoto (Okayama University of Science) pada sebuah seminar yang lalu di Puspiptek Serpong. 2000).1 nm (atau 1 angstrom) atau dengan pembesaran sampai satu juta kali. 2000). atau elektron dipercepat secepat mungkin sehingga mampu menembus objek sampai pada batas tertentu (Washitoaji. tetapi pada resolusi yang tinggi pengamat dapat melihat struktur kristal dan lain lain. Sayangnya mikroskop eletron mode ini bekerja bagaikan sebuah slide proyektor. Hal ini belum memuaskan peneliti pada masa itu. Ilmuwan dari Universitas Berlin yaitu Dr Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun TEM (Transmission Electron Microscope/ mikroskop elektron mode transmisi elektron) yang pertama pada tahun 1931.000 kali lebih kecil dari cahaya. dengan berbagai perbaikan dari yang terdahulu. Untuk pekerjaannya ini dunia menganugerahinya hadiah Nobel pada tahun 1986. dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya.pendek seperti sinar biru atau ultra violet dapat memberikan sedikit perbaikan. Mikroskop elektron Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet. Mikroskop eletron mode transmisi elektron pada masa sekarang. Yang terlihat bukan hanya bayangan siluet seperti pada pertunjukkan wayang kulit. di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar. 2. dengan panjang gelombang yang 100. dapat memberikan resolusi hingga 0. Mikroskop yang pertama menggunakan dua "lensa" medan magnet. 2000). . suatu hal yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Leeuwenhoek. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin terdapat elektron seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya (Washitoaji. 2000). Konsekuensinya obyek yang diamati disyaratkan setipis mungkin sehingga dapat ditembus oleh elektron. sehingga pencarian akan mode baru akan mikroskop terus dilakukan (Washitoaji. namun tiga tahun kemudian ia menambah "lensa" ketiga dan mendemonstrasikan resolusi hingga 100 nm (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu) (Washitoaji. kemudian ditambah dengan pemanfaatan zat-zat yang mempunyai indeks bias tinggi (seperti minyak).

terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dengan serta merta dipertipis. . Karena itu pengembangan mode baru mikroskop elektron terus dilakukan (Washitoaji.Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop elektron mode ini. 2000). syarat "agar obyek pengamatan setipis mungkin" ini kembali membuat sebagian peneliti tidak terpuaskan.

2.hari rabu. kaca benda. kuas. 1. Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Mangkurat.1. Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada pukul 08. Menaikkan tabung menggunakan makrometer ( pemutar kasar). gunakanlah penjepit sediaan agar tidak tergeser.00 WITA. air. Mencari bayangan sediaan. 2. hingga jarak antara lensa obyektif dengan permukaan meja -/+ 3 cm. pinset. 1. pipet tetes. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop cahaya monokuler dan binokuler. 1.3 1. 2.2. Prosedur Kerja Mencari bidang penglihatan.2. Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar 1. dll. Naikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer. Banjarbaru. bukalah diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke Belakang.BAB III METODE PRAKTIKUM 3.1.3.4. 2. 1. tanggal 21 Oktober 2009. Universitas Lambung .1. Tempatkan lensa obyektif pembesaran lemah ( 4X atau 10X ) dengan memutar revolver sampai berbunyi klik ( posisinya satu poros dengan lensa okuler).2. kaca penutup. 3. Mikroskop siao digunakan. preparat. aturlah letak cermin sedemikian rupa ke arah cahaya. hingga terlihat lingkaran ( lapangan pandang ) yang sangat terang di dalam lensa okuler. hingga lensa obyektif tidak membentur meja/panggung bila revolver diputar-putar. Letakkan sediaan yang akan diamati di tengah-tengah lubang meja benda.

hingga jarak antara ujung lensa obyektif dengan permukaan atas kaca penutup hanya -/+ 1mm. Setelah selesai harus ditegakkan kembali. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel). Putarlah makrometer ke belakang sampai penuh ( hati-hati ). Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler.2. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda. Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak.4.1.3 . bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih. untuk mendapatkan pembesaran kuat. Kemudian mainkan fungsi micrometer secara perlahan dan hati-hati. 3.4.6. putar revolver dan lensa obyektif yang sesuai. 2. maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. maka di atast sediaan perlu ditetesi minyak imersi dahulu) 3. Pengukuran Mikroskopis/Mikrometri .2. Bidikkan mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer ke depan searah jarum jam secara hati-hati sampai tampak bayangan yang jelas. Memelihara mikroskop 3. 3. sambil menempatkan noda sediaan tepat di bawah lensa obyektif. ( ingat bila menggunakan lensa obyektif 100 X. Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya. 4. 3.3. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir. 3. Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop. 2.5.5. 3.

Adapun cirri-ciri gambar yang baik adalah . mempunyai keterangan yang lengkap. Gambar yang baik harus dapat menyampaikan ide yang jelas dari suatu struktur yang nyata sebagaimana tampak hubungan antara bagian-bagian yang diamati. keterangan pembesaran. yang dilakukan dengan alat fotografi atau dengan tangan (manual). biasanya satu halaman hanya untuk 1-2 gambar saja. Gamabr diatur sedemikian rupa. letak keterangan gambar pada sisi yang sama dengan jarak garis petunjuk diusahakan sama dan tidak saling berpotongan. dan cermat. rapi. dibagian tengah halaman buku. . Menggambar Hasil. Hasil pengamatan dengan mikroskop dapat dituangkan dalam bentuk gambar.Untuk mengetahui ukuran obyek yang diamati dengan mikroskop untuk dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disebut Mikrometer Obyektif dan Mikrometer Okule 5. disertai judul. jelas.

Penjep it 7. Tabun g 3. Lensa Objektif 6.1 Hasil Keterangan : 1. Diafra Gambar 1.1Pengertian Mikroskop isi dari sel pada makhluk hidup. Mikroskop dan bagian-bagiannya 4. Makro meter 4.2. Lensa Okuler 2.1 Pembahasan Mikroskop adalah alat pembesar diperlukan untuk melihat bakteri. bentuk organisme-organisme yang kecil. Mikro meter 5. untuk . melihat 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.

lensa kondensor. atas kaki terdapat pilar. dapat berbentuk apal kuda. Bagian pilar (19 lengan ckhubungkan oleh engsel penggerak yang berfungsi untuk mengatuf kedudukarki mikroskop sesuai yang kita kehendaki. yaitu sebagai pengatur atau penggerak kasar ( makrometer ) dan sebagai penggerak halus ( micrometer ) 2. Bagian mekanis adalah bagian yang bersifat sekunder namun sangat penting agar mikroskop dapat digunakan dengan baik dan terdiri dari: a. c.2Bagian-Bagian Mikroskop Bagian. lensa obyektif. Kaki dasar atau basis .melihat jaringan yang ada di dalam tubuh organisme.bagian pada mikroskop yang wajib\kita ketahui adalah sebagai : 1. 4. Bagian optik. yang inempunyai dua fungsi. diafragma. Pilar. Sekrup penggerak sediaan atau obyek . Sekrup pengatur jarak antara teropong dengan sediaan jumlahnnya 2 buah atau menjadi satu. Bagian ini terdiri dari cermin. Di bawah kondensor terdapat diafragrim untuk mengatur sedikitnya cahaya yang diperlukan. lensa okuler. d. jumlahnya dua (2) tersusun pada satu sumbu yang berfungsi untuk mcnggerakkan sediaan kekiri dan ke sebelah kanan ( sekrup Bawah ). b. lengan .alat tersehut merupakan bagian yang utama atau primer dari sebuali mikroskop. Meja Benda . . merupakan tempat untuk meletakkan enda atau obyek yang akan diamati. persegi atau bentuk yang lain. \ Di bawah meja atau panggung terdapat sub panggung yang padanya melekat kondensor yang berfungsi untuk memfokuskanicahaya ke obyek yang akan diamati. diatas pilar terdapat lengan.2. serta banyak lagi hal lainnya (Syamsuri. Pada bagian tengah meja terdapat luban yang berfungsi untuk meloloskan cahaya yang bcrasal dari ccrmin pcmantul. 2000). dan engsel penggerak . Alat. e.

Diafragma . Lensa ini terletak di atas tabung mikroskop yang dipakai pengamat uittuk mclihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. c. Berfungsi untuk memperbesar obyek yang diamati secara langsung. semi apokromat (flourit). Permukaan datar digunakan apabila sumber cahaya cukup terang. berfungsi untuk memantulkan cahaya dari sumbu cahaya ke obyek yang kita akan amati. dengan objektif yang berkualitas rendah akan didapatkan pembesaran benda oleh okuler akan jelek. Lensa kondensor . Cermin . Di bagian atas okuler tertera x5. apokromat. Lensa okuler g. Pada setiap microskop selalu dilengkapi cermin dengan permukaan benda. mikroskop y g baik hiasanya dilengkapi dengan lensa kondensor yang merupakan kom inasi dan \ dua. Lensa objektif e. f. Lensa pada okuler mempunyai fungsi memperbesar bayangan yang clihasilkan oleh lensa objektif. apabila. menggunakan cermin cekung dan mengatur kondensor akan diperoleh pencahay yang lebih baik dari semula. sedangkan permukaan cekung digunakan apabila intensitas mbeahaya kurang atau tidak terang. Diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang diperlukan saat sedang mengantatifobyek yang akan diamati. merupakan bagian yang dapat diputar atau digeser tangkainya ke salah sate arah yang kita suka. b. Lensa obyektif memiliki beberapa ife yang bisa digunakan pada berbagai mikroskop antara lain: akromat. x10. lensa yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke obyek y g sedang diamati. Okuler dengan pembesaran x10 ke atas sangat baik bila dikombinasikan dengan objektif yang berkualitas tinggi. 10X. d. yaitu permukaan datar dan permukaan cekung. Total pembesaran . 3 a t a u l e b i h l e n s a d i pasangsekaligus pada revolver yang dapaticliputar:\ Pada umumnya dijumpai mikroskop dengan tiga lensa obyektif yaq 4X. x15. Apabila kondisi ruangan kekurangan cahaya maka dengan . biasanya l e t a k n y a d e k a t d e n g a n s e d i a a n d a n t e r d a p 2 . 'plan akromat (plan) dan plan apokromat (plan apo). dan 40X atau 45X.a.

sil perkalian antara pembesaran objektif dengan pembesaran okuler.2. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar. 3. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan. dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver. Menggunakan Mikroskop 1. Apabila telah selesai menggunakan.bayangan dari pengamatan benda adalah ha. Tabung badan mikroskop i. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemaka 2. Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak.40 X atau 100 X. dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. Apabila panjang tabung badan mikroskop Iebih panjang dari ketentuan maka bayangan akan terlihat tampak buram. Tabung badan mikroskop adalah bagian yang memisahkan antara lensa objektif dengan lensa okuler. 4. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda! 5. a. . Memelihara Mikroskop 1. h. bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab. 4. maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X. 6. Tiap mikroskop akan berfungsi baik apabila mempunyai panjang tertantu. sambil dilihat dari lensa okuler. 7.1Cara Menggunakan dan Memelihara Mikroskop a. hinggadari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang).

Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop. 3.2. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1cm dari atas meja benda. maka cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. Usahakan agar lensa obyektif lemah ( 4X atau 10X ) berada satu poros di bawah lensa okuler. bersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegara mungkin dan keringkan dengan kain lap yang bersih. Setelah selesai harus ditegakkan kembali. . Apabila tabung perlu diangkat dicondongkan posisinya. bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel). 5. 4. 6. Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir. Aturlah kedudukan penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel.

Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil.1 Saran Sebelum melakukan praktikum sebaiknya kita harus tahu dulu bagaimana cara nya dan harus memeriksa segala peralatan yang akan digunakan. penjepit kaca objek. . dan lensa okuler. meja objek. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil. pemutar halus dan kasar. 2. Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop.Bagian non-optik. diafragma. 5. 3.Bagian optik. lensa objektif.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1. yang terdiri dari kondensor. dan sumber cahaya. mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Selain itu asisten sebaiknya mendampingi praktikan dalam melakukan praktikum.BAB V PENUTUP 5. yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop. yaitu : . Terjalinnya kerja sama antar praktikan dengan asisten sangat diperlukan untuk dapat mencapai target yang dinginkan. . Berdasarkan sumber cahayanya.

The First Ensyclopedia.com. Dasar-dasar Mikrobiologi. Diakses tanggal 24 oktober 2009. Biologi 2000. Jakarta. Gramedi Pustaka Utama. Fisika Dasar : Mikroskop.blogspot. New York. Djambatan.aspx?doc_id=17298665 . I. Erlangga. David. Nash.DAFTAR PUSTAKA Albert. 1994. 1997. 2009. http://basicsphysics. Anonim1. Dwidjoseputro. 1978. Jakarta. Jakarta. Banner Press. Biologi Umum. http://www. Biologi Monokuler Sel Edisi Kedua Mengenai Sel. dkk. 1994. D. Erlangga.docstoc. Jakarta. Syamsuri.com/docs/downloadDoc. 2000. B. Syamsuri..

pembakar bunsen 2. b. tabung reaksi dll. TUJUAN Mengenalkan pada mahasiswa : 1. misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV 3. labu erlenmeyer . Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf • Penyinaran dengan UV Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi.PENGENALAN ALAT DAN TEKNIK STERILISASI A. tabung reaksi 5. pinset. 2. jarum ose 3.22 mikron atau 0. d. dll. • Pemanasan a. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas. Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0. ALAT DAN BAHAN C. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol. C.1 Alat : 1. fisik dan kimiawi. LANDASAN TEORI Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. c. pipet 4. contoh alat : jarum inokulum. batang L. Konsep dan teknik sterilisasi dan prosedur yang harus dilakukan untuk keberhasilan pengkulturan B. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran. misalnya larutan enzim dan antibiotik. 1.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Jenis-jenis alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi 2.

1 Prosedur Sterilisasi Area Kerja 1) Masukkan larutan alkohol dengan kadar 70% ke dalam botol semprot. 2) ). D. tunggu beberapa detik hingga suhu ose kembali normal. aluminium foil 3. yaitu ditandai dengan keluarnya uap dari selang pembuangan . bakar jarum hingga berpijar dan pijaran tersebut merambat hingga pangkal bagian logam jarum. 3) Semprotlah juga meja kerja dengan alkohol dan ratakan dengan kertas tissue. botol semprot 12. Peganglah jarum dengan posisi agak tegak di atas api ( 3) Bila sudah selesai. oven 10.3 Prosedur Sterilisasi Panas Lembab (Dengan Autoklaf) 1) 2 cm) di bawah dasar keranjang) atau sebanyak 3-5 liter. kertas tissue C. gelas beaker 7. 4) Semprot juga tangan kita agar steril. 4) Setelah uap naik. kemudian atur pengontrol waktu pada angka 20 (20 menit) dan pastikan pengontrol exhaust dalam keadaan terbuka dan pengontrol drain dalam keadaan tertutup. PROSEDUR D.± Pastikan air dalam autoklaf cukup (tinggi air 2) Aturlah alat-alat yang akan disterilkan ke dalam keranjang autoklaf dalam posisi dimana kira-kira seluruh permukaan alat dapat terjangkau oleh uap dalam autoklaf. cawan petri 8. 5) Letakkan alat-alat yang akan digunakan pada meja kerja. 2) Semprotlah udara di sekitar area kerja dengan alkohol tersebut.2 Prosedur Sterilisasi Dengan Pembakaran (Nyala Bunsen) 1) Nyalakan pembakar bunsen dengan cara membuka tutupnya. laminar air flow 9. Atau sentuhkan ujung ose pada permukaan media hingga terdengar bunyi ”ches”. 3) Tutuplah autoklaf dengan erat. kapas 4. alkohol 70% D. kertas sampul coklat 2. 6) Semprot kembali tangan kita ketika hendak menggunakan alat-alat tersebut. D.2 Bahan : 1. autoklaf 11.6.° 45± Sterilkan jarum ose dengan membakar ujung jarum yang terbuat dari logam pada api bunsen.

nyalakan tombol light. Sterilisasi berasal dari kata steril yang artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya. 7) Bila kurang terang.dg Autoklaf . Setiap proses baik fisika. Tetapi tunggu sampai penunjuk tekanan menunjuk pada angka 0. 2) Letakkan alat dan bahan yang akan disterilkan ke dalam laminar. PEMBAHASAN Bahan atau peralatan yang digunakan dalam bidang mikrobiologi harus melalui proses sterilisasi. 5) Matikan tombol UV bila sudah selesai. KESIMPULAN .diiringi dengan bunyi mendesis.4 Prosedur Sterilisasi Panas Kering (Dengan Oven) 1) Buka tutup oven dan masukkan peralatan dari gelas yang sudah dibungkus ke dalam oven. 5) 20 menit dan sudah terdengar alarm tanda selesai.± Setelah autoklaf bekerja selama D. mekanik F. 6) Buka tirai dan nyalakan blower ketika akan bekerja. Sterilisasi Secara Fisik a. 2) C selama 1-2 jam. kimia. Pemanasan Basah .Penyinaran dg gelombang pendek 2. Sterilisasi secara kimia dan 3. 3) Tutup tirai serapat mungkin sampai dirasa tidak akan ada cahaya yang keluar.°Tutup oven dan atur pengontrol suhu pada angka 160-180 D. jangan langsung membuka tutup autoklaf. 1.Pembakaran . dan mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi.Tyndalisasi b. E.Pemanasan Kering . 4) Nyalakan laminar (tombol UV) minimal 15 menit. maka tutuplah lubang exhaust.5 Prosedur Sterilisasi Secara Radiasi (Dengan Laminar Air Flow) 1) Seka permukaan laminar dengan alkohol 70%. baik yang mengganggu ataupun merusak media bahkan mengganggu kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan.Oven .

Agar proses sterilisasi sempurna perlu melalui langkah sebagai berikut : . Macam-macam alat laboratorium yang diperlukan dalam penelitian mikrobiologi antara lain : Autoklaf Oven Laminar Pipet Volume Jarum Inokulasi/ Kawat Ose Api Bunsen Kapas Kertas Coklat/ koran Alkohol 70% Kertas Tisu Cawan Petri Labu Erlenmeyer Tabung Reaksi Rak Tabung Reaksi 2. Prosesnya meliputi Tyndalisasi Pembakaran Panas kering Panas lembab Sterilisasi fisik Sterilisasi kimia Sterilisasi mekanik . Teknik sterilisasi Terdapat beberapa metode sterilisasi.Metode sterilisasi yang sesuai 3.Sifat dari bahan yang dipakai . antara lain sebagai berikut : • • • • • • • • Sterilisasi fisik (penggunaan panas) : biasanya dipakai untuk mensterilkan benda – benda yang tahan panas.○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1.

Jurusan Biologi. 1986). taburan. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita. 1986). Satu gram tinja dapat mengandung jutaan bakteri.Mengetahui ciri pertumbuhan dari mikroorganisme pada media agar. sekali kita bersin dapat mnebarkan beribu. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni. tanah. Universitas Hasanuddin.Mengetahui teknik isolasi mikroba di sekitar kita (isolasi mikroba dari kotoran gigi. udara. baik itu tanah.Mengetahui taknik pemindahan/ inokulasi biakan mikroorganisme . khamir.ribu mikroorganisme.Teknik isolasi mikroorganisme Posted on April 19. Alam di sekitar kita. atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran. Untuk melakukan hal ini.agar tegak dan miring.jenis nutrien yang disyaratkan bakteri dan juga macam ligkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar. Makassar. isolasi dengan cara penuangan.beda yang bikenal dengan istilah biakan murni. . 18 Maret 2009 dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi. Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air. isolasi mikroba dari kulit kepala dan isolasi mikroba dari kotoran belakang leher) serta isolasi mikroorganisme dari substrak cair.3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup basar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini ssangatlah besar dan cukup kompleks. untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skala laboratorium. Biakan murni in teerdiri dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk (Pelczar. air. dikenal juga adanya teknik isolasi mikroba yaitu inokulasi yang merupakan suatu teknik pemindahan suatu biakan tertentu dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tujuan untuk mendapatkan suatu biakan yang murni tanpa adanya kontaminasi dari mikroba yang lain yang tidak diiinginkan. kapng dan sebagainya. Selain teknik pertumbuhan bakteri atau teknik isolasi di atas. maupunudara juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme. haruslah di mengerti jenis. Sebagai contoh. suubstrat yang berupa bahan pangan. Populasi dari mikroba yang ada di linkungan ini sangatlah beraneka ragam sehinga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni yang tunggal.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : . Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. menjadi spsies yang berbeda. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk menngisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah resisten . maka terlebih dahulu kita harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya terdapat baktri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lain. 2009 by firebiology07 BAB I PENDAHULUAN I. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri.Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit ini.1 Latar Belakang Di dalam bidang ilmu mikrobiologi. tanaman dan hewan. I. I. substrak padat. Berdasarkarkan hal tersebut di atas maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik dari isolasi dan inokulasi bakteri.

baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjafi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel. Karena konsentrasi sel.koloni terpisah baik di atas permukaan maupun di dalam agar. Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi.kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut. Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik. maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurang. yaitu masuknya mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar. Dengan penuangan Robert Koch (1843. Dalam hal yang demikian ini dapat kita jadikan piaraan murni. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0.macam spesies diencerkan dalam suatu tabung yang tersendiri. 2.terhadap suatu antibiotik. Metode cawan gores Metode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu. Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yang murni. maka akhirnya akan diperoleh piaraan murni yang lebih terjamin.benar biakan murni (Dwidjoseputro. Degan pengenceran Cara ini pertama kali dilakukan oleh Lister pada tahun 1865. P emindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian. Dengan demikian dia memperoleh suatu piaraan adukan. 1994) : 1.sama dengan bakteri saprob. kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam mdium tersebut. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan. Kerap kali bakteri patogen kedapatan bersama. 2. 1990). Atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon (Ferdiaz. Di dalam keadaaan yang sebenarnya dapat dikatakan bahwa tidak ada bakteri yang hidup secara tersendiri terlepas dari spesies yang lainnya. Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk menanam biakan di dalam medium diantaranya adalah (Lay.1905) mempunyai metode yang lain. Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi.1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat. Untuk menyendirikan suatu spesies dikenal beberapa cara. 1992). Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat. Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan . Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman. Ia berhasil memelihara Streptococcus lactis dalampiraan murni yang diisolasi dari sampel susu Yang sudah masam.alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benarbenar steril. Setelah medium tersebut mengental maka selang beberapa jam kemudian nampaklah koloni. 1990) : 1. maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel.sel mikroba di dalam eksperimen pada umumnya tidak diketahui sebelumnya.masing dapat dianggap murni.sel yang digores. Metode cawan tuang Cara lain untuk mempeeroleh biakan koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme ialah dengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan yang kemudian di cawankan.kurangnyya satu di antara cawan – cawan tersebut mengandung koloni. yaitu (Dwidjoseputro.koloni yang masing. Dengan mengulang pekerjaan di atas. Jika kita belum yakin. akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja. yaitu dengan mengambil sedikti sampel campuran bakteri yang mudah diencerkan. dan sampel ini kemudian di sebar di dalam suatu medium yang terbuat dari kaldu dan gelatin encer.

Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar. Mengamti perubahan yang terjadi. Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan/di dalamcawan. Biakan Staphylococcus aureus. . .Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing. 2. yaitu (Admin. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan menggunakan alkohol 70%.Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati. BAB III METODOLOGI III.Kemudian dengan menggunakan swab.Sebelum dilakukan pengerjaan dalam enkas. Metode agar tuang. kotoran belakang leher.masing sesuai perlakuan. cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (50oC). 2) Isolasi pada medium cair Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat). tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. Bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme.masing sesuai perlakuan. Isolasi mikroba di sekitar kita . Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator. bunsen. 3) Isolasi sel tunggal Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair.Setelah itu masing. aquadest. yang kemudian dicawankan. dan metode agar cawantuang.mikrobiologis. Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba.Cawan petri yang berisi medium NA diberi label masing. spiritus. yang dilakukan secara aseptis. . memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan. . Lalu . alkohol. ikubator.Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Larutan tanah. dan kotoran kulit kepala. misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme.masing sampel dimasukkan ke dalam cawan petri yang telah berisi medium NA.2 Bahan Bahan yang dipergunakan pada percobaan ini adalah Biakan Escherichia coli. mengambil kotoran gigi.48 jam. dimana setiap koloni berasal dari satusel. ose dan mikropipet. Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa serial pengenceran. biakan Lactobacillus. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba. Isolasi mikroorganisme dari substrak cair . 2008) : 1) Isolasi pada agar cawan Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. yaitu: Metode gores kuadran. Sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. 1 Alat Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah cawan petri. enkas. swab dan korek api III.Metode gores kuadran. Berbeda dengan metode gores kuadran. medium nutrient agar padat. III.3 Cara Kerja Adapun cara kerja dari percobaan ini adalah : 1. .

dan Lactobacillus pada media cair. 5. Isoalsi dengan cara penuangan . .masing diberi label sesuai perlakuan lalu meletakkan di dalam enkas bersama dengan medium NA yang cair.1 mL.Medium setelah padat lalu menginkubasi sdelama 24.Kemudian membungkus cawan petri dengan menggunakan kertas lalu menginkubasi ke dalam inkubator selama 24. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%.masing diberi label sesuai perlakuan.Cawan petri steril.Dengan menguunakan ose bulat. Staphylococcus aureus. masing.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.Dengan menggunakan ose lurus. . .lalu meletakkannya di dalam enkas.masing digoreskan secara zig. setelah diberi label.4 buah tabung rreaksi yang masinng. Isolasi bakteri dari kultur campuran . terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. mengambil biakan bakteri lalu menusukkan ke dalam medium lalu di tutup. B. .masing biakaan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 1 mL. . Isolasi dengan cara taburan . . A.Membungku tabung reaksi dengan kertas dan menginkubasinya selama 24. 3. menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C.zag pada medium agar miring lalu di tututp .Memasukkan cawa petri steril ke dalam enkas. menginkubasi selama 24-28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C. . mengambil biakan bakteri dan masing.Mengambil larutan tanah yang telah homogen dengan menggunakan mikropipet lalu memasukkannya ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.28 jam dengan posisi terbalik pada suhu 37°C. .48 jam.Melidahapikan cawan petri terlebih dahulu kemudian memasukkan biakan bakteri ke dalam cawan petri steril lalu menuangkan medium NA cair. . mengambil biakan bakteri lalu menaburkannya di atas medium NA padat secara merata. .Melidahapikan mulut/ pinggir cawan petri dengan maksud agar bakteri yang melekat mati. .Dengan menggunakan ose lurus. Mengamti koloni yang tumbuh. .masing biakan bakteri dengan menggunakan mikropipet sebanyak 0.Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas. terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. . .Mengambil masing.masing perbedaannya.Menutup cawan petri kemudian melidahapikan dann menggoyangkan dengan cara memutar agar merata. . terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. . 4. Isolasi mikroorganisme dari substrak padat .Cawan petri yang berisi medium NA masing.72 jam dan mengamati masing.Mengambil masing.Menutup cawan petri lalu melidahapikan dan membungkus dengan kertas. lalu diratakan pada permukaan medium sesuai dengan label.Sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas.memasukkannya kedalam enkas bersama dengan Biakan Escherichia coli. . terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan mengunakan alkohol 70%. kemudian sebelum melakukan pengerjaan dalam enkas. .masing berisi 2 medium agar tegak dan 2 medium agar mirig dimasukkan ke dalam enkas.

lembaran .28 jam di inkubator. Cawan petri yang berisi kotoran gigi berjumlah 26 koloni memiliki bentuk koloni circular (bulat) dengan tepi entire.Tuang Keterangan : – = tidak jelas 3. digunakan medium NA (Nutrient Agar) dengan mengisolasi mikroba yang berasal dari kiotoran giggi.Convex : Cembung .Raised : Pertumbuhan dengan cabang.ciri koloni Metode Warna Bentuk tepi Permukaan Escherichia coli Putih kehijauan Irregular Lobate Raised Tabur Eschericia coli Putih .2 Pembahasan 1.cabang teratur .Filamentous : Berbentuk lembaran. kotoran kulit kepala. Isolasi kultur campuran Koloni Ciri-ciri koloni Warna Bentuk Tepi Permukaan 1 Putih Circular Entire Raised 2 Putih Irregular Lobate Flat Keterangan : . Isolasi mikroba disekitar kita Pada percobaan isolasi mikroba di sekitar kita. Cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran belakang leher berjumlah 24 koloni memiliki dua macam bentuk koloni yaitu filamentous. Isolasi mikroba di sekitar kita Asal mikroba Ciri. datar VI.ciri koloni Kelompok mikroba Bentuk Warna Tepi Permukaan Kotoran gigi . Setelah melakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 24.cabang tidak teratur seperti akar. memiliki dua macam bentuk koloni yaitu berbentuk circular (bulat) dengan tipe entire dan berbentuk irregular ( tidak beraturan) dengan tipe lobate. diperoleh hasil bahwa cawan petri yang berisi mikroba dari kotoran kulit kepala berjumlah 21 koloni.. Isolasi mikroba dari substrak cair Bakteri Ciri.1 Hasil Tabel pengamatan : 1.Circular : Bulat .Circular -Irregular Putih -Entire -Lobate Convex Bakteri Kotoran kulit kepala -Circular -Rhizoid Putih -Entire -Filamentous Raised Bakteri Kotoran Belakang leher -Circular Putih Entire Convex Bakteri 2.Flat : rata. Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan raised.Entire : Rata . Warna koloni putih dan permukaan convex.Irregular : Tidak beraturan .Rhizoid : Pertumbuhan dengan cabang.bentuk seperti telinga . Warna kedua koloni putih dan memiliki permukaan convex (cembung).. .Lobate : Terdapat bentuk. dan kotoran belakang lehet.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. .

tepi. pertumbuhan bakteri pada medium agar tegak berbentuk villous sedangkan pertumbuhan bakteri pada medium agar miring berbentuk beaded. J. S. setelah dilamkukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24. http://www. dan putih kehijauan .Circular. DAFTAR PUSTAKA Admin. Makassar. serta permukaannya tidak jelas. Dasar..Bentuk : Irregular . 4. Pelczar. Isolasi mikroba dengan metode tuang. Pada koloni pertama bentuknya Circular dengan bentuk tepi entire dan permukaan raised. dan lobate .ubb. Sedangkan warna bakteri putih.Warna : putih .48 jam di inkubator. Analisis Mikroba di Laboratorium.2.ciri koloni berupa : . irregular. Isolasi mikroba dari substrat cair Pada percobaan isolasi mikroba dari substrat cair. sebaiknya peralatan di laboratorium yang rusak diperbaiki atau digantikan dengan yang baru terutama mikroskopnya. BAB V PENUTUP V..ciri koloni berupa : .Permukaan : Raised dan flat V. Jakarta.php?judul=Sejarah. S. Mikrobiologi Pangan.. dan raised 2. Isolasi kultur campuran.ac.Tepi : lobate . Filamentous . Warna koloninya putih kehijauan.Tepi : Entire. Universitas Indonesia. bentuk bakteri. 1986.. Setelah melakukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24. Isolasi bakteri kultur campuran Pada percobaan isolasi bakteri dengan kultur campuran. Diakses pada tanggal 08 maret 2009. Dwidjoseputro.ciri koloni berupa : .2 Saran Saran saya. Ferdias.Warna : Putih. Raja Grafindo Persada.Permukaan : Convex. dilakukan dengan metode tuang dan metode tabur menggunakan bakteri Escherichia coli. dan irregular .. B.48 jam di inkubator. 2008.Bentuk : Circular. terdapat 12 koloni bakteri dengan dua macam bentuk bakteri dengan tepi dan permukaan berbeda. Gramedia Pustaka Utama. . Pada koloni kedua bentuknya irregular dengan bentuk tepi lobate dan permukaan flat.Dasar Mikrobiologi. 1994.Warna : Putih . Isolasi mikroba di sekitar kita. didapatkan ciri. Setelah dilakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 1-2 x 24 jam. 1992.Perkembangan-Mikrobiologi. Jakarta. 3. isolasi mikroba dengan metode tabur terdapat 8 koloni bakteri dengan bentuk irregukar.Tepi : Entire. lobate. Mikrobiologi Pangan. di dapatkan ciri.id/menulengkap. Gramedia Pustaka Utama. Isolasi mikroba dari substrak cair.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah : 1. Jakarta. dan rhizoid . di dapatkan ciri.Permukaan : Raised 3. Michael. 1992. Jakarta. Lay. memiliki bentuk tepi lobate dan permukaan raised. Warna kedua koloni bakteri putih. Medium agar tegak dan agar miring Pada percobaan ini digunakan agar tegak dan agar miring dengan menggunakan bakteri Escherichia coli. bakteri yang berkoloni jumlahnya tidak bisa untuk dihitung (TBUD).

ARTIKEL MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • • • Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Tehnik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ?

PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
• • • • • • • • • • introduction dan referensi BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme

BAB 6 MENENTUKAN JUMLAH & UKURAN MIKROBA
Kompetensi : - Mahasiswa dapat melakukan pengukuran sel mikroorganisme - Mahasiswa dapat melakukan perhitungan mikroba dengan cara Plate Count, MPN dan dengan haemocytometer

Menentukan jumlah dan ukuran mikroba a. Menentukan ukuran mikroba Menggunakan mikrometer b. Menentukan jumlah mikroba (enumerasi) b.1 penghitungan jumlah bakteri hidup (penghitungan tidak langsung) b.1.1 Plate count (hitungan cawan) b.1.1.1 SPC b.1.1.2 TPC b.1.1.3 cara kerja SPC dan TPC b.1.2 MPN b.2 penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (penghitungan langsung dengan haemocytometer · Menentukan Ukuran Mikroorganisme Mikroba berukuran sangat kecil dan untuk mengetahuinya digunakan mikrometer. Mikrometer merupakan kaca berskala dan dikenal 2 jenis micrometer yaitu mikrometer okuler dan mikrometer objektif. Mikrometer okuler dipasang pada lensa okuler mikroskop, sedangkan micrometer objektif berbentuk slide yang ditempatkan pada meja preparat mikroskop. Jarak antar garis skala pada mikrometer okuler tergantung pada perbesaran lensa objektif yang digunakan yang menentukan lapang pandang mikroskop. Jarak ini dapat ditentukan dengan mengkalibrasi antara mikrometer okuler dan objektif. Mikrometer objektif memiliki skala yang telah diketahui, menjadi tolak ukur untuk menentukan ukuran skala micrometer okuler. 1 skala micrometer objektif = 0,01 mm / 10 µm. Kalibrasi dilakukan dengan menghimpitkan skala mikrometer objektif dan okuler pada perbesaran yang diinginkan. Skala ke nol (garis pertama) kedua mikrometer disimpulkan menjadi 1 garis kemudian dilihat pada skala ke berapa kedua jenis mikrometer tersebut bertemu/berhimpit kembali. Dari hasil tersebut dapat diketahui satu satuan panjang pada skala mikrometer okuler itu berdasarkan beberapa jumlah skala kecil mikrometer objektif yang berada di antara garis yang berhimpit tadi.

Misal : jika skala ke 0 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 0 mikrometer objektif lalu skala ke 13 mikrometer okuler berhimpit dengan skala ke 2 mikrometer objektif maka beberapa 1 skala okuler.

Cara Kerja : Kalibrasi : · Letakkan mikrometer objektif pada meja benda dan pasang mikrometer okuler pada tabung lensa okuler. ·Tentukan perbesaran yang digunakan, (misalnya 40 X 10) kemudian cari gambar perbesaran dari skala mikrometer objektif. ·Setelah fokus didapat, kemudian selanjutnya himpitkan skala ke nol mikrometer objektif dan okuler. ·Cari dengan teliti skala ke berapa antara mikrometer objektif dan okuler yang berhimpit lagi. ·Hitung besarnya skala okuler dengan rumus di atas.

cara kalibrasi cara mengukur mikroba

Penentuan ukuran mikroba -Lepaskan mikrometer objektif dari meja benda. -Ganti dengan preparat ulas yang telah disiapkan -Cari fokus dari preparat tersebut dengan perbesaran yang sama. -Hitung berapa panjang sel dengan menghitung skala mikrometer okuler. -Jika diperlukan hitung lebar sel dengan cara yang sama. Tabung lensa okuler dapat diputar dan dicari posisi yang pas. -Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya :

Hitung panjang dan lebar sel sebenarnya : x skala okuler X hasil kalibrasi y skala okuler X hasil kalibrasi misal : 5 X 1,54 = 7,7 µm 2 X 1,54 = 3,08 µm · Menentukan jumlah mikroorganisme (enumerasi)
A. penghitungan jumlah bakteri hidup (tidak langsung) a.1. Plate Count (hitungan cawan) Plate count / viable count didasarkan pada asumsi bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah ditumbuhkan dalam media pertumbuhan dan lingkungan yang sesuai. Setelah diinkubasi, jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah mikroorganisme dalam suspensi tersebut. Koloni yang tumbuh tidak selalu berasal dari satu sel mikroorganisme karena beberapa mikroorganisme tertentu cenderung membentuk kelompok atau berantai. Berdasarkan hal tersebut digunakan istilah Coloni Forming Units (CFU’s) per ml. koloni yang tumbuh berasal dari suspensi yang diperoleh menggunakan pengenceran bertingkat dari sebuah sampel yang ingin diketahui jumlah bakterinya. Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut “ - Satu koloni dihitung 1 koloni.

1 ml = 500 000 000 CFU’s / ml = 5x108 CFU’s / ml Pour plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0. Syarat-syaratnya sebagai berikut : . missal 2.1 ml SP = 1 ml = 5x107 CFU’s / ml Koloni yang dipilih untuk dihitung menggunakan cara SPC memiliki syarat khusus berdasarkan statistic untuk memperkecil kesalahan dalam perhitungan. Perhitungan mengacu kepada standar atau peraturan yang telah ditentukan. . Cara menghitung sel relatif / CFU’s per ml CFU’s / ml = jumlah koloni X faktor pengenceran Misal : penanaman dilakukan dari tabung pengenceran 10 -6 dengan metode Spread Plate dan Pour Plate. < 30 = TFTC (Too Few To Count).1 ml SP = 0.Jumlah koloni yang dilaporkan terdiri dari 2 digit yaitu angka satuan dan angka sepersepuluh yang dikalikan dengan kelipatan 10 (eksponensial). . .1 ml Fp = 1/10 -6 = 50 000 000 CFU’s / 0.Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung 1 koloni.Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni. Spread plate : koloni = 50 = 50 x 106 CFU’s / 0..Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung 2 koloni.Pilih cawan yang ditumbuhi koloni dengan jumlah 30-300 koloni.Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni. > 300 = TNTC (Too Numerous To Count) atau TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung). . .3 X .Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidah dihitung.

. Jika hasil bagi dari pengenceran tertinggi dan terendah > 2 maka jumlah yang dilaporkan adalah dari cawan dengan pengenceran terendah.Bila diperoleh perhitungan kurang dari 30 dari semua pengenceran. missal 2.Apabila setiap pengenceran digunakan dua cawan Petri (duplo). maka jumlah yang dilaporkan adalah nilai rata-rata.Bila diperoleh perhitungan >300 dari semua pengenceran. Hasil tersebut dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan besarnya faktor pengenceran. maka hanya dari pengenceran tertinggi yang dilaporkan.34 X 104 menjadi 2.3 X 104 . atau 2.Bila ada 2 cawan. tidak boleh diambil salah satu. . maka jumlah angka yang digunakan adalah data dari kedua cawan.104.35 X 104 menjadi 2. meskipun salah satu dari cawan duplo tersebut tidak memenuhi syarat diantara 30-300. masing-masing dari pengenceran rendah dan tinggi yang berurutan dengan jumlah koloni 30-300 dan hasil bagi dari jumlah koloni pengenceran tertinggi dan terendah ≤ 2.34 X 104. Data yang dilaporkan adalah rata-rata dari kedua cawan duplo tersebut. Misalnya dengan cara menghitung jumlahnya pada ¼ bagian (transek) cawan kemudian hasilnya dikalikan empat. . tetapi jumlah sebenarnya harus dicantumkan dalam tanda kurung. pembulatan keatas dilakukan pada angka seperseratus yang sama atau lebih besar dari lima. maka hanya dari pengenceran terendah yang dilaporkan. bukan 2.4 X 104. .

bagan untuk mempersingkat syarat SPC .

3 Prosedur perhitungan jumlah bakteri dengan metode Plate Count. -Lakukan preparasi suspensi kepada sampel terlebih dahulu (swab. selanjutnya diencerkan sampai tingkat pengenceran (misalnya sampai 10-8) tertentu. tergantung kebutuhan. koloni dihitung dengan persyaratan yang telah diuraikan di depan. Metode MPN ini umumnya digunakan untuk menghitung jumlah bakteri pada air khususnya untuk .1. -Dari 3 pengenceran terakhir diplating (ditanam) ke media NA (Nutrien Agar) atau PCA (Plate Count Agar) sebanyak dua kali tiap pengenceran (duplo). Pola transek dapat dibuat bervariasi. -Setelah tumbuh. Transek dibuat dengan spidol/marker di bagian bawah cawan petri.2 Most Probable Number (MPN) Pendekatan lain untuk enumerasi bakteri hidup adalah dengan metode MPN. dapat digunakan batang L atau glass beads.Penghitungan koloni pada cawan sebaiknya dibuat transek atau dibagi-bagi jika koloni yang tumbuh terlalu banyak. Jika secara Spread Plate. Plating dapat secara Spread Plate atau Pour Plate. MPN didasarkan pada metode statistik (teori kemungkinan). -Masukkan sampel ke tabung berisi 9 ml akuades untuk pengenceran pertama. lihat juga Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) a. Penghitungan akan lebih mudah bila memakai Colony Counter. -Inkubasi pada suhu 30º C selama 1-2 x 24 jam. maserasi dan rinse) (jika perlu). a.

Apabila dipakai 3 tabung maka disebut seri 3. Untuk sampel 1 ml dan 0. Media pada tabung adalah Lactose Broth yang diberi indikator perubahan pH dan ditambah tabung durham. Sediakan 3 tabung berisi LBDS (9 ml tiap tabung) dan 6 tabung berisi LBSS (9 ml tiap tabung) lengkap dengan tabung durham. Sampel ditumbuhkan pada seri tabung sebanyak 3 atau 5 buah tabung untuk setiap kelompok. batang pendek. Pindahkan suspensi air sample sebanyak 10 ml ke masing-masing tabung seri pertama (3 tabung LBDS). Atur kesembilan tabung menjadi 3 seri (seperti di gambar). lactose (10 gr) dan Bromthymol Blue (0. memfermentasi laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi dalam waktu 24 jam inkubasi pada 37º C. Nilai MPN ditentukan dengan kombinasi jumlah tabung positif (asam dan gas) tiap serinya setelah diinkubasi. secara aseptis. tidak membentuk spora. Cara kerja : 1. 2. 3.2 %) per liternya. Pemberian sampel pada tiap seri tabung berbeda-beda.1 ml dimasukkan pada media LBSS (Lactose Broth Single Stregth) yang berkomposisi sama tapi hanya kadar laktosa setengah dari LBDS yaitu 5 gr. . maka bakteri ini dapat memfermentasikan laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi oleh berubahnya warna dan gas dalam tabung durham. peptone (5 gr). dan jika dipakai 5 tabung maka disebut 5 seri.mendeteksi adanya bakteri koliform yang merupakan kontaminan utama sumber air minum. Untuk sampel sebanyak 10 ml ditumbuhkan pada media LBDS (Lactose Broth Double Stregth) yang memiliki komposisi Beef extract (3 gr). Berdasar sifat coliform. Kocok botol yang berisi air sampel. Ciri-ciri utamanya yaitu bakteri gram negatif.

6. Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri ketiga (3 tabung LBSS). harus ada keduanya). Tulis kombinasi tabung positif tiap seri (misal : 3 2 1). Penghitungan jumlah bakteri secara keseluruhan (langsung) Penghitungan secara langsung dapat dilakukan secara mikroskopis yaitu dengan menghitung jumlah bakteri dalam satuan isi yang sangat kecil.4. Inkubasi semua tabung pada suhu 37º C selama 48 jam. Lihat tabung gas positif (asam dan gas . lalu hitung tabung positif untuk tiap seri. Kombinasi angka tersebut lalu dicocokkan dengan tabel MPN untuk seri 3 sehingga diperoleh jumlah mikroba sebenarnya. 5. secara aseptis. Misal : didapatkan kombinasi jumlah tabung positif : 321 maka jumlah bakteri coliform adalah 150 sel/100 ml. Pindahkan suspensi air sampel sebanyak 1 ml ke masing-masing tabung seri kedua (3 tabung LBSS). Alat yang digunakan adalah Petroff-Hauser Chamber atau Haemocytometer. 7. A. secara aseptis. Jumlah cairan .

Satu kotak besar di tengah. Sel nakteri yang tersuspensi akan memenuhi volume ruang hitung tersebut sehingga jumlah bakteri per satuan volume dapat diketahui. Tebal dari ruang hitung ini adalah 0.1 mm. Ruang hitung terdiri dari 9 kotak besar dengan luas 1 mm².2 mm. Dengan demikian satu kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil.yang terdapat antara coverglass dan alat ini mempunyai volume tertentu sehingga satuan isi yang terdapat dalam satu bujur sangkar juga tertentu. dibagi menjadi 25 kotak sedang dengan panjang 0. Luas kotak sedang : =pxl . Satu kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil.

000004 cm3 = 4x10-6 ml Sel/ml : = jumlah sel/4x10-6 ml = (jumlah sel/4) x 106 = jumlah sel x (¼) x 106 = jumlah sel x 2. Letakkan cover glass di atas alat hitung. Letakkan alat hitung pada meja benda kemudian cari fokusnya pada perbesaran 40x10. paling tidak sebanyak 5 kotak sedang (lebih banyak lebih baik).004 mm3 = 20 x (1/4) x 106 Karena 1 ml = 1cm2 = 5 x 106 sel/ml Maka : = 0.04 mm2 jadi misalnya diperoleh: Volume kotak sedang : 20 sel dalam satu kotak sedang = 0.1 mm maka jumlah sel keseluruhan : = 0. 9. Hitung sampel. Jika dalam satu kotak sedang terdapat sel-sel yang banyak dan bertumpuk maka perhitungan akan tidak akurat dan diperlukan pengenceran dengan perbandingan 1:5 atau 1:10. 6. . 5.= 0.04 mm2 x 0. Bersihkan Petroff-Hauser Counting Chamber atau Haemocytometer dengan alkohol 70 % lalu 3.2 = 0. 4.5 x 105 Kotak sedang : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 2.5 x 105 Dengan perhitungan yang sama maka diperoleh rumus untuk kotak kecil : Jumlah sel/ml = jumlah sel x 4 x 106 1. Suspensi sel akan menyebar karena daya kapilaritas. 7. keringkan dengan tissue.2 x 0.004 mm3 = 0. Biarkan sejenak sehingga sel diam di tempat (tidak terkena aliran air dari efek kapilaritas). Lakukan perhitungan secara kasar apakah diperlukan pengenceran atau tidak. Cara kerja (digunakan kotak sedang) : 2. Tambahkan ± 50 µl suspensi sel yeast (kira-kira 1 tetes) dengan cara meneteskan pada parit kaca pada alat hitung. 8.

Jika dilakukan pengenceran maka jumlah sel/ml dikalikan faktor pengenceran http://ekmon-saurus.blogspot.com/2008/11/bab-6-menentukan-jumlahukuran-mikroba.Hasil perhitungan dirata-rata kemudian hasil rataan dimasukkan rumus untuk kotak sedang.html .

00.17.30 WITA dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi.3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. spirilum. 25 Maret 2009. Untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme dengan cara pengecatan negatif. tapi mewarnai latar belakang . dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan.Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) . Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna. Berdasarkan hal tersebut di atas.Bakteri tidak diwarnai. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. begitu pula dengan bakteri. Olek karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Rizki.Tujuan hanya untuk melihat bentuk sel . maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme baik itu dengan cara pengecatan sederhana. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bekteri. Macam-macam pewarnaan (Yulneriwanti. Untuk mengetahui morfologi mikroorganisme I. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. struktur dan sifat-sifat yang khas. 1994). pengecatan sederhana dan pengecatan gram.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : 1. sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. I. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). seperti spirochaeta 2. kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte. Pewarnaan negatif .PEWARNAAN BAB I PENDAHULUAN I. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. pukul 14. peluntur warna . dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro. basil. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. Makassar. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam. kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. 2008). Universitas Hasanuddin. Pewarnaan sedehana .Ditujukan untuk bakteri yang sulit diwarnai.1 Latar Belakang Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi. Jurusan Biologi. substrat. 2008). intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 2. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jimmo. pengecatan negatif maupun pengecatan gram serta mengetahui morfologi mikroorganisme. 2008) : 1. Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. 1990).

Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). maka terjadinya . metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. sifat-sifat bakteri dalam membantu mengidentifikasinya. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. sementara bakteri gram-negatif tidak. 2008). Kebanyakan bakteri telah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofil (suka akan basa). 1990). merupakan pewarna yang paling umum digunakan. Pewarnaan sederhana ini memungkinkan dibedakannya bakteri dengan bermacam-macam tipe morfologi (coccus.Tujuan untuk membedakan antar bakteri . Disebut demikian karena hanya digunakan satu jenis cat pewarna untuk mewarnai organisme. struktur. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia. Gram.menggunakan lebih dari satu macam zat warna .3. ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae (filzahazny. yakni gram-positif dan gram-negatif.Contoh: Pw. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka (filzahazny. 2008). kuman perlu diwarnai. basillus. suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu. Pewarnaan khusus . Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif dapat dilihat pada table berikut ini (filzahazny. flagel dll Cara pewarnaan negatif . 2008) : Bakteri Gram Positif Bakteri Gram Negatif Dinding Sel: Lapisan petidoglikan Lebih tebal Lebih tipis Kadar lipid 1-4% 11-22% Resistensi terhadap alkali (1% KOH) Lebih pekat Larut Kepekaan terhadap Yodium Lebih peka Kurang peka Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin Resistensi terhadap tellurit Lebih tahan Lebih peka Sifat tahan asam Ada yang tahan asam Tidak ada yang tahan asam Kepekaan terhadap penisilin Lebih peka Kurang peka Kepekaan terhadap streptomisin Tidak peka Peka Teknik pewarnaan Pewarnaan sederhana. yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram.Untuk mewarnai struktur khusus/tertentu dari bakteri→ kapsul. Pewarnaan diferensial . Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. spora. dsb) dari bahan-bahan lainnya yang ada pasa olesan yang diwarnai (Hadiotomo. Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. Bakteri Tahan Asam 4. Pada uji pewarnaan Gram. vibrio.Sediaan hapus → teteskan emersi → lihat dimikroskop Untuk mempelajari morfologi. Pewarnaan negatif. Pw. Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromofornya bersifat positif).

wadah baskom. Spirtus. . Tissue roll. 1989). 1 Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah mikroskop. berlapis tiga atau multilayer. . Pengecatan Sederhana 1. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin BAB III METODOLOGI III. Endospora dapat bertahan hidup dalam keadaan kekurangan nutrien.Tidak resisten terhadap gangguan fisik. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (Hadiotomo. 3. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. berlapis tunggal atau monolayer. Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu (Hadiotomo. korek api. botol semprot . Gram D (Safranin). tidak mengandung asam tekoat. Struktur di dalam sel pada tempat-tempat yang khas dibentuk oleh spesies ini disebut endospora. sebelah dalam dengan jumlah sedikit . Biakan Salmonella typii.penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. Larutan nigrosin (tinta cina). 1990). Gram A (Kristal violet). Mengandung asam tekoat.lampu spritus .10% dari berat kering.3 Prosedur Kerja A. Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu (Volk & Wesley. . Gram C (Alkohol asam).Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). 1990) : . kekeringan. gegep kayu. Ukuran dan letak endospora di dalam sel merupakan ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan spesies-spesies bakteri yang Membentuknya (Dwidjoseputro. Meneteskan larutan Kristal violet diatas olesan preparat tersebut sebanyak 1-2 tetes dan membiarakan selama 1-2 menit. Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu (Hadiotomo. lBiakan Eschericia coli. Membuat preparat olesan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii lalu fiksasi dengan pembakar spirtus. sekitar 15-80 nm. . . . Sifat-sifat ini menyebabkan dibutuhkannya perlakuan yang keras untuk mewarnainya.pipet tetes. Gram B (larutan lugol). dan hand sprayer III. ose bulat. Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang tebal dan keras.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit. 4. 2. sekitar 10 – 15 mm. . objek gelas.Lebih resisten terhadap gangguan fisik. III. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. Alcohol 70 %. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. . Biakan Bacillus cereus. 1990) : . pewarna yang sesuai dapat menembus endospora.Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal.Bersifat lebih rentan terhadap penisilin. Minyak imersi. radiasi UV serta bahan-bahan kimia. .± Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%). Hanya bila diperlukan panas yang cukup. 2. 1998): 1.Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. sukar untuk dihilangkan. peptidoglikan terdapat didalam lapisan kaku. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal.Struktur dinding selnya tipis. Tetapi sekali pewarna memasuki endospora. tahan terhadap panas.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana.2 Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah Aquadest steri.Struktur dinding selnya tebal. .Kurang rentan terhadap senyawa penisilin.

Mengamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. Mengamati dibawah mikroskop dengan menggunakan pembesaran 100x dan minyak imersi. Meneteskan larutan gram B. 5. 7. selanjutnya menarik objek gelas tersebut dengan arah yang berlawanan hingga membentuk film tipis. Mencuci dengan air dan keringkan. 9. meletakkan biakan pada objek gelas kemudian mencampur dengan 1-2 tetes nigrosin.. Pengecatan Sederhana Pengecatan sederhana digunakan untuk memperlihatkan atau memperjelas kontras antara sel dan latar belakangnya sehingga dapat mempertajam bentuk dari sel-sel mikroba itu sendiri. mencuci dengan air dan mengeringkan dengan tissue. 4. dengan cara mewarnai sel-sel mikroba dengan zat warna khususnya warna Kristal violet. Menyiapkan preparat olesan bakteri Bacillus cereus. Pengecatan Negatif 1. B. Meneteskan larutan gram A sebanyak 2-3 tetes pada olesan bakteri. Pada pengecatan sederhana digunakan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii. Mencuci dengan air mengalir sampai sisa cat tercuci habis.3. Pengecatan Negatif Pada pengecatan ini digunakan cat asam nirosin (tinta cina). C. C. bentuk. 5. Meneteskan larutan gram C. dan tata letak sel. Zat warna yang umunya digunakan yakni yang bersifat alkalin (kromatofornya bermuatan +). membiarkan selama 1 menit. Eshcericia coli dan Salmonella typii lalu fiksasi pada pembakar spirtus. Mengambil 1 ose yang digunakan umntuk mengambil biakan. 2. Salmonella typii dan Eshericia coli.2 Pembahasan A. Pengecatan Gram Pengecatan gram termasuk pengecatan diferensial yang digunakan untuk membedakan bakteri gram negative dan bakteri gram positif. 4. 2. Pada pengecatn ini digunakan 3 jenis bakteri yaitu Bacillus cereus. Menetesi dengan larutan gram D. Menggambar dan mencatat hasil yang diamati. Mencuci dengan air mengalir dan mengeringkan dengan tissue roll dengan hati-hati. 8. 5. Setelah pengamatan dibawah mikroskop diperoleh preparat mikroba berwarna hitam sedangkan bakteri sendiri tidak berwarna (berwarna putih) dan berbentuk basil (batang). membiarkan selama 30 detik. Pengecatan ini menggunakan 4 jenis larutan yaitu . 3.®Dengan menggunakan objek gelas lain menyentuhkan sisi objek gelas tersebut pada sampel tersebut sehingga membentuk sudut 300 4. Mencuvi dengan air dan keringkan.1 Hasil IV. membiarkan selama 1 menit. kemudian mengeringkan dengan hati-hati mengunakan tissue roll. C. B. Membersihkan gelas objek dengan alcohol 70 % agar bebas lemak. Pengecatan ini dilakukan untuk mewarnai latar belakang preparat sedangkan bakteri sendiri tidak terwarnai serta untuk mengamati ukuran. Setelah pengecatan diperoleh bakteri tersebut berwarna ungu. Membiarkan hingga mengering lalu mengamati diubawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi. Menggambar dan mencatat hasil pengamatan. 6. membiarkan selama 30 detik. yang berarti bakteri tersebut menyerap zat warna cat tersebut sehingga Nampak pada mikroskop. Pengecatan Gram 1. 3.

pengecatan sederhana dan pengecatan negative. http://01-bakteri.wordpress.Kristal violet sebagai cat utama. Filzahazny.Bakteri gram negatif pada teknik pewarnaan akan menghasilkan warna merah dan bakteri gram positif akan menghasilkan warna ungu.fkugm2008.html...mht. . Ratna Siri. www. Wheeler.2 Saran Saran untuk laboratorium agar percobaan berikutnya keanekaragaman bakteri yang digunakan dapat bertambah lagi sehingga hasil yang diperoleh dapat bervariasi. D. Perbedaan gram (+) dan gram (-) Sifat Gram (+) Gram (-) • Komposisi Kandungan lipid rendah Kandungan lipid tinggi • Ketahanan terhadap penisilin Lebih sensitif Lebih tahan • Penghambatan warna Lebih dihambat Kurang dihambat • Ketahanan terhadap fisik Lebih tahan Kurang tahan • Kebutuhan Nutrien Kompleks Relatif BAB V PENUTUP V.. Wesley A dan Margareth F.. Malang : Djambatan. larutan iodine sebagai pengintensifan cat utama..kuliah. 2008.com/wp-content/uploads/HSC/1. Makassar. Jakarta : Erlangga.com/2009/04/19/teknik-pewarnaanmikroorganisme/ . diakses pada tanggal 08 Maret 2009. http ://ngecat bakterimakul-rizki. . V. 2008.di akses pada tanggal 08 maret 2009. Makassar.. Makassar.Pewarnaan mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara yaitu dengan pengecatan gram. Volk.. pada saat bakteri Gram positif ditambahkan dengan kristal violet maka gram positif akan mengabsorbsi larutan tersebut hanya pada dinding sel. http://firebiology07.com/2008/02/materi.Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel bakteri dengan menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal violet. . Yulneriwanti. 1989. alcohol asam untuk pencucian dan safranin sebagai cat penutup..blogspot.com/Penganta-tentang-bakteri. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Makassar. Jimmo. Hadiotomo. Berdasarkan percobaan diperoleh Bacillus cereus dan Salmonella typii bersifat gram positif yang berarti bakteri dapat mengikat dengan kuat cat utama cristal violet berwarna ungu.pdf. pemberian alkohol menyebabkan pori-pori dinding sel mengecil sehingga warna ungu tertahan di dalam sel disebabkan oleh rendahnya kandungan lipid. dengan pemberian larutan lugol maka kristal violet akan masuk sampai ke inti sel. Fauziah. 2008. diakses pada tanggal 04 April 2009. DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro. http:/wordpress. http ://Pembuatan PReParAT dan PengeCaTAnnyA _ BLoG KiTa. 1998.html.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : . Sedangkan bakteri Eschericia coli bersifat gram negative karena tidak dapat mengikat kuat cat utama dan dapat diwarnai oleh cat lawan yakni merah dari pewarna safranin. Jakarta : Pt Gramedia. Dasar-Dasar Mikrobiologi. 1990. Makassar. pewarnaan gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+) dan gram (-) dengan lebih dari satu zat warna sedangkan pewarnaan negative berguna untuk mewarnai latar belakang preparat dan bakteri sendiri tidak terwarnai. 2008. diakses pada tangan 04 April 2009. Rizki. 2008.htm.2x/6/Praktikum6. diakses pada tanggal 14 April 2009. Mikrobiologi Dasar Jilid I..

maka dibutuhkan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme.Bagaimana pengaruh faktor abiotik terhadap pertumbuhan mikrobe? . misalnya kita makhluk makro ini dikatakan tumbuh ketika bertambah tinggi. pertambahan ukuran sel. yaitu pertambahan jumlah koloni. Pada organisme bersel satu pertumbuhan lebih diartikan sebagai pertumbuhan koloni.3 Rumusan masalah Rumusan masalah pada makalah ini adalah: . ukuran koloni yang semakin besar atau subtansi atau masssa mikroba dalam koloni tersebut semakin banyak. bertambah besar atau bertambah berat. Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran. pertambahan berat atau massa dan parameter lain. Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba (Sofa. Dalam pertumbuhannya mikroorganisme membutuhkan kondisi lingkungan yang dapat mendukung proses perkembangbiakkannnya. juga agar pembaca dapat memahami dan mengetahui bagaimana factor-faktor lingkunagan mempengaruhi pertumbuhan mikrobe. pertumbuhan pada mikroba diartikan sebagai pertambahan jumlah sel mikroba itu sendiri.ilmu mikrobiologi oligodinamik BAB I PENDAHULUAN 1. 1.Bagaimana pengaruh faktor kimia terhadap pertumbuhan mikrobe? . Pertumbuhan merupakan suatu proses kehidupan yang irreversible artinya tidak dapat dibalik kejadiannya. 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran atau subtansi atau masa zat suatu organisme. 2008).2 Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini selain untuk melengkapi tugas mikrobiologi. diikuti pertambahan jumlah.

Temperatur maksimum adalah temper tertinggi yang masih dapat digunakan untuk aktivitas mikroba.. Pengaruh Temperatur Temperatur merupakan salah satu faktor yang penting di dalam kehidupan. dan kita kenal ada temperatur. yaitu: .Bagaimana pengaruh faktor biotik terhadap pertumbuhan mikrobe? BAB II PEMBAHASAN 2. dan maksimum. Hal ini karena bahwa tidak semua spesies mati bersama-sama pada suatu temperatur tertentu.1 FAKTOR ABIOTIK YANG MEMPENGARUHI MIKROBE A. optimum. minimum. ada beberapa pedoman seperti berikut ini:  · Temperatur maut/Titik Kematian Termal {Thermal Death Point) adalah temperatur serendah-rendahnya yang dapat membunuh mikrobe yang berada di medium standar selama 10 menit pada kondisi tertentu. Faktor-faktor Alam Faktor-faktor alam terdiri dari: 1. Untuk menentukan temparatur maut bagi mikrobe. mikrobe dapat dibagi menjadi tiga golongan utama.  · Waktu Kematian Termal (Thermal Death Time) merupakan waktu yang diperlukan untuk membunuh suatu jenis mikrobe pada suatu temperatur yang tetap. Beberapa jenis mikrobe dapat hidup pada daerah temperatur yang luas sedang jenis lainnya pada daerah yang terbatas. Temperatur minimum adalah nilai paling rendah dimana kegiatan mikrobe -dapat berlangsung. Pada umumnya batas daerah temperatur bagi kehidupan mikrobe terletak antara 0°C90°C.  · Laju Kematian Termal {Thermal Death Rate) adalah kecepatan Kematian mikrobe akibat pemberian temperatur. Berdasarkan pada daerah aktivitas temperatur. Sedangkan temperatur yang paling baik bagi kegiatan hidup dinamakantemperatur optimum.tetapi pada tingkatan kegiatan fisiologi yangpaling minimal.

Keadaaan kekeringan menyebabkan proses pengeringan protoplasma. Pengeringan secara perlahan-lahan menyebabakan perusakan sel akibat pengaruh tekanan osmosis dan pengaruh lainnya dengan naiknya kadar zat terlarut.75.  Mikrobe termofil (palitermik). yakni golongan mikrobe yang dapat tumbuh pada 0 – 30°C. baik di daratan maupun di lautan  Mikrobe mesofil (mesotermik). Pada umumnya untuk pertumbuhan ragi dan bakteri diperlukan kelembaban yang tinggi di atas 85%. Kebanyakan dari golongan ini tumbuh ditempat-tempat dingin. Mikrobe psikrofil/ karyofil (oligotermik). . Nilai a untuk bakteri pada umumnya terletak di antara 0. sedang temperatur optimumnya 25 – 40°C. dengan temparatur optimum 10 -15°C. yang berakibat berhentinya kegiatan metabolisme. 2. yaitu golongan mikroba yang tumbuh ada temperatur 40 – 80 °C.90 – 0. Pengaruh Kebasahan dan Kekeringan Mikrobe mempunyai nilai kelembaban optimum. w w Adapun syarat-syarat yang menentukan matinya bakteri karena kekeringan antara lain adalah: • Pengeringan dalam keadaan terang pengaruhnya lebih buruk daripada dalam gelap. atau 1/100 dari kelembaban relatif. sedangkan bakteri halofilik mendekati 0. sedangkan untuk jamur dan aktinomisetes memerlukan kelembaban yang rendah di bawah 80%. adalah golongan mikroba yang dapat hidup dengan baik temperatur 5 – 60°C. Kadar air bebas di dalam larutan (a ) merupakan nilai perbandingan antara tekanan uap air larutan dengan tekanan uap air murni. Umumnya mikroba mesotermik hidup dalam alat pencernaan. dan temperatur optimumnya 55 -65°C Golongan mikrobe ini terutama terdapat di sumber-sumber air panas dan tempat-tempat lain yang bertemperatur tinggi. • Pengeringan pada suhu tubuh (37°C) atau temperatur kamar (± 26°C) lebih jelek daripada pengeringan pada temperatur titik beku • Pengeringan pada udara efeknya lebih buruk daripada di dalam vakum atau di tempat yang berisi nitrogen.99.

Proses-proses ini sering digunakan untuk melepaskan enzim-enzim dan endotoksin yang terkandung di dalam bakteri. bahkan beberapa mikrobe dapat bertahan di dalam substrat dengan kadar garam sampai 30%.000 atm. golongan ini bersifat haloduri 4. Berdasarkan hal ini. dan untuk membunuh sporanya diperlukan tekanan 12. Sebaliknya. Beberapa mikrobe dapat menyesuaikan diri terhadap kadar garam atau kadar gula yang tinggi. Pengaruh Perubahan Nilai Osmotik Pada umumnya larutan hipertonik menghambat pertumbuhan mikrobe karena dapat menyebabkan plasmolisis. Pada umumnya. Mengguncang-guncangkan bakteritidak membawa kematian. Pengaruh Sinar Pada umumnya sel mikroorganisme rusak akibat cahaya.000 kali per detik. Sinar dengan gelombang pendek akan berpengaruh buruk terhadap mikrobe. tanah foraminifera. 5. Larutan garam atau larutan gula yang agakpekat mudah menyebabkan plasmolisis. Pengaruh Penghancuran secara Mekanik Pengaruh tekanan udara terhadap kehidupan bakteri sangat kecil. seperti pecahan kaca. kecuali kalau bakteri itu dicampur dengan benda keras. maka pembuatan suspensi bakteri dengan menggunakan air murni tidak dapat digunakan. dan untuk mematikan diperlukan tenaga sebesar 6. hal ini dinamakan plasmoptisis. Medium yang paling cocok bagi kehidupan mikrobe adalah medium yang isotonik terhadap isi sel mikrobe. Sedangkan sinar dengan gelombang panjang mempunyai daya fotodinamik dan daya biofisik. Bila energi radiasi diabsorpsi oleh sel mikroorganisme akan menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel. tanah radiolaria. 3. misalnya cahaya matahari. mikrobe yang ditempatkan di air suling (aquades) akan kemasukan air sehingga dapat menyebabkan pecahnya sel mikrobe tersebut. dan sebagainya.• Bakteri yang dalam medium susu.Untuk memecahkan bakteri diperlukan pengguncangan 9. gula.000 atm. protoplasma serta komponen-komponen sel . terutama pada mikrobe yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik. Untuk menghentikan pembiakan bakteri diperlukan tekanan 600 atm. daging kering dapat bertahan lebih lama daripada pada gesekan pada kaca obyek. misal ragi yang osmofil (dapat tumbuh padaz kadar garam tinggi).

2. Logam-logam Berat Logam berat berfungsi sebagai antimikrobe oleh karena dapat mempresipitasikan enzim-enzim atau protein esensial dalam sel. Tetapi garam dari logam berat ini mudah merusak kulit. • Biia untuk membunuh spora kuman biasanya bersifat mudah menguap sehingga ventilasi ruangan perlu diperhatikan.2 Faktor-Faktor Kimia 1. Zr dan Cu. Fenol dan Senvawa-senyawa Sejenis . As. Ag.hanya dapat diselidiki lebih lanjut jika ada dalam keadaan lepas sel {cell free system). dan harganya mahal. merusak alat-alat yang terbuat dari logam. • Pengenceran disinfektan harus sesuai dengan yang dianjurkan dan setiap kali harus dibuat pengenceran baru. • Sebaiknya disinfektan yang dipakai bersifat membunuh (germisida). Disinfektan yang sudah menunjukkan tanda-tanda pengeruhan atau pengendapan harus diganti dengan yang baru. b. 2. • Sebaiknya menyediakan hand lotion untuk merawat tangan setelah berkontak dengan disinfektan. Beberapa Disinfektan dan Antiseptik a. sehingga seluruh permukaan alat tersebut dapat berkontak dengan disinfektan. • Lamanya disinfeksi harus tepat. alat-alat yang didisinfeksi jangan diangkat sebelum waktunya. dimana pada konsentrasi yang kecil saja dapat membunuh mikrobe dinamakan daya oligodinamik. Daya antimikrobe dari logam berat. Penggunaan Antiseptik dan Disinfektan Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada disinfeksi secara kimia: • Rongga yang cukup diantara alat-alat yang didisinfeksi. Logamlogam berat yang umum dipakai adalah Hg.

Jika dicampur dengan air murni. semakin tinggi berat molekulnya. dan enzim-enzim akan diinaktifkan oleh alkohol. Karbol adalah nama lain dari fenol. membran sel sel akan rusak. Aldehid 3 3 2 3 2 Cara bekerjanya aldehid ialah dengan cara membunuh sel mikroba dengan mendenaturasikan protein. dan isopropanol (CH ) CHOH). tetapi untuk spora tidak. Waktu yang diperlukan untuk membunuh sel-sel vegetatif cukup 10 menit. Ada 3 jenis alkohol yang dipergunakan sebagai disinfektan. efeknya menjadi lebih baik. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap. semakin meningkat pula daya disinfektannya. Alkohol mendenaturasikan protein dengan jalan dehidrasi. Oleh karena itu. Lisol adalah disinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol. Larutan formaldehid (CH O) 20% dalam 652 . Konsentrasi di atas 90% atau di bawah 50% biasanya kurang efektif kecuali untuk isopropil alkohol yang masih tetap efektif sampai konsentrasi 99%. d . c. untuk mencegah timbulnya infeksi pascabedah. daya bunuhnya disebabkan karena fenol mempresipitasikan protein secara aktif. dan juga merupakan pelarut lemak. Oleh karena itu. Etanol murni kurang daya bunuhnya terhadap mikrobe. diantara ketiga jenis alkohol tersebut isopropil alkohol adalah yang paling banyak digunakan. Fenol merupakan standar pembanding untuk menentukan aktivitas atau khasiat suatu disinfektan. sehingga disinfektan menjadi lebih menarik. Alkohol 50 – 70% banyak dipergunakan sebagian disinfektan.Fenol (asam karbol) untuk pertama kalinya dipergunakan Lister di dalam ruang bedah sebagai germisida. Kresol (kreolin) lebih baik khasiatnya dari pada fenol. yaitu metanol (CH OH). Menurut ketentuan. lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan lainnya. Alkohol Alkohol merupakan zat yang paling efektif dan dapat diandalkan untuk sterilisasi dan disinfeksi. Yang banyak dipergunakan dalam praktek adaiah larutan alkohol 70 – 80% dalam air. dan selain itu juga merusak membran sel dengan cara menurunkan tegangan permukaannya.etanol (CH CH OH). Pada konsentrasi yang rendah (2 -4%).

Klorin dijadikan standar pengolahan air minum di seluruh lingkungan. baik dalam air maupun dalam alkohol bersifat sangat antiseptik dan telah lama dipakai sejak lama sebagai antiseptik kulit sebelum proses pembedahan. sedangkan untuk membunuh spora diperlukan 3-12 jam. Peroksida Peroksida hidrogen (H O ) merupakan antiseptik yang efektif nontoksik. Senyawa lain aldehid. Mycobacterium tuberculosis dan virus dalam waktu 10 menit. Deterjen . i. Sayangnya kebanyakan senyawa klorin diinaktifkan bahan-bahan organik dan beberapa katalisator logam.5 atau lebih. dengan reaksi kimia sebagai berikut : 2 H O —► 2 H O + O h. Sudah lama klorin dikenal sebagai deodoran dan disinfektan yang sangat baik. terutama bila pHnya 7.70% alkohol merupakan cairan pensteril yang sangat baik apabila aiat-alat direndam selama 18 jam. Senyawa tersebut bersifatnontoksik dan tidak iritatif bagi manusia. Molekulnya tidak stabit dan apabila dipanaskan akan teurai menjadi air dan oksigen. misalnya derivat akridin dan zat warna rosan Akriflavin (campuran derivat akridin dengan senyawa I mempunyai spektrum aktivitas yang luas. maka alat-alat tersebut harus dibilas dulu sebelum dipakai. f. g. Zat Warna 2 2 2 2 2 2 Beberapa zat warna dapat menghambat pertumbuhan kur (bakteriostatik). dan telah lama dipergunakan untuk mengobati infeksi traktus urinar Mekanisme kerjanya disebabkan karena akridin mampu bere dengan ADN mikrobe. Klor dan Senyawa Klor Klorin bebas memiliki warna khas (hijau) dan bau yang tajam. Yodium Larutan yodium. Akan tetapi karena meninggalkan residu. e. Stafilokokus dan Iainlain sel vegetatif akan dimatikan dalam waktu 5 menit. yakni glutaraldehid merupakan solusi seefektif formaldehid.

air.wordpress. dan Streptomyces. http://asepwandi. dan kompos. antara lain Streptococcusyang mengganggu tenggorokan.Sabun biasa tidak banyak khasiatnya sebagai zat pembunuh bakteri (bakterisida). akan menimbulkan gejala-gejala alergi dan berakibat kekebalan bagi mikrobe-mikrobe tertentu. Antibiotika yang kini banyak digunakan. Sejak lama obat pencuci yang mengandung ion (deterjen) banyak digunakan sebagai pengganti sabun. tetapi kalau dicampur dengan heksaklorofen daya bunuhnya menjadi besar sekali. dan zat-zat itu dalam jumlah yang sedikit pun mempunyai daya penghambat kegiatan mikroorganisme yang lain.com/ilmu-mikrobiologi-oligodinamik/ . Pneumococcus. Antibiotika tersebar di alam. Terutama bakteri yang bersifat Gram positif. limbah. j. Penicillium. kebanyakan dari genus Bacillus. melainkan juga merupakan bakterisida. Antibiotika berbeda dalam susunan kimia dan cara kerjanya. Antibiottka Antibiotika adalah suatu substansi (zat-zat) kimia yang diperoleh dari atau dibentuk dan dihasilkan oleh mikroorganisme. dan memegang peranan penting dalam mengatur populasi mikrobe dalam tanah. Deterjen tidak hanya bersifat bakteriostatik. Gonococcus.Penggunaan obat ini bila tidak dengan aturan. k. dan Meningococcus. Suifonamida Sejak tahun 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan tidak memiliki sifat tidak merusak jaringan manusia. Mtkrobe yang peka terhadap suifonamida.

Lipid kompleks. Fungsi lipid Ada beberapa fungsi lipid di antaranya: 1. 3. Sebagai penyusun struktur membran sel Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran material-material.Pendahuluan Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam pelarut-pelarut organik. steroid dan malam Asam lemak Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. 1. Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap 1. terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh 2. terdiri atas lipoprotein dan glikolipid 4. Gliserida. terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida 3. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) . Sebagai cadangan energi Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa 1. Asam lemak. Non gliserida. terdiri atas sfingolipid. sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis Jenis-jenis lipid Terdapat beberapa jenis lipid yaitu: 1. Sebagai hormon dan vitamin Hormon mengatur komunikasi antar sel. Ada dua macam asam lemak yaitu: 1. Adapun rumus umum dari asam lemak adalah: CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24.

.8.12 18:3D9.15 20:4D5.12.Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap Struktur asam lemak jenuh Struktur asam lemak tak jenuh Asam-asam lemak penting bagi tubuh Simbol Nama numerik Umum Struktur Keterangan Sering terikat dengan atom N terminal dari membran plasma bergabung dengan protein sitoplasmik Produk akhir dari sintesis asam lemak mamalia 14:0 Asam miristat CH3(CH2)12COOH 16:0 Asam palmitat CH3(CH2)14COOH 16:1D9 Asam palmitolea CH3(CH2)5C=C(CH2)7COOH t Asam stearat Asam oleat Asam linoleat Asam linolenat CH3(CH2)16COOH CH3(CH2)7C=C(CH2)7COOH CH3(CH2)4C=CCH2C=C(CH2)7CO Asam lemak esensial OH CH3CH2C=CCH2C=CCH2C=C(C Asam lemak esensial H2)7COOH 18:0 18:1D9 18:2D9.1 4 Assam CH3(CH2)3(CH2C=C)4(CH2)3COO Prekursor untuk sintesis arakhidon H eikosanoid at Asam oleat Asam Asam stearat arakhidonat Beberapa contoh struktur asam lemak Gliserida netral (lemak netral) Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol.11. Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak).

1. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah: 1. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida. Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid. Struktur trigliserida sebagai lemak netral Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida. jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Lipoprotein .Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1. Lemak Umumnya diperoleh dari hewan Berwujud padat pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak jenuh Minyak Umumnya diperoleh dari tumbuhan Berwujud cair pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak tak jenuh Fosfogliserida (fosfolipid) Lipid dapat mengandung gugus fosfat. 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. 2. Sebagai komponen penyusun membran sel Sebagi agen emulsi Struktur dari fosfolipid Fosfolipid bilayer (lapisan ganda) sebagai penyusun membran sel Lipid kompleks Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak. Penggunaan fosfogliserida adalah: 1.

. 2. 25% dari lipid merupakan sfingolipid. kecuali ginjal 1. kolesterol dan malam. Gabungan lipid dengan protein (lipoprotein) merupakan contoh dari lipid kompleks Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid. Ilustrasi peran masing-masing dari 4 klas besar lipoprotein Lipid non gliserida Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. Struktur kimia sfingomielin (perhatikan 4 komponen penyusunnya) Kolesterol Selain fosfolipid. kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma. Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf. 3. VLDL (very low – density lypoproteins) VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak 1.Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein. Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapa hormon. 4. LDL (low – density lypoproteins) LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer 1. HDL (high – density lypoproteins) HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati. yaitu: Perbandingan komposisi penyusun 4 klas besar lipoprotein 1. Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul non gliserol. Pada manusia. steroid. Sfingolipid Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid. Kilomikron Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain.

Bagian polar berada di sisi luar. Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini. Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke. Malam sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit. yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah karena arteri menyempit. misalnya testosteron dan progesteron. Struktur dasar darikolesterol Kolesterol merupakan bagian dari membran sel Steroid Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid. Progesteron dan testosteron Steroid lainnya adalah kortison. penurunan kemampuan untuk meregang. selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol. gangguan pencernaan dan sebagainya. asthma. Struktur miselus. Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri. sedangkan bagian non polar berada di sisi dalam . rambut dan lain-lain. penanganan penyakit arthritis rematoid. gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam Metabolisme lipid Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral. Secara ringkas.Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri. Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat. Malam merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang. Kortison Malam/lilin (waxes) Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. Karena larut dalam air.

hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan gliserol. Selanjutnya kolesterol mengalami . dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida. Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. Struktur kilomikron. Secara ringkas. jika kebutuhan energi sudah mencukupi. asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid. Selanjutnya kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty acid/FFA). Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan adiposa. Di sisi lain. Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut. Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein. Perhatikan fungsi kilomikron sebagai pengangkut trigliserida Simpanan trigliserida pada sitoplasma sel jaringan adiposa Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa. maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit). Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis. asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan. kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi. sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol.

Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat. Proses ini dinamakan ketogenesis. Gliserol Kolesterol Aseto asetat hidroksi butirat Aseton Steroid Steroidogenesis Kolesterogenesis Ketogenesis Diet Lipid Karbohidrat Protein . Keadaan ini dapat menyebabkan kematian. hidroksi butirat dan aseton). Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik.steroidogenesis membentuk steroid.

Asam lemak Trigliserida Asetil-KoA Esterifikasi Lipolisis Lipogenesis Oksidasi beta Siklus asam sitrat ATP CO2 H 2O + ATP Ikhtisar metabolisme lipid Metabolisme gliserol Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. Gliserol ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. Selanjutnya senyawa ini masuk ke dalam rantai . gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat. Pada tahap awal.

asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. suatu produk antara dalam jalur glikolisis. dengan rumus (CH3)3N+-CH2-CH(OH)-CH2-COO-. Dengan adanya ATP dan Koenzim A.respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta. asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase). Membran mitokondria interna Karnitin palmitoil transferase II Karnitin Asil karnitin translokase KoA Karnitin Asil karnitin Asil-KoA . Reaksi-reaksi kimia dalam metabolisme gliserol Oksidasi asam lemak (oksidasi beta) Untuk memperoleh energi. Aktivasi asam lemak menjadi asil KoA Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin. asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta.

Asil karnitin Beta oksidasi Membran mitokondria eksterna ATP + KoA AMP + PPi FFA Asil-KoA Asil-KoA sintetase (Tiokinase) Karnitin palmitoil transferase I Asil-KoA KoA Karnitin Asil karnitin Mekanisme transportasi asam lemak trans membran mitokondria melalui mekanisme pengangkutan karnitin .

karbon β asam lemak dioksidasi menjadi keton. diangkat 2 atom C dengan hasil akhir berupa asetil KoA.Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut: • • Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase. Perhatikan bahwa setiap proses pemutusan 2 atom C adalah proses oksidasi β dan setiap 2 atom C yang diputuskan adalah asetil KoA. asil-KoA akan mengalami tahap-tahap perubahan sebagai berikut: 1. asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan proses dan pada setiap proses. • • • Dalam oksidasi beta. Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P (+2P) 2. Setelah menjadi asil karnitin. Dalam proses oksidasi ini. Aktivasi asam lemak. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar. asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. Oksidasi karbon β menjadi keton Keterangan: Frekuensi oksidasi β adalah (½ jumlah atom C)-1 Jumlah asetil KoA yang dihasilkan adalah (½ jumlah atom C) Oksidasi asam lemak dengan 16 atom C. Selanjutnya asetil KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA . Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta. (2P) Setelah berada di dalam mitokondria. Setelah menjadi bentuk aktif. barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna mitokondria. oksidasi beta dan siklus asam sitrat Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan.

Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C. Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat. Gambar Lintasan kolesterogenesis . Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat. Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan 10 atom C. Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total energi satu kali oksidasi beta adalah 5P. maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P(+3P) 4. Karena asam lemak memiliki 10 atom C. dan energi yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2 dikurangi 1. yaitu 4 kali oksidasi beta. Proses perubahan asetilKoA menjadi benda-benda keton dinamakan ketogenesis. Aseto asetat. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA.3. sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP. Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asil-KoA yang telah kehilangan 2 atom C. Proses ketogenesis Lintasan ketogenesis di hati Sebagian dari asetil KoA dapat diubah menjadi kolesterol (prosesnya dinamakan kolesterogenesis) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk disintesis menjadi steroid (prosesnya dinamakan steroidogenesis). maka kita memerlukan energi 2 ATP untuk aktivasi. selanjutnya asetoasetat berubah menjadi hidroksi butirat dan aseton. Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Kreb’s yang masing-masing akan menghasilkan 12 ATP. maka asil-KoA yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena membentuk asetil KoA. Penghitungan energi hasil metabolisme lipid Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh oksidasi beta suatu asam lemak. hidroksi butirat dan aseton dikenal sebagai badan-badan keton. akan dimetabolisir dengan hasil -2 ATP (untuk aktivasi) + 20 ATP (hasil oksidasi beta) + 60 ATP (hasil siklus Kreb’s) = 78 ATP. Dengan demikian sebuah asam lemak dengan 10 atom C. berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP. L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA.

Tahap-tahap sintesis asam lemak Penyimpanan lemak dan penggunaannya kembali Asam-asam lemak akan disimpan jika tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. kita tak dapat menyimpan lemak jika tak ada kelebihan glukosa di dalam tubuh. Sintesis asam lemak sesuai dengan degradasinya (oksidasi beta). Tempat penyimpanan utama asam lemak adalah jaringan adiposa. Trigliserida akan dipecah menjadi gliserol dan asam lemak. Tahap-tahap sintesis asam lemak ditampilkan pada skema berikut. Semua organisme dapat mensintesis asam lemak sebagai cadangan energi jangka panjang dan sebagai penyusun struktur membran. Semua sintesis terjadi di dalam kompleks multi enzim-fatty acid synthase. Dinamika lipid di dalam sel adiposa. NADPH digunakan untuk sintesis. Perhatikan tahap-tahap sintesis dan degradasi trigliserida Jika kebutuhan energi tidak dapat tercukupi oleh karbohidrat. Gliserol dapat menjadi sumber energi (lihat metabolisme gliserol). maka simpanan trigliserida ini dapat digunakan kembali. Gliserol 3-fosfat dibutuhkan untuk membuat trigliserida. Sedangkan asam lemak pun akan dioksidasi untuk memenuhi kebutuhan energi pula (lihat oksidasi beta). ACP (acyl carrier protein) digunakan selama sintesis sebagai titik pengikatan. Adapun tahap-tahap penyimpanan tersebut adalah: Asam lemak ditransportasikan dari hati sebagai kompleks VLDL. Akibatnya. Asam lemak kemudian diubah menjadi trigliserida di sel adiposa untuk disimpan. Ini harus tersedia dari glukosa.Sintesis asam lemak Makanan bukan satu-satunya sumber lemak kita. Pada manusia. . Sintesis asam lemak terjadi di dalam sitoplasma. kelebihan asetil KoA dikonversi menjadi ester asam lemak.

Klasifikasi dapat diidentifikasikan penyusunan organisme kedalam grup taksonomi(taksa) dengan berdasarkan persamaan atau hubungan. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. genetik dan morfologi yang sering penting untuk menggambarkan sebuah takson. Kegiatan secara keseluruhan. lup dan lain-lain. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas. disebut sebagai sistematika mikroba. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop. Key word: Klasifikasi. Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarkan dengan taksonomi. PENDAHULUAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. sifat biokimia. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. yakni tentang pengklasifikasian penamaan dan pengidentifikasian mikroorganisme. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. lup dan lain-lain.mikroba. sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian. Taksonomi adalah ilmu mengenai klasifikasi atau penataan sistematis organisme kedalam kelompok atau kategori yang disebut taksa (tunggal. mikroorganisme. Klasifikasi organisme prokariota seperti bakteri memerlukan pengetahuan yang didapat dari pengalaman dan juga teknik observasi.06/02/2010 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 8 Komentar KLASIFIKASI MIKROBA KLASIFIKASI DAN PERANAN MIKROBA DALAM KEHIDUPAN ABSTRAK Klasifikasi dan identifikasi adalah dua hal yang berbeda tetapi saling sebagai berhubungan dalam taksonomi. takson) tetapi penyusunan taksonomi mikroorganisme mensyaratkan diidentifikasi sebagai mana mestinya dan diberi nama. identifikasi. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas. fisiologi. Menyusun sistematik dalam dunia mikroorganisme bukanlah pekerjaan yang mudah kesulitan pertama yang kita hadapi ialah menentukan apakah mikroba itu .

Misalnya dalam klasifikasi bakteri. Banyak bakteri di bawah mikroskop menunjukkan bentuk morfologi yang sama. Maka jelaslah bahwa kesukaran kita untuk menetapkan spesies berdasarkan sifat-sifat morfologi saja. Baru pada tahun (1873). Ada beberapa golongan bakteri yang sama bentuknya. Banyak kesulitan dalam mengklasifikasikan mikroorganisme. Klasifikasi merupakan proses untuk mengenali dan mengelompokkan organisme hidup. tetapi sifat-sifat fisiologi mereka berlainan sama sekali. Klasifikasi bakteri secara agak lengkap pada tahun 1875. PEMBAHASAN Klasifikasi dan Identifikasi Dalam semua cabang biologi diperluan pencirian. Cohn sarjana botani bangsa Jerman. Rumusan Masalah Adakah peranan penting mikroba bagi kehidupan. sehingga klasifikasi bakteri di dasarkan sebagian pada sifat-sifat morfologi. klasifikasi dan identifikasi. dan sejak itu diadakan penyempurnaan secara berangsur-angsur sampai sekarang. tetapi yang satu dapat mencernakan asam amino tertentu. Klasifikasi merupakan bagian dari bidang ilmu sistematik. Tujuan Ø Ø Mengetahui klasifikasi dan identifikasi suatu mikroorganisme Mengetahui manfaat mikroorganisme bagi kehidupan. sedang golongan yang lain tidak. Tujuan klasifikasi ialah mengatur kedudukan dari berbagai organisme di alam. Ada pula suatu golongan yang dapat menyebabkan suatu penyakit.golongan hewan atau golongan tumbuhan. sedangkan yang lainnya tidak. Tetapi hal ini sulit dilaksanakan pada bakteri. dan sifat-sifat fisiologinya termasuk imunologi. mengetahui adanya ciri-ciri yang menyebabkan ia lebih condong menggolongkan bakteri (salah satu mikroorganisme) pada tumbuhan. Kriteria dalam kalasifikasi berbeda dengan mengklasifikasikan tumbuhan tingkat tinggi dan hewan tingkat tinggi yang didasarkan terutama pada sifat-sifat marfologisnya. sarjana Zoologi seperti Muller (1773) dan erlenberg (1838) menggolongkan bakteri pada protozoa. Jika diketahui ciri-ciri . Setelah leeuwenhoek menyelami dunia mikroorganisme .

sehingga yang dipelajari adalah karakkteristik suatu biakan yang merupakan populasi dari suatu mikroorganisme. purin. Pada kelompok virus. tidaklah mungkin bagi kita untuk mempelajari 1 mikroorganisme saja. Hal ini dapat disamakan dengan membuat tabel periodik bagi unsur kimia sehingga terlihat keterkaitan antara unsur kimia tersebut. pembagian dilakukan berdasaran asam inti yang dikandung. maka sel ini memperlihatkan susunan kimiawi yang spesifik. . darah). Bila sel mikroba diberi perlauan kimiawi.001 mm Oleh karena ukurannya yang kecil diperlukan mikroskop untuk melihat mikroba. 1. maka dapat dilakukan perbandingan sehingga terlihat persamaan dan juga perbedaan dnegan organisme lainnya. karbohidrat. Bahan kimia ini tidak ditemukan pada gram negatif. Oleh karena ukurannya yang sangat kecil. Sifat Kimiawi Sel terdiri dari berbagai bahan kimia. apakah merupakan DNA atau RNA 3.suatu mikroorganisme. bakteri Gram negatif memiliki lipopolisakarida dalam dinding selnya. Sedangkan bakteri Gram positif tidak. Klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme haruslah diketahui terlebih dahulu karakteristik atau ciri-ciri mikroorganisme. Sebagai contoh. 2. Ciri-ciri utama dari suatu mikroorganisme dikelompokan sebagai berukut : . Sebaliknya pada banyak bakteri Gram positif terdapat asam teikoat. Dinding sel fungsi dan algae berbeda dari bakteri. Morfologi Mikroba pada umumnya sangat kecil : ukurannya dinyatakan dalam mikrometer ( m) . Sebaliknya ada pula yang hanya memerlukan bahan inorganik saja atau bahan organik (asam amino. 1 m = 0. Zat Sifat Biakan hara yang diperlukan oleh setiap mikroorganisme berbeda ada mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan tumbuh bila diberikan zat hara yang kompleks (serum. Mikroskop yang digunakan tergantung pada kecermatan yang diinginkan oleh peneliti.

Mikroorganisme yang hidup di lautan berbeda dengan air tawar. 8. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dari sel mikroba. akan terbentu antibodi yang mengikat antigen. 4. vitamin. Antibodi ini bersifat sangat spesifik terhadap antigen yang menginduksinya.pirimidin. koenzim) selain itu beberapa mikroorganisme hanya dapat tumbuh pada sel hidup. 6. bertunas. Berbagai macam reaksi yang terjadi dalam metabolisme dapat digunakan untuk mencirikan mikroorganisme 5. Sifat Ekologi Habitat merupakan sifat yang mencirikan mikroorganisme. berupa inang. kemampuannya untuk menimbulkan penyakit merupakan ciri khas mikroorganisme tersebut selain itu terdapat pula bakteri yang memakan bakteri lainnya (Bdellovibrio) dan virus (bakteriofag)yang menginfesi dan menghancurkan bakteri. Mikroorganisme yang terdapat dalam rongga mulut berbeda dengan saluran pencernaan. Patogenitas Mikroba dapat menimbulkan penyakit. Susunan basa DNA Untuk perbandingan di gunakan mol % G+C tersebut sehingga dapat digunakan untuk pencirian 7. Reaksi ini sangat sepesifik sehingga dapat disebut sebagai lock and key system. Sifat Metabilisme Proses kehidupan dalam sel merupakan suatu rentetan reaksi kimiawi yang disebut metabolisme. Oleh karena mikroorganisme memiliki antigen yang berbeda. telur. . maka antibodi dapat digunakan untuk mencirikan (rapid indentification) terhadap mikroorganisme. biakan jaringan. Sifat Genetik DNA kromosomal mikroorganisme memiliki bagian yang konstan dan spesifik bagi mikroorganisme mikroorganisme. Sifat Antigenik Bila mikroorganisme masuk kedalam tubuh.

Dengan mengetahui koefisien kesamaan dapat disusun Cluster dari organisme yang serupa . b. c. Mikroorganisme masuk dalam : a. ketiga macam pengambilan zat hara terlihat dalam kelompok ini. Perkembangan Klasifikasi Two-Kingdom system Four-Kingdom System Five-Kingdom system Lennaeus Animalia Capeland Monera Whitaker Monera Plantae Protoctista Metaphyta Metazoa Protista Plantac Fungsi Animalia Koefisien Kesamaan Kesamaan ini dapat dinyatakan dalam derajat kesamaan atau perbedaan. cara mengambilan zat hara tidak melalui ingesti. Protozoa dengan ingesti dan protista lainnya dengan absorpsi. Forosintesis Absorpsi Ingesti Prokariot termasuk dalam Monera. Mucroalgar bersifat forosintetik.Perkembangan Klasifikasi Pada klasifikasi “Five-kingdom System. Monera (bacteria dan cyanobacteria) Protista (microalgae dan protozoa) Fungsi (yeasts dan mold) Tabel. Derajat perbedaan sangat berguna oleh karena menunjukkan beberapa banyak organisme yang diteliti berbeda dengan organisme lain. Pembagian didasarkan pada cara pengambilan zat hara yaitu : a. Selain itu ada pula yang melakukan kombinasi. b. c. Yukariot uniseluler termasuk protista.

1. rRNA yang disandi oleh sebagian DNA yang disebut sebagai RNA sistron. Urutan nukleotida inilah yang merupakan ciri dasar suatu organisme. Pada tahun 1960. organisme yang tidak berkaitan mungkin saja memiliki % G + C yang sama. Pada bakteri ternyata rRNA cistron ini “highlyy conserved” lestari. Similarity Matrix Keterkaitan Sifat Genetik Metode klasifikasi yang paling cermat adalah keterkaitan sifat genetika anta organisme. Untaian tunggal ini kemudian dicampur dengan organisme lainnya dan didinginkan kembali. Metode ini paling obyektif dan didasarkan pada DNA. Bila tidak ada keterkaitan tidak akan terlihat heterodupleks. Namun demikian. Bila dua organisme ini berkaitan erat maka akan terbentuk Heterodupleks. tetapi masih memperlihatkan homologi DNA. Metode ini paling berguna dalam tingkat klasifikasi species. c. cabang ilmu yang disebut biologi molekuler menggunakan teknik untuk melihat kesamaan DNA antar organisme.Beberapa metode utuk menentukan derajat kesamaan a. sebaliknya organisme yang jauh berbeda memiliki nilai % G + C yang berbeda pula. Cluster analysis Phenogram / dendrogram Ordination methods Menggunakan Principal component analysis d. Homologi RNA ribosom dan ribosomal RNA oligonukleotida Dua organisme dapat saja tidak erat kaitannya. Ini berarti untaian dari satu organisme akan berpasangan dengan untaian dari organisme lainnya. Pada mulanya kesamaan yang dibadingkan hanyalah % mol G + C saja. Homologi DNA DNA dipanaskan sehingga terurai menjari untaian tunggal. Ini berarti bahwa selama evolusi cistron ini memperlihatkan perubahan yang lebih sedikit di badingkan dengan bagian DNA yang lain . Oleh karena itu dicari metode perbandingan yang lebih cermat dengan cara membandingkan urutan dari nukleotida. b. Metode yang sering digunakan untuk melihat keterkaitan genetik adalah : 1. Organisme yang berkaitan erat memiliki % G +C yang sama.

Dasar Pengelompokan Taksonomi merupakan cara atau upaya pengelompokan jasad hidup di dalam kelompok atau takson yang sesuai. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) 2. yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji tunggal. Bakteria. Mikro-alga lainnya . Monocotyledoneae. Mikroba termasuk kedalam kelompok ke-3 tersebut sesuai dengan sifat alat untuk perkembangbiakannya. Yaitu : 1. Mikroba sesuai dengan bentuk dan sifatnya termasuk kedalam Dunia tumbuhtumbuhan. atau tumbuh-tumbuhan tanpa keping biji. yaitu kelompo mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi. termasuk didalamnya ragi. yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi. maka sekarang akan bertambah dengan 1 kelompok besar lainnya. Kedalam kelompok ini termasuk : a) b) Jamur. tetapi ternyata bahwa untuk mikroba pun dapat digunakan. Karyota. yaitu Cryptogamae (kriptos = tersembunyi/tidak ada atau tidak nampa. dunia Mikroba terbagi menjadi dua kelompok besar lainnya. Pertama kali pengelompokan ini hanya untuk lingkungan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Prokaryota. Mikro-alga biru-hijau (BGA = blue-green algae). pembagian ini berdasarkan kepada ada tidaknya inti. gamae = alat perkembangbiak). yaitu tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keping biji dua. Sehingga kalau sebelumnya dunia tersebut hanya terbagi kedalam dua kelompok besar yaitu : 1. baik yang sudah terdiferensiasi ataupun yang belum. Dari segi mikrobiologi sendiri. Acotyledoneae. 2. 3.Taksonomi Mikroba a. Dicotyledoneae.

Protozoa Virus Klasifakasi Bakteri Umumnya berbentuk 1-sel atau sel tunggal atau uniseluler. informasi yang penting dapat diketahui secara mikroskopis dengan melihat lapisan sel dan ada atau tidaknya struktur khusus misalnya spora atau flagella. didalam air. Hal ini merupakan petunjuk awal bahwa keragaman kimiawi DNA dari organisme yang berbeda dapat menjadi indikasi adanya kekerabata genetik. Tingkat Taksonomi Tingkatan Resmi Kingdom Divisi Klas Ordo Contoh Prokaryotae Gracilicutes Scotobacteria Eubacteriales . Studi fisik membuktian bahwa kekerabatan DNA dari organisme yang sama dapat dikenal dengan tingkat kemampuan kromosom DNA untuk dikawin silangkan. bakteri hidup sebagai jasad yang saprofitik ataupun sebagai jasad yang parasitik.Walaupun ada kelompok kehidupan atau jasad lain yang dianggap hirup berdasarkan kepada bentuk dan sifatnya tidak sama dengan mikroba tetapi mengingat kepentingan dan asosiasi kehidupannya. Karena tidak mempunyai klorofil. sejak di udara. Tempat hidupnya tersebar di mana-mana. 2. di dalam tanah. Tabel . pada tanaman ataupun pada tubuh manusia atau hewan. pada bahan-bahan. tidak mempunyai klorofil berkembangbiak dengan pembelahan sel atau biner. ada dua kelompok besar lain yang umumnya dimasukkan kedalam Dunia Mikroba yaitu : 1. Kriteria untuk Klasifikasi Bakteri Kriteria sesuai untuk tujuan klasifikasi bakteri termasuk sifat-sifatnya telah diterangkan dalam bab terdahulu. Prosedur pewarnaan seperti pewarnaan gram dapat memberikan perkiraan bakteri memiliki kekerabatan yang dekat.

Ribosom memiliki pesan penting dalam sintesa protein. dan perbedaan susunan di antara gen-gen yang tersebar secara lambat dapat digunakan untuk mengukur hubungan dalam kelompok bakteri yang hubungannya jauh.Famili Genus spesies Entobacteriaceae Escherichia Coli Penyusunan urutan DNA telah menjadi prosedur rutin di laboratorium dan perbandingan susunan DNA diantara beragam gen dapat menggambarkan hubungan mereka perbedaan susunan DNA diantara gen-gen yang tersebar secara cepat dapat digunakan untuk menentukan jarak genetik dari gen-gen yang berhubungan dekat. Virus Bakterial Bakterifage (fage) adalah virus yang menginfeksi bakteri dan hanya dapat bereproduksi di dalam sel bakteri. termasuk biologi seluler dan molekular serta imunologi Fage pada hakekatnya terdiri dari sebuah inti asam nukleat yang terkemas di dalam selubung protein pelindung. hibridisasi DNA dengan rangkaian oligonukleotida padat telah digunakan untuk mengidentifikasi spesies. Gambar Bentuk Sel Tunggal Bakteri(1)coccus.(2)batang.(3)spiral. Penemuan terbaru. Kemudahan relatif dalam penangannya dan kesederhanaan infeksi fage bakteri membuatnya menjadi suatu sistem model bagi penelaahan patogenesitas virus maupun banyak masalah dasar di dalam biologi. Perbandingan susunan dari 165S RNA ribosom dari berbagai sumber biologis menunjukkan adanya hubungan evolusi diantara organisme yang sangat beragam dan menunjukkan adanya kingdom baru. Reproduksi virus bakterial yang virulen . Klasifikasi Virus a. yaitu Arecbaebacteria. Gen penanda RNA ribosom dan protein ribosom telah diturunkan melalui evolusi dan telah disebarkan lebih lambat daripada gen kromosom lainnya.

Jasad ini tidak mempunyai klorofil. dan pembebasan partikel-partikel fage ini di dalam suatu ledakan bersamaan dengan terjadinya lisis sel inang. biosintesis komponenomponen virus dan perakitan serta pematangan virion. penetrasi asam nukleat. Secara morfologis. perakitan partikel-partikel fage baru. Virus Hewan dan Tumbuhan Virus hewan dan virus tumbuhan adalah parasit intraseluler obligat yang sangat kecil. Setiap virus mempunyai sebuah inti pusat asam nukleat dikelilingi oleh kapsid. seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. Sistem ini dimaksudkan untuk menggambarkan klasifikasi alami atau filogenik. virus hewan dan virus tumbuhan dapat ikosashedral. Proses replikasi virus dimulai dengan melekatnya virion pada sel inang.mencakup urutan umum sebagai berikut : adsorbsi partikel fage. Sistem yang secara paling luas digunakan untuk klasifikasi virus terlihat pada sistem ini. sampai dengan telah membentuk tubuh lengkap yang dinamakan tubuh-buah (misalkan pada jamur merang. b. Seperti bakteria. yang diperkenalkan oleh A. Hubungan yang sama sekali tidak jelas melainkan sistem ini menggolongkan virus berdasarkan susunan biasa sifat-sifat kimiawi dan strukturnya yang merupakan sifat tetap yang dapat ditentukan dengan cermat. Loff dan kawan-kawan dalam tahun 1962. seperti kedudukan tempat sintesis virus di dalam sel dan hubungan timbal balik antara inang dan virus. Mushrooms. bentuk susunan kapsid. Klasifikasi Jamur Bentuknya sel tunggal (misal pada ragi). dan sabagiannya). kemudian serat atau filamen (paling banyak di dapatkan). Peristiwa ini disusul dengan penetrasi dan pelepasan selubung. fage-fage virulen telah digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri patogenik. ada tidaknya selubung dan ukuran kapsid. replikasi asam nukleat virus. sifat pertumbuhan virus. Pembagian lebih lanjut didasarkan atas sifat-sifat lain virion itu. Proses ini diakhiri dengan pembebasan virus dari sel inang. sifat pertumbuhan virus. seperti digambarkan oleh kisaran inang. virus dikelompokkan menurut sifat virionnya yaitu semacam asam nukleat. karena dia hidup secara saprofik ataupun parasitik . seperti sejumlah untaian asam nukleat (satu atau dua. berarti sistem ini bukannya mencoba menggambarkan hubungan evolisoner atara virus-virus. halikal bersampul atau kompleks.

Akan tetapi karena ukurannya yang kecil. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan. Klasifikasi Alga-Biru Hijau Berbentuk sel tunggal atau filamen (serat) yang disekelilingnya diselimuti oleh seludang sederhana. disamping pigmen lainnya seperti fikobilin (biru). Misal pada Hydra. terutama pada tanah yang lembab. 2003). fukosantin (coklat) dan fukoeritrin (merah) hidup didalam air. sejak paku-pakuan (Azolla) didalam rongga udara daunnya. atau berbentuk koloni pertumbuhan. maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. di dalam tanah yang lembab atau bersimbiosis dengan jasad lain. atau dengan tanaman tinggi (Cassuarina) dengan karang Peran mikroorganisme dalam khidupan Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (Kusnadi. menempel pada tanaman ataupun bersifat endofitik (hidup di dalam jaringan jasad lain). walaupun ada beberapa yang sudah mempunyai tubuh lengkap dengan bagian-bagian yang dinamakan akar batang dan daun walau semuanya bersifat semu (Chara dan Nitella). karena membentuk akar yang terdiri dari lendir (polisakharida). Mikroorganisme menghasilkan memiliki energi bereproduksi fleksibilitas metabolisme yang tinggi mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. pada air. dkk. Termasuk kedalam kelompok jasad yang fotosintetik karena mempunyai klorofil.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut . atau menempel pada tubuh jasad lain (kulit kurakura) sehingga kelihatannya hewan tersebut mempunyai klorofil karena berawarna hijau. Didapatkan dimana-mana. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan dan antara lain dapat dengan mengalami sendirinya.Klasifikasi Alga-Hijau Bentuknya sama seperti BGA. Ada beberapa yang hidup secara simbiosis dengan jamur membentuk jasad baru yang disebut lichenes (lumut kerak).

Oleh karena aktivitasnya tersebut. misalnya pada bidang mikrobiologi kedokteran dan fitopatologi banyak ditemukan mikroorganisme yang patogen yang menyebabkan penyakit dengan sifat-sifat kehidupannya yang khas. khamir (yeast) dan kapang (mould) dapat menyebabkan perubahan yang tidak dikehendaki pada penampakan visual. dll. 1988). Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang besar. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan Dalam sehingga dianggap daging. Peranan yang Menguntungkan Banyak yang menduga bahwa mikroorganisme membawa dampak yang merugikan bagi kehidupan hewan. seperti bidang pertanian. pembusukan mikroorganisme yang menghasilkan enzim proteolitik mampu merombak proteinprotein. Beberapa manfaat yang dapat diambil antara lain sebagai berikut: . tumbuhan. halofilik. maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan. Mikroorganisme seperti bakteri. kesehatan. mikroorganisme pektinolitik mampu merombak bahan-bahan yang mengandung pektin yang terdapat pada dinding sel tumbuhan (Tarigan. Penggunaan mikroorganisme dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Meskipun demikian. mudah ditumbuhkan dalam media buatan. tekstur atau rasa suatu makanan.sudah ada. dan manusia. seperti proteolitik. lipolitik. Atau berdasarkan kebutuhan hidupnya seperti termofilik. baik pada manusia. dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni. Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. masih banyak manfaat yang dapat diambil dari mikroorganisme-mikroorganisme tersebut. dll. hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. merupakan mikroorganisme pembusuk. 2001). Mikroorganisme ini dikelompokkan berdasarkan tipe aktivitasnya. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan. bau. Pada proses pembusukan sayur dan buah. dan lingkungan. • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut.

dan peternakan hewan. . Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Penyusunan nitrat dilakukan secara bertahap oleh beberapa genus bakteri secara sinergetik. Kajian religi: Surat An-Nur 45: 45. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. Nitrogen bebas merupakan komponen terbesar udara. matahari dan bulan untukmu. lup dan lain-lain. Dan Dia menundukkan malam dan siang. sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop.Bidang pertanian Dalam bidang pertanian. Unsur ini hanya dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan pengambilan khususnya melalui akar. Surat Al-Baqaroh 164: 164. sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. siklus nutrien. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. KESIMPULAN Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Surat An-Nahl 12: 12. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya). maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Pembentukan nitrat dari nitrogen ini dapat terjadi karena adanya mikroorganisme. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2. silih bergantinya malam dan siang. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya.

hewan maupun tumbuhan Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri. yaitu kelompok mikroba yang sudah mempunyai inti yang jelas atau sudah terdiferensiasi. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan sehingga dianggap merupakan mikroorganisme pembusuk.Klasifikasi adalah suatu istilah yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarka dengan taksonomi. Peranan yang Menguntungkan . Ciri-ciri utama suatu mikroorganisme yaitu: a) b) c) d) e) f) g) h) Morfologi Sifat Kimiawi Sifat Biakan Sifat Metabilisme Sifat Antigenik Sifat Genetik Patogenitas Sifat Ekologi Mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan. Karyota. Prokaryota. yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas atau tidak terdiferensiasi. Mikroorganisme terbagi menjadi dua kelopok yaitu: 1. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan yaitu: Peranan yang Merugikan • Penyebab penyakit. 2. • Penyebab kebusukan makanan (spoilage) Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. baik pada manusia.

2008.Pustaka. selain glukosa. Budiyanto Mak. dikenal juga sebagai gula fisiologis. 2008). Sedangkan dalam tumbuhan Glukosa 6-fosfat yang dihasilkan selama fotosintesis adalah precursor dari tiga jenis karbohidrat tumbuhan . Pangantar Mokrobiologi Umum. Anonymous. Hand Out dan Klasifikasi Mikroba. Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl). kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya. atau tingkat glukosa serum.id) diakses tanggal 22 Desember 2008. Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah (Anoymous. seperti fruktosa dan galaktosa. 1995. Jakarta : Djambatan Suriawira U. gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah (Anoymous.Contoh dalam bidang pertanian mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2.(online)(http//www. 1982). 1990. yaitu sukrosa.pustaka. klasifikasi mikroba. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. diatur dengan ketat di dalam tubuh. sebelum orang makan. Konsentrasi gula darah. Bandung : Angkasa 02/26/2009 Ditulis oleh zaifbio | BIOKIMIA | 17 Komentar Glukosa Darah Glukosa adalah gula yang terpenting bagi metabolisme tubuh. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Dwijoseputro. Dasar-dasar Mikrobiologi. Dalam ilmu kedokteran. dan peternakan hewan.co. hanya tingkatan glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin (Anoymous.(online) (http//www.2008. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari. Namun demikian. pati dan selulosa (Lehninger.id) diakses tanggal 22 Desember 2008. 2005) . 2008) Meskipun disebut “gula darah”. siklus nutrien.co. 2008.identifikasi mikroba.

(Online). Gejala-gejalanya adalah perasaan lelah. Salah satu contoh dari gula reduksi adalah galaktosa. rasa mudah tersinggung. laktosa. beberapa diantaranya seperti tebu dan bit gula mengandung sukrosa dalam jumlah yang relatif besar. berkembanglah kondisi yang bisa fatal yang disebut hipoglikemia. manosa. Gula Darah. (Online). . dan lain-lain. Hal ini dikarenakan adanya gugus aldehid atau keton bebas. termasuk kerusakan pada mata. Dari tebu dan bit gula itulah gula diekstraksi secara komersial (Gaman. Sukrosa didapatkan dalam sayuran dan buah-buahan. yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan saraf (Budiyanto. 2002). Galaktosa merupakan komponen dari Cerebrosida. ginjal. nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. Sedangkan salah satu ontoh dari gula reduksi adalah Sukrosa. fungsi mental yang menurun.org). dan kehilangan kesadaran. yang disebut hiperglikemia. 2008) Gula Reduksi Gula reduksi adalah gula yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi. Penolakan Insulin. Contoh gula yang termasuk gula reduksi adalah glukosa. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. maltosa. Anoymous. (www. 1992).Pengaruh langsung dari masalah gula darah Bila level gula darah menurun terlalu rendah.wikipedia. tetapi merupakan hasil hidrolisis dari gula susu (laktosa) melalui proses metabolisme akan diolah menjadi glukosa yang dapat memasuki siklus kreb’s untuk diproses menjadi energi. Sukrosa adalah senyawa yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai gula dan dihasilkan dalam tanaman dengan jalan mengkondensasikan glukosa dan fruktosa. DAFTAR PUSTAKA Anoymous.org). Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang berkepanjangan pula yang berkaitan dengan diabetes. (www. 2008).wikipedia. 2008. 2008. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. Bila levelnya tetap tinggi. Senyawa-senyawa yang mengoksidasi atau bersifat reduktor adalah logam-logam oksidator seperti Cu (II). Galaktosa merupakan gula yang tidak ditemui di alam bebas. dan saraf (Anoymous. Sedangkan yang termasuk dalam gula non reduksi adalah sukrosa (Team Laboratorium Kimia UMM. fruktosa.

Team Laboratorium Kimia UMM. Sherington.Dasar Ilmu Gizi. 1992. Dasar-Dasar Biokimia.go.M. Lehninger. Laboratorium Kimia UMM: Malang http://zaifbio. Diakses Tanggal 17 Oktober 2008. M. dan K. Ilmu Pangan: Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi. 2002. UGM Press: Jogjakarta.wordpress.id).depkes. 2005. Albert. 2008.Anoymous. Dasar.com/category/biokimia/ . 1982. Budiyanto. P. Jumlah Penderita Diabetes Indonesia Ranking ke-4 Di Dunia. (www. Erlangga: Jakarta.A. UMM Press: Malang. Gaman.K. Penuntun Praktikum Biokimia Bioligi.B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful