P. 1
kumpulan Kespro

kumpulan Kespro

|Views: 1,000|Likes:
Published by tyassihita

More info:

Published by: tyassihita on Jan 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

Tesis Peran Posyandu Dalam Penyebaran Informasi Tentang Keluarga Berencana Dan Kesehatan Reproduksi Di Kecamatan X Kota X

|| Kategori : tesis studi pembangunan (Kode STUDPEMBX0013) : Tesis Peran Posyandu Dalam Penyebaran Informasi Tentang Keluarga Berencana Dan Kesehatan Reproduksi Di Kecamatan X Kota X BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Berbicara mengenai peranan pembangunan dan masalah-masalah kesehatan yang mendasar pada pola dan arah strategi pembangunan kesehatan, maka tidak terlepas dari masalah komunikasi, penyebaran informasi dan diterima atau tidaknya suatu gagasan baru tersebut. Gagasan baru dapat tersebar dengan melalui proses difusi inovasi. Dalam usaha membangun kesehatan maka peranan komunikasi sangat penting. Komponennya yaitu komunikator berperan sebagai gerakan aktivitas informasi, motivasi dan edukasi masyarakat bisa memahami kesehatan. Bahwa kesehatan itu pada dasarnya menyangkut semua kehidupan, baik kehidupan perseorangan, keluarga, kelompok manusia, masyarakat luas maupun bangsa. Dengan kata lain, ruang lingkup dan jangkauannya sangat luas. Menurut Roekmono dan Setiady (1985) masyarakat tidak hanya membatasi diri kepada individu yang tidak sakit dan memerlukan pengobatan, melainkan ingin melihat manusia dalam interaksi manusia dengan lingkungan dimana ia hidup. Sekaligus dalam pengertian ini termasuk interaksi manusia dengan beberapa pranata dalam kehidupan kebudayaan. Beberapa contoh diantaranya yang relevan disini adalah pranata sosial budaya, pranata pelayanan kesehatan modern, pranata pengobatan tradisional dan pranata pendidikan. Juga Hapsara (1986) menjelaskan bahwa orientasi upaya kesehatan yang semula berupa upaya penyembuhan penderita berkembang secara berangsur-angsur ke arah kesatuan upaya peningkatan kesehatan untuk seluruh masyarakat yang mencakup peningkatan (promotive), pencegahan (preventive), penyembuhan (curative) dan pemeliharaan (rehabilitasi) yang menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. Upaya peningkatan kesehatan itu dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial budaya termasuk ekonomi, lingkungan fisik dan biologik yang semuanya bersifat dinamis dan kompleks serta tidak lepas dari pengaruh perkembangan dunia internasional. Jelaslah bahwa upaya peningkatan kesehatan cukup luas dan kompleks masalahnya sehingga memerlukan usaha yang intensip dan mantap (dalam menangani masalah-masalah kesehatan dan pembangunan kesehatan). Berbagai faktor yang perlu diperhatikan, antara lain faktor lingkungan yang selalu berubah dan berpengaruh pada pola atau arah strategi pembangunan kesehatan nasional. Masalah-masalah kesehatan semakin bertambah kompleks di Indonesia, misalnya, banyak masalah-masalah dan pembangunan kesehatan dipengaruhi oleh faktor lainnya, sehingga pola atau arah dan pembangunan kesehatan nasional dipengaruhi pula. Dalam mengatasi masalahmasalah kesehatan yang semakin kompleks tersebut Departemen Kesehatan telah membentuk suatu Sistem Kesehatan Nasional (SKN) Adapun pemikiran dasar Sistem Kesehatan Nasional pada pokoknya meliputi antara lain, tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk dan terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit yang

dilakukan secara terpadu dan pemerintah mengusahakan pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau oleh seluruh rakyat. Lebih terperinci lagi pembangunan kesehatan dirumuskan dalam RPJPK dan dijabarkan dalam RP3JPK. RPJPK ini merupakan kemauan (Karsa), dan karsa ini ditetapkan dalam Panca Karsa Husada, yang terdiri dari: - peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam kesehatan, - perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan, - peningkatan status gizi masyarakat., - pengurangan kesakitan dan kematian, Untuk mencapai kelima karsa tersebut diatas ditetapkan pula upaya pokok, yang disebut Panca Karya Husada dan terdiri dari: - peningkatan dan pemantapan upaya kesehatan, - pengembangan tenaga kesehatan, - pengendalian, pengadaan dan pengawasan obat, makanan dan bahan berbahaya bagi kesehatan, - perbaikan gizi dan peningkatan kesehatan lingkungan, - peningkatan dan pemantapan manjemen hukum. - pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan makin diterimanya norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Kelima karya ini ditegaskan dalam 15 pokok program. Dalam Sistem Kesehatan Nasional disebutkan bahwa dalam bentuk pokok penyelenggarannya dilakukan melalui upaya kesehatan Puskesmas, peran serta masyarakat dan rujukan upaya kesehatan. Upaya ini telah diterjemahkan dalam bentuk operasionalnya bedasarkan jenis dan tingkat pelayanannya dan melihat wilayah cakupannya. Atas dasar ini, maka didapatkan suatu sistem upaya pelayanan kesehatan. Upaya pelayanan kesehatan merupakan suatu jaringan pelayanan kesehatan yang dimulai dari tingkat yang terbawah, pada setiap rumah tangga, sampai dengan tingkat teratas yang mempunyai kecanggihan profesional. Komponen dan tingkatan sistem pelayanan kesehatan digambarkan oleh Soebagyo Oetomo (1987) dalam suatu hirarki sebagai berikut: ** BAGIAN INI SENGAJA TIDAK DITAMPILKAN ** Dalam peningkatan kemampuan setiap orang atau keluarga untuk dapat menyelesaikan masalah kesehatan sendiri dalam mewujudkan hidup sehat yang diperlukan adalah hierarki profesional dan jaringan pelayanan masyarakat dan keluarga untuk mewujudkan maksud di atas. Dengan menggunakan Puskesmas sebagai penggerak tumbuhnya jaringan pelayanan masyarakat maka diadakan suatu forum yang dapat mendukung usaha pelayanan profesional dan masyarakat. Terutama, dalam mendorong kemampuan masyarakat untuk hidup sehat, maka dihidupkan kembali strategi oleh Departemen Kesehatan yaitu pos pelayanan terpadu (posyandu). Posyandu merupakan usaha untuk melibatkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Berkaitan dengan posyandu, Suyono Yahya (1987) menjelaskan bahwa dalam hierarki pelayanan kesehatan posyandu adalah jembatan upaya-upaya pelayanan profesional dan pelayanan non-profesional yang dapat dikembangkan oleh masyarakat dan keluarga. Demikian juga Sonja P. Roesma (1987) menjelaskan bahwa posyandu merupakan usaha keterpaduan karena program yang berdaya ungkit besar bagi penurunan angka kematian bayi, balita dan ibu, sektor yang berkaitan erat dengan pembangunan kesehatan antara lain kependudukan, pertanian, pendidikan, pelayanan kesehatan profesional dan nonprofesional/masyarakat. Dari uraian diatas jelaslah bahwa posyandu merupakan salah satu bentuk operasional pemberian kesehatan pada masyarakat secara langsung. Karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang

Dalam meneliti peran posyandu. yaitu bagaimana suatu inovasi disebarluaskan kepada masyarakat. peran komunikasi sangat penting untuk berperan dalam menciptakan partisipasi masyarakat. Hal tersebut dilakukan berbagai cara berdasarkan kondisi dan situasi masyarakat setempat. dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta saluran-saluran komunikasi interpersonal telah digunakan sebagai saluran komunikasi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Partisipasi dan komunikasi hanya dapat dicapai apabila sistem nilai. posyandu perlu ditunjang oleh adanya suatu kegiatan komunikasi yang bekerja secara aktif dalam menyebar luaskan pesan-pesan kesehatan dalam masyarakat. sistem sosial budaya dan struktur sosial masyarakat dimanfaatkan. Badan Perwakilan Desa (BPD). kegiatan komunikasi dapat dilakukan dengan mengajak para pemuka masyarakat terlebih dahulu. Peran serta masyarakat ini diperoleh melalui rekayasa masyarakat. studi ini mencoba menggambarkan dari segi komunikasi kesehatan dan inovasi kesehatan. Dengan demikian. masih banyaknya jumlah penduduk yang tinggal dipedesaan. Sasaran posyandu adalah terutama masyarakat desa dengan tujuan memperkenalkan inovasi kesehatan dan teknologi kesehatan. terhadan program kesehatan. yaitu penyuluhan kesehatan. Dengan penjelasan yang diberikan oleh posyandu maka akan tercipta interaksi antara pemberi pelayanan kesehatan dan masyarakat sebagai penerima pesan-pesan kesehatan. Lembaga Musyawarah Desa (LMD/Tuha Empat dan Tuha Delapan) Lembaga Masyarakat Desa. komunikasi dengan masyarakat desa lebih diutamakan karena komunikasi dengan masyarakat desa merupakan bagian dari komunikasi dengan masyarakat Indonesia seluruhnya. maka langkah pertama yang ditempuh adalah memberi penjelasan masyarakat tentang berbagai kegiatan posyandu. Posyandu adalah medium dan organisasi sebagai sumber pesan-pesan kesehatan penting untuk diteliti. diterima dan dilaksanakan dengan baik. Dalam melaksanakan pembangunan kesehatan. Kedua unsur penting itu dijelaskan oleh Astrid Sosanto (1978) sebagai berikut isi komunikasi yang sering merupakan halhal baru (inovasi) bagi penduduk desa. Dengan demikian. Kegiatan komunikasi pada pokoknya adalah menyebarluaskan dan meningkatkan pemahaman tentang infomasi yang disampaikan itu. Informasi yang disampaikan oleh provider dan kader perlu dipahami oleh pihak penerima atau masyarakat sehingga apa yang dimaksud oleh posyandu. Posyandu menetapkan programnya yaitu pembangunan kesehatan masyarakat desa. dapat dilakukan melalui komunikasi. adanya latar belakang sosial budaya yang sering berbeda antara pembuat konsep isi pesan ataupun pembawa pesan (komunikator) dengan penduduk pedesaan. posyandu merupakan forum komunikasi dan pelayanan di masyarakat antara sektor yang memadukan kegiatan pembangunan sektoralnya dengan kegiatan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memecahkan masalahnya alih melalui teknologi. Justru itu. Pemuka masyarakat sangat efektif. informasi. Oleh karena.kekuatannya terletak pada pelayanan kesehatan dasar dan kerja sama lintas sektor. dan motivasi serta upaya penggerak masyarakat. Lembaga-lembaga sosial seperti. Justeru itu. . Yang termasuk pemuka masyarakat adalah pemimpin formal dan informal. Kedua faktor di atas masing-masing menunjukkan situasi komunikasi inovasi. terutama pemimpin informal karena ia mengenal masyarakat dan oleh masyarakat setempat dianggap sebagai tokoh atau pemimpin yang mengetahui banyak masalah-masalah sosial dan kemasyaraktan. terutama untuk melihat peranannya dalam meningkatkan partisipasi masyakarat dalam program kesehatan. Untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat pedesaan tentang peningkatan kesehatan dan hidup dalam lingkungan sehat ada dua unsur penting yang perlu dicatat. Strategi posyandu adalah memanfaatkan pemuka masyarakat di samping organisasi sosial sebagai saluran komunikasi.

Bagaimana anggota sistem sosial (ibu-ibu balita) mencari informasi tentang pengobatan modern terutama mengenai KB dan kesehatan reproduksi? 3. Norma sistem sosial adalah pedoman tingkah laku yang telah dianut oleh suatu anggota sistem sosial tertentu. dan ahli-ahli kesehatan saja. maka penulis perlu membatasi untuk memberikan kajian yang ini. Dalam kajian ini fokus utamanya adalah untuk melihat peranan posyandu sebagai penyebar gagasan baru di bidang kesehatan pada masyarakat desa. Studi-studi difusi inovasi terutama menelaah tentang pesan-pesan yang berupa gagasan baru. Masalahnya bukan hanya menyangkutkesehatan semata-mata tetapi faktor sosial budaya. Untuk mengetahui saluran-saluran komunikasi ikut mendukung peran posyandu. penulis mencoba merumuskan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1.4. Dapat merintangi atau sebaliknya dapat pula memudahkan proses difusi inovasi. Sebaliknya struktur sosial dan norma sistem sosial desa kemungkinan bisa berpengaruh. pendidikan. pola hubungan interpersonal sangat kuat. Struktur sosial adalah lembaga-lembaga formal dan informal yang ada dalam masyarakat desa seperti birokrasi pemerintahan desa. 1. 1. Jika dilihat dari sudut ini. Manfaat Kajian Hasil kajian ini diharapkan secara teoritis dapat mendukung pengembangan studi komunikasi. tetapi masalah kesehatan juga merupakan tanggung jawab para ahli ilmu sosial. Demikian juga difusi inovasi bisa pula merubah struktur sosial dan norma sistem sosial suatu masyarakat.5. Masyarakat tradisional memiliki ciri-ciri antara lain berpendidikan relatif rendah. Perumusan Masalah Seperti diketahui bahwa masalah kesehatan sangat luas ruang lingkupnya dan sangat kompleks. Bagaimana pandangan lembaga-lembaga formal. Dari kondisi ini maka pengenalan terhadan pengobatan modern relatif masih rendah dan pengenaan media massa juga rendah. . Dengan demikian struktur sosial dan norma sistem sosial masyarakat desa mempunyai pengaruh terhadan tingkah laku orang-orang dewasa serta perubahannya dalam menjawab tantangan komunikasi.2. kehidupan sosial ekonomi lemah. maka masalah kesehatan bukan hanya masalah dokter. Tujuan Kajian Tujuan dari kajian ini adalah untuk melihat peran posyandu dalam menyebarluaskan informasi kesehatan. Ruang Lingkup Kajian Ruang lingkup penulisan ini adalah komunikasi dengan pengkhususan masalah komunikasi KB dan kesehatan reproduksi terutama peranan komunikasi dalam melaksanakan difusi inovasi kesehatan. Karena luasnya masalah kesehatan. Sebaliknya pola komunikasi yang banyak digunakan adalah komunikasi interpersonal. Struktur sosial dan norma sistem sosial masyarakat desa pada umumnya bersifat tradisional. ekonomi. Dengan bertitik tolak atas permasalahan-permasalahan tersebut di atas. informal dan anggota sistem sosial (ibu-ibu balita) terhadan proses difusi inovasi kesehatan modern yang dilakukan oleh posyandu terutama mengenai KB dan kesehatan reproduksi? 2. sedikit sekali komunikasi yang dilakukan oleh anggota sistem dengan pihak luar.1. masalah akan dibatasi tentang Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi.3. Titik berat kesehatan dalam program kesehatan serta sejauh mana posyandu sebagai sumber atau medium dalam menyalurkan pesan-pesan kesehatan. Bagaimana peranan kader dalam penyebaran inovasi kesehatan modern terutama mengenai KB dan kesehatan reproduksi? 1. sikap dan kepercayaan turut berpengaruh didalamnya.

Penggunaan KB pil menurun diperkirakan 10-20%. Dengan telah berubahnya paradigma dalam pengelolaan masalah kependudukan dan pembangunan dari pendekatan pengendalian populasi dan penurunan fertilitas menjadi pendekatan yang berfokus pada kesehatan reproduksi serta hak reproduksi. Pada tahun 2006 penggunaan KB suntik menurun diperkirakan 10-30%. Keluarga Berencana BAB I PENDAHULUAN A.bkkbn. menjarangkan anak (spacing) atau membatasi (limiting) jumlah anak yang diinginkan sesuai dengan keamanan medis serta kemungkinan kembalinya fase kesuburan (ferundity). Maka pelayanan Keluarga Berencana harus menjadi lebih berkualitas serta memperhatikan hak-hak dari klien/ masyarakat dalam memilih metode kontrasepsi yang diinginkan (Prof. Secara praktis dapat mendukung kebijaksanaan posyandu dalam program kesehatan masyarakat.bkkbn.php). sehingga meningkatkan angka kehamilan di desa Pengkol.articles. kesehatan individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi (Depkes RI.khususnya komunikasi kesehatan. Di Indonesia khususnya di wilayah Jawa Tengah terutama di desa Pengkol. KB.id/gemapria/articles. Sebelumnya ibu mencari informasi terlebih dahulu tentang cara-cara KB berdasarkan informasi yang lengkap. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. (http:/psikis. dua kali lebih besar dari angka kematian balita di Filipina atau Thailand. akurat dan benar.php) KB merupakan program yang berfungsi bagi pasangan untuk menunda kelahiran anak pertama (post poning). Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit. Pada tahun 2005 angka tersebut turun . Sebenarnya ada cara yang baik dalam pemilihan alat kontrasepsi bagi ibu. Untuk itu dalam memutuskan suatu cara kontrasepsi sebaiknya mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi yang rasional.go. kecamatan Tanon dengan jumlah penduduk wanita 1802. 2003). karena dengan mutu pelayanan Keluarga Berencana berkualitas diharapkan akan dapat meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan. Abdul Bari Saifuddin.go. Pelayanan Keluarga Berencana yang merupakan salah satu didalam paket Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial perlu mendapatkan perhatian yang serius.id/gemopria. dr. Pada tahun 1960 angka kematian balita mencapai lebih dari 200 per 1000 orang. 5% umur 40 tahun keatas. tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB. Latar Belakang Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita. meskipun tidak selalu diakui demikian. 1998). orang yang mengalami kehamilan cukup tinggi pada umur 20 – 30 tahun adalah 70%. 25% umur 31 – 40 tahun. efektif dan efisien (http:/psikis.

Manfaat Penelitian Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah: 1. Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi. B. Tujuan Khusus Tujuan khusus pada penelitian ini adalah: a. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut diatas. Seorang anak yang lahir pada tahun 1940 hanya memiliki sekitar 60% kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Ada beberapa kemungkinan kurang berhasilnya program KB diantaranya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu dan faktor pendukung lainnya.hingga kurang dari 50 per 1000 orang. Dengan adanya tingkat pengetahuan ibu yang meningkat maka ibu akan mempunyai pengetahuan tentang KB. Tujuan Penelitian 1. lebih dari 90% anakanak yang lahir sejak tahun 1980 berhasil menamatkan pendidikan sekolah menengah pertama. mulai dari yang tidak lulus sekolah dasar sampai pada ibu yang pernah belajar dari perguruan tinggi. yang merupakan salah satu penurunan tertinggi yang terjadi di kawasan ini. 2003). sehingga apalah ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi? C. maka dapat diasumsikan permasalahan kurangnya pengetahuan ibu dalam KB. Untuk mempelajari tentang pengetahuan ibu dan KB penting untuk dilakukan suatu penelitian tentang “Hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi di Desa Pengkol Kabupaten Sragen”. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan dengan pemilihan alat kontrasepsi. D. Dengan adanya keikutsertaan dalam KB maka dapat mengurangi dampak kehamilan yang ditimbulkan. Untuk mempunyai sikap yang positif tentang KB diperlukan pengetahuan yang baik. 40% untuk menamatkan sekolah dasar dan 15% untuk menamatkan pendidikan di sekolah menengah pertama. 2. Tujuan Umum Tujuan umum pada penelitian ini adalah mempelajari hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi. demikian sebaliknya bila pengetahuan kurang maka kepatuhan menjalani program KB berkurang (Notoatmojo. . Desa Pengkol dipilih sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan jumlah penduduk desa Pengkol tergolong cukup banyak dengan tingkat pendidikan yang sangat bervariasi terutama pada ibu. 2. Sebagian besar kemajuan yang diperoleh semata-mata berkaitan dengan peningkatan pendapatan. c. demikian sebaliknya bila pengetahuan yang baik. Sehubungan dengan kondisi di atas penulis merasa perlu meneliti pengetahuan ibu terhadap KB. b. Salah satu analisis tentang program Keluarga Berencana Indonesia yang sangat luas menunjukkan bahwa sebagian besar pengurangan fertilitas berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan peningkatan jenjang pendidikan (Gertler dan Molyneaux). Mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi. Untuk meningkatkan efektivitas KB perlu dilakukan suatu sikap dan pengetahuan yang menunjang dari ibu. Pendapatan perkapita berlipat ganda antara tahun 1970 sampai dengan 1980 dan berlipat ganda lagi pada akhir tahun 1990 (sebelum terjadi krisis ekonomi tahun 1997). Sebaliknya.

mencegah dan menanggulangi infeksi saluran reproduksi serta penyakit menular seksual. membantu perawatan ibu dan bayi setelah persalinan. hanya berkisar 1. Selain itu. (atk) . perlu upaya sangat keras dari pelaksana program untuk mencapai target partisipasi pria menjadi delapan persen di akhir tahun 2004. Peningkatan partisipasi pria diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu. Masalah KB dan kesehatan reproduksi masih dipandang sebagai tanggung jawab perempuan. Hal itu mengemuka dalam acara evaluasi pelaksanaan peningkatan partisipasi pria dalam program KB dan kesehatan reproduksi pekan ini. Sebagai bahan masukan yang digunakan untuk penerapan KB dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Karena itu. antara lain membantu mempertahankan dan meningkatkan kesehatan ibu hamil. termasuk HIV/AIDS. ditakutkan akan menyebabkan impoten. merencanakan persalinan aman oleh tenaga medis.Partisipasi KB Pria Masih Rendah Peran pria dalam keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi masih rendah. Peran pria dalam KB antara lain sebagai peserta KB dan mendukung pasangan menggunakan alat kontrasepsi. Pendekatan yang diterapkan dalam meningkatkan peran pria dalam KB dan kesehatan reproduksi adalah menempatkan pria untuk memperoleh informasi yang benar. Sedang dalam kesehatan reproduksi. masyarakat. Keluarga Berencana Senin. budaya. menghindari keterlambatan dalam mencari pertolongan medis.3. menjadi penyebab rendahnya partisipasi pria. Kondisi lingkungan sosial. menghindari kekerasan terhadap perempuan. bayi dan anak. Sedangkan kondom dianggap mengurangi kenikmatan dalam hubungan seksual. Demikian Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Khofifah Indar Parawansa. ada keterbatasan penerimaan dan aksesabilitas pelayanan kontrasepsi pria. jauh dari target tahun 2001 sebesar 2.41 persen.net . 3 Desember. serta tidak bias jender dalam menafsirkan kaidah agama. merepotkan. Pengetahuan rendah itu misalnya vasektomi. Pengetahuan dan kesadaran pria dan keluarga mengenai KB masih relatif rendah. dan keluarga yang masih menganggap partisipasi pria belum penting dilakukan. mencegah penularan penyakit menular seksual. dalam rangka mewujudkan Keluarga Berkualitas tahun 2015. dan dipersepsikan hanya untuk penderita atau mencegah penyakit kelamin dan HIV/AIDS saja. menurunkan angka kematian ibu dan bayi.1 persen. 2001 oleh: Gsianturi Keluarga Berencana Gizi. menjadi ayah yang bertanggung jawab.

691. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh seorang anak laki-laki pelajar SMP kelas 3. yang menurut pendapat mereka cukup saru/porno. Dalam kasus lainnya. dan pelaku tidak mampu menahan diri. Dalam pengakuannya kepada pihak kepolisian. 14 Maret 2005 WACANA Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Oleh: Farid Husni DALAM harian lokal di Jawa Tengah. Kesehatan Reproduksi Menurut data statistik. di dalam angkot tersebut ternyata mereka tidak membicarakan ulangan tersebut. sampai hal itu terbawa mimpi). Yang menarik untuk disimak. gambarnya bagus tapi kok porno ya. sampe kegawa mimpi" (Wah saya sampai merinding membaca komik tersebut. Pengakuan lain dari pelaku adalah pemaksaan kepada korban untuk melakukan hubungan intim dipicu setelah pelaku menyaksikan VCD porno dengan teman-temannya. jumlah penduduk di Jawa Tengah pada tahun 2002 mencapai 31. tampaknya sudah cukup menggambarkan kepada kita.866 jiwa.787. di pinggiran kota Semarang. gambare apik tapi kok saru ya. sekitar bulan Oktober 2004. di Semarang. bahwa ada persoalan-persoalan yang melanda pada remaja kita.Sumber : KoSenin. "Wah aku sampe mrinding moco komik kuwi. pelaku pembunuhan mengaku bahwa tindakannya tersebut terpaksa ia lakukan karena korban menolak untuk diajak hubungan intim.143 (49. sehingga terjadilah peristiwa yang memilukan tersebut. dalam angkot. namun mereka membicarakan komik kartun. terdiri atas 15. Dua contoh peristiwa tersebut di atas. Persoalan bagaimana mengelola informasi yang diterima menjadi sangat berguna bukan menjadikan pemicu tindak kriminal. Penolakan korban memicu pelaku marah dan kemudian dengan tega melakukan pembunuhan kepada korban yang ternyata juga kawan bermain. beberapa pelajar SMP perempuan baru saja pulang seusai mengikuti ulangan umum di sekolahnya. yang baru saja terjadi belum lama ini. diberitakan kasus pembunuhan yang menimpa seorang anak perempuan kelas 6 SD.81%) .

mungkin anak/ remaja di desa lebih rendah pengetahuannya dibandingkan dengan anak/remaja perkotaan.505. dan pengetahuan fungsi organ reproduksi. Permasalahan tersebut adalah. (28.904. teman 10.28 % pengetahuan cukup sedangkan 19.22 % pengetahuannya rendah. khususnya di kota Semarang.3 %. Dari berbagai sumber yang dikumpulkan.3 %. prilaku remaja yang berpacaran -juga tergambar dari survei yang juga dilakukan oleh Youth Center Pilar PKBI Jawa Tengah.saling ngobrol 100 %. tempat kos /kontrak 32 %. berpegangan tangan 93. rendahnya pengetahuan. dan 15. Dari jumlah tersebut.3 % dan pekerja seks 9. cara-cara merawat organ reproduksi.9 %. Sedangkan tempat untuk melakukan hubungan seks adalah rumah sendiri/pacar 30 %. sekitar 9. layanan dan pendidikan kesehatan reproduksi remaja menjadi . maka pemberian informasi. Dari survei yang dilakukan Youth Center Pilar PKBI Jawa Tengah 2004 di Semarang mengungkapkan bahwa dengan pertayaan-pertanyaan tentang proses terjadinya bayi. berciuman bibir 60.laki-laki. Alasan mereka melakukan hubungan seks adalah coba-coba 15. Bagaimana dengan anak/ remaja yang ada di pedesaan? Dengan segala keterbatasan yang ada di desa. mencium leher 36. terutama mereka yang menjadi ibu dan melahirkan.19 %) perempuan. bahkan dalam beberapa aspek (pengetahuan HIV/ AIDS). mencium pipi /kening 84.1 % saling meraba (payudara dan kelamin) 25 %.9 %.4 %. Data yang dikemukakan di atas adalah data-data tentang remaja perkotaan. Keluarga Berencana.5 %. hotel 28 %. anemia. angka-angka di atas diyakini tidak berbeda jauh. Jumlah ini relatif cukup besar.46%) adalah mereka yang berusia anak/remaja.50 % pengetahuan memadai. karena mereka akan menjadi generasi penerus yang akan menggantikan kita di masa yang akan datang.6 %. sebagai ungkapan rasa cinta 43. Status/keadaan kesehatan mereka saat ini akan sangat menentukan kesehatan mereka di saat dewasa. pasangannya adalah pacar 78. dan lainnya 9 %. ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh remaja pada area kesehatan reproduksi. cara-cara pencegahan HIV/AIDS. Khusus untuk yang melakukan hubungan seks.019. kebutuhan biologis 29. khususnya bagi perempuan. diperoleh informasi bahwa 43. Dengan makin banyaknya persoalan kesehatan reproduksi remaja.723 (50. 37.3 %. dan melakukan hubungan seks 7. Di sisi lain. pertama.6 %.

terjadi stigmatisasi dan diskriminasi dan menjadikan kasus ini tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Dengan memperluas akses informasi tentang kesehatan reproduksi remaja yang benar dan jujur bagi remaja akan membuat remaja makin sadar terhadap tanggung jawab perilaku reproduksinya. pola pakaian yang serba putih. terbatasnya jam buka. khususnya kepada anak perempuan. Masyarakat cenderung menyalahkan korban. Pihak sekolah selalu beralasan. hampir bisa dipastikan siswi yang mengalami kasus ini harus berhenti dari sekolah atau dikeluarkan. dan nilai-nilai normatif tenaga provider yang tidak gaul menjadi penyebab utama enggannya remaja datang ke tempat pelayanan tersebut. Permasalahan remaja yang disebutkan di atas berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi. Puskesmas sebagai institusi yang menyediakan pelayanan dasar kesehatan di tingkat grass root. Kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi. dan seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi. Akibatnya. bukannya empati. Di sisi lain. dengan memberikan izin sekolah bagi siswi hamil. Alasannya. nama baik sekolah akan tercermar dan perbuatan tersebut akan . maupun kehamilan yang tidak dikehendaki (hamil di luar nikah). layanan yang disediakan tidak mampu diakses oleh remaja dengan baik. namun akses remaja terhadap tempat layanan tersebut sangatlah rendah. Sebab lainnya adalah terbatasnya jenis layanan. Beberapa data mengungkapkan bahwa setting ruangan. pola pelayanan. remaja sendiri mengalami perubahan fisik yang cepat. Di masyarakat. baik karena kasus perkosaan. Kedua. kasus-kasus kehamilan yang tidak dikehendaki selalu dipandang dengan muatan-muatan yang sarat dengan moral. Akibatnya.sangat penting. Tindakan ini masih dianggap sebagai tindakan kejahatan yang ancaman hukumannya denda 500 juta rupiah dan penjara 15 tahun (UU Kesehatan). menjadi hambatan tersendiri untuk dilakukan pelayanan. akibat kehamilan yang tidak dikehendaki ini. UU Kesehatan dan KUHP kita belum dapat mengakomodir usulan pelayanan ini. belum mampu memenuhi pelayanan kesehatan reproduksi yang dibutuhkan oleh remaja. akses layanan yang terbatas. Data menunjukkan. Akses untuk mendapatkan informasi bagi remaja banyak yang tertutup. Meski Puskesmas sebagai tempat Klinik Reproduksi Remaja (Klinik Peduli Remaja) sudah dicanangkan pemerintah.

maka ada beberapa upaya yang harus dilakukan secara terpadu dan lintas sektor. baik pemerintah maupun masyarakat. termasuk anak dan remaja) harus mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang memadai. bukan lagi menyalahkan korban dengan alasan-alasan yang tidak rasional. Harus ada keyakinan bersama bahwa membangun generasi penerus yang berkualitas perlu dimulai sejak anak. maka dalam rangka menjamin pemenuhan hak seksual dan kesehatan reproduksi untuk remaja. harus ada kesadaran bersama bahwa upaya yang dilakukan saat ini tidak serta merta tampak hasilnya. Maka bila ada golongan tertentu (anak/remaja) yang karena sebab-sebab tertentu tidak dapat mengakses pelayanan. sehingga harus ada perubahan cara pandang atas kasus ini dari muatan moral menjadi muatan empati. Perlu Pendidikan Melihat besarnya permasalahan dan dampaknya di masa depan untuk generasi mendatang. Dengan demikian. pihak perempuanlah yang paling dirugikan bila kasus ini benar-benar terjadi. Pendapat ini baru asumsi/ pandangan dan belum tentu kebenarannya. maka setiap orang (laki-laki dan perempuan. bahkan sejak dalam kandungan. Pemberian informasi ini dengan tujuan meningkatkan pengetahuan yang pada gilirannya mampu memberikan pilihan kepada . di mana hak-hak korban harus dilindungi dan diperjuangkan secara bersama-sama. seperti yang dibahas di International Conference of Population and Development (ICPD) di Kairo tahun 1994. Upaya-upaya yang perlu dilakukan adalah pemberian informasi kesehatan reproduksi dalam berbagai bentuk sedini mungkin kepada seluruh segmen remaja. baik di perkotaan maupun di pedesaan. maka hal tersebut termasuk pelanggaran hak. paling tidak hak untuk mendapatkan pendidikan sesuai dengan Konvensi Hak Anak. perlu dibangun komitmen bersama antarelemen.ditiru oleh murid-murid lainnya. namun perlu waktu panjang untuk memetik hasilnya. Untuk itu. Mengacu pada isu-isu global. tanpa diskriminasi. Kasus kehamilan yang tidak dikehendaki ini merupakan kasus yang berakibat terjadinya diskriminasi dan merupakan pelanggaran atas hak-hak anak. yang menetapkan kesehatan reproduksi remaja sebagai agenda/isu bersama dan penting. Untuk itu. seperti menuduh korban sebagai pihak yang memicu terjadinya perbuatan tersebut dengan memakai pakaian-pakaian seksi dan sejenisnya.

HIV/AIDS. Kebijakan itu misalnya dengan memberikan keputusan bahwa seluruh sekolah.remaja untuk bertindak secara bertanggung jawab. namun merupakan sekumpulan pengetahuan yang berisi tentang pengenalan dan fungsi-fungsi organ reproduksi (termasuk di dalamnya proses terjadinya menstruasi dan mimpi basah). Pendidikan kesehatan reproduksi yang dimaksud di sini tidak ada hubungannya dengan teknik-teknik hubungan seks. maka dapat saja hal itu dilakukan. Dengan memberikan waktu khusus pendidikan kesehatan reproduksi remaja . Hal ini dapat dibuktikan dengan keberhasilan pendidikan bahasa Jawa tersebut. Informasi ini memberikan makna kepada kita bahwa bila para stakeholder pendidikan. Untuk itu. Oleh karena itu. adalah momentum yang menguntungkan dan tepat untuk melahirkan kebijakan ini. terutama Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi mempunyai komitmen yang kuat. baik kepada dirinya maupun keluarga dan masyarakat. Beberapa hari yang lalu di harian Suara Merdeka memberitakan bahwa pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyetujui pendidikan bahasa Jawa sebagai muatan lokal untuk seluruh jenjang pendidikan dari SD sampai dengan SMU. Dengan lahirnya kebijakan ini. baik negeri maupun swasta mempunyai kewajiban memberikan informasi kesehatan reproduksi remaja mulai SD hingga SMU. Pemerintah bersama LSM dan masyarakat dapat menjadi inisiator lahirnya kebijakan ini menjadi perda atau sejenisnya. maka sudah tidak ada alasan lagi bagi berbagai pihak yang menentang pemberian informasi kesehatan reproduksi dengan alasan-alasan yang tidak rasional. di era otonomi daerah seperti sekarang ini. pengetahuan tentang gender dan risiko-risiko hubungan seks yang tidak bertanggung jawab. pengetahuan infeksi. Sama halnya dengan pendidikan bahasa Jawa. proses terjadinya pembuahan. Alasan yang dikemukakan berbagai pihak adalah perlunya menjaga budaya dan jati diri bangsa agar tidak hilang dalam situasi global saat ini. diharapkan ada perlakukan yang sama untuk memberlakukan pendidikan kesehatan reproduksi remaja sebagai muatan lokal di seluruh jenjang pendidikan dari SD hingga SMU. kurikulum pendidikan kesehatan reproduksi remaja juga berbeda antara yang diberikan kepada SD ataupun SMU. tentunya di tiap jenjang pendidikan.

(29) -Farid Husni. Bagaimanapun juga. mental dan spiritual harus dijelaskan secara seimbang dengan hal-hal yang terkait dengan moral /agama bila sampai terjadi perilaku seks yang tidak bertanggung jawab. Area pembatas kedua hal ini sudah sangat jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.dalam sekolah. Upaya ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak. baik dalam bentuk tulisan. 30 November 2001 . Direktur Pelaksana Daerah PKBI Jawa Tengah. mpas. Kita sepakat. karena di dalam informasi pendidikan kesehatan reproduksi remaja memang tidak ada sesuatu yang patut ditiru. Jum’at. mencegah terjadinya perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab jauh lebih baik dari pada harus menyelesaikannya bila hal tersebut sungguh-sungguh terjadi. Kekhawatiran bahwa dengan informasi pendidikan kesehatan reproduksi para murid (anak didik) akan meniru juga berlebihan. dengan memberikan informasi yang komprehensif bahaya dan akibat-akibat yang ditanggung remaja bila melakukan perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab. Sisi lainnya adalah memberikan benteng/pertahanan kepada remaja itu sendiri untuk secara tegas dapat bersikap atas maraknya informasi pornografi yang beredar di masyarakat. maupun elektronik. Jadi sebenarnya tidak ada sesuatu yang patut dicurigai atau bahkan dikhawatirkan. LSM yang aktif di bidang kesehatan reproduksi. Sudah saatnya diakhiri hal-hal yang kontraproduktif dan polemik yang mempertentangkan antara pendidikan kesehatan reproduksi dengan pornografi. terutama para stakeholder dalam pendidikan yang berani berpikir secara kreatif dan inovatif dalam melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada remaja di Jawa Tengah. maka akan ada upaya-upaya sistematis dan terencana dalam pemberian informasi kepada anak didik. tidak rela melihat anak-anak kita menjadi generasi penerus yang lemah dan menderita hanya gara-gara mereka melakukan praktik-praktik seksual yang tidak bertanggungjawab di masa mendatang disebabkan pengetahuan mereka yang rendah. Informasi kerugian fisik. sehingga pada gilirannya mereka dapat mengetahui dan bertanggung jawab atas perilaku seksualnya di masa depan. Upaya lainnya adalah memberikan porsi dan kesempatan yang seluas-luasnya pendidikan moral/agama kepada seluruh anak/ remaja.

dan diduga mencapal 30. kehamilan/ aborsi. Kelurahan. pemakaian alat kontrasepsi pada remaja. KUA.02% pada tahun 2000. dll. Studi analisis mengenal kecenderungan kesehatan. Melalui Focus Group Diskusi (FGD) terungkap berbagai masalah remaja. dilakukan pengembangan model Pelayanan KRR pada tahun 1997/1998. hamil diluar nikah. 'Studi analisis situasi di kecamatan Tebet Jakarta (tahun 1997) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di puskesmas Tebet. yaitu hubungan seksual sebelum nikah. orang tua. Mereka menyatakan waktu pelayanan KRR sebaiknya . masalah aborsi. Masalah remaja terjadi.. Sumber informasi sebaiknya dan guru sekolah. Kader PKK dan NGO (Yayasan Kusuma Buana). Melalui interview terhadap 41 orang remaja (13-18 tahun) diketahui hanya 19.5% remaja pernah memanfaatkan fasilitas pelayanan khusus macam pelayanan yang diperoleh belum mencerminkan pelayanan KRR. dan disampaikan oleh orang ahli atau media masa. untuk mengidentifikasi masalah remaja. persiapan perkawinan. Hasil dari beberapa Studi: Sebagai gambaran tentang masalah remaj'a kaitannya dengan perkembangan kesehatan reproduksi. Banyak studi yang mengungkap bahwa perkawinan yang terlalu dini serta kehamilan dan persalinan pada usia remaja menyebabkan lbu maupun bayinya berisiko tinggi. organ seksual.9 tahun) merupakan masalah yang perlu diperhatikan dalam pembangunan nasional di Indonesia. Sebagian besar remaja menyatakan belum cukup informasi dan membutuhkan informasi tentang PMS/AIDS. petugas kesehatan dan tokoh agama. kehamilan remaja dengan segala konsekuensinya yaitu: hubungan seks pranikah. Kegiatan awal yang dilakukan adalah Analisis Situasi terhadap siswa SMP. sosial. PMS & RIV-AIDS serta narkotika. KB. dan putus sekolah karena menikah. seksi UKS. karena mereka tidak dipersiapkan mengenai pengetahuan tentang aspek yang berhubungan dengan masalah peralihan dari masa anak ke dewasa. aborsi. tulisan ini mengungkap secara ringkas yang bersumber dari beberapa studi yang dilakukan tentang hal tersebut. dan obat terlarang. SMU. mengestimasikan bahwa pada tahun 2005 Indonesia akan menjadi negara dengan proporsi populasi usia kurang 15 tahun terbesar.2008-01-29 ANALISIS SITUASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI INDONESIA Masalah remaja (usia >10-1. Masalah kesehatan remaja mencakup aspek fisik biologis dan mental. kebutuhan remaja terhadap informasi dan pelayanan serta fasilitas pelayanan yang tersedia. perilaku seksual. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan endokrin/ hormonal yang sangat dramatik merupakan pemicu masalah kesehatan remaja serius karena timbuhnya dorongan motivasi seksual yang menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi. Karang Taruna dan provider dari berbagai unit kerja seperti puskesmas.

orang tua. Sementara itu studi Needs Assesssment. urut ke dukun. Dari studi ini diperoleh informasi bahwa para orang tua di daerah penelitian belum mempersiapkan anak-anak mereka dalam menghadapi masa baligh. Sebagian besar provider menyatakan belum dapat menangani permasalahan KRR karena belum adanya petugas untuk pelayanan tersebut. Mereka hanya mengetahui bahwa penyakit anemia mengganggu proses kehamilan. Disamping itu. Dalam waktu 4 bulan sebelum survei menurut provider. masalah haid/ mimpi basah. untuk orang tua yang pendidikan lebih rendah . infeksi dan partus macet.00. dan propinsi jawa Timur.00-16. Perlu segera disusun model pelayanan yang menjawab kebutulian remaja. hasilnya memperlihatkan bahwa remaja wanita memiliki status gizi buruk. baik di urban maupun rural dengan metoda indepth interview & FGD. Studi ini juga mengungkap tentang kejadian aborsi. ada 4 pasien remaja yang berniat untuk mcnggugurkan kandungan kepada bidan. abortus. dll. Dari hasil FGD mereka menjelaskan tentang cara-cara. Mereka setuju diadakan pelayanan KRR karena belum adanya petugas khusus untuk pelayanan tersebut. pemenuhan gizi dalam makanan tidak tercukupi. pendidik. suntik dan kondom. menggugurkan kandungan yaitu antara lain dengan minum jamu. pemimpin organisasi. . Hal ini disebabkan pada umumnya mereka nienganggap bahwa masalah seks adalah sesuuatu yang tabu atau saru. Sebagian besar remaja menyatakan sering mengalami sakit kepala dan sulit belajar. Status gizi ibu yang buruk berkontribusi terhadap 4 dari 5 penyebab utama kematian ibu yaitu perdarahan. Dari studi yang pemah dilakukan terhadap remaja di Madura.jam 14. Mereka juga mengetahui bahwa fungsi alat kontrasepsi adalah untuk mencegah kehamilan serta mengatur jarak kehamilan.for adolescents Reproductive Health (1999) yang sasarannya kepada. dilain pihak pelayanan KRR belum tcrsedia. Tentang kontrasepsi studi darl PT Surindo temyata sudah mengetahui tentang jenis-jenis kontrasepsi. minum minuman keras atau carnpuran pil KB dengan sprite. Dapat disimpulkan bahwa situasi remaja di kecamatan Tebet saat ini memerlukan penanganan segera. juga sakit mag. Orang tua merasa anak telah mendapatkannya dari sekolah. namun ditolak. provider dan anak-anak remqja sendiri telah dilakukan di propinsi Jawa Tengah. hipertensi. Dari semua kelompok ini ternyata membutuhkan informasi mengenai kesehatan reproduksi sehat remaja. Jawa Timur. Hubungan antara anemi dengan kesehatan reproduksi sudah diketahui oleh orang tua. akibat salah pergaulan dan ada pula yang ingin menguji alat kontrasepsi. yaitu hanya sebatas pil.6%). Sebab-sebab teradinya kehamilan illegal adalah akibat kurangnya perhatian dan bimbingan orang tua. bacaan atau dari teman. provider dan pendidik. Kelompok remaja mengetahui penyebab anemi karena kekurangan zat besi. meskipun bila dilihat dari pengetahuan remaja tentang gizi dan anemia cukup baik. serta gejalagejalanya. sementara kelompok remaja belum mengetahui sepenuhnya. Timbuinya jerawat dialami oleh cukup banyak diantara mereka (36. merasa rendah diri dan menganggap anak-anak mereka sudah jauh lebih tahu dari mereka.

Dasakung 5.Mengenai penyakit menular seksual (PMS) yang umum diketahui remaja adalah HIV/AIDS. Nusa Tenggara Barat.Sarlito Surakarta. kecamatan dan desa/kelurahan yang diambil secara purposive sample dengan criteria wilayah . dikarenakan selama ini yang sering dipopulerkan secara gencar adalah HIV AIDS.UII 4.Istiati 2.masing-masing propinsi diambil secara sengaja 1 (satu) kabupaten dan 1 (satu) kota. dan Jambi. 1982 • 73 kehamilan remaja pranikah • 80% remaja yg hamil melakukan sanggama dirumah sendiri • 13% dari 846 pernikahan didahului kehamilan • 62% dari 29 mahasiswa kumpul kebo • 75% remaja wanita menjaga kegadisan Kesimpulan: • Remaja wanita merupakan satu kesempatan untuk memperbaiki keadaan dan kelangsungan matemal dan perineonatal bila mereka masuk dalam proses dengan status gizi yang baik.Mengevaluasi tingkat pengetahuan remaja menurut perbedaan tingkat pengetahuan. karakteristik. orang tua. Penelitian Lokasi/ Tahun Temuan 1.Affandi 3.Mengevaluasi dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan. Tabel berikut ini memberikan gambaran tentang Tingkah Laku Seksual Remaja Perkotaan di Indonesia. dan mengidentifikasi penyempurnaan program/kegiatan kesehatan reproduksi remaja. 1984 Jakarta. 1991 Jakarta. Kesehatan Reproduksi Remaja Studi Kesenjangan Pengetahuan dan Perilaku Remaja yang Berkaitan Dengan Kesehatan Reproduksi TUJUAN . 1984 Yogyakarta. METODOLOGI Lokasi Penelitian dilakukan di 3 (tiga) propinsi yaitu : Jawa Barat. • Pengetahuan remaja. 1985 Yogyakarta. pcndidik dan pimpinan oraganisasi terkait tentang kesehatan reproduksi remaja perlu ditingkatkan dan perlu informasi serta sosialisasinya. sikap dan perilaku remaja dalam hal kesehatan reproduksi .

yang propursi remaja berumur 15-21 tahun yang meliputi 6 kabupaten/kota.Bersifat gotong-royong sangat kuat diantara para remaja dan pengaruh hukum-hukum agama dan adat. remaja berada tingkat SLTA.wawancara dilakukan secara sederhana yang memenuhi syarat analisisa.informasi data bersumber dari BKKBN atau dari Kantor Statistik setempat . . .data kuantitatif dilakukan dengan wawancara kepada responden utama remaja . Sample pendukung adalah informan yang snowballing yaitu secara langsung ikut terlibat dalam program kegiatan kesehatan reproduksi remaja dengan skematis informan mengumpulkan data bahwa : .Kurang mendapat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja adalah remaja pada kelompok umur 12-14 tahun. Dengan demikian perlu pendekatan kepada pihak yang berkompeten dalam pembinaan remaja melalui pembekalan.Budaya kawin muda merupakan adat yang berlaku bagi masyarakat di Propinsi NTB. Dalam hal ini diberikan aktivitas kepada remaja dengan pengetahuan melalui penyuluhan dan konsultasi serta perlu diransang dengan kegiatan-kegiatan positif serta gotong royong yang sifatnya masih kuat diantara para remaja. akan dilakukan analisis hubungan/relationship secara diskriptif dengan proses synthesa dari hasil kegiatan narasi dari transkrip. dan 6 desa/kelurahan.Karakterisrik remaja. Sample utama penelitian adalah remaja yang berumur 14-21 tahun berstatus single (belum kawin).Remaja yang sifatnya dinamis. maka kondisi yang sudah baik tetap dijaga konsistensinya untuk menpis terpaan masa depan. sedangkan di Propinsi Jambi. remaja telah tamat SLTA dan mereka yang sudah kuliah. Analisa data kualitatif Wawancara mendalam dilakukan kepada informan pendukung dan dilakukan pengumpulan data secara idepth interview atau wawancara mendalam interview guide.Substansi atau materi pengetahuan kesehatan reproduksi remaja (KRR) belum banyak diketahui . pertama : 12-14 tahun. remaja berada pada tingkat SLTP. 6 kecamatan. kedua : 15-17 tahun.propursi remaja umur 14-21 relatif lebih banyak . HASIL Dengan teridentifikasi kesenjangan pengetahuan dan perilaku remaja dalam kesehatan reproduksinya diharapkan dapat dirumuskan upaya strategis untuk menyusun program/kegiatan remaja yang mendukung misi program KB Nasional untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sejak pra-nikah. ketiga : 18-22 tahun. kondisi remaj sendiri terbatas pengetahuan kesehatan reproduksi.data kualitatif dilakukan kepada pendukung informan pengumpulan data secara indepth interview atau wawancara mendalam interview guide. 2. Analisa data kuantitatif Wawancara kepada responden utama remaja yang diwawancara sebanyak 180 responden. Untuk memudakan pembahasan dibagi menjadi tiga kelompok umur. REKOMENDASI 1. disimpulkan kondisinya sebagai berikut : . remaja laki-laki remaja luar sekolah dan remaja yang tinggal di desa/kabupaten . kreatif dan senantiasa ingin tahu dimana memberikan aktivitas yang perlu diransang dengan kegiatan-keiatan positif .

sekarang berada dalam situasi yang penuh godaan dan ujian. Dampak pergaulan bebas remaja mengantarkan pada kegiatan tuna sosial di masyarakat. orang tua.Dalam kegiatan KRR pihak Puskesmas sangat terbatas dalam hal materi dan kesempatan/frekuensi kegiatan penyuluhan. leafflet. badan PBB untuk kesehatan dunia) adalah 12 sampai 24 tahun. kegiatan ekstra sekolah. Di antara mereka yang kemudian hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Jakarta tahun 1984 menunjukkan 57. berkemah atau sekedar jalan-jalan ke maal. remaja putra maupun putri pernah berhubungan seksual. Penelitian di Bali tahun 1989 menyebutkan. 6. 19 May 2008 Oleh : dr. karena itu diberikan upaya perbaikan program KRR dan perlu dilakukan identifikasi kebutuhan (need assessment) di masing-masing daerah. kegiatan remaja adalah tidak rutin (bukan◊8. brosur) meruapakan hambatan operasionaldan pelayanan/konseling KRR. Remaja Dipersimpangan jalan Remaja merupakan bagian fase kehidupan manusia dengan karakter khasnya yang penuh gejolak. Batasan usia remaja menurut WHO (World Health Organization. hiburan. Hampir semua remaja dibelahan bumi manapun. Namun ada kendala yang dihadapi BKKBN antara lain : Petugas lapangan KB belum mendalami permasalahan KRR dan belum mendapat pelatihan konseling KRR. berwisata. Beberapa penelitian menunjukkan.3 persen remaja putri yang hamil pranikah mengaku taat beribadah. sarana penunjangKIE◊(alat.Psikolog).com Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Siti Nurul Muzayyanah ** halalsehat.Kurangnyaperhatian pengelola program untuk menumbuh kembangkan kelembagaan Pusat Informasi dan Konsultasi (PIK)-KRR.Dari Dinkes (Puskesmas)prioritas).Ketertutupan pihak tokoh agama. Diakui atau tidak. terutama keterbatasan kemampuan pemerintah dalam memberikan dukungan dana yang berkaitan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang membidangi kegiatan remaja.Kondisi. yang merupakan sub-kegiatan usaha sekolah. 50 persen wanita yang datang di suatu klinik untuk mendapatkan induksi haid berusia 15- . 5. peraga. PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: BAGAIMANA MENYIKAPINYA? * Dipublikasikan oleh syarif Monday. dan kurangnya kerjasama dengan pihak Tripika yang berperan dalam membina perilaku remaja berdampak merugikan bagi kesehatan remaja dimasa yang akan datang. Perkembangan teknologi komunikasi telah menyebarkan berbagai informasi. Bagi pihak yang berkompete (termasuk BKKBN) menghendaki menangani permasalahan secara serius agar diupayakan perencanaan program KRR secara tuntas dalam artian diusulkan pendanaannya. sikap. Itulah yang mendorong mereka lebih menyukai berbagai kegiatan di luar rumah seperti ke diskotik.Kurangnya tenaga ahli (medis/paramedis. Perkembangan emosi yang belum stabil dan bekal hidup yang masih perlu dipupuk menjadikan remaja lebih rentan mengalami gejolak sosial. Karena kehidupan menuntut mereka untuk tampil luwes dan lebih bergaul dengan dunia luar. perilaku KRR bervariasi antara daerah yang tidak dapat diberikan perlakuan antau rekomendasi.3. masyarakat. dan budaya. Keadaan ini tidak mungkin dibendung hanya dengan mengurung anak dirumah atau menyediakan berbagai fasilitas canggih di rumah. 7. 4. fakta telah menjelaskan keteledoran orang tua dan pendidik dalam mengarahkan dan membimbing anaknya berkontribusi meningkatkan problemproblem sosial dan kriminal.

per November 2007. masa depan dunia sangat tergantung pada kondisi sehat tidaknya organ reproduksi remaja. 228 orang an baik. Analisa Penggagas Kespro. juga banyaknya kasus-kasus pelanggaran hak reproduksi perempuan seperti kasus perkosaan dalam perkawinan. infeksi pasca aborsi bahkan sepsis yang dapat menyebabkan kematian. 441 wanita dari 4. dan berbagai bentuk diskriminasi yang menomorduakan kedudukan perempuan. Setiap tahun diperkirakan 500. Dari aspek medis. adalah keluarga berencana. 3. akan mendorong mereka melakukan unsafe abortion. Wimpie. penanggulangan infeksi saluran reproduksi dan HIV/AIDS. 5.6 persen melakukan ciuman dalam.3 juta per tahun. setiap tahun 15 juta remaja mengalamii kehamilan dimana 60 %-nya berupaya mengakhirinya. Setiap tindakan seks harus bebas dari infeksi. Elemen-elemen kespro di Indonesia. 2. Gagasan kespro ini. dan penyakit kelamin maupun penyakit menular seksual di kalangan remaja (termasuk HIV/AIDS). Karena keadaan wanita penderita HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebelan tubuh menyebabkan 20 kasus HIV/AIDS menyerang anak dan bayi yang dilahirkannya. “ Dan 20 persen di antaranya remaja. Setiap kehamilan dan persalinan harus aman. 4. pengetahuan remaja tentang resiko melakukan hubungan seksual masih sangat rendah karena kurangnya informasi mengenahi seksualitas dan reproduksi. Menurut Prof. Penelitian di Bandung tahun 1991 menunjukkan dari pelajar SMP. Hal ini dapat dilihat dari 4 kerangka tujuan ICPD: 1. perjodohan. menurut Departemen Kesehatan tahun 1995. menurut Tini Hadad (ketua Yayasan Kesehatan Perempuan) dilatarbelakangi oleh banyaknya angka kematian ibu dan bayi. Hal ini menyebabkan komplikasi akibat aborsi tidak aman berupa perdarahan. dan memberi layanan untuk pencegahan kehamilan serta kehamilan tidak diinginkan.” kata Guru Besar FK Universitas Udayana. Bali ini. Gagasan kespro ini pertama kali dipopulerkan oleh International Conference On Population and Development (ICPD)/ Konferensi International Kependudukan dan Pembangunan yang berlangsung 5-13 September 1994 di Kairo. 10.53 persen pernah melakukan ciuman bibir.20 tahun. menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Di Denpasar sendiri. pengguguran kandungan.86 persen pernah berhubungan seksual. infertilitas dan kanker. Menurut WHO. pelecehan seksual. Budi Martino L. Setiap kehamilan dan persalinan harus diinginkan. Sebagai catatan. solutifkah Menurut penggagas kespro. 120 pekerja seksual. Kehamilan yang tidak diinginkan akan mendorong ibu untuk melakukan tindakan pengguguran (aborsi).. tidak adanya akses mudah terhadap masalah kesehatan reproduksi. kejadian aborsi di Indonesia per tahun cukup tinggi yaitu 2. Tetapi ketika mengambil keputusan untuk mengakhiri kehamilan di dalam lingkungan dimana pengguguran masih dilarang atau sukar didapat. Tindakan remaja yang seringkali tanpa kendali menyebabkan bertambah panjangnya problem sosial yang dialaminya.041 orang dengan HIV/AIDS. Tidak heranlah makin banyak kasus kehamilan pranikah. Diantaranya dengan kondomisasi bagi yang aktif secara seksual dengan lebih dari satu pasangan. induksi haid adalah nama lain untuk aborsi. Disisi lain. Sekitar 30-50 % diantaranya meninggal akibat komplikasi abortus yang tidak aman dan 90 % terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. penyakit menular seksual.(PMS). di seluruh dunia. larangan aborsi. selain juga infeksi. penyiksaan. menurut Dr. Dari 441 wanita penderita HIV/AIDS ini terdiri dari pemakai narkoba suntik 33 orang.000 ibu mengalami kematian oleh kehamilan dan persalinan. SPOG. setiap tahun diperkirakan sekitar 40-60 juta ibu yang tidak menginginkan kehamilan melakukan aborsi. Keadaan ini menjadi alasan pentingnya membentuk wadah konsultasi remaja yang akan mengarahkan remaja untuk tidak melakukan hubungan seks atau berkata tidak kepada pasangannya. Data WHO. dan 3. seks bebas memiliki banyak konsekwensi misalnya. penerapan elemen kespro ini membawa semangat ICPD yang penuh dengan nuansa kebebasan . Tujuan agar setiap kegiatan seks harus bebas dari paksaan serta berdasarkan pilihan yang dipahami dan bertanggung jawab. Hanya saja. paksaan terhadap penggunaan alat-alat kontrasepsi. kesehatan ibu dan anak.

remaja belum menikah yang aktif melakukan kegiatan seks dan menggunakan alat kontrasepsi lebih besar dari pada yang menikah. ketika manusia melakukan pelanggaran. tetapi juga pendidikan di sekolah. Definisi reproduksi menurut mereka adalah keadaan yang menunjukkan kondisi kesehatan fisik. Tak hanya dari orang tua. situs porno di internet. Sasaran program ini tentunya bukan hanya perempuan yang menikah tetapi remaja putri juga harus memahami konsep kespro ini. tapi juga menyuguhkan informasi dan ketrampilan praktis kepada para pemuda mengenahi soal berkencan. seperti mitos seputar seks. serta tidak tepat sasaran (lebih tepat untuk pasutri). Konsep Kespro Dalam Islam Islam adalah agama yang sempurna. Pemerintah juga mendirikan sejumlah ATM kondom yang disebar di beberapa daerah di kota-kota besar. Sebanyak 282 boks kondom dibagi-bagikan secara gratis oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Global Pants serta Dinas Kesehatan dan Kebudayaan kota Bogor kepada hotelhotel losmen serta wisma. bertepatan dengan hari AIDS se-dunia pemerintah membagibagikan kondom gratis. Pergaulan bebas adalah merupakan bentuk pelanggaran terhadap aturan Alloh yang sangat memuliakan pola hubungan dan interaksi antara laki-laki dan perempuan. didasarkan pada 'niat suci' untuk memberantas HIV/AIDS. Di Indonesia sendiri. seorang istri berhak memutuskan kapan memakai alat kontrasepsi dan menghindari kehamilan tanpa persetujuan suami. Jauh sebelum kita membicarakan apa dampak seks bebas dan bagaiaman solusinya. pelaksanaan pendidikan seks pada remaja justru memarakkan seks bebas itu sendiri. Hubungan seks di luar pernikahan menunjukkan tidak adanya rasa tanggung jawab dan . Tujuan dari pendidikan seks ini adalah agar remaja menyadari bahwa pemegang kendali utama tubuh kita adalah diri kita sendiri bukan orang tua. Dari segi muatan (materi) yang memberikan gambar dan penjelasan vulgar. Dia melengkapi hidup kita dengan seperangkat aturan yang terbaik yaitu islam. Pada faktanya. Inilah konsep hidup yang benar & harus ditanamkan pada remaja. VCD porno. QS an-Nahl [16]: 72 dan Islam melarang perbuatan zina. Faktor ini ditambah dengan informasi keliru yang diperoleh dari sumber yang salah. Terciptanya kondisi sehat secara fisik dan jiwa sangat terkait dengan faktor lain yaitu pandangan hidupnya. Alloh menjunjung tinggi kehormatan perempuan dengan menghalalkan organ reproduksinya hanya melalui satu pintu yaitu pernikahan. buku saku dan dirumuskan dalam kurikulum formal maupun non formal. Pengetahuan remaja tentang seks masih sangat kurang. program pendidikan seksual yang komprehensif tidak hanya mencakup faktafakta biologis. provokatif (keinginan untuk mencoba). Misalnya. Pernikahan bertujuan untuk melahirkan keturunan dan melestarikan jenis manusia (QS. Perempuan bebas melakukan kegiatan seks berdasarkan pasangan pilihannya. Dengan menikah perempuan akan lebih dimuliakan karena kemampuannya untuk hamil. pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan kespro melalui penyuluhan dan seminar oleh BKKBN. dan penggunaan kontrasepsi. Pernikahan merupakan bentuk kontrol reproduksi perempuan bukan sebagai bentuk penjajahan atas kebebasan perempuan.dalam mengagungkan hak reproduksi perempuan. Begitu juga dengan program kondomisasi. Bagaimana tidak. Islam datang sebagai pedoman yang menyelesaikan segala persoalan kehidupan manusia termasuk di dalamnya dengan masalah kesehatan. Sebaliknya. hubungan seks. Oleh karena itu. Tidak aneh. jika di Amerika sendiri. Islam mengajarkan konsep filosofi hidup yang benar yaitu keyakinan kuat menempatkan Alloh sebagai pencipta dan pengatur hidup manusia. Pendidikan seks bagi remaja menjadi program yang harus direalisasikan. melahirkan dan memenuhi hak pengasuhan terhadap anak-anaknya. akan mendatangkan kemadharatan yang menghancurkan kehidupannya sendiri. Di Bogor Jawa Barat. baik pasangan sah atau bukan. Namun solusi ini justru memicu permasalahan lain yang lebih besar berupa maraknya perzinahan di kalangan remaja. misalnya. serta menjamurnya tempat hiburan dan diskotik. Seorang perempuan berhak untuk menggugurkan kehamilan hasil perselingkuhannya jika dia merasa tidak nyaman dengan kehamilannya. dan lainnya akan membuat pemahaman dan persepsi anak tentang seks menjadi salah. mental dan sosial yang dihubungkan dengan fungsi dan proses reproduksi. atau teman dari berbagai paksaan yang menyangkut tubuh dan jiwa kita. Annisa [4]:1. pacar. dalam elemen KB. Inilah fitrah perempuan dan ketika menjalani sesuai fitrah ini akan mendatangkan ketenangan hidup dan terjaga kemuliaannya. asalkan bertanggung jawab dan paham atas resikonya. prostitusi remaja.

com situs Kehalalan Produk dan Kesehatan. organ kewanitaan anak gadis mulai mengalami perubahan. Cara mencuci pun harus perlu diperhatikan dimana arah yang sesuai (menjauhi arah kemaluan) lebih disarankan agar bakteri dan kotoran tidak kembali bersarang... Oleh karena itu sebagai orang tua atau tenaga pendidik perlu untuk mengkaji lebih lanjut cara yang benar dalam Islam dalam memberikan pendidikan seks kepada remaja. janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan.. tetapi Alloh membersihkan siapa yang dikehendaki. Produksi keringat membuat daerah tersebut lembab dan merupakan kondisi yang tepat untuk tumbuhnya jamur..memunculkan rentetan persoalan baru yang menyebabkan gangguan fisik dan psikososial manusia. mengasihi dan mencintai anggota keluarga. Keluarga ini yang mampu melahirkan generasi bertaqwa. pada masa remaja dan pubertas.15. termasuk juga mengenalkan kesehatan reproduksi yang bijak dan benar sehingga siap menjadi orangtua yang mendidik generasi unggulan.. tidak hanya pada remaja itu sendiri tetapi juga pada lingkungan sosial masyarakat. Cinta yang ditimbulkan antara suami-istri akan berkembang menjadi cinta bagi keturunan yang menyebarkan rahmat bagi semesta alam. (Makalah tersedia di www. Kalau bukan karena karunia Alloh dan Rahmat-Nya kepadamu. serta ketidakjelasan garis keturunan... Tumbuhnya rambut-rambut halus disekitar organ intim juga perlu diperhatikan sehingga kebersihanpun tetap terjaga. Namun terciptanya keturunan merupakan aspek terpenting dalam pernikahan. berbagi.00 WIB. menyebarnya penyakit menular seksual. Kesehatan Ibu dan Anak) Mitra 97 FM Batu. Islam tidak menganggap seks sebagai satu-satunya tujuan pernikahan.halalsehat. serta pengasuh Bunga (Bincang untuk Keluarga. dan saling memperhatikan. maka pada masa seperti ini. rusaknya institusi pernikahan. remaja sangat perlu untuk benar-benar memperhatikan kondisi tubuh terutama organ reproduksi yang banyak berkembang dalam fase ini. terutama setelah buang air kecil maupun buang air besar. * Disampaikan pada Seminar Regional ”Peran Pendidik Dalam Memahamkan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi” oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Malang. Islam sebagai agama yang paripurna telah mengatur dengan begitu mulianya pemenuhan kebutuhan seksual manusia. ”Wahai orang-orang yang beriman.. .. Kehidupan keluarga yang diwarnai nilai sekuleristik dan kebebasan hanya akan merusak tatanan keluarga dan melahirkan generasi yang terjauh dari sendi-sendi agama.halalsehat. di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Kehidupan keluarga mengajarkan seseorang agar bertanggung jawab. niscaya tidak seorang pun diantara kamu bersih dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Anak-anak perempuan yang dulu hanya peduli untuk membersihkan organ kewanitaannya begitu saja tanpa ada permasalahan yang lain. Barang siapa yang mengikuti langkah syetan.2008 by Public Relation in Remaja Dan Kesehatan Manakala tubuh juga mengalami transisi. setiap hari Kamis jam 09.. maka sesungguhnya dia (syetan) menyuruh perbuatan yang keji dan mungkar. Kesehatan Reproduksi Remaja 01. (An-Nuur (24):21) Dari paparan di atas betapa bahanyanya budaya seks bebas di kalangan remaja. Bahaya tindakan aborsi. Bukankah demikian.com ) ** Pemateri adalah pengelola www. Selain itu darah haid dan perubahan hormon juga dapat merubah ekosistem organ kewanitaan. Organ kewanitaan memang patut benar-benar dijaga kebersihannya terutama bagi yang tinggal di negara tropis semcam Indonesia.

karena apabila bagian di dalam lipatan kulit tidak dibersihkan. terjepit resleting ataupun terkena benda lain dengan cukup keras. Penyakit reproduksi tentu dapat terjangkit secara tidak sengaja hanya karena keteledoran untuk menjaga kesehatan dan kebersihannya. tingkat pendidikan yang rendah. Faktor biologis (cacat sejak lahir. Faktor psikologis (dampak pada keretakan orang tua pada remaja. cacat pada saluran reproduksi pasca penyakit menular seksual. kepercayaan banyak anak banyak rejeki. namun besar akibatnya. dsb). 2. depresi karena ketidakseimbangan hormonal.Bekal pengetahuan seperti ini sangat mendasar dan penting yang nantinya akan sangat berpengaruh pada perkembangan organ kewanitaan pada remaja putri. Ketidak tahuan dan kesembronoan dapat berakibat buruk bagi mereka di kemudian hari. 4) Hak untuk mendapatkan tingkat pelayanan kesehatan yang memadai sehingga perempuan mempunyai kesempatan untuk menjalani proses kehamilan secara aman. dan ketidaktahuan tentang perkembangan seksual dan proses reproduksi. efektif. dsb). dsb). 3) Hak dari laki-laki dan perempuan untuk memperoleh informasi serta memperoleh aksebilitas yang aman. Ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh para remaja pria dan wanita akan kesehatan reproduksi mereka. informasi tentang fungsi reproduksi yang membingungkan anak dan remaja karena saling berlawanan satu dengan yang lain. rasa tidak berharga wanita pada pria yang membeli kebebasannya secara materi. nah remaja pria yang memiliki organ intim seperti ini harus tetap rajin membersihan organ intimnya dengan membersihkan daerah di dalam lipatan kulit tersebut. 4. Secara garis besar dapat dikelompokkan empat golongan faktor yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi yaitu : 1. . Pengertian kesehatan reproduksi ini mencakup tentang hal-hal sebagai berikut: 1) Hak seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan seksual yang aman dan memuaskan serta mempunyai kapasitas untuk bereproduksi. organ intim tersebut dapat mengalami cedera. terjangkau baik secara ekonomi maupun kultural. Faktor sosial-ekonomi dan demografi (terutama kemiskinan. 3. para remaja pria juga tidak memperhatikan keadaan sekitar saat mereka beraktivitas. potensi untuk tumbuhnya jamur dan hidupnya bakteri-bakteri lain akan sangat besar. 2) Kebebasan untuk memutuskan bilamana atau seberapa banyak melakukannya. mental. pembengkakan yang akan dapat berakibat fatal dikemudian hari bahkan sampai disfungsi ereksi. Faktor budaya dan lingkungan (misalnya. dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Kebersihan organ reproduksi juga harus diperhatikan oleh remaja pria. fungsi serta prosesnya. mari kita cari tahu lebuh lanjut! Pengertian kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik. Seringkali karena terburu-buru. Bukan hal yang mendesak tapi ini hal yang penting. Beberapa remaja pria tidak harus mengalami pemotongan kulit pembungkus penis pada masa kanak-kanak yang sering dikenal dengan sunatan. serta lokasi tempat tinggal yang terpencil). Padahal apabila salah sedikit saja dan organ intim mereka terantuk. praktek tradisional yang berdampak buruk pada kesehatan reproduksi. Hal-hal kecil nampaknya.

juga meningkatnya kesertaan ber-KB PUS Keluarga Pra Sejahtera dan KS I anggota kelompok usaha ekonomi produktif dari 85. CPR dan unmet need antar wilayah dan antar sosial ekonomi (tingkat pendidikan dan . menurunnya disparitas TFR. telah merevitalisasi visi dan misinya dalam rangka lebih mendukung pencapaian hasil yang optimal pasca terbitnya UU No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. HM Dawam. Drs. mewujudkan penduduk tumbuh seimbang melalui pelembagaan keluarga kecil bahagia sejahtera.8 menjadi 21 tahun. Visi dan misi BKKBN sekarang ini adalah “Penduduk Seimbang 2015” dan “Mewujudkan Pembangunan yang Berwawasan Kependudukan dan Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera” yang merupakan hasil revitalisasi visi misi sebelumnya yakni “Seluruh Keluarga Ikut KB” dengan “Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera”. pembangunan sosial dan sebagainya.5.1 persen menjadi 5. sasaran strategis lain dilevel nasional adalah meningkatnya Contraseptive Prevalence Rate (CPR) cara modern dari 57. Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan visi misi baru tersebut: Pertama. Bila dalam RPJMN 2005-2009 Total Fertility Rate (TFR) dipatok 2. mewujudkan keserasian. TAHUN 2010. Kabid KS Drs.0 persen dan menurunnya kebutuhan ber KB tidak terlayani/unmet need dari Pasangan Usia Subur (PUS) dari 9. menurunnya kehamilan tidak diinginkan dari 19.4 persen menjadi 65. Sabtu (6/3).6 persen menjadi 5 persen. pada pertemuan Pembinaan Lengkap (Binkap) Penyuluh KB yang dihadiri Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo Drs. VISI MISI PROGRAM KB DI REVITALISASI 6. meningkatnya Peserta KB Baru (PB) pria dari 3. BKKBN sebagai institusi yang memiliki tugas dan tanggung jawab menyukseskan program KB di Indonesia.Krissutanto. Di tahun 2010 yang merupakan tahun pertama dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. menurunnya Age Spesific Fertility Rate (ASFR) 15-19 tahun dari 35 menjadi 30 per 1000 perempuan. Kedua. 2010 by mardiya in Berita 7. Selain itu. Menurut Mardiya.0 persen. Mardiya mengatakan bahwa dengan adanya visi misi yang telah direvitalisasi maka sasaran strategisnya menjadi berubah yang tentunya ke arah yang lebih intensif dan berkualitas. Mardiya. Kabid KB Drs.1 dan Net Reproduction Rate (NRR) = 1. harminto. Demikian dikatakan oleh Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berecana dan Kesehatan Reproduksi.14 persen maka dalam RPJMN 20102014 TFR diarahkan pada terkendalinya jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) yang ditandai dengan TFR 2.7 persen menjadi 87 persen dan Bina Keluarga menjadi 70 persen. keselarasan dan keseimbangan kebijakan kependudukan guna mendorong terlaksananya pembangunan nasional dan daerah yang berwawasan kependudukan. Sasaran strategis lainnya adalah meningkatnya partisipasi keluarga mempunyai anak dan remaja dalam Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Keluarga Remaja (BKR).2 dengan Laju Pertumbuhan Penduduk 1. Kondisi tersebut merupakan pencerminan dari pertumbuhan penduduk seimbang di mana LPP ada keseimbangan dan keserasian dengan pertumbuhan ekonomi.7 persen menjadi 15 persen. 2 8. Posted: Maret 7. meningkatnya median usia kawin pertama perempuan dari 19. MM dan para Kasubid di Ruang Rapat BPMPDP dan KB Watulunyu – Wates. Dalam penjelasan selanjutnya.

penyerasian kebijkan kependudukan dan peningkatan penyediaan dan kualitas data dan informasi kependudukan. 9.” kataya. Mardiya Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo. terbentuknya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) di 435 Kabupaten/Kota serta meningkatnya jumlah Klinik KB yang memberikan pelayanan KB sesuai SOP (informed consent) dari 20 persen menjadi sebesar 85 persen. HP. terutama yang berkaitan dengan tiga fokus prioritas pembangunan kependudukan dan KB yakni revitalisasi program KB. Sumber berita: Drs.ekonomi). “Dengan adanya visi misi baru BKKBN Pusat tersebut sudah barang tentu Satua Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengampu program KB di Kabupaten/Kota harus ikut menyesuaikan. meningkatnya keserasian kebijakan pengendalian penduduk dengan pembangunan lainnya. 081328819945 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->