1 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran KRISIS MONETER INDONESIA : SEBAB, DAMPAK, PERAN

IMF DAN SARAN*) Lepi T. Tarmidi **) Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997, sementara ini telah berlangsung hampir dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi, yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Memang krisis ini tidak seluruhnya disebabkan karena terjadinya krisis moneter saja, karena sebagian diperberat oleh berbagai musibah nasional yang datang secara bertubi-tubi di tengah kesulitan ekonomi seperti kegagalan panen padi di banyak tempat karena musim kering yang panjang dan terparah selama 50 tahun terakhir, hama, kebakaran hutan secara besar-besaran di Kalimantan dan peristiwa kerusuhan yang melanda banyak kota pada pertengahan Mei 1998 lalu dan kelanjutannya. Krisis moneter ini terjadi, meskipun fundamental ekonomi Indonesia di masa lalu dipandang cukup kuat dan disanjung-sanjung oleh Bank Dunia (lihat World Bank: Bab 2 dan Hollinger). Yang dimaksud dengan fundamental ekonomi yang kuat adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, laju inflasi terkendali, tingkat pengangguran relatif rendah, neraca pembayaran secara keseluruhan masih surplus meskipun defisit neraca berjalan cenderung membesar namun jumlahnya masih terkendali, cadangan devisa masih cukup besar, realisasi anggaran pemerintah masih menunjukkan sedikit surplus. Lihat Tabel. Namun di balik ini terdapat beberapa kelemahan struktural seperti peraturan perdagangan domestik yang kaku dan berlarut-larut, monopoli impor yang menyebabkan kegiatan ekonomi tidak efisien dan kompetitif. Pada saat yang bersamaan kurangnya transparansi dan kurangnya data menimbulkan ketidak pastian sehingga masuk dana luar negeri dalam jumlah besar melalui sistim perbankan yang lemah. Sektor swasta banyak meminjam dana dari luar negeri yang sebagian besar tidak di hedge. Dengan terjadinya krisis moneter, terjadi juga krisis kepercayaan. (Bandingkan juga IMF, 1997: 1). Namun semua kelemahan ini masih mampu ditampung oleh perekonomian nasional. Yang terjadi adalah, mendadak datang badai yang sangat besar, yang tidak mampu dbendung oleh tembok penahan yang ada, yang selama bertahun-tahun telah mampu menahan berbagai terpaan gelombang yang datang mengancam. *) Tulisan ini merupakan revisi dan updating dari pidato pengukuhan Guru Besar Madya pada FEUI dengan judul “Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF”, Jakarta, 10 Juni 1998. **) Lepi T. Tarmidi : Wakil Kepala Pusat Kajian APEC, Universitas Indonesia, email : lepi@lpem.feui.org2 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 INDIKATOR UTAMA EKONOMI INDONESIA 1990 - 1997 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 Pertumbuhan ekonomi (%) 7,24 6,95 6,46 6,50 7,54 8,22 7,98 4,65

Tingkat inflasi (%) 9,93 9,93 5,04 10,18 9,66 8,96 6,63 11,60 Neraca pembayaran (US$ juta) 2,099 1,207 1,743 741 806 1,516 4,451 -10,021 Neraca perdagangan 5,352 4,801 7,022 8,231 7,901 6,533 5,948 12,964 Neraca berjalan -3.24 -4,392 -3,122 -2,298 -2.96 -6.76 -7,801 -2,103 Neraca modal 4,746 5,829 18,111 17,972 4,008 10,589 10,989 -4,845 Pemerintah (neto) 633 1,419 12,752 12,753 307 336 -522 4,102 Swasta (neto) 3,021 2,928 3,582 3,216 1,593 5,907 5,317 -10.78 PMA (neto) 1,092 1,482 1,777 2,003 2,108 4,346 6,194 1,833 Cadangan devisa akhir tahun (US$ juta) 8,661 9,868 11,611 12,352 13,158 14,674 19,125 17,427 (bulan impor nonmigas c&f) 4,7 4,8 5,4 5,4 5,0 4,3 5,2 4,5 Debt-service ratio (%) 30,9 32,0 31,6 33,8 30,0 33,7 33,0 Nilai tukar Des. (Rp/US$) 1,901 1,992 2,062 2.11 2.2 2,308 2,383 4.65 APBN* (Rp. milyar) 3,203 433 -551 -1.852 1,495 2,807 818 456 * Tahun anggaran Sumber : BPS, Indikator Ekonomi; Bank Indonesia, Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia; World Bank, Indonesia in Crisis, July 2, 19983 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran Sebagai konsekuensi dari krisis moneter ini, Bank Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1997 terpaksa membebaskan nilai tukar rupiah terhadap valuta asing, khususnya dollar AS, dan membiarkannya berfluktuasi secara bebas (free floating) menggantikan sistim managed floating yang dianut pemerintah sejak devaluasi Oktober 1978. Dengan demikian Bank Indonesia tidak lagi melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar rupiah, sehingga nilai tukar ditentukan oleh kekuatan pasar semata. Nilai tukar rupiah kemudian merosot dengan cepat dan tajam dari rata-rata Rp 2.450 per dollar AS Juni 1997 menjadi Rp 13.513 akhir Januari 1998, namun kemudian berhasil menguat kembali menjadi sekitar Rp 8.000 awal Mei 1999. Krisis Moneter dan Faktor-Faktor Penyebabnya Penyebab dari krisis ini bukanlah fundamental ekonomi Indonesia yang selama ini lemah, hal ini dapat dilihat dari data-data statistik di atas, tetapi terutama karena utang swasta luar negeri yang telah mencapai jumlah yang besar. Yang jebol bukanlah sektor rupiah dalam negeri, melainkan sektor luar negeri, khususnya nilai tukar dollar AS yang mengalami overshooting yang sangat jauh dari nilai nyatanya1 . Krisis yang berkepanjangan ini adalah krisis merosotnya nilai tukar rupiah yang sangat tajam, akibat dari serbuan yang mendadak dan secara bertubi-tubi terhadap dollar AS (spekulasi) dan jatuh temponya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar. Seandainya tidak ada serbuan terhadap dollar AS ini, meskipun terdapat banyak distorsi pada tingkat ekonomi mikro, ekonomi Indonesia tidak akan mengalami krisis. Dengan lain perkataan, walaupun distorsi pada tingkat ekonomi mikro ini diperbaiki, tetapi bila tetap ada gempuran terhadap mata uang rupiah, maka krisis akan terjadi juga, karena cadangan devisa yang ada tidak cukup kuat untuk menahan

gempuran ini. Krisis ini diperparah lagi dengan akumulasi dari berbagai faktor penyebab lainnya yang datangnya saling bersusulan. Analisis dari faktor-faktor penyebab ini penting, karena penyembuhannya tentunya tergantung dari ketepatan diagnosa. Anwar Nasution melihat besarnya defisit neraca berjalan dan utang luar negeri, ditambah dengan lemahnya sistim perbankan nasional sebagai akar dari terjadinya krisis finansial (Nasution: 28). Bank Dunia melihat adanya empat sebab utama yang bersamasama membuat krisis menuju ke arah kebangkrutan (World Bank, 1998, pp. 1.7 -1.11). Yang pertama adalah akumulasi utang swasta luar negeri yang cepat dari tahun 1992 hingga Juli 1997, sehingga l.k. 95% dari total kenaikan utang luar negeri berasal dari sektor swasta ini, dan jatuh tempo rata-ratanya hanyalah 18 bulan. Bahkan selama empat tahun terakhir utang luar negeri pemerintah jumlahnya menurun. Sebab yang kedua adalah kelemahan 1 Dalam teori, overshooting nilai tukar biasanya bersifat sementara untuk kemudian mencari keseimbangan jangka panjang baru. Tetapi selama krisis ini berlangsung, nilai overshooting adalah sangat besar dan sudah berlangsung sejak akhir tahun 1997.4 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 pada sistim perbankan. Ketiga adalah masalah governance, termasuk kemampuan pemerintah menangani dan mengatasi krisis, yang kemudian menjelma menjadi krisis kepercayaan dan keengganan donor untuk menawarkan bantuan finansial dengan cepat. Yang keempat adalah ketidak pastian politik menghadapi Pemilu yang lalu dan pertanyaan mengenai kesehatan Presiden Soeharto pada waktu itu. Sementara menurut penilaian penulis, penyebab utama dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sangat tajam, meskipun ini bukan faktor satu-satunya, tetapi ada banyak faktor lainnya yang berbeda menurut sisi pandang masing-masing pengamat. Berikut ini diberikan rangkuman dari berbagai faktor tersebut menurut urutan kejadiannya: 1) Dianutnya sistim devisa yang terlalu bebas tanpa adanya pengawasan yang memadai, memungkinkan arus modal dan valas dapat mengalir keluar-masuk secara bebas berapapun jumlahnya. Kondisi di atas dimungkinkan, karena Indonesia menganut rezim devisa bebas dengan rupiah yang konvertibel, sehingga membuka peluang yang sebesarbesarnya untuk orang bermain di pasar valas. Masyarakat bebas membuka rekening valas di dalam negeri atau di luar negeri. Valas bebas diperdagangkan di dalam negeri, sementara rupiah juga bebas diperdagangkan di pusat-pusat keuangan di luar negeri. 2) Tingkat depresiasi rupiah yang relatif rendah, berkisar antara 2,4% (1993) hingga 5,8% (1991) antara tahun 1988 hingga 1996, yang berada di bawah nilai tukar nyatanya, menyebabkan nilai rupiah secara kumulatif sangat overvalued. Ditambah dengan kenaikan pendapatan penduduk dalam nilai US dollar yang naiknya relatif lebih cepat dari kenaikan pendapatan nyata dalam Rupiah, dan produk dalam negeri yang makin lama makin kalah bersaing dengan produk impor. Nilai Rupiah yang overvalued berarti juga proteksi industri yang negatif. Akibatnya harga barang impor menjadi relatif murah dan produk dalam negeri relatif mahal, sehingga masyarakat memilih barang impor yang kualitasnya lebih baik. Akibatnya produksi dalam negeri tidak berkembang, ekspor

menjadi kurang kompetitif dan impor meningkat. Nilai rupiah yang sangat overvalued ini sangat rentan terhadap serangan dan permainan spekulan, karena tidak mencerminkan nilai tukar yang nyata. 3) Akar dari segala permasalahan adalah utang luar negeri swasta jangka pendek dan menengah sehingga nilai tukar rupiah mendapat tekanan yang berat karena tidak tersedia cukup devisa untuk membayar utang yang jatuh tempo beserta bunganya (bandingkan juga Wessel et al.: 22), ditambah sistim perbankan nasional yang lemah. Akumulasi utang swasta luar negeri yang sejak awal tahun 1990-an telah mencapai jumlah yang sangat besar, bahkan sudah jauh melampaui utang resmi pemerintah yang beberapa tahun terakhir malah sedikit berkurang (oustanding official debt). Ada tiga pihak yang5 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran bersalah di sini, pemerintah, kreditur dan debitur. Kesalahan pemerintah adalah, karena telah memberi signal yang salah kepada pelaku ekonomi dengan membuat nilai rupiah terus-menerus overvalued dan suku bunga rupiah yang tinggi, sehingga pinjaman dalam rupiah menjadi relatif mahal dan pinjaman dalam mata uang asing menjadi relatif murah. Sebaliknya, tingkat bunga di dalam negeri dibiarkan tinggi untuk menahan pelarian dana ke luar negeri dan agar masyarakat mau mendepositokan dananya dalam rupiah. Jadi di sini pemerintah dihadapi dengan buah simalakama. Keadaan ini menguntungkan pengusaha selama tidak terjadi devaluasi dan ini terjadi selama bertahun-tahun sehingga memberi rasa aman dan orang terus meminjam dari luar negeri dalam jumlah yang semakin besar. Dengan demikian pengusaha hanya bereaksi atas signal yang diberikan oleh pemerintah. Selain itu pemerintah sama sekali tidak melakukan pengawasan terhadap utang-utang swasta luar negeri ini, kecuali yang berkaitan dengan proyek pemerintah dengan dibentuknya tim PKLN. Bagi debitur dalam negeri, terjadinya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar ini, di samping lebih menguntungkan, juga disebabkan suatu gejala yang dalam teori ekonomi dikenal sebagai fallacy of thinking2 , di mana pengusaha beramai-ramai melakukan investasi di bidang yang sama meskipun bidangnya sudah jenuh, karena masing-masing pengusaha hanya melihat dirinya sendiri saja dan tidak memperhitungkan gerakan pengusaha lainnya. Pihak kreditur luar negeri juga ikut bersalah, karena kurang hati-hati dalam memberi pinjaman dan salah mengantisipasi keadaan (bandingkan IMF, 1998: 5). Jadi sudah sewajarnya, jika kreditur luar negeri juga ikut menanggung sebagian dari kerugian yang diderita oleh debitur. Kalau masalahnya hanya menyangkut utang luar negeri pemerintah saja, meskipun masalahnya juga cukup berat karena selama bertahun-tahun telah terjadi net capital outflow3 yang kian lama kian membesar berupa pembayaran cicilan utang pokok dan bunga, namun masih bisa diatasi dengan pinjaman baru dan pemasukan modal luar negeri dari sumber-sumber lain. Beda dengan pinjaman swasta, pinjaman luar negeri pemerintah sifatnya jangka panjang, ada tenggang waktu pembayaran, tingkat bunganya

relatif rendah, dan tiap tahunnya ada pemasukan pinjaman baru. Pada awal Mei 1998 besarnya utang luar negeri swasta dari 1.800 perusahaan diperkirakan berkisar antara US$ 63 hingga US$ 64 milyar, sementara utang pemerintah US$ 53,5 milyar. Sebagian besar dari pinjaman luar negeri swasta ini tidak di hedge (Nasution: 12). Sebagian orang Indonesia malah bisa hidup mewah dengan menikmati selisih biaya bunga antara dalam negeri dan luar negeri (Wessel et al., hal. 22), misalnya 2 Yang dimaksud di sini adalah perilaku pengusaha yang bertindak atas pertimbangan dirinya sendiri tanpa mengetahui apa yang dilakukan oleh pengusaha lainnya. Misalnya pengusaha ramai-ramai mendiri-kan apotik, membuka tambak udang, membangun realestat dan kondomium. 3 Total pembayaran cicilan utang pokok dan bunga setelah dikurangi pinjaman baru.6 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 bank-bank. Maka beban pembayaran utang luar negeri beserta bunganya menjadi tambah besar yang dibarengi oleh kinerja ekspor yang melemah (bandingkan IDE). Ditambah lagi dengan kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam yang membuat utang dalam nilai rupiah membengkak dan menyulitkan pembayaran kembalinya. Pinjaman luar negeri dan dana masyarakat yang masuk ke sistim perbankan, banyak yang dikelola secara tidak prudent, yakni disalurkan ke kegiatan grupnya sendiri dan untuk proyek-proyek pembangunan realestat dan kondomium secara berlebihan sehingga jauh melampaui daya beli masyarakat, kemudian macet dan uangnya tidak kembali (Nasution: 28; Ehrke: 3). Pinjaman-pinjaman luar negeri dalam jumlah relatif besar yang dilakukan oleh sistim perbankan sebagian disalurkan ke sektor investasi yang tidak menghasilkan devisa (non-traded goods) di bidang tanah seperti pembangunan hotel, resort pariwisata, taman hiburan, taman industri, shopping malls dan realestat (Nasution: 9; IMF Research Department Staff: 10). Proyek-proyek besar ini umumnya tidak menghasilkan barang-barang ekspor dan mengandalkan pasar dalam negeri, maka sedikit sekali pemasukan devisa yang bisa diandalkan untuk membayar kembali utang luar negeri. Krugman melihat bahwa para financial intermediaries juga berperan di Thailand dan Korea Selatan dengan moral nekat mereka, yang menjadi penyebab utama dari krisis di Asia Timur. Mereka meminjamkan pada proyek-proyek berisiko tinggi sehingga terjadi investasi berlebihan di sektor tanah (Krugman, 1998; Greenwood). Mereka mulai mencari dollar AS untuk membayar utang jangka pendek dan membeli dollar AS untuk di hedge (World Bank, 1998, hal. 1.4). 4) Permainan yang dilakukan oleh spekulan asing (bandingkan juga Ehrke: 2-3) yang dikenal sebagai hedge funds tidak mungkin dapat dibendung dengan melepas cadangan devisa yang dimiliki Indonesia pada saat itu, karena praktek margin trading, yang memungkinkan dengan modal relatif kecil bermain dalam jumlah besar. Dewasa ini mata uang sendiri sudah menjadi komoditi perdagangan, lepas dari sektor riil. Para spekulan ini juga meminjam dari sistim perbankan untuk memperbesar pertaruhan mereka. Itu sebabnya mengapa Bank Indonesia memutuskan untuk tidak intervensi di pasar valas karena tidak akan ada gunanya. Meskipun pada awalnya spekulan asing ikut berperan, tetapi

hal..mereka tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas pecahnya krisis moneter ini.4. 1998. Sebagian dari mereka ini justru sekarang menderita kerugian. IMF. IMF Research7 Krisis Moneter Indonesia : Sebab.3. 2. Sebab utama adalah nilai tukar rupiah yang sangat overvalued. 1998: 5). yang membuat harga barang-barang impor menjadi relatif murah dibandingkan dengan produk dalam negeri. yang disebabkan karena laju peningkatan impor barang dan jasa lebih besar dari ekspor dan melonjaknya pembayaran bunga pinjaman. dan pada saat itu mereka akan menukarkan kembali rupiah dengan dollar AS (Wessel et al. 11). Negara-negara sahabat yang menjanjikan akan membantu Indonesia juga . 1998: 1.1).10). hal. 1998. Sistim ini menyebabkan apresiasi nyata dari nilai tukar rupiah dan mengundang tindakan spekulasi ketika sistim batas intervensi ini dihapus pada tanggal 14 Agustus 1997 (Nasution: 2). Peran IMF dan Saran Department Staff: 10. 1). Namun pemicu adalah krisis moneter kiriman yang berawal dari Thailand antara Maret sampai Juni 1997. yang diserang terlebih dahulu oleh spekulan dan kemudian menyebar ke negara Asia lainnya termasuk Indonesia (Nasution: 1. p. 4. 8) IMF tidak membantu sepenuh hati dan terus menunda pengucuran dana bantuan yang dijanjikannya dengan alasan pemerintah tidak melaksanakan 50 butir kesepakatan dengan baik. 6) Defisit neraca berjalan yang semakin membesar (IMF Research Department Staff: 10. IDE). karena mereka membeli rupiah dalam jumlah cukup besar ketika kurs masih di bawah Rp. Krisis moneter yang terjadi sudah saling kait-mengkait di kawasan Asia Timur dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya (butir 16 dari persetujuan IMF 15 Januari 1998). Selisih tingkat suku bunga dalam negeri dengan luar negeri yang besar dan kemungkinan memperoleh keuntungan yang relatif besar dengan cara bermain di bursa efek. 1998: 5). Krisis ini adalah krisis kepercayaan terhadap rupiah (World Bank. Terkesan tidak adanya kebijakan pemerintah yang jelas dan terperinci tentang bagaimana mengatasi krisis (Nasution: 1) dan keadaan ini masih berlangsung hingga saat ini. dana modal asing terus mengalir ke luar negeri meskipun dicoba ditahan dengan tingkat bunga yang tinggi atas surat-surat berharga Indonesia (Nasution: 1.000 per dollar AS dengan pengharapan ini adalah kurs tertinggi dan rupiah akan balik menguat. Kesalahan juga terletak pada investor luar negeri yang kurang waspada dan meremehkan resiko (IMF. 1. Setelah nilai tukar Rupiah tambah melemah dan terjadi krisis kepercayaan. 5) Kebijakan fiskal dan moneter tidak konsisten dalam suatu sistim nilai tukar dengan pita batas intervensi. Greenwood). Dampak. 1. ditopang oleh tingkat devaluasi yang relatif stabil sekitar 4% per tahun sejak 1986 menyebabkan banyak modal luar negeri yang mengalir masuk. 7) Penanam modal asing portfolio yang pada awalnya membeli saham besar-besaran dimingimingi keuntungan yang besar yang ditunjang oleh perkembangan moneter yang relatif stabil kemudian mulai menarik dananya keluar dalam jumlah besar (bandingkan World Bank. Ketidak mampuan pemerintah menangani krisis menimbulkan krisis kepercayaan dan mengurangi kesediaan investor asing untuk memberi bantuan finansial dengan cepat (World Bank.

menunda mengucurkan bantuannya menunggu signal dari IMF. (Ehrke: 2). 10. namun kelemahan ini meskipun telah terakumulasi selama bertahun-tahun masih bisa ditampung oleh masyarakat dan tidak cukup kuat untuk menjungkir-balikkan perekonomian Indonesia seperti sekarang ini. 11. Kerusahan besar-besaran pada pertengahan Mei yang lalu yang ditujukan terhadap etnis Cina telah menggoyahkan kepercayaan masyarakat ini akan keamanan harta. Singapura yang menjanjikan l.4. sehingga menimbulkan krisis keuangan. 22). US$ 1 milyar baru akan mencairkan dananya sebagai yang terakhir setelah semua pihak lain yang berjanji akan8 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Para spekulan inipun tidak semata-mata menggunakan dananya sendiri. sementara Brunei Darussalam yang menjanjikan l. Memang terjadi dislokasi sumber-sumber ekonomi dan kegiatan mengejar rente ekonomi oleh perorangan/kelompok tertentu yang menguntungkan mereka ini dan merugikan rakyat banyak dan perusahaan-perusahaan ..10). Padahal mereka menguasai sebagian besar modal dan kegiatan ekonomi di Indonesia dengan akibat mereka membawa keluar harta kekayaan mereka dan untuk sementara tidak melaukan investasi baru. Daya saing negara-negara Asia Timur meningkat terhadap Jepang. 9.k. Terjadilah snowball effect. Terdapatnya keterkaitan yang erat dengan yen Jepang. Setelah Plaza-Accord tahun 1985. 1998: 1. US$ 5 milyar meminta pembayaran bunga yang lebih tinggi dari pinjaman IMF. baik pejabat pribumi dan etnis Cina. sementara nilai utang dari negara-negara ini dalam dollar AS meningkat karena meminjam dalam yen. di mana serbuan terhadap dollar AS makin lama makin besar. Orang-orang kaya Indonesia. karena mata uang negaranegara Asia ini dipatok dengan dollar AS. tetapi juga meminjam dana dari sistim perbankan untuk bermain.Terjadi krisis kepercayaan dan kepanikan yang menyebabkan masyarakat luas menyerbu membeli dollar AS agar nilai kekayaan tidak merosot dan malah bisa menarik keuntungan dari merosotnya nilai tukar rupiah. padahal keadaan perekonomian Indonesia makin lama makin tambah terpuruk.k. sudah sejak tahun lalu bersiap-siap menyelamatkan harta kekayaannya ke luar negeri mengantisipasi ketidak stabilan politik dalam negeri. Spekulan domestik ikut bermain (Wessel et al. kurs dollar AS dan juga mata uang negara-negara Asia Timur melemah terhadap yen Jepang. yang nilainya melemah terhadap dollar AS (lihat IDE). Maret 1999 membantu telah mencairkan dananya dan telah habis terpakai. hal. IMF sendiri dinilai banyak pihak telah gagal menerapkan program reformasinya di Indonesia dan malah telah mempertajam dan memperpanjang krisis. 1. Di lain pihak harus diakui bahwa sektor riil sudah lama menunggu pembenahan yang mendasar. Tahun 1995 kurs dollar AS berbalik menguat terhadap yen Jepang. jiwa dan martabat mereka. sehingga banyak perusahaan Jepang melakukan relokasi dan investasi dalam jumlah besar di negara-negara ini. Sejak awal Desember 1997 hingga awal Mei 1998 telah terjadi pelarian modal besar-besaran ke luar negeri karena ketidak stabilan politik seperti isu sakitnya Presiden dan Pemilu (World Bank.

menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang nyata. Sementara itu pemerintah Indonesia telah enam kali memperbaharui persetujuannya dengan IMF. penyaluran dana yang besar untuk proyek IPTN dan mobil nasional.3 milyar selama tiga hingga lima tahun masa program. 2. meskipun kelemahan sektor riil dalam negeri mempunyai pengaruh terhadap melemahnya nilai tukar rupiah. 4. Second Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies (MEFP) tanggal 24 Juni. Untuk menunjang program ini. mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri terhadap kemampuan ekonomi Indonesia. Indonesia sendiri mempunyai kuota di IMF sebesar US$ 2. Kebijakan fiskal. dan kurang dipengaruhi oleh sektor riil dalam negeri. 1997: 1). Timbulnya krisis berkaitan dengan9 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Sebab itu tindakan yang harus segera didahulukan untuk mengatasi krisis ekonomi ini adalah pemecahan masalah utang swasta luar negeri. Program reformasi ekonomi yang disarankan IMF ini mencakup empat bidang: 1. (IMF. yang menyebabkan nilai dollar AS melambung dan tidak terbendung. Kebijakan moneter. Strategi pemulihan IMF dalam garis besarnya adalah mengembalikan kepercayaan pada mata uang. Peran IMF dan Saran jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS secara tajam.yang efisien. Bank Pembangunan Asia dan negaranegara sahabat juga menjanjikan pemberian bantuan yang nilai totalnya mencapai lebih10 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Subsidi pangan oleh BULOG. Penyesuaian struktural. tanggal 16 Maret 1999. Bank Dunia. dan yang terakhir adalah review yang keempat. kemudian 29 Juli 1998. dan sisanya akan dicairkan secara bertahap sesuai kemajuan dalam pelaksanaan program. Di samping dana bantuan IMF. jumlah yang sama disediakan setelah 15 Maret 1998 bila program penyehatannya telah dijalankan sesuai persetujuan. Maret 1999 kurang US$ 37 milyar (menurut Hartcher dan Ryan). Membenahi sektor riil saja. Dampak.04 milyar dicairkan segera. membenahi kinerja perbankan nasional. yakni sektor ekonomi luar negeri. Penyehatan sektor keuangan. yaitu dengan membuat mata uang itu sendiri menarik. (Fischer 1998b). 3. Sejumlah US$ 3. tidak memecahkan permasalahan. Krisis pecah karena terdapat ketidak seimbangan antara kebutuhan akan valas dalam jangka pendek dengan jumlah devisa yang tersedia. dan tidak kalah penting adalah mengembalikan stabilitas sosial dan politik. Program Reformasi Ekonomi IMF Menurut IMF. monopoli di berbagai bidang. krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia disebabkan karena pemerintah baru meminta bantuan IMF setelah rupiah sudah sangat terdepresiasi. Program bantuan IMF pertama ditanda-tangani pada tanggal 31 Oktober 1997. Inti dari setiap program pemulihan ekonomi adalah restrukturisasi sektor finansial. IMF akan mengalokasikan stand-by credit sekitar US$ 11.07 milyar yang bisa dimanfaatkan. Namun bantuan dari pihak lain ini dikaitkan dengan kesungguhan pemerintah Indonesia melaksanakan program-program . Dari jumlah total pinjaman tersebut.

Memperkuat aspek hukum dan pengawasan untuk perbankan C. dan aspek baru yang masuk adalah penyelesaian utang luar negeri perusahaan swasta Indonesia.5 milyar berasal dari Indonesia dan Korea. Sebagai perbandingan. memperkuat dan mempercepat restrukturisasi sistim perbankan. di antaranya sebesar US$ 21 milyar berasal dari IMF. Pembangunan sektor perbankan .11 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. di antaranya US$ 4 milyar dari IMF dan masing-masing US$ 0. 3. Peran IMF dan Saran 4. Restrukturisasi sektor keuangan .Kebijakan moneter dan nilai tukar B. Setelah pelaksanaan reformasi kedua ini kembali menghadapi berbagai hambatan. Dampak. 7 appendix dan satu matriks. Thailand hanya memperoleh dana bantuan total sebesar US$ 17. Jadwal pelaksanaan masing-masing program dirangkum dalam matriks komitmen kebijakan struktural. sehingga ekspor bisa bangkit kembali.Program restrukturisasi bank .2 milyar. Pokokpokok dari program IMF adalah sebagai berikut: A. Cakupan memorandum ini lebih luas dari kedua persetujuan sebelumnya. memperkuat implementasi reformasi struktural untuk membangun ekonomi yang efisien dan berdaya saing. yang mengandung 50 butir. 5.Perdagangan luar negeri dan investasi . Ke tujuh appendix adalah masing-masing: 1. Korea mendapat bantuan dana total sebesar US$ 57 milyar untuk jangka waktu tiga tahun. Strategi yang akan dilaksanakan adalah: 1.yang diprasyaratkan IMF. Saransaran IMF diharapkan akan mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan cepat dan kurs nilai tukar rupiah bisa menjadi stabil (butir 17 persetujuan IMF 15 Januari 1998).Lingkungan hidup. maka dilakukanlah negosiasi kedua yang menghasilkan persetujuan mengenai reformasi ekonomi (letter of intent) yang ditanda-tangani pada tanggal 15 Januari 1998. Karena dalam beberapa hal program-program yang diprasyaratkan IMF oleh pihak Indonesia dirasakan berat dan tidak mungkin dilaksanakan. menstabilkan rupiah pada tingkat yang sesuai dengan kekuatan ekonomi Indonesia.Social safety net . kembalikan pembelanjaan perdagangan pada keadaan yang normal. Kebijakan makro-ekonomi . menyusun kerangka untuk mengatasi masalah utang perusahaan swasta. maka diadakanlah negosiasi ulang yang menghasilkan supplementary memorandum pada tanggal 10 April 1998 yang terdiri atas 20 butir.Deregulasi dan swastanisasi . 2. Kebijakan moneter dan suku bunga 2.Kebijakan fiskal . Reformasi struktural .

meskipun surplus12 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. padahal masalah yang dihadapi tiap negara tidak seluruhnya sama. Pemerintah akan terus menjamin kelangsungan kredit murah bagi perusahaan kecilmenengah dan koperasi dengan tambahan dana dari anggaran pemerintah (butir 16 dan 20 dari Suplemen). Karena itu pemecahan utamanya adalah bagaimana mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar. Memang dalam anggaran belanja negara tahun 1998/1999 terdapat defisit anggaran yang besar. Prioritas utama dari program IMF ini adalah restrukturisasi sektor perbankan.3. Sementara itu Menko Ekuin/ Kepala Bappenas menegaskan bahwa “Dana IMF dan sebagainya memang tidak kita gunakan untuk intervensi. Restrukturisasi utang swasta 7. namun ini bukan disebabkan karena kebijakan deficit financing dari pemerintah. Reformasi BUMN dan swastanisasi 5. Semakin jatuh nilai tukar rupiah. Salah satu pemecahan standar IMF adalah menuntut adanya surplus dalam anggaran belanja negara. bila pemerintah dengan konsekuen melaksanakan program IMF. timbul kesan yang kuat bahwa IMF sesungguhnya tidak menguasai permasalahan dari timbulnya krisis. 1998b). Bantuan anggaran pemerintah untuk golongan lemah 4. Korea dan Indonesia) telah gagal. Adalah kebijakan dari Orde Baru untuk menjaga keseimbangan dalam anggaran belanja negara. mengkritik bahwa prakondisi IMF yang . rasa tenteram. padahal dalam hal Indonesia anggaran belanja negara sampai dengan tahun anggaran 1996/1997 hampir selalu surplus. yang paling umum adalah bahwa: (1) program IMF terlalu seragam. Radelet dan Sachs secara gamblang mentakan bahwa bantuan IMF kepada tiga negara Asia (Thailand. Awal Mei 1998 telah dilakukan pencairan kedua sebesar US$ 989. tetapi untuk mendukung neraca pembayaran serta memberi rasa aman. Maret 1999 ini ditutup oleh bantuan luar negeri resmi pemerintah. pemimpin ekonom Bank Dunia. dan prinsip ini terus dipegang. dan tidak ada tingkat inflasi yang melebihi 10%. Selama ini tidak ada pencetakan uang secara besar-besaran untuk menutup anggaran belanja negara yang defisit. Pencairan berikutnya sebesar US$ 1 milyar yang dijadwalkan awal bulan Juni baru akan terlaksana awal bulan September ini. dan (2) program IMF terlalu banyak mencampuri kedaulatan negara yang dibantu (Fischer. semakin besar defisit yang terjadi dalam anggaran belanja. Stiglitz. dan rasa kepercayaan terhadap perekonomian bahwa kita memiliki cukup devisa untuk mengimpor dan memenuhi kewajiban-kewajiban luar negeri” (Kompas. Setelah melihat program penyelematan IMF di ketiga negara tersebut. tetapi oleh karena nilai tukar rupiah yang terpuruk terhadap dollar AS. J. Kritik Terhadap IMF Banyak kritik yang dilontarkan oleh berbagai pihak ke alamat IMF dalam hal menangani krisis moneter di Asia. sehingga tidak bisa keluar dengan program penyelamatan yang tepat. Reformasi struktural 6.4 juta dan jumlah yang sama akan dicairkan lagi berturut-turut awal bulan Juni dan awal bulan Juli. 6 Mei 1998). Hukum Kebangkrutan dan reformasi yuridis.

Masyarakat kehilangan kepercayaan kepada otoritas moneter. Kabar terakhir menyebutkan bahwa pencairan bantuan tahap ketiga awal Juni ni akan tertunda lagi atas desakan pemerintah AS yang dikaitkan dengan perkembangan reformasi politik di Indonesia. bahwa di bidang kebijaksanaan makro IMF tidak memperlihatkan adanya konsistensi antarinstrumen kebijaksanaan. “Secara makro ancaman kegagalan terbesar kesepakatan ketiga ini berasal dari kebijaksanaan moneter yang masih ambivalen. yaitu negara pengutang lazimnya harus mendapatkan restu pendanaan dari pemerintah AS. dan ini akan menunda cairnya bantuan dari sumber-sumber lain (Hartcher dan Ryan). (Sri Mulyani: 72). bagaimana caranya untuk meningkatkan penerimaan pemerintah dan mengurangi pengeluaran pemerintah untuk mencapai sasaran surplus anggaran sebesar 1% dari PDB dalam tahun fiskal 1998/99. (Kompas. Anwar Nasution mengkritik bahwa reformasi ekonomi yang disarankan IMF bentuknya masih samar-samar.teramat ketat terhadap negara-negara Asia di tengah krisis yang berkepanjangan berpotensi menyebabkan resesi yang berkepanjangan. Dampak. Narvekar) sendiri juga dikutip sebagai mengatakan bahwa “IMF kerap menerapkan standar ganda dalam pengambilan keputusan. terutama dalam rangka stabilitas nilai tukar dan inflasi. karena cara pengelolaan bank yang amburadul dan tidak mengikuti peraturan. dan bagaimana ingin dicapai sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 3%. Di satu pihak. namun dampak psikologisnya dari tindakan ini tidak diperhitungkan. ada saja peluang bahwa tudingan atas pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia yang makin marak belakangan ini. (Nasution: 27-28). sementara keputusan yang diambil harus mengacu pada fakta konkret ekonomi. perwakilan IMF mewakili negara dan pemerintahan dengan kebijakan dan visi politik masing-masing. namun kelemahan utama dari IMF adalah tidak ada program yang jelas untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi untuk mendorong ekspor non-migas. sedang di lain pihak menganut kebijaksanaan moneter yang kontraktif. yang bertentangan dengan tema pengetatan. Kemudian berlakunya praktek apa yang dinamakan “konsensus Washington”. Tidak ada penjelasan rinci. Demikianpun halnya dengan Bank Dunia. Peran IMF dan Saran memberikan kelenturan dengan mengizinkan dipertahankannya subsidi dan menyediakan dana untuk menciptakan jaringan keselamatan sosial. Bank Indonesia dan perbankan nasional. Harapan satu-satunya adalah peningkatan ekspor non-migas. 13 Mei 1998). Di satu pihak IMF13 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Penasehat khusus IMF untuk Indonesia (P. yang pada dasarnya hanya memperluas kesempatan ekonomi AS. menjadi hal yang disoroti Dewan Direktur IMF dalam pengambilan keputusannya pekan depan”.R. Kedua kebijaksanaan ini bisa memandulkan efektivitas kebijaksanaan makro. sehingga memperparah keadaan dan masyarakat . karena keharusan BI melakukan fungsi lender of last resort bagi perbankan nasional. Saran IMF menutup sejumlah bank yang bermasalah untuk menyehatkan sistim perbankan Indonesia pada dasarnya adalah tepat. 2 Mei 1998). Sri Mulyani mengemukakan. juga ketidak sejalanan kebijaksanaan moneter dan fiskal” (Sri Mulyani: 72). (Kompas. Karenanya.

butir 5. ditambah jarak yang cukup lama antara paket bantuan pertama dan kedua. menghilangkan kepercayaan terhadap rupiah. Rencana IMF untuk mencairkan bantuannya secara bertahap dalam jarak waktu yang cukup jauh menunjukkan bahwa IMF menekan Indonesia untuk menjalankan programnya secara ketat dan membiarkan keadaan ekonomi Indonesia terus merosot menuju resesi yang berkepanjangan. Di lain pihak. bahkan memperparah keadaan. menyulitkan pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat. IMF sendiri tampaknya tidak tahu apa yang harus dilakukannya dan berputarputar pada kebijakan surplus anggaran. perekonomian Meksiko dengan cepat pada tahun 1996 dapat bangkit kembali. yang menimbulkan krisis likuiditas perbankan nasional yang gawat. 15 dan 24 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). . Sayangnya tidak ada program khusus yang secara langsung ditujukan untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah. menaikkan suku bunga dan mengembalikan kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi. 7 dari Suplemen). 21 dari persetujuan 15 Januari 1998. kalau mau. hanya dicicil US$ 1 milyar dari jumlah US$ 3 milyar. dan titipan-titipan khusus dari negaranegara maju yaitu membuka peluang investasi yang seluas-luasnya bagi mereka dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan Indonesia. ekonomi dan hukum di Indonesia yang pada akhirnya bermuara pada mundurnya Presiden Soeharto. dengan mencairkan dana bantuan yang relatif besar pada bulan November lalu. IMF tidak memecahkan permasalahan yang utama dan yang paling mendesak secara langsung. IMF sedikit banyak mempunyai andil dalam perjuangan menggulirkan tuntutan reformasi politik.beramai-ramai memindahkan dananya dalam jumlah besar ke bank-bank asing dan pemerintah atau ditaruh di rumah. IMF bisa saja terlebih dahulu mengambil kebijakan memprioritaskan stabilisasi nilai tukar rupiah.14 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Maret 1999 Saran IMF untuk menstabilkan nilai tukar adalah dengan menerapkan kebijakan uang ketat. Dengan demikian timbulnya krisis kepercayaan yang berkepanjangan dapat dicegah. Hal ini juga diakui oleh IMF (butir 14. tingkat bunga tinggi. 17. dari waktu ke waktu mengadakan intervensi terbatas di pasar valas dengan petunjuk IMF (lihat butir 14. uang ketat. Asian Development Bank dan negara-negara sahabat. Dengan menahan pencairan bantuan tahap kedua dan setelah diundur. berhubung semua bantuan tambahan yang besarnya mencapai US$ 27 milyar dikaitkan dengan cairnya bantuan IMF. Karena badan internasional lain dan negara-negara sahabat yang menjanjikan bantuan juga menunggu signal dari IMF. pembenahan sektor riil yang memang perlu dan sudah sangat mendesak. 16. juga tidak ada Appendix untuk masalah ini. yang didukung oleh bantuan dana dari World Bank. Pertanyaan mendasar yang harus ditujukan kepada IMF menurut penulis adalah sejauh mana IMF bersungguh-sungguh dalam hal membantu mengatasi krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia dewasa ini? Apakah sama seperti kesungguhan Amerika Serikat ketika membantu Meksiko bersama-sama dengan IMF dan negara-negara maju lainnya yang berhasil menggalang sebesar hampir US$ 48 milyar Januari 1995? Setelah mencapai titik terendah tahun 1995. kita juga perlu berterima kasih kepada IMF karena dengan menunda mencairkan bantuannya.

Program reformasi IMF secara mencurigakan mengulang kembali tuntutan-tuntutan deregulasi ekonomi yang sudah sejak bertahun-tahun didengungkan oleh Bank Dunia dan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia (lihat World Bank. di mana makin ditunda makin banyak15 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Krisis ekonomi yang tengah berlangsung ini memang bukan tanggung-jawab IMF dan tidak bisa dipecahkan oleh IMF sendiri. Permintaan IMF untuk menghentikan dengan segera perlakuan pembebasan pajak dan kemudahan kredit untuk proyek mobil nasional dan IPTN adalah tepat. bab 2. yang justru menjanjikan kepastian dan kestabilan nilai tukar pada tingkat yang wajar. Reformasi struktural sebagaimana yang dianjurkan oleh IMF memang mendasar dan penting. karena dalam jangka pendek proyek ini akan mengacaukan kebijakan pemerintah di bidang fiskal. Peran IMF dan Saran perusahaan yang jatuh bergelimpangan. bab 4 dan 5). . Ibaratnya orang yang sudah hampir tenggelam diombang-ambing ombak laut tidak segera ditolong dengan dilempari pelampung. Banyak perusahaan yang mengandalkan pasaran dalam negeri tidak bisa menjual barang hasil produksinya karena perusahaan-perusahaan ini umumnya memiliki kandungan impor yang tinggi dan harga jualnya menjadi tidak terjangkau dengan semakin jatuhnya nilai tukar rupiah. sehingga timbul teka-teki. utang luar negeri swasta dan nilai tukar rupiah yang merosot jauh dari nilai riilnya adalah masalah-masalah dasar jangka pendek. 1996. 1997. Namun bantuan dana IMF dan ketergantungan harapan pada IMF ini di(salah)gunakan untuk menekan pemerintah Indonesia untuk melaksanakan reformasi struktural secara besar-besaran. Tidak adanya program dari IMF yang jelas dan berjangka pendek untuk mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar dan menstabilkannya membuat pemerintah cukup lama terombang-ambing antara memilih program IMF atau currency board system.World Bank.Di lain pihak memang harus diakui bahwa tekanan ini perlu untuk memastikan kesungguhan Indonesia. Bila semua kekuatan bantuan ini dikumpulkan sekaligus secara dini. yang lama tidak disinggung oleh IMF. Dampak. Jadi. tetapi dampak hasilnya baru bisa dirasakan dalam jangka panjang. karena untuk beberapa tindakan memang ada tanda-tanda kekurang sungguhan di pihak Indonesia. Namun kekurangan yang paling utama dari IMF adalah bahwa IMF dalam program bantuannya tidak mencari pemecahan terhadap masalah yang pokok dan sangat mendesak ini dan berputar-putar pada reformasi struktural yang dampaknya jangka panjang. apakah IMF benar-benar tidak melihat inti permasalahannya atau berpura-pura tidak tahu? Atau IMF mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk memaksakan perubahan-perubahan yang sudah lama menjadi duri di matanya dan bagi Bank Dunia serta mewakili kepentingan-kepentingan asing? Tampaknya di balik anjuran program pemulihan kegiatan ekonomi ada titipan-titipan politik dan ekonomi dari negara-negara besar tertentu. maka hal ini dengan cepat akan memulihkan kembali kepercayaan masyarakat dalam negeri dan internasional. sementara pemecahan masalahnya sudah sangat mendesak. Di sini timbul keragu-raguan akan kemurnian kebijakan reformasi IMF. tapi disuruh belajar berenang dahulu.

Jadi tindakan yang pokok adalah pertama mengembalikan dulu nilai rupiah ke tingkat yang wajar dan dari sini baru menghitung besarnya subsidi. Di antara saran-saran IMF juga ada yang mengenai perluasan penyertaan modal asing dalam kegiatan ekonomi Indonesia yang terlalu jauh. siapa yang menjadi penyebab dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini. BBM dan listrik sudah diperhitungkan dan dinaikkan dalam anggaran pemerintah (butir 20 dari Suplemen). seperti orang asing yang tinggal di Indonesia misalnya. Membengkaknya subsidi ini disebabkan16 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. bila pendapatan masyarakat dalam rupiah juga ikut naik dua atau tiga kali lipat sesuai dengan kenaikan nilai tukar dollar AS. seperti kinerja yang kurang efisien. Tindakan drastis ini sedikit-banyak telah membantu memicu terjadinya kerusuhan-kerusuhan sosial dan politik. kita harus melihat sebab-sebab lain di balik kenaikan biaya produksi. bank asing maupun penguasaan saham dari . sementara pendapatan masyarakat adalah dalam rupiah yang tidak berubah sejak sebelum terjadinya krisis moneter. Subsidi listrik relatif lebih mudah untuk dihapuskan. Namun penurunan subsidi BBM dan listrik oleh pemerintah secara drastis dan mendadak pada tanggal 4 Mei 1998 yang lalu mempunyai dampak yang sangat luas terhadap perekonomian rakyat kecil. menunggu keresahan masyarakat reda? Di sini pemerintah salah membaca isi dari kesepakatan dengan IMF. misalnya penagihan yang lebih efektif. BBM dan listrik. Dalam suplemen program IMF April 1998 disebutkan bahwa subsidi masih bisa diberikan kepada beberapa jenis barang yang banyak dikonsumsi oleh penduduk berpenghasilan rendah seperti bahan makanan. tagihan listrik dalam jumlah besar yang tidak dibayar. Keadaan ini tidak sebanding. yakni melalui subsidi silang sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tetap dikenakan tarif listrik yang murah dan melalui peningkatan efisiensi. karena IMF menganjurkan penghapusan subsidi secara bertahap dan tidak secara mendadak. Baru pada tanggal 1 Oktober 1998 direncanakan subsidi akan diturunkan secara berarti. meskipun kepentingan rakyat kecil sangat diperhatikan dengan adanya jaringan keselamatan sosial. sehingga nilai tukar valas naik sangat tinggi dan siapa yang menarik keuntungan dari krisis ini? Janganlah rakyat banyak diminta untuk berkorban mengatasi krisis ini atau membebankan di atas penderitaan rakyat dengan misalnya menaikkan harga BBM dan tarif listrik. kalau tidak menurun dan banyaknya PHK. Juga saran IMF untuk menghapuskan subsidi BBM dan listrik yang kian membesar secara bertahap dalam jangka waktu tiga tahun sudah benar. (butir 10 dan 11 dari Suplemen). Dalam situasi sekarang hampir tidak ada peluang untuk meningkatkan pajak. tetapi sebab utama karena merosotnya nilai tukar rupiah. Dalam kaitan ini perlu dipertanyakan. Modal asing sudah diberi peluang yang cukup besar untuk investasi di Indonesia dengan diperbolehkannya kepemilikan hingga 100% baik untuk pendirian PMA. apakah pemerintah tidak bisa menunda kenaikan BBM dan listrik untuk beberapa bulan. Yang menjadi pertanyaan di sini adalah. Tidak bisa biaya produksi dihitung atas dasar nilai tukar dengan dollar AS yang masih relatif tinggi lalu dibebankan kepada konsumen. Maret 1999 oleh beberapa faktor. Halnya akan lain.anggaran dan moneter secara berarti. Subsidi untuk bahan pangan.

meskipun tidak kembali pada tingkat sebelum terjadinya krisis moneter. tetapi apa sumbangan dari keterbukaan ini terhadap restrukturisasi ekonomi dari program IMF. padahal harga dari banyak barang naik cukup tinggi. yang akan memperlancar dan mempercepat proses penyelesaian utang. investasi menurun karena impor barang modal menjadi mahal. Masalahnya bukan sentimen nasionalisme. perjalanan ke luar negeri . toko sepi. PHK di mana-mana. perusahaan tutup atau mengurangi produksinya karena tidak bisa menjual barangnya dan beban utang yang tinggi. Secara umum impor barang menurun tajam termasuk impor buah. yang bukan disebabkan karena imported inflation4 . harga telur/ayam naik. biaya sekolah di luar negeri melonjak. Peran IMF dan Saran luar negeri. Dampak lain adalah laju inflasi yang tinggi selama beberapa bulan terakhir ini. Dampak. AFTA dan APEC. Meskipun demikian IMF masih meminta dihapuskannya larangan membuka cabang bagi bank asing. kecuali saham bank nasional yang go public. yang melambung tinggi jika dihadapkan dengan pendapatan masyarakat dalam rupiah yang tetap. stabilisasi ekonomi dan moneter. tetapi lebih tepat jika dikatakan foreign exchange induced inflation. utang luar negeri dalam rupiah melonjak. (Bandingkan juga Sri Mulyani: 72-3). dan liberalisasai perdagangan yang jauh lebih liberal dari komitmen resmi pemerintah di forum WTO. Dengan demikian roda perekonomian bisa berputar kembali dan harga-harga bisa turun dari tingkat yang tinggi dan terjangkau oleh masyarakat. karena IMF sebagai lembaga yang disegani bisa banyak membantu memulihkan kepercayaan kreditor17 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. izin investasi di bidang perdagangan besar dan eceran. Ikut campurnya IMF dalam penyelesaian utang swasta adalah sangat baik.perusahaan-perusahaan yang telah go public. Pada sisi lain merosotnya nilai tukar rupiah secara tajam juga membawa hikmah. terutama yang bermodal kecil? Apa permintaan IMF ini tidak terlalu jauh? Kedengarannya seperti IMF menerima titipan pesan sponsor dari negara-negara besar yang ingin memaksakan kepentingannya dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Masalah ini hanya bisa dipecahkan secara mendasar bila nilai tukar valas bisa diturunkan hingga tingkat yang wajar atau nyata (riil). khususnya dollar AS. IMF bisa bertindak sebagai perantara yang netral dan dipercaya. dan apa sumbangannya terhadap pemasukan modal asing? Bukan masalah anti asing atau sentimen nasionalisme yang sempit. kecuali sebagian sektor pertanian dan ekspor. harga BBM/tarif listrik naik. tarif angkutan naik. Imbas dari kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam secara umum sudah kita ketahui: kesulitan menutup APBN. bahkan dalam beberapa hal turun ditambah PHK. Saran IMF lainnya yang disisipkan dalam persetujuan dan tidak ada kaitannya dengan program stabilisasi ekonomi dan moneter adalah desakannya untuk menyusun UndangUndang Lingkungan Hidup yang baru (butir 50 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). Dampak dari Krisis Dewasa ini semua permasalahan dalam krisis ekonomi berputar-putar sekitar kurs nilai tukar valas. tetapi apa salahnya bila pemerintah menyisakan bidang kegiatan untuk pengusaha Indonesia.

pulihnya kepercayaan investor dalam dan luar negeri. Hal yang serupa juga terjadi untuk ekspor barang manufaktur. sehingga perlu dilancarkan program-program untuk menunjang mereka yang dikenal sebagai social safety net. Prospek Ekonomi Indonesia Prospek ekonomi untuk beberapa tahun mendatang adalah kurang cerah dan akan ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang negatif. dan ini tidak terjadi. gula.18 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Berapa lama krisis ekonomi ini masih akan berlangsung. bahkan cenderung sedikit menurun pada sektor barang hasil industri. dan tingkat inflasi sekitar 66%. kebalikannya arus masuk turis asing akan lebih besar. Sebagai dampak dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ini. Meningkatnya jumlah penduduk miskin tidak terlepas dari jatuhnya nilai tukar rupiah yang tajam. suasana politik dan sosial yang stabil. keamanan yang mantap. Maret 1999 dalam nilai tukar mata uangnya dan bisa menurunkan harga jual dalam nominasi valas. tidak terjadi. menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada tingkat yang wajar. kopi dan sebagainya ikut naik. pertumbuhan GDP nyata Indonesia pada tahun 1998/9 diperkirakan akan negatif sebesar 16%. Menurut perkiraan IMF pada bulan Maret 1999 lalu. tetapi penerimaan ekspor dalam valas umumnya tidak berubah. Faktor-faktor tersebut adalah bantuan IMF dan donor-donor lainnya yang segera. Petani yang berbasis ekspor penghasilannya dalam rupiah mendadak melonjak drastis.5 juta. pada Oktober 1998 ini jumlah keluarga miskin diperkirakan meningkat menjadi 7. Meskipun penerimaan rupiah petani komoditi ekspor meningkat tajam. Sayangnya ekspor yang secara teoretis seharusnya naik. pengusaha domestik kapok meminjam dana dari luar negeri. karena pembeli di luar negeri juga menekan harganya karena tahu petani dapat untung besar. Hasilnya adalah perbaikan dalam neraca berjalan. yang menyebabkan terjadinya kesenjangan antara penghasilan yang berkurang karena PHK atau naik sedikit dengan pengeluaran yang meningkat tajam karena tingkat inflasi yang tinggi. sehingga bila nilai tukar rupiah bisa dikembalikan ke nilai nyatanya maka biaya besar yang dibutuhkan untuk social safety net ini bisa dikurangi secara drastis. Namun secara keseluruhan dampak negatifnya dari jatuhnya nilai tukar rupiah masih lebih besar dari dampak positifnya. dan negara-negara produsen lain juga mengalami depresiasi 4 Suatu inflasi dikatakan terjadi karena imported inflation bila harga barang-barang di negara pengekspornya naik. sulit untuk diramalkan karena tergantung pada banyak faktor. hanya di sini ada kesulitan lain untuk meningkatkan ekspor. Keadaan ekonomi yang sangat parah ini diperkirakan pada bulan-bulan mendatang masih akan berlangsung terus. karena ada masalah dengan pembukaan L/C dan keadaan sosial-politik yang belum menentu sehingga pembeli di luar negeri mengalihkan pesanan barangnya ke negara lain.dan pengiriman anak sekolah ke luar negeri. karena krisis belum juga menyentuh dasar jurang. sementara bagi konsumen dalam negeri harga beras. proteksi industri dalam negeri meningkat sejalan dengan merosotnya nilai tukar rupiah. . daya saing produk dalam negeri dengan tingkat kandungan impor rendah meningkat sehingga bisa menahan impor dan merangsang ekspor khususnya yang berbasis pertanian.

Kegiatan jasa hotel. maka upaya yang paling utama dan mendesak bagi Indonesia19 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. begitupun pengusaha domestik akan sangat hati-hati untuk meminjam dari luar negeri. pada suatu saat tertentu dan membagi (spread-out) pembayaran ini secara merata dalam .Tapi sekali krisis berakhir dan ekonomi berbalik bangkit kembali (rebound). dan penyelesaian masalah utang swasta dengan penjadwalan ulang (Kompas. berobat di luar negeri. sehingga yang diperlukan adalah pulihnya kepercayaan dan masuknya modal baru. Ditambah dengan hilangnya insentif untuk meminjam dari luar negeri karena biaya pinjaman yang lebih rendah diimbangi dengan tingkat depresiasi yang lebih tinggi dan karena tidak adanya lagi intervensi kurs oleh BI. Dengan demikian. perdagangan dan angkutan juga bisa hidup kembali. kegiatan ekonomi Indonesia terutama harus ditunjang oleh kekuatan sendiri berdasarkan dana modal yang tersedia di dalam negeri. Dengan sistim ini. dan meningkatkan ekspor. p. 9 April 1998). dana asing akan sangat hati-hati masuk ke Indonesia. pola makan makanan yang bahannya gandum).2). Penulis menginterpretasikan nilai tukar nyata sebagai nilai tukar berdasarkan purchasing power parity yang bisa menjaga keseimbangan dalam neraca berjalan dan yang bisa menjamin ekonomi nasional beroperasi. harga barang-barang produksi dalam negeri dengan kandungan lokal tinggi bisa meningkat daya saingnya sehingga bisa berkembang dan orang tidak mengandalkan bahan impor karena menjadi mahal. Peran IMF dan Saran dewasa ini adalah program penyelamatan yang bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat serta menstabilkan kurs rupiah pada nilai tukar yang nyata (bandingkan juga Stiglitz). Setelah mendapat pengalaman dari krisis ini. impor secara otomatis akan berkurang (misalnya buah. maka perbaikan ini diperkirakan akan berlangsung relatif cepat. harga mobil terjangkau oleh masyarakat. industrialisasi substitusi impor berlanjut. Karena prasarana dasar untuk pembangunan sudah tersedia. sejauh persyaratan di atas bisa dipenuhi. restrukturisasi perbankan. memperbaiki “governance”. kirim anak sekolah di luar negeri. perjalanan. tenaga terlatih. 1998. 2. Dengan demikian sumber utama krisis di masa lalu untuk masa mendatang sudah dapat dieliminir. dan menjaga stabilitas fiskal dan moneter selama masa transisi (World Bank. Dunia perbankan nasional juga telah diajarkan dari manfaat jangka panjang untuk bertindak prudent. Bank Dunia menyarankan mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah dengan empat kebijakan utama: restrukturisasi beban utang swasta. pabrik. jalan-jalan ke luar negeri. Dampak. Inti dari pemecahan krisis moneter dalam jangka pendek haruslah ditujukan kepada pencegahan penumpukan pembayaran utang luar negeri. mesin-mesin sudah ada. baik swasta maupun pemerintah. reformasi dan memperkuat sistim perbankan. Para ekonom dari CSIS berpendapat bahwa langkah yang harus diambil untuk mengatasi kemelut ini adalah dengan menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tingkat yang wajar. Saran-Saran Krisis moneter telah memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk menentukan kebijakan di masa depan.

Sejauh ini Indonesia memang selalu patuh untuk membayar semua utang-utangnya secara tepat waktu. Membentuk kabinet baru yang terdiri atas teknokrat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat Indonesia maupun luar negeri akan kesungguhan program reformasi. Sebab menurut APBN tahun 1998/99 jumlah pembayaran cicilan utang pokok luar negeri beserta bunganya mencapai US$ 7.560 juta. Beberapa saran dari penulis untuk mengatasi krisis ekonomi dewasa ini adalah sebagai berikut:20 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. . Keuntungan dari penundaan pembayaran utang ini adalah. sementara pinjaman luar negeri baru sebesar US$ 6. Pemerintah melaksanakan reformasi dan restrukturisasi sektor riil dan keuangan secara konsekuen untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia. diharapkan akan terjadi arus balik devisa dan masuknya modal luar negeri. 2. berarti bahwa beban utang termasuk pembayaran bunga untuk di kemudian hari akan bertambah besar. maka masih ada selisih positif sebesar lebih dari US$ 1 milyar yang bisa dihemat. 3. Dengan adanya kepercayaan ini. dalam hal ini Departemen Keuangan dan Bank Indonesia.jangka waktu yang lebih panjang pada tingkat yang terkendali (manageable). Yang nanti akan menjadi masalah adalah bagaimana membayar utang bantuan darurat yang mencapai US$ 46 milyar tersebut di samping utang-utang pemerintah dan swasta yang ada. harus bertindak proaktif menghadapi IMF dengan mengajukan saran-sarannya sendiri dan menolak program-program yang tidak relevan dan cenderung merugikan Indonesia. Makin cepat pemerintah melaksanakan program-program reformasi. Namun dalam keadaan krisis yang parah ini. Jumlah ini sangat berarti untuk memperkuat cadangan devisa negara. Karena Indonesia telah menanda-tangani persetujuan program reformasi struktural ekonomi dengan IMF. Dengan demikian. Bila Jepang hanya mau membantu dengan dengan menambah pinjaman baru. sebab Paris Club adalah instrumen internasional yang memang khusus dirancang untuk membantu negara-negara sedang berkembang dalam menghadapi masalah pembayaran kembali utang-utang luar negeri pemerintah. terlebih lagi karena bantuan IMF ini terkait dengan bantuan negara-negara donor lainnya yang jumlahnya sangat besar. Seandainya Indonesia tidak menerima bantuan barupun. apa salahnya jika Indonesia meminta penundaan waktu pembayaran kembali utang? Nama Indonesiapun tidak menjadi jelek karenanya. hanya saja jangka waktu pembayaran kembalinya saja yang lebih panjang. maka pemerintah juga harus melaksanakannya dengan konsekuen. Maret 1999 1.450 juta. Indonesia bisa bernapas untuk memperkuat posisi cadangan devisanya. termasuk program reformasi IMF. yang juga selalu mendapatkan pujian dari Bank Dunia dan IMF. Mengusahakan penundaan pembayaran utang resmi pemerintah berupa pembayaran cicilan pokok dan bunga selama misalnya dua tahun melalui Paris Club. tanpa merusak nama Indonesia sebagai debitur yang baik. bahwa beban utang tidak menjadi bertambah. makin cepat juga dananya cair. Namun pemerintah. Sementara ini sudah banyak negara sedang berkembang yang memanfaatkan fasilitas ini.

biaya angkutan udara bisa diturunkan. Hingga kini sikap pemerintah Indonesia terkesan pasif. karena merubah perbandingan harga antara barang dalam negeri aktif dalam forum-forum internasional seperti APEC. Bila ini disadari sebagai hal yang utama dan yang paling mendesak untuk mengakhiri krisis ini. Kebijakan depresiasi nilai tukar yang relatif besar dampaknya sama seperti kebijakan proteksi produksi dalam negeri. Nilai tukar nyata yang wajar ini harus dicari dengan memperhatikan kriteria-kriteria berikut.22 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. yang sekarang sedang diusahakan oleh Tim Penanggulangan Utang Luar Negeri Swasta (PULNS) atau Indonesian Debt Restructuring Agency (INDRA). Menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang riil. begitupun harga BBM/listrik dan pakan ternak. harga barang-barang produksi dalam negeri dapat terjangkau termasuk sembako dan pabrik-pabrik beroperasi kembali. maka seluruh daya upaya dan pikiran dapat diarahkan untuk memecahkan persoalannya. Dampak. Mengadakan negosiasi ulang utang luar negeri swasta Indonesia dengan para kreditor untuk meminta penundaan pembayaran. sehingga ekspor masih bisa tetap bergairah. bahwa Indonesia akan menunda pembayaran cicilan utang pokoknya saja. artinya tidak lagi overvalued ketika regim managed floating. perjalanan domestik dan luar negeri dapat hidup kembali. biaya perjalanan ke dan sekolah di luar negeri tetap masih mahal. juga tingkat inflasi. . orang-orang yang menganggur dapat bekerja kembali. Hal ini telah dilakukan oleh pemerintah dan telah dicapai kesepakatan. Masalah pokoknya adalah bagaimana memperkuat nilai tukar mata uang masing-masing kembali pada tingkat yang wajar. jumlah penduduk miskin dapat ditekan kembali dan jaringan keamanan sosial tidak lagi diperlukan. 4. pembayaran utang luar negeri pemerintah dan swasta dalam rupiah dapat ditekan sehingga mampu dikembalikan. Dengan kurs ini defisit anggaran belanja negara bisa ditekan. Mengembalikan stabilitas sosial dan politik dan rasa aman secepatnya sehingga bisa memulihkan kepercayaan pemilik modal dalam dan luar negeri. ASEAN. Misalnya dengan mengajukan gagasan-gagasan pemecahan yang konkrit dan mendesak diadakannya pertemuanpertemuan dengan segera. Maret 1999 7. 6. Sebaliknya daya saing ekspor masih cukup tinggi. insentif untuk meminjam dana dari luar negeri hilang. Peran IMF dan Saran membantu meringankan defisit anggaran belanja. yang semuanya mengurangi pengurangan devisa. dan sebagainya untuk mencari pemecahan atas krisis moneter yang sedang melanda banyak negara Asia Timur. terlebih lagi dengan semakin terpuruknya nilai tukar rupiah semakin besar pula defisit dalam anggaran belanja negara yang harus ditutup. Dilain pihak kurs dollar AS ini harus cukup tinggi untuk menahan impor berbagai macam barang dan bahan serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri termasuk buah-buahan. bahkan bisa dipertimbangkan untuk membiarkannya sedikit undervalued untuk meningkatkan daya saing secara internasional dan merangsang produksi dalam negeri dan ekspor.Penjadwalan kembali pembayaran utang resmi pemerintah ini juga akan banyak21 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. paling tidak tingkat depresiasi rupiah tidak lebih rendah dari depresiasi nyatanya.

IMF. W. Jakarta.C.23 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. C. Press Release No. 1998. Mencari Paradigma Baru Pembangunan Indonesia. Moh. hal. 1997. Setiati (penyunting). Hollinger. Daftar Kepustakaan Anwar. November 5. Bank Indonesia. 1998. Untuk mengembalikan kepercayaan dari masyarakat yang menyimpan uangnya di dalam negeri. I. 2.. June. 16). S. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. 1999. J. 6 April. Jakarta: CSIS. 1998c. August. 30 Maret . “IMF dan Krisis Asia”. “Mencari Solusi Alternatif untuk Mengatasi Krisis”. ________. Vol. Washington. Februari. makalah pada Simposium Kepedulian Universitas Indonesia Terhadap Tatanan Masa Depan Indonesia”. 1998. 2-5. “Transformasi Struktur Perekonomian Indonesia: Pola dan Potensi”.. A. Jakarta: Kompas. Greenwood. Menghalangi kemungkinan kegiatan spekulasi valas besar-besaran dengan mempelajari kemungkinan melakukan pengawasan devisa secara terbatas tanpa melepas prinsip regim devisa bebas atau melanggar kesepakatan dengan IMF. Arsjad. Selanjutnya tidak memberi peluang untuk memperdagangkan rupiah atau menaruh deposito Rupiah di luar negeri. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”. Bonn: Friedrich Ebert Stiftung. 35 No. hal. Peran IMF dan Saran Hartcher. Bello.: Finance & Development. 1998. hal. 1998. Dampak. “Krisis Ekonomi Indonesia dan Reformasi (Makro) Ekonomi”. W. 97/50. Ehrke. November 5. IMF.C. the United States-Indonesia Society.8. Ryan. 1998a.1 April.. 9 Oktober. apalagi didukung oleh cadangan devisa pemerintah yang semakin membesar. 1997. 1997. pemerintah bisa mempertimbangkan melakukan operasi swap. D. D. Washington. 97/50. World Economic Outlook. US$ 10. 3.C.. “Peranan IMF Saat Krisis”. Pangestu. Sri Mulyani I. “The Lessons of Asia’s Currency Crisis”. hal. Australian Financial Review. 1996. Press Release No. Supplemetary Memorandum of Economic and Financial Policies. May. 6. May 21. Deposito valas hanya boleh di bank-bank devisa dalam negeri dan tidak boleh ditempatkan di luar. Kompas. Economic Policy under President Soeharto: Indonesia’s Twenty-Five Year Record. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”. 33-48. Fischer. Depok. dalam: M.C. 8 April. .000. 1998b. ________. P. Kampus UI. “The Asian Crisis and the Changing Role of the IMF”.H. 1997. Ursachen und Auswirkungen der Asienkrise”. IMF. IMF. M. Jakarta. Gunawan. “The IMF Turns Off the Tap”. “Financial Crisis in Indonesia”. Washington. “Pangloss oder die beste aller moeglichen Welten. saduran.1998. D.. Jakarta. Kompas. misalnya transfer pribadi dibatasi sampai jumlah tertentu. 1 September. pp. 9. “Indonesia. Krugman juga menganjurkan memungut pajak atas dana yang masuk dan membuat peraturan yang menghambat pengiriman dana ke luar (lihat Wessel dan Davis.

March 16.B. September 25. “Indonesia . Jakarta. T. Schuman. July 26. Nine Economies Challenging Common Structural Problems. hal. Montes.: Finance & Development. 28-29.. Tanaka (editors). Jakarta: Kompas.C. p. January 15. IMF Staff. “The Myth of Asia’s Miracle”. The Pacific Century: Myth or Reality?. Jakarta: Kompas. the 1994 Panglaykim Memorial Lecture. “RI-IMF Hasilkan Memorandum Tambahan”. H.IMF Agreement on Economic Reforms”. Economy Is Slated for Rapid Change”. Hong Kong: Far Eastern Economic Review. Jakarta: CSIS. “Capital Flow Sustainability and Speculative Currency Attacks”. Sachs. Maret 1999 Krugman.C. February 7. 3rd updated reprint. “What Happened to Asia”. 9 April 1998. Examining Asia’s Tigers.. 13 Mei 1998. IDE Spot Survey.: World Bank. IMF Research Department Staff. _________.18-21. 9. 3. Washington. 1997. Vol. 140-2. 1998. The Economist. P. November/December. Foreign Affairs. 1994. “Saran Ali Wardhana untuk Atasi Krisis. makalah pada “1997 Economics Conference”. Ada yang Harus Dilakukan dan yang Harus Dihindari”. Radelet. 1997. 62-77. pp. December 9. 1998. Singapore: ISEAS. “IMF Mulai Sadar Transparensi”. 26 Agustus 1998. LPEM-FEUI. Finance and Development. “South Korea. hal. D. Korea Letter of Intent. Cho. Jakarta. 1994. __________. “Why Not Let the Banks Own the Debtor Firms?”. 8-11. Krause. Jakarta: Kompas.Fourth Review Under the Extended Arrangement”. “IMF Cairkan Semilyar Dollar AS”. 28 Agustus. 1998. M. April 10. S. The Sunday Times. . 35 No. “Lessons from the Recent Financial Crisis in Indonesia”. 1997. Anwar. Jakarta: Kompas. 1998. 1997. 1997. June. “Currency Crisis”. 3. Institute of Developing Economies (IDE). D.F. Kitamura.1997. Sender. The Currency Crisis in Southeast Asia. 27 Januari. 17-18 Desember. 1997. M. 6 Mei 1998. Singapore. K. hal. January. Tokyo. hal. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Jakarta: Kompas. L. “Indonesia .. 2. hal. “What’s a Fund for?”. 1998. 1998b. “The Asian Crisis: Causes and Cures”. hal. 1998a.Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies”.24 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. “Saatnya Dipertimbangkan Solusi Alternatif”. _________. Dimuat di Kompas dengan judul “Di Balik Terjadinya Krisis Keuangan Asia”. 17. 1998 Economic Outlook for East Asia. N. hal. IMF Agree on Bailout. December. ACAES. Nasution. 1998. Tokyo: Institute of Developing Economies. December 4. diselenggarakan bersama oleh USAID. J. Washington.

hal. Bangi. Jakarta: Kompas. maka konsep Cross-Guarantee menekankan pentingnya penggunaan pendekatan risk-sensitive analysis dalam penetapan besarnya premi. No. Jakarta. Wessel. Gatra. L. B. Report No. 31-38. draft Report. Growth and Equity in Repelita VI. __________. Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF. Stiglitz. hal. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Indonesia: Stability. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Report No. No. 1996. hal. 22. February 2. May 27. Indonesia. __________. D. “APEC and the Monetary Crisis in East Asia”. Thailand Letter of Intent. 15383-IND. D. “The Crisis of Global Capitalism”. “APEC dan Krisis Moneter di Kawasan Asia Timur”. hal. 1. 1998. 1998a. 1997.25 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. paper presented at the APEC Study Centre Consortium Conference. 1998c. 1998. 72-3. February 24. 1997. Tarmidi. __________. Peran IMF dan Saran ___________. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. 8.. Sebagai suatu konsep yang ditujukan untuk mengatasi berbagai kelemahan deposit insurance scheme yang berlaku sekarang ini. December 31. Sustaining High Growth with Equity. Konsep ini juga mengupayakan adanya perlakuan yang sama untuk bank-bank besar dan bank-bank kecil dalam memper-oleh penjaminan. 2 Mei 1998. 5. J. D. konsep ini sangat progresif dalam hal mempercayakan penyelenggaraan penjaminan kepada mekanisme pasar dan meniadakan intervensi pemerintah. 16. “Kesepakatan Ketiga”. 1998. Dampak. Would-Be Keyneses Debate How to Fight Global Woes”. 25 Tahun IV. “Restoring the Asian Miracle”.Soros. sehingga mengarah sepenuhnya pada swastanisasi baik penyelenggaraan penjaminan maupun pelaksanaan pengaturan dan pengawasan bank yang menyertainya. Dimensions of Growth. May 30. “Utang Swasta Sekitar 64 Milyar Dollar AS”. Malaysia. G. G. “Money Trail: Who Ruptured the Rupiah”. 1998. August 11-13. Wessel. 1994.31 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia KONSEP CROSS-GUARANTEE DALAM PROGRAM PENJAMINAN DAN KEMUNGKINAN PENERAPANNYA DI INDONESIA Maulana Ibrahim dan Agusman *) Tulisan ini mencoba mengetengahkan salah satu bentuk pikiran alternatif dalam program penjaminan yang dikenal dengan konsep Cross-Guarantee. 1998b. Indonesia in Crisis. Davis. July 2. World Bank. September 16. hal. pidato pengukuhan Guru Besar Madya Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 9 Mei. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Jakarta. 10 Juni. McDermott. Indonesia. Jakarta.T. Ip. ___________. Sri Mulyani Indrawati. September 28. 1998. 1998. majalah Global.. A Macroeconomic Update. “Crisis Crusaders. Pendekatan Too-Big-To-Fail (TBTF) yang sejak beberapa waktu terakhir telah . 16433IND. 1. Sangat berbeda dengan konsep-konsep lainnya dalam program penjaminan. May 7.

sekaligus mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia. Bert Ely3 . *) Maulana Ibrahim : Kepala Urusan Pengawasan Bank 2. seorang pakar deposit insurance telah mengemukakan konsep Cross-Guarantee sebagai salah satu alternatif. Kritikan tersebut perlu ditanggapi karena FDIC . Apabila diterapkan sepenuhnya. Sulit untuk memungkiri bahwa skim penjaminan pemerintah yang bersifat menyeluruh itu akan sangat memberatkan keuangan pemerintah. Latar Belakang Konsep Cross-Guarantee Konsep Cross-Guarantee muncul antara lain karena adanya berbagai kritik dan ketidakpuasan terhadap skim penjaminan yang diterapkan pada Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) di Amerika Serikat. Bank Indonesia Agusman : Pengawas Bank. Dalam hubungan ini. Di Amerika Serikat sendiripun upaya pencarian tersebut masih tetap dilakukan meskipun program penjaminannya dianggap telah jauh lebih maju dan mapan.menimbulkan inkonsistensi dalam proses penjaminan diharapkan dapat dihilangkan oleh konsep ini. Maret 1999 Pendahuluan P rogram penjaminan merupakan salah satu kebijaksanaan yang diambil pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada sistem perbankan nasional yang sempat terganggu karena parahnya krisis ekonomi dan keuangan yang dihadapi Indonesia sejak paroh kedua tahun 1997. Dalam Konferensi mengenai Bank Structure and Competition yang baru-baru ini diadakan oleh Federal Reserve Bank of Chicago. Urusan Pengawasan Bank 2. skim program penjaminan yang dipilih pemerintah tersebut ternyata lebih bersifat blanket guarantee (penjaminan menyeluruh). Pencarian kemungkinan alternatif lain program penjaminan merupakan hal yang perlu dilakukan secara terus menerus. Bank Indonesia32 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Ditinjau dari karakteristiknya. Kusumaningtuti (1999)2 misalnya. khususnya karena tidak sebandingnya nilai premi dengan cakupan penjaminan disamping adanya peluang untuk melakukan moral hazard. namun untuk jangka panjang tampaknya perlu dicari alternatif lain yang memungkinkan terselenggaranya program penjaminan yang efisien dan efektif. Tulisan ini mencoba mengetengahkan pikiran-pikiran Bert Ely mengenai konsep CrossGuarantee tersebut. hal tersebut barangkali masih dapat diterima. telah mencoba mengkaji kemungkinan penggantian ketentuan blanket guarantee tersebut dengan deposit protection scheme. Untuk tindakan darurat1 . serta mencoba mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia. konsep Cross-Guarantee juga akan mengakibatkan perubahan yang sangat mendasar terhadap seluruh pola dan praktek penjaminan dan pengawasan bank yang sudah dijalankan selama ini. dalam tulisan ini akan didalami prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam konsep tersebut beserta pengaruhnya terhadap pola penjaminan dan pengawasan bank. Dengan merujuk pada ide yang dilontarkan Bert Ely tentang CrossGuarantee.

Perhitungan premi oleh FDIC dinilai kurang mencerminkan risiko yang harus ditanggungnya. Bank Indonesia. Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme.33 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia sekarang ini menghadapi risiko yang lebih besar dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya4 .Sundararajan dan Tomas J. akan tetapi tetap saja ada kritik bahwa perlakuan khusus tersebut dapat menimbulkan diskriminasi diantara sesama bank. Alasan kedua adalah karena jumlah dana yang ditanamkan oleh FDIC telah melebihi ketentuan minimum Reserve Ratio (RR) perbankan sebesar 1. No.. International Monetary Fund. tindakan darurat (emergency measures) yang dilakukan bank sentral dapat berupa pemberian fasilitas lender of last resort. seharusnya semakin besar risiko yang ditanggung semakin besar premi.25% barulah premi akan dinaikkan. Dengan kata lain. Pertama. tampaknya hanya dalam FDIC mengalami kerugian dan deposit growth menekan RR di bawah 1. Meskipun penerapan asas TBTF sangat dimungkinkan berdasarkan konsep Reformasi Deposit Insurance (deposit insurance reforms) yang disetujui Kongres Amerika Serikat dan berlaku sejak setelah tahun 1988. 1991.100. 7 Mei 1999. termasuk juga pos pinjaman subordinasi. pada dasarnya yang dijamin oleh FDIC adalah dana pihak ketiga (deposits) maksimum sebesar USD.T. Namun dalam prakteknya prinsip tersebut ternyata tidak diterapkan karena dua alasan pokok berikut ini. The Federal Reserve Bank of Chicago.1 Menurut V.100. Untuk mendalami masalah ini lebih lanjut lihat tulisan mereka berdua dalam Banking Crises: Cases and Issues.. D. sehingga pada gilirannya dapat merugikan masyarakat penyimpan dana. Oleh karena itu. Salah satu hal yang memperoleh kritikan adalah mengenai ruang lingkup penjaminan FDIC yang cenderung agak kurang konsisten sehubungan dengan penerapan pendekatan “Too-Big-To-Fail” (TBTF).1.3.S.Sundararajan dan Tomas J. Vol. Editor: V.Balino. . Desember 1998. khususnya bagi bankbank yang “Too-Small-To-Safe” (TSTS). Sebagaimana layaknya perusahaan asuransi. komitmen dan kewajiban off-balance sheet serta kewajiban antar bank di atas USD. Washington. dan sebaliknya5 . 3 Bert Ely.. pendapatan dari penanaman dana oleh FDIC jauh melebihi biaya-biaya operasionalnya. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.000.000 tidak dijamin. Sebagaimana diketahui. 2 Kusumaningtuti S.T. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”.sedangkan non-deposits liabilities seperti pinjaman yang diterima. Namun dalam hal suatu bank dinilai TBTF maka seluruh pos kewajibannya akan dijamin.25%.Balino. intervensi terhadap bank-bank/lembaga keuangan bermasalah dan pembentukan deposit insurance. laba yang diperoleh FDIC cukup besar sehingga ketergantungan pada premi menjadi semakin lebih berkurang.C. Kritikan berikutnya yang sering ditujukan kepada FDIC adalah berkenaan dengan penetapan premi yang harus dibayar oleh bank-bank yang ikut penjaminan.

Tahun 1994.W. Hal ini erat kaitannya dengan belum diterapkannya secara penuh prinsip risk-sensitive premium sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Section 302 FDICIA6 serta penggunaan alat ukur risiko yang belum sesuai.19 Tahun 1995. khususnya dalam hal terdapat multiple participant. Maret 1999 sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat.18. Moreau dan C. namun pendekatan ini dinilai kurang ideal dalam perhitungan premi. Struktur seperti ini ternyata dapat mengakibatkan terjadinya regulatory moral hazard pada tingkat pembuat ketentuan. No. sehingga menimbulkan cross-subsidies. Hal ini diungkap dalam tulisan Yoram Landskroner dan Jacob Paroush. rapid growth. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare”.Disamping itu premi yang dikenakan oleh FDIC sekarang ini juga dinilai terlalu berlebihan (overcharging) untuk bank-bank yang sehat dan terlalu kecil (undercharging) untuk bank-bank yang bermasalah. Journal of Banking & Finance. Perubahan-perubahan tersebut dapat mencakup aspek penyelenggara. dan potensial untuk berubah menjadi real moral hazard pada tingkat FDIC. secara implisit konsep Cross-Guarantee sebenarnya sudah melekat pada FDIC. Melalui premi yang mereka bayar. meskipun belum seutuhnya. No.Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications”. seharusnya alat ukur yang digunakan adalah leading indicators of banking risks seperti risk mismatches. Colorado pada bulan Juli 1998. Journal of Banking & Finance. Kritikan lainnya adalah mengenai masih terbukanya peluang untuk melakukan moral hazard dalam sistem yang berlaku sekarang. 5 Ide agar FDIC menetapkan premi sebagaimana layaknya perusahaan asuransi swasta mula-mula sekali dilontarkan oleh Merton (1977). bank-bank yang ikut program penjaminan FDIC pada hakekatnya saling menjamin satu-sama lain. Sekarang ini FDIC menggunakan 2 (dua) alat ukur risiko yaitu Capital Levels dan CAMEL Rating. Menurut Bert Ely. karena masing-masing bank-bank yang dijamin (insured banks) pada akhirnya menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap semua kerugian yang terjadi apabila ada bank-bank yang mengalami kegagalan usaha (failed banks). weak internal controls dan execessive exposure to emerging speculative bubbles. Hal ini terjadi karena pada satu pihak FDIC memiliki kekuasaan besar dalam penentuan premi. Contoh yang paling baru dari fenomena regulatory moral hazard ini adalah dalam hal kegagalan BestBank di Boulder. yaitu bank-bank yang 4 Adanya risiko yang lebih besar tersebut antara lain dikemukakan oleh Jin-Chuan Duan.1091-1108. sedangkan pihak lain yaitu birokrasi pemerintah (regulator) berkewajiban untuk meminimumkan kerugian FDIC dan mencegah kegagalan bank (bank failures). lembaga . hal. Karakteristik Sistem Cross-Guarantee dalam Penjaminan Terlepas dari berbagai kritik terhadap skim penjaminan FDIC sebagaimana dikemukakan di atas. Penerapan konsep Cross-Guarantee dalam program penjaminan memer-lukan perubahan mendasar terhadap skim penjaminan dan pola pengawasan bank yang sedang berjalan.34 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 531-552. Mekanisme Cross-Guarantee ini memiliki kemiripan dengan mekanisme yang berlaku pada Standby Letter of Credits. hal. Arthur F.

Selanjutnya. pelaksana pengawasan bank. Menurut George G. akan terjadi pergeseran dari government regulation and deposit insurance kepada contractual regulation and guarantees (swasta). Selanjutnya lihat George G.penjamin. No. seluruh kerugian karena bangkrutnya suatu bank akan langsung diserap oleh modal bank-bank yang ada dalam sistem perbankan suatu negara.Kaufman. 6 FDICIA singkatan dari FDIC Improvement Act. Perlu kiranya dikemukakan bahwa aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) merupakan salah satu pilar penting dalam konsep Cross-Guarantee. Dengan cara ini. Apabila direct guarantor gagal memenuhi kewajibannya maka guarantor dari direct guarantor tersebut harus bertanggungjawab. Sebuah lembaga baru yang disebut Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) harus dibentuk. Syndicate agent ini selanjutnya akan menggantikan fungsi pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. Lembaga ini berfungsi untuk memastikan bahwa perjanjian penjaminan (crossguarantee contract) yang disepakati para pihak telah sesuai dengan aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya. Perjanjian ini akan berfungsi sebagai pengganti ketentuan perbankan yang berlaku sekarang. lembaga lain yang terlibat dan lain-lain. bentuk kontribusi dari bank yang dijamin. c. Bank yang dijamin (insured bank) selanjutnya akan melakukan pembicaraan dengan direct guarantor-nya untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan yang akan dituangkan dalam bentuk perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract). Untuk memastikan bahwa bank-bank yang dijamin mematuhi cross-guarantee contract maka sebuah perusahaan swasta yang disebut “syndicate agent“ akan disewa. Setiap bank diberi kebebasan untuk menentukan sendiri penjaminnya (direct guarantornya). Jumlah modal yang tersedia untuk menyerap kerugian juga akan semakin besar dan semua itu terjadi atas dasar komitmen sukarela (committed voluntarily). Penunjukan syndicate agent ini dilakukan secara terbuka sehingga akan mendorong adanya kompetisi yang sehat dan efisiensi. “FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance. sumber pembayaran klaim. Direct guarantor akan melakukan pembayaran dengan menggunakan general funds (cadangan umum) yang merupakan salah satu unsur modalnya. Pada Lampiran-1 disajikan perbandingan antara Cross-Guarantee dengan skim penjaminan deposit insurance konvensional untuk masing-masing aspek tersebut. hal. Tahun 1995.721-722. Aturan ini mencakup hal-hal sebagai berikut: .35 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Agar konsep Cross-Guarantee tersebut dapat diimplementasikan dalam praktek maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. ruang-lingkup penjaminan. Secara bersama-sama para direct guarantor akan membentuk suatu sindikat direct guarantor (lihat Lampiran-2). secara accrual accounting setiap direct guarantor akan langsung mengakui dan mencatat kerugian sebesar share yang harus ditanggungnya apabila bank yang dijaminnya mengalami kegagalan usaha. d. Dengan demikian. ketentuan perbankan. apabila diterapkan secara penuh maka ketentuan yang tercakup dalam FDICIA dapat efektif menurunkan moral hazard.19. b.Kaufman.

penerapan konsep CrossGuarantee akan menimbulkan pergeseran peranan dari pemerintah kepada pihak swasta dalam melakukan penjaminan serta pengaturan dan pengawasan bank. Karena adanya kebebasan dalam proses merumuskan mekanisme penjaminan untuk setiap bank. Sebagai aturan yang akan menggantikan prudential regulation maka perjanjian penjaminan harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menampung prinsip kehati-hatian. Secara aggregat. Yang perlu dijaga adalah agar perjanjian dimaksud sudah memperhitungkan premi atas dasar sensitivitas terhadap risiko (risk-sensitive premium). memenuhi aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya yang dianggap penting oleh para pihak. baik untuk setiap bank maupun secara aggregat. ♦ Setiap penjamin bertanggungjawab sebatas jumlah risiko cross-guarantee yang ditanggungnya. 7 Dalam hal ini premi merupakan proxy terbaik dari cross-guarantee risk. ♦ Untuk memastikan bahwa tidak akan pernah ada suatu bank mengalami kegagalan usaha karena menjadi penjamin maka perlu diberlakukan suatu standard stop-loss rule. setiap bank penjamin tidak diperkenankan menerima pendapatan dari premi 7 dalam setahun melebihi 3 (tiga) persen dari total modalnya. maka konsep Cross-Guarantee dipandang lebih berorientasi ke depan dibandingkan dengan konsep penjaminan (FDIC) yang berlaku sekarang. Dengan demikian setiap dolar kerugian pasti akan dapat diselesaikan oleh bank-bank yang berada dalam himpunan para penjamin (the universe of guarantors). yang menyatakan bahwa “apabila satu penjamin mengalami kerugian cross-guarantee melebihi lima kali premi yang diperolehnya dalam setahun maka kewajiban crossguarantee-nya harus dialihkan kepada direct guarantor-nya.36 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.♦ Setiap penjamin (guarantor) harus dijamin oleh penjamin-penjamin lainnya dalam suatu sistem cross-guarantee. yaitu insured banks dan direct guarantor-nya. Cross-Guarantee memerlukan peran aktif dari pihak swasta untuk mewujudkan suatu skim penjaminan yang diarahkan oleh kekuatan pasar (market-driven cross-guarantee). minimal untuk menyelesaikan kewajiban cross-guarantee dari setiap penjamin.37 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia . Manfaat Swastanisasi Penjaminan melalui Cross-Guarantee Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. Semangat untuk melakukan privatisasi penjaminan melalui Cross-Guarantee jelas terlihat sejak awal penentuan bank penjamin (direct guarantor) yang dilakukan secara sukarela (voluntary) dan demokratis. agar dapat terlaksana dengan baik. Maret 1999 ♦ Setiap perjanjian penjaminan (cross guarantee contracts) harus menyebutkan jumlah minimum para penjamin dan persentase risiko yang ditanggung mereka masing-masing. sehingga penjaminan akan terlaksana secara efisien dan efektif. Demikian pula penentuan perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) sepenuhnya diserahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Skim penjaminan berbasiskan pasar tersebut diharapkan dapat mengeliminir intervensi dari pemerintah. Oleh karena itu.

Tanpa memandang besar kecilnya suatu bank. maka transaksitransaksi non-funding obligations seperti account payment. Maret 1999 Manfaat lainnya dari konsep Cross-Guarantee adalah adanya kesempatan untuk melakukan penyesuaian secara cepat terhadap perhitungan premi berdasarkan kekuatan . maka dalam crossguarantee. Manfaat berikutnya dari konsep Cross-Guarantee dapat ditinjau dari segi ruang lingkup penjaminannya. pendekatan TBTF menjadi tidak relevan sama sekali dalam konsep Cross-Guarantee. Persaingan sehat juga akan terjadi diantara sesama syndicate agent yang akan berfungsi sebagai pengganti pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. tetapi juga menjalar kepada bank yang menjadi direct guarantor. karena ada kemungkinan pinjaman subordinasinya juga akan ikut dibayar. Apabila suatu bank memperoleh penilaian yang jelek dari pasar maka yang akan menanggung akibatnya bukan hanya bank yang bersangkutan saja. unsur modal juga tidak dijamin8 . Dengan menggunakan konsep Cross-Guarantee. 8 Pengecualian hanya terjadi dalam hal TBTF. unexpired leases dan kewajiban yang muncul karena tuntutan hukum akan dapat ikut dijamin. Kewajiban yang tidak dapat dijamin hanyalah pinjaman subordinasi karena memiliki karakteristik campuran (hybrid) hutang dengan modal.38 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Sama halnya dengan program penjaminan biasa. kegiatan kontrol atau pengawasan akan semakin lebih ketat karena langsung dilakukan oleh kekuatan pasar. asal bank-bank tersebut dapat menemukan direct guarantor-nya. Karena kemungkinan akan banyak perusahaan syndicate agent yang muncul maka direct guarantor diberi keleluasaan dalam menentukan syndicate agent yang mereka pilih. Atas dasar konsep Cross-Guarantee ini. tergantung pada bobot permasalahan bank yang TBTF tersebut. mereka akan dijamin sebagaimana layaknya bank-bank lainnya. Oleh karena itu. Pada pihak lain. Dalam praktek selama ini sering ditemukan adanya beberapa ketentuan yang sulit diterapkan karena bersifat terlalu umum dan kurang mempertimbangkan karakteristik individual bank. insured banks dapat membuat berbagai ketentuan yang mengatur dirinya secara spesifik berdasarkan kesepakatan dengan direct guarantor-nya. Hal ini pada gilirannya akan membuat strategi business dan perencanaan bank menjadi semakin tajam dan terarah. Konsep Cross-Guarantee juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi insured banks untuk berdiskusi dan bernegosiasi dengan direct guarantor-nya untuk segala hal termasuk mengenai masa depan bank tersebut. Hal ini pada gilirannya dapat mendorong kompetisi yang sehat diantara sesama perusahaan syndicate agent dan mendorong efisiensi pekerjaan penjaminan.Dengan swastanisasi penjaminan dan pengawasan bank maka nantinya tidak akan ada lagi fenomena “satu ketentuan yang berlaku untuk semua” (one-size-must-fit-all government regulation) yang selama ini merupakan salah satu kelemahan inheren dari ketentuan perbankan yang dibuat pemerintah. Hal-hal tersebut akan membuat persaingan dalam industri perbankan akan semakin ketat dan mendorong efisiensi besarbesaran dalam sektor keuangan.

Namun demikian perlu kiranya diingat agar pemilihan konsep Cross-Guarantee tersebut hendaknya tidak terlepas dari tujuan utama dari program penjaminan. yaitu untuk mencegah kegagalan pasar perbankan (banking market failure) dan untuk membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat serta menghentikan bank runs9 . terdapat pula indikasi bahwa dalam praktek tidak seluruh aspek penjaminan dapat terlaksana. Sebagai contoh. Disamping itu peluang untuk moral hazard juga besar karena unsur keadilan yang kurang terpenuhi yang tercermin antara lain dari gejala cross-subsidies dimana bank-bank yang sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat. karena hakekat persoalan penjaminan dikembalikan secara utuh kepada pelaku pasar sendiri yaitu antara bank-bank yang39 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia bertransaksi.pasar. Sistem Kliring akan terbebas dari risiko tidak dibayarnya tagihan antar bank karena adanya jaminan bahwa direct guarantor masing-masing bank pada akhirnya akan bertanggungjawab sesuai perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) yang mereka sepakati. padahal kemampuan keuangan pemerintah sendiri sudah sangat terbatas. Hal ini pada gilirannya memungkinkan terselenggaranya suatu Sistem Pembayaran yang bebas risiko (risk-free basis). sehingga mereka perlu saling menjamin dan saling menjaga kestabilan sistem perbankan. Bagi bank sentral hal ini akan sangat menguntungkan karena net settlement procedures tersebut dapat lebih efisien dari real-time gross settlement . Dengan adanya kemungkinan untuk melakukan perhitungan premi berdasarkan kecenderungan pasar tersebut maka cross-subsidies yang inheren dalam skim penjaminan yang ada sekarang diharapkan akan dapat dihilangkan. Kemungkinan Penerapan Konsep Cross-Guarantee di Indonesia Skim penjaminan yang sekarang ini diterapkan di Indonesia masih mengandung berbagai kelemahan baik pada tingkat konsep maupun pada tingkat pelaksanaan. konsep Cross-Guarantee tampaknya dapat menjadi salah satu alternatif jalan keluar. Penggunaan konsep Cross-Guarantee ini juga dapat mendorong penggunaan secara luas net settlement procedures dalam Sistem Pembayaran. Pada tingkat pelaksanaan. untuk melaksanakan penjaminan transaksi off-balance sheet derivatives perlu ada bukti-bukti bahwa transaksi itu genuine. . Dalam hal ini besarnya premi dapat langsung dibicarakan oleh masing-masing bank dengan direct guarantor-nya. sesuatu yang sangat sulit dibuktikan kecuali oleh perbankan sendiri. Pada tingkat konsep. Perhitungan tersebut akan mencerminkan risk-sensitivity dari bank yang dijamin dan diharapkan dapat disesuaikan segera baik secara bulanan atau mingguan. karena bersifat blanket guarantee (jaminan menyeluruh) maka skim tersebut dapat mengakibatkan beban yang sangat berat bagi keuangan pemerintah. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas. Pengaruh terhadap Pasar Antar Bank dan Sistem Pembayaran Cross-guarantee dapat menghilangkan counterparty risk yang selama ini melekat dalam transaksi antar bank (lihat Lampiran-3).

Tahun 1995. apalagi dalam situasi krisis seperti sekarang.Kaufman. 9 Mengenai hal ini lihat misalnya Kerry Cooper dan Donald R.19. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets. Hal yang terakhir ini tampaknya ada benarnya juga karena untuk sampai pada konsep Cross-Guarantee perlu dijawab terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan berikut ini: √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah sedemikian sehat dan kuat sehingga mampu untuk saling menjamin (cross-guarantee) sesama mereka ? √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah cukup dewasa untuk mendiskusikan sendiri sesama mereka hal-hal yang berkenaan dengan penjaminan.Moreau and C.1091-1108. The Federal Reserve Bank of Chicago. No. 1984. Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas cukup relevan untuk kondisi Indonesia dan memerlukan jawaban-jawaban yang tidak sederhana. business strategy dan prudential regulation untuk dituangkan dalam semacam perjanjian yang mengikat mereka secara bersama-sama ?.W. Pengkajian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mencegah pengambilan keputusan yang keliru yang dapat berakibat kontraproduktif terhadap masa depan sistem perbankan dan sektor keuangan negara kita. 7 Mei 1999. Maret 1999 Daftar Pustaka Bert Ely. yang kontra lebih melihat dari sisi kesiapan perbankan dan kalangan pemerintahan kita dalam menerapkan konsep dimaksud. Arthur F.Fraser.Meskipun dapat dipandang sebagai salah satu alternatif jalan keluar. No.40 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”. √ Apakah sistem informasi yang terdapat pada masing-masing bank dan secara nasional telah sanggup menyediakan data/informasi yang diperlukan untuk penetapan premi yang sensitif terhadap risiko ? √ Apakah pihak otoritas pengawas yang ada sekarang berkenan menyerahkan fungsinya pada mekanisme pasar melalui syndicate agent dan dapat menerima keberadaan Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) sebagai lembaga yang akan memverifikasi perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) ?. “The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services. hal. George G. Mereka yang pro mungkin lebih didasarkan atas adanya peluang besar untuk meringankan beban keuangan pemerintah. Pertanyaan ini cukup penting mengingat selama ini bank-bank di Indonesia sangat tergantung pada petunjuk dan arahan yang diberikan oleh otoritas moneter sebagai pengawas dan pembina bank-bank. .Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications” dalam Journal of Banking & Finance. penerapan konsep Cross-Guarantee di Indonesia dapat menimbulkan pro dan kontra.19 Tahun 1995. Ballinger Publishing Company. “FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance. Cambridge Massachusetts. hal. Sementara itu.721-722. Jin-Chuan Duan.

Banking Crises: Cases and Issues.Sundararajan dan Tomas J. baik sebagai direct guarantor maupun indirect guarantor. kriteria "risk-sensitive premium").C.Balino. Ballinger Publishing Company. Yoram Landskroner dan Jacob Paroush.3. Bank Indonesia. dilaksanakan oleh "Syndicate Agent". D. ASPEK DEPOSIT INSURANCE CROSS-GUARANTEE 1 Penyelenggara Pemerintah Swasta 2 Lembaga Penjamin FDIC Sesama bank. Bank Sentral dan Cross Guarantee Regulation Corporation "insured banks". Vol. 5 Sumber pembayaran klaim Hasil pengelolaan dan penanaman General funds (general reserves) dari premi pada sektor-sektor yang direct guarantors.18.Sundararajan dan Tomas J.. Kusumaningtuti S. (Too-Big-Too-Fail). No. 4 Bentuk kontribusi dari yang dijamin Premi (namun belum memenuhi Premi ("risk sensitive premium").Fraser. V.531-552. (CGRC) untuk memastikan bahwa perjanjian jaminan sudah sesuai aturan penyebaran risiko dan ketentuan lainnya.S. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 3 Ruang-lingkup Penjaminan Terbatas dan sangat subjektif dalam Seluruh pos-pos kewajiban. Tahun 1994. Cambridge Massachusetts.T. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare” dalam Journal of Banking and Finance. menguntungkan.Kerry Cooper and Donald R. Editor V. 6 Pelaksana pengawasan bank Bank Sentral dan FDIC Murni swasta. Washington. 7 Ketentuan perbankan Prudential regulation konvensional Berdasarkan kesepakatan antara bank yang dijamin (insured banks) dengan direct guarantor-nya ("Contractual Regulation"). Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme. hal. No.42 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.1. Maret 1999 Monitoring fee Obligation to protect competitively sensitive data . International Monetary Fund. 8 Lembaga lain yang terlibat Tidak ada lembaga lain yang terlibat Dibentuk lembaga baru yang disebut kecuali FDIC. Desember 1998.41 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Lampiran-1 PERBANDINGAN ANTARA CROSS-GUARANTEE DENGAN DEPOSIT INSURANCE KONVENSIONAL No. 1984. “The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services.. 1991.T. kecuali penentuan bank-bank yang "TBTF" Pinjaman Subordinasi.Balino.

Menurutnya. ** Direktur Eksekutif di Institute for Global Justice (IGJ). maka orang perlu memahami Neo-Liberalisme (liberalisme baru). maka Keynesian resmi menjadi mainstream ekonomi. Sementara itu neo-liberal belum lagi bernama. Pasar bebas adalah mesin utama dari Globalisasi yang saat ini sedang naik daun. Pada masa itu pandangan semacam neoliberal sama sekali tidak populer. maka kita dapat memahami berbagai sepak terjang badan-badan multilateral dunia. dan didukung oleh pilar-pilar badan dunia: Bank Dunia. Adalah Friedrich von Hayek (1899-1992) yang bisa disebut sebagai Bapak Neo-Liberal. kebijakan ekonomi haruslah mengikis pengangguran sehingga tercipta tenaga kerja Disampaikan pada Diskusi Publik “Ekonomi Pasar yang Berkeadilan Sosial” yang diadakan oleh ‘Forum Komunikasi Partai Politik dan Politisi untuk Reformasi’ tanggal 12 Juni 2006 di DPR-RI.pdf. Dalam bukunya yang terkenal di tahun 1926 berjudul “The End of Laissez-Faire”. Jakarta. adalah "penghancuran dan pendobrakan radikal" terhadap struktur dan sistem lama yang tidak bersesuaian dengan mekanisme pasar bebas murni.Syndicate Agent (Independent of any other party) Ensures that cross-gurantee contract complies with risk dispersion rules and other statutory requirementsThis is the html version of the file http://komjakarta. Keynesian dianggap berjasa dalam memecahkan masalah Depresi besar tahun 1929-1930. Neo-Liberal adalah ideologinya. Dengan memahami Neo-Liberal. pencetus monetarisme. Di balik nama sopan "penyesuaian struktural". kita dapat memahami mengapa listrik. Dasar pokok dari ajaran Keynes adalah kepercayaannya pada intervensi negara ke dalam kehidupan ekonomi. Neo-Liberalisme mulai menanjak naik menjadi kebijakan dan praktek negara-negara kapitalis maju. igj@globaljust. Keynesianisme masih tetap menjadi dominant economy sampai tahun 1970-an.org/wp-content/uploads/2010/02/ekonomi_pasar_yg_neoliberalistik_vs_ekonomi_berkeadilan_sosial_-_bonnie_setiawan. Muridnya yang utama adalah Milton Friedman. Sementara tujuannya adalah ekspansi sistem kapitalisme global. Meskipun begitu mereka membangun basis di tiga universitas . kita dapat memahami mengapa Rupiah tidak pernah stabil. kita dapat memahami mengapa impor beras dan bahan pangan lain masuk deras ke Indonesia. Terutama setelah diadopsi oleh Presiden Roosevelt dengan program "New-Deal" maupun Marshall Plan untuk membangun kembali Eropa setelah Perang Dunia ke-II. Arti yang dimaksud dari istilah "pasar" tersebut adalah sistem ekonomi yang kapitalistik. Semenjak 1970-an hingga kini. Keynes menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kepentingan individual yang selalu tidak sejalan dengan kepentingan umum. Inilah yang dimaksud sebagai keterikatan terhadap Modal atau keterikatan terhadap Ekonomi Pasar. kita dapat memahami mengapa terjadi krisis moneter dan ekonomi yang tidak berkesudahan. dan SAP adalah praktek atau implementasinya. air. Inilah ideologi mutakhir kapitalisme yang saat ini sedang jaya-jayanya. Dan untuk memahami Pasar Bebas ini. Intinya tetap sama. Katanya. “Sama sekali tidak akurat untuk menarik kesimpulan dari prinsipprinsip ekonomi politik. WTO memakai istilah-istilah seperti fast-track. kita dapat memahami perubahan kebijakan domestik di negara-negara maju. Pada saat itu adalah juga masa kejayaan Keynesianisme. dan pajak naik. Jakarta. Hayek terkenal juga dengan julukan ekonom ultra-liberal. Akan tetapi Hayek dan kawan-kawan sudah merasa gelisah dengan mekarnya paham Keynes ini. bahwa kepentingan perorangan yang paling pintar sekalipun akan selalu bersesuaian dengan kepentingan umum”. Debt Rescheduling dan lain-lain. Nama dari program Neo-Liberal yang terkenal dan dipraktekkan dimana-mana adalah SAP (Structural Adjustment Program). Bahkan Bank Dunia dan IMF kala itu terkenal sebagai si kembar Keynesianis. kita dapat memahami mengapa ada BPPN. sebuah aliran ilmu ekonomi oleh John Maynard Keynes. kita dapat memahami mengapa BUMN didorong untuk diprivatisasi. Program penyesuaian struktural merupakan program utama dari Bank Dunia dan IMF. Page 1 1 EKONOMI PASAR YANG NEO-LIBERALISTIK VERSUS EKONOMI BERKEADILAN SOSIAL * Oleh: Bonnie Setiawan ** Media biasa menggunakan kata-kata: "Rupiah anjlok karena pemerintah tidak mengikuti kemauan pasar atau kehendak pasar". Paris Club. terutama slogan TINA (There is No Alternatives) dari mulut Margaret Thatcher. progressive liberalization. dan banyak lagi soal-soal yang membingungkan dan memperdayai publik. "Pasar Bebas" artinya kebebasan bergerak dari ekonomi modal (dan para pemilik modal) sebebas-bebasnya. BBM.org * Page 2 2 penuh (full employment) serta adanya pemerataan yang lebih besar. Google automatically generates html versions of documents as we crawl the web. harmonization dan lain-lain. termasuk juga WTO dengan nama lain. kita dapat memahami mengapa Indonesia didikte dan ditekan terus oleh IMF. PASAR BEBAS VERSI NEO-LIBERALISME Sejarah Neo-Liberal bisa dirunut jauh ke masa-masa tahun 1930-an. karena mempraktekkan semua resep Keynesian. IMF dan WTO. Jadi Pasar Bebas adalah intinya (mesin penggeraknya).

neo-Liberal tidak mempersoalkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan di dalam Page 3 3 masyarakat. Fisher juga terlibat dalam mendirikan Centre for International Studies (CIS) di Australia. penundukan manusia kepada kekuatan impersonal pasar.1 Pandangan kaum neo-Liberal pada dasarnya tidak populer di masyarakat Barat. di mana Hayek mengajar di situ antara tahun 1950 sampai 1961. Menurut mereka. dan Institut Universitaire de Hautes Etudes Internasionales (IUHEI) di Jenewa. Lembaga lain juga didirikan. Buku Friedman adalah "The Counter Revolution in Monetary Theory". Neo-liberal menginginkan suatu sistem ekonomi yang sama dengan kapitalisme abad-19. dengan demikian adalah sistem politik yang menjamin terlaksananya kebebasan individu dalam melakukan pilihan dalam transaksi pasar. Dengan demikian. dan Friedman menghabiskan seluruh karir akademisnya. Salah satu benteng neo-liberal adalah Universitas Chicago. Buku tersebut kemudian menjadi kitab suci kaum kanan dan diterbitkan di Reader’s Digest di tahun 1945. merupakan jalan bagi berkembangnya peradaban. di mana salah satu pendirinya adalah Bill Casey. Dengan demikian Neo-liberal secara politik terus terang membela politik otoriter. sesuatu yang tidak mungkin terjadi tanpa itu. pengetahuan para individu untuk memecahkan persoalan masyarakat tidak perlu disalurkan melalui lembagalembaga kemasyarakatan. Anthony Fisher kemudian menjadi presiden pertama dari lembaga Fraser Institute di Kanada di tahun 1974. yang menurutnya telah dapat menyingkap hukum moneter yang telah diamatinya dalam berabad-abad dan dapat dibandingkan dengan hukum ilmu alam. bukan sistem politik yang menjamin aspirasi yang pluralistik serta partisipasi luas anggota masyarakat. "Seorang diktator dapat saja berkuasa secara liberal. yaitu Centre for Policy Studies (CPS) di tahun 1974 yang sangat berpengaruh kepada para politisi di Inggeris. Bukunya yang terkenal adalah "The Road to Serfdom" (Jalan ke Perbudakan) yang menyerang keras Keynes. Universitas Chicago. didirikan di Washington tahun 1973 oleh lulusan LSE. maka mereka memilih untuk mengorbankan demokrasi. Para ekonom kanan inilah yang kemudian setelah PD-II mendirikan lembaga pencetus neo-Liberal. bukan pemerintah. pusat-pusat riset. maka saya meragukan akan bisa terjadi revolusi Thatcherite”. Tujuan lembaga ini adalah “menyebarkan pemikiran ekonomi yang kuat di berbagai universitas dan berbagai lembaga pendidikan mapan lainnya”. sangat terorganisir baik dan berkehendak untuk menyebarluaskan kredo kaum neo-liberal. Dengan melalui ketertundukan itu maka kita bisa ikut serta setiap harinya dalam membangun sesuatu yang lebih besar dari apa yang belum sepenuhnya kita pahami". William Niskanen. menyatakan bahwa suatu pemerintah yang terlampau banyak mengutamakan kepentingan rakyat banyak adalah pemerintah yang tidak diinginkan dan tidak akan stabil. Pertumbuhan konglomerasi dan bentuk-bentuk unit usaha besar lainnya semata-mata dianggap sebagai manifestasi dari kegiatan individu atas dasar kebebasan memilih dan persaingan bebas. Salah satu koran yang menjadi corong neo-Liberal di Inggeris adalah The Daily Telegraph. yang kemudian dengan bantuan para pendananya. Kata Susan. Mereka anti terhadap welfare state (negara kesejahteraan) dan mereka juga anti demokrasi. Tahun 1979. membangun jaringan yayasan-yayasan internasional yang besar.2 Salah seorang yang menjadi ujung tombaknya adalah Anthony Fisher. bahwa mereka berasal dari sebuah kelompok kecil rahasia dan mereka sangat percaya pada doktrin tersebut.utama: London School of Economics (LSE). maka hati dan tangan mereka akan ikut”. “mereka membangun kader-kader ideologis yang luar biasa efisiennya karena mereka memahami apa yang disampaikan oleh pemikir marxis Itali Antonio Gramsci ketika ia berbicara tentang konsep hegemoni kultural. Demokrasi politik. Lembaga ini merupakan "semacam freemansory neoliberal. Karenanya demokrasi ekonomi tidak ada di dalam agenda kaum neo-Liberal. menurut neo-Liberal. Kerjasama mereka dengan Heritage Foundation. Fortune. dan pengetahuan para individu akan dapat memecahkan kompleksitas dan ketidakpastian ekonomi. seperti dikatakan Milton Friedman. IEA inilah yang kemudian memberi pengaruh besar kepada Margaret Thatcher. adalah “guna membuat hal yang sama bagi politik Amerika sebagaimana yang dilakukan oleh CPS kepada politik Inggeris”. Friedman percaya pada freedom of choice (kebebasan memilih) individual yang ekstrim. sama seperti mungkinnya demokrasi berkuasa tanpa liberalisme. Mekanisme pasar akan diatur oleh persepsi individu. yang kemudian menjadi Direktur CIA. Pertemuan mereka yang pertama di bulan April 1947 dihadiri oleh 36 orang dan didanai oleh bankir-bankir Swiss. seorang pengusaha sukses yang kemudian mendirikan Institute of Economic Affairs (IEA) pada tahun 1955 dengan bantuan dana dari kaum indutrialis lainnya. berbagai publikasi. Newsweek dan Reader's Digest. Pandangan Neo-Liberal dapat diamati dari pikiran Hayek. Dalam rangka . Regulator utama dalam kehidupan ekonomi adalah mekanisme pasar. para penulis. serta tiga penerbitan terkemuka. Preferensi personal saya adalah memilih sebuah kediktatoran liberal ketimbang memilih pemerintahan demokratis yang tidak punya liberalisme". Bahkan salah seorang pentolan neo-Liberal. Di tahun 1977. Dalam arti ini maka Neo-liberal juga tidak percaya pada Serikat Buruh atau organisasi masyarakat lainnya. Efek sosial yang ditimbulkan oleh kekuasaan ekonomi pada segelintir kelompok kuat tidak dipersoalkan oleh neo-Liberal. Tetapi mengapa mereka bisa berjaya sekarang? Susan George menjawabnya. di mana Direkturnya Greg Lindsay merupakan kontributor penting berkembangnya ide pasar bebas di politik Australia. Termasuk hadir adalah Karl Popper dan Maurice Allais. Bila terjadi konflik antara demokrasi dengan pengembangan usaha yang kapitalistis. sehingga mekanisme pasar dapat menjadi alat juga untuk memecahkan masalah sosial. serta humas yang mengembangkan. IEA kemudian melahirkan Adam Smith Institute (ASI) di tahun 1976. ia mendirikan International Centre for Economic Policy Studies di New York. “Tanpa adanya IEA. lembaga-lembaga. lewat pertemuan-pertemuan internasional secara reguler". Ada kalimat di dalam buku tersebut: "Pada masa lalu. Fisher mendirikan Institute for Public Policy di San Francisco. yaitu Societe du Mont-Pelerin. di mana kebebasan individu berjalan sepenuhnya dan campur tangan sesedikit mungkin dari pemerintah dalam kehidupan ekonomi. mengemas dan mempromosikan ide dan doktrin tersebut tanpa henti. Bila kamu dapat menguasai kepala orang. para akademisi. Ini ditunjukkan oleh Hayek ketika mengomentari rejim Pinochet di Chili. Karena itu mereka juga terkenal sebagai "Chicago School".

mendirikan. membiayai sekitar 78 lembaga serta mempunyai hubungan dengan 81 lembaga lainnya di 51 negara. Third World Resurgence. di Inggeris sebelum Thatcher. dan 1% teratas meningkat pendapatannya sebesar 50%. Ibid. liberalisasi. “A Short History of Neoliberalism”. rumah sakit. 1 Page 4 4 seorang social-darwinist. Demikian pula di Amerika. Zed Books. maka jumlah pekerja dikurangi dari 7 juta orang menjadi 5 juta orang (pengurangan sebesar 29%). jembatan. hlm. Sesudahnya Friedman mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1976. yang di tahun 1991 mengklaim membantu. Menggantinya dengan “tanggungjawab individual”. 29-31. Membebaskan perusahaan-perusahaan swasta dari setiap keterikatan yang dipaksakan pemerintah.3 Para ekonom neo-Liberal di tahun 1970-an berhasil menembus dominasi ilmu ekonomi. Termasuk bank-bank. 3 Ted Wheelwright. karena ketidaksamaan adalah sesuatu yang alamiah. listrik. dan karena itu hasilnya tidak mungkin jelek. Global Finance: New Thinking on Regulating Speculative Capital Markets. termasuk ke dalam badan-badan multilateral. “What is Neo-Liberalism?”. Sejak tahun 1970-an. Ketika tembok Berlin rubuh. neo-Liberal mulai berkibar. Kini. hlm. ATURAN PASAR. Your Money or Your Life: The Tiranny of Global Finance. kebijakan neoLiberal Reagan telah membawa Amerika menjadi masyarakat yang sangat timpang. hlm. CIDES. PRIVATISASI.4 Sejak 1980-an pula. “How Neo-Liberal Ideology Triumphed”. Contohnya Perusahaan Air Minum (PAM) mendapat pengurangan hutang 5 milyar pounds ditambah 1. Thatcher sebenarnya adalah Lihat dalam Eric Toussaint. IMF dan GATT (kemudian menjadi WTO). di antara perusahaan-perusahaan. 5. terpandai. Kata thatcher suatu kali. Sejak itu Kredo neo-Liberal telah memenuhi pola pikir para ekonom di negara-negara tersebut. Dengan privatisasi atas sektor publik. 1999. bahkan juga air minum. Artinya. Kini para ekonom selalu memakai pikiran yang standard dari neo-Liberal. 10% teratas meningkat pendapatannya 16%. perputaran modal yang bebas. maka Thatcher sekaligus memperlemah SerikatSerikat Buruh di BUMN yang merupakan terkuat di Inggeris. Dengan demikian Margaret Thatcher menjadi pengikut dari Hayek. 2000. maka banyak personelnya yang pindah ke Eropa Timur guna “merubah ekonomi-ekonomi yang sakit menjadi kapitalisme”. yang nyatanya berakibat pada pemusatan kekayaan ke dalam sedikit orang dan membuat publik membayar lebih banyak. 1998. Hasilnya. MEMOTONG PENGELUARAN PUBLIK DALAM HAL PELAYANAN SOSIAL. No. seperti jalan. Selalu dengan alasan demi efisiensi yang lebih besar. 178-182. yaitu deregulasi. Di lain pihak mereka tidak menentang adanya subsidi dan manfaat pajak (tax benefits) untuk kalangan bisnis. Di tahun 1974. dan sering juga pengurangan anggaran untuk infrastruktur publik.6 milyar pounds dana untuk membuatnya menarik sebelum dibeli pihak swasta. Akan tetapi ini baik karena berarti yang terhebat. Hayek dianugerahi Nobel Ekonomi. terkuat yang akan memberi manfaat pada semua orang. Ini seperti terhadap sektor pendidikan dan kesehatan. 36-39. maka paham neo-Liberal menjadi paham kebijakan badan-badan dunia multilateral Bank Dunia. dan tentunya di antara individu. air bersih – ini juga guna mengurangi peran pemerintah. barang dan jasa. 99/1998. 3. dan satu anak dari tiga anak dianggap miskin. DEREGULASI. jalan raya. industri strategis. Mengurangi paraturan-peraturan dari pemerintah yang bisa mengurangi keuntungan pengusaha. Tiga poin dasar neo-Liberal dalam multilateral ini adalah: pasar bebas dalam barang dan jasa. satu dari sepuluh orang dianggap hidup di bawah kemiskinan. Inilah yang menghantar neo-Liberal menjadi ekonomi mainstream di tahun 1980-an lewat Thatcherism dan Reaganomics. satu dari empat orang dianggap miskin. Pemerintah juga menggunakan uang masyarakat (para pembayar pajak) untuk menghapus hutang dan merekapitalisasi BUMN sebelum dilempar ke pasar. Kaum mafia Berkeley UI yang dulu neo-klasik. sekolah. Kompetisi adalah keutamaan. Juga Maurice Allais. privatisasi dan segala jampi-jampi lainnya. Kamal Malhotra (ed. 5% teratas meningkat pendapatannya 23%. Thatcher juga menggunakan privatisasi untuk memperlemah kekuatan Serikat Buruh. Poin-poin pokok neo-Liberal dapat disarikan sebagai berikut:5 1. kehilangan pendapatan15%. hlm. di antara wilayah. Keterbukaan sebesar-besarnya atas perdagangan internasional dan investasi. terutama 10% terbawah. 4. Ini berkebalikan dengan 80% terbawah yang kehilangan pendapatan. 1112. bersamaan dengan krisis hutang Dunia Ketiga. Dari tahun 1979 sampai 1994. IMF dan WTO. 2 Susan George. Bank Dunia. 4 5 Page 5 5 . dalam Walden Bello. Sejak itu pulalah seluruh paradigma ekonomi secara perlahan masuk ke dalam cara berpikir neo-Liberal. sedangkan murid dari Friedman adalah Ronald Reagan. tidak perlu khawatir ada yang tertinggal dalam persaingan kompetitif. pengurangan anggaran untuk ‘jaring pengaman’ untuk orang miskin. dan kemudian menjadi salah satu pengikutnya. hlm. kini juga berpindah paham menjadi neo-liberal. mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1988.. Mengurangi upah buruh lewat pelemahan serikat buruh dan penghapusan hak-hak buruh. Sepenuhnya kebebasan total dari gerak modal. Elizabeth Martinez dan Arnoldo Garcia. 2. Karena itu kompetisi dalam pasar bebas pasti baik dan bijaksana. Selama dekade 1980an. Menjual BUMN-BUMN di bidang barang dan jasa kepada investor swasta. Fisher mendirikan Atlas Economic Research Foundation yang menyediakan struktur kelembagaan pusat. Pluto Press.). jatuh ke titik nadir. dan Sritua Arief. dan melihat bahwa bakat dan kemampuan diberikan jalan keluar dan ekspresi bagi kemanfaatan kita bersama”. Nicola Bullard. 99/1998. seorang anggota Mont-Pelerin Society. sampai akhirnya ia menemukan buku Hayek. 2829. Teori dan Kebijaksanaan Pembangunan. 7-8. hlm. Third World Resurgence No.memudahkan mengelola berbagai lembaga tersebut. yaitu menekankan rakyat miskin untuk Susan George. Doktrin pokok dari Thatcher adalah paham kompetisi – kompetisi di antara negara. jalan tol. dan kebebasan investasi. MENGHAPUS KONSEP BARANG-BARANG PUBLIK (PUBLIC GOODS) ATAU KOMUNITAS. Tidak ada lagi kontrol harga. “Adalah tugas kita untuk terus mempercayai ketidakmerataan.

Pada intinya adalah menghancurkan kedaulatan nasional. yang selalu menyalahkannya kepada pemerintah dan negara bersangkutan. baik dari segi KKN. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program di Bank Dunia dan IMF ini. dan korban berjuta-juta rakyat Indonesia memasuki masa depan yang gelap. 3. jadi merupakan utang bank-bank penerima kepada BI. paham neo-liberal mulai terasa pengaruhnya di tahun 1980-an. terdiri dari komponenkomponen: (a) Liberalisasi impor dan pelaksanaan aliran uang yang bebas. Krisis yang terus berlanjut hingga kini adalah gambaran bahwa Indonesia merupakan korban terparah globalisasi. Sistem pasar bebas dan globalisasi ini mengekalkan hubungan neokolonialisme-imperialisme. Ini yang tidak mau diakui oleh IMF. dan karenanya jauh dari hiruk-pikuk SAP. BLBI secara jelasnya adalah bantuan dana yang diberikan oleh BI kepada bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Yang mereka inginkan sekarang adalah dominasi sepenuhnya. Ini adalah bagian dari program pemulihan krisis ekonomi Indonesia yang dipaksakan oleh IMF lewat LoI. yaitu: (a) intervensi pemerintah harus dihilangkan atau diminimumkan karena dianggap telah mendistorsi pasar.mencari sendiri solusinya atas tidak tersedianya perawatan kesehatan. penghapusan subsidi. bad-governance dan lainnya. bersama-sama dengan Bank Dunia dan ADB sejak bulan Oktober 1997. (b) privatisasi yang seluas-luasnya dalam ekonomi sehingga mencakup bidang-bidang yang selama ini dikuasai negara. Di sini akan diberikan contoh-contoh kasus bagaimana kedua hal tersebut telah membawa dampak luar biasa pada pemiskinan. sehingga Indonesia sukar sekali keluar dari ketergantungannya pada negara-negara maju dan badan-badan dunia tersebut. korupsi. kedaulatan hukum. Di Indonesia. Akan tetapi sejak itu jelas pola pembangunan Indonesia mulai mengadopsi kebijakan neo-liberal. sehingga kekayaan nasional yang luar biasa besarnya hanya dibagi di kalangan elite saja (keluarga Presiden dan kroni-kroni konglomerat serta elit kekuasaan). (b) Devaluasi. hlm.cit. yang berujud dalam berbagai paket deregulasi semenjak tahun 1983. maka program neoLiberal. hak . penindasan dan penjualan bangsa secara besar-besaran kepada asing. (c) Kebijakan moneter dan fiskal dalam bentuk: pembatasan kredit. yang merupakan gabungan dua paket di atas ditambah tuntutan-tuntutan spesifik disana-sini. peningkatan suku bunga kredit. Globalisasi melestarikan kompradorisme (kaki tangan dan kepanjangan tangan kapitalisme internasional). yang pada masa itu adalah para konglomerat Orde Baru. seperti kerajaan bisnis Suharto serta kroni-kroni konglomeratnya. peraturan. Bank Dunia dan IMF. dan menyalahkan mereka atas kemalasannya. 6 Sritua Arif. Paket kebijakan Structural Adjustment (Penyesuaian Struktural). adalah sistem Pasar Bebas yang kapitalistik yang memanfaatkan KKN untuk keuntungan pemodal asing (TNC/MNC) dari negara-negara maju. dan tindakan pemerintah adalah untuk melayani kepentingan korporasi. Semula BLBI bernama KLBI yang bersifat “Kredit”. Kita menghadapi dua masalah besar yang harus segera diselesaikan. ketika Mexico default (menyatakan tidak mampu membayar hutangnya). Indonesia belumlah terkena krisis. Perampokan besar-besaran Bank Sentral Ini sesungguhnya adalah skandal keuangan Bank Sentral terbesar di dunia. 360-367. dan kontrol hukum sepenuhnya. Paket kebijakan deregulasi. jaminan sosial dan lain-lain. dua-duanya bersalah dan harus bertanggungjawab. sehingga tidak jelas lagi aspek pertanggungjawabannya. Kenyataannya baik IMF/Bank Dunia dan Pemerintah Orde Baru. karena seringkali mampu menghalang-halangi kepentingan kapital global untuk kepentingan mereka sendiri yang mengganggu mekanisme pasar. ketika pemerintah mulai menerapkan kebijakan liberalisasi keuangan dan ekonomi. 2. khususnya karena keterikatan Indonesia kepada IGGI. Op. Kolusi. Indonesia menjadi bangsa yang celaka dan merugi karena selama 32 tahun hanya membangun KKN. Paralel dengan masa itu adalah terjadinya krisis hutang dunia Ketiga di tahun 1982. mekanisme pasar sepenuhnya.. mereka menjarah berbagai asset dan sumberdaya nasional untuk memenuhi kepentingan keserakahan modal dan kehidupan serba mewah mereka. dan penekanan untuk tidak menaikkan upah dan gaji. Page 6 6 karena hendak menutupi kepentingan mereka yang sebenarnya. Kaum komprador yang terlalu berkuasa secara nasional juga tidak mereka sukai. Sejak itu berbagai kebijakan. dan di lain pihak kaum elit komprador Orde Baru yang sampai sekarang masih tetap bebas dari hukuman atas terjadinya malapetaka nasional ini dan terus melanggengkan situasi ini : 1. Kita bisa mencatat banyak kejadian kasus globalisasi yang kemudiannya telah menghancurkan dan mengorbankan Indonesia. Paket kebijakan yang direkomendasikan kepada beberapa negara Asia dalam menghadapi krisis ekonomi akibat anjloknya nilai tukar mata uang terhadap dollar AS. (c) liberalisasi seluruh kegiatan ekonomi termasuk penghapusan segala jenis proteksi. Bank Dunia dan para ekonom neo-liberal. Akan tetapi melalui program penjaminan pemerintah. mengambil bentuk sebagai berikut:6 1. KKN ini terjadi karena pemerintahnya sejak awal memang berorientasi untuk Korupsi. Saat itu terutama di negara-negara Amerika Latin dan Afrika. keluarga Suharto dan TNC yang digandengnya. baik dari segi kedaulatan nasional. kenaikan harga public utilities. adalah skema program bail-out (penalangan) utang perbankan (swasta dan pemerintah) untuk dialihkan menjadi beban pemerintah lewat penerbitan obligasi. Dan yang menyedihkan nampaknya system KKN masih terus berlanjut hingga kini. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. peningkatan pajak. kini diganti menjadi bersifat “Bantuan”. Dengan liberalisme itu. Setelah itu Bank Dunia dan IMF masuk ke dalam perekonomian negara-negara yang terkena krisis hutang lewat perangkat SAP. Nepotisme) yang parah. adalah sistem KKN (Korupsi. LIBERALISME EKONOMI YANG MEMATIKAN Berbagai kebijakan deregulasi perbankan dan keuangan di awal tahun 1980-an adalah awal dari liberalisme ekonomi dan dominasi paham neo-liberal di antara para ekonom. pendidikan. (d) memperbesar dan memperlancar arus masuk investasi asing dengan fasilitas-fasilitas yang lebih luas dan longgar. Contoh paling jelas adalah Freeport di Papua dan Exxon di Aceh. tetapi sekaligus juga hendak menancapkan kukunya lebih dalam lagi guna menguasai secara total perekonomian nasional suatu negara. Kedua. Pertama.

3% (Rp 33. setelah keluar dari Tanjung Priok dijual Rp 1. Ini juga berlaku bagi jagung. dan tetap masih meraih laba sekitar Rp 600. Sejak awal telah ditentang oleh para aktivis. Salah satu bukti yang jelas adalah sebesar Rp 8 trilyun dari Rp 17. Demikian pula. ditemukan bahwa dana JPS bidang pendidikan tahun 1998/1999 dan 1999/2000 terdapat pengeluaran sebesar Rp 5.4% (Rp 48. yang mengatur penghapusan dan pengurangan tarif serta pengurangan subsidi. Tambal sulam kemiskinan lewat utang “BLBI: Bantuan atau Bencana”. Merupakan politik etis dari Bank Dunia agar krisis yang terjadi tidak menyebabkan kerusakan yang tidak diinginkan yang bisa merugikan kepentingan Bank Dunia sendiri.8 trilyun (bandingkan dengan dana BLBI). tidak lagi dari dana BLBI yang sangat ringan. Demikian pula BULOG harus mengambil pinjaman dari bank komersial. Bank Dunia dan pemerintah terus melanjutkan program ini. ternyata belum dapat mengangkat harga gabah di tingkat petani.9% dari APBN hanya akan dipakai untuk membayar beban utang BLBI. terbukti terjadi banyak penyimpangan.4 milyar yang diragukan kebenarannya.7 trilyun. 6 juta ton diantaranya sudah masuk pasar.78%) dari dana penyaluran BLBI. Juga ditemukan 21 kasus yang merugikan negara sebesar Rp 1. BULOG dan pihak swasta kini berlomba untuk mendatangkan beras dari mancanegara. Dalam kenyataannya. beras impor yang masuk ke Indonesia mencapai 9. Sejak itu masuklah secara besar-besaran impor beras dari luar dengan harga lebih murah dari beras hasil petani lokal. Liberalisasi juga telah diberlakukan dalam hal harga pupuk dan sarana produksi padi lainnya yang tidak lagi disubsidi pemerintah. Dengan skandal keuangan BLBI ini. Sampai tahun anggaran 1999/2000 program JPS telah menghabiskan dana Rp 15 trilyun. Sementara itu kerugian dan dampaknya terhadap APBN juga luar biasa.7%) dari dana BLBI.600/kg. kedele.5 milyar dana OPK dan Rp 500 juta dana PDM-DKE untuk 15 propinsi di Indonesia. tepung terigu dan gula. yang dibayar dari dana APBN. jangka waktu dan jaminan tertentu. karena hanya menambah beban utang dan bersifat tambal sulam. pada akhirnya menjadi pengurasan uang negara yang diduga dilakukan baik oleh bank penerima maupun oleh pejabat-pejabat BI sendiri. itupun harus bersaing dengan pedagang swasta. Sementara bila kita tengok pengeluaran APBN untuk keperluan subsidi masyarakat hanya mencapai 16. IMF menuntut diberlakukannya tariff impor beras sebesar 0%.9 juta. Akan tetapi ternyata hal ini tetap bukan penghalang bagi importir untuk mengimpor beras dari Thailand. dan terdapat dana untuk Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional (DPO) sebesar Rp 12. Padahal produksi beras dalam negeri sekitar 30 juta ton.org 7 Page 7 7 Program pinjaman dari Bank Dunia dan ADB dengan nama SSNAL (Social Safety Net Adjustment Loan) atau pinjaman untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dilaksanakan sejak terjadinya krisis.8 juta ton. di www.2 trilyun) dan untuk keperluan pembangunan hanya 11. Selain itu LoI juga mengatur agar BULOG tidak lagi mengurus kestabilan harga pangan dan agar melepaskannya ke mekanisme pasar. Laporan audit investigasi BPK tanggal 31 Juli 2000 mengungkapkan dugaan penyimpangan tersebut. Pengurasan tersebut diperkirakan telah mencapai Rp 144. dan PKP (Padat Karya Perkotaan). Dengan demikian kini petani menghadapi harga produksi yang mahal. Pemerintah dengan ini mempunyai kewajiban untuk membayar angsuran dan bunga obligasi tersebut. dan beras dari Australia dijual Rp 1.5 milyar.9 trilyun dana JPS di tahun anggaran 1998/1999 malah digunakan untuk kampanye otonomi luas Timor Timur dan Kampanye Pemilu 1998.53 trilyun (per-29 Januari 2000). akhirnya pada Juli 2001 oleh Bank Dunia program ini dibatalkan sama sekali. Baru kemudian setelah terlihat bahwa program ini dapat menghancurkan kredibilitas Bank Dunia sendiri. diantaranya OPK (Operasi Pasar Khusus). sehingga sebenarnya Indonesia hanya membutuhkan impor 2 juta ton. Harga beras impor dari Thailand misalnya. Karena jeritan para petani dan kritik yang berdatangan. sementara harga jual padi hancur. Vietnam dan Australia dengan tetap meraih untung.77 trilyun.53 trilyun dan juga menerbitkan Surat Utang untuk penyediaan dana dalam rangka program penjaminan senlai Rp 53.3 milyar yang tidak disalurkan ke siswa dan sekolah. Meskipun jelas ada banyak penyimpangan. akhirnya bea masuk impor dinaikkan menjadi 30%. Penghancuran ketahanan pangan Lewat LoI Oktober 1997 dan MEFP 11 September 1998. DBO (Dana Bantuan Operasional). Pernyataan Bersama LSM Tentang Penyelesaian Kasus BLBI.tagih BI dialihkan kepada pemerintah. Skema program JPS ini dibagi ke dalam 12 program. Meskipun hakekatnya adalah pinjaman dengan persyaratan suku bunga.3 trilyun). kekurangan penerimaan negara sebesar Rp 75. artinya sekitar 18.7 2. dilakukan oleh 48 bank penerima.400/kg. sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 32 juta ton. Liberalisasi pertanian sebenarnya juga bagian dari ratifikasi Indonesia atas Agreement on Agriculture (AOA) dari WTO. di mana sebagian besar penyelewengan (49%) terjadi di tingkat kecamatan. LoI dan MEFP 31 Oktober 1997. Sementara itu subsidi petani lewat KUT (kredit usaha tani) hanya sebesar Rp 1. dan uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan (6 temuan) sebesar Rp 227. Sementara penyimpangan dari bank penerima dana BLBI berupa berbagai pelanggaran yang mencapai nilai Rp 84.44 trilyun (95. Potensi kerugian negara yang ditimbulkannya adalah Rp 138.84 trilyun (59. maka telah mengorbankan berbagai subsidi yang seharusnya diterima oleh rakyat lewat APBN. 3. Beras impor terus saja . HKTI mencatat bahwa hingga akhir Maret 2000.6 juta. PDM-DKE (Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Ekonomi). Untuk membayar hak tagih tersebut.imf. BULOG dibatasi menjadi sebatas perdagangan beras. Di tahun 2001 diperkirakan angsuran dan bunga obligasi tersebut mencapai Rp 55. Demikian pula dari hasil audit BPK. pemerintah menerbitkan Surat Utang (Obligasi) senilai Rp 164. yang disarankan oleh IMF. melainkan diserahkan pada mekanisme pasar. itupun semula IMF berkeberatan. dugaan penyelewengan dana JPS tahun 1999/2000 hampir sebanyak Rp 4. Meskipun kemudian pemerintah menghentikan impor beras pada Maret 2000. Besarnya US$ 600 juta yang tahap pertamanya telah dikucurkan sebesar US$ 300 juta pada Januari 2000.

Dengan demikian. Selain itu di Jawa ada jutaan hektar tanah yang merupakan “residual claims”. 18 Maret 2000 9 KPA’s First. akhirnya diambil alih oleh Pemda Jakarta lewat instruksi Gubernur Sutiyoso No. 11 September 1998. Warga juga tidak mengetahui keberadaan LAP sampai petugas BPN datang mengukur tanah mereka. Ini adalah suatu proyek ambisius mengenai deregulasi pertanahan dengan istilah “Land Resource and Management Planning” yang akan berlangsung selama 25 tahun (1995-2020) yang hendak merancang suatu desain perubahan manajemen dan administrasi pertanahan yang tujuan akhirnya adalah terciptanya pasar tanah (land market). LAP I juga mempunyai dampak negatif terhadap kaum perempuan.3 juta pelanggan. 1 tahun 1961 yang melarang swastanisasi bisnis air minum. karena 62% dari Tim Ajudikasi Tanah telah bubar sesudah proyek selesai. Thames Water International (TWI). Dalam laporannya tentang kerangka kebijakan untuk sektor air di perkotaan (Urban Water Supply Sector Policy Framework). LAP I (1995-2000) menelan biaya sebesar US$ 140. Akibatnya yang parah. telah menimbulkan banyak masalah. Masalah “residual claims” ini seharusnya diselesaikan terlebih dahulu. rakyat kembali yang akan dibebankan pembayaran utang. Meskipun program ini telah ditentang oleh aktivis. Terakhir LAP II akan kembali dilaksanakan. 2 Oktober 2000. sementara kwitansi dari BPN hanya tertera Rp 11. Akan tetapi dalam penetapan harga air untuk semester I tahun 1999. diantaranya adalah: proyek tersebut tidak sustainable. dan akan mulai memasukkan obyek tanah masyarakat adat.9 5. Menurutnya pembayaran utang akibat program LAP ini akan diambil dari pemasukan UU PHTB (Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). didanai dari anggaran nasional sebesar US$44. Pemda DKI mengambil alih dengan saham 10 persen. ternyata tidak terjadi. Secara keseluruhan. Second and Third Memorandum on Land Administration Project in Indonesia. sementara Thames dan Lyonnaise sebagai pemilik saham mayoritas yaitu 90%.500.4 trilyun untuk pengembangan Jakarta. Penemuan di lapangan oleh KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria) memperlihatkan adanya peluang bagi petugas untuk korupsi dan menipu warga. Rencananya LAP II akan bernilai sebesar US$ 110 juta. Bahkan hasil analisis dari Bank Dunia sendiri berjudul “The Social Assessment of the Land Certification Program: The Indonesia Land Administration Project”. Liberalisasi air didorong pula oleh Bank Dunia. Proses privatisasi ini melalui proses KKN. Petani pedesaan mengalami kebangkrutan dan akan menyebabkan kerawanan ekonomi masyarakat pedesaan yang tak terkira. Setelah Suharto turun tahta. bila tidak ada langkah-langkah protektif dengan segera.000. akan tetapi mereka tetap jalan terus. Tujuannya untuk meringankan beban utang pemerintah. Mereka juga mendapatkan hak eksklusif untuk mengelola seluruh asset PAM Jaya selama 25 tahun. Padahal harga pupuk sudah sekitar Rp 700/kg.8 4. sebelum ada proses sertifikasi. Sementara itu BPN berkilah mengenai beban hutang. Sektor Air disebut juga sebagai “emas biru” (blue gold). LAP I mempunyai banyak masalah.2 juta (11%) adalah grant dari AusAid.400 per-meter kubik. Penguasaan air minum Air minum telah dijadikan incaran banyak TNC dunia. karena tanah kini dijadikan obyek komoditas (barang dagangan). Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap setiap lima tahun. tetapi dua perusahaan asing tersebut semakin dikukuhkan sebagai pengelola. Bisnis Indonesia. di mana ditentukan setiap transaksi tanah atau bangunan senilai di atas Rp 30 juta sejak Januari 1998 akan dikenai pajak 5%. Sebuah kasus di Depok. Padahal privatisasi ini jelas-jelas melanggar Konstitusi UUD 45 pasal 33 dan UU No.Page 8 8 masuk dengan deras. Padahal harga jual air . Registrasi tanah LAP I yang katanya menggunakan prinsip transparansi. dengan legalitas yang dijamin. Dampaknya. di mana akhirnya dikuasai oleh PT Kekarpola Airindo milik Sigit Harjojudanto dan Bambang Trihatmojo yang menggandeng perusahaan air Inggeris. karena sudah adanya pilot proyek sebelumnya yang dijalankan di Sumatera Barat. Inilah awal dimulainya tragedi kehancuran ketahanan pangan Indonesia. Bank Dunia lalu memberikan pinjaman sebesar Rp 2. merupakan sektor yang strategis sekaligus bisnis besar. Lyonnaise des Eaux (LDE). warga dikenakan biaya Rp 50. sehingga bisa langsung menangguk keuntungan. sehingga kini hanya mencapai sekitar Rp 600/kg. Bayangkan saja captive market (pasar yang sudah pasti) dari PAM Jaya. 13 April 2000.1 juta. 131 tanggal 22 Mei 1998. Background Paper INFID untuk Lobby CGI. Dengan liberalisasi pertanian ini. yaitu US$ 20 juta dari pemerintah Indonesia dan US$ 90 juta dari pinjaman Bank Dunia. dan oleh PT Garuda Dipta Semesta milik Anthony Salim yang menggandeng perusahaan air dari Perancis. tanpa perlu membangun jaringan infrastruktur dan pelanggan. dikeluarkan instruksi presiden (Suharto) untuk mengalihkan pengelolaan usaha air minum di Jakarta dan sekitarnya kepada swasta (privatisasi). Suara Pembaruan. Pelaksanaan LAP I. maka akan habislah petani Indonesia dilibas oleh TNC dan importir besar. PT TPJ menetapkan harga Rp 2. Dua perusahaan asing tersebut kemudian berganti nama menjadi PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Thames PAM Jaya (TPJ). Hasilnya tanggal 12 Juni 1994. Juga tidak ada standard biaya registrasi. tanah akan dijadikan obyek penguasaan pemodal besar dan TNC. Bank Dunia merekomendasikan MEFP.9 juta (32%). adalah harga padi lokal terus merosot tajam. yaitu 2. LAP akan meliberalisasi pertanahan di Indonesia. “Hentikan LAP II dan Tinjau LAP I”. Oktober 2000 8 Page 9 9 agar Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya – milik Pemda DKI – diswastakan. partisipasi dan kontrol masyarakat. dan Palyja Rp 2. karena nama-nama perempuan tidak dimasukkan di dalam sertifikat tanah.900 pe-meter kubik. yaitu tanah yang diambil secara paksa dari rakyat pada zaman Orde Baru. sebagaimana sudah diduga. Dengan itu. pinjaman dari Bank Dunia US$ 80 juta (57%) dan sisanya US$ 15. termasuk di dalamnya untuk pembiayaan pengelolaan air minum. Penciptaan pasar tanah Pemerintah (dan BPN) bersama dengan Bank Dunia dan AusAid sedang menjalankan suatu mega-proyek yang disebut sebagai Land Administration Project (LAP).

JBIC (Japan Bank for International Cooperation) kini adalah ECA terbesar di dunia. Syaratnya adalah merupakan temuan baru. menggusur rakyat dan menambah beban hutang. defisit yang harus ditanggung pemerintah adalah sebesar Rp 86. Mafia Utang lewat Kredit Ekspor Fasilitas kredit ekspor disediakan oleh ECA (Export Credit Agencies and Investment Insurance Agencies). Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. proyek listrik Jawa dan Jawa Barat. LNG Pertamina. telah mematenkan kosmetiknya yang berasal dari berbagai bahan rempah di Indonesia. dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. dan bunga cangkok. Na-kaseinat dan putih telur. JBIC mendanai 10 proyek besar di Indonesia. Ini disebut sebagai biopiracy (pembajakan hayati). 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan. temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. yakni Rp 2.PAM Jaya ke konsumen jauh di bawah itu. karena besarnya kepentingan TNC-TNC di negara maju untuk mengerjakan berbagai mega-proyek infrastruktur lewat pembiayaan bilateral maupun multilateral. karena merusak lingkungan. cabe jawa. Meskipun merupakan proyek antar swasta. dengan sekedar merubah proses dan produknya. Akan tetapi PAM kini tidak bisa berbuat apa-apa. yang merupakan badan milik pemerintah di negara-negara maju. nampaknya TNC dan pemerintah jalan terus. dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. maka risiko hutang swasta bisa menjadi hutang pemerintah. semua mega-proyek ini bermasalah karena mark-up proyek dan korupsi besar-besaran. tepung beras. adalah proyek-proyek berbiaya tinggi yang penuh dengan KKN. disebut Tempeh. Merk. 27 November-3 Desember 2000 Page 10 10 Dalam kenyataannya. Demikian pula kasus pematenan disain kerajinan perak hasil kerja Suwarti di Bali. Di Indonesia proyek-proyek yang dibiayainya sebanyak 33 buah. pulowaras. Nampaknya proses privatisasi ini akan menjadi contoh bagi privatisasi air minum berikutnya di daerah-daerah lain.4 milyar dengan beban utang Rp 394. dan PT Riau Andalan Permai di Riau. ECA kini cenderung semakin menggantikan mekanisme ODA (Overseas Development Assistance). mengandung langkah inovatif. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele. dan Hak Cipta.130 per-meter kubik. Paten atas makhluk hidup. sekarang merger dengan OECF menjadi JBIC). karena harus bersesuaian dengan TRIPs. Ini adalah perjanjian HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) terkait perdagangan. Shiseido. kayu legi. maka berbagai barang temuan dapat dikuasai siapa saja yang mendaftarkannya terlebih dahulu. justru 20 aktivisnya ditahan dan terus-menerus ditekan. yang juga mengelola proyek-proyek pinjaman bilateral pemerintah Jepang. 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe. yaitu PT Tanjung Enim Lestari. yang memberikan hak istimewa bagi individu atau perusahaan atas karya ciptanya. Pada masa Suharto. Dengan TRIPs ini maka akan terjadi bahaya besar lewat pematenan atas kekayaan intelektual milik publik /komunitas. yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership.Tiga besar ECA yang aktif di Indonesia adalah Bank Exim Jepang (JEXIM. karena sudah terikat kontrak selama 25 tahun. Meskipun sudah berjuang lebih dari dua tahun. dan tambang INCO. dari tahun 1992-1996.10 6. serta berbagai proyek semen.11 7. brotowali. tidak transparan. kekurangan tersebut harus ditutupi oleh perusahaan daerah ini. tetapi karena dijamin oleh pemerintah. telah diratifikasi oleh pemerintah. atau 24% dari stok hutang Indonesia. tambang tembaga dan emas PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa. diluwih. Ini adalah kepentingan TNC bioteknologi yang telah memantenkan berbagai benih dan tanaman hasil rekayasa genetik. karena biaya . listrik Tambak Lorok. dan Indikasi Geografis. seperti kayu rapet. Paten lain untuk Jepang. Indonesia telah membuat 5 UU HAKI sebagaimana di atas. dekstrin. hutang dari ECA sebanyak US$ 28. karena di negara asalnya tidak dapat dikontrol parlemen. Dengan UU Paten. ECA juga aman bagi TNC. Perannya adalah merealisasikan berbagai proyek investasi dan infrastruktur berskala besar di negara-negara berkembang. Sementara itu Tempe. lempuyang. tepung jagung. Tercatat ada 19 paten tentang tempe. di mana 13 buah paten adalah milik AS. serta teknologi dan transport militer. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe. Rahasia Dagang. Diantaranya adalah berbagai pabrik pulp and paper. Suwarti tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi alhasil sebenarnya pemerintah mensubsidi rakyat atau mensubsidi TNC? Dan siapa yang membayar semua itu? Sampai kini pun layanan dan harga air tetap tidak memuaskan. karena akan digaransi oleh pemerintah. Bank Exim AS. 1 paten mengenai antioksidan. Cara kerja ECA ini mirip mafia. Sampai Oktober 2000. kroni dan anak-anak Suharto. Artinya rakyat juga yang harus membayar hutangnya. Semen Indo-Kodeco. kemukus. proyek PLTGU Paiton I di Jawa Timur. salah satu perjanjian di dalam WTO. pelantas. HAKI komunitas dapat saja dirampok oleh perusahaan-perusahaan asing maupun para peneliti/individu. oleh pengusaha asal AS. Serikat Pekerja PAM yang juga telah berjuang untuk menentang proses ini. Perusahaan kosmetik besar Jepang. Sementara di Indonesia. Tanjung Enim Lestari pulp and paper.6 milyar. Penjarahan kekayaan intelektual masyarakat/komunitas Perjanjian TRIPs (Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights). dan tidak membuka informasi kepada publik mengenai proyek-proyeknya. makanan tradisional Jawa.2 milyar. serta membawa bencana. yaitu mikro-organisme dan jasad renik juga dapat dipatenkan. dan Hermes dari Jerman. yaitu PLTGU Paiton. PT Indah Kiat Pulp and Paper di Sumatera Selatan. juga telah dipatenkan. Hasilnya. yang biasanya merupakan mega-proyek milik konglomerat. dan dapat diterapkan dalam industri (produksi massal). Tambang Batu Hijau. juga untuk Sirkuit Terpadu. Indocement. teknologi satelit. Badan ini memberikan asuransi risiko politik apabila ada “jaminan balik” (counter guarantee) dari pemerintah Indonesia. Hal ini telah terjadi dengan rempah-rempah Indonesia. dalam bentuk Paten. 10 TEMPO. mega proyek yang didanainya. penyulingan minyak Pertamina. Justru kemudian Suwarti yang dituntut oleh pengusaha tersebut. tepung terigu. Pemerintah diwajibkan untuk menjamin keamanan politik dan membayar kembali investasi yang sudah dikeluarkan apabila proyek gagal akibat situasi politik. ketika dia masuk ke pasar Amerika.

Kerjasama Dunia Ketiga untuk bersama-sama menghadapi kepentingan negara-negara maju (G-7. Januari 2000. Stephanie Fried dan Titi Soentoro. sehingga memperkuat perekonomian rakyat. moral. Menolak paham Neo-liberal dan mencari alternatif ilmu ekonomi yang lebih mencerminkan kepentingan rakyat dan nasional. untuk di dapat resolusi yang layak bagi Dunia Ketiga. akan mengancam keberlangsungan benih tradisional dan kelestarian ECA NEWS. seperti memperkuat Page 12 12 kembali hasil yang telah dicapai UNCTAD lewat GSP (Generalized System of Preference) dan pengurangan hutang. transportasi. 5. Pada masa lalu mereka memakai pendekatan “Economic Growth” (pertumbuhan ekonomi) sebagai doktrin. neo-keynesianism. Ini berarti di satu pihak memperkuat sektor pertanian. Oleh karena itu berbagai kelompok nasional harus berembuk dan berdialog bersama guna menetapkan pokok-pokok pandangan dan visi nasional yang non-Pasar Bebas. Menyokong diadakannya Tobin Tax terhadap arus keluar masuk modal swasta yang saat ini merupakan ‘hot money’ dan volatilitasnya sangat tinggi. Banyak alternatif yang mungkin dilakukan (There Are Many Alternatives). dan liberalisasi macam apa yang harus ditolak mentah-mentah dan dibuang jauh-jauh. kesehatan. Ini adalah kasus nyata pembajakan HAKI komunitas Indonesia oleh pemodal besar. Ini harus ditentang dan dicarikan alternatifnya. 11. sektor kelautan dan lain-lainnya. Indonesia harus dapat memilah-milah liberalisasi macam apa yang memang dibutuhkan. seperti dengan neo-protectionism. berorganisasi. sehingga tidak tergantung impor dari luar. Karena itu alokasi untuk sektor pertanian (termasuk kelautan dan perikanan) harus lebih besar dari yang lain-lainnya. BAGAIMANA MEWUJUDKAN PEREKONOMIAN BERKEADILAN SOSIAL Kini saatnya memformulasikan kebijakan ekonomi yang berkeadilan sosial yang memutus keterikatan dan ketergantungan kepada agenda globalisasi. Pertanian dijadikan prioritas utama perekonomian. dan pemenuhan HAM sepenuhnya. Industrialisasi berdasarkan pada bahan baku setempat. yaitu: 1. Dalam kasus lain. WTO dan IMF telah membatasi pilihan-pilihan kebijakan yang ada dan memaksakan kebijakan yang hanya sesuai dengan agenda mereka. TNC tersebut akan masuk langsung untuk menanamnya di negara bersangkutan. berbagai kekayaan budaya itu tidak mungkin dipatenkan. Jakarta. dan ekonomi yang layak. 9. sehingga terjadi distribusi tanah dan sumberdaya yang merata. yang dalam sejarahnya juga memakai ekonomi merkantilis dan proteksionis ketimbang pasar bebas di masa awal pembangunannya. Segala sesuatu yang bersifat publik haruslah bersifat gratis. Melepaskan diri dari rejim devisa bebas dan rejim nilai tukar mengambang bebas (free-float exchange rate). Indonesia tidak membutuhkan resep neo-lliberalisme sebagaimana saran IMF. OECD). Diadakan perekonomian yang berorientasi kepada kesejahteraan. 8. asalkan kita tidak “turut dan manut” saja terhadap pasar bebas / globalisasi. Ketiga. Petani akan semakin tergantung kepada benih-benih milik TNC. 6. ekonomi kerakyatan dan lain-lainnya. Indonesia masih dalam tahap-tahap awal perkembangannya. edisi I. Selain itu diadakan berbagai kemudahan dan fasilitas serta perlindungan bagi petani untuk memperkuat sektor pertanian. Penghapusan sebagian besar hutang karena alasan-alasan etika. yaitu pemberantasan segera atas KKN. 3. 12. karena di sinilah hidup mayoritas rakyat. pendidikan dan lainnya. Pertanian harus dirubah melalui agrarian reform. welfare state. listrik. yaitu ekonomi kerakyatan (sebagaimana yang digagas oleh Bung Karno. kebebasan berpikir. Bank Dunia maupun WTO. berbicara. perekonomian Indonesia harus kembali ke rel-nya. termasuk AS. 4. Haruslah mencontoh berbagai pengalaman negara lain. seperti air. serta memperkuat sektor industri itu sendiri serta industri-industri kecil yang terkait dengannya. Pertanian lama-kelamaan akan menjadi lahan bisnis dan monopoli (paten) teknologi oleh TNC-TNC. Bung Hatta dan lain-lain). Demokrasi yang diarahkan bagi penguatan aspirasi rakyat dan organisasi rakyat. dan ikut serta merubah badan-badan tersebut agar menjadi badan yang terutama melayani kepentingan negara-negara Dunia Ketiga 7. Ada banyak alternatif yang tersedia sebenarnya. paten atas benih dan tanaman transgenik oleh TNC. Ekonomi kerakyatan ini . sebagaimana yang terjadi dengan kasus Monsanto yang menanam kapas Bt di Sulawesi Selatan. Indonesia harus segera memulai membenahi diri sendiri dan mengerjakan PR-nya yang tidak kunjung diselesaikan. Kedua. karena merupakan milik publik. “Export Credit Agency Finance in Indonesia”. Kecenderungan ini akan semakin meningkat. Sistem ekonomi haruslah mendahulukan pasar domestik dan menaruh di belakang orientasi pada pasar ekspor. dan penyitaan harta jarahan kaum KKN untuk kepentingan negara dan program-program kesejahteraan rakyat. Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk pasar dalam negeri. pemrosesan hukum atas semua pelaku KKN Orba. Adapun rekomendasi kebijakan kongkrit yang perlu segera dilakukan agar kita bisa segera keluar dari keterikatan kepada kapitalisme global adalah sebagai berikut: Pertama. dan sebagai gantinya menetapkan kontrol modal (capital control) dan nilai tukar tetap (fixed exchange). Sistem ekonomi jangan berprinsip pasar bebas (liberalisme ekonomi). Padahal bagi orang Indonesia. Di lain pihak. Tidak tergantung kepada badan-badan multilateral. dan karenanya perlu menerapkan ekonomi yang proteksionis dan kerakyatan. yaitu negara menjalankan berbagai peran penyelenggaraan barang publik (public goods) dan prasarana publik (public facilities). dan sekarang mereka menambahkan “Kompetisi Bebas” sebagai doktrin. Jerman dan Jepang. dan bukan untuk melayani kepentingan TNC dan konglomerat atas pasar eksport.peradilan HAKI sangat mahal untuk pengrajin seperti dirinya. 2. April 2000 11 Page 11 11 tanaman. 10.

Keempat. sebagai salah satu pemimpin negara berkembang.lokal). Inilah yang seharusnya terus dipikirkan oleh kita tentang Indonesia masa depan yang lepas dari diktator pasar kapitalisme global. penguatan pertanian dan pedesaan yang masih sekitar 70% perekonomian nasional. Apakah dengan memutus keterikatan kepada kapitalisme global tersebut. maka negaranya juga akan kuat. Tidak sama sekali! Indonesia tetap ada dalam kapitalisme global. Kalau rakyatnya sejahtera. maka negaranya juga akan cerdas. maka negaranya juga akan sejahtera.menempatkan rakyat Indonesia sebagai kekuatan dasar perekonomian. yaitu dengan mensejahterakan rakyat miskin dan mengikis habis korupsi. Bila tetap terikat. dengan menghapus hutang haram dan peringanan berbagai beban hutang lainnya. Hutang yang merupakan mekanisme ketergantungan harus segera diputus. memutus sepenuhnya ketergantungan pada badan-badan multilateral. Bank Dunia dan WTO. Bila tidak terikat. Perjuangan utama tetap di jalur ekonomi. Demikian pula forum WTO harus dirubah menjadi forum bagi kepentingan negara-negara berkembang. sebagaimana RRC. wilayah. dan tidak disepelekan dan diinjak-injak oleh negara-negara lain dan badan-badan global. Kalau rakyatnya cerdas. Banyak hal yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk merebut kembali “kedaulatannya”. Libya. yang mampu menggerakkan roda perekonomian lewat penguatan pasar domestik (nasional. maka akan menjadi bangsa yang disegani dan tuan atas dirinya sendiri. maka kita hanya akan menjadi bangsa kuli yang rendah. sebagai bangsa yang besar dan kuat. *** Options Disable þÿ Get Free Shots All About Economic . kalau rakyat Indonesia kuat. dan untuk itu Indonesia harus memainkan peran yang kuat dan tegas. seperti IMF. Vietnam. Asumsi dasarnya adalah. Kuba. Iran atau Venezuela. dan penguasaan dan pengelolaan sepenuhnya kekayaan alam Indonesia yang melimpah-ruah. Tentu saja tidak harus konfrontasional terhadap kekuatan kapitalisme global (yaitu AS dan Eropa Barat). Perjuangan politik tetap bebas-aktif dan berdaulat. berarti kita akan diasingkan atau mengisolasi diri. Akan tetapi Indonesia tidak diikat oleh agenda neo-liberalisme. tetapi mempunyai kebijakan ekonomi-politiknya sendiri yang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhannya sendiri.

Habibie menjadi presidenSampai 1996. krisis ini menguat pada November ketika efek dari devaluasi di musim panas muncul di neraca perusahaan. Tapi banyak perusahaan Indonesia banyak meminjam dolar AS. tapi ini tidak cukup. Tetapi. Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini. Di tahun berikut. menurunkan harga rupiah lebih jauh lagi. yaitu: menjual rupiah. Pada 14 Agustus 1997. sejak era orde baru mulai terlihat kebusukannya Indonesia terus mengalami kemerosotan. Moody’s menurunkan hutang jangka panjang Indonesia menjadi “junk bond”. Tidak seperti Thailand. Pada Juli. penjualan rupiah. .J. Dari awal 1998. Otoritas Moneter Indonesia melebarkan jalur perdagangan dari 8 persen ke 12 persen. terutama dalam bidang ekonomi. dan banyak yang bereaksi dengan membeli dolar. pertukaran floating teratur ditukar dengan pertukaran floating-bebas. tapi rupiah jatuh lebih dalam lagi karena ketakutan dari hutang perusahaan. Nilai tukar semakin melemah. Perusahaan yang meminjam dalam dolar harus menghadapi biaya yang lebih besar yang disebabkan oleh penurunan rupiah. ketika rupiah menguat terhadap dolar. Indonesia memiliki inflasi yang rendah. dan sektor bank yang baik. Rupiah mulai terserang kuat di Agustus. Suharto dipaksa mundur pada pertengahan 1998 dan B. Rupiah dan Bursa Saham Jakarta menyentuh titik terendah pada bulan September. Meskipun krisis rupiah dimulai pada Juli dan Agustus. persediaan mata uang luar yang besar. Indonesia terlihat jauh dari krisis. trackback Krisis yang melanda bangsa Indonesia. Presiden Suharto memecat Gubernur Bank Indonesiaa. permintaan dolar yang kuat. Pada Februari 1998. Thailand. inflasi tak terkendali. menjadi awal terpuruknya sebuah negara dengan kekayaan alam yang melimpah ini.• • • • • • • Beranda Makro Mikro Tips Usaha UKM Akpem Enyong jump to navigation Awal Krisis Moneter Indonesia Juni 14. praktisi ini telah bekerja baik untuk perusahaan tersebut — level efektifitas hutang mereka dan biaya finansial telah berkurang pada saat harga mata uang lokal meningkat. IMF datang dengan paket bantuan 23 milyar dolar. Asia menarik hampir setengah dari aliran modal negara berkembang. Indonesia dan Korea Selatan memiliki “current account deficit” dan perawatan kecepatan pertukaran pegged menyemangati peminjaman luar dan menyebabkan ke keterbukaan yang berlebihan dari resiko pertukaran valuta asing dalam sektor finansial dan perusahaan. Thailand megambangkan baht. 2007 Posted by dinconomy in Makro. perdagangan surplus lebih dari 900 juta dolar. lebih dari 20 milyar dolar. Pada Juni 1997. juga pertumbuhan ekonomi yang kurang berkembang di negara ini. Rupiah jatuh lebih dalam.

Dan. pasar bursa dan harga aset beberapa ekonomi Asia Tenggara. sumber daya manusia dan kreativitas. INDONESIA. Pokok bahasan itu demikian penting. 31 Mei 2008 Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen (Satu Sebab Krisis Indonesia) Oleh Qinimain Zain FEELING IS BELIEVING. Qinimain Zain . departemen. keuangan. . keamanan dan pendidikan. saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan. ekonomi. 2008 Banjarbaru. yaitu ilmu pengetahuan. penelitian. Krisis ini telah menimbulkan keinginan dari pelaksana ekonomi perilaku tertarik di psikologi pasar. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. yang naik nilainya pada 1990-an. manufaktur.Mei 31. selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem. pemasaran. Di sini. s(cience). telah meremehkan peran ekonomi nyata dalam krisis dibanding dengan pasar finansial yang diakibatkan kecepatan krisis. dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi. pertahanan. Importir Barat mencari pemroduksi yang lebih murah dan menemukannya di Tiongkok yang biayanya rendah dibanding dollar. system ilmu pengetahuan. investor Barat kehilangan kepercayaan dalam keamanan di Asia Timur dan memulai menarik uangnya. alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Sach menunjuk ke kebijakan keuangan dan fiskal yang ketat yang diterapkan oleh pemerintah pada saat krisis dimulai. sistem ilmu pengetahuan. atau lebih luas bidang hukum. termasuk Joseph Stiglitz dan Jeffrey Sachs.Pelaku ekonomi telah memikirkan akibat Daratan Tiongkok pada ekonomi nyata sebagai faktor penyumbang krisis. menimbulkan efek bola salju. Baik untuk usaha khusus bidang pertanian. m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain). Krisis Asia dimulai pada pertengahan 1997 dan mempengaruhi mata uang. Yang paling penting. komputerisasi. mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini? Sebab suatu masalah selalu kompleks. namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. RRT telah memulai kompetisi secara efektif dengan eksportir Asia lainnya terutaman pada 1990-an setelah penerapan reform orientas-eksport. Komentar» 1. politik. Kalimantan Selatan. Banyak pelaku ekonomi. Kecepatan krisis ini telah membuat Sachs dan lainnya untuk membandingkan dengan pelarian bank klasik yang disebabkan oleh shock resiko yang tibatiba. budaya. Lalu. sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri. Kemudian. sedangkan Frederic Mishkin menunjuk ke peranan informasi asimetrik dalam pasar finansial yang menuju ke “mental herd” diantara investor yang memperbesar resiko yang relatif kecil dalam ekonomi nyata. Dimulai dari kejadian di Amerika Selatan. pelayanan. mata uang Thailand dan Indonesia adalah berhubungan erat dengan dollar. hanya menyoroti salah satunya. teknik. yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun. apa definisi sesungguhnya sebuah sistem.

Jakarta). lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. Sondang P. PT Gramedia. Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25. 2005:18-19. karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie. pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. TQO Tahap Survival (1886-1930). Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan. Ketiga. 2001). merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. Siagian menduga. Menemukan hukumhukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen. cetakan ketiga. Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. TQS Tahap Human Relation (1945-1959). kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda.Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan. Juga. Pengantar Ilmu Pemerintahan. Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie. berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn. TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama. to know). Dan. Sampai abad XVII. PT Refika Aditama. TQC Tahap Consolidation (1930-1945). Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. Tahap Kuantifikasi. Bandung). yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAINn (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority. cetakan kedelapan belas. hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. 1982:4. ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang): Contoh. Sebelumnya. Gajah Mada University Press. “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika. perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan. Keempat. yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. 2005:19. Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya. TQI Tahap Behavioral (1959-2000). didasarkan . Tahap ini peran tingkah-laku manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Yogyakarta). baru dimulai tahun 1900. Jakarta). Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan. Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. Kemudian. Lebih jauh. Manullang. Sondang P. setelah abad XVII. “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi. Dasar-Dasar Manajemen. Kemudian. oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo. maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat. Kedua. Kemudian. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta. cetakan VII. bukti nyata masalah. cetakan ke-21.

(Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta). Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja – sistem ZQD. 2526). TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode.mampir yach Mas ke blog ku. membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon). saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna. atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22. bukan komputer). Kelima. Artiya. satuan ukuran. meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan. mengatasi. dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode. departemen. Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen). THANK you very much for Dr Heidi Prozesky – SASA (South African Sociological Association) secretary about Total Qinimain Zain: The New Paradigm – The (R)Evolution of Social Science for the Higher Education and Science Studies sessions of the SASA Conference 2008. Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45).id (www. satuan ukuran. BAGAIMANA strategi Anda? *) Ahli strategi. Balas . Bandingkan. dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III. dan sebuah negara) pun mampu memahami. 2008 Thanks infonya….November 26. Balas 2.com). mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya. TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang). (Yang ternyata benar dan saya penuhi. adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan. teori dan hukumnya.gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data. Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode. fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma. teori dan hukum. tinggal di Banjarbaru. email: tqz_strategist@yahoo. Anna .scientist-strategist. k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta – sistem mks. teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu).blogspot. (Contoh. struktur. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138). struktur.co. struktur. Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert. itu pun tanpa satuan). Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). jika dibiarkan tanpa alat bantu. padanan m(eter). Paradigma baru. PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar. satuan ukuran.

Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman. cari Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu. mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas. KRISIS MONETER DI AMERIKA SERIKAT . giro wajib minimum. kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. 2010 • Related • Filed Under PENGARUH KRISIS MONETER AMERIKA SERIKAT A. Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel. Kebijakan moneter Dari Wikipedia bahasa Indonesia. tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. seperti menahan inflasi.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga.message name þÿ email þÿ url þÿ say it! Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel. • • • • • RSS Home About Catatan Redaksi Tips & Trik Penulisan di Wartawarga Seberapa besar pengaruh krisis global dalam perekonomian Indonesia January 3rd. "margin requirement". Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga.

Sejak awal 2008. akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (troubled asset recovery program – TARP) senilai US$ 700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. Inti cerita yang terjadi adalah sektor perbankan AS sedang terpuruk. Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara). Artinya. “Lama saya mengira bahwa krisis ekonomi terparah yang pernah saya alami adalah krisis moneter (krismon) Asia pada tahun 1997/1999. Freddie Mac dan Fannie Mae. karena pasar saham. Dari uraian di atas. karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres. DAMPAK SECARA GLOBAL Krisis moneter di Amerika Serikat kali ini menumbulkan dampak luar biasa secara global. bursa saham China anjlok 57%. setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot. yang menceritakan dengan cukup detail tentang krisis moneter yang pernah terjadi. surat utang dan komoditas semuanya anjlok. yaitu di Amerika Serikat. kekurangan modal. B. Investor bisa menjual saham dan surat utangnya di Indonesia. cash is king again“. negara safe heaven pun mengalami krisis ekonomi yang parah. . Krisis pasar modal (saham dan surat utang) global pada dasarnya hanya memengaruhi investor pasar modal. Namun. apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia. termasuk Indonesia.Sebelum membahas lebih jauh. Sementara pasar surat utang terpuruk. mereka tidak selamat menghadapi krisis kredit pembelian rumah (KPR) subprime di AS pada 2007/2008. Merrill Lynch. kita tahu bahwa krisis moneter di Amerika Serikat akhir-akhir ini telah mewabah ke berbagai benua dan dipastikan lebih parah dari krisis yang sudah pernah terjadi. Investor kesulitan mencari safe heaven untuk memarkir dananya dan. Tetapi krisis perbankan global bisa mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia. Seberapa parah krisis finansial dunia ini? Patokan ada. Mereka ramai-ramai menjual saham sehingga bursa saham terjun bebas. terpuruknya beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut adalah indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan kita sebelumnya. dan enggan meminjamkan dolarnya. Thailand dan Korea (walau rugi) yang mengalami krisis. Namun. sebagai lembaga finansial raksasa AS. dan zona Eropa 37%. Sewaktu krismon Asia. Senior Vice President Standard Chartered Bank. Eropa dan Jepang. mari kita simak pendapat Fauzi Ichsan. Mereka juga selamat menghadapi resesi ekonomi dunia tahun 1930-an yang sering disebut “the great depression”. Ternyata dampak krismon Asia kalah jauh dibandingkan dengan krisis finansial yang melanda dunia sekarang. selamat menghadapi resesi ekonomi AS paska serangan teroris tahun 2001. dan membeli saham di bursa New York dan London. Hal ini bisa dilihat dari kepanikan investor dunia dalam usaha mereka menyelamatkan uang mereka di pasar saham. mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok. akibat krisis keuangan AS pada 1929. AIG. Lehman Brothers. Bear Stearns. setidaknya ada ’surga aman’ atau ’safe heaven’ bagi para investor global. Sekarang. Di AS. Mereka selamat manghadapi resesi ekonomi dunia akibat embargo minyak OPEC tahun 1973 dan selamat menghadapi dua perang dunia. investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki sense of crisis. termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia. India 52%.

Masalah rumit yang terjadi sekarang. Terjadi di tahun 2008 ini. kapan pasar saham global pulih? Paling cepat semester 1. bank sentral dunia mengerti betapa pentingnya melakukan kebijakan yang terkoordinasi. yang sebetulnya bisa melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dunia secara perlahan. Kebijakan di atas bisa berhasil. Suku bunga bank sentral bisa rendah. Jadi.5%. sebelum pulih pada 2010. Tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve. sangat tinggi karena perbankan ketakutan meminjamkan dananya. Akhirnya. tetapi suku bunga kredit untuk pelaku bisnis. dan sebagainya). Kedua. Kalau berhasil. melonjak tajam. perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman ke para pengusaha dunia yang membutuhkan dolar untuk investasinya (untuk impor mesin. Menurut para ahli ekonomi. memulihkan kembali sistem perbankan dan pembayaran global yang lumpuh agar sirkulasi dana internasional bisa normal kembali – dan bank bisa memberi kredit lagi. kapan hasilnya akan kelihatan? Paling cepat dua tahun. suku bunga London Inter-Bank Offer Rate (LIBOR). Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar. Kenapa? Karena titik terburuk ekonomi AS dan Eropa belum tercapai: misalnya. Pertama. C. Kita sudah tahu bahwa dolar AS merupakan mata uang inti dalam dunia usaha. Akibatnya. European Central Bank. bisa juga gagal. pemerintah harus memperbesar belanjanya untuk pembangunan infrastruktur dan memberi stimulus ekonomi – karena investor swasta enggan berinvestasi dalam krisis likuiditas. Hal tersebut beralasan karena kebijakan ekonomi berskala global belum pernah dilakukan dalam sejarah. Selain itu. turunnya harga properti AS (pemicu krisis subprime) belum berakhir (jumlah rumah yang belum terjual masih terlalu banyak). Kalau ekonomi dunia baru pulih 2010. sebagai patokan suku bunga yang digunakan oleh pelaku ekonomi. resesi ekonomi AS dan Eropa akan lebih parah (sementara pertumbuhan ekonomi dunia melambat) pada 2009. sebenarnya hal itu merupakan bahaya sektor perbankan global. 2009. macetnya sistem pembayaran dan penyaluran kredit global sebagai ‘oksigen untuk napasnya dunia bisnis’. mengeluarkan aset bermasalah (terutama surat utang KPR subprime) dari perbankan AS dan memperbesar modal perbankan agar lebih bisa memberi kredit dalam jumlah yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. pabrik masih melakukan PHK masal dan masih banyak bank yang harus bangkrut. DAMPAK DI INDONESIA . karena pasar saham biasanya menguat 6-9 bulan sebelum sektor riil ekonomi pulih. bahan baku. walaupun suku bunga bank sentral AS (atau Fed Funds Target Rate) sampai diturunkan ke 1. Hal lain yang dilakukan adalah kebijakan terkoordinasi bank sentral dan pemerintah dunia selebihnya harus ditujukan untuk memenuhi tiga sasaran. Artinya. bukan anjloknya pasar saham. Ketiga. termasuk di Indonesia. dampak stimulus kebijakan moneter dan fiskal memang makan waktu lebih dari satu tahun. yang lebih penting. bank sentral dunia harus berani terus menurunkan suku bunga (untuk membantu meringankan bunga kredit) dan.Akibatnya.5%. kalaupun bisa dapat pinjaman. Bank of England dan Bank of Canada) akhirnya memangkas suku bunganya 0. tetapi risiko terjadinya resesi ekonomi dunia yang parah akan lebih besar kalau bank sentral dan pemerintah dunia tidak melakukan apa-apa.

Ketiga negara ini memiliki penduduk yang banyak sehingga belanja masyarakatnya merupakan motor penggerak ekonomi yang kuat. Namun untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar.Dampak resesi ekonomi AS dan Eropa terhadap Indonesia tentunya negatif. misalnya Hong Kong. dan negara maju lainnya. Di AS. India. Berikut akan dijelaskan dengan singkat. pemerintah sebaiknya fokus menjaga daya beli masyarakat. mulai dari pasar modal. Hal ini dilakukan karena otoritas bursa ingin melindungi emiten. karena pembiayaan kegiatan investasi di Indonesia (baik oleh pengusaha dalam maupun luar negeri) akan terus menciut. BI juga tetap waspada dan terus menjaga agar tidak terjadi pergerakan gejolak yang terlalu besar. Eropa.860 per USD. Para ahli menilai tingkat krisis yang dihadapi Indonesia sangat berbeda dengan Amerika Serikat (AS). namun juga pada berbagai sector lain yang lebih rumit. Rupiah Melemah Akibat krisis moneter di Amerika Serikat. dan berusaha agar dampaknya bisa seminimal mungkin. Namun demikian. Dari sini kita tahu bahwa dampak krisis moneter di Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya pada melemahnya nilai tukar Rupiah. 8 Oktober 2008. dampak negatif kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 125% pada 2005 jelas lebih besar dari pada dampak resesi ekonomi AS. Berbeda dengan krisis 1997. hingga sektor riil. atau terakhir kali AS mengalami resesi. nilai tukar rupiah melemah dan sempat menembus Rp 9. maka dampaknya relatif kecil dibandingkan dengan negara tetangga yang ketergantungan ekspornya ke AS besar. . pemerintah membatalkan rencana pembukaan kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup pada hari Rabu. Pada hari Jumat tanggal 10 Oktober 2008. Singapura. Bank sentral akan terus memantau perkembangan ekonomi global. Di pasar antarbank.000 per USD. perbankan. dan Malaysia. Turbulensi di pasar finansial saat ini terjadi di seluruh dunia. ada tiga negara di Asia yang tidak terlalu terpukul ekonominya: China. tetapi karena net-ekspor (ekspor dikurangi impor) hanya menggerakkan sekitar 8% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Seperti pada tahun 2001/2002. Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih sejalan dengan beberapa mata uang lainnya. yang akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Jatuhnya Bursa Saham Dampak lain yang terjadi akibat krisis moneter di Amerika Serikat adalah jatuhnya bursa saham yang terjadi dalam pertengahan Oktober 2008. BI kini juga telah mengetahui pencatatan valas perbankan. Untuk ekonomi Indonesia. krisis telah merasuk ke semua sektor. rupiah bahkan sempat menembus Rp 10. Meskipun para ahli ekonomi menilai kecil kemungkinan krisis ini menjelma menjadi krisis ekonomi berupa ambruknya perbankan dan sektor riil. dan Indonesia. Emiten perlu dilindungi dari kemungkinan keterpurukan nilai harga saham akibat sentimen negatif pasar terhadap kondisi keuangan global yang sedang krisis. penyerapan tenaga kerja melambat dan akibatnya daya beli masyarakat turun. BI sebagai bank sentral meminta pasar tidak panik menghadapi situasi saat ini. krisis finansial global dan lumpuhnya sistem perbankan global yang berlarut akan berdampak sangat negatif terhadap Indonesia.

Krisis yang terjadi di pasar modal dinilai tidak mudah bertransmisi ke sektor lain mengingat kontribusi pasar modal dalam sistem keuangan Indonesia amat kecil. Penurunan ekonomi AS dan Eropa dinilai tidak perlu dikhawatirkan mengingat peran mereka dalam perdagangan dunia makin menyusut. ”Perbedaannya. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga memberikan pendapatnya di sebuah surat kabar bahwa sebenarnya ekonomi tidak terlalu terpengaruh dengan ambruknya bursa dunia. India. dan Rusia. seperti Wall Street. Kalau kita pengaruhnya hanya 20 persen. Keuangan dan Industri Disampaikan pada Rapim ABRI Jakarta. Sebagai gantinya. Seperti di AS. Hal tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa meskipun krisis moneter di Amerika Serikat telah memicu krisis ekonomi global. kini muncul kekuatan ekonomi baru. PENDAHULUAN .com 1 KRISIS MONETER DAN DAMPAKNYA TERHADAP REPELITA VII Oleh: Ginandjar Kartasasmita Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi. 10 Februari 1998 I. Krisis keuangan global yang terjadi saat ini merupakan koreksi atas kesenjangan (gap) yang terjadi antara pertumbuhan sektor riil dan sektor finansial. seperti harga komoditas. pengaruh bursa itu sampai 1.0/10 (0 votes cast) Rating: 0 (from 0 votes) Popularity: 1% [?] www. dan di Indonesia juga terkena dampaknya dengan melemahnya nilai Rupiah dan jatuhnya pasar saham.5 kali dari produk domestik bruto mereka. Penyesuaian yang terjadi di pasar modal dan nilai tukar domestik merupakan hal wajar karena seluruh dunia terkena imbas krisis keuangan AS.Namun. Jadi. di Indonesia krisis hanya terjadi di pasar modal. seperti China. kita tidak perlu khawatir karena krisis tersebut tidak akan melumpuhkan perekonomian Indonesia seperti yang terjadi pada sepuluh tahun yang lalu. kita banyak menggantungkan pada ekonomi domestik.ginandjar. Koreksi berupa penurunan harga-harga di sektor finansial dan kenaikan harga-harga di sektor riil. Rating: 0. jangan terlalu dirisaukan.” kata Wakil Presiden dalam sebuah wawancara di media massa.

adalah lemahnya sektor perbankan seperti tercermin dari besarnya kredit macet yang disebabkan oleh praktek perbankan yang tidak berhati-hati (prudent). Pertumbuhan ekonomi kita menurun tajam. II. yang dimulai dari Thailand. Sektor . Misalnya dalam kurun waktu 1993/94-1996/97. Sejak dilepaskannya rentang intervensi dalam bulan Agustus 1997 yang lalu. berkembang menjadi krisis ekonomi. marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Illahi Rabi yang senantiasa melimpahkan rahmat dan lindungan-Nya kepada kita sekalian. maka saya akan membahasnya secara garis besarnya saja. karena Repelita VII harus merupakan penjabaran dari Garis-garis Besar Haluan Negara 1998 yang saat ini belum memperoleh pengesahan oleh wakil-wakil kita di MPR. Kita harus mengakui adanya faktor imbas dari gejolak nilai tukar mata-uang negara-negara tetangga. Masalah krisis ekonomi. dan pengaruhnya terhadap formulasi Repelita VII akan menjadi pusat pembahasan saya pada pagi hari ini. Banyak kredit disalurkan bukan berdasarkan pada kriteria-kriteria yang umum digunakan. Hal ini tidak saja melanggar ketentuan 2 perbankan legal lending limit. faktor eksternal tersebut diperkirakan lebih kecil efeknya daripada tiga masalah internal perekonomian kita yang mencuat ke permukaan selama dua tahun terakhir. Masalah pertama adalah akumulasi serta membengkaknya kesenjangan tabungan dan investasi masyarakat yang tercermin pula dalam defisit transaksi berjalan. Banyak bank yang menyalurkan hanya www. namun ada beberapa faktor yang diperkirakan dominan mendorong terjadinya krisis. kami juga mengucapkan Selamat Lebaran 1418 Hijriah. dalam suasana yang sangat diwarnai oleh semangat silaturahmi ini. Keadaan menjadi lebih buruk dengan adanya musim kekeringan yang sangat panjang. Namun.com kepada kelompok-kelompok bisnisnya.1 miliar. Depresiasi Rupiah. Kenaikan hargaharga tidak tertahankan lagi. Selanjutnya. Bagaimana proses terjadinya krisis ini masih belum dapat ditentukan secara tepat. dan Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada saudara-saudara yang merayakannya. yang banyak pihak menyatakan telah melebihi kewajaran ini. Namun. misalnya keuntungan. defisit transaksi berjalan terus mengalami peningkatan dari US$ 2. terdapat faktor internal yang menyebabkan tajamnya penurunan nilai tukar rupiah. Kedua.9 miliar menjadi US$ 8. tetapi juga meningkatkan resiko usaha bank yang bersangkutan. bangsa Indonesia sedang menghadapi cobaan yang sangat berat.Pertama-tama. KRISIS KEUANGAN Perkembangan nilai tukar Rupiah yang kita hadapi sejak Agustus hingga awal tahun 1998 ini menunjukkan gejolak yang lebih panjang dan lebih dalam. Di beberapa daerah telah terjadi rawan pangan yang cukup parah.ginandjar. Nilai rupiah telah merosot lebih dari 75 persen sejak bulan Juli 1997 yang lalu. Kondisi yang berat ini tentu akan mempengaruhi pembangunan nasional kita di masa depan. Dampak negatipnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. disertai dengan pengangguran yang meningkat pesat. Minal Aidin Wal Faizin. Krisis ekonomi yang sedang kita alami sekarang secara mendasar telah mengubah kondisi perekonomian Indonesia. Seperti kita semua ketahui.

dan terjadi pemutusan hubungan kerja. Padahal pada 1 Juli 1997 yang lalu harga satu dolar Amerika masih Rp. harga bahan baku dan barang antara (intermediate goods) terutama yang diimpor meningkat. . Ini merupakan masalah ketiga. karena semakin banyak yang memburu dolar maka rupiah semakin melemah. Krisis moneter yang melanda kawasan Asia ini mengakibatkan rupiah terdepresiasi menjadi sekitar Rp. Masyarakat kita sendiri menjadi enggan menyimpan dananya di perbankan dan cenderung menyimpan uang dalam bentuk dolar. daripada dana dalam negeri. khususnya dalam mata uang dolar AS. 2. Likuidasi 16 bank pada bulan Nopember yang lalu ternyata semakin menggoyahkan kepercayaan nasabah dan kreditor bank kepada sistem perbankan kita. sehingga menimbulkan hambatan terhadap impor. dan tentu saja akan sangat mengganggu kesehatan perusahaan mereka. Tingginya suku bunga dalam negeri pada waktu yang lalu membuat banyak perusahaan lebih tertarik mencari pinjaman luar negeri yang bersuku bunga lebih rendah. sampai Pemerintah perlu memberikan jaminan kepada nasabah dan kreditor Bank. Akibat lanjutannya adalah makin meningkat lagi kredit macet di sektor perbankan. Keadaan ini dianggap sebagai salah satu pemicu krisis ekonomi Indonesia. Pertama. Industri perbankan yang lemah tersebut menjadi lebih lemah dengan adanya gejolak moneter. Sebagai akibatnya. Krisis ini mempunyai ramifikasi yang sangat luas.4 miliar. Sebagai akibatnya inflasi meningkat. Kekhawatiran yang berlebihan ini menjadi kenyataan (self-fulfilling prophecy). perusahaan-perusahaan baik BUMN maupun swasta yang mempunyai hutang luar negeri dan tidak mengasuransikannya (hedge) mengalami kesulitan melunasi pokok dan bunga hutangnya. Mereka khawatir bahwa Rupiah akan terus melemah. dari keseluruhan hutang luar negeri pada saat ini sekitar US$ 137. termasuk bahan baku. Jadi depresiasinya adalah 75. depresiasi yang tertinggi adalah 48.8 persen. Nilai hutang swasta saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$ 73.9 miliar 1 . harga barang jadi juga meningkat. yang sangat diperlukan.8 persen. Masyarakat internasional terlebih lagi sangat meragukan kesehatan lembaga keuangan dan perusahaan swasta nasional. Untuk memulihkan kepercayaan tersebut. yakni besarnya hutang perusahaan swasta kita dalam bentuk dolar. padahal di negaranegara sekawasan yang juga terkena krisis moneter. walaupun sebagian daripadanya masa jatuh temponya belum tiba. Sebagian bahkan secara teknis sudah bangkrut oleh karena modal neto sudah negatip.000 per satu dolar Amerika pada hari terakhir ini. Keadaan ini telah menyebabkan makin rendahnya kepercayaan masyarakat domestik maupun internasional akan prospek perekonomian kita. yaitu mata-uang Baht. 10. Bahkan Letter of Credit (L/C) yang dikeluarkan oleh bank swasta nasional tidak diterima oleh eksportir asing. pihak swasta langsung memburu dolar untuk membayar hutang mereka. yang juga didorong oleh menurunnya peringkat perusahaan swasta nasional kita yang diberikan oleh Standard & Poor dan Moody.430.property juga mendapatkan kredit yang berlebihan. Kedua. Kenaikan tersebut pada akhirnya harus diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. Hutang luar negeri swasta meningkat dengan pesat selama Repelita VI ini. untuk menenangkan para depositor dan berangsur-angsur dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan kita. Dengan adanya gejolak nilai tukar.

Memang tidak akan kembali seperti semula. tingkat inflasi sekitar 20 persen. karena dalam tingkat itu Rupiah kita overvalued. akan turun cukup besar.000 per dolar AS.500 per dolar AS. utamanya upah gaji tetap (fixed income earner). suatu keadaan yang tidak pernah kita alami dalam kurun waktu Orde Baru ini. Bahkan diperkirakan tingkat pengangguran. utamanya pada bulan Januari lalu yang mencapai sekitar 6. proses penyesuaian harga tersebut belum selesai sehingga tingkat harga umum diperkirakan akan masih meningkat. serta menurunnya daya beli masyarakat akan menurunkan kemampuan masyarakat untuk mendapatkan obat-obatan yang sangat diperlukannya. dan sisanya sebagian besar terdiri dari hutang perusahaan patungan dengan pihak luar negeri. Akibatnya akan meningkat pula kerawanan sosial dan ancaman bagi stabilitas politik.0 persen. Walaupun inflasi dalam bulan Januari lalu sudah mencapai 6. Seperti kita ketahui bersama. Sudah hampir dapat dipastikan bahwa upah riil buruh.Kenaikan harga dari kebutuhan masyarakat ini tercermin dari kenaikan tingkat inflasi sejak Oktober 1997. Selain kebutuhan pokok. sesungguhnya Rupiah kita menurut perkiraan sudah undervalued. yaitu sekitar Rp.7 juta pekerja. Demikian pula dengan tingkat pengangguran kita yang akan semakin meningkat dengan menurunnya kemampuan penyerapan tenaga kerja akibat pertumbuhan . asumsi yang digunakan dalam penyusunan RAPBN 1998/99 adalah nilai tukar sebesar Rp. suatu tingkat inflasi tertinggi dalam kurun waktu 20 tahun ini. akan berakibat penurunan produksi atau bahkan penutupan perusahaan sama sekali. Kita harus menyadari bahwa proses penyesuaian dengan situasi baru ini masih belum selesai. www. Keadaan akan lebih buruk apabila nilai tukar rupiah tidak menguat kembali seperti yang kita harapkan. Pemerintah telah menyadari bahwa tingkat pengangguran akan meningkat. atau sekitar 8. mencapai sekitar 10 persen dari angkatan kerja kita. 5. inflasi dan pengangguran yang semakin meningkat.3 juta pekerja. Dengan menggunakan asumsi ini.7 persen atau 5. dan tanpa adanya pertumbuhan riil dari perekonomian kita. akan menyebabkan daya beli masyarakat akan semakin menurun.000.9 persen.com 3 pesat. dibandingkan perkiraan tahun 1997 sekitar 5. Kedua masalah ini. Penyesuaian yang dilakukan oleh dunia usaha ini akan menyebabkan tingkat pengangguran masih meningkat. Bisa kita perkirakan bahwa pengangguran terdidik akan meningkat pesat pula. 2.ginandjar. Kita telah merasakan bahwa harga-harga kebutuhan bahan pokok telah meningkat dengan 1 Hutang swasta nasional sebenarnya hanya sekitar US$ 23. karena satu dan lain hal. perekonomian kita akan mengalami pertumbuhan negatip. 5. Stok bahan baku untuk obat-obatan yang terbatas.9 persen. Inflasi dalam tahun anggaran 1997/98 sampai dengan Januari telah mencapai 16. Sebagai negara yang selama 30 tahun berhasil mengendalikan inflasi pada tingkat yang aman sudah tentu keadaan ini sangat mengkhawatirkan. penyediaan obat-obatan yang hampir 90 persen bahan bakunya diimpor juga mengalami goncangan. Hambatan terhadap proses penyesuaian harga ini.000/6.07 miliar. tetapi di atas Rp. Jika keadaan seperti sekarang ini terus berlangsung.

ini merupakan kelompok sasaran dari program padat kerja yang sudah mulai kita laksanakan. Juga mempengaruhi ketersediaan komoditi pangan. lingkungan dan usaha-usaha produktif lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Sedangkan sub-sektor tanaman perkebunan. Anggaran rupiah yang didaerahkan mencapai dua per tiga dari seluruh tabungan pemerintah. Pada tahun 1997 yang baru lalu. Sektor pertanian yang diharapkan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi pada saat yang sulit ini tidak dapat tumbuh secepat yang diharapkan. Pemerintah telah mengimpor beras.ginandjar. Sejak bulan Pebruari ini mulai terasa berkurangnya curah hujan di beberapa tempat di Indonesia. curah hujan sangat sedikit sehingga kebakaran hutan harus selalu diwaspadai. apalagi dalam keadaan krisis ekonomi saat ini. yang pada gilirannya menurunkan produktivitas sektor pertanian. Kegiatan crash program ini diarahkan kepada pekerja berketerampilan rendah di daerah perkotaan dan perdesaan. upaya penanggulangan kemiskinan dan pemerataan pembangunan tetap dilanjutkan dan diprioritaskan. dan demikian juga dengan sektor kehutanan sebesar -0. Dengan alokasi ini diharapkan daerah dapat memelihara momentum pembangunan dan kegiatan ekonomi masyarakat. Untuk menjaga stabilitas harga pangan. ternyata gejala El Nino masih mempengaruhi iklim kita. musim kekeringan inipun mengakibatkan kebakaran hutan di beberapa daerah.negatip dari perekonomian kita. sub-sektor tanaman bahan makanan mengalami pertumbuhan negatip. saluran irigasi. Biasanya sektor konstruksi di perkotaan dapat menyerap tenaga kerja yang berasal dari pedesaan dalam musim kemarau. Sedangkan jenis kegiatannya mencakup rehabilitasi atau pembangunan jalan desa. -1. Bahkan di Kalimantan Timur.6 persen. Musim kekeringan yang berkepanjangan yang menyebabkan mundurnya musim tanam dan panen pada tahun 1997/98 terjadi di berbagai daerah di seluruh Indonesia. yang biasanya merupakan tenaga lepas.com 4 Pemerintah menyadari bahwa krisis ekonomi akan mempunyai dampak yang besar dan harus ditangani dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat crash program. keterlambatan musim tanam dan panen ini tidak dapat mendorong sektor pertanian untuk segera kembali pulih. Selain itu. Pekerja musiman. Dalam penyusunan anggaran tahun mendatang. peternakan dan perikanan masih dapat tumbuh lebih dari 4 persen. sehingga berpengaruh pula pada laju inflasi. Melambatnya pertumbuhan sektor pertanian ini juga ikut memberikan tekanan berat pada kemampuan perekonomian Indonesia dalam penyerapan tenaga kerja. Selain itu diupayakan peningkatan produksi pangan dengan menekan kehilangan hasil panen musim tanam 1997/98. www. sehingga musim hujan ini tidak berlangsung seperti biasanya. Selain krisis ekonomi kita juga mengalami kekeringan yang disebabkan oleh badai El Nino yang mempengaruhi kawasan Asia. Sementara itu melalui program padat karya diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya. Memasuki tahun 1998. . serta meningkatkan intensifikasi dan pemanfaatan lahan-lahan ‘tidur’ (tidak produktif). Namun krisis ekonomi yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan sektor konstruksi ini berdampak pada penurunan tenaga kerja musiman yang bisa diserap.8 persen. Selain berdampak langsung terhadap penurunan produksi sektor pertanian.

Langkah-langkah reformasi ini merupakan langkah yang harus dijalani agar kita dapat keluar dari krisis ekonomi ini. Keadaan ini mungkin menyebabkan sebagian dari kita mengira bahwa hal ini merupakan akibat dari reformasi yang kita sudah mulai dan akan kita jalankan terus. bahkan oleh duniapun telah dianggap sebagai kondisi yang dapat mengganggu ekonomi kawasan dan ekonomi dunia pada umumnya. III. Sementara itu dalam rangka kebijaksanaan moneter ketat maka suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dinaikkan. Krisis ekonomi yang sedang kita alami ini merupakan cobaan yang sangat berat bagi perjalanan hidup bangsa kita. Memang reformasi ini terasa seperti pil pahit yang harus kita ‘telan’. yang relatif padatkarya dan tidak begitu terpengaruh oleh melonjaknya nilai tukar Rupiah terhadap mata-uang asing. Pemerintah menjalankan kebijaksanaan fiskal dan moneter yang ketat. fiskal. Pengangguran diperkirakan masih akan meningkat. Kebijaksanaan fiskal yang dilaksanakan antara lain meliputi penjadwalan kembali beberapa proyek-proyek dan merevisi penggunaan anggaran pembangunan. Selain itu Pemerintah telah menyusun program reformasi dan restrukturisasi ekonomi dan keuangan yang menyeluruh dan mencakup berbagai bidang. investasi dan privatisasi BUMN.Upaya penciptaan lapangan kerja juga terus dilanjutkan dan mencakup antara lain program pengembangan wirausaha. perdagangan dalam dan luar negeri.com 5 Dalam proses penyesuaian ini diperkirakan tidak akan terjadi pertumbuhan untuk tahun 1998/99. Sejak diumumkannya program reformasi ini oleh Bapak Presiden pertengahan bulan Januari 1998 yang lalu sebagai kesepakatan dengan IMF. REPELITA VII Dengan berbagai keadaan seperti yang saya uraikan di atas jelas bahwa sesungguhnya kita sedang dalam keadaan krisis ekonomi yang terparah sejak awal Orde Baru. yaitu mengamankan pelaksanaan langkah reformasi dengan mencegah oknum-oknum mengail di air keruh. Kita tidak dapat mengetahui berapa lama kita akan keluar dari krisis ini dan setelah keluar . Sebagian dari kita mungkin tidak bisa menerima program-program reformasi yang akan dan sudah dijalankan. pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional. dan berbagai program lainnya. perbankan. Program-program itu meliputi bidang moneter. Sehingga dalam memasuki Repelita VII kita masih akan mengejar berbagai sasaran yang belum terpenuhi pada Repelita VI. serta pengembangan agroindustri dan produksi pangan. sementara hargaharga kebutuhan pokok naik dengan cepat. misalnya pembentukan Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan.ginandjar. Pandangan itu tidak sepenuhnya tepat. Di sinilah diharapkan peran ABRI. www. penyelesaian utang swasta. pemberian jaminan atas deposito masyarakat dan pinjaman perbankan. Pada tataran makro langkah-langkah untuk mengatasi berkembangnya gejolak nilai tukar Rupiah telah diupayakan sejak awal gejolak. Kemungkinan besar sebagian sasaran-sasaran yang ditetapkan dalam Repelita VI akan sulit dicapai. telah banyak yang dilaksanakan dengan dikeluarkannya berbagai peraturan dan Keputusan Presiden serta Instruksi Presiden yang bertujuan menyehatkan sistem perbankan kita dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat.

kita bisa menganggap bahwa pertumbuhan 7 persen adalah pertumbuhan yang berkelanjutan sesuai dengan daya dukung perekonomian kita. dan landasan kebijaksanaan pembangunan tetap pada Trilogi Pembangunan. Karena memang saudara-saudara kita inilah yang paling rawan dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi. Satu-satunya jalan adalah memberdayakan. Sehingga sasaran rata-rata pertumbuhan pada Repelita VII sebesar 7 persen untuk sementara ini di luar jangkauan kita. dan stabilitas. Dalam dua atau tiga tahun ke depan para investor akan sangat berhati-hati sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. pertumbuhan. memberi akses kepada mereka untuk dapat meningkatkan modal. Karena hal ini hanya akan memperlemah. Bahkan. Nampaknya untuk kurun waktu Repelita VII segala keberuntungan ini akan sulit kita peroleh lagi. Berdasarkan pengalaman pertumbuhan yang selalu tinggi inilah kita menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi selama PJP II sebesar rata-rata 7 persen per tahunnya. Kita tidak akan melindungi secara berlebihan. Pemeliharaan stabilitas politik tersebut harus didukung dengan upaya-upaya penyediaan bantuan sebagai jaring penyelamat (safety net). yaitu pertumbuhan modal.2 persen. kita juga sudah mendapatkan bukti bahwa untuk membantu saudara-saudara kita ini harus dilandasi dengan konsep pemberdayaan. maupun SDM dengan penyediaan fasilitas- . tenaga kerja. Selain investasi langsung luar negeri. Selain itu. Akumulasi modal diperkirakan tidak akan meningkat secepat beberapa tahun terakhir ini. Perlu saya tekankan di sini bahwa prioritas pembangunan dalam Repelita VII tetap pada bidang ekonomi seiring dengan pembangunan SDM. Hanya sedikit lebih rendah dari tahun 1995 yang mencapai 8. Indonesia dianggap sebagai tempat yang sangat menguntungkan dalam melakukan investasi. Kondisi ini juga menuntut ABRI untuk tetap dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan kita. pertumbuhan ekonomi kita selama ini memang cukup tinggi. Potensi pertumbuhan perekonomian ini dapat kita dekati dari sumber-sumber pertumbuhannya. yaitu pemerataan. Dengan demikian kita terbiasa dengan masuknya modal dari luar negeri untuk mendukung pembangunan yang sedang kita jalankan. baik finansial. Mungkin saja tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan untuk Indonesia akan berada di bawah pertumbuhan yang biasa kita nikmati selama ini.dari krisis berapakah tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan tersebut. Proyek-proyek seperti ini mungkin masih akan diperlukan pada awal-awal Repelita VII sehingga lapisan masyarakat yang terkena dampak krisis keuangan mempunyai waktu untuk dapat menyesuaikan dengan keadaan ekonomi yang baru. Namun. Selama 30 tahun terakhir ekonomi Indonesia tumbuh dengan rata-rata 7 persen per tahun. Investasi langsung luar negeri selalu meningkat dengan pesat. dan produktivitas. Dengan kata lain. Berkurangnya kepercayaan pihak luar negeri terhadap mata uang kita akan mengakibatkan lebih langkanya investasi langsung luar negeri maupun dana luar negeri lainnya. dengan perkembangan akhirakhir ini perekonomian kita mengalami penyesuaian struktural yang sangat drastis. dana luar negeri dalam bentuk pinjaman maupun portofolio-pun meningkat dengan pesat. Selama ini Indonesia dianggap sebagai tempat yang menarik untuk melakukan investasi. khususnya untuk mengurangi beban masyarakat kita yang berpendapatan rendah dan miskin selama proses penyesuaian ini berlangsung. Seperti kita ketahui. Saat ini telah dijalankan berbagai proyek padat karya. dalam tahun 1996 pertumbuhan ekonomi kita mencapai sekitar 8 persen.

apalagi bila struktur industri kita menjelma dengan bentuk yang berbeda. Selain itu. Dalam suasana ekonomi yang makin terbuka dan bebas ini lulusan pendidikan tinggi akan makin dibutuhkan. sehingga dapat dilakukan sesuai rencana. Namun untuk satu dua tahun ke depan ini Pemerintah tampaknya harus kembali memberi subsidi pada masyarakat untuk beberapa kebutuhan pokok. kebutuhan akan sumber daya manusia yang lebih berkualitas tidak dapat dihindari. akan mencapai tingkat yang berkelanjutan lagi. Saudara kita yang harus hidup di bawah garis kemiskinan absolut berjumlah 22. Melanjutkan pemulihan kepercayaan terhadap mata uang rupiah dan pasar modal harus menjadi prioritas utama. kesehatan dan lainnya.fasilitas pelayanan sosial yang diperlukan seperti pendidikan. gula. adalah melanjutkan proses pemulihan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. maka investasi dan oleh karena itu pertumbuhan ekonomi. Sumber pertumbuhan yang kedua adalah pertumbuhan angkatan kerja.ginandjar. Secara kuantitas. Di samping menjaga stabilitas politik. Program ini harus dilanjutkan. seperti WTO. Pemerintah membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk ikut serta dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. Selanjutnya dalam situasi yang sulit ini kita juga tidak akan melupakan pendidikan tinggi. pendidikan juga akan memperkecil tingkat kesenjangan pada masyarakat kita. Kebijaksanaan ekonomi yang akan diambil dalam Repelita VII harus pula mengacu pada komitmen kita terhadap lingkungan internasional. Sudah tentu pemerintah tidak dapat melakukan sendiri penyelenggaraan pendidikan tinggi tersebut. salah satu tugas utama kita dalam menarik minat investor dalam Repelita VII. kedele. Secara bertahap subsidi tersebut harus kita kurangi lagi. bahkan www. terigu. Dalam jangka pendek memang kita tidak akan kekurangan tenaga kerja tetapi pada saat kita terlepas dari resesi ini. walaupun jumlah penduduk miskin masih besar. Namun agar efektif diperlukan sumber daya manusia yang lebih baik. faktor ini tidak menjadi permasalahan. seperti beras.3 persen. dan BBM. Dalam penanggulangan kemiskinan. Upaya peningkatan tingkat partisipasi pada tingkat sekolah menengah pertama dan atas akan terus diupayakan selama Repelita VII ini. Dengan demikian. Karena hanya dengan kepercayaan yang semakin mantap ini. Kita masih bertekad bahwa kemiskinan absolut sebagian besar sudah akan terselesaikan pada akhir Repelita VII.com 6 ditingkatkan dalam Repelita VII. Program Wajib Belajar 9 tahun (WAJAR 9 tahun) akan tetap mendapatkan prioritas yang tinggi. telah terbukti selama ini bahwa peningkatan pendidikan masyarakat kita merupakan ‘modal’ bagi masyarakat kita yang berpendapatan rendah untuk meningkatkan kesejahteraannya. Perbaikan kurikulum perlu dilakukan pada semua tingkat pendidikan. Dengan makin banyaknya lulusan .5 juta atau sekitar 11. APEC dan AFTA. yaitu selambat-lambatnya tuntas pada Repelita VIII. Kita tidak boleh melupakan program pengentasan masyarakat miskin. Untuk itu dalam Repelita VII segala upaya wajib belajar yang telah dilakukan di sekolah dasar akan terus dilanjutkan. selain untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dengan lebih cepat. kita telah mendapatkan hasil yang cukup menggembirakan. Pemantapan pelaksanaan reformasi ekonomi harus terus dilanjutkan.

Berbagai keputusan akan lebih banyak dilakukan oleh para pelaku pasar. Di lain pihak.ginandjar. Sumber pertumbuhan ketiga adalah peningkatan produktivitas.com daya yang tidak memadai justru akan menurunkan efisiensi dan efektivitas dari 7 proyek pembangunan di daerah. Tidak kalah pentingnya sebagai sumber peningkatan produktivitas adalah realokasi sumber daya ekonomi. Selain itu. Sehingga agenda yang penting dalam Repelita VII adalah mendorong proses desentralisasi. IV PENUTUP Demikianlah uraian saya mengenai berbagai keadaan serta prioritas yang akan melatarbelakangi pembuatan Repelita VII. Karena pemerintah daerahlah yang merupakan ujung tombak dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah. walaupun produktivitas mungkin akan menurun. Dengan demikian. Reformasi ekonomi yang sedang kita lakukan akan membebaskan segala macam hambatan dalam realokasi sumber daya ekonomi tersebut. Namun penurunan produktivitas tenaga kerja mungkin akan terjadi dalam proses penyesuaian. Sudah tentu masih banyak lagi program-program penting yang akan masuk dalam Repelita VII. utamanya setelah proses penyesuaian yang sedang kita alami saat ini. . Desentralisasi harus pula dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia di daerah. namun hal ini masih lebih baik bagi pekerja daripada harus kehilangan pekerjaan. Karena kemampuan sumber www. Dalam rangka peningkatan produktivitas tersebut. dunia usaha juga akan dapat segera meningkatkan produktivitas usahanya dengan cepat jika proses penyesuaian telah berhasil dilaluinya. tanpa harus mencari dan melatih pekerja baru lagi.perguruan tinggi diharapkan kita akan semakin kompetitif. Pemerintah daerah lebih mengetahui karakteristik daerah dan kebudayaan setempat. Proses umpan balik dari masyarakatpun diharapkan memberikan hasil yang lebih cepat. Peningkatan kualitas SDM seperti diuraikan di atas akan sangat menunjang peningkatan produktivitas. desentralisasi tidaklah cukup hanya dengan kemauan politik semata. Walaupun kita masih menghadapi krisis ekonomi yang sangat berat ini. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan dunia usaha kita untuk tidak begitu saja memecat para karyawannya. peningkatan peran pemerintah daerah harus ditingkatkan. saya mengharapkan Rapim ABRI ini dapat pula memberikan masukan agar dapat ikut mewarnai Repelita VII. tetapi saya percaya bahwa ekonomi kita jauh akan lebih sehat setelah krisis ini terlewati.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful