1 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran KRISIS MONETER INDONESIA : SEBAB, DAMPAK, PERAN

IMF DAN SARAN*) Lepi T. Tarmidi **) Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997, sementara ini telah berlangsung hampir dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi, yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Memang krisis ini tidak seluruhnya disebabkan karena terjadinya krisis moneter saja, karena sebagian diperberat oleh berbagai musibah nasional yang datang secara bertubi-tubi di tengah kesulitan ekonomi seperti kegagalan panen padi di banyak tempat karena musim kering yang panjang dan terparah selama 50 tahun terakhir, hama, kebakaran hutan secara besar-besaran di Kalimantan dan peristiwa kerusuhan yang melanda banyak kota pada pertengahan Mei 1998 lalu dan kelanjutannya. Krisis moneter ini terjadi, meskipun fundamental ekonomi Indonesia di masa lalu dipandang cukup kuat dan disanjung-sanjung oleh Bank Dunia (lihat World Bank: Bab 2 dan Hollinger). Yang dimaksud dengan fundamental ekonomi yang kuat adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, laju inflasi terkendali, tingkat pengangguran relatif rendah, neraca pembayaran secara keseluruhan masih surplus meskipun defisit neraca berjalan cenderung membesar namun jumlahnya masih terkendali, cadangan devisa masih cukup besar, realisasi anggaran pemerintah masih menunjukkan sedikit surplus. Lihat Tabel. Namun di balik ini terdapat beberapa kelemahan struktural seperti peraturan perdagangan domestik yang kaku dan berlarut-larut, monopoli impor yang menyebabkan kegiatan ekonomi tidak efisien dan kompetitif. Pada saat yang bersamaan kurangnya transparansi dan kurangnya data menimbulkan ketidak pastian sehingga masuk dana luar negeri dalam jumlah besar melalui sistim perbankan yang lemah. Sektor swasta banyak meminjam dana dari luar negeri yang sebagian besar tidak di hedge. Dengan terjadinya krisis moneter, terjadi juga krisis kepercayaan. (Bandingkan juga IMF, 1997: 1). Namun semua kelemahan ini masih mampu ditampung oleh perekonomian nasional. Yang terjadi adalah, mendadak datang badai yang sangat besar, yang tidak mampu dbendung oleh tembok penahan yang ada, yang selama bertahun-tahun telah mampu menahan berbagai terpaan gelombang yang datang mengancam. *) Tulisan ini merupakan revisi dan updating dari pidato pengukuhan Guru Besar Madya pada FEUI dengan judul “Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF”, Jakarta, 10 Juni 1998. **) Lepi T. Tarmidi : Wakil Kepala Pusat Kajian APEC, Universitas Indonesia, email : lepi@lpem.feui.org2 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 INDIKATOR UTAMA EKONOMI INDONESIA 1990 - 1997 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 Pertumbuhan ekonomi (%) 7,24 6,95 6,46 6,50 7,54 8,22 7,98 4,65

Tingkat inflasi (%) 9,93 9,93 5,04 10,18 9,66 8,96 6,63 11,60 Neraca pembayaran (US$ juta) 2,099 1,207 1,743 741 806 1,516 4,451 -10,021 Neraca perdagangan 5,352 4,801 7,022 8,231 7,901 6,533 5,948 12,964 Neraca berjalan -3.24 -4,392 -3,122 -2,298 -2.96 -6.76 -7,801 -2,103 Neraca modal 4,746 5,829 18,111 17,972 4,008 10,589 10,989 -4,845 Pemerintah (neto) 633 1,419 12,752 12,753 307 336 -522 4,102 Swasta (neto) 3,021 2,928 3,582 3,216 1,593 5,907 5,317 -10.78 PMA (neto) 1,092 1,482 1,777 2,003 2,108 4,346 6,194 1,833 Cadangan devisa akhir tahun (US$ juta) 8,661 9,868 11,611 12,352 13,158 14,674 19,125 17,427 (bulan impor nonmigas c&f) 4,7 4,8 5,4 5,4 5,0 4,3 5,2 4,5 Debt-service ratio (%) 30,9 32,0 31,6 33,8 30,0 33,7 33,0 Nilai tukar Des. (Rp/US$) 1,901 1,992 2,062 2.11 2.2 2,308 2,383 4.65 APBN* (Rp. milyar) 3,203 433 -551 -1.852 1,495 2,807 818 456 * Tahun anggaran Sumber : BPS, Indikator Ekonomi; Bank Indonesia, Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia; World Bank, Indonesia in Crisis, July 2, 19983 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran Sebagai konsekuensi dari krisis moneter ini, Bank Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1997 terpaksa membebaskan nilai tukar rupiah terhadap valuta asing, khususnya dollar AS, dan membiarkannya berfluktuasi secara bebas (free floating) menggantikan sistim managed floating yang dianut pemerintah sejak devaluasi Oktober 1978. Dengan demikian Bank Indonesia tidak lagi melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar rupiah, sehingga nilai tukar ditentukan oleh kekuatan pasar semata. Nilai tukar rupiah kemudian merosot dengan cepat dan tajam dari rata-rata Rp 2.450 per dollar AS Juni 1997 menjadi Rp 13.513 akhir Januari 1998, namun kemudian berhasil menguat kembali menjadi sekitar Rp 8.000 awal Mei 1999. Krisis Moneter dan Faktor-Faktor Penyebabnya Penyebab dari krisis ini bukanlah fundamental ekonomi Indonesia yang selama ini lemah, hal ini dapat dilihat dari data-data statistik di atas, tetapi terutama karena utang swasta luar negeri yang telah mencapai jumlah yang besar. Yang jebol bukanlah sektor rupiah dalam negeri, melainkan sektor luar negeri, khususnya nilai tukar dollar AS yang mengalami overshooting yang sangat jauh dari nilai nyatanya1 . Krisis yang berkepanjangan ini adalah krisis merosotnya nilai tukar rupiah yang sangat tajam, akibat dari serbuan yang mendadak dan secara bertubi-tubi terhadap dollar AS (spekulasi) dan jatuh temponya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar. Seandainya tidak ada serbuan terhadap dollar AS ini, meskipun terdapat banyak distorsi pada tingkat ekonomi mikro, ekonomi Indonesia tidak akan mengalami krisis. Dengan lain perkataan, walaupun distorsi pada tingkat ekonomi mikro ini diperbaiki, tetapi bila tetap ada gempuran terhadap mata uang rupiah, maka krisis akan terjadi juga, karena cadangan devisa yang ada tidak cukup kuat untuk menahan

gempuran ini. Krisis ini diperparah lagi dengan akumulasi dari berbagai faktor penyebab lainnya yang datangnya saling bersusulan. Analisis dari faktor-faktor penyebab ini penting, karena penyembuhannya tentunya tergantung dari ketepatan diagnosa. Anwar Nasution melihat besarnya defisit neraca berjalan dan utang luar negeri, ditambah dengan lemahnya sistim perbankan nasional sebagai akar dari terjadinya krisis finansial (Nasution: 28). Bank Dunia melihat adanya empat sebab utama yang bersamasama membuat krisis menuju ke arah kebangkrutan (World Bank, 1998, pp. 1.7 -1.11). Yang pertama adalah akumulasi utang swasta luar negeri yang cepat dari tahun 1992 hingga Juli 1997, sehingga l.k. 95% dari total kenaikan utang luar negeri berasal dari sektor swasta ini, dan jatuh tempo rata-ratanya hanyalah 18 bulan. Bahkan selama empat tahun terakhir utang luar negeri pemerintah jumlahnya menurun. Sebab yang kedua adalah kelemahan 1 Dalam teori, overshooting nilai tukar biasanya bersifat sementara untuk kemudian mencari keseimbangan jangka panjang baru. Tetapi selama krisis ini berlangsung, nilai overshooting adalah sangat besar dan sudah berlangsung sejak akhir tahun 1997.4 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 pada sistim perbankan. Ketiga adalah masalah governance, termasuk kemampuan pemerintah menangani dan mengatasi krisis, yang kemudian menjelma menjadi krisis kepercayaan dan keengganan donor untuk menawarkan bantuan finansial dengan cepat. Yang keempat adalah ketidak pastian politik menghadapi Pemilu yang lalu dan pertanyaan mengenai kesehatan Presiden Soeharto pada waktu itu. Sementara menurut penilaian penulis, penyebab utama dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sangat tajam, meskipun ini bukan faktor satu-satunya, tetapi ada banyak faktor lainnya yang berbeda menurut sisi pandang masing-masing pengamat. Berikut ini diberikan rangkuman dari berbagai faktor tersebut menurut urutan kejadiannya: 1) Dianutnya sistim devisa yang terlalu bebas tanpa adanya pengawasan yang memadai, memungkinkan arus modal dan valas dapat mengalir keluar-masuk secara bebas berapapun jumlahnya. Kondisi di atas dimungkinkan, karena Indonesia menganut rezim devisa bebas dengan rupiah yang konvertibel, sehingga membuka peluang yang sebesarbesarnya untuk orang bermain di pasar valas. Masyarakat bebas membuka rekening valas di dalam negeri atau di luar negeri. Valas bebas diperdagangkan di dalam negeri, sementara rupiah juga bebas diperdagangkan di pusat-pusat keuangan di luar negeri. 2) Tingkat depresiasi rupiah yang relatif rendah, berkisar antara 2,4% (1993) hingga 5,8% (1991) antara tahun 1988 hingga 1996, yang berada di bawah nilai tukar nyatanya, menyebabkan nilai rupiah secara kumulatif sangat overvalued. Ditambah dengan kenaikan pendapatan penduduk dalam nilai US dollar yang naiknya relatif lebih cepat dari kenaikan pendapatan nyata dalam Rupiah, dan produk dalam negeri yang makin lama makin kalah bersaing dengan produk impor. Nilai Rupiah yang overvalued berarti juga proteksi industri yang negatif. Akibatnya harga barang impor menjadi relatif murah dan produk dalam negeri relatif mahal, sehingga masyarakat memilih barang impor yang kualitasnya lebih baik. Akibatnya produksi dalam negeri tidak berkembang, ekspor

menjadi kurang kompetitif dan impor meningkat. Nilai rupiah yang sangat overvalued ini sangat rentan terhadap serangan dan permainan spekulan, karena tidak mencerminkan nilai tukar yang nyata. 3) Akar dari segala permasalahan adalah utang luar negeri swasta jangka pendek dan menengah sehingga nilai tukar rupiah mendapat tekanan yang berat karena tidak tersedia cukup devisa untuk membayar utang yang jatuh tempo beserta bunganya (bandingkan juga Wessel et al.: 22), ditambah sistim perbankan nasional yang lemah. Akumulasi utang swasta luar negeri yang sejak awal tahun 1990-an telah mencapai jumlah yang sangat besar, bahkan sudah jauh melampaui utang resmi pemerintah yang beberapa tahun terakhir malah sedikit berkurang (oustanding official debt). Ada tiga pihak yang5 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran bersalah di sini, pemerintah, kreditur dan debitur. Kesalahan pemerintah adalah, karena telah memberi signal yang salah kepada pelaku ekonomi dengan membuat nilai rupiah terus-menerus overvalued dan suku bunga rupiah yang tinggi, sehingga pinjaman dalam rupiah menjadi relatif mahal dan pinjaman dalam mata uang asing menjadi relatif murah. Sebaliknya, tingkat bunga di dalam negeri dibiarkan tinggi untuk menahan pelarian dana ke luar negeri dan agar masyarakat mau mendepositokan dananya dalam rupiah. Jadi di sini pemerintah dihadapi dengan buah simalakama. Keadaan ini menguntungkan pengusaha selama tidak terjadi devaluasi dan ini terjadi selama bertahun-tahun sehingga memberi rasa aman dan orang terus meminjam dari luar negeri dalam jumlah yang semakin besar. Dengan demikian pengusaha hanya bereaksi atas signal yang diberikan oleh pemerintah. Selain itu pemerintah sama sekali tidak melakukan pengawasan terhadap utang-utang swasta luar negeri ini, kecuali yang berkaitan dengan proyek pemerintah dengan dibentuknya tim PKLN. Bagi debitur dalam negeri, terjadinya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar ini, di samping lebih menguntungkan, juga disebabkan suatu gejala yang dalam teori ekonomi dikenal sebagai fallacy of thinking2 , di mana pengusaha beramai-ramai melakukan investasi di bidang yang sama meskipun bidangnya sudah jenuh, karena masing-masing pengusaha hanya melihat dirinya sendiri saja dan tidak memperhitungkan gerakan pengusaha lainnya. Pihak kreditur luar negeri juga ikut bersalah, karena kurang hati-hati dalam memberi pinjaman dan salah mengantisipasi keadaan (bandingkan IMF, 1998: 5). Jadi sudah sewajarnya, jika kreditur luar negeri juga ikut menanggung sebagian dari kerugian yang diderita oleh debitur. Kalau masalahnya hanya menyangkut utang luar negeri pemerintah saja, meskipun masalahnya juga cukup berat karena selama bertahun-tahun telah terjadi net capital outflow3 yang kian lama kian membesar berupa pembayaran cicilan utang pokok dan bunga, namun masih bisa diatasi dengan pinjaman baru dan pemasukan modal luar negeri dari sumber-sumber lain. Beda dengan pinjaman swasta, pinjaman luar negeri pemerintah sifatnya jangka panjang, ada tenggang waktu pembayaran, tingkat bunganya

relatif rendah, dan tiap tahunnya ada pemasukan pinjaman baru. Pada awal Mei 1998 besarnya utang luar negeri swasta dari 1.800 perusahaan diperkirakan berkisar antara US$ 63 hingga US$ 64 milyar, sementara utang pemerintah US$ 53,5 milyar. Sebagian besar dari pinjaman luar negeri swasta ini tidak di hedge (Nasution: 12). Sebagian orang Indonesia malah bisa hidup mewah dengan menikmati selisih biaya bunga antara dalam negeri dan luar negeri (Wessel et al., hal. 22), misalnya 2 Yang dimaksud di sini adalah perilaku pengusaha yang bertindak atas pertimbangan dirinya sendiri tanpa mengetahui apa yang dilakukan oleh pengusaha lainnya. Misalnya pengusaha ramai-ramai mendiri-kan apotik, membuka tambak udang, membangun realestat dan kondomium. 3 Total pembayaran cicilan utang pokok dan bunga setelah dikurangi pinjaman baru.6 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 bank-bank. Maka beban pembayaran utang luar negeri beserta bunganya menjadi tambah besar yang dibarengi oleh kinerja ekspor yang melemah (bandingkan IDE). Ditambah lagi dengan kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam yang membuat utang dalam nilai rupiah membengkak dan menyulitkan pembayaran kembalinya. Pinjaman luar negeri dan dana masyarakat yang masuk ke sistim perbankan, banyak yang dikelola secara tidak prudent, yakni disalurkan ke kegiatan grupnya sendiri dan untuk proyek-proyek pembangunan realestat dan kondomium secara berlebihan sehingga jauh melampaui daya beli masyarakat, kemudian macet dan uangnya tidak kembali (Nasution: 28; Ehrke: 3). Pinjaman-pinjaman luar negeri dalam jumlah relatif besar yang dilakukan oleh sistim perbankan sebagian disalurkan ke sektor investasi yang tidak menghasilkan devisa (non-traded goods) di bidang tanah seperti pembangunan hotel, resort pariwisata, taman hiburan, taman industri, shopping malls dan realestat (Nasution: 9; IMF Research Department Staff: 10). Proyek-proyek besar ini umumnya tidak menghasilkan barang-barang ekspor dan mengandalkan pasar dalam negeri, maka sedikit sekali pemasukan devisa yang bisa diandalkan untuk membayar kembali utang luar negeri. Krugman melihat bahwa para financial intermediaries juga berperan di Thailand dan Korea Selatan dengan moral nekat mereka, yang menjadi penyebab utama dari krisis di Asia Timur. Mereka meminjamkan pada proyek-proyek berisiko tinggi sehingga terjadi investasi berlebihan di sektor tanah (Krugman, 1998; Greenwood). Mereka mulai mencari dollar AS untuk membayar utang jangka pendek dan membeli dollar AS untuk di hedge (World Bank, 1998, hal. 1.4). 4) Permainan yang dilakukan oleh spekulan asing (bandingkan juga Ehrke: 2-3) yang dikenal sebagai hedge funds tidak mungkin dapat dibendung dengan melepas cadangan devisa yang dimiliki Indonesia pada saat itu, karena praktek margin trading, yang memungkinkan dengan modal relatif kecil bermain dalam jumlah besar. Dewasa ini mata uang sendiri sudah menjadi komoditi perdagangan, lepas dari sektor riil. Para spekulan ini juga meminjam dari sistim perbankan untuk memperbesar pertaruhan mereka. Itu sebabnya mengapa Bank Indonesia memutuskan untuk tidak intervensi di pasar valas karena tidak akan ada gunanya. Meskipun pada awalnya spekulan asing ikut berperan, tetapi

000 per dollar AS dengan pengharapan ini adalah kurs tertinggi dan rupiah akan balik menguat. yang disebabkan karena laju peningkatan impor barang dan jasa lebih besar dari ekspor dan melonjaknya pembayaran bunga pinjaman. Setelah nilai tukar Rupiah tambah melemah dan terjadi krisis kepercayaan. Peran IMF dan Saran Department Staff: 10. Sebab utama adalah nilai tukar rupiah yang sangat overvalued. Sistim ini menyebabkan apresiasi nyata dari nilai tukar rupiah dan mengundang tindakan spekulasi ketika sistim batas intervensi ini dihapus pada tanggal 14 Agustus 1997 (Nasution: 2). 1998: 5). hal. hal. 4. ditopang oleh tingkat devaluasi yang relatif stabil sekitar 4% per tahun sejak 1986 menyebabkan banyak modal luar negeri yang mengalir masuk. 6) Defisit neraca berjalan yang semakin membesar (IMF Research Department Staff: 10. Greenwood). 7) Penanam modal asing portfolio yang pada awalnya membeli saham besar-besaran dimingimingi keuntungan yang besar yang ditunjang oleh perkembangan moneter yang relatif stabil kemudian mulai menarik dananya keluar dalam jumlah besar (bandingkan World Bank. IMF Research7 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. 5) Kebijakan fiskal dan moneter tidak konsisten dalam suatu sistim nilai tukar dengan pita batas intervensi. Krisis ini adalah krisis kepercayaan terhadap rupiah (World Bank. p. Sebagian dari mereka ini justru sekarang menderita kerugian. 1998.4. Terkesan tidak adanya kebijakan pemerintah yang jelas dan terperinci tentang bagaimana mengatasi krisis (Nasution: 1) dan keadaan ini masih berlangsung hingga saat ini.. 2.1). 11). Kesalahan juga terletak pada investor luar negeri yang kurang waspada dan meremehkan resiko (IMF. 1. 1998: 1. dana modal asing terus mengalir ke luar negeri meskipun dicoba ditahan dengan tingkat bunga yang tinggi atas surat-surat berharga Indonesia (Nasution: 1. IDE). 8) IMF tidak membantu sepenuh hati dan terus menunda pengucuran dana bantuan yang dijanjikannya dengan alasan pemerintah tidak melaksanakan 50 butir kesepakatan dengan baik.mereka tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas pecahnya krisis moneter ini. 1998. yang diserang terlebih dahulu oleh spekulan dan kemudian menyebar ke negara Asia lainnya termasuk Indonesia (Nasution: 1.10). 1. 1998: 5). IMF. Ketidak mampuan pemerintah menangani krisis menimbulkan krisis kepercayaan dan mengurangi kesediaan investor asing untuk memberi bantuan finansial dengan cepat (World Bank. Dampak. Krisis moneter yang terjadi sudah saling kait-mengkait di kawasan Asia Timur dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya (butir 16 dari persetujuan IMF 15 Januari 1998). 1). Selisih tingkat suku bunga dalam negeri dengan luar negeri yang besar dan kemungkinan memperoleh keuntungan yang relatif besar dengan cara bermain di bursa efek. yang membuat harga barang-barang impor menjadi relatif murah dibandingkan dengan produk dalam negeri. Namun pemicu adalah krisis moneter kiriman yang berawal dari Thailand antara Maret sampai Juni 1997. karena mereka membeli rupiah dalam jumlah cukup besar ketika kurs masih di bawah Rp. dan pada saat itu mereka akan menukarkan kembali rupiah dengan dollar AS (Wessel et al. Negara-negara sahabat yang menjanjikan akan membantu Indonesia juga .3.

baik pejabat pribumi dan etnis Cina. IMF sendiri dinilai banyak pihak telah gagal menerapkan program reformasinya di Indonesia dan malah telah mempertajam dan memperpanjang krisis.Terjadi krisis kepercayaan dan kepanikan yang menyebabkan masyarakat luas menyerbu membeli dollar AS agar nilai kekayaan tidak merosot dan malah bisa menarik keuntungan dari merosotnya nilai tukar rupiah.k. Di lain pihak harus diakui bahwa sektor riil sudah lama menunggu pembenahan yang mendasar. Daya saing negara-negara Asia Timur meningkat terhadap Jepang. 9. padahal keadaan perekonomian Indonesia makin lama makin tambah terpuruk. US$ 1 milyar baru akan mencairkan dananya sebagai yang terakhir setelah semua pihak lain yang berjanji akan8 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 10. jiwa dan martabat mereka. Memang terjadi dislokasi sumber-sumber ekonomi dan kegiatan mengejar rente ekonomi oleh perorangan/kelompok tertentu yang menguntungkan mereka ini dan merugikan rakyat banyak dan perusahaan-perusahaan . Para spekulan inipun tidak semata-mata menggunakan dananya sendiri. sehingga banyak perusahaan Jepang melakukan relokasi dan investasi dalam jumlah besar di negara-negara ini.menunda mengucurkan bantuannya menunggu signal dari IMF. Terjadilah snowball effect. 1998: 1.10).. Maret 1999 membantu telah mencairkan dananya dan telah habis terpakai. 22). Tahun 1995 kurs dollar AS berbalik menguat terhadap yen Jepang. 1. Kerusahan besar-besaran pada pertengahan Mei yang lalu yang ditujukan terhadap etnis Cina telah menggoyahkan kepercayaan masyarakat ini akan keamanan harta. Spekulan domestik ikut bermain (Wessel et al. namun kelemahan ini meskipun telah terakumulasi selama bertahun-tahun masih bisa ditampung oleh masyarakat dan tidak cukup kuat untuk menjungkir-balikkan perekonomian Indonesia seperti sekarang ini. Sejak awal Desember 1997 hingga awal Mei 1998 telah terjadi pelarian modal besar-besaran ke luar negeri karena ketidak stabilan politik seperti isu sakitnya Presiden dan Pemilu (World Bank. kurs dollar AS dan juga mata uang negara-negara Asia Timur melemah terhadap yen Jepang. karena mata uang negaranegara Asia ini dipatok dengan dollar AS. yang nilainya melemah terhadap dollar AS (lihat IDE). (Ehrke: 2). sudah sejak tahun lalu bersiap-siap menyelamatkan harta kekayaannya ke luar negeri mengantisipasi ketidak stabilan politik dalam negeri. Setelah Plaza-Accord tahun 1985. di mana serbuan terhadap dollar AS makin lama makin besar.k. Singapura yang menjanjikan l.4. sementara nilai utang dari negara-negara ini dalam dollar AS meningkat karena meminjam dalam yen. US$ 5 milyar meminta pembayaran bunga yang lebih tinggi dari pinjaman IMF. tetapi juga meminjam dana dari sistim perbankan untuk bermain. sehingga menimbulkan krisis keuangan. 11. hal. Terdapatnya keterkaitan yang erat dengan yen Jepang. Orang-orang kaya Indonesia. Padahal mereka menguasai sebagian besar modal dan kegiatan ekonomi di Indonesia dengan akibat mereka membawa keluar harta kekayaan mereka dan untuk sementara tidak melaukan investasi baru. sementara Brunei Darussalam yang menjanjikan l.

3 milyar selama tiga hingga lima tahun masa program. tidak memecahkan permasalahan. Strategi pemulihan IMF dalam garis besarnya adalah mengembalikan kepercayaan pada mata uang. jumlah yang sama disediakan setelah 15 Maret 1998 bila program penyehatannya telah dijalankan sesuai persetujuan. Sementara itu pemerintah Indonesia telah enam kali memperbaharui persetujuannya dengan IMF. Penyehatan sektor keuangan. (Fischer 1998b). mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri terhadap kemampuan ekonomi Indonesia. 2. Dari jumlah total pinjaman tersebut. yang menyebabkan nilai dollar AS melambung dan tidak terbendung. Second Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies (MEFP) tanggal 24 Juni. penyaluran dana yang besar untuk proyek IPTN dan mobil nasional. krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia disebabkan karena pemerintah baru meminta bantuan IMF setelah rupiah sudah sangat terdepresiasi. Bank Pembangunan Asia dan negaranegara sahabat juga menjanjikan pemberian bantuan yang nilai totalnya mencapai lebih10 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Krisis pecah karena terdapat ketidak seimbangan antara kebutuhan akan valas dalam jangka pendek dengan jumlah devisa yang tersedia. yakni sektor ekonomi luar negeri. (IMF. dan sisanya akan dicairkan secara bertahap sesuai kemajuan dalam pelaksanaan program. kemudian 29 Juli 1998. Sebab itu tindakan yang harus segera didahulukan untuk mengatasi krisis ekonomi ini adalah pemecahan masalah utang swasta luar negeri. menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang nyata. Indonesia sendiri mempunyai kuota di IMF sebesar US$ 2. meskipun kelemahan sektor riil dalam negeri mempunyai pengaruh terhadap melemahnya nilai tukar rupiah. 1997: 1). Sejumlah US$ 3. dan kurang dipengaruhi oleh sektor riil dalam negeri. Peran IMF dan Saran jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS secara tajam. Dampak. Maret 1999 kurang US$ 37 milyar (menurut Hartcher dan Ryan).yang efisien. IMF akan mengalokasikan stand-by credit sekitar US$ 11. tanggal 16 Maret 1999. Program bantuan IMF pertama ditanda-tangani pada tanggal 31 Oktober 1997. Di samping dana bantuan IMF. Untuk menunjang program ini. dan tidak kalah penting adalah mengembalikan stabilitas sosial dan politik. Program reformasi ekonomi yang disarankan IMF ini mencakup empat bidang: 1. Bank Dunia. yaitu dengan membuat mata uang itu sendiri menarik. Inti dari setiap program pemulihan ekonomi adalah restrukturisasi sektor finansial.07 milyar yang bisa dimanfaatkan. Kebijakan moneter. 4. membenahi kinerja perbankan nasional. monopoli di berbagai bidang. Timbulnya krisis berkaitan dengan9 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Penyesuaian struktural. Program Reformasi Ekonomi IMF Menurut IMF. Subsidi pangan oleh BULOG.04 milyar dicairkan segera. Kebijakan fiskal. Membenahi sektor riil saja. 3. dan yang terakhir adalah review yang keempat. Namun bantuan dari pihak lain ini dikaitkan dengan kesungguhan pemerintah Indonesia melaksanakan program-program .

Kebijakan moneter dan nilai tukar B.5 milyar berasal dari Indonesia dan Korea. 3.2 milyar.Social safety net .Deregulasi dan swastanisasi . 7 appendix dan satu matriks. Karena dalam beberapa hal program-program yang diprasyaratkan IMF oleh pihak Indonesia dirasakan berat dan tidak mungkin dilaksanakan. Setelah pelaksanaan reformasi kedua ini kembali menghadapi berbagai hambatan.Program restrukturisasi bank . maka diadakanlah negosiasi ulang yang menghasilkan supplementary memorandum pada tanggal 10 April 1998 yang terdiri atas 20 butir. Reformasi struktural .Lingkungan hidup. Korea mendapat bantuan dana total sebesar US$ 57 milyar untuk jangka waktu tiga tahun. Strategi yang akan dilaksanakan adalah: 1. sehingga ekspor bisa bangkit kembali. menstabilkan rupiah pada tingkat yang sesuai dengan kekuatan ekonomi Indonesia. yang mengandung 50 butir. menyusun kerangka untuk mengatasi masalah utang perusahaan swasta. kembalikan pembelanjaan perdagangan pada keadaan yang normal. Restrukturisasi sektor keuangan . memperkuat implementasi reformasi struktural untuk membangun ekonomi yang efisien dan berdaya saing. 5. Saransaran IMF diharapkan akan mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan cepat dan kurs nilai tukar rupiah bisa menjadi stabil (butir 17 persetujuan IMF 15 Januari 1998). memperkuat dan mempercepat restrukturisasi sistim perbankan. di antaranya sebesar US$ 21 milyar berasal dari IMF. Dampak. maka dilakukanlah negosiasi kedua yang menghasilkan persetujuan mengenai reformasi ekonomi (letter of intent) yang ditanda-tangani pada tanggal 15 Januari 1998. Kebijakan makro-ekonomi .yang diprasyaratkan IMF.11 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Peran IMF dan Saran 4. Pokokpokok dari program IMF adalah sebagai berikut: A. Jadwal pelaksanaan masing-masing program dirangkum dalam matriks komitmen kebijakan struktural. 2. Sebagai perbandingan. Kebijakan moneter dan suku bunga 2. Ke tujuh appendix adalah masing-masing: 1. dan aspek baru yang masuk adalah penyelesaian utang luar negeri perusahaan swasta Indonesia.Perdagangan luar negeri dan investasi . Thailand hanya memperoleh dana bantuan total sebesar US$ 17.Memperkuat aspek hukum dan pengawasan untuk perbankan C. Cakupan memorandum ini lebih luas dari kedua persetujuan sebelumnya. Pembangunan sektor perbankan .Kebijakan fiskal . di antaranya US$ 4 milyar dari IMF dan masing-masing US$ 0.

Pemerintah akan terus menjamin kelangsungan kredit murah bagi perusahaan kecilmenengah dan koperasi dengan tambahan dana dari anggaran pemerintah (butir 16 dan 20 dari Suplemen). Stiglitz. 6 Mei 1998). dan rasa kepercayaan terhadap perekonomian bahwa kita memiliki cukup devisa untuk mengimpor dan memenuhi kewajiban-kewajiban luar negeri” (Kompas. Restrukturisasi utang swasta 7. timbul kesan yang kuat bahwa IMF sesungguhnya tidak menguasai permasalahan dari timbulnya krisis. J. 1998b). Kritik Terhadap IMF Banyak kritik yang dilontarkan oleh berbagai pihak ke alamat IMF dalam hal menangani krisis moneter di Asia. namun ini bukan disebabkan karena kebijakan deficit financing dari pemerintah. Pencairan berikutnya sebesar US$ 1 milyar yang dijadwalkan awal bulan Juni baru akan terlaksana awal bulan September ini. tetapi oleh karena nilai tukar rupiah yang terpuruk terhadap dollar AS. Maret 1999 ini ditutup oleh bantuan luar negeri resmi pemerintah. meskipun surplus12 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Salah satu pemecahan standar IMF adalah menuntut adanya surplus dalam anggaran belanja negara.4 juta dan jumlah yang sama akan dicairkan lagi berturut-turut awal bulan Juni dan awal bulan Juli. dan prinsip ini terus dipegang. dan (2) program IMF terlalu banyak mencampuri kedaulatan negara yang dibantu (Fischer. mengkritik bahwa prakondisi IMF yang . Memang dalam anggaran belanja negara tahun 1998/1999 terdapat defisit anggaran yang besar. Hukum Kebangkrutan dan reformasi yuridis. bila pemerintah dengan konsekuen melaksanakan program IMF. rasa tenteram. Reformasi struktural 6. sehingga tidak bisa keluar dengan program penyelamatan yang tepat. Reformasi BUMN dan swastanisasi 5. Awal Mei 1998 telah dilakukan pencairan kedua sebesar US$ 989. Radelet dan Sachs secara gamblang mentakan bahwa bantuan IMF kepada tiga negara Asia (Thailand. Prioritas utama dari program IMF ini adalah restrukturisasi sektor perbankan. Selama ini tidak ada pencetakan uang secara besar-besaran untuk menutup anggaran belanja negara yang defisit. padahal dalam hal Indonesia anggaran belanja negara sampai dengan tahun anggaran 1996/1997 hampir selalu surplus. dan tidak ada tingkat inflasi yang melebihi 10%. Sementara itu Menko Ekuin/ Kepala Bappenas menegaskan bahwa “Dana IMF dan sebagainya memang tidak kita gunakan untuk intervensi. Bantuan anggaran pemerintah untuk golongan lemah 4. yang paling umum adalah bahwa: (1) program IMF terlalu seragam. padahal masalah yang dihadapi tiap negara tidak seluruhnya sama. Semakin jatuh nilai tukar rupiah. Setelah melihat program penyelematan IMF di ketiga negara tersebut. Karena itu pemecahan utamanya adalah bagaimana mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar. tetapi untuk mendukung neraca pembayaran serta memberi rasa aman. Adalah kebijakan dari Orde Baru untuk menjaga keseimbangan dalam anggaran belanja negara. semakin besar defisit yang terjadi dalam anggaran belanja. Korea dan Indonesia) telah gagal.3. pemimpin ekonom Bank Dunia.

(Nasution: 27-28). ada saja peluang bahwa tudingan atas pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia yang makin marak belakangan ini. Kemudian berlakunya praktek apa yang dinamakan “konsensus Washington”. (Sri Mulyani: 72). Bank Indonesia dan perbankan nasional. Di satu pihak. dan ini akan menunda cairnya bantuan dari sumber-sumber lain (Hartcher dan Ryan). 2 Mei 1998). yaitu negara pengutang lazimnya harus mendapatkan restu pendanaan dari pemerintah AS.R. Sri Mulyani mengemukakan. Peran IMF dan Saran memberikan kelenturan dengan mengizinkan dipertahankannya subsidi dan menyediakan dana untuk menciptakan jaringan keselamatan sosial. “Secara makro ancaman kegagalan terbesar kesepakatan ketiga ini berasal dari kebijaksanaan moneter yang masih ambivalen. sementara keputusan yang diambil harus mengacu pada fakta konkret ekonomi. namun dampak psikologisnya dari tindakan ini tidak diperhitungkan. Demikianpun halnya dengan Bank Dunia. Kedua kebijaksanaan ini bisa memandulkan efektivitas kebijaksanaan makro. yang pada dasarnya hanya memperluas kesempatan ekonomi AS. karena keharusan BI melakukan fungsi lender of last resort bagi perbankan nasional. (Kompas. Harapan satu-satunya adalah peningkatan ekspor non-migas. dan bagaimana ingin dicapai sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 3%. karena cara pengelolaan bank yang amburadul dan tidak mengikuti peraturan. sedang di lain pihak menganut kebijaksanaan moneter yang kontraktif. sehingga memperparah keadaan dan masyarakat . bahwa di bidang kebijaksanaan makro IMF tidak memperlihatkan adanya konsistensi antarinstrumen kebijaksanaan. juga ketidak sejalanan kebijaksanaan moneter dan fiskal” (Sri Mulyani: 72). namun kelemahan utama dari IMF adalah tidak ada program yang jelas untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi untuk mendorong ekspor non-migas. Kabar terakhir menyebutkan bahwa pencairan bantuan tahap ketiga awal Juni ni akan tertunda lagi atas desakan pemerintah AS yang dikaitkan dengan perkembangan reformasi politik di Indonesia. Anwar Nasution mengkritik bahwa reformasi ekonomi yang disarankan IMF bentuknya masih samar-samar. yang bertentangan dengan tema pengetatan. Dampak. (Kompas. Karenanya. bagaimana caranya untuk meningkatkan penerimaan pemerintah dan mengurangi pengeluaran pemerintah untuk mencapai sasaran surplus anggaran sebesar 1% dari PDB dalam tahun fiskal 1998/99. Tidak ada penjelasan rinci. Masyarakat kehilangan kepercayaan kepada otoritas moneter. perwakilan IMF mewakili negara dan pemerintahan dengan kebijakan dan visi politik masing-masing. menjadi hal yang disoroti Dewan Direktur IMF dalam pengambilan keputusannya pekan depan”. Di satu pihak IMF13 Krisis Moneter Indonesia : Sebab.teramat ketat terhadap negara-negara Asia di tengah krisis yang berkepanjangan berpotensi menyebabkan resesi yang berkepanjangan. Penasehat khusus IMF untuk Indonesia (P. terutama dalam rangka stabilitas nilai tukar dan inflasi. Narvekar) sendiri juga dikutip sebagai mengatakan bahwa “IMF kerap menerapkan standar ganda dalam pengambilan keputusan. 13 Mei 1998). Saran IMF menutup sejumlah bank yang bermasalah untuk menyehatkan sistim perbankan Indonesia pada dasarnya adalah tepat.

berhubung semua bantuan tambahan yang besarnya mencapai US$ 27 milyar dikaitkan dengan cairnya bantuan IMF. dan titipan-titipan khusus dari negaranegara maju yaitu membuka peluang investasi yang seluas-luasnya bagi mereka dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan Indonesia. yang didukung oleh bantuan dana dari World Bank. 15 dan 24 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). kita juga perlu berterima kasih kepada IMF karena dengan menunda mencairkan bantuannya. 7 dari Suplemen). IMF sendiri tampaknya tidak tahu apa yang harus dilakukannya dan berputarputar pada kebijakan surplus anggaran. kalau mau. Dengan demikian timbulnya krisis kepercayaan yang berkepanjangan dapat dicegah. butir 5. ekonomi dan hukum di Indonesia yang pada akhirnya bermuara pada mundurnya Presiden Soeharto. bahkan memperparah keadaan. IMF tidak memecahkan permasalahan yang utama dan yang paling mendesak secara langsung. Asian Development Bank dan negara-negara sahabat. dari waktu ke waktu mengadakan intervensi terbatas di pasar valas dengan petunjuk IMF (lihat butir 14. pembenahan sektor riil yang memang perlu dan sudah sangat mendesak. 17. perekonomian Meksiko dengan cepat pada tahun 1996 dapat bangkit kembali. Di lain pihak. 16. uang ketat. Rencana IMF untuk mencairkan bantuannya secara bertahap dalam jarak waktu yang cukup jauh menunjukkan bahwa IMF menekan Indonesia untuk menjalankan programnya secara ketat dan membiarkan keadaan ekonomi Indonesia terus merosot menuju resesi yang berkepanjangan. Karena badan internasional lain dan negara-negara sahabat yang menjanjikan bantuan juga menunggu signal dari IMF. juga tidak ada Appendix untuk masalah ini. dengan mencairkan dana bantuan yang relatif besar pada bulan November lalu. hanya dicicil US$ 1 milyar dari jumlah US$ 3 milyar. menghilangkan kepercayaan terhadap rupiah. ditambah jarak yang cukup lama antara paket bantuan pertama dan kedua. Hal ini juga diakui oleh IMF (butir 14. Maret 1999 Saran IMF untuk menstabilkan nilai tukar adalah dengan menerapkan kebijakan uang ketat.beramai-ramai memindahkan dananya dalam jumlah besar ke bank-bank asing dan pemerintah atau ditaruh di rumah. IMF sedikit banyak mempunyai andil dalam perjuangan menggulirkan tuntutan reformasi politik. IMF bisa saja terlebih dahulu mengambil kebijakan memprioritaskan stabilisasi nilai tukar rupiah. yang menimbulkan krisis likuiditas perbankan nasional yang gawat. tingkat bunga tinggi. Dengan menahan pencairan bantuan tahap kedua dan setelah diundur. Pertanyaan mendasar yang harus ditujukan kepada IMF menurut penulis adalah sejauh mana IMF bersungguh-sungguh dalam hal membantu mengatasi krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia dewasa ini? Apakah sama seperti kesungguhan Amerika Serikat ketika membantu Meksiko bersama-sama dengan IMF dan negara-negara maju lainnya yang berhasil menggalang sebesar hampir US$ 48 milyar Januari 1995? Setelah mencapai titik terendah tahun 1995. menaikkan suku bunga dan mengembalikan kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi.14 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Sayangnya tidak ada program khusus yang secara langsung ditujukan untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah. 21 dari persetujuan 15 Januari 1998. . menyulitkan pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat.

karena untuk beberapa tindakan memang ada tanda-tanda kekurang sungguhan di pihak Indonesia. tapi disuruh belajar berenang dahulu. tetapi dampak hasilnya baru bisa dirasakan dalam jangka panjang. Dampak. sehingga timbul teka-teki. sementara pemecahan masalahnya sudah sangat mendesak. . Bila semua kekuatan bantuan ini dikumpulkan sekaligus secara dini. utang luar negeri swasta dan nilai tukar rupiah yang merosot jauh dari nilai riilnya adalah masalah-masalah dasar jangka pendek. bab 4 dan 5). apakah IMF benar-benar tidak melihat inti permasalahannya atau berpura-pura tidak tahu? Atau IMF mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk memaksakan perubahan-perubahan yang sudah lama menjadi duri di matanya dan bagi Bank Dunia serta mewakili kepentingan-kepentingan asing? Tampaknya di balik anjuran program pemulihan kegiatan ekonomi ada titipan-titipan politik dan ekonomi dari negara-negara besar tertentu. Di sini timbul keragu-raguan akan kemurnian kebijakan reformasi IMF. Program reformasi IMF secara mencurigakan mengulang kembali tuntutan-tuntutan deregulasi ekonomi yang sudah sejak bertahun-tahun didengungkan oleh Bank Dunia dan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia (lihat World Bank. Permintaan IMF untuk menghentikan dengan segera perlakuan pembebasan pajak dan kemudahan kredit untuk proyek mobil nasional dan IPTN adalah tepat. maka hal ini dengan cepat akan memulihkan kembali kepercayaan masyarakat dalam negeri dan internasional. Jadi. yang justru menjanjikan kepastian dan kestabilan nilai tukar pada tingkat yang wajar. di mana makin ditunda makin banyak15 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Tidak adanya program dari IMF yang jelas dan berjangka pendek untuk mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar dan menstabilkannya membuat pemerintah cukup lama terombang-ambing antara memilih program IMF atau currency board system. Ibaratnya orang yang sudah hampir tenggelam diombang-ambing ombak laut tidak segera ditolong dengan dilempari pelampung. Krisis ekonomi yang tengah berlangsung ini memang bukan tanggung-jawab IMF dan tidak bisa dipecahkan oleh IMF sendiri. 1996. Peran IMF dan Saran perusahaan yang jatuh bergelimpangan. 1997. Reformasi struktural sebagaimana yang dianjurkan oleh IMF memang mendasar dan penting. Namun bantuan dana IMF dan ketergantungan harapan pada IMF ini di(salah)gunakan untuk menekan pemerintah Indonesia untuk melaksanakan reformasi struktural secara besar-besaran. karena dalam jangka pendek proyek ini akan mengacaukan kebijakan pemerintah di bidang fiskal.World Bank. yang lama tidak disinggung oleh IMF. Namun kekurangan yang paling utama dari IMF adalah bahwa IMF dalam program bantuannya tidak mencari pemecahan terhadap masalah yang pokok dan sangat mendesak ini dan berputar-putar pada reformasi struktural yang dampaknya jangka panjang. bab 2. Banyak perusahaan yang mengandalkan pasaran dalam negeri tidak bisa menjual barang hasil produksinya karena perusahaan-perusahaan ini umumnya memiliki kandungan impor yang tinggi dan harga jualnya menjadi tidak terjangkau dengan semakin jatuhnya nilai tukar rupiah.Di lain pihak memang harus diakui bahwa tekanan ini perlu untuk memastikan kesungguhan Indonesia.

Tidak bisa biaya produksi dihitung atas dasar nilai tukar dengan dollar AS yang masih relatif tinggi lalu dibebankan kepada konsumen. seperti kinerja yang kurang efisien. Modal asing sudah diberi peluang yang cukup besar untuk investasi di Indonesia dengan diperbolehkannya kepemilikan hingga 100% baik untuk pendirian PMA. Membengkaknya subsidi ini disebabkan16 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Dalam situasi sekarang hampir tidak ada peluang untuk meningkatkan pajak. menunggu keresahan masyarakat reda? Di sini pemerintah salah membaca isi dari kesepakatan dengan IMF. sementara pendapatan masyarakat adalah dalam rupiah yang tidak berubah sejak sebelum terjadinya krisis moneter. Halnya akan lain. BBM dan listrik. siapa yang menjadi penyebab dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini. Dalam kaitan ini perlu dipertanyakan.anggaran dan moneter secara berarti. bila pendapatan masyarakat dalam rupiah juga ikut naik dua atau tiga kali lipat sesuai dengan kenaikan nilai tukar dollar AS. tetapi sebab utama karena merosotnya nilai tukar rupiah. Baru pada tanggal 1 Oktober 1998 direncanakan subsidi akan diturunkan secara berarti. Yang menjadi pertanyaan di sini adalah. yakni melalui subsidi silang sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tetap dikenakan tarif listrik yang murah dan melalui peningkatan efisiensi. Tindakan drastis ini sedikit-banyak telah membantu memicu terjadinya kerusuhan-kerusuhan sosial dan politik. Juga saran IMF untuk menghapuskan subsidi BBM dan listrik yang kian membesar secara bertahap dalam jangka waktu tiga tahun sudah benar. BBM dan listrik sudah diperhitungkan dan dinaikkan dalam anggaran pemerintah (butir 20 dari Suplemen). kita harus melihat sebab-sebab lain di balik kenaikan biaya produksi. bank asing maupun penguasaan saham dari . (butir 10 dan 11 dari Suplemen). Di antara saran-saran IMF juga ada yang mengenai perluasan penyertaan modal asing dalam kegiatan ekonomi Indonesia yang terlalu jauh. Keadaan ini tidak sebanding. meskipun kepentingan rakyat kecil sangat diperhatikan dengan adanya jaringan keselamatan sosial. karena IMF menganjurkan penghapusan subsidi secara bertahap dan tidak secara mendadak. tagihan listrik dalam jumlah besar yang tidak dibayar. Maret 1999 oleh beberapa faktor. Dalam suplemen program IMF April 1998 disebutkan bahwa subsidi masih bisa diberikan kepada beberapa jenis barang yang banyak dikonsumsi oleh penduduk berpenghasilan rendah seperti bahan makanan. kalau tidak menurun dan banyaknya PHK. misalnya penagihan yang lebih efektif. apakah pemerintah tidak bisa menunda kenaikan BBM dan listrik untuk beberapa bulan. Subsidi untuk bahan pangan. Subsidi listrik relatif lebih mudah untuk dihapuskan. sehingga nilai tukar valas naik sangat tinggi dan siapa yang menarik keuntungan dari krisis ini? Janganlah rakyat banyak diminta untuk berkorban mengatasi krisis ini atau membebankan di atas penderitaan rakyat dengan misalnya menaikkan harga BBM dan tarif listrik. Jadi tindakan yang pokok adalah pertama mengembalikan dulu nilai rupiah ke tingkat yang wajar dan dari sini baru menghitung besarnya subsidi. seperti orang asing yang tinggal di Indonesia misalnya. Namun penurunan subsidi BBM dan listrik oleh pemerintah secara drastis dan mendadak pada tanggal 4 Mei 1998 yang lalu mempunyai dampak yang sangat luas terhadap perekonomian rakyat kecil.

dan apa sumbangannya terhadap pemasukan modal asing? Bukan masalah anti asing atau sentimen nasionalisme yang sempit. Pada sisi lain merosotnya nilai tukar rupiah secara tajam juga membawa hikmah. kecuali sebagian sektor pertanian dan ekspor. kecuali saham bank nasional yang go public. khususnya dollar AS. AFTA dan APEC. IMF bisa bertindak sebagai perantara yang netral dan dipercaya. yang melambung tinggi jika dihadapkan dengan pendapatan masyarakat dalam rupiah yang tetap. harga BBM/tarif listrik naik. Saran IMF lainnya yang disisipkan dalam persetujuan dan tidak ada kaitannya dengan program stabilisasi ekonomi dan moneter adalah desakannya untuk menyusun UndangUndang Lingkungan Hidup yang baru (butir 50 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). utang luar negeri dalam rupiah melonjak. perusahaan tutup atau mengurangi produksinya karena tidak bisa menjual barangnya dan beban utang yang tinggi. Ikut campurnya IMF dalam penyelesaian utang swasta adalah sangat baik. Dengan demikian roda perekonomian bisa berputar kembali dan harga-harga bisa turun dari tingkat yang tinggi dan terjangkau oleh masyarakat. Dampak lain adalah laju inflasi yang tinggi selama beberapa bulan terakhir ini. bahkan dalam beberapa hal turun ditambah PHK. tarif angkutan naik. padahal harga dari banyak barang naik cukup tinggi. (Bandingkan juga Sri Mulyani: 72-3).perusahaan-perusahaan yang telah go public. Secara umum impor barang menurun tajam termasuk impor buah. perjalanan ke luar negeri . meskipun tidak kembali pada tingkat sebelum terjadinya krisis moneter. toko sepi. tetapi lebih tepat jika dikatakan foreign exchange induced inflation. harga telur/ayam naik. investasi menurun karena impor barang modal menjadi mahal. Masalah ini hanya bisa dipecahkan secara mendasar bila nilai tukar valas bisa diturunkan hingga tingkat yang wajar atau nyata (riil). Peran IMF dan Saran luar negeri. Masalahnya bukan sentimen nasionalisme. Dampak. terutama yang bermodal kecil? Apa permintaan IMF ini tidak terlalu jauh? Kedengarannya seperti IMF menerima titipan pesan sponsor dari negara-negara besar yang ingin memaksakan kepentingannya dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan. karena IMF sebagai lembaga yang disegani bisa banyak membantu memulihkan kepercayaan kreditor17 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Dampak dari Krisis Dewasa ini semua permasalahan dalam krisis ekonomi berputar-putar sekitar kurs nilai tukar valas. biaya sekolah di luar negeri melonjak. Imbas dari kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam secara umum sudah kita ketahui: kesulitan menutup APBN. yang akan memperlancar dan mempercepat proses penyelesaian utang. stabilisasi ekonomi dan moneter. izin investasi di bidang perdagangan besar dan eceran. tetapi apa sumbangan dari keterbukaan ini terhadap restrukturisasi ekonomi dari program IMF. yang bukan disebabkan karena imported inflation4 . dan liberalisasai perdagangan yang jauh lebih liberal dari komitmen resmi pemerintah di forum WTO. tetapi apa salahnya bila pemerintah menyisakan bidang kegiatan untuk pengusaha Indonesia. Meskipun demikian IMF masih meminta dihapuskannya larangan membuka cabang bagi bank asing. PHK di mana-mana.

Hal yang serupa juga terjadi untuk ekspor barang manufaktur. pertumbuhan GDP nyata Indonesia pada tahun 1998/9 diperkirakan akan negatif sebesar 16%. Sayangnya ekspor yang secara teoretis seharusnya naik. dan tingkat inflasi sekitar 66%. Keadaan ekonomi yang sangat parah ini diperkirakan pada bulan-bulan mendatang masih akan berlangsung terus. suasana politik dan sosial yang stabil. hanya di sini ada kesulitan lain untuk meningkatkan ekspor.dan pengiriman anak sekolah ke luar negeri. sementara bagi konsumen dalam negeri harga beras. yang menyebabkan terjadinya kesenjangan antara penghasilan yang berkurang karena PHK atau naik sedikit dengan pengeluaran yang meningkat tajam karena tingkat inflasi yang tinggi. Menurut perkiraan IMF pada bulan Maret 1999 lalu. karena ada masalah dengan pembukaan L/C dan keadaan sosial-politik yang belum menentu sehingga pembeli di luar negeri mengalihkan pesanan barangnya ke negara lain. keamanan yang mantap. Meskipun penerimaan rupiah petani komoditi ekspor meningkat tajam. Maret 1999 dalam nilai tukar mata uangnya dan bisa menurunkan harga jual dalam nominasi valas. daya saing produk dalam negeri dengan tingkat kandungan impor rendah meningkat sehingga bisa menahan impor dan merangsang ekspor khususnya yang berbasis pertanian. Sebagai dampak dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ini. Prospek Ekonomi Indonesia Prospek ekonomi untuk beberapa tahun mendatang adalah kurang cerah dan akan ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang negatif. karena krisis belum juga menyentuh dasar jurang. . Berapa lama krisis ekonomi ini masih akan berlangsung. Meningkatnya jumlah penduduk miskin tidak terlepas dari jatuhnya nilai tukar rupiah yang tajam. sulit untuk diramalkan karena tergantung pada banyak faktor.5 juta. pengusaha domestik kapok meminjam dana dari luar negeri. pada Oktober 1998 ini jumlah keluarga miskin diperkirakan meningkat menjadi 7. kopi dan sebagainya ikut naik. dan negara-negara produsen lain juga mengalami depresiasi 4 Suatu inflasi dikatakan terjadi karena imported inflation bila harga barang-barang di negara pengekspornya naik. sehingga bila nilai tukar rupiah bisa dikembalikan ke nilai nyatanya maka biaya besar yang dibutuhkan untuk social safety net ini bisa dikurangi secara drastis. pulihnya kepercayaan investor dalam dan luar negeri. proteksi industri dalam negeri meningkat sejalan dengan merosotnya nilai tukar rupiah. Petani yang berbasis ekspor penghasilannya dalam rupiah mendadak melonjak drastis. menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada tingkat yang wajar. karena pembeli di luar negeri juga menekan harganya karena tahu petani dapat untung besar. Hasilnya adalah perbaikan dalam neraca berjalan. Faktor-faktor tersebut adalah bantuan IMF dan donor-donor lainnya yang segera. dan ini tidak terjadi. bahkan cenderung sedikit menurun pada sektor barang hasil industri. kebalikannya arus masuk turis asing akan lebih besar. tidak terjadi. tetapi penerimaan ekspor dalam valas umumnya tidak berubah. Namun secara keseluruhan dampak negatifnya dari jatuhnya nilai tukar rupiah masih lebih besar dari dampak positifnya. gula.18 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. sehingga perlu dilancarkan program-program untuk menunjang mereka yang dikenal sebagai social safety net.

pada suatu saat tertentu dan membagi (spread-out) pembayaran ini secara merata dalam . industrialisasi substitusi impor berlanjut. jalan-jalan ke luar negeri. p. tenaga terlatih. pabrik. perjalanan. dan penyelesaian masalah utang swasta dengan penjadwalan ulang (Kompas. Dunia perbankan nasional juga telah diajarkan dari manfaat jangka panjang untuk bertindak prudent. Penulis menginterpretasikan nilai tukar nyata sebagai nilai tukar berdasarkan purchasing power parity yang bisa menjaga keseimbangan dalam neraca berjalan dan yang bisa menjamin ekonomi nasional beroperasi. pola makan makanan yang bahannya gandum). dana asing akan sangat hati-hati masuk ke Indonesia. Peran IMF dan Saran dewasa ini adalah program penyelamatan yang bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat serta menstabilkan kurs rupiah pada nilai tukar yang nyata (bandingkan juga Stiglitz). Dengan sistim ini. impor secara otomatis akan berkurang (misalnya buah. kegiatan ekonomi Indonesia terutama harus ditunjang oleh kekuatan sendiri berdasarkan dana modal yang tersedia di dalam negeri. Kegiatan jasa hotel. begitupun pengusaha domestik akan sangat hati-hati untuk meminjam dari luar negeri. Para ekonom dari CSIS berpendapat bahwa langkah yang harus diambil untuk mengatasi kemelut ini adalah dengan menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tingkat yang wajar. baik swasta maupun pemerintah.Tapi sekali krisis berakhir dan ekonomi berbalik bangkit kembali (rebound). kirim anak sekolah di luar negeri. 1998. Setelah mendapat pengalaman dari krisis ini. memperbaiki “governance”. 2. Dampak. sejauh persyaratan di atas bisa dipenuhi. Dengan demikian sumber utama krisis di masa lalu untuk masa mendatang sudah dapat dieliminir. Ditambah dengan hilangnya insentif untuk meminjam dari luar negeri karena biaya pinjaman yang lebih rendah diimbangi dengan tingkat depresiasi yang lebih tinggi dan karena tidak adanya lagi intervensi kurs oleh BI. dan menjaga stabilitas fiskal dan moneter selama masa transisi (World Bank. maka perbaikan ini diperkirakan akan berlangsung relatif cepat. perdagangan dan angkutan juga bisa hidup kembali. 9 April 1998). dan meningkatkan ekspor. mesin-mesin sudah ada. harga barang-barang produksi dalam negeri dengan kandungan lokal tinggi bisa meningkat daya saingnya sehingga bisa berkembang dan orang tidak mengandalkan bahan impor karena menjadi mahal. maka upaya yang paling utama dan mendesak bagi Indonesia19 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. berobat di luar negeri. reformasi dan memperkuat sistim perbankan. Bank Dunia menyarankan mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah dengan empat kebijakan utama: restrukturisasi beban utang swasta. Karena prasarana dasar untuk pembangunan sudah tersedia. Inti dari pemecahan krisis moneter dalam jangka pendek haruslah ditujukan kepada pencegahan penumpukan pembayaran utang luar negeri. Dengan demikian.2). sehingga yang diperlukan adalah pulihnya kepercayaan dan masuknya modal baru. restrukturisasi perbankan. Saran-Saran Krisis moneter telah memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk menentukan kebijakan di masa depan. harga mobil terjangkau oleh masyarakat.

Sejauh ini Indonesia memang selalu patuh untuk membayar semua utang-utangnya secara tepat waktu. Keuntungan dari penundaan pembayaran utang ini adalah. Sebab menurut APBN tahun 1998/99 jumlah pembayaran cicilan utang pokok luar negeri beserta bunganya mencapai US$ 7. Mengusahakan penundaan pembayaran utang resmi pemerintah berupa pembayaran cicilan pokok dan bunga selama misalnya dua tahun melalui Paris Club. Pemerintah melaksanakan reformasi dan restrukturisasi sektor riil dan keuangan secara konsekuen untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia. Maret 1999 1. hanya saja jangka waktu pembayaran kembalinya saja yang lebih panjang. bahwa beban utang tidak menjadi bertambah. Membentuk kabinet baru yang terdiri atas teknokrat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat Indonesia maupun luar negeri akan kesungguhan program reformasi.450 juta. harus bertindak proaktif menghadapi IMF dengan mengajukan saran-sarannya sendiri dan menolak program-program yang tidak relevan dan cenderung merugikan Indonesia. termasuk program reformasi IMF. Namun dalam keadaan krisis yang parah ini. maka masih ada selisih positif sebesar lebih dari US$ 1 milyar yang bisa dihemat. terlebih lagi karena bantuan IMF ini terkait dengan bantuan negara-negara donor lainnya yang jumlahnya sangat besar. apa salahnya jika Indonesia meminta penundaan waktu pembayaran kembali utang? Nama Indonesiapun tidak menjadi jelek karenanya. Dengan adanya kepercayaan ini. Makin cepat pemerintah melaksanakan program-program reformasi. Dengan demikian. Sementara ini sudah banyak negara sedang berkembang yang memanfaatkan fasilitas ini. sementara pinjaman luar negeri baru sebesar US$ 6. tanpa merusak nama Indonesia sebagai debitur yang baik. Indonesia bisa bernapas untuk memperkuat posisi cadangan devisanya. makin cepat juga dananya cair. dalam hal ini Departemen Keuangan dan Bank Indonesia. Yang nanti akan menjadi masalah adalah bagaimana membayar utang bantuan darurat yang mencapai US$ 46 milyar tersebut di samping utang-utang pemerintah dan swasta yang ada. Jumlah ini sangat berarti untuk memperkuat cadangan devisa negara. Beberapa saran dari penulis untuk mengatasi krisis ekonomi dewasa ini adalah sebagai berikut:20 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Bila Jepang hanya mau membantu dengan dengan menambah pinjaman baru. Namun pemerintah. . 3. yang juga selalu mendapatkan pujian dari Bank Dunia dan IMF. berarti bahwa beban utang termasuk pembayaran bunga untuk di kemudian hari akan bertambah besar. maka pemerintah juga harus melaksanakannya dengan konsekuen. Karena Indonesia telah menanda-tangani persetujuan program reformasi struktural ekonomi dengan IMF.jangka waktu yang lebih panjang pada tingkat yang terkendali (manageable). 2. Seandainya Indonesia tidak menerima bantuan barupun. sebab Paris Club adalah instrumen internasional yang memang khusus dirancang untuk membantu negara-negara sedang berkembang dalam menghadapi masalah pembayaran kembali utang-utang luar negeri pemerintah. diharapkan akan terjadi arus balik devisa dan masuknya modal luar negeri.560 juta.

6. dan sebagainya untuk mencari pemecahan atas krisis moneter yang sedang melanda banyak negara Asia Timur. yang sekarang sedang diusahakan oleh Tim Penanggulangan Utang Luar Negeri Swasta (PULNS) atau Indonesian Debt Restructuring Agency (INDRA). insentif untuk meminjam dana dari luar negeri hilang. Peran IMF dan Saran membantu meringankan defisit anggaran belanja. ASEAN. bahkan bisa dipertimbangkan untuk membiarkannya sedikit undervalued untuk meningkatkan daya saing secara internasional dan merangsang produksi dalam negeri dan ekspor. orang-orang yang menganggur dapat bekerja kembali. yang semuanya mengurangi pengurangan devisa. . Sebaliknya daya saing ekspor masih cukup tinggi. Kebijakan depresiasi nilai tukar yang relatif besar dampaknya sama seperti kebijakan proteksi produksi dalam negeri. biaya angkutan udara bisa diturunkan.22 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. artinya tidak lagi overvalued ketika regim managed floating. terlebih lagi dengan semakin terpuruknya nilai tukar rupiah semakin besar pula defisit dalam anggaran belanja negara yang harus ditutup. Maret 1999 7. biaya perjalanan ke dan sekolah di luar negeri tetap masih mahal. Mengembalikan stabilitas sosial dan politik dan rasa aman secepatnya sehingga bisa memulihkan kepercayaan pemilik modal dalam dan luar negeri. pembayaran utang luar negeri pemerintah dan swasta dalam rupiah dapat ditekan sehingga mampu dikembalikan. Hal ini telah dilakukan oleh pemerintah dan telah dicapai kesepakatan. Menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang riil. maka seluruh daya upaya dan pikiran dapat diarahkan untuk memecahkan persoalannya. Hingga kini sikap pemerintah Indonesia terkesan pasif.Penjadwalan kembali pembayaran utang resmi pemerintah ini juga akan banyak21 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Misalnya dengan mengajukan gagasan-gagasan pemecahan yang konkrit dan mendesak diadakannya pertemuanpertemuan dengan segera. Nilai tukar nyata yang wajar ini harus dicari dengan memperhatikan kriteria-kriteria berikut. Dilain pihak kurs dollar AS ini harus cukup tinggi untuk menahan impor berbagai macam barang dan bahan serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri termasuk buah-buahan. Bila ini disadari sebagai hal yang utama dan yang paling mendesak untuk mengakhiri krisis ini. Dengan kurs ini defisit anggaran belanja negara bisa ditekan. paling tidak tingkat depresiasi rupiah tidak lebih rendah dari depresiasi nyatanya. perjalanan domestik dan luar negeri dapat hidup kembali. Masalah pokoknya adalah bagaimana memperkuat nilai tukar mata uang masing-masing kembali pada tingkat yang wajar. bahwa Indonesia akan menunda pembayaran cicilan utang pokoknya saja. jumlah penduduk miskin dapat ditekan kembali dan jaringan keamanan sosial tidak lagi diperlukan. karena merubah perbandingan harga antara barang dalam negeri aktif dalam forum-forum internasional seperti APEC. Dampak. begitupun harga BBM/listrik dan pakan ternak. 4. juga tingkat inflasi. harga barang-barang produksi dalam negeri dapat terjangkau termasuk sembako dan pabrik-pabrik beroperasi kembali. sehingga ekspor masih bisa tetap bergairah. Mengadakan negosiasi ulang utang luar negeri swasta Indonesia dengan para kreditor untuk meminta penundaan pembayaran.

Setiati (penyunting). Australian Financial Review. 2. makalah pada Simposium Kepedulian Universitas Indonesia Terhadap Tatanan Masa Depan Indonesia”. hal. IMF. Washington. 1998. Hollinger. Jakarta: Kompas. IMF. May 21. August. November 5. Pangestu. 30 Maret . Washington. D.: Finance & Development. Kampus UI. I.C. 6 April. 1998. 1998. apalagi didukung oleh cadangan devisa pemerintah yang semakin membesar.. J. Washington. Peran IMF dan Saran Hartcher.. Depok. Jakarta. W. dalam: M. 1 September. “Krisis Ekonomi Indonesia dan Reformasi (Makro) Ekonomi”. ________. June. M. 1996. 35 No. “Financial Crisis in Indonesia”. “The Asian Crisis and the Changing Role of the IMF”. Ursachen und Auswirkungen der Asienkrise”. Selanjutnya tidak memberi peluang untuk memperdagangkan rupiah atau menaruh deposito Rupiah di luar negeri.C. 3. 9 Oktober. Ehrke. Sri Mulyani I. IMF. Menghalangi kemungkinan kegiatan spekulasi valas besar-besaran dengan mempelajari kemungkinan melakukan pengawasan devisa secara terbatas tanpa melepas prinsip regim devisa bebas atau melanggar kesepakatan dengan IMF. 1998.. Jakarta. Press Release No. D. Press Release No.C. Kompas. “Transformasi Struktur Perekonomian Indonesia: Pola dan Potensi”. Mencari Paradigma Baru Pembangunan Indonesia. Gunawan. hal. 1998a.. “Indonesia. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”.000. Economic Policy under President Soeharto: Indonesia’s Twenty-Five Year Record. 33-48. World Economic Outlook.. “IMF dan Krisis Asia”. hal. 16). “The IMF Turns Off the Tap”. Kompas. 6. Jakarta. 1997. 1998c. saduran.1 April. 1997. Daftar Kepustakaan Anwar. Fischer. Bello. pp. 97/50. “The Lessons of Asia’s Currency Crisis”. Moh. “Mencari Solusi Alternatif untuk Mengatasi Krisis”. 1998. US$ 10. Greenwood.H. “Peranan IMF Saat Krisis”. “Pangloss oder die beste aller moeglichen Welten. Dampak.8. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. the United States-Indonesia Society. 9. Supplemetary Memorandum of Economic and Financial Policies. Ryan. C. November 5. .C. pemerintah bisa mempertimbangkan melakukan operasi swap.23 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. IMF. 1997. Deposito valas hanya boleh di bank-bank devisa dalam negeri dan tidak boleh ditempatkan di luar. Bank Indonesia. Bonn: Friedrich Ebert Stiftung. 2-5. May. 97/50. 1999. P. Vol. D. W. 1997. S. A. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”. Februari. Krugman juga menganjurkan memungut pajak atas dana yang masuk dan membuat peraturan yang menghambat pengiriman dana ke luar (lihat Wessel dan Davis. Untuk mengembalikan kepercayaan dari masyarakat yang menyimpan uangnya di dalam negeri. hal. 1998b. Arsjad. Jakarta: CSIS.1998. misalnya transfer pribadi dibatasi sampai jumlah tertentu. ________. 8 April.

“Lessons from the Recent Financial Crisis in Indonesia”. 1998. 140-2. Jakarta. 26 Agustus 1998. Singapore: ISEAS. K. “The Myth of Asia’s Miracle”. Tokyo. November/December. S. P. Singapore. “Capital Flow Sustainability and Speculative Currency Attacks”. . Washington. J. hal. 8-11. June. Schuman. Sender. 28 Agustus. January. 17-18 Desember. hal. hal. “IMF Cairkan Semilyar Dollar AS”. Maret 1999 Krugman. The Sunday Times. the 1994 Panglaykim Memorial Lecture. _________. “Indonesia . “Saran Ali Wardhana untuk Atasi Krisis.B. 13 Mei 1998. Examining Asia’s Tigers. Montes. Economy Is Slated for Rapid Change”.Fourth Review Under the Extended Arrangement”. __________. February 7. December 9. IDE Spot Survey. T. Radelet. Jakarta: Kompas. 1997. “What’s a Fund for?”. ACAES. pp. N. 1998. Jakarta: Kompas. “IMF Mulai Sadar Transparensi”. “Saatnya Dipertimbangkan Solusi Alternatif”. 1998. 1998 Economic Outlook for East Asia. 1998b. 1997. December. July 26. hal. diselenggarakan bersama oleh USAID. Tanaka (editors). L. Hong Kong: Far Eastern Economic Review. 3. Korea Letter of Intent. Ada yang Harus Dilakukan dan yang Harus Dihindari”. Foreign Affairs. Finance and Development.. Anwar. 28-29. Vol. 1994. “Why Not Let the Banks Own the Debtor Firms?”.. 1997.18-21. “South Korea. H. 3. 1998. April 10. “Indonesia . Washington. 2. IMF Agree on Bailout. Tokyo: Institute of Developing Economies. M. p. March 16. The Pacific Century: Myth or Reality?. 35 No. hal. Kitamura. Nine Economies Challenging Common Structural Problems. 62-77. 1998. 17. Dimuat di Kompas dengan judul “Di Balik Terjadinya Krisis Keuangan Asia”.C. LPEM-FEUI. 9 April 1998. January 15. makalah pada “1997 Economics Conference”. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. 1997. Jakarta: Kompas. 1997. The Currency Crisis in Southeast Asia.: World Bank. The Economist. Jakarta: Kompas. 1998a. Jakarta: CSIS. December 4. “RI-IMF Hasilkan Memorandum Tambahan”. 1997.Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies”. 1994. Institute of Developing Economies (IDE).F. 6 Mei 1998. hal. 27 Januari. IMF Research Department Staff. 9. D. Jakarta.C.1997.: Finance & Development. Nasution. 3rd updated reprint.24 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. hal. Cho. IMF Staff. D. September 25. “The Asian Crisis: Causes and Cures”. “What Happened to Asia”. Sachs. 1998. Krause. M. _________.. Jakarta: Kompas. “Currency Crisis”.IMF Agreement on Economic Reforms”.

Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. February 24. No. 25 Tahun IV. pidato pengukuhan Guru Besar Madya Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Davis. A Macroeconomic Update. 1997. 1996. 1994. 1998. __________. draft Report. konsep ini sangat progresif dalam hal mempercayakan penyelenggaraan penjaminan kepada mekanisme pasar dan meniadakan intervensi pemerintah. 9 Mei. Sebagai suatu konsep yang ditujukan untuk mengatasi berbagai kelemahan deposit insurance scheme yang berlaku sekarang ini. 1. McDermott. __________. Indonesia: Stability. Pendekatan Too-Big-To-Fail (TBTF) yang sejak beberapa waktu terakhir telah .25 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. hal. 22. 5. Tarmidi. maka konsep Cross-Guarantee menekankan pentingnya penggunaan pendekatan risk-sensitive analysis dalam penetapan besarnya premi.31 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia KONSEP CROSS-GUARANTEE DALAM PROGRAM PENJAMINAN DAN KEMUNGKINAN PENERAPANNYA DI INDONESIA Maulana Ibrahim dan Agusman *) Tulisan ini mencoba mengetengahkan salah satu bentuk pikiran alternatif dalam program penjaminan yang dikenal dengan konsep Cross-Guarantee. Malaysia. majalah Global.T. 16. “Money Trail: Who Ruptured the Rupiah”. Sangat berbeda dengan konsep-konsep lainnya dalam program penjaminan. “Kesepakatan Ketiga”. No. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Jakarta. B. “Restoring the Asian Miracle”. 1997. G. “The Crisis of Global Capitalism”. August 11-13. hal. Dimensions of Growth. 1998.Soros. 1998. Indonesia. 2 Mei 1998. May 7. 1998b. Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF. Bangi. 1998. 1998c. D. D. Would-Be Keyneses Debate How to Fight Global Woes”. 1. Report No. July 2. 15383-IND. World Bank. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Ip. Report No. 72-3. Wessel. May 27. Indonesia. 1998. hal.. 10 Juni. Konsep ini juga mengupayakan adanya perlakuan yang sama untuk bank-bank besar dan bank-bank kecil dalam memper-oleh penjaminan. December 31. sehingga mengarah sepenuhnya pada swastanisasi baik penyelenggaraan penjaminan maupun pelaksanaan pengaturan dan pengawasan bank yang menyertainya. Jakarta. February 2. hal. “APEC dan Krisis Moneter di Kawasan Asia Timur”. Peran IMF dan Saran ___________. hal. paper presented at the APEC Study Centre Consortium Conference. 1998. “APEC and the Monetary Crisis in East Asia”. Sustaining High Growth with Equity. Gatra. L. ___________. “Crisis Crusaders. D. 16433IND. Growth and Equity in Repelita VI. Sri Mulyani Indrawati. 1998a.. Wessel. Dampak. 31-38. Thailand Letter of Intent. G. May 30. Stiglitz. Jakarta: Kompas. Jakarta. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. J. September 16. 8. __________. “Utang Swasta Sekitar 64 Milyar Dollar AS”. Indonesia in Crisis. September 28.

skim program penjaminan yang dipilih pemerintah tersebut ternyata lebih bersifat blanket guarantee (penjaminan menyeluruh).menimbulkan inkonsistensi dalam proses penjaminan diharapkan dapat dihilangkan oleh konsep ini. serta mencoba mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia. Dengan merujuk pada ide yang dilontarkan Bert Ely tentang CrossGuarantee. Di Amerika Serikat sendiripun upaya pencarian tersebut masih tetap dilakukan meskipun program penjaminannya dianggap telah jauh lebih maju dan mapan. *) Maulana Ibrahim : Kepala Urusan Pengawasan Bank 2. Kusumaningtuti (1999)2 misalnya. seorang pakar deposit insurance telah mengemukakan konsep Cross-Guarantee sebagai salah satu alternatif. Bert Ely3 . Bank Indonesia32 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. dalam tulisan ini akan didalami prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam konsep tersebut beserta pengaruhnya terhadap pola penjaminan dan pengawasan bank. Latar Belakang Konsep Cross-Guarantee Konsep Cross-Guarantee muncul antara lain karena adanya berbagai kritik dan ketidakpuasan terhadap skim penjaminan yang diterapkan pada Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) di Amerika Serikat. Urusan Pengawasan Bank 2. khususnya karena tidak sebandingnya nilai premi dengan cakupan penjaminan disamping adanya peluang untuk melakukan moral hazard. Pencarian kemungkinan alternatif lain program penjaminan merupakan hal yang perlu dilakukan secara terus menerus. Sulit untuk memungkiri bahwa skim penjaminan pemerintah yang bersifat menyeluruh itu akan sangat memberatkan keuangan pemerintah. sekaligus mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia. Dalam Konferensi mengenai Bank Structure and Competition yang baru-baru ini diadakan oleh Federal Reserve Bank of Chicago. Maret 1999 Pendahuluan P rogram penjaminan merupakan salah satu kebijaksanaan yang diambil pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada sistem perbankan nasional yang sempat terganggu karena parahnya krisis ekonomi dan keuangan yang dihadapi Indonesia sejak paroh kedua tahun 1997. konsep Cross-Guarantee juga akan mengakibatkan perubahan yang sangat mendasar terhadap seluruh pola dan praktek penjaminan dan pengawasan bank yang sudah dijalankan selama ini. Apabila diterapkan sepenuhnya. namun untuk jangka panjang tampaknya perlu dicari alternatif lain yang memungkinkan terselenggaranya program penjaminan yang efisien dan efektif. Ditinjau dari karakteristiknya. Tulisan ini mencoba mengetengahkan pikiran-pikiran Bert Ely mengenai konsep CrossGuarantee tersebut. Untuk tindakan darurat1 . Kritikan tersebut perlu ditanggapi karena FDIC . telah mencoba mengkaji kemungkinan penggantian ketentuan blanket guarantee tersebut dengan deposit protection scheme. Bank Indonesia Agusman : Pengawas Bank. Dalam hubungan ini. hal tersebut barangkali masih dapat diterima.

100. Washington.T.. dan sebaliknya5 . Sebagaimana layaknya perusahaan asuransi. termasuk juga pos pinjaman subordinasi. Pertama. No. tampaknya hanya dalam FDIC mengalami kerugian dan deposit growth menekan RR di bawah 1. sehingga pada gilirannya dapat merugikan masyarakat penyimpan dana. akan tetapi tetap saja ada kritik bahwa perlakuan khusus tersebut dapat menimbulkan diskriminasi diantara sesama bank.25% barulah premi akan dinaikkan. laba yang diperoleh FDIC cukup besar sehingga ketergantungan pada premi menjadi semakin lebih berkurang.S. komitmen dan kewajiban off-balance sheet serta kewajiban antar bank di atas USD.000 tidak dijamin.25%. Oleh karena itu. Editor: V.1 Menurut V.Sundararajan dan Tomas J. D..100.C. Kritikan berikutnya yang sering ditujukan kepada FDIC adalah berkenaan dengan penetapan premi yang harus dibayar oleh bank-bank yang ikut penjaminan. The Federal Reserve Bank of Chicago. Desember 1998. . 2 Kusumaningtuti S. Namun dalam prakteknya prinsip tersebut ternyata tidak diterapkan karena dua alasan pokok berikut ini. Alasan kedua adalah karena jumlah dana yang ditanamkan oleh FDIC telah melebihi ketentuan minimum Reserve Ratio (RR) perbankan sebesar 1.Balino. Salah satu hal yang memperoleh kritikan adalah mengenai ruang lingkup penjaminan FDIC yang cenderung agak kurang konsisten sehubungan dengan penerapan pendekatan “Too-Big-To-Fail” (TBTF).000. seharusnya semakin besar risiko yang ditanggung semakin besar premi. intervensi terhadap bank-bank/lembaga keuangan bermasalah dan pembentukan deposit insurance. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets. 7 Mei 1999.T. pendapatan dari penanaman dana oleh FDIC jauh melebihi biaya-biaya operasionalnya. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”. Bank Indonesia. Sebagaimana diketahui. Perhitungan premi oleh FDIC dinilai kurang mencerminkan risiko yang harus ditanggungnya. Vol.3. pada dasarnya yang dijamin oleh FDIC adalah dana pihak ketiga (deposits) maksimum sebesar USD. International Monetary Fund. tindakan darurat (emergency measures) yang dilakukan bank sentral dapat berupa pemberian fasilitas lender of last resort. Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme. 1991.Balino. Dengan kata lain.1. Untuk mendalami masalah ini lebih lanjut lihat tulisan mereka berdua dalam Banking Crises: Cases and Issues.33 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia sekarang ini menghadapi risiko yang lebih besar dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya4 .Sundararajan dan Tomas J.sedangkan non-deposits liabilities seperti pinjaman yang diterima. khususnya bagi bankbank yang “Too-Small-To-Safe” (TSTS). 3 Bert Ely. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Meskipun penerapan asas TBTF sangat dimungkinkan berdasarkan konsep Reformasi Deposit Insurance (deposit insurance reforms) yang disetujui Kongres Amerika Serikat dan berlaku sejak setelah tahun 1988.. Namun dalam hal suatu bank dinilai TBTF maka seluruh pos kewajibannya akan dijamin.

sedangkan pihak lain yaitu birokrasi pemerintah (regulator) berkewajiban untuk meminimumkan kerugian FDIC dan mencegah kegagalan bank (bank failures). Mekanisme Cross-Guarantee ini memiliki kemiripan dengan mekanisme yang berlaku pada Standby Letter of Credits.Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications”. bank-bank yang ikut program penjaminan FDIC pada hakekatnya saling menjamin satu-sama lain. hal. yaitu bank-bank yang 4 Adanya risiko yang lebih besar tersebut antara lain dikemukakan oleh Jin-Chuan Duan. secara implisit konsep Cross-Guarantee sebenarnya sudah melekat pada FDIC. Colorado pada bulan Juli 1998. No. Karakteristik Sistem Cross-Guarantee dalam Penjaminan Terlepas dari berbagai kritik terhadap skim penjaminan FDIC sebagaimana dikemukakan di atas. 5 Ide agar FDIC menetapkan premi sebagaimana layaknya perusahaan asuransi swasta mula-mula sekali dilontarkan oleh Merton (1977). Perubahan-perubahan tersebut dapat mencakup aspek penyelenggara. weak internal controls dan execessive exposure to emerging speculative bubbles. karena masing-masing bank-bank yang dijamin (insured banks) pada akhirnya menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap semua kerugian yang terjadi apabila ada bank-bank yang mengalami kegagalan usaha (failed banks). khususnya dalam hal terdapat multiple participant. sehingga menimbulkan cross-subsidies. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare”. Kritikan lainnya adalah mengenai masih terbukanya peluang untuk melakukan moral hazard dalam sistem yang berlaku sekarang. Maret 1999 sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat. Struktur seperti ini ternyata dapat mengakibatkan terjadinya regulatory moral hazard pada tingkat pembuat ketentuan. Hal ini diungkap dalam tulisan Yoram Landskroner dan Jacob Paroush. Hal ini terjadi karena pada satu pihak FDIC memiliki kekuasaan besar dalam penentuan premi. No. Sekarang ini FDIC menggunakan 2 (dua) alat ukur risiko yaitu Capital Levels dan CAMEL Rating. hal. Journal of Banking & Finance. seharusnya alat ukur yang digunakan adalah leading indicators of banking risks seperti risk mismatches. Arthur F. Moreau dan C. Journal of Banking & Finance. Hal ini erat kaitannya dengan belum diterapkannya secara penuh prinsip risk-sensitive premium sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Section 302 FDICIA6 serta penggunaan alat ukur risiko yang belum sesuai. dan potensial untuk berubah menjadi real moral hazard pada tingkat FDIC.W. rapid growth. lembaga . Contoh yang paling baru dari fenomena regulatory moral hazard ini adalah dalam hal kegagalan BestBank di Boulder.19 Tahun 1995.Disamping itu premi yang dikenakan oleh FDIC sekarang ini juga dinilai terlalu berlebihan (overcharging) untuk bank-bank yang sehat dan terlalu kecil (undercharging) untuk bank-bank yang bermasalah. Menurut Bert Ely. Penerapan konsep Cross-Guarantee dalam program penjaminan memer-lukan perubahan mendasar terhadap skim penjaminan dan pola pengawasan bank yang sedang berjalan. Tahun 1994.34 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Melalui premi yang mereka bayar. 531-552. meskipun belum seutuhnya.1091-1108. namun pendekatan ini dinilai kurang ideal dalam perhitungan premi.18.

lembaga lain yang terlibat dan lain-lain. Dengan demikian. Untuk memastikan bahwa bank-bank yang dijamin mematuhi cross-guarantee contract maka sebuah perusahaan swasta yang disebut “syndicate agent“ akan disewa. d. secara accrual accounting setiap direct guarantor akan langsung mengakui dan mencatat kerugian sebesar share yang harus ditanggungnya apabila bank yang dijaminnya mengalami kegagalan usaha. No. Bank yang dijamin (insured bank) selanjutnya akan melakukan pembicaraan dengan direct guarantor-nya untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan yang akan dituangkan dalam bentuk perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract). Setiap bank diberi kebebasan untuk menentukan sendiri penjaminnya (direct guarantornya). bentuk kontribusi dari bank yang dijamin. seluruh kerugian karena bangkrutnya suatu bank akan langsung diserap oleh modal bank-bank yang ada dalam sistem perbankan suatu negara. Tahun 1995. Sebuah lembaga baru yang disebut Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) harus dibentuk.Kaufman. Dengan cara ini. 6 FDICIA singkatan dari FDIC Improvement Act.penjamin. Perlu kiranya dikemukakan bahwa aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) merupakan salah satu pilar penting dalam konsep Cross-Guarantee. sumber pembayaran klaim. Penunjukan syndicate agent ini dilakukan secara terbuka sehingga akan mendorong adanya kompetisi yang sehat dan efisiensi. apabila diterapkan secara penuh maka ketentuan yang tercakup dalam FDICIA dapat efektif menurunkan moral hazard. Secara bersama-sama para direct guarantor akan membentuk suatu sindikat direct guarantor (lihat Lampiran-2).35 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Agar konsep Cross-Guarantee tersebut dapat diimplementasikan dalam praktek maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. b. Perjanjian ini akan berfungsi sebagai pengganti ketentuan perbankan yang berlaku sekarang. Selanjutnya. c. “FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance. ketentuan perbankan. Syndicate agent ini selanjutnya akan menggantikan fungsi pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. Selanjutnya lihat George G. Direct guarantor akan melakukan pembayaran dengan menggunakan general funds (cadangan umum) yang merupakan salah satu unsur modalnya. Pada Lampiran-1 disajikan perbandingan antara Cross-Guarantee dengan skim penjaminan deposit insurance konvensional untuk masing-masing aspek tersebut.19. Aturan ini mencakup hal-hal sebagai berikut: . ruang-lingkup penjaminan.721-722. Lembaga ini berfungsi untuk memastikan bahwa perjanjian penjaminan (crossguarantee contract) yang disepakati para pihak telah sesuai dengan aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya.Kaufman. Apabila direct guarantor gagal memenuhi kewajibannya maka guarantor dari direct guarantor tersebut harus bertanggungjawab. Jumlah modal yang tersedia untuk menyerap kerugian juga akan semakin besar dan semua itu terjadi atas dasar komitmen sukarela (committed voluntarily). pelaksana pengawasan bank. akan terjadi pergeseran dari government regulation and deposit insurance kepada contractual regulation and guarantees (swasta). hal. Menurut George G.

♦ Untuk memastikan bahwa tidak akan pernah ada suatu bank mengalami kegagalan usaha karena menjadi penjamin maka perlu diberlakukan suatu standard stop-loss rule. Manfaat Swastanisasi Penjaminan melalui Cross-Guarantee Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. Oleh karena itu. Yang perlu dijaga adalah agar perjanjian dimaksud sudah memperhitungkan premi atas dasar sensitivitas terhadap risiko (risk-sensitive premium). Karena adanya kebebasan dalam proses merumuskan mekanisme penjaminan untuk setiap bank.36 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. memenuhi aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya yang dianggap penting oleh para pihak. Demikian pula penentuan perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) sepenuhnya diserahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. baik untuk setiap bank maupun secara aggregat. Cross-Guarantee memerlukan peran aktif dari pihak swasta untuk mewujudkan suatu skim penjaminan yang diarahkan oleh kekuatan pasar (market-driven cross-guarantee). sehingga penjaminan akan terlaksana secara efisien dan efektif. penerapan konsep CrossGuarantee akan menimbulkan pergeseran peranan dari pemerintah kepada pihak swasta dalam melakukan penjaminan serta pengaturan dan pengawasan bank. Semangat untuk melakukan privatisasi penjaminan melalui Cross-Guarantee jelas terlihat sejak awal penentuan bank penjamin (direct guarantor) yang dilakukan secara sukarela (voluntary) dan demokratis. yaitu insured banks dan direct guarantor-nya. setiap bank penjamin tidak diperkenankan menerima pendapatan dari premi 7 dalam setahun melebihi 3 (tiga) persen dari total modalnya. Sebagai aturan yang akan menggantikan prudential regulation maka perjanjian penjaminan harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menampung prinsip kehati-hatian. yang menyatakan bahwa “apabila satu penjamin mengalami kerugian cross-guarantee melebihi lima kali premi yang diperolehnya dalam setahun maka kewajiban crossguarantee-nya harus dialihkan kepada direct guarantor-nya.♦ Setiap penjamin (guarantor) harus dijamin oleh penjamin-penjamin lainnya dalam suatu sistem cross-guarantee. Skim penjaminan berbasiskan pasar tersebut diharapkan dapat mengeliminir intervensi dari pemerintah. Maret 1999 ♦ Setiap perjanjian penjaminan (cross guarantee contracts) harus menyebutkan jumlah minimum para penjamin dan persentase risiko yang ditanggung mereka masing-masing. agar dapat terlaksana dengan baik. ♦ Setiap penjamin bertanggungjawab sebatas jumlah risiko cross-guarantee yang ditanggungnya. minimal untuk menyelesaikan kewajiban cross-guarantee dari setiap penjamin.37 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia . 7 Dalam hal ini premi merupakan proxy terbaik dari cross-guarantee risk. Dengan demikian setiap dolar kerugian pasti akan dapat diselesaikan oleh bank-bank yang berada dalam himpunan para penjamin (the universe of guarantors). Secara aggregat. maka konsep Cross-Guarantee dipandang lebih berorientasi ke depan dibandingkan dengan konsep penjaminan (FDIC) yang berlaku sekarang.

asal bank-bank tersebut dapat menemukan direct guarantor-nya. Konsep Cross-Guarantee juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi insured banks untuk berdiskusi dan bernegosiasi dengan direct guarantor-nya untuk segala hal termasuk mengenai masa depan bank tersebut. Persaingan sehat juga akan terjadi diantara sesama syndicate agent yang akan berfungsi sebagai pengganti pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. Hal ini pada gilirannya akan membuat strategi business dan perencanaan bank menjadi semakin tajam dan terarah. Oleh karena itu. Pada pihak lain. Hal-hal tersebut akan membuat persaingan dalam industri perbankan akan semakin ketat dan mendorong efisiensi besarbesaran dalam sektor keuangan. Atas dasar konsep Cross-Guarantee ini.38 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. maka dalam crossguarantee. tetapi juga menjalar kepada bank yang menjadi direct guarantor. 8 Pengecualian hanya terjadi dalam hal TBTF. Sama halnya dengan program penjaminan biasa. tergantung pada bobot permasalahan bank yang TBTF tersebut. kegiatan kontrol atau pengawasan akan semakin lebih ketat karena langsung dilakukan oleh kekuatan pasar. Dengan menggunakan konsep Cross-Guarantee. Kewajiban yang tidak dapat dijamin hanyalah pinjaman subordinasi karena memiliki karakteristik campuran (hybrid) hutang dengan modal. Manfaat berikutnya dari konsep Cross-Guarantee dapat ditinjau dari segi ruang lingkup penjaminannya. pendekatan TBTF menjadi tidak relevan sama sekali dalam konsep Cross-Guarantee. insured banks dapat membuat berbagai ketentuan yang mengatur dirinya secara spesifik berdasarkan kesepakatan dengan direct guarantor-nya. karena ada kemungkinan pinjaman subordinasinya juga akan ikut dibayar. Maret 1999 Manfaat lainnya dari konsep Cross-Guarantee adalah adanya kesempatan untuk melakukan penyesuaian secara cepat terhadap perhitungan premi berdasarkan kekuatan . mereka akan dijamin sebagaimana layaknya bank-bank lainnya.Dengan swastanisasi penjaminan dan pengawasan bank maka nantinya tidak akan ada lagi fenomena “satu ketentuan yang berlaku untuk semua” (one-size-must-fit-all government regulation) yang selama ini merupakan salah satu kelemahan inheren dari ketentuan perbankan yang dibuat pemerintah. Tanpa memandang besar kecilnya suatu bank. Apabila suatu bank memperoleh penilaian yang jelek dari pasar maka yang akan menanggung akibatnya bukan hanya bank yang bersangkutan saja. unexpired leases dan kewajiban yang muncul karena tuntutan hukum akan dapat ikut dijamin. Hal ini pada gilirannya dapat mendorong kompetisi yang sehat diantara sesama perusahaan syndicate agent dan mendorong efisiensi pekerjaan penjaminan. maka transaksitransaksi non-funding obligations seperti account payment. Dalam praktek selama ini sering ditemukan adanya beberapa ketentuan yang sulit diterapkan karena bersifat terlalu umum dan kurang mempertimbangkan karakteristik individual bank. Karena kemungkinan akan banyak perusahaan syndicate agent yang muncul maka direct guarantor diberi keleluasaan dalam menentukan syndicate agent yang mereka pilih. unsur modal juga tidak dijamin8 .

Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas. untuk melaksanakan penjaminan transaksi off-balance sheet derivatives perlu ada bukti-bukti bahwa transaksi itu genuine. konsep Cross-Guarantee tampaknya dapat menjadi salah satu alternatif jalan keluar. sesuatu yang sangat sulit dibuktikan kecuali oleh perbankan sendiri. Namun demikian perlu kiranya diingat agar pemilihan konsep Cross-Guarantee tersebut hendaknya tidak terlepas dari tujuan utama dari program penjaminan. yaitu untuk mencegah kegagalan pasar perbankan (banking market failure) dan untuk membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat serta menghentikan bank runs9 . karena hakekat persoalan penjaminan dikembalikan secara utuh kepada pelaku pasar sendiri yaitu antara bank-bank yang39 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia bertransaksi. terdapat pula indikasi bahwa dalam praktek tidak seluruh aspek penjaminan dapat terlaksana. . Kemungkinan Penerapan Konsep Cross-Guarantee di Indonesia Skim penjaminan yang sekarang ini diterapkan di Indonesia masih mengandung berbagai kelemahan baik pada tingkat konsep maupun pada tingkat pelaksanaan. Sebagai contoh. Perhitungan tersebut akan mencerminkan risk-sensitivity dari bank yang dijamin dan diharapkan dapat disesuaikan segera baik secara bulanan atau mingguan. padahal kemampuan keuangan pemerintah sendiri sudah sangat terbatas. Pada tingkat pelaksanaan. Penggunaan konsep Cross-Guarantee ini juga dapat mendorong penggunaan secara luas net settlement procedures dalam Sistem Pembayaran. Hal ini pada gilirannya memungkinkan terselenggaranya suatu Sistem Pembayaran yang bebas risiko (risk-free basis). sehingga mereka perlu saling menjamin dan saling menjaga kestabilan sistem perbankan. Sistem Kliring akan terbebas dari risiko tidak dibayarnya tagihan antar bank karena adanya jaminan bahwa direct guarantor masing-masing bank pada akhirnya akan bertanggungjawab sesuai perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) yang mereka sepakati. Dalam hal ini besarnya premi dapat langsung dibicarakan oleh masing-masing bank dengan direct guarantor-nya. Bagi bank sentral hal ini akan sangat menguntungkan karena net settlement procedures tersebut dapat lebih efisien dari real-time gross settlement . Pengaruh terhadap Pasar Antar Bank dan Sistem Pembayaran Cross-guarantee dapat menghilangkan counterparty risk yang selama ini melekat dalam transaksi antar bank (lihat Lampiran-3). Disamping itu peluang untuk moral hazard juga besar karena unsur keadilan yang kurang terpenuhi yang tercermin antara lain dari gejala cross-subsidies dimana bank-bank yang sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat. Dengan adanya kemungkinan untuk melakukan perhitungan premi berdasarkan kecenderungan pasar tersebut maka cross-subsidies yang inheren dalam skim penjaminan yang ada sekarang diharapkan akan dapat dihilangkan. karena bersifat blanket guarantee (jaminan menyeluruh) maka skim tersebut dapat mengakibatkan beban yang sangat berat bagi keuangan pemerintah.pasar. Pada tingkat konsep.

hal. Hal yang terakhir ini tampaknya ada benarnya juga karena untuk sampai pada konsep Cross-Guarantee perlu dijawab terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan berikut ini: √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah sedemikian sehat dan kuat sehingga mampu untuk saling menjamin (cross-guarantee) sesama mereka ? √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah cukup dewasa untuk mendiskusikan sendiri sesama mereka hal-hal yang berkenaan dengan penjaminan. Mereka yang pro mungkin lebih didasarkan atas adanya peluang besar untuk meringankan beban keuangan pemerintah.721-722.19. hal. Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas cukup relevan untuk kondisi Indonesia dan memerlukan jawaban-jawaban yang tidak sederhana. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets. No. yang kontra lebih melihat dari sisi kesiapan perbankan dan kalangan pemerintahan kita dalam menerapkan konsep dimaksud.19 Tahun 1995. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”. apalagi dalam situasi krisis seperti sekarang. 1984. Jin-Chuan Duan. business strategy dan prudential regulation untuk dituangkan dalam semacam perjanjian yang mengikat mereka secara bersama-sama ?. Arthur F. Cambridge Massachusetts. Tahun 1995. Maret 1999 Daftar Pustaka Bert Ely. 7 Mei 1999. Ballinger Publishing Company. Pengkajian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mencegah pengambilan keputusan yang keliru yang dapat berakibat kontraproduktif terhadap masa depan sistem perbankan dan sektor keuangan negara kita.Moreau and C.1091-1108.Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications” dalam Journal of Banking & Finance. 9 Mengenai hal ini lihat misalnya Kerry Cooper dan Donald R.W. “The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services. No. Pertanyaan ini cukup penting mengingat selama ini bank-bank di Indonesia sangat tergantung pada petunjuk dan arahan yang diberikan oleh otoritas moneter sebagai pengawas dan pembina bank-bank.40 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. penerapan konsep Cross-Guarantee di Indonesia dapat menimbulkan pro dan kontra.Meskipun dapat dipandang sebagai salah satu alternatif jalan keluar.Fraser. Sementara itu. George G. . √ Apakah sistem informasi yang terdapat pada masing-masing bank dan secara nasional telah sanggup menyediakan data/informasi yang diperlukan untuk penetapan premi yang sensitif terhadap risiko ? √ Apakah pihak otoritas pengawas yang ada sekarang berkenan menyerahkan fungsinya pada mekanisme pasar melalui syndicate agent dan dapat menerima keberadaan Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) sebagai lembaga yang akan memverifikasi perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) ?.Kaufman. “FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance. The Federal Reserve Bank of Chicago.

hal. baik sebagai direct guarantor maupun indirect guarantor. 8 Lembaga lain yang terlibat Tidak ada lembaga lain yang terlibat Dibentuk lembaga baru yang disebut kecuali FDIC.18. dilaksanakan oleh "Syndicate Agent". 3 Ruang-lingkup Penjaminan Terbatas dan sangat subjektif dalam Seluruh pos-pos kewajiban.T. 6 Pelaksana pengawasan bank Bank Sentral dan FDIC Murni swasta. Bank Indonesia. 7 Ketentuan perbankan Prudential regulation konvensional Berdasarkan kesepakatan antara bank yang dijamin (insured banks) dengan direct guarantor-nya ("Contractual Regulation"). Banking Crises: Cases and Issues. ASPEK DEPOSIT INSURANCE CROSS-GUARANTEE 1 Penyelenggara Pemerintah Swasta 2 Lembaga Penjamin FDIC Sesama bank. V.Sundararajan dan Tomas J. “The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services. 5 Sumber pembayaran klaim Hasil pengelolaan dan penanaman General funds (general reserves) dari premi pada sektor-sektor yang direct guarantors.T. Yoram Landskroner dan Jacob Paroush. Maret 1999 Monitoring fee Obligation to protect competitively sensitive data . Cambridge Massachusetts.. 4 Bentuk kontribusi dari yang dijamin Premi (namun belum memenuhi Premi ("risk sensitive premium").Balino.41 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Lampiran-1 PERBANDINGAN ANTARA CROSS-GUARANTEE DENGAN DEPOSIT INSURANCE KONVENSIONAL No. 1984.3. No.C.Kerry Cooper and Donald R. Editor V. (CGRC) untuk memastikan bahwa perjanjian jaminan sudah sesuai aturan penyebaran risiko dan ketentuan lainnya. Vol. Kusumaningtuti S. International Monetary Fund. D. Washington.42 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.Balino. kecuali penentuan bank-bank yang "TBTF" Pinjaman Subordinasi. No.Fraser. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. menguntungkan. 1991. Ballinger Publishing Company.Sundararajan dan Tomas J.531-552. Tahun 1994. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare” dalam Journal of Banking and Finance. kriteria "risk-sensitive premium").. Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme. (Too-Big-Too-Fail). Bank Sentral dan Cross Guarantee Regulation Corporation "insured banks".1.S. Desember 1998.

Pasar bebas adalah mesin utama dari Globalisasi yang saat ini sedang naik daun. Katanya. terutama slogan TINA (There is No Alternatives) dari mulut Margaret Thatcher. Program penyesuaian struktural merupakan program utama dari Bank Dunia dan IMF. Jakarta. Neo-Liberalisme mulai menanjak naik menjadi kebijakan dan praktek negara-negara kapitalis maju. kebijakan ekonomi haruslah mengikis pengangguran sehingga tercipta tenaga kerja Disampaikan pada Diskusi Publik “Ekonomi Pasar yang Berkeadilan Sosial” yang diadakan oleh ‘Forum Komunikasi Partai Politik dan Politisi untuk Reformasi’ tanggal 12 Juni 2006 di DPR-RI. kita dapat memahami mengapa ada BPPN. Paris Club. air. Menurutnya. Pada saat itu adalah juga masa kejayaan Keynesianisme. Inilah yang dimaksud sebagai keterikatan terhadap Modal atau keterikatan terhadap Ekonomi Pasar. kita dapat memahami mengapa BUMN didorong untuk diprivatisasi. Dalam bukunya yang terkenal di tahun 1926 berjudul “The End of Laissez-Faire”. Debt Rescheduling dan lain-lain. pencetus monetarisme. Nama dari program Neo-Liberal yang terkenal dan dipraktekkan dimana-mana adalah SAP (Structural Adjustment Program). kita dapat memahami mengapa terjadi krisis moneter dan ekonomi yang tidak berkesudahan. BBM. Bahkan Bank Dunia dan IMF kala itu terkenal sebagai si kembar Keynesianis. ** Direktur Eksekutif di Institute for Global Justice (IGJ). harmonization dan lain-lain. Arti yang dimaksud dari istilah "pasar" tersebut adalah sistem ekonomi yang kapitalistik. bahwa kepentingan perorangan yang paling pintar sekalipun akan selalu bersesuaian dengan kepentingan umum”. dan banyak lagi soal-soal yang membingungkan dan memperdayai publik. kita dapat memahami mengapa Rupiah tidak pernah stabil. Jadi Pasar Bebas adalah intinya (mesin penggeraknya). Dan untuk memahami Pasar Bebas ini. kita dapat memahami mengapa impor beras dan bahan pangan lain masuk deras ke Indonesia. Hayek terkenal juga dengan julukan ekonom ultra-liberal. "Pasar Bebas" artinya kebebasan bergerak dari ekonomi modal (dan para pemilik modal) sebebas-bebasnya. WTO memakai istilah-istilah seperti fast-track. sebuah aliran ilmu ekonomi oleh John Maynard Keynes. Pada masa itu pandangan semacam neoliberal sama sekali tidak populer. Keynesianisme masih tetap menjadi dominant economy sampai tahun 1970-an. IMF dan WTO. dan didukung oleh pilar-pilar badan dunia: Bank Dunia.pdf. Google automatically generates html versions of documents as we crawl the web. karena mempraktekkan semua resep Keynesian. Page 1 1 EKONOMI PASAR YANG NEO-LIBERALISTIK VERSUS EKONOMI BERKEADILAN SOSIAL * Oleh: Bonnie Setiawan ** Media biasa menggunakan kata-kata: "Rupiah anjlok karena pemerintah tidak mengikuti kemauan pasar atau kehendak pasar". maka Keynesian resmi menjadi mainstream ekonomi. Muridnya yang utama adalah Milton Friedman. Adalah Friedrich von Hayek (1899-1992) yang bisa disebut sebagai Bapak Neo-Liberal. progressive liberalization. Inilah ideologi mutakhir kapitalisme yang saat ini sedang jaya-jayanya. dan pajak naik. Terutama setelah diadopsi oleh Presiden Roosevelt dengan program "New-Deal" maupun Marshall Plan untuk membangun kembali Eropa setelah Perang Dunia ke-II. maka kita dapat memahami berbagai sepak terjang badan-badan multilateral dunia. Jakarta. Sementara tujuannya adalah ekspansi sistem kapitalisme global. Dengan memahami Neo-Liberal. Meskipun begitu mereka membangun basis di tiga universitas .org/wp-content/uploads/2010/02/ekonomi_pasar_yg_neoliberalistik_vs_ekonomi_berkeadilan_sosial_-_bonnie_setiawan. Di balik nama sopan "penyesuaian struktural". Neo-Liberal adalah ideologinya. kita dapat memahami mengapa listrik.Syndicate Agent (Independent of any other party) Ensures that cross-gurantee contract complies with risk dispersion rules and other statutory requirementsThis is the html version of the file http://komjakarta. Dasar pokok dari ajaran Keynes adalah kepercayaannya pada intervensi negara ke dalam kehidupan ekonomi. Keynes menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kepentingan individual yang selalu tidak sejalan dengan kepentingan umum. Akan tetapi Hayek dan kawan-kawan sudah merasa gelisah dengan mekarnya paham Keynes ini. Intinya tetap sama. Semenjak 1970-an hingga kini. kita dapat memahami mengapa Indonesia didikte dan ditekan terus oleh IMF. Sementara itu neo-liberal belum lagi bernama. PASAR BEBAS VERSI NEO-LIBERALISME Sejarah Neo-Liberal bisa dirunut jauh ke masa-masa tahun 1930-an. maka orang perlu memahami Neo-Liberalisme (liberalisme baru). “Sama sekali tidak akurat untuk menarik kesimpulan dari prinsipprinsip ekonomi politik. kita dapat memahami perubahan kebijakan domestik di negara-negara maju. Keynesian dianggap berjasa dalam memecahkan masalah Depresi besar tahun 1929-1930.org * Page 2 2 penuh (full employment) serta adanya pemerataan yang lebih besar. termasuk juga WTO dengan nama lain. adalah "penghancuran dan pendobrakan radikal" terhadap struktur dan sistem lama yang tidak bersesuaian dengan mekanisme pasar bebas murni. dan SAP adalah praktek atau implementasinya. igj@globaljust.

Dengan demikian. Mereka anti terhadap welfare state (negara kesejahteraan) dan mereka juga anti demokrasi. Demokrasi politik. yaitu Societe du Mont-Pelerin. Ini ditunjukkan oleh Hayek ketika mengomentari rejim Pinochet di Chili. Karena itu mereka juga terkenal sebagai "Chicago School". Dalam rangka . Buku tersebut kemudian menjadi kitab suci kaum kanan dan diterbitkan di Reader’s Digest di tahun 1945. Ada kalimat di dalam buku tersebut: "Pada masa lalu. mengemas dan mempromosikan ide dan doktrin tersebut tanpa henti. Menurut mereka. maka saya meragukan akan bisa terjadi revolusi Thatcherite”. ia mendirikan International Centre for Economic Policy Studies di New York.utama: London School of Economics (LSE). Bila terjadi konflik antara demokrasi dengan pengembangan usaha yang kapitalistis. “mereka membangun kader-kader ideologis yang luar biasa efisiennya karena mereka memahami apa yang disampaikan oleh pemikir marxis Itali Antonio Gramsci ketika ia berbicara tentang konsep hegemoni kultural. di mana Hayek mengajar di situ antara tahun 1950 sampai 1961. Efek sosial yang ditimbulkan oleh kekuasaan ekonomi pada segelintir kelompok kuat tidak dipersoalkan oleh neo-Liberal. Fisher juga terlibat dalam mendirikan Centre for International Studies (CIS) di Australia. sehingga mekanisme pasar dapat menjadi alat juga untuk memecahkan masalah sosial. Fisher mendirikan Institute for Public Policy di San Francisco. Dalam arti ini maka Neo-liberal juga tidak percaya pada Serikat Buruh atau organisasi masyarakat lainnya. Bila kamu dapat menguasai kepala orang. Tahun 1979. dan Friedman menghabiskan seluruh karir akademisnya. Pertemuan mereka yang pertama di bulan April 1947 dihadiri oleh 36 orang dan didanai oleh bankir-bankir Swiss. lewat pertemuan-pertemuan internasional secara reguler". dan pengetahuan para individu akan dapat memecahkan kompleksitas dan ketidakpastian ekonomi. dan Institut Universitaire de Hautes Etudes Internasionales (IUHEI) di Jenewa. menurut neo-Liberal. Termasuk hadir adalah Karl Popper dan Maurice Allais. Karenanya demokrasi ekonomi tidak ada di dalam agenda kaum neo-Liberal. Tujuan lembaga ini adalah “menyebarkan pemikiran ekonomi yang kuat di berbagai universitas dan berbagai lembaga pendidikan mapan lainnya”. Kerjasama mereka dengan Heritage Foundation. Dengan melalui ketertundukan itu maka kita bisa ikut serta setiap harinya dalam membangun sesuatu yang lebih besar dari apa yang belum sepenuhnya kita pahami". sama seperti mungkinnya demokrasi berkuasa tanpa liberalisme. bahwa mereka berasal dari sebuah kelompok kecil rahasia dan mereka sangat percaya pada doktrin tersebut. didirikan di Washington tahun 1973 oleh lulusan LSE. bukan sistem politik yang menjamin aspirasi yang pluralistik serta partisipasi luas anggota masyarakat. yang menurutnya telah dapat menyingkap hukum moneter yang telah diamatinya dalam berabad-abad dan dapat dibandingkan dengan hukum ilmu alam. Lembaga lain juga didirikan. "Seorang diktator dapat saja berkuasa secara liberal. maka mereka memilih untuk mengorbankan demokrasi. yang kemudian dengan bantuan para pendananya. di mana kebebasan individu berjalan sepenuhnya dan campur tangan sesedikit mungkin dari pemerintah dalam kehidupan ekonomi. Para ekonom kanan inilah yang kemudian setelah PD-II mendirikan lembaga pencetus neo-Liberal. Lembaga ini merupakan "semacam freemansory neoliberal. neo-Liberal tidak mempersoalkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan di dalam Page 3 3 masyarakat. Bahkan salah seorang pentolan neo-Liberal. Neo-liberal menginginkan suatu sistem ekonomi yang sama dengan kapitalisme abad-19. Tetapi mengapa mereka bisa berjaya sekarang? Susan George menjawabnya. Preferensi personal saya adalah memilih sebuah kediktatoran liberal ketimbang memilih pemerintahan demokratis yang tidak punya liberalisme". Fortune. berbagai publikasi. Buku Friedman adalah "The Counter Revolution in Monetary Theory". membangun jaringan yayasan-yayasan internasional yang besar. William Niskanen. pengetahuan para individu untuk memecahkan persoalan masyarakat tidak perlu disalurkan melalui lembagalembaga kemasyarakatan.1 Pandangan kaum neo-Liberal pada dasarnya tidak populer di masyarakat Barat. yang kemudian menjadi Direktur CIA. serta tiga penerbitan terkemuka.2 Salah seorang yang menjadi ujung tombaknya adalah Anthony Fisher. Kata Susan. Dengan demikian Neo-liberal secara politik terus terang membela politik otoriter. dengan demikian adalah sistem politik yang menjamin terlaksananya kebebasan individu dalam melakukan pilihan dalam transaksi pasar. Di tahun 1977. sangat terorganisir baik dan berkehendak untuk menyebarluaskan kredo kaum neo-liberal. pusat-pusat riset. bukan pemerintah. yaitu Centre for Policy Studies (CPS) di tahun 1974 yang sangat berpengaruh kepada para politisi di Inggeris. serta humas yang mengembangkan. “Tanpa adanya IEA. penundukan manusia kepada kekuatan impersonal pasar. di mana salah satu pendirinya adalah Bill Casey. Universitas Chicago. Anthony Fisher kemudian menjadi presiden pertama dari lembaga Fraser Institute di Kanada di tahun 1974. Newsweek dan Reader's Digest. Pandangan Neo-Liberal dapat diamati dari pikiran Hayek. Friedman percaya pada freedom of choice (kebebasan memilih) individual yang ekstrim. sesuatu yang tidak mungkin terjadi tanpa itu. Bukunya yang terkenal adalah "The Road to Serfdom" (Jalan ke Perbudakan) yang menyerang keras Keynes. seorang pengusaha sukses yang kemudian mendirikan Institute of Economic Affairs (IEA) pada tahun 1955 dengan bantuan dana dari kaum indutrialis lainnya. para penulis. Salah satu koran yang menjadi corong neo-Liberal di Inggeris adalah The Daily Telegraph. lembaga-lembaga. menyatakan bahwa suatu pemerintah yang terlampau banyak mengutamakan kepentingan rakyat banyak adalah pemerintah yang tidak diinginkan dan tidak akan stabil. Mekanisme pasar akan diatur oleh persepsi individu. merupakan jalan bagi berkembangnya peradaban. Salah satu benteng neo-liberal adalah Universitas Chicago. Pertumbuhan konglomerasi dan bentuk-bentuk unit usaha besar lainnya semata-mata dianggap sebagai manifestasi dari kegiatan individu atas dasar kebebasan memilih dan persaingan bebas. seperti dikatakan Milton Friedman. IEA kemudian melahirkan Adam Smith Institute (ASI) di tahun 1976. para akademisi. di mana Direkturnya Greg Lindsay merupakan kontributor penting berkembangnya ide pasar bebas di politik Australia. Regulator utama dalam kehidupan ekonomi adalah mekanisme pasar. maka hati dan tangan mereka akan ikut”. adalah “guna membuat hal yang sama bagi politik Amerika sebagaimana yang dilakukan oleh CPS kepada politik Inggeris”. IEA inilah yang kemudian memberi pengaruh besar kepada Margaret Thatcher.

tidak perlu khawatir ada yang tertinggal dalam persaingan kompetitif. 2 Susan George. Third World Resurgence No. Sejak itu Kredo neo-Liberal telah memenuhi pola pikir para ekonom di negara-negara tersebut. satu dari empat orang dianggap miskin. Pemerintah juga menggunakan uang masyarakat (para pembayar pajak) untuk menghapus hutang dan merekapitalisasi BUMN sebelum dilempar ke pasar. yang di tahun 1991 mengklaim membantu. bahkan juga air minum. 99/1998. terpandai. “A Short History of Neoliberalism”. sedangkan murid dari Friedman adalah Ronald Reagan. yaitu deregulasi. sekolah. Demikian pula di Amerika. dan sering juga pengurangan anggaran untuk infrastruktur publik.). dan kemudian menjadi salah satu pengikutnya. Juga Maurice Allais. membiayai sekitar 78 lembaga serta mempunyai hubungan dengan 81 lembaga lainnya di 51 negara. dan kebebasan investasi. Poin-poin pokok neo-Liberal dapat disarikan sebagai berikut:5 1. jatuh ke titik nadir. jembatan. Karena itu kompetisi dalam pasar bebas pasti baik dan bijaksana. 3 Ted Wheelwright. Membebaskan perusahaan-perusahaan swasta dari setiap keterikatan yang dipaksakan pemerintah. Tidak ada lagi kontrol harga. 2. 1998. Fisher mendirikan Atlas Economic Research Foundation yang menyediakan struktur kelembagaan pusat. IMF dan GATT (kemudian menjadi WTO). termasuk ke dalam badan-badan multilateral. Selama dekade 1980an. 178-182. Dengan privatisasi atas sektor publik. Third World Resurgence. maka paham neo-Liberal menjadi paham kebijakan badan-badan dunia multilateral Bank Dunia. 5. Tiga poin dasar neo-Liberal dalam multilateral ini adalah: pasar bebas dalam barang dan jasa. listrik. kehilangan pendapatan15%. sampai akhirnya ia menemukan buku Hayek. 2000.4 Sejak 1980-an pula. Mengurangi upah buruh lewat pelemahan serikat buruh dan penghapusan hak-hak buruh. Ini berkebalikan dengan 80% terbawah yang kehilangan pendapatan. air bersih – ini juga guna mengurangi peran pemerintah.memudahkan mengelola berbagai lembaga tersebut. 3. Selalu dengan alasan demi efisiensi yang lebih besar. karena ketidaksamaan adalah sesuatu yang alamiah. mendirikan.. mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1988. 5% teratas meningkat pendapatannya 23%. dan karena itu hasilnya tidak mungkin jelek. Sepenuhnya kebebasan total dari gerak modal. Pluto Press. Sejak itu pulalah seluruh paradigma ekonomi secara perlahan masuk ke dalam cara berpikir neo-Liberal. 29-31. hlm. seorang anggota Mont-Pelerin Society. Ini seperti terhadap sektor pendidikan dan kesehatan. Keterbukaan sebesar-besarnya atas perdagangan internasional dan investasi. IMF dan WTO. satu dari sepuluh orang dianggap hidup di bawah kemiskinan. terkuat yang akan memberi manfaat pada semua orang. maka banyak personelnya yang pindah ke Eropa Timur guna “merubah ekonomi-ekonomi yang sakit menjadi kapitalisme”. pengurangan anggaran untuk ‘jaring pengaman’ untuk orang miskin. “Adalah tugas kita untuk terus mempercayai ketidakmerataan. yaitu menekankan rakyat miskin untuk Susan George. Kompetisi adalah keutamaan. dan Sritua Arief. hlm. Ketika tembok Berlin rubuh. industri strategis. privatisasi dan segala jampi-jampi lainnya. Di lain pihak mereka tidak menentang adanya subsidi dan manfaat pajak (tax benefits) untuk kalangan bisnis. barang dan jasa. ATURAN PASAR. 1112. dan tentunya di antara individu. 2829. jalan tol. kebijakan neoLiberal Reagan telah membawa Amerika menjadi masyarakat yang sangat timpang. kini juga berpindah paham menjadi neo-liberal. Teori dan Kebijaksanaan Pembangunan. “What is Neo-Liberalism?”. Akan tetapi ini baik karena berarti yang terhebat. dalam Walden Bello. Menjual BUMN-BUMN di bidang barang dan jasa kepada investor swasta. Hayek dianugerahi Nobel Ekonomi. Zed Books. PRIVATISASI. di Inggeris sebelum Thatcher. Menggantinya dengan “tanggungjawab individual”. Artinya. MEMOTONG PENGELUARAN PUBLIK DALAM HAL PELAYANAN SOSIAL. 7-8. 36-39. bersamaan dengan krisis hutang Dunia Ketiga. Thatcher juga menggunakan privatisasi untuk memperlemah kekuatan Serikat Buruh. maka Thatcher sekaligus memperlemah SerikatSerikat Buruh di BUMN yang merupakan terkuat di Inggeris. Kamal Malhotra (ed. dan melihat bahwa bakat dan kemampuan diberikan jalan keluar dan ekspresi bagi kemanfaatan kita bersama”. Your Money or Your Life: The Tiranny of Global Finance. Elizabeth Martinez dan Arnoldo Garcia.3 Para ekonom neo-Liberal di tahun 1970-an berhasil menembus dominasi ilmu ekonomi. dan satu anak dari tiga anak dianggap miskin. Sejak tahun 1970-an. hlm. Di tahun 1974. Inilah yang menghantar neo-Liberal menjadi ekonomi mainstream di tahun 1980-an lewat Thatcherism dan Reaganomics. Mengurangi paraturan-peraturan dari pemerintah yang bisa mengurangi keuntungan pengusaha. Global Finance: New Thinking on Regulating Speculative Capital Markets. Contohnya Perusahaan Air Minum (PAM) mendapat pengurangan hutang 5 milyar pounds ditambah 1. Kata thatcher suatu kali. 4. Kini para ekonom selalu memakai pikiran yang standard dari neo-Liberal. Nicola Bullard. hlm. jalan raya. 1 Page 4 4 seorang social-darwinist. di antara wilayah. seperti jalan. rumah sakit. MENGHAPUS KONSEP BARANG-BARANG PUBLIK (PUBLIC GOODS) ATAU KOMUNITAS. No. Bank Dunia. perputaran modal yang bebas. Kini. Termasuk bank-bank. DEREGULASI. hlm. Dengan demikian Margaret Thatcher menjadi pengikut dari Hayek. Kaum mafia Berkeley UI yang dulu neo-klasik. maka jumlah pekerja dikurangi dari 7 juta orang menjadi 5 juta orang (pengurangan sebesar 29%).6 milyar pounds dana untuk membuatnya menarik sebelum dibeli pihak swasta. 4 5 Page 5 5 . Sesudahnya Friedman mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1976. dan 1% teratas meningkat pendapatannya sebesar 50%. Hasilnya. 1999. CIDES. neo-Liberal mulai berkibar. liberalisasi. 10% teratas meningkat pendapatannya 16%. yang nyatanya berakibat pada pemusatan kekayaan ke dalam sedikit orang dan membuat publik membayar lebih banyak. “How Neo-Liberal Ideology Triumphed”. hlm. Thatcher sebenarnya adalah Lihat dalam Eric Toussaint. terutama 10% terbawah. Ibid. 99/1998. Doktrin pokok dari Thatcher adalah paham kompetisi – kompetisi di antara negara. di antara perusahaan-perusahaan. Dari tahun 1979 sampai 1994.

Paket kebijakan yang direkomendasikan kepada beberapa negara Asia dalam menghadapi krisis ekonomi akibat anjloknya nilai tukar mata uang terhadap dollar AS. Kenyataannya baik IMF/Bank Dunia dan Pemerintah Orde Baru. dan kontrol hukum sepenuhnya. ketika pemerintah mulai menerapkan kebijakan liberalisasi keuangan dan ekonomi. hak . Page 6 6 karena hendak menutupi kepentingan mereka yang sebenarnya. Ini yang tidak mau diakui oleh IMF. Nepotisme) yang parah. dua-duanya bersalah dan harus bertanggungjawab. Paket kebijakan Structural Adjustment (Penyesuaian Struktural). kedaulatan hukum. Sejak itu berbagai kebijakan. yaitu: (a) intervensi pemerintah harus dihilangkan atau diminimumkan karena dianggap telah mendistorsi pasar. Saat itu terutama di negara-negara Amerika Latin dan Afrika. korupsi. (c) Kebijakan moneter dan fiskal dalam bentuk: pembatasan kredit. Akan tetapi melalui program penjaminan pemerintah. ketika Mexico default (menyatakan tidak mampu membayar hutangnya). penghapusan subsidi. mereka menjarah berbagai asset dan sumberdaya nasional untuk memenuhi kepentingan keserakahan modal dan kehidupan serba mewah mereka. jaminan sosial dan lain-lain. peningkatan suku bunga kredit. Krisis yang terus berlanjut hingga kini adalah gambaran bahwa Indonesia merupakan korban terparah globalisasi. Yang mereka inginkan sekarang adalah dominasi sepenuhnya. hlm. Pertama. keluarga Suharto dan TNC yang digandengnya. 3. bersama-sama dengan Bank Dunia dan ADB sejak bulan Oktober 1997. adalah sistem Pasar Bebas yang kapitalistik yang memanfaatkan KKN untuk keuntungan pemodal asing (TNC/MNC) dari negara-negara maju. dan karenanya jauh dari hiruk-pikuk SAP. adalah skema program bail-out (penalangan) utang perbankan (swasta dan pemerintah) untuk dialihkan menjadi beban pemerintah lewat penerbitan obligasi. 360-367. bad-governance dan lainnya. mekanisme pasar sepenuhnya. Kita menghadapi dua masalah besar yang harus segera diselesaikan. yang merupakan gabungan dua paket di atas ditambah tuntutan-tuntutan spesifik disana-sini. dan tindakan pemerintah adalah untuk melayani kepentingan korporasi. seperti kerajaan bisnis Suharto serta kroni-kroni konglomeratnya. dan di lain pihak kaum elit komprador Orde Baru yang sampai sekarang masih tetap bebas dari hukuman atas terjadinya malapetaka nasional ini dan terus melanggengkan situasi ini : 1. sehingga tidak jelas lagi aspek pertanggungjawabannya. Kaum komprador yang terlalu berkuasa secara nasional juga tidak mereka sukai. Dan yang menyedihkan nampaknya system KKN masih terus berlanjut hingga kini. dan korban berjuta-juta rakyat Indonesia memasuki masa depan yang gelap.cit. Bank Dunia dan para ekonom neo-liberal. khususnya karena keterikatan Indonesia kepada IGGI. Semula BLBI bernama KLBI yang bersifat “Kredit”. baik dari segi kedaulatan nasional. sehingga kekayaan nasional yang luar biasa besarnya hanya dibagi di kalangan elite saja (keluarga Presiden dan kroni-kroni konglomerat serta elit kekuasaan). Sistem pasar bebas dan globalisasi ini mengekalkan hubungan neokolonialisme-imperialisme. BLBI secara jelasnya adalah bantuan dana yang diberikan oleh BI kepada bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Pada intinya adalah menghancurkan kedaulatan nasional. dan penekanan untuk tidak menaikkan upah dan gaji. mengambil bentuk sebagai berikut:6 1. LIBERALISME EKONOMI YANG MEMATIKAN Berbagai kebijakan deregulasi perbankan dan keuangan di awal tahun 1980-an adalah awal dari liberalisme ekonomi dan dominasi paham neo-liberal di antara para ekonom. penindasan dan penjualan bangsa secara besar-besaran kepada asing. terdiri dari komponenkomponen: (a) Liberalisasi impor dan pelaksanaan aliran uang yang bebas. kenaikan harga public utilities. karena seringkali mampu menghalang-halangi kepentingan kapital global untuk kepentingan mereka sendiri yang mengganggu mekanisme pasar. 6 Sritua Arif. KKN ini terjadi karena pemerintahnya sejak awal memang berorientasi untuk Korupsi. yang berujud dalam berbagai paket deregulasi semenjak tahun 1983. Akan tetapi sejak itu jelas pola pembangunan Indonesia mulai mengadopsi kebijakan neo-liberal. Contoh paling jelas adalah Freeport di Papua dan Exxon di Aceh. (b) Devaluasi. Setelah itu Bank Dunia dan IMF masuk ke dalam perekonomian negara-negara yang terkena krisis hutang lewat perangkat SAP. Bank Dunia dan IMF. yang selalu menyalahkannya kepada pemerintah dan negara bersangkutan. Di Indonesia. peraturan. Kita bisa mencatat banyak kejadian kasus globalisasi yang kemudiannya telah menghancurkan dan mengorbankan Indonesia. Globalisasi melestarikan kompradorisme (kaki tangan dan kepanjangan tangan kapitalisme internasional). jadi merupakan utang bank-bank penerima kepada BI. Op. (c) liberalisasi seluruh kegiatan ekonomi termasuk penghapusan segala jenis proteksi. Di sini akan diberikan contoh-contoh kasus bagaimana kedua hal tersebut telah membawa dampak luar biasa pada pemiskinan. sehingga Indonesia sukar sekali keluar dari ketergantungannya pada negara-negara maju dan badan-badan dunia tersebut. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program di Bank Dunia dan IMF ini.. Paket kebijakan deregulasi. pendidikan. Kedua. Perampokan besar-besaran Bank Sentral Ini sesungguhnya adalah skandal keuangan Bank Sentral terbesar di dunia. peningkatan pajak. dan menyalahkan mereka atas kemalasannya. paham neo-liberal mulai terasa pengaruhnya di tahun 1980-an. Indonesia menjadi bangsa yang celaka dan merugi karena selama 32 tahun hanya membangun KKN. maka program neoLiberal. kini diganti menjadi bersifat “Bantuan”. tetapi sekaligus juga hendak menancapkan kukunya lebih dalam lagi guna menguasai secara total perekonomian nasional suatu negara. Ini adalah bagian dari program pemulihan krisis ekonomi Indonesia yang dipaksakan oleh IMF lewat LoI. yang pada masa itu adalah para konglomerat Orde Baru. Kolusi.mencari sendiri solusinya atas tidak tersedianya perawatan kesehatan. Dengan liberalisme itu. 2. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. (b) privatisasi yang seluas-luasnya dalam ekonomi sehingga mencakup bidang-bidang yang selama ini dikuasai negara. baik dari segi KKN. adalah sistem KKN (Korupsi. Paralel dengan masa itu adalah terjadinya krisis hutang dunia Ketiga di tahun 1982. Indonesia belumlah terkena krisis. (d) memperbesar dan memperlancar arus masuk investasi asing dengan fasilitas-fasilitas yang lebih luas dan longgar.

Demikian pula dari hasil audit BPK.600/kg.78%) dari dana penyaluran BLBI. Harga beras impor dari Thailand misalnya. Juga ditemukan 21 kasus yang merugikan negara sebesar Rp 1.5 milyar. Dengan demikian kini petani menghadapi harga produksi yang mahal. Pernyataan Bersama LSM Tentang Penyelesaian Kasus BLBI.imf. diantaranya OPK (Operasi Pasar Khusus).org 7 Page 7 7 Program pinjaman dari Bank Dunia dan ADB dengan nama SSNAL (Social Safety Net Adjustment Loan) atau pinjaman untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dilaksanakan sejak terjadinya krisis. Sementara itu kerugian dan dampaknya terhadap APBN juga luar biasa. setelah keluar dari Tanjung Priok dijual Rp 1. di www. Sampai tahun anggaran 1999/2000 program JPS telah menghabiskan dana Rp 15 trilyun.9% dari APBN hanya akan dipakai untuk membayar beban utang BLBI.84 trilyun (59. Padahal produksi beras dalam negeri sekitar 30 juta ton. kedele. terbukti terjadi banyak penyimpangan. di mana sebagian besar penyelewengan (49%) terjadi di tingkat kecamatan.3% (Rp 33. dilakukan oleh 48 bank penerima. BULOG dibatasi menjadi sebatas perdagangan beras. Potensi kerugian negara yang ditimbulkannya adalah Rp 138.53 trilyun (per-29 Januari 2000). Merupakan politik etis dari Bank Dunia agar krisis yang terjadi tidak menyebabkan kerusakan yang tidak diinginkan yang bisa merugikan kepentingan Bank Dunia sendiri.9 trilyun dana JPS di tahun anggaran 1998/1999 malah digunakan untuk kampanye otonomi luas Timor Timur dan Kampanye Pemilu 1998. pemerintah menerbitkan Surat Utang (Obligasi) senilai Rp 164. Karena jeritan para petani dan kritik yang berdatangan. yang dibayar dari dana APBN. sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 32 juta ton. yang mengatur penghapusan dan pengurangan tarif serta pengurangan subsidi. Laporan audit investigasi BPK tanggal 31 Juli 2000 mengungkapkan dugaan penyimpangan tersebut.400/kg. ternyata belum dapat mengangkat harga gabah di tingkat petani. melainkan diserahkan pada mekanisme pasar. dan tetap masih meraih laba sekitar Rp 600. maka telah mengorbankan berbagai subsidi yang seharusnya diterima oleh rakyat lewat APBN. Dengan skandal keuangan BLBI ini.7%) dari dana BLBI. Vietnam dan Australia dengan tetap meraih untung. Sejak itu masuklah secara besar-besaran impor beras dari luar dengan harga lebih murah dari beras hasil petani lokal. akhirnya bea masuk impor dinaikkan menjadi 30%.44 trilyun (95. Meskipun hakekatnya adalah pinjaman dengan persyaratan suku bunga. Salah satu bukti yang jelas adalah sebesar Rp 8 trilyun dari Rp 17. Demikian pula BULOG harus mengambil pinjaman dari bank komersial. Penghancuran ketahanan pangan Lewat LoI Oktober 1997 dan MEFP 11 September 1998. sehingga sebenarnya Indonesia hanya membutuhkan impor 2 juta ton. Untuk membayar hak tagih tersebut. Liberalisasi pertanian sebenarnya juga bagian dari ratifikasi Indonesia atas Agreement on Agriculture (AOA) dari WTO. Akan tetapi ternyata hal ini tetap bukan penghalang bagi importir untuk mengimpor beras dari Thailand. Meskipun kemudian pemerintah menghentikan impor beras pada Maret 2000. Pengurasan tersebut diperkirakan telah mencapai Rp 144. pada akhirnya menjadi pengurasan uang negara yang diduga dilakukan baik oleh bank penerima maupun oleh pejabat-pejabat BI sendiri. itupun harus bersaing dengan pedagang swasta. artinya sekitar 18. IMF menuntut diberlakukannya tariff impor beras sebesar 0%. Sejak awal telah ditentang oleh para aktivis. Dalam kenyataannya.8 juta ton. tidak lagi dari dana BLBI yang sangat ringan. Meskipun jelas ada banyak penyimpangan. yang disarankan oleh IMF. dugaan penyelewengan dana JPS tahun 1999/2000 hampir sebanyak Rp 4.3 milyar yang tidak disalurkan ke siswa dan sekolah. Demikian pula. dan PKP (Padat Karya Perkotaan). Baru kemudian setelah terlihat bahwa program ini dapat menghancurkan kredibilitas Bank Dunia sendiri. PDM-DKE (Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Ekonomi). Tambal sulam kemiskinan lewat utang “BLBI: Bantuan atau Bencana”. ditemukan bahwa dana JPS bidang pendidikan tahun 1998/1999 dan 1999/2000 terdapat pengeluaran sebesar Rp 5.5 milyar dana OPK dan Rp 500 juta dana PDM-DKE untuk 15 propinsi di Indonesia. beras impor yang masuk ke Indonesia mencapai 9. Bank Dunia dan pemerintah terus melanjutkan program ini.77 trilyun. karena hanya menambah beban utang dan bersifat tambal sulam. Besarnya US$ 600 juta yang tahap pertamanya telah dikucurkan sebesar US$ 300 juta pada Januari 2000.9 juta.4% (Rp 48.7 trilyun. 3. sementara harga jual padi hancur.tagih BI dialihkan kepada pemerintah.8 trilyun (bandingkan dengan dana BLBI). kekurangan penerimaan negara sebesar Rp 75. akhirnya pada Juli 2001 oleh Bank Dunia program ini dibatalkan sama sekali. 6 juta ton diantaranya sudah masuk pasar. Sementara penyimpangan dari bank penerima dana BLBI berupa berbagai pelanggaran yang mencapai nilai Rp 84. Sementara bila kita tengok pengeluaran APBN untuk keperluan subsidi masyarakat hanya mencapai 16. jangka waktu dan jaminan tertentu. dan uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan (6 temuan) sebesar Rp 227. Selain itu LoI juga mengatur agar BULOG tidak lagi mengurus kestabilan harga pangan dan agar melepaskannya ke mekanisme pasar.53 trilyun dan juga menerbitkan Surat Utang untuk penyediaan dana dalam rangka program penjaminan senlai Rp 53. Pemerintah dengan ini mempunyai kewajiban untuk membayar angsuran dan bunga obligasi tersebut. itupun semula IMF berkeberatan.7 2. dan beras dari Australia dijual Rp 1. dan terdapat dana untuk Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional (DPO) sebesar Rp 12. Di tahun 2001 diperkirakan angsuran dan bunga obligasi tersebut mencapai Rp 55. Beras impor terus saja .3 trilyun). Skema program JPS ini dibagi ke dalam 12 program. HKTI mencatat bahwa hingga akhir Maret 2000.4 milyar yang diragukan kebenarannya.2 trilyun) dan untuk keperluan pembangunan hanya 11. tepung terigu dan gula. Sementara itu subsidi petani lewat KUT (kredit usaha tani) hanya sebesar Rp 1. BULOG dan pihak swasta kini berlomba untuk mendatangkan beras dari mancanegara.6 juta. Liberalisasi juga telah diberlakukan dalam hal harga pupuk dan sarana produksi padi lainnya yang tidak lagi disubsidi pemerintah. LoI dan MEFP 31 Oktober 1997. Ini juga berlaku bagi jagung. DBO (Dana Bantuan Operasional).

dan Palyja Rp 2.8 4. Dua perusahaan asing tersebut kemudian berganti nama menjadi PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Thames PAM Jaya (TPJ). di mana ditentukan setiap transaksi tanah atau bangunan senilai di atas Rp 30 juta sejak Januari 1998 akan dikenai pajak 5%. Oktober 2000 8 Page 9 9 agar Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya – milik Pemda DKI – diswastakan. Liberalisasi air didorong pula oleh Bank Dunia. Proses privatisasi ini melalui proses KKN. sementara kwitansi dari BPN hanya tertera Rp 11. adalah harga padi lokal terus merosot tajam. Bisnis Indonesia. Bayangkan saja captive market (pasar yang sudah pasti) dari PAM Jaya. tetapi dua perusahaan asing tersebut semakin dikukuhkan sebagai pengelola. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap setiap lima tahun. tanpa perlu membangun jaringan infrastruktur dan pelanggan. Background Paper INFID untuk Lobby CGI. Pelaksanaan LAP I. sebelum ada proses sertifikasi. sebagaimana sudah diduga. Tujuannya untuk meringankan beban utang pemerintah. 131 tanggal 22 Mei 1998. Sektor Air disebut juga sebagai “emas biru” (blue gold). sehingga kini hanya mencapai sekitar Rp 600/kg. Registrasi tanah LAP I yang katanya menggunakan prinsip transparansi. Bank Dunia lalu memberikan pinjaman sebesar Rp 2. Bank Dunia merekomendasikan MEFP.3 juta pelanggan. 13 April 2000. akan tetapi mereka tetap jalan terus. Bahkan hasil analisis dari Bank Dunia sendiri berjudul “The Social Assessment of the Land Certification Program: The Indonesia Land Administration Project”. diantaranya adalah: proyek tersebut tidak sustainable. Mereka juga mendapatkan hak eksklusif untuk mengelola seluruh asset PAM Jaya selama 25 tahun.9 juta (32%). Meskipun program ini telah ditentang oleh aktivis. sementara Thames dan Lyonnaise sebagai pemilik saham mayoritas yaitu 90%. termasuk di dalamnya untuk pembiayaan pengelolaan air minum. maka akan habislah petani Indonesia dilibas oleh TNC dan importir besar. Setelah Suharto turun tahta. akhirnya diambil alih oleh Pemda Jakarta lewat instruksi Gubernur Sutiyoso No. Suara Pembaruan. yaitu US$ 20 juta dari pemerintah Indonesia dan US$ 90 juta dari pinjaman Bank Dunia. pinjaman dari Bank Dunia US$ 80 juta (57%) dan sisanya US$ 15. Rencananya LAP II akan bernilai sebesar US$ 110 juta. bila tidak ada langkah-langkah protektif dengan segera. dengan legalitas yang dijamin.500. Petani pedesaan mengalami kebangkrutan dan akan menyebabkan kerawanan ekonomi masyarakat pedesaan yang tak terkira. 11 September 1998. LAP I juga mempunyai dampak negatif terhadap kaum perempuan. rakyat kembali yang akan dibebankan pembayaran utang. Dengan itu. Dengan liberalisasi pertanian ini.2 juta (11%) adalah grant dari AusAid. di mana akhirnya dikuasai oleh PT Kekarpola Airindo milik Sigit Harjojudanto dan Bambang Trihatmojo yang menggandeng perusahaan air Inggeris. Dalam laporannya tentang kerangka kebijakan untuk sektor air di perkotaan (Urban Water Supply Sector Policy Framework). sehingga bisa langsung menangguk keuntungan. PT TPJ menetapkan harga Rp 2. karena tanah kini dijadikan obyek komoditas (barang dagangan). yaitu tanah yang diambil secara paksa dari rakyat pada zaman Orde Baru. Selain itu di Jawa ada jutaan hektar tanah yang merupakan “residual claims”.Page 8 8 masuk dengan deras. merupakan sektor yang strategis sekaligus bisnis besar. yaitu 2. Menurutnya pembayaran utang akibat program LAP ini akan diambil dari pemasukan UU PHTB (Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). LAP I (1995-2000) menelan biaya sebesar US$ 140. “Hentikan LAP II dan Tinjau LAP I”. Warga juga tidak mengetahui keberadaan LAP sampai petugas BPN datang mengukur tanah mereka. LAP I mempunyai banyak masalah.000. dan oleh PT Garuda Dipta Semesta milik Anthony Salim yang menggandeng perusahaan air dari Perancis. karena sudah adanya pilot proyek sebelumnya yang dijalankan di Sumatera Barat. Inilah awal dimulainya tragedi kehancuran ketahanan pangan Indonesia. Akibatnya yang parah. Akan tetapi dalam penetapan harga air untuk semester I tahun 1999. Hasilnya tanggal 12 Juni 1994. Sebuah kasus di Depok. 18 Maret 2000 9 KPA’s First. Dampaknya.900 pe-meter kubik. telah menimbulkan banyak masalah. Penciptaan pasar tanah Pemerintah (dan BPN) bersama dengan Bank Dunia dan AusAid sedang menjalankan suatu mega-proyek yang disebut sebagai Land Administration Project (LAP). 2 Oktober 2000. Thames Water International (TWI). Sementara itu BPN berkilah mengenai beban hutang. Penemuan di lapangan oleh KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria) memperlihatkan adanya peluang bagi petugas untuk korupsi dan menipu warga. Terakhir LAP II akan kembali dilaksanakan. Penguasaan air minum Air minum telah dijadikan incaran banyak TNC dunia.400 per-meter kubik. Dengan demikian. ternyata tidak terjadi. Second and Third Memorandum on Land Administration Project in Indonesia. dan akan mulai memasukkan obyek tanah masyarakat adat. karena 62% dari Tim Ajudikasi Tanah telah bubar sesudah proyek selesai. tanah akan dijadikan obyek penguasaan pemodal besar dan TNC. Lyonnaise des Eaux (LDE). Ini adalah suatu proyek ambisius mengenai deregulasi pertanahan dengan istilah “Land Resource and Management Planning” yang akan berlangsung selama 25 tahun (1995-2020) yang hendak merancang suatu desain perubahan manajemen dan administrasi pertanahan yang tujuan akhirnya adalah terciptanya pasar tanah (land market). Padahal harga pupuk sudah sekitar Rp 700/kg. warga dikenakan biaya Rp 50. Juga tidak ada standard biaya registrasi. didanai dari anggaran nasional sebesar US$44. LAP akan meliberalisasi pertanahan di Indonesia. Padahal privatisasi ini jelas-jelas melanggar Konstitusi UUD 45 pasal 33 dan UU No. 1 tahun 1961 yang melarang swastanisasi bisnis air minum.1 juta.9 5. dikeluarkan instruksi presiden (Suharto) untuk mengalihkan pengelolaan usaha air minum di Jakarta dan sekitarnya kepada swasta (privatisasi). partisipasi dan kontrol masyarakat. karena nama-nama perempuan tidak dimasukkan di dalam sertifikat tanah. Secara keseluruhan. Padahal harga jual air . Masalah “residual claims” ini seharusnya diselesaikan terlebih dahulu.4 trilyun untuk pengembangan Jakarta. Pemda DKI mengambil alih dengan saham 10 persen.

ECA kini cenderung semakin menggantikan mekanisme ODA (Overseas Development Assistance). Tambang Batu Hijau. Nampaknya proses privatisasi ini akan menjadi contoh bagi privatisasi air minum berikutnya di daerah-daerah lain.Tiga besar ECA yang aktif di Indonesia adalah Bank Exim Jepang (JEXIM. Bank Exim AS. Artinya rakyat juga yang harus membayar hutangnya. Cara kerja ECA ini mirip mafia. disebut Tempeh. dan tambang INCO. diluwih. tetapi karena dijamin oleh pemerintah. nampaknya TNC dan pemerintah jalan terus. Ini adalah kepentingan TNC bioteknologi yang telah memantenkan berbagai benih dan tanaman hasil rekayasa genetik. yaitu mikro-organisme dan jasad renik juga dapat dipatenkan. dan Indikasi Geografis. yakni Rp 2. karena biaya . Akan tetapi PAM kini tidak bisa berbuat apa-apa. Perusahaan kosmetik besar Jepang. Ini adalah perjanjian HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) terkait perdagangan. serta berbagai proyek semen. Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. seperti kayu rapet. defisit yang harus ditanggung pemerintah adalah sebesar Rp 86. Justru kemudian Suwarti yang dituntut oleh pengusaha tersebut. dekstrin. karena akan digaransi oleh pemerintah. semua mega-proyek ini bermasalah karena mark-up proyek dan korupsi besar-besaran. proyek listrik Jawa dan Jawa Barat. mega proyek yang didanainya. menggusur rakyat dan menambah beban hutang. dan PT Riau Andalan Permai di Riau. yang merupakan badan milik pemerintah di negara-negara maju. dari tahun 1992-1996. maka berbagai barang temuan dapat dikuasai siapa saja yang mendaftarkannya terlebih dahulu. Suwarti tidak bisa berbuat apa-apa. dan tidak membuka informasi kepada publik mengenai proyek-proyeknya.130 per-meter kubik. Hal ini telah terjadi dengan rempah-rempah Indonesia. kayu legi. dan Hak Cipta. Syaratnya adalah merupakan temuan baru. Paten lain untuk Jepang. oleh pengusaha asal AS. HAKI komunitas dapat saja dirampok oleh perusahaan-perusahaan asing maupun para peneliti/individu. Ini disebut sebagai biopiracy (pembajakan hayati). Sementara di Indonesia. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe. dan bunga cangkok. justru 20 aktivisnya ditahan dan terus-menerus ditekan. yang biasanya merupakan mega-proyek milik konglomerat.11 7.PAM Jaya ke konsumen jauh di bawah itu. temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. ECA juga aman bagi TNC. Demikian pula kasus pematenan disain kerajinan perak hasil kerja Suwarti di Bali. Serikat Pekerja PAM yang juga telah berjuang untuk menentang proses ini. dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. Hasilnya. kekurangan tersebut harus ditutupi oleh perusahaan daerah ini. dengan sekedar merubah proses dan produknya. penyulingan minyak Pertamina. tepung terigu. Sementara itu Tempe.4 milyar dengan beban utang Rp 394. karena merusak lingkungan. Dengan UU Paten. atau 24% dari stok hutang Indonesia. serta membawa bencana. Badan ini memberikan asuransi risiko politik apabila ada “jaminan balik” (counter guarantee) dari pemerintah Indonesia. yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership. pelantas. mengandung langkah inovatif. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele. yaitu PLTGU Paiton. Jadi alhasil sebenarnya pemerintah mensubsidi rakyat atau mensubsidi TNC? Dan siapa yang membayar semua itu? Sampai kini pun layanan dan harga air tetap tidak memuaskan. Tercatat ada 19 paten tentang tempe. JBIC (Japan Bank for International Cooperation) kini adalah ECA terbesar di dunia. teknologi satelit. telah diratifikasi oleh pemerintah. Na-kaseinat dan putih telur. kemukus. tambang tembaga dan emas PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa. di mana 13 buah paten adalah milik AS. Diantaranya adalah berbagai pabrik pulp and paper. Sampai Oktober 2000. hutang dari ECA sebanyak US$ 28. tidak transparan. Penjarahan kekayaan intelektual masyarakat/komunitas Perjanjian TRIPs (Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights). Meskipun sudah berjuang lebih dari dua tahun. listrik Tambak Lorok. Tanjung Enim Lestari pulp and paper. proyek PLTGU Paiton I di Jawa Timur. Pemerintah diwajibkan untuk menjamin keamanan politik dan membayar kembali investasi yang sudah dikeluarkan apabila proyek gagal akibat situasi politik.10 6. Indonesia telah membuat 5 UU HAKI sebagaimana di atas. 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe. karena besarnya kepentingan TNC-TNC di negara maju untuk mengerjakan berbagai mega-proyek infrastruktur lewat pembiayaan bilateral maupun multilateral. telah mematenkan kosmetiknya yang berasal dari berbagai bahan rempah di Indonesia. lempuyang. PT Indah Kiat Pulp and Paper di Sumatera Selatan. sekarang merger dengan OECF menjadi JBIC). Shiseido. Semen Indo-Kodeco. 1 paten mengenai antioksidan. dan dapat diterapkan dalam industri (produksi massal). cabe jawa. LNG Pertamina. Rahasia Dagang. dalam bentuk Paten. dan Hermes dari Jerman. dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. Meskipun merupakan proyek antar swasta. pulowaras. 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan. yang memberikan hak istimewa bagi individu atau perusahaan atas karya ciptanya. Paten atas makhluk hidup. juga untuk Sirkuit Terpadu. maka risiko hutang swasta bisa menjadi hutang pemerintah. Mafia Utang lewat Kredit Ekspor Fasilitas kredit ekspor disediakan oleh ECA (Export Credit Agencies and Investment Insurance Agencies). kroni dan anak-anak Suharto. JBIC mendanai 10 proyek besar di Indonesia. Perannya adalah merealisasikan berbagai proyek investasi dan infrastruktur berskala besar di negara-negara berkembang. yang juga mengelola proyek-proyek pinjaman bilateral pemerintah Jepang. 27 November-3 Desember 2000 Page 10 10 Dalam kenyataannya.6 milyar. ketika dia masuk ke pasar Amerika.2 milyar. brotowali. serta teknologi dan transport militer. Di Indonesia proyek-proyek yang dibiayainya sebanyak 33 buah. yaitu PT Tanjung Enim Lestari. Merk. adalah proyek-proyek berbiaya tinggi yang penuh dengan KKN. tepung beras. Dengan TRIPs ini maka akan terjadi bahaya besar lewat pematenan atas kekayaan intelektual milik publik /komunitas. karena harus bersesuaian dengan TRIPs. karena sudah terikat kontrak selama 25 tahun. karena di negara asalnya tidak dapat dikontrol parlemen. 10 TEMPO. juga telah dipatenkan. salah satu perjanjian di dalam WTO. tepung jagung. makanan tradisional Jawa. Pada masa Suharto. Indocement.

Pertanian lama-kelamaan akan menjadi lahan bisnis dan monopoli (paten) teknologi oleh TNC-TNC. untuk di dapat resolusi yang layak bagi Dunia Ketiga. 9. Indonesia harus dapat memilah-milah liberalisasi macam apa yang memang dibutuhkan. Stephanie Fried dan Titi Soentoro. Pada masa lalu mereka memakai pendekatan “Economic Growth” (pertumbuhan ekonomi) sebagai doktrin. pemrosesan hukum atas semua pelaku KKN Orba. 4. yaitu: 1. Karena itu alokasi untuk sektor pertanian (termasuk kelautan dan perikanan) harus lebih besar dari yang lain-lainnya. kesehatan. sebagaimana yang terjadi dengan kasus Monsanto yang menanam kapas Bt di Sulawesi Selatan. Penghapusan sebagian besar hutang karena alasan-alasan etika. Bank Dunia maupun WTO. sehingga terjadi distribusi tanah dan sumberdaya yang merata. Ketiga. Petani akan semakin tergantung kepada benih-benih milik TNC. WTO dan IMF telah membatasi pilihan-pilihan kebijakan yang ada dan memaksakan kebijakan yang hanya sesuai dengan agenda mereka. dan pemenuhan HAM sepenuhnya. Sistem ekonomi jangan berprinsip pasar bebas (liberalisme ekonomi). Dalam kasus lain. Tidak tergantung kepada badan-badan multilateral. Indonesia tidak membutuhkan resep neo-lliberalisme sebagaimana saran IMF. 12. Selain itu diadakan berbagai kemudahan dan fasilitas serta perlindungan bagi petani untuk memperkuat sektor pertanian. yaitu ekonomi kerakyatan (sebagaimana yang digagas oleh Bung Karno. Pertanian dijadikan prioritas utama perekonomian. termasuk AS. Kedua. TNC tersebut akan masuk langsung untuk menanamnya di negara bersangkutan. BAGAIMANA MEWUJUDKAN PEREKONOMIAN BERKEADILAN SOSIAL Kini saatnya memformulasikan kebijakan ekonomi yang berkeadilan sosial yang memutus keterikatan dan ketergantungan kepada agenda globalisasi. Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk pasar dalam negeri. Industrialisasi berdasarkan pada bahan baku setempat. Oleh karena itu berbagai kelompok nasional harus berembuk dan berdialog bersama guna menetapkan pokok-pokok pandangan dan visi nasional yang non-Pasar Bebas. Indonesia harus segera memulai membenahi diri sendiri dan mengerjakan PR-nya yang tidak kunjung diselesaikan. yang dalam sejarahnya juga memakai ekonomi merkantilis dan proteksionis ketimbang pasar bebas di masa awal pembangunannya. Demokrasi yang diarahkan bagi penguatan aspirasi rakyat dan organisasi rakyat. berbagai kekayaan budaya itu tidak mungkin dipatenkan. 8. Padahal bagi orang Indonesia. seperti air. Jerman dan Jepang. Menyokong diadakannya Tobin Tax terhadap arus keluar masuk modal swasta yang saat ini merupakan ‘hot money’ dan volatilitasnya sangat tinggi. Jakarta. sektor kelautan dan lain-lainnya. berorganisasi. transportasi. Bung Hatta dan lain-lain). Haruslah mencontoh berbagai pengalaman negara lain. yaitu negara menjalankan berbagai peran penyelenggaraan barang publik (public goods) dan prasarana publik (public facilities). Ini harus ditentang dan dicarikan alternatifnya. listrik. dan sebagai gantinya menetapkan kontrol modal (capital control) dan nilai tukar tetap (fixed exchange). 11. dan liberalisasi macam apa yang harus ditolak mentah-mentah dan dibuang jauh-jauh. yaitu pemberantasan segera atas KKN. Ada banyak alternatif yang tersedia sebenarnya. Banyak alternatif yang mungkin dilakukan (There Are Many Alternatives). seperti dengan neo-protectionism. April 2000 11 Page 11 11 tanaman. 2. Januari 2000. welfare state. Sistem ekonomi haruslah mendahulukan pasar domestik dan menaruh di belakang orientasi pada pasar ekspor. karena di sinilah hidup mayoritas rakyat.peradilan HAKI sangat mahal untuk pengrajin seperti dirinya. kebebasan berpikir. karena merupakan milik publik. Ini adalah kasus nyata pembajakan HAKI komunitas Indonesia oleh pemodal besar. Diadakan perekonomian yang berorientasi kepada kesejahteraan. moral. 6. dan ekonomi yang layak. dan penyitaan harta jarahan kaum KKN untuk kepentingan negara dan program-program kesejahteraan rakyat. OECD). Kerjasama Dunia Ketiga untuk bersama-sama menghadapi kepentingan negara-negara maju (G-7. akan mengancam keberlangsungan benih tradisional dan kelestarian ECA NEWS. Pertanian harus dirubah melalui agrarian reform. 3. paten atas benih dan tanaman transgenik oleh TNC. sehingga tidak tergantung impor dari luar. dan sekarang mereka menambahkan “Kompetisi Bebas” sebagai doktrin. Melepaskan diri dari rejim devisa bebas dan rejim nilai tukar mengambang bebas (free-float exchange rate). Di lain pihak. Segala sesuatu yang bersifat publik haruslah bersifat gratis. Ini berarti di satu pihak memperkuat sektor pertanian. Ekonomi kerakyatan ini . dan karenanya perlu menerapkan ekonomi yang proteksionis dan kerakyatan. dan bukan untuk melayani kepentingan TNC dan konglomerat atas pasar eksport. berbicara. Adapun rekomendasi kebijakan kongkrit yang perlu segera dilakukan agar kita bisa segera keluar dari keterikatan kepada kapitalisme global adalah sebagai berikut: Pertama. “Export Credit Agency Finance in Indonesia”. Indonesia masih dalam tahap-tahap awal perkembangannya. seperti memperkuat Page 12 12 kembali hasil yang telah dicapai UNCTAD lewat GSP (Generalized System of Preference) dan pengurangan hutang. neo-keynesianism. sehingga memperkuat perekonomian rakyat. asalkan kita tidak “turut dan manut” saja terhadap pasar bebas / globalisasi. 10. perekonomian Indonesia harus kembali ke rel-nya. serta memperkuat sektor industri itu sendiri serta industri-industri kecil yang terkait dengannya. ekonomi kerakyatan dan lain-lainnya. Menolak paham Neo-liberal dan mencari alternatif ilmu ekonomi yang lebih mencerminkan kepentingan rakyat dan nasional. edisi I. Kecenderungan ini akan semakin meningkat. pendidikan dan lainnya. 5. dan ikut serta merubah badan-badan tersebut agar menjadi badan yang terutama melayani kepentingan negara-negara Dunia Ketiga 7.

yang mampu menggerakkan roda perekonomian lewat penguatan pasar domestik (nasional. Perjuangan utama tetap di jalur ekonomi. Iran atau Venezuela. Bank Dunia dan WTO. Akan tetapi Indonesia tidak diikat oleh agenda neo-liberalisme. sebagai salah satu pemimpin negara berkembang. kalau rakyat Indonesia kuat. dengan menghapus hutang haram dan peringanan berbagai beban hutang lainnya. Tidak sama sekali! Indonesia tetap ada dalam kapitalisme global. sebagaimana RRC.menempatkan rakyat Indonesia sebagai kekuatan dasar perekonomian. maka negaranya juga akan cerdas. Kalau rakyatnya cerdas. Demikian pula forum WTO harus dirubah menjadi forum bagi kepentingan negara-negara berkembang. maka akan menjadi bangsa yang disegani dan tuan atas dirinya sendiri. penguatan pertanian dan pedesaan yang masih sekitar 70% perekonomian nasional. Asumsi dasarnya adalah. dan penguasaan dan pengelolaan sepenuhnya kekayaan alam Indonesia yang melimpah-ruah. Bila tidak terikat. maka negaranya juga akan sejahtera. Libya. Bila tetap terikat. Keempat. Tentu saja tidak harus konfrontasional terhadap kekuatan kapitalisme global (yaitu AS dan Eropa Barat). Kuba. Kalau rakyatnya sejahtera. dan untuk itu Indonesia harus memainkan peran yang kuat dan tegas.lokal). maka negaranya juga akan kuat. maka kita hanya akan menjadi bangsa kuli yang rendah. memutus sepenuhnya ketergantungan pada badan-badan multilateral. seperti IMF. berarti kita akan diasingkan atau mengisolasi diri. Vietnam. wilayah. Perjuangan politik tetap bebas-aktif dan berdaulat. Hutang yang merupakan mekanisme ketergantungan harus segera diputus. *** Options Disable þÿ Get Free Shots All About Economic . dan tidak disepelekan dan diinjak-injak oleh negara-negara lain dan badan-badan global. yaitu dengan mensejahterakan rakyat miskin dan mengikis habis korupsi. Inilah yang seharusnya terus dipikirkan oleh kita tentang Indonesia masa depan yang lepas dari diktator pasar kapitalisme global. Banyak hal yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk merebut kembali “kedaulatannya”. sebagai bangsa yang besar dan kuat. tetapi mempunyai kebijakan ekonomi-politiknya sendiri yang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhannya sendiri. Apakah dengan memutus keterikatan kepada kapitalisme global tersebut.

Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini. Meskipun krisis rupiah dimulai pada Juli dan Agustus. terutama dalam bidang ekonomi. Thailand. Suharto dipaksa mundur pada pertengahan 1998 dan B. . dan sektor bank yang baik. Di tahun berikut. Pada Februari 1998. yaitu: menjual rupiah. praktisi ini telah bekerja baik untuk perusahaan tersebut — level efektifitas hutang mereka dan biaya finansial telah berkurang pada saat harga mata uang lokal meningkat. Asia menarik hampir setengah dari aliran modal negara berkembang. Rupiah dan Bursa Saham Jakarta menyentuh titik terendah pada bulan September. Rupiah jatuh lebih dalam. Pada 14 Agustus 1997. Pada Juli. juga pertumbuhan ekonomi yang kurang berkembang di negara ini. 2007 Posted by dinconomy in Makro. trackback Krisis yang melanda bangsa Indonesia. Moody’s menurunkan hutang jangka panjang Indonesia menjadi “junk bond”. Habibie menjadi presidenSampai 1996. menjadi awal terpuruknya sebuah negara dengan kekayaan alam yang melimpah ini. Tidak seperti Thailand. tapi ini tidak cukup. sejak era orde baru mulai terlihat kebusukannya Indonesia terus mengalami kemerosotan. Dari awal 1998. Indonesia dan Korea Selatan memiliki “current account deficit” dan perawatan kecepatan pertukaran pegged menyemangati peminjaman luar dan menyebabkan ke keterbukaan yang berlebihan dari resiko pertukaran valuta asing dalam sektor finansial dan perusahaan. Perusahaan yang meminjam dalam dolar harus menghadapi biaya yang lebih besar yang disebabkan oleh penurunan rupiah. IMF datang dengan paket bantuan 23 milyar dolar. krisis ini menguat pada November ketika efek dari devaluasi di musim panas muncul di neraca perusahaan. Nilai tukar semakin melemah. menurunkan harga rupiah lebih jauh lagi. Tetapi. lebih dari 20 milyar dolar. perdagangan surplus lebih dari 900 juta dolar. Rupiah mulai terserang kuat di Agustus. ketika rupiah menguat terhadap dolar. penjualan rupiah. persediaan mata uang luar yang besar. Indonesia memiliki inflasi yang rendah. pertukaran floating teratur ditukar dengan pertukaran floating-bebas. Otoritas Moneter Indonesia melebarkan jalur perdagangan dari 8 persen ke 12 persen.J. permintaan dolar yang kuat. tapi rupiah jatuh lebih dalam lagi karena ketakutan dari hutang perusahaan. Indonesia terlihat jauh dari krisis. Tapi banyak perusahaan Indonesia banyak meminjam dolar AS.• • • • • • • Beranda Makro Mikro Tips Usaha UKM Akpem Enyong jump to navigation Awal Krisis Moneter Indonesia Juni 14. inflasi tak terkendali. Thailand megambangkan baht. Pada Juni 1997. dan banyak yang bereaksi dengan membeli dolar. Presiden Suharto memecat Gubernur Bank Indonesiaa.

31 Mei 2008 Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen (Satu Sebab Krisis Indonesia) Oleh Qinimain Zain FEELING IS BELIEVING. pemasaran. pertahanan. apa definisi sesungguhnya sebuah sistem. dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi. Pokok bahasan itu demikian penting. Komentar» 1. termasuk Joseph Stiglitz dan Jeffrey Sachs. mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini? Sebab suatu masalah selalu kompleks. INDONESIA. sumber daya manusia dan kreativitas. Banyak pelaku ekonomi. m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain). telah meremehkan peran ekonomi nyata dalam krisis dibanding dengan pasar finansial yang diakibatkan kecepatan krisis. saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan. Dan. mata uang Thailand dan Indonesia adalah berhubungan erat dengan dollar. Sach menunjuk ke kebijakan keuangan dan fiskal yang ketat yang diterapkan oleh pemerintah pada saat krisis dimulai. sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . manufaktur. system ilmu pengetahuan. penelitian. namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya.Pelaku ekonomi telah memikirkan akibat Daratan Tiongkok pada ekonomi nyata sebagai faktor penyumbang krisis. selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem. keuangan. departemen. Importir Barat mencari pemroduksi yang lebih murah dan menemukannya di Tiongkok yang biayanya rendah dibanding dollar. Kalimantan Selatan.Mei 31. alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. teknik. 2008 Banjarbaru. menimbulkan efek bola salju. Baik untuk usaha khusus bidang pertanian. sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri. Krisis Asia dimulai pada pertengahan 1997 dan mempengaruhi mata uang. pelayanan. sistem ilmu pengetahuan. atau lebih luas bidang hukum. Di sini. Dimulai dari kejadian di Amerika Selatan. yaitu ilmu pengetahuan. Krisis ini telah menimbulkan keinginan dari pelaksana ekonomi perilaku tertarik di psikologi pasar. Lalu. politik. Qinimain Zain . sedangkan Frederic Mishkin menunjuk ke peranan informasi asimetrik dalam pasar finansial yang menuju ke “mental herd” diantara investor yang memperbesar resiko yang relatif kecil dalam ekonomi nyata. s(cience). RRT telah memulai kompetisi secara efektif dengan eksportir Asia lainnya terutaman pada 1990-an setelah penerapan reform orientas-eksport. ekonomi. Yang paling penting. Kecepatan krisis ini telah membuat Sachs dan lainnya untuk membandingkan dengan pelarian bank klasik yang disebabkan oleh shock resiko yang tibatiba. hanya menyoroti salah satunya. yang naik nilainya pada 1990-an. keamanan dan pendidikan. budaya. yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun. pasar bursa dan harga aset beberapa ekonomi Asia Tenggara. investor Barat kehilangan kepercayaan dalam keamanan di Asia Timur dan memulai menarik uangnya. Kemudian. komputerisasi. .

TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama. lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. Siagian menduga. baru dimulai tahun 1900. Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. TQS Tahap Human Relation (1945-1959). Jakarta). Gajah Mada University Press. cetakan ke-21. Sondang P. Lebih jauh. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika. TQO Tahap Survival (1886-1930). cetakan ketiga. Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda. Kedua. TQI Tahap Behavioral (1959-2000). maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat. pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). 2001). Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. Kemudian. karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie. PT Refika Aditama. Sebelumnya. Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie. sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen. “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). didasarkan . Keempat. Sondang P. Yogyakarta). Ketiga. Tahap ini peran tingkah-laku manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya. berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn. Dasar-Dasar Manajemen. 2005:19. Menemukan hukumhukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan. Kemudian. 1982:4. Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan. Dan. sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. Jakarta). setelah abad XVII. oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo. Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan. Pengantar Ilmu Pemerintahan. Sampai abad XVII. Bandung). Juga. cetakan VII. TQC Tahap Consolidation (1930-1945). “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen.Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan. Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAINn (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority. merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. 2005:18-19. ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang): Contoh. to know). Kemudian. Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta. “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi. perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. PT Gramedia. yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. cetakan kedelapan belas. bukti nyata masalah. Tahap Kuantifikasi. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Manullang.

mampir yach Mas ke blog ku. dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III. Balas 2. satuan ukuran. teori dan hukum. (Contoh. adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan. itu pun tanpa satuan). 2008 Thanks infonya…. Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). satuan ukuran. Kelima. THANK you very much for Dr Heidi Prozesky – SASA (South African Sociological Association) secretary about Total Qinimain Zain: The New Paradigm – The (R)Evolution of Social Science for the Higher Education and Science Studies sessions of the SASA Conference 2008.gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data. Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen). fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma. Paradigma baru. dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode. mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya. teori dan hukumnya. 2526). mengatasi. BAGAIMANA strategi Anda? *) Ahli strategi. satuan ukuran. atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22.November 26. TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode. Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45). bukan komputer). padanan m(eter). Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja – sistem ZQD. Anna .scientist-strategist. meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan. struktur. TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang). struktur. (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert. Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode.com). saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna. jika dibiarkan tanpa alat bantu. (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta). email: tqz_strategist@yahoo. teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu).id (www. struktur. Artiya.blogspot.co. Balas . PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar. Bandingkan. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138). departemen. dan sebuah negara) pun mampu memahami. (Yang ternyata benar dan saya penuhi. membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon). k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta – sistem mks. tinggal di Banjarbaru.

cari Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu. seperti menahan inflasi. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Kebijakan moneter Dari Wikipedia bahasa Indonesia. intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas. mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera.message name þÿ email þÿ url þÿ say it! Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel. • • • • • RSS Home About Catatan Redaksi Tips & Trik Penulisan di Wartawarga Seberapa besar pengaruh krisis global dalam perekonomian Indonesia January 3rd. kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. 2010 • Related • Filed Under PENGARUH KRISIS MONETER AMERIKA SERIKAT A. tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel. KRISIS MONETER DI AMERIKA SERIKAT .Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali. "margin requirement". giro wajib minimum.

Sejak awal 2008. Lehman Brothers. Merrill Lynch. B. karena pasar saham. Senior Vice President Standard Chartered Bank. cash is king again“. Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara). dan zona Eropa 37%. Namun. terpuruknya beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut adalah indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan kita sebelumnya. Inti cerita yang terjadi adalah sektor perbankan AS sedang terpuruk. sebagai lembaga finansial raksasa AS. yaitu di Amerika Serikat. surat utang dan komoditas semuanya anjlok. apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia. termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia. mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok. . Di AS. Investor bisa menjual saham dan surat utangnya di Indonesia. Sementara pasar surat utang terpuruk. investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki sense of crisis. Artinya. mari kita simak pendapat Fauzi Ichsan.Sebelum membahas lebih jauh. Hal ini bisa dilihat dari kepanikan investor dunia dalam usaha mereka menyelamatkan uang mereka di pasar saham. negara safe heaven pun mengalami krisis ekonomi yang parah. kita tahu bahwa krisis moneter di Amerika Serikat akhir-akhir ini telah mewabah ke berbagai benua dan dipastikan lebih parah dari krisis yang sudah pernah terjadi. mereka tidak selamat menghadapi krisis kredit pembelian rumah (KPR) subprime di AS pada 2007/2008. India 52%. selamat menghadapi resesi ekonomi AS paska serangan teroris tahun 2001. akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (troubled asset recovery program – TARP) senilai US$ 700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. Thailand dan Korea (walau rugi) yang mengalami krisis. Freddie Mac dan Fannie Mae. Sekarang. dan membeli saham di bursa New York dan London. Ternyata dampak krismon Asia kalah jauh dibandingkan dengan krisis finansial yang melanda dunia sekarang. akibat krisis keuangan AS pada 1929. Seberapa parah krisis finansial dunia ini? Patokan ada. Mereka ramai-ramai menjual saham sehingga bursa saham terjun bebas. Eropa dan Jepang. Mereka selamat manghadapi resesi ekonomi dunia akibat embargo minyak OPEC tahun 1973 dan selamat menghadapi dua perang dunia. Namun. setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot. Dari uraian di atas. Sewaktu krismon Asia. kekurangan modal. Mereka juga selamat menghadapi resesi ekonomi dunia tahun 1930-an yang sering disebut “the great depression”. Bear Stearns. setidaknya ada ’surga aman’ atau ’safe heaven’ bagi para investor global. karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres. dan enggan meminjamkan dolarnya. Tetapi krisis perbankan global bisa mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia. Krisis pasar modal (saham dan surat utang) global pada dasarnya hanya memengaruhi investor pasar modal. AIG. termasuk Indonesia. “Lama saya mengira bahwa krisis ekonomi terparah yang pernah saya alami adalah krisis moneter (krismon) Asia pada tahun 1997/1999. Investor kesulitan mencari safe heaven untuk memarkir dananya dan. bursa saham China anjlok 57%. yang menceritakan dengan cukup detail tentang krisis moneter yang pernah terjadi. DAMPAK SECARA GLOBAL Krisis moneter di Amerika Serikat kali ini menumbulkan dampak luar biasa secara global.

Artinya. Selain itu. Jadi. termasuk di Indonesia.5%. Ketiga. Menurut para ahli ekonomi. turunnya harga properti AS (pemicu krisis subprime) belum berakhir (jumlah rumah yang belum terjual masih terlalu banyak).5%. dan sebagainya). perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman ke para pengusaha dunia yang membutuhkan dolar untuk investasinya (untuk impor mesin. macetnya sistem pembayaran dan penyaluran kredit global sebagai ‘oksigen untuk napasnya dunia bisnis’. Suku bunga bank sentral bisa rendah. dampak stimulus kebijakan moneter dan fiskal memang makan waktu lebih dari satu tahun. tetapi suku bunga kredit untuk pelaku bisnis. Kenapa? Karena titik terburuk ekonomi AS dan Eropa belum tercapai: misalnya. mengeluarkan aset bermasalah (terutama surat utang KPR subprime) dari perbankan AS dan memperbesar modal perbankan agar lebih bisa memberi kredit dalam jumlah yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. Kedua. bisa juga gagal. Masalah rumit yang terjadi sekarang. suku bunga London Inter-Bank Offer Rate (LIBOR). bahan baku. memulihkan kembali sistem perbankan dan pembayaran global yang lumpuh agar sirkulasi dana internasional bisa normal kembali – dan bank bisa memberi kredit lagi. sebagai patokan suku bunga yang digunakan oleh pelaku ekonomi. Akhirnya. sebenarnya hal itu merupakan bahaya sektor perbankan global. karena pasar saham biasanya menguat 6-9 bulan sebelum sektor riil ekonomi pulih. Kalau berhasil. Hal lain yang dilakukan adalah kebijakan terkoordinasi bank sentral dan pemerintah dunia selebihnya harus ditujukan untuk memenuhi tiga sasaran. walaupun suku bunga bank sentral AS (atau Fed Funds Target Rate) sampai diturunkan ke 1. Kebijakan di atas bisa berhasil. Kalau ekonomi dunia baru pulih 2010. kapan hasilnya akan kelihatan? Paling cepat dua tahun. bukan anjloknya pasar saham. bank sentral dunia mengerti betapa pentingnya melakukan kebijakan yang terkoordinasi. 2009. kapan pasar saham global pulih? Paling cepat semester 1. yang lebih penting. C. sangat tinggi karena perbankan ketakutan meminjamkan dananya.Akibatnya. Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar. pemerintah harus memperbesar belanjanya untuk pembangunan infrastruktur dan memberi stimulus ekonomi – karena investor swasta enggan berinvestasi dalam krisis likuiditas. Tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve. Hal tersebut beralasan karena kebijakan ekonomi berskala global belum pernah dilakukan dalam sejarah. Kita sudah tahu bahwa dolar AS merupakan mata uang inti dalam dunia usaha. European Central Bank. DAMPAK DI INDONESIA . pabrik masih melakukan PHK masal dan masih banyak bank yang harus bangkrut. sebelum pulih pada 2010. tetapi risiko terjadinya resesi ekonomi dunia yang parah akan lebih besar kalau bank sentral dan pemerintah dunia tidak melakukan apa-apa. yang sebetulnya bisa melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dunia secara perlahan. Pertama. bank sentral dunia harus berani terus menurunkan suku bunga (untuk membantu meringankan bunga kredit) dan. Akibatnya. melonjak tajam. resesi ekonomi AS dan Eropa akan lebih parah (sementara pertumbuhan ekonomi dunia melambat) pada 2009. Terjadi di tahun 2008 ini. Bank of England dan Bank of Canada) akhirnya memangkas suku bunganya 0. kalaupun bisa dapat pinjaman.

BI juga tetap waspada dan terus menjaga agar tidak terjadi pergerakan gejolak yang terlalu besar. India. Para ahli menilai tingkat krisis yang dihadapi Indonesia sangat berbeda dengan Amerika Serikat (AS). Seperti pada tahun 2001/2002. Bank sentral akan terus memantau perkembangan ekonomi global. Hal ini dilakukan karena otoritas bursa ingin melindungi emiten. Dari sini kita tahu bahwa dampak krisis moneter di Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya pada melemahnya nilai tukar Rupiah. BI sebagai bank sentral meminta pasar tidak panik menghadapi situasi saat ini. dan Malaysia. misalnya Hong Kong. hingga sektor riil. dan negara maju lainnya. atau terakhir kali AS mengalami resesi. Rupiah Melemah Akibat krisis moneter di Amerika Serikat. dan berusaha agar dampaknya bisa seminimal mungkin. .860 per USD. 8 Oktober 2008. Di AS. BI kini juga telah mengetahui pencatatan valas perbankan. mulai dari pasar modal. Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih sejalan dengan beberapa mata uang lainnya. Turbulensi di pasar finansial saat ini terjadi di seluruh dunia. Eropa.000 per USD. karena pembiayaan kegiatan investasi di Indonesia (baik oleh pengusaha dalam maupun luar negeri) akan terus menciut. maka dampaknya relatif kecil dibandingkan dengan negara tetangga yang ketergantungan ekspornya ke AS besar. rupiah bahkan sempat menembus Rp 10. Singapura. dan Indonesia. dampak negatif kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 125% pada 2005 jelas lebih besar dari pada dampak resesi ekonomi AS. ada tiga negara di Asia yang tidak terlalu terpukul ekonominya: China. Berbeda dengan krisis 1997. Untuk ekonomi Indonesia. Berikut akan dijelaskan dengan singkat. Ketiga negara ini memiliki penduduk yang banyak sehingga belanja masyarakatnya merupakan motor penggerak ekonomi yang kuat. Di pasar antarbank. nilai tukar rupiah melemah dan sempat menembus Rp 9. Pada hari Jumat tanggal 10 Oktober 2008. pemerintah membatalkan rencana pembukaan kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup pada hari Rabu. namun juga pada berbagai sector lain yang lebih rumit. krisis finansial global dan lumpuhnya sistem perbankan global yang berlarut akan berdampak sangat negatif terhadap Indonesia.Dampak resesi ekonomi AS dan Eropa terhadap Indonesia tentunya negatif. Namun untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar. Emiten perlu dilindungi dari kemungkinan keterpurukan nilai harga saham akibat sentimen negatif pasar terhadap kondisi keuangan global yang sedang krisis. penyerapan tenaga kerja melambat dan akibatnya daya beli masyarakat turun. perbankan. Namun demikian. krisis telah merasuk ke semua sektor. pemerintah sebaiknya fokus menjaga daya beli masyarakat. Jatuhnya Bursa Saham Dampak lain yang terjadi akibat krisis moneter di Amerika Serikat adalah jatuhnya bursa saham yang terjadi dalam pertengahan Oktober 2008. tetapi karena net-ekspor (ekspor dikurangi impor) hanya menggerakkan sekitar 8% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Meskipun para ahli ekonomi menilai kecil kemungkinan krisis ini menjelma menjadi krisis ekonomi berupa ambruknya perbankan dan sektor riil. yang akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

India. PENDAHULUAN .5 kali dari produk domestik bruto mereka. Rating: 0. Kalau kita pengaruhnya hanya 20 persen.com 1 KRISIS MONETER DAN DAMPAKNYA TERHADAP REPELITA VII Oleh: Ginandjar Kartasasmita Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi.ginandjar.Namun. Keuangan dan Industri Disampaikan pada Rapim ABRI Jakarta. Krisis keuangan global yang terjadi saat ini merupakan koreksi atas kesenjangan (gap) yang terjadi antara pertumbuhan sektor riil dan sektor finansial. kita tidak perlu khawatir karena krisis tersebut tidak akan melumpuhkan perekonomian Indonesia seperti yang terjadi pada sepuluh tahun yang lalu. pengaruh bursa itu sampai 1. ”Perbedaannya. dan di Indonesia juga terkena dampaknya dengan melemahnya nilai Rupiah dan jatuhnya pasar saham. Jadi. seperti Wall Street. Penyesuaian yang terjadi di pasar modal dan nilai tukar domestik merupakan hal wajar karena seluruh dunia terkena imbas krisis keuangan AS. Krisis yang terjadi di pasar modal dinilai tidak mudah bertransmisi ke sektor lain mengingat kontribusi pasar modal dalam sistem keuangan Indonesia amat kecil. seperti China.0/10 (0 votes cast) Rating: 0 (from 0 votes) Popularity: 1% [?] www. kini muncul kekuatan ekonomi baru. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga memberikan pendapatnya di sebuah surat kabar bahwa sebenarnya ekonomi tidak terlalu terpengaruh dengan ambruknya bursa dunia. jangan terlalu dirisaukan. seperti harga komoditas. Sebagai gantinya. dan Rusia. Penurunan ekonomi AS dan Eropa dinilai tidak perlu dikhawatirkan mengingat peran mereka dalam perdagangan dunia makin menyusut. Seperti di AS. Hal tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa meskipun krisis moneter di Amerika Serikat telah memicu krisis ekonomi global. 10 Februari 1998 I. Koreksi berupa penurunan harga-harga di sektor finansial dan kenaikan harga-harga di sektor riil.” kata Wakil Presiden dalam sebuah wawancara di media massa. di Indonesia krisis hanya terjadi di pasar modal. kita banyak menggantungkan pada ekonomi domestik.

II. namun ada beberapa faktor yang diperkirakan dominan mendorong terjadinya krisis. kami juga mengucapkan Selamat Lebaran 1418 Hijriah.com kepada kelompok-kelompok bisnisnya. Kenaikan hargaharga tidak tertahankan lagi. Namun. Hal ini tidak saja melanggar ketentuan 2 perbankan legal lending limit. Keadaan menjadi lebih buruk dengan adanya musim kekeringan yang sangat panjang. misalnya keuntungan. Bagaimana proses terjadinya krisis ini masih belum dapat ditentukan secara tepat.9 miliar menjadi US$ 8. Banyak bank yang menyalurkan hanya www. tetapi juga meningkatkan resiko usaha bank yang bersangkutan. Minal Aidin Wal Faizin. yang banyak pihak menyatakan telah melebihi kewajaran ini. Kedua.ginandjar. maka saya akan membahasnya secara garis besarnya saja. Kita harus mengakui adanya faktor imbas dari gejolak nilai tukar mata-uang negara-negara tetangga. KRISIS KEUANGAN Perkembangan nilai tukar Rupiah yang kita hadapi sejak Agustus hingga awal tahun 1998 ini menunjukkan gejolak yang lebih panjang dan lebih dalam. yang dimulai dari Thailand. Depresiasi Rupiah. dan Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada saudara-saudara yang merayakannya. Di beberapa daerah telah terjadi rawan pangan yang cukup parah.Pertama-tama. Seperti kita semua ketahui. faktor eksternal tersebut diperkirakan lebih kecil efeknya daripada tiga masalah internal perekonomian kita yang mencuat ke permukaan selama dua tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi kita menurun tajam. berkembang menjadi krisis ekonomi. defisit transaksi berjalan terus mengalami peningkatan dari US$ 2. dalam suasana yang sangat diwarnai oleh semangat silaturahmi ini. terdapat faktor internal yang menyebabkan tajamnya penurunan nilai tukar rupiah. Selanjutnya. Masalah pertama adalah akumulasi serta membengkaknya kesenjangan tabungan dan investasi masyarakat yang tercermin pula dalam defisit transaksi berjalan. karena Repelita VII harus merupakan penjabaran dari Garis-garis Besar Haluan Negara 1998 yang saat ini belum memperoleh pengesahan oleh wakil-wakil kita di MPR. Dampak negatipnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kondisi yang berat ini tentu akan mempengaruhi pembangunan nasional kita di masa depan. Banyak kredit disalurkan bukan berdasarkan pada kriteria-kriteria yang umum digunakan. marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Illahi Rabi yang senantiasa melimpahkan rahmat dan lindungan-Nya kepada kita sekalian. Sektor . dan pengaruhnya terhadap formulasi Repelita VII akan menjadi pusat pembahasan saya pada pagi hari ini.1 miliar. bangsa Indonesia sedang menghadapi cobaan yang sangat berat. Namun. Nilai rupiah telah merosot lebih dari 75 persen sejak bulan Juli 1997 yang lalu. adalah lemahnya sektor perbankan seperti tercermin dari besarnya kredit macet yang disebabkan oleh praktek perbankan yang tidak berhati-hati (prudent). Sejak dilepaskannya rentang intervensi dalam bulan Agustus 1997 yang lalu. disertai dengan pengangguran yang meningkat pesat. Misalnya dalam kurun waktu 1993/94-1996/97. Krisis ekonomi yang sedang kita alami sekarang secara mendasar telah mengubah kondisi perekonomian Indonesia. Masalah krisis ekonomi.

padahal di negaranegara sekawasan yang juga terkena krisis moneter. harga bahan baku dan barang antara (intermediate goods) terutama yang diimpor meningkat. dan terjadi pemutusan hubungan kerja. 2. Likuidasi 16 bank pada bulan Nopember yang lalu ternyata semakin menggoyahkan kepercayaan nasabah dan kreditor bank kepada sistem perbankan kita. Krisis moneter yang melanda kawasan Asia ini mengakibatkan rupiah terdepresiasi menjadi sekitar Rp. Bahkan Letter of Credit (L/C) yang dikeluarkan oleh bank swasta nasional tidak diterima oleh eksportir asing. yang juga didorong oleh menurunnya peringkat perusahaan swasta nasional kita yang diberikan oleh Standard & Poor dan Moody. untuk menenangkan para depositor dan berangsur-angsur dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan kita.4 miliar. 10. Sebagian bahkan secara teknis sudah bangkrut oleh karena modal neto sudah negatip. Keadaan ini dianggap sebagai salah satu pemicu krisis ekonomi Indonesia.8 persen.8 persen.430. Jadi depresiasinya adalah 75. Untuk memulihkan kepercayaan tersebut. sampai Pemerintah perlu memberikan jaminan kepada nasabah dan kreditor Bank. Kenaikan tersebut pada akhirnya harus diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi.000 per satu dolar Amerika pada hari terakhir ini. Kedua. dari keseluruhan hutang luar negeri pada saat ini sekitar US$ 137. Sebagai akibatnya. harga barang jadi juga meningkat. karena semakin banyak yang memburu dolar maka rupiah semakin melemah. Kekhawatiran yang berlebihan ini menjadi kenyataan (self-fulfilling prophecy). Sebagai akibatnya inflasi meningkat. yaitu mata-uang Baht. Mereka khawatir bahwa Rupiah akan terus melemah. Hutang luar negeri swasta meningkat dengan pesat selama Repelita VI ini. . daripada dana dalam negeri. dan tentu saja akan sangat mengganggu kesehatan perusahaan mereka. Padahal pada 1 Juli 1997 yang lalu harga satu dolar Amerika masih Rp. depresiasi yang tertinggi adalah 48. Ini merupakan masalah ketiga.property juga mendapatkan kredit yang berlebihan. khususnya dalam mata uang dolar AS. Nilai hutang swasta saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$ 73. Tingginya suku bunga dalam negeri pada waktu yang lalu membuat banyak perusahaan lebih tertarik mencari pinjaman luar negeri yang bersuku bunga lebih rendah. Akibat lanjutannya adalah makin meningkat lagi kredit macet di sektor perbankan. Masyarakat kita sendiri menjadi enggan menyimpan dananya di perbankan dan cenderung menyimpan uang dalam bentuk dolar. perusahaan-perusahaan baik BUMN maupun swasta yang mempunyai hutang luar negeri dan tidak mengasuransikannya (hedge) mengalami kesulitan melunasi pokok dan bunga hutangnya.9 miliar 1 . termasuk bahan baku. Dengan adanya gejolak nilai tukar. walaupun sebagian daripadanya masa jatuh temponya belum tiba. sehingga menimbulkan hambatan terhadap impor. Pertama. yakni besarnya hutang perusahaan swasta kita dalam bentuk dolar. Krisis ini mempunyai ramifikasi yang sangat luas. Industri perbankan yang lemah tersebut menjadi lebih lemah dengan adanya gejolak moneter. yang sangat diperlukan. Keadaan ini telah menyebabkan makin rendahnya kepercayaan masyarakat domestik maupun internasional akan prospek perekonomian kita. Masyarakat internasional terlebih lagi sangat meragukan kesehatan lembaga keuangan dan perusahaan swasta nasional. pihak swasta langsung memburu dolar untuk membayar hutang mereka.

Hambatan terhadap proses penyesuaian harga ini. 2. 5. Walaupun inflasi dalam bulan Januari lalu sudah mencapai 6. dan tanpa adanya pertumbuhan riil dari perekonomian kita. akan turun cukup besar. mencapai sekitar 10 persen dari angkatan kerja kita. Kedua masalah ini. Selain kebutuhan pokok. sesungguhnya Rupiah kita menurut perkiraan sudah undervalued. Stok bahan baku untuk obat-obatan yang terbatas. www. Bisa kita perkirakan bahwa pengangguran terdidik akan meningkat pesat pula. Kita harus menyadari bahwa proses penyesuaian dengan situasi baru ini masih belum selesai. atau sekitar 8. Seperti kita ketahui bersama. Memang tidak akan kembali seperti semula. perekonomian kita akan mengalami pertumbuhan negatip.07 miliar. Jika keadaan seperti sekarang ini terus berlangsung. dan sisanya sebagian besar terdiri dari hutang perusahaan patungan dengan pihak luar negeri. serta menurunnya daya beli masyarakat akan menurunkan kemampuan masyarakat untuk mendapatkan obat-obatan yang sangat diperlukannya. dibandingkan perkiraan tahun 1997 sekitar 5.500 per dolar AS. Demikian pula dengan tingkat pengangguran kita yang akan semakin meningkat dengan menurunnya kemampuan penyerapan tenaga kerja akibat pertumbuhan .9 persen. tingkat inflasi sekitar 20 persen. inflasi dan pengangguran yang semakin meningkat. Inflasi dalam tahun anggaran 1997/98 sampai dengan Januari telah mencapai 16. akan berakibat penurunan produksi atau bahkan penutupan perusahaan sama sekali. utamanya upah gaji tetap (fixed income earner). Keadaan akan lebih buruk apabila nilai tukar rupiah tidak menguat kembali seperti yang kita harapkan. Sebagai negara yang selama 30 tahun berhasil mengendalikan inflasi pada tingkat yang aman sudah tentu keadaan ini sangat mengkhawatirkan. tetapi di atas Rp.9 persen. suatu keadaan yang tidak pernah kita alami dalam kurun waktu Orde Baru ini. penyediaan obat-obatan yang hampir 90 persen bahan bakunya diimpor juga mengalami goncangan.000.0 persen.000/6.000 per dolar AS. asumsi yang digunakan dalam penyusunan RAPBN 1998/99 adalah nilai tukar sebesar Rp. Penyesuaian yang dilakukan oleh dunia usaha ini akan menyebabkan tingkat pengangguran masih meningkat. Kita telah merasakan bahwa harga-harga kebutuhan bahan pokok telah meningkat dengan 1 Hutang swasta nasional sebenarnya hanya sekitar US$ 23. karena satu dan lain hal.7 juta pekerja. Sudah hampir dapat dipastikan bahwa upah riil buruh.3 juta pekerja. karena dalam tingkat itu Rupiah kita overvalued. 5.Kenaikan harga dari kebutuhan masyarakat ini tercermin dari kenaikan tingkat inflasi sejak Oktober 1997. akan menyebabkan daya beli masyarakat akan semakin menurun. yaitu sekitar Rp. Dengan menggunakan asumsi ini.ginandjar. proses penyesuaian harga tersebut belum selesai sehingga tingkat harga umum diperkirakan akan masih meningkat.com 3 pesat. utamanya pada bulan Januari lalu yang mencapai sekitar 6. suatu tingkat inflasi tertinggi dalam kurun waktu 20 tahun ini. Akibatnya akan meningkat pula kerawanan sosial dan ancaman bagi stabilitas politik.7 persen atau 5. Bahkan diperkirakan tingkat pengangguran. Pemerintah telah menyadari bahwa tingkat pengangguran akan meningkat.

sub-sektor tanaman bahan makanan mengalami pertumbuhan negatip. Bahkan di Kalimantan Timur. Sedangkan jenis kegiatannya mencakup rehabilitasi atau pembangunan jalan desa. Pemerintah telah mengimpor beras. curah hujan sangat sedikit sehingga kebakaran hutan harus selalu diwaspadai. ini merupakan kelompok sasaran dari program padat kerja yang sudah mulai kita laksanakan. saluran irigasi. apalagi dalam keadaan krisis ekonomi saat ini. Selain berdampak langsung terhadap penurunan produksi sektor pertanian. serta meningkatkan intensifikasi dan pemanfaatan lahan-lahan ‘tidur’ (tidak produktif). Biasanya sektor konstruksi di perkotaan dapat menyerap tenaga kerja yang berasal dari pedesaan dalam musim kemarau. Melambatnya pertumbuhan sektor pertanian ini juga ikut memberikan tekanan berat pada kemampuan perekonomian Indonesia dalam penyerapan tenaga kerja. Juga mempengaruhi ketersediaan komoditi pangan. Sedangkan sub-sektor tanaman perkebunan. Selain krisis ekonomi kita juga mengalami kekeringan yang disebabkan oleh badai El Nino yang mempengaruhi kawasan Asia.8 persen. Sementara itu melalui program padat karya diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya. ternyata gejala El Nino masih mempengaruhi iklim kita. sehingga musim hujan ini tidak berlangsung seperti biasanya.ginandjar. yang pada gilirannya menurunkan produktivitas sektor pertanian. sehingga berpengaruh pula pada laju inflasi. Pekerja musiman. Pada tahun 1997 yang baru lalu. Sejak bulan Pebruari ini mulai terasa berkurangnya curah hujan di beberapa tempat di Indonesia. Sektor pertanian yang diharapkan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi pada saat yang sulit ini tidak dapat tumbuh secepat yang diharapkan. dan demikian juga dengan sektor kehutanan sebesar -0. . Dalam penyusunan anggaran tahun mendatang.negatip dari perekonomian kita. Namun krisis ekonomi yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan sektor konstruksi ini berdampak pada penurunan tenaga kerja musiman yang bisa diserap. Dengan alokasi ini diharapkan daerah dapat memelihara momentum pembangunan dan kegiatan ekonomi masyarakat. Musim kekeringan yang berkepanjangan yang menyebabkan mundurnya musim tanam dan panen pada tahun 1997/98 terjadi di berbagai daerah di seluruh Indonesia. www. yang biasanya merupakan tenaga lepas. Untuk menjaga stabilitas harga pangan. Kegiatan crash program ini diarahkan kepada pekerja berketerampilan rendah di daerah perkotaan dan perdesaan. lingkungan dan usaha-usaha produktif lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat. keterlambatan musim tanam dan panen ini tidak dapat mendorong sektor pertanian untuk segera kembali pulih. -1. upaya penanggulangan kemiskinan dan pemerataan pembangunan tetap dilanjutkan dan diprioritaskan. Selain itu. Memasuki tahun 1998. Anggaran rupiah yang didaerahkan mencapai dua per tiga dari seluruh tabungan pemerintah. peternakan dan perikanan masih dapat tumbuh lebih dari 4 persen.com 4 Pemerintah menyadari bahwa krisis ekonomi akan mempunyai dampak yang besar dan harus ditangani dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat crash program.6 persen. Selain itu diupayakan peningkatan produksi pangan dengan menekan kehilangan hasil panen musim tanam 1997/98. musim kekeringan inipun mengakibatkan kebakaran hutan di beberapa daerah.

Sebagian dari kita mungkin tidak bisa menerima program-program reformasi yang akan dan sudah dijalankan. yaitu mengamankan pelaksanaan langkah reformasi dengan mencegah oknum-oknum mengail di air keruh. Kita tidak dapat mengetahui berapa lama kita akan keluar dari krisis ini dan setelah keluar . Selain itu Pemerintah telah menyusun program reformasi dan restrukturisasi ekonomi dan keuangan yang menyeluruh dan mencakup berbagai bidang.com 5 Dalam proses penyesuaian ini diperkirakan tidak akan terjadi pertumbuhan untuk tahun 1998/99. perdagangan dalam dan luar negeri. Langkah-langkah reformasi ini merupakan langkah yang harus dijalani agar kita dapat keluar dari krisis ekonomi ini. Sejak diumumkannya program reformasi ini oleh Bapak Presiden pertengahan bulan Januari 1998 yang lalu sebagai kesepakatan dengan IMF. Sehingga dalam memasuki Repelita VII kita masih akan mengejar berbagai sasaran yang belum terpenuhi pada Repelita VI. yang relatif padatkarya dan tidak begitu terpengaruh oleh melonjaknya nilai tukar Rupiah terhadap mata-uang asing.ginandjar. www. Sementara itu dalam rangka kebijaksanaan moneter ketat maka suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dinaikkan. sementara hargaharga kebutuhan pokok naik dengan cepat. serta pengembangan agroindustri dan produksi pangan. pemberian jaminan atas deposito masyarakat dan pinjaman perbankan. Keadaan ini mungkin menyebabkan sebagian dari kita mengira bahwa hal ini merupakan akibat dari reformasi yang kita sudah mulai dan akan kita jalankan terus.Upaya penciptaan lapangan kerja juga terus dilanjutkan dan mencakup antara lain program pengembangan wirausaha. Krisis ekonomi yang sedang kita alami ini merupakan cobaan yang sangat berat bagi perjalanan hidup bangsa kita. Pandangan itu tidak sepenuhnya tepat. perbankan. Pemerintah menjalankan kebijaksanaan fiskal dan moneter yang ketat. Memang reformasi ini terasa seperti pil pahit yang harus kita ‘telan’. Kemungkinan besar sebagian sasaran-sasaran yang ditetapkan dalam Repelita VI akan sulit dicapai. pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional. REPELITA VII Dengan berbagai keadaan seperti yang saya uraikan di atas jelas bahwa sesungguhnya kita sedang dalam keadaan krisis ekonomi yang terparah sejak awal Orde Baru. dan berbagai program lainnya. III. Di sinilah diharapkan peran ABRI. investasi dan privatisasi BUMN. penyelesaian utang swasta. misalnya pembentukan Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan. Kebijaksanaan fiskal yang dilaksanakan antara lain meliputi penjadwalan kembali beberapa proyek-proyek dan merevisi penggunaan anggaran pembangunan. Pada tataran makro langkah-langkah untuk mengatasi berkembangnya gejolak nilai tukar Rupiah telah diupayakan sejak awal gejolak. Pengangguran diperkirakan masih akan meningkat. telah banyak yang dilaksanakan dengan dikeluarkannya berbagai peraturan dan Keputusan Presiden serta Instruksi Presiden yang bertujuan menyehatkan sistem perbankan kita dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat. bahkan oleh duniapun telah dianggap sebagai kondisi yang dapat mengganggu ekonomi kawasan dan ekonomi dunia pada umumnya. fiskal. Program-program itu meliputi bidang moneter.

baik finansial. dan stabilitas. Selain investasi langsung luar negeri. dan landasan kebijaksanaan pembangunan tetap pada Trilogi Pembangunan.2 persen. memberi akses kepada mereka untuk dapat meningkatkan modal. Investasi langsung luar negeri selalu meningkat dengan pesat. dalam tahun 1996 pertumbuhan ekonomi kita mencapai sekitar 8 persen. Namun. Karena memang saudara-saudara kita inilah yang paling rawan dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi. Sehingga sasaran rata-rata pertumbuhan pada Repelita VII sebesar 7 persen untuk sementara ini di luar jangkauan kita. maupun SDM dengan penyediaan fasilitas- . Dalam dua atau tiga tahun ke depan para investor akan sangat berhati-hati sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Satu-satunya jalan adalah memberdayakan. Mungkin saja tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan untuk Indonesia akan berada di bawah pertumbuhan yang biasa kita nikmati selama ini. Berdasarkan pengalaman pertumbuhan yang selalu tinggi inilah kita menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi selama PJP II sebesar rata-rata 7 persen per tahunnya. Proyek-proyek seperti ini mungkin masih akan diperlukan pada awal-awal Repelita VII sehingga lapisan masyarakat yang terkena dampak krisis keuangan mempunyai waktu untuk dapat menyesuaikan dengan keadaan ekonomi yang baru. Nampaknya untuk kurun waktu Repelita VII segala keberuntungan ini akan sulit kita peroleh lagi. tenaga kerja. Pemeliharaan stabilitas politik tersebut harus didukung dengan upaya-upaya penyediaan bantuan sebagai jaring penyelamat (safety net). Potensi pertumbuhan perekonomian ini dapat kita dekati dari sumber-sumber pertumbuhannya. Kita tidak akan melindungi secara berlebihan. Dengan kata lain. dana luar negeri dalam bentuk pinjaman maupun portofolio-pun meningkat dengan pesat. Indonesia dianggap sebagai tempat yang sangat menguntungkan dalam melakukan investasi. pertumbuhan. Karena hal ini hanya akan memperlemah. Kondisi ini juga menuntut ABRI untuk tetap dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan kita. Berkurangnya kepercayaan pihak luar negeri terhadap mata uang kita akan mengakibatkan lebih langkanya investasi langsung luar negeri maupun dana luar negeri lainnya. kita bisa menganggap bahwa pertumbuhan 7 persen adalah pertumbuhan yang berkelanjutan sesuai dengan daya dukung perekonomian kita. Selain itu. Akumulasi modal diperkirakan tidak akan meningkat secepat beberapa tahun terakhir ini. Saat ini telah dijalankan berbagai proyek padat karya. dan produktivitas. Selama 30 tahun terakhir ekonomi Indonesia tumbuh dengan rata-rata 7 persen per tahun. khususnya untuk mengurangi beban masyarakat kita yang berpendapatan rendah dan miskin selama proses penyesuaian ini berlangsung. Dengan demikian kita terbiasa dengan masuknya modal dari luar negeri untuk mendukung pembangunan yang sedang kita jalankan.dari krisis berapakah tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan tersebut. yaitu pemerataan. Bahkan. pertumbuhan ekonomi kita selama ini memang cukup tinggi. Perlu saya tekankan di sini bahwa prioritas pembangunan dalam Repelita VII tetap pada bidang ekonomi seiring dengan pembangunan SDM. yaitu pertumbuhan modal. Selama ini Indonesia dianggap sebagai tempat yang menarik untuk melakukan investasi. dengan perkembangan akhirakhir ini perekonomian kita mengalami penyesuaian struktural yang sangat drastis. Hanya sedikit lebih rendah dari tahun 1995 yang mencapai 8. kita juga sudah mendapatkan bukti bahwa untuk membantu saudara-saudara kita ini harus dilandasi dengan konsep pemberdayaan. Seperti kita ketahui.

seperti WTO. Selain itu. bahkan www. seperti beras.5 juta atau sekitar 11. Dalam suasana ekonomi yang makin terbuka dan bebas ini lulusan pendidikan tinggi akan makin dibutuhkan. kedele. kesehatan dan lainnya. Selanjutnya dalam situasi yang sulit ini kita juga tidak akan melupakan pendidikan tinggi. Namun untuk satu dua tahun ke depan ini Pemerintah tampaknya harus kembali memberi subsidi pada masyarakat untuk beberapa kebutuhan pokok. Saudara kita yang harus hidup di bawah garis kemiskinan absolut berjumlah 22. maka investasi dan oleh karena itu pertumbuhan ekonomi.fasilitas pelayanan sosial yang diperlukan seperti pendidikan. salah satu tugas utama kita dalam menarik minat investor dalam Repelita VII. Secara kuantitas. Sudah tentu pemerintah tidak dapat melakukan sendiri penyelenggaraan pendidikan tinggi tersebut. Pemerintah membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk ikut serta dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. Secara bertahap subsidi tersebut harus kita kurangi lagi. Di samping menjaga stabilitas politik. Perbaikan kurikulum perlu dilakukan pada semua tingkat pendidikan. apalagi bila struktur industri kita menjelma dengan bentuk yang berbeda. Dengan makin banyaknya lulusan . Program Wajib Belajar 9 tahun (WAJAR 9 tahun) akan tetap mendapatkan prioritas yang tinggi. Kebijaksanaan ekonomi yang akan diambil dalam Repelita VII harus pula mengacu pada komitmen kita terhadap lingkungan internasional. Dalam penanggulangan kemiskinan.com 6 ditingkatkan dalam Repelita VII. dan BBM. kebutuhan akan sumber daya manusia yang lebih berkualitas tidak dapat dihindari. Namun agar efektif diperlukan sumber daya manusia yang lebih baik. Kita masih bertekad bahwa kemiskinan absolut sebagian besar sudah akan terselesaikan pada akhir Repelita VII. telah terbukti selama ini bahwa peningkatan pendidikan masyarakat kita merupakan ‘modal’ bagi masyarakat kita yang berpendapatan rendah untuk meningkatkan kesejahteraannya. Program ini harus dilanjutkan. akan mencapai tingkat yang berkelanjutan lagi. Kita tidak boleh melupakan program pengentasan masyarakat miskin. pendidikan juga akan memperkecil tingkat kesenjangan pada masyarakat kita.3 persen. Untuk itu dalam Repelita VII segala upaya wajib belajar yang telah dilakukan di sekolah dasar akan terus dilanjutkan. Karena hanya dengan kepercayaan yang semakin mantap ini. Pemantapan pelaksanaan reformasi ekonomi harus terus dilanjutkan. APEC dan AFTA. faktor ini tidak menjadi permasalahan. yaitu selambat-lambatnya tuntas pada Repelita VIII. adalah melanjutkan proses pemulihan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. sehingga dapat dilakukan sesuai rencana. Sumber pertumbuhan yang kedua adalah pertumbuhan angkatan kerja. Dalam jangka pendek memang kita tidak akan kekurangan tenaga kerja tetapi pada saat kita terlepas dari resesi ini. kita telah mendapatkan hasil yang cukup menggembirakan. Melanjutkan pemulihan kepercayaan terhadap mata uang rupiah dan pasar modal harus menjadi prioritas utama. Dengan demikian.ginandjar. walaupun jumlah penduduk miskin masih besar. terigu. gula. selain untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dengan lebih cepat. Upaya peningkatan tingkat partisipasi pada tingkat sekolah menengah pertama dan atas akan terus diupayakan selama Repelita VII ini.

IV PENUTUP Demikianlah uraian saya mengenai berbagai keadaan serta prioritas yang akan melatarbelakangi pembuatan Repelita VII. Tidak kalah pentingnya sebagai sumber peningkatan produktivitas adalah realokasi sumber daya ekonomi. Di lain pihak. Sumber pertumbuhan ketiga adalah peningkatan produktivitas. Pemerintah daerah lebih mengetahui karakteristik daerah dan kebudayaan setempat. dunia usaha juga akan dapat segera meningkatkan produktivitas usahanya dengan cepat jika proses penyesuaian telah berhasil dilaluinya. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan dunia usaha kita untuk tidak begitu saja memecat para karyawannya. desentralisasi tidaklah cukup hanya dengan kemauan politik semata. tanpa harus mencari dan melatih pekerja baru lagi. Berbagai keputusan akan lebih banyak dilakukan oleh para pelaku pasar. Dengan demikian. Desentralisasi harus pula dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia di daerah. utamanya setelah proses penyesuaian yang sedang kita alami saat ini. Selain itu. tetapi saya percaya bahwa ekonomi kita jauh akan lebih sehat setelah krisis ini terlewati. Proses umpan balik dari masyarakatpun diharapkan memberikan hasil yang lebih cepat. Karena pemerintah daerahlah yang merupakan ujung tombak dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah. Reformasi ekonomi yang sedang kita lakukan akan membebaskan segala macam hambatan dalam realokasi sumber daya ekonomi tersebut. Sehingga agenda yang penting dalam Repelita VII adalah mendorong proses desentralisasi. Sudah tentu masih banyak lagi program-program penting yang akan masuk dalam Repelita VII. Peningkatan kualitas SDM seperti diuraikan di atas akan sangat menunjang peningkatan produktivitas.perguruan tinggi diharapkan kita akan semakin kompetitif. namun hal ini masih lebih baik bagi pekerja daripada harus kehilangan pekerjaan.ginandjar. . walaupun produktivitas mungkin akan menurun. Karena kemampuan sumber www. peningkatan peran pemerintah daerah harus ditingkatkan. Walaupun kita masih menghadapi krisis ekonomi yang sangat berat ini. Namun penurunan produktivitas tenaga kerja mungkin akan terjadi dalam proses penyesuaian. Dalam rangka peningkatan produktivitas tersebut.com daya yang tidak memadai justru akan menurunkan efisiensi dan efektivitas dari 7 proyek pembangunan di daerah. saya mengharapkan Rapim ABRI ini dapat pula memberikan masukan agar dapat ikut mewarnai Repelita VII.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful