1 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran KRISIS MONETER INDONESIA : SEBAB, DAMPAK, PERAN

IMF DAN SARAN*) Lepi T. Tarmidi **) Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997, sementara ini telah berlangsung hampir dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi, yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Memang krisis ini tidak seluruhnya disebabkan karena terjadinya krisis moneter saja, karena sebagian diperberat oleh berbagai musibah nasional yang datang secara bertubi-tubi di tengah kesulitan ekonomi seperti kegagalan panen padi di banyak tempat karena musim kering yang panjang dan terparah selama 50 tahun terakhir, hama, kebakaran hutan secara besar-besaran di Kalimantan dan peristiwa kerusuhan yang melanda banyak kota pada pertengahan Mei 1998 lalu dan kelanjutannya. Krisis moneter ini terjadi, meskipun fundamental ekonomi Indonesia di masa lalu dipandang cukup kuat dan disanjung-sanjung oleh Bank Dunia (lihat World Bank: Bab 2 dan Hollinger). Yang dimaksud dengan fundamental ekonomi yang kuat adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, laju inflasi terkendali, tingkat pengangguran relatif rendah, neraca pembayaran secara keseluruhan masih surplus meskipun defisit neraca berjalan cenderung membesar namun jumlahnya masih terkendali, cadangan devisa masih cukup besar, realisasi anggaran pemerintah masih menunjukkan sedikit surplus. Lihat Tabel. Namun di balik ini terdapat beberapa kelemahan struktural seperti peraturan perdagangan domestik yang kaku dan berlarut-larut, monopoli impor yang menyebabkan kegiatan ekonomi tidak efisien dan kompetitif. Pada saat yang bersamaan kurangnya transparansi dan kurangnya data menimbulkan ketidak pastian sehingga masuk dana luar negeri dalam jumlah besar melalui sistim perbankan yang lemah. Sektor swasta banyak meminjam dana dari luar negeri yang sebagian besar tidak di hedge. Dengan terjadinya krisis moneter, terjadi juga krisis kepercayaan. (Bandingkan juga IMF, 1997: 1). Namun semua kelemahan ini masih mampu ditampung oleh perekonomian nasional. Yang terjadi adalah, mendadak datang badai yang sangat besar, yang tidak mampu dbendung oleh tembok penahan yang ada, yang selama bertahun-tahun telah mampu menahan berbagai terpaan gelombang yang datang mengancam. *) Tulisan ini merupakan revisi dan updating dari pidato pengukuhan Guru Besar Madya pada FEUI dengan judul “Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF”, Jakarta, 10 Juni 1998. **) Lepi T. Tarmidi : Wakil Kepala Pusat Kajian APEC, Universitas Indonesia, email : lepi@lpem.feui.org2 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 INDIKATOR UTAMA EKONOMI INDONESIA 1990 - 1997 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 Pertumbuhan ekonomi (%) 7,24 6,95 6,46 6,50 7,54 8,22 7,98 4,65

Tingkat inflasi (%) 9,93 9,93 5,04 10,18 9,66 8,96 6,63 11,60 Neraca pembayaran (US$ juta) 2,099 1,207 1,743 741 806 1,516 4,451 -10,021 Neraca perdagangan 5,352 4,801 7,022 8,231 7,901 6,533 5,948 12,964 Neraca berjalan -3.24 -4,392 -3,122 -2,298 -2.96 -6.76 -7,801 -2,103 Neraca modal 4,746 5,829 18,111 17,972 4,008 10,589 10,989 -4,845 Pemerintah (neto) 633 1,419 12,752 12,753 307 336 -522 4,102 Swasta (neto) 3,021 2,928 3,582 3,216 1,593 5,907 5,317 -10.78 PMA (neto) 1,092 1,482 1,777 2,003 2,108 4,346 6,194 1,833 Cadangan devisa akhir tahun (US$ juta) 8,661 9,868 11,611 12,352 13,158 14,674 19,125 17,427 (bulan impor nonmigas c&f) 4,7 4,8 5,4 5,4 5,0 4,3 5,2 4,5 Debt-service ratio (%) 30,9 32,0 31,6 33,8 30,0 33,7 33,0 Nilai tukar Des. (Rp/US$) 1,901 1,992 2,062 2.11 2.2 2,308 2,383 4.65 APBN* (Rp. milyar) 3,203 433 -551 -1.852 1,495 2,807 818 456 * Tahun anggaran Sumber : BPS, Indikator Ekonomi; Bank Indonesia, Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia; World Bank, Indonesia in Crisis, July 2, 19983 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran Sebagai konsekuensi dari krisis moneter ini, Bank Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1997 terpaksa membebaskan nilai tukar rupiah terhadap valuta asing, khususnya dollar AS, dan membiarkannya berfluktuasi secara bebas (free floating) menggantikan sistim managed floating yang dianut pemerintah sejak devaluasi Oktober 1978. Dengan demikian Bank Indonesia tidak lagi melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar rupiah, sehingga nilai tukar ditentukan oleh kekuatan pasar semata. Nilai tukar rupiah kemudian merosot dengan cepat dan tajam dari rata-rata Rp 2.450 per dollar AS Juni 1997 menjadi Rp 13.513 akhir Januari 1998, namun kemudian berhasil menguat kembali menjadi sekitar Rp 8.000 awal Mei 1999. Krisis Moneter dan Faktor-Faktor Penyebabnya Penyebab dari krisis ini bukanlah fundamental ekonomi Indonesia yang selama ini lemah, hal ini dapat dilihat dari data-data statistik di atas, tetapi terutama karena utang swasta luar negeri yang telah mencapai jumlah yang besar. Yang jebol bukanlah sektor rupiah dalam negeri, melainkan sektor luar negeri, khususnya nilai tukar dollar AS yang mengalami overshooting yang sangat jauh dari nilai nyatanya1 . Krisis yang berkepanjangan ini adalah krisis merosotnya nilai tukar rupiah yang sangat tajam, akibat dari serbuan yang mendadak dan secara bertubi-tubi terhadap dollar AS (spekulasi) dan jatuh temponya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar. Seandainya tidak ada serbuan terhadap dollar AS ini, meskipun terdapat banyak distorsi pada tingkat ekonomi mikro, ekonomi Indonesia tidak akan mengalami krisis. Dengan lain perkataan, walaupun distorsi pada tingkat ekonomi mikro ini diperbaiki, tetapi bila tetap ada gempuran terhadap mata uang rupiah, maka krisis akan terjadi juga, karena cadangan devisa yang ada tidak cukup kuat untuk menahan

gempuran ini. Krisis ini diperparah lagi dengan akumulasi dari berbagai faktor penyebab lainnya yang datangnya saling bersusulan. Analisis dari faktor-faktor penyebab ini penting, karena penyembuhannya tentunya tergantung dari ketepatan diagnosa. Anwar Nasution melihat besarnya defisit neraca berjalan dan utang luar negeri, ditambah dengan lemahnya sistim perbankan nasional sebagai akar dari terjadinya krisis finansial (Nasution: 28). Bank Dunia melihat adanya empat sebab utama yang bersamasama membuat krisis menuju ke arah kebangkrutan (World Bank, 1998, pp. 1.7 -1.11). Yang pertama adalah akumulasi utang swasta luar negeri yang cepat dari tahun 1992 hingga Juli 1997, sehingga l.k. 95% dari total kenaikan utang luar negeri berasal dari sektor swasta ini, dan jatuh tempo rata-ratanya hanyalah 18 bulan. Bahkan selama empat tahun terakhir utang luar negeri pemerintah jumlahnya menurun. Sebab yang kedua adalah kelemahan 1 Dalam teori, overshooting nilai tukar biasanya bersifat sementara untuk kemudian mencari keseimbangan jangka panjang baru. Tetapi selama krisis ini berlangsung, nilai overshooting adalah sangat besar dan sudah berlangsung sejak akhir tahun 1997.4 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 pada sistim perbankan. Ketiga adalah masalah governance, termasuk kemampuan pemerintah menangani dan mengatasi krisis, yang kemudian menjelma menjadi krisis kepercayaan dan keengganan donor untuk menawarkan bantuan finansial dengan cepat. Yang keempat adalah ketidak pastian politik menghadapi Pemilu yang lalu dan pertanyaan mengenai kesehatan Presiden Soeharto pada waktu itu. Sementara menurut penilaian penulis, penyebab utama dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sangat tajam, meskipun ini bukan faktor satu-satunya, tetapi ada banyak faktor lainnya yang berbeda menurut sisi pandang masing-masing pengamat. Berikut ini diberikan rangkuman dari berbagai faktor tersebut menurut urutan kejadiannya: 1) Dianutnya sistim devisa yang terlalu bebas tanpa adanya pengawasan yang memadai, memungkinkan arus modal dan valas dapat mengalir keluar-masuk secara bebas berapapun jumlahnya. Kondisi di atas dimungkinkan, karena Indonesia menganut rezim devisa bebas dengan rupiah yang konvertibel, sehingga membuka peluang yang sebesarbesarnya untuk orang bermain di pasar valas. Masyarakat bebas membuka rekening valas di dalam negeri atau di luar negeri. Valas bebas diperdagangkan di dalam negeri, sementara rupiah juga bebas diperdagangkan di pusat-pusat keuangan di luar negeri. 2) Tingkat depresiasi rupiah yang relatif rendah, berkisar antara 2,4% (1993) hingga 5,8% (1991) antara tahun 1988 hingga 1996, yang berada di bawah nilai tukar nyatanya, menyebabkan nilai rupiah secara kumulatif sangat overvalued. Ditambah dengan kenaikan pendapatan penduduk dalam nilai US dollar yang naiknya relatif lebih cepat dari kenaikan pendapatan nyata dalam Rupiah, dan produk dalam negeri yang makin lama makin kalah bersaing dengan produk impor. Nilai Rupiah yang overvalued berarti juga proteksi industri yang negatif. Akibatnya harga barang impor menjadi relatif murah dan produk dalam negeri relatif mahal, sehingga masyarakat memilih barang impor yang kualitasnya lebih baik. Akibatnya produksi dalam negeri tidak berkembang, ekspor

menjadi kurang kompetitif dan impor meningkat. Nilai rupiah yang sangat overvalued ini sangat rentan terhadap serangan dan permainan spekulan, karena tidak mencerminkan nilai tukar yang nyata. 3) Akar dari segala permasalahan adalah utang luar negeri swasta jangka pendek dan menengah sehingga nilai tukar rupiah mendapat tekanan yang berat karena tidak tersedia cukup devisa untuk membayar utang yang jatuh tempo beserta bunganya (bandingkan juga Wessel et al.: 22), ditambah sistim perbankan nasional yang lemah. Akumulasi utang swasta luar negeri yang sejak awal tahun 1990-an telah mencapai jumlah yang sangat besar, bahkan sudah jauh melampaui utang resmi pemerintah yang beberapa tahun terakhir malah sedikit berkurang (oustanding official debt). Ada tiga pihak yang5 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran bersalah di sini, pemerintah, kreditur dan debitur. Kesalahan pemerintah adalah, karena telah memberi signal yang salah kepada pelaku ekonomi dengan membuat nilai rupiah terus-menerus overvalued dan suku bunga rupiah yang tinggi, sehingga pinjaman dalam rupiah menjadi relatif mahal dan pinjaman dalam mata uang asing menjadi relatif murah. Sebaliknya, tingkat bunga di dalam negeri dibiarkan tinggi untuk menahan pelarian dana ke luar negeri dan agar masyarakat mau mendepositokan dananya dalam rupiah. Jadi di sini pemerintah dihadapi dengan buah simalakama. Keadaan ini menguntungkan pengusaha selama tidak terjadi devaluasi dan ini terjadi selama bertahun-tahun sehingga memberi rasa aman dan orang terus meminjam dari luar negeri dalam jumlah yang semakin besar. Dengan demikian pengusaha hanya bereaksi atas signal yang diberikan oleh pemerintah. Selain itu pemerintah sama sekali tidak melakukan pengawasan terhadap utang-utang swasta luar negeri ini, kecuali yang berkaitan dengan proyek pemerintah dengan dibentuknya tim PKLN. Bagi debitur dalam negeri, terjadinya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar ini, di samping lebih menguntungkan, juga disebabkan suatu gejala yang dalam teori ekonomi dikenal sebagai fallacy of thinking2 , di mana pengusaha beramai-ramai melakukan investasi di bidang yang sama meskipun bidangnya sudah jenuh, karena masing-masing pengusaha hanya melihat dirinya sendiri saja dan tidak memperhitungkan gerakan pengusaha lainnya. Pihak kreditur luar negeri juga ikut bersalah, karena kurang hati-hati dalam memberi pinjaman dan salah mengantisipasi keadaan (bandingkan IMF, 1998: 5). Jadi sudah sewajarnya, jika kreditur luar negeri juga ikut menanggung sebagian dari kerugian yang diderita oleh debitur. Kalau masalahnya hanya menyangkut utang luar negeri pemerintah saja, meskipun masalahnya juga cukup berat karena selama bertahun-tahun telah terjadi net capital outflow3 yang kian lama kian membesar berupa pembayaran cicilan utang pokok dan bunga, namun masih bisa diatasi dengan pinjaman baru dan pemasukan modal luar negeri dari sumber-sumber lain. Beda dengan pinjaman swasta, pinjaman luar negeri pemerintah sifatnya jangka panjang, ada tenggang waktu pembayaran, tingkat bunganya

relatif rendah, dan tiap tahunnya ada pemasukan pinjaman baru. Pada awal Mei 1998 besarnya utang luar negeri swasta dari 1.800 perusahaan diperkirakan berkisar antara US$ 63 hingga US$ 64 milyar, sementara utang pemerintah US$ 53,5 milyar. Sebagian besar dari pinjaman luar negeri swasta ini tidak di hedge (Nasution: 12). Sebagian orang Indonesia malah bisa hidup mewah dengan menikmati selisih biaya bunga antara dalam negeri dan luar negeri (Wessel et al., hal. 22), misalnya 2 Yang dimaksud di sini adalah perilaku pengusaha yang bertindak atas pertimbangan dirinya sendiri tanpa mengetahui apa yang dilakukan oleh pengusaha lainnya. Misalnya pengusaha ramai-ramai mendiri-kan apotik, membuka tambak udang, membangun realestat dan kondomium. 3 Total pembayaran cicilan utang pokok dan bunga setelah dikurangi pinjaman baru.6 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 bank-bank. Maka beban pembayaran utang luar negeri beserta bunganya menjadi tambah besar yang dibarengi oleh kinerja ekspor yang melemah (bandingkan IDE). Ditambah lagi dengan kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam yang membuat utang dalam nilai rupiah membengkak dan menyulitkan pembayaran kembalinya. Pinjaman luar negeri dan dana masyarakat yang masuk ke sistim perbankan, banyak yang dikelola secara tidak prudent, yakni disalurkan ke kegiatan grupnya sendiri dan untuk proyek-proyek pembangunan realestat dan kondomium secara berlebihan sehingga jauh melampaui daya beli masyarakat, kemudian macet dan uangnya tidak kembali (Nasution: 28; Ehrke: 3). Pinjaman-pinjaman luar negeri dalam jumlah relatif besar yang dilakukan oleh sistim perbankan sebagian disalurkan ke sektor investasi yang tidak menghasilkan devisa (non-traded goods) di bidang tanah seperti pembangunan hotel, resort pariwisata, taman hiburan, taman industri, shopping malls dan realestat (Nasution: 9; IMF Research Department Staff: 10). Proyek-proyek besar ini umumnya tidak menghasilkan barang-barang ekspor dan mengandalkan pasar dalam negeri, maka sedikit sekali pemasukan devisa yang bisa diandalkan untuk membayar kembali utang luar negeri. Krugman melihat bahwa para financial intermediaries juga berperan di Thailand dan Korea Selatan dengan moral nekat mereka, yang menjadi penyebab utama dari krisis di Asia Timur. Mereka meminjamkan pada proyek-proyek berisiko tinggi sehingga terjadi investasi berlebihan di sektor tanah (Krugman, 1998; Greenwood). Mereka mulai mencari dollar AS untuk membayar utang jangka pendek dan membeli dollar AS untuk di hedge (World Bank, 1998, hal. 1.4). 4) Permainan yang dilakukan oleh spekulan asing (bandingkan juga Ehrke: 2-3) yang dikenal sebagai hedge funds tidak mungkin dapat dibendung dengan melepas cadangan devisa yang dimiliki Indonesia pada saat itu, karena praktek margin trading, yang memungkinkan dengan modal relatif kecil bermain dalam jumlah besar. Dewasa ini mata uang sendiri sudah menjadi komoditi perdagangan, lepas dari sektor riil. Para spekulan ini juga meminjam dari sistim perbankan untuk memperbesar pertaruhan mereka. Itu sebabnya mengapa Bank Indonesia memutuskan untuk tidak intervensi di pasar valas karena tidak akan ada gunanya. Meskipun pada awalnya spekulan asing ikut berperan, tetapi

hal. ditopang oleh tingkat devaluasi yang relatif stabil sekitar 4% per tahun sejak 1986 menyebabkan banyak modal luar negeri yang mengalir masuk. Sistim ini menyebabkan apresiasi nyata dari nilai tukar rupiah dan mengundang tindakan spekulasi ketika sistim batas intervensi ini dihapus pada tanggal 14 Agustus 1997 (Nasution: 2).. yang membuat harga barang-barang impor menjadi relatif murah dibandingkan dengan produk dalam negeri. 1998: 5). Dampak. Ketidak mampuan pemerintah menangani krisis menimbulkan krisis kepercayaan dan mengurangi kesediaan investor asing untuk memberi bantuan finansial dengan cepat (World Bank. Sebab utama adalah nilai tukar rupiah yang sangat overvalued.10). 1. 1998: 5).000 per dollar AS dengan pengharapan ini adalah kurs tertinggi dan rupiah akan balik menguat.1). p. 2. yang diserang terlebih dahulu oleh spekulan dan kemudian menyebar ke negara Asia lainnya termasuk Indonesia (Nasution: 1. Terkesan tidak adanya kebijakan pemerintah yang jelas dan terperinci tentang bagaimana mengatasi krisis (Nasution: 1) dan keadaan ini masih berlangsung hingga saat ini. 6) Defisit neraca berjalan yang semakin membesar (IMF Research Department Staff: 10. IMF Research7 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. 5) Kebijakan fiskal dan moneter tidak konsisten dalam suatu sistim nilai tukar dengan pita batas intervensi. IMF. karena mereka membeli rupiah dalam jumlah cukup besar ketika kurs masih di bawah Rp. 1998. 11). 8) IMF tidak membantu sepenuh hati dan terus menunda pengucuran dana bantuan yang dijanjikannya dengan alasan pemerintah tidak melaksanakan 50 butir kesepakatan dengan baik. Kesalahan juga terletak pada investor luar negeri yang kurang waspada dan meremehkan resiko (IMF. 1998: 1. IDE). 1. dan pada saat itu mereka akan menukarkan kembali rupiah dengan dollar AS (Wessel et al. 7) Penanam modal asing portfolio yang pada awalnya membeli saham besar-besaran dimingimingi keuntungan yang besar yang ditunjang oleh perkembangan moneter yang relatif stabil kemudian mulai menarik dananya keluar dalam jumlah besar (bandingkan World Bank. yang disebabkan karena laju peningkatan impor barang dan jasa lebih besar dari ekspor dan melonjaknya pembayaran bunga pinjaman. 1). Selisih tingkat suku bunga dalam negeri dengan luar negeri yang besar dan kemungkinan memperoleh keuntungan yang relatif besar dengan cara bermain di bursa efek. Krisis moneter yang terjadi sudah saling kait-mengkait di kawasan Asia Timur dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya (butir 16 dari persetujuan IMF 15 Januari 1998). dana modal asing terus mengalir ke luar negeri meskipun dicoba ditahan dengan tingkat bunga yang tinggi atas surat-surat berharga Indonesia (Nasution: 1. 1998. Setelah nilai tukar Rupiah tambah melemah dan terjadi krisis kepercayaan.mereka tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas pecahnya krisis moneter ini. Peran IMF dan Saran Department Staff: 10. Krisis ini adalah krisis kepercayaan terhadap rupiah (World Bank. Namun pemicu adalah krisis moneter kiriman yang berawal dari Thailand antara Maret sampai Juni 1997. Negara-negara sahabat yang menjanjikan akan membantu Indonesia juga .3.4. hal. Sebagian dari mereka ini justru sekarang menderita kerugian. 4. Greenwood).

k. di mana serbuan terhadap dollar AS makin lama makin besar. namun kelemahan ini meskipun telah terakumulasi selama bertahun-tahun masih bisa ditampung oleh masyarakat dan tidak cukup kuat untuk menjungkir-balikkan perekonomian Indonesia seperti sekarang ini. Para spekulan inipun tidak semata-mata menggunakan dananya sendiri. US$ 5 milyar meminta pembayaran bunga yang lebih tinggi dari pinjaman IMF. Terdapatnya keterkaitan yang erat dengan yen Jepang. Setelah Plaza-Accord tahun 1985.4. sementara Brunei Darussalam yang menjanjikan l. 1998: 1. Memang terjadi dislokasi sumber-sumber ekonomi dan kegiatan mengejar rente ekonomi oleh perorangan/kelompok tertentu yang menguntungkan mereka ini dan merugikan rakyat banyak dan perusahaan-perusahaan . Orang-orang kaya Indonesia. 1.Terjadi krisis kepercayaan dan kepanikan yang menyebabkan masyarakat luas menyerbu membeli dollar AS agar nilai kekayaan tidak merosot dan malah bisa menarik keuntungan dari merosotnya nilai tukar rupiah. yang nilainya melemah terhadap dollar AS (lihat IDE). karena mata uang negaranegara Asia ini dipatok dengan dollar AS. Maret 1999 membantu telah mencairkan dananya dan telah habis terpakai. sementara nilai utang dari negara-negara ini dalam dollar AS meningkat karena meminjam dalam yen. jiwa dan martabat mereka. tetapi juga meminjam dana dari sistim perbankan untuk bermain. sudah sejak tahun lalu bersiap-siap menyelamatkan harta kekayaannya ke luar negeri mengantisipasi ketidak stabilan politik dalam negeri.10). baik pejabat pribumi dan etnis Cina. Terjadilah snowball effect. Spekulan domestik ikut bermain (Wessel et al. Padahal mereka menguasai sebagian besar modal dan kegiatan ekonomi di Indonesia dengan akibat mereka membawa keluar harta kekayaan mereka dan untuk sementara tidak melaukan investasi baru. Tahun 1995 kurs dollar AS berbalik menguat terhadap yen Jepang.k. Singapura yang menjanjikan l.menunda mengucurkan bantuannya menunggu signal dari IMF. US$ 1 milyar baru akan mencairkan dananya sebagai yang terakhir setelah semua pihak lain yang berjanji akan8 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 22). kurs dollar AS dan juga mata uang negara-negara Asia Timur melemah terhadap yen Jepang. 11. Daya saing negara-negara Asia Timur meningkat terhadap Jepang. 9. Kerusahan besar-besaran pada pertengahan Mei yang lalu yang ditujukan terhadap etnis Cina telah menggoyahkan kepercayaan masyarakat ini akan keamanan harta. Sejak awal Desember 1997 hingga awal Mei 1998 telah terjadi pelarian modal besar-besaran ke luar negeri karena ketidak stabilan politik seperti isu sakitnya Presiden dan Pemilu (World Bank. padahal keadaan perekonomian Indonesia makin lama makin tambah terpuruk.. sehingga menimbulkan krisis keuangan. 10. Di lain pihak harus diakui bahwa sektor riil sudah lama menunggu pembenahan yang mendasar. (Ehrke: 2). sehingga banyak perusahaan Jepang melakukan relokasi dan investasi dalam jumlah besar di negara-negara ini. hal. IMF sendiri dinilai banyak pihak telah gagal menerapkan program reformasinya di Indonesia dan malah telah mempertajam dan memperpanjang krisis.

jumlah yang sama disediakan setelah 15 Maret 1998 bila program penyehatannya telah dijalankan sesuai persetujuan. Kebijakan fiskal. Program reformasi ekonomi yang disarankan IMF ini mencakup empat bidang: 1. Dari jumlah total pinjaman tersebut. tanggal 16 Maret 1999. (Fischer 1998b). Bank Pembangunan Asia dan negaranegara sahabat juga menjanjikan pemberian bantuan yang nilai totalnya mencapai lebih10 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Kebijakan moneter. 2. dan sisanya akan dicairkan secara bertahap sesuai kemajuan dalam pelaksanaan program. Peran IMF dan Saran jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS secara tajam. Maret 1999 kurang US$ 37 milyar (menurut Hartcher dan Ryan). Sementara itu pemerintah Indonesia telah enam kali memperbaharui persetujuannya dengan IMF. 1997: 1). menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang nyata.07 milyar yang bisa dimanfaatkan. dan tidak kalah penting adalah mengembalikan stabilitas sosial dan politik. mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri terhadap kemampuan ekonomi Indonesia. meskipun kelemahan sektor riil dalam negeri mempunyai pengaruh terhadap melemahnya nilai tukar rupiah.3 milyar selama tiga hingga lima tahun masa program. Membenahi sektor riil saja. 3. Sejumlah US$ 3. Timbulnya krisis berkaitan dengan9 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. kemudian 29 Juli 1998. Krisis pecah karena terdapat ketidak seimbangan antara kebutuhan akan valas dalam jangka pendek dengan jumlah devisa yang tersedia.yang efisien. dan yang terakhir adalah review yang keempat. Bank Dunia. Strategi pemulihan IMF dalam garis besarnya adalah mengembalikan kepercayaan pada mata uang. Di samping dana bantuan IMF. penyaluran dana yang besar untuk proyek IPTN dan mobil nasional. (IMF. dan kurang dipengaruhi oleh sektor riil dalam negeri.04 milyar dicairkan segera. yakni sektor ekonomi luar negeri. Untuk menunjang program ini. Sebab itu tindakan yang harus segera didahulukan untuk mengatasi krisis ekonomi ini adalah pemecahan masalah utang swasta luar negeri. Namun bantuan dari pihak lain ini dikaitkan dengan kesungguhan pemerintah Indonesia melaksanakan program-program . membenahi kinerja perbankan nasional. Indonesia sendiri mempunyai kuota di IMF sebesar US$ 2. yaitu dengan membuat mata uang itu sendiri menarik. monopoli di berbagai bidang. Inti dari setiap program pemulihan ekonomi adalah restrukturisasi sektor finansial. tidak memecahkan permasalahan. 4. Subsidi pangan oleh BULOG. Program bantuan IMF pertama ditanda-tangani pada tanggal 31 Oktober 1997. krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia disebabkan karena pemerintah baru meminta bantuan IMF setelah rupiah sudah sangat terdepresiasi. Penyesuaian struktural. Dampak. Penyehatan sektor keuangan. IMF akan mengalokasikan stand-by credit sekitar US$ 11. Second Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies (MEFP) tanggal 24 Juni. Program Reformasi Ekonomi IMF Menurut IMF. yang menyebabkan nilai dollar AS melambung dan tidak terbendung.

Pembangunan sektor perbankan . Saransaran IMF diharapkan akan mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan cepat dan kurs nilai tukar rupiah bisa menjadi stabil (butir 17 persetujuan IMF 15 Januari 1998). kembalikan pembelanjaan perdagangan pada keadaan yang normal. menstabilkan rupiah pada tingkat yang sesuai dengan kekuatan ekonomi Indonesia. di antaranya sebesar US$ 21 milyar berasal dari IMF.5 milyar berasal dari Indonesia dan Korea. Cakupan memorandum ini lebih luas dari kedua persetujuan sebelumnya.yang diprasyaratkan IMF.Kebijakan moneter dan nilai tukar B. memperkuat dan mempercepat restrukturisasi sistim perbankan. dan aspek baru yang masuk adalah penyelesaian utang luar negeri perusahaan swasta Indonesia. Strategi yang akan dilaksanakan adalah: 1.Deregulasi dan swastanisasi . Kebijakan moneter dan suku bunga 2.Memperkuat aspek hukum dan pengawasan untuk perbankan C.Program restrukturisasi bank . memperkuat implementasi reformasi struktural untuk membangun ekonomi yang efisien dan berdaya saing.2 milyar. Korea mendapat bantuan dana total sebesar US$ 57 milyar untuk jangka waktu tiga tahun. 5. yang mengandung 50 butir.Lingkungan hidup. Kebijakan makro-ekonomi . Restrukturisasi sektor keuangan . sehingga ekspor bisa bangkit kembali. Thailand hanya memperoleh dana bantuan total sebesar US$ 17. di antaranya US$ 4 milyar dari IMF dan masing-masing US$ 0. Setelah pelaksanaan reformasi kedua ini kembali menghadapi berbagai hambatan. 7 appendix dan satu matriks.Kebijakan fiskal . Sebagai perbandingan.Social safety net . menyusun kerangka untuk mengatasi masalah utang perusahaan swasta. Karena dalam beberapa hal program-program yang diprasyaratkan IMF oleh pihak Indonesia dirasakan berat dan tidak mungkin dilaksanakan. Peran IMF dan Saran 4.Perdagangan luar negeri dan investasi . 3. maka diadakanlah negosiasi ulang yang menghasilkan supplementary memorandum pada tanggal 10 April 1998 yang terdiri atas 20 butir. Jadwal pelaksanaan masing-masing program dirangkum dalam matriks komitmen kebijakan struktural. Dampak.11 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Ke tujuh appendix adalah masing-masing: 1. Pokokpokok dari program IMF adalah sebagai berikut: A. maka dilakukanlah negosiasi kedua yang menghasilkan persetujuan mengenai reformasi ekonomi (letter of intent) yang ditanda-tangani pada tanggal 15 Januari 1998. Reformasi struktural . 2.

Memang dalam anggaran belanja negara tahun 1998/1999 terdapat defisit anggaran yang besar. Stiglitz. semakin besar defisit yang terjadi dalam anggaran belanja. Restrukturisasi utang swasta 7.4 juta dan jumlah yang sama akan dicairkan lagi berturut-turut awal bulan Juni dan awal bulan Juli. Maret 1999 ini ditutup oleh bantuan luar negeri resmi pemerintah. J. Semakin jatuh nilai tukar rupiah. mengkritik bahwa prakondisi IMF yang . 1998b). Awal Mei 1998 telah dilakukan pencairan kedua sebesar US$ 989. Pencairan berikutnya sebesar US$ 1 milyar yang dijadwalkan awal bulan Juni baru akan terlaksana awal bulan September ini. dan (2) program IMF terlalu banyak mencampuri kedaulatan negara yang dibantu (Fischer. Hukum Kebangkrutan dan reformasi yuridis. rasa tenteram. padahal masalah yang dihadapi tiap negara tidak seluruhnya sama. Salah satu pemecahan standar IMF adalah menuntut adanya surplus dalam anggaran belanja negara. Kritik Terhadap IMF Banyak kritik yang dilontarkan oleh berbagai pihak ke alamat IMF dalam hal menangani krisis moneter di Asia. Selama ini tidak ada pencetakan uang secara besar-besaran untuk menutup anggaran belanja negara yang defisit. Reformasi BUMN dan swastanisasi 5. Radelet dan Sachs secara gamblang mentakan bahwa bantuan IMF kepada tiga negara Asia (Thailand. Setelah melihat program penyelematan IMF di ketiga negara tersebut. meskipun surplus12 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. padahal dalam hal Indonesia anggaran belanja negara sampai dengan tahun anggaran 1996/1997 hampir selalu surplus. Bantuan anggaran pemerintah untuk golongan lemah 4. Pemerintah akan terus menjamin kelangsungan kredit murah bagi perusahaan kecilmenengah dan koperasi dengan tambahan dana dari anggaran pemerintah (butir 16 dan 20 dari Suplemen). Korea dan Indonesia) telah gagal. Karena itu pemecahan utamanya adalah bagaimana mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar. Prioritas utama dari program IMF ini adalah restrukturisasi sektor perbankan. sehingga tidak bisa keluar dengan program penyelamatan yang tepat. yang paling umum adalah bahwa: (1) program IMF terlalu seragam. 6 Mei 1998). tetapi oleh karena nilai tukar rupiah yang terpuruk terhadap dollar AS. dan rasa kepercayaan terhadap perekonomian bahwa kita memiliki cukup devisa untuk mengimpor dan memenuhi kewajiban-kewajiban luar negeri” (Kompas. Sementara itu Menko Ekuin/ Kepala Bappenas menegaskan bahwa “Dana IMF dan sebagainya memang tidak kita gunakan untuk intervensi. Reformasi struktural 6. timbul kesan yang kuat bahwa IMF sesungguhnya tidak menguasai permasalahan dari timbulnya krisis. namun ini bukan disebabkan karena kebijakan deficit financing dari pemerintah.3. pemimpin ekonom Bank Dunia. Adalah kebijakan dari Orde Baru untuk menjaga keseimbangan dalam anggaran belanja negara. dan tidak ada tingkat inflasi yang melebihi 10%. tetapi untuk mendukung neraca pembayaran serta memberi rasa aman. dan prinsip ini terus dipegang. bila pemerintah dengan konsekuen melaksanakan program IMF.

R. karena keharusan BI melakukan fungsi lender of last resort bagi perbankan nasional. 13 Mei 1998). sementara keputusan yang diambil harus mengacu pada fakta konkret ekonomi. (Kompas. (Kompas. Tidak ada penjelasan rinci. (Nasution: 27-28). bahwa di bidang kebijaksanaan makro IMF tidak memperlihatkan adanya konsistensi antarinstrumen kebijaksanaan. namun dampak psikologisnya dari tindakan ini tidak diperhitungkan. karena cara pengelolaan bank yang amburadul dan tidak mengikuti peraturan. Di satu pihak. yaitu negara pengutang lazimnya harus mendapatkan restu pendanaan dari pemerintah AS. (Sri Mulyani: 72). Kabar terakhir menyebutkan bahwa pencairan bantuan tahap ketiga awal Juni ni akan tertunda lagi atas desakan pemerintah AS yang dikaitkan dengan perkembangan reformasi politik di Indonesia. Peran IMF dan Saran memberikan kelenturan dengan mengizinkan dipertahankannya subsidi dan menyediakan dana untuk menciptakan jaringan keselamatan sosial. dan bagaimana ingin dicapai sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 3%. ada saja peluang bahwa tudingan atas pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia yang makin marak belakangan ini. perwakilan IMF mewakili negara dan pemerintahan dengan kebijakan dan visi politik masing-masing. Demikianpun halnya dengan Bank Dunia. Harapan satu-satunya adalah peningkatan ekspor non-migas. Dampak. Saran IMF menutup sejumlah bank yang bermasalah untuk menyehatkan sistim perbankan Indonesia pada dasarnya adalah tepat. Di satu pihak IMF13 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Anwar Nasution mengkritik bahwa reformasi ekonomi yang disarankan IMF bentuknya masih samar-samar. Sri Mulyani mengemukakan. Karenanya. Bank Indonesia dan perbankan nasional. menjadi hal yang disoroti Dewan Direktur IMF dalam pengambilan keputusannya pekan depan”.teramat ketat terhadap negara-negara Asia di tengah krisis yang berkepanjangan berpotensi menyebabkan resesi yang berkepanjangan. Narvekar) sendiri juga dikutip sebagai mengatakan bahwa “IMF kerap menerapkan standar ganda dalam pengambilan keputusan. Penasehat khusus IMF untuk Indonesia (P. bagaimana caranya untuk meningkatkan penerimaan pemerintah dan mengurangi pengeluaran pemerintah untuk mencapai sasaran surplus anggaran sebesar 1% dari PDB dalam tahun fiskal 1998/99. dan ini akan menunda cairnya bantuan dari sumber-sumber lain (Hartcher dan Ryan). sedang di lain pihak menganut kebijaksanaan moneter yang kontraktif. yang pada dasarnya hanya memperluas kesempatan ekonomi AS. sehingga memperparah keadaan dan masyarakat . 2 Mei 1998). Masyarakat kehilangan kepercayaan kepada otoritas moneter. juga ketidak sejalanan kebijaksanaan moneter dan fiskal” (Sri Mulyani: 72). terutama dalam rangka stabilitas nilai tukar dan inflasi. Kedua kebijaksanaan ini bisa memandulkan efektivitas kebijaksanaan makro. namun kelemahan utama dari IMF adalah tidak ada program yang jelas untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi untuk mendorong ekspor non-migas. yang bertentangan dengan tema pengetatan. “Secara makro ancaman kegagalan terbesar kesepakatan ketiga ini berasal dari kebijaksanaan moneter yang masih ambivalen. Kemudian berlakunya praktek apa yang dinamakan “konsensus Washington”.

menghilangkan kepercayaan terhadap rupiah. dan titipan-titipan khusus dari negaranegara maju yaitu membuka peluang investasi yang seluas-luasnya bagi mereka dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan Indonesia. dari waktu ke waktu mengadakan intervensi terbatas di pasar valas dengan petunjuk IMF (lihat butir 14. Di lain pihak.beramai-ramai memindahkan dananya dalam jumlah besar ke bank-bank asing dan pemerintah atau ditaruh di rumah.14 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. . Rencana IMF untuk mencairkan bantuannya secara bertahap dalam jarak waktu yang cukup jauh menunjukkan bahwa IMF menekan Indonesia untuk menjalankan programnya secara ketat dan membiarkan keadaan ekonomi Indonesia terus merosot menuju resesi yang berkepanjangan. IMF sendiri tampaknya tidak tahu apa yang harus dilakukannya dan berputarputar pada kebijakan surplus anggaran. 21 dari persetujuan 15 Januari 1998. menaikkan suku bunga dan mengembalikan kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi. uang ketat. perekonomian Meksiko dengan cepat pada tahun 1996 dapat bangkit kembali. tingkat bunga tinggi. butir 5. Pertanyaan mendasar yang harus ditujukan kepada IMF menurut penulis adalah sejauh mana IMF bersungguh-sungguh dalam hal membantu mengatasi krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia dewasa ini? Apakah sama seperti kesungguhan Amerika Serikat ketika membantu Meksiko bersama-sama dengan IMF dan negara-negara maju lainnya yang berhasil menggalang sebesar hampir US$ 48 milyar Januari 1995? Setelah mencapai titik terendah tahun 1995. IMF tidak memecahkan permasalahan yang utama dan yang paling mendesak secara langsung. kita juga perlu berterima kasih kepada IMF karena dengan menunda mencairkan bantuannya. juga tidak ada Appendix untuk masalah ini. yang didukung oleh bantuan dana dari World Bank. Asian Development Bank dan negara-negara sahabat. Maret 1999 Saran IMF untuk menstabilkan nilai tukar adalah dengan menerapkan kebijakan uang ketat. ditambah jarak yang cukup lama antara paket bantuan pertama dan kedua. hanya dicicil US$ 1 milyar dari jumlah US$ 3 milyar. 15 dan 24 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). 17. Hal ini juga diakui oleh IMF (butir 14. bahkan memperparah keadaan. IMF bisa saja terlebih dahulu mengambil kebijakan memprioritaskan stabilisasi nilai tukar rupiah. berhubung semua bantuan tambahan yang besarnya mencapai US$ 27 milyar dikaitkan dengan cairnya bantuan IMF. dengan mencairkan dana bantuan yang relatif besar pada bulan November lalu. IMF sedikit banyak mempunyai andil dalam perjuangan menggulirkan tuntutan reformasi politik. Dengan demikian timbulnya krisis kepercayaan yang berkepanjangan dapat dicegah. ekonomi dan hukum di Indonesia yang pada akhirnya bermuara pada mundurnya Presiden Soeharto. Karena badan internasional lain dan negara-negara sahabat yang menjanjikan bantuan juga menunggu signal dari IMF. yang menimbulkan krisis likuiditas perbankan nasional yang gawat. Dengan menahan pencairan bantuan tahap kedua dan setelah diundur. pembenahan sektor riil yang memang perlu dan sudah sangat mendesak. 16. kalau mau. 7 dari Suplemen). menyulitkan pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat. Sayangnya tidak ada program khusus yang secara langsung ditujukan untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah.

1997. Ibaratnya orang yang sudah hampir tenggelam diombang-ambing ombak laut tidak segera ditolong dengan dilempari pelampung. Dampak. utang luar negeri swasta dan nilai tukar rupiah yang merosot jauh dari nilai riilnya adalah masalah-masalah dasar jangka pendek. bab 2. Bila semua kekuatan bantuan ini dikumpulkan sekaligus secara dini. bab 4 dan 5). . Krisis ekonomi yang tengah berlangsung ini memang bukan tanggung-jawab IMF dan tidak bisa dipecahkan oleh IMF sendiri. Tidak adanya program dari IMF yang jelas dan berjangka pendek untuk mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar dan menstabilkannya membuat pemerintah cukup lama terombang-ambing antara memilih program IMF atau currency board system. Peran IMF dan Saran perusahaan yang jatuh bergelimpangan. yang justru menjanjikan kepastian dan kestabilan nilai tukar pada tingkat yang wajar. Reformasi struktural sebagaimana yang dianjurkan oleh IMF memang mendasar dan penting. sehingga timbul teka-teki. maka hal ini dengan cepat akan memulihkan kembali kepercayaan masyarakat dalam negeri dan internasional. Permintaan IMF untuk menghentikan dengan segera perlakuan pembebasan pajak dan kemudahan kredit untuk proyek mobil nasional dan IPTN adalah tepat. Namun kekurangan yang paling utama dari IMF adalah bahwa IMF dalam program bantuannya tidak mencari pemecahan terhadap masalah yang pokok dan sangat mendesak ini dan berputar-putar pada reformasi struktural yang dampaknya jangka panjang. karena untuk beberapa tindakan memang ada tanda-tanda kekurang sungguhan di pihak Indonesia. tetapi dampak hasilnya baru bisa dirasakan dalam jangka panjang.Di lain pihak memang harus diakui bahwa tekanan ini perlu untuk memastikan kesungguhan Indonesia. apakah IMF benar-benar tidak melihat inti permasalahannya atau berpura-pura tidak tahu? Atau IMF mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk memaksakan perubahan-perubahan yang sudah lama menjadi duri di matanya dan bagi Bank Dunia serta mewakili kepentingan-kepentingan asing? Tampaknya di balik anjuran program pemulihan kegiatan ekonomi ada titipan-titipan politik dan ekonomi dari negara-negara besar tertentu. yang lama tidak disinggung oleh IMF. Di sini timbul keragu-raguan akan kemurnian kebijakan reformasi IMF. sementara pemecahan masalahnya sudah sangat mendesak. Namun bantuan dana IMF dan ketergantungan harapan pada IMF ini di(salah)gunakan untuk menekan pemerintah Indonesia untuk melaksanakan reformasi struktural secara besar-besaran. di mana makin ditunda makin banyak15 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. karena dalam jangka pendek proyek ini akan mengacaukan kebijakan pemerintah di bidang fiskal. Program reformasi IMF secara mencurigakan mengulang kembali tuntutan-tuntutan deregulasi ekonomi yang sudah sejak bertahun-tahun didengungkan oleh Bank Dunia dan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia (lihat World Bank. Jadi.World Bank. Banyak perusahaan yang mengandalkan pasaran dalam negeri tidak bisa menjual barang hasil produksinya karena perusahaan-perusahaan ini umumnya memiliki kandungan impor yang tinggi dan harga jualnya menjadi tidak terjangkau dengan semakin jatuhnya nilai tukar rupiah. tapi disuruh belajar berenang dahulu. 1996.

Baru pada tanggal 1 Oktober 1998 direncanakan subsidi akan diturunkan secara berarti. Dalam situasi sekarang hampir tidak ada peluang untuk meningkatkan pajak. Halnya akan lain. Membengkaknya subsidi ini disebabkan16 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. sehingga nilai tukar valas naik sangat tinggi dan siapa yang menarik keuntungan dari krisis ini? Janganlah rakyat banyak diminta untuk berkorban mengatasi krisis ini atau membebankan di atas penderitaan rakyat dengan misalnya menaikkan harga BBM dan tarif listrik. Keadaan ini tidak sebanding. menunggu keresahan masyarakat reda? Di sini pemerintah salah membaca isi dari kesepakatan dengan IMF. Dalam kaitan ini perlu dipertanyakan. misalnya penagihan yang lebih efektif. meskipun kepentingan rakyat kecil sangat diperhatikan dengan adanya jaringan keselamatan sosial. Maret 1999 oleh beberapa faktor. yakni melalui subsidi silang sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tetap dikenakan tarif listrik yang murah dan melalui peningkatan efisiensi. Tidak bisa biaya produksi dihitung atas dasar nilai tukar dengan dollar AS yang masih relatif tinggi lalu dibebankan kepada konsumen.anggaran dan moneter secara berarti. Jadi tindakan yang pokok adalah pertama mengembalikan dulu nilai rupiah ke tingkat yang wajar dan dari sini baru menghitung besarnya subsidi. BBM dan listrik. karena IMF menganjurkan penghapusan subsidi secara bertahap dan tidak secara mendadak. Juga saran IMF untuk menghapuskan subsidi BBM dan listrik yang kian membesar secara bertahap dalam jangka waktu tiga tahun sudah benar. kita harus melihat sebab-sebab lain di balik kenaikan biaya produksi. bank asing maupun penguasaan saham dari . seperti kinerja yang kurang efisien. BBM dan listrik sudah diperhitungkan dan dinaikkan dalam anggaran pemerintah (butir 20 dari Suplemen). Subsidi listrik relatif lebih mudah untuk dihapuskan. Subsidi untuk bahan pangan. tetapi sebab utama karena merosotnya nilai tukar rupiah. Yang menjadi pertanyaan di sini adalah. siapa yang menjadi penyebab dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini. kalau tidak menurun dan banyaknya PHK. tagihan listrik dalam jumlah besar yang tidak dibayar. apakah pemerintah tidak bisa menunda kenaikan BBM dan listrik untuk beberapa bulan. (butir 10 dan 11 dari Suplemen). bila pendapatan masyarakat dalam rupiah juga ikut naik dua atau tiga kali lipat sesuai dengan kenaikan nilai tukar dollar AS. seperti orang asing yang tinggal di Indonesia misalnya. sementara pendapatan masyarakat adalah dalam rupiah yang tidak berubah sejak sebelum terjadinya krisis moneter. Dalam suplemen program IMF April 1998 disebutkan bahwa subsidi masih bisa diberikan kepada beberapa jenis barang yang banyak dikonsumsi oleh penduduk berpenghasilan rendah seperti bahan makanan. Di antara saran-saran IMF juga ada yang mengenai perluasan penyertaan modal asing dalam kegiatan ekonomi Indonesia yang terlalu jauh. Modal asing sudah diberi peluang yang cukup besar untuk investasi di Indonesia dengan diperbolehkannya kepemilikan hingga 100% baik untuk pendirian PMA. Namun penurunan subsidi BBM dan listrik oleh pemerintah secara drastis dan mendadak pada tanggal 4 Mei 1998 yang lalu mempunyai dampak yang sangat luas terhadap perekonomian rakyat kecil. Tindakan drastis ini sedikit-banyak telah membantu memicu terjadinya kerusuhan-kerusuhan sosial dan politik.

Dampak lain adalah laju inflasi yang tinggi selama beberapa bulan terakhir ini. harga BBM/tarif listrik naik. biaya sekolah di luar negeri melonjak.perusahaan-perusahaan yang telah go public. Masalahnya bukan sentimen nasionalisme. investasi menurun karena impor barang modal menjadi mahal. Imbas dari kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam secara umum sudah kita ketahui: kesulitan menutup APBN. karena IMF sebagai lembaga yang disegani bisa banyak membantu memulihkan kepercayaan kreditor17 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. izin investasi di bidang perdagangan besar dan eceran. toko sepi. Peran IMF dan Saran luar negeri. khususnya dollar AS. perjalanan ke luar negeri . yang akan memperlancar dan mempercepat proses penyelesaian utang. (Bandingkan juga Sri Mulyani: 72-3). yang melambung tinggi jika dihadapkan dengan pendapatan masyarakat dalam rupiah yang tetap. perusahaan tutup atau mengurangi produksinya karena tidak bisa menjual barangnya dan beban utang yang tinggi. Dengan demikian roda perekonomian bisa berputar kembali dan harga-harga bisa turun dari tingkat yang tinggi dan terjangkau oleh masyarakat. tetapi apa sumbangan dari keterbukaan ini terhadap restrukturisasi ekonomi dari program IMF. Ikut campurnya IMF dalam penyelesaian utang swasta adalah sangat baik. padahal harga dari banyak barang naik cukup tinggi. terutama yang bermodal kecil? Apa permintaan IMF ini tidak terlalu jauh? Kedengarannya seperti IMF menerima titipan pesan sponsor dari negara-negara besar yang ingin memaksakan kepentingannya dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan. tetapi apa salahnya bila pemerintah menyisakan bidang kegiatan untuk pengusaha Indonesia. IMF bisa bertindak sebagai perantara yang netral dan dipercaya. Dampak dari Krisis Dewasa ini semua permasalahan dalam krisis ekonomi berputar-putar sekitar kurs nilai tukar valas. dan apa sumbangannya terhadap pemasukan modal asing? Bukan masalah anti asing atau sentimen nasionalisme yang sempit. harga telur/ayam naik. Masalah ini hanya bisa dipecahkan secara mendasar bila nilai tukar valas bisa diturunkan hingga tingkat yang wajar atau nyata (riil). Pada sisi lain merosotnya nilai tukar rupiah secara tajam juga membawa hikmah. meskipun tidak kembali pada tingkat sebelum terjadinya krisis moneter. utang luar negeri dalam rupiah melonjak. dan liberalisasai perdagangan yang jauh lebih liberal dari komitmen resmi pemerintah di forum WTO. tarif angkutan naik. Saran IMF lainnya yang disisipkan dalam persetujuan dan tidak ada kaitannya dengan program stabilisasi ekonomi dan moneter adalah desakannya untuk menyusun UndangUndang Lingkungan Hidup yang baru (butir 50 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). Secara umum impor barang menurun tajam termasuk impor buah. Dampak. tetapi lebih tepat jika dikatakan foreign exchange induced inflation. kecuali saham bank nasional yang go public. kecuali sebagian sektor pertanian dan ekspor. yang bukan disebabkan karena imported inflation4 . Meskipun demikian IMF masih meminta dihapuskannya larangan membuka cabang bagi bank asing. stabilisasi ekonomi dan moneter. AFTA dan APEC. bahkan dalam beberapa hal turun ditambah PHK. PHK di mana-mana.

kebalikannya arus masuk turis asing akan lebih besar.18 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Maret 1999 dalam nilai tukar mata uangnya dan bisa menurunkan harga jual dalam nominasi valas. yang menyebabkan terjadinya kesenjangan antara penghasilan yang berkurang karena PHK atau naik sedikit dengan pengeluaran yang meningkat tajam karena tingkat inflasi yang tinggi. pengusaha domestik kapok meminjam dana dari luar negeri. Petani yang berbasis ekspor penghasilannya dalam rupiah mendadak melonjak drastis. dan negara-negara produsen lain juga mengalami depresiasi 4 Suatu inflasi dikatakan terjadi karena imported inflation bila harga barang-barang di negara pengekspornya naik. hanya di sini ada kesulitan lain untuk meningkatkan ekspor. Hal yang serupa juga terjadi untuk ekspor barang manufaktur. daya saing produk dalam negeri dengan tingkat kandungan impor rendah meningkat sehingga bisa menahan impor dan merangsang ekspor khususnya yang berbasis pertanian. pertumbuhan GDP nyata Indonesia pada tahun 1998/9 diperkirakan akan negatif sebesar 16%.5 juta. sementara bagi konsumen dalam negeri harga beras. Sebagai dampak dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ini. Sayangnya ekspor yang secara teoretis seharusnya naik. pulihnya kepercayaan investor dalam dan luar negeri. menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada tingkat yang wajar. Keadaan ekonomi yang sangat parah ini diperkirakan pada bulan-bulan mendatang masih akan berlangsung terus. dan ini tidak terjadi. Meningkatnya jumlah penduduk miskin tidak terlepas dari jatuhnya nilai tukar rupiah yang tajam. Prospek Ekonomi Indonesia Prospek ekonomi untuk beberapa tahun mendatang adalah kurang cerah dan akan ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang negatif. karena krisis belum juga menyentuh dasar jurang. dan tingkat inflasi sekitar 66%. kopi dan sebagainya ikut naik. karena ada masalah dengan pembukaan L/C dan keadaan sosial-politik yang belum menentu sehingga pembeli di luar negeri mengalihkan pesanan barangnya ke negara lain. karena pembeli di luar negeri juga menekan harganya karena tahu petani dapat untung besar. keamanan yang mantap. sulit untuk diramalkan karena tergantung pada banyak faktor. bahkan cenderung sedikit menurun pada sektor barang hasil industri. . Berapa lama krisis ekonomi ini masih akan berlangsung. Meskipun penerimaan rupiah petani komoditi ekspor meningkat tajam. sehingga bila nilai tukar rupiah bisa dikembalikan ke nilai nyatanya maka biaya besar yang dibutuhkan untuk social safety net ini bisa dikurangi secara drastis. proteksi industri dalam negeri meningkat sejalan dengan merosotnya nilai tukar rupiah. tetapi penerimaan ekspor dalam valas umumnya tidak berubah. pada Oktober 1998 ini jumlah keluarga miskin diperkirakan meningkat menjadi 7. Faktor-faktor tersebut adalah bantuan IMF dan donor-donor lainnya yang segera. tidak terjadi. gula. suasana politik dan sosial yang stabil. Hasilnya adalah perbaikan dalam neraca berjalan. Menurut perkiraan IMF pada bulan Maret 1999 lalu.dan pengiriman anak sekolah ke luar negeri. Namun secara keseluruhan dampak negatifnya dari jatuhnya nilai tukar rupiah masih lebih besar dari dampak positifnya. sehingga perlu dilancarkan program-program untuk menunjang mereka yang dikenal sebagai social safety net.

harga mobil terjangkau oleh masyarakat. Ditambah dengan hilangnya insentif untuk meminjam dari luar negeri karena biaya pinjaman yang lebih rendah diimbangi dengan tingkat depresiasi yang lebih tinggi dan karena tidak adanya lagi intervensi kurs oleh BI. tenaga terlatih. Bank Dunia menyarankan mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah dengan empat kebijakan utama: restrukturisasi beban utang swasta. 9 April 1998). perdagangan dan angkutan juga bisa hidup kembali. p. Kegiatan jasa hotel. Karena prasarana dasar untuk pembangunan sudah tersedia. Dengan demikian sumber utama krisis di masa lalu untuk masa mendatang sudah dapat dieliminir. reformasi dan memperkuat sistim perbankan. dan meningkatkan ekspor. mesin-mesin sudah ada. impor secara otomatis akan berkurang (misalnya buah. dan menjaga stabilitas fiskal dan moneter selama masa transisi (World Bank. harga barang-barang produksi dalam negeri dengan kandungan lokal tinggi bisa meningkat daya saingnya sehingga bisa berkembang dan orang tidak mengandalkan bahan impor karena menjadi mahal. 2. Dampak. dan penyelesaian masalah utang swasta dengan penjadwalan ulang (Kompas. Dengan demikian. sejauh persyaratan di atas bisa dipenuhi. pabrik.Tapi sekali krisis berakhir dan ekonomi berbalik bangkit kembali (rebound). pada suatu saat tertentu dan membagi (spread-out) pembayaran ini secara merata dalam .2). sehingga yang diperlukan adalah pulihnya kepercayaan dan masuknya modal baru. Inti dari pemecahan krisis moneter dalam jangka pendek haruslah ditujukan kepada pencegahan penumpukan pembayaran utang luar negeri. kirim anak sekolah di luar negeri. Peran IMF dan Saran dewasa ini adalah program penyelamatan yang bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat serta menstabilkan kurs rupiah pada nilai tukar yang nyata (bandingkan juga Stiglitz). Saran-Saran Krisis moneter telah memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk menentukan kebijakan di masa depan. dana asing akan sangat hati-hati masuk ke Indonesia. jalan-jalan ke luar negeri. maka upaya yang paling utama dan mendesak bagi Indonesia19 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Setelah mendapat pengalaman dari krisis ini. begitupun pengusaha domestik akan sangat hati-hati untuk meminjam dari luar negeri. industrialisasi substitusi impor berlanjut. restrukturisasi perbankan. Dunia perbankan nasional juga telah diajarkan dari manfaat jangka panjang untuk bertindak prudent. Dengan sistim ini. Penulis menginterpretasikan nilai tukar nyata sebagai nilai tukar berdasarkan purchasing power parity yang bisa menjaga keseimbangan dalam neraca berjalan dan yang bisa menjamin ekonomi nasional beroperasi. pola makan makanan yang bahannya gandum). Para ekonom dari CSIS berpendapat bahwa langkah yang harus diambil untuk mengatasi kemelut ini adalah dengan menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tingkat yang wajar. 1998. berobat di luar negeri. memperbaiki “governance”. baik swasta maupun pemerintah. maka perbaikan ini diperkirakan akan berlangsung relatif cepat. kegiatan ekonomi Indonesia terutama harus ditunjang oleh kekuatan sendiri berdasarkan dana modal yang tersedia di dalam negeri. perjalanan.

Yang nanti akan menjadi masalah adalah bagaimana membayar utang bantuan darurat yang mencapai US$ 46 milyar tersebut di samping utang-utang pemerintah dan swasta yang ada. berarti bahwa beban utang termasuk pembayaran bunga untuk di kemudian hari akan bertambah besar. diharapkan akan terjadi arus balik devisa dan masuknya modal luar negeri.560 juta. sebab Paris Club adalah instrumen internasional yang memang khusus dirancang untuk membantu negara-negara sedang berkembang dalam menghadapi masalah pembayaran kembali utang-utang luar negeri pemerintah. Keuntungan dari penundaan pembayaran utang ini adalah. Dengan demikian.450 juta.jangka waktu yang lebih panjang pada tingkat yang terkendali (manageable). Sebab menurut APBN tahun 1998/99 jumlah pembayaran cicilan utang pokok luar negeri beserta bunganya mencapai US$ 7. Indonesia bisa bernapas untuk memperkuat posisi cadangan devisanya. tanpa merusak nama Indonesia sebagai debitur yang baik. maka masih ada selisih positif sebesar lebih dari US$ 1 milyar yang bisa dihemat. apa salahnya jika Indonesia meminta penundaan waktu pembayaran kembali utang? Nama Indonesiapun tidak menjadi jelek karenanya. Seandainya Indonesia tidak menerima bantuan barupun. Beberapa saran dari penulis untuk mengatasi krisis ekonomi dewasa ini adalah sebagai berikut:20 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Maret 1999 1. dalam hal ini Departemen Keuangan dan Bank Indonesia. bahwa beban utang tidak menjadi bertambah. . 3. Pemerintah melaksanakan reformasi dan restrukturisasi sektor riil dan keuangan secara konsekuen untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia. sementara pinjaman luar negeri baru sebesar US$ 6. Dengan adanya kepercayaan ini. Namun pemerintah. yang juga selalu mendapatkan pujian dari Bank Dunia dan IMF. harus bertindak proaktif menghadapi IMF dengan mengajukan saran-sarannya sendiri dan menolak program-program yang tidak relevan dan cenderung merugikan Indonesia. Karena Indonesia telah menanda-tangani persetujuan program reformasi struktural ekonomi dengan IMF. termasuk program reformasi IMF. hanya saja jangka waktu pembayaran kembalinya saja yang lebih panjang. maka pemerintah juga harus melaksanakannya dengan konsekuen. Bila Jepang hanya mau membantu dengan dengan menambah pinjaman baru. Sementara ini sudah banyak negara sedang berkembang yang memanfaatkan fasilitas ini. Jumlah ini sangat berarti untuk memperkuat cadangan devisa negara. Namun dalam keadaan krisis yang parah ini. 2. terlebih lagi karena bantuan IMF ini terkait dengan bantuan negara-negara donor lainnya yang jumlahnya sangat besar. Sejauh ini Indonesia memang selalu patuh untuk membayar semua utang-utangnya secara tepat waktu. Mengusahakan penundaan pembayaran utang resmi pemerintah berupa pembayaran cicilan pokok dan bunga selama misalnya dua tahun melalui Paris Club. makin cepat juga dananya cair. Membentuk kabinet baru yang terdiri atas teknokrat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat Indonesia maupun luar negeri akan kesungguhan program reformasi. Makin cepat pemerintah melaksanakan program-program reformasi.

terlebih lagi dengan semakin terpuruknya nilai tukar rupiah semakin besar pula defisit dalam anggaran belanja negara yang harus ditutup. perjalanan domestik dan luar negeri dapat hidup kembali. Hal ini telah dilakukan oleh pemerintah dan telah dicapai kesepakatan. Kebijakan depresiasi nilai tukar yang relatif besar dampaknya sama seperti kebijakan proteksi produksi dalam negeri. artinya tidak lagi overvalued ketika regim managed floating. Hingga kini sikap pemerintah Indonesia terkesan pasif. Masalah pokoknya adalah bagaimana memperkuat nilai tukar mata uang masing-masing kembali pada tingkat yang wajar. harga barang-barang produksi dalam negeri dapat terjangkau termasuk sembako dan pabrik-pabrik beroperasi kembali. Peran IMF dan Saran membantu meringankan defisit anggaran belanja. yang sekarang sedang diusahakan oleh Tim Penanggulangan Utang Luar Negeri Swasta (PULNS) atau Indonesian Debt Restructuring Agency (INDRA). 6. Mengadakan negosiasi ulang utang luar negeri swasta Indonesia dengan para kreditor untuk meminta penundaan pembayaran. sehingga ekspor masih bisa tetap bergairah.22 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. orang-orang yang menganggur dapat bekerja kembali. insentif untuk meminjam dana dari luar negeri hilang. . Mengembalikan stabilitas sosial dan politik dan rasa aman secepatnya sehingga bisa memulihkan kepercayaan pemilik modal dalam dan luar negeri. juga tingkat inflasi. dan sebagainya untuk mencari pemecahan atas krisis moneter yang sedang melanda banyak negara Asia Timur. biaya perjalanan ke dan sekolah di luar negeri tetap masih mahal. Menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang riil. biaya angkutan udara bisa diturunkan. jumlah penduduk miskin dapat ditekan kembali dan jaringan keamanan sosial tidak lagi diperlukan. Sebaliknya daya saing ekspor masih cukup tinggi. paling tidak tingkat depresiasi rupiah tidak lebih rendah dari depresiasi nyatanya. bahwa Indonesia akan menunda pembayaran cicilan utang pokoknya saja. Bila ini disadari sebagai hal yang utama dan yang paling mendesak untuk mengakhiri krisis ini. Nilai tukar nyata yang wajar ini harus dicari dengan memperhatikan kriteria-kriteria berikut. Dilain pihak kurs dollar AS ini harus cukup tinggi untuk menahan impor berbagai macam barang dan bahan serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri termasuk buah-buahan. 4. bahkan bisa dipertimbangkan untuk membiarkannya sedikit undervalued untuk meningkatkan daya saing secara internasional dan merangsang produksi dalam negeri dan ekspor. Misalnya dengan mengajukan gagasan-gagasan pemecahan yang konkrit dan mendesak diadakannya pertemuanpertemuan dengan segera. Maret 1999 7. Dampak. Dengan kurs ini defisit anggaran belanja negara bisa ditekan. ASEAN.Penjadwalan kembali pembayaran utang resmi pemerintah ini juga akan banyak21 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. pembayaran utang luar negeri pemerintah dan swasta dalam rupiah dapat ditekan sehingga mampu dikembalikan. yang semuanya mengurangi pengurangan devisa. begitupun harga BBM/listrik dan pakan ternak. karena merubah perbandingan harga antara barang dalam negeri aktif dalam forum-forum internasional seperti APEC. maka seluruh daya upaya dan pikiran dapat diarahkan untuk memecahkan persoalannya.

Fischer. Arsjad. D. S. November 5. 6. 1996. August. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”. 1997. Washington. the United States-Indonesia Society. 1997. Washington. 1 September. May. 1998c. 33-48. IMF. Bonn: Friedrich Ebert Stiftung. 1999. 2. “The IMF Turns Off the Tap”.C. D. 35 No. Press Release No.. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal.23 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. saduran. 1998. 6 April. World Economic Outlook. M. Untuk mengembalikan kepercayaan dari masyarakat yang menyimpan uangnya di dalam negeri. Washington. 1998a. . makalah pada Simposium Kepedulian Universitas Indonesia Terhadap Tatanan Masa Depan Indonesia”.C.. J. Ursachen und Auswirkungen der Asienkrise”. P. Dampak. “Indonesia. misalnya transfer pribadi dibatasi sampai jumlah tertentu.C.. Menghalangi kemungkinan kegiatan spekulasi valas besar-besaran dengan mempelajari kemungkinan melakukan pengawasan devisa secara terbatas tanpa melepas prinsip regim devisa bebas atau melanggar kesepakatan dengan IMF. Moh.1998. Depok. “Peranan IMF Saat Krisis”. dalam: M. “Krisis Ekonomi Indonesia dan Reformasi (Makro) Ekonomi”. Kampus UI. D. 3. “Transformasi Struktur Perekonomian Indonesia: Pola dan Potensi”. Ehrke. 1998.H. May 21. ________. Bello. Pangestu. 97/50. Selanjutnya tidak memberi peluang untuk memperdagangkan rupiah atau menaruh deposito Rupiah di luar negeri. Jakarta. Daftar Kepustakaan Anwar. Supplemetary Memorandum of Economic and Financial Policies. 1998b. pemerintah bisa mempertimbangkan melakukan operasi swap. Gunawan. Bank Indonesia. Mencari Paradigma Baru Pembangunan Indonesia. Krugman juga menganjurkan memungut pajak atas dana yang masuk dan membuat peraturan yang menghambat pengiriman dana ke luar (lihat Wessel dan Davis. A. W. Kompas. Economic Policy under President Soeharto: Indonesia’s Twenty-Five Year Record. 97/50. Ryan. “Financial Crisis in Indonesia”. hal. apalagi didukung oleh cadangan devisa pemerintah yang semakin membesar. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”. I. Hollinger. Jakarta. Deposito valas hanya boleh di bank-bank devisa dalam negeri dan tidak boleh ditempatkan di luar. 1998. hal. 2-5.1 April. IMF. 16). 1998. Press Release No. Kompas. 1998. 9 Oktober. Jakarta: Kompas. “The Lessons of Asia’s Currency Crisis”. June. Jakarta: CSIS. Vol. “IMF dan Krisis Asia”. Australian Financial Review. November 5.8. 9. Sri Mulyani I. Peran IMF dan Saran Hartcher. hal. “The Asian Crisis and the Changing Role of the IMF”. 1997..: Finance & Development. 8 April. Jakarta. ________. “Pangloss oder die beste aller moeglichen Welten.C. W. “Mencari Solusi Alternatif untuk Mengatasi Krisis”. Februari. 30 Maret . Greenwood.. hal. pp. 1997. IMF. IMF. C.000. Setiati (penyunting). US$ 10.

Schuman. Montes. Jakarta: Kompas. Korea Letter of Intent. “The Myth of Asia’s Miracle”. 1997. “What’s a Fund for?”. hal. 1998a. April 10.. D. March 16. “Indonesia . IMF Agree on Bailout. hal. 1998. Nasution. the 1994 Panglaykim Memorial Lecture. Foreign Affairs. “The Asian Crisis: Causes and Cures”. 3. 1998. p. 1994. “Indonesia . Tanaka (editors).1997. Finance and Development. Kitamura. The Economist. Jakarta: CSIS. T. 9. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. hal. Washington. 1997. Economy Is Slated for Rapid Change”.18-21. makalah pada “1997 Economics Conference”. hal. 17-18 Desember. Maret 1999 Krugman. 3.. Jakarta: Kompas. IMF Staff. IDE Spot Survey. Dimuat di Kompas dengan judul “Di Balik Terjadinya Krisis Keuangan Asia”. 1997. 35 No. December 9. “Capital Flow Sustainability and Speculative Currency Attacks”. Cho. 26 Agustus 1998. 1997. hal. . January. K. Singapore. 28-29. December. Washington. “Saatnya Dipertimbangkan Solusi Alternatif”. 1997. S. 1997. hal. Krause. “What Happened to Asia”. Jakarta. November/December.F. Tokyo: Institute of Developing Economies. 6 Mei 1998.C.C. Ada yang Harus Dilakukan dan yang Harus Dihindari”. Sender. Vol. Jakarta: Kompas. 9 April 1998. M. Examining Asia’s Tigers.24 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. “RI-IMF Hasilkan Memorandum Tambahan”. Radelet. P. Sachs. December 4. LPEM-FEUI. The Pacific Century: Myth or Reality?. pp. September 25. Jakarta.Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies”. M. IMF Research Department Staff. “Lessons from the Recent Financial Crisis in Indonesia”. “South Korea. 62-77. diselenggarakan bersama oleh USAID. 1998. H. “Saran Ali Wardhana untuk Atasi Krisis. D. J. 1998. ACAES. 2. “IMF Cairkan Semilyar Dollar AS”.. “Currency Crisis”. 8-11. N. 28 Agustus. _________. June. Tokyo.IMF Agreement on Economic Reforms”. Jakarta: Kompas.: World Bank. 13 Mei 1998.: Finance & Development. 17.B. January 15.Fourth Review Under the Extended Arrangement”. 1998 Economic Outlook for East Asia. 140-2. L. Anwar. Singapore: ISEAS. 3rd updated reprint. 1998b. _________. 27 Januari. 1994. The Sunday Times. __________. “Why Not Let the Banks Own the Debtor Firms?”. Nine Economies Challenging Common Structural Problems. “IMF Mulai Sadar Transparensi”. 1998. July 26. The Currency Crisis in Southeast Asia. hal. 1998. February 7. Institute of Developing Economies (IDE). Jakarta: Kompas. Hong Kong: Far Eastern Economic Review.

___________. “APEC and the Monetary Crisis in East Asia”. D. A Macroeconomic Update. 1997. Indonesia: Stability. 1998. 1996. __________. Pendekatan Too-Big-To-Fail (TBTF) yang sejak beberapa waktu terakhir telah . L. D. 1994. 1998. 1998c. Sustaining High Growth with Equity. February 24. 1. 1997. Gatra. __________. 16433IND. G.31 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia KONSEP CROSS-GUARANTEE DALAM PROGRAM PENJAMINAN DAN KEMUNGKINAN PENERAPANNYA DI INDONESIA Maulana Ibrahim dan Agusman *) Tulisan ini mencoba mengetengahkan salah satu bentuk pikiran alternatif dalam program penjaminan yang dikenal dengan konsep Cross-Guarantee. J. sehingga mengarah sepenuhnya pada swastanisasi baik penyelenggaraan penjaminan maupun pelaksanaan pengaturan dan pengawasan bank yang menyertainya. hal. paper presented at the APEC Study Centre Consortium Conference. July 2. “APEC dan Krisis Moneter di Kawasan Asia Timur”. Wessel. pidato pengukuhan Guru Besar Madya Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.T. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. 1998. Growth and Equity in Repelita VI. Dampak. February 2. May 27. Jakarta: Kompas. Bangi. Indonesia in Crisis. 1998b. 10 Juni. “Kesepakatan Ketiga”. hal.. 72-3. Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF. 1998. 16. draft Report. 1998. Tarmidi. Peran IMF dan Saran ___________. Dimensions of Growth. “Money Trail: Who Ruptured the Rupiah”. 1.Soros. hal. hal.25 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. 9 Mei. World Bank. “Crisis Crusaders. Malaysia. 8. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Stiglitz. Sri Mulyani Indrawati. Ip. 1998a. “Restoring the Asian Miracle”. Indonesia. Jakarta. Indonesia. Davis. Sebagai suatu konsep yang ditujukan untuk mengatasi berbagai kelemahan deposit insurance scheme yang berlaku sekarang ini. B. Report No. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. May 30. “The Crisis of Global Capitalism”. 31-38. McDermott. 2 Mei 1998. Wessel. D. __________. No. Jakarta. August 11-13. Konsep ini juga mengupayakan adanya perlakuan yang sama untuk bank-bank besar dan bank-bank kecil dalam memper-oleh penjaminan. No. maka konsep Cross-Guarantee menekankan pentingnya penggunaan pendekatan risk-sensitive analysis dalam penetapan besarnya premi. Thailand Letter of Intent. 15383-IND. 1998. majalah Global. 25 Tahun IV.. September 28. G. Would-Be Keyneses Debate How to Fight Global Woes”. konsep ini sangat progresif dalam hal mempercayakan penyelenggaraan penjaminan kepada mekanisme pasar dan meniadakan intervensi pemerintah. Report No. 22. May 7. hal. December 31. September 16. 5. Sangat berbeda dengan konsep-konsep lainnya dalam program penjaminan. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. “Utang Swasta Sekitar 64 Milyar Dollar AS”. Jakarta.

menimbulkan inkonsistensi dalam proses penjaminan diharapkan dapat dihilangkan oleh konsep ini. hal tersebut barangkali masih dapat diterima. Latar Belakang Konsep Cross-Guarantee Konsep Cross-Guarantee muncul antara lain karena adanya berbagai kritik dan ketidakpuasan terhadap skim penjaminan yang diterapkan pada Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) di Amerika Serikat. dalam tulisan ini akan didalami prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam konsep tersebut beserta pengaruhnya terhadap pola penjaminan dan pengawasan bank. Urusan Pengawasan Bank 2. Bank Indonesia Agusman : Pengawas Bank. Dengan merujuk pada ide yang dilontarkan Bert Ely tentang CrossGuarantee. Pencarian kemungkinan alternatif lain program penjaminan merupakan hal yang perlu dilakukan secara terus menerus. Bert Ely3 . Di Amerika Serikat sendiripun upaya pencarian tersebut masih tetap dilakukan meskipun program penjaminannya dianggap telah jauh lebih maju dan mapan. Dalam Konferensi mengenai Bank Structure and Competition yang baru-baru ini diadakan oleh Federal Reserve Bank of Chicago. sekaligus mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia. Dalam hubungan ini. Kusumaningtuti (1999)2 misalnya. Bank Indonesia32 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. skim program penjaminan yang dipilih pemerintah tersebut ternyata lebih bersifat blanket guarantee (penjaminan menyeluruh). konsep Cross-Guarantee juga akan mengakibatkan perubahan yang sangat mendasar terhadap seluruh pola dan praktek penjaminan dan pengawasan bank yang sudah dijalankan selama ini. Untuk tindakan darurat1 . namun untuk jangka panjang tampaknya perlu dicari alternatif lain yang memungkinkan terselenggaranya program penjaminan yang efisien dan efektif. Apabila diterapkan sepenuhnya. *) Maulana Ibrahim : Kepala Urusan Pengawasan Bank 2. Sulit untuk memungkiri bahwa skim penjaminan pemerintah yang bersifat menyeluruh itu akan sangat memberatkan keuangan pemerintah. telah mencoba mengkaji kemungkinan penggantian ketentuan blanket guarantee tersebut dengan deposit protection scheme. Maret 1999 Pendahuluan P rogram penjaminan merupakan salah satu kebijaksanaan yang diambil pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada sistem perbankan nasional yang sempat terganggu karena parahnya krisis ekonomi dan keuangan yang dihadapi Indonesia sejak paroh kedua tahun 1997. Tulisan ini mencoba mengetengahkan pikiran-pikiran Bert Ely mengenai konsep CrossGuarantee tersebut. serta mencoba mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia. Kritikan tersebut perlu ditanggapi karena FDIC . Ditinjau dari karakteristiknya. seorang pakar deposit insurance telah mengemukakan konsep Cross-Guarantee sebagai salah satu alternatif. khususnya karena tidak sebandingnya nilai premi dengan cakupan penjaminan disamping adanya peluang untuk melakukan moral hazard.

Salah satu hal yang memperoleh kritikan adalah mengenai ruang lingkup penjaminan FDIC yang cenderung agak kurang konsisten sehubungan dengan penerapan pendekatan “Too-Big-To-Fail” (TBTF). Kritikan berikutnya yang sering ditujukan kepada FDIC adalah berkenaan dengan penetapan premi yang harus dibayar oleh bank-bank yang ikut penjaminan. Dengan kata lain. Washington. tampaknya hanya dalam FDIC mengalami kerugian dan deposit growth menekan RR di bawah 1. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets. Desember 1998. 7 Mei 1999.S. D. No..Balino. Editor: V.sedangkan non-deposits liabilities seperti pinjaman yang diterima.100. termasuk juga pos pinjaman subordinasi. Oleh karena itu.Sundararajan dan Tomas J. seharusnya semakin besar risiko yang ditanggung semakin besar premi. Alasan kedua adalah karena jumlah dana yang ditanamkan oleh FDIC telah melebihi ketentuan minimum Reserve Ratio (RR) perbankan sebesar 1. sehingga pada gilirannya dapat merugikan masyarakat penyimpan dana. Pertama.T.25% barulah premi akan dinaikkan.000 tidak dijamin. .33 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia sekarang ini menghadapi risiko yang lebih besar dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya4 . Vol.Sundararajan dan Tomas J. pendapatan dari penanaman dana oleh FDIC jauh melebihi biaya-biaya operasionalnya. 2 Kusumaningtuti S. Perhitungan premi oleh FDIC dinilai kurang mencerminkan risiko yang harus ditanggungnya.T.000. 1991. Namun dalam prakteknya prinsip tersebut ternyata tidak diterapkan karena dua alasan pokok berikut ini. The Federal Reserve Bank of Chicago.1.100.25%. Bank Indonesia. tindakan darurat (emergency measures) yang dilakukan bank sentral dapat berupa pemberian fasilitas lender of last resort. khususnya bagi bankbank yang “Too-Small-To-Safe” (TSTS).. komitmen dan kewajiban off-balance sheet serta kewajiban antar bank di atas USD. 3 Bert Ely. Sebagaimana diketahui. Meskipun penerapan asas TBTF sangat dimungkinkan berdasarkan konsep Reformasi Deposit Insurance (deposit insurance reforms) yang disetujui Kongres Amerika Serikat dan berlaku sejak setelah tahun 1988. dan sebaliknya5 . Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”. Sebagaimana layaknya perusahaan asuransi. Untuk mendalami masalah ini lebih lanjut lihat tulisan mereka berdua dalam Banking Crises: Cases and Issues.Balino. Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme. laba yang diperoleh FDIC cukup besar sehingga ketergantungan pada premi menjadi semakin lebih berkurang. pada dasarnya yang dijamin oleh FDIC adalah dana pihak ketiga (deposits) maksimum sebesar USD. akan tetapi tetap saja ada kritik bahwa perlakuan khusus tersebut dapat menimbulkan diskriminasi diantara sesama bank. International Monetary Fund.3.1 Menurut V. Namun dalam hal suatu bank dinilai TBTF maka seluruh pos kewajibannya akan dijamin.. intervensi terhadap bank-bank/lembaga keuangan bermasalah dan pembentukan deposit insurance.C.

Penerapan konsep Cross-Guarantee dalam program penjaminan memer-lukan perubahan mendasar terhadap skim penjaminan dan pola pengawasan bank yang sedang berjalan. Karakteristik Sistem Cross-Guarantee dalam Penjaminan Terlepas dari berbagai kritik terhadap skim penjaminan FDIC sebagaimana dikemukakan di atas. sehingga menimbulkan cross-subsidies. Kritikan lainnya adalah mengenai masih terbukanya peluang untuk melakukan moral hazard dalam sistem yang berlaku sekarang.W. hal. hal. sedangkan pihak lain yaitu birokrasi pemerintah (regulator) berkewajiban untuk meminimumkan kerugian FDIC dan mencegah kegagalan bank (bank failures). Tahun 1994. Hal ini diungkap dalam tulisan Yoram Landskroner dan Jacob Paroush. dan potensial untuk berubah menjadi real moral hazard pada tingkat FDIC.19 Tahun 1995.18. Struktur seperti ini ternyata dapat mengakibatkan terjadinya regulatory moral hazard pada tingkat pembuat ketentuan. namun pendekatan ini dinilai kurang ideal dalam perhitungan premi. Menurut Bert Ely. secara implisit konsep Cross-Guarantee sebenarnya sudah melekat pada FDIC. Sekarang ini FDIC menggunakan 2 (dua) alat ukur risiko yaitu Capital Levels dan CAMEL Rating. Journal of Banking & Finance. meskipun belum seutuhnya. No. Arthur F. No. Melalui premi yang mereka bayar. Colorado pada bulan Juli 1998. weak internal controls dan execessive exposure to emerging speculative bubbles. Hal ini terjadi karena pada satu pihak FDIC memiliki kekuasaan besar dalam penentuan premi.Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications”. Hal ini erat kaitannya dengan belum diterapkannya secara penuh prinsip risk-sensitive premium sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Section 302 FDICIA6 serta penggunaan alat ukur risiko yang belum sesuai. Contoh yang paling baru dari fenomena regulatory moral hazard ini adalah dalam hal kegagalan BestBank di Boulder.Disamping itu premi yang dikenakan oleh FDIC sekarang ini juga dinilai terlalu berlebihan (overcharging) untuk bank-bank yang sehat dan terlalu kecil (undercharging) untuk bank-bank yang bermasalah. khususnya dalam hal terdapat multiple participant. 5 Ide agar FDIC menetapkan premi sebagaimana layaknya perusahaan asuransi swasta mula-mula sekali dilontarkan oleh Merton (1977). lembaga . Journal of Banking & Finance. Mekanisme Cross-Guarantee ini memiliki kemiripan dengan mekanisme yang berlaku pada Standby Letter of Credits.1091-1108. yaitu bank-bank yang 4 Adanya risiko yang lebih besar tersebut antara lain dikemukakan oleh Jin-Chuan Duan. 531-552. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare”. karena masing-masing bank-bank yang dijamin (insured banks) pada akhirnya menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap semua kerugian yang terjadi apabila ada bank-bank yang mengalami kegagalan usaha (failed banks). Perubahan-perubahan tersebut dapat mencakup aspek penyelenggara. Maret 1999 sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat. seharusnya alat ukur yang digunakan adalah leading indicators of banking risks seperti risk mismatches. rapid growth. bank-bank yang ikut program penjaminan FDIC pada hakekatnya saling menjamin satu-sama lain.34 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Moreau dan C.

bentuk kontribusi dari bank yang dijamin. Dengan demikian. pelaksana pengawasan bank. Perjanjian ini akan berfungsi sebagai pengganti ketentuan perbankan yang berlaku sekarang. Setiap bank diberi kebebasan untuk menentukan sendiri penjaminnya (direct guarantornya). Direct guarantor akan melakukan pembayaran dengan menggunakan general funds (cadangan umum) yang merupakan salah satu unsur modalnya. Selanjutnya lihat George G. Menurut George G. sumber pembayaran klaim. b. Sebuah lembaga baru yang disebut Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) harus dibentuk. secara accrual accounting setiap direct guarantor akan langsung mengakui dan mencatat kerugian sebesar share yang harus ditanggungnya apabila bank yang dijaminnya mengalami kegagalan usaha.35 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Agar konsep Cross-Guarantee tersebut dapat diimplementasikan dalam praktek maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. Jumlah modal yang tersedia untuk menyerap kerugian juga akan semakin besar dan semua itu terjadi atas dasar komitmen sukarela (committed voluntarily). lembaga lain yang terlibat dan lain-lain. Syndicate agent ini selanjutnya akan menggantikan fungsi pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. Apabila direct guarantor gagal memenuhi kewajibannya maka guarantor dari direct guarantor tersebut harus bertanggungjawab. ketentuan perbankan. hal.penjamin. Penunjukan syndicate agent ini dilakukan secara terbuka sehingga akan mendorong adanya kompetisi yang sehat dan efisiensi. d. Aturan ini mencakup hal-hal sebagai berikut: . akan terjadi pergeseran dari government regulation and deposit insurance kepada contractual regulation and guarantees (swasta). Bank yang dijamin (insured bank) selanjutnya akan melakukan pembicaraan dengan direct guarantor-nya untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan yang akan dituangkan dalam bentuk perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract). 6 FDICIA singkatan dari FDIC Improvement Act. Pada Lampiran-1 disajikan perbandingan antara Cross-Guarantee dengan skim penjaminan deposit insurance konvensional untuk masing-masing aspek tersebut.Kaufman. Secara bersama-sama para direct guarantor akan membentuk suatu sindikat direct guarantor (lihat Lampiran-2). apabila diterapkan secara penuh maka ketentuan yang tercakup dalam FDICIA dapat efektif menurunkan moral hazard. c. Tahun 1995.19. Untuk memastikan bahwa bank-bank yang dijamin mematuhi cross-guarantee contract maka sebuah perusahaan swasta yang disebut “syndicate agent“ akan disewa. Perlu kiranya dikemukakan bahwa aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) merupakan salah satu pilar penting dalam konsep Cross-Guarantee. Dengan cara ini.Kaufman. seluruh kerugian karena bangkrutnya suatu bank akan langsung diserap oleh modal bank-bank yang ada dalam sistem perbankan suatu negara. “FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance.721-722. ruang-lingkup penjaminan. Selanjutnya. No. Lembaga ini berfungsi untuk memastikan bahwa perjanjian penjaminan (crossguarantee contract) yang disepakati para pihak telah sesuai dengan aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya.

37 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia . Karena adanya kebebasan dalam proses merumuskan mekanisme penjaminan untuk setiap bank. baik untuk setiap bank maupun secara aggregat.36 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 7 Dalam hal ini premi merupakan proxy terbaik dari cross-guarantee risk. Skim penjaminan berbasiskan pasar tersebut diharapkan dapat mengeliminir intervensi dari pemerintah. Secara aggregat. Yang perlu dijaga adalah agar perjanjian dimaksud sudah memperhitungkan premi atas dasar sensitivitas terhadap risiko (risk-sensitive premium). sehingga penjaminan akan terlaksana secara efisien dan efektif. Manfaat Swastanisasi Penjaminan melalui Cross-Guarantee Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. penerapan konsep CrossGuarantee akan menimbulkan pergeseran peranan dari pemerintah kepada pihak swasta dalam melakukan penjaminan serta pengaturan dan pengawasan bank. Dengan demikian setiap dolar kerugian pasti akan dapat diselesaikan oleh bank-bank yang berada dalam himpunan para penjamin (the universe of guarantors). Semangat untuk melakukan privatisasi penjaminan melalui Cross-Guarantee jelas terlihat sejak awal penentuan bank penjamin (direct guarantor) yang dilakukan secara sukarela (voluntary) dan demokratis. setiap bank penjamin tidak diperkenankan menerima pendapatan dari premi 7 dalam setahun melebihi 3 (tiga) persen dari total modalnya. Maret 1999 ♦ Setiap perjanjian penjaminan (cross guarantee contracts) harus menyebutkan jumlah minimum para penjamin dan persentase risiko yang ditanggung mereka masing-masing.♦ Setiap penjamin (guarantor) harus dijamin oleh penjamin-penjamin lainnya dalam suatu sistem cross-guarantee. ♦ Untuk memastikan bahwa tidak akan pernah ada suatu bank mengalami kegagalan usaha karena menjadi penjamin maka perlu diberlakukan suatu standard stop-loss rule. Oleh karena itu. memenuhi aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya yang dianggap penting oleh para pihak. ♦ Setiap penjamin bertanggungjawab sebatas jumlah risiko cross-guarantee yang ditanggungnya. minimal untuk menyelesaikan kewajiban cross-guarantee dari setiap penjamin. yaitu insured banks dan direct guarantor-nya. agar dapat terlaksana dengan baik. Demikian pula penentuan perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) sepenuhnya diserahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. yang menyatakan bahwa “apabila satu penjamin mengalami kerugian cross-guarantee melebihi lima kali premi yang diperolehnya dalam setahun maka kewajiban crossguarantee-nya harus dialihkan kepada direct guarantor-nya. maka konsep Cross-Guarantee dipandang lebih berorientasi ke depan dibandingkan dengan konsep penjaminan (FDIC) yang berlaku sekarang. Cross-Guarantee memerlukan peran aktif dari pihak swasta untuk mewujudkan suatu skim penjaminan yang diarahkan oleh kekuatan pasar (market-driven cross-guarantee). Sebagai aturan yang akan menggantikan prudential regulation maka perjanjian penjaminan harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menampung prinsip kehati-hatian.

Tanpa memandang besar kecilnya suatu bank. maka transaksitransaksi non-funding obligations seperti account payment. mereka akan dijamin sebagaimana layaknya bank-bank lainnya. 8 Pengecualian hanya terjadi dalam hal TBTF. Dengan menggunakan konsep Cross-Guarantee. Apabila suatu bank memperoleh penilaian yang jelek dari pasar maka yang akan menanggung akibatnya bukan hanya bank yang bersangkutan saja.Dengan swastanisasi penjaminan dan pengawasan bank maka nantinya tidak akan ada lagi fenomena “satu ketentuan yang berlaku untuk semua” (one-size-must-fit-all government regulation) yang selama ini merupakan salah satu kelemahan inheren dari ketentuan perbankan yang dibuat pemerintah. Hal ini pada gilirannya akan membuat strategi business dan perencanaan bank menjadi semakin tajam dan terarah. unexpired leases dan kewajiban yang muncul karena tuntutan hukum akan dapat ikut dijamin. Kewajiban yang tidak dapat dijamin hanyalah pinjaman subordinasi karena memiliki karakteristik campuran (hybrid) hutang dengan modal. unsur modal juga tidak dijamin8 . kegiatan kontrol atau pengawasan akan semakin lebih ketat karena langsung dilakukan oleh kekuatan pasar. asal bank-bank tersebut dapat menemukan direct guarantor-nya. Konsep Cross-Guarantee juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi insured banks untuk berdiskusi dan bernegosiasi dengan direct guarantor-nya untuk segala hal termasuk mengenai masa depan bank tersebut. Karena kemungkinan akan banyak perusahaan syndicate agent yang muncul maka direct guarantor diberi keleluasaan dalam menentukan syndicate agent yang mereka pilih. Hal-hal tersebut akan membuat persaingan dalam industri perbankan akan semakin ketat dan mendorong efisiensi besarbesaran dalam sektor keuangan. Persaingan sehat juga akan terjadi diantara sesama syndicate agent yang akan berfungsi sebagai pengganti pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. Atas dasar konsep Cross-Guarantee ini. pendekatan TBTF menjadi tidak relevan sama sekali dalam konsep Cross-Guarantee. Maret 1999 Manfaat lainnya dari konsep Cross-Guarantee adalah adanya kesempatan untuk melakukan penyesuaian secara cepat terhadap perhitungan premi berdasarkan kekuatan . karena ada kemungkinan pinjaman subordinasinya juga akan ikut dibayar. insured banks dapat membuat berbagai ketentuan yang mengatur dirinya secara spesifik berdasarkan kesepakatan dengan direct guarantor-nya. Sama halnya dengan program penjaminan biasa. Pada pihak lain. Manfaat berikutnya dari konsep Cross-Guarantee dapat ditinjau dari segi ruang lingkup penjaminannya. Dalam praktek selama ini sering ditemukan adanya beberapa ketentuan yang sulit diterapkan karena bersifat terlalu umum dan kurang mempertimbangkan karakteristik individual bank.38 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Hal ini pada gilirannya dapat mendorong kompetisi yang sehat diantara sesama perusahaan syndicate agent dan mendorong efisiensi pekerjaan penjaminan. maka dalam crossguarantee. tergantung pada bobot permasalahan bank yang TBTF tersebut. tetapi juga menjalar kepada bank yang menjadi direct guarantor. Oleh karena itu.

sesuatu yang sangat sulit dibuktikan kecuali oleh perbankan sendiri. karena hakekat persoalan penjaminan dikembalikan secara utuh kepada pelaku pasar sendiri yaitu antara bank-bank yang39 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia bertransaksi. . Kemungkinan Penerapan Konsep Cross-Guarantee di Indonesia Skim penjaminan yang sekarang ini diterapkan di Indonesia masih mengandung berbagai kelemahan baik pada tingkat konsep maupun pada tingkat pelaksanaan. Sebagai contoh.pasar. Pada tingkat pelaksanaan. yaitu untuk mencegah kegagalan pasar perbankan (banking market failure) dan untuk membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat serta menghentikan bank runs9 . padahal kemampuan keuangan pemerintah sendiri sudah sangat terbatas. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas. karena bersifat blanket guarantee (jaminan menyeluruh) maka skim tersebut dapat mengakibatkan beban yang sangat berat bagi keuangan pemerintah. konsep Cross-Guarantee tampaknya dapat menjadi salah satu alternatif jalan keluar. untuk melaksanakan penjaminan transaksi off-balance sheet derivatives perlu ada bukti-bukti bahwa transaksi itu genuine. Hal ini pada gilirannya memungkinkan terselenggaranya suatu Sistem Pembayaran yang bebas risiko (risk-free basis). Dalam hal ini besarnya premi dapat langsung dibicarakan oleh masing-masing bank dengan direct guarantor-nya. Pengaruh terhadap Pasar Antar Bank dan Sistem Pembayaran Cross-guarantee dapat menghilangkan counterparty risk yang selama ini melekat dalam transaksi antar bank (lihat Lampiran-3). Perhitungan tersebut akan mencerminkan risk-sensitivity dari bank yang dijamin dan diharapkan dapat disesuaikan segera baik secara bulanan atau mingguan. Penggunaan konsep Cross-Guarantee ini juga dapat mendorong penggunaan secara luas net settlement procedures dalam Sistem Pembayaran. Bagi bank sentral hal ini akan sangat menguntungkan karena net settlement procedures tersebut dapat lebih efisien dari real-time gross settlement . sehingga mereka perlu saling menjamin dan saling menjaga kestabilan sistem perbankan. terdapat pula indikasi bahwa dalam praktek tidak seluruh aspek penjaminan dapat terlaksana. Disamping itu peluang untuk moral hazard juga besar karena unsur keadilan yang kurang terpenuhi yang tercermin antara lain dari gejala cross-subsidies dimana bank-bank yang sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat. Pada tingkat konsep. Sistem Kliring akan terbebas dari risiko tidak dibayarnya tagihan antar bank karena adanya jaminan bahwa direct guarantor masing-masing bank pada akhirnya akan bertanggungjawab sesuai perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) yang mereka sepakati. Dengan adanya kemungkinan untuk melakukan perhitungan premi berdasarkan kecenderungan pasar tersebut maka cross-subsidies yang inheren dalam skim penjaminan yang ada sekarang diharapkan akan dapat dihilangkan. Namun demikian perlu kiranya diingat agar pemilihan konsep Cross-Guarantee tersebut hendaknya tidak terlepas dari tujuan utama dari program penjaminan.

Hal yang terakhir ini tampaknya ada benarnya juga karena untuk sampai pada konsep Cross-Guarantee perlu dijawab terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan berikut ini: √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah sedemikian sehat dan kuat sehingga mampu untuk saling menjamin (cross-guarantee) sesama mereka ? √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah cukup dewasa untuk mendiskusikan sendiri sesama mereka hal-hal yang berkenaan dengan penjaminan. Ballinger Publishing Company.Meskipun dapat dipandang sebagai salah satu alternatif jalan keluar. 9 Mengenai hal ini lihat misalnya Kerry Cooper dan Donald R.Kaufman. Mereka yang pro mungkin lebih didasarkan atas adanya peluang besar untuk meringankan beban keuangan pemerintah. . 1984. hal. Cambridge Massachusetts. Pertanyaan ini cukup penting mengingat selama ini bank-bank di Indonesia sangat tergantung pada petunjuk dan arahan yang diberikan oleh otoritas moneter sebagai pengawas dan pembina bank-bank. Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas cukup relevan untuk kondisi Indonesia dan memerlukan jawaban-jawaban yang tidak sederhana. No.40 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.1091-1108. √ Apakah sistem informasi yang terdapat pada masing-masing bank dan secara nasional telah sanggup menyediakan data/informasi yang diperlukan untuk penetapan premi yang sensitif terhadap risiko ? √ Apakah pihak otoritas pengawas yang ada sekarang berkenan menyerahkan fungsinya pada mekanisme pasar melalui syndicate agent dan dapat menerima keberadaan Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) sebagai lembaga yang akan memverifikasi perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) ?. Sementara itu. Maret 1999 Daftar Pustaka Bert Ely.19 Tahun 1995.Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications” dalam Journal of Banking & Finance.Fraser. Pengkajian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mencegah pengambilan keputusan yang keliru yang dapat berakibat kontraproduktif terhadap masa depan sistem perbankan dan sektor keuangan negara kita. 7 Mei 1999.Moreau and C. The Federal Reserve Bank of Chicago. No. Jin-Chuan Duan. hal. “The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services. yang kontra lebih melihat dari sisi kesiapan perbankan dan kalangan pemerintahan kita dalam menerapkan konsep dimaksud. penerapan konsep Cross-Guarantee di Indonesia dapat menimbulkan pro dan kontra. “FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance.721-722. business strategy dan prudential regulation untuk dituangkan dalam semacam perjanjian yang mengikat mereka secara bersama-sama ?. George G.W. Arthur F. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets.19. Tahun 1995. apalagi dalam situasi krisis seperti sekarang.

dilaksanakan oleh "Syndicate Agent". 8 Lembaga lain yang terlibat Tidak ada lembaga lain yang terlibat Dibentuk lembaga baru yang disebut kecuali FDIC. 1991.C..Kerry Cooper and Donald R.S. International Monetary Fund. V. No. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare” dalam Journal of Banking and Finance.18. kriteria "risk-sensitive premium"). hal. Cambridge Massachusetts.3. ASPEK DEPOSIT INSURANCE CROSS-GUARANTEE 1 Penyelenggara Pemerintah Swasta 2 Lembaga Penjamin FDIC Sesama bank.T.41 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Lampiran-1 PERBANDINGAN ANTARA CROSS-GUARANTEE DENGAN DEPOSIT INSURANCE KONVENSIONAL No. Washington. Maret 1999 Monitoring fee Obligation to protect competitively sensitive data . Bank Sentral dan Cross Guarantee Regulation Corporation "insured banks".Sundararajan dan Tomas J. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Bank Indonesia. D. kecuali penentuan bank-bank yang "TBTF" Pinjaman Subordinasi. Yoram Landskroner dan Jacob Paroush. Tahun 1994.531-552. Banking Crises: Cases and Issues. (CGRC) untuk memastikan bahwa perjanjian jaminan sudah sesuai aturan penyebaran risiko dan ketentuan lainnya. No.Fraser..Sundararajan dan Tomas J. Desember 1998. Ballinger Publishing Company. 6 Pelaksana pengawasan bank Bank Sentral dan FDIC Murni swasta. 5 Sumber pembayaran klaim Hasil pengelolaan dan penanaman General funds (general reserves) dari premi pada sektor-sektor yang direct guarantors. 1984. Kusumaningtuti S. “The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services. 4 Bentuk kontribusi dari yang dijamin Premi (namun belum memenuhi Premi ("risk sensitive premium"). baik sebagai direct guarantor maupun indirect guarantor. Vol.1.T. 3 Ruang-lingkup Penjaminan Terbatas dan sangat subjektif dalam Seluruh pos-pos kewajiban. Editor V.Balino. (Too-Big-Too-Fail). menguntungkan. Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme.42 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.Balino. 7 Ketentuan perbankan Prudential regulation konvensional Berdasarkan kesepakatan antara bank yang dijamin (insured banks) dengan direct guarantor-nya ("Contractual Regulation").

Inilah yang dimaksud sebagai keterikatan terhadap Modal atau keterikatan terhadap Ekonomi Pasar. Dalam bukunya yang terkenal di tahun 1926 berjudul “The End of Laissez-Faire”. Pasar bebas adalah mesin utama dari Globalisasi yang saat ini sedang naik daun. “Sama sekali tidak akurat untuk menarik kesimpulan dari prinsipprinsip ekonomi politik. Dan untuk memahami Pasar Bebas ini. Hayek terkenal juga dengan julukan ekonom ultra-liberal. Inilah ideologi mutakhir kapitalisme yang saat ini sedang jaya-jayanya. Jakarta. Intinya tetap sama. IMF dan WTO. Katanya. Pada saat itu adalah juga masa kejayaan Keynesianisme. kita dapat memahami perubahan kebijakan domestik di negara-negara maju. Keynes menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kepentingan individual yang selalu tidak sejalan dengan kepentingan umum. Paris Club. Debt Rescheduling dan lain-lain. BBM. terutama slogan TINA (There is No Alternatives) dari mulut Margaret Thatcher. kita dapat memahami mengapa impor beras dan bahan pangan lain masuk deras ke Indonesia.org/wp-content/uploads/2010/02/ekonomi_pasar_yg_neoliberalistik_vs_ekonomi_berkeadilan_sosial_-_bonnie_setiawan. kebijakan ekonomi haruslah mengikis pengangguran sehingga tercipta tenaga kerja Disampaikan pada Diskusi Publik “Ekonomi Pasar yang Berkeadilan Sosial” yang diadakan oleh ‘Forum Komunikasi Partai Politik dan Politisi untuk Reformasi’ tanggal 12 Juni 2006 di DPR-RI. air. ** Direktur Eksekutif di Institute for Global Justice (IGJ). sebuah aliran ilmu ekonomi oleh John Maynard Keynes. Sementara itu neo-liberal belum lagi bernama. dan pajak naik. Terutama setelah diadopsi oleh Presiden Roosevelt dengan program "New-Deal" maupun Marshall Plan untuk membangun kembali Eropa setelah Perang Dunia ke-II.org * Page 2 2 penuh (full employment) serta adanya pemerataan yang lebih besar. PASAR BEBAS VERSI NEO-LIBERALISME Sejarah Neo-Liberal bisa dirunut jauh ke masa-masa tahun 1930-an. harmonization dan lain-lain. Jadi Pasar Bebas adalah intinya (mesin penggeraknya). termasuk juga WTO dengan nama lain. bahwa kepentingan perorangan yang paling pintar sekalipun akan selalu bersesuaian dengan kepentingan umum”. Menurutnya. kita dapat memahami mengapa Rupiah tidak pernah stabil. "Pasar Bebas" artinya kebebasan bergerak dari ekonomi modal (dan para pemilik modal) sebebas-bebasnya. dan banyak lagi soal-soal yang membingungkan dan memperdayai publik. karena mempraktekkan semua resep Keynesian. kita dapat memahami mengapa listrik. Akan tetapi Hayek dan kawan-kawan sudah merasa gelisah dengan mekarnya paham Keynes ini. Arti yang dimaksud dari istilah "pasar" tersebut adalah sistem ekonomi yang kapitalistik. Sementara tujuannya adalah ekspansi sistem kapitalisme global. adalah "penghancuran dan pendobrakan radikal" terhadap struktur dan sistem lama yang tidak bersesuaian dengan mekanisme pasar bebas murni. dan didukung oleh pilar-pilar badan dunia: Bank Dunia. kita dapat memahami mengapa ada BPPN. igj@globaljust. dan SAP adalah praktek atau implementasinya. Pada masa itu pandangan semacam neoliberal sama sekali tidak populer. Bahkan Bank Dunia dan IMF kala itu terkenal sebagai si kembar Keynesianis. WTO memakai istilah-istilah seperti fast-track. Meskipun begitu mereka membangun basis di tiga universitas . Keynesianisme masih tetap menjadi dominant economy sampai tahun 1970-an. Neo-Liberalisme mulai menanjak naik menjadi kebijakan dan praktek negara-negara kapitalis maju. Jakarta. progressive liberalization. Nama dari program Neo-Liberal yang terkenal dan dipraktekkan dimana-mana adalah SAP (Structural Adjustment Program).Syndicate Agent (Independent of any other party) Ensures that cross-gurantee contract complies with risk dispersion rules and other statutory requirementsThis is the html version of the file http://komjakarta. Program penyesuaian struktural merupakan program utama dari Bank Dunia dan IMF. Di balik nama sopan "penyesuaian struktural". Dasar pokok dari ajaran Keynes adalah kepercayaannya pada intervensi negara ke dalam kehidupan ekonomi. Neo-Liberal adalah ideologinya.pdf. Muridnya yang utama adalah Milton Friedman. maka kita dapat memahami berbagai sepak terjang badan-badan multilateral dunia. kita dapat memahami mengapa BUMN didorong untuk diprivatisasi. pencetus monetarisme. Page 1 1 EKONOMI PASAR YANG NEO-LIBERALISTIK VERSUS EKONOMI BERKEADILAN SOSIAL * Oleh: Bonnie Setiawan ** Media biasa menggunakan kata-kata: "Rupiah anjlok karena pemerintah tidak mengikuti kemauan pasar atau kehendak pasar". Adalah Friedrich von Hayek (1899-1992) yang bisa disebut sebagai Bapak Neo-Liberal. kita dapat memahami mengapa Indonesia didikte dan ditekan terus oleh IMF. kita dapat memahami mengapa terjadi krisis moneter dan ekonomi yang tidak berkesudahan. maka orang perlu memahami Neo-Liberalisme (liberalisme baru). Dengan memahami Neo-Liberal. Semenjak 1970-an hingga kini. Keynesian dianggap berjasa dalam memecahkan masalah Depresi besar tahun 1929-1930. maka Keynesian resmi menjadi mainstream ekonomi. Google automatically generates html versions of documents as we crawl the web.

di mana salah satu pendirinya adalah Bill Casey. Regulator utama dalam kehidupan ekonomi adalah mekanisme pasar. lembaga-lembaga. “Tanpa adanya IEA. Salah satu benteng neo-liberal adalah Universitas Chicago. sehingga mekanisme pasar dapat menjadi alat juga untuk memecahkan masalah sosial. adalah “guna membuat hal yang sama bagi politik Amerika sebagaimana yang dilakukan oleh CPS kepada politik Inggeris”. Mekanisme pasar akan diatur oleh persepsi individu. Buku tersebut kemudian menjadi kitab suci kaum kanan dan diterbitkan di Reader’s Digest di tahun 1945. mengemas dan mempromosikan ide dan doktrin tersebut tanpa henti. Pertumbuhan konglomerasi dan bentuk-bentuk unit usaha besar lainnya semata-mata dianggap sebagai manifestasi dari kegiatan individu atas dasar kebebasan memilih dan persaingan bebas. maka hati dan tangan mereka akan ikut”. di mana kebebasan individu berjalan sepenuhnya dan campur tangan sesedikit mungkin dari pemerintah dalam kehidupan ekonomi. Menurut mereka. bahwa mereka berasal dari sebuah kelompok kecil rahasia dan mereka sangat percaya pada doktrin tersebut. lewat pertemuan-pertemuan internasional secara reguler". menurut neo-Liberal. Demokrasi politik. Dalam arti ini maka Neo-liberal juga tidak percaya pada Serikat Buruh atau organisasi masyarakat lainnya. Bila kamu dapat menguasai kepala orang. Fisher juga terlibat dalam mendirikan Centre for International Studies (CIS) di Australia. Efek sosial yang ditimbulkan oleh kekuasaan ekonomi pada segelintir kelompok kuat tidak dipersoalkan oleh neo-Liberal. pengetahuan para individu untuk memecahkan persoalan masyarakat tidak perlu disalurkan melalui lembagalembaga kemasyarakatan. Anthony Fisher kemudian menjadi presiden pertama dari lembaga Fraser Institute di Kanada di tahun 1974. Friedman percaya pada freedom of choice (kebebasan memilih) individual yang ekstrim. Salah satu koran yang menjadi corong neo-Liberal di Inggeris adalah The Daily Telegraph.2 Salah seorang yang menjadi ujung tombaknya adalah Anthony Fisher.utama: London School of Economics (LSE). para penulis. Bukunya yang terkenal adalah "The Road to Serfdom" (Jalan ke Perbudakan) yang menyerang keras Keynes. maka saya meragukan akan bisa terjadi revolusi Thatcherite”. berbagai publikasi. serta humas yang mengembangkan. bukan sistem politik yang menjamin aspirasi yang pluralistik serta partisipasi luas anggota masyarakat. merupakan jalan bagi berkembangnya peradaban. serta tiga penerbitan terkemuka. yang kemudian dengan bantuan para pendananya. Karenanya demokrasi ekonomi tidak ada di dalam agenda kaum neo-Liberal. membangun jaringan yayasan-yayasan internasional yang besar. Newsweek dan Reader's Digest. bukan pemerintah. didirikan di Washington tahun 1973 oleh lulusan LSE. Kata Susan. yaitu Societe du Mont-Pelerin. Mereka anti terhadap welfare state (negara kesejahteraan) dan mereka juga anti demokrasi. Pandangan Neo-Liberal dapat diamati dari pikiran Hayek. Fortune. "Seorang diktator dapat saja berkuasa secara liberal. dan pengetahuan para individu akan dapat memecahkan kompleksitas dan ketidakpastian ekonomi. Ada kalimat di dalam buku tersebut: "Pada masa lalu. para akademisi. sangat terorganisir baik dan berkehendak untuk menyebarluaskan kredo kaum neo-liberal. dan Institut Universitaire de Hautes Etudes Internasionales (IUHEI) di Jenewa. dengan demikian adalah sistem politik yang menjamin terlaksananya kebebasan individu dalam melakukan pilihan dalam transaksi pasar. Pertemuan mereka yang pertama di bulan April 1947 dihadiri oleh 36 orang dan didanai oleh bankir-bankir Swiss. Kerjasama mereka dengan Heritage Foundation. menyatakan bahwa suatu pemerintah yang terlampau banyak mengutamakan kepentingan rakyat banyak adalah pemerintah yang tidak diinginkan dan tidak akan stabil. Dengan melalui ketertundukan itu maka kita bisa ikut serta setiap harinya dalam membangun sesuatu yang lebih besar dari apa yang belum sepenuhnya kita pahami". di mana Hayek mengajar di situ antara tahun 1950 sampai 1961. yaitu Centre for Policy Studies (CPS) di tahun 1974 yang sangat berpengaruh kepada para politisi di Inggeris. Bila terjadi konflik antara demokrasi dengan pengembangan usaha yang kapitalistis. Ini ditunjukkan oleh Hayek ketika mengomentari rejim Pinochet di Chili. Fisher mendirikan Institute for Public Policy di San Francisco. Di tahun 1977. seorang pengusaha sukses yang kemudian mendirikan Institute of Economic Affairs (IEA) pada tahun 1955 dengan bantuan dana dari kaum indutrialis lainnya. di mana Direkturnya Greg Lindsay merupakan kontributor penting berkembangnya ide pasar bebas di politik Australia. ia mendirikan International Centre for Economic Policy Studies di New York. Tujuan lembaga ini adalah “menyebarkan pemikiran ekonomi yang kuat di berbagai universitas dan berbagai lembaga pendidikan mapan lainnya”.1 Pandangan kaum neo-Liberal pada dasarnya tidak populer di masyarakat Barat. Buku Friedman adalah "The Counter Revolution in Monetary Theory". Dalam rangka . Universitas Chicago. pusat-pusat riset. Neo-liberal menginginkan suatu sistem ekonomi yang sama dengan kapitalisme abad-19. Bahkan salah seorang pentolan neo-Liberal. Tetapi mengapa mereka bisa berjaya sekarang? Susan George menjawabnya. IEA kemudian melahirkan Adam Smith Institute (ASI) di tahun 1976. Lembaga lain juga didirikan. Preferensi personal saya adalah memilih sebuah kediktatoran liberal ketimbang memilih pemerintahan demokratis yang tidak punya liberalisme". Termasuk hadir adalah Karl Popper dan Maurice Allais. Tahun 1979. dan Friedman menghabiskan seluruh karir akademisnya. yang kemudian menjadi Direktur CIA. penundukan manusia kepada kekuatan impersonal pasar. “mereka membangun kader-kader ideologis yang luar biasa efisiennya karena mereka memahami apa yang disampaikan oleh pemikir marxis Itali Antonio Gramsci ketika ia berbicara tentang konsep hegemoni kultural. yang menurutnya telah dapat menyingkap hukum moneter yang telah diamatinya dalam berabad-abad dan dapat dibandingkan dengan hukum ilmu alam. Para ekonom kanan inilah yang kemudian setelah PD-II mendirikan lembaga pencetus neo-Liberal. sesuatu yang tidak mungkin terjadi tanpa itu. Lembaga ini merupakan "semacam freemansory neoliberal. neo-Liberal tidak mempersoalkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan di dalam Page 3 3 masyarakat. Dengan demikian Neo-liberal secara politik terus terang membela politik otoriter. maka mereka memilih untuk mengorbankan demokrasi. IEA inilah yang kemudian memberi pengaruh besar kepada Margaret Thatcher. seperti dikatakan Milton Friedman. Karena itu mereka juga terkenal sebagai "Chicago School". sama seperti mungkinnya demokrasi berkuasa tanpa liberalisme. Dengan demikian. William Niskanen.

maka banyak personelnya yang pindah ke Eropa Timur guna “merubah ekonomi-ekonomi yang sakit menjadi kapitalisme”. Sejak itu pulalah seluruh paradigma ekonomi secara perlahan masuk ke dalam cara berpikir neo-Liberal. dan 1% teratas meningkat pendapatannya sebesar 50%. PRIVATISASI. dan kebebasan investasi. dan sering juga pengurangan anggaran untuk infrastruktur publik. karena ketidaksamaan adalah sesuatu yang alamiah. Kompetisi adalah keutamaan. barang dan jasa. di antara wilayah. Di lain pihak mereka tidak menentang adanya subsidi dan manfaat pajak (tax benefits) untuk kalangan bisnis. jatuh ke titik nadir. Third World Resurgence. Sesudahnya Friedman mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1976. 2000. hlm. maka paham neo-Liberal menjadi paham kebijakan badan-badan dunia multilateral Bank Dunia. 178-182. jembatan. dan karena itu hasilnya tidak mungkin jelek. dan tentunya di antara individu. 2 Susan George. Demikian pula di Amerika. hlm. Ini seperti terhadap sektor pendidikan dan kesehatan. Contohnya Perusahaan Air Minum (PAM) mendapat pengurangan hutang 5 milyar pounds ditambah 1. bahkan juga air minum. Thatcher sebenarnya adalah Lihat dalam Eric Toussaint. mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1988. terkuat yang akan memberi manfaat pada semua orang. 99/1998. Selama dekade 1980an. 5% teratas meningkat pendapatannya 23%. “A Short History of Neoliberalism”. Dengan demikian Margaret Thatcher menjadi pengikut dari Hayek. Hasilnya. Menjual BUMN-BUMN di bidang barang dan jasa kepada investor swasta. hlm. membiayai sekitar 78 lembaga serta mempunyai hubungan dengan 81 lembaga lainnya di 51 negara. terpandai. rumah sakit. Poin-poin pokok neo-Liberal dapat disarikan sebagai berikut:5 1. kini juga berpindah paham menjadi neo-liberal. dan kemudian menjadi salah satu pengikutnya. Dengan privatisasi atas sektor publik. 5. No. bersamaan dengan krisis hutang Dunia Ketiga. dalam Walden Bello. dan Sritua Arief. 4. 1999. Your Money or Your Life: The Tiranny of Global Finance. hlm. Kaum mafia Berkeley UI yang dulu neo-klasik. Elizabeth Martinez dan Arnoldo Garcia. Sejak itu Kredo neo-Liberal telah memenuhi pola pikir para ekonom di negara-negara tersebut. “Adalah tugas kita untuk terus mempercayai ketidakmerataan. 10% teratas meningkat pendapatannya 16%. Termasuk bank-bank. hlm. Thatcher juga menggunakan privatisasi untuk memperlemah kekuatan Serikat Buruh. hlm. dan satu anak dari tiga anak dianggap miskin. sekolah. 3. “What is Neo-Liberalism?”. Selalu dengan alasan demi efisiensi yang lebih besar. yang nyatanya berakibat pada pemusatan kekayaan ke dalam sedikit orang dan membuat publik membayar lebih banyak. Tidak ada lagi kontrol harga. pengurangan anggaran untuk ‘jaring pengaman’ untuk orang miskin. seperti jalan. 1112. 29-31. yaitu deregulasi. satu dari empat orang dianggap miskin. Tiga poin dasar neo-Liberal dalam multilateral ini adalah: pasar bebas dalam barang dan jasa. 2. 1998. IMF dan WTO. 7-8. liberalisasi. mendirikan. Teori dan Kebijaksanaan Pembangunan. 2829. Membebaskan perusahaan-perusahaan swasta dari setiap keterikatan yang dipaksakan pemerintah. Artinya. yaitu menekankan rakyat miskin untuk Susan George. Hayek dianugerahi Nobel Ekonomi. industri strategis. 36-39. maka Thatcher sekaligus memperlemah SerikatSerikat Buruh di BUMN yang merupakan terkuat di Inggeris.). 4 5 Page 5 5 . Nicola Bullard.4 Sejak 1980-an pula. Bank Dunia. Dari tahun 1979 sampai 1994. 3 Ted Wheelwright. maka jumlah pekerja dikurangi dari 7 juta orang menjadi 5 juta orang (pengurangan sebesar 29%). tidak perlu khawatir ada yang tertinggal dalam persaingan kompetitif. Ini berkebalikan dengan 80% terbawah yang kehilangan pendapatan. MEMOTONG PENGELUARAN PUBLIK DALAM HAL PELAYANAN SOSIAL. Kata thatcher suatu kali. kebijakan neoLiberal Reagan telah membawa Amerika menjadi masyarakat yang sangat timpang. listrik. dan melihat bahwa bakat dan kemampuan diberikan jalan keluar dan ekspresi bagi kemanfaatan kita bersama”. Karena itu kompetisi dalam pasar bebas pasti baik dan bijaksana. Akan tetapi ini baik karena berarti yang terhebat.6 milyar pounds dana untuk membuatnya menarik sebelum dibeli pihak swasta. Inilah yang menghantar neo-Liberal menjadi ekonomi mainstream di tahun 1980-an lewat Thatcherism dan Reaganomics. Ibid. privatisasi dan segala jampi-jampi lainnya. terutama 10% terbawah. termasuk ke dalam badan-badan multilateral.memudahkan mengelola berbagai lembaga tersebut. Fisher mendirikan Atlas Economic Research Foundation yang menyediakan struktur kelembagaan pusat. sedangkan murid dari Friedman adalah Ronald Reagan. jalan raya. CIDES. Keterbukaan sebesar-besarnya atas perdagangan internasional dan investasi. Global Finance: New Thinking on Regulating Speculative Capital Markets. Kamal Malhotra (ed. Kini para ekonom selalu memakai pikiran yang standard dari neo-Liberal. Zed Books. Juga Maurice Allais. Pluto Press.3 Para ekonom neo-Liberal di tahun 1970-an berhasil menembus dominasi ilmu ekonomi. satu dari sepuluh orang dianggap hidup di bawah kemiskinan. Kini. MENGHAPUS KONSEP BARANG-BARANG PUBLIK (PUBLIC GOODS) ATAU KOMUNITAS. Menggantinya dengan “tanggungjawab individual”. Pemerintah juga menggunakan uang masyarakat (para pembayar pajak) untuk menghapus hutang dan merekapitalisasi BUMN sebelum dilempar ke pasar. Di tahun 1974. 99/1998. Mengurangi upah buruh lewat pelemahan serikat buruh dan penghapusan hak-hak buruh. 1 Page 4 4 seorang social-darwinist. di Inggeris sebelum Thatcher. ATURAN PASAR. di antara perusahaan-perusahaan. sampai akhirnya ia menemukan buku Hayek. jalan tol. perputaran modal yang bebas. Third World Resurgence No. neo-Liberal mulai berkibar. Sejak tahun 1970-an. kehilangan pendapatan15%. Sepenuhnya kebebasan total dari gerak modal. seorang anggota Mont-Pelerin Society. Mengurangi paraturan-peraturan dari pemerintah yang bisa mengurangi keuntungan pengusaha. IMF dan GATT (kemudian menjadi WTO). “How Neo-Liberal Ideology Triumphed”. air bersih – ini juga guna mengurangi peran pemerintah. DEREGULASI. yang di tahun 1991 mengklaim membantu. Ketika tembok Berlin rubuh. Doktrin pokok dari Thatcher adalah paham kompetisi – kompetisi di antara negara..

Ini adalah bagian dari program pemulihan krisis ekonomi Indonesia yang dipaksakan oleh IMF lewat LoI. kini diganti menjadi bersifat “Bantuan”. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. dua-duanya bersalah dan harus bertanggungjawab. ketika Mexico default (menyatakan tidak mampu membayar hutangnya). LIBERALISME EKONOMI YANG MEMATIKAN Berbagai kebijakan deregulasi perbankan dan keuangan di awal tahun 1980-an adalah awal dari liberalisme ekonomi dan dominasi paham neo-liberal di antara para ekonom. mekanisme pasar sepenuhnya. dan penekanan untuk tidak menaikkan upah dan gaji. Kedua. Paket kebijakan yang direkomendasikan kepada beberapa negara Asia dalam menghadapi krisis ekonomi akibat anjloknya nilai tukar mata uang terhadap dollar AS. tetapi sekaligus juga hendak menancapkan kukunya lebih dalam lagi guna menguasai secara total perekonomian nasional suatu negara. karena seringkali mampu menghalang-halangi kepentingan kapital global untuk kepentingan mereka sendiri yang mengganggu mekanisme pasar. yang merupakan gabungan dua paket di atas ditambah tuntutan-tuntutan spesifik disana-sini. KKN ini terjadi karena pemerintahnya sejak awal memang berorientasi untuk Korupsi. Di sini akan diberikan contoh-contoh kasus bagaimana kedua hal tersebut telah membawa dampak luar biasa pada pemiskinan. Dan yang menyedihkan nampaknya system KKN masih terus berlanjut hingga kini. Akan tetapi sejak itu jelas pola pembangunan Indonesia mulai mengadopsi kebijakan neo-liberal. Paket kebijakan Structural Adjustment (Penyesuaian Struktural). dan korban berjuta-juta rakyat Indonesia memasuki masa depan yang gelap. Dengan liberalisme itu. Pertama. penindasan dan penjualan bangsa secara besar-besaran kepada asing. dan menyalahkan mereka atas kemalasannya. Krisis yang terus berlanjut hingga kini adalah gambaran bahwa Indonesia merupakan korban terparah globalisasi. bersama-sama dengan Bank Dunia dan ADB sejak bulan Oktober 1997. Setelah itu Bank Dunia dan IMF masuk ke dalam perekonomian negara-negara yang terkena krisis hutang lewat perangkat SAP. Globalisasi melestarikan kompradorisme (kaki tangan dan kepanjangan tangan kapitalisme internasional). jadi merupakan utang bank-bank penerima kepada BI. Kita bisa mencatat banyak kejadian kasus globalisasi yang kemudiannya telah menghancurkan dan mengorbankan Indonesia. pendidikan. Di Indonesia.cit. baik dari segi KKN.mencari sendiri solusinya atas tidak tersedianya perawatan kesehatan.. Kenyataannya baik IMF/Bank Dunia dan Pemerintah Orde Baru. hlm. 3. (c) Kebijakan moneter dan fiskal dalam bentuk: pembatasan kredit. Saat itu terutama di negara-negara Amerika Latin dan Afrika. Sistem pasar bebas dan globalisasi ini mengekalkan hubungan neokolonialisme-imperialisme. 6 Sritua Arif. yang berujud dalam berbagai paket deregulasi semenjak tahun 1983. (c) liberalisasi seluruh kegiatan ekonomi termasuk penghapusan segala jenis proteksi. dan di lain pihak kaum elit komprador Orde Baru yang sampai sekarang masih tetap bebas dari hukuman atas terjadinya malapetaka nasional ini dan terus melanggengkan situasi ini : 1. terdiri dari komponenkomponen: (a) Liberalisasi impor dan pelaksanaan aliran uang yang bebas. adalah sistem Pasar Bebas yang kapitalistik yang memanfaatkan KKN untuk keuntungan pemodal asing (TNC/MNC) dari negara-negara maju. keluarga Suharto dan TNC yang digandengnya. penghapusan subsidi. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program di Bank Dunia dan IMF ini. mereka menjarah berbagai asset dan sumberdaya nasional untuk memenuhi kepentingan keserakahan modal dan kehidupan serba mewah mereka. sehingga kekayaan nasional yang luar biasa besarnya hanya dibagi di kalangan elite saja (keluarga Presiden dan kroni-kroni konglomerat serta elit kekuasaan). Kaum komprador yang terlalu berkuasa secara nasional juga tidak mereka sukai. hak . Kolusi. (b) Devaluasi. yaitu: (a) intervensi pemerintah harus dihilangkan atau diminimumkan karena dianggap telah mendistorsi pasar. seperti kerajaan bisnis Suharto serta kroni-kroni konglomeratnya. peningkatan pajak. Indonesia belumlah terkena krisis. dan kontrol hukum sepenuhnya. Kita menghadapi dua masalah besar yang harus segera diselesaikan. Indonesia menjadi bangsa yang celaka dan merugi karena selama 32 tahun hanya membangun KKN. paham neo-liberal mulai terasa pengaruhnya di tahun 1980-an. Yang mereka inginkan sekarang adalah dominasi sepenuhnya. korupsi. Akan tetapi melalui program penjaminan pemerintah. (b) privatisasi yang seluas-luasnya dalam ekonomi sehingga mencakup bidang-bidang yang selama ini dikuasai negara. maka program neoLiberal. kedaulatan hukum. sehingga Indonesia sukar sekali keluar dari ketergantungannya pada negara-negara maju dan badan-badan dunia tersebut. kenaikan harga public utilities. Op. Sejak itu berbagai kebijakan. bad-governance dan lainnya. adalah skema program bail-out (penalangan) utang perbankan (swasta dan pemerintah) untuk dialihkan menjadi beban pemerintah lewat penerbitan obligasi. sehingga tidak jelas lagi aspek pertanggungjawabannya. jaminan sosial dan lain-lain. Bank Dunia dan para ekonom neo-liberal. Perampokan besar-besaran Bank Sentral Ini sesungguhnya adalah skandal keuangan Bank Sentral terbesar di dunia. khususnya karena keterikatan Indonesia kepada IGGI. baik dari segi kedaulatan nasional. dan tindakan pemerintah adalah untuk melayani kepentingan korporasi. 360-367. yang pada masa itu adalah para konglomerat Orde Baru. peraturan. 2. Semula BLBI bernama KLBI yang bersifat “Kredit”. dan karenanya jauh dari hiruk-pikuk SAP. Page 6 6 karena hendak menutupi kepentingan mereka yang sebenarnya. (d) memperbesar dan memperlancar arus masuk investasi asing dengan fasilitas-fasilitas yang lebih luas dan longgar. Nepotisme) yang parah. yang selalu menyalahkannya kepada pemerintah dan negara bersangkutan. Pada intinya adalah menghancurkan kedaulatan nasional. BLBI secara jelasnya adalah bantuan dana yang diberikan oleh BI kepada bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. adalah sistem KKN (Korupsi. Paralel dengan masa itu adalah terjadinya krisis hutang dunia Ketiga di tahun 1982. peningkatan suku bunga kredit. Bank Dunia dan IMF. ketika pemerintah mulai menerapkan kebijakan liberalisasi keuangan dan ekonomi. mengambil bentuk sebagai berikut:6 1. Paket kebijakan deregulasi. Contoh paling jelas adalah Freeport di Papua dan Exxon di Aceh. Ini yang tidak mau diakui oleh IMF.

Potensi kerugian negara yang ditimbulkannya adalah Rp 138. Pernyataan Bersama LSM Tentang Penyelesaian Kasus BLBI. dugaan penyelewengan dana JPS tahun 1999/2000 hampir sebanyak Rp 4. Harga beras impor dari Thailand misalnya. Sementara itu kerugian dan dampaknya terhadap APBN juga luar biasa. Besarnya US$ 600 juta yang tahap pertamanya telah dikucurkan sebesar US$ 300 juta pada Januari 2000. Dengan demikian kini petani menghadapi harga produksi yang mahal. beras impor yang masuk ke Indonesia mencapai 9.imf. DBO (Dana Bantuan Operasional). Karena jeritan para petani dan kritik yang berdatangan. Laporan audit investigasi BPK tanggal 31 Juli 2000 mengungkapkan dugaan penyimpangan tersebut.tagih BI dialihkan kepada pemerintah. Bank Dunia dan pemerintah terus melanjutkan program ini. BULOG dan pihak swasta kini berlomba untuk mendatangkan beras dari mancanegara.53 trilyun (per-29 Januari 2000). di mana sebagian besar penyelewengan (49%) terjadi di tingkat kecamatan.6 juta. akhirnya pada Juli 2001 oleh Bank Dunia program ini dibatalkan sama sekali. karena hanya menambah beban utang dan bersifat tambal sulam. Tambal sulam kemiskinan lewat utang “BLBI: Bantuan atau Bencana”. Penghancuran ketahanan pangan Lewat LoI Oktober 1997 dan MEFP 11 September 1998.400/kg. Pengurasan tersebut diperkirakan telah mencapai Rp 144. dan uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan (6 temuan) sebesar Rp 227. Meskipun kemudian pemerintah menghentikan impor beras pada Maret 2000. HKTI mencatat bahwa hingga akhir Maret 2000.7%) dari dana BLBI. Sejak awal telah ditentang oleh para aktivis. Sementara itu subsidi petani lewat KUT (kredit usaha tani) hanya sebesar Rp 1. pemerintah menerbitkan Surat Utang (Obligasi) senilai Rp 164. Salah satu bukti yang jelas adalah sebesar Rp 8 trilyun dari Rp 17. Demikian pula BULOG harus mengambil pinjaman dari bank komersial. Meskipun hakekatnya adalah pinjaman dengan persyaratan suku bunga.9 juta. yang disarankan oleh IMF. Juga ditemukan 21 kasus yang merugikan negara sebesar Rp 1. ternyata belum dapat mengangkat harga gabah di tingkat petani. dan beras dari Australia dijual Rp 1.8 juta ton. Akan tetapi ternyata hal ini tetap bukan penghalang bagi importir untuk mengimpor beras dari Thailand. Ini juga berlaku bagi jagung. Dalam kenyataannya.9% dari APBN hanya akan dipakai untuk membayar beban utang BLBI.84 trilyun (59. kedele.5 milyar. Liberalisasi juga telah diberlakukan dalam hal harga pupuk dan sarana produksi padi lainnya yang tidak lagi disubsidi pemerintah. dan terdapat dana untuk Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional (DPO) sebesar Rp 12. dilakukan oleh 48 bank penerima.3 milyar yang tidak disalurkan ke siswa dan sekolah.7 2. dan PKP (Padat Karya Perkotaan). Demikian pula. Beras impor terus saja . artinya sekitar 18. Padahal produksi beras dalam negeri sekitar 30 juta ton. Sampai tahun anggaran 1999/2000 program JPS telah menghabiskan dana Rp 15 trilyun.4 milyar yang diragukan kebenarannya. di www.600/kg. sementara harga jual padi hancur. Liberalisasi pertanian sebenarnya juga bagian dari ratifikasi Indonesia atas Agreement on Agriculture (AOA) dari WTO.44 trilyun (95. Sementara bila kita tengok pengeluaran APBN untuk keperluan subsidi masyarakat hanya mencapai 16.3 trilyun).9 trilyun dana JPS di tahun anggaran 1998/1999 malah digunakan untuk kampanye otonomi luas Timor Timur dan Kampanye Pemilu 1998. terbukti terjadi banyak penyimpangan. jangka waktu dan jaminan tertentu. 3.7 trilyun. Demikian pula dari hasil audit BPK. 6 juta ton diantaranya sudah masuk pasar. Merupakan politik etis dari Bank Dunia agar krisis yang terjadi tidak menyebabkan kerusakan yang tidak diinginkan yang bisa merugikan kepentingan Bank Dunia sendiri. tepung terigu dan gula.53 trilyun dan juga menerbitkan Surat Utang untuk penyediaan dana dalam rangka program penjaminan senlai Rp 53. Sejak itu masuklah secara besar-besaran impor beras dari luar dengan harga lebih murah dari beras hasil petani lokal. Vietnam dan Australia dengan tetap meraih untung. Skema program JPS ini dibagi ke dalam 12 program. Baru kemudian setelah terlihat bahwa program ini dapat menghancurkan kredibilitas Bank Dunia sendiri.8 trilyun (bandingkan dengan dana BLBI). itupun semula IMF berkeberatan. yang mengatur penghapusan dan pengurangan tarif serta pengurangan subsidi.77 trilyun. Meskipun jelas ada banyak penyimpangan. LoI dan MEFP 31 Oktober 1997. yang dibayar dari dana APBN. Selain itu LoI juga mengatur agar BULOG tidak lagi mengurus kestabilan harga pangan dan agar melepaskannya ke mekanisme pasar. Pemerintah dengan ini mempunyai kewajiban untuk membayar angsuran dan bunga obligasi tersebut. PDM-DKE (Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Ekonomi).3% (Rp 33. setelah keluar dari Tanjung Priok dijual Rp 1.78%) dari dana penyaluran BLBI. diantaranya OPK (Operasi Pasar Khusus). akhirnya bea masuk impor dinaikkan menjadi 30%. pada akhirnya menjadi pengurasan uang negara yang diduga dilakukan baik oleh bank penerima maupun oleh pejabat-pejabat BI sendiri. ditemukan bahwa dana JPS bidang pendidikan tahun 1998/1999 dan 1999/2000 terdapat pengeluaran sebesar Rp 5. maka telah mengorbankan berbagai subsidi yang seharusnya diterima oleh rakyat lewat APBN. dan tetap masih meraih laba sekitar Rp 600. tidak lagi dari dana BLBI yang sangat ringan.2 trilyun) dan untuk keperluan pembangunan hanya 11. Di tahun 2001 diperkirakan angsuran dan bunga obligasi tersebut mencapai Rp 55.4% (Rp 48. Sementara penyimpangan dari bank penerima dana BLBI berupa berbagai pelanggaran yang mencapai nilai Rp 84. Untuk membayar hak tagih tersebut. Dengan skandal keuangan BLBI ini. sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 32 juta ton. sehingga sebenarnya Indonesia hanya membutuhkan impor 2 juta ton. itupun harus bersaing dengan pedagang swasta.5 milyar dana OPK dan Rp 500 juta dana PDM-DKE untuk 15 propinsi di Indonesia. IMF menuntut diberlakukannya tariff impor beras sebesar 0%.org 7 Page 7 7 Program pinjaman dari Bank Dunia dan ADB dengan nama SSNAL (Social Safety Net Adjustment Loan) atau pinjaman untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dilaksanakan sejak terjadinya krisis. melainkan diserahkan pada mekanisme pasar. kekurangan penerimaan negara sebesar Rp 75. BULOG dibatasi menjadi sebatas perdagangan beras.

tanpa perlu membangun jaringan infrastruktur dan pelanggan. Menurutnya pembayaran utang akibat program LAP ini akan diambil dari pemasukan UU PHTB (Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). Penemuan di lapangan oleh KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria) memperlihatkan adanya peluang bagi petugas untuk korupsi dan menipu warga. termasuk di dalamnya untuk pembiayaan pengelolaan air minum. karena 62% dari Tim Ajudikasi Tanah telah bubar sesudah proyek selesai. Proses privatisasi ini melalui proses KKN. “Hentikan LAP II dan Tinjau LAP I”. sebagaimana sudah diduga. sebelum ada proses sertifikasi. Juga tidak ada standard biaya registrasi. Dua perusahaan asing tersebut kemudian berganti nama menjadi PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Thames PAM Jaya (TPJ). sementara kwitansi dari BPN hanya tertera Rp 11. Dalam laporannya tentang kerangka kebijakan untuk sektor air di perkotaan (Urban Water Supply Sector Policy Framework). Bank Dunia lalu memberikan pinjaman sebesar Rp 2. merupakan sektor yang strategis sekaligus bisnis besar. partisipasi dan kontrol masyarakat. yaitu tanah yang diambil secara paksa dari rakyat pada zaman Orde Baru. Meskipun program ini telah ditentang oleh aktivis. LAP I juga mempunyai dampak negatif terhadap kaum perempuan. Terakhir LAP II akan kembali dilaksanakan. yaitu US$ 20 juta dari pemerintah Indonesia dan US$ 90 juta dari pinjaman Bank Dunia. Inilah awal dimulainya tragedi kehancuran ketahanan pangan Indonesia.400 per-meter kubik. Mereka juga mendapatkan hak eksklusif untuk mengelola seluruh asset PAM Jaya selama 25 tahun. tanah akan dijadikan obyek penguasaan pemodal besar dan TNC.9 juta (32%). Setelah Suharto turun tahta. Sebuah kasus di Depok. Secara keseluruhan. Warga juga tidak mengetahui keberadaan LAP sampai petugas BPN datang mengukur tanah mereka. Akibatnya yang parah.2 juta (11%) adalah grant dari AusAid. Sementara itu BPN berkilah mengenai beban hutang. tetapi dua perusahaan asing tersebut semakin dikukuhkan sebagai pengelola. adalah harga padi lokal terus merosot tajam. Rencananya LAP II akan bernilai sebesar US$ 110 juta. Bayangkan saja captive market (pasar yang sudah pasti) dari PAM Jaya. karena sudah adanya pilot proyek sebelumnya yang dijalankan di Sumatera Barat. Dengan itu. dan akan mulai memasukkan obyek tanah masyarakat adat. Ini adalah suatu proyek ambisius mengenai deregulasi pertanahan dengan istilah “Land Resource and Management Planning” yang akan berlangsung selama 25 tahun (1995-2020) yang hendak merancang suatu desain perubahan manajemen dan administrasi pertanahan yang tujuan akhirnya adalah terciptanya pasar tanah (land market). Tujuannya untuk meringankan beban utang pemerintah. akhirnya diambil alih oleh Pemda Jakarta lewat instruksi Gubernur Sutiyoso No. Akan tetapi dalam penetapan harga air untuk semester I tahun 1999. 2 Oktober 2000. Dampaknya. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap setiap lima tahun.Page 8 8 masuk dengan deras. bila tidak ada langkah-langkah protektif dengan segera. Bank Dunia merekomendasikan MEFP. pinjaman dari Bank Dunia US$ 80 juta (57%) dan sisanya US$ 15. LAP akan meliberalisasi pertanahan di Indonesia. Hasilnya tanggal 12 Juni 1994. 11 September 1998. warga dikenakan biaya Rp 50. dan oleh PT Garuda Dipta Semesta milik Anthony Salim yang menggandeng perusahaan air dari Perancis. Thames Water International (TWI).8 4. Lyonnaise des Eaux (LDE). Bahkan hasil analisis dari Bank Dunia sendiri berjudul “The Social Assessment of the Land Certification Program: The Indonesia Land Administration Project”. Padahal harga jual air . di mana ditentukan setiap transaksi tanah atau bangunan senilai di atas Rp 30 juta sejak Januari 1998 akan dikenai pajak 5%. Penciptaan pasar tanah Pemerintah (dan BPN) bersama dengan Bank Dunia dan AusAid sedang menjalankan suatu mega-proyek yang disebut sebagai Land Administration Project (LAP). LAP I (1995-2000) menelan biaya sebesar US$ 140. Suara Pembaruan. Padahal privatisasi ini jelas-jelas melanggar Konstitusi UUD 45 pasal 33 dan UU No. ternyata tidak terjadi.000. dan Palyja Rp 2.1 juta. dengan legalitas yang dijamin. karena tanah kini dijadikan obyek komoditas (barang dagangan). yaitu 2.3 juta pelanggan. sementara Thames dan Lyonnaise sebagai pemilik saham mayoritas yaitu 90%. 18 Maret 2000 9 KPA’s First. Oktober 2000 8 Page 9 9 agar Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya – milik Pemda DKI – diswastakan. Registrasi tanah LAP I yang katanya menggunakan prinsip transparansi. LAP I mempunyai banyak masalah. dikeluarkan instruksi presiden (Suharto) untuk mengalihkan pengelolaan usaha air minum di Jakarta dan sekitarnya kepada swasta (privatisasi). di mana akhirnya dikuasai oleh PT Kekarpola Airindo milik Sigit Harjojudanto dan Bambang Trihatmojo yang menggandeng perusahaan air Inggeris. sehingga bisa langsung menangguk keuntungan. 1 tahun 1961 yang melarang swastanisasi bisnis air minum. Pelaksanaan LAP I. Sektor Air disebut juga sebagai “emas biru” (blue gold).900 pe-meter kubik.9 5. Petani pedesaan mengalami kebangkrutan dan akan menyebabkan kerawanan ekonomi masyarakat pedesaan yang tak terkira. PT TPJ menetapkan harga Rp 2. telah menimbulkan banyak masalah. Background Paper INFID untuk Lobby CGI.4 trilyun untuk pengembangan Jakarta. Masalah “residual claims” ini seharusnya diselesaikan terlebih dahulu. Dengan liberalisasi pertanian ini. rakyat kembali yang akan dibebankan pembayaran utang.500. Liberalisasi air didorong pula oleh Bank Dunia. Selain itu di Jawa ada jutaan hektar tanah yang merupakan “residual claims”. 13 April 2000. diantaranya adalah: proyek tersebut tidak sustainable. Padahal harga pupuk sudah sekitar Rp 700/kg. maka akan habislah petani Indonesia dilibas oleh TNC dan importir besar. karena nama-nama perempuan tidak dimasukkan di dalam sertifikat tanah. Pemda DKI mengambil alih dengan saham 10 persen. 131 tanggal 22 Mei 1998. Second and Third Memorandum on Land Administration Project in Indonesia. Dengan demikian. sehingga kini hanya mencapai sekitar Rp 600/kg. Bisnis Indonesia. didanai dari anggaran nasional sebesar US$44. akan tetapi mereka tetap jalan terus. Penguasaan air minum Air minum telah dijadikan incaran banyak TNC dunia.

juga untuk Sirkuit Terpadu. LNG Pertamina. Bank Exim AS. tepung beras. serta teknologi dan transport militer. cabe jawa. yaitu mikro-organisme dan jasad renik juga dapat dipatenkan. Demikian pula kasus pematenan disain kerajinan perak hasil kerja Suwarti di Bali. Meskipun merupakan proyek antar swasta. Meskipun sudah berjuang lebih dari dua tahun. maka risiko hutang swasta bisa menjadi hutang pemerintah. Dengan UU Paten. menggusur rakyat dan menambah beban hutang. Merk. Rahasia Dagang. yang juga mengelola proyek-proyek pinjaman bilateral pemerintah Jepang. Ini adalah kepentingan TNC bioteknologi yang telah memantenkan berbagai benih dan tanaman hasil rekayasa genetik. semua mega-proyek ini bermasalah karena mark-up proyek dan korupsi besar-besaran. Jadi alhasil sebenarnya pemerintah mensubsidi rakyat atau mensubsidi TNC? Dan siapa yang membayar semua itu? Sampai kini pun layanan dan harga air tetap tidak memuaskan. kekurangan tersebut harus ditutupi oleh perusahaan daerah ini. dekstrin. Semen Indo-Kodeco. makanan tradisional Jawa.6 milyar. disebut Tempeh. 27 November-3 Desember 2000 Page 10 10 Dalam kenyataannya. Di Indonesia proyek-proyek yang dibiayainya sebanyak 33 buah. PT Indah Kiat Pulp and Paper di Sumatera Selatan. Akan tetapi PAM kini tidak bisa berbuat apa-apa. dan tidak membuka informasi kepada publik mengenai proyek-proyeknya.PAM Jaya ke konsumen jauh di bawah itu. dan Hermes dari Jerman. Penjarahan kekayaan intelektual masyarakat/komunitas Perjanjian TRIPs (Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights). defisit yang harus ditanggung pemerintah adalah sebesar Rp 86. listrik Tambak Lorok. juga telah dipatenkan. proyek PLTGU Paiton I di Jawa Timur. Indonesia telah membuat 5 UU HAKI sebagaimana di atas. yaitu PT Tanjung Enim Lestari. tepung terigu. mengandung langkah inovatif. hutang dari ECA sebanyak US$ 28. yakni Rp 2. dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. dalam bentuk Paten. Mafia Utang lewat Kredit Ekspor Fasilitas kredit ekspor disediakan oleh ECA (Export Credit Agencies and Investment Insurance Agencies). temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. tetapi karena dijamin oleh pemerintah. Artinya rakyat juga yang harus membayar hutangnya. nampaknya TNC dan pemerintah jalan terus. Paten atas makhluk hidup. tepung jagung. Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. Syaratnya adalah merupakan temuan baru. Shiseido. karena harus bersesuaian dengan TRIPs. dan PT Riau Andalan Permai di Riau. Pada masa Suharto.130 per-meter kubik. dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. atau 24% dari stok hutang Indonesia.4 milyar dengan beban utang Rp 394. 10 TEMPO. dan tambang INCO. Perusahaan kosmetik besar Jepang. Tanjung Enim Lestari pulp and paper. Indocement. Hal ini telah terjadi dengan rempah-rempah Indonesia. yaitu PLTGU Paiton. Suwarti tidak bisa berbuat apa-apa. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele. karena biaya . Na-kaseinat dan putih telur. mega proyek yang didanainya. salah satu perjanjian di dalam WTO. adalah proyek-proyek berbiaya tinggi yang penuh dengan KKN. Hasilnya.11 7. yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership. karena sudah terikat kontrak selama 25 tahun. Dengan TRIPs ini maka akan terjadi bahaya besar lewat pematenan atas kekayaan intelektual milik publik /komunitas. brotowali. oleh pengusaha asal AS. Pemerintah diwajibkan untuk menjamin keamanan politik dan membayar kembali investasi yang sudah dikeluarkan apabila proyek gagal akibat situasi politik. Sementara itu Tempe. di mana 13 buah paten adalah milik AS. ECA kini cenderung semakin menggantikan mekanisme ODA (Overseas Development Assistance). karena akan digaransi oleh pemerintah. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe. seperti kayu rapet. Justru kemudian Suwarti yang dituntut oleh pengusaha tersebut. maka berbagai barang temuan dapat dikuasai siapa saja yang mendaftarkannya terlebih dahulu. Badan ini memberikan asuransi risiko politik apabila ada “jaminan balik” (counter guarantee) dari pemerintah Indonesia. Tercatat ada 19 paten tentang tempe. dan bunga cangkok. telah mematenkan kosmetiknya yang berasal dari berbagai bahan rempah di Indonesia. yang memberikan hak istimewa bagi individu atau perusahaan atas karya ciptanya. HAKI komunitas dapat saja dirampok oleh perusahaan-perusahaan asing maupun para peneliti/individu. serta berbagai proyek semen. Perannya adalah merealisasikan berbagai proyek investasi dan infrastruktur berskala besar di negara-negara berkembang. Cara kerja ECA ini mirip mafia. karena merusak lingkungan. dan dapat diterapkan dalam industri (produksi massal). Ini disebut sebagai biopiracy (pembajakan hayati).10 6. kroni dan anak-anak Suharto. 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe. yang merupakan badan milik pemerintah di negara-negara maju.2 milyar. Ini adalah perjanjian HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) terkait perdagangan. Diantaranya adalah berbagai pabrik pulp and paper. dari tahun 1992-1996. karena besarnya kepentingan TNC-TNC di negara maju untuk mengerjakan berbagai mega-proyek infrastruktur lewat pembiayaan bilateral maupun multilateral. teknologi satelit. proyek listrik Jawa dan Jawa Barat. Serikat Pekerja PAM yang juga telah berjuang untuk menentang proses ini. diluwih. pulowaras. telah diratifikasi oleh pemerintah. penyulingan minyak Pertamina. Nampaknya proses privatisasi ini akan menjadi contoh bagi privatisasi air minum berikutnya di daerah-daerah lain.Tiga besar ECA yang aktif di Indonesia adalah Bank Exim Jepang (JEXIM. 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan. Paten lain untuk Jepang. Tambang Batu Hijau. karena di negara asalnya tidak dapat dikontrol parlemen. lempuyang. pelantas. serta membawa bencana. Sampai Oktober 2000. sekarang merger dengan OECF menjadi JBIC). JBIC mendanai 10 proyek besar di Indonesia. 1 paten mengenai antioksidan. tambang tembaga dan emas PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa. ECA juga aman bagi TNC. tidak transparan. ketika dia masuk ke pasar Amerika. dan Indikasi Geografis. justru 20 aktivisnya ditahan dan terus-menerus ditekan. JBIC (Japan Bank for International Cooperation) kini adalah ECA terbesar di dunia. dengan sekedar merubah proses dan produknya. dan Hak Cipta. kemukus. yang biasanya merupakan mega-proyek milik konglomerat. kayu legi. Sementara di Indonesia.

yaitu: 1. dan bukan untuk melayani kepentingan TNC dan konglomerat atas pasar eksport. dan ekonomi yang layak. Jerman dan Jepang. paten atas benih dan tanaman transgenik oleh TNC. Melepaskan diri dari rejim devisa bebas dan rejim nilai tukar mengambang bebas (free-float exchange rate). 11. sehingga memperkuat perekonomian rakyat. kebebasan berpikir. Dalam kasus lain. Adapun rekomendasi kebijakan kongkrit yang perlu segera dilakukan agar kita bisa segera keluar dari keterikatan kepada kapitalisme global adalah sebagai berikut: Pertama. 9. Oleh karena itu berbagai kelompok nasional harus berembuk dan berdialog bersama guna menetapkan pokok-pokok pandangan dan visi nasional yang non-Pasar Bebas. sehingga tidak tergantung impor dari luar. berorganisasi. asalkan kita tidak “turut dan manut” saja terhadap pasar bebas / globalisasi. listrik. berbagai kekayaan budaya itu tidak mungkin dipatenkan. 12. Diadakan perekonomian yang berorientasi kepada kesejahteraan. yaitu ekonomi kerakyatan (sebagaimana yang digagas oleh Bung Karno. Indonesia tidak membutuhkan resep neo-lliberalisme sebagaimana saran IMF. dan sebagai gantinya menetapkan kontrol modal (capital control) dan nilai tukar tetap (fixed exchange). perekonomian Indonesia harus kembali ke rel-nya. 8. Banyak alternatif yang mungkin dilakukan (There Are Many Alternatives). Pertanian dijadikan prioritas utama perekonomian. seperti memperkuat Page 12 12 kembali hasil yang telah dicapai UNCTAD lewat GSP (Generalized System of Preference) dan pengurangan hutang. 4. TNC tersebut akan masuk langsung untuk menanamnya di negara bersangkutan. Demokrasi yang diarahkan bagi penguatan aspirasi rakyat dan organisasi rakyat. Indonesia harus segera memulai membenahi diri sendiri dan mengerjakan PR-nya yang tidak kunjung diselesaikan. yaitu pemberantasan segera atas KKN. dan sekarang mereka menambahkan “Kompetisi Bebas” sebagai doktrin. Pertanian harus dirubah melalui agrarian reform. seperti dengan neo-protectionism. Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk pasar dalam negeri. dan liberalisasi macam apa yang harus ditolak mentah-mentah dan dibuang jauh-jauh. Menolak paham Neo-liberal dan mencari alternatif ilmu ekonomi yang lebih mencerminkan kepentingan rakyat dan nasional. Sistem ekonomi haruslah mendahulukan pasar domestik dan menaruh di belakang orientasi pada pasar ekspor. Ekonomi kerakyatan ini . dan ikut serta merubah badan-badan tersebut agar menjadi badan yang terutama melayani kepentingan negara-negara Dunia Ketiga 7. Selain itu diadakan berbagai kemudahan dan fasilitas serta perlindungan bagi petani untuk memperkuat sektor pertanian. dan karenanya perlu menerapkan ekonomi yang proteksionis dan kerakyatan. Petani akan semakin tergantung kepada benih-benih milik TNC. Tidak tergantung kepada badan-badan multilateral. 3. 2. untuk di dapat resolusi yang layak bagi Dunia Ketiga. sehingga terjadi distribusi tanah dan sumberdaya yang merata. welfare state. Januari 2000. Ada banyak alternatif yang tersedia sebenarnya.peradilan HAKI sangat mahal untuk pengrajin seperti dirinya. Ketiga. pemrosesan hukum atas semua pelaku KKN Orba. seperti air. karena di sinilah hidup mayoritas rakyat. Kerjasama Dunia Ketiga untuk bersama-sama menghadapi kepentingan negara-negara maju (G-7. sektor kelautan dan lain-lainnya. Bung Hatta dan lain-lain). transportasi. Padahal bagi orang Indonesia. Ini adalah kasus nyata pembajakan HAKI komunitas Indonesia oleh pemodal besar. 10. Haruslah mencontoh berbagai pengalaman negara lain. sebagaimana yang terjadi dengan kasus Monsanto yang menanam kapas Bt di Sulawesi Selatan. Indonesia masih dalam tahap-tahap awal perkembangannya. 6. Pertanian lama-kelamaan akan menjadi lahan bisnis dan monopoli (paten) teknologi oleh TNC-TNC. Kecenderungan ini akan semakin meningkat. Karena itu alokasi untuk sektor pertanian (termasuk kelautan dan perikanan) harus lebih besar dari yang lain-lainnya. ekonomi kerakyatan dan lain-lainnya. akan mengancam keberlangsungan benih tradisional dan kelestarian ECA NEWS. Industrialisasi berdasarkan pada bahan baku setempat. kesehatan. dan penyitaan harta jarahan kaum KKN untuk kepentingan negara dan program-program kesejahteraan rakyat. Pada masa lalu mereka memakai pendekatan “Economic Growth” (pertumbuhan ekonomi) sebagai doktrin. yaitu negara menjalankan berbagai peran penyelenggaraan barang publik (public goods) dan prasarana publik (public facilities). serta memperkuat sektor industri itu sendiri serta industri-industri kecil yang terkait dengannya. Bank Dunia maupun WTO. pendidikan dan lainnya. moral. WTO dan IMF telah membatasi pilihan-pilihan kebijakan yang ada dan memaksakan kebijakan yang hanya sesuai dengan agenda mereka. OECD). berbicara. Sistem ekonomi jangan berprinsip pasar bebas (liberalisme ekonomi). neo-keynesianism. Menyokong diadakannya Tobin Tax terhadap arus keluar masuk modal swasta yang saat ini merupakan ‘hot money’ dan volatilitasnya sangat tinggi. “Export Credit Agency Finance in Indonesia”. 5. Ini berarti di satu pihak memperkuat sektor pertanian. Di lain pihak. dan pemenuhan HAM sepenuhnya. April 2000 11 Page 11 11 tanaman. Jakarta. Segala sesuatu yang bersifat publik haruslah bersifat gratis. yang dalam sejarahnya juga memakai ekonomi merkantilis dan proteksionis ketimbang pasar bebas di masa awal pembangunannya. Kedua. Indonesia harus dapat memilah-milah liberalisasi macam apa yang memang dibutuhkan. Ini harus ditentang dan dicarikan alternatifnya. karena merupakan milik publik. Penghapusan sebagian besar hutang karena alasan-alasan etika. edisi I. termasuk AS. BAGAIMANA MEWUJUDKAN PEREKONOMIAN BERKEADILAN SOSIAL Kini saatnya memformulasikan kebijakan ekonomi yang berkeadilan sosial yang memutus keterikatan dan ketergantungan kepada agenda globalisasi. Stephanie Fried dan Titi Soentoro.

Iran atau Venezuela. Banyak hal yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk merebut kembali “kedaulatannya”. Vietnam. Kalau rakyatnya sejahtera. Perjuangan politik tetap bebas-aktif dan berdaulat. maka negaranya juga akan sejahtera. Perjuangan utama tetap di jalur ekonomi. Hutang yang merupakan mekanisme ketergantungan harus segera diputus. tetapi mempunyai kebijakan ekonomi-politiknya sendiri yang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhannya sendiri. maka kita hanya akan menjadi bangsa kuli yang rendah. sebagaimana RRC. dengan menghapus hutang haram dan peringanan berbagai beban hutang lainnya.menempatkan rakyat Indonesia sebagai kekuatan dasar perekonomian. yang mampu menggerakkan roda perekonomian lewat penguatan pasar domestik (nasional. *** Options Disable þÿ Get Free Shots All About Economic . Tidak sama sekali! Indonesia tetap ada dalam kapitalisme global. Inilah yang seharusnya terus dipikirkan oleh kita tentang Indonesia masa depan yang lepas dari diktator pasar kapitalisme global. Asumsi dasarnya adalah. Kalau rakyatnya cerdas. penguatan pertanian dan pedesaan yang masih sekitar 70% perekonomian nasional. dan untuk itu Indonesia harus memainkan peran yang kuat dan tegas.lokal). wilayah. berarti kita akan diasingkan atau mengisolasi diri. sebagai salah satu pemimpin negara berkembang. Apakah dengan memutus keterikatan kepada kapitalisme global tersebut. sebagai bangsa yang besar dan kuat. maka akan menjadi bangsa yang disegani dan tuan atas dirinya sendiri. memutus sepenuhnya ketergantungan pada badan-badan multilateral. seperti IMF. Kuba. Bila tidak terikat. Akan tetapi Indonesia tidak diikat oleh agenda neo-liberalisme. dan tidak disepelekan dan diinjak-injak oleh negara-negara lain dan badan-badan global. yaitu dengan mensejahterakan rakyat miskin dan mengikis habis korupsi. Bank Dunia dan WTO. Bila tetap terikat. maka negaranya juga akan cerdas. maka negaranya juga akan kuat. Demikian pula forum WTO harus dirubah menjadi forum bagi kepentingan negara-negara berkembang. Libya. dan penguasaan dan pengelolaan sepenuhnya kekayaan alam Indonesia yang melimpah-ruah. Tentu saja tidak harus konfrontasional terhadap kekuatan kapitalisme global (yaitu AS dan Eropa Barat). kalau rakyat Indonesia kuat. Keempat.

yaitu: menjual rupiah. Moody’s menurunkan hutang jangka panjang Indonesia menjadi “junk bond”. IMF datang dengan paket bantuan 23 milyar dolar. tapi rupiah jatuh lebih dalam lagi karena ketakutan dari hutang perusahaan. Presiden Suharto memecat Gubernur Bank Indonesiaa. permintaan dolar yang kuat. dan banyak yang bereaksi dengan membeli dolar. krisis ini menguat pada November ketika efek dari devaluasi di musim panas muncul di neraca perusahaan. 2007 Posted by dinconomy in Makro. Indonesia dan Korea Selatan memiliki “current account deficit” dan perawatan kecepatan pertukaran pegged menyemangati peminjaman luar dan menyebabkan ke keterbukaan yang berlebihan dari resiko pertukaran valuta asing dalam sektor finansial dan perusahaan. inflasi tak terkendali. Rupiah jatuh lebih dalam. Perusahaan yang meminjam dalam dolar harus menghadapi biaya yang lebih besar yang disebabkan oleh penurunan rupiah. terutama dalam bidang ekonomi. Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini. . sejak era orde baru mulai terlihat kebusukannya Indonesia terus mengalami kemerosotan.• • • • • • • Beranda Makro Mikro Tips Usaha UKM Akpem Enyong jump to navigation Awal Krisis Moneter Indonesia Juni 14. Pada Februari 1998. Pada 14 Agustus 1997. Pada Juni 1997. trackback Krisis yang melanda bangsa Indonesia. persediaan mata uang luar yang besar. Di tahun berikut. Rupiah mulai terserang kuat di Agustus. Tidak seperti Thailand. Meskipun krisis rupiah dimulai pada Juli dan Agustus. Rupiah dan Bursa Saham Jakarta menyentuh titik terendah pada bulan September. menjadi awal terpuruknya sebuah negara dengan kekayaan alam yang melimpah ini. Pada Juli. pertukaran floating teratur ditukar dengan pertukaran floating-bebas. Indonesia memiliki inflasi yang rendah. perdagangan surplus lebih dari 900 juta dolar. Otoritas Moneter Indonesia melebarkan jalur perdagangan dari 8 persen ke 12 persen. penjualan rupiah. Indonesia terlihat jauh dari krisis. Tapi banyak perusahaan Indonesia banyak meminjam dolar AS. Asia menarik hampir setengah dari aliran modal negara berkembang. Dari awal 1998.J. juga pertumbuhan ekonomi yang kurang berkembang di negara ini. menurunkan harga rupiah lebih jauh lagi. Tetapi. lebih dari 20 milyar dolar. Nilai tukar semakin melemah. dan sektor bank yang baik. Thailand megambangkan baht. Thailand. Habibie menjadi presidenSampai 1996. Suharto dipaksa mundur pada pertengahan 1998 dan B. ketika rupiah menguat terhadap dolar. tapi ini tidak cukup. praktisi ini telah bekerja baik untuk perusahaan tersebut — level efektifitas hutang mereka dan biaya finansial telah berkurang pada saat harga mata uang lokal meningkat.

keamanan dan pendidikan. Importir Barat mencari pemroduksi yang lebih murah dan menemukannya di Tiongkok yang biayanya rendah dibanding dollar. Pokok bahasan itu demikian penting. pelayanan. Kalimantan Selatan. mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini? Sebab suatu masalah selalu kompleks. termasuk Joseph Stiglitz dan Jeffrey Sachs. budaya. pemasaran. RRT telah memulai kompetisi secara efektif dengan eksportir Asia lainnya terutaman pada 1990-an setelah penerapan reform orientas-eksport. Qinimain Zain . telah meremehkan peran ekonomi nyata dalam krisis dibanding dengan pasar finansial yang diakibatkan kecepatan krisis. alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. atau lebih luas bidang hukum. politik. manufaktur. system ilmu pengetahuan. m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain). 2008 Banjarbaru. 31 Mei 2008 Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen (Satu Sebab Krisis Indonesia) Oleh Qinimain Zain FEELING IS BELIEVING. INDONESIA. Kecepatan krisis ini telah membuat Sachs dan lainnya untuk membandingkan dengan pelarian bank klasik yang disebabkan oleh shock resiko yang tibatiba. sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. yaitu ilmu pengetahuan. dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi. investor Barat kehilangan kepercayaan dalam keamanan di Asia Timur dan memulai menarik uangnya. yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun. yang naik nilainya pada 1990-an. mata uang Thailand dan Indonesia adalah berhubungan erat dengan dollar. Lalu. Krisis Asia dimulai pada pertengahan 1997 dan mempengaruhi mata uang. departemen. komputerisasi. Kemudian. hanya menyoroti salah satunya. keuangan. Banyak pelaku ekonomi. pertahanan. . namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. Yang paling penting. C(OMPETENCY) = I(nstrument) .Pelaku ekonomi telah memikirkan akibat Daratan Tiongkok pada ekonomi nyata sebagai faktor penyumbang krisis. selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem. teknik. apa definisi sesungguhnya sebuah sistem. s(cience). Di sini. Baik untuk usaha khusus bidang pertanian. pasar bursa dan harga aset beberapa ekonomi Asia Tenggara. saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan. Dan. Sach menunjuk ke kebijakan keuangan dan fiskal yang ketat yang diterapkan oleh pemerintah pada saat krisis dimulai. Dimulai dari kejadian di Amerika Selatan.Mei 31. penelitian. menimbulkan efek bola salju. sistem ilmu pengetahuan. sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri. Komentar» 1. ekonomi. sedangkan Frederic Mishkin menunjuk ke peranan informasi asimetrik dalam pasar finansial yang menuju ke “mental herd” diantara investor yang memperbesar resiko yang relatif kecil dalam ekonomi nyata. Krisis ini telah menimbulkan keinginan dari pelaksana ekonomi perilaku tertarik di psikologi pasar. sumber daya manusia dan kreativitas.

yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAINn (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority. Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie. TQC Tahap Consolidation (1930-1945). sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen. “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Lebih jauh. PT Refika Aditama. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta. cetakan ke-21. Gajah Mada University Press. sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. cetakan kedelapan belas. 2005:19. Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25. Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan. TQI Tahap Behavioral (1959-2000). baru dimulai tahun 1900. “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen. to know). cetakan ketiga. hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. Keempat. kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda. maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat. Kedua. PT Gramedia. Dasar-Dasar Manajemen. Manullang. Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. 2005:18-19. “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi. Sebelumnya. Tahap ini peran tingkah-laku manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. TQS Tahap Human Relation (1945-1959). ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang): Contoh. Juga. Tahap Kuantifikasi. berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn. Ketiga. Kemudian. Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo. merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. Yogyakarta). Siagian menduga. Sondang P. cetakan VII. pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). 2001). Jakarta). Kemudian. Sampai abad XVII. Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. Jakarta). perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan. yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. Sondang P. karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie. 1982:4. tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika. Pengantar Ilmu Pemerintahan. TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama. Bandung). setelah abad XVII. Dan.Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan. Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya. bukti nyata masalah. TQO Tahap Survival (1886-1930). Kemudian. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. Menemukan hukumhukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. didasarkan .

dan sebuah negara) pun mampu memahami. Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert. jika dibiarkan tanpa alat bantu. tinggal di Banjarbaru. adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan. Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45). Anna . departemen.id (www. Balas . (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta – sistem mks. teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu). satuan ukuran. THANK you very much for Dr Heidi Prozesky – SASA (South African Sociological Association) secretary about Total Qinimain Zain: The New Paradigm – The (R)Evolution of Social Science for the Higher Education and Science Studies sessions of the SASA Conference 2008. struktur. mengatasi. Bandingkan. membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon).gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data.co. struktur. dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode. (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta). mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya. teori dan hukum. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138).com). satuan ukuran. Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode. teori dan hukumnya. Balas 2. (Contoh. itu pun tanpa satuan). saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna.November 26. atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22. struktur. email: tqz_strategist@yahoo. satuan ukuran. TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang). PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar.mampir yach Mas ke blog ku. fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma. BAGAIMANA strategi Anda? *) Ahli strategi. 2008 Thanks infonya….blogspot. Paradigma baru. Artiya. (Yang ternyata benar dan saya penuhi. Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja – sistem ZQD. 2526). padanan m(eter).scientist-strategist. dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III. Kelima. Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen). TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode. bukan komputer). meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan.

• • • • • RSS Home About Catatan Redaksi Tips & Trik Penulisan di Wartawarga Seberapa besar pengaruh krisis global dalam perekonomian Indonesia January 3rd. giro wajib minimum. KRISIS MONETER DI AMERIKA SERIKAT . intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga. Kebijakan moneter Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel. seperti menahan inflasi. tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali. "margin requirement". cari Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu.message name þÿ email þÿ url þÿ say it! Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. 2010 • Related • Filed Under PENGARUH KRISIS MONETER AMERIKA SERIKAT A. kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

dan membeli saham di bursa New York dan London. Seberapa parah krisis finansial dunia ini? Patokan ada. Hal ini bisa dilihat dari kepanikan investor dunia dalam usaha mereka menyelamatkan uang mereka di pasar saham. kekurangan modal. Sejak awal 2008. Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara). B. dan enggan meminjamkan dolarnya. akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (troubled asset recovery program – TARP) senilai US$ 700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. akibat krisis keuangan AS pada 1929. Investor bisa menjual saham dan surat utangnya di Indonesia. investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki sense of crisis. Eropa dan Jepang. India 52%. . Sekarang. mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok. Freddie Mac dan Fannie Mae. termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia. AIG.Sebelum membahas lebih jauh. setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot. Artinya. mereka tidak selamat menghadapi krisis kredit pembelian rumah (KPR) subprime di AS pada 2007/2008. yaitu di Amerika Serikat. dan zona Eropa 37%. terpuruknya beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut adalah indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan kita sebelumnya. setidaknya ada ’surga aman’ atau ’safe heaven’ bagi para investor global. Tetapi krisis perbankan global bisa mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia. Merrill Lynch. surat utang dan komoditas semuanya anjlok. DAMPAK SECARA GLOBAL Krisis moneter di Amerika Serikat kali ini menumbulkan dampak luar biasa secara global. Mereka selamat manghadapi resesi ekonomi dunia akibat embargo minyak OPEC tahun 1973 dan selamat menghadapi dua perang dunia. Lehman Brothers. Namun. Mereka juga selamat menghadapi resesi ekonomi dunia tahun 1930-an yang sering disebut “the great depression”. kita tahu bahwa krisis moneter di Amerika Serikat akhir-akhir ini telah mewabah ke berbagai benua dan dipastikan lebih parah dari krisis yang sudah pernah terjadi. Bear Stearns. Sementara pasar surat utang terpuruk. cash is king again“. Krisis pasar modal (saham dan surat utang) global pada dasarnya hanya memengaruhi investor pasar modal. Inti cerita yang terjadi adalah sektor perbankan AS sedang terpuruk. Mereka ramai-ramai menjual saham sehingga bursa saham terjun bebas. selamat menghadapi resesi ekonomi AS paska serangan teroris tahun 2001. apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia. Di AS. karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres. Senior Vice President Standard Chartered Bank. bursa saham China anjlok 57%. sebagai lembaga finansial raksasa AS. Investor kesulitan mencari safe heaven untuk memarkir dananya dan. Namun. negara safe heaven pun mengalami krisis ekonomi yang parah. Dari uraian di atas. “Lama saya mengira bahwa krisis ekonomi terparah yang pernah saya alami adalah krisis moneter (krismon) Asia pada tahun 1997/1999. yang menceritakan dengan cukup detail tentang krisis moneter yang pernah terjadi. Sewaktu krismon Asia. termasuk Indonesia. karena pasar saham. mari kita simak pendapat Fauzi Ichsan. Thailand dan Korea (walau rugi) yang mengalami krisis. Ternyata dampak krismon Asia kalah jauh dibandingkan dengan krisis finansial yang melanda dunia sekarang.

turunnya harga properti AS (pemicu krisis subprime) belum berakhir (jumlah rumah yang belum terjual masih terlalu banyak). Kita sudah tahu bahwa dolar AS merupakan mata uang inti dalam dunia usaha. Suku bunga bank sentral bisa rendah. yang lebih penting. resesi ekonomi AS dan Eropa akan lebih parah (sementara pertumbuhan ekonomi dunia melambat) pada 2009. Jadi. Menurut para ahli ekonomi.5%. bank sentral dunia mengerti betapa pentingnya melakukan kebijakan yang terkoordinasi.5%. Akibatnya. DAMPAK DI INDONESIA . Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar. Kenapa? Karena titik terburuk ekonomi AS dan Eropa belum tercapai: misalnya. Pertama. Kebijakan di atas bisa berhasil. kalaupun bisa dapat pinjaman. Selain itu. Kedua. melonjak tajam. Artinya. European Central Bank. Bank of England dan Bank of Canada) akhirnya memangkas suku bunganya 0. tetapi risiko terjadinya resesi ekonomi dunia yang parah akan lebih besar kalau bank sentral dan pemerintah dunia tidak melakukan apa-apa. walaupun suku bunga bank sentral AS (atau Fed Funds Target Rate) sampai diturunkan ke 1. dan sebagainya). dampak stimulus kebijakan moneter dan fiskal memang makan waktu lebih dari satu tahun. bisa juga gagal. yang sebetulnya bisa melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dunia secara perlahan. Hal lain yang dilakukan adalah kebijakan terkoordinasi bank sentral dan pemerintah dunia selebihnya harus ditujukan untuk memenuhi tiga sasaran. karena pasar saham biasanya menguat 6-9 bulan sebelum sektor riil ekonomi pulih. pabrik masih melakukan PHK masal dan masih banyak bank yang harus bangkrut. Kalau berhasil. Akhirnya. Hal tersebut beralasan karena kebijakan ekonomi berskala global belum pernah dilakukan dalam sejarah. Kalau ekonomi dunia baru pulih 2010. pemerintah harus memperbesar belanjanya untuk pembangunan infrastruktur dan memberi stimulus ekonomi – karena investor swasta enggan berinvestasi dalam krisis likuiditas. macetnya sistem pembayaran dan penyaluran kredit global sebagai ‘oksigen untuk napasnya dunia bisnis’. sebagai patokan suku bunga yang digunakan oleh pelaku ekonomi.Akibatnya. bahan baku. memulihkan kembali sistem perbankan dan pembayaran global yang lumpuh agar sirkulasi dana internasional bisa normal kembali – dan bank bisa memberi kredit lagi. sebenarnya hal itu merupakan bahaya sektor perbankan global. Masalah rumit yang terjadi sekarang. kapan hasilnya akan kelihatan? Paling cepat dua tahun. perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman ke para pengusaha dunia yang membutuhkan dolar untuk investasinya (untuk impor mesin. Terjadi di tahun 2008 ini. mengeluarkan aset bermasalah (terutama surat utang KPR subprime) dari perbankan AS dan memperbesar modal perbankan agar lebih bisa memberi kredit dalam jumlah yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. sebelum pulih pada 2010. Tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve. sangat tinggi karena perbankan ketakutan meminjamkan dananya. termasuk di Indonesia. 2009. bukan anjloknya pasar saham. bank sentral dunia harus berani terus menurunkan suku bunga (untuk membantu meringankan bunga kredit) dan. suku bunga London Inter-Bank Offer Rate (LIBOR). Ketiga. C. kapan pasar saham global pulih? Paling cepat semester 1. tetapi suku bunga kredit untuk pelaku bisnis.

atau terakhir kali AS mengalami resesi. BI sebagai bank sentral meminta pasar tidak panik menghadapi situasi saat ini. Ketiga negara ini memiliki penduduk yang banyak sehingga belanja masyarakatnya merupakan motor penggerak ekonomi yang kuat. rupiah bahkan sempat menembus Rp 10. India. dan berusaha agar dampaknya bisa seminimal mungkin. Dari sini kita tahu bahwa dampak krisis moneter di Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya pada melemahnya nilai tukar Rupiah. karena pembiayaan kegiatan investasi di Indonesia (baik oleh pengusaha dalam maupun luar negeri) akan terus menciut. krisis finansial global dan lumpuhnya sistem perbankan global yang berlarut akan berdampak sangat negatif terhadap Indonesia. Di AS. pemerintah membatalkan rencana pembukaan kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup pada hari Rabu. Seperti pada tahun 2001/2002. dan negara maju lainnya. Namun demikian. Singapura. dan Malaysia. yang akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. tetapi karena net-ekspor (ekspor dikurangi impor) hanya menggerakkan sekitar 8% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Bank sentral akan terus memantau perkembangan ekonomi global. penyerapan tenaga kerja melambat dan akibatnya daya beli masyarakat turun.000 per USD. Berikut akan dijelaskan dengan singkat. Namun untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar. BI juga tetap waspada dan terus menjaga agar tidak terjadi pergerakan gejolak yang terlalu besar. Meskipun para ahli ekonomi menilai kecil kemungkinan krisis ini menjelma menjadi krisis ekonomi berupa ambruknya perbankan dan sektor riil. maka dampaknya relatif kecil dibandingkan dengan negara tetangga yang ketergantungan ekspornya ke AS besar. misalnya Hong Kong. Pada hari Jumat tanggal 10 Oktober 2008. namun juga pada berbagai sector lain yang lebih rumit. 8 Oktober 2008. . perbankan. Berbeda dengan krisis 1997. nilai tukar rupiah melemah dan sempat menembus Rp 9. Rupiah Melemah Akibat krisis moneter di Amerika Serikat.860 per USD. pemerintah sebaiknya fokus menjaga daya beli masyarakat. Jatuhnya Bursa Saham Dampak lain yang terjadi akibat krisis moneter di Amerika Serikat adalah jatuhnya bursa saham yang terjadi dalam pertengahan Oktober 2008. Turbulensi di pasar finansial saat ini terjadi di seluruh dunia. Eropa. mulai dari pasar modal. hingga sektor riil. Hal ini dilakukan karena otoritas bursa ingin melindungi emiten. Emiten perlu dilindungi dari kemungkinan keterpurukan nilai harga saham akibat sentimen negatif pasar terhadap kondisi keuangan global yang sedang krisis. Di pasar antarbank. Para ahli menilai tingkat krisis yang dihadapi Indonesia sangat berbeda dengan Amerika Serikat (AS). krisis telah merasuk ke semua sektor. Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih sejalan dengan beberapa mata uang lainnya. ada tiga negara di Asia yang tidak terlalu terpukul ekonominya: China. dampak negatif kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 125% pada 2005 jelas lebih besar dari pada dampak resesi ekonomi AS.Dampak resesi ekonomi AS dan Eropa terhadap Indonesia tentunya negatif. Untuk ekonomi Indonesia. BI kini juga telah mengetahui pencatatan valas perbankan. dan Indonesia.

Keuangan dan Industri Disampaikan pada Rapim ABRI Jakarta. Rating: 0.com 1 KRISIS MONETER DAN DAMPAKNYA TERHADAP REPELITA VII Oleh: Ginandjar Kartasasmita Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi.ginandjar. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga memberikan pendapatnya di sebuah surat kabar bahwa sebenarnya ekonomi tidak terlalu terpengaruh dengan ambruknya bursa dunia. pengaruh bursa itu sampai 1. Penyesuaian yang terjadi di pasar modal dan nilai tukar domestik merupakan hal wajar karena seluruh dunia terkena imbas krisis keuangan AS. di Indonesia krisis hanya terjadi di pasar modal. PENDAHULUAN . Krisis keuangan global yang terjadi saat ini merupakan koreksi atas kesenjangan (gap) yang terjadi antara pertumbuhan sektor riil dan sektor finansial. Koreksi berupa penurunan harga-harga di sektor finansial dan kenaikan harga-harga di sektor riil. jangan terlalu dirisaukan. Sebagai gantinya. India.5 kali dari produk domestik bruto mereka. Hal tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa meskipun krisis moneter di Amerika Serikat telah memicu krisis ekonomi global. kita tidak perlu khawatir karena krisis tersebut tidak akan melumpuhkan perekonomian Indonesia seperti yang terjadi pada sepuluh tahun yang lalu. Krisis yang terjadi di pasar modal dinilai tidak mudah bertransmisi ke sektor lain mengingat kontribusi pasar modal dalam sistem keuangan Indonesia amat kecil. ”Perbedaannya. 10 Februari 1998 I. kita banyak menggantungkan pada ekonomi domestik. Seperti di AS. seperti Wall Street. Kalau kita pengaruhnya hanya 20 persen. kini muncul kekuatan ekonomi baru. dan di Indonesia juga terkena dampaknya dengan melemahnya nilai Rupiah dan jatuhnya pasar saham. Jadi. seperti harga komoditas. dan Rusia.Namun.0/10 (0 votes cast) Rating: 0 (from 0 votes) Popularity: 1% [?] www. Penurunan ekonomi AS dan Eropa dinilai tidak perlu dikhawatirkan mengingat peran mereka dalam perdagangan dunia makin menyusut. seperti China.” kata Wakil Presiden dalam sebuah wawancara di media massa.

Namun.9 miliar menjadi US$ 8. faktor eksternal tersebut diperkirakan lebih kecil efeknya daripada tiga masalah internal perekonomian kita yang mencuat ke permukaan selama dua tahun terakhir. disertai dengan pengangguran yang meningkat pesat. adalah lemahnya sektor perbankan seperti tercermin dari besarnya kredit macet yang disebabkan oleh praktek perbankan yang tidak berhati-hati (prudent).Pertama-tama. defisit transaksi berjalan terus mengalami peningkatan dari US$ 2. yang banyak pihak menyatakan telah melebihi kewajaran ini. Sejak dilepaskannya rentang intervensi dalam bulan Agustus 1997 yang lalu. Minal Aidin Wal Faizin. terdapat faktor internal yang menyebabkan tajamnya penurunan nilai tukar rupiah. Namun. Sektor . dan Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada saudara-saudara yang merayakannya. Krisis ekonomi yang sedang kita alami sekarang secara mendasar telah mengubah kondisi perekonomian Indonesia. Dampak negatipnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. KRISIS KEUANGAN Perkembangan nilai tukar Rupiah yang kita hadapi sejak Agustus hingga awal tahun 1998 ini menunjukkan gejolak yang lebih panjang dan lebih dalam. Depresiasi Rupiah. yang dimulai dari Thailand. Misalnya dalam kurun waktu 1993/94-1996/97. Keadaan menjadi lebih buruk dengan adanya musim kekeringan yang sangat panjang. maka saya akan membahasnya secara garis besarnya saja. berkembang menjadi krisis ekonomi. Kedua. II. Banyak bank yang menyalurkan hanya www.ginandjar. kami juga mengucapkan Selamat Lebaran 1418 Hijriah. misalnya keuntungan. Kondisi yang berat ini tentu akan mempengaruhi pembangunan nasional kita di masa depan. tetapi juga meningkatkan resiko usaha bank yang bersangkutan. Hal ini tidak saja melanggar ketentuan 2 perbankan legal lending limit. Nilai rupiah telah merosot lebih dari 75 persen sejak bulan Juli 1997 yang lalu. Selanjutnya. Masalah pertama adalah akumulasi serta membengkaknya kesenjangan tabungan dan investasi masyarakat yang tercermin pula dalam defisit transaksi berjalan. bangsa Indonesia sedang menghadapi cobaan yang sangat berat. karena Repelita VII harus merupakan penjabaran dari Garis-garis Besar Haluan Negara 1998 yang saat ini belum memperoleh pengesahan oleh wakil-wakil kita di MPR. Kenaikan hargaharga tidak tertahankan lagi. Seperti kita semua ketahui. Banyak kredit disalurkan bukan berdasarkan pada kriteria-kriteria yang umum digunakan.com kepada kelompok-kelompok bisnisnya. dalam suasana yang sangat diwarnai oleh semangat silaturahmi ini. Masalah krisis ekonomi. Di beberapa daerah telah terjadi rawan pangan yang cukup parah. Pertumbuhan ekonomi kita menurun tajam. marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Illahi Rabi yang senantiasa melimpahkan rahmat dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.1 miliar. dan pengaruhnya terhadap formulasi Repelita VII akan menjadi pusat pembahasan saya pada pagi hari ini. namun ada beberapa faktor yang diperkirakan dominan mendorong terjadinya krisis. Kita harus mengakui adanya faktor imbas dari gejolak nilai tukar mata-uang negara-negara tetangga. Bagaimana proses terjadinya krisis ini masih belum dapat ditentukan secara tepat.

yang sangat diperlukan. sehingga menimbulkan hambatan terhadap impor. Sebagai akibatnya inflasi meningkat. pihak swasta langsung memburu dolar untuk membayar hutang mereka. Keadaan ini telah menyebabkan makin rendahnya kepercayaan masyarakat domestik maupun internasional akan prospek perekonomian kita. walaupun sebagian daripadanya masa jatuh temponya belum tiba. yakni besarnya hutang perusahaan swasta kita dalam bentuk dolar. yaitu mata-uang Baht. 2. Sebagai akibatnya.property juga mendapatkan kredit yang berlebihan. Pertama. Bahkan Letter of Credit (L/C) yang dikeluarkan oleh bank swasta nasional tidak diterima oleh eksportir asing. Dengan adanya gejolak nilai tukar. Keadaan ini dianggap sebagai salah satu pemicu krisis ekonomi Indonesia. Krisis ini mempunyai ramifikasi yang sangat luas.8 persen. Kekhawatiran yang berlebihan ini menjadi kenyataan (self-fulfilling prophecy). daripada dana dalam negeri. padahal di negaranegara sekawasan yang juga terkena krisis moneter. Tingginya suku bunga dalam negeri pada waktu yang lalu membuat banyak perusahaan lebih tertarik mencari pinjaman luar negeri yang bersuku bunga lebih rendah. Kenaikan tersebut pada akhirnya harus diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. dan terjadi pemutusan hubungan kerja. harga barang jadi juga meningkat. Hutang luar negeri swasta meningkat dengan pesat selama Repelita VI ini.4 miliar. perusahaan-perusahaan baik BUMN maupun swasta yang mempunyai hutang luar negeri dan tidak mengasuransikannya (hedge) mengalami kesulitan melunasi pokok dan bunga hutangnya. . Kedua. Masyarakat internasional terlebih lagi sangat meragukan kesehatan lembaga keuangan dan perusahaan swasta nasional. harga bahan baku dan barang antara (intermediate goods) terutama yang diimpor meningkat. Sebagian bahkan secara teknis sudah bangkrut oleh karena modal neto sudah negatip. karena semakin banyak yang memburu dolar maka rupiah semakin melemah. Masyarakat kita sendiri menjadi enggan menyimpan dananya di perbankan dan cenderung menyimpan uang dalam bentuk dolar. dan tentu saja akan sangat mengganggu kesehatan perusahaan mereka. sampai Pemerintah perlu memberikan jaminan kepada nasabah dan kreditor Bank. Jadi depresiasinya adalah 75. Ini merupakan masalah ketiga. 10. dari keseluruhan hutang luar negeri pada saat ini sekitar US$ 137. Padahal pada 1 Juli 1997 yang lalu harga satu dolar Amerika masih Rp.8 persen. yang juga didorong oleh menurunnya peringkat perusahaan swasta nasional kita yang diberikan oleh Standard & Poor dan Moody. untuk menenangkan para depositor dan berangsur-angsur dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan kita.9 miliar 1 . termasuk bahan baku. Mereka khawatir bahwa Rupiah akan terus melemah. Akibat lanjutannya adalah makin meningkat lagi kredit macet di sektor perbankan. khususnya dalam mata uang dolar AS. Krisis moneter yang melanda kawasan Asia ini mengakibatkan rupiah terdepresiasi menjadi sekitar Rp. Industri perbankan yang lemah tersebut menjadi lebih lemah dengan adanya gejolak moneter. depresiasi yang tertinggi adalah 48. Untuk memulihkan kepercayaan tersebut. Likuidasi 16 bank pada bulan Nopember yang lalu ternyata semakin menggoyahkan kepercayaan nasabah dan kreditor bank kepada sistem perbankan kita. Nilai hutang swasta saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$ 73.000 per satu dolar Amerika pada hari terakhir ini.430.

dibandingkan perkiraan tahun 1997 sekitar 5.ginandjar. Seperti kita ketahui bersama. sesungguhnya Rupiah kita menurut perkiraan sudah undervalued.000. akan berakibat penurunan produksi atau bahkan penutupan perusahaan sama sekali. dan tanpa adanya pertumbuhan riil dari perekonomian kita. Akibatnya akan meningkat pula kerawanan sosial dan ancaman bagi stabilitas politik.500 per dolar AS.07 miliar. dan sisanya sebagian besar terdiri dari hutang perusahaan patungan dengan pihak luar negeri.000/6. akan turun cukup besar. serta menurunnya daya beli masyarakat akan menurunkan kemampuan masyarakat untuk mendapatkan obat-obatan yang sangat diperlukannya. 5. Kedua masalah ini. Memang tidak akan kembali seperti semula. Bahkan diperkirakan tingkat pengangguran.7 persen atau 5. perekonomian kita akan mengalami pertumbuhan negatip. 5. proses penyesuaian harga tersebut belum selesai sehingga tingkat harga umum diperkirakan akan masih meningkat. karena dalam tingkat itu Rupiah kita overvalued. asumsi yang digunakan dalam penyusunan RAPBN 1998/99 adalah nilai tukar sebesar Rp. akan menyebabkan daya beli masyarakat akan semakin menurun. Dengan menggunakan asumsi ini. www. suatu tingkat inflasi tertinggi dalam kurun waktu 20 tahun ini. Pemerintah telah menyadari bahwa tingkat pengangguran akan meningkat. Bisa kita perkirakan bahwa pengangguran terdidik akan meningkat pesat pula.Kenaikan harga dari kebutuhan masyarakat ini tercermin dari kenaikan tingkat inflasi sejak Oktober 1997. Sudah hampir dapat dipastikan bahwa upah riil buruh. atau sekitar 8. penyediaan obat-obatan yang hampir 90 persen bahan bakunya diimpor juga mengalami goncangan.3 juta pekerja. yaitu sekitar Rp. suatu keadaan yang tidak pernah kita alami dalam kurun waktu Orde Baru ini. Hambatan terhadap proses penyesuaian harga ini. 2.9 persen. tingkat inflasi sekitar 20 persen. Demikian pula dengan tingkat pengangguran kita yang akan semakin meningkat dengan menurunnya kemampuan penyerapan tenaga kerja akibat pertumbuhan .9 persen. utamanya upah gaji tetap (fixed income earner).7 juta pekerja. tetapi di atas Rp.com 3 pesat. Inflasi dalam tahun anggaran 1997/98 sampai dengan Januari telah mencapai 16. utamanya pada bulan Januari lalu yang mencapai sekitar 6. mencapai sekitar 10 persen dari angkatan kerja kita. Stok bahan baku untuk obat-obatan yang terbatas. Penyesuaian yang dilakukan oleh dunia usaha ini akan menyebabkan tingkat pengangguran masih meningkat. Sebagai negara yang selama 30 tahun berhasil mengendalikan inflasi pada tingkat yang aman sudah tentu keadaan ini sangat mengkhawatirkan. Kita harus menyadari bahwa proses penyesuaian dengan situasi baru ini masih belum selesai. Selain kebutuhan pokok. inflasi dan pengangguran yang semakin meningkat. Keadaan akan lebih buruk apabila nilai tukar rupiah tidak menguat kembali seperti yang kita harapkan. karena satu dan lain hal.000 per dolar AS. Kita telah merasakan bahwa harga-harga kebutuhan bahan pokok telah meningkat dengan 1 Hutang swasta nasional sebenarnya hanya sekitar US$ 23. Jika keadaan seperti sekarang ini terus berlangsung.0 persen. Walaupun inflasi dalam bulan Januari lalu sudah mencapai 6.

Memasuki tahun 1998. Melambatnya pertumbuhan sektor pertanian ini juga ikut memberikan tekanan berat pada kemampuan perekonomian Indonesia dalam penyerapan tenaga kerja. Selain itu diupayakan peningkatan produksi pangan dengan menekan kehilangan hasil panen musim tanam 1997/98. Dalam penyusunan anggaran tahun mendatang. . Selain krisis ekonomi kita juga mengalami kekeringan yang disebabkan oleh badai El Nino yang mempengaruhi kawasan Asia. ini merupakan kelompok sasaran dari program padat kerja yang sudah mulai kita laksanakan. serta meningkatkan intensifikasi dan pemanfaatan lahan-lahan ‘tidur’ (tidak produktif). Musim kekeringan yang berkepanjangan yang menyebabkan mundurnya musim tanam dan panen pada tahun 1997/98 terjadi di berbagai daerah di seluruh Indonesia.ginandjar. Bahkan di Kalimantan Timur. Sektor pertanian yang diharapkan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi pada saat yang sulit ini tidak dapat tumbuh secepat yang diharapkan. Namun krisis ekonomi yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan sektor konstruksi ini berdampak pada penurunan tenaga kerja musiman yang bisa diserap. Pemerintah telah mengimpor beras. musim kekeringan inipun mengakibatkan kebakaran hutan di beberapa daerah. Kegiatan crash program ini diarahkan kepada pekerja berketerampilan rendah di daerah perkotaan dan perdesaan. Pada tahun 1997 yang baru lalu. Sejak bulan Pebruari ini mulai terasa berkurangnya curah hujan di beberapa tempat di Indonesia. peternakan dan perikanan masih dapat tumbuh lebih dari 4 persen. dan demikian juga dengan sektor kehutanan sebesar -0. sehingga musim hujan ini tidak berlangsung seperti biasanya.com 4 Pemerintah menyadari bahwa krisis ekonomi akan mempunyai dampak yang besar dan harus ditangani dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat crash program. Sedangkan jenis kegiatannya mencakup rehabilitasi atau pembangunan jalan desa.8 persen. upaya penanggulangan kemiskinan dan pemerataan pembangunan tetap dilanjutkan dan diprioritaskan. keterlambatan musim tanam dan panen ini tidak dapat mendorong sektor pertanian untuk segera kembali pulih. curah hujan sangat sedikit sehingga kebakaran hutan harus selalu diwaspadai. saluran irigasi. ternyata gejala El Nino masih mempengaruhi iklim kita. Dengan alokasi ini diharapkan daerah dapat memelihara momentum pembangunan dan kegiatan ekonomi masyarakat. Juga mempengaruhi ketersediaan komoditi pangan. www. Selain berdampak langsung terhadap penurunan produksi sektor pertanian. lingkungan dan usaha-usaha produktif lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Selain itu.negatip dari perekonomian kita. Pekerja musiman. Biasanya sektor konstruksi di perkotaan dapat menyerap tenaga kerja yang berasal dari pedesaan dalam musim kemarau.6 persen. Anggaran rupiah yang didaerahkan mencapai dua per tiga dari seluruh tabungan pemerintah. yang pada gilirannya menurunkan produktivitas sektor pertanian. sub-sektor tanaman bahan makanan mengalami pertumbuhan negatip. yang biasanya merupakan tenaga lepas. sehingga berpengaruh pula pada laju inflasi. Sementara itu melalui program padat karya diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya. Untuk menjaga stabilitas harga pangan. Sedangkan sub-sektor tanaman perkebunan. -1. apalagi dalam keadaan krisis ekonomi saat ini.

Kita tidak dapat mengetahui berapa lama kita akan keluar dari krisis ini dan setelah keluar . penyelesaian utang swasta.com 5 Dalam proses penyesuaian ini diperkirakan tidak akan terjadi pertumbuhan untuk tahun 1998/99. Krisis ekonomi yang sedang kita alami ini merupakan cobaan yang sangat berat bagi perjalanan hidup bangsa kita. Pandangan itu tidak sepenuhnya tepat. Di sinilah diharapkan peran ABRI. yang relatif padatkarya dan tidak begitu terpengaruh oleh melonjaknya nilai tukar Rupiah terhadap mata-uang asing. Sehingga dalam memasuki Repelita VII kita masih akan mengejar berbagai sasaran yang belum terpenuhi pada Repelita VI.Upaya penciptaan lapangan kerja juga terus dilanjutkan dan mencakup antara lain program pengembangan wirausaha. Sementara itu dalam rangka kebijaksanaan moneter ketat maka suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dinaikkan. dan berbagai program lainnya. investasi dan privatisasi BUMN. III. Program-program itu meliputi bidang moneter.ginandjar. Pada tataran makro langkah-langkah untuk mengatasi berkembangnya gejolak nilai tukar Rupiah telah diupayakan sejak awal gejolak. Pemerintah menjalankan kebijaksanaan fiskal dan moneter yang ketat. REPELITA VII Dengan berbagai keadaan seperti yang saya uraikan di atas jelas bahwa sesungguhnya kita sedang dalam keadaan krisis ekonomi yang terparah sejak awal Orde Baru. perdagangan dalam dan luar negeri. serta pengembangan agroindustri dan produksi pangan. Memang reformasi ini terasa seperti pil pahit yang harus kita ‘telan’. Selain itu Pemerintah telah menyusun program reformasi dan restrukturisasi ekonomi dan keuangan yang menyeluruh dan mencakup berbagai bidang. Sebagian dari kita mungkin tidak bisa menerima program-program reformasi yang akan dan sudah dijalankan. misalnya pembentukan Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan. yaitu mengamankan pelaksanaan langkah reformasi dengan mencegah oknum-oknum mengail di air keruh. perbankan. bahkan oleh duniapun telah dianggap sebagai kondisi yang dapat mengganggu ekonomi kawasan dan ekonomi dunia pada umumnya. www. sementara hargaharga kebutuhan pokok naik dengan cepat. Kemungkinan besar sebagian sasaran-sasaran yang ditetapkan dalam Repelita VI akan sulit dicapai. Kebijaksanaan fiskal yang dilaksanakan antara lain meliputi penjadwalan kembali beberapa proyek-proyek dan merevisi penggunaan anggaran pembangunan. fiskal. pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Keadaan ini mungkin menyebabkan sebagian dari kita mengira bahwa hal ini merupakan akibat dari reformasi yang kita sudah mulai dan akan kita jalankan terus. Sejak diumumkannya program reformasi ini oleh Bapak Presiden pertengahan bulan Januari 1998 yang lalu sebagai kesepakatan dengan IMF. pemberian jaminan atas deposito masyarakat dan pinjaman perbankan. Langkah-langkah reformasi ini merupakan langkah yang harus dijalani agar kita dapat keluar dari krisis ekonomi ini. Pengangguran diperkirakan masih akan meningkat. telah banyak yang dilaksanakan dengan dikeluarkannya berbagai peraturan dan Keputusan Presiden serta Instruksi Presiden yang bertujuan menyehatkan sistem perbankan kita dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat.

Dengan demikian kita terbiasa dengan masuknya modal dari luar negeri untuk mendukung pembangunan yang sedang kita jalankan. kita juga sudah mendapatkan bukti bahwa untuk membantu saudara-saudara kita ini harus dilandasi dengan konsep pemberdayaan. dana luar negeri dalam bentuk pinjaman maupun portofolio-pun meningkat dengan pesat. Proyek-proyek seperti ini mungkin masih akan diperlukan pada awal-awal Repelita VII sehingga lapisan masyarakat yang terkena dampak krisis keuangan mempunyai waktu untuk dapat menyesuaikan dengan keadaan ekonomi yang baru.2 persen. Bahkan. Karena memang saudara-saudara kita inilah yang paling rawan dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi. Saat ini telah dijalankan berbagai proyek padat karya. Potensi pertumbuhan perekonomian ini dapat kita dekati dari sumber-sumber pertumbuhannya. pertumbuhan. Berdasarkan pengalaman pertumbuhan yang selalu tinggi inilah kita menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi selama PJP II sebesar rata-rata 7 persen per tahunnya. Selain itu. Karena hal ini hanya akan memperlemah. Kondisi ini juga menuntut ABRI untuk tetap dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan kita. Selain investasi langsung luar negeri. Perlu saya tekankan di sini bahwa prioritas pembangunan dalam Repelita VII tetap pada bidang ekonomi seiring dengan pembangunan SDM. Kita tidak akan melindungi secara berlebihan. kita bisa menganggap bahwa pertumbuhan 7 persen adalah pertumbuhan yang berkelanjutan sesuai dengan daya dukung perekonomian kita. baik finansial. Pemeliharaan stabilitas politik tersebut harus didukung dengan upaya-upaya penyediaan bantuan sebagai jaring penyelamat (safety net). khususnya untuk mengurangi beban masyarakat kita yang berpendapatan rendah dan miskin selama proses penyesuaian ini berlangsung. dan stabilitas. dan landasan kebijaksanaan pembangunan tetap pada Trilogi Pembangunan. tenaga kerja. Selama ini Indonesia dianggap sebagai tempat yang menarik untuk melakukan investasi. Seperti kita ketahui. maupun SDM dengan penyediaan fasilitas- . pertumbuhan ekonomi kita selama ini memang cukup tinggi. dan produktivitas. Dengan kata lain. Indonesia dianggap sebagai tempat yang sangat menguntungkan dalam melakukan investasi. Berkurangnya kepercayaan pihak luar negeri terhadap mata uang kita akan mengakibatkan lebih langkanya investasi langsung luar negeri maupun dana luar negeri lainnya. yaitu pemerataan. Nampaknya untuk kurun waktu Repelita VII segala keberuntungan ini akan sulit kita peroleh lagi. Investasi langsung luar negeri selalu meningkat dengan pesat. Satu-satunya jalan adalah memberdayakan. Dalam dua atau tiga tahun ke depan para investor akan sangat berhati-hati sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hanya sedikit lebih rendah dari tahun 1995 yang mencapai 8. memberi akses kepada mereka untuk dapat meningkatkan modal.dari krisis berapakah tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan tersebut. Selama 30 tahun terakhir ekonomi Indonesia tumbuh dengan rata-rata 7 persen per tahun. Sehingga sasaran rata-rata pertumbuhan pada Repelita VII sebesar 7 persen untuk sementara ini di luar jangkauan kita. Mungkin saja tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan untuk Indonesia akan berada di bawah pertumbuhan yang biasa kita nikmati selama ini. dengan perkembangan akhirakhir ini perekonomian kita mengalami penyesuaian struktural yang sangat drastis. Namun. yaitu pertumbuhan modal. dalam tahun 1996 pertumbuhan ekonomi kita mencapai sekitar 8 persen. Akumulasi modal diperkirakan tidak akan meningkat secepat beberapa tahun terakhir ini.

fasilitas pelayanan sosial yang diperlukan seperti pendidikan. faktor ini tidak menjadi permasalahan. Kita masih bertekad bahwa kemiskinan absolut sebagian besar sudah akan terselesaikan pada akhir Repelita VII. telah terbukti selama ini bahwa peningkatan pendidikan masyarakat kita merupakan ‘modal’ bagi masyarakat kita yang berpendapatan rendah untuk meningkatkan kesejahteraannya. Sumber pertumbuhan yang kedua adalah pertumbuhan angkatan kerja. gula. Dengan demikian. pendidikan juga akan memperkecil tingkat kesenjangan pada masyarakat kita. Untuk itu dalam Repelita VII segala upaya wajib belajar yang telah dilakukan di sekolah dasar akan terus dilanjutkan.com 6 ditingkatkan dalam Repelita VII. Di samping menjaga stabilitas politik. Secara kuantitas. Melanjutkan pemulihan kepercayaan terhadap mata uang rupiah dan pasar modal harus menjadi prioritas utama. Sudah tentu pemerintah tidak dapat melakukan sendiri penyelenggaraan pendidikan tinggi tersebut. apalagi bila struktur industri kita menjelma dengan bentuk yang berbeda. seperti WTO.ginandjar.3 persen. Kebijaksanaan ekonomi yang akan diambil dalam Repelita VII harus pula mengacu pada komitmen kita terhadap lingkungan internasional. bahkan www. terigu. Upaya peningkatan tingkat partisipasi pada tingkat sekolah menengah pertama dan atas akan terus diupayakan selama Repelita VII ini. Program ini harus dilanjutkan. salah satu tugas utama kita dalam menarik minat investor dalam Repelita VII. APEC dan AFTA. Namun agar efektif diperlukan sumber daya manusia yang lebih baik. kita telah mendapatkan hasil yang cukup menggembirakan. yaitu selambat-lambatnya tuntas pada Repelita VIII. Dalam penanggulangan kemiskinan. sehingga dapat dilakukan sesuai rencana. Pemerintah membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk ikut serta dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. Dengan makin banyaknya lulusan . Secara bertahap subsidi tersebut harus kita kurangi lagi. Dalam suasana ekonomi yang makin terbuka dan bebas ini lulusan pendidikan tinggi akan makin dibutuhkan. kesehatan dan lainnya. Pemantapan pelaksanaan reformasi ekonomi harus terus dilanjutkan. Dalam jangka pendek memang kita tidak akan kekurangan tenaga kerja tetapi pada saat kita terlepas dari resesi ini. walaupun jumlah penduduk miskin masih besar. kebutuhan akan sumber daya manusia yang lebih berkualitas tidak dapat dihindari. Saudara kita yang harus hidup di bawah garis kemiskinan absolut berjumlah 22. kedele. Perbaikan kurikulum perlu dilakukan pada semua tingkat pendidikan. Namun untuk satu dua tahun ke depan ini Pemerintah tampaknya harus kembali memberi subsidi pada masyarakat untuk beberapa kebutuhan pokok. akan mencapai tingkat yang berkelanjutan lagi. seperti beras. maka investasi dan oleh karena itu pertumbuhan ekonomi. adalah melanjutkan proses pemulihan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. Kita tidak boleh melupakan program pengentasan masyarakat miskin.5 juta atau sekitar 11. dan BBM. selain untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dengan lebih cepat. Karena hanya dengan kepercayaan yang semakin mantap ini. Selain itu. Selanjutnya dalam situasi yang sulit ini kita juga tidak akan melupakan pendidikan tinggi. Program Wajib Belajar 9 tahun (WAJAR 9 tahun) akan tetap mendapatkan prioritas yang tinggi.

peningkatan peran pemerintah daerah harus ditingkatkan.perguruan tinggi diharapkan kita akan semakin kompetitif. Sumber pertumbuhan ketiga adalah peningkatan produktivitas. Desentralisasi harus pula dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia di daerah. tetapi saya percaya bahwa ekonomi kita jauh akan lebih sehat setelah krisis ini terlewati.ginandjar. Sehingga agenda yang penting dalam Repelita VII adalah mendorong proses desentralisasi. Dengan demikian. namun hal ini masih lebih baik bagi pekerja daripada harus kehilangan pekerjaan. IV PENUTUP Demikianlah uraian saya mengenai berbagai keadaan serta prioritas yang akan melatarbelakangi pembuatan Repelita VII. Proses umpan balik dari masyarakatpun diharapkan memberikan hasil yang lebih cepat. dunia usaha juga akan dapat segera meningkatkan produktivitas usahanya dengan cepat jika proses penyesuaian telah berhasil dilaluinya. saya mengharapkan Rapim ABRI ini dapat pula memberikan masukan agar dapat ikut mewarnai Repelita VII. Peningkatan kualitas SDM seperti diuraikan di atas akan sangat menunjang peningkatan produktivitas. Selain itu. Di lain pihak. Walaupun kita masih menghadapi krisis ekonomi yang sangat berat ini. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan dunia usaha kita untuk tidak begitu saja memecat para karyawannya. Dalam rangka peningkatan produktivitas tersebut. walaupun produktivitas mungkin akan menurun. Karena kemampuan sumber www. Reformasi ekonomi yang sedang kita lakukan akan membebaskan segala macam hambatan dalam realokasi sumber daya ekonomi tersebut. Namun penurunan produktivitas tenaga kerja mungkin akan terjadi dalam proses penyesuaian. tanpa harus mencari dan melatih pekerja baru lagi. desentralisasi tidaklah cukup hanya dengan kemauan politik semata. Sudah tentu masih banyak lagi program-program penting yang akan masuk dalam Repelita VII. .com daya yang tidak memadai justru akan menurunkan efisiensi dan efektivitas dari 7 proyek pembangunan di daerah. utamanya setelah proses penyesuaian yang sedang kita alami saat ini. Karena pemerintah daerahlah yang merupakan ujung tombak dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah. Tidak kalah pentingnya sebagai sumber peningkatan produktivitas adalah realokasi sumber daya ekonomi. Berbagai keputusan akan lebih banyak dilakukan oleh para pelaku pasar. Pemerintah daerah lebih mengetahui karakteristik daerah dan kebudayaan setempat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful