1 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran KRISIS MONETER INDONESIA : SEBAB, DAMPAK, PERAN

IMF DAN SARAN*) Lepi T. Tarmidi **) Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997, sementara ini telah berlangsung hampir dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi, yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Memang krisis ini tidak seluruhnya disebabkan karena terjadinya krisis moneter saja, karena sebagian diperberat oleh berbagai musibah nasional yang datang secara bertubi-tubi di tengah kesulitan ekonomi seperti kegagalan panen padi di banyak tempat karena musim kering yang panjang dan terparah selama 50 tahun terakhir, hama, kebakaran hutan secara besar-besaran di Kalimantan dan peristiwa kerusuhan yang melanda banyak kota pada pertengahan Mei 1998 lalu dan kelanjutannya. Krisis moneter ini terjadi, meskipun fundamental ekonomi Indonesia di masa lalu dipandang cukup kuat dan disanjung-sanjung oleh Bank Dunia (lihat World Bank: Bab 2 dan Hollinger). Yang dimaksud dengan fundamental ekonomi yang kuat adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, laju inflasi terkendali, tingkat pengangguran relatif rendah, neraca pembayaran secara keseluruhan masih surplus meskipun defisit neraca berjalan cenderung membesar namun jumlahnya masih terkendali, cadangan devisa masih cukup besar, realisasi anggaran pemerintah masih menunjukkan sedikit surplus. Lihat Tabel. Namun di balik ini terdapat beberapa kelemahan struktural seperti peraturan perdagangan domestik yang kaku dan berlarut-larut, monopoli impor yang menyebabkan kegiatan ekonomi tidak efisien dan kompetitif. Pada saat yang bersamaan kurangnya transparansi dan kurangnya data menimbulkan ketidak pastian sehingga masuk dana luar negeri dalam jumlah besar melalui sistim perbankan yang lemah. Sektor swasta banyak meminjam dana dari luar negeri yang sebagian besar tidak di hedge. Dengan terjadinya krisis moneter, terjadi juga krisis kepercayaan. (Bandingkan juga IMF, 1997: 1). Namun semua kelemahan ini masih mampu ditampung oleh perekonomian nasional. Yang terjadi adalah, mendadak datang badai yang sangat besar, yang tidak mampu dbendung oleh tembok penahan yang ada, yang selama bertahun-tahun telah mampu menahan berbagai terpaan gelombang yang datang mengancam. *) Tulisan ini merupakan revisi dan updating dari pidato pengukuhan Guru Besar Madya pada FEUI dengan judul “Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF”, Jakarta, 10 Juni 1998. **) Lepi T. Tarmidi : Wakil Kepala Pusat Kajian APEC, Universitas Indonesia, email : lepi@lpem.feui.org2 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 INDIKATOR UTAMA EKONOMI INDONESIA 1990 - 1997 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 Pertumbuhan ekonomi (%) 7,24 6,95 6,46 6,50 7,54 8,22 7,98 4,65

Tingkat inflasi (%) 9,93 9,93 5,04 10,18 9,66 8,96 6,63 11,60 Neraca pembayaran (US$ juta) 2,099 1,207 1,743 741 806 1,516 4,451 -10,021 Neraca perdagangan 5,352 4,801 7,022 8,231 7,901 6,533 5,948 12,964 Neraca berjalan -3.24 -4,392 -3,122 -2,298 -2.96 -6.76 -7,801 -2,103 Neraca modal 4,746 5,829 18,111 17,972 4,008 10,589 10,989 -4,845 Pemerintah (neto) 633 1,419 12,752 12,753 307 336 -522 4,102 Swasta (neto) 3,021 2,928 3,582 3,216 1,593 5,907 5,317 -10.78 PMA (neto) 1,092 1,482 1,777 2,003 2,108 4,346 6,194 1,833 Cadangan devisa akhir tahun (US$ juta) 8,661 9,868 11,611 12,352 13,158 14,674 19,125 17,427 (bulan impor nonmigas c&f) 4,7 4,8 5,4 5,4 5,0 4,3 5,2 4,5 Debt-service ratio (%) 30,9 32,0 31,6 33,8 30,0 33,7 33,0 Nilai tukar Des. (Rp/US$) 1,901 1,992 2,062 2.11 2.2 2,308 2,383 4.65 APBN* (Rp. milyar) 3,203 433 -551 -1.852 1,495 2,807 818 456 * Tahun anggaran Sumber : BPS, Indikator Ekonomi; Bank Indonesia, Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia; World Bank, Indonesia in Crisis, July 2, 19983 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran Sebagai konsekuensi dari krisis moneter ini, Bank Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1997 terpaksa membebaskan nilai tukar rupiah terhadap valuta asing, khususnya dollar AS, dan membiarkannya berfluktuasi secara bebas (free floating) menggantikan sistim managed floating yang dianut pemerintah sejak devaluasi Oktober 1978. Dengan demikian Bank Indonesia tidak lagi melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar rupiah, sehingga nilai tukar ditentukan oleh kekuatan pasar semata. Nilai tukar rupiah kemudian merosot dengan cepat dan tajam dari rata-rata Rp 2.450 per dollar AS Juni 1997 menjadi Rp 13.513 akhir Januari 1998, namun kemudian berhasil menguat kembali menjadi sekitar Rp 8.000 awal Mei 1999. Krisis Moneter dan Faktor-Faktor Penyebabnya Penyebab dari krisis ini bukanlah fundamental ekonomi Indonesia yang selama ini lemah, hal ini dapat dilihat dari data-data statistik di atas, tetapi terutama karena utang swasta luar negeri yang telah mencapai jumlah yang besar. Yang jebol bukanlah sektor rupiah dalam negeri, melainkan sektor luar negeri, khususnya nilai tukar dollar AS yang mengalami overshooting yang sangat jauh dari nilai nyatanya1 . Krisis yang berkepanjangan ini adalah krisis merosotnya nilai tukar rupiah yang sangat tajam, akibat dari serbuan yang mendadak dan secara bertubi-tubi terhadap dollar AS (spekulasi) dan jatuh temponya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar. Seandainya tidak ada serbuan terhadap dollar AS ini, meskipun terdapat banyak distorsi pada tingkat ekonomi mikro, ekonomi Indonesia tidak akan mengalami krisis. Dengan lain perkataan, walaupun distorsi pada tingkat ekonomi mikro ini diperbaiki, tetapi bila tetap ada gempuran terhadap mata uang rupiah, maka krisis akan terjadi juga, karena cadangan devisa yang ada tidak cukup kuat untuk menahan

gempuran ini. Krisis ini diperparah lagi dengan akumulasi dari berbagai faktor penyebab lainnya yang datangnya saling bersusulan. Analisis dari faktor-faktor penyebab ini penting, karena penyembuhannya tentunya tergantung dari ketepatan diagnosa. Anwar Nasution melihat besarnya defisit neraca berjalan dan utang luar negeri, ditambah dengan lemahnya sistim perbankan nasional sebagai akar dari terjadinya krisis finansial (Nasution: 28). Bank Dunia melihat adanya empat sebab utama yang bersamasama membuat krisis menuju ke arah kebangkrutan (World Bank, 1998, pp. 1.7 -1.11). Yang pertama adalah akumulasi utang swasta luar negeri yang cepat dari tahun 1992 hingga Juli 1997, sehingga l.k. 95% dari total kenaikan utang luar negeri berasal dari sektor swasta ini, dan jatuh tempo rata-ratanya hanyalah 18 bulan. Bahkan selama empat tahun terakhir utang luar negeri pemerintah jumlahnya menurun. Sebab yang kedua adalah kelemahan 1 Dalam teori, overshooting nilai tukar biasanya bersifat sementara untuk kemudian mencari keseimbangan jangka panjang baru. Tetapi selama krisis ini berlangsung, nilai overshooting adalah sangat besar dan sudah berlangsung sejak akhir tahun 1997.4 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 pada sistim perbankan. Ketiga adalah masalah governance, termasuk kemampuan pemerintah menangani dan mengatasi krisis, yang kemudian menjelma menjadi krisis kepercayaan dan keengganan donor untuk menawarkan bantuan finansial dengan cepat. Yang keempat adalah ketidak pastian politik menghadapi Pemilu yang lalu dan pertanyaan mengenai kesehatan Presiden Soeharto pada waktu itu. Sementara menurut penilaian penulis, penyebab utama dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sangat tajam, meskipun ini bukan faktor satu-satunya, tetapi ada banyak faktor lainnya yang berbeda menurut sisi pandang masing-masing pengamat. Berikut ini diberikan rangkuman dari berbagai faktor tersebut menurut urutan kejadiannya: 1) Dianutnya sistim devisa yang terlalu bebas tanpa adanya pengawasan yang memadai, memungkinkan arus modal dan valas dapat mengalir keluar-masuk secara bebas berapapun jumlahnya. Kondisi di atas dimungkinkan, karena Indonesia menganut rezim devisa bebas dengan rupiah yang konvertibel, sehingga membuka peluang yang sebesarbesarnya untuk orang bermain di pasar valas. Masyarakat bebas membuka rekening valas di dalam negeri atau di luar negeri. Valas bebas diperdagangkan di dalam negeri, sementara rupiah juga bebas diperdagangkan di pusat-pusat keuangan di luar negeri. 2) Tingkat depresiasi rupiah yang relatif rendah, berkisar antara 2,4% (1993) hingga 5,8% (1991) antara tahun 1988 hingga 1996, yang berada di bawah nilai tukar nyatanya, menyebabkan nilai rupiah secara kumulatif sangat overvalued. Ditambah dengan kenaikan pendapatan penduduk dalam nilai US dollar yang naiknya relatif lebih cepat dari kenaikan pendapatan nyata dalam Rupiah, dan produk dalam negeri yang makin lama makin kalah bersaing dengan produk impor. Nilai Rupiah yang overvalued berarti juga proteksi industri yang negatif. Akibatnya harga barang impor menjadi relatif murah dan produk dalam negeri relatif mahal, sehingga masyarakat memilih barang impor yang kualitasnya lebih baik. Akibatnya produksi dalam negeri tidak berkembang, ekspor

menjadi kurang kompetitif dan impor meningkat. Nilai rupiah yang sangat overvalued ini sangat rentan terhadap serangan dan permainan spekulan, karena tidak mencerminkan nilai tukar yang nyata. 3) Akar dari segala permasalahan adalah utang luar negeri swasta jangka pendek dan menengah sehingga nilai tukar rupiah mendapat tekanan yang berat karena tidak tersedia cukup devisa untuk membayar utang yang jatuh tempo beserta bunganya (bandingkan juga Wessel et al.: 22), ditambah sistim perbankan nasional yang lemah. Akumulasi utang swasta luar negeri yang sejak awal tahun 1990-an telah mencapai jumlah yang sangat besar, bahkan sudah jauh melampaui utang resmi pemerintah yang beberapa tahun terakhir malah sedikit berkurang (oustanding official debt). Ada tiga pihak yang5 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran bersalah di sini, pemerintah, kreditur dan debitur. Kesalahan pemerintah adalah, karena telah memberi signal yang salah kepada pelaku ekonomi dengan membuat nilai rupiah terus-menerus overvalued dan suku bunga rupiah yang tinggi, sehingga pinjaman dalam rupiah menjadi relatif mahal dan pinjaman dalam mata uang asing menjadi relatif murah. Sebaliknya, tingkat bunga di dalam negeri dibiarkan tinggi untuk menahan pelarian dana ke luar negeri dan agar masyarakat mau mendepositokan dananya dalam rupiah. Jadi di sini pemerintah dihadapi dengan buah simalakama. Keadaan ini menguntungkan pengusaha selama tidak terjadi devaluasi dan ini terjadi selama bertahun-tahun sehingga memberi rasa aman dan orang terus meminjam dari luar negeri dalam jumlah yang semakin besar. Dengan demikian pengusaha hanya bereaksi atas signal yang diberikan oleh pemerintah. Selain itu pemerintah sama sekali tidak melakukan pengawasan terhadap utang-utang swasta luar negeri ini, kecuali yang berkaitan dengan proyek pemerintah dengan dibentuknya tim PKLN. Bagi debitur dalam negeri, terjadinya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar ini, di samping lebih menguntungkan, juga disebabkan suatu gejala yang dalam teori ekonomi dikenal sebagai fallacy of thinking2 , di mana pengusaha beramai-ramai melakukan investasi di bidang yang sama meskipun bidangnya sudah jenuh, karena masing-masing pengusaha hanya melihat dirinya sendiri saja dan tidak memperhitungkan gerakan pengusaha lainnya. Pihak kreditur luar negeri juga ikut bersalah, karena kurang hati-hati dalam memberi pinjaman dan salah mengantisipasi keadaan (bandingkan IMF, 1998: 5). Jadi sudah sewajarnya, jika kreditur luar negeri juga ikut menanggung sebagian dari kerugian yang diderita oleh debitur. Kalau masalahnya hanya menyangkut utang luar negeri pemerintah saja, meskipun masalahnya juga cukup berat karena selama bertahun-tahun telah terjadi net capital outflow3 yang kian lama kian membesar berupa pembayaran cicilan utang pokok dan bunga, namun masih bisa diatasi dengan pinjaman baru dan pemasukan modal luar negeri dari sumber-sumber lain. Beda dengan pinjaman swasta, pinjaman luar negeri pemerintah sifatnya jangka panjang, ada tenggang waktu pembayaran, tingkat bunganya

relatif rendah, dan tiap tahunnya ada pemasukan pinjaman baru. Pada awal Mei 1998 besarnya utang luar negeri swasta dari 1.800 perusahaan diperkirakan berkisar antara US$ 63 hingga US$ 64 milyar, sementara utang pemerintah US$ 53,5 milyar. Sebagian besar dari pinjaman luar negeri swasta ini tidak di hedge (Nasution: 12). Sebagian orang Indonesia malah bisa hidup mewah dengan menikmati selisih biaya bunga antara dalam negeri dan luar negeri (Wessel et al., hal. 22), misalnya 2 Yang dimaksud di sini adalah perilaku pengusaha yang bertindak atas pertimbangan dirinya sendiri tanpa mengetahui apa yang dilakukan oleh pengusaha lainnya. Misalnya pengusaha ramai-ramai mendiri-kan apotik, membuka tambak udang, membangun realestat dan kondomium. 3 Total pembayaran cicilan utang pokok dan bunga setelah dikurangi pinjaman baru.6 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 bank-bank. Maka beban pembayaran utang luar negeri beserta bunganya menjadi tambah besar yang dibarengi oleh kinerja ekspor yang melemah (bandingkan IDE). Ditambah lagi dengan kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam yang membuat utang dalam nilai rupiah membengkak dan menyulitkan pembayaran kembalinya. Pinjaman luar negeri dan dana masyarakat yang masuk ke sistim perbankan, banyak yang dikelola secara tidak prudent, yakni disalurkan ke kegiatan grupnya sendiri dan untuk proyek-proyek pembangunan realestat dan kondomium secara berlebihan sehingga jauh melampaui daya beli masyarakat, kemudian macet dan uangnya tidak kembali (Nasution: 28; Ehrke: 3). Pinjaman-pinjaman luar negeri dalam jumlah relatif besar yang dilakukan oleh sistim perbankan sebagian disalurkan ke sektor investasi yang tidak menghasilkan devisa (non-traded goods) di bidang tanah seperti pembangunan hotel, resort pariwisata, taman hiburan, taman industri, shopping malls dan realestat (Nasution: 9; IMF Research Department Staff: 10). Proyek-proyek besar ini umumnya tidak menghasilkan barang-barang ekspor dan mengandalkan pasar dalam negeri, maka sedikit sekali pemasukan devisa yang bisa diandalkan untuk membayar kembali utang luar negeri. Krugman melihat bahwa para financial intermediaries juga berperan di Thailand dan Korea Selatan dengan moral nekat mereka, yang menjadi penyebab utama dari krisis di Asia Timur. Mereka meminjamkan pada proyek-proyek berisiko tinggi sehingga terjadi investasi berlebihan di sektor tanah (Krugman, 1998; Greenwood). Mereka mulai mencari dollar AS untuk membayar utang jangka pendek dan membeli dollar AS untuk di hedge (World Bank, 1998, hal. 1.4). 4) Permainan yang dilakukan oleh spekulan asing (bandingkan juga Ehrke: 2-3) yang dikenal sebagai hedge funds tidak mungkin dapat dibendung dengan melepas cadangan devisa yang dimiliki Indonesia pada saat itu, karena praktek margin trading, yang memungkinkan dengan modal relatif kecil bermain dalam jumlah besar. Dewasa ini mata uang sendiri sudah menjadi komoditi perdagangan, lepas dari sektor riil. Para spekulan ini juga meminjam dari sistim perbankan untuk memperbesar pertaruhan mereka. Itu sebabnya mengapa Bank Indonesia memutuskan untuk tidak intervensi di pasar valas karena tidak akan ada gunanya. Meskipun pada awalnya spekulan asing ikut berperan, tetapi

1. Krisis moneter yang terjadi sudah saling kait-mengkait di kawasan Asia Timur dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya (butir 16 dari persetujuan IMF 15 Januari 1998). Sistim ini menyebabkan apresiasi nyata dari nilai tukar rupiah dan mengundang tindakan spekulasi ketika sistim batas intervensi ini dihapus pada tanggal 14 Agustus 1997 (Nasution: 2). 1). yang disebabkan karena laju peningkatan impor barang dan jasa lebih besar dari ekspor dan melonjaknya pembayaran bunga pinjaman. Ketidak mampuan pemerintah menangani krisis menimbulkan krisis kepercayaan dan mengurangi kesediaan investor asing untuk memberi bantuan finansial dengan cepat (World Bank.4.3. 1998: 5). Sebab utama adalah nilai tukar rupiah yang sangat overvalued. Terkesan tidak adanya kebijakan pemerintah yang jelas dan terperinci tentang bagaimana mengatasi krisis (Nasution: 1) dan keadaan ini masih berlangsung hingga saat ini. Setelah nilai tukar Rupiah tambah melemah dan terjadi krisis kepercayaan. 7) Penanam modal asing portfolio yang pada awalnya membeli saham besar-besaran dimingimingi keuntungan yang besar yang ditunjang oleh perkembangan moneter yang relatif stabil kemudian mulai menarik dananya keluar dalam jumlah besar (bandingkan World Bank. 1998: 5)..10). dan pada saat itu mereka akan menukarkan kembali rupiah dengan dollar AS (Wessel et al. Sebagian dari mereka ini justru sekarang menderita kerugian. 1. Kesalahan juga terletak pada investor luar negeri yang kurang waspada dan meremehkan resiko (IMF. 2. Greenwood). IMF Research7 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. IMF. Dampak. Krisis ini adalah krisis kepercayaan terhadap rupiah (World Bank.mereka tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas pecahnya krisis moneter ini. dana modal asing terus mengalir ke luar negeri meskipun dicoba ditahan dengan tingkat bunga yang tinggi atas surat-surat berharga Indonesia (Nasution: 1. 1998: 1. ditopang oleh tingkat devaluasi yang relatif stabil sekitar 4% per tahun sejak 1986 menyebabkan banyak modal luar negeri yang mengalir masuk. 4. Negara-negara sahabat yang menjanjikan akan membantu Indonesia juga . 1998. yang membuat harga barang-barang impor menjadi relatif murah dibandingkan dengan produk dalam negeri. yang diserang terlebih dahulu oleh spekulan dan kemudian menyebar ke negara Asia lainnya termasuk Indonesia (Nasution: 1. hal. p. 5) Kebijakan fiskal dan moneter tidak konsisten dalam suatu sistim nilai tukar dengan pita batas intervensi. IDE).000 per dollar AS dengan pengharapan ini adalah kurs tertinggi dan rupiah akan balik menguat. Peran IMF dan Saran Department Staff: 10. karena mereka membeli rupiah dalam jumlah cukup besar ketika kurs masih di bawah Rp.1). Selisih tingkat suku bunga dalam negeri dengan luar negeri yang besar dan kemungkinan memperoleh keuntungan yang relatif besar dengan cara bermain di bursa efek. 11). 6) Defisit neraca berjalan yang semakin membesar (IMF Research Department Staff: 10. hal. 8) IMF tidak membantu sepenuh hati dan terus menunda pengucuran dana bantuan yang dijanjikannya dengan alasan pemerintah tidak melaksanakan 50 butir kesepakatan dengan baik. Namun pemicu adalah krisis moneter kiriman yang berawal dari Thailand antara Maret sampai Juni 1997. 1998.

Singapura yang menjanjikan l. namun kelemahan ini meskipun telah terakumulasi selama bertahun-tahun masih bisa ditampung oleh masyarakat dan tidak cukup kuat untuk menjungkir-balikkan perekonomian Indonesia seperti sekarang ini. Sejak awal Desember 1997 hingga awal Mei 1998 telah terjadi pelarian modal besar-besaran ke luar negeri karena ketidak stabilan politik seperti isu sakitnya Presiden dan Pemilu (World Bank. jiwa dan martabat mereka. Memang terjadi dislokasi sumber-sumber ekonomi dan kegiatan mengejar rente ekonomi oleh perorangan/kelompok tertentu yang menguntungkan mereka ini dan merugikan rakyat banyak dan perusahaan-perusahaan . US$ 1 milyar baru akan mencairkan dananya sebagai yang terakhir setelah semua pihak lain yang berjanji akan8 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Maret 1999 membantu telah mencairkan dananya dan telah habis terpakai. Daya saing negara-negara Asia Timur meningkat terhadap Jepang. karena mata uang negaranegara Asia ini dipatok dengan dollar AS. sehingga menimbulkan krisis keuangan. Tahun 1995 kurs dollar AS berbalik menguat terhadap yen Jepang. Padahal mereka menguasai sebagian besar modal dan kegiatan ekonomi di Indonesia dengan akibat mereka membawa keluar harta kekayaan mereka dan untuk sementara tidak melaukan investasi baru. 22). sudah sejak tahun lalu bersiap-siap menyelamatkan harta kekayaannya ke luar negeri mengantisipasi ketidak stabilan politik dalam negeri. 9. Kerusahan besar-besaran pada pertengahan Mei yang lalu yang ditujukan terhadap etnis Cina telah menggoyahkan kepercayaan masyarakat ini akan keamanan harta. sementara Brunei Darussalam yang menjanjikan l. 1. (Ehrke: 2).Terjadi krisis kepercayaan dan kepanikan yang menyebabkan masyarakat luas menyerbu membeli dollar AS agar nilai kekayaan tidak merosot dan malah bisa menarik keuntungan dari merosotnya nilai tukar rupiah. yang nilainya melemah terhadap dollar AS (lihat IDE). IMF sendiri dinilai banyak pihak telah gagal menerapkan program reformasinya di Indonesia dan malah telah mempertajam dan memperpanjang krisis. padahal keadaan perekonomian Indonesia makin lama makin tambah terpuruk. Para spekulan inipun tidak semata-mata menggunakan dananya sendiri. Terdapatnya keterkaitan yang erat dengan yen Jepang.. di mana serbuan terhadap dollar AS makin lama makin besar. 10. Orang-orang kaya Indonesia. sementara nilai utang dari negara-negara ini dalam dollar AS meningkat karena meminjam dalam yen. sehingga banyak perusahaan Jepang melakukan relokasi dan investasi dalam jumlah besar di negara-negara ini. US$ 5 milyar meminta pembayaran bunga yang lebih tinggi dari pinjaman IMF.k. Di lain pihak harus diakui bahwa sektor riil sudah lama menunggu pembenahan yang mendasar. Setelah Plaza-Accord tahun 1985. baik pejabat pribumi dan etnis Cina. 11. tetapi juga meminjam dana dari sistim perbankan untuk bermain. kurs dollar AS dan juga mata uang negara-negara Asia Timur melemah terhadap yen Jepang.menunda mengucurkan bantuannya menunggu signal dari IMF. 1998: 1. hal. Spekulan domestik ikut bermain (Wessel et al.k. Terjadilah snowball effect.10).4.

Kebijakan fiskal. yang menyebabkan nilai dollar AS melambung dan tidak terbendung. Kebijakan moneter. Peran IMF dan Saran jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS secara tajam. Untuk menunjang program ini. jumlah yang sama disediakan setelah 15 Maret 1998 bila program penyehatannya telah dijalankan sesuai persetujuan. Timbulnya krisis berkaitan dengan9 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. tidak memecahkan permasalahan. Membenahi sektor riil saja. IMF akan mengalokasikan stand-by credit sekitar US$ 11. krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia disebabkan karena pemerintah baru meminta bantuan IMF setelah rupiah sudah sangat terdepresiasi. Bank Pembangunan Asia dan negaranegara sahabat juga menjanjikan pemberian bantuan yang nilai totalnya mencapai lebih10 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. yakni sektor ekonomi luar negeri. meskipun kelemahan sektor riil dalam negeri mempunyai pengaruh terhadap melemahnya nilai tukar rupiah. dan kurang dipengaruhi oleh sektor riil dalam negeri. Dari jumlah total pinjaman tersebut. Penyehatan sektor keuangan. Inti dari setiap program pemulihan ekonomi adalah restrukturisasi sektor finansial.07 milyar yang bisa dimanfaatkan. Second Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies (MEFP) tanggal 24 Juni. menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang nyata. Subsidi pangan oleh BULOG. kemudian 29 Juli 1998. Sementara itu pemerintah Indonesia telah enam kali memperbaharui persetujuannya dengan IMF. (IMF. (Fischer 1998b). mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri terhadap kemampuan ekonomi Indonesia. Indonesia sendiri mempunyai kuota di IMF sebesar US$ 2. dan yang terakhir adalah review yang keempat. tanggal 16 Maret 1999. yaitu dengan membuat mata uang itu sendiri menarik. 1997: 1). Program reformasi ekonomi yang disarankan IMF ini mencakup empat bidang: 1. Penyesuaian struktural. Dampak. Sejumlah US$ 3. Bank Dunia. 2. Program Reformasi Ekonomi IMF Menurut IMF. Namun bantuan dari pihak lain ini dikaitkan dengan kesungguhan pemerintah Indonesia melaksanakan program-program .yang efisien.04 milyar dicairkan segera. 3. Program bantuan IMF pertama ditanda-tangani pada tanggal 31 Oktober 1997. dan tidak kalah penting adalah mengembalikan stabilitas sosial dan politik. Di samping dana bantuan IMF. Maret 1999 kurang US$ 37 milyar (menurut Hartcher dan Ryan). membenahi kinerja perbankan nasional. Strategi pemulihan IMF dalam garis besarnya adalah mengembalikan kepercayaan pada mata uang. penyaluran dana yang besar untuk proyek IPTN dan mobil nasional. Krisis pecah karena terdapat ketidak seimbangan antara kebutuhan akan valas dalam jangka pendek dengan jumlah devisa yang tersedia. monopoli di berbagai bidang. 4.3 milyar selama tiga hingga lima tahun masa program. Sebab itu tindakan yang harus segera didahulukan untuk mengatasi krisis ekonomi ini adalah pemecahan masalah utang swasta luar negeri. dan sisanya akan dicairkan secara bertahap sesuai kemajuan dalam pelaksanaan program.

menstabilkan rupiah pada tingkat yang sesuai dengan kekuatan ekonomi Indonesia. memperkuat implementasi reformasi struktural untuk membangun ekonomi yang efisien dan berdaya saing. 2. 5.Perdagangan luar negeri dan investasi . Strategi yang akan dilaksanakan adalah: 1.Lingkungan hidup. Kebijakan makro-ekonomi . menyusun kerangka untuk mengatasi masalah utang perusahaan swasta. Saransaran IMF diharapkan akan mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan cepat dan kurs nilai tukar rupiah bisa menjadi stabil (butir 17 persetujuan IMF 15 Januari 1998). Sebagai perbandingan. di antaranya US$ 4 milyar dari IMF dan masing-masing US$ 0. memperkuat dan mempercepat restrukturisasi sistim perbankan.Program restrukturisasi bank .Kebijakan moneter dan nilai tukar B. dan aspek baru yang masuk adalah penyelesaian utang luar negeri perusahaan swasta Indonesia. maka dilakukanlah negosiasi kedua yang menghasilkan persetujuan mengenai reformasi ekonomi (letter of intent) yang ditanda-tangani pada tanggal 15 Januari 1998. Dampak. Ke tujuh appendix adalah masing-masing: 1.2 milyar. sehingga ekspor bisa bangkit kembali.Deregulasi dan swastanisasi . 7 appendix dan satu matriks. 3.5 milyar berasal dari Indonesia dan Korea.Social safety net . Peran IMF dan Saran 4.Kebijakan fiskal . Pembangunan sektor perbankan . kembalikan pembelanjaan perdagangan pada keadaan yang normal. yang mengandung 50 butir. di antaranya sebesar US$ 21 milyar berasal dari IMF. Reformasi struktural . Karena dalam beberapa hal program-program yang diprasyaratkan IMF oleh pihak Indonesia dirasakan berat dan tidak mungkin dilaksanakan.Memperkuat aspek hukum dan pengawasan untuk perbankan C. Jadwal pelaksanaan masing-masing program dirangkum dalam matriks komitmen kebijakan struktural. Cakupan memorandum ini lebih luas dari kedua persetujuan sebelumnya. Restrukturisasi sektor keuangan . Kebijakan moneter dan suku bunga 2.yang diprasyaratkan IMF. Thailand hanya memperoleh dana bantuan total sebesar US$ 17.11 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. maka diadakanlah negosiasi ulang yang menghasilkan supplementary memorandum pada tanggal 10 April 1998 yang terdiri atas 20 butir. Korea mendapat bantuan dana total sebesar US$ 57 milyar untuk jangka waktu tiga tahun. Setelah pelaksanaan reformasi kedua ini kembali menghadapi berbagai hambatan. Pokokpokok dari program IMF adalah sebagai berikut: A.

timbul kesan yang kuat bahwa IMF sesungguhnya tidak menguasai permasalahan dari timbulnya krisis. Setelah melihat program penyelematan IMF di ketiga negara tersebut. pemimpin ekonom Bank Dunia. Adalah kebijakan dari Orde Baru untuk menjaga keseimbangan dalam anggaran belanja negara. Semakin jatuh nilai tukar rupiah. semakin besar defisit yang terjadi dalam anggaran belanja. namun ini bukan disebabkan karena kebijakan deficit financing dari pemerintah. Reformasi struktural 6. meskipun surplus12 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. rasa tenteram. tetapi oleh karena nilai tukar rupiah yang terpuruk terhadap dollar AS. Memang dalam anggaran belanja negara tahun 1998/1999 terdapat defisit anggaran yang besar. Sementara itu Menko Ekuin/ Kepala Bappenas menegaskan bahwa “Dana IMF dan sebagainya memang tidak kita gunakan untuk intervensi. Korea dan Indonesia) telah gagal. mengkritik bahwa prakondisi IMF yang . dan prinsip ini terus dipegang. Radelet dan Sachs secara gamblang mentakan bahwa bantuan IMF kepada tiga negara Asia (Thailand. J. padahal masalah yang dihadapi tiap negara tidak seluruhnya sama. Reformasi BUMN dan swastanisasi 5. Restrukturisasi utang swasta 7. yang paling umum adalah bahwa: (1) program IMF terlalu seragam. bila pemerintah dengan konsekuen melaksanakan program IMF. dan (2) program IMF terlalu banyak mencampuri kedaulatan negara yang dibantu (Fischer. Awal Mei 1998 telah dilakukan pencairan kedua sebesar US$ 989. 1998b). Bantuan anggaran pemerintah untuk golongan lemah 4. Salah satu pemecahan standar IMF adalah menuntut adanya surplus dalam anggaran belanja negara. Selama ini tidak ada pencetakan uang secara besar-besaran untuk menutup anggaran belanja negara yang defisit.3. Maret 1999 ini ditutup oleh bantuan luar negeri resmi pemerintah. Karena itu pemecahan utamanya adalah bagaimana mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar. Kritik Terhadap IMF Banyak kritik yang dilontarkan oleh berbagai pihak ke alamat IMF dalam hal menangani krisis moneter di Asia. dan tidak ada tingkat inflasi yang melebihi 10%. padahal dalam hal Indonesia anggaran belanja negara sampai dengan tahun anggaran 1996/1997 hampir selalu surplus. 6 Mei 1998). tetapi untuk mendukung neraca pembayaran serta memberi rasa aman.4 juta dan jumlah yang sama akan dicairkan lagi berturut-turut awal bulan Juni dan awal bulan Juli. Stiglitz. sehingga tidak bisa keluar dengan program penyelamatan yang tepat. Pencairan berikutnya sebesar US$ 1 milyar yang dijadwalkan awal bulan Juni baru akan terlaksana awal bulan September ini. Prioritas utama dari program IMF ini adalah restrukturisasi sektor perbankan. dan rasa kepercayaan terhadap perekonomian bahwa kita memiliki cukup devisa untuk mengimpor dan memenuhi kewajiban-kewajiban luar negeri” (Kompas. Hukum Kebangkrutan dan reformasi yuridis. Pemerintah akan terus menjamin kelangsungan kredit murah bagi perusahaan kecilmenengah dan koperasi dengan tambahan dana dari anggaran pemerintah (butir 16 dan 20 dari Suplemen).

(Kompas. (Sri Mulyani: 72). terutama dalam rangka stabilitas nilai tukar dan inflasi. karena cara pengelolaan bank yang amburadul dan tidak mengikuti peraturan. Harapan satu-satunya adalah peningkatan ekspor non-migas. namun dampak psikologisnya dari tindakan ini tidak diperhitungkan. sehingga memperparah keadaan dan masyarakat . menjadi hal yang disoroti Dewan Direktur IMF dalam pengambilan keputusannya pekan depan”. 2 Mei 1998). sedang di lain pihak menganut kebijaksanaan moneter yang kontraktif.R. Sri Mulyani mengemukakan. Di satu pihak IMF13 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. bahwa di bidang kebijaksanaan makro IMF tidak memperlihatkan adanya konsistensi antarinstrumen kebijaksanaan. Tidak ada penjelasan rinci. dan ini akan menunda cairnya bantuan dari sumber-sumber lain (Hartcher dan Ryan). “Secara makro ancaman kegagalan terbesar kesepakatan ketiga ini berasal dari kebijaksanaan moneter yang masih ambivalen. Narvekar) sendiri juga dikutip sebagai mengatakan bahwa “IMF kerap menerapkan standar ganda dalam pengambilan keputusan. Masyarakat kehilangan kepercayaan kepada otoritas moneter.teramat ketat terhadap negara-negara Asia di tengah krisis yang berkepanjangan berpotensi menyebabkan resesi yang berkepanjangan. Kemudian berlakunya praktek apa yang dinamakan “konsensus Washington”. Anwar Nasution mengkritik bahwa reformasi ekonomi yang disarankan IMF bentuknya masih samar-samar. (Kompas. karena keharusan BI melakukan fungsi lender of last resort bagi perbankan nasional. namun kelemahan utama dari IMF adalah tidak ada program yang jelas untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi untuk mendorong ekspor non-migas. yang pada dasarnya hanya memperluas kesempatan ekonomi AS. juga ketidak sejalanan kebijaksanaan moneter dan fiskal” (Sri Mulyani: 72). Dampak. bagaimana caranya untuk meningkatkan penerimaan pemerintah dan mengurangi pengeluaran pemerintah untuk mencapai sasaran surplus anggaran sebesar 1% dari PDB dalam tahun fiskal 1998/99. Karenanya. Kedua kebijaksanaan ini bisa memandulkan efektivitas kebijaksanaan makro. yaitu negara pengutang lazimnya harus mendapatkan restu pendanaan dari pemerintah AS. ada saja peluang bahwa tudingan atas pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia yang makin marak belakangan ini. Demikianpun halnya dengan Bank Dunia. Peran IMF dan Saran memberikan kelenturan dengan mengizinkan dipertahankannya subsidi dan menyediakan dana untuk menciptakan jaringan keselamatan sosial. (Nasution: 27-28). Bank Indonesia dan perbankan nasional. dan bagaimana ingin dicapai sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 3%. Di satu pihak. Penasehat khusus IMF untuk Indonesia (P. Saran IMF menutup sejumlah bank yang bermasalah untuk menyehatkan sistim perbankan Indonesia pada dasarnya adalah tepat. sementara keputusan yang diambil harus mengacu pada fakta konkret ekonomi. perwakilan IMF mewakili negara dan pemerintahan dengan kebijakan dan visi politik masing-masing. 13 Mei 1998). Kabar terakhir menyebutkan bahwa pencairan bantuan tahap ketiga awal Juni ni akan tertunda lagi atas desakan pemerintah AS yang dikaitkan dengan perkembangan reformasi politik di Indonesia. yang bertentangan dengan tema pengetatan.

yang menimbulkan krisis likuiditas perbankan nasional yang gawat. menyulitkan pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat. . menghilangkan kepercayaan terhadap rupiah. 21 dari persetujuan 15 Januari 1998. Di lain pihak. Dengan demikian timbulnya krisis kepercayaan yang berkepanjangan dapat dicegah. berhubung semua bantuan tambahan yang besarnya mencapai US$ 27 milyar dikaitkan dengan cairnya bantuan IMF. menaikkan suku bunga dan mengembalikan kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi. hanya dicicil US$ 1 milyar dari jumlah US$ 3 milyar.14 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. tingkat bunga tinggi. IMF sendiri tampaknya tidak tahu apa yang harus dilakukannya dan berputarputar pada kebijakan surplus anggaran. pembenahan sektor riil yang memang perlu dan sudah sangat mendesak. ekonomi dan hukum di Indonesia yang pada akhirnya bermuara pada mundurnya Presiden Soeharto. Rencana IMF untuk mencairkan bantuannya secara bertahap dalam jarak waktu yang cukup jauh menunjukkan bahwa IMF menekan Indonesia untuk menjalankan programnya secara ketat dan membiarkan keadaan ekonomi Indonesia terus merosot menuju resesi yang berkepanjangan. Karena badan internasional lain dan negara-negara sahabat yang menjanjikan bantuan juga menunggu signal dari IMF. 7 dari Suplemen). perekonomian Meksiko dengan cepat pada tahun 1996 dapat bangkit kembali. kalau mau. 15 dan 24 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). Pertanyaan mendasar yang harus ditujukan kepada IMF menurut penulis adalah sejauh mana IMF bersungguh-sungguh dalam hal membantu mengatasi krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia dewasa ini? Apakah sama seperti kesungguhan Amerika Serikat ketika membantu Meksiko bersama-sama dengan IMF dan negara-negara maju lainnya yang berhasil menggalang sebesar hampir US$ 48 milyar Januari 1995? Setelah mencapai titik terendah tahun 1995. dari waktu ke waktu mengadakan intervensi terbatas di pasar valas dengan petunjuk IMF (lihat butir 14. juga tidak ada Appendix untuk masalah ini. IMF tidak memecahkan permasalahan yang utama dan yang paling mendesak secara langsung. dengan mencairkan dana bantuan yang relatif besar pada bulan November lalu. butir 5. Asian Development Bank dan negara-negara sahabat. IMF sedikit banyak mempunyai andil dalam perjuangan menggulirkan tuntutan reformasi politik. dan titipan-titipan khusus dari negaranegara maju yaitu membuka peluang investasi yang seluas-luasnya bagi mereka dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan Indonesia. kita juga perlu berterima kasih kepada IMF karena dengan menunda mencairkan bantuannya.beramai-ramai memindahkan dananya dalam jumlah besar ke bank-bank asing dan pemerintah atau ditaruh di rumah. yang didukung oleh bantuan dana dari World Bank. 16. uang ketat. 17. Dengan menahan pencairan bantuan tahap kedua dan setelah diundur. ditambah jarak yang cukup lama antara paket bantuan pertama dan kedua. Hal ini juga diakui oleh IMF (butir 14. bahkan memperparah keadaan. IMF bisa saja terlebih dahulu mengambil kebijakan memprioritaskan stabilisasi nilai tukar rupiah. Sayangnya tidak ada program khusus yang secara langsung ditujukan untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah. Maret 1999 Saran IMF untuk menstabilkan nilai tukar adalah dengan menerapkan kebijakan uang ketat.

karena untuk beberapa tindakan memang ada tanda-tanda kekurang sungguhan di pihak Indonesia. Krisis ekonomi yang tengah berlangsung ini memang bukan tanggung-jawab IMF dan tidak bisa dipecahkan oleh IMF sendiri. Banyak perusahaan yang mengandalkan pasaran dalam negeri tidak bisa menjual barang hasil produksinya karena perusahaan-perusahaan ini umumnya memiliki kandungan impor yang tinggi dan harga jualnya menjadi tidak terjangkau dengan semakin jatuhnya nilai tukar rupiah. Dampak. sementara pemecahan masalahnya sudah sangat mendesak. sehingga timbul teka-teki. . yang lama tidak disinggung oleh IMF. Namun kekurangan yang paling utama dari IMF adalah bahwa IMF dalam program bantuannya tidak mencari pemecahan terhadap masalah yang pokok dan sangat mendesak ini dan berputar-putar pada reformasi struktural yang dampaknya jangka panjang. Peran IMF dan Saran perusahaan yang jatuh bergelimpangan. tapi disuruh belajar berenang dahulu.Di lain pihak memang harus diakui bahwa tekanan ini perlu untuk memastikan kesungguhan Indonesia. Ibaratnya orang yang sudah hampir tenggelam diombang-ambing ombak laut tidak segera ditolong dengan dilempari pelampung. Jadi. Bila semua kekuatan bantuan ini dikumpulkan sekaligus secara dini. Program reformasi IMF secara mencurigakan mengulang kembali tuntutan-tuntutan deregulasi ekonomi yang sudah sejak bertahun-tahun didengungkan oleh Bank Dunia dan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia (lihat World Bank. 1996. Reformasi struktural sebagaimana yang dianjurkan oleh IMF memang mendasar dan penting.World Bank. tetapi dampak hasilnya baru bisa dirasakan dalam jangka panjang. 1997. apakah IMF benar-benar tidak melihat inti permasalahannya atau berpura-pura tidak tahu? Atau IMF mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk memaksakan perubahan-perubahan yang sudah lama menjadi duri di matanya dan bagi Bank Dunia serta mewakili kepentingan-kepentingan asing? Tampaknya di balik anjuran program pemulihan kegiatan ekonomi ada titipan-titipan politik dan ekonomi dari negara-negara besar tertentu. bab 4 dan 5). utang luar negeri swasta dan nilai tukar rupiah yang merosot jauh dari nilai riilnya adalah masalah-masalah dasar jangka pendek. Namun bantuan dana IMF dan ketergantungan harapan pada IMF ini di(salah)gunakan untuk menekan pemerintah Indonesia untuk melaksanakan reformasi struktural secara besar-besaran. Tidak adanya program dari IMF yang jelas dan berjangka pendek untuk mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar dan menstabilkannya membuat pemerintah cukup lama terombang-ambing antara memilih program IMF atau currency board system. bab 2. maka hal ini dengan cepat akan memulihkan kembali kepercayaan masyarakat dalam negeri dan internasional. karena dalam jangka pendek proyek ini akan mengacaukan kebijakan pemerintah di bidang fiskal. Permintaan IMF untuk menghentikan dengan segera perlakuan pembebasan pajak dan kemudahan kredit untuk proyek mobil nasional dan IPTN adalah tepat. di mana makin ditunda makin banyak15 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Di sini timbul keragu-raguan akan kemurnian kebijakan reformasi IMF. yang justru menjanjikan kepastian dan kestabilan nilai tukar pada tingkat yang wajar.

Subsidi untuk bahan pangan. BBM dan listrik. Halnya akan lain. kalau tidak menurun dan banyaknya PHK. Dalam kaitan ini perlu dipertanyakan. Tindakan drastis ini sedikit-banyak telah membantu memicu terjadinya kerusuhan-kerusuhan sosial dan politik. kita harus melihat sebab-sebab lain di balik kenaikan biaya produksi. yakni melalui subsidi silang sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tetap dikenakan tarif listrik yang murah dan melalui peningkatan efisiensi. seperti kinerja yang kurang efisien. Dalam suplemen program IMF April 1998 disebutkan bahwa subsidi masih bisa diberikan kepada beberapa jenis barang yang banyak dikonsumsi oleh penduduk berpenghasilan rendah seperti bahan makanan. sementara pendapatan masyarakat adalah dalam rupiah yang tidak berubah sejak sebelum terjadinya krisis moneter. BBM dan listrik sudah diperhitungkan dan dinaikkan dalam anggaran pemerintah (butir 20 dari Suplemen). Tidak bisa biaya produksi dihitung atas dasar nilai tukar dengan dollar AS yang masih relatif tinggi lalu dibebankan kepada konsumen. Di antara saran-saran IMF juga ada yang mengenai perluasan penyertaan modal asing dalam kegiatan ekonomi Indonesia yang terlalu jauh. bila pendapatan masyarakat dalam rupiah juga ikut naik dua atau tiga kali lipat sesuai dengan kenaikan nilai tukar dollar AS. Juga saran IMF untuk menghapuskan subsidi BBM dan listrik yang kian membesar secara bertahap dalam jangka waktu tiga tahun sudah benar. Keadaan ini tidak sebanding. misalnya penagihan yang lebih efektif. Maret 1999 oleh beberapa faktor. Subsidi listrik relatif lebih mudah untuk dihapuskan. Dalam situasi sekarang hampir tidak ada peluang untuk meningkatkan pajak. seperti orang asing yang tinggal di Indonesia misalnya. menunggu keresahan masyarakat reda? Di sini pemerintah salah membaca isi dari kesepakatan dengan IMF. apakah pemerintah tidak bisa menunda kenaikan BBM dan listrik untuk beberapa bulan. Jadi tindakan yang pokok adalah pertama mengembalikan dulu nilai rupiah ke tingkat yang wajar dan dari sini baru menghitung besarnya subsidi. Yang menjadi pertanyaan di sini adalah. Namun penurunan subsidi BBM dan listrik oleh pemerintah secara drastis dan mendadak pada tanggal 4 Mei 1998 yang lalu mempunyai dampak yang sangat luas terhadap perekonomian rakyat kecil. bank asing maupun penguasaan saham dari . Membengkaknya subsidi ini disebabkan16 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. siapa yang menjadi penyebab dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini. meskipun kepentingan rakyat kecil sangat diperhatikan dengan adanya jaringan keselamatan sosial. sehingga nilai tukar valas naik sangat tinggi dan siapa yang menarik keuntungan dari krisis ini? Janganlah rakyat banyak diminta untuk berkorban mengatasi krisis ini atau membebankan di atas penderitaan rakyat dengan misalnya menaikkan harga BBM dan tarif listrik. Baru pada tanggal 1 Oktober 1998 direncanakan subsidi akan diturunkan secara berarti. tetapi sebab utama karena merosotnya nilai tukar rupiah. tagihan listrik dalam jumlah besar yang tidak dibayar. karena IMF menganjurkan penghapusan subsidi secara bertahap dan tidak secara mendadak. (butir 10 dan 11 dari Suplemen). Modal asing sudah diberi peluang yang cukup besar untuk investasi di Indonesia dengan diperbolehkannya kepemilikan hingga 100% baik untuk pendirian PMA.anggaran dan moneter secara berarti.

Dampak dari Krisis Dewasa ini semua permasalahan dalam krisis ekonomi berputar-putar sekitar kurs nilai tukar valas. toko sepi. (Bandingkan juga Sri Mulyani: 72-3). tetapi apa sumbangan dari keterbukaan ini terhadap restrukturisasi ekonomi dari program IMF. meskipun tidak kembali pada tingkat sebelum terjadinya krisis moneter. yang bukan disebabkan karena imported inflation4 . Secara umum impor barang menurun tajam termasuk impor buah. yang akan memperlancar dan mempercepat proses penyelesaian utang. karena IMF sebagai lembaga yang disegani bisa banyak membantu memulihkan kepercayaan kreditor17 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Dengan demikian roda perekonomian bisa berputar kembali dan harga-harga bisa turun dari tingkat yang tinggi dan terjangkau oleh masyarakat. kecuali sebagian sektor pertanian dan ekspor. harga BBM/tarif listrik naik. biaya sekolah di luar negeri melonjak. yang melambung tinggi jika dihadapkan dengan pendapatan masyarakat dalam rupiah yang tetap. tarif angkutan naik. kecuali saham bank nasional yang go public. dan liberalisasai perdagangan yang jauh lebih liberal dari komitmen resmi pemerintah di forum WTO. Masalahnya bukan sentimen nasionalisme. izin investasi di bidang perdagangan besar dan eceran. perjalanan ke luar negeri .perusahaan-perusahaan yang telah go public. utang luar negeri dalam rupiah melonjak. tetapi apa salahnya bila pemerintah menyisakan bidang kegiatan untuk pengusaha Indonesia. perusahaan tutup atau mengurangi produksinya karena tidak bisa menjual barangnya dan beban utang yang tinggi. bahkan dalam beberapa hal turun ditambah PHK. Meskipun demikian IMF masih meminta dihapuskannya larangan membuka cabang bagi bank asing. Pada sisi lain merosotnya nilai tukar rupiah secara tajam juga membawa hikmah. AFTA dan APEC. khususnya dollar AS. terutama yang bermodal kecil? Apa permintaan IMF ini tidak terlalu jauh? Kedengarannya seperti IMF menerima titipan pesan sponsor dari negara-negara besar yang ingin memaksakan kepentingannya dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Dampak lain adalah laju inflasi yang tinggi selama beberapa bulan terakhir ini. investasi menurun karena impor barang modal menjadi mahal. stabilisasi ekonomi dan moneter. dan apa sumbangannya terhadap pemasukan modal asing? Bukan masalah anti asing atau sentimen nasionalisme yang sempit. Dampak. Ikut campurnya IMF dalam penyelesaian utang swasta adalah sangat baik. Imbas dari kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam secara umum sudah kita ketahui: kesulitan menutup APBN. padahal harga dari banyak barang naik cukup tinggi. tetapi lebih tepat jika dikatakan foreign exchange induced inflation. Masalah ini hanya bisa dipecahkan secara mendasar bila nilai tukar valas bisa diturunkan hingga tingkat yang wajar atau nyata (riil). Saran IMF lainnya yang disisipkan dalam persetujuan dan tidak ada kaitannya dengan program stabilisasi ekonomi dan moneter adalah desakannya untuk menyusun UndangUndang Lingkungan Hidup yang baru (butir 50 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). IMF bisa bertindak sebagai perantara yang netral dan dipercaya. harga telur/ayam naik. Peran IMF dan Saran luar negeri. PHK di mana-mana.

sementara bagi konsumen dalam negeri harga beras. dan tingkat inflasi sekitar 66%. Hal yang serupa juga terjadi untuk ekspor barang manufaktur. yang menyebabkan terjadinya kesenjangan antara penghasilan yang berkurang karena PHK atau naik sedikit dengan pengeluaran yang meningkat tajam karena tingkat inflasi yang tinggi. karena krisis belum juga menyentuh dasar jurang. kopi dan sebagainya ikut naik. Namun secara keseluruhan dampak negatifnya dari jatuhnya nilai tukar rupiah masih lebih besar dari dampak positifnya. Berapa lama krisis ekonomi ini masih akan berlangsung. kebalikannya arus masuk turis asing akan lebih besar.dan pengiriman anak sekolah ke luar negeri. Petani yang berbasis ekspor penghasilannya dalam rupiah mendadak melonjak drastis. proteksi industri dalam negeri meningkat sejalan dengan merosotnya nilai tukar rupiah. daya saing produk dalam negeri dengan tingkat kandungan impor rendah meningkat sehingga bisa menahan impor dan merangsang ekspor khususnya yang berbasis pertanian. karena pembeli di luar negeri juga menekan harganya karena tahu petani dapat untung besar. pada Oktober 1998 ini jumlah keluarga miskin diperkirakan meningkat menjadi 7. hanya di sini ada kesulitan lain untuk meningkatkan ekspor.18 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Keadaan ekonomi yang sangat parah ini diperkirakan pada bulan-bulan mendatang masih akan berlangsung terus. sulit untuk diramalkan karena tergantung pada banyak faktor. keamanan yang mantap. Sayangnya ekspor yang secara teoretis seharusnya naik. pengusaha domestik kapok meminjam dana dari luar negeri. karena ada masalah dengan pembukaan L/C dan keadaan sosial-politik yang belum menentu sehingga pembeli di luar negeri mengalihkan pesanan barangnya ke negara lain. pulihnya kepercayaan investor dalam dan luar negeri. Faktor-faktor tersebut adalah bantuan IMF dan donor-donor lainnya yang segera. sehingga bila nilai tukar rupiah bisa dikembalikan ke nilai nyatanya maka biaya besar yang dibutuhkan untuk social safety net ini bisa dikurangi secara drastis. dan negara-negara produsen lain juga mengalami depresiasi 4 Suatu inflasi dikatakan terjadi karena imported inflation bila harga barang-barang di negara pengekspornya naik. Hasilnya adalah perbaikan dalam neraca berjalan. Meskipun penerimaan rupiah petani komoditi ekspor meningkat tajam. Sebagai dampak dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ini. Meningkatnya jumlah penduduk miskin tidak terlepas dari jatuhnya nilai tukar rupiah yang tajam. pertumbuhan GDP nyata Indonesia pada tahun 1998/9 diperkirakan akan negatif sebesar 16%. . gula. Menurut perkiraan IMF pada bulan Maret 1999 lalu. menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada tingkat yang wajar. sehingga perlu dilancarkan program-program untuk menunjang mereka yang dikenal sebagai social safety net. Prospek Ekonomi Indonesia Prospek ekonomi untuk beberapa tahun mendatang adalah kurang cerah dan akan ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang negatif.5 juta. suasana politik dan sosial yang stabil. tetapi penerimaan ekspor dalam valas umumnya tidak berubah. dan ini tidak terjadi. Maret 1999 dalam nilai tukar mata uangnya dan bisa menurunkan harga jual dalam nominasi valas. bahkan cenderung sedikit menurun pada sektor barang hasil industri. tidak terjadi.

Penulis menginterpretasikan nilai tukar nyata sebagai nilai tukar berdasarkan purchasing power parity yang bisa menjaga keseimbangan dalam neraca berjalan dan yang bisa menjamin ekonomi nasional beroperasi. memperbaiki “governance”. harga barang-barang produksi dalam negeri dengan kandungan lokal tinggi bisa meningkat daya saingnya sehingga bisa berkembang dan orang tidak mengandalkan bahan impor karena menjadi mahal. impor secara otomatis akan berkurang (misalnya buah. restrukturisasi perbankan. perjalanan. Inti dari pemecahan krisis moneter dalam jangka pendek haruslah ditujukan kepada pencegahan penumpukan pembayaran utang luar negeri. sejauh persyaratan di atas bisa dipenuhi. maka upaya yang paling utama dan mendesak bagi Indonesia19 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. 9 April 1998). pada suatu saat tertentu dan membagi (spread-out) pembayaran ini secara merata dalam . dan penyelesaian masalah utang swasta dengan penjadwalan ulang (Kompas. mesin-mesin sudah ada. dan meningkatkan ekspor. reformasi dan memperkuat sistim perbankan.2). Dengan demikian. dana asing akan sangat hati-hati masuk ke Indonesia. kegiatan ekonomi Indonesia terutama harus ditunjang oleh kekuatan sendiri berdasarkan dana modal yang tersedia di dalam negeri. pola makan makanan yang bahannya gandum). Dampak. Ditambah dengan hilangnya insentif untuk meminjam dari luar negeri karena biaya pinjaman yang lebih rendah diimbangi dengan tingkat depresiasi yang lebih tinggi dan karena tidak adanya lagi intervensi kurs oleh BI. Para ekonom dari CSIS berpendapat bahwa langkah yang harus diambil untuk mengatasi kemelut ini adalah dengan menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tingkat yang wajar. harga mobil terjangkau oleh masyarakat. Saran-Saran Krisis moneter telah memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk menentukan kebijakan di masa depan. begitupun pengusaha domestik akan sangat hati-hati untuk meminjam dari luar negeri. sehingga yang diperlukan adalah pulihnya kepercayaan dan masuknya modal baru. pabrik. baik swasta maupun pemerintah. Dengan sistim ini. berobat di luar negeri. Dunia perbankan nasional juga telah diajarkan dari manfaat jangka panjang untuk bertindak prudent. Karena prasarana dasar untuk pembangunan sudah tersedia. p. Setelah mendapat pengalaman dari krisis ini. dan menjaga stabilitas fiskal dan moneter selama masa transisi (World Bank. Dengan demikian sumber utama krisis di masa lalu untuk masa mendatang sudah dapat dieliminir. tenaga terlatih.Tapi sekali krisis berakhir dan ekonomi berbalik bangkit kembali (rebound). Peran IMF dan Saran dewasa ini adalah program penyelamatan yang bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat serta menstabilkan kurs rupiah pada nilai tukar yang nyata (bandingkan juga Stiglitz). Kegiatan jasa hotel. jalan-jalan ke luar negeri. kirim anak sekolah di luar negeri. 2. maka perbaikan ini diperkirakan akan berlangsung relatif cepat. perdagangan dan angkutan juga bisa hidup kembali. industrialisasi substitusi impor berlanjut. 1998. Bank Dunia menyarankan mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah dengan empat kebijakan utama: restrukturisasi beban utang swasta.

Membentuk kabinet baru yang terdiri atas teknokrat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat Indonesia maupun luar negeri akan kesungguhan program reformasi. makin cepat juga dananya cair. Seandainya Indonesia tidak menerima bantuan barupun. Karena Indonesia telah menanda-tangani persetujuan program reformasi struktural ekonomi dengan IMF. maka masih ada selisih positif sebesar lebih dari US$ 1 milyar yang bisa dihemat. Indonesia bisa bernapas untuk memperkuat posisi cadangan devisanya. . dalam hal ini Departemen Keuangan dan Bank Indonesia.450 juta. berarti bahwa beban utang termasuk pembayaran bunga untuk di kemudian hari akan bertambah besar. apa salahnya jika Indonesia meminta penundaan waktu pembayaran kembali utang? Nama Indonesiapun tidak menjadi jelek karenanya. Namun pemerintah. terlebih lagi karena bantuan IMF ini terkait dengan bantuan negara-negara donor lainnya yang jumlahnya sangat besar. Sementara ini sudah banyak negara sedang berkembang yang memanfaatkan fasilitas ini. Keuntungan dari penundaan pembayaran utang ini adalah.jangka waktu yang lebih panjang pada tingkat yang terkendali (manageable). Bila Jepang hanya mau membantu dengan dengan menambah pinjaman baru. harus bertindak proaktif menghadapi IMF dengan mengajukan saran-sarannya sendiri dan menolak program-program yang tidak relevan dan cenderung merugikan Indonesia. Namun dalam keadaan krisis yang parah ini. Maret 1999 1. Sejauh ini Indonesia memang selalu patuh untuk membayar semua utang-utangnya secara tepat waktu. Jumlah ini sangat berarti untuk memperkuat cadangan devisa negara. Makin cepat pemerintah melaksanakan program-program reformasi. bahwa beban utang tidak menjadi bertambah. Pemerintah melaksanakan reformasi dan restrukturisasi sektor riil dan keuangan secara konsekuen untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia. sementara pinjaman luar negeri baru sebesar US$ 6.560 juta. Sebab menurut APBN tahun 1998/99 jumlah pembayaran cicilan utang pokok luar negeri beserta bunganya mencapai US$ 7. Beberapa saran dari penulis untuk mengatasi krisis ekonomi dewasa ini adalah sebagai berikut:20 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. termasuk program reformasi IMF. 3. 2. Mengusahakan penundaan pembayaran utang resmi pemerintah berupa pembayaran cicilan pokok dan bunga selama misalnya dua tahun melalui Paris Club. yang juga selalu mendapatkan pujian dari Bank Dunia dan IMF. sebab Paris Club adalah instrumen internasional yang memang khusus dirancang untuk membantu negara-negara sedang berkembang dalam menghadapi masalah pembayaran kembali utang-utang luar negeri pemerintah. Dengan adanya kepercayaan ini. Dengan demikian. Yang nanti akan menjadi masalah adalah bagaimana membayar utang bantuan darurat yang mencapai US$ 46 milyar tersebut di samping utang-utang pemerintah dan swasta yang ada. hanya saja jangka waktu pembayaran kembalinya saja yang lebih panjang. tanpa merusak nama Indonesia sebagai debitur yang baik. diharapkan akan terjadi arus balik devisa dan masuknya modal luar negeri. maka pemerintah juga harus melaksanakannya dengan konsekuen.

6. begitupun harga BBM/listrik dan pakan ternak. Misalnya dengan mengajukan gagasan-gagasan pemecahan yang konkrit dan mendesak diadakannya pertemuanpertemuan dengan segera. yang sekarang sedang diusahakan oleh Tim Penanggulangan Utang Luar Negeri Swasta (PULNS) atau Indonesian Debt Restructuring Agency (INDRA). bahkan bisa dipertimbangkan untuk membiarkannya sedikit undervalued untuk meningkatkan daya saing secara internasional dan merangsang produksi dalam negeri dan ekspor.22 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Dengan kurs ini defisit anggaran belanja negara bisa ditekan. artinya tidak lagi overvalued ketika regim managed floating. Peran IMF dan Saran membantu meringankan defisit anggaran belanja. Menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang riil. perjalanan domestik dan luar negeri dapat hidup kembali. Nilai tukar nyata yang wajar ini harus dicari dengan memperhatikan kriteria-kriteria berikut. harga barang-barang produksi dalam negeri dapat terjangkau termasuk sembako dan pabrik-pabrik beroperasi kembali. yang semuanya mengurangi pengurangan devisa. juga tingkat inflasi. Mengadakan negosiasi ulang utang luar negeri swasta Indonesia dengan para kreditor untuk meminta penundaan pembayaran. maka seluruh daya upaya dan pikiran dapat diarahkan untuk memecahkan persoalannya. sehingga ekspor masih bisa tetap bergairah. Mengembalikan stabilitas sosial dan politik dan rasa aman secepatnya sehingga bisa memulihkan kepercayaan pemilik modal dalam dan luar negeri. ASEAN. jumlah penduduk miskin dapat ditekan kembali dan jaringan keamanan sosial tidak lagi diperlukan. biaya perjalanan ke dan sekolah di luar negeri tetap masih mahal. biaya angkutan udara bisa diturunkan. Kebijakan depresiasi nilai tukar yang relatif besar dampaknya sama seperti kebijakan proteksi produksi dalam negeri. Hal ini telah dilakukan oleh pemerintah dan telah dicapai kesepakatan. Dilain pihak kurs dollar AS ini harus cukup tinggi untuk menahan impor berbagai macam barang dan bahan serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri termasuk buah-buahan. . terlebih lagi dengan semakin terpuruknya nilai tukar rupiah semakin besar pula defisit dalam anggaran belanja negara yang harus ditutup. paling tidak tingkat depresiasi rupiah tidak lebih rendah dari depresiasi nyatanya. Masalah pokoknya adalah bagaimana memperkuat nilai tukar mata uang masing-masing kembali pada tingkat yang wajar. Maret 1999 7. bahwa Indonesia akan menunda pembayaran cicilan utang pokoknya saja. 4.Penjadwalan kembali pembayaran utang resmi pemerintah ini juga akan banyak21 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. orang-orang yang menganggur dapat bekerja kembali. Bila ini disadari sebagai hal yang utama dan yang paling mendesak untuk mengakhiri krisis ini. insentif untuk meminjam dana dari luar negeri hilang. Sebaliknya daya saing ekspor masih cukup tinggi. pembayaran utang luar negeri pemerintah dan swasta dalam rupiah dapat ditekan sehingga mampu dikembalikan. Hingga kini sikap pemerintah Indonesia terkesan pasif. Dampak. karena merubah perbandingan harga antara barang dalam negeri aktif dalam forum-forum internasional seperti APEC. dan sebagainya untuk mencari pemecahan atas krisis moneter yang sedang melanda banyak negara Asia Timur.

hal. 35 No. 1998. 1998. Washington. 2-5. Washington. Press Release No. Ehrke. 1998.. Australian Financial Review. Hollinger.H.. A. Krugman juga menganjurkan memungut pajak atas dana yang masuk dan membuat peraturan yang menghambat pengiriman dana ke luar (lihat Wessel dan Davis. 6. Setiati (penyunting).1998.1 April. 33-48. . 1998b.. pemerintah bisa mempertimbangkan melakukan operasi swap. “The IMF Turns Off the Tap”. Supplemetary Memorandum of Economic and Financial Policies. Washington. Daftar Kepustakaan Anwar. dalam: M.C. Deposito valas hanya boleh di bank-bank devisa dalam negeri dan tidak boleh ditempatkan di luar. 1996. pp.000. 8 April. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”. W. “The Asian Crisis and the Changing Role of the IMF”. November 5. hal.. ________. Greenwood. M. 1998. 97/50. “Pangloss oder die beste aller moeglichen Welten. Kampus UI. IMF.23 Krisis Moneter Indonesia : Sebab.C. Depok. Fischer. Jakarta. Jakarta. D. Jakarta. IMF. “Mencari Solusi Alternatif untuk Mengatasi Krisis”. August. Bello. Sri Mulyani I. 1998. Gunawan. “Krisis Ekonomi Indonesia dan Reformasi (Makro) Ekonomi”. 3. D. 9 Oktober. 1997. hal. apalagi didukung oleh cadangan devisa pemerintah yang semakin membesar. “Peranan IMF Saat Krisis”. 1998a. W. “IMF dan Krisis Asia”. IMF. I. Press Release No.C. misalnya transfer pribadi dibatasi sampai jumlah tertentu. May. Kompas. the United States-Indonesia Society. November 5. May 21. Pangestu. Jakarta: Kompas. 1998c. Jakarta: CSIS. Bank Indonesia. US$ 10. makalah pada Simposium Kepedulian Universitas Indonesia Terhadap Tatanan Masa Depan Indonesia”. 16). J. Februari. “The Lessons of Asia’s Currency Crisis”. Peran IMF dan Saran Hartcher. June. C. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”. 1997. Arsjad. 6 April.: Finance & Development. 2.. IMF. 1997. 1997. Selanjutnya tidak memberi peluang untuk memperdagangkan rupiah atau menaruh deposito Rupiah di luar negeri. 9. “Financial Crisis in Indonesia”. saduran. Ursachen und Auswirkungen der Asienkrise”. Untuk mengembalikan kepercayaan dari masyarakat yang menyimpan uangnya di dalam negeri. 30 Maret . Vol. Mencari Paradigma Baru Pembangunan Indonesia. Dampak. 97/50. Bonn: Friedrich Ebert Stiftung. S. “Indonesia. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal.C.8. Kompas. D. ________. 1 September. hal. Menghalangi kemungkinan kegiatan spekulasi valas besar-besaran dengan mempelajari kemungkinan melakukan pengawasan devisa secara terbatas tanpa melepas prinsip regim devisa bebas atau melanggar kesepakatan dengan IMF. Economic Policy under President Soeharto: Indonesia’s Twenty-Five Year Record. P. 1999. World Economic Outlook. Ryan. Moh. “Transformasi Struktur Perekonomian Indonesia: Pola dan Potensi”.

Jakarta: Kompas. December 4. hal. January. __________. pp. Washington. . Jakarta: Kompas. 28-29.. “RI-IMF Hasilkan Memorandum Tambahan”. Radelet. Jakarta.Fourth Review Under the Extended Arrangement”. IDE Spot Survey.: Finance & Development. June. _________. February 7.1997. 1997. 13 Mei 1998. December 9. ACAES. hal. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. “Indonesia . “Capital Flow Sustainability and Speculative Currency Attacks”. IMF Agree on Bailout. 1994. Singapore: ISEAS. L.Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies”.. Jakarta: CSIS. Examining Asia’s Tigers. 1998. “Saatnya Dipertimbangkan Solusi Alternatif”. 1998. IMF Staff. the 1994 Panglaykim Memorial Lecture.IMF Agreement on Economic Reforms”. Vol. Nasution. “The Myth of Asia’s Miracle”. Sender. diselenggarakan bersama oleh USAID.C. N. Singapore. 9. 1998. 1998 Economic Outlook for East Asia. makalah pada “1997 Economics Conference”. 3rd updated reprint. Institute of Developing Economies (IDE). December. “What’s a Fund for?”.24 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. The Pacific Century: Myth or Reality?. “What Happened to Asia”. “South Korea. Korea Letter of Intent. D. “Why Not Let the Banks Own the Debtor Firms?”. 8-11. P. March 16. 9 April 1998. “IMF Cairkan Semilyar Dollar AS”. Dimuat di Kompas dengan judul “Di Balik Terjadinya Krisis Keuangan Asia”. “Currency Crisis”. 1998. Schuman. Cho. hal. 3. November/December. Montes. Kitamura. hal. “Lessons from the Recent Financial Crisis in Indonesia”. p. hal. K. Finance and Development. “Indonesia .18-21. The Currency Crisis in Southeast Asia. Ada yang Harus Dilakukan dan yang Harus Dihindari”. 28 Agustus. S. IMF Research Department Staff. 27 Januari. July 26.B. 1994. T. Jakarta. “IMF Mulai Sadar Transparensi”. 62-77. 3. 1998. M. Jakarta: Kompas. September 25. 1998. 1997. Maret 1999 Krugman. “The Asian Crisis: Causes and Cures”. 2. Hong Kong: Far Eastern Economic Review. 26 Agustus 1998. 17. M. Tokyo. The Sunday Times. January 15. 140-2. 35 No. 1997. Jakarta: Kompas. The Economist. Washington.F.C. D. Jakarta: Kompas. 1998a. Sachs. hal. April 10. 1997. Nine Economies Challenging Common Structural Problems. Anwar. hal. 1997.. 6 Mei 1998. 17-18 Desember. J. “Saran Ali Wardhana untuk Atasi Krisis. 1998b. Tokyo: Institute of Developing Economies. H. _________. Economy Is Slated for Rapid Change”.: World Bank. Krause. Foreign Affairs. LPEM-FEUI. 1997. Tanaka (editors).

hal. Ip. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. 2 Mei 1998. 25 Tahun IV. 1998c. hal. 16. majalah Global. 31-38. Dimensions of Growth. Bangi. Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF. Report No. Indonesia. May 30. 1998. Konsep ini juga mengupayakan adanya perlakuan yang sama untuk bank-bank besar dan bank-bank kecil dalam memper-oleh penjaminan. August 11-13. Indonesia: Stability. 1998. 8. pidato pengukuhan Guru Besar Madya Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. hal. 1994. Wessel. February 24. G. Indonesia. Jakarta. Dampak. “The Crisis of Global Capitalism”. “Utang Swasta Sekitar 64 Milyar Dollar AS”. __________.. World Bank. 1998b. “APEC and the Monetary Crisis in East Asia”.. “Restoring the Asian Miracle”. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Sri Mulyani Indrawati. 10 Juni. 1998. sehingga mengarah sepenuhnya pada swastanisasi baik penyelenggaraan penjaminan maupun pelaksanaan pengaturan dan pengawasan bank yang menyertainya. 1. Pendekatan Too-Big-To-Fail (TBTF) yang sejak beberapa waktu terakhir telah .T. Wessel. 1998. __________. hal. Malaysia. D. 22. Peran IMF dan Saran ___________. “Crisis Crusaders. 1996. Thailand Letter of Intent. July 2. B. Jakarta. February 2. ___________.25 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. konsep ini sangat progresif dalam hal mempercayakan penyelenggaraan penjaminan kepada mekanisme pasar dan meniadakan intervensi pemerintah. hal. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. September 16. December 31.Soros. __________. Indonesia in Crisis. D.31 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia KONSEP CROSS-GUARANTEE DALAM PROGRAM PENJAMINAN DAN KEMUNGKINAN PENERAPANNYA DI INDONESIA Maulana Ibrahim dan Agusman *) Tulisan ini mencoba mengetengahkan salah satu bentuk pikiran alternatif dalam program penjaminan yang dikenal dengan konsep Cross-Guarantee. 5. draft Report. Jakarta: Kompas. Stiglitz. 9 Mei. paper presented at the APEC Study Centre Consortium Conference. No. No. May 27. 1997. Growth and Equity in Repelita VI. A Macroeconomic Update. Report No. 1998. G. L. September 28. Gatra. May 7. Sustaining High Growth with Equity. 1997. “APEC dan Krisis Moneter di Kawasan Asia Timur”. 1998a. Davis. “Kesepakatan Ketiga”. Sangat berbeda dengan konsep-konsep lainnya dalam program penjaminan. McDermott. D. “Money Trail: Who Ruptured the Rupiah”. Jakarta. Would-Be Keyneses Debate How to Fight Global Woes”. 15383-IND. Sebagai suatu konsep yang ditujukan untuk mengatasi berbagai kelemahan deposit insurance scheme yang berlaku sekarang ini. 1998. J. 72-3. 16433IND. Tarmidi. maka konsep Cross-Guarantee menekankan pentingnya penggunaan pendekatan risk-sensitive analysis dalam penetapan besarnya premi. 1.

*) Maulana Ibrahim : Kepala Urusan Pengawasan Bank 2. Bank Indonesia32 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. serta mencoba mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia. Kusumaningtuti (1999)2 misalnya. Apabila diterapkan sepenuhnya. khususnya karena tidak sebandingnya nilai premi dengan cakupan penjaminan disamping adanya peluang untuk melakukan moral hazard. konsep Cross-Guarantee juga akan mengakibatkan perubahan yang sangat mendasar terhadap seluruh pola dan praktek penjaminan dan pengawasan bank yang sudah dijalankan selama ini. Bert Ely3 . hal tersebut barangkali masih dapat diterima. Di Amerika Serikat sendiripun upaya pencarian tersebut masih tetap dilakukan meskipun program penjaminannya dianggap telah jauh lebih maju dan mapan. Urusan Pengawasan Bank 2. dalam tulisan ini akan didalami prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam konsep tersebut beserta pengaruhnya terhadap pola penjaminan dan pengawasan bank. skim program penjaminan yang dipilih pemerintah tersebut ternyata lebih bersifat blanket guarantee (penjaminan menyeluruh). Maret 1999 Pendahuluan P rogram penjaminan merupakan salah satu kebijaksanaan yang diambil pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada sistem perbankan nasional yang sempat terganggu karena parahnya krisis ekonomi dan keuangan yang dihadapi Indonesia sejak paroh kedua tahun 1997. Ditinjau dari karakteristiknya. Tulisan ini mencoba mengetengahkan pikiran-pikiran Bert Ely mengenai konsep CrossGuarantee tersebut. Dalam Konferensi mengenai Bank Structure and Competition yang baru-baru ini diadakan oleh Federal Reserve Bank of Chicago. Untuk tindakan darurat1 . Pencarian kemungkinan alternatif lain program penjaminan merupakan hal yang perlu dilakukan secara terus menerus. telah mencoba mengkaji kemungkinan penggantian ketentuan blanket guarantee tersebut dengan deposit protection scheme. Dengan merujuk pada ide yang dilontarkan Bert Ely tentang CrossGuarantee. Kritikan tersebut perlu ditanggapi karena FDIC . Dalam hubungan ini.menimbulkan inkonsistensi dalam proses penjaminan diharapkan dapat dihilangkan oleh konsep ini. Latar Belakang Konsep Cross-Guarantee Konsep Cross-Guarantee muncul antara lain karena adanya berbagai kritik dan ketidakpuasan terhadap skim penjaminan yang diterapkan pada Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) di Amerika Serikat. seorang pakar deposit insurance telah mengemukakan konsep Cross-Guarantee sebagai salah satu alternatif. sekaligus mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia. Sulit untuk memungkiri bahwa skim penjaminan pemerintah yang bersifat menyeluruh itu akan sangat memberatkan keuangan pemerintah. namun untuk jangka panjang tampaknya perlu dicari alternatif lain yang memungkinkan terselenggaranya program penjaminan yang efisien dan efektif. Bank Indonesia Agusman : Pengawas Bank.

The Federal Reserve Bank of Chicago. Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme. laba yang diperoleh FDIC cukup besar sehingga ketergantungan pada premi menjadi semakin lebih berkurang. Untuk mendalami masalah ini lebih lanjut lihat tulisan mereka berdua dalam Banking Crises: Cases and Issues. Sebagaimana layaknya perusahaan asuransi.T. Namun dalam hal suatu bank dinilai TBTF maka seluruh pos kewajibannya akan dijamin.33 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia sekarang ini menghadapi risiko yang lebih besar dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya4 .25% barulah premi akan dinaikkan. seharusnya semakin besar risiko yang ditanggung semakin besar premi. 3 Bert Ely. sehingga pada gilirannya dapat merugikan masyarakat penyimpan dana. akan tetapi tetap saja ada kritik bahwa perlakuan khusus tersebut dapat menimbulkan diskriminasi diantara sesama bank.T. dan sebaliknya5 . pada dasarnya yang dijamin oleh FDIC adalah dana pihak ketiga (deposits) maksimum sebesar USD. Editor: V.000 tidak dijamin. Washington.Sundararajan dan Tomas J. .3. komitmen dan kewajiban off-balance sheet serta kewajiban antar bank di atas USD.S.100. Oleh karena itu. Salah satu hal yang memperoleh kritikan adalah mengenai ruang lingkup penjaminan FDIC yang cenderung agak kurang konsisten sehubungan dengan penerapan pendekatan “Too-Big-To-Fail” (TBTF)..sedangkan non-deposits liabilities seperti pinjaman yang diterima.Sundararajan dan Tomas J. tindakan darurat (emergency measures) yang dilakukan bank sentral dapat berupa pemberian fasilitas lender of last resort. Pertama. Sebagaimana diketahui. Dengan kata lain. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”. Alasan kedua adalah karena jumlah dana yang ditanamkan oleh FDIC telah melebihi ketentuan minimum Reserve Ratio (RR) perbankan sebesar 1. Namun dalam prakteknya prinsip tersebut ternyata tidak diterapkan karena dua alasan pokok berikut ini. termasuk juga pos pinjaman subordinasi.100. Bank Indonesia. 2 Kusumaningtuti S..1.Balino. khususnya bagi bankbank yang “Too-Small-To-Safe” (TSTS). Kritikan berikutnya yang sering ditujukan kepada FDIC adalah berkenaan dengan penetapan premi yang harus dibayar oleh bank-bank yang ikut penjaminan. D. International Monetary Fund. 1991. Desember 1998. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets. Vol.1 Menurut V.C. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Perhitungan premi oleh FDIC dinilai kurang mencerminkan risiko yang harus ditanggungnya. Meskipun penerapan asas TBTF sangat dimungkinkan berdasarkan konsep Reformasi Deposit Insurance (deposit insurance reforms) yang disetujui Kongres Amerika Serikat dan berlaku sejak setelah tahun 1988. tampaknya hanya dalam FDIC mengalami kerugian dan deposit growth menekan RR di bawah 1.Balino. intervensi terhadap bank-bank/lembaga keuangan bermasalah dan pembentukan deposit insurance.000. pendapatan dari penanaman dana oleh FDIC jauh melebihi biaya-biaya operasionalnya.. No. 7 Mei 1999.25%.

sedangkan pihak lain yaitu birokrasi pemerintah (regulator) berkewajiban untuk meminimumkan kerugian FDIC dan mencegah kegagalan bank (bank failures). Journal of Banking & Finance. Kritikan lainnya adalah mengenai masih terbukanya peluang untuk melakukan moral hazard dalam sistem yang berlaku sekarang.19 Tahun 1995.34 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. khususnya dalam hal terdapat multiple participant.W. Struktur seperti ini ternyata dapat mengakibatkan terjadinya regulatory moral hazard pada tingkat pembuat ketentuan. Menurut Bert Ely. secara implisit konsep Cross-Guarantee sebenarnya sudah melekat pada FDIC. Moreau dan C. Penerapan konsep Cross-Guarantee dalam program penjaminan memer-lukan perubahan mendasar terhadap skim penjaminan dan pola pengawasan bank yang sedang berjalan. dan potensial untuk berubah menjadi real moral hazard pada tingkat FDIC. Perubahan-perubahan tersebut dapat mencakup aspek penyelenggara. meskipun belum seutuhnya. No. 531-552. Tahun 1994.18. hal. Hal ini diungkap dalam tulisan Yoram Landskroner dan Jacob Paroush.Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications”. Contoh yang paling baru dari fenomena regulatory moral hazard ini adalah dalam hal kegagalan BestBank di Boulder.Disamping itu premi yang dikenakan oleh FDIC sekarang ini juga dinilai terlalu berlebihan (overcharging) untuk bank-bank yang sehat dan terlalu kecil (undercharging) untuk bank-bank yang bermasalah. Journal of Banking & Finance. Mekanisme Cross-Guarantee ini memiliki kemiripan dengan mekanisme yang berlaku pada Standby Letter of Credits. Maret 1999 sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat. Arthur F. namun pendekatan ini dinilai kurang ideal dalam perhitungan premi. yaitu bank-bank yang 4 Adanya risiko yang lebih besar tersebut antara lain dikemukakan oleh Jin-Chuan Duan. sehingga menimbulkan cross-subsidies. seharusnya alat ukur yang digunakan adalah leading indicators of banking risks seperti risk mismatches. 5 Ide agar FDIC menetapkan premi sebagaimana layaknya perusahaan asuransi swasta mula-mula sekali dilontarkan oleh Merton (1977). Hal ini erat kaitannya dengan belum diterapkannya secara penuh prinsip risk-sensitive premium sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Section 302 FDICIA6 serta penggunaan alat ukur risiko yang belum sesuai. hal. weak internal controls dan execessive exposure to emerging speculative bubbles. Karakteristik Sistem Cross-Guarantee dalam Penjaminan Terlepas dari berbagai kritik terhadap skim penjaminan FDIC sebagaimana dikemukakan di atas. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare”. No.1091-1108. bank-bank yang ikut program penjaminan FDIC pada hakekatnya saling menjamin satu-sama lain. Hal ini terjadi karena pada satu pihak FDIC memiliki kekuasaan besar dalam penentuan premi. Melalui premi yang mereka bayar. Sekarang ini FDIC menggunakan 2 (dua) alat ukur risiko yaitu Capital Levels dan CAMEL Rating. karena masing-masing bank-bank yang dijamin (insured banks) pada akhirnya menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap semua kerugian yang terjadi apabila ada bank-bank yang mengalami kegagalan usaha (failed banks). Colorado pada bulan Juli 1998. rapid growth. lembaga .

ruang-lingkup penjaminan. pelaksana pengawasan bank.35 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Agar konsep Cross-Guarantee tersebut dapat diimplementasikan dalam praktek maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. apabila diterapkan secara penuh maka ketentuan yang tercakup dalam FDICIA dapat efektif menurunkan moral hazard.penjamin. d. sumber pembayaran klaim. secara accrual accounting setiap direct guarantor akan langsung mengakui dan mencatat kerugian sebesar share yang harus ditanggungnya apabila bank yang dijaminnya mengalami kegagalan usaha.19. akan terjadi pergeseran dari government regulation and deposit insurance kepada contractual regulation and guarantees (swasta). bentuk kontribusi dari bank yang dijamin. Aturan ini mencakup hal-hal sebagai berikut: . Menurut George G. No. Tahun 1995. Setiap bank diberi kebebasan untuk menentukan sendiri penjaminnya (direct guarantornya). Perlu kiranya dikemukakan bahwa aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) merupakan salah satu pilar penting dalam konsep Cross-Guarantee.721-722. Perjanjian ini akan berfungsi sebagai pengganti ketentuan perbankan yang berlaku sekarang. Dengan demikian. Apabila direct guarantor gagal memenuhi kewajibannya maka guarantor dari direct guarantor tersebut harus bertanggungjawab.Kaufman. b. 6 FDICIA singkatan dari FDIC Improvement Act.Kaufman. c. Secara bersama-sama para direct guarantor akan membentuk suatu sindikat direct guarantor (lihat Lampiran-2). Lembaga ini berfungsi untuk memastikan bahwa perjanjian penjaminan (crossguarantee contract) yang disepakati para pihak telah sesuai dengan aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya. lembaga lain yang terlibat dan lain-lain. Jumlah modal yang tersedia untuk menyerap kerugian juga akan semakin besar dan semua itu terjadi atas dasar komitmen sukarela (committed voluntarily). Pada Lampiran-1 disajikan perbandingan antara Cross-Guarantee dengan skim penjaminan deposit insurance konvensional untuk masing-masing aspek tersebut. Selanjutnya lihat George G. Penunjukan syndicate agent ini dilakukan secara terbuka sehingga akan mendorong adanya kompetisi yang sehat dan efisiensi. ketentuan perbankan. Untuk memastikan bahwa bank-bank yang dijamin mematuhi cross-guarantee contract maka sebuah perusahaan swasta yang disebut “syndicate agent“ akan disewa. Selanjutnya. Sebuah lembaga baru yang disebut Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) harus dibentuk. Dengan cara ini. seluruh kerugian karena bangkrutnya suatu bank akan langsung diserap oleh modal bank-bank yang ada dalam sistem perbankan suatu negara. hal. Syndicate agent ini selanjutnya akan menggantikan fungsi pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. Bank yang dijamin (insured bank) selanjutnya akan melakukan pembicaraan dengan direct guarantor-nya untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan yang akan dituangkan dalam bentuk perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract). “FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance. Direct guarantor akan melakukan pembayaran dengan menggunakan general funds (cadangan umum) yang merupakan salah satu unsur modalnya.

maka konsep Cross-Guarantee dipandang lebih berorientasi ke depan dibandingkan dengan konsep penjaminan (FDIC) yang berlaku sekarang. Oleh karena itu. setiap bank penjamin tidak diperkenankan menerima pendapatan dari premi 7 dalam setahun melebihi 3 (tiga) persen dari total modalnya. baik untuk setiap bank maupun secara aggregat. yang menyatakan bahwa “apabila satu penjamin mengalami kerugian cross-guarantee melebihi lima kali premi yang diperolehnya dalam setahun maka kewajiban crossguarantee-nya harus dialihkan kepada direct guarantor-nya.37 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia .36 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Manfaat Swastanisasi Penjaminan melalui Cross-Guarantee Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. ♦ Setiap penjamin bertanggungjawab sebatas jumlah risiko cross-guarantee yang ditanggungnya. memenuhi aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya yang dianggap penting oleh para pihak. Cross-Guarantee memerlukan peran aktif dari pihak swasta untuk mewujudkan suatu skim penjaminan yang diarahkan oleh kekuatan pasar (market-driven cross-guarantee). Maret 1999 ♦ Setiap perjanjian penjaminan (cross guarantee contracts) harus menyebutkan jumlah minimum para penjamin dan persentase risiko yang ditanggung mereka masing-masing. sehingga penjaminan akan terlaksana secara efisien dan efektif. minimal untuk menyelesaikan kewajiban cross-guarantee dari setiap penjamin. Semangat untuk melakukan privatisasi penjaminan melalui Cross-Guarantee jelas terlihat sejak awal penentuan bank penjamin (direct guarantor) yang dilakukan secara sukarela (voluntary) dan demokratis. Demikian pula penentuan perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) sepenuhnya diserahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. ♦ Untuk memastikan bahwa tidak akan pernah ada suatu bank mengalami kegagalan usaha karena menjadi penjamin maka perlu diberlakukan suatu standard stop-loss rule. agar dapat terlaksana dengan baik. Karena adanya kebebasan dalam proses merumuskan mekanisme penjaminan untuk setiap bank. Secara aggregat. yaitu insured banks dan direct guarantor-nya.♦ Setiap penjamin (guarantor) harus dijamin oleh penjamin-penjamin lainnya dalam suatu sistem cross-guarantee. Sebagai aturan yang akan menggantikan prudential regulation maka perjanjian penjaminan harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menampung prinsip kehati-hatian. Skim penjaminan berbasiskan pasar tersebut diharapkan dapat mengeliminir intervensi dari pemerintah. Yang perlu dijaga adalah agar perjanjian dimaksud sudah memperhitungkan premi atas dasar sensitivitas terhadap risiko (risk-sensitive premium). penerapan konsep CrossGuarantee akan menimbulkan pergeseran peranan dari pemerintah kepada pihak swasta dalam melakukan penjaminan serta pengaturan dan pengawasan bank. 7 Dalam hal ini premi merupakan proxy terbaik dari cross-guarantee risk. Dengan demikian setiap dolar kerugian pasti akan dapat diselesaikan oleh bank-bank yang berada dalam himpunan para penjamin (the universe of guarantors).

Tanpa memandang besar kecilnya suatu bank. Konsep Cross-Guarantee juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi insured banks untuk berdiskusi dan bernegosiasi dengan direct guarantor-nya untuk segala hal termasuk mengenai masa depan bank tersebut. Dengan menggunakan konsep Cross-Guarantee. unexpired leases dan kewajiban yang muncul karena tuntutan hukum akan dapat ikut dijamin. karena ada kemungkinan pinjaman subordinasinya juga akan ikut dibayar. Sama halnya dengan program penjaminan biasa. Oleh karena itu. kegiatan kontrol atau pengawasan akan semakin lebih ketat karena langsung dilakukan oleh kekuatan pasar. 8 Pengecualian hanya terjadi dalam hal TBTF. Pada pihak lain. unsur modal juga tidak dijamin8 . Hal ini pada gilirannya dapat mendorong kompetisi yang sehat diantara sesama perusahaan syndicate agent dan mendorong efisiensi pekerjaan penjaminan. Persaingan sehat juga akan terjadi diantara sesama syndicate agent yang akan berfungsi sebagai pengganti pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. Manfaat berikutnya dari konsep Cross-Guarantee dapat ditinjau dari segi ruang lingkup penjaminannya. Atas dasar konsep Cross-Guarantee ini.38 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Apabila suatu bank memperoleh penilaian yang jelek dari pasar maka yang akan menanggung akibatnya bukan hanya bank yang bersangkutan saja. Karena kemungkinan akan banyak perusahaan syndicate agent yang muncul maka direct guarantor diberi keleluasaan dalam menentukan syndicate agent yang mereka pilih. maka transaksitransaksi non-funding obligations seperti account payment. pendekatan TBTF menjadi tidak relevan sama sekali dalam konsep Cross-Guarantee. Maret 1999 Manfaat lainnya dari konsep Cross-Guarantee adalah adanya kesempatan untuk melakukan penyesuaian secara cepat terhadap perhitungan premi berdasarkan kekuatan . asal bank-bank tersebut dapat menemukan direct guarantor-nya. tergantung pada bobot permasalahan bank yang TBTF tersebut. insured banks dapat membuat berbagai ketentuan yang mengatur dirinya secara spesifik berdasarkan kesepakatan dengan direct guarantor-nya. Hal-hal tersebut akan membuat persaingan dalam industri perbankan akan semakin ketat dan mendorong efisiensi besarbesaran dalam sektor keuangan. maka dalam crossguarantee. Dalam praktek selama ini sering ditemukan adanya beberapa ketentuan yang sulit diterapkan karena bersifat terlalu umum dan kurang mempertimbangkan karakteristik individual bank. mereka akan dijamin sebagaimana layaknya bank-bank lainnya. Hal ini pada gilirannya akan membuat strategi business dan perencanaan bank menjadi semakin tajam dan terarah. tetapi juga menjalar kepada bank yang menjadi direct guarantor.Dengan swastanisasi penjaminan dan pengawasan bank maka nantinya tidak akan ada lagi fenomena “satu ketentuan yang berlaku untuk semua” (one-size-must-fit-all government regulation) yang selama ini merupakan salah satu kelemahan inheren dari ketentuan perbankan yang dibuat pemerintah. Kewajiban yang tidak dapat dijamin hanyalah pinjaman subordinasi karena memiliki karakteristik campuran (hybrid) hutang dengan modal.

untuk melaksanakan penjaminan transaksi off-balance sheet derivatives perlu ada bukti-bukti bahwa transaksi itu genuine. Pengaruh terhadap Pasar Antar Bank dan Sistem Pembayaran Cross-guarantee dapat menghilangkan counterparty risk yang selama ini melekat dalam transaksi antar bank (lihat Lampiran-3). karena bersifat blanket guarantee (jaminan menyeluruh) maka skim tersebut dapat mengakibatkan beban yang sangat berat bagi keuangan pemerintah. Dengan adanya kemungkinan untuk melakukan perhitungan premi berdasarkan kecenderungan pasar tersebut maka cross-subsidies yang inheren dalam skim penjaminan yang ada sekarang diharapkan akan dapat dihilangkan. Namun demikian perlu kiranya diingat agar pemilihan konsep Cross-Guarantee tersebut hendaknya tidak terlepas dari tujuan utama dari program penjaminan. Bagi bank sentral hal ini akan sangat menguntungkan karena net settlement procedures tersebut dapat lebih efisien dari real-time gross settlement . padahal kemampuan keuangan pemerintah sendiri sudah sangat terbatas. . Pada tingkat konsep. Kemungkinan Penerapan Konsep Cross-Guarantee di Indonesia Skim penjaminan yang sekarang ini diterapkan di Indonesia masih mengandung berbagai kelemahan baik pada tingkat konsep maupun pada tingkat pelaksanaan. yaitu untuk mencegah kegagalan pasar perbankan (banking market failure) dan untuk membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat serta menghentikan bank runs9 . Penggunaan konsep Cross-Guarantee ini juga dapat mendorong penggunaan secara luas net settlement procedures dalam Sistem Pembayaran. sehingga mereka perlu saling menjamin dan saling menjaga kestabilan sistem perbankan. konsep Cross-Guarantee tampaknya dapat menjadi salah satu alternatif jalan keluar. terdapat pula indikasi bahwa dalam praktek tidak seluruh aspek penjaminan dapat terlaksana. Sistem Kliring akan terbebas dari risiko tidak dibayarnya tagihan antar bank karena adanya jaminan bahwa direct guarantor masing-masing bank pada akhirnya akan bertanggungjawab sesuai perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) yang mereka sepakati. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas. Dalam hal ini besarnya premi dapat langsung dibicarakan oleh masing-masing bank dengan direct guarantor-nya.pasar. Hal ini pada gilirannya memungkinkan terselenggaranya suatu Sistem Pembayaran yang bebas risiko (risk-free basis). Perhitungan tersebut akan mencerminkan risk-sensitivity dari bank yang dijamin dan diharapkan dapat disesuaikan segera baik secara bulanan atau mingguan. karena hakekat persoalan penjaminan dikembalikan secara utuh kepada pelaku pasar sendiri yaitu antara bank-bank yang39 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia bertransaksi. sesuatu yang sangat sulit dibuktikan kecuali oleh perbankan sendiri. Disamping itu peluang untuk moral hazard juga besar karena unsur keadilan yang kurang terpenuhi yang tercermin antara lain dari gejala cross-subsidies dimana bank-bank yang sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat. Pada tingkat pelaksanaan. Sebagai contoh.

Hal yang terakhir ini tampaknya ada benarnya juga karena untuk sampai pada konsep Cross-Guarantee perlu dijawab terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan berikut ini: √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah sedemikian sehat dan kuat sehingga mampu untuk saling menjamin (cross-guarantee) sesama mereka ? √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah cukup dewasa untuk mendiskusikan sendiri sesama mereka hal-hal yang berkenaan dengan penjaminan.721-722.Moreau and C. business strategy dan prudential regulation untuk dituangkan dalam semacam perjanjian yang mengikat mereka secara bersama-sama ?. Arthur F.Meskipun dapat dipandang sebagai salah satu alternatif jalan keluar.19. No. Cambridge Massachusetts.1091-1108. Sementara itu. yang kontra lebih melihat dari sisi kesiapan perbankan dan kalangan pemerintahan kita dalam menerapkan konsep dimaksud.Fraser. George G. apalagi dalam situasi krisis seperti sekarang.Kaufman.Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications” dalam Journal of Banking & Finance. “The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services. Ballinger Publishing Company.40 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. hal. The Federal Reserve Bank of Chicago. . “FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets. Pengkajian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mencegah pengambilan keputusan yang keliru yang dapat berakibat kontraproduktif terhadap masa depan sistem perbankan dan sektor keuangan negara kita. Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas cukup relevan untuk kondisi Indonesia dan memerlukan jawaban-jawaban yang tidak sederhana. penerapan konsep Cross-Guarantee di Indonesia dapat menimbulkan pro dan kontra. No. Mereka yang pro mungkin lebih didasarkan atas adanya peluang besar untuk meringankan beban keuangan pemerintah. Jin-Chuan Duan.19 Tahun 1995. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”. Pertanyaan ini cukup penting mengingat selama ini bank-bank di Indonesia sangat tergantung pada petunjuk dan arahan yang diberikan oleh otoritas moneter sebagai pengawas dan pembina bank-bank. Maret 1999 Daftar Pustaka Bert Ely.W. Tahun 1995. 7 Mei 1999. 9 Mengenai hal ini lihat misalnya Kerry Cooper dan Donald R. 1984. hal. √ Apakah sistem informasi yang terdapat pada masing-masing bank dan secara nasional telah sanggup menyediakan data/informasi yang diperlukan untuk penetapan premi yang sensitif terhadap risiko ? √ Apakah pihak otoritas pengawas yang ada sekarang berkenan menyerahkan fungsinya pada mekanisme pasar melalui syndicate agent dan dapat menerima keberadaan Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) sebagai lembaga yang akan memverifikasi perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) ?.

International Monetary Fund. menguntungkan.T. kecuali penentuan bank-bank yang "TBTF" Pinjaman Subordinasi. D. Bank Indonesia. Bank Sentral dan Cross Guarantee Regulation Corporation "insured banks".3. Desember 1998. hal.S. Washington. 3 Ruang-lingkup Penjaminan Terbatas dan sangat subjektif dalam Seluruh pos-pos kewajiban.Kerry Cooper and Donald R. 7 Ketentuan perbankan Prudential regulation konvensional Berdasarkan kesepakatan antara bank yang dijamin (insured banks) dengan direct guarantor-nya ("Contractual Regulation").C. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare” dalam Journal of Banking and Finance. kriteria "risk-sensitive premium"). No.Balino.Balino. 1991.42 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 1984. Vol. V. 6 Pelaksana pengawasan bank Bank Sentral dan FDIC Murni swasta. 5 Sumber pembayaran klaim Hasil pengelolaan dan penanaman General funds (general reserves) dari premi pada sektor-sektor yang direct guarantors. 8 Lembaga lain yang terlibat Tidak ada lembaga lain yang terlibat Dibentuk lembaga baru yang disebut kecuali FDIC. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme.1.Sundararajan dan Tomas J. (Too-Big-Too-Fail). Editor V. Yoram Landskroner dan Jacob Paroush. Cambridge Massachusetts. Kusumaningtuti S. (CGRC) untuk memastikan bahwa perjanjian jaminan sudah sesuai aturan penyebaran risiko dan ketentuan lainnya. ASPEK DEPOSIT INSURANCE CROSS-GUARANTEE 1 Penyelenggara Pemerintah Swasta 2 Lembaga Penjamin FDIC Sesama bank. dilaksanakan oleh "Syndicate Agent". Ballinger Publishing Company.T. baik sebagai direct guarantor maupun indirect guarantor.18..531-552. Banking Crises: Cases and Issues. Tahun 1994.41 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Lampiran-1 PERBANDINGAN ANTARA CROSS-GUARANTEE DENGAN DEPOSIT INSURANCE KONVENSIONAL No. 4 Bentuk kontribusi dari yang dijamin Premi (namun belum memenuhi Premi ("risk sensitive premium").Fraser. No. Maret 1999 Monitoring fee Obligation to protect competitively sensitive data . “The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services..Sundararajan dan Tomas J.

kita dapat memahami mengapa impor beras dan bahan pangan lain masuk deras ke Indonesia. Adalah Friedrich von Hayek (1899-1992) yang bisa disebut sebagai Bapak Neo-Liberal. Akan tetapi Hayek dan kawan-kawan sudah merasa gelisah dengan mekarnya paham Keynes ini. Pada masa itu pandangan semacam neoliberal sama sekali tidak populer. IMF dan WTO. PASAR BEBAS VERSI NEO-LIBERALISME Sejarah Neo-Liberal bisa dirunut jauh ke masa-masa tahun 1930-an. kita dapat memahami mengapa BUMN didorong untuk diprivatisasi. Jadi Pasar Bebas adalah intinya (mesin penggeraknya). Inilah ideologi mutakhir kapitalisme yang saat ini sedang jaya-jayanya. sebuah aliran ilmu ekonomi oleh John Maynard Keynes. terutama slogan TINA (There is No Alternatives) dari mulut Margaret Thatcher. kita dapat memahami mengapa Indonesia didikte dan ditekan terus oleh IMF. progressive liberalization. Sementara itu neo-liberal belum lagi bernama. Meskipun begitu mereka membangun basis di tiga universitas . "Pasar Bebas" artinya kebebasan bergerak dari ekonomi modal (dan para pemilik modal) sebebas-bebasnya. Hayek terkenal juga dengan julukan ekonom ultra-liberal. dan banyak lagi soal-soal yang membingungkan dan memperdayai publik.org * Page 2 2 penuh (full employment) serta adanya pemerataan yang lebih besar. Dan untuk memahami Pasar Bebas ini. pencetus monetarisme. Muridnya yang utama adalah Milton Friedman.org/wp-content/uploads/2010/02/ekonomi_pasar_yg_neoliberalistik_vs_ekonomi_berkeadilan_sosial_-_bonnie_setiawan. Arti yang dimaksud dari istilah "pasar" tersebut adalah sistem ekonomi yang kapitalistik. adalah "penghancuran dan pendobrakan radikal" terhadap struktur dan sistem lama yang tidak bersesuaian dengan mekanisme pasar bebas murni. kita dapat memahami mengapa Rupiah tidak pernah stabil. Sementara tujuannya adalah ekspansi sistem kapitalisme global. Intinya tetap sama. Debt Rescheduling dan lain-lain. Inilah yang dimaksud sebagai keterikatan terhadap Modal atau keterikatan terhadap Ekonomi Pasar. ** Direktur Eksekutif di Institute for Global Justice (IGJ). harmonization dan lain-lain. Jakarta. karena mempraktekkan semua resep Keynesian. Semenjak 1970-an hingga kini. Nama dari program Neo-Liberal yang terkenal dan dipraktekkan dimana-mana adalah SAP (Structural Adjustment Program). Di balik nama sopan "penyesuaian struktural". bahwa kepentingan perorangan yang paling pintar sekalipun akan selalu bersesuaian dengan kepentingan umum”. Keynes menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kepentingan individual yang selalu tidak sejalan dengan kepentingan umum. Keynesian dianggap berjasa dalam memecahkan masalah Depresi besar tahun 1929-1930. Menurutnya. Neo-Liberal adalah ideologinya. dan SAP adalah praktek atau implementasinya. igj@globaljust. air. dan didukung oleh pilar-pilar badan dunia: Bank Dunia. maka Keynesian resmi menjadi mainstream ekonomi. maka orang perlu memahami Neo-Liberalisme (liberalisme baru). Pada saat itu adalah juga masa kejayaan Keynesianisme. “Sama sekali tidak akurat untuk menarik kesimpulan dari prinsipprinsip ekonomi politik. WTO memakai istilah-istilah seperti fast-track. Neo-Liberalisme mulai menanjak naik menjadi kebijakan dan praktek negara-negara kapitalis maju. Terutama setelah diadopsi oleh Presiden Roosevelt dengan program "New-Deal" maupun Marshall Plan untuk membangun kembali Eropa setelah Perang Dunia ke-II. Keynesianisme masih tetap menjadi dominant economy sampai tahun 1970-an. kita dapat memahami perubahan kebijakan domestik di negara-negara maju. kita dapat memahami mengapa listrik.Syndicate Agent (Independent of any other party) Ensures that cross-gurantee contract complies with risk dispersion rules and other statutory requirementsThis is the html version of the file http://komjakarta.pdf. Program penyesuaian struktural merupakan program utama dari Bank Dunia dan IMF. Dasar pokok dari ajaran Keynes adalah kepercayaannya pada intervensi negara ke dalam kehidupan ekonomi. Jakarta. BBM. Dalam bukunya yang terkenal di tahun 1926 berjudul “The End of Laissez-Faire”. kita dapat memahami mengapa terjadi krisis moneter dan ekonomi yang tidak berkesudahan. Pasar bebas adalah mesin utama dari Globalisasi yang saat ini sedang naik daun. kebijakan ekonomi haruslah mengikis pengangguran sehingga tercipta tenaga kerja Disampaikan pada Diskusi Publik “Ekonomi Pasar yang Berkeadilan Sosial” yang diadakan oleh ‘Forum Komunikasi Partai Politik dan Politisi untuk Reformasi’ tanggal 12 Juni 2006 di DPR-RI. termasuk juga WTO dengan nama lain. Bahkan Bank Dunia dan IMF kala itu terkenal sebagai si kembar Keynesianis. Dengan memahami Neo-Liberal. Page 1 1 EKONOMI PASAR YANG NEO-LIBERALISTIK VERSUS EKONOMI BERKEADILAN SOSIAL * Oleh: Bonnie Setiawan ** Media biasa menggunakan kata-kata: "Rupiah anjlok karena pemerintah tidak mengikuti kemauan pasar atau kehendak pasar". kita dapat memahami mengapa ada BPPN. maka kita dapat memahami berbagai sepak terjang badan-badan multilateral dunia. dan pajak naik. Paris Club. Katanya. Google automatically generates html versions of documents as we crawl the web.

Dengan melalui ketertundukan itu maka kita bisa ikut serta setiap harinya dalam membangun sesuatu yang lebih besar dari apa yang belum sepenuhnya kita pahami". "Seorang diktator dapat saja berkuasa secara liberal. Para ekonom kanan inilah yang kemudian setelah PD-II mendirikan lembaga pencetus neo-Liberal. Efek sosial yang ditimbulkan oleh kekuasaan ekonomi pada segelintir kelompok kuat tidak dipersoalkan oleh neo-Liberal. seperti dikatakan Milton Friedman. yang kemudian dengan bantuan para pendananya. Kata Susan. dan pengetahuan para individu akan dapat memecahkan kompleksitas dan ketidakpastian ekonomi. Ada kalimat di dalam buku tersebut: "Pada masa lalu.1 Pandangan kaum neo-Liberal pada dasarnya tidak populer di masyarakat Barat. Neo-liberal menginginkan suatu sistem ekonomi yang sama dengan kapitalisme abad-19. Fisher juga terlibat dalam mendirikan Centre for International Studies (CIS) di Australia. didirikan di Washington tahun 1973 oleh lulusan LSE. mengemas dan mempromosikan ide dan doktrin tersebut tanpa henti. maka hati dan tangan mereka akan ikut”. Bukunya yang terkenal adalah "The Road to Serfdom" (Jalan ke Perbudakan) yang menyerang keras Keynes. Termasuk hadir adalah Karl Popper dan Maurice Allais. bukan sistem politik yang menjamin aspirasi yang pluralistik serta partisipasi luas anggota masyarakat. menurut neo-Liberal. adalah “guna membuat hal yang sama bagi politik Amerika sebagaimana yang dilakukan oleh CPS kepada politik Inggeris”. neo-Liberal tidak mempersoalkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan di dalam Page 3 3 masyarakat. IEA inilah yang kemudian memberi pengaruh besar kepada Margaret Thatcher. Fortune. bukan pemerintah. Fisher mendirikan Institute for Public Policy di San Francisco. Buku tersebut kemudian menjadi kitab suci kaum kanan dan diterbitkan di Reader’s Digest di tahun 1945. penundukan manusia kepada kekuatan impersonal pasar. berbagai publikasi. pusat-pusat riset. “mereka membangun kader-kader ideologis yang luar biasa efisiennya karena mereka memahami apa yang disampaikan oleh pemikir marxis Itali Antonio Gramsci ketika ia berbicara tentang konsep hegemoni kultural. ia mendirikan International Centre for Economic Policy Studies di New York. Friedman percaya pada freedom of choice (kebebasan memilih) individual yang ekstrim. yang kemudian menjadi Direktur CIA. Demokrasi politik. dan Friedman menghabiskan seluruh karir akademisnya. Salah satu koran yang menjadi corong neo-Liberal di Inggeris adalah The Daily Telegraph. Bila terjadi konflik antara demokrasi dengan pengembangan usaha yang kapitalistis. sangat terorganisir baik dan berkehendak untuk menyebarluaskan kredo kaum neo-liberal. di mana salah satu pendirinya adalah Bill Casey. Newsweek dan Reader's Digest.utama: London School of Economics (LSE). Karena itu mereka juga terkenal sebagai "Chicago School". merupakan jalan bagi berkembangnya peradaban. seorang pengusaha sukses yang kemudian mendirikan Institute of Economic Affairs (IEA) pada tahun 1955 dengan bantuan dana dari kaum indutrialis lainnya. sama seperti mungkinnya demokrasi berkuasa tanpa liberalisme. serta tiga penerbitan terkemuka. menyatakan bahwa suatu pemerintah yang terlampau banyak mengutamakan kepentingan rakyat banyak adalah pemerintah yang tidak diinginkan dan tidak akan stabil. Mereka anti terhadap welfare state (negara kesejahteraan) dan mereka juga anti demokrasi. Menurut mereka. membangun jaringan yayasan-yayasan internasional yang besar. Bahkan salah seorang pentolan neo-Liberal. Pertumbuhan konglomerasi dan bentuk-bentuk unit usaha besar lainnya semata-mata dianggap sebagai manifestasi dari kegiatan individu atas dasar kebebasan memilih dan persaingan bebas. Dengan demikian Neo-liberal secara politik terus terang membela politik otoriter. dan Institut Universitaire de Hautes Etudes Internasionales (IUHEI) di Jenewa. sesuatu yang tidak mungkin terjadi tanpa itu. bahwa mereka berasal dari sebuah kelompok kecil rahasia dan mereka sangat percaya pada doktrin tersebut. Dengan demikian. para akademisi. Lembaga ini merupakan "semacam freemansory neoliberal. yaitu Societe du Mont-Pelerin.2 Salah seorang yang menjadi ujung tombaknya adalah Anthony Fisher. yaitu Centre for Policy Studies (CPS) di tahun 1974 yang sangat berpengaruh kepada para politisi di Inggeris. Di tahun 1977. di mana Direkturnya Greg Lindsay merupakan kontributor penting berkembangnya ide pasar bebas di politik Australia. pengetahuan para individu untuk memecahkan persoalan masyarakat tidak perlu disalurkan melalui lembagalembaga kemasyarakatan. yang menurutnya telah dapat menyingkap hukum moneter yang telah diamatinya dalam berabad-abad dan dapat dibandingkan dengan hukum ilmu alam. Regulator utama dalam kehidupan ekonomi adalah mekanisme pasar. lembaga-lembaga. maka mereka memilih untuk mengorbankan demokrasi. Tujuan lembaga ini adalah “menyebarkan pemikiran ekonomi yang kuat di berbagai universitas dan berbagai lembaga pendidikan mapan lainnya”. Tahun 1979. para penulis. Bila kamu dapat menguasai kepala orang. Kerjasama mereka dengan Heritage Foundation. sehingga mekanisme pasar dapat menjadi alat juga untuk memecahkan masalah sosial. Ini ditunjukkan oleh Hayek ketika mengomentari rejim Pinochet di Chili. Buku Friedman adalah "The Counter Revolution in Monetary Theory". Lembaga lain juga didirikan. Universitas Chicago. Tetapi mengapa mereka bisa berjaya sekarang? Susan George menjawabnya. “Tanpa adanya IEA. di mana Hayek mengajar di situ antara tahun 1950 sampai 1961. maka saya meragukan akan bisa terjadi revolusi Thatcherite”. lewat pertemuan-pertemuan internasional secara reguler". dengan demikian adalah sistem politik yang menjamin terlaksananya kebebasan individu dalam melakukan pilihan dalam transaksi pasar. Dalam rangka . Anthony Fisher kemudian menjadi presiden pertama dari lembaga Fraser Institute di Kanada di tahun 1974. IEA kemudian melahirkan Adam Smith Institute (ASI) di tahun 1976. William Niskanen. di mana kebebasan individu berjalan sepenuhnya dan campur tangan sesedikit mungkin dari pemerintah dalam kehidupan ekonomi. Pertemuan mereka yang pertama di bulan April 1947 dihadiri oleh 36 orang dan didanai oleh bankir-bankir Swiss. Pandangan Neo-Liberal dapat diamati dari pikiran Hayek. Dalam arti ini maka Neo-liberal juga tidak percaya pada Serikat Buruh atau organisasi masyarakat lainnya. Mekanisme pasar akan diatur oleh persepsi individu. Preferensi personal saya adalah memilih sebuah kediktatoran liberal ketimbang memilih pemerintahan demokratis yang tidak punya liberalisme". Karenanya demokrasi ekonomi tidak ada di dalam agenda kaum neo-Liberal. serta humas yang mengembangkan. Salah satu benteng neo-liberal adalah Universitas Chicago.

Dari tahun 1979 sampai 1994. Selama dekade 1980an. Sesudahnya Friedman mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1976. Menjual BUMN-BUMN di bidang barang dan jasa kepada investor swasta. Kini para ekonom selalu memakai pikiran yang standard dari neo-Liberal.. 99/1998. pengurangan anggaran untuk ‘jaring pengaman’ untuk orang miskin. karena ketidaksamaan adalah sesuatu yang alamiah. Menggantinya dengan “tanggungjawab individual”. 7-8. 36-39. Your Money or Your Life: The Tiranny of Global Finance. dan karena itu hasilnya tidak mungkin jelek. “A Short History of Neoliberalism”. Teori dan Kebijaksanaan Pembangunan. di antara wilayah. liberalisasi. kebijakan neoLiberal Reagan telah membawa Amerika menjadi masyarakat yang sangat timpang. privatisasi dan segala jampi-jampi lainnya. Dengan privatisasi atas sektor publik. 1112. Inilah yang menghantar neo-Liberal menjadi ekonomi mainstream di tahun 1980-an lewat Thatcherism dan Reaganomics. hlm. Third World Resurgence. Karena itu kompetisi dalam pasar bebas pasti baik dan bijaksana. maka paham neo-Liberal menjadi paham kebijakan badan-badan dunia multilateral Bank Dunia. Pluto Press. Juga Maurice Allais. Tidak ada lagi kontrol harga. termasuk ke dalam badan-badan multilateral. Doktrin pokok dari Thatcher adalah paham kompetisi – kompetisi di antara negara. yang nyatanya berakibat pada pemusatan kekayaan ke dalam sedikit orang dan membuat publik membayar lebih banyak. yaitu menekankan rakyat miskin untuk Susan George. Mengurangi upah buruh lewat pelemahan serikat buruh dan penghapusan hak-hak buruh. yaitu deregulasi. Global Finance: New Thinking on Regulating Speculative Capital Markets. bahkan juga air minum. hlm. Poin-poin pokok neo-Liberal dapat disarikan sebagai berikut:5 1. terpandai. Elizabeth Martinez dan Arnoldo Garcia. maka jumlah pekerja dikurangi dari 7 juta orang menjadi 5 juta orang (pengurangan sebesar 29%). 178-182. jatuh ke titik nadir. “What is Neo-Liberalism?”. maka banyak personelnya yang pindah ke Eropa Timur guna “merubah ekonomi-ekonomi yang sakit menjadi kapitalisme”. Kompetisi adalah keutamaan. seperti jalan. di Inggeris sebelum Thatcher. Dengan demikian Margaret Thatcher menjadi pengikut dari Hayek. Ini seperti terhadap sektor pendidikan dan kesehatan. dan sering juga pengurangan anggaran untuk infrastruktur publik. 2 Susan George. Hasilnya. hlm. rumah sakit. jembatan. 2. Keterbukaan sebesar-besarnya atas perdagangan internasional dan investasi. dan tentunya di antara individu. Sejak tahun 1970-an. 1999. Artinya. Fisher mendirikan Atlas Economic Research Foundation yang menyediakan struktur kelembagaan pusat. No. hlm. 29-31. barang dan jasa. 3 Ted Wheelwright. 99/1998. Ini berkebalikan dengan 80% terbawah yang kehilangan pendapatan. MENGHAPUS KONSEP BARANG-BARANG PUBLIK (PUBLIC GOODS) ATAU KOMUNITAS.6 milyar pounds dana untuk membuatnya menarik sebelum dibeli pihak swasta. “How Neo-Liberal Ideology Triumphed”. Sejak itu pulalah seluruh paradigma ekonomi secara perlahan masuk ke dalam cara berpikir neo-Liberal.memudahkan mengelola berbagai lembaga tersebut. sampai akhirnya ia menemukan buku Hayek. Ketika tembok Berlin rubuh. dan Sritua Arief. Membebaskan perusahaan-perusahaan swasta dari setiap keterikatan yang dipaksakan pemerintah. Sepenuhnya kebebasan total dari gerak modal. Kaum mafia Berkeley UI yang dulu neo-klasik. 10% teratas meningkat pendapatannya 16%. Kata thatcher suatu kali. jalan tol. 5% teratas meningkat pendapatannya 23%. Nicola Bullard. Thatcher sebenarnya adalah Lihat dalam Eric Toussaint.). 5. Third World Resurgence No. dan satu anak dari tiga anak dianggap miskin. industri strategis. Zed Books. IMF dan WTO. 2829. mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1988. dan kebebasan investasi. membiayai sekitar 78 lembaga serta mempunyai hubungan dengan 81 lembaga lainnya di 51 negara. kehilangan pendapatan15%. hlm. neo-Liberal mulai berkibar. Contohnya Perusahaan Air Minum (PAM) mendapat pengurangan hutang 5 milyar pounds ditambah 1. 4 5 Page 5 5 . 1998. dalam Walden Bello. kini juga berpindah paham menjadi neo-liberal. Akan tetapi ini baik karena berarti yang terhebat. IMF dan GATT (kemudian menjadi WTO). listrik. Demikian pula di Amerika. yang di tahun 1991 mengklaim membantu. terutama 10% terbawah. Pemerintah juga menggunakan uang masyarakat (para pembayar pajak) untuk menghapus hutang dan merekapitalisasi BUMN sebelum dilempar ke pasar. perputaran modal yang bebas. Selalu dengan alasan demi efisiensi yang lebih besar. 1 Page 4 4 seorang social-darwinist. ATURAN PASAR. Hayek dianugerahi Nobel Ekonomi. Kini. Bank Dunia. mendirikan. air bersih – ini juga guna mengurangi peran pemerintah. tidak perlu khawatir ada yang tertinggal dalam persaingan kompetitif. Di tahun 1974. MEMOTONG PENGELUARAN PUBLIK DALAM HAL PELAYANAN SOSIAL. 4. jalan raya. Termasuk bank-bank. hlm. Ibid. “Adalah tugas kita untuk terus mempercayai ketidakmerataan. dan kemudian menjadi salah satu pengikutnya. 3. Mengurangi paraturan-peraturan dari pemerintah yang bisa mengurangi keuntungan pengusaha. dan 1% teratas meningkat pendapatannya sebesar 50%. Di lain pihak mereka tidak menentang adanya subsidi dan manfaat pajak (tax benefits) untuk kalangan bisnis. Sejak itu Kredo neo-Liberal telah memenuhi pola pikir para ekonom di negara-negara tersebut. terkuat yang akan memberi manfaat pada semua orang. PRIVATISASI.3 Para ekonom neo-Liberal di tahun 1970-an berhasil menembus dominasi ilmu ekonomi. Thatcher juga menggunakan privatisasi untuk memperlemah kekuatan Serikat Buruh. sekolah. 2000. Tiga poin dasar neo-Liberal dalam multilateral ini adalah: pasar bebas dalam barang dan jasa. seorang anggota Mont-Pelerin Society. sedangkan murid dari Friedman adalah Ronald Reagan. DEREGULASI. dan melihat bahwa bakat dan kemampuan diberikan jalan keluar dan ekspresi bagi kemanfaatan kita bersama”. Kamal Malhotra (ed. bersamaan dengan krisis hutang Dunia Ketiga. satu dari empat orang dianggap miskin.4 Sejak 1980-an pula. CIDES. di antara perusahaan-perusahaan. maka Thatcher sekaligus memperlemah SerikatSerikat Buruh di BUMN yang merupakan terkuat di Inggeris. satu dari sepuluh orang dianggap hidup di bawah kemiskinan.

adalah sistem Pasar Bebas yang kapitalistik yang memanfaatkan KKN untuk keuntungan pemodal asing (TNC/MNC) dari negara-negara maju. yang merupakan gabungan dua paket di atas ditambah tuntutan-tuntutan spesifik disana-sini. penghapusan subsidi. penindasan dan penjualan bangsa secara besar-besaran kepada asing. yang berujud dalam berbagai paket deregulasi semenjak tahun 1983. Perampokan besar-besaran Bank Sentral Ini sesungguhnya adalah skandal keuangan Bank Sentral terbesar di dunia. Op. Paket kebijakan deregulasi. Sistem pasar bebas dan globalisasi ini mengekalkan hubungan neokolonialisme-imperialisme. mereka menjarah berbagai asset dan sumberdaya nasional untuk memenuhi kepentingan keserakahan modal dan kehidupan serba mewah mereka. 360-367. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. dan korban berjuta-juta rakyat Indonesia memasuki masa depan yang gelap. Kedua. BLBI secara jelasnya adalah bantuan dana yang diberikan oleh BI kepada bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. baik dari segi kedaulatan nasional. seperti kerajaan bisnis Suharto serta kroni-kroni konglomeratnya. Yang mereka inginkan sekarang adalah dominasi sepenuhnya. yaitu: (a) intervensi pemerintah harus dihilangkan atau diminimumkan karena dianggap telah mendistorsi pasar. Globalisasi melestarikan kompradorisme (kaki tangan dan kepanjangan tangan kapitalisme internasional). sehingga tidak jelas lagi aspek pertanggungjawabannya. Paket kebijakan yang direkomendasikan kepada beberapa negara Asia dalam menghadapi krisis ekonomi akibat anjloknya nilai tukar mata uang terhadap dollar AS. Akan tetapi melalui program penjaminan pemerintah. Contoh paling jelas adalah Freeport di Papua dan Exxon di Aceh. bersama-sama dengan Bank Dunia dan ADB sejak bulan Oktober 1997.mencari sendiri solusinya atas tidak tersedianya perawatan kesehatan. dan di lain pihak kaum elit komprador Orde Baru yang sampai sekarang masih tetap bebas dari hukuman atas terjadinya malapetaka nasional ini dan terus melanggengkan situasi ini : 1. Page 6 6 karena hendak menutupi kepentingan mereka yang sebenarnya. terdiri dari komponenkomponen: (a) Liberalisasi impor dan pelaksanaan aliran uang yang bebas. tetapi sekaligus juga hendak menancapkan kukunya lebih dalam lagi guna menguasai secara total perekonomian nasional suatu negara. ketika pemerintah mulai menerapkan kebijakan liberalisasi keuangan dan ekonomi. peningkatan pajak. korupsi. adalah sistem KKN (Korupsi. jaminan sosial dan lain-lain. dua-duanya bersalah dan harus bertanggungjawab. Pada intinya adalah menghancurkan kedaulatan nasional. Ini yang tidak mau diakui oleh IMF. kini diganti menjadi bersifat “Bantuan”. baik dari segi KKN. pendidikan. Krisis yang terus berlanjut hingga kini adalah gambaran bahwa Indonesia merupakan korban terparah globalisasi. keluarga Suharto dan TNC yang digandengnya. Ini adalah bagian dari program pemulihan krisis ekonomi Indonesia yang dipaksakan oleh IMF lewat LoI. paham neo-liberal mulai terasa pengaruhnya di tahun 1980-an. Di sini akan diberikan contoh-contoh kasus bagaimana kedua hal tersebut telah membawa dampak luar biasa pada pemiskinan. Setelah itu Bank Dunia dan IMF masuk ke dalam perekonomian negara-negara yang terkena krisis hutang lewat perangkat SAP. (c) liberalisasi seluruh kegiatan ekonomi termasuk penghapusan segala jenis proteksi. dan penekanan untuk tidak menaikkan upah dan gaji. mekanisme pasar sepenuhnya. Bank Dunia dan IMF. 3. adalah skema program bail-out (penalangan) utang perbankan (swasta dan pemerintah) untuk dialihkan menjadi beban pemerintah lewat penerbitan obligasi. Semula BLBI bernama KLBI yang bersifat “Kredit”. ketika Mexico default (menyatakan tidak mampu membayar hutangnya). 6 Sritua Arif. LIBERALISME EKONOMI YANG MEMATIKAN Berbagai kebijakan deregulasi perbankan dan keuangan di awal tahun 1980-an adalah awal dari liberalisme ekonomi dan dominasi paham neo-liberal di antara para ekonom. Kita bisa mencatat banyak kejadian kasus globalisasi yang kemudiannya telah menghancurkan dan mengorbankan Indonesia. kenaikan harga public utilities. peraturan. dan tindakan pemerintah adalah untuk melayani kepentingan korporasi. Kenyataannya baik IMF/Bank Dunia dan Pemerintah Orde Baru. Kolusi. jadi merupakan utang bank-bank penerima kepada BI. peningkatan suku bunga kredit. Indonesia menjadi bangsa yang celaka dan merugi karena selama 32 tahun hanya membangun KKN. dan kontrol hukum sepenuhnya. (d) memperbesar dan memperlancar arus masuk investasi asing dengan fasilitas-fasilitas yang lebih luas dan longgar. Paralel dengan masa itu adalah terjadinya krisis hutang dunia Ketiga di tahun 1982. Kaum komprador yang terlalu berkuasa secara nasional juga tidak mereka sukai. kedaulatan hukum. Akan tetapi sejak itu jelas pola pembangunan Indonesia mulai mengadopsi kebijakan neo-liberal. Nepotisme) yang parah. Di Indonesia. mengambil bentuk sebagai berikut:6 1. dan menyalahkan mereka atas kemalasannya. Dengan liberalisme itu. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program di Bank Dunia dan IMF ini. Saat itu terutama di negara-negara Amerika Latin dan Afrika. Pertama. 2. sehingga Indonesia sukar sekali keluar dari ketergantungannya pada negara-negara maju dan badan-badan dunia tersebut. hlm. sehingga kekayaan nasional yang luar biasa besarnya hanya dibagi di kalangan elite saja (keluarga Presiden dan kroni-kroni konglomerat serta elit kekuasaan). Bank Dunia dan para ekonom neo-liberal. yang selalu menyalahkannya kepada pemerintah dan negara bersangkutan. KKN ini terjadi karena pemerintahnya sejak awal memang berorientasi untuk Korupsi. Dan yang menyedihkan nampaknya system KKN masih terus berlanjut hingga kini. Paket kebijakan Structural Adjustment (Penyesuaian Struktural). (b) Devaluasi. (c) Kebijakan moneter dan fiskal dalam bentuk: pembatasan kredit. Indonesia belumlah terkena krisis. karena seringkali mampu menghalang-halangi kepentingan kapital global untuk kepentingan mereka sendiri yang mengganggu mekanisme pasar. hak . yang pada masa itu adalah para konglomerat Orde Baru.. bad-governance dan lainnya. dan karenanya jauh dari hiruk-pikuk SAP. Sejak itu berbagai kebijakan. (b) privatisasi yang seluas-luasnya dalam ekonomi sehingga mencakup bidang-bidang yang selama ini dikuasai negara. khususnya karena keterikatan Indonesia kepada IGGI.cit. Kita menghadapi dua masalah besar yang harus segera diselesaikan. maka program neoLiberal.

Sejak awal telah ditentang oleh para aktivis. ditemukan bahwa dana JPS bidang pendidikan tahun 1998/1999 dan 1999/2000 terdapat pengeluaran sebesar Rp 5. Sementara bila kita tengok pengeluaran APBN untuk keperluan subsidi masyarakat hanya mencapai 16. Ini juga berlaku bagi jagung. Sementara itu subsidi petani lewat KUT (kredit usaha tani) hanya sebesar Rp 1. di mana sebagian besar penyelewengan (49%) terjadi di tingkat kecamatan. di www. Pengurasan tersebut diperkirakan telah mencapai Rp 144. jangka waktu dan jaminan tertentu. Salah satu bukti yang jelas adalah sebesar Rp 8 trilyun dari Rp 17. pada akhirnya menjadi pengurasan uang negara yang diduga dilakukan baik oleh bank penerima maupun oleh pejabat-pejabat BI sendiri.53 trilyun dan juga menerbitkan Surat Utang untuk penyediaan dana dalam rangka program penjaminan senlai Rp 53.7 2.44 trilyun (95. sementara harga jual padi hancur. ternyata belum dapat mengangkat harga gabah di tingkat petani. karena hanya menambah beban utang dan bersifat tambal sulam. Juga ditemukan 21 kasus yang merugikan negara sebesar Rp 1. BULOG dan pihak swasta kini berlomba untuk mendatangkan beras dari mancanegara.5 milyar dana OPK dan Rp 500 juta dana PDM-DKE untuk 15 propinsi di Indonesia. kekurangan penerimaan negara sebesar Rp 75. pemerintah menerbitkan Surat Utang (Obligasi) senilai Rp 164. melainkan diserahkan pada mekanisme pasar. Laporan audit investigasi BPK tanggal 31 Juli 2000 mengungkapkan dugaan penyimpangan tersebut. diantaranya OPK (Operasi Pasar Khusus).3% (Rp 33. Besarnya US$ 600 juta yang tahap pertamanya telah dikucurkan sebesar US$ 300 juta pada Januari 2000. artinya sekitar 18. Sampai tahun anggaran 1999/2000 program JPS telah menghabiskan dana Rp 15 trilyun. Pemerintah dengan ini mempunyai kewajiban untuk membayar angsuran dan bunga obligasi tersebut. Baru kemudian setelah terlihat bahwa program ini dapat menghancurkan kredibilitas Bank Dunia sendiri. Harga beras impor dari Thailand misalnya.2 trilyun) dan untuk keperluan pembangunan hanya 11. Sementara itu kerugian dan dampaknya terhadap APBN juga luar biasa.9 juta.77 trilyun.8 trilyun (bandingkan dengan dana BLBI). Dengan demikian kini petani menghadapi harga produksi yang mahal. Merupakan politik etis dari Bank Dunia agar krisis yang terjadi tidak menyebabkan kerusakan yang tidak diinginkan yang bisa merugikan kepentingan Bank Dunia sendiri. terbukti terjadi banyak penyimpangan. HKTI mencatat bahwa hingga akhir Maret 2000. sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 32 juta ton. dan PKP (Padat Karya Perkotaan). Potensi kerugian negara yang ditimbulkannya adalah Rp 138. itupun harus bersaing dengan pedagang swasta. akhirnya bea masuk impor dinaikkan menjadi 30%. Dalam kenyataannya. Padahal produksi beras dalam negeri sekitar 30 juta ton.3 milyar yang tidak disalurkan ke siswa dan sekolah. 6 juta ton diantaranya sudah masuk pasar. itupun semula IMF berkeberatan. tepung terigu dan gula. Sejak itu masuklah secara besar-besaran impor beras dari luar dengan harga lebih murah dari beras hasil petani lokal.org 7 Page 7 7 Program pinjaman dari Bank Dunia dan ADB dengan nama SSNAL (Social Safety Net Adjustment Loan) atau pinjaman untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dilaksanakan sejak terjadinya krisis. Demikian pula. LoI dan MEFP 31 Oktober 1997. yang disarankan oleh IMF.imf. Di tahun 2001 diperkirakan angsuran dan bunga obligasi tersebut mencapai Rp 55. dan terdapat dana untuk Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional (DPO) sebesar Rp 12. Akan tetapi ternyata hal ini tetap bukan penghalang bagi importir untuk mengimpor beras dari Thailand.84 trilyun (59. dugaan penyelewengan dana JPS tahun 1999/2000 hampir sebanyak Rp 4. Untuk membayar hak tagih tersebut. akhirnya pada Juli 2001 oleh Bank Dunia program ini dibatalkan sama sekali. tidak lagi dari dana BLBI yang sangat ringan.600/kg.8 juta ton. maka telah mengorbankan berbagai subsidi yang seharusnya diterima oleh rakyat lewat APBN. Karena jeritan para petani dan kritik yang berdatangan.400/kg. Pernyataan Bersama LSM Tentang Penyelesaian Kasus BLBI. DBO (Dana Bantuan Operasional). 3. Vietnam dan Australia dengan tetap meraih untung. dilakukan oleh 48 bank penerima. sehingga sebenarnya Indonesia hanya membutuhkan impor 2 juta ton.78%) dari dana penyaluran BLBI. Beras impor terus saja . dan uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan (6 temuan) sebesar Rp 227.7 trilyun.5 milyar. Demikian pula dari hasil audit BPK.3 trilyun). Demikian pula BULOG harus mengambil pinjaman dari bank komersial. kedele. Liberalisasi juga telah diberlakukan dalam hal harga pupuk dan sarana produksi padi lainnya yang tidak lagi disubsidi pemerintah. BULOG dibatasi menjadi sebatas perdagangan beras. Penghancuran ketahanan pangan Lewat LoI Oktober 1997 dan MEFP 11 September 1998.9% dari APBN hanya akan dipakai untuk membayar beban utang BLBI. Dengan skandal keuangan BLBI ini. IMF menuntut diberlakukannya tariff impor beras sebesar 0%. Sementara penyimpangan dari bank penerima dana BLBI berupa berbagai pelanggaran yang mencapai nilai Rp 84. Selain itu LoI juga mengatur agar BULOG tidak lagi mengurus kestabilan harga pangan dan agar melepaskannya ke mekanisme pasar. setelah keluar dari Tanjung Priok dijual Rp 1. PDM-DKE (Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Ekonomi). Liberalisasi pertanian sebenarnya juga bagian dari ratifikasi Indonesia atas Agreement on Agriculture (AOA) dari WTO.6 juta.7%) dari dana BLBI. Skema program JPS ini dibagi ke dalam 12 program. dan beras dari Australia dijual Rp 1.tagih BI dialihkan kepada pemerintah. beras impor yang masuk ke Indonesia mencapai 9. Meskipun hakekatnya adalah pinjaman dengan persyaratan suku bunga. yang dibayar dari dana APBN. Meskipun jelas ada banyak penyimpangan.53 trilyun (per-29 Januari 2000).4% (Rp 48. yang mengatur penghapusan dan pengurangan tarif serta pengurangan subsidi. Meskipun kemudian pemerintah menghentikan impor beras pada Maret 2000.9 trilyun dana JPS di tahun anggaran 1998/1999 malah digunakan untuk kampanye otonomi luas Timor Timur dan Kampanye Pemilu 1998. dan tetap masih meraih laba sekitar Rp 600. Bank Dunia dan pemerintah terus melanjutkan program ini.4 milyar yang diragukan kebenarannya. Tambal sulam kemiskinan lewat utang “BLBI: Bantuan atau Bencana”.

Bayangkan saja captive market (pasar yang sudah pasti) dari PAM Jaya.Page 8 8 masuk dengan deras. pinjaman dari Bank Dunia US$ 80 juta (57%) dan sisanya US$ 15. Penguasaan air minum Air minum telah dijadikan incaran banyak TNC dunia. dengan legalitas yang dijamin. Dua perusahaan asing tersebut kemudian berganti nama menjadi PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Thames PAM Jaya (TPJ). warga dikenakan biaya Rp 50. Bahkan hasil analisis dari Bank Dunia sendiri berjudul “The Social Assessment of the Land Certification Program: The Indonesia Land Administration Project”. di mana akhirnya dikuasai oleh PT Kekarpola Airindo milik Sigit Harjojudanto dan Bambang Trihatmojo yang menggandeng perusahaan air Inggeris.1 juta. dan Palyja Rp 2. di mana ditentukan setiap transaksi tanah atau bangunan senilai di atas Rp 30 juta sejak Januari 1998 akan dikenai pajak 5%. Akan tetapi dalam penetapan harga air untuk semester I tahun 1999. akan tetapi mereka tetap jalan terus. Menurutnya pembayaran utang akibat program LAP ini akan diambil dari pemasukan UU PHTB (Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). merupakan sektor yang strategis sekaligus bisnis besar. LAP I juga mempunyai dampak negatif terhadap kaum perempuan. Masalah “residual claims” ini seharusnya diselesaikan terlebih dahulu. sebelum ada proses sertifikasi. karena 62% dari Tim Ajudikasi Tanah telah bubar sesudah proyek selesai.000. sehingga kini hanya mencapai sekitar Rp 600/kg. Penemuan di lapangan oleh KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria) memperlihatkan adanya peluang bagi petugas untuk korupsi dan menipu warga. Selain itu di Jawa ada jutaan hektar tanah yang merupakan “residual claims”. “Hentikan LAP II dan Tinjau LAP I”. Sebuah kasus di Depok. yaitu US$ 20 juta dari pemerintah Indonesia dan US$ 90 juta dari pinjaman Bank Dunia. Bank Dunia lalu memberikan pinjaman sebesar Rp 2. dan akan mulai memasukkan obyek tanah masyarakat adat. 2 Oktober 2000. yaitu tanah yang diambil secara paksa dari rakyat pada zaman Orde Baru. Dengan itu. Warga juga tidak mengetahui keberadaan LAP sampai petugas BPN datang mengukur tanah mereka.8 4. Akibatnya yang parah. Oktober 2000 8 Page 9 9 agar Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya – milik Pemda DKI – diswastakan. Registrasi tanah LAP I yang katanya menggunakan prinsip transparansi. Dengan liberalisasi pertanian ini. Hasilnya tanggal 12 Juni 1994. Padahal harga jual air . Padahal harga pupuk sudah sekitar Rp 700/kg. Dalam laporannya tentang kerangka kebijakan untuk sektor air di perkotaan (Urban Water Supply Sector Policy Framework). sementara kwitansi dari BPN hanya tertera Rp 11. Mereka juga mendapatkan hak eksklusif untuk mengelola seluruh asset PAM Jaya selama 25 tahun. diantaranya adalah: proyek tersebut tidak sustainable. 131 tanggal 22 Mei 1998. Terakhir LAP II akan kembali dilaksanakan. ternyata tidak terjadi. sehingga bisa langsung menangguk keuntungan. Background Paper INFID untuk Lobby CGI. Liberalisasi air didorong pula oleh Bank Dunia. Inilah awal dimulainya tragedi kehancuran ketahanan pangan Indonesia. Ini adalah suatu proyek ambisius mengenai deregulasi pertanahan dengan istilah “Land Resource and Management Planning” yang akan berlangsung selama 25 tahun (1995-2020) yang hendak merancang suatu desain perubahan manajemen dan administrasi pertanahan yang tujuan akhirnya adalah terciptanya pasar tanah (land market). Secara keseluruhan. didanai dari anggaran nasional sebesar US$44.4 trilyun untuk pengembangan Jakarta. Penciptaan pasar tanah Pemerintah (dan BPN) bersama dengan Bank Dunia dan AusAid sedang menjalankan suatu mega-proyek yang disebut sebagai Land Administration Project (LAP). Petani pedesaan mengalami kebangkrutan dan akan menyebabkan kerawanan ekonomi masyarakat pedesaan yang tak terkira. Sektor Air disebut juga sebagai “emas biru” (blue gold). Dengan demikian. karena sudah adanya pilot proyek sebelumnya yang dijalankan di Sumatera Barat. sebagaimana sudah diduga. 11 September 1998. Sementara itu BPN berkilah mengenai beban hutang. Padahal privatisasi ini jelas-jelas melanggar Konstitusi UUD 45 pasal 33 dan UU No. Meskipun program ini telah ditentang oleh aktivis. 13 April 2000. rakyat kembali yang akan dibebankan pembayaran utang. telah menimbulkan banyak masalah. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap setiap lima tahun. LAP akan meliberalisasi pertanahan di Indonesia. Tujuannya untuk meringankan beban utang pemerintah. 1 tahun 1961 yang melarang swastanisasi bisnis air minum. Rencananya LAP II akan bernilai sebesar US$ 110 juta. bila tidak ada langkah-langkah protektif dengan segera. dikeluarkan instruksi presiden (Suharto) untuk mengalihkan pengelolaan usaha air minum di Jakarta dan sekitarnya kepada swasta (privatisasi). tanpa perlu membangun jaringan infrastruktur dan pelanggan. Bisnis Indonesia. karena nama-nama perempuan tidak dimasukkan di dalam sertifikat tanah. yaitu 2. Bank Dunia merekomendasikan MEFP. Pemda DKI mengambil alih dengan saham 10 persen. 18 Maret 2000 9 KPA’s First. tanah akan dijadikan obyek penguasaan pemodal besar dan TNC. LAP I (1995-2000) menelan biaya sebesar US$ 140. PT TPJ menetapkan harga Rp 2. dan oleh PT Garuda Dipta Semesta milik Anthony Salim yang menggandeng perusahaan air dari Perancis.500.3 juta pelanggan.400 per-meter kubik.9 juta (32%). maka akan habislah petani Indonesia dilibas oleh TNC dan importir besar.900 pe-meter kubik. Dampaknya. Thames Water International (TWI). Pelaksanaan LAP I. termasuk di dalamnya untuk pembiayaan pengelolaan air minum. karena tanah kini dijadikan obyek komoditas (barang dagangan). akhirnya diambil alih oleh Pemda Jakarta lewat instruksi Gubernur Sutiyoso No. Suara Pembaruan.2 juta (11%) adalah grant dari AusAid. adalah harga padi lokal terus merosot tajam. partisipasi dan kontrol masyarakat. Juga tidak ada standard biaya registrasi.9 5. Lyonnaise des Eaux (LDE). Proses privatisasi ini melalui proses KKN. tetapi dua perusahaan asing tersebut semakin dikukuhkan sebagai pengelola. LAP I mempunyai banyak masalah. Setelah Suharto turun tahta. Second and Third Memorandum on Land Administration Project in Indonesia. sementara Thames dan Lyonnaise sebagai pemilik saham mayoritas yaitu 90%.

Ini adalah perjanjian HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) terkait perdagangan.Tiga besar ECA yang aktif di Indonesia adalah Bank Exim Jepang (JEXIM. semua mega-proyek ini bermasalah karena mark-up proyek dan korupsi besar-besaran. Hal ini telah terjadi dengan rempah-rempah Indonesia. ketika dia masuk ke pasar Amerika. Di Indonesia proyek-proyek yang dibiayainya sebanyak 33 buah. yang merupakan badan milik pemerintah di negara-negara maju. ECA juga aman bagi TNC. karena merusak lingkungan. Indocement. Ini disebut sebagai biopiracy (pembajakan hayati). pulowaras. Badan ini memberikan asuransi risiko politik apabila ada “jaminan balik” (counter guarantee) dari pemerintah Indonesia. seperti kayu rapet. JBIC (Japan Bank for International Cooperation) kini adalah ECA terbesar di dunia. serta berbagai proyek semen. ECA kini cenderung semakin menggantikan mekanisme ODA (Overseas Development Assistance). yakni Rp 2. dekstrin. Meskipun sudah berjuang lebih dari dua tahun. Bank Exim AS. salah satu perjanjian di dalam WTO. proyek PLTGU Paiton I di Jawa Timur. dan tambang INCO. disebut Tempeh. penyulingan minyak Pertamina. yang juga mengelola proyek-proyek pinjaman bilateral pemerintah Jepang. dan bunga cangkok. makanan tradisional Jawa. dan Hermes dari Jerman. Shiseido. Perannya adalah merealisasikan berbagai proyek investasi dan infrastruktur berskala besar di negara-negara berkembang. Suwarti tidak bisa berbuat apa-apa. karena harus bersesuaian dengan TRIPs. yaitu mikro-organisme dan jasad renik juga dapat dipatenkan. yaitu PLTGU Paiton. serta membawa bencana. kroni dan anak-anak Suharto. karena akan digaransi oleh pemerintah. telah diratifikasi oleh pemerintah. pelantas. Dengan TRIPs ini maka akan terjadi bahaya besar lewat pematenan atas kekayaan intelektual milik publik /komunitas. cabe jawa. brotowali. kekurangan tersebut harus ditutupi oleh perusahaan daerah ini. Akan tetapi PAM kini tidak bisa berbuat apa-apa.130 per-meter kubik. dan Hak Cipta. Artinya rakyat juga yang harus membayar hutangnya. serta teknologi dan transport militer. defisit yang harus ditanggung pemerintah adalah sebesar Rp 86. PT Indah Kiat Pulp and Paper di Sumatera Selatan. Mafia Utang lewat Kredit Ekspor Fasilitas kredit ekspor disediakan oleh ECA (Export Credit Agencies and Investment Insurance Agencies). Pemerintah diwajibkan untuk menjamin keamanan politik dan membayar kembali investasi yang sudah dikeluarkan apabila proyek gagal akibat situasi politik. Paten lain untuk Jepang. Ini adalah kepentingan TNC bioteknologi yang telah memantenkan berbagai benih dan tanaman hasil rekayasa genetik. Sementara itu Tempe. karena biaya . menggusur rakyat dan menambah beban hutang. Tambang Batu Hijau. listrik Tambak Lorok. 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan. sekarang merger dengan OECF menjadi JBIC). tepung terigu. teknologi satelit. atau 24% dari stok hutang Indonesia. kemukus. dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. yang biasanya merupakan mega-proyek milik konglomerat. di mana 13 buah paten adalah milik AS. karena di negara asalnya tidak dapat dikontrol parlemen. adalah proyek-proyek berbiaya tinggi yang penuh dengan KKN. tidak transparan. Serikat Pekerja PAM yang juga telah berjuang untuk menentang proses ini. dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. Indonesia telah membuat 5 UU HAKI sebagaimana di atas. Sementara di Indonesia. kayu legi. diluwih. dari tahun 1992-1996. Tanjung Enim Lestari pulp and paper. dan PT Riau Andalan Permai di Riau. lempuyang. yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership. justru 20 aktivisnya ditahan dan terus-menerus ditekan. tetapi karena dijamin oleh pemerintah. Semen Indo-Kodeco. Jadi alhasil sebenarnya pemerintah mensubsidi rakyat atau mensubsidi TNC? Dan siapa yang membayar semua itu? Sampai kini pun layanan dan harga air tetap tidak memuaskan. mengandung langkah inovatif. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe. proyek listrik Jawa dan Jawa Barat. temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. Paten atas makhluk hidup. tepung jagung. dan Indikasi Geografis.6 milyar. HAKI komunitas dapat saja dirampok oleh perusahaan-perusahaan asing maupun para peneliti/individu. telah mematenkan kosmetiknya yang berasal dari berbagai bahan rempah di Indonesia. Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. maka berbagai barang temuan dapat dikuasai siapa saja yang mendaftarkannya terlebih dahulu. 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe. Demikian pula kasus pematenan disain kerajinan perak hasil kerja Suwarti di Bali. hutang dari ECA sebanyak US$ 28. Diantaranya adalah berbagai pabrik pulp and paper. 1 paten mengenai antioksidan. 27 November-3 Desember 2000 Page 10 10 Dalam kenyataannya. maka risiko hutang swasta bisa menjadi hutang pemerintah. yaitu PT Tanjung Enim Lestari.4 milyar dengan beban utang Rp 394. dengan sekedar merubah proses dan produknya. dalam bentuk Paten.PAM Jaya ke konsumen jauh di bawah itu. Hasilnya. tepung beras. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele. juga untuk Sirkuit Terpadu. oleh pengusaha asal AS. Rahasia Dagang.2 milyar.11 7. Merk. mega proyek yang didanainya. JBIC mendanai 10 proyek besar di Indonesia. 10 TEMPO. Nampaknya proses privatisasi ini akan menjadi contoh bagi privatisasi air minum berikutnya di daerah-daerah lain. Meskipun merupakan proyek antar swasta. Cara kerja ECA ini mirip mafia. Sampai Oktober 2000. dan dapat diterapkan dalam industri (produksi massal). LNG Pertamina. juga telah dipatenkan. karena sudah terikat kontrak selama 25 tahun. tambang tembaga dan emas PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa. Justru kemudian Suwarti yang dituntut oleh pengusaha tersebut. Tercatat ada 19 paten tentang tempe. Syaratnya adalah merupakan temuan baru. Perusahaan kosmetik besar Jepang. yang memberikan hak istimewa bagi individu atau perusahaan atas karya ciptanya. Penjarahan kekayaan intelektual masyarakat/komunitas Perjanjian TRIPs (Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights).10 6. Dengan UU Paten. karena besarnya kepentingan TNC-TNC di negara maju untuk mengerjakan berbagai mega-proyek infrastruktur lewat pembiayaan bilateral maupun multilateral. dan tidak membuka informasi kepada publik mengenai proyek-proyeknya. Na-kaseinat dan putih telur. nampaknya TNC dan pemerintah jalan terus. Pada masa Suharto.

ekonomi kerakyatan dan lain-lainnya. 3. Pertanian dijadikan prioritas utama perekonomian. Ini harus ditentang dan dicarikan alternatifnya. TNC tersebut akan masuk langsung untuk menanamnya di negara bersangkutan. untuk di dapat resolusi yang layak bagi Dunia Ketiga. dan karenanya perlu menerapkan ekonomi yang proteksionis dan kerakyatan. berbagai kekayaan budaya itu tidak mungkin dipatenkan. pemrosesan hukum atas semua pelaku KKN Orba. Oleh karena itu berbagai kelompok nasional harus berembuk dan berdialog bersama guna menetapkan pokok-pokok pandangan dan visi nasional yang non-Pasar Bebas. berbicara. Januari 2000. kebebasan berpikir. WTO dan IMF telah membatasi pilihan-pilihan kebijakan yang ada dan memaksakan kebijakan yang hanya sesuai dengan agenda mereka. Selain itu diadakan berbagai kemudahan dan fasilitas serta perlindungan bagi petani untuk memperkuat sektor pertanian. serta memperkuat sektor industri itu sendiri serta industri-industri kecil yang terkait dengannya. Pertanian harus dirubah melalui agrarian reform. Indonesia masih dalam tahap-tahap awal perkembangannya. 12. Kedua. sebagaimana yang terjadi dengan kasus Monsanto yang menanam kapas Bt di Sulawesi Selatan. Penghapusan sebagian besar hutang karena alasan-alasan etika. Industrialisasi berdasarkan pada bahan baku setempat. 6. Ini adalah kasus nyata pembajakan HAKI komunitas Indonesia oleh pemodal besar. yaitu negara menjalankan berbagai peran penyelenggaraan barang publik (public goods) dan prasarana publik (public facilities). Petani akan semakin tergantung kepada benih-benih milik TNC. Padahal bagi orang Indonesia. Bank Dunia maupun WTO. kesehatan. Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk pasar dalam negeri. Indonesia harus dapat memilah-milah liberalisasi macam apa yang memang dibutuhkan. seperti dengan neo-protectionism. Kecenderungan ini akan semakin meningkat. Adapun rekomendasi kebijakan kongkrit yang perlu segera dilakukan agar kita bisa segera keluar dari keterikatan kepada kapitalisme global adalah sebagai berikut: Pertama. Demokrasi yang diarahkan bagi penguatan aspirasi rakyat dan organisasi rakyat. Dalam kasus lain. neo-keynesianism. Melepaskan diri dari rejim devisa bebas dan rejim nilai tukar mengambang bebas (free-float exchange rate). listrik. 9. 4. dan pemenuhan HAM sepenuhnya.peradilan HAKI sangat mahal untuk pengrajin seperti dirinya. Ekonomi kerakyatan ini . karena di sinilah hidup mayoritas rakyat. seperti air. paten atas benih dan tanaman transgenik oleh TNC. 10. sehingga tidak tergantung impor dari luar. Kerjasama Dunia Ketiga untuk bersama-sama menghadapi kepentingan negara-negara maju (G-7. 11. yang dalam sejarahnya juga memakai ekonomi merkantilis dan proteksionis ketimbang pasar bebas di masa awal pembangunannya. asalkan kita tidak “turut dan manut” saja terhadap pasar bebas / globalisasi. moral. welfare state. 5. Segala sesuatu yang bersifat publik haruslah bersifat gratis. termasuk AS. BAGAIMANA MEWUJUDKAN PEREKONOMIAN BERKEADILAN SOSIAL Kini saatnya memformulasikan kebijakan ekonomi yang berkeadilan sosial yang memutus keterikatan dan ketergantungan kepada agenda globalisasi. dan bukan untuk melayani kepentingan TNC dan konglomerat atas pasar eksport. 2. Pada masa lalu mereka memakai pendekatan “Economic Growth” (pertumbuhan ekonomi) sebagai doktrin. 8. “Export Credit Agency Finance in Indonesia”. Bung Hatta dan lain-lain). seperti memperkuat Page 12 12 kembali hasil yang telah dicapai UNCTAD lewat GSP (Generalized System of Preference) dan pengurangan hutang. dan penyitaan harta jarahan kaum KKN untuk kepentingan negara dan program-program kesejahteraan rakyat. Sistem ekonomi jangan berprinsip pasar bebas (liberalisme ekonomi). edisi I. transportasi. Jerman dan Jepang. yaitu pemberantasan segera atas KKN. Diadakan perekonomian yang berorientasi kepada kesejahteraan. Sistem ekonomi haruslah mendahulukan pasar domestik dan menaruh di belakang orientasi pada pasar ekspor. Ini berarti di satu pihak memperkuat sektor pertanian. dan ikut serta merubah badan-badan tersebut agar menjadi badan yang terutama melayani kepentingan negara-negara Dunia Ketiga 7. Banyak alternatif yang mungkin dilakukan (There Are Many Alternatives). perekonomian Indonesia harus kembali ke rel-nya. berorganisasi. Pertanian lama-kelamaan akan menjadi lahan bisnis dan monopoli (paten) teknologi oleh TNC-TNC. Ada banyak alternatif yang tersedia sebenarnya. Jakarta. dan ekonomi yang layak. sehingga terjadi distribusi tanah dan sumberdaya yang merata. Indonesia harus segera memulai membenahi diri sendiri dan mengerjakan PR-nya yang tidak kunjung diselesaikan. sektor kelautan dan lain-lainnya. Indonesia tidak membutuhkan resep neo-lliberalisme sebagaimana saran IMF. karena merupakan milik publik. sehingga memperkuat perekonomian rakyat. yaitu ekonomi kerakyatan (sebagaimana yang digagas oleh Bung Karno. Menolak paham Neo-liberal dan mencari alternatif ilmu ekonomi yang lebih mencerminkan kepentingan rakyat dan nasional. April 2000 11 Page 11 11 tanaman. OECD). Tidak tergantung kepada badan-badan multilateral. akan mengancam keberlangsungan benih tradisional dan kelestarian ECA NEWS. dan liberalisasi macam apa yang harus ditolak mentah-mentah dan dibuang jauh-jauh. Stephanie Fried dan Titi Soentoro. Haruslah mencontoh berbagai pengalaman negara lain. Di lain pihak. dan sekarang mereka menambahkan “Kompetisi Bebas” sebagai doktrin. yaitu: 1. Karena itu alokasi untuk sektor pertanian (termasuk kelautan dan perikanan) harus lebih besar dari yang lain-lainnya. pendidikan dan lainnya. dan sebagai gantinya menetapkan kontrol modal (capital control) dan nilai tukar tetap (fixed exchange). Ketiga. Menyokong diadakannya Tobin Tax terhadap arus keluar masuk modal swasta yang saat ini merupakan ‘hot money’ dan volatilitasnya sangat tinggi.

maka negaranya juga akan sejahtera. Kuba. Iran atau Venezuela. Bila tidak terikat. memutus sepenuhnya ketergantungan pada badan-badan multilateral. sebagaimana RRC. Tentu saja tidak harus konfrontasional terhadap kekuatan kapitalisme global (yaitu AS dan Eropa Barat). Demikian pula forum WTO harus dirubah menjadi forum bagi kepentingan negara-negara berkembang. kalau rakyat Indonesia kuat. dengan menghapus hutang haram dan peringanan berbagai beban hutang lainnya. sebagai bangsa yang besar dan kuat. Asumsi dasarnya adalah. Inilah yang seharusnya terus dipikirkan oleh kita tentang Indonesia masa depan yang lepas dari diktator pasar kapitalisme global. maka akan menjadi bangsa yang disegani dan tuan atas dirinya sendiri. yang mampu menggerakkan roda perekonomian lewat penguatan pasar domestik (nasional. *** Options Disable þÿ Get Free Shots All About Economic . dan penguasaan dan pengelolaan sepenuhnya kekayaan alam Indonesia yang melimpah-ruah. dan tidak disepelekan dan diinjak-injak oleh negara-negara lain dan badan-badan global. penguatan pertanian dan pedesaan yang masih sekitar 70% perekonomian nasional. Libya. Perjuangan politik tetap bebas-aktif dan berdaulat. Apakah dengan memutus keterikatan kepada kapitalisme global tersebut. Keempat. Hutang yang merupakan mekanisme ketergantungan harus segera diputus. berarti kita akan diasingkan atau mengisolasi diri. Banyak hal yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk merebut kembali “kedaulatannya”. maka kita hanya akan menjadi bangsa kuli yang rendah. Kalau rakyatnya cerdas. Akan tetapi Indonesia tidak diikat oleh agenda neo-liberalisme.lokal). maka negaranya juga akan kuat. tetapi mempunyai kebijakan ekonomi-politiknya sendiri yang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhannya sendiri. Bila tetap terikat. wilayah. Bank Dunia dan WTO. maka negaranya juga akan cerdas. Vietnam. sebagai salah satu pemimpin negara berkembang. yaitu dengan mensejahterakan rakyat miskin dan mengikis habis korupsi. dan untuk itu Indonesia harus memainkan peran yang kuat dan tegas. Perjuangan utama tetap di jalur ekonomi.menempatkan rakyat Indonesia sebagai kekuatan dasar perekonomian. Kalau rakyatnya sejahtera. Tidak sama sekali! Indonesia tetap ada dalam kapitalisme global. seperti IMF.

Dari awal 1998. pertukaran floating teratur ditukar dengan pertukaran floating-bebas. Meskipun krisis rupiah dimulai pada Juli dan Agustus. Pada 14 Agustus 1997. Perusahaan yang meminjam dalam dolar harus menghadapi biaya yang lebih besar yang disebabkan oleh penurunan rupiah. . ketika rupiah menguat terhadap dolar. Indonesia terlihat jauh dari krisis. terutama dalam bidang ekonomi. Pada Juni 1997. Thailand megambangkan baht. Asia menarik hampir setengah dari aliran modal negara berkembang. yaitu: menjual rupiah. Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini. IMF datang dengan paket bantuan 23 milyar dolar. Presiden Suharto memecat Gubernur Bank Indonesiaa. praktisi ini telah bekerja baik untuk perusahaan tersebut — level efektifitas hutang mereka dan biaya finansial telah berkurang pada saat harga mata uang lokal meningkat. Otoritas Moneter Indonesia melebarkan jalur perdagangan dari 8 persen ke 12 persen. Suharto dipaksa mundur pada pertengahan 1998 dan B. Thailand. dan banyak yang bereaksi dengan membeli dolar. Pada Februari 1998. Indonesia dan Korea Selatan memiliki “current account deficit” dan perawatan kecepatan pertukaran pegged menyemangati peminjaman luar dan menyebabkan ke keterbukaan yang berlebihan dari resiko pertukaran valuta asing dalam sektor finansial dan perusahaan. tapi ini tidak cukup. Tapi banyak perusahaan Indonesia banyak meminjam dolar AS. tapi rupiah jatuh lebih dalam lagi karena ketakutan dari hutang perusahaan. lebih dari 20 milyar dolar. menurunkan harga rupiah lebih jauh lagi. penjualan rupiah. menjadi awal terpuruknya sebuah negara dengan kekayaan alam yang melimpah ini. perdagangan surplus lebih dari 900 juta dolar.J. sejak era orde baru mulai terlihat kebusukannya Indonesia terus mengalami kemerosotan. inflasi tak terkendali. trackback Krisis yang melanda bangsa Indonesia. Habibie menjadi presidenSampai 1996. 2007 Posted by dinconomy in Makro. Tetapi. Moody’s menurunkan hutang jangka panjang Indonesia menjadi “junk bond”. Di tahun berikut. Rupiah mulai terserang kuat di Agustus. dan sektor bank yang baik. Rupiah dan Bursa Saham Jakarta menyentuh titik terendah pada bulan September. Rupiah jatuh lebih dalam. Nilai tukar semakin melemah. persediaan mata uang luar yang besar.• • • • • • • Beranda Makro Mikro Tips Usaha UKM Akpem Enyong jump to navigation Awal Krisis Moneter Indonesia Juni 14. Pada Juli. krisis ini menguat pada November ketika efek dari devaluasi di musim panas muncul di neraca perusahaan. permintaan dolar yang kuat. Tidak seperti Thailand. juga pertumbuhan ekonomi yang kurang berkembang di negara ini. Indonesia memiliki inflasi yang rendah.

manufaktur. yang naik nilainya pada 1990-an. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . Di sini. RRT telah memulai kompetisi secara efektif dengan eksportir Asia lainnya terutaman pada 1990-an setelah penerapan reform orientas-eksport. budaya. sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. politik. sistem ilmu pengetahuan. Dan. Kecepatan krisis ini telah membuat Sachs dan lainnya untuk membandingkan dengan pelarian bank klasik yang disebabkan oleh shock resiko yang tibatiba. pemasaran. Krisis Asia dimulai pada pertengahan 1997 dan mempengaruhi mata uang. pasar bursa dan harga aset beberapa ekonomi Asia Tenggara. atau lebih luas bidang hukum. Dimulai dari kejadian di Amerika Selatan. departemen. 2008 Banjarbaru.Mei 31. Yang paling penting. Pokok bahasan itu demikian penting. termasuk Joseph Stiglitz dan Jeffrey Sachs. Komentar» 1. Qinimain Zain . Baik untuk usaha khusus bidang pertanian. mata uang Thailand dan Indonesia adalah berhubungan erat dengan dollar. pelayanan. keamanan dan pendidikan. Lalu. yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun. alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Kalimantan Selatan. yaitu ilmu pengetahuan. pertahanan. Sach menunjuk ke kebijakan keuangan dan fiskal yang ketat yang diterapkan oleh pemerintah pada saat krisis dimulai.Pelaku ekonomi telah memikirkan akibat Daratan Tiongkok pada ekonomi nyata sebagai faktor penyumbang krisis. sumber daya manusia dan kreativitas. menimbulkan efek bola salju. ekonomi. hanya menyoroti salah satunya. apa definisi sesungguhnya sebuah sistem. Banyak pelaku ekonomi. INDONESIA. sedangkan Frederic Mishkin menunjuk ke peranan informasi asimetrik dalam pasar finansial yang menuju ke “mental herd” diantara investor yang memperbesar resiko yang relatif kecil dalam ekonomi nyata. komputerisasi. penelitian. 31 Mei 2008 Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen (Satu Sebab Krisis Indonesia) Oleh Qinimain Zain FEELING IS BELIEVING. investor Barat kehilangan kepercayaan dalam keamanan di Asia Timur dan memulai menarik uangnya. mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini? Sebab suatu masalah selalu kompleks. system ilmu pengetahuan. Kemudian. telah meremehkan peran ekonomi nyata dalam krisis dibanding dengan pasar finansial yang diakibatkan kecepatan krisis. s(cience). namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain). . sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri. saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan. teknik. Importir Barat mencari pemroduksi yang lebih murah dan menemukannya di Tiongkok yang biayanya rendah dibanding dollar. keuangan. dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi. Krisis ini telah menimbulkan keinginan dari pelaksana ekonomi perilaku tertarik di psikologi pasar. selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem.

Dan. Keempat. Yogyakarta). Jakarta). yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. PT Gramedia. bukti nyata masalah. Tahap Kuantifikasi. cetakan ketiga. “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi. sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Pengantar Ilmu Pemerintahan. pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen. Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAINn (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority. Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. Jakarta). Sebelumnya. Siagian menduga. baru dimulai tahun 1900. cetakan kedelapan belas. cetakan ke-21. oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo. merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. Sondang P. Gajah Mada University Press. Ketiga. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan. Kemudian. tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika. “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen. ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang): Contoh. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. TQI Tahap Behavioral (1959-2000). PT Refika Aditama. Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya. Juga. Bandung). 2005:18-19. Sondang P. Sampai abad XVII. Manullang. karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie. Lebih jauh. berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn. TQS Tahap Human Relation (1945-1959). Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25. kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda. to know). Kemudian. Tahap ini peran tingkah-laku manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. Kedua. TQC Tahap Consolidation (1930-1945). Kemudian. TQO Tahap Survival (1886-1930). Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan.Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan. Dasar-Dasar Manajemen. Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. 1982:4. 2001). maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat. Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan. Menemukan hukumhukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. cetakan VII. Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie. hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama. setelah abad XVII. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta. perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. 2005:19. didasarkan .

dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III. Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45). teori dan hukumnya. TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode. struktur. Kelima. PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar. satuan ukuran. struktur. THANK you very much for Dr Heidi Prozesky – SASA (South African Sociological Association) secretary about Total Qinimain Zain: The New Paradigm – The (R)Evolution of Social Science for the Higher Education and Science Studies sessions of the SASA Conference 2008. (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. (Contoh. email: tqz_strategist@yahoo. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138). BAGAIMANA strategi Anda? *) Ahli strategi.com).gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data. jika dibiarkan tanpa alat bantu. Anna .co. (Yang ternyata benar dan saya penuhi. dan sebuah negara) pun mampu memahami. Paradigma baru. itu pun tanpa satuan). membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon). padanan m(eter). Balas . departemen. mengatasi. Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode. dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode. atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22. meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan. 2008 Thanks infonya…. tinggal di Banjarbaru. Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert. 2526). satuan ukuran. Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja – sistem ZQD. struktur. fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma.scientist-strategist.id (www.blogspot. bukan komputer). Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen). Artiya. k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta – sistem mks. mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya. teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu). TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang).November 26. Balas 2. Bandingkan. saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna. (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta).mampir yach Mas ke blog ku. adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan. satuan ukuran. teori dan hukum.

mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman. 2010 • Related • Filed Under PENGARUH KRISIS MONETER AMERIKA SERIKAT A. intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas. kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.message name þÿ email þÿ url þÿ say it! Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel. KRISIS MONETER DI AMERIKA SERIKAT . giro wajib minimum.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali. Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel. Kebijakan moneter Dari Wikipedia bahasa Indonesia. "margin requirement". ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu. seperti menahan inflasi. • • • • • RSS Home About Catatan Redaksi Tips & Trik Penulisan di Wartawarga Seberapa besar pengaruh krisis global dalam perekonomian Indonesia January 3rd. tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga.

Tetapi krisis perbankan global bisa mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia. Investor bisa menjual saham dan surat utangnya di Indonesia. mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok. Namun. “Lama saya mengira bahwa krisis ekonomi terparah yang pernah saya alami adalah krisis moneter (krismon) Asia pada tahun 1997/1999. karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres. Krisis pasar modal (saham dan surat utang) global pada dasarnya hanya memengaruhi investor pasar modal. B. Sementara pasar surat utang terpuruk. Seberapa parah krisis finansial dunia ini? Patokan ada. AIG. Artinya. terpuruknya beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut adalah indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan kita sebelumnya. Eropa dan Jepang. Namun. Di AS. Mereka selamat manghadapi resesi ekonomi dunia akibat embargo minyak OPEC tahun 1973 dan selamat menghadapi dua perang dunia. akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (troubled asset recovery program – TARP) senilai US$ 700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. . dan membeli saham di bursa New York dan London. dan enggan meminjamkan dolarnya. Thailand dan Korea (walau rugi) yang mengalami krisis. Lehman Brothers. Freddie Mac dan Fannie Mae. mereka tidak selamat menghadapi krisis kredit pembelian rumah (KPR) subprime di AS pada 2007/2008. Merrill Lynch. Hal ini bisa dilihat dari kepanikan investor dunia dalam usaha mereka menyelamatkan uang mereka di pasar saham. akibat krisis keuangan AS pada 1929. Sejak awal 2008. selamat menghadapi resesi ekonomi AS paska serangan teroris tahun 2001. termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia. kekurangan modal. Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara). Dari uraian di atas. kita tahu bahwa krisis moneter di Amerika Serikat akhir-akhir ini telah mewabah ke berbagai benua dan dipastikan lebih parah dari krisis yang sudah pernah terjadi.Sebelum membahas lebih jauh. mari kita simak pendapat Fauzi Ichsan. dan zona Eropa 37%. Ternyata dampak krismon Asia kalah jauh dibandingkan dengan krisis finansial yang melanda dunia sekarang. Mereka ramai-ramai menjual saham sehingga bursa saham terjun bebas. Sewaktu krismon Asia. investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki sense of crisis. India 52%. yaitu di Amerika Serikat. negara safe heaven pun mengalami krisis ekonomi yang parah. bursa saham China anjlok 57%. Sekarang. cash is king again“. sebagai lembaga finansial raksasa AS. Investor kesulitan mencari safe heaven untuk memarkir dananya dan. Senior Vice President Standard Chartered Bank. surat utang dan komoditas semuanya anjlok. DAMPAK SECARA GLOBAL Krisis moneter di Amerika Serikat kali ini menumbulkan dampak luar biasa secara global. apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia. Bear Stearns. karena pasar saham. setidaknya ada ’surga aman’ atau ’safe heaven’ bagi para investor global. Mereka juga selamat menghadapi resesi ekonomi dunia tahun 1930-an yang sering disebut “the great depression”. yang menceritakan dengan cukup detail tentang krisis moneter yang pernah terjadi. Inti cerita yang terjadi adalah sektor perbankan AS sedang terpuruk. termasuk Indonesia. setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot.

resesi ekonomi AS dan Eropa akan lebih parah (sementara pertumbuhan ekonomi dunia melambat) pada 2009. Menurut para ahli ekonomi. Terjadi di tahun 2008 ini. memulihkan kembali sistem perbankan dan pembayaran global yang lumpuh agar sirkulasi dana internasional bisa normal kembali – dan bank bisa memberi kredit lagi. Masalah rumit yang terjadi sekarang. Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar. Akhirnya. perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman ke para pengusaha dunia yang membutuhkan dolar untuk investasinya (untuk impor mesin. Jadi. Hal tersebut beralasan karena kebijakan ekonomi berskala global belum pernah dilakukan dalam sejarah. macetnya sistem pembayaran dan penyaluran kredit global sebagai ‘oksigen untuk napasnya dunia bisnis’. dan sebagainya). Kita sudah tahu bahwa dolar AS merupakan mata uang inti dalam dunia usaha. Kebijakan di atas bisa berhasil. kalaupun bisa dapat pinjaman. walaupun suku bunga bank sentral AS (atau Fed Funds Target Rate) sampai diturunkan ke 1. bukan anjloknya pasar saham. European Central Bank. Artinya. melonjak tajam.Akibatnya. Kenapa? Karena titik terburuk ekonomi AS dan Eropa belum tercapai: misalnya. dampak stimulus kebijakan moneter dan fiskal memang makan waktu lebih dari satu tahun. Kedua. yang sebetulnya bisa melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dunia secara perlahan. karena pasar saham biasanya menguat 6-9 bulan sebelum sektor riil ekonomi pulih. Tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve. bisa juga gagal. kapan pasar saham global pulih? Paling cepat semester 1. turunnya harga properti AS (pemicu krisis subprime) belum berakhir (jumlah rumah yang belum terjual masih terlalu banyak). Bank of England dan Bank of Canada) akhirnya memangkas suku bunganya 0.5%. kapan hasilnya akan kelihatan? Paling cepat dua tahun. bank sentral dunia harus berani terus menurunkan suku bunga (untuk membantu meringankan bunga kredit) dan. sebagai patokan suku bunga yang digunakan oleh pelaku ekonomi. suku bunga London Inter-Bank Offer Rate (LIBOR). DAMPAK DI INDONESIA . yang lebih penting. pabrik masih melakukan PHK masal dan masih banyak bank yang harus bangkrut. bank sentral dunia mengerti betapa pentingnya melakukan kebijakan yang terkoordinasi. sebelum pulih pada 2010. termasuk di Indonesia. sebenarnya hal itu merupakan bahaya sektor perbankan global. Suku bunga bank sentral bisa rendah. bahan baku. Selain itu. tetapi suku bunga kredit untuk pelaku bisnis. sangat tinggi karena perbankan ketakutan meminjamkan dananya. Ketiga. Hal lain yang dilakukan adalah kebijakan terkoordinasi bank sentral dan pemerintah dunia selebihnya harus ditujukan untuk memenuhi tiga sasaran.5%. tetapi risiko terjadinya resesi ekonomi dunia yang parah akan lebih besar kalau bank sentral dan pemerintah dunia tidak melakukan apa-apa. 2009. C. Kalau ekonomi dunia baru pulih 2010. Akibatnya. Kalau berhasil. pemerintah harus memperbesar belanjanya untuk pembangunan infrastruktur dan memberi stimulus ekonomi – karena investor swasta enggan berinvestasi dalam krisis likuiditas. mengeluarkan aset bermasalah (terutama surat utang KPR subprime) dari perbankan AS dan memperbesar modal perbankan agar lebih bisa memberi kredit dalam jumlah yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. Pertama.

India. Seperti pada tahun 2001/2002. maka dampaknya relatif kecil dibandingkan dengan negara tetangga yang ketergantungan ekspornya ke AS besar. Namun untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar. Meskipun para ahli ekonomi menilai kecil kemungkinan krisis ini menjelma menjadi krisis ekonomi berupa ambruknya perbankan dan sektor riil. Para ahli menilai tingkat krisis yang dihadapi Indonesia sangat berbeda dengan Amerika Serikat (AS). . Untuk ekonomi Indonesia.Dampak resesi ekonomi AS dan Eropa terhadap Indonesia tentunya negatif. dan Indonesia. krisis telah merasuk ke semua sektor. BI kini juga telah mengetahui pencatatan valas perbankan. BI juga tetap waspada dan terus menjaga agar tidak terjadi pergerakan gejolak yang terlalu besar. Berbeda dengan krisis 1997. dampak negatif kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 125% pada 2005 jelas lebih besar dari pada dampak resesi ekonomi AS. Emiten perlu dilindungi dari kemungkinan keterpurukan nilai harga saham akibat sentimen negatif pasar terhadap kondisi keuangan global yang sedang krisis. Turbulensi di pasar finansial saat ini terjadi di seluruh dunia. Di pasar antarbank. Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih sejalan dengan beberapa mata uang lainnya. Berikut akan dijelaskan dengan singkat. BI sebagai bank sentral meminta pasar tidak panik menghadapi situasi saat ini. misalnya Hong Kong.860 per USD. karena pembiayaan kegiatan investasi di Indonesia (baik oleh pengusaha dalam maupun luar negeri) akan terus menciut. Singapura. Dari sini kita tahu bahwa dampak krisis moneter di Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya pada melemahnya nilai tukar Rupiah. yang akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. tetapi karena net-ekspor (ekspor dikurangi impor) hanya menggerakkan sekitar 8% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Hal ini dilakukan karena otoritas bursa ingin melindungi emiten. Namun demikian. dan Malaysia. Eropa. krisis finansial global dan lumpuhnya sistem perbankan global yang berlarut akan berdampak sangat negatif terhadap Indonesia. dan negara maju lainnya.000 per USD. pemerintah membatalkan rencana pembukaan kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup pada hari Rabu. ada tiga negara di Asia yang tidak terlalu terpukul ekonominya: China. perbankan. Jatuhnya Bursa Saham Dampak lain yang terjadi akibat krisis moneter di Amerika Serikat adalah jatuhnya bursa saham yang terjadi dalam pertengahan Oktober 2008. Bank sentral akan terus memantau perkembangan ekonomi global. nilai tukar rupiah melemah dan sempat menembus Rp 9. Di AS. Ketiga negara ini memiliki penduduk yang banyak sehingga belanja masyarakatnya merupakan motor penggerak ekonomi yang kuat. mulai dari pasar modal. Rupiah Melemah Akibat krisis moneter di Amerika Serikat. hingga sektor riil. rupiah bahkan sempat menembus Rp 10. dan berusaha agar dampaknya bisa seminimal mungkin. penyerapan tenaga kerja melambat dan akibatnya daya beli masyarakat turun. 8 Oktober 2008. namun juga pada berbagai sector lain yang lebih rumit. Pada hari Jumat tanggal 10 Oktober 2008. pemerintah sebaiknya fokus menjaga daya beli masyarakat. atau terakhir kali AS mengalami resesi.

Krisis keuangan global yang terjadi saat ini merupakan koreksi atas kesenjangan (gap) yang terjadi antara pertumbuhan sektor riil dan sektor finansial. seperti harga komoditas. kita tidak perlu khawatir karena krisis tersebut tidak akan melumpuhkan perekonomian Indonesia seperti yang terjadi pada sepuluh tahun yang lalu. Jadi. 10 Februari 1998 I. Krisis yang terjadi di pasar modal dinilai tidak mudah bertransmisi ke sektor lain mengingat kontribusi pasar modal dalam sistem keuangan Indonesia amat kecil. Keuangan dan Industri Disampaikan pada Rapim ABRI Jakarta.” kata Wakil Presiden dalam sebuah wawancara di media massa. India.Namun. Seperti di AS. dan di Indonesia juga terkena dampaknya dengan melemahnya nilai Rupiah dan jatuhnya pasar saham.com 1 KRISIS MONETER DAN DAMPAKNYA TERHADAP REPELITA VII Oleh: Ginandjar Kartasasmita Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi. dan Rusia. kini muncul kekuatan ekonomi baru. Koreksi berupa penurunan harga-harga di sektor finansial dan kenaikan harga-harga di sektor riil. seperti Wall Street.ginandjar. jangan terlalu dirisaukan. ”Perbedaannya. di Indonesia krisis hanya terjadi di pasar modal. Rating: 0. kita banyak menggantungkan pada ekonomi domestik. Hal tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa meskipun krisis moneter di Amerika Serikat telah memicu krisis ekonomi global. PENDAHULUAN .0/10 (0 votes cast) Rating: 0 (from 0 votes) Popularity: 1% [?] www. Penyesuaian yang terjadi di pasar modal dan nilai tukar domestik merupakan hal wajar karena seluruh dunia terkena imbas krisis keuangan AS.5 kali dari produk domestik bruto mereka. Sebagai gantinya. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga memberikan pendapatnya di sebuah surat kabar bahwa sebenarnya ekonomi tidak terlalu terpengaruh dengan ambruknya bursa dunia. seperti China. Penurunan ekonomi AS dan Eropa dinilai tidak perlu dikhawatirkan mengingat peran mereka dalam perdagangan dunia makin menyusut. Kalau kita pengaruhnya hanya 20 persen. pengaruh bursa itu sampai 1.

Pertumbuhan ekonomi kita menurun tajam. adalah lemahnya sektor perbankan seperti tercermin dari besarnya kredit macet yang disebabkan oleh praktek perbankan yang tidak berhati-hati (prudent). yang dimulai dari Thailand. dalam suasana yang sangat diwarnai oleh semangat silaturahmi ini. Banyak kredit disalurkan bukan berdasarkan pada kriteria-kriteria yang umum digunakan. terdapat faktor internal yang menyebabkan tajamnya penurunan nilai tukar rupiah. Namun. Di beberapa daerah telah terjadi rawan pangan yang cukup parah. Misalnya dalam kurun waktu 1993/94-1996/97. karena Repelita VII harus merupakan penjabaran dari Garis-garis Besar Haluan Negara 1998 yang saat ini belum memperoleh pengesahan oleh wakil-wakil kita di MPR. berkembang menjadi krisis ekonomi.Pertama-tama. Kondisi yang berat ini tentu akan mempengaruhi pembangunan nasional kita di masa depan.ginandjar. Masalah pertama adalah akumulasi serta membengkaknya kesenjangan tabungan dan investasi masyarakat yang tercermin pula dalam defisit transaksi berjalan. Banyak bank yang menyalurkan hanya www. Hal ini tidak saja melanggar ketentuan 2 perbankan legal lending limit. Kita harus mengakui adanya faktor imbas dari gejolak nilai tukar mata-uang negara-negara tetangga. kami juga mengucapkan Selamat Lebaran 1418 Hijriah. Minal Aidin Wal Faizin. Sejak dilepaskannya rentang intervensi dalam bulan Agustus 1997 yang lalu. Selanjutnya. tetapi juga meningkatkan resiko usaha bank yang bersangkutan. Krisis ekonomi yang sedang kita alami sekarang secara mendasar telah mengubah kondisi perekonomian Indonesia. Dampak negatipnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagaimana proses terjadinya krisis ini masih belum dapat ditentukan secara tepat. Kedua. dan pengaruhnya terhadap formulasi Repelita VII akan menjadi pusat pembahasan saya pada pagi hari ini. Sektor . bangsa Indonesia sedang menghadapi cobaan yang sangat berat. faktor eksternal tersebut diperkirakan lebih kecil efeknya daripada tiga masalah internal perekonomian kita yang mencuat ke permukaan selama dua tahun terakhir. dan Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada saudara-saudara yang merayakannya. Seperti kita semua ketahui. Kenaikan hargaharga tidak tertahankan lagi.com kepada kelompok-kelompok bisnisnya. namun ada beberapa faktor yang diperkirakan dominan mendorong terjadinya krisis. maka saya akan membahasnya secara garis besarnya saja. Masalah krisis ekonomi. yang banyak pihak menyatakan telah melebihi kewajaran ini. marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Illahi Rabi yang senantiasa melimpahkan rahmat dan lindungan-Nya kepada kita sekalian. KRISIS KEUANGAN Perkembangan nilai tukar Rupiah yang kita hadapi sejak Agustus hingga awal tahun 1998 ini menunjukkan gejolak yang lebih panjang dan lebih dalam. disertai dengan pengangguran yang meningkat pesat. Namun. misalnya keuntungan.1 miliar.9 miliar menjadi US$ 8. defisit transaksi berjalan terus mengalami peningkatan dari US$ 2. II. Nilai rupiah telah merosot lebih dari 75 persen sejak bulan Juli 1997 yang lalu. Depresiasi Rupiah. Keadaan menjadi lebih buruk dengan adanya musim kekeringan yang sangat panjang.

yakni besarnya hutang perusahaan swasta kita dalam bentuk dolar. Bahkan Letter of Credit (L/C) yang dikeluarkan oleh bank swasta nasional tidak diterima oleh eksportir asing. yaitu mata-uang Baht. daripada dana dalam negeri. . Jadi depresiasinya adalah 75. Padahal pada 1 Juli 1997 yang lalu harga satu dolar Amerika masih Rp.9 miliar 1 . Sebagian bahkan secara teknis sudah bangkrut oleh karena modal neto sudah negatip. Krisis ini mempunyai ramifikasi yang sangat luas. Keadaan ini telah menyebabkan makin rendahnya kepercayaan masyarakat domestik maupun internasional akan prospek perekonomian kita. 2. Kenaikan tersebut pada akhirnya harus diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. yang sangat diperlukan. Masyarakat kita sendiri menjadi enggan menyimpan dananya di perbankan dan cenderung menyimpan uang dalam bentuk dolar. yang juga didorong oleh menurunnya peringkat perusahaan swasta nasional kita yang diberikan oleh Standard & Poor dan Moody. Untuk memulihkan kepercayaan tersebut. dari keseluruhan hutang luar negeri pada saat ini sekitar US$ 137. Keadaan ini dianggap sebagai salah satu pemicu krisis ekonomi Indonesia. Masyarakat internasional terlebih lagi sangat meragukan kesehatan lembaga keuangan dan perusahaan swasta nasional.430. Mereka khawatir bahwa Rupiah akan terus melemah. Nilai hutang swasta saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$ 73. khususnya dalam mata uang dolar AS. dan terjadi pemutusan hubungan kerja. sehingga menimbulkan hambatan terhadap impor.4 miliar.8 persen. Likuidasi 16 bank pada bulan Nopember yang lalu ternyata semakin menggoyahkan kepercayaan nasabah dan kreditor bank kepada sistem perbankan kita.000 per satu dolar Amerika pada hari terakhir ini. termasuk bahan baku. perusahaan-perusahaan baik BUMN maupun swasta yang mempunyai hutang luar negeri dan tidak mengasuransikannya (hedge) mengalami kesulitan melunasi pokok dan bunga hutangnya. harga barang jadi juga meningkat. 10.property juga mendapatkan kredit yang berlebihan. harga bahan baku dan barang antara (intermediate goods) terutama yang diimpor meningkat. padahal di negaranegara sekawasan yang juga terkena krisis moneter. untuk menenangkan para depositor dan berangsur-angsur dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan kita. Hutang luar negeri swasta meningkat dengan pesat selama Repelita VI ini. Sebagai akibatnya. depresiasi yang tertinggi adalah 48. Tingginya suku bunga dalam negeri pada waktu yang lalu membuat banyak perusahaan lebih tertarik mencari pinjaman luar negeri yang bersuku bunga lebih rendah. Industri perbankan yang lemah tersebut menjadi lebih lemah dengan adanya gejolak moneter. Pertama. dan tentu saja akan sangat mengganggu kesehatan perusahaan mereka. Kedua. walaupun sebagian daripadanya masa jatuh temponya belum tiba. Krisis moneter yang melanda kawasan Asia ini mengakibatkan rupiah terdepresiasi menjadi sekitar Rp. Sebagai akibatnya inflasi meningkat. Ini merupakan masalah ketiga. sampai Pemerintah perlu memberikan jaminan kepada nasabah dan kreditor Bank. Akibat lanjutannya adalah makin meningkat lagi kredit macet di sektor perbankan.8 persen. karena semakin banyak yang memburu dolar maka rupiah semakin melemah. Dengan adanya gejolak nilai tukar. Kekhawatiran yang berlebihan ini menjadi kenyataan (self-fulfilling prophecy). pihak swasta langsung memburu dolar untuk membayar hutang mereka.

7 juta pekerja.7 persen atau 5. akan berakibat penurunan produksi atau bahkan penutupan perusahaan sama sekali. Penyesuaian yang dilakukan oleh dunia usaha ini akan menyebabkan tingkat pengangguran masih meningkat.com 3 pesat.3 juta pekerja.0 persen. inflasi dan pengangguran yang semakin meningkat. akan turun cukup besar.9 persen. Selain kebutuhan pokok. Keadaan akan lebih buruk apabila nilai tukar rupiah tidak menguat kembali seperti yang kita harapkan. 2. Dengan menggunakan asumsi ini. Hambatan terhadap proses penyesuaian harga ini. 5. utamanya upah gaji tetap (fixed income earner).9 persen. atau sekitar 8.ginandjar. Pemerintah telah menyadari bahwa tingkat pengangguran akan meningkat. Walaupun inflasi dalam bulan Januari lalu sudah mencapai 6. mencapai sekitar 10 persen dari angkatan kerja kita. akan menyebabkan daya beli masyarakat akan semakin menurun. perekonomian kita akan mengalami pertumbuhan negatip. Demikian pula dengan tingkat pengangguran kita yang akan semakin meningkat dengan menurunnya kemampuan penyerapan tenaga kerja akibat pertumbuhan . Jika keadaan seperti sekarang ini terus berlangsung.Kenaikan harga dari kebutuhan masyarakat ini tercermin dari kenaikan tingkat inflasi sejak Oktober 1997. karena dalam tingkat itu Rupiah kita overvalued. serta menurunnya daya beli masyarakat akan menurunkan kemampuan masyarakat untuk mendapatkan obat-obatan yang sangat diperlukannya. asumsi yang digunakan dalam penyusunan RAPBN 1998/99 adalah nilai tukar sebesar Rp. Kedua masalah ini.07 miliar. Sebagai negara yang selama 30 tahun berhasil mengendalikan inflasi pada tingkat yang aman sudah tentu keadaan ini sangat mengkhawatirkan. 5.500 per dolar AS. Seperti kita ketahui bersama. tetapi di atas Rp. Stok bahan baku untuk obat-obatan yang terbatas. Kita telah merasakan bahwa harga-harga kebutuhan bahan pokok telah meningkat dengan 1 Hutang swasta nasional sebenarnya hanya sekitar US$ 23. Memang tidak akan kembali seperti semula. Akibatnya akan meningkat pula kerawanan sosial dan ancaman bagi stabilitas politik. utamanya pada bulan Januari lalu yang mencapai sekitar 6. suatu keadaan yang tidak pernah kita alami dalam kurun waktu Orde Baru ini. dan sisanya sebagian besar terdiri dari hutang perusahaan patungan dengan pihak luar negeri. penyediaan obat-obatan yang hampir 90 persen bahan bakunya diimpor juga mengalami goncangan. Bahkan diperkirakan tingkat pengangguran. tingkat inflasi sekitar 20 persen.000/6. dibandingkan perkiraan tahun 1997 sekitar 5. Kita harus menyadari bahwa proses penyesuaian dengan situasi baru ini masih belum selesai. www. Inflasi dalam tahun anggaran 1997/98 sampai dengan Januari telah mencapai 16. yaitu sekitar Rp.000. proses penyesuaian harga tersebut belum selesai sehingga tingkat harga umum diperkirakan akan masih meningkat. Sudah hampir dapat dipastikan bahwa upah riil buruh. karena satu dan lain hal. Bisa kita perkirakan bahwa pengangguran terdidik akan meningkat pesat pula. suatu tingkat inflasi tertinggi dalam kurun waktu 20 tahun ini.000 per dolar AS. dan tanpa adanya pertumbuhan riil dari perekonomian kita. sesungguhnya Rupiah kita menurut perkiraan sudah undervalued.

Bahkan di Kalimantan Timur.6 persen. sehingga berpengaruh pula pada laju inflasi. ternyata gejala El Nino masih mempengaruhi iklim kita. saluran irigasi. Pekerja musiman.negatip dari perekonomian kita. Pada tahun 1997 yang baru lalu. lingkungan dan usaha-usaha produktif lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Melambatnya pertumbuhan sektor pertanian ini juga ikut memberikan tekanan berat pada kemampuan perekonomian Indonesia dalam penyerapan tenaga kerja.com 4 Pemerintah menyadari bahwa krisis ekonomi akan mempunyai dampak yang besar dan harus ditangani dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat crash program. Dalam penyusunan anggaran tahun mendatang. Selain itu. peternakan dan perikanan masih dapat tumbuh lebih dari 4 persen. Kegiatan crash program ini diarahkan kepada pekerja berketerampilan rendah di daerah perkotaan dan perdesaan. Selain krisis ekonomi kita juga mengalami kekeringan yang disebabkan oleh badai El Nino yang mempengaruhi kawasan Asia. yang biasanya merupakan tenaga lepas. Pemerintah telah mengimpor beras. . apalagi dalam keadaan krisis ekonomi saat ini. serta meningkatkan intensifikasi dan pemanfaatan lahan-lahan ‘tidur’ (tidak produktif). upaya penanggulangan kemiskinan dan pemerataan pembangunan tetap dilanjutkan dan diprioritaskan. Juga mempengaruhi ketersediaan komoditi pangan. musim kekeringan inipun mengakibatkan kebakaran hutan di beberapa daerah. sub-sektor tanaman bahan makanan mengalami pertumbuhan negatip. dan demikian juga dengan sektor kehutanan sebesar -0. Selain itu diupayakan peningkatan produksi pangan dengan menekan kehilangan hasil panen musim tanam 1997/98. Memasuki tahun 1998. Sementara itu melalui program padat karya diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya. Biasanya sektor konstruksi di perkotaan dapat menyerap tenaga kerja yang berasal dari pedesaan dalam musim kemarau. Anggaran rupiah yang didaerahkan mencapai dua per tiga dari seluruh tabungan pemerintah. sehingga musim hujan ini tidak berlangsung seperti biasanya. Namun krisis ekonomi yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan sektor konstruksi ini berdampak pada penurunan tenaga kerja musiman yang bisa diserap. Untuk menjaga stabilitas harga pangan. Selain berdampak langsung terhadap penurunan produksi sektor pertanian. Sedangkan sub-sektor tanaman perkebunan. Dengan alokasi ini diharapkan daerah dapat memelihara momentum pembangunan dan kegiatan ekonomi masyarakat. Sejak bulan Pebruari ini mulai terasa berkurangnya curah hujan di beberapa tempat di Indonesia. Sektor pertanian yang diharapkan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi pada saat yang sulit ini tidak dapat tumbuh secepat yang diharapkan. Musim kekeringan yang berkepanjangan yang menyebabkan mundurnya musim tanam dan panen pada tahun 1997/98 terjadi di berbagai daerah di seluruh Indonesia.ginandjar. curah hujan sangat sedikit sehingga kebakaran hutan harus selalu diwaspadai. Sedangkan jenis kegiatannya mencakup rehabilitasi atau pembangunan jalan desa. www. yang pada gilirannya menurunkan produktivitas sektor pertanian. keterlambatan musim tanam dan panen ini tidak dapat mendorong sektor pertanian untuk segera kembali pulih.8 persen. -1. ini merupakan kelompok sasaran dari program padat kerja yang sudah mulai kita laksanakan.

Sebagian dari kita mungkin tidak bisa menerima program-program reformasi yang akan dan sudah dijalankan. sementara hargaharga kebutuhan pokok naik dengan cepat. www. pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional.Upaya penciptaan lapangan kerja juga terus dilanjutkan dan mencakup antara lain program pengembangan wirausaha. Sehingga dalam memasuki Repelita VII kita masih akan mengejar berbagai sasaran yang belum terpenuhi pada Repelita VI. yaitu mengamankan pelaksanaan langkah reformasi dengan mencegah oknum-oknum mengail di air keruh. Memang reformasi ini terasa seperti pil pahit yang harus kita ‘telan’. yang relatif padatkarya dan tidak begitu terpengaruh oleh melonjaknya nilai tukar Rupiah terhadap mata-uang asing. Program-program itu meliputi bidang moneter. bahkan oleh duniapun telah dianggap sebagai kondisi yang dapat mengganggu ekonomi kawasan dan ekonomi dunia pada umumnya. Keadaan ini mungkin menyebabkan sebagian dari kita mengira bahwa hal ini merupakan akibat dari reformasi yang kita sudah mulai dan akan kita jalankan terus. serta pengembangan agroindustri dan produksi pangan. Kebijaksanaan fiskal yang dilaksanakan antara lain meliputi penjadwalan kembali beberapa proyek-proyek dan merevisi penggunaan anggaran pembangunan. Sementara itu dalam rangka kebijaksanaan moneter ketat maka suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dinaikkan. REPELITA VII Dengan berbagai keadaan seperti yang saya uraikan di atas jelas bahwa sesungguhnya kita sedang dalam keadaan krisis ekonomi yang terparah sejak awal Orde Baru. Kemungkinan besar sebagian sasaran-sasaran yang ditetapkan dalam Repelita VI akan sulit dicapai. III. misalnya pembentukan Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan. Kita tidak dapat mengetahui berapa lama kita akan keluar dari krisis ini dan setelah keluar . telah banyak yang dilaksanakan dengan dikeluarkannya berbagai peraturan dan Keputusan Presiden serta Instruksi Presiden yang bertujuan menyehatkan sistem perbankan kita dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat. perbankan. penyelesaian utang swasta. Pada tataran makro langkah-langkah untuk mengatasi berkembangnya gejolak nilai tukar Rupiah telah diupayakan sejak awal gejolak. investasi dan privatisasi BUMN. dan berbagai program lainnya. Langkah-langkah reformasi ini merupakan langkah yang harus dijalani agar kita dapat keluar dari krisis ekonomi ini. pemberian jaminan atas deposito masyarakat dan pinjaman perbankan. Pemerintah menjalankan kebijaksanaan fiskal dan moneter yang ketat. Pandangan itu tidak sepenuhnya tepat. perdagangan dalam dan luar negeri. Krisis ekonomi yang sedang kita alami ini merupakan cobaan yang sangat berat bagi perjalanan hidup bangsa kita. Selain itu Pemerintah telah menyusun program reformasi dan restrukturisasi ekonomi dan keuangan yang menyeluruh dan mencakup berbagai bidang. fiskal. Pengangguran diperkirakan masih akan meningkat. Di sinilah diharapkan peran ABRI.ginandjar.com 5 Dalam proses penyesuaian ini diperkirakan tidak akan terjadi pertumbuhan untuk tahun 1998/99. Sejak diumumkannya program reformasi ini oleh Bapak Presiden pertengahan bulan Januari 1998 yang lalu sebagai kesepakatan dengan IMF.

pertumbuhan ekonomi kita selama ini memang cukup tinggi. Potensi pertumbuhan perekonomian ini dapat kita dekati dari sumber-sumber pertumbuhannya. kita juga sudah mendapatkan bukti bahwa untuk membantu saudara-saudara kita ini harus dilandasi dengan konsep pemberdayaan. Karena memang saudara-saudara kita inilah yang paling rawan dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi. dana luar negeri dalam bentuk pinjaman maupun portofolio-pun meningkat dengan pesat. Akumulasi modal diperkirakan tidak akan meningkat secepat beberapa tahun terakhir ini. yaitu pemerataan.dari krisis berapakah tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan tersebut. kita bisa menganggap bahwa pertumbuhan 7 persen adalah pertumbuhan yang berkelanjutan sesuai dengan daya dukung perekonomian kita. Mungkin saja tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan untuk Indonesia akan berada di bawah pertumbuhan yang biasa kita nikmati selama ini. Proyek-proyek seperti ini mungkin masih akan diperlukan pada awal-awal Repelita VII sehingga lapisan masyarakat yang terkena dampak krisis keuangan mempunyai waktu untuk dapat menyesuaikan dengan keadaan ekonomi yang baru. dalam tahun 1996 pertumbuhan ekonomi kita mencapai sekitar 8 persen. Satu-satunya jalan adalah memberdayakan. Selain investasi langsung luar negeri. Indonesia dianggap sebagai tempat yang sangat menguntungkan dalam melakukan investasi. Selain itu. Kita tidak akan melindungi secara berlebihan. Sehingga sasaran rata-rata pertumbuhan pada Repelita VII sebesar 7 persen untuk sementara ini di luar jangkauan kita. Namun. Berdasarkan pengalaman pertumbuhan yang selalu tinggi inilah kita menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi selama PJP II sebesar rata-rata 7 persen per tahunnya. Investasi langsung luar negeri selalu meningkat dengan pesat. yaitu pertumbuhan modal. Perlu saya tekankan di sini bahwa prioritas pembangunan dalam Repelita VII tetap pada bidang ekonomi seiring dengan pembangunan SDM. dan stabilitas. maupun SDM dengan penyediaan fasilitas- . Saat ini telah dijalankan berbagai proyek padat karya. Kondisi ini juga menuntut ABRI untuk tetap dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan kita. Karena hal ini hanya akan memperlemah. Nampaknya untuk kurun waktu Repelita VII segala keberuntungan ini akan sulit kita peroleh lagi. Dengan kata lain.2 persen. dan produktivitas. Dengan demikian kita terbiasa dengan masuknya modal dari luar negeri untuk mendukung pembangunan yang sedang kita jalankan. dengan perkembangan akhirakhir ini perekonomian kita mengalami penyesuaian struktural yang sangat drastis. Bahkan. tenaga kerja. baik finansial. Dalam dua atau tiga tahun ke depan para investor akan sangat berhati-hati sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Berkurangnya kepercayaan pihak luar negeri terhadap mata uang kita akan mengakibatkan lebih langkanya investasi langsung luar negeri maupun dana luar negeri lainnya. memberi akses kepada mereka untuk dapat meningkatkan modal. Pemeliharaan stabilitas politik tersebut harus didukung dengan upaya-upaya penyediaan bantuan sebagai jaring penyelamat (safety net). Seperti kita ketahui. Selama 30 tahun terakhir ekonomi Indonesia tumbuh dengan rata-rata 7 persen per tahun. Selama ini Indonesia dianggap sebagai tempat yang menarik untuk melakukan investasi. khususnya untuk mengurangi beban masyarakat kita yang berpendapatan rendah dan miskin selama proses penyesuaian ini berlangsung. Hanya sedikit lebih rendah dari tahun 1995 yang mencapai 8. pertumbuhan. dan landasan kebijaksanaan pembangunan tetap pada Trilogi Pembangunan.

kedele. gula. Sumber pertumbuhan yang kedua adalah pertumbuhan angkatan kerja.fasilitas pelayanan sosial yang diperlukan seperti pendidikan. Namun agar efektif diperlukan sumber daya manusia yang lebih baik. maka investasi dan oleh karena itu pertumbuhan ekonomi. APEC dan AFTA. Dengan demikian. terigu. Untuk itu dalam Repelita VII segala upaya wajib belajar yang telah dilakukan di sekolah dasar akan terus dilanjutkan. Secara bertahap subsidi tersebut harus kita kurangi lagi. Dalam suasana ekonomi yang makin terbuka dan bebas ini lulusan pendidikan tinggi akan makin dibutuhkan. seperti beras. Pemantapan pelaksanaan reformasi ekonomi harus terus dilanjutkan. Kebijaksanaan ekonomi yang akan diambil dalam Repelita VII harus pula mengacu pada komitmen kita terhadap lingkungan internasional. Program ini harus dilanjutkan. telah terbukti selama ini bahwa peningkatan pendidikan masyarakat kita merupakan ‘modal’ bagi masyarakat kita yang berpendapatan rendah untuk meningkatkan kesejahteraannya. kebutuhan akan sumber daya manusia yang lebih berkualitas tidak dapat dihindari. Dalam jangka pendek memang kita tidak akan kekurangan tenaga kerja tetapi pada saat kita terlepas dari resesi ini. faktor ini tidak menjadi permasalahan. Kita masih bertekad bahwa kemiskinan absolut sebagian besar sudah akan terselesaikan pada akhir Repelita VII. Upaya peningkatan tingkat partisipasi pada tingkat sekolah menengah pertama dan atas akan terus diupayakan selama Repelita VII ini. Sudah tentu pemerintah tidak dapat melakukan sendiri penyelenggaraan pendidikan tinggi tersebut. apalagi bila struktur industri kita menjelma dengan bentuk yang berbeda.com 6 ditingkatkan dalam Repelita VII. Melanjutkan pemulihan kepercayaan terhadap mata uang rupiah dan pasar modal harus menjadi prioritas utama. Dengan makin banyaknya lulusan . Selain itu.5 juta atau sekitar 11. pendidikan juga akan memperkecil tingkat kesenjangan pada masyarakat kita. Kita tidak boleh melupakan program pengentasan masyarakat miskin. sehingga dapat dilakukan sesuai rencana. Pemerintah membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk ikut serta dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. bahkan www. seperti WTO. Namun untuk satu dua tahun ke depan ini Pemerintah tampaknya harus kembali memberi subsidi pada masyarakat untuk beberapa kebutuhan pokok. Selanjutnya dalam situasi yang sulit ini kita juga tidak akan melupakan pendidikan tinggi. yaitu selambat-lambatnya tuntas pada Repelita VIII. akan mencapai tingkat yang berkelanjutan lagi. salah satu tugas utama kita dalam menarik minat investor dalam Repelita VII. adalah melanjutkan proses pemulihan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. Saudara kita yang harus hidup di bawah garis kemiskinan absolut berjumlah 22. Secara kuantitas. Perbaikan kurikulum perlu dilakukan pada semua tingkat pendidikan. Karena hanya dengan kepercayaan yang semakin mantap ini.ginandjar. dan BBM.3 persen. Program Wajib Belajar 9 tahun (WAJAR 9 tahun) akan tetap mendapatkan prioritas yang tinggi. kita telah mendapatkan hasil yang cukup menggembirakan. selain untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dengan lebih cepat. kesehatan dan lainnya. Di samping menjaga stabilitas politik. Dalam penanggulangan kemiskinan. walaupun jumlah penduduk miskin masih besar.

Tidak kalah pentingnya sebagai sumber peningkatan produktivitas adalah realokasi sumber daya ekonomi. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan dunia usaha kita untuk tidak begitu saja memecat para karyawannya. Desentralisasi harus pula dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia di daerah. desentralisasi tidaklah cukup hanya dengan kemauan politik semata. Sudah tentu masih banyak lagi program-program penting yang akan masuk dalam Repelita VII. Selain itu. Karena kemampuan sumber www. Di lain pihak.ginandjar. Walaupun kita masih menghadapi krisis ekonomi yang sangat berat ini. namun hal ini masih lebih baik bagi pekerja daripada harus kehilangan pekerjaan. Sumber pertumbuhan ketiga adalah peningkatan produktivitas. Dalam rangka peningkatan produktivitas tersebut. peningkatan peran pemerintah daerah harus ditingkatkan.perguruan tinggi diharapkan kita akan semakin kompetitif. Sehingga agenda yang penting dalam Repelita VII adalah mendorong proses desentralisasi. walaupun produktivitas mungkin akan menurun. Reformasi ekonomi yang sedang kita lakukan akan membebaskan segala macam hambatan dalam realokasi sumber daya ekonomi tersebut. Karena pemerintah daerahlah yang merupakan ujung tombak dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah. Proses umpan balik dari masyarakatpun diharapkan memberikan hasil yang lebih cepat. utamanya setelah proses penyesuaian yang sedang kita alami saat ini. IV PENUTUP Demikianlah uraian saya mengenai berbagai keadaan serta prioritas yang akan melatarbelakangi pembuatan Repelita VII. Peningkatan kualitas SDM seperti diuraikan di atas akan sangat menunjang peningkatan produktivitas. tanpa harus mencari dan melatih pekerja baru lagi. dunia usaha juga akan dapat segera meningkatkan produktivitas usahanya dengan cepat jika proses penyesuaian telah berhasil dilaluinya.com daya yang tidak memadai justru akan menurunkan efisiensi dan efektivitas dari 7 proyek pembangunan di daerah. Namun penurunan produktivitas tenaga kerja mungkin akan terjadi dalam proses penyesuaian. tetapi saya percaya bahwa ekonomi kita jauh akan lebih sehat setelah krisis ini terlewati. . Dengan demikian. Berbagai keputusan akan lebih banyak dilakukan oleh para pelaku pasar. saya mengharapkan Rapim ABRI ini dapat pula memberikan masukan agar dapat ikut mewarnai Repelita VII. Pemerintah daerah lebih mengetahui karakteristik daerah dan kebudayaan setempat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful