1 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran KRISIS MONETER INDONESIA : SEBAB, DAMPAK, PERAN

IMF DAN SARAN*) Lepi T. Tarmidi **) Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997, sementara ini telah berlangsung hampir dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi, yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Memang krisis ini tidak seluruhnya disebabkan karena terjadinya krisis moneter saja, karena sebagian diperberat oleh berbagai musibah nasional yang datang secara bertubi-tubi di tengah kesulitan ekonomi seperti kegagalan panen padi di banyak tempat karena musim kering yang panjang dan terparah selama 50 tahun terakhir, hama, kebakaran hutan secara besar-besaran di Kalimantan dan peristiwa kerusuhan yang melanda banyak kota pada pertengahan Mei 1998 lalu dan kelanjutannya. Krisis moneter ini terjadi, meskipun fundamental ekonomi Indonesia di masa lalu dipandang cukup kuat dan disanjung-sanjung oleh Bank Dunia (lihat World Bank: Bab 2 dan Hollinger). Yang dimaksud dengan fundamental ekonomi yang kuat adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, laju inflasi terkendali, tingkat pengangguran relatif rendah, neraca pembayaran secara keseluruhan masih surplus meskipun defisit neraca berjalan cenderung membesar namun jumlahnya masih terkendali, cadangan devisa masih cukup besar, realisasi anggaran pemerintah masih menunjukkan sedikit surplus. Lihat Tabel. Namun di balik ini terdapat beberapa kelemahan struktural seperti peraturan perdagangan domestik yang kaku dan berlarut-larut, monopoli impor yang menyebabkan kegiatan ekonomi tidak efisien dan kompetitif. Pada saat yang bersamaan kurangnya transparansi dan kurangnya data menimbulkan ketidak pastian sehingga masuk dana luar negeri dalam jumlah besar melalui sistim perbankan yang lemah. Sektor swasta banyak meminjam dana dari luar negeri yang sebagian besar tidak di hedge. Dengan terjadinya krisis moneter, terjadi juga krisis kepercayaan. (Bandingkan juga IMF, 1997: 1). Namun semua kelemahan ini masih mampu ditampung oleh perekonomian nasional. Yang terjadi adalah, mendadak datang badai yang sangat besar, yang tidak mampu dbendung oleh tembok penahan yang ada, yang selama bertahun-tahun telah mampu menahan berbagai terpaan gelombang yang datang mengancam. *) Tulisan ini merupakan revisi dan updating dari pidato pengukuhan Guru Besar Madya pada FEUI dengan judul “Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF”, Jakarta, 10 Juni 1998. **) Lepi T. Tarmidi : Wakil Kepala Pusat Kajian APEC, Universitas Indonesia, email : lepi@lpem.feui.org2 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 INDIKATOR UTAMA EKONOMI INDONESIA 1990 - 1997 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 Pertumbuhan ekonomi (%) 7,24 6,95 6,46 6,50 7,54 8,22 7,98 4,65

Tingkat inflasi (%) 9,93 9,93 5,04 10,18 9,66 8,96 6,63 11,60 Neraca pembayaran (US$ juta) 2,099 1,207 1,743 741 806 1,516 4,451 -10,021 Neraca perdagangan 5,352 4,801 7,022 8,231 7,901 6,533 5,948 12,964 Neraca berjalan -3.24 -4,392 -3,122 -2,298 -2.96 -6.76 -7,801 -2,103 Neraca modal 4,746 5,829 18,111 17,972 4,008 10,589 10,989 -4,845 Pemerintah (neto) 633 1,419 12,752 12,753 307 336 -522 4,102 Swasta (neto) 3,021 2,928 3,582 3,216 1,593 5,907 5,317 -10.78 PMA (neto) 1,092 1,482 1,777 2,003 2,108 4,346 6,194 1,833 Cadangan devisa akhir tahun (US$ juta) 8,661 9,868 11,611 12,352 13,158 14,674 19,125 17,427 (bulan impor nonmigas c&f) 4,7 4,8 5,4 5,4 5,0 4,3 5,2 4,5 Debt-service ratio (%) 30,9 32,0 31,6 33,8 30,0 33,7 33,0 Nilai tukar Des. (Rp/US$) 1,901 1,992 2,062 2.11 2.2 2,308 2,383 4.65 APBN* (Rp. milyar) 3,203 433 -551 -1.852 1,495 2,807 818 456 * Tahun anggaran Sumber : BPS, Indikator Ekonomi; Bank Indonesia, Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia; World Bank, Indonesia in Crisis, July 2, 19983 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran Sebagai konsekuensi dari krisis moneter ini, Bank Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1997 terpaksa membebaskan nilai tukar rupiah terhadap valuta asing, khususnya dollar AS, dan membiarkannya berfluktuasi secara bebas (free floating) menggantikan sistim managed floating yang dianut pemerintah sejak devaluasi Oktober 1978. Dengan demikian Bank Indonesia tidak lagi melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar rupiah, sehingga nilai tukar ditentukan oleh kekuatan pasar semata. Nilai tukar rupiah kemudian merosot dengan cepat dan tajam dari rata-rata Rp 2.450 per dollar AS Juni 1997 menjadi Rp 13.513 akhir Januari 1998, namun kemudian berhasil menguat kembali menjadi sekitar Rp 8.000 awal Mei 1999. Krisis Moneter dan Faktor-Faktor Penyebabnya Penyebab dari krisis ini bukanlah fundamental ekonomi Indonesia yang selama ini lemah, hal ini dapat dilihat dari data-data statistik di atas, tetapi terutama karena utang swasta luar negeri yang telah mencapai jumlah yang besar. Yang jebol bukanlah sektor rupiah dalam negeri, melainkan sektor luar negeri, khususnya nilai tukar dollar AS yang mengalami overshooting yang sangat jauh dari nilai nyatanya1 . Krisis yang berkepanjangan ini adalah krisis merosotnya nilai tukar rupiah yang sangat tajam, akibat dari serbuan yang mendadak dan secara bertubi-tubi terhadap dollar AS (spekulasi) dan jatuh temponya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar. Seandainya tidak ada serbuan terhadap dollar AS ini, meskipun terdapat banyak distorsi pada tingkat ekonomi mikro, ekonomi Indonesia tidak akan mengalami krisis. Dengan lain perkataan, walaupun distorsi pada tingkat ekonomi mikro ini diperbaiki, tetapi bila tetap ada gempuran terhadap mata uang rupiah, maka krisis akan terjadi juga, karena cadangan devisa yang ada tidak cukup kuat untuk menahan

gempuran ini. Krisis ini diperparah lagi dengan akumulasi dari berbagai faktor penyebab lainnya yang datangnya saling bersusulan. Analisis dari faktor-faktor penyebab ini penting, karena penyembuhannya tentunya tergantung dari ketepatan diagnosa. Anwar Nasution melihat besarnya defisit neraca berjalan dan utang luar negeri, ditambah dengan lemahnya sistim perbankan nasional sebagai akar dari terjadinya krisis finansial (Nasution: 28). Bank Dunia melihat adanya empat sebab utama yang bersamasama membuat krisis menuju ke arah kebangkrutan (World Bank, 1998, pp. 1.7 -1.11). Yang pertama adalah akumulasi utang swasta luar negeri yang cepat dari tahun 1992 hingga Juli 1997, sehingga l.k. 95% dari total kenaikan utang luar negeri berasal dari sektor swasta ini, dan jatuh tempo rata-ratanya hanyalah 18 bulan. Bahkan selama empat tahun terakhir utang luar negeri pemerintah jumlahnya menurun. Sebab yang kedua adalah kelemahan 1 Dalam teori, overshooting nilai tukar biasanya bersifat sementara untuk kemudian mencari keseimbangan jangka panjang baru. Tetapi selama krisis ini berlangsung, nilai overshooting adalah sangat besar dan sudah berlangsung sejak akhir tahun 1997.4 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 pada sistim perbankan. Ketiga adalah masalah governance, termasuk kemampuan pemerintah menangani dan mengatasi krisis, yang kemudian menjelma menjadi krisis kepercayaan dan keengganan donor untuk menawarkan bantuan finansial dengan cepat. Yang keempat adalah ketidak pastian politik menghadapi Pemilu yang lalu dan pertanyaan mengenai kesehatan Presiden Soeharto pada waktu itu. Sementara menurut penilaian penulis, penyebab utama dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sangat tajam, meskipun ini bukan faktor satu-satunya, tetapi ada banyak faktor lainnya yang berbeda menurut sisi pandang masing-masing pengamat. Berikut ini diberikan rangkuman dari berbagai faktor tersebut menurut urutan kejadiannya: 1) Dianutnya sistim devisa yang terlalu bebas tanpa adanya pengawasan yang memadai, memungkinkan arus modal dan valas dapat mengalir keluar-masuk secara bebas berapapun jumlahnya. Kondisi di atas dimungkinkan, karena Indonesia menganut rezim devisa bebas dengan rupiah yang konvertibel, sehingga membuka peluang yang sebesarbesarnya untuk orang bermain di pasar valas. Masyarakat bebas membuka rekening valas di dalam negeri atau di luar negeri. Valas bebas diperdagangkan di dalam negeri, sementara rupiah juga bebas diperdagangkan di pusat-pusat keuangan di luar negeri. 2) Tingkat depresiasi rupiah yang relatif rendah, berkisar antara 2,4% (1993) hingga 5,8% (1991) antara tahun 1988 hingga 1996, yang berada di bawah nilai tukar nyatanya, menyebabkan nilai rupiah secara kumulatif sangat overvalued. Ditambah dengan kenaikan pendapatan penduduk dalam nilai US dollar yang naiknya relatif lebih cepat dari kenaikan pendapatan nyata dalam Rupiah, dan produk dalam negeri yang makin lama makin kalah bersaing dengan produk impor. Nilai Rupiah yang overvalued berarti juga proteksi industri yang negatif. Akibatnya harga barang impor menjadi relatif murah dan produk dalam negeri relatif mahal, sehingga masyarakat memilih barang impor yang kualitasnya lebih baik. Akibatnya produksi dalam negeri tidak berkembang, ekspor

menjadi kurang kompetitif dan impor meningkat. Nilai rupiah yang sangat overvalued ini sangat rentan terhadap serangan dan permainan spekulan, karena tidak mencerminkan nilai tukar yang nyata. 3) Akar dari segala permasalahan adalah utang luar negeri swasta jangka pendek dan menengah sehingga nilai tukar rupiah mendapat tekanan yang berat karena tidak tersedia cukup devisa untuk membayar utang yang jatuh tempo beserta bunganya (bandingkan juga Wessel et al.: 22), ditambah sistim perbankan nasional yang lemah. Akumulasi utang swasta luar negeri yang sejak awal tahun 1990-an telah mencapai jumlah yang sangat besar, bahkan sudah jauh melampaui utang resmi pemerintah yang beberapa tahun terakhir malah sedikit berkurang (oustanding official debt). Ada tiga pihak yang5 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran bersalah di sini, pemerintah, kreditur dan debitur. Kesalahan pemerintah adalah, karena telah memberi signal yang salah kepada pelaku ekonomi dengan membuat nilai rupiah terus-menerus overvalued dan suku bunga rupiah yang tinggi, sehingga pinjaman dalam rupiah menjadi relatif mahal dan pinjaman dalam mata uang asing menjadi relatif murah. Sebaliknya, tingkat bunga di dalam negeri dibiarkan tinggi untuk menahan pelarian dana ke luar negeri dan agar masyarakat mau mendepositokan dananya dalam rupiah. Jadi di sini pemerintah dihadapi dengan buah simalakama. Keadaan ini menguntungkan pengusaha selama tidak terjadi devaluasi dan ini terjadi selama bertahun-tahun sehingga memberi rasa aman dan orang terus meminjam dari luar negeri dalam jumlah yang semakin besar. Dengan demikian pengusaha hanya bereaksi atas signal yang diberikan oleh pemerintah. Selain itu pemerintah sama sekali tidak melakukan pengawasan terhadap utang-utang swasta luar negeri ini, kecuali yang berkaitan dengan proyek pemerintah dengan dibentuknya tim PKLN. Bagi debitur dalam negeri, terjadinya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar ini, di samping lebih menguntungkan, juga disebabkan suatu gejala yang dalam teori ekonomi dikenal sebagai fallacy of thinking2 , di mana pengusaha beramai-ramai melakukan investasi di bidang yang sama meskipun bidangnya sudah jenuh, karena masing-masing pengusaha hanya melihat dirinya sendiri saja dan tidak memperhitungkan gerakan pengusaha lainnya. Pihak kreditur luar negeri juga ikut bersalah, karena kurang hati-hati dalam memberi pinjaman dan salah mengantisipasi keadaan (bandingkan IMF, 1998: 5). Jadi sudah sewajarnya, jika kreditur luar negeri juga ikut menanggung sebagian dari kerugian yang diderita oleh debitur. Kalau masalahnya hanya menyangkut utang luar negeri pemerintah saja, meskipun masalahnya juga cukup berat karena selama bertahun-tahun telah terjadi net capital outflow3 yang kian lama kian membesar berupa pembayaran cicilan utang pokok dan bunga, namun masih bisa diatasi dengan pinjaman baru dan pemasukan modal luar negeri dari sumber-sumber lain. Beda dengan pinjaman swasta, pinjaman luar negeri pemerintah sifatnya jangka panjang, ada tenggang waktu pembayaran, tingkat bunganya

relatif rendah, dan tiap tahunnya ada pemasukan pinjaman baru. Pada awal Mei 1998 besarnya utang luar negeri swasta dari 1.800 perusahaan diperkirakan berkisar antara US$ 63 hingga US$ 64 milyar, sementara utang pemerintah US$ 53,5 milyar. Sebagian besar dari pinjaman luar negeri swasta ini tidak di hedge (Nasution: 12). Sebagian orang Indonesia malah bisa hidup mewah dengan menikmati selisih biaya bunga antara dalam negeri dan luar negeri (Wessel et al., hal. 22), misalnya 2 Yang dimaksud di sini adalah perilaku pengusaha yang bertindak atas pertimbangan dirinya sendiri tanpa mengetahui apa yang dilakukan oleh pengusaha lainnya. Misalnya pengusaha ramai-ramai mendiri-kan apotik, membuka tambak udang, membangun realestat dan kondomium. 3 Total pembayaran cicilan utang pokok dan bunga setelah dikurangi pinjaman baru.6 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 bank-bank. Maka beban pembayaran utang luar negeri beserta bunganya menjadi tambah besar yang dibarengi oleh kinerja ekspor yang melemah (bandingkan IDE). Ditambah lagi dengan kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam yang membuat utang dalam nilai rupiah membengkak dan menyulitkan pembayaran kembalinya. Pinjaman luar negeri dan dana masyarakat yang masuk ke sistim perbankan, banyak yang dikelola secara tidak prudent, yakni disalurkan ke kegiatan grupnya sendiri dan untuk proyek-proyek pembangunan realestat dan kondomium secara berlebihan sehingga jauh melampaui daya beli masyarakat, kemudian macet dan uangnya tidak kembali (Nasution: 28; Ehrke: 3). Pinjaman-pinjaman luar negeri dalam jumlah relatif besar yang dilakukan oleh sistim perbankan sebagian disalurkan ke sektor investasi yang tidak menghasilkan devisa (non-traded goods) di bidang tanah seperti pembangunan hotel, resort pariwisata, taman hiburan, taman industri, shopping malls dan realestat (Nasution: 9; IMF Research Department Staff: 10). Proyek-proyek besar ini umumnya tidak menghasilkan barang-barang ekspor dan mengandalkan pasar dalam negeri, maka sedikit sekali pemasukan devisa yang bisa diandalkan untuk membayar kembali utang luar negeri. Krugman melihat bahwa para financial intermediaries juga berperan di Thailand dan Korea Selatan dengan moral nekat mereka, yang menjadi penyebab utama dari krisis di Asia Timur. Mereka meminjamkan pada proyek-proyek berisiko tinggi sehingga terjadi investasi berlebihan di sektor tanah (Krugman, 1998; Greenwood). Mereka mulai mencari dollar AS untuk membayar utang jangka pendek dan membeli dollar AS untuk di hedge (World Bank, 1998, hal. 1.4). 4) Permainan yang dilakukan oleh spekulan asing (bandingkan juga Ehrke: 2-3) yang dikenal sebagai hedge funds tidak mungkin dapat dibendung dengan melepas cadangan devisa yang dimiliki Indonesia pada saat itu, karena praktek margin trading, yang memungkinkan dengan modal relatif kecil bermain dalam jumlah besar. Dewasa ini mata uang sendiri sudah menjadi komoditi perdagangan, lepas dari sektor riil. Para spekulan ini juga meminjam dari sistim perbankan untuk memperbesar pertaruhan mereka. Itu sebabnya mengapa Bank Indonesia memutuskan untuk tidak intervensi di pasar valas karena tidak akan ada gunanya. Meskipun pada awalnya spekulan asing ikut berperan, tetapi

Namun pemicu adalah krisis moneter kiriman yang berawal dari Thailand antara Maret sampai Juni 1997. 7) Penanam modal asing portfolio yang pada awalnya membeli saham besar-besaran dimingimingi keuntungan yang besar yang ditunjang oleh perkembangan moneter yang relatif stabil kemudian mulai menarik dananya keluar dalam jumlah besar (bandingkan World Bank. Peran IMF dan Saran Department Staff: 10.4. 1998: 5). IDE).000 per dollar AS dengan pengharapan ini adalah kurs tertinggi dan rupiah akan balik menguat. 11). dan pada saat itu mereka akan menukarkan kembali rupiah dengan dollar AS (Wessel et al. p.3. Terkesan tidak adanya kebijakan pemerintah yang jelas dan terperinci tentang bagaimana mengatasi krisis (Nasution: 1) dan keadaan ini masih berlangsung hingga saat ini. hal. karena mereka membeli rupiah dalam jumlah cukup besar ketika kurs masih di bawah Rp. Kesalahan juga terletak pada investor luar negeri yang kurang waspada dan meremehkan resiko (IMF. Sebagian dari mereka ini justru sekarang menderita kerugian. 2. 8) IMF tidak membantu sepenuh hati dan terus menunda pengucuran dana bantuan yang dijanjikannya dengan alasan pemerintah tidak melaksanakan 50 butir kesepakatan dengan baik.mereka tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas pecahnya krisis moneter ini.1). 4. 1998: 1. Negara-negara sahabat yang menjanjikan akan membantu Indonesia juga . Krisis ini adalah krisis kepercayaan terhadap rupiah (World Bank. yang disebabkan karena laju peningkatan impor barang dan jasa lebih besar dari ekspor dan melonjaknya pembayaran bunga pinjaman. 1998. Sistim ini menyebabkan apresiasi nyata dari nilai tukar rupiah dan mengundang tindakan spekulasi ketika sistim batas intervensi ini dihapus pada tanggal 14 Agustus 1997 (Nasution: 2). IMF. yang membuat harga barang-barang impor menjadi relatif murah dibandingkan dengan produk dalam negeri. 6) Defisit neraca berjalan yang semakin membesar (IMF Research Department Staff: 10. Krisis moneter yang terjadi sudah saling kait-mengkait di kawasan Asia Timur dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya (butir 16 dari persetujuan IMF 15 Januari 1998). Ketidak mampuan pemerintah menangani krisis menimbulkan krisis kepercayaan dan mengurangi kesediaan investor asing untuk memberi bantuan finansial dengan cepat (World Bank. yang diserang terlebih dahulu oleh spekulan dan kemudian menyebar ke negara Asia lainnya termasuk Indonesia (Nasution: 1. Greenwood). 1.. Sebab utama adalah nilai tukar rupiah yang sangat overvalued. 1. IMF Research7 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Dampak. Selisih tingkat suku bunga dalam negeri dengan luar negeri yang besar dan kemungkinan memperoleh keuntungan yang relatif besar dengan cara bermain di bursa efek.10). 1998: 5). ditopang oleh tingkat devaluasi yang relatif stabil sekitar 4% per tahun sejak 1986 menyebabkan banyak modal luar negeri yang mengalir masuk. hal. dana modal asing terus mengalir ke luar negeri meskipun dicoba ditahan dengan tingkat bunga yang tinggi atas surat-surat berharga Indonesia (Nasution: 1. 1). 5) Kebijakan fiskal dan moneter tidak konsisten dalam suatu sistim nilai tukar dengan pita batas intervensi. Setelah nilai tukar Rupiah tambah melemah dan terjadi krisis kepercayaan. 1998.

sementara nilai utang dari negara-negara ini dalam dollar AS meningkat karena meminjam dalam yen. Para spekulan inipun tidak semata-mata menggunakan dananya sendiri. IMF sendiri dinilai banyak pihak telah gagal menerapkan program reformasinya di Indonesia dan malah telah mempertajam dan memperpanjang krisis. US$ 5 milyar meminta pembayaran bunga yang lebih tinggi dari pinjaman IMF. 1998: 1. 9. yang nilainya melemah terhadap dollar AS (lihat IDE). sehingga banyak perusahaan Jepang melakukan relokasi dan investasi dalam jumlah besar di negara-negara ini. kurs dollar AS dan juga mata uang negara-negara Asia Timur melemah terhadap yen Jepang.k.k.. 1.Terjadi krisis kepercayaan dan kepanikan yang menyebabkan masyarakat luas menyerbu membeli dollar AS agar nilai kekayaan tidak merosot dan malah bisa menarik keuntungan dari merosotnya nilai tukar rupiah. Maret 1999 membantu telah mencairkan dananya dan telah habis terpakai. Di lain pihak harus diakui bahwa sektor riil sudah lama menunggu pembenahan yang mendasar. sudah sejak tahun lalu bersiap-siap menyelamatkan harta kekayaannya ke luar negeri mengantisipasi ketidak stabilan politik dalam negeri. Tahun 1995 kurs dollar AS berbalik menguat terhadap yen Jepang.menunda mengucurkan bantuannya menunggu signal dari IMF. Terdapatnya keterkaitan yang erat dengan yen Jepang.4. Kerusahan besar-besaran pada pertengahan Mei yang lalu yang ditujukan terhadap etnis Cina telah menggoyahkan kepercayaan masyarakat ini akan keamanan harta. karena mata uang negaranegara Asia ini dipatok dengan dollar AS. 11. di mana serbuan terhadap dollar AS makin lama makin besar. padahal keadaan perekonomian Indonesia makin lama makin tambah terpuruk. Setelah Plaza-Accord tahun 1985. Spekulan domestik ikut bermain (Wessel et al. Memang terjadi dislokasi sumber-sumber ekonomi dan kegiatan mengejar rente ekonomi oleh perorangan/kelompok tertentu yang menguntungkan mereka ini dan merugikan rakyat banyak dan perusahaan-perusahaan . namun kelemahan ini meskipun telah terakumulasi selama bertahun-tahun masih bisa ditampung oleh masyarakat dan tidak cukup kuat untuk menjungkir-balikkan perekonomian Indonesia seperti sekarang ini. sementara Brunei Darussalam yang menjanjikan l. baik pejabat pribumi dan etnis Cina. Terjadilah snowball effect. 10. sehingga menimbulkan krisis keuangan. Sejak awal Desember 1997 hingga awal Mei 1998 telah terjadi pelarian modal besar-besaran ke luar negeri karena ketidak stabilan politik seperti isu sakitnya Presiden dan Pemilu (World Bank. US$ 1 milyar baru akan mencairkan dananya sebagai yang terakhir setelah semua pihak lain yang berjanji akan8 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 22). Daya saing negara-negara Asia Timur meningkat terhadap Jepang. Padahal mereka menguasai sebagian besar modal dan kegiatan ekonomi di Indonesia dengan akibat mereka membawa keluar harta kekayaan mereka dan untuk sementara tidak melaukan investasi baru. Orang-orang kaya Indonesia. tetapi juga meminjam dana dari sistim perbankan untuk bermain. hal. jiwa dan martabat mereka. Singapura yang menjanjikan l. (Ehrke: 2).10).

Sejumlah US$ 3. Di samping dana bantuan IMF.07 milyar yang bisa dimanfaatkan. Membenahi sektor riil saja. Bank Dunia. monopoli di berbagai bidang. Program reformasi ekonomi yang disarankan IMF ini mencakup empat bidang: 1. Dampak. mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri terhadap kemampuan ekonomi Indonesia. Subsidi pangan oleh BULOG. 3. penyaluran dana yang besar untuk proyek IPTN dan mobil nasional.3 milyar selama tiga hingga lima tahun masa program. Penyesuaian struktural. dan sisanya akan dicairkan secara bertahap sesuai kemajuan dalam pelaksanaan program. Bank Pembangunan Asia dan negaranegara sahabat juga menjanjikan pemberian bantuan yang nilai totalnya mencapai lebih10 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia disebabkan karena pemerintah baru meminta bantuan IMF setelah rupiah sudah sangat terdepresiasi.yang efisien. Indonesia sendiri mempunyai kuota di IMF sebesar US$ 2. Timbulnya krisis berkaitan dengan9 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Penyehatan sektor keuangan. Namun bantuan dari pihak lain ini dikaitkan dengan kesungguhan pemerintah Indonesia melaksanakan program-program . dan kurang dipengaruhi oleh sektor riil dalam negeri. 1997: 1). Program Reformasi Ekonomi IMF Menurut IMF. dan tidak kalah penting adalah mengembalikan stabilitas sosial dan politik. yaitu dengan membuat mata uang itu sendiri menarik. dan yang terakhir adalah review yang keempat. Dari jumlah total pinjaman tersebut. Second Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies (MEFP) tanggal 24 Juni. tidak memecahkan permasalahan. 4. Kebijakan fiskal. Sementara itu pemerintah Indonesia telah enam kali memperbaharui persetujuannya dengan IMF. menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang nyata. IMF akan mengalokasikan stand-by credit sekitar US$ 11. yakni sektor ekonomi luar negeri. Maret 1999 kurang US$ 37 milyar (menurut Hartcher dan Ryan). Krisis pecah karena terdapat ketidak seimbangan antara kebutuhan akan valas dalam jangka pendek dengan jumlah devisa yang tersedia. yang menyebabkan nilai dollar AS melambung dan tidak terbendung. Kebijakan moneter. Peran IMF dan Saran jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS secara tajam. meskipun kelemahan sektor riil dalam negeri mempunyai pengaruh terhadap melemahnya nilai tukar rupiah. kemudian 29 Juli 1998. Inti dari setiap program pemulihan ekonomi adalah restrukturisasi sektor finansial. membenahi kinerja perbankan nasional. jumlah yang sama disediakan setelah 15 Maret 1998 bila program penyehatannya telah dijalankan sesuai persetujuan. Program bantuan IMF pertama ditanda-tangani pada tanggal 31 Oktober 1997. tanggal 16 Maret 1999. (Fischer 1998b). Sebab itu tindakan yang harus segera didahulukan untuk mengatasi krisis ekonomi ini adalah pemecahan masalah utang swasta luar negeri. Strategi pemulihan IMF dalam garis besarnya adalah mengembalikan kepercayaan pada mata uang. Untuk menunjang program ini.04 milyar dicairkan segera. 2. (IMF.

Cakupan memorandum ini lebih luas dari kedua persetujuan sebelumnya. sehingga ekspor bisa bangkit kembali. Saransaran IMF diharapkan akan mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan cepat dan kurs nilai tukar rupiah bisa menjadi stabil (butir 17 persetujuan IMF 15 Januari 1998). dan aspek baru yang masuk adalah penyelesaian utang luar negeri perusahaan swasta Indonesia.Perdagangan luar negeri dan investasi . Restrukturisasi sektor keuangan .Memperkuat aspek hukum dan pengawasan untuk perbankan C.Deregulasi dan swastanisasi . Dampak. maka diadakanlah negosiasi ulang yang menghasilkan supplementary memorandum pada tanggal 10 April 1998 yang terdiri atas 20 butir.Program restrukturisasi bank . kembalikan pembelanjaan perdagangan pada keadaan yang normal. memperkuat dan mempercepat restrukturisasi sistim perbankan. Reformasi struktural . menstabilkan rupiah pada tingkat yang sesuai dengan kekuatan ekonomi Indonesia. maka dilakukanlah negosiasi kedua yang menghasilkan persetujuan mengenai reformasi ekonomi (letter of intent) yang ditanda-tangani pada tanggal 15 Januari 1998. yang mengandung 50 butir. di antaranya US$ 4 milyar dari IMF dan masing-masing US$ 0. 7 appendix dan satu matriks.11 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Karena dalam beberapa hal program-program yang diprasyaratkan IMF oleh pihak Indonesia dirasakan berat dan tidak mungkin dilaksanakan.Kebijakan moneter dan nilai tukar B. 5. Setelah pelaksanaan reformasi kedua ini kembali menghadapi berbagai hambatan. Kebijakan makro-ekonomi . di antaranya sebesar US$ 21 milyar berasal dari IMF. Pembangunan sektor perbankan . Kebijakan moneter dan suku bunga 2. Jadwal pelaksanaan masing-masing program dirangkum dalam matriks komitmen kebijakan struktural. Pokokpokok dari program IMF adalah sebagai berikut: A.Lingkungan hidup. 3. Ke tujuh appendix adalah masing-masing: 1. Strategi yang akan dilaksanakan adalah: 1. memperkuat implementasi reformasi struktural untuk membangun ekonomi yang efisien dan berdaya saing.Kebijakan fiskal . Peran IMF dan Saran 4.2 milyar.Social safety net . 2.yang diprasyaratkan IMF. menyusun kerangka untuk mengatasi masalah utang perusahaan swasta. Sebagai perbandingan.5 milyar berasal dari Indonesia dan Korea. Korea mendapat bantuan dana total sebesar US$ 57 milyar untuk jangka waktu tiga tahun. Thailand hanya memperoleh dana bantuan total sebesar US$ 17.

Stiglitz. pemimpin ekonom Bank Dunia. Reformasi BUMN dan swastanisasi 5. rasa tenteram. Semakin jatuh nilai tukar rupiah.4 juta dan jumlah yang sama akan dicairkan lagi berturut-turut awal bulan Juni dan awal bulan Juli. Awal Mei 1998 telah dilakukan pencairan kedua sebesar US$ 989. dan (2) program IMF terlalu banyak mencampuri kedaulatan negara yang dibantu (Fischer. Reformasi struktural 6. Adalah kebijakan dari Orde Baru untuk menjaga keseimbangan dalam anggaran belanja negara. namun ini bukan disebabkan karena kebijakan deficit financing dari pemerintah. tetapi untuk mendukung neraca pembayaran serta memberi rasa aman. tetapi oleh karena nilai tukar rupiah yang terpuruk terhadap dollar AS. semakin besar defisit yang terjadi dalam anggaran belanja. 1998b). Salah satu pemecahan standar IMF adalah menuntut adanya surplus dalam anggaran belanja negara. Pencairan berikutnya sebesar US$ 1 milyar yang dijadwalkan awal bulan Juni baru akan terlaksana awal bulan September ini. Hukum Kebangkrutan dan reformasi yuridis. Radelet dan Sachs secara gamblang mentakan bahwa bantuan IMF kepada tiga negara Asia (Thailand. Sementara itu Menko Ekuin/ Kepala Bappenas menegaskan bahwa “Dana IMF dan sebagainya memang tidak kita gunakan untuk intervensi. dan tidak ada tingkat inflasi yang melebihi 10%. Restrukturisasi utang swasta 7. Selama ini tidak ada pencetakan uang secara besar-besaran untuk menutup anggaran belanja negara yang defisit. Bantuan anggaran pemerintah untuk golongan lemah 4. J. Setelah melihat program penyelematan IMF di ketiga negara tersebut. Memang dalam anggaran belanja negara tahun 1998/1999 terdapat defisit anggaran yang besar. meskipun surplus12 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Kritik Terhadap IMF Banyak kritik yang dilontarkan oleh berbagai pihak ke alamat IMF dalam hal menangani krisis moneter di Asia. bila pemerintah dengan konsekuen melaksanakan program IMF.3. yang paling umum adalah bahwa: (1) program IMF terlalu seragam. padahal dalam hal Indonesia anggaran belanja negara sampai dengan tahun anggaran 1996/1997 hampir selalu surplus. Korea dan Indonesia) telah gagal. Prioritas utama dari program IMF ini adalah restrukturisasi sektor perbankan. timbul kesan yang kuat bahwa IMF sesungguhnya tidak menguasai permasalahan dari timbulnya krisis. Maret 1999 ini ditutup oleh bantuan luar negeri resmi pemerintah. Pemerintah akan terus menjamin kelangsungan kredit murah bagi perusahaan kecilmenengah dan koperasi dengan tambahan dana dari anggaran pemerintah (butir 16 dan 20 dari Suplemen). dan rasa kepercayaan terhadap perekonomian bahwa kita memiliki cukup devisa untuk mengimpor dan memenuhi kewajiban-kewajiban luar negeri” (Kompas. 6 Mei 1998). Karena itu pemecahan utamanya adalah bagaimana mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar. sehingga tidak bisa keluar dengan program penyelamatan yang tepat. dan prinsip ini terus dipegang. padahal masalah yang dihadapi tiap negara tidak seluruhnya sama. mengkritik bahwa prakondisi IMF yang .

Kabar terakhir menyebutkan bahwa pencairan bantuan tahap ketiga awal Juni ni akan tertunda lagi atas desakan pemerintah AS yang dikaitkan dengan perkembangan reformasi politik di Indonesia. dan ini akan menunda cairnya bantuan dari sumber-sumber lain (Hartcher dan Ryan). juga ketidak sejalanan kebijaksanaan moneter dan fiskal” (Sri Mulyani: 72). Bank Indonesia dan perbankan nasional. 2 Mei 1998). dan bagaimana ingin dicapai sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 3%. Dampak. Sri Mulyani mengemukakan. (Sri Mulyani: 72). namun kelemahan utama dari IMF adalah tidak ada program yang jelas untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi untuk mendorong ekspor non-migas. Penasehat khusus IMF untuk Indonesia (P. sehingga memperparah keadaan dan masyarakat . namun dampak psikologisnya dari tindakan ini tidak diperhitungkan. Kedua kebijaksanaan ini bisa memandulkan efektivitas kebijaksanaan makro. Kemudian berlakunya praktek apa yang dinamakan “konsensus Washington”. Narvekar) sendiri juga dikutip sebagai mengatakan bahwa “IMF kerap menerapkan standar ganda dalam pengambilan keputusan. Karenanya. yaitu negara pengutang lazimnya harus mendapatkan restu pendanaan dari pemerintah AS. menjadi hal yang disoroti Dewan Direktur IMF dalam pengambilan keputusannya pekan depan”. karena keharusan BI melakukan fungsi lender of last resort bagi perbankan nasional.R. Demikianpun halnya dengan Bank Dunia. Anwar Nasution mengkritik bahwa reformasi ekonomi yang disarankan IMF bentuknya masih samar-samar. Masyarakat kehilangan kepercayaan kepada otoritas moneter. ada saja peluang bahwa tudingan atas pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia yang makin marak belakangan ini. (Kompas. bahwa di bidang kebijaksanaan makro IMF tidak memperlihatkan adanya konsistensi antarinstrumen kebijaksanaan. Tidak ada penjelasan rinci. perwakilan IMF mewakili negara dan pemerintahan dengan kebijakan dan visi politik masing-masing. Peran IMF dan Saran memberikan kelenturan dengan mengizinkan dipertahankannya subsidi dan menyediakan dana untuk menciptakan jaringan keselamatan sosial. yang bertentangan dengan tema pengetatan. karena cara pengelolaan bank yang amburadul dan tidak mengikuti peraturan. (Nasution: 27-28). sementara keputusan yang diambil harus mengacu pada fakta konkret ekonomi. Di satu pihak IMF13 Krisis Moneter Indonesia : Sebab.teramat ketat terhadap negara-negara Asia di tengah krisis yang berkepanjangan berpotensi menyebabkan resesi yang berkepanjangan. (Kompas. sedang di lain pihak menganut kebijaksanaan moneter yang kontraktif. yang pada dasarnya hanya memperluas kesempatan ekonomi AS. terutama dalam rangka stabilitas nilai tukar dan inflasi. 13 Mei 1998). “Secara makro ancaman kegagalan terbesar kesepakatan ketiga ini berasal dari kebijaksanaan moneter yang masih ambivalen. Harapan satu-satunya adalah peningkatan ekspor non-migas. Saran IMF menutup sejumlah bank yang bermasalah untuk menyehatkan sistim perbankan Indonesia pada dasarnya adalah tepat. bagaimana caranya untuk meningkatkan penerimaan pemerintah dan mengurangi pengeluaran pemerintah untuk mencapai sasaran surplus anggaran sebesar 1% dari PDB dalam tahun fiskal 1998/99. Di satu pihak.

Karena badan internasional lain dan negara-negara sahabat yang menjanjikan bantuan juga menunggu signal dari IMF. 7 dari Suplemen). IMF bisa saja terlebih dahulu mengambil kebijakan memprioritaskan stabilisasi nilai tukar rupiah. uang ketat. Hal ini juga diakui oleh IMF (butir 14. kita juga perlu berterima kasih kepada IMF karena dengan menunda mencairkan bantuannya. hanya dicicil US$ 1 milyar dari jumlah US$ 3 milyar. menyulitkan pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat. Di lain pihak. Dengan menahan pencairan bantuan tahap kedua dan setelah diundur. 16. yang didukung oleh bantuan dana dari World Bank. ekonomi dan hukum di Indonesia yang pada akhirnya bermuara pada mundurnya Presiden Soeharto. 15 dan 24 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). menghilangkan kepercayaan terhadap rupiah. ditambah jarak yang cukup lama antara paket bantuan pertama dan kedua. butir 5. IMF tidak memecahkan permasalahan yang utama dan yang paling mendesak secara langsung. menaikkan suku bunga dan mengembalikan kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi. Dengan demikian timbulnya krisis kepercayaan yang berkepanjangan dapat dicegah. berhubung semua bantuan tambahan yang besarnya mencapai US$ 27 milyar dikaitkan dengan cairnya bantuan IMF. 17. 21 dari persetujuan 15 Januari 1998. kalau mau. juga tidak ada Appendix untuk masalah ini. . Asian Development Bank dan negara-negara sahabat. IMF sedikit banyak mempunyai andil dalam perjuangan menggulirkan tuntutan reformasi politik. Maret 1999 Saran IMF untuk menstabilkan nilai tukar adalah dengan menerapkan kebijakan uang ketat. Pertanyaan mendasar yang harus ditujukan kepada IMF menurut penulis adalah sejauh mana IMF bersungguh-sungguh dalam hal membantu mengatasi krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia dewasa ini? Apakah sama seperti kesungguhan Amerika Serikat ketika membantu Meksiko bersama-sama dengan IMF dan negara-negara maju lainnya yang berhasil menggalang sebesar hampir US$ 48 milyar Januari 1995? Setelah mencapai titik terendah tahun 1995.beramai-ramai memindahkan dananya dalam jumlah besar ke bank-bank asing dan pemerintah atau ditaruh di rumah. yang menimbulkan krisis likuiditas perbankan nasional yang gawat. tingkat bunga tinggi. Sayangnya tidak ada program khusus yang secara langsung ditujukan untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah.14 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. bahkan memperparah keadaan. dari waktu ke waktu mengadakan intervensi terbatas di pasar valas dengan petunjuk IMF (lihat butir 14. pembenahan sektor riil yang memang perlu dan sudah sangat mendesak. perekonomian Meksiko dengan cepat pada tahun 1996 dapat bangkit kembali. Rencana IMF untuk mencairkan bantuannya secara bertahap dalam jarak waktu yang cukup jauh menunjukkan bahwa IMF menekan Indonesia untuk menjalankan programnya secara ketat dan membiarkan keadaan ekonomi Indonesia terus merosot menuju resesi yang berkepanjangan. dengan mencairkan dana bantuan yang relatif besar pada bulan November lalu. IMF sendiri tampaknya tidak tahu apa yang harus dilakukannya dan berputarputar pada kebijakan surplus anggaran. dan titipan-titipan khusus dari negaranegara maju yaitu membuka peluang investasi yang seluas-luasnya bagi mereka dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan Indonesia.

. sementara pemecahan masalahnya sudah sangat mendesak. Namun kekurangan yang paling utama dari IMF adalah bahwa IMF dalam program bantuannya tidak mencari pemecahan terhadap masalah yang pokok dan sangat mendesak ini dan berputar-putar pada reformasi struktural yang dampaknya jangka panjang.World Bank. apakah IMF benar-benar tidak melihat inti permasalahannya atau berpura-pura tidak tahu? Atau IMF mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk memaksakan perubahan-perubahan yang sudah lama menjadi duri di matanya dan bagi Bank Dunia serta mewakili kepentingan-kepentingan asing? Tampaknya di balik anjuran program pemulihan kegiatan ekonomi ada titipan-titipan politik dan ekonomi dari negara-negara besar tertentu. Tidak adanya program dari IMF yang jelas dan berjangka pendek untuk mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar dan menstabilkannya membuat pemerintah cukup lama terombang-ambing antara memilih program IMF atau currency board system. yang lama tidak disinggung oleh IMF. Di sini timbul keragu-raguan akan kemurnian kebijakan reformasi IMF. bab 4 dan 5). Reformasi struktural sebagaimana yang dianjurkan oleh IMF memang mendasar dan penting. sehingga timbul teka-teki. 1997. Dampak. maka hal ini dengan cepat akan memulihkan kembali kepercayaan masyarakat dalam negeri dan internasional. Program reformasi IMF secara mencurigakan mengulang kembali tuntutan-tuntutan deregulasi ekonomi yang sudah sejak bertahun-tahun didengungkan oleh Bank Dunia dan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia (lihat World Bank. tetapi dampak hasilnya baru bisa dirasakan dalam jangka panjang. tapi disuruh belajar berenang dahulu. karena untuk beberapa tindakan memang ada tanda-tanda kekurang sungguhan di pihak Indonesia. bab 2. Jadi. Krisis ekonomi yang tengah berlangsung ini memang bukan tanggung-jawab IMF dan tidak bisa dipecahkan oleh IMF sendiri.Di lain pihak memang harus diakui bahwa tekanan ini perlu untuk memastikan kesungguhan Indonesia. Ibaratnya orang yang sudah hampir tenggelam diombang-ambing ombak laut tidak segera ditolong dengan dilempari pelampung. Peran IMF dan Saran perusahaan yang jatuh bergelimpangan. Banyak perusahaan yang mengandalkan pasaran dalam negeri tidak bisa menjual barang hasil produksinya karena perusahaan-perusahaan ini umumnya memiliki kandungan impor yang tinggi dan harga jualnya menjadi tidak terjangkau dengan semakin jatuhnya nilai tukar rupiah. 1996. utang luar negeri swasta dan nilai tukar rupiah yang merosot jauh dari nilai riilnya adalah masalah-masalah dasar jangka pendek. Permintaan IMF untuk menghentikan dengan segera perlakuan pembebasan pajak dan kemudahan kredit untuk proyek mobil nasional dan IPTN adalah tepat. yang justru menjanjikan kepastian dan kestabilan nilai tukar pada tingkat yang wajar. Bila semua kekuatan bantuan ini dikumpulkan sekaligus secara dini. Namun bantuan dana IMF dan ketergantungan harapan pada IMF ini di(salah)gunakan untuk menekan pemerintah Indonesia untuk melaksanakan reformasi struktural secara besar-besaran. di mana makin ditunda makin banyak15 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. karena dalam jangka pendek proyek ini akan mengacaukan kebijakan pemerintah di bidang fiskal.

Tidak bisa biaya produksi dihitung atas dasar nilai tukar dengan dollar AS yang masih relatif tinggi lalu dibebankan kepada konsumen. BBM dan listrik. Namun penurunan subsidi BBM dan listrik oleh pemerintah secara drastis dan mendadak pada tanggal 4 Mei 1998 yang lalu mempunyai dampak yang sangat luas terhadap perekonomian rakyat kecil. Subsidi untuk bahan pangan. Maret 1999 oleh beberapa faktor. BBM dan listrik sudah diperhitungkan dan dinaikkan dalam anggaran pemerintah (butir 20 dari Suplemen). yakni melalui subsidi silang sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tetap dikenakan tarif listrik yang murah dan melalui peningkatan efisiensi.anggaran dan moneter secara berarti. Modal asing sudah diberi peluang yang cukup besar untuk investasi di Indonesia dengan diperbolehkannya kepemilikan hingga 100% baik untuk pendirian PMA. menunggu keresahan masyarakat reda? Di sini pemerintah salah membaca isi dari kesepakatan dengan IMF. sehingga nilai tukar valas naik sangat tinggi dan siapa yang menarik keuntungan dari krisis ini? Janganlah rakyat banyak diminta untuk berkorban mengatasi krisis ini atau membebankan di atas penderitaan rakyat dengan misalnya menaikkan harga BBM dan tarif listrik. Membengkaknya subsidi ini disebabkan16 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Juga saran IMF untuk menghapuskan subsidi BBM dan listrik yang kian membesar secara bertahap dalam jangka waktu tiga tahun sudah benar. tetapi sebab utama karena merosotnya nilai tukar rupiah. karena IMF menganjurkan penghapusan subsidi secara bertahap dan tidak secara mendadak. seperti orang asing yang tinggal di Indonesia misalnya. siapa yang menjadi penyebab dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini. bila pendapatan masyarakat dalam rupiah juga ikut naik dua atau tiga kali lipat sesuai dengan kenaikan nilai tukar dollar AS. Jadi tindakan yang pokok adalah pertama mengembalikan dulu nilai rupiah ke tingkat yang wajar dan dari sini baru menghitung besarnya subsidi. Baru pada tanggal 1 Oktober 1998 direncanakan subsidi akan diturunkan secara berarti. kalau tidak menurun dan banyaknya PHK. (butir 10 dan 11 dari Suplemen). Yang menjadi pertanyaan di sini adalah. apakah pemerintah tidak bisa menunda kenaikan BBM dan listrik untuk beberapa bulan. meskipun kepentingan rakyat kecil sangat diperhatikan dengan adanya jaringan keselamatan sosial. bank asing maupun penguasaan saham dari . sementara pendapatan masyarakat adalah dalam rupiah yang tidak berubah sejak sebelum terjadinya krisis moneter. Dalam situasi sekarang hampir tidak ada peluang untuk meningkatkan pajak. Di antara saran-saran IMF juga ada yang mengenai perluasan penyertaan modal asing dalam kegiatan ekonomi Indonesia yang terlalu jauh. tagihan listrik dalam jumlah besar yang tidak dibayar. Dalam kaitan ini perlu dipertanyakan. misalnya penagihan yang lebih efektif. Tindakan drastis ini sedikit-banyak telah membantu memicu terjadinya kerusuhan-kerusuhan sosial dan politik. Dalam suplemen program IMF April 1998 disebutkan bahwa subsidi masih bisa diberikan kepada beberapa jenis barang yang banyak dikonsumsi oleh penduduk berpenghasilan rendah seperti bahan makanan. seperti kinerja yang kurang efisien. Subsidi listrik relatif lebih mudah untuk dihapuskan. Halnya akan lain. kita harus melihat sebab-sebab lain di balik kenaikan biaya produksi. Keadaan ini tidak sebanding.

tetapi apa salahnya bila pemerintah menyisakan bidang kegiatan untuk pengusaha Indonesia. Masalahnya bukan sentimen nasionalisme. utang luar negeri dalam rupiah melonjak. dan liberalisasai perdagangan yang jauh lebih liberal dari komitmen resmi pemerintah di forum WTO. harga BBM/tarif listrik naik. Dampak. Dampak dari Krisis Dewasa ini semua permasalahan dalam krisis ekonomi berputar-putar sekitar kurs nilai tukar valas. Ikut campurnya IMF dalam penyelesaian utang swasta adalah sangat baik. yang bukan disebabkan karena imported inflation4 . tetapi lebih tepat jika dikatakan foreign exchange induced inflation. meskipun tidak kembali pada tingkat sebelum terjadinya krisis moneter. IMF bisa bertindak sebagai perantara yang netral dan dipercaya. izin investasi di bidang perdagangan besar dan eceran. perjalanan ke luar negeri . yang melambung tinggi jika dihadapkan dengan pendapatan masyarakat dalam rupiah yang tetap. Peran IMF dan Saran luar negeri. terutama yang bermodal kecil? Apa permintaan IMF ini tidak terlalu jauh? Kedengarannya seperti IMF menerima titipan pesan sponsor dari negara-negara besar yang ingin memaksakan kepentingannya dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Dengan demikian roda perekonomian bisa berputar kembali dan harga-harga bisa turun dari tingkat yang tinggi dan terjangkau oleh masyarakat. padahal harga dari banyak barang naik cukup tinggi. toko sepi. kecuali sebagian sektor pertanian dan ekspor. khususnya dollar AS. yang akan memperlancar dan mempercepat proses penyelesaian utang. karena IMF sebagai lembaga yang disegani bisa banyak membantu memulihkan kepercayaan kreditor17 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. tarif angkutan naik. Pada sisi lain merosotnya nilai tukar rupiah secara tajam juga membawa hikmah. dan apa sumbangannya terhadap pemasukan modal asing? Bukan masalah anti asing atau sentimen nasionalisme yang sempit. bahkan dalam beberapa hal turun ditambah PHK. PHK di mana-mana. Imbas dari kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam secara umum sudah kita ketahui: kesulitan menutup APBN. Dampak lain adalah laju inflasi yang tinggi selama beberapa bulan terakhir ini. AFTA dan APEC. Secara umum impor barang menurun tajam termasuk impor buah. tetapi apa sumbangan dari keterbukaan ini terhadap restrukturisasi ekonomi dari program IMF. (Bandingkan juga Sri Mulyani: 72-3). biaya sekolah di luar negeri melonjak. stabilisasi ekonomi dan moneter. Meskipun demikian IMF masih meminta dihapuskannya larangan membuka cabang bagi bank asing.perusahaan-perusahaan yang telah go public. Masalah ini hanya bisa dipecahkan secara mendasar bila nilai tukar valas bisa diturunkan hingga tingkat yang wajar atau nyata (riil). Saran IMF lainnya yang disisipkan dalam persetujuan dan tidak ada kaitannya dengan program stabilisasi ekonomi dan moneter adalah desakannya untuk menyusun UndangUndang Lingkungan Hidup yang baru (butir 50 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). investasi menurun karena impor barang modal menjadi mahal. harga telur/ayam naik. kecuali saham bank nasional yang go public. perusahaan tutup atau mengurangi produksinya karena tidak bisa menjual barangnya dan beban utang yang tinggi.

karena krisis belum juga menyentuh dasar jurang. sulit untuk diramalkan karena tergantung pada banyak faktor. daya saing produk dalam negeri dengan tingkat kandungan impor rendah meningkat sehingga bisa menahan impor dan merangsang ekspor khususnya yang berbasis pertanian. gula. bahkan cenderung sedikit menurun pada sektor barang hasil industri. kebalikannya arus masuk turis asing akan lebih besar. Menurut perkiraan IMF pada bulan Maret 1999 lalu. Berapa lama krisis ekonomi ini masih akan berlangsung. Sayangnya ekspor yang secara teoretis seharusnya naik. tetapi penerimaan ekspor dalam valas umumnya tidak berubah. pertumbuhan GDP nyata Indonesia pada tahun 1998/9 diperkirakan akan negatif sebesar 16%. . Meningkatnya jumlah penduduk miskin tidak terlepas dari jatuhnya nilai tukar rupiah yang tajam. proteksi industri dalam negeri meningkat sejalan dengan merosotnya nilai tukar rupiah. Faktor-faktor tersebut adalah bantuan IMF dan donor-donor lainnya yang segera. dan ini tidak terjadi. pada Oktober 1998 ini jumlah keluarga miskin diperkirakan meningkat menjadi 7.dan pengiriman anak sekolah ke luar negeri.5 juta. dan tingkat inflasi sekitar 66%. hanya di sini ada kesulitan lain untuk meningkatkan ekspor. karena pembeli di luar negeri juga menekan harganya karena tahu petani dapat untung besar. Maret 1999 dalam nilai tukar mata uangnya dan bisa menurunkan harga jual dalam nominasi valas. Petani yang berbasis ekspor penghasilannya dalam rupiah mendadak melonjak drastis. Sebagai dampak dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ini. suasana politik dan sosial yang stabil. Namun secara keseluruhan dampak negatifnya dari jatuhnya nilai tukar rupiah masih lebih besar dari dampak positifnya.18 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. karena ada masalah dengan pembukaan L/C dan keadaan sosial-politik yang belum menentu sehingga pembeli di luar negeri mengalihkan pesanan barangnya ke negara lain. Meskipun penerimaan rupiah petani komoditi ekspor meningkat tajam. pulihnya kepercayaan investor dalam dan luar negeri. Hasilnya adalah perbaikan dalam neraca berjalan. kopi dan sebagainya ikut naik. sehingga bila nilai tukar rupiah bisa dikembalikan ke nilai nyatanya maka biaya besar yang dibutuhkan untuk social safety net ini bisa dikurangi secara drastis. menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada tingkat yang wajar. tidak terjadi. sehingga perlu dilancarkan program-program untuk menunjang mereka yang dikenal sebagai social safety net. pengusaha domestik kapok meminjam dana dari luar negeri. dan negara-negara produsen lain juga mengalami depresiasi 4 Suatu inflasi dikatakan terjadi karena imported inflation bila harga barang-barang di negara pengekspornya naik. Hal yang serupa juga terjadi untuk ekspor barang manufaktur. Prospek Ekonomi Indonesia Prospek ekonomi untuk beberapa tahun mendatang adalah kurang cerah dan akan ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang negatif. keamanan yang mantap. Keadaan ekonomi yang sangat parah ini diperkirakan pada bulan-bulan mendatang masih akan berlangsung terus. yang menyebabkan terjadinya kesenjangan antara penghasilan yang berkurang karena PHK atau naik sedikit dengan pengeluaran yang meningkat tajam karena tingkat inflasi yang tinggi. sementara bagi konsumen dalam negeri harga beras.

reformasi dan memperkuat sistim perbankan. kegiatan ekonomi Indonesia terutama harus ditunjang oleh kekuatan sendiri berdasarkan dana modal yang tersedia di dalam negeri. dana asing akan sangat hati-hati masuk ke Indonesia. Para ekonom dari CSIS berpendapat bahwa langkah yang harus diambil untuk mengatasi kemelut ini adalah dengan menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tingkat yang wajar. sehingga yang diperlukan adalah pulihnya kepercayaan dan masuknya modal baru. tenaga terlatih. Dengan sistim ini. kirim anak sekolah di luar negeri. perdagangan dan angkutan juga bisa hidup kembali. 2. restrukturisasi perbankan. Karena prasarana dasar untuk pembangunan sudah tersedia. harga mobil terjangkau oleh masyarakat. mesin-mesin sudah ada. Dampak. maka perbaikan ini diperkirakan akan berlangsung relatif cepat. Penulis menginterpretasikan nilai tukar nyata sebagai nilai tukar berdasarkan purchasing power parity yang bisa menjaga keseimbangan dalam neraca berjalan dan yang bisa menjamin ekonomi nasional beroperasi. Dengan demikian. Setelah mendapat pengalaman dari krisis ini. Dengan demikian sumber utama krisis di masa lalu untuk masa mendatang sudah dapat dieliminir. Saran-Saran Krisis moneter telah memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk menentukan kebijakan di masa depan.Tapi sekali krisis berakhir dan ekonomi berbalik bangkit kembali (rebound). jalan-jalan ke luar negeri. Bank Dunia menyarankan mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah dengan empat kebijakan utama: restrukturisasi beban utang swasta. dan penyelesaian masalah utang swasta dengan penjadwalan ulang (Kompas. harga barang-barang produksi dalam negeri dengan kandungan lokal tinggi bisa meningkat daya saingnya sehingga bisa berkembang dan orang tidak mengandalkan bahan impor karena menjadi mahal. Peran IMF dan Saran dewasa ini adalah program penyelamatan yang bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat serta menstabilkan kurs rupiah pada nilai tukar yang nyata (bandingkan juga Stiglitz). perjalanan. 9 April 1998). Dunia perbankan nasional juga telah diajarkan dari manfaat jangka panjang untuk bertindak prudent. impor secara otomatis akan berkurang (misalnya buah. maka upaya yang paling utama dan mendesak bagi Indonesia19 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. 1998. pabrik. Ditambah dengan hilangnya insentif untuk meminjam dari luar negeri karena biaya pinjaman yang lebih rendah diimbangi dengan tingkat depresiasi yang lebih tinggi dan karena tidak adanya lagi intervensi kurs oleh BI. p. pola makan makanan yang bahannya gandum). Inti dari pemecahan krisis moneter dalam jangka pendek haruslah ditujukan kepada pencegahan penumpukan pembayaran utang luar negeri.2). berobat di luar negeri. industrialisasi substitusi impor berlanjut. baik swasta maupun pemerintah. dan menjaga stabilitas fiskal dan moneter selama masa transisi (World Bank. begitupun pengusaha domestik akan sangat hati-hati untuk meminjam dari luar negeri. Kegiatan jasa hotel. pada suatu saat tertentu dan membagi (spread-out) pembayaran ini secara merata dalam . sejauh persyaratan di atas bisa dipenuhi. memperbaiki “governance”. dan meningkatkan ekspor.

Maret 1999 1. Pemerintah melaksanakan reformasi dan restrukturisasi sektor riil dan keuangan secara konsekuen untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia. Dengan adanya kepercayaan ini. berarti bahwa beban utang termasuk pembayaran bunga untuk di kemudian hari akan bertambah besar. Bila Jepang hanya mau membantu dengan dengan menambah pinjaman baru. termasuk program reformasi IMF. Keuntungan dari penundaan pembayaran utang ini adalah. maka pemerintah juga harus melaksanakannya dengan konsekuen. Makin cepat pemerintah melaksanakan program-program reformasi. Beberapa saran dari penulis untuk mengatasi krisis ekonomi dewasa ini adalah sebagai berikut:20 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.560 juta. Karena Indonesia telah menanda-tangani persetujuan program reformasi struktural ekonomi dengan IMF. Sebab menurut APBN tahun 1998/99 jumlah pembayaran cicilan utang pokok luar negeri beserta bunganya mencapai US$ 7. Sejauh ini Indonesia memang selalu patuh untuk membayar semua utang-utangnya secara tepat waktu.450 juta. yang juga selalu mendapatkan pujian dari Bank Dunia dan IMF. hanya saja jangka waktu pembayaran kembalinya saja yang lebih panjang. sebab Paris Club adalah instrumen internasional yang memang khusus dirancang untuk membantu negara-negara sedang berkembang dalam menghadapi masalah pembayaran kembali utang-utang luar negeri pemerintah. Sementara ini sudah banyak negara sedang berkembang yang memanfaatkan fasilitas ini. tanpa merusak nama Indonesia sebagai debitur yang baik. harus bertindak proaktif menghadapi IMF dengan mengajukan saran-sarannya sendiri dan menolak program-program yang tidak relevan dan cenderung merugikan Indonesia. . dalam hal ini Departemen Keuangan dan Bank Indonesia. Mengusahakan penundaan pembayaran utang resmi pemerintah berupa pembayaran cicilan pokok dan bunga selama misalnya dua tahun melalui Paris Club. Indonesia bisa bernapas untuk memperkuat posisi cadangan devisanya. apa salahnya jika Indonesia meminta penundaan waktu pembayaran kembali utang? Nama Indonesiapun tidak menjadi jelek karenanya. makin cepat juga dananya cair. Jumlah ini sangat berarti untuk memperkuat cadangan devisa negara. Seandainya Indonesia tidak menerima bantuan barupun. sementara pinjaman luar negeri baru sebesar US$ 6. diharapkan akan terjadi arus balik devisa dan masuknya modal luar negeri. 2. terlebih lagi karena bantuan IMF ini terkait dengan bantuan negara-negara donor lainnya yang jumlahnya sangat besar. Yang nanti akan menjadi masalah adalah bagaimana membayar utang bantuan darurat yang mencapai US$ 46 milyar tersebut di samping utang-utang pemerintah dan swasta yang ada. Namun pemerintah. bahwa beban utang tidak menjadi bertambah. Namun dalam keadaan krisis yang parah ini. Membentuk kabinet baru yang terdiri atas teknokrat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat Indonesia maupun luar negeri akan kesungguhan program reformasi. maka masih ada selisih positif sebesar lebih dari US$ 1 milyar yang bisa dihemat.jangka waktu yang lebih panjang pada tingkat yang terkendali (manageable). Dengan demikian. 3.

begitupun harga BBM/listrik dan pakan ternak. Kebijakan depresiasi nilai tukar yang relatif besar dampaknya sama seperti kebijakan proteksi produksi dalam negeri. Dilain pihak kurs dollar AS ini harus cukup tinggi untuk menahan impor berbagai macam barang dan bahan serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri termasuk buah-buahan. sehingga ekspor masih bisa tetap bergairah. bahwa Indonesia akan menunda pembayaran cicilan utang pokoknya saja.22 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Sebaliknya daya saing ekspor masih cukup tinggi. . biaya perjalanan ke dan sekolah di luar negeri tetap masih mahal. Masalah pokoknya adalah bagaimana memperkuat nilai tukar mata uang masing-masing kembali pada tingkat yang wajar. maka seluruh daya upaya dan pikiran dapat diarahkan untuk memecahkan persoalannya. pembayaran utang luar negeri pemerintah dan swasta dalam rupiah dapat ditekan sehingga mampu dikembalikan.Penjadwalan kembali pembayaran utang resmi pemerintah ini juga akan banyak21 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. yang sekarang sedang diusahakan oleh Tim Penanggulangan Utang Luar Negeri Swasta (PULNS) atau Indonesian Debt Restructuring Agency (INDRA). Dengan kurs ini defisit anggaran belanja negara bisa ditekan. ASEAN. Bila ini disadari sebagai hal yang utama dan yang paling mendesak untuk mengakhiri krisis ini. perjalanan domestik dan luar negeri dapat hidup kembali. 4. Mengembalikan stabilitas sosial dan politik dan rasa aman secepatnya sehingga bisa memulihkan kepercayaan pemilik modal dalam dan luar negeri. yang semuanya mengurangi pengurangan devisa. orang-orang yang menganggur dapat bekerja kembali. Nilai tukar nyata yang wajar ini harus dicari dengan memperhatikan kriteria-kriteria berikut. insentif untuk meminjam dana dari luar negeri hilang. dan sebagainya untuk mencari pemecahan atas krisis moneter yang sedang melanda banyak negara Asia Timur. 6. terlebih lagi dengan semakin terpuruknya nilai tukar rupiah semakin besar pula defisit dalam anggaran belanja negara yang harus ditutup. karena merubah perbandingan harga antara barang dalam negeri aktif dalam forum-forum internasional seperti APEC. jumlah penduduk miskin dapat ditekan kembali dan jaringan keamanan sosial tidak lagi diperlukan. bahkan bisa dipertimbangkan untuk membiarkannya sedikit undervalued untuk meningkatkan daya saing secara internasional dan merangsang produksi dalam negeri dan ekspor. biaya angkutan udara bisa diturunkan. Menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang riil. juga tingkat inflasi. artinya tidak lagi overvalued ketika regim managed floating. Mengadakan negosiasi ulang utang luar negeri swasta Indonesia dengan para kreditor untuk meminta penundaan pembayaran. Maret 1999 7. paling tidak tingkat depresiasi rupiah tidak lebih rendah dari depresiasi nyatanya. Peran IMF dan Saran membantu meringankan defisit anggaran belanja. Hal ini telah dilakukan oleh pemerintah dan telah dicapai kesepakatan. harga barang-barang produksi dalam negeri dapat terjangkau termasuk sembako dan pabrik-pabrik beroperasi kembali. Hingga kini sikap pemerintah Indonesia terkesan pasif. Misalnya dengan mengajukan gagasan-gagasan pemecahan yang konkrit dan mendesak diadakannya pertemuanpertemuan dengan segera. Dampak.

Supplemetary Memorandum of Economic and Financial Policies.8. hal. “Indonesia. 30 Maret .1 April. 1997. May.. J. Washington. IMF. World Economic Outlook. Bonn: Friedrich Ebert Stiftung. Dampak. makalah pada Simposium Kepedulian Universitas Indonesia Terhadap Tatanan Masa Depan Indonesia”. Mencari Paradigma Baru Pembangunan Indonesia. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”. November 5. 1998. Februari. “IMF dan Krisis Asia”. 16).1998. Krugman juga menganjurkan memungut pajak atas dana yang masuk dan membuat peraturan yang menghambat pengiriman dana ke luar (lihat Wessel dan Davis. “Transformasi Struktur Perekonomian Indonesia: Pola dan Potensi”.23 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Bello. 6. “Financial Crisis in Indonesia”. Kompas. Ryan.. IMF. Moh. November 5. Ehrke. Washington. misalnya transfer pribadi dibatasi sampai jumlah tertentu. Bank Indonesia. 35 No. 2-5. 1996. 1998a. 2. Menghalangi kemungkinan kegiatan spekulasi valas besar-besaran dengan mempelajari kemungkinan melakukan pengawasan devisa secara terbatas tanpa melepas prinsip regim devisa bebas atau melanggar kesepakatan dengan IMF. IMF. 1998b. D. “The Lessons of Asia’s Currency Crisis”. 9. 33-48. Kompas. 1998. Vol. Untuk mengembalikan kepercayaan dari masyarakat yang menyimpan uangnya di dalam negeri. 1998. Greenwood. I. Depok. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Kampus UI. 1997. US$ 10. hal. 9 Oktober. the United States-Indonesia Society. Peran IMF dan Saran Hartcher. “Pangloss oder die beste aller moeglichen Welten. June. 1998. W. Fischer. 1997. Hollinger. IMF.. “Peranan IMF Saat Krisis”. ________. Pangestu. Australian Financial Review. hal. D. A. P.C. D.: Finance & Development. 3. “Krisis Ekonomi Indonesia dan Reformasi (Makro) Ekonomi”. 97/50. pemerintah bisa mempertimbangkan melakukan operasi swap. August. 1998c. “Mencari Solusi Alternatif untuk Mengatasi Krisis”. dalam: M. Jakarta: Kompas. 97/50..C. saduran. C. “The Asian Crisis and the Changing Role of the IMF”. Daftar Kepustakaan Anwar. Selanjutnya tidak memberi peluang untuk memperdagangkan rupiah atau menaruh deposito Rupiah di luar negeri.C. pp. ________. apalagi didukung oleh cadangan devisa pemerintah yang semakin membesar. S. Setiati (penyunting). Economic Policy under President Soeharto: Indonesia’s Twenty-Five Year Record.C. Washington. Jakarta: CSIS. 1999. Arsjad. 1998. . Sri Mulyani I.000. May 21. 8 April. Jakarta. W. “The IMF Turns Off the Tap”. 1 September. 1997.H. M. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”. Press Release No.. Ursachen und Auswirkungen der Asienkrise”. 6 April. Jakarta. Deposito valas hanya boleh di bank-bank devisa dalam negeri dan tidak boleh ditempatkan di luar. hal. Press Release No. Jakarta. Gunawan.

hal. Montes. September 25. 1998. 1998b. IDE Spot Survey. 1998 Economic Outlook for East Asia.IMF Agreement on Economic Reforms”. makalah pada “1997 Economics Conference”. IMF Staff. Hong Kong: Far Eastern Economic Review. 3. “Lessons from the Recent Financial Crisis in Indonesia”. “Saatnya Dipertimbangkan Solusi Alternatif”. J. 140-2. _________. 17. __________. 1994. 9 April 1998. Vol. April 10. December. Jakarta: Kompas. Nine Economies Challenging Common Structural Problems. Nasution. S. “What Happened to Asia”.. diselenggarakan bersama oleh USAID. 1998a. Ada yang Harus Dilakukan dan yang Harus Dihindari”. Jakarta: Kompas. Korea Letter of Intent. “IMF Mulai Sadar Transparensi”. Krause. July 26. “What’s a Fund for?”. Tanaka (editors). “Currency Crisis”.1997. M. hal. hal. D. pp. p. December 9. ACAES. March 16. 1998. Economy Is Slated for Rapid Change”. Cho. 1997. Schuman. “IMF Cairkan Semilyar Dollar AS”. Kitamura. Jakarta: Kompas. Jakarta. _________. Jakarta: Kompas. IMF Agree on Bailout. 6 Mei 1998. Washington. “RI-IMF Hasilkan Memorandum Tambahan”. 1998. “South Korea. 3rd updated reprint. Institute of Developing Economies (IDE).Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies”. 8-11. D. 1997. K. December 4. “Capital Flow Sustainability and Speculative Currency Attacks”. 28-29. The Pacific Century: Myth or Reality?. Dimuat di Kompas dengan judul “Di Balik Terjadinya Krisis Keuangan Asia”. “Indonesia . Examining Asia’s Tigers. 62-77. LPEM-FEUI. Tokyo: Institute of Developing Economies. 1998. hal. hal. 27 Januari. 26 Agustus 1998.F. February 7. June. hal. “The Myth of Asia’s Miracle”. “Indonesia . Sender.. Jakarta. 17-18 Desember. 1994. 1998. hal.Fourth Review Under the Extended Arrangement”. January. January 15. Sachs. Washington. 2. H.: Finance & Development.. Anwar. IMF Research Department Staff. Singapore: ISEAS.C. N. 1997. the 1994 Panglaykim Memorial Lecture. “Saran Ali Wardhana untuk Atasi Krisis. 28 Agustus.24 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.18-21.C. 13 Mei 1998. 9. Foreign Affairs. L. Tokyo. Jakarta: CSIS. The Sunday Times. November/December. 1997. T.: World Bank. 1998. The Economist. 3. Singapore. Finance and Development. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. The Currency Crisis in Southeast Asia. Radelet. M. P. Jakarta: Kompas. “Why Not Let the Banks Own the Debtor Firms?”. “The Asian Crisis: Causes and Cures”. . 35 No. 1997. Maret 1999 Krugman.B. 1997.

8. December 31. sehingga mengarah sepenuhnya pada swastanisasi baik penyelenggaraan penjaminan maupun pelaksanaan pengaturan dan pengawasan bank yang menyertainya.T. No. Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF. hal. Indonesia in Crisis. majalah Global. hal. 16433IND. __________. pidato pengukuhan Guru Besar Madya Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1998a. Bangi. 1997. 1998. Jakarta. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal.25 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Dampak. Dimensions of Growth. __________. B. J. D. 1998. Gatra. 1998. World Bank. 1998. 1998b. Wessel. February 24. 2 Mei 1998. September 16.31 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia KONSEP CROSS-GUARANTEE DALAM PROGRAM PENJAMINAN DAN KEMUNGKINAN PENERAPANNYA DI INDONESIA Maulana Ibrahim dan Agusman *) Tulisan ini mencoba mengetengahkan salah satu bentuk pikiran alternatif dalam program penjaminan yang dikenal dengan konsep Cross-Guarantee. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Report No. 16. hal. September 28. Sustaining High Growth with Equity. 10 Juni. ___________. February 2. 72-3. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Report No. 1997. L. 15383-IND. “APEC and the Monetary Crisis in East Asia”. “APEC dan Krisis Moneter di Kawasan Asia Timur”. 1. 1. Konsep ini juga mengupayakan adanya perlakuan yang sama untuk bank-bank besar dan bank-bank kecil dalam memper-oleh penjaminan. May 27. 9 Mei. No.. Sangat berbeda dengan konsep-konsep lainnya dalam program penjaminan. D. “The Crisis of Global Capitalism”. Malaysia. May 30. 1998. G. Jakarta. maka konsep Cross-Guarantee menekankan pentingnya penggunaan pendekatan risk-sensitive analysis dalam penetapan besarnya premi. Thailand Letter of Intent. Wessel. Stiglitz. Indonesia. 1998.Soros. “Kesepakatan Ketiga”. draft Report. Sebagai suatu konsep yang ditujukan untuk mengatasi berbagai kelemahan deposit insurance scheme yang berlaku sekarang ini. Peran IMF dan Saran ___________. “Utang Swasta Sekitar 64 Milyar Dollar AS”. hal. Pendekatan Too-Big-To-Fail (TBTF) yang sejak beberapa waktu terakhir telah . 5. 1998c. “Restoring the Asian Miracle”. A Macroeconomic Update. 25 Tahun IV. D. “Money Trail: Who Ruptured the Rupiah”. 1996. July 2. G. konsep ini sangat progresif dalam hal mempercayakan penyelenggaraan penjaminan kepada mekanisme pasar dan meniadakan intervensi pemerintah. Would-Be Keyneses Debate How to Fight Global Woes”. Jakarta: Kompas. Sri Mulyani Indrawati. McDermott. hal. 1994. 22. Jakarta. Ip. “Crisis Crusaders.. Indonesia. Tarmidi. May 7. __________. August 11-13. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Davis. Indonesia: Stability. Growth and Equity in Repelita VI. paper presented at the APEC Study Centre Consortium Conference. 31-38.

telah mencoba mengkaji kemungkinan penggantian ketentuan blanket guarantee tersebut dengan deposit protection scheme. Dalam hubungan ini. Maret 1999 Pendahuluan P rogram penjaminan merupakan salah satu kebijaksanaan yang diambil pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada sistem perbankan nasional yang sempat terganggu karena parahnya krisis ekonomi dan keuangan yang dihadapi Indonesia sejak paroh kedua tahun 1997. Apabila diterapkan sepenuhnya. *) Maulana Ibrahim : Kepala Urusan Pengawasan Bank 2. Bank Indonesia Agusman : Pengawas Bank. dalam tulisan ini akan didalami prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam konsep tersebut beserta pengaruhnya terhadap pola penjaminan dan pengawasan bank. Latar Belakang Konsep Cross-Guarantee Konsep Cross-Guarantee muncul antara lain karena adanya berbagai kritik dan ketidakpuasan terhadap skim penjaminan yang diterapkan pada Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) di Amerika Serikat. Urusan Pengawasan Bank 2. konsep Cross-Guarantee juga akan mengakibatkan perubahan yang sangat mendasar terhadap seluruh pola dan praktek penjaminan dan pengawasan bank yang sudah dijalankan selama ini. namun untuk jangka panjang tampaknya perlu dicari alternatif lain yang memungkinkan terselenggaranya program penjaminan yang efisien dan efektif. seorang pakar deposit insurance telah mengemukakan konsep Cross-Guarantee sebagai salah satu alternatif. Dengan merujuk pada ide yang dilontarkan Bert Ely tentang CrossGuarantee. Di Amerika Serikat sendiripun upaya pencarian tersebut masih tetap dilakukan meskipun program penjaminannya dianggap telah jauh lebih maju dan mapan. Dalam Konferensi mengenai Bank Structure and Competition yang baru-baru ini diadakan oleh Federal Reserve Bank of Chicago.menimbulkan inkonsistensi dalam proses penjaminan diharapkan dapat dihilangkan oleh konsep ini. skim program penjaminan yang dipilih pemerintah tersebut ternyata lebih bersifat blanket guarantee (penjaminan menyeluruh). khususnya karena tidak sebandingnya nilai premi dengan cakupan penjaminan disamping adanya peluang untuk melakukan moral hazard. Kritikan tersebut perlu ditanggapi karena FDIC . Bank Indonesia32 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. hal tersebut barangkali masih dapat diterima. Tulisan ini mencoba mengetengahkan pikiran-pikiran Bert Ely mengenai konsep CrossGuarantee tersebut. Bert Ely3 . Untuk tindakan darurat1 . Ditinjau dari karakteristiknya. Kusumaningtuti (1999)2 misalnya. sekaligus mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia. Sulit untuk memungkiri bahwa skim penjaminan pemerintah yang bersifat menyeluruh itu akan sangat memberatkan keuangan pemerintah. Pencarian kemungkinan alternatif lain program penjaminan merupakan hal yang perlu dilakukan secara terus menerus. serta mencoba mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia.

Sundararajan dan Tomas J.1 Menurut V. Kritikan berikutnya yang sering ditujukan kepada FDIC adalah berkenaan dengan penetapan premi yang harus dibayar oleh bank-bank yang ikut penjaminan.100. Dengan kata lain. tindakan darurat (emergency measures) yang dilakukan bank sentral dapat berupa pemberian fasilitas lender of last resort. . The Federal Reserve Bank of Chicago. Bank Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.100. No. sehingga pada gilirannya dapat merugikan masyarakat penyimpan dana. Untuk mendalami masalah ini lebih lanjut lihat tulisan mereka berdua dalam Banking Crises: Cases and Issues.3.Balino.T. Sebagaimana diketahui.000. Washington.. dan sebaliknya5 . pada dasarnya yang dijamin oleh FDIC adalah dana pihak ketiga (deposits) maksimum sebesar USD. akan tetapi tetap saja ada kritik bahwa perlakuan khusus tersebut dapat menimbulkan diskriminasi diantara sesama bank. laba yang diperoleh FDIC cukup besar sehingga ketergantungan pada premi menjadi semakin lebih berkurang. 3 Bert Ely.S.1.. seharusnya semakin besar risiko yang ditanggung semakin besar premi.Sundararajan dan Tomas J. pendapatan dari penanaman dana oleh FDIC jauh melebihi biaya-biaya operasionalnya. tampaknya hanya dalam FDIC mengalami kerugian dan deposit growth menekan RR di bawah 1. Sebagaimana layaknya perusahaan asuransi. Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”. 2 Kusumaningtuti S. 7 Mei 1999.Balino. Desember 1998. Perhitungan premi oleh FDIC dinilai kurang mencerminkan risiko yang harus ditanggungnya. Meskipun penerapan asas TBTF sangat dimungkinkan berdasarkan konsep Reformasi Deposit Insurance (deposit insurance reforms) yang disetujui Kongres Amerika Serikat dan berlaku sejak setelah tahun 1988.sedangkan non-deposits liabilities seperti pinjaman yang diterima. D.33 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia sekarang ini menghadapi risiko yang lebih besar dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya4 . Editor: V.T.C. khususnya bagi bankbank yang “Too-Small-To-Safe” (TSTS).25% barulah premi akan dinaikkan. Salah satu hal yang memperoleh kritikan adalah mengenai ruang lingkup penjaminan FDIC yang cenderung agak kurang konsisten sehubungan dengan penerapan pendekatan “Too-Big-To-Fail” (TBTF). komitmen dan kewajiban off-balance sheet serta kewajiban antar bank di atas USD.. Namun dalam prakteknya prinsip tersebut ternyata tidak diterapkan karena dua alasan pokok berikut ini. Pertama. Vol. Namun dalam hal suatu bank dinilai TBTF maka seluruh pos kewajibannya akan dijamin. 1991.000 tidak dijamin. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets. International Monetary Fund. intervensi terhadap bank-bank/lembaga keuangan bermasalah dan pembentukan deposit insurance. Alasan kedua adalah karena jumlah dana yang ditanamkan oleh FDIC telah melebihi ketentuan minimum Reserve Ratio (RR) perbankan sebesar 1. Oleh karena itu. termasuk juga pos pinjaman subordinasi.25%.

19 Tahun 1995. Karakteristik Sistem Cross-Guarantee dalam Penjaminan Terlepas dari berbagai kritik terhadap skim penjaminan FDIC sebagaimana dikemukakan di atas. Contoh yang paling baru dari fenomena regulatory moral hazard ini adalah dalam hal kegagalan BestBank di Boulder. Arthur F. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare”. Journal of Banking & Finance. No. Menurut Bert Ely. Hal ini erat kaitannya dengan belum diterapkannya secara penuh prinsip risk-sensitive premium sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Section 302 FDICIA6 serta penggunaan alat ukur risiko yang belum sesuai. khususnya dalam hal terdapat multiple participant. 5 Ide agar FDIC menetapkan premi sebagaimana layaknya perusahaan asuransi swasta mula-mula sekali dilontarkan oleh Merton (1977).1091-1108. meskipun belum seutuhnya.Disamping itu premi yang dikenakan oleh FDIC sekarang ini juga dinilai terlalu berlebihan (overcharging) untuk bank-bank yang sehat dan terlalu kecil (undercharging) untuk bank-bank yang bermasalah. sedangkan pihak lain yaitu birokrasi pemerintah (regulator) berkewajiban untuk meminimumkan kerugian FDIC dan mencegah kegagalan bank (bank failures). secara implisit konsep Cross-Guarantee sebenarnya sudah melekat pada FDIC. hal. karena masing-masing bank-bank yang dijamin (insured banks) pada akhirnya menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap semua kerugian yang terjadi apabila ada bank-bank yang mengalami kegagalan usaha (failed banks). Journal of Banking & Finance. bank-bank yang ikut program penjaminan FDIC pada hakekatnya saling menjamin satu-sama lain.34 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Sekarang ini FDIC menggunakan 2 (dua) alat ukur risiko yaitu Capital Levels dan CAMEL Rating. Struktur seperti ini ternyata dapat mengakibatkan terjadinya regulatory moral hazard pada tingkat pembuat ketentuan. Colorado pada bulan Juli 1998. yaitu bank-bank yang 4 Adanya risiko yang lebih besar tersebut antara lain dikemukakan oleh Jin-Chuan Duan. Melalui premi yang mereka bayar.W. 531-552. Mekanisme Cross-Guarantee ini memiliki kemiripan dengan mekanisme yang berlaku pada Standby Letter of Credits. dan potensial untuk berubah menjadi real moral hazard pada tingkat FDIC. rapid growth.18. namun pendekatan ini dinilai kurang ideal dalam perhitungan premi. hal. Hal ini diungkap dalam tulisan Yoram Landskroner dan Jacob Paroush.Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications”. Moreau dan C. seharusnya alat ukur yang digunakan adalah leading indicators of banking risks seperti risk mismatches. weak internal controls dan execessive exposure to emerging speculative bubbles. No. Hal ini terjadi karena pada satu pihak FDIC memiliki kekuasaan besar dalam penentuan premi. Penerapan konsep Cross-Guarantee dalam program penjaminan memer-lukan perubahan mendasar terhadap skim penjaminan dan pola pengawasan bank yang sedang berjalan. lembaga . Perubahan-perubahan tersebut dapat mencakup aspek penyelenggara. Kritikan lainnya adalah mengenai masih terbukanya peluang untuk melakukan moral hazard dalam sistem yang berlaku sekarang. Tahun 1994. Maret 1999 sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat. sehingga menimbulkan cross-subsidies.

secara accrual accounting setiap direct guarantor akan langsung mengakui dan mencatat kerugian sebesar share yang harus ditanggungnya apabila bank yang dijaminnya mengalami kegagalan usaha.721-722. Bank yang dijamin (insured bank) selanjutnya akan melakukan pembicaraan dengan direct guarantor-nya untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan yang akan dituangkan dalam bentuk perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract). d.Kaufman. Selanjutnya lihat George G.19.penjamin. Perjanjian ini akan berfungsi sebagai pengganti ketentuan perbankan yang berlaku sekarang. bentuk kontribusi dari bank yang dijamin. 6 FDICIA singkatan dari FDIC Improvement Act. ketentuan perbankan. Direct guarantor akan melakukan pembayaran dengan menggunakan general funds (cadangan umum) yang merupakan salah satu unsur modalnya. Selanjutnya. Tahun 1995. seluruh kerugian karena bangkrutnya suatu bank akan langsung diserap oleh modal bank-bank yang ada dalam sistem perbankan suatu negara. No. Perlu kiranya dikemukakan bahwa aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) merupakan salah satu pilar penting dalam konsep Cross-Guarantee. pelaksana pengawasan bank. Lembaga ini berfungsi untuk memastikan bahwa perjanjian penjaminan (crossguarantee contract) yang disepakati para pihak telah sesuai dengan aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya.Kaufman. “FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance. Aturan ini mencakup hal-hal sebagai berikut: . Secara bersama-sama para direct guarantor akan membentuk suatu sindikat direct guarantor (lihat Lampiran-2). b. c. Jumlah modal yang tersedia untuk menyerap kerugian juga akan semakin besar dan semua itu terjadi atas dasar komitmen sukarela (committed voluntarily). Syndicate agent ini selanjutnya akan menggantikan fungsi pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. lembaga lain yang terlibat dan lain-lain. Untuk memastikan bahwa bank-bank yang dijamin mematuhi cross-guarantee contract maka sebuah perusahaan swasta yang disebut “syndicate agent“ akan disewa. sumber pembayaran klaim. Apabila direct guarantor gagal memenuhi kewajibannya maka guarantor dari direct guarantor tersebut harus bertanggungjawab. Setiap bank diberi kebebasan untuk menentukan sendiri penjaminnya (direct guarantornya). hal. ruang-lingkup penjaminan. Dengan cara ini. Sebuah lembaga baru yang disebut Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) harus dibentuk.35 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Agar konsep Cross-Guarantee tersebut dapat diimplementasikan dalam praktek maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. akan terjadi pergeseran dari government regulation and deposit insurance kepada contractual regulation and guarantees (swasta). Menurut George G. Penunjukan syndicate agent ini dilakukan secara terbuka sehingga akan mendorong adanya kompetisi yang sehat dan efisiensi. Dengan demikian. Pada Lampiran-1 disajikan perbandingan antara Cross-Guarantee dengan skim penjaminan deposit insurance konvensional untuk masing-masing aspek tersebut. apabila diterapkan secara penuh maka ketentuan yang tercakup dalam FDICIA dapat efektif menurunkan moral hazard.

Secara aggregat. yaitu insured banks dan direct guarantor-nya. Karena adanya kebebasan dalam proses merumuskan mekanisme penjaminan untuk setiap bank. ♦ Setiap penjamin bertanggungjawab sebatas jumlah risiko cross-guarantee yang ditanggungnya. baik untuk setiap bank maupun secara aggregat. Maret 1999 ♦ Setiap perjanjian penjaminan (cross guarantee contracts) harus menyebutkan jumlah minimum para penjamin dan persentase risiko yang ditanggung mereka masing-masing.36 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Dengan demikian setiap dolar kerugian pasti akan dapat diselesaikan oleh bank-bank yang berada dalam himpunan para penjamin (the universe of guarantors). Yang perlu dijaga adalah agar perjanjian dimaksud sudah memperhitungkan premi atas dasar sensitivitas terhadap risiko (risk-sensitive premium). Semangat untuk melakukan privatisasi penjaminan melalui Cross-Guarantee jelas terlihat sejak awal penentuan bank penjamin (direct guarantor) yang dilakukan secara sukarela (voluntary) dan demokratis. minimal untuk menyelesaikan kewajiban cross-guarantee dari setiap penjamin. yang menyatakan bahwa “apabila satu penjamin mengalami kerugian cross-guarantee melebihi lima kali premi yang diperolehnya dalam setahun maka kewajiban crossguarantee-nya harus dialihkan kepada direct guarantor-nya.37 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia . 7 Dalam hal ini premi merupakan proxy terbaik dari cross-guarantee risk. Demikian pula penentuan perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) sepenuhnya diserahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. penerapan konsep CrossGuarantee akan menimbulkan pergeseran peranan dari pemerintah kepada pihak swasta dalam melakukan penjaminan serta pengaturan dan pengawasan bank. Manfaat Swastanisasi Penjaminan melalui Cross-Guarantee Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. ♦ Untuk memastikan bahwa tidak akan pernah ada suatu bank mengalami kegagalan usaha karena menjadi penjamin maka perlu diberlakukan suatu standard stop-loss rule. sehingga penjaminan akan terlaksana secara efisien dan efektif. Skim penjaminan berbasiskan pasar tersebut diharapkan dapat mengeliminir intervensi dari pemerintah. setiap bank penjamin tidak diperkenankan menerima pendapatan dari premi 7 dalam setahun melebihi 3 (tiga) persen dari total modalnya. maka konsep Cross-Guarantee dipandang lebih berorientasi ke depan dibandingkan dengan konsep penjaminan (FDIC) yang berlaku sekarang.♦ Setiap penjamin (guarantor) harus dijamin oleh penjamin-penjamin lainnya dalam suatu sistem cross-guarantee. Oleh karena itu. Sebagai aturan yang akan menggantikan prudential regulation maka perjanjian penjaminan harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menampung prinsip kehati-hatian. Cross-Guarantee memerlukan peran aktif dari pihak swasta untuk mewujudkan suatu skim penjaminan yang diarahkan oleh kekuatan pasar (market-driven cross-guarantee). agar dapat terlaksana dengan baik. memenuhi aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya yang dianggap penting oleh para pihak.

mereka akan dijamin sebagaimana layaknya bank-bank lainnya.Dengan swastanisasi penjaminan dan pengawasan bank maka nantinya tidak akan ada lagi fenomena “satu ketentuan yang berlaku untuk semua” (one-size-must-fit-all government regulation) yang selama ini merupakan salah satu kelemahan inheren dari ketentuan perbankan yang dibuat pemerintah. Karena kemungkinan akan banyak perusahaan syndicate agent yang muncul maka direct guarantor diberi keleluasaan dalam menentukan syndicate agent yang mereka pilih. Konsep Cross-Guarantee juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi insured banks untuk berdiskusi dan bernegosiasi dengan direct guarantor-nya untuk segala hal termasuk mengenai masa depan bank tersebut. Persaingan sehat juga akan terjadi diantara sesama syndicate agent yang akan berfungsi sebagai pengganti pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. Sama halnya dengan program penjaminan biasa. Apabila suatu bank memperoleh penilaian yang jelek dari pasar maka yang akan menanggung akibatnya bukan hanya bank yang bersangkutan saja. tergantung pada bobot permasalahan bank yang TBTF tersebut. Maret 1999 Manfaat lainnya dari konsep Cross-Guarantee adalah adanya kesempatan untuk melakukan penyesuaian secara cepat terhadap perhitungan premi berdasarkan kekuatan . Atas dasar konsep Cross-Guarantee ini. Hal ini pada gilirannya akan membuat strategi business dan perencanaan bank menjadi semakin tajam dan terarah. karena ada kemungkinan pinjaman subordinasinya juga akan ikut dibayar. Dalam praktek selama ini sering ditemukan adanya beberapa ketentuan yang sulit diterapkan karena bersifat terlalu umum dan kurang mempertimbangkan karakteristik individual bank. Tanpa memandang besar kecilnya suatu bank. Pada pihak lain. unexpired leases dan kewajiban yang muncul karena tuntutan hukum akan dapat ikut dijamin. Manfaat berikutnya dari konsep Cross-Guarantee dapat ditinjau dari segi ruang lingkup penjaminannya. insured banks dapat membuat berbagai ketentuan yang mengatur dirinya secara spesifik berdasarkan kesepakatan dengan direct guarantor-nya. Hal-hal tersebut akan membuat persaingan dalam industri perbankan akan semakin ketat dan mendorong efisiensi besarbesaran dalam sektor keuangan.38 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 8 Pengecualian hanya terjadi dalam hal TBTF. Kewajiban yang tidak dapat dijamin hanyalah pinjaman subordinasi karena memiliki karakteristik campuran (hybrid) hutang dengan modal. kegiatan kontrol atau pengawasan akan semakin lebih ketat karena langsung dilakukan oleh kekuatan pasar. maka dalam crossguarantee. Hal ini pada gilirannya dapat mendorong kompetisi yang sehat diantara sesama perusahaan syndicate agent dan mendorong efisiensi pekerjaan penjaminan. pendekatan TBTF menjadi tidak relevan sama sekali dalam konsep Cross-Guarantee. asal bank-bank tersebut dapat menemukan direct guarantor-nya. unsur modal juga tidak dijamin8 . tetapi juga menjalar kepada bank yang menjadi direct guarantor. Dengan menggunakan konsep Cross-Guarantee. maka transaksitransaksi non-funding obligations seperti account payment. Oleh karena itu.

Hal ini pada gilirannya memungkinkan terselenggaranya suatu Sistem Pembayaran yang bebas risiko (risk-free basis). padahal kemampuan keuangan pemerintah sendiri sudah sangat terbatas. Namun demikian perlu kiranya diingat agar pemilihan konsep Cross-Guarantee tersebut hendaknya tidak terlepas dari tujuan utama dari program penjaminan. Bagi bank sentral hal ini akan sangat menguntungkan karena net settlement procedures tersebut dapat lebih efisien dari real-time gross settlement . terdapat pula indikasi bahwa dalam praktek tidak seluruh aspek penjaminan dapat terlaksana. untuk melaksanakan penjaminan transaksi off-balance sheet derivatives perlu ada bukti-bukti bahwa transaksi itu genuine. Pengaruh terhadap Pasar Antar Bank dan Sistem Pembayaran Cross-guarantee dapat menghilangkan counterparty risk yang selama ini melekat dalam transaksi antar bank (lihat Lampiran-3). Pada tingkat konsep. sesuatu yang sangat sulit dibuktikan kecuali oleh perbankan sendiri. karena hakekat persoalan penjaminan dikembalikan secara utuh kepada pelaku pasar sendiri yaitu antara bank-bank yang39 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia bertransaksi. Kemungkinan Penerapan Konsep Cross-Guarantee di Indonesia Skim penjaminan yang sekarang ini diterapkan di Indonesia masih mengandung berbagai kelemahan baik pada tingkat konsep maupun pada tingkat pelaksanaan. konsep Cross-Guarantee tampaknya dapat menjadi salah satu alternatif jalan keluar. Dengan adanya kemungkinan untuk melakukan perhitungan premi berdasarkan kecenderungan pasar tersebut maka cross-subsidies yang inheren dalam skim penjaminan yang ada sekarang diharapkan akan dapat dihilangkan. Sebagai contoh. Dalam hal ini besarnya premi dapat langsung dibicarakan oleh masing-masing bank dengan direct guarantor-nya. . Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas. yaitu untuk mencegah kegagalan pasar perbankan (banking market failure) dan untuk membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat serta menghentikan bank runs9 . Penggunaan konsep Cross-Guarantee ini juga dapat mendorong penggunaan secara luas net settlement procedures dalam Sistem Pembayaran. Pada tingkat pelaksanaan. karena bersifat blanket guarantee (jaminan menyeluruh) maka skim tersebut dapat mengakibatkan beban yang sangat berat bagi keuangan pemerintah. sehingga mereka perlu saling menjamin dan saling menjaga kestabilan sistem perbankan.pasar. Sistem Kliring akan terbebas dari risiko tidak dibayarnya tagihan antar bank karena adanya jaminan bahwa direct guarantor masing-masing bank pada akhirnya akan bertanggungjawab sesuai perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) yang mereka sepakati. Perhitungan tersebut akan mencerminkan risk-sensitivity dari bank yang dijamin dan diharapkan dapat disesuaikan segera baik secara bulanan atau mingguan. Disamping itu peluang untuk moral hazard juga besar karena unsur keadilan yang kurang terpenuhi yang tercermin antara lain dari gejala cross-subsidies dimana bank-bank yang sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas cukup relevan untuk kondisi Indonesia dan memerlukan jawaban-jawaban yang tidak sederhana. 1984.W. Hal yang terakhir ini tampaknya ada benarnya juga karena untuk sampai pada konsep Cross-Guarantee perlu dijawab terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan berikut ini: √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah sedemikian sehat dan kuat sehingga mampu untuk saling menjamin (cross-guarantee) sesama mereka ? √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah cukup dewasa untuk mendiskusikan sendiri sesama mereka hal-hal yang berkenaan dengan penjaminan.Fraser. apalagi dalam situasi krisis seperti sekarang. hal. Pengkajian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mencegah pengambilan keputusan yang keliru yang dapat berakibat kontraproduktif terhadap masa depan sistem perbankan dan sektor keuangan negara kita. Maret 1999 Daftar Pustaka Bert Ely.Kaufman. George G. 9 Mengenai hal ini lihat misalnya Kerry Cooper dan Donald R.19 Tahun 1995. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”. . “FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance. Ballinger Publishing Company. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets.1091-1108.Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications” dalam Journal of Banking & Finance.721-722. The Federal Reserve Bank of Chicago. yang kontra lebih melihat dari sisi kesiapan perbankan dan kalangan pemerintahan kita dalam menerapkan konsep dimaksud. business strategy dan prudential regulation untuk dituangkan dalam semacam perjanjian yang mengikat mereka secara bersama-sama ?.Moreau and C. No. Sementara itu.Meskipun dapat dipandang sebagai salah satu alternatif jalan keluar. 7 Mei 1999. Pertanyaan ini cukup penting mengingat selama ini bank-bank di Indonesia sangat tergantung pada petunjuk dan arahan yang diberikan oleh otoritas moneter sebagai pengawas dan pembina bank-bank. “The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services. penerapan konsep Cross-Guarantee di Indonesia dapat menimbulkan pro dan kontra. Mereka yang pro mungkin lebih didasarkan atas adanya peluang besar untuk meringankan beban keuangan pemerintah. Jin-Chuan Duan. Tahun 1995.40 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. hal.19. Cambridge Massachusetts. √ Apakah sistem informasi yang terdapat pada masing-masing bank dan secara nasional telah sanggup menyediakan data/informasi yang diperlukan untuk penetapan premi yang sensitif terhadap risiko ? √ Apakah pihak otoritas pengawas yang ada sekarang berkenan menyerahkan fungsinya pada mekanisme pasar melalui syndicate agent dan dapat menerima keberadaan Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) sebagai lembaga yang akan memverifikasi perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) ?. Arthur F. No.

kriteria "risk-sensitive premium"). Maret 1999 Monitoring fee Obligation to protect competitively sensitive data .T. menguntungkan. Banking Crises: Cases and Issues.Sundararajan dan Tomas J. (Too-Big-Too-Fail). 7 Ketentuan perbankan Prudential regulation konvensional Berdasarkan kesepakatan antara bank yang dijamin (insured banks) dengan direct guarantor-nya ("Contractual Regulation"). 6 Pelaksana pengawasan bank Bank Sentral dan FDIC Murni swasta.18. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. International Monetary Fund.1.531-552.C. Desember 1998.Fraser. 1984. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare” dalam Journal of Banking and Finance.Kerry Cooper and Donald R. 3 Ruang-lingkup Penjaminan Terbatas dan sangat subjektif dalam Seluruh pos-pos kewajiban. 8 Lembaga lain yang terlibat Tidak ada lembaga lain yang terlibat Dibentuk lembaga baru yang disebut kecuali FDIC. Tahun 1994.42 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 1991. 4 Bentuk kontribusi dari yang dijamin Premi (namun belum memenuhi Premi ("risk sensitive premium").Balino. baik sebagai direct guarantor maupun indirect guarantor.Balino. “The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services. Bank Indonesia. Yoram Landskroner dan Jacob Paroush. V. No. Ballinger Publishing Company. Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme. (CGRC) untuk memastikan bahwa perjanjian jaminan sudah sesuai aturan penyebaran risiko dan ketentuan lainnya.T.41 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Lampiran-1 PERBANDINGAN ANTARA CROSS-GUARANTEE DENGAN DEPOSIT INSURANCE KONVENSIONAL No. ASPEK DEPOSIT INSURANCE CROSS-GUARANTEE 1 Penyelenggara Pemerintah Swasta 2 Lembaga Penjamin FDIC Sesama bank. hal. Vol. No.3. 5 Sumber pembayaran klaim Hasil pengelolaan dan penanaman General funds (general reserves) dari premi pada sektor-sektor yang direct guarantors.S. dilaksanakan oleh "Syndicate Agent". Washington.. Cambridge Massachusetts.. Kusumaningtuti S.Sundararajan dan Tomas J. Editor V. kecuali penentuan bank-bank yang "TBTF" Pinjaman Subordinasi. D. Bank Sentral dan Cross Guarantee Regulation Corporation "insured banks".

Nama dari program Neo-Liberal yang terkenal dan dipraktekkan dimana-mana adalah SAP (Structural Adjustment Program). termasuk juga WTO dengan nama lain. Akan tetapi Hayek dan kawan-kawan sudah merasa gelisah dengan mekarnya paham Keynes ini. maka kita dapat memahami berbagai sepak terjang badan-badan multilateral dunia. Page 1 1 EKONOMI PASAR YANG NEO-LIBERALISTIK VERSUS EKONOMI BERKEADILAN SOSIAL * Oleh: Bonnie Setiawan ** Media biasa menggunakan kata-kata: "Rupiah anjlok karena pemerintah tidak mengikuti kemauan pasar atau kehendak pasar". maka orang perlu memahami Neo-Liberalisme (liberalisme baru). pencetus monetarisme. maka Keynesian resmi menjadi mainstream ekonomi.org/wp-content/uploads/2010/02/ekonomi_pasar_yg_neoliberalistik_vs_ekonomi_berkeadilan_sosial_-_bonnie_setiawan. karena mempraktekkan semua resep Keynesian. Keynes menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kepentingan individual yang selalu tidak sejalan dengan kepentingan umum. Intinya tetap sama. kita dapat memahami mengapa listrik. Katanya. Keynesian dianggap berjasa dalam memecahkan masalah Depresi besar tahun 1929-1930.pdf. Arti yang dimaksud dari istilah "pasar" tersebut adalah sistem ekonomi yang kapitalistik. Pada masa itu pandangan semacam neoliberal sama sekali tidak populer. kita dapat memahami mengapa ada BPPN. harmonization dan lain-lain. air. Adalah Friedrich von Hayek (1899-1992) yang bisa disebut sebagai Bapak Neo-Liberal. kebijakan ekonomi haruslah mengikis pengangguran sehingga tercipta tenaga kerja Disampaikan pada Diskusi Publik “Ekonomi Pasar yang Berkeadilan Sosial” yang diadakan oleh ‘Forum Komunikasi Partai Politik dan Politisi untuk Reformasi’ tanggal 12 Juni 2006 di DPR-RI. Neo-Liberal adalah ideologinya. BBM. Dasar pokok dari ajaran Keynes adalah kepercayaannya pada intervensi negara ke dalam kehidupan ekonomi. kita dapat memahami perubahan kebijakan domestik di negara-negara maju. Jakarta.Syndicate Agent (Independent of any other party) Ensures that cross-gurantee contract complies with risk dispersion rules and other statutory requirementsThis is the html version of the file http://komjakarta. Pada saat itu adalah juga masa kejayaan Keynesianisme. Menurutnya. Jadi Pasar Bebas adalah intinya (mesin penggeraknya). Hayek terkenal juga dengan julukan ekonom ultra-liberal.org * Page 2 2 penuh (full employment) serta adanya pemerataan yang lebih besar. adalah "penghancuran dan pendobrakan radikal" terhadap struktur dan sistem lama yang tidak bersesuaian dengan mekanisme pasar bebas murni. IMF dan WTO. terutama slogan TINA (There is No Alternatives) dari mulut Margaret Thatcher. Neo-Liberalisme mulai menanjak naik menjadi kebijakan dan praktek negara-negara kapitalis maju. Debt Rescheduling dan lain-lain. Sementara tujuannya adalah ekspansi sistem kapitalisme global. Inilah yang dimaksud sebagai keterikatan terhadap Modal atau keterikatan terhadap Ekonomi Pasar. kita dapat memahami mengapa impor beras dan bahan pangan lain masuk deras ke Indonesia. kita dapat memahami mengapa Indonesia didikte dan ditekan terus oleh IMF. PASAR BEBAS VERSI NEO-LIBERALISME Sejarah Neo-Liberal bisa dirunut jauh ke masa-masa tahun 1930-an. sebuah aliran ilmu ekonomi oleh John Maynard Keynes. Pasar bebas adalah mesin utama dari Globalisasi yang saat ini sedang naik daun. dan SAP adalah praktek atau implementasinya. Inilah ideologi mutakhir kapitalisme yang saat ini sedang jaya-jayanya. Dengan memahami Neo-Liberal. dan pajak naik. Bahkan Bank Dunia dan IMF kala itu terkenal sebagai si kembar Keynesianis. dan banyak lagi soal-soal yang membingungkan dan memperdayai publik. dan didukung oleh pilar-pilar badan dunia: Bank Dunia. Google automatically generates html versions of documents as we crawl the web. Sementara itu neo-liberal belum lagi bernama. ** Direktur Eksekutif di Institute for Global Justice (IGJ). Di balik nama sopan "penyesuaian struktural". bahwa kepentingan perorangan yang paling pintar sekalipun akan selalu bersesuaian dengan kepentingan umum”. WTO memakai istilah-istilah seperti fast-track. Muridnya yang utama adalah Milton Friedman. kita dapat memahami mengapa Rupiah tidak pernah stabil. Semenjak 1970-an hingga kini. Keynesianisme masih tetap menjadi dominant economy sampai tahun 1970-an. Paris Club. "Pasar Bebas" artinya kebebasan bergerak dari ekonomi modal (dan para pemilik modal) sebebas-bebasnya. Program penyesuaian struktural merupakan program utama dari Bank Dunia dan IMF. Terutama setelah diadopsi oleh Presiden Roosevelt dengan program "New-Deal" maupun Marshall Plan untuk membangun kembali Eropa setelah Perang Dunia ke-II. Dalam bukunya yang terkenal di tahun 1926 berjudul “The End of Laissez-Faire”. kita dapat memahami mengapa BUMN didorong untuk diprivatisasi. Jakarta. “Sama sekali tidak akurat untuk menarik kesimpulan dari prinsipprinsip ekonomi politik. kita dapat memahami mengapa terjadi krisis moneter dan ekonomi yang tidak berkesudahan. Meskipun begitu mereka membangun basis di tiga universitas . progressive liberalization. Dan untuk memahami Pasar Bebas ini. igj@globaljust.

bahwa mereka berasal dari sebuah kelompok kecil rahasia dan mereka sangat percaya pada doktrin tersebut. “Tanpa adanya IEA. Bukunya yang terkenal adalah "The Road to Serfdom" (Jalan ke Perbudakan) yang menyerang keras Keynes. Di tahun 1977. Lembaga lain juga didirikan. Kerjasama mereka dengan Heritage Foundation. Newsweek dan Reader's Digest. berbagai publikasi. adalah “guna membuat hal yang sama bagi politik Amerika sebagaimana yang dilakukan oleh CPS kepada politik Inggeris”. William Niskanen. Tujuan lembaga ini adalah “menyebarkan pemikiran ekonomi yang kuat di berbagai universitas dan berbagai lembaga pendidikan mapan lainnya”. IEA kemudian melahirkan Adam Smith Institute (ASI) di tahun 1976. lewat pertemuan-pertemuan internasional secara reguler". Anthony Fisher kemudian menjadi presiden pertama dari lembaga Fraser Institute di Kanada di tahun 1974. Lembaga ini merupakan "semacam freemansory neoliberal. Kata Susan. para akademisi. dan pengetahuan para individu akan dapat memecahkan kompleksitas dan ketidakpastian ekonomi. Preferensi personal saya adalah memilih sebuah kediktatoran liberal ketimbang memilih pemerintahan demokratis yang tidak punya liberalisme". Bila terjadi konflik antara demokrasi dengan pengembangan usaha yang kapitalistis. Pertemuan mereka yang pertama di bulan April 1947 dihadiri oleh 36 orang dan didanai oleh bankir-bankir Swiss. membangun jaringan yayasan-yayasan internasional yang besar. Neo-liberal menginginkan suatu sistem ekonomi yang sama dengan kapitalisme abad-19. Mekanisme pasar akan diatur oleh persepsi individu. bukan pemerintah. Karenanya demokrasi ekonomi tidak ada di dalam agenda kaum neo-Liberal. Dalam rangka . Regulator utama dalam kehidupan ekonomi adalah mekanisme pasar.utama: London School of Economics (LSE). maka mereka memilih untuk mengorbankan demokrasi. sehingga mekanisme pasar dapat menjadi alat juga untuk memecahkan masalah sosial. serta tiga penerbitan terkemuka. serta humas yang mengembangkan. penundukan manusia kepada kekuatan impersonal pasar. di mana salah satu pendirinya adalah Bill Casey. di mana Direkturnya Greg Lindsay merupakan kontributor penting berkembangnya ide pasar bebas di politik Australia. neo-Liberal tidak mempersoalkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan di dalam Page 3 3 masyarakat. dan Friedman menghabiskan seluruh karir akademisnya. IEA inilah yang kemudian memberi pengaruh besar kepada Margaret Thatcher. yaitu Societe du Mont-Pelerin. yang kemudian menjadi Direktur CIA. Pandangan Neo-Liberal dapat diamati dari pikiran Hayek. para penulis. Para ekonom kanan inilah yang kemudian setelah PD-II mendirikan lembaga pencetus neo-Liberal. menurut neo-Liberal. yaitu Centre for Policy Studies (CPS) di tahun 1974 yang sangat berpengaruh kepada para politisi di Inggeris. Dengan demikian. lembaga-lembaga. sama seperti mungkinnya demokrasi berkuasa tanpa liberalisme. ia mendirikan International Centre for Economic Policy Studies di New York. Tetapi mengapa mereka bisa berjaya sekarang? Susan George menjawabnya. yang kemudian dengan bantuan para pendananya.2 Salah seorang yang menjadi ujung tombaknya adalah Anthony Fisher. menyatakan bahwa suatu pemerintah yang terlampau banyak mengutamakan kepentingan rakyat banyak adalah pemerintah yang tidak diinginkan dan tidak akan stabil. Menurut mereka. Fisher mendirikan Institute for Public Policy di San Francisco. seperti dikatakan Milton Friedman. Tahun 1979. sangat terorganisir baik dan berkehendak untuk menyebarluaskan kredo kaum neo-liberal. sesuatu yang tidak mungkin terjadi tanpa itu. dengan demikian adalah sistem politik yang menjamin terlaksananya kebebasan individu dalam melakukan pilihan dalam transaksi pasar. pusat-pusat riset. Demokrasi politik. yang menurutnya telah dapat menyingkap hukum moneter yang telah diamatinya dalam berabad-abad dan dapat dibandingkan dengan hukum ilmu alam. “mereka membangun kader-kader ideologis yang luar biasa efisiennya karena mereka memahami apa yang disampaikan oleh pemikir marxis Itali Antonio Gramsci ketika ia berbicara tentang konsep hegemoni kultural. pengetahuan para individu untuk memecahkan persoalan masyarakat tidak perlu disalurkan melalui lembagalembaga kemasyarakatan. Friedman percaya pada freedom of choice (kebebasan memilih) individual yang ekstrim. maka saya meragukan akan bisa terjadi revolusi Thatcherite”. bukan sistem politik yang menjamin aspirasi yang pluralistik serta partisipasi luas anggota masyarakat. didirikan di Washington tahun 1973 oleh lulusan LSE. Bila kamu dapat menguasai kepala orang. seorang pengusaha sukses yang kemudian mendirikan Institute of Economic Affairs (IEA) pada tahun 1955 dengan bantuan dana dari kaum indutrialis lainnya. Bahkan salah seorang pentolan neo-Liberal. Termasuk hadir adalah Karl Popper dan Maurice Allais. di mana kebebasan individu berjalan sepenuhnya dan campur tangan sesedikit mungkin dari pemerintah dalam kehidupan ekonomi. Efek sosial yang ditimbulkan oleh kekuasaan ekonomi pada segelintir kelompok kuat tidak dipersoalkan oleh neo-Liberal. Dengan melalui ketertundukan itu maka kita bisa ikut serta setiap harinya dalam membangun sesuatu yang lebih besar dari apa yang belum sepenuhnya kita pahami". maka hati dan tangan mereka akan ikut”. Dalam arti ini maka Neo-liberal juga tidak percaya pada Serikat Buruh atau organisasi masyarakat lainnya. merupakan jalan bagi berkembangnya peradaban. mengemas dan mempromosikan ide dan doktrin tersebut tanpa henti. Salah satu koran yang menjadi corong neo-Liberal di Inggeris adalah The Daily Telegraph. Ada kalimat di dalam buku tersebut: "Pada masa lalu. Pertumbuhan konglomerasi dan bentuk-bentuk unit usaha besar lainnya semata-mata dianggap sebagai manifestasi dari kegiatan individu atas dasar kebebasan memilih dan persaingan bebas. dan Institut Universitaire de Hautes Etudes Internasionales (IUHEI) di Jenewa. Salah satu benteng neo-liberal adalah Universitas Chicago. Buku Friedman adalah "The Counter Revolution in Monetary Theory". Fortune. Karena itu mereka juga terkenal sebagai "Chicago School". "Seorang diktator dapat saja berkuasa secara liberal. Mereka anti terhadap welfare state (negara kesejahteraan) dan mereka juga anti demokrasi. Ini ditunjukkan oleh Hayek ketika mengomentari rejim Pinochet di Chili. Universitas Chicago. Fisher juga terlibat dalam mendirikan Centre for International Studies (CIS) di Australia. Dengan demikian Neo-liberal secara politik terus terang membela politik otoriter.1 Pandangan kaum neo-Liberal pada dasarnya tidak populer di masyarakat Barat. di mana Hayek mengajar di situ antara tahun 1950 sampai 1961. Buku tersebut kemudian menjadi kitab suci kaum kanan dan diterbitkan di Reader’s Digest di tahun 1945.

Teori dan Kebijaksanaan Pembangunan. 36-39. 5. Kamal Malhotra (ed. hlm. 1999. Ini berkebalikan dengan 80% terbawah yang kehilangan pendapatan. Juga Maurice Allais. hlm.. Zed Books. 10% teratas meningkat pendapatannya 16%. hlm. Inilah yang menghantar neo-Liberal menjadi ekonomi mainstream di tahun 1980-an lewat Thatcherism dan Reaganomics. Pluto Press. IMF dan WTO. yang nyatanya berakibat pada pemusatan kekayaan ke dalam sedikit orang dan membuat publik membayar lebih banyak. Demikian pula di Amerika. privatisasi dan segala jampi-jampi lainnya. bahkan juga air minum. 99/1998. neo-Liberal mulai berkibar. listrik. mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1988. Tiga poin dasar neo-Liberal dalam multilateral ini adalah: pasar bebas dalam barang dan jasa. dan sering juga pengurangan anggaran untuk infrastruktur publik. jembatan. kini juga berpindah paham menjadi neo-liberal. bersamaan dengan krisis hutang Dunia Ketiga. Dengan privatisasi atas sektor publik. di antara wilayah. hlm. terutama 10% terbawah. kebijakan neoLiberal Reagan telah membawa Amerika menjadi masyarakat yang sangat timpang. satu dari empat orang dianggap miskin. liberalisasi. 7-8. Global Finance: New Thinking on Regulating Speculative Capital Markets.memudahkan mengelola berbagai lembaga tersebut. yaitu menekankan rakyat miskin untuk Susan George. rumah sakit. 178-182. yaitu deregulasi. “Adalah tugas kita untuk terus mempercayai ketidakmerataan. 1998.6 milyar pounds dana untuk membuatnya menarik sebelum dibeli pihak swasta. Dari tahun 1979 sampai 1994. Ketika tembok Berlin rubuh. Menggantinya dengan “tanggungjawab individual”. satu dari sepuluh orang dianggap hidup di bawah kemiskinan. Thatcher sebenarnya adalah Lihat dalam Eric Toussaint. seorang anggota Mont-Pelerin Society. tidak perlu khawatir ada yang tertinggal dalam persaingan kompetitif. 29-31. Hasilnya. dan 1% teratas meningkat pendapatannya sebesar 50%. Kaum mafia Berkeley UI yang dulu neo-klasik. dan karena itu hasilnya tidak mungkin jelek. Doktrin pokok dari Thatcher adalah paham kompetisi – kompetisi di antara negara.). Third World Resurgence No. Sejak tahun 1970-an. 3 Ted Wheelwright. 1 Page 4 4 seorang social-darwinist. Membebaskan perusahaan-perusahaan swasta dari setiap keterikatan yang dipaksakan pemerintah. 2000. industri strategis. Menjual BUMN-BUMN di bidang barang dan jasa kepada investor swasta. yang di tahun 1991 mengklaim membantu. hlm. “How Neo-Liberal Ideology Triumphed”. No. jalan raya. Akan tetapi ini baik karena berarti yang terhebat. barang dan jasa. Kompetisi adalah keutamaan. Sepenuhnya kebebasan total dari gerak modal. Kini para ekonom selalu memakai pikiran yang standard dari neo-Liberal. kehilangan pendapatan15%. maka jumlah pekerja dikurangi dari 7 juta orang menjadi 5 juta orang (pengurangan sebesar 29%).3 Para ekonom neo-Liberal di tahun 1970-an berhasil menembus dominasi ilmu ekonomi. sampai akhirnya ia menemukan buku Hayek. Keterbukaan sebesar-besarnya atas perdagangan internasional dan investasi. dan satu anak dari tiga anak dianggap miskin. Nicola Bullard. IMF dan GATT (kemudian menjadi WTO). terkuat yang akan memberi manfaat pada semua orang. 4. Mengurangi upah buruh lewat pelemahan serikat buruh dan penghapusan hak-hak buruh. Di lain pihak mereka tidak menentang adanya subsidi dan manfaat pajak (tax benefits) untuk kalangan bisnis. 3. 2. termasuk ke dalam badan-badan multilateral. Kini. maka Thatcher sekaligus memperlemah SerikatSerikat Buruh di BUMN yang merupakan terkuat di Inggeris. air bersih – ini juga guna mengurangi peran pemerintah. 2829. hlm. pengurangan anggaran untuk ‘jaring pengaman’ untuk orang miskin. terpandai. Selalu dengan alasan demi efisiensi yang lebih besar. DEREGULASI. jatuh ke titik nadir. Termasuk bank-bank. Elizabeth Martinez dan Arnoldo Garcia. Tidak ada lagi kontrol harga. dan kebebasan investasi. “What is Neo-Liberalism?”. Selama dekade 1980an.4 Sejak 1980-an pula. dan melihat bahwa bakat dan kemampuan diberikan jalan keluar dan ekspresi bagi kemanfaatan kita bersama”. dalam Walden Bello. 5% teratas meningkat pendapatannya 23%. MEMOTONG PENGELUARAN PUBLIK DALAM HAL PELAYANAN SOSIAL. maka paham neo-Liberal menjadi paham kebijakan badan-badan dunia multilateral Bank Dunia. sekolah. Pemerintah juga menggunakan uang masyarakat (para pembayar pajak) untuk menghapus hutang dan merekapitalisasi BUMN sebelum dilempar ke pasar. dan Sritua Arief. Third World Resurgence. PRIVATISASI. Kata thatcher suatu kali. Karena itu kompetisi dalam pasar bebas pasti baik dan bijaksana. Poin-poin pokok neo-Liberal dapat disarikan sebagai berikut:5 1. Bank Dunia. seperti jalan. di Inggeris sebelum Thatcher. Hayek dianugerahi Nobel Ekonomi. Ini seperti terhadap sektor pendidikan dan kesehatan. Fisher mendirikan Atlas Economic Research Foundation yang menyediakan struktur kelembagaan pusat. 1112. 4 5 Page 5 5 . karena ketidaksamaan adalah sesuatu yang alamiah. 99/1998. mendirikan. maka banyak personelnya yang pindah ke Eropa Timur guna “merubah ekonomi-ekonomi yang sakit menjadi kapitalisme”. dan kemudian menjadi salah satu pengikutnya. membiayai sekitar 78 lembaga serta mempunyai hubungan dengan 81 lembaga lainnya di 51 negara. CIDES. Ibid. Artinya. Sejak itu pulalah seluruh paradigma ekonomi secara perlahan masuk ke dalam cara berpikir neo-Liberal. Sesudahnya Friedman mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1976. “A Short History of Neoliberalism”. 2 Susan George. dan tentunya di antara individu. Contohnya Perusahaan Air Minum (PAM) mendapat pengurangan hutang 5 milyar pounds ditambah 1. perputaran modal yang bebas. di antara perusahaan-perusahaan. Thatcher juga menggunakan privatisasi untuk memperlemah kekuatan Serikat Buruh. Di tahun 1974. MENGHAPUS KONSEP BARANG-BARANG PUBLIK (PUBLIC GOODS) ATAU KOMUNITAS. ATURAN PASAR. Dengan demikian Margaret Thatcher menjadi pengikut dari Hayek. Mengurangi paraturan-peraturan dari pemerintah yang bisa mengurangi keuntungan pengusaha. Sejak itu Kredo neo-Liberal telah memenuhi pola pikir para ekonom di negara-negara tersebut. sedangkan murid dari Friedman adalah Ronald Reagan. jalan tol. Your Money or Your Life: The Tiranny of Global Finance.

baik dari segi KKN. dan kontrol hukum sepenuhnya. mengambil bentuk sebagai berikut:6 1. ketika pemerintah mulai menerapkan kebijakan liberalisasi keuangan dan ekonomi.cit. Paket kebijakan Structural Adjustment (Penyesuaian Struktural). (b) privatisasi yang seluas-luasnya dalam ekonomi sehingga mencakup bidang-bidang yang selama ini dikuasai negara. yang merupakan gabungan dua paket di atas ditambah tuntutan-tuntutan spesifik disana-sini. 6 Sritua Arif. Paket kebijakan yang direkomendasikan kepada beberapa negara Asia dalam menghadapi krisis ekonomi akibat anjloknya nilai tukar mata uang terhadap dollar AS. kenaikan harga public utilities. peningkatan pajak. (c) liberalisasi seluruh kegiatan ekonomi termasuk penghapusan segala jenis proteksi. terdiri dari komponenkomponen: (a) Liberalisasi impor dan pelaksanaan aliran uang yang bebas. Setelah itu Bank Dunia dan IMF masuk ke dalam perekonomian negara-negara yang terkena krisis hutang lewat perangkat SAP. Ini yang tidak mau diakui oleh IMF. Dan yang menyedihkan nampaknya system KKN masih terus berlanjut hingga kini. paham neo-liberal mulai terasa pengaruhnya di tahun 1980-an. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program di Bank Dunia dan IMF ini. Nepotisme) yang parah. (b) Devaluasi.. Bank Dunia dan IMF. Semula BLBI bernama KLBI yang bersifat “Kredit”. Yang mereka inginkan sekarang adalah dominasi sepenuhnya. sehingga tidak jelas lagi aspek pertanggungjawabannya. Sistem pasar bebas dan globalisasi ini mengekalkan hubungan neokolonialisme-imperialisme. tetapi sekaligus juga hendak menancapkan kukunya lebih dalam lagi guna menguasai secara total perekonomian nasional suatu negara. BLBI secara jelasnya adalah bantuan dana yang diberikan oleh BI kepada bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. adalah sistem Pasar Bebas yang kapitalistik yang memanfaatkan KKN untuk keuntungan pemodal asing (TNC/MNC) dari negara-negara maju. Indonesia menjadi bangsa yang celaka dan merugi karena selama 32 tahun hanya membangun KKN. LIBERALISME EKONOMI YANG MEMATIKAN Berbagai kebijakan deregulasi perbankan dan keuangan di awal tahun 1980-an adalah awal dari liberalisme ekonomi dan dominasi paham neo-liberal di antara para ekonom. Globalisasi melestarikan kompradorisme (kaki tangan dan kepanjangan tangan kapitalisme internasional). dan korban berjuta-juta rakyat Indonesia memasuki masa depan yang gelap. Op. 3. adalah skema program bail-out (penalangan) utang perbankan (swasta dan pemerintah) untuk dialihkan menjadi beban pemerintah lewat penerbitan obligasi. Kita menghadapi dua masalah besar yang harus segera diselesaikan. (c) Kebijakan moneter dan fiskal dalam bentuk: pembatasan kredit. Kolusi. Contoh paling jelas adalah Freeport di Papua dan Exxon di Aceh. Pada intinya adalah menghancurkan kedaulatan nasional. Kedua. Page 6 6 karena hendak menutupi kepentingan mereka yang sebenarnya. mekanisme pasar sepenuhnya. Krisis yang terus berlanjut hingga kini adalah gambaran bahwa Indonesia merupakan korban terparah globalisasi. hak . Paket kebijakan deregulasi. keluarga Suharto dan TNC yang digandengnya. hlm. (d) memperbesar dan memperlancar arus masuk investasi asing dengan fasilitas-fasilitas yang lebih luas dan longgar. Akan tetapi sejak itu jelas pola pembangunan Indonesia mulai mengadopsi kebijakan neo-liberal. KKN ini terjadi karena pemerintahnya sejak awal memang berorientasi untuk Korupsi. 2. khususnya karena keterikatan Indonesia kepada IGGI. Kita bisa mencatat banyak kejadian kasus globalisasi yang kemudiannya telah menghancurkan dan mengorbankan Indonesia. dan tindakan pemerintah adalah untuk melayani kepentingan korporasi. Di sini akan diberikan contoh-contoh kasus bagaimana kedua hal tersebut telah membawa dampak luar biasa pada pemiskinan. peningkatan suku bunga kredit. penindasan dan penjualan bangsa secara besar-besaran kepada asing. dan karenanya jauh dari hiruk-pikuk SAP. jadi merupakan utang bank-bank penerima kepada BI. yang selalu menyalahkannya kepada pemerintah dan negara bersangkutan. 360-367. dan di lain pihak kaum elit komprador Orde Baru yang sampai sekarang masih tetap bebas dari hukuman atas terjadinya malapetaka nasional ini dan terus melanggengkan situasi ini : 1. maka program neoLiberal. penghapusan subsidi. pendidikan. kini diganti menjadi bersifat “Bantuan”. seperti kerajaan bisnis Suharto serta kroni-kroni konglomeratnya. yang berujud dalam berbagai paket deregulasi semenjak tahun 1983. Kenyataannya baik IMF/Bank Dunia dan Pemerintah Orde Baru. Indonesia belumlah terkena krisis. Paralel dengan masa itu adalah terjadinya krisis hutang dunia Ketiga di tahun 1982. bad-governance dan lainnya. bersama-sama dengan Bank Dunia dan ADB sejak bulan Oktober 1997. karena seringkali mampu menghalang-halangi kepentingan kapital global untuk kepentingan mereka sendiri yang mengganggu mekanisme pasar. korupsi. Di Indonesia. sehingga Indonesia sukar sekali keluar dari ketergantungannya pada negara-negara maju dan badan-badan dunia tersebut. Akan tetapi melalui program penjaminan pemerintah. dan menyalahkan mereka atas kemalasannya. Sejak itu berbagai kebijakan. Ini adalah bagian dari program pemulihan krisis ekonomi Indonesia yang dipaksakan oleh IMF lewat LoI. Perampokan besar-besaran Bank Sentral Ini sesungguhnya adalah skandal keuangan Bank Sentral terbesar di dunia. baik dari segi kedaulatan nasional. Pertama. sehingga kekayaan nasional yang luar biasa besarnya hanya dibagi di kalangan elite saja (keluarga Presiden dan kroni-kroni konglomerat serta elit kekuasaan). dan penekanan untuk tidak menaikkan upah dan gaji. yaitu: (a) intervensi pemerintah harus dihilangkan atau diminimumkan karena dianggap telah mendistorsi pasar. peraturan. dua-duanya bersalah dan harus bertanggungjawab. jaminan sosial dan lain-lain. Kaum komprador yang terlalu berkuasa secara nasional juga tidak mereka sukai. kedaulatan hukum. Dengan liberalisme itu. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.mencari sendiri solusinya atas tidak tersedianya perawatan kesehatan. mereka menjarah berbagai asset dan sumberdaya nasional untuk memenuhi kepentingan keserakahan modal dan kehidupan serba mewah mereka. yang pada masa itu adalah para konglomerat Orde Baru. Bank Dunia dan para ekonom neo-liberal. adalah sistem KKN (Korupsi. Saat itu terutama di negara-negara Amerika Latin dan Afrika. ketika Mexico default (menyatakan tidak mampu membayar hutangnya).

yang mengatur penghapusan dan pengurangan tarif serta pengurangan subsidi.7 2.3 trilyun). dugaan penyelewengan dana JPS tahun 1999/2000 hampir sebanyak Rp 4. Demikian pula BULOG harus mengambil pinjaman dari bank komersial. Demikian pula. sehingga sebenarnya Indonesia hanya membutuhkan impor 2 juta ton. PDM-DKE (Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Ekonomi). itupun harus bersaing dengan pedagang swasta. Liberalisasi pertanian sebenarnya juga bagian dari ratifikasi Indonesia atas Agreement on Agriculture (AOA) dari WTO.6 juta.4 milyar yang diragukan kebenarannya.3 milyar yang tidak disalurkan ke siswa dan sekolah. Salah satu bukti yang jelas adalah sebesar Rp 8 trilyun dari Rp 17. Bank Dunia dan pemerintah terus melanjutkan program ini.5 milyar. akhirnya bea masuk impor dinaikkan menjadi 30%. Tambal sulam kemiskinan lewat utang “BLBI: Bantuan atau Bencana”. maka telah mengorbankan berbagai subsidi yang seharusnya diterima oleh rakyat lewat APBN. Sementara itu kerugian dan dampaknya terhadap APBN juga luar biasa. BULOG dan pihak swasta kini berlomba untuk mendatangkan beras dari mancanegara. IMF menuntut diberlakukannya tariff impor beras sebesar 0%. Meskipun kemudian pemerintah menghentikan impor beras pada Maret 2000. Di tahun 2001 diperkirakan angsuran dan bunga obligasi tersebut mencapai Rp 55.imf. Dengan skandal keuangan BLBI ini.7%) dari dana BLBI. Potensi kerugian negara yang ditimbulkannya adalah Rp 138.4% (Rp 48. Besarnya US$ 600 juta yang tahap pertamanya telah dikucurkan sebesar US$ 300 juta pada Januari 2000.8 juta ton. kekurangan penerimaan negara sebesar Rp 75. Pengurasan tersebut diperkirakan telah mencapai Rp 144. Demikian pula dari hasil audit BPK. setelah keluar dari Tanjung Priok dijual Rp 1.5 milyar dana OPK dan Rp 500 juta dana PDM-DKE untuk 15 propinsi di Indonesia. 6 juta ton diantaranya sudah masuk pasar. sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 32 juta ton. Liberalisasi juga telah diberlakukan dalam hal harga pupuk dan sarana produksi padi lainnya yang tidak lagi disubsidi pemerintah. dan terdapat dana untuk Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional (DPO) sebesar Rp 12. di www. beras impor yang masuk ke Indonesia mencapai 9. sementara harga jual padi hancur. Akan tetapi ternyata hal ini tetap bukan penghalang bagi importir untuk mengimpor beras dari Thailand. itupun semula IMF berkeberatan. Sampai tahun anggaran 1999/2000 program JPS telah menghabiskan dana Rp 15 trilyun. Penghancuran ketahanan pangan Lewat LoI Oktober 1997 dan MEFP 11 September 1998. 3. Sejak awal telah ditentang oleh para aktivis. yang disarankan oleh IMF.9 juta. Untuk membayar hak tagih tersebut.77 trilyun. dan uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan (6 temuan) sebesar Rp 227. HKTI mencatat bahwa hingga akhir Maret 2000. Padahal produksi beras dalam negeri sekitar 30 juta ton. dan tetap masih meraih laba sekitar Rp 600. melainkan diserahkan pada mekanisme pasar.7 trilyun.org 7 Page 7 7 Program pinjaman dari Bank Dunia dan ADB dengan nama SSNAL (Social Safety Net Adjustment Loan) atau pinjaman untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dilaksanakan sejak terjadinya krisis. ditemukan bahwa dana JPS bidang pendidikan tahun 1998/1999 dan 1999/2000 terdapat pengeluaran sebesar Rp 5. Laporan audit investigasi BPK tanggal 31 Juli 2000 mengungkapkan dugaan penyimpangan tersebut.600/kg. Juga ditemukan 21 kasus yang merugikan negara sebesar Rp 1. kedele. Pemerintah dengan ini mempunyai kewajiban untuk membayar angsuran dan bunga obligasi tersebut.tagih BI dialihkan kepada pemerintah. diantaranya OPK (Operasi Pasar Khusus). tidak lagi dari dana BLBI yang sangat ringan. BULOG dibatasi menjadi sebatas perdagangan beras. Vietnam dan Australia dengan tetap meraih untung. Harga beras impor dari Thailand misalnya.8 trilyun (bandingkan dengan dana BLBI).3% (Rp 33. Karena jeritan para petani dan kritik yang berdatangan. tepung terigu dan gula. Skema program JPS ini dibagi ke dalam 12 program. Beras impor terus saja . Dengan demikian kini petani menghadapi harga produksi yang mahal. Sementara penyimpangan dari bank penerima dana BLBI berupa berbagai pelanggaran yang mencapai nilai Rp 84. Merupakan politik etis dari Bank Dunia agar krisis yang terjadi tidak menyebabkan kerusakan yang tidak diinginkan yang bisa merugikan kepentingan Bank Dunia sendiri.53 trilyun dan juga menerbitkan Surat Utang untuk penyediaan dana dalam rangka program penjaminan senlai Rp 53. pada akhirnya menjadi pengurasan uang negara yang diduga dilakukan baik oleh bank penerima maupun oleh pejabat-pejabat BI sendiri. Pernyataan Bersama LSM Tentang Penyelesaian Kasus BLBI.9 trilyun dana JPS di tahun anggaran 1998/1999 malah digunakan untuk kampanye otonomi luas Timor Timur dan Kampanye Pemilu 1998.9% dari APBN hanya akan dipakai untuk membayar beban utang BLBI. terbukti terjadi banyak penyimpangan. Ini juga berlaku bagi jagung. yang dibayar dari dana APBN. Dalam kenyataannya. Sementara itu subsidi petani lewat KUT (kredit usaha tani) hanya sebesar Rp 1. jangka waktu dan jaminan tertentu.53 trilyun (per-29 Januari 2000). DBO (Dana Bantuan Operasional).78%) dari dana penyaluran BLBI. ternyata belum dapat mengangkat harga gabah di tingkat petani. Meskipun jelas ada banyak penyimpangan. Selain itu LoI juga mengatur agar BULOG tidak lagi mengurus kestabilan harga pangan dan agar melepaskannya ke mekanisme pasar.84 trilyun (59. Sementara bila kita tengok pengeluaran APBN untuk keperluan subsidi masyarakat hanya mencapai 16. pemerintah menerbitkan Surat Utang (Obligasi) senilai Rp 164. di mana sebagian besar penyelewengan (49%) terjadi di tingkat kecamatan.400/kg. Meskipun hakekatnya adalah pinjaman dengan persyaratan suku bunga. dan beras dari Australia dijual Rp 1. karena hanya menambah beban utang dan bersifat tambal sulam. artinya sekitar 18. dan PKP (Padat Karya Perkotaan). akhirnya pada Juli 2001 oleh Bank Dunia program ini dibatalkan sama sekali.2 trilyun) dan untuk keperluan pembangunan hanya 11. dilakukan oleh 48 bank penerima. Sejak itu masuklah secara besar-besaran impor beras dari luar dengan harga lebih murah dari beras hasil petani lokal.44 trilyun (95. LoI dan MEFP 31 Oktober 1997. Baru kemudian setelah terlihat bahwa program ini dapat menghancurkan kredibilitas Bank Dunia sendiri.

Hasilnya tanggal 12 Juni 1994. tanpa perlu membangun jaringan infrastruktur dan pelanggan. yaitu US$ 20 juta dari pemerintah Indonesia dan US$ 90 juta dari pinjaman Bank Dunia. Meskipun program ini telah ditentang oleh aktivis. partisipasi dan kontrol masyarakat. karena 62% dari Tim Ajudikasi Tanah telah bubar sesudah proyek selesai. Akan tetapi dalam penetapan harga air untuk semester I tahun 1999.9 5. sehingga bisa langsung menangguk keuntungan. Mereka juga mendapatkan hak eksklusif untuk mengelola seluruh asset PAM Jaya selama 25 tahun.8 4. “Hentikan LAP II dan Tinjau LAP I”. sebagaimana sudah diduga. telah menimbulkan banyak masalah. termasuk di dalamnya untuk pembiayaan pengelolaan air minum. LAP I (1995-2000) menelan biaya sebesar US$ 140. di mana ditentukan setiap transaksi tanah atau bangunan senilai di atas Rp 30 juta sejak Januari 1998 akan dikenai pajak 5%. Sektor Air disebut juga sebagai “emas biru” (blue gold). 131 tanggal 22 Mei 1998. 1 tahun 1961 yang melarang swastanisasi bisnis air minum. LAP I mempunyai banyak masalah. Pemda DKI mengambil alih dengan saham 10 persen. Proses privatisasi ini melalui proses KKN. PT TPJ menetapkan harga Rp 2. dan Palyja Rp 2. yaitu tanah yang diambil secara paksa dari rakyat pada zaman Orde Baru. maka akan habislah petani Indonesia dilibas oleh TNC dan importir besar. akan tetapi mereka tetap jalan terus. dengan legalitas yang dijamin. sehingga kini hanya mencapai sekitar Rp 600/kg. bila tidak ada langkah-langkah protektif dengan segera. Bisnis Indonesia. 2 Oktober 2000. Second and Third Memorandum on Land Administration Project in Indonesia. Tujuannya untuk meringankan beban utang pemerintah. merupakan sektor yang strategis sekaligus bisnis besar. Padahal harga jual air . Lyonnaise des Eaux (LDE). Padahal harga pupuk sudah sekitar Rp 700/kg.Page 8 8 masuk dengan deras. karena tanah kini dijadikan obyek komoditas (barang dagangan). Dampaknya. Thames Water International (TWI). Padahal privatisasi ini jelas-jelas melanggar Konstitusi UUD 45 pasal 33 dan UU No.400 per-meter kubik. Registrasi tanah LAP I yang katanya menggunakan prinsip transparansi.2 juta (11%) adalah grant dari AusAid. Liberalisasi air didorong pula oleh Bank Dunia. tanah akan dijadikan obyek penguasaan pemodal besar dan TNC. didanai dari anggaran nasional sebesar US$44. tetapi dua perusahaan asing tersebut semakin dikukuhkan sebagai pengelola. Dengan liberalisasi pertanian ini. Dua perusahaan asing tersebut kemudian berganti nama menjadi PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Thames PAM Jaya (TPJ). rakyat kembali yang akan dibebankan pembayaran utang. Juga tidak ada standard biaya registrasi. dan akan mulai memasukkan obyek tanah masyarakat adat. sementara kwitansi dari BPN hanya tertera Rp 11. Dengan demikian. karena nama-nama perempuan tidak dimasukkan di dalam sertifikat tanah. Selain itu di Jawa ada jutaan hektar tanah yang merupakan “residual claims”. Masalah “residual claims” ini seharusnya diselesaikan terlebih dahulu. yaitu 2. Inilah awal dimulainya tragedi kehancuran ketahanan pangan Indonesia.1 juta.3 juta pelanggan. LAP I juga mempunyai dampak negatif terhadap kaum perempuan. pinjaman dari Bank Dunia US$ 80 juta (57%) dan sisanya US$ 15. Penemuan di lapangan oleh KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria) memperlihatkan adanya peluang bagi petugas untuk korupsi dan menipu warga. sebelum ada proses sertifikasi.9 juta (32%). Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap setiap lima tahun. karena sudah adanya pilot proyek sebelumnya yang dijalankan di Sumatera Barat. Penguasaan air minum Air minum telah dijadikan incaran banyak TNC dunia. Sementara itu BPN berkilah mengenai beban hutang. 13 April 2000. dan oleh PT Garuda Dipta Semesta milik Anthony Salim yang menggandeng perusahaan air dari Perancis.500. Bahkan hasil analisis dari Bank Dunia sendiri berjudul “The Social Assessment of the Land Certification Program: The Indonesia Land Administration Project”. Pelaksanaan LAP I. Background Paper INFID untuk Lobby CGI. Suara Pembaruan. 18 Maret 2000 9 KPA’s First. Sebuah kasus di Depok. Bank Dunia lalu memberikan pinjaman sebesar Rp 2. LAP akan meliberalisasi pertanahan di Indonesia. Dengan itu.4 trilyun untuk pengembangan Jakarta. Warga juga tidak mengetahui keberadaan LAP sampai petugas BPN datang mengukur tanah mereka. warga dikenakan biaya Rp 50. Dalam laporannya tentang kerangka kebijakan untuk sektor air di perkotaan (Urban Water Supply Sector Policy Framework). Menurutnya pembayaran utang akibat program LAP ini akan diambil dari pemasukan UU PHTB (Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). Secara keseluruhan. dikeluarkan instruksi presiden (Suharto) untuk mengalihkan pengelolaan usaha air minum di Jakarta dan sekitarnya kepada swasta (privatisasi). Terakhir LAP II akan kembali dilaksanakan. Ini adalah suatu proyek ambisius mengenai deregulasi pertanahan dengan istilah “Land Resource and Management Planning” yang akan berlangsung selama 25 tahun (1995-2020) yang hendak merancang suatu desain perubahan manajemen dan administrasi pertanahan yang tujuan akhirnya adalah terciptanya pasar tanah (land market). adalah harga padi lokal terus merosot tajam. akhirnya diambil alih oleh Pemda Jakarta lewat instruksi Gubernur Sutiyoso No. Petani pedesaan mengalami kebangkrutan dan akan menyebabkan kerawanan ekonomi masyarakat pedesaan yang tak terkira. 11 September 1998. Rencananya LAP II akan bernilai sebesar US$ 110 juta. Setelah Suharto turun tahta.000. Oktober 2000 8 Page 9 9 agar Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya – milik Pemda DKI – diswastakan. Bank Dunia merekomendasikan MEFP. ternyata tidak terjadi. sementara Thames dan Lyonnaise sebagai pemilik saham mayoritas yaitu 90%.900 pe-meter kubik. di mana akhirnya dikuasai oleh PT Kekarpola Airindo milik Sigit Harjojudanto dan Bambang Trihatmojo yang menggandeng perusahaan air Inggeris. Penciptaan pasar tanah Pemerintah (dan BPN) bersama dengan Bank Dunia dan AusAid sedang menjalankan suatu mega-proyek yang disebut sebagai Land Administration Project (LAP). Akibatnya yang parah. diantaranya adalah: proyek tersebut tidak sustainable. Bayangkan saja captive market (pasar yang sudah pasti) dari PAM Jaya.

Akan tetapi PAM kini tidak bisa berbuat apa-apa. yang memberikan hak istimewa bagi individu atau perusahaan atas karya ciptanya. Suwarti tidak bisa berbuat apa-apa. Ini disebut sebagai biopiracy (pembajakan hayati). Sementara itu Tempe. lempuyang. dan tambang INCO. juga untuk Sirkuit Terpadu. PT Indah Kiat Pulp and Paper di Sumatera Selatan. Na-kaseinat dan putih telur. defisit yang harus ditanggung pemerintah adalah sebesar Rp 86. kekurangan tersebut harus ditutupi oleh perusahaan daerah ini. karena akan digaransi oleh pemerintah.11 7. Dengan TRIPs ini maka akan terjadi bahaya besar lewat pematenan atas kekayaan intelektual milik publik /komunitas. Pemerintah diwajibkan untuk menjamin keamanan politik dan membayar kembali investasi yang sudah dikeluarkan apabila proyek gagal akibat situasi politik. semua mega-proyek ini bermasalah karena mark-up proyek dan korupsi besar-besaran. adalah proyek-proyek berbiaya tinggi yang penuh dengan KKN. ketika dia masuk ke pasar Amerika. Tanjung Enim Lestari pulp and paper. dan PT Riau Andalan Permai di Riau. Demikian pula kasus pematenan disain kerajinan perak hasil kerja Suwarti di Bali. Tercatat ada 19 paten tentang tempe. mega proyek yang didanainya. serta berbagai proyek semen. Indonesia telah membuat 5 UU HAKI sebagaimana di atas. yaitu PLTGU Paiton. kroni dan anak-anak Suharto. dan Indikasi Geografis. Meskipun merupakan proyek antar swasta. ECA kini cenderung semakin menggantikan mekanisme ODA (Overseas Development Assistance). Badan ini memberikan asuransi risiko politik apabila ada “jaminan balik” (counter guarantee) dari pemerintah Indonesia. Meskipun sudah berjuang lebih dari dua tahun. pelantas. cabe jawa. Diantaranya adalah berbagai pabrik pulp and paper. pulowaras. dan dapat diterapkan dalam industri (produksi massal). Semen Indo-Kodeco. tepung terigu. karena sudah terikat kontrak selama 25 tahun. tepung beras. karena merusak lingkungan. salah satu perjanjian di dalam WTO. listrik Tambak Lorok. yaitu PT Tanjung Enim Lestari. menggusur rakyat dan menambah beban hutang. proyek listrik Jawa dan Jawa Barat. tambang tembaga dan emas PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa.PAM Jaya ke konsumen jauh di bawah itu. telah mematenkan kosmetiknya yang berasal dari berbagai bahan rempah di Indonesia. nampaknya TNC dan pemerintah jalan terus. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele. seperti kayu rapet. serta teknologi dan transport militer. dalam bentuk Paten. tetapi karena dijamin oleh pemerintah. Syaratnya adalah merupakan temuan baru. Dengan UU Paten. 1 paten mengenai antioksidan. 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan. kayu legi. hutang dari ECA sebanyak US$ 28. justru 20 aktivisnya ditahan dan terus-menerus ditekan. Penjarahan kekayaan intelektual masyarakat/komunitas Perjanjian TRIPs (Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights). karena harus bersesuaian dengan TRIPs. tidak transparan. dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. serta membawa bencana. maka risiko hutang swasta bisa menjadi hutang pemerintah. proyek PLTGU Paiton I di Jawa Timur. LNG Pertamina. Artinya rakyat juga yang harus membayar hutangnya. Perusahaan kosmetik besar Jepang. dekstrin. sekarang merger dengan OECF menjadi JBIC). dan tidak membuka informasi kepada publik mengenai proyek-proyeknya. HAKI komunitas dapat saja dirampok oleh perusahaan-perusahaan asing maupun para peneliti/individu. Cara kerja ECA ini mirip mafia.10 6. yang biasanya merupakan mega-proyek milik konglomerat. mengandung langkah inovatif. Pada masa Suharto. Tambang Batu Hijau. Paten atas makhluk hidup. makanan tradisional Jawa. ECA juga aman bagi TNC. 27 November-3 Desember 2000 Page 10 10 Dalam kenyataannya. yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership. dan bunga cangkok. Ini adalah kepentingan TNC bioteknologi yang telah memantenkan berbagai benih dan tanaman hasil rekayasa genetik. dan Hermes dari Jerman. Merk. maka berbagai barang temuan dapat dikuasai siapa saja yang mendaftarkannya terlebih dahulu. karena di negara asalnya tidak dapat dikontrol parlemen. oleh pengusaha asal AS. disebut Tempeh. Shiseido. Perannya adalah merealisasikan berbagai proyek investasi dan infrastruktur berskala besar di negara-negara berkembang. Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. yang juga mengelola proyek-proyek pinjaman bilateral pemerintah Jepang. Sementara di Indonesia.Tiga besar ECA yang aktif di Indonesia adalah Bank Exim Jepang (JEXIM. penyulingan minyak Pertamina. Justru kemudian Suwarti yang dituntut oleh pengusaha tersebut. brotowali. dari tahun 1992-1996. juga telah dipatenkan. yang merupakan badan milik pemerintah di negara-negara maju. yakni Rp 2. kemukus. Mafia Utang lewat Kredit Ekspor Fasilitas kredit ekspor disediakan oleh ECA (Export Credit Agencies and Investment Insurance Agencies). temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. di mana 13 buah paten adalah milik AS. Sampai Oktober 2000. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe. Paten lain untuk Jepang.2 milyar.4 milyar dengan beban utang Rp 394. JBIC mendanai 10 proyek besar di Indonesia. yaitu mikro-organisme dan jasad renik juga dapat dipatenkan. teknologi satelit. Jadi alhasil sebenarnya pemerintah mensubsidi rakyat atau mensubsidi TNC? Dan siapa yang membayar semua itu? Sampai kini pun layanan dan harga air tetap tidak memuaskan.130 per-meter kubik. Indocement. Ini adalah perjanjian HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) terkait perdagangan. JBIC (Japan Bank for International Cooperation) kini adalah ECA terbesar di dunia. dan Hak Cipta. atau 24% dari stok hutang Indonesia. Di Indonesia proyek-proyek yang dibiayainya sebanyak 33 buah.6 milyar. Rahasia Dagang. Bank Exim AS. 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe. Hasilnya. Serikat Pekerja PAM yang juga telah berjuang untuk menentang proses ini. karena besarnya kepentingan TNC-TNC di negara maju untuk mengerjakan berbagai mega-proyek infrastruktur lewat pembiayaan bilateral maupun multilateral. diluwih. telah diratifikasi oleh pemerintah. Hal ini telah terjadi dengan rempah-rempah Indonesia. 10 TEMPO. Nampaknya proses privatisasi ini akan menjadi contoh bagi privatisasi air minum berikutnya di daerah-daerah lain. karena biaya . dengan sekedar merubah proses dan produknya. tepung jagung.

yaitu ekonomi kerakyatan (sebagaimana yang digagas oleh Bung Karno. Ekonomi kerakyatan ini . OECD). Pertanian dijadikan prioritas utama perekonomian. Menolak paham Neo-liberal dan mencari alternatif ilmu ekonomi yang lebih mencerminkan kepentingan rakyat dan nasional. ekonomi kerakyatan dan lain-lainnya. sektor kelautan dan lain-lainnya. Menyokong diadakannya Tobin Tax terhadap arus keluar masuk modal swasta yang saat ini merupakan ‘hot money’ dan volatilitasnya sangat tinggi. seperti dengan neo-protectionism. dan bukan untuk melayani kepentingan TNC dan konglomerat atas pasar eksport. Indonesia harus segera memulai membenahi diri sendiri dan mengerjakan PR-nya yang tidak kunjung diselesaikan. Jakarta. Pertanian harus dirubah melalui agrarian reform. Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk pasar dalam negeri. “Export Credit Agency Finance in Indonesia”. Pertanian lama-kelamaan akan menjadi lahan bisnis dan monopoli (paten) teknologi oleh TNC-TNC. TNC tersebut akan masuk langsung untuk menanamnya di negara bersangkutan. Di lain pihak. welfare state. moral. 2. 10. Ini harus ditentang dan dicarikan alternatifnya. dan sebagai gantinya menetapkan kontrol modal (capital control) dan nilai tukar tetap (fixed exchange). dan karenanya perlu menerapkan ekonomi yang proteksionis dan kerakyatan. Tidak tergantung kepada badan-badan multilateral. Ada banyak alternatif yang tersedia sebenarnya. karena di sinilah hidup mayoritas rakyat. 8. dan ekonomi yang layak. perekonomian Indonesia harus kembali ke rel-nya. yaitu pemberantasan segera atas KKN. 11. Stephanie Fried dan Titi Soentoro. untuk di dapat resolusi yang layak bagi Dunia Ketiga. Karena itu alokasi untuk sektor pertanian (termasuk kelautan dan perikanan) harus lebih besar dari yang lain-lainnya. pemrosesan hukum atas semua pelaku KKN Orba. 6. yaitu: 1. dan ikut serta merubah badan-badan tersebut agar menjadi badan yang terutama melayani kepentingan negara-negara Dunia Ketiga 7. Padahal bagi orang Indonesia. BAGAIMANA MEWUJUDKAN PEREKONOMIAN BERKEADILAN SOSIAL Kini saatnya memformulasikan kebijakan ekonomi yang berkeadilan sosial yang memutus keterikatan dan ketergantungan kepada agenda globalisasi. Haruslah mencontoh berbagai pengalaman negara lain. 3. dan liberalisasi macam apa yang harus ditolak mentah-mentah dan dibuang jauh-jauh. Selain itu diadakan berbagai kemudahan dan fasilitas serta perlindungan bagi petani untuk memperkuat sektor pertanian. Pada masa lalu mereka memakai pendekatan “Economic Growth” (pertumbuhan ekonomi) sebagai doktrin. 5.peradilan HAKI sangat mahal untuk pengrajin seperti dirinya. Kecenderungan ini akan semakin meningkat. Segala sesuatu yang bersifat publik haruslah bersifat gratis. dan pemenuhan HAM sepenuhnya. Ketiga. Oleh karena itu berbagai kelompok nasional harus berembuk dan berdialog bersama guna menetapkan pokok-pokok pandangan dan visi nasional yang non-Pasar Bebas. 4. April 2000 11 Page 11 11 tanaman. Penghapusan sebagian besar hutang karena alasan-alasan etika. Adapun rekomendasi kebijakan kongkrit yang perlu segera dilakukan agar kita bisa segera keluar dari keterikatan kepada kapitalisme global adalah sebagai berikut: Pertama. Ini adalah kasus nyata pembajakan HAKI komunitas Indonesia oleh pemodal besar. Sistem ekonomi jangan berprinsip pasar bebas (liberalisme ekonomi). Indonesia tidak membutuhkan resep neo-lliberalisme sebagaimana saran IMF. Banyak alternatif yang mungkin dilakukan (There Are Many Alternatives). berbicara. WTO dan IMF telah membatasi pilihan-pilihan kebijakan yang ada dan memaksakan kebijakan yang hanya sesuai dengan agenda mereka. Ini berarti di satu pihak memperkuat sektor pertanian. sebagaimana yang terjadi dengan kasus Monsanto yang menanam kapas Bt di Sulawesi Selatan. sehingga terjadi distribusi tanah dan sumberdaya yang merata. Jerman dan Jepang. yang dalam sejarahnya juga memakai ekonomi merkantilis dan proteksionis ketimbang pasar bebas di masa awal pembangunannya. Petani akan semakin tergantung kepada benih-benih milik TNC. Sistem ekonomi haruslah mendahulukan pasar domestik dan menaruh di belakang orientasi pada pasar ekspor. edisi I. asalkan kita tidak “turut dan manut” saja terhadap pasar bebas / globalisasi. karena merupakan milik publik. 12. dan sekarang mereka menambahkan “Kompetisi Bebas” sebagai doktrin. Indonesia harus dapat memilah-milah liberalisasi macam apa yang memang dibutuhkan. berorganisasi. 9. seperti memperkuat Page 12 12 kembali hasil yang telah dicapai UNCTAD lewat GSP (Generalized System of Preference) dan pengurangan hutang. dan penyitaan harta jarahan kaum KKN untuk kepentingan negara dan program-program kesejahteraan rakyat. kesehatan. sehingga tidak tergantung impor dari luar. Diadakan perekonomian yang berorientasi kepada kesejahteraan. Kerjasama Dunia Ketiga untuk bersama-sama menghadapi kepentingan negara-negara maju (G-7. paten atas benih dan tanaman transgenik oleh TNC. neo-keynesianism. yaitu negara menjalankan berbagai peran penyelenggaraan barang publik (public goods) dan prasarana publik (public facilities). seperti air. Dalam kasus lain. transportasi. Januari 2000. Melepaskan diri dari rejim devisa bebas dan rejim nilai tukar mengambang bebas (free-float exchange rate). listrik. termasuk AS. Bung Hatta dan lain-lain). akan mengancam keberlangsungan benih tradisional dan kelestarian ECA NEWS. Industrialisasi berdasarkan pada bahan baku setempat. pendidikan dan lainnya. Demokrasi yang diarahkan bagi penguatan aspirasi rakyat dan organisasi rakyat. berbagai kekayaan budaya itu tidak mungkin dipatenkan. serta memperkuat sektor industri itu sendiri serta industri-industri kecil yang terkait dengannya. Indonesia masih dalam tahap-tahap awal perkembangannya. Bank Dunia maupun WTO. Kedua. kebebasan berpikir. sehingga memperkuat perekonomian rakyat.

Hutang yang merupakan mekanisme ketergantungan harus segera diputus. Kalau rakyatnya sejahtera. Tidak sama sekali! Indonesia tetap ada dalam kapitalisme global. yaitu dengan mensejahterakan rakyat miskin dan mengikis habis korupsi. Demikian pula forum WTO harus dirubah menjadi forum bagi kepentingan negara-negara berkembang. penguatan pertanian dan pedesaan yang masih sekitar 70% perekonomian nasional. kalau rakyat Indonesia kuat. Kuba.menempatkan rakyat Indonesia sebagai kekuatan dasar perekonomian. dan penguasaan dan pengelolaan sepenuhnya kekayaan alam Indonesia yang melimpah-ruah. Inilah yang seharusnya terus dipikirkan oleh kita tentang Indonesia masa depan yang lepas dari diktator pasar kapitalisme global. dan tidak disepelekan dan diinjak-injak oleh negara-negara lain dan badan-badan global. Bila tidak terikat. seperti IMF. Apakah dengan memutus keterikatan kepada kapitalisme global tersebut. tetapi mempunyai kebijakan ekonomi-politiknya sendiri yang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhannya sendiri. Vietnam. maka negaranya juga akan kuat. Libya. Perjuangan utama tetap di jalur ekonomi. Iran atau Venezuela. maka negaranya juga akan sejahtera. berarti kita akan diasingkan atau mengisolasi diri. Tentu saja tidak harus konfrontasional terhadap kekuatan kapitalisme global (yaitu AS dan Eropa Barat). Asumsi dasarnya adalah. sebagaimana RRC. yang mampu menggerakkan roda perekonomian lewat penguatan pasar domestik (nasional. maka kita hanya akan menjadi bangsa kuli yang rendah. Kalau rakyatnya cerdas. sebagai salah satu pemimpin negara berkembang. Bank Dunia dan WTO. dan untuk itu Indonesia harus memainkan peran yang kuat dan tegas. maka negaranya juga akan cerdas.lokal). Perjuangan politik tetap bebas-aktif dan berdaulat. *** Options Disable þÿ Get Free Shots All About Economic . dengan menghapus hutang haram dan peringanan berbagai beban hutang lainnya. Akan tetapi Indonesia tidak diikat oleh agenda neo-liberalisme. maka akan menjadi bangsa yang disegani dan tuan atas dirinya sendiri. sebagai bangsa yang besar dan kuat. Bila tetap terikat. Keempat. memutus sepenuhnya ketergantungan pada badan-badan multilateral. Banyak hal yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk merebut kembali “kedaulatannya”. wilayah.

Pada 14 Agustus 1997. tapi ini tidak cukup. Rupiah dan Bursa Saham Jakarta menyentuh titik terendah pada bulan September. Suharto dipaksa mundur pada pertengahan 1998 dan B. Perusahaan yang meminjam dalam dolar harus menghadapi biaya yang lebih besar yang disebabkan oleh penurunan rupiah. juga pertumbuhan ekonomi yang kurang berkembang di negara ini. trackback Krisis yang melanda bangsa Indonesia. persediaan mata uang luar yang besar. terutama dalam bidang ekonomi. Thailand megambangkan baht. IMF datang dengan paket bantuan 23 milyar dolar. Di tahun berikut. permintaan dolar yang kuat. lebih dari 20 milyar dolar. Thailand. dan banyak yang bereaksi dengan membeli dolar. 2007 Posted by dinconomy in Makro. Asia menarik hampir setengah dari aliran modal negara berkembang. pertukaran floating teratur ditukar dengan pertukaran floating-bebas. Nilai tukar semakin melemah. Otoritas Moneter Indonesia melebarkan jalur perdagangan dari 8 persen ke 12 persen. krisis ini menguat pada November ketika efek dari devaluasi di musim panas muncul di neraca perusahaan. Pada Februari 1998. menurunkan harga rupiah lebih jauh lagi. Rupiah jatuh lebih dalam. Tetapi. Habibie menjadi presidenSampai 1996. Indonesia terlihat jauh dari krisis. Meskipun krisis rupiah dimulai pada Juli dan Agustus. dan sektor bank yang baik. Presiden Suharto memecat Gubernur Bank Indonesiaa. sejak era orde baru mulai terlihat kebusukannya Indonesia terus mengalami kemerosotan. Rupiah mulai terserang kuat di Agustus. perdagangan surplus lebih dari 900 juta dolar. tapi rupiah jatuh lebih dalam lagi karena ketakutan dari hutang perusahaan. Pada Juni 1997. menjadi awal terpuruknya sebuah negara dengan kekayaan alam yang melimpah ini. praktisi ini telah bekerja baik untuk perusahaan tersebut — level efektifitas hutang mereka dan biaya finansial telah berkurang pada saat harga mata uang lokal meningkat. Pada Juli. ketika rupiah menguat terhadap dolar. Indonesia dan Korea Selatan memiliki “current account deficit” dan perawatan kecepatan pertukaran pegged menyemangati peminjaman luar dan menyebabkan ke keterbukaan yang berlebihan dari resiko pertukaran valuta asing dalam sektor finansial dan perusahaan. penjualan rupiah. . Moody’s menurunkan hutang jangka panjang Indonesia menjadi “junk bond”. yaitu: menjual rupiah.J.• • • • • • • Beranda Makro Mikro Tips Usaha UKM Akpem Enyong jump to navigation Awal Krisis Moneter Indonesia Juni 14. Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini. Dari awal 1998. Tidak seperti Thailand. inflasi tak terkendali. Tapi banyak perusahaan Indonesia banyak meminjam dolar AS. Indonesia memiliki inflasi yang rendah.

Kemudian. hanya menyoroti salah satunya. dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi. ekonomi. politik. Pokok bahasan itu demikian penting. Sach menunjuk ke kebijakan keuangan dan fiskal yang ketat yang diterapkan oleh pemerintah pada saat krisis dimulai. teknik. komputerisasi. sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri. pasar bursa dan harga aset beberapa ekonomi Asia Tenggara. departemen. INDONESIA. saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan.Mei 31. Dimulai dari kejadian di Amerika Selatan. pertahanan. sedangkan Frederic Mishkin menunjuk ke peranan informasi asimetrik dalam pasar finansial yang menuju ke “mental herd” diantara investor yang memperbesar resiko yang relatif kecil dalam ekonomi nyata. yaitu ilmu pengetahuan. Krisis Asia dimulai pada pertengahan 1997 dan mempengaruhi mata uang. Krisis ini telah menimbulkan keinginan dari pelaksana ekonomi perilaku tertarik di psikologi pasar. 31 Mei 2008 Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen (Satu Sebab Krisis Indonesia) Oleh Qinimain Zain FEELING IS BELIEVING. s(cience). Yang paling penting. menimbulkan efek bola salju. Di sini.Pelaku ekonomi telah memikirkan akibat Daratan Tiongkok pada ekonomi nyata sebagai faktor penyumbang krisis. Komentar» 1. sumber daya manusia dan kreativitas. keamanan dan pendidikan. keuangan. . Banyak pelaku ekonomi. Kecepatan krisis ini telah membuat Sachs dan lainnya untuk membandingkan dengan pelarian bank klasik yang disebabkan oleh shock resiko yang tibatiba. mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini? Sebab suatu masalah selalu kompleks. budaya. termasuk Joseph Stiglitz dan Jeffrey Sachs. yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun. system ilmu pengetahuan. pemasaran. yang naik nilainya pada 1990-an. apa definisi sesungguhnya sebuah sistem. RRT telah memulai kompetisi secara efektif dengan eksportir Asia lainnya terutaman pada 1990-an setelah penerapan reform orientas-eksport. pelayanan. investor Barat kehilangan kepercayaan dalam keamanan di Asia Timur dan memulai menarik uangnya. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . atau lebih luas bidang hukum. mata uang Thailand dan Indonesia adalah berhubungan erat dengan dollar. namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain). selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem. telah meremehkan peran ekonomi nyata dalam krisis dibanding dengan pasar finansial yang diakibatkan kecepatan krisis. sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. Dan. penelitian. Baik untuk usaha khusus bidang pertanian. sistem ilmu pengetahuan. Qinimain Zain . Lalu. Importir Barat mencari pemroduksi yang lebih murah dan menemukannya di Tiongkok yang biayanya rendah dibanding dollar. manufaktur. Kalimantan Selatan. 2008 Banjarbaru. alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Kemudian. PT Gramedia. sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. bukti nyata masalah. Sondang P. Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan. Siagian menduga. sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen. karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie. Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat. cetakan kedelapan belas. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan. Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama. setelah abad XVII. perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta. Sondang P. Kemudian. Menemukan hukumhukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Sebelumnya. PT Refika Aditama. 2005:19.Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan. Tahap ini peran tingkah-laku manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo. Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya. “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen. 2005:18-19. 2001). cetakan ke-21. Dan. ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang): Contoh. TQO Tahap Survival (1886-1930). Kedua. Ketiga. “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi. cetakan ketiga. Manullang. hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. to know). didasarkan . tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika. Bandung). baru dimulai tahun 1900. 1982:4. yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAINn (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority. merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. Yogyakarta). Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie. Sampai abad XVII. Juga. “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. TQS Tahap Human Relation (1945-1959). Lebih jauh. Jakarta). Gajah Mada University Press. Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25. Jakarta). Dasar-Dasar Manajemen. TQC Tahap Consolidation (1930-1945). lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. Kemudian. Pengantar Ilmu Pemerintahan. kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda. Tahap Kuantifikasi. TQI Tahap Behavioral (1959-2000). yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn. Keempat. cetakan VII.

saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna. mengatasi. BAGAIMANA strategi Anda? *) Ahli strategi. padanan m(eter). fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma. (Contoh. k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta – sistem mks.November 26. struktur. TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang). struktur. teori dan hukumnya.mampir yach Mas ke blog ku. THANK you very much for Dr Heidi Prozesky – SASA (South African Sociological Association) secretary about Total Qinimain Zain: The New Paradigm – The (R)Evolution of Social Science for the Higher Education and Science Studies sessions of the SASA Conference 2008. dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III. Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen). satuan ukuran. membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon). tinggal di Banjarbaru. (Yang ternyata benar dan saya penuhi. 2008 Thanks infonya…. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138).com).blogspot. Balas 2. (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta). Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert. satuan ukuran. adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan. satuan ukuran. bukan komputer). mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya. Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode. jika dibiarkan tanpa alat bantu. itu pun tanpa satuan). Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22. email: tqz_strategist@yahoo. teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu). PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar. Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45). Balas . (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode. departemen. TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode. 2526).co. Paradigma baru. struktur.gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data. Anna .scientist-strategist. dan sebuah negara) pun mampu memahami.id (www. teori dan hukum. Artiya. Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja – sistem ZQD. Kelima. meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan. Bandingkan.

cari Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu. intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas. giro wajib minimum. Kebijakan moneter Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali. 2010 • Related • Filed Under PENGARUH KRISIS MONETER AMERIKA SERIKAT A. tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.message name þÿ email þÿ url þÿ say it! Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel. KRISIS MONETER DI AMERIKA SERIKAT . kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. • • • • • RSS Home About Catatan Redaksi Tips & Trik Penulisan di Wartawarga Seberapa besar pengaruh krisis global dalam perekonomian Indonesia January 3rd. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman. "margin requirement". mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel. seperti menahan inflasi.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

Hal ini bisa dilihat dari kepanikan investor dunia dalam usaha mereka menyelamatkan uang mereka di pasar saham. Merrill Lynch. Seberapa parah krisis finansial dunia ini? Patokan ada. Sewaktu krismon Asia. setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot. Thailand dan Korea (walau rugi) yang mengalami krisis. Mereka juga selamat menghadapi resesi ekonomi dunia tahun 1930-an yang sering disebut “the great depression”. DAMPAK SECARA GLOBAL Krisis moneter di Amerika Serikat kali ini menumbulkan dampak luar biasa secara global. Ternyata dampak krismon Asia kalah jauh dibandingkan dengan krisis finansial yang melanda dunia sekarang. termasuk Indonesia. mereka tidak selamat menghadapi krisis kredit pembelian rumah (KPR) subprime di AS pada 2007/2008. dan membeli saham di bursa New York dan London.Sebelum membahas lebih jauh. Senior Vice President Standard Chartered Bank. Krisis pasar modal (saham dan surat utang) global pada dasarnya hanya memengaruhi investor pasar modal. cash is king again“. B. Mereka selamat manghadapi resesi ekonomi dunia akibat embargo minyak OPEC tahun 1973 dan selamat menghadapi dua perang dunia. kekurangan modal. Sementara pasar surat utang terpuruk. Dari uraian di atas. Inti cerita yang terjadi adalah sektor perbankan AS sedang terpuruk. AIG. “Lama saya mengira bahwa krisis ekonomi terparah yang pernah saya alami adalah krisis moneter (krismon) Asia pada tahun 1997/1999. India 52%. Namun. Tetapi krisis perbankan global bisa mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia. Investor kesulitan mencari safe heaven untuk memarkir dananya dan. Freddie Mac dan Fannie Mae. apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia. Lehman Brothers. . negara safe heaven pun mengalami krisis ekonomi yang parah. karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres. kita tahu bahwa krisis moneter di Amerika Serikat akhir-akhir ini telah mewabah ke berbagai benua dan dipastikan lebih parah dari krisis yang sudah pernah terjadi. mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok. Di AS. surat utang dan komoditas semuanya anjlok. Sejak awal 2008. Eropa dan Jepang. Artinya. karena pasar saham. akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (troubled asset recovery program – TARP) senilai US$ 700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. mari kita simak pendapat Fauzi Ichsan. selamat menghadapi resesi ekonomi AS paska serangan teroris tahun 2001. termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia. terpuruknya beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut adalah indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan kita sebelumnya. Sekarang. sebagai lembaga finansial raksasa AS. investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki sense of crisis. yaitu di Amerika Serikat. dan zona Eropa 37%. Mereka ramai-ramai menjual saham sehingga bursa saham terjun bebas. yang menceritakan dengan cukup detail tentang krisis moneter yang pernah terjadi. dan enggan meminjamkan dolarnya. bursa saham China anjlok 57%. Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara). Bear Stearns. akibat krisis keuangan AS pada 1929. Investor bisa menjual saham dan surat utangnya di Indonesia. Namun. setidaknya ada ’surga aman’ atau ’safe heaven’ bagi para investor global.

Ketiga. yang sebetulnya bisa melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dunia secara perlahan. Akhirnya. sebagai patokan suku bunga yang digunakan oleh pelaku ekonomi. sangat tinggi karena perbankan ketakutan meminjamkan dananya. Kenapa? Karena titik terburuk ekonomi AS dan Eropa belum tercapai: misalnya. termasuk di Indonesia. Kalau berhasil. karena pasar saham biasanya menguat 6-9 bulan sebelum sektor riil ekonomi pulih. kalaupun bisa dapat pinjaman. Hal lain yang dilakukan adalah kebijakan terkoordinasi bank sentral dan pemerintah dunia selebihnya harus ditujukan untuk memenuhi tiga sasaran. Jadi. tetapi suku bunga kredit untuk pelaku bisnis. Kedua. Terjadi di tahun 2008 ini. pemerintah harus memperbesar belanjanya untuk pembangunan infrastruktur dan memberi stimulus ekonomi – karena investor swasta enggan berinvestasi dalam krisis likuiditas. macetnya sistem pembayaran dan penyaluran kredit global sebagai ‘oksigen untuk napasnya dunia bisnis’. dampak stimulus kebijakan moneter dan fiskal memang makan waktu lebih dari satu tahun. bisa juga gagal.Akibatnya. DAMPAK DI INDONESIA . Suku bunga bank sentral bisa rendah. Bank of England dan Bank of Canada) akhirnya memangkas suku bunganya 0. Menurut para ahli ekonomi. memulihkan kembali sistem perbankan dan pembayaran global yang lumpuh agar sirkulasi dana internasional bisa normal kembali – dan bank bisa memberi kredit lagi. Akibatnya. pabrik masih melakukan PHK masal dan masih banyak bank yang harus bangkrut. yang lebih penting. walaupun suku bunga bank sentral AS (atau Fed Funds Target Rate) sampai diturunkan ke 1. bank sentral dunia mengerti betapa pentingnya melakukan kebijakan yang terkoordinasi. perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman ke para pengusaha dunia yang membutuhkan dolar untuk investasinya (untuk impor mesin. Masalah rumit yang terjadi sekarang. C. Pertama. turunnya harga properti AS (pemicu krisis subprime) belum berakhir (jumlah rumah yang belum terjual masih terlalu banyak). Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar. bukan anjloknya pasar saham. Hal tersebut beralasan karena kebijakan ekonomi berskala global belum pernah dilakukan dalam sejarah. bahan baku. tetapi risiko terjadinya resesi ekonomi dunia yang parah akan lebih besar kalau bank sentral dan pemerintah dunia tidak melakukan apa-apa. Kebijakan di atas bisa berhasil. Selain itu. 2009. suku bunga London Inter-Bank Offer Rate (LIBOR). dan sebagainya). resesi ekonomi AS dan Eropa akan lebih parah (sementara pertumbuhan ekonomi dunia melambat) pada 2009. Artinya. European Central Bank. mengeluarkan aset bermasalah (terutama surat utang KPR subprime) dari perbankan AS dan memperbesar modal perbankan agar lebih bisa memberi kredit dalam jumlah yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. melonjak tajam.5%. sebenarnya hal itu merupakan bahaya sektor perbankan global. bank sentral dunia harus berani terus menurunkan suku bunga (untuk membantu meringankan bunga kredit) dan. Tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve. Kita sudah tahu bahwa dolar AS merupakan mata uang inti dalam dunia usaha. sebelum pulih pada 2010. kapan pasar saham global pulih? Paling cepat semester 1.5%. Kalau ekonomi dunia baru pulih 2010. kapan hasilnya akan kelihatan? Paling cepat dua tahun.

Di pasar antarbank. Dari sini kita tahu bahwa dampak krisis moneter di Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya pada melemahnya nilai tukar Rupiah. Berbeda dengan krisis 1997. krisis telah merasuk ke semua sektor. tetapi karena net-ekspor (ekspor dikurangi impor) hanya menggerakkan sekitar 8% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. India. dan Malaysia.860 per USD. atau terakhir kali AS mengalami resesi. pemerintah membatalkan rencana pembukaan kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup pada hari Rabu. ada tiga negara di Asia yang tidak terlalu terpukul ekonominya: China. rupiah bahkan sempat menembus Rp 10. BI kini juga telah mengetahui pencatatan valas perbankan. Para ahli menilai tingkat krisis yang dihadapi Indonesia sangat berbeda dengan Amerika Serikat (AS). Turbulensi di pasar finansial saat ini terjadi di seluruh dunia. BI juga tetap waspada dan terus menjaga agar tidak terjadi pergerakan gejolak yang terlalu besar. karena pembiayaan kegiatan investasi di Indonesia (baik oleh pengusaha dalam maupun luar negeri) akan terus menciut. Di AS. Pada hari Jumat tanggal 10 Oktober 2008. nilai tukar rupiah melemah dan sempat menembus Rp 9. Singapura. krisis finansial global dan lumpuhnya sistem perbankan global yang berlarut akan berdampak sangat negatif terhadap Indonesia. dampak negatif kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 125% pada 2005 jelas lebih besar dari pada dampak resesi ekonomi AS. dan berusaha agar dampaknya bisa seminimal mungkin. Eropa. Untuk ekonomi Indonesia. Jatuhnya Bursa Saham Dampak lain yang terjadi akibat krisis moneter di Amerika Serikat adalah jatuhnya bursa saham yang terjadi dalam pertengahan Oktober 2008. hingga sektor riil. Berikut akan dijelaskan dengan singkat. pemerintah sebaiknya fokus menjaga daya beli masyarakat. Emiten perlu dilindungi dari kemungkinan keterpurukan nilai harga saham akibat sentimen negatif pasar terhadap kondisi keuangan global yang sedang krisis. namun juga pada berbagai sector lain yang lebih rumit. . Ketiga negara ini memiliki penduduk yang banyak sehingga belanja masyarakatnya merupakan motor penggerak ekonomi yang kuat. mulai dari pasar modal. Rupiah Melemah Akibat krisis moneter di Amerika Serikat. Hal ini dilakukan karena otoritas bursa ingin melindungi emiten. maka dampaknya relatif kecil dibandingkan dengan negara tetangga yang ketergantungan ekspornya ke AS besar. yang akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.Dampak resesi ekonomi AS dan Eropa terhadap Indonesia tentunya negatif. dan negara maju lainnya. Bank sentral akan terus memantau perkembangan ekonomi global. perbankan.000 per USD. Namun demikian. penyerapan tenaga kerja melambat dan akibatnya daya beli masyarakat turun. 8 Oktober 2008. Meskipun para ahli ekonomi menilai kecil kemungkinan krisis ini menjelma menjadi krisis ekonomi berupa ambruknya perbankan dan sektor riil. dan Indonesia. misalnya Hong Kong. Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih sejalan dengan beberapa mata uang lainnya. BI sebagai bank sentral meminta pasar tidak panik menghadapi situasi saat ini. Namun untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar. Seperti pada tahun 2001/2002.

Penyesuaian yang terjadi di pasar modal dan nilai tukar domestik merupakan hal wajar karena seluruh dunia terkena imbas krisis keuangan AS. seperti Wall Street. kita tidak perlu khawatir karena krisis tersebut tidak akan melumpuhkan perekonomian Indonesia seperti yang terjadi pada sepuluh tahun yang lalu. Jadi. kini muncul kekuatan ekonomi baru. dan Rusia. ”Perbedaannya. seperti harga komoditas. Rating: 0. Hal tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa meskipun krisis moneter di Amerika Serikat telah memicu krisis ekonomi global. Koreksi berupa penurunan harga-harga di sektor finansial dan kenaikan harga-harga di sektor riil.com 1 KRISIS MONETER DAN DAMPAKNYA TERHADAP REPELITA VII Oleh: Ginandjar Kartasasmita Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi.ginandjar. Krisis keuangan global yang terjadi saat ini merupakan koreksi atas kesenjangan (gap) yang terjadi antara pertumbuhan sektor riil dan sektor finansial. Kalau kita pengaruhnya hanya 20 persen.5 kali dari produk domestik bruto mereka. kita banyak menggantungkan pada ekonomi domestik.” kata Wakil Presiden dalam sebuah wawancara di media massa.Namun. dan di Indonesia juga terkena dampaknya dengan melemahnya nilai Rupiah dan jatuhnya pasar saham. PENDAHULUAN . Keuangan dan Industri Disampaikan pada Rapim ABRI Jakarta. jangan terlalu dirisaukan. 10 Februari 1998 I. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga memberikan pendapatnya di sebuah surat kabar bahwa sebenarnya ekonomi tidak terlalu terpengaruh dengan ambruknya bursa dunia. Seperti di AS.0/10 (0 votes cast) Rating: 0 (from 0 votes) Popularity: 1% [?] www. Krisis yang terjadi di pasar modal dinilai tidak mudah bertransmisi ke sektor lain mengingat kontribusi pasar modal dalam sistem keuangan Indonesia amat kecil. pengaruh bursa itu sampai 1. Penurunan ekonomi AS dan Eropa dinilai tidak perlu dikhawatirkan mengingat peran mereka dalam perdagangan dunia makin menyusut. India. Sebagai gantinya. di Indonesia krisis hanya terjadi di pasar modal. seperti China.

Bagaimana proses terjadinya krisis ini masih belum dapat ditentukan secara tepat. II. disertai dengan pengangguran yang meningkat pesat. namun ada beberapa faktor yang diperkirakan dominan mendorong terjadinya krisis. Nilai rupiah telah merosot lebih dari 75 persen sejak bulan Juli 1997 yang lalu. berkembang menjadi krisis ekonomi. Selanjutnya. Pertumbuhan ekonomi kita menurun tajam. tetapi juga meningkatkan resiko usaha bank yang bersangkutan.1 miliar. Banyak bank yang menyalurkan hanya www. Dampak negatipnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Di beberapa daerah telah terjadi rawan pangan yang cukup parah. Kenaikan hargaharga tidak tertahankan lagi. Minal Aidin Wal Faizin. Kedua. Depresiasi Rupiah.9 miliar menjadi US$ 8. Kita harus mengakui adanya faktor imbas dari gejolak nilai tukar mata-uang negara-negara tetangga. terdapat faktor internal yang menyebabkan tajamnya penurunan nilai tukar rupiah. marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Illahi Rabi yang senantiasa melimpahkan rahmat dan lindungan-Nya kepada kita sekalian. Banyak kredit disalurkan bukan berdasarkan pada kriteria-kriteria yang umum digunakan. Masalah krisis ekonomi. Masalah pertama adalah akumulasi serta membengkaknya kesenjangan tabungan dan investasi masyarakat yang tercermin pula dalam defisit transaksi berjalan. yang banyak pihak menyatakan telah melebihi kewajaran ini. Kondisi yang berat ini tentu akan mempengaruhi pembangunan nasional kita di masa depan. maka saya akan membahasnya secara garis besarnya saja. Sektor . Misalnya dalam kurun waktu 1993/94-1996/97. misalnya keuntungan.Pertama-tama. kami juga mengucapkan Selamat Lebaran 1418 Hijriah. defisit transaksi berjalan terus mengalami peningkatan dari US$ 2. KRISIS KEUANGAN Perkembangan nilai tukar Rupiah yang kita hadapi sejak Agustus hingga awal tahun 1998 ini menunjukkan gejolak yang lebih panjang dan lebih dalam. dalam suasana yang sangat diwarnai oleh semangat silaturahmi ini. Namun.ginandjar. Seperti kita semua ketahui. Krisis ekonomi yang sedang kita alami sekarang secara mendasar telah mengubah kondisi perekonomian Indonesia. bangsa Indonesia sedang menghadapi cobaan yang sangat berat. adalah lemahnya sektor perbankan seperti tercermin dari besarnya kredit macet yang disebabkan oleh praktek perbankan yang tidak berhati-hati (prudent). Sejak dilepaskannya rentang intervensi dalam bulan Agustus 1997 yang lalu. faktor eksternal tersebut diperkirakan lebih kecil efeknya daripada tiga masalah internal perekonomian kita yang mencuat ke permukaan selama dua tahun terakhir. Namun.com kepada kelompok-kelompok bisnisnya. Hal ini tidak saja melanggar ketentuan 2 perbankan legal lending limit. karena Repelita VII harus merupakan penjabaran dari Garis-garis Besar Haluan Negara 1998 yang saat ini belum memperoleh pengesahan oleh wakil-wakil kita di MPR. dan Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada saudara-saudara yang merayakannya. yang dimulai dari Thailand. Keadaan menjadi lebih buruk dengan adanya musim kekeringan yang sangat panjang. dan pengaruhnya terhadap formulasi Repelita VII akan menjadi pusat pembahasan saya pada pagi hari ini.

2. Padahal pada 1 Juli 1997 yang lalu harga satu dolar Amerika masih Rp. karena semakin banyak yang memburu dolar maka rupiah semakin melemah.000 per satu dolar Amerika pada hari terakhir ini. Masyarakat kita sendiri menjadi enggan menyimpan dananya di perbankan dan cenderung menyimpan uang dalam bentuk dolar. Likuidasi 16 bank pada bulan Nopember yang lalu ternyata semakin menggoyahkan kepercayaan nasabah dan kreditor bank kepada sistem perbankan kita. Tingginya suku bunga dalam negeri pada waktu yang lalu membuat banyak perusahaan lebih tertarik mencari pinjaman luar negeri yang bersuku bunga lebih rendah. padahal di negaranegara sekawasan yang juga terkena krisis moneter. Hutang luar negeri swasta meningkat dengan pesat selama Repelita VI ini.8 persen. Ini merupakan masalah ketiga. sehingga menimbulkan hambatan terhadap impor. Kenaikan tersebut pada akhirnya harus diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. termasuk bahan baku. Krisis ini mempunyai ramifikasi yang sangat luas. Keadaan ini dianggap sebagai salah satu pemicu krisis ekonomi Indonesia. Pertama.9 miliar 1 . perusahaan-perusahaan baik BUMN maupun swasta yang mempunyai hutang luar negeri dan tidak mengasuransikannya (hedge) mengalami kesulitan melunasi pokok dan bunga hutangnya. untuk menenangkan para depositor dan berangsur-angsur dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan kita. Masyarakat internasional terlebih lagi sangat meragukan kesehatan lembaga keuangan dan perusahaan swasta nasional. Jadi depresiasinya adalah 75. Dengan adanya gejolak nilai tukar. Nilai hutang swasta saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$ 73. . yang sangat diperlukan. pihak swasta langsung memburu dolar untuk membayar hutang mereka.8 persen. Keadaan ini telah menyebabkan makin rendahnya kepercayaan masyarakat domestik maupun internasional akan prospek perekonomian kita. yaitu mata-uang Baht. Sebagai akibatnya inflasi meningkat. harga barang jadi juga meningkat. dan terjadi pemutusan hubungan kerja. khususnya dalam mata uang dolar AS. yakni besarnya hutang perusahaan swasta kita dalam bentuk dolar. Untuk memulihkan kepercayaan tersebut. harga bahan baku dan barang antara (intermediate goods) terutama yang diimpor meningkat. Akibat lanjutannya adalah makin meningkat lagi kredit macet di sektor perbankan.4 miliar. Sebagai akibatnya. walaupun sebagian daripadanya masa jatuh temponya belum tiba. dari keseluruhan hutang luar negeri pada saat ini sekitar US$ 137. Bahkan Letter of Credit (L/C) yang dikeluarkan oleh bank swasta nasional tidak diterima oleh eksportir asing. depresiasi yang tertinggi adalah 48. daripada dana dalam negeri. Sebagian bahkan secara teknis sudah bangkrut oleh karena modal neto sudah negatip. 10.430. Krisis moneter yang melanda kawasan Asia ini mengakibatkan rupiah terdepresiasi menjadi sekitar Rp. sampai Pemerintah perlu memberikan jaminan kepada nasabah dan kreditor Bank.property juga mendapatkan kredit yang berlebihan. Industri perbankan yang lemah tersebut menjadi lebih lemah dengan adanya gejolak moneter. dan tentu saja akan sangat mengganggu kesehatan perusahaan mereka. yang juga didorong oleh menurunnya peringkat perusahaan swasta nasional kita yang diberikan oleh Standard & Poor dan Moody. Kedua. Kekhawatiran yang berlebihan ini menjadi kenyataan (self-fulfilling prophecy). Mereka khawatir bahwa Rupiah akan terus melemah.

penyediaan obat-obatan yang hampir 90 persen bahan bakunya diimpor juga mengalami goncangan. Walaupun inflasi dalam bulan Januari lalu sudah mencapai 6. yaitu sekitar Rp. perekonomian kita akan mengalami pertumbuhan negatip. Bahkan diperkirakan tingkat pengangguran. atau sekitar 8. Bisa kita perkirakan bahwa pengangguran terdidik akan meningkat pesat pula.com 3 pesat. proses penyesuaian harga tersebut belum selesai sehingga tingkat harga umum diperkirakan akan masih meningkat.07 miliar. Demikian pula dengan tingkat pengangguran kita yang akan semakin meningkat dengan menurunnya kemampuan penyerapan tenaga kerja akibat pertumbuhan . utamanya pada bulan Januari lalu yang mencapai sekitar 6.000/6. dan tanpa adanya pertumbuhan riil dari perekonomian kita. Sebagai negara yang selama 30 tahun berhasil mengendalikan inflasi pada tingkat yang aman sudah tentu keadaan ini sangat mengkhawatirkan.3 juta pekerja.9 persen. serta menurunnya daya beli masyarakat akan menurunkan kemampuan masyarakat untuk mendapatkan obat-obatan yang sangat diperlukannya. Dengan menggunakan asumsi ini. dan sisanya sebagian besar terdiri dari hutang perusahaan patungan dengan pihak luar negeri. Penyesuaian yang dilakukan oleh dunia usaha ini akan menyebabkan tingkat pengangguran masih meningkat. Jika keadaan seperti sekarang ini terus berlangsung. Kita harus menyadari bahwa proses penyesuaian dengan situasi baru ini masih belum selesai. 5. akan berakibat penurunan produksi atau bahkan penutupan perusahaan sama sekali. Akibatnya akan meningkat pula kerawanan sosial dan ancaman bagi stabilitas politik.500 per dolar AS. dibandingkan perkiraan tahun 1997 sekitar 5. suatu keadaan yang tidak pernah kita alami dalam kurun waktu Orde Baru ini. 5. Pemerintah telah menyadari bahwa tingkat pengangguran akan meningkat.000 per dolar AS.ginandjar. Selain kebutuhan pokok. Memang tidak akan kembali seperti semula.7 persen atau 5.9 persen. Stok bahan baku untuk obat-obatan yang terbatas. Inflasi dalam tahun anggaran 1997/98 sampai dengan Januari telah mencapai 16. utamanya upah gaji tetap (fixed income earner). tingkat inflasi sekitar 20 persen. suatu tingkat inflasi tertinggi dalam kurun waktu 20 tahun ini. Keadaan akan lebih buruk apabila nilai tukar rupiah tidak menguat kembali seperti yang kita harapkan. Seperti kita ketahui bersama.7 juta pekerja. inflasi dan pengangguran yang semakin meningkat.000. 2. mencapai sekitar 10 persen dari angkatan kerja kita. karena dalam tingkat itu Rupiah kita overvalued.Kenaikan harga dari kebutuhan masyarakat ini tercermin dari kenaikan tingkat inflasi sejak Oktober 1997. www. asumsi yang digunakan dalam penyusunan RAPBN 1998/99 adalah nilai tukar sebesar Rp. Hambatan terhadap proses penyesuaian harga ini. sesungguhnya Rupiah kita menurut perkiraan sudah undervalued. karena satu dan lain hal. tetapi di atas Rp. Sudah hampir dapat dipastikan bahwa upah riil buruh. Kedua masalah ini. akan menyebabkan daya beli masyarakat akan semakin menurun. Kita telah merasakan bahwa harga-harga kebutuhan bahan pokok telah meningkat dengan 1 Hutang swasta nasional sebenarnya hanya sekitar US$ 23.0 persen. akan turun cukup besar.

Sementara itu melalui program padat karya diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya. www. Selain krisis ekonomi kita juga mengalami kekeringan yang disebabkan oleh badai El Nino yang mempengaruhi kawasan Asia. Sedangkan sub-sektor tanaman perkebunan. dan demikian juga dengan sektor kehutanan sebesar -0. saluran irigasi. sehingga musim hujan ini tidak berlangsung seperti biasanya. Selain berdampak langsung terhadap penurunan produksi sektor pertanian. Pada tahun 1997 yang baru lalu. Pekerja musiman. lingkungan dan usaha-usaha produktif lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Melambatnya pertumbuhan sektor pertanian ini juga ikut memberikan tekanan berat pada kemampuan perekonomian Indonesia dalam penyerapan tenaga kerja. Juga mempengaruhi ketersediaan komoditi pangan.6 persen. Sedangkan jenis kegiatannya mencakup rehabilitasi atau pembangunan jalan desa. yang biasanya merupakan tenaga lepas. curah hujan sangat sedikit sehingga kebakaran hutan harus selalu diwaspadai. Selain itu. ini merupakan kelompok sasaran dari program padat kerja yang sudah mulai kita laksanakan.negatip dari perekonomian kita.8 persen. keterlambatan musim tanam dan panen ini tidak dapat mendorong sektor pertanian untuk segera kembali pulih.ginandjar. -1. . Sektor pertanian yang diharapkan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi pada saat yang sulit ini tidak dapat tumbuh secepat yang diharapkan. upaya penanggulangan kemiskinan dan pemerataan pembangunan tetap dilanjutkan dan diprioritaskan. Bahkan di Kalimantan Timur. ternyata gejala El Nino masih mempengaruhi iklim kita. Selain itu diupayakan peningkatan produksi pangan dengan menekan kehilangan hasil panen musim tanam 1997/98. Dengan alokasi ini diharapkan daerah dapat memelihara momentum pembangunan dan kegiatan ekonomi masyarakat. sehingga berpengaruh pula pada laju inflasi. Anggaran rupiah yang didaerahkan mencapai dua per tiga dari seluruh tabungan pemerintah. serta meningkatkan intensifikasi dan pemanfaatan lahan-lahan ‘tidur’ (tidak produktif). Biasanya sektor konstruksi di perkotaan dapat menyerap tenaga kerja yang berasal dari pedesaan dalam musim kemarau. musim kekeringan inipun mengakibatkan kebakaran hutan di beberapa daerah. yang pada gilirannya menurunkan produktivitas sektor pertanian. apalagi dalam keadaan krisis ekonomi saat ini. Sejak bulan Pebruari ini mulai terasa berkurangnya curah hujan di beberapa tempat di Indonesia. Memasuki tahun 1998. Dalam penyusunan anggaran tahun mendatang. Untuk menjaga stabilitas harga pangan. peternakan dan perikanan masih dapat tumbuh lebih dari 4 persen.com 4 Pemerintah menyadari bahwa krisis ekonomi akan mempunyai dampak yang besar dan harus ditangani dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat crash program. Kegiatan crash program ini diarahkan kepada pekerja berketerampilan rendah di daerah perkotaan dan perdesaan. sub-sektor tanaman bahan makanan mengalami pertumbuhan negatip. Namun krisis ekonomi yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan sektor konstruksi ini berdampak pada penurunan tenaga kerja musiman yang bisa diserap. Pemerintah telah mengimpor beras. Musim kekeringan yang berkepanjangan yang menyebabkan mundurnya musim tanam dan panen pada tahun 1997/98 terjadi di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

ginandjar. Di sinilah diharapkan peran ABRI. yaitu mengamankan pelaksanaan langkah reformasi dengan mencegah oknum-oknum mengail di air keruh. bahkan oleh duniapun telah dianggap sebagai kondisi yang dapat mengganggu ekonomi kawasan dan ekonomi dunia pada umumnya. Sehingga dalam memasuki Repelita VII kita masih akan mengejar berbagai sasaran yang belum terpenuhi pada Repelita VI. Pengangguran diperkirakan masih akan meningkat. Pemerintah menjalankan kebijaksanaan fiskal dan moneter yang ketat.com 5 Dalam proses penyesuaian ini diperkirakan tidak akan terjadi pertumbuhan untuk tahun 1998/99. Sejak diumumkannya program reformasi ini oleh Bapak Presiden pertengahan bulan Januari 1998 yang lalu sebagai kesepakatan dengan IMF. sementara hargaharga kebutuhan pokok naik dengan cepat. Pada tataran makro langkah-langkah untuk mengatasi berkembangnya gejolak nilai tukar Rupiah telah diupayakan sejak awal gejolak. Selain itu Pemerintah telah menyusun program reformasi dan restrukturisasi ekonomi dan keuangan yang menyeluruh dan mencakup berbagai bidang. dan berbagai program lainnya. Sebagian dari kita mungkin tidak bisa menerima program-program reformasi yang akan dan sudah dijalankan. telah banyak yang dilaksanakan dengan dikeluarkannya berbagai peraturan dan Keputusan Presiden serta Instruksi Presiden yang bertujuan menyehatkan sistem perbankan kita dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat. Krisis ekonomi yang sedang kita alami ini merupakan cobaan yang sangat berat bagi perjalanan hidup bangsa kita. Memang reformasi ini terasa seperti pil pahit yang harus kita ‘telan’. perbankan. misalnya pembentukan Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan. Kita tidak dapat mengetahui berapa lama kita akan keluar dari krisis ini dan setelah keluar . Program-program itu meliputi bidang moneter. Sementara itu dalam rangka kebijaksanaan moneter ketat maka suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dinaikkan. Kebijaksanaan fiskal yang dilaksanakan antara lain meliputi penjadwalan kembali beberapa proyek-proyek dan merevisi penggunaan anggaran pembangunan. serta pengembangan agroindustri dan produksi pangan. III. www. penyelesaian utang swasta. Pandangan itu tidak sepenuhnya tepat. Kemungkinan besar sebagian sasaran-sasaran yang ditetapkan dalam Repelita VI akan sulit dicapai. fiskal. perdagangan dalam dan luar negeri. investasi dan privatisasi BUMN. pemberian jaminan atas deposito masyarakat dan pinjaman perbankan. REPELITA VII Dengan berbagai keadaan seperti yang saya uraikan di atas jelas bahwa sesungguhnya kita sedang dalam keadaan krisis ekonomi yang terparah sejak awal Orde Baru. Langkah-langkah reformasi ini merupakan langkah yang harus dijalani agar kita dapat keluar dari krisis ekonomi ini. pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional.Upaya penciptaan lapangan kerja juga terus dilanjutkan dan mencakup antara lain program pengembangan wirausaha. yang relatif padatkarya dan tidak begitu terpengaruh oleh melonjaknya nilai tukar Rupiah terhadap mata-uang asing. Keadaan ini mungkin menyebabkan sebagian dari kita mengira bahwa hal ini merupakan akibat dari reformasi yang kita sudah mulai dan akan kita jalankan terus.

dana luar negeri dalam bentuk pinjaman maupun portofolio-pun meningkat dengan pesat. Sehingga sasaran rata-rata pertumbuhan pada Repelita VII sebesar 7 persen untuk sementara ini di luar jangkauan kita. dan stabilitas. Potensi pertumbuhan perekonomian ini dapat kita dekati dari sumber-sumber pertumbuhannya. Berkurangnya kepercayaan pihak luar negeri terhadap mata uang kita akan mengakibatkan lebih langkanya investasi langsung luar negeri maupun dana luar negeri lainnya. Namun. Selama ini Indonesia dianggap sebagai tempat yang menarik untuk melakukan investasi. Bahkan. Dengan kata lain. Seperti kita ketahui. Mungkin saja tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan untuk Indonesia akan berada di bawah pertumbuhan yang biasa kita nikmati selama ini. Saat ini telah dijalankan berbagai proyek padat karya. pertumbuhan. Kita tidak akan melindungi secara berlebihan. Karena memang saudara-saudara kita inilah yang paling rawan dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi. pertumbuhan ekonomi kita selama ini memang cukup tinggi. yaitu pemerataan. Kondisi ini juga menuntut ABRI untuk tetap dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan kita. Nampaknya untuk kurun waktu Repelita VII segala keberuntungan ini akan sulit kita peroleh lagi. Proyek-proyek seperti ini mungkin masih akan diperlukan pada awal-awal Repelita VII sehingga lapisan masyarakat yang terkena dampak krisis keuangan mempunyai waktu untuk dapat menyesuaikan dengan keadaan ekonomi yang baru. Berdasarkan pengalaman pertumbuhan yang selalu tinggi inilah kita menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi selama PJP II sebesar rata-rata 7 persen per tahunnya. Perlu saya tekankan di sini bahwa prioritas pembangunan dalam Repelita VII tetap pada bidang ekonomi seiring dengan pembangunan SDM. dengan perkembangan akhirakhir ini perekonomian kita mengalami penyesuaian struktural yang sangat drastis. memberi akses kepada mereka untuk dapat meningkatkan modal. dan produktivitas. Hanya sedikit lebih rendah dari tahun 1995 yang mencapai 8. Investasi langsung luar negeri selalu meningkat dengan pesat. maupun SDM dengan penyediaan fasilitas- . tenaga kerja. kita juga sudah mendapatkan bukti bahwa untuk membantu saudara-saudara kita ini harus dilandasi dengan konsep pemberdayaan. dan landasan kebijaksanaan pembangunan tetap pada Trilogi Pembangunan.2 persen. dalam tahun 1996 pertumbuhan ekonomi kita mencapai sekitar 8 persen. kita bisa menganggap bahwa pertumbuhan 7 persen adalah pertumbuhan yang berkelanjutan sesuai dengan daya dukung perekonomian kita.dari krisis berapakah tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan tersebut. Dalam dua atau tiga tahun ke depan para investor akan sangat berhati-hati sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Pemeliharaan stabilitas politik tersebut harus didukung dengan upaya-upaya penyediaan bantuan sebagai jaring penyelamat (safety net). Karena hal ini hanya akan memperlemah. Dengan demikian kita terbiasa dengan masuknya modal dari luar negeri untuk mendukung pembangunan yang sedang kita jalankan. Akumulasi modal diperkirakan tidak akan meningkat secepat beberapa tahun terakhir ini. yaitu pertumbuhan modal. Selain investasi langsung luar negeri. Indonesia dianggap sebagai tempat yang sangat menguntungkan dalam melakukan investasi. baik finansial. Selain itu. khususnya untuk mengurangi beban masyarakat kita yang berpendapatan rendah dan miskin selama proses penyesuaian ini berlangsung. Satu-satunya jalan adalah memberdayakan. Selama 30 tahun terakhir ekonomi Indonesia tumbuh dengan rata-rata 7 persen per tahun.

5 juta atau sekitar 11. Sumber pertumbuhan yang kedua adalah pertumbuhan angkatan kerja. Secara kuantitas. Selanjutnya dalam situasi yang sulit ini kita juga tidak akan melupakan pendidikan tinggi. telah terbukti selama ini bahwa peningkatan pendidikan masyarakat kita merupakan ‘modal’ bagi masyarakat kita yang berpendapatan rendah untuk meningkatkan kesejahteraannya. seperti beras. Secara bertahap subsidi tersebut harus kita kurangi lagi.fasilitas pelayanan sosial yang diperlukan seperti pendidikan. Kebijaksanaan ekonomi yang akan diambil dalam Repelita VII harus pula mengacu pada komitmen kita terhadap lingkungan internasional. Di samping menjaga stabilitas politik. Perbaikan kurikulum perlu dilakukan pada semua tingkat pendidikan. Melanjutkan pemulihan kepercayaan terhadap mata uang rupiah dan pasar modal harus menjadi prioritas utama. Kita masih bertekad bahwa kemiskinan absolut sebagian besar sudah akan terselesaikan pada akhir Repelita VII.ginandjar. Dengan demikian. faktor ini tidak menjadi permasalahan. kedele. Kita tidak boleh melupakan program pengentasan masyarakat miskin. terigu. kesehatan dan lainnya. Selain itu. Program ini harus dilanjutkan. Pemerintah membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk ikut serta dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. kita telah mendapatkan hasil yang cukup menggembirakan. Saudara kita yang harus hidup di bawah garis kemiskinan absolut berjumlah 22. seperti WTO.com 6 ditingkatkan dalam Repelita VII. Dalam jangka pendek memang kita tidak akan kekurangan tenaga kerja tetapi pada saat kita terlepas dari resesi ini. Program Wajib Belajar 9 tahun (WAJAR 9 tahun) akan tetap mendapatkan prioritas yang tinggi. Dalam suasana ekonomi yang makin terbuka dan bebas ini lulusan pendidikan tinggi akan makin dibutuhkan. Karena hanya dengan kepercayaan yang semakin mantap ini. Namun agar efektif diperlukan sumber daya manusia yang lebih baik. walaupun jumlah penduduk miskin masih besar. adalah melanjutkan proses pemulihan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. Untuk itu dalam Repelita VII segala upaya wajib belajar yang telah dilakukan di sekolah dasar akan terus dilanjutkan. akan mencapai tingkat yang berkelanjutan lagi. Dengan makin banyaknya lulusan . Namun untuk satu dua tahun ke depan ini Pemerintah tampaknya harus kembali memberi subsidi pada masyarakat untuk beberapa kebutuhan pokok. sehingga dapat dilakukan sesuai rencana. pendidikan juga akan memperkecil tingkat kesenjangan pada masyarakat kita. APEC dan AFTA.3 persen. Upaya peningkatan tingkat partisipasi pada tingkat sekolah menengah pertama dan atas akan terus diupayakan selama Repelita VII ini. Pemantapan pelaksanaan reformasi ekonomi harus terus dilanjutkan. Sudah tentu pemerintah tidak dapat melakukan sendiri penyelenggaraan pendidikan tinggi tersebut. gula. maka investasi dan oleh karena itu pertumbuhan ekonomi. bahkan www. salah satu tugas utama kita dalam menarik minat investor dalam Repelita VII. dan BBM. selain untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dengan lebih cepat. Dalam penanggulangan kemiskinan. apalagi bila struktur industri kita menjelma dengan bentuk yang berbeda. yaitu selambat-lambatnya tuntas pada Repelita VIII. kebutuhan akan sumber daya manusia yang lebih berkualitas tidak dapat dihindari.

Desentralisasi harus pula dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia di daerah. Reformasi ekonomi yang sedang kita lakukan akan membebaskan segala macam hambatan dalam realokasi sumber daya ekonomi tersebut. saya mengharapkan Rapim ABRI ini dapat pula memberikan masukan agar dapat ikut mewarnai Repelita VII. Di lain pihak. tetapi saya percaya bahwa ekonomi kita jauh akan lebih sehat setelah krisis ini terlewati. . desentralisasi tidaklah cukup hanya dengan kemauan politik semata. Sehingga agenda yang penting dalam Repelita VII adalah mendorong proses desentralisasi. utamanya setelah proses penyesuaian yang sedang kita alami saat ini. Sudah tentu masih banyak lagi program-program penting yang akan masuk dalam Repelita VII. tanpa harus mencari dan melatih pekerja baru lagi. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan dunia usaha kita untuk tidak begitu saja memecat para karyawannya.com daya yang tidak memadai justru akan menurunkan efisiensi dan efektivitas dari 7 proyek pembangunan di daerah. walaupun produktivitas mungkin akan menurun.perguruan tinggi diharapkan kita akan semakin kompetitif. Sumber pertumbuhan ketiga adalah peningkatan produktivitas. namun hal ini masih lebih baik bagi pekerja daripada harus kehilangan pekerjaan. peningkatan peran pemerintah daerah harus ditingkatkan.ginandjar. Namun penurunan produktivitas tenaga kerja mungkin akan terjadi dalam proses penyesuaian. Tidak kalah pentingnya sebagai sumber peningkatan produktivitas adalah realokasi sumber daya ekonomi. dunia usaha juga akan dapat segera meningkatkan produktivitas usahanya dengan cepat jika proses penyesuaian telah berhasil dilaluinya. Pemerintah daerah lebih mengetahui karakteristik daerah dan kebudayaan setempat. Berbagai keputusan akan lebih banyak dilakukan oleh para pelaku pasar. Karena kemampuan sumber www. IV PENUTUP Demikianlah uraian saya mengenai berbagai keadaan serta prioritas yang akan melatarbelakangi pembuatan Repelita VII. Peningkatan kualitas SDM seperti diuraikan di atas akan sangat menunjang peningkatan produktivitas. Proses umpan balik dari masyarakatpun diharapkan memberikan hasil yang lebih cepat. Selain itu. Walaupun kita masih menghadapi krisis ekonomi yang sangat berat ini. Dengan demikian. Karena pemerintah daerahlah yang merupakan ujung tombak dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah. Dalam rangka peningkatan produktivitas tersebut.