P. 1
1 Krisis Moneter Indonesia

1 Krisis Moneter Indonesia

|Views: 782|Likes:
Published by pengkah

More info:

Published by: pengkah on Jan 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

1 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran KRISIS MONETER INDONESIA : SEBAB, DAMPAK, PERAN

IMF DAN SARAN*) Lepi T. Tarmidi **) Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997, sementara ini telah berlangsung hampir dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi, yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Memang krisis ini tidak seluruhnya disebabkan karena terjadinya krisis moneter saja, karena sebagian diperberat oleh berbagai musibah nasional yang datang secara bertubi-tubi di tengah kesulitan ekonomi seperti kegagalan panen padi di banyak tempat karena musim kering yang panjang dan terparah selama 50 tahun terakhir, hama, kebakaran hutan secara besar-besaran di Kalimantan dan peristiwa kerusuhan yang melanda banyak kota pada pertengahan Mei 1998 lalu dan kelanjutannya. Krisis moneter ini terjadi, meskipun fundamental ekonomi Indonesia di masa lalu dipandang cukup kuat dan disanjung-sanjung oleh Bank Dunia (lihat World Bank: Bab 2 dan Hollinger). Yang dimaksud dengan fundamental ekonomi yang kuat adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, laju inflasi terkendali, tingkat pengangguran relatif rendah, neraca pembayaran secara keseluruhan masih surplus meskipun defisit neraca berjalan cenderung membesar namun jumlahnya masih terkendali, cadangan devisa masih cukup besar, realisasi anggaran pemerintah masih menunjukkan sedikit surplus. Lihat Tabel. Namun di balik ini terdapat beberapa kelemahan struktural seperti peraturan perdagangan domestik yang kaku dan berlarut-larut, monopoli impor yang menyebabkan kegiatan ekonomi tidak efisien dan kompetitif. Pada saat yang bersamaan kurangnya transparansi dan kurangnya data menimbulkan ketidak pastian sehingga masuk dana luar negeri dalam jumlah besar melalui sistim perbankan yang lemah. Sektor swasta banyak meminjam dana dari luar negeri yang sebagian besar tidak di hedge. Dengan terjadinya krisis moneter, terjadi juga krisis kepercayaan. (Bandingkan juga IMF, 1997: 1). Namun semua kelemahan ini masih mampu ditampung oleh perekonomian nasional. Yang terjadi adalah, mendadak datang badai yang sangat besar, yang tidak mampu dbendung oleh tembok penahan yang ada, yang selama bertahun-tahun telah mampu menahan berbagai terpaan gelombang yang datang mengancam. *) Tulisan ini merupakan revisi dan updating dari pidato pengukuhan Guru Besar Madya pada FEUI dengan judul “Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF”, Jakarta, 10 Juni 1998. **) Lepi T. Tarmidi : Wakil Kepala Pusat Kajian APEC, Universitas Indonesia, email : lepi@lpem.feui.org2 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 INDIKATOR UTAMA EKONOMI INDONESIA 1990 - 1997 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 Pertumbuhan ekonomi (%) 7,24 6,95 6,46 6,50 7,54 8,22 7,98 4,65

Tingkat inflasi (%) 9,93 9,93 5,04 10,18 9,66 8,96 6,63 11,60 Neraca pembayaran (US$ juta) 2,099 1,207 1,743 741 806 1,516 4,451 -10,021 Neraca perdagangan 5,352 4,801 7,022 8,231 7,901 6,533 5,948 12,964 Neraca berjalan -3.24 -4,392 -3,122 -2,298 -2.96 -6.76 -7,801 -2,103 Neraca modal 4,746 5,829 18,111 17,972 4,008 10,589 10,989 -4,845 Pemerintah (neto) 633 1,419 12,752 12,753 307 336 -522 4,102 Swasta (neto) 3,021 2,928 3,582 3,216 1,593 5,907 5,317 -10.78 PMA (neto) 1,092 1,482 1,777 2,003 2,108 4,346 6,194 1,833 Cadangan devisa akhir tahun (US$ juta) 8,661 9,868 11,611 12,352 13,158 14,674 19,125 17,427 (bulan impor nonmigas c&f) 4,7 4,8 5,4 5,4 5,0 4,3 5,2 4,5 Debt-service ratio (%) 30,9 32,0 31,6 33,8 30,0 33,7 33,0 Nilai tukar Des. (Rp/US$) 1,901 1,992 2,062 2.11 2.2 2,308 2,383 4.65 APBN* (Rp. milyar) 3,203 433 -551 -1.852 1,495 2,807 818 456 * Tahun anggaran Sumber : BPS, Indikator Ekonomi; Bank Indonesia, Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia; World Bank, Indonesia in Crisis, July 2, 19983 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran Sebagai konsekuensi dari krisis moneter ini, Bank Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1997 terpaksa membebaskan nilai tukar rupiah terhadap valuta asing, khususnya dollar AS, dan membiarkannya berfluktuasi secara bebas (free floating) menggantikan sistim managed floating yang dianut pemerintah sejak devaluasi Oktober 1978. Dengan demikian Bank Indonesia tidak lagi melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar rupiah, sehingga nilai tukar ditentukan oleh kekuatan pasar semata. Nilai tukar rupiah kemudian merosot dengan cepat dan tajam dari rata-rata Rp 2.450 per dollar AS Juni 1997 menjadi Rp 13.513 akhir Januari 1998, namun kemudian berhasil menguat kembali menjadi sekitar Rp 8.000 awal Mei 1999. Krisis Moneter dan Faktor-Faktor Penyebabnya Penyebab dari krisis ini bukanlah fundamental ekonomi Indonesia yang selama ini lemah, hal ini dapat dilihat dari data-data statistik di atas, tetapi terutama karena utang swasta luar negeri yang telah mencapai jumlah yang besar. Yang jebol bukanlah sektor rupiah dalam negeri, melainkan sektor luar negeri, khususnya nilai tukar dollar AS yang mengalami overshooting yang sangat jauh dari nilai nyatanya1 . Krisis yang berkepanjangan ini adalah krisis merosotnya nilai tukar rupiah yang sangat tajam, akibat dari serbuan yang mendadak dan secara bertubi-tubi terhadap dollar AS (spekulasi) dan jatuh temponya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar. Seandainya tidak ada serbuan terhadap dollar AS ini, meskipun terdapat banyak distorsi pada tingkat ekonomi mikro, ekonomi Indonesia tidak akan mengalami krisis. Dengan lain perkataan, walaupun distorsi pada tingkat ekonomi mikro ini diperbaiki, tetapi bila tetap ada gempuran terhadap mata uang rupiah, maka krisis akan terjadi juga, karena cadangan devisa yang ada tidak cukup kuat untuk menahan

gempuran ini. Krisis ini diperparah lagi dengan akumulasi dari berbagai faktor penyebab lainnya yang datangnya saling bersusulan. Analisis dari faktor-faktor penyebab ini penting, karena penyembuhannya tentunya tergantung dari ketepatan diagnosa. Anwar Nasution melihat besarnya defisit neraca berjalan dan utang luar negeri, ditambah dengan lemahnya sistim perbankan nasional sebagai akar dari terjadinya krisis finansial (Nasution: 28). Bank Dunia melihat adanya empat sebab utama yang bersamasama membuat krisis menuju ke arah kebangkrutan (World Bank, 1998, pp. 1.7 -1.11). Yang pertama adalah akumulasi utang swasta luar negeri yang cepat dari tahun 1992 hingga Juli 1997, sehingga l.k. 95% dari total kenaikan utang luar negeri berasal dari sektor swasta ini, dan jatuh tempo rata-ratanya hanyalah 18 bulan. Bahkan selama empat tahun terakhir utang luar negeri pemerintah jumlahnya menurun. Sebab yang kedua adalah kelemahan 1 Dalam teori, overshooting nilai tukar biasanya bersifat sementara untuk kemudian mencari keseimbangan jangka panjang baru. Tetapi selama krisis ini berlangsung, nilai overshooting adalah sangat besar dan sudah berlangsung sejak akhir tahun 1997.4 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 pada sistim perbankan. Ketiga adalah masalah governance, termasuk kemampuan pemerintah menangani dan mengatasi krisis, yang kemudian menjelma menjadi krisis kepercayaan dan keengganan donor untuk menawarkan bantuan finansial dengan cepat. Yang keempat adalah ketidak pastian politik menghadapi Pemilu yang lalu dan pertanyaan mengenai kesehatan Presiden Soeharto pada waktu itu. Sementara menurut penilaian penulis, penyebab utama dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sangat tajam, meskipun ini bukan faktor satu-satunya, tetapi ada banyak faktor lainnya yang berbeda menurut sisi pandang masing-masing pengamat. Berikut ini diberikan rangkuman dari berbagai faktor tersebut menurut urutan kejadiannya: 1) Dianutnya sistim devisa yang terlalu bebas tanpa adanya pengawasan yang memadai, memungkinkan arus modal dan valas dapat mengalir keluar-masuk secara bebas berapapun jumlahnya. Kondisi di atas dimungkinkan, karena Indonesia menganut rezim devisa bebas dengan rupiah yang konvertibel, sehingga membuka peluang yang sebesarbesarnya untuk orang bermain di pasar valas. Masyarakat bebas membuka rekening valas di dalam negeri atau di luar negeri. Valas bebas diperdagangkan di dalam negeri, sementara rupiah juga bebas diperdagangkan di pusat-pusat keuangan di luar negeri. 2) Tingkat depresiasi rupiah yang relatif rendah, berkisar antara 2,4% (1993) hingga 5,8% (1991) antara tahun 1988 hingga 1996, yang berada di bawah nilai tukar nyatanya, menyebabkan nilai rupiah secara kumulatif sangat overvalued. Ditambah dengan kenaikan pendapatan penduduk dalam nilai US dollar yang naiknya relatif lebih cepat dari kenaikan pendapatan nyata dalam Rupiah, dan produk dalam negeri yang makin lama makin kalah bersaing dengan produk impor. Nilai Rupiah yang overvalued berarti juga proteksi industri yang negatif. Akibatnya harga barang impor menjadi relatif murah dan produk dalam negeri relatif mahal, sehingga masyarakat memilih barang impor yang kualitasnya lebih baik. Akibatnya produksi dalam negeri tidak berkembang, ekspor

menjadi kurang kompetitif dan impor meningkat. Nilai rupiah yang sangat overvalued ini sangat rentan terhadap serangan dan permainan spekulan, karena tidak mencerminkan nilai tukar yang nyata. 3) Akar dari segala permasalahan adalah utang luar negeri swasta jangka pendek dan menengah sehingga nilai tukar rupiah mendapat tekanan yang berat karena tidak tersedia cukup devisa untuk membayar utang yang jatuh tempo beserta bunganya (bandingkan juga Wessel et al.: 22), ditambah sistim perbankan nasional yang lemah. Akumulasi utang swasta luar negeri yang sejak awal tahun 1990-an telah mencapai jumlah yang sangat besar, bahkan sudah jauh melampaui utang resmi pemerintah yang beberapa tahun terakhir malah sedikit berkurang (oustanding official debt). Ada tiga pihak yang5 Krisis Moneter Indonesia : Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran bersalah di sini, pemerintah, kreditur dan debitur. Kesalahan pemerintah adalah, karena telah memberi signal yang salah kepada pelaku ekonomi dengan membuat nilai rupiah terus-menerus overvalued dan suku bunga rupiah yang tinggi, sehingga pinjaman dalam rupiah menjadi relatif mahal dan pinjaman dalam mata uang asing menjadi relatif murah. Sebaliknya, tingkat bunga di dalam negeri dibiarkan tinggi untuk menahan pelarian dana ke luar negeri dan agar masyarakat mau mendepositokan dananya dalam rupiah. Jadi di sini pemerintah dihadapi dengan buah simalakama. Keadaan ini menguntungkan pengusaha selama tidak terjadi devaluasi dan ini terjadi selama bertahun-tahun sehingga memberi rasa aman dan orang terus meminjam dari luar negeri dalam jumlah yang semakin besar. Dengan demikian pengusaha hanya bereaksi atas signal yang diberikan oleh pemerintah. Selain itu pemerintah sama sekali tidak melakukan pengawasan terhadap utang-utang swasta luar negeri ini, kecuali yang berkaitan dengan proyek pemerintah dengan dibentuknya tim PKLN. Bagi debitur dalam negeri, terjadinya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar ini, di samping lebih menguntungkan, juga disebabkan suatu gejala yang dalam teori ekonomi dikenal sebagai fallacy of thinking2 , di mana pengusaha beramai-ramai melakukan investasi di bidang yang sama meskipun bidangnya sudah jenuh, karena masing-masing pengusaha hanya melihat dirinya sendiri saja dan tidak memperhitungkan gerakan pengusaha lainnya. Pihak kreditur luar negeri juga ikut bersalah, karena kurang hati-hati dalam memberi pinjaman dan salah mengantisipasi keadaan (bandingkan IMF, 1998: 5). Jadi sudah sewajarnya, jika kreditur luar negeri juga ikut menanggung sebagian dari kerugian yang diderita oleh debitur. Kalau masalahnya hanya menyangkut utang luar negeri pemerintah saja, meskipun masalahnya juga cukup berat karena selama bertahun-tahun telah terjadi net capital outflow3 yang kian lama kian membesar berupa pembayaran cicilan utang pokok dan bunga, namun masih bisa diatasi dengan pinjaman baru dan pemasukan modal luar negeri dari sumber-sumber lain. Beda dengan pinjaman swasta, pinjaman luar negeri pemerintah sifatnya jangka panjang, ada tenggang waktu pembayaran, tingkat bunganya

relatif rendah, dan tiap tahunnya ada pemasukan pinjaman baru. Pada awal Mei 1998 besarnya utang luar negeri swasta dari 1.800 perusahaan diperkirakan berkisar antara US$ 63 hingga US$ 64 milyar, sementara utang pemerintah US$ 53,5 milyar. Sebagian besar dari pinjaman luar negeri swasta ini tidak di hedge (Nasution: 12). Sebagian orang Indonesia malah bisa hidup mewah dengan menikmati selisih biaya bunga antara dalam negeri dan luar negeri (Wessel et al., hal. 22), misalnya 2 Yang dimaksud di sini adalah perilaku pengusaha yang bertindak atas pertimbangan dirinya sendiri tanpa mengetahui apa yang dilakukan oleh pengusaha lainnya. Misalnya pengusaha ramai-ramai mendiri-kan apotik, membuka tambak udang, membangun realestat dan kondomium. 3 Total pembayaran cicilan utang pokok dan bunga setelah dikurangi pinjaman baru.6 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 1999 bank-bank. Maka beban pembayaran utang luar negeri beserta bunganya menjadi tambah besar yang dibarengi oleh kinerja ekspor yang melemah (bandingkan IDE). Ditambah lagi dengan kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam yang membuat utang dalam nilai rupiah membengkak dan menyulitkan pembayaran kembalinya. Pinjaman luar negeri dan dana masyarakat yang masuk ke sistim perbankan, banyak yang dikelola secara tidak prudent, yakni disalurkan ke kegiatan grupnya sendiri dan untuk proyek-proyek pembangunan realestat dan kondomium secara berlebihan sehingga jauh melampaui daya beli masyarakat, kemudian macet dan uangnya tidak kembali (Nasution: 28; Ehrke: 3). Pinjaman-pinjaman luar negeri dalam jumlah relatif besar yang dilakukan oleh sistim perbankan sebagian disalurkan ke sektor investasi yang tidak menghasilkan devisa (non-traded goods) di bidang tanah seperti pembangunan hotel, resort pariwisata, taman hiburan, taman industri, shopping malls dan realestat (Nasution: 9; IMF Research Department Staff: 10). Proyek-proyek besar ini umumnya tidak menghasilkan barang-barang ekspor dan mengandalkan pasar dalam negeri, maka sedikit sekali pemasukan devisa yang bisa diandalkan untuk membayar kembali utang luar negeri. Krugman melihat bahwa para financial intermediaries juga berperan di Thailand dan Korea Selatan dengan moral nekat mereka, yang menjadi penyebab utama dari krisis di Asia Timur. Mereka meminjamkan pada proyek-proyek berisiko tinggi sehingga terjadi investasi berlebihan di sektor tanah (Krugman, 1998; Greenwood). Mereka mulai mencari dollar AS untuk membayar utang jangka pendek dan membeli dollar AS untuk di hedge (World Bank, 1998, hal. 1.4). 4) Permainan yang dilakukan oleh spekulan asing (bandingkan juga Ehrke: 2-3) yang dikenal sebagai hedge funds tidak mungkin dapat dibendung dengan melepas cadangan devisa yang dimiliki Indonesia pada saat itu, karena praktek margin trading, yang memungkinkan dengan modal relatif kecil bermain dalam jumlah besar. Dewasa ini mata uang sendiri sudah menjadi komoditi perdagangan, lepas dari sektor riil. Para spekulan ini juga meminjam dari sistim perbankan untuk memperbesar pertaruhan mereka. Itu sebabnya mengapa Bank Indonesia memutuskan untuk tidak intervensi di pasar valas karena tidak akan ada gunanya. Meskipun pada awalnya spekulan asing ikut berperan, tetapi

mereka tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas pecahnya krisis moneter ini. Namun pemicu adalah krisis moneter kiriman yang berawal dari Thailand antara Maret sampai Juni 1997. dana modal asing terus mengalir ke luar negeri meskipun dicoba ditahan dengan tingkat bunga yang tinggi atas surat-surat berharga Indonesia (Nasution: 1. IMF. Dampak.10). IMF Research7 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. yang diserang terlebih dahulu oleh spekulan dan kemudian menyebar ke negara Asia lainnya termasuk Indonesia (Nasution: 1. Negara-negara sahabat yang menjanjikan akan membantu Indonesia juga . Selisih tingkat suku bunga dalam negeri dengan luar negeri yang besar dan kemungkinan memperoleh keuntungan yang relatif besar dengan cara bermain di bursa efek. 4.. Peran IMF dan Saran Department Staff: 10. yang membuat harga barang-barang impor menjadi relatif murah dibandingkan dengan produk dalam negeri.1). yang disebabkan karena laju peningkatan impor barang dan jasa lebih besar dari ekspor dan melonjaknya pembayaran bunga pinjaman. 11). 1998: 1. Krisis ini adalah krisis kepercayaan terhadap rupiah (World Bank. dan pada saat itu mereka akan menukarkan kembali rupiah dengan dollar AS (Wessel et al. ditopang oleh tingkat devaluasi yang relatif stabil sekitar 4% per tahun sejak 1986 menyebabkan banyak modal luar negeri yang mengalir masuk. Terkesan tidak adanya kebijakan pemerintah yang jelas dan terperinci tentang bagaimana mengatasi krisis (Nasution: 1) dan keadaan ini masih berlangsung hingga saat ini. 1998: 5). Sebagian dari mereka ini justru sekarang menderita kerugian. 6) Defisit neraca berjalan yang semakin membesar (IMF Research Department Staff: 10. 1998. hal. Sistim ini menyebabkan apresiasi nyata dari nilai tukar rupiah dan mengundang tindakan spekulasi ketika sistim batas intervensi ini dihapus pada tanggal 14 Agustus 1997 (Nasution: 2). 1998. Greenwood). Kesalahan juga terletak pada investor luar negeri yang kurang waspada dan meremehkan resiko (IMF. Ketidak mampuan pemerintah menangani krisis menimbulkan krisis kepercayaan dan mengurangi kesediaan investor asing untuk memberi bantuan finansial dengan cepat (World Bank. IDE). Krisis moneter yang terjadi sudah saling kait-mengkait di kawasan Asia Timur dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya (butir 16 dari persetujuan IMF 15 Januari 1998). Sebab utama adalah nilai tukar rupiah yang sangat overvalued. 5) Kebijakan fiskal dan moneter tidak konsisten dalam suatu sistim nilai tukar dengan pita batas intervensi. 1. 1). hal.3. Setelah nilai tukar Rupiah tambah melemah dan terjadi krisis kepercayaan. 1998: 5). p. 2. 7) Penanam modal asing portfolio yang pada awalnya membeli saham besar-besaran dimingimingi keuntungan yang besar yang ditunjang oleh perkembangan moneter yang relatif stabil kemudian mulai menarik dananya keluar dalam jumlah besar (bandingkan World Bank. 1.4. 8) IMF tidak membantu sepenuh hati dan terus menunda pengucuran dana bantuan yang dijanjikannya dengan alasan pemerintah tidak melaksanakan 50 butir kesepakatan dengan baik. karena mereka membeli rupiah dalam jumlah cukup besar ketika kurs masih di bawah Rp.000 per dollar AS dengan pengharapan ini adalah kurs tertinggi dan rupiah akan balik menguat.

Para spekulan inipun tidak semata-mata menggunakan dananya sendiri. padahal keadaan perekonomian Indonesia makin lama makin tambah terpuruk. Di lain pihak harus diakui bahwa sektor riil sudah lama menunggu pembenahan yang mendasar. Setelah Plaza-Accord tahun 1985.4. Terdapatnya keterkaitan yang erat dengan yen Jepang. 22). jiwa dan martabat mereka. karena mata uang negaranegara Asia ini dipatok dengan dollar AS. kurs dollar AS dan juga mata uang negara-negara Asia Timur melemah terhadap yen Jepang. yang nilainya melemah terhadap dollar AS (lihat IDE). US$ 1 milyar baru akan mencairkan dananya sebagai yang terakhir setelah semua pihak lain yang berjanji akan8 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 1998: 1.10). 11. baik pejabat pribumi dan etnis Cina. Terjadilah snowball effect. 1. hal. (Ehrke: 2). Sejak awal Desember 1997 hingga awal Mei 1998 telah terjadi pelarian modal besar-besaran ke luar negeri karena ketidak stabilan politik seperti isu sakitnya Presiden dan Pemilu (World Bank.menunda mengucurkan bantuannya menunggu signal dari IMF. sementara Brunei Darussalam yang menjanjikan l. 10. namun kelemahan ini meskipun telah terakumulasi selama bertahun-tahun masih bisa ditampung oleh masyarakat dan tidak cukup kuat untuk menjungkir-balikkan perekonomian Indonesia seperti sekarang ini. Kerusahan besar-besaran pada pertengahan Mei yang lalu yang ditujukan terhadap etnis Cina telah menggoyahkan kepercayaan masyarakat ini akan keamanan harta. 9. Memang terjadi dislokasi sumber-sumber ekonomi dan kegiatan mengejar rente ekonomi oleh perorangan/kelompok tertentu yang menguntungkan mereka ini dan merugikan rakyat banyak dan perusahaan-perusahaan . tetapi juga meminjam dana dari sistim perbankan untuk bermain. US$ 5 milyar meminta pembayaran bunga yang lebih tinggi dari pinjaman IMF. Tahun 1995 kurs dollar AS berbalik menguat terhadap yen Jepang. Daya saing negara-negara Asia Timur meningkat terhadap Jepang.k. Orang-orang kaya Indonesia. Singapura yang menjanjikan l. Maret 1999 membantu telah mencairkan dananya dan telah habis terpakai.Terjadi krisis kepercayaan dan kepanikan yang menyebabkan masyarakat luas menyerbu membeli dollar AS agar nilai kekayaan tidak merosot dan malah bisa menarik keuntungan dari merosotnya nilai tukar rupiah. sementara nilai utang dari negara-negara ini dalam dollar AS meningkat karena meminjam dalam yen. Spekulan domestik ikut bermain (Wessel et al. sehingga banyak perusahaan Jepang melakukan relokasi dan investasi dalam jumlah besar di negara-negara ini.k. di mana serbuan terhadap dollar AS makin lama makin besar. sudah sejak tahun lalu bersiap-siap menyelamatkan harta kekayaannya ke luar negeri mengantisipasi ketidak stabilan politik dalam negeri. IMF sendiri dinilai banyak pihak telah gagal menerapkan program reformasinya di Indonesia dan malah telah mempertajam dan memperpanjang krisis. Padahal mereka menguasai sebagian besar modal dan kegiatan ekonomi di Indonesia dengan akibat mereka membawa keluar harta kekayaan mereka dan untuk sementara tidak melaukan investasi baru. sehingga menimbulkan krisis keuangan..

Timbulnya krisis berkaitan dengan9 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Kebijakan fiskal. Inti dari setiap program pemulihan ekonomi adalah restrukturisasi sektor finansial. Penyehatan sektor keuangan. Program bantuan IMF pertama ditanda-tangani pada tanggal 31 Oktober 1997. (IMF. 1997: 1). Namun bantuan dari pihak lain ini dikaitkan dengan kesungguhan pemerintah Indonesia melaksanakan program-program . dan sisanya akan dicairkan secara bertahap sesuai kemajuan dalam pelaksanaan program. Penyesuaian struktural. Program reformasi ekonomi yang disarankan IMF ini mencakup empat bidang: 1. Membenahi sektor riil saja. 4. dan tidak kalah penting adalah mengembalikan stabilitas sosial dan politik. Kebijakan moneter. yakni sektor ekonomi luar negeri. Untuk menunjang program ini.3 milyar selama tiga hingga lima tahun masa program. Subsidi pangan oleh BULOG. Maret 1999 kurang US$ 37 milyar (menurut Hartcher dan Ryan).07 milyar yang bisa dimanfaatkan. krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia disebabkan karena pemerintah baru meminta bantuan IMF setelah rupiah sudah sangat terdepresiasi. Bank Dunia. membenahi kinerja perbankan nasional. penyaluran dana yang besar untuk proyek IPTN dan mobil nasional. Dampak. 2. Bank Pembangunan Asia dan negaranegara sahabat juga menjanjikan pemberian bantuan yang nilai totalnya mencapai lebih10 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. IMF akan mengalokasikan stand-by credit sekitar US$ 11. yang menyebabkan nilai dollar AS melambung dan tidak terbendung.yang efisien. Sementara itu pemerintah Indonesia telah enam kali memperbaharui persetujuannya dengan IMF. dan yang terakhir adalah review yang keempat. yaitu dengan membuat mata uang itu sendiri menarik. menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang nyata. mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri terhadap kemampuan ekonomi Indonesia. tanggal 16 Maret 1999. Sebab itu tindakan yang harus segera didahulukan untuk mengatasi krisis ekonomi ini adalah pemecahan masalah utang swasta luar negeri. Indonesia sendiri mempunyai kuota di IMF sebesar US$ 2. (Fischer 1998b). kemudian 29 Juli 1998. dan kurang dipengaruhi oleh sektor riil dalam negeri. Peran IMF dan Saran jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS secara tajam. Dari jumlah total pinjaman tersebut. Second Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies (MEFP) tanggal 24 Juni. 3. Di samping dana bantuan IMF. Sejumlah US$ 3. tidak memecahkan permasalahan. Program Reformasi Ekonomi IMF Menurut IMF.04 milyar dicairkan segera. Strategi pemulihan IMF dalam garis besarnya adalah mengembalikan kepercayaan pada mata uang. meskipun kelemahan sektor riil dalam negeri mempunyai pengaruh terhadap melemahnya nilai tukar rupiah. Krisis pecah karena terdapat ketidak seimbangan antara kebutuhan akan valas dalam jangka pendek dengan jumlah devisa yang tersedia. jumlah yang sama disediakan setelah 15 Maret 1998 bila program penyehatannya telah dijalankan sesuai persetujuan. monopoli di berbagai bidang.

Thailand hanya memperoleh dana bantuan total sebesar US$ 17. Saransaran IMF diharapkan akan mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan cepat dan kurs nilai tukar rupiah bisa menjadi stabil (butir 17 persetujuan IMF 15 Januari 1998). Peran IMF dan Saran 4. Karena dalam beberapa hal program-program yang diprasyaratkan IMF oleh pihak Indonesia dirasakan berat dan tidak mungkin dilaksanakan. menstabilkan rupiah pada tingkat yang sesuai dengan kekuatan ekonomi Indonesia.2 milyar. Ke tujuh appendix adalah masing-masing: 1. Jadwal pelaksanaan masing-masing program dirangkum dalam matriks komitmen kebijakan struktural.Deregulasi dan swastanisasi .Perdagangan luar negeri dan investasi . di antaranya sebesar US$ 21 milyar berasal dari IMF. yang mengandung 50 butir. kembalikan pembelanjaan perdagangan pada keadaan yang normal. Strategi yang akan dilaksanakan adalah: 1. memperkuat dan mempercepat restrukturisasi sistim perbankan.Social safety net . 7 appendix dan satu matriks. menyusun kerangka untuk mengatasi masalah utang perusahaan swasta.Program restrukturisasi bank .Memperkuat aspek hukum dan pengawasan untuk perbankan C. maka dilakukanlah negosiasi kedua yang menghasilkan persetujuan mengenai reformasi ekonomi (letter of intent) yang ditanda-tangani pada tanggal 15 Januari 1998. Pembangunan sektor perbankan . Kebijakan moneter dan suku bunga 2. Korea mendapat bantuan dana total sebesar US$ 57 milyar untuk jangka waktu tiga tahun. memperkuat implementasi reformasi struktural untuk membangun ekonomi yang efisien dan berdaya saing. Sebagai perbandingan. Restrukturisasi sektor keuangan . sehingga ekspor bisa bangkit kembali. dan aspek baru yang masuk adalah penyelesaian utang luar negeri perusahaan swasta Indonesia. 2. Pokokpokok dari program IMF adalah sebagai berikut: A.Lingkungan hidup.11 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Dampak.Kebijakan moneter dan nilai tukar B. 3. Kebijakan makro-ekonomi . di antaranya US$ 4 milyar dari IMF dan masing-masing US$ 0. 5. Setelah pelaksanaan reformasi kedua ini kembali menghadapi berbagai hambatan.5 milyar berasal dari Indonesia dan Korea.Kebijakan fiskal . Reformasi struktural . Cakupan memorandum ini lebih luas dari kedua persetujuan sebelumnya.yang diprasyaratkan IMF. maka diadakanlah negosiasi ulang yang menghasilkan supplementary memorandum pada tanggal 10 April 1998 yang terdiri atas 20 butir.

dan (2) program IMF terlalu banyak mencampuri kedaulatan negara yang dibantu (Fischer. Salah satu pemecahan standar IMF adalah menuntut adanya surplus dalam anggaran belanja negara. Bantuan anggaran pemerintah untuk golongan lemah 4. Reformasi BUMN dan swastanisasi 5. Reformasi struktural 6. tetapi oleh karena nilai tukar rupiah yang terpuruk terhadap dollar AS. Hukum Kebangkrutan dan reformasi yuridis. Restrukturisasi utang swasta 7. pemimpin ekonom Bank Dunia. Awal Mei 1998 telah dilakukan pencairan kedua sebesar US$ 989. Setelah melihat program penyelematan IMF di ketiga negara tersebut. Pemerintah akan terus menjamin kelangsungan kredit murah bagi perusahaan kecilmenengah dan koperasi dengan tambahan dana dari anggaran pemerintah (butir 16 dan 20 dari Suplemen). Korea dan Indonesia) telah gagal. meskipun surplus12 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. dan prinsip ini terus dipegang. semakin besar defisit yang terjadi dalam anggaran belanja. dan tidak ada tingkat inflasi yang melebihi 10%. Stiglitz. Kritik Terhadap IMF Banyak kritik yang dilontarkan oleh berbagai pihak ke alamat IMF dalam hal menangani krisis moneter di Asia. Karena itu pemecahan utamanya adalah bagaimana mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar. padahal dalam hal Indonesia anggaran belanja negara sampai dengan tahun anggaran 1996/1997 hampir selalu surplus.4 juta dan jumlah yang sama akan dicairkan lagi berturut-turut awal bulan Juni dan awal bulan Juli. tetapi untuk mendukung neraca pembayaran serta memberi rasa aman. dan rasa kepercayaan terhadap perekonomian bahwa kita memiliki cukup devisa untuk mengimpor dan memenuhi kewajiban-kewajiban luar negeri” (Kompas. Radelet dan Sachs secara gamblang mentakan bahwa bantuan IMF kepada tiga negara Asia (Thailand. 6 Mei 1998). Pencairan berikutnya sebesar US$ 1 milyar yang dijadwalkan awal bulan Juni baru akan terlaksana awal bulan September ini.3. timbul kesan yang kuat bahwa IMF sesungguhnya tidak menguasai permasalahan dari timbulnya krisis. rasa tenteram. J. namun ini bukan disebabkan karena kebijakan deficit financing dari pemerintah. Selama ini tidak ada pencetakan uang secara besar-besaran untuk menutup anggaran belanja negara yang defisit. Prioritas utama dari program IMF ini adalah restrukturisasi sektor perbankan. Adalah kebijakan dari Orde Baru untuk menjaga keseimbangan dalam anggaran belanja negara. yang paling umum adalah bahwa: (1) program IMF terlalu seragam. Memang dalam anggaran belanja negara tahun 1998/1999 terdapat defisit anggaran yang besar. mengkritik bahwa prakondisi IMF yang . Maret 1999 ini ditutup oleh bantuan luar negeri resmi pemerintah. Sementara itu Menko Ekuin/ Kepala Bappenas menegaskan bahwa “Dana IMF dan sebagainya memang tidak kita gunakan untuk intervensi. bila pemerintah dengan konsekuen melaksanakan program IMF. sehingga tidak bisa keluar dengan program penyelamatan yang tepat. padahal masalah yang dihadapi tiap negara tidak seluruhnya sama. 1998b). Semakin jatuh nilai tukar rupiah.

teramat ketat terhadap negara-negara Asia di tengah krisis yang berkepanjangan berpotensi menyebabkan resesi yang berkepanjangan. dan ini akan menunda cairnya bantuan dari sumber-sumber lain (Hartcher dan Ryan). sedang di lain pihak menganut kebijaksanaan moneter yang kontraktif. Tidak ada penjelasan rinci. Narvekar) sendiri juga dikutip sebagai mengatakan bahwa “IMF kerap menerapkan standar ganda dalam pengambilan keputusan. yang bertentangan dengan tema pengetatan. (Kompas.R. perwakilan IMF mewakili negara dan pemerintahan dengan kebijakan dan visi politik masing-masing. terutama dalam rangka stabilitas nilai tukar dan inflasi. Kabar terakhir menyebutkan bahwa pencairan bantuan tahap ketiga awal Juni ni akan tertunda lagi atas desakan pemerintah AS yang dikaitkan dengan perkembangan reformasi politik di Indonesia. Masyarakat kehilangan kepercayaan kepada otoritas moneter. Karenanya. namun kelemahan utama dari IMF adalah tidak ada program yang jelas untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi untuk mendorong ekspor non-migas. Bank Indonesia dan perbankan nasional. (Kompas. sementara keputusan yang diambil harus mengacu pada fakta konkret ekonomi. namun dampak psikologisnya dari tindakan ini tidak diperhitungkan. sehingga memperparah keadaan dan masyarakat . Penasehat khusus IMF untuk Indonesia (P. menjadi hal yang disoroti Dewan Direktur IMF dalam pengambilan keputusannya pekan depan”. Harapan satu-satunya adalah peningkatan ekspor non-migas. Demikianpun halnya dengan Bank Dunia. juga ketidak sejalanan kebijaksanaan moneter dan fiskal” (Sri Mulyani: 72). karena cara pengelolaan bank yang amburadul dan tidak mengikuti peraturan. Sri Mulyani mengemukakan. Kedua kebijaksanaan ini bisa memandulkan efektivitas kebijaksanaan makro. Di satu pihak IMF13 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Kemudian berlakunya praktek apa yang dinamakan “konsensus Washington”. “Secara makro ancaman kegagalan terbesar kesepakatan ketiga ini berasal dari kebijaksanaan moneter yang masih ambivalen. bahwa di bidang kebijaksanaan makro IMF tidak memperlihatkan adanya konsistensi antarinstrumen kebijaksanaan. yang pada dasarnya hanya memperluas kesempatan ekonomi AS. dan bagaimana ingin dicapai sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 3%. yaitu negara pengutang lazimnya harus mendapatkan restu pendanaan dari pemerintah AS. 2 Mei 1998). Saran IMF menutup sejumlah bank yang bermasalah untuk menyehatkan sistim perbankan Indonesia pada dasarnya adalah tepat. karena keharusan BI melakukan fungsi lender of last resort bagi perbankan nasional. Anwar Nasution mengkritik bahwa reformasi ekonomi yang disarankan IMF bentuknya masih samar-samar. ada saja peluang bahwa tudingan atas pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia yang makin marak belakangan ini. (Nasution: 27-28). Peran IMF dan Saran memberikan kelenturan dengan mengizinkan dipertahankannya subsidi dan menyediakan dana untuk menciptakan jaringan keselamatan sosial. bagaimana caranya untuk meningkatkan penerimaan pemerintah dan mengurangi pengeluaran pemerintah untuk mencapai sasaran surplus anggaran sebesar 1% dari PDB dalam tahun fiskal 1998/99. Di satu pihak. Dampak. 13 Mei 1998). (Sri Mulyani: 72).

IMF bisa saja terlebih dahulu mengambil kebijakan memprioritaskan stabilisasi nilai tukar rupiah. . ditambah jarak yang cukup lama antara paket bantuan pertama dan kedua. perekonomian Meksiko dengan cepat pada tahun 1996 dapat bangkit kembali. Sayangnya tidak ada program khusus yang secara langsung ditujukan untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah. 15 dan 24 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). juga tidak ada Appendix untuk masalah ini. dan titipan-titipan khusus dari negaranegara maju yaitu membuka peluang investasi yang seluas-luasnya bagi mereka dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan Indonesia. kalau mau. bahkan memperparah keadaan. menghilangkan kepercayaan terhadap rupiah. Asian Development Bank dan negara-negara sahabat. IMF sendiri tampaknya tidak tahu apa yang harus dilakukannya dan berputarputar pada kebijakan surplus anggaran. menaikkan suku bunga dan mengembalikan kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi. dari waktu ke waktu mengadakan intervensi terbatas di pasar valas dengan petunjuk IMF (lihat butir 14. 7 dari Suplemen). ekonomi dan hukum di Indonesia yang pada akhirnya bermuara pada mundurnya Presiden Soeharto. Dengan demikian timbulnya krisis kepercayaan yang berkepanjangan dapat dicegah.beramai-ramai memindahkan dananya dalam jumlah besar ke bank-bank asing dan pemerintah atau ditaruh di rumah. 17. tingkat bunga tinggi. kita juga perlu berterima kasih kepada IMF karena dengan menunda mencairkan bantuannya. uang ketat. Maret 1999 Saran IMF untuk menstabilkan nilai tukar adalah dengan menerapkan kebijakan uang ketat. 21 dari persetujuan 15 Januari 1998. 16. Pertanyaan mendasar yang harus ditujukan kepada IMF menurut penulis adalah sejauh mana IMF bersungguh-sungguh dalam hal membantu mengatasi krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia dewasa ini? Apakah sama seperti kesungguhan Amerika Serikat ketika membantu Meksiko bersama-sama dengan IMF dan negara-negara maju lainnya yang berhasil menggalang sebesar hampir US$ 48 milyar Januari 1995? Setelah mencapai titik terendah tahun 1995. yang didukung oleh bantuan dana dari World Bank. IMF tidak memecahkan permasalahan yang utama dan yang paling mendesak secara langsung. Hal ini juga diakui oleh IMF (butir 14.14 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. IMF sedikit banyak mempunyai andil dalam perjuangan menggulirkan tuntutan reformasi politik. yang menimbulkan krisis likuiditas perbankan nasional yang gawat. dengan mencairkan dana bantuan yang relatif besar pada bulan November lalu. hanya dicicil US$ 1 milyar dari jumlah US$ 3 milyar. Dengan menahan pencairan bantuan tahap kedua dan setelah diundur. Karena badan internasional lain dan negara-negara sahabat yang menjanjikan bantuan juga menunggu signal dari IMF. butir 5. berhubung semua bantuan tambahan yang besarnya mencapai US$ 27 milyar dikaitkan dengan cairnya bantuan IMF. Rencana IMF untuk mencairkan bantuannya secara bertahap dalam jarak waktu yang cukup jauh menunjukkan bahwa IMF menekan Indonesia untuk menjalankan programnya secara ketat dan membiarkan keadaan ekonomi Indonesia terus merosot menuju resesi yang berkepanjangan. Di lain pihak. pembenahan sektor riil yang memang perlu dan sudah sangat mendesak. menyulitkan pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat.

Tidak adanya program dari IMF yang jelas dan berjangka pendek untuk mengembalikan nilai tukar rupiah ke tingkat yang wajar dan menstabilkannya membuat pemerintah cukup lama terombang-ambing antara memilih program IMF atau currency board system. Namun bantuan dana IMF dan ketergantungan harapan pada IMF ini di(salah)gunakan untuk menekan pemerintah Indonesia untuk melaksanakan reformasi struktural secara besar-besaran. Peran IMF dan Saran perusahaan yang jatuh bergelimpangan. Program reformasi IMF secara mencurigakan mengulang kembali tuntutan-tuntutan deregulasi ekonomi yang sudah sejak bertahun-tahun didengungkan oleh Bank Dunia dan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia (lihat World Bank. Ibaratnya orang yang sudah hampir tenggelam diombang-ambing ombak laut tidak segera ditolong dengan dilempari pelampung. bab 2. Bila semua kekuatan bantuan ini dikumpulkan sekaligus secara dini. Banyak perusahaan yang mengandalkan pasaran dalam negeri tidak bisa menjual barang hasil produksinya karena perusahaan-perusahaan ini umumnya memiliki kandungan impor yang tinggi dan harga jualnya menjadi tidak terjangkau dengan semakin jatuhnya nilai tukar rupiah.Di lain pihak memang harus diakui bahwa tekanan ini perlu untuk memastikan kesungguhan Indonesia. bab 4 dan 5). Permintaan IMF untuk menghentikan dengan segera perlakuan pembebasan pajak dan kemudahan kredit untuk proyek mobil nasional dan IPTN adalah tepat. apakah IMF benar-benar tidak melihat inti permasalahannya atau berpura-pura tidak tahu? Atau IMF mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk memaksakan perubahan-perubahan yang sudah lama menjadi duri di matanya dan bagi Bank Dunia serta mewakili kepentingan-kepentingan asing? Tampaknya di balik anjuran program pemulihan kegiatan ekonomi ada titipan-titipan politik dan ekonomi dari negara-negara besar tertentu. Dampak. Jadi. maka hal ini dengan cepat akan memulihkan kembali kepercayaan masyarakat dalam negeri dan internasional. Namun kekurangan yang paling utama dari IMF adalah bahwa IMF dalam program bantuannya tidak mencari pemecahan terhadap masalah yang pokok dan sangat mendesak ini dan berputar-putar pada reformasi struktural yang dampaknya jangka panjang. tetapi dampak hasilnya baru bisa dirasakan dalam jangka panjang. tapi disuruh belajar berenang dahulu. yang lama tidak disinggung oleh IMF. yang justru menjanjikan kepastian dan kestabilan nilai tukar pada tingkat yang wajar. di mana makin ditunda makin banyak15 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. 1996. sementara pemecahan masalahnya sudah sangat mendesak. karena dalam jangka pendek proyek ini akan mengacaukan kebijakan pemerintah di bidang fiskal. Di sini timbul keragu-raguan akan kemurnian kebijakan reformasi IMF. karena untuk beberapa tindakan memang ada tanda-tanda kekurang sungguhan di pihak Indonesia.World Bank. . Krisis ekonomi yang tengah berlangsung ini memang bukan tanggung-jawab IMF dan tidak bisa dipecahkan oleh IMF sendiri. sehingga timbul teka-teki. 1997. Reformasi struktural sebagaimana yang dianjurkan oleh IMF memang mendasar dan penting. utang luar negeri swasta dan nilai tukar rupiah yang merosot jauh dari nilai riilnya adalah masalah-masalah dasar jangka pendek.

tagihan listrik dalam jumlah besar yang tidak dibayar. kalau tidak menurun dan banyaknya PHK. Juga saran IMF untuk menghapuskan subsidi BBM dan listrik yang kian membesar secara bertahap dalam jangka waktu tiga tahun sudah benar. Yang menjadi pertanyaan di sini adalah. Dalam kaitan ini perlu dipertanyakan. Namun penurunan subsidi BBM dan listrik oleh pemerintah secara drastis dan mendadak pada tanggal 4 Mei 1998 yang lalu mempunyai dampak yang sangat luas terhadap perekonomian rakyat kecil. Maret 1999 oleh beberapa faktor. sehingga nilai tukar valas naik sangat tinggi dan siapa yang menarik keuntungan dari krisis ini? Janganlah rakyat banyak diminta untuk berkorban mengatasi krisis ini atau membebankan di atas penderitaan rakyat dengan misalnya menaikkan harga BBM dan tarif listrik. apakah pemerintah tidak bisa menunda kenaikan BBM dan listrik untuk beberapa bulan. Baru pada tanggal 1 Oktober 1998 direncanakan subsidi akan diturunkan secara berarti. seperti orang asing yang tinggal di Indonesia misalnya. Subsidi untuk bahan pangan. kita harus melihat sebab-sebab lain di balik kenaikan biaya produksi. Membengkaknya subsidi ini disebabkan16 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. seperti kinerja yang kurang efisien. Subsidi listrik relatif lebih mudah untuk dihapuskan. Tindakan drastis ini sedikit-banyak telah membantu memicu terjadinya kerusuhan-kerusuhan sosial dan politik. tetapi sebab utama karena merosotnya nilai tukar rupiah.anggaran dan moneter secara berarti. Jadi tindakan yang pokok adalah pertama mengembalikan dulu nilai rupiah ke tingkat yang wajar dan dari sini baru menghitung besarnya subsidi. Di antara saran-saran IMF juga ada yang mengenai perluasan penyertaan modal asing dalam kegiatan ekonomi Indonesia yang terlalu jauh. bank asing maupun penguasaan saham dari . karena IMF menganjurkan penghapusan subsidi secara bertahap dan tidak secara mendadak. (butir 10 dan 11 dari Suplemen). siapa yang menjadi penyebab dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini. sementara pendapatan masyarakat adalah dalam rupiah yang tidak berubah sejak sebelum terjadinya krisis moneter. menunggu keresahan masyarakat reda? Di sini pemerintah salah membaca isi dari kesepakatan dengan IMF. Keadaan ini tidak sebanding. Modal asing sudah diberi peluang yang cukup besar untuk investasi di Indonesia dengan diperbolehkannya kepemilikan hingga 100% baik untuk pendirian PMA. BBM dan listrik sudah diperhitungkan dan dinaikkan dalam anggaran pemerintah (butir 20 dari Suplemen). Halnya akan lain. Dalam suplemen program IMF April 1998 disebutkan bahwa subsidi masih bisa diberikan kepada beberapa jenis barang yang banyak dikonsumsi oleh penduduk berpenghasilan rendah seperti bahan makanan. bila pendapatan masyarakat dalam rupiah juga ikut naik dua atau tiga kali lipat sesuai dengan kenaikan nilai tukar dollar AS. Tidak bisa biaya produksi dihitung atas dasar nilai tukar dengan dollar AS yang masih relatif tinggi lalu dibebankan kepada konsumen. BBM dan listrik. misalnya penagihan yang lebih efektif. yakni melalui subsidi silang sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tetap dikenakan tarif listrik yang murah dan melalui peningkatan efisiensi. Dalam situasi sekarang hampir tidak ada peluang untuk meningkatkan pajak. meskipun kepentingan rakyat kecil sangat diperhatikan dengan adanya jaringan keselamatan sosial.

perusahaan tutup atau mengurangi produksinya karena tidak bisa menjual barangnya dan beban utang yang tinggi. Imbas dari kemerosotan nilai tukar rupiah yang tajam secara umum sudah kita ketahui: kesulitan menutup APBN. Ikut campurnya IMF dalam penyelesaian utang swasta adalah sangat baik. tarif angkutan naik. yang bukan disebabkan karena imported inflation4 . AFTA dan APEC. Masalah ini hanya bisa dipecahkan secara mendasar bila nilai tukar valas bisa diturunkan hingga tingkat yang wajar atau nyata (riil). Meskipun demikian IMF masih meminta dihapuskannya larangan membuka cabang bagi bank asing. Dengan demikian roda perekonomian bisa berputar kembali dan harga-harga bisa turun dari tingkat yang tinggi dan terjangkau oleh masyarakat. Dampak lain adalah laju inflasi yang tinggi selama beberapa bulan terakhir ini. izin investasi di bidang perdagangan besar dan eceran. kecuali saham bank nasional yang go public. Masalahnya bukan sentimen nasionalisme. Pada sisi lain merosotnya nilai tukar rupiah secara tajam juga membawa hikmah. dan apa sumbangannya terhadap pemasukan modal asing? Bukan masalah anti asing atau sentimen nasionalisme yang sempit. Dampak dari Krisis Dewasa ini semua permasalahan dalam krisis ekonomi berputar-putar sekitar kurs nilai tukar valas. terutama yang bermodal kecil? Apa permintaan IMF ini tidak terlalu jauh? Kedengarannya seperti IMF menerima titipan pesan sponsor dari negara-negara besar yang ingin memaksakan kepentingannya dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan. harga BBM/tarif listrik naik. dan liberalisasai perdagangan yang jauh lebih liberal dari komitmen resmi pemerintah di forum WTO. tetapi lebih tepat jika dikatakan foreign exchange induced inflation. kecuali sebagian sektor pertanian dan ekspor. harga telur/ayam naik. utang luar negeri dalam rupiah melonjak. khususnya dollar AS. biaya sekolah di luar negeri melonjak. tetapi apa salahnya bila pemerintah menyisakan bidang kegiatan untuk pengusaha Indonesia. Peran IMF dan Saran luar negeri. Saran IMF lainnya yang disisipkan dalam persetujuan dan tidak ada kaitannya dengan program stabilisasi ekonomi dan moneter adalah desakannya untuk menyusun UndangUndang Lingkungan Hidup yang baru (butir 50 dari persetujuan IMF tanggal 15 Januari 1998). bahkan dalam beberapa hal turun ditambah PHK. Dampak. investasi menurun karena impor barang modal menjadi mahal. yang melambung tinggi jika dihadapkan dengan pendapatan masyarakat dalam rupiah yang tetap. karena IMF sebagai lembaga yang disegani bisa banyak membantu memulihkan kepercayaan kreditor17 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. padahal harga dari banyak barang naik cukup tinggi. IMF bisa bertindak sebagai perantara yang netral dan dipercaya. stabilisasi ekonomi dan moneter. meskipun tidak kembali pada tingkat sebelum terjadinya krisis moneter. PHK di mana-mana. perjalanan ke luar negeri . (Bandingkan juga Sri Mulyani: 72-3). yang akan memperlancar dan mempercepat proses penyelesaian utang. toko sepi. tetapi apa sumbangan dari keterbukaan ini terhadap restrukturisasi ekonomi dari program IMF.perusahaan-perusahaan yang telah go public. Secara umum impor barang menurun tajam termasuk impor buah.

menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada tingkat yang wajar. Sayangnya ekspor yang secara teoretis seharusnya naik. Sebagai dampak dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ini. Meningkatnya jumlah penduduk miskin tidak terlepas dari jatuhnya nilai tukar rupiah yang tajam. sehingga bila nilai tukar rupiah bisa dikembalikan ke nilai nyatanya maka biaya besar yang dibutuhkan untuk social safety net ini bisa dikurangi secara drastis. gula.5 juta. proteksi industri dalam negeri meningkat sejalan dengan merosotnya nilai tukar rupiah. . Hasilnya adalah perbaikan dalam neraca berjalan. dan ini tidak terjadi. Menurut perkiraan IMF pada bulan Maret 1999 lalu. pengusaha domestik kapok meminjam dana dari luar negeri. Meskipun penerimaan rupiah petani komoditi ekspor meningkat tajam. sehingga perlu dilancarkan program-program untuk menunjang mereka yang dikenal sebagai social safety net. hanya di sini ada kesulitan lain untuk meningkatkan ekspor. pertumbuhan GDP nyata Indonesia pada tahun 1998/9 diperkirakan akan negatif sebesar 16%. sementara bagi konsumen dalam negeri harga beras. karena ada masalah dengan pembukaan L/C dan keadaan sosial-politik yang belum menentu sehingga pembeli di luar negeri mengalihkan pesanan barangnya ke negara lain. karena krisis belum juga menyentuh dasar jurang. dan negara-negara produsen lain juga mengalami depresiasi 4 Suatu inflasi dikatakan terjadi karena imported inflation bila harga barang-barang di negara pengekspornya naik. Petani yang berbasis ekspor penghasilannya dalam rupiah mendadak melonjak drastis. Keadaan ekonomi yang sangat parah ini diperkirakan pada bulan-bulan mendatang masih akan berlangsung terus. Namun secara keseluruhan dampak negatifnya dari jatuhnya nilai tukar rupiah masih lebih besar dari dampak positifnya.dan pengiriman anak sekolah ke luar negeri. kebalikannya arus masuk turis asing akan lebih besar. kopi dan sebagainya ikut naik. bahkan cenderung sedikit menurun pada sektor barang hasil industri. Maret 1999 dalam nilai tukar mata uangnya dan bisa menurunkan harga jual dalam nominasi valas. dan tingkat inflasi sekitar 66%.18 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. keamanan yang mantap. Faktor-faktor tersebut adalah bantuan IMF dan donor-donor lainnya yang segera. Berapa lama krisis ekonomi ini masih akan berlangsung. suasana politik dan sosial yang stabil. sulit untuk diramalkan karena tergantung pada banyak faktor. tidak terjadi. karena pembeli di luar negeri juga menekan harganya karena tahu petani dapat untung besar. pada Oktober 1998 ini jumlah keluarga miskin diperkirakan meningkat menjadi 7. Prospek Ekonomi Indonesia Prospek ekonomi untuk beberapa tahun mendatang adalah kurang cerah dan akan ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang negatif. Hal yang serupa juga terjadi untuk ekspor barang manufaktur. yang menyebabkan terjadinya kesenjangan antara penghasilan yang berkurang karena PHK atau naik sedikit dengan pengeluaran yang meningkat tajam karena tingkat inflasi yang tinggi. pulihnya kepercayaan investor dalam dan luar negeri. tetapi penerimaan ekspor dalam valas umumnya tidak berubah. daya saing produk dalam negeri dengan tingkat kandungan impor rendah meningkat sehingga bisa menahan impor dan merangsang ekspor khususnya yang berbasis pertanian.

baik swasta maupun pemerintah. 2. kirim anak sekolah di luar negeri. maka upaya yang paling utama dan mendesak bagi Indonesia19 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. maka perbaikan ini diperkirakan akan berlangsung relatif cepat. jalan-jalan ke luar negeri. impor secara otomatis akan berkurang (misalnya buah. begitupun pengusaha domestik akan sangat hati-hati untuk meminjam dari luar negeri. Bank Dunia menyarankan mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah dengan empat kebijakan utama: restrukturisasi beban utang swasta. perjalanan. Ditambah dengan hilangnya insentif untuk meminjam dari luar negeri karena biaya pinjaman yang lebih rendah diimbangi dengan tingkat depresiasi yang lebih tinggi dan karena tidak adanya lagi intervensi kurs oleh BI. pada suatu saat tertentu dan membagi (spread-out) pembayaran ini secara merata dalam . industrialisasi substitusi impor berlanjut. 9 April 1998). Dampak. Dengan demikian sumber utama krisis di masa lalu untuk masa mendatang sudah dapat dieliminir. Peran IMF dan Saran dewasa ini adalah program penyelamatan yang bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat serta menstabilkan kurs rupiah pada nilai tukar yang nyata (bandingkan juga Stiglitz). sehingga yang diperlukan adalah pulihnya kepercayaan dan masuknya modal baru. dana asing akan sangat hati-hati masuk ke Indonesia. Dengan sistim ini. tenaga terlatih. mesin-mesin sudah ada.2). Inti dari pemecahan krisis moneter dalam jangka pendek haruslah ditujukan kepada pencegahan penumpukan pembayaran utang luar negeri. berobat di luar negeri. Dengan demikian. dan meningkatkan ekspor. harga mobil terjangkau oleh masyarakat. memperbaiki “governance”. Setelah mendapat pengalaman dari krisis ini. pabrik. Dunia perbankan nasional juga telah diajarkan dari manfaat jangka panjang untuk bertindak prudent. dan penyelesaian masalah utang swasta dengan penjadwalan ulang (Kompas. restrukturisasi perbankan. perdagangan dan angkutan juga bisa hidup kembali. pola makan makanan yang bahannya gandum). 1998.Tapi sekali krisis berakhir dan ekonomi berbalik bangkit kembali (rebound). Karena prasarana dasar untuk pembangunan sudah tersedia. dan menjaga stabilitas fiskal dan moneter selama masa transisi (World Bank. reformasi dan memperkuat sistim perbankan. Para ekonom dari CSIS berpendapat bahwa langkah yang harus diambil untuk mengatasi kemelut ini adalah dengan menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tingkat yang wajar. harga barang-barang produksi dalam negeri dengan kandungan lokal tinggi bisa meningkat daya saingnya sehingga bisa berkembang dan orang tidak mengandalkan bahan impor karena menjadi mahal. kegiatan ekonomi Indonesia terutama harus ditunjang oleh kekuatan sendiri berdasarkan dana modal yang tersedia di dalam negeri. Kegiatan jasa hotel. Saran-Saran Krisis moneter telah memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk menentukan kebijakan di masa depan. p. sejauh persyaratan di atas bisa dipenuhi. Penulis menginterpretasikan nilai tukar nyata sebagai nilai tukar berdasarkan purchasing power parity yang bisa menjaga keseimbangan dalam neraca berjalan dan yang bisa menjamin ekonomi nasional beroperasi.

tanpa merusak nama Indonesia sebagai debitur yang baik. Dengan adanya kepercayaan ini. Seandainya Indonesia tidak menerima bantuan barupun.jangka waktu yang lebih panjang pada tingkat yang terkendali (manageable).450 juta. Pemerintah melaksanakan reformasi dan restrukturisasi sektor riil dan keuangan secara konsekuen untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia. maka masih ada selisih positif sebesar lebih dari US$ 1 milyar yang bisa dihemat. Sejauh ini Indonesia memang selalu patuh untuk membayar semua utang-utangnya secara tepat waktu. Yang nanti akan menjadi masalah adalah bagaimana membayar utang bantuan darurat yang mencapai US$ 46 milyar tersebut di samping utang-utang pemerintah dan swasta yang ada. Bila Jepang hanya mau membantu dengan dengan menambah pinjaman baru. termasuk program reformasi IMF. . makin cepat juga dananya cair. hanya saja jangka waktu pembayaran kembalinya saja yang lebih panjang. 3.560 juta. Makin cepat pemerintah melaksanakan program-program reformasi. Sebab menurut APBN tahun 1998/99 jumlah pembayaran cicilan utang pokok luar negeri beserta bunganya mencapai US$ 7. sebab Paris Club adalah instrumen internasional yang memang khusus dirancang untuk membantu negara-negara sedang berkembang dalam menghadapi masalah pembayaran kembali utang-utang luar negeri pemerintah. apa salahnya jika Indonesia meminta penundaan waktu pembayaran kembali utang? Nama Indonesiapun tidak menjadi jelek karenanya. Karena Indonesia telah menanda-tangani persetujuan program reformasi struktural ekonomi dengan IMF. terlebih lagi karena bantuan IMF ini terkait dengan bantuan negara-negara donor lainnya yang jumlahnya sangat besar. maka pemerintah juga harus melaksanakannya dengan konsekuen. harus bertindak proaktif menghadapi IMF dengan mengajukan saran-sarannya sendiri dan menolak program-program yang tidak relevan dan cenderung merugikan Indonesia. sementara pinjaman luar negeri baru sebesar US$ 6. Jumlah ini sangat berarti untuk memperkuat cadangan devisa negara. dalam hal ini Departemen Keuangan dan Bank Indonesia. Sementara ini sudah banyak negara sedang berkembang yang memanfaatkan fasilitas ini. yang juga selalu mendapatkan pujian dari Bank Dunia dan IMF. 2. Dengan demikian. Beberapa saran dari penulis untuk mengatasi krisis ekonomi dewasa ini adalah sebagai berikut:20 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Namun pemerintah. berarti bahwa beban utang termasuk pembayaran bunga untuk di kemudian hari akan bertambah besar. Namun dalam keadaan krisis yang parah ini. Membentuk kabinet baru yang terdiri atas teknokrat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat Indonesia maupun luar negeri akan kesungguhan program reformasi. diharapkan akan terjadi arus balik devisa dan masuknya modal luar negeri. Mengusahakan penundaan pembayaran utang resmi pemerintah berupa pembayaran cicilan pokok dan bunga selama misalnya dua tahun melalui Paris Club. Indonesia bisa bernapas untuk memperkuat posisi cadangan devisanya. Keuntungan dari penundaan pembayaran utang ini adalah. bahwa beban utang tidak menjadi bertambah. Maret 1999 1.

Peran IMF dan Saran membantu meringankan defisit anggaran belanja. jumlah penduduk miskin dapat ditekan kembali dan jaringan keamanan sosial tidak lagi diperlukan. biaya angkutan udara bisa diturunkan. Kebijakan depresiasi nilai tukar yang relatif besar dampaknya sama seperti kebijakan proteksi produksi dalam negeri. paling tidak tingkat depresiasi rupiah tidak lebih rendah dari depresiasi nyatanya.22 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Dampak. Nilai tukar nyata yang wajar ini harus dicari dengan memperhatikan kriteria-kriteria berikut. orang-orang yang menganggur dapat bekerja kembali. Maret 1999 7. . sehingga ekspor masih bisa tetap bergairah. Sebaliknya daya saing ekspor masih cukup tinggi. Hal ini telah dilakukan oleh pemerintah dan telah dicapai kesepakatan. bahkan bisa dipertimbangkan untuk membiarkannya sedikit undervalued untuk meningkatkan daya saing secara internasional dan merangsang produksi dalam negeri dan ekspor. 6. artinya tidak lagi overvalued ketika regim managed floating. terlebih lagi dengan semakin terpuruknya nilai tukar rupiah semakin besar pula defisit dalam anggaran belanja negara yang harus ditutup. maka seluruh daya upaya dan pikiran dapat diarahkan untuk memecahkan persoalannya. Masalah pokoknya adalah bagaimana memperkuat nilai tukar mata uang masing-masing kembali pada tingkat yang wajar. 4. Misalnya dengan mengajukan gagasan-gagasan pemecahan yang konkrit dan mendesak diadakannya pertemuanpertemuan dengan segera. Bila ini disadari sebagai hal yang utama dan yang paling mendesak untuk mengakhiri krisis ini. Hingga kini sikap pemerintah Indonesia terkesan pasif. harga barang-barang produksi dalam negeri dapat terjangkau termasuk sembako dan pabrik-pabrik beroperasi kembali. dan sebagainya untuk mencari pemecahan atas krisis moneter yang sedang melanda banyak negara Asia Timur.Penjadwalan kembali pembayaran utang resmi pemerintah ini juga akan banyak21 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. yang semuanya mengurangi pengurangan devisa. yang sekarang sedang diusahakan oleh Tim Penanggulangan Utang Luar Negeri Swasta (PULNS) atau Indonesian Debt Restructuring Agency (INDRA). Mengembalikan stabilitas sosial dan politik dan rasa aman secepatnya sehingga bisa memulihkan kepercayaan pemilik modal dalam dan luar negeri. karena merubah perbandingan harga antara barang dalam negeri aktif dalam forum-forum internasional seperti APEC. biaya perjalanan ke dan sekolah di luar negeri tetap masih mahal. Dilain pihak kurs dollar AS ini harus cukup tinggi untuk menahan impor berbagai macam barang dan bahan serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri termasuk buah-buahan. juga tingkat inflasi. Dengan kurs ini defisit anggaran belanja negara bisa ditekan. pembayaran utang luar negeri pemerintah dan swasta dalam rupiah dapat ditekan sehingga mampu dikembalikan. perjalanan domestik dan luar negeri dapat hidup kembali. insentif untuk meminjam dana dari luar negeri hilang. Menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang riil. begitupun harga BBM/listrik dan pakan ternak. Mengadakan negosiasi ulang utang luar negeri swasta Indonesia dengan para kreditor untuk meminta penundaan pembayaran. bahwa Indonesia akan menunda pembayaran cicilan utang pokoknya saja. ASEAN.

hal. 8 April. I. IMF. 35 No. Australian Financial Review. 1998a. 1997. C. Deposito valas hanya boleh di bank-bank devisa dalam negeri dan tidak boleh ditempatkan di luar. Arsjad. P. 1 September. August. hal. Bank Indonesia. 1998c. Kompas.000. 97/50. Hollinger. Jakarta: Kompas. ________. “Mencari Solusi Alternatif untuk Mengatasi Krisis”. 1998b. November 5. Sri Mulyani I. “Indonesia. Jakarta. A. May 21. Menghalangi kemungkinan kegiatan spekulasi valas besar-besaran dengan mempelajari kemungkinan melakukan pengawasan devisa secara terbatas tanpa melepas prinsip regim devisa bebas atau melanggar kesepakatan dengan IMF. Bello. pp. Untuk mengembalikan kepercayaan dari masyarakat yang menyimpan uangnya di dalam negeri.C. 1997. “The Asian Crisis and the Changing Role of the IMF”. Jakarta. 2-5. S. Mencari Paradigma Baru Pembangunan Indonesia.: Finance & Development. 1998. IMF. May. 3. 33-48. 1998. D. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. 16). “IMF dan Krisis Asia”. Setiati (penyunting).C. 1999.. D. 9 Oktober. apalagi didukung oleh cadangan devisa pemerintah yang semakin membesar. Kompas. 2. Dampak. “The IMF Turns Off the Tap”. pemerintah bisa mempertimbangkan melakukan operasi swap. “Financial Crisis in Indonesia”. W. “Pangloss oder die beste aller moeglichen Welten. “Peranan IMF Saat Krisis”. Gunawan. misalnya transfer pribadi dibatasi sampai jumlah tertentu. June. “The Lessons of Asia’s Currency Crisis”. 1997. November 5. makalah pada Simposium Kepedulian Universitas Indonesia Terhadap Tatanan Masa Depan Indonesia”. . IMF. IMF. 9. 1998. “Krisis Ekonomi Indonesia dan Reformasi (Makro) Ekonomi”. Ehrke. 1998. W..1998. Ursachen und Auswirkungen der Asienkrise”. ________. Februari. Fischer. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”. Jakarta: CSIS.8. Moh.H.. 1997. 1998. saduran. Supplemetary Memorandum of Economic and Financial Policies. 30 Maret . Daftar Kepustakaan Anwar. 1996. 97/50.1 April. Krugman juga menganjurkan memungut pajak atas dana yang masuk dan membuat peraturan yang menghambat pengiriman dana ke luar (lihat Wessel dan Davis.23 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Peran IMF dan Saran Hartcher.. Washington.. Washington. D. Jakarta. Pangestu. Washington. J. Bonn: Friedrich Ebert Stiftung. Ryan. Vol. “IMF Approves Stand-By Credit for Indonesia”. hal. hal. Economic Policy under President Soeharto: Indonesia’s Twenty-Five Year Record. Selanjutnya tidak memberi peluang untuk memperdagangkan rupiah atau menaruh deposito Rupiah di luar negeri. the United States-Indonesia Society. Depok. 6. Kampus UI. World Economic Outlook. Greenwood. Press Release No.C. “Transformasi Struktur Perekonomian Indonesia: Pola dan Potensi”. 6 April.C. dalam: M. M. US$ 10. Press Release No.

Schuman. January 15. “Saatnya Dipertimbangkan Solusi Alternatif”. D. 1998 Economic Outlook for East Asia.18-21. Economy Is Slated for Rapid Change”.24 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 1998a. 1994. IMF Staff. “Why Not Let the Banks Own the Debtor Firms?”. p. S. Sachs. _________. July 26. hal. Singapore: ISEAS. Nine Economies Challenging Common Structural Problems. Montes. “What Happened to Asia”.. N.Fourth Review Under the Extended Arrangement”. Vol. “Indonesia . April 10. Anwar. hal. Kitamura. _________. “What’s a Fund for?”. “Capital Flow Sustainability and Speculative Currency Attacks”. T. hal. Tokyo: Institute of Developing Economies. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Dimuat di Kompas dengan judul “Di Balik Terjadinya Krisis Keuangan Asia”. The Sunday Times. “Lessons from the Recent Financial Crisis in Indonesia”. 1998. Jakarta: CSIS. hal. December 4.. 6 Mei 1998. December. Jakarta: Kompas. 17-18 Desember. Singapore. Washington. 3rd updated reprint.C. M. Washington.C. “Indonesia . February 7. Institute of Developing Economies (IDE).1997. 1998.F. D. 1998b. 9 April 1998. Maret 1999 Krugman. “South Korea. Jakarta: Kompas. 1998. September 25. “The Myth of Asia’s Miracle”. 8-11. 3. December 9. makalah pada “1997 Economics Conference”. J. L.IMF Agreement on Economic Reforms”. K. “IMF Cairkan Semilyar Dollar AS”.Supplementary Memorandum of Economic and Financial Policies”. hal.: Finance & Development. March 16. __________. “RI-IMF Hasilkan Memorandum Tambahan”. Jakarta. Tanaka (editors). November/December. IDE Spot Survey. Cho. 1998. 62-77. the 1994 Panglaykim Memorial Lecture. 1997. Foreign Affairs. 9. Hong Kong: Far Eastern Economic Review. 2. Sender. LPEM-FEUI. P. Ada yang Harus Dilakukan dan yang Harus Dihindari”. 1997. IMF Agree on Bailout. Jakarta: Kompas. 26 Agustus 1998. ACAES. 1997. Radelet. 13 Mei 1998. Jakarta: Kompas. diselenggarakan bersama oleh USAID. 28-29. Krause. January. 140-2. pp. 17. 1997. Examining Asia’s Tigers. 27 Januari. 1997.: World Bank. Jakarta. The Economist. 1997. IMF Research Department Staff. June. 35 No. 1998. hal. M. 1994. The Pacific Century: Myth or Reality?. 3. H. “IMF Mulai Sadar Transparensi”. 1998. The Currency Crisis in Southeast Asia. Korea Letter of Intent. 28 Agustus. “Currency Crisis”. . “Saran Ali Wardhana untuk Atasi Krisis. Finance and Development. Tokyo. Nasution. Jakarta: Kompas. hal. “The Asian Crisis: Causes and Cures”..B.

Jakarta. December 31. G. February 2. maka konsep Cross-Guarantee menekankan pentingnya penggunaan pendekatan risk-sensitive analysis dalam penetapan besarnya premi. Jakarta: Kompas. 10 Juni. Ip. 1.. McDermott. “APEC and the Monetary Crisis in East Asia”. “Kesepakatan Ketiga”. L. 15383-IND. 2 Mei 1998. Krisis Moneter Tahun 1997/1998 dan Peran IMF. 31-38. World Bank.25 Krisis Moneter Indonesia : Sebab. Wessel. Bangi.Soros. pidato pengukuhan Guru Besar Madya Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1998. G. 1998.. 1998. Indonesia. 8. “Money Trail: Who Ruptured the Rupiah”. September 16. July 2. Indonesia. 72-3. August 11-13. Dimensions of Growth. May 7. 1997. __________. Tarmidi. 1998. 9 Mei. May 30. 22. hal. Sebagai suatu konsep yang ditujukan untuk mengatasi berbagai kelemahan deposit insurance scheme yang berlaku sekarang ini. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. __________. 1998. J. 1998c. “Utang Swasta Sekitar 64 Milyar Dollar AS”. “APEC dan Krisis Moneter di Kawasan Asia Timur”. 1998. Jakarta. hal. 5. D. “Restoring the Asian Miracle”. Would-Be Keyneses Debate How to Fight Global Woes”. 16. September 28. Malaysia. Growth and Equity in Repelita VI. draft Report. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. majalah Global. konsep ini sangat progresif dalam hal mempercayakan penyelenggaraan penjaminan kepada mekanisme pasar dan meniadakan intervensi pemerintah. Dampak. “The Crisis of Global Capitalism”. Indonesia: Stability. 25 Tahun IV. 1996. Stiglitz. hal. D. hal. No. Peran IMF dan Saran ___________. 16433IND. Sustaining High Growth with Equity. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. hal. Sri Mulyani Indrawati. sehingga mengarah sepenuhnya pada swastanisasi baik penyelenggaraan penjaminan maupun pelaksanaan pengaturan dan pengawasan bank yang menyertainya. ___________. D. Sangat berbeda dengan konsep-konsep lainnya dalam program penjaminan. May 27. Indonesia in Crisis. 1998a. paper presented at the APEC Study Centre Consortium Conference. “Crisis Crusaders. 1. Wessel. Report No. Thailand Letter of Intent. A Macroeconomic Update. 1997. Davis.31 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia KONSEP CROSS-GUARANTEE DALAM PROGRAM PENJAMINAN DAN KEMUNGKINAN PENERAPANNYA DI INDONESIA Maulana Ibrahim dan Agusman *) Tulisan ini mencoba mengetengahkan salah satu bentuk pikiran alternatif dalam program penjaminan yang dikenal dengan konsep Cross-Guarantee. Gatra.T. Hong Kong: The Asian Wall Street Journal. Jakarta. No. 1994. Konsep ini juga mengupayakan adanya perlakuan yang sama untuk bank-bank besar dan bank-bank kecil dalam memper-oleh penjaminan. Pendekatan Too-Big-To-Fail (TBTF) yang sejak beberapa waktu terakhir telah . 1998b. B. February 24. Report No. __________.

Dengan merujuk pada ide yang dilontarkan Bert Ely tentang CrossGuarantee. Bank Indonesia32 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Di Amerika Serikat sendiripun upaya pencarian tersebut masih tetap dilakukan meskipun program penjaminannya dianggap telah jauh lebih maju dan mapan. Kritikan tersebut perlu ditanggapi karena FDIC . Bank Indonesia Agusman : Pengawas Bank. Dalam hubungan ini. serta mencoba mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia. Untuk tindakan darurat1 . sekaligus mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia. Sulit untuk memungkiri bahwa skim penjaminan pemerintah yang bersifat menyeluruh itu akan sangat memberatkan keuangan pemerintah. Urusan Pengawasan Bank 2.menimbulkan inkonsistensi dalam proses penjaminan diharapkan dapat dihilangkan oleh konsep ini. namun untuk jangka panjang tampaknya perlu dicari alternatif lain yang memungkinkan terselenggaranya program penjaminan yang efisien dan efektif. dalam tulisan ini akan didalami prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam konsep tersebut beserta pengaruhnya terhadap pola penjaminan dan pengawasan bank. Pencarian kemungkinan alternatif lain program penjaminan merupakan hal yang perlu dilakukan secara terus menerus. Ditinjau dari karakteristiknya. Tulisan ini mencoba mengetengahkan pikiran-pikiran Bert Ely mengenai konsep CrossGuarantee tersebut. seorang pakar deposit insurance telah mengemukakan konsep Cross-Guarantee sebagai salah satu alternatif. Bert Ely3 . Apabila diterapkan sepenuhnya. skim program penjaminan yang dipilih pemerintah tersebut ternyata lebih bersifat blanket guarantee (penjaminan menyeluruh). khususnya karena tidak sebandingnya nilai premi dengan cakupan penjaminan disamping adanya peluang untuk melakukan moral hazard. hal tersebut barangkali masih dapat diterima. Dalam Konferensi mengenai Bank Structure and Competition yang baru-baru ini diadakan oleh Federal Reserve Bank of Chicago. *) Maulana Ibrahim : Kepala Urusan Pengawasan Bank 2. Maret 1999 Pendahuluan P rogram penjaminan merupakan salah satu kebijaksanaan yang diambil pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada sistem perbankan nasional yang sempat terganggu karena parahnya krisis ekonomi dan keuangan yang dihadapi Indonesia sejak paroh kedua tahun 1997. Latar Belakang Konsep Cross-Guarantee Konsep Cross-Guarantee muncul antara lain karena adanya berbagai kritik dan ketidakpuasan terhadap skim penjaminan yang diterapkan pada Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) di Amerika Serikat. konsep Cross-Guarantee juga akan mengakibatkan perubahan yang sangat mendasar terhadap seluruh pola dan praktek penjaminan dan pengawasan bank yang sudah dijalankan selama ini. telah mencoba mengkaji kemungkinan penggantian ketentuan blanket guarantee tersebut dengan deposit protection scheme. Kusumaningtuti (1999)2 misalnya.

100.Sundararajan dan Tomas J..000. akan tetapi tetap saja ada kritik bahwa perlakuan khusus tersebut dapat menimbulkan diskriminasi diantara sesama bank.S. 7 Mei 1999. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”.sedangkan non-deposits liabilities seperti pinjaman yang diterima.100. Namun dalam hal suatu bank dinilai TBTF maka seluruh pos kewajibannya akan dijamin. Alasan kedua adalah karena jumlah dana yang ditanamkan oleh FDIC telah melebihi ketentuan minimum Reserve Ratio (RR) perbankan sebesar 1..Balino.Balino. dan sebaliknya5 . Sebagaimana layaknya perusahaan asuransi. Pertama. Editor: V. tampaknya hanya dalam FDIC mengalami kerugian dan deposit growth menekan RR di bawah 1.1 Menurut V. Untuk mendalami masalah ini lebih lanjut lihat tulisan mereka berdua dalam Banking Crises: Cases and Issues.33 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia sekarang ini menghadapi risiko yang lebih besar dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya4 . 1991. 2 Kusumaningtuti S. D. Vol. International Monetary Fund. Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme. termasuk juga pos pinjaman subordinasi. No. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets.Sundararajan dan Tomas J. Oleh karena itu.T. Sebagaimana diketahui. laba yang diperoleh FDIC cukup besar sehingga ketergantungan pada premi menjadi semakin lebih berkurang. Bank Indonesia. .. Dengan kata lain. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. seharusnya semakin besar risiko yang ditanggung semakin besar premi. komitmen dan kewajiban off-balance sheet serta kewajiban antar bank di atas USD. sehingga pada gilirannya dapat merugikan masyarakat penyimpan dana.1.25% barulah premi akan dinaikkan. tindakan darurat (emergency measures) yang dilakukan bank sentral dapat berupa pemberian fasilitas lender of last resort. 3 Bert Ely. The Federal Reserve Bank of Chicago. Desember 1998.000 tidak dijamin. Salah satu hal yang memperoleh kritikan adalah mengenai ruang lingkup penjaminan FDIC yang cenderung agak kurang konsisten sehubungan dengan penerapan pendekatan “Too-Big-To-Fail” (TBTF). Perhitungan premi oleh FDIC dinilai kurang mencerminkan risiko yang harus ditanggungnya. intervensi terhadap bank-bank/lembaga keuangan bermasalah dan pembentukan deposit insurance. pada dasarnya yang dijamin oleh FDIC adalah dana pihak ketiga (deposits) maksimum sebesar USD.25%.3. Meskipun penerapan asas TBTF sangat dimungkinkan berdasarkan konsep Reformasi Deposit Insurance (deposit insurance reforms) yang disetujui Kongres Amerika Serikat dan berlaku sejak setelah tahun 1988. Washington.C. Namun dalam prakteknya prinsip tersebut ternyata tidak diterapkan karena dua alasan pokok berikut ini. Kritikan berikutnya yang sering ditujukan kepada FDIC adalah berkenaan dengan penetapan premi yang harus dibayar oleh bank-bank yang ikut penjaminan. khususnya bagi bankbank yang “Too-Small-To-Safe” (TSTS). pendapatan dari penanaman dana oleh FDIC jauh melebihi biaya-biaya operasionalnya.T.

Penerapan konsep Cross-Guarantee dalam program penjaminan memer-lukan perubahan mendasar terhadap skim penjaminan dan pola pengawasan bank yang sedang berjalan. bank-bank yang ikut program penjaminan FDIC pada hakekatnya saling menjamin satu-sama lain. rapid growth. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare”. dan potensial untuk berubah menjadi real moral hazard pada tingkat FDIC. Melalui premi yang mereka bayar. namun pendekatan ini dinilai kurang ideal dalam perhitungan premi. meskipun belum seutuhnya. Menurut Bert Ely. karena masing-masing bank-bank yang dijamin (insured banks) pada akhirnya menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap semua kerugian yang terjadi apabila ada bank-bank yang mengalami kegagalan usaha (failed banks). No. Journal of Banking & Finance.19 Tahun 1995. Hal ini terjadi karena pada satu pihak FDIC memiliki kekuasaan besar dalam penentuan premi. Moreau dan C. khususnya dalam hal terdapat multiple participant.1091-1108. hal. Mekanisme Cross-Guarantee ini memiliki kemiripan dengan mekanisme yang berlaku pada Standby Letter of Credits.34 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Hal ini erat kaitannya dengan belum diterapkannya secara penuh prinsip risk-sensitive premium sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Section 302 FDICIA6 serta penggunaan alat ukur risiko yang belum sesuai. lembaga . sehingga menimbulkan cross-subsidies. Maret 1999 sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat. Sekarang ini FDIC menggunakan 2 (dua) alat ukur risiko yaitu Capital Levels dan CAMEL Rating.18.Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications”.W. Karakteristik Sistem Cross-Guarantee dalam Penjaminan Terlepas dari berbagai kritik terhadap skim penjaminan FDIC sebagaimana dikemukakan di atas. secara implisit konsep Cross-Guarantee sebenarnya sudah melekat pada FDIC. Journal of Banking & Finance. 5 Ide agar FDIC menetapkan premi sebagaimana layaknya perusahaan asuransi swasta mula-mula sekali dilontarkan oleh Merton (1977). No. weak internal controls dan execessive exposure to emerging speculative bubbles. 531-552.Disamping itu premi yang dikenakan oleh FDIC sekarang ini juga dinilai terlalu berlebihan (overcharging) untuk bank-bank yang sehat dan terlalu kecil (undercharging) untuk bank-bank yang bermasalah. Tahun 1994. seharusnya alat ukur yang digunakan adalah leading indicators of banking risks seperti risk mismatches. yaitu bank-bank yang 4 Adanya risiko yang lebih besar tersebut antara lain dikemukakan oleh Jin-Chuan Duan. Kritikan lainnya adalah mengenai masih terbukanya peluang untuk melakukan moral hazard dalam sistem yang berlaku sekarang. hal. Struktur seperti ini ternyata dapat mengakibatkan terjadinya regulatory moral hazard pada tingkat pembuat ketentuan. Colorado pada bulan Juli 1998. Contoh yang paling baru dari fenomena regulatory moral hazard ini adalah dalam hal kegagalan BestBank di Boulder. sedangkan pihak lain yaitu birokrasi pemerintah (regulator) berkewajiban untuk meminimumkan kerugian FDIC dan mencegah kegagalan bank (bank failures). Arthur F. Hal ini diungkap dalam tulisan Yoram Landskroner dan Jacob Paroush. Perubahan-perubahan tersebut dapat mencakup aspek penyelenggara.

Lembaga ini berfungsi untuk memastikan bahwa perjanjian penjaminan (crossguarantee contract) yang disepakati para pihak telah sesuai dengan aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya. Direct guarantor akan melakukan pembayaran dengan menggunakan general funds (cadangan umum) yang merupakan salah satu unsur modalnya. Jumlah modal yang tersedia untuk menyerap kerugian juga akan semakin besar dan semua itu terjadi atas dasar komitmen sukarela (committed voluntarily). hal. Tahun 1995. Dengan cara ini. Bank yang dijamin (insured bank) selanjutnya akan melakukan pembicaraan dengan direct guarantor-nya untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan yang akan dituangkan dalam bentuk perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract). “FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance. sumber pembayaran klaim. pelaksana pengawasan bank. Secara bersama-sama para direct guarantor akan membentuk suatu sindikat direct guarantor (lihat Lampiran-2). Penunjukan syndicate agent ini dilakukan secara terbuka sehingga akan mendorong adanya kompetisi yang sehat dan efisiensi. Untuk memastikan bahwa bank-bank yang dijamin mematuhi cross-guarantee contract maka sebuah perusahaan swasta yang disebut “syndicate agent“ akan disewa. bentuk kontribusi dari bank yang dijamin. lembaga lain yang terlibat dan lain-lain. b. c. Perlu kiranya dikemukakan bahwa aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) merupakan salah satu pilar penting dalam konsep Cross-Guarantee.Kaufman. 6 FDICIA singkatan dari FDIC Improvement Act.Kaufman. apabila diterapkan secara penuh maka ketentuan yang tercakup dalam FDICIA dapat efektif menurunkan moral hazard. Pada Lampiran-1 disajikan perbandingan antara Cross-Guarantee dengan skim penjaminan deposit insurance konvensional untuk masing-masing aspek tersebut.721-722. Dengan demikian. Menurut George G. Perjanjian ini akan berfungsi sebagai pengganti ketentuan perbankan yang berlaku sekarang. ruang-lingkup penjaminan.35 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Agar konsep Cross-Guarantee tersebut dapat diimplementasikan dalam praktek maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. Setiap bank diberi kebebasan untuk menentukan sendiri penjaminnya (direct guarantornya). Syndicate agent ini selanjutnya akan menggantikan fungsi pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. Aturan ini mencakup hal-hal sebagai berikut: .penjamin. Selanjutnya lihat George G. akan terjadi pergeseran dari government regulation and deposit insurance kepada contractual regulation and guarantees (swasta). Apabila direct guarantor gagal memenuhi kewajibannya maka guarantor dari direct guarantor tersebut harus bertanggungjawab.19. Sebuah lembaga baru yang disebut Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) harus dibentuk. secara accrual accounting setiap direct guarantor akan langsung mengakui dan mencatat kerugian sebesar share yang harus ditanggungnya apabila bank yang dijaminnya mengalami kegagalan usaha. Selanjutnya. seluruh kerugian karena bangkrutnya suatu bank akan langsung diserap oleh modal bank-bank yang ada dalam sistem perbankan suatu negara. No. d. ketentuan perbankan.

7 Dalam hal ini premi merupakan proxy terbaik dari cross-guarantee risk. minimal untuk menyelesaikan kewajiban cross-guarantee dari setiap penjamin. Manfaat Swastanisasi Penjaminan melalui Cross-Guarantee Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. Yang perlu dijaga adalah agar perjanjian dimaksud sudah memperhitungkan premi atas dasar sensitivitas terhadap risiko (risk-sensitive premium). baik untuk setiap bank maupun secara aggregat.37 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia . maka konsep Cross-Guarantee dipandang lebih berorientasi ke depan dibandingkan dengan konsep penjaminan (FDIC) yang berlaku sekarang. Cross-Guarantee memerlukan peran aktif dari pihak swasta untuk mewujudkan suatu skim penjaminan yang diarahkan oleh kekuatan pasar (market-driven cross-guarantee). memenuhi aturan penyebaran risiko (risk dispersion rule) serta ketentuan-ketentuan lainnya yang dianggap penting oleh para pihak. sehingga penjaminan akan terlaksana secara efisien dan efektif.♦ Setiap penjamin (guarantor) harus dijamin oleh penjamin-penjamin lainnya dalam suatu sistem cross-guarantee.36 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Maret 1999 ♦ Setiap perjanjian penjaminan (cross guarantee contracts) harus menyebutkan jumlah minimum para penjamin dan persentase risiko yang ditanggung mereka masing-masing. ♦ Setiap penjamin bertanggungjawab sebatas jumlah risiko cross-guarantee yang ditanggungnya. agar dapat terlaksana dengan baik. Karena adanya kebebasan dalam proses merumuskan mekanisme penjaminan untuk setiap bank. yang menyatakan bahwa “apabila satu penjamin mengalami kerugian cross-guarantee melebihi lima kali premi yang diperolehnya dalam setahun maka kewajiban crossguarantee-nya harus dialihkan kepada direct guarantor-nya. ♦ Untuk memastikan bahwa tidak akan pernah ada suatu bank mengalami kegagalan usaha karena menjadi penjamin maka perlu diberlakukan suatu standard stop-loss rule. Demikian pula penentuan perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) sepenuhnya diserahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan demikian setiap dolar kerugian pasti akan dapat diselesaikan oleh bank-bank yang berada dalam himpunan para penjamin (the universe of guarantors). Oleh karena itu. Semangat untuk melakukan privatisasi penjaminan melalui Cross-Guarantee jelas terlihat sejak awal penentuan bank penjamin (direct guarantor) yang dilakukan secara sukarela (voluntary) dan demokratis. Skim penjaminan berbasiskan pasar tersebut diharapkan dapat mengeliminir intervensi dari pemerintah. penerapan konsep CrossGuarantee akan menimbulkan pergeseran peranan dari pemerintah kepada pihak swasta dalam melakukan penjaminan serta pengaturan dan pengawasan bank. Sebagai aturan yang akan menggantikan prudential regulation maka perjanjian penjaminan harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menampung prinsip kehati-hatian. yaitu insured banks dan direct guarantor-nya. Secara aggregat. setiap bank penjamin tidak diperkenankan menerima pendapatan dari premi 7 dalam setahun melebihi 3 (tiga) persen dari total modalnya.

Oleh karena itu. Manfaat berikutnya dari konsep Cross-Guarantee dapat ditinjau dari segi ruang lingkup penjaminannya. Tanpa memandang besar kecilnya suatu bank. kegiatan kontrol atau pengawasan akan semakin lebih ketat karena langsung dilakukan oleh kekuatan pasar. Dengan menggunakan konsep Cross-Guarantee. Dalam praktek selama ini sering ditemukan adanya beberapa ketentuan yang sulit diterapkan karena bersifat terlalu umum dan kurang mempertimbangkan karakteristik individual bank. Sama halnya dengan program penjaminan biasa. Konsep Cross-Guarantee juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi insured banks untuk berdiskusi dan bernegosiasi dengan direct guarantor-nya untuk segala hal termasuk mengenai masa depan bank tersebut. Hal ini pada gilirannya dapat mendorong kompetisi yang sehat diantara sesama perusahaan syndicate agent dan mendorong efisiensi pekerjaan penjaminan.38 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. mereka akan dijamin sebagaimana layaknya bank-bank lainnya. pendekatan TBTF menjadi tidak relevan sama sekali dalam konsep Cross-Guarantee. Pada pihak lain. karena ada kemungkinan pinjaman subordinasinya juga akan ikut dibayar. insured banks dapat membuat berbagai ketentuan yang mengatur dirinya secara spesifik berdasarkan kesepakatan dengan direct guarantor-nya. Atas dasar konsep Cross-Guarantee ini. Hal ini pada gilirannya akan membuat strategi business dan perencanaan bank menjadi semakin tajam dan terarah. unsur modal juga tidak dijamin8 . maka dalam crossguarantee. Apabila suatu bank memperoleh penilaian yang jelek dari pasar maka yang akan menanggung akibatnya bukan hanya bank yang bersangkutan saja. asal bank-bank tersebut dapat menemukan direct guarantor-nya. Karena kemungkinan akan banyak perusahaan syndicate agent yang muncul maka direct guarantor diberi keleluasaan dalam menentukan syndicate agent yang mereka pilih.Dengan swastanisasi penjaminan dan pengawasan bank maka nantinya tidak akan ada lagi fenomena “satu ketentuan yang berlaku untuk semua” (one-size-must-fit-all government regulation) yang selama ini merupakan salah satu kelemahan inheren dari ketentuan perbankan yang dibuat pemerintah. Hal-hal tersebut akan membuat persaingan dalam industri perbankan akan semakin ketat dan mendorong efisiensi besarbesaran dalam sektor keuangan. maka transaksitransaksi non-funding obligations seperti account payment. Maret 1999 Manfaat lainnya dari konsep Cross-Guarantee adalah adanya kesempatan untuk melakukan penyesuaian secara cepat terhadap perhitungan premi berdasarkan kekuatan . unexpired leases dan kewajiban yang muncul karena tuntutan hukum akan dapat ikut dijamin. 8 Pengecualian hanya terjadi dalam hal TBTF. tetapi juga menjalar kepada bank yang menjadi direct guarantor. Persaingan sehat juga akan terjadi diantara sesama syndicate agent yang akan berfungsi sebagai pengganti pengawas dan pemeriksa bank yang ada sekarang. Kewajiban yang tidak dapat dijamin hanyalah pinjaman subordinasi karena memiliki karakteristik campuran (hybrid) hutang dengan modal. tergantung pada bobot permasalahan bank yang TBTF tersebut.

Kemungkinan Penerapan Konsep Cross-Guarantee di Indonesia Skim penjaminan yang sekarang ini diterapkan di Indonesia masih mengandung berbagai kelemahan baik pada tingkat konsep maupun pada tingkat pelaksanaan. yaitu untuk mencegah kegagalan pasar perbankan (banking market failure) dan untuk membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat serta menghentikan bank runs9 . Pengaruh terhadap Pasar Antar Bank dan Sistem Pembayaran Cross-guarantee dapat menghilangkan counterparty risk yang selama ini melekat dalam transaksi antar bank (lihat Lampiran-3). Sebagai contoh. sesuatu yang sangat sulit dibuktikan kecuali oleh perbankan sendiri. Sistem Kliring akan terbebas dari risiko tidak dibayarnya tagihan antar bank karena adanya jaminan bahwa direct guarantor masing-masing bank pada akhirnya akan bertanggungjawab sesuai perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) yang mereka sepakati. Dengan adanya kemungkinan untuk melakukan perhitungan premi berdasarkan kecenderungan pasar tersebut maka cross-subsidies yang inheren dalam skim penjaminan yang ada sekarang diharapkan akan dapat dihilangkan. Namun demikian perlu kiranya diingat agar pemilihan konsep Cross-Guarantee tersebut hendaknya tidak terlepas dari tujuan utama dari program penjaminan. Bagi bank sentral hal ini akan sangat menguntungkan karena net settlement procedures tersebut dapat lebih efisien dari real-time gross settlement . konsep Cross-Guarantee tampaknya dapat menjadi salah satu alternatif jalan keluar. Dalam hal ini besarnya premi dapat langsung dibicarakan oleh masing-masing bank dengan direct guarantor-nya. Disamping itu peluang untuk moral hazard juga besar karena unsur keadilan yang kurang terpenuhi yang tercermin antara lain dari gejala cross-subsidies dimana bank-bank yang sehat membayar kewajiban bank-bank yang tidak sehat. Penggunaan konsep Cross-Guarantee ini juga dapat mendorong penggunaan secara luas net settlement procedures dalam Sistem Pembayaran. Hal ini pada gilirannya memungkinkan terselenggaranya suatu Sistem Pembayaran yang bebas risiko (risk-free basis). karena bersifat blanket guarantee (jaminan menyeluruh) maka skim tersebut dapat mengakibatkan beban yang sangat berat bagi keuangan pemerintah. Pada tingkat pelaksanaan. . Pada tingkat konsep. karena hakekat persoalan penjaminan dikembalikan secara utuh kepada pelaku pasar sendiri yaitu antara bank-bank yang39 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia bertransaksi. padahal kemampuan keuangan pemerintah sendiri sudah sangat terbatas. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas. terdapat pula indikasi bahwa dalam praktek tidak seluruh aspek penjaminan dapat terlaksana. sehingga mereka perlu saling menjamin dan saling menjaga kestabilan sistem perbankan. Perhitungan tersebut akan mencerminkan risk-sensitivity dari bank yang dijamin dan diharapkan dapat disesuaikan segera baik secara bulanan atau mingguan.pasar. untuk melaksanakan penjaminan transaksi off-balance sheet derivatives perlu ada bukti-bukti bahwa transaksi itu genuine.

“FDICIA and Bank Capital” dalam Journal of Banking & Finance. Tahun 1995.Fraser. yang kontra lebih melihat dari sisi kesiapan perbankan dan kalangan pemerintahan kita dalam menerapkan konsep dimaksud.19 Tahun 1995. The Cross-Guarantee Concept and Interbank Markets. “The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services. apalagi dalam situasi krisis seperti sekarang.40 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.W. Sementara itu. Cambridge Massachusetts. The Federal Reserve Bank of Chicago. . 1984.Moreau and C. 7 Mei 1999. Pengkajian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mencegah pengambilan keputusan yang keliru yang dapat berakibat kontraproduktif terhadap masa depan sistem perbankan dan sektor keuangan negara kita.721-722.Kaufman. Hal yang terakhir ini tampaknya ada benarnya juga karena untuk sampai pada konsep Cross-Guarantee perlu dijawab terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan berikut ini: √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah sedemikian sehat dan kuat sehingga mampu untuk saling menjamin (cross-guarantee) sesama mereka ? √ Apakah bank-bank di Indonesia sudah cukup dewasa untuk mendiskusikan sendiri sesama mereka hal-hal yang berkenaan dengan penjaminan. Mereka yang pro mungkin lebih didasarkan atas adanya peluang besar untuk meringankan beban keuangan pemerintah. Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas cukup relevan untuk kondisi Indonesia dan memerlukan jawaban-jawaban yang tidak sederhana. Maret 1999 Daftar Pustaka Bert Ely. √ Apakah sistem informasi yang terdapat pada masing-masing bank dan secara nasional telah sanggup menyediakan data/informasi yang diperlukan untuk penetapan premi yang sensitif terhadap risiko ? √ Apakah pihak otoritas pengawas yang ada sekarang berkenan menyerahkan fungsinya pada mekanisme pasar melalui syndicate agent dan dapat menerima keberadaan Cross Guarantee Regulation Corporation (CGRC) sebagai lembaga yang akan memverifikasi perjanjian penjaminan (cross-guarantee contract) ?. hal.1091-1108. business strategy dan prudential regulation untuk dituangkan dalam semacam perjanjian yang mengikat mereka secara bersama-sama ?. 9 Mengenai hal ini lihat misalnya Kerry Cooper dan Donald R. Jin-Chuan Duan.Meskipun dapat dipandang sebagai salah satu alternatif jalan keluar. Pertanyaan ini cukup penting mengingat selama ini bank-bank di Indonesia sangat tergantung pada petunjuk dan arahan yang diberikan oleh otoritas moneter sebagai pengawas dan pembina bank-bank.Sealey dalam “Deposit Insurance and Bank Interest Rate Risk: Pricing and Regulatory Implications” dalam Journal of Banking & Finance. George G. No.19. hal. penerapan konsep Cross-Guarantee di Indonesia dapat menimbulkan pro dan kontra. Arthur F. Ballinger Publishing Company. Paper dalam “The 35th Annual Conference on Bank Structure and Competition”. No.

“The Risk of Depository Institution Failure and The Role of Deposit Insurance” dalam Banking Deregulation and The New Competition in Financial Services. Tahun 1994. dilaksanakan oleh "Syndicate Agent". Ballinger Publishing Company. 3 Ruang-lingkup Penjaminan Terbatas dan sangat subjektif dalam Seluruh pos-pos kewajiban. No. V.. 1984.Balino. Kusumaningtuti S.18. Bank Indonesia. 4 Bentuk kontribusi dari yang dijamin Premi (namun belum memenuhi Premi ("risk sensitive premium"). Desember 1998. (CGRC) untuk memastikan bahwa perjanjian jaminan sudah sesuai aturan penyebaran risiko dan ketentuan lainnya. International Monetary Fund.Balino. Bank Sentral dan Cross Guarantee Regulation Corporation "insured banks". 8 Lembaga lain yang terlibat Tidak ada lembaga lain yang terlibat Dibentuk lembaga baru yang disebut kecuali FDIC. Maret 1999 Monitoring fee Obligation to protect competitively sensitive data .S.Fraser. “Deposit Insurance Pricing and Social Welfare” dalam Journal of Banking and Finance. kriteria "risk-sensitive premium").Kerry Cooper and Donald R. Yoram Landskroner dan Jacob Paroush. D.42 Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. baik sebagai direct guarantor maupun indirect guarantor.3. menguntungkan.1.Sundararajan dan Tomas J. Ketentuan Blanket Guarantee dan Kemungkinan Penggantiannya dengan Deposit Protection Scheme. Editor V. hal. No.41 Konsep Cross-Guarantee dalam Program Penjaminan dan Kemungkinan Penerapannya di Indonesia Lampiran-1 PERBANDINGAN ANTARA CROSS-GUARANTEE DENGAN DEPOSIT INSURANCE KONVENSIONAL No. (Too-Big-Too-Fail). Washington. kecuali penentuan bank-bank yang "TBTF" Pinjaman Subordinasi. 1991. Cambridge Massachusetts.T. 7 Ketentuan perbankan Prudential regulation konvensional Berdasarkan kesepakatan antara bank yang dijamin (insured banks) dengan direct guarantor-nya ("Contractual Regulation"). Vol. ASPEK DEPOSIT INSURANCE CROSS-GUARANTEE 1 Penyelenggara Pemerintah Swasta 2 Lembaga Penjamin FDIC Sesama bank. 6 Pelaksana pengawasan bank Bank Sentral dan FDIC Murni swasta. 5 Sumber pembayaran klaim Hasil pengelolaan dan penanaman General funds (general reserves) dari premi pada sektor-sektor yang direct guarantors. Banking Crises: Cases and Issues..C.531-552.T.Sundararajan dan Tomas J.

kita dapat memahami mengapa listrik. Neo-Liberalisme mulai menanjak naik menjadi kebijakan dan praktek negara-negara kapitalis maju. Program penyesuaian struktural merupakan program utama dari Bank Dunia dan IMF. Jakarta. Dasar pokok dari ajaran Keynes adalah kepercayaannya pada intervensi negara ke dalam kehidupan ekonomi. Katanya. Keynesianisme masih tetap menjadi dominant economy sampai tahun 1970-an. Keynes menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kepentingan individual yang selalu tidak sejalan dengan kepentingan umum. igj@globaljust.org * Page 2 2 penuh (full employment) serta adanya pemerataan yang lebih besar. Hayek terkenal juga dengan julukan ekonom ultra-liberal. Sementara tujuannya adalah ekspansi sistem kapitalisme global. Google automatically generates html versions of documents as we crawl the web. Inilah ideologi mutakhir kapitalisme yang saat ini sedang jaya-jayanya. kita dapat memahami mengapa Rupiah tidak pernah stabil. Inilah yang dimaksud sebagai keterikatan terhadap Modal atau keterikatan terhadap Ekonomi Pasar. bahwa kepentingan perorangan yang paling pintar sekalipun akan selalu bersesuaian dengan kepentingan umum”. dan SAP adalah praktek atau implementasinya. Page 1 1 EKONOMI PASAR YANG NEO-LIBERALISTIK VERSUS EKONOMI BERKEADILAN SOSIAL * Oleh: Bonnie Setiawan ** Media biasa menggunakan kata-kata: "Rupiah anjlok karena pemerintah tidak mengikuti kemauan pasar atau kehendak pasar". dan didukung oleh pilar-pilar badan dunia: Bank Dunia. dan pajak naik. termasuk juga WTO dengan nama lain. air. kita dapat memahami mengapa BUMN didorong untuk diprivatisasi. karena mempraktekkan semua resep Keynesian.Syndicate Agent (Independent of any other party) Ensures that cross-gurantee contract complies with risk dispersion rules and other statutory requirementsThis is the html version of the file http://komjakarta. kita dapat memahami mengapa ada BPPN. Akan tetapi Hayek dan kawan-kawan sudah merasa gelisah dengan mekarnya paham Keynes ini. maka orang perlu memahami Neo-Liberalisme (liberalisme baru). Meskipun begitu mereka membangun basis di tiga universitas . kita dapat memahami mengapa terjadi krisis moneter dan ekonomi yang tidak berkesudahan. kita dapat memahami perubahan kebijakan domestik di negara-negara maju. Dengan memahami Neo-Liberal. terutama slogan TINA (There is No Alternatives) dari mulut Margaret Thatcher. "Pasar Bebas" artinya kebebasan bergerak dari ekonomi modal (dan para pemilik modal) sebebas-bebasnya. dan banyak lagi soal-soal yang membingungkan dan memperdayai publik. harmonization dan lain-lain. kita dapat memahami mengapa impor beras dan bahan pangan lain masuk deras ke Indonesia. Dan untuk memahami Pasar Bebas ini. Pasar bebas adalah mesin utama dari Globalisasi yang saat ini sedang naik daun. Sementara itu neo-liberal belum lagi bernama. kebijakan ekonomi haruslah mengikis pengangguran sehingga tercipta tenaga kerja Disampaikan pada Diskusi Publik “Ekonomi Pasar yang Berkeadilan Sosial” yang diadakan oleh ‘Forum Komunikasi Partai Politik dan Politisi untuk Reformasi’ tanggal 12 Juni 2006 di DPR-RI. IMF dan WTO. Paris Club. Jakarta.org/wp-content/uploads/2010/02/ekonomi_pasar_yg_neoliberalistik_vs_ekonomi_berkeadilan_sosial_-_bonnie_setiawan. Dalam bukunya yang terkenal di tahun 1926 berjudul “The End of Laissez-Faire”. progressive liberalization. Nama dari program Neo-Liberal yang terkenal dan dipraktekkan dimana-mana adalah SAP (Structural Adjustment Program). Intinya tetap sama. pencetus monetarisme. Pada saat itu adalah juga masa kejayaan Keynesianisme. Adalah Friedrich von Hayek (1899-1992) yang bisa disebut sebagai Bapak Neo-Liberal. BBM. sebuah aliran ilmu ekonomi oleh John Maynard Keynes. Debt Rescheduling dan lain-lain. Semenjak 1970-an hingga kini. Bahkan Bank Dunia dan IMF kala itu terkenal sebagai si kembar Keynesianis. maka Keynesian resmi menjadi mainstream ekonomi. Jadi Pasar Bebas adalah intinya (mesin penggeraknya). adalah "penghancuran dan pendobrakan radikal" terhadap struktur dan sistem lama yang tidak bersesuaian dengan mekanisme pasar bebas murni. PASAR BEBAS VERSI NEO-LIBERALISME Sejarah Neo-Liberal bisa dirunut jauh ke masa-masa tahun 1930-an. kita dapat memahami mengapa Indonesia didikte dan ditekan terus oleh IMF. Pada masa itu pandangan semacam neoliberal sama sekali tidak populer. Di balik nama sopan "penyesuaian struktural". Terutama setelah diadopsi oleh Presiden Roosevelt dengan program "New-Deal" maupun Marshall Plan untuk membangun kembali Eropa setelah Perang Dunia ke-II. Menurutnya. Muridnya yang utama adalah Milton Friedman. ** Direktur Eksekutif di Institute for Global Justice (IGJ). Arti yang dimaksud dari istilah "pasar" tersebut adalah sistem ekonomi yang kapitalistik. Keynesian dianggap berjasa dalam memecahkan masalah Depresi besar tahun 1929-1930.pdf. maka kita dapat memahami berbagai sepak terjang badan-badan multilateral dunia. “Sama sekali tidak akurat untuk menarik kesimpulan dari prinsipprinsip ekonomi politik. WTO memakai istilah-istilah seperti fast-track. Neo-Liberal adalah ideologinya.

berbagai publikasi. di mana kebebasan individu berjalan sepenuhnya dan campur tangan sesedikit mungkin dari pemerintah dalam kehidupan ekonomi.utama: London School of Economics (LSE). Anthony Fisher kemudian menjadi presiden pertama dari lembaga Fraser Institute di Kanada di tahun 1974. adalah “guna membuat hal yang sama bagi politik Amerika sebagaimana yang dilakukan oleh CPS kepada politik Inggeris”. Lembaga ini merupakan "semacam freemansory neoliberal. William Niskanen. “Tanpa adanya IEA. Pandangan Neo-Liberal dapat diamati dari pikiran Hayek. serta tiga penerbitan terkemuka. Dalam rangka . yang kemudian menjadi Direktur CIA. dan pengetahuan para individu akan dapat memecahkan kompleksitas dan ketidakpastian ekonomi. Kata Susan. lewat pertemuan-pertemuan internasional secara reguler". seorang pengusaha sukses yang kemudian mendirikan Institute of Economic Affairs (IEA) pada tahun 1955 dengan bantuan dana dari kaum indutrialis lainnya. Menurut mereka. dan Friedman menghabiskan seluruh karir akademisnya. Mekanisme pasar akan diatur oleh persepsi individu. Termasuk hadir adalah Karl Popper dan Maurice Allais. di mana Hayek mengajar di situ antara tahun 1950 sampai 1961. Lembaga lain juga didirikan. dan Institut Universitaire de Hautes Etudes Internasionales (IUHEI) di Jenewa. IEA kemudian melahirkan Adam Smith Institute (ASI) di tahun 1976. IEA inilah yang kemudian memberi pengaruh besar kepada Margaret Thatcher. yang menurutnya telah dapat menyingkap hukum moneter yang telah diamatinya dalam berabad-abad dan dapat dibandingkan dengan hukum ilmu alam. Bila kamu dapat menguasai kepala orang. Salah satu benteng neo-liberal adalah Universitas Chicago. Salah satu koran yang menjadi corong neo-Liberal di Inggeris adalah The Daily Telegraph. mengemas dan mempromosikan ide dan doktrin tersebut tanpa henti. menyatakan bahwa suatu pemerintah yang terlampau banyak mengutamakan kepentingan rakyat banyak adalah pemerintah yang tidak diinginkan dan tidak akan stabil. di mana salah satu pendirinya adalah Bill Casey. Friedman percaya pada freedom of choice (kebebasan memilih) individual yang ekstrim. Ini ditunjukkan oleh Hayek ketika mengomentari rejim Pinochet di Chili. Dengan melalui ketertundukan itu maka kita bisa ikut serta setiap harinya dalam membangun sesuatu yang lebih besar dari apa yang belum sepenuhnya kita pahami". maka saya meragukan akan bisa terjadi revolusi Thatcherite”. dengan demikian adalah sistem politik yang menjamin terlaksananya kebebasan individu dalam melakukan pilihan dalam transaksi pasar. Fisher mendirikan Institute for Public Policy di San Francisco. Mereka anti terhadap welfare state (negara kesejahteraan) dan mereka juga anti demokrasi. Dengan demikian Neo-liberal secara politik terus terang membela politik otoriter.2 Salah seorang yang menjadi ujung tombaknya adalah Anthony Fisher. Di tahun 1977. para akademisi. Karena itu mereka juga terkenal sebagai "Chicago School". sesuatu yang tidak mungkin terjadi tanpa itu. Para ekonom kanan inilah yang kemudian setelah PD-II mendirikan lembaga pencetus neo-Liberal. Kerjasama mereka dengan Heritage Foundation. yaitu Centre for Policy Studies (CPS) di tahun 1974 yang sangat berpengaruh kepada para politisi di Inggeris. bahwa mereka berasal dari sebuah kelompok kecil rahasia dan mereka sangat percaya pada doktrin tersebut. merupakan jalan bagi berkembangnya peradaban. Preferensi personal saya adalah memilih sebuah kediktatoran liberal ketimbang memilih pemerintahan demokratis yang tidak punya liberalisme". “mereka membangun kader-kader ideologis yang luar biasa efisiennya karena mereka memahami apa yang disampaikan oleh pemikir marxis Itali Antonio Gramsci ketika ia berbicara tentang konsep hegemoni kultural. bukan pemerintah. Karenanya demokrasi ekonomi tidak ada di dalam agenda kaum neo-Liberal. Tujuan lembaga ini adalah “menyebarkan pemikiran ekonomi yang kuat di berbagai universitas dan berbagai lembaga pendidikan mapan lainnya”. neo-Liberal tidak mempersoalkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan di dalam Page 3 3 masyarakat. "Seorang diktator dapat saja berkuasa secara liberal. Dengan demikian. sehingga mekanisme pasar dapat menjadi alat juga untuk memecahkan masalah sosial. yaitu Societe du Mont-Pelerin. di mana Direkturnya Greg Lindsay merupakan kontributor penting berkembangnya ide pasar bebas di politik Australia. Buku tersebut kemudian menjadi kitab suci kaum kanan dan diterbitkan di Reader’s Digest di tahun 1945. Newsweek dan Reader's Digest.1 Pandangan kaum neo-Liberal pada dasarnya tidak populer di masyarakat Barat. para penulis. Efek sosial yang ditimbulkan oleh kekuasaan ekonomi pada segelintir kelompok kuat tidak dipersoalkan oleh neo-Liberal. yang kemudian dengan bantuan para pendananya. Bila terjadi konflik antara demokrasi dengan pengembangan usaha yang kapitalistis. membangun jaringan yayasan-yayasan internasional yang besar. menurut neo-Liberal. Fisher juga terlibat dalam mendirikan Centre for International Studies (CIS) di Australia. lembaga-lembaga. Regulator utama dalam kehidupan ekonomi adalah mekanisme pasar. Bukunya yang terkenal adalah "The Road to Serfdom" (Jalan ke Perbudakan) yang menyerang keras Keynes. ia mendirikan International Centre for Economic Policy Studies di New York. didirikan di Washington tahun 1973 oleh lulusan LSE. pengetahuan para individu untuk memecahkan persoalan masyarakat tidak perlu disalurkan melalui lembagalembaga kemasyarakatan. Neo-liberal menginginkan suatu sistem ekonomi yang sama dengan kapitalisme abad-19. sama seperti mungkinnya demokrasi berkuasa tanpa liberalisme. seperti dikatakan Milton Friedman. Fortune. maka hati dan tangan mereka akan ikut”. Pertumbuhan konglomerasi dan bentuk-bentuk unit usaha besar lainnya semata-mata dianggap sebagai manifestasi dari kegiatan individu atas dasar kebebasan memilih dan persaingan bebas. maka mereka memilih untuk mengorbankan demokrasi. penundukan manusia kepada kekuatan impersonal pasar. serta humas yang mengembangkan. pusat-pusat riset. Pertemuan mereka yang pertama di bulan April 1947 dihadiri oleh 36 orang dan didanai oleh bankir-bankir Swiss. Ada kalimat di dalam buku tersebut: "Pada masa lalu. Buku Friedman adalah "The Counter Revolution in Monetary Theory". Tetapi mengapa mereka bisa berjaya sekarang? Susan George menjawabnya. Tahun 1979. sangat terorganisir baik dan berkehendak untuk menyebarluaskan kredo kaum neo-liberal. Demokrasi politik. Bahkan salah seorang pentolan neo-Liberal. Dalam arti ini maka Neo-liberal juga tidak percaya pada Serikat Buruh atau organisasi masyarakat lainnya. bukan sistem politik yang menjamin aspirasi yang pluralistik serta partisipasi luas anggota masyarakat. Universitas Chicago.

tidak perlu khawatir ada yang tertinggal dalam persaingan kompetitif. kini juga berpindah paham menjadi neo-liberal. ATURAN PASAR. 178-182. 4 5 Page 5 5 . yang di tahun 1991 mengklaim membantu. hlm. maka banyak personelnya yang pindah ke Eropa Timur guna “merubah ekonomi-ekonomi yang sakit menjadi kapitalisme”. Contohnya Perusahaan Air Minum (PAM) mendapat pengurangan hutang 5 milyar pounds ditambah 1. maka jumlah pekerja dikurangi dari 7 juta orang menjadi 5 juta orang (pengurangan sebesar 29%). 5. bersamaan dengan krisis hutang Dunia Ketiga. Menggantinya dengan “tanggungjawab individual”. Sesudahnya Friedman mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1976. Di lain pihak mereka tidak menentang adanya subsidi dan manfaat pajak (tax benefits) untuk kalangan bisnis. 4. Your Money or Your Life: The Tiranny of Global Finance. Fisher mendirikan Atlas Economic Research Foundation yang menyediakan struktur kelembagaan pusat. Elizabeth Martinez dan Arnoldo Garcia. barang dan jasa. listrik.memudahkan mengelola berbagai lembaga tersebut. termasuk ke dalam badan-badan multilateral. industri strategis. 1 Page 4 4 seorang social-darwinist. Hayek dianugerahi Nobel Ekonomi. 3 Ted Wheelwright. 3. Doktrin pokok dari Thatcher adalah paham kompetisi – kompetisi di antara negara. air bersih – ini juga guna mengurangi peran pemerintah. Kaum mafia Berkeley UI yang dulu neo-klasik. karena ketidaksamaan adalah sesuatu yang alamiah. Mengurangi upah buruh lewat pelemahan serikat buruh dan penghapusan hak-hak buruh. IMF dan WTO. di Inggeris sebelum Thatcher. 1998. Demikian pula di Amerika. seorang anggota Mont-Pelerin Society. jembatan. Global Finance: New Thinking on Regulating Speculative Capital Markets. maka Thatcher sekaligus memperlemah SerikatSerikat Buruh di BUMN yang merupakan terkuat di Inggeris. neo-Liberal mulai berkibar. DEREGULASI. mendirikan. Artinya. dan kemudian menjadi salah satu pengikutnya.3 Para ekonom neo-Liberal di tahun 1970-an berhasil menembus dominasi ilmu ekonomi. Kata thatcher suatu kali. Zed Books. membiayai sekitar 78 lembaga serta mempunyai hubungan dengan 81 lembaga lainnya di 51 negara. Teori dan Kebijaksanaan Pembangunan. sedangkan murid dari Friedman adalah Ronald Reagan. terutama 10% terbawah. satu dari sepuluh orang dianggap hidup di bawah kemiskinan. Dari tahun 1979 sampai 1994. terpandai. perputaran modal yang bebas. Ini seperti terhadap sektor pendidikan dan kesehatan. Juga Maurice Allais. Tiga poin dasar neo-Liberal dalam multilateral ini adalah: pasar bebas dalam barang dan jasa. Mengurangi paraturan-peraturan dari pemerintah yang bisa mengurangi keuntungan pengusaha. rumah sakit. hlm. Kini. dan melihat bahwa bakat dan kemampuan diberikan jalan keluar dan ekspresi bagi kemanfaatan kita bersama”. Kompetisi adalah keutamaan. CIDES. mendapat Nobel Ekonomi di tahun 1988. yang nyatanya berakibat pada pemusatan kekayaan ke dalam sedikit orang dan membuat publik membayar lebih banyak. Poin-poin pokok neo-Liberal dapat disarikan sebagai berikut:5 1. Selalu dengan alasan demi efisiensi yang lebih besar. Inilah yang menghantar neo-Liberal menjadi ekonomi mainstream di tahun 1980-an lewat Thatcherism dan Reaganomics. hlm. jatuh ke titik nadir. hlm. Thatcher sebenarnya adalah Lihat dalam Eric Toussaint. No. Pemerintah juga menggunakan uang masyarakat (para pembayar pajak) untuk menghapus hutang dan merekapitalisasi BUMN sebelum dilempar ke pasar.4 Sejak 1980-an pula. kehilangan pendapatan15%. 29-31. Menjual BUMN-BUMN di bidang barang dan jasa kepada investor swasta. 99/1998. hlm.6 milyar pounds dana untuk membuatnya menarik sebelum dibeli pihak swasta. “What is Neo-Liberalism?”. Termasuk bank-bank. 2. 2000. satu dari empat orang dianggap miskin. Bank Dunia. kebijakan neoLiberal Reagan telah membawa Amerika menjadi masyarakat yang sangat timpang. Sejak itu Kredo neo-Liberal telah memenuhi pola pikir para ekonom di negara-negara tersebut.). “A Short History of Neoliberalism”. jalan raya. Akan tetapi ini baik karena berarti yang terhebat. PRIVATISASI. dan 1% teratas meningkat pendapatannya sebesar 50%. IMF dan GATT (kemudian menjadi WTO). Nicola Bullard. 1112. dan tentunya di antara individu. Pluto Press. dan karena itu hasilnya tidak mungkin jelek. dan Sritua Arief. 2829. Hasilnya. Membebaskan perusahaan-perusahaan swasta dari setiap keterikatan yang dipaksakan pemerintah. Sejak tahun 1970-an. Sejak itu pulalah seluruh paradigma ekonomi secara perlahan masuk ke dalam cara berpikir neo-Liberal. Dengan demikian Margaret Thatcher menjadi pengikut dari Hayek. Selama dekade 1980an. dan sering juga pengurangan anggaran untuk infrastruktur publik. 36-39. Ibid. Di tahun 1974. Ini berkebalikan dengan 80% terbawah yang kehilangan pendapatan. “Adalah tugas kita untuk terus mempercayai ketidakmerataan. Kini para ekonom selalu memakai pikiran yang standard dari neo-Liberal. dan satu anak dari tiga anak dianggap miskin. Thatcher juga menggunakan privatisasi untuk memperlemah kekuatan Serikat Buruh. di antara wilayah. MENGHAPUS KONSEP BARANG-BARANG PUBLIK (PUBLIC GOODS) ATAU KOMUNITAS.. 2 Susan George. Dengan privatisasi atas sektor publik. Tidak ada lagi kontrol harga. seperti jalan. yaitu deregulasi. yaitu menekankan rakyat miskin untuk Susan George. “How Neo-Liberal Ideology Triumphed”. 10% teratas meningkat pendapatannya 16%. di antara perusahaan-perusahaan. Third World Resurgence No. sekolah. privatisasi dan segala jampi-jampi lainnya. 7-8. Third World Resurgence. Keterbukaan sebesar-besarnya atas perdagangan internasional dan investasi. sampai akhirnya ia menemukan buku Hayek. terkuat yang akan memberi manfaat pada semua orang. Karena itu kompetisi dalam pasar bebas pasti baik dan bijaksana. 1999. Ketika tembok Berlin rubuh. 5% teratas meningkat pendapatannya 23%. dan kebebasan investasi. liberalisasi. pengurangan anggaran untuk ‘jaring pengaman’ untuk orang miskin. jalan tol. MEMOTONG PENGELUARAN PUBLIK DALAM HAL PELAYANAN SOSIAL. Kamal Malhotra (ed. Sepenuhnya kebebasan total dari gerak modal. hlm. 99/1998. maka paham neo-Liberal menjadi paham kebijakan badan-badan dunia multilateral Bank Dunia. bahkan juga air minum. dalam Walden Bello.

2. peraturan. ketika pemerintah mulai menerapkan kebijakan liberalisasi keuangan dan ekonomi. (b) Devaluasi. dan menyalahkan mereka atas kemalasannya. yang selalu menyalahkannya kepada pemerintah dan negara bersangkutan. yaitu: (a) intervensi pemerintah harus dihilangkan atau diminimumkan karena dianggap telah mendistorsi pasar. Pada intinya adalah menghancurkan kedaulatan nasional. tetapi sekaligus juga hendak menancapkan kukunya lebih dalam lagi guna menguasai secara total perekonomian nasional suatu negara. hak . mereka menjarah berbagai asset dan sumberdaya nasional untuk memenuhi kepentingan keserakahan modal dan kehidupan serba mewah mereka. khususnya karena keterikatan Indonesia kepada IGGI. (c) liberalisasi seluruh kegiatan ekonomi termasuk penghapusan segala jenis proteksi. baik dari segi KKN. yang pada masa itu adalah para konglomerat Orde Baru. dan kontrol hukum sepenuhnya. paham neo-liberal mulai terasa pengaruhnya di tahun 1980-an. Bank Dunia dan IMF. Kedua. Di sini akan diberikan contoh-contoh kasus bagaimana kedua hal tersebut telah membawa dampak luar biasa pada pemiskinan. Yang mereka inginkan sekarang adalah dominasi sepenuhnya. pendidikan. Paket kebijakan Structural Adjustment (Penyesuaian Struktural). dan korban berjuta-juta rakyat Indonesia memasuki masa depan yang gelap. peningkatan suku bunga kredit. Saat itu terutama di negara-negara Amerika Latin dan Afrika. Semula BLBI bernama KLBI yang bersifat “Kredit”. Page 6 6 karena hendak menutupi kepentingan mereka yang sebenarnya. Perampokan besar-besaran Bank Sentral Ini sesungguhnya adalah skandal keuangan Bank Sentral terbesar di dunia. Indonesia belumlah terkena krisis. kenaikan harga public utilities. peningkatan pajak. sehingga Indonesia sukar sekali keluar dari ketergantungannya pada negara-negara maju dan badan-badan dunia tersebut. terdiri dari komponenkomponen: (a) Liberalisasi impor dan pelaksanaan aliran uang yang bebas. dan karenanya jauh dari hiruk-pikuk SAP. maka program neoLiberal. bad-governance dan lainnya. bersama-sama dengan Bank Dunia dan ADB sejak bulan Oktober 1997. karena seringkali mampu menghalang-halangi kepentingan kapital global untuk kepentingan mereka sendiri yang mengganggu mekanisme pasar. dan penekanan untuk tidak menaikkan upah dan gaji. Dan yang menyedihkan nampaknya system KKN masih terus berlanjut hingga kini. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.. adalah sistem KKN (Korupsi. Kenyataannya baik IMF/Bank Dunia dan Pemerintah Orde Baru. Kita bisa mencatat banyak kejadian kasus globalisasi yang kemudiannya telah menghancurkan dan mengorbankan Indonesia. Krisis yang terus berlanjut hingga kini adalah gambaran bahwa Indonesia merupakan korban terparah globalisasi. Sistem pasar bebas dan globalisasi ini mengekalkan hubungan neokolonialisme-imperialisme. Paralel dengan masa itu adalah terjadinya krisis hutang dunia Ketiga di tahun 1982. LIBERALISME EKONOMI YANG MEMATIKAN Berbagai kebijakan deregulasi perbankan dan keuangan di awal tahun 1980-an adalah awal dari liberalisme ekonomi dan dominasi paham neo-liberal di antara para ekonom. Setelah itu Bank Dunia dan IMF masuk ke dalam perekonomian negara-negara yang terkena krisis hutang lewat perangkat SAP. keluarga Suharto dan TNC yang digandengnya. yang berujud dalam berbagai paket deregulasi semenjak tahun 1983. penghapusan subsidi. hlm. Ini adalah bagian dari program pemulihan krisis ekonomi Indonesia yang dipaksakan oleh IMF lewat LoI. Pertama. dan tindakan pemerintah adalah untuk melayani kepentingan korporasi. Kaum komprador yang terlalu berkuasa secara nasional juga tidak mereka sukai. 3. (d) memperbesar dan memperlancar arus masuk investasi asing dengan fasilitas-fasilitas yang lebih luas dan longgar. kedaulatan hukum. dan di lain pihak kaum elit komprador Orde Baru yang sampai sekarang masih tetap bebas dari hukuman atas terjadinya malapetaka nasional ini dan terus melanggengkan situasi ini : 1.cit. Ini yang tidak mau diakui oleh IMF. (b) privatisasi yang seluas-luasnya dalam ekonomi sehingga mencakup bidang-bidang yang selama ini dikuasai negara. (c) Kebijakan moneter dan fiskal dalam bentuk: pembatasan kredit. Contoh paling jelas adalah Freeport di Papua dan Exxon di Aceh. sehingga kekayaan nasional yang luar biasa besarnya hanya dibagi di kalangan elite saja (keluarga Presiden dan kroni-kroni konglomerat serta elit kekuasaan). Op. Kolusi. Indonesia menjadi bangsa yang celaka dan merugi karena selama 32 tahun hanya membangun KKN. Kita menghadapi dua masalah besar yang harus segera diselesaikan. yang merupakan gabungan dua paket di atas ditambah tuntutan-tuntutan spesifik disana-sini.mencari sendiri solusinya atas tidak tersedianya perawatan kesehatan. BLBI secara jelasnya adalah bantuan dana yang diberikan oleh BI kepada bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. seperti kerajaan bisnis Suharto serta kroni-kroni konglomeratnya. Paket kebijakan yang direkomendasikan kepada beberapa negara Asia dalam menghadapi krisis ekonomi akibat anjloknya nilai tukar mata uang terhadap dollar AS. Dengan liberalisme itu. jaminan sosial dan lain-lain. penindasan dan penjualan bangsa secara besar-besaran kepada asing. kini diganti menjadi bersifat “Bantuan”. adalah skema program bail-out (penalangan) utang perbankan (swasta dan pemerintah) untuk dialihkan menjadi beban pemerintah lewat penerbitan obligasi. adalah sistem Pasar Bebas yang kapitalistik yang memanfaatkan KKN untuk keuntungan pemodal asing (TNC/MNC) dari negara-negara maju. Akan tetapi melalui program penjaminan pemerintah. Paket kebijakan deregulasi. KKN ini terjadi karena pemerintahnya sejak awal memang berorientasi untuk Korupsi. mengambil bentuk sebagai berikut:6 1. dua-duanya bersalah dan harus bertanggungjawab. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program di Bank Dunia dan IMF ini. Globalisasi melestarikan kompradorisme (kaki tangan dan kepanjangan tangan kapitalisme internasional). 6 Sritua Arif. 360-367. jadi merupakan utang bank-bank penerima kepada BI. ketika Mexico default (menyatakan tidak mampu membayar hutangnya). Nepotisme) yang parah. baik dari segi kedaulatan nasional. mekanisme pasar sepenuhnya. korupsi. sehingga tidak jelas lagi aspek pertanggungjawabannya. Bank Dunia dan para ekonom neo-liberal. Akan tetapi sejak itu jelas pola pembangunan Indonesia mulai mengadopsi kebijakan neo-liberal. Di Indonesia. Sejak itu berbagai kebijakan.

Meskipun hakekatnya adalah pinjaman dengan persyaratan suku bunga.org 7 Page 7 7 Program pinjaman dari Bank Dunia dan ADB dengan nama SSNAL (Social Safety Net Adjustment Loan) atau pinjaman untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dilaksanakan sejak terjadinya krisis.9 juta. artinya sekitar 18. Selain itu LoI juga mengatur agar BULOG tidak lagi mengurus kestabilan harga pangan dan agar melepaskannya ke mekanisme pasar. Sampai tahun anggaran 1999/2000 program JPS telah menghabiskan dana Rp 15 trilyun. ternyata belum dapat mengangkat harga gabah di tingkat petani.3 milyar yang tidak disalurkan ke siswa dan sekolah.9% dari APBN hanya akan dipakai untuk membayar beban utang BLBI.44 trilyun (95. Salah satu bukti yang jelas adalah sebesar Rp 8 trilyun dari Rp 17. Merupakan politik etis dari Bank Dunia agar krisis yang terjadi tidak menyebabkan kerusakan yang tidak diinginkan yang bisa merugikan kepentingan Bank Dunia sendiri.2 trilyun) dan untuk keperluan pembangunan hanya 11. Liberalisasi juga telah diberlakukan dalam hal harga pupuk dan sarana produksi padi lainnya yang tidak lagi disubsidi pemerintah. di www. Harga beras impor dari Thailand misalnya.8 juta ton.tagih BI dialihkan kepada pemerintah. akhirnya bea masuk impor dinaikkan menjadi 30%.5 milyar dana OPK dan Rp 500 juta dana PDM-DKE untuk 15 propinsi di Indonesia. Pengurasan tersebut diperkirakan telah mencapai Rp 144. pada akhirnya menjadi pengurasan uang negara yang diduga dilakukan baik oleh bank penerima maupun oleh pejabat-pejabat BI sendiri. dilakukan oleh 48 bank penerima.3 trilyun). dan tetap masih meraih laba sekitar Rp 600. Sejak itu masuklah secara besar-besaran impor beras dari luar dengan harga lebih murah dari beras hasil petani lokal. sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 32 juta ton. Meskipun kemudian pemerintah menghentikan impor beras pada Maret 2000. BULOG dan pihak swasta kini berlomba untuk mendatangkan beras dari mancanegara. melainkan diserahkan pada mekanisme pasar. 6 juta ton diantaranya sudah masuk pasar.77 trilyun.3% (Rp 33.600/kg.53 trilyun (per-29 Januari 2000). 3. pemerintah menerbitkan Surat Utang (Obligasi) senilai Rp 164.4 milyar yang diragukan kebenarannya. Akan tetapi ternyata hal ini tetap bukan penghalang bagi importir untuk mengimpor beras dari Thailand. yang dibayar dari dana APBN. Potensi kerugian negara yang ditimbulkannya adalah Rp 138. Di tahun 2001 diperkirakan angsuran dan bunga obligasi tersebut mencapai Rp 55.8 trilyun (bandingkan dengan dana BLBI). dan beras dari Australia dijual Rp 1.78%) dari dana penyaluran BLBI. Pernyataan Bersama LSM Tentang Penyelesaian Kasus BLBI. Liberalisasi pertanian sebenarnya juga bagian dari ratifikasi Indonesia atas Agreement on Agriculture (AOA) dari WTO. yang disarankan oleh IMF. akhirnya pada Juli 2001 oleh Bank Dunia program ini dibatalkan sama sekali. ditemukan bahwa dana JPS bidang pendidikan tahun 1998/1999 dan 1999/2000 terdapat pengeluaran sebesar Rp 5.7 2. Pemerintah dengan ini mempunyai kewajiban untuk membayar angsuran dan bunga obligasi tersebut.imf.6 juta.400/kg. Meskipun jelas ada banyak penyimpangan. sementara harga jual padi hancur.9 trilyun dana JPS di tahun anggaran 1998/1999 malah digunakan untuk kampanye otonomi luas Timor Timur dan Kampanye Pemilu 1998. itupun harus bersaing dengan pedagang swasta. dan uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan (6 temuan) sebesar Rp 227. jangka waktu dan jaminan tertentu. yang mengatur penghapusan dan pengurangan tarif serta pengurangan subsidi. Dengan demikian kini petani menghadapi harga produksi yang mahal. IMF menuntut diberlakukannya tariff impor beras sebesar 0%. kekurangan penerimaan negara sebesar Rp 75. Sejak awal telah ditentang oleh para aktivis. beras impor yang masuk ke Indonesia mencapai 9. Juga ditemukan 21 kasus yang merugikan negara sebesar Rp 1. Karena jeritan para petani dan kritik yang berdatangan. Laporan audit investigasi BPK tanggal 31 Juli 2000 mengungkapkan dugaan penyimpangan tersebut. LoI dan MEFP 31 Oktober 1997. kedele. dugaan penyelewengan dana JPS tahun 1999/2000 hampir sebanyak Rp 4. Demikian pula dari hasil audit BPK. Beras impor terus saja . HKTI mencatat bahwa hingga akhir Maret 2000. Ini juga berlaku bagi jagung. diantaranya OPK (Operasi Pasar Khusus).4% (Rp 48. Tambal sulam kemiskinan lewat utang “BLBI: Bantuan atau Bencana”. dan terdapat dana untuk Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional (DPO) sebesar Rp 12. tepung terigu dan gula.53 trilyun dan juga menerbitkan Surat Utang untuk penyediaan dana dalam rangka program penjaminan senlai Rp 53. Sementara penyimpangan dari bank penerima dana BLBI berupa berbagai pelanggaran yang mencapai nilai Rp 84. Dalam kenyataannya. Sementara itu kerugian dan dampaknya terhadap APBN juga luar biasa. Vietnam dan Australia dengan tetap meraih untung. Baru kemudian setelah terlihat bahwa program ini dapat menghancurkan kredibilitas Bank Dunia sendiri.84 trilyun (59. setelah keluar dari Tanjung Priok dijual Rp 1. Penghancuran ketahanan pangan Lewat LoI Oktober 1997 dan MEFP 11 September 1998. PDM-DKE (Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Ekonomi).5 milyar. Padahal produksi beras dalam negeri sekitar 30 juta ton. Untuk membayar hak tagih tersebut. karena hanya menambah beban utang dan bersifat tambal sulam. Bank Dunia dan pemerintah terus melanjutkan program ini. DBO (Dana Bantuan Operasional). itupun semula IMF berkeberatan.7%) dari dana BLBI. Skema program JPS ini dibagi ke dalam 12 program. BULOG dibatasi menjadi sebatas perdagangan beras. Besarnya US$ 600 juta yang tahap pertamanya telah dikucurkan sebesar US$ 300 juta pada Januari 2000. tidak lagi dari dana BLBI yang sangat ringan.7 trilyun. sehingga sebenarnya Indonesia hanya membutuhkan impor 2 juta ton. dan PKP (Padat Karya Perkotaan). Dengan skandal keuangan BLBI ini. terbukti terjadi banyak penyimpangan. Demikian pula BULOG harus mengambil pinjaman dari bank komersial. maka telah mengorbankan berbagai subsidi yang seharusnya diterima oleh rakyat lewat APBN. Sementara bila kita tengok pengeluaran APBN untuk keperluan subsidi masyarakat hanya mencapai 16. Sementara itu subsidi petani lewat KUT (kredit usaha tani) hanya sebesar Rp 1. Demikian pula. di mana sebagian besar penyelewengan (49%) terjadi di tingkat kecamatan.

Terakhir LAP II akan kembali dilaksanakan. Dengan demikian. Rencananya LAP II akan bernilai sebesar US$ 110 juta. yaitu tanah yang diambil secara paksa dari rakyat pada zaman Orde Baru. sementara kwitansi dari BPN hanya tertera Rp 11.9 juta (32%). PT TPJ menetapkan harga Rp 2. Sektor Air disebut juga sebagai “emas biru” (blue gold). maka akan habislah petani Indonesia dilibas oleh TNC dan importir besar. pinjaman dari Bank Dunia US$ 80 juta (57%) dan sisanya US$ 15. Dalam laporannya tentang kerangka kebijakan untuk sektor air di perkotaan (Urban Water Supply Sector Policy Framework). Liberalisasi air didorong pula oleh Bank Dunia. Meskipun program ini telah ditentang oleh aktivis. LAP I (1995-2000) menelan biaya sebesar US$ 140. karena nama-nama perempuan tidak dimasukkan di dalam sertifikat tanah. LAP I juga mempunyai dampak negatif terhadap kaum perempuan. sehingga bisa langsung menangguk keuntungan. Suara Pembaruan. telah menimbulkan banyak masalah. karena sudah adanya pilot proyek sebelumnya yang dijalankan di Sumatera Barat. warga dikenakan biaya Rp 50. Akibatnya yang parah. Penemuan di lapangan oleh KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria) memperlihatkan adanya peluang bagi petugas untuk korupsi dan menipu warga. Dampaknya.2 juta (11%) adalah grant dari AusAid. karena tanah kini dijadikan obyek komoditas (barang dagangan). Penciptaan pasar tanah Pemerintah (dan BPN) bersama dengan Bank Dunia dan AusAid sedang menjalankan suatu mega-proyek yang disebut sebagai Land Administration Project (LAP). termasuk di dalamnya untuk pembiayaan pengelolaan air minum.8 4. bila tidak ada langkah-langkah protektif dengan segera. akan tetapi mereka tetap jalan terus. rakyat kembali yang akan dibebankan pembayaran utang. didanai dari anggaran nasional sebesar US$44. 131 tanggal 22 Mei 1998. 11 September 1998. diantaranya adalah: proyek tersebut tidak sustainable. 1 tahun 1961 yang melarang swastanisasi bisnis air minum. tetapi dua perusahaan asing tersebut semakin dikukuhkan sebagai pengelola.900 pe-meter kubik. Tujuannya untuk meringankan beban utang pemerintah. yaitu US$ 20 juta dari pemerintah Indonesia dan US$ 90 juta dari pinjaman Bank Dunia. Setelah Suharto turun tahta. Selain itu di Jawa ada jutaan hektar tanah yang merupakan “residual claims”. partisipasi dan kontrol masyarakat.000. Lyonnaise des Eaux (LDE). LAP I mempunyai banyak masalah. Ini adalah suatu proyek ambisius mengenai deregulasi pertanahan dengan istilah “Land Resource and Management Planning” yang akan berlangsung selama 25 tahun (1995-2020) yang hendak merancang suatu desain perubahan manajemen dan administrasi pertanahan yang tujuan akhirnya adalah terciptanya pasar tanah (land market).3 juta pelanggan. Bayangkan saja captive market (pasar yang sudah pasti) dari PAM Jaya. Secara keseluruhan.400 per-meter kubik. akhirnya diambil alih oleh Pemda Jakarta lewat instruksi Gubernur Sutiyoso No.9 5. Pelaksanaan LAP I. dan oleh PT Garuda Dipta Semesta milik Anthony Salim yang menggandeng perusahaan air dari Perancis. di mana ditentukan setiap transaksi tanah atau bangunan senilai di atas Rp 30 juta sejak Januari 1998 akan dikenai pajak 5%. adalah harga padi lokal terus merosot tajam. Mereka juga mendapatkan hak eksklusif untuk mengelola seluruh asset PAM Jaya selama 25 tahun. Sementara itu BPN berkilah mengenai beban hutang.4 trilyun untuk pengembangan Jakarta. Pemda DKI mengambil alih dengan saham 10 persen. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap setiap lima tahun. Petani pedesaan mengalami kebangkrutan dan akan menyebabkan kerawanan ekonomi masyarakat pedesaan yang tak terkira. tanah akan dijadikan obyek penguasaan pemodal besar dan TNC. sementara Thames dan Lyonnaise sebagai pemilik saham mayoritas yaitu 90%. dan Palyja Rp 2. ternyata tidak terjadi. Warga juga tidak mengetahui keberadaan LAP sampai petugas BPN datang mengukur tanah mereka. Bahkan hasil analisis dari Bank Dunia sendiri berjudul “The Social Assessment of the Land Certification Program: The Indonesia Land Administration Project”. Dengan liberalisasi pertanian ini. LAP akan meliberalisasi pertanahan di Indonesia. tanpa perlu membangun jaringan infrastruktur dan pelanggan. Inilah awal dimulainya tragedi kehancuran ketahanan pangan Indonesia. dan akan mulai memasukkan obyek tanah masyarakat adat. Padahal privatisasi ini jelas-jelas melanggar Konstitusi UUD 45 pasal 33 dan UU No. Juga tidak ada standard biaya registrasi.Page 8 8 masuk dengan deras. Background Paper INFID untuk Lobby CGI. Dua perusahaan asing tersebut kemudian berganti nama menjadi PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Thames PAM Jaya (TPJ). “Hentikan LAP II dan Tinjau LAP I”. 18 Maret 2000 9 KPA’s First. Second and Third Memorandum on Land Administration Project in Indonesia. Dengan itu. Akan tetapi dalam penetapan harga air untuk semester I tahun 1999. 2 Oktober 2000. yaitu 2. Thames Water International (TWI). sehingga kini hanya mencapai sekitar Rp 600/kg. Padahal harga pupuk sudah sekitar Rp 700/kg. Sebuah kasus di Depok. karena 62% dari Tim Ajudikasi Tanah telah bubar sesudah proyek selesai. Oktober 2000 8 Page 9 9 agar Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya – milik Pemda DKI – diswastakan. Masalah “residual claims” ini seharusnya diselesaikan terlebih dahulu. Padahal harga jual air . Proses privatisasi ini melalui proses KKN.500. Bank Dunia lalu memberikan pinjaman sebesar Rp 2. Hasilnya tanggal 12 Juni 1994. sebagaimana sudah diduga.1 juta. 13 April 2000. Menurutnya pembayaran utang akibat program LAP ini akan diambil dari pemasukan UU PHTB (Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). di mana akhirnya dikuasai oleh PT Kekarpola Airindo milik Sigit Harjojudanto dan Bambang Trihatmojo yang menggandeng perusahaan air Inggeris. sebelum ada proses sertifikasi. Bisnis Indonesia. Bank Dunia merekomendasikan MEFP. dikeluarkan instruksi presiden (Suharto) untuk mengalihkan pengelolaan usaha air minum di Jakarta dan sekitarnya kepada swasta (privatisasi). dengan legalitas yang dijamin. Registrasi tanah LAP I yang katanya menggunakan prinsip transparansi. merupakan sektor yang strategis sekaligus bisnis besar. Penguasaan air minum Air minum telah dijadikan incaran banyak TNC dunia.

karena merusak lingkungan. tepung terigu. tetapi karena dijamin oleh pemerintah. Tanjung Enim Lestari pulp and paper. kroni dan anak-anak Suharto.Tiga besar ECA yang aktif di Indonesia adalah Bank Exim Jepang (JEXIM. dari tahun 1992-1996. Syaratnya adalah merupakan temuan baru. serta membawa bencana. Akan tetapi PAM kini tidak bisa berbuat apa-apa. dan Indikasi Geografis. Dengan TRIPs ini maka akan terjadi bahaya besar lewat pematenan atas kekayaan intelektual milik publik /komunitas. teknologi satelit. Paten lain untuk Jepang. Hasilnya. dan dapat diterapkan dalam industri (produksi massal). kayu legi. semua mega-proyek ini bermasalah karena mark-up proyek dan korupsi besar-besaran. proyek listrik Jawa dan Jawa Barat. JBIC (Japan Bank for International Cooperation) kini adalah ECA terbesar di dunia. yang memberikan hak istimewa bagi individu atau perusahaan atas karya ciptanya. yang juga mengelola proyek-proyek pinjaman bilateral pemerintah Jepang. Bank Exim AS. disebut Tempeh. juga untuk Sirkuit Terpadu. tepung beras. 1 paten mengenai antioksidan. atau 24% dari stok hutang Indonesia. Penjarahan kekayaan intelektual masyarakat/komunitas Perjanjian TRIPs (Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights). Merk. karena sudah terikat kontrak selama 25 tahun. Pada masa Suharto. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele. telah mematenkan kosmetiknya yang berasal dari berbagai bahan rempah di Indonesia. yakni Rp 2. tambang tembaga dan emas PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa. yaitu mikro-organisme dan jasad renik juga dapat dipatenkan. sekarang merger dengan OECF menjadi JBIC). dan bunga cangkok. menggusur rakyat dan menambah beban hutang. serta teknologi dan transport militer. seperti kayu rapet. Nampaknya proses privatisasi ini akan menjadi contoh bagi privatisasi air minum berikutnya di daerah-daerah lain. 27 November-3 Desember 2000 Page 10 10 Dalam kenyataannya. brotowali. PT Indah Kiat Pulp and Paper di Sumatera Selatan. hutang dari ECA sebanyak US$ 28. Diantaranya adalah berbagai pabrik pulp and paper. Suwarti tidak bisa berbuat apa-apa. yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership. yang merupakan badan milik pemerintah di negara-negara maju. Badan ini memberikan asuransi risiko politik apabila ada “jaminan balik” (counter guarantee) dari pemerintah Indonesia. Tercatat ada 19 paten tentang tempe. tepung jagung. dekstrin. tidak transparan. kemukus. karena biaya .4 milyar dengan beban utang Rp 394. temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. diluwih. Tambang Batu Hijau. Mafia Utang lewat Kredit Ekspor Fasilitas kredit ekspor disediakan oleh ECA (Export Credit Agencies and Investment Insurance Agencies). pulowaras. dan tambang INCO. justru 20 aktivisnya ditahan dan terus-menerus ditekan.PAM Jaya ke konsumen jauh di bawah itu. makanan tradisional Jawa. adalah proyek-proyek berbiaya tinggi yang penuh dengan KKN. Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe.2 milyar. juga telah dipatenkan. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe. nampaknya TNC dan pemerintah jalan terus. Shiseido. listrik Tambak Lorok. dengan sekedar merubah proses dan produknya. Meskipun merupakan proyek antar swasta. oleh pengusaha asal AS. Ini adalah kepentingan TNC bioteknologi yang telah memantenkan berbagai benih dan tanaman hasil rekayasa genetik. Artinya rakyat juga yang harus membayar hutangnya. Serikat Pekerja PAM yang juga telah berjuang untuk menentang proses ini. HAKI komunitas dapat saja dirampok oleh perusahaan-perusahaan asing maupun para peneliti/individu. yang biasanya merupakan mega-proyek milik konglomerat. penyulingan minyak Pertamina. 10 TEMPO. serta berbagai proyek semen. Pemerintah diwajibkan untuk menjamin keamanan politik dan membayar kembali investasi yang sudah dikeluarkan apabila proyek gagal akibat situasi politik.11 7. JBIC mendanai 10 proyek besar di Indonesia. karena besarnya kepentingan TNC-TNC di negara maju untuk mengerjakan berbagai mega-proyek infrastruktur lewat pembiayaan bilateral maupun multilateral. Perusahaan kosmetik besar Jepang. ECA kini cenderung semakin menggantikan mekanisme ODA (Overseas Development Assistance). dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. Perannya adalah merealisasikan berbagai proyek investasi dan infrastruktur berskala besar di negara-negara berkembang. 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan. cabe jawa. Sementara itu Tempe. telah diratifikasi oleh pemerintah. maka berbagai barang temuan dapat dikuasai siapa saja yang mendaftarkannya terlebih dahulu. Indocement. Na-kaseinat dan putih telur. LNG Pertamina. Paten atas makhluk hidup. Ini disebut sebagai biopiracy (pembajakan hayati). dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. Indonesia telah membuat 5 UU HAKI sebagaimana di atas. pelantas. Cara kerja ECA ini mirip mafia. Ini adalah perjanjian HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) terkait perdagangan. dan tidak membuka informasi kepada publik mengenai proyek-proyeknya. karena akan digaransi oleh pemerintah. defisit yang harus ditanggung pemerintah adalah sebesar Rp 86. kekurangan tersebut harus ditutupi oleh perusahaan daerah ini. dan PT Riau Andalan Permai di Riau.10 6. Sampai Oktober 2000. Semen Indo-Kodeco. mengandung langkah inovatif.130 per-meter kubik. dalam bentuk Paten. karena harus bersesuaian dengan TRIPs. proyek PLTGU Paiton I di Jawa Timur. dan Hermes dari Jerman.6 milyar. dan Hak Cipta. Sementara di Indonesia. maka risiko hutang swasta bisa menjadi hutang pemerintah. Jadi alhasil sebenarnya pemerintah mensubsidi rakyat atau mensubsidi TNC? Dan siapa yang membayar semua itu? Sampai kini pun layanan dan harga air tetap tidak memuaskan. ECA juga aman bagi TNC. ketika dia masuk ke pasar Amerika. salah satu perjanjian di dalam WTO. Hal ini telah terjadi dengan rempah-rempah Indonesia. Dengan UU Paten. Meskipun sudah berjuang lebih dari dua tahun. Rahasia Dagang. di mana 13 buah paten adalah milik AS. yaitu PT Tanjung Enim Lestari. lempuyang. karena di negara asalnya tidak dapat dikontrol parlemen. yaitu PLTGU Paiton. mega proyek yang didanainya. Di Indonesia proyek-proyek yang dibiayainya sebanyak 33 buah. Justru kemudian Suwarti yang dituntut oleh pengusaha tersebut. Demikian pula kasus pematenan disain kerajinan perak hasil kerja Suwarti di Bali.

5. Ada banyak alternatif yang tersedia sebenarnya. edisi I. Banyak alternatif yang mungkin dilakukan (There Are Many Alternatives). 9. moral. dan sekarang mereka menambahkan “Kompetisi Bebas” sebagai doktrin. berbagai kekayaan budaya itu tidak mungkin dipatenkan. dan liberalisasi macam apa yang harus ditolak mentah-mentah dan dibuang jauh-jauh. pendidikan dan lainnya. dan penyitaan harta jarahan kaum KKN untuk kepentingan negara dan program-program kesejahteraan rakyat. yaitu: 1. akan mengancam keberlangsungan benih tradisional dan kelestarian ECA NEWS. dan ekonomi yang layak. Dalam kasus lain. Menyokong diadakannya Tobin Tax terhadap arus keluar masuk modal swasta yang saat ini merupakan ‘hot money’ dan volatilitasnya sangat tinggi. seperti memperkuat Page 12 12 kembali hasil yang telah dicapai UNCTAD lewat GSP (Generalized System of Preference) dan pengurangan hutang. Penghapusan sebagian besar hutang karena alasan-alasan etika. 12. Jerman dan Jepang. Pertanian harus dirubah melalui agrarian reform. Pada masa lalu mereka memakai pendekatan “Economic Growth” (pertumbuhan ekonomi) sebagai doktrin. Kecenderungan ini akan semakin meningkat. Kerjasama Dunia Ketiga untuk bersama-sama menghadapi kepentingan negara-negara maju (G-7. Indonesia harus dapat memilah-milah liberalisasi macam apa yang memang dibutuhkan. karena merupakan milik publik. dan ikut serta merubah badan-badan tersebut agar menjadi badan yang terutama melayani kepentingan negara-negara Dunia Ketiga 7. transportasi. OECD). paten atas benih dan tanaman transgenik oleh TNC. Adapun rekomendasi kebijakan kongkrit yang perlu segera dilakukan agar kita bisa segera keluar dari keterikatan kepada kapitalisme global adalah sebagai berikut: Pertama. Melepaskan diri dari rejim devisa bebas dan rejim nilai tukar mengambang bebas (free-float exchange rate). “Export Credit Agency Finance in Indonesia”. termasuk AS. perekonomian Indonesia harus kembali ke rel-nya. Padahal bagi orang Indonesia. Indonesia harus segera memulai membenahi diri sendiri dan mengerjakan PR-nya yang tidak kunjung diselesaikan. Ekonomi kerakyatan ini . seperti dengan neo-protectionism. sehingga terjadi distribusi tanah dan sumberdaya yang merata. dan sebagai gantinya menetapkan kontrol modal (capital control) dan nilai tukar tetap (fixed exchange). yang dalam sejarahnya juga memakai ekonomi merkantilis dan proteksionis ketimbang pasar bebas di masa awal pembangunannya. kesehatan. sehingga tidak tergantung impor dari luar. ekonomi kerakyatan dan lain-lainnya. Selain itu diadakan berbagai kemudahan dan fasilitas serta perlindungan bagi petani untuk memperkuat sektor pertanian. Ketiga. sebagaimana yang terjadi dengan kasus Monsanto yang menanam kapas Bt di Sulawesi Selatan. Pertanian dijadikan prioritas utama perekonomian. seperti air. 6. Segala sesuatu yang bersifat publik haruslah bersifat gratis. Indonesia tidak membutuhkan resep neo-lliberalisme sebagaimana saran IMF. serta memperkuat sektor industri itu sendiri serta industri-industri kecil yang terkait dengannya. berorganisasi. asalkan kita tidak “turut dan manut” saja terhadap pasar bebas / globalisasi. yaitu pemberantasan segera atas KKN. Ini berarti di satu pihak memperkuat sektor pertanian. April 2000 11 Page 11 11 tanaman. Sistem ekonomi haruslah mendahulukan pasar domestik dan menaruh di belakang orientasi pada pasar ekspor. untuk di dapat resolusi yang layak bagi Dunia Ketiga. Pertanian lama-kelamaan akan menjadi lahan bisnis dan monopoli (paten) teknologi oleh TNC-TNC.peradilan HAKI sangat mahal untuk pengrajin seperti dirinya. 2. kebebasan berpikir. dan pemenuhan HAM sepenuhnya. Jakarta. yaitu negara menjalankan berbagai peran penyelenggaraan barang publik (public goods) dan prasarana publik (public facilities). welfare state. Petani akan semakin tergantung kepada benih-benih milik TNC. Sistem ekonomi jangan berprinsip pasar bebas (liberalisme ekonomi). listrik. dan karenanya perlu menerapkan ekonomi yang proteksionis dan kerakyatan. dan bukan untuk melayani kepentingan TNC dan konglomerat atas pasar eksport. Januari 2000. sektor kelautan dan lain-lainnya. Demokrasi yang diarahkan bagi penguatan aspirasi rakyat dan organisasi rakyat. BAGAIMANA MEWUJUDKAN PEREKONOMIAN BERKEADILAN SOSIAL Kini saatnya memformulasikan kebijakan ekonomi yang berkeadilan sosial yang memutus keterikatan dan ketergantungan kepada agenda globalisasi. Tidak tergantung kepada badan-badan multilateral. Bung Hatta dan lain-lain). sehingga memperkuat perekonomian rakyat. 4. Ini adalah kasus nyata pembajakan HAKI komunitas Indonesia oleh pemodal besar. pemrosesan hukum atas semua pelaku KKN Orba. Haruslah mencontoh berbagai pengalaman negara lain. Di lain pihak. WTO dan IMF telah membatasi pilihan-pilihan kebijakan yang ada dan memaksakan kebijakan yang hanya sesuai dengan agenda mereka. Stephanie Fried dan Titi Soentoro. berbicara. Indonesia masih dalam tahap-tahap awal perkembangannya. 3. Ini harus ditentang dan dicarikan alternatifnya. neo-keynesianism. Oleh karena itu berbagai kelompok nasional harus berembuk dan berdialog bersama guna menetapkan pokok-pokok pandangan dan visi nasional yang non-Pasar Bebas. Bank Dunia maupun WTO. Karena itu alokasi untuk sektor pertanian (termasuk kelautan dan perikanan) harus lebih besar dari yang lain-lainnya. Menolak paham Neo-liberal dan mencari alternatif ilmu ekonomi yang lebih mencerminkan kepentingan rakyat dan nasional. Industrialisasi berdasarkan pada bahan baku setempat. karena di sinilah hidup mayoritas rakyat. 11. Diadakan perekonomian yang berorientasi kepada kesejahteraan. 8. Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk pasar dalam negeri. TNC tersebut akan masuk langsung untuk menanamnya di negara bersangkutan. yaitu ekonomi kerakyatan (sebagaimana yang digagas oleh Bung Karno. 10. Kedua.

Perjuangan politik tetap bebas-aktif dan berdaulat. dan untuk itu Indonesia harus memainkan peran yang kuat dan tegas. sebagaimana RRC. yaitu dengan mensejahterakan rakyat miskin dan mengikis habis korupsi. Tidak sama sekali! Indonesia tetap ada dalam kapitalisme global. Inilah yang seharusnya terus dipikirkan oleh kita tentang Indonesia masa depan yang lepas dari diktator pasar kapitalisme global. Kuba. Libya. Vietnam. Perjuangan utama tetap di jalur ekonomi. dan penguasaan dan pengelolaan sepenuhnya kekayaan alam Indonesia yang melimpah-ruah. memutus sepenuhnya ketergantungan pada badan-badan multilateral. sebagai bangsa yang besar dan kuat. berarti kita akan diasingkan atau mengisolasi diri. dan tidak disepelekan dan diinjak-injak oleh negara-negara lain dan badan-badan global. penguatan pertanian dan pedesaan yang masih sekitar 70% perekonomian nasional. maka negaranya juga akan kuat. wilayah. kalau rakyat Indonesia kuat. Akan tetapi Indonesia tidak diikat oleh agenda neo-liberalisme. Bila tidak terikat. maka negaranya juga akan sejahtera.lokal). Bank Dunia dan WTO. Asumsi dasarnya adalah. Keempat. Apakah dengan memutus keterikatan kepada kapitalisme global tersebut.menempatkan rakyat Indonesia sebagai kekuatan dasar perekonomian. sebagai salah satu pemimpin negara berkembang. tetapi mempunyai kebijakan ekonomi-politiknya sendiri yang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhannya sendiri. seperti IMF. maka akan menjadi bangsa yang disegani dan tuan atas dirinya sendiri. Kalau rakyatnya sejahtera. dengan menghapus hutang haram dan peringanan berbagai beban hutang lainnya. yang mampu menggerakkan roda perekonomian lewat penguatan pasar domestik (nasional. maka negaranya juga akan cerdas. *** Options Disable þÿ Get Free Shots All About Economic . Hutang yang merupakan mekanisme ketergantungan harus segera diputus. Bila tetap terikat. Tentu saja tidak harus konfrontasional terhadap kekuatan kapitalisme global (yaitu AS dan Eropa Barat). Banyak hal yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk merebut kembali “kedaulatannya”. Kalau rakyatnya cerdas. maka kita hanya akan menjadi bangsa kuli yang rendah. Iran atau Venezuela. Demikian pula forum WTO harus dirubah menjadi forum bagi kepentingan negara-negara berkembang.

Tapi banyak perusahaan Indonesia banyak meminjam dolar AS. Otoritas Moneter Indonesia melebarkan jalur perdagangan dari 8 persen ke 12 persen. yaitu: menjual rupiah. persediaan mata uang luar yang besar. Nilai tukar semakin melemah. IMF datang dengan paket bantuan 23 milyar dolar. Moody’s menurunkan hutang jangka panjang Indonesia menjadi “junk bond”. tapi ini tidak cukup. Thailand. Habibie menjadi presidenSampai 1996. Rupiah dan Bursa Saham Jakarta menyentuh titik terendah pada bulan September. juga pertumbuhan ekonomi yang kurang berkembang di negara ini. Tetapi. Di tahun berikut. sejak era orde baru mulai terlihat kebusukannya Indonesia terus mengalami kemerosotan. Rupiah jatuh lebih dalam. praktisi ini telah bekerja baik untuk perusahaan tersebut — level efektifitas hutang mereka dan biaya finansial telah berkurang pada saat harga mata uang lokal meningkat. dan banyak yang bereaksi dengan membeli dolar. Dari awal 1998. terutama dalam bidang ekonomi. Suharto dipaksa mundur pada pertengahan 1998 dan B. pertukaran floating teratur ditukar dengan pertukaran floating-bebas. ketika rupiah menguat terhadap dolar. dan sektor bank yang baik. Indonesia dan Korea Selatan memiliki “current account deficit” dan perawatan kecepatan pertukaran pegged menyemangati peminjaman luar dan menyebabkan ke keterbukaan yang berlebihan dari resiko pertukaran valuta asing dalam sektor finansial dan perusahaan. permintaan dolar yang kuat. krisis ini menguat pada November ketika efek dari devaluasi di musim panas muncul di neraca perusahaan. Thailand megambangkan baht. Asia menarik hampir setengah dari aliran modal negara berkembang. menurunkan harga rupiah lebih jauh lagi. inflasi tak terkendali. penjualan rupiah. Pada Juni 1997. perdagangan surplus lebih dari 900 juta dolar.J. Pada 14 Agustus 1997. Indonesia terlihat jauh dari krisis. Rupiah mulai terserang kuat di Agustus. trackback Krisis yang melanda bangsa Indonesia.• • • • • • • Beranda Makro Mikro Tips Usaha UKM Akpem Enyong jump to navigation Awal Krisis Moneter Indonesia Juni 14. lebih dari 20 milyar dolar. 2007 Posted by dinconomy in Makro. Meskipun krisis rupiah dimulai pada Juli dan Agustus. Indonesia memiliki inflasi yang rendah. Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini. tapi rupiah jatuh lebih dalam lagi karena ketakutan dari hutang perusahaan. menjadi awal terpuruknya sebuah negara dengan kekayaan alam yang melimpah ini. Presiden Suharto memecat Gubernur Bank Indonesiaa. Pada Juli. . Pada Februari 1998. Tidak seperti Thailand. Perusahaan yang meminjam dalam dolar harus menghadapi biaya yang lebih besar yang disebabkan oleh penurunan rupiah.

sistem ilmu pengetahuan. Importir Barat mencari pemroduksi yang lebih murah dan menemukannya di Tiongkok yang biayanya rendah dibanding dollar. yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun. atau lebih luas bidang hukum. Kecepatan krisis ini telah membuat Sachs dan lainnya untuk membandingkan dengan pelarian bank klasik yang disebabkan oleh shock resiko yang tibatiba. m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain). apa definisi sesungguhnya sebuah sistem. Banyak pelaku ekonomi. manufaktur. Pokok bahasan itu demikian penting. menimbulkan efek bola salju. departemen. hanya menyoroti salah satunya. Dan. Yang paling penting. INDONESIA. politik. sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri. pasar bursa dan harga aset beberapa ekonomi Asia Tenggara. investor Barat kehilangan kepercayaan dalam keamanan di Asia Timur dan memulai menarik uangnya. mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini? Sebab suatu masalah selalu kompleks. keamanan dan pendidikan. selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem. alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. s(cience). teknik. Kemudian.Mei 31. pelayanan. telah meremehkan peran ekonomi nyata dalam krisis dibanding dengan pasar finansial yang diakibatkan kecepatan krisis. yang naik nilainya pada 1990-an. namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. penelitian. sedangkan Frederic Mishkin menunjuk ke peranan informasi asimetrik dalam pasar finansial yang menuju ke “mental herd” diantara investor yang memperbesar resiko yang relatif kecil dalam ekonomi nyata. Komentar» 1. saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan. keuangan. Sach menunjuk ke kebijakan keuangan dan fiskal yang ketat yang diterapkan oleh pemerintah pada saat krisis dimulai. pemasaran. system ilmu pengetahuan. Lalu. Kalimantan Selatan. Dimulai dari kejadian di Amerika Selatan. Baik untuk usaha khusus bidang pertanian. sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. mata uang Thailand dan Indonesia adalah berhubungan erat dengan dollar. sumber daya manusia dan kreativitas. 31 Mei 2008 Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen (Satu Sebab Krisis Indonesia) Oleh Qinimain Zain FEELING IS BELIEVING. . dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi. budaya. pertahanan. yaitu ilmu pengetahuan.Pelaku ekonomi telah memikirkan akibat Daratan Tiongkok pada ekonomi nyata sebagai faktor penyumbang krisis. termasuk Joseph Stiglitz dan Jeffrey Sachs. ekonomi. RRT telah memulai kompetisi secara efektif dengan eksportir Asia lainnya terutaman pada 1990-an setelah penerapan reform orientas-eksport. Krisis Asia dimulai pada pertengahan 1997 dan mempengaruhi mata uang. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . Krisis ini telah menimbulkan keinginan dari pelaksana ekonomi perilaku tertarik di psikologi pasar. Di sini. komputerisasi. Qinimain Zain . 2008 Banjarbaru.

karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie. Sondang P. sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen. Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya. setelah abad XVII. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Kedua. Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. cetakan ke-21. 2005:19. TQC Tahap Consolidation (1930-1945). Pengantar Ilmu Pemerintahan. Jakarta). Sampai abad XVII. cetakan VII. 2001). Gajah Mada University Press. to know). TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama. Tahap Kuantifikasi. Ketiga. Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan. Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie. “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen. Tahap ini peran tingkah-laku manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. Jakarta). Dan. Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25. merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan. Juga. cetakan kedelapan belas. didasarkan . Lebih jauh. Dasar-Dasar Manajemen. Manullang. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan. bukti nyata masalah. Kemudian. PT Refika Aditama. ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang): Contoh. baru dimulai tahun 1900. yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika. 1982:4. TQI Tahap Behavioral (1959-2000). perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. Yogyakarta). yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAINn (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority. Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat. Bandung). Keempat. cetakan ketiga. TQO Tahap Survival (1886-1930). TQS Tahap Human Relation (1945-1959). Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. Kemudian. Siagian menduga.Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan. oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo. Sondang P. Menemukan hukumhukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. Kemudian. sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. 2005:18-19. “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta. PT Gramedia. lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn. Sebelumnya. kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda.

teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu). email: tqz_strategist@yahoo. struktur. mengatasi. Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode. Anna . adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan. (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta). Artiya. Bandingkan. 2008 Thanks infonya…. tinggal di Banjarbaru. jika dibiarkan tanpa alat bantu. 2526). (Contoh. meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan. struktur. satuan ukuran. saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna. k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta – sistem mks. mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya. fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma. Paradigma baru.com). (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. itu pun tanpa satuan). TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode. BAGAIMANA strategi Anda? *) Ahli strategi.id (www.mampir yach Mas ke blog ku. teori dan hukum.co. padanan m(eter). Balas .November 26.scientist-strategist. TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang). (Yang ternyata benar dan saya penuhi. membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon). atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22. dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode. Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja – sistem ZQD. dan sebuah negara) pun mampu memahami. dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III. struktur. satuan ukuran. departemen. bukan komputer). satuan ukuran. Kelima. Balas 2. PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar. teori dan hukumnya. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138). Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen).blogspot. THANK you very much for Dr Heidi Prozesky – SASA (South African Sociological Association) secretary about Total Qinimain Zain: The New Paradigm – The (R)Evolution of Social Science for the Higher Education and Science Studies sessions of the SASA Conference 2008.gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data. Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert. Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45).

Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel. • • • • • RSS Home About Catatan Redaksi Tips & Trik Penulisan di Wartawarga Seberapa besar pengaruh krisis global dalam perekonomian Indonesia January 3rd. tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali. KRISIS MONETER DI AMERIKA SERIKAT . "margin requirement". kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. cari Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu. Kebijakan moneter Dari Wikipedia bahasa Indonesia. 2010 • Related • Filed Under PENGARUH KRISIS MONETER AMERIKA SERIKAT A.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga.message name þÿ email þÿ url þÿ say it! Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel. seperti menahan inflasi. giro wajib minimum. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

Sejak awal 2008. Sewaktu krismon Asia. karena pasar saham. Freddie Mac dan Fannie Mae. yaitu di Amerika Serikat. Ternyata dampak krismon Asia kalah jauh dibandingkan dengan krisis finansial yang melanda dunia sekarang. dan membeli saham di bursa New York dan London. Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara). Lehman Brothers. AIG. mereka tidak selamat menghadapi krisis kredit pembelian rumah (KPR) subprime di AS pada 2007/2008. India 52%. dan enggan meminjamkan dolarnya. Bear Stearns. Sementara pasar surat utang terpuruk. setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot. Hal ini bisa dilihat dari kepanikan investor dunia dalam usaha mereka menyelamatkan uang mereka di pasar saham. terpuruknya beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut adalah indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan kita sebelumnya. sebagai lembaga finansial raksasa AS. mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok. Namun. akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (troubled asset recovery program – TARP) senilai US$ 700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. Mereka juga selamat menghadapi resesi ekonomi dunia tahun 1930-an yang sering disebut “the great depression”. karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres. Investor kesulitan mencari safe heaven untuk memarkir dananya dan. Di AS. negara safe heaven pun mengalami krisis ekonomi yang parah. Tetapi krisis perbankan global bisa mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia. termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia. Krisis pasar modal (saham dan surat utang) global pada dasarnya hanya memengaruhi investor pasar modal. DAMPAK SECARA GLOBAL Krisis moneter di Amerika Serikat kali ini menumbulkan dampak luar biasa secara global. apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia. investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki sense of crisis. yang menceritakan dengan cukup detail tentang krisis moneter yang pernah terjadi. Inti cerita yang terjadi adalah sektor perbankan AS sedang terpuruk. Mereka selamat manghadapi resesi ekonomi dunia akibat embargo minyak OPEC tahun 1973 dan selamat menghadapi dua perang dunia. cash is king again“. . Namun. Merrill Lynch. termasuk Indonesia. Mereka ramai-ramai menjual saham sehingga bursa saham terjun bebas. selamat menghadapi resesi ekonomi AS paska serangan teroris tahun 2001. dan zona Eropa 37%. mari kita simak pendapat Fauzi Ichsan. Seberapa parah krisis finansial dunia ini? Patokan ada.Sebelum membahas lebih jauh. “Lama saya mengira bahwa krisis ekonomi terparah yang pernah saya alami adalah krisis moneter (krismon) Asia pada tahun 1997/1999. B. Senior Vice President Standard Chartered Bank. Investor bisa menjual saham dan surat utangnya di Indonesia. akibat krisis keuangan AS pada 1929. Eropa dan Jepang. bursa saham China anjlok 57%. Thailand dan Korea (walau rugi) yang mengalami krisis. Dari uraian di atas. kekurangan modal. surat utang dan komoditas semuanya anjlok. Artinya. setidaknya ada ’surga aman’ atau ’safe heaven’ bagi para investor global. Sekarang. kita tahu bahwa krisis moneter di Amerika Serikat akhir-akhir ini telah mewabah ke berbagai benua dan dipastikan lebih parah dari krisis yang sudah pernah terjadi.

DAMPAK DI INDONESIA . Masalah rumit yang terjadi sekarang. perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman ke para pengusaha dunia yang membutuhkan dolar untuk investasinya (untuk impor mesin. macetnya sistem pembayaran dan penyaluran kredit global sebagai ‘oksigen untuk napasnya dunia bisnis’. C.Akibatnya. suku bunga London Inter-Bank Offer Rate (LIBOR). Selain itu. yang lebih penting. resesi ekonomi AS dan Eropa akan lebih parah (sementara pertumbuhan ekonomi dunia melambat) pada 2009. turunnya harga properti AS (pemicu krisis subprime) belum berakhir (jumlah rumah yang belum terjual masih terlalu banyak). Kalau berhasil. Kebijakan di atas bisa berhasil. dan sebagainya). walaupun suku bunga bank sentral AS (atau Fed Funds Target Rate) sampai diturunkan ke 1. memulihkan kembali sistem perbankan dan pembayaran global yang lumpuh agar sirkulasi dana internasional bisa normal kembali – dan bank bisa memberi kredit lagi. Akibatnya. Artinya. tetapi suku bunga kredit untuk pelaku bisnis. Menurut para ahli ekonomi. sebenarnya hal itu merupakan bahaya sektor perbankan global. yang sebetulnya bisa melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dunia secara perlahan. bank sentral dunia mengerti betapa pentingnya melakukan kebijakan yang terkoordinasi. mengeluarkan aset bermasalah (terutama surat utang KPR subprime) dari perbankan AS dan memperbesar modal perbankan agar lebih bisa memberi kredit dalam jumlah yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. Pertama. karena pasar saham biasanya menguat 6-9 bulan sebelum sektor riil ekonomi pulih. sebagai patokan suku bunga yang digunakan oleh pelaku ekonomi. Tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve. dampak stimulus kebijakan moneter dan fiskal memang makan waktu lebih dari satu tahun. bank sentral dunia harus berani terus menurunkan suku bunga (untuk membantu meringankan bunga kredit) dan. Hal tersebut beralasan karena kebijakan ekonomi berskala global belum pernah dilakukan dalam sejarah. Kalau ekonomi dunia baru pulih 2010. melonjak tajam. Kita sudah tahu bahwa dolar AS merupakan mata uang inti dalam dunia usaha. bahan baku. European Central Bank. Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar. Bank of England dan Bank of Canada) akhirnya memangkas suku bunganya 0. kapan pasar saham global pulih? Paling cepat semester 1. Ketiga. termasuk di Indonesia. Akhirnya. tetapi risiko terjadinya resesi ekonomi dunia yang parah akan lebih besar kalau bank sentral dan pemerintah dunia tidak melakukan apa-apa. Hal lain yang dilakukan adalah kebijakan terkoordinasi bank sentral dan pemerintah dunia selebihnya harus ditujukan untuk memenuhi tiga sasaran. bukan anjloknya pasar saham. kapan hasilnya akan kelihatan? Paling cepat dua tahun.5%. Kedua. bisa juga gagal. kalaupun bisa dapat pinjaman. pabrik masih melakukan PHK masal dan masih banyak bank yang harus bangkrut. 2009.5%. Suku bunga bank sentral bisa rendah. sangat tinggi karena perbankan ketakutan meminjamkan dananya. Terjadi di tahun 2008 ini. sebelum pulih pada 2010. Jadi. pemerintah harus memperbesar belanjanya untuk pembangunan infrastruktur dan memberi stimulus ekonomi – karena investor swasta enggan berinvestasi dalam krisis likuiditas. Kenapa? Karena titik terburuk ekonomi AS dan Eropa belum tercapai: misalnya.

karena pembiayaan kegiatan investasi di Indonesia (baik oleh pengusaha dalam maupun luar negeri) akan terus menciut. Di pasar antarbank. Dari sini kita tahu bahwa dampak krisis moneter di Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya pada melemahnya nilai tukar Rupiah. dan Malaysia. Berikut akan dijelaskan dengan singkat. mulai dari pasar modal. krisis finansial global dan lumpuhnya sistem perbankan global yang berlarut akan berdampak sangat negatif terhadap Indonesia. 8 Oktober 2008. Jatuhnya Bursa Saham Dampak lain yang terjadi akibat krisis moneter di Amerika Serikat adalah jatuhnya bursa saham yang terjadi dalam pertengahan Oktober 2008.Dampak resesi ekonomi AS dan Eropa terhadap Indonesia tentunya negatif. krisis telah merasuk ke semua sektor. Ketiga negara ini memiliki penduduk yang banyak sehingga belanja masyarakatnya merupakan motor penggerak ekonomi yang kuat. tetapi karena net-ekspor (ekspor dikurangi impor) hanya menggerakkan sekitar 8% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. dan negara maju lainnya. Pada hari Jumat tanggal 10 Oktober 2008. Namun untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar. namun juga pada berbagai sector lain yang lebih rumit. BI juga tetap waspada dan terus menjaga agar tidak terjadi pergerakan gejolak yang terlalu besar. Bank sentral akan terus memantau perkembangan ekonomi global. maka dampaknya relatif kecil dibandingkan dengan negara tetangga yang ketergantungan ekspornya ke AS besar. pemerintah sebaiknya fokus menjaga daya beli masyarakat. Para ahli menilai tingkat krisis yang dihadapi Indonesia sangat berbeda dengan Amerika Serikat (AS). Untuk ekonomi Indonesia. Berbeda dengan krisis 1997. Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih sejalan dengan beberapa mata uang lainnya. Rupiah Melemah Akibat krisis moneter di Amerika Serikat. Eropa. Di AS. atau terakhir kali AS mengalami resesi. Emiten perlu dilindungi dari kemungkinan keterpurukan nilai harga saham akibat sentimen negatif pasar terhadap kondisi keuangan global yang sedang krisis. India. ada tiga negara di Asia yang tidak terlalu terpukul ekonominya: China. Meskipun para ahli ekonomi menilai kecil kemungkinan krisis ini menjelma menjadi krisis ekonomi berupa ambruknya perbankan dan sektor riil.000 per USD. . hingga sektor riil. Singapura. Hal ini dilakukan karena otoritas bursa ingin melindungi emiten. BI kini juga telah mengetahui pencatatan valas perbankan. pemerintah membatalkan rencana pembukaan kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup pada hari Rabu. Turbulensi di pasar finansial saat ini terjadi di seluruh dunia. rupiah bahkan sempat menembus Rp 10.860 per USD. BI sebagai bank sentral meminta pasar tidak panik menghadapi situasi saat ini. yang akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. perbankan. dan Indonesia. dampak negatif kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 125% pada 2005 jelas lebih besar dari pada dampak resesi ekonomi AS. nilai tukar rupiah melemah dan sempat menembus Rp 9. dan berusaha agar dampaknya bisa seminimal mungkin. Seperti pada tahun 2001/2002. penyerapan tenaga kerja melambat dan akibatnya daya beli masyarakat turun. Namun demikian. misalnya Hong Kong.

dan di Indonesia juga terkena dampaknya dengan melemahnya nilai Rupiah dan jatuhnya pasar saham. di Indonesia krisis hanya terjadi di pasar modal. kini muncul kekuatan ekonomi baru. Seperti di AS. Hal tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa meskipun krisis moneter di Amerika Serikat telah memicu krisis ekonomi global. seperti harga komoditas. kita tidak perlu khawatir karena krisis tersebut tidak akan melumpuhkan perekonomian Indonesia seperti yang terjadi pada sepuluh tahun yang lalu. pengaruh bursa itu sampai 1. 10 Februari 1998 I.Namun. seperti China.5 kali dari produk domestik bruto mereka. seperti Wall Street. Krisis keuangan global yang terjadi saat ini merupakan koreksi atas kesenjangan (gap) yang terjadi antara pertumbuhan sektor riil dan sektor finansial. Jadi. Keuangan dan Industri Disampaikan pada Rapim ABRI Jakarta. Penyesuaian yang terjadi di pasar modal dan nilai tukar domestik merupakan hal wajar karena seluruh dunia terkena imbas krisis keuangan AS. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga memberikan pendapatnya di sebuah surat kabar bahwa sebenarnya ekonomi tidak terlalu terpengaruh dengan ambruknya bursa dunia.” kata Wakil Presiden dalam sebuah wawancara di media massa. Penurunan ekonomi AS dan Eropa dinilai tidak perlu dikhawatirkan mengingat peran mereka dalam perdagangan dunia makin menyusut. ”Perbedaannya.com 1 KRISIS MONETER DAN DAMPAKNYA TERHADAP REPELITA VII Oleh: Ginandjar Kartasasmita Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi. jangan terlalu dirisaukan. kita banyak menggantungkan pada ekonomi domestik.0/10 (0 votes cast) Rating: 0 (from 0 votes) Popularity: 1% [?] www. Koreksi berupa penurunan harga-harga di sektor finansial dan kenaikan harga-harga di sektor riil. Sebagai gantinya. Kalau kita pengaruhnya hanya 20 persen.ginandjar. dan Rusia. Krisis yang terjadi di pasar modal dinilai tidak mudah bertransmisi ke sektor lain mengingat kontribusi pasar modal dalam sistem keuangan Indonesia amat kecil. India. PENDAHULUAN . Rating: 0.

dan Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada saudara-saudara yang merayakannya. Masalah pertama adalah akumulasi serta membengkaknya kesenjangan tabungan dan investasi masyarakat yang tercermin pula dalam defisit transaksi berjalan. dan pengaruhnya terhadap formulasi Repelita VII akan menjadi pusat pembahasan saya pada pagi hari ini. disertai dengan pengangguran yang meningkat pesat. adalah lemahnya sektor perbankan seperti tercermin dari besarnya kredit macet yang disebabkan oleh praktek perbankan yang tidak berhati-hati (prudent). karena Repelita VII harus merupakan penjabaran dari Garis-garis Besar Haluan Negara 1998 yang saat ini belum memperoleh pengesahan oleh wakil-wakil kita di MPR. dalam suasana yang sangat diwarnai oleh semangat silaturahmi ini. Pertumbuhan ekonomi kita menurun tajam. yang banyak pihak menyatakan telah melebihi kewajaran ini. Kondisi yang berat ini tentu akan mempengaruhi pembangunan nasional kita di masa depan.com kepada kelompok-kelompok bisnisnya. Seperti kita semua ketahui. Dampak negatipnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.9 miliar menjadi US$ 8. Di beberapa daerah telah terjadi rawan pangan yang cukup parah. Hal ini tidak saja melanggar ketentuan 2 perbankan legal lending limit.ginandjar. faktor eksternal tersebut diperkirakan lebih kecil efeknya daripada tiga masalah internal perekonomian kita yang mencuat ke permukaan selama dua tahun terakhir. Banyak kredit disalurkan bukan berdasarkan pada kriteria-kriteria yang umum digunakan. Sejak dilepaskannya rentang intervensi dalam bulan Agustus 1997 yang lalu.1 miliar. Banyak bank yang menyalurkan hanya www. Nilai rupiah telah merosot lebih dari 75 persen sejak bulan Juli 1997 yang lalu. Namun. Selanjutnya. Kedua. Kita harus mengakui adanya faktor imbas dari gejolak nilai tukar mata-uang negara-negara tetangga. Bagaimana proses terjadinya krisis ini masih belum dapat ditentukan secara tepat. Masalah krisis ekonomi. Krisis ekonomi yang sedang kita alami sekarang secara mendasar telah mengubah kondisi perekonomian Indonesia. KRISIS KEUANGAN Perkembangan nilai tukar Rupiah yang kita hadapi sejak Agustus hingga awal tahun 1998 ini menunjukkan gejolak yang lebih panjang dan lebih dalam. bangsa Indonesia sedang menghadapi cobaan yang sangat berat. Namun. Keadaan menjadi lebih buruk dengan adanya musim kekeringan yang sangat panjang. tetapi juga meningkatkan resiko usaha bank yang bersangkutan. maka saya akan membahasnya secara garis besarnya saja. Depresiasi Rupiah. Minal Aidin Wal Faizin. defisit transaksi berjalan terus mengalami peningkatan dari US$ 2.Pertama-tama. marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Illahi Rabi yang senantiasa melimpahkan rahmat dan lindungan-Nya kepada kita sekalian. Misalnya dalam kurun waktu 1993/94-1996/97. yang dimulai dari Thailand. misalnya keuntungan. Sektor . berkembang menjadi krisis ekonomi. terdapat faktor internal yang menyebabkan tajamnya penurunan nilai tukar rupiah. Kenaikan hargaharga tidak tertahankan lagi. II. namun ada beberapa faktor yang diperkirakan dominan mendorong terjadinya krisis. kami juga mengucapkan Selamat Lebaran 1418 Hijriah.

Kedua. Sebagai akibatnya inflasi meningkat. sehingga menimbulkan hambatan terhadap impor. Jadi depresiasinya adalah 75. yakni besarnya hutang perusahaan swasta kita dalam bentuk dolar. sampai Pemerintah perlu memberikan jaminan kepada nasabah dan kreditor Bank. Masyarakat kita sendiri menjadi enggan menyimpan dananya di perbankan dan cenderung menyimpan uang dalam bentuk dolar. yaitu mata-uang Baht. dan tentu saja akan sangat mengganggu kesehatan perusahaan mereka. harga barang jadi juga meningkat. dan terjadi pemutusan hubungan kerja. Untuk memulihkan kepercayaan tersebut.4 miliar. Akibat lanjutannya adalah makin meningkat lagi kredit macet di sektor perbankan. daripada dana dalam negeri. 10. Keadaan ini dianggap sebagai salah satu pemicu krisis ekonomi Indonesia. Sebagian bahkan secara teknis sudah bangkrut oleh karena modal neto sudah negatip. yang sangat diperlukan. Nilai hutang swasta saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$ 73. pihak swasta langsung memburu dolar untuk membayar hutang mereka. Krisis ini mempunyai ramifikasi yang sangat luas. Krisis moneter yang melanda kawasan Asia ini mengakibatkan rupiah terdepresiasi menjadi sekitar Rp.9 miliar 1 . padahal di negaranegara sekawasan yang juga terkena krisis moneter. Tingginya suku bunga dalam negeri pada waktu yang lalu membuat banyak perusahaan lebih tertarik mencari pinjaman luar negeri yang bersuku bunga lebih rendah. untuk menenangkan para depositor dan berangsur-angsur dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan kita.property juga mendapatkan kredit yang berlebihan. Industri perbankan yang lemah tersebut menjadi lebih lemah dengan adanya gejolak moneter. harga bahan baku dan barang antara (intermediate goods) terutama yang diimpor meningkat. Masyarakat internasional terlebih lagi sangat meragukan kesehatan lembaga keuangan dan perusahaan swasta nasional. 2.8 persen. Keadaan ini telah menyebabkan makin rendahnya kepercayaan masyarakat domestik maupun internasional akan prospek perekonomian kita. Kekhawatiran yang berlebihan ini menjadi kenyataan (self-fulfilling prophecy).430. walaupun sebagian daripadanya masa jatuh temponya belum tiba. yang juga didorong oleh menurunnya peringkat perusahaan swasta nasional kita yang diberikan oleh Standard & Poor dan Moody. Dengan adanya gejolak nilai tukar. khususnya dalam mata uang dolar AS. Bahkan Letter of Credit (L/C) yang dikeluarkan oleh bank swasta nasional tidak diterima oleh eksportir asing. Ini merupakan masalah ketiga. Mereka khawatir bahwa Rupiah akan terus melemah. Hutang luar negeri swasta meningkat dengan pesat selama Repelita VI ini. Kenaikan tersebut pada akhirnya harus diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. Likuidasi 16 bank pada bulan Nopember yang lalu ternyata semakin menggoyahkan kepercayaan nasabah dan kreditor bank kepada sistem perbankan kita. dari keseluruhan hutang luar negeri pada saat ini sekitar US$ 137. perusahaan-perusahaan baik BUMN maupun swasta yang mempunyai hutang luar negeri dan tidak mengasuransikannya (hedge) mengalami kesulitan melunasi pokok dan bunga hutangnya. karena semakin banyak yang memburu dolar maka rupiah semakin melemah. depresiasi yang tertinggi adalah 48.8 persen. Padahal pada 1 Juli 1997 yang lalu harga satu dolar Amerika masih Rp. termasuk bahan baku. Pertama. Sebagai akibatnya.000 per satu dolar Amerika pada hari terakhir ini. .

000 per dolar AS.7 persen atau 5. atau sekitar 8. Kedua masalah ini. dibandingkan perkiraan tahun 1997 sekitar 5. utamanya pada bulan Januari lalu yang mencapai sekitar 6. utamanya upah gaji tetap (fixed income earner). karena satu dan lain hal. yaitu sekitar Rp. 2. asumsi yang digunakan dalam penyusunan RAPBN 1998/99 adalah nilai tukar sebesar Rp. Sebagai negara yang selama 30 tahun berhasil mengendalikan inflasi pada tingkat yang aman sudah tentu keadaan ini sangat mengkhawatirkan.ginandjar. Hambatan terhadap proses penyesuaian harga ini. Akibatnya akan meningkat pula kerawanan sosial dan ancaman bagi stabilitas politik. Stok bahan baku untuk obat-obatan yang terbatas. Jika keadaan seperti sekarang ini terus berlangsung. Penyesuaian yang dilakukan oleh dunia usaha ini akan menyebabkan tingkat pengangguran masih meningkat. www. Pemerintah telah menyadari bahwa tingkat pengangguran akan meningkat. Bisa kita perkirakan bahwa pengangguran terdidik akan meningkat pesat pula. Inflasi dalam tahun anggaran 1997/98 sampai dengan Januari telah mencapai 16.9 persen. Keadaan akan lebih buruk apabila nilai tukar rupiah tidak menguat kembali seperti yang kita harapkan. akan menyebabkan daya beli masyarakat akan semakin menurun.com 3 pesat.3 juta pekerja. dan tanpa adanya pertumbuhan riil dari perekonomian kita. Bahkan diperkirakan tingkat pengangguran. suatu keadaan yang tidak pernah kita alami dalam kurun waktu Orde Baru ini. Kita harus menyadari bahwa proses penyesuaian dengan situasi baru ini masih belum selesai.000. Kita telah merasakan bahwa harga-harga kebutuhan bahan pokok telah meningkat dengan 1 Hutang swasta nasional sebenarnya hanya sekitar US$ 23. suatu tingkat inflasi tertinggi dalam kurun waktu 20 tahun ini. penyediaan obat-obatan yang hampir 90 persen bahan bakunya diimpor juga mengalami goncangan. Demikian pula dengan tingkat pengangguran kita yang akan semakin meningkat dengan menurunnya kemampuan penyerapan tenaga kerja akibat pertumbuhan . akan turun cukup besar. Dengan menggunakan asumsi ini.Kenaikan harga dari kebutuhan masyarakat ini tercermin dari kenaikan tingkat inflasi sejak Oktober 1997. inflasi dan pengangguran yang semakin meningkat.500 per dolar AS. serta menurunnya daya beli masyarakat akan menurunkan kemampuan masyarakat untuk mendapatkan obat-obatan yang sangat diperlukannya. Selain kebutuhan pokok.000/6. Walaupun inflasi dalam bulan Januari lalu sudah mencapai 6. 5. tingkat inflasi sekitar 20 persen.0 persen. dan sisanya sebagian besar terdiri dari hutang perusahaan patungan dengan pihak luar negeri. Sudah hampir dapat dipastikan bahwa upah riil buruh. karena dalam tingkat itu Rupiah kita overvalued. mencapai sekitar 10 persen dari angkatan kerja kita. akan berakibat penurunan produksi atau bahkan penutupan perusahaan sama sekali. proses penyesuaian harga tersebut belum selesai sehingga tingkat harga umum diperkirakan akan masih meningkat. tetapi di atas Rp. 5.07 miliar. Memang tidak akan kembali seperti semula. Seperti kita ketahui bersama.9 persen. sesungguhnya Rupiah kita menurut perkiraan sudah undervalued.7 juta pekerja. perekonomian kita akan mengalami pertumbuhan negatip.

Selain berdampak langsung terhadap penurunan produksi sektor pertanian. Dalam penyusunan anggaran tahun mendatang. saluran irigasi. -1. Untuk menjaga stabilitas harga pangan.ginandjar.negatip dari perekonomian kita. Pada tahun 1997 yang baru lalu. Musim kekeringan yang berkepanjangan yang menyebabkan mundurnya musim tanam dan panen pada tahun 1997/98 terjadi di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sejak bulan Pebruari ini mulai terasa berkurangnya curah hujan di beberapa tempat di Indonesia. sub-sektor tanaman bahan makanan mengalami pertumbuhan negatip. Melambatnya pertumbuhan sektor pertanian ini juga ikut memberikan tekanan berat pada kemampuan perekonomian Indonesia dalam penyerapan tenaga kerja. www. lingkungan dan usaha-usaha produktif lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Selain itu.com 4 Pemerintah menyadari bahwa krisis ekonomi akan mempunyai dampak yang besar dan harus ditangani dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat crash program. Dengan alokasi ini diharapkan daerah dapat memelihara momentum pembangunan dan kegiatan ekonomi masyarakat. Sektor pertanian yang diharapkan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi pada saat yang sulit ini tidak dapat tumbuh secepat yang diharapkan. ternyata gejala El Nino masih mempengaruhi iklim kita. Pemerintah telah mengimpor beras. sehingga berpengaruh pula pada laju inflasi. yang pada gilirannya menurunkan produktivitas sektor pertanian. curah hujan sangat sedikit sehingga kebakaran hutan harus selalu diwaspadai. Pekerja musiman. serta meningkatkan intensifikasi dan pemanfaatan lahan-lahan ‘tidur’ (tidak produktif). Selain krisis ekonomi kita juga mengalami kekeringan yang disebabkan oleh badai El Nino yang mempengaruhi kawasan Asia. peternakan dan perikanan masih dapat tumbuh lebih dari 4 persen. Kegiatan crash program ini diarahkan kepada pekerja berketerampilan rendah di daerah perkotaan dan perdesaan. keterlambatan musim tanam dan panen ini tidak dapat mendorong sektor pertanian untuk segera kembali pulih. Juga mempengaruhi ketersediaan komoditi pangan. Selain itu diupayakan peningkatan produksi pangan dengan menekan kehilangan hasil panen musim tanam 1997/98.6 persen. yang biasanya merupakan tenaga lepas. apalagi dalam keadaan krisis ekonomi saat ini. dan demikian juga dengan sektor kehutanan sebesar -0. upaya penanggulangan kemiskinan dan pemerataan pembangunan tetap dilanjutkan dan diprioritaskan. Biasanya sektor konstruksi di perkotaan dapat menyerap tenaga kerja yang berasal dari pedesaan dalam musim kemarau. sehingga musim hujan ini tidak berlangsung seperti biasanya. Sementara itu melalui program padat karya diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya. Anggaran rupiah yang didaerahkan mencapai dua per tiga dari seluruh tabungan pemerintah. Sedangkan jenis kegiatannya mencakup rehabilitasi atau pembangunan jalan desa. Namun krisis ekonomi yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan sektor konstruksi ini berdampak pada penurunan tenaga kerja musiman yang bisa diserap. Memasuki tahun 1998. Sedangkan sub-sektor tanaman perkebunan. . Bahkan di Kalimantan Timur. musim kekeringan inipun mengakibatkan kebakaran hutan di beberapa daerah.8 persen. ini merupakan kelompok sasaran dari program padat kerja yang sudah mulai kita laksanakan.

serta pengembangan agroindustri dan produksi pangan. Selain itu Pemerintah telah menyusun program reformasi dan restrukturisasi ekonomi dan keuangan yang menyeluruh dan mencakup berbagai bidang. Keadaan ini mungkin menyebabkan sebagian dari kita mengira bahwa hal ini merupakan akibat dari reformasi yang kita sudah mulai dan akan kita jalankan terus. www. Krisis ekonomi yang sedang kita alami ini merupakan cobaan yang sangat berat bagi perjalanan hidup bangsa kita. sementara hargaharga kebutuhan pokok naik dengan cepat. Program-program itu meliputi bidang moneter. Pemerintah menjalankan kebijaksanaan fiskal dan moneter yang ketat. yang relatif padatkarya dan tidak begitu terpengaruh oleh melonjaknya nilai tukar Rupiah terhadap mata-uang asing. investasi dan privatisasi BUMN. pemberian jaminan atas deposito masyarakat dan pinjaman perbankan. telah banyak yang dilaksanakan dengan dikeluarkannya berbagai peraturan dan Keputusan Presiden serta Instruksi Presiden yang bertujuan menyehatkan sistem perbankan kita dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat. perdagangan dalam dan luar negeri. fiskal.ginandjar.Upaya penciptaan lapangan kerja juga terus dilanjutkan dan mencakup antara lain program pengembangan wirausaha. Kemungkinan besar sebagian sasaran-sasaran yang ditetapkan dalam Repelita VI akan sulit dicapai. pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Langkah-langkah reformasi ini merupakan langkah yang harus dijalani agar kita dapat keluar dari krisis ekonomi ini. Sementara itu dalam rangka kebijaksanaan moneter ketat maka suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dinaikkan. Di sinilah diharapkan peran ABRI. dan berbagai program lainnya. perbankan. Pengangguran diperkirakan masih akan meningkat.com 5 Dalam proses penyesuaian ini diperkirakan tidak akan terjadi pertumbuhan untuk tahun 1998/99. penyelesaian utang swasta. Kebijaksanaan fiskal yang dilaksanakan antara lain meliputi penjadwalan kembali beberapa proyek-proyek dan merevisi penggunaan anggaran pembangunan. Sehingga dalam memasuki Repelita VII kita masih akan mengejar berbagai sasaran yang belum terpenuhi pada Repelita VI. Pada tataran makro langkah-langkah untuk mengatasi berkembangnya gejolak nilai tukar Rupiah telah diupayakan sejak awal gejolak. Sebagian dari kita mungkin tidak bisa menerima program-program reformasi yang akan dan sudah dijalankan. bahkan oleh duniapun telah dianggap sebagai kondisi yang dapat mengganggu ekonomi kawasan dan ekonomi dunia pada umumnya. Pandangan itu tidak sepenuhnya tepat. Memang reformasi ini terasa seperti pil pahit yang harus kita ‘telan’. misalnya pembentukan Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan. Kita tidak dapat mengetahui berapa lama kita akan keluar dari krisis ini dan setelah keluar . III. Sejak diumumkannya program reformasi ini oleh Bapak Presiden pertengahan bulan Januari 1998 yang lalu sebagai kesepakatan dengan IMF. REPELITA VII Dengan berbagai keadaan seperti yang saya uraikan di atas jelas bahwa sesungguhnya kita sedang dalam keadaan krisis ekonomi yang terparah sejak awal Orde Baru. yaitu mengamankan pelaksanaan langkah reformasi dengan mencegah oknum-oknum mengail di air keruh.

Pemeliharaan stabilitas politik tersebut harus didukung dengan upaya-upaya penyediaan bantuan sebagai jaring penyelamat (safety net). kita juga sudah mendapatkan bukti bahwa untuk membantu saudara-saudara kita ini harus dilandasi dengan konsep pemberdayaan. Berdasarkan pengalaman pertumbuhan yang selalu tinggi inilah kita menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi selama PJP II sebesar rata-rata 7 persen per tahunnya. Potensi pertumbuhan perekonomian ini dapat kita dekati dari sumber-sumber pertumbuhannya. Perlu saya tekankan di sini bahwa prioritas pembangunan dalam Repelita VII tetap pada bidang ekonomi seiring dengan pembangunan SDM. Nampaknya untuk kurun waktu Repelita VII segala keberuntungan ini akan sulit kita peroleh lagi.dari krisis berapakah tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan tersebut. Indonesia dianggap sebagai tempat yang sangat menguntungkan dalam melakukan investasi. Kondisi ini juga menuntut ABRI untuk tetap dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan kita. baik finansial. Investasi langsung luar negeri selalu meningkat dengan pesat. dan produktivitas. dana luar negeri dalam bentuk pinjaman maupun portofolio-pun meningkat dengan pesat. kita bisa menganggap bahwa pertumbuhan 7 persen adalah pertumbuhan yang berkelanjutan sesuai dengan daya dukung perekonomian kita. dengan perkembangan akhirakhir ini perekonomian kita mengalami penyesuaian struktural yang sangat drastis. Namun. pertumbuhan ekonomi kita selama ini memang cukup tinggi. Sehingga sasaran rata-rata pertumbuhan pada Repelita VII sebesar 7 persen untuk sementara ini di luar jangkauan kita.2 persen. Dalam dua atau tiga tahun ke depan para investor akan sangat berhati-hati sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. yaitu pertumbuhan modal. memberi akses kepada mereka untuk dapat meningkatkan modal. Dengan kata lain. tenaga kerja. Selama 30 tahun terakhir ekonomi Indonesia tumbuh dengan rata-rata 7 persen per tahun. Bahkan. Berkurangnya kepercayaan pihak luar negeri terhadap mata uang kita akan mengakibatkan lebih langkanya investasi langsung luar negeri maupun dana luar negeri lainnya. pertumbuhan. Satu-satunya jalan adalah memberdayakan. Karena memang saudara-saudara kita inilah yang paling rawan dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi. Selain itu. Selama ini Indonesia dianggap sebagai tempat yang menarik untuk melakukan investasi. dan landasan kebijaksanaan pembangunan tetap pada Trilogi Pembangunan. dan stabilitas. Saat ini telah dijalankan berbagai proyek padat karya. maupun SDM dengan penyediaan fasilitas- . khususnya untuk mengurangi beban masyarakat kita yang berpendapatan rendah dan miskin selama proses penyesuaian ini berlangsung. Akumulasi modal diperkirakan tidak akan meningkat secepat beberapa tahun terakhir ini. Mungkin saja tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan untuk Indonesia akan berada di bawah pertumbuhan yang biasa kita nikmati selama ini. Kita tidak akan melindungi secara berlebihan. yaitu pemerataan. Hanya sedikit lebih rendah dari tahun 1995 yang mencapai 8. Proyek-proyek seperti ini mungkin masih akan diperlukan pada awal-awal Repelita VII sehingga lapisan masyarakat yang terkena dampak krisis keuangan mempunyai waktu untuk dapat menyesuaikan dengan keadaan ekonomi yang baru. Seperti kita ketahui. dalam tahun 1996 pertumbuhan ekonomi kita mencapai sekitar 8 persen. Selain investasi langsung luar negeri. Dengan demikian kita terbiasa dengan masuknya modal dari luar negeri untuk mendukung pembangunan yang sedang kita jalankan. Karena hal ini hanya akan memperlemah.

faktor ini tidak menjadi permasalahan. Secara kuantitas.ginandjar. Pemantapan pelaksanaan reformasi ekonomi harus terus dilanjutkan. Karena hanya dengan kepercayaan yang semakin mantap ini. Melanjutkan pemulihan kepercayaan terhadap mata uang rupiah dan pasar modal harus menjadi prioritas utama. Sumber pertumbuhan yang kedua adalah pertumbuhan angkatan kerja. akan mencapai tingkat yang berkelanjutan lagi. kesehatan dan lainnya. yaitu selambat-lambatnya tuntas pada Repelita VIII. Dalam jangka pendek memang kita tidak akan kekurangan tenaga kerja tetapi pada saat kita terlepas dari resesi ini. selain untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dengan lebih cepat. Kita masih bertekad bahwa kemiskinan absolut sebagian besar sudah akan terselesaikan pada akhir Repelita VII. Selain itu. Perbaikan kurikulum perlu dilakukan pada semua tingkat pendidikan. Dengan demikian. Kita tidak boleh melupakan program pengentasan masyarakat miskin. Secara bertahap subsidi tersebut harus kita kurangi lagi. seperti beras. Program ini harus dilanjutkan. Program Wajib Belajar 9 tahun (WAJAR 9 tahun) akan tetap mendapatkan prioritas yang tinggi.com 6 ditingkatkan dalam Repelita VII. Kebijaksanaan ekonomi yang akan diambil dalam Repelita VII harus pula mengacu pada komitmen kita terhadap lingkungan internasional.3 persen. adalah melanjutkan proses pemulihan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. dan BBM. Namun agar efektif diperlukan sumber daya manusia yang lebih baik. pendidikan juga akan memperkecil tingkat kesenjangan pada masyarakat kita. APEC dan AFTA. Dalam penanggulangan kemiskinan. apalagi bila struktur industri kita menjelma dengan bentuk yang berbeda.fasilitas pelayanan sosial yang diperlukan seperti pendidikan. gula. telah terbukti selama ini bahwa peningkatan pendidikan masyarakat kita merupakan ‘modal’ bagi masyarakat kita yang berpendapatan rendah untuk meningkatkan kesejahteraannya.5 juta atau sekitar 11. seperti WTO. Saudara kita yang harus hidup di bawah garis kemiskinan absolut berjumlah 22. Sudah tentu pemerintah tidak dapat melakukan sendiri penyelenggaraan pendidikan tinggi tersebut. Dengan makin banyaknya lulusan . maka investasi dan oleh karena itu pertumbuhan ekonomi. bahkan www. kita telah mendapatkan hasil yang cukup menggembirakan. Untuk itu dalam Repelita VII segala upaya wajib belajar yang telah dilakukan di sekolah dasar akan terus dilanjutkan. Upaya peningkatan tingkat partisipasi pada tingkat sekolah menengah pertama dan atas akan terus diupayakan selama Repelita VII ini. kedele. Di samping menjaga stabilitas politik. Namun untuk satu dua tahun ke depan ini Pemerintah tampaknya harus kembali memberi subsidi pada masyarakat untuk beberapa kebutuhan pokok. Pemerintah membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk ikut serta dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. sehingga dapat dilakukan sesuai rencana. walaupun jumlah penduduk miskin masih besar. Selanjutnya dalam situasi yang sulit ini kita juga tidak akan melupakan pendidikan tinggi. salah satu tugas utama kita dalam menarik minat investor dalam Repelita VII. terigu. Dalam suasana ekonomi yang makin terbuka dan bebas ini lulusan pendidikan tinggi akan makin dibutuhkan. kebutuhan akan sumber daya manusia yang lebih berkualitas tidak dapat dihindari.

namun hal ini masih lebih baik bagi pekerja daripada harus kehilangan pekerjaan. Namun penurunan produktivitas tenaga kerja mungkin akan terjadi dalam proses penyesuaian. dunia usaha juga akan dapat segera meningkatkan produktivitas usahanya dengan cepat jika proses penyesuaian telah berhasil dilaluinya. peningkatan peran pemerintah daerah harus ditingkatkan. Berbagai keputusan akan lebih banyak dilakukan oleh para pelaku pasar. . Sudah tentu masih banyak lagi program-program penting yang akan masuk dalam Repelita VII.perguruan tinggi diharapkan kita akan semakin kompetitif. Karena kemampuan sumber www. Di lain pihak. desentralisasi tidaklah cukup hanya dengan kemauan politik semata. Tidak kalah pentingnya sebagai sumber peningkatan produktivitas adalah realokasi sumber daya ekonomi. Peningkatan kualitas SDM seperti diuraikan di atas akan sangat menunjang peningkatan produktivitas. Pemerintah daerah lebih mengetahui karakteristik daerah dan kebudayaan setempat. Selain itu. Desentralisasi harus pula dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia di daerah. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan dunia usaha kita untuk tidak begitu saja memecat para karyawannya. Karena pemerintah daerahlah yang merupakan ujung tombak dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah. Sehingga agenda yang penting dalam Repelita VII adalah mendorong proses desentralisasi.ginandjar.com daya yang tidak memadai justru akan menurunkan efisiensi dan efektivitas dari 7 proyek pembangunan di daerah. saya mengharapkan Rapim ABRI ini dapat pula memberikan masukan agar dapat ikut mewarnai Repelita VII. utamanya setelah proses penyesuaian yang sedang kita alami saat ini. Dalam rangka peningkatan produktivitas tersebut. Reformasi ekonomi yang sedang kita lakukan akan membebaskan segala macam hambatan dalam realokasi sumber daya ekonomi tersebut. walaupun produktivitas mungkin akan menurun. Dengan demikian. tanpa harus mencari dan melatih pekerja baru lagi. Walaupun kita masih menghadapi krisis ekonomi yang sangat berat ini. Sumber pertumbuhan ketiga adalah peningkatan produktivitas. Proses umpan balik dari masyarakatpun diharapkan memberikan hasil yang lebih cepat. IV PENUTUP Demikianlah uraian saya mengenai berbagai keadaan serta prioritas yang akan melatarbelakangi pembuatan Repelita VII. tetapi saya percaya bahwa ekonomi kita jauh akan lebih sehat setelah krisis ini terlewati.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->