PERANAN DIAGNOSTIK DAN PERBAIKAN DALAM PROSE BELAJAR MENGAJAR Dalam kehidupan persekolahan, seorang guru selalu berhadapan

dengan sejumlah murid yang mempunyai ciri khas masing-masing. Secara ekstrim dikatakan bahwa sebenarnya setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya sebagaimana berbedanya sidik jari. Untuk memberikan kesempatan berkembang yang wajar bagi anak di luar rata-rata ini, seorang guru perlu memiliki kemampuan dan keterampilan untuk melaksanakan diagnosis dan perbaikan belajar. Dia memerlukan pengetahuan dan keterampilan untuk µmelihat¶ adanya kemampuan yang menyimpang dari kemampuan rata-rata, melaksanakan suatu µpengujian atau pemeriksaan¶ tentang penglihatannya itu , dan akhirnya memprakarsai tindakan perbaikan dalam mengajar dan belajar, hingga anak yang kemampuannya menyimpang tersebut dapat berkembang sesuai dengan kecepatannya. Diantara peranan yang penting tersebut beberapa di antaranya diuraikan berikut ini: 1. Diagnosis dan perbaikan belajar mempunyai peranan sangat penting dalam membantu murid untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya. Keberadaan program diagnosis dan perbaikan belajar sangat besar artinya bagi siswa yang mempunyai kemampuan yang berbeda dari kemampuan umum teman-temannya sekelas. Tanpa adanya program diagnosis dan perbaikan belajar, anak yang kurang mampu akan selamanya tertinggal dari teman-temannya, dan anak yang pintar mungkin akan menyalurkan kemampuannya yang berlebih ke hal-hal yang negatif. 2. Diagnosis dan perbaikan belajar membuat guru lebih mengenal muridmuridnya. Program ini akan menyadarkan guru akan µkeanekaragaman¶ muridnya. Kesadaran ini akan mendorong guru untuk lebih memvariasikan kegiatan belajar-mengajarnya yang dikelolanya sehingga setiap murid dalam kelas dapat memetik manfaatnya. 3. Akibat dari butir 1 dan 2 program diagnosis dan perbaikan belajar akan sangat berperan dalam meningkatkan kepuasan guru mengajar dan kepuasan murid belajar. Murid yang belajar dalam kondisi yang memungkinkan dia maju sesuai dengan kecepatannya akan merasa memiliki suatu kemampuan karena dia dapat menguasai apa yang dipelajarinya.

b. sedangkan perkiraan penyebab kesulitan itu adalah kurangnya motivasi untuk belajar IPS. guru perlu mengelompokkan bidangbidang tersebut ke dalam bidang-bidang yang: 1. . Analisis hasil diagnosis Kegiatan perbaikan belajar-mengajar dimulai dengan menganalisis hasil diagnosis. Artinya. Mungkin ditangani dengan bantuan orang lain dan 3. kesulitan khususnya dalam hal mengingat fakta-fakta. daya ingatan Tuti yang lemah.Prinsip-prinsip Diagnosis dan Perbaikan Belajar Dalam melaksanakan diagnosis dan perbaikan belajar beberapa hal perlu diperhatikan dengan cermat dan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan. 1) Belajar adalah suatu perbuatan yang sangat kompleks. Dalam hal ini. kesulitan belajar juga disebabkan oleh berbagai faktor yang kadang-kadang berinteraksi satu dengan yang lainnya. Keberhasilannya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kadang-kadang susah untuk dipisahpisahkan 2) Sehubungan dengan butir 1. Mungkin ditanganinya sendiri 2. Prosedur Perbaikan Belajar Mengajar a. dan kurangnya waktu untuk menghafal. Tidak mungkin ditangani oleh guru. Menentukan bidang yang perlu mendapat perbaikan Berdasarkan analisis hasil diagnosis. perbaikan belajar yang efektif untuk seorang murid belum tentu efektif untuk murid lainnya. 3) Gejala kesulitan belajar dapat muncul dalam berbagai bentuk 4) Diagnosis dan perbaikan belajar hendaknya dilakukan sedini mungkin 5) Ketercapaiannya dan rasa simpati merupakan dasar pelaksanaan diagnosis dan perbaikan belajar 6) Diagnosis yang tepat akan menghasilkan perbaikan belajar yang mungkin tepat pula 7) Perbaikan belajar bersifat unik. guru menentukan bidang-bidang yang perlu mendapat perbaikan.A. Hasil diagnosis diharapkan memberi/menyediakan informasi tentang µjenis kesulitan khusus¶ yang dialami oleh murid serta penyebab munculnya kesulitan belajar tersebut. Misalnya dalam kasus Tuti. B.

Dalam hal ini guru mengembangkan setiap komponen program yang mencakup. Melaksanakan program perbaikan Setelah program direncanakan. Menyusun program perbaikan Setelah menetapkan bidang yang mungkin ditangani oleh guru sendiri. Tujuan perbaikan Materi perbaikan Metode penyampaian Waktu yang diperlukan Penilaian kemajuan murid. Oleh karena itu. 5.Bentuk-bentuk perbuatan belajar Dalam bentuk-bentuk di bawah ini. kejadian/peristiwa. Aspek-aspek tersebut sering dikenal dengan nama µfungsi-fungsi psikis¶ yaitu ciri-ciri khas manusia untuk menghadapi lingkungan hidup yang meliputi orang. Program dapat dikembangkan untuk sekelompok murid yang mempunyai kesulitan belajar dalam bidang yang sama. Perbaikan belajar mengajar pada umumnya merupakan program tambahan bagi mereka yang memerlukannya agar mereka dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya. c. 2. tentu mustahil melaksanakannya pada jam pelajaran sekolah tanpa mengorbankan waktu belajar murid lain. 1. Yang menjadi tanda tanya besar adalah µkapan¶ program ini harus dilaksanakan dan bagaimana dengan waktu pelaksanaannya. digunakan istilah-istilah psikologis seperti halnya dengan aspek-aspek kepribadian. 4. Lebih-lebih jika yang memerlukan bantuan ini hanya beberapa orang murid. . Namun. 3. tiba saatnya kini untuk melaksanakannya. C. dan sebagainya. misalnya. istilah kognitif. dan benda. sensorimotorik. guru mulai menyusun program perbaikan belajar mengajar. guru diharapkan rela menyediakan waktu tambahan bagi para murid yang memerlukannya. d. misalnya kelompok murid yang mendapat kesulitan dalam memahami konsep penjumlahan atau menghafal faktafakta.Masalah/bidang-bidang yang mungkin ditangani sendiri oleh guru sendiri adalah bidang yang langsung berkaitan dengan proses belajar-mengajar. lebih sering program ini perlu disusun untuk seorang murid yang mendapat kesulitan khusus.

Informasi verbal (verbal information) Yang dimaksudkan dengan informasi verbal ialah pengetahuan yang dimiliki seseorang dan dapat diungkapkan dalam bentuk bahasa. terbentuk suatu ketentuan yang mempresentasikan suatu keturunan. lisan atau tertulis. maupun yang lebih bersifat teoritis (bidang studi). b. lisan dan tertulis. kemampuan untuk menuangkan pengetahuan itu dalam bentuk bahasa yang memadai. Jadi yang memiliki pengetahuan tertentu. angka. Konsep (concept) Konsep atau pengertian adalah satuan dari yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri sama. gambar). sehingga dapat dikomunikasikan pula kepada orang lain di berbagai bidang studi. . baik bidang yang lebih bersifat praktis. Kemahiran intelektual dikategorikan menjadi empat yang diurutkan secara hirerkis. Pengetahuan itu diperoleh dari sumber yang menggunakan bahasa juga. kata. pengetahuan berkaitan satu sama lain. orang mampu membedakan objek yang satu dari yang lainnya.Semua bidang belajar ini tercakup dalam ³lima jenis belajar¶ yang secara berturut-turut dijelaskan di bawah ini. sehingga menjadi orang yang µberpengetahuan¶. sehingga seseorang dapat memperoleh seperangkat pengetahuan (body of knowledge) di berbagai bidang. artinya sub kemampuan yang ada dibawah menjadi prasyarat bagi sub kemampuan yang diatasnya dan tercakup di dalamnya. khususnya konsep dan berbagai lambang/simbol (huruf. Kemahiran intelektual (intellectual skill) Yang dimaksud dengan kemahiran intelektual ialah kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan hidup dan dirinya sendiri dalam bentuk suatu representasi. a. Dalam banyak hal. y Kaidah (rule) Bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain. Empat sub kemampuan tersebut adalah : y y Diskriminasi jamak (multiple discrimination) adalah kemampuan mengadakan diskriminasi.

Misalnya saja. misalnya kita mengenal 1) Belajar bahasa (verbal learning) 2) Belajar rangkaian huruf tanpa arti (non sensase syllabus learning) 3) Belajar serangkaian bahan (serial learning) . Sikap (attitude) Sikap merupakan kemampuan internal yang berperan sekali dalam mengambil tindakan. mempunyai aplikasi yang luas sekali. Sebagai contoh. dengan mengadakan koordinasi antara gerak-gerik berbagai anggota badan secara terpadu. D. lebih-lebih bila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak.y Prinsip Dalam prinsip telah terjadi kombinasi dari beberapa kaidah. seorang pengemudi sudah menguasai keterampilan mengendarai kendaraannya sedemikian rupa. Kemampuan mengatur kegiatan kognitif pada diri sendiri. mampu melakukan suatu rangkaian gerak jasmani dalam urutan tertentu. Bertitik tolak dari hal yang harus dipelajari itu. sehingga konsentrasinya tidak seluruhnya termakan oleh penanganan peralatan kendaraan dan perhatiannya dapat dipusatkan pada arus lalu lintas di jalan. Dalam kehidupan manusia. d. Pengaturan kegiatan kognitif (cognitive strategy) Gagne menyebut µcognitive strategy¶ sebagai cara menangani aktivitas belajar dan berpikir sendiri. Orang yang memiliki sikap yang mantap mampu untuk memilih secara tegas diantara beberapa kemungkinan. makin baik pula hasil pemikirannya. Faktor bahan atau hal yang harus dipelajari Bahan atau hal yang harus dipelajari ikut menentukan bagaimana proses belajar itu terjadi dan bagaimana hasil yang dapat diharapkan. keterampilan motorik memegang peranan yang sangat pokok. sehingga terbentuk kaidah yang bertaraf lebih tinggi dan lebih kompleks. Keterampilan motorik (motor skills) Orang yang memiliki suatu keterampilan motorik. Kompleksitas hal yang harus dipelajari juga besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar. belajar mengenai keterampilan dan belajar mengenai pemecahan soal tidaklah sama. c. e. Makin mampu seorang dalam hal ini.

terutama penglihatan dan penginderaan. Lingkungan sosial. perlengkapan belajar. c. Jika diuraikan.Faktor-faktor lingkungan Faktor-faktor lingkungan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok 1. Faktor-faktor ini dapat berwujud gedung. kelembaban udara berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. langsung berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar.a. barangkali kondisi individu pelajar yang memegang peranan paling menentukan. 2. terdapat pengaruh kurang menguntungkan dari lingkungan terhadap proses belajar. Lingkungan alami seperti keadaan suhu. dan sebagainya. Kondisi psikologis Semua keadaan dan fungsi psikologis tentu saja berpengaruh terhadap proses belajar yang juga bersifat psikologis itu. Kondisi fisiologis Kondisi fisiologis pada umumnya sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar seseorang. Faktor instrumental Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang pengadaan dan penggunaannya dirancangkan sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. dan hiruk pikuk lalu lintas b. Di samping kondisi fisiologis umum itu. kondisi individu ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu: 1. 2. seperti suara mesin pabrik. Dalam banyak hal. Beberapa faktor yang utama akan dikemukakan yaitu : o o o Minat Kecerdasan Bakat . hal yang tidak kalah pentingnya adalah kondisi pancaindera. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan-tujuan belajar yang telah dirancangkan pula.Kondisi individu pelajar Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. alat-alat praktikum. Evaluasi mengenai keberhasilan usaha belajar harus memperhitungkan faktorfaktor instrumental itu. baik yang berwujud manusia dan representasinya maupun yang terwujud hal-hal lain.

seperti menghafal pedoman kata Indonesia. sehingga orang lain dapat menangkapnya dengan jelas. cukup berperan jika siswa mempelajari banyak pedoman katakata atau banyak fakta. Menciptakan suatu bayangan yang berfungsi sebagai penghubung antara kedua kata yang harus dihafal. Kondisi ekstern yang berlaku dalam belajar informasi verbal mencakup: 1) Cara informasi itu disajikan 2) Pengaturan waktu yang dilakukan untuk menyebarkan periode-periode waktu mengulang kembali pedoman kata yang sedang dipelajari.o o Motivasi Kemampuan-kemampuan kognitif d. untuk dipelajari kembali (review) atau dihubungkan dengan fakta baru. lebih baik kerap mengulang dalam waktu yang tidak terlalu lama) 2) Menciptakan suatu siasat untuk mengarahkan pedoman kata-kata dalam ingatan. 4) Fase prestasi. 2) Fase mengolah. misal ³kursi ± chair¶. yang kemudian dituangkan dalam suatu perumusan verbal. . Kesulitan ini dapat diatasi dengan : 1) Mempelajari daftar kata-kata secara berulang-ulang (mengulang dengan tujuan meningkatkan penyimpanan.Proses belajar informasi verbal Diawali dari anak kecil yang dimulai mengetahui nama untuk konsep-konsep konkret yang sederhana. 3) Fase menggali. adalah sebagai berikut: 1) Fase motivasi. karena dalam fase ini siswa mengadakan organisasi yang pada dasarnya berwujud mencari makna atau arti. dimasukkan kembali di dalam LTM (long term memory). mengambil wujud menuangkan informasi yang dimiliki dalam perumusan verbal yang tepat. berperan sekali jika fakta yang telah dihafal. Kesulitan akan timbul jika siswa di sekolah mempelajari pasangan kata-kata. Inggris. Beberapa fase dalam jalur belajar informasi verbal ataupun tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu. perlu mendapat tekanan pada belajar fakta.

3) Fase prestasi. 2) Fase pengolahan. terutama dalam mengamati melalui penglihatan. kaidah dan prinsip yang secara berturut-turut yaitu: a. Urutan tersebut adalah jalur belajar persepsi. Beberapa fase dalam belajar perseptual atau tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu yaitu: 1) Fase konsentrasi. Diawali dengan belajar untuk menemukan perbedaanperbedaan antara benda-benda menurut ciri-ciri fisik. pendengaran. Konsep. perabaan. Sangat berperan. Kondisi intern Siswa harus memiliki peralatan indera yang normal. pengamatan harus diulang-ulang. Belajar konsep Belajar konsep menuntut kemampuan untuk menemukan ciri-ciri yang sama pada sejumlah objek. Maka belajar konsep ini dibagi dua yaitu belajar konsep konkret dan belajar konsep yang didefinisikan . dan pengecapan. Belajar perseptual Belajar perseptual memegang peranan besar di Taman Kanak-kanak dan di kelas rendah sekolah dasar. karena dalam fase ini ditentukan apakah sesuatu berbeda atau sama dengan yang lain dan perbedaan/kesamaan itu menyangkut ciri fisik apa. ciri-ciri fisik itu harus ³dicatat´ dengan seksama selama fase konsentrasi dan diolah dengan teliti supaya berlangsung persepsi-persepsi yang tepat. Kalau objeknya banyak. Proses belajar kemahiran intelektual Menurut Gagne hasil belajar dan belajar kemahiran intelektual ini menunjukkan suatu urutan hierarkis. mengambil wujud suatu perbuatan. perlu mendapat tekanan. cukup berperan sebagai konfirmasi terhadap diskriminasi yang telah dibuat. penciuman. seperti menunjuk dengan jari atau memakai beberapa kata untuk menyatakan sama atau lain 4) Fase umpan balik. yang mampu mengamati perbedaan-perbedaan dalam ciri-ciri dan fisik.e. b.

ciri-ciri fisik yang perlu berbeda-beda harus diamati secara cermat dan ini membutuhkan konsentrasi Fase mengolah.1. 2. urat-urat dan persendian dalam tubuh. karena ciri-ciri atau sifat-sifat yang sama. Belajar konsep yang didefinisikan Siswa menghadapi suatu tantangan khusus. Oleh karena itu. tidak dapat ditemukan (hanya) melalui pengamatan. Biasanya suatu keterampilan motorik terdiri atas sejumlah sub komponen yang merupakan sub keterampilan bagian. namun diperluka pengamatan melalui alat-alat indera dan pengolahan secara kognitif yang melibatkan pengetahuan dan pemahaman. tanpa perlu memikirkan lagi secara rinci apa yang dilakukan. Fase umpan balik. f. Fase prestasi. . cukup berperan sebagai konfirmasi terhadap penggolongan yang telah dibuat. Proses belajar keterampilan motorik Belajar keterampilan motorik menurut kemampuan untuk meningkatkan sejumlah gerak-gerik jasmani. Belajar konsep konkret Siswa perlu mengadakan diskriminasi yang cermat untuk dapat menemukan ciri-ciri fisik yang sama dan ciri-ciri yang berbeda. Maka. siswa berinteraksi dengan lingkungan hidup yang berwujud dan memperoleh konsepkonsep yang langsung menunjuk pada realitas dalam lingkungan fisik itu. siswa membuktikan bahwa dia sudah memiliki konsep yang dipelajari dengan menunjukkan atau memisah-misahkan. Beberapa fase dalam belajar konsep konkret atau tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu adalah: y y y y Fase konsentrasi. Keterampilan motorik mengutamakan gerakan-gerakan otot-otot. belajar konsep semacam ini berlangsung melalui membaca penjelasan dalam bentuk bahasa tertulis atau mendengarkan penjelasan dalam bentuk bahasa lisan. sampai menjadi suatu keseluruhan yang dilakukan dengan gencar dan lurus. kerap disertai dengan menyebutkan nama untuk konsep itu. ciri-ciri yang sama diambil bersama-sama.

g. Proses belajar sikap Belajar sikap berarti memperoleh kecenderungan untuk menerima atau menolak suatu objek berdasarkan penilaian terhadap objek itu sebagai hal yang berguna/berharga (sikap positif) atau tidak berharga/berguna. Sikap merupakan suatu kemampuan internal yang berperan sekali dalam mengambil tindakan (action). diagram. mempelajari prosedur yang harus diikuti dan melatih diri. sub-subkomponen itu menjadi prasyarat yang harus dipenuhi lebih dahulu.Beberapa fase dalam belajar keterampilan motorik atau tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu adalah sebagai berikut : 1) Fase motivasi. lebih-lebih bila keterampilan yang dipelajari membutuhkan usaha berkelanjutan dan banyak waktu untuk latihan. baik sub keterampilan mampu keseluruhan rangkaian gerak-gerik. Dalam rangka belajar sikap. lebih-lebih terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak atau tersedia beberapa alternatif. y Kondisi intern Motivasi sebagai penunjang. sangat berperan. pengesahan merupakan wujud umpan balik. 2) Fase konsentrasi. menggali program mental yang tersimpan dalam LTM (dari ingatan) 5) Fase umpan balik. film atau contoh nyata. siswa akan sangat tertolong bila waktu-waktu untuk latihan diatur dengan baik. . pemberian prestasi dalam bentuk-bentuk konkret. disertai pengaturan yang baik. 4) Fase menggali. Selain itu. Bila kompleksitas keterampilan yang dipelajari menuntut supaya sub-subketerampilan dilatih lebih dahulu. seperti dalam belajar bermain olah raga sepak bola 3) Fase pengolahan. berperan dalam belajar keterampilan yang menuntut pengamanan terhadap lingkungan untuk menentukan posisi badan dan memperkirakan jarak. y Kondisi ekstern Menyangkut komunikasi kepada siswa mengenai prosedur yang harus dipegang sebagai pola disertai demonstrasi dalam bentuk gambar. yang dilakukan berkali-kali menjadi ukuran yang meyakinkan bahwa sikap yang dituju sudah diperoleh. intrisik atau ekstrinsik sebagaimana diterangkan diatas.

j. Kejadian ini diulang sampai beberapa kali. 2) Conditioning menurut pola yang dibentangkan oleh Skinner (operant conditioning) Pola ini mendapat aplikasi yang luas dalam mengelola pengajaran di sekolah dan dalam mendidik siswa. Bila siswa telah memberikan suatu prestasi yang tepat. yang masing-masing mencakup suatu jenis perilaku tertentu. Sesaat sebelumnya. Setiap kategori hasil belajar bersama dengan jalur belajar yang sesuai. membentuk suatu jenis belajar.y Belajar sikap dapat berlangsung dengan dua cara: 1) Conditioning menurut pola yang dikembangkan oleh Paplov yang dapat digambarkan sebagai berikut : Untuk membangkitkan rasa takut seorang anak pada kelinci. sehingga dapat dikomunikasikan dengan orang lain. Manifestasi hasil perbuatan belajar Setiap jenis belajar mencakup jenis perilaku tertentu. dia mungkin diperbolehkan untuk berbuat sesuatu yang lain. h. terkejut dan takut. Hasil belajar informasi verbal Dalam belajar informasi verbal seringkali individu memanfaatkan hasil dari ´belajar kemahiran intelektual´ dan belajar pengaturan kegiatan kognitif. serta dipakai dalam belajar sikap. Paplov mulia dengan menimbulkan suara keras yang menimbulkan reaksi spontan. misalnya belajar informasi verbal secara psikologis berbeda dengan belajar kemahiran intelektual. kelinci itu ditaruh dekat pada anak. yang memang disukainya. Belajar informasi verbal ini akan menghasilkan pengetahuan yang mengandalkan kemampuan untuk menuangkan pengetahuan itu dalam bentuk bahasa. i. juga berbeda dengan belajar bidang kognitif yang lain. Hasil belajar kemahiran intelektual Menurut Gagne hasil belajar kemahiran intelektual adalah: 1) Persepsi ialah kemampuan untuk mengadakan diskriminasi antara objek-objek berdasarkan ciri-ciri fisik yang berbeda-beda antara objek itu 2) Konsep ialah kemampuan untuk mengadakan diskriminasi antara golongan objek dan sekaligus mengadakan generalisasi dengan mengelompokkan objek yang mempunyai satu atau lebih ciri yang sama. .

dampak langsung atau disebut juga sebagai efek instruksional. sehingga terbentuk suatu pemahaman baru yang mewakili kenyataan yang biasanya terjadi. yang membantu memecahkan suatu problem atau masalah. Dampak pertama akibat dari arahan yang diberikan secara sengaja pada anak didik. sehingga pemahaman yang lebih tinggi. menstruktur dan mereaksi terhadap jawaban murid . mengkomunikasikan pengarahan. sedangkan dampak kedua datang sebagai pengalaman yang lahir dari lingkungan belajar yang secara tidak sengaja muncul mengiringi dampak instruksional itu. atau dampak instruksional. yaitu pola urutan kegiatan instruksional yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan. disimpulkan paling tidak terdapat empat rumpun besar model-model mengajar yaitu: 1) Model pemprosesan informasi 2) Model personal 3) Model sosial dan 4) Model perilaku Pengaruh atau dampak pelaksana suatu model terhadap perubahan perilaku anak didik dapat dikategorikan ke dalam dua jenis. biasanya disebut sebagai dampak penyerta. . y Pengertian model belajar Suatu model belajar ialah suatu rencana atau suatu pola pendekatan yang digunakan untuk mendisain pengajaran. Pengertian model itu sendiri seringkali memang menimbulkan kekaburan. Model ialah penyederhanaan atau simplifikasi dari sejumlah aspek dunia nyata. pengertiannya bisa bermacam-macam bagi setiap orang.3) Kaidah adalah kemampuan untuk menghubungkan beberapa konsep. seperti keterampilan mengajukan pertanyaan. Dari hasil observasi dan penelitian yang telah dilakukan terhadap pendekatan mengajar belajar yang beraneka ragam dan telah banyak dipraktekkan di sekolahsekolah secara luas. Model mengajar mengandung strategi mengajar. Sedangkan di dalam strategi mengajar terdapat strategi instruksional dan keterampilan teknis mengajar yang amat spesifik. dan dampak tak langsung yang secara implisit ikut memberikan perubahan. serta penelitian terhadap berbagai teori belajar mengajar yang muncul dalam periode tiga puluh tahunan terakhir ini. 4) Prinsip adalah kemampuan untuk menggabungkan beberapa kaidah. yaitu . atau disebut juga sebagai efek nurturan.

yang umumnya memperlihatkan hasil belajar di bawah rata-rata kelas. dan latihan menggunakan kata-kata tertentu. Metode perbaikan belajar mengajar yang diterapkan dalam program penyembuhan ada bermacam-macam sesuai dengan hakikat kesulitan yang perlu disembuhkan. di antaranya Memanfaatkan latihan khusus seperti latihan membaca kata-kata tertentu. Metode seperti ini biasanya diterapkan bagi murid yang daya tangkapnya lemah. Dalam kaitan ini. Cuma tekanan dan pelaksanaannya yang berbeda sesuai dengan masalah/kesulitan yang ingin disembuhkan. . Yang pertama adalah program yang disediakan bagi anak yang berbakat dan yang kedua adalah program penyembuhan atau pengajaran remedial yang disediakan bagi murid yang mengalami kesulitan belajar. mengerjakan soal-soal yang sudah dirancang secara khusus. Pada umumnya metode-metode tersebut tidak jauh berbeda dari metode yang berlaku dalam kegiatan belajar mengajar biasa. Metode yang digunakan dalam perbaikan belajar-mengajar mempunyai ciriciri khusus. pada umumnya kita mengenal 2 jenis program perbaikan belajar mengajar.y Metode perbaikan belajar mengajar Sejauh ini yang sudah kita bicarakan adalah perbaikan belajar-mengajar bagi murid yang mengalami kesulitan belajar.

1984. M. Briggs.DAFTAR PUSTAKA Gagne. S. Leskie J. RM. Holt. Jilid. IKIP Bandung Pusdiklat PERUMTEL. 1984. H. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar.D Dahlan S. Jakarta: Erlangga. Drs. Nasution. Jakarta: BPK Gunung Agung. 1979. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Moein Moesa. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar. 1. Model-model Mengajar. Partowisastro. New York. Jilid. Jakarta: Erlangga. Diagnostik Kesulitan-kesulitan dalam Pendidikan Anak. . 1989. 1982. Principle of Instructional Design. Drs. Partowisastro. dan Hadisuparto. Jakarta: Bina Aksara. Hamid Hasan dan A. Rachman Natawijaya. Drs. 2. 1979. H. Richart and Winston. A.