PERANAN DIAGNOSTIK DAN PERBAIKAN DALAM PROSE BELAJAR MENGAJAR Dalam kehidupan persekolahan, seorang guru selalu berhadapan

dengan sejumlah murid yang mempunyai ciri khas masing-masing. Secara ekstrim dikatakan bahwa sebenarnya setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya sebagaimana berbedanya sidik jari. Untuk memberikan kesempatan berkembang yang wajar bagi anak di luar rata-rata ini, seorang guru perlu memiliki kemampuan dan keterampilan untuk melaksanakan diagnosis dan perbaikan belajar. Dia memerlukan pengetahuan dan keterampilan untuk µmelihat¶ adanya kemampuan yang menyimpang dari kemampuan rata-rata, melaksanakan suatu µpengujian atau pemeriksaan¶ tentang penglihatannya itu , dan akhirnya memprakarsai tindakan perbaikan dalam mengajar dan belajar, hingga anak yang kemampuannya menyimpang tersebut dapat berkembang sesuai dengan kecepatannya. Diantara peranan yang penting tersebut beberapa di antaranya diuraikan berikut ini: 1. Diagnosis dan perbaikan belajar mempunyai peranan sangat penting dalam membantu murid untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya. Keberadaan program diagnosis dan perbaikan belajar sangat besar artinya bagi siswa yang mempunyai kemampuan yang berbeda dari kemampuan umum teman-temannya sekelas. Tanpa adanya program diagnosis dan perbaikan belajar, anak yang kurang mampu akan selamanya tertinggal dari teman-temannya, dan anak yang pintar mungkin akan menyalurkan kemampuannya yang berlebih ke hal-hal yang negatif. 2. Diagnosis dan perbaikan belajar membuat guru lebih mengenal muridmuridnya. Program ini akan menyadarkan guru akan µkeanekaragaman¶ muridnya. Kesadaran ini akan mendorong guru untuk lebih memvariasikan kegiatan belajar-mengajarnya yang dikelolanya sehingga setiap murid dalam kelas dapat memetik manfaatnya. 3. Akibat dari butir 1 dan 2 program diagnosis dan perbaikan belajar akan sangat berperan dalam meningkatkan kepuasan guru mengajar dan kepuasan murid belajar. Murid yang belajar dalam kondisi yang memungkinkan dia maju sesuai dengan kecepatannya akan merasa memiliki suatu kemampuan karena dia dapat menguasai apa yang dipelajarinya.

Keberhasilannya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kadang-kadang susah untuk dipisahpisahkan 2) Sehubungan dengan butir 1. kesulitan belajar juga disebabkan oleh berbagai faktor yang kadang-kadang berinteraksi satu dengan yang lainnya. Misalnya dalam kasus Tuti. 1) Belajar adalah suatu perbuatan yang sangat kompleks. 3) Gejala kesulitan belajar dapat muncul dalam berbagai bentuk 4) Diagnosis dan perbaikan belajar hendaknya dilakukan sedini mungkin 5) Ketercapaiannya dan rasa simpati merupakan dasar pelaksanaan diagnosis dan perbaikan belajar 6) Diagnosis yang tepat akan menghasilkan perbaikan belajar yang mungkin tepat pula 7) Perbaikan belajar bersifat unik. Mungkin ditangani dengan bantuan orang lain dan 3. Prosedur Perbaikan Belajar Mengajar a.Prinsip-prinsip Diagnosis dan Perbaikan Belajar Dalam melaksanakan diagnosis dan perbaikan belajar beberapa hal perlu diperhatikan dengan cermat dan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan. Dalam hal ini. daya ingatan Tuti yang lemah. Artinya.A. b. Analisis hasil diagnosis Kegiatan perbaikan belajar-mengajar dimulai dengan menganalisis hasil diagnosis. dan kurangnya waktu untuk menghafal. sedangkan perkiraan penyebab kesulitan itu adalah kurangnya motivasi untuk belajar IPS. guru menentukan bidang-bidang yang perlu mendapat perbaikan. B. Menentukan bidang yang perlu mendapat perbaikan Berdasarkan analisis hasil diagnosis. guru perlu mengelompokkan bidangbidang tersebut ke dalam bidang-bidang yang: 1. kesulitan khususnya dalam hal mengingat fakta-fakta. Tidak mungkin ditangani oleh guru. perbaikan belajar yang efektif untuk seorang murid belum tentu efektif untuk murid lainnya. Hasil diagnosis diharapkan memberi/menyediakan informasi tentang µjenis kesulitan khusus¶ yang dialami oleh murid serta penyebab munculnya kesulitan belajar tersebut. . Mungkin ditanganinya sendiri 2.

Yang menjadi tanda tanya besar adalah µkapan¶ program ini harus dilaksanakan dan bagaimana dengan waktu pelaksanaannya. dan benda. kejadian/peristiwa. tiba saatnya kini untuk melaksanakannya. . Melaksanakan program perbaikan Setelah program direncanakan. 4. 3. digunakan istilah-istilah psikologis seperti halnya dengan aspek-aspek kepribadian.Masalah/bidang-bidang yang mungkin ditangani sendiri oleh guru sendiri adalah bidang yang langsung berkaitan dengan proses belajar-mengajar. d. Menyusun program perbaikan Setelah menetapkan bidang yang mungkin ditangani oleh guru sendiri. Tujuan perbaikan Materi perbaikan Metode penyampaian Waktu yang diperlukan Penilaian kemajuan murid. guru mulai menyusun program perbaikan belajar mengajar. misalnya. c. Dalam hal ini guru mengembangkan setiap komponen program yang mencakup. Namun. istilah kognitif. sensorimotorik.Bentuk-bentuk perbuatan belajar Dalam bentuk-bentuk di bawah ini. Perbaikan belajar mengajar pada umumnya merupakan program tambahan bagi mereka yang memerlukannya agar mereka dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya. lebih sering program ini perlu disusun untuk seorang murid yang mendapat kesulitan khusus. Aspek-aspek tersebut sering dikenal dengan nama µfungsi-fungsi psikis¶ yaitu ciri-ciri khas manusia untuk menghadapi lingkungan hidup yang meliputi orang. dan sebagainya. C. 5. Program dapat dikembangkan untuk sekelompok murid yang mempunyai kesulitan belajar dalam bidang yang sama. 2. Lebih-lebih jika yang memerlukan bantuan ini hanya beberapa orang murid. 1. Oleh karena itu. tentu mustahil melaksanakannya pada jam pelajaran sekolah tanpa mengorbankan waktu belajar murid lain. guru diharapkan rela menyediakan waktu tambahan bagi para murid yang memerlukannya. misalnya kelompok murid yang mendapat kesulitan dalam memahami konsep penjumlahan atau menghafal faktafakta.

pengetahuan berkaitan satu sama lain. baik bidang yang lebih bersifat praktis. lisan atau tertulis. Kemahiran intelektual dikategorikan menjadi empat yang diurutkan secara hirerkis. maupun yang lebih bersifat teoritis (bidang studi). Konsep (concept) Konsep atau pengertian adalah satuan dari yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri sama. y Kaidah (rule) Bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain. b. Pengetahuan itu diperoleh dari sumber yang menggunakan bahasa juga. Dalam banyak hal. Informasi verbal (verbal information) Yang dimaksudkan dengan informasi verbal ialah pengetahuan yang dimiliki seseorang dan dapat diungkapkan dalam bentuk bahasa. Jadi yang memiliki pengetahuan tertentu. .Semua bidang belajar ini tercakup dalam ³lima jenis belajar¶ yang secara berturut-turut dijelaskan di bawah ini. artinya sub kemampuan yang ada dibawah menjadi prasyarat bagi sub kemampuan yang diatasnya dan tercakup di dalamnya. terbentuk suatu ketentuan yang mempresentasikan suatu keturunan. kemampuan untuk menuangkan pengetahuan itu dalam bentuk bahasa yang memadai. orang mampu membedakan objek yang satu dari yang lainnya. sehingga menjadi orang yang µberpengetahuan¶. khususnya konsep dan berbagai lambang/simbol (huruf. gambar). angka. Empat sub kemampuan tersebut adalah : y y Diskriminasi jamak (multiple discrimination) adalah kemampuan mengadakan diskriminasi. a. Kemahiran intelektual (intellectual skill) Yang dimaksud dengan kemahiran intelektual ialah kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan hidup dan dirinya sendiri dalam bentuk suatu representasi. sehingga dapat dikomunikasikan pula kepada orang lain di berbagai bidang studi. sehingga seseorang dapat memperoleh seperangkat pengetahuan (body of knowledge) di berbagai bidang. kata. lisan dan tertulis.

dengan mengadakan koordinasi antara gerak-gerik berbagai anggota badan secara terpadu.y Prinsip Dalam prinsip telah terjadi kombinasi dari beberapa kaidah. belajar mengenai keterampilan dan belajar mengenai pemecahan soal tidaklah sama. Keterampilan motorik (motor skills) Orang yang memiliki suatu keterampilan motorik. sehingga terbentuk kaidah yang bertaraf lebih tinggi dan lebih kompleks. Pengaturan kegiatan kognitif (cognitive strategy) Gagne menyebut µcognitive strategy¶ sebagai cara menangani aktivitas belajar dan berpikir sendiri. e. mempunyai aplikasi yang luas sekali. Dalam kehidupan manusia. Kompleksitas hal yang harus dipelajari juga besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar. sehingga konsentrasinya tidak seluruhnya termakan oleh penanganan peralatan kendaraan dan perhatiannya dapat dipusatkan pada arus lalu lintas di jalan. c. d. Misalnya saja. Sikap (attitude) Sikap merupakan kemampuan internal yang berperan sekali dalam mengambil tindakan. mampu melakukan suatu rangkaian gerak jasmani dalam urutan tertentu. Bertitik tolak dari hal yang harus dipelajari itu. keterampilan motorik memegang peranan yang sangat pokok. Makin mampu seorang dalam hal ini. seorang pengemudi sudah menguasai keterampilan mengendarai kendaraannya sedemikian rupa. Faktor bahan atau hal yang harus dipelajari Bahan atau hal yang harus dipelajari ikut menentukan bagaimana proses belajar itu terjadi dan bagaimana hasil yang dapat diharapkan. lebih-lebih bila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak. Orang yang memiliki sikap yang mantap mampu untuk memilih secara tegas diantara beberapa kemungkinan. Sebagai contoh. misalnya kita mengenal 1) Belajar bahasa (verbal learning) 2) Belajar rangkaian huruf tanpa arti (non sensase syllabus learning) 3) Belajar serangkaian bahan (serial learning) . Kemampuan mengatur kegiatan kognitif pada diri sendiri. makin baik pula hasil pemikirannya. D.

dan sebagainya. c. seperti suara mesin pabrik. alat-alat praktikum. Dalam banyak hal. barangkali kondisi individu pelajar yang memegang peranan paling menentukan. 2.Kondisi individu pelajar Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan-tujuan belajar yang telah dirancangkan pula. Evaluasi mengenai keberhasilan usaha belajar harus memperhitungkan faktorfaktor instrumental itu. dan hiruk pikuk lalu lintas b. Jika diuraikan. Faktor-faktor ini dapat berwujud gedung. Kondisi fisiologis Kondisi fisiologis pada umumnya sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar seseorang. kondisi individu ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu: 1. perlengkapan belajar. hal yang tidak kalah pentingnya adalah kondisi pancaindera. Lingkungan alami seperti keadaan suhu. langsung berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. kelembaban udara berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. baik yang berwujud manusia dan representasinya maupun yang terwujud hal-hal lain. terutama penglihatan dan penginderaan. terdapat pengaruh kurang menguntungkan dari lingkungan terhadap proses belajar. Lingkungan sosial. Di samping kondisi fisiologis umum itu. 2. Beberapa faktor yang utama akan dikemukakan yaitu : o o o Minat Kecerdasan Bakat .a.Faktor-faktor lingkungan Faktor-faktor lingkungan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok 1. Kondisi psikologis Semua keadaan dan fungsi psikologis tentu saja berpengaruh terhadap proses belajar yang juga bersifat psikologis itu. Faktor instrumental Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang pengadaan dan penggunaannya dirancangkan sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan.

mengambil wujud menuangkan informasi yang dimiliki dalam perumusan verbal yang tepat. yang kemudian dituangkan dalam suatu perumusan verbal. perlu mendapat tekanan pada belajar fakta. misal ³kursi ± chair¶. Kesulitan ini dapat diatasi dengan : 1) Mempelajari daftar kata-kata secara berulang-ulang (mengulang dengan tujuan meningkatkan penyimpanan. dimasukkan kembali di dalam LTM (long term memory). . berperan sekali jika fakta yang telah dihafal.Proses belajar informasi verbal Diawali dari anak kecil yang dimulai mengetahui nama untuk konsep-konsep konkret yang sederhana. 2) Fase mengolah. Beberapa fase dalam jalur belajar informasi verbal ataupun tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu. cukup berperan jika siswa mempelajari banyak pedoman katakata atau banyak fakta. Kesulitan akan timbul jika siswa di sekolah mempelajari pasangan kata-kata. 4) Fase prestasi. Inggris. sehingga orang lain dapat menangkapnya dengan jelas. Kondisi ekstern yang berlaku dalam belajar informasi verbal mencakup: 1) Cara informasi itu disajikan 2) Pengaturan waktu yang dilakukan untuk menyebarkan periode-periode waktu mengulang kembali pedoman kata yang sedang dipelajari. karena dalam fase ini siswa mengadakan organisasi yang pada dasarnya berwujud mencari makna atau arti. 3) Fase menggali. seperti menghafal pedoman kata Indonesia. lebih baik kerap mengulang dalam waktu yang tidak terlalu lama) 2) Menciptakan suatu siasat untuk mengarahkan pedoman kata-kata dalam ingatan.o o Motivasi Kemampuan-kemampuan kognitif d. adalah sebagai berikut: 1) Fase motivasi. Menciptakan suatu bayangan yang berfungsi sebagai penghubung antara kedua kata yang harus dihafal. untuk dipelajari kembali (review) atau dihubungkan dengan fakta baru.

Kondisi intern Siswa harus memiliki peralatan indera yang normal. kaidah dan prinsip yang secara berturut-turut yaitu: a. karena dalam fase ini ditentukan apakah sesuatu berbeda atau sama dengan yang lain dan perbedaan/kesamaan itu menyangkut ciri fisik apa. Maka belajar konsep ini dibagi dua yaitu belajar konsep konkret dan belajar konsep yang didefinisikan . b. Konsep. pendengaran. cukup berperan sebagai konfirmasi terhadap diskriminasi yang telah dibuat. Diawali dengan belajar untuk menemukan perbedaanperbedaan antara benda-benda menurut ciri-ciri fisik. ciri-ciri fisik itu harus ³dicatat´ dengan seksama selama fase konsentrasi dan diolah dengan teliti supaya berlangsung persepsi-persepsi yang tepat. yang mampu mengamati perbedaan-perbedaan dalam ciri-ciri dan fisik. mengambil wujud suatu perbuatan. perlu mendapat tekanan. Kalau objeknya banyak. terutama dalam mengamati melalui penglihatan. dan pengecapan. 2) Fase pengolahan. 3) Fase prestasi. perabaan. Sangat berperan. Belajar perseptual Belajar perseptual memegang peranan besar di Taman Kanak-kanak dan di kelas rendah sekolah dasar.e. seperti menunjuk dengan jari atau memakai beberapa kata untuk menyatakan sama atau lain 4) Fase umpan balik. Urutan tersebut adalah jalur belajar persepsi. Proses belajar kemahiran intelektual Menurut Gagne hasil belajar dan belajar kemahiran intelektual ini menunjukkan suatu urutan hierarkis. Beberapa fase dalam belajar perseptual atau tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu yaitu: 1) Fase konsentrasi. Belajar konsep Belajar konsep menuntut kemampuan untuk menemukan ciri-ciri yang sama pada sejumlah objek. pengamatan harus diulang-ulang. penciuman.

tanpa perlu memikirkan lagi secara rinci apa yang dilakukan. Fase umpan balik. siswa membuktikan bahwa dia sudah memiliki konsep yang dipelajari dengan menunjukkan atau memisah-misahkan. Proses belajar keterampilan motorik Belajar keterampilan motorik menurut kemampuan untuk meningkatkan sejumlah gerak-gerik jasmani. cukup berperan sebagai konfirmasi terhadap penggolongan yang telah dibuat. ciri-ciri yang sama diambil bersama-sama. ciri-ciri fisik yang perlu berbeda-beda harus diamati secara cermat dan ini membutuhkan konsentrasi Fase mengolah. Maka. Belajar konsep yang didefinisikan Siswa menghadapi suatu tantangan khusus. 2. Keterampilan motorik mengutamakan gerakan-gerakan otot-otot. Belajar konsep konkret Siswa perlu mengadakan diskriminasi yang cermat untuk dapat menemukan ciri-ciri fisik yang sama dan ciri-ciri yang berbeda. namun diperluka pengamatan melalui alat-alat indera dan pengolahan secara kognitif yang melibatkan pengetahuan dan pemahaman. Fase prestasi. sampai menjadi suatu keseluruhan yang dilakukan dengan gencar dan lurus. . urat-urat dan persendian dalam tubuh. f.1. Biasanya suatu keterampilan motorik terdiri atas sejumlah sub komponen yang merupakan sub keterampilan bagian. kerap disertai dengan menyebutkan nama untuk konsep itu. karena ciri-ciri atau sifat-sifat yang sama. siswa berinteraksi dengan lingkungan hidup yang berwujud dan memperoleh konsepkonsep yang langsung menunjuk pada realitas dalam lingkungan fisik itu. tidak dapat ditemukan (hanya) melalui pengamatan. belajar konsep semacam ini berlangsung melalui membaca penjelasan dalam bentuk bahasa tertulis atau mendengarkan penjelasan dalam bentuk bahasa lisan. Oleh karena itu. Beberapa fase dalam belajar konsep konkret atau tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu adalah: y y y y Fase konsentrasi.

Dalam rangka belajar sikap. menggali program mental yang tersimpan dalam LTM (dari ingatan) 5) Fase umpan balik. y Kondisi intern Motivasi sebagai penunjang. . film atau contoh nyata. siswa akan sangat tertolong bila waktu-waktu untuk latihan diatur dengan baik. lebih-lebih terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak atau tersedia beberapa alternatif. 2) Fase konsentrasi. g. diagram.Beberapa fase dalam belajar keterampilan motorik atau tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu adalah sebagai berikut : 1) Fase motivasi. Bila kompleksitas keterampilan yang dipelajari menuntut supaya sub-subketerampilan dilatih lebih dahulu. intrisik atau ekstrinsik sebagaimana diterangkan diatas. yang dilakukan berkali-kali menjadi ukuran yang meyakinkan bahwa sikap yang dituju sudah diperoleh. baik sub keterampilan mampu keseluruhan rangkaian gerak-gerik. sangat berperan. mempelajari prosedur yang harus diikuti dan melatih diri. sub-subkomponen itu menjadi prasyarat yang harus dipenuhi lebih dahulu. pengesahan merupakan wujud umpan balik. 4) Fase menggali. seperti dalam belajar bermain olah raga sepak bola 3) Fase pengolahan. lebih-lebih bila keterampilan yang dipelajari membutuhkan usaha berkelanjutan dan banyak waktu untuk latihan. y Kondisi ekstern Menyangkut komunikasi kepada siswa mengenai prosedur yang harus dipegang sebagai pola disertai demonstrasi dalam bentuk gambar. pemberian prestasi dalam bentuk-bentuk konkret. Selain itu. Proses belajar sikap Belajar sikap berarti memperoleh kecenderungan untuk menerima atau menolak suatu objek berdasarkan penilaian terhadap objek itu sebagai hal yang berguna/berharga (sikap positif) atau tidak berharga/berguna. Sikap merupakan suatu kemampuan internal yang berperan sekali dalam mengambil tindakan (action). disertai pengaturan yang baik. berperan dalam belajar keterampilan yang menuntut pengamanan terhadap lingkungan untuk menentukan posisi badan dan memperkirakan jarak.

y Belajar sikap dapat berlangsung dengan dua cara: 1) Conditioning menurut pola yang dikembangkan oleh Paplov yang dapat digambarkan sebagai berikut : Untuk membangkitkan rasa takut seorang anak pada kelinci. kelinci itu ditaruh dekat pada anak. yang memang disukainya. sehingga dapat dikomunikasikan dengan orang lain. j. juga berbeda dengan belajar bidang kognitif yang lain. h. 2) Conditioning menurut pola yang dibentangkan oleh Skinner (operant conditioning) Pola ini mendapat aplikasi yang luas dalam mengelola pengajaran di sekolah dan dalam mendidik siswa. dia mungkin diperbolehkan untuk berbuat sesuatu yang lain. Hasil belajar informasi verbal Dalam belajar informasi verbal seringkali individu memanfaatkan hasil dari ´belajar kemahiran intelektual´ dan belajar pengaturan kegiatan kognitif. serta dipakai dalam belajar sikap. i. Bila siswa telah memberikan suatu prestasi yang tepat. Kejadian ini diulang sampai beberapa kali. Setiap kategori hasil belajar bersama dengan jalur belajar yang sesuai. Paplov mulia dengan menimbulkan suara keras yang menimbulkan reaksi spontan. . membentuk suatu jenis belajar. Sesaat sebelumnya. Hasil belajar kemahiran intelektual Menurut Gagne hasil belajar kemahiran intelektual adalah: 1) Persepsi ialah kemampuan untuk mengadakan diskriminasi antara objek-objek berdasarkan ciri-ciri fisik yang berbeda-beda antara objek itu 2) Konsep ialah kemampuan untuk mengadakan diskriminasi antara golongan objek dan sekaligus mengadakan generalisasi dengan mengelompokkan objek yang mempunyai satu atau lebih ciri yang sama. Manifestasi hasil perbuatan belajar Setiap jenis belajar mencakup jenis perilaku tertentu. Belajar informasi verbal ini akan menghasilkan pengetahuan yang mengandalkan kemampuan untuk menuangkan pengetahuan itu dalam bentuk bahasa. yang masing-masing mencakup suatu jenis perilaku tertentu. misalnya belajar informasi verbal secara psikologis berbeda dengan belajar kemahiran intelektual. terkejut dan takut.

serta penelitian terhadap berbagai teori belajar mengajar yang muncul dalam periode tiga puluh tahunan terakhir ini. yaitu pola urutan kegiatan instruksional yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan. dampak langsung atau disebut juga sebagai efek instruksional. seperti keterampilan mengajukan pertanyaan. sedangkan dampak kedua datang sebagai pengalaman yang lahir dari lingkungan belajar yang secara tidak sengaja muncul mengiringi dampak instruksional itu. pengertiannya bisa bermacam-macam bagi setiap orang. Dampak pertama akibat dari arahan yang diberikan secara sengaja pada anak didik. Dari hasil observasi dan penelitian yang telah dilakukan terhadap pendekatan mengajar belajar yang beraneka ragam dan telah banyak dipraktekkan di sekolahsekolah secara luas. sehingga pemahaman yang lebih tinggi. yang membantu memecahkan suatu problem atau masalah. 4) Prinsip adalah kemampuan untuk menggabungkan beberapa kaidah. Model mengajar mengandung strategi mengajar. dan dampak tak langsung yang secara implisit ikut memberikan perubahan. . yaitu . Model ialah penyederhanaan atau simplifikasi dari sejumlah aspek dunia nyata. disimpulkan paling tidak terdapat empat rumpun besar model-model mengajar yaitu: 1) Model pemprosesan informasi 2) Model personal 3) Model sosial dan 4) Model perilaku Pengaruh atau dampak pelaksana suatu model terhadap perubahan perilaku anak didik dapat dikategorikan ke dalam dua jenis. atau dampak instruksional. biasanya disebut sebagai dampak penyerta. mengkomunikasikan pengarahan. menstruktur dan mereaksi terhadap jawaban murid . atau disebut juga sebagai efek nurturan.3) Kaidah adalah kemampuan untuk menghubungkan beberapa konsep. y Pengertian model belajar Suatu model belajar ialah suatu rencana atau suatu pola pendekatan yang digunakan untuk mendisain pengajaran. sehingga terbentuk suatu pemahaman baru yang mewakili kenyataan yang biasanya terjadi. Pengertian model itu sendiri seringkali memang menimbulkan kekaburan. Sedangkan di dalam strategi mengajar terdapat strategi instruksional dan keterampilan teknis mengajar yang amat spesifik.

Metode perbaikan belajar mengajar yang diterapkan dalam program penyembuhan ada bermacam-macam sesuai dengan hakikat kesulitan yang perlu disembuhkan. Metode yang digunakan dalam perbaikan belajar-mengajar mempunyai ciriciri khusus. dan latihan menggunakan kata-kata tertentu. Dalam kaitan ini. Metode seperti ini biasanya diterapkan bagi murid yang daya tangkapnya lemah. Cuma tekanan dan pelaksanaannya yang berbeda sesuai dengan masalah/kesulitan yang ingin disembuhkan. Yang pertama adalah program yang disediakan bagi anak yang berbakat dan yang kedua adalah program penyembuhan atau pengajaran remedial yang disediakan bagi murid yang mengalami kesulitan belajar. mengerjakan soal-soal yang sudah dirancang secara khusus. yang umumnya memperlihatkan hasil belajar di bawah rata-rata kelas. . di antaranya Memanfaatkan latihan khusus seperti latihan membaca kata-kata tertentu.y Metode perbaikan belajar mengajar Sejauh ini yang sudah kita bicarakan adalah perbaikan belajar-mengajar bagi murid yang mengalami kesulitan belajar. Pada umumnya metode-metode tersebut tidak jauh berbeda dari metode yang berlaku dalam kegiatan belajar mengajar biasa. pada umumnya kita mengenal 2 jenis program perbaikan belajar mengajar.

M. 2. 1984. Drs. . Jakarta: BPK Gunung Agung. Briggs. 1984. Partowisastro.DAFTAR PUSTAKA Gagne. Drs. 1979. Jakarta: Erlangga. Jilid. Rachman Natawijaya. Jakarta: Erlangga. 1989. Nasution. Principle of Instructional Design. Holt. RM. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar. Moein Moesa. 1. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar. A. Jakarta: Bina Aksara. Leskie J. 1982. H. S. IKIP Bandung Pusdiklat PERUMTEL.D Dahlan S. Diagnostik Kesulitan-kesulitan dalam Pendidikan Anak. Hamid Hasan dan A. New York. Richart and Winston. H. Model-model Mengajar. 1979. Jilid. Partowisastro. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Drs. dan Hadisuparto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful