P. 1
Diagnosis Kesulitan Belajar Dan Perbaikan

Diagnosis Kesulitan Belajar Dan Perbaikan

|Views: 535|Likes:
Published by Bo_jA

More info:

Published by: Bo_jA on Jan 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2013

pdf

text

original

PERANAN DIAGNOSTIK DAN PERBAIKAN DALAM PROSE BELAJAR MENGAJAR Dalam kehidupan persekolahan, seorang guru selalu berhadapan

dengan sejumlah murid yang mempunyai ciri khas masing-masing. Secara ekstrim dikatakan bahwa sebenarnya setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya sebagaimana berbedanya sidik jari. Untuk memberikan kesempatan berkembang yang wajar bagi anak di luar rata-rata ini, seorang guru perlu memiliki kemampuan dan keterampilan untuk melaksanakan diagnosis dan perbaikan belajar. Dia memerlukan pengetahuan dan keterampilan untuk µmelihat¶ adanya kemampuan yang menyimpang dari kemampuan rata-rata, melaksanakan suatu µpengujian atau pemeriksaan¶ tentang penglihatannya itu , dan akhirnya memprakarsai tindakan perbaikan dalam mengajar dan belajar, hingga anak yang kemampuannya menyimpang tersebut dapat berkembang sesuai dengan kecepatannya. Diantara peranan yang penting tersebut beberapa di antaranya diuraikan berikut ini: 1. Diagnosis dan perbaikan belajar mempunyai peranan sangat penting dalam membantu murid untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya. Keberadaan program diagnosis dan perbaikan belajar sangat besar artinya bagi siswa yang mempunyai kemampuan yang berbeda dari kemampuan umum teman-temannya sekelas. Tanpa adanya program diagnosis dan perbaikan belajar, anak yang kurang mampu akan selamanya tertinggal dari teman-temannya, dan anak yang pintar mungkin akan menyalurkan kemampuannya yang berlebih ke hal-hal yang negatif. 2. Diagnosis dan perbaikan belajar membuat guru lebih mengenal muridmuridnya. Program ini akan menyadarkan guru akan µkeanekaragaman¶ muridnya. Kesadaran ini akan mendorong guru untuk lebih memvariasikan kegiatan belajar-mengajarnya yang dikelolanya sehingga setiap murid dalam kelas dapat memetik manfaatnya. 3. Akibat dari butir 1 dan 2 program diagnosis dan perbaikan belajar akan sangat berperan dalam meningkatkan kepuasan guru mengajar dan kepuasan murid belajar. Murid yang belajar dalam kondisi yang memungkinkan dia maju sesuai dengan kecepatannya akan merasa memiliki suatu kemampuan karena dia dapat menguasai apa yang dipelajarinya.

guru perlu mengelompokkan bidangbidang tersebut ke dalam bidang-bidang yang: 1. Mungkin ditangani dengan bantuan orang lain dan 3. dan kurangnya waktu untuk menghafal. guru menentukan bidang-bidang yang perlu mendapat perbaikan. sedangkan perkiraan penyebab kesulitan itu adalah kurangnya motivasi untuk belajar IPS. Menentukan bidang yang perlu mendapat perbaikan Berdasarkan analisis hasil diagnosis. Prosedur Perbaikan Belajar Mengajar a. kesulitan khususnya dalam hal mengingat fakta-fakta. Misalnya dalam kasus Tuti. Tidak mungkin ditangani oleh guru.Prinsip-prinsip Diagnosis dan Perbaikan Belajar Dalam melaksanakan diagnosis dan perbaikan belajar beberapa hal perlu diperhatikan dengan cermat dan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan. Artinya. Dalam hal ini. daya ingatan Tuti yang lemah. perbaikan belajar yang efektif untuk seorang murid belum tentu efektif untuk murid lainnya. 3) Gejala kesulitan belajar dapat muncul dalam berbagai bentuk 4) Diagnosis dan perbaikan belajar hendaknya dilakukan sedini mungkin 5) Ketercapaiannya dan rasa simpati merupakan dasar pelaksanaan diagnosis dan perbaikan belajar 6) Diagnosis yang tepat akan menghasilkan perbaikan belajar yang mungkin tepat pula 7) Perbaikan belajar bersifat unik. Analisis hasil diagnosis Kegiatan perbaikan belajar-mengajar dimulai dengan menganalisis hasil diagnosis. Hasil diagnosis diharapkan memberi/menyediakan informasi tentang µjenis kesulitan khusus¶ yang dialami oleh murid serta penyebab munculnya kesulitan belajar tersebut. 1) Belajar adalah suatu perbuatan yang sangat kompleks.A. B. b. kesulitan belajar juga disebabkan oleh berbagai faktor yang kadang-kadang berinteraksi satu dengan yang lainnya. Keberhasilannya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kadang-kadang susah untuk dipisahpisahkan 2) Sehubungan dengan butir 1. Mungkin ditanganinya sendiri 2. .

Oleh karena itu. guru mulai menyusun program perbaikan belajar mengajar. dan benda. 3. Namun. dan sebagainya. Melaksanakan program perbaikan Setelah program direncanakan. Yang menjadi tanda tanya besar adalah µkapan¶ program ini harus dilaksanakan dan bagaimana dengan waktu pelaksanaannya. Menyusun program perbaikan Setelah menetapkan bidang yang mungkin ditangani oleh guru sendiri. 1. lebih sering program ini perlu disusun untuk seorang murid yang mendapat kesulitan khusus. Perbaikan belajar mengajar pada umumnya merupakan program tambahan bagi mereka yang memerlukannya agar mereka dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya. . 2. 5. Program dapat dikembangkan untuk sekelompok murid yang mempunyai kesulitan belajar dalam bidang yang sama. c. misalnya. tentu mustahil melaksanakannya pada jam pelajaran sekolah tanpa mengorbankan waktu belajar murid lain. digunakan istilah-istilah psikologis seperti halnya dengan aspek-aspek kepribadian. Dalam hal ini guru mengembangkan setiap komponen program yang mencakup.Bentuk-bentuk perbuatan belajar Dalam bentuk-bentuk di bawah ini. Tujuan perbaikan Materi perbaikan Metode penyampaian Waktu yang diperlukan Penilaian kemajuan murid. guru diharapkan rela menyediakan waktu tambahan bagi para murid yang memerlukannya. sensorimotorik. istilah kognitif. d. Aspek-aspek tersebut sering dikenal dengan nama µfungsi-fungsi psikis¶ yaitu ciri-ciri khas manusia untuk menghadapi lingkungan hidup yang meliputi orang. misalnya kelompok murid yang mendapat kesulitan dalam memahami konsep penjumlahan atau menghafal faktafakta. kejadian/peristiwa. C.Masalah/bidang-bidang yang mungkin ditangani sendiri oleh guru sendiri adalah bidang yang langsung berkaitan dengan proses belajar-mengajar. tiba saatnya kini untuk melaksanakannya. Lebih-lebih jika yang memerlukan bantuan ini hanya beberapa orang murid. 4.

Kemahiran intelektual dikategorikan menjadi empat yang diurutkan secara hirerkis. kata. angka. maupun yang lebih bersifat teoritis (bidang studi). Pengetahuan itu diperoleh dari sumber yang menggunakan bahasa juga. Empat sub kemampuan tersebut adalah : y y Diskriminasi jamak (multiple discrimination) adalah kemampuan mengadakan diskriminasi. sehingga dapat dikomunikasikan pula kepada orang lain di berbagai bidang studi. Konsep (concept) Konsep atau pengertian adalah satuan dari yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri sama. lisan atau tertulis. Kemahiran intelektual (intellectual skill) Yang dimaksud dengan kemahiran intelektual ialah kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan hidup dan dirinya sendiri dalam bentuk suatu representasi. a. Informasi verbal (verbal information) Yang dimaksudkan dengan informasi verbal ialah pengetahuan yang dimiliki seseorang dan dapat diungkapkan dalam bentuk bahasa.Semua bidang belajar ini tercakup dalam ³lima jenis belajar¶ yang secara berturut-turut dijelaskan di bawah ini. orang mampu membedakan objek yang satu dari yang lainnya. . lisan dan tertulis. pengetahuan berkaitan satu sama lain. khususnya konsep dan berbagai lambang/simbol (huruf. Jadi yang memiliki pengetahuan tertentu. sehingga seseorang dapat memperoleh seperangkat pengetahuan (body of knowledge) di berbagai bidang. terbentuk suatu ketentuan yang mempresentasikan suatu keturunan. y Kaidah (rule) Bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain. baik bidang yang lebih bersifat praktis. sehingga menjadi orang yang µberpengetahuan¶. kemampuan untuk menuangkan pengetahuan itu dalam bentuk bahasa yang memadai. b. Dalam banyak hal. artinya sub kemampuan yang ada dibawah menjadi prasyarat bagi sub kemampuan yang diatasnya dan tercakup di dalamnya. gambar).

sehingga konsentrasinya tidak seluruhnya termakan oleh penanganan peralatan kendaraan dan perhatiannya dapat dipusatkan pada arus lalu lintas di jalan. Makin mampu seorang dalam hal ini. lebih-lebih bila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak. Misalnya saja. D. mempunyai aplikasi yang luas sekali. e. Sebagai contoh. Dalam kehidupan manusia. Kompleksitas hal yang harus dipelajari juga besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar. c. makin baik pula hasil pemikirannya. Sikap (attitude) Sikap merupakan kemampuan internal yang berperan sekali dalam mengambil tindakan. sehingga terbentuk kaidah yang bertaraf lebih tinggi dan lebih kompleks. Keterampilan motorik (motor skills) Orang yang memiliki suatu keterampilan motorik. Orang yang memiliki sikap yang mantap mampu untuk memilih secara tegas diantara beberapa kemungkinan. Faktor bahan atau hal yang harus dipelajari Bahan atau hal yang harus dipelajari ikut menentukan bagaimana proses belajar itu terjadi dan bagaimana hasil yang dapat diharapkan. misalnya kita mengenal 1) Belajar bahasa (verbal learning) 2) Belajar rangkaian huruf tanpa arti (non sensase syllabus learning) 3) Belajar serangkaian bahan (serial learning) . Kemampuan mengatur kegiatan kognitif pada diri sendiri.y Prinsip Dalam prinsip telah terjadi kombinasi dari beberapa kaidah. seorang pengemudi sudah menguasai keterampilan mengendarai kendaraannya sedemikian rupa. Bertitik tolak dari hal yang harus dipelajari itu. keterampilan motorik memegang peranan yang sangat pokok. Pengaturan kegiatan kognitif (cognitive strategy) Gagne menyebut µcognitive strategy¶ sebagai cara menangani aktivitas belajar dan berpikir sendiri. belajar mengenai keterampilan dan belajar mengenai pemecahan soal tidaklah sama. d. mampu melakukan suatu rangkaian gerak jasmani dalam urutan tertentu. dengan mengadakan koordinasi antara gerak-gerik berbagai anggota badan secara terpadu.

a. Kondisi fisiologis Kondisi fisiologis pada umumnya sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar seseorang. Faktor instrumental Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang pengadaan dan penggunaannya dirancangkan sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. terdapat pengaruh kurang menguntungkan dari lingkungan terhadap proses belajar. 2. seperti suara mesin pabrik. baik yang berwujud manusia dan representasinya maupun yang terwujud hal-hal lain. Faktor-faktor ini dapat berwujud gedung. terutama penglihatan dan penginderaan. kondisi individu ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu: 1. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan-tujuan belajar yang telah dirancangkan pula. kelembaban udara berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Di samping kondisi fisiologis umum itu. c. dan hiruk pikuk lalu lintas b. hal yang tidak kalah pentingnya adalah kondisi pancaindera. 2. Beberapa faktor yang utama akan dikemukakan yaitu : o o o Minat Kecerdasan Bakat . dan sebagainya. Jika diuraikan.Faktor-faktor lingkungan Faktor-faktor lingkungan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok 1. Kondisi psikologis Semua keadaan dan fungsi psikologis tentu saja berpengaruh terhadap proses belajar yang juga bersifat psikologis itu. Dalam banyak hal. Lingkungan alami seperti keadaan suhu. langsung berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Lingkungan sosial. barangkali kondisi individu pelajar yang memegang peranan paling menentukan. Evaluasi mengenai keberhasilan usaha belajar harus memperhitungkan faktorfaktor instrumental itu. perlengkapan belajar. alat-alat praktikum.Kondisi individu pelajar Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar.

seperti menghafal pedoman kata Indonesia. lebih baik kerap mengulang dalam waktu yang tidak terlalu lama) 2) Menciptakan suatu siasat untuk mengarahkan pedoman kata-kata dalam ingatan.Proses belajar informasi verbal Diawali dari anak kecil yang dimulai mengetahui nama untuk konsep-konsep konkret yang sederhana. dimasukkan kembali di dalam LTM (long term memory). Beberapa fase dalam jalur belajar informasi verbal ataupun tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu. berperan sekali jika fakta yang telah dihafal. karena dalam fase ini siswa mengadakan organisasi yang pada dasarnya berwujud mencari makna atau arti. perlu mendapat tekanan pada belajar fakta. sehingga orang lain dapat menangkapnya dengan jelas. misal ³kursi ± chair¶. 4) Fase prestasi. Kesulitan ini dapat diatasi dengan : 1) Mempelajari daftar kata-kata secara berulang-ulang (mengulang dengan tujuan meningkatkan penyimpanan. mengambil wujud menuangkan informasi yang dimiliki dalam perumusan verbal yang tepat. untuk dipelajari kembali (review) atau dihubungkan dengan fakta baru. 2) Fase mengolah.o o Motivasi Kemampuan-kemampuan kognitif d. 3) Fase menggali. Inggris. Kesulitan akan timbul jika siswa di sekolah mempelajari pasangan kata-kata. . Menciptakan suatu bayangan yang berfungsi sebagai penghubung antara kedua kata yang harus dihafal. Kondisi ekstern yang berlaku dalam belajar informasi verbal mencakup: 1) Cara informasi itu disajikan 2) Pengaturan waktu yang dilakukan untuk menyebarkan periode-periode waktu mengulang kembali pedoman kata yang sedang dipelajari. adalah sebagai berikut: 1) Fase motivasi. cukup berperan jika siswa mempelajari banyak pedoman katakata atau banyak fakta. yang kemudian dituangkan dalam suatu perumusan verbal.

penciuman. karena dalam fase ini ditentukan apakah sesuatu berbeda atau sama dengan yang lain dan perbedaan/kesamaan itu menyangkut ciri fisik apa. Belajar konsep Belajar konsep menuntut kemampuan untuk menemukan ciri-ciri yang sama pada sejumlah objek. seperti menunjuk dengan jari atau memakai beberapa kata untuk menyatakan sama atau lain 4) Fase umpan balik. Kondisi intern Siswa harus memiliki peralatan indera yang normal. Sangat berperan. dan pengecapan. Belajar perseptual Belajar perseptual memegang peranan besar di Taman Kanak-kanak dan di kelas rendah sekolah dasar. pengamatan harus diulang-ulang. 2) Fase pengolahan. ciri-ciri fisik itu harus ³dicatat´ dengan seksama selama fase konsentrasi dan diolah dengan teliti supaya berlangsung persepsi-persepsi yang tepat. Proses belajar kemahiran intelektual Menurut Gagne hasil belajar dan belajar kemahiran intelektual ini menunjukkan suatu urutan hierarkis.e. kaidah dan prinsip yang secara berturut-turut yaitu: a. perabaan. perlu mendapat tekanan. Maka belajar konsep ini dibagi dua yaitu belajar konsep konkret dan belajar konsep yang didefinisikan . pendengaran. 3) Fase prestasi. Kalau objeknya banyak. yang mampu mengamati perbedaan-perbedaan dalam ciri-ciri dan fisik. mengambil wujud suatu perbuatan. Urutan tersebut adalah jalur belajar persepsi. b. cukup berperan sebagai konfirmasi terhadap diskriminasi yang telah dibuat. Konsep. Diawali dengan belajar untuk menemukan perbedaanperbedaan antara benda-benda menurut ciri-ciri fisik. terutama dalam mengamati melalui penglihatan. Beberapa fase dalam belajar perseptual atau tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu yaitu: 1) Fase konsentrasi.

cukup berperan sebagai konfirmasi terhadap penggolongan yang telah dibuat. Fase umpan balik. ciri-ciri fisik yang perlu berbeda-beda harus diamati secara cermat dan ini membutuhkan konsentrasi Fase mengolah. tanpa perlu memikirkan lagi secara rinci apa yang dilakukan. Biasanya suatu keterampilan motorik terdiri atas sejumlah sub komponen yang merupakan sub keterampilan bagian. 2. Fase prestasi. karena ciri-ciri atau sifat-sifat yang sama. . urat-urat dan persendian dalam tubuh. kerap disertai dengan menyebutkan nama untuk konsep itu. Proses belajar keterampilan motorik Belajar keterampilan motorik menurut kemampuan untuk meningkatkan sejumlah gerak-gerik jasmani. Beberapa fase dalam belajar konsep konkret atau tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu adalah: y y y y Fase konsentrasi. tidak dapat ditemukan (hanya) melalui pengamatan. Keterampilan motorik mengutamakan gerakan-gerakan otot-otot. ciri-ciri yang sama diambil bersama-sama. Maka. Oleh karena itu. belajar konsep semacam ini berlangsung melalui membaca penjelasan dalam bentuk bahasa tertulis atau mendengarkan penjelasan dalam bentuk bahasa lisan. siswa berinteraksi dengan lingkungan hidup yang berwujud dan memperoleh konsepkonsep yang langsung menunjuk pada realitas dalam lingkungan fisik itu. sampai menjadi suatu keseluruhan yang dilakukan dengan gencar dan lurus. siswa membuktikan bahwa dia sudah memiliki konsep yang dipelajari dengan menunjukkan atau memisah-misahkan. Belajar konsep konkret Siswa perlu mengadakan diskriminasi yang cermat untuk dapat menemukan ciri-ciri fisik yang sama dan ciri-ciri yang berbeda.1. Belajar konsep yang didefinisikan Siswa menghadapi suatu tantangan khusus. f. namun diperluka pengamatan melalui alat-alat indera dan pengolahan secara kognitif yang melibatkan pengetahuan dan pemahaman.

Selain itu. disertai pengaturan yang baik. baik sub keterampilan mampu keseluruhan rangkaian gerak-gerik. siswa akan sangat tertolong bila waktu-waktu untuk latihan diatur dengan baik. intrisik atau ekstrinsik sebagaimana diterangkan diatas. y Kondisi ekstern Menyangkut komunikasi kepada siswa mengenai prosedur yang harus dipegang sebagai pola disertai demonstrasi dalam bentuk gambar. lebih-lebih terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak atau tersedia beberapa alternatif. mempelajari prosedur yang harus diikuti dan melatih diri. berperan dalam belajar keterampilan yang menuntut pengamanan terhadap lingkungan untuk menentukan posisi badan dan memperkirakan jarak. pengesahan merupakan wujud umpan balik. Bila kompleksitas keterampilan yang dipelajari menuntut supaya sub-subketerampilan dilatih lebih dahulu. yang dilakukan berkali-kali menjadi ukuran yang meyakinkan bahwa sikap yang dituju sudah diperoleh. menggali program mental yang tersimpan dalam LTM (dari ingatan) 5) Fase umpan balik. Proses belajar sikap Belajar sikap berarti memperoleh kecenderungan untuk menerima atau menolak suatu objek berdasarkan penilaian terhadap objek itu sebagai hal yang berguna/berharga (sikap positif) atau tidak berharga/berguna. g. Dalam rangka belajar sikap. film atau contoh nyata. y Kondisi intern Motivasi sebagai penunjang. lebih-lebih bila keterampilan yang dipelajari membutuhkan usaha berkelanjutan dan banyak waktu untuk latihan. sangat berperan. Sikap merupakan suatu kemampuan internal yang berperan sekali dalam mengambil tindakan (action). seperti dalam belajar bermain olah raga sepak bola 3) Fase pengolahan. 4) Fase menggali. sub-subkomponen itu menjadi prasyarat yang harus dipenuhi lebih dahulu. pemberian prestasi dalam bentuk-bentuk konkret. 2) Fase konsentrasi. .Beberapa fase dalam belajar keterampilan motorik atau tekanan yang harus diberikan pada fase tertentu adalah sebagai berikut : 1) Fase motivasi. diagram.

Hasil belajar kemahiran intelektual Menurut Gagne hasil belajar kemahiran intelektual adalah: 1) Persepsi ialah kemampuan untuk mengadakan diskriminasi antara objek-objek berdasarkan ciri-ciri fisik yang berbeda-beda antara objek itu 2) Konsep ialah kemampuan untuk mengadakan diskriminasi antara golongan objek dan sekaligus mengadakan generalisasi dengan mengelompokkan objek yang mempunyai satu atau lebih ciri yang sama. juga berbeda dengan belajar bidang kognitif yang lain. kelinci itu ditaruh dekat pada anak. Sesaat sebelumnya. j. Setiap kategori hasil belajar bersama dengan jalur belajar yang sesuai. Hasil belajar informasi verbal Dalam belajar informasi verbal seringkali individu memanfaatkan hasil dari ´belajar kemahiran intelektual´ dan belajar pengaturan kegiatan kognitif. Kejadian ini diulang sampai beberapa kali. yang memang disukainya. i. Bila siswa telah memberikan suatu prestasi yang tepat. h. . Belajar informasi verbal ini akan menghasilkan pengetahuan yang mengandalkan kemampuan untuk menuangkan pengetahuan itu dalam bentuk bahasa. Paplov mulia dengan menimbulkan suara keras yang menimbulkan reaksi spontan. Manifestasi hasil perbuatan belajar Setiap jenis belajar mencakup jenis perilaku tertentu. serta dipakai dalam belajar sikap. 2) Conditioning menurut pola yang dibentangkan oleh Skinner (operant conditioning) Pola ini mendapat aplikasi yang luas dalam mengelola pengajaran di sekolah dan dalam mendidik siswa. yang masing-masing mencakup suatu jenis perilaku tertentu. sehingga dapat dikomunikasikan dengan orang lain. terkejut dan takut. misalnya belajar informasi verbal secara psikologis berbeda dengan belajar kemahiran intelektual. dia mungkin diperbolehkan untuk berbuat sesuatu yang lain.y Belajar sikap dapat berlangsung dengan dua cara: 1) Conditioning menurut pola yang dikembangkan oleh Paplov yang dapat digambarkan sebagai berikut : Untuk membangkitkan rasa takut seorang anak pada kelinci. membentuk suatu jenis belajar.

seperti keterampilan mengajukan pertanyaan.3) Kaidah adalah kemampuan untuk menghubungkan beberapa konsep. disimpulkan paling tidak terdapat empat rumpun besar model-model mengajar yaitu: 1) Model pemprosesan informasi 2) Model personal 3) Model sosial dan 4) Model perilaku Pengaruh atau dampak pelaksana suatu model terhadap perubahan perilaku anak didik dapat dikategorikan ke dalam dua jenis. yaitu pola urutan kegiatan instruksional yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan. atau disebut juga sebagai efek nurturan. Model mengajar mengandung strategi mengajar. sedangkan dampak kedua datang sebagai pengalaman yang lahir dari lingkungan belajar yang secara tidak sengaja muncul mengiringi dampak instruksional itu. . dampak langsung atau disebut juga sebagai efek instruksional. biasanya disebut sebagai dampak penyerta. Pengertian model itu sendiri seringkali memang menimbulkan kekaburan. serta penelitian terhadap berbagai teori belajar mengajar yang muncul dalam periode tiga puluh tahunan terakhir ini. pengertiannya bisa bermacam-macam bagi setiap orang. mengkomunikasikan pengarahan. y Pengertian model belajar Suatu model belajar ialah suatu rencana atau suatu pola pendekatan yang digunakan untuk mendisain pengajaran. yang membantu memecahkan suatu problem atau masalah. sehingga pemahaman yang lebih tinggi. yaitu . Dari hasil observasi dan penelitian yang telah dilakukan terhadap pendekatan mengajar belajar yang beraneka ragam dan telah banyak dipraktekkan di sekolahsekolah secara luas. sehingga terbentuk suatu pemahaman baru yang mewakili kenyataan yang biasanya terjadi. Dampak pertama akibat dari arahan yang diberikan secara sengaja pada anak didik. Model ialah penyederhanaan atau simplifikasi dari sejumlah aspek dunia nyata. 4) Prinsip adalah kemampuan untuk menggabungkan beberapa kaidah. menstruktur dan mereaksi terhadap jawaban murid . dan dampak tak langsung yang secara implisit ikut memberikan perubahan. atau dampak instruksional. Sedangkan di dalam strategi mengajar terdapat strategi instruksional dan keterampilan teknis mengajar yang amat spesifik.

mengerjakan soal-soal yang sudah dirancang secara khusus. Pada umumnya metode-metode tersebut tidak jauh berbeda dari metode yang berlaku dalam kegiatan belajar mengajar biasa. Metode seperti ini biasanya diterapkan bagi murid yang daya tangkapnya lemah. . Metode yang digunakan dalam perbaikan belajar-mengajar mempunyai ciriciri khusus. Cuma tekanan dan pelaksanaannya yang berbeda sesuai dengan masalah/kesulitan yang ingin disembuhkan. yang umumnya memperlihatkan hasil belajar di bawah rata-rata kelas. dan latihan menggunakan kata-kata tertentu. pada umumnya kita mengenal 2 jenis program perbaikan belajar mengajar. Metode perbaikan belajar mengajar yang diterapkan dalam program penyembuhan ada bermacam-macam sesuai dengan hakikat kesulitan yang perlu disembuhkan. di antaranya Memanfaatkan latihan khusus seperti latihan membaca kata-kata tertentu. Dalam kaitan ini.y Metode perbaikan belajar mengajar Sejauh ini yang sudah kita bicarakan adalah perbaikan belajar-mengajar bagi murid yang mengalami kesulitan belajar. Yang pertama adalah program yang disediakan bagi anak yang berbakat dan yang kedua adalah program penyembuhan atau pengajaran remedial yang disediakan bagi murid yang mengalami kesulitan belajar.

Drs. Briggs. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar. 1984. Principle of Instructional Design. Drs. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. 2. Jakarta: Erlangga. 1982.D Dahlan S. Diagnostik Kesulitan-kesulitan dalam Pendidikan Anak. Jakarta: Erlangga. 1984. 1979. Hamid Hasan dan A. 1979. . H. 1. A. Richart and Winston. Nasution. Rachman Natawijaya. Leskie J. New York. 1989. Jilid. Partowisastro. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar. Moein Moesa.DAFTAR PUSTAKA Gagne. S. Drs. Jakarta: Bina Aksara. dan Hadisuparto. Partowisastro. RM. Jakarta: BPK Gunung Agung. Model-model Mengajar. M. IKIP Bandung Pusdiklat PERUMTEL. Jilid. Holt. H.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->