Pendahuluan Sejak zaman penjajahan, bangsa Indonesia telah memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Namun pelaksanaannya masih diwarnai oleh kepentingan politik kaum penjajah, sehingga tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan mereka. Setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, bangsa Indonesiapun menunjukan kepeduliannya terhadap pendidikan. Hal itu terbukti dengan menempatkan usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan nasional bangsa Indonesia. Sebagaimana tertulis dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi : Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban duniayang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan negara republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (BP 7 Pusat, 1990:1). Dengan demikian maka tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan bangsa Indonesia, yang sekarang ini tujuan pendidikan tersebut dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU sisdiknas) BAB II pasal 3 yang berbunyi sebagai berikut : Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Agar tujuan tersebut dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan suatu alat untuk mencapainya, yaitu ³segala sesuatu yang secara langsung membantu terlaksananya tujuan pendidikan´ (Barnadib, 1987:96). Sehubungan dengan alat pendidikan ini, Ahmad Supardi (1989:9), membagi alat pendidikan ke dalam dua bagian, yaitu : 1. Alat pisik, berupa segala perlengkapan pendidikan yang berupa sarana dan fasilitas dalam bentuk konkrit, seperti bangunan, alat tulis dan baca dan lain sebagainya. 2. Alat non pisik, berupa kurikulum, pendekatan, metode dan tindakan berupa hadiah dan hukuman serta uswatun hasanah atau contoh teladan yang baik dari pendidik. Berdasarkan pembagian alat pendidikan yang dikemukakan Ahmad Supardi di atas, jelaslah bahwa salah satu dari alat pendidikan diantaranya adalah kurikulum.

Sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, kurikulum harus mencerminkan kepada falsafah sebagai pandangan hidup suatu bangsa, karena ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan bangsa itu kelak, banyak ditentukan dan tergambarkan dalam kurikulum pendidikan bangsa tersebut. Sering terjadi jika suatu negara mengalami perubahan pemerintahan, politik pemerintahan itu mempengaruhi pula bidang pendidikan yang sering mengakibatkan terjadinya perubahan kurikulum tang berlaku. Sebagai contoh sebelum Indonesia merdeka setidaknya telah terjadi dua kali perubahan kurikulum, yang pertama ketika di jajah belanda kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya. Kedua ketika dijajah Jepang kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya yang bersemangatkan kemiliteran dan kebangunan Asia Timur Raya. Kemudia setelah Indonesia merdeka pra orde baru terjadi pula dua kali perubahan kurikulum, yang pertama dilakukan dengan dikeluarkannya retjcana pelajaran tahun 1947 yang menggantikan seluruh sistem pendidikan kolonial, kemudian pada tahun 1952 kurikulum ini mengalami penyempurnaan dan dan diberinana rentjana Pelajaran terurai 1952.Perubahan kedua terjadi dengan dikeluarkannya rentjana pendidikan tahun 1964, perubahan tersebut terjadi karena merasa perlunya peningkatan dan pengejaran segala ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu alam dan matematika. Saat orde baru terlahirpun kurikulum mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan pertama terjadi dengan dikeluarkannya kurikulum 1968 yang didasari oleh adanya tuntutan untuk mengadakan perubahan secara radikal pemerintahan orde lama dalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Perubahan kedua terjadi dengan diterbitkannya kurikulum tahun 1975 (disempurnakan dengan kurikulum 1976 dan 1977). Perubahan ketiga terjadi dengan diberlakuannya kurikulum tahun 1984. Dan Perubahan keempat terjadi Ketika di negara kita diberlakukan Undang-undang Sistem pendidikan Nasional (UUSPN) pada tahun 1989 beserta seperangkat peraturan pemerintah yang mengatur lebih lanjut pelaksanaan UUSPN tersebut, menyebabkan perlunya pembuatan atau penyusunan kurikulum yang sesuai dengan rumusan pasal-pasal yang tercantum dalam UUSPN dan peraturan pemerintahnya. Maka pada Tahun 1994 di negara kita diberlakukan kurikulum baru sesuai dengan keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. Perubahan dan perbaikan kurikulum itu wajar terjadi dan memang harus terjadi, karena kurikulum yang disajikan harus senantiasa sesuai dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Subandijah (1993:3), bahwa : Apabila kurikulum itu dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka kurikulum dalam kedudukannya harus memiliki sipat anticipatori, bukan hanya sebagai reportorial. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus dapat meramalkan kejadian di masa yang akan datang, tidak hanya melaporkan keberhasilan peserta didik. Sifat kurikulum yang harus senantiasa adaptif dan antisipatif ini sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

Artinya : ³Didiklah anak-ankmu itu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk mengisi masa yang bukan masamu´ Seiring dengan terjadinya perubahan politik dan bergantinya rezim orde baru dan terjadinya amandemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 menyebabkan eksistensi Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) dirasakan tidak lagi memadai dan tidak lagi sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut dipandang perlu menyempurnakan UUSPN tersebut, dan pada tahun 2003 dengan persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian lebih dikenal dengan UU SISDIKNAS. Sesuai dengan tuntututan UU SISDIKNAS pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyebabkan kurikulum yang berlaku di sekolah adalah kurikulum yang sesuai dengan standar nasional pendidikan. Agar kurikulum yang digunakan di sekolah sesuai dengan standar nasional pendidikan maka Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengeluarkan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi yang di dalamnya memuat tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan, standar kompetensi dan kompetensi dasar. Untuk sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Agama tidak ketinggalan Menteri Agamapun mengeluarkan Peraturan Menteri Agama No. 2 Tahun 2008 tentang standar kompetensi lulusan dan standar isi Pendidikan Agama Islam dan Bhasa Arab di Madrasah. Arah Baru Kurikulum Pendidikan Nasional Lahirnya UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 boleh dikatakan sebagai awal lahirnya arah baru pendidikan Indonesia dimana kurikulum yang dibuat mengarah kepada pencapaian kompetensi siswa baik kompetensi Kognitif, Afektif, maupun Psikomotor. Berikut ini pasal-pasal yang terdapat dalam UU SISDIKNAS yang terkait secara langsung dengan kurikulum. Dalam UU SISDIKNAS terdapat 4 pasal dan 10 ayat yang berbicara tentang kurikulum, yaitu : Pasal 1 ayat 19 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, da bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraankegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsipdiversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

(3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: 1. Peningkatan Iman Dan Takwa; 2. Peningkatan Akhlak Mulia; 3. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Dan Minat Peserta Didik; 4. Keragaman Potensi Daerah Dan Lingkungan; 5. Tuntutan Pembangunan Daerah Dan Nasional; 6. Tuntutan Dunia Kerja; 7. Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni; 8. Agama; 9. Dinamika Perkembangan Global; Dan 10. Persatuan Nasional Dan Nilai-Nilai Kebangsaan. Pasal 37 ayat 1 dan 2 (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: 1. Pendidikan Agama; 2. Pendidikan Kewarganegaraan; 3. Bahasa; 4. Matematika; 5. Ilmu Pengetahuan Alam; 6. Ilmu Pengetahuan Sosial; 7. Seni Dan Budaya; 8. Pendidikan Jasmani Dan Olahraga; 9. Keterampilan/Kejuruan; Dan 10. Muatan Lokal. (2) Kurikulum Pendidikan Tinggi Wajib Memuat: 1. pendidikan agama; 2. pendidikan kewarganegaraan; dan 3. bahasa. Pasal 38 ayat 1, 2, 3, dan 4 (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.

Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa.(3) Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi.(Depdiknas. 5. dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Depdiknas. 2. dan proses pembelajaran. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. seperti penyempurnaan kurikulum. disikapi. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Tahun 2004). dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. (2) spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi. Kurikulum Berbasis Kompetensi Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok. yaitu: (1) pemilihan kompetensi yang sesuai. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Sumber belajar bukan hanya guru. materi pelajaran. 4. penilaian. . (4) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. (3) pengembangan sistem pembelajaran. Tahun 2004). atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. 3. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. kegiatan belajar mengajar. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1.

Mengingat Kurikulum 2004 ini masih dalam taraf ujicoba yang lebih luas sejak tahun pembelajaran 2004/2005 dan belum semua sekolah sudah menerapkan secara utuh Kurikulum 2004. yaitu KBK tahun 2004 yang tidak pernah disyahkan menteri pendidikan Nasional walaupun telah menelan biaya milyaran rupiah dan KBK tahun 2006 yang selanjutnya lebih dikenal dengan KTSP. apakah penyataan mereka itu dimaksudkan untuk ³menghibur guru´ agar tidak resah menghadapi perubahan kurikulum ini.Setidaknya ada dua versi Kurikulum Berbasis Kompetensi yang pernah ada di Indonesia setelah lahirnya UU SISDIKNAS no 20 tahun 2003. termasuk aparat Depdiknas dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat statement bahwa Kurikulum 2004 (atau KBK) tidak terlalu jauh berbeda dengan Kurikulum 2006 yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan baru ditetapkan pemberlakuannya oleh Mendiknas melalui Peraturan Mendiknas No. Nanang Rijono. 19/2005 ± SPN Permendiknas No. Saya tidak tahu. aparat Pusat Kurikulum. niscaya mereka akan mengatakan bahwa Kurikulum 2004 dengan Kurikulum 2006 berbeda secara nyata. 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan y y y y y KURIKULUM 2006 UU No. atau gejolak yang meresahkan masyarakat dan dunia pendidikan. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No. 20/2003 y PP No. 20/1999 ± Pemerintah-an Daerah y UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian diganti dengan UU No. Namun apa daya. Jika saja mereka sudah melakukan pembandingan secara mendalam kedua kurikulum tersebut. secara signifikan. 20/2003 ± Sisdiknas PP No. karena menunjukkan pemahaman yang sangat dangkal mereka terhadap Kurikulum 2006 tersebut. 22 tentang . Implementasi / y Bukan dengan Keputusan/ Peraturan Mendiknas RI Keputusan Dirjen y Peraturan Mendiknas RI No. Berikut ini kami sajikan perbedaan dan persamaan antara Kurikulum 2004 dan Kurikulum 2006 (perhatikal tebel) : Perbandingan KBK 2004 dan 2006 ASPEK 1. kini sudah dimunculkan kurikulum baru. Sehingga muncullah statement yang ³menghibur´ tersebut. Landasan Hukum KURIKULUM 2004 y Tap MPR/GBHN Tahun 1999-2004 y UU No. 23/2006 ± Standar Kompetensi Lulusan 2. Saya menduga mereka hanya ³mengulang-ulang´ pernyataan dari BSNP. 22/2006 ± Standar Isi Permendiknas No. Pejabat Depdiknas yang bermaksud meredam agar Kurikulum 2006 tidak mendapat tentangan dari ujung tombak pendidikan : guru dan sekolah. dalam situs pribadinya menatakan bahwa banyak kalangan. 24 Tahun 2006 tanggal 2 Juni 2006. Memang harus diakui dalam beberapa hal ada kesamaan atau kemiripan antara keduanya. Hal ini adalah ironis. Kurikulum 2006.

23 tentang SKL 3. y KURIKULUM 2006 SI dan No.399a/C. Ideologi Pendidikan yang Dianut Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. KD. profesional dan kompetitif 4. Komponen lain dikembangkan oleh guru Penambahan mata pelajaran untuk Mulok dan Pengem-bangan diri untuk semua jenjang sekolah Ada pengurangan mata pelajaran (Misal TIK di SD) Ada perubahan nama mata pelajaran KN dan IPS di SD dipisah lagi Ada perubahan jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran 7. Struktur y y y y y y y y . Daerah dan Sekolah dapat mengembangkan lebih lanjut. Sifat (2) y y Kurikulum merupakan kerangka dasar oleh Tim BSNP 6. 1247a/ C4/MN/2003 Tahun 2003. Pendekatan y y y y Berbasis Kompetensi Hanya terdiri atas : SK dan KD. Sifat (1) y y Cenderung Desentralisme Pendidikan : Kerangka Dasar Kurikulum disusun oleh Tim Pusat. kompeten. kompeten. 766a/C4/MN/2003 Tahun 2003.ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 Dikdasmen No. Daerah/Sekolah hanya melaksanakan Kurikulum disusun rinci oleh Tim Pusat (Ditjen Dikmenum/ Dikmenjur dan Puskur) Berbasis Kompetensi Terdiri atas : SK.C2/Kep/DS/2 004 Tahun 2004. 5. y Keputusan Direktur Dikme-num No. MP dan Indikator Pencapaian Berubahan relatif banyak dibandingkan kurikulum sebelumnya (1994 suplemen 1999) Ada perubahan nama mata pelajaran Ada penambahan mata pelajaran (TIK) atau penggabungan mata pelajaran (KN dan PS di SD) y Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. profesional dan kompetitif Cenderung Sentralisme Pendidikan : Kurikulum disusun oleh Tim Pusat secara rinci. dan No.

perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai . Belajar sepanjang hayat 7. Estetika. Keseimbangan Etika. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah 11. teknologi. Budi Pekerti Luhur. Didasarkan pada potensi.ASPEK 8. Belajar Sepanjang Hayat 8. Berpusat pada potensi. Penguatan Integritas Nasional 3. Beragam dan terpadu 3. Pengembangan Kurikulum lebih y lanjut Hanya sekolah yang mampu dan memenuhi syarat dapat mengembangkan Kurikulum Guru membuat silabus atas dasar Kurikulum Nasional dan RP/Skenario Pembelajaran 10. Berpusat pada Anak 9. Keimanan. perkembangan. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. Silabus merupakan bagian tidak terpisahkan dari KTSP Guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 9. Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan Tidak terdapat pelaksanaan kurikulum prinsip 1. dan Nilai-nilai Budaya 2. Beban Belajar KURIKULUM 2004 Jumlah Jam/minggu : SD/MI = 26-32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/SMK = 3839/minggu y Lama belajar per 1 JP: y SD = 35 menit y SMP = 40 menit y SMA/MA = 45 menit y y y y y y y y y y y y y y y y y KURIKULUM 2006 Jumlah Jam/minggu : SD/MI 1-3 = 27/minggu SD/MI 4-6 = 32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/MA= 38-39/minggu Lama belajar per 1 JP: SD/MI = 35 menit SMP/MTs = 40 menit SMA/MA = 45 menit Semua sekolah /satuan pendidikan wajib membuat KTSP. dan Kinestetika 4. dan seni 4. Pengembangan Kecakapan Hidup 7. Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi 6. Logika. kebutuhan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya 2. Prinsip 1. Kesamaan Memperoleh Kesempatan 5. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

kesosialan. akrab. 1. y y y y y belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain. Dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling meneri-ma dan menghargai. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. dan kondisinya dengan memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan. dengan prinsip tut wuri handayani. pengayaan. keindividuan. sumber belajar dan teknologi yang memadai. dan moral. 2. belajar untuk memahami dan menghayati.ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 kompetensi yang berguna bagi dirinya. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri. ing ngarsa sung tulada 2. tahap perkembangan. dan hangat. aktif. terbuka. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. dan meman-faatkan lingkungan sekitar sebagai . dan/atau percepatan sesuai dengan potensi. kreatif & menyenangkan. ing madia mangun karsa. Memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan perbaik-an. Menegakkan lima pilar belajar: 1. melalui proses pembela-jaran yang efektif.

Mendayagunakan kondisi alam. Dalam KBK tahun 2004 untuk mata pelajaran PAI (kita ambil contoh di jenjang SMP). Tenaga Kependidikan 9. Pengelolaan Kurikulum 1. Diselenggarakan dalam keseimbangan. 3. 4. untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut : No 1 2 3 Standar Kompetensi Mengamalkan ajaran AL Qur¶an /Hadits dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan aqidah Islam dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan akhlakul karimah (akhlaq mulia) dan menghindari akhlaq tercela dalam kehidupan sehari . Sumber dan Sarana Belajar 10. Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam KBK Ketika kita berbicara Kurikulum berbasis Kompetensi maka pembahasan utama yang harus kita lakukan adalah tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus ditempuh oleh seorang peserta didik. Budi Pekerti 8. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. Bimbingan & Konseling 6. Pengembangan Silabus 12. 4. Nilai-nilai Pancasila 7. 12. pengayaan. Tahap Pelaksanaan 11. keterkaitan. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Bahasa Pengantar Tidak terdapat pedoman pelaksanaan Intrakurikuler kurikulum seperti pada Kurikulum 2004. Standar Kompetensi yang disajikan sangat sederhana tapi cukup mendalam dan mencerminkan standar kompetensi pendidikan Islam yang menyeluruh. 2.ASPEK KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 sumber belajar. 3. Ekstrakurikuler Remedial. akselerasi 5.

Menerapkan Hukum bacaan ´Al´ 1. mengartikan dan menyalin surat adduha 1.1 Membaca ayat-ayat Al-Qur¶an yang Aqidah berkaitan dengan sifat-sifat Allah 1. Meningkatkan keimanan kepada 2.5. Siswa mampu membaca. Semester I Standar Kompetensi Al-Qur¶an Kompetensi Dasar 1.3 Menerapkan bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah dalam bacaan surat-surat Al-Qur¶an dengan benar 2. Sebagai contoh untuk standar kompetensi dasar yang pertama di kelas VII diurai ke dalam lima kompetensi Dasar yaitu : 1.2 Menyebutkan arti ayat-ayat Al- .3.1 Menjelaskan hukum bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah 1. Siswa mampu membaca. Siswa mampu membaca.1. Ada satu pertanyaan yang mungkin mengganjal di hati kita mengapa Standar Kompetensi dalam KBK 2006 ini dangkal. untuk kelas VII terdapat 14 SK. untuk kelas VIII terdapat 15 SK. mengartikan. setandar kompetensi yang disajikan untuk mata pelajaran pendidikan Agama Islam sangat banyak tapi bobotnya amat dangkal. Sebagai Contoh Perhatikan Tabel berikut ini : Kelas VII. Siswa mampu mempraktikan hukum bacaan Nun mati dan Tanwin dan mim mati 1. Kelima Standar Kompetensi di atas berlaku untuk semua tingkat dari kelas VII s.2.4. mengartikan dan menyalin surat Al Adiyat 1. Sementar dalam KBK tahun 2006 (KTSP).2 Membedakan hukum bacaan bacaan Syamsiyah dan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah ´Al´Qomariyah 1.d Kelas IX dan masing-masing dari kelima standar kompetensi tersebut diuraikan lagi menjadi beberapa kompetensi dasar yang memiliki cakupan materi yang cukup dalam dan luas. dan untuk kelas IX terdapat 13 SK. Siswa mampu menerapkan hukum bacaan Alif lam syamsiyah dan Alif lam qamariyah 1.4 5 Menerapkan syariah (hukum Islam) dalam kehidupan sehari-hari) Mengambil Manfaat dari Sejarah Perkembangan (peradaban) Islam dalam kehidupan sehari-hari. dan menyalin hadits tentang Rukun Islam. jawabannya adalah karena Standar Kompetensi yang disajikan dalam KBK 2006 adalah Kompetensi dasar dalam KBK 2004.

Memahami ketentuan ± ketentuan thaharah 5.Allah SWT sifatNya 2. Memahami Husna Akhlak 1.4 Menampilkan perilaku sebagai cermin keyakinan akan sifat-sifat Allah SWT Asmaul 3. Memahami sejarah 8. Membiasakan perilaku 4. qana¶ah dan sabar 5. Memahami tatacara 7.2 Mengamalkan isi kandungan 10 Asmaul Husna 4.2 Memperaktikkan shalat wajib 1.3 Membiasakan perilaku tawadhu.2 Memperaktikkan shalat jama¶ah dan shalat munfarid Menjelaskan sejarah Nabi Tarikh dan kebudayaan 8.1 Menjelaskan pengertian tawadhu.1 Menyebutkan arti ayat-ayat AlQur¶an yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna 3.1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan mandi wajib Fiqih 1.1 Menjelaskan pengertian shalat shalat jamaah dan jama¶ah dan munfarid munfarid (sendiri) 7.3 Menunjukkan tanda-tanda adanya Allah SWT 2. Memahami shalat tatacara 6. qana¶ah dan sabar 1. qana¶ah dan sabar 4.2 Menjelaskan misi nabi Muhammad Nabi Muhammad untuk semua manusia dan bangsa . ta¶at.Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Allah SWT melalui Qur¶an yang berkaitan dengan sifat-sifat pemahaman sifat.1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan shalat wajib 6.1 Muhammad SAW Islam 1. ta¶at.2 Menjelaskan perbedaan hadas dan (bersuci) najis 1.2 Menampilkan contoh-contoh terpuji perilaku tawadhu. ta¶at.

Dr. Coba perhatikan SK yang pertama terdapt tiga KD. Ahmad Sadali dkk. Jakarta 1984. 2003 9. Depdiknas. 2 Tahun 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. FIP IKIP. 1987 7.com/2008/02/28/kurikulum-2004-kbk-kurikulum-2006-ktspmemang-berbeda-secara-signifikan/ 14. Depdiknas. 1989 3. Kurikulum 2004 SMP Mata Pelajaran PAI. Bandung 1988 4. CV Kuningan Mas. BP7 Pusat. Jakarta. Jakarta. 2009 12. 2. GBHN. http://rbaryans. 2008 13. Jakarta. http://rijono. Undang-Undang Dasar.wordpress.com/2007/05/16/bagaimanakah-perjalanan-kurikulum-nasionalpada-pendidikan-dasar-dan-menengah/ . Darma Bakti. Jakarta. Islam untuk disiplin Ilmu Pendidikan. Abdurrahman Shaleh. Drs. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. 2005 10. 2004 8. DR. Penutup Demikianlah pembahasan tentang Analisis Kebijakan Pendidikan Islam bidang kurikulum yang sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan ini. Yogyakarta. Depdiknas. Ahmad Supardi. P4. IAIN Sunan Gunung Djati.wordpress.Standar Kompetensi SAW Kompetensi Dasar Dari kedua contoh perbandingan kurikulum di atas jelaslah bahwa ternyata ke dalaman standar kompetensi dan kompetensi dasar yang hendak dicapai oleh KBK 2004 jauh lebih menyeluruh dibanding dengan KBK 2006. Ilmu Pendidikan Islam. Untuk menyempurnakan makalah ini kami berharap kritik dan saran yang membangun dari semua peserta diskusi sore hari ini. Prof. Kencana. Jakarta. H. Depag.am . H. Penyelenggaraan Madrasah. Depdiknas. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Wina Sanjaya. Jakarta. Kalam Mulia. Ilmu Pendidikan Isl. Jakarta. Peraturan Menteri Agama No. Sutari Imam Barnadib. 2008 11. berarti dari ketiga KD itu harus dibuat satu RPP dan satu RPP disajikan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Padahal ketiga KD di atas dapat disajikan satu kali pertemuan (2 jam pelajaran). Jakarta. Depag. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. 1990 5. belum lagi kesulitan yang akan dirasakan guru saat menyusun RPP dimana ketentuan pembuatan RPP adalah satu KD satu RPP. Peraturan Pemerintah no 19 Tahun 2005. Jakarta 1993 6. Subandijah. Ramayulis. Raja Gravindo Persada. Wallahu µalam Daftar Bacaan 1.

o Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Abudin Nata pada tanggal 13 Januari 2009. kecerdasan .Dr. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP . teknologi . o o o o o o Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia PANDUAN RPP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL 6. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan o Permendiknas No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan o Permendiknas No. 24/2006 dan No. LANDASAN o UU No. 22 dan 23/2006 3. ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. 22/2006 tentang Standar Isi o Permendiknas No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional o PP No. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik o Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Tuntutan dunia kerja o Perkembangan ilmu pengetahuan . 4.1. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia 5. PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ( KTSP) 2. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No.Presentation Transcript 1. 1. 2. PENGERTIAN o Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. PEDOMAN PENYUSUNAN KTSP . Acuan Operasional Penyusunan KTSP o Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia o Peningkatan potensi .Catatan : Makalah diatas telah disajikan dalam diskusi kelas Mata Kuliah Analisis Kebijakan Pendidikan Islam dengan Dosen Pengampu Prof.

kecerdasan intelektual. kecerdasan. 2. minat. spritual. tantangan. o Daerah memiliki keragaman potensi. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. 2.2 Peningkatan potensi. 2. kebutuhan. dan keragaman karakteristik lingkungan. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 8.5 T untutan dunia kerja ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 11. o Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 9.7. dan seni. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah .4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 10. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. teknologi. o Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. teknologi. dan seni ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 12. 2. o Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional.6 Perkembangan ilmu pengetahuan. emosional. o Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. o Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. 2.

tujuan.9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 15. 2. 3. o Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.8 Dinamika perkembangan global ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 14. Pengembangan Diri. Ketuntasan Belajar. Muatan lokal. misi. 2. o Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Penjurusan. Kenaikan Kelas dan kelulusan.ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Pendidikan Kecakapan Hidup. dan ciri khas satuan pendidikan. o Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. o Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Beban Belajar. kondisi.12 Karakteristik Satuan Pendidikan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 18. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). 2. 2.7 Agama PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 13.10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 16. o Kalender Pendidikan o Silabus dan RPP . 2. Komponen KTSP o Tujuan Pendidikan Sekolah o Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran.11 Kesetaraan Jender ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 17. o Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.

Mata Pelajaran o o o 20. ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) KTSP DOKUMEN 1 o BAB I . dan kelulusan  Penjurusan  Pendidikan kecakapan Hidup  Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global  Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus 1. o TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN o suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. Struktur dan Muatan o Kurikulum o BAB IV. 23. . Pendahuluan o BAB II . PENDAHULUAN o Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) o Tujuan Pengembangan KTSP o Prinsip Pengembangan KTSP o SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH Bab II. 21. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. Mapel Tambahan) 22.19. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN o TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA o apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP o Meliputi Sub Komponen:  Mata pelajaran  Muatan lokal  Kegiatan Pengembangan diri  Pengaturan beban belajar  Ketuntasan Belajar  Kenaikan Kelas. o KTSP o (Dokumen 1) Bab I. MISI. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. o Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. 24. TUJUAN o Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) o Visi Sekolah o Misi Sekolah o Tujuan Sekolah BAGAIMANA MENYUSUN VISI. 27. keterampilan. Kalender Pendidikan KTSP DOKUMEN II o A. Tujuan Pendidikan o BAB III. o TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH o suasana sekolah sebagai lembaga/organisasi pembelajaran seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. 26. 25.

2. 30. o Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam o struktur kurikulum.  Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum.  Bidang TIK dan lain-lain : Web Desain. Kewirausahaan dll. 33. Contoh:  Bidang Budidaya : Tanaman Hias. o Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: o mengatur alokasi waktu pembelajaran tatap muka seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ o Bahasa asing lain). Kerupuk. akuntansi komputer. 28.  Bidang Pengolahan : Pembuatan Abon. o .  Substansi yang akan dikembangkan. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. Sayur. o Sekolah harus menyusun SK. sosial. bakat. 31. o Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. kemampuan. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah o Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. pembibitan ikan hias dan konsumsi. o Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). minat peserta didik. Ikan Asin. 3. 32. (kehidupan pribadi. o Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. dan kondisi sekolah.  Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. o Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: o . dll.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb:  Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. Tanaman Obat. Muatan Lokal o Berisi tentang: Jenis. o Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. 29. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. Kegiatan Pengembangan Diri o Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. Berkomunkasi sebagai Guide. termasuk keunggulan daerah. Baso dll. o Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok.Bimbingan konseling . o Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru.Berisi S truktur Kurikulum Tingkat Sekolah yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah.

Pengaturan Beban Belajar o Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran.masing pembimbing dan sekolah. o Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu o Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Kompetetitif. spontan dan keteladanan. rutin. Kepemimpinan. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. Dilaksanakan secara terprogram. KD dan silabus. Keolahragaan. kerjasama. mencakup penilaian: Sikap Sportif. o Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.o o kesulitan belajar. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. 5. 36. sebanyak 050% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Ketuntasan Belajar o Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:  Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 100 %. o Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: o 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka. o o o . mencakup penilaian: sikap kompetitif. o Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. kompleksitas dan SDM. 35. dan atau . sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum. karir ). 38. dll. Kerjasama.  Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik.Ekstra kurikuler . dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) . diserahkan kepada masing. o Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 jam pembelajaran per minggu . Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. KIR. kepribadian siswa. Contoh Penilaian Pengembangan Diri: o Keg. 34. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO. o Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. 39. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi). yang difokuskan pada Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri . dll. seperti: Kepramukaan. per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah. 37. 4. o Keg. o Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. Pengembangan kreativitas.

Pendidikan Kecakapan Hidup o Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. Ekologi. sosial. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global o Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. o Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. silabus. 40. Budaya. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs. o Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. maka sekolah dapat mengembangkan SK. o KTSP . o Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. o Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. kebutuhan peserta didik dan masyarakat.KD. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:  Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. atau menjadi mapel Mulok. o Pembelajaran mata pelajaran keterampilan dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal . TIK. o Substansi kecakapan hidup meliputi:  Kecakapan personal. o Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. akademik dan atau vokasional. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. 8. RPP dan bahan ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. Pembinaan terkait  Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. 41. 6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan o Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan.  Untuk kecakapan vokasional. IV Kalender Pendidikan 45.Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. 7. dan lain-lain.  BAB. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. Bahasa. 44. o Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. o Pengembangan SK. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah . 42. 43. o Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.

49. dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ). dikembangkan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1).kan 48. o o Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. serta finalisasi. KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undagn No. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. dan 2) sebagai berikut. V dan VI) SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) 47.o DOKUMEN II 46. SKL. Selesai 2. Pengertian KTSP KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun. II dan III) SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. 1. . Langkah yg lebih rinci dari masingmasing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. review dan revisi. Mekanisme PENYUSUNAN KTSP o Analisis o Kekuatan/ kelemahan o Peluang/ tantangan o Dokumen Standar isi. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. Panduan KTSP o Pembentukan Tim o Penyusunan Draft o Revisi dan Finalisasi o o o Naskah KTSP Diberlaku. Konsep Dasar KTSP Dalam Standar Nasonal Pendidikan (SNP Pasal 1. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). SD SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I.

potensi daerah. menentukan prioritas. dan peserta didik.2. Pada sistem KTSP. efisisen. dan berprestasi. pejabat pendidikan daerah. Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. kepala sekolah. sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi. sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan. tuntunan. Pemberdayaan sekolah dan satauan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar. dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. sumber dana. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum. Badan ini merupkan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat. perwakilan orang tua peserta didik. potensi dan karakteristik daerah. serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah. misi. dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota. Selanjutnya komite sekolah . yakni sekolah dan satuan pendidikan. sekolah memiliki ³full authority and responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. Lembaga inilah yang menetapkan kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikna yang berlaku. di samping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntunan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas. dan tujuan tersebut. komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD). produktif. megendalikan pemberdayaan berbagai potensi seklah dan lingkungan sekitar. khususnya kurikulum. dan tokoh masyarakat. Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut: y y y KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. Dalam KTSP. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik. serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah. dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan. yang otonomi luas pada setiap satuan pendidikan. dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat. dan kebutuhan masing-masing. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. kepala sekolah. KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran. tenaga pendidikan. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. menawarkan partisipasi langsung kelompokkelompok terkait. dan pemerataan pendidikan. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya. pengembangan kurikulm dilakukan oleh guru. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif.

2. misi. 3. sehingga dia akan berupaya semaksimalkam mungkin unutk melaksanakna dan mencapai sasaran KTSP. Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk: 1. Landasan KTSP . Sekolah lebih mengetahui kekuatan. serta mengakomodasikannya dalam KTSP. dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap programprogram kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah. Tujuan KTSP Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah unutk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. 6. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemnadirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum. dan pemerintah daerah setempat. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama. masyarakat. orangtua peserta didik. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan sewasa ini. Keterlibatan semua warga seklah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat. Meningkatkan kompetesi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai. dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat menoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan lembaganya. 2. dam masyarakat pada umumnya. mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. peluang. 3. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat. terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagi berikut. 7.perlu menetapkan visi. 5. 1. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik. kelemahan. KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikn. Oleh Karen itu. Sekolah daapt bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah. 4. Memahami tujuan di atas. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan seklah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya. khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. serta lebih efesien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat sekitar.

Manfaatmanfaat kurikulum : Kurikulum meningkatkan kemampuan indivudu seseorang di dalam pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. UU No. Dan lain lain. kemampuan peserta didik. 4. Kurikulum memiliki semua kemampuan anak-anak di dalam bimbingan guru. 22 dan 23 Tahun 2006 Ciri-ciri KTSP 1. Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.1. (Bandung. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 5. Remaja Rosdakarya. sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah. Sumber Buku: Mulyasa.  Kurikulum direncakan semua pembelajaran di mana sekolah yang bertanggung jawab atas rencana pembelajaran tersebut. unit tersebut menyajikan uraian yang di tetapkan. o Kurikulum yang di rasa. 2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. o Kurikulum formal. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. E. Inti dari sebuah kurikulum ? Kekuatan di dalam kurikulum sangat penting bagi kelangsungan hidup seseorang. 3. Guru harus mandiri dan kreatif. 3. Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No.kurikulum di kenalkan sejak dini atau sejak masih kanak2 di dalam sebuah lembaga pendidikan. KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah. 4. Kurikulum berisi suatu statemen tujuan yang di arahkan khusus. Kurikulum memiliki berbagai macam-macam tipe yaitu : o Kurikulum ideologi. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. Kurikulum mempunyai seluruh kemampuan rencana yang di arahkan oleh bidang pendidikan kurikulum. o Kurikulum operasional.   .  Kurikulum adalah suatu isi urutan unit mengatur sedemikian rupa sehingga pengaturan pembelajaran tiap unit terpenuhi sebagai tindakan tunggal. 2. Kurikulum mempunyai rangkaian pengalaman dan usaha untuk menikmati kehidupan maksimum di dalam pembelajaran. 2007) b.

Macam-macam kategori kurikulum tersembunyi yang dapat di ubah oleh pendidik adalah : variabel organisasi. Dan dapat juga membentuk sikap-sikap positif dan prestasi para siswa ataupun para anak didik.o Kurikulum pengalaman. penggolongan kemampuan dan pekerjaan yang mengikuti jalan kurikulum. Aspek-aspek kurikulum tersembunyi dapat di ubah oleh pendidik. Di amerika serikat sendiri kurikulum tersembunyi di cerminkan ideologi kapitalis demokratis yang tidak dapat di acuhkan atau sangat penting di dalam ideologi demokrasi. Di dalam penggunaan variabel organisasi yang terdapat pada kurikulum tersembunyi adalah seluruh keputusan yang bagaimana guru atau pembimbing pendidikan dapat mengatur para murid atau anak didiknya. Tipe-tipe kurikulum yang di gunakan lembaga luar negri : Kurikulum rekomendasi Kurikulum tertulis Kurikulum pendukung Kurikulum pengajaran Kurikulum penguji Kurikulum pembelajaran Kurikulum juga memiliki sebuah komponen-komponen yang sangat penting bagi bidang pendidikan. Di dalam pengguna variabel sisten sosial yang terdapat di kurikulum tersembunyi berguna untuk mebangun kerjasama perorangan dan kelompok di dalam bidang pendidikan. Tipe-tipe kurikulum di atas adalah yang di gunakan di dalam lembaga pendidikan indonesia. Komponen-komponen kurikulum adalah : Kebijakan kurikulum Dasar-dasar kurikulum Bidang pengajaran Program pengajaran Bahan-bahan pengajaran Unit pengajaran Dan pelajaran Kurikulum tersembunyi sering di sebut juga dengan kurikulum yang tidak di pelajari di dalam tipe-tipe maupun komponen-komponen kurikulum. persepsi. Di dalam pengguna variabel kultur [kebudayaan] yang terdapat di kurikulum tersembunyi . Kurikulum tersembunyi banyak di gunakan di dalam lembaga pendidikan luar negri. Kurikulum tersembunyi sangat bermanfaat bagi lembaga pendidikan di karenakan dapat menghasilkan perubahan di dalam nilai-nilai. promosi dan kebijakan. Kurikulum tersembunyi juga memiliki aspek-aspek yang sangat penting kepada pembentukan sifat alami sekolah. dan perilaku siswa. variabel sistem sosial dan variabel kultur [kebudayaan].di dalam variabel organisasi terdapat empat macam kelompok : perhatian kelompok pengajar.

sukses atau kegagalan kurikulum berubah dan itu berdampak pada sekolah atau lembaga pendidikan. Teori kurikulum sendiri mempunyai banyak pengaruh di dalam bidang pendidikan. Banyak para ilmuan yang mencoba untuk membuang atau menghilangkan kurikulum teori tersebut. teori pengetahuan dan teori umum. Area tinjauan ulang untuk para pemimpin kurikulum masa depan [perlu] meliputi yang berikut: Pengembangan kurikulum [yang] historis belajar . meramalkan dan mengendalikan. Kurikulum teori sendiri sangat berkaitan dengan suatu konsep bidang pendidikan yang sangat sistematis dan memperjelas tentang gejalagejala perspektif kurikulum itu sendiri. Di dalam kurikulum tersembunyi sendiri masih terdapat perdebatan-perdebatan kecil. Teori pengetahuan adalah teori yang sudah melalui tahap uji. tetapi para ilmuan tidak dapat melepas egunaan kurikulum teori tersebut di karenakan teori kurikulum tidak dapat lepas dari suatu susunan kurikulum itu sendiri. Tidak semua teori kurikulum itu memberi pengarahan yang lembut di dalam praktek dunia pendidikan. Didalam membentuk atau membuat teori kurikulum meliputi : teori dasar. evaluasi dan revisi kurikulum yang beguna untuk memecahkan masalah tentang pengetahuan teknologi dan sosiologi. Peran kepemimpinan di (dalam) meninjau ulang hubungan antar[a] teori dan praktek akan merupakan suatu unsur rumit di masa akan datang. dan maksud atau arti. memperjelas praktek kurikulum dan sangat berpengaruh pada perubahan kurikulum itu sendiri. Banyak yang memandang rendah ataupun remeh tentang teori kurikulum di dalam dunia pendidikan. Ada juga yang mengusulkan penggunaan kurikulum tersembunyi di ajarkan dalam lembaga pendidikan di karenakan kurikulum tersembunyi tersebut dapat meningkatkan suatu prestasi bagi siswa atau anak didiknya. nilai-nilai. Fungsi teori kurikulum sendiri sangat penting bagi konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah ataupun lembaga pendidikan. Di dalam konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah atau lembaga pendidikan itu mencakup kurikulum dan teori kurikulum. Faktor-faktor pokok di dalam variabel kultur memainkan suatu peranan penting dihubungkan dengan peningkatan prestasi atau peningkatan sikap para pengajar maupun siswa atau anak didik. Di golongkan teori dasar di karenakan menyediakan penjelasan deskriptif dan unsur-unsur yang dapat di artikan sendiri. Diantaranya penggunaan kurikulum tersembunyi tersebut masih dalam tahap pengenalan. Salah satunaya menyediakan suatu konsep yang sangat konseptual untuk meneliti proposal kurikulum. Teori umum adalah yang menjelaskan keseluruan sebuah teori kurikulum meskipun banyak yang menganggap itu suatu arti yang dangkal tetapi teori kurikulum tidak di pandang remeh di dalam susunan kurikulum.mencakup dimensi sosial yang terkait dengan sistem kepercayaan. Banyak pendidik yang menemukan kesulitan di dalam penggunaan pendekatan teori di dalam membuat analisa bekesinambungan. teori. Teori dasar adalah langkah awal pembentukan suatu teori di dalam kurikulum itu sendiri.dan sangat berguna untuk menerangi.

dan proses orientasi teori.menerangkan suatu struktur yang tidak dapat di pisahkan dalam pembentukan suatu kurkulum. Proses orientasi teori bertujuan menguraikan kurikulum yang di kembangkan atau bagaimana merekomendasikan sebuah kurikulum teori secara alami.susunan struktur yang tidak dapat lepas meliputi : Struktur orientasi teori. sebagai perwujudan diri. Isi orientasi teori bertujuan menentukan isi kurikulum itu sendiri secara alami. pemusatan di masyarakat. dan sebagai rasilnalisme akademis. pemeriksaan filosofis. isi orientasi teori. Nilai-nilai orientasi teori memiliki metodologi pemeriksaan seperti : psikoanalisa. Pembentukan isi orientasi teori sangat berhubungan erat kepada golongan-golongan atau pandangan-pandangan isi kurikulum tersebut. dan teori politik.Teori Arus dan praktek bidang Dimensi mikro dan makro di (dalam) kurikulum Etos dan pertimbangan budaya Proses kurikulum berubah Dampak teknologi kurikulum Model dan proses disain intervi Model dan proses mengembangkan belajar strategi Identifikasi Dan Implementasi [dari.maksud dari pengambilalihan kurikulum di bidang nilai orientasi teori bertujuan untuk membuat peka kepada para pendidik tentang apa nilai-nilai pendidikan. para pemimpin bidang pendidikan [siapa] yang memahami proses tinjauan ulang kurikulum [itu] adalah untuk yang mendukung perubahan. Didalam menyusun suatu teori kurikulum ada suatu struktur yang tidak dapat lepas dari susunan pembentukan suatu kurikulum. Nilai orientasi teori bertujuan menilai dan pengambil-alihkan kurikulum.di dalam nilai orientasi terori itu sendiri mempunyai tujuan memberi kebebasan di setiap para siswa atau para anak didik untuk membentuk jati diri nya sendiri. Struktur orientasi teori juga bertujuan untuk menjelaskan fungsi-fungsi kegunaan kurikulum. pemusatan di bidang pendidikan.ttg] sesuai mengajar metoda Model Dan Teknik penilaian dan proses evaluasi Kebutuhan Pengembangan staff Aplikasi produk dan disain kurikulum [yang] praktis per siswa untuk bekerja program Kepemimpinan tanggung-jawab dan peran administratif ketika memerlukan untuk mencari tantangan yang baru untuk menyusun kurikulum. Didalam struktur orientasi teori memiliki hubungan timbal balik di dalam suatu kurikulum dan tidak dapat di hilangkan maupun di ubah. Penggolongan teori kurikulum yang di kemukakan oleh Eisner : Sebagai teknologi. analisa sejarah. dan akan merumuskan strategi intervi baru adalah suatu kunci terbatas kepada sukses sekolah di masa datang. keterkaitan pembentuk sosial. . nilai orientasi teori. Isi kurikulum itu sendiri memiliki suatu golongan-golongan atau pandangan-pandangan sendiri yang memacu pada pemusatan di anak.

dan ancaman bagi diri NYA sehinggai DIA dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan untuk lembaganya. Sedangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. khususnya input pendidikan yang akan di kembangkan dan di dayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. dan kebutuhan. dan tujuan satuan pendidikan. Di dalam KTSP terdapat empat kategori kurikulum yaitu : teori orientasi struktur. tuntutan. misi. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. Sekolah lebih mengetahui kekuatan. Sekolah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikan kepada pemerintah. Oleh karena itu KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikan. masyarakat. 6. teori orientasi nilai.2. 4. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. Pada sistem KTSP. orang tua peserta didik dan masyarakat pada umumnya sehingga sekolahan akan berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan dan mencapai sasaran KTSP. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah yang lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya inofatif dengan dorongan dari orang tua peserta didik. kelemahan. dan teori orientasi proses. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan [BNSP]. . Keterlibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparasi dan demokrasi yang sehat serta lebih efisien dan efektif bila mana di pantau oleh masyarakat setempat. 5. terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagai berikut : 1. dan pemerintah daerah setempat.KTSP merupakan paradigma baru pengambangan kurikulum yang memberi otonomi luas pada setiap satuan pendidikan dan melibatkan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. sekolah memiliki ´ full authoity dan responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. teori orientasi isi. produktif. 2. Pengambilan keputusan yang di ambil oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolah lah yang tau apa yang terbaik bagi sekolahnya. Dari ke empat kategori kurikulum di atas saling berkaitan di dalam kurikulum. dan berprestasi. 3. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingakat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan pada kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi kelulusan. Bagaimana dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan? Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah : Kurikulum operasional yang di susun dan di laksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. peluang.

Jika diterapkan mulai pada tingkat kelas awal. dan Bangkalan. Alasan tidak membuat kurikulum tersebut. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan penyusunan KTSP dan kendalanya. SDLB. SMP kelas 8. Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. pelatihan pengembangan. Pada beberapa sekolah. sarana dan prasarana. SMPLB. dan 47. kurang memahami KTSP. maupun penataranpenataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. Tuban. dan SMA/SMK pada siswa kelas 11. Tetapi pada sekolah yang lebih ´maju´. Guru-guru menyusun RPP hanya bersifat adminstratif belum banyak yang sesuai dengan pelaksanaan di kelas. . Jombang. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat serta mengakomodasikannya dalam KTSP Diposkan oleh Sholeh Hasan di 3/03/2010 12:13:00 PM Mencermati Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Tatag Yuli Eko Siswono Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolahsekolah di Indonesia sejak tahun 2006. kegiatan belajar mengajar termasuk penilaiannya. serta dampak penetapan standar kelulusan terhadap penerapan pembelajaran. Sidoarjo. KKM PENDAHULUAN Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolah-sekolah di Indonesia sejak tahun 2006. Gresik. SMP. MTs. kondisi itu tidak berpengaruh karena sudah disiapkan program pembimbingan di luar jam pelajaran untuk persiapan UNAS. Mojokerto. sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolah-sekolah. patokan kelulusan pada UNAS berdampak pada pembelajaran yang hanya memusatkan pada ketuntasan materi bukan pada kompetensi yang diharapkan. maka saat ini paling tidak di SD sudah sampai pada siswa kelas 2. Hasilnya sekolah yang sudah menyusun kurikulum sendiri 52. dan SMK) di Surabaya.5%. Kata kunci: KTSP. belum ada pelatihan. Hal yang berbeda dari KTSP dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya adalah kurikulum tersebut dikembangkan oleh satuan pendidikan sendiri.5% belum menyusun kurikulum sendiri. antara lain karena tidak adanya dana. UNAS. SMA. Pengembangannya dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. dan peserta didik. potensi daerah.7. MA. penilaian. Lamongan. Sekarang bagaimana pelaksanaan kurikulum tersebut? Makalah ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap guru dan pihak yang terkait yang berada pada 40 sekolah (SD. dan sarana-prasarana yang terbatas. KTSP berbeda dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya.

1 .

Padahal. Selain itu. setelah berselang masa selama 2 tahun. pernyataan ini merupakan paradoks yang kenyataannya kurikulum diganti tetapi dikatakan tidak ganti atau sekedar ganti nama saja. maupun penataran-penataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. lanjut Ramly. Banyak keraguan tentang pelaksanaan kurikulum tersebut di lapangan pada awalnya. sambil menunggu kesiapan guru dan tenaga pelaksana di lapangan. Balitbang Depdiknas telah menyediakan dua paket kurikulum model KTSP. hanya modifikasi dari model kurikulum yang sudah ada. jika tidak diterapkan dalam pembelajaran dan sebaliknya. Kepala Balitbang Depdiknas (2007) yang menjelaskan seiring dengan diberlakukannya KTSP. pembelajaran tidak akan efektif jika tanpa kurikulum 2 . Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. yakni model umum yang berisi kerangka acuan dan model kurikulum lengkap yang langsung bisa diaplikasikan di sekolah. pelatihan pengembangan.tetapi tetap mengacu pada standar nasional pendidikan. Sekarang. Oleh karena itu. Kurikulum tidak akan bermakna. Seperti dikatakan Prof. banyak guru yang tidak tahu bagaimana menyusun kurikulum model KTSP. Mansyur Ramly. Kendalanya. Pemerintah menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah sebagai acuan yang harus diikuti setiap satuan pendidikan. Jadi bukan berarti kita ganti kurikulum. KTSP menuntut kreativitas untuk menyusun model pendidikan yang sesuai dengan kondisi lokal. apakah masalahnya sama seperti yang ditengarai itu? Bagaimana kemungkinan solusi dari masalah tersebut? Ramly (2007) mengatakan bahwa pada prinsipnya model KTSP bukan kurikulum baru. Dijelaskan bahwa banyak guru yang kebingungan dengan model KTSP karena sudah lama guru menerima kurikulum dalam bentuk jadi dari pemerintah pusat. sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolahsekolah. Targetnya pada 2008 semua sekolah sudah bisa menyusun kurikulum model KTSP ini. Apakah paradoks tersebut terjadi di lapangan atau bagaimana pendapat guru terhadap pelaksanaan kurikulum itu? Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. bagaimana kondisi di lapangan? Apakah sekolah dengan kreativitas gurunya sudah mengembangkan kurikulum secara mandiri? Kalau belum. pada masa transisi ini banyak sekolah yang belum menerapkan kurikulum buatan sendiri. Pernyataan ini merupakan tantangan untuk dijelaskan sampai sejauh mana target ketercapaiannya saat ini.

Sidoarjo. Mojokerto. Apalagi kondisi sekolah yang bervariasi dalam sarana prasarana ataupun sumber daya semakin menguatkan kontradiksi itu. bobot mutu pendidikan yang direalisasikan pada suatu mata pelajaran tertentu. Dengan kata lain pembelajaran harus mendorong siswa untuk aktif sesuai dengan gaya belajarnya. 3 . teknologi informasi. Tuban. memberi ruang yang cukup untuk pengembangan prakarsa. Bagaimana kenyataan di lapangan setelah pemberlakuan KTSP. Masalah krusial lain yang berkaitan dengan KTSP adalah pelaksanaan ujian nasional (UN).yang jelas sebagai acuan (Sanjaya. Jombang. KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. apakah guru terdorong untuk berusaha mengembangkan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan. Gresik. Tulisan ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap beberapa sekolah di Surabaya. dan kondisi muatan lokal sangat kontradiktif dengan penyelenggaraan ujian nasional (UN). teori belajar. kreativitas sesuai dengan bakat. minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Prinsip pembelajaran dalam KTSP mendasarkan pada sejumlah prinsip yang termuat pada PP No. yaitu pembelajaran yang mengaktifkan siswa? Apakah pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat? Pertanyaan-pertanyaan itu yang berusaha dicari jawabannya melalui penelitian yang dilakukan. inspiratif. Atas dasar ini. Prinsip UN yang sentralistik. 19 tahun 2005 yang menjelaskan bahwa proses pembelajaran harus diselenggarakan secara interaktif. 2008). Marcellino (2007) mengatakan bahwa KTSP yang dibuat sesuai kreativitas guru. Sebenarnya bagaimana kenyataan di lapangan? Apakah ujian nasional dan penetapan standar kelulusan memberi dampak pada penekanan kegiatan pembelajaran di kelas? Pertanyaan-pertanyaan itu yang akan di jawab dalam pembahasan tulisan ini. Ini berarti bahwa pembelajaran yang efektif dari segi produk maupun proses harus didasarkan pada acuan berupa kurikulum yang tepat. menyenangkan. maupun penemuan di bidang-bidang pengetahuan. Pemahaman ini yang memicu sekolah untuk memprioritaskan pada aspek hasil dari ujian nasional daripada aspek manfaat atau proses pendidikan yang diselenggarakan. sesuai dengan perkembangan psikologi. guru perlu kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajarannya. dari satu sekolah tertentu dengan kondisi finansial tertentu akan berbeda dengan sekolah lain di daerah lain dengan kondisi finansial yang lain pula.

(5) Bagaimana cara penilaian yang dilakukan?. tetapi memberikan gambaran/deskripsi pelaksanaan beberapa sekolah yang menjadi sasaran penelitian. karena tujuannya menggali informasi secara kualitatif pelaksanaan dan kendala-kendala yang dihadapi sekolah. yaitu reduksi data. dan transformasi data mentah di lapangan. Pemaparan data meliputi pengklasifikasi dan identifikasi data. (8) Apakah adanya ujian akhir nasional (UAN) dengan penetapan skor tertentu memberi dampak pada penerapan pembelajaran inovatif? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi KTSP di beberapa sekolah. SMP. Sekolah tersebut terdiri dari sekolah negeri dan swasta yang meliputi SD. apakah dianalisis sesuai dengan pedoman pada KTSP 2006? Jika tidak. SMPLB. yaitu menuliskan kumpulan data yang terorganisir dan terkategori sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan dari data tersebut. (3) Apakah guru melaksanakan pembelajaran sesuai RPP yang dirancang?. Reduksi data adalah kegiatan yang mengacu pada proses pemilihan. SDLB. SMA. Pertanyaan penelitian yang diajukan meliputi (1) Apakah sekolah sudah menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan KTSP 2006? Jika belum. dan penilaian. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan hasil observasi dan wawancara oleh mahasiswa S1 Jurusan Matematika angkatan 2004 dan 2005 pada tahun 2007 dan 2008. dan Bangkalan. Sasaran observasi tidak dilakukan secara purposive sampling. Menarik kesimpulan dari data yang telah dikumpulkan dan menverifikasi kesimpulan tersebut.Lamongan. dan SMK sebanyak 40 sekolah. (4) Apakah guru sudah menerapkan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa? Berapa persen dari seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakukan?. apa saja kendalanya. (6) Untuk menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM). pelaksanaan pembelajaran berdasar KTSP. 4 . MTs. penyederhanaan. pemaparan data. mengapa demikian?. (7) Bagaimana sarana dan prasarana sekolah itu?. dan penyimpulan. (2) Apakah RPP yang disusun guru menunjukkan pembelajaran yang mengaktifkan siswa (inovatif). serta dampak ujian nasional yang berkaitan dengan proses pembelajaran bagi sekolah. Penelitian ini tidak menggeneralisasi tentang pelaksanaan KTSP di suatu wilayah. pengabstraksian. MA. pemusatan perhatian. Data hasil studi ini dianalisis dengan tahapan. Pembahasan ini dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yang lebih bersifat kualitatif.

Hal tersebut berkaitan dengan evaluasi keberhasilan pelaksanaan kurikulum. Ketidaksepakatan terhadap pengertian ini melahirkan kurikulum sebagai suatu program atau rencana untuk belajar. dan kurikulum sebagai perencanaan program pembelajaran (Sanjaya. Dengan demikian. belajar bukan hanya mengumpulkan sejumlah pengetahuan. serta memenuhi dunia pekerjaan. membentuk moral dan kepribadian. tetapi harus dilihat dari proses atau kegiatan siswa sebagai pengalaman belajar. karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah terjadi pergeseran fungsi sekolah. Kurikulum sebagai perencanaan belajar dikemukakan oleh Taba (dalam Sanjaya. yaitu bahwa pencapaian target pelaksanaan kurikulum tidak hanya dilihat dari kemampuan siswa menguasai isi atau materi. Oleh karena itu. 20 tahun 5 . Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum pada dasarnya memiliki tiga dimensi pengertian. tetapi dipandang sebagai pengalaman belajar. tetapi bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan siswa di sekolah maupun luar sekolah. 2008:8). Kurikulum adalah suatu rencana untuk belajar.KAJIAN TEORI A. tetapi proses perubahan tingkah laku. Sekolah mempunyai beban yang semakin kompleks yang tidak hanya membekali siswa dengan berbagai macam ilmu pengetahuan. Kurikulum adalah perencanaan yang berisi tentang petunjuk belajar dan hasil yang diharapkan. Kurikulum sebagai pengalaman belajar ini dianggap sebagai konsep yang luas. untuk memahami kurikulum tidak cukup hanya melihat dokumen tertulisnya saja. Pengertian ini sejalan dengan UU No. 2008:4). Pandangan kurikulum sebagai mata pelajaran dianggap sebagai pandangan tradisional. yaitu kurikulum sebagai mata pelajaran. sehingga maknanya menjadi kabur dan tidak fungsional. kurikulum sebagai pengalaman belajar. Kurikulum tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran. Perubahan tersebut terjadi karena siswa memiliki pengalaman belajar. Tuntutan baru yang dibebankan masyarakat kepada sekolah mengakibatkan pergeseran makna kurikulum. Sekolah dituntut mengembangkan minat dan bakat. sehingga apa yang diketahui tentang proses belajar dan pengembangan individu mengacu pada sebuah bentuk kurikulum. Pandangan ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh penemuan-penemuan dan pandangan dari psikologi belajar. Kurikulum adalah seluruh kegiatan yang dilakukan siswa baik di dalam maupun di luar sekolah yang berada pada tanggung jawab guru atau sekolah.

isi. 2008). Kurikulum sebagai rencana digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar oleh guru.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan yang salah satu berupa standar kompetensi lulusan (Bab X. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Peran konservatif kurikulum berkaitan dengan peran dan tanggung jawab sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang mewarisi nilainilai dan budaya masyarakat.. Batasan ini memperlihatkan bahwa kurikulum terdiri dari dua aspek. Tidak semua budaya dan nilai-nilai lama yang dipertahankan. yaitu peran konservatif.2003 tentang sistem pendidikan nasional yang mengatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Peran kritis dan evaluatif dari kurikulum didasarkan pandangan bahwa tidak semua nilai dan budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman harus dimiliki setiap anak didik. Kurikulum sebagai pengaturan tujuan. isi. yaitu sebagai rencana dan pengaturan tujuan. Peran kreatif kurikulum karena sekolah sesuai tuntutan perkembangan zaman memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan hal-hal baru dan inovatif. dan cara pelaksanaanya digunakan sebagai upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. KTSP merupakan penyempurnaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau dikenal dengan Kurikulum 2004. Kurikulum harus mampu menjawab setiap tantangan sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang cepat. maupun kritis dan evaluatif dalam penerapannya saat ini. isi dan cara pelaksanaan rencana itu. Peran kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu. Dengan demikian kurikulum berperan menyeleksi dan mengevaluasi nilai dan budaya yang bermanfaat untuk kehidupan anak didik. Hal tersebut karena masyarakat tidak statis tetapi dinamis yang mengalami perubahan. Peran kreatifnya. kreatif. KTSP merupakan kurikulum terbaru yang diharapkan memiliki peran konservatif. kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki serta dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial yang selalu bergerak dan berubah. serta peran kritis dan evaluatif (Hamalik. pasal 36). Kurikulum memiliki tiga peran yang sangat penting. kreatif. dalam Sanjaya. KTSP tetap sebagai kurikulum berbasis kompetensi karena berlandaskan pada UU RI no. 6 .

ataupun penilaian. Misalkan suatu sekolah mendapatkan emas pada olimpiade matematika dan diberitakan secara nasional maupun internasional. guru dibebankan tugas administratif membuat perencanaan pembelajaran yang dikenal dengan nama rencana pelajaran 7 .KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. standar kompetensi lulusan. maka adanya standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap mata pelajaran sudah cukup bagi guru melaksanakan pembelajaran tanpa harus mengembangkan kurikulum sendiri. sedang KTSP merupakan kurikulum yang desentralistik dengan memperhatikan karakteristik dan perbedaan daerah. KTSP sebagai kurikulum operasional masih tetap mengacu standar isi maupun kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). seperti standar isi. sehingga kurikulumnya diarahkan mencapai hal itu. sesuai UU No 20 tahun 2003 pasal 36 ayat 2 bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Kurikulum sebelumnya lebih bersifat sentralistik (terpusat). BSNP menetapkan standar nasional pendidikan. kecenderungan budaya global yang disebarkan melalui media dan teknologi informasi menyurutkan penonjolan budaya. proses. dan peserta didik. pengembangan KTSP memberikan peluang dan keleluasaan pada guru ataupun sekolah menciptakan strategi dan metode pembelajaran. dalam pengembangannya tidak lepas dari ketetapan-ketetapan yang disusun pemerintah secara nasional melalui BSNP. Pada kurikulum sebelum KTSP. Penyusunan KTSP yang dilakukan oleh satuan pendidikan merupakan ciri yang berbeda dari kurikulum yang digunakan sebelumnya. Karena orientasi kurikulum yang masih dipandang sebagai isi dari mata pelajaran. Ketiga. potensi daerah. media. Dengan demikian dapat dipahami bahwa KTSP sebagai kurikulum yang bersifat operasional paling tidak memiliki tiga makna. Selain itu. maka semua sekolah meniru berupaya mendapatkan prestasi dalam olimpiade. maupun evaluasi sesuai kondisi dan karakteristik siswa di sekolah. Pemaknaan KTSP sebagai kurikulum operasional yang seharusnya dikembangkan sendiri oleh sekolah menjadi kabur dalam implementasi dan pelaksanaannya. maupun potensi daerah yang berbeda. Kedua. ciri. pengembangan KTSP harus memperhatikan ciri khas daerah. Pertama. Kurikulum dikembangkan dengan tujuan yang seragam sesuai tuntutan global.

(RP) dan satpel (satuan pelajaran). Pada KTSP, guru juga diminta membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) beserta kelengkapannya. Isi dari perencanaan pembelajaran itu paling tidak berisi uraian kegiatan inti dan proses pembelajaran yang menuntut strategi, metode, media yang sesuai dengan karakteristik siswa serta mengaktifkan siswa. Untuk itu pada kurikulum sekarang maupun sebelumnya, peluang dan keleluasaan menciptakan inovasi pembelajaran sebenarnya sama. Dengan demikian tidak ada jaminan KTSP akan mendorong pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif, jika tidak ada kesadaran diri, motivasi, maupun keyakinan untuk mengubah cara pandang (paradigma) dalam pembelajaran. B. Pembelajaran dalam KTSP Keterkaitan suatu kurikulum dengan pembelajaran digambarkan dalam beberapa model (Oliva dalam Sanjaya, 2008), yaitu model dualistik (the dualistic model), model berkaitan (the interlocking model), model konsentris (the concentric model), dan model siklus (the ciclical model). Model dualistik memandang bahwa antara kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang terpisah. Kurikulum yang seharusnya sebagai input dan pedoman menata pembelajaran, serta pembelajaran yang seharusnya sebagai balikan dalam proses penyempurnaan tidak tampak. Model berkaitan memandang antara kurikulum dan pembelajaran sebagai suatu sistem yang memiliki hubungan. Antara kurikulum dan pembelajaran ada bagian-bagian yang berpadu atau berkaitan. Model konsentris memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran memiliki hubungan dengan kemungkinan salah satu bagian dari yang lainnya. Model siklus memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang saling pengaruh dan memiliki hubungan timbal balik. Kurikulum menjadi dasar dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Sebaliknya, pembelajaran dapat mempengaruhi keputusan untuk kurikulum sendiri. KTSP sebagai suatu kurikulum operasional menempatkan pembelajaran sebagai suatu komponen yang saling mempengaruhi. Hubungan keduanya mengikuti model siklis. KTSP digunakan sebagai pedoman yang minimal digunakan untuk menentukan hal-hal sebagai berikut. 1. Merumuskan tujuan dan indikator kompetensi yang harus dimiliki siswa.

8

2. Menentukan isi atau materi pelajaran yang harus dikuasai untuk mencapai tujuan dan kompetensi. 3. Menyusun strategi pembelajaran untuk guru dan siswa sebagai upaya pencapaian tujuan. 4. Menentukan keberhasilan pencapaian tujuan atau kompetensi melalui evaluasi atau penilaian. Pembelajaran di kelas yang mendasarkan pada karakteristik siswa dan potensi daerah mempengaruhi isi dari KTSP untuk tiap satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP yang dikembangkan oleh tiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip (BSNP, 2006), yaitu (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (2) beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat, dan (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Prinsipprinsip ini yang dapat memberi warna yang berbeda-beda pada tiap satuan pendidikan di masingmasing daerah sesuai potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik, dan lingkungannya. Perbedaan atau keragaman yang terjadi harus tetap terpadu, relevan dengan kehidupan nyata, serta sesuai dengan kepentingan nasional. Subtansi kurikulum harus mencakup keseluruhan dimensi kompetensi bidang keilmuan, teknologi, maupun seni yang disajikan secara berkesinambungan untuk menunjang pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik belajar sepanjang hayat. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan hal-hal berikut (BSNP, 2006), yaitu (1) peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia, (2) pengembangan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, (3) keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, (4) tuntutan pengembangan daerah dan nasional, (5) tuntutan dunia kerja, (6) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (7) agama, (8) dinamika perkembangan global, (9) persatuan dan nilai-nilai kebangsaan, (10) kondisi sosial budaya masyarakat setempat, (11) kesetaraan jender, dan (12) karakteristik satuan pendidikan. Acuan operasional pelaksanaan KTSP ini menunjukkan bahwa keterkaitan kurikulum dan pembelajaran juga mengikuti model siklik. Keragaman agama, potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, karakteristik satuan pendidikan, kecerdasasan 9

dan minat, tuntutan dunia kerja, jender, serta perkembangan global mempengaruhi model dan strategi pembelajaran yang dikembangkan masing-masing satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP berisi 4 komponen, yaitu (1) tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, (2) struktur program dan muatan KTSP, (3) kalender pendidikan, dan (4) silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan mengacu pada tujuan umum pendidikan, seperti pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 26. Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 6 dan 7. Kalender pendidikan disusun sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Berdasar silabus tersebut, guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi-strategi pembelajaran yang inovatif dan melibatkan siswa dimunculkan pada silabus dan RPP itu. Kegiatan pembelajaran pada penerapan KTSP harus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik (BSNP, 2006:16). Dengan demikian, kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas paling sedikit mempertimbangkan interaksi antar semua komponen yang terlibat, menggunakan pendekatan bervariasi, dan berpusat pada siswa. BSNP (2006:3) juga menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum (KTSP) ditujukan antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk belajar membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. 10

Dalam pelaksanaan di lapangan, apakah acuan kegiatan pembelajaran yang inovatif (dalam artian berpusat pada siswa secara aktif dan menggunakan strategi yang bervariasi) seperti yang dicanangkan KTSP sudah diterapkan oleh guru? Pertanyaan ini perlu untuk dijawab mengingat ukuran keberhasilan dari suatu kurikulum termasuk bagaimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan, sekaligus keberhasilan keluaran dari proses tersebut. Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran dilakukan evaluasi atau penilaian. Dalam KTSP ditetapkan dan diatur pada standar penilaian yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. C. PENILAIAN DAN PENETAPAN KKM Evaluasi (evaluation), asesmen atau penilaian (assesment), pengukuran (measurement) merupakan istilah yang saling berkaitan dan bermakna berbeda. Evaluasi berkaitan dengan pengambilan keputusan maupun pertimbangan (judgment) terhadap sesuatu. Penilaian merupakan bagian dari evaluasi yang lebih luas dari sekedar pengukuran. Pengukuran pada umumnya berkaitan dengan masalah kuantitatif untuk mendapatkan informasi yang diukur. Print (dalam Sanjaya, 2008:337) menggambarkan hubungan evaluasi, penilaian, dan pengukuran dalam diagram berikut. Berdasar diagram itu, pengambilan keputusan berupa evaluasi dilakukan mulai dari pengumpulan data dengan pengukuran. Data yang terkumpul kemudian dilakukan interpretasi melalui penilaian. Hasil penilaian tersebut dikumpulkan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan melalui evaluasi. Dalam pembahasan ini lebih difokuskan pada penilaian, karena istilah ini yang digunakan dalam standar pendidikan nasional dan berkaitan dengan KTSP. Penilaian (penilaian pendidikan) menurut Popham (1995:3) diartikan sebagai suatu upaya formal untuk menentukan status siswa yang berkenaan dengan ketertarikan terhadap variabelvariabel pendidikan. Variabel pendidikan dapat berupa pengetahuan tentang materi pelajaran, keterampilan-keterampilan yang perlu Evaluasi (judgment) Penilaian (data interpretation ) Pengukuran (data collection) 11

Pengertian ini menekankan bahwa penilaian sebagai suatu upaya ³formal´. Balitbang Depdiknas (2004:11). memonitor kemajuan siswa. Muijs dan Reynolds (2008:367) menjelaskan penilaian mengacu pada semua informasi yang dikumpulkan tentang siswa di kelas oleh guru. memeringkatkan siswa. dan menentukan efektivitas pembelajaran. sedang evaluasi sebagai kegiatan memberi pertimbangan. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar siswa. memberi nilai (valuing). dan pekerjaan rumah. Dalam pengertian penilaian oleh Popham (1995). pengukuran (measurement). Penilaian (assesment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangkaian) kemampuan siswa. memberikan nilai. Guru juga melakukan pertimbangan informal terhadap siswa yang bukan termasuk penilaian. dan meningkatkan kualitas pembelajaran. karena seorang manusia selalu memberikan status atau penilaian terhadap orang lain. Pengertian penilaian yang lebih mengacu pada proses kegiatan di kelas dirumuskan oleh Pusat Kurikulum. pengertian evaluasi ini masih termasuk kegiatan penilaian. Penilaian dalam pengertian ini berarti luas yang gunanya tidak sekedar mendiagnosis kelemahan dan kekuatan siswa. tes. esai. Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. tetapi juga digunakan untuk memberikan citra publik terhadap efektifitas pendidikan. seperti secara sepintas menunjuk seseorang siswa untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan atau berdasar perasaannya memilih seorang siswa untuk mengerjakan soal yang diberikan. membantu guru dalam evaluasi proses yang dilakukannya. Penilaian (asesmen) dikatakan sebagai kegiatan pengumpulan data dari murid tertentu. atau secara informal melalui observasi atau interaksi. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha 12 . dan memeringkatkan siswa.dikuasai. Evaluasi. berharga atau tidak. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgment). dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. dan penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda. Sedang evaluasi mengacu pada proses pertimbangan (judging). dan sikap-sikap positif dalam pendidikan. baik melalui pengetesan formal. and memeringkatkan (ranking). Pengertian penilaian ini lebih sempit dibandingkan dengan pengertian yang dibuat oleh Popham (1995).

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. evaluasi.memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang siswa telah mencapai karakteristik tertentu. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Tes adalah cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada siswa pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat tertentu yang jelas. dan ujian yang lebih mengikat adalah yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional (pasal 1) berikut. Pengertian penilaian. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. jenjang. Khusus pengertian penilaian pada pengertian ini semakna dengan yang dikemukakan oleh Muijs dan Reynolds (2008) yang mengacu pada usaha pengumpulan informasi tentang siswa. penilaian merupakan kegiatan integral dalam proses pembelajaran. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. 2004:11). Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. Pengertian itu yang akan digunakan dalam pembahasan tulisan ini. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. Selanjutnya secara khusus dirumuskan pengertian penilaian kelas. untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik. Pada KTSP yang merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Pengertian penilaian ini merupakan pengesahan dari pengertian yang diungkap oleh Balitbang Depdiknas (2004:11). Penilaian kelas adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk pemberian nilai terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan potret/profil kemampuan siswa sesuai daftar kompetensi yang ditetapkan kurikulum (Balitbang Depdiknas. Kegiatan 13 . penjaminan. sehingga disebut penilaian berbasis kelas. Penilaian berkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran. ulangan. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif dan kuantitatif. yaitu merupakan penilaian yang dilakukan guru baik yang mencakup aktivitas penilaian untuk mendapatkan nilai kualitatif maupun aktifitas pengukuran untuk mendapakan nilai kuantitatif.

Penilaian pada KTSP beorientasi pada penilaian yang mengacu kriteria (penilaian acuan kriteria atau criterion-referenced asssesment) bukan mengacu pada norma/standar (penilaian acuan norma atau norm. Dengan kata lain. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. a. Hasil belajar siswa ditentukan berdasar pada kriteria yang telah ditetapkan untuk penguasaan kompetensi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. pengukuran sikap. c. menganalisis. penilaian hasil karya berupa tugas. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. maupun afektif. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.referenced asssesment). penilaian mengacu pada kurikulum. BSNP (2006:17-18) memberikan rambu-rambu penilaian dalam kegiatan pembelajaran. Hal lain bahwa penilaian merupakan proses pengumpulan informasi yang menyeluruh. artinya dalam penilaian guru dapat mengembangkan berbagai jenis penilaian. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. karena digunakan seperti memilih siswa dalam rombongan belajar yang sama.penilaian tersebut merupakan kegiatan yang tidak terpisah dengan pembelajaran dan dilakukan secara terus menerus dalam setiap pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. pengamatan kinerja. dan penilaian diri. Penilaian acuan norma tidak sepenuhnya ditinggalkan. 14 . b. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. Orientasi penilaian bukan hanya pada hasil (product oriented) tetapi juga pada proses (process oriented). psikomotor. penggunaan portofolio. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. proyek dan/atau produk. atau menyeleksi siswa untuk mewakili lomba tertentu. Penilaian menggunakan acuan kriteria. Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. baik berupa pengukuran dan pengujian tingkat kognitif. serta untuk mengetahui kesulitan siswa.

program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. kemampuan guru. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal (BSNP. pengamatan kinerja. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Kenyataannya. Misalnya. proyek dan/atau produk. pengukuran sikap. atau 3) sesuai dengan bobotnya. Pada materi sosialisasi KTSP yang dikeluarkan depdiknas (2007) ditunjukkan bagaimana cara menganalisis KKM tersebut. Kriteria penetapan KKM meliputi: (1) kompleksitas indikator (kesulitan dan kerumitan). Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. (2) daya dukung (sarana/prasarana. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. dan biaya).d. dan kemampuan sumber daya dukung tersebut. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. dan (3) intake siswa (masukan kemampuan siswa). lingkungan. Melihat syarat penentuan KKM harus mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata. e. penggunaan portofolio. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. penilaian hasil karya berupa tugas. apakah cara penilaian sudah menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. 2006:12). maka untuk menentukan harus dianalisis. atau 15 . Pada penerapan KTSP seharusnya cara penilaian mengacu pada hal-hal di atas. atau skor dalam suatu rentang/interval. Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%.2. seperti penggunaan berbagai jenis penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang hendak diukur. Penafsiran masing-masing kriteria itu dapat menggunakan skor (1. dan penilaian diri? Kemudian bagaimana menentukan batas kriteria ketuntasan minimalnya (KKM)? Apakah sudah dianalisis mengikuti ketentuan pada KTSP? KKM merupakan batas minimal seorang siswa mencapai ketuntasan belajar.

dan pemerintah. Sedang. Bagaimana sekarang. penilaian hasil belajar oleh pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. Apalagi jika melihat kegunaan ujian nasional itu. apakah adanya kurikulum yang memberi ruang terhadap pertimbangan kondisi siswa dalam penilaian di kelas mengubah cara pandang guru? Pertanyaan tersebut yang diupayakan untuk diketahui jawabannya. yaitu sebagai salah satu pertimbangan untuk: (a) pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. dan kesehatan. dan ulangan kenaikan kelas. UJIAN NASIONAL DAN DAMPAK PADA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Erat kaitannya dengan penilaian adalah ujian yang dilakukan secara nasional atau dikenal Ujian Nasional. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. satuan pendidikan. dan memperbaiki proses pembelajaran. ulangan tengah semester. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Ujian nasional merupakan kewajiban penilaian oleh pemerintah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. seperti disebutkan pada pasal 68 (PP Nomer 19 tahun 2005). maka seolah-olah menjadi tujuan akhir dari suatu pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Karena sifat penilaiannya yang nasional. kemajuan. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Pada kurikulum sebelum KTSP. ketuntasan belajar ditetapkan oleh pusat. (b) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan 16 . Pada peraturan pemerintah tersebut dikatakan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik. olah raga. sehingga guru pada suatu sekolah tanpa melakukan analisis dapat langsung menggunakan batas ketuntasan itu. kelompok mata pelajaran estetika. sebagaimana dikatakan pada PP No 19 tahun 2005 pasal 63 tentang standar pendidikan nasional. dan kelompok mata pelajaran jasmani. ulangan akhir semester.pertimbangan professional judgment. D. Penilaian tersebut digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik.

butir soal UN mengukur muatan tertentu dan kedalaman materi yang 17 . Apakah ujian nasional kontradiktif dengan rambu-rambu pembelajaran pada KTSP? Marcellino (2007) pada harian Suara Pembaruan (24 February 2007) mengatakan bahwa ujian nasional kontradiktif dengan KTSP. Di pihak lain. KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. sekolah. Apakah ini berarti mengindikasikan fokus tujuan belajar hanya untuk ujian nasional yang hanya mengukur aspek kognitif? Untuk menjawab perlu dilakukan penelusuran untuk mengetahui pandangan sekolah ataupun guru-guru terhadap proses pembelajaran yang seharusnya dan kaitannya dengan ujian nasional. orang tua. KTSP merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan dan memberi tempat pada demokratisasi untuk penentuan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan konteks komunitas lokasi sekolah berada. Perbedaan materi mungkin terjadi antar sekolah yang berada dalam satu wilayah. (d) pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. Hal tersebut seperti dikatakan Berends dalam Muijs & Reynolds. (2008:360) bahwa sistemsistem akuntabilitas negara mempertajam trend waktu yang lebih banyak digunakan untuk penilaian. Beban bagi siswa dan orang tua karena ujian nasional menjadi indikator penentuan kelulusan dari sekolah dan mencari sekolah pada jenjang berikutnya. Konskuensinya materi pokok yang dikembangkan di sekolah beragam. sehingga hampir seluruh pengajaran diarahkan pada persiapan-persiapan tes yang diwajibkan. konteks finansial.berikutnya. Kegunaan ujian nasional ini menjadi tugas berat bagi siswa. baik dari sisi muatan maupun kedalamannya. guru. atau SDM dari sekolah yang bersangkutan. ujian nasional menjadi indikator proses pendidikan yang dilakukan selama ini apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Bagi sekolah dan dinas setempat menjadikan ujian nasional sebagai indikator untuk menunjukkan mutu sekolah di mata masyarakat dan pemerintah. dinas pendidikan setempat. Hasil pengamatan peneliti di sekolah-sekolah menunjukkan bahwa paling tidak sekolah selalu mempunyai suatu program berupa bimbingan belajar untuk persiapan ujian nasional. Bagi guru. Sistem penilaian ini akan mengarahkan suatu proses pembelajaran pada fokus persiapan ujian nasional. (c) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. Prinsip UN yang sentralistik.

dan khusus untuk SMK. atau memiliki nilai minimal 4.00 pada salah satu mata pelajaran.sama di seluruh Indonesia.00. dan Bahasa Inggris ditambah dengan mata pelajaran IPA atau mata pelajaran bidang/jurusan di SMA. tetapi pada kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dari sisi pemerintah merupakan hak dan kewajiban dari pemerintah untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan dan menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi (Pasal 10 dan 11.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN. dengan tidak ada nilai di bawah 4. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan Minimum 7. Kriteria ini lebih meningkat dari tahun pelajaran 2006/2007 yaitu memiliki nilai rata-rata minimum 5. Masalah UN ini sebenarnya telah lama menjadi polemik yang tidak hanya pada masa KTSP. atau memiliki nilai minimum 4. terutama dalam proses pembelajaran.25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya minimal 6. dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan minimum 7. Mata pelajaran tersebut dipilih karena peran sentralnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan siswa selanjutnya. UN hanya mencakup beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan. Permasalahan juga muncul karena mata pelajaran yang diujikan dari Bahasa Indonesia. Kriteria tersebut memicu pro-kontra pada sebelum maupun sesudah dilaksanakan ujian tersebut.00. Matematika. Penentuan beberapa mata pelajaran ini tentu membawa konskuensi tersendiri bagi guru mata pelajaran tersebut dan bagi guru mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional. ataupun dampak dari UN secara langsung maupun tidak langsung. 18 . dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada UN masing-masing minimum 6. UN memang sentralistik karena merupakan amanat undang-undang yang mengikat seluruh warga negara tetapi tetap memberikan wewenang pada guru dan sekolah melakukan penilaian. dengan tidak ada nilai di bawah 4.00. UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional). kriteria penentuan kelulusan. Masalah tersebut mulai dari perlu tidaknya adanya UN.25 dan khusus untuk SMK. Batas kelulusan pada tahun pelajaran 2007/2008 mensyaratkan siswa harus memiliki nilai rata-rata minimal 5.25.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.

Komposisi sekolah tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. dan Bangkalan. seperti meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada keberhasilan ujian nasional. Jombang. apakah pembelajaran yang diselenggarakan berbasis standar ujian nasional atau pembelajaran yang berbasis tujuan nasional. Mojokerto. Lamongan. Apakah sekolah tergiring untuk memusatkan energinya pada persiapan ujian nasional atau menyiapkan dalam arti proses. Dengan kata lain.Fokus pembahasan ini tidak pada polemik perlu tidaknya ujian nasional tetapi lebih menekankan pada dampak atau konskuensi dari pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Tuban. Sidoarjo. Gresik. PENGEMBANGAN KTSP DI SEKOLAH Sekolah yang dijadikan sasaran penelitian sebanyak 40 sekolah yang berada di Surabaya. Tabel 1: Sasaran Penelitian dan Sekolah yang Status Banyak Sudah sudah menyusun KTSP Jenjang Sekolah Menyusun SD Negeri 5 2 Swasta 2 2 SDLB 1 1 SMP Negeri 8 7 Swasta 5 3 SMPLB 3 0 SMA Negeri 5 2 Swasta 5 2 MTs Negeri 1 0 MA Negeri 1 1 Swasta 1 0 SMK Negeri 1 1 Swasta 1 0 Farmasi 1 0 Total 40 21 Belum Menyusun 3 0 0 1 2 3 3 3 1 0 1 0 1 1 19 . HASIL DAN PEMBAHASAN A.

Oleh karena itu. terutama dalam bidang pendidikan dengan segala selukbeluknya. Terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Melalui pendidikan. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik. Dengan pendidikan. Melalui pendidikan. Oleh karena itu. pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Dengan pendidikan.PENDIDIKAN (KTSP) MATA PELAJARAN QUR¶AN HADIST Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. informasi dan komunikasi semakin lancar. simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain. simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik. informasi dan komunikasi semakin lancar. Pergeseran atas kebutuhan pendidikan ini seiring dengan kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi. pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna . terutama dalam bidang pendidikan dengan segala permasalahannya. Pendidikan memberi peran penting dalam kehidupan manusia.

pendidikan harus mampu mengantarkan manusia untuk mencapai keberhasilan hidup. berakhlak mulia. maju dan sejahtera. ³Education is need for life´. Dalam prinsip kenegaraan. yang didukung oleh manusia Indonesia yang beriman. Memenuhi kebutuhan pendidikan tak sekedar naik kelas atau lulus. serta memiliki etos kerja yang tinggi dan berdisiplin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. mandiri. berkesadaran hukum dan lingkungan. sehat. bertaqwa. cinta tanah air. baik kehidupan duniawi atau ukhrowi dalam rangka memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Sejalan dengan itu.13). µPendidikan Islam dengan sendirinya merupakan suatu sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah SWT¶ (Nur Uhbiyati 1997. Sehingga dipandang sangat urgen untuk dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini dalam rangka mewujudkan masyarakat yang damai. yang sesuai dengan kebutuhan dan . Untuk mewujudkan visi Pendidikan Nasional tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional. Dengan kata lain. berkeadilan. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti yang diungkapkan Ahmad Tafsir bahwa µpendidikan adalah usaha untuk meningkatkan diri dalam berbagai aspeknya¶. berdaya saing. Kalimat tersebut telah menjadi prinsip oleh sebagian orang yang sadar atas kebutuhan pendidikan. demokratis. ³Pendidikan merupakan bagian integral dalam kehidupan bangsa dan negara´( Depag RI 2004. hlm .mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya.1). Pembangunan Nasional di bidang pendidikan merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia. hlm.

sehingga citra madrasah tidak termarginalkan. Dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu. perlu menampakkan karakteristik tersebut. pengembangannya ³termasuk di dalamnya mata pelajaran Qur¶an Haditsdiserahkan pada tingkat satuan pendidikan. Meskipun demikian. Dalam kerangka ini pula diberlakukan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. pengembangan kurikulum Madrasah Tsanawiyah harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. pembelajaran madrasah perlu dirumuskan dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga di satu sisi memiliki relevansi dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat dalam mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. di sisi lain mencerminkan eksistensi dan jati diri madrasah sebagai satuan pendidikan Islam yang menjadi bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional tersebut. Madrasah Tsanawiyah sebagai lembaga pendidikan menengah pertama dituntut untuk melaksanakan program pendidikan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional. madrasah tetap memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri. Dengan pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaannya. Pencitraan kualitas outcome dan output-nya pun harus menunjukkan karakteristik tersendiri. serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. 18-20). madrasah merupakan bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional dan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh pemerintah. . potensi daerah dan peserta didik (Anonimus 2003.perkembangan masyarakat. sehingga dalam konteks kurikulum. dengan keimanan sebagai inti.

ilmu maqra dan ilmu makharij al-huruf). melalui sumber ajarannya yang otentik. tidak sekedar pemikiran-pemikiran keagamaan yang telah terstruktur dalam ilmu-ilmu keagamaan. ibadah dan akhlaq. atau Sekolah Menegah Umum berciri khas agama Islam sebagai mata pelajaran pokok harus diikuti setiap siswa dalam semua jurusan. yang sangat diperlukan para siswa dalam upaya membangun citra keimanan dan ketaqwaan mereka. hlm 2) Mata pelajaran tersebut juga diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan baca al-Qur¶an.Pada tingkat menengah. baik ilmu kalam. Juga diarahkan untuk memiliki kemampuan menulis kalimat al-Qur¶an dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan .(Anonimus 1999. fiqh maupun akhlaq. tapi juga kefasihan dan kemahirannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan cara baca al-Qur¶an yang telah diatur dalam ilmu baca alQur¶an dengan baik (ilmu tajwid. Secara fungsional mata pelajaran Qur¶an Haditsdiberikan dalam upaya mentranformasikan berbagai doktrin keagamaan dalam aspek-aspek aqidah. para peserta didik (siswa) diharapkan tidak sekedar mengetahui ajaran-ajaran dasar Islam. sehingga untuk mereka diberikan pelajaran gramatika ³Bahasa Arab´ yang lebih tinggi sesuai dengan keperluan studi al-Qur¶an. tetapi juga memiliki kemampuan dan ketrampilan studi ke-Islam-an. tidak sekedar dalam aspek kelancarannya. atau Madrasah Aliyah. sehingga mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah. untuk memperkuat mata pelajaran Qur¶an Hadist. karena fungsinya yang amat penting dalam upaya mencapai tujuan membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Core (inti) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam µyakni menciptakan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan¶ patutlah menjadi tujuan semua madrasah dalam mewujdkan karakteristiknya.

gramatika Bahasa Arab. siswa dan peserta didik dimaknai dari berbagai sudut pemikiran. hlm. Oemar Hamalik menjelaskan bahwa mengajar adalah upaya penyampaian pengetahuan kepada peserta didik (Umar Halik 2007. yaitu mengajar dan pembelajaran. pengajaran. tujuan pembelajaran. Dengan demikian melalui KTSP ini pemerintah berhadap jurang pemisah antara pendidikan dan pembangunan. diantaranya berkaitan dengan masalah relefansi atau kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan. guru. Dalam kerangka inilah pemerintah menggagas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai tindak lanjut kebijakan pendidikan dalam konteks otonomi daerah dan disentralisasi. Pendidikan nasional dewasa ini dihadapkan pada berbagai permasalahan yang perlu mendapat penanganan secepatnya. Istilah Kurikulum satuan Pendidikan yang disingkat KTSP merupakan kurikulum operasional yang pengembangannya diserahkan kepada daerah dan satuan pendidikan. Mata pelajaran Qur¶an Haditsdisampaikan melalui Proses Belajar Mengajar. hlm 25-27). Dalam sudut pandangnya. serta kebutuhan dunia kerja dapat segera teratasi (Mulyasa 2006. Karakteristik interaksi belajar-mengajar dalam pendekatan proses belajarmengajar meliputi dua hal pokok. mengajar. Menurut Oemar Hamalik. serta sesuai pula dengan tradisi tulis Arab yang telah dikembangkan para ahli Bahasa Arab. 19) KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1 dan 2 sebagai berikut : . Pendapat tersebut didasari atas berbagai latar belakang masalah dan fenomena yang kompleks. Pembelajaran.

hlm. alat-alat musik.1. hasil pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan. Misalnya seorang siswa disebut telah mengalami pembelajaran dalam musik. Prinsip ini mengandung makna bahwa ciri utama proses pembelajaran itu ialah adanya perubahan perilaku dalam diri individu. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujutkan pendidikan nasional. maka siswa itu berubah dalam hal pemahamannya tentang musik. afektif atau motorik. Secara lengkap. Artinya seseorang yang telah mengalami pembelajaran akan berubah perilakunya. Perubahan perilaku itu meliputi aspek-aspek perilaku kognitif. dan sebagainya. 2. 7) Beberapa prinsip yang menjadi landasan pengertian tersebut di atas ialah: Pertama. Prinsip ini mengandung makna bahwa perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran adalah meliputi semua aspek perilaku dan bukan hanya satu atau dua aspek saja.(Muhammad Surya 2004. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Tetapi tidak semua perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan di kembangkan dengan prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. memiliki kemampuan dalam memainkan alat-alat musik dengan baik. pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku. pengertian pembelajaran dapat dirumuskan: ³Pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. potensi daerah dan peserta didik. Pembelajaran yang hanya menghasilkan perubahan satu atau . Kedua. konatif.

Pembelajaran merupakan bentuk interaksi individu dengan lingkungannya. pada dasarnya merupakan . Pengalaman pada dasarnya adalah kehidupan melalui situasi yang nyata dengan tujuan tertentu. maka pembelajaran akan terjadi apabila individu merasakan adanya kebutuhan yang mendorong dan ada sesuatu yang perlu dicapai untuk memenuhi kebutuhannya. pembelajaran merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Jadi. Atas dasar prinsip ini. disebut sebagai pembelajaran sebahagian (partial learning) dan bukan pembelajaran lengkap (complete learning). Belajar tidak akan efektif tanpa adanya dorongan dan tujuan. dan adanya tujuan yang ingin dicapai. Dengan kata lain. Keempat. Prinsip ketiga ini mengandung makna bahwa pembelajaran itu merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan. Pembelajaran tidak dapat dilepaskan dengan interaksi individu dengan lingkungannya. suatu pembelajaran yang efektif adalah apabila pelajar-pelajar melakukan perilaku secara aktif. melainkan merupakan suatu rangkaian aktivitas-aktivitas yang dinamis dan saling berkaitan. pembelajaran merupakan suatu proses. pembelajaran merupakan bentuk pengalaman. Ketiga. Kelima. Di dalam aktivitas itu terjadi adanya tahapan-tahapan aktivitas yang sistematis dan terarah. Jadi. pembelajaran bukan sebagai suatu benda atau keadaan yang statis. individu akan senantiasa berada dalam berbagai aktivitas yang tidak terlepas dari lingkungannya. selama proses pembelajaran itu berlangsung.dua aspek perilaku saja. Perubahan perilaku yang diperoleh dari pembelajaran. sehingga banyak memberikan pengalaman dari situasi nyata. Dengan demikian. proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sesuatu tujuan yang akan dicapai. Prinsip ini mengandung makna bahwa aktivitas pembelajaran itu terjadi karena adanya kebutuhan yang harus dipuaskan.

kesiapan guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pengajaran (RPP) penilaian pengajaran serta penguasaan hasil belajar dan sumber bahan. dll.pengalaman. income dari siswa. Sebagian ahli pendidikan Islam memandang bahwa problematika pendidikan di Indonesia terletak pada lemahnya mutu kecerdasan out put. Mengamati konsep dan prinsip-prinsip pembelajaran yang dikemukakan Oemar Hamalik di atas sehubungan dengan peningkatan kualitas dan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam mentransformasikan nilai. tidak dapat berlangsung dengan sendirinya. Bagi pendidikan informal dan non formal. karena kurikulumnya memang hanya memprioritaskan keterlaksanaanya proses belajar. Faktor-faktor yang tidak terpenuhi itulah menjadi permasalahan. Untuk mengetahui secara pasti problematika pembelajaran itu perlu diteliti lebih jauh. Rumusan Masalah . agar memberi solusi kreatif yang baik. yang kemudian kita kenal dengan sebutan problematika pembelajaran. problematika ini dianggap umum dan biasa saja. Hal ini berarti bahwa selama individu dalam proses pembelajaran hendaknya tercipta suatu situasi kehidupan yang menyenangkan sehingga memberikan pengalaman yang berarti. Karena itu tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan ini akan menghadapi kendala. Proses itu harus didukung oleh berbagai faktor. Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian Implimentasi KTSP terutama kesiapan madrasah dari sisi manajemen. yang diungkapkan dalam judul ³ Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim.

Untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) Muara Enim.Dengan mendasarkan pada latar belakang sebagaimana diuraikan diatas maka masalah yang muncul berkenaan dengan Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim diidentifikasikan sebagai berikut: 1. Implikasi Teoritis a. Kegunaan Penelitian 1. Berguna bagi pemerintah khususnya Departemen Agama mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat satker di daerah dalam menentukan kebijakan implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist.N) Muara Enim? 2. Apa faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Sebagai penelitian awal tentang implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. . Untuk memperoleh deskripsi mengenai implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. b.N) Muara Enim? Tujuan Penelitian Dengan mengacu pada latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah : 1. 2. Sumbangsih dalam pengembangan ilmu pendidikan khususnya teori implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Implikasi Praktis c. 2. Bagaimana implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) Muara Enim.

kecakapan hidup.hlm 3). . 3. 2.(Departemen Agama RI2005. Lebih mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia. (Departemen Agama RI 2005. Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pelaksana pendidikan di lapangan untuk mengembangkan dan melaksanakan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. Kerangka Pemikiran Mata pelajaran Qur¶an Hadits merupakan salah satu mata pelajaran wajib sejak madrasah ibtidaiyah hingga madrasah aliyah. sehingga mereka mampu hidup mandiri dan harmonis di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. kemampuan bekerja dan bersikap ilmiah. Kurikulum Berbasis Kompetensi yang merupakan ciri dari Kurikulum 2004 didesain untuk menjamin berlangsungnya proses pendidikan yang kondusif bagi berkembangnya potensi peserta didik. Lebih menitik beratkan target kompetensi daripada penguasaan materi. Mata pelajaran tersebut secara keseluruhan tercantum dalam kurikulum. Sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi lembaga pendidikan. pemerintah pusat. pemerintah daerah. kepala madrasah serta praktisi pendidikan dalam upaya menyusun KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Sesuai dengan kerangka pikir di atas. kurikulum Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dikembangkan dengan pendekatan sebagai berikut: 1. hlm 3) Kurikulum Qur¶an HaditsMadrasah Tsanawiyah yang dikembangkan dengan pendekatan tersebut diharapkan mampu meneguhkan keimanan dan meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. sekaligus menjamin pengembangan kepribadian Indonesia yang kuat dan berakhlak mulia.d.

raw input. kurikulum madrasah dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi. Asumsinya adalah jika pendidikan agama termasuk Qur¶an Haditsyang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan efektif. Hal ini dilakukan agar madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi. serta tuntutan desentralisasi. maka kehidupan masyarakat akan lebih baik. Faktor-faktor yang dimaksud antara lain meliputi instrumental input. dalam hal ini diberi pengalaman belajar tertentu dalam proses belajar mengajar (teaching-learning process). teaching-learning proccess dan environmental input.(Ngalim Purwanto 1986.106) Gambaran di atas menunjukkan bahwa masukan mentah (raw input) merupakan bahan baku yang perlu diolah. Dengan cara seperti itu. agar lulusannya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Tetapi secara substansi mata pelajaran Qur¶an Hadits memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Terhadap didalam kegiatan pembelajaran itu turut . ilmu pengetahuan. madrasah tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya. memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik. peranan dan efektifitas pendidikan agama di madrasah sebagai landasan bagi pengembangan spiritual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat penting. Dengan tanggung jawab yang besar itu menunjukkan semakin besarnya persoalan-persoalan yang menjadi problema pembelajaran Qur¶an Hadits semakin kompleks. Da1am konteks ini. Problema pembelajaran Qur¶an Hadits itu tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan pembelajarannya.Dalam konteks madrasah. Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah sebagai bagian yang integral dari pendidikan agama. hlm. teknologi dan seni.

Secara psikologis hal ini mempengaruhi mereka saat belajar. Yang termasuk instrumental input atau faktor-faktor yang disengaja dirancang dan dimanipulasikan adalah: kurikulum atau bahan pelajaran. kemampuan kognitifnya dan sebagainya. sarana dan fasilitas. sebagai raw input siswa memiliki karakteristik tertentu. maka yang dimaksud masukan mentah atau raw input adalah siswa. tingkat kecerdasannya. Berbagai faktor tersebut berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan keluaran tertentu. Sedangkan yang menyangkut psikologis adalah : minatnya. baik fisiologis maupun psikologis. Di dalam keseluruhan sistem maka instrumental input merupakan faktor yang sangat penting pula dan paling menentukan dalam pencapaian hasil/output yang dikehendaki. karena instrumental input inilah yang menentukan bagaimana kegiatan pembelajaran itu akan terjadi di dalam diri si pelajar. Karakteristik siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim juga mempengaruhi pola pembelajaran. Hal ini dapat dipahami karena pendidikan merupakan satu kesatuan system dimana sejumlah komponen yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. guru yang memberikan pengajaran. Mengenai fisiologis ialah bagaimana kondisi fisiknya. serta manajemen yang berlaku di sekolah yang bersangkutan. Usia rata-rata siswa MTs kelas VII. Di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. VIII dan IX adalah 13-15 tahun. dan berfungsi sejumlah faktor yang sengaja dirancang dan dimanipulasikan (instrumental input) guna menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki (output). Masa ini ditandai dengan berkembangnya sikap dependen . bakatnya.berpengaruh pula sejumlah faktor lingkungan yang merupakan masukan lingkungan (environmental input). Hal ini menunjukan bahwa siswa berada pada masa remaja awal. motivasinya. panca inderanya dan sebagainya.

sosial dan ekonomi. Pubertas mengacu kepada perkembangan fisik dan seks.. dan ada yang tidak percaya sama sekali atau cenderung kepada atheis.kepada orang tua ke arah independen. Periode ini adalah saat individu menggunakan kemampuan untuk menerima dan memberi. nilai-nilai etika dan isu-isu moral. minat seksualitas dan kecenderungan untuk merenung atau memperhatikan diri sendiri. 3. Remaja berjuang untuk memperoleh kebebasan. 2. percaya dengan kesadaran. p. Hurlock. percaya tapi agak ragu-ragu (bimbang). dan ia sering kali menunjukkan rasa ingin tahu yang semakin dewasa terhadap dirinya sendiri dan lingkungan. . Para ahli mengemukakan ciri-ciri remaja antara lain: 1. 1956. tetapi bersama itu ia ingin memperoleh pijakan rasa aman. dalam hal sikap remaja terhadap agama ada bermacam-macam. Remaja adalah periode peralihan antara masa siswa ke masa dewasa. Menurut Adams. untuk berkomunikasi dengan orang-orang lain dan memercayai mereka serta untuk belajar mengenai apa yang merusak atau apa yang baik bagi dirinya sendiri dan orang-orang lain (Elizabeth B. Kecenderungan remaja untuk ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan sebenarnya ada dan dapat dipupuk. sedangkan remaja mengacu kepada keseluruhan aspek perkembangan. yaitu: ada yang percaya turut-turutan. Pubertas merupakan bagian dari masa remaja. dan sering kali dalam bentuk campuran yang membingungkan. Remaja juga mencakup pencarian kebebasan dalam emosi. remaja sering kali dilukiskan dengan sebutan setengah siswa setengah dewasa. Ia menunjukkan ciri-ciri positif dan negatif. Menurut Zakiah Daradjat. tetapi ia tidak sinonim dengan remaja. Remaja menunjukkan ciri-ciri fisik dan kejiwaan yang penting antara pubertas dan dewasa.). asal lembaga-lembaga keagamaan itu dapat mengikutsertakan remajaremaja dan memberi kedudukan yang pasti kepada mereka. 14.

Ironisnya. Pergaulan seks bebas merupakan fenomena yang datang dari paham ini. sarana madrasah. dan lingkungan madrasah yang mencakup lingkungan fisik seperti gedung dan lingkungan sosial. potensi sekolah/madrasah. sekularisme dan isme-isme lain yang mengajarkan bahwa yang benar dan baik ialah yang berguna. guru. Demikian pula mereka diliputi oleh hedonisme. keuangan. Kesiapan materi/sumber daya alamiah madrasah. Fokus . dan karakteristik peserta didik. yang mengajarkan bahwa yang benar ialah sesuatu yang menghasilkan kenikmatan. tidak terlepas dari kendala dan rintangan. saat ini remaja banyak dihadapkan pada lingkungan dan budaya yang bernuansa pragmatisme. yang ditemukan ialah bahwa kenikmatan tertinggi dan paling berkesan ialah kenikmatan seksual. sosial budaya masyarakat setempat. Kesiapan non materi/ sumber daya madrasah bentuk persiapan non materi madrasah dapat dilihat dari dimensi kepemimpinan kepala madrasah. Itulah sebabnya pada zaman ini dapat disaksikan hampir semua kegiatan hidup dan produk manusia diarahkan ke penikmatan seksual. (Mulyasa 2006. 2. dan yang berguna itu biasanya lebih bernuansa fisik dan materialis. Oleh karena itu untuk meminimalkan adanya kendala dalam proses implimentasi tersebut perlu adanya persiapan-persiapan yang dilakukan yaitu : 1. siswa dan orang tua siswa.Di sisi lain. bentuk persiapan materi madrasah dapat dilihat dari dimensi perangkat kurikulum. hedonisme. tugas manusia ialah menikmati hidup ini sebanyak dan seintensif mungkin. karaakteristik madrasah/daerah. hlm 8). Untuk mengimplementasikan suatu program baru dalam hal kurikulum tingkat satuan pendidikan di MTs Negeri Muara Enim. Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang di susun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Langkah-langkah Penelitian Dalam penelitian ini berbentuk kualitatif.163. (Joko Susilo 2007. Menurut Mohammad Ali. sikap konsekwen dan jujur. 3. Memahami akhlak terhadap ibu bapak. dan perintah bertaqwa. hlm. 2. (Standar Isi MTs 2006. hlm 180). hlm 10). meyakini kebenaran Islam dan istiqomah.kajian yang dimunculkan hanya sebatas pada peran yang di berikan masing-masing dimensi dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. ada lima (5) langkah dalam penelitian pendidikan kualitatif: merumuskan fokus masalah. cinta kepada allah dan rasul-Nya. menyusun kerangka kerja teoritis. hlm. makanan yang halan lagi baik. menganalisis data dan menyusun. sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan.) Adapun Afif Muhammad menambahkan bahwa dalam menyusun penelitian yang menggunakan pendekatan metode deskriptif dapat menempuh langkah-langkah: menetapkan komponenkomponen atau aspek-aspek yang akan membentuk pemikiran tersebut atau apa yang disebut dengan indikator-indikator (Afif Muhammad 2003. sesama manusia. Memahami ayat al Qur¶an tentang akhlak kepada ibu bapak. persatuan dan persaudaraan. semangat keilmuan. Tujuan pembelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah adalah sebagai berikut : 1. makanan yang halal lagi baik. berlaku dermawan. taat kepada Allah. setan sebagai musuh manusia. sesame manusia. 43). serta menarik kesimpulan (Mohammad Ali : 1993. Adapun langkah-langkah pentahapan yang digunakan oleh penulis secara sederhana meliputi: . Peneliti memulainya dari suatu tahapan ke tahapan berikutnya. Menerapkan kaidah ilmu tajwid dalam membaca al Qur¶an. mengumpulkan data. rasul dan perintah. perintah menuntut ilmu.

73). 90) tidak untuk mengukur sesuatu. (Nasution. Menurut Nasution. 1988. kondisi obyektif pelaksanaan KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim. hlm. kejadian-kejadian dan kenyataan-kenyataan di lapangan. hlm. maksud penelitian kualitatif tidak ditujukan untuk menghasilkan kesimpulan temuan dari sampel besar sampai populasi dengan menggunakan verifikasi statistik. Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang lengkap. Dipendekatan yang dapat mendiskripsikan data tersebut adalah menggunakan penelitian kualitatif. Dalam hal ini. Gambaran karakteristik yang dijelaskan tersebut sesuai dengan maksud dari penelitian ini. serta untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. karena yang diamati adalah responden dengan latar belakang implimentasi KTSP yang diterapkan dalam proses pembelajaran Qur¶an Hadist. melainkan untuk memahami sepenuhnya makna fenomena dalam konteks dan untuk memberikan laporan tebal mengenai fenomena yang dikaji. metode survey lapangan adalah suatu metode yang dilakukan untuk meneliti fenomena/gejala-gejala. Fokus penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang implimentasi KTSP mata pelajaran qur¶an hadits di MTs Negeri Muara Enim.. Hal ini apabila menggunakan pendekatan .Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey lapangan. mendalam dan memberi jawaban yang tepat terhadap masalah yang akan diteliti digunakan penelitian kualitatif. Lebih lagi. Sedangkan sasaran penelitian kualitatif menurut Leininger yang dikutip Sirozi (2004.

(Nasution. hlm 221) mengemukakan bahwa ³ Pada hakekatnya penelitian kualitatif mengamati orang dalam lingkungannya. dapat ditemukan data yang tidak teramati dan terukur secara kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi. Dalam hal ini peneliti akan mengumpulkan data dalam situasi yang wajar.hlm 97. Peneliti tidak menggunakan angka-angka. berinteraksi dengan mereka dan berusaha memahami bahasa serta tafsiran mereka sendiri tentang dunia yang ada disekitarnya. tetapi mengumpulkan data deskriptif dalam bentuk laporan dan uraian untuk mencari makna. wawancara dan dokumentasi. .kuantitatif kurang sesuai karena penelitian ini bersifat independent. Dengan kata lain penelitian kualitatif tidak meneliti suatu lahan kosong. seperti nilai. 1992. Teknik Pengumpulan Data Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif selain sebagai perencana sekaligus juga sebagai pelaksanan pengumpul data atau sebagai instrument (Moeloeng.) mengemukakan bahwa : ³ Di dalam penelirtian kualitatif konsep dan kategorilah yang dipersoalkan bukan kejadian atau frekuensinya. walaupun tidak menolak angka-angka sebagai penunjang penelitian. Dengan menggunakan metode kualitatif. Demikian pula Mc. Cracken dalam (Julia Brannen 1997. langsung apa adanya tanpa dipengaruhi oleh unsur-unsur lain dari luar lingkungan. sikap mental. keyakinan dan budaya yang dianut oleh seseorang atau kelompok dalam lingkungan tertentu. 1998 : 121). Untuk itu peneliti berhubungan langsung dengan situasi dan sumber data yang akan diselidiki. tidak berintegrasi langsung dengan subyek sehingga akan sangat sulit sekali diungkapkan proses kegiatan yang berlangsung. tetapi ia menggalinya´. kebiasaan.

Pada pengamatan berperan serta. Patton (1990 ) 135 ± 136) mengemukakan pilihan teknik wawancara. yaitu sebagai pengamat dan sekaligus menjadi anggota resmi dari kelompok yang diamati. Menurut Guba dan Lincoln (1981) ada bebearapa alasan mengapa dalam penelitian kualitatif. Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. yaitu : . Teknik pengamatan sangat dimungkinkan pengamat melihat dan mengamati sendiri. c). Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan yang langsung diperoleh dari data lapangan. Pengamatan merupakan jalan terbaik untuk mengecek kepercayaan data. kemudian mencatat perilaku dan kejadian seperti keadaan yang sebenarnya. Sedangkan pengamatan tanpa berperan serta pengamat hanya melakukan satu fungsi. Percakapan dilakukan antara peneliti yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong. e). Observasi Tujuan dari observasi adalah dengan mendiskripsikan seting yang diamati.1. yaitu mengadakan pengamatan. tempat kegiatan orang-orang yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan makna apa yang diamati menurut perspektif pengamat (Patton. 1990 : 202). pengamat melakukan dua peran sekaligus. 1998 : 126). karena : a). pengamatan dimanfaatkan secara optimal. Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung b). 2. 1998 : 135). d). Teknik pengamatan memungkinkan peneliti memahami situasi-situasi yang rumit dan perilaku yang kompleks Pengamatan dapat diklasifikasikan atas pengamatan melalui cara berperan serta dan yang tidak berperan serta (Moeleong.

Wawancara pembicara informal (the informal conversational interview). dibutuhkan adanya informan yang dipilih guna mendapatkan informasi sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuannya. Subyek yang menjadi sumber informasi dipilih sesuai dengan focus dan tujuan penelitian. Wawancara informal banyak digunakan dengan para responden yang langsung merasakan akibat dari pelaksanaan kebijakan pengembangan KTSP. Dalam penelitian ini teknik wawancara yang digunakan adalah teknik pertama dan kedua. baik itu kepada para dewan guru mata pelajaran Qur¶an Hadis atau guru agama lainnya. Wawancara dilakukan pada latar alamiah. c). Pertanyaan yang diajukan sangat tergantung pada pewawancara itu sendiri dan sponanitasnya dalam mengajukan pertanyaan. Pemilihan informan dihentikan setelah variasi dan . b) wawancara secara terbuka.a). Untuk meliput sumber data. Wawancara ini menggunakan seperangkat pertanyaan baku. serta mengutamakan pandangan dan pendirian responden. b). Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan terjadinya bias-bias atau ³kemencengan´. Wawancara dilakukan berdasar pada kerangka dan garis besar pokok-pokok yang dituangkan dalam pertanyaan disesuaikan dengan keadaan responden dalam konteks wawancara sebenarnya. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui : a) observasi (pengamatan) lapangan secara langsung untuk mendapatkan data sebenarnya. namun sebagaian terstruktur dan mendalam. Menggunakan petunjuk umum wawancara (the general interview guide approach). Wawancara baku terbuka (the standardized open-ended interview). c) studi dokumentasi juga dilakukan untuk mendapatkan data yang tidak diperoleh melalui tehnik lainnya. sehingga diperoleh keadaan studi dalam konteks tertentu.

Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Instrumen pengumpulan data didalam penelitian ini. Alat potret digunakan untuk mengambil gambar kejadian atau situasi yang dianggap penting dan sesuai dengan tujuan penelitian. pengumpulan data di lapangan menggunakan alat bantu berupa alat rekam dan alat potret. tidak dapat dipisahpisahkan ke dalam variable-variabel. seperti pada pandangan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Alat rekam yang digunakan adalah kamera. .kedalaman informasi telah diperoleh secara maksimal. Operasionalisasinya dilakukan dengan mengadakan wawancara secara mendalam kepada berbagai informan lain sehubungan dengan pokok masalah yang akan diteliti. tetapi unsur manusia adalah tetap merupakan instrument yang paling utama. yaitu pengamatan dilakukan secara langsung terhadap implementasi pelaksanaan KTSP Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi MTs Negeri Muara Enim. Bentuk instrument lain mungkin digunakan dalam penelitian. baik itu terjadi di masa lampau ataupun karena tidak memungkinkan untuk hadir di tempat kejadian. karena mungkin peneliti tidak mampu mencatat secara langsung di lapangan hasil wawancara dengan responden. Dalam pelaksanaannya. sehingga dalam metode penelitian ini tidak ada pilihan lain selain manusia sebagai instrument utama penelitian. asumsi yang digunakan dalam memandang realitas adalah bahwa realitas bersifat menyeluruh ( holistik ). yaitu ditandai dengan tidak adanya variasi informasi baru yang diperoleh. Metode wawancara digunakan guna memperoleh keterangan tentang kejadian yang oleh peneliti tidak dapat diamati sendiri secara langsung. Peneliti mengutamakan pengamatan kejadian apa adanya.

Kedua. Semua data yang relevan dianalisis dan disampaikan dengan kata atau gambar. berupa penyampaian informasi yang diperlukan dalam penelitian berdasarkan data yang sudah direduksi dan disusun secara runtut. Hal ini mengacu pada pendapat Gulo (2002. kerangka pemikiran. 29). hlm. langkah-langkah . tujuan penelitian. Dalam model ini ada tiga komponen analisis. Dalam bagian ini dikemukakan latar belakang masalah.Teknik Analisis Data Analisis data sebagai proses menguraikan data menjadi komponen-komponen yang membentuknya yang dinyatakan oleh penjelasan responden. kegunaan penelitian. sehingga memberi makna pada setiap rangkuman sesuai dengan materi pokok penelitian. tahap verifikasi data. dipahami. diramalkan. tahap penyajian data. yaitu proses pemilihan data kasar dan masih mentah yang diperoleh dari kajian dokumen dan wawancara. Data yang masuk kemudian ditafsirkan. dan bahkan direvisi redaksinya. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Kegiatan ini berlangsung secara terus menerus selama penelitian melalui tahapan membuat ringkasan. Pertama. yaitu : Bab 1 merupakan bagian pendahuluan. dijelaskan. penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber sebagai kesimpulan sementara sambil mencari data pendukung kesimpulan tersebut. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tesis ini disusun dalam lima bab. rumusan masalah. Ketiga. tahap reduksi data. bahwa analisis data bertujuan untuk mengetahui karakteristik setiap variable dan menguraikan makna yang dinyatakan oleh penjelasan responden.

qur¶an hadits sebagai mata pelajaran di Madrasah Tsanawiyah. teknik analisis data. yaitu bagian penutup yang memuat kesimpulan. Selanjutnya juga bab ini membahas faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP dari segi perencanaan. model silabus KTSP. segi pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran qur¶an haditsdi MTs Negeri Muara Enim. model kurikulum Madrasah Tsanawiyah. dan lokasi penelitian. teknik pengumpulan data. sistematika penulisan. plus minus KTSP. prinsip pengembangan dan pelaksanaan kurikulum MTs. Bab 3 merupakan kondisi Umum MTsN Muara Enim yang meliputi sejarah singkat. Untuk itu perlu dikemukakan bahwa secara teknis ukuran jumlah halaman. keadaan bangunan.penelitian. keadaan guru. RPP al qur¶an hadist. dasar kebijakan dan karakteristik KTSP. penggunaan kutipan dan system referensi . pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran Qur¶an haditsdi MTsN Muara Enim. tata letak (lay out) format halaman. visi dan misi serta tujuan MTsN Muara Enim. Standar kompetensi lulusan MTs. dan saran-saran. dasar dan tujuan KTSP. Sistematika penulisan ini nantinya sekaligus menjadi panduan bagi penulis untuk menyusun hasil penelitian tesis. jenis penelitian. dan prestasi ujian nasional selama tiga tahun di MTs Negeri Muara Enim.standar kompetensi dan kompetensi dasar al qur¶an hadist. Bab 5 merupakan bagian akhir dari pembahasan penelitian ini. Bab 2 merupakan bagian kerangka teori yang berisi pengertian KTSP. Bab 4 merupakan hasil penelitian yang memaparkan implementasi KTSP dari segi perencanaan. kondisi geografis.

Panduan Penulisan Karya Ilmiah: menulis Tesis efektif dan Efisien. Hal ini dipilih berdasarkan observasi studi pendahuluan peneliti. Di samping itu pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim yang diwakili oleh kepala sekolah dan dewan guru memberikan izin dan menyambut baik niat penulis untuk melakukan penelitian di MTs Negeri Muara Enim. (1991). penulis mengembangakan dan menggunakan panduan yang disusun Abizar et.al. untuk keperluan yang lebih praktis dan operasional bentuk gaya penulisan. Buku Panduan Penulisan. Selain itu pihak Mapenda kantor Departemen Agama Kabupaten Muara Enim juga memberikan izin dan dukungan sepenuhnya. (2005). bahwa masalah yang menjadi fokus penelitian yang sedang dikaji penulis. . Lokasi Penelitian Penelitian ini memfokuskan pada masalah implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim.penulisan hasil penelitian tesis ini menggunakan pedoman penulisan tesis yang disusun oleh Sirozi et al. Di lokasi tersebut nampak adanya masalah yang relevan dengan penelitian ini. ada di tempat tersebut. Sedangkan khusus penulisan laporan Bab 4 bagian yang memaparkan temuan hasil penelitian. serta siap membatu penelitian ini sampai selesai.

4. b. Tugas. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. dan Tatakerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005. enimbang : bahwa agar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dapat dilaksanakan di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah secara baik. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 sampai dengan Pasal 38. Susunan Organisasi. c. 6. dan Pasal 25 sampai dengan Pasal 27. d. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Mengingat : 1. 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 5 sampai dengan Pasal 18. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Standar Kompentesi Lulusan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan . MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH. Pasal 1 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan pada : a.PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. 3.

madrasah ibtidaiyah (MI). . Untuk sekolah menengah pertama (SMP). (3) Satuan pendidikan dasar dan menengah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah untuk semua tingkatan kelasnya mulai tahun ajaran 2006/2007. Pasal 2 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mulai tahun ajaran 2006/2007.tahun I : kelas 1 dan 4. dan 3.tahun I : kelas 1. madrasah aliyah kejuruan (MAK).4.2. Untuk sekolah dasar (SD). (5) Penyimpangan terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan setelah mendapat izin Menteri Pendidikan Nasional. . untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus. dan 5. . madrasah aliyah (MA). dengan tahapan : a.Menengah.2.3.tahun III : kelas 1.tahun III : kelas 1. (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004. (5) Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau Komite Madrasah. dan sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) : . dan sekolah dasar luar biasa (SDLB): .2.5 dan 6.tahun II : kelas 1. madrasah tsanawiyah (MTs). (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah paling lambat tahun ajaran 2009/2010. . disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/kota masing-masing. sekolah menengah atas (SMA). 2 (3) Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah memperhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB). melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun. (2) Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. . untuk satuan pendidikan dasar. Pasal 3 (1) Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing.tahun II : kelas 1 dan 2.4. sekolah menengah kejuruan (SMK). b. (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP.

madrasah aliyah (MA). Pasal 7 Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional: a. menggandakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. membantu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam penjaminan mutu satuan pendidikan dasar dan menengah agar dapat memenuhi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. madrasah tsanawiyah (MTs). b. c. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. b. b. (2) BSNP dapat mengajukan usul revisi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan keperluan berdasarkan pemantauan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta mendistribusikannya kepada setiap satuan pendidikan secara nasional.(3) Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. untuk satuan pendidikan madrasah ibtidaiyah (MI). mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus. Pasal 4 (1) BSNP melakukan pemantauan perkembangan dan evaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar 3 Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. . dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). Pasal 6 Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan: a. mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP. mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif. pengawas. pada tingkat satuan pendidikan. dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP. dan dewan pendidikan. terhadap guru. dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP kepada dinas pendidikan provinsi. melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mendukung penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. melalui LPMP. dinas pendidikan kabupaten/kota. dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan/atau Pusat Pengembangan dan Penataran Guru (PPPG). secara nasional. Pasal 5 Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah: a. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan yang bersangkutan. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. c. kepala sekolah.

e. di kalangan lembaga pendidikan tenaga keguruan (LPTK). bekerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dasar dan menengah dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : a. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya dan berkoordinasi dengan Departemen Pendidikan Nasional. memantau. melakukan supervisi. c. mengusahakan secara nasional sesuai dengan kewenangannya agar sarana. memonitor secara nasional penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Nomor 061/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Umum. Nomor 0126/U/1994 tentang Kurikulum Pendidikan Luar Biasa. f. mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. c. Pasal 9 Sekretariat Jenderal melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan mengevaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya. b.d. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. prasarana. b. Pasal 10 Departemen lain yang menyelenggarakan satuan pendidikan dasar dan menengah : a. kepada pemangku kepentingan umum. b. Nomor 060/U/1993 tentang Kurikulum Pendidikan Dasar. dan sumber daya manusia satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dinyatakan tidak berlaku bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sejak satuan pendidikan dasar dan . Pasal 8 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: a. Nomor 080/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan. dan d. Pasal 11 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. mengevaluasinya. memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK yang mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan 4 Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau Menteri.

Tri Parartha. Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai karunia Tuhan dan mengungkapkan rasa syukurnya dengan berdoa. d. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Juni 2006 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. 3. Catur Guru. dan sejarah perkembangan Hindu sebelum dan sesudah kemerdekaan . Catur Paramita. Memahami hari-hari suci keagamaan dan dasar-dasar hari suci (Wariga) 9. Memahami ajaran Susila yang meliputi: Tri Kaya Parisudha. 4. Peserta didik memahami Gereja sebagai persekutuan Umat Allah dan sebagai Sakramen keselamatan yang diutus ke dalam dunia dan Roh Kudus yang diutus Yesus sebagai jiwa Gereja yang senantiasa menyertainya. Menyebutkan. BAMBANG SUDIBYO 5 Lampiran: Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kelulusan C. membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur¶an. Pendidikan Agama Islam SD/MI 1. Tri Purusa dan Cadhu Sakti 2. Mendemonstrasikan pemahaman sikap-sikap sembahyang Tri Sandhya dan sarana sembahyang 5. Peserta didik memahami hidup beriman yang terlibat dalam masyarakat sebagai perwujudan imannya. Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji 5. Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar 3. Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela 4. Memahami Weda sebagai kitab suci dan wahyu Sang Hyang Widhi (Tuhan) 7. Pendidikan Agama Hindu SD 1. Memahami Bhuana Agung dan Bhuana Alit 11. Tri Mala. Memahami orang suci agama Hindu dan tugas dan kewajiban orang suci 8. Menanggapi kasih Allah dengan mengasihi orangtua. Peserta didik memahami dan mencintai Allah sebagai Bapa Pencipta dan Penyelenggara seperti dikisahkan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan meneladani Yesus Kristus sebagai Penyelamat hidup umat manusia. Mengenal pemimpin yang baik dan patut diteladani di wilayahnya 10. Pendidikan Agama Kristen SD 1. keluarga dan teman 3. Pendidikan Agama Katolik SD 1. lagu-lagu kerohanian (Yadnya). TTD. Beribadah kepada Tuhan sebagai ucapan syukur melalui doa dan membaca Alkitab 4. bernyanyi serta melakukan perbuatan-perbuatan nyata 2. SEKOLAH DASAR (SD)/ MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) a. Dasa Yama dan Dasa Nyama Bratha dalam kehidupan sehari-hari 4. Panca Yama. Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi b. Tri Murti. Panca Nyama Bratha. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN 1.menengah yang bersangkutan melaksanakan Peraturan Menteri ini sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3. Pasal 12 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Memahami ajaran Panca Sradha dan Tri Sarira 3. Meyakini kemahakuasaan Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai Maha Pencipta. Memahami kasih Allah melalui keberadaan dirinya 2. menghafal. Memahami tari-tari Keagamaan. Memelihara ciptaan Allah lainnya dalam hidup sehari-hari c. mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-µAlaq 2. Menerapkan Panca Yadnya secara Nitya Karma dan Naimitika Karma dalam kehidupan sehari-hari 6.

petunjuk. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2. Matematika SD/MI 1. luas. Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah 4. laporan. dan puisi 3. drama. penyajian data dengan tabel. disiplin. Mendengarkan Memahami wacana lisan berbentuk perintah. cerita. serta karya sastra berbentuk dongeng. Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 5. peraturan. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran. penjelasan. pengumuman. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari . rentangan data. Meneladani sifat. dan para siswa utama Buddha 6 6. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya 4. percakapan telepon. Memahami hubungan Indonesia dengan negara tetangga dan politik luar negeri g. pantun dan cerita rakyat 2. kritis. pelaporan hasil pengamatan. dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi. dan informasi dalam bentuk karangan sederhana. percakapan sederhana. panjang. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di SMP f. petunjuk. puisi.e. Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis 6. Memahami makna keutuhan negara kesatuan Republik iIndonesia. pantun. debit. modus. unsur-unsur dan sifat-sifatnya. gambar dan grafik (diagram). mengurutkan data. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis. serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita. adat istiadat. baik pada tingkat daerah maupun pusat 8. teks panjang. Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 3. dongeng. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (sila). Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama 8. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 2. deskripsi peristiwa dan benda di sekitar. Memahami lambang-lambang agama Buddha 9. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk. deklamasi. kecepatan. pidato. teks pidato. memberi petunjuk. dan menghargai keputusan bersama 9. surat. parafrase. dialog. dan kreatif untuk memecahkan masalah 7. berbuat dan berperilaku 3. puisi. dan informasi dalam kegiatan perkenalan. pengumuman. dan drama 4. dengan kepatuhan terhadap undangundang. sudut. berita. perasaan. Pendidikan Agama Buddha SD 1. Memahami hidup tertib dan gotong royong 5. kebiasaan. wawancara. Menampilkan perilaku jujur. tegur sapa. cerita. diskusi. Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat. Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa 10. Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masing-masing aliran 5. Menulis Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 3. volume. senang bekerja dan anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. operasi hitung dan sifat-sifatnya. drama. sesuai dengan nilai-nilai pancasila 7. formulir. Memahami sistem pemerintahan. cerita. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan. Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana. pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng. Bahasa Indonesia SD/MI 1. rerata hitung. serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 4. Bodhisattva. pesan. ringkasan. kebiasaan. Memiliki kemampuan dasar untuk memahami dan meyakini agamanya serta menerapkannya dalam bertutur. deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar. sikap dan kepribadian Buddha. percakapan. dan pantun h. dan kebijaksanaan (panna) 2. Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI 1. perasaan. waktu. Memahami konsep pengumpulan data. meditasi (samadhi). pantun.

Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi bertema hewan. perubahan wujud benda. hewan. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa terapan melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang ada di daerah setempat 2. Memiliki kemampuan berpikir logis. perubahan dan manfaatnya 6. dan hubungan peristiwa alam dengan kegiatan manusia j. Mengenal sumber daya alam. upaya pelestariannya. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis dan gabungan terhadap berbagai musik/lagu wajib. dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 5. Memahami identitas diri dan keluarga. Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 7. dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 4. busana. Memahami perkembangan wilayah Indonesia. serta kerja sama di antara keduanya 3. kenampakan dan perubahan permukaan bumi. Memahami berbagai bentuk energi. Memahami beragam sifat benda hubungannya dengan penyusunnya. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik sederhana daerah setempat 2. kenampakan alam. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara melalui pembuatan benda kreatif yang sesuai dengan potensi daerah setempat Seni Musik 1. keadaan sosial negara di Asia Tenggara serta benuabenua 8. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan lagu wajib. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional. Memahami bagian-bagian tubuh pada manusia. kritis. Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI 1. Memahami matahari sebagai pusat tata surya. keragaman suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia 6. dan kegunaannya 5. dan tumbuhan. Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan menceritakan hasil pengamatannya secara lisan dan tertulis 2. kegiatan ekonomi. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan . Memahami peranan Indonesia di era global k. Seni Budaya dan Keterampilan SD/MI Seni Rupa 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak. dan perlengkapan tari daerah setempat 2. serta fungsinya dan perubahan pada makhluk hidup 7 4. Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI 1. dan kreatif i.6. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7. serta mewujudkan sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa murni melalui pembuatan relief dari bahan plastisin/tanah liat yang ada di daerah setempat 3. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi dengan tema bebas 5. Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan. serta manfaat hewan dan tumbuhan bagi manusia. dan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya 3. Mengenal gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga. Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga. manusia dan kehidupannya serta motif hias dengan teknik batik 4. Memahami sejarah. daerah dan Nusantara 3. serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi bencana alam 9. daerah dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana daerah setempat Seni Tari 1.

piknik. Olahraga dan Kesehatan SD/MI 1. dan aerobik 3. Mempraktekkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di luar sekolah seperti perkemahan. lompat. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan daerah setempat dengan teknik konstruksi 2. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sangat sederhana dalam bentuk instruksi dan informasi dalam konteks kelas. dan lingkungan sekitar 2. serta senam lantai 4. mengenal makanan sehat. senam kesegaran jasmani (SKJ). dan perlengkapan tari Nusantara 3. Membaca Membaca nyaring dan memahami makna dalam instruksi. dan lain-lain 8 2. Mempraktekkan latihan kebugaran dalam bentuk meningkatkan daya tahan kekuatan otot. dan jalan dalam permainan sederhana serta nilai-nilai dasar sportivitas seperti kejujuran. Mempraktekkan gerak dasar lari. kerjasama. kelenturan serta koordinasi otot 6. dan lingkungan sekitar 4. Pendidikan Jasmani. Mengapresiasi dan mengekspresikan perpaduan karya seni tari dan musik Nusantara Keterampilan 1. Mempraktekkan gerak ketangkasan seperti ketangkasan dengan dan tanpa alat. Mempraktekkan gerak ritmik meliputi senam pagi. Memahami budaya hidup sehat dalam bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Mempraktekkan gerak dasar renang dalam berbagai gaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 5. dan teks fungsional pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat . informasi. sekolah. dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana yang disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas. Mengapresiasi dan membuat karya benda mainan beroda dengan menggunakan berbagai bahan l. Menulis Menuliskan kata. informasi. Bahasa Inggris SD/MI 1. teks fungsional pendek. ungkapan. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan dan benda permainan dengan teknik meronce dan makrame 3. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan anyaman dengan menggunakan berbagai bahan 4.gerak. sekolah. dan cerita sangat sederhana yang disampaikan secara lisan dalam konteks kelas. busana. mengenal berbagai penyakit dan pencegahannya serta menghindarkan diri dari narkoba m. dan lain-lain 7. sekolah. Mendengarkan Memahami instruksi. dan lingkungan sekitar 3.

dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes. kontinuitas. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. didalamnya mencakup: perencanaan. Prinsip relevansi. Oleh karena itu. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Dalam pengembangan kurikulum. 2. Dalam hal ini. Prinsip Pengembangan Kurikulum Posted on 31 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran. fleksibilitas. seperti : politikus. secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan. Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis). lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya. strategi. praktis. dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar. penerapan dan evaluasi. (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan. tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). organisasi dan evaluasi). tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. Prinsip fleksibilitas. namun di dalamnya melibatkan banyak orang. pengusaha. bahan.3. dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan. dan efektivitas. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. serta unsur ± unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. Dalam pengembangan kurikulum. . Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. orang tua peserta didik. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip ± prinsip umum : relevansi. yaitu : 1.

antar jenjang pendidikan. budaya dan adat istiadat. dunia usaha dan dunia kerja. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. terdapat sejumlah prinsipprinsip yang harus dipenuhi. yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir. kebutuhan. dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal. dan jenjang serta jenis pendidikan. kreatif. cakap. Belajar sepanjang hayat. Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. Oleh karena itu. dan seni. keterampilan berpikir. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. Prinsip kontinuitas. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. biaya. berakhlak mulia. Menyeluruh dan berkesinambungan. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. keterampilan akademik. 6. . sehat. 5. kondisi daerah. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. 5. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Berpusat pada potensi. perkembangan. yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu. baik yang di dalam tingkat kelas. dan pengembangan diri secara terpadu. baik secara vertikal. muatan lokal. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. pengembangan keterampilan pribadi. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. kebutuhan. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. teknologi. baik secara kualitas maupun kuantitas. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. tanpa membedakan agama. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. dan seni. 4. Prinsip efektivitas. 2. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. keterampilan sosial. teknologi. suku. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. perkembangan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. serta status sosial ekonomi dan gender. cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. berilmu. 3. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. yaitu : 1.memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang. 3. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. maupun secara horizontal. yakni adanya kesinambungandalam kurikulum. Prinsip efisiensi. 4.

dan bahan pelajaran. teknologi. isi. nonformal dan informal. dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.com 5.com .Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. berbangsa dan bernegara. banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum .blogspot. Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran . kecerdasan. serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan PENGEMBANGAN KURIKULUM: Suatu proses untuk membuat keputusan tentang tujuan. 7.blogspot. galerysabar. tentang bagaimana tujuan direalisasikan melalui proses belajar-mengajar.blogspot.blogspot.com KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN KURIKULUM: Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan.com Tujuan Isi/ Bahan Cara/Strategi dan Organisasi Orientasi (diagnosis kebutuhan) Evaluasi Implementasi Pengembangan Ujicoba Kurikulum Pengembangan Kurikulum 4. Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum Pembelajaran Tujuan (Output) Proses Input Hubungan Kurikulum dan Pembelajaran B . Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. dan apakah tujuan dan sarana tersebut serasi dan efektif 2.Tajudin 3. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Galerysabar. dan minat peserta o Keragaman potensi daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Perkembangan ilmu pengetahuan. Prinsip Pengembangan Kurikulum o Peningkatan iman dan taqwa o Peningkatan akhlaq mulia o Peningkatan potensi. yang justru tampaknya sering kali terabaikan.Presentation Transcript 1. Kewenangan Pengembangan Kurikulum Pemerintah Pusat Kelompok/Satuan Pendidikan Komite Sekolah Silabus Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Diknas/Depag Prop Diknas/Depag Kab/Kota Koordinasi & Supervisi Dikmen Koordinasi & Supervisi Diksar galerysabar. dan seni o Agama o Dinamika perkembangan global o persatuan nasional dan nilai-nilai keagamaan galerysabar. Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memahami dan menjalankan hak serta kewajiban untuk berkarya dan o memanfaatkan lingkungan secara bertanggungjawab o berpikir secara logis. memecahkan masalah. bugar. tanggungjawab. dan berhitung o mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan o berpikir logis. kritis. kecakapan. menulis. dan o kecakapan emosional o memberikan dasar ketrampilan hidup. galerysabar. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) VISI Diksar: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter. dan kreatif o menumbuhkan sikap toleran. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) MISI o Diksar: o menanamkan dasar perilaku berbudi pekerti dan berakhlaq mulia o menumbuhkn dasar kemahiran membaca.com 7.blogspot. serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi . galerysabar. kreatif inovatif. dan pengetahuan yang kuat dan memadai untuk mengemangkan potensi dirinya secara optimal sehingga memiliki ketahanan dan keberhasilan dalam pendidikan lanjutan atau dalam kehidupan yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman Dikmen: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter. kecakapan. kritis. ketrampilan. memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memiliki dasar humaniora utk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan o menguasai pengetahuan dan ketrampilan akademik serta beretos belajar o untuk melanjutkan pendidikan o mengalihgunakan kemampuan akademik dan ketrampilan hidup di masyarakat o lokal dan global o Berekspresi dan menghargai seni . kewirausahaan.com 8. kemandirian. dan sehat o berpartisipasi dlm kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga thd o bangsa dan tanah air o SMA/MA: o meyakini. dan etos o kerja o Dikmen: o memberikan kemampuan minimal bagi lulusan untuk melanjutkan o pendidikan dan hidup dalam masyarakat o menyiapkan sebagai besar warga negara menuju masyarakat o belajar pada masa yang akan datang o menyiapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang memahami o dan menginternalisasi perangkat gagasan dan nilai masyarakat o beradan dan cerdas. serta o berkomunikasi melalui berbagai media o menyenangi dan menghargai seni o menjalankan pola hidup bersih. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) KOMPETENSI o SMP/MTs: o meyakini. dan ketrampilan yang kuat untuk mengadakan hubungn timbal balik dengan lingkungan sosial.6. dan alam sekitar. budaya.blogspot.

*) 4 4 4 4 4 4 4. 4 4 3 3 3 3 4. Geografi .Fisika *) 3 3 5 5 5 5 13. Bhs Indo.2 . Matematika 4 4 2 2 2 2 6.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1. Tinggi o Penyusunan Silabus (dpt dilakukan oleh sekolah) o Keg. 34 mgu/smt galerysabar. Bhs. 4 4 3 3 3 3 4.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1.. Matematika *) 4 4 5 5 5 5 6. Geografi *) .14.2 9. Sedang...o o o Menjaga kebersihan.Bio...5 5 5 4 17.2 . Jasmani 2 2 2 2 2 2 8.14.. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8.3 3 3 3 9.12.Jpn. Bhs & Sastra Indo. Berpikir Reflektif..Fisika 3 3 .Biologi *) 3 3 5 4 5 4 15....Jer.15. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 .blogspot. Bhs & Sastra Indo.2 10.. Matematika 6 6 6 4.. Agama 2 2 2 2 2 2 2. Pend. Jasmani 2 2 2 8.. 34 mgu/smt galerysabar.3 3 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 13.7. Inggris *) 4 4 6 6 6 6 5. Bhs... Perbaikan.TIK/Ketrampilan ..13.blogspot. minm 30 jam/minggu. Agama 2 2 2 2. 6 6 6 3.Sosiologi (termasuk Antrpologi) *) 2 2 4 4 4 4 12. Kurikuler & pendekatan ¢ 5 atau 6 hari.blogspot.7.Kimia *) 3 3 4 5 4 5 14..Mand) *) .Ekonomi ) 2 2. Bhs Asing Lain (Arb.com 9. galerysabar..Kimia 3 3 .. Geografi .3 2 2 2 2 10. Pend. Sastra Indonesia *) .. Sains (Fis. Pend. sekolah o Pend. dan kebugaran jasmani Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dlm kehidupan bermasyarakat. Kesenian 2 2 2 2 . Pengetahuan Sosial (Ekon. Kesenian 2 2 3 3 2 2 7. Matematika 4 4 4 4 4 4 6. Pend.Kimia 3 3 . Agama 2 2 2 2 2 2 2.TIK/Ketrampilan Jumlah 36 36 36 36 34 32 11. Bhs. Konstruktivisme. Kesenian 2 2 2 2 .10. Pemecahan Masalah. Budi Pekerti ¢ bukan MP tetapi program pendidikan o Akselerasi Belajar ¢ dilakukan a.. Ekstra Kurikuler ¢ Pengayaan.Sosiologi (termasuk Antropologi) 2 2 .Sosiologi (termasuk Antrpologi) 2 2 .Perncis.4 4 4 4 16.Biologi 3 3 .. Sejarah 3 .Kim.... Struktur Program Kurikulum SMA (IPA) 1 jam = 45 menit. TIK/Ketrampilan *) . o Pendukung Pelaksanaan Kuikulum o Kalender Pendidikan ¢ hari efektif = 200-240 hari o Diversifikasi Kurikulum ¢ Kelompok Normal... Pend..com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls VII Kls VIII Kls IX 1. Kesenian 2 2 2 9. Ketrampilan/TIK 2 2 2 10.. Kewarganegaraan *) 2 2 2 2 2 2 3. pendekatan PAKEM.. Muatan Lokal (maks) 4 4 4 Jumlah (maks) 37 7 37 10.3 .11.Biologi 3 3 .l.. dan bernegara secara demokratis..3 . Struktur Program Kurikulum SMA (Bahasa) galerysabar. Pend. lain o Tenaga Guru ¢ Guru MP yang bersertifikasi secara periodik o Sumber & Sarana Belajar ¢ Buku Terbitan pemerintah/swasta o Bahasa pengantar ¢ dpt menggunakan selain bahasa Indonesia o Nilai-nilai Pancasila ¢ dilakukan melalui berbagai keg. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 3. Pend..Fisika 3 3 . Sejarah 3 .2 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 12.Geografi fisik) 6 6 6 5.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1. Inggris 4 4 4 4 4 4 5. Geogsos) 3 3 3 6.3 3 3 3 9.. Struktur Program Kurikulum SMP 1 jam pel = 45 menit galerysabar. Bhs & Sastra Indo. Inggris 4 4 4 4 4 4 5. Inggris 4 4 4 7. kesehatan. Bhs. Multikecerdasan o Keg. minm 30 jam/minggu.. dan keg. berbangsa.Ekonomi 2 2 .3.13. o Belajar Tuntas.12. Agama 2 2 2 2 2 2 2...blogspot.blogspot. Struktur Program Kurikulum SMA (IPS) 1 jam = 45 menit. Pend. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8.11. Sejarah *) 3 .Ekonomi *) 2 2 5 5 5 5 11.15.. melalui modul atau lembar kerja .

com .blogspot.o o Remidial & Pengayaan BK Pendidikan oleh Guru BP galerysabar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful