Pendahuluan Sejak zaman penjajahan, bangsa Indonesia telah memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Namun pelaksanaannya masih diwarnai oleh kepentingan politik kaum penjajah, sehingga tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan mereka. Setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, bangsa Indonesiapun menunjukan kepeduliannya terhadap pendidikan. Hal itu terbukti dengan menempatkan usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan nasional bangsa Indonesia. Sebagaimana tertulis dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi : Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban duniayang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan negara republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (BP 7 Pusat, 1990:1). Dengan demikian maka tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan bangsa Indonesia, yang sekarang ini tujuan pendidikan tersebut dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU sisdiknas) BAB II pasal 3 yang berbunyi sebagai berikut : Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Agar tujuan tersebut dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan suatu alat untuk mencapainya, yaitu ³segala sesuatu yang secara langsung membantu terlaksananya tujuan pendidikan´ (Barnadib, 1987:96). Sehubungan dengan alat pendidikan ini, Ahmad Supardi (1989:9), membagi alat pendidikan ke dalam dua bagian, yaitu : 1. Alat pisik, berupa segala perlengkapan pendidikan yang berupa sarana dan fasilitas dalam bentuk konkrit, seperti bangunan, alat tulis dan baca dan lain sebagainya. 2. Alat non pisik, berupa kurikulum, pendekatan, metode dan tindakan berupa hadiah dan hukuman serta uswatun hasanah atau contoh teladan yang baik dari pendidik. Berdasarkan pembagian alat pendidikan yang dikemukakan Ahmad Supardi di atas, jelaslah bahwa salah satu dari alat pendidikan diantaranya adalah kurikulum.

Sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, kurikulum harus mencerminkan kepada falsafah sebagai pandangan hidup suatu bangsa, karena ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan bangsa itu kelak, banyak ditentukan dan tergambarkan dalam kurikulum pendidikan bangsa tersebut. Sering terjadi jika suatu negara mengalami perubahan pemerintahan, politik pemerintahan itu mempengaruhi pula bidang pendidikan yang sering mengakibatkan terjadinya perubahan kurikulum tang berlaku. Sebagai contoh sebelum Indonesia merdeka setidaknya telah terjadi dua kali perubahan kurikulum, yang pertama ketika di jajah belanda kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya. Kedua ketika dijajah Jepang kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya yang bersemangatkan kemiliteran dan kebangunan Asia Timur Raya. Kemudia setelah Indonesia merdeka pra orde baru terjadi pula dua kali perubahan kurikulum, yang pertama dilakukan dengan dikeluarkannya retjcana pelajaran tahun 1947 yang menggantikan seluruh sistem pendidikan kolonial, kemudian pada tahun 1952 kurikulum ini mengalami penyempurnaan dan dan diberinana rentjana Pelajaran terurai 1952.Perubahan kedua terjadi dengan dikeluarkannya rentjana pendidikan tahun 1964, perubahan tersebut terjadi karena merasa perlunya peningkatan dan pengejaran segala ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu alam dan matematika. Saat orde baru terlahirpun kurikulum mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan pertama terjadi dengan dikeluarkannya kurikulum 1968 yang didasari oleh adanya tuntutan untuk mengadakan perubahan secara radikal pemerintahan orde lama dalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Perubahan kedua terjadi dengan diterbitkannya kurikulum tahun 1975 (disempurnakan dengan kurikulum 1976 dan 1977). Perubahan ketiga terjadi dengan diberlakuannya kurikulum tahun 1984. Dan Perubahan keempat terjadi Ketika di negara kita diberlakukan Undang-undang Sistem pendidikan Nasional (UUSPN) pada tahun 1989 beserta seperangkat peraturan pemerintah yang mengatur lebih lanjut pelaksanaan UUSPN tersebut, menyebabkan perlunya pembuatan atau penyusunan kurikulum yang sesuai dengan rumusan pasal-pasal yang tercantum dalam UUSPN dan peraturan pemerintahnya. Maka pada Tahun 1994 di negara kita diberlakukan kurikulum baru sesuai dengan keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. Perubahan dan perbaikan kurikulum itu wajar terjadi dan memang harus terjadi, karena kurikulum yang disajikan harus senantiasa sesuai dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Subandijah (1993:3), bahwa : Apabila kurikulum itu dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka kurikulum dalam kedudukannya harus memiliki sipat anticipatori, bukan hanya sebagai reportorial. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus dapat meramalkan kejadian di masa yang akan datang, tidak hanya melaporkan keberhasilan peserta didik. Sifat kurikulum yang harus senantiasa adaptif dan antisipatif ini sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

Artinya : ³Didiklah anak-ankmu itu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk mengisi masa yang bukan masamu´ Seiring dengan terjadinya perubahan politik dan bergantinya rezim orde baru dan terjadinya amandemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 menyebabkan eksistensi Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) dirasakan tidak lagi memadai dan tidak lagi sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut dipandang perlu menyempurnakan UUSPN tersebut, dan pada tahun 2003 dengan persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian lebih dikenal dengan UU SISDIKNAS. Sesuai dengan tuntututan UU SISDIKNAS pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyebabkan kurikulum yang berlaku di sekolah adalah kurikulum yang sesuai dengan standar nasional pendidikan. Agar kurikulum yang digunakan di sekolah sesuai dengan standar nasional pendidikan maka Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengeluarkan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi yang di dalamnya memuat tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan, standar kompetensi dan kompetensi dasar. Untuk sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Agama tidak ketinggalan Menteri Agamapun mengeluarkan Peraturan Menteri Agama No. 2 Tahun 2008 tentang standar kompetensi lulusan dan standar isi Pendidikan Agama Islam dan Bhasa Arab di Madrasah. Arah Baru Kurikulum Pendidikan Nasional Lahirnya UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 boleh dikatakan sebagai awal lahirnya arah baru pendidikan Indonesia dimana kurikulum yang dibuat mengarah kepada pencapaian kompetensi siswa baik kompetensi Kognitif, Afektif, maupun Psikomotor. Berikut ini pasal-pasal yang terdapat dalam UU SISDIKNAS yang terkait secara langsung dengan kurikulum. Dalam UU SISDIKNAS terdapat 4 pasal dan 10 ayat yang berbicara tentang kurikulum, yaitu : Pasal 1 ayat 19 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, da bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraankegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsipdiversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

(3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: 1. Peningkatan Iman Dan Takwa; 2. Peningkatan Akhlak Mulia; 3. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Dan Minat Peserta Didik; 4. Keragaman Potensi Daerah Dan Lingkungan; 5. Tuntutan Pembangunan Daerah Dan Nasional; 6. Tuntutan Dunia Kerja; 7. Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni; 8. Agama; 9. Dinamika Perkembangan Global; Dan 10. Persatuan Nasional Dan Nilai-Nilai Kebangsaan. Pasal 37 ayat 1 dan 2 (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: 1. Pendidikan Agama; 2. Pendidikan Kewarganegaraan; 3. Bahasa; 4. Matematika; 5. Ilmu Pengetahuan Alam; 6. Ilmu Pengetahuan Sosial; 7. Seni Dan Budaya; 8. Pendidikan Jasmani Dan Olahraga; 9. Keterampilan/Kejuruan; Dan 10. Muatan Lokal. (2) Kurikulum Pendidikan Tinggi Wajib Memuat: 1. pendidikan agama; 2. pendidikan kewarganegaraan; dan 3. bahasa. Pasal 38 ayat 1, 2, 3, dan 4 (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.

kegiatan belajar mengajar. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Depdiknas. 5. penilaian. atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. seperti penyempurnaan kurikulum. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. (3) pengembangan sistem pembelajaran. Tahun 2004). materi pelajaran. dan proses pembelajaran. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. (2) spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. yaitu: (1) pemilihan kompetensi yang sesuai. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok. Kurikulum Berbasis Kompetensi Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. disikapi. 2.(3) Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. .(Depdiknas. 3. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Sumber belajar bukan hanya guru. 4. Tahun 2004). (4) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.

Kurikulum 2006. karena menunjukkan pemahaman yang sangat dangkal mereka terhadap Kurikulum 2006 tersebut. apakah penyataan mereka itu dimaksudkan untuk ³menghibur guru´ agar tidak resah menghadapi perubahan kurikulum ini. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No. dalam situs pribadinya menatakan bahwa banyak kalangan. Hal ini adalah ironis. Jika saja mereka sudah melakukan pembandingan secara mendalam kedua kurikulum tersebut. 19/2005 ± SPN Permendiknas No. Landasan Hukum KURIKULUM 2004 y Tap MPR/GBHN Tahun 1999-2004 y UU No. Namun apa daya. Mengingat Kurikulum 2004 ini masih dalam taraf ujicoba yang lebih luas sejak tahun pembelajaran 2004/2005 dan belum semua sekolah sudah menerapkan secara utuh Kurikulum 2004. niscaya mereka akan mengatakan bahwa Kurikulum 2004 dengan Kurikulum 2006 berbeda secara nyata. 22/2006 ± Standar Isi Permendiknas No. 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan y y y y y KURIKULUM 2006 UU No. termasuk aparat Depdiknas dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat statement bahwa Kurikulum 2004 (atau KBK) tidak terlalu jauh berbeda dengan Kurikulum 2006 yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan baru ditetapkan pemberlakuannya oleh Mendiknas melalui Peraturan Mendiknas No. Pejabat Depdiknas yang bermaksud meredam agar Kurikulum 2006 tidak mendapat tentangan dari ujung tombak pendidikan : guru dan sekolah. 22 tentang . atau gejolak yang meresahkan masyarakat dan dunia pendidikan. Memang harus diakui dalam beberapa hal ada kesamaan atau kemiripan antara keduanya. Saya tidak tahu. 24 Tahun 2006 tanggal 2 Juni 2006.Setidaknya ada dua versi Kurikulum Berbasis Kompetensi yang pernah ada di Indonesia setelah lahirnya UU SISDIKNAS no 20 tahun 2003. aparat Pusat Kurikulum. Sehingga muncullah statement yang ³menghibur´ tersebut. Implementasi / y Bukan dengan Keputusan/ Peraturan Mendiknas RI Keputusan Dirjen y Peraturan Mendiknas RI No. 20/1999 ± Pemerintah-an Daerah y UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian diganti dengan UU No. 20/2003 y PP No. yaitu KBK tahun 2004 yang tidak pernah disyahkan menteri pendidikan Nasional walaupun telah menelan biaya milyaran rupiah dan KBK tahun 2006 yang selanjutnya lebih dikenal dengan KTSP. secara signifikan. Berikut ini kami sajikan perbedaan dan persamaan antara Kurikulum 2004 dan Kurikulum 2006 (perhatikal tebel) : Perbandingan KBK 2004 dan 2006 ASPEK 1. 23/2006 ± Standar Kompetensi Lulusan 2. Nanang Rijono. Saya menduga mereka hanya ³mengulang-ulang´ pernyataan dari BSNP. kini sudah dimunculkan kurikulum baru. 20/2003 ± Sisdiknas PP No.

y KURIKULUM 2006 SI dan No. profesional dan kompetitif Cenderung Sentralisme Pendidikan : Kurikulum disusun oleh Tim Pusat secara rinci. 1247a/ C4/MN/2003 Tahun 2003.C2/Kep/DS/2 004 Tahun 2004. profesional dan kompetitif 4. Ideologi Pendidikan yang Dianut Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. kompeten. 766a/C4/MN/2003 Tahun 2003. Sifat (2) y y Kurikulum merupakan kerangka dasar oleh Tim BSNP 6. Daerah/Sekolah hanya melaksanakan Kurikulum disusun rinci oleh Tim Pusat (Ditjen Dikmenum/ Dikmenjur dan Puskur) Berbasis Kompetensi Terdiri atas : SK. 23 tentang SKL 3. Pendekatan y y y y Berbasis Kompetensi Hanya terdiri atas : SK dan KD. kompeten. MP dan Indikator Pencapaian Berubahan relatif banyak dibandingkan kurikulum sebelumnya (1994 suplemen 1999) Ada perubahan nama mata pelajaran Ada penambahan mata pelajaran (TIK) atau penggabungan mata pelajaran (KN dan PS di SD) y Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. Struktur y y y y y y y y . y Keputusan Direktur Dikme-num No. KD. Sifat (1) y y Cenderung Desentralisme Pendidikan : Kerangka Dasar Kurikulum disusun oleh Tim Pusat. Daerah dan Sekolah dapat mengembangkan lebih lanjut. dan No. 5.399a/C. Komponen lain dikembangkan oleh guru Penambahan mata pelajaran untuk Mulok dan Pengem-bangan diri untuk semua jenjang sekolah Ada pengurangan mata pelajaran (Misal TIK di SD) Ada perubahan nama mata pelajaran KN dan IPS di SD dipisah lagi Ada perubahan jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran 7.ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 Dikdasmen No.

Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi 6. perkembangan. Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan Tidak terdapat pelaksanaan kurikulum prinsip 1. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. dan Nilai-nilai Budaya 2. Budi Pekerti Luhur. teknologi. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah 11. Beban Belajar KURIKULUM 2004 Jumlah Jam/minggu : SD/MI = 26-32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/SMK = 3839/minggu y Lama belajar per 1 JP: y SD = 35 menit y SMP = 40 menit y SMA/MA = 45 menit y y y y y y y y y y y y y y y y y KURIKULUM 2006 Jumlah Jam/minggu : SD/MI 1-3 = 27/minggu SD/MI 4-6 = 32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/MA= 38-39/minggu Lama belajar per 1 JP: SD/MI = 35 menit SMP/MTs = 40 menit SMA/MA = 45 menit Semua sekolah /satuan pendidikan wajib membuat KTSP. perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai . Beragam dan terpadu 3. Pengembangan Kecakapan Hidup 7. Berpusat pada Anak 9. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. Belajar sepanjang hayat 7. Keimanan. Pengembangan Kurikulum lebih y lanjut Hanya sekolah yang mampu dan memenuhi syarat dapat mengembangkan Kurikulum Guru membuat silabus atas dasar Kurikulum Nasional dan RP/Skenario Pembelajaran 10. Kesamaan Memperoleh Kesempatan 5.ASPEK 8. Keseimbangan Etika. Logika. Berpusat pada potensi. Silabus merupakan bagian tidak terpisahkan dari KTSP Guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 9. Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. Belajar Sepanjang Hayat 8. Prinsip 1. Didasarkan pada potensi. dan seni 4. kebutuhan. Penguatan Integritas Nasional 3. Estetika. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya 2. dan Kinestetika 4.

dan moral. pengayaan. dan meman-faatkan lingkungan sekitar sebagai . Dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling meneri-ma dan menghargai. tahap perkembangan. Memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan perbaik-an. ing ngarsa sung tulada 2. belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain. dan kondisinya dengan memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan. aktif. Menegakkan lima pilar belajar: 1. belajar untuk memahami dan menghayati. dan/atau percepatan sesuai dengan potensi. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. dengan prinsip tut wuri handayani. 2. kreatif & menyenangkan. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri. kesosialan. 1. ing madia mangun karsa. akrab. dan hangat. sumber belajar dan teknologi yang memadai. keindividuan. y y y y y belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. terbuka.ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 kompetensi yang berguna bagi dirinya. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. melalui proses pembela-jaran yang efektif.

2. Standar Kompetensi yang disajikan sangat sederhana tapi cukup mendalam dan mencerminkan standar kompetensi pendidikan Islam yang menyeluruh.ASPEK KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 sumber belajar. 4. 3. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. pengayaan. Diselenggarakan dalam keseimbangan. 3. Dalam KBK tahun 2004 untuk mata pelajaran PAI (kita ambil contoh di jenjang SMP). 4. Bimbingan & Konseling 6. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. Tahap Pelaksanaan 11. akselerasi 5. Mendayagunakan kondisi alam. untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut : No 1 2 3 Standar Kompetensi Mengamalkan ajaran AL Qur¶an /Hadits dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan aqidah Islam dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan akhlakul karimah (akhlaq mulia) dan menghindari akhlaq tercela dalam kehidupan sehari . Sumber dan Sarana Belajar 10. Pengelolaan Kurikulum 1. Budi Pekerti 8. 12. keterkaitan. Pengembangan Silabus 12. Ekstrakurikuler Remedial. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Bahasa Pengantar Tidak terdapat pedoman pelaksanaan Intrakurikuler kurikulum seperti pada Kurikulum 2004. Nilai-nilai Pancasila 7. Tenaga Kependidikan 9. Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam KBK Ketika kita berbicara Kurikulum berbasis Kompetensi maka pembahasan utama yang harus kita lakukan adalah tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus ditempuh oleh seorang peserta didik.

Sebagai contoh untuk standar kompetensi dasar yang pertama di kelas VII diurai ke dalam lima kompetensi Dasar yaitu : 1. untuk kelas VII terdapat 14 SK. jawabannya adalah karena Standar Kompetensi yang disajikan dalam KBK 2006 adalah Kompetensi dasar dalam KBK 2004. Meningkatkan keimanan kepada 2. Kelima Standar Kompetensi di atas berlaku untuk semua tingkat dari kelas VII s. Siswa mampu membaca.1. mengartikan. Sementar dalam KBK tahun 2006 (KTSP).4.3. mengartikan dan menyalin surat Al Adiyat 1. Siswa mampu menerapkan hukum bacaan Alif lam syamsiyah dan Alif lam qamariyah 1. untuk kelas VIII terdapat 15 SK.3 Menerapkan bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah dalam bacaan surat-surat Al-Qur¶an dengan benar 2. dan untuk kelas IX terdapat 13 SK.2 Membedakan hukum bacaan bacaan Syamsiyah dan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah ´Al´Qomariyah 1. Siswa mampu membaca. Sebagai Contoh Perhatikan Tabel berikut ini : Kelas VII.5.4 5 Menerapkan syariah (hukum Islam) dalam kehidupan sehari-hari) Mengambil Manfaat dari Sejarah Perkembangan (peradaban) Islam dalam kehidupan sehari-hari.1 Membaca ayat-ayat Al-Qur¶an yang Aqidah berkaitan dengan sifat-sifat Allah 1. mengartikan dan menyalin surat adduha 1. Semester I Standar Kompetensi Al-Qur¶an Kompetensi Dasar 1. Ada satu pertanyaan yang mungkin mengganjal di hati kita mengapa Standar Kompetensi dalam KBK 2006 ini dangkal. Menerapkan Hukum bacaan ´Al´ 1.2.2 Menyebutkan arti ayat-ayat Al- . setandar kompetensi yang disajikan untuk mata pelajaran pendidikan Agama Islam sangat banyak tapi bobotnya amat dangkal. Siswa mampu membaca.1 Menjelaskan hukum bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah 1. dan menyalin hadits tentang Rukun Islam.d Kelas IX dan masing-masing dari kelima standar kompetensi tersebut diuraikan lagi menjadi beberapa kompetensi dasar yang memiliki cakupan materi yang cukup dalam dan luas. Siswa mampu mempraktikan hukum bacaan Nun mati dan Tanwin dan mim mati 1.

Memahami ketentuan ± ketentuan thaharah 5. Membiasakan perilaku 4.3 Menunjukkan tanda-tanda adanya Allah SWT 2. Memahami shalat tatacara 6.1 Menyebutkan arti ayat-ayat AlQur¶an yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna 3.1 Menjelaskan pengertian shalat shalat jamaah dan jama¶ah dan munfarid munfarid (sendiri) 7. qana¶ah dan sabar 5.1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan mandi wajib Fiqih 1.3 Membiasakan perilaku tawadhu.2 Mengamalkan isi kandungan 10 Asmaul Husna 4.2 Menampilkan contoh-contoh terpuji perilaku tawadhu.Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Allah SWT melalui Qur¶an yang berkaitan dengan sifat-sifat pemahaman sifat.Allah SWT sifatNya 2.2 Memperaktikkan shalat jama¶ah dan shalat munfarid Menjelaskan sejarah Nabi Tarikh dan kebudayaan 8.1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan shalat wajib 6. qana¶ah dan sabar 4. Memahami Husna Akhlak 1. Memahami sejarah 8. qana¶ah dan sabar 1.1 Menjelaskan pengertian tawadhu.2 Menjelaskan misi nabi Muhammad Nabi Muhammad untuk semua manusia dan bangsa . ta¶at. ta¶at.2 Menjelaskan perbedaan hadas dan (bersuci) najis 1. ta¶at.4 Menampilkan perilaku sebagai cermin keyakinan akan sifat-sifat Allah SWT Asmaul 3.2 Memperaktikkan shalat wajib 1.1 Muhammad SAW Islam 1. Memahami tatacara 7.

1990 5. GBHN. 2003 9. Jakarta. CV Kuningan Mas. Wallahu µalam Daftar Bacaan 1. 2. berarti dari ketiga KD itu harus dibuat satu RPP dan satu RPP disajikan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Darma Bakti. 2005 10. Penutup Demikianlah pembahasan tentang Analisis Kebijakan Pendidikan Islam bidang kurikulum yang sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan ini. Kencana. Dr. http://rbaryans. Ahmad Supardi. Jakarta 1984. Kalam Mulia. 2008 11. Depag. Abdurrahman Shaleh.am .com/2008/02/28/kurikulum-2004-kbk-kurikulum-2006-ktspmemang-berbeda-secara-signifikan/ 14.Standar Kompetensi SAW Kompetensi Dasar Dari kedua contoh perbandingan kurikulum di atas jelaslah bahwa ternyata ke dalaman standar kompetensi dan kompetensi dasar yang hendak dicapai oleh KBK 2004 jauh lebih menyeluruh dibanding dengan KBK 2006. 1989 3. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Untuk menyempurnakan makalah ini kami berharap kritik dan saran yang membangun dari semua peserta diskusi sore hari ini. Jakarta. Yogyakarta. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Peraturan Menteri Agama No. Padahal ketiga KD di atas dapat disajikan satu kali pertemuan (2 jam pelajaran).wordpress. Jakarta. Peraturan Pemerintah no 19 Tahun 2005. Bandung 1988 4. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003.wordpress. Islam untuk disiplin Ilmu Pendidikan. P4. Coba perhatikan SK yang pertama terdapt tiga KD. 2009 12. belum lagi kesulitan yang akan dirasakan guru saat menyusun RPP dimana ketentuan pembuatan RPP adalah satu KD satu RPP. Undang-Undang Dasar. Depdiknas. Depdiknas. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Prof. 2008 13. Jakarta 1993 6. Ilmu Pendidikan Isl. FIP IKIP. Depag. H. BP7 Pusat. Subandijah. 1987 7. 2 Tahun 2008. Depdiknas. Depdiknas. Ramayulis. Kurikulum dan Pembelajaran. Kurikulum 2004 SMP Mata Pelajaran PAI. Wina Sanjaya. http://rijono. Raja Gravindo Persada.com/2007/05/16/bagaimanakah-perjalanan-kurikulum-nasionalpada-pendidikan-dasar-dan-menengah/ . H. Penyelenggaraan Madrasah. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta. Sutari Imam Barnadib. DR. 2004 8. Ahmad Sadali dkk. IAIN Sunan Gunung Djati. Jakarta. Drs.

Acuan Operasional Penyusunan KTSP o Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia o Peningkatan potensi . dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik o Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Tuntutan dunia kerja o Perkembangan ilmu pengetahuan . o Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 4. PENGERTIAN o Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Abudin Nata pada tanggal 13 Januari 2009. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ( KTSP) 2. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan o Permendiknas No.1.Presentation Transcript 1. PEDOMAN PENYUSUNAN KTSP . 24/2006 dan No. 22 dan 23/2006 3. LANDASAN o UU No. 1. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia 5.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional o PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan o Permendiknas No.Dr.Catatan : Makalah diatas telah disajikan dalam diskusi kelas Mata Kuliah Analisis Kebijakan Pendidikan Islam dengan Dosen Pengampu Prof. ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. o o o o o o Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia PANDUAN RPP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL 6. teknologi . 22/2006 tentang Standar Isi o Permendiknas No. 2. kecerdasan . Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP .

kebutuhan. o Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. kecerdasan intelektual. spritual. tantangan. 2. teknologi. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. dan seni ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 12. 2. o Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. teknologi.2 Peningkatan potensi. o Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. emosional. o Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. dan seni. dan keragaman karakteristik lingkungan.4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 10. 2.7. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah .6 Perkembangan ilmu pengetahuan. o Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. 2. kecerdasan. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 8. 2.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 9. minat.5 T untutan dunia kerja ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 11. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. o Daerah memiliki keragaman potensi.

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). o Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. 2. Kenaikan Kelas dan kelulusan. Pengembangan Diri. misi. o Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan ciri khas satuan pendidikan.ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.7 Agama PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 13.12 Karakteristik Satuan Pendidikan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 18. 2. 2. Penjurusan. Beban Belajar. 2. 3.8 Dinamika perkembangan global ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 14. tujuan. Muatan lokal. o Kalender Pendidikan o Silabus dan RPP . 2.11 Kesetaraan Jender ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 17. Ketuntasan Belajar. o Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 15.10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 16. Pendidikan Kecakapan Hidup. o Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. o Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Komponen KTSP o Tujuan Pendidikan Sekolah o Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. kondisi.

Mata Pelajaran o o o 20. ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) KTSP DOKUMEN 1 o BAB I . o Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. 24. 23. 25. PENDAHULUAN o Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) o Tujuan Pengembangan KTSP o Prinsip Pengembangan KTSP o SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH Bab II. TUJUAN o Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) o Visi Sekolah o Misi Sekolah o Tujuan Sekolah BAGAIMANA MENYUSUN VISI. . Pendahuluan o BAB II . TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN o TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA o apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Struktur dan Muatan o Kurikulum o BAB IV. 27. Kalender Pendidikan KTSP DOKUMEN II o A.19. MISI. keterampilan. 21. BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP o Meliputi Sub Komponen:  Mata pelajaran  Muatan lokal  Kegiatan Pengembangan diri  Pengaturan beban belajar  Ketuntasan Belajar  Kenaikan Kelas. Tujuan Pendidikan o BAB III. Mapel Tambahan) 22. 26. o TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN o suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. o KTSP o (Dokumen 1) Bab I. o TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH o suasana sekolah sebagai lembaga/organisasi pembelajaran seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. dan kelulusan  Penjurusan  Pendidikan kecakapan Hidup  Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global  Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus 1.

31. o Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. o Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. kemampuan. (kehidupan pribadi. o Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah o Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran.  Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. Kewirausahaan dll. o Sekolah harus menyusun SK. 3. Tanaman Obat. Berkomunkasi sebagai Guide. Contoh:  Bidang Budidaya : Tanaman Hias. termasuk keunggulan daerah. o Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: o . 28.  Bidang Pengolahan : Pembuatan Abon. 32. 29. o Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam o struktur kurikulum. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. pembibitan ikan hias dan konsumsi. akuntansi komputer. Sayur.  Bidang TIK dan lain-lain : Web Desain. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. dll. Muatan Lokal o Berisi tentang: Jenis. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. 30. 33. o . dan kondisi sekolah. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. o Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. Baso dll. bakat.Berisi S truktur Kurikulum Tingkat Sekolah yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. o Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: o mengatur alokasi waktu pembelajaran tatap muka seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ o Bahasa asing lain). Kegiatan Pengembangan Diri o Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. o Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb:  Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah.  Substansi yang akan dikembangkan. minat peserta didik. 2.Bimbingan konseling .  Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. sosial. Kerupuk. Ikan Asin. o Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka).

38. per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah. o Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. spontan dan keteladanan. o o o . KIR. 37. 5. o Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. Kepemimpinan. 35. 39. KD dan silabus. o Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu o Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum. 34. yang difokuskan pada Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri . kepribadian siswa. konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. o Keg. karir ). dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). Pengembangan kreativitas. mencakup penilaian: Sikap Sportif. Pengaturan Beban Belajar o Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran.  Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. Keolahragaan. dll. mencakup penilaian: sikap kompetitif. sebanyak 050% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Ketuntasan Belajar o Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:  Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 100 %. o Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: o 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. kompleksitas dan SDM. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) . dll. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. 36. o Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. Kerjasama. diserahkan kepada masing. 4. dan atau . Kompetetitif. Dilaksanakan secara terprogram. seperti: Kepramukaan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi).o o kesulitan belajar. Contoh Penilaian Pengembangan Diri: o Keg. rutin. o Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. o Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 jam pembelajaran per minggu . kerjasama.Ekstra kurikuler . tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO.masing pembimbing dan sekolah.

6. o Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah . Pendidikan Kecakapan Hidup o Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. Pembinaan terkait  Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. o Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. IV Kalender Pendidikan 45. sosial.KD. o Substansi kecakapan hidup meliputi:  Kecakapan personal. 42. RPP dan bahan ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. Budaya. maka sekolah dapat mengembangkan SK.Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. dan lain-lain. antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. 7. o KTSP . tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal . 40. atau menjadi mapel Mulok. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Kenaikan Kelas dan Kelulusan o Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan. o Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. Bahasa. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:  Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. Ekologi. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs. o Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. silabus. o Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global o Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. o Pengembangan SK. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. 41. o Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. o Pembelajaran mata pelajaran keterampilan dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler.  Untuk kecakapan vokasional. 43. akademik dan atau vokasional. TIK. 8. 44. o Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah.  BAB.

Mekanisme PENYUSUNAN KTSP o Analisis o Kekuatan/ kelemahan o Peluang/ tantangan o Dokumen Standar isi. II dan III) SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. SD SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I. Pengertian KTSP KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun. Konsep Dasar KTSP Dalam Standar Nasonal Pendidikan (SNP Pasal 1. dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ). 49. o o Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).kan 48. dikembangkan. KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undagn No. . SKL. Selesai 2. 1. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. serta finalisasi. ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. V dan VI) SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) 47.o DOKUMEN II 46. Langkah yg lebih rinci dari masingmasing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Panduan KTSP o Pembentukan Tim o Penyusunan Draft o Revisi dan Finalisasi o o o Naskah KTSP Diberlaku. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1). dan 2) sebagai berikut. review dan revisi.

sekolah memiliki ³full authority and responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. dan peserta didik. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah. potensi daerah. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. Badan ini merupkan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat. dan tokoh masyarakat. dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan. menentukan prioritas. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum. Dalam KTSP. Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi. sumber dana. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. tuntunan. tenaga pendidikan. di samping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntunan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas. serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik. dan kebutuhan masing-masing. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. megendalikan pemberdayaan berbagai potensi seklah dan lingkungan sekitar. sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan. potensi dan karakteristik daerah. Selanjutnya komite sekolah . menawarkan partisipasi langsung kelompokkelompok terkait. serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah. komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD).2. Pada sistem KTSP. efisisen. kepala sekolah. pejabat pendidikan daerah. dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya. KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran. pengembangan kurikulm dilakukan oleh guru. dan pemerataan pendidikan. dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. yang otonomi luas pada setiap satuan pendidikan. Pemberdayaan sekolah dan satauan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar. khususnya kurikulum. dan berprestasi. yakni sekolah dan satuan pendidikan. serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. dan tujuan tersebut. perwakilan orang tua peserta didik. serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat. kepala sekolah. dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota. produktif. Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut: y y y KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Lembaga inilah yang menetapkan kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikna yang berlaku. misi.

terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagi berikut. Memahami tujuan di atas. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat. 2. 1. 5. dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap programprogram kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik. khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 3.perlu menetapkan visi. misi. 6. Sekolah lebih mengetahui kekuatan. 3. Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk: 1. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama. dan pemerintah daerah setempat. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. Keterlibatan semua warga seklah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat. dam masyarakat pada umumnya. peluang. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan seklah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya. Landasan KTSP . Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemnadirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum. Meningkatkan kompetesi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai. KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan sewasa ini. sehingga dia akan berupaya semaksimalkam mungkin unutk melaksanakna dan mencapai sasaran KTSP. Oleh Karen itu. orangtua peserta didik. dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat menoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan lembaganya. masyarakat. kelemahan. serta lebih efesien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat sekitar. Tujuan KTSP Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah unutk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. serta mengakomodasikannya dalam KTSP. 4. Sekolah daapt bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah. 7. 2. KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikn.

22 dan 23 Tahun 2006 Ciri-ciri KTSP 1. Kurikulum memiliki berbagai macam-macam tipe yaitu : o Kurikulum ideologi. 4. sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah. Guru harus mandiri dan kreatif. Kurikulum berisi suatu statemen tujuan yang di arahkan khusus. Remaja Rosdakarya. Kurikulum memiliki semua kemampuan anak-anak di dalam bimbingan guru. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. Dan lain lain.1. UU No. o Kurikulum formal. 3. Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. (Bandung. 2. 3. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No.  Kurikulum adalah suatu isi urutan unit mengatur sedemikian rupa sehingga pengaturan pembelajaran tiap unit terpenuhi sebagai tindakan tunggal. o Kurikulum yang di rasa.kurikulum di kenalkan sejak dini atau sejak masih kanak2 di dalam sebuah lembaga pendidikan. 4. Sumber Buku: Mulyasa. 5. kemampuan peserta didik.Manfaatmanfaat kurikulum : Kurikulum meningkatkan kemampuan indivudu seseorang di dalam pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan. Kurikulum mempunyai rangkaian pengalaman dan usaha untuk menikmati kehidupan maksimum di dalam pembelajaran. Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No.  Kurikulum direncakan semua pembelajaran di mana sekolah yang bertanggung jawab atas rencana pembelajaran tersebut. unit tersebut menyajikan uraian yang di tetapkan. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. E. Kurikulum mempunyai seluruh kemampuan rencana yang di arahkan oleh bidang pendidikan kurikulum. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. Inti dari sebuah kurikulum ? Kekuatan di dalam kurikulum sangat penting bagi kelangsungan hidup seseorang. 2. 2007) b. o Kurikulum operasional. KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah.   .

Dan dapat juga membentuk sikap-sikap positif dan prestasi para siswa ataupun para anak didik. dan perilaku siswa. Aspek-aspek kurikulum tersembunyi dapat di ubah oleh pendidik. Tipe-tipe kurikulum yang di gunakan lembaga luar negri : Kurikulum rekomendasi Kurikulum tertulis Kurikulum pendukung Kurikulum pengajaran Kurikulum penguji Kurikulum pembelajaran Kurikulum juga memiliki sebuah komponen-komponen yang sangat penting bagi bidang pendidikan. Di dalam pengguna variabel kultur [kebudayaan] yang terdapat di kurikulum tersembunyi . promosi dan kebijakan. persepsi. variabel sistem sosial dan variabel kultur [kebudayaan].o Kurikulum pengalaman. Kurikulum tersembunyi banyak di gunakan di dalam lembaga pendidikan luar negri. Macam-macam kategori kurikulum tersembunyi yang dapat di ubah oleh pendidik adalah : variabel organisasi. Di dalam pengguna variabel sisten sosial yang terdapat di kurikulum tersembunyi berguna untuk mebangun kerjasama perorangan dan kelompok di dalam bidang pendidikan. Tipe-tipe kurikulum di atas adalah yang di gunakan di dalam lembaga pendidikan indonesia. penggolongan kemampuan dan pekerjaan yang mengikuti jalan kurikulum. Komponen-komponen kurikulum adalah : Kebijakan kurikulum Dasar-dasar kurikulum Bidang pengajaran Program pengajaran Bahan-bahan pengajaran Unit pengajaran Dan pelajaran Kurikulum tersembunyi sering di sebut juga dengan kurikulum yang tidak di pelajari di dalam tipe-tipe maupun komponen-komponen kurikulum. Di dalam penggunaan variabel organisasi yang terdapat pada kurikulum tersembunyi adalah seluruh keputusan yang bagaimana guru atau pembimbing pendidikan dapat mengatur para murid atau anak didiknya.di dalam variabel organisasi terdapat empat macam kelompok : perhatian kelompok pengajar. Kurikulum tersembunyi sangat bermanfaat bagi lembaga pendidikan di karenakan dapat menghasilkan perubahan di dalam nilai-nilai. Kurikulum tersembunyi juga memiliki aspek-aspek yang sangat penting kepada pembentukan sifat alami sekolah. Di amerika serikat sendiri kurikulum tersembunyi di cerminkan ideologi kapitalis demokratis yang tidak dapat di acuhkan atau sangat penting di dalam ideologi demokrasi.

Area tinjauan ulang untuk para pemimpin kurikulum masa depan [perlu] meliputi yang berikut: Pengembangan kurikulum [yang] historis belajar .dan sangat berguna untuk menerangi. Teori kurikulum sendiri mempunyai banyak pengaruh di dalam bidang pendidikan. Teori pengetahuan adalah teori yang sudah melalui tahap uji. Ada juga yang mengusulkan penggunaan kurikulum tersembunyi di ajarkan dalam lembaga pendidikan di karenakan kurikulum tersembunyi tersebut dapat meningkatkan suatu prestasi bagi siswa atau anak didiknya. Di dalam konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah atau lembaga pendidikan itu mencakup kurikulum dan teori kurikulum. Teori umum adalah yang menjelaskan keseluruan sebuah teori kurikulum meskipun banyak yang menganggap itu suatu arti yang dangkal tetapi teori kurikulum tidak di pandang remeh di dalam susunan kurikulum. memperjelas praktek kurikulum dan sangat berpengaruh pada perubahan kurikulum itu sendiri. tetapi para ilmuan tidak dapat melepas egunaan kurikulum teori tersebut di karenakan teori kurikulum tidak dapat lepas dari suatu susunan kurikulum itu sendiri. nilai-nilai. Faktor-faktor pokok di dalam variabel kultur memainkan suatu peranan penting dihubungkan dengan peningkatan prestasi atau peningkatan sikap para pengajar maupun siswa atau anak didik. sukses atau kegagalan kurikulum berubah dan itu berdampak pada sekolah atau lembaga pendidikan. Banyak para ilmuan yang mencoba untuk membuang atau menghilangkan kurikulum teori tersebut. Peran kepemimpinan di (dalam) meninjau ulang hubungan antar[a] teori dan praktek akan merupakan suatu unsur rumit di masa akan datang. Salah satunaya menyediakan suatu konsep yang sangat konseptual untuk meneliti proposal kurikulum. teori. dan maksud atau arti. Diantaranya penggunaan kurikulum tersembunyi tersebut masih dalam tahap pengenalan. Tidak semua teori kurikulum itu memberi pengarahan yang lembut di dalam praktek dunia pendidikan.mencakup dimensi sosial yang terkait dengan sistem kepercayaan. Kurikulum teori sendiri sangat berkaitan dengan suatu konsep bidang pendidikan yang sangat sistematis dan memperjelas tentang gejalagejala perspektif kurikulum itu sendiri. Di dalam kurikulum tersembunyi sendiri masih terdapat perdebatan-perdebatan kecil. Fungsi teori kurikulum sendiri sangat penting bagi konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah ataupun lembaga pendidikan. teori pengetahuan dan teori umum. Di golongkan teori dasar di karenakan menyediakan penjelasan deskriptif dan unsur-unsur yang dapat di artikan sendiri. Banyak yang memandang rendah ataupun remeh tentang teori kurikulum di dalam dunia pendidikan. meramalkan dan mengendalikan. Banyak pendidik yang menemukan kesulitan di dalam penggunaan pendekatan teori di dalam membuat analisa bekesinambungan. evaluasi dan revisi kurikulum yang beguna untuk memecahkan masalah tentang pengetahuan teknologi dan sosiologi. Didalam membentuk atau membuat teori kurikulum meliputi : teori dasar. Teori dasar adalah langkah awal pembentukan suatu teori di dalam kurikulum itu sendiri.

sebagai perwujudan diri. dan teori politik. Penggolongan teori kurikulum yang di kemukakan oleh Eisner : Sebagai teknologi. Didalam menyusun suatu teori kurikulum ada suatu struktur yang tidak dapat lepas dari susunan pembentukan suatu kurikulum. para pemimpin bidang pendidikan [siapa] yang memahami proses tinjauan ulang kurikulum [itu] adalah untuk yang mendukung perubahan. pemusatan di bidang pendidikan.menerangkan suatu struktur yang tidak dapat di pisahkan dalam pembentukan suatu kurkulum. Isi orientasi teori bertujuan menentukan isi kurikulum itu sendiri secara alami.maksud dari pengambilalihan kurikulum di bidang nilai orientasi teori bertujuan untuk membuat peka kepada para pendidik tentang apa nilai-nilai pendidikan.Teori Arus dan praktek bidang Dimensi mikro dan makro di (dalam) kurikulum Etos dan pertimbangan budaya Proses kurikulum berubah Dampak teknologi kurikulum Model dan proses disain intervi Model dan proses mengembangkan belajar strategi Identifikasi Dan Implementasi [dari.di dalam nilai orientasi terori itu sendiri mempunyai tujuan memberi kebebasan di setiap para siswa atau para anak didik untuk membentuk jati diri nya sendiri. Nilai orientasi teori bertujuan menilai dan pengambil-alihkan kurikulum. Isi kurikulum itu sendiri memiliki suatu golongan-golongan atau pandangan-pandangan sendiri yang memacu pada pemusatan di anak.ttg] sesuai mengajar metoda Model Dan Teknik penilaian dan proses evaluasi Kebutuhan Pengembangan staff Aplikasi produk dan disain kurikulum [yang] praktis per siswa untuk bekerja program Kepemimpinan tanggung-jawab dan peran administratif ketika memerlukan untuk mencari tantangan yang baru untuk menyusun kurikulum. nilai orientasi teori. Struktur orientasi teori juga bertujuan untuk menjelaskan fungsi-fungsi kegunaan kurikulum. pemeriksaan filosofis. isi orientasi teori. dan sebagai rasilnalisme akademis. Proses orientasi teori bertujuan menguraikan kurikulum yang di kembangkan atau bagaimana merekomendasikan sebuah kurikulum teori secara alami. dan akan merumuskan strategi intervi baru adalah suatu kunci terbatas kepada sukses sekolah di masa datang. . dan proses orientasi teori.susunan struktur yang tidak dapat lepas meliputi : Struktur orientasi teori. Didalam struktur orientasi teori memiliki hubungan timbal balik di dalam suatu kurikulum dan tidak dapat di hilangkan maupun di ubah. keterkaitan pembentuk sosial. analisa sejarah. pemusatan di masyarakat. Pembentukan isi orientasi teori sangat berhubungan erat kepada golongan-golongan atau pandangan-pandangan isi kurikulum tersebut. Nilai-nilai orientasi teori memiliki metodologi pemeriksaan seperti : psikoanalisa.

orang tua peserta didik dan masyarakat pada umumnya sehingga sekolahan akan berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan dan mencapai sasaran KTSP.KTSP merupakan paradigma baru pengambangan kurikulum yang memberi otonomi luas pada setiap satuan pendidikan dan melibatkan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah. Sedangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. teori orientasi isi. Bagaimana dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan? Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah : Kurikulum operasional yang di susun dan di laksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.2. 5. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. masyarakat. . 6. misi. 4. dan ancaman bagi diri NYA sehinggai DIA dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan untuk lembaganya. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan [BNSP]. Sekolah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikan kepada pemerintah. dan kebutuhan. Di dalam KTSP terdapat empat kategori kurikulum yaitu : teori orientasi struktur. peluang. Sekolah lebih mengetahui kekuatan. dan berprestasi. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. Pada sistem KTSP. Dari ke empat kategori kurikulum di atas saling berkaitan di dalam kurikulum. dan teori orientasi proses. kelemahan. tuntutan. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. khususnya input pendidikan yang akan di kembangkan dan di dayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. dan tujuan satuan pendidikan. dan pemerintah daerah setempat. produktif. sekolah memiliki ´ full authoity dan responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. 2. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah yang lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya inofatif dengan dorongan dari orang tua peserta didik. Keterlibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparasi dan demokrasi yang sehat serta lebih efisien dan efektif bila mana di pantau oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikan. 3. Pengambilan keputusan yang di ambil oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolah lah yang tau apa yang terbaik bagi sekolahnya. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingakat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan pada kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi kelulusan. terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagai berikut : 1. teori orientasi nilai.

serta dampak penetapan standar kelulusan terhadap penerapan pembelajaran. MTs. dan Bangkalan. UNAS. Guru-guru menyusun RPP hanya bersifat adminstratif belum banyak yang sesuai dengan pelaksanaan di kelas.5%. KKM PENDAHULUAN Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolah-sekolah di Indonesia sejak tahun 2006. Hasilnya sekolah yang sudah menyusun kurikulum sendiri 52. . MA. dan peserta didik. Pengembangannya dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Jika diterapkan mulai pada tingkat kelas awal. Tetapi pada sekolah yang lebih ´maju´. penilaian. Sidoarjo. maka saat ini paling tidak di SD sudah sampai pada siswa kelas 2. kurang memahami KTSP. SMPLB. SDLB. kegiatan belajar mengajar termasuk penilaiannya. Pada beberapa sekolah. sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolah-sekolah. Jombang. KTSP berbeda dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya. SMP. kondisi itu tidak berpengaruh karena sudah disiapkan program pembimbingan di luar jam pelajaran untuk persiapan UNAS. SMP kelas 8.7. Sekarang bagaimana pelaksanaan kurikulum tersebut? Makalah ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap guru dan pihak yang terkait yang berada pada 40 sekolah (SD. Hal yang berbeda dari KTSP dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya adalah kurikulum tersebut dikembangkan oleh satuan pendidikan sendiri. potensi daerah.5% belum menyusun kurikulum sendiri. dan sarana-prasarana yang terbatas. dan SMK) di Surabaya. Gresik. Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. Kata kunci: KTSP. maupun penataranpenataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. pelatihan pengembangan. patokan kelulusan pada UNAS berdampak pada pembelajaran yang hanya memusatkan pada ketuntasan materi bukan pada kompetensi yang diharapkan. Mojokerto. Alasan tidak membuat kurikulum tersebut. SMA. Tuban. Lamongan. antara lain karena tidak adanya dana. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat serta mengakomodasikannya dalam KTSP Diposkan oleh Sholeh Hasan di 3/03/2010 12:13:00 PM Mencermati Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Tatag Yuli Eko Siswono Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolahsekolah di Indonesia sejak tahun 2006. sarana dan prasarana. dan SMA/SMK pada siswa kelas 11. dan 47. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan penyusunan KTSP dan kendalanya. belum ada pelatihan.

1 .

Kepala Balitbang Depdiknas (2007) yang menjelaskan seiring dengan diberlakukannya KTSP. Dijelaskan bahwa banyak guru yang kebingungan dengan model KTSP karena sudah lama guru menerima kurikulum dalam bentuk jadi dari pemerintah pusat.tetapi tetap mengacu pada standar nasional pendidikan. sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolahsekolah. Padahal. jika tidak diterapkan dalam pembelajaran dan sebaliknya. Targetnya pada 2008 semua sekolah sudah bisa menyusun kurikulum model KTSP ini. Mansyur Ramly. pembelajaran tidak akan efektif jika tanpa kurikulum 2 . Oleh karena itu. sambil menunggu kesiapan guru dan tenaga pelaksana di lapangan. Apakah paradoks tersebut terjadi di lapangan atau bagaimana pendapat guru terhadap pelaksanaan kurikulum itu? Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. pernyataan ini merupakan paradoks yang kenyataannya kurikulum diganti tetapi dikatakan tidak ganti atau sekedar ganti nama saja. Pernyataan ini merupakan tantangan untuk dijelaskan sampai sejauh mana target ketercapaiannya saat ini. Selain itu. Banyak keraguan tentang pelaksanaan kurikulum tersebut di lapangan pada awalnya. Kendalanya. setelah berselang masa selama 2 tahun. Sekarang. yakni model umum yang berisi kerangka acuan dan model kurikulum lengkap yang langsung bisa diaplikasikan di sekolah. apakah masalahnya sama seperti yang ditengarai itu? Bagaimana kemungkinan solusi dari masalah tersebut? Ramly (2007) mengatakan bahwa pada prinsipnya model KTSP bukan kurikulum baru. Pemerintah menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah sebagai acuan yang harus diikuti setiap satuan pendidikan. maupun penataran-penataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. Seperti dikatakan Prof. KTSP menuntut kreativitas untuk menyusun model pendidikan yang sesuai dengan kondisi lokal. Balitbang Depdiknas telah menyediakan dua paket kurikulum model KTSP. bagaimana kondisi di lapangan? Apakah sekolah dengan kreativitas gurunya sudah mengembangkan kurikulum secara mandiri? Kalau belum. lanjut Ramly. Kurikulum tidak akan bermakna. pelatihan pengembangan. Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. hanya modifikasi dari model kurikulum yang sudah ada. banyak guru yang tidak tahu bagaimana menyusun kurikulum model KTSP. Jadi bukan berarti kita ganti kurikulum. pada masa transisi ini banyak sekolah yang belum menerapkan kurikulum buatan sendiri.

KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. menyenangkan. maupun penemuan di bidang-bidang pengetahuan. teknologi informasi. 3 . kreativitas sesuai dengan bakat. dan kondisi muatan lokal sangat kontradiktif dengan penyelenggaraan ujian nasional (UN). Sebenarnya bagaimana kenyataan di lapangan? Apakah ujian nasional dan penetapan standar kelulusan memberi dampak pada penekanan kegiatan pembelajaran di kelas? Pertanyaan-pertanyaan itu yang akan di jawab dalam pembahasan tulisan ini. inspiratif. Gresik. sesuai dengan perkembangan psikologi. Pemahaman ini yang memicu sekolah untuk memprioritaskan pada aspek hasil dari ujian nasional daripada aspek manfaat atau proses pendidikan yang diselenggarakan. Mojokerto. Bagaimana kenyataan di lapangan setelah pemberlakuan KTSP. 19 tahun 2005 yang menjelaskan bahwa proses pembelajaran harus diselenggarakan secara interaktif. Tuban.yang jelas sebagai acuan (Sanjaya. teori belajar. bobot mutu pendidikan yang direalisasikan pada suatu mata pelajaran tertentu. Dengan kata lain pembelajaran harus mendorong siswa untuk aktif sesuai dengan gaya belajarnya. Jombang. memberi ruang yang cukup untuk pengembangan prakarsa. dari satu sekolah tertentu dengan kondisi finansial tertentu akan berbeda dengan sekolah lain di daerah lain dengan kondisi finansial yang lain pula. Atas dasar ini. Apalagi kondisi sekolah yang bervariasi dalam sarana prasarana ataupun sumber daya semakin menguatkan kontradiksi itu. Prinsip UN yang sentralistik. 2008). guru perlu kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajarannya. Marcellino (2007) mengatakan bahwa KTSP yang dibuat sesuai kreativitas guru. yaitu pembelajaran yang mengaktifkan siswa? Apakah pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat? Pertanyaan-pertanyaan itu yang berusaha dicari jawabannya melalui penelitian yang dilakukan. Tulisan ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap beberapa sekolah di Surabaya. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. Prinsip pembelajaran dalam KTSP mendasarkan pada sejumlah prinsip yang termuat pada PP No. apakah guru terdorong untuk berusaha mengembangkan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan. minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Masalah krusial lain yang berkaitan dengan KTSP adalah pelaksanaan ujian nasional (UN). Ini berarti bahwa pembelajaran yang efektif dari segi produk maupun proses harus didasarkan pada acuan berupa kurikulum yang tepat. Sidoarjo.

pelaksanaan pembelajaran berdasar KTSP. Sasaran observasi tidak dilakukan secara purposive sampling. pemaparan data. 4 . SDLB. dan penilaian. apa saja kendalanya. pengabstraksian. mengapa demikian?. tetapi memberikan gambaran/deskripsi pelaksanaan beberapa sekolah yang menjadi sasaran penelitian. Pertanyaan penelitian yang diajukan meliputi (1) Apakah sekolah sudah menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan KTSP 2006? Jika belum. karena tujuannya menggali informasi secara kualitatif pelaksanaan dan kendala-kendala yang dihadapi sekolah. apakah dianalisis sesuai dengan pedoman pada KTSP 2006? Jika tidak. dan transformasi data mentah di lapangan. Reduksi data adalah kegiatan yang mengacu pada proses pemilihan. yaitu menuliskan kumpulan data yang terorganisir dan terkategori sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan dari data tersebut. MTs. SMPLB. (6) Untuk menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM). (3) Apakah guru melaksanakan pembelajaran sesuai RPP yang dirancang?. Sekolah tersebut terdiri dari sekolah negeri dan swasta yang meliputi SD. Menarik kesimpulan dari data yang telah dikumpulkan dan menverifikasi kesimpulan tersebut. Pembahasan ini dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yang lebih bersifat kualitatif. (5) Bagaimana cara penilaian yang dilakukan?.Lamongan. pemusatan perhatian. (8) Apakah adanya ujian akhir nasional (UAN) dengan penetapan skor tertentu memberi dampak pada penerapan pembelajaran inovatif? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi KTSP di beberapa sekolah. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan hasil observasi dan wawancara oleh mahasiswa S1 Jurusan Matematika angkatan 2004 dan 2005 pada tahun 2007 dan 2008. dan penyimpulan. SMA. serta dampak ujian nasional yang berkaitan dengan proses pembelajaran bagi sekolah. yaitu reduksi data. (7) Bagaimana sarana dan prasarana sekolah itu?. Data hasil studi ini dianalisis dengan tahapan. (2) Apakah RPP yang disusun guru menunjukkan pembelajaran yang mengaktifkan siswa (inovatif). Penelitian ini tidak menggeneralisasi tentang pelaksanaan KTSP di suatu wilayah. Pemaparan data meliputi pengklasifikasi dan identifikasi data. penyederhanaan. dan Bangkalan. dan SMK sebanyak 40 sekolah. SMP. MA. (4) Apakah guru sudah menerapkan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa? Berapa persen dari seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakukan?.

Ketidaksepakatan terhadap pengertian ini melahirkan kurikulum sebagai suatu program atau rencana untuk belajar. membentuk moral dan kepribadian. Kurikulum adalah perencanaan yang berisi tentang petunjuk belajar dan hasil yang diharapkan. yaitu kurikulum sebagai mata pelajaran. Pandangan ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh penemuan-penemuan dan pandangan dari psikologi belajar. tetapi bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan siswa di sekolah maupun luar sekolah. Pengertian ini sejalan dengan UU No. 20 tahun 5 . dan kurikulum sebagai perencanaan program pembelajaran (Sanjaya. Sekolah mempunyai beban yang semakin kompleks yang tidak hanya membekali siswa dengan berbagai macam ilmu pengetahuan. untuk memahami kurikulum tidak cukup hanya melihat dokumen tertulisnya saja. tetapi harus dilihat dari proses atau kegiatan siswa sebagai pengalaman belajar. tetapi dipandang sebagai pengalaman belajar. 2008:8). kurikulum sebagai pengalaman belajar. Kurikulum tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran. Oleh karena itu. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum pada dasarnya memiliki tiga dimensi pengertian. serta memenuhi dunia pekerjaan. belajar bukan hanya mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Kurikulum sebagai pengalaman belajar ini dianggap sebagai konsep yang luas. tetapi proses perubahan tingkah laku. Sekolah dituntut mengembangkan minat dan bakat. Hal tersebut berkaitan dengan evaluasi keberhasilan pelaksanaan kurikulum. Kurikulum adalah seluruh kegiatan yang dilakukan siswa baik di dalam maupun di luar sekolah yang berada pada tanggung jawab guru atau sekolah. Tuntutan baru yang dibebankan masyarakat kepada sekolah mengakibatkan pergeseran makna kurikulum.KAJIAN TEORI A. karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah terjadi pergeseran fungsi sekolah. yaitu bahwa pencapaian target pelaksanaan kurikulum tidak hanya dilihat dari kemampuan siswa menguasai isi atau materi. Kurikulum sebagai perencanaan belajar dikemukakan oleh Taba (dalam Sanjaya. sehingga apa yang diketahui tentang proses belajar dan pengembangan individu mengacu pada sebuah bentuk kurikulum. Kurikulum adalah suatu rencana untuk belajar. 2008:4). Dengan demikian. Perubahan tersebut terjadi karena siswa memiliki pengalaman belajar. sehingga maknanya menjadi kabur dan tidak fungsional. Pandangan kurikulum sebagai mata pelajaran dianggap sebagai pandangan tradisional.

kreatif.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan yang salah satu berupa standar kompetensi lulusan (Bab X. Dengan demikian kurikulum berperan menyeleksi dan mengevaluasi nilai dan budaya yang bermanfaat untuk kehidupan anak didik. Peran kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu. 6 . Batasan ini memperlihatkan bahwa kurikulum terdiri dari dua aspek. dan cara pelaksanaanya digunakan sebagai upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. isi. yaitu sebagai rencana dan pengaturan tujuan. Peran kreatif kurikulum karena sekolah sesuai tuntutan perkembangan zaman memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan hal-hal baru dan inovatif. yaitu peran konservatif. 2008).. isi dan cara pelaksanaan rencana itu. pasal 36). Kurikulum harus mampu menjawab setiap tantangan sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang cepat. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. maupun kritis dan evaluatif dalam penerapannya saat ini. Kurikulum memiliki tiga peran yang sangat penting. KTSP merupakan penyempurnaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau dikenal dengan Kurikulum 2004. KTSP merupakan kurikulum terbaru yang diharapkan memiliki peran konservatif. Hal tersebut karena masyarakat tidak statis tetapi dinamis yang mengalami perubahan. KTSP tetap sebagai kurikulum berbasis kompetensi karena berlandaskan pada UU RI no. dalam Sanjaya. serta peran kritis dan evaluatif (Hamalik. Peran kritis dan evaluatif dari kurikulum didasarkan pandangan bahwa tidak semua nilai dan budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman harus dimiliki setiap anak didik. Kurikulum sebagai rencana digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar oleh guru. Peran kreatifnya. Peran konservatif kurikulum berkaitan dengan peran dan tanggung jawab sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang mewarisi nilainilai dan budaya masyarakat.2003 tentang sistem pendidikan nasional yang mengatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Kurikulum sebagai pengaturan tujuan. Tidak semua budaya dan nilai-nilai lama yang dipertahankan. kreatif. kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki serta dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial yang selalu bergerak dan berubah. isi.

sedang KTSP merupakan kurikulum yang desentralistik dengan memperhatikan karakteristik dan perbedaan daerah. sesuai UU No 20 tahun 2003 pasal 36 ayat 2 bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. maka adanya standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap mata pelajaran sudah cukup bagi guru melaksanakan pembelajaran tanpa harus mengembangkan kurikulum sendiri. Kurikulum dikembangkan dengan tujuan yang seragam sesuai tuntutan global. standar kompetensi lulusan. pengembangan KTSP memberikan peluang dan keleluasaan pada guru ataupun sekolah menciptakan strategi dan metode pembelajaran. Pemaknaan KTSP sebagai kurikulum operasional yang seharusnya dikembangkan sendiri oleh sekolah menjadi kabur dalam implementasi dan pelaksanaannya. guru dibebankan tugas administratif membuat perencanaan pembelajaran yang dikenal dengan nama rencana pelajaran 7 . Misalkan suatu sekolah mendapatkan emas pada olimpiade matematika dan diberitakan secara nasional maupun internasional.KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. pengembangan KTSP harus memperhatikan ciri khas daerah. Pada kurikulum sebelum KTSP. proses. ataupun penilaian. KTSP sebagai kurikulum operasional masih tetap mengacu standar isi maupun kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). maka semua sekolah meniru berupaya mendapatkan prestasi dalam olimpiade. Pertama. maupun potensi daerah yang berbeda. dan peserta didik. Penyusunan KTSP yang dilakukan oleh satuan pendidikan merupakan ciri yang berbeda dari kurikulum yang digunakan sebelumnya. kecenderungan budaya global yang disebarkan melalui media dan teknologi informasi menyurutkan penonjolan budaya. Kurikulum sebelumnya lebih bersifat sentralistik (terpusat). media. Ketiga. BSNP menetapkan standar nasional pendidikan. Dengan demikian dapat dipahami bahwa KTSP sebagai kurikulum yang bersifat operasional paling tidak memiliki tiga makna. seperti standar isi. maupun evaluasi sesuai kondisi dan karakteristik siswa di sekolah. ciri. Karena orientasi kurikulum yang masih dipandang sebagai isi dari mata pelajaran. Selain itu. dalam pengembangannya tidak lepas dari ketetapan-ketetapan yang disusun pemerintah secara nasional melalui BSNP. potensi daerah. sehingga kurikulumnya diarahkan mencapai hal itu. Kedua.

(RP) dan satpel (satuan pelajaran). Pada KTSP, guru juga diminta membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) beserta kelengkapannya. Isi dari perencanaan pembelajaran itu paling tidak berisi uraian kegiatan inti dan proses pembelajaran yang menuntut strategi, metode, media yang sesuai dengan karakteristik siswa serta mengaktifkan siswa. Untuk itu pada kurikulum sekarang maupun sebelumnya, peluang dan keleluasaan menciptakan inovasi pembelajaran sebenarnya sama. Dengan demikian tidak ada jaminan KTSP akan mendorong pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif, jika tidak ada kesadaran diri, motivasi, maupun keyakinan untuk mengubah cara pandang (paradigma) dalam pembelajaran. B. Pembelajaran dalam KTSP Keterkaitan suatu kurikulum dengan pembelajaran digambarkan dalam beberapa model (Oliva dalam Sanjaya, 2008), yaitu model dualistik (the dualistic model), model berkaitan (the interlocking model), model konsentris (the concentric model), dan model siklus (the ciclical model). Model dualistik memandang bahwa antara kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang terpisah. Kurikulum yang seharusnya sebagai input dan pedoman menata pembelajaran, serta pembelajaran yang seharusnya sebagai balikan dalam proses penyempurnaan tidak tampak. Model berkaitan memandang antara kurikulum dan pembelajaran sebagai suatu sistem yang memiliki hubungan. Antara kurikulum dan pembelajaran ada bagian-bagian yang berpadu atau berkaitan. Model konsentris memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran memiliki hubungan dengan kemungkinan salah satu bagian dari yang lainnya. Model siklus memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang saling pengaruh dan memiliki hubungan timbal balik. Kurikulum menjadi dasar dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Sebaliknya, pembelajaran dapat mempengaruhi keputusan untuk kurikulum sendiri. KTSP sebagai suatu kurikulum operasional menempatkan pembelajaran sebagai suatu komponen yang saling mempengaruhi. Hubungan keduanya mengikuti model siklis. KTSP digunakan sebagai pedoman yang minimal digunakan untuk menentukan hal-hal sebagai berikut. 1. Merumuskan tujuan dan indikator kompetensi yang harus dimiliki siswa.

8

2. Menentukan isi atau materi pelajaran yang harus dikuasai untuk mencapai tujuan dan kompetensi. 3. Menyusun strategi pembelajaran untuk guru dan siswa sebagai upaya pencapaian tujuan. 4. Menentukan keberhasilan pencapaian tujuan atau kompetensi melalui evaluasi atau penilaian. Pembelajaran di kelas yang mendasarkan pada karakteristik siswa dan potensi daerah mempengaruhi isi dari KTSP untuk tiap satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP yang dikembangkan oleh tiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip (BSNP, 2006), yaitu (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (2) beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat, dan (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Prinsipprinsip ini yang dapat memberi warna yang berbeda-beda pada tiap satuan pendidikan di masingmasing daerah sesuai potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik, dan lingkungannya. Perbedaan atau keragaman yang terjadi harus tetap terpadu, relevan dengan kehidupan nyata, serta sesuai dengan kepentingan nasional. Subtansi kurikulum harus mencakup keseluruhan dimensi kompetensi bidang keilmuan, teknologi, maupun seni yang disajikan secara berkesinambungan untuk menunjang pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik belajar sepanjang hayat. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan hal-hal berikut (BSNP, 2006), yaitu (1) peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia, (2) pengembangan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, (3) keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, (4) tuntutan pengembangan daerah dan nasional, (5) tuntutan dunia kerja, (6) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (7) agama, (8) dinamika perkembangan global, (9) persatuan dan nilai-nilai kebangsaan, (10) kondisi sosial budaya masyarakat setempat, (11) kesetaraan jender, dan (12) karakteristik satuan pendidikan. Acuan operasional pelaksanaan KTSP ini menunjukkan bahwa keterkaitan kurikulum dan pembelajaran juga mengikuti model siklik. Keragaman agama, potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, karakteristik satuan pendidikan, kecerdasasan 9

dan minat, tuntutan dunia kerja, jender, serta perkembangan global mempengaruhi model dan strategi pembelajaran yang dikembangkan masing-masing satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP berisi 4 komponen, yaitu (1) tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, (2) struktur program dan muatan KTSP, (3) kalender pendidikan, dan (4) silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan mengacu pada tujuan umum pendidikan, seperti pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 26. Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 6 dan 7. Kalender pendidikan disusun sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Berdasar silabus tersebut, guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi-strategi pembelajaran yang inovatif dan melibatkan siswa dimunculkan pada silabus dan RPP itu. Kegiatan pembelajaran pada penerapan KTSP harus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik (BSNP, 2006:16). Dengan demikian, kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas paling sedikit mempertimbangkan interaksi antar semua komponen yang terlibat, menggunakan pendekatan bervariasi, dan berpusat pada siswa. BSNP (2006:3) juga menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum (KTSP) ditujukan antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk belajar membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. 10

Dalam pelaksanaan di lapangan, apakah acuan kegiatan pembelajaran yang inovatif (dalam artian berpusat pada siswa secara aktif dan menggunakan strategi yang bervariasi) seperti yang dicanangkan KTSP sudah diterapkan oleh guru? Pertanyaan ini perlu untuk dijawab mengingat ukuran keberhasilan dari suatu kurikulum termasuk bagaimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan, sekaligus keberhasilan keluaran dari proses tersebut. Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran dilakukan evaluasi atau penilaian. Dalam KTSP ditetapkan dan diatur pada standar penilaian yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. C. PENILAIAN DAN PENETAPAN KKM Evaluasi (evaluation), asesmen atau penilaian (assesment), pengukuran (measurement) merupakan istilah yang saling berkaitan dan bermakna berbeda. Evaluasi berkaitan dengan pengambilan keputusan maupun pertimbangan (judgment) terhadap sesuatu. Penilaian merupakan bagian dari evaluasi yang lebih luas dari sekedar pengukuran. Pengukuran pada umumnya berkaitan dengan masalah kuantitatif untuk mendapatkan informasi yang diukur. Print (dalam Sanjaya, 2008:337) menggambarkan hubungan evaluasi, penilaian, dan pengukuran dalam diagram berikut. Berdasar diagram itu, pengambilan keputusan berupa evaluasi dilakukan mulai dari pengumpulan data dengan pengukuran. Data yang terkumpul kemudian dilakukan interpretasi melalui penilaian. Hasil penilaian tersebut dikumpulkan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan melalui evaluasi. Dalam pembahasan ini lebih difokuskan pada penilaian, karena istilah ini yang digunakan dalam standar pendidikan nasional dan berkaitan dengan KTSP. Penilaian (penilaian pendidikan) menurut Popham (1995:3) diartikan sebagai suatu upaya formal untuk menentukan status siswa yang berkenaan dengan ketertarikan terhadap variabelvariabel pendidikan. Variabel pendidikan dapat berupa pengetahuan tentang materi pelajaran, keterampilan-keterampilan yang perlu Evaluasi (judgment) Penilaian (data interpretation ) Pengukuran (data collection) 11

Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgment). esai. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha 12 . dan sikap-sikap positif dalam pendidikan. Sedang evaluasi mengacu pada proses pertimbangan (judging). and memeringkatkan (ranking). Muijs dan Reynolds (2008:367) menjelaskan penilaian mengacu pada semua informasi yang dikumpulkan tentang siswa di kelas oleh guru. karena seorang manusia selalu memberikan status atau penilaian terhadap orang lain. Pengertian penilaian ini lebih sempit dibandingkan dengan pengertian yang dibuat oleh Popham (1995). baik melalui pengetesan formal. Pengertian penilaian yang lebih mengacu pada proses kegiatan di kelas dirumuskan oleh Pusat Kurikulum. Penilaian dalam pengertian ini berarti luas yang gunanya tidak sekedar mendiagnosis kelemahan dan kekuatan siswa. memberi nilai (valuing). tetapi juga digunakan untuk memberikan citra publik terhadap efektifitas pendidikan. Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. Dalam pengertian penilaian oleh Popham (1995). dan penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda. seperti secara sepintas menunjuk seseorang siswa untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan atau berdasar perasaannya memilih seorang siswa untuk mengerjakan soal yang diberikan. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar siswa. Pengertian ini menekankan bahwa penilaian sebagai suatu upaya ³formal´. memonitor kemajuan siswa. pengertian evaluasi ini masih termasuk kegiatan penilaian. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Penilaian (assesment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangkaian) kemampuan siswa. Balitbang Depdiknas (2004:11). memberikan nilai. dan memeringkatkan siswa.dikuasai. Evaluasi. dan pekerjaan rumah. atau secara informal melalui observasi atau interaksi. sedang evaluasi sebagai kegiatan memberi pertimbangan. memeringkatkan siswa. Penilaian (asesmen) dikatakan sebagai kegiatan pengumpulan data dari murid tertentu. pengukuran (measurement). berharga atau tidak. dan menentukan efektivitas pembelajaran. tes. membantu guru dalam evaluasi proses yang dilakukannya. dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru juga melakukan pertimbangan informal terhadap siswa yang bukan termasuk penilaian.

Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk pemberian nilai terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan potret/profil kemampuan siswa sesuai daftar kompetensi yang ditetapkan kurikulum (Balitbang Depdiknas. yaitu merupakan penilaian yang dilakukan guru baik yang mencakup aktivitas penilaian untuk mendapatkan nilai kualitatif maupun aktifitas pengukuran untuk mendapakan nilai kuantitatif. Pengertian penilaian ini merupakan pengesahan dari pengertian yang diungkap oleh Balitbang Depdiknas (2004:11). Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. Pengertian itu yang akan digunakan dalam pembahasan tulisan ini. jenjang. 2004:11). Pengertian penilaian. Khusus pengertian penilaian pada pengertian ini semakna dengan yang dikemukakan oleh Muijs dan Reynolds (2008) yang mengacu pada usaha pengumpulan informasi tentang siswa. untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. penjaminan. Pada KTSP yang merupakan kurikulum berbasis kompetensi. ulangan. evaluasi.memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang siswa telah mencapai karakteristik tertentu. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. Penilaian berkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran. Kegiatan 13 . sehingga disebut penilaian berbasis kelas. dan ujian yang lebih mengikat adalah yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional (pasal 1) berikut. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. penilaian merupakan kegiatan integral dalam proses pembelajaran. Selanjutnya secara khusus dirumuskan pengertian penilaian kelas. Tes adalah cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada siswa pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat tertentu yang jelas. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif dan kuantitatif.

Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. dan penilaian diri. Hasil belajar siswa ditentukan berdasar pada kriteria yang telah ditetapkan untuk penguasaan kompetensi. 14 . BSNP (2006:17-18) memberikan rambu-rambu penilaian dalam kegiatan pembelajaran. proyek dan/atau produk. Penilaian pada KTSP beorientasi pada penilaian yang mengacu kriteria (penilaian acuan kriteria atau criterion-referenced asssesment) bukan mengacu pada norma/standar (penilaian acuan norma atau norm. penilaian mengacu pada kurikulum. c. menganalisis. Penilaian menggunakan acuan kriteria. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. karena digunakan seperti memilih siswa dalam rombongan belajar yang sama. pengamatan kinerja. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. penilaian hasil karya berupa tugas. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. atau menyeleksi siswa untuk mewakili lomba tertentu. Dengan kata lain. penggunaan portofolio. pengukuran sikap. maupun afektif. baik berupa pengukuran dan pengujian tingkat kognitif. Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Orientasi penilaian bukan hanya pada hasil (product oriented) tetapi juga pada proses (process oriented). b. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian acuan norma tidak sepenuhnya ditinggalkan. psikomotor. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. a.penilaian tersebut merupakan kegiatan yang tidak terpisah dengan pembelajaran dan dilakukan secara terus menerus dalam setiap pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.referenced asssesment). artinya dalam penilaian guru dapat mengembangkan berbagai jenis penilaian. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. Hal lain bahwa penilaian merupakan proses pengumpulan informasi yang menyeluruh.

Penafsiran masing-masing kriteria itu dapat menggunakan skor (1. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. penggunaan portofolio. Kenyataannya. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. apakah cara penilaian sudah menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. maka untuk menentukan harus dianalisis. proyek dan/atau produk. dan biaya). Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.2. atau 3) sesuai dengan bobotnya. Misalnya. dan (3) intake siswa (masukan kemampuan siswa). Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. 2006:12). Kriteria penetapan KKM meliputi: (1) kompleksitas indikator (kesulitan dan kerumitan). Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%.d. Pada penerapan KTSP seharusnya cara penilaian mengacu pada hal-hal di atas. Melihat syarat penentuan KKM harus mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata. dan penilaian diri? Kemudian bagaimana menentukan batas kriteria ketuntasan minimalnya (KKM)? Apakah sudah dianalisis mengikuti ketentuan pada KTSP? KKM merupakan batas minimal seorang siswa mencapai ketuntasan belajar. dan kemampuan sumber daya dukung tersebut. pengukuran sikap. atau 15 . penilaian hasil karya berupa tugas. pengamatan kinerja. seperti penggunaan berbagai jenis penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang hendak diukur. Pada materi sosialisasi KTSP yang dikeluarkan depdiknas (2007) ditunjukkan bagaimana cara menganalisis KKM tersebut. (2) daya dukung (sarana/prasarana. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. kemampuan guru. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. lingkungan. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal (BSNP. e. atau skor dalam suatu rentang/interval. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan.

ketuntasan belajar ditetapkan oleh pusat. dan memperbaiki proses pembelajaran. Bagaimana sekarang. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Sedang. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. kemajuan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. apakah adanya kurikulum yang memberi ruang terhadap pertimbangan kondisi siswa dalam penilaian di kelas mengubah cara pandang guru? Pertanyaan tersebut yang diupayakan untuk diketahui jawabannya.pertimbangan professional judgment. ulangan tengah semester. yaitu sebagai salah satu pertimbangan untuk: (a) pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Pada peraturan pemerintah tersebut dikatakan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik. Penilaian tersebut digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. dan kesehatan. penilaian hasil belajar oleh pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. ulangan akhir semester. dan pemerintah. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. dan ulangan kenaikan kelas. olah raga. satuan pendidikan. Pada kurikulum sebelum KTSP. Apalagi jika melihat kegunaan ujian nasional itu. maka seolah-olah menjadi tujuan akhir dari suatu pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Karena sifat penilaiannya yang nasional. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Ujian nasional merupakan kewajiban penilaian oleh pemerintah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. sebagaimana dikatakan pada PP No 19 tahun 2005 pasal 63 tentang standar pendidikan nasional. D. sehingga guru pada suatu sekolah tanpa melakukan analisis dapat langsung menggunakan batas ketuntasan itu. seperti disebutkan pada pasal 68 (PP Nomer 19 tahun 2005). (b) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan 16 . kelompok mata pelajaran estetika. UJIAN NASIONAL DAN DAMPAK PADA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Erat kaitannya dengan penilaian adalah ujian yang dilakukan secara nasional atau dikenal Ujian Nasional.

KTSP merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan dan memberi tempat pada demokratisasi untuk penentuan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan konteks komunitas lokasi sekolah berada. Hal tersebut seperti dikatakan Berends dalam Muijs & Reynolds. (d) pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Prinsip UN yang sentralistik. Di pihak lain. konteks finansial. Kegunaan ujian nasional ini menjadi tugas berat bagi siswa. Perbedaan materi mungkin terjadi antar sekolah yang berada dalam satu wilayah. (c) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. sehingga hampir seluruh pengajaran diarahkan pada persiapan-persiapan tes yang diwajibkan. KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. dinas pendidikan setempat.berikutnya. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. butir soal UN mengukur muatan tertentu dan kedalaman materi yang 17 . Bagi guru. sekolah. Hasil pengamatan peneliti di sekolah-sekolah menunjukkan bahwa paling tidak sekolah selalu mempunyai suatu program berupa bimbingan belajar untuk persiapan ujian nasional. (2008:360) bahwa sistemsistem akuntabilitas negara mempertajam trend waktu yang lebih banyak digunakan untuk penilaian. orang tua. Konskuensinya materi pokok yang dikembangkan di sekolah beragam. Apakah ujian nasional kontradiktif dengan rambu-rambu pembelajaran pada KTSP? Marcellino (2007) pada harian Suara Pembaruan (24 February 2007) mengatakan bahwa ujian nasional kontradiktif dengan KTSP. Sistem penilaian ini akan mengarahkan suatu proses pembelajaran pada fokus persiapan ujian nasional. ujian nasional menjadi indikator proses pendidikan yang dilakukan selama ini apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Apakah ini berarti mengindikasikan fokus tujuan belajar hanya untuk ujian nasional yang hanya mengukur aspek kognitif? Untuk menjawab perlu dilakukan penelusuran untuk mengetahui pandangan sekolah ataupun guru-guru terhadap proses pembelajaran yang seharusnya dan kaitannya dengan ujian nasional. Bagi sekolah dan dinas setempat menjadikan ujian nasional sebagai indikator untuk menunjukkan mutu sekolah di mata masyarakat dan pemerintah. Beban bagi siswa dan orang tua karena ujian nasional menjadi indikator penentuan kelulusan dari sekolah dan mencari sekolah pada jenjang berikutnya. baik dari sisi muatan maupun kedalamannya. guru. atau SDM dari sekolah yang bersangkutan.

ataupun dampak dari UN secara langsung maupun tidak langsung. Mata pelajaran tersebut dipilih karena peran sentralnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan siswa selanjutnya. Matematika. Masalah UN ini sebenarnya telah lama menjadi polemik yang tidak hanya pada masa KTSP. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan minimum 7.00. Kriteria ini lebih meningkat dari tahun pelajaran 2006/2007 yaitu memiliki nilai rata-rata minimum 5. atau memiliki nilai minimal 4. dengan tidak ada nilai di bawah 4.25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. atau memiliki nilai minimum 4. dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada UN masing-masing minimum 6. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan Minimum 7. UN memang sentralistik karena merupakan amanat undang-undang yang mengikat seluruh warga negara tetapi tetap memberikan wewenang pada guru dan sekolah melakukan penilaian. Masalah tersebut mulai dari perlu tidaknya adanya UN.00 pada salah satu mata pelajaran. dan khusus untuk SMK. dengan tidak ada nilai di bawah 4. Kriteria tersebut memicu pro-kontra pada sebelum maupun sesudah dilaksanakan ujian tersebut.25 dan khusus untuk SMK. Penentuan beberapa mata pelajaran ini tentu membawa konskuensi tersendiri bagi guru mata pelajaran tersebut dan bagi guru mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional. UN hanya mencakup beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan. Batas kelulusan pada tahun pelajaran 2007/2008 mensyaratkan siswa harus memiliki nilai rata-rata minimal 5.00. dan Bahasa Inggris ditambah dengan mata pelajaran IPA atau mata pelajaran bidang/jurusan di SMA.25. 18 . UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional). dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. terutama dalam proses pembelajaran. kriteria penentuan kelulusan. Dari sisi pemerintah merupakan hak dan kewajiban dari pemerintah untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan dan menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi (Pasal 10 dan 11. dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7.00.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. tetapi pada kurikulum-kurikulum sebelumnya.sama di seluruh Indonesia. Permasalahan juga muncul karena mata pelajaran yang diujikan dari Bahasa Indonesia.00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya minimal 6.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.

apakah pembelajaran yang diselenggarakan berbasis standar ujian nasional atau pembelajaran yang berbasis tujuan nasional. Lamongan. Gresik. Sidoarjo. Mojokerto. Komposisi sekolah tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.Fokus pembahasan ini tidak pada polemik perlu tidaknya ujian nasional tetapi lebih menekankan pada dampak atau konskuensi dari pembelajaran yang dilakukan di sekolah. seperti meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada keberhasilan ujian nasional. Tuban. PENGEMBANGAN KTSP DI SEKOLAH Sekolah yang dijadikan sasaran penelitian sebanyak 40 sekolah yang berada di Surabaya. Jombang. Tabel 1: Sasaran Penelitian dan Sekolah yang Status Banyak Sudah sudah menyusun KTSP Jenjang Sekolah Menyusun SD Negeri 5 2 Swasta 2 2 SDLB 1 1 SMP Negeri 8 7 Swasta 5 3 SMPLB 3 0 SMA Negeri 5 2 Swasta 5 2 MTs Negeri 1 0 MA Negeri 1 1 Swasta 1 0 SMK Negeri 1 1 Swasta 1 0 Farmasi 1 0 Total 40 21 Belum Menyusun 3 0 0 1 2 3 3 3 1 0 1 0 1 1 19 . HASIL DAN PEMBAHASAN A. dan Bangkalan. Apakah sekolah tergiring untuk memusatkan energinya pada persiapan ujian nasional atau menyiapkan dalam arti proses. Dengan kata lain.

terutama dalam bidang pendidikan dengan segala selukbeluknya. simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik. Terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna . informasi dan komunikasi semakin lancar. Oleh karena itu. Melalui pendidikan. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik. pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Oleh karena itu. Pendidikan memberi peran penting dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan. terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. informasi dan komunikasi semakin lancar. Pergeseran atas kebutuhan pendidikan ini seiring dengan kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi. terutama dalam bidang pendidikan dengan segala permasalahannya. simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain. Dengan pendidikan.PENDIDIKAN (KTSP) MATA PELAJARAN QUR¶AN HADIST Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. Melalui pendidikan.

baik kehidupan duniawi atau ukhrowi dalam rangka memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Dengan kata lain. Seperti yang diungkapkan Ahmad Tafsir bahwa µpendidikan adalah usaha untuk meningkatkan diri dalam berbagai aspeknya¶. ³Pendidikan merupakan bagian integral dalam kehidupan bangsa dan negara´( Depag RI 2004. Memenuhi kebutuhan pendidikan tak sekedar naik kelas atau lulus. serta memiliki etos kerja yang tinggi dan berdisiplin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. hlm. berakhlak mulia. berkeadilan. Sehingga dipandang sangat urgen untuk dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.13).mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. sehat. pendidikan harus mampu mengantarkan manusia untuk mencapai keberhasilan hidup. berdaya saing. hlm . maju dan sejahtera. Hal ini dalam rangka mewujudkan masyarakat yang damai. cinta tanah air. bertaqwa. Kalimat tersebut telah menjadi prinsip oleh sebagian orang yang sadar atas kebutuhan pendidikan. ³Education is need for life´.1). mandiri. yang sesuai dengan kebutuhan dan . µPendidikan Islam dengan sendirinya merupakan suatu sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah SWT¶ (Nur Uhbiyati 1997. yang didukung oleh manusia Indonesia yang beriman. demokratis. Sejalan dengan itu. Pembangunan Nasional di bidang pendidikan merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia. berkesadaran hukum dan lingkungan. Dalam prinsip kenegaraan. Untuk mewujudkan visi Pendidikan Nasional tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional.

pengembangannya ³termasuk di dalamnya mata pelajaran Qur¶an Haditsdiserahkan pada tingkat satuan pendidikan. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh pemerintah. pengembangan kurikulum Madrasah Tsanawiyah harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. potensi daerah dan peserta didik (Anonimus 2003. Dengan pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaannya. dengan keimanan sebagai inti. sehingga citra madrasah tidak termarginalkan. di sisi lain mencerminkan eksistensi dan jati diri madrasah sebagai satuan pendidikan Islam yang menjadi bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional tersebut. Oleh karena itu. madrasah tetap memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri. Dalam kerangka ini pula diberlakukan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.perkembangan masyarakat. Pencitraan kualitas outcome dan output-nya pun harus menunjukkan karakteristik tersendiri. pembelajaran madrasah perlu dirumuskan dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga di satu sisi memiliki relevansi dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat dalam mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. perlu menampakkan karakteristik tersebut. sehingga dalam konteks kurikulum. madrasah merupakan bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional dan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dalam pelaksanaannya. serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. Meskipun demikian. Madrasah Tsanawiyah sebagai lembaga pendidikan menengah pertama dituntut untuk melaksanakan program pendidikan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional. 18-20). .

tetapi juga memiliki kemampuan dan ketrampilan studi ke-Islam-an. tapi juga kefasihan dan kemahirannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan cara baca al-Qur¶an yang telah diatur dalam ilmu baca alQur¶an dengan baik (ilmu tajwid. sehingga mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah. fiqh maupun akhlaq.Pada tingkat menengah. ibadah dan akhlaq. yang sangat diperlukan para siswa dalam upaya membangun citra keimanan dan ketaqwaan mereka. ilmu maqra dan ilmu makharij al-huruf). Juga diarahkan untuk memiliki kemampuan menulis kalimat al-Qur¶an dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan . sehingga untuk mereka diberikan pelajaran gramatika ³Bahasa Arab´ yang lebih tinggi sesuai dengan keperluan studi al-Qur¶an. karena fungsinya yang amat penting dalam upaya mencapai tujuan membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. atau Madrasah Aliyah. melalui sumber ajarannya yang otentik. tidak sekedar dalam aspek kelancarannya. baik ilmu kalam. Core (inti) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam µyakni menciptakan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan¶ patutlah menjadi tujuan semua madrasah dalam mewujdkan karakteristiknya. Secara fungsional mata pelajaran Qur¶an Haditsdiberikan dalam upaya mentranformasikan berbagai doktrin keagamaan dalam aspek-aspek aqidah. untuk memperkuat mata pelajaran Qur¶an Hadist.(Anonimus 1999. hlm 2) Mata pelajaran tersebut juga diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan baca al-Qur¶an. atau Sekolah Menegah Umum berciri khas agama Islam sebagai mata pelajaran pokok harus diikuti setiap siswa dalam semua jurusan. tidak sekedar pemikiran-pemikiran keagamaan yang telah terstruktur dalam ilmu-ilmu keagamaan. para peserta didik (siswa) diharapkan tidak sekedar mengetahui ajaran-ajaran dasar Islam.

hlm 25-27). Mata pelajaran Qur¶an Haditsdisampaikan melalui Proses Belajar Mengajar. Pendapat tersebut didasari atas berbagai latar belakang masalah dan fenomena yang kompleks. serta kebutuhan dunia kerja dapat segera teratasi (Mulyasa 2006. yaitu mengajar dan pembelajaran. serta sesuai pula dengan tradisi tulis Arab yang telah dikembangkan para ahli Bahasa Arab. Pembelajaran. Karakteristik interaksi belajar-mengajar dalam pendekatan proses belajarmengajar meliputi dua hal pokok. Oemar Hamalik menjelaskan bahwa mengajar adalah upaya penyampaian pengetahuan kepada peserta didik (Umar Halik 2007. Dalam kerangka inilah pemerintah menggagas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai tindak lanjut kebijakan pendidikan dalam konteks otonomi daerah dan disentralisasi. Dalam sudut pandangnya. mengajar. hlm. pengajaran. Pendidikan nasional dewasa ini dihadapkan pada berbagai permasalahan yang perlu mendapat penanganan secepatnya. Dengan demikian melalui KTSP ini pemerintah berhadap jurang pemisah antara pendidikan dan pembangunan. tujuan pembelajaran.gramatika Bahasa Arab. 19) KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1 dan 2 sebagai berikut : . Menurut Oemar Hamalik. guru. Istilah Kurikulum satuan Pendidikan yang disingkat KTSP merupakan kurikulum operasional yang pengembangannya diserahkan kepada daerah dan satuan pendidikan. siswa dan peserta didik dimaknai dari berbagai sudut pemikiran. diantaranya berkaitan dengan masalah relefansi atau kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

alat-alat musik. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujutkan pendidikan nasional. pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku. Pembelajaran yang hanya menghasilkan perubahan satu atau . Kedua. afektif atau motorik. Perubahan perilaku itu meliputi aspek-aspek perilaku kognitif. Tetapi tidak semua perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran.(Muhammad Surya 2004. memiliki kemampuan dalam memainkan alat-alat musik dengan baik. Prinsip ini mengandung makna bahwa ciri utama proses pembelajaran itu ialah adanya perubahan perilaku dalam diri individu.1. hlm. 2. Secara lengkap. dan sebagainya. pengertian pembelajaran dapat dirumuskan: ³Pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. Misalnya seorang siswa disebut telah mengalami pembelajaran dalam musik. hasil pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan. 7) Beberapa prinsip yang menjadi landasan pengertian tersebut di atas ialah: Pertama. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. potensi daerah dan peserta didik. Prinsip ini mengandung makna bahwa perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran adalah meliputi semua aspek perilaku dan bukan hanya satu atau dua aspek saja. maka siswa itu berubah dalam hal pemahamannya tentang musik. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan di kembangkan dengan prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. konatif. Artinya seseorang yang telah mengalami pembelajaran akan berubah perilakunya.

pembelajaran merupakan suatu proses.dua aspek perilaku saja. Dengan kata lain. suatu pembelajaran yang efektif adalah apabila pelajar-pelajar melakukan perilaku secara aktif. Jadi. pembelajaran bukan sebagai suatu benda atau keadaan yang statis. dan adanya tujuan yang ingin dicapai. Pembelajaran merupakan bentuk interaksi individu dengan lingkungannya. Jadi. Kelima. Di dalam aktivitas itu terjadi adanya tahapan-tahapan aktivitas yang sistematis dan terarah. Prinsip ini mengandung makna bahwa aktivitas pembelajaran itu terjadi karena adanya kebutuhan yang harus dipuaskan. Pengalaman pada dasarnya adalah kehidupan melalui situasi yang nyata dengan tujuan tertentu. Perubahan perilaku yang diperoleh dari pembelajaran. sehingga banyak memberikan pengalaman dari situasi nyata. Prinsip ketiga ini mengandung makna bahwa pembelajaran itu merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan. selama proses pembelajaran itu berlangsung. proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sesuatu tujuan yang akan dicapai. disebut sebagai pembelajaran sebahagian (partial learning) dan bukan pembelajaran lengkap (complete learning). Belajar tidak akan efektif tanpa adanya dorongan dan tujuan. Atas dasar prinsip ini. melainkan merupakan suatu rangkaian aktivitas-aktivitas yang dinamis dan saling berkaitan. pembelajaran merupakan bentuk pengalaman. Keempat. pembelajaran merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. individu akan senantiasa berada dalam berbagai aktivitas yang tidak terlepas dari lingkungannya. maka pembelajaran akan terjadi apabila individu merasakan adanya kebutuhan yang mendorong dan ada sesuatu yang perlu dicapai untuk memenuhi kebutuhannya. Pembelajaran tidak dapat dilepaskan dengan interaksi individu dengan lingkungannya. Dengan demikian. pada dasarnya merupakan . Ketiga.

tidak dapat berlangsung dengan sendirinya. dll. income dari siswa. karena kurikulumnya memang hanya memprioritaskan keterlaksanaanya proses belajar. Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian Implimentasi KTSP terutama kesiapan madrasah dari sisi manajemen. Untuk mengetahui secara pasti problematika pembelajaran itu perlu diteliti lebih jauh. yang diungkapkan dalam judul ³ Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. kesiapan guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pengajaran (RPP) penilaian pengajaran serta penguasaan hasil belajar dan sumber bahan. agar memberi solusi kreatif yang baik. Sebagian ahli pendidikan Islam memandang bahwa problematika pendidikan di Indonesia terletak pada lemahnya mutu kecerdasan out put. Bagi pendidikan informal dan non formal.pengalaman. Hal ini berarti bahwa selama individu dalam proses pembelajaran hendaknya tercipta suatu situasi kehidupan yang menyenangkan sehingga memberikan pengalaman yang berarti. Proses itu harus didukung oleh berbagai faktor. problematika ini dianggap umum dan biasa saja. Karena itu tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan ini akan menghadapi kendala. yang kemudian kita kenal dengan sebutan problematika pembelajaran. Mengamati konsep dan prinsip-prinsip pembelajaran yang dikemukakan Oemar Hamalik di atas sehubungan dengan peningkatan kualitas dan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam mentransformasikan nilai. Rumusan Masalah . Faktor-faktor yang tidak terpenuhi itulah menjadi permasalahan.

b. Implikasi Teoritis a. 2. Implikasi Praktis c. Berguna bagi pemerintah khususnya Departemen Agama mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat satker di daerah dalam menentukan kebijakan implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Apa faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Bagaimana implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Untuk memperoleh deskripsi mengenai implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Sebagai penelitian awal tentang implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist.N) Muara Enim.Dengan mendasarkan pada latar belakang sebagaimana diuraikan diatas maka masalah yang muncul berkenaan dengan Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim diidentifikasikan sebagai berikut: 1. .N) Muara Enim? 2. 2.N) Muara Enim. Kegunaan Penelitian 1.N) Muara Enim? Tujuan Penelitian Dengan mengacu pada latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Sumbangsih dalam pengembangan ilmu pendidikan khususnya teori implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist.

Kurikulum Berbasis Kompetensi yang merupakan ciri dari Kurikulum 2004 didesain untuk menjamin berlangsungnya proses pendidikan yang kondusif bagi berkembangnya potensi peserta didik. kecakapan hidup.(Departemen Agama RI2005. Sesuai dengan kerangka pikir di atas. kemampuan bekerja dan bersikap ilmiah.hlm 3). Sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi lembaga pendidikan. pemerintah daerah. sehingga mereka mampu hidup mandiri dan harmonis di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. . sekaligus menjamin pengembangan kepribadian Indonesia yang kuat dan berakhlak mulia. pemerintah pusat. 2. Lebih mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia. (Departemen Agama RI 2005. Mata pelajaran tersebut secara keseluruhan tercantum dalam kurikulum. hlm 3) Kurikulum Qur¶an HaditsMadrasah Tsanawiyah yang dikembangkan dengan pendekatan tersebut diharapkan mampu meneguhkan keimanan dan meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pelaksana pendidikan di lapangan untuk mengembangkan dan melaksanakan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. 3. kepala madrasah serta praktisi pendidikan dalam upaya menyusun KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. kurikulum Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dikembangkan dengan pendekatan sebagai berikut: 1.d. Lebih menitik beratkan target kompetensi daripada penguasaan materi. Kerangka Pemikiran Mata pelajaran Qur¶an Hadits merupakan salah satu mata pelajaran wajib sejak madrasah ibtidaiyah hingga madrasah aliyah.

memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik. kurikulum madrasah dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi. dalam hal ini diberi pengalaman belajar tertentu dalam proses belajar mengajar (teaching-learning process).(Ngalim Purwanto 1986. Dengan cara seperti itu. Tetapi secara substansi mata pelajaran Qur¶an Hadits memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Problema pembelajaran Qur¶an Hadits itu tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan pembelajarannya. Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah sebagai bagian yang integral dari pendidikan agama. madrasah tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya. ilmu pengetahuan. Da1am konteks ini. teaching-learning proccess dan environmental input. hlm. Hal ini dilakukan agar madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi. raw input. agar lulusannya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Terhadap didalam kegiatan pembelajaran itu turut . Dengan tanggung jawab yang besar itu menunjukkan semakin besarnya persoalan-persoalan yang menjadi problema pembelajaran Qur¶an Hadits semakin kompleks. maka kehidupan masyarakat akan lebih baik.106) Gambaran di atas menunjukkan bahwa masukan mentah (raw input) merupakan bahan baku yang perlu diolah. Asumsinya adalah jika pendidikan agama termasuk Qur¶an Haditsyang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan efektif. Faktor-faktor yang dimaksud antara lain meliputi instrumental input. serta tuntutan desentralisasi.Dalam konteks madrasah. teknologi dan seni. peranan dan efektifitas pendidikan agama di madrasah sebagai landasan bagi pengembangan spiritual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat penting.

Hal ini menunjukan bahwa siswa berada pada masa remaja awal. Hal ini dapat dipahami karena pendidikan merupakan satu kesatuan system dimana sejumlah komponen yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. sarana dan fasilitas. Yang termasuk instrumental input atau faktor-faktor yang disengaja dirancang dan dimanipulasikan adalah: kurikulum atau bahan pelajaran. karena instrumental input inilah yang menentukan bagaimana kegiatan pembelajaran itu akan terjadi di dalam diri si pelajar. Berbagai faktor tersebut berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan keluaran tertentu. Sedangkan yang menyangkut psikologis adalah : minatnya. bakatnya.berpengaruh pula sejumlah faktor lingkungan yang merupakan masukan lingkungan (environmental input). Mengenai fisiologis ialah bagaimana kondisi fisiknya. serta manajemen yang berlaku di sekolah yang bersangkutan. dan berfungsi sejumlah faktor yang sengaja dirancang dan dimanipulasikan (instrumental input) guna menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki (output). Usia rata-rata siswa MTs kelas VII. baik fisiologis maupun psikologis. maka yang dimaksud masukan mentah atau raw input adalah siswa. Di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. tingkat kecerdasannya. Karakteristik siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim juga mempengaruhi pola pembelajaran. Di dalam keseluruhan sistem maka instrumental input merupakan faktor yang sangat penting pula dan paling menentukan dalam pencapaian hasil/output yang dikehendaki. Masa ini ditandai dengan berkembangnya sikap dependen . kemampuan kognitifnya dan sebagainya. guru yang memberikan pengajaran. sebagai raw input siswa memiliki karakteristik tertentu. motivasinya. Secara psikologis hal ini mempengaruhi mereka saat belajar. panca inderanya dan sebagainya. VIII dan IX adalah 13-15 tahun.

Remaja berjuang untuk memperoleh kebebasan. dalam hal sikap remaja terhadap agama ada bermacam-macam. p. dan sering kali dalam bentuk campuran yang membingungkan. 2. 14. tetapi bersama itu ia ingin memperoleh pijakan rasa aman. percaya dengan kesadaran. untuk berkomunikasi dengan orang-orang lain dan memercayai mereka serta untuk belajar mengenai apa yang merusak atau apa yang baik bagi dirinya sendiri dan orang-orang lain (Elizabeth B. sedangkan remaja mengacu kepada keseluruhan aspek perkembangan. . minat seksualitas dan kecenderungan untuk merenung atau memperhatikan diri sendiri. remaja sering kali dilukiskan dengan sebutan setengah siswa setengah dewasa. Remaja menunjukkan ciri-ciri fisik dan kejiwaan yang penting antara pubertas dan dewasa. Hurlock.. Remaja adalah periode peralihan antara masa siswa ke masa dewasa. tetapi ia tidak sinonim dengan remaja.). asal lembaga-lembaga keagamaan itu dapat mengikutsertakan remajaremaja dan memberi kedudukan yang pasti kepada mereka. sosial dan ekonomi. Menurut Zakiah Daradjat. percaya tapi agak ragu-ragu (bimbang). Pubertas mengacu kepada perkembangan fisik dan seks.kepada orang tua ke arah independen. yaitu: ada yang percaya turut-turutan. dan ia sering kali menunjukkan rasa ingin tahu yang semakin dewasa terhadap dirinya sendiri dan lingkungan. Pubertas merupakan bagian dari masa remaja. Para ahli mengemukakan ciri-ciri remaja antara lain: 1. 3. Periode ini adalah saat individu menggunakan kemampuan untuk menerima dan memberi. Kecenderungan remaja untuk ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan sebenarnya ada dan dapat dipupuk. dan ada yang tidak percaya sama sekali atau cenderung kepada atheis. Remaja juga mencakup pencarian kebebasan dalam emosi. Menurut Adams. nilai-nilai etika dan isu-isu moral. 1956. Ia menunjukkan ciri-ciri positif dan negatif.

karaakteristik madrasah/daerah. dan lingkungan madrasah yang mencakup lingkungan fisik seperti gedung dan lingkungan sosial. potensi sekolah/madrasah. yang mengajarkan bahwa yang benar ialah sesuatu yang menghasilkan kenikmatan. Itulah sebabnya pada zaman ini dapat disaksikan hampir semua kegiatan hidup dan produk manusia diarahkan ke penikmatan seksual. yang ditemukan ialah bahwa kenikmatan tertinggi dan paling berkesan ialah kenikmatan seksual. Kesiapan materi/sumber daya alamiah madrasah.Di sisi lain. saat ini remaja banyak dihadapkan pada lingkungan dan budaya yang bernuansa pragmatisme. Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang di susun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. bentuk persiapan materi madrasah dapat dilihat dari dimensi perangkat kurikulum. sekularisme dan isme-isme lain yang mengajarkan bahwa yang benar dan baik ialah yang berguna. Demikian pula mereka diliputi oleh hedonisme. dan yang berguna itu biasanya lebih bernuansa fisik dan materialis. tidak terlepas dari kendala dan rintangan. Untuk mengimplementasikan suatu program baru dalam hal kurikulum tingkat satuan pendidikan di MTs Negeri Muara Enim. keuangan. Oleh karena itu untuk meminimalkan adanya kendala dalam proses implimentasi tersebut perlu adanya persiapan-persiapan yang dilakukan yaitu : 1. hedonisme. Pergaulan seks bebas merupakan fenomena yang datang dari paham ini. guru. tugas manusia ialah menikmati hidup ini sebanyak dan seintensif mungkin. Kesiapan non materi/ sumber daya madrasah bentuk persiapan non materi madrasah dapat dilihat dari dimensi kepemimpinan kepala madrasah. sarana madrasah. (Mulyasa 2006. hlm 8). 2. Fokus . siswa dan orang tua siswa. sosial budaya masyarakat setempat. Ironisnya. dan karakteristik peserta didik.

ada lima (5) langkah dalam penelitian pendidikan kualitatif: merumuskan fokus masalah.kajian yang dimunculkan hanya sebatas pada peran yang di berikan masing-masing dimensi dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan. (Standar Isi MTs 2006. perintah menuntut ilmu.163. persatuan dan persaudaraan. menyusun kerangka kerja teoritis. Peneliti memulainya dari suatu tahapan ke tahapan berikutnya. rasul dan perintah. 3. dan perintah bertaqwa. semangat keilmuan. makanan yang halal lagi baik. Menerapkan kaidah ilmu tajwid dalam membaca al Qur¶an. setan sebagai musuh manusia. hlm 180). Memahami ayat al Qur¶an tentang akhlak kepada ibu bapak. makanan yang halan lagi baik. (Joko Susilo 2007. menganalisis data dan menyusun.) Adapun Afif Muhammad menambahkan bahwa dalam menyusun penelitian yang menggunakan pendekatan metode deskriptif dapat menempuh langkah-langkah: menetapkan komponenkomponen atau aspek-aspek yang akan membentuk pemikiran tersebut atau apa yang disebut dengan indikator-indikator (Afif Muhammad 2003. hlm 10). Tujuan pembelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah adalah sebagai berikut : 1. berlaku dermawan. sikap konsekwen dan jujur. hlm. cinta kepada allah dan rasul-Nya. Menurut Mohammad Ali. meyakini kebenaran Islam dan istiqomah. mengumpulkan data. Adapun langkah-langkah pentahapan yang digunakan oleh penulis secara sederhana meliputi: . serta menarik kesimpulan (Mohammad Ali : 1993. 43). hlm. Memahami akhlak terhadap ibu bapak. taat kepada Allah. Langkah-langkah Penelitian Dalam penelitian ini berbentuk kualitatif. sesame manusia. sesama manusia. 2.

hlm. 90) tidak untuk mengukur sesuatu. kondisi obyektif pelaksanaan KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim. Hal ini apabila menggunakan pendekatan . Lebih lagi. maksud penelitian kualitatif tidak ditujukan untuk menghasilkan kesimpulan temuan dari sampel besar sampai populasi dengan menggunakan verifikasi statistik. hlm. karena yang diamati adalah responden dengan latar belakang implimentasi KTSP yang diterapkan dalam proses pembelajaran Qur¶an Hadist. 1988. Dalam hal ini. 73).Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey lapangan. Sedangkan sasaran penelitian kualitatif menurut Leininger yang dikutip Sirozi (2004. melainkan untuk memahami sepenuhnya makna fenomena dalam konteks dan untuk memberikan laporan tebal mengenai fenomena yang dikaji. (Nasution. mendalam dan memberi jawaban yang tepat terhadap masalah yang akan diteliti digunakan penelitian kualitatif. Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang lengkap. Fokus penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang implimentasi KTSP mata pelajaran qur¶an hadits di MTs Negeri Muara Enim. metode survey lapangan adalah suatu metode yang dilakukan untuk meneliti fenomena/gejala-gejala.. kejadian-kejadian dan kenyataan-kenyataan di lapangan. Dipendekatan yang dapat mendiskripsikan data tersebut adalah menggunakan penelitian kualitatif. Menurut Nasution. Gambaran karakteristik yang dijelaskan tersebut sesuai dengan maksud dari penelitian ini. serta untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim.

seperti nilai. langsung apa adanya tanpa dipengaruhi oleh unsur-unsur lain dari luar lingkungan. Cracken dalam (Julia Brannen 1997. Demikian pula Mc. (Nasution. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi. berinteraksi dengan mereka dan berusaha memahami bahasa serta tafsiran mereka sendiri tentang dunia yang ada disekitarnya.) mengemukakan bahwa : ³ Di dalam penelirtian kualitatif konsep dan kategorilah yang dipersoalkan bukan kejadian atau frekuensinya.hlm 97. . Teknik Pengumpulan Data Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif selain sebagai perencana sekaligus juga sebagai pelaksanan pengumpul data atau sebagai instrument (Moeloeng. Untuk itu peneliti berhubungan langsung dengan situasi dan sumber data yang akan diselidiki. 1992. tetapi mengumpulkan data deskriptif dalam bentuk laporan dan uraian untuk mencari makna. Dengan menggunakan metode kualitatif. walaupun tidak menolak angka-angka sebagai penunjang penelitian. Dengan kata lain penelitian kualitatif tidak meneliti suatu lahan kosong. wawancara dan dokumentasi. keyakinan dan budaya yang dianut oleh seseorang atau kelompok dalam lingkungan tertentu. tetapi ia menggalinya´. Dalam hal ini peneliti akan mengumpulkan data dalam situasi yang wajar.kuantitatif kurang sesuai karena penelitian ini bersifat independent. Peneliti tidak menggunakan angka-angka. sikap mental. tidak berintegrasi langsung dengan subyek sehingga akan sangat sulit sekali diungkapkan proses kegiatan yang berlangsung. hlm 221) mengemukakan bahwa ³ Pada hakekatnya penelitian kualitatif mengamati orang dalam lingkungannya. dapat ditemukan data yang tidak teramati dan terukur secara kuantitatif. 1998 : 121). kebiasaan.

karena : a). pengamat melakukan dua peran sekaligus. Percakapan dilakukan antara peneliti yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong. Observasi Tujuan dari observasi adalah dengan mendiskripsikan seting yang diamati. e). Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. pengamatan dimanfaatkan secara optimal. 1998 : 135). Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung b). 1990 : 202). yaitu sebagai pengamat dan sekaligus menjadi anggota resmi dari kelompok yang diamati. Sedangkan pengamatan tanpa berperan serta pengamat hanya melakukan satu fungsi. tempat kegiatan orang-orang yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan makna apa yang diamati menurut perspektif pengamat (Patton. kemudian mencatat perilaku dan kejadian seperti keadaan yang sebenarnya. c). yaitu mengadakan pengamatan. d). yaitu : . Pengamatan merupakan jalan terbaik untuk mengecek kepercayaan data. Teknik pengamatan sangat dimungkinkan pengamat melihat dan mengamati sendiri. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti memahami situasi-situasi yang rumit dan perilaku yang kompleks Pengamatan dapat diklasifikasikan atas pengamatan melalui cara berperan serta dan yang tidak berperan serta (Moeleong. 1998 : 126). Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan yang langsung diperoleh dari data lapangan.1. Pada pengamatan berperan serta. 2. Menurut Guba dan Lincoln (1981) ada bebearapa alasan mengapa dalam penelitian kualitatif. Patton (1990 ) 135 ± 136) mengemukakan pilihan teknik wawancara.

sehingga diperoleh keadaan studi dalam konteks tertentu. Subyek yang menjadi sumber informasi dipilih sesuai dengan focus dan tujuan penelitian. c). Wawancara baku terbuka (the standardized open-ended interview). b). Wawancara ini menggunakan seperangkat pertanyaan baku. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui : a) observasi (pengamatan) lapangan secara langsung untuk mendapatkan data sebenarnya. Wawancara pembicara informal (the informal conversational interview). Pemilihan informan dihentikan setelah variasi dan . Menggunakan petunjuk umum wawancara (the general interview guide approach). Wawancara informal banyak digunakan dengan para responden yang langsung merasakan akibat dari pelaksanaan kebijakan pengembangan KTSP. baik itu kepada para dewan guru mata pelajaran Qur¶an Hadis atau guru agama lainnya. namun sebagaian terstruktur dan mendalam. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan terjadinya bias-bias atau ³kemencengan´. Pertanyaan yang diajukan sangat tergantung pada pewawancara itu sendiri dan sponanitasnya dalam mengajukan pertanyaan.a). c) studi dokumentasi juga dilakukan untuk mendapatkan data yang tidak diperoleh melalui tehnik lainnya. Wawancara dilakukan berdasar pada kerangka dan garis besar pokok-pokok yang dituangkan dalam pertanyaan disesuaikan dengan keadaan responden dalam konteks wawancara sebenarnya. Dalam penelitian ini teknik wawancara yang digunakan adalah teknik pertama dan kedua. Untuk meliput sumber data. b) wawancara secara terbuka. dibutuhkan adanya informan yang dipilih guna mendapatkan informasi sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuannya. serta mengutamakan pandangan dan pendirian responden. Wawancara dilakukan pada latar alamiah.

yaitu pengamatan dilakukan secara langsung terhadap implementasi pelaksanaan KTSP Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi MTs Negeri Muara Enim. asumsi yang digunakan dalam memandang realitas adalah bahwa realitas bersifat menyeluruh ( holistik ).kedalaman informasi telah diperoleh secara maksimal. yaitu ditandai dengan tidak adanya variasi informasi baru yang diperoleh. Alat potret digunakan untuk mengambil gambar kejadian atau situasi yang dianggap penting dan sesuai dengan tujuan penelitian. tetapi unsur manusia adalah tetap merupakan instrument yang paling utama. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Alat rekam yang digunakan adalah kamera. Bentuk instrument lain mungkin digunakan dalam penelitian. Peneliti mengutamakan pengamatan kejadian apa adanya. tidak dapat dipisahpisahkan ke dalam variable-variabel. Instrumen pengumpulan data didalam penelitian ini. karena mungkin peneliti tidak mampu mencatat secara langsung di lapangan hasil wawancara dengan responden. seperti pada pandangan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Operasionalisasinya dilakukan dengan mengadakan wawancara secara mendalam kepada berbagai informan lain sehubungan dengan pokok masalah yang akan diteliti. sehingga dalam metode penelitian ini tidak ada pilihan lain selain manusia sebagai instrument utama penelitian. Metode wawancara digunakan guna memperoleh keterangan tentang kejadian yang oleh peneliti tidak dapat diamati sendiri secara langsung. baik itu terjadi di masa lampau ataupun karena tidak memungkinkan untuk hadir di tempat kejadian. . pengumpulan data di lapangan menggunakan alat bantu berupa alat rekam dan alat potret. Dalam pelaksanaannya.

Hal ini mengacu pada pendapat Gulo (2002. dijelaskan. bahwa analisis data bertujuan untuk mengetahui karakteristik setiap variable dan menguraikan makna yang dinyatakan oleh penjelasan responden. tahap reduksi data. Kegiatan ini berlangsung secara terus menerus selama penelitian melalui tahapan membuat ringkasan. Data yang masuk kemudian ditafsirkan. 29). rumusan masalah. yaitu proses pemilihan data kasar dan masih mentah yang diperoleh dari kajian dokumen dan wawancara. tahap verifikasi data. Kedua. dipahami. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tesis ini disusun dalam lima bab. berupa penyampaian informasi yang diperlukan dalam penelitian berdasarkan data yang sudah direduksi dan disusun secara runtut. tahap penyajian data. Semua data yang relevan dianalisis dan disampaikan dengan kata atau gambar. Dalam bagian ini dikemukakan latar belakang masalah. tujuan penelitian. yaitu : Bab 1 merupakan bagian pendahuluan. kerangka pemikiran. hlm. diramalkan. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif.Teknik Analisis Data Analisis data sebagai proses menguraikan data menjadi komponen-komponen yang membentuknya yang dinyatakan oleh penjelasan responden. dan bahkan direvisi redaksinya. langkah-langkah . sehingga memberi makna pada setiap rangkuman sesuai dengan materi pokok penelitian. Dalam model ini ada tiga komponen analisis. penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber sebagai kesimpulan sementara sambil mencari data pendukung kesimpulan tersebut. kegunaan penelitian. Ketiga. Pertama.

sistematika penulisan. Sistematika penulisan ini nantinya sekaligus menjadi panduan bagi penulis untuk menyusun hasil penelitian tesis. RPP al qur¶an hadist. dasar kebijakan dan karakteristik KTSP. pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran Qur¶an haditsdi MTsN Muara Enim. model silabus KTSP. segi pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran qur¶an haditsdi MTs Negeri Muara Enim. Untuk itu perlu dikemukakan bahwa secara teknis ukuran jumlah halaman. dan lokasi penelitian.penelitian. yaitu bagian penutup yang memuat kesimpulan. teknik analisis data. prinsip pengembangan dan pelaksanaan kurikulum MTs. Bab 5 merupakan bagian akhir dari pembahasan penelitian ini. dan prestasi ujian nasional selama tiga tahun di MTs Negeri Muara Enim. model kurikulum Madrasah Tsanawiyah. tata letak (lay out) format halaman. jenis penelitian. kondisi geografis. teknik pengumpulan data. qur¶an hadits sebagai mata pelajaran di Madrasah Tsanawiyah. visi dan misi serta tujuan MTsN Muara Enim. Bab 3 merupakan kondisi Umum MTsN Muara Enim yang meliputi sejarah singkat. penggunaan kutipan dan system referensi . keadaan bangunan. dan saran-saran. Standar kompetensi lulusan MTs.standar kompetensi dan kompetensi dasar al qur¶an hadist. plus minus KTSP. keadaan guru. Selanjutnya juga bab ini membahas faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP dari segi perencanaan. Bab 4 merupakan hasil penelitian yang memaparkan implementasi KTSP dari segi perencanaan. dasar dan tujuan KTSP. Bab 2 merupakan bagian kerangka teori yang berisi pengertian KTSP.

Hal ini dipilih berdasarkan observasi studi pendahuluan peneliti. Selain itu pihak Mapenda kantor Departemen Agama Kabupaten Muara Enim juga memberikan izin dan dukungan sepenuhnya. Panduan Penulisan Karya Ilmiah: menulis Tesis efektif dan Efisien. (2005). Di lokasi tersebut nampak adanya masalah yang relevan dengan penelitian ini.penulisan hasil penelitian tesis ini menggunakan pedoman penulisan tesis yang disusun oleh Sirozi et al. penulis mengembangakan dan menggunakan panduan yang disusun Abizar et. Sedangkan khusus penulisan laporan Bab 4 bagian yang memaparkan temuan hasil penelitian. ada di tempat tersebut. Di samping itu pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim yang diwakili oleh kepala sekolah dan dewan guru memberikan izin dan menyambut baik niat penulis untuk melakukan penelitian di MTs Negeri Muara Enim. Buku Panduan Penulisan. (1991). bahwa masalah yang menjadi fokus penelitian yang sedang dikaji penulis. serta siap membatu penelitian ini sampai selesai.al. untuk keperluan yang lebih praktis dan operasional bentuk gaya penulisan. Lokasi Penelitian Penelitian ini memfokuskan pada masalah implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. .

Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. dan Tatakerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan Pasal 25 sampai dengan Pasal 27. 6. c. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 5 sampai dengan Pasal 18. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). 2. 4. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Susunan Organisasi. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. b. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Tugas. 5. Pasal 1 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan pada : a.PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. 3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 sampai dengan Pasal 38. Mengingat : 1. enimbang : bahwa agar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dapat dilaksanakan di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah secara baik. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Standar Kompentesi Lulusan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan . Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. d. Fungsi.

tahun II : kelas 1. (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah paling lambat tahun ajaran 2009/2010. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/kota masing-masing.tahun III : kelas 1. Untuk sekolah dasar (SD). b.5 dan 6.tahun I : kelas 1. Pasal 3 (1) Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.tahun III : kelas 1.4.2. . dan 5. madrasah tsanawiyah (MTs). dan sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) : . sekolah menengah atas (SMA).3. . (5) Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau Komite Madrasah. dan sekolah dasar luar biasa (SDLB): . madrasah aliyah (MA). . 2 (3) Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah memperhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). sekolah menengah kejuruan (SMK). dan 3.4.tahun II : kelas 1 dan 2. madrasah ibtidaiyah (MI).2. sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB). Untuk sekolah menengah pertama (SMP). madrasah aliyah kejuruan (MAK). (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. Pasal 2 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mulai tahun ajaran 2006/2007.Menengah. (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004. (3) Satuan pendidikan dasar dan menengah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah untuk semua tingkatan kelasnya mulai tahun ajaran 2006/2007.tahun I : kelas 1 dan 4. (5) Penyimpangan terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan setelah mendapat izin Menteri Pendidikan Nasional. dengan tahapan : a. melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun.2. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. . (2) Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus. . untuk satuan pendidikan dasar.

terhadap guru. serta mendistribusikannya kepada setiap satuan pendidikan secara nasional. mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif. madrasah tsanawiyah (MTs). Pasal 6 Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan: a. b. mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP. membantu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam penjaminan mutu satuan pendidikan dasar dan menengah agar dapat memenuhi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. melalui LPMP.(3) Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. b. dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan/atau Pusat Pengembangan dan Penataran Guru (PPPG). melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mendukung penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. secara nasional. c. pada tingkat satuan pendidikan. dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP. Pasal 5 Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah: a. b. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP kepada dinas pendidikan provinsi. (2) BSNP dapat mengajukan usul revisi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan keperluan berdasarkan pemantauan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 4 (1) BSNP melakukan pemantauan perkembangan dan evaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar 3 Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus. menggandakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pasal 7 Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional: a. kepala sekolah. madrasah aliyah (MA). dinas pendidikan kabupaten/kota. untuk satuan pendidikan madrasah ibtidaiyah (MI). . pengawas. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan yang bersangkutan. c. dan dewan pendidikan.

Pasal 11 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK yang mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan 4 Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. c.d. b. memonitor secara nasional penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya dan berkoordinasi dengan Departemen Pendidikan Nasional. melakukan supervisi. b. Nomor 080/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan. Pasal 10 Departemen lain yang menyelenggarakan satuan pendidikan dasar dan menengah : a. Nomor 0126/U/1994 tentang Kurikulum Pendidikan Luar Biasa. di kalangan lembaga pendidikan tenaga keguruan (LPTK). dan mengevaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya. dan d. memantau. mengusahakan secara nasional sesuai dengan kewenangannya agar sarana. Nomor 060/U/1993 tentang Kurikulum Pendidikan Dasar. f. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau Menteri. prasarana. e. Pasal 8 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: a. Pasal 9 Sekretariat Jenderal melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dinyatakan tidak berlaku bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sejak satuan pendidikan dasar dan . Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : a. kepada pemangku kepentingan umum. b. Nomor 061/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Umum. c. bekerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dasar dan menengah dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah. mengevaluasinya. mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan sumber daya manusia satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

TTD. Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi b. Pendidikan Agama Islam SD/MI 1. Panca Yama. Memahami tari-tari Keagamaan. keluarga dan teman 3. Peserta didik memahami Gereja sebagai persekutuan Umat Allah dan sebagai Sakramen keselamatan yang diutus ke dalam dunia dan Roh Kudus yang diutus Yesus sebagai jiwa Gereja yang senantiasa menyertainya. Pendidikan Agama Katolik SD 1. Catur Guru. Memahami ajaran Panca Sradha dan Tri Sarira 3. Catur Paramita. Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji 5. Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela 4.menengah yang bersangkutan melaksanakan Peraturan Menteri ini sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3. 3. Memahami orang suci agama Hindu dan tugas dan kewajiban orang suci 8. menghafal. Menanggapi kasih Allah dengan mengasihi orangtua. Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai karunia Tuhan dan mengungkapkan rasa syukurnya dengan berdoa. d. Memahami ajaran Susila yang meliputi: Tri Kaya Parisudha. Tri Murti. BAMBANG SUDIBYO 5 Lampiran: Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kelulusan C. Tri Parartha. Tri Mala. Memahami Weda sebagai kitab suci dan wahyu Sang Hyang Widhi (Tuhan) 7. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Juni 2006 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Peserta didik memahami dan mencintai Allah sebagai Bapa Pencipta dan Penyelenggara seperti dikisahkan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan meneladani Yesus Kristus sebagai Penyelamat hidup umat manusia. Beribadah kepada Tuhan sebagai ucapan syukur melalui doa dan membaca Alkitab 4. Pendidikan Agama Kristen SD 1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN 1. membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur¶an. SEKOLAH DASAR (SD)/ MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) a. lagu-lagu kerohanian (Yadnya). Menerapkan Panca Yadnya secara Nitya Karma dan Naimitika Karma dalam kehidupan sehari-hari 6. Menyebutkan. Peserta didik memahami hidup beriman yang terlibat dalam masyarakat sebagai perwujudan imannya. Tri Purusa dan Cadhu Sakti 2. 4. Mengenal pemimpin yang baik dan patut diteladani di wilayahnya 10. Memahami hari-hari suci keagamaan dan dasar-dasar hari suci (Wariga) 9. bernyanyi serta melakukan perbuatan-perbuatan nyata 2. Meyakini kemahakuasaan Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai Maha Pencipta. Pendidikan Agama Hindu SD 1. Memahami kasih Allah melalui keberadaan dirinya 2. Panca Nyama Bratha. Dasa Yama dan Dasa Nyama Bratha dalam kehidupan sehari-hari 4. dan sejarah perkembangan Hindu sebelum dan sesudah kemerdekaan . mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-µAlaq 2. Mendemonstrasikan pemahaman sikap-sikap sembahyang Tri Sandhya dan sarana sembahyang 5. Memelihara ciptaan Allah lainnya dalam hidup sehari-hari c. Pasal 12 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar 3. Memahami Bhuana Agung dan Bhuana Alit 11.

parafrase. waktu. rerata hitung. deskripsi peristiwa dan benda di sekitar. sesuai dengan nilai-nilai pancasila 7. debit. Memahami hubungan Indonesia dengan negara tetangga dan politik luar negeri g. Bodhisattva. cerita. pantun. dialog. kecepatan. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis. wawancara. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari . Memahami hidup tertib dan gotong royong 5. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran. perasaan. dan informasi dalam bentuk karangan sederhana. puisi. dan informasi dalam kegiatan perkenalan. drama. deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar. Memahami makna keutuhan negara kesatuan Republik iIndonesia. diskusi. ringkasan. laporan. mengurutkan data. dan menghargai keputusan bersama 9. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (sila). luas. dan pantun h. peraturan. memberi petunjuk. meditasi (samadhi). Memahami sistem pemerintahan. volume. Memahami lambang-lambang agama Buddha 9. penjelasan. formulir. Memahami konsep pengumpulan data. pantun. pantun dan cerita rakyat 2. dengan kepatuhan terhadap undangundang. Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama 8. puisi. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan. Menulis Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran. percakapan. deklamasi. pelaporan hasil pengamatan. percakapan telepon. tegur sapa. berbuat dan berperilaku 3. dongeng. Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis 6. disiplin. berita. surat. cerita. perasaan. teks pidato. sudut. Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat. Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana. Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 5. rentangan data. penyajian data dengan tabel. pesan. Pendidikan Agama Buddha SD 1. Mendengarkan Memahami wacana lisan berbentuk perintah. dan kebijaksanaan (panna) 2. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk. operasi hitung dan sifat-sifatnya. Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masing-masing aliran 5. cerita. Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa 10. petunjuk. Memiliki kemampuan dasar untuk memahami dan meyakini agamanya serta menerapkannya dalam bertutur. serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita. pengumuman. pidato. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2. sikap dan kepribadian Buddha. gambar dan grafik (diagram). drama. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 2. kebiasaan. adat istiadat. Matematika SD/MI 1. serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 4. Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI 1. teks panjang. dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi. unsur-unsur dan sifat-sifatnya.e. panjang. dan para siswa utama Buddha 6 6. Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 3. Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah 4. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 3. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya 4. Menampilkan perilaku jujur. dan kreatif untuk memecahkan masalah 7. baik pada tingkat daerah maupun pusat 8. pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng. petunjuk. kritis. pengumuman. percakapan sederhana. dan puisi 3. senang bekerja dan anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia SD/MI 1. serta karya sastra berbentuk dongeng. modus. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di SMP f. dan drama 4. Meneladani sifat. kebiasaan.

Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak. kegiatan ekonomi. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis dan gabungan terhadap berbagai musik/lagu wajib. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7. dan kreatif i. Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 7. Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI 1. daerah dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana daerah setempat Seni Tari 1. upaya pelestariannya. serta fungsinya dan perubahan pada makhluk hidup 7 4. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik sederhana daerah setempat 2. kritis. perubahan dan manfaatnya 6. manusia dan kehidupannya serta motif hias dengan teknik batik 4. dan hubungan peristiwa alam dengan kegiatan manusia j. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan lagu wajib. serta kerja sama di antara keduanya 3. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi bertema hewan.6. dan perlengkapan tari daerah setempat 2. Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional. Memahami sejarah. Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI 1. dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 5. Memahami beragam sifat benda hubungannya dengan penyusunnya. Memahami peranan Indonesia di era global k. perubahan wujud benda. dan kegunaannya 5. kenampakan alam. serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi bencana alam 9. Memahami berbagai bentuk energi. Memahami bagian-bagian tubuh pada manusia. Memahami perkembangan wilayah Indonesia. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan . Memahami matahari sebagai pusat tata surya. dan tumbuhan. Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa terapan melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang ada di daerah setempat 2. serta manfaat hewan dan tumbuhan bagi manusia. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara melalui pembuatan benda kreatif yang sesuai dengan potensi daerah setempat Seni Musik 1. Memiliki kemampuan berpikir logis. Mengenal gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga. Mengenal sumber daya alam. Seni Budaya dan Keterampilan SD/MI Seni Rupa 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi dengan tema bebas 5. dan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya 3. Memahami identitas diri dan keluarga. hewan. Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan menceritakan hasil pengamatannya secara lisan dan tertulis 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa murni melalui pembuatan relief dari bahan plastisin/tanah liat yang ada di daerah setempat 3. busana. dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 4. daerah dan Nusantara 3. keadaan sosial negara di Asia Tenggara serta benuabenua 8. keragaman suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia 6. serta mewujudkan sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga 2. kenampakan dan perubahan permukaan bumi.

Mempraktekkan gerak ketangkasan seperti ketangkasan dengan dan tanpa alat.gerak. busana. dan perlengkapan tari Nusantara 3. informasi. sekolah. kerjasama. lompat. Mendengarkan Memahami instruksi. Membaca Membaca nyaring dan memahami makna dalam instruksi. serta senam lantai 4. Memahami budaya hidup sehat dalam bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. dan teks fungsional pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat . Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan dan benda permainan dengan teknik meronce dan makrame 3. Mempraktekkan gerak dasar renang dalam berbagai gaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 5. Bahasa Inggris SD/MI 1. Pendidikan Jasmani. sekolah. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan daerah setempat dengan teknik konstruksi 2. sekolah. Mempraktekkan gerak ritmik meliputi senam pagi. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan anyaman dengan menggunakan berbagai bahan 4. Mempraktekkan gerak dasar lari. ungkapan. dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana yang disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas. dan lingkungan sekitar 4. teks fungsional pendek. mengenal makanan sehat. dan cerita sangat sederhana yang disampaikan secara lisan dalam konteks kelas. Olahraga dan Kesehatan SD/MI 1. mengenal berbagai penyakit dan pencegahannya serta menghindarkan diri dari narkoba m. informasi. Mempraktekkan latihan kebugaran dalam bentuk meningkatkan daya tahan kekuatan otot. Mengapresiasi dan membuat karya benda mainan beroda dengan menggunakan berbagai bahan l. Menulis Menuliskan kata. senam kesegaran jasmani (SKJ). dan jalan dalam permainan sederhana serta nilai-nilai dasar sportivitas seperti kejujuran. Mempraktekkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di luar sekolah seperti perkemahan. piknik. Mengapresiasi dan mengekspresikan perpaduan karya seni tari dan musik Nusantara Keterampilan 1. kelenturan serta koordinasi otot 6. dan lain-lain 8 2. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sangat sederhana dalam bentuk instruksi dan informasi dalam konteks kelas. dan lingkungan sekitar 2. dan lain-lain 7. dan aerobik 3. dan lingkungan sekitar 3.

dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes. Prinsip relevansi. namun di dalamnya melibatkan banyak orang. prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. serta unsur ± unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum. praktis. . tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Dalam hal ini. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. kontinuitas. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip ± prinsip umum : relevansi. seperti : politikus. Prinsip fleksibilitas. didalamnya mencakup: perencanaan. Dalam pengembangan kurikulum. organisasi dan evaluasi). lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya. orang tua peserta didik. Dalam pengembangan kurikulum. dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. pengusaha. dan efektivitas. prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Oleh karena itu. penerapan dan evaluasi. bahan. strategi. dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis). Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. 2. prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar. yaitu : 1. secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan.3. Prinsip Pengembangan Kurikulum Posted on 31 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan. fleksibilitas.

pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. baik secara kualitas maupun kuantitas. 5. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. perkembangan. tanpa membedakan agama. Oleh karena itu. Belajar sepanjang hayat. keterampilan sosial. baik secara vertikal. Prinsip efisiensi. suku. Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 4. dan jenjang serta jenis pendidikan. serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. berakhlak mulia. dan seni. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Menyeluruh dan berkesinambungan. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. serta status sosial ekonomi dan gender. biaya. teknologi. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. 5. perkembangan. kebutuhan. keterampilan akademik. Berpusat pada potensi. 3. dunia usaha dan dunia kerja. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan. maupun secara horizontal. Prinsip kontinuitas. kebutuhan. 4. antar jenjang pendidikan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. berilmu. teknologi. yaitu : 1. sehat. yakni adanya kesinambungandalam kurikulum. dan seni. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. kreatif. muatan lokal. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir. pengembangan keterampilan pribadi. 6. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu. dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. terdapat sejumlah prinsipprinsip yang harus dipenuhi. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. kondisi daerah. keterampilan berpikir. budaya dan adat istiadat. Prinsip efektivitas. 2. . dan pengembangan diri secara terpadu. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. baik yang di dalam tingkat kelas. maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. cakap. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. 3.

Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran .Presentation Transcript 1. Kurikulum Pembelajaran Tujuan (Output) Proses Input Hubungan Kurikulum dan Pembelajaran B . banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum .com Tujuan Isi/ Bahan Cara/Strategi dan Organisasi Orientasi (diagnosis kebutuhan) Evaluasi Implementasi Pengembangan Ujicoba Kurikulum Pengembangan Kurikulum 4.Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. berbangsa dan bernegara. Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya. galerysabar. serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan PENGEMBANGAN KURIKULUM: Suatu proses untuk membuat keputusan tentang tujuan.Tajudin 3. 7.blogspot. dan bahan pelajaran. dan seni o Agama o Dinamika perkembangan global o persatuan nasional dan nilai-nilai keagamaan galerysabar. dan apakah tujuan dan sarana tersebut serasi dan efektif 2.blogspot. tentang bagaimana tujuan direalisasikan melalui proses belajar-mengajar. isi. teknologi. yang justru tampaknya sering kali terabaikan. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum. kecerdasan.blogspot.com KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN KURIKULUM: Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum. dan minat peserta o Keragaman potensi daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Perkembangan ilmu pengetahuan. Prinsip Pengembangan Kurikulum o Peningkatan iman dan taqwa o Peningkatan akhlaq mulia o Peningkatan potensi.com . Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.blogspot. nonformal dan informal. dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Galerysabar. Kewenangan Pengembangan Kurikulum Pemerintah Pusat Kelompok/Satuan Pendidikan Komite Sekolah Silabus Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Diknas/Depag Prop Diknas/Depag Kab/Kota Koordinasi & Supervisi Dikmen Koordinasi & Supervisi Diksar galerysabar.com 5.

kemandirian. ketrampilan. kritis. dan kreatif o menumbuhkan sikap toleran. kreatif inovatif. serta o berkomunikasi melalui berbagai media o menyenangi dan menghargai seni o menjalankan pola hidup bersih. kritis. dan pengetahuan yang kuat dan memadai untuk mengemangkan potensi dirinya secara optimal sehingga memiliki ketahanan dan keberhasilan dalam pendidikan lanjutan atau dalam kehidupan yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman Dikmen: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter. memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memahami dan menjalankan hak serta kewajiban untuk berkarya dan o memanfaatkan lingkungan secara bertanggungjawab o berpikir secara logis. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) MISI o Diksar: o menanamkan dasar perilaku berbudi pekerti dan berakhlaq mulia o menumbuhkn dasar kemahiran membaca.6. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) VISI Diksar: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) KOMPETENSI o SMP/MTs: o meyakini. memecahkan masalah.blogspot. dan o kecakapan emosional o memberikan dasar ketrampilan hidup. dan sehat o berpartisipasi dlm kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga thd o bangsa dan tanah air o SMA/MA: o meyakini. galerysabar. galerysabar. dan etos o kerja o Dikmen: o memberikan kemampuan minimal bagi lulusan untuk melanjutkan o pendidikan dan hidup dalam masyarakat o menyiapkan sebagai besar warga negara menuju masyarakat o belajar pada masa yang akan datang o menyiapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang memahami o dan menginternalisasi perangkat gagasan dan nilai masyarakat o beradan dan cerdas. dan alam sekitar. kewirausahaan. kecakapan. memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memiliki dasar humaniora utk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan o menguasai pengetahuan dan ketrampilan akademik serta beretos belajar o untuk melanjutkan pendidikan o mengalihgunakan kemampuan akademik dan ketrampilan hidup di masyarakat o lokal dan global o Berekspresi dan menghargai seni . kecakapan. dan ketrampilan yang kuat untuk mengadakan hubungn timbal balik dengan lingkungan sosial.com 8.com 7. menulis. serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi . tanggungjawab.blogspot. bugar. dan berhitung o mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan o berpikir logis. budaya.

.blogspot.. Pend. Konstruktivisme. Jasmani 2 2 2 8. Pend.2 . Struktur Program Kurikulum SMA (IPA) 1 jam = 45 menit. Pemecahan Masalah.3 . pendekatan PAKEM.Kimia *) 3 3 4 5 4 5 14... Pend.3 3 3 3 9.Kimia 3 3 . Pend..2 .. dan keg. Geografi *) . 34 mgu/smt galerysabar.3 .TIK/Ketrampilan .Sosiologi (termasuk Antrpologi) *) 2 2 4 4 4 4 12.Fisika 3 3 . Inggris 4 4 4 7. Agama 2 2 2 2 2 2 2. Bhs & Sastra Indo..Ekonomi 2 2 .. 34 mgu/smt galerysabar. Bhs Asing Lain (Arb.... Multikecerdasan o Keg.Jpn. minm 30 jam/minggu. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8... Sains (Fis.13. 4 4 3 3 3 3 4.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1. dan bernegara secara demokratis..Sosiologi (termasuk Antropologi) 2 2 .blogspot. Bhs & Sastra Indo.15. Geografi . Kurikuler & pendekatan ¢ 5 atau 6 hari.o o o Menjaga kebersihan.. Pend. Sastra Indonesia *) . Inggris 4 4 4 4 4 4 5..com 9.Biologi *) 3 3 5 4 5 4 15. Matematika 4 4 4 4 4 4 6. Muatan Lokal (maks) 4 4 4 Jumlah (maks) 37 7 37 10... Budi Pekerti ¢ bukan MP tetapi program pendidikan o Akselerasi Belajar ¢ dilakukan a. Matematika *) 4 4 5 5 5 5 6. Inggris 4 4 4 4 4 4 5. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 3.. Sejarah *) 3 . *) 4 4 4 4 4 4 4.Bio..Mand) *) . Struktur Program Kurikulum SMA (Bahasa) galerysabar. Kesenian 2 2 3 3 2 2 7.15..3 3 3 3 9. Struktur Program Kurikulum SMP 1 jam pel = 45 menit galerysabar. Pengetahuan Sosial (Ekon. Matematika 4 4 2 2 2 2 6.. 4 4 3 3 3 3 4. minm 30 jam/minggu.3. Kewarganegaraan *) 2 2 2 2 2 2 3.l.10. sekolah o Pend.Fisika *) 3 3 5 5 5 5 13. dan kebugaran jasmani Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dlm kehidupan bermasyarakat.Biologi 3 3 ..Biologi 3 3 . TIK/Ketrampilan *) . Tinggi o Penyusunan Silabus (dpt dilakukan oleh sekolah) o Keg. Inggris *) 4 4 6 6 6 6 5..com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1. Berpikir Reflektif..14. lain o Tenaga Guru ¢ Guru MP yang bersertifikasi secara periodik o Sumber & Sarana Belajar ¢ Buku Terbitan pemerintah/swasta o Bahasa pengantar ¢ dpt menggunakan selain bahasa Indonesia o Nilai-nilai Pancasila ¢ dilakukan melalui berbagai keg. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8. Bhs & Sastra Indo.Geografi fisik) 6 6 6 5. Geogsos) 3 3 3 6.Ekonomi ) 2 2.. Kesenian 2 2 2 9. o Belajar Tuntas. 6 6 6 3. Bhs. Kesenian 2 2 2 2 . Sejarah 3 .3 3 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 13.13.. Ketrampilan/TIK 2 2 2 10. o Pendukung Pelaksanaan Kuikulum o Kalender Pendidikan ¢ hari efektif = 200-240 hari o Diversifikasi Kurikulum ¢ Kelompok Normal.7. Geografi .Jer.2 9. Bhs.Perncis. Pend... Bhs. Perbaikan. Pend...3 2 2 2 2 10. Sejarah 3 .Sosiologi (termasuk Antrpologi) 2 2 .7..blogspot. galerysabar. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8.TIK/Ketrampilan Jumlah 36 36 36 36 34 32 11.12. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 .Fisika 3 3 .blogspot. Bhs. berbangsa.Kimia 3 3 ..blogspot. Ekstra Kurikuler ¢ Pengayaan.. Pend. kesehatan. Struktur Program Kurikulum SMA (IPS) 1 jam = 45 menit.14.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls VII Kls VIII Kls IX 1..11.4 4 4 4 16.Ekonomi *) 2 2 5 5 5 5 11. Kesenian 2 2 2 2 .com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1.11. Matematika 6 6 6 4.Kim.12. Bhs Indo.2 10.. Agama 2 2 2 2. melalui modul atau lembar kerja . Agama 2 2 2 2 2 2 2. Agama 2 2 2 2 2 2 2...5 5 5 4 17.2 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 12. Sedang.

o o Remidial & Pengayaan BK Pendidikan oleh Guru BP galerysabar.com .blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful