P. 1
tugas sulaiman

tugas sulaiman

|Views: 1,018|Likes:
Published by Sukron Abdilah

More info:

Published by: Sukron Abdilah on Jan 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

pdf

text

original

Pendahuluan Sejak zaman penjajahan, bangsa Indonesia telah memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Namun pelaksanaannya masih diwarnai oleh kepentingan politik kaum penjajah, sehingga tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan mereka. Setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, bangsa Indonesiapun menunjukan kepeduliannya terhadap pendidikan. Hal itu terbukti dengan menempatkan usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan nasional bangsa Indonesia. Sebagaimana tertulis dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi : Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban duniayang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan negara republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (BP 7 Pusat, 1990:1). Dengan demikian maka tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan bangsa Indonesia, yang sekarang ini tujuan pendidikan tersebut dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU sisdiknas) BAB II pasal 3 yang berbunyi sebagai berikut : Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Agar tujuan tersebut dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan suatu alat untuk mencapainya, yaitu ³segala sesuatu yang secara langsung membantu terlaksananya tujuan pendidikan´ (Barnadib, 1987:96). Sehubungan dengan alat pendidikan ini, Ahmad Supardi (1989:9), membagi alat pendidikan ke dalam dua bagian, yaitu : 1. Alat pisik, berupa segala perlengkapan pendidikan yang berupa sarana dan fasilitas dalam bentuk konkrit, seperti bangunan, alat tulis dan baca dan lain sebagainya. 2. Alat non pisik, berupa kurikulum, pendekatan, metode dan tindakan berupa hadiah dan hukuman serta uswatun hasanah atau contoh teladan yang baik dari pendidik. Berdasarkan pembagian alat pendidikan yang dikemukakan Ahmad Supardi di atas, jelaslah bahwa salah satu dari alat pendidikan diantaranya adalah kurikulum.

Sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, kurikulum harus mencerminkan kepada falsafah sebagai pandangan hidup suatu bangsa, karena ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan bangsa itu kelak, banyak ditentukan dan tergambarkan dalam kurikulum pendidikan bangsa tersebut. Sering terjadi jika suatu negara mengalami perubahan pemerintahan, politik pemerintahan itu mempengaruhi pula bidang pendidikan yang sering mengakibatkan terjadinya perubahan kurikulum tang berlaku. Sebagai contoh sebelum Indonesia merdeka setidaknya telah terjadi dua kali perubahan kurikulum, yang pertama ketika di jajah belanda kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya. Kedua ketika dijajah Jepang kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya yang bersemangatkan kemiliteran dan kebangunan Asia Timur Raya. Kemudia setelah Indonesia merdeka pra orde baru terjadi pula dua kali perubahan kurikulum, yang pertama dilakukan dengan dikeluarkannya retjcana pelajaran tahun 1947 yang menggantikan seluruh sistem pendidikan kolonial, kemudian pada tahun 1952 kurikulum ini mengalami penyempurnaan dan dan diberinana rentjana Pelajaran terurai 1952.Perubahan kedua terjadi dengan dikeluarkannya rentjana pendidikan tahun 1964, perubahan tersebut terjadi karena merasa perlunya peningkatan dan pengejaran segala ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu alam dan matematika. Saat orde baru terlahirpun kurikulum mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan pertama terjadi dengan dikeluarkannya kurikulum 1968 yang didasari oleh adanya tuntutan untuk mengadakan perubahan secara radikal pemerintahan orde lama dalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Perubahan kedua terjadi dengan diterbitkannya kurikulum tahun 1975 (disempurnakan dengan kurikulum 1976 dan 1977). Perubahan ketiga terjadi dengan diberlakuannya kurikulum tahun 1984. Dan Perubahan keempat terjadi Ketika di negara kita diberlakukan Undang-undang Sistem pendidikan Nasional (UUSPN) pada tahun 1989 beserta seperangkat peraturan pemerintah yang mengatur lebih lanjut pelaksanaan UUSPN tersebut, menyebabkan perlunya pembuatan atau penyusunan kurikulum yang sesuai dengan rumusan pasal-pasal yang tercantum dalam UUSPN dan peraturan pemerintahnya. Maka pada Tahun 1994 di negara kita diberlakukan kurikulum baru sesuai dengan keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. Perubahan dan perbaikan kurikulum itu wajar terjadi dan memang harus terjadi, karena kurikulum yang disajikan harus senantiasa sesuai dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Subandijah (1993:3), bahwa : Apabila kurikulum itu dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka kurikulum dalam kedudukannya harus memiliki sipat anticipatori, bukan hanya sebagai reportorial. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus dapat meramalkan kejadian di masa yang akan datang, tidak hanya melaporkan keberhasilan peserta didik. Sifat kurikulum yang harus senantiasa adaptif dan antisipatif ini sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

Artinya : ³Didiklah anak-ankmu itu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk mengisi masa yang bukan masamu´ Seiring dengan terjadinya perubahan politik dan bergantinya rezim orde baru dan terjadinya amandemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 menyebabkan eksistensi Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) dirasakan tidak lagi memadai dan tidak lagi sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut dipandang perlu menyempurnakan UUSPN tersebut, dan pada tahun 2003 dengan persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian lebih dikenal dengan UU SISDIKNAS. Sesuai dengan tuntututan UU SISDIKNAS pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyebabkan kurikulum yang berlaku di sekolah adalah kurikulum yang sesuai dengan standar nasional pendidikan. Agar kurikulum yang digunakan di sekolah sesuai dengan standar nasional pendidikan maka Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengeluarkan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi yang di dalamnya memuat tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan, standar kompetensi dan kompetensi dasar. Untuk sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Agama tidak ketinggalan Menteri Agamapun mengeluarkan Peraturan Menteri Agama No. 2 Tahun 2008 tentang standar kompetensi lulusan dan standar isi Pendidikan Agama Islam dan Bhasa Arab di Madrasah. Arah Baru Kurikulum Pendidikan Nasional Lahirnya UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 boleh dikatakan sebagai awal lahirnya arah baru pendidikan Indonesia dimana kurikulum yang dibuat mengarah kepada pencapaian kompetensi siswa baik kompetensi Kognitif, Afektif, maupun Psikomotor. Berikut ini pasal-pasal yang terdapat dalam UU SISDIKNAS yang terkait secara langsung dengan kurikulum. Dalam UU SISDIKNAS terdapat 4 pasal dan 10 ayat yang berbicara tentang kurikulum, yaitu : Pasal 1 ayat 19 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, da bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraankegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsipdiversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

(3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: 1. Peningkatan Iman Dan Takwa; 2. Peningkatan Akhlak Mulia; 3. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Dan Minat Peserta Didik; 4. Keragaman Potensi Daerah Dan Lingkungan; 5. Tuntutan Pembangunan Daerah Dan Nasional; 6. Tuntutan Dunia Kerja; 7. Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni; 8. Agama; 9. Dinamika Perkembangan Global; Dan 10. Persatuan Nasional Dan Nilai-Nilai Kebangsaan. Pasal 37 ayat 1 dan 2 (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: 1. Pendidikan Agama; 2. Pendidikan Kewarganegaraan; 3. Bahasa; 4. Matematika; 5. Ilmu Pengetahuan Alam; 6. Ilmu Pengetahuan Sosial; 7. Seni Dan Budaya; 8. Pendidikan Jasmani Dan Olahraga; 9. Keterampilan/Kejuruan; Dan 10. Muatan Lokal. (2) Kurikulum Pendidikan Tinggi Wajib Memuat: 1. pendidikan agama; 2. pendidikan kewarganegaraan; dan 3. bahasa. Pasal 38 ayat 1, 2, 3, dan 4 (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.

dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Depdiknas. penilaian. yaitu: (1) pemilihan kompetensi yang sesuai. Sumber belajar bukan hanya guru. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. .(Depdiknas. (2) spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi.(3) Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. dan proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. kegiatan belajar mengajar. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. 4. (4) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. materi pelajaran. (3) pengembangan sistem pembelajaran. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. 5. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. 3. Tahun 2004). seperti penyempurnaan kurikulum. Kurikulum Berbasis Kompetensi Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan. disikapi. 2. Tahun 2004).

23/2006 ± Standar Kompetensi Lulusan 2. Mengingat Kurikulum 2004 ini masih dalam taraf ujicoba yang lebih luas sejak tahun pembelajaran 2004/2005 dan belum semua sekolah sudah menerapkan secara utuh Kurikulum 2004. 20/1999 ± Pemerintah-an Daerah y UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian diganti dengan UU No. Jika saja mereka sudah melakukan pembandingan secara mendalam kedua kurikulum tersebut. Namun apa daya. Saya menduga mereka hanya ³mengulang-ulang´ pernyataan dari BSNP. Hal ini adalah ironis. atau gejolak yang meresahkan masyarakat dan dunia pendidikan. aparat Pusat Kurikulum. secara signifikan. 20/2003 y PP No. apakah penyataan mereka itu dimaksudkan untuk ³menghibur guru´ agar tidak resah menghadapi perubahan kurikulum ini. Saya tidak tahu. Memang harus diakui dalam beberapa hal ada kesamaan atau kemiripan antara keduanya. niscaya mereka akan mengatakan bahwa Kurikulum 2004 dengan Kurikulum 2006 berbeda secara nyata. 22 tentang . karena menunjukkan pemahaman yang sangat dangkal mereka terhadap Kurikulum 2006 tersebut. 24 Tahun 2006 tanggal 2 Juni 2006. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No. 19/2005 ± SPN Permendiknas No. Nanang Rijono. 20/2003 ± Sisdiknas PP No. Sehingga muncullah statement yang ³menghibur´ tersebut. Berikut ini kami sajikan perbedaan dan persamaan antara Kurikulum 2004 dan Kurikulum 2006 (perhatikal tebel) : Perbandingan KBK 2004 dan 2006 ASPEK 1. Kurikulum 2006. dalam situs pribadinya menatakan bahwa banyak kalangan. Pejabat Depdiknas yang bermaksud meredam agar Kurikulum 2006 tidak mendapat tentangan dari ujung tombak pendidikan : guru dan sekolah. termasuk aparat Depdiknas dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat statement bahwa Kurikulum 2004 (atau KBK) tidak terlalu jauh berbeda dengan Kurikulum 2006 yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan baru ditetapkan pemberlakuannya oleh Mendiknas melalui Peraturan Mendiknas No. Implementasi / y Bukan dengan Keputusan/ Peraturan Mendiknas RI Keputusan Dirjen y Peraturan Mendiknas RI No. yaitu KBK tahun 2004 yang tidak pernah disyahkan menteri pendidikan Nasional walaupun telah menelan biaya milyaran rupiah dan KBK tahun 2006 yang selanjutnya lebih dikenal dengan KTSP.Setidaknya ada dua versi Kurikulum Berbasis Kompetensi yang pernah ada di Indonesia setelah lahirnya UU SISDIKNAS no 20 tahun 2003. Landasan Hukum KURIKULUM 2004 y Tap MPR/GBHN Tahun 1999-2004 y UU No. 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan y y y y y KURIKULUM 2006 UU No. 22/2006 ± Standar Isi Permendiknas No. kini sudah dimunculkan kurikulum baru.

ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 Dikdasmen No. Komponen lain dikembangkan oleh guru Penambahan mata pelajaran untuk Mulok dan Pengem-bangan diri untuk semua jenjang sekolah Ada pengurangan mata pelajaran (Misal TIK di SD) Ada perubahan nama mata pelajaran KN dan IPS di SD dipisah lagi Ada perubahan jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran 7. Daerah/Sekolah hanya melaksanakan Kurikulum disusun rinci oleh Tim Pusat (Ditjen Dikmenum/ Dikmenjur dan Puskur) Berbasis Kompetensi Terdiri atas : SK.399a/C. profesional dan kompetitif Cenderung Sentralisme Pendidikan : Kurikulum disusun oleh Tim Pusat secara rinci. y Keputusan Direktur Dikme-num No. MP dan Indikator Pencapaian Berubahan relatif banyak dibandingkan kurikulum sebelumnya (1994 suplemen 1999) Ada perubahan nama mata pelajaran Ada penambahan mata pelajaran (TIK) atau penggabungan mata pelajaran (KN dan PS di SD) y Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. dan No. kompeten. 766a/C4/MN/2003 Tahun 2003. Daerah dan Sekolah dapat mengembangkan lebih lanjut. Struktur y y y y y y y y .C2/Kep/DS/2 004 Tahun 2004. 23 tentang SKL 3. kompeten. y KURIKULUM 2006 SI dan No. 5. KD. profesional dan kompetitif 4. Ideologi Pendidikan yang Dianut Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. Sifat (1) y y Cenderung Desentralisme Pendidikan : Kerangka Dasar Kurikulum disusun oleh Tim Pusat. Pendekatan y y y y Berbasis Kompetensi Hanya terdiri atas : SK dan KD. Sifat (2) y y Kurikulum merupakan kerangka dasar oleh Tim BSNP 6. 1247a/ C4/MN/2003 Tahun 2003.

Prinsip 1. kebutuhan. Logika.ASPEK 8. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. dan seni 4. Pengembangan Kecakapan Hidup 7. Budi Pekerti Luhur. Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan Tidak terdapat pelaksanaan kurikulum prinsip 1. Didasarkan pada potensi. Keseimbangan Etika. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah 11. perkembangan. Pengembangan Kurikulum lebih y lanjut Hanya sekolah yang mampu dan memenuhi syarat dapat mengembangkan Kurikulum Guru membuat silabus atas dasar Kurikulum Nasional dan RP/Skenario Pembelajaran 10. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Silabus merupakan bagian tidak terpisahkan dari KTSP Guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 9. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya 2. perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai . Penguatan Integritas Nasional 3. Berpusat pada Anak 9. Belajar Sepanjang Hayat 8. teknologi. Estetika. Kesamaan Memperoleh Kesempatan 5. Belajar sepanjang hayat 7. dan Nilai-nilai Budaya 2. Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. Keimanan. Berpusat pada potensi. Beragam dan terpadu 3. Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi 6. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. dan Kinestetika 4. Beban Belajar KURIKULUM 2004 Jumlah Jam/minggu : SD/MI = 26-32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/SMK = 3839/minggu y Lama belajar per 1 JP: y SD = 35 menit y SMP = 40 menit y SMA/MA = 45 menit y y y y y y y y y y y y y y y y y KURIKULUM 2006 Jumlah Jam/minggu : SD/MI 1-3 = 27/minggu SD/MI 4-6 = 32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/MA= 38-39/minggu Lama belajar per 1 JP: SD/MI = 35 menit SMP/MTs = 40 menit SMA/MA = 45 menit Semua sekolah /satuan pendidikan wajib membuat KTSP.

belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. dengan prinsip tut wuri handayani. sumber belajar dan teknologi yang memadai. dan kondisinya dengan memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan. pengayaan.ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 kompetensi yang berguna bagi dirinya. belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain. Dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling meneri-ma dan menghargai. dan/atau percepatan sesuai dengan potensi. keindividuan. melalui proses pembela-jaran yang efektif. kesosialan. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri. dan hangat. 1. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. dan moral. dan meman-faatkan lingkungan sekitar sebagai . terbuka. kreatif & menyenangkan. ing ngarsa sung tulada 2. Menegakkan lima pilar belajar: 1. y y y y y belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. Memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan perbaik-an. 2. tahap perkembangan. akrab. ing madia mangun karsa. belajar untuk memahami dan menghayati. aktif.

Tahap Pelaksanaan 11. 4. Ekstrakurikuler Remedial. Bimbingan & Konseling 6. 12. Sumber dan Sarana Belajar 10. untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut : No 1 2 3 Standar Kompetensi Mengamalkan ajaran AL Qur¶an /Hadits dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan aqidah Islam dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan akhlakul karimah (akhlaq mulia) dan menghindari akhlaq tercela dalam kehidupan sehari . pengayaan. Tenaga Kependidikan 9. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.ASPEK KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 sumber belajar. Dalam KBK tahun 2004 untuk mata pelajaran PAI (kita ambil contoh di jenjang SMP). Budi Pekerti 8. akselerasi 5. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Bahasa Pengantar Tidak terdapat pedoman pelaksanaan Intrakurikuler kurikulum seperti pada Kurikulum 2004. Pengembangan Silabus 12. keterkaitan. 4. 3. 2. Mendayagunakan kondisi alam. Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam KBK Ketika kita berbicara Kurikulum berbasis Kompetensi maka pembahasan utama yang harus kita lakukan adalah tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus ditempuh oleh seorang peserta didik. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. Diselenggarakan dalam keseimbangan. Standar Kompetensi yang disajikan sangat sederhana tapi cukup mendalam dan mencerminkan standar kompetensi pendidikan Islam yang menyeluruh. 3. Nilai-nilai Pancasila 7. Pengelolaan Kurikulum 1.

mengartikan. Sementar dalam KBK tahun 2006 (KTSP).3. Siswa mampu membaca.3 Menerapkan bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah dalam bacaan surat-surat Al-Qur¶an dengan benar 2. Semester I Standar Kompetensi Al-Qur¶an Kompetensi Dasar 1. dan untuk kelas IX terdapat 13 SK. Menerapkan Hukum bacaan ´Al´ 1. Sebagai contoh untuk standar kompetensi dasar yang pertama di kelas VII diurai ke dalam lima kompetensi Dasar yaitu : 1. mengartikan dan menyalin surat Al Adiyat 1.2 Menyebutkan arti ayat-ayat Al- . Siswa mampu mempraktikan hukum bacaan Nun mati dan Tanwin dan mim mati 1. Kelima Standar Kompetensi di atas berlaku untuk semua tingkat dari kelas VII s. untuk kelas VIII terdapat 15 SK.d Kelas IX dan masing-masing dari kelima standar kompetensi tersebut diuraikan lagi menjadi beberapa kompetensi dasar yang memiliki cakupan materi yang cukup dalam dan luas. jawabannya adalah karena Standar Kompetensi yang disajikan dalam KBK 2006 adalah Kompetensi dasar dalam KBK 2004.1. Siswa mampu membaca.4. Siswa mampu menerapkan hukum bacaan Alif lam syamsiyah dan Alif lam qamariyah 1.5. setandar kompetensi yang disajikan untuk mata pelajaran pendidikan Agama Islam sangat banyak tapi bobotnya amat dangkal. Meningkatkan keimanan kepada 2. Siswa mampu membaca.1 Menjelaskan hukum bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah 1. mengartikan dan menyalin surat adduha 1. dan menyalin hadits tentang Rukun Islam.4 5 Menerapkan syariah (hukum Islam) dalam kehidupan sehari-hari) Mengambil Manfaat dari Sejarah Perkembangan (peradaban) Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai Contoh Perhatikan Tabel berikut ini : Kelas VII. untuk kelas VII terdapat 14 SK.2. Ada satu pertanyaan yang mungkin mengganjal di hati kita mengapa Standar Kompetensi dalam KBK 2006 ini dangkal.1 Membaca ayat-ayat Al-Qur¶an yang Aqidah berkaitan dengan sifat-sifat Allah 1.2 Membedakan hukum bacaan bacaan Syamsiyah dan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah ´Al´Qomariyah 1.

1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan mandi wajib Fiqih 1.1 Menjelaskan pengertian shalat shalat jamaah dan jama¶ah dan munfarid munfarid (sendiri) 7. ta¶at.1 Muhammad SAW Islam 1. Memahami sejarah 8.4 Menampilkan perilaku sebagai cermin keyakinan akan sifat-sifat Allah SWT Asmaul 3.2 Menampilkan contoh-contoh terpuji perilaku tawadhu.2 Mengamalkan isi kandungan 10 Asmaul Husna 4. Membiasakan perilaku 4.3 Membiasakan perilaku tawadhu. ta¶at. Memahami tatacara 7.Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Allah SWT melalui Qur¶an yang berkaitan dengan sifat-sifat pemahaman sifat. Memahami shalat tatacara 6.1 Menyebutkan arti ayat-ayat AlQur¶an yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna 3.Allah SWT sifatNya 2. ta¶at.2 Menjelaskan perbedaan hadas dan (bersuci) najis 1.2 Memperaktikkan shalat wajib 1.2 Memperaktikkan shalat jama¶ah dan shalat munfarid Menjelaskan sejarah Nabi Tarikh dan kebudayaan 8.2 Menjelaskan misi nabi Muhammad Nabi Muhammad untuk semua manusia dan bangsa . qana¶ah dan sabar 5.1 Menjelaskan pengertian tawadhu. qana¶ah dan sabar 1. Memahami Husna Akhlak 1.1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan shalat wajib 6. qana¶ah dan sabar 4.3 Menunjukkan tanda-tanda adanya Allah SWT 2. Memahami ketentuan ± ketentuan thaharah 5.

Ramayulis. Padahal ketiga KD di atas dapat disajikan satu kali pertemuan (2 jam pelajaran). berarti dari ketiga KD itu harus dibuat satu RPP dan satu RPP disajikan dalam satu kali pertemuan atau lebih. BP7 Pusat. Jakarta. Ahmad Supardi. Penutup Demikianlah pembahasan tentang Analisis Kebijakan Pendidikan Islam bidang kurikulum yang sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan ini. 2008 13. 2008 11. 2009 12. Jakarta 1993 6. Undang-Undang Dasar. Jakarta. Abdurrahman Shaleh. Sutari Imam Barnadib. 1990 5. DR. Ilmu Pendidikan Islam. Peraturan Menteri Agama No. Drs. Ahmad Sadali dkk. 2003 9. Depag. CV Kuningan Mas. GBHN. Ilmu Pendidikan Isl. Peraturan Pemerintah no 19 Tahun 2005. Prof. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Wina Sanjaya. Jakarta. Depdiknas.Standar Kompetensi SAW Kompetensi Dasar Dari kedua contoh perbandingan kurikulum di atas jelaslah bahwa ternyata ke dalaman standar kompetensi dan kompetensi dasar yang hendak dicapai oleh KBK 2004 jauh lebih menyeluruh dibanding dengan KBK 2006. Wallahu µalam Daftar Bacaan 1. 2. IAIN Sunan Gunung Djati. Coba perhatikan SK yang pertama terdapt tiga KD. 2004 8. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. 2 Tahun 2008.wordpress. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta.com/2008/02/28/kurikulum-2004-kbk-kurikulum-2006-ktspmemang-berbeda-secara-signifikan/ 14. Depdiknas. H. FIP IKIP. Depag. P4. http://rijono. Jakarta. 2005 10. Kalam Mulia. Kencana. Penyelenggaraan Madrasah. Jakarta. Jakarta. H. Untuk menyempurnakan makalah ini kami berharap kritik dan saran yang membangun dari semua peserta diskusi sore hari ini. Depdiknas. Dr. Kurikulum 2004 SMP Mata Pelajaran PAI. Raja Gravindo Persada. Darma Bakti. Islam untuk disiplin Ilmu Pendidikan. Jakarta 1984.com/2007/05/16/bagaimanakah-perjalanan-kurikulum-nasionalpada-pendidikan-dasar-dan-menengah/ . belum lagi kesulitan yang akan dirasakan guru saat menyusun RPP dimana ketentuan pembuatan RPP adalah satu KD satu RPP. http://rbaryans. 1989 3. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Yogyakarta. Depdiknas. Subandijah. 1987 7.wordpress. Bandung 1988 4.am . Jakarta.

dan seni Silakan pilih menu yang tersedia 5.1. teknologi .Dr.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional o PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan o Permendiknas No. o Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No.Presentation Transcript 1. PENGERTIAN o Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.Catatan : Makalah diatas telah disajikan dalam diskusi kelas Mata Kuliah Analisis Kebijakan Pendidikan Islam dengan Dosen Pengampu Prof. 2. 22 dan 23/2006 3. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP . kecerdasan . LANDASAN o UU No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan o Permendiknas No. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. 4. o o o o o o Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia PANDUAN RPP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL 6. PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ( KTSP) 2. PEDOMAN PENYUSUNAN KTSP . 22/2006 tentang Standar Isi o Permendiknas No. Acuan Operasional Penyusunan KTSP o Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia o Peningkatan potensi . dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik o Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Tuntutan dunia kerja o Perkembangan ilmu pengetahuan . 1. 24/2006 dan No. Abudin Nata pada tanggal 13 Januari 2009.

dan keragaman karakteristik lingkungan. 2. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 8. teknologi. spritual. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.7. 2. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah.5 T untutan dunia kerja ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 11. o Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. 2. tantangan.2 Peningkatan potensi. minat. kebutuhan.6 Perkembangan ilmu pengetahuan. kecerdasan intelektual.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 9. teknologi. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah . kecerdasan. dan seni ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 12. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. o Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. o Daerah memiliki keragaman potensi. 2. o Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. dan seni. emosional. o Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. 2.4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 10. o Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja.

Komponen KTSP o Tujuan Pendidikan Sekolah o Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran.9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 15. dan ciri khas satuan pendidikan. o Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 16. o Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Kenaikan Kelas dan kelulusan.11 Kesetaraan Jender ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 17. misi. Beban Belajar.7 Agama PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 13.8 Dinamika perkembangan global ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 14. 2. Ketuntasan Belajar.12 Karakteristik Satuan Pendidikan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 18. Pendidikan Kecakapan Hidup. o Kalender Pendidikan o Silabus dan RPP . Penjurusan. 3. kondisi. 2. o Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. o Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Pengembangan Diri. tujuan. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). 2.ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. o Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Muatan lokal. 2.

24. o TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH o suasana sekolah sebagai lembaga/organisasi pembelajaran seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. MISI. o TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN o suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. o Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. PENDAHULUAN o Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) o Tujuan Pengembangan KTSP o Prinsip Pengembangan KTSP o SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH Bab II. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Struktur dan Muatan o Kurikulum o BAB IV. 21. 23. ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) KTSP DOKUMEN 1 o BAB I . 26. . Kalender Pendidikan KTSP DOKUMEN II o A. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. dan kelulusan  Penjurusan  Pendidikan kecakapan Hidup  Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global  Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus 1. BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP o Meliputi Sub Komponen:  Mata pelajaran  Muatan lokal  Kegiatan Pengembangan diri  Pengaturan beban belajar  Ketuntasan Belajar  Kenaikan Kelas.19. keterampilan. Pendahuluan o BAB II . 25. Mata Pelajaran o o o 20. TUJUAN o Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) o Visi Sekolah o Misi Sekolah o Tujuan Sekolah BAGAIMANA MENYUSUN VISI. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN o TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA o apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. 27. Tujuan Pendidikan o BAB III. Mapel Tambahan) 22. o KTSP o (Dokumen 1) Bab I.

o Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. Kewirausahaan dll. (kehidupan pribadi. dll. minat peserta didik. dan kondisi sekolah. 31. bakat. Baso dll. sosial.Berisi S truktur Kurikulum Tingkat Sekolah yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. Contoh:  Bidang Budidaya : Tanaman Hias. Tanaman Obat. 3. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. o Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: o .  Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. o Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. o Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. Kerupuk. akuntansi komputer. kemampuan. Sayur.Bimbingan konseling . 2. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb:  Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. 32.  Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. o . Ikan Asin. o Sekolah harus menyusun SK. o Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Muatan Lokal o Berisi tentang: Jenis.  Substansi yang akan dikembangkan. o Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah o Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. 30. Berkomunkasi sebagai Guide. o Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam o struktur kurikulum. 29.  Bidang TIK dan lain-lain : Web Desain. termasuk keunggulan daerah.  Bidang Pengolahan : Pembuatan Abon. Kegiatan Pengembangan Diri o Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. o Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: o mengatur alokasi waktu pembelajaran tatap muka seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ o Bahasa asing lain). materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. 28. 33. o Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka).

Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). rutin.Ekstra kurikuler . KD dan silabus. 37. o Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. dll. o o o . Kompetetitif.masing pembimbing dan sekolah. Ketuntasan Belajar o Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:  Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 100 %. yang difokuskan pada Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri . Pengembangan kreativitas. diserahkan kepada masing.  Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. Pengaturan Beban Belajar o Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. o Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: o 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka. spontan dan keteladanan. Keolahragaan. Dilaksanakan secara terprogram. Kerjasama. KIR. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi). disiplin dan ketaatan mengikuti SPO. konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. Kepemimpinan. o Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 jam pembelajaran per minggu . 39. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. sebanyak 050% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. dan atau . kepribadian siswa.o o kesulitan belajar. o Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. 35. kerjasama. sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum. mencakup penilaian: sikap kompetitif. dll. mencakup penilaian: Sikap Sportif. tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. o Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah. 4. 38. 5. kompleksitas dan SDM. o Keg. 34. karir ). Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) . seperti: Kepramukaan. o Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. Contoh Penilaian Pengembangan Diri: o Keg. o Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu o Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. 36.

atau menjadi mapel Mulok. tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal . IV Kalender Pendidikan 45. o Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. 43.  Untuk kecakapan vokasional. o Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:  Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. 41. Budaya. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global o Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. 42. o Pembelajaran mata pelajaran keterampilan dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. o Substansi kecakapan hidup meliputi:  Kecakapan personal. Pembinaan terkait  Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. o Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. 40. o Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. 6. Bahasa. 8. o Pengembangan SK. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. o Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. 44. Kenaikan Kelas dan Kelulusan o Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. akademik dan atau vokasional. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. Pendidikan Kecakapan Hidup o Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. RPP dan bahan ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. TIK. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah . o KTSP . maka sekolah dapat mengembangkan SK. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. silabus. sosial. dan lain-lain.  BAB. 7. o Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs. o Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah.KD. antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. Ekologi.

kan 48. V dan VI) SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) 47. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1). Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. 1. 49. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).o DOKUMEN II 46. Panduan KTSP o Pembentukan Tim o Penyusunan Draft o Revisi dan Finalisasi o o o Naskah KTSP Diberlaku. o o Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. dan 2) sebagai berikut. review dan revisi. dikembangkan. SD SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I. serta finalisasi. Selesai 2. Konsep Dasar KTSP Dalam Standar Nasonal Pendidikan (SNP Pasal 1. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. II dan III) SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ). SKL. . Pengertian KTSP KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun. ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Langkah yg lebih rinci dari masingmasing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. Mekanisme PENYUSUNAN KTSP o Analisis o Kekuatan/ kelemahan o Peluang/ tantangan o Dokumen Standar isi. KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undagn No.

yakni sekolah dan satuan pendidikan. dan peserta didik. dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan. dan berprestasi. Lembaga inilah yang menetapkan kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikna yang berlaku. serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah. megendalikan pemberdayaan berbagai potensi seklah dan lingkungan sekitar. sekolah memiliki ³full authority and responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. tuntunan. dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. menentukan prioritas. tenaga pendidikan. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat. komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD). efisisen. kepala sekolah. dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota. dan pemerataan pendidikan. potensi daerah. pejabat pendidikan daerah. yang otonomi luas pada setiap satuan pendidikan. dan tujuan tersebut. dan kebutuhan masing-masing. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. Dalam KTSP. kepala sekolah. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya. Pemberdayaan sekolah dan satauan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar. serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Badan ini merupkan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. produktif. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah. KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran. perwakilan orang tua peserta didik. di samping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntunan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas. Pada sistem KTSP. dan tokoh masyarakat. serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan.2. sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan. sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi. Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut: y y y KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. pengembangan kurikulm dilakukan oleh guru. Selanjutnya komite sekolah . sumber dana. menawarkan partisipasi langsung kelompokkelompok terkait. khususnya kurikulum. misi. potensi dan karakteristik daerah. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif.

terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagi berikut. dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap programprogram kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah. 2. Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk: 1. Landasan KTSP . Keterlibatan semua warga seklah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat. orangtua peserta didik. dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat menoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan lembaganya. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat. Oleh Karen itu. Memahami tujuan di atas. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemnadirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan seklah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya. 5. KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikn. dan pemerintah daerah setempat. Sekolah lebih mengetahui kekuatan. sehingga dia akan berupaya semaksimalkam mungkin unutk melaksanakna dan mencapai sasaran KTSP. khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. 4. Meningkatkan kompetesi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai. Tujuan KTSP Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah unutk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. kelemahan. mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 6. masyarakat. 7. serta lebih efesien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat sekitar. serta mengakomodasikannya dalam KTSP. misi. peluang. 2. 1. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. 3. dam masyarakat pada umumnya. 3.perlu menetapkan visi. Sekolah daapt bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah. KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan sewasa ini. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik.

 Kurikulum mempunyai seluruh kemampuan rencana yang di arahkan oleh bidang pendidikan kurikulum. 2. UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. 3. KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah. sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah. Kurikulum memiliki berbagai macam-macam tipe yaitu : o Kurikulum ideologi.  Kurikulum adalah suatu isi urutan unit mengatur sedemikian rupa sehingga pengaturan pembelajaran tiap unit terpenuhi sebagai tindakan tunggal. Kurikulum memiliki semua kemampuan anak-anak di dalam bimbingan guru.kurikulum di kenalkan sejak dini atau sejak masih kanak2 di dalam sebuah lembaga pendidikan. 2007) b. o Kurikulum formal. kemampuan peserta didik. Dan lain lain. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 2. (Bandung.   . E.Manfaatmanfaat kurikulum : Kurikulum meningkatkan kemampuan indivudu seseorang di dalam pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan. 4. 4. 5.1. Guru harus mandiri dan kreatif. Inti dari sebuah kurikulum ? Kekuatan di dalam kurikulum sangat penting bagi kelangsungan hidup seseorang. o Kurikulum operasional. 3. Kurikulum berisi suatu statemen tujuan yang di arahkan khusus.  Kurikulum direncakan semua pembelajaran di mana sekolah yang bertanggung jawab atas rencana pembelajaran tersebut. Remaja Rosdakarya. Sumber Buku: Mulyasa. unit tersebut menyajikan uraian yang di tetapkan. Kurikulum mempunyai rangkaian pengalaman dan usaha untuk menikmati kehidupan maksimum di dalam pembelajaran. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. o Kurikulum yang di rasa. 22 dan 23 Tahun 2006 Ciri-ciri KTSP 1.

Tipe-tipe kurikulum di atas adalah yang di gunakan di dalam lembaga pendidikan indonesia. penggolongan kemampuan dan pekerjaan yang mengikuti jalan kurikulum. Macam-macam kategori kurikulum tersembunyi yang dapat di ubah oleh pendidik adalah : variabel organisasi. persepsi. Kurikulum tersembunyi sangat bermanfaat bagi lembaga pendidikan di karenakan dapat menghasilkan perubahan di dalam nilai-nilai.di dalam variabel organisasi terdapat empat macam kelompok : perhatian kelompok pengajar. promosi dan kebijakan. Di dalam pengguna variabel sisten sosial yang terdapat di kurikulum tersembunyi berguna untuk mebangun kerjasama perorangan dan kelompok di dalam bidang pendidikan.o Kurikulum pengalaman. Kurikulum tersembunyi banyak di gunakan di dalam lembaga pendidikan luar negri. Komponen-komponen kurikulum adalah : Kebijakan kurikulum Dasar-dasar kurikulum Bidang pengajaran Program pengajaran Bahan-bahan pengajaran Unit pengajaran Dan pelajaran Kurikulum tersembunyi sering di sebut juga dengan kurikulum yang tidak di pelajari di dalam tipe-tipe maupun komponen-komponen kurikulum. dan perilaku siswa. Di dalam penggunaan variabel organisasi yang terdapat pada kurikulum tersembunyi adalah seluruh keputusan yang bagaimana guru atau pembimbing pendidikan dapat mengatur para murid atau anak didiknya. Di amerika serikat sendiri kurikulum tersembunyi di cerminkan ideologi kapitalis demokratis yang tidak dapat di acuhkan atau sangat penting di dalam ideologi demokrasi. Tipe-tipe kurikulum yang di gunakan lembaga luar negri : Kurikulum rekomendasi Kurikulum tertulis Kurikulum pendukung Kurikulum pengajaran Kurikulum penguji Kurikulum pembelajaran Kurikulum juga memiliki sebuah komponen-komponen yang sangat penting bagi bidang pendidikan. variabel sistem sosial dan variabel kultur [kebudayaan]. Dan dapat juga membentuk sikap-sikap positif dan prestasi para siswa ataupun para anak didik. Di dalam pengguna variabel kultur [kebudayaan] yang terdapat di kurikulum tersembunyi . Kurikulum tersembunyi juga memiliki aspek-aspek yang sangat penting kepada pembentukan sifat alami sekolah. Aspek-aspek kurikulum tersembunyi dapat di ubah oleh pendidik.

Peran kepemimpinan di (dalam) meninjau ulang hubungan antar[a] teori dan praktek akan merupakan suatu unsur rumit di masa akan datang. Di dalam kurikulum tersembunyi sendiri masih terdapat perdebatan-perdebatan kecil. Fungsi teori kurikulum sendiri sangat penting bagi konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah ataupun lembaga pendidikan. Teori kurikulum sendiri mempunyai banyak pengaruh di dalam bidang pendidikan. Di dalam konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah atau lembaga pendidikan itu mencakup kurikulum dan teori kurikulum. teori pengetahuan dan teori umum. Tidak semua teori kurikulum itu memberi pengarahan yang lembut di dalam praktek dunia pendidikan. Banyak yang memandang rendah ataupun remeh tentang teori kurikulum di dalam dunia pendidikan.mencakup dimensi sosial yang terkait dengan sistem kepercayaan.dan sangat berguna untuk menerangi. Didalam membentuk atau membuat teori kurikulum meliputi : teori dasar. Diantaranya penggunaan kurikulum tersembunyi tersebut masih dalam tahap pengenalan. Salah satunaya menyediakan suatu konsep yang sangat konseptual untuk meneliti proposal kurikulum. sukses atau kegagalan kurikulum berubah dan itu berdampak pada sekolah atau lembaga pendidikan. Di golongkan teori dasar di karenakan menyediakan penjelasan deskriptif dan unsur-unsur yang dapat di artikan sendiri. Teori umum adalah yang menjelaskan keseluruan sebuah teori kurikulum meskipun banyak yang menganggap itu suatu arti yang dangkal tetapi teori kurikulum tidak di pandang remeh di dalam susunan kurikulum. Banyak para ilmuan yang mencoba untuk membuang atau menghilangkan kurikulum teori tersebut. Ada juga yang mengusulkan penggunaan kurikulum tersembunyi di ajarkan dalam lembaga pendidikan di karenakan kurikulum tersembunyi tersebut dapat meningkatkan suatu prestasi bagi siswa atau anak didiknya. Banyak pendidik yang menemukan kesulitan di dalam penggunaan pendekatan teori di dalam membuat analisa bekesinambungan. teori. evaluasi dan revisi kurikulum yang beguna untuk memecahkan masalah tentang pengetahuan teknologi dan sosiologi. Teori dasar adalah langkah awal pembentukan suatu teori di dalam kurikulum itu sendiri. Faktor-faktor pokok di dalam variabel kultur memainkan suatu peranan penting dihubungkan dengan peningkatan prestasi atau peningkatan sikap para pengajar maupun siswa atau anak didik. Teori pengetahuan adalah teori yang sudah melalui tahap uji. memperjelas praktek kurikulum dan sangat berpengaruh pada perubahan kurikulum itu sendiri. Area tinjauan ulang untuk para pemimpin kurikulum masa depan [perlu] meliputi yang berikut: Pengembangan kurikulum [yang] historis belajar . nilai-nilai. dan maksud atau arti. meramalkan dan mengendalikan. Kurikulum teori sendiri sangat berkaitan dengan suatu konsep bidang pendidikan yang sangat sistematis dan memperjelas tentang gejalagejala perspektif kurikulum itu sendiri. tetapi para ilmuan tidak dapat melepas egunaan kurikulum teori tersebut di karenakan teori kurikulum tidak dapat lepas dari suatu susunan kurikulum itu sendiri.

susunan struktur yang tidak dapat lepas meliputi : Struktur orientasi teori. Didalam menyusun suatu teori kurikulum ada suatu struktur yang tidak dapat lepas dari susunan pembentukan suatu kurikulum. Didalam struktur orientasi teori memiliki hubungan timbal balik di dalam suatu kurikulum dan tidak dapat di hilangkan maupun di ubah. pemeriksaan filosofis. Pembentukan isi orientasi teori sangat berhubungan erat kepada golongan-golongan atau pandangan-pandangan isi kurikulum tersebut. Struktur orientasi teori juga bertujuan untuk menjelaskan fungsi-fungsi kegunaan kurikulum.maksud dari pengambilalihan kurikulum di bidang nilai orientasi teori bertujuan untuk membuat peka kepada para pendidik tentang apa nilai-nilai pendidikan. Nilai-nilai orientasi teori memiliki metodologi pemeriksaan seperti : psikoanalisa. dan sebagai rasilnalisme akademis.Teori Arus dan praktek bidang Dimensi mikro dan makro di (dalam) kurikulum Etos dan pertimbangan budaya Proses kurikulum berubah Dampak teknologi kurikulum Model dan proses disain intervi Model dan proses mengembangkan belajar strategi Identifikasi Dan Implementasi [dari. analisa sejarah. . pemusatan di masyarakat. Proses orientasi teori bertujuan menguraikan kurikulum yang di kembangkan atau bagaimana merekomendasikan sebuah kurikulum teori secara alami. sebagai perwujudan diri. para pemimpin bidang pendidikan [siapa] yang memahami proses tinjauan ulang kurikulum [itu] adalah untuk yang mendukung perubahan.di dalam nilai orientasi terori itu sendiri mempunyai tujuan memberi kebebasan di setiap para siswa atau para anak didik untuk membentuk jati diri nya sendiri. isi orientasi teori.ttg] sesuai mengajar metoda Model Dan Teknik penilaian dan proses evaluasi Kebutuhan Pengembangan staff Aplikasi produk dan disain kurikulum [yang] praktis per siswa untuk bekerja program Kepemimpinan tanggung-jawab dan peran administratif ketika memerlukan untuk mencari tantangan yang baru untuk menyusun kurikulum. Isi kurikulum itu sendiri memiliki suatu golongan-golongan atau pandangan-pandangan sendiri yang memacu pada pemusatan di anak. dan proses orientasi teori. Penggolongan teori kurikulum yang di kemukakan oleh Eisner : Sebagai teknologi. Nilai orientasi teori bertujuan menilai dan pengambil-alihkan kurikulum. nilai orientasi teori. Isi orientasi teori bertujuan menentukan isi kurikulum itu sendiri secara alami. dan akan merumuskan strategi intervi baru adalah suatu kunci terbatas kepada sukses sekolah di masa datang. keterkaitan pembentuk sosial. dan teori politik. pemusatan di bidang pendidikan.menerangkan suatu struktur yang tidak dapat di pisahkan dalam pembentukan suatu kurkulum.

Keterlibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparasi dan demokrasi yang sehat serta lebih efisien dan efektif bila mana di pantau oleh masyarakat setempat. misi. 2. Sekolah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikan kepada pemerintah. 5. dan kebutuhan. 4. teori orientasi nilai. peluang. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan [BNSP]. 3. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. teori orientasi isi. tuntutan. Pada sistem KTSP. Pengambilan keputusan yang di ambil oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolah lah yang tau apa yang terbaik bagi sekolahnya. produktif. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. Di dalam KTSP terdapat empat kategori kurikulum yaitu : teori orientasi struktur.KTSP merupakan paradigma baru pengambangan kurikulum yang memberi otonomi luas pada setiap satuan pendidikan dan melibatkan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah. 6. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. orang tua peserta didik dan masyarakat pada umumnya sehingga sekolahan akan berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan dan mencapai sasaran KTSP. terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagai berikut : 1. Sekolah lebih mengetahui kekuatan. dan berprestasi. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingakat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan pada kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi kelulusan. . Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah yang lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya inofatif dengan dorongan dari orang tua peserta didik. dan teori orientasi proses. Sedangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.2. Oleh karena itu KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikan. sekolah memiliki ´ full authoity dan responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. dan ancaman bagi diri NYA sehinggai DIA dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan untuk lembaganya. khususnya input pendidikan yang akan di kembangkan dan di dayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. dan pemerintah daerah setempat. dan tujuan satuan pendidikan. Bagaimana dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan? Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah : Kurikulum operasional yang di susun dan di laksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. masyarakat. kelemahan. Dari ke empat kategori kurikulum di atas saling berkaitan di dalam kurikulum.

dan peserta didik. SMA.7. UNAS. sarana dan prasarana. belum ada pelatihan. Gresik. SDLB. Pada beberapa sekolah. MTs.5%. SMP kelas 8. Kata kunci: KTSP. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan penyusunan KTSP dan kendalanya. dan Bangkalan. Hasilnya sekolah yang sudah menyusun kurikulum sendiri 52. Sidoarjo. Jika diterapkan mulai pada tingkat kelas awal. Jombang. patokan kelulusan pada UNAS berdampak pada pembelajaran yang hanya memusatkan pada ketuntasan materi bukan pada kompetensi yang diharapkan. Mojokerto. antara lain karena tidak adanya dana. serta dampak penetapan standar kelulusan terhadap penerapan pembelajaran. sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolah-sekolah. dan SMA/SMK pada siswa kelas 11. maupun penataranpenataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. Pengembangannya dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Tetapi pada sekolah yang lebih ´maju´. Tuban. maka saat ini paling tidak di SD sudah sampai pada siswa kelas 2. Guru-guru menyusun RPP hanya bersifat adminstratif belum banyak yang sesuai dengan pelaksanaan di kelas. SMPLB. penilaian. dan SMK) di Surabaya. Lamongan. Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. KKM PENDAHULUAN Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolah-sekolah di Indonesia sejak tahun 2006. dan sarana-prasarana yang terbatas. MA. Hal yang berbeda dari KTSP dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya adalah kurikulum tersebut dikembangkan oleh satuan pendidikan sendiri. dan 47. Sekarang bagaimana pelaksanaan kurikulum tersebut? Makalah ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap guru dan pihak yang terkait yang berada pada 40 sekolah (SD. kegiatan belajar mengajar termasuk penilaiannya. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat serta mengakomodasikannya dalam KTSP Diposkan oleh Sholeh Hasan di 3/03/2010 12:13:00 PM Mencermati Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Tatag Yuli Eko Siswono Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolahsekolah di Indonesia sejak tahun 2006. SMP. KTSP berbeda dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya. potensi daerah.5% belum menyusun kurikulum sendiri. kondisi itu tidak berpengaruh karena sudah disiapkan program pembimbingan di luar jam pelajaran untuk persiapan UNAS. . pelatihan pengembangan. kurang memahami KTSP. Alasan tidak membuat kurikulum tersebut.

1 .

hanya modifikasi dari model kurikulum yang sudah ada. Selain itu. Seperti dikatakan Prof. sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolahsekolah. Targetnya pada 2008 semua sekolah sudah bisa menyusun kurikulum model KTSP ini. banyak guru yang tidak tahu bagaimana menyusun kurikulum model KTSP. pelatihan pengembangan. bagaimana kondisi di lapangan? Apakah sekolah dengan kreativitas gurunya sudah mengembangkan kurikulum secara mandiri? Kalau belum. Kepala Balitbang Depdiknas (2007) yang menjelaskan seiring dengan diberlakukannya KTSP. Balitbang Depdiknas telah menyediakan dua paket kurikulum model KTSP. Pemerintah menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah sebagai acuan yang harus diikuti setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu. Padahal. pernyataan ini merupakan paradoks yang kenyataannya kurikulum diganti tetapi dikatakan tidak ganti atau sekedar ganti nama saja. KTSP menuntut kreativitas untuk menyusun model pendidikan yang sesuai dengan kondisi lokal. Apakah paradoks tersebut terjadi di lapangan atau bagaimana pendapat guru terhadap pelaksanaan kurikulum itu? Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. setelah berselang masa selama 2 tahun. Banyak keraguan tentang pelaksanaan kurikulum tersebut di lapangan pada awalnya. Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. Mansyur Ramly. lanjut Ramly. yakni model umum yang berisi kerangka acuan dan model kurikulum lengkap yang langsung bisa diaplikasikan di sekolah. Kendalanya. Kurikulum tidak akan bermakna. Sekarang.tetapi tetap mengacu pada standar nasional pendidikan. pada masa transisi ini banyak sekolah yang belum menerapkan kurikulum buatan sendiri. Jadi bukan berarti kita ganti kurikulum. maupun penataran-penataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. Dijelaskan bahwa banyak guru yang kebingungan dengan model KTSP karena sudah lama guru menerima kurikulum dalam bentuk jadi dari pemerintah pusat. apakah masalahnya sama seperti yang ditengarai itu? Bagaimana kemungkinan solusi dari masalah tersebut? Ramly (2007) mengatakan bahwa pada prinsipnya model KTSP bukan kurikulum baru. jika tidak diterapkan dalam pembelajaran dan sebaliknya. pembelajaran tidak akan efektif jika tanpa kurikulum 2 . sambil menunggu kesiapan guru dan tenaga pelaksana di lapangan. Pernyataan ini merupakan tantangan untuk dijelaskan sampai sejauh mana target ketercapaiannya saat ini.

Bagaimana kenyataan di lapangan setelah pemberlakuan KTSP. 3 . apakah guru terdorong untuk berusaha mengembangkan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan. Marcellino (2007) mengatakan bahwa KTSP yang dibuat sesuai kreativitas guru. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. dari satu sekolah tertentu dengan kondisi finansial tertentu akan berbeda dengan sekolah lain di daerah lain dengan kondisi finansial yang lain pula. memberi ruang yang cukup untuk pengembangan prakarsa. teknologi informasi. inspiratif. guru perlu kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajarannya. teori belajar. 2008). dan kondisi muatan lokal sangat kontradiktif dengan penyelenggaraan ujian nasional (UN). Pemahaman ini yang memicu sekolah untuk memprioritaskan pada aspek hasil dari ujian nasional daripada aspek manfaat atau proses pendidikan yang diselenggarakan. sesuai dengan perkembangan psikologi. kreativitas sesuai dengan bakat. Dengan kata lain pembelajaran harus mendorong siswa untuk aktif sesuai dengan gaya belajarnya. Tuban. bobot mutu pendidikan yang direalisasikan pada suatu mata pelajaran tertentu. maupun penemuan di bidang-bidang pengetahuan. Atas dasar ini. Ini berarti bahwa pembelajaran yang efektif dari segi produk maupun proses harus didasarkan pada acuan berupa kurikulum yang tepat. Mojokerto. KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. yaitu pembelajaran yang mengaktifkan siswa? Apakah pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat? Pertanyaan-pertanyaan itu yang berusaha dicari jawabannya melalui penelitian yang dilakukan.yang jelas sebagai acuan (Sanjaya. Prinsip UN yang sentralistik. Prinsip pembelajaran dalam KTSP mendasarkan pada sejumlah prinsip yang termuat pada PP No. Masalah krusial lain yang berkaitan dengan KTSP adalah pelaksanaan ujian nasional (UN). menyenangkan. 19 tahun 2005 yang menjelaskan bahwa proses pembelajaran harus diselenggarakan secara interaktif. minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Jombang. Sidoarjo. Apalagi kondisi sekolah yang bervariasi dalam sarana prasarana ataupun sumber daya semakin menguatkan kontradiksi itu. Gresik. Sebenarnya bagaimana kenyataan di lapangan? Apakah ujian nasional dan penetapan standar kelulusan memberi dampak pada penekanan kegiatan pembelajaran di kelas? Pertanyaan-pertanyaan itu yang akan di jawab dalam pembahasan tulisan ini. Tulisan ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap beberapa sekolah di Surabaya.

Sasaran observasi tidak dilakukan secara purposive sampling. Data hasil studi ini dianalisis dengan tahapan. dan transformasi data mentah di lapangan. dan penyimpulan. serta dampak ujian nasional yang berkaitan dengan proses pembelajaran bagi sekolah. apa saja kendalanya. (2) Apakah RPP yang disusun guru menunjukkan pembelajaran yang mengaktifkan siswa (inovatif). SDLB. Penelitian ini tidak menggeneralisasi tentang pelaksanaan KTSP di suatu wilayah. mengapa demikian?. 4 . (6) Untuk menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM). apakah dianalisis sesuai dengan pedoman pada KTSP 2006? Jika tidak. dan Bangkalan. (4) Apakah guru sudah menerapkan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa? Berapa persen dari seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakukan?. Sekolah tersebut terdiri dari sekolah negeri dan swasta yang meliputi SD. karena tujuannya menggali informasi secara kualitatif pelaksanaan dan kendala-kendala yang dihadapi sekolah. pelaksanaan pembelajaran berdasar KTSP. tetapi memberikan gambaran/deskripsi pelaksanaan beberapa sekolah yang menjadi sasaran penelitian. Reduksi data adalah kegiatan yang mengacu pada proses pemilihan. SMP. penyederhanaan. MA. dan penilaian. (3) Apakah guru melaksanakan pembelajaran sesuai RPP yang dirancang?. (5) Bagaimana cara penilaian yang dilakukan?. dan SMK sebanyak 40 sekolah. Menarik kesimpulan dari data yang telah dikumpulkan dan menverifikasi kesimpulan tersebut. pemusatan perhatian. MTs. pemaparan data. pengabstraksian. yaitu menuliskan kumpulan data yang terorganisir dan terkategori sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan dari data tersebut. SMA. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan hasil observasi dan wawancara oleh mahasiswa S1 Jurusan Matematika angkatan 2004 dan 2005 pada tahun 2007 dan 2008. Pemaparan data meliputi pengklasifikasi dan identifikasi data. SMPLB. (7) Bagaimana sarana dan prasarana sekolah itu?. Pembahasan ini dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yang lebih bersifat kualitatif.Lamongan. Pertanyaan penelitian yang diajukan meliputi (1) Apakah sekolah sudah menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan KTSP 2006? Jika belum. yaitu reduksi data. (8) Apakah adanya ujian akhir nasional (UAN) dengan penetapan skor tertentu memberi dampak pada penerapan pembelajaran inovatif? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi KTSP di beberapa sekolah.

kurikulum sebagai pengalaman belajar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum pada dasarnya memiliki tiga dimensi pengertian. membentuk moral dan kepribadian. Perubahan tersebut terjadi karena siswa memiliki pengalaman belajar. 2008:4). Hal tersebut berkaitan dengan evaluasi keberhasilan pelaksanaan kurikulum. untuk memahami kurikulum tidak cukup hanya melihat dokumen tertulisnya saja. tetapi bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan siswa di sekolah maupun luar sekolah. sehingga maknanya menjadi kabur dan tidak fungsional. belajar bukan hanya mengumpulkan sejumlah pengetahuan. karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah terjadi pergeseran fungsi sekolah. sehingga apa yang diketahui tentang proses belajar dan pengembangan individu mengacu pada sebuah bentuk kurikulum. Dengan demikian. Pengertian ini sejalan dengan UU No. tetapi dipandang sebagai pengalaman belajar. Kurikulum sebagai perencanaan belajar dikemukakan oleh Taba (dalam Sanjaya. Pandangan ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh penemuan-penemuan dan pandangan dari psikologi belajar.KAJIAN TEORI A. Sekolah mempunyai beban yang semakin kompleks yang tidak hanya membekali siswa dengan berbagai macam ilmu pengetahuan. 20 tahun 5 . yaitu kurikulum sebagai mata pelajaran. tetapi proses perubahan tingkah laku. Kurikulum sebagai pengalaman belajar ini dianggap sebagai konsep yang luas. 2008:8). Kurikulum adalah perencanaan yang berisi tentang petunjuk belajar dan hasil yang diharapkan. Kurikulum tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran. Ketidaksepakatan terhadap pengertian ini melahirkan kurikulum sebagai suatu program atau rencana untuk belajar. yaitu bahwa pencapaian target pelaksanaan kurikulum tidak hanya dilihat dari kemampuan siswa menguasai isi atau materi. serta memenuhi dunia pekerjaan. tetapi harus dilihat dari proses atau kegiatan siswa sebagai pengalaman belajar. Tuntutan baru yang dibebankan masyarakat kepada sekolah mengakibatkan pergeseran makna kurikulum. Pandangan kurikulum sebagai mata pelajaran dianggap sebagai pandangan tradisional. dan kurikulum sebagai perencanaan program pembelajaran (Sanjaya. Kurikulum adalah seluruh kegiatan yang dilakukan siswa baik di dalam maupun di luar sekolah yang berada pada tanggung jawab guru atau sekolah. Sekolah dituntut mengembangkan minat dan bakat. Oleh karena itu. Kurikulum adalah suatu rencana untuk belajar.

Peran konservatif kurikulum berkaitan dengan peran dan tanggung jawab sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang mewarisi nilainilai dan budaya masyarakat.. Peran kritis dan evaluatif dari kurikulum didasarkan pandangan bahwa tidak semua nilai dan budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman harus dimiliki setiap anak didik. Hal tersebut karena masyarakat tidak statis tetapi dinamis yang mengalami perubahan. dalam Sanjaya. Kurikulum harus mampu menjawab setiap tantangan sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang cepat. Kurikulum sebagai pengaturan tujuan. KTSP merupakan kurikulum terbaru yang diharapkan memiliki peran konservatif. 2008). isi. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki serta dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial yang selalu bergerak dan berubah. Peran kreatifnya.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan yang salah satu berupa standar kompetensi lulusan (Bab X. kreatif. isi. 6 . Tidak semua budaya dan nilai-nilai lama yang dipertahankan. Batasan ini memperlihatkan bahwa kurikulum terdiri dari dua aspek. KTSP merupakan penyempurnaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau dikenal dengan Kurikulum 2004. Peran kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu. pasal 36). KTSP tetap sebagai kurikulum berbasis kompetensi karena berlandaskan pada UU RI no. Peran kreatif kurikulum karena sekolah sesuai tuntutan perkembangan zaman memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan hal-hal baru dan inovatif. Kurikulum sebagai rencana digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar oleh guru. Dengan demikian kurikulum berperan menyeleksi dan mengevaluasi nilai dan budaya yang bermanfaat untuk kehidupan anak didik. dan cara pelaksanaanya digunakan sebagai upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. yaitu peran konservatif. maupun kritis dan evaluatif dalam penerapannya saat ini.2003 tentang sistem pendidikan nasional yang mengatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. kreatif. isi dan cara pelaksanaan rencana itu. yaitu sebagai rencana dan pengaturan tujuan. serta peran kritis dan evaluatif (Hamalik. Kurikulum memiliki tiga peran yang sangat penting.

Kurikulum dikembangkan dengan tujuan yang seragam sesuai tuntutan global. Misalkan suatu sekolah mendapatkan emas pada olimpiade matematika dan diberitakan secara nasional maupun internasional. ataupun penilaian. Pemaknaan KTSP sebagai kurikulum operasional yang seharusnya dikembangkan sendiri oleh sekolah menjadi kabur dalam implementasi dan pelaksanaannya. KTSP sebagai kurikulum operasional masih tetap mengacu standar isi maupun kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kurikulum sebelumnya lebih bersifat sentralistik (terpusat). BSNP menetapkan standar nasional pendidikan. maka semua sekolah meniru berupaya mendapatkan prestasi dalam olimpiade. maka adanya standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap mata pelajaran sudah cukup bagi guru melaksanakan pembelajaran tanpa harus mengembangkan kurikulum sendiri. Karena orientasi kurikulum yang masih dipandang sebagai isi dari mata pelajaran. Pertama. sehingga kurikulumnya diarahkan mencapai hal itu. media. Pada kurikulum sebelum KTSP. Dengan demikian dapat dipahami bahwa KTSP sebagai kurikulum yang bersifat operasional paling tidak memiliki tiga makna. sesuai UU No 20 tahun 2003 pasal 36 ayat 2 bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. maupun potensi daerah yang berbeda. ciri. seperti standar isi. Ketiga. potensi daerah. Kedua. Penyusunan KTSP yang dilakukan oleh satuan pendidikan merupakan ciri yang berbeda dari kurikulum yang digunakan sebelumnya. maupun evaluasi sesuai kondisi dan karakteristik siswa di sekolah. guru dibebankan tugas administratif membuat perencanaan pembelajaran yang dikenal dengan nama rencana pelajaran 7 . kecenderungan budaya global yang disebarkan melalui media dan teknologi informasi menyurutkan penonjolan budaya. proses. Selain itu. standar kompetensi lulusan. pengembangan KTSP memberikan peluang dan keleluasaan pada guru ataupun sekolah menciptakan strategi dan metode pembelajaran. dalam pengembangannya tidak lepas dari ketetapan-ketetapan yang disusun pemerintah secara nasional melalui BSNP. sedang KTSP merupakan kurikulum yang desentralistik dengan memperhatikan karakteristik dan perbedaan daerah. dan peserta didik. pengembangan KTSP harus memperhatikan ciri khas daerah.KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

(RP) dan satpel (satuan pelajaran). Pada KTSP, guru juga diminta membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) beserta kelengkapannya. Isi dari perencanaan pembelajaran itu paling tidak berisi uraian kegiatan inti dan proses pembelajaran yang menuntut strategi, metode, media yang sesuai dengan karakteristik siswa serta mengaktifkan siswa. Untuk itu pada kurikulum sekarang maupun sebelumnya, peluang dan keleluasaan menciptakan inovasi pembelajaran sebenarnya sama. Dengan demikian tidak ada jaminan KTSP akan mendorong pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif, jika tidak ada kesadaran diri, motivasi, maupun keyakinan untuk mengubah cara pandang (paradigma) dalam pembelajaran. B. Pembelajaran dalam KTSP Keterkaitan suatu kurikulum dengan pembelajaran digambarkan dalam beberapa model (Oliva dalam Sanjaya, 2008), yaitu model dualistik (the dualistic model), model berkaitan (the interlocking model), model konsentris (the concentric model), dan model siklus (the ciclical model). Model dualistik memandang bahwa antara kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang terpisah. Kurikulum yang seharusnya sebagai input dan pedoman menata pembelajaran, serta pembelajaran yang seharusnya sebagai balikan dalam proses penyempurnaan tidak tampak. Model berkaitan memandang antara kurikulum dan pembelajaran sebagai suatu sistem yang memiliki hubungan. Antara kurikulum dan pembelajaran ada bagian-bagian yang berpadu atau berkaitan. Model konsentris memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran memiliki hubungan dengan kemungkinan salah satu bagian dari yang lainnya. Model siklus memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang saling pengaruh dan memiliki hubungan timbal balik. Kurikulum menjadi dasar dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Sebaliknya, pembelajaran dapat mempengaruhi keputusan untuk kurikulum sendiri. KTSP sebagai suatu kurikulum operasional menempatkan pembelajaran sebagai suatu komponen yang saling mempengaruhi. Hubungan keduanya mengikuti model siklis. KTSP digunakan sebagai pedoman yang minimal digunakan untuk menentukan hal-hal sebagai berikut. 1. Merumuskan tujuan dan indikator kompetensi yang harus dimiliki siswa.

8

2. Menentukan isi atau materi pelajaran yang harus dikuasai untuk mencapai tujuan dan kompetensi. 3. Menyusun strategi pembelajaran untuk guru dan siswa sebagai upaya pencapaian tujuan. 4. Menentukan keberhasilan pencapaian tujuan atau kompetensi melalui evaluasi atau penilaian. Pembelajaran di kelas yang mendasarkan pada karakteristik siswa dan potensi daerah mempengaruhi isi dari KTSP untuk tiap satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP yang dikembangkan oleh tiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip (BSNP, 2006), yaitu (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (2) beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat, dan (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Prinsipprinsip ini yang dapat memberi warna yang berbeda-beda pada tiap satuan pendidikan di masingmasing daerah sesuai potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik, dan lingkungannya. Perbedaan atau keragaman yang terjadi harus tetap terpadu, relevan dengan kehidupan nyata, serta sesuai dengan kepentingan nasional. Subtansi kurikulum harus mencakup keseluruhan dimensi kompetensi bidang keilmuan, teknologi, maupun seni yang disajikan secara berkesinambungan untuk menunjang pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik belajar sepanjang hayat. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan hal-hal berikut (BSNP, 2006), yaitu (1) peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia, (2) pengembangan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, (3) keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, (4) tuntutan pengembangan daerah dan nasional, (5) tuntutan dunia kerja, (6) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (7) agama, (8) dinamika perkembangan global, (9) persatuan dan nilai-nilai kebangsaan, (10) kondisi sosial budaya masyarakat setempat, (11) kesetaraan jender, dan (12) karakteristik satuan pendidikan. Acuan operasional pelaksanaan KTSP ini menunjukkan bahwa keterkaitan kurikulum dan pembelajaran juga mengikuti model siklik. Keragaman agama, potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, karakteristik satuan pendidikan, kecerdasasan 9

dan minat, tuntutan dunia kerja, jender, serta perkembangan global mempengaruhi model dan strategi pembelajaran yang dikembangkan masing-masing satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP berisi 4 komponen, yaitu (1) tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, (2) struktur program dan muatan KTSP, (3) kalender pendidikan, dan (4) silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan mengacu pada tujuan umum pendidikan, seperti pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 26. Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 6 dan 7. Kalender pendidikan disusun sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Berdasar silabus tersebut, guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi-strategi pembelajaran yang inovatif dan melibatkan siswa dimunculkan pada silabus dan RPP itu. Kegiatan pembelajaran pada penerapan KTSP harus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik (BSNP, 2006:16). Dengan demikian, kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas paling sedikit mempertimbangkan interaksi antar semua komponen yang terlibat, menggunakan pendekatan bervariasi, dan berpusat pada siswa. BSNP (2006:3) juga menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum (KTSP) ditujukan antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk belajar membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. 10

Dalam pelaksanaan di lapangan, apakah acuan kegiatan pembelajaran yang inovatif (dalam artian berpusat pada siswa secara aktif dan menggunakan strategi yang bervariasi) seperti yang dicanangkan KTSP sudah diterapkan oleh guru? Pertanyaan ini perlu untuk dijawab mengingat ukuran keberhasilan dari suatu kurikulum termasuk bagaimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan, sekaligus keberhasilan keluaran dari proses tersebut. Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran dilakukan evaluasi atau penilaian. Dalam KTSP ditetapkan dan diatur pada standar penilaian yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. C. PENILAIAN DAN PENETAPAN KKM Evaluasi (evaluation), asesmen atau penilaian (assesment), pengukuran (measurement) merupakan istilah yang saling berkaitan dan bermakna berbeda. Evaluasi berkaitan dengan pengambilan keputusan maupun pertimbangan (judgment) terhadap sesuatu. Penilaian merupakan bagian dari evaluasi yang lebih luas dari sekedar pengukuran. Pengukuran pada umumnya berkaitan dengan masalah kuantitatif untuk mendapatkan informasi yang diukur. Print (dalam Sanjaya, 2008:337) menggambarkan hubungan evaluasi, penilaian, dan pengukuran dalam diagram berikut. Berdasar diagram itu, pengambilan keputusan berupa evaluasi dilakukan mulai dari pengumpulan data dengan pengukuran. Data yang terkumpul kemudian dilakukan interpretasi melalui penilaian. Hasil penilaian tersebut dikumpulkan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan melalui evaluasi. Dalam pembahasan ini lebih difokuskan pada penilaian, karena istilah ini yang digunakan dalam standar pendidikan nasional dan berkaitan dengan KTSP. Penilaian (penilaian pendidikan) menurut Popham (1995:3) diartikan sebagai suatu upaya formal untuk menentukan status siswa yang berkenaan dengan ketertarikan terhadap variabelvariabel pendidikan. Variabel pendidikan dapat berupa pengetahuan tentang materi pelajaran, keterampilan-keterampilan yang perlu Evaluasi (judgment) Penilaian (data interpretation ) Pengukuran (data collection) 11

Pengertian penilaian yang lebih mengacu pada proses kegiatan di kelas dirumuskan oleh Pusat Kurikulum. Guru juga melakukan pertimbangan informal terhadap siswa yang bukan termasuk penilaian. memberikan nilai. pengukuran (measurement). tetapi juga digunakan untuk memberikan citra publik terhadap efektifitas pendidikan. dan sikap-sikap positif dalam pendidikan. Sedang evaluasi mengacu pada proses pertimbangan (judging). sedang evaluasi sebagai kegiatan memberi pertimbangan. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgment). seperti secara sepintas menunjuk seseorang siswa untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan atau berdasar perasaannya memilih seorang siswa untuk mengerjakan soal yang diberikan. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha 12 . Penilaian dalam pengertian ini berarti luas yang gunanya tidak sekedar mendiagnosis kelemahan dan kekuatan siswa. karena seorang manusia selalu memberikan status atau penilaian terhadap orang lain. membantu guru dalam evaluasi proses yang dilakukannya.dikuasai. dan penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda. dan memeringkatkan siswa. Muijs dan Reynolds (2008:367) menjelaskan penilaian mengacu pada semua informasi yang dikumpulkan tentang siswa di kelas oleh guru. tes. Pengertian penilaian ini lebih sempit dibandingkan dengan pengertian yang dibuat oleh Popham (1995). Pengertian ini menekankan bahwa penilaian sebagai suatu upaya ³formal´. pengertian evaluasi ini masih termasuk kegiatan penilaian. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. dan pekerjaan rumah. baik melalui pengetesan formal. esai. and memeringkatkan (ranking). Balitbang Depdiknas (2004:11). Evaluasi. Penilaian (assesment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangkaian) kemampuan siswa. memonitor kemajuan siswa. dan menentukan efektivitas pembelajaran. atau secara informal melalui observasi atau interaksi. memberi nilai (valuing). Penilaian (asesmen) dikatakan sebagai kegiatan pengumpulan data dari murid tertentu. dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar siswa. Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. berharga atau tidak. memeringkatkan siswa. Dalam pengertian penilaian oleh Popham (1995).

Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. penjaminan. Pengertian penilaian. yaitu merupakan penilaian yang dilakukan guru baik yang mencakup aktivitas penilaian untuk mendapatkan nilai kualitatif maupun aktifitas pengukuran untuk mendapakan nilai kuantitatif. Selanjutnya secara khusus dirumuskan pengertian penilaian kelas. untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik. Pengertian itu yang akan digunakan dalam pembahasan tulisan ini. 2004:11). jenjang. Pengertian penilaian ini merupakan pengesahan dari pengertian yang diungkap oleh Balitbang Depdiknas (2004:11). Penilaian kelas adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk pemberian nilai terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan potret/profil kemampuan siswa sesuai daftar kompetensi yang ditetapkan kurikulum (Balitbang Depdiknas. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif dan kuantitatif. ulangan. sehingga disebut penilaian berbasis kelas. Kegiatan 13 . Tes adalah cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada siswa pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat tertentu yang jelas. Khusus pengertian penilaian pada pengertian ini semakna dengan yang dikemukakan oleh Muijs dan Reynolds (2008) yang mengacu pada usaha pengumpulan informasi tentang siswa. penilaian merupakan kegiatan integral dalam proses pembelajaran. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang siswa telah mencapai karakteristik tertentu. dan ujian yang lebih mengikat adalah yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional (pasal 1) berikut. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. Penilaian berkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran. evaluasi. Pada KTSP yang merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran.

karena digunakan seperti memilih siswa dalam rombongan belajar yang sama. 14 . sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. menganalisis. psikomotor. atau menyeleksi siswa untuk mewakili lomba tertentu.referenced asssesment). proyek dan/atau produk. Penilaian acuan norma tidak sepenuhnya ditinggalkan. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. b. penggunaan portofolio.penilaian tersebut merupakan kegiatan yang tidak terpisah dengan pembelajaran dan dilakukan secara terus menerus dalam setiap pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Orientasi penilaian bukan hanya pada hasil (product oriented) tetapi juga pada proses (process oriented). Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. penilaian mengacu pada kurikulum. Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. c. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. penilaian hasil karya berupa tugas. Penilaian menggunakan acuan kriteria. a. Penilaian pada KTSP beorientasi pada penilaian yang mengacu kriteria (penilaian acuan kriteria atau criterion-referenced asssesment) bukan mengacu pada norma/standar (penilaian acuan norma atau norm. Hal lain bahwa penilaian merupakan proses pengumpulan informasi yang menyeluruh. dan penilaian diri. Hasil belajar siswa ditentukan berdasar pada kriteria yang telah ditetapkan untuk penguasaan kompetensi. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. artinya dalam penilaian guru dapat mengembangkan berbagai jenis penilaian. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. BSNP (2006:17-18) memberikan rambu-rambu penilaian dalam kegiatan pembelajaran. baik berupa pengukuran dan pengujian tingkat kognitif. Dengan kata lain. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. pengukuran sikap. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. maupun afektif. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. pengamatan kinerja.

atau 3) sesuai dengan bobotnya. dan penilaian diri? Kemudian bagaimana menentukan batas kriteria ketuntasan minimalnya (KKM)? Apakah sudah dianalisis mengikuti ketentuan pada KTSP? KKM merupakan batas minimal seorang siswa mencapai ketuntasan belajar. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Kriteria penetapan KKM meliputi: (1) kompleksitas indikator (kesulitan dan kerumitan). Penafsiran masing-masing kriteria itu dapat menggunakan skor (1. dan kemampuan sumber daya dukung tersebut. proyek dan/atau produk. Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Pada penerapan KTSP seharusnya cara penilaian mengacu pada hal-hal di atas. seperti penggunaan berbagai jenis penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang hendak diukur. maka untuk menentukan harus dianalisis. atau 15 . Pada materi sosialisasi KTSP yang dikeluarkan depdiknas (2007) ditunjukkan bagaimana cara menganalisis KKM tersebut. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. kemampuan guru. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. Misalnya. penilaian hasil karya berupa tugas. 2006:12). Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. dan (3) intake siswa (masukan kemampuan siswa).d. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal (BSNP. dan biaya). Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. penggunaan portofolio.2. apakah cara penilaian sudah menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. atau skor dalam suatu rentang/interval. Kenyataannya. e. (2) daya dukung (sarana/prasarana. pengamatan kinerja. lingkungan. Melihat syarat penentuan KKM harus mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata. pengukuran sikap.

maka seolah-olah menjadi tujuan akhir dari suatu pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. D. kemajuan. dan memperbaiki proses pembelajaran. Ujian nasional merupakan kewajiban penilaian oleh pemerintah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. seperti disebutkan pada pasal 68 (PP Nomer 19 tahun 2005). ulangan tengah semester. Karena sifat penilaiannya yang nasional. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. satuan pendidikan. sebagaimana dikatakan pada PP No 19 tahun 2005 pasal 63 tentang standar pendidikan nasional. UJIAN NASIONAL DAN DAMPAK PADA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Erat kaitannya dengan penilaian adalah ujian yang dilakukan secara nasional atau dikenal Ujian Nasional. olah raga. dan pemerintah. Apalagi jika melihat kegunaan ujian nasional itu. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. penilaian hasil belajar oleh pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. yaitu sebagai salah satu pertimbangan untuk: (a) pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan.pertimbangan professional judgment. Penilaian tersebut digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Sedang. ulangan akhir semester. sehingga guru pada suatu sekolah tanpa melakukan analisis dapat langsung menggunakan batas ketuntasan itu. ketuntasan belajar ditetapkan oleh pusat. Pada peraturan pemerintah tersebut dikatakan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik. (b) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan 16 . dan kesehatan. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. apakah adanya kurikulum yang memberi ruang terhadap pertimbangan kondisi siswa dalam penilaian di kelas mengubah cara pandang guru? Pertanyaan tersebut yang diupayakan untuk diketahui jawabannya. Bagaimana sekarang. dan ulangan kenaikan kelas. Pada kurikulum sebelum KTSP.

konteks finansial. Beban bagi siswa dan orang tua karena ujian nasional menjadi indikator penentuan kelulusan dari sekolah dan mencari sekolah pada jenjang berikutnya. Perbedaan materi mungkin terjadi antar sekolah yang berada dalam satu wilayah. KTSP merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan dan memberi tempat pada demokratisasi untuk penentuan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan konteks komunitas lokasi sekolah berada. atau SDM dari sekolah yang bersangkutan. Konskuensinya materi pokok yang dikembangkan di sekolah beragam. Hal tersebut seperti dikatakan Berends dalam Muijs & Reynolds. (2008:360) bahwa sistemsistem akuntabilitas negara mempertajam trend waktu yang lebih banyak digunakan untuk penilaian. Bagi sekolah dan dinas setempat menjadikan ujian nasional sebagai indikator untuk menunjukkan mutu sekolah di mata masyarakat dan pemerintah. butir soal UN mengukur muatan tertentu dan kedalaman materi yang 17 . Apakah ujian nasional kontradiktif dengan rambu-rambu pembelajaran pada KTSP? Marcellino (2007) pada harian Suara Pembaruan (24 February 2007) mengatakan bahwa ujian nasional kontradiktif dengan KTSP. Kegunaan ujian nasional ini menjadi tugas berat bagi siswa. KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. guru. dinas pendidikan setempat. sehingga hampir seluruh pengajaran diarahkan pada persiapan-persiapan tes yang diwajibkan. orang tua. baik dari sisi muatan maupun kedalamannya. Prinsip UN yang sentralistik. Di pihak lain. Hasil pengamatan peneliti di sekolah-sekolah menunjukkan bahwa paling tidak sekolah selalu mempunyai suatu program berupa bimbingan belajar untuk persiapan ujian nasional. (d) pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. (c) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan.berikutnya. Sistem penilaian ini akan mengarahkan suatu proses pembelajaran pada fokus persiapan ujian nasional. sekolah. Apakah ini berarti mengindikasikan fokus tujuan belajar hanya untuk ujian nasional yang hanya mengukur aspek kognitif? Untuk menjawab perlu dilakukan penelusuran untuk mengetahui pandangan sekolah ataupun guru-guru terhadap proses pembelajaran yang seharusnya dan kaitannya dengan ujian nasional. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. ujian nasional menjadi indikator proses pendidikan yang dilakukan selama ini apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Bagi guru.

dengan tidak ada nilai di bawah 4. Penentuan beberapa mata pelajaran ini tentu membawa konskuensi tersendiri bagi guru mata pelajaran tersebut dan bagi guru mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan Minimum 7. dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7.25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Mata pelajaran tersebut dipilih karena peran sentralnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan siswa selanjutnya. dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada UN masing-masing minimum 6. dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7.25. tetapi pada kurikulum-kurikulum sebelumnya. terutama dalam proses pembelajaran.sama di seluruh Indonesia. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan minimum 7.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. Batas kelulusan pada tahun pelajaran 2007/2008 mensyaratkan siswa harus memiliki nilai rata-rata minimal 5.00.25 dan khusus untuk SMK. 18 .00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya minimal 6.00. dan khusus untuk SMK. atau memiliki nilai minimum 4. kriteria penentuan kelulusan. dengan tidak ada nilai di bawah 4. UN memang sentralistik karena merupakan amanat undang-undang yang mengikat seluruh warga negara tetapi tetap memberikan wewenang pada guru dan sekolah melakukan penilaian.00. UN hanya mencakup beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan.00 pada salah satu mata pelajaran. UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional). atau memiliki nilai minimal 4. Masalah tersebut mulai dari perlu tidaknya adanya UN. Kriteria ini lebih meningkat dari tahun pelajaran 2006/2007 yaitu memiliki nilai rata-rata minimum 5. Kriteria tersebut memicu pro-kontra pada sebelum maupun sesudah dilaksanakan ujian tersebut. ataupun dampak dari UN secara langsung maupun tidak langsung. Dari sisi pemerintah merupakan hak dan kewajiban dari pemerintah untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan dan menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi (Pasal 10 dan 11. Masalah UN ini sebenarnya telah lama menjadi polemik yang tidak hanya pada masa KTSP. Matematika. Permasalahan juga muncul karena mata pelajaran yang diujikan dari Bahasa Indonesia. dan Bahasa Inggris ditambah dengan mata pelajaran IPA atau mata pelajaran bidang/jurusan di SMA.

Apakah sekolah tergiring untuk memusatkan energinya pada persiapan ujian nasional atau menyiapkan dalam arti proses. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Komposisi sekolah tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Gresik. apakah pembelajaran yang diselenggarakan berbasis standar ujian nasional atau pembelajaran yang berbasis tujuan nasional. Jombang. Lamongan. Sidoarjo. Dengan kata lain. PENGEMBANGAN KTSP DI SEKOLAH Sekolah yang dijadikan sasaran penelitian sebanyak 40 sekolah yang berada di Surabaya. seperti meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada keberhasilan ujian nasional.Fokus pembahasan ini tidak pada polemik perlu tidaknya ujian nasional tetapi lebih menekankan pada dampak atau konskuensi dari pembelajaran yang dilakukan di sekolah. dan Bangkalan. Mojokerto. Tuban. Tabel 1: Sasaran Penelitian dan Sekolah yang Status Banyak Sudah sudah menyusun KTSP Jenjang Sekolah Menyusun SD Negeri 5 2 Swasta 2 2 SDLB 1 1 SMP Negeri 8 7 Swasta 5 3 SMPLB 3 0 SMA Negeri 5 2 Swasta 5 2 MTs Negeri 1 0 MA Negeri 1 1 Swasta 1 0 SMK Negeri 1 1 Swasta 1 0 Farmasi 1 0 Total 40 21 Belum Menyusun 3 0 0 1 2 3 3 3 1 0 1 0 1 1 19 .

Dengan pendidikan. terutama dalam bidang pendidikan dengan segala permasalahannya. simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. informasi dan komunikasi semakin lancar. terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik. Dengan pendidikan.PENDIDIKAN (KTSP) MATA PELAJARAN QUR¶AN HADIST Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. Pergeseran atas kebutuhan pendidikan ini seiring dengan kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi. terutama dalam bidang pendidikan dengan segala selukbeluknya. pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Pendidikan memberi peran penting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan. informasi dan komunikasi semakin lancar. Oleh karena itu. simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain. Melalui pendidikan. Oleh karena itu. pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna .

Kalimat tersebut telah menjadi prinsip oleh sebagian orang yang sadar atas kebutuhan pendidikan. mandiri.13).1). berkeadilan. ³Education is need for life´. baik kehidupan duniawi atau ukhrowi dalam rangka memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. yang didukung oleh manusia Indonesia yang beriman. berkesadaran hukum dan lingkungan. maju dan sejahtera. yang sesuai dengan kebutuhan dan .mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Untuk mewujudkan visi Pendidikan Nasional tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional. hlm. Dengan kata lain. Sehingga dipandang sangat urgen untuk dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan Nasional di bidang pendidikan merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Seperti yang diungkapkan Ahmad Tafsir bahwa µpendidikan adalah usaha untuk meningkatkan diri dalam berbagai aspeknya¶. pendidikan harus mampu mengantarkan manusia untuk mencapai keberhasilan hidup. hlm . sehat. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. bertaqwa. berakhlak mulia. demokratis. serta memiliki etos kerja yang tinggi dan berdisiplin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejalan dengan itu. Dalam prinsip kenegaraan. µPendidikan Islam dengan sendirinya merupakan suatu sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah SWT¶ (Nur Uhbiyati 1997. cinta tanah air. Memenuhi kebutuhan pendidikan tak sekedar naik kelas atau lulus. ³Pendidikan merupakan bagian integral dalam kehidupan bangsa dan negara´( Depag RI 2004. berdaya saing. Hal ini dalam rangka mewujudkan masyarakat yang damai.

. Meskipun demikian. Pencitraan kualitas outcome dan output-nya pun harus menunjukkan karakteristik tersendiri. 18-20). Oleh karena itu. sehingga citra madrasah tidak termarginalkan. Dalam pelaksanaannya. perlu menampakkan karakteristik tersebut. dengan keimanan sebagai inti. sehingga dalam konteks kurikulum. Dengan pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaannya. pengembangan kurikulum Madrasah Tsanawiyah harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Dalam kerangka ini pula diberlakukan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. madrasah merupakan bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional dan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. di sisi lain mencerminkan eksistensi dan jati diri madrasah sebagai satuan pendidikan Islam yang menjadi bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional tersebut. serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian.perkembangan masyarakat. pembelajaran madrasah perlu dirumuskan dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga di satu sisi memiliki relevansi dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat dalam mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. Madrasah Tsanawiyah sebagai lembaga pendidikan menengah pertama dituntut untuk melaksanakan program pendidikan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh pemerintah. potensi daerah dan peserta didik (Anonimus 2003. madrasah tetap memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri. pengembangannya ³termasuk di dalamnya mata pelajaran Qur¶an Haditsdiserahkan pada tingkat satuan pendidikan.

karena fungsinya yang amat penting dalam upaya mencapai tujuan membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. melalui sumber ajarannya yang otentik. tidak sekedar dalam aspek kelancarannya. untuk memperkuat mata pelajaran Qur¶an Hadist. tidak sekedar pemikiran-pemikiran keagamaan yang telah terstruktur dalam ilmu-ilmu keagamaan. ilmu maqra dan ilmu makharij al-huruf). fiqh maupun akhlaq. sehingga mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah. baik ilmu kalam. tetapi juga memiliki kemampuan dan ketrampilan studi ke-Islam-an.Pada tingkat menengah. atau Madrasah Aliyah. Juga diarahkan untuk memiliki kemampuan menulis kalimat al-Qur¶an dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan . yang sangat diperlukan para siswa dalam upaya membangun citra keimanan dan ketaqwaan mereka. Core (inti) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam µyakni menciptakan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan¶ patutlah menjadi tujuan semua madrasah dalam mewujdkan karakteristiknya.(Anonimus 1999. atau Sekolah Menegah Umum berciri khas agama Islam sebagai mata pelajaran pokok harus diikuti setiap siswa dalam semua jurusan. tapi juga kefasihan dan kemahirannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan cara baca al-Qur¶an yang telah diatur dalam ilmu baca alQur¶an dengan baik (ilmu tajwid. ibadah dan akhlaq. hlm 2) Mata pelajaran tersebut juga diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan baca al-Qur¶an. Secara fungsional mata pelajaran Qur¶an Haditsdiberikan dalam upaya mentranformasikan berbagai doktrin keagamaan dalam aspek-aspek aqidah. para peserta didik (siswa) diharapkan tidak sekedar mengetahui ajaran-ajaran dasar Islam. sehingga untuk mereka diberikan pelajaran gramatika ³Bahasa Arab´ yang lebih tinggi sesuai dengan keperluan studi al-Qur¶an.

yaitu mengajar dan pembelajaran. guru. Mata pelajaran Qur¶an Haditsdisampaikan melalui Proses Belajar Mengajar. tujuan pembelajaran.gramatika Bahasa Arab. hlm. hlm 25-27). siswa dan peserta didik dimaknai dari berbagai sudut pemikiran. serta kebutuhan dunia kerja dapat segera teratasi (Mulyasa 2006. pengajaran. Dalam kerangka inilah pemerintah menggagas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai tindak lanjut kebijakan pendidikan dalam konteks otonomi daerah dan disentralisasi. serta sesuai pula dengan tradisi tulis Arab yang telah dikembangkan para ahli Bahasa Arab. Dengan demikian melalui KTSP ini pemerintah berhadap jurang pemisah antara pendidikan dan pembangunan. Menurut Oemar Hamalik. Oemar Hamalik menjelaskan bahwa mengajar adalah upaya penyampaian pengetahuan kepada peserta didik (Umar Halik 2007. Dalam sudut pandangnya. Karakteristik interaksi belajar-mengajar dalam pendekatan proses belajarmengajar meliputi dua hal pokok. Pembelajaran. Pendidikan nasional dewasa ini dihadapkan pada berbagai permasalahan yang perlu mendapat penanganan secepatnya. Pendapat tersebut didasari atas berbagai latar belakang masalah dan fenomena yang kompleks. 19) KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1 dan 2 sebagai berikut : . mengajar. Istilah Kurikulum satuan Pendidikan yang disingkat KTSP merupakan kurikulum operasional yang pengembangannya diserahkan kepada daerah dan satuan pendidikan. diantaranya berkaitan dengan masalah relefansi atau kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

Pembelajaran yang hanya menghasilkan perubahan satu atau . 7) Beberapa prinsip yang menjadi landasan pengertian tersebut di atas ialah: Pertama. Perubahan perilaku itu meliputi aspek-aspek perilaku kognitif. Tetapi tidak semua perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran. potensi daerah dan peserta didik. pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku. 2. Prinsip ini mengandung makna bahwa perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran adalah meliputi semua aspek perilaku dan bukan hanya satu atau dua aspek saja. pengertian pembelajaran dapat dirumuskan: ³Pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. alat-alat musik. Misalnya seorang siswa disebut telah mengalami pembelajaran dalam musik. hasil pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan.1. konatif. maka siswa itu berubah dalam hal pemahamannya tentang musik. Prinsip ini mengandung makna bahwa ciri utama proses pembelajaran itu ialah adanya perubahan perilaku dalam diri individu. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujutkan pendidikan nasional. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan di kembangkan dengan prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. memiliki kemampuan dalam memainkan alat-alat musik dengan baik. Artinya seseorang yang telah mengalami pembelajaran akan berubah perilakunya. hlm.(Muhammad Surya 2004. afektif atau motorik. dan sebagainya. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Secara lengkap. Kedua.

maka pembelajaran akan terjadi apabila individu merasakan adanya kebutuhan yang mendorong dan ada sesuatu yang perlu dicapai untuk memenuhi kebutuhannya. pembelajaran merupakan bentuk pengalaman. Jadi. proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sesuatu tujuan yang akan dicapai. sehingga banyak memberikan pengalaman dari situasi nyata. Belajar tidak akan efektif tanpa adanya dorongan dan tujuan. Di dalam aktivitas itu terjadi adanya tahapan-tahapan aktivitas yang sistematis dan terarah. disebut sebagai pembelajaran sebahagian (partial learning) dan bukan pembelajaran lengkap (complete learning). Jadi. Perubahan perilaku yang diperoleh dari pembelajaran. dan adanya tujuan yang ingin dicapai. Dengan kata lain. Prinsip ketiga ini mengandung makna bahwa pembelajaran itu merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan.dua aspek perilaku saja. Keempat. Pengalaman pada dasarnya adalah kehidupan melalui situasi yang nyata dengan tujuan tertentu. pembelajaran merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. pada dasarnya merupakan . Ketiga. pembelajaran merupakan suatu proses. suatu pembelajaran yang efektif adalah apabila pelajar-pelajar melakukan perilaku secara aktif. pembelajaran bukan sebagai suatu benda atau keadaan yang statis. individu akan senantiasa berada dalam berbagai aktivitas yang tidak terlepas dari lingkungannya. Pembelajaran tidak dapat dilepaskan dengan interaksi individu dengan lingkungannya. Pembelajaran merupakan bentuk interaksi individu dengan lingkungannya. Kelima. Dengan demikian. Atas dasar prinsip ini. melainkan merupakan suatu rangkaian aktivitas-aktivitas yang dinamis dan saling berkaitan. selama proses pembelajaran itu berlangsung. Prinsip ini mengandung makna bahwa aktivitas pembelajaran itu terjadi karena adanya kebutuhan yang harus dipuaskan.

income dari siswa. tidak dapat berlangsung dengan sendirinya. kesiapan guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pengajaran (RPP) penilaian pengajaran serta penguasaan hasil belajar dan sumber bahan. Faktor-faktor yang tidak terpenuhi itulah menjadi permasalahan.pengalaman. agar memberi solusi kreatif yang baik. karena kurikulumnya memang hanya memprioritaskan keterlaksanaanya proses belajar. Bagi pendidikan informal dan non formal. Proses itu harus didukung oleh berbagai faktor. Untuk mengetahui secara pasti problematika pembelajaran itu perlu diteliti lebih jauh. problematika ini dianggap umum dan biasa saja. Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian Implimentasi KTSP terutama kesiapan madrasah dari sisi manajemen. Sebagian ahli pendidikan Islam memandang bahwa problematika pendidikan di Indonesia terletak pada lemahnya mutu kecerdasan out put. yang diungkapkan dalam judul ³ Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. Karena itu tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan ini akan menghadapi kendala. Hal ini berarti bahwa selama individu dalam proses pembelajaran hendaknya tercipta suatu situasi kehidupan yang menyenangkan sehingga memberikan pengalaman yang berarti. Mengamati konsep dan prinsip-prinsip pembelajaran yang dikemukakan Oemar Hamalik di atas sehubungan dengan peningkatan kualitas dan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam mentransformasikan nilai. dll. yang kemudian kita kenal dengan sebutan problematika pembelajaran. Rumusan Masalah .

Untuk memperoleh deskripsi mengenai implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Implikasi Teoritis a. Kegunaan Penelitian 1.N) Muara Enim? 2.N) Muara Enim? Tujuan Penelitian Dengan mengacu pada latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Sebagai penelitian awal tentang implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Bagaimana implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Apa faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Sumbangsih dalam pengembangan ilmu pendidikan khususnya teori implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) Muara Enim.N) Muara Enim. 2.Dengan mendasarkan pada latar belakang sebagaimana diuraikan diatas maka masalah yang muncul berkenaan dengan Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim diidentifikasikan sebagai berikut: 1. Berguna bagi pemerintah khususnya Departemen Agama mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat satker di daerah dalam menentukan kebijakan implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. b. Implikasi Praktis c. 2. .

sehingga mereka mampu hidup mandiri dan harmonis di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. Sesuai dengan kerangka pikir di atas. 2. pemerintah pusat. sekaligus menjamin pengembangan kepribadian Indonesia yang kuat dan berakhlak mulia. Lebih mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia. 3.d.(Departemen Agama RI2005. kurikulum Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dikembangkan dengan pendekatan sebagai berikut: 1. Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pelaksana pendidikan di lapangan untuk mengembangkan dan melaksanakan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. Kerangka Pemikiran Mata pelajaran Qur¶an Hadits merupakan salah satu mata pelajaran wajib sejak madrasah ibtidaiyah hingga madrasah aliyah. hlm 3) Kurikulum Qur¶an HaditsMadrasah Tsanawiyah yang dikembangkan dengan pendekatan tersebut diharapkan mampu meneguhkan keimanan dan meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. (Departemen Agama RI 2005.hlm 3). Lebih menitik beratkan target kompetensi daripada penguasaan materi. pemerintah daerah. Mata pelajaran tersebut secara keseluruhan tercantum dalam kurikulum. kecakapan hidup. Kurikulum Berbasis Kompetensi yang merupakan ciri dari Kurikulum 2004 didesain untuk menjamin berlangsungnya proses pendidikan yang kondusif bagi berkembangnya potensi peserta didik. Sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi lembaga pendidikan. . kemampuan bekerja dan bersikap ilmiah. kepala madrasah serta praktisi pendidikan dalam upaya menyusun KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist.

memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik.Dalam konteks madrasah. raw input. kurikulum madrasah dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi.(Ngalim Purwanto 1986. Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah sebagai bagian yang integral dari pendidikan agama. Dengan cara seperti itu. Tetapi secara substansi mata pelajaran Qur¶an Hadits memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Da1am konteks ini. teaching-learning proccess dan environmental input. hlm.106) Gambaran di atas menunjukkan bahwa masukan mentah (raw input) merupakan bahan baku yang perlu diolah. maka kehidupan masyarakat akan lebih baik. agar lulusannya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Dengan tanggung jawab yang besar itu menunjukkan semakin besarnya persoalan-persoalan yang menjadi problema pembelajaran Qur¶an Hadits semakin kompleks. Faktor-faktor yang dimaksud antara lain meliputi instrumental input. ilmu pengetahuan. serta tuntutan desentralisasi. Asumsinya adalah jika pendidikan agama termasuk Qur¶an Haditsyang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan efektif. Problema pembelajaran Qur¶an Hadits itu tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan pembelajarannya. peranan dan efektifitas pendidikan agama di madrasah sebagai landasan bagi pengembangan spiritual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat penting. madrasah tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya. Terhadap didalam kegiatan pembelajaran itu turut . Hal ini dilakukan agar madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi. dalam hal ini diberi pengalaman belajar tertentu dalam proses belajar mengajar (teaching-learning process). teknologi dan seni.

panca inderanya dan sebagainya. maka yang dimaksud masukan mentah atau raw input adalah siswa. Secara psikologis hal ini mempengaruhi mereka saat belajar. Di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Berbagai faktor tersebut berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan keluaran tertentu. tingkat kecerdasannya. Karakteristik siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim juga mempengaruhi pola pembelajaran. Hal ini menunjukan bahwa siswa berada pada masa remaja awal. Sedangkan yang menyangkut psikologis adalah : minatnya. bakatnya. baik fisiologis maupun psikologis. Usia rata-rata siswa MTs kelas VII. Masa ini ditandai dengan berkembangnya sikap dependen . Hal ini dapat dipahami karena pendidikan merupakan satu kesatuan system dimana sejumlah komponen yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. serta manajemen yang berlaku di sekolah yang bersangkutan. Di dalam keseluruhan sistem maka instrumental input merupakan faktor yang sangat penting pula dan paling menentukan dalam pencapaian hasil/output yang dikehendaki. Mengenai fisiologis ialah bagaimana kondisi fisiknya. sarana dan fasilitas. kemampuan kognitifnya dan sebagainya. motivasinya. dan berfungsi sejumlah faktor yang sengaja dirancang dan dimanipulasikan (instrumental input) guna menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki (output). guru yang memberikan pengajaran. sebagai raw input siswa memiliki karakteristik tertentu.berpengaruh pula sejumlah faktor lingkungan yang merupakan masukan lingkungan (environmental input). karena instrumental input inilah yang menentukan bagaimana kegiatan pembelajaran itu akan terjadi di dalam diri si pelajar. Yang termasuk instrumental input atau faktor-faktor yang disengaja dirancang dan dimanipulasikan adalah: kurikulum atau bahan pelajaran. VIII dan IX adalah 13-15 tahun.

percaya tapi agak ragu-ragu (bimbang). 3. percaya dengan kesadaran. Menurut Adams. Ia menunjukkan ciri-ciri positif dan negatif. sosial dan ekonomi. Remaja menunjukkan ciri-ciri fisik dan kejiwaan yang penting antara pubertas dan dewasa. Menurut Zakiah Daradjat. p. 2. sedangkan remaja mengacu kepada keseluruhan aspek perkembangan. yaitu: ada yang percaya turut-turutan. minat seksualitas dan kecenderungan untuk merenung atau memperhatikan diri sendiri. asal lembaga-lembaga keagamaan itu dapat mengikutsertakan remajaremaja dan memberi kedudukan yang pasti kepada mereka. dalam hal sikap remaja terhadap agama ada bermacam-macam. tetapi ia tidak sinonim dengan remaja.. Hurlock.). Kecenderungan remaja untuk ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan sebenarnya ada dan dapat dipupuk. . dan ada yang tidak percaya sama sekali atau cenderung kepada atheis. 1956. untuk berkomunikasi dengan orang-orang lain dan memercayai mereka serta untuk belajar mengenai apa yang merusak atau apa yang baik bagi dirinya sendiri dan orang-orang lain (Elizabeth B. Periode ini adalah saat individu menggunakan kemampuan untuk menerima dan memberi. nilai-nilai etika dan isu-isu moral. tetapi bersama itu ia ingin memperoleh pijakan rasa aman. remaja sering kali dilukiskan dengan sebutan setengah siswa setengah dewasa.kepada orang tua ke arah independen. Pubertas merupakan bagian dari masa remaja. Remaja adalah periode peralihan antara masa siswa ke masa dewasa. dan sering kali dalam bentuk campuran yang membingungkan. 14. Para ahli mengemukakan ciri-ciri remaja antara lain: 1. dan ia sering kali menunjukkan rasa ingin tahu yang semakin dewasa terhadap dirinya sendiri dan lingkungan. Remaja berjuang untuk memperoleh kebebasan. Remaja juga mencakup pencarian kebebasan dalam emosi. Pubertas mengacu kepada perkembangan fisik dan seks.

yang mengajarkan bahwa yang benar ialah sesuatu yang menghasilkan kenikmatan. sosial budaya masyarakat setempat. Kesiapan non materi/ sumber daya madrasah bentuk persiapan non materi madrasah dapat dilihat dari dimensi kepemimpinan kepala madrasah. hedonisme. tidak terlepas dari kendala dan rintangan. Oleh karena itu untuk meminimalkan adanya kendala dalam proses implimentasi tersebut perlu adanya persiapan-persiapan yang dilakukan yaitu : 1. dan yang berguna itu biasanya lebih bernuansa fisik dan materialis. sarana madrasah. keuangan. Untuk mengimplementasikan suatu program baru dalam hal kurikulum tingkat satuan pendidikan di MTs Negeri Muara Enim. tugas manusia ialah menikmati hidup ini sebanyak dan seintensif mungkin. (Mulyasa 2006. saat ini remaja banyak dihadapkan pada lingkungan dan budaya yang bernuansa pragmatisme. bentuk persiapan materi madrasah dapat dilihat dari dimensi perangkat kurikulum. Itulah sebabnya pada zaman ini dapat disaksikan hampir semua kegiatan hidup dan produk manusia diarahkan ke penikmatan seksual. guru. Demikian pula mereka diliputi oleh hedonisme. Ironisnya.Di sisi lain. karaakteristik madrasah/daerah. dan lingkungan madrasah yang mencakup lingkungan fisik seperti gedung dan lingkungan sosial. yang ditemukan ialah bahwa kenikmatan tertinggi dan paling berkesan ialah kenikmatan seksual. hlm 8). 2. Kesiapan materi/sumber daya alamiah madrasah. potensi sekolah/madrasah. Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang di susun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. dan karakteristik peserta didik. Pergaulan seks bebas merupakan fenomena yang datang dari paham ini. Fokus . siswa dan orang tua siswa. sekularisme dan isme-isme lain yang mengajarkan bahwa yang benar dan baik ialah yang berguna.

Menerapkan kaidah ilmu tajwid dalam membaca al Qur¶an. sesame manusia. berlaku dermawan.kajian yang dimunculkan hanya sebatas pada peran yang di berikan masing-masing dimensi dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. hlm. hlm. perintah menuntut ilmu. rasul dan perintah. makanan yang halan lagi baik. (Joko Susilo 2007. Adapun langkah-langkah pentahapan yang digunakan oleh penulis secara sederhana meliputi: . Memahami ayat al Qur¶an tentang akhlak kepada ibu bapak. makanan yang halal lagi baik. setan sebagai musuh manusia. dan perintah bertaqwa. Memahami akhlak terhadap ibu bapak.) Adapun Afif Muhammad menambahkan bahwa dalam menyusun penelitian yang menggunakan pendekatan metode deskriptif dapat menempuh langkah-langkah: menetapkan komponenkomponen atau aspek-aspek yang akan membentuk pemikiran tersebut atau apa yang disebut dengan indikator-indikator (Afif Muhammad 2003. menganalisis data dan menyusun. menyusun kerangka kerja teoritis.163. serta menarik kesimpulan (Mohammad Ali : 1993. mengumpulkan data. hlm 180). 43). sikap konsekwen dan jujur. taat kepada Allah. meyakini kebenaran Islam dan istiqomah. sesama manusia. 2. sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan. semangat keilmuan. Menurut Mohammad Ali. 3. persatuan dan persaudaraan. cinta kepada allah dan rasul-Nya. Langkah-langkah Penelitian Dalam penelitian ini berbentuk kualitatif. Tujuan pembelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah adalah sebagai berikut : 1. hlm 10). ada lima (5) langkah dalam penelitian pendidikan kualitatif: merumuskan fokus masalah. Peneliti memulainya dari suatu tahapan ke tahapan berikutnya. (Standar Isi MTs 2006.

mendalam dan memberi jawaban yang tepat terhadap masalah yang akan diteliti digunakan penelitian kualitatif. 90) tidak untuk mengukur sesuatu. Gambaran karakteristik yang dijelaskan tersebut sesuai dengan maksud dari penelitian ini. Fokus penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang implimentasi KTSP mata pelajaran qur¶an hadits di MTs Negeri Muara Enim.. karena yang diamati adalah responden dengan latar belakang implimentasi KTSP yang diterapkan dalam proses pembelajaran Qur¶an Hadist. kejadian-kejadian dan kenyataan-kenyataan di lapangan. metode survey lapangan adalah suatu metode yang dilakukan untuk meneliti fenomena/gejala-gejala. Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang lengkap. Dipendekatan yang dapat mendiskripsikan data tersebut adalah menggunakan penelitian kualitatif. melainkan untuk memahami sepenuhnya makna fenomena dalam konteks dan untuk memberikan laporan tebal mengenai fenomena yang dikaji. Sedangkan sasaran penelitian kualitatif menurut Leininger yang dikutip Sirozi (2004. 1988.Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey lapangan. hlm. (Nasution. 73). serta untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. hlm. maksud penelitian kualitatif tidak ditujukan untuk menghasilkan kesimpulan temuan dari sampel besar sampai populasi dengan menggunakan verifikasi statistik. Dalam hal ini. Menurut Nasution. kondisi obyektif pelaksanaan KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim. Lebih lagi. Hal ini apabila menggunakan pendekatan .

(Nasution. dapat ditemukan data yang tidak teramati dan terukur secara kuantitatif. 1998 : 121). . tetapi mengumpulkan data deskriptif dalam bentuk laporan dan uraian untuk mencari makna. wawancara dan dokumentasi. Teknik Pengumpulan Data Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif selain sebagai perencana sekaligus juga sebagai pelaksanan pengumpul data atau sebagai instrument (Moeloeng. sikap mental. berinteraksi dengan mereka dan berusaha memahami bahasa serta tafsiran mereka sendiri tentang dunia yang ada disekitarnya. Dengan menggunakan metode kualitatif. tidak berintegrasi langsung dengan subyek sehingga akan sangat sulit sekali diungkapkan proses kegiatan yang berlangsung. keyakinan dan budaya yang dianut oleh seseorang atau kelompok dalam lingkungan tertentu. walaupun tidak menolak angka-angka sebagai penunjang penelitian. kebiasaan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi.) mengemukakan bahwa : ³ Di dalam penelirtian kualitatif konsep dan kategorilah yang dipersoalkan bukan kejadian atau frekuensinya. 1992. tetapi ia menggalinya´. Cracken dalam (Julia Brannen 1997.hlm 97. Peneliti tidak menggunakan angka-angka. Dalam hal ini peneliti akan mengumpulkan data dalam situasi yang wajar. Untuk itu peneliti berhubungan langsung dengan situasi dan sumber data yang akan diselidiki.kuantitatif kurang sesuai karena penelitian ini bersifat independent. Demikian pula Mc. hlm 221) mengemukakan bahwa ³ Pada hakekatnya penelitian kualitatif mengamati orang dalam lingkungannya. seperti nilai. Dengan kata lain penelitian kualitatif tidak meneliti suatu lahan kosong. langsung apa adanya tanpa dipengaruhi oleh unsur-unsur lain dari luar lingkungan.

yaitu mengadakan pengamatan. c). yaitu : . Observasi Tujuan dari observasi adalah dengan mendiskripsikan seting yang diamati. e). 1998 : 135). yaitu sebagai pengamat dan sekaligus menjadi anggota resmi dari kelompok yang diamati. 1998 : 126). 1990 : 202). Teknik pengamatan memungkinkan peneliti memahami situasi-situasi yang rumit dan perilaku yang kompleks Pengamatan dapat diklasifikasikan atas pengamatan melalui cara berperan serta dan yang tidak berperan serta (Moeleong. kemudian mencatat perilaku dan kejadian seperti keadaan yang sebenarnya. Teknik pengamatan sangat dimungkinkan pengamat melihat dan mengamati sendiri. tempat kegiatan orang-orang yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan makna apa yang diamati menurut perspektif pengamat (Patton. pengamatan dimanfaatkan secara optimal. Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung b). Percakapan dilakukan antara peneliti yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong. Pengamatan merupakan jalan terbaik untuk mengecek kepercayaan data. Pada pengamatan berperan serta. pengamat melakukan dua peran sekaligus. Sedangkan pengamatan tanpa berperan serta pengamat hanya melakukan satu fungsi. Menurut Guba dan Lincoln (1981) ada bebearapa alasan mengapa dalam penelitian kualitatif. Patton (1990 ) 135 ± 136) mengemukakan pilihan teknik wawancara.1. Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan yang langsung diperoleh dari data lapangan. d). karena : a). 2. Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.

Untuk meliput sumber data. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui : a) observasi (pengamatan) lapangan secara langsung untuk mendapatkan data sebenarnya. Wawancara pembicara informal (the informal conversational interview). sehingga diperoleh keadaan studi dalam konteks tertentu. Wawancara ini menggunakan seperangkat pertanyaan baku. c). b) wawancara secara terbuka. Subyek yang menjadi sumber informasi dipilih sesuai dengan focus dan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini teknik wawancara yang digunakan adalah teknik pertama dan kedua. Wawancara dilakukan pada latar alamiah. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan terjadinya bias-bias atau ³kemencengan´. Menggunakan petunjuk umum wawancara (the general interview guide approach). Wawancara dilakukan berdasar pada kerangka dan garis besar pokok-pokok yang dituangkan dalam pertanyaan disesuaikan dengan keadaan responden dalam konteks wawancara sebenarnya. Wawancara baku terbuka (the standardized open-ended interview).a). c) studi dokumentasi juga dilakukan untuk mendapatkan data yang tidak diperoleh melalui tehnik lainnya. namun sebagaian terstruktur dan mendalam. Pemilihan informan dihentikan setelah variasi dan . Pertanyaan yang diajukan sangat tergantung pada pewawancara itu sendiri dan sponanitasnya dalam mengajukan pertanyaan. baik itu kepada para dewan guru mata pelajaran Qur¶an Hadis atau guru agama lainnya. Wawancara informal banyak digunakan dengan para responden yang langsung merasakan akibat dari pelaksanaan kebijakan pengembangan KTSP. serta mengutamakan pandangan dan pendirian responden. b). dibutuhkan adanya informan yang dipilih guna mendapatkan informasi sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuannya.

. tetapi unsur manusia adalah tetap merupakan instrument yang paling utama. Alat potret digunakan untuk mengambil gambar kejadian atau situasi yang dianggap penting dan sesuai dengan tujuan penelitian. tidak dapat dipisahpisahkan ke dalam variable-variabel. Operasionalisasinya dilakukan dengan mengadakan wawancara secara mendalam kepada berbagai informan lain sehubungan dengan pokok masalah yang akan diteliti.kedalaman informasi telah diperoleh secara maksimal. yaitu pengamatan dilakukan secara langsung terhadap implementasi pelaksanaan KTSP Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi MTs Negeri Muara Enim. baik itu terjadi di masa lampau ataupun karena tidak memungkinkan untuk hadir di tempat kejadian. karena mungkin peneliti tidak mampu mencatat secara langsung di lapangan hasil wawancara dengan responden. pengumpulan data di lapangan menggunakan alat bantu berupa alat rekam dan alat potret. Alat rekam yang digunakan adalah kamera. seperti pada pandangan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dalam pelaksanaannya. sehingga dalam metode penelitian ini tidak ada pilihan lain selain manusia sebagai instrument utama penelitian. Metode wawancara digunakan guna memperoleh keterangan tentang kejadian yang oleh peneliti tidak dapat diamati sendiri secara langsung. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Peneliti mengutamakan pengamatan kejadian apa adanya. yaitu ditandai dengan tidak adanya variasi informasi baru yang diperoleh. asumsi yang digunakan dalam memandang realitas adalah bahwa realitas bersifat menyeluruh ( holistik ). Instrumen pengumpulan data didalam penelitian ini. Bentuk instrument lain mungkin digunakan dalam penelitian.

yaitu proses pemilihan data kasar dan masih mentah yang diperoleh dari kajian dokumen dan wawancara. Dalam model ini ada tiga komponen analisis.Teknik Analisis Data Analisis data sebagai proses menguraikan data menjadi komponen-komponen yang membentuknya yang dinyatakan oleh penjelasan responden. tahap reduksi data. penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber sebagai kesimpulan sementara sambil mencari data pendukung kesimpulan tersebut. Ketiga. Dalam bagian ini dikemukakan latar belakang masalah. kerangka pemikiran. dijelaskan. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. yaitu : Bab 1 merupakan bagian pendahuluan. tahap verifikasi data. Kegiatan ini berlangsung secara terus menerus selama penelitian melalui tahapan membuat ringkasan. bahwa analisis data bertujuan untuk mengetahui karakteristik setiap variable dan menguraikan makna yang dinyatakan oleh penjelasan responden. hlm. diramalkan. dipahami. tujuan penelitian. langkah-langkah . Pertama. rumusan masalah. Data yang masuk kemudian ditafsirkan. Hal ini mengacu pada pendapat Gulo (2002. 29). Kedua. dan bahkan direvisi redaksinya. sehingga memberi makna pada setiap rangkuman sesuai dengan materi pokok penelitian. kegunaan penelitian. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tesis ini disusun dalam lima bab. Semua data yang relevan dianalisis dan disampaikan dengan kata atau gambar. berupa penyampaian informasi yang diperlukan dalam penelitian berdasarkan data yang sudah direduksi dan disusun secara runtut. tahap penyajian data.

yaitu bagian penutup yang memuat kesimpulan. keadaan guru. RPP al qur¶an hadist. prinsip pengembangan dan pelaksanaan kurikulum MTs. visi dan misi serta tujuan MTsN Muara Enim. dan saran-saran. keadaan bangunan. plus minus KTSP. sistematika penulisan. penggunaan kutipan dan system referensi . Bab 4 merupakan hasil penelitian yang memaparkan implementasi KTSP dari segi perencanaan. segi pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran qur¶an haditsdi MTs Negeri Muara Enim. dasar dan tujuan KTSP. Bab 5 merupakan bagian akhir dari pembahasan penelitian ini. dan prestasi ujian nasional selama tiga tahun di MTs Negeri Muara Enim. Sistematika penulisan ini nantinya sekaligus menjadi panduan bagi penulis untuk menyusun hasil penelitian tesis. kondisi geografis. model kurikulum Madrasah Tsanawiyah. teknik pengumpulan data. Selanjutnya juga bab ini membahas faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP dari segi perencanaan. Bab 2 merupakan bagian kerangka teori yang berisi pengertian KTSP.penelitian. tata letak (lay out) format halaman. pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran Qur¶an haditsdi MTsN Muara Enim. Bab 3 merupakan kondisi Umum MTsN Muara Enim yang meliputi sejarah singkat. teknik analisis data. Standar kompetensi lulusan MTs. qur¶an hadits sebagai mata pelajaran di Madrasah Tsanawiyah. dan lokasi penelitian. jenis penelitian.standar kompetensi dan kompetensi dasar al qur¶an hadist. dasar kebijakan dan karakteristik KTSP. Untuk itu perlu dikemukakan bahwa secara teknis ukuran jumlah halaman. model silabus KTSP.

Di samping itu pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim yang diwakili oleh kepala sekolah dan dewan guru memberikan izin dan menyambut baik niat penulis untuk melakukan penelitian di MTs Negeri Muara Enim.penulisan hasil penelitian tesis ini menggunakan pedoman penulisan tesis yang disusun oleh Sirozi et al. Selain itu pihak Mapenda kantor Departemen Agama Kabupaten Muara Enim juga memberikan izin dan dukungan sepenuhnya. bahwa masalah yang menjadi fokus penelitian yang sedang dikaji penulis. . (2005). penulis mengembangakan dan menggunakan panduan yang disusun Abizar et. Lokasi Penelitian Penelitian ini memfokuskan pada masalah implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. Buku Panduan Penulisan. Sedangkan khusus penulisan laporan Bab 4 bagian yang memaparkan temuan hasil penelitian. Panduan Penulisan Karya Ilmiah: menulis Tesis efektif dan Efisien. Hal ini dipilih berdasarkan observasi studi pendahuluan peneliti. ada di tempat tersebut. (1991). serta siap membatu penelitian ini sampai selesai. Di lokasi tersebut nampak adanya masalah yang relevan dengan penelitian ini. untuk keperluan yang lebih praktis dan operasional bentuk gaya penulisan.al.

6. Mengingat : 1. Tugas. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Standar Kompentesi Lulusan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan . Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. dan Tatakerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. d. enimbang : bahwa agar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dapat dilaksanakan di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah secara baik. Susunan Organisasi. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. 5. 2. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH. c. 3. dan Pasal 25 sampai dengan Pasal 27. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 sampai dengan Pasal 38. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. b. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 5 sampai dengan Pasal 18. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. Pasal 1 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan pada : a. 4. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496).

madrasah tsanawiyah (MTs).tahun III : kelas 1. (3) Satuan pendidikan dasar dan menengah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah untuk semua tingkatan kelasnya mulai tahun ajaran 2006/2007.tahun III : kelas 1. melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun. dan 5. sekolah menengah kejuruan (SMK).2. (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004.2. madrasah aliyah (MA). (5) Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau Komite Madrasah. Untuk sekolah dasar (SD). madrasah aliyah kejuruan (MAK). b. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/kota masing-masing. untuk satuan pendidikan dasar.3.tahun I : kelas 1 dan 4. . dan 3. sekolah menengah atas (SMA). untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus.4. .tahun I : kelas 1. (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. . dan sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) : . (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah paling lambat tahun ajaran 2009/2010.5 dan 6. (5) Penyimpangan terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan setelah mendapat izin Menteri Pendidikan Nasional. .tahun II : kelas 1 dan 2.Menengah. dan sekolah dasar luar biasa (SDLB): . sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB). 2 (3) Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah memperhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). madrasah ibtidaiyah (MI).tahun II : kelas 1. (2) Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pasal 2 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mulai tahun ajaran 2006/2007. . disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing.2. Untuk sekolah menengah pertama (SMP). Pasal 3 (1) Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dengan tahapan : a.4.

(3) Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pasal 4 (1) BSNP melakukan pemantauan perkembangan dan evaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar 3 Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP kepada dinas pendidikan provinsi. mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP. dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan/atau Pusat Pengembangan dan Penataran Guru (PPPG). mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus. c. terhadap guru. mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif. dan dewan pendidikan. secara nasional. b. membantu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam penjaminan mutu satuan pendidikan dasar dan menengah agar dapat memenuhi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. untuk satuan pendidikan madrasah ibtidaiyah (MI). dinas pendidikan kabupaten/kota. . b. melalui LPMP. madrasah aliyah (MA). disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan yang bersangkutan. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. pengawas. pada tingkat satuan pendidikan. menggandakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pasal 7 Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional: a. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. madrasah tsanawiyah (MTs). Pasal 6 Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan: a. kepala sekolah. melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mendukung penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. serta mendistribusikannya kepada setiap satuan pendidikan secara nasional. c. b. (2) BSNP dapat mengajukan usul revisi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan keperluan berdasarkan pemantauan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP. Pasal 5 Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah: a.

Nomor 080/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan. c. melakukan supervisi. b. prasarana. Nomor 060/U/1993 tentang Kurikulum Pendidikan Dasar. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK yang mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan 4 Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. di kalangan lembaga pendidikan tenaga keguruan (LPTK). mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pasal 9 Sekretariat Jenderal melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Nomor 0126/U/1994 tentang Kurikulum Pendidikan Luar Biasa. Nomor 061/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Umum. e. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya dan berkoordinasi dengan Departemen Pendidikan Nasional. Pasal 10 Departemen lain yang menyelenggarakan satuan pendidikan dasar dan menengah : a. c. mengevaluasinya. bekerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dasar dan menengah dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah. mengusahakan secara nasional sesuai dengan kewenangannya agar sarana. b. dan d. Pasal 8 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: a. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : a. dan mengevaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya.d. memonitor secara nasional penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan sumber daya manusia satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau Menteri. memantau. kepada pemangku kepentingan umum. Pasal 11 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. b. dinyatakan tidak berlaku bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sejak satuan pendidikan dasar dan . f.

Pendidikan Agama Hindu SD 1. Dasa Yama dan Dasa Nyama Bratha dalam kehidupan sehari-hari 4. membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur¶an. Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar 3. Catur Paramita. Tri Parartha. Memahami ajaran Susila yang meliputi: Tri Kaya Parisudha. Memahami hari-hari suci keagamaan dan dasar-dasar hari suci (Wariga) 9. Meyakini kemahakuasaan Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai Maha Pencipta. Beribadah kepada Tuhan sebagai ucapan syukur melalui doa dan membaca Alkitab 4. 4. Memahami Bhuana Agung dan Bhuana Alit 11. Memahami tari-tari Keagamaan. Tri Murti. d. Memahami ajaran Panca Sradha dan Tri Sarira 3. Menanggapi kasih Allah dengan mengasihi orangtua. TTD. Panca Yama. Tri Purusa dan Cadhu Sakti 2. Menerapkan Panca Yadnya secara Nitya Karma dan Naimitika Karma dalam kehidupan sehari-hari 6. Panca Nyama Bratha. Pasal 12 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Memelihara ciptaan Allah lainnya dalam hidup sehari-hari c. Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela 4. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN 1. lagu-lagu kerohanian (Yadnya).menengah yang bersangkutan melaksanakan Peraturan Menteri ini sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3. Peserta didik memahami Gereja sebagai persekutuan Umat Allah dan sebagai Sakramen keselamatan yang diutus ke dalam dunia dan Roh Kudus yang diutus Yesus sebagai jiwa Gereja yang senantiasa menyertainya. Pendidikan Agama Kristen SD 1. Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai karunia Tuhan dan mengungkapkan rasa syukurnya dengan berdoa. Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji 5. dan sejarah perkembangan Hindu sebelum dan sesudah kemerdekaan . 3. Catur Guru. Memahami kasih Allah melalui keberadaan dirinya 2. Pendidikan Agama Katolik SD 1. bernyanyi serta melakukan perbuatan-perbuatan nyata 2. Peserta didik memahami hidup beriman yang terlibat dalam masyarakat sebagai perwujudan imannya. SEKOLAH DASAR (SD)/ MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) a. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Juni 2006 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi b. Pendidikan Agama Islam SD/MI 1. menghafal. BAMBANG SUDIBYO 5 Lampiran: Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kelulusan C. Menyebutkan. Memahami Weda sebagai kitab suci dan wahyu Sang Hyang Widhi (Tuhan) 7. Memahami orang suci agama Hindu dan tugas dan kewajiban orang suci 8. Tri Mala. mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-µAlaq 2. keluarga dan teman 3. Mengenal pemimpin yang baik dan patut diteladani di wilayahnya 10. Mendemonstrasikan pemahaman sikap-sikap sembahyang Tri Sandhya dan sarana sembahyang 5. Peserta didik memahami dan mencintai Allah sebagai Bapa Pencipta dan Penyelenggara seperti dikisahkan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan meneladani Yesus Kristus sebagai Penyelamat hidup umat manusia.

Pendidikan Agama Buddha SD 1. dan para siswa utama Buddha 6 6. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di SMP f. dan informasi dalam kegiatan perkenalan. dan pantun h. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari . diskusi. Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 5. perasaan. dan kreatif untuk memecahkan masalah 7. Menampilkan perilaku jujur. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk. mengurutkan data. meditasi (samadhi). dialog. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 2. pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng. sudut. baik pada tingkat daerah maupun pusat 8. Memahami makna keutuhan negara kesatuan Republik iIndonesia. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya 4. sesuai dengan nilai-nilai pancasila 7. wawancara. cerita. dan menghargai keputusan bersama 9. pengumuman. disiplin. pidato. drama. serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 4. formulir. dongeng. Meneladani sifat. deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar. gambar dan grafik (diagram). deklamasi. dan drama 4. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (sila). dan puisi 3. pengumuman. Mendengarkan Memahami wacana lisan berbentuk perintah. penyajian data dengan tabel. Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa 10. Menulis Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran. luas. operasi hitung dan sifat-sifatnya. panjang. kebiasaan. pesan. penjelasan. petunjuk. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan. Bodhisattva. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis. berita. volume. puisi. dengan kepatuhan terhadap undangundang. Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 3. percakapan telepon. petunjuk. laporan. perasaan. kecepatan. Memahami sistem pemerintahan. drama. kritis.e. peraturan. Memiliki kemampuan dasar untuk memahami dan meyakini agamanya serta menerapkannya dalam bertutur. Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat. waktu. pelaporan hasil pengamatan. teks panjang. Memahami lambang-lambang agama Buddha 9. cerita. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2. tegur sapa. modus. pantun. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 3. memberi petunjuk. dan kebijaksanaan (panna) 2. percakapan sederhana. unsur-unsur dan sifat-sifatnya. cerita. senang bekerja dan anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. sikap dan kepribadian Buddha. debit. Memahami konsep pengumpulan data. dan informasi dalam bentuk karangan sederhana. Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masing-masing aliran 5. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran. Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama 8. rentangan data. Matematika SD/MI 1. deskripsi peristiwa dan benda di sekitar. serta karya sastra berbentuk dongeng. Bahasa Indonesia SD/MI 1. puisi. rerata hitung. Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis 6. Memahami hidup tertib dan gotong royong 5. adat istiadat. dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi. serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita. percakapan. berbuat dan berperilaku 3. parafrase. kebiasaan. pantun dan cerita rakyat 2. Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana. Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI 1. pantun. ringkasan. teks pidato. Memahami hubungan Indonesia dengan negara tetangga dan politik luar negeri g. surat. Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah 4.

busana. Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan menceritakan hasil pengamatannya secara lisan dan tertulis 2.6. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan . keadaan sosial negara di Asia Tenggara serta benuabenua 8. kenampakan alam. Memahami matahari sebagai pusat tata surya. Mengenal gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga. perubahan wujud benda. daerah dan Nusantara 3. dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 5. Memahami perkembangan wilayah Indonesia. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7. serta manfaat hewan dan tumbuhan bagi manusia. serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi bencana alam 9. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan lagu wajib. dan tumbuhan. hewan. serta kerja sama di antara keduanya 3. dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 4. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional. Memahami identitas diri dan keluarga. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi bertema hewan. Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan. serta fungsinya dan perubahan pada makhluk hidup 7 4. kenampakan dan perubahan permukaan bumi. dan hubungan peristiwa alam dengan kegiatan manusia j. dan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya 3. kritis. dan perlengkapan tari daerah setempat 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi dengan tema bebas 5. dan kreatif i. upaya pelestariannya. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis dan gabungan terhadap berbagai musik/lagu wajib. Memahami peranan Indonesia di era global k. Memahami berbagai bentuk energi. dan kegunaannya 5. Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga. Memahami beragam sifat benda hubungannya dengan penyusunnya. Memiliki kemampuan berpikir logis. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa terapan melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang ada di daerah setempat 2. Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI 1. Seni Budaya dan Keterampilan SD/MI Seni Rupa 1. Memahami bagian-bagian tubuh pada manusia. Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 7. Mengenal sumber daya alam. manusia dan kehidupannya serta motif hias dengan teknik batik 4. serta mewujudkan sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga 2. Memahami sejarah. Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI 1. kegiatan ekonomi. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik sederhana daerah setempat 2. keragaman suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia 6. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara melalui pembuatan benda kreatif yang sesuai dengan potensi daerah setempat Seni Musik 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa murni melalui pembuatan relief dari bahan plastisin/tanah liat yang ada di daerah setempat 3. daerah dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana daerah setempat Seni Tari 1. perubahan dan manfaatnya 6.

Mempraktekkan gerak dasar lari. Mengapresiasi dan mengekspresikan perpaduan karya seni tari dan musik Nusantara Keterampilan 1. busana. dan lingkungan sekitar 3. dan lain-lain 8 2. dan lingkungan sekitar 2. Bahasa Inggris SD/MI 1. mengenal berbagai penyakit dan pencegahannya serta menghindarkan diri dari narkoba m. Mempraktekkan gerak ketangkasan seperti ketangkasan dengan dan tanpa alat. dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana yang disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas. dan aerobik 3. kerjasama. sekolah. Mempraktekkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di luar sekolah seperti perkemahan. dan lain-lain 7. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan anyaman dengan menggunakan berbagai bahan 4. senam kesegaran jasmani (SKJ). Mengapresiasi dan membuat karya benda mainan beroda dengan menggunakan berbagai bahan l. Mempraktekkan gerak ritmik meliputi senam pagi. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan dan benda permainan dengan teknik meronce dan makrame 3. dan cerita sangat sederhana yang disampaikan secara lisan dalam konteks kelas. informasi. informasi. ungkapan. serta senam lantai 4. teks fungsional pendek. dan perlengkapan tari Nusantara 3. mengenal makanan sehat. Memahami budaya hidup sehat dalam bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. lompat. Mempraktekkan gerak dasar renang dalam berbagai gaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 5. Mempraktekkan latihan kebugaran dalam bentuk meningkatkan daya tahan kekuatan otot. Olahraga dan Kesehatan SD/MI 1. sekolah. piknik. Mendengarkan Memahami instruksi. dan lingkungan sekitar 4. dan jalan dalam permainan sederhana serta nilai-nilai dasar sportivitas seperti kejujuran.gerak. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan daerah setempat dengan teknik konstruksi 2. sekolah. Pendidikan Jasmani. Membaca Membaca nyaring dan memahami makna dalam instruksi. kelenturan serta koordinasi otot 6. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sangat sederhana dalam bentuk instruksi dan informasi dalam konteks kelas. dan teks fungsional pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat . Menulis Menuliskan kata.

praktis. Dalam pengembangan kurikulum. 2. prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran. Dalam hal ini. fleksibilitas. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. kontinuitas. (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan. dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Prinsip fleksibilitas. Prinsip relevansi. Oleh karena itu. strategi. yaitu : 1. organisasi dan evaluasi). sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis). lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya. serta unsur ± unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. seperti : politikus. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. pengusaha. dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. didalamnya mencakup: perencanaan. orang tua peserta didik. Dalam pengembangan kurikulum. bahan. dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Prinsip Pengembangan Kurikulum Posted on 31 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. penerapan dan evaluasi.3. . tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan. dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip ± prinsip umum : relevansi. dan efektivitas. tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar. prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan. namun di dalamnya melibatkan banyak orang.

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan. yakni adanya kesinambungandalam kurikulum. muatan lokal. Prinsip kontinuitas. pengembangan keterampilan pribadi. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal. Prinsip efektivitas. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. suku. dan jenjang serta jenis pendidikan. baik yang di dalam tingkat kelas. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. . kondisi daerah. dan seni. 6. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. yaitu : 1. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. teknologi. serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. berakhlak mulia. cakap.memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang. kreatif. 5. perkembangan. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. keterampilan akademik. terdapat sejumlah prinsipprinsip yang harus dipenuhi. Belajar sepanjang hayat. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. 4. 3. baik secara vertikal. maupun secara horizontal. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. keterampilan berpikir. keterampilan sosial. 5. perkembangan. Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 4. dunia usaha dan dunia kerja. sehat. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 2. yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. biaya. cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. dan pengembangan diri secara terpadu. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. baik secara kualitas maupun kuantitas. Berpusat pada potensi. maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. 3. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir. antar jenjang pendidikan. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. Oleh karena itu. berilmu. Prinsip efisiensi. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. budaya dan adat istiadat. kebutuhan. Menyeluruh dan berkesinambungan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. serta status sosial ekonomi dan gender. kebutuhan. teknologi. tanpa membedakan agama.

Presentation Transcript 1. banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . berbangsa dan bernegara. isi. galerysabar. yang justru tampaknya sering kali terabaikan. teknologi. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. dan apakah tujuan dan sarana tersebut serasi dan efektif 2. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.com Tujuan Isi/ Bahan Cara/Strategi dan Organisasi Orientasi (diagnosis kebutuhan) Evaluasi Implementasi Pengembangan Ujicoba Kurikulum Pengembangan Kurikulum 4. dan minat peserta o Keragaman potensi daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Perkembangan ilmu pengetahuan. Kewenangan Pengembangan Kurikulum Pemerintah Pusat Kelompok/Satuan Pendidikan Komite Sekolah Silabus Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Diknas/Depag Prop Diknas/Depag Kab/Kota Koordinasi & Supervisi Dikmen Koordinasi & Supervisi Diksar galerysabar.blogspot. dan bahan pelajaran. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum. dan seni o Agama o Dinamika perkembangan global o persatuan nasional dan nilai-nilai keagamaan galerysabar. nonformal dan informal.com KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN KURIKULUM: Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan.Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. 7. tentang bagaimana tujuan direalisasikan melalui proses belajar-mengajar. Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran . Galerysabar. Kurikulum Pembelajaran Tujuan (Output) Proses Input Hubungan Kurikulum dan Pembelajaran B . serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan PENGEMBANGAN KURIKULUM: Suatu proses untuk membuat keputusan tentang tujuan.com . Prinsip Pengembangan Kurikulum o Peningkatan iman dan taqwa o Peningkatan akhlaq mulia o Peningkatan potensi. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum.com 5.Tajudin 3.blogspot.blogspot. kecerdasan.blogspot. Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya.

Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) VISI Diksar: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter. serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi . serta o berkomunikasi melalui berbagai media o menyenangi dan menghargai seni o menjalankan pola hidup bersih.blogspot.com 8. menulis. memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memiliki dasar humaniora utk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan o menguasai pengetahuan dan ketrampilan akademik serta beretos belajar o untuk melanjutkan pendidikan o mengalihgunakan kemampuan akademik dan ketrampilan hidup di masyarakat o lokal dan global o Berekspresi dan menghargai seni . dan pengetahuan yang kuat dan memadai untuk mengemangkan potensi dirinya secara optimal sehingga memiliki ketahanan dan keberhasilan dalam pendidikan lanjutan atau dalam kehidupan yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman Dikmen: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter. dan berhitung o mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan o berpikir logis. galerysabar. kreatif inovatif. ketrampilan. dan o kecakapan emosional o memberikan dasar ketrampilan hidup. kemandirian. memecahkan masalah. dan ketrampilan yang kuat untuk mengadakan hubungn timbal balik dengan lingkungan sosial. memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memahami dan menjalankan hak serta kewajiban untuk berkarya dan o memanfaatkan lingkungan secara bertanggungjawab o berpikir secara logis. dan sehat o berpartisipasi dlm kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga thd o bangsa dan tanah air o SMA/MA: o meyakini. kritis. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) MISI o Diksar: o menanamkan dasar perilaku berbudi pekerti dan berakhlaq mulia o menumbuhkn dasar kemahiran membaca. kecakapan. galerysabar. kewirausahaan. budaya.com 7. dan alam sekitar. dan etos o kerja o Dikmen: o memberikan kemampuan minimal bagi lulusan untuk melanjutkan o pendidikan dan hidup dalam masyarakat o menyiapkan sebagai besar warga negara menuju masyarakat o belajar pada masa yang akan datang o menyiapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang memahami o dan menginternalisasi perangkat gagasan dan nilai masyarakat o beradan dan cerdas.blogspot. dan kreatif o menumbuhkan sikap toleran. kecakapan. bugar. tanggungjawab.6. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) KOMPETENSI o SMP/MTs: o meyakini. kritis.

Sastra Indonesia *) . 4 4 3 3 3 3 4.blogspot.blogspot.. galerysabar. Agama 2 2 2 2.. lain o Tenaga Guru ¢ Guru MP yang bersertifikasi secara periodik o Sumber & Sarana Belajar ¢ Buku Terbitan pemerintah/swasta o Bahasa pengantar ¢ dpt menggunakan selain bahasa Indonesia o Nilai-nilai Pancasila ¢ dilakukan melalui berbagai keg...blogspot.. pendekatan PAKEM.o o o Menjaga kebersihan. berbangsa..13. Kesenian 2 2 3 3 2 2 7. Bhs Asing Lain (Arb.3 3 3 3 9.Fisika 3 3 .15.Fisika 3 3 .Sosiologi (termasuk Antropologi) 2 2 . Kesenian 2 2 2 2 .blogspot. sekolah o Pend.Sosiologi (termasuk Antrpologi) 2 2 . Inggris *) 4 4 6 6 6 6 5.Biologi 3 3 . Agama 2 2 2 2 2 2 2.2 10.Biologi 3 3 . Inggris 4 4 4 7. Konstruktivisme.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1.Kim. Kurikuler & pendekatan ¢ 5 atau 6 hari.7.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls VII Kls VIII Kls IX 1... Pemecahan Masalah.Jer. Bhs Indo. Pend.Kimia *) 3 3 4 5 4 5 14. Agama 2 2 2 2 2 2 2. melalui modul atau lembar kerja . Pend. Bhs.12. Sejarah 3 . Matematika 4 4 4 4 4 4 6. dan kebugaran jasmani Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dlm kehidupan bermasyarakat. Pengetahuan Sosial (Ekon.Geografi fisik) 6 6 6 5..2 9. Matematika 6 6 6 4.14. Kesenian 2 2 2 9.2 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 12. *) 4 4 4 4 4 4 4. Budi Pekerti ¢ bukan MP tetapi program pendidikan o Akselerasi Belajar ¢ dilakukan a. Bhs & Sastra Indo..2 .13.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1.. Sains (Fis. o Pendukung Pelaksanaan Kuikulum o Kalender Pendidikan ¢ hari efektif = 200-240 hari o Diversifikasi Kurikulum ¢ Kelompok Normal.. Ketrampilan/TIK 2 2 2 10.12. Matematika 4 4 2 2 2 2 6.10.blogspot..11.14. Struktur Program Kurikulum SMA (IPA) 1 jam = 45 menit. Pend.Biologi *) 3 3 5 4 5 4 15.Ekonomi ) 2 2.11.Perncis.2 .. Inggris 4 4 4 4 4 4 5. Agama 2 2 2 2 2 2 2. Struktur Program Kurikulum SMA (IPS) 1 jam = 45 menit.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1.. Geografi . dan bernegara secara demokratis.. TIK/Ketrampilan *) .Ekonomi 2 2 .l..3 ..4 4 4 4 16. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8.3.3 3 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 13.TIK/Ketrampilan Jumlah 36 36 36 36 34 32 11. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 .. o Belajar Tuntas..3 .... Bhs. Pend..Fisika *) 3 3 5 5 5 5 13.. Sejarah 3 . Jasmani 2 2 2 2 2 2 8. 34 mgu/smt galerysabar. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8..Kimia 3 3 .Kimia 3 3 .3 3 3 3 9. Struktur Program Kurikulum SMP 1 jam pel = 45 menit galerysabar.5 5 5 4 17.. Pend.Jpn. Bhs & Sastra Indo. Sejarah *) 3 . minm 30 jam/minggu.Bio.. Kewarganegaraan *) 2 2 2 2 2 2 3. Sedang. Matematika *) 4 4 5 5 5 5 6.. dan keg. Jasmani 2 2 2 8. Geografi *) . Pend.Mand) *) . Pend.Sosiologi (termasuk Antrpologi) *) 2 2 4 4 4 4 12. 34 mgu/smt galerysabar. Kesenian 2 2 2 2 .TIK/Ketrampilan .15. Inggris 4 4 4 4 4 4 5. Geogsos) 3 3 3 6. Muatan Lokal (maks) 4 4 4 Jumlah (maks) 37 7 37 10. Bhs. Pend. Bhs & Sastra Indo... Geografi . Ekstra Kurikuler ¢ Pengayaan. Perbaikan.7. 6 6 6 3.3 2 2 2 2 10... Tinggi o Penyusunan Silabus (dpt dilakukan oleh sekolah) o Keg.com 9. kesehatan..Ekonomi *) 2 2 5 5 5 5 11. Multikecerdasan o Keg. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 3. minm 30 jam/minggu.. Berpikir Reflektif. 4 4 3 3 3 3 4.. Struktur Program Kurikulum SMA (Bahasa) galerysabar.. Bhs..

o o Remidial & Pengayaan BK Pendidikan oleh Guru BP galerysabar.blogspot.com .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->