Pendahuluan Sejak zaman penjajahan, bangsa Indonesia telah memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Namun pelaksanaannya masih diwarnai oleh kepentingan politik kaum penjajah, sehingga tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan mereka. Setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, bangsa Indonesiapun menunjukan kepeduliannya terhadap pendidikan. Hal itu terbukti dengan menempatkan usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan nasional bangsa Indonesia. Sebagaimana tertulis dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi : Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban duniayang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan negara republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (BP 7 Pusat, 1990:1). Dengan demikian maka tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan bangsa Indonesia, yang sekarang ini tujuan pendidikan tersebut dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU sisdiknas) BAB II pasal 3 yang berbunyi sebagai berikut : Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Agar tujuan tersebut dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan suatu alat untuk mencapainya, yaitu ³segala sesuatu yang secara langsung membantu terlaksananya tujuan pendidikan´ (Barnadib, 1987:96). Sehubungan dengan alat pendidikan ini, Ahmad Supardi (1989:9), membagi alat pendidikan ke dalam dua bagian, yaitu : 1. Alat pisik, berupa segala perlengkapan pendidikan yang berupa sarana dan fasilitas dalam bentuk konkrit, seperti bangunan, alat tulis dan baca dan lain sebagainya. 2. Alat non pisik, berupa kurikulum, pendekatan, metode dan tindakan berupa hadiah dan hukuman serta uswatun hasanah atau contoh teladan yang baik dari pendidik. Berdasarkan pembagian alat pendidikan yang dikemukakan Ahmad Supardi di atas, jelaslah bahwa salah satu dari alat pendidikan diantaranya adalah kurikulum.

Sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, kurikulum harus mencerminkan kepada falsafah sebagai pandangan hidup suatu bangsa, karena ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan bangsa itu kelak, banyak ditentukan dan tergambarkan dalam kurikulum pendidikan bangsa tersebut. Sering terjadi jika suatu negara mengalami perubahan pemerintahan, politik pemerintahan itu mempengaruhi pula bidang pendidikan yang sering mengakibatkan terjadinya perubahan kurikulum tang berlaku. Sebagai contoh sebelum Indonesia merdeka setidaknya telah terjadi dua kali perubahan kurikulum, yang pertama ketika di jajah belanda kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya. Kedua ketika dijajah Jepang kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya yang bersemangatkan kemiliteran dan kebangunan Asia Timur Raya. Kemudia setelah Indonesia merdeka pra orde baru terjadi pula dua kali perubahan kurikulum, yang pertama dilakukan dengan dikeluarkannya retjcana pelajaran tahun 1947 yang menggantikan seluruh sistem pendidikan kolonial, kemudian pada tahun 1952 kurikulum ini mengalami penyempurnaan dan dan diberinana rentjana Pelajaran terurai 1952.Perubahan kedua terjadi dengan dikeluarkannya rentjana pendidikan tahun 1964, perubahan tersebut terjadi karena merasa perlunya peningkatan dan pengejaran segala ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu alam dan matematika. Saat orde baru terlahirpun kurikulum mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan pertama terjadi dengan dikeluarkannya kurikulum 1968 yang didasari oleh adanya tuntutan untuk mengadakan perubahan secara radikal pemerintahan orde lama dalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Perubahan kedua terjadi dengan diterbitkannya kurikulum tahun 1975 (disempurnakan dengan kurikulum 1976 dan 1977). Perubahan ketiga terjadi dengan diberlakuannya kurikulum tahun 1984. Dan Perubahan keempat terjadi Ketika di negara kita diberlakukan Undang-undang Sistem pendidikan Nasional (UUSPN) pada tahun 1989 beserta seperangkat peraturan pemerintah yang mengatur lebih lanjut pelaksanaan UUSPN tersebut, menyebabkan perlunya pembuatan atau penyusunan kurikulum yang sesuai dengan rumusan pasal-pasal yang tercantum dalam UUSPN dan peraturan pemerintahnya. Maka pada Tahun 1994 di negara kita diberlakukan kurikulum baru sesuai dengan keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. Perubahan dan perbaikan kurikulum itu wajar terjadi dan memang harus terjadi, karena kurikulum yang disajikan harus senantiasa sesuai dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Subandijah (1993:3), bahwa : Apabila kurikulum itu dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka kurikulum dalam kedudukannya harus memiliki sipat anticipatori, bukan hanya sebagai reportorial. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus dapat meramalkan kejadian di masa yang akan datang, tidak hanya melaporkan keberhasilan peserta didik. Sifat kurikulum yang harus senantiasa adaptif dan antisipatif ini sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

Artinya : ³Didiklah anak-ankmu itu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk mengisi masa yang bukan masamu´ Seiring dengan terjadinya perubahan politik dan bergantinya rezim orde baru dan terjadinya amandemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 menyebabkan eksistensi Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) dirasakan tidak lagi memadai dan tidak lagi sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut dipandang perlu menyempurnakan UUSPN tersebut, dan pada tahun 2003 dengan persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian lebih dikenal dengan UU SISDIKNAS. Sesuai dengan tuntututan UU SISDIKNAS pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyebabkan kurikulum yang berlaku di sekolah adalah kurikulum yang sesuai dengan standar nasional pendidikan. Agar kurikulum yang digunakan di sekolah sesuai dengan standar nasional pendidikan maka Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengeluarkan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi yang di dalamnya memuat tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan, standar kompetensi dan kompetensi dasar. Untuk sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Agama tidak ketinggalan Menteri Agamapun mengeluarkan Peraturan Menteri Agama No. 2 Tahun 2008 tentang standar kompetensi lulusan dan standar isi Pendidikan Agama Islam dan Bhasa Arab di Madrasah. Arah Baru Kurikulum Pendidikan Nasional Lahirnya UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 boleh dikatakan sebagai awal lahirnya arah baru pendidikan Indonesia dimana kurikulum yang dibuat mengarah kepada pencapaian kompetensi siswa baik kompetensi Kognitif, Afektif, maupun Psikomotor. Berikut ini pasal-pasal yang terdapat dalam UU SISDIKNAS yang terkait secara langsung dengan kurikulum. Dalam UU SISDIKNAS terdapat 4 pasal dan 10 ayat yang berbicara tentang kurikulum, yaitu : Pasal 1 ayat 19 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, da bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraankegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsipdiversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

(3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: 1. Peningkatan Iman Dan Takwa; 2. Peningkatan Akhlak Mulia; 3. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Dan Minat Peserta Didik; 4. Keragaman Potensi Daerah Dan Lingkungan; 5. Tuntutan Pembangunan Daerah Dan Nasional; 6. Tuntutan Dunia Kerja; 7. Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni; 8. Agama; 9. Dinamika Perkembangan Global; Dan 10. Persatuan Nasional Dan Nilai-Nilai Kebangsaan. Pasal 37 ayat 1 dan 2 (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: 1. Pendidikan Agama; 2. Pendidikan Kewarganegaraan; 3. Bahasa; 4. Matematika; 5. Ilmu Pengetahuan Alam; 6. Ilmu Pengetahuan Sosial; 7. Seni Dan Budaya; 8. Pendidikan Jasmani Dan Olahraga; 9. Keterampilan/Kejuruan; Dan 10. Muatan Lokal. (2) Kurikulum Pendidikan Tinggi Wajib Memuat: 1. pendidikan agama; 2. pendidikan kewarganegaraan; dan 3. bahasa. Pasal 38 ayat 1, 2, 3, dan 4 (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.

Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Sumber belajar bukan hanya guru. (2) spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi.(3) Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Depdiknas. disikapi. 5. Tahun 2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. 4. (4) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. penilaian. seperti penyempurnaan kurikulum. Kurikulum Berbasis Kompetensi Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan. dan proses pembelajaran. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. materi pelajaran. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Tahun 2004). Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. kegiatan belajar mengajar. atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. 2.(Depdiknas. 3. (3) pengembangan sistem pembelajaran. . dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. yaitu: (1) pemilihan kompetensi yang sesuai.

Saya menduga mereka hanya ³mengulang-ulang´ pernyataan dari BSNP. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No. Jika saja mereka sudah melakukan pembandingan secara mendalam kedua kurikulum tersebut. 22/2006 ± Standar Isi Permendiknas No. 24 Tahun 2006 tanggal 2 Juni 2006. Landasan Hukum KURIKULUM 2004 y Tap MPR/GBHN Tahun 1999-2004 y UU No. 20/1999 ± Pemerintah-an Daerah y UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian diganti dengan UU No. yaitu KBK tahun 2004 yang tidak pernah disyahkan menteri pendidikan Nasional walaupun telah menelan biaya milyaran rupiah dan KBK tahun 2006 yang selanjutnya lebih dikenal dengan KTSP. Kurikulum 2006. Hal ini adalah ironis. Mengingat Kurikulum 2004 ini masih dalam taraf ujicoba yang lebih luas sejak tahun pembelajaran 2004/2005 dan belum semua sekolah sudah menerapkan secara utuh Kurikulum 2004. 22 tentang . Memang harus diakui dalam beberapa hal ada kesamaan atau kemiripan antara keduanya. 20/2003 ± Sisdiknas PP No.Setidaknya ada dua versi Kurikulum Berbasis Kompetensi yang pernah ada di Indonesia setelah lahirnya UU SISDIKNAS no 20 tahun 2003. Sehingga muncullah statement yang ³menghibur´ tersebut. atau gejolak yang meresahkan masyarakat dan dunia pendidikan. 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan y y y y y KURIKULUM 2006 UU No. 23/2006 ± Standar Kompetensi Lulusan 2. 19/2005 ± SPN Permendiknas No. termasuk aparat Depdiknas dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat statement bahwa Kurikulum 2004 (atau KBK) tidak terlalu jauh berbeda dengan Kurikulum 2006 yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan baru ditetapkan pemberlakuannya oleh Mendiknas melalui Peraturan Mendiknas No. dalam situs pribadinya menatakan bahwa banyak kalangan. 20/2003 y PP No. apakah penyataan mereka itu dimaksudkan untuk ³menghibur guru´ agar tidak resah menghadapi perubahan kurikulum ini. secara signifikan. Nanang Rijono. aparat Pusat Kurikulum. Pejabat Depdiknas yang bermaksud meredam agar Kurikulum 2006 tidak mendapat tentangan dari ujung tombak pendidikan : guru dan sekolah. kini sudah dimunculkan kurikulum baru. karena menunjukkan pemahaman yang sangat dangkal mereka terhadap Kurikulum 2006 tersebut. niscaya mereka akan mengatakan bahwa Kurikulum 2004 dengan Kurikulum 2006 berbeda secara nyata. Saya tidak tahu. Implementasi / y Bukan dengan Keputusan/ Peraturan Mendiknas RI Keputusan Dirjen y Peraturan Mendiknas RI No. Namun apa daya. Berikut ini kami sajikan perbedaan dan persamaan antara Kurikulum 2004 dan Kurikulum 2006 (perhatikal tebel) : Perbandingan KBK 2004 dan 2006 ASPEK 1.

MP dan Indikator Pencapaian Berubahan relatif banyak dibandingkan kurikulum sebelumnya (1994 suplemen 1999) Ada perubahan nama mata pelajaran Ada penambahan mata pelajaran (TIK) atau penggabungan mata pelajaran (KN dan PS di SD) y Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. Ideologi Pendidikan yang Dianut Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. Struktur y y y y y y y y . 23 tentang SKL 3. kompeten.399a/C. Sifat (1) y y Cenderung Desentralisme Pendidikan : Kerangka Dasar Kurikulum disusun oleh Tim Pusat. Sifat (2) y y Kurikulum merupakan kerangka dasar oleh Tim BSNP 6. profesional dan kompetitif Cenderung Sentralisme Pendidikan : Kurikulum disusun oleh Tim Pusat secara rinci. profesional dan kompetitif 4. Pendekatan y y y y Berbasis Kompetensi Hanya terdiri atas : SK dan KD. y Keputusan Direktur Dikme-num No.C2/Kep/DS/2 004 Tahun 2004. KD. Daerah dan Sekolah dapat mengembangkan lebih lanjut. Daerah/Sekolah hanya melaksanakan Kurikulum disusun rinci oleh Tim Pusat (Ditjen Dikmenum/ Dikmenjur dan Puskur) Berbasis Kompetensi Terdiri atas : SK. 5. y KURIKULUM 2006 SI dan No. 766a/C4/MN/2003 Tahun 2003. 1247a/ C4/MN/2003 Tahun 2003. dan No.ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 Dikdasmen No. kompeten. Komponen lain dikembangkan oleh guru Penambahan mata pelajaran untuk Mulok dan Pengem-bangan diri untuk semua jenjang sekolah Ada pengurangan mata pelajaran (Misal TIK di SD) Ada perubahan nama mata pelajaran KN dan IPS di SD dipisah lagi Ada perubahan jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran 7.

Keseimbangan Etika. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan Tidak terdapat pelaksanaan kurikulum prinsip 1. Berpusat pada Anak 9. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. Belajar Sepanjang Hayat 8. Budi Pekerti Luhur. Belajar sepanjang hayat 7. Beragam dan terpadu 3. Kesamaan Memperoleh Kesempatan 5. Silabus merupakan bagian tidak terpisahkan dari KTSP Guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 9. dan Kinestetika 4. Logika. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan Nilai-nilai Budaya 2. Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. Berpusat pada potensi. perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai . Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi 6. teknologi. Beban Belajar KURIKULUM 2004 Jumlah Jam/minggu : SD/MI = 26-32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/SMK = 3839/minggu y Lama belajar per 1 JP: y SD = 35 menit y SMP = 40 menit y SMA/MA = 45 menit y y y y y y y y y y y y y y y y y KURIKULUM 2006 Jumlah Jam/minggu : SD/MI 1-3 = 27/minggu SD/MI 4-6 = 32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/MA= 38-39/minggu Lama belajar per 1 JP: SD/MI = 35 menit SMP/MTs = 40 menit SMA/MA = 45 menit Semua sekolah /satuan pendidikan wajib membuat KTSP. Pengembangan Kurikulum lebih y lanjut Hanya sekolah yang mampu dan memenuhi syarat dapat mengembangkan Kurikulum Guru membuat silabus atas dasar Kurikulum Nasional dan RP/Skenario Pembelajaran 10. Estetika.ASPEK 8. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah 11. Keimanan. Penguatan Integritas Nasional 3. perkembangan. Didasarkan pada potensi. Pengembangan Kecakapan Hidup 7. kebutuhan. Prinsip 1. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya 2. dan seni 4.

Dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling meneri-ma dan menghargai. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. Memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan perbaik-an. dan/atau percepatan sesuai dengan potensi. pengayaan. keindividuan. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. akrab. dengan prinsip tut wuri handayani. belajar untuk memahami dan menghayati. dan kondisinya dengan memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan. y y y y y belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. dan hangat. kesosialan.ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 kompetensi yang berguna bagi dirinya. sumber belajar dan teknologi yang memadai. belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain. aktif. dan meman-faatkan lingkungan sekitar sebagai . kreatif & menyenangkan. tahap perkembangan. ing ngarsa sung tulada 2. ing madia mangun karsa. 1. terbuka. 2. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri. melalui proses pembela-jaran yang efektif. dan moral. Menegakkan lima pilar belajar: 1.

Mendayagunakan kondisi alam. 3. Budi Pekerti 8. Tenaga Kependidikan 9. Bimbingan & Konseling 6. akselerasi 5. Dalam KBK tahun 2004 untuk mata pelajaran PAI (kita ambil contoh di jenjang SMP). keterkaitan. Standar Kompetensi yang disajikan sangat sederhana tapi cukup mendalam dan mencerminkan standar kompetensi pendidikan Islam yang menyeluruh. 12. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Bahasa Pengantar Tidak terdapat pedoman pelaksanaan Intrakurikuler kurikulum seperti pada Kurikulum 2004. Nilai-nilai Pancasila 7. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. Tahap Pelaksanaan 11. Sumber dan Sarana Belajar 10.ASPEK KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 sumber belajar. 2. 3. pengayaan. Ekstrakurikuler Remedial. Pengembangan Silabus 12. 4. untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut : No 1 2 3 Standar Kompetensi Mengamalkan ajaran AL Qur¶an /Hadits dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan aqidah Islam dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan akhlakul karimah (akhlaq mulia) dan menghindari akhlaq tercela dalam kehidupan sehari . 4. Pengelolaan Kurikulum 1. Diselenggarakan dalam keseimbangan. Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam KBK Ketika kita berbicara Kurikulum berbasis Kompetensi maka pembahasan utama yang harus kita lakukan adalah tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus ditempuh oleh seorang peserta didik.

1 Menjelaskan hukum bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah 1.1. Siswa mampu membaca.3. Menerapkan Hukum bacaan ´Al´ 1. Siswa mampu membaca. Ada satu pertanyaan yang mungkin mengganjal di hati kita mengapa Standar Kompetensi dalam KBK 2006 ini dangkal. Sebagai Contoh Perhatikan Tabel berikut ini : Kelas VII.4 5 Menerapkan syariah (hukum Islam) dalam kehidupan sehari-hari) Mengambil Manfaat dari Sejarah Perkembangan (peradaban) Islam dalam kehidupan sehari-hari. untuk kelas VIII terdapat 15 SK.2. Siswa mampu menerapkan hukum bacaan Alif lam syamsiyah dan Alif lam qamariyah 1. mengartikan. untuk kelas VII terdapat 14 SK. Kelima Standar Kompetensi di atas berlaku untuk semua tingkat dari kelas VII s. jawabannya adalah karena Standar Kompetensi yang disajikan dalam KBK 2006 adalah Kompetensi dasar dalam KBK 2004. dan menyalin hadits tentang Rukun Islam.2 Menyebutkan arti ayat-ayat Al- . Siswa mampu mempraktikan hukum bacaan Nun mati dan Tanwin dan mim mati 1. Meningkatkan keimanan kepada 2.3 Menerapkan bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah dalam bacaan surat-surat Al-Qur¶an dengan benar 2. Semester I Standar Kompetensi Al-Qur¶an Kompetensi Dasar 1.d Kelas IX dan masing-masing dari kelima standar kompetensi tersebut diuraikan lagi menjadi beberapa kompetensi dasar yang memiliki cakupan materi yang cukup dalam dan luas. dan untuk kelas IX terdapat 13 SK. Sebagai contoh untuk standar kompetensi dasar yang pertama di kelas VII diurai ke dalam lima kompetensi Dasar yaitu : 1.1 Membaca ayat-ayat Al-Qur¶an yang Aqidah berkaitan dengan sifat-sifat Allah 1.4. setandar kompetensi yang disajikan untuk mata pelajaran pendidikan Agama Islam sangat banyak tapi bobotnya amat dangkal.5. Siswa mampu membaca. mengartikan dan menyalin surat Al Adiyat 1. mengartikan dan menyalin surat adduha 1.2 Membedakan hukum bacaan bacaan Syamsiyah dan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah ´Al´Qomariyah 1. Sementar dalam KBK tahun 2006 (KTSP).

1 Muhammad SAW Islam 1. ta¶at. Memahami shalat tatacara 6.2 Menjelaskan misi nabi Muhammad Nabi Muhammad untuk semua manusia dan bangsa . Membiasakan perilaku 4. qana¶ah dan sabar 1.2 Menjelaskan perbedaan hadas dan (bersuci) najis 1.3 Menunjukkan tanda-tanda adanya Allah SWT 2. ta¶at.3 Membiasakan perilaku tawadhu.1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan shalat wajib 6.4 Menampilkan perilaku sebagai cermin keyakinan akan sifat-sifat Allah SWT Asmaul 3. ta¶at. qana¶ah dan sabar 4.2 Memperaktikkan shalat jama¶ah dan shalat munfarid Menjelaskan sejarah Nabi Tarikh dan kebudayaan 8. qana¶ah dan sabar 5. Memahami ketentuan ± ketentuan thaharah 5.2 Mengamalkan isi kandungan 10 Asmaul Husna 4. Memahami Husna Akhlak 1.Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Allah SWT melalui Qur¶an yang berkaitan dengan sifat-sifat pemahaman sifat. Memahami tatacara 7.Allah SWT sifatNya 2.2 Memperaktikkan shalat wajib 1.2 Menampilkan contoh-contoh terpuji perilaku tawadhu.1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan mandi wajib Fiqih 1.1 Menjelaskan pengertian tawadhu.1 Menyebutkan arti ayat-ayat AlQur¶an yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna 3. Memahami sejarah 8.1 Menjelaskan pengertian shalat shalat jamaah dan jama¶ah dan munfarid munfarid (sendiri) 7.

Ahmad Sadali dkk. Sutari Imam Barnadib. Kencana.com/2007/05/16/bagaimanakah-perjalanan-kurikulum-nasionalpada-pendidikan-dasar-dan-menengah/ . GBHN. Jakarta. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Jakarta. 1987 7. Depdiknas. Depdiknas. Yogyakarta. Drs. H. Wallahu µalam Daftar Bacaan 1. 2003 9. Ilmu Pendidikan Isl. Dr. Padahal ketiga KD di atas dapat disajikan satu kali pertemuan (2 jam pelajaran). Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Jakarta 1993 6. Ilmu Pendidikan Islam. Depdiknas.com/2008/02/28/kurikulum-2004-kbk-kurikulum-2006-ktspmemang-berbeda-secara-signifikan/ 14.am . 1989 3. 1990 5. Undang-Undang Dasar. Peraturan Menteri Agama No. Darma Bakti. Untuk menyempurnakan makalah ini kami berharap kritik dan saran yang membangun dari semua peserta diskusi sore hari ini. http://rijono. IAIN Sunan Gunung Djati. Jakarta. Ramayulis.Standar Kompetensi SAW Kompetensi Dasar Dari kedua contoh perbandingan kurikulum di atas jelaslah bahwa ternyata ke dalaman standar kompetensi dan kompetensi dasar yang hendak dicapai oleh KBK 2004 jauh lebih menyeluruh dibanding dengan KBK 2006. Wina Sanjaya. Ahmad Supardi. Bandung 1988 4. Penutup Demikianlah pembahasan tentang Analisis Kebijakan Pendidikan Islam bidang kurikulum yang sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan ini. Kalam Mulia. Jakarta. 2005 10. Jakarta.wordpress. 2008 11. Penyelenggaraan Madrasah.wordpress. Subandijah. Coba perhatikan SK yang pertama terdapt tiga KD. belum lagi kesulitan yang akan dirasakan guru saat menyusun RPP dimana ketentuan pembuatan RPP adalah satu KD satu RPP. Islam untuk disiplin Ilmu Pendidikan. 2. DR. Prof. Abdurrahman Shaleh. 2004 8. Peraturan Pemerintah no 19 Tahun 2005. Jakarta. http://rbaryans. CV Kuningan Mas. Depag. berarti dari ketiga KD itu harus dibuat satu RPP dan satu RPP disajikan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Kurikulum dan Pembelajaran. Depag. P4. H. Depdiknas. Jakarta. 2 Tahun 2008. FIP IKIP. BP7 Pusat. Kurikulum 2004 SMP Mata Pelajaran PAI. Raja Gravindo Persada. Jakarta. 2008 13. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Jakarta 1984. 2009 12.

4. PENGERTIAN o Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ( KTSP) 2. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP . dan seni Silakan pilih menu yang tersedia 5. PEDOMAN PENYUSUNAN KTSP . Acuan Operasional Penyusunan KTSP o Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia o Peningkatan potensi . 22/2006 tentang Standar Isi o Permendiknas No. kecerdasan . LANDASAN o UU No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan o Permendiknas No. ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.Dr. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Abudin Nata pada tanggal 13 Januari 2009. o o o o o o Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia PANDUAN RPP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL 6.1. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik o Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Tuntutan dunia kerja o Perkembangan ilmu pengetahuan . 2.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional o PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan o Permendiknas No. o Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.Catatan : Makalah diatas telah disajikan dalam diskusi kelas Mata Kuliah Analisis Kebijakan Pendidikan Islam dengan Dosen Pengampu Prof. 24/2006 dan No. teknologi . 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23/2006 3. 1.Presentation Transcript 1.

5 T untutan dunia kerja ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 11. o Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. o Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama.7.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 9. 2. kecerdasan intelektual. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah . kebutuhan.6 Perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni. dan seni ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 12. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 2. dan keragaman karakteristik lingkungan. teknologi. tantangan. teknologi. kecerdasan. o Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. minat. emosional. o Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. 2. 2. o Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. 2.2 Peningkatan potensi. spritual.4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 10. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 8. o Daerah memiliki keragaman potensi.

o Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. Pengembangan Diri. misi. 2. kondisi. 2. o Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.7 Agama PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 13. o Kalender Pendidikan o Silabus dan RPP . 2. o Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi.11 Kesetaraan Jender ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 17. tujuan.10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 16. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). Komponen KTSP o Tujuan Pendidikan Sekolah o Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran.ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. Pendidikan Kecakapan Hidup. 2.8 Dinamika perkembangan global ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 14. Ketuntasan Belajar. o Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Beban Belajar.9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 15. 2. Penjurusan. Muatan lokal. o Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan ciri khas satuan pendidikan. 3. Kenaikan Kelas dan kelulusan.12 Karakteristik Satuan Pendidikan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 18.

Tujuan Pendidikan o BAB III. Kalender Pendidikan KTSP DOKUMEN II o A. PENDAHULUAN o Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) o Tujuan Pengembangan KTSP o Prinsip Pengembangan KTSP o SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH Bab II. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Mata Pelajaran o o o 20. keterampilan. o Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. . o KTSP o (Dokumen 1) Bab I. Pendahuluan o BAB II . BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP o Meliputi Sub Komponen:  Mata pelajaran  Muatan lokal  Kegiatan Pengembangan diri  Pengaturan beban belajar  Ketuntasan Belajar  Kenaikan Kelas. 25. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN o TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA o apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. o TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN o suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. Struktur dan Muatan o Kurikulum o BAB IV. dan kelulusan  Penjurusan  Pendidikan kecakapan Hidup  Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global  Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus 1. 27. 21. 23. TUJUAN o Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) o Visi Sekolah o Misi Sekolah o Tujuan Sekolah BAGAIMANA MENYUSUN VISI. Mapel Tambahan) 22. 24.19. ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) KTSP DOKUMEN 1 o BAB I . o TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH o suasana sekolah sebagai lembaga/organisasi pembelajaran seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. MISI. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. 26.

Kewirausahaan dll. Berkomunkasi sebagai Guide. minat peserta didik. 30.  Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. 31. o Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. (kehidupan pribadi. Tanaman Obat. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. bakat. 32. 3. o Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). o Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: o mengatur alokasi waktu pembelajaran tatap muka seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ o Bahasa asing lain). o Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. Ikan Asin. o Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. kemampuan.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb:  Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah.  Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. 29. o Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. o Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam o struktur kurikulum. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah.  Substansi yang akan dikembangkan.  Bidang Pengolahan : Pembuatan Abon. 33. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. Baso dll. o Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: o . KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah o Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. Contoh:  Bidang Budidaya : Tanaman Hias. pembibitan ikan hias dan konsumsi. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. Kegiatan Pengembangan Diri o Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. dan kondisi sekolah. 28. sosial. Sayur.Berisi S truktur Kurikulum Tingkat Sekolah yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. akuntansi komputer. 2. o .Bimbingan konseling . o Sekolah harus menyusun SK. Kerupuk. dll.  Bidang TIK dan lain-lain : Web Desain. termasuk keunggulan daerah. o Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. Muatan Lokal o Berisi tentang: Jenis.

o Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. 36. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO. o Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.masing pembimbing dan sekolah. dll. Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. o Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: o 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.o o kesulitan belajar. o Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu o Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. o Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. Ketuntasan Belajar o Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:  Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 100 %. konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. Contoh Penilaian Pengembangan Diri: o Keg. o Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. 5. Kerjasama. 35. Kompetetitif. kepribadian siswa.  Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. KD dan silabus. KIR. diserahkan kepada masing. 4. Dilaksanakan secara terprogram. 38. karir ). Keolahragaan. Kepemimpinan. mencakup penilaian: sikap kompetitif. 39. Pengembangan kreativitas. dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). kompleksitas dan SDM. o Keg. o Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 jam pembelajaran per minggu . dll. sebanyak 050% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. dan atau . Pengaturan Beban Belajar o Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi). kerjasama. o o o . yang difokuskan pada Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri .Ekstra kurikuler . per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah. 34. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) . 37. spontan dan keteladanan. seperti: Kepramukaan. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. rutin. mencakup penilaian: Sikap Sportif.

KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah . o Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. o KTSP . 43. Bahasa. o Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. 7. kebutuhan peserta didik dan masyarakat.Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. Ekologi.KD.  Untuk kecakapan vokasional. Pembinaan terkait  Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal . 6.  BAB. RPP dan bahan ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. Budaya. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global o Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. 40. silabus. 41. o Pembelajaran mata pelajaran keterampilan dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. IV Kalender Pendidikan 45. o Substansi kecakapan hidup meliputi:  Kecakapan personal. o Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. dan lain-lain. sosial. Kenaikan Kelas dan Kelulusan o Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:  Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. atau menjadi mapel Mulok. 42. TIK. o Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. 44. Pendidikan Kecakapan Hidup o Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs. maka sekolah dapat mengembangkan SK. o Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. o Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. o Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. o Pengembangan SK. akademik dan atau vokasional. 8.

dikembangkan. Panduan KTSP o Pembentukan Tim o Penyusunan Draft o Revisi dan Finalisasi o o o Naskah KTSP Diberlaku. KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undagn No. dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ). Pengertian KTSP KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun. SKL. Konsep Dasar KTSP Dalam Standar Nasonal Pendidikan (SNP Pasal 1. II dan III) SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. Mekanisme PENYUSUNAN KTSP o Analisis o Kekuatan/ kelemahan o Peluang/ tantangan o Dokumen Standar isi. Selesai 2. o o Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. serta finalisasi. 49. dan 2) sebagai berikut. V dan VI) SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) 47. Langkah yg lebih rinci dari masingmasing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.o DOKUMEN II 46. ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1). SD SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. . Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru.kan 48. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. 1. review dan revisi.

KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan. misi. di samping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntunan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas. kepala sekolah. dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum. dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. potensi dan karakteristik daerah. tenaga pendidikan. megendalikan pemberdayaan berbagai potensi seklah dan lingkungan sekitar. dan kebutuhan masing-masing. dan tokoh masyarakat. potensi daerah. KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran. Badan ini merupkan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat. produktif. sekolah memiliki ³full authority and responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. menentukan prioritas. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. sumber dana. Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut: y y y KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat. dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota. dan tujuan tersebut. dan pemerataan pendidikan. yang otonomi luas pada setiap satuan pendidikan. pengembangan kurikulm dilakukan oleh guru. tuntunan.2. sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi. komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD). Dalam KTSP. serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik. pejabat pendidikan daerah. khususnya kurikulum. efisisen. perwakilan orang tua peserta didik. menawarkan partisipasi langsung kelompokkelompok terkait. Pada sistem KTSP. Pemberdayaan sekolah dan satauan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah. Selanjutnya komite sekolah . yakni sekolah dan satuan pendidikan. serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah. Lembaga inilah yang menetapkan kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikna yang berlaku. dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan. kepala sekolah. dan berprestasi. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya. dan peserta didik. serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan.

Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk: 1.perlu menetapkan visi. serta mengakomodasikannya dalam KTSP. dam masyarakat pada umumnya. orangtua peserta didik. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikn. misi. dan pemerintah daerah setempat. Oleh Karen itu. Keterlibatan semua warga seklah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat. dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap programprogram kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah. Sekolah lebih mengetahui kekuatan. 5. 1. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemnadirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum. dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat menoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan lembaganya. 7. 3. mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 6. 4. Memahami tujuan di atas. serta lebih efesien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat sekitar. peluang. KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan sewasa ini. Tujuan KTSP Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah unutk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagi berikut. 2. masyarakat. kelemahan. Sekolah daapt bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan seklah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya. 3. Meningkatkan kompetesi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai. khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Landasan KTSP . 2. sehingga dia akan berupaya semaksimalkam mungkin unutk melaksanakna dan mencapai sasaran KTSP.

o Kurikulum yang di rasa.1. 3. Guru harus mandiri dan kreatif. 2. Kurikulum mempunyai seluruh kemampuan rencana yang di arahkan oleh bidang pendidikan kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. UU No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. Inti dari sebuah kurikulum ? Kekuatan di dalam kurikulum sangat penting bagi kelangsungan hidup seseorang. Kurikulum mempunyai rangkaian pengalaman dan usaha untuk menikmati kehidupan maksimum di dalam pembelajaran. 5. 2. Sumber Buku: Mulyasa.Manfaatmanfaat kurikulum : Kurikulum meningkatkan kemampuan indivudu seseorang di dalam pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan. Kurikulum memiliki semua kemampuan anak-anak di dalam bimbingan guru. Kurikulum berisi suatu statemen tujuan yang di arahkan khusus.  Kurikulum direncakan semua pembelajaran di mana sekolah yang bertanggung jawab atas rencana pembelajaran tersebut. Remaja Rosdakarya. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. Kurikulum memiliki berbagai macam-macam tipe yaitu : o Kurikulum ideologi. 4.   . sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah. o Kurikulum operasional. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran. 2007) b. 22 dan 23 Tahun 2006 Ciri-ciri KTSP 1. 3. unit tersebut menyajikan uraian yang di tetapkan. o Kurikulum formal. Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Dan lain lain. E.  Kurikulum adalah suatu isi urutan unit mengatur sedemikian rupa sehingga pengaturan pembelajaran tiap unit terpenuhi sebagai tindakan tunggal. kemampuan peserta didik. 4. KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah.kurikulum di kenalkan sejak dini atau sejak masih kanak2 di dalam sebuah lembaga pendidikan.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. (Bandung.

variabel sistem sosial dan variabel kultur [kebudayaan]. Tipe-tipe kurikulum yang di gunakan lembaga luar negri : Kurikulum rekomendasi Kurikulum tertulis Kurikulum pendukung Kurikulum pengajaran Kurikulum penguji Kurikulum pembelajaran Kurikulum juga memiliki sebuah komponen-komponen yang sangat penting bagi bidang pendidikan. Di dalam pengguna variabel kultur [kebudayaan] yang terdapat di kurikulum tersembunyi . Di dalam pengguna variabel sisten sosial yang terdapat di kurikulum tersembunyi berguna untuk mebangun kerjasama perorangan dan kelompok di dalam bidang pendidikan. Tipe-tipe kurikulum di atas adalah yang di gunakan di dalam lembaga pendidikan indonesia. Dan dapat juga membentuk sikap-sikap positif dan prestasi para siswa ataupun para anak didik. Kurikulum tersembunyi sangat bermanfaat bagi lembaga pendidikan di karenakan dapat menghasilkan perubahan di dalam nilai-nilai.o Kurikulum pengalaman.di dalam variabel organisasi terdapat empat macam kelompok : perhatian kelompok pengajar. penggolongan kemampuan dan pekerjaan yang mengikuti jalan kurikulum. Macam-macam kategori kurikulum tersembunyi yang dapat di ubah oleh pendidik adalah : variabel organisasi. persepsi. dan perilaku siswa. Di dalam penggunaan variabel organisasi yang terdapat pada kurikulum tersembunyi adalah seluruh keputusan yang bagaimana guru atau pembimbing pendidikan dapat mengatur para murid atau anak didiknya. Di amerika serikat sendiri kurikulum tersembunyi di cerminkan ideologi kapitalis demokratis yang tidak dapat di acuhkan atau sangat penting di dalam ideologi demokrasi. Kurikulum tersembunyi juga memiliki aspek-aspek yang sangat penting kepada pembentukan sifat alami sekolah. promosi dan kebijakan. Kurikulum tersembunyi banyak di gunakan di dalam lembaga pendidikan luar negri. Aspek-aspek kurikulum tersembunyi dapat di ubah oleh pendidik. Komponen-komponen kurikulum adalah : Kebijakan kurikulum Dasar-dasar kurikulum Bidang pengajaran Program pengajaran Bahan-bahan pengajaran Unit pengajaran Dan pelajaran Kurikulum tersembunyi sering di sebut juga dengan kurikulum yang tidak di pelajari di dalam tipe-tipe maupun komponen-komponen kurikulum.

Diantaranya penggunaan kurikulum tersembunyi tersebut masih dalam tahap pengenalan. Tidak semua teori kurikulum itu memberi pengarahan yang lembut di dalam praktek dunia pendidikan. tetapi para ilmuan tidak dapat melepas egunaan kurikulum teori tersebut di karenakan teori kurikulum tidak dapat lepas dari suatu susunan kurikulum itu sendiri. Salah satunaya menyediakan suatu konsep yang sangat konseptual untuk meneliti proposal kurikulum. sukses atau kegagalan kurikulum berubah dan itu berdampak pada sekolah atau lembaga pendidikan. Faktor-faktor pokok di dalam variabel kultur memainkan suatu peranan penting dihubungkan dengan peningkatan prestasi atau peningkatan sikap para pengajar maupun siswa atau anak didik. evaluasi dan revisi kurikulum yang beguna untuk memecahkan masalah tentang pengetahuan teknologi dan sosiologi. Di dalam konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah atau lembaga pendidikan itu mencakup kurikulum dan teori kurikulum. Teori kurikulum sendiri mempunyai banyak pengaruh di dalam bidang pendidikan. Banyak para ilmuan yang mencoba untuk membuang atau menghilangkan kurikulum teori tersebut. Kurikulum teori sendiri sangat berkaitan dengan suatu konsep bidang pendidikan yang sangat sistematis dan memperjelas tentang gejalagejala perspektif kurikulum itu sendiri. Area tinjauan ulang untuk para pemimpin kurikulum masa depan [perlu] meliputi yang berikut: Pengembangan kurikulum [yang] historis belajar .mencakup dimensi sosial yang terkait dengan sistem kepercayaan. Fungsi teori kurikulum sendiri sangat penting bagi konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah ataupun lembaga pendidikan. Di dalam kurikulum tersembunyi sendiri masih terdapat perdebatan-perdebatan kecil.dan sangat berguna untuk menerangi. Didalam membentuk atau membuat teori kurikulum meliputi : teori dasar. dan maksud atau arti. Peran kepemimpinan di (dalam) meninjau ulang hubungan antar[a] teori dan praktek akan merupakan suatu unsur rumit di masa akan datang. Ada juga yang mengusulkan penggunaan kurikulum tersembunyi di ajarkan dalam lembaga pendidikan di karenakan kurikulum tersembunyi tersebut dapat meningkatkan suatu prestasi bagi siswa atau anak didiknya. Banyak pendidik yang menemukan kesulitan di dalam penggunaan pendekatan teori di dalam membuat analisa bekesinambungan. Teori pengetahuan adalah teori yang sudah melalui tahap uji. teori pengetahuan dan teori umum. nilai-nilai. teori. Di golongkan teori dasar di karenakan menyediakan penjelasan deskriptif dan unsur-unsur yang dapat di artikan sendiri. memperjelas praktek kurikulum dan sangat berpengaruh pada perubahan kurikulum itu sendiri. Teori umum adalah yang menjelaskan keseluruan sebuah teori kurikulum meskipun banyak yang menganggap itu suatu arti yang dangkal tetapi teori kurikulum tidak di pandang remeh di dalam susunan kurikulum. Banyak yang memandang rendah ataupun remeh tentang teori kurikulum di dalam dunia pendidikan. Teori dasar adalah langkah awal pembentukan suatu teori di dalam kurikulum itu sendiri. meramalkan dan mengendalikan.

Nilai-nilai orientasi teori memiliki metodologi pemeriksaan seperti : psikoanalisa. pemusatan di masyarakat.menerangkan suatu struktur yang tidak dapat di pisahkan dalam pembentukan suatu kurkulum. dan sebagai rasilnalisme akademis. Didalam struktur orientasi teori memiliki hubungan timbal balik di dalam suatu kurikulum dan tidak dapat di hilangkan maupun di ubah. analisa sejarah. Isi kurikulum itu sendiri memiliki suatu golongan-golongan atau pandangan-pandangan sendiri yang memacu pada pemusatan di anak.susunan struktur yang tidak dapat lepas meliputi : Struktur orientasi teori. Struktur orientasi teori juga bertujuan untuk menjelaskan fungsi-fungsi kegunaan kurikulum.di dalam nilai orientasi terori itu sendiri mempunyai tujuan memberi kebebasan di setiap para siswa atau para anak didik untuk membentuk jati diri nya sendiri. . Penggolongan teori kurikulum yang di kemukakan oleh Eisner : Sebagai teknologi. Nilai orientasi teori bertujuan menilai dan pengambil-alihkan kurikulum. pemusatan di bidang pendidikan. pemeriksaan filosofis. Proses orientasi teori bertujuan menguraikan kurikulum yang di kembangkan atau bagaimana merekomendasikan sebuah kurikulum teori secara alami. Pembentukan isi orientasi teori sangat berhubungan erat kepada golongan-golongan atau pandangan-pandangan isi kurikulum tersebut. keterkaitan pembentuk sosial. dan teori politik. isi orientasi teori. para pemimpin bidang pendidikan [siapa] yang memahami proses tinjauan ulang kurikulum [itu] adalah untuk yang mendukung perubahan. Didalam menyusun suatu teori kurikulum ada suatu struktur yang tidak dapat lepas dari susunan pembentukan suatu kurikulum. nilai orientasi teori. dan proses orientasi teori.maksud dari pengambilalihan kurikulum di bidang nilai orientasi teori bertujuan untuk membuat peka kepada para pendidik tentang apa nilai-nilai pendidikan.ttg] sesuai mengajar metoda Model Dan Teknik penilaian dan proses evaluasi Kebutuhan Pengembangan staff Aplikasi produk dan disain kurikulum [yang] praktis per siswa untuk bekerja program Kepemimpinan tanggung-jawab dan peran administratif ketika memerlukan untuk mencari tantangan yang baru untuk menyusun kurikulum. Isi orientasi teori bertujuan menentukan isi kurikulum itu sendiri secara alami. sebagai perwujudan diri. dan akan merumuskan strategi intervi baru adalah suatu kunci terbatas kepada sukses sekolah di masa datang.Teori Arus dan praktek bidang Dimensi mikro dan makro di (dalam) kurikulum Etos dan pertimbangan budaya Proses kurikulum berubah Dampak teknologi kurikulum Model dan proses disain intervi Model dan proses mengembangkan belajar strategi Identifikasi Dan Implementasi [dari.

Sekolah lebih mengetahui kekuatan. Dari ke empat kategori kurikulum di atas saling berkaitan di dalam kurikulum. khususnya input pendidikan yang akan di kembangkan dan di dayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. dan ancaman bagi diri NYA sehinggai DIA dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan untuk lembaganya. sekolah memiliki ´ full authoity dan responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. Pengambilan keputusan yang di ambil oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolah lah yang tau apa yang terbaik bagi sekolahnya. kelemahan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan [BNSP]. Oleh karena itu KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikan. 3. teori orientasi isi. teori orientasi nilai. terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagai berikut : 1.2. Pada sistem KTSP. tuntutan. . Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah yang lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya inofatif dengan dorongan dari orang tua peserta didik. peluang. dan kebutuhan. misi. dan teori orientasi proses. 6. Sekolah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikan kepada pemerintah. dan berprestasi. produktif. dan tujuan satuan pendidikan. dan pemerintah daerah setempat. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. 5.KTSP merupakan paradigma baru pengambangan kurikulum yang memberi otonomi luas pada setiap satuan pendidikan dan melibatkan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah. Bagaimana dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan? Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah : Kurikulum operasional yang di susun dan di laksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Di dalam KTSP terdapat empat kategori kurikulum yaitu : teori orientasi struktur. Keterlibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparasi dan demokrasi yang sehat serta lebih efisien dan efektif bila mana di pantau oleh masyarakat setempat. masyarakat. Sedangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. 2. orang tua peserta didik dan masyarakat pada umumnya sehingga sekolahan akan berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan dan mencapai sasaran KTSP. 4. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingakat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan pada kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi kelulusan.

sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolah-sekolah. pelatihan pengembangan. Hal yang berbeda dari KTSP dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya adalah kurikulum tersebut dikembangkan oleh satuan pendidikan sendiri. Jombang. dan SMK) di Surabaya. dan Bangkalan. Pada beberapa sekolah. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat serta mengakomodasikannya dalam KTSP Diposkan oleh Sholeh Hasan di 3/03/2010 12:13:00 PM Mencermati Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Tatag Yuli Eko Siswono Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolahsekolah di Indonesia sejak tahun 2006. Guru-guru menyusun RPP hanya bersifat adminstratif belum banyak yang sesuai dengan pelaksanaan di kelas. dan sarana-prasarana yang terbatas. antara lain karena tidak adanya dana. kurang memahami KTSP. KTSP berbeda dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya. maupun penataranpenataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. UNAS. patokan kelulusan pada UNAS berdampak pada pembelajaran yang hanya memusatkan pada ketuntasan materi bukan pada kompetensi yang diharapkan. Lamongan. Alasan tidak membuat kurikulum tersebut. Kata kunci: KTSP. KKM PENDAHULUAN Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolah-sekolah di Indonesia sejak tahun 2006.5%. SMA. Pengembangannya dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. SMPLB. potensi daerah. Hasilnya sekolah yang sudah menyusun kurikulum sendiri 52. Tuban. MTs. Jika diterapkan mulai pada tingkat kelas awal. penilaian. kondisi itu tidak berpengaruh karena sudah disiapkan program pembimbingan di luar jam pelajaran untuk persiapan UNAS. SDLB. SMP kelas 8. dan peserta didik. Mojokerto. Sekarang bagaimana pelaksanaan kurikulum tersebut? Makalah ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap guru dan pihak yang terkait yang berada pada 40 sekolah (SD. maka saat ini paling tidak di SD sudah sampai pada siswa kelas 2. Gresik. belum ada pelatihan. .7. Sidoarjo. serta dampak penetapan standar kelulusan terhadap penerapan pembelajaran. kegiatan belajar mengajar termasuk penilaiannya. dan SMA/SMK pada siswa kelas 11. Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. sarana dan prasarana. SMP.5% belum menyusun kurikulum sendiri. MA. dan 47. Tetapi pada sekolah yang lebih ´maju´. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan penyusunan KTSP dan kendalanya.

1 .

sambil menunggu kesiapan guru dan tenaga pelaksana di lapangan. jika tidak diterapkan dalam pembelajaran dan sebaliknya. pelatihan pengembangan. Dijelaskan bahwa banyak guru yang kebingungan dengan model KTSP karena sudah lama guru menerima kurikulum dalam bentuk jadi dari pemerintah pusat. setelah berselang masa selama 2 tahun. maupun penataran-penataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. apakah masalahnya sama seperti yang ditengarai itu? Bagaimana kemungkinan solusi dari masalah tersebut? Ramly (2007) mengatakan bahwa pada prinsipnya model KTSP bukan kurikulum baru.tetapi tetap mengacu pada standar nasional pendidikan. Apakah paradoks tersebut terjadi di lapangan atau bagaimana pendapat guru terhadap pelaksanaan kurikulum itu? Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. banyak guru yang tidak tahu bagaimana menyusun kurikulum model KTSP. pembelajaran tidak akan efektif jika tanpa kurikulum 2 . Pemerintah menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah sebagai acuan yang harus diikuti setiap satuan pendidikan. KTSP menuntut kreativitas untuk menyusun model pendidikan yang sesuai dengan kondisi lokal. Kurikulum tidak akan bermakna. Mansyur Ramly. Padahal. Seperti dikatakan Prof. bagaimana kondisi di lapangan? Apakah sekolah dengan kreativitas gurunya sudah mengembangkan kurikulum secara mandiri? Kalau belum. Pernyataan ini merupakan tantangan untuk dijelaskan sampai sejauh mana target ketercapaiannya saat ini. yakni model umum yang berisi kerangka acuan dan model kurikulum lengkap yang langsung bisa diaplikasikan di sekolah. Kendalanya. Sekarang. sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolahsekolah. Selain itu. Banyak keraguan tentang pelaksanaan kurikulum tersebut di lapangan pada awalnya. lanjut Ramly. Jadi bukan berarti kita ganti kurikulum. hanya modifikasi dari model kurikulum yang sudah ada. pada masa transisi ini banyak sekolah yang belum menerapkan kurikulum buatan sendiri. Oleh karena itu. Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. Kepala Balitbang Depdiknas (2007) yang menjelaskan seiring dengan diberlakukannya KTSP. pernyataan ini merupakan paradoks yang kenyataannya kurikulum diganti tetapi dikatakan tidak ganti atau sekedar ganti nama saja. Targetnya pada 2008 semua sekolah sudah bisa menyusun kurikulum model KTSP ini. Balitbang Depdiknas telah menyediakan dua paket kurikulum model KTSP.

guru perlu kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajarannya. inspiratif. teori belajar. Gresik. KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. memberi ruang yang cukup untuk pengembangan prakarsa. 2008). dan kondisi muatan lokal sangat kontradiktif dengan penyelenggaraan ujian nasional (UN). sesuai dengan perkembangan psikologi. minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. maupun penemuan di bidang-bidang pengetahuan. Mojokerto. Bagaimana kenyataan di lapangan setelah pemberlakuan KTSP. Tulisan ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap beberapa sekolah di Surabaya. teknologi informasi.yang jelas sebagai acuan (Sanjaya. Sidoarjo. yaitu pembelajaran yang mengaktifkan siswa? Apakah pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat? Pertanyaan-pertanyaan itu yang berusaha dicari jawabannya melalui penelitian yang dilakukan. Masalah krusial lain yang berkaitan dengan KTSP adalah pelaksanaan ujian nasional (UN). Ini berarti bahwa pembelajaran yang efektif dari segi produk maupun proses harus didasarkan pada acuan berupa kurikulum yang tepat. Apalagi kondisi sekolah yang bervariasi dalam sarana prasarana ataupun sumber daya semakin menguatkan kontradiksi itu. Prinsip pembelajaran dalam KTSP mendasarkan pada sejumlah prinsip yang termuat pada PP No. dari satu sekolah tertentu dengan kondisi finansial tertentu akan berbeda dengan sekolah lain di daerah lain dengan kondisi finansial yang lain pula. Tuban. Pemahaman ini yang memicu sekolah untuk memprioritaskan pada aspek hasil dari ujian nasional daripada aspek manfaat atau proses pendidikan yang diselenggarakan. bobot mutu pendidikan yang direalisasikan pada suatu mata pelajaran tertentu. Dengan kata lain pembelajaran harus mendorong siswa untuk aktif sesuai dengan gaya belajarnya. 3 . Prinsip UN yang sentralistik. apakah guru terdorong untuk berusaha mengembangkan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. 19 tahun 2005 yang menjelaskan bahwa proses pembelajaran harus diselenggarakan secara interaktif. menyenangkan. kreativitas sesuai dengan bakat. Sebenarnya bagaimana kenyataan di lapangan? Apakah ujian nasional dan penetapan standar kelulusan memberi dampak pada penekanan kegiatan pembelajaran di kelas? Pertanyaan-pertanyaan itu yang akan di jawab dalam pembahasan tulisan ini. Marcellino (2007) mengatakan bahwa KTSP yang dibuat sesuai kreativitas guru. Atas dasar ini. Jombang.

SMPLB. mengapa demikian?. dan SMK sebanyak 40 sekolah. Reduksi data adalah kegiatan yang mengacu pada proses pemilihan. MA. Penelitian ini tidak menggeneralisasi tentang pelaksanaan KTSP di suatu wilayah. SMP. pelaksanaan pembelajaran berdasar KTSP. penyederhanaan. Pembahasan ini dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yang lebih bersifat kualitatif. pengabstraksian. yaitu menuliskan kumpulan data yang terorganisir dan terkategori sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan dari data tersebut. (6) Untuk menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM).Lamongan. Data hasil studi ini dianalisis dengan tahapan. SMA. Pemaparan data meliputi pengklasifikasi dan identifikasi data. (3) Apakah guru melaksanakan pembelajaran sesuai RPP yang dirancang?. 4 . apa saja kendalanya. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan hasil observasi dan wawancara oleh mahasiswa S1 Jurusan Matematika angkatan 2004 dan 2005 pada tahun 2007 dan 2008. serta dampak ujian nasional yang berkaitan dengan proses pembelajaran bagi sekolah. (7) Bagaimana sarana dan prasarana sekolah itu?. Sasaran observasi tidak dilakukan secara purposive sampling. Sekolah tersebut terdiri dari sekolah negeri dan swasta yang meliputi SD. yaitu reduksi data. dan penilaian. karena tujuannya menggali informasi secara kualitatif pelaksanaan dan kendala-kendala yang dihadapi sekolah. apakah dianalisis sesuai dengan pedoman pada KTSP 2006? Jika tidak. dan penyimpulan. MTs. Menarik kesimpulan dari data yang telah dikumpulkan dan menverifikasi kesimpulan tersebut. dan transformasi data mentah di lapangan. tetapi memberikan gambaran/deskripsi pelaksanaan beberapa sekolah yang menjadi sasaran penelitian. pemaparan data. SDLB. (2) Apakah RPP yang disusun guru menunjukkan pembelajaran yang mengaktifkan siswa (inovatif). dan Bangkalan. (8) Apakah adanya ujian akhir nasional (UAN) dengan penetapan skor tertentu memberi dampak pada penerapan pembelajaran inovatif? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi KTSP di beberapa sekolah. Pertanyaan penelitian yang diajukan meliputi (1) Apakah sekolah sudah menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan KTSP 2006? Jika belum. pemusatan perhatian. (5) Bagaimana cara penilaian yang dilakukan?. (4) Apakah guru sudah menerapkan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa? Berapa persen dari seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakukan?.

sehingga apa yang diketahui tentang proses belajar dan pengembangan individu mengacu pada sebuah bentuk kurikulum. Perubahan tersebut terjadi karena siswa memiliki pengalaman belajar. Sekolah dituntut mengembangkan minat dan bakat. serta memenuhi dunia pekerjaan. tetapi dipandang sebagai pengalaman belajar. kurikulum sebagai pengalaman belajar. tetapi harus dilihat dari proses atau kegiatan siswa sebagai pengalaman belajar.KAJIAN TEORI A. 20 tahun 5 . Sekolah mempunyai beban yang semakin kompleks yang tidak hanya membekali siswa dengan berbagai macam ilmu pengetahuan. tetapi bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan siswa di sekolah maupun luar sekolah. 2008:8). Ketidaksepakatan terhadap pengertian ini melahirkan kurikulum sebagai suatu program atau rencana untuk belajar. Pandangan ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh penemuan-penemuan dan pandangan dari psikologi belajar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum pada dasarnya memiliki tiga dimensi pengertian. membentuk moral dan kepribadian. Kurikulum adalah perencanaan yang berisi tentang petunjuk belajar dan hasil yang diharapkan. yaitu kurikulum sebagai mata pelajaran. belajar bukan hanya mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Kurikulum adalah suatu rencana untuk belajar. tetapi proses perubahan tingkah laku. yaitu bahwa pencapaian target pelaksanaan kurikulum tidak hanya dilihat dari kemampuan siswa menguasai isi atau materi. Kurikulum sebagai pengalaman belajar ini dianggap sebagai konsep yang luas. sehingga maknanya menjadi kabur dan tidak fungsional. Kurikulum sebagai perencanaan belajar dikemukakan oleh Taba (dalam Sanjaya. Oleh karena itu. dan kurikulum sebagai perencanaan program pembelajaran (Sanjaya. untuk memahami kurikulum tidak cukup hanya melihat dokumen tertulisnya saja. 2008:4). Kurikulum tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran. Kurikulum adalah seluruh kegiatan yang dilakukan siswa baik di dalam maupun di luar sekolah yang berada pada tanggung jawab guru atau sekolah. karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah terjadi pergeseran fungsi sekolah. Hal tersebut berkaitan dengan evaluasi keberhasilan pelaksanaan kurikulum. Tuntutan baru yang dibebankan masyarakat kepada sekolah mengakibatkan pergeseran makna kurikulum. Dengan demikian. Pengertian ini sejalan dengan UU No. Pandangan kurikulum sebagai mata pelajaran dianggap sebagai pandangan tradisional.

pasal 36). Peran kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu. serta peran kritis dan evaluatif (Hamalik. Peran konservatif kurikulum berkaitan dengan peran dan tanggung jawab sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang mewarisi nilainilai dan budaya masyarakat.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan yang salah satu berupa standar kompetensi lulusan (Bab X.2003 tentang sistem pendidikan nasional yang mengatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. KTSP merupakan kurikulum terbaru yang diharapkan memiliki peran konservatif. kreatif. Kurikulum harus mampu menjawab setiap tantangan sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang cepat. Peran kreatifnya. isi. 2008). Peran kritis dan evaluatif dari kurikulum didasarkan pandangan bahwa tidak semua nilai dan budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman harus dimiliki setiap anak didik. yaitu peran konservatif. Dengan demikian kurikulum berperan menyeleksi dan mengevaluasi nilai dan budaya yang bermanfaat untuk kehidupan anak didik. Kurikulum memiliki tiga peran yang sangat penting. kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki serta dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial yang selalu bergerak dan berubah. maupun kritis dan evaluatif dalam penerapannya saat ini. KTSP tetap sebagai kurikulum berbasis kompetensi karena berlandaskan pada UU RI no. 6 . KTSP merupakan penyempurnaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau dikenal dengan Kurikulum 2004. Kurikulum sebagai pengaturan tujuan. Kurikulum sebagai rencana digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar oleh guru. isi. yaitu sebagai rencana dan pengaturan tujuan. Hal tersebut karena masyarakat tidak statis tetapi dinamis yang mengalami perubahan.. isi dan cara pelaksanaan rencana itu. Peran kreatif kurikulum karena sekolah sesuai tuntutan perkembangan zaman memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan hal-hal baru dan inovatif. dan cara pelaksanaanya digunakan sebagai upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. kreatif. dalam Sanjaya. Batasan ini memperlihatkan bahwa kurikulum terdiri dari dua aspek. Tidak semua budaya dan nilai-nilai lama yang dipertahankan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

kecenderungan budaya global yang disebarkan melalui media dan teknologi informasi menyurutkan penonjolan budaya. Penyusunan KTSP yang dilakukan oleh satuan pendidikan merupakan ciri yang berbeda dari kurikulum yang digunakan sebelumnya. Pertama. media. Kurikulum dikembangkan dengan tujuan yang seragam sesuai tuntutan global. seperti standar isi. Ketiga. pengembangan KTSP memberikan peluang dan keleluasaan pada guru ataupun sekolah menciptakan strategi dan metode pembelajaran. dan peserta didik. Kedua. sesuai UU No 20 tahun 2003 pasal 36 ayat 2 bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Kurikulum sebelumnya lebih bersifat sentralistik (terpusat). sedang KTSP merupakan kurikulum yang desentralistik dengan memperhatikan karakteristik dan perbedaan daerah. guru dibebankan tugas administratif membuat perencanaan pembelajaran yang dikenal dengan nama rencana pelajaran 7 . proses. maupun potensi daerah yang berbeda. Misalkan suatu sekolah mendapatkan emas pada olimpiade matematika dan diberitakan secara nasional maupun internasional. Pada kurikulum sebelum KTSP. ataupun penilaian. Karena orientasi kurikulum yang masih dipandang sebagai isi dari mata pelajaran. KTSP sebagai kurikulum operasional masih tetap mengacu standar isi maupun kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). maka adanya standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap mata pelajaran sudah cukup bagi guru melaksanakan pembelajaran tanpa harus mengembangkan kurikulum sendiri. potensi daerah. maka semua sekolah meniru berupaya mendapatkan prestasi dalam olimpiade.KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. maupun evaluasi sesuai kondisi dan karakteristik siswa di sekolah. Pemaknaan KTSP sebagai kurikulum operasional yang seharusnya dikembangkan sendiri oleh sekolah menjadi kabur dalam implementasi dan pelaksanaannya. ciri. sehingga kurikulumnya diarahkan mencapai hal itu. standar kompetensi lulusan. pengembangan KTSP harus memperhatikan ciri khas daerah. dalam pengembangannya tidak lepas dari ketetapan-ketetapan yang disusun pemerintah secara nasional melalui BSNP. Dengan demikian dapat dipahami bahwa KTSP sebagai kurikulum yang bersifat operasional paling tidak memiliki tiga makna. Selain itu. BSNP menetapkan standar nasional pendidikan.

(RP) dan satpel (satuan pelajaran). Pada KTSP, guru juga diminta membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) beserta kelengkapannya. Isi dari perencanaan pembelajaran itu paling tidak berisi uraian kegiatan inti dan proses pembelajaran yang menuntut strategi, metode, media yang sesuai dengan karakteristik siswa serta mengaktifkan siswa. Untuk itu pada kurikulum sekarang maupun sebelumnya, peluang dan keleluasaan menciptakan inovasi pembelajaran sebenarnya sama. Dengan demikian tidak ada jaminan KTSP akan mendorong pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif, jika tidak ada kesadaran diri, motivasi, maupun keyakinan untuk mengubah cara pandang (paradigma) dalam pembelajaran. B. Pembelajaran dalam KTSP Keterkaitan suatu kurikulum dengan pembelajaran digambarkan dalam beberapa model (Oliva dalam Sanjaya, 2008), yaitu model dualistik (the dualistic model), model berkaitan (the interlocking model), model konsentris (the concentric model), dan model siklus (the ciclical model). Model dualistik memandang bahwa antara kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang terpisah. Kurikulum yang seharusnya sebagai input dan pedoman menata pembelajaran, serta pembelajaran yang seharusnya sebagai balikan dalam proses penyempurnaan tidak tampak. Model berkaitan memandang antara kurikulum dan pembelajaran sebagai suatu sistem yang memiliki hubungan. Antara kurikulum dan pembelajaran ada bagian-bagian yang berpadu atau berkaitan. Model konsentris memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran memiliki hubungan dengan kemungkinan salah satu bagian dari yang lainnya. Model siklus memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang saling pengaruh dan memiliki hubungan timbal balik. Kurikulum menjadi dasar dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Sebaliknya, pembelajaran dapat mempengaruhi keputusan untuk kurikulum sendiri. KTSP sebagai suatu kurikulum operasional menempatkan pembelajaran sebagai suatu komponen yang saling mempengaruhi. Hubungan keduanya mengikuti model siklis. KTSP digunakan sebagai pedoman yang minimal digunakan untuk menentukan hal-hal sebagai berikut. 1. Merumuskan tujuan dan indikator kompetensi yang harus dimiliki siswa.

8

2. Menentukan isi atau materi pelajaran yang harus dikuasai untuk mencapai tujuan dan kompetensi. 3. Menyusun strategi pembelajaran untuk guru dan siswa sebagai upaya pencapaian tujuan. 4. Menentukan keberhasilan pencapaian tujuan atau kompetensi melalui evaluasi atau penilaian. Pembelajaran di kelas yang mendasarkan pada karakteristik siswa dan potensi daerah mempengaruhi isi dari KTSP untuk tiap satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP yang dikembangkan oleh tiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip (BSNP, 2006), yaitu (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (2) beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat, dan (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Prinsipprinsip ini yang dapat memberi warna yang berbeda-beda pada tiap satuan pendidikan di masingmasing daerah sesuai potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik, dan lingkungannya. Perbedaan atau keragaman yang terjadi harus tetap terpadu, relevan dengan kehidupan nyata, serta sesuai dengan kepentingan nasional. Subtansi kurikulum harus mencakup keseluruhan dimensi kompetensi bidang keilmuan, teknologi, maupun seni yang disajikan secara berkesinambungan untuk menunjang pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik belajar sepanjang hayat. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan hal-hal berikut (BSNP, 2006), yaitu (1) peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia, (2) pengembangan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, (3) keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, (4) tuntutan pengembangan daerah dan nasional, (5) tuntutan dunia kerja, (6) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (7) agama, (8) dinamika perkembangan global, (9) persatuan dan nilai-nilai kebangsaan, (10) kondisi sosial budaya masyarakat setempat, (11) kesetaraan jender, dan (12) karakteristik satuan pendidikan. Acuan operasional pelaksanaan KTSP ini menunjukkan bahwa keterkaitan kurikulum dan pembelajaran juga mengikuti model siklik. Keragaman agama, potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, karakteristik satuan pendidikan, kecerdasasan 9

dan minat, tuntutan dunia kerja, jender, serta perkembangan global mempengaruhi model dan strategi pembelajaran yang dikembangkan masing-masing satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP berisi 4 komponen, yaitu (1) tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, (2) struktur program dan muatan KTSP, (3) kalender pendidikan, dan (4) silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan mengacu pada tujuan umum pendidikan, seperti pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 26. Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 6 dan 7. Kalender pendidikan disusun sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Berdasar silabus tersebut, guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi-strategi pembelajaran yang inovatif dan melibatkan siswa dimunculkan pada silabus dan RPP itu. Kegiatan pembelajaran pada penerapan KTSP harus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik (BSNP, 2006:16). Dengan demikian, kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas paling sedikit mempertimbangkan interaksi antar semua komponen yang terlibat, menggunakan pendekatan bervariasi, dan berpusat pada siswa. BSNP (2006:3) juga menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum (KTSP) ditujukan antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk belajar membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. 10

Dalam pelaksanaan di lapangan, apakah acuan kegiatan pembelajaran yang inovatif (dalam artian berpusat pada siswa secara aktif dan menggunakan strategi yang bervariasi) seperti yang dicanangkan KTSP sudah diterapkan oleh guru? Pertanyaan ini perlu untuk dijawab mengingat ukuran keberhasilan dari suatu kurikulum termasuk bagaimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan, sekaligus keberhasilan keluaran dari proses tersebut. Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran dilakukan evaluasi atau penilaian. Dalam KTSP ditetapkan dan diatur pada standar penilaian yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. C. PENILAIAN DAN PENETAPAN KKM Evaluasi (evaluation), asesmen atau penilaian (assesment), pengukuran (measurement) merupakan istilah yang saling berkaitan dan bermakna berbeda. Evaluasi berkaitan dengan pengambilan keputusan maupun pertimbangan (judgment) terhadap sesuatu. Penilaian merupakan bagian dari evaluasi yang lebih luas dari sekedar pengukuran. Pengukuran pada umumnya berkaitan dengan masalah kuantitatif untuk mendapatkan informasi yang diukur. Print (dalam Sanjaya, 2008:337) menggambarkan hubungan evaluasi, penilaian, dan pengukuran dalam diagram berikut. Berdasar diagram itu, pengambilan keputusan berupa evaluasi dilakukan mulai dari pengumpulan data dengan pengukuran. Data yang terkumpul kemudian dilakukan interpretasi melalui penilaian. Hasil penilaian tersebut dikumpulkan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan melalui evaluasi. Dalam pembahasan ini lebih difokuskan pada penilaian, karena istilah ini yang digunakan dalam standar pendidikan nasional dan berkaitan dengan KTSP. Penilaian (penilaian pendidikan) menurut Popham (1995:3) diartikan sebagai suatu upaya formal untuk menentukan status siswa yang berkenaan dengan ketertarikan terhadap variabelvariabel pendidikan. Variabel pendidikan dapat berupa pengetahuan tentang materi pelajaran, keterampilan-keterampilan yang perlu Evaluasi (judgment) Penilaian (data interpretation ) Pengukuran (data collection) 11

atau secara informal melalui observasi atau interaksi. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha 12 . memonitor kemajuan siswa. sedang evaluasi sebagai kegiatan memberi pertimbangan. esai. Penilaian dalam pengertian ini berarti luas yang gunanya tidak sekedar mendiagnosis kelemahan dan kekuatan siswa. Dalam pengertian penilaian oleh Popham (1995). memberikan nilai. dan menentukan efektivitas pembelajaran. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgment). Muijs dan Reynolds (2008:367) menjelaskan penilaian mengacu pada semua informasi yang dikumpulkan tentang siswa di kelas oleh guru. dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengertian penilaian ini lebih sempit dibandingkan dengan pengertian yang dibuat oleh Popham (1995). memberi nilai (valuing). Pengertian ini menekankan bahwa penilaian sebagai suatu upaya ³formal´. pengertian evaluasi ini masih termasuk kegiatan penilaian. dan sikap-sikap positif dalam pendidikan. membantu guru dalam evaluasi proses yang dilakukannya. memeringkatkan siswa. Penilaian (assesment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangkaian) kemampuan siswa. berharga atau tidak. tes. Evaluasi. dan pekerjaan rumah. pengukuran (measurement). Sedang evaluasi mengacu pada proses pertimbangan (judging). Balitbang Depdiknas (2004:11). and memeringkatkan (ranking). Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar siswa. Pengertian penilaian yang lebih mengacu pada proses kegiatan di kelas dirumuskan oleh Pusat Kurikulum. dan memeringkatkan siswa. Guru juga melakukan pertimbangan informal terhadap siswa yang bukan termasuk penilaian. Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. baik melalui pengetesan formal.dikuasai. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. karena seorang manusia selalu memberikan status atau penilaian terhadap orang lain. dan penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda. seperti secara sepintas menunjuk seseorang siswa untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan atau berdasar perasaannya memilih seorang siswa untuk mengerjakan soal yang diberikan. Penilaian (asesmen) dikatakan sebagai kegiatan pengumpulan data dari murid tertentu. tetapi juga digunakan untuk memberikan citra publik terhadap efektifitas pendidikan.

Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. dan ujian yang lebih mengikat adalah yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional (pasal 1) berikut. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. 2004:11). Penilaian berkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran. penilaian merupakan kegiatan integral dalam proses pembelajaran. evaluasi. jenjang. penjaminan. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. sehingga disebut penilaian berbasis kelas. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Penilaian kelas adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk pemberian nilai terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan potret/profil kemampuan siswa sesuai daftar kompetensi yang ditetapkan kurikulum (Balitbang Depdiknas. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Pada KTSP yang merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Tes adalah cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada siswa pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat tertentu yang jelas. Selanjutnya secara khusus dirumuskan pengertian penilaian kelas. untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. Pengertian itu yang akan digunakan dalam pembahasan tulisan ini. ulangan. Pengertian penilaian. yaitu merupakan penilaian yang dilakukan guru baik yang mencakup aktivitas penilaian untuk mendapatkan nilai kualitatif maupun aktifitas pengukuran untuk mendapakan nilai kuantitatif.memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang siswa telah mencapai karakteristik tertentu. Pengertian penilaian ini merupakan pengesahan dari pengertian yang diungkap oleh Balitbang Depdiknas (2004:11). Kegiatan 13 . Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif dan kuantitatif. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. Khusus pengertian penilaian pada pengertian ini semakna dengan yang dikemukakan oleh Muijs dan Reynolds (2008) yang mengacu pada usaha pengumpulan informasi tentang siswa.

penilaian mengacu pada kurikulum. Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. menganalisis.penilaian tersebut merupakan kegiatan yang tidak terpisah dengan pembelajaran dan dilakukan secara terus menerus dalam setiap pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. dan penilaian diri. maupun afektif. penilaian hasil karya berupa tugas. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 14 . Penilaian acuan norma tidak sepenuhnya ditinggalkan. Dengan kata lain. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. proyek dan/atau produk. penggunaan portofolio. baik berupa pengukuran dan pengujian tingkat kognitif. karena digunakan seperti memilih siswa dalam rombongan belajar yang sama. c. pengukuran sikap. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Penilaian menggunakan acuan kriteria. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. b.referenced asssesment). Penilaian pada KTSP beorientasi pada penilaian yang mengacu kriteria (penilaian acuan kriteria atau criterion-referenced asssesment) bukan mengacu pada norma/standar (penilaian acuan norma atau norm. BSNP (2006:17-18) memberikan rambu-rambu penilaian dalam kegiatan pembelajaran. Orientasi penilaian bukan hanya pada hasil (product oriented) tetapi juga pada proses (process oriented). pengamatan kinerja. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. Hasil belajar siswa ditentukan berdasar pada kriteria yang telah ditetapkan untuk penguasaan kompetensi. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. atau menyeleksi siswa untuk mewakili lomba tertentu. artinya dalam penilaian guru dapat mengembangkan berbagai jenis penilaian. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. psikomotor. a. Hal lain bahwa penilaian merupakan proses pengumpulan informasi yang menyeluruh. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.

atau 15 . Kriteria penetapan KKM meliputi: (1) kompleksitas indikator (kesulitan dan kerumitan). maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.d. seperti penggunaan berbagai jenis penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang hendak diukur. Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kenyataannya. pengukuran sikap. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. Pada materi sosialisasi KTSP yang dikeluarkan depdiknas (2007) ditunjukkan bagaimana cara menganalisis KKM tersebut. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. apakah cara penilaian sudah menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Melihat syarat penentuan KKM harus mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata. proyek dan/atau produk. lingkungan. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal (BSNP. penggunaan portofolio. Pada penerapan KTSP seharusnya cara penilaian mengacu pada hal-hal di atas. atau 3) sesuai dengan bobotnya. Penafsiran masing-masing kriteria itu dapat menggunakan skor (1. 2006:12). dan biaya). e. atau skor dalam suatu rentang/interval. pengamatan kinerja. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara.2. kemampuan guru. Misalnya. dan kemampuan sumber daya dukung tersebut. maka untuk menentukan harus dianalisis. (2) daya dukung (sarana/prasarana. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. penilaian hasil karya berupa tugas. dan (3) intake siswa (masukan kemampuan siswa). dan penilaian diri? Kemudian bagaimana menentukan batas kriteria ketuntasan minimalnya (KKM)? Apakah sudah dianalisis mengikuti ketentuan pada KTSP? KKM merupakan batas minimal seorang siswa mencapai ketuntasan belajar. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.

maka seolah-olah menjadi tujuan akhir dari suatu pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. penilaian hasil belajar oleh pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. dan kesehatan. Pada peraturan pemerintah tersebut dikatakan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik. Ujian nasional merupakan kewajiban penilaian oleh pemerintah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. dan ulangan kenaikan kelas. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian tersebut digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Karena sifat penilaiannya yang nasional. sebagaimana dikatakan pada PP No 19 tahun 2005 pasal 63 tentang standar pendidikan nasional. kelompok mata pelajaran estetika. ulangan akhir semester. UJIAN NASIONAL DAN DAMPAK PADA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Erat kaitannya dengan penilaian adalah ujian yang dilakukan secara nasional atau dikenal Ujian Nasional. satuan pendidikan. sehingga guru pada suatu sekolah tanpa melakukan analisis dapat langsung menggunakan batas ketuntasan itu. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. apakah adanya kurikulum yang memberi ruang terhadap pertimbangan kondisi siswa dalam penilaian di kelas mengubah cara pandang guru? Pertanyaan tersebut yang diupayakan untuk diketahui jawabannya. yaitu sebagai salah satu pertimbangan untuk: (a) pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan.pertimbangan professional judgment. seperti disebutkan pada pasal 68 (PP Nomer 19 tahun 2005). Pada kurikulum sebelum KTSP. Bagaimana sekarang. olah raga. D. dan memperbaiki proses pembelajaran. ketuntasan belajar ditetapkan oleh pusat. Sedang. dan pemerintah. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kemajuan. ulangan tengah semester. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. (b) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan 16 . Apalagi jika melihat kegunaan ujian nasional itu.

(d) pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. Apakah ini berarti mengindikasikan fokus tujuan belajar hanya untuk ujian nasional yang hanya mengukur aspek kognitif? Untuk menjawab perlu dilakukan penelusuran untuk mengetahui pandangan sekolah ataupun guru-guru terhadap proses pembelajaran yang seharusnya dan kaitannya dengan ujian nasional. dinas pendidikan setempat. KTSP merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan dan memberi tempat pada demokratisasi untuk penentuan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan konteks komunitas lokasi sekolah berada. Di pihak lain. Beban bagi siswa dan orang tua karena ujian nasional menjadi indikator penentuan kelulusan dari sekolah dan mencari sekolah pada jenjang berikutnya. Apakah ujian nasional kontradiktif dengan rambu-rambu pembelajaran pada KTSP? Marcellino (2007) pada harian Suara Pembaruan (24 February 2007) mengatakan bahwa ujian nasional kontradiktif dengan KTSP. (2008:360) bahwa sistemsistem akuntabilitas negara mempertajam trend waktu yang lebih banyak digunakan untuk penilaian. Prinsip UN yang sentralistik. konteks finansial. Bagi sekolah dan dinas setempat menjadikan ujian nasional sebagai indikator untuk menunjukkan mutu sekolah di mata masyarakat dan pemerintah. KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut.berikutnya. Hal tersebut seperti dikatakan Berends dalam Muijs & Reynolds. ujian nasional menjadi indikator proses pendidikan yang dilakukan selama ini apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. sekolah. Perbedaan materi mungkin terjadi antar sekolah yang berada dalam satu wilayah. baik dari sisi muatan maupun kedalamannya. Hasil pengamatan peneliti di sekolah-sekolah menunjukkan bahwa paling tidak sekolah selalu mempunyai suatu program berupa bimbingan belajar untuk persiapan ujian nasional. Konskuensinya materi pokok yang dikembangkan di sekolah beragam. Sistem penilaian ini akan mengarahkan suatu proses pembelajaran pada fokus persiapan ujian nasional. guru. (c) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. sehingga hampir seluruh pengajaran diarahkan pada persiapan-persiapan tes yang diwajibkan. atau SDM dari sekolah yang bersangkutan. orang tua. butir soal UN mengukur muatan tertentu dan kedalaman materi yang 17 . Kegunaan ujian nasional ini menjadi tugas berat bagi siswa. Bagi guru.

dan khusus untuk SMK. Permasalahan juga muncul karena mata pelajaran yang diujikan dari Bahasa Indonesia. atau memiliki nilai minimal 4.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN. Kriteria ini lebih meningkat dari tahun pelajaran 2006/2007 yaitu memiliki nilai rata-rata minimum 5. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan minimum 7. Kriteria tersebut memicu pro-kontra pada sebelum maupun sesudah dilaksanakan ujian tersebut. dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada UN masing-masing minimum 6.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. UN memang sentralistik karena merupakan amanat undang-undang yang mengikat seluruh warga negara tetapi tetap memberikan wewenang pada guru dan sekolah melakukan penilaian. UN hanya mencakup beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan.25 dan khusus untuk SMK. dan Bahasa Inggris ditambah dengan mata pelajaran IPA atau mata pelajaran bidang/jurusan di SMA. dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. dengan tidak ada nilai di bawah 4. dengan tidak ada nilai di bawah 4. Batas kelulusan pada tahun pelajaran 2007/2008 mensyaratkan siswa harus memiliki nilai rata-rata minimal 5. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan Minimum 7.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. atau memiliki nilai minimum 4. Mata pelajaran tersebut dipilih karena peran sentralnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan siswa selanjutnya.00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya minimal 6. dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. terutama dalam proses pembelajaran. ataupun dampak dari UN secara langsung maupun tidak langsung. Dari sisi pemerintah merupakan hak dan kewajiban dari pemerintah untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan dan menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi (Pasal 10 dan 11.00.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.25. Masalah UN ini sebenarnya telah lama menjadi polemik yang tidak hanya pada masa KTSP.00 pada salah satu mata pelajaran.sama di seluruh Indonesia. tetapi pada kurikulum-kurikulum sebelumnya.00.00. 18 . kriteria penentuan kelulusan. Penentuan beberapa mata pelajaran ini tentu membawa konskuensi tersendiri bagi guru mata pelajaran tersebut dan bagi guru mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional. Matematika. Masalah tersebut mulai dari perlu tidaknya adanya UN. UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional).

Lamongan. Mojokerto. Tabel 1: Sasaran Penelitian dan Sekolah yang Status Banyak Sudah sudah menyusun KTSP Jenjang Sekolah Menyusun SD Negeri 5 2 Swasta 2 2 SDLB 1 1 SMP Negeri 8 7 Swasta 5 3 SMPLB 3 0 SMA Negeri 5 2 Swasta 5 2 MTs Negeri 1 0 MA Negeri 1 1 Swasta 1 0 SMK Negeri 1 1 Swasta 1 0 Farmasi 1 0 Total 40 21 Belum Menyusun 3 0 0 1 2 3 3 3 1 0 1 0 1 1 19 . Gresik. Sidoarjo. Tuban. Dengan kata lain. dan Bangkalan. Apakah sekolah tergiring untuk memusatkan energinya pada persiapan ujian nasional atau menyiapkan dalam arti proses. Jombang. seperti meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada keberhasilan ujian nasional. Komposisi sekolah tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. PENGEMBANGAN KTSP DI SEKOLAH Sekolah yang dijadikan sasaran penelitian sebanyak 40 sekolah yang berada di Surabaya. apakah pembelajaran yang diselenggarakan berbasis standar ujian nasional atau pembelajaran yang berbasis tujuan nasional.Fokus pembahasan ini tidak pada polemik perlu tidaknya ujian nasional tetapi lebih menekankan pada dampak atau konskuensi dari pembelajaran yang dilakukan di sekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN A.

terutama dalam bidang pendidikan dengan segala selukbeluknya. terutama dalam bidang pendidikan dengan segala permasalahannya. Dengan pendidikan. informasi dan komunikasi semakin lancar. simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain. terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu. Pendidikan memberi peran penting dalam kehidupan manusia. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik. pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna . simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. Terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu. Melalui pendidikan. Pergeseran atas kebutuhan pendidikan ini seiring dengan kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi. Dengan pendidikan. informasi dan komunikasi semakin lancar. pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Melalui pendidikan.PENDIDIKAN (KTSP) MATA PELAJARAN QUR¶AN HADIST Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat.

13). Pembangunan Nasional di bidang pendidikan merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia. hlm. maju dan sejahtera. Seperti yang diungkapkan Ahmad Tafsir bahwa µpendidikan adalah usaha untuk meningkatkan diri dalam berbagai aspeknya¶.1). bertaqwa. berkesadaran hukum dan lingkungan. Sehingga dipandang sangat urgen untuk dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. ³Education is need for life´. serta memiliki etos kerja yang tinggi dan berdisiplin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk mewujudkan visi Pendidikan Nasional tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional. Dalam prinsip kenegaraan. Dengan kata lain. yang sesuai dengan kebutuhan dan . hlm . menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dalam rangka mewujudkan masyarakat yang damai. µPendidikan Islam dengan sendirinya merupakan suatu sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah SWT¶ (Nur Uhbiyati 1997. demokratis. sehat.mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. pendidikan harus mampu mengantarkan manusia untuk mencapai keberhasilan hidup. Sejalan dengan itu. berakhlak mulia. Memenuhi kebutuhan pendidikan tak sekedar naik kelas atau lulus. cinta tanah air. baik kehidupan duniawi atau ukhrowi dalam rangka memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Kalimat tersebut telah menjadi prinsip oleh sebagian orang yang sadar atas kebutuhan pendidikan. berkeadilan. berdaya saing. mandiri. yang didukung oleh manusia Indonesia yang beriman. ³Pendidikan merupakan bagian integral dalam kehidupan bangsa dan negara´( Depag RI 2004.

perkembangan masyarakat. madrasah merupakan bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional dan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. pengembangannya ³termasuk di dalamnya mata pelajaran Qur¶an Haditsdiserahkan pada tingkat satuan pendidikan. Oleh karena itu. sehingga dalam konteks kurikulum. serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. Madrasah Tsanawiyah sebagai lembaga pendidikan menengah pertama dituntut untuk melaksanakan program pendidikan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional. dengan keimanan sebagai inti. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh pemerintah. Pencitraan kualitas outcome dan output-nya pun harus menunjukkan karakteristik tersendiri. perlu menampakkan karakteristik tersebut. di sisi lain mencerminkan eksistensi dan jati diri madrasah sebagai satuan pendidikan Islam yang menjadi bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional tersebut. Meskipun demikian. pengembangan kurikulum Madrasah Tsanawiyah harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. potensi daerah dan peserta didik (Anonimus 2003. Dalam kerangka ini pula diberlakukan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Dengan pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaannya. . 18-20). madrasah tetap memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri. Dalam pelaksanaannya. sehingga citra madrasah tidak termarginalkan. pembelajaran madrasah perlu dirumuskan dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga di satu sisi memiliki relevansi dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat dalam mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional.

Pada tingkat menengah. atau Madrasah Aliyah. atau Sekolah Menegah Umum berciri khas agama Islam sebagai mata pelajaran pokok harus diikuti setiap siswa dalam semua jurusan. Secara fungsional mata pelajaran Qur¶an Haditsdiberikan dalam upaya mentranformasikan berbagai doktrin keagamaan dalam aspek-aspek aqidah. tidak sekedar pemikiran-pemikiran keagamaan yang telah terstruktur dalam ilmu-ilmu keagamaan. baik ilmu kalam. yang sangat diperlukan para siswa dalam upaya membangun citra keimanan dan ketaqwaan mereka. Juga diarahkan untuk memiliki kemampuan menulis kalimat al-Qur¶an dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan . tapi juga kefasihan dan kemahirannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan cara baca al-Qur¶an yang telah diatur dalam ilmu baca alQur¶an dengan baik (ilmu tajwid. tetapi juga memiliki kemampuan dan ketrampilan studi ke-Islam-an. ilmu maqra dan ilmu makharij al-huruf). ibadah dan akhlaq. untuk memperkuat mata pelajaran Qur¶an Hadist.(Anonimus 1999. sehingga untuk mereka diberikan pelajaran gramatika ³Bahasa Arab´ yang lebih tinggi sesuai dengan keperluan studi al-Qur¶an. sehingga mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah. para peserta didik (siswa) diharapkan tidak sekedar mengetahui ajaran-ajaran dasar Islam. Core (inti) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam µyakni menciptakan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan¶ patutlah menjadi tujuan semua madrasah dalam mewujdkan karakteristiknya. karena fungsinya yang amat penting dalam upaya mencapai tujuan membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. hlm 2) Mata pelajaran tersebut juga diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan baca al-Qur¶an. melalui sumber ajarannya yang otentik. tidak sekedar dalam aspek kelancarannya. fiqh maupun akhlaq.

Pendapat tersebut didasari atas berbagai latar belakang masalah dan fenomena yang kompleks. hlm 25-27). Mata pelajaran Qur¶an Haditsdisampaikan melalui Proses Belajar Mengajar. Menurut Oemar Hamalik. Oemar Hamalik menjelaskan bahwa mengajar adalah upaya penyampaian pengetahuan kepada peserta didik (Umar Halik 2007. diantaranya berkaitan dengan masalah relefansi atau kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan. yaitu mengajar dan pembelajaran. guru. mengajar. Pendidikan nasional dewasa ini dihadapkan pada berbagai permasalahan yang perlu mendapat penanganan secepatnya. serta sesuai pula dengan tradisi tulis Arab yang telah dikembangkan para ahli Bahasa Arab. tujuan pembelajaran. 19) KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1 dan 2 sebagai berikut : . Istilah Kurikulum satuan Pendidikan yang disingkat KTSP merupakan kurikulum operasional yang pengembangannya diserahkan kepada daerah dan satuan pendidikan. Pembelajaran. siswa dan peserta didik dimaknai dari berbagai sudut pemikiran. Karakteristik interaksi belajar-mengajar dalam pendekatan proses belajarmengajar meliputi dua hal pokok. serta kebutuhan dunia kerja dapat segera teratasi (Mulyasa 2006.gramatika Bahasa Arab. pengajaran. Dalam kerangka inilah pemerintah menggagas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai tindak lanjut kebijakan pendidikan dalam konteks otonomi daerah dan disentralisasi. hlm. Dalam sudut pandangnya. Dengan demikian melalui KTSP ini pemerintah berhadap jurang pemisah antara pendidikan dan pembangunan.

memiliki kemampuan dalam memainkan alat-alat musik dengan baik. hasil pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan. hlm. Kedua. dan sebagainya. alat-alat musik. maka siswa itu berubah dalam hal pemahamannya tentang musik. Secara lengkap. Prinsip ini mengandung makna bahwa ciri utama proses pembelajaran itu ialah adanya perubahan perilaku dalam diri individu. potensi daerah dan peserta didik. pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku.1. Tetapi tidak semua perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran. Pembelajaran yang hanya menghasilkan perubahan satu atau . pengertian pembelajaran dapat dirumuskan: ³Pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. 7) Beberapa prinsip yang menjadi landasan pengertian tersebut di atas ialah: Pertama. Perubahan perilaku itu meliputi aspek-aspek perilaku kognitif. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan di kembangkan dengan prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Artinya seseorang yang telah mengalami pembelajaran akan berubah perilakunya. 2. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Prinsip ini mengandung makna bahwa perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran adalah meliputi semua aspek perilaku dan bukan hanya satu atau dua aspek saja.(Muhammad Surya 2004. konatif. afektif atau motorik. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujutkan pendidikan nasional. Misalnya seorang siswa disebut telah mengalami pembelajaran dalam musik.

pembelajaran merupakan suatu proses. Keempat. proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sesuatu tujuan yang akan dicapai. Atas dasar prinsip ini. Pembelajaran merupakan bentuk interaksi individu dengan lingkungannya. individu akan senantiasa berada dalam berbagai aktivitas yang tidak terlepas dari lingkungannya. suatu pembelajaran yang efektif adalah apabila pelajar-pelajar melakukan perilaku secara aktif. maka pembelajaran akan terjadi apabila individu merasakan adanya kebutuhan yang mendorong dan ada sesuatu yang perlu dicapai untuk memenuhi kebutuhannya. pembelajaran merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Kelima. Pengalaman pada dasarnya adalah kehidupan melalui situasi yang nyata dengan tujuan tertentu. sehingga banyak memberikan pengalaman dari situasi nyata. Pembelajaran tidak dapat dilepaskan dengan interaksi individu dengan lingkungannya. Dengan kata lain. Ketiga. Prinsip ketiga ini mengandung makna bahwa pembelajaran itu merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan. pembelajaran bukan sebagai suatu benda atau keadaan yang statis. Prinsip ini mengandung makna bahwa aktivitas pembelajaran itu terjadi karena adanya kebutuhan yang harus dipuaskan. Perubahan perilaku yang diperoleh dari pembelajaran. Dengan demikian. dan adanya tujuan yang ingin dicapai.dua aspek perilaku saja. pembelajaran merupakan bentuk pengalaman. pada dasarnya merupakan . melainkan merupakan suatu rangkaian aktivitas-aktivitas yang dinamis dan saling berkaitan. Di dalam aktivitas itu terjadi adanya tahapan-tahapan aktivitas yang sistematis dan terarah. selama proses pembelajaran itu berlangsung. Belajar tidak akan efektif tanpa adanya dorongan dan tujuan. Jadi. disebut sebagai pembelajaran sebahagian (partial learning) dan bukan pembelajaran lengkap (complete learning). Jadi.

Rumusan Masalah . agar memberi solusi kreatif yang baik. yang kemudian kita kenal dengan sebutan problematika pembelajaran. problematika ini dianggap umum dan biasa saja. Hal ini berarti bahwa selama individu dalam proses pembelajaran hendaknya tercipta suatu situasi kehidupan yang menyenangkan sehingga memberikan pengalaman yang berarti. Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian Implimentasi KTSP terutama kesiapan madrasah dari sisi manajemen. Mengamati konsep dan prinsip-prinsip pembelajaran yang dikemukakan Oemar Hamalik di atas sehubungan dengan peningkatan kualitas dan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam mentransformasikan nilai. Faktor-faktor yang tidak terpenuhi itulah menjadi permasalahan. dll. income dari siswa. Sebagian ahli pendidikan Islam memandang bahwa problematika pendidikan di Indonesia terletak pada lemahnya mutu kecerdasan out put. Untuk mengetahui secara pasti problematika pembelajaran itu perlu diteliti lebih jauh. kesiapan guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pengajaran (RPP) penilaian pengajaran serta penguasaan hasil belajar dan sumber bahan. Proses itu harus didukung oleh berbagai faktor. Bagi pendidikan informal dan non formal. yang diungkapkan dalam judul ³ Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim.pengalaman. Karena itu tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan ini akan menghadapi kendala. tidak dapat berlangsung dengan sendirinya. karena kurikulumnya memang hanya memprioritaskan keterlaksanaanya proses belajar.

Sebagai penelitian awal tentang implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist.N) Muara Enim. Untuk memperoleh deskripsi mengenai implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) Muara Enim? Tujuan Penelitian Dengan mengacu pada latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah : 1.N) Muara Enim. Sumbangsih dalam pengembangan ilmu pendidikan khususnya teori implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. 2. Kegunaan Penelitian 1. 2. Bagaimana implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Berguna bagi pemerintah khususnya Departemen Agama mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat satker di daerah dalam menentukan kebijakan implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Apa faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) Muara Enim? 2.Dengan mendasarkan pada latar belakang sebagaimana diuraikan diatas maka masalah yang muncul berkenaan dengan Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim diidentifikasikan sebagai berikut: 1. Implikasi Praktis c. Implikasi Teoritis a. . b. Untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.

. kecakapan hidup. kepala madrasah serta praktisi pendidikan dalam upaya menyusun KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Kurikulum Berbasis Kompetensi yang merupakan ciri dari Kurikulum 2004 didesain untuk menjamin berlangsungnya proses pendidikan yang kondusif bagi berkembangnya potensi peserta didik. Lebih mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia. sehingga mereka mampu hidup mandiri dan harmonis di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. Sesuai dengan kerangka pikir di atas. Sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi lembaga pendidikan. pemerintah daerah. pemerintah pusat. Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pelaksana pendidikan di lapangan untuk mengembangkan dan melaksanakan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan.hlm 3). 3. Kerangka Pemikiran Mata pelajaran Qur¶an Hadits merupakan salah satu mata pelajaran wajib sejak madrasah ibtidaiyah hingga madrasah aliyah. hlm 3) Kurikulum Qur¶an HaditsMadrasah Tsanawiyah yang dikembangkan dengan pendekatan tersebut diharapkan mampu meneguhkan keimanan dan meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Mata pelajaran tersebut secara keseluruhan tercantum dalam kurikulum. kemampuan bekerja dan bersikap ilmiah.(Departemen Agama RI2005.d. kurikulum Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dikembangkan dengan pendekatan sebagai berikut: 1. 2. sekaligus menjamin pengembangan kepribadian Indonesia yang kuat dan berakhlak mulia. (Departemen Agama RI 2005. Lebih menitik beratkan target kompetensi daripada penguasaan materi.

Hal ini dilakukan agar madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi. dalam hal ini diberi pengalaman belajar tertentu dalam proses belajar mengajar (teaching-learning process). kurikulum madrasah dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi.106) Gambaran di atas menunjukkan bahwa masukan mentah (raw input) merupakan bahan baku yang perlu diolah. Dengan tanggung jawab yang besar itu menunjukkan semakin besarnya persoalan-persoalan yang menjadi problema pembelajaran Qur¶an Hadits semakin kompleks. teaching-learning proccess dan environmental input. Dengan cara seperti itu. raw input. memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik. agar lulusannya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. hlm. madrasah tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya. Faktor-faktor yang dimaksud antara lain meliputi instrumental input. ilmu pengetahuan.(Ngalim Purwanto 1986. Da1am konteks ini. maka kehidupan masyarakat akan lebih baik. Tetapi secara substansi mata pelajaran Qur¶an Hadits memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Asumsinya adalah jika pendidikan agama termasuk Qur¶an Haditsyang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan efektif. Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah sebagai bagian yang integral dari pendidikan agama. serta tuntutan desentralisasi. Terhadap didalam kegiatan pembelajaran itu turut . teknologi dan seni.Dalam konteks madrasah. Problema pembelajaran Qur¶an Hadits itu tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan pembelajarannya. peranan dan efektifitas pendidikan agama di madrasah sebagai landasan bagi pengembangan spiritual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat penting.

Di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. maka yang dimaksud masukan mentah atau raw input adalah siswa. Hal ini dapat dipahami karena pendidikan merupakan satu kesatuan system dimana sejumlah komponen yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. dan berfungsi sejumlah faktor yang sengaja dirancang dan dimanipulasikan (instrumental input) guna menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki (output). Karakteristik siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim juga mempengaruhi pola pembelajaran. Usia rata-rata siswa MTs kelas VII. sarana dan fasilitas. guru yang memberikan pengajaran. Yang termasuk instrumental input atau faktor-faktor yang disengaja dirancang dan dimanipulasikan adalah: kurikulum atau bahan pelajaran. kemampuan kognitifnya dan sebagainya. karena instrumental input inilah yang menentukan bagaimana kegiatan pembelajaran itu akan terjadi di dalam diri si pelajar. sebagai raw input siswa memiliki karakteristik tertentu. bakatnya. Mengenai fisiologis ialah bagaimana kondisi fisiknya. Berbagai faktor tersebut berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan keluaran tertentu. Secara psikologis hal ini mempengaruhi mereka saat belajar. motivasinya. panca inderanya dan sebagainya. Hal ini menunjukan bahwa siswa berada pada masa remaja awal. Sedangkan yang menyangkut psikologis adalah : minatnya. baik fisiologis maupun psikologis. tingkat kecerdasannya. serta manajemen yang berlaku di sekolah yang bersangkutan. VIII dan IX adalah 13-15 tahun. Di dalam keseluruhan sistem maka instrumental input merupakan faktor yang sangat penting pula dan paling menentukan dalam pencapaian hasil/output yang dikehendaki.berpengaruh pula sejumlah faktor lingkungan yang merupakan masukan lingkungan (environmental input). Masa ini ditandai dengan berkembangnya sikap dependen .

1956. Menurut Adams.kepada orang tua ke arah independen. minat seksualitas dan kecenderungan untuk merenung atau memperhatikan diri sendiri. 14. dan ada yang tidak percaya sama sekali atau cenderung kepada atheis. percaya tapi agak ragu-ragu (bimbang). sedangkan remaja mengacu kepada keseluruhan aspek perkembangan. tetapi bersama itu ia ingin memperoleh pijakan rasa aman. sosial dan ekonomi. p. tetapi ia tidak sinonim dengan remaja. Pubertas merupakan bagian dari masa remaja. 3. percaya dengan kesadaran. Ia menunjukkan ciri-ciri positif dan negatif. Remaja juga mencakup pencarian kebebasan dalam emosi. dan ia sering kali menunjukkan rasa ingin tahu yang semakin dewasa terhadap dirinya sendiri dan lingkungan. dalam hal sikap remaja terhadap agama ada bermacam-macam. asal lembaga-lembaga keagamaan itu dapat mengikutsertakan remajaremaja dan memberi kedudukan yang pasti kepada mereka. Kecenderungan remaja untuk ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan sebenarnya ada dan dapat dipupuk. untuk berkomunikasi dengan orang-orang lain dan memercayai mereka serta untuk belajar mengenai apa yang merusak atau apa yang baik bagi dirinya sendiri dan orang-orang lain (Elizabeth B. yaitu: ada yang percaya turut-turutan. Periode ini adalah saat individu menggunakan kemampuan untuk menerima dan memberi. Para ahli mengemukakan ciri-ciri remaja antara lain: 1. Menurut Zakiah Daradjat.). Remaja berjuang untuk memperoleh kebebasan. Remaja adalah periode peralihan antara masa siswa ke masa dewasa. . Pubertas mengacu kepada perkembangan fisik dan seks. remaja sering kali dilukiskan dengan sebutan setengah siswa setengah dewasa. 2. nilai-nilai etika dan isu-isu moral. dan sering kali dalam bentuk campuran yang membingungkan.. Remaja menunjukkan ciri-ciri fisik dan kejiwaan yang penting antara pubertas dan dewasa. Hurlock.

yang ditemukan ialah bahwa kenikmatan tertinggi dan paling berkesan ialah kenikmatan seksual. hlm 8). dan lingkungan madrasah yang mencakup lingkungan fisik seperti gedung dan lingkungan sosial. karaakteristik madrasah/daerah. bentuk persiapan materi madrasah dapat dilihat dari dimensi perangkat kurikulum. dan karakteristik peserta didik. Fokus . 2. sosial budaya masyarakat setempat. Untuk mengimplementasikan suatu program baru dalam hal kurikulum tingkat satuan pendidikan di MTs Negeri Muara Enim. (Mulyasa 2006. Demikian pula mereka diliputi oleh hedonisme. potensi sekolah/madrasah. Oleh karena itu untuk meminimalkan adanya kendala dalam proses implimentasi tersebut perlu adanya persiapan-persiapan yang dilakukan yaitu : 1. guru. Ironisnya. Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang di susun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. hedonisme.Di sisi lain. tidak terlepas dari kendala dan rintangan. siswa dan orang tua siswa. Pergaulan seks bebas merupakan fenomena yang datang dari paham ini. Itulah sebabnya pada zaman ini dapat disaksikan hampir semua kegiatan hidup dan produk manusia diarahkan ke penikmatan seksual. keuangan. dan yang berguna itu biasanya lebih bernuansa fisik dan materialis. saat ini remaja banyak dihadapkan pada lingkungan dan budaya yang bernuansa pragmatisme. sarana madrasah. sekularisme dan isme-isme lain yang mengajarkan bahwa yang benar dan baik ialah yang berguna. yang mengajarkan bahwa yang benar ialah sesuatu yang menghasilkan kenikmatan. Kesiapan non materi/ sumber daya madrasah bentuk persiapan non materi madrasah dapat dilihat dari dimensi kepemimpinan kepala madrasah. tugas manusia ialah menikmati hidup ini sebanyak dan seintensif mungkin. Kesiapan materi/sumber daya alamiah madrasah.

sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan. hlm.kajian yang dimunculkan hanya sebatas pada peran yang di berikan masing-masing dimensi dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. serta menarik kesimpulan (Mohammad Ali : 1993. Tujuan pembelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah adalah sebagai berikut : 1. cinta kepada allah dan rasul-Nya.) Adapun Afif Muhammad menambahkan bahwa dalam menyusun penelitian yang menggunakan pendekatan metode deskriptif dapat menempuh langkah-langkah: menetapkan komponenkomponen atau aspek-aspek yang akan membentuk pemikiran tersebut atau apa yang disebut dengan indikator-indikator (Afif Muhammad 2003. Menerapkan kaidah ilmu tajwid dalam membaca al Qur¶an. hlm 180). dan perintah bertaqwa. menganalisis data dan menyusun. meyakini kebenaran Islam dan istiqomah. Langkah-langkah Penelitian Dalam penelitian ini berbentuk kualitatif. ada lima (5) langkah dalam penelitian pendidikan kualitatif: merumuskan fokus masalah. mengumpulkan data. makanan yang halal lagi baik. 43). 3. Adapun langkah-langkah pentahapan yang digunakan oleh penulis secara sederhana meliputi: . hlm 10). persatuan dan persaudaraan.163. 2. Memahami ayat al Qur¶an tentang akhlak kepada ibu bapak. hlm. rasul dan perintah. menyusun kerangka kerja teoritis. setan sebagai musuh manusia. berlaku dermawan. (Standar Isi MTs 2006. sikap konsekwen dan jujur. semangat keilmuan. makanan yang halan lagi baik. sesame manusia. Peneliti memulainya dari suatu tahapan ke tahapan berikutnya. Memahami akhlak terhadap ibu bapak. perintah menuntut ilmu. sesama manusia. (Joko Susilo 2007. Menurut Mohammad Ali. taat kepada Allah.

Dalam hal ini. kondisi obyektif pelaksanaan KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim. mendalam dan memberi jawaban yang tepat terhadap masalah yang akan diteliti digunakan penelitian kualitatif. Menurut Nasution. metode survey lapangan adalah suatu metode yang dilakukan untuk meneliti fenomena/gejala-gejala. Lebih lagi.. Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang lengkap. 1988. kejadian-kejadian dan kenyataan-kenyataan di lapangan. Fokus penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang implimentasi KTSP mata pelajaran qur¶an hadits di MTs Negeri Muara Enim. Gambaran karakteristik yang dijelaskan tersebut sesuai dengan maksud dari penelitian ini. Hal ini apabila menggunakan pendekatan . melainkan untuk memahami sepenuhnya makna fenomena dalam konteks dan untuk memberikan laporan tebal mengenai fenomena yang dikaji.Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey lapangan. 73). 90) tidak untuk mengukur sesuatu. (Nasution. hlm. serta untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. Dipendekatan yang dapat mendiskripsikan data tersebut adalah menggunakan penelitian kualitatif. hlm. maksud penelitian kualitatif tidak ditujukan untuk menghasilkan kesimpulan temuan dari sampel besar sampai populasi dengan menggunakan verifikasi statistik. Sedangkan sasaran penelitian kualitatif menurut Leininger yang dikutip Sirozi (2004. karena yang diamati adalah responden dengan latar belakang implimentasi KTSP yang diterapkan dalam proses pembelajaran Qur¶an Hadist.

Dengan kata lain penelitian kualitatif tidak meneliti suatu lahan kosong. berinteraksi dengan mereka dan berusaha memahami bahasa serta tafsiran mereka sendiri tentang dunia yang ada disekitarnya. langsung apa adanya tanpa dipengaruhi oleh unsur-unsur lain dari luar lingkungan. . wawancara dan dokumentasi. 1998 : 121). Dalam hal ini peneliti akan mengumpulkan data dalam situasi yang wajar. (Nasution. Demikian pula Mc. Dengan menggunakan metode kualitatif. Peneliti tidak menggunakan angka-angka. kebiasaan. tetapi ia menggalinya´.kuantitatif kurang sesuai karena penelitian ini bersifat independent. Untuk itu peneliti berhubungan langsung dengan situasi dan sumber data yang akan diselidiki. 1992. Teknik Pengumpulan Data Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif selain sebagai perencana sekaligus juga sebagai pelaksanan pengumpul data atau sebagai instrument (Moeloeng. seperti nilai. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi. keyakinan dan budaya yang dianut oleh seseorang atau kelompok dalam lingkungan tertentu. hlm 221) mengemukakan bahwa ³ Pada hakekatnya penelitian kualitatif mengamati orang dalam lingkungannya. Cracken dalam (Julia Brannen 1997. dapat ditemukan data yang tidak teramati dan terukur secara kuantitatif. tetapi mengumpulkan data deskriptif dalam bentuk laporan dan uraian untuk mencari makna. walaupun tidak menolak angka-angka sebagai penunjang penelitian. sikap mental. tidak berintegrasi langsung dengan subyek sehingga akan sangat sulit sekali diungkapkan proses kegiatan yang berlangsung.hlm 97.) mengemukakan bahwa : ³ Di dalam penelirtian kualitatif konsep dan kategorilah yang dipersoalkan bukan kejadian atau frekuensinya.

Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. tempat kegiatan orang-orang yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan makna apa yang diamati menurut perspektif pengamat (Patton. Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung b). d). Pada pengamatan berperan serta. Percakapan dilakukan antara peneliti yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong. Observasi Tujuan dari observasi adalah dengan mendiskripsikan seting yang diamati. e). yaitu : . yaitu sebagai pengamat dan sekaligus menjadi anggota resmi dari kelompok yang diamati. Patton (1990 ) 135 ± 136) mengemukakan pilihan teknik wawancara. Sedangkan pengamatan tanpa berperan serta pengamat hanya melakukan satu fungsi. 1990 : 202). 1998 : 126). karena : a). Menurut Guba dan Lincoln (1981) ada bebearapa alasan mengapa dalam penelitian kualitatif. kemudian mencatat perilaku dan kejadian seperti keadaan yang sebenarnya. Pengamatan merupakan jalan terbaik untuk mengecek kepercayaan data. c). yaitu mengadakan pengamatan. pengamatan dimanfaatkan secara optimal. 2. 1998 : 135). pengamat melakukan dua peran sekaligus. Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan yang langsung diperoleh dari data lapangan.1. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti memahami situasi-situasi yang rumit dan perilaku yang kompleks Pengamatan dapat diklasifikasikan atas pengamatan melalui cara berperan serta dan yang tidak berperan serta (Moeleong. Teknik pengamatan sangat dimungkinkan pengamat melihat dan mengamati sendiri.

Dalam penelitian ini teknik wawancara yang digunakan adalah teknik pertama dan kedua. Wawancara dilakukan pada latar alamiah. baik itu kepada para dewan guru mata pelajaran Qur¶an Hadis atau guru agama lainnya. Untuk meliput sumber data. Wawancara ini menggunakan seperangkat pertanyaan baku. c) studi dokumentasi juga dilakukan untuk mendapatkan data yang tidak diperoleh melalui tehnik lainnya. serta mengutamakan pandangan dan pendirian responden. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan terjadinya bias-bias atau ³kemencengan´. Wawancara baku terbuka (the standardized open-ended interview). Wawancara pembicara informal (the informal conversational interview). Menggunakan petunjuk umum wawancara (the general interview guide approach). Subyek yang menjadi sumber informasi dipilih sesuai dengan focus dan tujuan penelitian. Wawancara dilakukan berdasar pada kerangka dan garis besar pokok-pokok yang dituangkan dalam pertanyaan disesuaikan dengan keadaan responden dalam konteks wawancara sebenarnya. Wawancara informal banyak digunakan dengan para responden yang langsung merasakan akibat dari pelaksanaan kebijakan pengembangan KTSP. b) wawancara secara terbuka. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui : a) observasi (pengamatan) lapangan secara langsung untuk mendapatkan data sebenarnya. c). sehingga diperoleh keadaan studi dalam konteks tertentu.a). namun sebagaian terstruktur dan mendalam. dibutuhkan adanya informan yang dipilih guna mendapatkan informasi sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuannya. Pertanyaan yang diajukan sangat tergantung pada pewawancara itu sendiri dan sponanitasnya dalam mengajukan pertanyaan. b). Pemilihan informan dihentikan setelah variasi dan .

sehingga dalam metode penelitian ini tidak ada pilihan lain selain manusia sebagai instrument utama penelitian. Peneliti mengutamakan pengamatan kejadian apa adanya. Dalam pelaksanaannya. Metode wawancara digunakan guna memperoleh keterangan tentang kejadian yang oleh peneliti tidak dapat diamati sendiri secara langsung. karena mungkin peneliti tidak mampu mencatat secara langsung di lapangan hasil wawancara dengan responden. asumsi yang digunakan dalam memandang realitas adalah bahwa realitas bersifat menyeluruh ( holistik ). seperti pada pandangan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. . Alat potret digunakan untuk mengambil gambar kejadian atau situasi yang dianggap penting dan sesuai dengan tujuan penelitian. Alat rekam yang digunakan adalah kamera. baik itu terjadi di masa lampau ataupun karena tidak memungkinkan untuk hadir di tempat kejadian. yaitu ditandai dengan tidak adanya variasi informasi baru yang diperoleh.kedalaman informasi telah diperoleh secara maksimal. Instrumen pengumpulan data didalam penelitian ini. Bentuk instrument lain mungkin digunakan dalam penelitian. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Operasionalisasinya dilakukan dengan mengadakan wawancara secara mendalam kepada berbagai informan lain sehubungan dengan pokok masalah yang akan diteliti. pengumpulan data di lapangan menggunakan alat bantu berupa alat rekam dan alat potret. tidak dapat dipisahpisahkan ke dalam variable-variabel. tetapi unsur manusia adalah tetap merupakan instrument yang paling utama. yaitu pengamatan dilakukan secara langsung terhadap implementasi pelaksanaan KTSP Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi MTs Negeri Muara Enim.

tahap reduksi data. Semua data yang relevan dianalisis dan disampaikan dengan kata atau gambar. yaitu : Bab 1 merupakan bagian pendahuluan. Kegiatan ini berlangsung secara terus menerus selama penelitian melalui tahapan membuat ringkasan. sehingga memberi makna pada setiap rangkuman sesuai dengan materi pokok penelitian. kerangka pemikiran. Ketiga. dijelaskan. Pertama. Data yang masuk kemudian ditafsirkan. yaitu proses pemilihan data kasar dan masih mentah yang diperoleh dari kajian dokumen dan wawancara. dipahami.Teknik Analisis Data Analisis data sebagai proses menguraikan data menjadi komponen-komponen yang membentuknya yang dinyatakan oleh penjelasan responden. Dalam model ini ada tiga komponen analisis. rumusan masalah. penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber sebagai kesimpulan sementara sambil mencari data pendukung kesimpulan tersebut. Kedua. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tesis ini disusun dalam lima bab. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. kegunaan penelitian. bahwa analisis data bertujuan untuk mengetahui karakteristik setiap variable dan menguraikan makna yang dinyatakan oleh penjelasan responden. tahap verifikasi data. tujuan penelitian. Dalam bagian ini dikemukakan latar belakang masalah. 29). langkah-langkah . diramalkan. berupa penyampaian informasi yang diperlukan dalam penelitian berdasarkan data yang sudah direduksi dan disusun secara runtut. tahap penyajian data. dan bahkan direvisi redaksinya. Hal ini mengacu pada pendapat Gulo (2002. hlm.

keadaan bangunan. pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran Qur¶an haditsdi MTsN Muara Enim. kondisi geografis. RPP al qur¶an hadist. Bab 3 merupakan kondisi Umum MTsN Muara Enim yang meliputi sejarah singkat. Selanjutnya juga bab ini membahas faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP dari segi perencanaan. sistematika penulisan. jenis penelitian. visi dan misi serta tujuan MTsN Muara Enim.penelitian. model kurikulum Madrasah Tsanawiyah.standar kompetensi dan kompetensi dasar al qur¶an hadist. model silabus KTSP. Sistematika penulisan ini nantinya sekaligus menjadi panduan bagi penulis untuk menyusun hasil penelitian tesis. dasar dan tujuan KTSP. Untuk itu perlu dikemukakan bahwa secara teknis ukuran jumlah halaman. dan saran-saran. keadaan guru. dasar kebijakan dan karakteristik KTSP. penggunaan kutipan dan system referensi . Bab 5 merupakan bagian akhir dari pembahasan penelitian ini. Bab 4 merupakan hasil penelitian yang memaparkan implementasi KTSP dari segi perencanaan. Standar kompetensi lulusan MTs. dan lokasi penelitian. prinsip pengembangan dan pelaksanaan kurikulum MTs. plus minus KTSP. qur¶an hadits sebagai mata pelajaran di Madrasah Tsanawiyah. teknik analisis data. yaitu bagian penutup yang memuat kesimpulan. segi pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran qur¶an haditsdi MTs Negeri Muara Enim. Bab 2 merupakan bagian kerangka teori yang berisi pengertian KTSP. dan prestasi ujian nasional selama tiga tahun di MTs Negeri Muara Enim. teknik pengumpulan data. tata letak (lay out) format halaman.

penulisan hasil penelitian tesis ini menggunakan pedoman penulisan tesis yang disusun oleh Sirozi et al.al. Lokasi Penelitian Penelitian ini memfokuskan pada masalah implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. ada di tempat tersebut. Sedangkan khusus penulisan laporan Bab 4 bagian yang memaparkan temuan hasil penelitian. penulis mengembangakan dan menggunakan panduan yang disusun Abizar et. . (1991). Hal ini dipilih berdasarkan observasi studi pendahuluan peneliti. Panduan Penulisan Karya Ilmiah: menulis Tesis efektif dan Efisien. untuk keperluan yang lebih praktis dan operasional bentuk gaya penulisan. Selain itu pihak Mapenda kantor Departemen Agama Kabupaten Muara Enim juga memberikan izin dan dukungan sepenuhnya. (2005). Buku Panduan Penulisan. Di lokasi tersebut nampak adanya masalah yang relevan dengan penelitian ini. bahwa masalah yang menjadi fokus penelitian yang sedang dikaji penulis. Di samping itu pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim yang diwakili oleh kepala sekolah dan dewan guru memberikan izin dan menyambut baik niat penulis untuk melakukan penelitian di MTs Negeri Muara Enim. serta siap membatu penelitian ini sampai selesai.

Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. enimbang : bahwa agar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dapat dilaksanakan di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah secara baik. dan Pasal 25 sampai dengan Pasal 27. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 5. Susunan Organisasi. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 5 sampai dengan Pasal 18. 3. d. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 sampai dengan Pasal 38. c. 4. Mengingat : 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). 2. (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Standar Kompentesi Lulusan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan . Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. dan Tatakerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005. Pasal 1 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan pada : a. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Tugas. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 6. b.

sekolah menengah kejuruan (SMK). madrasah tsanawiyah (MTs). madrasah aliyah (MA). Untuk sekolah dasar (SD). 2 (3) Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah memperhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). (5) Penyimpangan terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan setelah mendapat izin Menteri Pendidikan Nasional.2. dan 3.2.4. .tahun I : kelas 1 dan 4. . (3) Satuan pendidikan dasar dan menengah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah untuk semua tingkatan kelasnya mulai tahun ajaran 2006/2007.2.5 dan 6. untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus. sekolah menengah atas (SMA). melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun. Untuk sekolah menengah pertama (SMP). dengan tahapan : a. untuk satuan pendidikan dasar.tahun I : kelas 1.tahun II : kelas 1. madrasah aliyah kejuruan (MAK).4.tahun II : kelas 1 dan 2. (5) Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau Komite Madrasah.3.Menengah. Pasal 2 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mulai tahun ajaran 2006/2007. dan 5. (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004. (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. dan sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) : . sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB). (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah paling lambat tahun ajaran 2009/2010.tahun III : kelas 1. . . disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing.tahun III : kelas 1. b. Pasal 3 (1) Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan sekolah dasar luar biasa (SDLB): . disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/kota masing-masing. madrasah ibtidaiyah (MI). . (2) Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan yang bersangkutan. serta mendistribusikannya kepada setiap satuan pendidikan secara nasional. pengawas. b. Pasal 5 Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah: a. menggandakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. c. melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mendukung penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). dan dewan pendidikan. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. melalui LPMP. untuk satuan pendidikan madrasah ibtidaiyah (MI). madrasah tsanawiyah (MTs). Pasal 6 Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan: a. (2) BSNP dapat mengajukan usul revisi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan keperluan berdasarkan pemantauan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif. Pasal 4 (1) BSNP melakukan pemantauan perkembangan dan evaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar 3 Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. kepala sekolah. b. membantu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam penjaminan mutu satuan pendidikan dasar dan menengah agar dapat memenuhi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. pada tingkat satuan pendidikan. madrasah aliyah (MA). Pasal 7 Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional: a. b. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dinas pendidikan kabupaten/kota. c. secara nasional. terhadap guru. dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan/atau Pusat Pengembangan dan Penataran Guru (PPPG). mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP. mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus.(3) Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP kepada dinas pendidikan provinsi.

mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Nomor 060/U/1993 tentang Kurikulum Pendidikan Dasar. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : a. Pasal 9 Sekretariat Jenderal melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. e. memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK yang mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan 4 Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. f. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pasal 11 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. kepada pemangku kepentingan umum. b. b. dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau Menteri. Nomor 080/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan. bekerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dasar dan menengah dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya dan berkoordinasi dengan Departemen Pendidikan Nasional. prasarana. Pasal 8 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: a. b. Nomor 0126/U/1994 tentang Kurikulum Pendidikan Luar Biasa. melakukan supervisi. dan d. dan mengevaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya. memonitor secara nasional penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. c.d. dan sumber daya manusia satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. mengusahakan secara nasional sesuai dengan kewenangannya agar sarana. Nomor 061/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Umum. Pasal 10 Departemen lain yang menyelenggarakan satuan pendidikan dasar dan menengah : a. mengevaluasinya. c. dinyatakan tidak berlaku bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sejak satuan pendidikan dasar dan . memantau. di kalangan lembaga pendidikan tenaga keguruan (LPTK).

Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela 4. Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai karunia Tuhan dan mengungkapkan rasa syukurnya dengan berdoa. Memahami kasih Allah melalui keberadaan dirinya 2. Memahami Bhuana Agung dan Bhuana Alit 11. Mendemonstrasikan pemahaman sikap-sikap sembahyang Tri Sandhya dan sarana sembahyang 5. Meyakini kemahakuasaan Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai Maha Pencipta. TTD. menghafal. Memahami tari-tari Keagamaan. Menerapkan Panca Yadnya secara Nitya Karma dan Naimitika Karma dalam kehidupan sehari-hari 6. Panca Yama. Memahami Weda sebagai kitab suci dan wahyu Sang Hyang Widhi (Tuhan) 7. Memahami orang suci agama Hindu dan tugas dan kewajiban orang suci 8. Pendidikan Agama Hindu SD 1. Pendidikan Agama Katolik SD 1. Tri Murti. Pendidikan Agama Kristen SD 1. Peserta didik memahami dan mencintai Allah sebagai Bapa Pencipta dan Penyelenggara seperti dikisahkan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan meneladani Yesus Kristus sebagai Penyelamat hidup umat manusia. 3. Tri Purusa dan Cadhu Sakti 2. dan sejarah perkembangan Hindu sebelum dan sesudah kemerdekaan . membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur¶an. Memahami ajaran Susila yang meliputi: Tri Kaya Parisudha. 4. Peserta didik memahami hidup beriman yang terlibat dalam masyarakat sebagai perwujudan imannya. Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar 3. Dasa Yama dan Dasa Nyama Bratha dalam kehidupan sehari-hari 4. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN 1. Menyebutkan. bernyanyi serta melakukan perbuatan-perbuatan nyata 2. d. Catur Guru. BAMBANG SUDIBYO 5 Lampiran: Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kelulusan C. Tri Parartha. Memahami hari-hari suci keagamaan dan dasar-dasar hari suci (Wariga) 9. Panca Nyama Bratha. mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-µAlaq 2. Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji 5. Peserta didik memahami Gereja sebagai persekutuan Umat Allah dan sebagai Sakramen keselamatan yang diutus ke dalam dunia dan Roh Kudus yang diutus Yesus sebagai jiwa Gereja yang senantiasa menyertainya. Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi b. Tri Mala. Memelihara ciptaan Allah lainnya dalam hidup sehari-hari c. SEKOLAH DASAR (SD)/ MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) a. keluarga dan teman 3. Memahami ajaran Panca Sradha dan Tri Sarira 3.menengah yang bersangkutan melaksanakan Peraturan Menteri ini sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3. lagu-lagu kerohanian (Yadnya). Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Juni 2006 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Mengenal pemimpin yang baik dan patut diteladani di wilayahnya 10. Menanggapi kasih Allah dengan mengasihi orangtua. Pendidikan Agama Islam SD/MI 1. Catur Paramita. Pasal 12 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Beribadah kepada Tuhan sebagai ucapan syukur melalui doa dan membaca Alkitab 4.

deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar. Meneladani sifat. deskripsi peristiwa dan benda di sekitar. Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat. percakapan sederhana. pidato. Bahasa Indonesia SD/MI 1. Memahami lambang-lambang agama Buddha 9. Menampilkan perilaku jujur. Memahami makna keutuhan negara kesatuan Republik iIndonesia. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (sila). dan pantun h. deklamasi. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2. dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi. Memahami hubungan Indonesia dengan negara tetangga dan politik luar negeri g. Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis 6. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis. pantun dan cerita rakyat 2. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari . dan drama 4. pantun. petunjuk. modus. rerata hitung. teks panjang. perasaan. pengumuman. cerita. parafrase. serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 4. sikap dan kepribadian Buddha. Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 5. percakapan. Pendidikan Agama Buddha SD 1. pesan. Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI 1. Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah 4. kecepatan. pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng. volume. serta karya sastra berbentuk dongeng. luas. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 2. dan menghargai keputusan bersama 9. percakapan telepon. dan informasi dalam bentuk karangan sederhana. pelaporan hasil pengamatan. senang bekerja dan anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. petunjuk. formulir. cerita. disiplin. teks pidato. memberi petunjuk. Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masing-masing aliran 5. adat istiadat. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya 4. berita. pengumuman. kritis. cerita. debit. tegur sapa. penyajian data dengan tabel. pantun. rentangan data. surat. mengurutkan data. unsur-unsur dan sifat-sifatnya. dan kreatif untuk memecahkan masalah 7. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di SMP f. Memahami sistem pemerintahan. dan kebijaksanaan (panna) 2. dongeng. Memahami konsep pengumpulan data. Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama 8. laporan. wawancara. panjang. operasi hitung dan sifat-sifatnya. sudut. baik pada tingkat daerah maupun pusat 8. berbuat dan berperilaku 3. diskusi. penjelasan. dan puisi 3. dialog. kebiasaan. Mendengarkan Memahami wacana lisan berbentuk perintah. Memiliki kemampuan dasar untuk memahami dan meyakini agamanya serta menerapkannya dalam bertutur. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan. puisi. Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana. perasaan. drama. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 3. kebiasaan. dan informasi dalam kegiatan perkenalan. sesuai dengan nilai-nilai pancasila 7. Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa 10. Matematika SD/MI 1.e. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran. Bodhisattva. Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 3. peraturan. waktu. dengan kepatuhan terhadap undangundang. gambar dan grafik (diagram). ringkasan. Menulis Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran. puisi. Memahami hidup tertib dan gotong royong 5. meditasi (samadhi). drama. serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita. dan para siswa utama Buddha 6 6.

serta mewujudkan sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga 2. keadaan sosial negara di Asia Tenggara serta benuabenua 8. kenampakan alam. serta kerja sama di antara keduanya 3. Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI 1. Mengenal sumber daya alam. dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 5. manusia dan kehidupannya serta motif hias dengan teknik batik 4. Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa murni melalui pembuatan relief dari bahan plastisin/tanah liat yang ada di daerah setempat 3. dan perlengkapan tari daerah setempat 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi dengan tema bebas 5. busana. kegiatan ekonomi. Memahami perkembangan wilayah Indonesia. upaya pelestariannya. Memahami beragam sifat benda hubungannya dengan penyusunnya. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7. dan kegunaannya 5. perubahan dan manfaatnya 6. Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan lagu wajib. Memahami bagian-bagian tubuh pada manusia. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan . hewan. dan kreatif i. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak. Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan. Mengenal gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik sederhana daerah setempat 2. Memahami matahari sebagai pusat tata surya. Seni Budaya dan Keterampilan SD/MI Seni Rupa 1. daerah dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana daerah setempat Seni Tari 1. Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 7. dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 4. Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan menceritakan hasil pengamatannya secara lisan dan tertulis 2. Memahami peranan Indonesia di era global k. kenampakan dan perubahan permukaan bumi.6. kritis. dan hubungan peristiwa alam dengan kegiatan manusia j. Memiliki kemampuan berpikir logis. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa terapan melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang ada di daerah setempat 2. perubahan wujud benda. dan tumbuhan. dan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya 3. serta fungsinya dan perubahan pada makhluk hidup 7 4. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis dan gabungan terhadap berbagai musik/lagu wajib. serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi bencana alam 9. daerah dan Nusantara 3. serta manfaat hewan dan tumbuhan bagi manusia. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi bertema hewan. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara melalui pembuatan benda kreatif yang sesuai dengan potensi daerah setempat Seni Musik 1. keragaman suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia 6. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional. Memahami identitas diri dan keluarga. Memahami berbagai bentuk energi. Memahami sejarah.

mengenal berbagai penyakit dan pencegahannya serta menghindarkan diri dari narkoba m. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sangat sederhana dalam bentuk instruksi dan informasi dalam konteks kelas. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan daerah setempat dengan teknik konstruksi 2. dan teks fungsional pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat . Mengapresiasi dan mengekspresikan perpaduan karya seni tari dan musik Nusantara Keterampilan 1. Membaca Membaca nyaring dan memahami makna dalam instruksi. teks fungsional pendek. dan lingkungan sekitar 4. Mempraktekkan latihan kebugaran dalam bentuk meningkatkan daya tahan kekuatan otot. Memahami budaya hidup sehat dalam bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Bahasa Inggris SD/MI 1. dan lingkungan sekitar 3. informasi. dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana yang disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas. dan aerobik 3. sekolah. informasi. Olahraga dan Kesehatan SD/MI 1. lompat. Mempraktekkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di luar sekolah seperti perkemahan. dan perlengkapan tari Nusantara 3. kerjasama. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan anyaman dengan menggunakan berbagai bahan 4. ungkapan. kelenturan serta koordinasi otot 6. piknik. dan lain-lain 8 2.gerak. dan jalan dalam permainan sederhana serta nilai-nilai dasar sportivitas seperti kejujuran. Mempraktekkan gerak dasar renang dalam berbagai gaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 5. senam kesegaran jasmani (SKJ). Mempraktekkan gerak ritmik meliputi senam pagi. Pendidikan Jasmani. Mempraktekkan gerak dasar lari. mengenal makanan sehat. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan dan benda permainan dengan teknik meronce dan makrame 3. dan cerita sangat sederhana yang disampaikan secara lisan dalam konteks kelas. dan lingkungan sekitar 2. serta senam lantai 4. Mempraktekkan gerak ketangkasan seperti ketangkasan dengan dan tanpa alat. busana. Mendengarkan Memahami instruksi. sekolah. Menulis Menuliskan kata. sekolah. Mengapresiasi dan membuat karya benda mainan beroda dengan menggunakan berbagai bahan l. dan lain-lain 7.

strategi. Prinsip fleksibilitas. Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis). praktis. dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. serta unsur ± unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Prinsip relevansi. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum. dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. dan efektivitas. pengusaha. didalamnya mencakup: perencanaan.3. Prinsip Pengembangan Kurikulum Posted on 31 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Dalam pengembangan kurikulum. orang tua peserta didik. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip ± prinsip umum : relevansi. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. kontinuitas. penerapan dan evaluasi. yaitu : 1. fleksibilitas. prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran. Dalam pengembangan kurikulum. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. bahan. 2. . Dalam hal ini. seperti : politikus. secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan. (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan. dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan. tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). Oleh karena itu. lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya. organisasi dan evaluasi). namun di dalamnya melibatkan banyak orang.

serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. baik secara vertikal. Prinsip efisiensi. Berpusat pada potensi. yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu. 4. terdapat sejumlah prinsipprinsip yang harus dipenuhi. Oleh karena itu. 2. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. keterampilan sosial. sehat. berakhlak mulia. maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. Prinsip kontinuitas. Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. maupun secara horizontal. dan jenjang serta jenis pendidikan. yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir. kreatif. budaya dan adat istiadat. dan pengembangan diri secara terpadu. baik secara kualitas maupun kuantitas. 3. 6. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. baik yang di dalam tingkat kelas. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. muatan lokal. dan seni. biaya. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. keterampilan berpikir. dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. yakni adanya kesinambungandalam kurikulum. . suku. teknologi. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. serta status sosial ekonomi dan gender. antar jenjang pendidikan. 4. perkembangan. Belajar sepanjang hayat. cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. keterampilan akademik. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. 5. kebutuhan. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. berilmu. tanpa membedakan agama.memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. perkembangan. dan seni. pengembangan keterampilan pribadi. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. Prinsip efektivitas. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. 3. 5. kondisi daerah. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan. cakap. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. kebutuhan. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. yaitu : 1. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. dunia usaha dan dunia kerja. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. teknologi. Menyeluruh dan berkesinambungan.

Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum.blogspot. dan apakah tujuan dan sarana tersebut serasi dan efektif 2.com Tujuan Isi/ Bahan Cara/Strategi dan Organisasi Orientasi (diagnosis kebutuhan) Evaluasi Implementasi Pengembangan Ujicoba Kurikulum Pengembangan Kurikulum 4. Galerysabar.blogspot. dan seni o Agama o Dinamika perkembangan global o persatuan nasional dan nilai-nilai keagamaan galerysabar. 7. Kurikulum Pembelajaran Tujuan (Output) Proses Input Hubungan Kurikulum dan Pembelajaran B . Prinsip Pengembangan Kurikulum o Peningkatan iman dan taqwa o Peningkatan akhlaq mulia o Peningkatan potensi.blogspot.blogspot. Kewenangan Pengembangan Kurikulum Pemerintah Pusat Kelompok/Satuan Pendidikan Komite Sekolah Silabus Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Diknas/Depag Prop Diknas/Depag Kab/Kota Koordinasi & Supervisi Dikmen Koordinasi & Supervisi Diksar galerysabar. kecerdasan.Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. isi. yang justru tampaknya sering kali terabaikan. nonformal dan informal. dan bahan pelajaran.Presentation Transcript 1. serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan PENGEMBANGAN KURIKULUM: Suatu proses untuk membuat keputusan tentang tujuan. berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.com 5.Tajudin 3. dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.com . galerysabar. banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum. teknologi. Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. dan minat peserta o Keragaman potensi daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Perkembangan ilmu pengetahuan.com KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN KURIKULUM: Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. tentang bagaimana tujuan direalisasikan melalui proses belajar-mengajar. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran .

kritis. memecahkan masalah. galerysabar. menulis. tanggungjawab. dan etos o kerja o Dikmen: o memberikan kemampuan minimal bagi lulusan untuk melanjutkan o pendidikan dan hidup dalam masyarakat o menyiapkan sebagai besar warga negara menuju masyarakat o belajar pada masa yang akan datang o menyiapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang memahami o dan menginternalisasi perangkat gagasan dan nilai masyarakat o beradan dan cerdas. dan alam sekitar. kemandirian. kreatif inovatif. kecakapan. serta o berkomunikasi melalui berbagai media o menyenangi dan menghargai seni o menjalankan pola hidup bersih. budaya. dan o kecakapan emosional o memberikan dasar ketrampilan hidup. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) MISI o Diksar: o menanamkan dasar perilaku berbudi pekerti dan berakhlaq mulia o menumbuhkn dasar kemahiran membaca. ketrampilan. dan sehat o berpartisipasi dlm kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga thd o bangsa dan tanah air o SMA/MA: o meyakini. kecakapan. serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi . kewirausahaan. bugar. dan kreatif o menumbuhkan sikap toleran.6. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) VISI Diksar: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter.blogspot. galerysabar.blogspot. memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memiliki dasar humaniora utk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan o menguasai pengetahuan dan ketrampilan akademik serta beretos belajar o untuk melanjutkan pendidikan o mengalihgunakan kemampuan akademik dan ketrampilan hidup di masyarakat o lokal dan global o Berekspresi dan menghargai seni . Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) KOMPETENSI o SMP/MTs: o meyakini. kritis. memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memahami dan menjalankan hak serta kewajiban untuk berkarya dan o memanfaatkan lingkungan secara bertanggungjawab o berpikir secara logis. dan pengetahuan yang kuat dan memadai untuk mengemangkan potensi dirinya secara optimal sehingga memiliki ketahanan dan keberhasilan dalam pendidikan lanjutan atau dalam kehidupan yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman Dikmen: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter. dan berhitung o mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan o berpikir logis.com 8.com 7. dan ketrampilan yang kuat untuk mengadakan hubungn timbal balik dengan lingkungan sosial.

Pend.blogspot.Biologi 3 3 .Jer.. Sejarah *) 3 ..Bio. Pend.10.Fisika *) 3 3 5 5 5 5 13. kesehatan. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8..Biologi *) 3 3 5 4 5 4 15. Pend. 4 4 3 3 3 3 4..com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1.. berbangsa.Ekonomi *) 2 2 5 5 5 5 11. Kesenian 2 2 2 2 .2 9. Pend. Kesenian 2 2 3 3 2 2 7.. minm 30 jam/minggu.15. 34 mgu/smt galerysabar.13.com 9. 34 mgu/smt galerysabar..11.14. Bhs Asing Lain (Arb. Kurikuler & pendekatan ¢ 5 atau 6 hari.5 5 5 4 17. Agama 2 2 2 2 2 2 2. Bhs & Sastra Indo.Sosiologi (termasuk Antrpologi) 2 2 . Ketrampilan/TIK 2 2 2 10.. Ekstra Kurikuler ¢ Pengayaan.7.. Jasmani 2 2 2 8.3 3 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 13. Kesenian 2 2 2 2 .Fisika 3 3 .3 3 3 3 9.Ekonomi 2 2 .TIK/Ketrampilan . dan bernegara secara demokratis.Jpn.3 2 2 2 2 10.Perncis. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 3.15. Sejarah 3 . 4 4 3 3 3 3 4. Kewarganegaraan *) 2 2 2 2 2 2 3.3 3 3 3 9.blogspot.Ekonomi ) 2 2.. Inggris 4 4 4 4 4 4 5.l. Sejarah 3 . Bhs. Pend. o Pendukung Pelaksanaan Kuikulum o Kalender Pendidikan ¢ hari efektif = 200-240 hari o Diversifikasi Kurikulum ¢ Kelompok Normal... pendekatan PAKEM.... Perbaikan. Matematika 4 4 2 2 2 2 6.Kimia 3 3 . Konstruktivisme....2 . Pend. Struktur Program Kurikulum SMP 1 jam pel = 45 menit galerysabar.Kimia 3 3 .o o o Menjaga kebersihan.. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 ..Biologi 3 3 . Geografi . Bhs. Agama 2 2 2 2 2 2 2.blogspot..2 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 12. Berpikir Reflektif. Pend.4 4 4 4 16.Geografi fisik) 6 6 6 5. sekolah o Pend.. Matematika 4 4 4 4 4 4 6.13. o Belajar Tuntas.2 10. dan kebugaran jasmani Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dlm kehidupan bermasyarakat. Bhs.Sosiologi (termasuk Antropologi) 2 2 . Inggris 4 4 4 7. Sastra Indonesia *) . Sains (Fis. Agama 2 2 2 2. 6 6 6 3... Kesenian 2 2 2 9. Bhs & Sastra Indo. Bhs Indo.blogspot. Pemecahan Masalah..14. Agama 2 2 2 2 2 2 2. melalui modul atau lembar kerja .Sosiologi (termasuk Antrpologi) *) 2 2 4 4 4 4 12. minm 30 jam/minggu.... *) 4 4 4 4 4 4 4.. galerysabar.Mand) *) . Pend. Matematika 6 6 6 4.. Multikecerdasan o Keg. Inggris 4 4 4 4 4 4 5.. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls VII Kls VIII Kls IX 1. Sedang. Bhs & Sastra Indo.12. lain o Tenaga Guru ¢ Guru MP yang bersertifikasi secara periodik o Sumber & Sarana Belajar ¢ Buku Terbitan pemerintah/swasta o Bahasa pengantar ¢ dpt menggunakan selain bahasa Indonesia o Nilai-nilai Pancasila ¢ dilakukan melalui berbagai keg.3 .com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1.. Bhs. Budi Pekerti ¢ bukan MP tetapi program pendidikan o Akselerasi Belajar ¢ dilakukan a.7.Kim. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8.Fisika 3 3 . Matematika *) 4 4 5 5 5 5 6. Geografi *) . Struktur Program Kurikulum SMA (Bahasa) galerysabar......11.3 . Pengetahuan Sosial (Ekon.3.12.. Inggris *) 4 4 6 6 6 6 5.blogspot.2 . Muatan Lokal (maks) 4 4 4 Jumlah (maks) 37 7 37 10.Kimia *) 3 3 4 5 4 5 14. dan keg. TIK/Ketrampilan *) . Tinggi o Penyusunan Silabus (dpt dilakukan oleh sekolah) o Keg. Struktur Program Kurikulum SMA (IPA) 1 jam = 45 menit. Struktur Program Kurikulum SMA (IPS) 1 jam = 45 menit. Geografi . Geogsos) 3 3 3 6.TIK/Ketrampilan Jumlah 36 36 36 36 34 32 11.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1.

o o Remidial & Pengayaan BK Pendidikan oleh Guru BP galerysabar.com .blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful