Pendahuluan Sejak zaman penjajahan, bangsa Indonesia telah memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Namun pelaksanaannya masih diwarnai oleh kepentingan politik kaum penjajah, sehingga tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan mereka. Setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, bangsa Indonesiapun menunjukan kepeduliannya terhadap pendidikan. Hal itu terbukti dengan menempatkan usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan nasional bangsa Indonesia. Sebagaimana tertulis dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi : Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban duniayang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan negara republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (BP 7 Pusat, 1990:1). Dengan demikian maka tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan bangsa Indonesia, yang sekarang ini tujuan pendidikan tersebut dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU sisdiknas) BAB II pasal 3 yang berbunyi sebagai berikut : Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Agar tujuan tersebut dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan suatu alat untuk mencapainya, yaitu ³segala sesuatu yang secara langsung membantu terlaksananya tujuan pendidikan´ (Barnadib, 1987:96). Sehubungan dengan alat pendidikan ini, Ahmad Supardi (1989:9), membagi alat pendidikan ke dalam dua bagian, yaitu : 1. Alat pisik, berupa segala perlengkapan pendidikan yang berupa sarana dan fasilitas dalam bentuk konkrit, seperti bangunan, alat tulis dan baca dan lain sebagainya. 2. Alat non pisik, berupa kurikulum, pendekatan, metode dan tindakan berupa hadiah dan hukuman serta uswatun hasanah atau contoh teladan yang baik dari pendidik. Berdasarkan pembagian alat pendidikan yang dikemukakan Ahmad Supardi di atas, jelaslah bahwa salah satu dari alat pendidikan diantaranya adalah kurikulum.

Sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, kurikulum harus mencerminkan kepada falsafah sebagai pandangan hidup suatu bangsa, karena ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan bangsa itu kelak, banyak ditentukan dan tergambarkan dalam kurikulum pendidikan bangsa tersebut. Sering terjadi jika suatu negara mengalami perubahan pemerintahan, politik pemerintahan itu mempengaruhi pula bidang pendidikan yang sering mengakibatkan terjadinya perubahan kurikulum tang berlaku. Sebagai contoh sebelum Indonesia merdeka setidaknya telah terjadi dua kali perubahan kurikulum, yang pertama ketika di jajah belanda kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya. Kedua ketika dijajah Jepang kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya yang bersemangatkan kemiliteran dan kebangunan Asia Timur Raya. Kemudia setelah Indonesia merdeka pra orde baru terjadi pula dua kali perubahan kurikulum, yang pertama dilakukan dengan dikeluarkannya retjcana pelajaran tahun 1947 yang menggantikan seluruh sistem pendidikan kolonial, kemudian pada tahun 1952 kurikulum ini mengalami penyempurnaan dan dan diberinana rentjana Pelajaran terurai 1952.Perubahan kedua terjadi dengan dikeluarkannya rentjana pendidikan tahun 1964, perubahan tersebut terjadi karena merasa perlunya peningkatan dan pengejaran segala ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu alam dan matematika. Saat orde baru terlahirpun kurikulum mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan pertama terjadi dengan dikeluarkannya kurikulum 1968 yang didasari oleh adanya tuntutan untuk mengadakan perubahan secara radikal pemerintahan orde lama dalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Perubahan kedua terjadi dengan diterbitkannya kurikulum tahun 1975 (disempurnakan dengan kurikulum 1976 dan 1977). Perubahan ketiga terjadi dengan diberlakuannya kurikulum tahun 1984. Dan Perubahan keempat terjadi Ketika di negara kita diberlakukan Undang-undang Sistem pendidikan Nasional (UUSPN) pada tahun 1989 beserta seperangkat peraturan pemerintah yang mengatur lebih lanjut pelaksanaan UUSPN tersebut, menyebabkan perlunya pembuatan atau penyusunan kurikulum yang sesuai dengan rumusan pasal-pasal yang tercantum dalam UUSPN dan peraturan pemerintahnya. Maka pada Tahun 1994 di negara kita diberlakukan kurikulum baru sesuai dengan keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. Perubahan dan perbaikan kurikulum itu wajar terjadi dan memang harus terjadi, karena kurikulum yang disajikan harus senantiasa sesuai dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Subandijah (1993:3), bahwa : Apabila kurikulum itu dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka kurikulum dalam kedudukannya harus memiliki sipat anticipatori, bukan hanya sebagai reportorial. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus dapat meramalkan kejadian di masa yang akan datang, tidak hanya melaporkan keberhasilan peserta didik. Sifat kurikulum yang harus senantiasa adaptif dan antisipatif ini sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

Artinya : ³Didiklah anak-ankmu itu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk mengisi masa yang bukan masamu´ Seiring dengan terjadinya perubahan politik dan bergantinya rezim orde baru dan terjadinya amandemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 menyebabkan eksistensi Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) dirasakan tidak lagi memadai dan tidak lagi sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut dipandang perlu menyempurnakan UUSPN tersebut, dan pada tahun 2003 dengan persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian lebih dikenal dengan UU SISDIKNAS. Sesuai dengan tuntututan UU SISDIKNAS pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyebabkan kurikulum yang berlaku di sekolah adalah kurikulum yang sesuai dengan standar nasional pendidikan. Agar kurikulum yang digunakan di sekolah sesuai dengan standar nasional pendidikan maka Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengeluarkan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi yang di dalamnya memuat tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan, standar kompetensi dan kompetensi dasar. Untuk sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Agama tidak ketinggalan Menteri Agamapun mengeluarkan Peraturan Menteri Agama No. 2 Tahun 2008 tentang standar kompetensi lulusan dan standar isi Pendidikan Agama Islam dan Bhasa Arab di Madrasah. Arah Baru Kurikulum Pendidikan Nasional Lahirnya UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 boleh dikatakan sebagai awal lahirnya arah baru pendidikan Indonesia dimana kurikulum yang dibuat mengarah kepada pencapaian kompetensi siswa baik kompetensi Kognitif, Afektif, maupun Psikomotor. Berikut ini pasal-pasal yang terdapat dalam UU SISDIKNAS yang terkait secara langsung dengan kurikulum. Dalam UU SISDIKNAS terdapat 4 pasal dan 10 ayat yang berbicara tentang kurikulum, yaitu : Pasal 1 ayat 19 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, da bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraankegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsipdiversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

(3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: 1. Peningkatan Iman Dan Takwa; 2. Peningkatan Akhlak Mulia; 3. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Dan Minat Peserta Didik; 4. Keragaman Potensi Daerah Dan Lingkungan; 5. Tuntutan Pembangunan Daerah Dan Nasional; 6. Tuntutan Dunia Kerja; 7. Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni; 8. Agama; 9. Dinamika Perkembangan Global; Dan 10. Persatuan Nasional Dan Nilai-Nilai Kebangsaan. Pasal 37 ayat 1 dan 2 (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: 1. Pendidikan Agama; 2. Pendidikan Kewarganegaraan; 3. Bahasa; 4. Matematika; 5. Ilmu Pengetahuan Alam; 6. Ilmu Pengetahuan Sosial; 7. Seni Dan Budaya; 8. Pendidikan Jasmani Dan Olahraga; 9. Keterampilan/Kejuruan; Dan 10. Muatan Lokal. (2) Kurikulum Pendidikan Tinggi Wajib Memuat: 1. pendidikan agama; 2. pendidikan kewarganegaraan; dan 3. bahasa. Pasal 38 ayat 1, 2, 3, dan 4 (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.

Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Tahun 2004). kegiatan belajar mengajar. seperti penyempurnaan kurikulum. Kurikulum Berbasis Kompetensi Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan. (4) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. (3) pengembangan sistem pembelajaran. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. (2) spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi. materi pelajaran. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna.(Depdiknas. atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. 2. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah.(3) Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Depdiknas. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. penilaian. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. 5. . disikapi. yaitu: (1) pemilihan kompetensi yang sesuai. dan proses pembelajaran. Sumber belajar bukan hanya guru. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. 3. 4. Tahun 2004).

22/2006 ± Standar Isi Permendiknas No. secara signifikan. 20/1999 ± Pemerintah-an Daerah y UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian diganti dengan UU No. karena menunjukkan pemahaman yang sangat dangkal mereka terhadap Kurikulum 2006 tersebut. Namun apa daya. Mengingat Kurikulum 2004 ini masih dalam taraf ujicoba yang lebih luas sejak tahun pembelajaran 2004/2005 dan belum semua sekolah sudah menerapkan secara utuh Kurikulum 2004. 24 Tahun 2006 tanggal 2 Juni 2006. kini sudah dimunculkan kurikulum baru. atau gejolak yang meresahkan masyarakat dan dunia pendidikan. Pejabat Depdiknas yang bermaksud meredam agar Kurikulum 2006 tidak mendapat tentangan dari ujung tombak pendidikan : guru dan sekolah.Setidaknya ada dua versi Kurikulum Berbasis Kompetensi yang pernah ada di Indonesia setelah lahirnya UU SISDIKNAS no 20 tahun 2003. 22 tentang . 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan y y y y y KURIKULUM 2006 UU No. Berikut ini kami sajikan perbedaan dan persamaan antara Kurikulum 2004 dan Kurikulum 2006 (perhatikal tebel) : Perbandingan KBK 2004 dan 2006 ASPEK 1. Memang harus diakui dalam beberapa hal ada kesamaan atau kemiripan antara keduanya. dalam situs pribadinya menatakan bahwa banyak kalangan. Hal ini adalah ironis. Sehingga muncullah statement yang ³menghibur´ tersebut. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No. termasuk aparat Depdiknas dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat statement bahwa Kurikulum 2004 (atau KBK) tidak terlalu jauh berbeda dengan Kurikulum 2006 yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan baru ditetapkan pemberlakuannya oleh Mendiknas melalui Peraturan Mendiknas No. Saya menduga mereka hanya ³mengulang-ulang´ pernyataan dari BSNP. Nanang Rijono. aparat Pusat Kurikulum. Saya tidak tahu. Kurikulum 2006. 23/2006 ± Standar Kompetensi Lulusan 2. 19/2005 ± SPN Permendiknas No. Implementasi / y Bukan dengan Keputusan/ Peraturan Mendiknas RI Keputusan Dirjen y Peraturan Mendiknas RI No. Jika saja mereka sudah melakukan pembandingan secara mendalam kedua kurikulum tersebut. 20/2003 ± Sisdiknas PP No. 20/2003 y PP No. niscaya mereka akan mengatakan bahwa Kurikulum 2004 dengan Kurikulum 2006 berbeda secara nyata. yaitu KBK tahun 2004 yang tidak pernah disyahkan menteri pendidikan Nasional walaupun telah menelan biaya milyaran rupiah dan KBK tahun 2006 yang selanjutnya lebih dikenal dengan KTSP. Landasan Hukum KURIKULUM 2004 y Tap MPR/GBHN Tahun 1999-2004 y UU No. apakah penyataan mereka itu dimaksudkan untuk ³menghibur guru´ agar tidak resah menghadapi perubahan kurikulum ini.

kompeten.ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 Dikdasmen No. Ideologi Pendidikan yang Dianut Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. 1247a/ C4/MN/2003 Tahun 2003. MP dan Indikator Pencapaian Berubahan relatif banyak dibandingkan kurikulum sebelumnya (1994 suplemen 1999) Ada perubahan nama mata pelajaran Ada penambahan mata pelajaran (TIK) atau penggabungan mata pelajaran (KN dan PS di SD) y Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. dan No. 5. Komponen lain dikembangkan oleh guru Penambahan mata pelajaran untuk Mulok dan Pengem-bangan diri untuk semua jenjang sekolah Ada pengurangan mata pelajaran (Misal TIK di SD) Ada perubahan nama mata pelajaran KN dan IPS di SD dipisah lagi Ada perubahan jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran 7. profesional dan kompetitif 4. y Keputusan Direktur Dikme-num No. 23 tentang SKL 3.C2/Kep/DS/2 004 Tahun 2004. Struktur y y y y y y y y . y KURIKULUM 2006 SI dan No. Daerah dan Sekolah dapat mengembangkan lebih lanjut. 766a/C4/MN/2003 Tahun 2003. KD.399a/C. Pendekatan y y y y Berbasis Kompetensi Hanya terdiri atas : SK dan KD. Sifat (2) y y Kurikulum merupakan kerangka dasar oleh Tim BSNP 6. profesional dan kompetitif Cenderung Sentralisme Pendidikan : Kurikulum disusun oleh Tim Pusat secara rinci. Sifat (1) y y Cenderung Desentralisme Pendidikan : Kerangka Dasar Kurikulum disusun oleh Tim Pusat. Daerah/Sekolah hanya melaksanakan Kurikulum disusun rinci oleh Tim Pusat (Ditjen Dikmenum/ Dikmenjur dan Puskur) Berbasis Kompetensi Terdiri atas : SK. kompeten.

Belajar sepanjang hayat 7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah 11. Silabus merupakan bagian tidak terpisahkan dari KTSP Guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 9. Didasarkan pada potensi. Berpusat pada Anak 9. Logika. Keimanan. teknologi. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. Belajar Sepanjang Hayat 8. dan seni 4. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Pengembangan Kurikulum lebih y lanjut Hanya sekolah yang mampu dan memenuhi syarat dapat mengembangkan Kurikulum Guru membuat silabus atas dasar Kurikulum Nasional dan RP/Skenario Pembelajaran 10. Estetika. Kesamaan Memperoleh Kesempatan 5. Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. kebutuhan. Penguatan Integritas Nasional 3. Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi 6. Pengembangan Kecakapan Hidup 7. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya 2. Keseimbangan Etika. Beban Belajar KURIKULUM 2004 Jumlah Jam/minggu : SD/MI = 26-32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/SMK = 3839/minggu y Lama belajar per 1 JP: y SD = 35 menit y SMP = 40 menit y SMA/MA = 45 menit y y y y y y y y y y y y y y y y y KURIKULUM 2006 Jumlah Jam/minggu : SD/MI 1-3 = 27/minggu SD/MI 4-6 = 32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/MA= 38-39/minggu Lama belajar per 1 JP: SD/MI = 35 menit SMP/MTs = 40 menit SMA/MA = 45 menit Semua sekolah /satuan pendidikan wajib membuat KTSP. Berpusat pada potensi. Beragam dan terpadu 3. Budi Pekerti Luhur. dan Kinestetika 4. Prinsip 1. dan Nilai-nilai Budaya 2. perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai .ASPEK 8. perkembangan. Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan Tidak terdapat pelaksanaan kurikulum prinsip 1.

belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. aktif. Memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan perbaik-an. dan/atau percepatan sesuai dengan potensi. kesosialan. dengan prinsip tut wuri handayani.ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 kompetensi yang berguna bagi dirinya. ing madia mangun karsa. sumber belajar dan teknologi yang memadai. belajar untuk memahami dan menghayati. melalui proses pembela-jaran yang efektif. dan kondisinya dengan memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan. terbuka. 1. dan moral. dan meman-faatkan lingkungan sekitar sebagai . tahap perkembangan. kreatif & menyenangkan. pengayaan. 2. akrab. belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain. ing ngarsa sung tulada 2. Dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling meneri-ma dan menghargai. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri. y y y y y belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. dan hangat. keindividuan. Menegakkan lima pilar belajar: 1.

Ekstrakurikuler Remedial. Diselenggarakan dalam keseimbangan. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Bahasa Pengantar Tidak terdapat pedoman pelaksanaan Intrakurikuler kurikulum seperti pada Kurikulum 2004. Nilai-nilai Pancasila 7. untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut : No 1 2 3 Standar Kompetensi Mengamalkan ajaran AL Qur¶an /Hadits dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan aqidah Islam dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan akhlakul karimah (akhlaq mulia) dan menghindari akhlaq tercela dalam kehidupan sehari . Pengelolaan Kurikulum 1. 3. Standar Kompetensi yang disajikan sangat sederhana tapi cukup mendalam dan mencerminkan standar kompetensi pendidikan Islam yang menyeluruh. keterkaitan. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. Sumber dan Sarana Belajar 10. Dalam KBK tahun 2004 untuk mata pelajaran PAI (kita ambil contoh di jenjang SMP). 4. 2. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. 12. Bimbingan & Konseling 6. Budi Pekerti 8. 3. Pengembangan Silabus 12. akselerasi 5. 4. pengayaan.ASPEK KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 sumber belajar. Tenaga Kependidikan 9. Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam KBK Ketika kita berbicara Kurikulum berbasis Kompetensi maka pembahasan utama yang harus kita lakukan adalah tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus ditempuh oleh seorang peserta didik. Mendayagunakan kondisi alam. Tahap Pelaksanaan 11.

setandar kompetensi yang disajikan untuk mata pelajaran pendidikan Agama Islam sangat banyak tapi bobotnya amat dangkal.4 5 Menerapkan syariah (hukum Islam) dalam kehidupan sehari-hari) Mengambil Manfaat dari Sejarah Perkembangan (peradaban) Islam dalam kehidupan sehari-hari. mengartikan dan menyalin surat Al Adiyat 1. Siswa mampu menerapkan hukum bacaan Alif lam syamsiyah dan Alif lam qamariyah 1.2 Menyebutkan arti ayat-ayat Al- . Siswa mampu membaca. Siswa mampu mempraktikan hukum bacaan Nun mati dan Tanwin dan mim mati 1. Menerapkan Hukum bacaan ´Al´ 1. untuk kelas VIII terdapat 15 SK. Ada satu pertanyaan yang mungkin mengganjal di hati kita mengapa Standar Kompetensi dalam KBK 2006 ini dangkal. jawabannya adalah karena Standar Kompetensi yang disajikan dalam KBK 2006 adalah Kompetensi dasar dalam KBK 2004. dan untuk kelas IX terdapat 13 SK.1 Membaca ayat-ayat Al-Qur¶an yang Aqidah berkaitan dengan sifat-sifat Allah 1. Kelima Standar Kompetensi di atas berlaku untuk semua tingkat dari kelas VII s. Sementar dalam KBK tahun 2006 (KTSP). Siswa mampu membaca.2 Membedakan hukum bacaan bacaan Syamsiyah dan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah ´Al´Qomariyah 1.d Kelas IX dan masing-masing dari kelima standar kompetensi tersebut diuraikan lagi menjadi beberapa kompetensi dasar yang memiliki cakupan materi yang cukup dalam dan luas.4.1. Sebagai contoh untuk standar kompetensi dasar yang pertama di kelas VII diurai ke dalam lima kompetensi Dasar yaitu : 1. Sebagai Contoh Perhatikan Tabel berikut ini : Kelas VII.3. mengartikan dan menyalin surat adduha 1. Meningkatkan keimanan kepada 2. Siswa mampu membaca. untuk kelas VII terdapat 14 SK.1 Menjelaskan hukum bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah 1.2. Semester I Standar Kompetensi Al-Qur¶an Kompetensi Dasar 1.3 Menerapkan bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah dalam bacaan surat-surat Al-Qur¶an dengan benar 2. dan menyalin hadits tentang Rukun Islam. mengartikan.5.

Memahami tatacara 7. Memahami Husna Akhlak 1.2 Mengamalkan isi kandungan 10 Asmaul Husna 4. qana¶ah dan sabar 4.1 Menjelaskan pengertian tawadhu. Membiasakan perilaku 4. ta¶at.2 Memperaktikkan shalat wajib 1.1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan mandi wajib Fiqih 1. ta¶at.4 Menampilkan perilaku sebagai cermin keyakinan akan sifat-sifat Allah SWT Asmaul 3.2 Menampilkan contoh-contoh terpuji perilaku tawadhu. Memahami sejarah 8. qana¶ah dan sabar 5. Memahami shalat tatacara 6. Memahami ketentuan ± ketentuan thaharah 5.3 Membiasakan perilaku tawadhu.2 Menjelaskan misi nabi Muhammad Nabi Muhammad untuk semua manusia dan bangsa .1 Muhammad SAW Islam 1.3 Menunjukkan tanda-tanda adanya Allah SWT 2.Allah SWT sifatNya 2.1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan shalat wajib 6.2 Menjelaskan perbedaan hadas dan (bersuci) najis 1. ta¶at.2 Memperaktikkan shalat jama¶ah dan shalat munfarid Menjelaskan sejarah Nabi Tarikh dan kebudayaan 8.1 Menyebutkan arti ayat-ayat AlQur¶an yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna 3.Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Allah SWT melalui Qur¶an yang berkaitan dengan sifat-sifat pemahaman sifat.1 Menjelaskan pengertian shalat shalat jamaah dan jama¶ah dan munfarid munfarid (sendiri) 7. qana¶ah dan sabar 1.

GBHN. Depdiknas. 2 Tahun 2008. Jakarta. Coba perhatikan SK yang pertama terdapt tiga KD. Depag. H.com/2007/05/16/bagaimanakah-perjalanan-kurikulum-nasionalpada-pendidikan-dasar-dan-menengah/ . Peraturan Menteri Agama No. http://rbaryans. Drs. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003.wordpress. Ramayulis.am .com/2008/02/28/kurikulum-2004-kbk-kurikulum-2006-ktspmemang-berbeda-secara-signifikan/ 14. Darma Bakti. Jakarta. Peraturan Pemerintah no 19 Tahun 2005. BP7 Pusat. Jakarta. 2003 9. Jakarta. http://rijono. Kalam Mulia. 2008 11. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta. 2008 13. 1989 3. belum lagi kesulitan yang akan dirasakan guru saat menyusun RPP dimana ketentuan pembuatan RPP adalah satu KD satu RPP. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. IAIN Sunan Gunung Djati. Jakarta 1984. 2009 12. Islam untuk disiplin Ilmu Pendidikan. 2. Depag. Ilmu Pendidikan Isl. Wina Sanjaya. Depdiknas. Dr. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Ahmad Supardi. Undang-Undang Dasar. 2005 10. Jakarta. DR. Prof. Sutari Imam Barnadib. Wallahu µalam Daftar Bacaan 1. Jakarta. Untuk menyempurnakan makalah ini kami berharap kritik dan saran yang membangun dari semua peserta diskusi sore hari ini. Yogyakarta. Jakarta. 1990 5. Penyelenggaraan Madrasah. Abdurrahman Shaleh. Padahal ketiga KD di atas dapat disajikan satu kali pertemuan (2 jam pelajaran). Penutup Demikianlah pembahasan tentang Analisis Kebijakan Pendidikan Islam bidang kurikulum yang sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan ini. 1987 7. H. Depdiknas. Raja Gravindo Persada. Ilmu Pendidikan Islam. Subandijah. CV Kuningan Mas. 2004 8.Standar Kompetensi SAW Kompetensi Dasar Dari kedua contoh perbandingan kurikulum di atas jelaslah bahwa ternyata ke dalaman standar kompetensi dan kompetensi dasar yang hendak dicapai oleh KBK 2004 jauh lebih menyeluruh dibanding dengan KBK 2006. Bandung 1988 4. FIP IKIP. Depdiknas. Ahmad Sadali dkk. Kurikulum 2004 SMP Mata Pelajaran PAI. P4. Kencana.wordpress. berarti dari ketiga KD itu harus dibuat satu RPP dan satu RPP disajikan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Jakarta 1993 6.

4. 22/2006 tentang Standar Isi o Permendiknas No. o Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. ACUAN OPERASIONAL KTSP 2. teknologi . dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik o Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Tuntutan dunia kerja o Perkembangan ilmu pengetahuan .1. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional o PP No. PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ( KTSP) 2. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan o Permendiknas No. Abudin Nata pada tanggal 13 Januari 2009. 22 dan 23/2006 3. o o o o o o Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia PANDUAN RPP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL 6. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP . LANDASAN o UU No. PENGERTIAN o Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. PEDOMAN PENYUSUNAN KTSP . Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Acuan Operasional Penyusunan KTSP o Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia o Peningkatan potensi . 24/2006 dan No. 2. 1.Catatan : Makalah diatas telah disajikan dalam diskusi kelas Mata Kuliah Analisis Kebijakan Pendidikan Islam dengan Dosen Pengampu Prof.Presentation Transcript 1. kecerdasan . 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan o Permendiknas No.Dr. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia 5.

dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah . dan keragaman karakteristik lingkungan.7.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 9. 2. teknologi. kecerdasan intelektual. dan seni ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 12. o Daerah memiliki keragaman potensi.6 Perkembangan ilmu pengetahuan. 2. dan seni. o Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. o Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. 2.2 Peningkatan potensi. spritual.4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 10. 2. teknologi. minat. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. emosional. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. o Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 8.5 T untutan dunia kerja ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 11. tantangan. kebutuhan. o Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. 2. kecerdasan. o Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja.

2. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). 2. Pengembangan Diri. o Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Ketuntasan Belajar. Pendidikan Kecakapan Hidup. Muatan lokal. Komponen KTSP o Tujuan Pendidikan Sekolah o Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. tujuan. 3. 2.7 Agama PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 13. o Kalender Pendidikan o Silabus dan RPP . o Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. o Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. 2. misi. Kenaikan Kelas dan kelulusan.12 Karakteristik Satuan Pendidikan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 18.ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.8 Dinamika perkembangan global ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 14. dan ciri khas satuan pendidikan.9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 15.11 Kesetaraan Jender ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 17.10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 16. o Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. Penjurusan. o Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Beban Belajar. kondisi.

MISI. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. 26. dan kelulusan  Penjurusan  Pendidikan kecakapan Hidup  Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global  Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus 1. Mapel Tambahan) 22. o KTSP o (Dokumen 1) Bab I. Tujuan Pendidikan o BAB III. 24. TUJUAN o Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) o Visi Sekolah o Misi Sekolah o Tujuan Sekolah BAGAIMANA MENYUSUN VISI. Struktur dan Muatan o Kurikulum o BAB IV. o Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) KTSP DOKUMEN 1 o BAB I . Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. 27. BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP o Meliputi Sub Komponen:  Mata pelajaran  Muatan lokal  Kegiatan Pengembangan diri  Pengaturan beban belajar  Ketuntasan Belajar  Kenaikan Kelas. keterampilan. o TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH o suasana sekolah sebagai lembaga/organisasi pembelajaran seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. . 25. 21. Kalender Pendidikan KTSP DOKUMEN II o A. 23. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN o TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA o apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan.19. PENDAHULUAN o Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) o Tujuan Pengembangan KTSP o Prinsip Pengembangan KTSP o SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH Bab II. Pendahuluan o BAB II . o TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN o suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. Mata Pelajaran o o o 20.

 Substansi yang akan dikembangkan. o Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. o Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. Sayur. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah o Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. 32. minat peserta didik. Contoh:  Bidang Budidaya : Tanaman Hias. (kehidupan pribadi. 3.  Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb:  Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. Muatan Lokal o Berisi tentang: Jenis. kemampuan. Kegiatan Pengembangan Diri o Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. 2. o Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru.  Bidang Pengolahan : Pembuatan Abon. o . pembibitan ikan hias dan konsumsi. Berkomunkasi sebagai Guide.Bimbingan konseling . 33. bakat. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Baso dll.Berisi S truktur Kurikulum Tingkat Sekolah yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. Kewirausahaan dll. dan kondisi sekolah. o Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: o . 28. akuntansi komputer. Kerupuk. Tanaman Obat. Ikan Asin. dll. o Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: o mengatur alokasi waktu pembelajaran tatap muka seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ o Bahasa asing lain). 29. 31. o Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. o Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. 30. o Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam o struktur kurikulum. sosial.  Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.  Bidang TIK dan lain-lain : Web Desain. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. termasuk keunggulan daerah. o Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). o Sekolah harus menyusun SK.

dll. 35.o o kesulitan belajar. 39.Ekstra kurikuler . konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. o Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu o Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. kerjasama. o Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 jam pembelajaran per minggu . mencakup penilaian: sikap kompetitif. o Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO. 38. dll. Pengembangan kreativitas. Keolahragaan. Contoh Penilaian Pengembangan Diri: o Keg. 36. Kepemimpinan. Kompetetitif. diserahkan kepada masing. per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Pengaturan Beban Belajar o Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran. o Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. Kerjasama. Ketuntasan Belajar o Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:  Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 100 %. dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan).  Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. sebanyak 050% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. o Keg. Dilaksanakan secara terprogram. rutin. mencakup penilaian: Sikap Sportif. o o o . kepribadian siswa. 37. Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK.masing pembimbing dan sekolah. sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum. kompleksitas dan SDM. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. 5. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) . o Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. yang difokuskan pada Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri . Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi). o Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: o 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka. 4. seperti: Kepramukaan. KIR. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. spontan dan keteladanan. dan atau . o Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. 34. karir ). KD dan silabus.

Pembinaan terkait  Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. 43. Kenaikan Kelas dan Kelulusan o Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan. Pendidikan Kecakapan Hidup o Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. o KTSP . Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:  Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Budaya. 40. 42. Bahasa.Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah . yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. TIK. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. o Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. dan lain-lain. atau menjadi mapel Mulok. sosial. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. o Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. 8. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. silabus. o Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. o Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. o Pengembangan SK. o Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. 41. o Substansi kecakapan hidup meliputi:  Kecakapan personal.KD. Ekologi.  BAB. RPP dan bahan ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. 44. maka sekolah dapat mengembangkan SK. o Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. 6. akademik dan atau vokasional. o Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. IV Kalender Pendidikan 45. tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal .  Untuk kecakapan vokasional. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs. antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global o Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. o Pembelajaran mata pelajaran keterampilan dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. 7.

o DOKUMEN II 46. II dan III) SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. SKL. review dan revisi. Panduan KTSP o Pembentukan Tim o Penyusunan Draft o Revisi dan Finalisasi o o o Naskah KTSP Diberlaku. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undagn No. Pengertian KTSP KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun. SD SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I. 49. Mekanisme PENYUSUNAN KTSP o Analisis o Kekuatan/ kelemahan o Peluang/ tantangan o Dokumen Standar isi. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Konsep Dasar KTSP Dalam Standar Nasonal Pendidikan (SNP Pasal 1. dikembangkan. ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. 1. Selesai 2. . o o Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah.kan 48. dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ). serta finalisasi. Langkah yg lebih rinci dari masingmasing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. V dan VI) SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) 47. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1). Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. dan 2) sebagai berikut.

Pemberdayaan sekolah dan satauan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar. Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. di samping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntunan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas. produktif. KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran. megendalikan pemberdayaan berbagai potensi seklah dan lingkungan sekitar. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya. Pada sistem KTSP. dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. sekolah memiliki ³full authority and responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah. Selanjutnya komite sekolah . khususnya kurikulum. menentukan prioritas. dan kebutuhan masing-masing. dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. efisisen.2. kepala sekolah. yakni sekolah dan satuan pendidikan. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. pengembangan kurikulm dilakukan oleh guru. potensi daerah. potensi dan karakteristik daerah. menawarkan partisipasi langsung kelompokkelompok terkait. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. kepala sekolah. Dalam KTSP. sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi. dan berprestasi. Lembaga inilah yang menetapkan kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikna yang berlaku. komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD). tenaga pendidikan. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum. dan pemerataan pendidikan. dan tujuan tersebut. yang otonomi luas pada setiap satuan pendidikan. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. sumber dana. dan peserta didik. misi. Badan ini merupkan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat. serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik. serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah. dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut: y y y KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat. pejabat pendidikan daerah. dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan. sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan. dan tokoh masyarakat. perwakilan orang tua peserta didik. tuntunan.

5. 3. 4. 1. 2. peluang. Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk: 1. Sekolah lebih mengetahui kekuatan. misi. 3. Memahami tujuan di atas. masyarakat. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikn. dan pemerintah daerah setempat. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan seklah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya. Keterlibatan semua warga seklah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemnadirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum.perlu menetapkan visi. 7. Tujuan KTSP Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah unutk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat. dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat menoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan lembaganya. orangtua peserta didik. dam masyarakat pada umumnya. 6. 2. dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap programprogram kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah. Sekolah daapt bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah. serta lebih efesien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat sekitar. khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Meningkatkan kompetesi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai. Landasan KTSP . Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama. Oleh Karen itu. KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan sewasa ini. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik. terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagi berikut. kelemahan. sehingga dia akan berupaya semaksimalkam mungkin unutk melaksanakna dan mencapai sasaran KTSP. serta mengakomodasikannya dalam KTSP.

2007) b. (Bandung.   . 2. Kurikulum mempunyai seluruh kemampuan rencana yang di arahkan oleh bidang pendidikan kurikulum. UU No. KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran. Kurikulum memiliki berbagai macam-macam tipe yaitu : o Kurikulum ideologi. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. Remaja Rosdakarya. E. sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah.Manfaatmanfaat kurikulum : Kurikulum meningkatkan kemampuan indivudu seseorang di dalam pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan. 4. o Kurikulum yang di rasa. Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.kurikulum di kenalkan sejak dini atau sejak masih kanak2 di dalam sebuah lembaga pendidikan. 5. 3.1. 3. Kurikulum berisi suatu statemen tujuan yang di arahkan khusus. Sumber Buku: Mulyasa. Dan lain lain. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 22 dan 23 Tahun 2006 Ciri-ciri KTSP 1. 2. 4. Guru harus mandiri dan kreatif. o Kurikulum formal.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. Kurikulum memiliki semua kemampuan anak-anak di dalam bimbingan guru. Kurikulum mempunyai rangkaian pengalaman dan usaha untuk menikmati kehidupan maksimum di dalam pembelajaran.  Kurikulum direncakan semua pembelajaran di mana sekolah yang bertanggung jawab atas rencana pembelajaran tersebut. kemampuan peserta didik. unit tersebut menyajikan uraian yang di tetapkan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Inti dari sebuah kurikulum ? Kekuatan di dalam kurikulum sangat penting bagi kelangsungan hidup seseorang. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. o Kurikulum operasional.  Kurikulum adalah suatu isi urutan unit mengatur sedemikian rupa sehingga pengaturan pembelajaran tiap unit terpenuhi sebagai tindakan tunggal.

Komponen-komponen kurikulum adalah : Kebijakan kurikulum Dasar-dasar kurikulum Bidang pengajaran Program pengajaran Bahan-bahan pengajaran Unit pengajaran Dan pelajaran Kurikulum tersembunyi sering di sebut juga dengan kurikulum yang tidak di pelajari di dalam tipe-tipe maupun komponen-komponen kurikulum. persepsi.di dalam variabel organisasi terdapat empat macam kelompok : perhatian kelompok pengajar. Di dalam pengguna variabel kultur [kebudayaan] yang terdapat di kurikulum tersembunyi .o Kurikulum pengalaman. Aspek-aspek kurikulum tersembunyi dapat di ubah oleh pendidik. Tipe-tipe kurikulum di atas adalah yang di gunakan di dalam lembaga pendidikan indonesia. penggolongan kemampuan dan pekerjaan yang mengikuti jalan kurikulum. Kurikulum tersembunyi banyak di gunakan di dalam lembaga pendidikan luar negri. Di dalam penggunaan variabel organisasi yang terdapat pada kurikulum tersembunyi adalah seluruh keputusan yang bagaimana guru atau pembimbing pendidikan dapat mengatur para murid atau anak didiknya. dan perilaku siswa. promosi dan kebijakan. Tipe-tipe kurikulum yang di gunakan lembaga luar negri : Kurikulum rekomendasi Kurikulum tertulis Kurikulum pendukung Kurikulum pengajaran Kurikulum penguji Kurikulum pembelajaran Kurikulum juga memiliki sebuah komponen-komponen yang sangat penting bagi bidang pendidikan. Di amerika serikat sendiri kurikulum tersembunyi di cerminkan ideologi kapitalis demokratis yang tidak dapat di acuhkan atau sangat penting di dalam ideologi demokrasi. Di dalam pengguna variabel sisten sosial yang terdapat di kurikulum tersembunyi berguna untuk mebangun kerjasama perorangan dan kelompok di dalam bidang pendidikan. Macam-macam kategori kurikulum tersembunyi yang dapat di ubah oleh pendidik adalah : variabel organisasi. variabel sistem sosial dan variabel kultur [kebudayaan]. Kurikulum tersembunyi juga memiliki aspek-aspek yang sangat penting kepada pembentukan sifat alami sekolah. Kurikulum tersembunyi sangat bermanfaat bagi lembaga pendidikan di karenakan dapat menghasilkan perubahan di dalam nilai-nilai. Dan dapat juga membentuk sikap-sikap positif dan prestasi para siswa ataupun para anak didik.

teori. Faktor-faktor pokok di dalam variabel kultur memainkan suatu peranan penting dihubungkan dengan peningkatan prestasi atau peningkatan sikap para pengajar maupun siswa atau anak didik. Peran kepemimpinan di (dalam) meninjau ulang hubungan antar[a] teori dan praktek akan merupakan suatu unsur rumit di masa akan datang. Di dalam kurikulum tersembunyi sendiri masih terdapat perdebatan-perdebatan kecil. dan maksud atau arti. Didalam membentuk atau membuat teori kurikulum meliputi : teori dasar. Di golongkan teori dasar di karenakan menyediakan penjelasan deskriptif dan unsur-unsur yang dapat di artikan sendiri. Salah satunaya menyediakan suatu konsep yang sangat konseptual untuk meneliti proposal kurikulum. evaluasi dan revisi kurikulum yang beguna untuk memecahkan masalah tentang pengetahuan teknologi dan sosiologi. meramalkan dan mengendalikan. Teori pengetahuan adalah teori yang sudah melalui tahap uji. Diantaranya penggunaan kurikulum tersembunyi tersebut masih dalam tahap pengenalan. Di dalam konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah atau lembaga pendidikan itu mencakup kurikulum dan teori kurikulum. teori pengetahuan dan teori umum. Kurikulum teori sendiri sangat berkaitan dengan suatu konsep bidang pendidikan yang sangat sistematis dan memperjelas tentang gejalagejala perspektif kurikulum itu sendiri. Teori dasar adalah langkah awal pembentukan suatu teori di dalam kurikulum itu sendiri. Banyak yang memandang rendah ataupun remeh tentang teori kurikulum di dalam dunia pendidikan. Tidak semua teori kurikulum itu memberi pengarahan yang lembut di dalam praktek dunia pendidikan. sukses atau kegagalan kurikulum berubah dan itu berdampak pada sekolah atau lembaga pendidikan. Teori umum adalah yang menjelaskan keseluruan sebuah teori kurikulum meskipun banyak yang menganggap itu suatu arti yang dangkal tetapi teori kurikulum tidak di pandang remeh di dalam susunan kurikulum. Banyak pendidik yang menemukan kesulitan di dalam penggunaan pendekatan teori di dalam membuat analisa bekesinambungan. nilai-nilai. Banyak para ilmuan yang mencoba untuk membuang atau menghilangkan kurikulum teori tersebut. Fungsi teori kurikulum sendiri sangat penting bagi konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah ataupun lembaga pendidikan. memperjelas praktek kurikulum dan sangat berpengaruh pada perubahan kurikulum itu sendiri.dan sangat berguna untuk menerangi. Area tinjauan ulang untuk para pemimpin kurikulum masa depan [perlu] meliputi yang berikut: Pengembangan kurikulum [yang] historis belajar . Ada juga yang mengusulkan penggunaan kurikulum tersembunyi di ajarkan dalam lembaga pendidikan di karenakan kurikulum tersembunyi tersebut dapat meningkatkan suatu prestasi bagi siswa atau anak didiknya. tetapi para ilmuan tidak dapat melepas egunaan kurikulum teori tersebut di karenakan teori kurikulum tidak dapat lepas dari suatu susunan kurikulum itu sendiri.mencakup dimensi sosial yang terkait dengan sistem kepercayaan. Teori kurikulum sendiri mempunyai banyak pengaruh di dalam bidang pendidikan.

Isi kurikulum itu sendiri memiliki suatu golongan-golongan atau pandangan-pandangan sendiri yang memacu pada pemusatan di anak. Didalam struktur orientasi teori memiliki hubungan timbal balik di dalam suatu kurikulum dan tidak dapat di hilangkan maupun di ubah. nilai orientasi teori. dan akan merumuskan strategi intervi baru adalah suatu kunci terbatas kepada sukses sekolah di masa datang. Proses orientasi teori bertujuan menguraikan kurikulum yang di kembangkan atau bagaimana merekomendasikan sebuah kurikulum teori secara alami. Penggolongan teori kurikulum yang di kemukakan oleh Eisner : Sebagai teknologi.di dalam nilai orientasi terori itu sendiri mempunyai tujuan memberi kebebasan di setiap para siswa atau para anak didik untuk membentuk jati diri nya sendiri. pemusatan di bidang pendidikan. isi orientasi teori.Teori Arus dan praktek bidang Dimensi mikro dan makro di (dalam) kurikulum Etos dan pertimbangan budaya Proses kurikulum berubah Dampak teknologi kurikulum Model dan proses disain intervi Model dan proses mengembangkan belajar strategi Identifikasi Dan Implementasi [dari. Isi orientasi teori bertujuan menentukan isi kurikulum itu sendiri secara alami. analisa sejarah. . Struktur orientasi teori juga bertujuan untuk menjelaskan fungsi-fungsi kegunaan kurikulum. dan sebagai rasilnalisme akademis.ttg] sesuai mengajar metoda Model Dan Teknik penilaian dan proses evaluasi Kebutuhan Pengembangan staff Aplikasi produk dan disain kurikulum [yang] praktis per siswa untuk bekerja program Kepemimpinan tanggung-jawab dan peran administratif ketika memerlukan untuk mencari tantangan yang baru untuk menyusun kurikulum. keterkaitan pembentuk sosial. sebagai perwujudan diri.menerangkan suatu struktur yang tidak dapat di pisahkan dalam pembentukan suatu kurkulum.susunan struktur yang tidak dapat lepas meliputi : Struktur orientasi teori. pemusatan di masyarakat. Nilai-nilai orientasi teori memiliki metodologi pemeriksaan seperti : psikoanalisa. pemeriksaan filosofis.maksud dari pengambilalihan kurikulum di bidang nilai orientasi teori bertujuan untuk membuat peka kepada para pendidik tentang apa nilai-nilai pendidikan. dan teori politik. Pembentukan isi orientasi teori sangat berhubungan erat kepada golongan-golongan atau pandangan-pandangan isi kurikulum tersebut. dan proses orientasi teori. Didalam menyusun suatu teori kurikulum ada suatu struktur yang tidak dapat lepas dari susunan pembentukan suatu kurikulum. Nilai orientasi teori bertujuan menilai dan pengambil-alihkan kurikulum. para pemimpin bidang pendidikan [siapa] yang memahami proses tinjauan ulang kurikulum [itu] adalah untuk yang mendukung perubahan.

khususnya input pendidikan yang akan di kembangkan dan di dayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Sedangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. teori orientasi nilai. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. dan tujuan satuan pendidikan. 5. . KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. Di dalam KTSP terdapat empat kategori kurikulum yaitu : teori orientasi struktur. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingakat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan pada kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi kelulusan. Bagaimana dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan? Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah : Kurikulum operasional yang di susun dan di laksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. produktif. dan pemerintah daerah setempat. 4. masyarakat. terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagai berikut : 1. tuntutan. misi. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah yang lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya inofatif dengan dorongan dari orang tua peserta didik. Dari ke empat kategori kurikulum di atas saling berkaitan di dalam kurikulum.KTSP merupakan paradigma baru pengambangan kurikulum yang memberi otonomi luas pada setiap satuan pendidikan dan melibatkan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikan. 2. dan ancaman bagi diri NYA sehinggai DIA dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan untuk lembaganya. 3. Sekolah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikan kepada pemerintah. dan teori orientasi proses. Keterlibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparasi dan demokrasi yang sehat serta lebih efisien dan efektif bila mana di pantau oleh masyarakat setempat. Pengambilan keputusan yang di ambil oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolah lah yang tau apa yang terbaik bagi sekolahnya. Sekolah lebih mengetahui kekuatan. orang tua peserta didik dan masyarakat pada umumnya sehingga sekolahan akan berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan dan mencapai sasaran KTSP.2. Pada sistem KTSP. teori orientasi isi. 6. dan berprestasi. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan [BNSP]. kelemahan. dan kebutuhan. peluang. sekolah memiliki ´ full authoity dan responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi.

SMA. penilaian.5% belum menyusun kurikulum sendiri. belum ada pelatihan. Pada beberapa sekolah. SDLB. maupun penataranpenataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. sarana dan prasarana. Sekarang bagaimana pelaksanaan kurikulum tersebut? Makalah ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap guru dan pihak yang terkait yang berada pada 40 sekolah (SD. Alasan tidak membuat kurikulum tersebut. Jika diterapkan mulai pada tingkat kelas awal. Jombang. SMP kelas 8. Gresik. Lamongan.7. Hasilnya sekolah yang sudah menyusun kurikulum sendiri 52. dan SMA/SMK pada siswa kelas 11. Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. MA. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan penyusunan KTSP dan kendalanya. serta dampak penetapan standar kelulusan terhadap penerapan pembelajaran. dan SMK) di Surabaya. kondisi itu tidak berpengaruh karena sudah disiapkan program pembimbingan di luar jam pelajaran untuk persiapan UNAS. dan Bangkalan. kegiatan belajar mengajar termasuk penilaiannya. Tetapi pada sekolah yang lebih ´maju´.5%. . Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat serta mengakomodasikannya dalam KTSP Diposkan oleh Sholeh Hasan di 3/03/2010 12:13:00 PM Mencermati Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Tatag Yuli Eko Siswono Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolahsekolah di Indonesia sejak tahun 2006. SMPLB. potensi daerah. Kata kunci: KTSP. UNAS. dan sarana-prasarana yang terbatas. Guru-guru menyusun RPP hanya bersifat adminstratif belum banyak yang sesuai dengan pelaksanaan di kelas. maka saat ini paling tidak di SD sudah sampai pada siswa kelas 2. patokan kelulusan pada UNAS berdampak pada pembelajaran yang hanya memusatkan pada ketuntasan materi bukan pada kompetensi yang diharapkan. sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolah-sekolah. MTs. kurang memahami KTSP. Sidoarjo. Pengembangannya dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. SMP. pelatihan pengembangan. antara lain karena tidak adanya dana. Hal yang berbeda dari KTSP dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya adalah kurikulum tersebut dikembangkan oleh satuan pendidikan sendiri. Tuban. Mojokerto. dan 47. KKM PENDAHULUAN Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolah-sekolah di Indonesia sejak tahun 2006. dan peserta didik. KTSP berbeda dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya.

1 .

tetapi tetap mengacu pada standar nasional pendidikan. Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. pelatihan pengembangan. Kepala Balitbang Depdiknas (2007) yang menjelaskan seiring dengan diberlakukannya KTSP. lanjut Ramly. sambil menunggu kesiapan guru dan tenaga pelaksana di lapangan. setelah berselang masa selama 2 tahun. Dijelaskan bahwa banyak guru yang kebingungan dengan model KTSP karena sudah lama guru menerima kurikulum dalam bentuk jadi dari pemerintah pusat. Kendalanya. maupun penataran-penataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. banyak guru yang tidak tahu bagaimana menyusun kurikulum model KTSP. Jadi bukan berarti kita ganti kurikulum. Balitbang Depdiknas telah menyediakan dua paket kurikulum model KTSP. jika tidak diterapkan dalam pembelajaran dan sebaliknya. Apakah paradoks tersebut terjadi di lapangan atau bagaimana pendapat guru terhadap pelaksanaan kurikulum itu? Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sekarang. Banyak keraguan tentang pelaksanaan kurikulum tersebut di lapangan pada awalnya. Mansyur Ramly. Pemerintah menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah sebagai acuan yang harus diikuti setiap satuan pendidikan. Selain itu. bagaimana kondisi di lapangan? Apakah sekolah dengan kreativitas gurunya sudah mengembangkan kurikulum secara mandiri? Kalau belum. Kurikulum tidak akan bermakna. hanya modifikasi dari model kurikulum yang sudah ada. apakah masalahnya sama seperti yang ditengarai itu? Bagaimana kemungkinan solusi dari masalah tersebut? Ramly (2007) mengatakan bahwa pada prinsipnya model KTSP bukan kurikulum baru. Oleh karena itu. Targetnya pada 2008 semua sekolah sudah bisa menyusun kurikulum model KTSP ini. Seperti dikatakan Prof. yakni model umum yang berisi kerangka acuan dan model kurikulum lengkap yang langsung bisa diaplikasikan di sekolah. pada masa transisi ini banyak sekolah yang belum menerapkan kurikulum buatan sendiri. Padahal. pernyataan ini merupakan paradoks yang kenyataannya kurikulum diganti tetapi dikatakan tidak ganti atau sekedar ganti nama saja. KTSP menuntut kreativitas untuk menyusun model pendidikan yang sesuai dengan kondisi lokal. pembelajaran tidak akan efektif jika tanpa kurikulum 2 . sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolahsekolah. Pernyataan ini merupakan tantangan untuk dijelaskan sampai sejauh mana target ketercapaiannya saat ini.

Ini berarti bahwa pembelajaran yang efektif dari segi produk maupun proses harus didasarkan pada acuan berupa kurikulum yang tepat. Tuban. 19 tahun 2005 yang menjelaskan bahwa proses pembelajaran harus diselenggarakan secara interaktif. Bagaimana kenyataan di lapangan setelah pemberlakuan KTSP. Prinsip pembelajaran dalam KTSP mendasarkan pada sejumlah prinsip yang termuat pada PP No. guru perlu kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajarannya. Sidoarjo. maupun penemuan di bidang-bidang pengetahuan. minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. dari satu sekolah tertentu dengan kondisi finansial tertentu akan berbeda dengan sekolah lain di daerah lain dengan kondisi finansial yang lain pula. dan kondisi muatan lokal sangat kontradiktif dengan penyelenggaraan ujian nasional (UN). Jombang. bobot mutu pendidikan yang direalisasikan pada suatu mata pelajaran tertentu. apakah guru terdorong untuk berusaha mengembangkan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan. kreativitas sesuai dengan bakat. sesuai dengan perkembangan psikologi. teori belajar. Apalagi kondisi sekolah yang bervariasi dalam sarana prasarana ataupun sumber daya semakin menguatkan kontradiksi itu. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. Tulisan ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap beberapa sekolah di Surabaya. Dengan kata lain pembelajaran harus mendorong siswa untuk aktif sesuai dengan gaya belajarnya. memberi ruang yang cukup untuk pengembangan prakarsa. Pemahaman ini yang memicu sekolah untuk memprioritaskan pada aspek hasil dari ujian nasional daripada aspek manfaat atau proses pendidikan yang diselenggarakan. Mojokerto. 2008).yang jelas sebagai acuan (Sanjaya. yaitu pembelajaran yang mengaktifkan siswa? Apakah pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat? Pertanyaan-pertanyaan itu yang berusaha dicari jawabannya melalui penelitian yang dilakukan. inspiratif. Masalah krusial lain yang berkaitan dengan KTSP adalah pelaksanaan ujian nasional (UN). Marcellino (2007) mengatakan bahwa KTSP yang dibuat sesuai kreativitas guru. Prinsip UN yang sentralistik. menyenangkan. Gresik. 3 . KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. Sebenarnya bagaimana kenyataan di lapangan? Apakah ujian nasional dan penetapan standar kelulusan memberi dampak pada penekanan kegiatan pembelajaran di kelas? Pertanyaan-pertanyaan itu yang akan di jawab dalam pembahasan tulisan ini. teknologi informasi. Atas dasar ini.

Reduksi data adalah kegiatan yang mengacu pada proses pemilihan. apakah dianalisis sesuai dengan pedoman pada KTSP 2006? Jika tidak. (8) Apakah adanya ujian akhir nasional (UAN) dengan penetapan skor tertentu memberi dampak pada penerapan pembelajaran inovatif? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi KTSP di beberapa sekolah. SMPLB. serta dampak ujian nasional yang berkaitan dengan proses pembelajaran bagi sekolah. SMA. pengabstraksian. Pembahasan ini dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yang lebih bersifat kualitatif. Pemaparan data meliputi pengklasifikasi dan identifikasi data. MTs. mengapa demikian?. dan penyimpulan. (6) Untuk menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM). pelaksanaan pembelajaran berdasar KTSP. dan SMK sebanyak 40 sekolah. (5) Bagaimana cara penilaian yang dilakukan?. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan hasil observasi dan wawancara oleh mahasiswa S1 Jurusan Matematika angkatan 2004 dan 2005 pada tahun 2007 dan 2008. yaitu reduksi data. (2) Apakah RPP yang disusun guru menunjukkan pembelajaran yang mengaktifkan siswa (inovatif). apa saja kendalanya. MA. 4 . dan Bangkalan. (4) Apakah guru sudah menerapkan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa? Berapa persen dari seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakukan?. (3) Apakah guru melaksanakan pembelajaran sesuai RPP yang dirancang?. karena tujuannya menggali informasi secara kualitatif pelaksanaan dan kendala-kendala yang dihadapi sekolah. Penelitian ini tidak menggeneralisasi tentang pelaksanaan KTSP di suatu wilayah. SDLB. dan transformasi data mentah di lapangan. yaitu menuliskan kumpulan data yang terorganisir dan terkategori sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan dari data tersebut. Sasaran observasi tidak dilakukan secara purposive sampling. penyederhanaan. SMP. tetapi memberikan gambaran/deskripsi pelaksanaan beberapa sekolah yang menjadi sasaran penelitian. pemusatan perhatian. Menarik kesimpulan dari data yang telah dikumpulkan dan menverifikasi kesimpulan tersebut.Lamongan. Data hasil studi ini dianalisis dengan tahapan. Pertanyaan penelitian yang diajukan meliputi (1) Apakah sekolah sudah menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan KTSP 2006? Jika belum. Sekolah tersebut terdiri dari sekolah negeri dan swasta yang meliputi SD. (7) Bagaimana sarana dan prasarana sekolah itu?. pemaparan data. dan penilaian.

membentuk moral dan kepribadian. sehingga maknanya menjadi kabur dan tidak fungsional. Kurikulum adalah seluruh kegiatan yang dilakukan siswa baik di dalam maupun di luar sekolah yang berada pada tanggung jawab guru atau sekolah. serta memenuhi dunia pekerjaan. tetapi proses perubahan tingkah laku.KAJIAN TEORI A. Kurikulum sebagai pengalaman belajar ini dianggap sebagai konsep yang luas. tetapi harus dilihat dari proses atau kegiatan siswa sebagai pengalaman belajar. Ketidaksepakatan terhadap pengertian ini melahirkan kurikulum sebagai suatu program atau rencana untuk belajar. Tuntutan baru yang dibebankan masyarakat kepada sekolah mengakibatkan pergeseran makna kurikulum. kurikulum sebagai pengalaman belajar. Kurikulum adalah suatu rencana untuk belajar. Perubahan tersebut terjadi karena siswa memiliki pengalaman belajar. yaitu bahwa pencapaian target pelaksanaan kurikulum tidak hanya dilihat dari kemampuan siswa menguasai isi atau materi. Kurikulum tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran. Oleh karena itu. Sekolah mempunyai beban yang semakin kompleks yang tidak hanya membekali siswa dengan berbagai macam ilmu pengetahuan. karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah terjadi pergeseran fungsi sekolah. 2008:8). Pandangan kurikulum sebagai mata pelajaran dianggap sebagai pandangan tradisional. Pandangan ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh penemuan-penemuan dan pandangan dari psikologi belajar. Kurikulum adalah perencanaan yang berisi tentang petunjuk belajar dan hasil yang diharapkan. tetapi dipandang sebagai pengalaman belajar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum pada dasarnya memiliki tiga dimensi pengertian. belajar bukan hanya mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Kurikulum sebagai perencanaan belajar dikemukakan oleh Taba (dalam Sanjaya. tetapi bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan siswa di sekolah maupun luar sekolah. Sekolah dituntut mengembangkan minat dan bakat. 2008:4). yaitu kurikulum sebagai mata pelajaran. 20 tahun 5 . Hal tersebut berkaitan dengan evaluasi keberhasilan pelaksanaan kurikulum. Dengan demikian. dan kurikulum sebagai perencanaan program pembelajaran (Sanjaya. Pengertian ini sejalan dengan UU No. sehingga apa yang diketahui tentang proses belajar dan pengembangan individu mengacu pada sebuah bentuk kurikulum. untuk memahami kurikulum tidak cukup hanya melihat dokumen tertulisnya saja.

Peran kreatifnya. Kurikulum memiliki tiga peran yang sangat penting. Peran konservatif kurikulum berkaitan dengan peran dan tanggung jawab sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang mewarisi nilainilai dan budaya masyarakat. kreatif. KTSP merupakan kurikulum terbaru yang diharapkan memiliki peran konservatif. dan cara pelaksanaanya digunakan sebagai upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. yaitu sebagai rencana dan pengaturan tujuan. Dengan demikian kurikulum berperan menyeleksi dan mengevaluasi nilai dan budaya yang bermanfaat untuk kehidupan anak didik. 2008).20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan yang salah satu berupa standar kompetensi lulusan (Bab X. yaitu peran konservatif. Kurikulum harus mampu menjawab setiap tantangan sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang cepat. Kurikulum sebagai rencana digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar oleh guru. KTSP merupakan penyempurnaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau dikenal dengan Kurikulum 2004. serta peran kritis dan evaluatif (Hamalik. dalam Sanjaya. kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki serta dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial yang selalu bergerak dan berubah. Batasan ini memperlihatkan bahwa kurikulum terdiri dari dua aspek. isi. isi dan cara pelaksanaan rencana itu. Peran kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu. Peran kreatif kurikulum karena sekolah sesuai tuntutan perkembangan zaman memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan hal-hal baru dan inovatif.. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. maupun kritis dan evaluatif dalam penerapannya saat ini. KTSP tetap sebagai kurikulum berbasis kompetensi karena berlandaskan pada UU RI no.2003 tentang sistem pendidikan nasional yang mengatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Kurikulum sebagai pengaturan tujuan. Peran kritis dan evaluatif dari kurikulum didasarkan pandangan bahwa tidak semua nilai dan budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman harus dimiliki setiap anak didik. Hal tersebut karena masyarakat tidak statis tetapi dinamis yang mengalami perubahan. pasal 36). Tidak semua budaya dan nilai-nilai lama yang dipertahankan. 6 . isi. kreatif.

dalam pengembangannya tidak lepas dari ketetapan-ketetapan yang disusun pemerintah secara nasional melalui BSNP. Kurikulum dikembangkan dengan tujuan yang seragam sesuai tuntutan global. Misalkan suatu sekolah mendapatkan emas pada olimpiade matematika dan diberitakan secara nasional maupun internasional. sesuai UU No 20 tahun 2003 pasal 36 ayat 2 bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. maka semua sekolah meniru berupaya mendapatkan prestasi dalam olimpiade. maka adanya standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap mata pelajaran sudah cukup bagi guru melaksanakan pembelajaran tanpa harus mengembangkan kurikulum sendiri. kecenderungan budaya global yang disebarkan melalui media dan teknologi informasi menyurutkan penonjolan budaya. sehingga kurikulumnya diarahkan mencapai hal itu. guru dibebankan tugas administratif membuat perencanaan pembelajaran yang dikenal dengan nama rencana pelajaran 7 . Dengan demikian dapat dipahami bahwa KTSP sebagai kurikulum yang bersifat operasional paling tidak memiliki tiga makna. potensi daerah. pengembangan KTSP harus memperhatikan ciri khas daerah. pengembangan KTSP memberikan peluang dan keleluasaan pada guru ataupun sekolah menciptakan strategi dan metode pembelajaran. dan peserta didik. media. Ketiga. Pertama. proses. Karena orientasi kurikulum yang masih dipandang sebagai isi dari mata pelajaran. Pada kurikulum sebelum KTSP. ciri. seperti standar isi. Selain itu. Kedua.KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP yang dilakukan oleh satuan pendidikan merupakan ciri yang berbeda dari kurikulum yang digunakan sebelumnya. ataupun penilaian. maupun potensi daerah yang berbeda. standar kompetensi lulusan. KTSP sebagai kurikulum operasional masih tetap mengacu standar isi maupun kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). sedang KTSP merupakan kurikulum yang desentralistik dengan memperhatikan karakteristik dan perbedaan daerah. BSNP menetapkan standar nasional pendidikan. maupun evaluasi sesuai kondisi dan karakteristik siswa di sekolah. Pemaknaan KTSP sebagai kurikulum operasional yang seharusnya dikembangkan sendiri oleh sekolah menjadi kabur dalam implementasi dan pelaksanaannya. Kurikulum sebelumnya lebih bersifat sentralistik (terpusat).

(RP) dan satpel (satuan pelajaran). Pada KTSP, guru juga diminta membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) beserta kelengkapannya. Isi dari perencanaan pembelajaran itu paling tidak berisi uraian kegiatan inti dan proses pembelajaran yang menuntut strategi, metode, media yang sesuai dengan karakteristik siswa serta mengaktifkan siswa. Untuk itu pada kurikulum sekarang maupun sebelumnya, peluang dan keleluasaan menciptakan inovasi pembelajaran sebenarnya sama. Dengan demikian tidak ada jaminan KTSP akan mendorong pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif, jika tidak ada kesadaran diri, motivasi, maupun keyakinan untuk mengubah cara pandang (paradigma) dalam pembelajaran. B. Pembelajaran dalam KTSP Keterkaitan suatu kurikulum dengan pembelajaran digambarkan dalam beberapa model (Oliva dalam Sanjaya, 2008), yaitu model dualistik (the dualistic model), model berkaitan (the interlocking model), model konsentris (the concentric model), dan model siklus (the ciclical model). Model dualistik memandang bahwa antara kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang terpisah. Kurikulum yang seharusnya sebagai input dan pedoman menata pembelajaran, serta pembelajaran yang seharusnya sebagai balikan dalam proses penyempurnaan tidak tampak. Model berkaitan memandang antara kurikulum dan pembelajaran sebagai suatu sistem yang memiliki hubungan. Antara kurikulum dan pembelajaran ada bagian-bagian yang berpadu atau berkaitan. Model konsentris memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran memiliki hubungan dengan kemungkinan salah satu bagian dari yang lainnya. Model siklus memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang saling pengaruh dan memiliki hubungan timbal balik. Kurikulum menjadi dasar dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Sebaliknya, pembelajaran dapat mempengaruhi keputusan untuk kurikulum sendiri. KTSP sebagai suatu kurikulum operasional menempatkan pembelajaran sebagai suatu komponen yang saling mempengaruhi. Hubungan keduanya mengikuti model siklis. KTSP digunakan sebagai pedoman yang minimal digunakan untuk menentukan hal-hal sebagai berikut. 1. Merumuskan tujuan dan indikator kompetensi yang harus dimiliki siswa.

8

2. Menentukan isi atau materi pelajaran yang harus dikuasai untuk mencapai tujuan dan kompetensi. 3. Menyusun strategi pembelajaran untuk guru dan siswa sebagai upaya pencapaian tujuan. 4. Menentukan keberhasilan pencapaian tujuan atau kompetensi melalui evaluasi atau penilaian. Pembelajaran di kelas yang mendasarkan pada karakteristik siswa dan potensi daerah mempengaruhi isi dari KTSP untuk tiap satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP yang dikembangkan oleh tiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip (BSNP, 2006), yaitu (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (2) beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat, dan (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Prinsipprinsip ini yang dapat memberi warna yang berbeda-beda pada tiap satuan pendidikan di masingmasing daerah sesuai potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik, dan lingkungannya. Perbedaan atau keragaman yang terjadi harus tetap terpadu, relevan dengan kehidupan nyata, serta sesuai dengan kepentingan nasional. Subtansi kurikulum harus mencakup keseluruhan dimensi kompetensi bidang keilmuan, teknologi, maupun seni yang disajikan secara berkesinambungan untuk menunjang pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik belajar sepanjang hayat. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan hal-hal berikut (BSNP, 2006), yaitu (1) peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia, (2) pengembangan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, (3) keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, (4) tuntutan pengembangan daerah dan nasional, (5) tuntutan dunia kerja, (6) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (7) agama, (8) dinamika perkembangan global, (9) persatuan dan nilai-nilai kebangsaan, (10) kondisi sosial budaya masyarakat setempat, (11) kesetaraan jender, dan (12) karakteristik satuan pendidikan. Acuan operasional pelaksanaan KTSP ini menunjukkan bahwa keterkaitan kurikulum dan pembelajaran juga mengikuti model siklik. Keragaman agama, potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, karakteristik satuan pendidikan, kecerdasasan 9

dan minat, tuntutan dunia kerja, jender, serta perkembangan global mempengaruhi model dan strategi pembelajaran yang dikembangkan masing-masing satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP berisi 4 komponen, yaitu (1) tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, (2) struktur program dan muatan KTSP, (3) kalender pendidikan, dan (4) silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan mengacu pada tujuan umum pendidikan, seperti pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 26. Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 6 dan 7. Kalender pendidikan disusun sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Berdasar silabus tersebut, guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi-strategi pembelajaran yang inovatif dan melibatkan siswa dimunculkan pada silabus dan RPP itu. Kegiatan pembelajaran pada penerapan KTSP harus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik (BSNP, 2006:16). Dengan demikian, kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas paling sedikit mempertimbangkan interaksi antar semua komponen yang terlibat, menggunakan pendekatan bervariasi, dan berpusat pada siswa. BSNP (2006:3) juga menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum (KTSP) ditujukan antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk belajar membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. 10

Dalam pelaksanaan di lapangan, apakah acuan kegiatan pembelajaran yang inovatif (dalam artian berpusat pada siswa secara aktif dan menggunakan strategi yang bervariasi) seperti yang dicanangkan KTSP sudah diterapkan oleh guru? Pertanyaan ini perlu untuk dijawab mengingat ukuran keberhasilan dari suatu kurikulum termasuk bagaimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan, sekaligus keberhasilan keluaran dari proses tersebut. Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran dilakukan evaluasi atau penilaian. Dalam KTSP ditetapkan dan diatur pada standar penilaian yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. C. PENILAIAN DAN PENETAPAN KKM Evaluasi (evaluation), asesmen atau penilaian (assesment), pengukuran (measurement) merupakan istilah yang saling berkaitan dan bermakna berbeda. Evaluasi berkaitan dengan pengambilan keputusan maupun pertimbangan (judgment) terhadap sesuatu. Penilaian merupakan bagian dari evaluasi yang lebih luas dari sekedar pengukuran. Pengukuran pada umumnya berkaitan dengan masalah kuantitatif untuk mendapatkan informasi yang diukur. Print (dalam Sanjaya, 2008:337) menggambarkan hubungan evaluasi, penilaian, dan pengukuran dalam diagram berikut. Berdasar diagram itu, pengambilan keputusan berupa evaluasi dilakukan mulai dari pengumpulan data dengan pengukuran. Data yang terkumpul kemudian dilakukan interpretasi melalui penilaian. Hasil penilaian tersebut dikumpulkan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan melalui evaluasi. Dalam pembahasan ini lebih difokuskan pada penilaian, karena istilah ini yang digunakan dalam standar pendidikan nasional dan berkaitan dengan KTSP. Penilaian (penilaian pendidikan) menurut Popham (1995:3) diartikan sebagai suatu upaya formal untuk menentukan status siswa yang berkenaan dengan ketertarikan terhadap variabelvariabel pendidikan. Variabel pendidikan dapat berupa pengetahuan tentang materi pelajaran, keterampilan-keterampilan yang perlu Evaluasi (judgment) Penilaian (data interpretation ) Pengukuran (data collection) 11

Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgment). tes. seperti secara sepintas menunjuk seseorang siswa untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan atau berdasar perasaannya memilih seorang siswa untuk mengerjakan soal yang diberikan. Penilaian dalam pengertian ini berarti luas yang gunanya tidak sekedar mendiagnosis kelemahan dan kekuatan siswa. Evaluasi. pengukuran (measurement). Penilaian (assesment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangkaian) kemampuan siswa. Pengertian penilaian yang lebih mengacu pada proses kegiatan di kelas dirumuskan oleh Pusat Kurikulum. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar siswa. Dalam pengertian penilaian oleh Popham (1995). memeringkatkan siswa. membantu guru dalam evaluasi proses yang dilakukannya. karena seorang manusia selalu memberikan status atau penilaian terhadap orang lain. baik melalui pengetesan formal. dan pekerjaan rumah. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha 12 . berharga atau tidak. esai. Pengertian ini menekankan bahwa penilaian sebagai suatu upaya ³formal´. sedang evaluasi sebagai kegiatan memberi pertimbangan. tetapi juga digunakan untuk memberikan citra publik terhadap efektifitas pendidikan. dan meningkatkan kualitas pembelajaran. dan memeringkatkan siswa. Penilaian (asesmen) dikatakan sebagai kegiatan pengumpulan data dari murid tertentu. memonitor kemajuan siswa. Pengertian penilaian ini lebih sempit dibandingkan dengan pengertian yang dibuat oleh Popham (1995). memberikan nilai. dan penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda. Balitbang Depdiknas (2004:11). atau secara informal melalui observasi atau interaksi. Sedang evaluasi mengacu pada proses pertimbangan (judging). dan sikap-sikap positif dalam pendidikan.dikuasai. Guru juga melakukan pertimbangan informal terhadap siswa yang bukan termasuk penilaian. dan menentukan efektivitas pembelajaran. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. pengertian evaluasi ini masih termasuk kegiatan penilaian. and memeringkatkan (ranking). memberi nilai (valuing). Muijs dan Reynolds (2008:367) menjelaskan penilaian mengacu pada semua informasi yang dikumpulkan tentang siswa di kelas oleh guru.

dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Penilaian berkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. Kegiatan 13 . yaitu merupakan penilaian yang dilakukan guru baik yang mencakup aktivitas penilaian untuk mendapatkan nilai kualitatif maupun aktifitas pengukuran untuk mendapakan nilai kuantitatif. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. sehingga disebut penilaian berbasis kelas. ulangan. Pengertian penilaian ini merupakan pengesahan dari pengertian yang diungkap oleh Balitbang Depdiknas (2004:11). evaluasi. Khusus pengertian penilaian pada pengertian ini semakna dengan yang dikemukakan oleh Muijs dan Reynolds (2008) yang mengacu pada usaha pengumpulan informasi tentang siswa. Pengertian penilaian.memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang siswa telah mencapai karakteristik tertentu. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif dan kuantitatif. dan ujian yang lebih mengikat adalah yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional (pasal 1) berikut. Pengertian itu yang akan digunakan dalam pembahasan tulisan ini. untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. jenjang. Tes adalah cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada siswa pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat tertentu yang jelas. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. Penilaian kelas adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk pemberian nilai terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan potret/profil kemampuan siswa sesuai daftar kompetensi yang ditetapkan kurikulum (Balitbang Depdiknas. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. penjaminan. Selanjutnya secara khusus dirumuskan pengertian penilaian kelas. penilaian merupakan kegiatan integral dalam proses pembelajaran. Pada KTSP yang merupakan kurikulum berbasis kompetensi. 2004:11).

dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. karena digunakan seperti memilih siswa dalam rombongan belajar yang sama. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Dengan kata lain. proyek dan/atau produk. penilaian mengacu pada kurikulum.penilaian tersebut merupakan kegiatan yang tidak terpisah dengan pembelajaran dan dilakukan secara terus menerus dalam setiap pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. Hasil belajar siswa ditentukan berdasar pada kriteria yang telah ditetapkan untuk penguasaan kompetensi. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. 14 . c.referenced asssesment). Penilaian menggunakan acuan kriteria. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. dan penilaian diri. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. BSNP (2006:17-18) memberikan rambu-rambu penilaian dalam kegiatan pembelajaran. menganalisis. penilaian hasil karya berupa tugas. pengukuran sikap. maupun afektif. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. Penilaian pada KTSP beorientasi pada penilaian yang mengacu kriteria (penilaian acuan kriteria atau criterion-referenced asssesment) bukan mengacu pada norma/standar (penilaian acuan norma atau norm. Hal lain bahwa penilaian merupakan proses pengumpulan informasi yang menyeluruh. artinya dalam penilaian guru dapat mengembangkan berbagai jenis penilaian. Penilaian acuan norma tidak sepenuhnya ditinggalkan. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. baik berupa pengukuran dan pengujian tingkat kognitif. Orientasi penilaian bukan hanya pada hasil (product oriented) tetapi juga pada proses (process oriented). b. atau menyeleksi siswa untuk mewakili lomba tertentu. a. pengamatan kinerja. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. psikomotor. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. penggunaan portofolio.

2006:12). Kriteria penetapan KKM meliputi: (1) kompleksitas indikator (kesulitan dan kerumitan). (2) daya dukung (sarana/prasarana. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. lingkungan. maka untuk menentukan harus dianalisis. atau 3) sesuai dengan bobotnya. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. dan kemampuan sumber daya dukung tersebut. atau 15 . Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. atau skor dalam suatu rentang/interval.d. dan (3) intake siswa (masukan kemampuan siswa). dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. Pada penerapan KTSP seharusnya cara penilaian mengacu pada hal-hal di atas. penilaian hasil karya berupa tugas. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara.2. proyek dan/atau produk. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal (BSNP. Pada materi sosialisasi KTSP yang dikeluarkan depdiknas (2007) ditunjukkan bagaimana cara menganalisis KKM tersebut. seperti penggunaan berbagai jenis penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang hendak diukur. dan penilaian diri? Kemudian bagaimana menentukan batas kriteria ketuntasan minimalnya (KKM)? Apakah sudah dianalisis mengikuti ketentuan pada KTSP? KKM merupakan batas minimal seorang siswa mencapai ketuntasan belajar. Penafsiran masing-masing kriteria itu dapat menggunakan skor (1. Melihat syarat penentuan KKM harus mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata. e. apakah cara penilaian sudah menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. penggunaan portofolio. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. dan biaya). Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. pengamatan kinerja. Kenyataannya. kemampuan guru. Misalnya. pengukuran sikap.

penilaian hasil belajar oleh pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. olah raga. satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Pada peraturan pemerintah tersebut dikatakan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik. apakah adanya kurikulum yang memberi ruang terhadap pertimbangan kondisi siswa dalam penilaian di kelas mengubah cara pandang guru? Pertanyaan tersebut yang diupayakan untuk diketahui jawabannya. Bagaimana sekarang. maka seolah-olah menjadi tujuan akhir dari suatu pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian tersebut digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Karena sifat penilaiannya yang nasional. dan kesehatan. (b) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan 16 . dan ulangan kenaikan kelas. yaitu sebagai salah satu pertimbangan untuk: (a) pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Apalagi jika melihat kegunaan ujian nasional itu. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. dan memperbaiki proses pembelajaran. ulangan tengah semester. D. Sedang. Pada kurikulum sebelum KTSP. kelompok mata pelajaran estetika. seperti disebutkan pada pasal 68 (PP Nomer 19 tahun 2005). ulangan akhir semester. ketuntasan belajar ditetapkan oleh pusat.pertimbangan professional judgment. kemajuan. UJIAN NASIONAL DAN DAMPAK PADA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Erat kaitannya dengan penilaian adalah ujian yang dilakukan secara nasional atau dikenal Ujian Nasional. dan pemerintah. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. sebagaimana dikatakan pada PP No 19 tahun 2005 pasal 63 tentang standar pendidikan nasional. Ujian nasional merupakan kewajiban penilaian oleh pemerintah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. sehingga guru pada suatu sekolah tanpa melakukan analisis dapat langsung menggunakan batas ketuntasan itu. dan kelompok mata pelajaran jasmani.

Prinsip UN yang sentralistik. Bagi guru. Apakah ini berarti mengindikasikan fokus tujuan belajar hanya untuk ujian nasional yang hanya mengukur aspek kognitif? Untuk menjawab perlu dilakukan penelusuran untuk mengetahui pandangan sekolah ataupun guru-guru terhadap proses pembelajaran yang seharusnya dan kaitannya dengan ujian nasional. Hal tersebut seperti dikatakan Berends dalam Muijs & Reynolds. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. Apakah ujian nasional kontradiktif dengan rambu-rambu pembelajaran pada KTSP? Marcellino (2007) pada harian Suara Pembaruan (24 February 2007) mengatakan bahwa ujian nasional kontradiktif dengan KTSP. konteks finansial. (2008:360) bahwa sistemsistem akuntabilitas negara mempertajam trend waktu yang lebih banyak digunakan untuk penilaian. Bagi sekolah dan dinas setempat menjadikan ujian nasional sebagai indikator untuk menunjukkan mutu sekolah di mata masyarakat dan pemerintah. dinas pendidikan setempat. Sistem penilaian ini akan mengarahkan suatu proses pembelajaran pada fokus persiapan ujian nasional. KTSP merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan dan memberi tempat pada demokratisasi untuk penentuan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan konteks komunitas lokasi sekolah berada. Beban bagi siswa dan orang tua karena ujian nasional menjadi indikator penentuan kelulusan dari sekolah dan mencari sekolah pada jenjang berikutnya. guru. Hasil pengamatan peneliti di sekolah-sekolah menunjukkan bahwa paling tidak sekolah selalu mempunyai suatu program berupa bimbingan belajar untuk persiapan ujian nasional. sehingga hampir seluruh pengajaran diarahkan pada persiapan-persiapan tes yang diwajibkan. KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. orang tua. (c) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. ujian nasional menjadi indikator proses pendidikan yang dilakukan selama ini apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. butir soal UN mengukur muatan tertentu dan kedalaman materi yang 17 . Di pihak lain. Perbedaan materi mungkin terjadi antar sekolah yang berada dalam satu wilayah. baik dari sisi muatan maupun kedalamannya. Konskuensinya materi pokok yang dikembangkan di sekolah beragam. sekolah.berikutnya. atau SDM dari sekolah yang bersangkutan. Kegunaan ujian nasional ini menjadi tugas berat bagi siswa. (d) pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

00. UN memang sentralistik karena merupakan amanat undang-undang yang mengikat seluruh warga negara tetapi tetap memberikan wewenang pada guru dan sekolah melakukan penilaian.25 dan khusus untuk SMK. dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN. Masalah tersebut mulai dari perlu tidaknya adanya UN. ataupun dampak dari UN secara langsung maupun tidak langsung. terutama dalam proses pembelajaran.00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya minimal 6.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. kriteria penentuan kelulusan. Batas kelulusan pada tahun pelajaran 2007/2008 mensyaratkan siswa harus memiliki nilai rata-rata minimal 5. Kriteria ini lebih meningkat dari tahun pelajaran 2006/2007 yaitu memiliki nilai rata-rata minimum 5. atau memiliki nilai minimum 4.00. dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada UN masing-masing minimum 6.sama di seluruh Indonesia.25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. dengan tidak ada nilai di bawah 4. UN hanya mencakup beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan. UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional).00. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan Minimum 7.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. dan khusus untuk SMK. Kriteria tersebut memicu pro-kontra pada sebelum maupun sesudah dilaksanakan ujian tersebut. atau memiliki nilai minimal 4. Permasalahan juga muncul karena mata pelajaran yang diujikan dari Bahasa Indonesia.00 pada salah satu mata pelajaran. Dari sisi pemerintah merupakan hak dan kewajiban dari pemerintah untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan dan menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi (Pasal 10 dan 11. Mata pelajaran tersebut dipilih karena peran sentralnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan siswa selanjutnya. dan Bahasa Inggris ditambah dengan mata pelajaran IPA atau mata pelajaran bidang/jurusan di SMA. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan minimum 7.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Penentuan beberapa mata pelajaran ini tentu membawa konskuensi tersendiri bagi guru mata pelajaran tersebut dan bagi guru mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional. tetapi pada kurikulum-kurikulum sebelumnya. 18 . dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. Masalah UN ini sebenarnya telah lama menjadi polemik yang tidak hanya pada masa KTSP.25. dengan tidak ada nilai di bawah 4. Matematika.

Apakah sekolah tergiring untuk memusatkan energinya pada persiapan ujian nasional atau menyiapkan dalam arti proses. apakah pembelajaran yang diselenggarakan berbasis standar ujian nasional atau pembelajaran yang berbasis tujuan nasional. Dengan kata lain. Tabel 1: Sasaran Penelitian dan Sekolah yang Status Banyak Sudah sudah menyusun KTSP Jenjang Sekolah Menyusun SD Negeri 5 2 Swasta 2 2 SDLB 1 1 SMP Negeri 8 7 Swasta 5 3 SMPLB 3 0 SMA Negeri 5 2 Swasta 5 2 MTs Negeri 1 0 MA Negeri 1 1 Swasta 1 0 SMK Negeri 1 1 Swasta 1 0 Farmasi 1 0 Total 40 21 Belum Menyusun 3 0 0 1 2 3 3 3 1 0 1 0 1 1 19 . HASIL DAN PEMBAHASAN A.Fokus pembahasan ini tidak pada polemik perlu tidaknya ujian nasional tetapi lebih menekankan pada dampak atau konskuensi dari pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Jombang. Gresik. Mojokerto. Sidoarjo. seperti meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada keberhasilan ujian nasional. Komposisi sekolah tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tuban. PENGEMBANGAN KTSP DI SEKOLAH Sekolah yang dijadikan sasaran penelitian sebanyak 40 sekolah yang berada di Surabaya. Lamongan. dan Bangkalan.

informasi dan komunikasi semakin lancar. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik. pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna . Pergeseran atas kebutuhan pendidikan ini seiring dengan kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik. Dengan pendidikan. terutama dalam bidang pendidikan dengan segala selukbeluknya. Melalui pendidikan. Oleh karena itu. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain. informasi dan komunikasi semakin lancar. terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu. Melalui pendidikan. Terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Dengan pendidikan. terutama dalam bidang pendidikan dengan segala permasalahannya.PENDIDIKAN (KTSP) MATA PELAJARAN QUR¶AN HADIST Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. Pendidikan memberi peran penting dalam kehidupan manusia. simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain.

yang sesuai dengan kebutuhan dan . pendidikan harus mampu mengantarkan manusia untuk mencapai keberhasilan hidup. berakhlak mulia. Sejalan dengan itu. Hal ini dalam rangka mewujudkan masyarakat yang damai. ³Education is need for life´. µPendidikan Islam dengan sendirinya merupakan suatu sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah SWT¶ (Nur Uhbiyati 1997.1). yang didukung oleh manusia Indonesia yang beriman. Seperti yang diungkapkan Ahmad Tafsir bahwa µpendidikan adalah usaha untuk meningkatkan diri dalam berbagai aspeknya¶. serta memiliki etos kerja yang tinggi dan berdisiplin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam prinsip kenegaraan. Pembangunan Nasional di bidang pendidikan merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia.mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Memenuhi kebutuhan pendidikan tak sekedar naik kelas atau lulus. Dengan kata lain. ³Pendidikan merupakan bagian integral dalam kehidupan bangsa dan negara´( Depag RI 2004. hlm. berkesadaran hukum dan lingkungan.13). baik kehidupan duniawi atau ukhrowi dalam rangka memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. demokratis. hlm . berdaya saing. Sehingga dipandang sangat urgen untuk dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. mandiri. sehat. Untuk mewujudkan visi Pendidikan Nasional tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional. Kalimat tersebut telah menjadi prinsip oleh sebagian orang yang sadar atas kebutuhan pendidikan. cinta tanah air. bertaqwa. berkeadilan. maju dan sejahtera.

sehingga dalam konteks kurikulum. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu. Dalam kerangka ini pula diberlakukan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. sehingga citra madrasah tidak termarginalkan. Meskipun demikian. pengembangannya ³termasuk di dalamnya mata pelajaran Qur¶an Haditsdiserahkan pada tingkat satuan pendidikan. Pencitraan kualitas outcome dan output-nya pun harus menunjukkan karakteristik tersendiri. pembelajaran madrasah perlu dirumuskan dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga di satu sisi memiliki relevansi dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat dalam mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. 18-20). di sisi lain mencerminkan eksistensi dan jati diri madrasah sebagai satuan pendidikan Islam yang menjadi bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional tersebut. perlu menampakkan karakteristik tersebut. dengan keimanan sebagai inti.perkembangan masyarakat. serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. Dengan pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaannya. . potensi daerah dan peserta didik (Anonimus 2003. pengembangan kurikulum Madrasah Tsanawiyah harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Dalam pelaksanaannya. madrasah merupakan bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional dan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Madrasah Tsanawiyah sebagai lembaga pendidikan menengah pertama dituntut untuk melaksanakan program pendidikan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional. madrasah tetap memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri.

tetapi juga memiliki kemampuan dan ketrampilan studi ke-Islam-an. karena fungsinya yang amat penting dalam upaya mencapai tujuan membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.(Anonimus 1999. ilmu maqra dan ilmu makharij al-huruf). untuk memperkuat mata pelajaran Qur¶an Hadist. sehingga mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah. ibadah dan akhlaq. tapi juga kefasihan dan kemahirannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan cara baca al-Qur¶an yang telah diatur dalam ilmu baca alQur¶an dengan baik (ilmu tajwid. Juga diarahkan untuk memiliki kemampuan menulis kalimat al-Qur¶an dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan .Pada tingkat menengah. baik ilmu kalam. fiqh maupun akhlaq. yang sangat diperlukan para siswa dalam upaya membangun citra keimanan dan ketaqwaan mereka. tidak sekedar dalam aspek kelancarannya. tidak sekedar pemikiran-pemikiran keagamaan yang telah terstruktur dalam ilmu-ilmu keagamaan. Core (inti) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam µyakni menciptakan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan¶ patutlah menjadi tujuan semua madrasah dalam mewujdkan karakteristiknya. para peserta didik (siswa) diharapkan tidak sekedar mengetahui ajaran-ajaran dasar Islam. atau Madrasah Aliyah. sehingga untuk mereka diberikan pelajaran gramatika ³Bahasa Arab´ yang lebih tinggi sesuai dengan keperluan studi al-Qur¶an. melalui sumber ajarannya yang otentik. hlm 2) Mata pelajaran tersebut juga diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan baca al-Qur¶an. Secara fungsional mata pelajaran Qur¶an Haditsdiberikan dalam upaya mentranformasikan berbagai doktrin keagamaan dalam aspek-aspek aqidah. atau Sekolah Menegah Umum berciri khas agama Islam sebagai mata pelajaran pokok harus diikuti setiap siswa dalam semua jurusan.

gramatika Bahasa Arab. diantaranya berkaitan dengan masalah relefansi atau kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan. Istilah Kurikulum satuan Pendidikan yang disingkat KTSP merupakan kurikulum operasional yang pengembangannya diserahkan kepada daerah dan satuan pendidikan. Dengan demikian melalui KTSP ini pemerintah berhadap jurang pemisah antara pendidikan dan pembangunan. Menurut Oemar Hamalik. guru. pengajaran. tujuan pembelajaran. yaitu mengajar dan pembelajaran. Pendidikan nasional dewasa ini dihadapkan pada berbagai permasalahan yang perlu mendapat penanganan secepatnya. hlm 25-27). Pembelajaran. Pendapat tersebut didasari atas berbagai latar belakang masalah dan fenomena yang kompleks. mengajar. 19) KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1 dan 2 sebagai berikut : . Dalam kerangka inilah pemerintah menggagas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai tindak lanjut kebijakan pendidikan dalam konteks otonomi daerah dan disentralisasi. siswa dan peserta didik dimaknai dari berbagai sudut pemikiran. Mata pelajaran Qur¶an Haditsdisampaikan melalui Proses Belajar Mengajar. Dalam sudut pandangnya. serta kebutuhan dunia kerja dapat segera teratasi (Mulyasa 2006. hlm. Karakteristik interaksi belajar-mengajar dalam pendekatan proses belajarmengajar meliputi dua hal pokok. Oemar Hamalik menjelaskan bahwa mengajar adalah upaya penyampaian pengetahuan kepada peserta didik (Umar Halik 2007. serta sesuai pula dengan tradisi tulis Arab yang telah dikembangkan para ahli Bahasa Arab.

dan sebagainya. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. pengertian pembelajaran dapat dirumuskan: ³Pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. alat-alat musik. 7) Beberapa prinsip yang menjadi landasan pengertian tersebut di atas ialah: Pertama. maka siswa itu berubah dalam hal pemahamannya tentang musik. afektif atau motorik. Kedua.1. Prinsip ini mengandung makna bahwa ciri utama proses pembelajaran itu ialah adanya perubahan perilaku dalam diri individu. 2. potensi daerah dan peserta didik. Tetapi tidak semua perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran. Prinsip ini mengandung makna bahwa perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran adalah meliputi semua aspek perilaku dan bukan hanya satu atau dua aspek saja. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan di kembangkan dengan prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujutkan pendidikan nasional. Perubahan perilaku itu meliputi aspek-aspek perilaku kognitif. memiliki kemampuan dalam memainkan alat-alat musik dengan baik. Secara lengkap. pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku. hasil pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan. Misalnya seorang siswa disebut telah mengalami pembelajaran dalam musik.(Muhammad Surya 2004. hlm. Pembelajaran yang hanya menghasilkan perubahan satu atau . Artinya seseorang yang telah mengalami pembelajaran akan berubah perilakunya. konatif.

pada dasarnya merupakan . dan adanya tujuan yang ingin dicapai. disebut sebagai pembelajaran sebahagian (partial learning) dan bukan pembelajaran lengkap (complete learning). Jadi. pembelajaran bukan sebagai suatu benda atau keadaan yang statis. Prinsip ketiga ini mengandung makna bahwa pembelajaran itu merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan. Pembelajaran tidak dapat dilepaskan dengan interaksi individu dengan lingkungannya. Di dalam aktivitas itu terjadi adanya tahapan-tahapan aktivitas yang sistematis dan terarah. Ketiga. Keempat. Belajar tidak akan efektif tanpa adanya dorongan dan tujuan. individu akan senantiasa berada dalam berbagai aktivitas yang tidak terlepas dari lingkungannya. sehingga banyak memberikan pengalaman dari situasi nyata. Prinsip ini mengandung makna bahwa aktivitas pembelajaran itu terjadi karena adanya kebutuhan yang harus dipuaskan. Dengan demikian. suatu pembelajaran yang efektif adalah apabila pelajar-pelajar melakukan perilaku secara aktif. Perubahan perilaku yang diperoleh dari pembelajaran. Pembelajaran merupakan bentuk interaksi individu dengan lingkungannya. Jadi. proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sesuatu tujuan yang akan dicapai. pembelajaran merupakan suatu proses. maka pembelajaran akan terjadi apabila individu merasakan adanya kebutuhan yang mendorong dan ada sesuatu yang perlu dicapai untuk memenuhi kebutuhannya. pembelajaran merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.dua aspek perilaku saja. Dengan kata lain. selama proses pembelajaran itu berlangsung. Kelima. melainkan merupakan suatu rangkaian aktivitas-aktivitas yang dinamis dan saling berkaitan. pembelajaran merupakan bentuk pengalaman. Atas dasar prinsip ini. Pengalaman pada dasarnya adalah kehidupan melalui situasi yang nyata dengan tujuan tertentu.

karena kurikulumnya memang hanya memprioritaskan keterlaksanaanya proses belajar.pengalaman. problematika ini dianggap umum dan biasa saja. income dari siswa. Hal ini berarti bahwa selama individu dalam proses pembelajaran hendaknya tercipta suatu situasi kehidupan yang menyenangkan sehingga memberikan pengalaman yang berarti. agar memberi solusi kreatif yang baik. yang kemudian kita kenal dengan sebutan problematika pembelajaran. Mengamati konsep dan prinsip-prinsip pembelajaran yang dikemukakan Oemar Hamalik di atas sehubungan dengan peningkatan kualitas dan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam mentransformasikan nilai. Faktor-faktor yang tidak terpenuhi itulah menjadi permasalahan. dll. kesiapan guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pengajaran (RPP) penilaian pengajaran serta penguasaan hasil belajar dan sumber bahan. Karena itu tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan ini akan menghadapi kendala. Bagi pendidikan informal dan non formal. Sebagian ahli pendidikan Islam memandang bahwa problematika pendidikan di Indonesia terletak pada lemahnya mutu kecerdasan out put. Proses itu harus didukung oleh berbagai faktor. yang diungkapkan dalam judul ³ Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian Implimentasi KTSP terutama kesiapan madrasah dari sisi manajemen. Untuk mengetahui secara pasti problematika pembelajaran itu perlu diteliti lebih jauh. tidak dapat berlangsung dengan sendirinya. Rumusan Masalah .

Dengan mendasarkan pada latar belakang sebagaimana diuraikan diatas maka masalah yang muncul berkenaan dengan Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim diidentifikasikan sebagai berikut: 1.N) Muara Enim. 2. Untuk memperoleh deskripsi mengenai implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Kegunaan Penelitian 1. b.N) Muara Enim? 2. . 2. Apa faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Implikasi Teoritis a. Sumbangsih dalam pengembangan ilmu pendidikan khususnya teori implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Implikasi Praktis c.N) Muara Enim? Tujuan Penelitian Dengan mengacu pada latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Bagaimana implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Sebagai penelitian awal tentang implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Berguna bagi pemerintah khususnya Departemen Agama mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat satker di daerah dalam menentukan kebijakan implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist.N) Muara Enim.

kepala madrasah serta praktisi pendidikan dalam upaya menyusun KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist.(Departemen Agama RI2005. (Departemen Agama RI 2005. Kerangka Pemikiran Mata pelajaran Qur¶an Hadits merupakan salah satu mata pelajaran wajib sejak madrasah ibtidaiyah hingga madrasah aliyah. Mata pelajaran tersebut secara keseluruhan tercantum dalam kurikulum. hlm 3) Kurikulum Qur¶an HaditsMadrasah Tsanawiyah yang dikembangkan dengan pendekatan tersebut diharapkan mampu meneguhkan keimanan dan meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Sesuai dengan kerangka pikir di atas. sehingga mereka mampu hidup mandiri dan harmonis di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. sekaligus menjamin pengembangan kepribadian Indonesia yang kuat dan berakhlak mulia. Lebih mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia. Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pelaksana pendidikan di lapangan untuk mengembangkan dan melaksanakan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. kurikulum Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dikembangkan dengan pendekatan sebagai berikut: 1. pemerintah daerah. 3. .d. 2. kemampuan bekerja dan bersikap ilmiah. Lebih menitik beratkan target kompetensi daripada penguasaan materi. kecakapan hidup. pemerintah pusat.hlm 3). Kurikulum Berbasis Kompetensi yang merupakan ciri dari Kurikulum 2004 didesain untuk menjamin berlangsungnya proses pendidikan yang kondusif bagi berkembangnya potensi peserta didik. Sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi lembaga pendidikan.

106) Gambaran di atas menunjukkan bahwa masukan mentah (raw input) merupakan bahan baku yang perlu diolah. dalam hal ini diberi pengalaman belajar tertentu dalam proses belajar mengajar (teaching-learning process). agar lulusannya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah sebagai bagian yang integral dari pendidikan agama.(Ngalim Purwanto 1986. Asumsinya adalah jika pendidikan agama termasuk Qur¶an Haditsyang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan efektif. raw input. memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik. serta tuntutan desentralisasi. madrasah tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya. kurikulum madrasah dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi. maka kehidupan masyarakat akan lebih baik. Problema pembelajaran Qur¶an Hadits itu tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan pembelajarannya. hlm. peranan dan efektifitas pendidikan agama di madrasah sebagai landasan bagi pengembangan spiritual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat penting. teknologi dan seni. Dengan tanggung jawab yang besar itu menunjukkan semakin besarnya persoalan-persoalan yang menjadi problema pembelajaran Qur¶an Hadits semakin kompleks. Faktor-faktor yang dimaksud antara lain meliputi instrumental input. Hal ini dilakukan agar madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi. teaching-learning proccess dan environmental input. Dengan cara seperti itu. Terhadap didalam kegiatan pembelajaran itu turut .Dalam konteks madrasah. ilmu pengetahuan. Da1am konteks ini. Tetapi secara substansi mata pelajaran Qur¶an Hadits memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalam keseluruhan sistem maka instrumental input merupakan faktor yang sangat penting pula dan paling menentukan dalam pencapaian hasil/output yang dikehendaki. dan berfungsi sejumlah faktor yang sengaja dirancang dan dimanipulasikan (instrumental input) guna menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki (output). kemampuan kognitifnya dan sebagainya. Usia rata-rata siswa MTs kelas VII. Sedangkan yang menyangkut psikologis adalah : minatnya. Berbagai faktor tersebut berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan keluaran tertentu. Yang termasuk instrumental input atau faktor-faktor yang disengaja dirancang dan dimanipulasikan adalah: kurikulum atau bahan pelajaran. sarana dan fasilitas. Hal ini dapat dipahami karena pendidikan merupakan satu kesatuan system dimana sejumlah komponen yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. Karakteristik siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim juga mempengaruhi pola pembelajaran. Di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. guru yang memberikan pengajaran.berpengaruh pula sejumlah faktor lingkungan yang merupakan masukan lingkungan (environmental input). Mengenai fisiologis ialah bagaimana kondisi fisiknya. Secara psikologis hal ini mempengaruhi mereka saat belajar. maka yang dimaksud masukan mentah atau raw input adalah siswa. tingkat kecerdasannya. VIII dan IX adalah 13-15 tahun. panca inderanya dan sebagainya. karena instrumental input inilah yang menentukan bagaimana kegiatan pembelajaran itu akan terjadi di dalam diri si pelajar. sebagai raw input siswa memiliki karakteristik tertentu. Hal ini menunjukan bahwa siswa berada pada masa remaja awal. baik fisiologis maupun psikologis. motivasinya. bakatnya. Masa ini ditandai dengan berkembangnya sikap dependen . serta manajemen yang berlaku di sekolah yang bersangkutan.

Ia menunjukkan ciri-ciri positif dan negatif. tetapi bersama itu ia ingin memperoleh pijakan rasa aman. percaya tapi agak ragu-ragu (bimbang).. p. dan ia sering kali menunjukkan rasa ingin tahu yang semakin dewasa terhadap dirinya sendiri dan lingkungan. Remaja menunjukkan ciri-ciri fisik dan kejiwaan yang penting antara pubertas dan dewasa. Menurut Adams. sosial dan ekonomi. Menurut Zakiah Daradjat.). Periode ini adalah saat individu menggunakan kemampuan untuk menerima dan memberi. 1956. tetapi ia tidak sinonim dengan remaja. 14. 2. dan ada yang tidak percaya sama sekali atau cenderung kepada atheis. . dalam hal sikap remaja terhadap agama ada bermacam-macam. Remaja adalah periode peralihan antara masa siswa ke masa dewasa. minat seksualitas dan kecenderungan untuk merenung atau memperhatikan diri sendiri. Para ahli mengemukakan ciri-ciri remaja antara lain: 1. percaya dengan kesadaran. Pubertas merupakan bagian dari masa remaja. yaitu: ada yang percaya turut-turutan. remaja sering kali dilukiskan dengan sebutan setengah siswa setengah dewasa. dan sering kali dalam bentuk campuran yang membingungkan. 3. Remaja berjuang untuk memperoleh kebebasan. Pubertas mengacu kepada perkembangan fisik dan seks. sedangkan remaja mengacu kepada keseluruhan aspek perkembangan. untuk berkomunikasi dengan orang-orang lain dan memercayai mereka serta untuk belajar mengenai apa yang merusak atau apa yang baik bagi dirinya sendiri dan orang-orang lain (Elizabeth B. Hurlock.kepada orang tua ke arah independen. nilai-nilai etika dan isu-isu moral. Kecenderungan remaja untuk ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan sebenarnya ada dan dapat dipupuk. asal lembaga-lembaga keagamaan itu dapat mengikutsertakan remajaremaja dan memberi kedudukan yang pasti kepada mereka. Remaja juga mencakup pencarian kebebasan dalam emosi.

Oleh karena itu untuk meminimalkan adanya kendala dalam proses implimentasi tersebut perlu adanya persiapan-persiapan yang dilakukan yaitu : 1. guru.Di sisi lain. Kesiapan non materi/ sumber daya madrasah bentuk persiapan non materi madrasah dapat dilihat dari dimensi kepemimpinan kepala madrasah. yang mengajarkan bahwa yang benar ialah sesuatu yang menghasilkan kenikmatan. Fokus . potensi sekolah/madrasah. yang ditemukan ialah bahwa kenikmatan tertinggi dan paling berkesan ialah kenikmatan seksual. (Mulyasa 2006. tugas manusia ialah menikmati hidup ini sebanyak dan seintensif mungkin. dan karakteristik peserta didik. karaakteristik madrasah/daerah. Kesiapan materi/sumber daya alamiah madrasah. sosial budaya masyarakat setempat. Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang di susun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. sarana madrasah. Ironisnya. dan lingkungan madrasah yang mencakup lingkungan fisik seperti gedung dan lingkungan sosial. keuangan. saat ini remaja banyak dihadapkan pada lingkungan dan budaya yang bernuansa pragmatisme. Pergaulan seks bebas merupakan fenomena yang datang dari paham ini. 2. Demikian pula mereka diliputi oleh hedonisme. siswa dan orang tua siswa. sekularisme dan isme-isme lain yang mengajarkan bahwa yang benar dan baik ialah yang berguna. tidak terlepas dari kendala dan rintangan. bentuk persiapan materi madrasah dapat dilihat dari dimensi perangkat kurikulum. dan yang berguna itu biasanya lebih bernuansa fisik dan materialis. Itulah sebabnya pada zaman ini dapat disaksikan hampir semua kegiatan hidup dan produk manusia diarahkan ke penikmatan seksual. hedonisme. Untuk mengimplementasikan suatu program baru dalam hal kurikulum tingkat satuan pendidikan di MTs Negeri Muara Enim. hlm 8).

43). hlm. hlm. ada lima (5) langkah dalam penelitian pendidikan kualitatif: merumuskan fokus masalah. Adapun langkah-langkah pentahapan yang digunakan oleh penulis secara sederhana meliputi: . hlm 180). makanan yang halal lagi baik. setan sebagai musuh manusia. menganalisis data dan menyusun. makanan yang halan lagi baik. sikap konsekwen dan jujur. Menerapkan kaidah ilmu tajwid dalam membaca al Qur¶an.) Adapun Afif Muhammad menambahkan bahwa dalam menyusun penelitian yang menggunakan pendekatan metode deskriptif dapat menempuh langkah-langkah: menetapkan komponenkomponen atau aspek-aspek yang akan membentuk pemikiran tersebut atau apa yang disebut dengan indikator-indikator (Afif Muhammad 2003. sesama manusia. serta menarik kesimpulan (Mohammad Ali : 1993. 3. perintah menuntut ilmu. sesame manusia. cinta kepada allah dan rasul-Nya. rasul dan perintah. persatuan dan persaudaraan.kajian yang dimunculkan hanya sebatas pada peran yang di berikan masing-masing dimensi dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.163. 2. hlm 10). semangat keilmuan. Peneliti memulainya dari suatu tahapan ke tahapan berikutnya. (Standar Isi MTs 2006. Menurut Mohammad Ali. (Joko Susilo 2007. berlaku dermawan. Langkah-langkah Penelitian Dalam penelitian ini berbentuk kualitatif. mengumpulkan data. sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan. taat kepada Allah. Memahami akhlak terhadap ibu bapak. dan perintah bertaqwa. Memahami ayat al Qur¶an tentang akhlak kepada ibu bapak. menyusun kerangka kerja teoritis. Tujuan pembelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah adalah sebagai berikut : 1. meyakini kebenaran Islam dan istiqomah.

Dalam hal ini. hlm. 73). Lebih lagi. melainkan untuk memahami sepenuhnya makna fenomena dalam konteks dan untuk memberikan laporan tebal mengenai fenomena yang dikaji. maksud penelitian kualitatif tidak ditujukan untuk menghasilkan kesimpulan temuan dari sampel besar sampai populasi dengan menggunakan verifikasi statistik. karena yang diamati adalah responden dengan latar belakang implimentasi KTSP yang diterapkan dalam proses pembelajaran Qur¶an Hadist. 1988.. (Nasution.Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey lapangan. kejadian-kejadian dan kenyataan-kenyataan di lapangan. Gambaran karakteristik yang dijelaskan tersebut sesuai dengan maksud dari penelitian ini. hlm. serta untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. metode survey lapangan adalah suatu metode yang dilakukan untuk meneliti fenomena/gejala-gejala. Sedangkan sasaran penelitian kualitatif menurut Leininger yang dikutip Sirozi (2004. kondisi obyektif pelaksanaan KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim. Fokus penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang implimentasi KTSP mata pelajaran qur¶an hadits di MTs Negeri Muara Enim. Hal ini apabila menggunakan pendekatan . 90) tidak untuk mengukur sesuatu. Menurut Nasution. mendalam dan memberi jawaban yang tepat terhadap masalah yang akan diteliti digunakan penelitian kualitatif. Dipendekatan yang dapat mendiskripsikan data tersebut adalah menggunakan penelitian kualitatif. Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang lengkap.

dapat ditemukan data yang tidak teramati dan terukur secara kuantitatif. Demikian pula Mc. Dalam hal ini peneliti akan mengumpulkan data dalam situasi yang wajar. seperti nilai. berinteraksi dengan mereka dan berusaha memahami bahasa serta tafsiran mereka sendiri tentang dunia yang ada disekitarnya. hlm 221) mengemukakan bahwa ³ Pada hakekatnya penelitian kualitatif mengamati orang dalam lingkungannya. Cracken dalam (Julia Brannen 1997. 1992. langsung apa adanya tanpa dipengaruhi oleh unsur-unsur lain dari luar lingkungan. sikap mental. Peneliti tidak menggunakan angka-angka. tetapi ia menggalinya´. tetapi mengumpulkan data deskriptif dalam bentuk laporan dan uraian untuk mencari makna.kuantitatif kurang sesuai karena penelitian ini bersifat independent. Dengan menggunakan metode kualitatif. (Nasution. kebiasaan. Untuk itu peneliti berhubungan langsung dengan situasi dan sumber data yang akan diselidiki. Dengan kata lain penelitian kualitatif tidak meneliti suatu lahan kosong.) mengemukakan bahwa : ³ Di dalam penelirtian kualitatif konsep dan kategorilah yang dipersoalkan bukan kejadian atau frekuensinya. . walaupun tidak menolak angka-angka sebagai penunjang penelitian. 1998 : 121). tidak berintegrasi langsung dengan subyek sehingga akan sangat sulit sekali diungkapkan proses kegiatan yang berlangsung. wawancara dan dokumentasi. keyakinan dan budaya yang dianut oleh seseorang atau kelompok dalam lingkungan tertentu.hlm 97. Teknik Pengumpulan Data Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif selain sebagai perencana sekaligus juga sebagai pelaksanan pengumpul data atau sebagai instrument (Moeloeng. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi.

2.1. 1998 : 126). 1998 : 135). yaitu : . Patton (1990 ) 135 ± 136) mengemukakan pilihan teknik wawancara. Teknik pengamatan sangat dimungkinkan pengamat melihat dan mengamati sendiri. Sedangkan pengamatan tanpa berperan serta pengamat hanya melakukan satu fungsi. Pada pengamatan berperan serta. tempat kegiatan orang-orang yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan makna apa yang diamati menurut perspektif pengamat (Patton. kemudian mencatat perilaku dan kejadian seperti keadaan yang sebenarnya. pengamat melakukan dua peran sekaligus. Percakapan dilakukan antara peneliti yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong. karena : a). pengamatan dimanfaatkan secara optimal. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti memahami situasi-situasi yang rumit dan perilaku yang kompleks Pengamatan dapat diklasifikasikan atas pengamatan melalui cara berperan serta dan yang tidak berperan serta (Moeleong. d). Observasi Tujuan dari observasi adalah dengan mendiskripsikan seting yang diamati. Menurut Guba dan Lincoln (1981) ada bebearapa alasan mengapa dalam penelitian kualitatif. 1990 : 202). Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan yang langsung diperoleh dari data lapangan. c). Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung b). Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. yaitu mengadakan pengamatan. yaitu sebagai pengamat dan sekaligus menjadi anggota resmi dari kelompok yang diamati. Pengamatan merupakan jalan terbaik untuk mengecek kepercayaan data. e).

Wawancara dilakukan pada latar alamiah. sehingga diperoleh keadaan studi dalam konteks tertentu. c) studi dokumentasi juga dilakukan untuk mendapatkan data yang tidak diperoleh melalui tehnik lainnya. dibutuhkan adanya informan yang dipilih guna mendapatkan informasi sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuannya. Wawancara pembicara informal (the informal conversational interview). Dalam penelitian ini teknik wawancara yang digunakan adalah teknik pertama dan kedua. baik itu kepada para dewan guru mata pelajaran Qur¶an Hadis atau guru agama lainnya. b) wawancara secara terbuka. b). Untuk meliput sumber data. Wawancara dilakukan berdasar pada kerangka dan garis besar pokok-pokok yang dituangkan dalam pertanyaan disesuaikan dengan keadaan responden dalam konteks wawancara sebenarnya. Menggunakan petunjuk umum wawancara (the general interview guide approach). Pemilihan informan dihentikan setelah variasi dan . c). Pertanyaan yang diajukan sangat tergantung pada pewawancara itu sendiri dan sponanitasnya dalam mengajukan pertanyaan. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui : a) observasi (pengamatan) lapangan secara langsung untuk mendapatkan data sebenarnya.a). Wawancara baku terbuka (the standardized open-ended interview). serta mengutamakan pandangan dan pendirian responden. Wawancara ini menggunakan seperangkat pertanyaan baku. namun sebagaian terstruktur dan mendalam. Wawancara informal banyak digunakan dengan para responden yang langsung merasakan akibat dari pelaksanaan kebijakan pengembangan KTSP. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan terjadinya bias-bias atau ³kemencengan´. Subyek yang menjadi sumber informasi dipilih sesuai dengan focus dan tujuan penelitian.

Metode wawancara digunakan guna memperoleh keterangan tentang kejadian yang oleh peneliti tidak dapat diamati sendiri secara langsung. tidak dapat dipisahpisahkan ke dalam variable-variabel. Bentuk instrument lain mungkin digunakan dalam penelitian. karena mungkin peneliti tidak mampu mencatat secara langsung di lapangan hasil wawancara dengan responden. yaitu ditandai dengan tidak adanya variasi informasi baru yang diperoleh. sehingga dalam metode penelitian ini tidak ada pilihan lain selain manusia sebagai instrument utama penelitian. Dalam pelaksanaannya. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. . Instrumen pengumpulan data didalam penelitian ini.kedalaman informasi telah diperoleh secara maksimal. Alat rekam yang digunakan adalah kamera. seperti pada pandangan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Peneliti mengutamakan pengamatan kejadian apa adanya. yaitu pengamatan dilakukan secara langsung terhadap implementasi pelaksanaan KTSP Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi MTs Negeri Muara Enim. Alat potret digunakan untuk mengambil gambar kejadian atau situasi yang dianggap penting dan sesuai dengan tujuan penelitian. pengumpulan data di lapangan menggunakan alat bantu berupa alat rekam dan alat potret. baik itu terjadi di masa lampau ataupun karena tidak memungkinkan untuk hadir di tempat kejadian. tetapi unsur manusia adalah tetap merupakan instrument yang paling utama. asumsi yang digunakan dalam memandang realitas adalah bahwa realitas bersifat menyeluruh ( holistik ). Operasionalisasinya dilakukan dengan mengadakan wawancara secara mendalam kepada berbagai informan lain sehubungan dengan pokok masalah yang akan diteliti.

tahap verifikasi data. langkah-langkah . Pertama. Kedua. Data yang masuk kemudian ditafsirkan. penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber sebagai kesimpulan sementara sambil mencari data pendukung kesimpulan tersebut. tujuan penelitian. kegunaan penelitian. tahap penyajian data. rumusan masalah. tahap reduksi data. kerangka pemikiran. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tesis ini disusun dalam lima bab. dipahami. dijelaskan. Dalam bagian ini dikemukakan latar belakang masalah. yaitu : Bab 1 merupakan bagian pendahuluan. berupa penyampaian informasi yang diperlukan dalam penelitian berdasarkan data yang sudah direduksi dan disusun secara runtut. 29). diramalkan. hlm. Ketiga. dan bahkan direvisi redaksinya. yaitu proses pemilihan data kasar dan masih mentah yang diperoleh dari kajian dokumen dan wawancara. Semua data yang relevan dianalisis dan disampaikan dengan kata atau gambar. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. sehingga memberi makna pada setiap rangkuman sesuai dengan materi pokok penelitian. Dalam model ini ada tiga komponen analisis. Hal ini mengacu pada pendapat Gulo (2002. bahwa analisis data bertujuan untuk mengetahui karakteristik setiap variable dan menguraikan makna yang dinyatakan oleh penjelasan responden. Kegiatan ini berlangsung secara terus menerus selama penelitian melalui tahapan membuat ringkasan.Teknik Analisis Data Analisis data sebagai proses menguraikan data menjadi komponen-komponen yang membentuknya yang dinyatakan oleh penjelasan responden.

teknik analisis data. Bab 5 merupakan bagian akhir dari pembahasan penelitian ini.standar kompetensi dan kompetensi dasar al qur¶an hadist. dan lokasi penelitian. Bab 4 merupakan hasil penelitian yang memaparkan implementasi KTSP dari segi perencanaan. dasar dan tujuan KTSP. Standar kompetensi lulusan MTs. Bab 2 merupakan bagian kerangka teori yang berisi pengertian KTSP. sistematika penulisan. keadaan guru.penelitian. keadaan bangunan. tata letak (lay out) format halaman. kondisi geografis. prinsip pengembangan dan pelaksanaan kurikulum MTs. dasar kebijakan dan karakteristik KTSP. plus minus KTSP. Selanjutnya juga bab ini membahas faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP dari segi perencanaan. yaitu bagian penutup yang memuat kesimpulan. RPP al qur¶an hadist. Bab 3 merupakan kondisi Umum MTsN Muara Enim yang meliputi sejarah singkat. pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran Qur¶an haditsdi MTsN Muara Enim. dan prestasi ujian nasional selama tiga tahun di MTs Negeri Muara Enim. dan saran-saran. Untuk itu perlu dikemukakan bahwa secara teknis ukuran jumlah halaman. Sistematika penulisan ini nantinya sekaligus menjadi panduan bagi penulis untuk menyusun hasil penelitian tesis. jenis penelitian. segi pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran qur¶an haditsdi MTs Negeri Muara Enim. teknik pengumpulan data. penggunaan kutipan dan system referensi . model silabus KTSP. model kurikulum Madrasah Tsanawiyah. visi dan misi serta tujuan MTsN Muara Enim. qur¶an hadits sebagai mata pelajaran di Madrasah Tsanawiyah.

. Selain itu pihak Mapenda kantor Departemen Agama Kabupaten Muara Enim juga memberikan izin dan dukungan sepenuhnya. Hal ini dipilih berdasarkan observasi studi pendahuluan peneliti. Di samping itu pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim yang diwakili oleh kepala sekolah dan dewan guru memberikan izin dan menyambut baik niat penulis untuk melakukan penelitian di MTs Negeri Muara Enim. (2005). (1991). untuk keperluan yang lebih praktis dan operasional bentuk gaya penulisan.penulisan hasil penelitian tesis ini menggunakan pedoman penulisan tesis yang disusun oleh Sirozi et al. Di lokasi tersebut nampak adanya masalah yang relevan dengan penelitian ini. penulis mengembangakan dan menggunakan panduan yang disusun Abizar et. Lokasi Penelitian Penelitian ini memfokuskan pada masalah implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. ada di tempat tersebut. Sedangkan khusus penulisan laporan Bab 4 bagian yang memaparkan temuan hasil penelitian.al. bahwa masalah yang menjadi fokus penelitian yang sedang dikaji penulis. serta siap membatu penelitian ini sampai selesai. Panduan Penulisan Karya Ilmiah: menulis Tesis efektif dan Efisien. Buku Panduan Penulisan.

Susunan Organisasi. b. c. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. d. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Standar Kompentesi Lulusan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan . Pasal 1 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan pada : a. Tugas. 2. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 sampai dengan Pasal 38. 6. Fungsi. dan Tatakerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH. enimbang : bahwa agar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dapat dilaksanakan di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah secara baik.PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 5 sampai dengan Pasal 18. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan Pasal 25 sampai dengan Pasal 27. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 4.

sekolah menengah kejuruan (SMK).tahun II : kelas 1.Menengah. (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah paling lambat tahun ajaran 2009/2010. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing.2. untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus. dan 3. madrasah ibtidaiyah (MI).4. (5) Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau Komite Madrasah. sekolah menengah atas (SMA). Pasal 3 (1) Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk sekolah menengah pertama (SMP). untuk satuan pendidikan dasar. dan sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) : .tahun III : kelas 1.tahun II : kelas 1 dan 2.2. . madrasah tsanawiyah (MTs). 2 (3) Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah memperhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). .5 dan 6. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/kota masing-masing.2. (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004. madrasah aliyah (MA).tahun III : kelas 1. (5) Penyimpangan terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan setelah mendapat izin Menteri Pendidikan Nasional. (2) Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun. (3) Satuan pendidikan dasar dan menengah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah untuk semua tingkatan kelasnya mulai tahun ajaran 2006/2007. (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP.3. . Untuk sekolah dasar (SD). .tahun I : kelas 1 dan 4. . Pasal 2 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mulai tahun ajaran 2006/2007. dan 5. sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB). dan sekolah dasar luar biasa (SDLB): .tahun I : kelas 1. b.4. dengan tahapan : a. madrasah aliyah kejuruan (MAK).

madrasah tsanawiyah (MTs). Pasal 4 (1) BSNP melakukan pemantauan perkembangan dan evaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar 3 Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. menggandakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP kepada dinas pendidikan provinsi. mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus. serta mendistribusikannya kepada setiap satuan pendidikan secara nasional. dinas pendidikan kabupaten/kota. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan yang bersangkutan. melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mendukung penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. untuk satuan pendidikan madrasah ibtidaiyah (MI). melalui LPMP. (2) BSNP dapat mengajukan usul revisi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan keperluan berdasarkan pemantauan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 6 Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan: a. b. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP. c. madrasah aliyah (MA). c. Pasal 7 Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional: a. Pasal 5 Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah: a. b. pengawas. b. terhadap guru. dan dewan pendidikan. dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP. pada tingkat satuan pendidikan. . secara nasional. mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.(3) Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan/atau Pusat Pengembangan dan Penataran Guru (PPPG). kepala sekolah. membantu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam penjaminan mutu satuan pendidikan dasar dan menengah agar dapat memenuhi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

bekerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dasar dan menengah dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah. Nomor 060/U/1993 tentang Kurikulum Pendidikan Dasar. Pasal 8 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: a. dan d. b. dan mengevaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya. Nomor 0126/U/1994 tentang Kurikulum Pendidikan Luar Biasa. Pasal 9 Sekretariat Jenderal melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya dan berkoordinasi dengan Departemen Pendidikan Nasional. kepada pemangku kepentingan umum. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : a. memonitor secara nasional penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Nomor 061/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Umum. f. c. mengevaluasinya. mengusahakan secara nasional sesuai dengan kewenangannya agar sarana. di kalangan lembaga pendidikan tenaga keguruan (LPTK). dan sumber daya manusia satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. b. dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau Menteri.d. prasarana. memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK yang mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan 4 Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. memantau. mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. c. dinyatakan tidak berlaku bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sejak satuan pendidikan dasar dan . melakukan supervisi. Pasal 10 Departemen lain yang menyelenggarakan satuan pendidikan dasar dan menengah : a. b. Nomor 080/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan. Pasal 11 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. e.

TTD. Meyakini kemahakuasaan Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai Maha Pencipta. SEKOLAH DASAR (SD)/ MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) a. Pendidikan Agama Islam SD/MI 1. Memahami kasih Allah melalui keberadaan dirinya 2. Peserta didik memahami dan mencintai Allah sebagai Bapa Pencipta dan Penyelenggara seperti dikisahkan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan meneladani Yesus Kristus sebagai Penyelamat hidup umat manusia. membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur¶an. Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar 3. Tri Mala. Pendidikan Agama Kristen SD 1. Memahami ajaran Panca Sradha dan Tri Sarira 3. d.menengah yang bersangkutan melaksanakan Peraturan Menteri ini sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3. Memelihara ciptaan Allah lainnya dalam hidup sehari-hari c. Peserta didik memahami hidup beriman yang terlibat dalam masyarakat sebagai perwujudan imannya. Memahami tari-tari Keagamaan. Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji 5. keluarga dan teman 3. bernyanyi serta melakukan perbuatan-perbuatan nyata 2. dan sejarah perkembangan Hindu sebelum dan sesudah kemerdekaan . Peserta didik memahami Gereja sebagai persekutuan Umat Allah dan sebagai Sakramen keselamatan yang diutus ke dalam dunia dan Roh Kudus yang diutus Yesus sebagai jiwa Gereja yang senantiasa menyertainya. Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi b. Dasa Yama dan Dasa Nyama Bratha dalam kehidupan sehari-hari 4. Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela 4. Menanggapi kasih Allah dengan mengasihi orangtua. Panca Nyama Bratha. Memahami ajaran Susila yang meliputi: Tri Kaya Parisudha. 3. mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-µAlaq 2. Beribadah kepada Tuhan sebagai ucapan syukur melalui doa dan membaca Alkitab 4. BAMBANG SUDIBYO 5 Lampiran: Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kelulusan C. Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai karunia Tuhan dan mengungkapkan rasa syukurnya dengan berdoa. Memahami Bhuana Agung dan Bhuana Alit 11. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Juni 2006 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Memahami orang suci agama Hindu dan tugas dan kewajiban orang suci 8. Panca Yama. Tri Purusa dan Cadhu Sakti 2. Catur Paramita. Pendidikan Agama Katolik SD 1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN 1. Menerapkan Panca Yadnya secara Nitya Karma dan Naimitika Karma dalam kehidupan sehari-hari 6. Memahami hari-hari suci keagamaan dan dasar-dasar hari suci (Wariga) 9. Pasal 12 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. lagu-lagu kerohanian (Yadnya). menghafal. Menyebutkan. 4. Tri Parartha. Tri Murti. Catur Guru. Mengenal pemimpin yang baik dan patut diteladani di wilayahnya 10. Mendemonstrasikan pemahaman sikap-sikap sembahyang Tri Sandhya dan sarana sembahyang 5. Pendidikan Agama Hindu SD 1. Memahami Weda sebagai kitab suci dan wahyu Sang Hyang Widhi (Tuhan) 7.

Memahami makna keutuhan negara kesatuan Republik iIndonesia. pesan. dialog. panjang. debit.e. dan kreatif untuk memecahkan masalah 7. pidato. deskripsi peristiwa dan benda di sekitar. deklamasi. perasaan. Menulis Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran. pantun. Memahami hubungan Indonesia dengan negara tetangga dan politik luar negeri g. kritis. Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa 10. kebiasaan. formulir. sudut. deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar. kecepatan. percakapan telepon. laporan. tegur sapa. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2. mengurutkan data. dan informasi dalam kegiatan perkenalan. meditasi (samadhi). surat. cerita. penyajian data dengan tabel. peraturan. cerita. percakapan sederhana. dan drama 4. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (sila). Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masing-masing aliran 5. dan informasi dalam bentuk karangan sederhana. diskusi. teks pidato. Memahami sistem pemerintahan. petunjuk. drama. teks panjang. perasaan. Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat. Memiliki kemampuan dasar untuk memahami dan meyakini agamanya serta menerapkannya dalam bertutur. Menampilkan perilaku jujur. kebiasaan. Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama 8. serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita. wawancara. dengan kepatuhan terhadap undangundang. pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng. pengumuman. serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 4. Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana. dan pantun h. rerata hitung. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk. pelaporan hasil pengamatan. luas. parafrase. serta karya sastra berbentuk dongeng. Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah 4. Pendidikan Agama Buddha SD 1. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 2. berbuat dan berperilaku 3. modus. puisi. dan puisi 3. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari . dan kebijaksanaan (panna) 2. gambar dan grafik (diagram). disiplin. dongeng. memberi petunjuk. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis. Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 3. petunjuk. cerita. ringkasan. Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI 1. waktu. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan. volume. berita. Memahami lambang-lambang agama Buddha 9. rentangan data. Matematika SD/MI 1. puisi. pantun dan cerita rakyat 2. percakapan. pantun. dan para siswa utama Buddha 6 6. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 3. dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi. unsur-unsur dan sifat-sifatnya. adat istiadat. Mendengarkan Memahami wacana lisan berbentuk perintah. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran. sikap dan kepribadian Buddha. Bodhisattva. sesuai dengan nilai-nilai pancasila 7. drama. Meneladani sifat. Bahasa Indonesia SD/MI 1. dan menghargai keputusan bersama 9. pengumuman. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya 4. Memahami hidup tertib dan gotong royong 5. senang bekerja dan anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. baik pada tingkat daerah maupun pusat 8. penjelasan. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di SMP f. operasi hitung dan sifat-sifatnya. Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 5. Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis 6. Memahami konsep pengumpulan data.

daerah dan Nusantara 3. Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 7. Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI 1. perubahan dan manfaatnya 6. keadaan sosial negara di Asia Tenggara serta benuabenua 8. serta mewujudkan sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga 2. Memahami berbagai bentuk energi. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa terapan melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang ada di daerah setempat 2. Memahami sejarah. dan perlengkapan tari daerah setempat 2. hewan. Memahami matahari sebagai pusat tata surya. daerah dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana daerah setempat Seni Tari 1. Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan menceritakan hasil pengamatannya secara lisan dan tertulis 2. kenampakan alam. Memiliki kemampuan berpikir logis. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7. Mengenal sumber daya alam. kritis. keragaman suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia 6. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara melalui pembuatan benda kreatif yang sesuai dengan potensi daerah setempat Seni Musik 1. serta kerja sama di antara keduanya 3. dan kegunaannya 5. busana. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis dan gabungan terhadap berbagai musik/lagu wajib. serta fungsinya dan perubahan pada makhluk hidup 7 4. serta manfaat hewan dan tumbuhan bagi manusia. Mengenal gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga. Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa murni melalui pembuatan relief dari bahan plastisin/tanah liat yang ada di daerah setempat 3. kegiatan ekonomi. kenampakan dan perubahan permukaan bumi. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional. Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik sederhana daerah setempat 2. Seni Budaya dan Keterampilan SD/MI Seni Rupa 1. Memahami peranan Indonesia di era global k. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan . Memahami beragam sifat benda hubungannya dengan penyusunnya. dan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya 3. dan tumbuhan. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi dengan tema bebas 5. Memahami perkembangan wilayah Indonesia. perubahan wujud benda. Memahami bagian-bagian tubuh pada manusia. dan hubungan peristiwa alam dengan kegiatan manusia j. dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 4. dan kreatif i. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak. serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi bencana alam 9.6. manusia dan kehidupannya serta motif hias dengan teknik batik 4. dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 5. Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan lagu wajib. Memahami identitas diri dan keluarga. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi bertema hewan. upaya pelestariannya.

Olahraga dan Kesehatan SD/MI 1. dan perlengkapan tari Nusantara 3. Mengapresiasi dan mengekspresikan perpaduan karya seni tari dan musik Nusantara Keterampilan 1. dan lingkungan sekitar 2. dan jalan dalam permainan sederhana serta nilai-nilai dasar sportivitas seperti kejujuran. mengenal makanan sehat. dan lingkungan sekitar 3. dan lingkungan sekitar 4. Mempraktekkan latihan kebugaran dalam bentuk meningkatkan daya tahan kekuatan otot. sekolah. Mempraktekkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di luar sekolah seperti perkemahan. kerjasama. senam kesegaran jasmani (SKJ). dan cerita sangat sederhana yang disampaikan secara lisan dalam konteks kelas. mengenal berbagai penyakit dan pencegahannya serta menghindarkan diri dari narkoba m. Memahami budaya hidup sehat dalam bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. lompat. Membaca Membaca nyaring dan memahami makna dalam instruksi. dan aerobik 3. Menulis Menuliskan kata. Mempraktekkan gerak ketangkasan seperti ketangkasan dengan dan tanpa alat. serta senam lantai 4. sekolah. dan teks fungsional pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat . piknik. kelenturan serta koordinasi otot 6. sekolah. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sangat sederhana dalam bentuk instruksi dan informasi dalam konteks kelas. busana. Pendidikan Jasmani. Mempraktekkan gerak ritmik meliputi senam pagi. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan anyaman dengan menggunakan berbagai bahan 4. Mendengarkan Memahami instruksi. dan lain-lain 8 2. informasi.gerak. dan lain-lain 7. dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana yang disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas. ungkapan. Mempraktekkan gerak dasar renang dalam berbagai gaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 5. informasi. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan daerah setempat dengan teknik konstruksi 2. teks fungsional pendek. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan dan benda permainan dengan teknik meronce dan makrame 3. Mempraktekkan gerak dasar lari. Bahasa Inggris SD/MI 1. Mengapresiasi dan membuat karya benda mainan beroda dengan menggunakan berbagai bahan l.

prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. yaitu : 1. dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar. (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan. strategi. dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. 2. . prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran. Dalam pengembangan kurikulum.3. seperti : politikus. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. dan efektivitas. secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum. orang tua peserta didik. Prinsip fleksibilitas. sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Prinsip Pengembangan Kurikulum Posted on 31 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip ± prinsip umum : relevansi. Dalam hal ini. dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes. praktis. Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis). tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. kontinuitas. Dalam pengembangan kurikulum. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. namun di dalamnya melibatkan banyak orang. Prinsip relevansi. bahan. serta unsur ± unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. pengusaha. organisasi dan evaluasi). didalamnya mencakup: perencanaan. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). fleksibilitas. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. penerapan dan evaluasi.

Prinsip efektivitas. kebutuhan. kebutuhan. terdapat sejumlah prinsipprinsip yang harus dipenuhi. Prinsip kontinuitas. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. yaitu : 1. muatan lokal. maupun secara horizontal. dan seni. antar jenjang pendidikan. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. Menyeluruh dan berkesinambungan. pengembangan keterampilan pribadi. Oleh karena itu. biaya. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. berilmu. serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. baik yang di dalam tingkat kelas.memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan. dan seni. dan jenjang serta jenis pendidikan. kreatif. teknologi. Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 3. 3. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. perkembangan. kondisi daerah. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. keterampilan sosial. Prinsip efisiensi. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. keterampilan berpikir. yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir. tanpa membedakan agama. perkembangan. 4. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. teknologi. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. Berpusat pada potensi. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. 5. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan pengembangan diri secara terpadu. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. dunia usaha dan dunia kerja. suku. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. cakap. dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal. serta status sosial ekonomi dan gender. baik secara kualitas maupun kuantitas. 4. sehat. maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. 5. 2. Belajar sepanjang hayat. keterampilan akademik. budaya dan adat istiadat. berakhlak mulia. baik secara vertikal. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu. 6. . Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. yakni adanya kesinambungandalam kurikulum.

blogspot. dan minat peserta o Keragaman potensi daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Perkembangan ilmu pengetahuan. serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan PENGEMBANGAN KURIKULUM: Suatu proses untuk membuat keputusan tentang tujuan. nonformal dan informal. Kewenangan Pengembangan Kurikulum Pemerintah Pusat Kelompok/Satuan Pendidikan Komite Sekolah Silabus Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Diknas/Depag Prop Diknas/Depag Kab/Kota Koordinasi & Supervisi Dikmen Koordinasi & Supervisi Diksar galerysabar. kecerdasan. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. dan seni o Agama o Dinamika perkembangan global o persatuan nasional dan nilai-nilai keagamaan galerysabar. Prinsip Pengembangan Kurikulum o Peningkatan iman dan taqwa o Peningkatan akhlaq mulia o Peningkatan potensi. Galerysabar. Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya.blogspot. Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum.Presentation Transcript 1.Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal.blogspot. banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . dan apakah tujuan dan sarana tersebut serasi dan efektif 2. berbangsa dan bernegara. Kurikulum Pembelajaran Tujuan (Output) Proses Input Hubungan Kurikulum dan Pembelajaran B . yang justru tampaknya sering kali terabaikan. tentang bagaimana tujuan direalisasikan melalui proses belajar-mengajar. dan bahan pelajaran. 7. isi. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.com 5. dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.com KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN KURIKULUM: Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran .com Tujuan Isi/ Bahan Cara/Strategi dan Organisasi Orientasi (diagnosis kebutuhan) Evaluasi Implementasi Pengembangan Ujicoba Kurikulum Pengembangan Kurikulum 4.com . Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. teknologi.Tajudin 3.blogspot. galerysabar.

budaya. dan etos o kerja o Dikmen: o memberikan kemampuan minimal bagi lulusan untuk melanjutkan o pendidikan dan hidup dalam masyarakat o menyiapkan sebagai besar warga negara menuju masyarakat o belajar pada masa yang akan datang o menyiapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang memahami o dan menginternalisasi perangkat gagasan dan nilai masyarakat o beradan dan cerdas. galerysabar. kecakapan. kecakapan. kewirausahaan. menulis. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) KOMPETENSI o SMP/MTs: o meyakini. memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memiliki dasar humaniora utk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan o menguasai pengetahuan dan ketrampilan akademik serta beretos belajar o untuk melanjutkan pendidikan o mengalihgunakan kemampuan akademik dan ketrampilan hidup di masyarakat o lokal dan global o Berekspresi dan menghargai seni .6. kreatif inovatif. dan ketrampilan yang kuat untuk mengadakan hubungn timbal balik dengan lingkungan sosial. tanggungjawab. dan kreatif o menumbuhkan sikap toleran. kritis. kritis. dan o kecakapan emosional o memberikan dasar ketrampilan hidup. dan berhitung o mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan o berpikir logis.blogspot. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) MISI o Diksar: o menanamkan dasar perilaku berbudi pekerti dan berakhlaq mulia o menumbuhkn dasar kemahiran membaca. bugar.blogspot. dan pengetahuan yang kuat dan memadai untuk mengemangkan potensi dirinya secara optimal sehingga memiliki ketahanan dan keberhasilan dalam pendidikan lanjutan atau dalam kehidupan yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman Dikmen: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter. memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memahami dan menjalankan hak serta kewajiban untuk berkarya dan o memanfaatkan lingkungan secara bertanggungjawab o berpikir secara logis.com 8. kemandirian. galerysabar. serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi . serta o berkomunikasi melalui berbagai media o menyenangi dan menghargai seni o menjalankan pola hidup bersih.com 7. dan sehat o berpartisipasi dlm kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga thd o bangsa dan tanah air o SMA/MA: o meyakini. dan alam sekitar. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) VISI Diksar: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter. ketrampilan. memecahkan masalah.

pendekatan PAKEM. Berpikir Reflektif. Struktur Program Kurikulum SMA (IPS) 1 jam = 45 menit. Sejarah 3 .Sosiologi (termasuk Antropologi) 2 2 . Pengetahuan Sosial (Ekon. Ekstra Kurikuler ¢ Pengayaan. Tinggi o Penyusunan Silabus (dpt dilakukan oleh sekolah) o Keg. Bhs. Sedang. Pend.Perncis.Kimia *) 3 3 4 5 4 5 14... Jasmani 2 2 2 2 2 2 8.TIK/Ketrampilan Jumlah 36 36 36 36 34 32 11.14. Sejarah 3 .. Sastra Indonesia *) .. Bhs & Sastra Indo. Struktur Program Kurikulum SMA (IPA) 1 jam = 45 menit.Mand) *) . 34 mgu/smt galerysabar.Sosiologi (termasuk Antrpologi) *) 2 2 4 4 4 4 12.Bio. Struktur Program Kurikulum SMA (Bahasa) galerysabar.Biologi 3 3 ..3 2 2 2 2 10.. dan bernegara secara demokratis.2 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 12. Geogsos) 3 3 3 6.12..15.... Pend.com 9. galerysabar.3. Budi Pekerti ¢ bukan MP tetapi program pendidikan o Akselerasi Belajar ¢ dilakukan a.11.3 3 3 3 9.3 3 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 13.Kim...2 10. Bhs & Sastra Indo.Kimia 3 3 .. lain o Tenaga Guru ¢ Guru MP yang bersertifikasi secara periodik o Sumber & Sarana Belajar ¢ Buku Terbitan pemerintah/swasta o Bahasa pengantar ¢ dpt menggunakan selain bahasa Indonesia o Nilai-nilai Pancasila ¢ dilakukan melalui berbagai keg.TIK/Ketrampilan . Agama 2 2 2 2 2 2 2.. Kesenian 2 2 2 9. Bhs.13..2 9. Konstruktivisme. 34 mgu/smt galerysabar.Kimia 3 3 . dan kebugaran jasmani Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dlm kehidupan bermasyarakat. Geografi . Muatan Lokal (maks) 4 4 4 Jumlah (maks) 37 7 37 10.Sosiologi (termasuk Antrpologi) 2 2 ..com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1. Inggris 4 4 4 4 4 4 5. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8.. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 3. Bhs & Sastra Indo.. Multikecerdasan o Keg.12.Biologi *) 3 3 5 4 5 4 15.Ekonomi *) 2 2 5 5 5 5 11. Matematika 6 6 6 4. Kesenian 2 2 2 2 . Kesenian 2 2 3 3 2 2 7.. Bhs...13.4 4 4 4 16.. Bhs Indo.2 . Inggris 4 4 4 4 4 4 5. dan keg.blogspot.blogspot.. Kewarganegaraan *) 2 2 2 2 2 2 3.7.2 .. Pend. Matematika *) 4 4 5 5 5 5 6.Ekonomi ) 2 2.3 .. Perbaikan. o Belajar Tuntas. Inggris 4 4 4 7.Biologi 3 3 .Jer.Ekonomi 2 2 . 6 6 6 3..Fisika 3 3 . Pend.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1. o Pendukung Pelaksanaan Kuikulum o Kalender Pendidikan ¢ hari efektif = 200-240 hari o Diversifikasi Kurikulum ¢ Kelompok Normal.Fisika 3 3 . Pend. Geografi . minm 30 jam/minggu. Bhs.5 5 5 4 17.blogspot. Agama 2 2 2 2 2 2 2. Agama 2 2 2 2.Jpn.blogspot.. Kurikuler & pendekatan ¢ 5 atau 6 hari. kesehatan.. berbangsa. Sejarah *) 3 .15.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls VII Kls VIII Kls IX 1.10. Geografi *) .7. Agama 2 2 2 2 2 2 2.14. Pend. TIK/Ketrampilan *) . Matematika 4 4 4 4 4 4 6.. Kesenian 2 2 2 2 . 4 4 3 3 3 3 4. Pend... Jasmani 2 2 2 2 2 2 8.. melalui modul atau lembar kerja . sekolah o Pend.11.blogspot. Pend..l.3 3 3 3 9. Matematika 4 4 2 2 2 2 6. Jasmani 2 2 2 8. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 . *) 4 4 4 4 4 4 4. Bhs Asing Lain (Arb... minm 30 jam/minggu. Struktur Program Kurikulum SMP 1 jam pel = 45 menit galerysabar. Pemecahan Masalah. 4 4 3 3 3 3 4.. Ketrampilan/TIK 2 2 2 10. Inggris *) 4 4 6 6 6 6 5..Fisika *) 3 3 5 5 5 5 13.Geografi fisik) 6 6 6 5.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1.. Sains (Fis.3 .o o o Menjaga kebersihan.

o o Remidial & Pengayaan BK Pendidikan oleh Guru BP galerysabar.blogspot.com .