Pendahuluan Sejak zaman penjajahan, bangsa Indonesia telah memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Namun pelaksanaannya masih diwarnai oleh kepentingan politik kaum penjajah, sehingga tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan mereka. Setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, bangsa Indonesiapun menunjukan kepeduliannya terhadap pendidikan. Hal itu terbukti dengan menempatkan usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan nasional bangsa Indonesia. Sebagaimana tertulis dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi : Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban duniayang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan negara republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (BP 7 Pusat, 1990:1). Dengan demikian maka tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan bangsa Indonesia, yang sekarang ini tujuan pendidikan tersebut dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU sisdiknas) BAB II pasal 3 yang berbunyi sebagai berikut : Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Agar tujuan tersebut dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan suatu alat untuk mencapainya, yaitu ³segala sesuatu yang secara langsung membantu terlaksananya tujuan pendidikan´ (Barnadib, 1987:96). Sehubungan dengan alat pendidikan ini, Ahmad Supardi (1989:9), membagi alat pendidikan ke dalam dua bagian, yaitu : 1. Alat pisik, berupa segala perlengkapan pendidikan yang berupa sarana dan fasilitas dalam bentuk konkrit, seperti bangunan, alat tulis dan baca dan lain sebagainya. 2. Alat non pisik, berupa kurikulum, pendekatan, metode dan tindakan berupa hadiah dan hukuman serta uswatun hasanah atau contoh teladan yang baik dari pendidik. Berdasarkan pembagian alat pendidikan yang dikemukakan Ahmad Supardi di atas, jelaslah bahwa salah satu dari alat pendidikan diantaranya adalah kurikulum.

Sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, kurikulum harus mencerminkan kepada falsafah sebagai pandangan hidup suatu bangsa, karena ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan bangsa itu kelak, banyak ditentukan dan tergambarkan dalam kurikulum pendidikan bangsa tersebut. Sering terjadi jika suatu negara mengalami perubahan pemerintahan, politik pemerintahan itu mempengaruhi pula bidang pendidikan yang sering mengakibatkan terjadinya perubahan kurikulum tang berlaku. Sebagai contoh sebelum Indonesia merdeka setidaknya telah terjadi dua kali perubahan kurikulum, yang pertama ketika di jajah belanda kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya. Kedua ketika dijajah Jepang kurikulum disesuaikan dengan kepentingan politiknya yang bersemangatkan kemiliteran dan kebangunan Asia Timur Raya. Kemudia setelah Indonesia merdeka pra orde baru terjadi pula dua kali perubahan kurikulum, yang pertama dilakukan dengan dikeluarkannya retjcana pelajaran tahun 1947 yang menggantikan seluruh sistem pendidikan kolonial, kemudian pada tahun 1952 kurikulum ini mengalami penyempurnaan dan dan diberinana rentjana Pelajaran terurai 1952.Perubahan kedua terjadi dengan dikeluarkannya rentjana pendidikan tahun 1964, perubahan tersebut terjadi karena merasa perlunya peningkatan dan pengejaran segala ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu alam dan matematika. Saat orde baru terlahirpun kurikulum mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan pertama terjadi dengan dikeluarkannya kurikulum 1968 yang didasari oleh adanya tuntutan untuk mengadakan perubahan secara radikal pemerintahan orde lama dalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Perubahan kedua terjadi dengan diterbitkannya kurikulum tahun 1975 (disempurnakan dengan kurikulum 1976 dan 1977). Perubahan ketiga terjadi dengan diberlakuannya kurikulum tahun 1984. Dan Perubahan keempat terjadi Ketika di negara kita diberlakukan Undang-undang Sistem pendidikan Nasional (UUSPN) pada tahun 1989 beserta seperangkat peraturan pemerintah yang mengatur lebih lanjut pelaksanaan UUSPN tersebut, menyebabkan perlunya pembuatan atau penyusunan kurikulum yang sesuai dengan rumusan pasal-pasal yang tercantum dalam UUSPN dan peraturan pemerintahnya. Maka pada Tahun 1994 di negara kita diberlakukan kurikulum baru sesuai dengan keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. Perubahan dan perbaikan kurikulum itu wajar terjadi dan memang harus terjadi, karena kurikulum yang disajikan harus senantiasa sesuai dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Subandijah (1993:3), bahwa : Apabila kurikulum itu dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka kurikulum dalam kedudukannya harus memiliki sipat anticipatori, bukan hanya sebagai reportorial. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus dapat meramalkan kejadian di masa yang akan datang, tidak hanya melaporkan keberhasilan peserta didik. Sifat kurikulum yang harus senantiasa adaptif dan antisipatif ini sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

Artinya : ³Didiklah anak-ankmu itu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk mengisi masa yang bukan masamu´ Seiring dengan terjadinya perubahan politik dan bergantinya rezim orde baru dan terjadinya amandemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 menyebabkan eksistensi Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) dirasakan tidak lagi memadai dan tidak lagi sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut dipandang perlu menyempurnakan UUSPN tersebut, dan pada tahun 2003 dengan persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian lebih dikenal dengan UU SISDIKNAS. Sesuai dengan tuntututan UU SISDIKNAS pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyebabkan kurikulum yang berlaku di sekolah adalah kurikulum yang sesuai dengan standar nasional pendidikan. Agar kurikulum yang digunakan di sekolah sesuai dengan standar nasional pendidikan maka Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengeluarkan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi yang di dalamnya memuat tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan, standar kompetensi dan kompetensi dasar. Untuk sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Agama tidak ketinggalan Menteri Agamapun mengeluarkan Peraturan Menteri Agama No. 2 Tahun 2008 tentang standar kompetensi lulusan dan standar isi Pendidikan Agama Islam dan Bhasa Arab di Madrasah. Arah Baru Kurikulum Pendidikan Nasional Lahirnya UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 boleh dikatakan sebagai awal lahirnya arah baru pendidikan Indonesia dimana kurikulum yang dibuat mengarah kepada pencapaian kompetensi siswa baik kompetensi Kognitif, Afektif, maupun Psikomotor. Berikut ini pasal-pasal yang terdapat dalam UU SISDIKNAS yang terkait secara langsung dengan kurikulum. Dalam UU SISDIKNAS terdapat 4 pasal dan 10 ayat yang berbicara tentang kurikulum, yaitu : Pasal 1 ayat 19 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, da bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraankegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsipdiversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

(3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: 1. Peningkatan Iman Dan Takwa; 2. Peningkatan Akhlak Mulia; 3. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Dan Minat Peserta Didik; 4. Keragaman Potensi Daerah Dan Lingkungan; 5. Tuntutan Pembangunan Daerah Dan Nasional; 6. Tuntutan Dunia Kerja; 7. Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni; 8. Agama; 9. Dinamika Perkembangan Global; Dan 10. Persatuan Nasional Dan Nilai-Nilai Kebangsaan. Pasal 37 ayat 1 dan 2 (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: 1. Pendidikan Agama; 2. Pendidikan Kewarganegaraan; 3. Bahasa; 4. Matematika; 5. Ilmu Pengetahuan Alam; 6. Ilmu Pengetahuan Sosial; 7. Seni Dan Budaya; 8. Pendidikan Jasmani Dan Olahraga; 9. Keterampilan/Kejuruan; Dan 10. Muatan Lokal. (2) Kurikulum Pendidikan Tinggi Wajib Memuat: 1. pendidikan agama; 2. pendidikan kewarganegaraan; dan 3. bahasa. Pasal 38 ayat 1, 2, 3, dan 4 (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.

Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. kegiatan belajar mengajar. materi pelajaran. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. yaitu: (1) pemilihan kompetensi yang sesuai.(3) Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. penilaian. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. . Tahun 2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan. dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Depdiknas. seperti penyempurnaan kurikulum. disikapi. (4) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Tahun 2004). dan proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. 2. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok.(Depdiknas. Sumber belajar bukan hanya guru. 5. 3. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. (2) spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi. (3) pengembangan sistem pembelajaran. 4.

Saya menduga mereka hanya ³mengulang-ulang´ pernyataan dari BSNP. Implementasi / y Bukan dengan Keputusan/ Peraturan Mendiknas RI Keputusan Dirjen y Peraturan Mendiknas RI No. dalam situs pribadinya menatakan bahwa banyak kalangan. termasuk aparat Depdiknas dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat statement bahwa Kurikulum 2004 (atau KBK) tidak terlalu jauh berbeda dengan Kurikulum 2006 yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan baru ditetapkan pemberlakuannya oleh Mendiknas melalui Peraturan Mendiknas No. yaitu KBK tahun 2004 yang tidak pernah disyahkan menteri pendidikan Nasional walaupun telah menelan biaya milyaran rupiah dan KBK tahun 2006 yang selanjutnya lebih dikenal dengan KTSP. Kurikulum 2006. secara signifikan. 19/2005 ± SPN Permendiknas No. 20/2003 y PP No. karena menunjukkan pemahaman yang sangat dangkal mereka terhadap Kurikulum 2006 tersebut. apakah penyataan mereka itu dimaksudkan untuk ³menghibur guru´ agar tidak resah menghadapi perubahan kurikulum ini. 20/2003 ± Sisdiknas PP No. Memang harus diakui dalam beberapa hal ada kesamaan atau kemiripan antara keduanya. Nanang Rijono. Berikut ini kami sajikan perbedaan dan persamaan antara Kurikulum 2004 dan Kurikulum 2006 (perhatikal tebel) : Perbandingan KBK 2004 dan 2006 ASPEK 1. Mengingat Kurikulum 2004 ini masih dalam taraf ujicoba yang lebih luas sejak tahun pembelajaran 2004/2005 dan belum semua sekolah sudah menerapkan secara utuh Kurikulum 2004. aparat Pusat Kurikulum.Setidaknya ada dua versi Kurikulum Berbasis Kompetensi yang pernah ada di Indonesia setelah lahirnya UU SISDIKNAS no 20 tahun 2003. Saya tidak tahu. atau gejolak yang meresahkan masyarakat dan dunia pendidikan. Pejabat Depdiknas yang bermaksud meredam agar Kurikulum 2006 tidak mendapat tentangan dari ujung tombak pendidikan : guru dan sekolah. 22/2006 ± Standar Isi Permendiknas No. Sehingga muncullah statement yang ³menghibur´ tersebut. 24 Tahun 2006 tanggal 2 Juni 2006. 23/2006 ± Standar Kompetensi Lulusan 2. 22 tentang . Jika saja mereka sudah melakukan pembandingan secara mendalam kedua kurikulum tersebut. Namun apa daya. 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan y y y y y KURIKULUM 2006 UU No. Landasan Hukum KURIKULUM 2004 y Tap MPR/GBHN Tahun 1999-2004 y UU No. 20/1999 ± Pemerintah-an Daerah y UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian diganti dengan UU No. Hal ini adalah ironis. niscaya mereka akan mengatakan bahwa Kurikulum 2004 dengan Kurikulum 2006 berbeda secara nyata. kini sudah dimunculkan kurikulum baru. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No.

Ideologi Pendidikan yang Dianut Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas.399a/C. 766a/C4/MN/2003 Tahun 2003. Daerah/Sekolah hanya melaksanakan Kurikulum disusun rinci oleh Tim Pusat (Ditjen Dikmenum/ Dikmenjur dan Puskur) Berbasis Kompetensi Terdiri atas : SK. profesional dan kompetitif 4. kompeten. Struktur y y y y y y y y . Sifat (2) y y Kurikulum merupakan kerangka dasar oleh Tim BSNP 6. 5. MP dan Indikator Pencapaian Berubahan relatif banyak dibandingkan kurikulum sebelumnya (1994 suplemen 1999) Ada perubahan nama mata pelajaran Ada penambahan mata pelajaran (TIK) atau penggabungan mata pelajaran (KN dan PS di SD) y Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. 1247a/ C4/MN/2003 Tahun 2003.ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 Dikdasmen No. Komponen lain dikembangkan oleh guru Penambahan mata pelajaran untuk Mulok dan Pengem-bangan diri untuk semua jenjang sekolah Ada pengurangan mata pelajaran (Misal TIK di SD) Ada perubahan nama mata pelajaran KN dan IPS di SD dipisah lagi Ada perubahan jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran 7. dan No.C2/Kep/DS/2 004 Tahun 2004. y KURIKULUM 2006 SI dan No. Sifat (1) y y Cenderung Desentralisme Pendidikan : Kerangka Dasar Kurikulum disusun oleh Tim Pusat. Pendekatan y y y y Berbasis Kompetensi Hanya terdiri atas : SK dan KD. 23 tentang SKL 3. KD. y Keputusan Direktur Dikme-num No. kompeten. Daerah dan Sekolah dapat mengembangkan lebih lanjut. profesional dan kompetitif Cenderung Sentralisme Pendidikan : Kurikulum disusun oleh Tim Pusat secara rinci.

Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi 6. Keimanan. Berpusat pada Anak 9. perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai . Estetika. Penguatan Integritas Nasional 3. dan Nilai-nilai Budaya 2. Budi Pekerti Luhur. teknologi. Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan Tidak terdapat pelaksanaan kurikulum prinsip 1. Keseimbangan Etika. dan Kinestetika 4. Logika. Beragam dan terpadu 3. Belajar Sepanjang Hayat 8. Didasarkan pada potensi. Prinsip 1. Pengembangan Kecakapan Hidup 7. Silabus merupakan bagian tidak terpisahkan dari KTSP Guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 9. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah 11. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. Pengembangan Kurikulum lebih y lanjut Hanya sekolah yang mampu dan memenuhi syarat dapat mengembangkan Kurikulum Guru membuat silabus atas dasar Kurikulum Nasional dan RP/Skenario Pembelajaran 10. perkembangan. dan seni 4.ASPEK 8. Berpusat pada potensi. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya 2. Belajar sepanjang hayat 7. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Kesamaan Memperoleh Kesempatan 5. Beban Belajar KURIKULUM 2004 Jumlah Jam/minggu : SD/MI = 26-32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/SMK = 3839/minggu y Lama belajar per 1 JP: y SD = 35 menit y SMP = 40 menit y SMA/MA = 45 menit y y y y y y y y y y y y y y y y y KURIKULUM 2006 Jumlah Jam/minggu : SD/MI 1-3 = 27/minggu SD/MI 4-6 = 32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/MA= 38-39/minggu Lama belajar per 1 JP: SD/MI = 35 menit SMP/MTs = 40 menit SMA/MA = 45 menit Semua sekolah /satuan pendidikan wajib membuat KTSP. kebutuhan.

melalui proses pembela-jaran yang efektif. 2. tahap perkembangan. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri. ing madia mangun karsa. dan meman-faatkan lingkungan sekitar sebagai .ASPEK Pelaksanaan Kurikulum KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 kompetensi yang berguna bagi dirinya. aktif. Menegakkan lima pilar belajar: 1. dan kondisinya dengan memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan. belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain. belajar untuk memahami dan menghayati. sumber belajar dan teknologi yang memadai. dengan prinsip tut wuri handayani. keindividuan. dan/atau percepatan sesuai dengan potensi. ing ngarsa sung tulada 2. kesosialan. 1. y y y y y belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. akrab. terbuka. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. dan hangat. Dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling meneri-ma dan menghargai. pengayaan. Memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan perbaik-an. dan moral. kreatif & menyenangkan.

4. Sumber dan Sarana Belajar 10. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. Standar Kompetensi yang disajikan sangat sederhana tapi cukup mendalam dan mencerminkan standar kompetensi pendidikan Islam yang menyeluruh. Tahap Pelaksanaan 11. Diselenggarakan dalam keseimbangan. Bimbingan & Konseling 6. akselerasi 5. Pengembangan Silabus 12. 3. keterkaitan. Nilai-nilai Pancasila 7. 4. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Bahasa Pengantar Tidak terdapat pedoman pelaksanaan Intrakurikuler kurikulum seperti pada Kurikulum 2004. 3. untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut : No 1 2 3 Standar Kompetensi Mengamalkan ajaran AL Qur¶an /Hadits dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan aqidah Islam dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan akhlakul karimah (akhlaq mulia) dan menghindari akhlaq tercela dalam kehidupan sehari . Tenaga Kependidikan 9. Mendayagunakan kondisi alam. Ekstrakurikuler Remedial. pengayaan. Dalam KBK tahun 2004 untuk mata pelajaran PAI (kita ambil contoh di jenjang SMP). Budi Pekerti 8. 12. Pengelolaan Kurikulum 1. 2. Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam KBK Ketika kita berbicara Kurikulum berbasis Kompetensi maka pembahasan utama yang harus kita lakukan adalah tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus ditempuh oleh seorang peserta didik.ASPEK KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 sumber belajar.

Sebagai Contoh Perhatikan Tabel berikut ini : Kelas VII.1 Menjelaskan hukum bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah 1. untuk kelas VII terdapat 14 SK. Sementar dalam KBK tahun 2006 (KTSP).3 Menerapkan bacaan bacaan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah dalam bacaan surat-surat Al-Qur¶an dengan benar 2. untuk kelas VIII terdapat 15 SK.4. Ada satu pertanyaan yang mungkin mengganjal di hati kita mengapa Standar Kompetensi dalam KBK 2006 ini dangkal. mengartikan dan menyalin surat adduha 1. Semester I Standar Kompetensi Al-Qur¶an Kompetensi Dasar 1.1. mengartikan dan menyalin surat Al Adiyat 1. Kelima Standar Kompetensi di atas berlaku untuk semua tingkat dari kelas VII s.3. jawabannya adalah karena Standar Kompetensi yang disajikan dalam KBK 2006 adalah Kompetensi dasar dalam KBK 2004.4 5 Menerapkan syariah (hukum Islam) dalam kehidupan sehari-hari) Mengambil Manfaat dari Sejarah Perkembangan (peradaban) Islam dalam kehidupan sehari-hari. Siswa mampu mempraktikan hukum bacaan Nun mati dan Tanwin dan mim mati 1.5. Meningkatkan keimanan kepada 2. setandar kompetensi yang disajikan untuk mata pelajaran pendidikan Agama Islam sangat banyak tapi bobotnya amat dangkal.2. dan untuk kelas IX terdapat 13 SK.2 Membedakan hukum bacaan bacaan Syamsiyah dan ´Al´ Syamsiyah dan ´Al´Qomariyah ´Al´Qomariyah 1. Siswa mampu membaca.1 Membaca ayat-ayat Al-Qur¶an yang Aqidah berkaitan dengan sifat-sifat Allah 1. mengartikan. Menerapkan Hukum bacaan ´Al´ 1. Siswa mampu menerapkan hukum bacaan Alif lam syamsiyah dan Alif lam qamariyah 1. Siswa mampu membaca.d Kelas IX dan masing-masing dari kelima standar kompetensi tersebut diuraikan lagi menjadi beberapa kompetensi dasar yang memiliki cakupan materi yang cukup dalam dan luas.2 Menyebutkan arti ayat-ayat Al- . dan menyalin hadits tentang Rukun Islam. Sebagai contoh untuk standar kompetensi dasar yang pertama di kelas VII diurai ke dalam lima kompetensi Dasar yaitu : 1. Siswa mampu membaca.

qana¶ah dan sabar 5. Memahami sejarah 8.1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan mandi wajib Fiqih 1.1 Menjelaskan pengertian shalat shalat jamaah dan jama¶ah dan munfarid munfarid (sendiri) 7.2 Menjelaskan perbedaan hadas dan (bersuci) najis 1. Membiasakan perilaku 4.4 Menampilkan perilaku sebagai cermin keyakinan akan sifat-sifat Allah SWT Asmaul 3.2 Memperaktikkan shalat jama¶ah dan shalat munfarid Menjelaskan sejarah Nabi Tarikh dan kebudayaan 8.2 Mengamalkan isi kandungan 10 Asmaul Husna 4.3 Membiasakan perilaku tawadhu.1 Menjelaskan ketentuan ±ketentuan shalat wajib 6. Memahami Husna Akhlak 1. ta¶at. Memahami tatacara 7.Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Allah SWT melalui Qur¶an yang berkaitan dengan sifat-sifat pemahaman sifat. ta¶at.1 Muhammad SAW Islam 1. Memahami shalat tatacara 6.1 Menyebutkan arti ayat-ayat AlQur¶an yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna 3.2 Menampilkan contoh-contoh terpuji perilaku tawadhu.1 Menjelaskan pengertian tawadhu.3 Menunjukkan tanda-tanda adanya Allah SWT 2.Allah SWT sifatNya 2.2 Memperaktikkan shalat wajib 1. qana¶ah dan sabar 4. qana¶ah dan sabar 1.2 Menjelaskan misi nabi Muhammad Nabi Muhammad untuk semua manusia dan bangsa . ta¶at. Memahami ketentuan ± ketentuan thaharah 5.

Ahmad Sadali dkk. Subandijah. Prof.wordpress. IAIN Sunan Gunung Djati.com/2008/02/28/kurikulum-2004-kbk-kurikulum-2006-ktspmemang-berbeda-secara-signifikan/ 14. Depdiknas. 2 Tahun 2008. Darma Bakti. Jakarta. 1987 7. DR. Jakarta. Peraturan Menteri Agama No. P4. Jakarta. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Kalam Mulia. http://rbaryans. FIP IKIP. Depdiknas. Raja Gravindo Persada. H. berarti dari ketiga KD itu harus dibuat satu RPP dan satu RPP disajikan dalam satu kali pertemuan atau lebih. 2004 8. Jakarta. Jakarta. http://rijono. CV Kuningan Mas. Depag. Ramayulis. Wina Sanjaya. Penyelenggaraan Madrasah. Depdiknas. 2008 11.Standar Kompetensi SAW Kompetensi Dasar Dari kedua contoh perbandingan kurikulum di atas jelaslah bahwa ternyata ke dalaman standar kompetensi dan kompetensi dasar yang hendak dicapai oleh KBK 2004 jauh lebih menyeluruh dibanding dengan KBK 2006. 2005 10. Jakarta. GBHN.wordpress. Depag. 2. Undang-Undang Dasar. Yogyakarta. Sutari Imam Barnadib.com/2007/05/16/bagaimanakah-perjalanan-kurikulum-nasionalpada-pendidikan-dasar-dan-menengah/ . Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Ahmad Supardi. Ilmu Pendidikan Islam. Penutup Demikianlah pembahasan tentang Analisis Kebijakan Pendidikan Islam bidang kurikulum yang sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan ini. Dr. belum lagi kesulitan yang akan dirasakan guru saat menyusun RPP dimana ketentuan pembuatan RPP adalah satu KD satu RPP.am . Jakarta. Untuk menyempurnakan makalah ini kami berharap kritik dan saran yang membangun dari semua peserta diskusi sore hari ini. 2008 13. Islam untuk disiplin Ilmu Pendidikan. BP7 Pusat. H. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Wallahu µalam Daftar Bacaan 1. Drs. Abdurrahman Shaleh. Coba perhatikan SK yang pertama terdapt tiga KD. Padahal ketiga KD di atas dapat disajikan satu kali pertemuan (2 jam pelajaran). 2003 9. Kurikulum dan Pembelajaran. 1990 5. Ilmu Pendidikan Isl. Jakarta 1993 6. 1989 3. Kencana. Jakarta 1984. Bandung 1988 4. Depdiknas. Kurikulum 2004 SMP Mata Pelajaran PAI. Jakarta. Peraturan Pemerintah no 19 Tahun 2005. 2009 12.

Catatan : Makalah diatas telah disajikan dalam diskusi kelas Mata Kuliah Analisis Kebijakan Pendidikan Islam dengan Dosen Pengampu Prof. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP . dan seni Silakan pilih menu yang tersedia 5. kecerdasan . 22/2006 tentang Standar Isi o Permendiknas No.Presentation Transcript 1. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan o Permendiknas No. 1. Acuan Operasional Penyusunan KTSP o Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia o Peningkatan potensi . PEDOMAN PENYUSUNAN KTSP . PENGERTIAN o Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. 6/2007 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan o Permendiknas No. 24/2006 dan No. ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.1. o o o o o o Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia PANDUAN RPP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL 6. 4. PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ( KTSP) 2. LANDASAN o UU No. 2. 22 dan 23/2006 3. teknologi . o Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Abudin Nata pada tanggal 13 Januari 2009.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional o PP No. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik o Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Tuntutan dunia kerja o Perkembangan ilmu pengetahuan .Dr. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

5 T untutan dunia kerja ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 11. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. 2. dan keragaman karakteristik lingkungan.4 Tuntutan pembangunan daerah dan nasional ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 10. o Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. kecerdasan. o Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. minat. o Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan.7.2 Peningkatan potensi. o Daerah memiliki keragaman potensi. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. o Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. kecerdasan intelektual. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 8. dan seni ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 12. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 2.6 Perkembangan ilmu pengetahuan. 2. o Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. spritual. teknologi. tantangan. emosional. teknologi.3 Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 9. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah . kebutuhan. 2. 2. dan seni.

kondisi.11 Kesetaraan Jender ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 17. Muatan lokal. Pengembangan Diri. o Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi.8 Dinamika perkembangan global ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 14. 2. tujuan.12 Karakteristik Satuan Pendidikan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 18. o Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. o Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. 2. 2. 3. Komponen KTSP o Tujuan Pendidikan Sekolah o Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. Penjurusan. Ketuntasan Belajar. o Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Kenaikan Kelas dan kelulusan.ACUAN OPERASIONAL KTSP 2.9 Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 15. Pendidikan Kecakapan Hidup.10 Kondisi sosial budaya masyarakat setempat ACUAN OPERASIONAL KTSP PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 16. 2.7 Agama PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PERBANDINGAN MAPEL PANDUAN RPP 13. misi. 2. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). o Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. dan ciri khas satuan pendidikan. Beban Belajar. o Kalender Pendidikan o Silabus dan RPP .

Struktur dan Muatan o Kurikulum o BAB IV. Pendahuluan o BAB II . PENDAHULUAN o Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) o Tujuan Pengembangan KTSP o Prinsip Pengembangan KTSP o SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH Bab II. ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) KTSP DOKUMEN 1 o BAB I . 21. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN o TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA o apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. 24. MISI. BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP o Meliputi Sub Komponen:  Mata pelajaran  Muatan lokal  Kegiatan Pengembangan diri  Pengaturan beban belajar  Ketuntasan Belajar  Kenaikan Kelas. o Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. 26. 23.19. Kalender Pendidikan KTSP DOKUMEN II o A. 27. TUJUAN o Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) o Visi Sekolah o Misi Sekolah o Tujuan Sekolah BAGAIMANA MENYUSUN VISI. dan kelulusan  Penjurusan  Pendidikan kecakapan Hidup  Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global  Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus 1. Mata Pelajaran o o o 20. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. Mapel Tambahan) 22. 25. o TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH o suasana sekolah sebagai lembaga/organisasi pembelajaran seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. . o TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN o suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. keterampilan. Tujuan Pendidikan o BAB III. o KTSP o (Dokumen 1) Bab I.

bakat. Kegiatan Pengembangan Diri o Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah.  Bidang Pengolahan : Pembuatan Abon. o Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa.  Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Baso dll. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. Tanaman Obat. o Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. o Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. 32. Berkomunkasi sebagai Guide. o Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). 33. Kerupuk.Bimbingan konseling . Kewirausahaan dll. Ikan Asin. 31.  Bidang TIK dan lain-lain : Web Desain. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. o Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru.  Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. kemampuan. pembibitan ikan hias dan konsumsi. termasuk keunggulan daerah. 30.Berisi S truktur Kurikulum Tingkat Sekolah yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. 29. o Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: o mengatur alokasi waktu pembelajaran tatap muka seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ o Bahasa asing lain). o Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. dll. akuntansi komputer. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. sosial. Contoh:  Bidang Budidaya : Tanaman Hias. minat peserta didik. Muatan Lokal o Berisi tentang: Jenis. Sayur. o Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: o . (kehidupan pribadi.  Substansi yang akan dikembangkan. dan kondisi sekolah. 2. 3. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah o Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. o Sekolah harus menyusun SK.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb:  Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. 28. o Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam o struktur kurikulum. o . materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain.

36. 35. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. dll. sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum. dll. Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. karir ).masing pembimbing dan sekolah. 4. kerjasama. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO. 39. Pengaturan Beban Belajar o Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran. tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. Kepemimpinan. 5. o Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: o 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka. mencakup penilaian: Sikap Sportif. o Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 jam pembelajaran per minggu . Keolahragaan. kompleksitas dan SDM. o Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. o Keg. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) . o Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. kepribadian siswa. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. 38. o Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu o Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. spontan dan keteladanan.o o kesulitan belajar. 37. o o o . dan atau . Dilaksanakan secara terprogram. o Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. KD dan silabus. 34. per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Contoh Penilaian Pengembangan Diri: o Keg. mencakup penilaian: sikap kompetitif. seperti: Kepramukaan. o Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi). Kerjasama. rutin. konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan).Ekstra kurikuler . Pengembangan kreativitas. Kompetetitif.  Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. Ketuntasan Belajar o Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb:  Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 100 %. yang difokuskan pada Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri . KIR. sebanyak 050% untuk SMP/MTs/SMPLB waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. diserahkan kepada masing.

yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. maka sekolah dapat mengembangkan SK. RPP dan bahan ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. 44.KD.  Untuk kecakapan vokasional. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs.Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. 41. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:  Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. o Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global o Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. Pembinaan terkait  Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. akademik dan atau vokasional. sosial. o Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal .  BAB. atau menjadi mapel Mulok. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Ekologi. o KTSP . 40. Pendidikan Kecakapan Hidup o Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. o Pengembangan SK. o Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. 8. o Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. o Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. 7. o Substansi kecakapan hidup meliputi:  Kecakapan personal. o Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. o Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. IV Kalender Pendidikan 45. 42. dan lain-lain. Bahasa. silabus. Kenaikan Kelas dan Kelulusan o Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan. 43. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah . o Pembelajaran mata pelajaran keterampilan dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. TIK. 6. Budaya.

Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). serta finalisasi. review dan revisi. 1. II dan III) SILABUS MATA PELAJARAN (Kelas IV. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft. dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ). Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. 49. Langkah yg lebih rinci dari masingmasing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. SD SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK (Kelas I. ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undagn No.kan 48. Selesai 2. o o Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. dikembangkan. SKL. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1). Panduan KTSP o Pembentukan Tim o Penyusunan Draft o Revisi dan Finalisasi o o o Naskah KTSP Diberlaku. Konsep Dasar KTSP Dalam Standar Nasonal Pendidikan (SNP Pasal 1. dan 2) sebagai berikut. Mekanisme PENYUSUNAN KTSP o Analisis o Kekuatan/ kelemahan o Peluang/ tantangan o Dokumen Standar isi. V dan VI) SILABUS MUATAN LOKAL dan MAPEL LAIN (jika ada) 47.o DOKUMEN II 46. . Pengertian KTSP KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun.

Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. yang otonomi luas pada setiap satuan pendidikan. sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya. pengembangan kurikulm dilakukan oleh guru. serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat. Pada sistem KTSP. di samping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntunan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas. menentukan prioritas. sekolah memiliki ³full authority and responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik. efisisen. dan tokoh masyarakat. produktif. dan peserta didik.2. Pemberdayaan sekolah dan satauan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar. Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut: y y y KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. dan pemerataan pendidikan. perwakilan orang tua peserta didik. serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah. potensi dan karakteristik daerah. dan kebutuhan masing-masing. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah. yakni sekolah dan satuan pendidikan. Badan ini merupkan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat. dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan. misi. kepala sekolah. KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran. potensi daerah. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD). serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. menawarkan partisipasi langsung kelompokkelompok terkait. khususnya kurikulum. Dalam KTSP. pejabat pendidikan daerah. sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum. tenaga pendidikan. Selanjutnya komite sekolah . Lembaga inilah yang menetapkan kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikna yang berlaku. Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. sumber dana. kepala sekolah. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. dan tujuan tersebut. tuntunan. dan berprestasi. megendalikan pemberdayaan berbagai potensi seklah dan lingkungan sekitar. dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota.

Landasan KTSP . masyarakat. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik. dan pemerintah daerah setempat. 3. 6. misi. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama. Sekolah daapt bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. serta mengakomodasikannya dalam KTSP. dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat menoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan lembaganya. Tujuan KTSP Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah unutk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. peluang. 4. mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. Keterlibatan semua warga seklah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat. 3. KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan sewasa ini. Meningkatkan kompetesi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai. Oleh Karen itu. kelemahan. khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikn. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat. terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagi berikut. 5. Sekolah lebih mengetahui kekuatan. orangtua peserta didik. 2. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan seklah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya. dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap programprogram kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah. sehingga dia akan berupaya semaksimalkam mungkin unutk melaksanakna dan mencapai sasaran KTSP.perlu menetapkan visi. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemnadirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum. Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk: 1. 1. 7. serta lebih efesien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat sekitar. dam masyarakat pada umumnya. 2. Memahami tujuan di atas.

Manfaatmanfaat kurikulum : Kurikulum meningkatkan kemampuan indivudu seseorang di dalam pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan. Kurikulum berisi suatu statemen tujuan yang di arahkan khusus.1. Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Inti dari sebuah kurikulum ? Kekuatan di dalam kurikulum sangat penting bagi kelangsungan hidup seseorang. Dan lain lain. Guru harus mandiri dan kreatif. o Kurikulum operasional.  Kurikulum direncakan semua pembelajaran di mana sekolah yang bertanggung jawab atas rencana pembelajaran tersebut. 3. Kurikulum mempunyai rangkaian pengalaman dan usaha untuk menikmati kehidupan maksimum di dalam pembelajaran. KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 5. (Bandung. 2. Remaja Rosdakarya. 3. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No.  Kurikulum adalah suatu isi urutan unit mengatur sedemikian rupa sehingga pengaturan pembelajaran tiap unit terpenuhi sebagai tindakan tunggal. sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah.   . 4. 2.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. Kurikulum mempunyai seluruh kemampuan rencana yang di arahkan oleh bidang pendidikan kurikulum. Sumber Buku: Mulyasa.kurikulum di kenalkan sejak dini atau sejak masih kanak2 di dalam sebuah lembaga pendidikan. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 22 dan 23 Tahun 2006 Ciri-ciri KTSP 1. 2007) b. E. o Kurikulum formal. UU No. unit tersebut menyajikan uraian yang di tetapkan. 4. Kurikulum memiliki berbagai macam-macam tipe yaitu : o Kurikulum ideologi. o Kurikulum yang di rasa. Kurikulum memiliki semua kemampuan anak-anak di dalam bimbingan guru. kemampuan peserta didik. Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran.

penggolongan kemampuan dan pekerjaan yang mengikuti jalan kurikulum. Dan dapat juga membentuk sikap-sikap positif dan prestasi para siswa ataupun para anak didik. Komponen-komponen kurikulum adalah : Kebijakan kurikulum Dasar-dasar kurikulum Bidang pengajaran Program pengajaran Bahan-bahan pengajaran Unit pengajaran Dan pelajaran Kurikulum tersembunyi sering di sebut juga dengan kurikulum yang tidak di pelajari di dalam tipe-tipe maupun komponen-komponen kurikulum. persepsi. Di dalam penggunaan variabel organisasi yang terdapat pada kurikulum tersembunyi adalah seluruh keputusan yang bagaimana guru atau pembimbing pendidikan dapat mengatur para murid atau anak didiknya. dan perilaku siswa. Di dalam pengguna variabel kultur [kebudayaan] yang terdapat di kurikulum tersembunyi . Tipe-tipe kurikulum di atas adalah yang di gunakan di dalam lembaga pendidikan indonesia.di dalam variabel organisasi terdapat empat macam kelompok : perhatian kelompok pengajar. Kurikulum tersembunyi juga memiliki aspek-aspek yang sangat penting kepada pembentukan sifat alami sekolah. Kurikulum tersembunyi sangat bermanfaat bagi lembaga pendidikan di karenakan dapat menghasilkan perubahan di dalam nilai-nilai. promosi dan kebijakan. variabel sistem sosial dan variabel kultur [kebudayaan]. Di amerika serikat sendiri kurikulum tersembunyi di cerminkan ideologi kapitalis demokratis yang tidak dapat di acuhkan atau sangat penting di dalam ideologi demokrasi. Macam-macam kategori kurikulum tersembunyi yang dapat di ubah oleh pendidik adalah : variabel organisasi.o Kurikulum pengalaman. Tipe-tipe kurikulum yang di gunakan lembaga luar negri : Kurikulum rekomendasi Kurikulum tertulis Kurikulum pendukung Kurikulum pengajaran Kurikulum penguji Kurikulum pembelajaran Kurikulum juga memiliki sebuah komponen-komponen yang sangat penting bagi bidang pendidikan. Kurikulum tersembunyi banyak di gunakan di dalam lembaga pendidikan luar negri. Aspek-aspek kurikulum tersembunyi dapat di ubah oleh pendidik. Di dalam pengguna variabel sisten sosial yang terdapat di kurikulum tersembunyi berguna untuk mebangun kerjasama perorangan dan kelompok di dalam bidang pendidikan.

dan sangat berguna untuk menerangi. teori pengetahuan dan teori umum. Banyak para ilmuan yang mencoba untuk membuang atau menghilangkan kurikulum teori tersebut. Banyak pendidik yang menemukan kesulitan di dalam penggunaan pendekatan teori di dalam membuat analisa bekesinambungan. Teori kurikulum sendiri mempunyai banyak pengaruh di dalam bidang pendidikan. Di dalam konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah atau lembaga pendidikan itu mencakup kurikulum dan teori kurikulum. Banyak yang memandang rendah ataupun remeh tentang teori kurikulum di dalam dunia pendidikan.mencakup dimensi sosial yang terkait dengan sistem kepercayaan. dan maksud atau arti. Teori umum adalah yang menjelaskan keseluruan sebuah teori kurikulum meskipun banyak yang menganggap itu suatu arti yang dangkal tetapi teori kurikulum tidak di pandang remeh di dalam susunan kurikulum. Kurikulum teori sendiri sangat berkaitan dengan suatu konsep bidang pendidikan yang sangat sistematis dan memperjelas tentang gejalagejala perspektif kurikulum itu sendiri. Fungsi teori kurikulum sendiri sangat penting bagi konsep pendidikan yang di berikan kepada sekolah ataupun lembaga pendidikan. tetapi para ilmuan tidak dapat melepas egunaan kurikulum teori tersebut di karenakan teori kurikulum tidak dapat lepas dari suatu susunan kurikulum itu sendiri. Di dalam kurikulum tersembunyi sendiri masih terdapat perdebatan-perdebatan kecil. Ada juga yang mengusulkan penggunaan kurikulum tersembunyi di ajarkan dalam lembaga pendidikan di karenakan kurikulum tersembunyi tersebut dapat meningkatkan suatu prestasi bagi siswa atau anak didiknya. Salah satunaya menyediakan suatu konsep yang sangat konseptual untuk meneliti proposal kurikulum. Teori pengetahuan adalah teori yang sudah melalui tahap uji. Di golongkan teori dasar di karenakan menyediakan penjelasan deskriptif dan unsur-unsur yang dapat di artikan sendiri. Diantaranya penggunaan kurikulum tersembunyi tersebut masih dalam tahap pengenalan. Peran kepemimpinan di (dalam) meninjau ulang hubungan antar[a] teori dan praktek akan merupakan suatu unsur rumit di masa akan datang. Didalam membentuk atau membuat teori kurikulum meliputi : teori dasar. Teori dasar adalah langkah awal pembentukan suatu teori di dalam kurikulum itu sendiri. nilai-nilai. Faktor-faktor pokok di dalam variabel kultur memainkan suatu peranan penting dihubungkan dengan peningkatan prestasi atau peningkatan sikap para pengajar maupun siswa atau anak didik. sukses atau kegagalan kurikulum berubah dan itu berdampak pada sekolah atau lembaga pendidikan. teori. Tidak semua teori kurikulum itu memberi pengarahan yang lembut di dalam praktek dunia pendidikan. Area tinjauan ulang untuk para pemimpin kurikulum masa depan [perlu] meliputi yang berikut: Pengembangan kurikulum [yang] historis belajar . memperjelas praktek kurikulum dan sangat berpengaruh pada perubahan kurikulum itu sendiri. evaluasi dan revisi kurikulum yang beguna untuk memecahkan masalah tentang pengetahuan teknologi dan sosiologi. meramalkan dan mengendalikan.

nilai orientasi teori. isi orientasi teori. Didalam struktur orientasi teori memiliki hubungan timbal balik di dalam suatu kurikulum dan tidak dapat di hilangkan maupun di ubah. Penggolongan teori kurikulum yang di kemukakan oleh Eisner : Sebagai teknologi. pemeriksaan filosofis. dan proses orientasi teori. pemusatan di bidang pendidikan. dan teori politik. dan akan merumuskan strategi intervi baru adalah suatu kunci terbatas kepada sukses sekolah di masa datang. Pembentukan isi orientasi teori sangat berhubungan erat kepada golongan-golongan atau pandangan-pandangan isi kurikulum tersebut. Proses orientasi teori bertujuan menguraikan kurikulum yang di kembangkan atau bagaimana merekomendasikan sebuah kurikulum teori secara alami. Nilai-nilai orientasi teori memiliki metodologi pemeriksaan seperti : psikoanalisa.di dalam nilai orientasi terori itu sendiri mempunyai tujuan memberi kebebasan di setiap para siswa atau para anak didik untuk membentuk jati diri nya sendiri.menerangkan suatu struktur yang tidak dapat di pisahkan dalam pembentukan suatu kurkulum. dan sebagai rasilnalisme akademis. Didalam menyusun suatu teori kurikulum ada suatu struktur yang tidak dapat lepas dari susunan pembentukan suatu kurikulum.Teori Arus dan praktek bidang Dimensi mikro dan makro di (dalam) kurikulum Etos dan pertimbangan budaya Proses kurikulum berubah Dampak teknologi kurikulum Model dan proses disain intervi Model dan proses mengembangkan belajar strategi Identifikasi Dan Implementasi [dari. pemusatan di masyarakat.maksud dari pengambilalihan kurikulum di bidang nilai orientasi teori bertujuan untuk membuat peka kepada para pendidik tentang apa nilai-nilai pendidikan. . analisa sejarah.susunan struktur yang tidak dapat lepas meliputi : Struktur orientasi teori.ttg] sesuai mengajar metoda Model Dan Teknik penilaian dan proses evaluasi Kebutuhan Pengembangan staff Aplikasi produk dan disain kurikulum [yang] praktis per siswa untuk bekerja program Kepemimpinan tanggung-jawab dan peran administratif ketika memerlukan untuk mencari tantangan yang baru untuk menyusun kurikulum. para pemimpin bidang pendidikan [siapa] yang memahami proses tinjauan ulang kurikulum [itu] adalah untuk yang mendukung perubahan. sebagai perwujudan diri. Isi orientasi teori bertujuan menentukan isi kurikulum itu sendiri secara alami. Struktur orientasi teori juga bertujuan untuk menjelaskan fungsi-fungsi kegunaan kurikulum. keterkaitan pembentuk sosial. Isi kurikulum itu sendiri memiliki suatu golongan-golongan atau pandangan-pandangan sendiri yang memacu pada pemusatan di anak. Nilai orientasi teori bertujuan menilai dan pengambil-alihkan kurikulum.

Sedangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Di dalam KTSP terdapat empat kategori kurikulum yaitu : teori orientasi struktur. 3. tuntutan. . Sekolah lebih mengetahui kekuatan. Bagaimana dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan? Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah : Kurikulum operasional yang di susun dan di laksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. misi. kelemahan. dan teori orientasi proses. terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagai berikut : 1. 2. dan tujuan satuan pendidikan. dan ancaman bagi diri NYA sehinggai DIA dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan untuk lembaganya. teori orientasi nilai. dan kebutuhan. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingakat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan pada kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi kelulusan. 6. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah yang lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya inofatif dengan dorongan dari orang tua peserta didik. Sekolah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikan kepada pemerintah. sekolah memiliki ´ full authoity dan responsibility´ dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. produktif. 4. 5. dan berprestasi. masyarakat. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. orang tua peserta didik dan masyarakat pada umumnya sehingga sekolahan akan berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan dan mencapai sasaran KTSP. Pada sistem KTSP.2. teori orientasi isi. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan [BNSP]. peluang. Pengambilan keputusan yang di ambil oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolah lah yang tau apa yang terbaik bagi sekolahnya.KTSP merupakan paradigma baru pengambangan kurikulum yang memberi otonomi luas pada setiap satuan pendidikan dan melibatkan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikan. Dari ke empat kategori kurikulum di atas saling berkaitan di dalam kurikulum. Keterlibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparasi dan demokrasi yang sehat serta lebih efisien dan efektif bila mana di pantau oleh masyarakat setempat. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. dan pemerintah daerah setempat. khususnya input pendidikan yang akan di kembangkan dan di dayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.

sarana dan prasarana. Sidoarjo. . Guru-guru menyusun RPP hanya bersifat adminstratif belum banyak yang sesuai dengan pelaksanaan di kelas. SMA. SMP. KTSP berbeda dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya. pelatihan pengembangan. penilaian. antara lain karena tidak adanya dana. dan sarana-prasarana yang terbatas.5% belum menyusun kurikulum sendiri. Jombang. Tuban. dan Bangkalan. KKM PENDAHULUAN Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolah-sekolah di Indonesia sejak tahun 2006. Pada beberapa sekolah. SDLB. serta dampak penetapan standar kelulusan terhadap penerapan pembelajaran. UNAS. SMPLB. Jika diterapkan mulai pada tingkat kelas awal. patokan kelulusan pada UNAS berdampak pada pembelajaran yang hanya memusatkan pada ketuntasan materi bukan pada kompetensi yang diharapkan. Lamongan. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan penyusunan KTSP dan kendalanya. Hal yang berbeda dari KTSP dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia sebelumnya adalah kurikulum tersebut dikembangkan oleh satuan pendidikan sendiri.5%. maupun penataranpenataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. maka saat ini paling tidak di SD sudah sampai pada siswa kelas 2. Alasan tidak membuat kurikulum tersebut. Kata kunci: KTSP. kegiatan belajar mengajar termasuk penilaiannya. Mojokerto. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat serta mengakomodasikannya dalam KTSP Diposkan oleh Sholeh Hasan di 3/03/2010 12:13:00 PM Mencermati Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Tatag Yuli Eko Siswono Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan pada sekolahsekolah di Indonesia sejak tahun 2006. dan peserta didik. dan SMA/SMK pada siswa kelas 11. Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. Pengembangannya dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolah-sekolah. Hasilnya sekolah yang sudah menyusun kurikulum sendiri 52. belum ada pelatihan. Tetapi pada sekolah yang lebih ´maju´. kondisi itu tidak berpengaruh karena sudah disiapkan program pembimbingan di luar jam pelajaran untuk persiapan UNAS. kurang memahami KTSP. dan 47. MTs. dan SMK) di Surabaya. Sekarang bagaimana pelaksanaan kurikulum tersebut? Makalah ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap guru dan pihak yang terkait yang berada pada 40 sekolah (SD. MA. potensi daerah. Gresik. SMP kelas 8.7.

1 .

Pemerintah telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi. sambil menunggu kesiapan guru dan tenaga pelaksana di lapangan. jika tidak diterapkan dalam pembelajaran dan sebaliknya. maupun penataran-penataran pada tingkat nasional maupun daerah-daerah. Oleh karena itu. Dijelaskan bahwa banyak guru yang kebingungan dengan model KTSP karena sudah lama guru menerima kurikulum dalam bentuk jadi dari pemerintah pusat. pernyataan ini merupakan paradoks yang kenyataannya kurikulum diganti tetapi dikatakan tidak ganti atau sekedar ganti nama saja. Pernyataan ini merupakan tantangan untuk dijelaskan sampai sejauh mana target ketercapaiannya saat ini. hanya modifikasi dari model kurikulum yang sudah ada. Targetnya pada 2008 semua sekolah sudah bisa menyusun kurikulum model KTSP ini. pelatihan pengembangan. Jadi bukan berarti kita ganti kurikulum.tetapi tetap mengacu pada standar nasional pendidikan. setelah berselang masa selama 2 tahun. Mansyur Ramly. Seperti dikatakan Prof. pada masa transisi ini banyak sekolah yang belum menerapkan kurikulum buatan sendiri. Apakah paradoks tersebut terjadi di lapangan atau bagaimana pendapat guru terhadap pelaksanaan kurikulum itu? Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Balitbang Depdiknas telah menyediakan dua paket kurikulum model KTSP. apakah masalahnya sama seperti yang ditengarai itu? Bagaimana kemungkinan solusi dari masalah tersebut? Ramly (2007) mengatakan bahwa pada prinsipnya model KTSP bukan kurikulum baru. Kendalanya. Pemerintah menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah sebagai acuan yang harus diikuti setiap satuan pendidikan. sehingga sampai saat ini kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolahsekolah. Sekarang. pembelajaran tidak akan efektif jika tanpa kurikulum 2 . yakni model umum yang berisi kerangka acuan dan model kurikulum lengkap yang langsung bisa diaplikasikan di sekolah. banyak guru yang tidak tahu bagaimana menyusun kurikulum model KTSP. Kurikulum tidak akan bermakna. lanjut Ramly. bagaimana kondisi di lapangan? Apakah sekolah dengan kreativitas gurunya sudah mengembangkan kurikulum secara mandiri? Kalau belum. KTSP menuntut kreativitas untuk menyusun model pendidikan yang sesuai dengan kondisi lokal. Banyak keraguan tentang pelaksanaan kurikulum tersebut di lapangan pada awalnya. Selain itu. Padahal. Kepala Balitbang Depdiknas (2007) yang menjelaskan seiring dengan diberlakukannya KTSP.

Prinsip pembelajaran dalam KTSP mendasarkan pada sejumlah prinsip yang termuat pada PP No. menyenangkan. Atas dasar ini. 3 . dari satu sekolah tertentu dengan kondisi finansial tertentu akan berbeda dengan sekolah lain di daerah lain dengan kondisi finansial yang lain pula. Dengan kata lain pembelajaran harus mendorong siswa untuk aktif sesuai dengan gaya belajarnya. Sebenarnya bagaimana kenyataan di lapangan? Apakah ujian nasional dan penetapan standar kelulusan memberi dampak pada penekanan kegiatan pembelajaran di kelas? Pertanyaan-pertanyaan itu yang akan di jawab dalam pembahasan tulisan ini. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. Pemahaman ini yang memicu sekolah untuk memprioritaskan pada aspek hasil dari ujian nasional daripada aspek manfaat atau proses pendidikan yang diselenggarakan. dan kondisi muatan lokal sangat kontradiktif dengan penyelenggaraan ujian nasional (UN). Prinsip UN yang sentralistik. kreativitas sesuai dengan bakat. Bagaimana kenyataan di lapangan setelah pemberlakuan KTSP. inspiratif. teknologi informasi. Jombang. maupun penemuan di bidang-bidang pengetahuan. yaitu pembelajaran yang mengaktifkan siswa? Apakah pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat? Pertanyaan-pertanyaan itu yang berusaha dicari jawabannya melalui penelitian yang dilakukan. guru perlu kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajarannya. sesuai dengan perkembangan psikologi. minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Gresik. Tulisan ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara terhadap beberapa sekolah di Surabaya. memberi ruang yang cukup untuk pengembangan prakarsa. Apalagi kondisi sekolah yang bervariasi dalam sarana prasarana ataupun sumber daya semakin menguatkan kontradiksi itu. bobot mutu pendidikan yang direalisasikan pada suatu mata pelajaran tertentu. Marcellino (2007) mengatakan bahwa KTSP yang dibuat sesuai kreativitas guru. Sidoarjo.yang jelas sebagai acuan (Sanjaya. Mojokerto. KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. Ini berarti bahwa pembelajaran yang efektif dari segi produk maupun proses harus didasarkan pada acuan berupa kurikulum yang tepat. teori belajar. Masalah krusial lain yang berkaitan dengan KTSP adalah pelaksanaan ujian nasional (UN). apakah guru terdorong untuk berusaha mengembangkan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan. Tuban. 19 tahun 2005 yang menjelaskan bahwa proses pembelajaran harus diselenggarakan secara interaktif. 2008).

Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan hasil observasi dan wawancara oleh mahasiswa S1 Jurusan Matematika angkatan 2004 dan 2005 pada tahun 2007 dan 2008. serta dampak ujian nasional yang berkaitan dengan proses pembelajaran bagi sekolah. dan transformasi data mentah di lapangan. MA. Pembahasan ini dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yang lebih bersifat kualitatif. SMA. Sasaran observasi tidak dilakukan secara purposive sampling. Reduksi data adalah kegiatan yang mengacu pada proses pemilihan. penyederhanaan. Menarik kesimpulan dari data yang telah dikumpulkan dan menverifikasi kesimpulan tersebut. SDLB. SMP. Sekolah tersebut terdiri dari sekolah negeri dan swasta yang meliputi SD. yaitu reduksi data. pemusatan perhatian. dan Bangkalan. (5) Bagaimana cara penilaian yang dilakukan?. dan SMK sebanyak 40 sekolah. pemaparan data. (6) Untuk menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM). (3) Apakah guru melaksanakan pembelajaran sesuai RPP yang dirancang?. dan penilaian. SMPLB. Pertanyaan penelitian yang diajukan meliputi (1) Apakah sekolah sudah menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan KTSP 2006? Jika belum. Pemaparan data meliputi pengklasifikasi dan identifikasi data. MTs. pengabstraksian. karena tujuannya menggali informasi secara kualitatif pelaksanaan dan kendala-kendala yang dihadapi sekolah. apakah dianalisis sesuai dengan pedoman pada KTSP 2006? Jika tidak. 4 .Lamongan. mengapa demikian?. tetapi memberikan gambaran/deskripsi pelaksanaan beberapa sekolah yang menjadi sasaran penelitian. (4) Apakah guru sudah menerapkan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa? Berapa persen dari seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakukan?. apa saja kendalanya. (2) Apakah RPP yang disusun guru menunjukkan pembelajaran yang mengaktifkan siswa (inovatif). (8) Apakah adanya ujian akhir nasional (UAN) dengan penetapan skor tertentu memberi dampak pada penerapan pembelajaran inovatif? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi KTSP di beberapa sekolah. dan penyimpulan. Penelitian ini tidak menggeneralisasi tentang pelaksanaan KTSP di suatu wilayah. Data hasil studi ini dianalisis dengan tahapan. yaitu menuliskan kumpulan data yang terorganisir dan terkategori sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan dari data tersebut. pelaksanaan pembelajaran berdasar KTSP. (7) Bagaimana sarana dan prasarana sekolah itu?.

Kurikulum adalah suatu rencana untuk belajar. tetapi harus dilihat dari proses atau kegiatan siswa sebagai pengalaman belajar. Kurikulum tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran. Kurikulum sebagai perencanaan belajar dikemukakan oleh Taba (dalam Sanjaya. dan kurikulum sebagai perencanaan program pembelajaran (Sanjaya. tetapi proses perubahan tingkah laku. 2008:8). Ketidaksepakatan terhadap pengertian ini melahirkan kurikulum sebagai suatu program atau rencana untuk belajar. tetapi bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan siswa di sekolah maupun luar sekolah. Kurikulum sebagai pengalaman belajar ini dianggap sebagai konsep yang luas. kurikulum sebagai pengalaman belajar. yaitu bahwa pencapaian target pelaksanaan kurikulum tidak hanya dilihat dari kemampuan siswa menguasai isi atau materi. belajar bukan hanya mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Pengertian ini sejalan dengan UU No. tetapi dipandang sebagai pengalaman belajar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum pada dasarnya memiliki tiga dimensi pengertian. yaitu kurikulum sebagai mata pelajaran. karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah terjadi pergeseran fungsi sekolah. Kurikulum adalah seluruh kegiatan yang dilakukan siswa baik di dalam maupun di luar sekolah yang berada pada tanggung jawab guru atau sekolah.KAJIAN TEORI A. Tuntutan baru yang dibebankan masyarakat kepada sekolah mengakibatkan pergeseran makna kurikulum. Dengan demikian. Sekolah dituntut mengembangkan minat dan bakat. Sekolah mempunyai beban yang semakin kompleks yang tidak hanya membekali siswa dengan berbagai macam ilmu pengetahuan. Pandangan ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh penemuan-penemuan dan pandangan dari psikologi belajar. sehingga maknanya menjadi kabur dan tidak fungsional. sehingga apa yang diketahui tentang proses belajar dan pengembangan individu mengacu pada sebuah bentuk kurikulum. membentuk moral dan kepribadian. Oleh karena itu. 20 tahun 5 . 2008:4). serta memenuhi dunia pekerjaan. Hal tersebut berkaitan dengan evaluasi keberhasilan pelaksanaan kurikulum. Kurikulum adalah perencanaan yang berisi tentang petunjuk belajar dan hasil yang diharapkan. Perubahan tersebut terjadi karena siswa memiliki pengalaman belajar. untuk memahami kurikulum tidak cukup hanya melihat dokumen tertulisnya saja. Pandangan kurikulum sebagai mata pelajaran dianggap sebagai pandangan tradisional.

isi dan cara pelaksanaan rencana itu. Peran kreatifnya. Peran kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu. Tidak semua budaya dan nilai-nilai lama yang dipertahankan. dan cara pelaksanaanya digunakan sebagai upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. 6 . Batasan ini memperlihatkan bahwa kurikulum terdiri dari dua aspek. Kurikulum memiliki tiga peran yang sangat penting.2003 tentang sistem pendidikan nasional yang mengatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Hal tersebut karena masyarakat tidak statis tetapi dinamis yang mengalami perubahan. 2008). Dengan demikian kurikulum berperan menyeleksi dan mengevaluasi nilai dan budaya yang bermanfaat untuk kehidupan anak didik. KTSP merupakan kurikulum terbaru yang diharapkan memiliki peran konservatif.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan yang salah satu berupa standar kompetensi lulusan (Bab X. maupun kritis dan evaluatif dalam penerapannya saat ini. Kurikulum harus mampu menjawab setiap tantangan sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang cepat. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. kreatif. Peran kritis dan evaluatif dari kurikulum didasarkan pandangan bahwa tidak semua nilai dan budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman harus dimiliki setiap anak didik. KTSP tetap sebagai kurikulum berbasis kompetensi karena berlandaskan pada UU RI no. isi. serta peran kritis dan evaluatif (Hamalik. kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki serta dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial yang selalu bergerak dan berubah. yaitu peran konservatif. KTSP merupakan penyempurnaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau dikenal dengan Kurikulum 2004. Kurikulum sebagai rencana digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar oleh guru. isi. Peran kreatif kurikulum karena sekolah sesuai tuntutan perkembangan zaman memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan hal-hal baru dan inovatif.. Peran konservatif kurikulum berkaitan dengan peran dan tanggung jawab sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang mewarisi nilainilai dan budaya masyarakat. yaitu sebagai rencana dan pengaturan tujuan. dalam Sanjaya. kreatif. Kurikulum sebagai pengaturan tujuan. pasal 36).

maupun potensi daerah yang berbeda. proses. potensi daerah. Pada kurikulum sebelum KTSP. pengembangan KTSP harus memperhatikan ciri khas daerah. ciri. ataupun penilaian. maupun evaluasi sesuai kondisi dan karakteristik siswa di sekolah. kecenderungan budaya global yang disebarkan melalui media dan teknologi informasi menyurutkan penonjolan budaya. Karena orientasi kurikulum yang masih dipandang sebagai isi dari mata pelajaran. Kedua. maka adanya standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap mata pelajaran sudah cukup bagi guru melaksanakan pembelajaran tanpa harus mengembangkan kurikulum sendiri. sedang KTSP merupakan kurikulum yang desentralistik dengan memperhatikan karakteristik dan perbedaan daerah. Selain itu. Ketiga. Kurikulum dikembangkan dengan tujuan yang seragam sesuai tuntutan global. media. Penyusunan KTSP yang dilakukan oleh satuan pendidikan merupakan ciri yang berbeda dari kurikulum yang digunakan sebelumnya. KTSP sebagai kurikulum operasional masih tetap mengacu standar isi maupun kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). standar kompetensi lulusan. sehingga kurikulumnya diarahkan mencapai hal itu. guru dibebankan tugas administratif membuat perencanaan pembelajaran yang dikenal dengan nama rencana pelajaran 7 . Pertama. pengembangan KTSP memberikan peluang dan keleluasaan pada guru ataupun sekolah menciptakan strategi dan metode pembelajaran. dalam pengembangannya tidak lepas dari ketetapan-ketetapan yang disusun pemerintah secara nasional melalui BSNP.KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Pemaknaan KTSP sebagai kurikulum operasional yang seharusnya dikembangkan sendiri oleh sekolah menjadi kabur dalam implementasi dan pelaksanaannya. maka semua sekolah meniru berupaya mendapatkan prestasi dalam olimpiade. Kurikulum sebelumnya lebih bersifat sentralistik (terpusat). seperti standar isi. BSNP menetapkan standar nasional pendidikan. Misalkan suatu sekolah mendapatkan emas pada olimpiade matematika dan diberitakan secara nasional maupun internasional. dan peserta didik. Dengan demikian dapat dipahami bahwa KTSP sebagai kurikulum yang bersifat operasional paling tidak memiliki tiga makna. sesuai UU No 20 tahun 2003 pasal 36 ayat 2 bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan.

(RP) dan satpel (satuan pelajaran). Pada KTSP, guru juga diminta membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) beserta kelengkapannya. Isi dari perencanaan pembelajaran itu paling tidak berisi uraian kegiatan inti dan proses pembelajaran yang menuntut strategi, metode, media yang sesuai dengan karakteristik siswa serta mengaktifkan siswa. Untuk itu pada kurikulum sekarang maupun sebelumnya, peluang dan keleluasaan menciptakan inovasi pembelajaran sebenarnya sama. Dengan demikian tidak ada jaminan KTSP akan mendorong pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif, jika tidak ada kesadaran diri, motivasi, maupun keyakinan untuk mengubah cara pandang (paradigma) dalam pembelajaran. B. Pembelajaran dalam KTSP Keterkaitan suatu kurikulum dengan pembelajaran digambarkan dalam beberapa model (Oliva dalam Sanjaya, 2008), yaitu model dualistik (the dualistic model), model berkaitan (the interlocking model), model konsentris (the concentric model), dan model siklus (the ciclical model). Model dualistik memandang bahwa antara kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang terpisah. Kurikulum yang seharusnya sebagai input dan pedoman menata pembelajaran, serta pembelajaran yang seharusnya sebagai balikan dalam proses penyempurnaan tidak tampak. Model berkaitan memandang antara kurikulum dan pembelajaran sebagai suatu sistem yang memiliki hubungan. Antara kurikulum dan pembelajaran ada bagian-bagian yang berpadu atau berkaitan. Model konsentris memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran memiliki hubungan dengan kemungkinan salah satu bagian dari yang lainnya. Model siklus memandang bahwa kurikulum dan pembelajaran sebagai sesuatu yang saling pengaruh dan memiliki hubungan timbal balik. Kurikulum menjadi dasar dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Sebaliknya, pembelajaran dapat mempengaruhi keputusan untuk kurikulum sendiri. KTSP sebagai suatu kurikulum operasional menempatkan pembelajaran sebagai suatu komponen yang saling mempengaruhi. Hubungan keduanya mengikuti model siklis. KTSP digunakan sebagai pedoman yang minimal digunakan untuk menentukan hal-hal sebagai berikut. 1. Merumuskan tujuan dan indikator kompetensi yang harus dimiliki siswa.

8

2. Menentukan isi atau materi pelajaran yang harus dikuasai untuk mencapai tujuan dan kompetensi. 3. Menyusun strategi pembelajaran untuk guru dan siswa sebagai upaya pencapaian tujuan. 4. Menentukan keberhasilan pencapaian tujuan atau kompetensi melalui evaluasi atau penilaian. Pembelajaran di kelas yang mendasarkan pada karakteristik siswa dan potensi daerah mempengaruhi isi dari KTSP untuk tiap satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP yang dikembangkan oleh tiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip (BSNP, 2006), yaitu (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (2) beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat, dan (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Prinsipprinsip ini yang dapat memberi warna yang berbeda-beda pada tiap satuan pendidikan di masingmasing daerah sesuai potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik, dan lingkungannya. Perbedaan atau keragaman yang terjadi harus tetap terpadu, relevan dengan kehidupan nyata, serta sesuai dengan kepentingan nasional. Subtansi kurikulum harus mencakup keseluruhan dimensi kompetensi bidang keilmuan, teknologi, maupun seni yang disajikan secara berkesinambungan untuk menunjang pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik belajar sepanjang hayat. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan hal-hal berikut (BSNP, 2006), yaitu (1) peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia, (2) pengembangan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, (3) keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, (4) tuntutan pengembangan daerah dan nasional, (5) tuntutan dunia kerja, (6) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (7) agama, (8) dinamika perkembangan global, (9) persatuan dan nilai-nilai kebangsaan, (10) kondisi sosial budaya masyarakat setempat, (11) kesetaraan jender, dan (12) karakteristik satuan pendidikan. Acuan operasional pelaksanaan KTSP ini menunjukkan bahwa keterkaitan kurikulum dan pembelajaran juga mengikuti model siklik. Keragaman agama, potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, karakteristik satuan pendidikan, kecerdasasan 9

dan minat, tuntutan dunia kerja, jender, serta perkembangan global mempengaruhi model dan strategi pembelajaran yang dikembangkan masing-masing satuan pendidikan pada masing-masing daerah. KTSP berisi 4 komponen, yaitu (1) tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, (2) struktur program dan muatan KTSP, (3) kalender pendidikan, dan (4) silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan mengacu pada tujuan umum pendidikan, seperti pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 26. Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pasal 6 dan 7. Kalender pendidikan disusun sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Berdasar silabus tersebut, guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi-strategi pembelajaran yang inovatif dan melibatkan siswa dimunculkan pada silabus dan RPP itu. Kegiatan pembelajaran pada penerapan KTSP harus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik (BSNP, 2006:16). Dengan demikian, kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas paling sedikit mempertimbangkan interaksi antar semua komponen yang terlibat, menggunakan pendekatan bervariasi, dan berpusat pada siswa. BSNP (2006:3) juga menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum (KTSP) ditujukan antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk belajar membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. 10

Dalam pelaksanaan di lapangan, apakah acuan kegiatan pembelajaran yang inovatif (dalam artian berpusat pada siswa secara aktif dan menggunakan strategi yang bervariasi) seperti yang dicanangkan KTSP sudah diterapkan oleh guru? Pertanyaan ini perlu untuk dijawab mengingat ukuran keberhasilan dari suatu kurikulum termasuk bagaimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan, sekaligus keberhasilan keluaran dari proses tersebut. Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran dilakukan evaluasi atau penilaian. Dalam KTSP ditetapkan dan diatur pada standar penilaian yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. C. PENILAIAN DAN PENETAPAN KKM Evaluasi (evaluation), asesmen atau penilaian (assesment), pengukuran (measurement) merupakan istilah yang saling berkaitan dan bermakna berbeda. Evaluasi berkaitan dengan pengambilan keputusan maupun pertimbangan (judgment) terhadap sesuatu. Penilaian merupakan bagian dari evaluasi yang lebih luas dari sekedar pengukuran. Pengukuran pada umumnya berkaitan dengan masalah kuantitatif untuk mendapatkan informasi yang diukur. Print (dalam Sanjaya, 2008:337) menggambarkan hubungan evaluasi, penilaian, dan pengukuran dalam diagram berikut. Berdasar diagram itu, pengambilan keputusan berupa evaluasi dilakukan mulai dari pengumpulan data dengan pengukuran. Data yang terkumpul kemudian dilakukan interpretasi melalui penilaian. Hasil penilaian tersebut dikumpulkan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan melalui evaluasi. Dalam pembahasan ini lebih difokuskan pada penilaian, karena istilah ini yang digunakan dalam standar pendidikan nasional dan berkaitan dengan KTSP. Penilaian (penilaian pendidikan) menurut Popham (1995:3) diartikan sebagai suatu upaya formal untuk menentukan status siswa yang berkenaan dengan ketertarikan terhadap variabelvariabel pendidikan. Variabel pendidikan dapat berupa pengetahuan tentang materi pelajaran, keterampilan-keterampilan yang perlu Evaluasi (judgment) Penilaian (data interpretation ) Pengukuran (data collection) 11

memberi nilai (valuing). tetapi juga digunakan untuk memberikan citra publik terhadap efektifitas pendidikan. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Guru juga melakukan pertimbangan informal terhadap siswa yang bukan termasuk penilaian. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar siswa. dan memeringkatkan siswa. dan pekerjaan rumah. tes. Pengertian ini menekankan bahwa penilaian sebagai suatu upaya ³formal´. Pengertian penilaian ini lebih sempit dibandingkan dengan pengertian yang dibuat oleh Popham (1995). memeringkatkan siswa. karena seorang manusia selalu memberikan status atau penilaian terhadap orang lain. berharga atau tidak. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgment). baik melalui pengetesan formal. sedang evaluasi sebagai kegiatan memberi pertimbangan. Penilaian dalam pengertian ini berarti luas yang gunanya tidak sekedar mendiagnosis kelemahan dan kekuatan siswa. Sedang evaluasi mengacu pada proses pertimbangan (judging). Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha 12 . Muijs dan Reynolds (2008:367) menjelaskan penilaian mengacu pada semua informasi yang dikumpulkan tentang siswa di kelas oleh guru. Penilaian (assesment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangkaian) kemampuan siswa. esai. dan meningkatkan kualitas pembelajaran. pengertian evaluasi ini masih termasuk kegiatan penilaian. Dalam pengertian penilaian oleh Popham (1995). Pengertian penilaian yang lebih mengacu pada proses kegiatan di kelas dirumuskan oleh Pusat Kurikulum.dikuasai. Balitbang Depdiknas (2004:11). atau secara informal melalui observasi atau interaksi. memberikan nilai. dan menentukan efektivitas pembelajaran. dan sikap-sikap positif dalam pendidikan. memonitor kemajuan siswa. Penilaian (asesmen) dikatakan sebagai kegiatan pengumpulan data dari murid tertentu. Evaluasi. pengukuran (measurement). seperti secara sepintas menunjuk seseorang siswa untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan atau berdasar perasaannya memilih seorang siswa untuk mengerjakan soal yang diberikan. membantu guru dalam evaluasi proses yang dilakukannya. and memeringkatkan (ranking). dan penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda.

Khusus pengertian penilaian pada pengertian ini semakna dengan yang dikemukakan oleh Muijs dan Reynolds (2008) yang mengacu pada usaha pengumpulan informasi tentang siswa. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. dan ujian yang lebih mengikat adalah yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional (pasal 1) berikut. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif dan kuantitatif. penjaminan. Pengertian penilaian ini merupakan pengesahan dari pengertian yang diungkap oleh Balitbang Depdiknas (2004:11). 2004:11). Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. penilaian merupakan kegiatan integral dalam proses pembelajaran. sehingga disebut penilaian berbasis kelas.memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang siswa telah mencapai karakteristik tertentu. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Tes adalah cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada siswa pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat tertentu yang jelas. Pengertian penilaian. jenjang. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. evaluasi. yaitu merupakan penilaian yang dilakukan guru baik yang mencakup aktivitas penilaian untuk mendapatkan nilai kualitatif maupun aktifitas pengukuran untuk mendapakan nilai kuantitatif. Penilaian berkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran. Kegiatan 13 . Penilaian kelas adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk pemberian nilai terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan potret/profil kemampuan siswa sesuai daftar kompetensi yang ditetapkan kurikulum (Balitbang Depdiknas. Pada KTSP yang merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. Pengertian itu yang akan digunakan dalam pembahasan tulisan ini. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. Selanjutnya secara khusus dirumuskan pengertian penilaian kelas. untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik. ulangan.

baik berupa pengukuran dan pengujian tingkat kognitif. 14 . Orientasi penilaian bukan hanya pada hasil (product oriented) tetapi juga pada proses (process oriented). c. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. pengamatan kinerja. maupun afektif. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. BSNP (2006:17-18) memberikan rambu-rambu penilaian dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian menggunakan acuan kriteria. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. Penilaian pada KTSP beorientasi pada penilaian yang mengacu kriteria (penilaian acuan kriteria atau criterion-referenced asssesment) bukan mengacu pada norma/standar (penilaian acuan norma atau norm. karena digunakan seperti memilih siswa dalam rombongan belajar yang sama. penilaian hasil karya berupa tugas. Hasil belajar siswa ditentukan berdasar pada kriteria yang telah ditetapkan untuk penguasaan kompetensi. penilaian mengacu pada kurikulum. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. atau menyeleksi siswa untuk mewakili lomba tertentu. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. b. psikomotor. Penilaian acuan norma tidak sepenuhnya ditinggalkan.penilaian tersebut merupakan kegiatan yang tidak terpisah dengan pembelajaran dan dilakukan secara terus menerus dalam setiap pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas.referenced asssesment). Dengan kata lain. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. artinya dalam penilaian guru dapat mengembangkan berbagai jenis penilaian. Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Hal lain bahwa penilaian merupakan proses pengumpulan informasi yang menyeluruh. menganalisis. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. proyek dan/atau produk. a. dan penilaian diri. pengukuran sikap. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. penggunaan portofolio.

Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. atau 3) sesuai dengan bobotnya. atau skor dalam suatu rentang/interval. penggunaan portofolio. lingkungan. e. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Melihat syarat penentuan KKM harus mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. pengamatan kinerja. proyek dan/atau produk. pengukuran sikap. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. atau 15 . Kenyataannya. Penafsiran masing-masing kriteria itu dapat menggunakan skor (1.2. dan kemampuan sumber daya dukung tersebut. (2) daya dukung (sarana/prasarana.d. dan (3) intake siswa (masukan kemampuan siswa). maka untuk menentukan harus dianalisis. dan biaya). seperti penggunaan berbagai jenis penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang hendak diukur. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal (BSNP. penilaian hasil karya berupa tugas. Pada penerapan KTSP seharusnya cara penilaian mengacu pada hal-hal di atas. apakah cara penilaian sudah menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Kriteria penetapan KKM meliputi: (1) kompleksitas indikator (kesulitan dan kerumitan). Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. dan penilaian diri? Kemudian bagaimana menentukan batas kriteria ketuntasan minimalnya (KKM)? Apakah sudah dianalisis mengikuti ketentuan pada KTSP? KKM merupakan batas minimal seorang siswa mencapai ketuntasan belajar. Pada materi sosialisasi KTSP yang dikeluarkan depdiknas (2007) ditunjukkan bagaimana cara menganalisis KKM tersebut. kemampuan guru. 2006:12). Misalnya. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

dan pemerintah. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. satuan pendidikan. kemajuan. dan kelompok mata pelajaran jasmani. (b) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan 16 . dan kesehatan. D. ulangan akhir semester. Sedang. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. maka seolah-olah menjadi tujuan akhir dari suatu pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. dan memperbaiki proses pembelajaran. ulangan tengah semester. Penilaian tersebut digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik.pertimbangan professional judgment. dan ulangan kenaikan kelas. UJIAN NASIONAL DAN DAMPAK PADA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Erat kaitannya dengan penilaian adalah ujian yang dilakukan secara nasional atau dikenal Ujian Nasional. Karena sifat penilaiannya yang nasional. apakah adanya kurikulum yang memberi ruang terhadap pertimbangan kondisi siswa dalam penilaian di kelas mengubah cara pandang guru? Pertanyaan tersebut yang diupayakan untuk diketahui jawabannya. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. ketuntasan belajar ditetapkan oleh pusat. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Bagaimana sekarang. penilaian hasil belajar oleh pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. yaitu sebagai salah satu pertimbangan untuk: (a) pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Ujian nasional merupakan kewajiban penilaian oleh pemerintah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Apalagi jika melihat kegunaan ujian nasional itu. sebagaimana dikatakan pada PP No 19 tahun 2005 pasal 63 tentang standar pendidikan nasional. Pada peraturan pemerintah tersebut dikatakan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik. seperti disebutkan pada pasal 68 (PP Nomer 19 tahun 2005). olah raga. Pada kurikulum sebelum KTSP. sehingga guru pada suatu sekolah tanpa melakukan analisis dapat langsung menggunakan batas ketuntasan itu.

butir soal UN mengukur muatan tertentu dan kedalaman materi yang 17 . Bagi sekolah dan dinas setempat menjadikan ujian nasional sebagai indikator untuk menunjukkan mutu sekolah di mata masyarakat dan pemerintah. KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural dari sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. Hal tersebut seperti dikatakan Berends dalam Muijs & Reynolds. justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. Bagi guru. (d) pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. orang tua.berikutnya. atau SDM dari sekolah yang bersangkutan. Konskuensinya materi pokok yang dikembangkan di sekolah beragam. Hasil pengamatan peneliti di sekolah-sekolah menunjukkan bahwa paling tidak sekolah selalu mempunyai suatu program berupa bimbingan belajar untuk persiapan ujian nasional. Kegunaan ujian nasional ini menjadi tugas berat bagi siswa. Beban bagi siswa dan orang tua karena ujian nasional menjadi indikator penentuan kelulusan dari sekolah dan mencari sekolah pada jenjang berikutnya. (c) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. konteks finansial. (2008:360) bahwa sistemsistem akuntabilitas negara mempertajam trend waktu yang lebih banyak digunakan untuk penilaian. KTSP merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan dan memberi tempat pada demokratisasi untuk penentuan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan konteks komunitas lokasi sekolah berada. sekolah. baik dari sisi muatan maupun kedalamannya. dinas pendidikan setempat. sehingga hampir seluruh pengajaran diarahkan pada persiapan-persiapan tes yang diwajibkan. Apakah ujian nasional kontradiktif dengan rambu-rambu pembelajaran pada KTSP? Marcellino (2007) pada harian Suara Pembaruan (24 February 2007) mengatakan bahwa ujian nasional kontradiktif dengan KTSP. Sistem penilaian ini akan mengarahkan suatu proses pembelajaran pada fokus persiapan ujian nasional. Apakah ini berarti mengindikasikan fokus tujuan belajar hanya untuk ujian nasional yang hanya mengukur aspek kognitif? Untuk menjawab perlu dilakukan penelusuran untuk mengetahui pandangan sekolah ataupun guru-guru terhadap proses pembelajaran yang seharusnya dan kaitannya dengan ujian nasional. Di pihak lain. Perbedaan materi mungkin terjadi antar sekolah yang berada dalam satu wilayah. ujian nasional menjadi indikator proses pendidikan yang dilakukan selama ini apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Prinsip UN yang sentralistik. guru.

00. Penentuan beberapa mata pelajaran ini tentu membawa konskuensi tersendiri bagi guru mata pelajaran tersebut dan bagi guru mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional.00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya minimal 6. Batas kelulusan pada tahun pelajaran 2007/2008 mensyaratkan siswa harus memiliki nilai rata-rata minimal 5. Dari sisi pemerintah merupakan hak dan kewajiban dari pemerintah untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan dan menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi (Pasal 10 dan 11. UN hanya mencakup beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan. kriteria penentuan kelulusan.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. tetapi pada kurikulum-kurikulum sebelumnya. UN memang sentralistik karena merupakan amanat undang-undang yang mengikat seluruh warga negara tetapi tetap memberikan wewenang pada guru dan sekolah melakukan penilaian.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. ataupun dampak dari UN secara langsung maupun tidak langsung. dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. Permasalahan juga muncul karena mata pelajaran yang diujikan dari Bahasa Indonesia. Masalah tersebut mulai dari perlu tidaknya adanya UN. dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada UN masing-masing minimum 6. 18 .00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.25. Masalah UN ini sebenarnya telah lama menjadi polemik yang tidak hanya pada masa KTSP. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan Minimum 7. dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7.25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. dengan tidak ada nilai di bawah 4.sama di seluruh Indonesia.25 dan khusus untuk SMK. terutama dalam proses pembelajaran. dan Bahasa Inggris ditambah dengan mata pelajaran IPA atau mata pelajaran bidang/jurusan di SMA. Kriteria tersebut memicu pro-kontra pada sebelum maupun sesudah dilaksanakan ujian tersebut.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. Mata pelajaran tersebut dipilih karena peran sentralnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan siswa selanjutnya. atau memiliki nilai minimum 4. Kriteria ini lebih meningkat dari tahun pelajaran 2006/2007 yaitu memiliki nilai rata-rata minimum 5. nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan minimum 7. Matematika.00. dan khusus untuk SMK.00 pada salah satu mata pelajaran. atau memiliki nilai minimal 4. dengan tidak ada nilai di bawah 4.00. UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional).

HASIL DAN PEMBAHASAN A. seperti meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada keberhasilan ujian nasional. PENGEMBANGAN KTSP DI SEKOLAH Sekolah yang dijadikan sasaran penelitian sebanyak 40 sekolah yang berada di Surabaya. apakah pembelajaran yang diselenggarakan berbasis standar ujian nasional atau pembelajaran yang berbasis tujuan nasional. Gresik. Sidoarjo. Tabel 1: Sasaran Penelitian dan Sekolah yang Status Banyak Sudah sudah menyusun KTSP Jenjang Sekolah Menyusun SD Negeri 5 2 Swasta 2 2 SDLB 1 1 SMP Negeri 8 7 Swasta 5 3 SMPLB 3 0 SMA Negeri 5 2 Swasta 5 2 MTs Negeri 1 0 MA Negeri 1 1 Swasta 1 0 SMK Negeri 1 1 Swasta 1 0 Farmasi 1 0 Total 40 21 Belum Menyusun 3 0 0 1 2 3 3 3 1 0 1 0 1 1 19 .Fokus pembahasan ini tidak pada polemik perlu tidaknya ujian nasional tetapi lebih menekankan pada dampak atau konskuensi dari pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Tuban. Dengan kata lain. Apakah sekolah tergiring untuk memusatkan energinya pada persiapan ujian nasional atau menyiapkan dalam arti proses. Mojokerto. dan Bangkalan. Jombang. Lamongan. Komposisi sekolah tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.

Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. terutama dalam bidang pendidikan dengan segala selukbeluknya. simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik. terutama dalam bidang pendidikan dengan segala permasalahannya. Dengan pendidikan. Pendidikan memberi peran penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu. terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Dengan pendidikan. pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna . pendidikan menjadi kebutuhan hidup guna mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. simbiosis mutualisme akan terjalin erat antara satu dengan yang lain.PENDIDIKAN (KTSP) MATA PELAJARAN QUR¶AN HADIST Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. Pergeseran atas kebutuhan pendidikan ini seiring dengan kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi. Terbukanya informasi dan komunikasi di masyarakat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Melalui pendidikan. informasi dan komunikasi semakin lancar. informasi dan komunikasi semakin lancar. Melalui pendidikan. Oleh karena itu. perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dan terjaga dengan baik.

hlm. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. berkeadilan. Sejalan dengan itu. Dengan kata lain. berdaya saing. sehat. serta memiliki etos kerja yang tinggi dan berdisiplin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. pendidikan harus mampu mengantarkan manusia untuk mencapai keberhasilan hidup. Seperti yang diungkapkan Ahmad Tafsir bahwa µpendidikan adalah usaha untuk meningkatkan diri dalam berbagai aspeknya¶.1).13). Sehingga dipandang sangat urgen untuk dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. hlm . demokratis. baik kehidupan duniawi atau ukhrowi dalam rangka memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. yang sesuai dengan kebutuhan dan . Memenuhi kebutuhan pendidikan tak sekedar naik kelas atau lulus.mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Hal ini dalam rangka mewujudkan masyarakat yang damai. berkesadaran hukum dan lingkungan. mandiri. maju dan sejahtera. Kalimat tersebut telah menjadi prinsip oleh sebagian orang yang sadar atas kebutuhan pendidikan. cinta tanah air. Pembangunan Nasional di bidang pendidikan merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Dalam prinsip kenegaraan. yang didukung oleh manusia Indonesia yang beriman. µPendidikan Islam dengan sendirinya merupakan suatu sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah SWT¶ (Nur Uhbiyati 1997. ³Education is need for life´. berakhlak mulia. ³Pendidikan merupakan bagian integral dalam kehidupan bangsa dan negara´( Depag RI 2004. Untuk mewujudkan visi Pendidikan Nasional tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional. bertaqwa.

pembelajaran madrasah perlu dirumuskan dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga di satu sisi memiliki relevansi dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat dalam mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. Dalam kerangka ini pula diberlakukan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. 18-20). Dengan pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaannya. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh pemerintah. pengembangannya ³termasuk di dalamnya mata pelajaran Qur¶an Haditsdiserahkan pada tingkat satuan pendidikan. madrasah merupakan bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional dan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Oleh karena itu. sehingga citra madrasah tidak termarginalkan. .perkembangan masyarakat. pengembangan kurikulum Madrasah Tsanawiyah harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. perlu menampakkan karakteristik tersebut. di sisi lain mencerminkan eksistensi dan jati diri madrasah sebagai satuan pendidikan Islam yang menjadi bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional tersebut. Pencitraan kualitas outcome dan output-nya pun harus menunjukkan karakteristik tersendiri. Dalam pelaksanaannya. sehingga dalam konteks kurikulum. serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. dengan keimanan sebagai inti. Meskipun demikian. potensi daerah dan peserta didik (Anonimus 2003. madrasah tetap memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri. Madrasah Tsanawiyah sebagai lembaga pendidikan menengah pertama dituntut untuk melaksanakan program pendidikan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional.

atau Madrasah Aliyah. Secara fungsional mata pelajaran Qur¶an Haditsdiberikan dalam upaya mentranformasikan berbagai doktrin keagamaan dalam aspek-aspek aqidah. ibadah dan akhlaq. atau Sekolah Menegah Umum berciri khas agama Islam sebagai mata pelajaran pokok harus diikuti setiap siswa dalam semua jurusan. karena fungsinya yang amat penting dalam upaya mencapai tujuan membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tidak sekedar pemikiran-pemikiran keagamaan yang telah terstruktur dalam ilmu-ilmu keagamaan.(Anonimus 1999. hlm 2) Mata pelajaran tersebut juga diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan baca al-Qur¶an. fiqh maupun akhlaq. tetapi juga memiliki kemampuan dan ketrampilan studi ke-Islam-an. sehingga untuk mereka diberikan pelajaran gramatika ³Bahasa Arab´ yang lebih tinggi sesuai dengan keperluan studi al-Qur¶an. untuk memperkuat mata pelajaran Qur¶an Hadist. yang sangat diperlukan para siswa dalam upaya membangun citra keimanan dan ketaqwaan mereka. sehingga mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Core (inti) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam µyakni menciptakan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan¶ patutlah menjadi tujuan semua madrasah dalam mewujdkan karakteristiknya. baik ilmu kalam. Juga diarahkan untuk memiliki kemampuan menulis kalimat al-Qur¶an dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan . para peserta didik (siswa) diharapkan tidak sekedar mengetahui ajaran-ajaran dasar Islam.Pada tingkat menengah. tidak sekedar dalam aspek kelancarannya. ilmu maqra dan ilmu makharij al-huruf). melalui sumber ajarannya yang otentik. tapi juga kefasihan dan kemahirannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan cara baca al-Qur¶an yang telah diatur dalam ilmu baca alQur¶an dengan baik (ilmu tajwid.

serta kebutuhan dunia kerja dapat segera teratasi (Mulyasa 2006. yaitu mengajar dan pembelajaran. Pendidikan nasional dewasa ini dihadapkan pada berbagai permasalahan yang perlu mendapat penanganan secepatnya. tujuan pembelajaran. Pendapat tersebut didasari atas berbagai latar belakang masalah dan fenomena yang kompleks.gramatika Bahasa Arab. Oemar Hamalik menjelaskan bahwa mengajar adalah upaya penyampaian pengetahuan kepada peserta didik (Umar Halik 2007. Dengan demikian melalui KTSP ini pemerintah berhadap jurang pemisah antara pendidikan dan pembangunan. Menurut Oemar Hamalik. Pembelajaran. Karakteristik interaksi belajar-mengajar dalam pendekatan proses belajarmengajar meliputi dua hal pokok. hlm 25-27). Istilah Kurikulum satuan Pendidikan yang disingkat KTSP merupakan kurikulum operasional yang pengembangannya diserahkan kepada daerah dan satuan pendidikan. Mata pelajaran Qur¶an Haditsdisampaikan melalui Proses Belajar Mengajar. guru. Dalam sudut pandangnya. pengajaran. Dalam kerangka inilah pemerintah menggagas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai tindak lanjut kebijakan pendidikan dalam konteks otonomi daerah dan disentralisasi. mengajar. siswa dan peserta didik dimaknai dari berbagai sudut pemikiran. serta sesuai pula dengan tradisi tulis Arab yang telah dikembangkan para ahli Bahasa Arab. diantaranya berkaitan dengan masalah relefansi atau kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan. 19) KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1 dan 2 sebagai berikut : . hlm.

pengertian pembelajaran dapat dirumuskan: ³Pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.(Muhammad Surya 2004. Tetapi tidak semua perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran. Artinya seseorang yang telah mengalami pembelajaran akan berubah perilakunya. Kedua. hasil pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan. Misalnya seorang siswa disebut telah mengalami pembelajaran dalam musik. Prinsip ini mengandung makna bahwa perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran adalah meliputi semua aspek perilaku dan bukan hanya satu atau dua aspek saja. hlm. Secara lengkap. Pembelajaran yang hanya menghasilkan perubahan satu atau . potensi daerah dan peserta didik. maka siswa itu berubah dalam hal pemahamannya tentang musik. alat-alat musik. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan di kembangkan dengan prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. 2.1. Prinsip ini mengandung makna bahwa ciri utama proses pembelajaran itu ialah adanya perubahan perilaku dalam diri individu. Perubahan perilaku itu meliputi aspek-aspek perilaku kognitif. 7) Beberapa prinsip yang menjadi landasan pengertian tersebut di atas ialah: Pertama. afektif atau motorik. konatif. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujutkan pendidikan nasional. memiliki kemampuan dalam memainkan alat-alat musik dengan baik. pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku. dan sebagainya.

dua aspek perilaku saja. disebut sebagai pembelajaran sebahagian (partial learning) dan bukan pembelajaran lengkap (complete learning). sehingga banyak memberikan pengalaman dari situasi nyata. pembelajaran merupakan bentuk pengalaman. pembelajaran merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. maka pembelajaran akan terjadi apabila individu merasakan adanya kebutuhan yang mendorong dan ada sesuatu yang perlu dicapai untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian. Jadi. pada dasarnya merupakan . Pengalaman pada dasarnya adalah kehidupan melalui situasi yang nyata dengan tujuan tertentu. Belajar tidak akan efektif tanpa adanya dorongan dan tujuan. melainkan merupakan suatu rangkaian aktivitas-aktivitas yang dinamis dan saling berkaitan. individu akan senantiasa berada dalam berbagai aktivitas yang tidak terlepas dari lingkungannya. Pembelajaran merupakan bentuk interaksi individu dengan lingkungannya. Jadi. pembelajaran bukan sebagai suatu benda atau keadaan yang statis. Pembelajaran tidak dapat dilepaskan dengan interaksi individu dengan lingkungannya. Atas dasar prinsip ini. dan adanya tujuan yang ingin dicapai. selama proses pembelajaran itu berlangsung. Ketiga. suatu pembelajaran yang efektif adalah apabila pelajar-pelajar melakukan perilaku secara aktif. Keempat. Perubahan perilaku yang diperoleh dari pembelajaran. proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sesuatu tujuan yang akan dicapai. Di dalam aktivitas itu terjadi adanya tahapan-tahapan aktivitas yang sistematis dan terarah. Prinsip ini mengandung makna bahwa aktivitas pembelajaran itu terjadi karena adanya kebutuhan yang harus dipuaskan. Prinsip ketiga ini mengandung makna bahwa pembelajaran itu merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan. pembelajaran merupakan suatu proses. Kelima. Dengan kata lain.

Untuk mengetahui secara pasti problematika pembelajaran itu perlu diteliti lebih jauh.pengalaman. Proses itu harus didukung oleh berbagai faktor. Sebagian ahli pendidikan Islam memandang bahwa problematika pendidikan di Indonesia terletak pada lemahnya mutu kecerdasan out put. Karena itu tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan ini akan menghadapi kendala. Mengamati konsep dan prinsip-prinsip pembelajaran yang dikemukakan Oemar Hamalik di atas sehubungan dengan peningkatan kualitas dan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Qur¶an Haditsdalam mentransformasikan nilai. Hal ini berarti bahwa selama individu dalam proses pembelajaran hendaknya tercipta suatu situasi kehidupan yang menyenangkan sehingga memberikan pengalaman yang berarti. yang kemudian kita kenal dengan sebutan problematika pembelajaran. Rumusan Masalah . Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian Implimentasi KTSP terutama kesiapan madrasah dari sisi manajemen. tidak dapat berlangsung dengan sendirinya. karena kurikulumnya memang hanya memprioritaskan keterlaksanaanya proses belajar. income dari siswa. yang diungkapkan dalam judul ³ Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. dll. agar memberi solusi kreatif yang baik. Faktor-faktor yang tidak terpenuhi itulah menjadi permasalahan. kesiapan guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pengajaran (RPP) penilaian pengajaran serta penguasaan hasil belajar dan sumber bahan. Bagi pendidikan informal dan non formal. problematika ini dianggap umum dan biasa saja.

2. 2. b.N) Muara Enim. .N) Muara Enim? 2. Apa faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.Dengan mendasarkan pada latar belakang sebagaimana diuraikan diatas maka masalah yang muncul berkenaan dengan Implimentasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim diidentifikasikan sebagai berikut: 1. Bagaimana implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) Muara Enim. Kegunaan Penelitian 1. Sumbangsih dalam pengembangan ilmu pendidikan khususnya teori implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Implikasi Teoritis a.N) Muara Enim? Tujuan Penelitian Dengan mengacu pada latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs. Berguna bagi pemerintah khususnya Departemen Agama mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat satker di daerah dalam menentukan kebijakan implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Sebagai penelitian awal tentang implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist. Implikasi Praktis c. Untuk memperoleh deskripsi mengenai implementasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.

hlm 3). kepala madrasah serta praktisi pendidikan dalam upaya menyusun KTSP mata pelajaran Qur¶an Hadist.(Departemen Agama RI2005. Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pelaksana pendidikan di lapangan untuk mengembangkan dan melaksanakan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. kemampuan bekerja dan bersikap ilmiah. sehingga mereka mampu hidup mandiri dan harmonis di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. (Departemen Agama RI 2005. Lebih menitik beratkan target kompetensi daripada penguasaan materi. . kecakapan hidup. sekaligus menjamin pengembangan kepribadian Indonesia yang kuat dan berakhlak mulia. 3. pemerintah pusat.d. kurikulum Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dikembangkan dengan pendekatan sebagai berikut: 1. Mata pelajaran tersebut secara keseluruhan tercantum dalam kurikulum. Lebih mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia. pemerintah daerah. Kurikulum Berbasis Kompetensi yang merupakan ciri dari Kurikulum 2004 didesain untuk menjamin berlangsungnya proses pendidikan yang kondusif bagi berkembangnya potensi peserta didik. Kerangka Pemikiran Mata pelajaran Qur¶an Hadits merupakan salah satu mata pelajaran wajib sejak madrasah ibtidaiyah hingga madrasah aliyah. Sesuai dengan kerangka pikir di atas. Sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi lembaga pendidikan. hlm 3) Kurikulum Qur¶an HaditsMadrasah Tsanawiyah yang dikembangkan dengan pendekatan tersebut diharapkan mampu meneguhkan keimanan dan meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. 2.

Hal ini dilakukan agar madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi. serta tuntutan desentralisasi. Asumsinya adalah jika pendidikan agama termasuk Qur¶an Haditsyang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan efektif. dalam hal ini diberi pengalaman belajar tertentu dalam proses belajar mengajar (teaching-learning process). teknologi dan seni. agar lulusannya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. raw input. kurikulum madrasah dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi. peranan dan efektifitas pendidikan agama di madrasah sebagai landasan bagi pengembangan spiritual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat penting. teaching-learning proccess dan environmental input. Da1am konteks ini. hlm. Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah sebagai bagian yang integral dari pendidikan agama.Dalam konteks madrasah.106) Gambaran di atas menunjukkan bahwa masukan mentah (raw input) merupakan bahan baku yang perlu diolah. madrasah tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya. Problema pembelajaran Qur¶an Hadits itu tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan pembelajarannya. Dengan cara seperti itu. Tetapi secara substansi mata pelajaran Qur¶an Hadits memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. ilmu pengetahuan. Terhadap didalam kegiatan pembelajaran itu turut . memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik. maka kehidupan masyarakat akan lebih baik.(Ngalim Purwanto 1986. Dengan tanggung jawab yang besar itu menunjukkan semakin besarnya persoalan-persoalan yang menjadi problema pembelajaran Qur¶an Hadits semakin kompleks. Faktor-faktor yang dimaksud antara lain meliputi instrumental input.

Yang termasuk instrumental input atau faktor-faktor yang disengaja dirancang dan dimanipulasikan adalah: kurikulum atau bahan pelajaran. Berbagai faktor tersebut berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan keluaran tertentu. bakatnya. karena instrumental input inilah yang menentukan bagaimana kegiatan pembelajaran itu akan terjadi di dalam diri si pelajar. Di dalam keseluruhan sistem maka instrumental input merupakan faktor yang sangat penting pula dan paling menentukan dalam pencapaian hasil/output yang dikehendaki. Secara psikologis hal ini mempengaruhi mereka saat belajar. Mengenai fisiologis ialah bagaimana kondisi fisiknya. kemampuan kognitifnya dan sebagainya.berpengaruh pula sejumlah faktor lingkungan yang merupakan masukan lingkungan (environmental input). Karakteristik siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim juga mempengaruhi pola pembelajaran. serta manajemen yang berlaku di sekolah yang bersangkutan. Hal ini menunjukan bahwa siswa berada pada masa remaja awal. sebagai raw input siswa memiliki karakteristik tertentu. tingkat kecerdasannya. sarana dan fasilitas. maka yang dimaksud masukan mentah atau raw input adalah siswa. guru yang memberikan pengajaran. Masa ini ditandai dengan berkembangnya sikap dependen . VIII dan IX adalah 13-15 tahun. Hal ini dapat dipahami karena pendidikan merupakan satu kesatuan system dimana sejumlah komponen yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. motivasinya. Usia rata-rata siswa MTs kelas VII. baik fisiologis maupun psikologis. dan berfungsi sejumlah faktor yang sengaja dirancang dan dimanipulasikan (instrumental input) guna menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki (output). panca inderanya dan sebagainya. Sedangkan yang menyangkut psikologis adalah : minatnya. Di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

sedangkan remaja mengacu kepada keseluruhan aspek perkembangan. percaya dengan kesadaran. untuk berkomunikasi dengan orang-orang lain dan memercayai mereka serta untuk belajar mengenai apa yang merusak atau apa yang baik bagi dirinya sendiri dan orang-orang lain (Elizabeth B. Pubertas mengacu kepada perkembangan fisik dan seks. Pubertas merupakan bagian dari masa remaja. . Remaja juga mencakup pencarian kebebasan dalam emosi. sosial dan ekonomi. 14. nilai-nilai etika dan isu-isu moral. Periode ini adalah saat individu menggunakan kemampuan untuk menerima dan memberi. Hurlock. yaitu: ada yang percaya turut-turutan.. tetapi ia tidak sinonim dengan remaja.). dalam hal sikap remaja terhadap agama ada bermacam-macam. Remaja berjuang untuk memperoleh kebebasan. percaya tapi agak ragu-ragu (bimbang). Remaja menunjukkan ciri-ciri fisik dan kejiwaan yang penting antara pubertas dan dewasa. Remaja adalah periode peralihan antara masa siswa ke masa dewasa. asal lembaga-lembaga keagamaan itu dapat mengikutsertakan remajaremaja dan memberi kedudukan yang pasti kepada mereka.kepada orang tua ke arah independen. 1956. Kecenderungan remaja untuk ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan sebenarnya ada dan dapat dipupuk. 3. remaja sering kali dilukiskan dengan sebutan setengah siswa setengah dewasa. tetapi bersama itu ia ingin memperoleh pijakan rasa aman. p. dan ada yang tidak percaya sama sekali atau cenderung kepada atheis. dan ia sering kali menunjukkan rasa ingin tahu yang semakin dewasa terhadap dirinya sendiri dan lingkungan. 2. dan sering kali dalam bentuk campuran yang membingungkan. Ia menunjukkan ciri-ciri positif dan negatif. Menurut Adams. Menurut Zakiah Daradjat. minat seksualitas dan kecenderungan untuk merenung atau memperhatikan diri sendiri. Para ahli mengemukakan ciri-ciri remaja antara lain: 1.

dan yang berguna itu biasanya lebih bernuansa fisik dan materialis. Demikian pula mereka diliputi oleh hedonisme. Fokus . hlm 8). karaakteristik madrasah/daerah. dan karakteristik peserta didik. hedonisme. Ironisnya. Untuk mengimplementasikan suatu program baru dalam hal kurikulum tingkat satuan pendidikan di MTs Negeri Muara Enim. (Mulyasa 2006. dan lingkungan madrasah yang mencakup lingkungan fisik seperti gedung dan lingkungan sosial. Pergaulan seks bebas merupakan fenomena yang datang dari paham ini. sosial budaya masyarakat setempat. tidak terlepas dari kendala dan rintangan. potensi sekolah/madrasah. Kesiapan non materi/ sumber daya madrasah bentuk persiapan non materi madrasah dapat dilihat dari dimensi kepemimpinan kepala madrasah. guru.Di sisi lain. bentuk persiapan materi madrasah dapat dilihat dari dimensi perangkat kurikulum. tugas manusia ialah menikmati hidup ini sebanyak dan seintensif mungkin. 2. Itulah sebabnya pada zaman ini dapat disaksikan hampir semua kegiatan hidup dan produk manusia diarahkan ke penikmatan seksual. Kesiapan materi/sumber daya alamiah madrasah. sarana madrasah. yang mengajarkan bahwa yang benar ialah sesuatu yang menghasilkan kenikmatan. Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang di susun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. sekularisme dan isme-isme lain yang mengajarkan bahwa yang benar dan baik ialah yang berguna. siswa dan orang tua siswa. yang ditemukan ialah bahwa kenikmatan tertinggi dan paling berkesan ialah kenikmatan seksual. saat ini remaja banyak dihadapkan pada lingkungan dan budaya yang bernuansa pragmatisme. keuangan. Oleh karena itu untuk meminimalkan adanya kendala dalam proses implimentasi tersebut perlu adanya persiapan-persiapan yang dilakukan yaitu : 1.

menyusun kerangka kerja teoritis. perintah menuntut ilmu. dan perintah bertaqwa. hlm. 3. (Standar Isi MTs 2006. Langkah-langkah Penelitian Dalam penelitian ini berbentuk kualitatif. hlm.kajian yang dimunculkan hanya sebatas pada peran yang di berikan masing-masing dimensi dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.163. Menerapkan kaidah ilmu tajwid dalam membaca al Qur¶an. menganalisis data dan menyusun. Memahami ayat al Qur¶an tentang akhlak kepada ibu bapak. hlm 10). 43).) Adapun Afif Muhammad menambahkan bahwa dalam menyusun penelitian yang menggunakan pendekatan metode deskriptif dapat menempuh langkah-langkah: menetapkan komponenkomponen atau aspek-aspek yang akan membentuk pemikiran tersebut atau apa yang disebut dengan indikator-indikator (Afif Muhammad 2003. semangat keilmuan. Tujuan pembelajaran al Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah adalah sebagai berikut : 1. taat kepada Allah. sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan. setan sebagai musuh manusia. hlm 180). Menurut Mohammad Ali. ada lima (5) langkah dalam penelitian pendidikan kualitatif: merumuskan fokus masalah. sesame manusia. cinta kepada allah dan rasul-Nya. serta menarik kesimpulan (Mohammad Ali : 1993. meyakini kebenaran Islam dan istiqomah. sesama manusia. sikap konsekwen dan jujur. Peneliti memulainya dari suatu tahapan ke tahapan berikutnya. makanan yang halal lagi baik. Adapun langkah-langkah pentahapan yang digunakan oleh penulis secara sederhana meliputi: . mengumpulkan data. Memahami akhlak terhadap ibu bapak. makanan yang halan lagi baik. (Joko Susilo 2007. persatuan dan persaudaraan. rasul dan perintah. 2. berlaku dermawan.

hlm. Fokus penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang implimentasi KTSP mata pelajaran qur¶an hadits di MTs Negeri Muara Enim. Hal ini apabila menggunakan pendekatan . kondisi obyektif pelaksanaan KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim. (Nasution. 1988. 73). hlm. metode survey lapangan adalah suatu metode yang dilakukan untuk meneliti fenomena/gejala-gejala.. 90) tidak untuk mengukur sesuatu. Dipendekatan yang dapat mendiskripsikan data tersebut adalah menggunakan penelitian kualitatif. maksud penelitian kualitatif tidak ditujukan untuk menghasilkan kesimpulan temuan dari sampel besar sampai populasi dengan menggunakan verifikasi statistik. mendalam dan memberi jawaban yang tepat terhadap masalah yang akan diteliti digunakan penelitian kualitatif.Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey lapangan. Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang lengkap. serta untuk memperoleh deskripsi mengenai faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. karena yang diamati adalah responden dengan latar belakang implimentasi KTSP yang diterapkan dalam proses pembelajaran Qur¶an Hadist. Gambaran karakteristik yang dijelaskan tersebut sesuai dengan maksud dari penelitian ini. Lebih lagi. Dalam hal ini. Menurut Nasution. kejadian-kejadian dan kenyataan-kenyataan di lapangan. melainkan untuk memahami sepenuhnya makna fenomena dalam konteks dan untuk memberikan laporan tebal mengenai fenomena yang dikaji. Sedangkan sasaran penelitian kualitatif menurut Leininger yang dikutip Sirozi (2004.

Untuk itu peneliti berhubungan langsung dengan situasi dan sumber data yang akan diselidiki. Dalam hal ini peneliti akan mengumpulkan data dalam situasi yang wajar. kebiasaan. keyakinan dan budaya yang dianut oleh seseorang atau kelompok dalam lingkungan tertentu. hlm 221) mengemukakan bahwa ³ Pada hakekatnya penelitian kualitatif mengamati orang dalam lingkungannya. langsung apa adanya tanpa dipengaruhi oleh unsur-unsur lain dari luar lingkungan. tetapi mengumpulkan data deskriptif dalam bentuk laporan dan uraian untuk mencari makna. berinteraksi dengan mereka dan berusaha memahami bahasa serta tafsiran mereka sendiri tentang dunia yang ada disekitarnya. Dengan kata lain penelitian kualitatif tidak meneliti suatu lahan kosong.hlm 97. wawancara dan dokumentasi. seperti nilai.) mengemukakan bahwa : ³ Di dalam penelirtian kualitatif konsep dan kategorilah yang dipersoalkan bukan kejadian atau frekuensinya. Demikian pula Mc. dapat ditemukan data yang tidak teramati dan terukur secara kuantitatif. Dengan menggunakan metode kualitatif. (Nasution. Peneliti tidak menggunakan angka-angka. tetapi ia menggalinya´. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi. 1998 : 121). Cracken dalam (Julia Brannen 1997. Teknik Pengumpulan Data Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif selain sebagai perencana sekaligus juga sebagai pelaksanan pengumpul data atau sebagai instrument (Moeloeng. sikap mental.kuantitatif kurang sesuai karena penelitian ini bersifat independent. walaupun tidak menolak angka-angka sebagai penunjang penelitian. . tidak berintegrasi langsung dengan subyek sehingga akan sangat sulit sekali diungkapkan proses kegiatan yang berlangsung. 1992.

karena : a). Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan yang langsung diperoleh dari data lapangan. Patton (1990 ) 135 ± 136) mengemukakan pilihan teknik wawancara. e). pengamatan dimanfaatkan secara optimal. Menurut Guba dan Lincoln (1981) ada bebearapa alasan mengapa dalam penelitian kualitatif. tempat kegiatan orang-orang yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan makna apa yang diamati menurut perspektif pengamat (Patton. 2. Sedangkan pengamatan tanpa berperan serta pengamat hanya melakukan satu fungsi. yaitu mengadakan pengamatan. Percakapan dilakukan antara peneliti yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong. yaitu sebagai pengamat dan sekaligus menjadi anggota resmi dari kelompok yang diamati. Observasi Tujuan dari observasi adalah dengan mendiskripsikan seting yang diamati. pengamat melakukan dua peran sekaligus. Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung b). d). c). 1990 : 202). Pada pengamatan berperan serta.1. 1998 : 135). kemudian mencatat perilaku dan kejadian seperti keadaan yang sebenarnya. Teknik pengamatan sangat dimungkinkan pengamat melihat dan mengamati sendiri. yaitu : . Teknik pengamatan memungkinkan peneliti memahami situasi-situasi yang rumit dan perilaku yang kompleks Pengamatan dapat diklasifikasikan atas pengamatan melalui cara berperan serta dan yang tidak berperan serta (Moeleong. 1998 : 126). Pengamatan merupakan jalan terbaik untuk mengecek kepercayaan data.

Wawancara pembicara informal (the informal conversational interview). Wawancara ini menggunakan seperangkat pertanyaan baku.a). Wawancara dilakukan berdasar pada kerangka dan garis besar pokok-pokok yang dituangkan dalam pertanyaan disesuaikan dengan keadaan responden dalam konteks wawancara sebenarnya. sehingga diperoleh keadaan studi dalam konteks tertentu. Menggunakan petunjuk umum wawancara (the general interview guide approach). dibutuhkan adanya informan yang dipilih guna mendapatkan informasi sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuannya. c) studi dokumentasi juga dilakukan untuk mendapatkan data yang tidak diperoleh melalui tehnik lainnya. Untuk meliput sumber data. Wawancara baku terbuka (the standardized open-ended interview). Pertanyaan yang diajukan sangat tergantung pada pewawancara itu sendiri dan sponanitasnya dalam mengajukan pertanyaan. Pemilihan informan dihentikan setelah variasi dan . b). serta mengutamakan pandangan dan pendirian responden. Subyek yang menjadi sumber informasi dipilih sesuai dengan focus dan tujuan penelitian. namun sebagaian terstruktur dan mendalam. c). Wawancara dilakukan pada latar alamiah. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan terjadinya bias-bias atau ³kemencengan´. baik itu kepada para dewan guru mata pelajaran Qur¶an Hadis atau guru agama lainnya. Wawancara informal banyak digunakan dengan para responden yang langsung merasakan akibat dari pelaksanaan kebijakan pengembangan KTSP. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui : a) observasi (pengamatan) lapangan secara langsung untuk mendapatkan data sebenarnya. Dalam penelitian ini teknik wawancara yang digunakan adalah teknik pertama dan kedua. b) wawancara secara terbuka.

seperti pada pandangan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. sehingga dalam metode penelitian ini tidak ada pilihan lain selain manusia sebagai instrument utama penelitian. pengumpulan data di lapangan menggunakan alat bantu berupa alat rekam dan alat potret. Instrumen pengumpulan data didalam penelitian ini. yaitu ditandai dengan tidak adanya variasi informasi baru yang diperoleh. baik itu terjadi di masa lampau ataupun karena tidak memungkinkan untuk hadir di tempat kejadian. yaitu pengamatan dilakukan secara langsung terhadap implementasi pelaksanaan KTSP Mata pelajaran Qur¶an Haditsdi MTs Negeri Muara Enim. asumsi yang digunakan dalam memandang realitas adalah bahwa realitas bersifat menyeluruh ( holistik ).kedalaman informasi telah diperoleh secara maksimal. tetapi unsur manusia adalah tetap merupakan instrument yang paling utama. . Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Alat rekam yang digunakan adalah kamera. Operasionalisasinya dilakukan dengan mengadakan wawancara secara mendalam kepada berbagai informan lain sehubungan dengan pokok masalah yang akan diteliti. Peneliti mengutamakan pengamatan kejadian apa adanya. tidak dapat dipisahpisahkan ke dalam variable-variabel. Alat potret digunakan untuk mengambil gambar kejadian atau situasi yang dianggap penting dan sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam pelaksanaannya. karena mungkin peneliti tidak mampu mencatat secara langsung di lapangan hasil wawancara dengan responden. Bentuk instrument lain mungkin digunakan dalam penelitian. Metode wawancara digunakan guna memperoleh keterangan tentang kejadian yang oleh peneliti tidak dapat diamati sendiri secara langsung.

kegunaan penelitian. yaitu proses pemilihan data kasar dan masih mentah yang diperoleh dari kajian dokumen dan wawancara. yaitu : Bab 1 merupakan bagian pendahuluan. Hal ini mengacu pada pendapat Gulo (2002. kerangka pemikiran. tujuan penelitian. dan bahkan direvisi redaksinya. dipahami. 29). dijelaskan. Dalam bagian ini dikemukakan latar belakang masalah. tahap verifikasi data. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Semua data yang relevan dianalisis dan disampaikan dengan kata atau gambar. diramalkan. Kedua. tahap penyajian data. sehingga memberi makna pada setiap rangkuman sesuai dengan materi pokok penelitian. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tesis ini disusun dalam lima bab. Ketiga. Dalam model ini ada tiga komponen analisis. rumusan masalah. Pertama. penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber sebagai kesimpulan sementara sambil mencari data pendukung kesimpulan tersebut. hlm. bahwa analisis data bertujuan untuk mengetahui karakteristik setiap variable dan menguraikan makna yang dinyatakan oleh penjelasan responden. langkah-langkah .Teknik Analisis Data Analisis data sebagai proses menguraikan data menjadi komponen-komponen yang membentuknya yang dinyatakan oleh penjelasan responden. Data yang masuk kemudian ditafsirkan. berupa penyampaian informasi yang diperlukan dalam penelitian berdasarkan data yang sudah direduksi dan disusun secara runtut. Kegiatan ini berlangsung secara terus menerus selama penelitian melalui tahapan membuat ringkasan. tahap reduksi data.

teknik analisis data. Selanjutnya juga bab ini membahas faktor pendukung dan penghambat bagi implimentasi KTSP dari segi perencanaan. model kurikulum Madrasah Tsanawiyah. Sistematika penulisan ini nantinya sekaligus menjadi panduan bagi penulis untuk menyusun hasil penelitian tesis. Untuk itu perlu dikemukakan bahwa secara teknis ukuran jumlah halaman. penggunaan kutipan dan system referensi . dasar dan tujuan KTSP. model silabus KTSP. Standar kompetensi lulusan MTs. prinsip pengembangan dan pelaksanaan kurikulum MTs. Bab 4 merupakan hasil penelitian yang memaparkan implementasi KTSP dari segi perencanaan. kondisi geografis. yaitu bagian penutup yang memuat kesimpulan.standar kompetensi dan kompetensi dasar al qur¶an hadist. dan lokasi penelitian. Bab 2 merupakan bagian kerangka teori yang berisi pengertian KTSP. dasar kebijakan dan karakteristik KTSP. dan saran-saran. plus minus KTSP. segi pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran qur¶an haditsdi MTs Negeri Muara Enim. tata letak (lay out) format halaman. dan prestasi ujian nasional selama tiga tahun di MTs Negeri Muara Enim.penelitian. teknik pengumpulan data. keadaan bangunan. sistematika penulisan. jenis penelitian. qur¶an hadits sebagai mata pelajaran di Madrasah Tsanawiyah. Bab 5 merupakan bagian akhir dari pembahasan penelitian ini. RPP al qur¶an hadist. pelaksanaan dan dari segi evaluasi mata pelajaran Qur¶an haditsdi MTsN Muara Enim. Bab 3 merupakan kondisi Umum MTsN Muara Enim yang meliputi sejarah singkat. visi dan misi serta tujuan MTsN Muara Enim. keadaan guru.

Lokasi Penelitian Penelitian ini memfokuskan pada masalah implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) mata pelajaran Qur¶an Haditsdi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim. ada di tempat tersebut. Di samping itu pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Enim yang diwakili oleh kepala sekolah dan dewan guru memberikan izin dan menyambut baik niat penulis untuk melakukan penelitian di MTs Negeri Muara Enim. Hal ini dipilih berdasarkan observasi studi pendahuluan peneliti.al. Di lokasi tersebut nampak adanya masalah yang relevan dengan penelitian ini. Selain itu pihak Mapenda kantor Departemen Agama Kabupaten Muara Enim juga memberikan izin dan dukungan sepenuhnya. untuk keperluan yang lebih praktis dan operasional bentuk gaya penulisan. Sedangkan khusus penulisan laporan Bab 4 bagian yang memaparkan temuan hasil penelitian. bahwa masalah yang menjadi fokus penelitian yang sedang dikaji penulis. Buku Panduan Penulisan. . (1991).penulisan hasil penelitian tesis ini menggunakan pedoman penulisan tesis yang disusun oleh Sirozi et al. (2005). penulis mengembangakan dan menggunakan panduan yang disusun Abizar et. serta siap membatu penelitian ini sampai selesai. Panduan Penulisan Karya Ilmiah: menulis Tesis efektif dan Efisien.

enimbang : bahwa agar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dapat dilaksanakan di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah secara baik. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 5 sampai dengan Pasal 18. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. d. 6. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. b. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Tugas. 4. Pasal 1 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan pada : a. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 sampai dengan Pasal 38. Mengingat : 1. Susunan Organisasi. 3. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. dan Pasal 25 sampai dengan Pasal 27. dan Tatakerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH. (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Standar Kompentesi Lulusan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). c. Fungsi. 5. 2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

(5) Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau Komite Madrasah. dan sekolah dasar luar biasa (SDLB): . melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun. (5) Penyimpangan terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan setelah mendapat izin Menteri Pendidikan Nasional. (3) Satuan pendidikan dasar dan menengah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah untuk semua tingkatan kelasnya mulai tahun ajaran 2006/2007.4. sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB). (2) Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. untuk satuan pendidikan dasar. . Pasal 2 (1) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mulai tahun ajaran 2006/2007. Untuk sekolah menengah pertama (SMP).tahun II : kelas 1 dan 2. (2) Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah paling lambat tahun ajaran 2009/2010. dan 5. .2. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/kota masing-masing. Pasal 3 (1) Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004. madrasah tsanawiyah (MTs).tahun II : kelas 1. madrasah ibtidaiyah (MI). dan sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) : .5 dan 6.tahun III : kelas 1. madrasah aliyah kejuruan (MAK).Menengah.tahun I : kelas 1. sekolah menengah kejuruan (SMK). sekolah menengah atas (SMA). . dan 3. Untuk sekolah dasar (SD).4. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus.2.2.tahun I : kelas 1 dan 4. (4) Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. . dengan tahapan : a. 2 (3) Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah memperhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). . madrasah aliyah (MA). b.3.tahun III : kelas 1.

dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan/atau Pusat Pengembangan dan Penataran Guru (PPPG). dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP. mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP. b. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. membantu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam penjaminan mutu satuan pendidikan dasar dan menengah agar dapat memenuhi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mendukung penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP kepada dinas pendidikan provinsi. c. dinas pendidikan kabupaten/kota. menggandakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pasal 7 Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional: a. untuk satuan pendidikan madrasah ibtidaiyah (MI). (2) BSNP dapat mengajukan usul revisi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan keperluan berdasarkan pemantauan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pengawas. terhadap guru. pada tingkat satuan pendidikan. b. mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus. Pasal 4 (1) BSNP melakukan pemantauan perkembangan dan evaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar 3 Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.(3) Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. b. . melalui LPMP. madrasah tsanawiyah (MTs). Pasal 6 Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan: a. disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan yang bersangkutan. dan dewan pendidikan. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pasal 5 Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah: a. serta mendistribusikannya kepada setiap satuan pendidikan secara nasional. c. kepala sekolah. secara nasional. mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif. madrasah aliyah (MA).

Pasal 11 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. mengusahakan secara nasional sesuai dengan kewenangannya agar sarana. Nomor 080/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan. di kalangan lembaga pendidikan tenaga keguruan (LPTK). Pasal 8 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: a. b. dan sumber daya manusia satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. c. dinyatakan tidak berlaku bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sejak satuan pendidikan dasar dan . Nomor 060/U/1993 tentang Kurikulum Pendidikan Dasar.d. f. memantau. Pasal 9 Sekretariat Jenderal melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. mengevaluasinya. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya dan berkoordinasi dengan Departemen Pendidikan Nasional. bekerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dasar dan menengah dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah. Nomor 061/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Umum. b. dan mengevaluasi pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan kewenangannya. Nomor 0126/U/1994 tentang Kurikulum Pendidikan Luar Biasa. dan d. melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. memonitor secara nasional penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pasal 10 Departemen lain yang menyelenggarakan satuan pendidikan dasar dan menengah : a. melakukan supervisi. dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau Menteri. memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK yang mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan 4 Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. kepada pemangku kepentingan umum. b. prasarana. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : a. c. e.

SEKOLAH DASAR (SD)/ MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) a. 3. Memahami kasih Allah melalui keberadaan dirinya 2. Mengenal pemimpin yang baik dan patut diteladani di wilayahnya 10. Meyakini kemahakuasaan Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai Maha Pencipta. keluarga dan teman 3. Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai karunia Tuhan dan mengungkapkan rasa syukurnya dengan berdoa. Panca Nyama Bratha. Memahami orang suci agama Hindu dan tugas dan kewajiban orang suci 8. Beribadah kepada Tuhan sebagai ucapan syukur melalui doa dan membaca Alkitab 4. Memahami tari-tari Keagamaan. Catur Paramita. Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi b. Peserta didik memahami Gereja sebagai persekutuan Umat Allah dan sebagai Sakramen keselamatan yang diutus ke dalam dunia dan Roh Kudus yang diutus Yesus sebagai jiwa Gereja yang senantiasa menyertainya. Panca Yama. Pendidikan Agama Hindu SD 1. Dasa Yama dan Dasa Nyama Bratha dalam kehidupan sehari-hari 4.menengah yang bersangkutan melaksanakan Peraturan Menteri ini sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3. mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-µAlaq 2. Menerapkan Panca Yadnya secara Nitya Karma dan Naimitika Karma dalam kehidupan sehari-hari 6. membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur¶an. Pendidikan Agama Islam SD/MI 1. Tri Parartha. Catur Guru. TTD. Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji 5. Mendemonstrasikan pemahaman sikap-sikap sembahyang Tri Sandhya dan sarana sembahyang 5. Menanggapi kasih Allah dengan mengasihi orangtua. Memahami ajaran Panca Sradha dan Tri Sarira 3. Tri Mala. Peserta didik memahami hidup beriman yang terlibat dalam masyarakat sebagai perwujudan imannya. dan sejarah perkembangan Hindu sebelum dan sesudah kemerdekaan . 4. Pendidikan Agama Kristen SD 1. Tri Purusa dan Cadhu Sakti 2. Memahami hari-hari suci keagamaan dan dasar-dasar hari suci (Wariga) 9. Peserta didik memahami dan mencintai Allah sebagai Bapa Pencipta dan Penyelenggara seperti dikisahkan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan meneladani Yesus Kristus sebagai Penyelamat hidup umat manusia. Memahami ajaran Susila yang meliputi: Tri Kaya Parisudha. BAMBANG SUDIBYO 5 Lampiran: Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kelulusan C. Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar 3. lagu-lagu kerohanian (Yadnya). Pasal 12 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Memahami Bhuana Agung dan Bhuana Alit 11. Pendidikan Agama Katolik SD 1. Tri Murti. Memahami Weda sebagai kitab suci dan wahyu Sang Hyang Widhi (Tuhan) 7. Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela 4. bernyanyi serta melakukan perbuatan-perbuatan nyata 2. Menyebutkan. menghafal. Memelihara ciptaan Allah lainnya dalam hidup sehari-hari c. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Juni 2006 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. d. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN 1.

luas. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran. percakapan sederhana. dan informasi dalam kegiatan perkenalan. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di SMP f. penjelasan. deklamasi. Memiliki kemampuan dasar untuk memahami dan meyakini agamanya serta menerapkannya dalam bertutur. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan. baik pada tingkat daerah maupun pusat 8. kebiasaan. Bodhisattva. berbuat dan berperilaku 3. volume. Memahami hidup tertib dan gotong royong 5. Memahami konsep pengumpulan data. rentangan data. rerata hitung. Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah 4. sikap dan kepribadian Buddha. pengumuman. laporan. adat istiadat. dan pantun h. pidato. penyajian data dengan tabel. perasaan. percakapan telepon. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (sila). dongeng. cerita. Matematika SD/MI 1. Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI 1. kecepatan. sudut. Memahami sistem pemerintahan. Menampilkan perilaku jujur. petunjuk. formulir. pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng. dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi. senang bekerja dan anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. serta karya sastra berbentuk dongeng. mengurutkan data. dan kreatif untuk memecahkan masalah 7. cerita. pantun. dialog. Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana. Meneladani sifat. dan para siswa utama Buddha 6 6.e. drama. memberi petunjuk. wawancara. Mendengarkan Memahami wacana lisan berbentuk perintah. cerita. Bahasa Indonesia SD/MI 1. peraturan. kebiasaan. pesan. puisi. Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masing-masing aliran 5. berita. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya 4. Memahami lambang-lambang agama Buddha 9. deskripsi peristiwa dan benda di sekitar. pantun dan cerita rakyat 2. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari . unsur-unsur dan sifat-sifatnya. gambar dan grafik (diagram). sesuai dengan nilai-nilai pancasila 7. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 2. parafrase. percakapan. teks pidato. Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa 10. Pendidikan Agama Buddha SD 1. pengumuman. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis. dan drama 4. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 3. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2. serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita. deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar. dan kebijaksanaan (panna) 2. waktu. Menulis Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran. Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama 8. serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 4. modus. dan puisi 3. disiplin. tegur sapa. Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat. pelaporan hasil pengamatan. kritis. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk. operasi hitung dan sifat-sifatnya. drama. teks panjang. surat. puisi. Memahami makna keutuhan negara kesatuan Republik iIndonesia. diskusi. perasaan. ringkasan. petunjuk. dan informasi dalam bentuk karangan sederhana. dengan kepatuhan terhadap undangundang. dan menghargai keputusan bersama 9. debit. panjang. Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 3. Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis 6. Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari 5. pantun. Memahami hubungan Indonesia dengan negara tetangga dan politik luar negeri g. meditasi (samadhi).

daerah dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana daerah setempat Seni Tari 1. Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7. Memahami matahari sebagai pusat tata surya. dan tumbuhan. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik sederhana daerah setempat 2. keadaan sosial negara di Asia Tenggara serta benuabenua 8. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak. Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI 1. Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 7. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi bertema hewan. Memahami beragam sifat benda hubungannya dengan penyusunnya. dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 4. dan perlengkapan tari daerah setempat 2. Memahami sejarah. Seni Budaya dan Keterampilan SD/MI Seni Rupa 1. serta manfaat hewan dan tumbuhan bagi manusia. Memahami perkembangan wilayah Indonesia. dan kegunaannya 5. serta mewujudkan sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga 2. Memahami bagian-bagian tubuh pada manusia. kenampakan alam.6. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan . kenampakan dan perubahan permukaan bumi. perubahan dan manfaatnya 6. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan lagu wajib. kritis. Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan menceritakan hasil pengamatannya secara lisan dan tertulis 2. keragaman suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia 6. Mengenal sumber daya alam. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa terapan melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang ada di daerah setempat 2. kegiatan ekonomi. Memiliki kemampuan berpikir logis. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa murni melalui pembuatan relief dari bahan plastisin/tanah liat yang ada di daerah setempat 3. daerah dan Nusantara 3. hewan. Memahami berbagai bentuk energi. busana. dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi 5. dan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya 3. Memahami peranan Indonesia di era global k. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi dengan tema bebas 5. Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI 1. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional. perubahan wujud benda. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis dan gabungan terhadap berbagai musik/lagu wajib. dan hubungan peristiwa alam dengan kegiatan manusia j. manusia dan kehidupannya serta motif hias dengan teknik batik 4. dan kreatif i. serta fungsinya dan perubahan pada makhluk hidup 7 4. Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga. serta kerja sama di antara keduanya 3. serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi bencana alam 9. Mengenal gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga. Memahami identitas diri dan keluarga. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara melalui pembuatan benda kreatif yang sesuai dengan potensi daerah setempat Seni Musik 1. upaya pelestariannya.

lompat. dan cerita sangat sederhana yang disampaikan secara lisan dalam konteks kelas. kelenturan serta koordinasi otot 6. serta senam lantai 4. Mempraktekkan latihan kebugaran dalam bentuk meningkatkan daya tahan kekuatan otot. busana. ungkapan. Pendidikan Jasmani. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sangat sederhana dalam bentuk instruksi dan informasi dalam konteks kelas. dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana yang disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas. dan perlengkapan tari Nusantara 3. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan daerah setempat dengan teknik konstruksi 2. mengenal makanan sehat. Membaca Membaca nyaring dan memahami makna dalam instruksi. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan dan benda permainan dengan teknik meronce dan makrame 3. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan anyaman dengan menggunakan berbagai bahan 4. dan lingkungan sekitar 3. dan teks fungsional pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat . Mengapresiasi dan mengekspresikan perpaduan karya seni tari dan musik Nusantara Keterampilan 1. piknik. mengenal berbagai penyakit dan pencegahannya serta menghindarkan diri dari narkoba m. Olahraga dan Kesehatan SD/MI 1. informasi. dan aerobik 3. Mendengarkan Memahami instruksi. Mengapresiasi dan membuat karya benda mainan beroda dengan menggunakan berbagai bahan l. dan lingkungan sekitar 2. Mempraktekkan gerak ritmik meliputi senam pagi. Mempraktekkan gerak dasar renang dalam berbagai gaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 5. dan lain-lain 7. kerjasama. Mempraktekkan gerak dasar lari. teks fungsional pendek. dan lain-lain 8 2.gerak. sekolah. Mempraktekkan gerak ketangkasan seperti ketangkasan dengan dan tanpa alat. dan jalan dalam permainan sederhana serta nilai-nilai dasar sportivitas seperti kejujuran. Memahami budaya hidup sehat dalam bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. senam kesegaran jasmani (SKJ). Mempraktekkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di luar sekolah seperti perkemahan. sekolah. sekolah. informasi. Bahasa Inggris SD/MI 1. dan lingkungan sekitar 4. Menulis Menuliskan kata.

orang tua peserta didik. namun di dalamnya melibatkan banyak orang. Prinsip fleksibilitas. Dalam pengembangan kurikulum. seperti : politikus. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). Prinsip relevansi. 2. (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan. Dalam hal ini. kontinuitas. prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan. sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. serta unsur ± unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. Oleh karena itu. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar. penerapan dan evaluasi. dan efektivitas. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. yaitu : 1. bahan. organisasi dan evaluasi). didalamnya mencakup: perencanaan. praktis. tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. pengusaha. Dalam pengembangan kurikulum. prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran. Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis). lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. Prinsip Pengembangan Kurikulum Posted on 31 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif.3. . Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip ± prinsip umum : relevansi. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum. fleksibilitas. strategi. dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian.

keterampilan sosial. tanpa membedakan agama. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. teknologi. Oleh karena itu. Prinsip efisiensi. Prinsip kontinuitas. sehat. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. baik secara kualitas maupun kuantitas. dunia usaha dan dunia kerja. keterampilan berpikir. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. 2. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. 3. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. terdapat sejumlah prinsipprinsip yang harus dipenuhi. . baik secara vertikal. berakhlak mulia. serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. dan jenjang serta jenis pendidikan. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. yakni adanya kesinambungandalam kurikulum. teknologi. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. suku. kebutuhan. maupun secara horizontal. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. baik yang di dalam tingkat kelas. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. dan pengembangan diri secara terpadu. berilmu. perkembangan. 3. cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. dan seni.memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang. keterampilan akademik. 4. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. kebutuhan. perkembangan. serta status sosial ekonomi dan gender. dan seni. kreatif. dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. cakap. Berpusat pada potensi. pengembangan keterampilan pribadi. kondisi daerah. Prinsip efektivitas. Belajar sepanjang hayat. antar jenjang pendidikan. budaya dan adat istiadat. 6. biaya. 5. Menyeluruh dan berkesinambungan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. yaitu : 1. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. 4. 5. muatan lokal.

tentang bagaimana tujuan direalisasikan melalui proses belajar-mengajar. Kurikulum Pembelajaran Tujuan (Output) Proses Input Hubungan Kurikulum dan Pembelajaran B . nonformal dan informal.com 5.com .blogspot. Kewenangan Pengembangan Kurikulum Pemerintah Pusat Kelompok/Satuan Pendidikan Komite Sekolah Silabus Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Diknas/Depag Prop Diknas/Depag Kab/Kota Koordinasi & Supervisi Dikmen Koordinasi & Supervisi Diksar galerysabar. Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.blogspot.Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. dan apakah tujuan dan sarana tersebut serasi dan efektif 2. Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran . berbangsa dan bernegara.blogspot. serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan PENGEMBANGAN KURIKULUM: Suatu proses untuk membuat keputusan tentang tujuan. banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . dan minat peserta o Keragaman potensi daerah dan lingkungan o Tuntutan pembangunan daerah dan nasional o Perkembangan ilmu pengetahuan. yang justru tampaknya sering kali terabaikan.Tajudin 3. isi. Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum. Galerysabar. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum. dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. 7. galerysabar.com Tujuan Isi/ Bahan Cara/Strategi dan Organisasi Orientasi (diagnosis kebutuhan) Evaluasi Implementasi Pengembangan Ujicoba Kurikulum Pengembangan Kurikulum 4.com KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN KURIKULUM: Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan.blogspot.Presentation Transcript 1. dan seni o Agama o Dinamika perkembangan global o persatuan nasional dan nilai-nilai keagamaan galerysabar. Prinsip Pengembangan Kurikulum o Peningkatan iman dan taqwa o Peningkatan akhlaq mulia o Peningkatan potensi. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. teknologi. dan bahan pelajaran. kecerdasan.

memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memiliki dasar humaniora utk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan o menguasai pengetahuan dan ketrampilan akademik serta beretos belajar o untuk melanjutkan pendidikan o mengalihgunakan kemampuan akademik dan ketrampilan hidup di masyarakat o lokal dan global o Berekspresi dan menghargai seni . dan berhitung o mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan o berpikir logis.blogspot. menulis. tanggungjawab. dan pengetahuan yang kuat dan memadai untuk mengemangkan potensi dirinya secara optimal sehingga memiliki ketahanan dan keberhasilan dalam pendidikan lanjutan atau dalam kehidupan yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman Dikmen: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter. kecakapan.blogspot. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) MISI o Diksar: o menanamkan dasar perilaku berbudi pekerti dan berakhlaq mulia o menumbuhkn dasar kemahiran membaca. galerysabar.com 7. dan etos o kerja o Dikmen: o memberikan kemampuan minimal bagi lulusan untuk melanjutkan o pendidikan dan hidup dalam masyarakat o menyiapkan sebagai besar warga negara menuju masyarakat o belajar pada masa yang akan datang o menyiapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang memahami o dan menginternalisasi perangkat gagasan dan nilai masyarakat o beradan dan cerdas. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) KOMPETENSI o SMP/MTs: o meyakini. serta o berkomunikasi melalui berbagai media o menyenangi dan menghargai seni o menjalankan pola hidup bersih. serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi .6. kewirausahaan. budaya. dan sehat o berpartisipasi dlm kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga thd o bangsa dan tanah air o SMA/MA: o meyakini. dan ketrampilan yang kuat untuk mengadakan hubungn timbal balik dengan lingkungan sosial. kemandirian. kreatif inovatif. galerysabar. kecakapan. bugar. memecahkan masalah. memahami dan menjalankan ajar agama yg diyakini dlm kehidupan o memahami dan menjalankan hak serta kewajiban untuk berkarya dan o memanfaatkan lingkungan secara bertanggungjawab o berpikir secara logis.com 8. kritis. Kerangka Dasar Kurikulum 2004 (KBK) VISI Diksar: menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar karakter. dan kreatif o menumbuhkan sikap toleran. ketrampilan. kritis. dan o kecakapan emosional o memberikan dasar ketrampilan hidup. dan alam sekitar.

Bhs & Sastra Indo. Kewarganegaraan *) 2 2 2 2 2 2 3.Mand) *) .Fisika *) 3 3 5 5 5 5 13. Kurikuler & pendekatan ¢ 5 atau 6 hari. Bhs.14.. Ketrampilan/TIK 2 2 2 10. dan bernegara secara demokratis. Agama 2 2 2 2 2 2 2..13.com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls VII Kls VIII Kls IX 1. dan keg. 4 4 3 3 3 3 4. Sedang.com 9... Bhs Asing Lain (Arb. o Pendukung Pelaksanaan Kuikulum o Kalender Pendidikan ¢ hari efektif = 200-240 hari o Diversifikasi Kurikulum ¢ Kelompok Normal. Pend... Pemecahan Masalah. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 .13.Ekonomi ) 2 2..Sosiologi (termasuk Antrpologi) 2 2 ..com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1.blogspot.o o o Menjaga kebersihan. Pend. Kesenian 2 2 2 2 .. dan kebugaran jasmani Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dlm kehidupan bermasyarakat. Kesenian 2 2 2 9... 4 4 3 3 3 3 4.2 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 12.Biologi *) 3 3 5 4 5 4 15... Struktur Program Kurikulum SMP 1 jam pel = 45 menit galerysabar. Pend. Struktur Program Kurikulum SMA (IPS) 1 jam = 45 menit.Kimia 3 3 .blogspot..2 10.11.4 4 4 4 16.2 . Jasmani 2 2 2 2 2 2 8. Bhs Indo.Jpn.Kimia *) 3 3 4 5 4 5 14. Bhs... o Belajar Tuntas. Struktur Program Kurikulum SMA (Bahasa) galerysabar.. Pend..12.7.Biologi 3 3 . minm 30 jam/minggu.. pendekatan PAKEM.7.15.TIK/Ketrampilan . TIK/Ketrampilan *) .Sosiologi (termasuk Antrpologi) *) 2 2 4 4 4 4 12. Jasmani 2 2 2 2 2 2 8.Bio. Bhs. Pend.. Pend.12.11.. Geografi *) .. kesehatan..TIK/Ketrampilan Jumlah 36 36 36 36 34 32 11. Pengetahuan Sosial (Ekon.Ekonomi 2 2 .Perncis.2 . Sastra Indonesia *) .Fisika 3 3 .3 3 2 2 Jumlah 36 36 36 36 34 32 13. melalui modul atau lembar kerja . 34 mgu/smt galerysabar. *) 4 4 4 4 4 4 4. minm 30 jam/minggu.Sosiologi (termasuk Antropologi) 2 2 . Inggris 4 4 4 4 4 4 5.Fisika 3 3 . Inggris 4 4 4 4 4 4 5. Budi Pekerti ¢ bukan MP tetapi program pendidikan o Akselerasi Belajar ¢ dilakukan a. Sejarah *) 3 . Kesenian 2 2 2 2 ..Biologi 3 3 . Jasmani 2 2 2 2 2 2 8..Jer. 6 6 6 3.10. Inggris *) 4 4 6 6 6 6 5..3.3 3 3 3 9.3 . Struktur Program Kurikulum SMA (IPA) 1 jam = 45 menit. berbangsa.3 2 2 2 2 10..com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1. Matematika 6 6 6 4. Bhs & Sastra Indo. sekolah o Pend. Ekstra Kurikuler ¢ Pengayaan.blogspot. Perbaikan. Berpikir Reflektif.blogspot.l...3 3 3 3 9. Matematika *) 4 4 5 5 5 5 6.2 9...Kimia 3 3 .Ekonomi *) 2 2 5 5 5 5 11.14. Jasmani 2 2 2 8. galerysabar. Tinggi o Penyusunan Silabus (dpt dilakukan oleh sekolah) o Keg. Agama 2 2 2 2 2 2 2. Sejarah 3 .. Agama 2 2 2 2 2 2 2. Bhs & Sastra Indo.3 .com Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kls X Kls XI Kls XII 1. Agama 2 2 2 2. Bhs. Pend. 34 mgu/smt galerysabar.Geografi fisik) 6 6 6 5. Sejarah 3 . Inggris 4 4 4 7. Pend..Kim. Multikecerdasan o Keg. Geografi . Geografi . Geogsos) 3 3 3 6.. Kesenian 2 2 3 3 2 2 7. Muatan Lokal (maks) 4 4 4 Jumlah (maks) 37 7 37 10.blogspot.. lain o Tenaga Guru ¢ Guru MP yang bersertifikasi secara periodik o Sumber & Sarana Belajar ¢ Buku Terbitan pemerintah/swasta o Bahasa pengantar ¢ dpt menggunakan selain bahasa Indonesia o Nilai-nilai Pancasila ¢ dilakukan melalui berbagai keg. Konstruktivisme... Sains (Fis.15. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 3.. Matematika 4 4 4 4 4 4 6.5 5 5 4 17. Matematika 4 4 2 2 2 2 6.

com .blogspot.o o Remidial & Pengayaan BK Pendidikan oleh Guru BP galerysabar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful