P. 1
Hadits Tentang Pentingnya Kejujuran

Hadits Tentang Pentingnya Kejujuran

|Views: 2,909|Likes:
Published by haselty

More info:

Published by: haselty on Jan 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

PENTINGNYA KEJUJURAN!!!

Feb 17, '06 11:54 PM for everyone

Banyak sekali hadits-hadits Nabi shallallahu µalaihi wasallam yang membicarakan keutamaan jujur, di antaranya adalah: 1. Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu µanhu dia berkata, "Rasulullah shallallahu µalaihi wasallam bersabda, "Wajib atas kalian semua untuk jujur, karena jujur akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga. Seseorang senantiasa berbuat jujur dan memilih kejujuran sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta, karena dusta akan membawa kepada keburukan, dan keburukan akan menyeret ke neraka. Seorang hamba senantiasa berdusta, dan dia memilih kedustaan, sehingga ditulis di sisi Allah sebagi pendusta." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). (11) Al Munawi rahimahullah tatkala menjelaskan hadits di atas mengatakan: (Wajib atas kalian jujur), yaitu ucapan yang benar (haq), dan kadang pula mencakup pada perbuatan anggota badan, misalnya jika seseorang yang jujur dalam berperang, maka tentu dia akan menunaikan hak-haknya. (Sesungguhnya kejujuran akan membimbing kepada kabaikan), yaitu kepada amal shalih yang murni, sedang al-birr maknanya adalah sebuah sebutan untuk sesuatu yang mencakup segala macam kebaikan. (Kebaikan akan membimbing ke surga), yakni akan mengantarkan masuk ke dalam surga. Ibnul Arabi rahimahullah berkata, "Nabi shallallahu µalaihi wasallam menjelaskan bahwa kejujuran adalah pangkal segala macam kebaikan. Karena seseorang jika telah menjatuhkan pilihan pada kejujuran maka dia tidak akan bermaksiat kepada Allah. Sebab -misalnya- dia ingin meminum khamer, atau berzina, atau menyakiti orang maka dia akan takut dicap sebagai peminum atau pezina. Sebab jika dia ditanya tentang perbuatan itu, maka kalau diam berarti dia dalam keraguan, jika menjawab tidak maka dia berdusta, dan kalau dia jujur menjawab ya, maka jatuhlah kehormatan dan harga dirinya. Dan akhirnya dia pun me-milih untuk menjauhi perbuatan itu. (Seseorang senantiasa jujur), maksudnya jujur dalam ucapannya. (Memilih kejujuran), yakni berusaha maksimal dalam melaksanakan kejujuran itu. (Sehingga ditulis disisi Allah sebagai orang jujur), yakni dia dihukumi dengan kejujuran itu dan berhak menyandang predikat sebagai orang yang jujur. (Jauhilah dusta), yaitu berhati-hatilah darinya. (Karena dusta akan mengantarkan kepada keburukan), yakni dia akan mengajak untuk condong dari jalan yang lurus serta akan membangkit-kan kemaksiatan.

(12) Diriwayatkan dari Ubadah Ibnu ash-Shamit radhiyallahu µanhu. jika kamu memang benar. Ahmad) (13) Diriwayatkan dari Abu Umamah radhiyallahu µanhu bahwa Nabi shallallahu µalaihi wasallam bersabda.(Dan dusta akan mengantarkan ke neraka). "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah. dan berhak mendapatkan julukan tersebut berikut berbagai konsekuensinya. Dan perkataan beliau yang lainnya. di antaranya sebagai berikut: 1. maka aku akan menjamin untuk kalian dengan surga. kelembutan ucapannya dan kejujuran ucapannya. "Kejujuran yang membuatku menjadi terhina lebih aku sukai daripada kedustaan yang mengangkat kedudukanku." (15) Renungan Ke Empat. tepatilah jika kamu berjanji. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata." 4. dan tahanlah tangan kalian (jangan mengganggu atau menyakiti). maka tentu luka itu akan sembuh. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata." (QS. "Berilah aku jaminan dengan enam perkara. " (HR. al-Baihaqi) (14) Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu µanha dari Nabi shallallahu µalaihi wasallambeliau bersabda. (Seseorang selalu berusta dan memilih dusta sehingga ditulis di sisi Allah I sebagai pendusta). "Jujur adalah menepati janji terhadap Allah dengan beramal. Umar radhiyallahu µanhu berkata." 5. Abu Sa'id al Qurasyi rahimahullah berkata. sebagaimana firman Allah. tunaikanlah amanat jika engkau diberi kepercayaan." 2. yakni menjadikan pelakunya terjerumus di dalamnya. tundukkan pandangan kalian. "Seorang mukmin dikenali dengan sikap rendah hatinya." (HR." 7. bahwa Nabi shallallahu µalaihi wasallam bersabda. "Orang jujur adalah orang yang siap menghadapi kematian dan dia tidak malu terhadap keburukan dirinya seandainya tersingkap. Abdul Wahid bin Zaid rahimahullah berkata. "Aku memberikan jaminan dengan sebuah rumah di dalam surga bagi orang yang meninggalkan dusta. jagalah kemaluan kalian. meskipun hanya senda gurau. Bisyar al-Haafi rahimahullah mengatakan. "Jika engkau ingin menjadi orang-orang yang benar (jujur) maka wajib atasmu sikap zuhud dalam urusan dunia dan menahan diri dari menyakiti ahlul millah (sesama muslim). "Kalian wajib untuk jujur. yakni dia dihukumi sebagai orang pendusta. (Yaitu) jujurlah kamu jika berbicara. meskipun membawamu kepada kematian. Bersama Para Salaf Terdapat banyak ungkapan tentang kejujuran dan hakikatnya yang disampaikan oleh para salaf. "Seandainya kejujuran diletakkan pada luka. "Barang siapa yang . maka inginilah kematian(mu). "Katakanlah." a 3. Al-Baqarah:94) 6. bukan untuk orang lain.

13. oleh Syaikh Sulthan Fuad Al-Thubaisyi. "Kejujuran adalah mengucapkan kebenaran dalam kondisi yang membahayakan. Artinya bahwa orang yang berdusta adalah orang yang menampakkan kebaikan tetapi batinnya menyembunyikan keburukan seperti halnya orang munafik yang secara lahir adalah seperti orang yang baik padahal batinnya tidak demikian. Dan tinggalkan dusta meskipun engkau melihat bahwa dusta itu memberimu manfaat." 8. Ada pula yang lain mengatakan. bagian ke 2 dari 4 edisi. padahal sesungguhnya dia akan memberikan manfaat kepadamu. "Wajib atasmu berlaku jujur meskipun engkau khawatir bahwa jujur itu akan memberikan madharat kepadamu. Ditanyakan." 12. "Barang siapa yang mencari keridhaan Allah dengan jujur maka Allah akan memberikan kepadanya cermin yang dengannya dia bisa melihat yang haq dan yang batil. Sumber: Majalah ³Al Jundi Al Muslim´ No. Ada pula seseorang yang berkata. "Apakah kewajiban yang kontinyu itu? Lalu dijawab. "Jujur. . Dan juga dikatakan." (16) 11. 9. Dikatakan juga bahwa jujur adalah kesamaan antara yang disembunyikan dengan yang tampak. Juga dikatakan. "Jujur adalah kesesuaian antara yang tersembunyi dengan yang terucap. Ada sebagian yang mengatatakan.bermuamalah dengan Allah I secara jujur maka dia akan merasa sepi dari manusia. " Jujur adalah berkata benar di hadapan orang yang kau takuti dan kau harapkan.121 Ramadhan 1426. sebab ia jutru akan mendatangkan madharat kepadamu. Dikatakan pula." 10. maka tidak akan dapat melaksanakan kewajiban yang temporer. "Barang siapa yang tidak melakukan kewajiban yang kontinyu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->