P. 1
Makalah Pembiayaan Agribisnis Perbankan

Makalah Pembiayaan Agribisnis Perbankan

|Views: 1,899|Likes:
Published by Hafifi

More info:

Published by: Hafifi on Jan 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2013

pdf

text

original

PEMBIAYAAN AGRIBISNIS

´BANK KONVENSIONAL DAN SYARIAHµ

TUGAS

Disusun oleh: HAFIFI AGRIBISNIS C 150610090103

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2010

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima Kasih kepada dosen Pembiayaan Agribisnis yang telah memberikan tugas ini. Jatinangor. sehingga saya bisa tahu lebih banyak tentang Perbankan.KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT karena rahmat dan ridho-Nya maka saya dapat menyelesaikan makalah tentang Bank Konvensional dan Syariah ini. kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Oleh karena itu. Dalam makalah ini tentu saja masih terdapat banyak kekurangan. Amin. Desember 2010 Penyusun .

kemudian terus berkembang hingga zaman Yunani Kuno dan Romawi. Kegiatan perbankan bertambah lagi sebagai tempat peminjaman uang. sejarah perbankan dimulai dengan masuknya penjajah belanda melalui VOC. Bank-bank yang pernah ada pada waktu ini antara lain: 1. yang kini di kenal dengan kegiatan simpanan (tabungan). Di Indonesia sendiri. Kemudian kegiatan perbankan terus berkembang hingga ke daratan Eropa. terutama daerah jajahan Eropa. Kegiatan perbankan terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat. De Algemevolks Crediet Bank 4. Nationale Handle Bank 6. dan bahkan sampai tingkat internasional.SEJARAH PERBANKAN Kegiatan dan sejarah perbankan mulai di kenal sejak zaman Babylonia. Hingga akhirnya keberadaan bank sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat. hingga tingkat negara. sehingga dalam sejarah perbankan arti bank di kenal sebagai meja tempat menukarkan uang. dimana bank tidak lagi sekedar sebagai tempat menukar uang atau tempat menyimpan dan meminjam uang. De Javasche NV 2. dimana kegiatan penukaran uang tersebut sekarang dikenal dengan pedangang valuta asing (money changer). hingga akhirnya berkembang sampai ke Asia Barat yang dibawa oleh para pedagang Eropa. De Post Paar Bank 3. NederlandHandles Maatscappij (NHM) 5. Dalam perkembangan selanjutnya kegiatan perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang. dan terus berkembang hingga kegiatan perbankan ini menyebar ke seluruh dunia. Pada mulanya kegiatan perbankan dimulai dari jasa penukaran uang. De Escompto Bank NV .

usaha yang dibiayai dan lingkungan kerja (Syafi¶I Antonio. Jenis bank di Indonesia dibedakan menjadi dua jenis bank. . 7 Tahun 1992 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Bank yang melakukan usaha secara syariah. NV Bank Boemi 4. proposal. The Charteredbank of India 5. yang dibedakan berdasarkan pembayaran bunga atau bagi hasil usaha: 1. syarat-syarat umum memperoleh pembiayaan seperti KTP. teknologi komputer yang digunakan. The Matsui Bank 7.Sedangkan bank-bank yang didirikan dan dimiliki warga pribumi. NPWP. dan sebagainya. dan Eropa lainnya diantaranya adalah sebagai berikut: 1. 2. laporan keuangan. mekanisme transfer. 2001). 10 Tahun 1998 tentang perubahan UU No. Bank Nasional Indonesia 2. stuktur organisasi. Cina. Bank konvensional dan bank syariah dalam beberapa hal memiliki persamaan. Jepang. Bank yang melakukan usaha secara konvensional. Perbedaan mendasar diantara keduanya yaitu menyangkut aspek legal. terutama dalam sisi teknis penerimaan uang. The Yokohama Species Bank 6. Batavia Bank PENGERTIAN BANK Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting di dalamperekonomian suatu negara sebagai lembaga perantara keuangan. The Bank of China 8. bank Abuan Saudagar 3. Bank dalam Pasal 1 ayat (2) UU No.

7 Tahun 1992 tentang Perbankan secara implisit telah membuka peluang kegiatan usaha perbankan yang memiliki dasar operasional bagi hasil yang secara rinci dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah No. BANK UMUM ATAU KONVENSIONAL Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional guna menunjang pelaksanaan pembangunan nasional. Ketentuan tersebut telah dijadikan sebagai dasar hukum beroperasinya bank syariah di Indonesia. Bank Umum merupakan bagian dari perbankan nasional yang memiliki fungsi utama sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta pemberi jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Umum memiliki peranan yang strategis dalam menyelaraskan dan menyeimbangkan unsur-unsur pemerataan pembangunan dan hasilhasil pembangunan.Perkembangan industri keuangan syariah secara informal telah dimulai sebelum dikeluarkannya kerangka hukum formal sebagai landasan perkembangan keuangan syariah secara informal telah dimulai sebelum dikeluarkannya hokum formal sebagai landasan operasional perbankan di Indonesia. Undang-Undang No. Dengan fungsi utama yang demikian. 72 Tahun 1992 tentang Bank Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil. Pemerintah telah memasukkan kemungkinan tersebut dalam undang-undang yang baru. Kebutuhan masyarakat tersebut telah terjawab dengan terwujudnya sistem perbankan yang sesuai syariah. .

Usaha Bank Umum meliputi : a. Membeli. tabungan. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek k. Menerbitkan surat pengakuan hutang d. baik dengan menggunakan surat. sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjuk. usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat m. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah n. Fenempatkan dana pada. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-undang ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. cek atau sarana lainnya g. Eemindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah f. . dengan ketentuan agunan yang dibeli tersebut wajib dicairkan secepatnya l. j. atau meminjamkan dana kepada bank lain. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga h. sertifikat deposito. menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya e. Melakukan kegiatan anjak piutang. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga i. Memberikan kredit c. Membeli melalui pelelangan agunan baik semua maupun sebagian dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada bank. dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu b. meminjam dana dari. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro. deposito berjangka.

. dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep . bank asing dan bank campuran baik bank devisa maupun non devisa.PT. usaha media yang tidak islami dll).PT Bank Alfindo .A.PT Bank Arta Niaga Kencana (Surabaya) .PT Bank BNP Paribas Indonesia .ABN Amro Bank American Express Bank Ltd.PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk .PT Bank Bintang Manunggal .PT Bank Akita . Sejarah Bank Syariah Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel islam. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967.PT Bank Artha Graha Internasional Tbk Dll. Bank asing .Deutsche Bank Ag.PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) .PT Bank Tabungan Negara (Persero) . Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram.Bank of China Limited .PT ANZ Panin Bank PT Bank Commonwealth .PT Bank Capital Indonesia . Bank Mandiri (Persero) Tbk Bank swasta nasional devisa PT Bank Agroniaga Tbk PT Bank Antardaerah (Surabaya) .PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk . Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar. Bank pemerintah .PT Bank Harmoni International Dll.PT Bank DBS Indonesia Dll.PT Bank Artos Indonesia (Bandung) . mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Bank of America. bank swasta. .Citibank N. N. karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.A.PT Bank Harfa .Yang termasuk Bank Umum adalah semua jenis bank. Bank cmpuran . Bank swasta nasional non devisa . seperti bank pemerintah. Dll BANK SYARIAH Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam.

Hingga tahun 2007 terdapat 3 institusi bank syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba. [1]. Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama maupun syariat islam. Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah. Sistem syariah juga telah digunakan oleh Bank Perkreditan Rakyat.serupa di Mesir. Berdiri tahun 1991. sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung. . pada tahun 1971. walaupun utamanya bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia. yang tidak memungut maupun menerima bunga. Sementara itu bank umum yang telah memiliki unit usaha syariah adalah 19 bank diantaranya merupakan bank besar seperti Bank Negara Indonesia (Persero) dan Bank Rakyat Indonesia (Persero). 7 tahun 1992 tentang Perbankan.Islamic Development Bank (IDB) kemudian berdiri pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No.Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu UU No. saat ini telah berkembang 104 BPR Syariah. bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Masih di negara yangsama. Nasir Social bank didirikan dan mendeklarasikan diri sebagai bank komersial bebas bunga. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. Bank-bank ini.

spekulasi) tidak diperkenankan. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik. Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Islam tidak memperbolehkan "menghasilkan uang dari uang". Transaksi jual beli dibedakan atas bentuk pembayaran dan penyerahan barang sebagai berikut: . Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain: 1. 4. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi. Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan. atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah. Prinsip Jual beli Prinsip jual beli. 3. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah. Produk Perbankan Syariah Dibedakan dalam 3 (tiga) kategori yang dibedakan berdasar tujuan penggunaannya 1. 5. Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana. berhubungan dengan adanya perpindahan kepemilikan barang atau benda. Unsur Gharar (ketidakpastian. Tingkat keuntungan Bank ditentukan di depan dan menjadi bagian harga atas barang yang dijual. 2.Prinsip Perbankan Syariah Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha.

Mekanisme seperti ini disebut dengan paralel salam. untuk kemudian dijual kembali secara tunai atau cicilan. maka Bank dapat menjual kembali barang tersebut secara tunai atau cicilan. y Bila hasil produksi yang diterima tidak sesuai. Umumnya transaksi ini diterapkan dalam pembiayaan barang yang belum ada. kualitas. seperti pembelian komoditi pertanian oleh bank. Oleh karena itu barang diserahkan secara tangguh. Harga jual yang ditetapkan adalah harga beli ditambah keuntungan. ukuran.a. dan tak berubah selama berlakunya akad. antara lain mengembalikan dana yang telah diterima atau mengganti barang sesuai pesanan. Bank bertindak sebagai pembeli. Ketentuan umum salam: y Pembelian hasil produksi harus diketahui spesifikasinya secara jelas: jenis. Harga jual adalah harga beli Bank dari pemasok ditambah keuntungan. nasabah sebagai penjual. harga dan waktu penyerahan barang ditentukan secara pasti. macam/bentuk. mutu dan jumlahnya. Kedua pihak harus sepakat atas harga jual dan jangka waktu pembayaran. namun dalam salam. maka nasabah harus bertanggung jawab. y Karena Bank tak menjadikan barang yang dibeli/dipesan sebagai persediaan (inventory). maka Bank dimungkinkan untuk melakukan akad salam pada pihak ketiga. Dalam praktek. . sedang pembayaran secara tunai. Dalam transaksi ini barang diserahkan setelah akad. Harga jual dicantumkan dalam akad jual beli. kuantitas. Salam Transaksi jual beli dimana barang yang diperjualbelikan belum ada. b. Sekilas transaksi ini mirip jual beli ijon. sedangkan pembayaran dilakukan secara tangguh. Pembiayaan Murabahah Bank bertindak sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. barang yang telah diserahkan kepada Bank.

maka pada ijarah obyeknya jasa. 3. seperti: jenis. Bila pada jual beli obyek transaksi adalah barang. ukuran. bank dapat menjual barang yang disewakannya kepada nasabah. Skim istishna dalam Bank Syariah. Pada akhir masa sewa.c. 2. Harga jual dicantumkan dalam akad istishna dan tak boleh berubah selama berlakunya akad. Setiap pemilik modal berhak turut serta dalam menentukan kebijakan usaha yang dijalankan oleh pelaksana proyek. Spesifikasi barang pesanan harus jelas. Harga jual dan harga sewa disepakati pada awal perjanjian. b. Istishna Menyerupai salam. Prinsip sewa (Ijarah) Transaksi ijarah dilandasi adanya perpindahan manfaat. namun pembayaran dapat dilakukan oleh bank dalam beberapa termin pembayaran. Musyarakah Transaksi musyarakah dilandasi adanya keinginan para pihak yang bekerja sama untuk meningkatkan nilai aset yang mereka miliki secara bersama-sama. Prinsip Bagi Hasil Prinsip bagi hasil dibagi dua. . yaitu: a. mutu dan jumlah. Ketentuan umum: Semua modal disatukan untuk dijadikan modal proyek musyarakah dan dikelola bersama-sama. umum dilakukan untuk pembiayaan manufaktur dan konstruksi. Mudharabah Adalah bentuk kerja sama antara 2 (dua) atau lebih pihak dimana pemilik modal mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian pembagian keuntungan.

yang berasal dari pendapatan proyek. Bank syariah menempatkan karakter/sikap baik nasabah maupun pengelolaan pada posisi yang sangat penting dan menempatkan sikap akhlakul karimah sebagai sikap dasar hubungan antara nasabah dan bank 4. dari keuntungan proyek. Islam memandang harta yang dimiliki oleh manusia adalah titipan/amanah Allah SWT sehingga cara memperoleh. PERBEDAAN BANK KUMUM/KONVENSIONAL DENGAN BANK SYARIAH Bank Syariah 1. Adanya kesamaan ikatan emosional yang kuat didasarkan prinsip keadilan. namun tak berhak mencampuri urusan pekerjaan/usaha nasabah. mengelola.Ketentuan umum: y Jumlah modal yang diserahkan kepada nasabah selaku pengelola modal. dan 2) profit sharing. Pengelola Bank dan Nasabah atas jalannya usaha bank syariah 5. y Bank berhak melakukan pengawasan terhadap pekerjaan. prinsip kesederajatan dan prinsip ketentraman antara Pemegang Saham. Bank syariah mendorong nasabah untuk mengupayakan pengelolaan harta nasabah (simpanan) sesuai ajaran Islam 3. dapat berupa uang tunai atau barang yang dinyatakan nilainya dalam satuan uang. harus jelas tahapannya dan disepakati bersama y Hasil pengelolaan diperhitungkan dengan 2 (dua) cara: 1) revenue sharing. Jika modal diserahkan secara bertahap. harus secaratunai. dan memanfaatkannya harus sesuai ajaran Islam 2. Prinsip bagi hasil: y Penentuan besarnya resiko bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung dan rugi y y Besarnya nisbah bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh Jumlah pembagian bagi hasil meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan y Tidak ada yang meragukan keuntungan bagi hasil .

Pengelola Bank dan Nasabah karena masing-masing pihak mempunyai keinginan yang bertolak belakang 3.y Bagi hasil tergantung kepada keuntungan proyek yang dijalankan. kepentingan pemilik dana (deposan) adalah memperoleh imbalan berupa bunga simpanan yang tinggi. Dilain pihak kepentingan pemakai dana (debitor) adalah memperoleh tingkat bunga yang rendah (biaya murah). Jumlah pembayaran bunga tidak mengikat meskipun jumlah keuntungan berlipat ganda saat keadaan ekonomi sedang baik y y Eksistensi bunga diragukan kehalalannya oleh semua agama termasuk agama Islam Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi . sedang kepentingan pemegang saham adalah diantaranya memperoleh spread yang optimal antara suku bunga simpanan dan suku bunga pinjaman (mengoptimalkan interest difference). Jika proyek itu tidak mendapatkan keuntungan maka kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak Bank Konvensional 1. Pada bank konvensional. Dengan demikian terhadap ketiga kepentingan dari tiga pihak tersebut terjadi antagonisme yang sulit diharmoniskan. Tidak adanya ikatan emosional yang kuat antara Pemegang Saham. Sistem bunga: y Penentuan suku bunga dibuat pada waktu akad dengan pedoman harus selalu untung untuk pihak Bank y y Besarnya prosentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan. Dalam hal ini bank konvensional berfungsi sebagai lembaga perantara saja 2.

Keuangan Pertanian Dan Pembiayaan Agribisnis.com/document_downloads/direct/20298140?extension=pdf&ft=1291737867 &lt=1291741477&uahk=SU+H6ALXJacJdVT7mpqJbg3gN+U W.blogspot.html http://www. Kdarsan Halimah.blogspot.html http://ngenyiz.DAFTAR PUSTAKA http://infoperbankan. Jakarta . Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.scribd.com/2009/02/perbedaan-bank-syariah-dan-bank. 1995.com/2008/08/sejarah-perbankan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->