Pada tahun 2005 konsumsi energi untuk sektor rumah tangga di indonesia mencapai 315 juta setara barrel

minyak (SBM), jumlah tersebut merupakan 38,6% total konsumsi energi final Indonesia. Dari jenis bahan bakar yang digunakan, konsumsi terbesar yaitu 71,4% adalah kayu bakar atau 225 juta SBM.(Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2006, DESDM). Jika diasumsikan nilai konversi energi 1 ton kayu bakar adalah 2,3 SBM, maka konsumsi kayu bakar untuk keperluan rumah tangga di tahun 2005 mencapai 97.826.087 ton. Dengan perkiraan terjadi kenaikan konsumsi 4% per tahun, maka pada tahun 2009 kebutuhan kayu bakar mencapai 114.442.685 ton, padahal dengan ramainya pemberitaan tentang banyaknya rumah tangga yang kembali menggunakan kayu bakar pasca kenaikan BBM beberapa waktu lalu angka tersebut bisa jauh lebih besar. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas dampak penggunaan dan konsumsi kayu bakar sebagai sumber energi sektor rumah tangga terhadap lingkungan, berikut ilustrasi menggunakan parameter tanaman akasia (Acacia Mangium) sebagai kayu bakar. Pada umur 5 tahun Akasia memiliki volume batang rata-rata 0.17 m3 (inovasi online Vol.3/XVII/Maret 2005), berat jenis kering udara 0,49; kadar air basah 111,1%; kadar air kering udara 17,6% (Ginoga;1997). 1 batang akasia menghasilkan 81,45 kg kayu bakar kering udara, sehingga untuk memenuhi konsumsi kayu bakar rumah tangga pada tahun 2009 diperlukan 1.405.146.086 batang pohon. Dengan kerapatan penanaman 475 pohon per hektar berarti 2.958.202 ha areal penanaman. Pada kenyataannya mungkin tidak sebesar itu mengingat sumber kayu bakar bisa berupa daun, ranting kering, semak belukar, limbah industri perkayuan dan banyak lagi, tapi dengan jumlah digit sebanyak itu kita harus menyadari bahwa masalah penyediaan kayu bakar merupakan ancaman nyata bagi kelestarian lingkungan terutama hutan. Carut-marut masalah minyak tanah, briket batubara, minyak jarak dan LPG yang kita alami ditinjau dari pemenuhan kebutuhan energi sektor rumah tangga ternyata jumlah penggunaannya kurang dari 28,6% total konsumsi energi sektor rumah tangga. Kalau konsumsi kayu bakar dibatasi dengan alasan kerusakan lingkungan, berarti tekanan krisis minyak tanah bakal berlipat ganda dan tampaknya bukan pilihan yang bisa kita terima saat ini mengingat besarnya porsi tambahan minyak tanah, briket batubara atau LPG yang harus disediakan sebagai konversi 71,5% penggunaan kayu bakar. Pilihan yang lebih logis adalah penghematan konsumsi kayu bakar dengan cara menaikkan efisiensi penggunaan dan menata secara lebih teratur masalah penyediaan pasokan kayu bakar yang dapat berjalan beriringan dengan perbaikan lingkungan hidup. Melihat pola penggunaan kayu bakar di masyarakat, masih banyak celah yang bisa diperbaiki untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pemanfaatan kayu bakar sebagai sumber energi, berikut analisa bagaimana hal tersebut sebenarnya bisa dilakukan : 1. Fakta konversi energi. Contoh kayu bakar dari akasia yang dikeringkan di udara terbuka seperti di atas masih memiliki kandungan air 17,6%, sedangkan dalam keadaan basah 111,1%. Artinya di dalam 1 kg kayu akasia kering udara terdapat 149,66 cc air dan 526,29 cc saat basah. Kadar air sangat mempengaruhi rasio konversi, karena semakin tinggi kadar air semakin banyak pula energi kayu bakar yang terserap untuk menguapkannya, kandungan air juga menurunkan temperatur pembakaran sehingga terjadi pembakaran yang tidak sempurna ditandai dengan munculnya asap yang meracuni udara. Faktor lainnya yang mempengaruhi rasio konversi adalah pengaturan jumlah pasokan udara yang diperlukan selama proses pembakaran. Kurangnya pasokan udara menyebabkan banyak komponen kayu yang tidak terbakar hingga menimbulkan emisi gas beracun dan jelaga, disisi lain terlalu banyak pasokan udara menurunkan temperatur ruang bakar juga mengakibatkan pembakaran tidak sempurna karena tidak tercapainya level temperatur yang dibutuhkan untuk reaksi pembakaran. 2. Fakta Efisiensi Thermal. Pada tungku terbuka tipe 3 batu tradisional hanya 5%-20% panas yang dihasilkan oleh pembakaran digunakan untuk memanaskan alat masak, sisanya terbuang ke lingkungan terbuka. Salah satu pengembangan disain tungku kayu bakar adalah Rocket Stove (Dr. Larry Winiarski) yang menggunakan isolator panas di ruang bakar dan pengaturan suplai udara yang lebih baik, disain ini membuat temperatur pembakaran lebih tinggi dan lebih bersih. Temperatur pembakaran yang lebih tinggi juga menaikkan kecepatan perpindahan panas ke alat masak sehingga lebih banyak panas yang bisa dimanfaatkan. Efisiensi perpindahan panas juga sangat dipengaruhi oleh jumlah luasan alat masak yang terpapar panas, penggunaan selubung (skirt) di sekeliling alat masak dapat memaksa aliran panas hasil pembakaran untuk menyentuh lebih banyak bagian alat masak. Aplikasi Rocket Stove dan penggunaan selubung alat masak di Malawi tercatat menunjukkan penghematan penggunaan kayu bakar sampai 80% dibanding cara tradisional tungku terbuka tipe 3 batu (ProBEC South;2004), Jika bisa mengaplikasikan penghematan konsumsi kayu bakar seperti laporan hasil pengujian tersebut berarti luasan hutan akasia yang dibutuhkan berkurang menjadi 591.664 ha saja. suatu tingkat penghematan yang fantastis jika bisa kita terapkan di setiap rumah tangga pengguna kayu bakar di Indonesia. Bayangkan berapa ratus ribu pohon yang bisa kita pertahankan setiap tahunnya. Realisasinya memang tidak semudah perhitungan di atas kertas, tapi setidaknya dapat memberi arah kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan sebagai sumber energi dalam negeri. Penghematan lain ditinjau dari segi luas areal yang dibutuhkan untuk mendukung pasokan kayu bakar adalah dengan memanfaatkan tanaman yang memiliki berat jenis dan densitas penanaman yang lebih tinggi. Lahan rawa dapat menjadi

pilihan yang tepat untuk dikelola sebagai hutan sumber energi mengingat tanaman utamanya yaitu Galam (melaleuca cajuputi subsp cumingiana) dan Bakau (Rhizophora sp) memiliki berat jenis 0.8-1,15 dan kepadatan tegakan yang tinggi. Menurut (Widjaja-Adhi, 2000) luas lahan rawa di Indonesia lebih kurang 33 juta hektar. Hutan rawa tropis dan hutan rawa gambut yang berada di lahan rawa Indonesia saat ini sudah mengalami kerusakan yang sangat parah, dengan kesadaran bahwa lahan rawa dapat di kelola sebagai lumbung energi diharapkan timbul motivasi untuk memperbaiki kondisi hutan yang rusak. Pencadangan wilayah pengembangan hutan Galam dan Bakau bisa dilakukan tanpa mengurangi porsi hutan terdahulu atau wilayah persawahan, diiringi dengan teknik pengelolaan yang baik rasanya tidak berlebihan kalau mengharapkan penghematan penggunaan lahan sampai 50%. Pemberdayaan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) untuk mengelola aset hutan juga bisa menjadi pilihan untuk menjamin agar pemanenan dengan pola tebang lestari dapat berjalan dengan lancar. Unit Pengolahan yang dibangun di dekat wilayah penanaman untuk menghasilkan kayu bakar dengan kualitas terbaik dan pasokan yang berkesinambungan hingga bisa mendukung pengguna rumah tangga dan industri untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi energi dari kayu bakar. Dengan asumsi diperlukan 295.832 ha lahan rawa untuk memenuhi kebutuhan 27,57% konsumsi energi final dalam negeri, pengembangan aplikasi kayu bakar untuk sektor industri dan pembangkit listrik bukanlah hal yang terlalu rumit mengingat sudah tersedianya teknologi pemanfaatan biomassa seperti gasifikasi dan pirolisis dengan tingkat efisiensi tinggi dan emisi polusi yang rendah. Pada masa perang dunia ke-2 Jerman sudah mengembangkan gasifier kayu bakar untuk menjalankan kendaraan perangnya, sekarang teknologinya sudah jauh lebih baik. Gasifikasi pada prinsipnya adalah memanfaatkan gas yang dihasilkan dari pemanasan biomassa (wood gas) sebagai bahan bakar, pada tingkat pemanfaatan tertentu hasil sampingnya berupa arang dan tar. Konstruksinya bisa cukup kompak hingga bisa digunakan pada mobil jenis “Pick Up” kecil tanpa menyita ruang terlalu banyak. Penggunaan gasifier biomassa sebagai mesin penggerak alat transportasi di daerah pedesaan bisa menjadi alternatif sangat menguntungkan di Indonesia, selain bahan bakarnya bisa disediakan secara melimpah dan murah juga mendidik masyarakat untuk mengelola kebutuhan energi peralatan transportasinya dengan cara mandiri. Pada bidang pirolisis, kayu bakar atau biomassa dipisahkan menjadi arang, tar dan gas. Arang dan tar bisa dikombinasikan untuk menghasilkan bahan bakar padat yang kompak dengan kandungan energi tinggi dan bisa dibakar dengan bersih, sedangkan gasnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi proses. Kelebihan dan buangan panas selama proses dimanfaatkan untuk unit boiler guna pembangkitan energi listrik atau unit pengering. Industri pembuatan arang kayu yang menggunakan teknologi ini akan memberi banyak manfaat bagi lingkungan sekitarnya dengan mengeliminasi buangan asap berbahaya, suplai tenaga listrik, layanan pengeringan produk hasil pertanian dan efisiensi pengolahan yang maksimal. Spesifikasi Kayu Bakar memiliki konteks yang luas dan tidak mengacu pada satu spesies atau produk tertentu, sebutan yang lebih tepat adalah biomassa yang berarti bahan organik berasal dari tumbuhan. Semua bahan organik yang ada di hutan dari kayu, daun kering, ranting dan semak sampai rumput dapat di bakar untuk menghasilkan energi. Fleksibilitas seperti ini memungkinkan pengembalian kawasan hutan ke bentuk aslinya dan terus membiarkannya tumbuh “gondrong”, besar dan luas jika panen energi bisa dilakukan dengan bijaksana, itu sebabnya pengembangan kawasan hutan sebagai sumber energi bisa berjalan beriringan dengan program penghijauan. Anggaplah pemerintah bisa menetapkan satu kawasan hutan kecil di setiap desa untuk dikelola sebagai lumbung energi, contoh kearifan masa lalu masyarakat pedesaan kita cukup bisa diandalkan untuk mempertahankannya. Banyak sudah warga masyarakat yang memanfaatkan limbah gergajian, cangkang sawit, limbah pertanian bahkan sampah rumah tangga sebagai energi alternatif, sebuah potret ketidak berdayaan kita dalam menyiapkan jaminan pasokan bahan bakar untuk konsumsi rumah tangga. Walaupun hal itu menunjukkan kreativitas dan kemampuan bertahan menghadapi kesulitan, tapi dengan begitu banyaknya lahan yang tidak terurus kesannya malah seolah kita tidak mampu membuat perencanaan jangka panjang yang matang untuk masa depan, atau seperti orang yang menjual beras ke pasar sementara istri dan anaknya dirumah dibiarkan makan dedak saja. Semboyan “lebih baik mencegah daripada mengobati” sudah tidak berlaku lagi bagi kita karena hutan sudah terlanjur sakit parah, sementara keinginan untuk mengeksploitasinya masih sangat besar. Sudah umum diketahui bahwa kerusakan hutan kita terjadi karena eksploitasi besar-besaran didukung sumber pembiayaan yang kuat dan terorganisir dengan baik, sangat naif jika berharap bahwa pengembalian kondisi hutan dapat dilakukan secara sporadis, murah dan mandiri oleh masyarakat. Mengambil manfaat dari hutan dengan mengembangkan luas area konsesi sebagaimana bentuknya dulu merupakan obat sekaligus harapan akan pemenuhan kebutuhan kita di masa yang akan datang, disisi lain perluasan kawasan monokultur dengan teknik perkebunan bisa merubah wajah hutan dan menistakan eksistensinya sebagai penjaga keseimbangan siklus lingkungan hidup di bumi ini.
KabarIndonesia - Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan serta dapat mengubah perilaku masyarakat. Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis dan karakteristik sampah yang semakin beragam. Paradigma pengelolaan sampah beberapa waktu yang lalu belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan; Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Ternate, Drs A Malik Ibrahim MTP berpendapat, dengan adanya UUPS (Undang-Undang Pengelolaan Sampah No. 18 Tahun 2008), maka kepastian hukum mengenai pengelolaan sampah, kejelasan tanggung jawab dan kewenangan pemerintah, pemerintahan daerah, serta peran masyarakat dan dunia usaha terhadap pengelolaan sampah diharapkan dapat berjalan secara proporsional, efektif dan efisien. “Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Sampah padat yang dikelola dengan baik seharusnya dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, misalkan saja sampah-sampah organik yang ada dijadikan sebagai pupuk kompos, sampah-sampah plastik didaur ulang sehingga sampah bukanlah sesuatu yang harus dibuang tetapi dapat dimanfaatkan bahkan dicari atau ditunggu-tunggu semua orang. Terus berputarnya siklus daur ulang alam yang merupakan kunci keselamatan

Gikoko Kogyo Indonesia tentang Mekanisme Pembangunan Bersih. . Alat itu dibuatnya setelah mengamati alat perontok padi karena prinsip kerjanya hampir sama. pelindung pembangun kesuburan tanah. Setelah dihancurkan hingga menyerupai tepung. proses daur ulang sampah adalah penjaga kelestarian alam. Alat itu terus dia sempurnakan hingga kapasitasnya mencapai 1. Truk angkutan mengangkut limbah dari rumah ke rumah. Menurut Muda. Jadi.operasional dan pengawasan. ini menggeluti usaha itu setidaknya sejak lima tahun terakhir. tentu saja sistem ini mahal dalam hal biaya instalasi. Di Kota Ternate. seperti Surabaya dan Jakarta. khusus. pupuk. Penegasan dalam UUPS. adonan itu diaduk dengan lem kanji. “Bayangkan saja Satu Juta Tahun dibutuhkan oleh sebuah gelas yang dibuang untuk terdegradasi (hancur) secara alamiah. Dalam prospek pengembangannya bandingkan proses pengelolaan sampah di Singapura yang telah mengembangkan sistem pneumatik. Metode pneumatik ini banyak dipasang di rumah sakit.komersial. dan industri dilakukan setiap hari agar kebersihan dan sanitasi kota tetap terjaga. pasar. Di situ. terminal pelabuhan dan lain-lain. ”Bila panen tiba. terdapat 5 blok penunjang yang terdiri dari 2 penunjang blok Utara. Warga Dusun Plebengan. Proses terakhir adalah mencetaknya menjadi briket siap pakai. daur ulang bermanfaat memenuhi kebutuhan akan bahan baku suatu produk. menunggu hingga pelaksanaan pekerjaan pembangunan TPA sistem operasional Controll Landfill selesai. Kepala Dinas Kebersihan Kota Ternate. Desa Sidomulyo. Sampah kulit kacang itu makin menumpuk ketika Edy berhasil membuat alat pengupas kacang dengan kapasitas 2 kuintal per hari. terbagi dalam 10 blok daerah pelayanan dan 1 blok cadangan. Selain berfungsi untuk mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). yang diterapkan untuk permukiman atau gedung bertingkat di mana sampah diangkut ke sebut saja TPS untuk kemudian dibawa ke TPA dengan kontainer besar atau kompaktor. pemerintah dan masyarakat dan dukungan sektoral yang memadai untuk mewujudkan hal tersebut. maka retribusi dengan metode ini pun lebih mahal daripada metode yang lain. Sistem ini cukup memakan tenaga dan waktu. Dalam pelayanan persampahan di Kota Ternate. fasilitas umum. sebenarnya menjadi tanggung jawab manusia di lingkungannya masing-masing” ujar Malik. Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca melalui Peningkatan Pengelolaan Persampahan dengan Menggabungkan Penangkapan dan Pemusnahan Landfill Gas dan Pembangkitan Listrik di TPA Sampah Buku Dero-Dero. banyak petani yang menjual kacang kepada istri saya. sedangkan tata cara pelaksanaan kewajiban pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga diatur dengan peraturan daerah. sistem operasional TPA masih Open Dumping dan masih dilaksanakan langsung oleh Dinas Kebersihan Kota Ternate. Bantul. Daur ulang adalah penggunaan kembali material atau barang yang sudah tidak digunakan untuk menjadi produk lain. Sebagian besar pelanggannya adalah kalangan industri rumah tangga. Undang-Undang Pengelolaan Sampah No 18 Tahun 2008 telah menegaskan bahwa setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Namun hingga saat ini. Di rumahnya sendiri. dan fasilitas lainnya) untuk membangun atau menyediakan fasilitas pemilahan sampah paling lama 1 tahun setelah diundangkan UUPS. Diperlukan kesadaran dan pemahaman dari pemangku kepentingan. juga dibebankan sebagai kewajiban kepada Pengelola Kawasan (permukiman. Metode pengumpulan ini terdiri atas pengumpulan langsung dan tidak langsung. sampah kulit kacang di rumah selalu menumpuk. Dan dari segi penggunaan bahan bakar adanya daur ulang dapat menghemat energi yang harus dikeluarkan suatu pabrik” ungkapnya. tambah Muda menjelaskan.5 ton per hari. Metode tidak langsung. arang kulit kacang itu kemudian dijemur. Sehari-hari Edy Gunarto bergelut dengan kulit kacang. fasilitas sosial. industri. DI Yogyakarta. oleh istri saya lalu dijual kepada pedagang pasar tradisional. Gagasan membuat briket kulit kacang muncul ketika Edy menghadapi banyaknya sampah kulit kacang di daerahnya. sapaan akrab Kadis Kebersihan. mengangkut limbah lewat jaringan pipa bawah tanah dengan cara disedot pompa vacum menuju pusat pengumpulan limbah. Setelah dikupas. Agar cepat dingin. Briket produksinya itu sudah dipasarkan ke berbagai kota. pemukiman (real estate) dan industri makanan. Metode langsung diterapkan dalam pengumpulan limbah perumahan atau pertokoan. sampah kulit kacang juga tidak kalah banyaknya. terutama di Beringharjo.bumi. 2 penunjang blok Selatan dan 1 penunjang blok Barat serta beberapa kontainer yang penempatannya pada lokasi-lokasi strategis seperti. Saat ini telah ditanda-tangani perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemerintah Kota Ternate dengan PT. Kulit kacang itu dia masukkan ke dalam sebuah drum besar lalu dibakarnya selama sekitar dua jam. SH menuturkan. limbah disimpan dan dipadatkan sebelum dibuang. pengumpulan dan pengangkatan limbah padat pemukiman. perdagangan. Sistem ini lebih produktif dan higienis karena tidak ditangani secara manual dan ada transfer limbah. Takome Ternate. Sampah itu dibiarkan berserakan di pinggir jalan atau dibuang begitu saja di kebun-kebun. Wahab Ibrahim. Kecamatan Bambanglipuro. Apalagi istrinya adalah pengepul kacang tanah. komersial. Penanggulangan masalah pengelolaan sampah di Kota Ternate harus dirumuskan secara sistematis dan bertahap sesuai kebutuhan sehingga dalam implementasinya masih tetap diperlukan masukan-inisiatif dari pelaku pembangunan. Selain itu. melainkan sumber daya bahan baku untuk proses daur ulang yang menghasilkan humus atau kompos. Sebenarnya sampah bukanlah limbah.” katanya.

Selain kulit kacang. Namun. Sekarang. kalau semua bahan bakunya dari kulit kacang. Dampak lainnya. Edy juga membeli dari petani seharga Rp 50 per kg.” cerita Edy. Tidak hanya dari petani di Bantul. tempurung kelapa. ”Karena di daerah sini terkenal sebagai sentra kacang. Jadi. Selain memanfaatkan sampah kulit kacang milik sendiri.000 per truk. mungkin usaha ini bisa dikembangkan lebih maksimal mengingat potensi sampah organik di sini . seperti buku dan pelatihan tentang pembuatan briket. Edy masih mencampur kulit kacang dengan serbuk gergaji. Lambat laun dia mulai meninggalkan serbuk gergaji dan hanya menggunakan kulit kacang. yakni briket bisa dibuat dari semua jenis limbah organik. Kalau saja ada investor yang tertarik. Setiap 1 kg briket membutuhkan sekitar 2 kg kulit kacang. kulit kacang dipakai sebagai bahan bakar mengolah tahu. stok kulit kacang praktis selalu tersedia meskipun pada masa-masa tertentu stok kulit kacang kadang memang agak berkurang. ”Produksinya memang belum terlalu tinggi. Oleh perajin. Setelah mendapat informasi dari berbagai sumber. ya semakin menumpuknya sampah kulit kacang di rumah kami. Dia khawatir. Itu membuat usaha istri saya berkembang pesat. Dalam kondisi seperti ini. Dalam sehari Edy bisa memproduksi sekitar 70 kilogram briket. padahal permintaannya cukup banyak. ya saya coba saja. briket juga bisa dibuat dari bahan baku seperti cangkang jarak. dia pun tertarik membuat briket kulit kacang. dalam sehari kebutuhan bahan bakunya mencapai 180 kg kulit kacang. Edy menjualnya dalam bentuk kemasan 2 kg.” ujarnya. Briket kemudian dia jual Rp 2. karena bahan bakunya di tempat saya sulit dan yang tersedia kulit kacang. Salah satu kendalanya adalah peralatan yang kami gunakan sebagian besar masih tradisional.000-Rp 35. kacang tanah yang tertampung semakin banyak.” katanya. Eksperimen Selama masa eksperimen.500 per kg. Keuletan dan ketelatenan Edy melakukan eksperimen membawanya pada satu kesimpulan. biasanya saya beralih ke tongkol jagung. ”Saat itu yang diperkenalkan adalah pembuatan briket dari serbuk gergaji. dan tongkol jagung. briketnya tidak bisa sempurna.”Dengan bantuan alat pengupas. Edy beralih pada bahan baku yang lain. bila stok kulit kacang tengah menipis. Awalnya Edy hanya menjual sampah kulit kacang itu kepada para perajin tahu seharga Rp 30. tetapi juga dari wilayah Gunung Kidul dan Kulon Progo.

Latar belakang pendidikan teknik mesin semasa belajar di STM 2 Jetis Bantul ternyata cukup membantu. sementara jika membeli di pabrik bisa sampai Rp 5 juta. dia mendapat hadiah Rp 11 juta. Penghargaan itu membuat Edy semakin bersemangat. Untuk menyalakan api. Untuk mencetak briket. Di wilayah Kota Yogyakarta dan Sleman.” kata Edy. Sederhana Semua peralatan yang dipakai Edy memang tergolong sederhana. Edy juga memanfaatkan alat cetakan genteng yang sudah dia modifikasi.000 per liter. Untuk membuat alat itu. sedangkan di kawasan Bantul kemungkinan hanya sampai Desember mendatang. Atas prestasinya tersebut. Ia memodifikasi semuanya sendiri. mereka lalu memproduksi tungku gerabah sehingga konsumen tidak kesulitan mendapatkannya.000. Untuk memanfaatkan briket. orang bisa menggunakan bantuan secuil kain atau kertas. Keuletan Edy dalam mengembangkan usahanya ternyata mendapat respons positif. Ketika itu yang ada tungku dari besi seharga Rp 150. Setelah saya bicarakan dengan para perajin. Misalnya.sangat besar. Menyalakannya pun tidak sesulit briket batu bara. Untuk menyalakan briket di tungku gerabah tidaklah susah. ”Sebelumnya memang belum ada perajin gerabah yang membuat tungku untuk briket. Rencananya uang itu akan dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha. ”Tanpa subsidi. November tahun lalu dia berhasil menggondol juara pertama tingkat nasional kategori pengembangan entrepreneurship yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia bekerja sama dengan Citi Peka. . harga minyak tanah bisa Rp 8. dia membuat sendiri dengan meniru prinsip kerja mesin buatan pabrik. Setiap 1 kg briket bisa menghasilkan panas hingga sekitar dua jam. minyak tanah bersubsidi sudah ditarik.” ujar Edy. briket buatannya mirip dengan briket batu bara. ia menghabiskan sekitar Rp 2 juta. Dia yakin. Jadi mungkin akan semakin banyak masyarakat yang beralih pada bahan bakar alternatif. briket ditaruh di lubang di atas tungku lalu dinyalakan dari atas.000. Menurut dia.” kata Edy. misalnya. Caranya. konsumen tinggal membeli tungku yang terbuat dari tanah liat seharga sekitar Rp 10. usahanya akan semakin berkembang mengingat ketersediaan minyak tanah bersubsidi semakin langka. untuk mesin pengaduk molen briket.

Untuk keperluan memasak nasi. dari survei didapatkan data bahwa warga pada umumnya membuat sendiri. pada umumnya berbahan dasar tanah. Ukuran Peralatan masak untuk gula merah pada umumya sama dengan yang digunakan untuk memasak keperluan Rumah . sayur. briket kulit kacang juga tidak menimbulkan asap dan jelaga sehingga tidak mengotori dinding dan peralatan memasak. Kecamatan Samigaluh. Selain lebih irit. Jika memakai briket. dan lauk. KULONPROGO Kegiatan pelatihan tungku ini dilaksanakan pada 13. kata Edy.500. karena jenis kayu ini cukup berlimpah di Desa Nglambur. Material tungku umunya mudah didapatkan.000 (harga nonsubsidi). Jogjakarta dan dihadiri oleh Bapak Camat Samigaluh. sedangkan untuk material tungku lainnya. jika menggunakan kompor minyak tanah bisa menghabiskan sekitar satu liter minyak yang harganya sekitar Rp 8.Menggunakan briket untuk bahan bakar memasak juga terhitung lebih irit dibandingkan dengan memakai minyak tanah. misalnya sengon atau jati mereka memilih untuk menjualnya. blarak. hanya mengeluarkan uang Rp 2. misalnya saja.15 dan 16 Oktober 2008 bertempat di kediaman Pak Widyo di Desa Nglambur. dan 6 anggota Rukun Tani lainnya. sepeti kayu sengon. tanah diambil dari pekarangan rumah. Kegiatan hari pertama berua survei transect walk. PELATIHAN TSHE DI SAMIGALUH. semen. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kelompok Rukun Tani. dll. Adapun jenis biomassa lain yang digunakan. semen dan batubata membeli atau meminta pada warga lainnya. Kelompok Rukun Tani. Tungku umumnya digunakan untuk kegiatan memasak rumah tangga dan Gula merah dan menggunakan tungku yang sama untuk memasak keduanya. misalnya pasir. Ukuran tinggi tungku rata-rata antar 21-34cm sehingga posisi memasak dilakukan dengan duduk di ”dingklek”. batu bata dan pasir.KULONPROGO PELATIHAN TSHE (TUNGKU SEHAT DAN HEMAT ENERGI) DI SAMIGALUH. Pak Mulyanto. Kulon Progo. Namun pada umumnya untuk jenis kayu selain kaliandra yang berukuran cukup besar. Kegiatan ini dimulai dengan pertemuan antar Kelompok Rukun Tani Desa Nglambur dengan Tim JKTI yang bertempat di kediaman Pak Widyo. Bagi warga yang membuat sendiri tungkunya. Bahan bakar tungku pada umumya adalah kayu Kaliandra. Kepala Dukuh dan warga Desa Nglambur dan Wonogiri. karena tanah di Desa Nglambur berupa tanah liat.

tinggal menunggu tungku kering sekitar 2-3 minggu baru kemudian tungku dapat digunakan.5 kg perharinya. Hal ini disebabkan karena pohon kelapa yang di ”nderes” oleh petani gula merah di kedua desa ini relatif kecil. Kondisi sulit juga . Dari kegiatan ini didapatkan data. yaitu antara 3-7 pohon perharinya. Setelah ini. Tak lupa pula Bapak Camat mengucapkan terima kasih atas kedatangan tim JKTI dan diharapkan mampu mewujudkan impian warga dan diharapkan TSHE dapat membantu warga dalam menghemat kayu. sedangkan material lain seperti cetakan tungku. sarangan dan cerobong difasilitasi oleh Tim JKTI. Petani Gula merah di Desa Nglambur menghasilkan gula merah dalam skala kecil. Wajan 35-50 cm dan ketel 20-29 cm. yaitu sebanyak 17 peserta.Pembuatan tungku dilakukan oleh warga dan dibantu oleh Tim JKTI. batubata. sekam padi dan pasir. yang terdiri dari 7 Laki-laki dan 3 Perempuan yang berasal dari desa Nglambur dan Desa Wonogiri. yaitu tanah liat. Kegiatan pembuatan TSHE kembali dilaksanakan di kediaman Pak Widyo. Peserta menyediakan material tungku seperti bahan-bahan dasar tungku. yaitu TUNGKU IDAMAN warga adalah: •Tungku awet •Kuat •Irit Kayu •Cepat Masak •Murah •Serbaguna •Asap sedikit/teratur Kegiatan hari ketiga adalah pembuatan tungku. hal ini dapat dilihat dengan jumlah peserta yang cukup banyak. akhirnya tungku yang diidamkan jadi juga. Setelah serangkaian proses kegiatan pembuatan tungku. yaitu antara 1-2. Penulis : Prianti Utami TUNGKU HEMAT ENERGI dari PONDIDAHA Oleh: Munsir Salam Infomobilizer Telecenter Lapulu Kondisi sulit terkadang membuat orang melakukan hal-hal yang kreatif untuk tetap survive dan untuk mengatasi persoalan. Dalam kegiatan pembuatan tungku ini.Tangga yaitu untuk Panci berdiameter antara 25-40 cm. Kegiatan hari kedua adalah memulai pelatihan Tungku Sehat dan Hemat Energi (TSHE) kembali dilaksanakan di kediaman Pak Widyo dan dihadiri sebanyak 10 peserta.Warga antusias dengan kegiatan ini. dihadiri pula oleh Bapak Camat Samigaluh dan Kepala Dukuh. Bapak Camat juga ikut ambil bagian dalam kegiatan mencetak tungku ini.

Semua menggunakan tungku masak yang terbuat dari tanah liat dengan bahan bakar arang atau serbuk gergaji. Dari kurang lebih 40 buah warung lesehan yang ada di kiri-kanan jalan. Di tengah perjalanan saya mampir disebuah kawasan peristirahatan yang menyajikan jagung rebus dan kopi hangat. Satu untuk memasak jagung dan satu lagi untuk menjerang air." Tapi yang menarik perhatian saya bukan gadis-gadisnya. Ide ini muncul saat saya dalam perjalanan dari Kendari ke Konawe pada awal Agustus lalu. Kopi dan jagung rebus Sambil meluruskan punggung dan menyelonjorkan kaki. Yang . tidak satupun yang menggunakan kompor minyak atau kompor moderen lainnya. Tempat ini mirip seperti beberapa tempat peristirahatan yang saya lihat di jalur tol Cipularang pada saat saya melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung beberapa waktu yang lalu. Propinsi Sulawesi Tenggara. Kabupaten Konawe. saya asik menikmati kopi panas dan jagung rebus yang disuguhkan oleh gadis-gadis Pondidaha yang terkenal "manis. Bahkan beberapa meletakkan tungku masak mereka dibagian depan warung dengan panci diatasnya yang terus mengepulkan uap aroma jagung rebus.menjadi peluang usaha bagi orang-orang yang jeli melihatnya sebagai peluang. Tempat ini sudah cukup populer bagi para pengendara yang melintasi jalur Kendari – Konawe yang berjarak kurang lebih 60 kilometer. Ungkapan ini mungkin pantas diberikan kepada warga Desa Pondidaha. tetapi kompor yang mereka gunakan untuk merebus jagung dan memasak air. Tungku atau kompor ini dapat dengan mudah dilihat karena tempat makan dan tempat masak menyatu dan terbuka. Rata-rata setiap warung memiliki 2 tungku.

Pada saat memasak.menarik lagi adalah warna panci alumunium yang tetap bersih. Tungku hemat energi Pemilik warung tersebut. Tungku tanah liat Tungku tanah liat berbentuk bulat melingkar seperti silinder dengan tebal sisinya kurang lebih 5 cm. Saya sempat berpikir "Jangan-jangan ini rahasia nikmatnya jagung rebus dan kopi yang disuguhkan". Model silinder ini tentunya efisien karena energi panas tidak akan terbuang percuma oleh hembusan angin. Namun. lubang atas akan tertutup oleh dasar panci. Pada sisi bagian bawah dibuat semacam "jendela" untuk mengeluarkan abu sisa pembakaran yang sekaligus berfungsi sebagai "jendela oksigen". Sedangkan untuk memasukkan arang ke dalam tungku adalah melalui lubang di bagian atas. Agar ada alasan untuk berlama-lama dan bisa mengorek informasi dari pemilik warung. saat terjadi kenaikan . tidak hitam berarang seperti panci yang dipakai memasak dengan menggunakan kayu bakar. Saya ingin mencari tahu asal-muasal tungku tersebut dan alasan mereka menggunakannya di zaman yang sudah serba moderen ini. saya menambah segelas kopi lagi dan lima buah jagung rebus. Prinsip kerjanya adalah memfokuskan aliran panas yang dihasilkan dari pembakaran arang ke wilayah tengah panci. Ibu Tetty seorang wanita yang berusia kira-kira 25 tahun bahwa dia sebelumnya menggunakan kompor minyak dan masyarakat pada umumnya juga menggunakan kompor minyak. Tinggi tungku bervariasi antara 40-45 cm dengan diameter kira-kira 30 cm. Bagian tengah tungku berfungsi sebagai "ruang bakar".

. Ibu Tetty dapat menghemat Rp. 20. Sedangkan dengan kompor tanah liat. 270. Para penyalur dari . Untuk mensiasatinya.000 per bulan.harga minyak tanah pada tahun 2004. Pemasarannya ke seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Untuk kebutuhan seperti di warung Ibu Tetty harus menggunakan kurang lebih dari 3 liter minyak tanah perhari atau setara dengan dengan Rp.3000.- Pembuatan Tungku Usaha pembuatan tungku kini banyak di kembangkan di Pondidaha.000 per bulan. 90. satu karung arang seharga Rp. Ibu Tetty bercerita bahwa dahulu orang tua-orang tua mereka menggunakan tungku tanah dengan bahan bakar kayu untuk memasak. kebiasaan menggunakan tungku tanah liat perlahan ditinggalkan. semua orang di desa Pondidaha telah kembali menggunakan tungku tanah.per hari atau Rp. warga sangat kesulitan karena langkanya dan tingginya harga minyak tanah saat itu. 9. Memasak dengan menggunakan kompor minyak.. bahkan telah dipasarkan sampai ke Sulawesi Selatan dengan mengguanakan kontainer. mereka kembali pada kebiasaan lama yaitu menggunakan tungku yang terbuat dari tanah liat. (kira-kira 20 kg) dapat digunakan untuk memasak nonstop selama dua minggu di warung Ibu Tetty atau setara dengan Rp.000.000. Namun seiring dengan hadirnya kompor minyak yang dirasakan lebih praktis.atau setara dengan Rp.per bulan.000. Saya menyaksikan ribuan tungku dipajang hampir di setiap rumah. Tetapi sekarang ini. Dengan menggunakan tungku tanah liat. Hal tersebut membuat usaha warung mereka tidak menguntungkan lagi. 40.. 230.per bulan.. satu rumah tangga akan menghabiskan minimal 1 liter minyak tanah sehari yang harga per liternya saat ini di Kendari adalah Rp. Tungkunya dibuat sendiri dari tanah yang ada di Desa Pondidaha yang memang seperti tanah liat atau tanah lempung yang berwarna merah.000.

Mereka juga memproduksi arang dari jenis kayu tertentu dan dipasarkan sekaligus dengan tungku. rasanya perut saya sudah tidak muat. Pembuatan tungku sudah menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat.35. Menurut informasi dari Ibu Tetty. para pembuat tungku dan pembuat arang di desa mereka saat ini dibina oleh LSM Sintesa.000 per karung dengan berat kira-kira 20 kg. Untuk menambah kopi dan jangung rebus lagi.kota Kendari atau dari daerah lain datang langsung ke Pondidaha. Sedangkan arang dijual dengan harga Rp. hutan akan menjadi gundul dan akan menimbulkan masalah baru. kualitas produksi serta upaya penanaman kembali pohon kayu untuk membuat arang. Saya masih penasaran dengan proses pembuatan tungku hemat energi.25. hanya saja kopi dan jagung rebus saya sudah habis. Karena jika pohon terus ditebang untuk membuat arang.000-Rp.000–30. Bantuan Mesin Pembuat Briket Arang dan Cuka Kayu Ditulis oleh Irma Dana dalam kategori Berita MATOA tanggal 24 Mar 2009 . pemasaran.000. Bagian kedua tulisan ini akan menyajikan proses produksi tungku hemat energi from Pondidaha.40. Ibu Tetty juga bersedia mengantarkan saya di tempat pembuatan tungku untuk melihat proses produksinya. Harga satu buah tungku di Pondidaha berkisar antara Rp. Mereka dibina dari aspek permodalan.000. Di kota Kendari tungku-tungku tersebut dipasarkan dengan harga Rp. 20. Tapi sebelum pamit pada Ibu Tetty saya berjanji untuk berkunjung lagi.

mesin pengolah rotan di Kabupaten Bengkulu Utara. Tungku tersebut juga dapat dibuat dan dikembangkan sendiri oleh masyarakat mengingat bahan baku banyak tersedia di daerah. Tungku masak tersebut merupakan hasil rekayasa Litbang Kehutanan. serta mesin bambu lamina di Kabupaten Klaten. khususnya Departemen Kehutanan. yaitu Revitalisasi Industri Kehutanan yang salah satu kegiatannya terkait dengan pemberdayaan Industri Kecil (pro poor) khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah melalui bantuan peralatan dan mesin pengolahan hasil hutan yang telah diuji coba oleh Badan Litbang Kehutanan. Karena alat ini menggunakan teknologi tepat guna. Bojonegoro.Briket arang tempurung kelapa Tanggal 24 Maret 2009 ini. dan Katingan. dalam proses memasak untuk keperluan sehari-hari satu tungku tersebut memerlukan 2 kg briket arang untuk memenuhi satu Kepala Keluarga yang terdiri dari 3-5 orang. jika memungkinkan alat ini dapat dibuat dan dikembangkan oleh masyarakat di wilayah pedesaan. Menteri Kehutanan akan menyerahkan secara bertahap bantuan mesin pembuat briket arang dan cuka kayu dengan teknologi tepat guna menggunakan bahan baku limbah tempurung kelapa. Sebagai kelengkapan dari bantuan tersebut juga dibagikan tungku masak berbentuk seperti anglo yang dibuat dari bahan semen dan pasir. Kapasitas produksi satu unit alat tersebut per hari menghasilkan 15-20 kg briket arang dengan asumsi mesin tersebut dioperasionalkan dalam waktu 8-10 jam. Bahan baku berupa tempurung kelapa yang dibutuhkan dalam sehari adalah kurang lebih 100 kg dengan tenaga kerja 7-10 orang. Palu. Sulawesi Tengah. Pemberian mesin pembuat briket arang dan cuka kayu kepada masyarakat Sulawesi Tengah tersebut dilakukan sebagai bagian dari salah satu program pemerintah. sebanyak satu unit dari empat unit yang direncanakan kepada masyarakat di Kelurahan Kamonji. Departemen Kehutanan sebelumnya pernah memberikan bantuan alat pengering kayu kombinasi tenaga surya dan panas tungku untuk masyarakat di Kabupaten Wonosobo. .

NREL. tingkat pendidikan kaum perempuan. Kongres ini diharapkan menghasilkan terobosan yang signifikan dalam membuat teknologi tentang energi terbarukan terjangkau bagi semua bangsa di dunia sebagaimana yang kita yakini bahwa energi terbarukan akan menentukan masa depan kita. Jakarta. Indonesia National Focal Point of ENERGIA mendapat sesi workshop tentang Gender. namun itu juga menuntut konsumsi energi yang besar dan terus meningkat serta masih mengandalkan sumber-sumber energi konvensional yang semakin menyusut. diharapkan dapat menjadi motivator Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan agenda pemerintah dalam rangka pengurangan kemiskinan khususnya di sektor kehutanan dapat diwujudkan. serta perbaikan kualitas lingkungan. sejumlah besar penduduk dunia kurang atau malah tidak memiliki akses pada energi untuk memenuhi kebutuhan dasar sekalipun. pelajar dan mahasiswa * LSM yang bergerak di bidang energi. kepekaan gender dalam energi adalah pemberantasan kemiskinan terkait dengan kebutuhan energi dan pengembangan energi yang berkelanjutan. batu bara cair) serta menurunkan penggunaan bahan bakar fosil konvensional. Perspektif gender memang selalu terkait dengan perempuan hal ini disebabkan oleh perempuan adalah mayoritas orang miskin. Kasus Indonesia dan Nepal mencerminkan kondisi tersebut. Melalui bantuan langsung paket teknologi. pemahaman dan motivasi yang penting untuk konservasi sumber daya alam yang berkesinambungan.* Para kepala daerah dan pimpinan organisasi perempuan Latar Belakang Kongres Kemajuan teknologi memberi manfaat bagi manusia.* Mendiskusikan dan memetakan strategi-strategi pengembangan energi terbarukan sebagai platform untuk rencana kerja pemerintah. organisasi non pemerintah. sekaligus pengurangan pengangguran. Jika berbicara tentang sumber daya manusia. bisa disimpulkan bahwa tujuan dari perspektif. RMI dan College of Forest Resource – University of Washington. Isesco. * Ahli rekayasa. gender dan energi. 5~ 7 November 2007. dan gerakan masyarakat sipil. Oleh karena itu.* Mendiskusikan pentingnya pendidikan lingkungan dan kepemimpinan dalam meningkatkan serta mengimplementasikan energi terbarukan dalam menghasilkan informasi. Perempuan punya peran signifikan di semua bidang ekonomi dan kehidupan sosial dan punya kontribusi vital untuk kesejahteraan rumah tangga. Selain sebagai biopestisida. pendekatan. pelaku bisnis. Dalam tujuan ini. * Pelaku bisnis yang bergerak di bidang energi khususnya di energi terbarukan * Peserta pameran yang menampilkan produk. Unesco. Untungnya Indonesia punya sumber energi terbarukan yang berlimpah yang bisa menggantikan penggunaan bahan bakar fosil. akademia. pendidikan dan aktivis LSM dalam workshop ini* Sesi teknis yang fokus pada tema-tema monodisipliner tentang teknologi energi terbarukan. Kongres ini diselenggarakan oleh WREN (World Renewable Energy Network) dan METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia) berkerja sama dengan Departemen Pertambangan dan Energi. pelaku bisnis. Workshop ini dimoderatori oleh Dr. pendidik di bidang energi dan lingkungan. ilmuwan. konsep bisnis. dan aplikasi energi terbarukan yang mutakhir. Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan Kebijakan Energi Nasional yang menargetkan peningkatkan penggunaan energi terbarukan dan bahan bakar fosil yang selama ini kurang dimanfaatkan (gas alam. pengembangan dan pemanfaatan teknologi perempuan tergolong rendah di kedua negara ini dan mereka memiliki energi terbarukan yang besar. Panitia. para sponsor berserta pendukung kongres ini berharap dan bermaksud menggunakan kesempatan ini untuk menyebarluaskan teknologi tentang energi terbarukan untuk menolong sesama dalam mencapai tahap pembangunan berkelanjutan: * Pendekatan transdisipliner yang akan lahir dari kerjasama pihak berwenang. Dari hasil percobaan menunjukkan keberhasilannya dalam memberantas hama cabuk lilin pada tanaman pinus umur 5 tahun di Perum Perhutani Jawa Tengah dan jamur pada tanaman ketimun serta meningkatkan hasil produksi tanaman padi. politisi dan para pembuat kebijakan * Bankir dan pemegang funding * Ilmuwan-peneliti. Partisipan yang diundang adalah: * Pejabat pemerintah.Hasil proses pembuatan arang yang berupa cuka kayu dapat dimanfaatkan sebagai Biopestisida nabati pada tanaman pertanian dan kehutanan.* Meningkatkan peluang bisnis di bidang energi terbarukan dengan memamerkan produk canggih yang menghemat energi dan untuk merangsang pasar energi terbarukan dan meningkatkan daya tanggap sistem energi terbarukan. Saat ini kita perlu lebih memperhatikan “isu sosial yang berhubungan dengan penggunaan energi”. Departemen Lingkungan Hidup. Sumber: SIARAN PERS DEPHUT “Kongres Regional dan Pameran Energi Terbarukan 2007" Tema : Energi terbarukan untuk masa depan kita Lokasi : Grand Hyatt Hotel. peran serta dalam pendidikan. Karena itu. Departemen Luar Negeri. Sulikanti dari Departemen Pemberdayaan Perempuan. pemberantasan kemiskinan dan l ingkungan. Ini semakin menambah beban masyarakat. cuka kayu ini dapat dimanfaatkan untuk mengawetkan produk makanan utamanya ikan asap dan juga berkhasiat untuk menghilangkan penyakit kulit. Departemen Riset dan Teknologi. Sementara itu. Tujuan Kongres * Mempertemukan semua partisipan baik dari negara berkembang maupun negara maju supaya bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam bergelut dengan pengembangan teknologi dalam energi terbarukan. dan sektor swasta memetik pelajaran dengan jalan berbagi informasi tentang perkembangan dan riset terbaru serta cerita sukses tentangpemanfaatan potensi energi terbarukan secara efektif. energi terbarukan adalah energi yang sesuai untuk dikembangkan secara berkelanjutan jika dikembangkan menggunakan perspektif gender (berkaitan dengan peran siapa yang menggunakan energi. peningkatan kontribusi kehutanan terhadap pertumbuhan ekonomi. penting untuk mengarus-utamakan perspektif gender di semua program dan kebijaksaan pembangunan. Indonesia. Energi terbarukan dipilih karena energi ini bisa dikelola secara ramah lingkungan serta berkelanjutan untuk mendukung mata pencaharian yang berkesinambungan. Dari workshop ini. BPPT. Ini hambatan besar untuk pembangunan berkesinambungan. Departemen Pembangunan Daerah Tertinggal. pembuat kebijakan. sumber daya lokal: sumber daya alam dan sumber daya manusia. Dalam kongres ini. Departemen Pemberdayaan Perempuan. Tungku biomass yang disempurnakan adalah salah satu contoh aktivitas tentang gender dan energi. Kepulauan Indonesia juga menghadapi berbagai bencana alam yang menurut para ahli terkait dengan perubahan iklim. perspektif .

informasi dan penyebarannya. Alternative Energy Promotion Center (AEPC) adalah badan pemerintah yang bertujuan mempromosikan penggunaan energi terbarukan. mengumpulkan bahan bakar menyita waktu.Kebijakan dan program yang diarahkan untuk menciptakan peluang kerja. INDONESIA Hingga kini. bisa disimpulkan bahwa: Untuk kesinambungan teknologi energi terbarukan di Nepal. Konsumsi energi untuk rumah tangga di Indonesia tinggi. Arahan di masa depan Terkait dengan kebijakan peka gender Kebijakan dan program untuk meningkatkan partisipasi wanita dipengembangan energi bisa diraih lewat dua cara. Sebagian besar masyarakat pedesaan menggunakan tungku masak tradisional berbahan bakar biomass. Sementara itu. pola penggunaan energi tidak menunjukkan sifat berkelanjutan. dan yang paling utama harus ada pergeseran dari moda yang dikendalikan oleh subsidi menuju ke moda yang dikendalikan pasar. perlu diversifikasi sumber energi di pedesaan dengan mengembangkan teknologi energi terbarukan seperti biogas dan energi matahari yang memanfaatkan energi lebih efisien melalui penggunaan alat-alat teknologi seperti tungku hemat energi. evaluasi tentang kebijakan. kendali mutu. * Meningkatkan kapabilitas perempuan dalam hal energi. Penggunaan tungku biomass tradisional maupun proses mengumpulkan bahan bakar bisa berdampak buruk bagi kesehatan. mengurangi waktu untuk keluarga dan diri sendiri. 2.sektor swasta dan masyarakat untuk: * Memfasilitasi pendidikan dan training yang bisa diakses oleh perempuan. end use diversification. Nepal punya potensi sumberdaya energi terbarukan yang besar. Gender di sektor energi kurang diperhatikan. Masalah-Masalah Utama dalam Gender dan Energi * Akses ke energi rendah. * Kurang kebijakan pemerintah yang peka gender atau memungkinkan suara perempuan didengar saat membuat keputusan. Pentingnya kebijakan dan program untuk meningkatkan kualitas SDM dimaksudkan untuk merubah mindset tradisional perempuan untuk menghindari keterlibatan perempuan di pengembangan energi serta sains dan teknologi. kesetaraan gender dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia masih rendah. . * Kurang statistika dan data tentang gender dalam hal sains & teknologi maupun energi. * Steorotipe tentang gender yang ada pada publik di kultur sains dan teknologi. kontekstualisasi ekonomi. Kamis (14/8) siang. * Kurang training untuk pemberdayaan wanita di sektor energi. riset dan pengembangan serta kesetaraan gender dan peran serta sosial. implementasi. kebijakan pembangunan nasional tidak membahas masalah ini secara spesifik. selalu dianggap sebagai tugas yang terkait gender atau budaya. implementasi. kebutuhan energi lebih besar dari yang tersedia. Tantangan yang dihadapi AEPC adalah: dana yang berkesinambungan. Kebijakan harus menitikberatkan investasi di bidang riset dan pengembangan. perencanaan. lingkungan dan dimensi-dimensi sosial sangat vital. Dari pengalaman AEPC. monitoring dan evaluasi. Di Indonesia sendiri. Terkait dengan kebutuhan energi perempuan di segala tingkatan * Memfasilitasi akses ke energi bagi perempuan. Sementara itu. ini tampak dari penggunaan alat-alat yang tidak efisien.gender bisa menutup kesenjangan ini. khususnya untuk posisi pembuat keputusan di pemerintahan * Memfasilitasi production peralatan energi lokal * Dukungan dari masyarakat penting supaya perempuan merasa setara dengan lelaki Strategi kunci untuk upaya untuk masa depan ini adalah memperkuat capacity building nasional termasuk kerjasama dengan stakeholder teknologi dan gender lainnya untuk secara sistematis mengintegrasikan perhatian-perhatian tentang gender menjadi desain. khususnya dalam hal lebih melibatkan perempuan di semua level aktivitas energi seperti desain. * Kurang studi dan riset tentang wanita dan sektor energi. * Jumlah perempuan di posisi pembuat keputusan masih sedikit * Kurang training dalam isu-isu tentang perempuan. pengembangan kapasitas. itu terkait dies natalis ke-45 IPB. Tugas ini tidak dibayar dan tidak diperhitungkan. yaitu 40% dari total penggunaan energi. Masyarakat desa jarang punya peluang untuk beralih ke energi bentuk lain karena alasan ekonomi. IPB Membuat Tungku Sekam Padi Departemen Fisika FMIPA Institut Pertanian Bogor menyerahkan tungku berbahan bakar sekam padi sebanyak 200 unit kepada 14 kepala desa/lurah.Sementara itu kebijakan dan program untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja ditujukan untuk memotivasi perempuan untuk berkerja di sektor energi. Meskipun isu perempuan di sektor energi sudah teridentifikasi. Selain itu. program dan proyek yang punya sangkutpaut dengan pengembangan energi sehingga pemberdayaan wanita dan pembangunan berkelanjutan bisa ditingkatkan secara efektif. tungku dan oven matahari serta instalasi pembangkit listrik tenaga matahari rumah tangga. Tungku sekam ini mampu menghasilkan energi yang maksimal. konsumsi energi masih mengandalkan sumbersumber konvensional dan sumber-sumber tersebut semakin menyusut. Namun demikian. tidak mengeksploitasi alternatif lain maupun mengandalkan biomass secara berlebihan. * Menyediakan statistika dan data gender tentang energi. Dalam hal ini perempuan bertugas untuk mencari dan mengelola bahan bakar. Kecamatan Dramaga. letak geografis yang terpencil atau kelangkaan minyak tanah dan gas. Yang diperlukan adalah: * Mengarus-utamakan gender pada stakeholder yang terkait dengan energi * Studi kasus yang baik tentang gender dan energi untuk membuka mata. * Mengalokasikan dana untuk riset dan penelitian tentang gender dan energi. Untuk mengatasi masalah ini. * Mengarus-utamakan gender untuk semua stakeholder energi. produksi skala besar. Berikut ini adalah ringkasan dari presentasi dari Nepal dan Indonesia : NEPAL Kebutuhan energi Nepal sebagian besar dipenuhi lewat biomass. Kabupaten Bogor. * Dukungan dan insentif untuk mengembangkan teknologi energi terbarukan khususnya untuk orang miskin. khususnya perempuan miskin dan cacat di pedesaan. Hingga kini AEPC sangat berhasil dalam menyebarluaskan tungku masak yang disempurnakan. sehingga tidak mungkin untuk mengungkap masalah kunci tentang perempuan dan gender dalam energi. lebih hemat dibandingkan dengan kompor minyak tanah atau elpiji Acara yang digelar di Desa Petir. aplikasi di bidang industri. 1. oven dan tungku matahari dll. end user diversification. Untuk mencapai tujuan ini: Pemerintah harus berkerja sama dengan akademia. khususnya di pedesaan * Masalah kesehatan sehubungan dengan penggunaan teknologi tradisional—misalnya polusi dalam ruangan.Kebijakan dan program yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM khususnya perempuan lewat pendidikan dan training.

Kompor minyak tanah mengeluarkan biaya Rp 350. ”Kami menciptakan tungku ini dengan perhitungan-perhitungan ilmiah.500 per liter dan gas elpiji Rp 5.” kata Kepala Departemen Fisika IPB Irzaman. Bukan asal membuat kerucut sehingga energi panas yang dihasilkannya dapat dipertangungjawabkan secara ilmiah. sebagai contoh tungku sekam untuk keperluan industri rumahan. dan behel dudukan wadah memasak (besi). .. Perbandingannya jika mendidihkan 6 liter air. kerucut penampung sekam (dari seng). Namun jika dapurnya tembok. Lebih hemat Irzaman memastikan penggunaan tungku sekam lebih hemat dibandingkan dengan kompor minyak tanah atau elpiji. Kini yang harus dipikirkan adalah mencegah sekam padi. Untuk masak 6 liter air.” kata Irzaman.000 per 10 kilogram.000 unit tungku sekam dalam tiga ukuran. Dibuat juga tungku ukuran besar dengan komponen wadah penampung bakaran sekam dari drum. Biaya Rp 350 dan Rp 500 itu dengan catatan harga minyak tanah Rp 2. ”Tungku ini direkomendasikan untuk masyarakat pedesaan karena sekam padi berlipah dan dapur warganya terbuka atau berdinding bilik. Kompor elpiji memakan biaya Rp 500.000 per kilogram. Menurut Irzaman. dosen dan karyawannya bersama 21 warga binaan IPB dari beberapa desa sudah membuat 1. menjadi komoditas yang komersial. tidak kami rekomendasi.” katanya. Di Laboratorium Mekanik dan Laboratorium Kayu Departemen Fisika. jika dipakai untuk tujuan komersial. waktunya 11 menit. pencipta atau pemilik modal wajib membayar royalti kepada IPB karena produk itu sudah dipatenkan.Tungku tersebut terdiri dari tiga komponen. dengan tungku sekam hanya mengeluarkan biaya Rp 300 dengan waktu 23-34 menit. yang saat ini produk limbah tak terpakai. (rts) -> home / SubCulture / Tungku canggih berteknologi se. Akan tetapi. warga desa atau kelompok warga desa bebas membuat tungku inovasinya asal untuk kepentingan sendiri. ”Harga sekam saat ini adalah Rp 3. waktunya 25 menit. butuh 1 kilogram sekam padi kering. peneliti sekam dan pengembang tungku sekam. yakni tabung penampung bekas bakaran sekam (dari gerabah atau kaleng/drum).

Tungku adalah kenalanku pertama dengan istilah yang pada saat itu sangat ngetop. Namun kebanyakan masyarakat pedesaan hanya menguasai tungku tiga batu yang sangat sederhana untuk memasak. Ini dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan bagi orang yang terus-menerus menghirup asap tersebut. beralih ke teknologi ini lebih cocok bagi masyarakat pedesaan. Bukan hanya itu. hal ini tidak mutlak demikian. sehingga memasak bisa lebih cepat dan tidak boros kayu. teknologi baru pun mungkin akan membawa masalah-masalah baru. Entah melakukan aktivitas untuk meningkatkan perekonomian mereka. Berkurangnya penggunaan kayu bakar dan waktu memasak membuat masyarakat mempunyai waktu luang untuk mengerjakan hal lain. Tungku ICS adalah tungku berteknologi sederhana untuk memasak yang umumnya digunakan oleh masyarakat pedesaan. atau yang biasa disebut tungku ICS. waktu yang diperlukan jauh berkurang. Saat ini masih banyak masyarakat di desa yang menggunakan tungku tiga batu. Tungku tradisional ini membuat asap hasil pembakaran memenuhi dapur. atau meluangkan waktu dengan keluarga. Selain itu. Justru. sebuah alat memasak berbentuk tungku yang sengaja dirancang untuk lebih menghemat pasokan bahan bakar kayu dan lebih mengoptimalkan panas. Pertama kali melihatnya di rumah panggung orang Bugis di Makasar. Bahkan dengan teknologi yang sederhana. seperti kompor minyak atau gas. CP/shifu] Adalah THE. salah satu syarat agar suatu teknologi dapat beroperasi secara efektif adalah dengan membuat teknologi tersebut mudah dimengerti oleh sang pemakai. improved cook-stoves (ICS). Oleh karena itu. Karena pengoperasian tungku ICS mirip dengan tungku tiga batu. [JAKARTA. karena THE kepanjangan dari Tungku Hemat Energi. ada banyak hal yang dapat dinikmati dengan menggunakan tungku ICS. penggunaan tungku yang dibuat dari susunan tiga batu ini menjadi tidak sehat bagi rumah tangga itu sendiri. Jawa Tengah. juga adanya modifikasi di dalam tungku untuk mengoptimalkan penyebaran panas. terbukti kan? Efisiensi energi tidak selamanya harus menggunakan teknologi canggih dan peralatan mahal. dengan bentuk tungkunya yang . Menurut warga di daerah Hargorejo. 11/7/08. bacanya bukan de (seperti pada bahasa english) tapi dibaca perhuruf te-hae.8 Aug 2008 Tungku canggih berteknologi sederhana Banyak di antara kita berpikir bahwa melakukan efisiensi energi berarti menggunakan teknologi yang serba canggih. kita pun bisa menghemat energi. TTL/TTG Teknologi Tepat Guna dan Teknologi Tepat Lingkungan. Bedanya dengan tungku tradisional adalah adanya cerobong untuk menggiring asap keluar rumah. Manfaat tungku ICS sudah dirasakan mereka yang menggunakannya. Kenyataannya. Contohnya. Jadi sebenarnya. untuk memasak masakan yang sama. Bahan bakar yang digunakan tungku ini umumnya adalah ranting-ranting yang berjatuhan di halaman rumah. dengan menggunakan tungku ICS penggunaan kayu bakar menurun menjadi hanya setengah dari semula. Sulit bagi mereka beralih menggunakan alat masak dengan teknologi yang berbeda cara penggunaannya. Nah.

dan membangun desain untuk mengefektifkan panas untuk kepentingan memasak. mencoba mengetahui dan memahami bagaimana api dan sumbernya bekerja. dan portable. Untuk membuat lebih optimal. sehingga tidak banyak panas yang terbuang percuma. saya menemukan secara tidak sengaja (ada gak sih yang kebetulan itu?) buku tentang teknik membuat tungku. Cara Membuat Tungku Sederhana Adonan untuk membuat THE adalah terdiri dari Tanah Liat : Pasir : Sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1. dibuatkan beberapa lubang kecil udara di samping dan lubang pembuangan. bisa dipindahkan kesana kemari. Fungsi dari sekam adalah sebagai perekat dan penguat. tungku ini yang biasa disebut anglo juga di desain secara khusus untuk tidak mudah membakar lantai rumah panggung mereka yang terbuat dari kayu. terus ada bapak-bapak yang mau mencoba dan akhirnya kita bareng-bareng bikin. sebilah papan untuk menahan dinding-dindingnya tungku dan cetakan lobang cukup menggunakan batang pisang. Dan jangan lupa sebelum tungku dicetakan benar-benar sudah kering. . diletakkan horisontal dan vertikal. tungku sebaiknya bukan hanya satu lobang masak.kecil. bukan melebar. ditimbun pelan-pelan sehingga membentuk sosok Tungku. Media cetak juga cukup menggunakan alat sederhana. Jadi tidak ada yang baru dari hal ini kecuali buat saya pribadi untuk mempraktekkan dari apa yang saya tau menjadi bentuk nyata yang bisa digunakan. dengan posisi lubang ke dua dan tiga lebih tinggi posisinya dibanding dengan lubang masak pertama. Tungku untuk memasak dan 2 buah bahan bakarnya!! Yang saya lakukan sangatlah sederhana saja. bisa dibuat 2 (dua) atau 3 (tiga) secara berurutan dengan bentuk memanjang. ringan. ada juga yang menambahkannya dengan abu untuk mencegah retakan tungku jika kena panas api. Cara kerja THE sangatlah sederhana.

hal ini termaktup dalam Visi dan Misi Jaringan Kerja ini. Jaringan Kerja Tungku Indonesia (JKTI). Hal ini berarti.or. setiap harinya kepulan asap tungku dan aroma khas gula merah menjadi tanda keberadaan mereka. pengelolaan nira yang berujung pada kiloan gula merah yang dihasilkan menjadi ujung tombak usaha. Tungku dan Biomassa. karena yang kita lakukan dengan Tungku baru ini adalah bicara tentang Efesiensi dan penghematan Energi. namun kesimpulan saya akhirnya terpangkas oleh satu komentar dari salah satu warga setelah melihat hasil akhir dari kerja kita…. Madura dengan Tungku.id Dari Tungku. atau kita yang mungkin tidak pernah memasuki dapur dan berikut tetek bengeknya tentang dapur atau kita yang belum pernah tau bahwa ada sebagian masyarakat yang memposisikan dapur sebagai ruangan utama keluarga atau menyambut tamu. bentuk Tungku dan Rumah sepertinya saling terkait di antara orang Jawa dan Madura. Berdiri tahun . masalah sudah beres. Yang jelas saya sendiri pada proses pembuatan tungku saat itu menganggap setelah proses pembuatan tuntas. Menurut JKTI. ooo ini kan tungku orang Jawa. mereka tinggal langsung bisa pakai. Salah berhitung ataupun selisih langkah dengan pesaing akan biasanya berakibat fatal: kemunduran usaha dan kurangnya pendapatan. Ilustrasi Tungku : http://tungku. merobah Tungku Madura menjadi Tungku Jawa.Tungku dan Masyarakat Tungku Membahas topik tentang Tungku sepertinya ini hal sederhana. Peguyuban Ligasirem seakan menjadi jawaban para pengrajin gula di Desa Sikapat atas kenyataan ini. khususnya kita yang tidak terkait secara langsung dengan urusan masak-memasak. tegasnya kemiskinan yang telah dirasakan akan semakin memberatkan. tungku pun juga terkait dengan masalah perspektif gender. Dari pengalaman ini saya yakin mereka tidak akan pernah memakai dan merobah bentukTungku mereka. Dengan menyadarkan hidupnya pada pengolahan nira. Saya lupa bahwa saya saat itu berada di komunitas masyarakat Madura. karena berbentuk panjang bukannya melebar seperti halnya bentuk rumah mereka. Tungku Serbuk Gergajian Kayu: Cara Hemat Memasak Gula Kelapa Desa Sikapat yang terletak Kecamatan Sumbang adalah salah satu tempat berdiam para pengrajin gula kelapa di Kabupaten Banyumas. awalnya memang merasa tidak ada hubungannya antara orang Jawa. dan saya lupa jika Masyarakat kita memang terdiri dari berbagai budaya yang unik dan berbeda satu sama lain. juga melahirkan sebuah jaringan antar lembaga. sebuah Jaringan Kerja dari Lembaga Nirlaba di Indonesia yang secara khusus membahas tuntas tentang Dapur.

paguyuban Ligasirem juga berperan sebagai wadah perkumpulan para pengrajin yang mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan pengolahan gula kelapa. kedua tungku menghabiskan 4-5 karung serbuk gergaji. angka tersebut adalah kecil dibanding keuntungan yang akan didapat.2001 dengan anggota mencapai 23 pengrajin. 12. paguyuban ini menjadi wadah pengolahan gula kelapa secara terpadu. Kapasitas tungku serbuk gergaji ini juga disesuaikan dengan tungku minyak tanah yaitu sanggup menghasilkan 50 kg gula merah. Pilihan jatuh pada bahan bakar ini sebab dari segi harga. dengan pemakaian tungku serbuk gergaji biaya produksi yang dikeluarkan dapat ditekan seefisien mungkin. . Hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara kehidupan social masyarakat dengan lingkungan hidup lainnya bagaikan rantai makanan yang tidak akan putus. paguyuban ini direncanakan juga ‘menyambar’ sektor peternakan (penggemukan sapi. baik Pemerintah NGO. kedua buah tungku minyak tanah ‘dibangkucadangkan’. Belajar dari para pengrajin yang tergabung dalam paguyuban ini. serbuk gergaji lebih murah dan mudah didapat dibanding minyak tanah. Namun setelah satu bulan pengoperasian. kondisi ini juga harus terjadi berulang-ulang. maraknya illegal loging dan eksploitasi sumber daya hutan yang tidak adil dipacu oleh aktifitas pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Tungku sengaja tidak dibuat portabel alias tak dapat dipindah-pindahkan. Berpijak dari pemikiran bahwa kerusakan hutan lebih disebabkan oleh tekanan manusia dari pada oleh perubahan sturktur kulit bumi ( bencana alam ). Tidak saja memfasilitasi pengrajin untuk mendapatkan kemudahan kredit ataupun memperluas jaringan pemasaran. paguyuban setiap minggunya membeli 30 karung bahan bakar dari pedagang yang langsung mengantarkannya ke rumah produksi (menggunakan mobil) senilai Rp. selain itu sistem pertanian masyarakat yang masih sangat tradisional yaitu berladang berpindah-pindah. Meski hanya mempunyai satu lobang masak (dibanding tungku lainnya yang mempunyai dua lubang masak atau lebih). diameter lubang masak 50 cm dan diameter mulut kayu 20 Cm. Semenjak menggunakan tungku serbuk gergaji kayu ini. Sebanyak dua tungku dioperasikan setiap harinya dengan kapasitas gula yang dihasilkan 50 kg. peningkatan dan pengembangan pada tungku yang ada. Perekonomian masyarakat yang bermukim dan tinggal hidup baik disekitar maupun didalam hutan masih cukup rendah. yaitu tinggi 50 Cm. bahkan seturut konsep awalnya.-. Bukannya tidak mau mengingat masa lalu. tapi apa salahnya menggunakan alternatif baru yang mudah plus murah dalam pemakaiannya. Yuni Supriyati Sumber: Majalah ASAP edisi No. Untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat harus mengeksploitasi sumber daya hutan yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. paguyuban makin dituntut mencari terobosan baru untuk memecahkan persoalan ini. Dana (yang digunakan untuk pendirian tempat produksi gula) diberikan oleh Bank Dunia lewat program PKM ( Pemberdayaan Kelompok Masyarakat) dengan pembinaan dilakukan oleh Yayasan Gatra Mandiri Purwokerto. maka Yayasan Katopasa Indonesia yang merupakan lembaga konservasi alam melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kearifan lokal dalam melestarikan hutan kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 1999 dengan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Guna memenuhi kebutuhan tersebut. Tungku dengan bahan bakar minyak tanah pada awalnya menjadi ujung tombak para pengrajin di desa ini untuk menghasilkan gula kelapa. Kerusakan hutan di Sulawesi Tengah saat ini sebahagian besar diakibatkan oleh illegal loging dan pembukaan lahan untuk pertanian yang berpindah-pindah. 75.000. Salah satu contohnya adalah terobosan pemakaian tungku serbuk gergajian kayu untuk memasak gula merah. Langkah taktis diambil yaitu membuat tungku baru berbahan bakar serbuk gergaji kayu. tungku ini tetaplah lebih hemat dalam pemakaiannya. Biaya produksi meningkat tajam dengan penyumbang terbanyak berasal dari penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar. Alat masak yang digunakan adalah wajan yang terbuat dari besi berdiameter 120 cm. Ditambah lagi produksi yang sering tersendat akibat kelangkaan minyak tanah. Tak heran bila ukuran tungku menjadi sedemikian besar. kebijakan yang terealisasi hanyalah pengolahan gula kelapa. Dibandingkan dengan produksi 100 kg per-harinya. yang nantinya berujung pada penghematan dan pertambahan pendapatan adalah sesuatu yang selalu dinanti untuk dicoba. Namun akhirnya. Terbukti. serta eksploitasi sumber daya Hutan yang tidak adil dan berkelanjutan. bukannya keuntungan yang diperoleh melainkan kerugian yang harus diderita. pembuatan kompos bogasi) dan pengadaan air bersih. Untuk pengoperasian satu hari. Paling-paling kedua tungku tersebut hanya berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan drum besar yang dipakai sebagai tempat untuk meletakkan nira/badeg. Tahun 2005 PEMANFAATAN SDA NON KAYU Kondisi Ekonomi Masyarakat yang Sangat Rendah Merupakan Potensi Tingginya Kerusakan Hutan.

5. Kegiatan ini di kelola oleh kelompok pemuda yang difasilitasi oleh Yayasan Katopasa Indonesia untuk melakukan produksi mulai dari pengolahan kelapa menjadi minyak.25 Km² atau . Pengemasan sampai pemasaran produk.Perguruan Tinggi dan masyarakat. 8000 s/d 12. secara global. banjir. minyak goreng tradisional yang dihasilkan di pakai untuk kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Ibu Meri misalnya. Ditengah perkembangan itu. Pemanfaatan lahan untuk hutan produktif Penanaman pohon produktif sudah sejak lama dilakukan oleh masyarakat tani di Indonesia. Melihat potensi ini Yayasan Katopasa Indonesia bekerja sama dengan masyarakat Desa Enu untuk membangun usaha kecil minyak goreng tradisional untuk dikomersialkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Enu. Selain tungku masyarakat Desa Enu juga memproduksi arang tempurung sebagai bahan bakar biomasa yang ramah lingkungan. misalnya penurunan kesuburan tanah. masalah ini semakin berat sejalan dengan meningkatnya luas hutan yang dikonversi menjadi lahan usaha lain. Peristiwa ini dipicu oleh upaya pemenuhan kebutuhan terutama pangan baik secara global yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah penduduk. Salah sorang perajin merasa sangat senang dengan aktifitas barunya itu. minyak tradisional ala Enu ini juga melibatkan masyarakat sebagai pemasok bahan baku berupa buah kelapa yang memang banyak terdapat di Enu. kepunahan flora dan fauna. Desa Enu yang memiliki luas wilayang ± 54. “selain mendapat uang tambahan saya juga bisa berkreasi” ujarnya. Saat ini kebutuhan arang sangat tinggi baik di desa maupun di kota Palu. Konversi hutan alam menjadi lahan pertanian menimbulkan banyak masalah. Donggala. Ibu dua orang anak ini sangat senag dengan adanya kegiatan tambahan yang digelutinya sekarang. pengunaan arang sebagai bahan bakar dapat mengurangi tingkat ketergantungan masyarakat pada bahan bakar minyak yang harganya cenderung mahal. Kelompok ini telah memproduksi cukup banyak tungku dan secara financial dapat memberikan kontribusi dana terhadap anggota kelompok tersebut. erosi. lahir agroforestri suatu ilmu pengetahuan di bidang pertanian dan kehutanan yang mencoba menggabungkan unsur tanaman dan pepohonan. kekeringan dan bahkan perubahan lingkungan. pendapatan masyarakat dari mengolah tempurung kelapa menjadi arang dirasakan sangat menguntungkan.000/buah. Ilmu ini mencoba mengenali dan mengembangkan sistem–sistem wanatani yang telah dipraktekkan oleh petani sejak berabad – abad yang lalu. Komersialisasi TSHE dan Minyak Goreng Tradisional Berawal dari pelatihan teknis pembuatan dan pemanfaatan tungku sehat hemat energi pada bulan September 2005 lalu yang difasilitasi oleh Yayasan Katopasa Indonesia kerja sama YBUL-GEFSGP di Desa Enu Kab. Mengumpulkan kelapa 10 sampai 15 buah kemudian diolah menjadi minyak Dengan perlakuan yang sangat sederhana merupakan aktifitas rutin ibu–ibu dan remaja putri di Desa Enu. Walaupun terkesan masih lamban dalam berproduksi Kelompok yang di dominasi kaum hawa ini sudah apat memproduksi ± 150 buah/bulan dengan harga jual antara Rp. berlanjut dengan terbentuknya kelompok perajin tungku Tora Ranga.

“Biasanya kalau menggunakan kompor. warga Desa Ngapit sudah sekitar satu setengah bulan ini menggunakan tungku ‘Hemat Energi’ produk lokal. dandang atau barang lainnya ketika dibakar di atas tungku. Malah bisa sampai dua. FATONI HINGGA saat ini masih belum ada kepastian konversi mitan ke elpiji di Jombang.500 bisa digunakan dua sampai tiga hari. tungku “Hemat Energi” yang saat ini menjadi pilihan alternatif warga untuk mengatasi kelangkaan mitan ini tampak sederhana. Dari pengamatan di lapangan. tiga hari. Seutas tali kayu bakar seharga Rp 2. tidak harus dengan ukuran tertentu. Jombang. Sidoarjo. Terjadinya bebrapa kali banjir besar yang dan longsor memberikan pelajaran kepada masyarakat Desa Enu akan pentingnya fungsi dan peran hutan. mitan yang selama ini masih menjadi andalan warga untuk kebutuhan memasak.” katanya. Katanya kok hemat sekali. Eny yang diamini Ny. saya tidak banyak membutuhkan mitan lagi. tungku langsung bisa diopersionalkan. Ironisnya. Menurutnya. Sedangkan lingkar sekelilingnya. Tahun 2001 Yayasan katopasa Indonesia dan masyarakat Desa Enu melakukan penguatan lembaga lokal dalam Pengelolaan sumber daya alam dalam melestarikan hutan. Katopasa Indonesia Press realesed Rabu. ber ada di daerah pesisir dan pegunungan. sehari tidak menghabiskan seutas kayu bakar. Hanya saja. layaknya tungku lainnya. sehari bisa menghabiskan satu liter mitan untuk keperluan dapur.” tambahnya. namun bolong tengahnya sebagai tatan tungku tersebut. Namun bagi warga Desa Ngapit. Salamah dan Ny. Ada puluhan dan bahkan mayoritas warga Desa Ngapit.--berbentuknya persis seperti layah. “Ini juga bisa sebagai pengganti kompor elipiji bantuan pemerintah yang tak kunjung ada. “Itupun kayu bakarnya bisa seadanya. meningkatnya tingkat ekonomi masyarakat akan berdampak pada kepedulian masyarakat terhadap hutan. Kalaupun menggunakan minyak tanah. Harganya hanya Rp 27 ribu per buah atau Rp 30 ribu per biji. penyeban kerusakan hutan ini adalah illegal loging dan peladang berpindah-pindah. Sekarang dengan tungku ini. makanya saya kemudian pesan juga. yaitu penanaman pohon produktif jangka panjang di lahan tapal batas desa dan lahan kritis di Desa Enu. Warga Beralih Tungku Energi” pemenuhan kebutuhan sehari-hari. sekarang beralih menggunakan tungku tersebut.545. Ia mengaku tungku ini sangat irit kayu bakar. . Bahkan saat ini banyak masyarakat yang sudah beralih menggunakan tungku tersebut. Tungku ini bisa menghemat kayu bakar. Pada tahun 2005 kegiatan tersebut kembali dilakukan oleh masyarakat atas dukungan Yayasan Katopasa Indonesia dengan YBULGEF-SGP. Darimanakah tungku ini. Hutan Desa Enu hampir 75% sudah mengalami kerusan. karena nyala api sengaja dibuat terpusat melalui lubang yang dibentuk khusus. Setelah itu. warga Ngapit mengaku tungku hemat energi jaub lebih murah dibanding kompor biasa. Proses ini dibangun dengan harapan masyarakat Desa Enu memiliki perekonomian yang kuat dari kegiatan pemanfaatan sumber daya hutan non kayu. “Kalau hanya untuk masak dan keperluan dapur.” ujarnya. Terbuat dari beton neser dengan diameter sekitar 30 cm. masyarakat merusak hutan bukan karena tidak mengetahui dampak KELANGKAAN MITAN (1) Konversi lebih pada desakan ekonomi untuk“Hemat terhadap kerusakan lingkungant tetapi Macet.” katanya. Dari bentuknya.” ujar Ny. Lubang ini dicetak dengan paralon dengan sisi-sisi di sekelilingnya dipadatkan dengan abu khusus.250 Ha. menurut warga pemasoknya dari Desa Kedungmelati. Saya beli tungku ini juga setelah tahu dari mulut ke mulut. Setelah itu. murni dengan kayu bakar saja. Kec. Umi. 28 Januari 2009 | 10:55 WIB Januari 2005 OLEH. prinsip operasional tungku hemat energi ini lazimnya tungku kayu yang dulu dipakai masyarakat. lanjut dia hanya diperlukan saat memulai menyalakan kayu bakar. kondisi itu sudah mulai teratasi menyusul beredarnya tungku yang disebut ‘Hemat Energi’ di pasaran. dan mulai saat itu program hutan produktif mulai dibangun dengan bebrapa kelompok masyarakat untuk melakukan penanaman pohon durian. Kec. “Tapi saya nggak tahu persisnya dari mana mereka. Sedangkan untuk membakar kayu. kapan dilanjutkan. yang semula menggunakan kompor mitan. Kesamben. apalagi kompor gas elpiji. bentuknya dimodel bulat berdiameter sekitar 30 centimer. Itu untuk memudahkan panci. cenderung langka. Sumarni. dipadati dengan lumpur yang konon katanya diambil dari lumpur Porong. dibuat lubang di bawah yang dihubungkan langsung dengan lubang khusus tersebut. bila ditambah dengan tumpi. warnanya keputih-putihan. Sementara nyala api tungku sengaja dipusatkan melalui lubang berdiameter sekitar sepuluh centimeter. Pohon ini selain memiliki batang besar dan akarnya menancap dalam ketanah juga memiliki buah yang mempunyai nilai jual. dicetak dengan beton neser.

kapasitas tungku yang diciptakanya mampu menghasikan 4 kg bubuk arang siap cetak sekali masak. berdiameter antara 2 . proses selanjutnya pengepresan. Dijelaskan Maryanto. semisal pada waktu . sehingga didapatkan panas yang memanasi tungku pengarangan. dan tungku pengarangan kemudian dilakukan pembakaran atau pemanasan tanpa oksigen pada tungku pengarangan. ”Kami melakukan pengepresan ini dengan alat sederhana. yang kami contoh cara pengepresan pil secara manual. mengandalkan pengolahan sampah secara mandiri. Pembuatan arang briket dari sampah ini masih kurang sempurna. kemudian tahap penggilingan atau penghalusan arang. Setelah proses pengarangan selesai. namun bentuknya lebih besar. yang menghasilan serbuk arang. panjang 5 . warga Rt 16 Rw 04 Kelurahan Kotabaru Kecamatan Gondokusuman. bahkan hasil dari pengepresan ini mirip dengan pil. dan akan diikuti proses lainya.3 cm. Dijelaskan oleh Maryanto penggagas arang briket.” katanya disela-sela pembuatan arang briket. sehingga terjadi penguapan air bebas. Pengolahan dikhususkan pada sampah organik non rumah tangga yakni daun kering untuk diproses menjadi briket arang yang siap pakai. Dari satu kali proses pengarangan diperlukan 10 kg sampah daun kering. sedangkan 1 kg arang briket apabila dipanaskan sampai menjadi abu sempurna membutuhkan waktu selama 50 menit. Serbuk arang yang telah halus kemudian dicampur dengan lem yang terbuat dari tepung kanji.DAUN KERING JADI BRIKET ARANG Sebagai bentuk kepedulian mendukung program kebersihan kota. Pada saat bersamaan sampah pada tungku pembakaran dibakar melalui lubang yang ada dibawah. ”Kedepan saya akan membuat arang briket beraroma cendana dan sepertinya lebih tepat sebagai aroma terapi. 1 kg briket arang dapat memasak 4 liter air yang dipanaskan selama 15 menit. Berikut cara kerja pembuatan briket arang dari sampah daun. dan panas dari sampah yang ada di tungku pengarangan itu sendiri. Sampah daun kering dimasukan tungku pembakaran. Pada tahapan ini sampah akan mengalami penguraian secara termis. seukuran dengan kue puthu. Proses pengarangan tersebut memerlukan waktu lebih kurang dua jam untuk hasil pengarangan sempurna. Cara pembuatannya cukup sederhana dan dapat menghasilkan briket arang yang ekonomis pengganti bahan bakar minyak (BBM). setelah adonan siap.6 cm.

proses pengarangan masih banyak timbul asap yang sedikit mengganggu.” tandas Guru Teknik Mesin ini.(and) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful