Incest (hubungan seksual yang dilakukan oleh individu didalam sebuah keluarga dengan anggota keluarga lainnya, baik

itu ayah dengan anak, ibu dengan anak, kakek denagn cucu, kakak dengan adik.) sebagian termasuk kedalam kejahatan atau penganiayaan seksual, dimana perilaku seksual yang dilakukan dapat berupa penganiayaan secara fisik maupun non fisik, oleh orang yang lebih tua atau memiliki kekuasaan yang bertujuan untuk memuaskan hasrat seksual pelakunya. Studi yang dilakukan Lembaga Perlindungan Anak (LPA ) Jawa Timur (2000), berhasil mengungkap bahwa pelaku tindak perkosaan ternyata tidak selalu penjahat atau preman kambuhan atau orang yang tidak dikenal korban, tapi acap kali pelakunya adalah orang yang sudah dikenal baik oleh korban, entah itu tetangga, saudara, kerabat, guru, atau bahkan kakek atau ayah kandung korban sendiri. Dari 312 kasus perkosaan yang berhasil diidentifikasi dari berita media massa selama 1996-1999 di Jawa Timur, sekitar 10,4 persen pelakunya ternyata adalah ayah kandung. Tidak mustahil jumlah kasus incest yang sebenarnya jauh lebih besar daripada yang diekspos media massa.
Sejarah Incest

Peristiwa incest telah terjadi sejak dulu kala. Dalam sejarah dicatat raja -raja Mesir kuno dan putra-putrinya kerap kali melakukan tingkah laku i ncest dengan motif tertentu, sangat mungkin bertujuan untuk meningkatkan dan kualitas generasi penerusnya. Pascainvasi Alexander the Great (Iskandar Zulkarain) para bangsawan Mesir banyak yang melakukan perkawinan dengan saudara kandung dengan maksud untuk mendapatkan keturunan berdarah murni dan melanggengkan kekuasaan. Contoh yang terdokumentasi adalah perkawinan Ptolemeus II dengan saudara perempuannya, Elsione. Beberapa ahli berpendapat, tindakan seperti ini juga biasa dilakukan kalangan orang biasa. To leransi semacam ini didasarkan pada Mitologi Mesir Kuno tentang perkawinan Dewa Osiris dengan saudaranya, Dewi Isis. Sedangakn dalam mitologi Yunani kuno ada kisah Dewa Zeus yang kawin dengan Hera, yang merupakan kakak kandungnya sendiri. Kisah-kisah tentang incest ini bukan hanya pada mitologi saja, tapi bahkan ada juga yang tercatat dalam kitab suci beberapa agama. Dalam kitab agama Kristen misalnya banyak sekali dikisahkan peristiwa incest yang bahkan sangat tidak masuk akal seperti kisah incest yang mel ibatkan beberapa orang Nabi beserta keluarganya. Sebagai contoh kisah tentang Lot (Nabi Luth) yang konon melakukan hubungan seks dengan kedua putrinya: Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan

sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. (Kejadian 19: 35-36). (2 Samuel 13: 12 -14). ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini. seperti suku Polahi di Kabupaten Polahi. Di Indonesia sendiri sampai saat ini perilaku incest masih ada pada kelompok masyarakat tertentu. lalu tidur dengan dia.ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. 13 Dan aku. yakni situasi dalam masyarakat yang semakin kompleks. Janganlah berbuat noda seperti itu. Perkawinan sesama saudara adalah hal yang wajar dan biasa di kalangan suku Polahi. sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu. diperkosanyalah dia.´ 12 Tetapi gadis itu berkata kepadanya: ³Tidak kak akku. Oleh sebab itu. dan masih banyak lagi kisah tentang incest lainnya yang dapat kita temukan dalam Alkitab (Bible) yang konon bukan hanya melibatkan manusia biasa tapi juga melibatkan orang-orang pilihan Tuhan. 36 Lalu mengandunglah kedua anak Lot (Nabi Luth) itu dari ayah mereka. dan kedengaranlah hal itu kepada Israel.´ 14 Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya. Penyebab Incest Ada beberapa penyebab atau pemicu timbulnya incest. selain itu ada juga kisah tentang Amnon putra Nabi Da ud lainnya yang konon memperkosa saudara perempuannya Tamar: Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan. dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: ³Marilah tidur dengan aku. terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha. ada juga kisah tentang Ruben putra sulung Nabi Ya¶ku b yang konon pemperkosa istri Nabi Ya¶kub: Ketika Ya¶kub diam di negeri ini. adikku. jangan perkosa aku. (Kejadian 35: 22). dan sebab ia lebih kuat dari padanya. istri ayahnya. Kompleksitas situasi menyebabkan . berbicaralah dengan raja. dimana praktek hubungan incest banyak terjadi. engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Sulawesi. Akar dan penyebab tersebut tidak lain adalah karena pengaruh aspek struktural.

koran. HP. Kita tidak dapat membedakan mana kamar tidur. Situasi semacam ini memungkinkan untuk terjadinya incest kala ada kesempatan. Tak pelak lagi. Khususnya apabila ia seorang laki -laki (notabene cenderung dianggap dan menganggap diri lebih berkuasa) akan sangat terguncang. perubahan sosial terjadi begitu cepatnya seiring. tingkat kemiskinan di Indonesia semakin tinggi. dan majalah telah masuk ke seluruh pelosok wilayah Indonesia. Mencari hiburan di luar rumah pun butuh biaya. dan berita di koran atau majalah yang sering menampilkan kegiatan seksual incest serta tindak kekerasannya. Alat -alat komunikasi seperti radio. Tempat tidur anak dan orangtuanya sering tidak ada batasnya lagi. kegiatan seksual terpaksa dilakukan di tempat yang dapat ditonton anggota keluarga lain. dengan perkembangan teknologi. Meskipun incest dapat terjadi dalam segala lapisan ekonomi. Kondisi krisis juga mengakibatkan banyak terjadinya PHK yang berakibat banyak orang yang menganggur. Tidak menutup kemungkinan anak yang sedang dalam kondisi bertumbuh menjadi sasaran pelampiasan nafsu birahi ayahnya. tanpa adanya iman sebagai kekuatan internal/spiritual. atau kamar makan. Rumah yang ada merupakan satu atau dua kamar dengan multi fungsi. (2) Kemiskinan. VCD. Dalam ketidakberdayaan tersebut. VCD.ketidakberdayaan pada diri individu. Dengan kondisi istri jarang di rumah (apalagi bila menjadi TKW). Ayah yang tak mampu menahan nafsu birahinya mudah terangsang melihat anak perempuannya tidur. Juga informasi dan pengalaman pornografi dan berbagai jenis media. Seperti kita ketahui. Sejak krisis 1998. seseorang akan dikuasai oleh dorongan p rimitif. secara khusus kondisi kemiskinan merupakan suatu rantai situasi yang sangat potensial menimbulkan incest. yakni dorongan seksual ataupun agresivitas. tidak jarang suami istri banting tulang bekerja seadanya. Seiring dengan itu masuk pula budaya -budaya baru yang sebetulnya tidak cocok dengan budaya dan norma -norma setempat. membuat sang suami kesepian. (3) Pengangguran. televisi. dan menimbulkan ketidakseimbangan mental -psikologis. dapat menjadi model bagi mereka yang tidak bisa mengontrol nafsu birahinya. tayangan televisi. Orang dengan mudah mendapat berita kriminal seks melalui tayangan televisi maupun tulisan di koran dan majalah. Dalam situasi suit mencari pekerjaan. Faktor-faktor struktural tersebut antara lain adalah: (1) Konflik budaya. . Akibatnya. Banyak keluarga miskin hanya memiliki satu petak rumah. kamar tamu. sementara keluarga butuh makan.

dan cenderung tergantung pada orang lain. dimana anak perempuan manjadi figur perempuan utama yang mengurus keluarga dan rumah tangga sebagai pengganti ibu.(3) Wajah anak lebih cantik. (3) Ketidakmampuan ayah untuk mencari pasangan seksual di luar rumah karena kehutuhan untuk mempertahankan facade kestabilan sifat patriachatnya. bahkan mungkin saja pelaku merupakan korban penganiayaan seksual di masa kecilnya. tubuh lebih mulus daripada Wajah istrinya yang sudah usia lanjut. Selain faktor-faktor diatas. (5) Sanksi yang terselubung terhadap ibu yang tidak berpartisipasi dalam tuntutan peranan seksual sebaga i istri. Kemungkinan pelaku mengalami masa kecil yang kurang menyenangkan. kurang memiliki . Ia kurang dapat mengendalikan diri/hasratnya. latar belakang keluarga yang kurang harmonis. ayah tidak mampu mengatasi dorong an seksualnya. Pelaku cenderung memiliki kepribadian yang tidak matang. (7) Anak remaja yang normal pada saat mereka remaja dorongan seksualnya begitu tinggi karena pengaruh tayangan yang membangkitkan naluri birahi juga ikut berperan dalam hal ini. kurang dapat berfikir secara realistis. (4) Ketakutan akan perpecahan keluarga yang memungkinkan beberapa anggota keluarga untuk lebih memilih desintegrasi struktur daripada pecah sama sekali. Alasan Anggota Keluarga Melakukan Incest (1) Ayah sebagai pelaku. dan mencoba mencari kesempatan disaat sepi untuk mencoba tubuh sang anak perempuannya. pasif. Lustig (Sawitri Supardi: 20 05) mengemukakan factorfaktor lain yaitu: (1) Keadaan terjepit. (2) Kesulitan seksual pada orang tua. cenderung pasif-agresif dalam mengekpresikan emosinya. (6) Pengawasan dan didikan orangtua yang kurang karena kesibukan orang bekerja mencari nafkah dapat melonggarkan pengawasan oleh orangtua bisa terjadi incest.

depresi. Orang yang semestinya disalahkan adalah pelaku kejahatan seksual tersebut. marah. antara lain : tidak mampu mempercayai orang lain. anak -anak korban kekerasan seksual seperti incest biasanya akan memiliki self -esteem (rasa harga diri) rendah. menyendiri dan tidak mau bergaul dengan orang lain. (2) Secara medis menunjukan bahwa anak hasil dari hubungan incest berpotensi besar untuk mengalami kecatatan b aik fisik ataupun mental. khususnya yang terjadi karena paksaan. memendam perasaan bersalah. sulit mempercayai orang lain. (3) Akibat lain yang cukup meresahkan korban adalah mereka sering disalahkan dan mendapat stigma (label) yang buruk. (4) Berbagai studi memperlihatkan. ingin bunuh diri dan perilaku merusak diri sendiri yang lain. kesepian. karena kehadiran suami secara fisik maupun emosinal dirasakan kurang sehingga ia berharap anak laki-lakinya dapat memenuhi keinginan yang tidak didapatkan dari suaminya. takut atau khawatir dalam berhubungan seksual. . dan makan tidak teratur. Kasus ini jarang didapati.rasa percaya diri. kejadian yang mereka alami bukan karena kehendaknya. Gangguan psikologis akibat dan kekerasan seksual atau trauma post sexual abuse. merasa berdosa. Selain itu. Akibat Incest Ada beberapa akibat dari perilaku incest ini. Ibu yang melakukan penganiayaan seksual cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang rendah dan mengalami gangguan emosional. Padahal. (3) Saudara kandung sebagai pelaku. depresi. (2) Ibu sebagai pelaku. harga diri yang rendah. sulit menjaga membangun hubungan dengan orang lain. Kakak korban yang melakukan penganiayaan seksual biasanya menirukan perilaku orang tuanya atau memiliki keinginan mendominasi/menghukum adiknya. kemungkinan pelaku adalah pengguna alkohol atau obat-obatan terlarang lainnya. Ibu yang melakukan incest terhadap anak laki -lakinya cenderung didorong oleh keinginan adanya figur µpria lain¶ dalam kehidupannya. dan tidak memiliki minat terhadap seks. terutama karena secara naluriah wanita cenderung memiliki sifat men gasuh dan µmelindungi¶ anak. atau orang lain yang tinggal serumah dengan korban. misalnya saudara angkat. Selain itu. penganiayaan seksual mungkin pul a dilakukan oleh orang tua angkat/tiri. Diantaranya adalah: (1) Gangguan psikologis. Mereka adalah korban kekerasan seksual. hingga dewasa.

com/journal/item/30 .(5) Studi-studi lain bahkan menunjukkan bahwa anak -anak tersebut akhirnya ketika dewasa juga terjerumus ke dala m penggunaan alkohol dan obat terlarang. http://luthfis. sehingga lebih sensitif terhadap penderitaan orang lain. bukan sekadar utopia yang absurd.Mirip .multiply. sekaligus tidak sampai hati membuat orang lain sebagai korban. (6) Memberikan pendidikan seks sejak dini.wordpress. tetapi terut ama menghayati nilai-nilai yang diajarkan sehingga menjadi bagian integral dari diri sendiri. perlu dilakukan tindakan sebagai berikut: (1) Memperkuat keimanan dengan menjalankan ajaran agama secara benar. Upaya Mengatasi Incest Untuk menghindari terjadinya incest yang baik disertai atapun tidak disertai kekerasan seksual. sesuai dengan usia anak. (5) Memberikan pengawasan dan bimbingan terhadap anggota keluarga.Tembolok .com/2008/05/11/incest -hubungan-seksual-sedarah/ diunduh : 07 januari 2011 bobies. Hal ini dapat dicapai dengan penghayatan akan Tuhan sebagai pribadi. pelacuran. sehingga dapat terkontrol. (4) Menjauhkan diri dan keluarga dari hal -hal yang dapat membangkitkan syahwat. dan memiliki kecenderungan untuk melakukan kekerasan seksual kepada anak-anak. sehingga relasi dengan Tuhan bersifat ³mempribadi´. (2) Memperkuat rasa empati. (3) Mengisi waktu luang dengan kegiatan kreatif -positif. Bukan hanya mengutamakan ritual.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful