P. 1
Buku Melawat Ke Alam Neraka OK

Buku Melawat Ke Alam Neraka OK

|Views: 1,178|Likes:
Published by Eko Boenandar

More info:

Published by: Eko Boenandar on Jan 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

Sections

  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 13
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 14
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 15
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 16
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 17
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 18
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 19
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 20
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 21
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 22
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 23
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 25
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 26
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 27
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 28
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 29
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 30
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 31
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 32
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 33
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 34
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 35
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 36
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 37
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 38
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 39
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 40
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 41
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 42
  • BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 44

http://jefing.blogspot.com/2009_08_01_archive.html

http://jefing.blogspot.com/2009_09_01_archive.html

http://jefing.blogspot.com/2010_01_01_archive.html

http://jefing.blogspot.com/search?updated-min=2010-01-01T00%3A00%3A00-
08%3A00&updated-max=2011-01-01T00%3A00%3A00-08%3A00&max-
results=10

Artikel ini sebenarnya saya sadur dari Buku Melawat Ke Alam Neraka, hasil
terjemahan dari kitab “Ti Yi You Ci”. Dan saya persingkat, karena kitab ini sangat
tebal. Saya hanya mengambil inti-intinya saja. Kitab ini dibuat atas titah Yang
Maha Mulia Giok Hong Tai Tee (Kaisar Jade, Penguasa Tertinggi Centra Langit).
Mungkin di antara para pembaca ada yang tidak percaya adanya hal ini. Tetapi
saya hanya berharap Anda semua memikirkannya, agar kita tidak terperosok ke
Alam Neraka, jika ternyata hal ini benar-benar ada. Saya hanya ingin membagi
apa yang telah saya baca. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada
Team Penterjemah Ci Hua Thang, Yayasan Dharma Abadi Semarang. Kepada
Para Buddha dan Bodhisatava, serta Para Dewa dan Roh Suci. Kitab ini berisi
perjalanan Mediator Utama yang memegang Pena Sakral bernama Yang Sheng
dengan dibimbing oleh Budha Hidup Ci Kung ke Alam Neraka.

Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan
keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya
keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar.

Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada
kesalahan dalam menyadur.

Babak ke 1
Melawat ke Gunung Pangkal Hati Meninjau Goa Neraka

“Surga dan Neraka di pangkal hati,
Baik dan jahat tergantung niat hati.”

Ada sebuah gunung tinggi dan di temboknya tertulis 3 huruf Xin Tou Shan (Gunung
Pangkal Hati) nan memancarkan cahaya kencana nan menyilaukan. Gunung ini
dinamakan Gunung Pangkal Hati.
Dengan memanjat menuju ke atas gunung maka akan sampai pintu Surga. Di samping
gunung ada sebuah goa, gelap dan tak terlihat dasarnya, itulah Goa Neraka. Jika hati
manusia terang, mulia dan jujur, setelah meninggal akan menuju ke atas gunung. Jika
perbuatannya “ngawur” dan tak bisa dipertanggungjawabkan, rohnya akan sampai
kemari, dan begitu melihat huruf Xin Thou Shan, kedua mata akan susah dibuka, tidak
terasa jatuh ke dalam jurang Goa Neraka. Oleh sebab itu Orang Suci jaman dulu berkata :
“Hati bisa membuat surga dan neraka”. Semuanya tinggal tergantung sekilas pemikiran

dan niat hati yang akan membedakan Surga atau Neraka.
Surga atau Neraka terserah manusianya. Demikian juga halnya, mau jadi Dewa atau Iblis,
tinggal tergantung perbuatannya.

Melawat ke Kolam Penjernih Hati Menuju Perbatasan Im dan Yang (Perbatasan
Alam Dunia dan Alam Baka)

Babak ke 2
Melawat ke Kolam Penjernih Hati Menuju Perbatasan Im dan Yang (Perbatasan
Alam Dunia dan Alam Baka)

“Asal mulanya adalah sebutir permata mulia yang memancarkan sinar nan
indah,
Setelah terperosok ke dalam kesemarakan duniawi menjadi terkotori,
Pandanglah badan kasar ini dengan Waskita, maka terbentuklah sosok
keBudhaannya,
Dengan serta merta terbukalah mata Dharmanya,
Sang Aku Sejatipun langsung tertampak.”

Di depan ada sebuah kolam besar, airnya jernih sekali dan tenang tak berombak,
tampak kebiru-biruan seperti birunya langit dan dari dalam air timbul tiga
aksara “Ching Sin Jhe” (Kolam Penjernih Hati). Kolam ini adalah untuk
membersihkan debu duniawi, sehingga “mata awam” akan berubah menjadi
“mata Dharma”, dan baru bisa melihat jelas keadaan alam baka.

Kini manusia di dunia benar-benar telah melupakan dirinya, sekujur badan
penuh kotoran debu duniawi, hilanglah sudah jiwa asalnya yang terang, cerdas
dan tanggap. Orang awam yang masuk ke dalam kolam, agar sebutir Permata
Buddha yang terlumuri lumpur ini bisa dicuci, supaya bersih dan menampakkan
cahayanya kembali. Ini adalah kolam Dewa, selain para Dewa penghuni Alam
Triloka, orang lain tidak diperbolehkan kemari. Ada jalan yang tak beraspal,
banyak debu dan besar anginnya, saat melintas rasanya “sempotongan”. Inilah
perbatasan antara manusia dan roh halus.

Di sana banyak orang yang berdatangan dan menangis. Mereka adalah roh-roh
manusia yang sudah meninggal, dan baru saja tiba di alam baka. Di jalan itu ada
sebuah papan, di atas papan tertulis 3 huruf “Im Yang Chie”. Inilah perbatasan
antara Alam Dunia dan Alam Baka. Ada dua baris gedung bertingkat. Di pintu
gedung tertulis Kantor Penyerahan Catatan di dalamnya dibagi lagi ruang seksi
satu, dua, …..terdapat sepuluh ruangan lebih.

Melawat ke Alam Perbatasan Im dan Yang Meninjau Ruangan Penyerahan Buku
Catatan
Babak ke 3
Melawat ke Alam Perbatasan Im dan Yang Meninjau Ruangan Penyerahan Buku
Catatan

“Lautan di Alam Buddha tiada berombak dan berdebu sedikitpun,
Untuk menuju ke Gunung Dewata ada jalannya, tanyalah pada sang hati, Mentari
dan rembulan muncul silih berganti,
Tersentuh dan merintih dalam hati menyaksikan
Ramainya hilir mudik di ‘Enam Jalur Penitisan’.”

Terlihat jalanan yang suasananya hiruk pikuk. Mereka adalah manusia dari
dunia. Inilah tempat perbatasan antara Alam Dunia dan Alam Baka. Mereka
adalah roh-roh orang yang meninggal, yang sedang mendaftarkan diri di Alam
Baka. Alam Perbatasan ‘Im’ dan ‘Yang’ adalah tempat di antara Alam Dunia dan
Alam Baka, tetapi lebih dekat ke Alam Baka. Setelah manusia di dunia
meninggal, rohnya akan kemari dan mendaftarkan diri di ruangan ini untuk
menyerahkan berkas-berkas dari dunia. Setelah selesai mendaftarkan diri, bagi
yang semasa hidup di dunia banyak amal jasa akan diajak oleh Dewa
Keberuntungan untuk meninjau Alam Neraka.

Sedangkan yang tiada berjasa amal kebaikan akan dikawal oleh si Hitam dan si
Putih masuk ke dalam pintu Hantu dan diserahkan ke dalam ruangan tingkat
pertama, menunggu sidang di sana. Manusia memiliki Tiga Berkas Daftar
Kependudukan, yaitu Berkas Daftar Kependudukan Asal, berada di Surga, yang
merupakan sumber terlahirnya roh asal, bisa disebut sebagai Kependudukan
Asal; Berkas Kependudukan di Perantauan tercatat di dunia, sedangkan Berkas
Kependudukan Karantina berada di Neraka.

Maka, jika setelah seseorang meninggal, dan sewaktu di dunia tidak berbuat amal
jasa kebaikan, maka disebut Berpulang ke Alam “Im” (Alam Gelap/Neraka) dan
bukan Berpulang ke Surga. Neraka ibaratnya penjara yang terdapat di dunia,
merupakan tempat menerima hukuman bagi penjahat atau orang-orang yang
berdosa, bukan tempat asalnya manusia.

Oleh karena itu sewaktu masih hidup di dunia harus banyak membina jalan suci
agar bisa kembali ke tempat asal yakni di kampung halaman asal : yaitu Surga.
Roh manusia sejak meninggalkan jasad rasanya seperti dalam mimpi, bingung
serta tak tahu harus kemana. Walaupun dikawal Utusan Neraka menuju ke alam
baka, namun keluarganya kuatir leluhurnya berada di jalan yang gelap dalam
perjalanan menuju ke alam baka, maka dinyalakan lampu minyak. Maksudnya
untuk menerangi perjalanannya di alam baka, agar lancar, juga dibakarkan uang-
uangan untuk biaya di jalan. Prilaku ini boleh dikatakan sebagai wujud laku bakti
pada almarhum.

Namun perjalanan ke alam baka tidak perlu uang suap, sudah dengan sendirinya
dilaluinya. Jika semasa hidup di dunia hatinya gelap, diterangi dengan berapa
lampu minyakpun tetap percuma. Jalan di alam neraka kecil dan sempit, untuk
berjalan kaki saja sudah susah, jika mau mengendarai mobil pasti akan
kecelakaan, lagipula di Alam Baka tidak terdapat pompa bensin, maka di sini
tidak perlu memakai mobil-mobilan. Sedangkan barang-barang seperti televisi,

kipas angin, ranjang, dan lain-lain, sebaiknya dipakai di dunia.

Di alam neraka sudah tersedia ranjang papan untuk menyambut roh berdosa
masuk neraka. Bisa mohon selamat saja sudah beruntung, malah masih mau
bersenang-senang. Di dunia sering berbuat jahat/dosa, kini meninggal masuk ke
neraka dan dihukum, mana bisa bersenang-senang lagi?

Manusia di dunia benar-benar bermimpi. Gunung Pangkal Hati juga adalah alam
perbatasan Im dan Yang. Jika manusia sering berbuat jahat dan banyak dosa
semasa di dunia, setelah ajalnya tiba, akan dikawal dan dibawa kemari oleh
utusan dari neraka yaitu Si Hitam dan Si Putih. Karena hatinya kotor tidak
bersih, maka begitu melihat sinar di atas gunung yang amat terang, matanya
menjadi silau susah dibuka, kakinya akan terpeleset dan jatuh ke Goa Tanpa
Dasar yang berada di tepi bawah Gunung Pangkal Hati itu, namun bagi seorang
pembina yang besar kebajikannya dan sudah cukup jasa-jasanya, maka begitu
rohnya sampai kemari, di atas gunung akan segera muncul sebuah jalan yang
bercahaya terang menuju langit, lagipula masih dijemput oleh Malaikat Kecil
untuk naik ke Surga. Bagi yang beramal sedang dan berjasa kecil, maka di
samping gunung akan muncul jalanan yang lebarnya 200 meter dan diantar oleh
Dewa Keberuntungan ke alam perbatasan Im dan Yang untuk melaporkan
kedatangannya. Kemudian masuk ke dalam Kekuasaan Neraka untuk diserahkan
pada Yam Ong (Penguasa Neraka) dan diperiksa perbuatan semasa hidupnya,
setelah itu masuk ke Tempat Penampungan Orang Baik atau dibimbing oleh
Dewa yang berjodoh dengannya untuk diantar ke berbagai Alam Hawa (Alam
Astral) untuk dilatih kembali.

Melintasi Perbatasan Pintu Hantu Mendengar Ceramah di
Ruangan “Segala Agama Kembali ke Tujuan Pokok”

Babak ke 4
Melintasi Perbatasan Pintu Hantu Mendengar Ceramah di Ruangan “Segala
Agama Kembali ke Tujuan Pokok”

“Dengan hati malaikan melintaskan makhluk yang berperasaan, Belum sempat
duduk bersila di atas alas duduk sudah buru-buru meninggalkan Alam Dewata,
Sekalipun mengenakan baji tanpa rangkapan dan diterpa angin di musim gugur,
tetap tak terasa kedinginan, Sebab demi menolong umat, hati nan welas asih
cukup untuk membangkitkan energi panas.”

Ada sebuah pintu gerbang tembok benteng dan di atas gerbang tertulis Lintasan
Pintu Hantu (Kui Men Kuan) tiga huruf, pintunya tidak terbuka, hanya terdengar
suara yang berisik dari dalam tembok benteng. Manusia sesudah mati menjadi
hantu, perjalanannya di dunia sudah berakhir, sesudah datang ke sini Pintu
Hantu akan terbuka dengan sendirinya. Jika lintasan di alam dunia sudah
tertutup, lintasan alam hantu akan terbuka. Itulah keajaiban ‘Kinerja Yin Yang’.
Di balik pintu hantu ini ada banyak orang, hiruk pikuk bagai di dalam pasar.

Para roh itu sedang menuju ke Sepuluh Tingkat Neraka untuk disidang, dikawal
oleh utusan neraka yang membawa tugas masing-masing. Di depan ada sebuah
gedung bertingkat dan tertulis Wan Ciao Kui Cung (Segala Agama Kembali ke
Tujuan Pokoknya). Jalan yang menuju ke tempat ini naik turun tak rata. Karena
di dunia kini banyak timbul bermacam-macam Agama, para umatnya tak
memahami Hakekat Kebenaran, saling menjatuhkan agama lain, hilanglah sudah
arti sesungguhnya membina Jalan KeTuhanan, dan telah melakukan dosa mulut,
maka setelah meninggal harus masuk ke dalam perguruan “Segala Agama
Kembali ke Tujuan Pokok” untuk menempa diri kembali. Semua aliran ajaran
agama sebenarnya berasal dari satu keluarga, tapi yang terjadi justru saling
berebut dan tiada toleransi, mendirikan sekte sendiri-sendiri, mengaku ajaran
agamanya sendiri yang paling unggul, sedangkan ajaran agama lain lebih rendah,
maka setelah meninggal dunia, rohnya tak bisa sempurna hingga terperosok
kemari. Karena Yang Maha Kuasa tak tega mereka terperosok, maka didirikanlah
Perguruan Segala Agama Kembali Pada Tujuan Pokok” untuk membimbing para
pembina Jalan KeTuhanan yang salah jalan agar memahami hakekat kebenaran,
setelah itu baru ada kesempatan naik kembali ke alam yang lebih tinggi.

Ruangan perguruan itu luasnya ada beberapa hektar, didalamnya seperti
ruangan kelas, tempat duduknya telah dipenuhi puluhan ribu orang, yang terdiri
dari bermacam-macam bangsa dari segala penjuru dunia, seperti mau memulai
pelajaran. Di depan ada papan tulis dan tertera 4 huruf : Wan Ciao Kui Cung
(Segala Agama Kembali Pada Tujuan Pokok). Seorang Guru yang gundul
kepalanya sedang naik ke mimbar, berpakaian seperti seorang Bikkhu. Para
murid berdiri semua, setelah memberikan hormat kemudian duduk lagi.

Dunia itu luas, etnisnya beragam, tapi kepercayaan yang dianut tak lain
merupakan tumpuan spiritual/batiniah, lagipula setiap manusia mempunya hati
yang sama, setelah meninggal rohnya menjadi responsif sifatnya (tidak tanggap).
Tidak karena berlainan etnis lalu menjadi berlainan ‘hati’. Seperti halnya Buddha
Berkhotbah Dengan Satu Suara, Para Umat pun Akan Mendapat Hikmah
Tersendiri Sesuai Golongan Statusnya. Walaupun manusia sangat beragam,
namun di dalam jiwanya memiliki dasar Hakekat Kebenaran yang sama,
meskipun seseorang dilahirkan dan menempuh hidup dalam kondisi dan
lingkungan yang berbeda-beda, tetapi setelah meninggal akan berpulang pada
satu tujuan yang sama. Namun karena perbedaan kepercayaan dan agama,
sehingga saling memboikot dan saling menjatuhkan, mengatakan agama
miliknya sajalah yang bisa membawanya naik ke surga, agama lain hanya ke
neraka. Sehingga keberadaan surga yang memang asalnya sempurna namun
dibuat oleh manusia seperti mendirikan mahligai di awang-awang
(semu/fatamorgana), mengunci diri sendiri di dalamnya (terikat di dalam
kesemuan itu). Bagai masuk ke sangkar burung yang digantung di langit.

Melawat ke Astana Pertama Mengobrol Dengan Raja Chin Kuang (Yam
Ong Chin Kuang Wang)

Babak ke 5
Melawat ke Astana Pertama Mengobrol Dengan Raja Chin Kuang (Yam Ong Chin
Kuang Wang)

‘Enam nafsu dan tujuh perasaan membuat manusia sesat seumur hidup,
Sekalipun namanya terpilih menjadi juara dan terpampang di papan
pengumuman, tetaplah merupakan reputasi kosong,
Taman bunga persik (taman sentosa) merupakan tempat membina diri yang
terbaik,
Dengan suasana batin yang terbebaskan, seorang pertapa melangkah maju ke
Istana Surga.”

Tampak sebuah bangunan astana besar dan banyak bayangan manusia, namun
tidak kelihatan jelas. Setelah manusia meninggal, mula-mula melapor dulu di
“Kantor Penyerahan Catatan Kependudukan”, lalu utusan Neraka mengawalnya
sampai ke Astana Pertama, dan menyerahkan kartu kedatangan untuk disimpan
ke dalam kumpulan berkas di Neraka. Yam Ong akan memeriksa perbuatan baik
maupun jahatnya. Orang yang amal jasa kebaikannya banyak akan diantar
meninjau berbagai Astana di wilayah Neraka, atau dibimbing kembali oleh Guru
masing-masing yang berjodoh untuk dilatih lagi, atau ada yang diserahkan ke
Seksi Pahala Amal, atau masuk ke Kamp Penampungan Orang Baik; Sedangkan
yang banyak dosanya, rohnya diserahkan ke Astana ke-2 untk disidang atau
dibawa ke Seksi Pidana Kejahatan untuk dihukum. Tapi jika dosanya berat, harus
terlebih dulu dikawal menuju Panggung Cermin Dosa untuk melihat perbuatan
yang pernah dilakukan sehingga mau mengakui dosa-dosanya, baru dimasukkan
ke Astana ke-2.
Setiba di Astana Petama, manusia baru tahu bahwa dirinya sudah meninggal
dunia. Jika semasa hidup di dunia, tidak percaya adanya Setan, Malaikat, Dewa
dan Hukum Karma, maka setelah tiba di sini, baru menyadari bahwa dengan
kematian seseorang, takkan menghilangkan segala urusan. Seperti yang
terdengar dalam ungkapan: “Jika Ajal Telah Tiba, Segala Permasalahan Akan
Menjadi Hampa, Hanya Dosa Karmalah Yang Akan Menyertai Perjalannya ke
Alam Akhirat”. Para roh kini baru benar-benar menyadari bahwa dirinya akan
disidang dan dihukum. Oleh karena itu mereka ketakutan dan menangis serta
menyesali perbuatan mereka.
Para arwah itu semasa hidup di dunia tidak menjaga susila, maka para Utusan
Neraka tidak sungkan lagi. Ini merupakan hukuman sesuai dosanya. Orang jahat
dengan sendirinya akan bertemu orang jahat lainnya yang membuat dirinya
susah, jika beruntung bisa terhindarkan, nanti tinggal menunggu
pertanggungjawabannya di perjalanan akherat, saat itu ia takkan bisa mengelak,
dan takkan bisa berkutik lagi. Jika seseorang semasa hidupnya berhati kasih,
banyak berbuat kebaikan untuk menolong sesama di dunia, setelah meninggal,
para Utusan Neraka dan Malaikat Keberuntungan yang menjemput tentu akan
memperlakukannya dengan sopan santun. Barang siapa berbuat, ia harus
menanggungnya sendiri, kita tak perlu mengasihaninya.
Jika pada masa hidup di dunia, tidak tahu baik-baik membina diri, setelah
meninggal sungguh kasihan sekali. Jika anak cucu keturunannya mengetahui

leluhurnya berada di Alam Baka layaknya seorang narapidana, dan dicambuki
oleh Utusan Neraka, pasti tidak akan tega. Cara untuk membalas budi leluhur
hanyalah dengan banyak membina, melakukan amal kebaikan, dengan jasa
pahala, barulah bisa secepatnya melintaskan roh leluhurnya keluar dari
penderitaan.
Jika umat manusia di dunia tidak menjaga aturan rumah tangga dan
sembarangan melakukan pelanggaran, maka arwah leluhur akan terkena
getahnya, seperti apa yang dikatakan dalam sebuah ungkapan: “Tujuh Leluhur
bersama Sembilan Keturunan memiliki hubungan darah”. Hukum karma
berputar kembali, waspadalah!

Note: YAM ONG /YIAM WONG = panggilan untuk RAJA NERAKA yang
menguasai masing-masing Astana di Neraka. Karena ada 10 Astana di Neraka,
maka ada 10 orang Yam Ong, dan Yam Ong Astana I adalah Raja Chin Kuang.
Sedangkan Giam Lo Ong (gelar dari Hakim Bao/Pao Cin Thien) adalah Yam Ong
yang paling terkenal dari Astana V.

Meninjau Panggung Cermin Dosa Melihat Roh Dosa
Menampakkan Bentuk Asli

Babak ke 6
Meninjau Panggung Cermin Dosa Melihat Roh Dosa Menampakkan Bentuk Asli
“Di atas panggung Cermin Dosa, roh berdosa menampakkan bentuk aslinya, Jika
semasa hidup memanipulasi kitab suci, baik yang memenggal tulisan, atau
menambah isi sesukanya sendiri, Pasti akan diputus perkaranya sesuai hukum
akhirat dan tak ada pilih kasih, Umat di dunia yang melakukan kejahatan akan
menerima hukuman yang tegas.”

Banyak manusia berdesakan, di belakangnya dikawal oleh petugas akhirat
menuju ke panggung depan. Inilah tempat Panggung Cermin Dosa. Orang-orang
ini sewaktu di dunia banyak berbuat dosa, atau tidak menjaga moral akhlaknya,
roh yang berdosa setelah mendaftarkan diri di Astana I lalu dikawal ke atas
Panggung Cermin Dosa.

Dari cermin akan terlihat kejahatan yang pernah dilakukan, agar roh dosa itu
tahu bahwa perbuatan jahatnya semasa hidup tidak bisa mengelabui Hukum
Neraka. Para roh setelah naik ke panggung menjadi ketakutan dan gemetar,
karena melihat perbuatan dosanya muncul di cermin. Cermin ini terbuat dari
kumpulan hawa murni dari langit dan bumi. Setiap roh yang datang kemari, pasti
akan tercermin/terlihat semua perbuatan yang pernah dilakukannya, sedikitpun
tidak bisa disembunyikan.

Sebenarnya ini bukan kehebatan dari cerminnya, melainkan karena sejak kecil
sampai tua, seumur hidup manusia banyak berbuat dosa, karena manusia adalah
makhluk hidup yang memiliki roh, apa yang ia lakukan, hanya ia sendiri yang
tahu, di dalam hanya seperti ada sebuah ‘kamera’, segala perbuatannya terekam
dalam lensa kamera. Lensa kamera itulah ‘Cermin Hati’.

Walaupun orang di dunia berbuat jahat secara diam-diam, tidak diketahui oleh
orang lain, namun setiap manusia jika bertanya pada hati nuraninya, maka
hatinya sudah tahu jelas apa yang dikerjakan oleh tangan maupun kaki. Gerakan
kaki dan tangan tak terlepas dari kendali hati, mekanisme inilah yang disebut
“Sosok Malaikan” dirinya, yang secara diam-diam memotret segala sesuatu dari
hal yang terkecil sampai yang terbesar. Setelah manusia meninggal dihadapkan
ke Cermin Dosa di alam baka. Dikarenakan Cermin Dosa ini terbuat dari
kumpulan hawa negaitf dan positif, maka begitu menyentuh hawa arwah
manusia, langsung terjadilah kontak elektrik, sehingga tertayang ulang rekaman
kejadian semasa hidup seseorang. Maka orang yang berbuat kejahatan, setelah
berdiri di hadapan Cermin Dosa akan terlihat belangnya, mereka sulit
menyembunyikan kelakuannya.

Kitab Buddha mengatakan: “Segala Perbuatan Lahir Dari Hati, itulah Hakekat
Kebenaran yang Sebenarnya.” Roh baik tidak dicerminkan. Di atas panggung
tertulis: “Tiada Orang baik Di Depan Panggung Cermin Dosa”. Orang yang baik
setelah meninggal hawa rohnya bercahaya terang. Jika dicerminkan, yang
terlihat hanyalah sebuah kekosongan (Blank). Jika pancaran sinar roh semakin
terang berarti amalnya besar dan akan menuju ke Surga, atau diserahkan ke
masing-masing Astana untuk diperiksa jasa kebaikannya, tak usah kemari.
Cermin Dosa juga disebut Cermin Kejahatan. Setiap perbuatan dosa karma di
dunia, sampai ke sini akan segera terlihat jelas.

Seorang gadis remaja dikawal ke depan Cermin Dosa, dia tidak berani ke depan
malah tak henti-hentinya menangis, keadaannya memelas. Namun Pengawal
Neraka sepertinya tak punya rasa kasihan, memperlakukannya seperti terpidana,
dengan menggunakan tombak besi diangkatnya ke hadapan cermin. Dalam
cermin tampak seperti “kompleks rumah bordil”. Perempuan ini menjual
badannya untuk mendapatkan uang, menipu harta orang, tutur katanya kasar
dan jorok, sedikitpun tak menjaga akhlak wanita, dosanya sungguh besar. Karena
tertular penyakit sipilis akhirnya dia mati muda, dan setelah meninggal rohnya
takkan terlepas dari hukuman yang tragis di Neraka.

Sebuah nasehat bagi kaum wanita di dunia, seharusnya mereka menjaga
kesucian badan sendiri, jangan sampai terjerumus ke lembah pelacuran dan
menjual kecantikan menemani pria tidur. Sudah membiarkan harga dirinya
terinjak-injak, tak bernilai sedikitpun, masih menciptakan dosa karma yang tak
terhingga. Juga bagi para pria yang suka main perempuan, sama halnya harus
menanggung dosa berzinah, cepatlah memperbaiki diri.

Melawat ke Pu Cing Suo (Balai Pengoreksian Pembacaan Paritta)

Babak ke 7
Melawat ke Pu Cing Suo (Balai Pengoreksian Pembacaan Paritta)

“Mencari lampu dalam kamar gelap, dengan susah payah membetulkan kekeliruan
membaca Keng (Paritta),
Para rahib Buddha dan Taois tampak loyo badannya,
Setiap kali kelenengan (lonceng) kuningan bergoyang, terdengarlah suara bagaikan
gemerincingnya koin emas,
Namun kini, dengarkanlah dengan seksama suara rintihan di Neraka!”

Terdapat sebuah rumah yang gelap gulita. Hanya terdengar suara rintihan dari dalam.
Inilah Balai Pengoreksian Pembacaan Paritta. Di atas pintu tertulis 3 huruf “ “Pu Cing
Suo” (Balai Pengoreksian Pembacaan Sutra). Pintu depan tidak dibuka bila bukan
bertepatan dengan hari pertama dan hari kelima belas pada setiap bulan penanggalan Im
Lek. Pada hari itu biasanya ada Hoet Co (Fo Cu/Nabi Buddha) dari arah barat, To Co
(Tao Cu/Nabi Taois) dan para Nabi atau para Suci yang turun dari Langit datang kemari
untuk memberi ceramah pada para bhikkhu dan pendeta Taois.
Di dalam ruangan Pu Cing Sou (Balai Pengoreksian Pembacaan Sutra) gelap tidak
bercahaya. Bangunan rumah ini seperti terbuat dari kayu, seperti sudah lama tidak
diperbaiki dan agak rusak. Di sana sini banyak berlubang, bagaikan tembok bobrok yang
hampir roboh, di dalamnya terdapat ribuan orang yang berpakaian bhikku dan pendeta
Taois, dengan lampu minyak yang kecil sedang membuka kitab Keng (Kitab
Sutra/Paritta) dan membacanya. Keadaannya tampak menderita sekali.
Para bikkhu dan pendeta Taois ini, semasa hidup di dunia mencari nafkah dengan
memberi jasa pada orang yang butuh didoakan engan membacakan Keng (Sutra atau
Paritta) untuk menghilangkan bencana, mengangkat dan melintaskan arwah keluar dari
penderitaan, tetapi membacanya tidak sungguh-sungguh dan tidak tulus, semata-mata
hanya prilaku bisnis saja. Ada yang mengurangi teks bacaannya, dalam membaca juga
tidak menuruti urutan yang sebenarnya, maka setelah meninggal harus masuk Pu Cing
Suo untuk membetulkan cara membacanya, dan hanya mengandalkan sinar redup seperti
kunang-kunang itu untuk membaca. Jika tertinggal satu huruf saja maka akan dihukum
membaca ulang sampai seratus kali. Setelah lulus membaca baru ditentukan lagi jasa dan
dosanya.
Jika diri sendiri yang membaca Keng (Sutra) atau untuk melayani orang, tetapi bukan
bermaksud untuk cari uang dan keuntungan, bila mana ada kesalahan, maka akan diberi
kelonggaran tersendiri berdasarkan Hukum Langit.
Sebuah nasehat bagi para bikkhu dan pendeta Taois di dunia, membaca Keng
(Sutra/Paritta) sebenarnya bisa untuk memahami Kebenaran dan membina diri sendiri.
Namun jika ada orang yang mencari nafkah dengan membaca Keng, maka haruslah
sangat berhati-hati, tiap huruf tiap kalimat tidak boleh dikurangi, dikorupsi atau salah
baca. Kalau tidak, bukan saja tidak bisa menghilangkan bencana orang lain, sebaliknya
diri sendiripun malah mendapat celaka. Setelah meninggal harus masuk ke tempat Pu
Cing Suo untuk dihukum membaca Keng dengan sempurna sampai beratus-ratus kali.
Setiap Che It dan Cap Go (tanggal 1 dan 15 menurut kalender Im Lek), Nabi dari agama
Buddha dan Nabi Taois akan mengajak para muridnya kemari untuk meninjau dan
mengajari cara membaca yang benar dan tepat. Para umat sudah membuat kesalahan
masih merepotkan para Buddha dan Dewa turun ke alam baka untuk melintaskan. Betapa
welas asihnya para Buddha! Maka para umat di dunia harus sadar sendiri, bahwa sekecil
apapun masalahnya, takkan terhindar dari hukuman di Alam Baka.

Meninjau Kota Mati Penasaran

Babak ke 8
Meninjau Kota Mati Penasaran

“Dua kali dalam setahun merayakan Festival Bulan Purnama pada Pertengahan
Musim Gugur, Adakah saat reuni seperti ini orang-orang turut memikirkan nasib
arwah berdosa yang ditahan di Neraka, Mengambil jalan pintas dengan cara
bunuh diri sebagai akibat rasa kecewa, Malapetaka yang sama sekali tak diingini
itu hanya bisa ditangisi di Alam Akhirat.”

Gerbang kota itu tertutup. Pintunya adalah pintu otomatis, seperti pintu yang
terdapat di toko serba ada di dunia. Setiap roh yang mati penasaran pasti dikawal
kemari. Karena matinya tidak wajar, sehingga segumpal hawa kebenciannya
belum hilang, maka sesampainya di depan pintu, hawa kebencian ini
berbenturan mengadakan kontak dengan pintu ini, sehingga pintu pun terbuka
sendiri, karena benda-benda yang terdapat di alam baka semuanya terbentuk
dari hawa positif dan negatif (Im dan Yang), berubah menurut pikiran hati.

Bagaimana keadaan dunia batin, begitu pula keadaan dalam Neraka. Ini adalah
Kota Mati Penasaran Di sini seperti penjara yang besar, luasnya tak terhitung.
Tiap hari ada roh yang mati penasaran kemari. Di kamar penjara pertama
terdapat banyak anak-anak kecil, bagian mukanya berdarah semua dan tak henti-
hentinya menangis, bahkan ada yang tergeletak di tanah, sungguh menyedihkan
dan kasihan.

Mereka adalah anak-anak yang digugurkan oleh umat di dunia, karena raganya
sudah terbentuk, rohnya pun tidak musnah. Maka sesudah meninggal datang
kemari. Karena umat di dunia tak mau melahirkan, atau karena hubungan
haram, lalu kandungannya digugurkan. Satu orang berarti satu nyawa adanya.
Bayi-bayi yang dibuang ini karena tak diperkenankan lahir ke dunia, maka
rohnya selain disertai rasa benci kepada orang tuanya, secara diam-diam akan
menghamburkan kekayaan dan keuangan kedua orang tuanya. Dan setelah orang
tuanya meninggal, masih akan diadakan pembalasan.

Karena itu saya menasehati para umat di dunia, jangan sembarangan
menggugurkan kandungan. Perbuatan itu selain tak bermoral, juga menjadikan
hubungan badan yang hukumnya haram merajalela. Maka bagi yang pernah
menggugurkan kandungannya, mulai kini banyaklah berbuat amal kebaikan,
untuk menebus kesalahannya, supaya bisa mendapat keringanan hukuman
Neraka atas dosanya.

Jika orang yang meninggal karena kecelakaan tidak selalu harus masuk ke Kota
Mati Penasaran. Seperti para perwira atau prajurit yang gugur dalam
pertempuran membela negaranya, mereka demi mempertahankan kedaulatan
tanah airnya, rela berkorban. Mereka selain tidak perlu ditahan di Kota Mati
Penasaran, para arwah pahlawan masih akan diperlakukan istimewa. Ada yang

naik ke Surga, ada pula yang masuk Alam Dewata sesuai dengan karmanya, atau
bereinkarnasi kembali menjadi manusia dan mendapat lingkungan yang penuh
berkah.

Berkenaan dengan itu, umat manusia haruslah setia dan cinta negara. Sejak dulu
yang telah berbakti dan berjasa pada negara akan meninggalkan nama harum
dan selalu dikenang. Langit dan bumi mengasihi orang yang setia dan berbakti.

Melawat Kembali ke Kota Mati Penasaran

Babak ke 9
Melawat Kembali ke Kota Mati Penasaran

“Beberkan Hakekat Kebenaran demi melintaskan orang awam,
Galakkan tiga etika keteladanan dan lima kaidah moral untuk membimbing kaum
cendekiawan maupun kaum awam,
Segala Agama kembali pada Tujuan Pokok dan berkiblat pada Tuanku Yang Maha Suci,
Setiap orang belajar akan Hakekat Ke Tuhanan serta panjatkan doa ‘Namo’ (bernaung
pada Sang Tri Ratna).”

Yang dikurung dalam dua kamar ini masing-masing adalah tahanan laki-laki muda dan
wanita muda. Ada yang rambutnya terurai dan kusut masai (amat kusut), wajahnya
tampak pucat sekali. Mereka adalah pria dan wanita dari dunia yang berpacaran tapi tak
disetujui (orang tuanya), sehingga nekat menempuh jalan pintas dengan minum racun
atau bunuh diri, maka setelah meninggal semuanya ditahan di sini. Umat di dunia jangan
tersesat dalam percintaan sehingga nekat bunuh diri, takkan ada gunanya! Cita-cita ‘dua
sejoli’ tak tercapai, apalagi mimpi agar bisa hidup berdampingan.
Dalam penjara ini yang dikurung kakinya patah, tangan hilang atau otak hancur,
bermandikan darah dan sedang merintih, sungguh kasihan. Mereka meninggal karena
kecelakaan atau tertabrak mobil. Karena ajal sebenarnya belum tiba, mereka termasuk
meninggal penasaran, maka rohnya ditahan di sini sampai ajal sebenarnya tiba, baru
diserahkan kepada Yam Ong untuk disidang dan diperiksa jasa serta dosanya, supaya
mendapat keadilan dunia dan akherat. Tak semua orang yang mati kecelakaan datang
kemari. Ada yang memang ajalnya sudah tiba tetapi karena masih ada lilitan karma, maka
melalui kecelakaan kendaraan untuk menuntaskan karmanya, dengan demikian tak perlu
datang kemari. Karena itulah, mati di dunia suka memaki langit maupun bumi, mengapa
orang yang sering berbuat amal kebaikan malah meninggal di bawah roda kendaraan?
Lalu, mengapa Confucius yang berkebajikan namun hidup miskin, yang arif nan bijak
meninggal di usia muda? Mengapa Sang Buddha yang dengan sepenuh hati membina
Jalan Suci ( Ke Tuhanan) masih diganggu setan atau cobaan lainnya tanpa henti? Apakah
Sang Pencipta memang tak mempunyai mata? Tentu tidak demikian, itu karena takdir
yang sudah ditentukan oleh Tuhan, untuk menempa jiwa dan rohani para pembina Jalan
Ke Tuhanan. Apalagi hanya sekedar badan, meski sudah hancur namun spiritnya (roh &
semangatnya) takkan pernah mati.
Jika sudah takdir berdasarkan Hukum Sebab Akibat Yang Meliputi Tiga Masa Kelahiran,

mengapa masih ada lagi yang disebut mati penasaran? Bukankah itu saling bertentangan?
Yang dimaksud dengan Hukum Sebab Akibat yang meliputi 3 masa kelahiran, hanya
merupakan satu fase kecil saja. Manusia sepanjang tumimbal lahir yang beruntun dan
entah sudah berapa puluh ribu kali bertumimbal lahir, hingga sudah tak dikenali lagi awal
mulanya, karma yang telah terkumpul sungguh sulit diperkirakan lagi, maka Sang
Buddha membicarakan Hukum Sebab Akibat Yang Meliputi Tiga Masa Kelahiran. Jika
membahas urutan sebab-sebab sebelumnya dan sesudahnya seseorang maka dapat
dikelompokkan dalam Kelahiran Masa Lalu, Kelahiran Masa Kini, dan Kelahiran Masa
Mendatang. Tetapi yang dimaksud Kelahiran Masa Lalu itu BUKAN HANYA SATU
kelahiran sebelumnya, tapi merupakan keseluruhan atau kumpulan sebab semenjak orang
itu memiliki roh, dalam kelahiran demi kelahirannya sudah tak mengenal awal mulanya
lagi. Umat di dunia salah tafsir, dikira segala sesuatu yang dialami pada masa kelahiran
sekarang merupakan buah akibat dari total keseluruhan kelahiran-kelahiran masa lalu
yang sudah sulit diketahui awalnya, ini adalah penafsiran yang tak sempurna, kelahiran
Masa Lalu hanya bisa ditetapkan menjadi tujuh bagian, sedangkan Kelahiran Masa Kini
dapat ditetapkan menjadi tiga bagian, artinya takdir tidak bisa diubah, namun nasib bisa
diubah. Pada umumnya, setiap ada masalah umat di dunia selalu mengatakan gara-gara
karma kelahiran masa lalu, pendek kata sudah merupakan takdir Tuhan, lalu berpikir
pesimis, sungguh keliru.
Di kamar depan, terdengar lolong kesakitan yang tiada henti-hentinya. Mereka adalah
roh-roh yang mati dalam pembunuhan berencana, atau roh yang meninggal karena saling
membunuh. Membunuh orang atau dibunuh karena karma? Bukankah ajal kematiannya
sudah tiba, mengapa setelah mati masih harus dikurung di Kota Mati Penasaran lagi?
Dasar-dasar kebenarannya sama, ada yang memang merupakan pembalasan karma,
sehingga matinya saling membunuh. Namun ada juga umat yang semasa hidup di dunia
tidak mengerti berbuat amal kebaikan, malah menimbulkan gara-gara, berbuat kejahatan
yang amat besar, itulah asalnya Mati Penasaran. Harap umat di dunia bisa mengerti
kebenaran ini. Jangan mencari alasan : saya membunuh dia karena dia punya hutang
karma pada saya pada masa kelahiran lampau. Pepatah mengatakan “Lebih baik
menempuh jalan damai untuk mengatasi permusuhan, jangan malah menjalin
permusuhan”. Sekalipun saling berhutang, jika bisa tak ditagih, akan mendapatkan jasa
kebaikan. Jika para umat bisa menghilangkan pikiran yang egois, masing-masing hidup
rukun dengan sesamanya, bisa memiliki semangat seperti Sang Langit yang tak mengenal
pilih kasih melingkupi semua yang ada di bawahnya, demikian juga Sang Bumi Pertiwi
yang tanpa pilih kasih menampung segala sesuatu yang ada di atasnya, maka penghuni di
Neraka akan kosong, karmapun tidak ada lagi.
Karena itu, umat di dunia harus tahu bahwa badan manusia ini sulit didapat, baik-baiklah
membina diri. Jika timbul ketamakan akan kecantikan bunga (wanita cantik), lalu
beranggapan : “Pada kelahiran lampau, ia berhutang bunga padaku lalu memburunya
kemana-mana, dan yang disebut karma kehidupan lampau kini terbalas”. Kasus seperti
ini bukan disebabkan karma kelahiran lampau. Yang dimaksud dengan karma kelahiran
lampau, yaitu kejadiannya tanpa disengaja (disadari), kejadiannya kebetulan. Tetapi jika
memang mempunyai niat tidak baik lalu melakukan yang bukan-bukan, ini merupakan
karma baru dan akan menuai akibat pada kelahiran yang akan datang.
Terhitung semenjak roh asal yang sudah tak bisa dilacak awalnya, dan masih
bersemayam di Surga, setiap manusia adalah Buddha atau Dewa. Dikarenakan terperosok

ke dalam alam yang sudah tercipta yaitu dunia, hati dan pikiran duniawi lalu menutupi
jiwa sejatinya yang semula, sehingga tak bisa kembali ke asalnya. Kini Tuhan telah
berkenan menurunkan Tao yang Agung (Jalan Suci/KeTuhanan), membimbing umatNya
membina Jalan KeTuhanan, adalah kesempatan untuk mengakhiri karma dan berpulang
pada “Kekosongan Sejati”. Para umat janganlah sesat batin lagi, siapa yang mau
membina, pasti ada bagian pahala keBuddhaan atau keDewaannya; yang tak mau
membina, nantinya tetap akan terperosok ke dalam enam jalur tumimbal lahir, menjadi
Dewa atau setan berasal dari perbuatan manusia sendiri, tidak ditakdirkan oleh Tuhan.
Dari peninjauan ke Kota Mati Penasaran bisa mendapatkan bukti

Melawat ke Astana Kedua Berbincang Dengan Raja Chu Ciang dan
Meninjau Tempat Berceramah

Babak ke 10
Melawat ke Astana Kedua Berbincang Dengan Raja Chu Ciang dan Meninjau Tempat
Berceramah

“Di masa Pelintasan Umum tiga alam yang meliputi para Dewa dan Malaikat, umat
manusia serta para arwah di Neraka,
Bersamaan itu perlengkapan mekanik di Alam Nerakapun diperbarui,
Biarpun di dunia banyak kamar-kamar gelap untuk melakukan segala sesuatu yang tak
patut dan tak berkenan,
Tetapi takkan luput dari pantauan mata Malaikan Peronda Malam.”

Terlihat massa berduyun-duyun, si Kepala Sapi dan Tampang Kuda masing-masing
mengawal arwah masuk ke tempat itu. Ini adalah “Astana Kedua”. Di depan sudah
datang sebaris orang. Di tengah tampak seorang yang badannya tegap-gagah, berpakaian
jubah klasik, seperti pakaian yang dikenakan pada rupang Dewa yang dipuja di altar
Vihara, dan memantulkan sinar kerlap-kerlip! Tampak penuh wibawa! Di sekelilingnya
seperti ada para Perwira yang mengawal! Dia adalah Chu Ciang Wang (Raja Neraka Chu
Ciang) dari Astana Kedua. Astana Kedua ini boleh dikatakan tempat yang secara resmi
mulai menggunakan hukuman di antara ke sepuluh Astana. Arwah-arwah yang
diserahkan kemari dari Astana Pertama, rata-rata amal dan dosanya sudah terungkap
jelas. Namun masih ada sebagian arwah berdosa yang sifatnya bandel, dengan
kelicikannya memungkiri perbuatannya, karena semasa hidup tabiat seperti itu sudah
menjadi kebiasaan, maka meski saat di Neraka sudah ditelanjangi borok-boroknya, tetap
saja tak mau insaf, padahal sudah tahu kesalahannya.

Karena itu sesampainya di Astana ini, akan dibukakan terlebih dulu Buku Catatan Neraka
arwah tersebut, mencocokkan dosa-dosa yang pernah ia langgar, satu persatu
diungkapkan dengan jelas. Apabila eksekusi hukumannya ada di bawah wewenang
Astana ini, kana akan segera diputus perkaranya dan dihukum masuk ke dalam enam
belas sub seksi Neraka atau sub seksi Neraka lainnya yang baru didirikan untuk
menerima hukuman di sana.

Karena keadaan di dunia kian modern, maka berbagai macam penjara di Alam Neraka
juga bertambah banyak, seperti bunyi sebuah ungkapan: “Sebagaimana situasi-masanya
berubah, begitu pula Hukum ikut berubah”. Banyak sekali pasal-pasal hukum di Neraka
yang mengalami perubahan dengan penambahan pasal-pasal baru atau penghapusan
pasal-pasal lama, semuanya disesuaikan dengan perubahan situasi masa di dunia, untuk
menghukum orang yang berani melanggar hukum. Hakekat Perubahan Bilangan (dalam
ilmu I Cing/Pat Kwa), akan berdampak terjadinya materialisasi (dari yang tak berbentuk
menjadi berbentuk) di Alam Wadag (dunia), dan terbentuknya perlambangan di Alam
Astral (Langit). Setiap terjadi perubahan pemandangan dan fisik di bumi, maka baik di
Surga maupun di Neraka akan langsung tampak proyeksinya. Oleh karena itu, setiap
tindak tanduk dan gerak-gerik yang dilakukan oleh umat di dunia, dan keberadaan sehelai
rumput atau sebatang pohon di dunia, di atas langit sana (Alam Astral), tampak bagai
sebuah cermin besar, segera terpantulkan, sedangkan di Alam Kuasa Neraka, akan
mendapat pantulan dari Cermin Alam Astral, hasil penampakannya juga sama tajam dan
jelas.

Janganlah mengira, dengan tercapainya kemajuan sains dan teknologi keberadaan roh
halus (seperti setan misalnya) dan Malaikat dapat dilenyapkan. Umat di dunia berupaya
hendak mengatasi sesuatu yang Metafisik keberadaannya (hal-hal yang non fisik atau
tidak kelihatan) dengan ilmu Fisika (alam yang berwujud). Tetapi siapa yang menyangka,
yang terjadi justru sebaliknya, yaitu sebenarnya dunia Metafisikalah yang mendominasi
dunia Fisika (alam yang berwujud)! Sebenarnya para Buddha, Dewa, Malaikat dan roh
halus di alam Metafisik (alam tak tampak, tak kasat mata) yang berperan aktif, manusia
di alam Fisik hanya akan menjadi pasif.

Arwah-arwah yang di depan ruang Astana, ada yang kepalanya dipasung dan tangannya
diborgol rantai besi, kelihatannya lebih kasihan dibandingkan terhukum didunia. Yam
Ong membuka sidang, memukul meja dan membentak seperti orang desa yang memarahi
kerbau. Di tempat ini banyak orang yang berkumpul namun semua diam tidak bersuara.
Sekarang sedang bertepatan masanya Pelintasan Tiga Alam, maka Ti Cang Wang Bu Sa (
Tee Cong Ong Po Sat) menyediakan tempat untuk berkhotbah di setiap Astana. Setiap
arwah berdosa yang ada di Neraka jika masih memiliki bakat kebaikan atau saat
menjalani hukuman menunjukkan prilaku yang baik, diberi kesempatan datang ke Balai
Mimbar Ceramah secara bergiliran untuk mendengarkan ceramah para Buddha dan
Dewa. Itulah sebabnya mereka berjalan dengan hati-hati dan tidak berani bersuara.
Ternyata di dalam Neraka juga diadakan khotbah untuk menyadarkan serta menolong
roh-roh yang berdosa supaya cepat insaf. Sungguh welas asih dan mulia hati para Buddha
dan Dewa, tidak kenal susah payah turun ke dunia dan Neraka untuk menolong umat di
dunia dan arwah-arwah di Neraka.

Di atas pintu besar ada sebuah papan nama yang tertulis “Balai Sidang Ceramah Astana
Pertama”. Setiap arwah yang mau masuk harus mampir ke sebuah pos kecil yang
layaknya pos keamanan di pabrik untuk melaporkan diri, baru kemudian masuk ke dalam.
Itu tempat tinggal Perwira Penjaga Pintu. Tugasnya mengawasi arwah-arwah yang keluar
masuk, jika tak memegang kartu rekomendasi untuk ikut mendengarkan ceramah dari sub
seksi Neraka masing-masing, takkan diperbolehkan masuk. Sekarang waktunya Kwan Se

Im Po Sat dari Laut Selatan tiba kemari. Kwan Im Po Sat sudah naik ke mimbar siap
berceramah, kursi-kursi di dalam kelas seperti kursi yang terdapat di kelas-kelas sekolah
yang ada di dunia. Kurang lebih ada dua ribu orang, mereka semua tampak tersenyum
dan Kwan Im Po Sat berdiri di atas mimbar dengan teratai di bawahnya, pakaiannya
serba putih dan memercikan air suci dalam botol dengan mempergunakan daun Liu.
Hujan Dharma untuk dinikmati bersama, embun suci ditebar pula, yang berjodoh akan
mendapat pertolongan. Ini menandakan Tuhan berhati welas asih, tidak membedakan
asalnya makhluk yang terbagi dalam empat bentuk penitisan dan enam jalur kelahiran.
Jika mau insaf, memperbaiki kesalahan, semuanya akan mendapat kesempatan naik ke
atas bahtera suci untuk ditolong, itulah cita-cita mulia Kwan Im Po Sat.

Sekarang ceramah dimulai: “Manusia sejak dahulu kala, lahir dan mati silih berganti
(bertumimbal lahir terus), meski badan raganya mengalami kematian, namun rohnya
tidak binasa. Kini kalian datang dengan wujud roh ke Alam Baka, belum bisa menghayati
kepalsuan badan ini, sebenarnya hanya jiwa nuraniah (pencerahan) saja yang sejati.
Masing-masing masih belum bisa melepaskan ikatan cinta, rasa benci dan dengki,
seharusnya menyadari bahwasanya segala sesuatu yang terdapat di dunia layaknya dalam
mimpi, kedekatan hubungan di antara keluarga atau famili terjadi karena “Hukum Sebab
Akibat” (Karma) berputar silih berganti balas membalas, di satu sisi membayar (hutang
karma), di sisi lain mengurangi hutang karma, jangan sampai sesat terus tak insafkan diri.
Jika hasrat dan pikiran pamrihnya belum padam, pikiran duniawinya belum dimatikan,
tetap akan terus menerus bertumimbal lahir tanpa ada akhirnya. Kini tiba saatnya akhir
jaman, hati manusia sudah tak seperti dulu lagi, bakat nuraninya tampak dangkal. Saat si
bayi lahir sudah tampak pintar, cerdas dan memikat hati, meski kepolosan dari sananya
tumbuh lebih dini, namun ibarat nyala lilin dalam hembusan angin, sulit bertahan lama.
Maka begitu sifat kebiasaan timbul, jiwa sejatinya mudah hilang, sehingga kepintaarnnya
malah mencelakakan dirinya, cahaya kecil nuraninya menjadi tak terang, sehingga segala
perbuatan tercela dan tak bermoral serta tindakan semena-mena terus bermunculan.
Dunia jadi kacau karenanya, etika hubungan antar sesama menjadi bobrok adanya. Kalian
adalah kaum yang terperosok ke dalam lembah yang dalam, tetapi sudah kehilangan raga,
dan hanya dosa karma yang menyertai. Perlu diketahui, bayangan selalu mengiringi
badan manusia, jangan mengira tiada cahaya (tempat yang gelap) lalu takkan tampak
bayangannya. Karena suatu pikiran atau sesuatu hasrat, mekanisme pikiran dan mental
segera bekerja, rintangan karma langsung melilitnya. Kini terperosok di kegelapan Alam
Baka, beruntung masih tersisa sedikit kesadaran nurani, mau menyadari kesalahan dirinya
dan bertobat. Kini saya menasehati kalian cepat insaf, baik-baik menerima hukuman dan
tempaan, agar impas dosa-dosamu, tahanlah penderitaan kalian serta kekanglah rasa
benci dan dengki kalian, saya pasti akan menolong kalian nanti. Selesai! Segenap arwah
bersujud mengantar kepergian Kwan Im Po Sat, dan banyak yang terharu dan menangis.
Kwan Im Po Sat merasa kasihan pada para arwah, maka memberikan wejangan mutiara
untuk memberi nasehat dan dorongan. Benar-benar telah membangkitkan Bodhicitta
(Pencerahan Batin). Semoga para umat di dunia bisa ikut menghayatinya. Jika masih
memiliki raga ini tapi tak membina diri sedini mungkin, apabila setelah meninggal dan
sampai di Neraka menderita, barulah mau melatih dan menempa dirinya, maka akan lebih
susah.

Balai Mimbar Ceramah yang disediakan di masing-masing Astana tergolong tingkat
paling dasar. Setelah kiwa arwah berdosa terbukti sampai seberapa dalam terbuka
kesadarannya, kemudian masih ada lagi Balai Pembinaan Kelas Tinggi.

Note : 4 Bentuk Penitisan : Mamalia, binatang air, binatang petelur/unggas, serangga. 6
Jalur Kelahiran : Thien Tao (jalan ke alam hawa), Ren Tao (jalan sebagai manusia), Ti Yi
Tao (jalan menuju neraka), A Siu Luo Tao (jalan ashura/iblis), Chu Seng Tao (jalan
sebagai hewan), Ek Kue Tao (jalan sebagai setan kelaparan).

Melawat ke Sub Seksi Neraka Tanah Kotoran Air Seni dan Tinja

Babak ke 11
Melawat ke Sub Seksi Neraka Tanah Kotoran Air Seni dan Tinja

“Dalam suasana yang tenang, membuka kitab yang terbuat dari daun lontar (kitab suci
kuno), Betapa bahagia rasanya di saat hati ini tak ada sedikitpun beban batin,
Sosok bunga teratai takkan dapat tercemari oleh kekotoran kemarakan duniawi,
Cita-cita para Dewa dan Buddha bertumpu pada terbebasnya dari perputaran roda
tumimbal lahir.”

Kematian dan kelahiran adalah urusan terbesar bagi manusia. Namun manusia tetap
takkan terhindar dari kematian dan kelahiran. Nabi Cuang Ce pernah bersabda :
“Sebenarnya saya tak mau dilahirkan, tetapi tiba-tiba lahir juga ke dunia ini. Sebenarnya
saya juga tak rela untuk mati, namun tak tahunya ajal tiba-tiba datang.” Dari ungkapan
tadi terbukti: kelahiran dan kematian tidak dikuasai manusia, hanya saja karena manusia
tiada mengerti perihal kelahiran dan kematian; tiada tahu dari mana asalnya ia lahir; dan
jika mati ia harus pergi kemana, maka ia terbengong-bengong dalam ketidaktahuannya,
dan pada akhirnya mau tak mau harus masuk dalam wilayah kekuasaan Yam Ong (Raja
Neraka).

Ada sebuah ungkapan berbunyi: “Jika Yam Ong sudah mentakdirkan kematian seseorang
jatuh pada waktu tengah malam, akan sulit baginya untuk bertahan hidup sampai subuh”.
Beruntung kini telah menjumpai masa ‘Pelintasan Umum Tiga Alam’, jika umat di dunia
bisa dengan mengenal Hakekat Kebenaran kembali pada sosoknya yang sejati, semuanya
mau berlindung dalam Tao yang Agung dan Mulia, membina dirinya dan memupuk
rohaninya, niscaya akan bisa melampaui kelahiran dan kematian, tidak lagi bertumimbal-
lahir.

Dengan sendirinya umat di dunia sudah harus tahu untuk menyayangi kesempatan
dilahirkan dengan memperoleh raga manusia, apalagi jika dilahirkan dalam wilayah
“Tanah Central” (dataran tengah Tiongkok). Jika mulai saat ini, mau insaf dan mengerti
membina, masih belum terlambat.

Tempat ini begitu bau, seperti bau kotoran manusia. Tempat ini adalah Sub Seksi Neraka
Tanah Kotoran Air Seni dan Tinja, maka baunya tak sedap. Baunya kian pekat, mau
bernapaspun susah. Dari dalam terdengar suara-suara jeritan yang memilukan serta

kepala manusia terlihat timbul tenggelam dalam air dan kedua tangannya meronta-ronta
seperti sedang berenang. Kolam yang besar ini tidak terlihat ujung pangkalnya seperti
lautan saja. Di dalamnya ada pria dan wanita, ada yang tua dan ada yang muda, di dalam
kolam tampak sedumpal-gumpal tinja yang berbaur dengan air seni, mereka timbul
tenggelam sambil menjerit-jerit dengan mulut terbuka, maka tertelanlah kotoran tersebut,
sungguh memuakkan. Semua pelacur di dunia fana, waktu masih hidup di dunia menjual
badannya demi uang kotor; Atau orang yang suka menipu para wanita dari keluarga baik-
baik lalu dijerumuskan ke lembah hitam (kompleks pelacuran) untuk menjual diri; Atau
orang yang pekerjaan biasanya melakukan penyelundupan; Atau orang yang punya hobi
suka menyantap menu “masakan janin manusia atau placenta janin” untuk Ciap Po
(makanan bergizi untuk menguatkan badan); Atau semasa hidupnya tak mau bekerja
dengan sungguh-sungguh, bekerjanya suka merayu dengan kata-kata yang manis, lalu
menipu harta kekayaan orang; Atau orang yang suka main perempuan, hidupnya larut
dalam kesenangan melampiaskan nafsu; Atau orang yang jadi bodyguard, lalu terlibat
dalam intrik saling menjatuhkan dalam dunia hitam; Atau orang yang mengadakan arisan
uang lalu menilapnya; Atau pura-pura menyatakan bisnisnya jatuh gulung tikar lalu
menyatakan pailit; Atau semasa jadi pejabat melakukan korupsi, minta komisi; Atau
menjadi pemborong bangunan kemudian mengurangi kadar bahannya dan menyalahi
besteknya. Karena semasa hidup jiwa-raganya kotor atau tercemar racun atau juga
mulutnya tidak bersih, sesudah meninggal rohnya lalu terperosok masuk ke sini, biar dia
merasakan rasanya macam ini, arwah yang masuk neraka ini merasakan penderitaannya
yang luar biasa, setiap kali bernafas, yang dicium hanyalah bau air seni dan tinja, setiap
kali membuka mulutnya akan kemasukan gumpalan tinja, perutnya lapar lagi haus, ingin
makan tiada makanan, karena semasa hidup di dunia hanya makan makanan yang “kotor”
untuk mempertahankan hidpnya, sehingga sesampainya di neraka mendapat balasan
hukuman demikian. Inilah hukuman yang setimpal. Tinja berbaur dengan air seni, seperti
lumpur hisap keadaannya, semakin berontak semakin tenggelam. Sebaiknya umat di
dunia, mengerjakan pekerjaan apapun haruslah yang terang dan jujur, bisa
dipertanggungjawabkan, jangan karena uang lalu menghalalkan segala cara, jika
mencelakai orang dengan muslihat, atau menjalankan usaha yang tak patut dan tak pada
tempatnya, setelah meninggal pasti akan melapor kemari. Kapan para roh berdosa ini
boleh bebas? Ditentukan berdasarkan berat atau ringannya dosa, yang pasti minimal
direndam sampai kulit dan dagingnya membusuk. Setelah bebas dari hukuman, baru
diserahkan ke Astana lain untuk disidang lagi tentang dosa-dosanya yang lain.

Melawat ke Sub Seksi Neraka Kelaparan

Babak ke 12
Melawat ke Sub Seksi Neraka Kelaparan

“Melantunkan sebuah lagu berjudul ‘Menanti angin musim semi’ dengan
merdunya, Menari dengan menggoyang-goyangkan pinggul, tanpa disadari
kakinya menginjak serangga, Dalam pergaulan hidup sikap manusia terhadap
sesamanya meski dikatakan sebagai beradab atau pencerahan humariora,
Namun ironisnya pada sisi lain malah terdapat banyak jalan remang-remang.”

Note: humaniora = ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat
manusia lebih manusiawi, berbudaya; seperti teologi, filsafat, ilmu hukum, ilmu
sejarah, filologi, ilmu bahasa, kesusastraan, & ilmu-ilmu kesenian.

Daerah ini seperti padang belantara, tidak tampak seorang manusiapun. Tak
jauh dari sini, melewati sebuah bukit kecil, ada Neraka Kelaparan. Roh yang
masuk ke Neraka ini masuk melalui jalan kecil yang terletak di sebelah kiri. Roh-
roh itu berjalan dikawal oleh si Kepala Sapi dan Tampang Kuda menuju ke
Neraka Kelaparan. Perwira berKepala Sapi ini buruk rupa dan tampangnya
menakutkan, tangannya menggenggam rantai besi dan tombak besi.

Jalanan ini berkerikil semua, lagipula permukaan banyak berlubang, dan
digenangi air. Sangat sulit jalannya, telapak kaki serasa ditusuk-tusuk. Di depan
tampak dua Perwira lagi sedang mengawal wanita yang dandanannya seperti
nyonya kaya, tapi tangannya diborgol rantai besi. Di dunia ini banyak keluarga
kaya raya, hidupnya bersenang-senang secara berlebihan, tak menyayangi hasil
padi-padian (gandum, beras, sekoi, jawawut, kacang), seenaknya membuang nasi
dan sayuran, atau makan terlalu kenyang, maka kini dikurung dalam Neraka
Kelaparan, biar ia merasakan apa yang namanya kelaparan.

Bukit ini tidak begitu tinggi, namun pohonnya lebat dan subur, masih ditumbuhi
pula gelagah perumpung (rumput yang tingginya mencapai 2 meter, batangnya
beruas-ruas), dan banyak tumbuhan sejenis rotan. Keadaannya sama persis
dengan bukit yang terdapat di dunia, di atas bukit hanya ada sebuah jalanan kecil
yang lebarnya hanya bisa dilewati 3 orang. Setelah melewati bukit ini akan
terlihat “Neraka Kelaparan” yang berada di kaki bukit ini. Sekelilingnya dipagari
tembok beton, beratap warna hitam kecoklatan. Huruf “Sub Seksi Neraka
Kelaparan” dipahat cekung di atas papan, tak begitu jelas. Di kanan-kiri pintu
dijaga oleh Prajurit dan Perwira, terhukum perempuan yang dikawal tadi telah
masuk ke dalam dengan menunjukkan kartu bukti.

Sub Seksi Neraka ini termasuk Wilayah kekuasaan Astana Kedua dan dinamakan
Neraka Kelaparan. Lebar setiap sel sejajar sel penjara di sini hanya muat 3 dipan
saja, setiap orang yang berada di dalamnya walau berpakaian bagus, badannya
malah kurus, mukanya pun pucat pasi dan tak hentinya merintih. Mereka
kebanyakan semasa hidupnya sebagai usahawan, sandang pangan berkecukupan,
sekali keluarkan uang ribuan dolar, tiada sayang. Tetapi terhadap pengemis atau
orang miskin sama sekali tak punya rasa kasihan. Setelah meninggal semuanya
terperosok masuk di sini.

Dipanggillah seorang roh pria berdosa untuk bercerita. Semasa hidup di dunia,
dia membuka pabrik, karena usaha lancar, maka dia mendapat banyak
keuntungan. Demi keperluan bisnis, tiap hari dia sering mengadakan kontak
sosial dan jamuan makan, keluar masuk restoran sudah seperti ke dapur rumah
sendiri, makan, minum, bermain, bersenang-senang, menjadi kesukaannya.
Sekali makan bisa menghabiskan uang puluhan ribu, tetapi tak merasa sayang;
sebaliknya terhadap kesejahteraan karyawan sendiri, tiada rasa belas kasihan

sama sekali, sehingga karyawan sering mengeluh. Jangankan berbuat amal,
apabila ada pengemis minta uang atau famili dan teman-teman yang miskin ke
rumah mau meminjam uang, dia selalu berpesan kepada pembantunya untuk
mengatakan bahwa dia tidak di rumah, tapi menu masakan di rumah selalu yang
enak, lezat-lezat dan mahal, tiada berhemat sedikitpun; di luar, dia masih
menyimpan banyak wanita simpanan, masing-masing disediakan rumah tinggal
tersendiri, tiap bulan menanggung ongkos hidup puluhan ribu Yen untuk para
selirnya.

Dua tahun yang lalu dia meninggal karena penyakit darah tinggi dan lalu
dihukum ke “Neraka Kelaparan”, meskipun dia mengenakan setelan jas tetapi
tiada makanan enak yang bisa dimakan. Dalam satu minggu hanya diberi makan
sekali, berupa bubur campur sayuran. Setelah tiga hari dia pingsan karena
kelaparan, namun disadarkan oleh si Kepala Sapi dan Tampang Kuda dengan
menyiram Air Mengembalikan Roh ke badan, sungguh menderita sekali. Dia
sudah tak bisa menahan perutnya yang lapar. Diri sendiri berbuat diri sendirilah
yang menanggung, siapa yang menyuruh hidup enak dan bersenang-senang. Lalu
disuruh keluarlah roh wanita dosa tadi untuk bercerita. Semasa hidup, dia adalah
istri orang kaya, suaminya membuka perusahaan pembangunan, ahli di bidang
bangunan rumah. Mereka menjadi kaya, dari rumah yang kecil pindah ke rumah
gedung. Karena banyak uang, lama kelamaan mereka terjangkit kebiasaan buruk,
belajar main mahyong hingga siang-malam, hanyut dalam judi, pekerjaan rumah
tangga diterlantarkan. Di samping itu, dia sering mengajak teman-teman pergi ke
nite club berdansa, atau pergi keluar makan malam, selama hidup, hanya makan,
minum, judi, dan berfoya-foya, tak pernah sedikitpun mau menghemat uang.
Terhadap usaha menolong orang miskin atau usaha amal, dia tak pernah
memberikan uang. Setelah meninggal, Yam Ong tanpa ampun, menghukumnya
kemari. Roh wanita dosa ini kelaparan sampai tak bisa tahan, sehingga
memasukkan jari tangannya ke mulut untuk digigit. Jika semasa hidupnya di
dunia sembarangan menyia-nyiakan dan membuang makanan sesukanya, tak
menyayangi padi-padian; menghamburkan-hamburkan uang tak berhemat; uang
yang dimiliki hanya dipakai sendiri untuk hidup bersenang-senang; tidak
diamalkan kepada orang miskin dan orang yang sedang susah, atau
disumbangkan kepada usaha kesejahteraan umum; atau pria yang setelah kaya
meninggalkan istrinya yang tadinya sama-sama susah, lalu di luar membangun
rumah lagi untuk mencari kehangatan hidup bersama wanita simpanan; atau
wanita yang menjadi terkenal namanya, seperti bintang penyanyi pada masa kini,
begitu naik daun, lantas memandang rendah pria atau suami sendiri dan minta
cerai, hidup bersenang-senang, mengejar kemegahan serta kemasyuran nama
dan lain sebagainya.

Setiap orang yang menjadi kaya lalu imannya berubah, maka akan timbul prilaku
yang rendah budi, setelah meninggal tanpa kecuali semuanya terperosok ke
Neraka menerima siksa. Berharap pada orang-orang yang menikmati hidup kaya,
bergelimangan dalam kemegahan dan kemashuran lahiriah di dunia, mau
mengamalkan uangnya untuk menolong sesamanya.

Janganlah hidup terlalu royal dan mewah. Ingatlah, jika tahunya hanya makan,
minum, main, dan bersenang-senang, setelah rejeki habis maka kemalangan
yang akan menyusul. Ketahuilah, pada kelahiran ini bisa menikmati hidup kaya
dan bergelimangan dalam kemegahan, kemashuran lahir di dunia, adalah
merupakan balasan rejeki dari hasil pemupukan amal kebajikan pada kelahiran
dulu. Jika di saat kaya tak berprilaku sewenang-wenang, lagi pula memupuk
kebajikan dan melakukan kebaikan, membantu orang mengatasi kesusahan,
banyak menolong orang yang sedang terdesak oleh keadaan atau dalam
kesusahan; atau menyumbang cetak kitab kebajikan untuk menasihati umat,
setelah meninggal, tidak saja meninggalkan nama harum, rohnya pun bisa bebas
dan naik ke Surga.

Melawat ke Jembatan Tak Berdaya & Maninjau Neraka Arena
Dansa

"Di bawah 'Jembatan Tak Berdaya' ada banyak roh berdosa,
Tak mau menempuh Jalan yang Benar, akibatnya terperosok masuk
perangkap,
Jika sudah tahu apa Hakekat Kebenaran itu, sudah seyogianya
membina jalan menuju Pencerahan Batin,
Membina dirinya, menegakkan kebajikan merubah dunia ini."

Ini tempat apa? Mengapa suara jeritannya mengenaskan dan tak henti-hentinya?
Di depan ada sebuah jembatan, roh yang berada di atas jembatan berjatuhan ke
bawah dan suara menjerit-jerit yang mengenaskan melolong menembus angkasa.

Inilah tempat yang disebut "Nai He Chiao" (Jembatan Tak Berdaya). Manusia
yang telah meninggal dan banyak dosanya sebagian besar harus melewati
jembatan ini.

Jembatan ini tak henti-hentinya bergoyang, seperti layaknya jembatan gantung.
Di atas jembatan terlihat banyak si Kepala Sapi dan si Tampang Kuda (Pengawal
Neraka), masing-masing mengawal para roh dosa, setelah tiba di tengah
jembatan, roh didorong ke bawah, sungguh sadis.

Ya ampun!!! Di bawah jembatan terdapat banyak ular, ada beratus ribu ekor ular,
semua jenis ular ada di sini, sungguh menakutkan! Ada yang besarnya seperti
pohon kelapa, membuka mulutnya, menjulurkan lidahnya, tak sedikit roh yang
terjatuh ke bawah jembatan digigit dan dimangsa, terdengar suara menjerit-jerit
kesakitan yang menyayat hati.

Di bawah jembatan ini adalah tempat yang disebut "Kubangan Ular Berbisa".
Setiap orang setelah meninggal, yang hatinya tidak bajik, atau menipu harta dan
uang orang, menipu perempuan berparas cantik, memicu terjadinya keributan
atau keonaran, mencelakakan orang sehingga saling membunuh, mensyukuri
orang yang baru kena musibah atau sedang dirundung kemalangan, maka patut

disebut "usus dan hatinya beracun jahat". Ular-ular beracun ini merupakan
jelmaan dari usus manusia yang beracun. Para roh yang tiba di jembatan ini pasti
kaget dan kaki mereka menjadi lemas, maka didoronglah mereka ke bawah oleh
Perwira berKepala Sapi dan berKepala Kuda, lalu dimangsa dan ditelan oleh
ular-ular berbisa itu. Karena di bawah terdapat banyak ular, jika ular terinjak
akan berbalik menyerang manusia lalu digigit dan dimangsanya.

Sungguh menakutkan, melihat seekor ular saja sudah menakutkan, apalagi
melihat begitu banyak ular, bagi orang yang nyalinya kecil tanpa didorong oleh
Perwira berKepala Sapi atau berKepala Kuda, setibanya di atas jembatan itu pasti
langsung jatuh pingsan ketakutan, dan dengan sendirinya badan yang tidak
dalam keadaan terjaga itu akhirnya terjatuh.

Di sisi jembatan tidak terdapat pagar kisi-kisi untuk berpegangan (langkan),
berjalan di atasnya, tangan akan terasa dingin, kakipun lemas. Apalagi melihat
ular-ular berbisa di bawah jembatan, lebih membuat hati orang merinding,
langkahnya pun surut.

Meninjau "Neraka Arena Dansa", merupakan Neraka yang baru didirikan di
Alam Neraka ini, dan termasuk wilayah yang dikuasai Astana Ke dua.

Mengapa di dalam Neraka ini sinar cahaya yang berwarna merah jingga itu
suram, dan terdengar suara jingkrak-jingkrak dan jerit kesakitan?

Yang dihukum di sini adalah para hostes (perempuan yang menemani lelaki
berdansa atau menari) atau orang yang hobinya berdisko. Di dalam berdesakan
pria maupun wanita, yang pria ada yang tua maupun muda, pakaiannya modern
dan bergaya sekali, memakai setelan jas yang rapi; sedangkan yang wanita,
muda-muda berpakaian bahan kain kasa tipis dengan warna-warna yang
mencolok; juga banyak orang asing, setiap orang yang menginjak lantai langsung
menjerit-jerit dan berjingkrak-jingkrak tidak hentinya.

Setiap hostes yang semasa hidupnya tidak menjaga kelakuannya atau orang yang
berdalih mencari kesenangan dengan berdansa, setelah meninggal akan ditahan
di Neraka ini, agar kembali menikmati enaknya berdansa di arena tari. Tapi di
sini tidak bisa mabuk kepayang sampai lupa diri, seperti menikmati nikmatnya
disco saat berada di kampung halaman yang dulu penuh suasana lemah-lembut,
bersenang-senang, berdempet-dempetan dengan wanita-wanita muda. Arena
melantai (arena dansa) di Neraka ini lantainya terbuat dari papan besi yang
bawahnya dipanasi dengan api menyala sehingga memancarkan cahaya merah
yang panas. Saat para pria dan wanita menginjaknya, langsung merasa kesakitan
yang tiada berkesudahan, sehingga melompat-lompat dan berjingkrak-jingkrak,
seperti sedang menari. Bagi yang semasa hidupnya pernah berkecimpung di
bidang ini, sesudah meninggal cukup membuat mereka bernostalgia dengan
kenangan manis yang rasanya takkan habis dikenang, selalu dikenangnya sampai
tiada terlupakan, kaki masing-masing terhukum sampai melepuh dan bengkak
seperti bakpao.

Semasa hidupnya suka berdansa, setelah meninggal diberi kesempatan lagi
untuk berdansa sepuas-puasnya. Tetapi arus jaman sudah banyak berubah,
berdansa itu kan tidak semuanya merupakan sesuatu hal yang buruk, berdansa
itu juga mempunyai manfaat meningkatkan kesehatan jiwa dan jasmani. Lalu
jika yang suka menari diharuskan menerima siksaan hukuman seperti di Neraka
ini, bukankah Hukum Neraka itu menyimpang dari Kebenaran?

Yang menerima hukuman di sini, bukanlah orang yang sungguh-sungguh
memang gemar akan dansa. Yang dihukum di Neraka sini HANYALAH kaum
pria yang semasa hidupnya hidup bersenang-senang melalui berdansa.
Tujuannya bukan untuk kesehatan jasmani, melainakn terhanyut dalam
kecantikan wanita. Sedangkan bagi kaum wanita, yaitu yang rela menjadikan
dirinya sebagai bunga pergaulan yang suka muncul dalam pesta pertemuan
kalangan jetset (kelompok orang berharta yang mempunyai kebiasaan hidup
bersenang-senang dan bermewah-mewahan) merelakan dirinya dipeluk-peluk
orang, dan mendapat imbalan uang, sehabis dansa ada yang "di boking" untuk
dibawa keluar arena, lalu mengadakan transaksi pencabulan tersendiri. Atau
muda mudi yang semasa hidupnya tidak mau mendengarkan nasehat orang tua,
tidak pergi mencari tempat arena hiburan yang sehat, sebagai sarana
kegiatannya, tetapi malah senang berdansa, lalu tak tahu membatasi dirinya,
sehingga terseret ke dalam praktek pergaulan bebas tanpa kendali lagi. Tetapi
jika tarian yang dibawakan adalah untuk menyegarkan otot-otot dan persendian,
tidak termasuk dalam proses Hukum Neraka ini. Yang diproses di Neraka ini
terutama adalah yang menyertakan praktek transaksi pencabulan, yang berakibat
rusaknya moral susila. Berharap umat di dunia bisa secara arif menggunakan
energi vital dan uangnya untuk mencari hiburan yang benar dan sehat. Jika
tidak, niscaya kelak akan menuai derita dengan dihukum di "Neraka Arena
Dansa".

Uraian ini barulah sesuai dengan Hakekat Kebenaran. Sebab pada kenyataannya
karena adanya perubahan zaman, trend kebudayaan Barat bergaya modern,
sedangkan di negeri kita ada ilmu silat sebagai kegiatan membina kesehatan
jasmani. Yang dihukum di Neraka adalah orang yang dengan kedok olah raga
namun langkah jalannya menyimpang.

Melawat Ke Neraka Es Membeku

Babak ke 14
Melawat ke Neraka Es Membeku

"Dinginnya angin di awal musim dingin sungguh menusuk sampai
ke tulang,
Kegemaran melakukan kebajikan akan mempunyai nilai tinggi
layaknya sebuah pohon tusam yang tinggi besar dan tangguh,
Hamparan hijau yang menutupi pegunungan kini berubah
menjadi lautan salju,

Tinggal pohon bambu dan pohon mei sajalah yang masih tumbuh
tegar di musim dingin, dengan bangga berdiri tegak di atas
ketinggian pegunungan."

Mengapa di depan tidak terlihat bayangan manusia, hanya tampak hamparan
warna putih menutupi bentangan belantara gunung, seperti layaknya hujan salju,
tak tampak warna hijau zamrud dari pepohonan, hanya ada beberapa pohon
yang layu dan ranting-ranting yang gundul. Tempat apakah ini?

Tempat ini dekat dengan "Neraka Es Membeku". Karena pengaruh hawa dingin
yang membeku, sepanjang tahun turun salju, dinginnya luar biasa.

Di tempat yang terpencil seperti ini, tak ada sarana jalanan, rumput-rumput dan
pepohonan layu kedinginan, semua tampak layu membentang. Udara rasanya
semakin dingin.

Di depan ada sederet rumah, terbuat dari kayu semua, dicat dengan warna hitam.
Di atas atap rumah masih terdapat bergumpal-gumpal salju. Di depan rumah
berdiri dua tiang kayu, di tengahnya dipasang papan melintang bertuliskan :
"Neraka Es Membeku", dan pada pintu penjara ada sebuah jalan kecil langsung
tembus ke dalam rumah itu. Mengapa di sini prasarananya sedemikian
sederhana?

Karena lokasi Neraka tersebut tertutup oleh es salju, maka para roh dosa
kedinginan sampai badannya membeku, sehingga mereka tak mungkin bisa lari,
oleh sebab itu prasarana bangunan ini dibuat cukup sederhana.

Di jalanan ada beberapa kurir Neraka sedang mengawal belasan roh pria dan
wanita, apakah mereka akan dihukum ke Neraka ini? Ya.

"Neraka Es Membeku" dikelilingi oleh dua gunung yang tinggi, di dalamnya
terdapat semacam kolam renang yang ada di dunia, jumlahnya mencapai
beberapa puluh ribu kolam, terbentang sampai di kejauhan yang tak jelas lagi
keberadaannya. Di dalam kolam ada pria dan wanita, hanya mengenakan
pakaian dalam, setengah badan ke bawah sudah tidak kelihatan, karena sudah
tertutup oleh es yang telah membeku. Wajah setiap roh sudah berubah warna
menjadi hijau, bibir hitam dan tangan gemetaran, sudah tidak ada tenaga lagi
untuk menjerit dan kini hanya bisa merintih saja. Ditariklah beberapa roh dosa
ke atas tepian untuk bisa ditanyai.

Seorang kakek ditanyai : Hari-hari dimana hujan es selalu turun dan jagad
tertutup salju, badanpun jadi beku. Hanya berpakaian celana dalam, saya sudah
tidak kuat lagi untuk berbicara, saya sudah hampir koma.
Semasa masih hidup, hobi saya adalah mengumpulkan perangko, uang kuno atau
benda antik, dll. Waktu berusia 45 tahun, saya berkenalan dengan seorang teman
yang juga mempunya hobi yang sama, sewaktu senggang, kami ngobrol bersama
sambil mencicipi teh, maka kami jadi akrab seperti saudara sendiri. Suatu hari

dia mau pergi jauh ke luar negeri, karena khawatir barang koleksinya yang mahal
dicuri orang, maka dititipkan di tempat saya. Tapi akhirnya saya jadi serakah.
Barang titipannya saya pindahkan ke tempat lain, setelah ia pulang dan mau
mengambil barangnya, saya bilang : "Sungguh menyesal, setengah bulan yang
lalu di sini terjadi pencurian sampai barang koleksi saya yang mahal-mahal pun
ikut disikat habis". Setelah mendengar laporan palsu saya, teman saya merasa
amat menyesal sekali, menjadi sedih dan menyesali barang kesayangan yang
raib. Karena percaya bahwa barangnya telah dicuri orang, ia tak bisa berkata apa-
apa lagi. Pada waktu saya berumur 56 tahun, saya mendapat penyakit kanker
paru-paru. Setelah meninggal, roh saya tiba di Alam Baka, tak tahunya di Alam
Baka sudah tercatat perbuatan jahat saya itu. Dosa-dosa saya terlihat di dalam
'Cermin Dosa', sehingga sayapun tunduk mengaku, hingga dihukum oleh
penguasa raja Astana Kedua Baginda Chu Ciang dengan putusan hukuman 5
tahun masuk ke "Neraka Es Membeku". Setiap hari ditindih es beku, badan
kedinginan, dagingpun membeku. Sungguh tersiksa! Mau menyesalpun sudah
terlambat.

Seorang nenek juga sudah tidak tahan dingin hingga jatuh ke tanah, lalu
ditanyai : Oh, saya sungguh tersiksa, suhu dingin disini seperti dinginnya tempat
penyimpan mayat yang terdapat di kamar mayat Alam Dunia. Cobalah kau lihat,
sekujur badanku pucat membiru, mengenaskan sekali, sedikitpun tak terdapat
warna merah darah. Semasa hidup saya membuka rumah bordil, saya sendiri
menjadi mucikarinya. Rumah yang dipakai adalah bangunan yang pendek
dengan kamar yang jorok. Saya membeli dan menampung belasan perempuan
muda, di antaranya ada yang berasal dari gadis desa pegunungan, ada juga
wanita baik-baik yang sudah berkeluarga, ada pula pelajar putri yang lari dari
sekolah. Setiap hari saya menyuruh mereka menerima tamu, dan jika mereka
tidak menurut maka saya mengurung mereka atau menyuruh bodyguard
(pengawal) menakut-nakuti dan memukul mereka. Sayapun menjadi kaya dari
hasil uang kotor tersebut. Suatu ketika di antara anak buah saya ada yang mau
ditebus oleh tamu atau keluarga mereka, agar bisa bebas dari derita hidup di
lembah hitam, saya lalu buka harga sangat tinggi untuk penebusannya. Yang
uangnya cukup bisa menebus, tetapi yang tak memiliki cukup uang akan
kehilangan masa mudanya, menjadi wanita pemuas sex, hidup di dalam
keremangan rumah bordil. Waktu saya berumur 51 tahun, karena sudah terbiasa
'minum' dan merokok terlalu banyak, maka pembuluh darah di otak saya pecah
dan akhirnya meninggal. Setelah meninggal saya baru tahu bahwa umur saya
sudah dipotong sepuluh tahun oleh Yam Ong. Karena dosa saya berat maka
dihukum di "Neraka Tanah Kotoran Air Seni dan Tinja" selama 5 tahun. Setelah
bebas kini masih harus dihukum di "Neraka Es Membeku" selama 31 tahun.
Setelah bebas dari sini, tidak tahu harus dihukum ke Neraka mana lagi.
Semenjak meninggal hingga kini, saya sudah kenyang dengan siksaan makan
kotoran dan badan dingin membeku seperti ini, masih tak tahu nanti disiksa
hukuman apa lagi. Kini saya hanya bisa mengeluh pada diri sendiri karena
perbuatan saya yang terlampau banyak dosa.

Terakhir, giliran roh wanita muda itu. Bila membicarakannya saya sungguh

menjadi malu dan menyesal. Sewaktu berumur 18 tahun, saya ikut rombongan
nyanyi dan tari, mengikuti mereka mengadakan pertunjukkan keliling. Untuk
menarik perhatian penonton maka kadang kala diadakan tarian telanjang. Tetapi
akhirnya rombongan kami bubar karena penonton sepi, lagipula rugi, maka
sayapun pindah pekerjaan menjadi "Wanita Panggilan". Saya sering mendapat
panggilan keluar untuk menerima tamu, atau menemani tamu sambil menari
telanjang. Kemudian saya mengenal seorang pengusaha yang kaya dan hidup
kumpul kebo, menjadi istri mudanya. Pada saat saya berusia 36 tahun, kami
berdua ada perbedaan pendapat hingga akhirnya berpisah. Kemudian karena
pikiran buntu, akhirnya saya nekat minum racun bunuh diri. Setelah meninggal
saya dikurung dalam "Neraka Mati Penasaran" selama 5 tahun. Kemudian
dihukum kemari dan sudah berlangsung 3 tahun, masih sisa 12 tahun lagi baru
boleh bebas. Sungguh menderita, setiap hari ditindih dalam es sehingga badan,
kaki, dan tangan menjadi beku, hawa dingin sampai menyerang hati. Kini mau
menyesalpun sudah terlambat, maka mohon nasehatilah wanita di dunia agar
tidak mengikuti jejak saya ini.

Roh ini semasa hidup di dunia, tidak bekerja dan mencari nafkah secara halal,
mempertontonkan tarian telanjang dan nyanyian porno, merusak ada istiadat
yang baik. Karena pada masa hidupnya tidak suka mengenakan pakaian, setelah
mati dihukum ke "Neraka Es Membeku", biarpun sudah amat kedinginan tetap
tidak bisa mencari pakaian untuk menutupi badannya yang kedinginan. Dosa
yang ia lakukan, akhirnya mendapat hukuman yang setimpal, roh itu tadi, masih
mempunyai dosa-dosa yang lain, setelah habis menjalani hukuman, masih akan
diserahkan ke Astana lainnya. Harap kaum wanita di dunia menjadikan
kesaksian tadi sebagai sebuah cermin dan jangan mencontoh.

Setiap orang di dunia yang menerima titipan uang, harta benda, namun secara
diam-diam menukarnya, atau disikat/menguasainya; atau membuka rumah
bordil, sarang pelacuran, serta mucikari yang tak memberi kesempatan anak
buahnya untuk menebus diri. Atau orang yang hidup berfoya-foya, bermewah-
mewah secara berlebihan, memandang rendah barang produk dalam negeri, dan
hanya memakai barang atau pakaian luar negeri saja, untuk memamerkan
kekayaan dirinya, tidak tahu menyisakan uang untuk membeli pakaian dan
selimut untuk disumbangkan kepada orang miskin; atau wanita yang suka
keluyuran di luar dengan pakaian punggung terbuka atau rok mini; menonjolkan
dan memamerkan bagian tubuhnya, untuk memancing perhatian pria, dll; Orang
yang tak takut kena dingin semacam ini, serta orang yang suka mementingkan
penampilan luar dan perhiasan, serakah akan model pakaian; maka setelah
meninggal semuanya akan dihukum masuk kemari, biar mereka menikmati rasa
sejuknya.

Melawat ke Astana Ketiga Berjumpa Dengan Raja Sung Ti

Babak ke 15
Melawat ke Astana Ketiga
Berjumpa Dengan Raja Sung Ti

"Menggerakkan pena sakral menjabarkan ajaran, begitulah sibuknya
menyusun kitab,
Dengan nyata melawat ke Alam Baka menurunkan karya tulis
yang berharga,
Pintu Neraka terbuka menyambut tamu kalangan KeTuhanan,
Jika membina yang 'Sejati', tentu takkan takut pada Penguasa Neraka."

"Keadaan di berbagai Sub Seksi Neraka yang terdapat pada ke-10 Astana, cukup
kita tinjau beberapa di antaranya yang bersifat representatif saja. Sebab jika
dikunjungi satu persatu Neraka yang terdapat dalam Sepuluh Astana secara
lengkap, akan membutuhkan waktu beberapa tahun lamanya. Karena kitab
"Melawat ke Alam Neraka" harus secepat mungkin diterbitkan, agar para umat
bisa tertolong, maka cukup mengambil yang penting-penting saja untuk ditulis",
ujar Ci Hoet.

Di depan ada sebuah gapura, kelihatannya seperti papan pengumuman yang ada
di dunia. Di atasnya tertempel selembar kertas merah, banyak Pejabat Neraka
dan para kurir Neraka berkerumun melihatnya, tulisan apakah yang terpampang
di sana?

Ternyata sebuah pengumuman dari Giok Hong Sang Tee (Yang Maha Mulia Di
Kong Penguasa Tengah Langit). Di situ tertulis :
Ketua Pembina Alam Baka (Tee Cong Ong Poo Sat) telah menerima Maklumat
dari Yang Maha Mulia Giok Hong Sang Tee sebagai berikut:
Kami menghuni Istana Langit, dengan lingkup kekuasaan Tiga Alam (Tri Loka),
berkuasa atas hidup-matinya semua makhluk yang ada dalam 9 lapis Alam Baka
dan 6 Jalur Kehidupan, Semenjak permulaan roh asal turun ke dunia, pada awal
Zaman Purba polos, sifat hati manusia, lugu dan jujur. Bakat wataknya murni
dan asli, maka terlahir menjadi manusia, bila meninggal akan langsung kembali
ke Surga, sama sekali tiada tersedia Neraka. Sampai Zaman Abad
Pertengahan
, sifat manusia lambat laun menjadi jahat, batak wataknya
semakin hari semakin tercemar oleh debu duniawi. Tata tertib hubungan antar
sesama menjadi janggal dan abnormal, masing-masing membangun tembok
pertahanan sendiri, sehingga membuat Nerakanya sendiri; semuanya akan
terperosok ke dalam 6 Jalur Tumimbal Lahir, kecuali bagi yang menjaga
Kesetiaan, Bhakti, Luhur-budi, dan Kebenaran. Kini sesampainya pada Akhir
Zaman
, keberadaan umat di dunia menjadi semakin ricuh. Hati yang jahat kian
menjadi-jadi, tak henti-hentinya melakukan berbagai tindak kriminal, terlebih
lagi dengan merajalela dan meluasnya budaya sex bebas. Roh Utama dari Hawa
Kebenaran Langit dan Bumi sudah terperosok, malapetaka dibuat sendiri, maka
bencana melanda terus-menerus. Tuhan pada dasarnya (bersifat) suka
menghidupi, tak tega melihat makhluk hidup terperosok semuanya, lalu
diturunkanNya Tao (Jalan Suci, Jalan KeTuhanan), untuk menolong orang yang
berbudi. Kini di Benua Jambhu Dwipa (jagad manusia), di kota Tai Chung, ada
Viharia Persinggahan (Medium) Roh Suci Sheng Shian yang langsung di bawah
bimbingan Surga Sebelah Selatan, di mana Roh Suci Maha Menteri Kwan Tee

Kun menerima Titah Tuhan, menggerakkan Pena Sakral, menjabarkan Ajaran
Confucius dan Mencius yang berintikan tentang Perikemanusiaan dan
PriKebenaran, sedang ke bawah mewarisi Makna Sejati Budhisme dan Taoisme,
mengembangkan kebudayaan dan Akhlak Budi, melintaskan segenap makhluk
secara umum; prestasinya gemilang luar biasa. Agar umat di dunia mengetahui
keadaan Neraka yang sesungguhnya, maka Kami menurunkan Titah pada Vihara
Sheng Shian, untuk mulai menyusun Kitab Pusaka "Melawat Ke Alam Neraka",
memerintahkan Buddha Hidup Ci Kung (Ci Hoet) membimbing Pemegang Pena
Sakral sekaligus Mediator Utama yang bernama Yang Sheng, bertandang ke
Sepuluh Astana secara rohaniah, agar keadaan pelaksanaan hukuman di berbagai
bagian kekuasaan Neraka, juga dijelaskan hikmah yang terkandung, dengan
demikian akan dapat mematahkan ketersesatan pikiran umat. Selama dalam
proses penyusunan kitab tersebut, bila mendapati kedatangan Buddha Hidup Ci
Kung (Ci Hoet) yang membimbing Yang Sheng, perintahkanlah para Pejabat dan
Perwira di masing-masing Astana Neraka untuk menyambut dan membantunya
menyusun kitab, agar kitab pusaka tersebut dapat selesai lebih awal. Semenjak
Titah ini dimaklumatkan, masing-masing pihak yang bersangkutan diharap
mematuhi Amanat Titah, jika ada yang melanggar, akan dihukum keras tanpa
ampun. Sekian, Maklumat ini.
Imlek Tahun Ping Chen, Pwe Gwe Cap Go (Tahun Masehi 1976)

Ci Hoet bersama Yang Sheng mengunjungi Astana Ketiga.
Ci Hoet : Di depan itulah tempat Astana Ketiga, cepat memberi hormat pada
Yam Ong. Lihatlah, Raja Sung Ti, Pejabat dan Jaksa sedang keluar dari Astana
Baka untuk menyambut kita berdua.
YangSheng : Ya, ya, Guru. Hormat kepada Raja Sung Ti dan para Pejabat
Dewa. Hari ini atas Titah, kami bertandang ke Alam Baka dalam rangka
menyusun kitab. Mohon diberi banyak petunjuk.
Song Tee Ong : Silahkan Yang Sheng bangun, tak usah sungkan. Kami telah
mendengar bahwa sejak awal Vihara kalian mengabdikan diri sepenhnya dalam
memajukan Ajaran Suci, telah banyak menyadarkan orang yang jahat sehingga
insyaf dan kembali ke jalan yang benar, juga banyak membimbing orang yang
mau menempuh Jalan Suci sehingga mencapai Kesempurnaan. Sungguh
mengagumkan. Silahkan kalian berdua masuk ke Astana dan berbincang-bincang
sejenak.
YangSheng : Terima kasih atas pujian Yam Ong, namun kami sebenarnya malu
dan tak berani menerima (pujian tsb). Vihara kami di bawah pimpinan ketua
Chiu, segenap murid bekerja sama dan saling gotong royong memberitahukan
warta KeTuhanan. Semuanya ini tak lain hanya menunaikan tugas suci kami saja,
tidak bisa dibilang sebagai jasa.
Ci Hoet : Tak usah sungkan. Mari kita masuk ke dalam dan duduk-duduk
sejenak.
YamOng : Silahkan duduk, meja dan bangku kayu di sini buatannya kasar, tak
senyaman sofa di dunia. Perwira, cepat tuang tehnya untuk menjamu mereka
berdua.
Perwira : Siap. Silahkan kalian berdua minum.
YangSheng : Terima kasih. Ruang tamu ini bergaya klasik, cukup bersih dan

tenang, pada sisi-sisi atas tembok, banyak tergantung lukisan-lukisan china ink,
terkesan intelek sekali.
Yam Ong : Ya, tempat ini memang untuk para Pejabat Astana kami. Di waktu
senggang kami sering kemari bersantai mengobrol sambil mencicipi teh. Karena
para Pejabat di Kuasa Neraka sini memang mendapat pengangkatan atas amal
semasa hidupnya yang selalu membina kebajikan, sehingga bisa mempunyai
lingkungan yang santai dan nyaman. Yang berada di Neraka, tidak semuanya
mengalami derita, keberadaan Neraka sama seperti halnya penjara di dunia, yang
menderita adalah yang berdosa. Oleh karena itu, asisten di kanan-kiri saya juga
seperti Pejabat Penjara di dunia, bebas bergerak. Maka dari itu jika hati dan
akhlak budinya tiada tercela, serta senasa hidup banyak amal kebajikan, setelah
meninggal dan rohnya sampai di kuasa Neraka, kami pun akan melayani dengan
santun. Hal ini hendaknya diketahui oleh umat di dunia. Jika semasa hidup
banyak melakukan tipu muslihat, dan berkelakuan sewenang-wenang, setelah
meninggal akan diborgol rantai besi, kepala dipasung papan, dicambuk dengan
pecambuk kulit, mana bisa santai seperti ini.
Ci Hoet : Hari ini waktunya sudah habis. Yang Sheng bersiaplah untuk pulang.
Banyak terima kasih atas petunjuk Yam Ong. Lain hari jika ada jodoh kita
bertemu lagi.
YangSheng : Terima kasih atas jamuan Yam Ong dan para Perwira. Karena
waktu terbatas kami mau pamit pulang.
YamOng : Tak perlu sungkan. Antar tamu. Harap kalian sudi kemari lagi.

Melawat ke Sub Seksi Neraka Congkel Mata

Babak ke 16
Melawat ke Sub Seksi Neraka Congkel Mata

"Perjalanan ke Alam Baka memaksa orang kedinginan,
Jeritan yang tragis dan suara rintihan membuat orang ikut
terharu,
Sekilas pikiran dan niat yang keliru akan meninggalkan penyesalan
selamanya,
Hal-hal sekecil apapun yang dilakukan di dunia pada akhirnya
sulit dibungkam."

Ini tempat apa? Di depan anak tangga batu sudah datang beberapa orang yang
berpakaian seperti Perwira.
Dari anak tangga batu ini menuju ke atas, adalah kekuasaan wilayah pemangku
Astana Ketiga. Di dalamnya terdapat Penjara Neraka yang tak terhitung
banyaknya.

Betapa luasnya lapangan ini dan banyak rumah yang dibuat dari kayu, di sekitar
sini sudah terdengar suara jeritan. Di depan ada satu penjara yang di atasnya
tertulis : "Sub Neraka Congkel Mata".

Dalam penjara ini semua roh dosa matanya dicongkel keluar dan darahnya
bercucuran, setiap roh menjerit-jerit dengan tragisnya. Kedua tangan menutupi
rongga mata yang telah tercongkel matanya, sungguh sadis! Di sebelah kiri ada
orang setengah baya sedang dicongkel matanya oleh Petugas Neraka dengan
menggunakan garpu besi, ia tak henti-hentinya memberontak, terdengar satu
kali jeritan tangis, mata kirinya sudah jatuh tercongkel, rohnya hampir pingsan,
namun karena badannya terikat di tiang, hanya kepalanya yang tertunduk,
Petugas Neraka sudah siap mencongkel mata yang satunya lagi.

Setiap roh yang dihukum di sini, setelah masuk, mula-mula diikat di tiang kayu
kemudian kedua matanya dicongkel hingga roh kesakitan dan menjerit, pingsan
atau setengah mati. Sehari dihukum tiga kali, setiap kali mau dihukum, matanya
dipasang kembali ke tempatnya, lalu ia diguyur dengan Air Pemulih Roh, ia pun
pulih kesadarannya, dan dihukum lagi. Dengan demikian dia baru bisa merasa
sakit.

Dosa apa yang dibuat mereka hingga masuk ke Neraka ini?

Perwira menarik beberapa roh untuk menceritakan sendiri, biar lebih jelas.
Dipasangkan kembali mata ketiga roh dosa yang berada di depan, lalu
diguyurkan dengan Air Pemulih Roh, agar bisa memberi pengakuan atas dosanya
semasa hidup di dunia.

Roh 1 : Aduh! Kedua mataku sakitnya tak tertahankan, bagaimana saya bisa
berbicara?
Ci Hoet memakai ilmunya untuk menenangkan roh itu.
Sekarang terasa lebih enak, terima kasih atas pertolongan bikkhu. Semasa hidup
di dunia, saya terlalu sombong, karena saya lulusan perguruan tinggi, keluarga
saya pun kaya, maka saya memandang rendah orang miskin atau orang yang
berpendidikan rendah. Saya terlalu angkuh dan melihat orang lain dengan
sebelah mata. Walau pun semasa hidup bisa bersenang-senang dengan kekayaan
dan bergaul dengan orang yang mempunyai kedudukan serta kekuasaan, setelah
meninggal saya disidang oleh Yam Ong dan dihukum karena semasa hidup
pandangan saya terlalu tinggi, memandang rendah orang-orang yang biasa-biasa,
lalu saya dijuluki orang "mata pandang bulu". Di Neraka ini saya sudah 2 tahun 3
bulan, masih sisa 2 tahun lagi baru bebas, tetapi karena masih ada dosa lain yang
pernah saya perbuat semasa hidup, maka di masa depan setelah bebas dari sini,
saya rasa lebih banyak tidak selamatnya. Mohon budiman ini menasehati umat di
dunia, janganlah karena dirinya kaya atau berkuasa, lalu memandang orang lain
seperti melihat anjing, sembarangan menghina dan memandang rendah orang
lain, setelah meninggal akan berakibat seperti saya ini.

Roh yang kedua juga sudah dikeluarkan dan sudah dibersihkan dengan Air
Pemulih Roh, dan mendapat kebebasan badan.
Roh 2 : Masyarakat di dunia pada masa kini ada-ada saja, semasa hidup di
dunia, saya suka mengejar pandangan rupa wanita. Selain itu saya sering
mengintip anak gadis tetangga waktu mandi, juga pernah diajak teman ke sebuah

rumah reot untuk nonton "blue film"/film porno. Lama kelamaan saya jadi amat
gemar dalam hal ini, dengan inisiatif sendiri mencari rangsangan, belakangan
saya juga pernah diajak teman ke sebuah hotel dan sebelumnya sudah diatur
untuk mengundang gadis panggilan untuk menari telanjang. Setahun yang lalu,
saya meninggal karena kecelakaan kendaraan, lalu roh saya sampai di Neraka,
baru tahu kalau ajal saya memang sudah sampai. Oleh Yam Ong, saya langsung
dihukum ke Neraka Congkel Mata, setiap hari menerima hukuman tragis congkel
mata. Anak cucu di dunia tiada yang tahu, kini mau menyesalpun sudah
terlambat. Harap Yang Sheng setelah kembali ke dunia, banyak membeberkan
kepada umat di dunia agar mereka tahu, jangan menganggap apapun yang kita
lakukan tiada yang tahu, siapa tahu setelah meninggal, begitu dihadapkan di
depan Cermin Dosa, semua perbuatan memalukan tertayang semua.

Perwira : Kau ini si tua yang tak tahu malu, si tua jangak (cabul). Punya sisa
uang di hari tua tak baik-baik digunakan untuk pensiun, agar bisa hidup sampai
tutup usia secara alamiah dan wajar, malah suka dalam hal-hal yang hina,
suka curi-curi lihat sesuatu yang berbau porno, kedua mata jadi kurang ajar!
Maka sesampai di Neraka matanya perlu dicongkel untuk dicuci bersih. Kini
giliran roh yang satu ini, cepat ceritakan sendiri dosamu semasa hidup.

Tutup usia secara alamiah dan wajar : meninggal secara wajar sampai usia
lanjut; bukan karena kecelakaan; musibah; bencana.

Roh ini pun telah dibersihkan dengan Air Pemulih Roh.
Roh 3 : Saya dihukum kemari, dosa yang kulakukan ialah semasa masih sekolah,
di saat ada ujian, suka nyontek jawaban murid lain atau nyontek buku, juga
gemar membaca buku porno, gambar porno, serta nonton film porno. Setelah
meninggal dihukum Yam Ong kemari. Kini sudah dihukum setengah tahun,
kurang 13 tahun lagi baru bebas.

YangSheng : Sungguh menakutkan. Sewaktu masih sekolah, di saat ujian saya
juga pernah menyontek, namun tak pernah ketahuan Guru. Apakah setelah
meninggal saya akan dihukum kemari?

Ci Hoet : Menyontek sudah melanggar Peraturan Sekolah, tapi kau tak usah
takut, Tuhan takkan menghukum orang yang sudah menyesali perbuatannya.
Kini kau sudah bernaung dalam Perguruan Roh Suci, mewakili Tuhan
mewartakan KeTuhanan, menjadi duta (missionairis) Tuhan, jasamu cukup
besar untuk menebus kesalahanmu, dengan sendirinya tak perlu dihukum
kemari.

Setiap umat di dunia, yang pandangan matanya tidak benar, suka melihat hal-hal
yang berbau porno, buku porno, memandang rendah orang lain, setelah
meninggal akan terperosok ke "Neraka Congkel Mata". Tetapi jika setelah
membaca kitab "Melawat Alam Baka" mau merubah sikap, merubah kesalahan
memperbarui diri, dan menggerakkan niatnya untuk beramal mencetak kitab ini

agar dapat menyadarkan umat di dunia, maka setelah meninggal dosanya akan
diimpaskan.

Melawat ke Neraka Besi dan Kuningan Kupas Wajah

Babak ke 17
Melawat ke Neraka Besi dan Kuningan Kupas Wajah

"Merajalelanya budaya percabulan sungguh memprihatinkan,
Besarnya dosa yang membumbung ke Langit melebihi binatang buas,
Berpesan pada para penggemar sex di dunia, berpaling dan perbaruilah
wajah diri sendiri dan jangan lagi gila-gilaan dan
sewenang-wenang."

Kelakuan dan moralitas masyarakat masa kini sungguh banyak liku-likunya. Para
pembina Jalan Suci (Jalan KeTuhanan) mendapat berbagai cobaan yang amat
berat, siapakah yang dapat berlayar dengan lancar dan berlabuh sampai ke Surga
Sukhavati di sebelah Barat? Siapakah yang bisa berpegang teguh pada iman yang
takkan tergoyahkan sampai nafas terakhir? Siapa yang bahkan rela
mengorbankan jiwanya demi Jalan Suci sehingga Rohnya menyaksikan diri
menerima pahal tertinggi di Surga? Siapa yang menjumpai keadaan tak
menguntungkan tapi malah tambah tekun? Dengan mengatupkan geraham,
mendapat terpaan angin iblis dan hujan siluman, apa lagi yang perlu ditakutkan?
(seperti cobaan yang dihadapi oleh si Kera Sakti--penerjemah). Para Suci jaman
dahulu pernah berkata " "Melihat kejanggalan tak menanggapinya, jika
menanggapi dengan sendirinya akan binasa." Jika dalam perjalanan dihadang
rintangan, cabutlah pedang kearifanmu untuk memotong benang-benang yang
ruwet. Setelah sejenak mengalami rasa dingin yang menusuk tulang, pasti akan
menuai harumnya bunga Mei (satu-satunya tanaman pohon yang dapat bertahan
hidup di musim dingin dan memancarkan aroma harum yang semerbak, sering
mendapat apresiasi dari sastrawan Tiongkok, untuk melukiskan ketabahan
seseorang yang tahan cobaan--penerjemah).

Jika seseorang sudah tahu karma dirinya berat namun tak mau membina diri,
tetap akan sulit terlepas dari berbagai macam cobaan iblis.

Neraka ini disebut "Neraka Besi dan Kuningan Kupas Wajah", menghukum
orang-orang yang tak tahu malu dan yang tak sayang pada kulit wajahnya.

Di depan Neraka tampak Petugas Neraka berkepala Sapi dan Tampang Kuda
masing-masing mengawal banyak sekali roh dosa, pria dan wanita. Usianya tidak
merata, masing-masing tampak resah dan tertunduk kepalanya, wajahnya seperti
ketakutan. Mereka dikawal sampai di samping pinte Neraka lalu mengurus
administrasi pendaftarannya, sesudah itu baru secara beruntun dikawal masuk
ke dalam Neraka.

Waduh! Suara jeritan tragis terdengar dari dalam penjara...Para roh dosa diikat
pada tiang besi, Petugas berKepala Sapi dan Tampang Kuda sedang
melaksanakan hukuman. Dengan menggunakan pisau besi atau kuningan
mengupas kulit terhukum, keadaannya seperti saat menguliti babi di rumah
potong hewan. Masing-masing roh dosa menjerit-jerit kesakitan, yang tertampak
hanyalah wajah bersimbah darah bercampur dengan daging, masing-masing
hanya bisa meraung. Wajahnya sudah tidak berupa wajah lagi. Setelah kulitnya
dikupas, tampak di bagian kepalanya, daging berwarna merah yang remuk tak
karuan. Roh-roh dosa ini melakukan dosa apa sehingga dihukum dan disiksa di
Neraka ini?

Ditariklah roh pria keluar untuk menceritakan kasusnya.
Roh pria 1 : Semasa hidup di dunia, saya kurang pendidikan karena kedua
orang tua meninggal sewaktu saya masih muda. Lalu bekerja sebagai pembantu,
tapi pekerjaannya terasa berat. Dalam hati saya berpikir, lebih baik ganti haluan
menjadi pengemis, saya pikir : jika satu rumah bisa mendapatkan uang 1 Yen,
dalam sehari saya julurkan tangan untuk minta-minta pada seratus rumah, saya
sudah dapat hidup, tanpa modal, lagi pula ringan tiada beban. Akan tetapi, badan
saya kekar dan kuat, saya khawatir orang tak mau memberi sedekah, maka
terlebih dulu saya diet selama 2 bulan, setiap hari hanya makan bubur dan
minum air, akhirnya badan saya benar-benar berubah menjadi kurus dan lemah.
Lalu saya sengaja mengolesi wajah dengan lumpur dan pasir, mengenakan
pakaian compang-camping, pura-pura pincang, lalu pergi mengemis dari rumah
ke rumah mohon belas-kasih orang. Jika bertemu orang, saya bilang keadaan
saya susah, hidup sebatang kara, kaki pun pincang. Ternyata dengan cara begini
saya berhasil memancing belas-kasihan banyak orang. Orang-orang silih-
berganti memberi sedekah, sehingga dalam sebulan penghasilan saya bisa
mencapai 4000 sampai dengan 5000 Yen. Sepulang rumah, diam-diam saya
merasa gembira, karena memperoleh harta dengan begitu gampang. Malamnya
saya ganti baju baru, lalu pergi keluar makan-makan dan minum-minum
sepuasnya, atau pergi mencari kesenangan di komplek pelacuran, melacur
dengan senangnya, sering kali juga pergi ke kedai minum membeli minuman
keras minum sampai teler. Belakangan saya berpikir jika ingin menjadi kaya,
saya harus minta lebih banyak uang pada orang-orang, jika hanya diberi 1 Yen
atau 3 Yen saya tidak mau, sedikitnya saya minta 10 Yen, maka sering juga
dicaci-maki oleh orang yang agak kikir, atau tidak digubris. Setelah meninggal
saya dihukum Yam Ong masuk Neraka ini, hukuman kupas kulit wajah bukan
main sakitnya, ingin menyesalpun sudah terlambat.

Pejabat : Keparat! Memperbincangkan masalah orang ini, sudah tidak
membina pada kelahiran masa lalunya sehingga dilahirkan di keluarga yang
malang nasibnya, tak berpikir dirinya masih muda dan tenaganya kuat,
bukannya baik-baik bekerja mencari nafkah, malah berpura-pura pincang,
dengan muka tebal pergi mengemis. Bagi orang yang punya keberanian dan
kejujuran, jika belum sampai keadaan buntu, siapa yang rela berkeliaran
menjulurkan tangan untuk mengemis? Tak hanya begitu, uang dari hasil minta-
minta itu malah dipakai untuk minum-minuman dan bercabul, sungguh murtad

dan durhaka. Karena di masa hidupnya tidak sayang pada "kulit mukanya", maka
setelah meninggal biar ia tak punya muka untuk menemui orang, menerima
hukuman kupas kulit wajah! Semoga umat di dunia mewaspadainya. Cepat
masuk penjara, saya akan panggil keluar satu roh lagi.

Dipanggillah roh pria yang baru berumur 30 tahun lebih.
Roh pria 2 : Sungguh malu kalau diceritakan, saya yang hina ini telah
memalukan leluhur. Sewaktu saya berumur tujuh belas delapan belasan, masih
duduk di bangsu Sekolah Menengah Atas, sering berkencan dengan teman, pergi
bercengkrama ke taman-taman. Di kala ada gadis remaja lewat, saya lalu
menggodanya, atau mengeluarkan kata-kata jorok, sering dimaki-maki oleh
kaum wanita sebagai "bajingan", "bangsat", "kurang ajar", "pemuda berandalan",
"tak tahu malu", dan lain sebagainya. Tapi meski dimarahi, hati saya malah
merasa gembira. Juga sering menggunakan kesempatan di jalanan yang gelap
menggoda wanita muda, atau dari belakang tiba-tiba memeluk wanita yang
sedang lewat, atau saat berkendaraan tiba-tiba menjulurkan tangan menjahili
badan wanita, juga pernah memperkosa seorang gadis remaja, meskipun semasa
hidup tak pernah ditangkap polisi dan dijerat oleh hukum. Tapi pada suatu kali
saat saya berkendaraan dan mengulangi hobi saya menjahili wanita, ..... tiba-tiba
wanita itu berteriak...! Saat itu saya kaget, gugup dan lepas kendali, sehingga
kendaraan saya terjungkir masuk ke dalam parit dan akhirnya saya meninggal.
Sesampainya di Neraka dihadapkan pada Yam Onag, Beliau marah besar, dan
katanya saya tak tahu mengubah tabiat yang buruk, tak tahu bertobat, maka
umur saya dikurangi 10 tahun. Lalu dihukum masuk ke Neraka ini, hingga kini
sudah ada 5 tahun lebih, masih harus menjalani 13 tahun lagi baru bisa bebas.
Tapi masih ada dosa lain yang harus diperhitungkan dan akan diserahkan ke
Astana lain untuk diadili, sungguh malang nasibku.

Pejabat : Tak usah banyak bicara, siapa yang menyuruh pada masa hidupmu
berkelakuan tak senonoh, liar tanpa kendali, sama sekali tak mengindahkan
kaidah-kaidah moral dan susila. Ketahuilah, dari segala macam kejahatan,
berzinah termasuk kejahatan yang paling utama, maka sudah sepantasnyalah
hukuman yang kau terima. Percuma saja mengenyam pendidikan, malah
memalukan orang tua. Karena semasa hidup tak suka menjaga muka, maka
setelah meninggal perlu mendapat balasan seperti ini, sedangkan dosamu
memperkosa orang, setelah habis masa hukumanmu di sini tentu kelak akan
diserahkan ke Astana lain untuk dihukum keras lagi! Perwira! Kawal masuk roh
durhaka ini.

Bertandang ke Neraka Gantung Jungkir

Babak ke 18
Bertandang ke Neraka Gantung Jungkir

"Hamparan jenazah di padang belantara sepertinya ingin menarik
sukma,

Tumpahan darah mengalir bagai sebuah parit mencemari rerumputan,
Menjungkir-balikkan tata hubungan antar sesama diganjar
"Gantung Balik",
Masih pula menyisakan petaka karma pada anak cucunya."

Udara dingin datang menyerang, menimbulkan rasa dingin yang menusuk
tulang. Keluarga yang kaya bisa memasang AC (pemanas ruangan), badannyapun
mengenakan mantel dari wool, sedangkan hidangan disajikan dalam keadaan
panas di atas tungku api. Sebaliknya jika kita tengok lagi pada rumah keluarga
miskin, seisi rumah hanya mengenakan pakaian tanpa rangkapan, gigi geraham
berbenturan, sungguh mengenaskan sekali keadaannya. Jika pada Kelahiran
yang Lampau tiada membina, maka Kehidupan Kini akan terlantar, begitu
musim dingin tiba, segera merasa kurang kehangatan. Berharap pada orang-
orang yang berkecukupan sandang pangan supaya memiliki rasa simpati untuk
membantu kaum miskin, memupuk amal tak kasat mata (diam-diam) sebanyak-
banyaknya, agar pada kelahiran mendatang berkah keuntungannya bertumpah
ruah. Jika tidak demikian, manakala balasan rejekinya telah habis, maka
gilirannya akan terlahir pada keluarga miskin. Orang yang arif dan pandai
mengatur rencana, tak boleh tidak mengadakan perhitungan terlebih dahulu.

Astaga! Di depan sana terdengar suara jeritan yang tragis, layaknya suara jeritan
binatang yang meronta-ronta saat tukang jagal dari kampung mengikat si babi,
dan siap-siap membawanya ke rumah potong hewan.

Oh, ternyata di sini adalah "Neraka Gantung Jungkir" tampak tertera tulisan itu
di atas pintu Neraka.

Rintihan yang menyayat hati susul menyusul, bagai menangisi kematian orang
tua. Neraka ini tampak seperti lapangan yang luas, di atas tanah penuh
ditumbuhi rumput kecil yang berwarna merah. Ini adalah "Neraka Gantung
Jungkir", di bawah pemangkuan "Astana Ketiga".

Di depan pandangan mata tampak arena eksekusi hukuman. Di lapangan
didirikan deretan tiang besi, di atasnya dipasang kawat baja. Semua roh dosa
digantung terbalik, kawat bajanya ditembuskan ke tengah telapak kaki roh dosa,
kepalanya terjungkir ke bawah, darah mengalir terus dari kakinya, ada yang
merintih kesakitan, ada pula yang meronta-ronta, tetapi kian meronta kian sakit;
ada pula yang mengeluarkan darah dari ke tujuh rongga bagian kepala (mata,
telinga, hidung dan mulut), tapi sudah tiada bergerak lagi. Roh dosa digantung
tinggi di atas tiang, bak menjemur lajuran bakmie. Mengapa roh dosa yang
banyak jumlahnya ini mendapat hukuman seperti ini?

Ada orang di dunia yang menjungkir-balikkan tata hubungan sesama, moralnya
bejat, meremehkan dan melecehkan Guru dan tetua, atau mengacaukan norma
hubungan antar sesama, maka roh dosanya ditahan di sini dan kian hari kian
banyak. Saat roh-roh dosa ini dihukum, darahnya mengalir keluar, menetes jatuh
ke tanah lalu tumbuh menjadi rumput merha, seperti halnya kalau menanam

jamur di alam dunia akhir-akhir ini. Karena darah roh dosa tak bersih, setelah
terjadi fermentasi, lalu muncul tumbuhan ini.

Bau amisnya menusuk hidung, sungguh tak tertahankan.

Diturunkanlah satu roh dosa yang digantung tinggi di bagian depan, hingga
diterpa angin dingin, untuk menuturkan sendiri perbuatan dosanya.
Roh 1 : Uhuk...uhuk...uhuk...betapa sakit rasanya, kedua kakiku sudah tak kuat
berdiri tegak, sakit sekali, saya digantung terjungkir hingga ususku hampir
tumpah keluar. Semasa hidup saya tinggal di kota Tai Nan, karena paman saya
tak punya anak, maka sejak kecil saya diadopsikan (dikwepangkan) ke paman.
Saya mengaku paman sebagai ayah, dididik olehnya sampai dewasa, mengenyam
pendidikan tingkat menengah. Karena paman membuka supermarket, dan hanya
ada saya satu-satunya anak laki, maka saya disayang oleh paman, dan usaha
supermarketnya sepenuhnya dikuasakan pada saya. Saat saya berusia 37 tahun,
ada seorang tetangga yang memberitahu bahwa saya bukanlah anak kandungnya.
Hati saya lalu dipenuhi pikiran yang menyimpang, 'andai saya bisa kembali ke
keluarga orang tua kandung saya sendiri alangkah baiknya'. Semenjak itu saya
secara diam-diam sering memindahkan uang ke rumah ayah kandungku. Ayah
kandung tak melarang tindakan saya, malah membujuk saya, agar barang-barang
dagangan yang harganya mahal dijual obral, selain itu saya juga membuka
banyak cheque/bilyet giro kosong, lalu melarikan diri dari rumah paman, dan
kembali ke keluarga ayah kandung untuk menikmati kehidupan yang kemaruk
harta. Mengetahui segalanya yang terjadi, membuat paman sangat geram, bukan
main sakit hatinya, sampai-sampai mengucapkan sumpah-serapah. Saat
cheque/bilyet gironya jatuh tempo, semua tak dapat dicairkan. Para kreditor
(orang yang memberi pinjaman) berdatangan susul menyusul menagih hutang
pada paman, karena nomer rekening atas nama paman. Akhirnya, karena
mengalami jalan buntu, paman pun nekat bunuh diri dengan membawa rasa
dendam dan sesal. Sesampainya di Alam Baka, arwah paman mengadu pada
Penguasa Alam Baka (Yam Ong) dan menggugat dosa-dosa yang saya lakukan
beserta ayah kandung saya, memohon pada Yam Ong untuk menyelesaikan kasus
ini. Satu tahun setelah paman saya meninggal, saya dan ayah kandung dijangkiti
penyakit yang tak bisa disembuhkan, sampai menghabiskan seluruh harta
kekayaan untuk berobat, hingga akhirnya meninggal. Setelah sampai di Alam
Baka, barulah saya ketahui kalau umur saya telah diperpendek. Yam Ong Astana
Ketiga marah besar, saya lalu dihukum di "Neraka Gantung Jungkir". Kabarnya
ayah kandung saya juga sedang menerima hukuman di bagian Neraka yang lain.

Pejabat : Binatang keparat! Kau dibesarkan oleh paman, tak tahu balas budi, di
tengah jalan berubah pikiran, mengjungkir-balikkan tata hubungan sesama,
maka dihukum di Neraka ini.

Diturunkan lagi satu roh dosa yang lain.
Roh 2 : Bukan kepalang sakitnya saya saat ini, setiap hari menerima hukuman
gantung terbalik, sulit untuk diutarakan. Kedua bola mata saya hampir melotot
keluar. Semasa hidup saya tinggal di kota Tai Chung, punya istri dan rumah

tangga, kemudian di luar saya berkenalan dengan seorang gadis remaja, dan
telah terjadi hubungan pribadi secara rahasia, dari awalnya yang secara
sembunyi-sembunyi sampai pada akhirnya secara terang-terangan. Gadis
tersebut sudah tak berayah, hanya punya seorang ibu yang sudah menjanda dan
wajahnya juga cukup rupawan. Saya sering ambil kesempatan pergi ke
rumahnya, saya pancing dengan menggunakan kata-kata rayuan yang manis.
Karena telah saya bujuk rayu dengan segala cara, akhirnya status janda sucinya
ternoda. Belakangan karena sudah kepalang basah, ya nekat saja, lama kelamaan
lalu menjadi terbuka, saya telah menikmati perzinahan sepuas-puasnya. Karena
keberuntungan menggauli wanita cantik begitu mempesona, membuat saya
hanyut dan mabuk kepayang, saya tak bisa meloloskan diri. Kemudian dalam
suatu peristiwa kecelakaan kendaraan, sepeda motor yang saya kendarai hancur
tertabrak, saya pun tak sadarkan diri. Dalam keadaan tak sadar itu saya didatangi
Perwira berKepala Sapi dan Tampang Kuda, saya lalu diborgol dan digelandang
sampai ke Neraka. Setelah dihadapkan di depan Panggung Cermin Dosa,
ketahuanlah semua kelakuan saya yang memalukan, Yam Ong gusar, dan
menghukum saya masuk "Neraka Gantung Jungkir" selama 30 tahun.

Pejabat : Binatang! Manusia tapi layaknya anjing dan ayam, tak mengenal
mana orang tuanya. Perzinahan merupakan kejahatan utama dari semua
kejahatan yang ada. Memperkosa gadis saja dosanya sudah cukup besar, apalagi
masih berani berbuat nekat, merusak kesucian ibu dan anak gadisnya, dosanya
sungguh tak terampuni. Selesai menjalani hukuman kelak akan diseret masuk ke
"Neraka Abadi", selamanya tak akan mendapat kesempatan terangkat keluar dari
jalur Neraka.

Lima tata hubungan (1 : hubungan antara atasan dan bawahan; 2 : hubungan
antara orang tua dan anak; 3 : hubungan antara sesama saudara; 4 : hubungan
antara suami dan istri; 5 : hubungan antara sesama kawan) tidak dijaga, akan
merusak moral. Umat di dunia jika tak hormat terhadap kaum Guru, terhadap
atasan sembarang omong, atau tak berbakti terhadap orang tua, atau mencabuli
ibu dan anak gadisnya, hukuman "Neraka Gantung Jungkir" hanya merupakan
hukuman kecil saja, "Neraka Abadi" lah baru benar-benar tempat
penguburannya. Umat di dunia cepatlah bertobat, agar dapat terhindar dari
keterperosokan masuk ke Neraka ini.

Melawat ke Pemangku Daerah Kembalinya Roh-roh Makhluk
dari 4 Bentuk Kelahiran

Babak ke 19
Melawat ke Pemangku Daerah Kembalinya Roh-roh Makhluk dari Empat Bentuk
Kelahiran

"Badan berbulu, kepala bertanduk, itulah bentuk makhluk yang yang telah
kehilangan bentuknya sebagai manusia,
Hal ini terjadi karena semasa hidup

tingkah lakunya tak karuan sehingga menanam benih karma dosa, Segala
sesuatu yang ada berputar bersama mengikuti peredaran Hukum Langit,
Kelahirannya dalam "Empat Bentuk" (Mamalia, Unggas, Makhluk dalam air,
dan Serangga) dikarenakan telah bertentangan dengan
Tao (Jalan Suci, Jalan
KeTuhanan) dan melanggar prikemanusiaan."

Mengapa di depan sana tampak berkumpul hewan-hewan seperti ayam, bebek,
burung kecil, dan binatang mamalia, sedang berjalan maju menuju jalan kecil
ini?
Ini adalah jalan pulang para makhluk dari keempat bentuk kelahiran yang sudah
mati. Di depan sana ialah Alam Perbatasan antara Alam Dunia Fana (Alam Yang)
dan Alam Baka (Alam Im).

Mengapa kepulangan binatang-binatang ini ke Alam Neraka tampak kaget,
menjerit dan berlarian, seperti dikejar-kejar orang?
Para makhluk dari keempat bentuk kelahiran ini terlahir di dunia, kebanyakan
matinya karena dibunuh, maka rohnya kaget tak bisa tenang, begitu nafasnya
habis, dengan sendirinya diserap oleh hawa Im, satu persatu kembali ke Alam
Neraka, untuk menyelesaikan karma tiga kelahiran. Hambatan karma para
makhluk dari keempat bentuk kelahiran cukup berat, rohaninya gelap, energi
vitalnya lemah, saat meninggal tak perlu dikawal oleh Petugas Neraka masuk
Alam Baka, dengan sendirinya dihisap oleh Hawa Bumi. Dalam hal ini
kebanyakan umat di dunia masih belum tahu.

Mengikuti para hewan seperti sapi, kuda, kambing, dan binatang piaraan,
sedangkan makhluk air dan makhluk serangga karena badannya kecil, sewaktu
meninggal rohnya bagaikan pasir yang beterbangan membumbung naik diterpa
angin. Lajunya cepat sekali, mata manusia awam sulit untuk dapat
mendeteksinya, roh mereka terbang kembali ke pemangku Alam Baka,
berkumpul di sana, setelah rohnya lengkap, baru menerima hukuman, melunasi
hutang-hutang karma yang mencakup tiga masa kelahiran.
(penjelasan : Orang yang dosa karmanya berat, setelah meninggal dan menjalani
hukuman di Neraka, lalu diputuskan untuk lahir kembali dengan bentuk
serangga, maka akan terlahir menjadi beratus-ratus makhluk sejenis serangga
itu, --- karena dalam satu telurnya terkandung banyak benih nyawa --- itu artinya
rohnya terpecah belah tak karuan. Kembalinya roh ke Alam Baka sesudah mati
belum bisa diproses sampai rohnya yang terpencar itu terkumpul kembali
semua.)

Di depan itu terdapat Pintu Hantu, tetapi mengapa roh-roh makhluk dari
keempat bentuk kelahiran tidak masuk melalui pintu besar utama itu?
Karena Pintu Hantu memang tujuan utamanya disediakan untuk roh manusia,
para makhluk dari keempat bentuk kelahiran, amat berat dosa karmanya, maka
masuknya melalui kedua pintu yang ada di samping itu.

Sesudah masuk mengapa tidak lapor ke kantor administrasi (kantor penyerahan
catatan diri)?

Ada bagian lain yang mengurusinya, tak jauh dari sana.

Di depan tampak padang rumput yang hijau, bagaikan padang penggembalaan
ternak. Di sebelah kirinya ada sebuah bangunan Astana, di atasnya tertera
"Tempat Kediaman bagi Kepulangan Roh-roh dari Keempat Bentuk Kelahiran".
Para makhluk dari keempat bentuk itu dengan menangis melaju ke arah itu dan
berkumpul, sambil sujud mengangguk-anggukkan kepalanya menghadap Astana,
seperti sedang mengajukan permohonan.
Setiap makhluk dari keempat bentuk kelahiran bertumimbal lahir ke dunia
menerima balasan karma, setelah dosa karmanya dilunasi, rohnya pasti pulang
kembali ke Astana ini, dan badannya dikembalikan sebagai manusia.

Dari dalam Astana tampak ada tiga orang melangkah keluar, siapakah mereka?
Ia adalah Raja Penguasa Astana ini dengan gelar sebutan "Chian Sui" (Ribuan
Tahun Berkuasa) beserta Pejabatnya. Yang Sheng memberi hormat kepada Chian
Sui beserta Pejabat Dewa. Dan dipersilahkan masuk ke dalam Wisma untuk
istirahat sejenak.

ChianSui : Mengenai "Daerah Berpulangnya Roh-roh Makhluk dari Empat
Bentuk Kelahiran", umat dari dunia jarang yang mengetahuinya. Tetapi karena
Vihara Anda menerima titah menyusun kitab "Melawat Ke Alam Neraka", dari
Yang Mulia Penguasa Langit Kaisar Giok Tee, maka keadaan "Daerah
Berpulangnya Roh-roh Makhluk dari Empat Bentuk Kelahiran" secara khusus
kami bukakan kepada engkau. Kebijakan ini sungguh merupakan pengecualian
yang belum pernah ada.
Saya memegang kuasa "Daerah Berpulangnya Roh-roh Makhluk dari Empat
Bentuk Kelahiran", masa jabatannya sampai ribuan tahun, karena di antara
makhluk dari empat bentuk kelahiran ada yang namanya kura-kura yang
umurnya bisa mencapai seribu tahun, maka gelar sebutan bagi penguasa di sini
tidak pakai "Yam Ong", tetapi pakai "Chian Sui" (artinya ribuan tahun). Barang
siapa semasa hidupnya banyak melakukan dosa, setelah hukumannya diproses
melalui sepuluh Astana, akan diputus untuk menjalani tumimbal lahir masuk ke
jalur binatang di antara 6 jalur kelahiran itu. Kelahirannya kembali sudah
berubah bentuk. Dari bentuk asalnya sebagai manusia, kehilangan bentuk
manusianya yang berharga. Empat bentuk kelahiran terbagi atas kelahiran
melalui : 1. Kandungan (mamalia), 2. Telur (unggas), 3. Dalam air (makhluk air
seperti ikan, udang, dsb), 4. Kepompong (serangga). Kelahiran melalui
"kandungan" masuk peringkat pertama, "telur" masuk peringkat ke dua, "dalam
air" masuk peringkat ke tiga, dan "kepompong" masuk peringkat ke empat,
karena dosanya berat, maka dititiskan lagi untuk menerima balasannya. Setelah
kematiannya sebagai makhluk dari empat kelahiran, roh yang lahir dari
kandungan dan lahir dari telur sama seperti lahirnya manusia, maka rohnya
masih termasuk "roh utuh". Sedangkan yang lahir dalam air dan lahir melalui
kepompong karena dosa karmanya amat berat, maka rohnya menjadi "roh
terpencar". Oleh karena itu proses pengembalian rohnya akan lebih sulit bagi
yang lahir dalam air dan lahir melalui kepompong, harus menunggu sampai

rohnya yang terpencar terkumpul lengkap kembali menjadi roh utuh, barulah
rohnya bisa dikembalikan lagi menjadi roh manusia.

Melawat Kembali Daerah Penguasa Kembalinya Roh-roh
Makhluk dari 4 Bentuk Kelahiran

Babak ke 20
Melawat Kembali Daerah Penguasa Kembalinya Roh-roh Makhluk dari Empat
Bentuk Kelahiran

"Hukum Langit itu jelas, terang, dan nyata, siapa bilang tak ada?
Karena faktor penyebabnya yang lain, maka bentuk raganya pun
menjadi berbeda,
Haruslah membuka jalan baru melalui Enam Jalur Kelahiran,
Janganlah meniru si Laba-laba yang merajut jala di atas lisplang
atap."

lisplang : bilah papan dsb pada tembok dsb.

Siapa bilang di dalam Hukum Langit tiada hukum pembalasan? Lihatlah di
antara makhluk empat bentuk kelahiran itu, ada sapi, kuda, ayam, bebek, ikan,
lalat, dan nyamuk, mereka telah menciptakan faktor penyebab yang berlainan
pada kelahiran sebelumnya, maka bentuk kelahirannya pun jadi berlainan.
Keberadaan manusia di dunia adalah yang paling mulia, disebut sebagai
"Makhluk yang tertinggi", "Makhluk yang paling cerdas", kita harus tahu
menyayangi badan manusia ini, cepatlah menempuh Jalan KeTuhanan dan
memupuk kebajikan. Para makhluk dari keempat bentuk kelahiran juga perlu
mendapat nasehat, agar masing-masing bisa baik-baik menjaga posisi dirinya,
untuk membayar hutang karmanya. Dari dalam jalur binatang membuka sebuah
jalan yang terang, agar secepat mungkin bisa memulihkan badan manusianya,
jangan seperti Laba-laba itu, merajut sendiri jala pikatnya, selamanya terlilit di
dalam jala, tak bisa lepas dari ikatannya.

Mengapa di depan meja sidang rusa ini memanggut-manggutkan kepalanya ke
arah Chian Sui, sepertinya ada yang ingin diutarakan?
Pada kelahiran yang lampau rusa ini adalah biarawan Buddhis, karena mengidap
penyakit yang berat, di dalam hati mengeluh, "mengapa Sang Buddha tidak
melindunginya." Lalu ia menjadi murtad, melanggar sumpah ikrarnya untuk
bervegetarian, menanggalkan jubahnya meninggalkan statusnya sebagai
biarawan, lalu pulang ke kampung dan menempuh hidup duniawi, menikah dan
melahirkan anak, lagi pula sering memfitnah para Buddha dan Dewa. Setelah
meninggal terperosok menjadi rusa, kali ini merupakan tumimbal lahir yang
ketiga kalinya. Sang rusa lahir dan hidup di pedalaman gunung, makannya
rumput, minumnya air pegunungan, selama hidup mengenyam derita terpaan
angin dan kedinginan, untuk menerima balasan karma terdahulu. Berdiam di
pedalaman gunung, makan minum hanya rumput dan tetes embun, layaknya

seorang pertapa, inilah yang disebut pembalasan Hukum Sebab Akibat. Kini rusa
itu sudah selesai menjalani pembalasan karma, rohnya terserap oleh hawa Im
(hawa negatif, gelap) masuk ke Penguasa Alam Neraka. Memanggut-manggutkan
kepala, lagaknya seperti memberi hormat, maksudnya adalah meminta tolong
agar badan manusianya dipulihkan kembali.

Sekilas pikiran dan niat yang keliru, lalu terperosok mendapat balasan yang
buruk, hukuman Neraka tak terhindarkan, sungguh mengerikan.

Mengapa setelah makhluk dari keempat bentuk kelahiran itu meninggal, rohnya
bisa dengan sendirinya dihisap oleh hawa Im masuk ke dalam Penguasa Alam
Baka, bagaimana logikanya?
Segala sesuatu yang terjadi dalam interaksi antara Langit dan Bumi, semuanya
bersandar pada beredarnya Energi Murni yang tak pernah kunjung berhenti.
Maka dalam Taoisme ada istilah yang disebut "Dari Peredaran Energi Murni
yang tak kunjung henti akhirnya berubah menjadi 'Tiga jenis hawa jernih yang
berbeda', tetapi sesungguhnya tidak hanya berubah menjadi tiga hawa jernih
melainkan tak terhingga perubahannya. Maka di atas langit ada hawa langit, di
bumi ada hawa bumi, manusia ada hawa manusia. Langit, bumi, dan manusia
tiada sesaat yang tanpa bernapas. Bila napas langit sampai terputus, maka
langitpun runtuh; bila napas bumi sampai terputus, maka bumi akan terkoyak
dan merekah retak; bila napas manusia sampai terputus, maka manusia pun
akan meninggal. Hawa napas ini juga merupakan energi inti. Belakangan para
ilmuwan di dunia ini telah menemukan apa yang disebut "Gaya tarik bumi"
(gravitasi bumi), tetapi mereka tak sadar bahwasanya masih ada "Gaya tarik
langit", "Gaya tarik manusia". Hawa yang jernih akan tersembul naik ke atas
menjadi langit, itu terjadi karena ada Gaya tarik inti langit; Hawa yang keruh
mengendap turun dan akhirnya membeku menjadi bumi, itu terjadi karena Gaya
tarik inti bumi; tergeraknya nafsu dan perasaan manusia terjadi karena Gaya
tarik inti (hati) manusia. Adanya ketiga macam Gaya tarik ini menyebabkan
segala sesuatu (termasuk adanya berbagai jenis makhluk) yang ada di dunia
terpilah (mengelompok) sesuai dengan jenis dan kualitasnya. Karena berbagai
jenis makhluk dari keempat bentuk kelahiran (mamalia, unggas, makhluk dalam
air, serangga, dsb) amat berat dosa karmanya, setelah mati lalu terhisap oleh
Gaya tarik inti bumi, dengan sendirinya terperosok masuk ke dalam Alam Baka
untuk diadili. Tetapi bagi orang yang membina diri, melalui satu titik, rohnya
yang murni, jernih dan ringan sifatnya, dengan sendirinya terangkat naik ke atas
langit. Para petugas (kurir) dari Neraka yang mau menangkap dan mengawalnya
sampai ke Neraka pun tak akan mampu, bagaikan balon udara besar yang penuh
terisi dengan gas hidrogen (jenis gas yang paling ringan), terangkat naik ke atas
langit, orang yang ingin menariknya jangan-jangan malah tertarik naik olehnya.
Oleh karena itu, umat di dunia ingin menjadi Buddha, Dewa atau setan semua
tergantung pembinaannya semasa hidup. Sedangkan bagi orang yang ingin
mengangkat arwah leluhurnya, harus mempunya jasa pahala yang nyata, jika
tidak, sekalipun menghabiskan banyak uang, tetaplah tak berguna. Berkenaan
dengan orang yang ingin mengangkat arwah leluhur, selain dirinya harus
membina dan memupuk rohaninya, niat usaha mencetak kitab-kitab kebajikan

untuk dibagikan cuma-cuma merupakan niat yang paling utama, karena kitab-
kitab suci dan kitab-kitab kebajikan merupakan suara hati para Buddha dan
Dewa. Dengan tujuan utama melintaskan/menolong umat dengan cara membina
diri dan memupuk rohaninya, maka usaha memperbanyak kitab suci dan
mencetak kitab kebajikan justru selaras dengan hati para Buddha dan Dewa,
pahalanya paling besar. Dengan melimpahkan pahala ini kepada arwah leluhur,
akan mempercepat keluar dari siksa derita, ini merupakan jalan pintas. Jika
ingin mengangkat arwah dengan cara doa mendaras/membacakan Sutra (surat
suci), sebelumnya juga harus tersedia kitab-kitab suci. Tentang hal ini umat di
dunia tak boleh sampai tak tahu. Sedangkan usaha lainnya semisal menolong
orang miskin atau menyantuni orang yang sedang dilanda kesusahan, dan usaha
memajukan kesejahteraan masyarakat dan lain sebagainya juga merupakan
usaha amal yang perlu dilakukan.

Wejangan atau Dharma yang disampaikan/diturunkan oleh para Buddha dan
Dewa semua dicatatnya. Dengan sarana buku, menyebarluaskan Ajaran
Suci/Sutra dan dengan mencetak kitab justru selaras dengan Inti/Hati Langit,
pahalanya luar biasa, dengan sendirinya arwah leluhur dihisap naik oleh Gaya
Tarik Inti Langit, sehingga sampai pada surga sukhavati.

Langit dan bumi ada hukum keteraturannya, jika manusia bisa menunaikan
kaidah-kaidah perikemanusiaan dan prikebenaran secara tuntas, maka dengan
sendirinya kepribadiannya akan sempurna, kedudukan surgawi pun ada
bagiannya.

Rusa itu sudah melunasi karma tiga kelahirannya, Chien Sui akan
mengimpaskan/menghabiskan dosanya sekaligus. Perwira membawanya ke
"Pendapa Pemulihan Roh", lalu diberikan "Soup Pemulih Roh".

Ternyata di sini ada suatu pendapa, di atasnya tertera "Pendapa Pemulihan Roh",
di dalamnya ada seorang kakek-kakek tua, sedang menyuguhkan cangkir demi
cangkir berisi soup itu kepada berbagai jenis makhluk untuk diminum, masing-
masing telah menampakkan wujud manusianya, ada yang pria, wanita, tua dan
muda.

Rusa itu diberi minum secangkir "Soup Pemulih Roh".
Astaga!! Seperti main sihir saja, setelah Rusa itu minum soup, wujud sosoknya
langsung berubah, menjadi seorang pria setengah baya, usianya kira-kira lima
puluhan lebih, rambutnya tak panjang. Ternyata di atas kepalanya ada tanda
pentasbihan seperti yang terdapat pada biarawan Buddhis. Rupanya wujudnya
kembali sebagai wujud mantan biarawan yang kembali ke keduniawian.

Memang demikian, orang ini dulunya meninggalkan kehidupan duniawi menjadi
biarawan namun lalu kembali lagi ke keduniawian, melanggar sumpah ikrar
berpantangnya sendiri, maka menerima balasan tiga putaran tumimbal lahir,
menjadi sebangsa binatang. Karena minum Soup Pemulih Roh, maka berubahlah
badan mayanya, segera menjelma kembali ke wujud aslinya.

Sampai pada pemulihan rohnya, bagi mantan rusa ini adalah wewenang kuasa
Astana ini. Setelah pemulihan roh dan badan, selanjutnya diserahkan ke Astana
Sepuluh, Raja Perputaran Tumimbal Lahir, disesuaikan dengan berbagai faktor
terdahulu, lalu dititiskan kembali menjadi manusia. Orang yang diserahkan dari
kekuasaan Astana ini, kebanyakan putaran tumimbal lahirnya dilahirkan di
keluarga yang miskin, atau lahir dengan cacat badan, masih menerima balasan
karma dan siksa derita lagi. Tetapi jika mengerti memupuk kebajikan, maka
dikemudian hari akan berubah ke keadaan yang lebih baik.

Terhadap keberadaan "Penguasa Daerah Kembalinya Roh-roh Makhluk dari
Empat Bentuk Kelahiran", hampir semua umat di dunia tiada yang mengetahui.
Maka akan dibeberkan kepada umat di dunia agar mereka tahu semua.

Melawat Ketiga Kalinya ke Daerah Penguasa Kembalinya
Roh-roh Makhluk dari 4 Bentuk Kelahiran

Babak ke 21
Melawat Ketiga Kalinya ke Daerah Penguasa Kembalinya Roh-roh Makhluk dari
Empat Bentuk Kelahiran

"Makhluk air berenang di Samudra Samsara,
Unggas berterbangan, hewan berjalan, berkeliaran diterpa dinginnya
angin,
Semasa hidup condong menyukai kesenangan yang membuatnya
sesat,
Mimpi indah di musim semi mendadak sirna tatkala rohnya
dipanggil."

Perjalanan ke Alam Baka sungguh mengenaskan, setiap hari selalu terdengar
suara tangisan. Meninggalnya manusia dalam suasana pilu dan tangis, binatang
juga mati dalam jerit tangis yang tak henti-hentinya. Makhluk dalam empat
bentuk kelahiran di dunia, banyak yang riwayatnya berakhir dengan disembelih
umat manusia. Makhluk hidup disembelih menggunakan pisau, jiwanya
mendadak kaget, ingin berontak melarikan diri, namun apa daya tak bisa
meloloskan dirinya, maka hanya bisa meraung-raung dan menjerit kayaknya
pergi ke arena eksekusi untuk menjalani hukuman mati. Satu titik sukma segera
melayang terperosok sampai ke Alam Baka, "Penguasa Daerah Kembalinya Roh-
roh Makhluk dari Empat Bentuk" disediakan untuk menampung roh-roh yang
kembali, untuk dipulihkan badan manusianya yang semula, lalu ditinjau dosa
karmanya untuk menerima balasan, guna menyelesaikan "sebab" yang
diciptakan selama kelahiran demi kelahiran yang tak tahu ujung pangkalnya.
Jika para makhluk tak menempuh jalan Yang Benar, hatinya kejam, tindakannya
sadis, tak takut melakukan perbuatan yang melanggar Hukum Langit, kejam dan
tak berprikemanusiaan, setelah meninggal pasti akan dihukum tumimbal lahir
menjadi makhluk yang dilahirkan melalui kandungan (mamalia), melalui telur
(unggas), dalam air (ikan dll), atau kepompong (serangga) (makhluk dari empat

bentuk kelahiran).

Hari ini di Vihara kami ada seorang murid Perguruan Roh Suci yang ayahnya
telah berpulang. Ia sangat sedih, mengapa Penguasa Alam tak membiarkan orang
baik hidup lebih lama, untuk mendukung karya KeTuhanan di Vihara Sheng
Shian, malah memanggilnya pulang?
Proses kelahiran, menjadi tua, sakit, dan mati, sekali pun ia adalah seorang raja,
patih, menteri, atau jendral, mempunyai kedudukan yang terhormat, melihat
tanah air yang dikuasai demikian indah menawan, semua juga terpaksa harus
ditinggalkan, apalagi orang biasa! Asal saja semasa hidup mengerti menempuh
Jalan Kebajikan, sekalipun dirinya meninggal, tetapi semangat dan suri
tauladannya tetap dikenang orang, layaknya pujangga filsuf, semangatnya hidup
abadi. Di dunia ini tiada orang yang tiada meninggal, tak perlu sedih dan
menyesali.
Menurut kata anak cucunya : dua hari sebelum kepulangannya, beliau sadar
bahwasanya jodoh keduniawiannya sudah habis, sudah akan berpulang!
Seseorang harus membina sampai pada tingkat penempaan diri yang bagaimana,
baru bisa mencapai keadaan seperti itu?
Membina Jalan KeTuhanan sampai bisa mengetahui kapan meninggalnya,
adalah karena ketulusan dan kesungguhan hatinya yang mengharukan Langit,
Bumi, Dewa dan Setan. Sebelum terjadi diberi perlambang, dengan melalui
kejadian itu, juga memberi kesempatan untuk membuktikan dengan nyata
keberadaan Dewa dan Setan, bukanlah omong kosong. Jika kita dengan sungguh
hati mau membina Jalan KeTuhanan, maka kekuasaan hidup dan mati akan
berada dalam genggaman kita, dihitung dengan jaripun bisa, itu tak perlu
diherankan, itu merupakan semacam respon dari Yang Maha Tinggi.

Instalasi yang ada di sini aneh sekali, seperti alat penghisap debu. Entah dari
mana, satu demi satu nyamuk dihisapnya, setelah menggumpal jadi satu, lalu
terjatuh, layaknya kembang gula yang menggumpal jadi satu, setelah jatuh,
masih bergetar saja...
Ini adalah nyamuk-nyamuk yang setelah disemprot atau ditampar mati orang,
lalu terhisap/terserap Hawa Bumi hingga masuk ke Penguasa Daerah kami. Satu
gumpalan kira-kira ada lima ratusan, dengan demikian yang dulu rohnya
terpencar sekarang menjadi roh yang lengkap, dengan sendirinya terjatuh di
samping. Setelah disiram dengan "Air Pemulih Roh", lalu pulihlah badan
manusianya.

Instalasi seperti ini ada di mana-mana, metode ajaib apakah yang bisa
menjadikannya begini?
Ini adalah kinerja ajaib dari Gaya Tarik (gravitasi) Bumi, energi bumi yang
menyerapnya. Sebab nyamuk-nyamuk itu rohnya terpencar, sifatnya keruh,
setelah mati dengan sendirinya diserap kemari. Roh yang terpencar layaknya
pasir, jika dikumpulkan dan direkatkan bisa membentuk Pagoda atau Piramida,
inilah keajaiban pemulihan roh.

Di seluruh lapangan yang tampak hanya binatang semua. Banyak pula binatang

langka yang tak pernah dijumpai semasa hidup. Macan, singa, semuanya ada,
layaknya sebuah kebun binatang, apalagi ayam, bebek, dan babi, jumlahnya
banyak sekali sampai tak terhitung......

Chian sui sedang menangani sebuah kasus, ayam jantan yang berada di depan
ini, sudah datang melapor. Dibukalah berkas data awal tentang ayam ini; Ayam
jantan ini pada kelahiran sebelumnya adalah anak orang kaya, lahir di bagian
utara Taiwan. Karena mengandalkan kekayaannya, ia sering mencabuli istri dan
anak gadis orang, juga sering membeli gadis-gadis, untuk melampiaskan
nafsunya. Mencabuli perempuan baik-baik sebagai kesenangannya, dosa
karmanya amat berat, maka dilahirkan menjadi ayam selama lima kelahiran.
Kini hutang karmanya sudah lunas, rohnya kembali pada pemangku kekuasaan,
rohnya minta dipulihkan.

Sungguh menakutkan, ayam berasal dari perubahan manusia, kalau begitu,
orang yang makan daging ayam apakah juga berdosa?
Masing-masing makhluk mempunyai daya kehidupan, hanya bentuknya saja
yang berbeda. Umat di dunia suka makan daging, jika menurut ilmu gizi,
memang kandungan lemak dan proteinnya agak tinggi, jika mengkonsumsinya
bisa menguatkan badan, sama sekali tidak terpikir kalau makhluk dari ke empat
bentuk kelahiran itu semuanya berasal dari perubahan manusia yang berdosa.
Badannya mengandung hawa yang tidak baik, lagipula saat akan disembelih,
tentu ia meronta-ronta terus ingin meloloskan diri, hatinya amat ketakutan,
sirkulasi darahnya menjadi tak normal, lalu organ dalamnya mengeluarkan zat
racun. Manusia membunuhnya dalam keadaan demikian, lalu makan darah dan
dagingnya, meski bergizi, tetapi di dalam ada bahayanya. Manusia jika hatinya
tegang, kaget dan gelisah, unsur kimiawi darahnya akan berubah, jika sering-
sering begitu, tentu badannya akan sakit, ini adalah sakit badan yang
ditimbulkan oleh kondisi kejiwaannya. Manusia jika sehat, warna darah yang
terlihat di wajah akan tampak merah segar. Jika meninggal, sekujur badannya
akan tampak kebiru-biruan, kita sebut mayat. Manusia memakan bangkai
hewan, di dalamnya terdapat zat yang kotor, sesungguhnya ada segi untung dan
segi ruginya, para ilmuwan juga ada yang menganjurkan makan bervegetaris
demi kesehatan. Bagi orang yang membina KeTuhanan, mungkin untuk
sementara waktu belum bisa sama sekali menghindari makanan yang
mengandung unsur hewani, tetapi memang sebaiknya dikurangi, agar hawa atau
energi keruhnya tidak sampai mendominasi badan. Sebab jika tidak demikian,
bila ingin meraih pahala suci nan bersih dan jernih, akan menjadi kesulitan.
Kalau soal dosa atau tidak, itu nomer dua.

Apa yang dikatakan Chian Sui sesuai dengan dalil ilmiah, ingin makan atau tidak
ingin makan (daging) terserah niat hati orang, setelah memahami untung
ruginya, lalu mau bagaimana, diri sendiri yang harus mengambila keputusan
sendiri.

Di depan sana ada datang seekor orang utan dan seekor burung kakatua, tindak
tanduk orang utan mirip dengan manusia, moncong burung kakatua bisa bicara,

apakah derajat mereka lebih tinggi?
Tindak tanduk orang utan seperti manusia, otaknya juga cukup pintar, sayangnya
saat kelahiran sebelumnya, sewaktu masih jadi manusia, kepintarannya
disalahgunakan, sehingga pada kelahiran ini terperosok menjadi berbadan
binatang; Burung kakatua meski bisa meniru ucapan manusia, tetapi pada
kelahiran sebelumnya sewaktu masih menjadi manusia, suka mengandalkan
kepintarannya dalam berbicara, sampai membuat rumah tangga orang
berantakan bahkan membinasakan orang. Pada kelahiran ini terpaksa harus
masuk dalam sangkar, mendengarkan ucapan orang dan belajar menirukan. Sia-
sia rasanya memiliki sebuah mulut yang tajam. Sayang, ibarat seorang pahlawan
yang tak mendapat gelanggang untuk melanjutkan keperwiraannya, tiada
gelanggang untuk menampakkan kecakapannya. Jika sepak terjang umat
manusia melawan hukum, setelah meninggal terperosok dititiskan menjadi
binatang, selamanya tak dapat mengentaskan diri. Berhati-hatilah!

Secara garis besar, umat di dunia tentu sudah bisa memahami, di sini hanya
mengurus pemulihannya saja, hal lainnya seperti penentuan hukuman untuk
bertumimbal lahir menjadi makhluk dari empat bentuk kelahiran diputuskan
oleh Raja Astana ke sepuluh, dan putaran tumimbal lahir yang belum
terselesaikan, tidak termasuk dalam kepengurusan di sini. Dalam hal ini umat di
dunia hendaknya mengerti.

Babak ke 22
Melawat ke Astana Keempat
Bertemu Muka Dengan Raja Wu Kwan

"Menempuh kehidupan insani, layaknya menunggang kuda
menonton festival lentera berhias. Dengan
tergesa-gesa mengejar perjalanan, tak terasa sang waktu
terus bergulir dari tahun ke tahun, usiapun semakin bertambah.
Pada awal musim semi di saat pergantian tahun yang baru,
seluruh pemandangan alam tampak mengalami pembaharuan
total. Bertepatan saat inilah, penggodokkan dalam pembuatan
Pil telah matang pula,
Satu putaran siklus telah terlewati dan kembali berputar
dari yang paling awal, kini terasa seakan ingin terbang ke
angkasa saja."

Perjalanan kehidupan manusia layaknya lentera bergambar yang berputar,
(maknanya : perannya berganti terus) selamanya takkan berhenti. Dalam sekejap
mata, sang Waktu sudah terbang begitu saja, ada berapa kalikah dalam semasa
hidupnya umat di dunia bisa merayakan perayaan Cap Go Meh yang berkesan
dan menyenangkan sekali itu? Tak terasa kian tahun usia kian bertambah.
Pemandangan yang tampak di depan mata adalah anak-anak yang ada di mana-
mana, dengan tangan menenteng lentera lampion, sedang bermain dan
bercanda. Mendekap sebuah cermin di tangan, segera mencoba untuk bercermin,
mendadak tertampak wajah yang kusam dan rambut yang beruban! Bila tak lebih

dini membina diri, ingin tunggu kapan lagi? Di dalam lubuk hati Tan Thian
(suatu tempat kira-kira 1 inci di bawah pusar) saya, ada tergodok sebutir Pil
Dewa (Sian Tan), hanya tinggal menunggu satu putaran siklus berlalu dan
berganti putaran baru yang dimulai dari yang paling awal, dimana pemandangan
seluruh alam mengalami pembaharuan secara total, di saat itulah Pil Dewa telah
matang dan tampuk buahnya (kelopaknya) terjatuh. Dengan sendirinya akan
langsung terbang ke langit meninggalkan kerangka badan, tercapailah sudah
kesempurnaan jiwa dan keBuddhaannya. Perencanaan satu tahun diawali dari
musim semi, saat paling berharga dalam semasa hidup terletak pada masa muda.
Sayangilah waktu, sayangilah kehidupan, peluklah erat-erat keyakinan, apalagi
yang patut ditakutkan akan datangnya segala cobaab yang berat? Perjalanan
masa depan yang cerah sedang menanti, ayunkan langkahmu dengan benar,
semoga Tao nan Agung selalu berjalan lancar terus.

Bunga teratai tumbuh dalam lumpur yang kotor, jika bisa "menjaga dirinya tetap
bersih tak terpengaruh yang jahat", cukuplah sudah.
Ci Hoet melantunkan sebuah puisi untuk 'Menyadarkan Umat' :
Kutanyakan pada umat di dunia:
Sibuk apa? Tak lain hanya sibuk demi mencari makan tiga kali dalam sehari.
Mohon apa? Setiap hari tak lain hanya risau demi meraih keuntungan dan
ketenaran nama.
Terpikat apa? Tak lain hanya demi memikirkan prihal cinta membuat badannya
menjadi kurus.
Pikir apa? Tak lain hanya karena berkhayal membuat pusing kepala.
Meraih apa? Tak lain hanya sibuk dari lahir hingga mati yang pada akhirnya
pulang tanpa membawa apa-apa.
Lampiaskan apa? Menyesalkan jika istri dan anak perempuan sendiri dicabuli
orang?
Tunggu apa? Cepatlah berpaling, untuk membina Jalan KeTuhanan, kan kau
temukan tepian nan bahagia.
Membina apa? Tumbuh dalam lumpur yang kotor namun tak tercemari, bebas
melanglang kemana saja.
Bercengkrama apa? Bersama-sama menaiki bahtera suci betapa bahagianya.

Sampai di depan "Astana ke Empat".
Raja Wu Kwan beserta para Pejabat Dewa sudah keluar dari Astana, menyambut
Ci Hoet dan Yang Sheng. Yang Sheng memberi hormat.
Ci Hoet dan Yang Sheng dipersilahkan duduk dan disajikan minuman Anggur
Deva.
Yam Ong : Anggur Dewata ini adalah penganugerahan dari Surga, masing-
masing Yam Ong yang berada di sepuluh Astana mendapatkannya semua.
Minum ini bisa menambah cemerlang pancaran rohaninya, sedangkan para
Hakim di Neraka cuma boleh minum Teh Deva, para Petugas minum teh sejuk,
karena pahalanya tak sama, maka perlakuannya juga berbeda.

YangSheng : Bagaimanakah keadaan Astana Bagianda dalam menangani para
terhukum?

YamOng : Saya membawahi 16 sub seksi Neraka, selain itu masih ada
penambahan sub seksi Neraka baru, untuk mengantisipasi macam/jenis dosa
baru yang dilakukan umat di dunia yang terus berubah dari hari ke hari. Masing-
masing Neraka ada penanggung jawabnya sendiri. Barang siapa semasa
hidupnya melakukan banyak kejahatan, setelah meninggal masuk melalui Pintu
Hantu, naik ke atas Panggung Cermin Dosa untuk dibongkar kedoknya, dan
menampakkan keadaan sebenarnya. Setelah bukti dosanya lengkap, baru
diperiksa dosa yang dilakukan termasuk bagian Astana Neraka mana yang
menanganinya, lalu diserahkan kepada masing-masing Astana yang berwenang
menanganinya. Sekarang ini saya sedang menangani satu kasus, silahkan kalian
berdua mengikuti saya menggelar sidang untuk ditinjau.

YangSheng : Di depan meja sidang ada dua petugas berKepala Sapi dan Tampang
Kuda sedang mengawal satu roh dosa lelaki. Penampilannya seperti sosok
seorang direktur umum atau komisaris jendral, wajahnya tampak kemerah-
merahan, agak sedikit botak, dosa apakah yang ia lakukan, sehingga ia tampak
demikian gelisah dan gemetar?

YamOng : Roh dosa ini otaknya pintar, semasa hidup membuka usaha
perdagangan obat-obatan, karena ingin cepat kaya, ia pun sudah agak paham
terhadap jenis obat-obatan, lalu menjula obat palsu, tak sedikit orang yang
dirugikan, kini ajalnya telah tiba, maka ia dikawal petugas untuk diadili.

Melawat ke Sub Seksi Neraka Pencekokan Obat

Babak ke 23
Melawat ke Sub Seksi Neraka Pencekokan Obat "Obat palsu dan dokter yang tak
becus sungguh merugikan orang.
Demi keserakahannya terhadap uang
berkelakuan amoral sehingga dosa karma menyertainya,
Demi menolong
umat, Huo Duo (: tokoh Tabib tersohor tempo dulu) mengamalkan
kepandaiannya;
Hati yang layaknya Bodhisatva membuat pengobatannya
menjadi mujarab."
Di dunia ini banyak orang yang sudah kehilangan hati
nuraninya, suka pada uang, namun tak mempedulikan segi moralnya. Seperti
dokter yang tidak mempunyai keahlian hanya menyusahkan orang, bahkan ada
juga yang tega memproduksi obat palsu untuk dijual, menganggap nyawa orang
layaknya rumput yang tak ada artinya. Dosanya melambung setinggi langit,
sekalipun hukum pidana di dunia cukup keras, namun ibarat serangga laron yang
menubruk api, masih saja ada orang yang ingin coba-coba melanggar hukum.
Setelah kematiannya dan sampai di Neraka, akan terkena siksa yang tak
terkatakan deritanya.

Dari dalam penjara di depan sana, terdengar suara orang yang sedang tumpah-
tumpah dan merintih. Di atas pintu penjara tertera tulisan "Sub seksi Neraka
Pencekokan Obat". Dua Perwira berKepala Sapi dan Tampang Kuda masing-
masing mengawal masuk roh dosa pria dan wanita.

Di samping kanan kiri pintu penjara dipenuhi oleh tumpukan berbagai macam
obat-obatan. Labelnya ada yang pakai huruf Mandarin, Jepang, Inggris,
kemasannya cukup indah. Memangnya Neraka menjual obat-obatan? Jika tidak,
mengapa dipamerkan begini banyak obat-obatan? Toko-toko obat besar yang ada
di dunia pun tidak menjual obat-obatan sebanyak ini?
Neraka tidak menjual obat-obatan, obat-obatan ini adalah obat palsu yang
diproduksi oleh orang. Di dunia memproduksi sesuatu barang apa saja, di Alam
Baka akan segera tampak wujudnya. Maka setiap memalsukan satu botol obat, di
Pemangku Kuasa Neraka pun akan muncul faksimilinya persis sama dengan yang
aslinya. Bukti-bukti dosa yang dilakukan orang di dunia dengan sendirinya
tergelar di sini, sedikitpun tidak meleset, bagai disaksikan oleh matahari dan
rembulan.
Dalam hal ini umat di dunia perlu mengetahuinya, jangan kira di kegelapan tak
ada orang yang tahu, lalu boleh melakukan apa saja yang melawan hati
nuraninya. Siapa yang tahu, di kegelapan ada malaikat yang memeriksannya; jika
tidak demikian, bagaimana mungkin balasan dosa karma perbuatan manusia
bisa melekat padanya? Di dalam Kitab Suci Thai Sang Kan Ing Phian tertera :
"Kemalangan dan keberuntungan tiada berpintu, manusia sendirilah yang
memunculkan; pembalasan atas kebaikan dan kejahatan bagaikan bayangan
yang menyertainya". Di situlah letak kebenarannya.

Umat di dunia banyak yang tak percaya terhadap Hukum Sebab Akibat atau
Hukum Karma. Ketahuilah, pembalasan atas kebaikan dan kejahatan bagai
bayangan yang menyertai. Di bawah sinar lampu, orang bisa melihat wujud
bayangannya sendiri, namun setelah masuk ke dalam kegelapan, sudah tak ada
lagi bayangan yang bisa dilihatnya, maka dikiranya malaikatpun tak
mengetahuinya. Siapa yang tahu di kegelapan sana malah banyak roh-roh halus,
berarti orang yang melakukan itu seperti masuk perangkapnya sendiri. Mau
menyalahkan siapa?

Bagian dalam ruangan penjara dipagari dengan tembok-tembok beton. Di dalam
tampak roh-roh dosa sedang menjerit kesakitan, para petugas Neraka sedang
menuangkan cairan berwarna hitam ke dalam mulutnya, seember demi seember.
Masing-masing roh dosa meronta-ronta hendak menghindari tuangan yang
dipaksakan oleh para petugas.

Melihat roh dosa yang dulu diputuskan kemari untuk menerima hukumannya.
Kasihan sekali, kemarin dulu sewaktu roh dosa ini berada di Astana empat
wajahnya masih kelihatan merah, hanya berselang tiga hari saja, kita sudah tak
tampak merah. Pada bagian mulut dan hidungnya, penuh dengan noda cairan
hitam, cairan apakah itu?
Semasa hidupnya roh dosa ini membuat obat palsu, tak sedikit orang yang
dirugikan. Sesudah meninggal, dihukum dengan dicekoki obat cairan hitam.
Obat ini sangat pahit, lagi pula mengandung racun, sulit diteguk. Sekali diteguk,
ususnya seperti melilit-lilit dan dikocok, sakit dan ingin tumpah, namun tak bisa
ditumpahkan. Inilah pembalasan terhadap pemalsuan obat.
Setelan jas yang dipakai oleh roh dosa ini penuh noda cairan obat hitam,

kotornya tak karuan. Kedua mata telah kehilangan sinarnya. Roh dosa itu
disuruh menceritakan perbuatannya.
Roh Dosa : Rasanya malu untuk untuk diceritakan, juga membuat malu
keturunanku. Semasa hidup, saya membuka apotik, menyalurkan obat-obatan
buatan Tiongkok dan luar negeri. Pikir hati ingin cepat kaya, mau tak mau harus
menyerempet bahaya. Maka saya membeli satu unit mesin kecil, dengan
menggunakan bahan tepung gandum dan zat pewarna, memalsukan obat-obatan
yang lakunya cepat, kemasannya pun saya buat mirip, saya produksi dalam
jumlah besar. Selain saya jual sendiri, juga saya jual pada apotik lain. Saya
untung besar. Pada awal musim semi tahun ini, saya jatuh sakit hingga
meninggal pada usia 52 tahun. Ketika meninggal, saya dikawal oleh perwira
berKepala Sapi dan Tampang Kuda menuju Panggung Cermin Dosa. Dari cermin
itu tertayangkan kelakuan saya membuat obat palsu dan menjualnya. Saat itu
saya amat terkejut, ternyata dalam Pemangku Kekuasaan Neraka ada mesin yang
begitu canggih, maka saya tak bisa berkilah lagi. Tiga hari yang lalu, saya diputus
oleh raja Astana keempat yaitu Raja Wu Kwan masuk penjara "Neraka
Pencekokan Obat" selama 30 tahun. Menjelang saat menjalani hukuman, saya
menjadi takut, karena obat-obatan yang saya palsukan, secara lengkap digelar di
depan penjara Neraka. Sungguh luar biasa ilmunya, lengkaplah sudah bukti-
bukti dosaku, apa mau dikata? Selama tiga hari ini, saya disiksa dengan dicekoki
cairan obat hitam, sungguh tak bisa diteguk, namun jika tak diteguk akan
dihukum cambuk, saya paksakan meneguknya, tapi tak kepalang sakitnya. Kini
ingin menyesal juga sudah terlambat. Bagi yang membuka usaha apotik di dunia,
janganlah sekali-kali meniru saya. Jika ada yang melanggar, cepatlah bertobat,
jika tidak, nanti sesudah meninggal pasti mendapat siksa.
Sewaktu buka usaha Apotik, karena ingin mencari untung banyak, secara diam-
diam saya menjual obat-obatan narkoba, untuk dikonsumsikan kepada para
muda-mudi, membuat mereka kecanduan, sehingga banyak terjadi hal-hal
celaka, tak kepalang tanggung dosaku ini; Suatu ketika, seorang teman memberi
saya kitab bajik yang diturunkan dan ditranskrip oleh Roh Suci untuk
menyadarkan umat. Setelah saya lihat sepintas lalu, isinya tak lain hanya berupa
karangan berbentuk syair dan pembahasan makalah yang diturunkan oleh para
Roh Buddha, Nabi, dan Dewa. Lalu saya campakkan begitu saja. Dalam hati saya
berpikir, kini sudah jamannya Era Antariksa, apa masih ada lagi yang namanya
Hantu, Malaikat, Dewa, dan Buddha? Kecuali mereka yang tergolong tahayul,
yang mau percaya terhadap omongan setan. Tetapi siapa kira, setelah meninggal
Yam Ong malah menambah 5 tahun masa hukuman, atas fitnahanku terhadap
Buddha, Nabi, dan Dewa, serta kesalahan mencampakkan kitab Kebajikan.
Ternyata orang dari dunia ini adalah orang saleh dari Vihara Perguruan Roh Suci
di dunia. Saya sungguh amat tolol. Saya mohon Buddha Hidup Ci Kung dan
orang saleh ini memberi pertolongan, mintakan belas kasihan kepada Pejabat,
agar melepas saya keluar dari penjara Neraka.

CiHoet :Semasa hidup tak percaya pada Buddha, Dewa, Malaikat dan Hantu,
tahunya hanya membanggakan ilmu pengetahuan jaman modern, sesudah mati
baru menyesal. Kini kau berada di tangan kekuasaan Dewa dan Roh Halus, ingin
menyesalpun sudah terlambat. Mengingat kau masih mau berterus terang dalam

pengakuanmu, tunggu sampai kitab "Melawat ke Alam Baka" dicetak dan
diterbitkan, serta berhasil menyadarkan umat, maka sepersepuluh-ribu amal-
jasanya boleh kau dapatkan untuk mengangkatmu keluar dari derita.

Pejabat : Hukuman harus setimpal, hukum yang keras untuk menghukum
orang yang tak kenal aturan. Tak perlu minta belas kasihan, meski dalam tindak
pemalsuan obat tidak langsung membahayakan nyawa orang, tetapi pada
kenyataannya telah banyak meninggalkan dampak negatif pada fisik pasien, bisa
disebut membunuh orang secara tak langsung, maka Yam Ong menjatuhkan
hukuman berat padamu.

Melawat ke Neraka Air Mendidih Siram Tangan

Babak ke 24
Melawat ke Neraka Air Mendidih Siram Tangan

"Si maling dan perampok sungguh mengundang malu,
Sekalipun harta kekayaan yang tak halal membuatnya kaya,
pada akhirnya juga harus ditinggalkan tanpa daya,
Membesarkan anak malah berkelakuan tak karuan, sungguh merugikan
nama baik leluhur,
Gugurnya dedaunan di halaman muka serambi pintu hanya
menambah risau hati saja."

Di dunia ini beraneka bidang usaha boleh ditekuni semua. Pepatah mengatakan :
"Masing-masing bidang usaha menampilkan/memunculkan orang yang
mumpuni (menguasai keahlian/ kecakapan/ketrampilan tinggi)". Asalkan dalam
memupuk harta menurut aturan, tak melanggar Hukum Negara, maka
sebenarnya di dunia ini takkan ada orang yang sampai mati kelaparan.
Menengok kehidupan masyarakat masa kini malahan muncul orang-orang yang
usahanya diluar kepatutan. Pekerjaannnya hanya mencuri, merampok, dan
menipu, bahkan ada yang demi merampas harta, dengan diam-diam
melaksanakan rencana pembunuhan yang bengis, menghilangkan nyawa orang.
Membesarkan anak tanpa dididik, salah siapa? Sungguh kasihan sekali para
orang tua di dunia ini, siapa yang tak mencurahkan perhatian terhadap anaknya?
Betapa besar susah payahnya, namun anaknya malah menjadi liar dan tak bisa
diatur, melakukan tindak kriminal, membahayakan keamanan masyarakat,
dosanya sungguh tak terampuni. Semasa hidup mendapat predikat petualang
pemberani, menguasai suatu daerah, tetapi sesampainya di dalam Penjara
Neraka, hanya bisa menyerah, dicambuk dan dibentak oleh Petugas Neraka,
kasihan sekali.

Banyak orang bertanya, tentang keadaan melawat ke Alam Baka. Jika saat ini Ci
Hoet mengajak Yang Sheng berkeliling, lalu pada waktu yang bersamaan ada
orang juga yang mengundang kehadiran Ci Hoet (Roh Suci) singgah di
tempatnya, apakah Ci Hoet bisa membagi roh?
Air telaga nan jernih memantulkan keberadaan rembulan, cahaya tampak jernih

dan terang dalam air, tetapi saat umat akan menimbanya malah kecele (tak
berhasil mendapatkan), seperti apa yang dikatakan dalam sebuah ungkapan :
"Bunga dalam cermin, rembulan dalam air, tersembul tiada nyata." Para Dewa
menyebutnya : "Luar biasa ilmu kesaktiannya." Dalam istilah Buddha dikatakan :
"Tak terhingga Ilmu KeBuddhaannya." Keberadaan Buddha dan Dewa tak lain
merupakan gumpalan Roh dengan pancaran sinar kencana, namun bisa
menjelma tanpa batas. Keberadaan Buddha dan Dewa di atas langit bak sebuah
rembulan, asalkan terdapat air sungai, atau air laut, semua akan menampakkan
keberadaan rembulan, beribu sungai menampakkan beribu rembulan, padahal
rembulan hanya ada satu, bagaimana bisa berubah banyak? Ini dikarenakan
pencerahan dan keluhuran jiwanya layak disepadankan dengan sang Langit. Jika
manusia bisa beramal dan memupuk kebajikan, tekun membina Tao (Jalan
KeTuhanan) yang Agung, seperti halnya Vihara "Sheng Shian" yang dalam aksara
Mandarin tertulis dalam 3 aksara, hanya mewakili sebuah Vihara Persinggahan
para Roh Suci yang bertujuan menyadarkan umat manusia, tetapi di dalam batin
jutaan umat di dunia ini semuanya tersembul 3 aksara "Sheng Shian", ini sama
halnya satu Vihara terkesan di hati jutaan umat, seperti satu rembulan terpantul
pada ribuan air sungai. Satu perumpamaan lagi, seperti teknik penyiaran TV
pada masa kini, pada tampilan on the spot (arena acara) semestinya hanya ada
seorang MC, tetapi jika TV di setiap rumah tangga menempatkan pada
gelombang TV yang sama, maka akan tampil jutaan sosok MC, inilah
keajaibannya, terletak pada keselarasan suatu niat. Bila umat di dunia ada yang
memohon Ci Hoet untuk singgah, asalkan hatinya bisa selaras dengan Ci Hoet,
maka akan timbul kontak silang, maka Ci Hoet akan segera turun ke dalam
benaknya. Di harap umat di dunia bisa menyadari hal ini, meski keberadaan Ci
Hoet hanya satu, Ci Hoet yang berada di atas langit sana, bagi siapa saja yang
berjodoh, dari yang satu bisa berubah jadi jutaan, semua orang bisa
menyaksikan. Di dalam sebuat Sutra termaktub : "Sang Buddha berada di
Gunung Suci, namun janganlah pergi jauh untuk mencarinya, karena
Gunung Suci sebenarnya sudah berada di pangkal hatimu. Setiap
orang mempunyai Pagoda di Gunung Suci itu, baik-baiklah membina
diri di bawah Pagoda itu."

Terdengar suara jeritan yang tragis, di depan tampak Penjara Neraka, di atas
pintunya tertera "Sub seksi Neraka : Air Mendidih Siram Tangan".
Sub seksi Neraka ini berada di bawah kekuasaan Astana Neraka ke Empat.
Di dalam Neraka ini penuh dengan uap air, suara tangisan terdengar di sana-sini,
kedua tangan para roh dosa di paku di atas ragangan kayu. Para petugas Neraka
masing-masing membawa satu ember air mendidih di tangannya, dengan
menggunakan gayung disiramkan ke kedua tangan roh dosa, masing-masing
menjerit kesakitan karena terlecur. Petugas yang lain membawa cambuk, begitu
mendengar suara tangis lalu mencambuknya, keadaannya memelas sekali. Dosa
apakah yang mereka lakukan, diantaranya ada yang masih muda usianya sudah
menerima hukuman stragis ini.
Roh-roh dosa ini, berdosa atas tindak pencurian, perampokan, dan atau
penipuan semasa hidupnya. Maka sesudah meninggal terperosok ke Neraka ini
untuk menerima hukuman.

Dilepaskan tiga roh dosa untuk menceritakan sendiri, bagaimana mereka berbuat
jahat.

Roh dosa 1 : Aduuuuuh! Kedua tanganku sudah hampir membusuk, tolonglah
saya, berikan saya obat luar untuk menahan rasa sakit.

YangSheng : Kedua tangannya tampak mengeluarkan air nanah, bak daging
babi yang sudah hancur, mohon Guru (Ci Hoet) memberikan obat kepadanya.

CiHoet : Kau jangan banyak bicara, itu salahmu sendiri, mengapa kedua
tangannya jahil? Biarpun ada obat juga tetap sulit menyembuhkan tangan yang
jahat ini.

Pejabat : Bedebah kau! Tidak boleh sembarangan minta tolong, cepat beri
pengakuan tindak kejahatanmu semasa hidup!

Roh dosa 1 : Baiklah! Semasa , karena keluarga saya cukup kaya, saya hidup
manja, bergaul dengan teman yang bertype Crossboy (pemuda berandal).
Sesudah makan kenyang tak ingin kerja, waktunya habis untuk main-main di
cafe, sering menggoda wanita tuna susila, atau hura-hura bersama cewek-cewek
dari keluarga kaya atau berkedudukan. Nasehat orang tua tidak didengar, sampai
akhirnya ayah saya mengumumkan pemutusan hubungan keluarga di surat
kabar. Saya jadi dendam dan sakit hati. Sejak itu, tidak pulang ke rumah lagi,
sekalian nekad berkeliaran dan berpetualangan, masuk bergabung dalam dunia
hitam. Terbujuk oleh teman geng, saya berhasil belajar teknik mencuri, sering
menggelar "Tangan Malaikat" saya di dalam bus umum, di terminal atau di
tempat umum.

Pejabat : Kurang ajar! Jangan sekali-kali melecehkan dengan menggunakan
kata "Malaikat", yang benar adalah menjulurkan "tangan ganjil".

Roh dosa 1 : Demikian jadinya saya mencuri uang, tetapi kemudian berpikir
lagi, cara seperti ini tak banyak untung, lalu saya lebih nekad lagi mencuri harta
dengan masuk ke apartemen dan perumahan. Semasa hidup saya berhasil
mengumpulkan harta hingga mendekati sejuta Yen. Pada suatu kali saat sedang
beroperasi mencuri harta, saya ketahuan orang, lalu dikejar oleh para tetangga
dan diserahkan pada yang berwajib untuk diproses. Setelah diputus oleh
pengadilan, saya dijebloskan ke dalam penjara. Setelah selesai masa hukuman,
saya tidak bertobat, diam-diam tetap mencuri. Sampai pada usia 41 tahun,
karena kebanyakan minum minuman keras dan main seks, akhirnya saya mati
kena sakit kanker. Selama saya sakit, selain mengeluarkan biaya pengobatan
sendiri, teman-teman dari dunia hitam yang melihat saya sudah tak berdaya, lalu
meninggalkan saya begitu saja, jarang sekali mempedulikan, maka saya jadi
murung dan akhirnya meninggal. Setelah itu saya digelandang oleh Perwira
berKepala Sapi dan Tampang Kuda sampai ke Neraka. Sepanjang jalan saya
dicambuki, akhirnya dihukum di Penjara Neraka ini. Saya baru sadar kalau umur
saya dikurangi 9 tahun, ini sungguh merupakan pembalasan atas tindak

kejahatan saya, saya tak bisa berkilah lagi.

Pejabat : Penyesalanmu sudah terlambat, seandainya dulu setelah keluar dari
penjara kau mau menyesal dan bertobat jadi orang baik-baik, memupuk amal
menebus dosa, tentu umurmu tak sampai dikurangi, dan terperosok ke Neraka
mendapat siksa. Tidak saja melakukan dosa atas tindakan mencuri, lebih-lebih
melakukan dosa besar atas durhakamu terhadap orang tua, maka Yam Ong
menghukummu di Neraka ini sampai 32 tahun, kini kau bisa merasakan
hukumannya. Sekarang ganti roh dosa yang kedua, cepat ceritakan dosa
kejahatanmu semasa hidup kepada Yang Sheng yang datang dari Vihara Sheng
Shian di kota Tai Chung.

Roh dosa 2 : Semasa hidup saya membuka usaha toko besa dan onderdil mesin.
Beberapa tahun pertama, dari hasil ketekunan dan jerih payah, saya meraih
untung cukup lumayan. Lama kelamaan saya berhasil belajar berjudi dan
berfoya-foya, keluyuran di luar berburu nafsu birahi, dan mempunyai wanita
simpanan seorang artis. Istri saya sama sekali tak tahu, karena itu lama
kelamaan ekonomi saya menjadi seret, kemudian demi untuk menutup
kekurangan anggaran, saya mendatangkan banyak barang dagangan dari dua
pabrik, dan saya bayar dengan giro bilyet dalam jumlah nilai besar, lalu saya
lempar semua barang-barang dagangan itu ke daerah lain dengan membanting
harga. Saldo uang di bank hanya saya sisakan sedikit saja, kemudian saya
melarikan diri. Setelah jatuh tempo tanggal kliring giro bilyet, beberapa pemilik
barang dagangan tak berhasil mencairkan uangnya, mereka baru tahu kalau kena
cheque kosong, semua pergi mencari saya untuk mengadakan perhitungan, dan
juga melapor ke kepolisian. Polisi menyatakan buron dan mencari saya ke mana-
mana, akhirnya saya ditangkap di rumah famili, dan diserahkan ke pihak
berwajib. Karena uang saya simpan di tempat teman perempuan, setelah keluar
dari penjara, saya tetap bisa hidup senang, tetapi para kreditor (orang yang
memberi pinjaman) menyimpan dendam, memaki saya "si brengsek, penipu, tak
punya hati nurani". Enam tahun yang lalu saya tertimpa sakit jantung hingga
meninggal, roh saya ditangkap oleh Perwira berKepala Sapi dan Tampang Kuda,
dibawa ke Astana Neraka kedua. Raja Chu Ciang memaki saya menilap uang
dagangan, makan dari hasil uang kotor, menghukum saya masuk "Neraka Tanah
Kotoran Air Seni dan Tinja" untuk menerima hukuman. Setelah selesai, lalu
dipindahkan ke Astana keempat. Raja Wu Kwan mengatakan saya menipu
dengan menggunakan cheque kosong, kedua tangan saya sebagai biang
keladinya, tak sedikit orang yang dirugikan, lalu menghukum saya masuk
"Neraka Air Didih Siram Tangan" selama 10 tahun. Selain itu masih ada
hukuman lain mengenai menyimpan istri muda, serta hidup tak mawas diri. Yam
Ong juga memberitahu saya, setelah menerima semu hukuman, saya akan
diserahkan ke bagian Putaran Tumimbal Lahir dengan keputusan : Tumimbal
lahir pertama akan dilahirkan menjadi manusia, tubuhnya cacat, tetapi punya
bakat kepintaran dan keahlian, dipekerjakan oleh pihak kreditor, mencarikan
untung baginya, sedangkan diri sendiri hanya menerima upah sedikit, sekedar
untuk bertahan hidup saja, untuk membayar hutang pada kelahiran lalu.
Tumimbal lahir berikutnya akan dilahirkan menjadi anak orang kaya tetapi

buruk hatinya, dilahirkan dalam kondisi badan yang lemah dan sering sakit,
menghabiskan banyak uang untuk berobat. Meski lahir di keluarga yang kaya,
namun setiap hari menggantungkan hidup dengan makan obat, dokter yang
merawat saya adalah jelmaan pengusaha yang pada kelahiran lalu pernah saya
tipu dan kini menagih hutang sebagai "Dokter kontrakan". Di satu pihak
merupakan pembalasan bagi orang kaya namun hatinya buruk, di pihak lain
merupakan pembalasan bagi yang menilap uang orang, membayarnya dengan
obat yang dibeli untuk dikonsumsi. Satu persatu pembalasan karma diimpaskan,
ini adalah sebuah nasehat untuk umat di dunia agar dalam berbisnis/berdagang
mengerti menjaga moral bisnis. Uang dari hasil melawan hati nurani tak akan
bisa dinikmati oleh generasi kedua. Seperti halnya saya, ingin menyesalpun
sudah terlambat.

Pejabat : Durjana! Berdagang tidak bermoral, pada akhirnya apa yang kau
miliki tak urung kembali ke tanah. Juga menipu harta orang, kelahiran
mendatang tetap harus membayarnya, masih ditambah dengan bunganya. Selain
itu, nama buruk akan membebani keturunan, bagaimana kelak anak-cucunya
bisa tampil melebihi orang lain dalam karirnya? Apa yang disampaikan oleh roh
dosa ini tidaklah salah, pembalasan hukum karma sedikitpun tidak meleset.
Menurut pemeriksaan wewenang kuasa Neraka, para kreditornya ada beramal
kebajikan semasa hidupnya. Pada kelahiran berikutnya, masing-masing
ditumimbal-lahirkan untuk menagih hutang barang dagangannya. Keterlibatan
Hukum Sebab Akibat yang melibatkan umat di dunia sangatlah ajaib, bagai jala
laba-laba yang tertarik ke sini dan ke sana. Siapa saja yang tersangkut di
dalamnya, tak kan bisa lari dari pembalasan. Seharusnya umat di dunia bisa
menjadikannya sebagai sebuah cermin, tak boleh punya niat hati yang buruk.
Setiap perbuatan yang menguntungkan dirinya dan merugikan orang lain, akan
menciptakan rintangan karma. Tak pelak lagi, umat di dunia banyak yang
tersangkut rintangan jala laba-laba yang melilitnya, yang pada akhirnya berkeluh
kesah atas perjalanan hidup manusia yang bagai mengarungi samudra samsara!

Melawat ke Neraka Tusuk Mulut

Babak ke 25
Melawat ke Neraka Tusuk Mulut

"Air liur dibiarkan tersembur sesukanya,
Lidah busuk yang melukai orang, lebih baik jarang dibuka,
Sembarang tebar kembang kata, tak pelak layu juga,
Kata-kata manis tetaplah sulit menebar keharuman walau hanya sehari."

Kehidupan manusia penuh diliputi dengan perasaan gembira, marah, sedih,
takut dan sebagainya, serta mengalami perpisahan dan pertemuan. Suka duka
datang silih berganti, ingin membina Jalan KeTuhanan memang tidaklah mudah.
Ingin mempertahankan kesungguhan dan keleluasaan hati, perlu latihan, bukan

hanya di mulut saja lalu bisa berhasil. Sebagai landasan membina jalan
keTuhanan, diperlukan laku bajik yang nyata. Jika tak demikian, sekalipun
uraian kata-katanya indah sekali, tetap tak ada bedanya seperti bunga rontok
dihanyutkan air, tiada artinya, tak akan mengundang kepercayaan dan dorongan
bagi umat untuk maju.

Hati masing-masing orang berbeda, mengutarakan kata-kata yang berbeda,
sama-sama makan "buah mei yang dikeringkan", ada yang bilang asin, ada yang
bilang manis, ada yang bilang pahit. Sebuah Jalan Besar yang sebenarnya lancar,
bisa menembus kemana-mana, diuraikan (ditafsirkan) macam-macam dan
sendiri-sendiri sampai membuat orang bingung, membuat orang kabur
pandangannya, entah bagaimana baiknya!

Asalkan bisa berpegang pada hati sendiri yang bulat, peduli amat ia akan miring
ke kanan atau condong ke kiri. Tetap akan tenang dan leluasa.

Di atas pintu Neraka tertera tulisan "Sub seksi Neraka Tusuk Mulut". Jeritan
dalam penjara Neraka sampai memekakkan telinga. Petugas Neraka sedang
menggunakan semacam benda tajam menyerupai mata bor dan dengan ganasnya
ditusukkan ke mulut roh dosa yang diikat pada tiang seperti mau membuatnya
mati. Roh dosa ditusuknya sampai menjerit-jerit kesakitan. Hukuman semacam
ini, layaknya penyembelihan babi secara manual. Dosa apakah yang mereka
lakukan, sampai menerima hukuman sekeras itu?

Dilepaskan satu roh dosa untuk menceritakan dosa-dosa yang dia perbuat
semasa hidup.
Roh Dosa : Mulutku sakit sekali. Bukankah dulu di hadapan Yam Ong saya
sudah mengakuinya? Mengapa kini disuruh buka mulut lagi?

CiHoet : Saya, bikkhu yang papa ada di sini, hendak mohon sedekah padamu,
apakah kau tak rela?

Pejabat : Beliau adalah Buddha Hidup Ci Kung, beliau menerima Titah melawat
ke Neraka dalam kaitannya menyusun kitab. Jika kau tak cepat mengakuinya,
kau akan sulit menanggung dosa pembangkangan terhadap Titah. Apakah kau
mau dimasukkan ke "Neraka Abadi"?

Roh Dosa : Ternyata Bhikku ini adalah Buddha Hidup Ci Kung. Sewaktu di
dunia, saya pernah mendengar kebesaran namamu. Saya memang keterlaluan,
mohon Buddha Hidup Ci Kung mengampuni, saya akan berterus terang
mengutarakan dosa-dosaku semasa hidup.
Semasa hidup, karena memiliki vokal suara yang lumayan serta mempunyai
bakat menyanyi, saya sering menyanyi di bar-bar dan nite club, juga pernah
diundang oleh pabrik farmasi pergi ke pelosok-pelosok untuk mengadakan show
keliling. Di dalam karirku sebagai penyanyi, demi menyesuaikan selera
penonton, saya sering membawakan lagu porno gubahan sendiri atau
mempertunjukkan gerakan erotis. Seketika itu, penonton di bawah panggung

riuh dan bersorak, memberi tepukan tangan. Karena perkataan saya yang tidak
lurus, setelah meninggal dihukum oleh Yam Ong. Saya dipersalahkan mengapa
tidak menyanyikan lagu patriotik, atau lagu yang bisa membangkitkan semangat
hati sesama, atau lagu yang bisa menggugah hati nurani sesama, yang saya
nyanyikan hanyalah lagu yang berselera rendah, yang cengeng, yang jorok, dan
merusak moral, merusak adat kealiman masyarakat, maka saya dihukum masuk
"Penjara Tusuk Mulut" selama 10 tahun. Setiap hari saya menerima siksa tusuk
mulut dengan bor besi, sungguh tak bisa diuraikan dengan kata-kata lagi. Semasa
hidup, saya hidup dengan langgam bebas sesuka hati. Selain itu saya masih ada
dosa yang lain, setelah genap masa hukumanku, saya masih akan dibawa ke
bagian lain untuk menerima hukuman lainnya. Saya telah diberi tahu oleh
Pejabat tentang hal ini, kini mau menyesal pun sudah terlambat. Saya titip pesan
kepada para penyanyi di dunia, janganlah membawakan lagu yang isinya terlalu
mengumbar nafsu cinta. Bawakanlah lagu-lagu yang bermakna, jika tidak,
setelah meninggal kelak akan "bernyanyi" sendiri dengan pilu dan sedihnya.

Pejabat : Bertitip pesan pada para penyanyi di dunia, banyaklah membawakan
lagu yang bisa menggugah hati manusia. Jangan asal nyanyi lagu yang liriknya
cengeng, dan yang melukiskan jalinan kemesraan cinta muda-mudi yang sulit
terpisahkan, agar tidak menciptakan budaya yang kurang baik, dan menciptakan
dosa mulut yang berkepanjangan sehingga terperosok ke dalam Neraka. Kini
giliran roh dosa ke dua, jelaskanlah dengan sesungguhnya, dosa yang pernah kau
lakukan semasa hidup.

Roh Dosa : Mulut saya sakit sekali, kinipun masih meneteskan darah. Teringat
semasa hidup, karena watak saya yang ekstroversi (orang yang keseluruhan
minatnya ditujukan kepada yang ada di luar dirinya dan tidak dalam pikiran dan
perasaannya sendiri). Setelah menikah, saya sering bertengkar dengan suami,
sering mengeluarkan kata-kata sumpah serapah, sering pula cekcok dengan
tetangga. Kesalahan saya yang terbanyak adalah dengan kata-kata sering
menghasut orang lain, sehingga membuat rumah tangga tetangga menjadi tidak
akur. Pernah ada salah satu tetangga, karena saya pernah bertengkar dengannya,
demi balas dendam, saya lalu menyebar gosip bohong : "Istri orang itu pernah
berselingkuh dengan tuan Anu, pernah bertemu di suatu tempat, dan kebetulan
saya memergokinya." Gosip tersebut lalu menyebar ke luar, membuat rumah
tangga orang menjadi gaduh. Pernah juga mencerai-beraikan perkawinan orang
dan masih banyak yang lainnya, seperti menggunakan mulut menyebarkan
desas-desus. Setelah meninggal Yam Ong menghukum saya masuk "Neraka
Tusuk Mulut" selama 8 tahun, selain itu masih ada dosa lainnya, saya tak ingin
banyak bicara.

Pejabat : Baiklah, sudah cukup banyak dosa-dosa yang diciptakan oleh
mulutmu yang rusak itu.

Melawat ke Neraka Potong Urat Daging dan Tulang

Babak ke 26
Melawat ke Neraka
Potong Urat Daging dan Tulang

"Sungguh enak membuka usaha yang mendatangkan banyak
keuntungan,
Jualnya adil tak membedakan orang, bidang usaha apapun jadi,
Lain halnya dengan si pemain judi, menghalalkan segala cara,
tak punya hati nurani mengabaikan Hukum Langit (Hukum
Ke Tuhanan),
Jangan terburu-buru dulu menentukan siapa yang menang dan
siapa yang kalah, sehingga kaya mendadak bagi yang menang."

Di depan sana adalah "Neraka Potong Urat Daging dan Tulang", nama Neraka itu
tertulis di atas Pintu Neraka.

Para prajurit Neraka itu sangat sadis, dengan menggunakan pisau tajam
memenggal tangan para terhukum. Mereka berteriak-teriak dan menjerit-jerit
sekeras-kerasnya, tetapi karena badannya diikat di tiang salib, mau melepaskan
diri juga tak bisa.

Para prajurit (petugas) Neraka masing-masing membawa pisau tajam untuk
memotong urat daging tangan terhukum, dagingnya dikupas dulu, lalu
dilemparkan ke arah "Anjing-anjing Besi" dan dimakannya. Setelah itu tulang
tangannya dipatahkan, terhukum yang mendapat hukuman ini akan merasakan
sakit yang luar biasa.

Setiap roh dosa disiksa sampai pingsan. "Anjing-anjing Besi" yang ada di
sekeliling ruangan dengan lahap memakan daging tangan yang dikupas itu.
Anjing di dunia juga sering mencari sisa-sisa tulang di bawah meja makan, tetapi
belum pernah menjumpai anjing yang hidup dari makan daging manusia. Dari
mana asal anjing-anjing hitam ini?
Inilah yang namanya "Anjing Besi", hanya ada di Pemangku Kuasa Neraka,
khususnya hidup dari makan daging manusia. Karena sudah tak kenal
prikemanusiaan maka disebut "Anjing Besi", lain halnya dengan anjing yang ada
di dunia, kecerdasannya tinggi, bisa disuruh menjaga rumah, dan setia terhadap
manusia. Umat di dunia ada yang memelihara jenis anjing ternama yang mahal
harganya, taraf hidupnya sama dengan manusia, bahkan ada yang diajak tidur
bersama majikannya, jauh bedanya dengan anjing di Neraka, keberadaannya
untuk menghukum orang yang telah kehilangan perikemanusiaannya, yang juga
telah kehilangan hati nuraninya. Maka Pemangku Kuasa Neraka memelihara
anjing besi ini untuk memakan daging mereka. Inilah yang disebut
"pembalasan", di dalam ungkapan disebut sebagai "Berhati Serigala dan
Berparu-paru Anjing", golongan orang seperti inilah yang dimaksud.

Manusia kalau sudah kehilangan sifat loyalitas dan kesetiakawanannya, maka
martabatnya lebih rendah dari pada anjing. Roh-roh ini disiksa sampai

sedemikian tragisnya, dosa apakah yang telah mereka lakukan?
Setelah dikipaskan dengan daun asiwung milik Ci Hoet, tiga roh yang dilepaskan
oleh Pejabat Neraka itu satu persatu siuman, dan anggota badannya pun lengkap
kembali. Mereka disadarkan agar dapat menceritakan sendiri perbuatan yang
telah mereka perbuat selama masih hidup.

Roh Dosa 1 : Baiklah saya ceritakan. Sungguh menderita sekali, tetapi anak
cucu tiada yang tahu jika saya menderita di dalam Kuasa Neraka, dikiranya jika
orang sudah mati ya selesai pula urusannya. Semasa hidup, saya berjualan sayur
mayur, demi meraih untung besar, saya memainkan timbangannya, misalnya 1
kilo sayur, kadang cuma jadi 8 ons saja. Semasa hidup, di dalam arena dagang,
saya selalu berkutat dalam permainan timbangan, meski sering mendengar orang
berkata bahwasanya orang berdagang harus yang adil, jika mencuri setengah
kilo, maka pada kelahiran mendatang harus membayar 500 gram, tetapi saya
tetap anggap sepi, sama sekali tak menyentuh hati nurani. Siapa tahu sesudah
meninggal, roh sampai di Kuasa Neraka, dihadapan Cermin Dosa tertampak
dengan jelas perbuatan curang saya. Oleh Yam Ong Astana ke empat, saya
dihukum masuk "Neraka Potong Urat Daging dan Tulang" selama 10 tahun.
Setiap hari menerima siksa potong urat daging dan tulang, kedua tanganku bagai
daging ikan, dipotong sesuka hati oleh petugas Neraka, mau menyesal juga sudah
terlambat. Wahai, para pedagang di alam dunia, saya wanti-wanti sekali,
berdaganglah dengan menggunakan hati nurani, yang jujur, jangan serakah
terhadap keuntungan tambahan, lalu timbangannya dicurangi, hukum Neraka
yang keras takkan mengampuninya. Yam Ong (Penguasa Neraka) paling benci
orang semacam ini, maka diperlakukan lain dari yang lain. Prajuritnya pun
kejam-kejam, ingin menyesal pun sudah terlambat.

Roh Dosa 2 : Kalau saya, karena semasa hidup keadaan keluarga kurang mampu,
juga tak bersekolah, saya lalu mencari nafkah dengan berdagang barang
rongsokan. Setiap hari mengendarai becak tua, pergi berkeliling mencari atau
membeli rongsokan, besi tua, kertas bekas, barang kuno dan lain-lain. Karena
mendengar kata teman yang sebidang, dalam hal membeli barang rongsok, jika
membeli dengan berat timbangan yang sesungguhnya, keuntungannya tidak
banyak, kalau timbangannya dikorupsi, baru bisa untung besar. Saya lalu
"memainkan" timbangan, di saat menimbang, orang luar yang melihat sepertinya
timbangannya tepat, tetapi barang yang beratnya 10 kilo sewaktu saya timbang
hanya tinggal 7 kilo. Kebanyakan orang yang menjual barang rongsok tak begitu
serius, asal terjual ya sudah. Semasa hidup timbangan yang saya korupsi tak
terhitung lagi banyaknya. Setelah meninggal, Yam Ong gusar sekali, saya dicaci
tidak adil dalam membeli barang bekas, akhlaknya rusak. Kini dihukum kemari
selama 15 tahun, setiap hari disiksa, dipecundangi oleh para petugas, deritanya
tak tertahankan.

Roh Dosa 3 : Semasa hidup, suami saya adalah seorang pegawai negeri,
kedudukannya lumayan. Setelah suami pergi ke kantor, anak-anak juga sudah
masuk sekolah, rasanya tak betah nganggur di rumah, nyonya tetangga mengajak
saya main

Sebagai ibu rumah tangga melalaikan tanggung jawab mengatur rumah, ditinggal
keluar bermain judi dan jalan-jalan, merusak iklim adat masyarakat. Namun
karena tidak mengandung unsur penipuan, dan hidupnya tak mengandalkan
judi, Yam Ong masih menjatuhi hukuman yang ringan.

Tentang bandar-bandar yang membuka perjudian di mana-mana, akan
mendapat siksa di mana?
Itu bukan wewenang kuasa Astana keempat, mereka harus dikirim ke Astana
ketujuh menghadap Raja Thai San untuk ditindak tegas. Nasehatku kepada umat
di dunia, jika melakukan dosa seperti tersebut di atas, segeralah bertobat
merubah diri, dan banyaklah beramal mencetak kitab "Melawat ke Alam Baka"
untuk menyadarkan umat, maka dosanya akan dihapuskan, setelah meninggal
tak usah menerima siksa kemari.

Melawat ke Sub Seksi Neraka Kumbang Beracun

Babak ke 27
Melawat Ke Sub Seksi Neraka Kumbang Beracun

"Menganut dan bernaung pada para Buddha dan para Suci haruslah
menunjukkan ketulusan hati yang sejati,
Tanggalkan pisau potongmu, para roh halus pun akan terharu,
Tentang kaidah "Tiga Bersih dan Empat Lurus"
hendaknya perlu dijaga,
Terbukalah awan langit yang cerah untuk ditelusuri hingga
sampai ke kota istana Surga.."

Sungguh tak mudah membina diri hingga bisa mencapai tingkat kedewaan; Apalagi ingin
menjaga hati agar mencapai tingkatan para Suci. Di alam dunia banyak berdiri bangunan
kelenteng, vihara, kuil, pura dan tempat ibadah lainnya, papan namanya mentereng,
berkutat dalam pembahasan kitab Sutra (kitab Keng) dan berdiskusi tentang ilmu
metafisika yang dalam-dalam, menjalankan meditasi dan samadhi untuk menyelami
hakekat kesunyataan, sebenarnya merupakan tempat untuk melintaskan umat, bagaikan
surga di dunia. Tetapi pada zaman sekarang, tak sedikit yang mengatasnamakan para Suci
dan para Dewa, secara diam-diam melakukan siasat yang merusak moralitas, atau
mengkomersilkan sesuatu yang suci dan sakral, atau membuat patung untuk dijadikan
obyek wisata. Banyak variasinya, sehingga kasus memungut harta secara ilegal dan
menggaet atau mempesona wanita terus bermunculan. Ini jelas menodai dan melecehkan
para suci, dosa atas menipu umat, merugikan dan mencelakakan orang tidaklah sedikit.
Hukum Neraka sangatlah keras, sama sekali tiada ampun.

Tampak banyak petugas Neraka sedang mengawal roh dosa masuk ke Penjara Neraka.
Sepanjang jalan mereka dicambuki, tangisan dan rintihannya membuat pilu hati orang
yang mendengarkannya, apa sebenarnya dosa mereka?

Semasa hidup orang-orang golongan ini menggantungkan hidupnya dari tempat
peribadatan, makannya terlalu kenyang, maka setelah meninggal perlu ditindak dalam
Kuasa Neraka. Keadaan lebih rincinya tunggu sesudah masuk meninjau ke dalam Neraka
baru akan menjadi jelas semuanya.

Neraka ini bernama "Sub seksi Neraka Kumbang Beracun", ada di bawah kekuasaan
Astana ke empat. Neraka ini termasuk penambahan baru, karena belakangan ini, orang
yang berdosa cenderung terus bertambah. Ketua Pembina Neraka secara khusus
menambahkan Neraka ini pada Astana ke Empat, untuk menghajar para roh dosa.

Astaga! Di dalam penuh dengan kumbang, sebesar jempol, berwarna hitam, sepertinya
sejenis kumbang kepala macan, kumbang-kumbang itu dengan ganasnya menyerang dan
menyengat para terhukum, mereka menjerit-jerit, ingin melarikan diri tetapi tidak bisa,
mereka semua berjubel di sudut-sudut tembok.

Kumbang-kumbang beracun ini mempunyai kecerdasan, tidak asal menggigit atau
menyengat orang. Karena pada badan para roh dosa itu tersebar hawa yang kotor, maka
kumbang-kumbang itu suka mendekatinya. Hal ini bisa dimisalkan demikian, jika
keberadaan suatu tempat itu bersih, maka akan jauh dari kerumunan nyamuk dan lalat;
sebaliknya barang yang kotor dan berbau, malah dihampiri nyamuk dan lalat.
Kumbang beracun ini tergolong makhluk sakral, khusus menggigit dan menyengat orang-
orang yang semasa hidupnya meminjam nama Tuhan atau para Suci untuk menyiasati
harta orang, atau menggaet wanita. Mereka dibuat tak berkutik, mau lari juga tak ada
jalan keluarnya. Jika roh dosa mau lari, kumbang-kumbang itu malah mengejar dan
menyengatnya, lihatlah, pada badan para roh dosa itu terdapat banyak luka di sana sini,
lebih-lebih di bagian kepala terdapat pembengkakan. Rupanya racunnya bereaksi, mereka
mencucurkan air mata, dengan tertunduk melindungi kepalanya dengan kedua tangan
seraya melompat-lompat.

Sadis benar hukumannya, para roh dosa diserang oleh kumbang-kumbang dalam ruangan
penjara yang tak seberapa besar, pintu penjara tertutup, tak bisa lari. Apa dosa mereka,
sehingga dihukum kemari menerima siksa?
Dikeluarkan dua roh dosa untuk menceritakan tindak kejahatan semasa hidupnya.

RohDosa 1 : Malu benar jika saya katakan, saya kehilangan muka jika berjumpa dengan
orang. Saya adalah pengikut salah satu Vihara Perguruan Roh Suci di bagian selatan
pulau Taiwan. Karena masuk Vihara sudah beberapa tahun lamanya, saya diangkat
menjadi Wakil Ketua Vihara tersebut. Pada suatu ketika, Vihara tersebut menyusun kitab
melalui kehadiran Roh Suci yang singgah pinjam raga pada seorang senior, lalu
menggerakkan pena sakral untuk menurunkan tulisan-tulisan. Setelah selesai disusun lalu
diminta untuk amal cetak dan dibagi-bagikan kepada para penganut di berbagai daerah.
Saya pikir, agar bisa dicetak lebih banyak untuk dibagikan kepada para umat, maka
dengan sungguh-sungguh sayapun ikut berdharma-bhakti, pergi kemana-mana untuk
mencari donatur. Berkat kepandaian saya berbicara, dalam waktu dua bulan promosi
amal sudah berhasil dan terkumpul uang sebanyak tiga puluh ribu Yen lebih. Pada saat

itu saya punya hutang kepada orang. Suatu ketika kreditor menagih dengan paksa, saya
tak tahu bagaimana sebaiknya. Karena pada waktu itu saya memegang uang sebanyak
30.000 Yen lebih, maka saya pikir apa tak sebaiknya sebagian uang saya sisihkan
sebanyak 12.456 Yen, selain untuk melunasi pinjaman, masih ada sisa sedikit untuk biaya
hidup. Dalam hati, saya pikir tak ada orang lain yang mengetahuinya, tetapi batinku
seperti mencela, hatiku merasa tak tenang terhadap Roh Suci yang menjadi Ketua
Pengasuh Vihara kami. Tapi pada setiap acara Persinggahan Roh Suci dan Penurunan
Tulisan melalui Pena Sakral, Roh Suci yang menjadi Ketua Pengasuh tidak
menyinggung-nyinggung masalah uang yang saya korup itu. Tiga tahun yang silam, saya
meninggal karena sakit maag yang serius, saya lalu dikawal dan ditahan oleh perwira
berKepala Sapi dan Tampang Kuda. Pada saat itu, Roh Suci Ketua Pengasuh juga tampak
di hadapanku dan menghardik diriku : "Sekilas pikiran yang melenceng, telah
membuatmu tak insaf hingga ajalmu tiba. Karena berbagai faktor keadaan, sewaktu kau
masih hidup, saya memang tak langsung menelanjangi kecuranganmu di hadapanmu.
Para Roh Buddha dan Dewa turun singgah memberi wejangan, tak lain tujuannya
menyadarkan orang untuk berbuat amal dan pantang berbuat jahat. Seluruh hakekat
kebenarannya sudah termasuk tuntunan bagaimana caranya menjadi orang yang baik dan
bagaimana cara membawakan diri di dalam masyarakat. Kamu banyak membaca
wejangan para Suci namun ternyata ajaranNya tak kau pahami, maka patuh mendapat
hukuman yang setimpal." Seraya berpesan pada petugas Neraka agar dilaporkan pada
Yam Ong, untuk memperberat hukuman saya. Setibanya di Pemangku Kuasa Neraka,
Yam Ong gusar sekali, terlebih dahulu saya dikawalnya untuk bercermin di depan
Cermin Dosa sehingga tampak dengan jelas semua perbuatanku semasa hidup yang
pernah mengkorupsi uang amal cetak kitab itu. Badanku sampai gemetar dan hatiku
terperanjat melihatnya. Kemudian saya diserahkan kepada Raja Wu Kwan selaku
Penguasa Astana Neraka Ke-4 untuk dihukum. Sebagai putusannya, saya dihukum masuk
"Neraka Kumbang Beracun" selama 28 tahun, setelah itu masih diserahkan pula ke
Astana Neraka Ke-5 untuk diproses lagi. Setiap hari saya mendapat siksa gigitan dan
sengatan kumbang beracun, sekujur badan sakit dan gatalnya tak tertahankan, disana-sini
bengkak-bengkak. Saya diincar dan dikerja terus oleh si kumbang, di dalam penjara yang
sekecil ini tiada tempat untuk bersembunyi, saya menyesal semasa hidup masuk
Perguruan Roh Suci, menjadi murid Roh Suci Ketua Pengasuh, tapi tak mematuhi
nasehat dari Wejangan Suci. Meski hanya sekali berbuat kesalahan, namun sudah tak
tertolong lagi. Saya berharap para siswa Vihara Perguruan Roh Suci yang ada di dunia,
berhati-hatilah dalam bertindak dan bertutur kata. Mata langit takkan bisa dikelabui
walau sekecil apapun kesalahan itu. Kini menyesal pun sudah terlambat, saya telah
menyia-nyiakan binaan Roh Suci sebagai Ketua Pengasuh dan sesama umat yang
membimbing saya, saya sungguh malu sekali.

Pejabat : Engkau masuk Perguruan Suci, tetapi tidak menuruti ajarannya, ini bisa
dikatakan menipu Guru dan sesamanya. Pada yang di atas kau menyalahi Roh Suci Ketua
Pengasuh, di bawah menyalahi orang yang keluar uang untuk beramal cetak. Tetapi Amal
yang sejati takkan takut bertemu dengan Bhikku gadungan, orang yang beramal, begitu
niat baiknya tergerak, takkan pupus pahalanya; (sekalipun uang yang diamalkan itu
ditilap oleh Bhiksu gadungan), Orang yang tamak pada uang, bila niat jahatnya sudah
tumbuh, maka dosa besar langsung menyertai badannya. Bagi orang yang masuk

Perguruan Suci, urusan uang harus beres sama sekali, sekalipun nilainya hanya sepeser.
Jika tidak, berarti menodai pantangan Perguruan Suci, kelak di Neraka sana, akan
dihukum lebih berat, umat di dunia harus waspada!

Menjadi "Sampah" dalam Perguruan Suci, tak beres dalam urusan uang, merusak
kebersihan namanya, dosanya amat besar. Hukum Neraka menggolongkannya sebagai
dosa yang tak terampuni. Orang yang membina di Jalan KeTuhanan haruslah menjaga
pantangan dan kedisiplinan, agar tidak terperosok menderita di dalam Neraka, sehingga
di kemudian hari dihukum tumimbal lahir di jalur makhluk dari empat bentuk kelahiran,
ingin menyesalpun sudah terlambat.

Melawat Kembali ke Sub Seksi Neraka Kumbang Beracun

Babak Ke 28
Melawat Kembali ke Sub Seksi Neraka Kumbang Beracun

"Sungguh besar budi karunia suci Guru dari Alam Dewata
melintaskan diriku,
KasihNya dalam, budi kebajikanNya tinggi, takkan ku lupakan,
Tetapi mengapa di dunia ini masih saja banyak pembina Jalan
KeTuhanan yang salah jalan,
Membinanya malah menjadi 'Buaya' KeTuhanan, sehingga pada
akhirnya harus mempertanggungjawabkan segala sesuatunya di
Pengadilan Akherat."

Para Nabi, para Suci, para Buddha dan Dewa turun ke dunia dengan tujuan melintaskan
umat, memberi inisiasi, menerimanya sebagai murid, mendidik dan mengubahnya,
membina yang sejati, tak lain hanya berharap agar umat di dunia bisa berhasil membina
hingga memperoleh pahala yang benar-benar besar dan dalamnya Karunia Tuhan dan
Budi Guru, tiada taranya, di dalam sebuah ungkapan dikatakan :
"Satu haru pernah menjadi gurumu, seumur hidup akan menjadi ayahmu." Demikianlah
ikrar Sang Guru Sejati, maka dari itu, sudah seyogianyalah mematuhi nasihat Guru,
mencontoh prilaku Sang Guru. Tetapi ada sementara anak yang durhaka, menghianati
Tuhan dan merusak moralitas, mencatut nama Tuhan atau para Malaikat untuk menggaet
untung atau wanita, tak membina diri agar mencapai keBuddhaan atau keDewaan malah
menjadi preman atau "buaya"-nya tempat ibadah. Tak mau menempuh jalan menuju ke
Surga, malahan diantar sampai ke Pengadilan Akherat untuk diadakan perhitungan,
sungguh tak ringan dosanya. Setiap orang yang sudah masuk Perguruan Suci namun
melanggar aturan pantangan dan kedisiplinan, maka menurut peraturan Hukum di Alam
Neraka hukumannya amat berat. Tak peduli umat di dunia itu membina Jalan Suci
melalui perguruan apapun, tetap harus menjaga aturan pantangan, kedisiplinan, dan
aturan tata krama Perguruan Sucinya, agar tidak sampai mendapat dosa yang tak
terampuni.

Dewasa ini banyak yang mencatut nama Tuhan atau para Malaikat, untuk menggaet harta

dan wanita, sehingga sangat mempengaruhi keberhasilan/kesucian nama agama ortodoks
(tradisional, resmi, sah) serta suasana khidmat dan sakral.

Kumbang beracun beterbangan memenuhi ruangan, begitu melihat roh dosa langsung
menggigitnya. Kulit dan daging masing-masing roh digigit sampai bengkak merah tak
karuan, kepalanya jadi pusing dan matanya silau.
Tak hanya itu saja, badan akan terasa panas namun takut dingin, karena kumbang
beracun ini mengandung racun yang ganas.

Dikeluarkan beberapa roh dosa, untuk mengaku dengan terus terang dosa-dosa yang telah
diperbuat semasa hidup. Hal itu diperlukan untuk menyadarkan umat di dunia.

RohDosa 1 : Saya memang keterlaluan, semasa hidup, saya menjadi Kepala Dusun di
sebuah desa. Karena di desa akan dibangun sebuah kelenteng, saya diserahi tugas untuk
mencari dan mengumpulkan dana, tetapi keuangannya tak beres. Uang yang berhasil saya
kumpulkan, sebagian saya sisihkan untuk saya pakai sendiri. Setelah meninggal, saya
baru tahu kalau menggelapkan uang Buddha (Roh Suci) itu dosanya berat, sehingga saya
dihukum kemari untuk menerima siksa. Kumbang beracun menggigit dengan sadis,
sakitnya tak kepalang, sakit terkena tusukan dan gatal-gatal tak tertahankan, coba kau
lihat sekujur badan saya merah bengkak. Terhadap urusan Roh Suci umat di dunia harus
beres seberes-beresnya. Tak mudah "menelan" atau menggelapkan walaupun cuma
sepeser uang milik Roh Suci. Kumbang beracun menggigit saya memang merupakan
ganjaran saya, semasa hidup saya hanya melakukan dosa ini, tidak melakukan kesalahan
lain.

Pejabat : Kau sebagai Kepala Dusun, seharusnya membaktikan diri bagi warga, membuat
sejahtera kampungnya sendiri. Di daerah ada rencana membangun kelenteng, memberi
kemudahan bagi warga untuk mengenang dan memberikan hormat kepada para Suci,
tetapi kau malah menggunakan kesempatan untuk menggaet harta, dosanya tak
terampuni. Roh yang kedua, cepat akui dosamu semasa hidup!

YangSheng : Mohon tanya kepada Bikkhuni ini, Anda adalah seorang biarawati,
mengapa juga terperosok ke Neraka? Mengapa tidak pergi ke Tanah Suci (Surga
Sukhavati) di sebelah Barat?

RohDosa 2 : Amithabha! Saya berdosa, berdosa! Semenjak umur 15 tahun, saya masuk
biara untuk berbakti kepada Sang Buddha, juga mendalami Buddha Dharma, saya pikir
dengan cara seperti ini bisa mencapai pahal yang benar. Tetapi iman saya tidak kuat,
setiap ada umat (pejimsim) yang mengamalkan uang, diam-diam saya simpan atau saya
pakai sendiri, tidak seluruhnya saya serahkan untuk pembangunan Vihara, atau untuk
membeli dupa wangi dan minyak; kalau diminta oleh umat untuk Liam Keng
(membacakan Keng / Sutra / Doa) juga asal-asalan saja. Jika kebetulan ada keluarga
penderma yang meninggal dan mengundang saya untuk mengadakan upacara
sembahyangan, lalu saya komersialkan, banyak sedikitnya Keng (Sutra) yang dibacakan
tergantung dana yang tersedia, itulah yang dinamakan "ada barang ada harga". Jika ada
umat yang tidak mampu mengundang saya, saya tampak kurang senang hati atau cari-cari

alasan untuk menolaknya; tetapi kalau yang mengundang dari keluarga kaya, saya
usahakan sebaik mungkin mengatur upacara sembahyangannya, untuk menarik hati sang
penderma. Dikarenakan semasa hidup amat serakah terhadap harta, setelah meninggal,
saya tak dijemput oleh Sang Buddha, malah dijebloskan ke "Neraka Kumbang Beracun"
untuk menerima siksa, betapa menderitanya.

Pejabat : Engkau sebagai seorang Bikkhuni, meninggalkan rumah membina Tao (Jalan
Suci). Inti pembinaannya adalah menjaga kejernihan dan kesucian batin, serta hidup
bersahaja, untuk menempa hati, pikiran dan rohani, tetapi ternyata pikiran duniawinya
tetap belum lenyap, masih tamak ingin menikmati kesenangan hidup, dan lebih memuja
uang dari pada Sang Buddha. Ini jelas menyimpang dari ajaran Sang Buddha, maka kau
dihukum kemari untuk menerima siksa.

CiHoet : Orang yang masuk biara Buddha menjadi biarawan/biarawati, biasanya
menanggalkan marga duniawinya dan mengganti marga Buddhis, semuanya
menggunakan marga "Sakya", betapa sakral dan mulianya, layaknya Sang Buddha,
namun toh tak tahan cobaan kemarakan duniawi, tidak berhati welas-asih untuk
melintaskan umat. Bagaimanapun hati yang penuh keduniawian ini tak pantas
disepadankan dengan predikat "berhati Bodhisatva". Hanya dengan membersihkan "Tiga
Hati dan Empat Wujud", barulah bisa bertemu Sang Buddha. Jika "Tiga Racun dan Panca
Kanda" tak disingkirkan, tetap akan mengalami tumimbal lahir ke dalam "Enam Jalur
Kelahiran". Berharap pada umat di dunia yang ingin mempelajari Tao atau "Buddha
Dharma", jika hati keduniawiannya tidak dimatikan, tetap sulit untuk naik ke Surga.

Lawatan Ketiga Kalinya ke Sub Seksi Neraka Kumbang Beracun

Babak Ke 29
Lawatan Ketiga Kalinya ke Sub Seksi Neraka Kumbang Beracun

"Adanya sarana Persinggahan Roh Suci tak lain bertujuan dengan
hati welas asih menolong umat,
Memberi tuntunan berKeTuhanan dan bimbingan Dharma agar
amal kebajikan terpupuk terus,
Pemberian petunjuk atas ketersesatan memerlukan tuturan
kata dari para Suci,
Sehingga dapat menolong orang dari deraan kesusahan dan
menghindarkannya dari bencana dan malapetaka."

Karean hati welas asih, sangat iba melihat penderitaan umat, Para Dewa dan malaikat
suci turun melalui sarana Medium untuk menolong umat; Tetapi oleh para Taois palsu
dan Malaikat palsu (roh yang memalsukan identitas mengaku sebagai para suci),
dijadikan usaha menggaet harta dan tujuan jahat lainnya. Hukuman atas dosa itu harus
diperberat. Para ahli nujum membanggakan diri atas "Mulut Besi" nya, (disebut "Mulut
Besi" karena hitungan ramalannya tak bisa diubah dan ditawar-tawar lagi). Namun ada
yang menggigit orang tanpa mengeluarkan darah, bagaikan mulut harimau dan serigala
yang beracun. Murid durjana yang merusak nama dan citra Pendiri Ilmu Nujum Kui Ku

Sian She, setelah meninggal pasti dihukum keras oleh Yam Ong. Di kemudian hari
terpaksa dilahirkan kembali menjadi burung yang menghuni pedalaman lembah gunung
yang liar, dan kala itu hanya bisa menyuarakan kicauan cici caca yang merdu melalui
"mulut besi"nya.

Kumbang beracun memenuhi ruangan, manusia dijadikan sarangnya, semua terbang
hinggap di badan roh dosa, ini bukan sedang membikin madu, melainkan menyebarkan
racun!

Kala di dunia mereka sudah banyak mengenyam manis, kini kemari terpaksa harus
mengecap getir. Karena kesakitan, roh-roh dosa menjerit-jerit dengan tragisnya, mereka
panik dan lari kalang kabut, namun tak ada jalan untuk menyelamatkan diri.
Inilah yang namanya "Ada jalan menuju ke Surga, ia tak mau menempuhnya, sedangkan
Neraka tiada berpintu malah memaksa masuk." (sebuah pepatah yang lazim dalam bahasa
Mandarin), ya begitulah nasibnya.

Dewasa ini di dunia banyak terdapat Penyelenggara atau Ketua Kelenteng mencatut nama
Tuhan atau Sin Bing (Malaikat) menggaet harta atau wanita, sehingga terus menerus
mendapat celaan dari kalangan masyarakat yang representatif (mewakili). Akibatnya
akan mempengaruhi kekhidmatan, kesakralan dan kebersihan nama tempat ibadah, roh
dosa yang dikirim ke "Neraka Kumbang Beracun" kian bertambah.

Dikeluarkan beberapa roh dosa yang sifatnya mewakili perbuatan dosa mereka untuk
menceritakan sendiri perbuatan amoral semasa hidupnya.

RohDosa 1 : Semasa hidup, saya menjadi Medium Roh Suci Jendral Chung Than di
sebuah klenteng. Mula-mula, roh Malaikat turun meminjam raga saya untuk menolong
umat, dan memang sungguh menolong banyak orang, penyakit yang tak bisa diobati oleh
dokter telah disembuhkan semua oleh kesaktian Roh Jendral Chung Than. Belakangan
saya lihat penganutnya semakin banyak dan ada kalanya Jendral Chung Than tiada di
tempat, saya pun pura-pura pasang aksi dan gaya seperti layaknya kedatangan Roh
beliau, sehingga menyia-nyiakan pasien yang minta pengobatan. Selain itu, saya juga
sering mengambil kesempatan memberitahu umat yang butuh pertolongan sedang terkena
nasib sial atau sedang digoda oleh lilitan iblis, harus diadakan upacara selamatan untuk
mengusir gangguan-gangguan itu, baru bisa terhindar dari musibah. Tetapi orang yang
mau mengadakan selamatan (Si Swak) harus membakar uang-uangan dalam jumlah
banyak. Untuk biaya selamatan, besarnya bervariasi, ada yang saya minta 1000, 2000
atau 3000 yen, semua itu sebenarnya bukan maksud Roh Malaikat. Semasa hidup tak
sedikit meraup keuntungan, saya pun bisa membeli rumah gedung bertingkat, menikmati
kehidupan yang mewah. Setelah meninggal saya dikawal petugas Neraka samapai ke
Astana ke Empat, Yam Ong marah besar, katanya "Engkau sebagai Medium Jendral
Chung Than, seharusnya menunggu Rohnya masuk secara penuh baru mengadakan
pertolongan kepada umat, tetapi kau malah meminjam nama Sin Bing (Malaikat) untuk
menggaet harta, jasamu menolong umat dibanding dengan dosamu menggaet harta, lebih
banyak dosa dari pada jasanya, maka mendapat hukuman masuk "Neraka Kumbang
Beracun". Setiap hari saya digigit oleh Kumbang Beracun, sakit dan gatalnya tak

tertahankan. Semasa hidup, badan saya ditusuk dengan pisau atau pedang saja saya tak
merasakan apa-apa (punya daya kekebalan), tetapi kini sengatan seekor kumbang saja
sakitnya sampai tembus ke jantung dan paru-paru, mau menyesal sudah terlambat. Titip
pesan kepada para Medium Roh Suci di dunia, haruslah bermotivasi menolong umat,
jangan sampai di tengah jalan murtad, dan jangan menggunakan kesadaran pribadi dan
mencatut nama Sin Bing untuk menipu orang, agar kelak tidak sampai mengikuti jejak
saya.

CiHoet : Penggunaan cara-cara Medium Roh Suci sebagai usaha penyelamatan umat,
pada mulanya merupakan tradisi Agama Tao, dimaksudkan untuk melengkapi
ketidakmampuan pengobatan biasa, maka dibantu dengan pengobatan Sin Bing
(Malaikat), ini merupakan wujud kasih Tuhan yang suka memberi kehidupan. Tetapi di
kemudian hari telah diselewengkan orang sebagai alat yang handal untuk menggaet harta,
jelas terang-terangan mengkhianati kasih Tuhan yang suka memberi kehidupan, ini
merupakan kesalahan para Medium. Menolong orang dengan menjalankan praktek
medium, jika hanya mempersilahkan orang menyumbang secara suka rela sekedar untuk
menyambung hidupnya, memang tidak dapat dipersalahkan, tetapi jika sampai
dikomersialkan dan dijadikan transaksi, maka statusnya yang semula sebagai "Tabib Sin
Bing" akan langsung berubah menjadi "Buaya Sin Bing". Tidak saja tidak diperbolehkan
oleh hukum di dunia, oleh hukum Neraka pun takkan terampuni.

Giliran roh dosa berikutnya untuk menjelaskan dosa-dosa semasa hidupnya.
RohDosa 2 : Semasa hidup saya adalah seorang ahli Nujum. Saya mendalami Ilmu
Nujum, membuka praktek dengan cara berkeliling (tukang ramal jalanan), sering
membuka dasaran di pasar malam, memberi petunjuk pada orang yang sedang ada
permasalahan. Suatu ketika, karena tamunya sepi dan kebetulan ada seorang pemuda
yang minta petunjuk dan saya lihat tampangnya seperti orang perantauan, maka saya lalu
membual, mengatakan kepadanya bahwa nasibnya belakangan sedang dilanda
kemalangan dan harus diselamati (Si Swak), jika tidak, maka masa depannya akan suram.
Saya pernah mempelajari pembuatan tulisan mantra bertuah (semacam rajah, biasa
disebut "Hu") bisa merubah tata letak perbintangan (merubah nasib yang sedang malang).
Pemuda itu ternyata percaya, ia pun masuk perangkap saya. Setelah saya adakan
selamatan, saya meminta bayaran 1500 yen. Lalu seterusnya, saya menjalankan "jurus
pamungkas" ini untuk menipu harta orang. Setelah meninggal, saya dihardik Yam Ong
dengan mengatakan bahwasanya saya mempelajari ilmu nujum tetapi tiada bermoral,
mengakali dan menipu uang orang, akhirnya saya dihukum masuk "Neraka Kumbang
Beracun"selama 12 tahun. Sekarang ini saya baru menjalani 3 tahun lebih, hari-hari
seterusnya masih banyak penderitaan, kumbang beracun itu tidak memberi madu, yang
ada hanya tusukan beracun, sekujur badan bengkak-bengkak dan gatalnya bukan main,
saya sungguh menyesal.

CiHoet : Semasa hidup suka merayu dengan kata-kata manis, kata-kata berbunga-bunga,
membual akan kesaktian ilmu yang dimilikinya, tetapi ternyata bagai seekor kumbang
beracun, banyak mencelakakan orang, sedikit menolong orang, maka patut menerima
ganjaran seperti ini. Sekalian Ku nasehati para ahli Nujum yang ada di dunia, mendalami
sesuatu ilmu untuk kegunaan diri, memberi petunjuk kepada orang yang bermasalah

harus berdasarkan Hakekat Kebenaran, memberi solusi atas kesulitan dan kebimbangan
orang, pahalanya akan berlimpah. Tetapi jika, meramalnya ngawur, pikirannya hanya
ingin menggaet kocek orang, maka ia tak layak disebut sebagai ahli Nujum, dan hukuman
Neraka akan menantinya.

YangSheng : Pejabat, saya mohon tanya, orang-orang yang tergolong "Buaya Sin Bing"
sesudah meninggal apakah semuanya ditahan di sini?

Pejabat : Tidak tentu, karena ada pula yang menggaet wanita, atau kasusnya lebih khusus,
maka akan ditahan di Penjara Neraka yang lain, yang ditahan di Neraka kami, hanya
sebagian saja.

Medium : Seseorang yang dapat bertindak sebagai penghubung antara roh orang yang
sudah meninggal dengan orang yang masih hidup, dengan cara membiarkan diri
kemasukan roh itu.

Meninjau "Panggung Menerawang Kampung Halaman" Bertemu Raja
Shen Lo

Babak ke 30

Melawat ke Astana Kelima
Meninjau "Panggung Menerawang Kampung Halaman" Bertemu Raja Shen Lo

"Melawat ke Alam kuasa Neraka menelusuri bagian demi bagian,
sampailah ki
ni pada gerbang pemeriksaan yang kelima,
Menyusun kitab menyadarkan orang yang keras kepala,
Mengayunkan tangkai pohon persik, si Iblis yang jahatpun takluk,
Bunyi talu Genta yang memberi peringatan kepada umat di dunia
kini menggema ke seluruh penjuru jagad raya."

Dewa dan Buddha adalah satu keluarga, sama halnya jika umat di dunia membeli
dua unit sepeda motor yang merknya berbeda, masing-masing mengklaim
mutunya kelas tinggi, tetapi pada umumnya orang tak tahu bahwasanya "Dasar
Hati"nyalah yang bisa menetukan baik buruknya sesuatu. Hati manusia bak
sebuah mesin, jika kondisi mesinnya baik ditambah "Dasar Hati"nya datar,
berkendara di jalan raya (Tao yang Agung) dengan sendirinya akan lancar.

Di depan sana sekelompok orang berdesakan. Semuanya sedang menuju anak
tangga. Para roh dosa pria dan wanita berjalan maju dengan dikawal petugas,
tetapi ada juga yang tanpa dikawal, senyum mengembang di wajahnya, dengan
cerianya menaiki anak tangga, tempat apakah itu?
Tempat itu adalah "Panggung Menerawang Kampung Halaman", untuk melihat
keadaan anak cucunya yang masih berada di dunia. Setelah melihat, maka tak
terelakan lagi rasa pilu di hatinya, dan tak hentinya menangis. Roh-roh yang tak
menjalani hukuman dengan hati yang gembira juga naik ke atas Panggung
Menerawang Kampung Halaman, ingin melihat bagaimana keadaan anak cucunya

yang masih berada di Alam Dunia.

Arwah-arwah yang ke Astana kelima pasti akan terlebih dahulu melewati
Panggung Menerawang Kampung Halaman, untuk menengok keadaan anak-
cucunya yang masih berada di Alam Dunia, karena pada umumnya para arwah
banyak yang terlalu terikat oleh ikatan batin, masih memikirkan anak cucunya
yang ada di dunia, maka tak dibedakan apakah ada dosa atau tidak semuanya
ingin kemari untuk melihatnya.

Hubungan yang wajar dan normal dengan sesama memang sulit untuk
dihindarkan. Di depan terlihat petugas Neraka sedang mangawal seorang kakek,
setelah ia menerawang pada panggung ini air matanya bercucuran dengan deras,
menangis dengan pilunya, tak tahu dikarenakan apa?
Si kakek ini semasa hidupnya ada berbuat dosa, sehingga dihukum di Neraka, kini
masa hukumannya sudah habis, dan datang kemari untuk melihat keadaan anak
cucunya, ternyata anak cucunya tak merasa sedih sedikitpun. Ada yang sedang
menonton TV di ruang duduk, ada yang sedang bermain di halaman, sama sekali
tak teringat akan leluhurnya. Dalam hatinya berpikir : semasa hidup bersusah
payah banting tulang demi kepentingan mereka, sungguh tiada arti sama sekali,
maka pilulah hatinya.

Jika semasa hidup tak baik-baik membina Jalan KeTuhanan, berharap anak cucu
akan mengangkatnya, sungguh amatlah sukar, karena anak cucu ada yang sama
sekali tak percaya tentang Hukum Karma, Dewa, Buddha dan para Suci, mana
bisa punya pahala mengangkat arwahnya? Setibanya di Neraka ingin menyesal
pun sudah terlambat, maka mumpung hayat masih dikandung badan, banyak-
banyaklah beramal, dengan begitu akan lebih terjamin.

Daya kreatifitas langit dan bumi sungguh tak dapat dibayangkan. Di depan sana
datang satu arwah lagi, tetapi ia tanpa pengawalan, malah dibimbing oleh Petugas
Neraka, tampak wajahnya tersenyum, apakah sebabnya?
Orang ini semasa hidupnya berhati baik, juga membina Jalan KeTuhanan pada
suatu Perguruan Suci, tetapi pahalanya tak begitu besar, meninggalnya belum
begitu lama. Kini ia melihat anak cucunya sedang bersembahyang berlutut di
hadapan meja abunya, ketaatan hati (bhaktinya) terhadap orang tua mengharukan
dia, karena pandangannya terhadap kehidupan manusia bisa serba lepas, meski
amal jasanya tak besar, tetapi dirinya sadar bahwasanya manusia takkan terhindar
dari masalah hidup dan mati, maka ia tak punya rasa sedih, ia akan dimasukkan ke
dalam "Kamp Penampungan Orang Baik" untuk melatih diri lagi. Di kemudian
hari baru bisa menerima pahala keDewaannya.

Mengapa para arwah setibanya di "Panggung Menerawang Kampung Halaman",
bisa segera melihat dan mengetahui keadaan di Alam Dunia?
Para arwah sudah tak mempunyai jasad lagi, karena sudah meninggal, sistem
kehidupannya tentu berubah, maka dari alam Im bisa melihat alam Yang, apalagi

roh alam Im bisa berubah-ubah dalam berbagai macam bentuk, sedangkan orang
di alam dunia (alam Yang) tidak bisa.

Mendengar Penjelasan Yam Ong Tentang Pembedahan Hati

Babak ke 31
Melawat ke Astanan Kelima
Mendengar Penjelasan Yam Ong Tentang Pembedahan Hati

"Orang yang berhati jahat, keji dan busuk dihukum oleh setan
yang keji.
Segala intrik dan tipu muslihat apapun akhirnya sirna.
Raja Yam Ong berwajah besi terkesan menyeramkan,
sesudah meninggal baru tahu sewaktu di dunia salah jalan."

Di luar Astanan kedatangan arwah-arwah, masing-masing orang wajahnya sudah pucat,
dan tampak sangat gelisah.
Di dunia sudah terdengar kabar, tentang keberadaan Astana Neraka yang kelima,
bahwasanya Yam Ong adil, jujur dan tak bisa disuap, hukumannya keras, para roh dosa
mendengar nama Yam Ong saja langsung ketakutan, maka bila sampai di sini setiap
orang pasti takutnya setengah mati.

Umat di dunia telah megenal Yam Ong Astana kelima, dijabat oleh Judge Bao, ternyata
memang luar biasa. "Kepala Dingan" mengandung arti wajahnya terpancar sikap yang
tegas, sedangkan 'Kwan Im besi" menyiratkan sosok Bodhisatwa yang berhati keras,
memang seperti itulah pembawaan Tuan Judge Bao.

Sikap manusia di dunia panas dingin tak menetu, mereka menyikapi sesama hanya
berdasarkan seleranya. Di dalam realitas kehidupan masyarakat, sering kita saksikan
adanya gontok-gontokan, tipu menipu, atau menjalankan praktek mesum di samping
usaha yang dibidanginya, untuk meraup keuntungan yang lebih, seperti bisnis hotel,
losmen, salon kecantikan, barbeque, panti pijat, restauran, rumah makan, dan lain-
lainnya. Bidang-bidang usaha semacam itu banyak yang sudah diselewengkan,
menggunakan kecantikan wanita untuk menggaet orang. Setiap hari siang maupun
malam, Penguasa Neraka mengutus Petugas Ronda memantau terus menerus. Perbuatan
amoral yang dicatat tiada habis-habisnya, sampai kewalahan rasanya, bahkan ada pula
yang mati di tempat mesum. Roh-roh cabul semacam ini, kini semuanya ditahan di
Neraka menerima siksa. Merusak moralitas masyarakat setempat termasuk dosa yang
terberat. Oleh karena itu, janganlah menjalankan bisnis pencabulan, sebab dosanya akan
sulit terlunasi bahkan sampai tiga kelahiran. Penguasa Astana kelima, sangat tegas dan
tak pilih kasih, para roh dosa yang dikirim kemari, semuanya ketakutan, karena hukuman
yang dijatuhkan adil dan tegas. Jika umat di dunia tak mau insyaf dan merubah diri, kelak
bila sampai dikirim ke sini akan tahu sendiri rasanya, dan jangan menyalahkan penguasa
tak ada belas kasihan. Neraka ini disebut pula "Neraka Besar Berjeritan", roh dosa yang
masuk penjara ini, pasti menjerit-jerit kesakitan, apalagi "Sub Seksi Neraka Congkel
Hati", khusus membedah hati manusia yang keji, jahat, berbisa, membenci, menggerutu,

cabul, amoral, cemburu, berat sebelah, egois, nekad, munafik, curang, hati binatang, dan
hati serong lainnya, hukumannya sadis, ini bukan karena penguasa tega, melainkan
orangnya yang terlalu jahat, sehingga mengundang malapetaka pembedahan hati sendiri.

Melawat ke Sub Seksi Congkel Hati

Babak ke 32
Melawat ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati

"Sungguh menyedihkan prilaku yang melecehkan Malaikat dan ingkar akan leluhurnya,
Sedangkan pemujaan pada sesuatu yang berasal dari luar negeri
dan ingkar pada
sesuatu yang berasal dari diri kita sendiri
dapat dikatakan sebagai orang yang sudah
kehilangan Budi
Utamanya. Padahal paham moralitas dari Tiongkok telah diwariskan
turun
temurun secara berkesinambungan hingga ribuan tahun, Ini jelas merupakan jasa
dan karya besar dari para budayawan
terkemuka."

Kebudayaan moralitas Tiongkok sebenarnya merupakan kristalisasi dari saripati langit
dan bumi, sehingga sekalipun telah mengalami masa waktu yang lama tetap saja terasa
seperti masih baru, sampai sepuluh ribu tahunpun takkan terputuskan. Patut disayangkan
sekali karena hati manusia cenderung menjunjung tinggi realitas dan mengejar materi,
sehingga memandang rendah kebudayaan milik bangsa kita sendiri, dan malah
memprakarsai westernisasi (kebarat-baratan) secara keseluruhan. Kedai miras (minuman
keras) dagingpun menjamur, praktek prostitusi dan kebrutalanpun mewabah dalam
masyarakat. Golongan orang yang mengabaikan kebudayaan sendiri itu hanya memuja
segala sesuatu yang berasal dari luar negeri tetapi malah ingkar terhadap sesuatu yang
berasal dari bangsa kita sendiri. Kita sungguh malu menjadi keturunan Kaisar termulia
Yen Ti dan Huang Ti yang telah memiliki latar belakang sejarah 5000 tahun lamanya.
Apalagi akhir-akhir ini pengetahuan dan tekhnologi mengalami kemajuan yang pesat.
Dikiranya manusia bisa mengungguli Yang Di Atas, tetapi mereka tak sadar apa yang
telah dicapai oleh manusia ibarat setetes air di samudra raya, sekalipun memiliki
tehnologi canggih, tak lain hanyalah ibarat riak kecil dalam samudra. Dengan teknologi
maju malah merusak lingkungan dan alam, bahkan dikatakan bisa mengungguli Yang Di
Atas, ini jelas merupakan sinisme yang pada akhirnya hanya akan menuai malapetaka
sendiri. Jika manusia meninggalkan alam ini, maka kehidupannya akan menjadi
abnormal. Inilah yang patut direnungkan oleh orang yang manusiawi.

Di depan "16 Sub Seksi Neraka Congkel Hati" sudah terdengar suara jeritan yang
mengerikan. Hati para umat sudah berubah, sehingga sesampainya di Neraka mau tak
mau hatinya harus dicongkel untuk diobati.

Dari dalam penjara tampak para setan gundul. Semuanya dengan menggunakan pisau
membedah dada roh dosa, langsung mencongkel hatinya, layaknya menyembelih babi,
dan mencongkel hatinya. Para roh dosa dalam keadaan terikat di tiang kayu, lalu dadanya
dibedah, hanya terdengar sekali jeritan, sudah langsung pingsan. Sebenarnya dosa apakah
yang mereka lakukan?
Perwira menyiramkan roh dosa itu dengan Air Pemulih Roh, sungguh ajaib, begitu

diguyur, dada masing-masing roh dosa kembali utuh, orangnya siuman lagi.

Dikeluarkan beberapa roh dosa untuk mengatakan sendiri dosa mereka.
Roh Dosa : Siap! Mohon Yam Ong bisa meringankan dosa saya, bolehkan?
Yam Ong : Kau ceritakan dahulu, nanti saya pertimbangkan.
Roh Dosa : Baiklah. Semasa hidup. Saya mengenyam pendidikan sampai perguruan
tinggi. Karena pikiran saya dipengaruhi oleh paham pembaharuan, saya terbius oleh
paham pembaharuan, saya terbius oleh Westernisasi. Di dalam kampus ada seorang
dosen yang beragama Kristen, ia menasehati saya masuk agamanya, selain bisa
memperdalam bahasa Inggris, masih ada kesempatan untuk ke luar negeri. Saya pikir
demi masa depan, cara itu bisa merupakan salah satu jalan keluar yang baik, saya lalu
menurutinya. Semenjak itu, setiap ada waktu saya lalu pergi ke Gereja mendengarkan
kotbah pendeta dan belajar bahasa Inggris. Setiap umat mengenakan pakaian yang sesuai
dengan trend modern, oleh karena itu penganutnya kebanyakan dari golongan muda
mudi. Tidak saja saya bisa menimba ilmu, bahkan masih bisa berkenalan dengan teman-
teman, lagi pula seringa mengadakan kegiatan, sungguh merupakan semacam Organisasi
Kepemudaan. Setelah dibaptis, dalam hati saya berpikir, adat kepercayaan di kampung
halaman yang menyembah Dewa dan Buddha sudah tak sesuai dengan arus zaman,
semuanya itu adalah menyembah berhala, kepercayaan yang sesat. Suatu ketika
bertepatan dengan liburan musim panas, saya pulang ke kampung halaman dan bertekad
ingin merubah kepercayaan keluargaku. Mula-mula saya berusaha mempengaruhi ayah
dan ibu, agar cepat-cepat meninggalkan penyembahan berhala, tetapi ayah dan ibu terlalu
bersikukuh, bagaimana pun juga tak mau menerimanya. Seketika itu sayapun marah, lalu
mengambil papan nama arwah leluhur yang berada di atas meja sembahyangan leluhur
dan membuangnya ke lantai. Melihat tindakan saya, ayah dan ibu tak kepalang marahnya,
lalu menghantam saya dengan kursi. Saya mendapat pukulan batin atas kejadian itu,
semenjak itu saya tak pernah pulang rumah lagi. Setelah lulus kuliah, saya ikut sang
pendeta pergi berkotbah kemana-mana dan menetap di dalam gereja. Pada suatu ketika,
dalam sebuah tragedi musibah kecelakaan kendaraan, sayapun tewas. Pada saat
meninggal, ternyata Sang Juru Selamat Jesus Kristus tak datang menjemput saya dengan
kebanggaanNya untuk pulang ke Surga, malah dikawal oleh dua setan jahat sampai ke
Neraka, dan diadili oleh Yam Ong, akhirnya dihukum masuk ke penjara "Neraka
Congkel Hati". Mohon Yam Ong mengampuni dosa saya.
Yam Ong : Kepercayaan terhadap agama sebenarnya tak terbatas oleh wilayah, agama
apa saja boleh dianut, tetapi kau lupa daratan, sampai-sampai merusak papan nama arwah
leluhur. Kalau cara kau menganut agama semacam ini, bagaimana bisa mengajar umat
supaya ingat akan sumbernya? Ibarat minum air tak lupa akan sumbernya? Meski para
penyebar injil mengatakan jangan menyembah terhadap "sesuatu yang berhala", tetapi
kau tidak menyadari akan Hakekat Kebenaran, bahwa keyakinan terhadap Salib, kitab
Injil dan Pendeta juga sama halnya merupakan "Sesuatu yang berhala", mengapa kau juga
menganutnya? Apa yang dimaksud dengan "Menyingkirkan sesuatu yang berhala", ialah
menyuruh engkau memandang kosong semua wujud palsu yang ada di dunia, jangan
bernafsu serakah terhadap kesenangan lahiriah, sebaliknya justru perlu untuk mengisi
kekosongan batin. "Tidak menyembah yang berhala", artinya menjunjung kepercayaan
spiritual, untuk mencapai hidup yang kekal. Ternyata engkau telah menyalah-artikan
makna ini, dengan merusak papan nama arwah leluhur. Maka alur budi dari leluhur

terputus. Coba saya ingin tanya, dari manakah kau dapatkan badanmu ini? Apa nama
margamu? Apa yang kita dapatkan, semuanya adalah pemberian leluhur kita, di atas
langit adalah "Tuhan Yang Besar", sedangkan leluhur adalah "Tuhan yang kecil". Prilaku
engkau lupa akan akarnya dan melecehkan leluhur, sebenarnya bukan maksud tujuan
Tuhan, maka kau tak diterimaNya masuk Surga dan terpaksa terperosok masuk Neraka.
Karena kau telah mengaku dengan jujur, maka kau mendapat keringanan masa hukuman
dua bulan. Sesudah selesai menjalani masa hukuman, akan dititiskan kembali ke dalam
Enam Jalur Tumimbal Lahir.

Tujuan utama menganut suatu agama adalah membina hati, pikiran dan rohani, bukannya
malah khawatir akan sesuatu dan mencari susah diri sendiri, saling memboikot,
menganggap kepercayaan yang dianutnya yang paling benar. Hukum Langit sudah ada
ketetapan : "barang siapa yang menyalahkan agama orang lain dan membenarkan
agamanya sendiri, berarti sudah timbul hati yang membeda-bedakan. Bila hati yang welas
asih dan kasih universal sudah hilang, maka takkan bisa mencapai kesempurnaan jiwa,
berarti para Nabi dan para Suci, para Dewa bisa timbul perselisihan dan gesekan,
Surgapun akan menjadi medan perang. Mana bisa disebut Alam Surga yang penuh suka
cita, damai dan tenang?

Melawat Kembali ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati MENGUNJUNGI
LAGI NERAKA KECIL CONGKEL HATI
TAHUN 1977, GO GWEE JI CAP KAU

Babak ke 33
Melawat Kembali ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati

"Rasa cemburu terhadap kepintaran orang lain sering timbul karena diri sendiri tidak
memiliki kemampuan,
Sehingga menggunakan siasat jahat untuk memfitnah orang,
perbuatan jahat dan sewenang-wenang pada akhirnya pasti
terbalas, Untuk mengetahui
pembalasannya cobalah dengar suara jeritan
di Neraka congkel hati."

Di dunia ada semacam orang dimana dirinya tak mempunyai kepandaian apa-apa, namun
jika melihat kebolehan orang lain ditampilkan, timbul hati cemburu, secara diam-diam
mengeluarkan siasat jahatnya, menyebar dan memancing gossip atau mengungkap
kejelekan orang. Ada pula orang yang membina jalan keTuhanan namun berlainan
dengan kepercayaan yang dianut lalu mengeluarkan kata-kata fitnahan, orang seperti itu
akan terperosok masuk "Neraka Congkel Hati", untuk dipotong dan dibuang hati
cemburunya dan hati yang suka bikin gossip itu.

Hukuman di neraka sungguh menakutkan, sejak mulai dari Astana pertama, yang
disaksikan adalah pandangan yang seram dan mengerikan, apalagi hukuman bedah hati,
sungguh lebih tragis dan mengenaskan.
Hati merupakan penguasa manusia, hukuman "Congkel Hati" memang paling sakit, tiada
yang lebih sakit dari hukuman ini, begitu hati terluka, maka seluruh anggota badan akan
terguncang, sakitnya sungguh tak terlukiskan dengan kata-kata.

Tiga roh dilepaskan dan dibawa keluar penjara, agar mereka mengaku sendiri.

Pengakuannya akan berguna untuk menyadarkan umat. Untuk memulihkan roh dosa ke
asalnya, dikipasi dengan kipas pemulih roh.

RohDosa 1 : Semasa masih hidup, saya bekerja di sebuah instansi pemerintah. Karena
saya sendiri tak punya prestasi apa-apa, melihat teman sekantor naik pangkat, lalu timbul
rasa iri di hatiku yang jahat. Dalam hati saya menggerutu pada manager "tidak adil dan
pilih kasih," akhirnya jadi dendam. Saya selalu menggunakan kesempatan membuat
laporan palsu kemudian saya adukan kepada atasan, mengatakan si Anu menggunakan
alasan palsu untuk bolos, melakukan tindak korupsi dan lain sebagainya, dengan tujuan
mencelakakan orang lain. Hanya karena itu, empat tahun yang lalu saya terjangkit
penyakit kanker lever dan akhirnya meninggal. Petugas neraka si Hitam dan si Putih
membawa saya masuk neraka, dikawal sampai di hadapan Panggung Cermin Dosa,
tertampak dosa saya semasa hidup yang mengerjai dan mencelakakan teman sekantor.
Saya lalu diserahkan ke Astana kelima untuk diadili, Yam Ong marah besar, mencela diri
sendiri tak punya kepandaian tetapi tak tahu diri, malah iri dengan orang yang punya
kepandaian, lalu mencari akal mencelakakan orang, hatinya amat jahat. Akhirnya saya
dikirim ke sini untuk menerima hukuman. Siang malam dadaku dibedah dan hatiku
dipotong oleh prajurit neraka, tak kepalang tanggung sakitnya, semasa hidup tak percaya
akan pembalasan karma, sesudah mati deritanya tak terkatakan lagi.

CiHoet : Rasa iri hati terhadap kepandaian orang tak boleh dimiliki, kau merusak
kekompakan organisasi, menjadi biang kerok dalam kelompok, sungguh tercela. Orang
yang awam semestinya banyak belajar dari kepandaian orang lain, serta menghargainya,
dengan demikian setiap hari akan semakin bertambah pengetahuannya, kalau tidak,
hatinya perlu dibedah, maka akan seperti roh dosa ini.

RohDosa 2 : Semasa hidup sebagai penganut agama Buddha, saya membina diri dalam
rumah tangga sebagai Upasaka, saya banyak membaca sutra Buddha, saya pikir selain
ajaran Sang Buddha semua adalah ajaran sesat dan pembimbing sesat. Setiap kali
bertemu dengan orang yang menganut kepercayaan lain, saya selalu memandang rendah.
Jika bertemu dengan seorang penganut Taoisme, saya selalu berkata kepadanya : "Apa
yang Anda sembah itu tak lain adalah para dewa dan setan dari aliran sampingan yang
rendah derajatnya, kelak Anda takkan bisa terangkat naik ke atas (surga)". Ada juga
orang yang memberi saya kitab-kitab suci yang ditulis oleh Roh Suci pada Vihara
Perguruan Roh Suci, sayapun tak sudi melihatnya, seraya berkata ""Itu praktek kerasukan
setan, pena sakral itupun palsu, jangan percaya pada ajaran sesat gituan!" semasa hidup
hanya berusaha sebisanya mengumpat, mencemarkan dan memburuk-burukkan
kepercayaan agama lain, mengira dirinya telah memahami ajaran Buddha yang tiada
taranya, siapa tahu setelah meninggal tak mendapatkan jalan yang menuju Surga di
sebelah Barat, tetapi malah langsung menuju neraka, sewaktu meninggal tak menjumpai
Para Suci dan Dewa yang menjemput dan membimbing saya pulang, tetapi malah
didatangi dua utusan neraka yang menggiring saya masuk ke Neraka, dan diantar sampai
ke Astana kelima, Yam Ong tak senang hati, saya dihardiknya : "Kau adalah pengkhianat
Sang Buddha, sedikit rasa welas asihpun tak ada, meski berpantang, namun batinnya
masih menyimpan rasa dengki, mengumpat agama lain secara ngawur, tak insaf akan
sifat kesetaraan Buddha Dhamma. Setiap perguruan memiliki Jalannya sendiri, dan setiap

Jalan ada kebenarannya tersendiri, asalkan membina dan memupuk amal kebajikan, tak
melanggar aturan dan melakukan kejahatan, semuanya adalah ajaran yang benar, kau
pikir ilmu Buddha Dhamma tak terhingga batasnya, namun siapa kira ajaran agama
lainpun memiliki "kesaktian yang luar biasa", lalu apa gunanya menampar mulut orang
dan menganggap diri lebih cakap?". Saya menyesal semasa hidup bersikukuh dan
berprasangka, bersikap angkuh dan sok percaya diri, hanyut dalam keakuan sendiri,
sehingga timbul hati mengumpat, metodenya, keTuhanan nya, ajarannya, semua diumpat,
watak keBudhaannya sudah hilang, sehingga mengalami nasib seperti ini! Saya menitip
pesan pada teman-teman seDharma, janganlah maniru perbuatan saya, sehingga sia-sialah
jerih payah semasa hidup.

CiHoet : Sayang sekali engkau membicarakan ajaran Buddha Dhamma tetapi menutup
watak keBudhaanmu sendiri, hati seperti itu tak saja perlu dibedah, kelak di kemudian
hari masih harus menanggung derita di "Neraka Cabut Lidah".

RohDosa 3: Saya menjadi Medium Utama pada salah satu Vihara Perguruan Roh Suci,
mula-mula saya serius dalam melaksanakan tugas penegakan medium dan pembeberan
ajaran Roh Suci, pengontakan dengan para Suci sangat tanggap, belakang hari karena
ketua Vihara tiada perhatian terhadap saya, lalu saya berpikir, setiap kali ada acara, saya
begitu mengabdi dengan susah payah, rasanya tak ada gunanya, maka pupuslah semangat
saya, lalu saya berkata pada para siswa medium : "Kegiatan penegakan medium
merupakan rekayasa manusia belaka, kalian jangan percaya". Para siswa medium
mendengar kata-kata saya lalu hilang keyakinannya, sejak itu tak lagi datang ke Vihara
membina diri dan berguru pada Roh Suci, sayapun meninggalkan Vihara tak lagi menjadi
Medium. Selang tujuh tahun saya jatuh sakit dan akhirnya meninggal, roh saya dikawal
utusan neraka dan dibawa sampai Astana kelima, Yam Ong marah, celanya : "Kau
menjadi Medium Utama meski tiada mendapat perhatian dari pihak Vihara, namun tak
pada tempatnya mengumpat Roh Suci, kau telah melakukan kesalahan besar, harus
dihukum masuk "Neraka Congkel Hati" selama 15 tahun, sebagai ganjaran terhadap "Hati
yang mengumpat para Suci", di kemudian hari masih diserahkan ke neraka lain untuk
dihukum lagi. "Kini ingin menyesalpun sudah terlambat, mohon Buddha Ci Kung
mintakan belas kasihan untuk saya.

CiHoet : Persinggahan Roh Suci mewakili para Suci, umat di dunia sekali-kali tak boleh
mengumpatnya, kalau sampai melanggar, dosanya takkan terampuni. Kemunculan
Kegiatan Penegakan Medium untuk menyadarkan umat adalah berdasarkan kebutuhan
zaman, agar umat bisa terlintaskan secara merata, itupun harus ada Titah dari Kaisar Giok
Tee, barulah bisa membuka Vihara dan membeberkan ajaran. Orang yang mengumpat
berarti telah melecehkan Yang Dimuliakan di atas surga, dosanya sungguh tak ringan.

Melawat ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati yang Ketiga Kalinya

Babak ke 34
Melawat ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati
Yang Ketiga Kali - Bertepatan dengan Pembukaan

Pintu Neraka pada Bulan Cit Gwee

"Bertepatan dengan hari raya "Pelintasan Umum Pertengahan
Tahun", pintu neraka pun dibuka,
Arwah-arwah dalam kuasa neraka dengan antusiasnya keluar
menghirup udara segar,
Mengenyam kebebasan selama 30 hari selama bulan Cit Gwee,
Tersiratlah bahwasanya masa-masa kebahagiaan dalam kehidupan
manusia tidaklah sering kita jumpai."

Selama bulan Cit Gwee (bulan ketujuh) pintu neraka dibuka lebar, saudara-saudara (yang
berada di alam neraka) datang ke alam dunia untuk melepas kejenuhan, maka oleh adat
bulan Cit Gwee disebut sebagai "Bulan Hantu", maka punya kerja pada bulan ini
dianggap tabu, takut tersinggung oleh roh hantu. Jika umat dunia senantiasa bisa bersikap
hormat, segan serta waspada terhadap malaikat dan hantu, dengan sendirinya takkan
melakukan kesalahan.

Hantu itu adalah jelmaan manusia, sudah tak aneh lagi, kita akan kena celaka jika
menganggap aneh.

Pintu Hantu sudah berada di depan, pintu sampingnya telah dibuka, para arwah berdesak-
desakan berebut keluar, wajahnya tampak ceria, seperti menghirup udara segar.
Pintu Neraka sebelah samping boleh dibuka pada bulan Cit Gwee, para arwah dalam
wilayah "penduduk sipil" bisa bercengkerama secara bergiliran, setiap orang bak burung
keluar dari sangkarnya, maka mereka seperti mabuk dalam suasana gembira, menuju ke
alam dunia.

Apakah semua roh hantu mendapat kesempatan keluar pada bulan Cit Gwee ?
Oh, tidak, meski pintu neraka dibuka pada bulan Cit Gwee, namun yang keluar lebih
diutamakan arwah-arwah yang berada di wilayah penduduk sipil, karena pada umumnya,
arwah dari penduduk sipil tiada banyak beramal-jasa atau berdosa, maka sesudah
meninggal ditempatkan di suatu wilayah dalam kuasa neraka yang disebut "wilayah
penduduk sipil". Di sana mereka menjalani kehidupan seperti layaknya di alam dunia.
Pada hari-hari biasa mereka tak diperbolehkan meninggalkan wilayahnya, hanya saat
bertepatan bulan Cit Gwee, pejabat neraka memberi amnesti besar-besaran, mengijinkan
mereka berlibur secara bergiliran, sedangkan jalur hantu pada tanggal 15 Cit Gwee baru
diperbolehkan secara terbatas keluar neraka untuk mendapat kesempatan pelintasan
umum. Dalam agama Buddha kita kenal dengan festival "Ullambhana", sedangkan umat
Tao menyebutnya "Pelintasan Umum Pertengahan Tahun". Para pejabat neraka biasanya
ada hari libur tertentu, namun pada bulan ini tak berlaku.

Para roh dosa yang berada dalam penjara wajahnya tampak lebih mengenaskan dan
menyedihkan dibanding dengan tempo hari, apakah sebabnya?
Karena bulan ini bertepatan dengan bulan Cit Gwee, pada umumnya para arwah yang tak
berdosa, bisa keluar neraka untuk bercengkerama, sedangkan para roh dosa ini semasa
hidupnya juga pernah mendengar cerita bahwasanya bulan Cit Gwee merupakan

dunianya para arwah atau roh halus, dalam hati mereka berpikir hari ini semestinya bisa
bebas sejenak, tetapi tak terpikirkan bahwa dirinya kini masih dalam keadaan diborgol,
tak punya kebebasan, rasanya iri sekali melihat orang lain bisa berlibur dan leluasa,
sedangkan dirinya dikurung, para danyang (hantu penjaga) nerakapun tak kenal ampun,
tetap melaksanakan hukuman congkel hati, maka hatinya terasa merana dan pilu. Umat di
dunia perlu bersiap-siap lebih awal, jadilah orang yang baik, berbuat yang baik, jangan
berbuat dosa, sebab jika sesudah meninggal masuk neraka, takkan dapat menemukan
kebebasan dan hari yang cerah.

Pejabat mengatur dua roh keluar untuk menceritakan sendiri perbuatan jahat apa yang
mereka lakukan.

RohDosa 1 : Rasanya malu jika kuceritakan, pada usia tengah baya, istriku meninggal,
namun nafsu birahiku belum reda, pada suatu hari di pinggiran desa, saya bertemu
dengan seorang gadis, saat itu nafsu birahiku mendadak timbul dengan dahsyatnya. Saya
lihat di sekeliling tak ada orang, lalu saya bergegas memeluknya, menarik paksa masuk
ke dalam kebun tebu terdekat. Saat mau saya perkosa, gadis itu meronta dan menjerit-
jerit, minta saya lepaskan, tetapi saat itu saya sudah kesetanan dan kehilangan nalar, saya
mengancam dan menakut-nakutinya, jika tak mau menurut akan saya bunuh, akhirnya
iapun tunduk, dan saya berhasil memperkosanya. Setelah kejadian itu saya merasa
menyesal, meski gadis itu tak melaporkan kasusnya untuk dilacak, saya sendiri merasa
bersalah, dan sering mencela diri sendiri, tak lama kemudian, saya jatuh sakit dan
akhirnya meninggal. Saat roh sampai di kuasa neraka, Yam Ong marah besar. Karena
saya sudah mengaku bersalah, saya tak dibawa ke Panggung Cermin Dosa, langsung
dibawa ke Astana kelima, dihukum di "Neraka Congkel Hati" selama 10 tahun,
mengoperasi hati saya yang "gila nafsu sex dan suka memperkosa", hingga kini sudah
menjalani siksa hukuman selama 4 tahun lebih, setiap hari saya sangat menyesal, tetapi
nasi sudah menjadi bubur, seperti kata sebuah pepatah : "Sekali salah langkah, akan
menciptakan penyesalan selama ribuan tahun". Kini menyesalpun sudah terlambat.

Pejabat : Memperkosa gadis perawan, merusak masa depan orang seumur hidup,
keterlaluan jahatnya dan berat dosanya, meski kau mengerti mencela diri sampai mati,
sadar akan kesalahan diri dan menyesal, namun dosa ini tak dapat ditebusnya. Kejahatan
yang terutama ialah berzinah, kini ibaratnya sudah masuk perangkap sendiri, jangan
menyalahkan orang atau menggerutu kepada Yang Di Atas. Sadarlah umat di dunia,
jangan sampai melakukan dosa berzinah ini, jika ada yang sudah terlanjur melanggar
cepatlah bertobat di hadapan Sang Buddha, serta menegakkan ikrar besar, atau beramal
cetak kitab "Melawat ke Alam Neraka" sebanyak 1000 buku untuk menyadarkan umat,
maka dosanya akan terkurangi, jika tidak, kelak hukuman nerakalah yang akan ia
dapatkan. Kini giliran roh dosa kedua, cepat laporkan dosa dan kejahatan apa saja yang
kau lakukan seumur hidup, jika tidak, maka kau takkan mendapat pengampunan dari
hukuman keras.

RohDosa 2 : Tak kepalang sakitnya, sampai sulit dikatakan, hanya karena semasa hidup
ada sekilas niat yang keliru, sehingga melakukan dosa yang amat besar, penderitaan saya
tak habisnya. Mohon Buddha Hidup Ci Kung sudi menolong saya!

CiHoet : Semasa hidup banyak bercabul, masih tak terjerat hukum dan seenaknya saja,
kini mendapat balasan yang malang, dari mana saya bisa mengampuni dosamu? Lebih
baik pasrah sajalah!

RohDosa 2 : Sungguh tragis nasibku, kalau Buddha Ci Kung tak mau menolong, sayapun
tak bisa apa-apa, hanya bisa mengaku kesalahan yang dahulu. Semasa hidup saya
menjadi sopir taksi, karena tak mendapat pendidikan yang baik, membuat prilaku jadi tak
karuan, main judi, main perempuan, dan minum-minum, semua tak ketinggalan, apalagi
dalam hal main cabul. Di dalam mobil, saya sediakan kaset percakapan porno, jika ada
penumpang perempuan sendirian naik taksi, maka kaset itu saya stel, saya memang
sengaja mau menggoda dan merangsang. Saya memang mendapat makian orang sebagai
"Hantu asusila", "Setan porno", tetapi saya malah merasa senang melihat nasib sial orang,
sama sekali tak merasa malu. Pernah pada suatu malam, saya mendapat penumpang
seorang gadis, wajahnya cantik sekali, mendadak nafsu birahi saya bangkit, saya segera
memutar kaset porno, lalu tancap gas, membawanya ke tempat terpencil, saya
mengancamnya dengan pisau lalu saya perkosa. Hal ini telah saya lakukan sebanyak tiga
kali. Lima tahun yang lalu, saat menyalib kendaraan, terjadilah tabrakan, sayapun mati
dalam kecelakaan tersebut. Seketikan itu juga diborgol dan dikawal oleh si Kepala Sapi
dan Tampang Kuda menuju ke neraka. Setelah diperiksa di beberapa Astana, akhirnya
dibawa ke Astana kelima, dan mendapat hukuman masuk "Neraka Congkel Hati" selama
30 tahun lamanya tiap hari saya disiksa, ingin menyesalpun sudah terlambat. Berharap
pada Saudara Yang Sheng sepulang ke alam dunia menyampaikan pesanku pada umat di
dunia, perbuatan apa saja yang pernah dilakukan semasa hidup, setelah meninggal akan
diadakan perhitungan satu persatu secara jelas, takkan bisa luput dari hukuman, kini saya
hanya bisa menyesali kedangkalan pengetahuan saya, sehingga membuat dosa besar.

Pejabat : Roh ini sungguh besar dosanya, usianya dipotong 10 tahun, lebih awal ditarik ke
dalam kekuasaan neraka, untuk menumpas kelakuan jahatnya. Kelak setelah selesai
menjalani hukuman di neraka kami, akan dimasukkan ke dalam neraka Abadi, selamanya
takkan bisa terangkat untuk dilahirkan kembali. Umat di dunia hendaknya bisa
menjadikan pelajaran ini sebagai sebuah cermin. percabulan merupakan kejahatan yang
terutama, setiap hubungan yang ilegal, atau kejahatan memperkosa wanita dan memutar
kaset porno dalam kendaraan, takkan mendapat ampunan dari hukum neraka, jika tak
waspada pada tingkah laku dirinya, di kemudian hari kelak takkan dapat tertolong.

CiHoet : Dibandingkan dengan hukuman lain, hukuman "Congkel Hati" jauh lebih
menderita beribu kali, umat di dunia jangan sampai melakukan hal-hal yang "mengelabui
hati" nya, jika tidak, saat pembalasan sudah di ambang pintu, mau menyesal takkan
keburu.

Babak ke 34
Melawat ke Sub Seksi Neraka Penyelomotan Jemari

"Di atas bukit, bunga salju turun beterbangan dan bertebaran menimpa pohon "Mei"
(prumus Mei),
Tahun demi tahun, bulan demi bulan, sang waktu terus bergulir mendesak

tanpa berperasaan, Tanggalkanlah pisau penyembelih makhluk agar tangan menjadi
bersih,
Bina dan pupuklah ladang rohani, manfaatkanlah sendiri kesempatan yang baik."

Kita akan meninjau "Neraka Penyelaraan (Penyelomotan) Jemari", neraka tersebut harus
melalui jalan kecil di samping "Neraka Besar Panas Api Emosi".
*Penyelaraan = memberi tanda (cap) dengan besi yang membara pada kulit orang
terhukum.
Hawa panas dari depan sudah terasa mengancam, bagaimana kita melangkah maju? Lagi
pula katanya jalan kecil itu juga merupakan "Jalan Panas". Ci Hoet menggunakan kipas
Buddha mengipasi tanah yang panas membara menjadi tanah sejuk nan menenangkan
hati. Roh-roh dosa itu segera merasakan laju langkahnya enteng tak lagi terlecur
(terselomot), mereka amat tercengang, melihat ke sekitarnya, lalu mereka pun menambah
kecepatan langkahnya. Sebelum kekuatan magisnya memudar, Yang Sheng dan Ci Hoet
berlarian sampai ke ujung jalan. Di ujung jalan kecil di sebelah kiri sudah ada Pejabat
neraka dan para perwira yang berbaris menunggu, untuk memberi petunjuk.

Di neraka mana saja selalu terdengar suara tangisan yang memilukan, apa yang terdengar
di neraka, bak suara umat di dunia yang sedang mengerang-erang di saat sedang kambuh
penyakitnya, pilu hatinya dan berharap mendapatkan kesembuhan.

Sarana di dalam neraka cukup modern, kedua tangan roh dosa diikat dengan rantai pegas
yang dihubungkan pada selajur rel baja yang merah membara, sehingga kedua tangan roh
dosa terselar (terselomot). Karena tangannya terikat, maka tak bisa menghindar. Derajat
panas rel baja itu amat tinggi, rantai pegas menghantar panas dengan cepat. Karena tak
tahan dengan panasnya api, roh dosa hendak lari menjauh. Namun semakin berusaha
menjauh daya tarik rantai pegas semakin kuat, akhirnya roh dosa terjatuh dan tersentuh
rel baja yang membara itu. Kedua tangannya seperti memungut arang yang membara, tak
bisa dicampakkan, wajahnya sampai mencucurkan keringat, kedua tangannya menjadi
hangus lumat karena luka bakar, roh dosa hanya bisa menangis kesakitan dan terkulai
tanpa daya.

Neraka ini disebuh "Sub Seksi Neraka Penyelomotan Jemari". Dahulu menggunakan
setrika untuk menyelomoti tangan roh dosa, tapi demi menyesuaikan "kecanggihan
strategi tindakan" umat di dunia, maka metode hukumannya pun kini diperbarui.

Antara alam wadag (alam dunia kasat mata : "Yang") dan alam astral (alam tak kasat
mata : "Im") ternyata mempunyai hubungan kausalitas (sebab akibat), secanggih-
canggihnya strategi yang dimainkan masih ada yang lebih canggih lagi!

Pejabat mengatur beberapa roh dosa untuk menceritakan sendiri pelanggarannya semasa
hidup.

RohDosa 1 : Semasa hidup, sudah menjadi watak saya suka main cabul; sering kali di
tempat remang-remang melakukan perbuatan kurang ajar terhadap wanita yang sedang
melintas. Terhitung ada 12 kali melakukan dosa ini semasa hidup, setelah meninggal
dihukum kemari menerima siksa!

Pejabat : Kedua tangannya jahil, "tangan iblis"nya pantas dihukum. Gantian roh dosa
kedua memberi pengakuan!

RohDosa 2 : Semasa hidup saya suka menghasut orang untuk berperkara, suka
membuatkan "Berkas aduan" untuk orang yang hendak berperkara, sehingga saya bisa
mengambil keuntungan melalu cara itu, semasa hidup cuma melakukan kesalahan ini.
Setelah meninggal, Yam Ong gusar, menyidang saya atas kegemaran saya membuatkan
"Berkas aduan". Karena kedua tangan saya mencelakai orang dan perlu dihukum selomot,
maka menerima hukuman di sini. Tiada orang yang tahu akan derita saya, mohon Buddha
Hidup Ci Kung menolong saya!

CiHoet : Engkau toh punya kepandaian, mengapa tak mengajuka berkas pembelaan
kepada Yam Ong? Agar beliau bisa mengampuni kamu?

RohDosa 2 : Yam Ong bermuka besi, tak pandang bulu sedikitpun, saya tak berani cari
repot sendiri.

CiHoet : Kalau begitu, sama halnya jika engkau memohon kepada saya!

Pejabat : Tak boleh seenaknya minta tolong. Yang ketiga cepat beri pengakuan!

RohDosa 3 : Semasa hidup saya membuka arena perjudian. Bagi yang menang, saya
pungut bagian dan juga sering menggunakan tipu daya dalam permainan, berhasil menipu
banyak uang. Karena mudah mendapatkan uang, lalu hidup saya menjadi bejad, sering
melakukan tindakan melawan hukum, sangat disegani di kalangan dunia hitam. Tak
terkira setelah meninggal, Yam Ong gusar sekali, lalu menghukum saya masuk "Neraka
Penyelomotan Jemari" selama 30 tahun, setiap hari menerima siksa hukum yang tak
terperikan!

CiHoet : Membuka arena perjudian masih melakukan tipu daya permainan, dosanya
sangat besar. Sesudah selesai menjalani hukuman di neraka, kelak jika dititiskan kembali,
pasti akan menerima pembalasan berupa cacat badan. Saya berharap umat di dunia cepat
berpantang judi. Yang keempat cepat beri pengakuan.

RohDosa 4 : Semasa hidup, saya pernah membuka cek kosong, menilap harta orang,
setelah meninggal lalu dihukum kemari. Semasa masih hidup, saya berpikir dalam hati,
asalkan saya bisa melarikan diri jauh-jauh, sang Penagih hutang tak bakal bisa
menangkap saya, maka bereslah segalanya, tak tahunya setelah meninggal ditangkap dan
dihukum berat di sini oleh Yam Ong sang Penguasa Neraka!

Pejabat : Punya hutang uang dengan orang, biarpun hanya sepeser, tetap harus membayar
lunas, jika tidak, setelah meninggal tak akan ada ampunan di kuasa neraka, tetap dihukum
berat.

CiHoet : Dewasa ini umat di dunia, banyak yang membuka cek kosong, kalau cek sudah

dikeluarkan dan dananya tak disetori, berarti kosong, cuci tangan (tidak bertanggung
jawab). Setelah meninggal, orang tersebut, pasti dijatuhi hukuman berat, pada kelahiran
mendatang akan dititiskan menjadi kerbau atau kuda untuk mencicilnya. Sejak dari
zaman dulu hingga kini, tak ada yang bisa terhindar dari pembalasan, tanpa kecuali.
Hukum karma sedikitpun takkan ingkar, waspadalah umat dunia!

Pejabat : Yang kelima, kini tak lagi kerenkah? Cepat ceritakan perihal Kebanggaanmu
semasa hidup!

RohDosa 5 : Mohon pejabar jangan meledek saya lagi. Semasa hidup, saya menjadi
anggota suatu geng, sering membuat onar, mengacaukan kamtibmas setempat, begitu
terlihat hal-hal yang tak menyenangkan hari, atau ada orang yang memandangi saya, saya
lalu menjotosnya. Boleh dikata perkelahian sudah menjadi kebiasaan setiap hari, setelah
meninggal, Yam Ong langsung memerintahkan perwira berkepala sapi dan bertampang
kuda untuk menghajar saya, seraya bertanya saya terima atau tidak? Terkenang perilaku
saya semasa hidup, saya pikir memang keterlaluan!

Pejabat : Sewaktu engkau masih berusia muda, "Api emosi"mu begitu besar, suka
berkelahi dan main sembrono, merusak ketenangan hidup masyarakat, kepalan tanganmu
begitu keras, kini dipaksa merasakan benturan rel baja, untuk mengikis "Api emosi"mu
itu!

CiHoet : Waktu sudah habis, Yang Sheng, bersiaplah pulang ke Vihara.

YangSheng : Mohon pamit kepada Pejabat dan para Perwira, terima kasih atas petunjuk
dan perlakuan baik kalian.

Melawat ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati yang Keempat Kali

Babak ke 35
Melawat ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati
Yang Keempat Kali

"Hobi berjudi bisa diumpamakan dengan laron yang menubruk api,
Sekaya-kayanya harta yang dimiliki bisa langsung habis,
"Tante Girang" yang gemar "bermain" tentu akan rusak namanya,
Jika sampai terperosok ke dalam jurang, apa lagi yang bisa
dilakukan."

Orang yang hidupnya luntang-lantung, tidak mau bekerja, atau pekerjaannya tak patut,
tak halal, pencahariannya dari perjudian, tak sedikit orang baik-baik yang digodanya
sampai terperangkap sehingga hartanya ludes rumah tangganya porak poranda, amatlah
sayang. Seperti kasus perampokan yang terjadi di wilayah bagian tengah Taiwan waktu
itu, mulanya juga disebabkan oleh perjudian, karena hutang uang judi tak kenal belas
kasih, terpaksa nekat mengambil langkah yang membahayakan, maka kasus-kasus
pencurian dan perampokan terjadi secara beruntun. Perjudian bisa mencelakakan orang,

daya kontaminasinya sangat besar, umat di dunia jangan sekali-kali masuk arena
perjudian, agar tak menyesal nantinya. Sedangkan perzinahan merupakan kejahatan yang
paling utama, orang yang terlibat kebanyakan rusak namanya dan mendapat malu, lebih-
lebih kaum wanita yang berasal dari keluarga baik-baik, sudah selayaknya menjaga
reputasi nama baiknya, tak boleh mengkhianati sang suami "melompat pagar"
(menyeleweng), sehingga membuat aib, tante girang dosanya berat, sama dengan judi.
Jerit kesakitan yang memelas dari para roh yang berada di kuasa neraka, tak sedikit
timbul karena masalah ini.

Keadaan di kuasa neraka hari ini tampak jauh berbeda, para arwah hilir mudik kian
kemari, ramai sekali, suasananya tampak agak rileks, apa sebabnya?
Karena bertepatan dengan hari raya Pelintasan Umum Pertengahan Tahun (festival
Ullambhana), dua hari belakangan ini di dunia banyak yang mengadakan upacara
sembahyangan memberi sedekah menyantuni para arwah dan hantu. Mereka yang
dosanya ringan, bisa keluar dari neraka, menerima santunan yang diadakan secara umum.

Yang masuk "Neraka Congkel Hati" adalah para roh yang dosanya berat, maka mereka
tak termasuk di antara yang mendapat amnesti, tak bisa menikmati persembahan
sembahyangan dari alam dunia.

Pejabat mengeluarkan dua roh dosa yang lain, biar masing-masing menceritakan sendiri
hal ihwalnya.

RohDosa 1 : Siap! Semasa hidup, saya dipekerjakan pada dinas luar, sepanjang hari
mencari order di luar, maka sering menginap di hotel, dan berkenalan dengan calo
perempuan, tak lama kemudian, saya diajak ikut main judi, mula-mula hanya iseng, tetapi
lama kelamaan malah ketagihan, setiap hari berjudi, kalau sehari tak main rasanya gatal,
sejak itu saya selalu luntang lantung kluyuran di arena judi, meski penghasilan saya di
dinas luar cukup lumayan, tetapi karena sering kalah main, bahkan modalpun belum bisa
kembali, maka saya meminjam uang ke sana-sini, urusan rumah tangga sudah tak saya
pedulikan, sampai pada usia 43 tahun, suatu kali saya mengendarai sepeda motor, karena
sedang teler, terjadilah kecelakaan di jalan, seketika itu saya meninggal. Setelah
meninggal, saya dikawal oleh utusan neraka hingga ke neraka, saat itu baru tahu kalau
usia saya dipotong 5 tahun. Setelah melalui pemeriksaan dari Astana pertama sampai
Astana keempat, kemudian diserahkan ke Astana kelima, Yam Ong gusar, menghukum
saya masuk "Neraka Congkel Hati" selama 13 tahun, setiap hari "Hati yang suka berjudi"
saya dipotongnya, sakitnya tak terlukiskan. Saya berharap umat di dunia jangan sekali-
kali gila main judi, di neraka para penjudi paling disirik. Begitu melihat penjudi, Yam
Ong, langsung menghukum dera (pukulan) 100 kalo, sesudah itu baru mulai disidang,
kata Yam Ong, pantat si penjudi itu paling keras, karena setiap hari duduk dalam arena
judi, badannya kurang olah raga, Raja Shen Lo menderanya sebagai ganti olah raga. Tak
saja terhina, kulitpun rasanya sakit, uh...uh...saya sungguh menderita, saya mohon kepada
Buddha Ci Kung, tolonglah saya.

CiHoet : Tangan penjudi itu paling tak kenal kasih, kau ingin menggunakan tangan
seperti itu untuk meminta tolong kepada saya? Lebih baik pasrah saja, jangan berkhayal.

Pejabat : Kau tak boleh sembarangan berucap minta dikasihani, "Hati suka berjudi" mu
harus disembuhkan dulu, sesudah itu kau masih harus diserahkan ke "Neraka Panggang
Jari" untuk dihukum di sana, siapa yang suruh kau gila main judi, kini setelah meninggal
ya harus menerima balasannya, jangan salahkan orang atau menggerutu kepada Yang
Kuasa. Kini giliran roh dosa yang kedua, cepat beri pengakuan perbuatan dosa semasa
hidupmu.

RohDosa 2 : Begini banyak orang, sungguh malu untuk dikatakan....Karena watakku
yang labil, setelah menikah dengan suami, saya menjalin kenalan dengan teman-teman
pria, sehingga akhirnya menyeleweng. Semasa hidup saya menjalin hubungan dengan 5
orang teman pria. Saya sering mengadakan kencan di luar, suami sama sekali tak tahu.
Sampai pada usia 54 tahun, saya mengalami lumpuh jantung dan berakhir dengan
kematian, lalu arwah saya dikawal oleh Perwira Hitam dan Putih. Setelah bercermin di
Panggung Cermin Dosa, tampaklah semua peristiwa asusila semasa hidup, saya tak bisa
mengelak, lalu diserahkan ke Astana kelima, dan dihukum masuk ke "Neraka Congkel
Hati" selama 20 tahun, setiap hari hati saya kesakitan karena dipotong, mau menyesalpun
sudah terlambat, mohon Buddha Ci Kung memintakan belas kasihan kepada Yam Ong,
memberi ampun kepada saya agar bisa keluar dari penderitaan!

CiHoet : Engkau sebagai seorang istri, tapi tak menjaga moralitas wanita, suka berzinah,
suka kemewahan lahiriah, lagipula tak ada amal apa-apa, sayapun tak berdaya!

Pejabat : Ci Hoet, jangan hiraukan dia, semasa hidup suka berzinah, maka "Hati Suka
Berzinah"nya harus dipotong, diri sendiri yang berbuat, diri sendiri pula yang menerima
akibatnya. Jika hendak mohon kepada Buddha dan Para Suci untuk mengampuni,
seharusnya segera bertobat dan berpaling pada saat hayat masih dikandung badan, dengan
cara demikian, bari bisa segera diampuni. Jika sampai ajal tiba tak mengubah kesalahan,
maka sudah tak mungkin lagi minta ampun.

CiHoet : Benar kata Anda, siapa saja yang suka berjudi dan berzinah, harus cepat
bertobat dan memperbarui dirinya, banyak beramal, dan jika bisa berikrar di hadapan
Buddha dan Para Suci, untuk menyadarkan umat, maka dosanya bisa diampuni.

Melawat Astana Keenam, Bercakap-cakap dengan Raja Pian Cheng

Babak ke 36
Melawat ke Astana Keenam
Bercakap-cakap dengan Raja Pian Cheng

"Tak terasa sudah setahun terlewatkan dengan begitu saja,
Kini kembali pada Festival Pertengahan Musim Gugur,
Bangun pagi tidur malam tak hentinya bersibuk diri,
Rambut bertambah putih, orangnya pun menjadi tua,
Para umat, cepatlah bina hatimu."

Kehidupan manusia tidaklah lama, pepatah kuno mengatakan : "Sejak dahulu, hidup
sampai usia 70 tahunan tergolong langka. Kini ilmu kedokteran maju pesat, tarap
kehidupanpun meningkat, mengusulkan pendapat baru bahwa, "Kehidupan manusia
barulah dimulai sesudah berusia 70 tahun." Tetapi pada kenyataannya ada berapa orang
yang bisa hidup sampai usia 70 tahun? Sebenarnya Langit menciptakan manusia tanpa
membatasi usianya, namun karena nafsu keserakahan manusia sendiri, sehingga banyak
menyita sari-pati, energi vital dan pikiran, membuat haus jiwa raga dan membuatnya
cepat mati, sesungguhnya umat manusia sendiri yang mencari jalan kefanaan, (jika tak
mau dikatakan mencari jalan kematian sendiri?) maka para umat manusia agar lebih dini
membina diri, memupuk spiritnya, maka dengan sendirinya bisa mencapai usia lanjut
secara alamiah.

Jika membicarakan masalah moralitas umat masa kini, sungguh sudah tak keruan.
Melihat keadaan demikian Giok Tee sangat prihatin dan tak tega, maka menurunkan
Titah untuk menyusun kitab "Melawat ke Alam Neraka", karena umat di dunia tak
percaya kalau sesudah mati, orang yang berbuat jahat akan terperosok menerima siksaan
di berbagai neraka Alam Baka, maka memerintahkan Ci Hoet dengan membimbing roh
Yang Sheng, turun ke alam neraka, meninjau keadaan pelaksanaan hukuman bagi orang
yang sudah meninggal, dan seketika itu si Malaikat kecil Yu Shu merekam dengan mata
Buddhanya, melimpahkannya dalam bentuk tulisan medium sesuai keadaan
sesungguhnya yang terjadi di lapangan, dimana Yang Sheng sedang melawat.

Pada masa kini umat di dunia mengutamakan ilmu pengetahuan, meremehkan malaikat
dan roh halus, sehingga dimana-mana terjadi tindak kejahatan berupa pembunuhan,
perzinahan, perampokan dan lain sebagainya. Karena umat mengutamakan realitas,
dalam hati berpikir, asal bisa terhindar dari hukum di dunia dikiranya sudah cukup aman,
sehingga orang-orang yang sengaja mencari celah kelemahan hukum atau orang-orang
yang nekat ambil resiko dengan melanggar hukum bisa terlihat di mana-mana. Orang
yang merusak tata aturan hubungan dengan sesamanya, dan melecehkan etika moral
berbisnis merajalela di antara umat manusia, sungguh sangat disesalkan! Ini adalah efek
samping yang tak baik dari prilaku mementingkan kebendaan, situasi dunia sampai
menjadi begini. Siapa saja yang tak percaya akan keberadaan malaikat, roh halus dan
hukum karma, sehingga tindakannya ngawur tak keruan, sesudah meninggal takkan ada
yang bisa lolos dari jerat hukum kuasa neraka, seperti bunyi sebuah pepatah : "Jaring
langit bermata (berlubang) besar-besar, tapi tiada suatu apapun yang bisa lolos", itulah
yang dimaksud.

Neraka di sini disebut sebagai "Neraka Menjerit Keras". Neraka di sini dibagi menjadi 16
sub seksi neraka, orang dari dunia yang perbuatannya melawan hati nurani dan hukum
langit, tak menaati tata moral, akan menerima hukuman yang berat dan tragis.

Umat di dunia baik-baiklah membina diri dan memupuk rohani, menjaga baik-baik pada
posisinya masing-masing. Umat di dunia kelas ingin mendapat nasib seperti apa,
sebaiknya dirinya merencanakan terlebih dahulu.

Melawat ke Neraka Potong Alat Kelamin dan Serangan Gigitan Tikus

Babak ke 37
Melawat ke Neraka Potong Alat Kelamin
dan Serangan Gigitan Tikus

"Di malam hari yang larut dan sunyi, disaat rembulan bersinar
terang,
Aku membimbing Yang Sheng turun ke Alam Baka,
Menerima Titah menyusun kitab kini setahun sudah berselang,
Menyadarkan dan melintaskan umat yang sesat jalan ke
seluruh penjuru jagad raya."

Neraka apakah di depan itu? Mengapa terdengar jerit tangis dan suara tikus?
Di depan sana adalah "Neraka Potong Alat Kelamin dan Serangan Gigitan Tikus",
termasuk dalam 16 sub seksi neraka di bawah kekuasaan Astana keenam.

Di dalam penjara terlihat banyak tikus dimana-mana, menyerang pada roh dosa, setiap
roh dosa diikat dalam posisi duduk di lantai, kedua tangannya tak lagi bisa melindungi
diri, terdengar jerit kesakitan dan meronta-ronta sebisanya, dosa apakah yang sebenarnya
mereka perbuat?
Roh yang dihukum di neraka ini semuanya adalah roh dosa pria, semasa hidupnya suka
berzinah, atau penggemar sex, melanggar pantangan hidup mengekang nafsu. Karena
semasa hidupnya suka berzinah, merusak tata moral dan susila, maka selain alat
kelaminnya dipotong, tikus-tikus itu masih dibiarkan menggigit akar alat kelamin dengan
ganasnya, dengan maksud diberantas sampai ke akar-akarnya.

Hukuman ini sungguh sakit sekali karena akar kehidupan erat kaitannya dengan hati,
begitu dipotong dan digigit, sakitnya tak kepalang tanggung, dalam peribahasa
dikatakan : "Jika memotong rumput tak sampai ke akar-akarnya, begitu tiupan angin
musim semi tiba, maka akan tumbuh kembali." Orang semacam ini karena kerakusannya
yang berlebihan akan kenikmatan sex sesaat, sehingga menerima siksa keji ini.

Para roh dosa ini diikat kedua tangannya, tikus-tikus menyelinap menyergap dari bawah,
ada yang berteriak, bergulung di lantai hendak menghindar namun tak bisa, tikus-tikus itu
sebesar kucing, tampak buas dan ganas, menggigit orang seperti sedang makan sesuatu.
Si tikus paling suka menggigit kantungan dari kain, makan biji kacang, sama adegannya.
Terlihat darah segar terus bercucuran, kasihan sekali umat yang karena haus kenikmatan
sesaat, sehingga menciptakan keadaan tragis seperti ini!

Dibawa keluar dua roh dosa untuk memberi pengakuan atas perbuatan dosa mereka
semasa hidup, agar dimuat dalam kitab "Melawat ke Alam Neraka" untuk menyadarkan
umat di dunia.

RohDosa 1 : Semasa hidup, saya masuk Perguruan Suci untuk membina jalan keTuhanan,
saya telah bervegetarian dan berpantang, juga sudah berumah tangga. Kemudian karena
iman saya tak kuat, saya menyeleweng dengan teman perempuan seDharma, sehingga
melanggar pantangan. Benar-benar menyia-nyiakan niat saya yang semula, setelah

meninggal tak saja tak mendapat tempat di surga, malah dikawal oleh utusan neraka si
Hitam dan si Putih, setelah dihadapkan di Panggung Cermin Dosa, tampaklah semua
perbuatan yang memalukan. Betapa malunya. Saya tak dapat berkata apa-apa lagi,
kemudian saya diserahkan ke Astana keenam. Raja Pian Cheng gusar, mencela
bahwasanya saya telah masuk Perguruan Suci dan telah berikrar berpantang tapi malah
dilanggar sendiri, maka hukumannya diperberat, lalu diputus masuk "Neraka Potong Alat
Kelamin dan Serangan Gigitan Tikus", mula-mula alat kelamin saya dipotong, lalu diikat
di lantai, dibiarkan digigit oleh tikus, setiap hari saya gelisah dan bingung, serta
merasakan sakit yang hebat, tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur, sekali salah
langkah akhirnya menciptakan penyesalan sepanjang masa. Saya berharap pada umat di
dunia, jika sudah masuk dalam Perguruan Suci, harus menjaga aturan Sucinya, jika
dilanggar, maka jasa pahala apa saja yang diperoleh akan tetap sulit untuk menebus
kesalahannya.

CiHoet : Dalam pribahasa dikatakan " "Berpantang hanya sampai sebatas pusar perut
saja." Seperti itulah contohnya. Bagian bawah pusar tidak ikut dibina dengan baik hingga
bersih, maka ya biar opas neraka dan si tikus yang membenahinya, agar kau bisa lebih
bersih. Akibat ini harus kau sendiri yang merasakan.

Giliran roh dosa kedua menceritakan perbuatan semasa hidupnya.

RohDosa 2 : Sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah SLTP, saya digoda oleh
teman yang hina pergi ke lokalisasi WTS untuk main perempuan, setelah itu kalau punya
uang, saya lalu pergi ke sana mencari hiburan, dan sering kali mengajak teman sekelas
pergi bersama untuk cuci mata, sehingga badan yang masih dalam masa pertumbuhan
menjadi rusak, malah ada yang terjangkit penyakit kelamin. Karena pada masa remaja
membuat kesalahan suka main cabul, maka sesudah meninggal dihukum kemari
menerima siksa, diri sendiri menderita tak ada orang yang mengetahui. Semasa hidup di
dunia seenaknya melakukan apa saja, sesudah meninggal malah susah melewati hari demi
hari, pikir punya pikir sungguh menyesal namun sudah terlambat.

Pejabat : Di masa muda tak belajar menjadi baik, malah suka iseng main sex, belum
nikah sudah kehilangan perjakanya, ini bisa dikategorikan sebagai "tak menjaga kesucian
diri", apalagi masih membujuk teman ikut terperosok, akar nafsu sexnya merajalela,
maka sudah sewajarnya terperosok ke neraka ini.

YangSheng : Melihat mereka, saya merasa sangat kasihan, banyak sekali roh dosa yang
dijebloskan ke dalam penjara ini, dosa apakah sesungguhnya yang mereka lakukan,
sehingga dihukum kemari?

Pejabat : Setiap hari neraka kami kemasukan roh dosa dalam jumlah ribuan, maka kriteria
perbuatan dosanya cukup luas, barang siapa yang terlalu gemar main pelacuran, akar
nafsu sexnya (berzinah) tak dibersihkan; atau sebelum menikah sudah kehilangan
keperjakaannya; atau sering menipu kehormatan wanita, atau sesudah menikah
menyeleweng dengan orang lain; atau setelah masuk biara lalu melanggar pantang
berzinah; atau melakukan hubungan badan dengan kerabat dekat sendiri yang dilarang

oleh hukum atau adat (incest); atau terlibat kasus perkosaan; akar nafsu percabulannya
sungguh amat jahat, kesemuanya ini dihukum masuk neraka kami dan menerima siksa
yang seram.

CiHoet : Nasehatku pada umat di dunia, janganlah melakukan dosa berzinah, dosa ini
paling berat, apalagi bagi orang yang membina di jalan keTuhanan, sudah sepantasnya
lebih meningkatkan kewaspadaan, jika sampai melanggar pantangan berzinah, takkan
mendapat pengampunan, selain mendapat bagian tempat di "Neraka Congkel Hati",
masih ada juga yang harus ke neraka ini menerima siksaan lagi, namun Tuhan sebenarnya
Maha Pemurah, selalu memberi kesempatan, jika sesudah membaca kitab "Melawat ke
Alam Neraka" ini bisa membulatkan tekad bertobat dan memperbaiki dirinya, dan banyak
beramal mencetak kitab "Melawat ke Alam Neraka" ini untuk menyadarkan umat, serta
tak mengulangi perbuatan dosanya, maka Giok Tee bertitah, untuk meringankan atau
bahkan menghapus dosanya.

Melawat ke Sub Seksi Neraka Pelajaran Berkendaraan

Babak ke 38
Melawat ke Sub Seksi Neraka
Pelajaran Berkendaraan

"Membentangkan Ajaran tak takut jangkauannya jauh ke seluruh dunia, Alangkah
bahagian diadakan kelas pembeberan Ajaran Suci pada
malam hari ini, Manusia
berbudaya berkumpul bersama di Wilayah Tengah (Tai
Chung), Semangat
berKeTuhanan pun memancarkan sinar cemerlang dan
membumbung ke atas surga."

Musim panas telah berlalu, kini berganti musim gugur, hawa dingin sudah mulai terasa,
pakaian yang dikenakan mulai dipertebal, burungpun bertambah tebal bulunya. Musim
berganti musim, terus berputas silih berganti dengan tak hentinya, mengenang masa lalu
ketika masih kanak-kanak, tak disangka kini anak cucu sudah memenuhi rumah, mata
menjadi rabun, tangan kaku, jalanpun tertatih-tatih, timbul perasaan sesal, menyesali
masa muda yang telah berlalu. Pada saat seperti ini mengenang masa lalu, bagaikan
sebuah mimpi belaka. Oleh sebab itulah, baik-baiklah memanfaatkan waktu. Serentang
waktu berarti serentang kehidupan, adalah lebih baik jika bisa lebih awal masuk ke dalam
Perguruan Suci untuk membina diri dan mendalami hakekat keTuhanan dan menjadi
pengikut kebenaran, menjadi warga yang baik di tengah masyarakat, di tengah Perguruan
Suci yang bijak dan saleh, maka setelah meninggal takkan lagi kebagian tempat di
neraka, sekalipun tiba di neraka, paling juga sebagai tamu pelancong saja, tak perlu
mendapat hukuman dan kena siksa.

Dari depan terdengar suara teriakan, seperti orang yang sedang dibantai atau dipukul, di
depan ada jalan kecil, terlihat utusan neraka sedang menggiring roh dosa melaju ke
depan. Perlawatan hari ini adalah meninjau sub seksi neraka di sekitar perbukitan di
depan itu.

Dosa apakah yang mereka lakukan sehingga para roh dosa ini dikawal untuk menjalani

hukumannya?
Para roh dosa ini kebanyakan adalah pengemudi, atau pengendara sepeda motor, karena
semasa hidupnya pernah menjadi penyebab kecelakaan kendaraan, menabrak orang
sampai mati, maka sesudah meninggal mendapat hukuman di neraka.

Pengemudi atau pengendara sepeda motor yang pernah menabrak orang sampai mati,
sudah ada penyelesaian hukum di dunia, apakah masih belum menuntaskan
permasalahannya?
Karena sudah menghilangkan nyawa orang, maka menurut hukum yang berlaku di neraka
masih akan diproses dan dihukum.

Di depan sudah tampak sebuah penjara, di samping pintu penjara ada satpam yang sedang
jaga, tampak megah, di atas pintu penjara tertulis " Sub Seksi Neraka Pelajaran
Berkendaraan".
Neraka ini bernama "Sub Seksi Neraka Pelajaran Berkendaraan", di bawah kekuasaan
Astana keenam Raja Pian Cheng, merupakan Neraka rancangan baru, umat di dunia
belum ada yang mengetahui.

Hukuman apa saja yang diterapkan di neraka ini?
Setiap Pengendara yang menimbulkan kecelakaan, hingga menelan korban jiwa, atau
sampai terjadi luka berat, atau sampai menjadi cacat, tak peduli pengemudi kendaraan itu
apakah pakai sepeda motor, mobil, atau sepeda, sesudah meninggal semuanya harus
kemari untuk menerima hukum pembalasan.

Di depan bukit sana terdapat banyak orang, dan beberapa lajur jalanan kecil, jalanannya
terdiri dari pasir, batu kecil dan tanah lumpur, berlekuk dan bergelombang tidak rata,
tangan masing-masing roh dosa menghela sebuah kereta, seperti kereta rickshaw zaman
dulu, di atas kereta penuh muatan bata merah, sedang menuruni bukit dengan perlahan-
lahan, jalanannya amat sempit hanya selebar dua roda kereta itu, jika sampai meleset dari
jalurnya, maka akan terjatuh ke parit yang dalam yang terdapat di sisi kanan kiri jalanan
itu, para roh dosa semua telanjang kaki, karena muatan bata merah di atas kereta terlalu
berat, sewaktu menuruni bukitpun tak ada alat rem-nya, hanya bergantung pada kekuatan
kaki untuk menahannya, setiap orang melangkah dengan perlahan-lahan dan hati-hati,
kedua kakinya menginjak tanah, seperti sedang mengerem kereta, sehingga kedua telapak
kakinya lecet dan mengeluarkan darah, darahnya sampai tercecer di tanah. Ada juga yang
kurang hati-hati sehingga terpeleset jatuh ke parit, karena keretanya cukup berat, muatan
batanya harus dibongkar dulu, lalu kereta yang sudah kosong cepat-cepat diangkat naik
ke atas jalanan, setelah itu rodanya diganjal pakai bata dulu, agar tidak melorot turun, lalu
bata merahnya baru dinaikkan lagi ke atas kereta, dan dihela turun ke bawah bukit. Ada
yang karena tenaganya tak kuat lalu orangnya terpeleset jatuh, badannya malah tergilas
oleh kereta, terdengar satu kali suara jeritan yang tragis, orangnya langsung pingsan,
adegan ini seperti saat terjadi kecelakaan kendaraan, orang yang tertabrak mari tergilas,
darahnya tercecer di tanah, hukuman ini tergolong baru, namun terlalu mengerikan.

Pengemudi di dunia jika tak hati-hati sehingga terjadi kecelakaan dan merengut nyawa
orang, sesudah meninggal harus kemari menerima siksa menjadi "korban kecelakaan",

pembalasan hukum karma sungguh sulit dihindari, sedikit-sedikit ada pembalasan.

Pejabat memerintahkan beberapa roh dosa keluar, untuk menceritakan sendiri keadaan
saat terjadi kecelakaan kendaraan semasa hidupnya.

RohDosa 1 : Semasa hidup saya bekerja sebagai pengemudi bus pada sebuah perusahaan,
pada suatu hari, di suatu tikungan, tiba-tiba dari dalam gang ada seorang anak gadis lari
keluar, karena tak sempat menginjak rem, anak gadis itu mati tertabrak, karena selama
saya mengemudi banyak terjadi kecelakaan, meskipun tak sampai mencederai orang,
namun kendaraannya rusak, ditambah lagi dengan kejadian ini, maka akhirnya saya
dipecat oleh pimpinan perusahaan, sesudah meninggal, saya dihukum masuk "Neraka
Pelajaran Berkendaraan", setiap hari saya belajar mengemudi di sini, jalanan di gunung
semuanya landai, kedua kaki harus bisa mengerem, setiap hari naik turun sebanyak 100
kali, meski fisik masih bisa tahan, tapi tenaga saya terkuras habis, telapak kaki pun rusak.
Sungguh tersiksa.

RohDosa 2 : Semasa hidup saya bekerja sebagai sopir taksi, pada suatu malam, saya
bersama teman minum-minuman arak, sesudah minum tetap bekerja, tapi karena masih
teler, tidak saja kendaraan saya kemudikan dengan kecepatan tinggi, bahkan masih
menyalip kendaraan lain, tak hati-hati sampai menabrak mati pejalan kaki di pinggir
jalan, karena merenggut nyawa orang, saya kena denda dan masuk penjara. Setelah
meninggal, Yam Ong menasehati saya : "Dalam keadaan mabuk masih berani
mengendarai kendaraan, ini namanya bercanda dengan nyawa," maka saya dihukum
masuk "Neraka Pelajaran Berkendaraan" selama tiga tahun, tiap hari menghela kereta
untuk diuji kepandaian mengemudi, betapa ternistanya saya, kedua kaki bengkak-
bengkak dan sakit, karena energi terkuras, saya menjadi kurus kering. Berharap kepada
para pengemudi di dunia, harus meningkatkan kewaspadaan, jangan sekali-kali
berkendaraan dalam keadaan mabuk, agar tak terjadi kecelakaan, di sini tak terdapat
minuman arak putih, hanya kedua kaki mengucurkan "kuwah pahit"!

RohDosa 3 : Semasa hidup saya berdagang, setiap hari mengirim barang dengan naik
sepeda motor, karena dalam berkendara sering melebihi batas kecepatan, dan tak
mematuhi peraturan lalu lintas, akibatnya bikin susah sendiri, pada suatu hari saya
menabrak pejalan kaki, saya pun jatuh dan terluka, dua orang lalu dibawa ke rumah sakit,
saya hanya mengalami patah tulang kaki, saya obati sampai setengah tahun baru sembuh,
sedangkan yang saya tabrak mengalami gegar otak, sekalipun tak sampai mati, tapi
menjadi lupa ingatan, sayapun menjadi tertuduh dan dituntut denda dalam jumlah uang
yang banyak. Hanya karena hal ini, sesudah meninggal saya dibawa sampai ke Astana
keenam, Yam Ong Pian Cheng Wang menghukum saya masuk neraka ini selama tiga
tahun, derita yang saya alami tak seorangpun yang mengetahuinya!

Pejabat : Tiga roh dosa sudah memberi kesaksian pada hari ini, setiap pengendara di
dunia seharusnya bisa menjadikannya sebagai sebuah cermin, pegang kemudi dengan
hati-hati, sehingga orang dan kendaraan semuanya selamat, setelah meninggalpun tak
usah datang kemari menerima siksa. Yang datang ke neraka sub seksi ini, berat ringannya
kesalahan yang diputus tak sama. Jika kesalahannya karena tak disengaja, termasuk

kesalahan mencederai orang, hukumannya agak ringan. Jika mabuk-mabukan, ngebut, tak
mematuhi lalu lintas, sehingga menimbulkan kecelakaan, hukumannya agak berat. Jika
menimbulkan kecelakaan tapi malah sengaja melarikan diri, tak peduli orang yang
ditabrak itu hidup atau mati, setelah meninggal, hukuman yang dijatuhkan Yam Ong
paling berat. Maka saya menasehati umat di dunia, jika terjadi kecelakaan janganlah
menghindar, harus sepenuhnya bertanggung jawab untuk menunaikan tanggung jawab
moral dan rasa keadilan, dengan demikian kesalahannya bisa diperingan!

CiHoet : "Neraka Pelajaran Berkendaraan" merupakan tahanan yang baru didirikan di
kuasa neraka, seperti jika di dunia diadakan kursus mengemudi, para roh dosa yang
kemari, masing-masing harus melangkah sesuai aturan, harus tepat melihat arah, tak
boleh ngebut, atau melenceng sedikitpun, "sekali salah langkah", maka dirinya yang
celaka, di sini secara khusus mengingatkan para pengemudi pada umumnya, agar berhati-
hati, perkara nyawa manusia adalah perkara yang amat besar. Tak boleh mabuk-
mabukan, ngebut, jika tak mematuhi peraturan, setelah meninggal harus ke neraka
mengulangi lagi pekerjaan lamanya, mengambil ujian SIM lagi di jalur neraka!

Melawat ke Sub Seksi Pembungkaman Mulut dengan Bola Besi Berduri

Babak ke 39
Melawat ke Sub Seksi Neraka
Pembungkaman Mulut dengan Bola Besi Berduri

"Pintu Perguruan Suci sepi, pembina Jalan KeTuhanan langka.
Menyalahi petuah-petuah berarti terlibat kontroversi.
Lebih baik diam-diam bercocok tanam, membajak dan menyiangi,
tentu akan menuai manfaatnya,
Daripada sembarangan meniup seruling terus-menerus, jika
tiada orang yang mau mendengar, tiadalah gunanya."

Pinti Perguruan Suci sunyi senyap, sang pembina pun menjadi langka. Yang ada hanya
berhati pura-pura, mengangguk di muka, menggeleng di belakang, tampaknya setuju,
namun dalam batin menentang; Ada pula yang tak mau menghayati hakekat kebenaran,
memohon tanpa dasar dan berkhayal, menganggap wejangan suci bagai angin lalu, tak
mematuhi petuah-petuah, sehingga moralitas merosot. Walau orang yang suka berbicara
tak habis-habisnya berceloteh, namun lain di mulut lain di hati. Bak rumput itik yang
tumbuh mengapung di atas air, akarnya tak menetap, hanyut mengikuti terpaan angin,
takkan bisa menjadi pohon yang tumbuh tinggi dan besar. Maka hanya dengan diam-
diam bercocok tanam, membajak dan menyiangi, barulah setiap tahun akan menuai hasil
yang berlimpah ruah, ini jelas lebih bermanfaat daripada orang yang hanya suka
membual saja. Takkan bisa mengundang simpati orang! Membina diri di Jalan
KeTuhanan harus dengan langkah nyata, petuah nabi mengatakan : "Keluarga yang suka
beramal pasti akan menuai berkah keberuntungan, sedangkan orang yang berbuat jahat
pasti akan menuai celaka." Jaring langit berlubang besar-besar, tapi tak ada suatu apapun
yang bisa lolos. Jika bisa segera sadar, masih bisa tertolong. Jika tidak, saat angin musim
gugur berhembus merontokkan daun-daun, umat manusiapun kena dampaknya, kala itu

pasti akan kedinginan tiada yang bisa dimintai tolong, dampaknya amatlah jauh.

Neraka di sini disebut "Sub Seksi Neraka Pembungkam Mulut Dengan Bola Berduri" di
bawah wilayah kekuasaan Astana keenam.

Di dalam penjara tampak penuh dengan para roh dosa yang ditahan. Para petugas neraka
menggunakan trisula besi membuka lebar mulut roh dosa, kemudian memasukkan
dengan paksa sebuah bola besi berduri penuh jarum ke dalam mulut roh dosa. Roh dosa
menjerit-jerit kesakitan, sebentar saja mulutnya sudah mengucurkan darah, orangnya pun
lalu pingsan.

Para roh dosa ini mulutnya keras, terpaksa dibuka dengan trisula besi, lalu dimasuki bola
besi berduri, agar mulutnya tak bisa berbicara lagi, menjerit pun takkan bersuara.

Umat di dunia jika tenggorokannya terganjal satu duri ikan saja sudah tak kepalang
tanggung sakitnya, sekujur badan merasa tak enak, apalagi kini mulutnya diganjal dengan
bola berduri. Seperti bunyi sebuah pribahasa : Bagai si bisu makan obat pahit, terasa pahit
tapi tak terucapkan. (tak terucapkan penderitaannya). Para roh dosa ini semasa hidup
berbuat dosa besar apa, sehingga sesudah meninggal dihukum demikian?

Barang siapa yang semasa hidupnya suka berdebat menggunakan alasan yang tak masuk
akal, atau dengan mulut manis membujuk rayu wanita cantik; atau dengan kata-kata dusta
menggaet uang orang; atau suka menghisap morfin; atau suka berbicara dengan kata-kata
berduri (menyindir); dengan seenaknya melukai perasaan orang, sesudah meninggal
semuanya takkan terhindar dari siksa "Neraka Pembungkaman Mulut Dengan Bola
Berduri".

Pejabat mengeluarkan beberapa roh dosa dari penjara, untuk menjelaskan perkara
dosanya. Mereka sudah tak sadarkan diri, Ci Hoet menggunakan kipas yang terbuat dari
daun asiwung untuk mengipasi, agar mereka siuman. Perwira mengeluarkan bola
berdurinya dari dalam mulut, sebab jika tak dikeluarkan, walaupun mereka punya mulut
takkan bisa bicara sama sekali.

RohDosa 1 : Semasa hidup saya pandai berbicara, jika berbicara tak saja enak didengar,
bahkan bisa memikat indera orang. Karena lahiriah saya cantik, sesudah menikah dengan
suami, tak sedikit pria yang masih naksir saya. Suatu ketika, ada seorang pria dengan
antusiasnya merayu saya. Saya lihat dia cukup kaya dan banyak uang, saya menanggapi
dengan kata-kata manis dan berdusta kepadanya : "Suamiku tidak baik terhadapku, saya
harap banyak diperhatikan." Setelah itu terjadilah perselingkuhan dan perzinahan, karena
kata-kata saya yang manis, dan berkat kefasihan lidah yang hanya 3 inci ini, akhirnya
saya berhasil menggaet habis harta kekayaan si pria tersebut. Setelah itu saya uring-
uringan dengannya. Setiap kata-kataku mengandung duri, membuat ia terpukul batinnya.
Karena merasa telah dihina, hatinya jadi amat risau, akhirnya bunuh diri. Rasa
penyesalah menyertai kematiannya, dan dia mengadu kepada Yam Ong. Yam Ong
mengingatkan kesalahan sekilas pikiran yang keliru yang membuatnya terpeleset.
Sedangkan saya sebagai seorang wanita, dinilai terlalu jahat dan beracun hatinya,

sehingga Yam Ong pun mengijinkannya untuk mengadakan pembalasan. Setelah itu
arwahnya sering datang mengganggu saya, membuat saya merasa tak tenang. Selama 7
tahun lebih, saya dirundung nasib yang malang dan energi vitalku kian melemah,
akhirnya saya meninggal. Arwah saya dan dia bertemu di Kota Mati Penasaran, untuk
saling berkonfrontasi. Ia lalu dihukum atas dosa berzinah mencabulli istri orang, sayapun
dihukum siksa di berbagai Astana neraka. Kini saya dibawa ke Astana keenam ini, Raja
Pian Cheng mencela bahwa mulut saya pandai memikat orang, mencelakakan orang,
menusuk orang, dan harus dihukum siksa "Pembungkama Mulut Dengan Bola Berduri"
lagi. Setiap hari mulut saya diganjal dengan bola berduri, bukan main sakitnya.

CiHoet : Kau munafik sekali, cintamu palsu, suka nyeleweng, perkataanmu mampu
membunuh orang. Sudah seharusnya setelah meninggal kau menerima hukuman ini, tak
perlu menyalahkan siapa-siapa! Kini ganti roh dosa kedua, ceritakanlah apa yang terjadi
atas dirimu!

RohDosa 2 : Semasa hidup saya adalah seorang preman, suka menghisap dan menyuntik
morfin. Karena sudah kecanduan, lalu kemana-mana saya mencuri barang untuk membeli
morfin. Sesudah meninggal, saya diputus masuk neraka ini, penderitaan saya sudah tak
terkatakan, sudah tak bisa lagi merasakan nikmatnya mencandu obat bius saat hidup di
dunia. Setiap hari harus menelan bola berduri, menderita siksa tusukan pada bagian
mulut. Saya menyesal semasa hidup tak belajar menjadi baik!

Pejabat : Karena menghisap obat bius, maka masa hukuman yang dijatuhkan di neraka
kami jadi lebih panjang, karena jika racunnya belum ternetralkan, roh dosa itu belum bisa
terbebaskan dan dilahirkan kembali. Di alam dunia masih tak sedikit orang yang suka
mengkonsumsi obat bius dan obat terlarang. Di dunia dihukum berat, sesudah meninggal
hukumannya lebih berat. Ada pula yang bahkan dipindahkan, masuk ke "Neraka Abadi".
Berharap kepada orang yang punya kesalahan ini cepat-cepat mengubahnya, jangan
membius jiwa dan kehidupan dirinya lagi.

RohDosa 3 : Berhubung saya pernah mendapat pendidikan di sekolah, saya mampu
mengjafal beberapa ungkapan-ungkapan baku. Sayapun sering berdebat dengan teman
dan kerabat dengan menggunakan alasan yang tak masuk akal, apa yang saya katakan
hanya berdasarkan alasan yang sumbang dan menyesatkan. Sering pula saya mengutip
kata-kata para Suci dan Bijak untuk memfitnah orang. Setelah meninggal, Yam Ong
berkata : "Kau tidak menggunakan perkataan para Suci dan Bijak untuk berbuat amal,
malah untuk berdebat yang tiada gunanya, itu sudah termasuk berdusta. Karena mulutmu
begitu keras, terpaksa kau dihukum menelan bola berduri, merasa kekerasan mulut dan
kakunya geraham!" sehingga kini punya mulutpun sulit untuk bicara.

CiHoet : Dengan bekal hakekat kebenaran bisa melalang ke seluruh penjuru dunia.
Namun jika melawannya, melangkah setapakpun akan terasa sulit, umat di dunia
seyogianya berbicara berdasarkan hakekat kebenaran dan ucapan yang benar. Jika
mengatakan bahwa "membunuh orang adalah karena merasa nasibnya sudah harus mati,
bukan saya yang mencelakakan dia hingga mati," kata-kata seperti ini merupakan alasan
yang sumbang belaka, orang yang suka berdalih dengan alasan yang menyesatkan,

setelah meninggal pasti akan dihukum. Kini giliran roh dosa keempat menjelaskan,
mengapa kau sampai terperosok kemari?

RohDosa 4 : Semasa hidup saya mengumpulkan banyak uang. Karena serakah ingin
mendapat bunga pinjaman, siapa saja yang terdesak oleh kebutuhan atau dalam keadaan
kesulitan ingin meminjam uang, saya pinjami dengan bunganya, setiap hari bisa
mengeruk uang yang tak sedikit. Jika suatu saat orang yang hutang tak bisa
mengembalikan uang pinjaman, saya lalu mengundang gali atau preman untuk menakut-
nakutinya. Setelah meninggal, Yam Ong mengatakan karena saya memungut bunga yang
tinggi, sama halnya dengan menghisap darah orang, terlalu serakah makan uang orang.
Maka kini harus menerima hukuman menelan bila besi berduri. Betapa menderitanya!

Pejabat : Ada sementara orang kaya yang hatinya sekeras baja, khususnya saat
meminjamkan uang memungut bunga yang tinggi, meski orang yang pinjam setuju, tetapi
hatinya terlalu keras, layaknya "makan besi atau tembaga". Setelah meninggal biar
merasakan akibat dari menjadi kaya dengan hati yang keras. Sadarlah orang kaya yang
berada di dunia, jika dirinya punya kelebihan uang yang akan dipinjamkan ke orang lain,
janganlah memungut bunga yang tinggi, pinjamilah dengan bunga yang ringan.
Menolong orang merupakan sumber kebahagiaan, mengapa tak melakukannya?

Melawat ke Sub Seksi Neraka Serangan Lintah, Wereng dan Tusukan
Kawat Berduri

Babak ke 40
Melawat ke Sub Seksi Neraka
Serangan Lintah, Wereng dan Tusukan Kawat Berduri

"Lelah bersandar pada langkan beranda, kembali mengelilingi
koridor berliku,
Suasana baru Astana Suci memunculkan aroma harum yang lain
dari biasanya,
Menanggalkan debu duniawi membersihkan segala karma,
Untuk apa sibuk pontang panting, tak urung hidup ini tak
menentu, bagaikan impian yang hampa."

Para Dewa paling senang dengan tempat yang bersih, tenang dan tentram. Para umat
yang ingin melihat keberadaan Dewa, harus terlebih dahulu membersihkan diri secara
lahir batin. Jika mata pencerahan batinnya penuh tertutup dengan debu, akan sulit
memandang tembus pemandangan Alam Dewata.

Ada sebuah ungkapan umat di dunia mengatakan, "Jika ingin tenang dan tentram,
janganlah melihat."
Para Buddha dan Dewa punya ketenangan hati seperti itu, namun tidak bagi kaum awam,
sering kali sudut-sudut yang tak terlihat justru yang paling kotor; melakukan sesuatu yang
tak patut dan amoral di dalam kegelapan, bagaimana bisa dikatakan tenang dan tentram
dengan tanpa melihat!

Neraka ini disebut "Sub Seksi Neraka Serangan Wereng, Lintah dan Tusukan Kawat
Berduri", termasuk wilayah kekuasaan Raja Pian Cheng pada Astana keenam. Seluruh
bagian dalam penjara ini dibentangi kawat berduri, seperti kawat berduri penghalang
yang ada di dunia. Pada lantainya dibentangi satu lapis, dan basah tergenang air, di
atasnya masih dibentangi satu lapis lagi. Orang takkan bisa berdiri, hanya bisa melaju
dengan cara tiarap. Setiap kali mendongakkan kepala, punggung dan kepalanya akan
kesakitan tertusuk oleh kawat berduri. Mereka jadi tak berdaya, hanya bisa merintih,
pakaiannya pun sudah tercabik tak keruan, pada bagian badannya masih ada dua jenis
makhluk, namun karena jaraknya agak jauh, tak tampak jelas makhluk apa itu.
Dua jenis makhluk ini, yang satu adalah hama wereng, satu lainnya lagi adalah lintah.
Dikhususkan untuk menghisap sari otak dan darah manusia.

Astaga. Ternyata sekujur badan roh dosa penuh dililiti oleh lintah, sungguh mengerikan,
bagian kepalanya juga penuh dihinggapi oleh hama wereng. Apa yang sedang dimakan
oleh hama wereng itu?
Lintah banyak terdapat di parit, sekali lilit, darahnya akan dihisap hingga habis. Semua
umat di dunia takut padanya, sedangkan hama wereng adalah hama yang merusak padi-
padian, sekelompok hama wereng bisa memakan habis sebidang tanah padi, sehingga
bulir-bulir padi menjadi keropos semua, kini hama wereng yang berkelompok-kelompok
itu sedang menghisap sari otak para roh dosa.
Hama wereng khususnya makan sari padi-padian, sedangkan hama wereng yang di kuasa
neraka kini menghisap sari otak manusia, sama putihnya cairan sarinya.

Pejabart mengeluarkan dua roh dosa untuk memberikan pengakuan atas perbuatan yang
tak patut yang telah mereka lakukan semasa hidup, sehingga dihukum kemari.

RohDosa 1 : Semasa hidup saya berprofesi sebagai seorang hakim, memimpin sidang dan
memutuskan perkara, karena menerima suap dari terdakwa, sehingga jalannya sidang
tidak adil, maka sering salah menuduh, menghukum, memidana dan memenjara. Dalam
memutuskan perkara ada kalanya menyimpang dari jalur hukum, sehingga putusannya
menjadi tak layak. Semasa hidup telah menerima banyak uang haram, walau sering
mendengar orang berkata menjadi hakin jika tak adil, serakah pada harta, putusannya
menyimpang, setelah meninggal akan menerima balasan karma, namun dalam hati saya
sempat berpikir, asalkan pada kelahiran ini bisa bergelimang kekayaan, punya kedudukan
tinggi dan memegang kekuasaan besar, peduli amat dengan nasib kelahiran yang akan
datang! Setelah meninggal, saya dihadapkan di depan panggung cermin dosa,
diperlihatkan bagaimana serakahnya saya akan harta, menerima suap, atau membaca
putusan yang miring serta melawan rasa keadilan hati nurani, satu persatu tertampak di
depan mata dengan sangat jelas, bak memutar tayangan bioskop. Selain menerima
hukuman masuk "Neraka tanah kotoran air seni dan tinja", saya diserahkan lagi ke Astana
keenam, Raja Pian Cheng mencela saya, sebagai hakim yang mengerti hukum, bukannya
melaksanakan hukum, malah melanggar hukum, dosa dan kejahatannya amat besar dan
keterlaluan, lalu dihukum lagi masuk "Neraka serangan wereng dan lintah serta tusukan
kawat berduri". Setiap hari merangkak dalam jaring kawat berduri, seluruh badan
dihinggapi dan dihisap oleh hama wereng dan lintah, sekujur badan terasa sakit, tenaga

vitalpun hampir habis, tak terkatakan deritanya!

Pejabat : Mengetahui hukum malah melanggar hukum, itu perbuatan paling semena-
mena, sama sekali meremehkan hukum, berharap pada para pelaksanan hukum di dunia,
belajarlah semangat dan prilaku Judge Bao, keras namun bijak dan adil, tindakannya
tepat dan tak sembarangan, membasmi tindak kriminal demi masyarakat, menjalankan
hukum kebenaran demi Tuhan, amal jasanya luar biasa. Namun jika tak mengikuti
peraturan hukum, mementingkan ego dan kehilangan integritas, serakah terhadap suapan,
maka setelah meninggal pasti dihukum keras di neraka, akan berdampak pula pada jarang
dan layunya keturunan. Sejak dahulu sudah banyak contoh pelajarannya, pembalasan
karma selalu tak pandang bulu. Giliran roh kedua cepat ceritakan kesalahan masa lalu.

RohDosa 2 : Karena tubuhku tinggi dan kekar, semasa hidup pernah menjadi bodyguard
di arena perjudian dan tempat-tempat pelacuran, hidup dari pungutan uang wilayah
kekuasaan preman, rasanya hidup saya cukup bahagia, bersenang-senang dalam makan,
minum dan bermain, siapa sangkat setelah meninggal dihukum oleh Yam Ong masuk ke
neraka ini, betapa menderitanya saya, sungguh tragis!

Pejabat : Masih ada dosa lain, jangan ditutupi, cepat katakan, atau diperberat
hukumannya?

RohDosa 2 : Baiklah, saya katakan! Karena merasa nyaman hidup dalam dunia hitam,
maka tak lagi berpikir mencari uang dengan tetesan keringat, jika kekurangan uang, saya
sering pergi ke toko-toko untuk memeras, dengan cara demikian saya menghidupi
hidupku.

CiHoet : Barang siapa yang bermata pencaharian tak layak dan tak patut, menghalalkan
segala cara memeras jerih payah keringat orang, semuanya akan berakibat dan bernasib
seperti ini, harap umat di dunia berpaling diri dan insaf!

Melawat ke Kuil Dewa Pemangku Wilayah Kota Menyaksikan Keadaan
Arwah Manusia Setelah Meninggal

Babak ke 41
Melawat ke Kuil Dewa Pemangku Wilayah Kota
Menyaksikan Keadaan Arwah Manusia
Setelah Meninggal

"Urusan duniawi susul menyusul memakan usia,
Usia manusia tak menentu bak bayangan cahaya lilin yang redup,
Udara dingin paling takut dengan hujan gerimis yang lembut,
Ikatan batin kasih sayang sekali berpisah untuk selamanya,
dipanggil-panggil dalam mimpipun takkan bisa kembali lagi."

Betapa singkat kehidupan manusia itu dan bersifat sementara, kalau sudah berpikir

demikian, lalu apa gunanya terlalu serius akan segala macam urusan duniawi? Selama
nafas masih dikandung, raga ini bisa berbuat apa saja, namun jika ajal datang menjemput,
terhentilah segala aktivitas dan urusan yang berhubungan dengannya! Harta kekayaan,
anak dan cucu sudah tak ada lagi, rumah gedung pun cuma bisa dipinjam untuk beberapa
hari saja, setelah itu dihantarkan oleh anak cucu sampai ke luar daerah yang sepi dan tak
terurus di sebuah gundukan tanah, apa sebenarnya yang diperoleh manusia?

Betapa panjangnya bentangan jalan Alam Baka, betapa pula kelamnya hari-hari
berkesudahan? Itulah tempat terakhir kepergian kehidupan manusia. Umat di dunia hanya
tahu setelah seseorang meninggal akan menuju ke neraka, namun tak tahu keadaan
setelah kematian.

Ramai sekali orang di dalam kuil Dewa Pemangku Kota (Sheng Huang Bio) ini, banyak
kurir yang naik kuda berjalan hilir mudik, orang awam dari dunia takkan bisa melihatnya.

Astana ini membawahi kota Tai Chung, mengurus orang dunia yang ada dalam wilayah
Kota, bertugas untuk memantau. Banyak orang di dunia yang belum mengetahui tugas
pekerjaan Markas Pemangku Kota. Markas Pemangku Kota ibarat kantor polisi di dunia,
khususnya bertanggung jawab meronda dan memantau gerak-gerik orang di dunia,
sedangkan keberadaan kuil Dewa Hok Tik Ceng Seng ibarat pos jaga polisi, menginduk
(di bawah kekuasaan) pada Markas Pemangku Kota, sistem pertanggung jawabannya
berdasarkan hirarki. Setiap ada orang yang sudah saatnya tutup usia, kurir dari kuasa
neraka datang dengan membawa surat perintah melapor ke markas kami lebih dahulu,
lalu diantar petugas dari markas kami pergi ke Pemangku Wilayah Hok Tik Ceng Seng,
bergabung bersama pergi ke rumah keluarga bersangkutan untuk membawa pergi orang
tersebut.

Bagaimana perlakuan para kurir terhadapa orang baik dan orang jahat yang dibawanya?
Kurir dari kuasa neraka apakah dia itu Perwira Kepala Sapi dan Tampang Kuda, atau si
Hitam dan si Putih, setiap kali pergi ke rumah keluarga orang baik, cukup dengan sekali
tepuk saja ia akan tak sadarkan diri, lalu dituntunnya pergi, sedangkan terhadap orang
jahat, maka ditangkap dan tangannya diborgol, diperlakukan layaknya seorang pesakitan
di dunia, lalu dibawa sampai ke Markas Pemangku Kota untuk melapor, nama pada
kependudukan dunia lalu dihapus, dan dimasukkan ke dalam kependudukan roh halus.

Terhadap orang baik dan pembina jalan keTuhanan, apakah ada perlakuan khusus?
Ada, barang siapa semasa hidup banyak berbuat kebaikan, diam-diam banyak memupuk
amal, kurir neraka hanya pergi ke Markas Pemangku Kota memberi tahu akan
menjemput orang, orang tersebut lalu dibimbing oleh malaikat keberuntungan kembali ke
kuasa neraka. Jika amal jasa keTuhanannya besar, maka akan dibimbing oleh Guru
pujaannya, ada pula yang pergi ke neraka mengurus berbagai prosedur administrasi, ada
pula yang pergi ke Sembilan Pos Penguji Kepositifan untuk mengikuti ujian, bagi yang
telah mencapai kesempurnaan jiwa, pada umumnya langsung dibimbing naik ke surga.

Jika agama yang dianut berbeda, apakah cara kembali ke surga juga tak sama?
Walaupun agama yang dianut berbeda, namun hakekat kebenaran tetap satu, jika ingin

naik ke alam yang berada di atas, setidaknya semasa hidup bisa berprilaku Jalan Tengah,
tak berat sebelah, tak terikat terhadap sesuatu, kalau tidak, maka perjalanan naik ke surga
akan terhambat, tak bisa leluasa dan lancar.

Pembina jalan keTuhanan di dunia paling pantang terhadap kekukuhan hati,
pemboikotan, menyingkap kesalahan orang, melakukan pembenaran atas dirinya, jika ada
pelanggaran di antara itu, berarti di hatinya sudah timbul rasa dengki, atau suka menang
sendiri, sudah kehilangan keseimbangan, maka semuanya akan dijebloskan ke neraka
untuk menerima gemblengan lagi.

Bagaimana keadaan sesungguhnya roh orang yang meninggal itu meninggalkan raganya?
Saat menjelang ajal tiba, biasanya ada tanda-tanda sebelumnya, yaitu sakit, mengapa
sakit? Karena jika seseorang mau tutup usia, layaknya sebuah pohon mau jatuh.
Sebelumnya daun-daun layu dan rontok, dan begitu tertiup angin kencang, akan segera
tumbang. Manusia begitu dilahirkan, sudah dimasukkan dalam catatan cacah jiwa di
kuasa neraka, cacah jiwa itu ibarat sebuah pohon. Wujud dan bayangan orang di dunia,
semuanya tertampak dalam "Pohon bentuk asli" yang terdapat di kuasa neraka, begitu
pohon itu ada kelainan, pertanda batas usia orang tersebut sudah akan tiba. Maka pejabat
di neraka akan memeriksa buku "Catatan Kelahiran dan Kematian", begitu saatnya tiba,
maka kurir neraka dengan membawa surat perintah langsung pergi ke alam dunia untuk
merenggut nyawa orang. Saat kurir dari neraka tiba, itulah saat tumbangnya pohon yang
layu, maka lalu dinyatakan mati. Roh bersemayam di dalam tubuh manusia selama
beberapa puluh tahun, ibarat dahan dan ranting menyatu dengan pohon, terjadi proses
asimilasi. Kini roh sudah akan meninggalkan raga, ibarat dahannya akan putus namun
kulitnya masih kontal-kantil, seperti kura-kura akan lepas dari tempurungnya, merasakan
sakit yang tak kepalang. Bentuk kematian orang tak sama satu dengan yang lainnya, ada
yang menggertak gigi, ada yang wajahnya melotot, mukanya berubah sama sekali. Ini
tergolong gejala meronta, pertanda rasa tak terima, benci, marah, dan takut, semuanya
merupakan ajal yang karmanya agak berat atau kematian yang tak wajar. Tapi jika raut
mukanya damai, seperti sedang tidur, rupa wajah kematiannya bak seperti masih hidup,
ini pertanda roh dalam keadaan damai, jalan pulangnya lapang dan terang, pertanda orang
yang ada amal kebajikan.

Terhentinya pernapasan seseorang belum bisa langsung dinyatakan meninggal,
contohnya seperti sebuah "baterai", jika bola lampunya tak menyala, bukan berarti daya
listriknya sudah habis, bisa jadi masih tersisa, namun dayanya lemah, karena terlalu
lemah, maka tak bisa menyala. Karena itulah, terhentinya pernapasanan seseorang,
seyogianya dianggap dalam keadaan "koma", pada saat itu, roh (kesadaran) orang itu
belum sama sekali meninggalkan jasadnya, napasnya selembut benang, karena beban
kemelekatan egonya selama sekian tahun, maka walau orangnya mati, namun hatinya tak
mati, bak dalam mimpi dan ilusi, perasaan dan kesadarannya masih tetap ada, hanya saja
tak bisa berkata, pada saat ini, anak cucu sebaiknya membisiki almarhum untuk
menghibur, dengan suara lirih berkata padanya : "Silahkan pergi dengan rasa lega, segala
sesuatu di sini, kami bisa mengaturnya dengan baik, tak perlu khawatir." Dengan
demikian akan membantu kelancaran perjalanannya ke alam Baka, agar tak merasa berat
dan menderita untuk meninggalkan. Bagi yang beragama Buddha, bisa menyebut nama

"Amitabha Buddha", sedangkan yang beragama Taois bisa menyebut nama "Yang Mulia
Thai Yi Ciu Khu Thian Cun", masing-masing bisa mengucapkannya menurut
kepercayaannya sendiri, karena para Buddha, Dewa, Nabi semuanya ada di alam atas,
dengan mengucapkan demikian, bisa membantu menenangkan hati yang meninggal, tak
takut pulang ke Alam Baka, sebab orang yang meninggal pada saat itu hati dan
pikirannya dalam keadaan kurang sadar, seperti berjalan di malam hari. Jika dibantu
dengan menyebut nama Buddha, Dewa, atau Nabi, akan menambah keberaniannya, maka
roh asalnya akan mantap, tak sampai menderita dan ketakutan. Selama masa berkabung,
anak cucunya yang di dunia lebih baik bervegetarian dan berpakaian polos serba
sederhana, berpantang makan daging, minum minuman keras, bersanggama dan
bersenang-senang, dengan demikian akan mengharukan Dewa Sheng Huang (Dewa
Pemangku Wilayah Kota), dan dilaporkan Yam Ong untuk dimintakan keringanan atas
dosa-dosa yang diperbuat semasa hidupnya. Dalam hal ini sebagai putra-putrinya tak
boleh lalai dan mengabaikan, ini juga merupakan cara membalas budi orang tua.

Meninjau Neraka Besar Panas Api Emosi

Babak ke 42
Melawat ke Astana Ketujuh Bertemu Raja Thai San
Meninjau Neraka Besar Panas Api Emosi

"Penerbitan Kitab Suci Giok Lek untuk menyadarkan orang,
Kitab yang ajaib itu kini diperintahkan untuk diperbarui,
Menanam benih sebab lebih dini sehingga terciptalah hari ini,
Berdharma memberi petuah dengan menyesuaikan momentum
akan lebih pas rasanya."

Dahulu kala di belahan timur bumi kita pernah beredar sebuah Kitab yang berjudul
"Kitab Suci Giok Lek---naskah untuk menyadarkan umat di dunia", di dalamnya
menceritakan seorang Taoist bergelar "Yang Mulia si Dungu nan bersahaja" menerima
Titah dari Kuasa Langit, rohnya melawat ke berbagai Astana di neraka, menyaksikan
dengan mata kepala sendiri dimana Yam Ong menghukum keras para roh berdosa dengan
hukum siksa, sekembalinya ke dunia, disalinnya dengan apa adanya ke dalam kitab,
beredar ke seluruh penjuru, orang yang telah membaca kitab tersebut sehingga menyesali
dan mengubah kelakuannya yang buruk menjadi baik, sungguh tak sedikit, sedangkan
yang beramal cetak untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada sesama umat, menuai
berkah mukjizat, justru ada kesaksian-kesaksian yang nyata. Hanya saja situasi dunia
terus mengalami perubahan, hukuman di neraka juga ikut berubah, untuk menyesuaikan
keadaan setempat, serta demi menyadarkan umat, Kaisar Penguasa Langit lalu
menjatuhkan pilihan secara khusus pada Yang Sheng dari Vihara Sheng Shian di Kota
Tai Chung pulau Taiwan untuk melawat ke neraka lagi meliput kesaksian perkara yang
baru, dengan metode penegakkan medium roh Suci, secara langsung dilimpahkan dalam
bentuk tulisan pasir, cara ini justru lebih meyakinkan dan terkesan model baru, Kitab
"Melawat ke alam neraka" disusun sesuai dengan kebutuhan masa, untuk menggantikan
"Kitab Suci Giok Lek---Naskah untuk menyadarkan umat di dunia", faktor pokok dan

faktor pendukungnya sepanjang masa ini memang sudah matang waktunya, maka
berharap umat sejagad bisa menyayangi kitab ini, cetak dan edarkanlah secara luar,
dengan sendirinya akan bisa meredakan bencana, dan melapangkan langkah perjalanan
Tao. Kitab ini tak saja membocorkan rahasia kinerja neraka, malah juga membeberkan
rahasia membina jalan keTuhanan, barang siapa sungguh-sungguh mempelajari, akan
bisa menghayati hakekat Tao dan mencapai kesempurnaan jiwa. Sedangkan bagi orang
yang amal cetak dan memberikannya secara cuma-cuma, maka apa yang dimohon dalam
hati kelak akan terwujud, disamping itu dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat akan
mendapat keringanan atau bahkan dihapus, ini sungguh merupakan kabar baik bagi laku
pertobatan atas perbuatan masa lalu dan memperbaiki masa depannya.

Petunjuk tentang hakekat makna kebenaran.
Setelah umat di dunia meninggal, keluarga yang ditinggalkan biasanya mengadakan
sembahyang selamatan selama 7x7 hari, dengan berdoa seraya membacakan sutra
Buddha agar arwah almarhum terlintaskan dan terangkat, ini berdasarkan asumsi sebagai
berikut : 7 hari yang pertama arwah almarhum sampai di Astana pertama, 7 hari yang
kedua sampai di Astana neraka ke 2, 7 hari yang ketiga sampai di Astana neraka ke 3 dan
seterusnya, orang di dunia terbiasa dengan ketetapan hitungan tujuh hari sebagai satu
periode, lalu mengadakan upacara sembahyangan, tapi mereka tak tahu pada umumnya
dosa yang dikandung almarhum semasa hidup, tak bisa dalam waktu 49 hari lalu bisa
melewati ketujuh Astana, dan seterusnya melewati Astanan neraka ke 8, 9, dan 10 lalu
dititiskan lagi, maka dari itu, dari pada setelah meninggal mengadakan upacara
sembahyang selamatan, lebih baik saat masih hidup melakukan amal kebajikan, jika
semasa hidup bisa beramal dan memupuk kebajikan, maka setelah meninggal akan
dijemput dan dibimbing oleh malaikat keberuntungan (Hok Sin, atau Hok Ting Ceng Sin,
Tho Tee Kong), tanpa mengadakan upacara sembahyang selamatan, sudah bisa melalang
dengan bebas leluasa, jika tidak, sekalipun memiliki ilmu yang hebat, dirimu takkan bisa
lolos dari cobaan neraka, dalam masalah ini, harap umat di dunia bisa menyadarinya.

Mengapa umat di dunia hanya melazimkan "tujuh kali tujuh", tidak "delapan kali tujuh",
"sembilan kali tujuh", atau "sepuluh kali tujuh?"
Astanan di kuasa neraka yang utama adalah dari Astana pertama hingga Astana ketujuh,
sedangkan Astana kedelapan dan sesudahnya sudah menangani sisa dosa dari hukuman
yang sudah dikenakan melalui ketujuh Astana neraka, masih banyak pula yang perlu
disidang lagi, maka jika sudah melewati cobaan "tujuh kali tujuh", sisanya adalah dosa
sampingan. Umat dunia memikirkan leluhurnya sedemikian rupa, agar bisa lolos dari
cobaan neraka dan melewati Astana demi Astana, maka membuat kebijakan ini, "niat
berbakti"nya memang patut dihargai, tetapi "niat hati yang baik" jelas lebih berguna!

Setelah seseorang meninggal, selama menjalani penghakiman dan hukuman, atau
sebelum dititis-lahirkan, dalam agama Khong Hu Cu dan agama Taoist disebut "arwah",
"roh halus", karena di kemudian hari akan dititiskan, lahir kembali pada generasi yang
lain, keberadaannya di kuasa neraka hanya merupakan suatu tahapan, maka dalam agama
Buddha disebut pula "raga dalam masa kehidupan neraka". Jika keturunannya ingin
melintaskan arwahnya keluar dari penderitaan, keturunannya harus menjalankan amal
kebajikan, membuat Yam Ong terharu sehingga mengampuni dosa arwah leluhurnya, ini

adalah cara yang terbaik, sedangkan dengan cara mengundang bhikku atau rahib Taoist
untuk melakukan upacara perlintasan dan pengangkatan arwah, kecuali bhiksu atau rahib
Taoist itu mempunyai kebajikan, maka cara itu hanya sekedar menjalankan "urusan
manusia" belaka, tak memberi manfaat apa-apa. Berbaktilah kepada orang tua selagi
mereka masih hidup. Jika semasa hidup kedua orang tua bisa kita layani dengan laku
bakti, walaupun hanya sedikit pemberian, akan lebih baik dan bermanfaat dari pada
sesudah meninggal kita persembahkan seteko minuman anggur (di hadapan meja
sembahyangan orang tua atau leluhur), jika kedua orang tua sudah keburu meninggal,
alangkah baiknya jika bisa memacu diri dengan meningkatkan akhlak dan laku kebajikan,
banyak cetak kitab suci atau kitab kebajikan untuk dibagikan secara gratis kepada sesama
umat. Tindak kebajikan ini paling mudah direspon oleh Yam Ong, juga merupakan salah
satu cara untuk membalas budi orang tua agar bisa terlepas dari samudra samsara, cara-
cara seperti itu baik untuk dilaksanakan semua.

Dari mana diperoleh raga arwah di kuasa neraka, padahal jasadnya di dunia sudah
membusuk?
Itu adalah "raga maya", "raga semua", "raga bayangan", yaitu "raga dalam masa
kehidupan neraka", juga disebut "raga jelmaan".

Astana ini membawahi "Neraka besar Panas Api Emosi", dan 16 sub seksi neraka kecil,
setiap roh dosa yang diserahkan kemari, disidang secara adil, tiada pilih kasih. Hukum
kerajaan tak kenal hubungan kekerabatan, yang ada hanya hubungan dengan kebenaran
dan keadilan. Di neraka memang tak ada kerabat dan teman yang bisa melindungi, hanya
amal dan dosa semasa hidup yang menyertainya, orang yang jahat akan dikerubuti oleh
hantu jahat, orang yang baik akan dihampiri utusan pejabat yang baik. Bergaullah dengan
teman yang baik, jalankan amal kebajikan secara luar, agar kelak tak sampai pergi ke
neraka untuk menerima siksa dan nista.

Hawa panasnya kian menyengat, di depan tampak nyala api berkobar-kobar
membumbung tinggi di langit, membuat pandangan alam berwarna merah api di mana-
mana, di atas pintu neraka tertera tulisan "Neraka besar panas api emosi", temboknya
terbuat dari bata tahan panas, semakin dibakar semakin kuat.
Panasnya agak menyesakkan nafas, lantainya terbuat dari bentangan batu bata yang
membara, roh dosa yang lewat di atasnya tak ada yang tak menjerit-jerit dan terguling-
guling di lantai, roh-roh dosa yang baru saja tiba dengan dikawal, begitu melihat keadaan
di depan, semuanya menjadi shock, menjerit dan menangis sekeras-kerasnya, langkahnya
tertahan tak berani maju, petugas lalu mendorongnya ke depan, dengan telapak kaki yang
telanjang roh dosa menginjak bata yang membara itu, seketika itu ia terguling-guling di
lantai dan menjerit-jerit kesakitan, kian berguling tubuhnya kian terbakar, entah dosa apa
yang mereka lakukan?

Neraka ini disebut : "Panas api emosi", barang siapa semasa hidup terlalu ambisi (panas
semangatnya) terhadap ketenaran nama dan keuntungan materi, sehingga menguntungkan
diri namun merugikan orang lain; antusian sekali terhadap lawan jenis, menyanjung-
nyanjung sebisanya, namun terhadap sesama jenis malah bersikap dingin; atau di saat
orang sedang dalam keadaan terancam bahaya dan terdesak, malah "mengail di air

keruh", sama halnya dengan "mengambil kesempatan merampok di kala sedang terjadi
kebakaran"; atau orang yang pemarah cepat naik darah, kalau marah sampai berapi-api,
memaki langit dan mengutuk bumi; atau para spekulan yang suka main siasat, dengan
jalan belakang selalu mencari kesempatan untuk memperoleh sesuatu yang murah dan
mudah; atau orang yang suka mencari muka kepada yang berkuasa, menjadi penjilat,
sebaliknya acuh terhadap orang miskin dan orang yang sedang dalam kesusahan; atau
terhadap segala sesuatu tak bisa mengambil jalan "tengah sempurna", berprilaku fanatik,
kukuh hati, sehingga melanggar kaidah moral, kesemuanya itu dihukum dalam neraka ini.
Metode hukuman di neraka ini cukup sederhana, asal bisa melintasi jalan membara ini
sepanjang 150 km, maka dosanya akan dihapus, namun jika hendak melintasi bata
membara merah api ini, ada yang makan waktu sampai 3 atau 5 tahun, tak tentu,
tergantung berat ringannya dosa semasa hidup, bagi yang dosanya ringan, saat kakinya
menginjak bata membara, dengan sendirinya derajat panasnya akan berkurang, sehingga
mudah melintasinya, sedangkan yang dosanya berat malah kebalikannya, dengan beda
berat ringan dosa, maka akan terasa berbeda pula panasnya. Neraka ini selain panas juga
gerah menyesakkan dada, membuat orang mendongkol hatinya, ada pula yang akan
menerima hukuman di 16 sub seksi neraka kecil, harus melintasi jalanan kecil lainnya
yang berada di sampingnya, juga sama halnya terdiri dari bentangan bata membara,
namun derajat panasnya terbatas, panasnya cukup membuat roh dosa terkejut namun tak
membahayakan, sebagai ganjaran yang pahit di awal hukuman, setelah masuk ke 16 sub
seksi neraka kecil akan dihukum siksa lagi.

BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 43

BAB 43
MENGUNJUNGI NERAKA PRESS JARI-JARI TANGAN
TAHUN 1977, CAP IT GWEE JI CAP LAK
Chi Hoet Musim salju telah datang, tidak lama lagi tahun baru tiba, nasehatilah manusia,
cepatlah insaf, jangan berbuat dosa baru lagi. Hari ini mau mengelilingi alam baka lagi,
Yang Shen naik ke Teratai
Yang Shen Sungguh dingin hawanya, saya takut tidak kuat menahannya, mohon pada
guru, bisakah memberikan Pil Dewa lagi ?
Chi Hoet Jangan banyak pikir yang bukan-bukan, apakah rohani kamu takut kedinginan,
kalau ingin minum pil Dewa ini saya berikan 1 pil, jangan menganggap saya pelit yah,
cepat minum mau berangkat
Yang Shen Terima kasih atas pil Dewa yang diberika oleh guru dan mohon dimaafkan
keserakahan saya, saya sudah duduk, silahkan guru berangkat.
Chi Hoet Sudah tiba silahkan turun
Yang Shen Hari ini kita mengunjungi neraka yang mana? Kenapa tidak melihat pejabat
yang menyambut, hanya roh dosa yang dikawal oleh prajurit alam baka yang sedang
jalan.
Chi Hoet Kita kedepan terus kamu akan tahu
Yang Shen Di depan adalah neraka besar Panas Nan Menjengkelkan, tempo hari kita
sudah kemari, sekarang mau meninjau lagi?
Chi Hoet Hari ini kita mau meninjau Neraka Press Jari-Jari Tangan, untuk menuju neraka
itu harus melewati neraka kecil yang terdapat di samping Neraka Besar Panas

Menjengkelkan itu.
Yang Shen Panasnya sudah terasa dari depan, bagaimana kita jalan, pernah mendengar
jalanan kecil itu juga adalah Jalanan Yang Panas dan sepasang kaki saya ini bagaimana
bisa melintasi, apa akan dipanggang juga?
Chi Hoet Kamu tidak usah takut, ada saya disini Jalanan Panas bisa menjadi Jalanan
Yang Dingin
Yang Shen Harap guru mengeluarkan ilmu, sudah mau sampai kejalanan yang kecil itu
terlihat jalanan yang berwarna merah, bagaimana kita melewati ?
Chi Hoet Lihat ilmu saya, mengipas tanah duniawi jadi tempat sejuk nan bersih, sekarang
jalanlah.
Yang Shen Sungguh hebat ilmu Buddha, jalanan yang merah yang panas, kini menjadi
jalanan yang sejuk dan tenang, roh yang sedang berjalan di depan menjadi kaget dan
merasa aneh, mereka menjadi melihat kesana kemari dan juga cepat-cepat jalan.
Chi Hoet Cepat ikut saya jalan, kalau tidak nanti berbalik jadi panas lagi kamu bisa
menemui kesulitan.
Yang Shen Saya jadi berlari-lari mengikuti guru, disamping kiri jalanan ini sudah
menenti pejabat neraka dan jendral dengan barisannya.
Chi Hoet Mereka adalah pejabat dan jendral dari Neraka Press Jari-Jari Tangan, cepat
beri salam
Yang Shen Salam jumpa pejabat dan jendral, saya adalah Yang Shen mengikuti guru Chi
Kung Buddha kemari meninjau, harap banyak memberikan bantuan.
Pejabat Selamat datang kemari, kami merasa bangga atas kedatangan kalian, karena
neraka ini akan dicantumkan dalam buku, mari silahkan masuk meninjau.
Yang Shen Terima kasih, tulisan NERAKA PRESS JARI-JARI TANGAN terdapat
dipintu neraka masuk, disamping pintu ada penjaga yang ketat juga ada bangunan pos-
pos yang kecil
Pejabat Silahkan masuk
Yang Shen Terima kasih, kini sudah terdengar suara-suara jeritan.
Chi Hoet Masing-masing neraka juga terdengar suara jeritan demikian seperti dalam
kesakitan, menyedihkan dan mengharapkan bantuan.
Yang Shen Dalam neraka ini perlengkapannya sudah modern, kedua tangan roh dosa
diikat menggunakan pir baja bersambung ke satu baris rel besi itu, rel besi itu berwarna
merah kepanasan seperti ada setrum, tangan roh roh dosa tidak bisa lepas lagi karena pir
baja mulai bergerak, semakin tangannya digerakkan semakin kencang ikatannya dan
panasnya setrumpun menyengat, sehingga kedua tangannya hangus terbakar, roh dosa
menjadi lemas terkulai
Pejabat Hukuman dineraka ini dulunya menggunakan gosokan untuk menggosok
tangannya roh dosa, untuk mengimbangi kelihatannya manusia, maka dengan cara seperti
ini. Saya akan panggil beberapa roh dosa ceritakan perbuatan jahatnya.
Yang Shen Benar-benar ada yang tinggi, kini ketemu yang lebih tinggi lagi.
Pejabat Para roh dosa dengar, hari ini Chi Kung Buddha dan Yang Shen dari kota Tai
Chung, Wihara Shen Shien kemari meninjau serta mencari bahan dosa kejahatan yang
telah dibuat oleh kalian untuk menasihati dunia, kalian harus jujur menceritakan, agar
manusia jangan berbuat dosa lagi.
Roh Waktu di dunia, perbuatan saya sungguh kurang ajar, sering melakukan colak-colek
pada wanita yang lewat dijalanan, setelah meninggal dihukum disini.

Pejabat Sepasang tangan kamu itu banyak jahil, pantas dihukum. Roh yang kedua
bicaralah.
Roh Saya sering memanas-manasi orang lain, mencari keuntungan melalui pengaduan
yang berlebihan, setelah meninggal Yiam Wong marah menghukum saya, yang sering
mempergunakan kedua tangan ini menulis pengaduan yang sifatnya mencelakakan orang
lain, harus diestrum tangan ini, hukuman ini sangat sakit buat saya, mohon Chi Kung
Buddha menolong saya
Chi Kung Kamu pandai menulis, kenapa kamu tidak menulis surat kepada Yiam Wong,
mohon diampuni.
Roh Yiam Wong tegas dan adil, saya tidak berani mencari penyakit sendiri
Chi Hoet Kalau begitu saya pun sama
Pejabat Tidak boleh sembarangan memohon, roh ke 3 cepat cerita
Roh Waktu di dunia saya jadi Bandar judi sebuah kasino, sering melakukan kecurangan,
sehingga banyak uang, karena gampangnya mencari uang hiduppun mewah dan sering
melakukan kejahatan yang melanggar hukum, menjadi orang yang terkenal di masyarakat
hitam, tidak tahunya setelah meninggal Yiam Wong marah-marah, menghukum saya ke
neraka ini 30 tahun setiap hari disini cukup tersiksa.
Chi Hoet Sudah jadi Bandar kasino berbuat curang lagi, sungguh dosa yang besar, setelah
habis hukuman disini akan reinkarnasi menjadi manusia, kedua tangan ini pasti cacat,
karena karma pembalasan, mengharap manusia di dunia cepatlah berhenti main judi. Roh
ke 4 kamu cerita.
Roh Waktu di dunia, saya pernah membuka cek kosong, melakukan penipuan, setelah
meninggal dihukum kemari. Waktu masih hidup jika saya kabur jauh, orang yang
menagih hutang pasti tidak berdaya, namun bisa lolos di dunia sebaliknya saya dihukum
di alam neraka
Pejabat Punya hutang harus bayar biarpun sesenpun, kalau tidak dineraka tidak akan ada
ampunnya
Chi Hoet Sekarang sangat banyak manusia yang membuka cek kosong, setelah membuka
atau membayar dengan cek, orang kabur hingga menjadi cek kosong, setelah meninggal
harus dihukum berat, setelah reinkarnasi akan jadi sapi, jadi kuda sebagai pembayaran,
pembalasan karma ini pasti terjadi, camkanlah
Pejabat Roh ke 5, kamu tidak gagah lagi, cepat ceritakan perbuatan yang kau banggakan
itu
Roh Mohon pejabat jangan meledek saya lagi, waktu di dunia saya adalah anggota satu
geng, sering melakukan keributan, mengacau keamanan masyarakat, asal ketemu urusan
yang tidak menyenangkan atau ada orang yang memandang saya terus menerus, pasti
saya pukul. Urusan berantem adalah urusan saya setiap hari, setelah meninggal disidang
oleh Yiam Wong dan menyuruh kepala sapi bermuka kuda memukul saya dan tanya pada
saya menyerah atau tidak, dipikir-pikir kelakuan saya memang tidak boleh
Pejabat Waktu kamu masih muda gampang benar marah, kerjaannya hanya mencari
keributan, merusak ketenangan masyarakat, tanganmu memang keras sekarang rasakan
rel baja ini yang kuat atau tanganmu, biar kamu pikir
Chi Hoet Waktunya sudah tiba, Yang Shen siap pulang
Yang Shen Terima kasih atas bantuannya pejabat dan jendral, kami mau pulang, permisi
Pejabat Harus, harus perintahkan jendral berbaris, antar tamu
Chi hoet Yang Shen naik ke Teratai

Yang Shen Saya sudah duduk, silahkan berangkat
Chi Hoet Wihara Shen Shien sudah tiba, Yang Shen turun, roh kembali ke badan

Babak ke 44

Melawat ke Sub Seksi Neraka Pencabutan Usus

"Goresan Pena Medium telah menghasilkan Pil "Sembilan kali penjelmaan",
Barang siapa yang mengkonsumsi akan memperoleh kembali
penghidupan yang
baru,
Ribuan kitab surgawi akan membukakan kecerdasan manusia, Sungguh
besar karunia Penguasa langit, besar karuniaNya
takkan mungkin bisa tuntas
terbalas."

Roh manusia dari alam wadag (alam dunia) bisa melawat ke alam neraka,
bukanlah sebuah dongeng atau cerita bualan, sejak zaman dahulu hingga kini, tak
sedikit orang yang mempunyai pengalaman mati suri, yang pernah mati sejenak
namun sadar kembali, pada umumnya mereka bisa menceritakan keadaan yang
dialami setelah kematiannya, ceritanya begitu hidup dan jelas, menggambarkan
keadaan kuasa neraka, ini membuktikan apa yang ditulis di dalam kitab-kitab suci
bukanlah omong kosong. Hanya saja jikta tak menyaksikan dengan mata kepala
sendiri, umat di dunia takkan mau percaya. Boleh dikatakan sikap itu "bijaksana"
namun juga "dungu", bagaimana bisa dikatan begitu? Sebagai contoh, manusia
memiliki organ dalam, namun juga tak terlihat, toh tetap aman-aman saja. Jika
suatu ketika kau "mengetahui" atau "terasa", (ada yang tak beres pada salah satu
organ di dalam diri) saat itu sudah runyam jadinya, kalau tak sakit di sebelah sini
ya di sana, perlu difoto ronsen atau dioperasi, umat di dunia biasanya tak bisa
melihat organ dalamnya sendiri, apakah lalu organ-organ itu tak ada? Lazimnya
neraka memang tak terlihat. Hanya orang-orang tertentu saja yang pernah melihat
saat masih hidup, sedangkan orang pada umumnya begitu melihat keberadaan
neraka, berarti ajalnya telah tiba. Maka saya menasehati umat di dunia supaya
sadar, kenalilah dengan pasti bahwasanya "yang tak kasat mata, keberadaannya
tetap punya nilai", "pikiran, nafas, perasaan...." semuanya tak kasat mata, hanya
bisa dihayati dengan perasaan, tetapi yang tak kasat mata ini, justru yang
mempertahankan kehidupan Anda, merupakan "zat" yang menguasai raga Anda!

Seperti misalnya seorang "tuna netra", tak bisa karena dirinya tak melihat lalu
menyangkal segala sesuatu wujud rupa yang ada di dunia, namun dengan
menggunakan sebatang tongkat, ia bisa menjelajah ribuan kilo meter.
Perumpamaan ini memberi tahu kita, meskipun "mata yang fana" ini banyak
rintangan, tetapi "mata batin" malah tanpa hambatan, namun kita menutup "mata
batin" sendiri, malah terseret oleh nafsu dan perasaan yang membuta masuk ke
dalam tiga jalur penitisan yang buruk.

Umat di dunia sudah tahu kalalu sesuatu perbuatan itu termasuk melanggar,
lubang perangkap yang celakakan orang berada di depan, tetapi tetap saja nekat,
tak mau belajar pada orang yang menggunakan tongkat itu, untuk meraba dan

memeriksa jalan yang ada di depan, sehingga terjatuh ke dalam jurang neraka
yang dalam. Jika ingin melompat keluar entah harus menunggu berapa kelahiran
lagi.

Waktunya untuk melawat ke Alam Baka. Orang dari dunia fana jika ingin
melawat ke kuasa neraka tak saja harus bervegetarian, pakaian dan sepatu juga
harus rapi dan bersih.

Di sini adalah "Neraka Pencabutan Usus", opas neraka hilir mudik, masing-
masing menggiring roh dosa. Sudah terdengar suara tangisan melolong-lolong.

Sudah bisa terlihat keadaan eksekusi di dalam neraka, para roh dosa berjajar
dengan tubuh telanjang, masing-masing diikat di sebuah tiang, danyang-danyang
petugas neraka menggunakan pisau tajam menghunusnya ke dalam perut roh
dosa, lalu dikupas ke bawah, seluruh bagian perut terkoyak terbuka, dengan
sendirinya usus-usus tersembul keluar, lantai penuh dengan cucuran darah dan
berbau anyir. Usus-usus tercecer di lantai, di sampingnya ada anjing hitam, saling
berebut makan usus. Meski usus sudah keluar, tapi ujungnya masih menyambung
dengan hati, belum sampai lepas dari tubuhnya, kini dibuat rebutan oleh anjing-
anjing hitam, saling tarik-menarik, roh dosa menjerit-jerit kesakitan, dan akhirnya
pingsan.

Mereka melakukan dosa apa sehingga dihukum kemari?
Para roh dosa itu semasa hidupnya adalah pejabat yang korup, yang melakukan
KKN, atau perutnya hitam (hatinya jahat, penuh siasat untuk memperdaya dan
mencelakai orang), ususnya beracun, maka setelah meninggal dihukum kemari.

Pejabat membawa keluar beberapa roh dosa untuk ditanyai.

RohDosa 1 : Semasa hidup saya adalah seorang pejabat, sering menggunakan
kemudahan wewenang jabatan, untuk menerima uang suap yang tak dibenarkan
oleh hukum, atau berkolusi menggarap harga tanah dalam pembebasan tanah
warga, mencari keuntungan yang luar biasa. Asalkan ada yang bisa mendatangkan
keuntungan, saya akan menggunakan segala cara untuk mendapatkannya. Namun
nasibku sial, setelah meninggal saya dibawa pergi ke atas panggung cermin dosa,
untuk diperlihatkan perbuatan saya semasa hidup. Semua perbuatan menggaet
keuntungan dan kekayaan secara ilegal tertayang dengan jelas tanpa ada yang
terlewatkan, ini sungguh membuat saya amat tercengang. Setelah disidang
melalui berbagai Astana, akhirnya diserahkan ke astana ketujuh, Yam Ong Thai
San Wang menghukum saya masuk ke "Neraka pencabutan usus", setiap hari usus
saya ditarik keluar, dibuat rebutan oleh anjing-anjing hitam, sakitnya sungguh tak
terperikan.

Pejabat : Engkau sebagai pejabat pemerintahan, tak berpikir untuk
menyejahterakan rakyat, malahan memeras rakyat. Apa saja yang bisa kau telan
telah kau telan semuanya, ususmu sungguh kotor sekali! Dalam kesempatan ini

kunasehati umat di dunia yang menjadi pejabat, jadikanlah tanggung-jawab
jabatanmu untuk memberi pelayanan terhadap khalayak ramai, dimana-mana
memberi kemudahan dan mengasihi rakyat, dengan loyal mengabdi kepada
negara, dengan demikian jasa pahalanya akan amat besar. Jika hanya bertujuan
untuk mengeruk keuntungan, setelah meninggal jangan harap bisa mendapat
pengampunan di dalam kuasa neraka.

YangSheng : Saya tanya pula kepada nenek ini, Anda sudah begini tua masih
menerima hukuman ini, sebenarnya semasa hidup melakukan kesalahan apa?

RohDosa 2 : Mengenang masa hidupku, ingin menyesalpun sudah terlambat,
sewaktu berusia 48 tahun, karena gagal dalam usaha bisnis, saya mengadakan
arisan uang untuk mengatasi kesulitan, namun karena khilaf, saya mengambil
keputusan menilap uang arisan peserta, lalu saya pindah ke desa lain. Akhirnya
pada usia 54 tahun saya meninggal, roh saya dikawal hingga diserahkan ke astana
ketujuh, Yam Ong lalu menghukum saya kemari untuk menerima siksa.

Pejabat : Menilap uang arisan, menelannya tanpa dikeluarkan, kini terpaksa
dikeluarkan dari ususnya, menilap seberapa harus membayar seberapa, hukuman
di neraka itu adil, kau sendiri yang berbuat maka kau sendiri pula yang harus
menanggungnya. Kelak setelah selesai menjalani hukuman, dan kala dititiskan ke
dunia lagi masih harus membayar hutang juga.

YangSheng : Mohon tanya kepada Tuan sepuh ini, Anda menerima siksa di sini
sudah berapa lama?

RohDosa 3 : Tiga tahun lebih. Semasa hidup saya berusaha di bidang pertanian,
mencari nafkah dengan menanam sayur-mayur. Entah bagaimana, setelah tengah
usia tanam, sayur-mayurnya sering diserang hama, maka harus disemprot dengan
pestisida untuk membasmi hama. Suatu ketika bertepatan dengan harga sayur
cukup baik, saya lalu memetik sayur yang baru saja disemprot satu atau dua hari
yang lalu itu untuk dijual. Hanya demikian saja, sesudah meninggal saya lalu
dihukum di "Neraka pencabutan usus", saya kena celakanya tak lain karena
kurangnya pengetahuan saya.

Pejabat : Kau hanya tahu cari untung saja, menjual sayur-mayur yang masih ada
sisa racun obat pestisida, tak sedikit mencelakai orang. Banyak orang yang makan
sayurmu menjadi keracunan, atau kadar racunnya dari sedikit demi sedikit
menjadi banyak, sehingga terserang levernya, atau terkena sakit tumor kanker.
Hati dan perutmu sungguh beracun, maka harus mendapat hukuman ini.

YangSheng : Mohon tanya pada Nenek ini, mengapa Anda sampai datang kemari?

RohDosa 4 : Oh! Tuhanku, di sini sungguh mengenaskan sekali, mohon Guru
menolong saya.

CiHoet : Saya sungguh kasihan kepadamu, tetapi pada mulanya mengapa kau tak
punya rasa kasihan terhadap orang lain? Cepat katakan riwayat dosamu!

RohDosa 4 : Baiklah, saya mempunyai seorang anak gadis asuhan. Sejak kecil
saya tak sayang padanya, sering kali saya pukuli dengan rotan, saya diskriminatif
terhadap dia, setelah tumbuh dewasa, saya lihat wajahnya cukup cantik, lalu saya
jual dia ke kompleks pelacuran untuk mendapat uang, setelah meninggal Yam
Ong tak terima atas perbuatan itu, saya lalu dihukum di sini.

Pejabat : Sungguh kejam hatimu, sungguh beracun isi perutmu, menganggap
gadis asuhan sebagai mesin cari uang, merusak moral orang, hati nuraninya hilang
sama sekali, hatinya miring, ususnya keras, kau pantas dihukum!

YangSheng : Ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepada Guru, yaitu
sewaktu roh dosa menerima siksa hukuman, kalau sudah sekali menerima siksa
hukuman, dan sudah sampai pingsan tak sadarkan diri, mengapa bisa hidup
kembali untuk disiksa lagi?

CiHoet : Pernahkah kau bermimpi ditembak dan dibunuh orang? Meski badan
terluka, merasakan sakit yang amat menderita, namun setelah terbangun hanya
keringat dingin yang bercucuran, sama sekali tidak mati bukan? Lalu esok
malamnya bermimpi lain lagi, setelah terbangun juga mendapatkan dirinya masih
tetap utuh seperti semula, sama sekali tiada yang terluka, maka jika orang sudah
meninggal, rohnya seperti berkelana dalam mimpi, meski badannya menderita
sakit karena siksaan hukuman, dan danyang-danyang neraka mengguyurnya
dengan air pemulih roh, maka roh dosa itu tersadarkan lagi lukanyapun hilang,
agar dia dalam ingatannya merasakan derita ketakutan, hukum siksa di kuasa
neraka adalah untuk menyadarkan rohnya saja, maka kematian manusia bisa
disebut sebagai : "Mimpi Besar". Orang yang telah meninggal, akan menderita
dalam mimpi yang panjang itu. Saya berikan satu contoh lagi : misalnya dalam
mimpi menemukan harta karun berupa emas lalu dipungutnya, tentu girangnya
tak kepalang tanggung, namun begitu terbangun, semuanya hampa belaka, dari
sini bisa kita ketahui bahwasanya impian itu maya dan ilusif, bukan yang hakiki,
orang yang sesat pikirannya akan dibodohi. Jika umat di dunia yang membina
jalan suci tak menyadari hal ini, melekat terhadap yang berwujud, akhirnya juga
senasib dengan mimpi yang sifatnya maya dan ilusif!

BERKELILING DI ALAM BAKA BAB 45

BAB 45
MENGUNJUNGI NERAKA KECIL BERJONGKOK BADAN MENGANGKAT BATU
TAHUN 1977, CAP IT GWEE CE KAU
Chi Hoet Tahun ular akan berakhir dan tahun kuda segera tiba, harapan ditahun kuda bisa
lebih maju dan berhasil, namun kalau kamu berhasil harus lebih giat mencari, memacu
diri seperti memacu kuda, tidak takut kesulitan maupun kesusahan, berjuang bagaikan

sifatnya kuda, lebih-lebih bagi orang yang bertapa, belajarlah sifat kuda yang tidak
pernah kenal lelah itu, maju terus sampai tercapai cita-citanya, jangan sampai kudanya
sudah tua, akan ketinggalan, hari ini siap mengelilingi alam baka lagi, Yang Shen cepat
naik ke Teratai
Yang Shen Saya sudah duduk, silahkan berangkat. Hari ini kita mau menuju ke neraka
mana ?
Chi Hoet Ke NERAKA KECIL BERJONGKOK BADAN MENGANGKAT BATU di
wilayah Tingkat ke tujuh, siap berangkat……… sudah tiba, Yang Shen cepat turun
Yang Shen Benar-benar cepat jalannya, terasa baru duduk di Teratai, menutup mata
seperti menumpang pesawat super cepat, hanya terdengar suara angin sekarang sudah
tiba.
Chi Hoet Manusia juga ibarat pesawat yang sedang terbang, didalamnya mesin tidak
boleh ada gangguan sedikitpun, kalau tidak bisa berbahaya, jatuh ke jurang dalam tidak
ada ampun lagi, ini bisa terjadi hanya dalam sekejab mata waktunya, seperti manusia juga
mau naik atau mau turun, hanya dalam keputusan yang sesingkat itu, telah terjadi apa
yang diinginkan atau yang tidak diinginkan itu, maka nasihatilah manusia, kemudikanlah
tujuan yang benar, menuju arah yang benar biarpun dalam badai, namun tetap melaju
menurut Kompas Hati baru tidak akan terjadi kecelakaan, seperti teratai ini biar terapung
diatas air yang sungguh kotor, namun jika kita tenang bisa mendudukinya, kalau tidak dia
akan tenggelam, kamu memang berhoki bisa duduk di Teratai ini, baik-baiklah
menggunakan kesempatan yang baik ini, cepat beri salam kepada pejabat dan jendral
Yang Shen Siap, salam jumpa pejabat dan jendral, saya adalah Yang Shen dari Wihara
Shen Shien, hari ini bersama guru atas titah meninjau kemari, harap pejabat banyak
memberikan bantuan.
Pejabat Selamat datang, atas titah mengarang buku adalah tugas yang mulia, silahkan
masuk meninjau.
Yang Shen Terima kasih, di dalam sedang ada kerjaan mau membangun. Roh dosa yang
kecil maupun yang besar masing-masing mengangkat batu, apakah disini mau
membangun rumah baru ?
Pejabat Disini sudah tidak perlu membangun rumah lagi, ini hanyalah hukuman
Yang Shen Pantas mereka pindahkan batu-batu sampai menarik nafas terus, batu yang
besar diangkat ke atas kepala, dipegang kedua tangan, badanpun hanya bisa berjongkok
jalan, karena batu sangat besar, jalannya hanya bisa selangkah demi selangkah, ada roh
dosa yang tidak kuat lagi sehingga jatuh ditindih oleh batu besar sampai badan, tangan,
dan kakinya patah, orangnya pingsan dan disiram Air Mengembalikan Roh oleh prajurit
alam baka. Dia sadar lagi dan memegang batu lagi untuk diangkat kembali, hukuman ini
kelihatannya agak kaku namun sebagai hukuman justru ampuh
Pejabat Roh dosa ini sedang melatih ilmu Kepala Besi karma waktu masih hidup mereka
keras kepala, sombong atau menjadi guru orang lain, tidak tahu akan derajat diri sendiri
atau yang tidak menghormati guru, melanggar peraturan, setelah meninggal terpaksa
berlatih disini.
Yang Shen Pejabat, apakah boleh memanggil beberapa roh dosa, biar menceritakan
perbuatan mereka dimasa hidupnya?
Pejabat Boleh, saya akan panggil, silahkan Yang Shen bertanya
Yang Shen Saya mau tanya tuan ini, kenapa kamu dihukum kemari memindahkan batu ?
Roh Sungguh malu kalau diceritakan, saya menjadi guru disekolah, karena melihat

diantara murid saya ada yang cukup cantik, sehingga memanfaatkan peluang mengajar,
setengah menggoda dan memaksakan sehingga terjadi hubungan badan, walaupun urusan
itu tidak pernah terbongkar , namun setelah meninggal tidak bisa lolos dari Yiam Wong,
setelah masuk keneraka selain dihukum di tingkat lain, saya diserahkan ke tingkat 7, Thai
San Wuang sungguh marah besar, memaki saya sebagai seorang guru tidak bisa menjaga
citra diri, malahan berbuat kehinaan menyiksa murid, harus dihukum dineraka ini
mengangkat batu biar kepala ini tidak bisa menengok lagi.
Pejabat Kamu adalah seorang guru, tapi tidak tahu malu, memperkosa murid, sungguh
dosa yang besar, sekarang biar batu ini menindih kepala kamu, jangan melihat orang lagi,
rasakan malu itu. untuk ini nasihatilah manusia, baik yang menjadi guru disekolah
maupun guru dibidang lain, ciptakanlah hubungan yang rukun antara murid-muridnya,
saling menghormati bagaikan hubungan orang tua dengan anak-anaknya. Yang Shen
teruskan bertanya
Yang Shen Tuan ini wafatnya kelihatan seperti orang yang cukup terlatih dan kepalanya
botak, kenapa kamu melatih ilmu disini
Roh Jangan bercanda, justru karena kepala saya botak maka lebih terasa sakit hukuman
ini. Waktu masih didunia, saya sebagai umat Buddha setelah masuk pintu suci sudah
banyak membaca buku Keng, kitab-kitab dan saya menganggap diri sendiri cukup
pandai, mungkin sudah melebihi guru, maka sering menceritakan kekurangan guru lain
kepada murid-murid, setelah mati karena dosa menghina guru sehingga saya disidang,
Yiam Wong mengatakan pada saya bahwa saya sudah cukup pintar, namun harus
menggunakan kepintaran untuk menolong orang lain bukan sebaliknya membanggakan
diri sebagai guru karena itu harus dihukum, setiap hari mengangkat batu, berjalan
jongkok agar dosa itu bisa dihapus.
Chi Hoet Murid punya bakat manfaatkanlah sebaik-baiknya, biar kita punya kelebihan,
namun harus tetap menghormati guru, harus tahu karena muridnya berhasil atas jasa
gurunya. Sayang manusia sekarang kebanyakan hanya melihat kenyataan, belum lulus
benar dari pelajarannya, sudah meninggalkan perguruan, hanya mementingkan cari uang
sehingga lupakan ajaran guru.
Yang Shen Saya mau tanya tuan ini, kenapa kamu juga dihukum kemari ?
Roh Waktu didunia, saya memang kaya dan pintar berbicara, karena itulah menjadi
sombong, sering memandang rendah orang yang miskin atau menindas orang yang susah,
menggunakan kedudukan saya, sering mengatakan orang lain, karena dosa ini saya
sampai dihukum, sebetulnya saya tidak rela. Mohon Chi Kung Buddha bisa membantu
memberikan saya keadilan
Chi Hoet Boleh, boleh berikan dulu uangmu, kalau tidak ada uang bicaranya agak sulit
dan tidak mau didengarkan orang lain, jika ada uang saya akan memohon pejabat neraka
mengurangi dosamu
Roh Terima kasih Chi Hoet mau menolong saya, hanya sekarang saya tidak punya uang,
semua ditinggal di dunia, dipakai oleh anak cucu saya, bagaimana ya ?
Chi Hoet Jangan bermimpi lagi, punya uang, punya kedudukan, orang lain pun
menunduk. Tidak punya uang, tidak punya kedudukan, sendirilah yang menunduk,
kenapa kamu begitu sombong waktu masih hidup, sekarang mana uang dan
kedudukanmu ? baik-baiklah terima hukuman disini.
Pejabat Kamu sungguh jahat, sampai sekarang masih ingin menggunakan kedudukan
menindas orang lain. Yiam Wong tugas tidak bisa disogok dengan uang, tadi Chi Hoet

hanya meledek kamu, tapi kamu tidak tahu. Lain kali jangan sembarangan bicara, kalau
tidak mau hukumanmu akan ditambah lagi.
Chi Hoet Jalanan dibuat biar orang bisa melewati, bukan untuk memiliki, manusia tidak
akan selamanya tinggi, duduk diatas terus, setelah kehilangan kedudukan, maka dia akan
diludahi , apalagi terlalu sombong, menghina orang lain, angkuh, tidak mau rendah
sedikitpun, setelah meninggal biar dia merasa akan beratnya batu itu. waktu dusah tiba,
permisi kami mau pulang
Yang Shen Terima kasih pejabat dan jendral, kami sudah mau pulang
Pejabat Ini memang tugas kami, para jendral berbaris antar tamu
Chi Hoet Yang Shen naik ke Teratai
Yang Shen Siap, saya sudah duduk silahkan guru berangkat
Chi Hoet Wihara Shen Shien sudah tiba. Yang Shen turun, roh kembali ke badan.

Babak 51

BERKUNJUNG DENGAN RAJA TU SHI
BUDDHA HIDUP CI KUNG TURUN
TAHUN TING SHE, SA GWEE JI CAP KAU 2535
MELAWAT KE ASTANA NERAKA KE - 9

Prolog:
"Sulit bagi umat manusia untuk bisa lolos dari pintu hantu,
Arwah demi arwah yang sudah meninggalkan pintu hantu ternyata juga kembali lagi,
Kekayaan, kedudukan, dan kemegahan duniawi layaknya sebuah mimpi belaka,
Lebih baik hidup bersahaja dan tekun bekerja, dengan sendirinya akan terasa bahagia
serta lega dan santai"

Ci Hoet : Kita sudah melewati delapan Astana, kini perlawatan ke Alam Baka telah tiba
saatnya ke Astana neraka ke sembilan, hari ini kita akan ke sana untuk mengungkap
rahasia kinerja kuasa neraka, Yang Sheng bersiaplah naik keatas teratai.

Yang Sheng: Hari ini akan melawat Astana neraka kesembilan, penyusunan kitab
"Melawat ke A/am Neraka" sudah hampir selesai sungguh tak terlukiskan rasa gembira
dalam lubuk hati saya.

Ci Hoet: Jika sudah melewati masa kritis dalam percobaan sembiIan babak, kau akan
jauh terasa ringan, tapi jangan terlalu dini untuk bersenang hati, perjalanan masih jauh
dan tugas pun berat, kita harus bekerja dengan hati-hati, jika kitab "Melawat ke Alam
Neraka" ini bisa terbit untuk menyadarkan umat, kau akan menndapat pahala utama,saya
harap kau baik-baik menjalankan tugas, cepatlah naik keatas teratai.

Yang Sheng: Siap, saya sudah duduk dengan baik, silahhkan Guru berangkat. ...

Ci Hoet : Sudah tiba, Yang Shen, Turunlah.

YangSheng: Saya sudah turun, di depan sana tampak ada keramaian, banyak orang
berdesak-desakan, agaknya ada upacara besar untuk menyambut kedatangan kami

Ci Hoet : Penguasa Astana neraka ke-9 Raja Tu Shi [xx] sebelumnya sudah lama
mendengar kalau hari ini kita akan datang berkunnjung, maka secara khusus beliau
mengatur penyambutan kita yang datang dari alam dunia, dengan menyelenggarakan
jamuan makan, coba kau lihat dan dengar! Suara tabuhan gembreng dan genderang
begitu memekakkan telinga, lagu penyambutan dibunyikan dengan menggunakan
berbagai instrument alat musik tradisional.

YangSheng ; Melodi musik ini seperti musik klasik populer!

Ci Hoet : Ya!

YangSheng : Kata orang bilamana terdengar alunan musik surgawl: itu pertanda ada
orang yang naik ke surga, apakah memang demikian?

Ci Hoet : Ya, umat di dunia dalam membina jalan keTuhanan yang jasa pahalanya sudah
mencapai tingkat sempurna, pasti akan mendengar alunan musik surgawi ditelinganya
pada saat berpulang ke alam dewata; tapi jika orang tersebut tak punya amal jasa dan
kebajikan yang sangat besar, penguasa langit takkan memberlakukan / mengadakan
penghormatan yang luar biosa. Tradisi di dunia saat diadakan upacara pembagian hadiah
tanda jasa juga diiringi dengan musik, di dunia ada musik gubahan manusia, di surga pun
ada musik surgawi, itu memang bukan omong kosong. Jika semasa hidup hanya
melakukan kejahatan, menjelang kematiannya pasti sering mendengar suara tangisan
setan, atau bunyi-bunyian rantai dan borgol, kalau sudah begitu, perjalanannya untuk
berpulang memang pantas dikuatirkan, itu pertanda akan ditangkap oleh danyang utusan
neraka. Cepatkan langkah laju kita, para Pejabat Astana ke sembilan sudah berbaris
menunggu kita!

YangSheng : Hormat hamba kepada raja Tu Shi Dan para pejabat malaikat, hamba adalah
mUrid Perguruan Roh Suci berasal dari Vihara Sheng Shian di kota Tai Chung, bersama
dengan Guru Ci Hoet menerima Tilah menyusun kitab perlawatan ke alam baka, hari ini
datang kemari hamba mengucap terima kasih atas perlakuan istimewa Baginda, hamba
mohon diberi kemudahan!

Yam Ong : Cukup, berdirilah saudara Yang San Sheng. Hari ini kami secara khusus
menyediakan jamuan makan, untuk menjamu kalian berdua. Cepat ikuti Saya masuk ke
ruang tamu Astana untuk istirahat.

YangSheng : Terima kasih atas perlakuan istimewa Baginda!.

Ci Hoet : Kita ikuti saja Yam Ong masuk ke dalam Astana untuk istirahat!

Yam Ong : Kalian berdua silahkan duduk, tak usah sungkan, demi menyusun kitab

melawat ke alam baka,melawat dari Astana pertama hingga Astana kami, tentu banyak
bersusah payah, hari ini secara khusus Saya menyelenggarakan jamuan makan untuk
kalian berdua!

Ci Hoet : Terima kasih atas perhatian Raja Tu Shi, beruntung ada Anda yang
mengadakan jamuan makan untuk kami berdua, kalau tidak, maka selama lebih dari
setahun ini, alas duduk teratai sudah dipenuhi dengan debu!
(menjamu tamu yang datang dari kejauhan, dalam bahasa Mandarin diistilahkan dengan
kata Xi Chen [xx], secara harfiah artinya membersihkan debu. Sebelum makan, biasanya
mandi-mandi dulu.)

Yam Ong : Apa betul? Hati Guru asalnya bersih dan jermh, hanya badannnya saja yang
kotor, bak bunga teratai yang tumbuh di lumpur yang kotor tapi bunganya tak terkotori
Karena sifat asalnya memang suka menjaga kebersihan dan keluhuran budi dirinya,
hanya kedua kaki-fananya saja yang salah jalan, maka sesekali perlu dibersihkan. Kalian
tak usah sungkan, silahkan ambil sendiri dan makanlah buah-buahan dewata sesuka hati!

Ci Hoet : Tak usah sungkan-sungkan, muridku, muridku, mari makan buah dewata.

YangSheng : Terima kasih, buah-buahan dalam piring ini mirip buah anggur yang ada di
alam dunia, merah keungu-unguan,aromanya harum, rasanya manis, sungguh enak!

Yam Ong : Ini memang buah anggur hitam, tumbuh di gunung Kun Lun, tumbuh secara
alami, mendapat sari energi dari langit dan bumi, maka wujud warnanya jadi
hitam,tergolong buah-buahan bernilai tinggi, makanlah sepuasnya!

Ci Hoet : Kita sambil makan sambil ngobrol, Yang Sheng, jika kau ada pertanyaan,
mintalah petunjuk dari Yam Ong!

YangSheng : Baiklah, hamba mau bertanya, bagaimanakah kesan Baginda hidup di alam
neraka?

Yam Ong: Ha ... ha! Bagaimanapun berada disini kami juga merasa mengemban
tanggung jawab yang besar dan berat, perjalanannpun terasa panjang dan jauh,
menyaksikan sekelompok demi sekelompok roh dosa menerima siksa hukum yang keras,
hati kami sebenar nya juga tak tega, tapi apa boleh buat, siapa saja yang datang kemari
tentu harus diproses secara adil, sama sekali tak boleh pilih kasih, semoga para umat bisa
lebih cepat insaf dan kembaIi ke jalan kebaikan, baru tanggung jawab kami bisa selesai.
Kehidupan di alam baka ada sisi serius dan santaiinya, sama seperti para hakim di alam
duma, tak lain ''seperti cermin yang terang dan terpampang tinggi" dan "meluruskan
pikiran hati menegakkan suri tauladan!”

YangSheng : Oh, ternyata begitu, mohon tanya Yam Ong, Astana Anda berkuasa atas
neraka mana saja?

Yam Ong: Astana kami terutama berkuasa atas Neraka Besar Aphi (Neraka Abadi) [xx],

disamping itu masih ada 16 Sub Seksi neraka kecil lainnya, untuk menghukum roh dosa.

YangSheng : Sering ada orang bertanya, setelah meninggal masuk lapisan neraka ke-18,
bagaimanakah penjelasannya?

Yam Ong : Umat di dunia sering bercanda dengan berkata "setelah mati masuk lapisan
neraka ke-18, meneguk minuman kopi itu sebenarnya mengacu pada "Neraka Aphi”
karena Neraka Aphi ada 18 lapis, langsung tembus ke titik pusat perut bumi, di dalamnya
sangat gelap dan seram, tak dapat melihat apa-apa, penuh dengan lahar bumi: warnanya
seperti kopl: bila roh dosa berada di dalam, bagaikan meneguk minuman kopi: apakah
kau juga ingin minum secangkir?

YangSheng : Tidak! Tidak! Saya cukup minum teh saja, saya tak mau minum “teh asing"
itu, takut tak tahan!

Yam Ong : Ternyata kau sangat berhati-hati: silahkan makan buah dewata!
YangSheng : Hidangan dingin ini seperti “Sembilan tingkat pagoda" [xx] yang ada di
dunia (daun kemangi), terasa harum bila dimakan, akan tetapi juga manis dingin, lebih
unggul dari yang ditanam di dunia, sayur apakah ini?

Yam Ong : Tak salah ini juga disebut "Sembilan tingkat pagoda” khas dari hasil Astana
ke-9, berkhasiat menguatkan buah pinggang dan tulang, menambah banyak energi pokok,
sembilan tingkat mengacu pada kutub Yang (kutub positif, puncak positif), maka
“Sembilan tingkat pagoda" menambah hawa positif, bila kau makan, pasti akan
berkhasiat!

Ci Hoet : Ha ... ha! Sering-seringlah naik ke Pagoda tingkat 9, dan sebaik nya janganlah
turun ke "18 lapis Neraka, Aphi"!

Yam Ong : Kalian berdua jangan sungkan, dengan jamuan makan sederhana yang kami
sediakan,sekalipun sudah banyak makan, namun masih tampak belum segar, bagaimana
kalau kami ajak saudara Yang Shan Sheng pergi mandi membersihkan debu di bawah
“air terjun Sembilan lajur mata air”?

Yang Sheng : Saya agak takut, mohon Guru menemani saya pergi!

Ci Hoet : Baiklah!

Yam Ong : Silahkan kalian berdua ikuti saya melaju!

Yang Sheng : Terima kasih atas dampingan Yam Ong beserta pejabat malaikat, di
sepanjang jalan terasa sejuk dan segar, di daerah neraka jarang terdapat jalan yang bersih,
datar dan lapang seperti ini!

Ci Hoet : Jalan ini dikhususkan untuk perlawatan para pembina dan penempa diri, roh
suci siapa saja yang kelak akan ditugaskan ke alam dunia menerima kedudukan dewa di

atas altar, semuanya harus mandi membersihkan debu kemari, setelah itu baru
diperbolehkan pergi ke alam dunia untuk menerima persembahan dupa hio, hari ini kau
beruntung bisa datang kemari, mari, lebih dulu cobalah rasa yang terkandung di
dalamnya, lihat, di depan sana ada tiga tokoh para suci, ber jalan menuju kemari, mereka
semuanya habis mandi membersihkan debu, sekarang akan ke alam dunia menerima
kedudukan dewa!

Yang Sheng : Mereka tampak bersuka cita, wajahnya memancarkan sinar kencana!

Yam Ong : Silahkan kalian melaju lebih cepat!

Yang Sheng : Di depan tampak sebuah gunung nan tinggi, di atas gunung pepohonan
hijau fumbuh dengan subur, air ter jun dari atas bebatuan, membentuk pilar air dengan
derasnya, terbentuklah pemandangan pilar air terjun yang seakan-akan menyangga langit,
dalam cuaca panas seperti sekarang ini, bila bisa mandi dengan air dingin tentu akan
merasakan "sejuknya hati dan terbukalah (timbullah) selera makannyal"

Yam Ong : Sudah tiba di lokasi Air ter jun Sembilan Lajur!

YangSheng : Ternyata benar juga, di samping bebatuan gunung tertera empat huruf emas
yang besar "Air terjun Sembilan Lajur"[xx], dari atas gunung ada sembllan lajur pilar air
yang airnya terjun ke bawah dengan derasnya.

Yam Ong : Yang San Sheng, bersiaplah untuk berendam membersihkan debu duniawi.
Perintahkan para perwira penjaga untuk menyinggkir sementara!

Perwira : Siap!

Yam Ong : Yang San Sheng, kau berjalanlah sendiri menuju bawah air terjun!
YangSheng : Tekanan airnya begitu dahsyat dan derasnya, saya tak berani Guru,
dampingilah saya sekalian.

Ci Hoet : Baiklah, badan keBuddhaanku ini sudah tiga tahun lamanya tak dimandikan,
seharusnya mengambil kesempatan untuk sekali-kaIi mandi dan dibersihkan, marilah,
kita berdua jalan bersama!

YangSheng : Sungguh sejuk dan segar rasanya, oh, mata saya terpejam tak bisa dibuka.

Ci Hoet : Cepat buka matamu, agar "mata rabun"mu ikut tercuci bersih!

YangSheng : Baiklah! Sungguh enak sekali, tapi sekujur badan basah kuyup, bagaimana
ini?

Ci Hoet : Tak masalah, nanti saya kipas pakai kipas asiwung-ku, dengan sendirinya akan
seperti mesin pengering, begitu dijalankan langgsung kering, cepat cuci bersih bagian
telapak kaki, bagian itu tak terguyur oleh air, paling kotor!

YangSheng : Mohon kepada Guru, janganlah menyindir, baikkah?

Ci Hoet : Bagian yang tak terlihat, memang paling kotor, bawah kaki, kolong ranjang,
kolong meja, di tempat-tempat seperti itu disebut "sudut mati"', jika tak dibersihkan
secara total, memangnya mau dibiarkan tumbuh kutu-kutunya! Kelak besok bagaimana
bisa melambung naik ke atas awan!

YangSheng : Oh, ya, ya, kata Guru memang benar

Ci Hoet : Kiranya sudah cukup, "sembilan mata air" ini adalah semburan air dari
sembilan naga, begitu debu kotoran duniawinya kena sembur, langsung menjadi bersih,
tak perlu pakai sabun, deterjen atau zat pembersih lagi, umat di dunia harus senantiasa
menjaga kebersihan prilaku lahiriah dan batiniahnya,agar setelah meninggal tak sampai
"tak lolos" dari pemeriksaan sehingga dikenai hukuman. Cepatlah keluar, selesai sudah
mandinya!

YangSheng : Guru, kipasi/ah dirlku agar cepat kering!

Ci Hoet : Lihatlah kipasku ini, pasti lebih unggul dari pada mesin pengering!
Yang Sheng : Ternyata pakaianku ini sudah kering, betapa segarnya segenap raga dan
batinku, terima kasih banyak kepada Guru dan Yam Ong!

Yam Ong : Semoga saudara Yang San Sheng bisa baik-baik berdharma bhakti pada
Vihara Sheng Shian, paculah dirimu!

YangSheng : Siap! Mohon Yam Ong banyak memberkahi dengan sinar nurani!
Yam Ong : "Bila awan telah pergi, maka tampaklah sinarnya, tanpa dicuci pun akan
bersih dengan sendirinya", renungkanlah!

Ci Hoet : Karena waktunya sudah habis, kami cukup sampai disini dulu dan mohon
pamit, mohon maat, kami tak bisa mengantar Yam Ong pulang ke Astana.

Yam Ong : Tak apa-apa, hai, pejabat-pejabat sekalian, berbarislah mengghantar tamu
pulang!

YangSheng : Hamba menghatur banyak terima kasih atas jamuan Baginda Yam Ong
serta kesempatan yang dlberlkan untuk mandi di "sembilan mata air naga”, budi kebaikan
Yam Ong takkan hamba lupakan selamanya, sampai jumpa semuanya!

Ci Hoet : Sudah tiba di Vihara Sheng Shian, turunlah Yang Sheng, roh kembali ke badan.

Babak 52

MELAWAT KE SUB SEKSI NERAKA PEMERCIKAN MINYAK PANAS KE
BADAN

BUDDHA HIDUP CI KUNG TURUN
TAHUN TING SHE, 51 GWEE JWE KAU 2535

Prolog:
"Di puncak pegunungan yang tertutup awan ada sebuah jaan yang menembus pintu
kahyangan,
Termenung dibawah pohon pinus hingga lupa senja telah tiba
Saya suka berpura-pura gila dengan maksud menolong umat di dunia!,
Dari dalam buli-buli tampaklah jagad raya yang lain dari-pada yang lain. "

Ci Hoet: Cuaca semakin panas, sungguh membuat gerah saja. Supermarket, dan terminal
penuh sesak dengan orang, hingga rasanya napaspun menjadi sesak,,bahkan perjalanan ke
neraka yang penuh dengan lumpur dan berliku-Iiku, juga tak kepalang ramai nya;
sebaliknya jika kita lihat keberadaan vihara, klenteng, dan tempat ibadah suci, malah
tampak sunyi senyap. Umat manusia sudah lama sekali terbuai dan terpikat oleh
keindahan pemanndangan dan kesemarakan duniawi yang semu dan maya; arak,
kemolekan wanita, materi,harta, dan kekuasaan, sehingga pelan pelan terperosot masuk
ke dalam lembah dosa, maka jalanan di neraka menjadi penuh sesak dengan gerombolan
orang! Insaflah, Hai! Umat di dunia! Hari ini siap melawat ke alam baka, Yang Sheng,
naiklah ke atas teratai.

Yang Sheng : Siap! Saya sudah duduk dengan baik, silahkan Guru berangkat ..

Ci Hoet : Sudah sampai, cepatlah turun, Yang Sheng.

Yang Sheng : Malaikat dari manakah mereka yang berdatangan dari depan itu?
Ci Hoet : Mereka adalah Pejabat dan para Perwira dari "Neraka pemerci-kan minyak
panas ke badan" [xx], sedang berjalan kemari menyambut kita.

Yang Sheng : Ternyata begitu. Hormat saya kepada Pejabat dan para perwira

Pejabat : Tak usah sungkan, kalian kemari adalah atas Titah, dengan senang hati
menyambut kedatangan kalian untuk meninjau!

YangSheng : Terima kasih, di alam dunia banyak perusahaan dan pabrik yang pada
pintunya tertulis "tidak menerima kunjungan peninjauan: namun kalian malah
menyambutnya dengan senang hati!

Ci hoet : Ha .. ha .. ha .. .! Pabrik adalah tempat penting, orang yang tak berkepentingan
dilarang masuk. Neraka sebenarnya tiada berpintu, dan tak berharap ada orang datang ke
sana, namun umat di dunia tak melihat jelas tanda peringatan yang tertera, malah,
menerobosdan menerjang masuk,tak heran jika mereka datang kemari dalam keadaan
babak-belur dan kepalanya mengucurkan darah, tak henti-hentinya mengaduh kesakitan!

Pejabat : Apa yang dikatakan Ci Hoet memang benar adanya, tempat - tempat yang tak

suka didatangi (misalnya neraka), lebih baik jangan pergi ke sana, sebab jika nekat, maka
akan terperosot ke dalam perangkapnya, mau, menyesalpun tak ada gunanya. Hari ini
kami memang menyambut kalian dengan senang hati, tak usah khawatir! Neraka kami
disebut “Neraka pemercikan minyak panas ke badan” masuk dalam wilayah kekuasaan
Astana ke sembilan, silahkan kalian berdua meninjau.

YangSheng : Terima kasih atas petunjuk Pejabat. Dari dalam penjara terdengar suara
teriakan, di dasar lantai penuh kuali besar dengan minyak mendidih, seperti mau
menggoreng Cakwe, api dibawah kuali tampak menyala merah, danyang-danyang sibuk
menambahkan minyak bakar dan memperbesar nyala api, roh-roh dosa diikat di tiang,
kuali minyak disampingnya, minyaknya mendidih, danyang mengambil air dingin lalu
diguyurkan ke dalam minyak yang mendidih itu, seketika itu percikan api dan minyak
panas memercik ke mana-mana, mengenai badan roh dosa yang telanjang, sehingga
sekujur badan melepuh cacat semua, roh-roh dosa menjerit-jerit dengan tragisnya.
Kasihan sekali, dosa apa kah sebenarnya yang mereka perbuat?

Pejabat : Saya giring keluar satu-dua roh dosa, untuk memberi keterangan, agar dapat
menyadarkan umat di duma.

Yang Sheng : Baik sekali.

Pejabat : Sudah digiring keluar; roh dosa! Dengarkan perintah: Mereka berdua adalah
Buddha hidup Ci Kung dan saudara Yang Shan Sheng yang berasal dari Vihara Sheng
Shian di kota Tai Chung dari alam duma, menerima titah melawat ke kuasa neraka untuk
mengumpulkan kesaksian kasus-kasus di neraka, cepat berikan pengakuan atas
perbuatan-perbuatan tak layak yang kaIian lakukan semasa hidup!

Roh dosa : Sungguh malu untuk diungkapkan, semasa hidup saya adalah seorang
pengarang buku, di dalam hati saya berpikir “jika mengarang buku yang halal dan sah,
lakunya tak seberapa, lebih baik mengarang dan menjual buku cerita porno, bisa meraup
keunntungan besar." Sejak itu saya diam-diam mengarang, mencetak dan menjual buku-
buku secara gelap, sayapun mendapat banyak keuntungan, tapi perkawinan saya tidak
harmonis, akhirnya berrcerai dengan istri, pada usia tua saya terkena stroke, badan saya
lumpuh separo, ini memang termasuk balasan karma buruk yang harus saya terima.
Setelah meninggal roh saya digiring oleh danyang utusan neraka sampai ke neraka, di
depan panggung cermin dosa tampak nyata semua perbuatan saya yang melanggar
hukum. Sayapun diproses di berbagai Astana neraka dan menerima hukuman
pembedahan hati, penggal tangan dan hukuman yang lain. Kini saya diserahkan ke
Astana ke 9, dihukum ke neraka pemercikan minyak panas ke badan, setiap hari
melolong-Iolong kesakitan mohon ampun pada langit dan bumi, tetap tiada orang yang
menaruh belas kasihan terhadapku. Saya berpesan kepada umat di dunia, jangan
mengarang buku-buku porno yang bisa mencelakakan orang, agar tak mengalami nasib
seperti saya, sampai hari ini tak bisa menghirup udara bebas di bawah pancaran sinar
matahari.

Pejabat : Buku buku porno banyak mencelakakan orang, tak sedikit remaja di duma

setelah membaca buku porno lalu terjangkit kebiasaan buruk yang disebut onani atau lalu
menjadi suka pergi ke rumah rumah bordil, bahkan sampai melakukan perkosaan dan
pembunuhan, meracuni umat sepanjang masa. Pengarang buku porno selain menerima
siksa hukuman di berbagai neraka, pada akhirnya masih akan dimasukkan ke "Neraka
Aphi” [xx], kelak peredaran buku porno. sudah hilang baru bisa keluar dari neraka dan
dimasukkan lagi ke jalur tumimbal lahir untuk menerima karmanya. Kini giliran roh 'dosa
ke dua, cepat ceritakan perrbuatan dosa apa yang kau lakukan semasa hidup?

Roh dosa : Semasa hidup saya membuka usaha foto studio. Tehnik foto saya lumayan,
namun usaha masih tak maju, kemudian saya tergoda oleh ajakan teman secara
sembunyi-sembunyi membuat foto porno untuk dijual, dan mendapat untung banyak.
Sayang usaha gelap itu akhirnya ketahuan pihak berwajib, sayapun ditangkap polisi dan
dihukum. Semasa hidup saya hanya melakukan pelanggaran ini, setetah meninggal
menerima hukuman dera di berbagai astana, kini masih diserahkan kemari untuk
meneriima siksaan lagi, derita ini sungguh tak terperikan!

Pejabat : Barang siapa yang mengarang buku cerita porno, membuat dan mencetak foto
porno, membuat dan mengedarkan obat-obatan sex, mencetak buku porno, kios bukunya
mengageni penjualannya, dosa karmanya ditanggung bersama, penguasa neraka akan
menjatuhkan hukuman berat. Perzinahan merupakan kejahatan yang paling utama, orang
yang terlibat dalam usaha percabulan sama sekali tak mengindahkan kaidah kesantunan,
berlagak pura-pura, dan ceritanya mengada-ada, mencemari rohani orang, Sungguh amat
besar dosanya. Umat di dunia janganlah sekali-kali melihat dan menonton buku dan
gambar yang amat kotor itu, agar rohani nya tak tercemari, sehingga menanam benih
kejahatan, dan memmbuat marah roh malaikat penjaga diri .

Ci Hoet : Hari ini waktunya sudah habis, kami bersiap pulang ke Vihara, terima kasih
atas petunjuk Pejabat!

YangSheng : Mohon pamit kepada Pejabat dan para perwira, terima kasih atas
kemudahan yang telah diberikan!

Pejabat : Tak usah sungkan, segenap perwira dan petugas siap, berbaris menghantar tamu
pulang.

Ci Hoet : Sudah tiba di Vihara Sheng Shian. Turunlah Yang Sheng, roh kembali ke
badan.

Babak 53

MELAWAT KE SUB SEKSI NERAKA ULAR BERBISA BERWARNA
MERAH UNGU MENEMBUS DAN MELOBANGI ORGAN TUBUH
BUDDHA HIDUP CI KUNG TURUN
TAHUN TING SHE, 51 GWEE CAP KAU 2535

Prolog:
"Dengan bertobat akan bisa mengurangi dosa karma,
Sila debu duniawi bisa dicuci bersih maka akan tampaklah cahaya rohnya,
Keberadaan surga hahyalah menampung para tamu pembina rohani sejati,
Sedangkan keberadaan neraka khusus menampung orang yang jahat.

Ci Hoet : Keberadaan surga hanya untuk menampung para pembina rohani sejati dan
yang mempelajari•hakekat keTuhanan, serta umat yang beramal kebaikan dan memupuk
kebajikan; sedangkan keberadaaan neraka adalah sebaliknya, hanya menampung para
penjahat yang banyak melakukan berbagai kejahatan, kedua alam itu berbeda, calon yang
akan disambutnya juga berbeda, misalnya, gerbang pintu arena perjudian akan
menyambut baik para penjudi yang memang sehobi dan tujuannya sejalan, jika kau tak
menaruh minat terhadap perjudian, maka satpam penjaga pintu tentu akan melarang keras
Anda untuk masuk! Ini menandakan kearah mana animo kesukaan Anda tertuju, arah
perjalanan pulang setelah meninggalpun juga demikian halnya. Hari ini bersiap melawat
ke alam baka, Yang Sheng, naiklah ke atas teratai.

YangSheng : Siap! Saya sudah duduk dengan baik, silahkan Guru berangkat.
Ci Hoet : Sudah tlba, turunlah Yang Sheng.

YangSheng : Tempat apakah yang kita kunjungi hari ini?
Ci Hoet : Lihatlah! Pejabat neraka beserta barisannya sudah berada di depan menyambut
kita, mereka adalah pejabat dari “Neraka ular berbisa berwarna merah-ungu menembus
organ tubuh” [xx], cepatlah ke depan memberi hormat.

YangSheng : Hormat kepada Pejabat bersama para Perwira!
Pejabat : Tak usah sungkan! Hari ini kami mendapat perintah menyambut kedatangan
kalian berdua yang merupakan sesepuh Tao, silahhkan ikuti saya meninjau ke dalam
penjara neraka!

YangSheng : Terima kasih atas layanan Pejabat yang ramah, astaga! Di lantai penjara
penuh dengan ular-ular besar, sungguh menakutkan!
Kerumunan ular berwarna merah dan ungu sedang bergeliat-geliut, besar sekali!. Ular-
ular itu menerobos masuk ke dalam mulut roh dosa, lalu menerobos keluar melalui pusar
perut, ada pula yang sekujur badan telah diterobosi semua sehingga bekas terobosan nya
meninggalkan banyak Iobang-Iobang di seluruh anggota badan, pada bekas lobang
tercecer bercak-bercak darah di sana-sini, masing-masing roh dosa takutnya bukan main
hingga wajahnya pucat pasi, yang badannya sudah berlobang-Iobang semuanya sudah
jatuh pingsan tak sadarkan diri, jeritan yang melolong-lolong tak henti-hentinya
memekakkan telinga, melihatnya sampai jantungku kejang-kejang, tangan dan kakikupun
menjadi lemas, mohon tanya pada Pejabat, dosa apakah yang mereka perbuat?

Pejabat Neraka : kami disebut “ Sub seksi Neraka Ular Berbisa Berwarna Merah Ungu
Menerobos dan Melobangi Organ Tubuh", di dalam penjara terdapat ular-ular berbisa
yang semuanya berwarna, merah atau ungu, mereka tidak menerobos tanah, tetapi malah
menerobos ke badan manusia, ini memang ada sebabnya. Barang siapa yang semasa

hidup di dunia tak bekerja menurut jalan atau jalur yang benar, khususnya mencari celah-
celah kelemahan hukum, melakukan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), tamak akan
harta dengan merugikan dan mencelakakan orang lain, hatinya seperti ular berbisa atau
kalajengking, khususnya melukai orang lain, membuat onar, mengadu domba, sehingga
membuat orang saling membunuh, atau orang yang suka membunuh sesama dengan
seenaknya sendiri, atau yang suka membawa senjata tajam dengan sembunyi-sembunyi,
yang setiap saat digunakan untuk melukai orang lain. Selain itu, seperti yang kita ketahui,
di alam dunia itu kini sedang mengadakan pembangunan secara besar besaran, banyak
sekali para kontraktor bangunan yang menerima borongan pekerjaan berbagai proyek
bangunan gedung, rumah dan proyek proyek lainnya baik swasta maupun pemerintah,
mereka sering curang dalam penggunaan bahan-bahan materialnya, menyalahi bestek,
sehingga menimbulkan bahaya di kemudian hari, (menyalahi bestek sehingga
bangunannya tak kuat atau jebol), Perbuatan perbuatan seperti itu, layaknya ular yang
suka membuat lobang terobosan-terobosan. Semua yang tak bekerja melalui jalur yang
benar, setelah meninggal selain mendapat hukuman di berbagai neraka, masih harus
diserahkan kemari untuk menerima siksa hukuman yang terakhir.

Yang Sheng : Ular menerobos tubuh manusia, sungguh menakutkan sekali, apakah masih
ada bentuk-bentuk dosa lainnya yang bisa menyeretnya ke neraka ini?

Pejabat : Apa yang saya ceritakan hanyalah garis besarnya saja, ada pula yang kasus
perkaranya amat rumit, semuanya tetap diproses hukum menurut kenyataannya.

Ci Hoet : Orang yang suka "jelimet" 1x [xx],mencurahkan banyak usaha untuk
mempelajari masalah yang tidak perlu atau yang tak terpecahkan, ingin menyelamatkan
yang sedikit atau yang sepele, tapi malah sering kali kehilangan yang banyak atau yang
lebih penting, ibarat melakukan terobosan melalui ujung tanduk kerbau,

1x Mencurahkan banyak usaha mempelajari masalah yang tidak perlu / yang tak
terpecahkan .

selama hidup menggunakan tanduk untuk melakukan terobosan, seberapa luas bidang
terobosankah yang bisa dihasllkan? Masa hldup manusia itu ada batasnya, mengapa tak
menggunakan hati nurani dan bakat kepandaiannya untuk meraih keuntungan!. Melihat
naslb dari orang-orang seperti itu, masing-masing bergelimpangan, bekas luka terdapat di
sekujur badan, sungguh tak sepadan hasilnya. Berharap kepada umat di dunia, setelah
membaca kitab "Melawat ke alam neraka”, janganlah lagi melakukan terobosan ujung
tanduk itu, jika tetap nekat, ibarat menjulurkan tangan mengorek ke dalam liang lumpur
hendak menangkap ikan belut atau lele, tapi kadang apa yang terdapat di dalam liang itu
bukanlah ikan belut atau lele, melainkan seek or ular berbisa, bukankah itu malah
mencari mati sendiri? Perlawatan ke alam baka hari ini sampai disini, batas waktu sudah
tiba, Yang Sheng, bersiaplah untuk pulang ke Vihara.

YangSheng : Terima kasih atas penjelasan Pejabat, kami berdua mohon pamit.

Pejabat : Segenap Perwira siap, berbaris hantar tamu pulang! .

Ci Hoet : Sudah tiba di Vihara Sheng Shian, Yang Sheng, turunlah, roh kembali ke
badan.

Babak 54

MELAWAT KE NERAKA BESAR APHI
BUDDHA HIDUP CI KUNG TURUN
TAHUN T1NG SHE, 51 GWEE J1 CAP LAK 2535

Prolog:
“Disaat acara kebaktian doa malam hari, terdengar suara mendaras Surat Sutra (Liam
Keng) dari Perguruan Roh Suci,
Menggugah dan menyadarkan umat untuk meninggalkan nama dan prestise,
Bangunan gedung nan serba tinggi dibangun secara beruntun, Tak urung setelah seratus
tahun kemudian tetap harus pergi dan berpindah ke benteng gundukan tanah.”

Ci Hoet : Kini di depan Vihara Sheng Shian dibangun gedung nan tinggi, bernasib
baiklah orang pada zaman modern ini, semua bisa tinggal di tengah "awang-awang, tetapi
kenyamanan hati tentu lebih utama ketimbang kenyamanan tempat tinggal, jika hatinya
tak bisa tenang nyaman, walau tinggal di gedung bertingkat nan tinggi sekalipun takkan
bisa digolongkan orang yang bernasib baik! Yang terpenting bagi manusia adalah
kenyamanan hati, kalau tidak, meski tinggal di dalam istana, tetap akan terasa gelisah,
duduk terasa tak enak, berdiripun terasa tak enak, bagaimana bisa merasa bahagia?
Yang Sheng : Benar sekali apa yang Guru tuturkan!

Ci Hoet : Cepat naik ke atas teratai, siap melawat ke alam baka.
Yang Sheng : Saya sudah duduk dengan baik, silahkan Guru berangkat. .

Ci Hoet : Sudah tiba, Yang Sheng, turunlah.
Yang Sheng : Saya sudah turun, hari ini datang kemari, tempat apakah ini?

Ci Hoet : Hari ini kita melawat ke "Neraka besar Aphi"[xx]!
Yang Sheng : "Neraka Aphi” sungguh menakutkan, saya pikir lebih baik; ke tempat lain
saja!

Ci Hoet : Kau tak perlu takut, saya ada disini, tiada yang perlu ditakuJtkan, jika hatimu
terasa tak enak, baiklah, saya berikan kau sebutir pil "Penenang hati"[xx], cepat ditelan,
dan ikuti saya melaju.
YangSheng : Terima kasih atas pemberian Pil Dewa, setelah ditelan, hati terasa tenang
dan nyaman kembali. Di depan sudah ada Pejabat yang menyambut kedatangan kita.

Pejabat : Selamat datang kepada Buddha hidup Ci Kung dan Yang San Sheng yang
datang kemari untuk memberi petunjuk, Neraka kami bernama "Neraka Aphi", berada di
bawah kekuasaan Astana ke sembi Ian, silahkan kalian berdua meninjau.
YangSheng : Terima kasih atas ketulusan hati Pejabat, lingkupan “Neraka Aphi”

mengapa begitu luas?

Pejabat : "Neraka Aphi" ini bagaikan hidung manusia, dikatakan besar sebenarnya juga
tidak besar, tetapi bisa menembus keseluruh badan, lagi pula merupakan jalur pernapasan
yang sangat penting, maka roh dosa yang dipenjara di "Neraka Aphi" adalah roh yang
dosanya amat besar dan banyak.

Yang Sheng : Di depan ada sebuah rongga besar, saya tak berani menengok ke dalam, di
dalam tampak gelap gulita, hanya terdengar suara rintihan dan suara air panas yang
mendidih, apakah para roh dosa terendam semua di dalamnya?
Pejabat : Yang berada di dalam rongga itu adalah roh-roh dosa, neraka ini ada 18 lapis, di
dalamnya tertancap banyak pisau, lagi pula penuh dengan cairan larva bumi yang panas,
roh dosa yang digiring oleh perwira, ditusuk dengan tombak lalu dimasukkan ke dalam
rongga dan tertarik oleh gaya tarik magnet bumi, dan hanya terdengar satu kali suara
jeritan, terputus sejenak, kemudian terdengar jeritan-jeritan lagi. Keadaan di dalam
penjara ini sangat gelap, telapak tangan sendiripun tak bisa dilihat, yang mendapat siksa
hukum di dalam sungguh menderita, siksaan ini tergolong siksaan paling keras!

Yang Sheng : Saya sering mendengar orang berkata, umat di dunia paling "takut kalau
setelah meninggal rohnya masuk ke “Neraka Aphi” apakah sebabnya?
Pejabat : Orang yang masuk ke neraka Aphi, kebanyakan rohnya tak bisa terangkat untuk
dilahirkan kembali, seperti pengadilan di alam dunia, dimana pengadilan telah
memutuskan hukuman penjara seumur hidup!
Yang Sheng : Bolehkah membawa keluar beberapa roh dosa untuk dimintai kesaksian?

Pejabat : Vihara Anda menerima Titah dalam menyusun kitab "Melawat ke Alam Baka",
oleh karena itu Yam Ong mengizinkan membawa keluar beberapa roh dosa untuk
memberikan kesaksian perkara agar bisa dipakai sebagai rujukan/bahan referensi, kalau
bukan karena itu, biasanya roh dosa yang masuk ke "Neraka Aphi" tak boleh dikeluarkan,
saya akan gunakan aji pusaka, Coba kau Iihat aji pusaka ini, begitu disorotkan ke dalam
penjara, maka tampak terang benderang. Seluruh peralatan mesin penyiksa berhenti
bergerak. Perwira, cepat angkat keluar beberapa roh dosa ke atas!
Perwira : Siap! sudah digiring keluar.

Yang Sheng : Di sekujur badan tampak luka-Iuka, juga penuh berlumurkan lumpur dan
bercak darah, kedua bola mata tampak menonjol keluar, sudah tak rupa manusia lagi,
sungguh kasihan!
Ci Hoet : Akan saya gunakan sedikit ilmu kesaktian, agar kesadarannya pulih
kembali,serta mengurangi rasa sakit di badannya, agar bisa memberi keterangan perkara.
Yang Sheng : Ilmu kesaktian Guru sungguh luar biasa, sekarang mereka telah berubah
menjadi tujuh puluh persen berupa orang dan tiga puluh persen berupa hantu, dan sudah
bisa berbicara.

Pejabat : Disini telah hadir dua tokoh guru besar, cepat ceritakan sendiri perbuatan jahat
kalian semasa hidup, agar bisa memberi pelajaran bagi umat di dunia.
Roh Dosa1 : Semasa hidup saya durhaka terhadap orangtua, setiap hari, hanya luntang-

Iantung keluyuran. Bila saya menjulurkan tangan minta uang tapi tak diberi, saya
langsung mencaci-maki kedua orang tua, ada kalanya sampai saya pukuli dan tendangi.
Sernasa hidup tak pernah berbhakti, setelah meninggal saya menerima banyak hukum
siksa di berbagai Astana, lalu diputus lagi masuk ke "Neraka Aphi", roh saya tak
terangkatkan selamanya, mohon kepada kedua Guru besar, mintakan pengampunan untuk
saya, asalkan bisa keluar dari "Neraka Aphi", walaupun ditumimbal lahirkan menjadi sapi
atau anjing pun saya rela, di sini sungguh menderita sekali.

Ci Hoet : Diantara segala bentuk kebajikan, laku baktilah yang paling utama. Semasa
hidup tak tahu membalas budi orang tua, menafkahi, menjaga dan melayani malah
memukuli dan menendangi, sungguh durhaka sekali, hukum neraka bagi orang yang tak
berbaktl, digolongkan dalam dosa yang tak terampunkan, maka saya tak bisa berbuat apa-
apa!

Pejabat : Ada kalanya umat di dunia yang karena masalah kepentingan pribadi atau nafsu
egonya dalam perkara perkawinan atau harta kekayaan sampai berani melawan orang
tuanya, tak lagi berbakti kepada orang tua, jika tak cepat-cepat bertobat maka kelak
"Neraka Aphi" akan menjadi bagiannya. Kini roh yang kedua, cepat berikan kesaksian.

Roh dosa2 : Semasa hidup saya suka main cabul, telah beberapa kali memperkosa wanita
dari keluarga baik-baik, pernah juga menggoda janda, menipunya lalu menggaetnya, dan
melakukan hubungan gelap dengan anak angkat perempuan saya sendiri. Boleh dikata
saya telah puas menikmati kesenangan nafsu birahi, siapa tahu, setelah meninggal malah
menerima bermacam-macam siksa hukuman dan yang terakhir diputus masuk ke dalam
"Neraka Aphi”, selamanya tak memperoleh kesempatan untuk terangkat dalam
perputaran tumimbal-Iahir. Guru, tolonglah saya, jika bisa keluar dari derita ini, saya rela
menjadi anjing atau kuda piaraanmu!

Ci Hoet: Saya tak membutuhkan anjing atau kuda, semasa hidup tak menuruti jalan yang
benar, berzinah merupakan biang kejaahatan yang paling utama, bertobatlah di dalam
"Neraka Aphi"!

Pejabat: Roh yang ketiga, cepat ceritakan perbuatan dosamu semasa hidup!
Roh Dosa3 : Semasa hidup saya memalsu produk obat-obatan impor, arak impor, vetsin,
arak beras, arak ketan Shao Xing dan lain sebagainya dengan tujuan untuk meraup
keuntungan yang besar, saya pun untung besar. Karena mengambil keuntungan tanpa
bermoral, maka saya diputus masuk "Neraka Aphi". Mohon kepada Buddha hidup Ci
Kung untuk memintakan ampunan dari Yam Ong, agar melepaskan saya. Kelak jika
dilahirkan menjadi manusia lagi, saya pasti jadi orang baik-baik, dan mencari keuntungan
yang halal.

Ci Hoet : Membuat arak palsu, obat palsu, dosanya paling besar, tak menggindahkan
etika moral dan keselamatan nyawa orang. Setelah masuk mulut, barang-barang itu
bagaikan racun, sungguh tak tanggung-tanggung, mencelakakan orang, hati nurani --
sudah hilang, kini kau diputus masuk ke "Neraka Aphi” meneguk cairan larva, bisa
menetralkan racun, bagaimana rasanya, kau sendirilah yang tahu, saya tak berdaya

menolongmu!

Pejabat : Giliran roh keempat, cepat ceritakan perbuatan jahatmu semasa hidup!
Roh Dosa-4: Semasa hidup secara khusus saya melakukan bisnis penyelundupan,di
samping itu saya menghisap dan menginjeksi diri sendiri dengan narkotik. Setelah
menyandu, demi mengatasi pengeluaran yang luar biasa besarnya, secara sembunyi-
sembunyi saya ikut berjualan obat narkotika. Selama hidup tak sedikit orang yang
menjadi korban saya. Setelah meninggal, Yam Ong gusar sekali, menghukum saya masuk
"Neraka Aphi" untuk selamanya. Setiap hari menderita hingga tak tertahankan rasanya,
saya menyesal sekali atas perbuatan semasa hidup yang penuh dosa-dosa, kini sudah tak
dapat tertolong lagi! .

Ci Hoet : Melakukan bisnis selundupan jelas melanggar hukum negara, sedangkan
berjualan obat narkotika jelas membahayakan sesama. Hukum di alam dunia
melarangnya, hukum di alam nerakapun tak mengampuninya. Barang siapa semasa hidup
melakukan penyelunndupan atau mengkonsumsi dan berjualan narkoba, dosa
kejahatannya tergolong berat sekali. Jika ada yang melanggar, cepatlah bertobat dan
menanggalkan kejahatannya, ubahlah dan perbarui diri, kalau tidak, sesudah meninggal,
semuanya akan dijebloskan ke dalam "Neraka Aphi" sampai puluhan ribu tahun pun tak
akan mendapat kesempatan untuk reinkarnasi kembali!

Pejabat : Keempat roh dosa telah selesai memberi kesaksian. Berharap umat sejagad
sesudah membaca kitab “Melawat Ke Alam Baka” umat yang dulunya pernah melakukan
kesalahan mulai sekarang harus bertobat dan merubah diri menjadi warga yang
memperbarui dirinya, dengan demikian akan mendapat pengampunan. Semoga para umat
cepat-cepat memalingkan kepalanya serta sadarkan dirinya, jangan sampai tergoda oleh
nafsu tamak akan keuntungan, sehingga terperosot ke dalam jalan buntu itu.

Ci Hoet : Batas waktu telah tiba, kami bersiap-siap pulang ke Vihara.
Yang Sheng : Berpamit kepada Pejabat dan para Perwira, terima kasih atas pelayanannya.

Pejabat : Dengarkan Perintahku, segenap Perwira, siap! Berbaris antar tamu pulang.
Ci Hoet : Yang Sheng, cepatlah naik ke atas teratai.

Yang Sheng : Saya sudah duduk dengan baik, silahkan Guru berangkat pulang.
Ci Hoet : Sudah tlba di Vihara Sheng Shian, turunlah Yang Sheng, roh kembali ke badan.

Babak 55

MELAWAT KE ASTANA NERAKA YANG KE SEPULUH
BERTEMU DENGAN RAJA ZHUAN LUN
BUDDHA HIDUP CI KUNG TURUN
TAHUN TING SHE, GO GWEE JWEE KAU 2535

Prolog:
"Kesepuluh Astana Yam Ong jarang sekali member pengampunan,
Siapa saja yang ugal-ugalan hingga tiba di sini pasti akan kehilangan nyalinya,
Rasanya sia-sia saja membuat bahagia anak-cucu dengan meningggalkan harta kekayaan
yang berlimpah ruah,
Tak urung yang terdengar di alam baka hanyalah suara jerit kesakitan dan derita. “

Ci Hoet : Perlawatan ke alam baka kini sudah sampai ke Astana sepuluh, kitab "Melawat
ke Alam Neraka" sudah mendekati babak akhir, namun "suara babak akhir" ini sungguh
tragis sekali, yaitu suara putaran roda tumimbal lahir, para makhluk diputar hingga terasa
pusing tak kepalang, rasanya langit dan bumi pun menjadi gelap gulita, terbengong-
bengong tak dapat mengenal arah angin, oleh sebab itu begitu terlahirkan di dunia, umat
menjadi lupa sarna sekali akan pengalamannya pada masa kehidupan yang lampau. Maka
bagi seseorang yang membina diri di jalan Tao (keTuhanan) haruslah sering-sering
bertanya pada diri sendiri: "Siapakah aku ini?", jika sampai mengerti "Siapakah Kau?"
maka dapat dikatakan orang yang telah mendapatkan Tao (hakekat kebenaran)! Hari ini
siap melawat ke alam baka, Yang Sheng, naiklah ke atas teratai.

Yang Sheng : “Nanti dulu, Guru, saya mohon tanya, ada orang bertanya padaku, jika mau
amal cetak kitab "Melawat ke Alam Neraka” dengan disertai suatu doa permohonan dan
harus mengutarakan doanya di hadapan altar sembahyangan "Ciao Kun” [xx] (Dewa
dapur}, padahal dapur dapur di masa kini kebanyakan sudah menggunakan kompor gas,
sudah tak lagi menggunakan tungku yang terbuat dari bata dan adonan semen, apakah
keberadaan Dewa "Ciao Kun” masih tetap ada?

Ci Hoet : Meskipun dahulu bangunan rumah terbuat dari tanah dankayu, dan kini telah
mengalami kemajuan tehnologi dengan menggunakan konstruksi beton bertulang mampu
mendirikan gedung bertingkat, di dalamnya tetap juga manusia yang menghuninya!
Bagaimma mungkin karena perubahan prasarana dapur dengan menggunakan kompor
gas lalu Dewa Ciao Kun menghilang! Sesungguhnya dengan semakin baik prasarananya,
dibandingkan zaman dahulu yang menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar yang
sarat dengan kepulan asap memenuhi ruang dapur, tentunya para roh suci akan lebih
senang hadir kerumah! Kebutuhan makan dan minum umat di dunia tiada yang tanpa
melalui pemrosesan di dapur. Untuk kelangsungan hiduppnya, makan dan minum
merupakan kebutuhan dasar manusia, kebutuhan itu tak boleh ditiadakan walau hanya
sehari pun, sering pula kita mendengar sebuah ungkapan: "Dimana terlihat adanya asap
disitu pasti ada manusianya" maka padat tidaknya jumlah penduuduk di suatu tempat
sering menggunakan istilah: "Kepadatan asap dari penduduk". Gelar suci Dewa Ciao Kun
di sebut: "Se Ming Cen Ciin"[xx], artinya berkuasa atas kehidupan manusia dan
pemberkatannya dalam hal makan-makanan, yang untuk memmproses masakan itu
apakah kompor gas atau tungku tak jadi soal, tak dibedakan, toh masaknya .. sama juga
menggunakan api, maka Dewa Ciao Kun (Dewa Dapur) juga disebut dewa api, yakni
"Huo De Xing Ciin" [xx]. Dalam hal lampu altar, dahulu mengguunakan "Iampu
minyak", kini menggunakan "Iampu listrik", tentu tak karena masalah ini lalu para Roh
Suci tak mau hadir di vihara, klenteng dan tempat beribadah lainnya! Tak peduli
bagaimanapun majunya ilmu pengetahuan, sampai bisa membangun gedung pencakar

langit, roh manusia takkan pernah binasa, Sin Beng (malaikat) tetap berada di samping
kanan kirimu, dan Dewa Ciao Kun pun tetap berada di depan dapur.

YangSheng : Oh, ternyata begitu, meskipun prasarana dapur serba modern, tetap juga
menggunakan bahan pokok berupa beras, minyak goreng, garam, cuka dan lain
sebagainya Saya sudah duduk dengan baik di atas teratal: silahkan Guru berangkat
pulang.

Ci Hoet : Sudah tiba, turunlah.

Keterangan Gambar

Gb 1. Yang Maha Welas Asih Kwan Se Im Posat Mohosat (Dewi Kwan Im)
Gb 2. Ketua Master Pembina Alam Neraka Tee Cong Ong Posat Mohosat

Gb 3. kanan : Dewa Seng Huang (Dewa Wali Kota) kiri: Tho Tee Kong
(Hok-Sin atau Hok Tik Ceng Sin. Malaikat Keberuntungan:babak ke 41)

Gb 4. Pejabat Seksi Pahala Amal (Gb. menghadap) dan saksi Pidana Kejahatan.
Gb 5. Utusan Neraka Perengut Nyawa Si Hitam (Gb. kanan) dan Si Putih (Gb. kiri).
(babak ke 3 dan ke 33)

Gb 6. Pejabat Seksi Penelitian (Gb. kiri) dan Dewa Kemuliaan (dengan lidahnya yang
panjang). (babak ke 56)

Gb7. kanan:,Raja Setan, kiri: Jaksa Neraka

Gb 8. lJtusan Neraka Perengut Nyawa : Perwira berkepaIa sapi dan Perwira bertampang
kuda (babak ke 10 dan ke 12 )

Gb 9. Malaikat Peronda Siang dan Malaikat Peronda Malam (kanan-kiri) (babak ke 10;
60; 61; 62)
Gb 10. Penguasa Istana Kaisar Jade (Kaisar Giok Hong Tay Tee / Giok Tee)
Gb.11 Kaisar Astana Gunung Timur (Tong Yi Tay Tee) dgn pejabat Seksi Pahala AmaI
dan Seksi Pidana kejahatan (babak ke 5 dan babak ke 60)

Gb 12. Kaisar Feng Du (Fang du Tay Tee)
Gb 13. Markas Pemangku Wilayah Kota (babak ke 41)

Gb.14. Suasana di salah satu rumah keluarga yang anggota keluarganya meninggal.

Gb 15. Penguasa Astana ke 1 : Raja Chin Kuang (Yam Ong Chin Kuang Wang)
dengan perlengkapan sarana Panggung Cermin Dosa. (baca babak ke 6)

Gb 16. Penguasa Astana ke 2 : Raja Chu Ciang (Yam Ong Chu Ciang Wang )
Gb 17. Penguasa Astana ke 3 : Raja Song Ti (Yam Ong Song Ti Wang) dan siksa di
Neraka perlindasan kereta (baca babak ke 49)

Gb 18. Penguasa Astana ke 4 : Raja Wu Kwan (Yam Ong Wu Kwan Wang) dan siksa di
Neroka Kolam Kotoran Darah (baca babak ke 61)

Gb 19. Penguasa Astana ke 5 : Raja Shen Lo (Yam Ong Shell LO Wang ) dan Panggung
Menerawang Kampung Halaman (babak ke 30) serta siksa di perbukitan pisau.

Gb 20. Penguasa Astana ke 6 : Raja Pian Cheng (Yam Ong Pian Cheng Wang) dan siksa
pemenggalan tubuh (babak ke 26)

Gb 21. Penguasa Astana ke 7 : Raja Thai San (Yam Ong Thai San Wang) dan siksa
Penggorengan dengan minyak mendidih (babak 46) serta siksa Cabut lidah dan Coblos
Pipi (babak 47)

Gb 22. Penguasa Astana ke 9: Raja Tu Shi (Yam OngTu Shi Wang) dan siksa
pembedahan dada serta pembedahan tempurung kepala

Gb 23.Penguasa Astana ke 8 : Raja Bing Teng (Yam Ong Bing Teng Wang) dan siksa
Congkel Mata. (babak ke 16) pemenggalan tangan, kaki dan tubuh. (babak ke 50).

Gb 24. Penguasa Astana ke 10 : Raja Zhuan Lun (Yam Ong Zhuan Lun Wang ) dan kedai
Meng Pho Thing (Kedai minum Sup Pelupa. (babak ke 57)

Gb 25 & 26. Hakekat 6 jaIur Tumimbal lahir:
1. Jalur Dewata;
2. Jalur Manusia;
3. Jalur Asyura (Iblis);
4. Jalur binatang;
5. Jalur Setan kelaparan
6. Jalur Neraka (babak ke 58)

Dekrit "Kaisar Langit" Giok Hong Thay Te

DEKRIT KAISAR JADE

Petunjuk keramat :
Kini Dekrit akan turun, diperintahkan kepada Dewa Seng Huang (Dewa Wali kota) dan
Malaikat keberuntungan untuk menyambutnya masing-masing pada jarak 5 li dan 10 li
dari luar pintu masuk Vihara, para petugas dan peserta harap menjaga ketenangan dan
ketertiban sambil menunggu kehadiranNya.

Menteri Dalam kerajaan Sorga bermarga Xii turun masuk ke Vihara.

Prolog:
"Tuhan amat rindu pada putra-putri roh asalnya. Para Budha dan Para Suci senantiasa
menyuarakan Sutra Penyelamatan. Dekrit Kaisar Jade turun pada medio Pwee gwee dan
diumumkan di wilayah pemangkuan-Nya, rembulan memancarkan sinar terangnya
menyinari alam baka.”

Petunjuk keramat :
Pada malam hari ini kami menerima Titah membawa dan membacakan Dekrit Kaisar
untuk dipermaklumatkan, para malaikat dan umat yang hadir diharap dengan bersimpuh-
sembah dan khusyuk mendengarkan.

Atas perintah Yang Maha Mulia Paduka Kaisar Jade, Kaisar Langit Maha Keramat dan
Tinggi, maka dengan ini dipermaklumkan sebagai berikut:

Ingsun1) menghuni di istana awang-awang, namun hati ingsun tetap memikirkan
moralitas umat di dunia, saat ini, melihat dunia yang marak ini tertutup oleh pasir kuning
kelam yang berterbangan oleh karena amukan angin, tata kehidupan dengan sesamanya
kini telah mengalami kemerosotan secara total yang pria tak loyal dan berlaku bhakti,
yang wanita tak menjaga kesucian, kehormatan dan ketenangan, berani menganggap apa
yang diajarkan oleh para Budha dan Dewa adalah omong kosong, memandang
keberadaan dewa dan roh halus bagaikan sesuatu yang hampa, sehingga pembawaan
tingkah Iaku masyarakat menjadi amoral, hukum kebenaran dan keadilan dalam
kehidupan manusia sudah terkubur, Ingsun amatlah sedih hati, tak tega duduk berpangku
tangan melihat umat-umatKu terperosot kedalam aIam baka tanpa menolongnya, Ingsun
ketahui Vihara Perguruan Roh Suci di pemangkuan Surga Pintu Selatan bernama "Sheng
Shian Thang” di Tai Chung dalam pemaparan ajarannya semenjak pembukaan vihara
hingga kini, telah menguras banyak energi para umat dan roh suci, dan telah
menampakkan hasilnya dalam usaha pelintasan umum, kini juga melalui terbitnya
majalah “Aulia dan Saleh" telah melintaskan banyak umat yang sesat batin, usaha
perguruannya tampak semakin maju, karya sucinya tampak gemilang, setelah Ingsun
pertimbangkan, makan dengan ini Ingsun menurunkan titah untuk menyusun kitab
pusaka, dengan judul “Melawat ke Alam Neraka", menitahkan Budha Hidup Ci Kung
membimbing Mediator Utama yang memegang Pena Sakral bernama Yang Sheng untuk
melawat ke kesepuluh Astana neraka secara rohaniah, dan membeberkan keadaan alam
neraka kepada umat dunia, agar umat bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya
keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar. Kitab ini bukanlah
kitab biasa, mengingat semangat dan ketulusan hati para senior di Vihara Sheng Shian
Thang yang cukup tinggi, maka misi mulia ini barulah Ingsun berikan kepadanya,
berharap para senior vihara kukuh dalam iman dan keyakinannya, mewakili Langit
mewartakan hakekat kebenaran. Disamping itu juga diperintahkan kepada masing-masing
pos penjagaan di alam baka, bila menjumpai lawatan dari pelawat vihara Sheng Shian
Thang, harap disambut kedatangannya dan dibukakan pintunya, serta membantunya
menyusun karya tulis kencana ini, jika ada yang melanggar titah, semuanya akan
dihukum keras tanpa ampun. Dimulai dari seterimanya dekrit ini, pada setiap jadwal
pertemuan dengan Roh Suci, melakukan perlawatan ke alam neraka secara rutin dalam-

rangka menyusun kitab, sampai selesai tersusunnya kitab tersebut.

Dharma bhakti para senior vihara atas rasa prihatin Sang Langit, saat jadinya kitab
tersebut, tetap akan dikaruniakan pahala-pahalanya sesuai amal jasanya, demikian Iah
titah Ingsun, jangan sampai dilanggar.

Atas nama Kaisar, semoga titah beliau tidak diabaikan, bersujudlah dengan mengucapkan
terima kasih atas kebesaran hati-Nya.

Imlek Tahun Ping Chen, Pwee gwee cap go,
(Tahun Masehi 1976).

Master Guru Thai Sang Wu Ci Hun Yuan Ciao Cu
Dewa Yuan Shi Thian Cun Turun

Syair:
“Bagaikan mimpi saja kehidupan umat dalam melewatkan waktunya;
Sia sia mengumpulkan harta benda;
Kesenangan hawa nafsu indrawi telah merusak sifat asalnya;
Semangatnyapun terkuras hanya untuk mengejar keuntungan dan ketenaran;
Terombang-ambing dalam percintaan sulitlah dapat membebaskan dirinya;
Tak disadari karmanya semakin dalam, tersiksa dalam kerisauan triloka;
Janganlah mensia-siakan kehidupan ini;
Rubahlah wajah yang seram menjadi wajah seperti Dewi Kwan Im . “

KATA PENGANTAR

Menelusuri kembali semenjak sebelum terciptanya langit dan bumi, roh asal masih
menyimpan energinya di Alam Bu Kik (Alam Keesaan), begitu bebas Ieluasa tanpa
beban batin, dan setelah langit dan bumi tercipta, maka manusiapun terlahir dengan
melaluI jati-energi-intinya, mula-mula manusia, berhati baik, maka setelah meninggal
langsung kembali keAsal- jatinya, namun manusia kian hari kian terbenam debu
keduniawian, pada pertengahan zaman kuno hati umat langsung berubah, maka penguasa
langit lalu menyediakan "neraka" sebagai sarana tempat "bertobat dan pembersihan
kembali". Apa daya akar watak umat telah tercemar dan berubah mutunya, kian
terperosot kian parah; hingga belakangan ini, hati manusia semakin bejad tak keruan,
maka nerakapun tampak penuh sesak, Giok Tee (Kaisar Giok) tak tega melihat para umat
terperosot semua, maka lalu membersitkan sinar welas asihNya, berkenan
mengungkapkan misteri pelaksanaan hukuman di neraka, untuk memperingatkan umat di
dunia, berharap umat tak mengulangi jejaknya, sehingga bisa kembali ke sumber asalnya
dan tak menderita dalam tumimbal lahir Iagi.

Kini vihara Sheng Shian Anda di Tai Chung menghayati kehendak Tuhan, selama
beberapa tahun ini mengayunkan pena sakral membeberkan Ajaran suci, berjasa benar

dalam menasehati para umat lagi pula tujuan pokoknya murni, termasuk yang paling giat
dalam mengembanggkan Jalan Suci (Tao), maka mendapat titah dari Giok Tee,
mengemban tugas berat menyusun kitab “Melawat ke alam baka". Memerintahkan
Buddha hidup Cikung membimbing roh Yang San Sheng untuk bertandang ke alam
neraka, satu persatu penjara neraka dikunjungi untuk diambil kesaksiannya, dan Dewa
kecil Yii Shii Thong Ci yang menopang penanya, mentransfer ala faksimili melalui
penglihatan mata batinnya, merekam adegan adegan alam baka, secara on the spot
menulisnya sehingga tersusun kitab “Melawat ke alam baka", mengungkap misteri
kinerja kuasa neraka, keajaiban kejadian-kejadian yang tak terkirakan sungguh langka
sekali dijumpai di dunia.

Setelah memakan waktu dua tahun lamanya, barulah kitab ini selesai tersusun, jika umat
dunia bisa membaca kitab ini, lalu segera sadar memalingkan hati, menghindari
perbuatan yang tercela dan menjalankan-yang bajik, tekun dalam meniti jalan menuju ke
sorga, apabila setiap orang demikian adanya, nerakapun akan bersih dari penghuninya,
semuanya tentu berpulang ke sorga sukhawati!. Di dalam kitab ini memuat kesaksian-
kesaksian perkara, sesuai dengan acara hukum di dunia, merupakan sebuah kitab suci
pelintasan umat, suci dan sakral tak boleh diganggu gugat, berharap sidang pembaca
banyak menyiarkan dan menasehati, mencetak serta mengedarkannya secara luas, maka
apa yang dimohon tentu akan bisa terkabul, semoga orang yang menaruh perhatian bisa
menghayatinya dengan baik, demikian lah kata pengantar ini.

Ttd,
Yuan Shi Thian Cun
Hadir memberikan Kata Pengantar ini di vihara Sheng Shian di Tai Chung.
Imlek Tahun Wu Wu, Si Gwee Cap Sa, (Tahun Masehi 1977).

Wali Ketua Pembina Alam Baka Tee Cong Ong Po Sat Turun

Alkisah, untuk pulang ke surga ada tersedia jalan bagi umat dunia, namun sedikit orang
yang melaluinya; sedangkan untuk menuju ke neraka tiada terdapat pintunya namun yang
berdatangan malah ber jubel. Umat dunia tak tahan kesepian, tak betah pada suasana
yang hening dan tenang, cenderung suka bersandar pada yang berkuasa dan memandang
bulu orang, terperosok dalam pusaran arak, seks, harta dan kedudukan; lautan penderitaan
ini bagai tiada bertepi, banyak orang yang hanyut tertelan, sehingga kini neraka menjadi
penuh sesak, suara ratap tangis menggetarkan langit!. Kami berkuasa atas sepuluh astana
neraka, menyaksikan para terhukum mengaduh dan bertebaran di mana-mana, sungguh
tak tega hati!

Mahluk yang berada di alam Tri-Loka, bersumber dari Roh Asal yang sama, semuanya
karena hasrat nafsu yang belum bisa ditanggalkan semenjak dari awalnya yang kini sudah
tak bisa dirunut lagi, sehingga tiada berkesudahan dalam kelahiran dan kematian,
menyaksikan betapa menderitanya di jalur tumimbal lahir dan kehidupan para umat yang
tersiksa, membuat kami menghela nafas panjang! Sia sia rasanya hanya mempunyai ikrar
untuk mengosongkan neraka, namun sayang tiada suatu hari dimana para mahluk akan
habis tuntas terlintaskan! Kaisar Giok Tee sungguh maha welas asih, mencurahkan

perhatian atas keberadaan anak-anak Tuhan, oleh karena itu lalu memerintahkan pihak
Vihara Sheng Shian Thang di kota Tai Chung untuk menyusun kitab “Melawat ke Alam
Neraka", menugaskan Buddha Ci Kung (Ci Hoet) membimbing roh Saudara Yang San
Sheng untuk melakukan lawatan roh ke alam kuasa neraka, dengan mendapat sambutan
dan layanan dari pelbagai direktorat (seksi) kuasa neraka sesampai di tempat yang
dikunjunginya, melakukan tutur basa basi dan perbincangan dengan Yam Ong (Raja
Neraka) dan pejabat neraka; menelusuri hingga tuntas sepanjang perjalanan alam baka,
ditranskrip dan disusunnya menjadi kitab catatan perlawatan, yang mana mengandung
Hukum Kebenaran yang Mutlak dan pantas untuk dijadikan patokan dalam pendidikan
rohani. Tampak jelas sekali hukum pembalasan yang ditimpakan pada orang yang
menipu hati nuraninya dan meninggalkan akal sehatnya serta orang yang melakukan
pelanggaran hukum dan kejahatan, banyak sekali bukti perkara yang dapat diperiksa di
dalam kitab nantinya, berharap kepada sidang pembaca, sesudah membaca kitab ini bisa
menjadikannya sebagai sebuah peringatan, dengan terhentak hatinya segera sadar, dan
melakukan pertaubatan pada malam hari yang hening dan sunyi, serta bertindaklah
dengan terang nuraninya, agar kelak di saat ajal menjemput tak terperosok ke alam
neraka, dimana disana mendapat hukuman dan diperdaya oleh danyang danyang neraka.
Barang siapa yang menganggap angin lalu nasehat kami, kelak nanti disaat melolong
minta tolong tiada yang bisa menolong, janganlah menyalahkan mengapa para Malaikat
Dewa dan Buddha bagai tak berperasaan.

Kini menjelang diterbitkannya kitab “Melawat ke Alam Neraka", kami memerlukan hadir
di Vihara ini, sekedar memberi beberapa pesan kata, semoga begitu kitab ini diluncurkan,
para mahluk dapat terlintaskan secara tuntas, semoga penghuni neraka dapat lebih cepat
dikosongkan, agar alam dunia menjadi taman firdaus yang berbahagia. Itulah yang Kami
harapkan.

Demikianlah prakata dari Tee Cong Ong Poo Sat
Turun dan hadir membawakan tulisan melalui kontak medium pada Vihara Sheng Shien
Thang.

Imlek Tahun Wu Wu, Si Gwee Cap Sa, (Tahun Masehi 1977).

Roh Suci Dewa kecil Yii Sii Thong Ce
Naik ke Panggung Inspeksi

Prolog :
"Kitab ajaib turun dari langit untuk dipergunakan sebagai kompas (pegangan arah),
Keadaan mengerikan di alam kuasa neraka tidaklah omong kosong,
Jika mau berpaling sebenarnya tiada jalan yang menuju ke neraka,
Pertobatan yang dilakukan seseorang sering kali melahirkan sosok baru yang lain
daripada yang lain.”

PRAKATA

Umat di dunia cenderung mementingkan untuk menikmati benda yang berwujud,
mengabaikan pendidikan dan pembinaan rohani, karena etika moral diabaikan, maka
tindak kejahatan seperti. perampokan, pembunuhan dan pemerkosaan akhirnya
merajalela.

Untuk mencegah malapetaka yang tiada hentinya, sangat perlu sekali mulai
menanganinya dari pendidikan moral, menjelaskan bahwasanya pembalasan hukum
karma itu memang nyata adanya, dan bukanlah omong kosong bahwasanya Roh manusia
takkan binasa, mujur atau celaka sebenar nya tiada berpintu, hanya saja karena berbuat
baik atau jahat. Jika semasa hidup seseorang melakukan dosa, sesudah meninggal tentu
akan membuat susah rohnya, sehingga terperosot ke dalam Jalur Buruk (xx), menerima
gojlokan tumimbal lahir, itulah asal muasal terciptanya neraka.

Roh kami bersih dan murni, maka dapat menjelajah dengan senang dan leluasa di
berbagai bentuk alam dalam Tri Loka, kini Vihara Sheng Shian di kota Tai Chung,
Taiwan, menerima titah Kaisar Giok Tee (Penguasa Langit) untuk menyusun
kitab"Melawat ke Alam Neraka", dan kebetulan kami yang ditunjuk melakukan tugas
sebagai "Transfer ala faksimili melalui kemampuan penglihatan alam halus", kamipun tak
berani menolaknya, setiap kali bila telah dijadwalkan untuk mengadakan acara pertemuan
dengan roh suci melalui kontak medium di malam hari yang sunyi, Buddha Ci Kung
turun dan hadir membimbing sukma sdr. Yang Shan Sheng bertanndang mengunjungi
berbagai penjara neraka di alam baka, sewaktu mengadakan dialog dengan para arwah
berdosa berkenaan dengan perkaranya, kamipun segera menangkap suara dan gambarnya
melalui kemampuan penglihatan dan pendengaran alam halus, segera mentransfernya ala
faksimili, kami merasuk ke dalam raga Yang Shan Sheng; menggunakan tangannya
memegang pena sakral, melakukan penulisan di atas pasir di tempat ruang upacara,
menyiarkan dialog yang terjadi di alam baka,lalu disalin diatas kertas sehingga-menjadi
sebuah naskah dan tersusunlah kitab ini, untuk memberi peringatan dan nasehat kepada
umat di dunia.

Keajaiban yang terkandung di dalamnya, disaksikan dari dekat oleh para pejimsim (xx)
yang mengikuti jalannya acara, mereka tiada yang tak berdecak kagum melihatnya, dan
yakin benar terhadap keberadaan roh Suci, namun bagi yang tak menyaksikan adegan
seperti itu bagaimana bisa yakin tanpa keraguan? Atas pertanyaan itu, kami berharap
dengan sangat kepada para umat untuk menyadari bahwasanya keberadaan surga dan
neraka sesungguhnya dibangun dari dalam "dasar batin", jika menipu hati nuraninya
sendiri, bisakah Anda dengan "hati tenang" tinggal di "surga"? orang yang "menyalahi
hati nurani"nya sendiri tatkala menemukan terang nuraninya, tiada yang tak merasa
tersiksa batinnya, saat itu sesungguhnya sudah menampakkan pemandangan neraka,
namun keberadaan neraka sebenarnya merupakan "tempat penahanan" bagi orang
berdosa, pada umat tak dibenarkan terlena, atau menganggapnya sebagai kampung
halamannya sendiri, manusia dilahirkan dari asalnya di surga, (tamanfirdaus) (xx),
Surgalah tempat tinggal asal mula kita, berharap dengan sangat, janganlah lagi berkelana
dalam tumimbal lahir yang tak berkesudahan.

Kini meminjam kesempatan menjelang kitab "Melawat ke alam neraka" akan diluncurkan

untuk menasehati umat, kami sekedar memberi kan pesan kata melalui sarana penulisan
pena sakral ini, apa yang kami Iihat melalui penglihatan alam halus sepanjang setahun
lebih yang lalu, pemandangan dan adegan di alam neraka tampak mengerikan sekali dan
tak tega rasa nya untuk dipandang, berharap kepada sidang pembaca yang telah selesai
membaca kitab ini, mulai kini dan seterusnya, dalam melakukan sesuatu, senantiasa bisa
bersih tanpa ternoda, tidak lagi menebar benih ke neraka, jika bisa demikian, berarti tak
sia-sialah susah payah kami.

Demikianlah prakata (Roh suci) Dewa kecil Yii Sii Thong Ce
dari Istana Yii Sii.
ImlekTahun Wu Wu, si Gwee Cap Sa, (Tahun Masehi 1977).

Ketua Sekretaris pada Istana Kencana Kaisar Langit
Bermarga Luo Turun dan Hadir

1. Kitab ini disusun atas Titah Kaisar Penguasa Langit, meskipun kata-katanya sederhana,
namun tersirat hakekat kebenaran, sungguh merupakan kitab pusaka bagi para pembina
diri dan pendalaman Jalan KeTuhanan.

2. Jika di dalam kitab terdapat tulisan yang salah, adalah merupakan kesalahan dalam
penyalinan, diharap tidak menilai lain.

3. Kitab ini merupakan hasil jerih payah kerja sama antara malaikat dan umat, memakan
waktu selama dua tahun barulah karya besar ini tersusun, seluruh isi kitab telah dengan
jelas membuka tabir rahasia keadaan alam kuasa neraka, pasal-pasal hukum neraka yang
dikenakan dalam penghukuman cukup jelas dan tegas, pantas digunakan sebagai Ionceng
peringatan dalam usaha penyelamatan umat, sungguh merupakan karya tulis yang amat
langka dalam sepanjang masa ini, berharap para umat seluruh jagad membacanya!
Menghargainya! Menghayatinya! Serta membina dirinya!

4. Kitab ini tersusun berkat kerja sama dan melibatkan para pemeran dari tiga alam yaitu
Alam Surga, Alam Manusia, dan Alam Neraka, masing masing mendapat pahalanya,
maka setiap amal cetak satu buku akan memperoleh respon di tiga alam.

5. Maklumat dari Istana Kencana: Barang siapa yang amal cetak kitab ini, untuk
dibagikan dan diedarkan dengan tujuan melintaskan orang, tak terkecuali apakah amal
cetak secara sendirian atau secara andil, atau sebagai sponsor pencari danatur, atau yang
mengabarkan dan membeberkan ajaran sesuai isi kitab, serta yang membantu
mengedarkan kitab ini, semuanya diperkenankan untuk diberikan keringanan atas dosa-
dosa masa Ialunya; bilamana amal jasanya telah cukup terkumpul, maka akan disesuaikan
dengan amal jasanya untuk diperkenankan naik menjelajah dengan leluasa ke alam suci.

6. Barang siapa yang memohon panjang umur, mohon peningkatan karir, mohon
kesembuhan dari lilitan penyakit, mohon penghapusan hutang karma, ingin memupuk
amal jasa, ingin menebus kesalahan dan dosa, ingin mengangkat arwah leluhur, mohon
berkah di akherat, dengan berujar amal cetak kitab ini, semoga dapat terkabul. Barang
siapa yang amal cetak dengan disertai permohonan (ujar), diharuskan melapor dengan

cara bersembahyang menggunakan hio di hadapan altar dewa dapur (Ciao Kun Kong)
atau di kelenteng, di vihara atau menghadap keatas langit, agar selanjutnya dilaporkan
kembali oleh para dewa dan malaikat, semoga akan terjawab, amal jasanya takkan disia-
siakan.

7. Dimana kitab ini diletakkan, akan mendapat penjagaan dan pengaman oleh para dewa
dan roh suci dari berbagai penjuru, sesudah membaca harap ditempatkan di tempat yang
bersih, tak boleh dinodai atau dilecehkan, barang siapa yang memfitnah dan melecehkan
kitab ini, atau menghalangi peredarannya, akan terperosok masuk ke neraka untuk
selamanya, dan takkan diampuni dosanya, berharap semua umat bisa kembali berada di
jalur kebaikan, bertindaklah dengan berpikir tiga kali terlebih dulu.

Imlek Tahun Wu Wu, Si Gwee Cap Sa, (Tahun Masehi 1977).

Kata Pengantar

Melawat ke Alam Neraka

Puji syukur ke hadirat Tuhan YME, Atas terselesaikannya terjemahan kitab “Ti Yi You Ci” ke
dalam bahasa Indonesia yang artinya “Melawat ke Alam Neraka”, dan telah diterbitkan dalam
bentuk sebuah kitab untuk kami persembahkan kepada pembaca.

Anda mungkin akan bertanya-tanya dalam hati dengan diterbitkannya kitab ini, apa sih
sebernarnya yang menjadi dasar keinginan kami untuk menterjemahkan dan menerbitkan kitab ini.
Maklum, membahas kehidupan Akhirat di Alam Neraka di zaman ultra modern ini, bagi orang
yang tak percaya, tampaknya nonsense sama sekali, kami kira, justru karena tipisnya keyakinan
akan adanya pembalasan di Akhirat yang dialami sementara orang dewasa ini, dan yang lebih
menitik-beratkan kehidupan materialistik dan lahiriah, dengan sadar atau tak sadarkan diri, tak
sedikit orang yang akhirnya terseret ke lembah dosa, yang pada akhirnya telah mencoreng predikat
yang disandangnya sebagai mahluk termulia ciptaan Tuhan menurut citra-Nya.

Seyogianya kita tak menutup mata akan apa yang menggejala atas kondisi akhlak umat manusia di
zaman ultra modern ini, celakanya, pencerahan (peradaban) kehidupan materi justru lebih banyak
sisi negatifnya dari pada sisi positifnya, entah sadar atau tidak, orang-orang sepertinya tengah
berpacu dan berlomba untuk meningkatkan kwalitas hidup material-Iahiriahnya, mereka seakan
takut ketinggalan, takut ditertawai, takut dipandang rendah dan lain sebagainya, maka tak ayal lagi
lalu menghalalkan segala cara dalam bertindak. Bisa kita jumpai melalui berbagai media cetak
atau elektronik, mata kita, telinga kita, rasanya sudah menjadi kebal untuk menatap dan
mendengarkan berita-berita tindak kriminal atau amoral, berita-berita tentang kasus pembunuhan,
peerampokan, penipuan, penggelapan,perzinaan, perkosaan, perseIingkuhan, perceraian,
premanisme serta membudayanya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme rasanya sudah menjadi
biasa dan merupakan suguhan berita setiap hari dalam kehidupan sehari-hari kita, belakangan ini
malah ada sementara orang yang ditengarai dari kalangan elit yang dengan antusiasnya
membahasnya melalui sebuah seminar tentang "Kewajaran dan kelayakan dalam kehidupan
berpoligami", ada pula yang mengadakan seminar dengan tema: "Indah dan pesonanya dalam
berselingkuh" dan lain sebagainya, tayangan sinetron dan juga lagu-Iagu yang berlirik cengeng

bahkan terkesan porno, sudah menjadi trend masa kini. Terus terang, kami bukannya mau sok suci,
atau berlagak sok moralis, tetapi akan dikemanakankah sebenarnya tujuan hidup Insani yang nota
bene adalah Mahluk termulia ciptaan Tuhan menurut citraNya itu?

Kitab yang lumayan tebal ini [363 hal], mungkin saja tiada seberapa nilainya, oleh karena itu jika
bisa dibaca dan dihayati, apa salahnya dibacanya! Tetapi jika rasanya tiada dapat dibaca, alangkah
baiknya dioperkan dan gantian diberikan kepada teman atau famili kalian untuk dibaca.

Ada semacam kitab, hanya berguna bagi orang yang percaya saja, bagi orang yang tak percaya,
layaknya seonggok sampah kertas yang tak berguna. Seperti misalnya mitos tentang Gadis
Perawan yang melahirkan Putranya dalam kitab Injil; berbagai cerita dangeng dalam kitab Buddha
Dhrma; dan juga tentang cerita bagaimana seorang yang buta huruf dapat mengarang sebuah kitab
di dalam kitab Alqur'an, dan lain sebagainya., kesemuanya itu memang tak dapat dikritisi dan
dipahami menurut logika sekularisme dan orang awam pada umumnya. Sama halnya dengan Kitab
ini, juga demikian adanya.

Kami berucap terima kasih kepada Anda, yang bahwasanya dalam berbagai kesibukan dapat
meluangkan waktu yang sangat berharga untuk membaca kitab ini, mungkin saja ketika Anda
membaca akan timbul banyak berbagai keraguan, kecurigaan dan pertanyaan, jika itu yang terjadi,
maka Anda tak perlu meneruskan lagi membacanya, karena tentunya Anda tak perlu menambah
susah bagi dirinya sendiri, apalagi bagaimanapun keraguan yang timbul dalam benak hati Anda,
selamanya tiada akan memmperoleh jawaban, bahkan penterjemah sendiri juga hanya bisa
mengakui kenyataan ini, tetapi juga tak mengerti mengapa bisa demikian terjadinya.

Bisakah sebuah hikmah tentang Hakikat Kebenaran membawakan rasa kebahagiaan bagi Anda,
bisakah membantu Anda melintasi berbagai rintangan dan kesulitan yang bertubi-tubi, bisakah
merubah nasib Anda yang mungkin saja penuh aib, musibah dan kemalangan, itulah yang
terpennting kiranya. Sebagai misal dalam mengkonsumsi obat, hal yang terpenting tentunya
adalah: bisakah menyembuhkan penyakit Anda, dan tentunya takkan menghiraukan apakah pabrik
farmasi itu layak atau tak layak. Sama halnya dengan sebuah Kitab ini, bisakah berguna bagi
Anda, adalah jauh lebih penting daripada menyelidiki nara sumbernya dan keaslian isi dan
materinya.

Di Dunia ini, memang sarat dengan orang-orang yang suka berpolemik, suka berkomentar ini dan
itu, oleh karena itu, kitab ini juga tentunya takkan terkecualikan menimbulkan berbagai
pergunjingan dan kontradiksi, tetapi ibaratnya sebuah pepatah: Emas yang tulen takkan takut diuji
dengan api yang panas sekalipun. Dengan segala kerendahan hati, kami bersedia menerima
kritikan yang keras dari berbagai kaJangan, dengan senang hati kami memohon petunjuk Anda.

Terima kasih kepada Anda. Semoga sebuah kitab ini, benar-berlar dapat membawakan prospek
kehidupan yang cerah bagi Anda, sebuah kehidupan Insani yang bahagia yang baru total.

Dengan terbitnya kitab ini, kami tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-ternan
seperguruan yang telah ikut melibat kan diri disela-sela kesibukannya ikut dalam usaha
menterjemahkan ke dalam bahasa Indanesia, khususnya dalam: hal mengoreksi, dan juga tak lupa
pula kami mengucapkan terima kepada para teman seperguruan lainnya yang tak dapat kami

sebutkan satu persatu yang selama ini telah banyak memberikan dorongan semangat sehingga
kitab ini berhasil diterjemahkan dan diterbitkan, kami tak dapat membalas budi kebaikan mereka,
semoga amal jasanya mendapat pahala yang berlimpah ruah dari --- Tuhan YME.

Proses penterjemahan dan pengoreksian ternyata makan waktu cukup lama, penterjemahannya
sendiri memakan waktu kurang lebih empat bulan, namun pengoreksiannya ternyata memakan
waktu sekitar satu tahun lamanya, maklum melibatkan banyak orang dan mengalami koreksi yang
berulang-ulang, -- khususnya dalam penggunaan istilah bahasa Indanesia, dan segi tata bahasanya
--- disamping harus mencari waktu yang luang bagi masing-masing teman yang ikut membantu
mengoreksi, sehingga terkesan bertele-tele, namun karena sama-sama terdorong oleh rasa
keberhati-hatian dan keseriusan dalam usaha menterjemahan, maklum dalam hal ini kami masih
banyak keterbatasan dan minim pengalaman, maka kesan bertele-tele itupun tak begitu kami
rasakan, yang bisa merasakan mungkin adalah teman-teman seperguruan yang sudah tahu rencana
penerbitan kitab ini namun rasanya kok tak kunjung terselesaikan, kepada teman-teman tersebut
kami mohon maaf.

Sekalipun telah mengalami pengoreksian yang berulang-ulang dan melibatkan beberapa orang,
serta disertai rasa keberhati-hatian dan keseriusan dalam menterjemahkan Kitab ini, namun
ibaratnya 'tak ada gading yang tak retak', didalamnya tentu masih terdapat berbagai kekurangan
dan kesalahan yang belum kami duga, untuk itulah, segala saran dan kritik kami harapkan dengan
tulus hati kepada para Pembaca sekalian. Saran dan kritik Anda dapat dialamatkan ke:

Sekretariat Yayasan Dharma Abadi
JI. Sri Rejeki Dalam Raya No.-
Telp.
Semarang.
Peran serta Anda kami nantikan, terima kasih.

Semarang, Oktober 2005
Team Penterjemah Ci Hua Thang
Yayasan Dharma Abadi Semarang

:::fri, 26 feb 2010, 09:27
Diposkan oleh Sunari Wirohardjo

http://ongk.blogspot.com/2009_01_01_archive.html

http://ongk.blogspot.com/2009_02_01_archive.html

http://ongk.blogspot.com/2009_03_01_archive.html

http://ongk.blogspot.com/2009_05_01_archive.html

http://ongk.blogspot.com/2009_09_01_archive.html

http://ongk.blogspot.com/2009/01/berkeliling-di-alam-neraka-bab-10.html

BERKELILING DI ALAM NERAKA

Kata pendahuluan

Syair:Kini langit menurunkan buku ini sebagai petunjuk, sengsara penderitaan di Neraka bukan
bicara kosong belaka. Tidak ada jalan lain di alam Neraka. Jika menyesali dan insaf
akan seperti lahir kembali.

Manusia didunia ini lebih mementingkan harta benda untuk dinikmati hingga mengabaikan
pendidikan pekertidirinya sendiri. Pelajaran kebaikkanpun dikesampingkan, hingga perampokan,
pencurian, pembunuhan dan pemerkosaan bertambah perkaranya di dunia ini.

Untuk membatasi dosa-dosa tersebut memang harus dididik dari ajaran kebaikkan pula.
Menjelaskan hokum karma pembalasan ini memang ada. Roh manusia juga ada. Kecelakaan
maupun kemuliaan tidak terdapat pintu nya, hingga tergantung dari amal kebaikkan atau
kejahatan. Jika manusia berbuat jahat waktu masih hidup di dunia, setelah meninggal roh nya akan
disiksa dineraka masuk kea lam neraka. Untuk disiksa dan dididik dan bereinkarnasi kembali,
itulah asal mulanya alam neraka.

Roh saya suci murni, masa bias bersenang-senang dialam Dewa. Kini dinegara Taiwan dikota Tai
Cung ada wihara Shen Shian, menerima titah dari Yang Maha Kuasa untuk mengarang buku :
“Berkeliling dialam Neraka”. Saya ditugaskan untuk menjelaskan melalui Mata Dewa”. Dan tidak
berani menolak perintah. Waktu malam yang sunyi, Chi Kung Buddha dating dan mengajak Roh

nya Yo Shan Shen berangkat kealam Neraka untuk bertemu disana, berbicara dengan roh-roh
berdosa dan saya pun mempergunakan “matadewa” untuk menangkap suara-suara nya melalui
badan Yo Shan Shen memegang pulpen dan menulis keadaan Tanya jawab antara petugas Neraka
maupun dengan para roh, menjadikan karangan buku ini. Tujuan nya untuk menyadarkan para
manusia didunia ini.

Betapa ajaibnya, disaksikan para umat disamping menjadi heran, menakjubkan dan mengakui
perbuatan mulia dari Dewa. Namun bagi yang tidak menyaksikan, bagaimana mau
mempercayainya. Maka disini saya mengharapkan para umat untuk mengetahui bahwa Surga atau
Neraka pada dasar nya ada di “hati”. Jika berbohong pada diri sendiri, apakah kamu bias
TENANG tinggal di SURGA ! berbuat salah dan tidak menyesali, akan disiksa batin nya, pada
waktu itu sudah menunjukkan keadaan neraka. NERAKA adalah tempat tahanan Roh-Roh yang
berdosa. Para umat janganlah serakah ataupun menganggap Neraka itu rumah asal mu. Manusia
dilahirkan oleh langit, surgalah tempat asal kamu, semoga jangan lagi berkelana diantara hidup
maupun kematian. Bereinkarnasilah terus tidak berhenti-henti.

Karena buku ini akan lahir kedunia, maka sayapun akan memberikan nasihat yang disaksikan oleh
MATA DEWA ini dalam setahun lebih, bahwa keadaan di Neraka sungguh tersiksa, semoga
setelah membaca buku ini bias menyadari perbuatan masing-masing perbaikilah kesalahan dan
berbuatlah kebaikkan, jangan berbuat dosa hingga dihukum di Neraka, baru tidak sia-sia nasihat
saya ini.

Tangerang, 13 April 1978

Salam dari

Giok Shi Thum Chie

Istana Giok Shi

BERKELILING DI ALAM NERAKA

BAB I

MENGUNJUNGI GUNUNG SIN TUO

(GUNUNG KEPALA HATI)

MELIHAT DOA NERAKA

BUDDHA Chi Kung Tiba, Tanggal 16 Agustus 1976 ( PE GWEE CAP LAK – 2527)

SyairSurga dan neraka dikepala hati. Baik dan jahat tergantung niat, kini Chi Hoet sebagai
pengantar Ye Shen mengikuti aku naik Teratai untuk berkeliling.

Chi Hoet

Yang Shen mala mini kita berdua mengelilingi / mengunjungi alam neraka, apa
perasaan mu ?

Yang Shen

pertama-tama saya harus banyak berterima kasih atas kemuliaan hati Sang Maha
Kuasa. Memberikan kesempatan ini untuk mengunjungi neraka, betapa senangnya
hatiku.

Chi Hoet

dari langit selatan menuju Vihara Shen Shien para murid rajin mengembangkan
usaha kebaikkan. Menasihati dunia, menyebar luaskan buku-buku kebaikkan serta
kitab-kitab suci untuk dibaca oleh manusia, bawa TAO kebaikkan menembus bumi,
sebab itu Giok Tee memberikan titah untuk mengarang buku MENGUNJUNGI
ALAM NERAKA, membuka rahasia neraka yang akan kita kunjungi adalah
tempat-tempat yang tidak pernah dikelilingi oleh orang lain. Setelah kamu
menyaksikan, kamuharus memberitahukan para manusia didunia. Dulu Yang Shen
pernah menulis dan saya pernah menjelma untuk mengajari, maka terikatlah guru
dan murid. Kini Yang Maha Kuasa mengatur kita berdua lagi untuk mengunjungi
dan dibuatkan buku karena senang dengan sifat saya yang jujur nan serius. Yang
paling bias menyadari hati manusia dan mengajak para manusia untuk berbuat
kebaikkan, sekarang marilah kita berangkat.

Yang Shen

Terima kasih atas ajaran guru, saya pernah dengar, kalau ke Neraka harus naik kuda
Dewa atau duduk diteratai. Kok guru suru saya jalan kaki.

Chi Hoet

betapa polosnya hati kamu, jalanan ke Neraka mana enak dijalani. Kamu masih
ingin terbang, sekarang didunia ini sudah maju dan modern, mau kemana bias naik
pesawat atau naik mobil. Kamu juga ingin duduki. Sebenarnya Neraka tidak
memiliki pintu atau naik mobil., tetapi manusia sendiri yang mendatangi, janganlah
bermimpi lagi, setelah melewati jalanan yang betapa susahnya, baru bias ke Surga.

Yang Shen

Saya lihat guru seperti mabuk minum ya ?

Chi Hoet

memang saya habis minum, karena sudah lihat semua didunia ini, betapa
menakutkan hatinya manusia, susah menebak hati manusia, hingga hatiku pun sedih
dibuatnya, hanya bias minum arak untuk melepaskan kesedihan. Saya lihat lebih
baik kamu juga minum, biar mabuk sekalian.

Yang Shen

Saya tidak biasa minum arak, guru bias saja membuat lelucon.

Chi Hoet

Baiklah! Waktunya terbatas, saya akan menjelmakan sebatang kembang teratai,
kamu dan saya naik teratai ya !

Yang Shen

Guru kamu memang hebat, hanya dengan jampean sebatang teratai putih langsung
timbul, kaki saya tidak bersih, tidak berani naik.

Chi Hoet

Jika hati bersih, tidak apa menaikinya. Ada pepatah “Teratai timbul ditanah yang
kotor, namun tetap bersih”.

Yang Shen

kalau begitu saya akan coba, saya sudah duduk dan sekarang kita mau kearah yang
mana ?

Chi Hoet

coba kamu merem atau tutup mata, saya akan anterin.

Yang Shen

Ya, saya turutin

Chi Hoet

Sekarang kamu boleh buka matamu.

Yang Shen

Ini ada dimana ? kenapa di depan kita ada sebuah gunung tinggi dan di tembok
gunung tertulis SHIN TUO SHAN (Gunung Kepala Hati) hurufnya terang
menyinari.

Chi Hoet

Gunung ini dinamakan GUNUNG KEPALA HATI , menuju keatas ialah PINTU
KESURGA. Coba kamu lihat, disamping gunung ada sebuah goa, gelap dan tidak
terlihat dasarnya, itulah GOA NERAKA. Jika hati manusia mulia dan tulus, setelah
meninggal akan menuju keatas gunung. Jika banyak berbuat didosa, setelah
meninggalrohnya akan sampai kemari. Setelah melihat huruf SHIN TUO SHAN
kedua mata akan susah terbuka, jika terasa dan jatuh kedalam jurang goa neraka,
sebab itu ada perkataan orang suci dulu : “Hati bias membuat Surga dan hatipin
bias membuat Neraka” hanya tergantung perbuatan yang membedakan Surga atau
ke Neraka.

Yang Shen

Oh sebenarnya begitu, Surga atau Neraka terserah manusianya, mau Dewa atau
mau jadi setan.

Chi Hoet

Karena malam ini waktunya terbatas, sampai disinilah kunjungan kita bersiaplah
untuk pulang, cepat naik ke teratai putih.

Yang Shen

Ya guru

Chi Hoet

Cepat tutup matamu, karena mata orang biasa dengan serangan angina haw aim
(hawa alam baka).

Yang Shen

Ya, kecang benar angina itu, saya tidak tahan

Chi Hoet

Vihara Shen Shian telah tida, turunlah Yang Shen, roh kembali kebadan.

BERKELILING DI ALAM NERAKA

BAB 2

MENGUNJUNGI KOLAM BERSIHKAN HATI

MENUJU “PERBATASANIM YANG”

(PERBATASAN DUNIA DAN ALAM BAKA)

BUDDHA CHI KUNG TIBA, TAHUN 1976 (2534) PE GWEE, CAP KAU

SyairAsal mula nya adalah sebutir permata, jatuh ke bumi sehingga dikotori, menyadari dirinya,
badan biasa menjadi badan murni, terbukanya mata suci untuk melihat aslinya
diriku.

Chi Hoet

Yang Shen bersiaplah mengelilingi alam baka

Yang Shen Guru, hari ini saya dari kota Chang Hua, barusan pulang dan sangat capai, ingin
sekali tidur, bolehkan lain hari baru mengunjungi alam baka lagi ?

Chi Hoet

Sungguh malas kamu, orang yang bertapa, capai sedikit sudah rebut sakit, mana
bias kamu jadi manusia benar.

Yang Shen

Maaf guru, saya akan bersemangat ikut guru.

Chi Hoet

Cepat naik keatas teratai putih , matamu jangan dibuka…….baiklah buka matamu
dan turun

Yang Shen

Guru, hari ini kok saya diajak kemari? Didepan ada kolam besar, airnya tenang
tidak berombak dan berwarna langit biru (biru langit) dan di air timbul huruf CHIN
SING CHIEN (Kolam Bersih Hati).

Chi Hoet

Kemarin dulu kau mengunjungi alam baka, karena badan dan mata biasa, maka
yang bisa dilihat hanya sedikit keadaan, hari ini saya ajak kamu kemari agar kau
turun kekolam dan mandi bersihkan badan, maka “Mata Duniamu” akan berubah
menjadi “Mata Ajaib”, baru bisa melihat jelas keadaan alam baka.

Yang Shen

Melihat air kola mini sungguh dingin dan sekarang sedang musim dingin pula, saya
takut kedinginan, jadi demam tidak berani turun.

Chi Hoet

Ingin berkunjung kea lam baka tapi takut dingin, biar saya dorong kamu dorong
kamu turun untuk mandi.

Yang Shen

Tolong ! Saya tidak bisa berenang, guru kamu telah mencelakakan aku, ah !

Chi Hoet

Biar kamu direndam beberapa menit, agar sadar.

Jendral penjaga kolam

Selamat bertemu Buddha Chi Kung, tadi kamu mendorong seseorang dari duniawi ke
dalam kolam, tidak mengerti apa maksud nya Chi Hoet

Chi Hoet

Jendral kamu tidak tahu manusia didunia sekarang telah benar-benar melupakan
dirinya, badan penuh kotoran. Hilanglah sudah keadaan asal mula nya, hari ini saya
mendorong orang biasa ini ke dalam kolam, maksudnya ialah agar sebutir
PERMATA OMI kotoran nya dicuci, biar bersih kembali.

Jenderal penjaga kolam

Baiklah, saya harus mengangkat badan nya, jangan terlalu lama, sehingga tidak tertolong
lagi nyawa nya.

Chi Hoet

Cepat ! kalau sampai tenggelam kedasar kolam akan menjadi repot nantinya.

JendralSudah diangkat, namun dia sudah berhenti bernafas, coba bagaimana Chi Hoet menolong
nya ?

Chi Hoet

Urusan kecil, setelah bersih mandikan, akan hidup kembali, coba saya gunakan
kipas ini untuk mengipasinya, dia akan hidup kembali, lihat ilmu saya.

JendralOh, dia sudah sadar dan kembali melihat.

Yang Shen

Guru, kenapa kamu mendorong saya masuk kekolam ?

Chi Hoet

Sifat manusia di dunia banyak ikut-ikutan, sungguh bagus kamu masih banyak
alasa, saya tidak perduli harus berbuat demikian.

Yang Shen

Terima kasih atas ajaran guru, kini badan saya terasa sejuk dan adem siapa ini yang
berpakaian seperti jendral.

Chi Hoet

Ia adalah jendral penjaga kolam, tugasnya menjaga kola mini, yang tidak mendapat
perintah tidak boleh turun ke kolam mandi, ini adalah kolam Dewa, selain dewanya
para Dewa, orang lain tidak diperbolehkan kemari. Hari ini kamu sungguh mujur.

JendralChi Hoet, hari ini membawa manusia dunia ini kemari, ada keperluan apa.

Chi Hoet

Karena di dunia, dikota Tai Chung. Vihara Shen Shian terima titah untuk
mengarang buku MENGELILINGI ALAM NERAKA agar mengajak Yang Shen
mengunjungi neraka, karena manusia biasa ini dating dari dunia, sulit untuk melihat
jelas keadaan neraka, maka saya mengajak dia kemari untuk membersihkan hati
dan matanya supaya melancarkan perjalanan mengunjungi neraka nanti.

JendralOh begitu.

Chi Hoet

Waktunya terbatas, kami, guru dan murid harus segera mengunjungi alam baka,
selamat tinggal jendral. Yang Shen cepat naik keatas Teratai.

Yang Shen

Guru, sekarang kita mau kemana ?

Chi Hoet

Tidak usah bertanya, setelah tiba disana kamu akan tahu, cepat tutup mata
mu…..sekarang bukalah matamu dan turun.

Yang Shen

Jalan ini kenapa bukan jalan aspal. Banyak debu dan angin besar lagi, berjalan
rasanya mau jatuh.

Chi Hoet

Inilah perbatasan antara manusia dan setan

Yang Shen

Oh, disana banyak orang yang dating dan pada menangis pula

Chi Hoet

Mereka adalah Roh-Roh yang sudah meninggalkan jasadnya, baru tiba di alam baka
dari dunia.

Yang Shen

Didepan ada sebuah plang papan, diatasnya tertulis tiga huruf IM YANG CHIE. Ini
tempat apa ?

Chi Hoet

Inilah perbatasan alam dunia dan alam baka

Yang Shen

Didepan ada 2 baris gedung bertingkat, coba kita lihat.

Chi Hoet

Boleh, cepat jalan.

Yang Shen

Dipintu gedung tertulis RUANGAN PENYERAHAN CATATAN, dalamnya
dibagi lagi satu kelas, dua kelas, terdapat sepuluh ruangan lebih.

Chi Hoet

Coba kita betamu.

PejabatSelamat dating Chi Hoet dan Yang Shen yang dari kota Tai Chung. Vihara Shen Shien
pada bulan Pe Gwee hari Cap Go, disini sudah menerima pemberitahuan bahwa
Vihara terima kamu menerima titah mau mengarang buku MENGUNJUNGI
ALAM NERAKA dan akan meninjau istana tanah untuk melihat keadaan.

Chi Hoet

Karena waktunya sudah tiba, kami akan kemari lain waktu.

PejabatBoleh antar waktu …

Chi Hoet

Yang Shen kita siap pulang ke Vihara, kedepan ruangan dan naik keatas Teratai
tutup matamu.

Yang Shen

Ya

Chi Hoet

Vihara Shen Shien telah sampai Yang Shen turun dan roh kembali ke badan.

BERKELILING DI ALAM NERAKA

BAB 3

MENGUNJUNGI IM YANG CHIE

MENINJAU “RUANGAN PENYERAHAN BUKU CATATAN”

TAHUN 1976 (2534) PE GWEE, JI SHA

Chi Hoet

Yang Shen, siap berangkat !

Yang Shen

Sudah, saya sudah naik ke atas Teratai dan sudah menutup kedua mata.

Chi Hoet

Berangkat… baik, turunlah !

Yang Shen

Jalan ini kok ramai benar. Mereka adalah manusia dari dunia, kenapa pada kemari ?

Chie Hoet

Inilah tempat perbatasan antara alam dunia dan alam baka. Mereka adalah roh-roh
yang dating dari dunia. Sedang mendaftarkan diri di alam baka, jangan Tanya lagi.
Saya ajak kamu ke ruangan penyerahan buku catatan temui pejabat sana. Ada
pertanyaan apa, tanyakan saja.

PejabatSelamat tiba Chi Hoet dan Yang Shen, mari masuk kedalam ruangan silakan duduk, karena
waktu kemarin dulu terbatas waktunya, maka tidak sempat memberitahukan tugas-
tugas di ruangan ini. Coba Yang She nada pertanyaan apa ?

Yang Shen

Saya mau bertanya, tempat apakah ini Im Yang Chie ?

PejabatIM YANG CHIE adalah tempat diantara alam dunia dan alam baka. Tetapi lebih dekat kea
lam baka, setelah manusia meninggal didunia. Rohnya akan kemari dan
mendaftarkan diri diruangan ini menyerahkan berkas-berkas dari dunia. Setelah
beres mendaftarkan diri di ruangan ini menyerahkan berkas-berkas dari dunia.
Setelah beres mendaftarkan diri yang banyak jasa amal waktu-waktu didunia akan
diajak oleh Dewa Hoki untuk meninjau istana bumi yang tidak ada jasa amal
kebaikkan akan dikawal oleh si hitam dan si putih masuk ke pintu hantu dan
diserahkan kedalam ruangan tingkat pertama, menunggu siding disana.

Yang Shen

Berkas-berkas diri manusia sebenarnya ada berapa ?

PejabatManusia memiliki TIGA BERKAS tanda diri. BERKAS ASAL DARI SURGA adalah asal
kelahirannya, bisa disebut berkas dasarnya. BERKAS TITIPAN tercatat didunia.
BERKAS AKHIR ada di istana bumi. Maka seseorang jika sudah meninggal,
karena waktu di dunia tidak berbuat jasa amal kebaikkan maka disebut BALIK KE
IM (BUMI) dan bukan BALIK KE LANGIT. Neraka seperti penjaga yang terdapat
di dunia adalah tempat menerima hukuman bagi penjahat atau orang-orang yang
berdosa, bukan tempat asalnya manusia. Maka waktu masih hidup di dunia harus
banyak menjalan kan TAPA kebaikkan agar bisa kembali ke tempat asal yakni di
kampong halaman asal SURGA.

Yang Shen

Setelah manusia meninggal, sering melihat anak cucu nya membakar kertas uang
disamping kaki mayat dan menyalakan lampu minyak, apa artinya semua itu ?

PejabatRoh manusia sejak meninggal jasad nya, rasanya seperti mimpi, bingung serta tidak tahu
harus berbuat apa. Walaupun dikawal menuju kea lam baka, namun keluarganya
kuatir leluhur / almarhum dalam perjalanan menuju kea lam baka berada di jalan
yang gelap, maka dinyalakan lampu minyak maksudnya agar menerangi jalan di
alam baka dan jalan nya menjadi lancer, maka dibakarlah uang kertas buat ongkos
dijalan. Kelakuan manusia ini memang termasuk hati yang berbakti pada
almarhum, bisa berpikir sedemikian, namun perjalanan kea lam baka tidak usah
dibeli/bayar, sudah pasti terlewati. Waktu masih hidup didunia kalau hati nya gelap,
biar diterangi berapa lampu minyak pun tidak akan artinya.

Yang Shen

Sekarang didunia ini sudah maju, kehidupan tinggi dan modern. Ada yang orang
tua nya meninggal, maka anak cucu nya membakar rumah-rumahan atau TV
berwarna yang terbuat dari kertas. Segala macam mobil-mobilan ata yang lain-lain
untuk dipakai leluhurnya. Apakah semua itu sampai diterima di alam baka ?

PejabatManusia didunia sungguh tolol, pikiran nya entah kemana. Waktu masih hidup didunia
tidak memiliki SIM, maka setiba di alam baka, jalanan yang nan sempit itu, untuk
berjalan sudah susah, jika mau mengemudi mobil pasti akan terjadi kecelakaan, lagi
pula di alam baka tidak terdapat pompa bensin. Maka tidak perlu memakai mobil-

mobilan disini, juga seperti TV, kipas angina atau meubel, lebih baik dipakai
didunia. Dialam baka sudah tersedia ranjang papan untuk menyambut Roh ke
Neraka. Sudah bisa selamat dari hukuman sudah syukur, masih ingin senang. Jika
sering berbuat jahat / dosa didunia, kini meninggal masuk keneraka dihukum, mana
bisa senang lagi ?

Manusia di dunia benar-benar bermimpi.

Yang Shen

Guru, kemarin kamu mengajak saya mengunjungi alam baka pertama kali melihat
GUNUNG KEPALA HATI sekarang PERBATASAN ALAM DUNIA DAN
ALAM BAKA. Saya jadi bingung sekarang.

Chi Hoet

Kamu ikuti saya, akan saya berikan petunjuk agar kamu mengerti. Pejabat, kami
mau permisi sekarang.

PejabatJika kami kurang hormat, harap dimaklumi.

Chi Hoet

Tidak apa-apa.

Yang Shen

Terima kasih atas petunjuk, pejabat. Guru, kamu tadi mau menjelaskan tentang
GUNUNG KEPALA HATI dan PERBATASAN ANTARA ALAM DUNIA DAN
ALAM BAKA. Coba katakana.

Chi Hoet

Kemarin yang kamu kunjungi ialan tempat ini.

Yang Shen

Oh !

Chi Hoet

Huruf GUNUNG KEPALA HATI tertulis jelas disini dan pandangan IM YANG
CHIE telah hilang GUNUNG KEPALA HATI juga adalah IM YANG CHIE. Jika
manusia sering berbuat jahat dan banyak dosa waktu di dunia, setalah tidab ajalnya
akan dikawal si hitam dan si putih kemari. Karena hati nya kotor tidak bersih, maka
begitu melihat sinar di atas gunung, mata nya akan susah terbuka karena kesilauan,
kakinya akan terpeleset dan jatuh ke GOA TANPA DASAR yang berada di bawah
GUNUNG KEPALA HATI itu. namun bagi orang yang berjasa besar amal

kebaikkan nya dank arena sudah sempurna jasa-jasanya, maka begitu roh nya
sampai kemari di atas gunung akan segera muncul sebuah jalan yang bercahaya
menuju langit. Bagi yang beramal sedang dan berjasa kecil, maka disamping
gunung akan muncul jalanan yang lebarnya 2 meter dan diantara oleh Dewa Hoki
ke IM YANG CHIE untuk daftar hadir. Kemudian masuk kedalam istana bumi
untuk diserahkan pada YIAM ONG ( Kuasa Neraka ) dan diperiksa perbuatan di
manusia itu waktu masih hidup di dunia dan setelah itu masuk ke RUANGAN
KUMPULAN AMAL ata bagi yang berjodoh di ajak oleh Dewa masing-masing
untuk di latih kembali. Hari ini waktu sudah habis, maka mari kita pulang ke
wihara.

Yang Shen

Ya, sudah duduk di Teratai.

Chie Hoet

Wihara Shen Shien telah tiba. Yang Shen turun. Roh kembali ke badan.

BERKELILING DI ALAM NERAKA

BAB 4

MELINTASI PERBATASAN PINTU HANTU

MENDENGAR CERAH DI RUANGAN SEGALA AGAMA MENJADI SATU TAHUN
1976 BULAN PE GWEE. HARI JI CAP LAK

Chi Hoet

Hari ini siap berangkat, Yang Shen cepat naik ke Teratai

Yang Shen

Ya, saya duduk, berangkat.

Chi Hoet

Sudah tiba, turunlah

Yang Shen

Di depan ada sebuah pintu kota dan tertulis PINTU HANTU (KUIE MEN KUAN)
tiga huruf, bearti PERBATASAN PINTU HANTU ada disini, tetapi mengapa
pintunya tidak terbuka hanya terdengar suara yang berisik di dalam kota.

Chi Hoet

Pintu hantu sebenarnya tidak terbuka, namun manusia sendiri yang mau kemari,
lihat saya kipasi akan terbuka pintu nya.

Yang Shen

Guru sungguh hebat, hanya goyangi kipas Hoet, pintu hantu langsung terbuka,
tetapi manusia setelah mati tidak punya kipas hoet, bagaimana bisa masuk ke dalam
?

Chi Hoet

Manusia sudah mati menjadi hantu, sudah tamat riwayatnya di dunia, sesudah
dating kesini pintu hantu akan terbuka, pintu di alam dunia sudah tertutup, namun
pintu hati terbuka, itulah ajaibnya Ciptaan Yang Maha Kuasa, cepat jalan saya mau
mengajak kamu ketempat, jangan banyak mencampuri urusan lain.

Yang Shen

Ya, tetapi dalam pintu hantu ini orang begitu banyak seperti di dalam pasar dan
tidak tahu mereka mau ke mana ?

Chi Hoet

Para roh itu sedang menuju ke neraka tingkat sepuluh untuk di siding, dikawal oleh
prajurit alam baka, hari ini tidak usah menyaksikan ini di sini, cepat jalan ikut saya.

Yang Shen

Ya, jalanan ini kok tidak rata, berlubang dan turun naik, mau menuju kemana ?

Chi Hoet

Kamu jalan 2 kilometer lagi akan tahu jelas.

Yang Shen

Roh yang jalan di depan kita itu kenapa dikawal oleh prajurit alam baka ?

Chi Hoet

Orang ini waktu hidup didunia adalah pengajar agama sesat, karena tidak
menyadari keagamaan yang benar, sering menghina agama yang lain, setelah
meninggal akan di hokum.

Yang Shen

Di depan ada sebaris gedung dan tertulis WAN CHIAO KUI CHUNG (Segala
Agama Kembali Kedasarnya), ini tempat apa ?

Chi Hoet

Inilah tempatnya, karena di dunia sekarang banyak timbul macam-macam agama,
para umat nya tidak mengerti ajaran mana yang benar, sehingga saling
mengejek/menghina yang lain, hilanglah sudah arti sesungguhnya ajaran agama itu

dan telah berbuat kesalahan di mulut masing-masing setelah meninggal harus ke
RUANGAN SEGALA AGAMA kembali (kembali ke dasar nya) untuk dilatih
kembali di depan sudah dating pak guru, cepat Yang Shen beri salam.

Yang Shen

Salam pak guru !

Pak Guru

Selamat dating Chi Hoet dan Yang Shen, tempat kami sudah dapat pemberitahuan
untuk menyambuk kalian, cepat bangun.

Chi Hoet

Hari ini saya mengajak Yang Shen kemari, harap pak guru sudi mengantarkan dan
menjelaskan apa pertanyaan nya.

Pak Guru

Silakan! Ikut saya kedalam dan silakan duduk

Yang Shen

Segala agama kembali kedasarnya, benar-benar punya arti tapi saya kurang paham,
harap guru bisa menjelaskannya.

Pak Guru

Sekarang di dunia ada 5 agama besar yaitu Buddha, Kong HU Chu, Islam, Kristen
dan Hindu. Disebut ajaran agama yang besar, namun dasar nya 5 agama itu dari
TAO (Ajaran ), dulu tidak ada sebutan AGAMA. Karena itu kemudian hari langit
menurunkan para nabi ke beberapa Negara untuk mengajarkan ajaran Tuhan kepada
manusia agar mengerti pelajaran kebaikkan supaya manusia bisa mengingat dasar
nya, saying setelah para nabi balik ke langit, para umat nya terjadi perbedaan
pendapat dan berpencar atau ada yang menjadi musuh, tidak menyadari lagi sebetul
nya semua ajaran agama berasal dari langit dasarnya sama dan asalnya dari satu
keluarga. Terjadilah keributan antara umat, masing-masing mengaku agama nya
yang benar dan menghina agama lain. Maka setelah meniggal dunia, Roh nya tidak
bisa sempurna hingga pada jatuh kemari, karena Yang Maha Kuasa tidak tega
mereka jadi tidak benar, maka didirikanlah ruangan ini untuk mengajarkan mereka
agar memahami ajaran Maha Kuasa yang sebenar nya, sadar dan diangkat kembali
jadi umat yang benar.

Chi Hoet

Pak guru, yang kamu jelaskan itu memang benar, tetapi Yang Shen masih belum
paham, lebih baik mengajak dia meninjau ke dalam ruangan dari pada
mendengarkan lebih baik menyaksikan.

Pak Guru

Baiklah, ikutilah saya.

Yang Shen

Ruangan ini luasnya ada berapa hektar ? didalam seperti ada kelas untuk sekolah
telah diduduki berapa puluh ribu orang yang terdiri dari macam-macam bangsa dari
segala penjuru dunia, seperti mau sekolah ya.

Pak Guru

Ya, memang mau sekolah. Kalian berdua ikut saya ke depan ruangan untuk duduk
dan mendengarkan.

Yang Shen

Pandangan yang begitu hebat di dunia pun tidak pernah terjadi. Didepan ada papan
tulis dan tertera WAN CHIAO KUI CHUNG empat huruf. Seorang guru yang
berkepala botak sedang maju kedepan, berpakaian seperti seorang LAMA dan para
murid berdiri semua dan memberikan hormat kemudian duduk lagi.

Pengajar

Hari ini dating tamu Yang Shen dari kota Tai Chung Wihara Shen Shien. Kalian
tepuk tangan sebagai tanda menyambut tamu.

Yang Shen

Guru Chi Hoet, mereka terdiri dari macam-macam bangsa, bisa mendengarkan
bahasa mandarin apa tidak ?

Chi Hoet

Betapa besarnya dunia ini, biar berlainan bangsa, percaya pada agama karena batin,
juga MANUSIA SATU HATI, setelah meninggal sifat dirinya pun menjadi murni,
tidak karena berlainan bangsa lalu menjadi berlainan HATI, seperti bunyi geledek.
Maka segala bangsapun akan mengetahui dating nya hujan, kini mendengarkan
suara guru sudah mengetahui arti nya, itulah BUDDHA BERCERAMAH
DENGAN SATU SUARA<>

Pengajar

Walaupun manusia terdiri dari beberapa macam bangsa, namun satu pelajaran
sifatnya, biar hidup dilain tempay setelah matipun berkumpul, biarpun manusia di
dunia kulitnya berlainan warna, namun tahu makan bila lapar, tahu tidur bila malam

tiba, siang berganti malam, malam berganti siang, matahari dan bulan menyinari,
hujan turun membasahi bumi, semua bangsa tetap menikamati keadaan dunia ini,
jadi bisa dikatakan satu hati, namun karena kepercayaan lain-lain agama, sehingga
timbul perselisihan, mengatakan dirinya yang bisa naik ke surga, lain agama hanya
ke neraka. Sehingga surga yang memang asalnya dijauhkan namun membuat
pandangan istana dipadang pasir, mengunci diri sendiri di dalam nya seperti masuk
ke kandang burung yang digantung di langit, terasa betapa dirinya tinggi
menyenangkan dirinya sambil bersiul itulah neraka yang dari surga. Orang yang
berdosa di dunia adalah kambing yang menantikan pemotongan bukanlah manusia
yang telah tertolong. Coba kalian waktu hidup didunia membicarakan bisa naik ke
surga, kenapa sekarang berada di neraka ?

Apakah kalian berada disini adalah badan kalian sendiri? Terdapat warna kulit manusia
yang hitam, putih, dan kuning, berpakaian warna-warni, hanya hati warna asalnya
tidak boleh diwarnai. Jika timbul perselisihan kurangi yang mengasihani, maka dari
mana perkataan KASIH SAYANG KEMULIAAN HATI ? matahari dan bulan
tetap menyinari manusia yang baik maupun yang jahat, dari dulu tidak
membedakan, maka tetap bersinar dari dulu sampai sekarang. Kalian harus sadar,
jangan iri hati, dengki, dan berselisih. Sekarang sudah waktu nya pembauran segala
agama kembali kedasar nya, kembali kedasar ialah kembalinya hati, hati kalian
semua dikumpulkan jadi satu dengan perlakuan kasih saying, lahirlah saling
membantu masing-masing agama haruslah membuka pintu lebar-lebar untuk
menolong sesame biarpun berlainan Nabi, namun TUJUAN, HARAPAN mereka
sama, agar sesame manusia bisa menjalankan kebaikkan berbuat amal jasa hingga
dunia ini jadi dunia yang penuh damai dan kegembiraan. Yang tolong oleh Nabi
adalah roh manusia maupun batin hati manusia, badan manusia tidak bisa DIA
menolong, maka jika diketahui sedungguhnya batin hati, baru bisa bebas dari
duniawi demikian juga dunia ini menjadi sempurna. Setiap manusia menjadi Dewa
Hoet, bisa menjadi orang suci dan jika balik dari semua ini, niscaya akan menerima
hukuman dan reinkarnasi kembali.

Chi Hoet

Waktu sudah tiba. Coba permisi pada pak guru bila ada kesempatan akan dating
kembali. Yang Shen cepat permisi pulang.

Yang Shen

Pak guru, sungguh maaf, karena waktu nya terbatas mau pulang ke Wihara dan
terputus mendengarkan ceramah lagi, sungguh saying dan mohon maaf.

Pak Guru

Tidak apa-apa, akan kami antar.

Yang Shen

Yang dibicarakan oleh guru itu memang benar, sekarang masing-masing agama
saling bertentangan, papaya yang di jual sendiri mengatakan pepayanyalah yang
manis, jika manusia dunia bisa bilang coba-coba makan, seperti kita minum, apa
airnya panas atau dinginsendiri yang tahu maka apa yang dirasakannyalah yang
kenyataan, baik buruk ditentukan oleh si pembeli, dan demikianlah pendapat saya.

Chi Hoet

Manusia di dunia benar-benar keras kepala, maka sulit bisa ke surga, para Dewa
berbicara kebaikkan adalah untuk menyampaikan maksud dan tujuan Yang Masa
Kuasabahwa langit itu adil, jika kamu yang lahir di Negara lain dan pasti kamu
percaya pada agama Negara itu. apakah karena itu saya tidak mau lagi menolong
kamu ? kalau begitu saya sudah tidak pantas disebut HOET ( BUDDHA) lagi bearti
saya sudah MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI. Maka harapan saya manusia mau
mengeluarkan HATI YANG MULIA atau MURAH HATI tinggalkan pikiran yang
mau menang sendiri, kalau tidak JALANAN KAMU KE SURGA LEBARNYA
HANYA 5 METER, mana bisa muat untuk umat manusia di dunia. Baiklah Vihara
sudah tiba. Yang Shen turun dan roh kembali ke badan.

BERKELILING DI ALAM NERAKA

BAB 5

MENGELILINGI TINGKAT SATU DAN NGOBROL DENGAN CHING KHANG
HWANG ( YIAM WONG CHIN KUANG

TAHUN 1976, BULAN PE GWEE, JI CAP KAU

Chi Hoet

Hari ini siap berangkat kea lam baka , Yang Shen kenapa kamu nampaknya tidak
tenang ?

Yang Shen

Banyaknya urusan didunia ini menimbulkan berbagai pikiran, maka rasanya tidak
tenang.

Chi Hoet

Mengelilingin alam baka bukanlah urusan buat main-main. Jika hati tidak tenang,
roh manusia sulit masuk ke istana tanah, tetapi jika hari ini batal mengunjungi alam
baka, maka akan terbuang banyak waktu. Saya berikan kamu pil tenang hati, cepat
makan dan siap berangkat.

Yang Shen

Terima kasih guru, Pil sudah saya makan. Badan terasa segar pusingpun hilang.

Chi Hoet

Cepat naik keatas Teratai, berangkat… sudah tiba.

Yang Shen

Ini tempat apa ? di depan Nampak subuah ruangan besar dan banyak bayangan
manusia, tidak jelas dilihatnya.

Chi Hoet

Di depan ialah TINGKAT PERTAMA di istana baka, mari kita temui Yiam Wong
(Raja Alam Baka)

Chin Kuan Wang menyambut Chi Kung Buddha dan Yang Shen dari Tai Chung, Vihara Shen
Shien dating kemari.

Yang Shen

Salam bertemu Chin Kuang Wang, hari ini saya dan Chi Hoet kemari untuk
merepotkan, jika ada kesalahan harap di maafkan.

Yiam WongTidak usah sungkan, ikutilah saya kedalam ruangan dan duduk sebentar di ruangan
tamu. Jendral cepat antarkan the Dewa.

JendralSiap !

Yiam WongChi Hoet, Yang Shen silakan minum the !

Chi Hoet

Yang Shen, cepat minum, kok sepertinya ragu-ragu.

Yang Shen

Sya tidak berani minum, pernah dengar orang bicara bahwa orang biasa dating ke
dalam alam baka, makan atau minum tidak bisa kembali lagi ke ala dunia, oleh
karena itu silakan kalian saja yang minum.

Yiam WongYang Shen kamu sudah keliru, yang dibicarakan manusia jangan makan makanan
di alam baka itu terhadap orang lain, alam dunia dan alam baka punya ketentuan
sendiri, memang tidak disamakan namun kamu lain karena dapat titah perintah
kemari termasuk tamu agung kami dan juga kamu diantar oleh Chi Hoet, kenapa
tidak bisa balik kembali ke dunia lagi.

Chi Hoet

Yang Shen kamu tenang minum, ada titah Maha Kuasa, setan mana yang berani
menghalangi jika berani melawan Titah akan dihukum tidak diberi ampun, silakan
minum.

Yim Wong

Manusia di dunia memang takut kematian, tetapi yang seperti Yang Shen takutmati
tidak berani minum, masih ada alas an. Namun ada, manusia didunia sudah berbuat
jahat dosa, hanya menuju jalan kematian dan masih tidak mau insaf, berani
menempuh ke kuburan, benar-benar menyedihkan.

Yang Shen

Saya akan minum karena saya juga sedang haus, saya mau Tanya, diluar begitu
banyak orang antri kemari, karena apa ?

Yiam WongTugas saya memegang jabatan di TINGKATAN SATU disini, setelah manusia
meninggal dan setelah mendaftarkan diri di RUANGAN MENYERAHKAN
CATATAN DIRI maka dikawal petugas baka kesini dan menyerahkan catatan
kartu berikut berkas-berkas nya. Saya akan periksa perbuatan baik maupun jahat
waktu hidup di dunia. Yang terdapat banyak jasa amal kebaikkan akan diantar ke
dalam istana bumi ketingkatan lain untuk meninjau atau diambil oleh guru masing-
masing yang berjodoh dibawa dan dilatih kembali, juga ada yang diserahkan
ketempat KUMPULAN AMAL yang terdapat banyak dosa Rohnya diserahkan
ketingkat kedua untuk disidang / dihukum. Jika bertemu dengan roh yang berdosa
sangat berat, maka akan dikawal ke PANGGUNG CERMIN DOSA untuk melihat

perbuatan yang pernah dilakukan hingga mengakui dosa-dosanya, baru dimasukkan
ke tingkat dua.

Yang Shen

Dliar para roh sedang menangis, seperti sedih benar, ada yang tua, muda, laki-laki,
perempuan. Kenapa menangis begitu ?

Yiam WongManusia setiba disini, baru mengerti bahwa dirinya sudah meninggalkan dunia.
Waktu masih di dunia, tidak percaya adanya setan, Dewa atau hokum karma. Baru
setelah tiba di sini menyadari bahwa kematian bukanlah menghilangkan segala
urusan seperti : JIKA AJAL TELAH TIBA SEGALA MENJADI HAMPA. KINI
TINGGAL DOSA MENGIKUTI BADAN KE ALAM BAKA. Para roh kini baru
menyadaribahwa mereka akan menerima siding dan dihukum. Maka mereka
ketakutan dan serta menyesali perbuatan mereka juga karena sudah berpisah denga
keluarganya, istri, suami, kakak, rumah dan gedung bertingkat. Kini tinggal
sendirian di alam baka, dipikir kembali menjadi sedih dan menangis.

Yang Shen

Mengapa para prajurit di alam baka tidak menghormati para roh yang sudah
dikawal mempergunakan trisula besi, memukul dan mencambuk lagi. Para roh jadi
ketakutan, kasihan betul mereka.

Yiam WongPara roh waktu masih hidup didunia tidak menjaga kelakuannya, maka prajurit
alam baka tidak sungkan lagi, karena dosa mereka ialah ORANG JAHAT PASTI
DIBALAS JAHAT syukur bisa lewat, namun tetap akan disidang jika manusia
banyak berbuat kebaikkan untuk menolong sesame, setelah meninggal, para prajurit
alam baka, Dewa Hoki akan menghormati perbuatan manusi sendiri yang dirasakan
maka kini kamu tidak usah mengasihaninya.

Yang Shen

Waktu hidup didunia, jika tidak menyayangi daban sendiri dan berbuat kejahatan,
setelah mati sungguh jadi kasihan. Anak-anak, cucu-cucu keturunan nya jika tahu
almarhum leluhurnya yang kini berada di alam baka seperti terdakwa yang berdosa
dipukuli oleh prajurit alam baka pasti tidak akan tega. Untuk berbakti dan
membalas jasa leluhurnya, hanya dengan banyak berbuat amal kebaikkan, banyak

sembayang, semedi agar mendapat banyak jasa untuk menebus leluhurnya dari
hukuman.

Chi Hoet

Jika manusia di dunia tida menjaga peraturan keluarga lagi dan berbuat kejahatan,
maka kelahiran mereka terbawa-bawa artinya : TUJUH TURUNAN SEMBILAN
AKAR darah membaliknya sama. Hokum karma berputar, harus waspada. Waktu
untuk hari ini sudah habis, siap untuk pulang.

Yiam WongAntar tamu !

Chi Hoet

Yang Shen cepat naik ke atas Teratai, siap berangkat. Vihara Shen Shien telah tiba
Yang Shen turun roh kembali ke badan.

BERKELILING DI ALAM NERAKA

BAB 6

MENINJAU PANGGUNG CERMIN DOSA

TAHUN 1976, LUN PE GWEE, CE LAK

Chi Hoet

Hari ini untuk mengelilingi alam baka sudah tiba. Yang Shen siap berangkat.

Yang Shen

Saya sudah siap guru. Berangkat !

Chi Hoet

Sudah tiba cepat turun.

Yang Shen

Temapat apa ini, kenapa begini banyak manusia dan dikawal prajurit hantu sedang
menuju ke panggung depan ?

Chi Hoet

Inilah tempatnya PANGGUNG CERMIN DOSA, manusia ini waktu di dunia
banyak berbuat dosa tidak menjaga kelakuannya. Toh yang berdosa setelah
mendaftarkan diri di TINGKAT SATU akan dikawal ke atas panggung CERMIN
DOSA. Di cermin akan terlihat kejahatan yang pernah dilakukan, biar roh itu tahu
bahwa perbuatan jahatnya tidak bisa disembunyikan. Para roh setelah naik

kepanggung pada ketakutan dan gemetar. Takut melihat dosanya muncul di cermin.
Coba kita lihat naik keatas panggung dan menyaksikannya.

Yang Shen

Baiklah, lihat biar jelas.

Jendaral penjaga panggung : Chi Hoet dan Yang Shen

Chi Hoet

Tidak usah sungkan, kami guru dan murid menerima titah untuk mengarang buku
keliling alam baka. Hari ini tiba disini, silakan Jendral antar Yang Shen ke atas
panggung untuk menyaksikan

Yang Shen

Guru, kamu juga harus ikut. Kalau tidak saya tidak berani jalan, karena tempat ini
asing bagiku.

Chi Hoet

Boleh, kita ikut Jendral ke atas dan berdiri disini untuk menyaksikan.

Yang Shen

Oh ! Orang tua itu dikawal ke depan cermin dan kenapa kini yang terlihat dicermin
dia masih muda. Sedang melompat dari tembok pagar satu rumah dan membuka
jendela masuk ke dalam kamar. Didalam terlihat sepasang suami istri sedang tidur,
pemuda itu seperti mau mencari sesuatu, membuka kotak lemari dan laci-laci, tiba-
tiba pria yang sedang tidur itu bangun dari tidur dan melihat semua itu dia berteriak
dan tiba-tiba pemuda itu mencabut pisau dan menusuk pria itu, ai ! darahpun
berceceran, saya tidak berani melihat lagi.

JendralTidak apa, tidak usah takut. Itulah keajaiban dari CERMIN DOSA orang tua itu waktu
masih muda. Suatu kali dia masuk kerumah orang lain mau mencuri karena
ketahuan hingga dia mencabut pisaui dan menusuk mati tuan rumah, kini orang
itupun meninggal dating kea lam baka dan di cerminkan perbuatan nya, jelas
terlihat perbuatan dosa dan kejahatannya.

Yang Shen

Cermin ini terbuat dari benda apa ? sangat ajaib.

Chi Hoet

Cermin ini terbuat dari kumpulan hawa murni dari langit dan bumi. Setiap roh yang
dating kemari pasti akan tercermin perbuatannya dan tidak bisa lolos. Sebenarnya

ini bukan kelihatan cermin nya melainkan karena manusia sejak kecil sampai tua,
seumur hidup banyak berbuat dosa. Karena manusia adalah makluk hidup yang
memiliki hawa roh apa yang dilakukan nya hanya dia sendiri yang tahu. Di dalam
hati nya seperti satu kamer, segala perbuatannya sudah di rekam/ di foto dan itulah
KACA HATI. Walaupun orang yang berbuat jahat sulit diketahui oleh orang lain,
namun setiap hati manusia sudah tahu jelas. Apa yang dikerjakan oleh tangan
maupun kaki tidak akan terlepas dari perhatian hati. Nah mesin manusia sendirilah
yang seperti Dewa dalam keadaan yang demikian rupa telah memotret kelakuan
sendiri dan setelah meniggal dihadapan ke cermin dosa di alam baka, karena
CERMIN DOSA terbuat dari kumpulan hawa langit dan bumi, maka begitu
bertemu dengan hawa roh manusia, terjadilah kontak hingga seperti foto-foto
kejadian yang terekam. Kini dicerminkan kembali untuk dilihat. Maka orang yang
berdosa akan terlihat di cermin dosa dan mereka tidak bisa berbohong atas
kelakuannya. Kitab Buddha mengatakan : SEGALA PERNUATAN LAHIR DARI
HATI, itulah sebabnya.

Yang Shen

Oh begitu ! tetapi bagaimana jika roh yang baik dating kemari ? apakah cermin itu
akan hilang manfaatnya ?

JendralRoh baik tidak usah dicerminkan, kamu tidak baca diatas panggung tertulis TIDAK ADA
ORANG YANG BAIK DI PANGGUNG CERMIN DOSA, orang yang baik setelah
meninggal, hawa rohnya bersinar, jika dicerminkan terlihat putih dan kosong
karena di dalam hati tidak terdapat bayangan IM. Maka tidak Nampak di cermin.
Jika roh baik pancaran sinarnya semakin terang bearti amal besarnya akan menuju
ke surga atau diserahkan ketingak lain untuk diperiksa jasa kebaikkan nya maka
tidak usah kemari. CERMIN DOSA juga disebut CERMIN KEJAHATAN setiap
perbuatan jahat di dunia, sampai kesini akan jelas kelihatan Yang Shen coba kamu
saksikan lagi.

Yang Shen

Ini seorang wanita muda dikawal kedepan cermin dosa, dia tidak berani ke depan
dan menangis sungguh kasihan melihatnya, namun prajurid alam baka tidak perduli
tetap dihadapka ke depan cermin. Wah tempat ini banyak pria mondar-mandir,

dalam rumah terpasang beraneka lampu warna-warni seperti tempat pelacuran yang
ada di dunia.

JendralMemang itu tempat pelacuran.

Yang Shen

Tiap-tiap rumah banyak terdengar suara perempuan yang lemah lembut, benar-
benar memabukkan, saya tidak berani melihatnya lagi. Guru, mari kita pulang.

Chi Hoet

Kamu bisa merasa malu, didalam pikiran mu masih terdapat sopan santun, benar-
benar murid yang disayangi oleh ketua Vihara, tidak seperti perempuan muda ini
jual badan untuk mendapatkan uang, omongannya penuh dengan bahasa yang
kotor, tidak tahu malu sebagai perempuan, benar-benar dosa besar karena dapat
penyakit kelamin, sehingga meninggal rohnya tidak terlepas dari hukuman dineraka
nanti. Nasihat wanita-wanita didunia, mereka harus menyayangi badan sendiri,
jangan sampai terjerumus ke rimba pelacuran untuk menemani pria, menjual
kecantikkan menemani tidur pria, masih terdapat betapa besar dosanya bagi pria
yang suka melacur, juga terdapat dosa yang sering berbuat kotor harap perbaiki
kelakuan yang demikian. Yang Shen kita siap pulang.

JendralKalian tidak mau lebih lama disini ?

Yang Shen

sudah menyaksikan keadaan panggung CERMIN DOSA, tidak berani melihat terus,
begitu banyak roh yang terlihat perbuatan mereka dan saya juga dari alam dunia,
disini akan menambah malunya mereka, lebih baik saya permisi.

Chi Hoet

Terima kasih atas petunjuk Jendral, kami sekarang mau pulang ke Vihara, lain kali
meninjau ke tempat KURSUS KITAB KEMBALI. Yang Shen, cepat naik ke
Teratai, siap pulang

Yang Shen

Saya jadi ketakutan.

Chi Hoet

Takut apa, baik-baiklah jadi orang akan terhindar membuat kemaluan sendiri.
Vihara Shen Shien telah tiba. Ynag Shen cepat turun, Roh kembali ke badan.

BERKELILING DI ALAM NERAKA

BAB 7

MENGUNJUNGI PUU CIN SO

(TEMPAT KURSUS KENG KEMBALI)

TAHUN 1976, LUN PE GWEE, CE KAO

Chi Hoet

Hari ini siap berangkat ke alam baka, Yang Shen harus duduk mantap di Teratai,
tidak boleh bimbang hati.

Yang Shen

Ya guru. Memandangi alam baka sungguh menyedihkan, benar-benar tidak tega
melihatnya.

Chi Hoet

Para roh sudah pantas di hokum, kamu tidak usah merasa kasihan. Berangkat !
sudah tiba, cepat turun.

Yang Shen

Rumah ini kenapa begitu gelap dan terdengar suara rintihan dari dalam.

Chi Hoet

Inilah tempat KURSUS KENG KEMBALI, kita meninjau dan melihat.

Yang Shen

Mari jalan… diatas pintu tertulis 3 huruf PUU CIN SO. Disana sudah dating 2
jendral, tidak tahu siapa.

Chi Hoet

Mereka adalah jendral penjaga pintu.

JendralMenyambut kedatangan Chi Hoet dan Yang Shen.

Chi Hoet

Tidak usah sungkan, hari ini saya ajak Titah suci Yang Shen kemari meninjau PUU
CIN SO, harap Jendral antar.

JendralYa, ikutilah saya. Kalian boleh masuk kedalam lewat pintu samping karena pintu depan
tidak terbuka jika bukan hari besar, maka akan dating para Dewa Hoet dari arah

barat, ada Hoet Co dan Tao Co yang datang kemari untuk berceramah pada
pendeta, imam dll.

Yang Shen

Bisa masuk kesini saja sudah mujur, lewat pintu manapun sama. Di dalam ruangan
PUU CIN SO gelap tidak bercahaya, saya lihat disini juga tidak apa-apa, tidak usah
masuk kedalam.

JendralTidak apa-apa, saya ajak kamu jalan, tidak usah takut.

Yang Shen

Baiklah ruangan ini seperti terbuat dari kayu, seperti sudah lama tidak diperbaiki
dan agak rusak. Disekeliling ruangan banyak lubang kecil, didalam terdapat ribuan
orang yang berpakaian pendeta, imam atau ho song dengan lampu minyak yang
kecil sedang membuka buku-buku KENG, membaca dan keadaannya sangat
menderita.

Chi Hoet

Mereka itu pendeta, ho song atau imam waktu masih hidup di dunia kerjanya
membaca doa keng untuk orang yang sedang kesusahan ( kematian) tetapi tidak
sungguh membaca doanya, ada yang baca doa bahasanya dikurangi, atau salah baca
doa, maka setelah meninggal harus kemari : PUU CIN SO untuk kursus doa-doa
lagi dan bahasa Keng nya, dan hanya mengandalkan sinar yang kecil, sekecil
kunang-kunang itu untuk membaca. Jika tinggal satu huruf saja maka akan
dihukum baca ulang sampai seratus. Setelah lulus membaca baru ditentukan lagi
jasa kehidupan nya.

Yang Shen

Kalau begitu, buku-buku Keng karangan Wihara kami siapa yang berani baaca, biar
banyak orang yang sungguh-sungguh membaca Keng, namun karena bahasanya
tidak tepat suaranya, apakah kemudian dihukum kemari juga ?

JendralBukan begitu, yang datang kemari adalah orang-orang yang kerjanya “waktu masih hidup
didunia terima uang orang-orang lain dan kerjanya baca doa untuk orang yang
sedang kesusahan”. Maksudnya baca Keng untuk menghilangkan kecelakaan, tetapi
tidak sungguh-sungguh baca doa hingga habis, maka di hokum kemari, kalau

sendiri yang baca Keng/doa, karena tujuan nya lain dan bukan bermaksud untuk
cari uang, biar ada kesalahan namun akan di maafkan oleh Yang Maha Kuasa.

Yang Shen

Api lampu yang sekecil kunang-kunang itu, seakan-akan mau mati bila ditiup oleh
angina alam baka. Para pendeta Hong Song seperti umumnya sudah tua, matapun
suram, seperti tidak kelihatan, masih melihat dan membaca huruf-huruf doa/keng
yang begitu kecil, sungguh kasihan. Setiap orang kelihatannya sudah kecapaian dan
sengsara.

JendralUang satu barangpun satu, sudah menerima uang orang lain, namun tidak beres kerjanya,
harus dihukum sedemikian.

Chi Hoet

Nasihat para pendeta, Imam dan Ho Song didunia. Membaca doa/keng sebenarnya
bisa untuk sembayang yang benar dan juga bagus untuk dirinya, namun jika untuk
kerjaan maka haruslah hati-hati dan dibaca sungguh-sungguh, tidak boleh asal baca
atau mengurangi bahasa doa/keng. Kalau tidak, sudah tidak bisa buat selamat bagi
orang lain. Sendiripun dapat kecelakaan. Setelah mati harus dihukum baca keng
sampai beribu-ribu kali.

JendralSetiap Ce It dan Cap Go (tanggal 1 dan 15 menurut kalender cina) Hoet (Buddha) Tao dua
ketua akan mengajak para muridnya kemari, meninjau dan mengajari bahasa keng
yang benar, supaya yang tepat, para umatnya sudah berbuat kesalahan, masih
merepotkan para Dewa turun kemari ikut menderita. Sungguh mulia para Dewa
Hoet, maka umat didunia harus menyadari bahwa setitik, setetes juga tidak dapat
terhindar dari tindakan di alam baka.

Yang Shen

Kini saya sudh mengerti, banyak terima kasih atas petunjuk Jendral.

Chi hoet

Yang Shen kamu boleh Tanya pada Ho Song ini kenapa dia sampai kemari ?

Yang Shen

Baik ! Ho Song, kenapa sampai kemari ?

Ho Song

Kau jangan panggil saya Ho Song, waktu didunia saya hanya Ho Song yang
berkepala merah, kerjanya sehari-hari hanya membaca keng untuk keluarga yang

sedang kesusahan, seperti baca keng untuk mengantar roh karena saya tidak sekolah
dengan baik ada bahasa Keng yang saya sendiripun tidak tahu kama saya hanya
mengikuti suara lonceng dan gendang, membaca NGI2 NGO2. orang lain tidak
tahu apa yang say abaca. Kadang-kadang kalau mau mengejar waktu maka bahasa
keng saya kurangi membacanya, yang penting saya dapat uang, tidak perduli
mereka yang sudah mati bisa tiba kesurga atau tidak, maka setelah saya meninggal,
saya dikawal ke TINGKATAN PERTAMA dan dihukum disini, sudah satu tahun
tambah dua bulan lagi, seumur hidup. Karena sudah banyak menghilangkan bahasa
Keng pada saat membaca, maka saya harus menderita sengsara disini. Sudah capai
membaca belum juga lulus membaca semua Keng, mata saya sekarang merah dan
sangat sakit. Setelah lulus membaca Keng disini, mungkin saya akan dibawa ke
TINGKAT KE DUA untuk menerima hukuman lain. Karena waktu masih hidup
saya juga pernah jahat pada orang lain, biarpun sekarang saya menyesal seudah
terlambat, harap kamu memberitahukan para pendeta, imam dan Ho Song di dunia
kalau disuruh orang untuk baca Keng harus benar-benar kerjanya dan jangan seperti
saya. Sekarang hanya bisa minta tolong pada orang lain.

Yang Shen

Ho Song ini sunggu kasihan, apakah guru guru bisa menolong dia ?

Chi Hoet

Dosa yang diperbuat olehnya harus ditanggung sendiri. Waktu hidup didunia dia
cukup senang, sekarang biar dia pendeta, jangan kamu banyak mencampuri urusan
orang lain. Kita disini dapat titah untuk mengelilingi alam baka, urusan lain jangan
kita ikut campur, karena ini wewenangnya hokum alam baka. Waktu sudah tiba
mari siap pulang.

Yang Shen

Terima kasih jendral, kalian para pendeta, Ho Song baik-baiklah membaca.

Chi Hoet

Cepat naik ke atas Teratai, Wihara Shen Shien sudah tiba, Yang Shen turun, toh
kembali kebadan.

BERKELILING DI ALAM NERAKA

BAB 8

MENINJAU KOTA MATI PENASARAN

TAHUN 1976, LUN PE GWEE, CAP LAK

Chi Hoet

Tahun ini dua kali TAN CIU sejak menerima Titah untuk mengarang buku
MENGELILINGI ALAM BAKA sampai kini sudah hamper satu bulan, waktu
cepat benar berlalu. Harap manusia di dunia cepat sadar dari mimpi, apakah bulan
selalu purnama ? Tahun kapan lagi bisa ketemu TAN CIU ? Betapa gembiranya
manusia di dunia, ngobrol dan cari angina di bawah sinar bulan purnama. Namun
sebaliknya di neraka tidak Nampak sinar matahari dan cahaya bulan. Para roh
disiksa sambil menjerit-jerit, benar-benar menyedihkan, Yang Shen siap keliling
alam baka.

Yang Shen

Ya, waktu cepat berlalu, sudah satu bulan, masih belum selesai mengarang buku
yang seperti sepuluh. Saya takut sulit menyelesaikan tugas ini.

Chi Hoet

Yang penting berprinsip teguh dan jujur. Tetapkan hati nurani, niscaya pintu
Neraka Sepuluh Tingkatpun akan terbuka lebar-lebar agar kamu bisa melihatnya.
Jangan bimbang, cepat naik ke atas Teratai.

Yang Shen

Sudah mantap duduk, silakan berangkat.

Chi Hoet

Sudah tiba, cepat turun.

Yang Shen

Hari ini ke tempat KOTA MATI PENASARAN. Di depan terdapat sebuah kota,
pintu nya sedang tertutup dan di atas nya tertulis HUANG SI CHEN (Kota MAti
Penasaran). Tiga huruf, apakah mau masuk ke dalam untuk meninjau ?

Chi Hoet

Ya, memang hari ini kita mau meninjau KOTA MATI PENASARAN, mari kita
masuk ke dalam.

Yang Shen

Kenapa pintu kota ini tertutup, bagaimana kita bisa masuk ?

Chi Hoet

Pintu kota ini adalah pintu otomatis. Seperti pintu yang terdapat di took serba ada di
dunia, para roh yang mati penasaran pasti di kawal ke mari, karena dia matinya
tidak wajar. Hawa roh nya tidak rela sampai di depan pintu, terjadilah kontak,
hingga pintupun terbuka sendiri, karena benda-benda yang terdapat di alam baka
semua terbuat dari hawa langit dan bumi (Im dan Yang) berubah menurut hati, mari
saya kipaskan dan pintu akan terbuka.

Yang Shen

Guru, ilmu mu sungguh hebat, bolehkan saya pinjam kipas ini ke alam dunia dan
menunjukkan kehebatan, biar manusia di dunia melihat nya ?

Chi Hoet

Kau jangan serakah, terlalu serakah akan cepat kemasukkan setan, orang yang
bertapa tidak usah meminta Dewa untuk menjelma, bertapa harus tenang hati, biar
tidak ada urusan hati tetap semangat, ialah “Dewa Kecil” buat apa mengambil kipas
ini, akan merepotkan.

Yang Shen

Ya, ya terima kasih atas petunjuk guru. Saya jadi malu, di depan sedang datang
sebaris orang, siapa mereka ?

Chi Hoet

Mereka adalah pejabat dan Jendral dari Kota Mati Penasaran siap menyambut kita.

PejabatMenyambut Chi Hoet dan Yang Shen dari dunia untuk meninjau kemari, silahkan ikut
kami masuk ke dalam kota.

JendralSelamat datang Chi Hoet dan Yang Shen di sini sudah dapat pemberitahuan bahwa kalian
akan kemari untuk meninjau dan mengarang buku, menasihati dunia.

Yang Shen

Selamat bertemu para Dewa, saya dan guru hari ini tiba di sini harap di berikan
banyak petunjuk.

PejabatTidak usah sungkan, cepat berdiri, ikut kami ke dalam kota.

Yang Shen

Di sini seperti penjara yang besar, luas nya tidak terhitung, apakah manusia begitu
banyaknya dalam Kota Mati Penasaran.

PejabatTiap hari ada roh mati penasaran kemari, saya ajak kamu meninjau dari kamar penjara
pertama.

Yang Shen

Kamar ini terdapat banyak anak-anak kecil, pada berdarah dimukanya dan tidak
berhenti menangis, ada yang sedang tiduran di tanah, sungguh menyedihkan dan
kasihan. Kenapa tidak di bebaskan ?

JendralMereka adalah anak-anak yang keguguran, dibuat manusia didunia karena sudah jadi
manusia, hati nurani nya sudah meninggal hingga kemari karena manusia di dunia
tidak mau melahirkan lalu kandungan nya di gugurkan atau anak-anak hasil
hubungan gelap, sehingga belum dilahirkan sudah dibuat meninggal di gugurkan
dalam kandungan, kini hati nuraninya menjadi benci kepada kedua orang tuanya,
selain membuat hambur keuangan, kedua orang tua nya di alam baka ini juga masih
ada lagi pembalasan bila orang tuanya meninggal dunia, karena itu nasihat para
manusia di dunia, jangan sembarangan menggugurkan kandungan, perbuatan itu
sungguh tidak berprikemanusiaan. Masih terciptanya hubungan badan yang tidak
benar, maka bagi yang pernah menggugurkan kandungan mulai kini harus
memperbaiki perbuatan masing-masing dan berbuatlah banyak amal kebaikkan
supaya bisa mengurangi dosa nantinya di alam baka.

Yang Shen

Oh begitu, saya mau Tanya jendral, apakah orang yang meninggal karena
kecelakaan juga mau ke Kota Mati Penasaran ?

JendralTidak demikian seperti para jendral atau prajurit yang meninggal karena membela Negara
nya, mereka berkorban demi Negara, yang dijuluki sebagai pahlawan mereka selain
tidak usah ke Kota Mati Penasaran. Namun roh mereka akan diperlakukan
istimewa, ada yang masuk ke surga, ada yang menjadi Dewa, ada yang
bereinkarnasi kembali menjadi manusia yang benar, seperti di dunia juga terdapat
tugu pahlawan untuk di sembayangi. Itulah pembalasan kebaikkan para pahlawan,
dengan para manusia dihasihati haruslah mencintai Negara. Sejak dulu yang telah
berbakti dan berjasa pada Negara akan selalu di kenang.

Yang Shen

Benar apa yang dikatakan Jendral.

Chi Hoet

Langit dan Bumi mencintai KEBAKTIAN. Sejak dulu para pahlawan demi berbakti
pada negaranya sehingga mengorbankan nyawanya, bisa menggemparkan langit
dan bumi. Desa setan pun menangisinya. Karena itu banyak menjadi dewa, hari ini
waktunya sudah tiba. Saatnya kita pulang Yang Shen cepat permisi pada Jendral
dan Pejabat.

Yang Shen

Terima kasih pejabat dan jendral. Karena waktu tidak mengijinkan kami mau
permisi sekarang.

PejabatKalau ada kekurangan harap Chi Hoet dan Yang Shen memakluminya.

Chi Hoet

Tidak apa-apa, kami guru dan murid sekarang mau pulang. Yang Shen naik ke atas
Teratai.

Yang Shen

Guru, saya sudah duduk.

Chi Hoet

menyesali manusia di dunia benar-benar kejam, hanya tahu percintaan hingga tega
membuang anak yang masih dalam kandungan, sungguh sedih. Para Dewa Hoet
pun tidak tega melihat nya. Wahai manusia perbaikilah perbuatan kalian, jangan
hanya karena nafsu belaka hingga berbuat dosa lebih baik berumah tangga yang
benar, hidup rukun dan menyambung keturunan dari kenikmatan yang benar dan
berbuat kebaikkan untuk masyarakat. Wihara Shen Shien sudah tiba roh kembali ke
badan.

BERKELILING DI ALAM NERAKA

BAB 9

MENGUNJUNGI KEMBALI KOTA MATI PENASARAN

TAHUN 1976, LUN PE GWEE, CE CAP KAU

Chi Hoet

Kini hati manusia sudah condong ke jaman kemajuan, serta modern sehingga
terhadap pelajaran batin dan kepercayaan, di anggap omong kosong, tidak tahunya
benda bisa rusak. Namun hati nurani tetap hidup. Surga dan neraka karena pilihan

manusia yang sekejab, surga tidak jauh, mau insaf bisa ketemu dan neraka juga
dekat asal mau bertapa bisa hindari. Betapa sedihnya pemandangan di dalam Kota
Mati Penasaran, Yang Shen bersemangatlah hari ini kita mengelilingi alam baka
lagi.

Yang Shen

Guru, saya sudah siap, berangkatlah …

Chi Hoet

Sudah tiba.

Yang Shen

Bukankah kita pernah kemari ? kenapa tidak kita berhenti diluar Kota Mati
Penasaran dan langsung menunggu disini.

Chi Hoet

Buddha memandang EMPAT KELIHATAN sebagai kelihatan kosong, pintu
nerakapun terlewati, karena KELIHATAN KOSONG, bebas melintasi, tidak akan
terhalangi. Pertama kali ketika kamu ku ajak kemari, berhenti diluar pintu Kota
Mati Penasaran supaya kamu bisa maju selangkah demi selangkah, karena hari ini
waktunya terbatas maka langsung menerobos kemari, harap manusia didunia
mengerti, jika bertapa bisa menghilangkan nafsu birahi, akan bebas dari tahanan di
penjara, akan seperti saya ini, bebas kesana ke mari.

Yang Shen

Guru, apa yang kamu ajarkan akan saya terima. Oh didepan ada pejabat dan jendral
sedang menuju kemari.

Chi Hoet

Cepat berikan salam.

Yang Shen

Selamat bertemu lagi, pejabat dan jendral, banyak terima kasih atas petunjuk kalian
tempo hari, hari ini merpotkan lagi, mohon harap maklum.

PejabatTidak berani, silahkan Chi Hoet dan Yang Shen ke dalam dan meninjau kembali Kota Mati
Penasaran jelaskan keadaan disini di dalam buku untuk menasihati para manusia di
dunia.

Yang Shen

Banyak terima kasih, guru mari ikuti mereka ke dalam.

Chi Hoet

Kamu ikuti jendral dan pejabat saja, saya ada urusan lain, mau pergi sebentar.

Yang Shen

Guru mau kemana, nanti siapa yang mengajak saya pulang.

Chi Hoet

Kamu tidak usah bingung, setelah waktunya tiba, saya akan kembali menjemput
kamu.

JendralYang Shen, kamu tenang saja, ikut saya, jalan !

Yang Shen

Dalam kamar yang dua ini memisahkan tahanan laki-laki muda dengan wanita
muda, ada yang rambutnya terkulai wajahnya kelihatan sangat pucat dan
memandangi saya terus. Pejabat, kenapa mereka di kurung disini ?

JendralMereka itu pacaran tapi tidak disetujui sehingga nekat minum obat atau bunuh diri setelah
mati akan di tahan disini, harap manusia di dunia jangan berbuat nekat karena
percintaan, tidak ada artinya. Sudah tidak bisa berpasangan dan sulit untuk hidup
berdua.

Yang Shen

Dalam penjara ini kenapa terkurung orang-orang yang patah kaki, hilang tangan
atau otaknya hancur bermandikan darah sedang merintih kelihatan nya sungguh
kasihan.

PejabatMereka itu meninggal karena kecelakaan atau meninggal ke tabrak mobil, karena ajal
sesungguhnya belum tiba, termasuk mati penasaran, rohnya akan di tahan di sini,
sampai ajalnya yang benar sudah tiba baru diserahkan Yiam Wong untuk disidang.
Supaya adil.

Yang Shen

Mana bisa begitu, sudah meninggal karena kecelakaan sudah kasihan, kini ditahan
lagi disini, tidak boleh bereinkarnasi lagi, saya pikir ini kurang adil.

PejabatKamu hanya mengerti urusan pertama, tapi tidak tahu urusan (alas an) lain lagi, ada yang
memang ajal kematian nya ditakdirkan begitu ada yang memang dirinya sengaja
mati ditabrak mobil. Karena itulah, manusia didunia suka memaki langit maupun
bumi, kenapa orang yang sering berbuat amal kebaikkan meninggalnya sering

ketabrak mobil. Bernar-benar tidak adil atau bertapa cara Buddha demi kebaikkan,
kenapa masih diganggu setan atau cobaan lain nya. Apakah langit sudah tidak
melihat matanya ? tidak itu karena sudah takdir yang ditentukan, supaya bisa
melatih hati manusia lulus dari segala ujian baru menjadi manusia di atas manusia
yang lain, apalagi badan hanya tubuh belaka biar sudah hancur namun hati,
semangatnya tidak mati.

Yang Shen

Sudah ada takdir karmanya dalam TIGA KALI KEHIDUPAN DI DUNIA,
KENAPA ADA LAGI YANG DISEBUT MATI PENASARAN ?apakah itu
bukan saling bertentangan. Kalau begitu manusia di dunia tidak akan percaya
adanya hokum karma, coba pejabat jelaskan jangan sampai saya kebingungan.

PejabatKarma TIGA KALI KEHIDUPAN didunia hanyalah sebagian dalam kehidupan manusia,
sebenarnya manusia sejak dulu lahir kedunia sudah melewati beberapa kali nya
kembali manusia dan karma kehidupan yang telah terkumpul berapa banyaknya.
Buddha membicarakan TIGA KALI KEHIDUPAN DI DUNIA karmanya. Maka
sebutlah karma yang telah terbuat di KEHIDUPAN TERDAHULU.KEHIDUPAN
KINI dan KEHIDUPAN YANG AKAN DATANG, tetapi yang disebut kehidupan
dulu adalah kehidupan yang lalu, kehidupan beberapa kali yang dahulu, manusia di
dunia salah menangkap artinya, bahwa karma yang terdapat di kehidupan sekarang
ini karena akibat perbuatan di kehidupan yang dulu, bukan begitu yang boleh
dikatakan bahwa KEHIDUPAN DULU HANYA BISA DINILAI 7 BAGIAN,
KEHIDUPAN SEKARANG HANYALAH 3 BAGIAN artinya tidak bisa dirubah,
namun nasib bisa di geser.

Yang Shen

Oh begitu. Segala manusia didunia, apapun yang terjadi dianggap karma yang dari
kehidupan yang dulu sudah takdirnya begitu, hingga timbul pemikiran yang salah
sebetulnya tidak boleh begitu. Coba dikamar kurungan depan, terdengar jeritan
kesakitan tidak henti-henti nya. Yang adalah roh-roh yang berdosa apa lagi ?

PejabatMereka adalah roh-roh yang mati di bunuh atau roh yang meninggal karena saling
membunuh.

Yang Shen

Apakah membunuh orang atau dibunuh karena karma, sudah ajal kematian tiba
kenapa dikurung di Kota Mati Penasaran ?

PejabatAlasan sama, benar ada yang memang pembalasan karma, sehingga mati saling
membunuh, namun ada sebagian manusia waktu hidup didunia tidak berbuat amal
kebaikkan, namun berbuat jahat itupun asalnya mati penasaran, harap manusia
didunia bisa mengerti uraian ini. Jangan bilang saya bunuh mati dia karena dia
punya hutang nyawa pada saya dikehidupan dulu. Ada pepatah bilang MUSUH
BISA DIDAMAIKAN TETAPI JANGAN CARI PERMUSUHAN. Biar saling
punya hutang, bisa tidak ditagih, lebih bagus dan dapat jasa kebaikkan pula. Jika
para manusia bisa menghilangkan pikiran yang mau menang sendiri, rukun dengan
orang lain kehidupan yang akur seperti di langit tidak mengganggu bumi. Maka
penghuni di neraka akan kosong, karmapun tidak ada lagi. Karena itu manusia
harus menyayangi badan sendiri. Jaga perbuatan dan banyak sembahyang dan yang
disebut karma KEHIDUPAN DULU kini terbatas hanya kebetulan. Tetapi kalau
benar-benar berbuat kejahatan, ini merupakan berbuat dosa baru dan ini
menimbulkan karma di kehidupan yang akan datang.

JendralYang dikatakan pejabat, benar-benar tepat alas an nya, manusia di dunia harus sadar, jika
tidak percaya alas an itu, manusia didunia tidak perlu bertapa lagi menyebutkan
yang punya tulang Buddha pun dasarnya Dewa yang lulus jadi Dewa Hoet atau
bilang saya ditakdirkan kaya tetapi tidak mau bekerja itu sudah salah besar.

Chi Hoet

Saya sudah kembali yang dikatakan oleh pejabat dan jendral tadi adalah alasan
yang dari ajaran yang tepat, bisa menyadarkan manusia sejak terciptanya dunia ini
setiap manusia adalah Dewa-Dewa Hoet. Karena berbuat kesalahan dengan
memikirkan keduniawian saja hingga menutup hati nurani asalnya. Maka tidak bisa
kembali ke asalnya. Karena itulah diturunkan ajaran yang benar, agar setiap
manusia mau bertapa untuk menyucikan diri dan bisa menghapuskan : KARMA
hingga kembali ke waktu aasal dulu. Para umat di dunia jangan bermimpi lagi,
maka cepatlah bertapa agar jadi Dewa dan bagi yang tidak bertapa akan terjatuh ke
alam jalanan reinkarnasi. Dewa dan setan juga berasal dari manusia yang dijadikan

dan bukan yang di tentukan oleh langit, lihatlah ke dalam KOTA MATI
PENASARAN bisa dibuktikan. Waktu sudah tiba, bersiaplah Yang Shen untuk
pulang dan banyak terima kasih pada pejabat dan jendral atas bantuan nya untuk
mengarang buku ini dan menjelaskan keadaan KOTA MATI PENASARAN dan
menghilangkan kepercayaan yang menyesatkan.

Yang Shen

Benar-benar suatu ilmu pengetahuan yang dalam, jika tidak dapat petunjuk pejabat
serta guru, manusia di dunia tidak akan mengerti. Harap guru bisa memberikan
penjelasan tentang ALASAN AJARAN lebih banyak agar bisa lebih menyadarkan
manusia, biar orang yang bertapa dapat pegangan dan petunjuk jangan sampai
sudah meninggal masih belum atau tidak mengerti artinya AJARAN.

Chi Hoet

Itu adalah kewajiban saya untuk menolong manusia jadi benar dan sempurna, cepat
siap pulang.

Yang Shen

Saya sudah siap dan sudah mantap duduknya, silakan berangkat.

Chi Hoet

Wihara Shen Shien telah tiba, Yang Shen turun dan roh kembali ke badan.

BERKELILING DI ALAM NERAKA BAB 10

BAB 10

MENGUNJUNGI TINGKATAN KE II DAN

MENGOBROL DENGAN CHUU CHIANG HUANG DAN

MENINJAU TEMPAT BERCERAMAH

TAHUN 1976, LUN PE GWEE, JI CAP LAK

Chi Hoet

Keliling alam baka untuk mengarang buku, sungguh membuat repot manusia dan
para Dewa. Demi menolong manusia di dunia maka rela berkorban, namun :
MENYENANGKAN BERBUAT AMAL, para murid ikut-ikutan menjadi capai

menunggui sampai tengah malam. Buddha, sayapun terharu dan kini tiga lapisan
saling menunjang, lapisan atas temnus kelangit, lapisan tengah ke para manusia dan
lapisan bawah tembus ke alam baka. Manusia dan langit sibuk bersama dan pintu
kesucian terbuka, menurunkan ajaran yang benar, bagi yang bertapa ada jodohnya
bisa lulus dari tapaan. Yang tidak berjodohpun bersembahyang demi kebaikkan.
Dari jalanan yang jauh di Surga, melihat Wihara amal pada berdiri dan dimana-
mana Nampak kedamaian tertolonh oleh roh-roh dosa di alam neraka. Hari ini akan
mengajak Yang Shen keliling Neraka 1 lagi, menjelaskan keadaan neraka kepada
dunia. Yang Shen siap berangkat !

Yang Shen

Saya sudah siap

Chi Hoet

Hari ini yang akan kita kunjungi adalah tingkatan kedua, harus semangat.

Yang Shen

Siap ! jika terdapat kesalahan atau kekurangan, harap guru memarahi saya.

Chi Hoet

Tidak apa-apa. Cepat duduk yang benar. Siap berangkat. Sudah tiba, cepat turun.

Yang Shen

Di depan sudah datang sebaris orang dan di tengah Nampak seorang yang kokoh
badan nya dan berpakaian jubah yang kuno seperti pakaian Dewa yang ada di
dalam foto di wihara dan mengkilap lagi, sungguh gagah serta disamping nya ada
jendral pengawalnya.

Chi Hoet

Dia adalah Chuu Chiang Huang ( Yiam Wong Chuu Ching) dari Tingkatan kedua,
cepat beri hormat.

Yang Shen

Salam jumpa, CHuu Chiang Huang dan para pejabat Dewa.

Yiam WongTidak usah beri hormat, cepat bangun. Selamat datang Chi Hoet dan Yang Shen
kemari. Tingkatan disini telah menerima Titah bahwa Wihara kamu mau
mengarang buku KELILING ALAM NERAKA serta meninjau ke sepuluh
tingkatan neraka dan tadi baru menerima surat dari Choi Hoet. Mengetahui hari ini
kalian mau datang, maka menyambut kemari. Silakan kalian masuk kedalam
ruangan.

Chi Hoet

Terima kasih. Yang Shen mari kita ikut Yiam Wong ke dalam.

Yiam WongSilakan duduk diruangan tamu ini. Jendral, tuang the !

Yang Shen

Terima kasih, malam ini merepotkan, harap di maafkan dan mohon Yiam Wong
banyak memberikan petunjuk dan menjelaskan keadaan dari Tingkatan Kedua ini.

Yiam WongTidak usah sungkan. Tingkatan Kedua ini boleh dikatakan tempat yang mulai
menggunakan hukuman dalam sepuluh tingkatan. Roh-roh yang diserahkan dari
Tingkatan kesatu, dosa-dosanya dibuat jelas namun masih ada roh dosa yang
bandel, karena sudah kebiasaan biar sudah masuk ke Neraka tetap mau insaf, maka
sesampainya disini akan dibukakan BUKU PERBUATAN yang menunjukkan
dosa-dosanya. Jika termasuk kuasa Tingkat Kedua ini, maka akan dihukum
kedalam enam belas neraka kecil atau neraka kecil yang baru didirikan untuk
dihukum disana. Karena keadaan di dunia kian diperbaharui, maka di dalam neraka
ditambah banyak penjara, artinya mengikuti jama dan juga untuk menghukum para
roh yang berdosa.

Chi Hoet

Perubahan ilmu matematika terjadi dibumi dan banyak menciptakan benda yang
menjadi pemandangan dilangit. Perubahan apapun yang ada didunia maka baik di
surga maupun dineraka akan terlihat keadaan nya. Maka apapun perbuatan
manusia, yang terjadi dirumput atau di pohon, langit akan seperti kaca yang besar
dan langsung mencerminkan dan memancarkan ke istana bumi dan terlihat jelas,
jangan menganggap bahwa dunia sudah maju. Dewa dan setan bisa menghilang,
menciptakan segala benda yang kelihatan untuk memenangkan benda yang tidak
kelihatan. Tidak tahunya justru yang tidak kelihatan itu yang berkuasa dan itu
karena gerakan para Dewa dan setan, manusia hanya dipergunakan.

Yang Shen

Oh begitu! Manusia di dunia bilang tidak pernah melihat neraka, tidak tahu nya kini
pemandangan itu jelas terlihat oleh saya. Sungguh aneh dan menakutkan, seperti
saya sudah datang kedunia yang lain.

Yiam WongKarena saya banyak tugas, tidak bisa lama-lama menemani kalian. Suruh jendral
yang mengajak Yang Shen keliling.

JendralSiap laksanakan.

Yang Shen

R oh-roh yang di depan ruangan ada yang kepalanya dijepit oleh papan dan tangan
diborgol rantai besi, lebih kasihan kelihatan nya dibandingkan terhukum di dunia
Yiam Wong membuka siding, memukul meja dan berteriak seperti orang desa yang
memarahi kerbau.

JendralWaktu terbatas, Yang Shen jangan lama-lama disini ikuti saya keluar ruangan.

Chi Hoet

Mari jalan, jangan lihat disini lagi.

Yang Shen

Kenapa tempat ini banyak orang yang berkumpul namun pada diam tidak
bersuara ?

JendralKarena sekarang sedang waktu nya TIGA LAPISAN SALING MENUNJANG, maka TI
CHANG WANG PO SAT di setiap tingkat didirikan tempat untuk berceramah.
Setiap roh dosa yang dineraka jika masih terdapat hati nurani yang baik atau roh
yang waktu disiksa terlihat kelakuannya menurut maka diberikan kesempatan untuk
bergiliran ketempat berceramah untuk mendengarkan ceramah para Dewa Hoet.
Itulah sebab nya mereka berjalan hati-hati dan tidak berani bersuara, coba kamu
lihat mereka sedang antri masuk kedalam ruangan itu.

Yang Shen

Bearti di dalam neraka juga terdapat tempat berceramah untuk menyadarkan serta
menolong roh-roh yang berdosa supaya cepat insaf, tidak kalah dengan wihara di
dunia serta tempat agama-agama lain yang tujuan nya mengajarkan kebaikkan pada
manusia. Sungguh mulia hati para Dewa Hoet tidak kenal lelah, turun ke bumi /
dunia dank e neraka untuk menolong sesame dan roh-roh.

Chi Hoet

Kita ikuti Roh masuk.

Yang Shen

Baik, didepan pintu besar atas ada sebuah palang nama tertulis TEMPAT
BERCERAMAH DI TINGKAT SATU, setiap roh jika masuk harus mampir
kesebuah pos kecil yang seperti pos keamanan di pabrik untuk lapor diri, kemudian
masuk ke dalam.

JendralItu tempat Jendral yang jaga pintu. Tugasnya mengawasi roh-roh yang keluar masuk, kalau
tidak memegang kartu rekomendasi yang boleh ikut dengar ceramah dari neraka
kecil masing-masing, tidak dibolehkan masuk. Saya mau lapor dulu maksud kalian
kemari adalah mau mengarang buku, kalian tunggu sebentar, saya lapor dan
sekarang ikutlah saya ke dalam kelas dan tunggu di bangku barisan depan, tunggu
Dewa Hoet datang.

Chi Hoet

Sekarang waktunya Kwan Si Im Po Sat dari laut selatan tiba kemari, Yang Shen
bersujut menyambut kedatangan nya.

Yang Shen

Siap terima perintah Kwan Im Po Sat sudah naik ke panggung siap berceramah,
kursi-kursi di dalam kelas seperti kursi yang ada di dunia kurang lebih ada dua ribu
roh, nampaknya mereka semua pada bersenyum dan Kwan Im Po Sat berdiri di atas
teratai di panggung. Pakaian nya serba putih dan menyebari air air dalam botol
dengan mempergunakan daun Liau Niu. Guru, apa maksudnya ?

Chi Hoet

Air suci untuk dinikmati bersama, embun suci ditebar pula yang berjodoh dapat
pertolongan, artinya hati langit sungguh mulia tidak membedakan antara umat jika
mau insaf memperbaiki kesalahan, maka akan ditolong, itulah cita-citanya Kwan
Im Po Sat, janganlah bertanya lagi. Coba dengarkan ceramah Kwan Im Po Sat.

Ma Kwan ImChi Hoet dan Yang Shen dari dunia hari ini berkumpul kemari, saya sangat senang,
harap Yang Shen setelah mendengarkan ceramah saya, kembali kedunia
menerangkan dan menasehati para manusia di dunia. Juga para murid Wihara Shen
Shien demi menolong manusia hingga mengorbankan segalanya untuk berbuat
kebaikkan, benar-benar semangat yang terpuji dan dikemudian hari pasti dapat
kedudukan SHEN SHIEN / SUCI NAN MURNI, harap berjuang dengan sungguh-
sungguh.

Chi Hoet

Yang Shen cepat berterima kasih atas pujian Kwan Im

Yang Shen

Terima kasih atas dukungan Ma Kwan Im. Setelah kembali ke wihara Shen Shien
saya akan memberitahukan semua murid agar jangan mengecewakan harapan
Kwan Im Po Sat.

Kwan Si Im

Sekarang ceramah di mulai “Manusia dari dulu hingga lahir dan
meninggal,meninggal dan lahir, walau wujud badan sudah mati tetapi rohani tetap
hidup. Roh kalian hari ini tiba di alam baka belum sadar bahwa badan atau tubuh
adalah kepalsuan, hati nurani baru aslinya berat rasanya jika saat perpisahan
sehingga timbul hati yang kurang puas, kini harus sadar bahwa pandangan di dunia
hanyalah impian belaka. Jodoh dan kasih saying hanyalah karena karma, berputar
dan saling membalas. Satu karma dilunasi dan satu di impaskan maka kalian harus
sadar jika ada masih ada keinginan niat ke duni, reinkarnasi tidak aka nada
habisnya. Bayi lahir didunia pintar dan di sayangi walaupun rahasia langit
menonjolkan diri namun seperti lampu apinya tidak tahan di tiup angina maka tidak
tahan lama karena sifat manusia cepat lupa diri asalnya, sehingga berbuat kesalahan
karena liciknya hati, hingga tidak memancar kembali sinar murni aslinya atau
asalnya. Perbuatan jahat dan dosa-dosapun timbul, dunia jadi kacau. Maka
hilanglah perikemanusiaan, kini kalian jatuh ke neraka. Walaupun badan sudah
rusak namun dosa kejahatan tetap mengikuti, ketahuilah bahwa bayangan tetap
mengikuti badan. Jangan menganggap bahwa tidak terang maka tidak ada
bayangan. Apa yang di pikirkan otomatis hati bergerak dan pembalasan pun segera
tiba. Kalian kini berada di alam baka masih terdapat hati nurani yang benar, bisa
menyesali perbuatan kalian. Sekarang saya menasihati kalian, cepatlah insaf, baik-
baiklah terima hukuman sebagai latihan diri, agar impas dosa-dosa nya. Sabar dan
tahan kesakitan, hilangkan pikiran yang tidak puas, saya pasti mau menolong kalian
nanti.

Chi Hoet

Cepat antar.

Yang Shen

Ya, terima kasih Ma Kwan Im. Semua roh bersujud mengantar kepergiannya Kwan
Im dan banyak yang terharu dan menangis.

Chi Hoet

Kwan Im merasa kasihan pada para roh, maka memberikan ceramah dan nasihat.
Benar-benar hatinya Po Sat tergugah, harap para umat didunia cepat sadar. Jika
masih terdapat badan nya maka bertapalahdiri sekarang agar bisa menghindari
penderitaan di neraka, kalau mau berlatih nanti agak susah. Sekarang waktupun
tiba, saat nya kita kembali ke wihara.

JendralJika ada kekurangan harap Chi Hoet dan Yang Shen sudi memaafkan.

Yang Shen

Mana, sayakan manusia biasa. Tidak beerani memaafkan. Justru nanti saya yang
kurang ajar. Guru, kini disetiap tingkatan disediakan tempat ceramah, kapan roh
dosa bisa menghapus dosanya dan bebas kembali ?

Chi Hoet

Yang disediakan tempat berceramah disetiap tingkatan adalah dasar-dasarnya untuk
melatih hati nurani para roh, kemudian di latih lagi ketempat ceramah yang lebih
tinggi pelajaran nya dan jangan bertanya lagi. Sebab waktu sudah habis, naik ke
atas Teratai, siap pulang dan jangan lupa berterima kasih pada jendral yang
mengantar kita. Wihara sudah tiba. Yang Shen turun dan roh kembali ke badan

BERKELILING DI ALAM NERAKA BAB 11

BAB 11

MENGUNJUNGI NERAKA KECIL TANAH KOTORAN

AIR SENI DAN TINJA

TAHUN 1976, CAP GWEE, CE SHA

Chi Hoet

Kematian dan kelahiran adalah urusan besar di dunia dan manusia tidak lepas dari
kematian dan kelahiran. Pepatah Chang Chu : SAYA SEBENARNYA TIDAK
MAU LAHIR TETAPI SAYA LAHIR JUGA KE DUNIA INI, SAYA JUGA
TIDAK RELA UNTUK MATI NAMUN AJAL KEMATIANPUN TIBA. Artinya

kematian dan kelahiran bukan kekuasaan manusia juga tidak bisa menentukan
kelahiran atau kematian, karena manusia tidak tahu ajaran kematian dan kelahiran
atau kehidupan. Lahir dari mana, setelah mati pergi kemana ? karena tidak tahu
maka di kuasai oleh Yiam Wong (Raja Neraka) disebut :DITENTUKAN YIAM
WONG MATINYA JAM TIGA PAGI, MAKA SULIT HIDUP SAMPAI JAM
LIMA PAGI, kini sedang jumpa saat nya TIGA LAPISAN SALING
MENUNJANG, jika manusia bisa mengenal ajaran kehidupan dan banyak pertapa,
melatih diri, pasti bisa melewati kematian dan kelahiran serta tidak reinkarnasi
kembali, karena itu sayangilah badan sendiri, kini saatnya sadar dan tahu diri masih
belum terlambat. Yang Shen siap mengelilingi alam baka ?

Yang Shen

Ya. Guru tidak bosan-bosannya memberikan ajaran dan nasihat kepada manusia,
sungguh membuat orang terharu.

Chi Hoet

Menolong manusia adalah kewajiban saya, sebagai Dewa Hoet harus menganggap
menolong manusia adalah tanggung jawabnya. Cepat naik ke atas Teratai.

Yang Shen

Sudah duduk boleh berangkat.

Chi Hoet

Sudah tiba Tingkat Dua, Yang Shen turun.

Yang Shen

Kenapa mala mini kita kemari lagi ?

Chi Hoet

Setelah bertemu Chuu Giang Wuang kemudian meninjau bagian neraka

Yang Shen

Yiam Wong sudah keluar, mari masuk. Semalat berjumpa lagi Chuu Chiang Wuang
dan para pejabat.

Chuu Chiang Wuangtidak usah sungkan, cepat bangun dan silakan masuk.

Chi Hoet

Karena waktu terbatas saya pikir tidak usah ke dalam lagi dan ajak Yang Shen
langsung meninjau ke tempat hukuman di Neraka ini.

Yiam WongBeginipun boleh, perintah Jendral ajak Chi Hoet dan Yang Shen untuk meninjau.

JendralSiap, kalian berdua ikuti saya jalan.

Yang Shen

Kenapa tempat ini begitu bau seperti kotoran manusia.

JendralDi depan adalah NERAKA KECIL TANAH KOTORAN AIR SENI DAN TINJA, maka
bau nya tidak sedap, harap di maafkan.

Yang Shen

Baunya kian mendesak, mau bernafaspun susah. Guru, saya tidak tahan, tidak mau
pergi kesana.

Chi Hoet

Tidak usah takut, saya punya benda permata, kamu ambil ini.

Yang Shen

Ini benda apa ?

Chi Hoet

Ini adalah masker penyaring udara, cepat pakai pasti terasa udara yang segar, segala
baupun akan hilang.

Yang Shen

Enak dipakainya dan bau-bauan tadi sudah hilang. Oh, didepan ada sebuah papan
nama berdiri dan tertulis : NERAKA TANAH KOTORAN AIR SENI DAN TINJA
dan terdengar suara-suara jeritan serta kepala manusia terlihat, naik turun dalam air
dan kedua tangan nya meronta-ronta seperti sedang berenang.

JendralInilah tempatnya neraka itu. coba maju kedepan dan lihat. Baik-baik guru, apakah kamu
tidak mencium bau nya ?

Chi Hoet

Tidak ada rasanya. Saya sudah jadi Buddha. Melihat kotoran semua ini seperti tidak
melihat. Cium baunya tapi tidak masuk ke hidung dan tidak seperti kamu yang
masih manusia biasa, melihat dan mendengar suatu benda saja sudah tergoda.

Yang Shen

Kolam yang besar ini tidak terlihat ujung pangkalnya seperti lautan saja, di dalam
ada pria dan wanita, yang tua dan yang muda dan didalam kolah terlihat segumpal-
gumpal tinja, air seni berbaur menjadi satu. Mereka timbul tenggelam semua
menjerit-jerit, terbuka mulut maka tertelanlah kotoran tersebut, sungguh
memuakkan. Guru, saya ingin muntah.

Chi Hoet

Tenangkan hatimu, jangan sampai terganggu oleh pemandangan ini.

Yang Shen

Saya sungguh tidak tahan, Jendral. Mereka berbuat dosa apa dihukum hingga
kemari ?

JendralSemua pelacur yang dari dunia, waktu masih hidup di dunia menjual badannya demi uang
kotor, atau wanita baik-baik ditipu dan dijerumuskan kelembah hitam untuk
menjual diri. Atau menghisap ganja, yang tidak punya pekerjaan tetap namun
tukang tipu orang lain, yang suka melacur tidak mau menjaga badan nya yang
bersih, yang semasa hidupnya menjadi pengawal di masyarakat hitam dan yang
suka sengaja berbuat arisan dan membawa kabur uang orang lain dengan alas an
bangkrut. Pejabat yang suka korupsi dimana-mana minta bagian atau yang
membangun rumah dan sengaja mengurangibahan-bahan bangunannya. Karena
perbuatannya waktu masih hidup di dunia kotor atau mengisap ganja / morfin
jadilah kotor mulutnya. Setelah meninggal maka di hokum kemari biar merasakan
kotoran tersebut. Para roh di neraka ini sungguh menderita, yang dicium dan
dihirup adalah bau kencing dan tinja. Mulut terbuka akan kemasukkan gumpalan
tinja perutnya juga lapar dan haus, ingin makan tiada makanan, karena di dunia
hanya makan-makanan yang kotor dan sampai dineraka dihukum demikian. Tinja
berbaur air seni seperti tanah makin berontak semakin tenggelam.

Yang Shen

Sungguh kasihan. Sekarang dunia ada bau sedikit sudah menggunakan obat untuk
menghilangkan bakteri penyakit dan orang kaya akan menggunakan minyak wangi
untuk menghilangkan bau tidak sedap. Tetapi jika menggunakan uang hasil
keuntungan yang tidak benar, biar badannya bagus enak dipandang namun hatinya
bau seperti tinja, kini dihukum kemari benar-benar adil.

Chi Hoet

Yang Shen benar ucpannya. Disetiap gedung mewah di dunia, barang-barang lux,
pakaian yang bagus-bagus, di lihat dari luar memang indah dan rapi, namun jika
hatinya hanya tahu mempergunakan serba akan untuk dapat keuntungan yang besar
tetapi bukan dari usaha yang benar, maka akan seperti kotoran tinja. Biar bisa

senang seumur hidup akan tetapi di neraka ini, keadaannya menjadi lain, hanya bisa
makan kotoran untuk melewati hari.

JendralTidak usah kasihan pada mereka. Mereka adalah makhluk yang memang bisa besar
hidupnya karena makan-makanan yang tidak bersih. Untuk itu nasihatilah manusia
di dunia, urusan apapun yang dikerjakan haruslah jujur. Jangan karena uang maka
gelaplah mata hingga tega mempergunakan akal yang tidak sehat untuk
mencelakakan manusia lain atau kerja pada usaha yang tidak benar, dan uang kotor,
setelah mati pasti akan dikirim kemari.

Yang Shen

Kapan para roh dosa ini boleh bebas ?

Chi Hoet

Waktunya sudah habis, perjalanan hari ini sampai disini saja dulu. Yang Shen siap
untuk pulang dan berterima kasih atas petunjuk jendral dan salam untuk Yiam
Wong.

Yang Shen

Masker ini sekarang boleh dilepas ya ?

Chi Hoet

Setelah duduk di teratai baru di lepas, kalau tidak mau tidak akan tahan.

Yang Shen

Saya sudah duduk.

Chie Hoet

Sekarang boleh dilepas, berangkat pulang. Angin di alam baka terasa dingin,
berlapis-lapis dan berbau. Wahai manusia di dunia, cepatlah melatih ini demi
kebaikkan agar lepas dari neraka hilangkan kesedihan. Wihara Shen Shien telah
tiba. Yang Shen turun roh kembali ke badan.

BERKELILING DI ALAM NERAKA

BAB 12

MENGUNJUNGI NERAKA KECIL KELAPARAN

TAHUN 1976, KAUW GWEE, CE KAUW

Chi Hoet

Demi mengarang buku lelah kesana kemari. Karena siapa lelah demi siapa sibuk !
jalanan didunia memang ramai dengan manusia dan mobil tetapi ajaran kebaikkan
kian menipis, perbuatan jahat di duniapun kian bertambah! Jeritan dan tangisan
para roh di neraka telah menggetarkan gunung dan bumi. Wihara Shen Shien telah
menerima perintah atau Titah untuk mengarang buku : BERKELILING DI ALAM
NERAKA untuk menjelaskan keadaan hukuman yang terdapat di neraka dan
nasihat ajaran kebaikkan untuk menyadarkan manusia, membuka pintu hati
manusia. Buku ini jangan dianggap buku yang buat bersantai saj, harap manusia
bisa insaf setelah membaca buku ini. Yang Shen siap untuk berangkat ?

Yang Shen

Saya sudah siap, Guru, mari kita berangkat.

Chi Hoet

Manusia bisa duduk di atas teratai adalah perlakuan istimewa yang diberikan, harap
Yang Shen menghargainya. Sudah tiba dan turunlah hari ini kita meninjau ke
NERAKA KELAPARAN.

Yang Shen

Di daerah ini seperti dataran tandus, tidak Nampak seorang manusiapun. Kita mau
menuju kearah mana ?

Chi Hoet

Tidak jauh dari sini, lewati bukit itu sudah tiba ke Neraka Kelaparan

Yang Shen

tidak kelihatan orang, nah roh masuk melalui jalan mana ?

Chi Hoet

Oh disebelah kiri kita itu terdapat sebuah jalan kecil, dijalanan terdapat roh yang
sedang berduaan atau bertigaan. Mereka dikawal kepala kerbau dan wajah kuda
sedang berjalan.

Chi Hoet

Kita jalan disebelah kiri juga, jalan bersama mereka.

Jendral sapiManusia biasa mana dari mana ? berani datang kemari ?

Chi Hoet

Kamu buka matamu dan lihat yang jelas baru bisa memergokinya.

Yang Shen

Jendral sapi ini kelihatan jelek dan galak lagi, tangan nya memegang rantai besi dan
trisula besi, dia sedang menuju kemari seperti mau mengajak rebut.

Chi Hoet

Tidak usah takut saya akan menjelaskan kepadanya.

Jendral SapiKalian berdua siapa ? cepat jawab, kalau tidak akan saya tangkap, hadapkan ke
Yiam Wong.

Chi Hoet

Jendral, kamu menjadi petugas di alam baka sudah berapa lama ? kenapa tidak
kenal kepada saya ?

Jendral SapiSaya menjadi petugas baru 2 bulan lebih, semua disini menuruti peraturan yang
tidak memegang kartu rekomendasi semua, ini adalah tugas saya.

Chi Hoet

Saya adalah Buddha Chi Kung, yang ini adalah Yang Shen dari kota Tai Chung
Wihara Shen Shien, murid Kuang Kung, menerima titah Yang Maha Kuasa
mengelilingi alam neraka, dubuatkan buku untuk menasihati dunia, hari ini mau
menuju ke Neraka Kelaparan, lewat disini, jika jendral tahu kami memiliki Titah
tidak boleh menghalangi, kalau tidak bisa di hokum.

Jendral SapiTitah diatas bersujud menyambut, kalau begitu kamu adalah Ho Song gila yang
dijuluki Chi Kung di dunia karena saya meninggal dunia belum lama, tidak pernah
bertemu Buddha Chi Kung, maka harap kamu dan Yang Shen ini sudi memaafkan
kesalahan saya, jika mau ke Neraka Kelaparan, melewati bukit depan itu sudah tiba,
mari saya antar.

Chi Hoet

Boleh, Yang Shen, kita ikuti Jendral dan jalanlah.

Yang Shen

Baik, jalanan kecil ini penuh batu-batu kecil, berlubang dalam dan penuh air
lumpur, jalan diatasnya terasa sakit telapak kaki seperti ditusuk jarum, di depan
Nampak 2 jendral lain, sedang mengawali wanita yang dandanannya seperti nyonya
kaya, tapi tangan nya diborgol rantai besi. Dia telah berbuat dosa apa ?

Chi Hoet

Di dunia ini banyak orang yang kaya raya. Kehidupan enak, sehingga tidak
menyayangi 5 macam makanan sembarangan membuang nasi dan maupun sayuran,
karena sudah terlalu kenyang makannya, maka kini dikurung dalam Neraka
Kelaparan, biar dia merasakan apa yang namanya kelaparan.

Yang Shen

Bukit ini tidak terlalu tinggi, namun pohonnya lebat, subur, tumbuh rumput-
rumputan dan rotan. Keadaannya seperti bukit yang terdapat di dunia dan di dalam
bukit ada sebuah jalanan yang lebarnya bisa muat 3 orang.

Chi Hoet

Lewatlah bukit ini, coba kamu lihat depan adalah Neraka Kelaparan, berada
dibawah bukit ini.

Yang Shen

Saya sudah melihatnya disekeliling bangunan dikawati, juga diatas rumah,
warnanya hitam kecoklatan. Sekarang kita sudah tiba dikaki bukit.

Jendral SapiKalian tunggu disini sebentar, saya mau lapor dulu ke dalam.

Yang Shen

Huruf NERAKA KECIL KELAPARAN dipahat diatas papan dan tidak begitu
jelas, didepan pintu dijaga oleh prajurit dan jendral. Terhukum perempuan yang
tadi telah masuk ke dalam dengan menunjukkan kartu rekomendasi.

Jendral SapiSaya sudah lapor pada pejabat dalam neraka, kalian berdua ikut saya kedalam.

PejabatSelamat datang Chi Hoet dan Yang Shen dari dunia, kami terlambat menyambut kalian
harap memaafkan kelalaian kami.

Chi Hoet

Oh tidak apa-apa. Kami mau merepotkan kalian, karena Wihara Shen Shien
mendapat Titah mengarang buku, maka saya mengantar roh Yang Shen untuk
meninjau keadaan supaya dapat bahan-bahan di neraka untuk menasihati dunia dan
hari ini kami tiba disini mengharapkan pejabat bisa memberikan banyak petunjuk.

PejabatNeraka kecil ini termasuk wilayah yang dikuasai TINGKAT KEDUA dan dinamakan
NERAKA KELAPARAN. Saya akan mengajak Yang Shen berrkeliling. Chi Hoet
boleh istirahat sebentar disini.

Yang Shen

Baik, saya ikut pejabat. Barisan kurungan disini setiap kamar lebarnya hanya muat
3 dipan kecil. Setiap orang yang di dalam walaupun berpakaian bagus namun
badannya kurus dan mukanya pucat pasi dan merintih.

PejabatMereka adalah pedagang atau pengusaha besar waktu masih hidup di dunia, hidupnya
kaya, berkecukupan, boros dan royal dalam menggunakan uang tetapi terhadap
pengemis atau orang miskin tidak memiliki hati yang belas kasihan. Setelah
meninggal dihukum disini, saya panggilkan seorang roh yang berdosa keluar, kamu
boleh Tanya pada dia.

Yang Shen

Tuan, saya ingin Tanya kenapa kamu dihukum kemari ?

Roh pria

Waktu masih hidup didunia, saya memiliki pabrik karena usaha saya lancer, maka
banyak untung. Karena hubungan dagang tiap hari ke restoran rumah makan sudah
seperti dapur di rumah sendiri, bermain, minum bersenang-senang. Sekali makan
bisa menghabiskan puluhan ribu tetapi tidak saying, sebaliknya terhadap karyawan
sendiri, selain tidak memperhatikan kesejahteraan pekerja gajinya juga kecil, tidak
saya naikkan. Merasa saying bila memberikan uang tunjangan, sehingga karyawan
mengeluh, kalau organisasi yang datang minta sumbangan untuk kemanusiaan,
paling banyak saya berikan 500. jangankan untuk berbuat amal apabila ada
pengemis minta uang atau saudara teman-teman yang miskin ke rumah mau pinjam
uang, saya selalu pesan ke pembantu, saya tidak ada di rumah. Sebaliknya dirumah
sedia makanan yang serba mahal, tidak mau hemat sedikitpun. Diluar saya masih
banyak pelihara wanita, diberikan rumah untuk ditinggalkan, satu bulan harus
menanggung beberapa puluh ribu uang sebagai uang tanggungan untuk perempuan
yang saya pelihara dua tahun yang lalu saya meninggal karena penyakit darah
tinggi dan dihukum kemari. Walaupun setelan jas tetapi tidak ada makanan enak
yang bisa dimakan, melewati tiga hari saya pingsan karena kelaparan namun
disadarkan oleh kepala kerbau berwajah kuda menggunakan air balikkan roh dan
disiram kebadan, sungguh menderita dan perut benar-benar lapar. Kamu punya
makanan apa ? tolong berikan saya makanan.

PejabatBrengsek cepat masuk! Jangan mengganggu, rasakan kamu sekarang kehidupanmu sudah
cukup enak, jangan menangis disini. Coba suruh roh dosa wanita keluar dan
beritahukan kepada Yang Shen dosa apa yang telah kamu perbuat.

Roh wanitaWaktu didunia saya adalah istri seorang pengusaha. Suami saya kerjanya
membangun rumah sehingga menjadi kaya, dari rumah yang kecil sampai pindah
kerumah yang gedung, karena banyak uang, sehingga punya kebiasaan yang buruk.
Jadi bisa main mah yong, siang malam berjudi terus sudah tidak memperdulikan
urusan dapur masih sering mengajak teman-teman ke night club, bergadang, makan
dan bermain seumur hidup, tidak pernah sedikit pun mau hemat uang, namun
terhadap pengemis maupun urusan social tidak pernah saya memberikan uang. Kini
meninggal, Yiam Wong tidak kasihan, menghukum saya kemari, sekarang saya
sungguh kelaparan.

Yang Shen

Roh wanita dosa ini kelaparan sampai tidak tahan, sehingga memasukkan jari
tangannya ke mulut untuk digigit.

PejabatCepat masuk.

Yang Shen

Saya mohon pejabat memberikan penjelasan, mengapa setiap roh yang terdapat
disetiap kamar sel tidak berbeda pria atau wanita, biar pakaian mereka bagus
namun semuanya seperti pengemis didunia, merintih ditanah, rambutnya acak-
acakkan dan menjulurkan tangan minta makanan.

PejabatSetiap manusia di dunia jika sembarangan membuang makanan yang asalnya ciptaan dari
langit, tidak menyayangi 5 bahan makanan terlalu boros, tidak tahu hemat uang.
Punya uang hanya untuk pakai sendiri, tidak mau berikan orang miskin atau
menyumbang ke organisasi social amal, sosialnya pun sedikit atau pria yang sudah
kaya meninggalkan istrinya yang tadinya sama-sama susah, sehingga punya wanita
simpanan diluar atau wanita yang kini sudah terkenal, seperti penyanyi, bintang
film terkenal, sehingga memandang rendah pria atau suami sendiri, minta cerai
demi kekayaan. Bagi setiap manusia yang sudah kaya namun meninggalkan
pasangan sehingga kelakuan yang tidak pantas tersebut, setelah meninggal pasti

dihukum kemari, mengharapkan orang-orang yang kaya didunia harus banyak
menggunakan uang untuk membantu orang lain jangan hidup terlalu mewah, hanya
bersenang-senang. Ingatlah, setelah rejeki habis kecelakaan tiba, jika bisa kaya tapi
jangan angkuh, lebih-lebih harus mau berbuat amal, sering membantu orang susah
bila sedang membutuhkan atau mencetak buku amal untuk menasehati dunia,
setelah meninggal selain dapai nama yang harum dan rohnyapun bisa bebas dari
segala hukuman.

Chi Hoet

Karena waktu sudah mau habis, Yang Shen kita siap kembali.

PejabatBaiklah, jika ada kekurangan harap maklum.

Yang Shen

Terima kasih atas petunjuk pejabat, kami mau permisi.

Chi Hoet

Cepat nak ke Teratai, Wihara Shen Shien sudah tiba Yang Shen turun, roh kembali
ke badan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->