BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, tapi tidak didukung oleh jumlah lapangan pekerjaan yang mengakibatkan banyaknya pengganguran di era globalisasi ini. Karena itu, perlu pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapinya. Pendidikan di sekolah dan di luar sekolah berperan sebagai penunjang pembangunan sumber daya manusia, harus secara jelas ikut membantu dan membentuk peserta didik menjadi aset bangsa. Sebagai aset bangsa peserta didik diharapkan menjadi manusia produktif yang berpenghasilan, juga menjadi manusia yang mampu menciptakan produk-produk unggulan. Sekolah Menengah Kejuruan, khususnya Kimia Analisis berharap agar dapat menghadapi tantangan dan tuntutan yang muncul pada kondisi sekarang ini serta dapat memfokuskan siswa pada kehandalan dalam bekerja. Dalam sektor Industri, perlu adanya kerjasama antara sekolah dengan dunia Industri, dimana Industri turut membantu pembekalan melalui Prakerin. Praktek Kerja Industri (Prakerin) merupakan salah satu program kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Analis Kimia Nusa Bangsa Bogor yang bertujuan menciptakan tenaga analis yang siap kerja dengan harapan peserta didik dapat menyesuaikan diri dengan dunia kerja sehingga dapat menjadi analis yang terampil, kreatif, dan ulet. 1.2. Maksud dan Tujuan pelaksanaan Prakerin Maksud Praktek Kerja Industri adalah untuk mencetak dan mempersiapkan tenaga Analis Kimia yang berjiwa perintis, memiliki kemampuan kerja yang professional dan disiplin, mampu memimpin dan siap pakai serta mempunyai peranan besar dalam mengembangkan dan memajukan sektor Industri Kimia di Indonesia.

Tujuan pelaksanaan Prakerin yaitu : 1. Siswa dapat menerapkan teori dan praktek yang telah didapat dari sekolah selama pendidikan. 2. Memberikan kesempatan pada siswa untuk dapat beradaptasi dengan suasana dan lingkungan kerja sebenarnya. 3. Meningkatkan pengetahuan dalam penggunaan instrument kimia analisis yang lebih modern 4. Menumbuhkan dan memantapkan sikap profesional siswa dalam rangka memasuki lapangan Industri 5. Meningkatkan wawasan siswa pada aspek-aspek yang berkaitan dengan dunia kerja antrara lain : Strukur Organisasi, disiplin, lingkungan dan system kerja. 6. Memberikan kesempatan pada siswa untuk menerapkan keterampilan dan keahlian dibidang masing-masing. 1.3 Tinjauan umum Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang penulis lakukan berada di perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan yaitu PT. Indofood CBP Sukses Makmur divisi Noodle cabang Surabaya Jl. Raya Cangkring Malang KM.32 Kec.Beji Kab.Pasuruan 1.3.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT. Indofood CBP Sukses Makmur merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan. Perusahaan yang berdiri pada 14 Agustus 1990 di Jakarta ini diberi nama PT. Panganjaya Intikusuma. PT. Indofood CBP Sukses Makmur divisi Noodle cabang Cibitung didirikan pada tahun 1992 dengan nama awal PT. Inti Pangan Persada dan mengubah namanya menjadi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk empat tahun kemudian. Lalu pada 1 Oktober 2009, perusahaan ini menganti namanya kembali menjadi PT. Indofood CBP Sukses Makmur. PT. Indofood CBP Sukses Makmur cabang Cibitung merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan mie instan yang dikemas dalam kemasan plastic dengan tambahan bumbu dan minyak bumbu. Baik bumbu dan minyak bumbu serta

bahan pelengkap lainnya tidak diproduksi diperusahaan ini melainkan diproduksi oleh perusahaan yang masih termasuk dalam Indofood group yang berlokasi di Semarang, Cikampek, dan Surabaya yang kemudian di supply ke Indofood cabang Cibitung . Divisi mie instan merupakan divisi terbesar di Indofood, pabriknya tersebar di 14 kota besar di Indonesia yaitu : Pekanbaru, Lampung, Medan, Palembang, Jakarta, Cibitung, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Manado dan Makasar. Jenis-jenis produk yang diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur divisi noodle ini dapat dibagi menjadi 5 bagian, yaitu : • • • • • Normal Noodle Snack Noodle Cup Noodle Dried Noodle Bihun : Indomie, Supermie, Sarimi, Sakura : Anak Mas : Pop Mie : Mie Telur cap 3 ayam : Pop Bihun

Perusahaan ini dengan cepat dapat berkembang. Pada awal berdiri tahun 1992 PT. Indofood CBP Sukses Makmur hanya memiliki satu pabrik (plant 1) kemudian di tahun 1996 didirikan pabrik kedua (plant 2) dan terakhir pada tahun 2001 didirikan lagi pabrik ketiga (plant 3) yang dikhususkan untuk produksi bihun. Dengan visi “menciptakan pilihan menjadi penyedia utama makanan dan consumen products bermerk terkemuka bagi jutaan konsumen di Indonesia dan juga di berbagai penjuru dunia.” PT. Indofood CBP Sukses Makmur telah mendapatkan berbagai sertifikasi dan penghargaan diantaranya : ISO 9001:2000,HACCP, Setifikasi Halal Indonesia dan Malasyia, dan SNI untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan. Pemasaran produk PT. Indofood CBP Sukses Makmur cabang Cibitung adalah daerah Jakarta dan sekitarnya. Selain itu produksi perusahaan juga diekspor ke berbagai negara diantaranya Eropa, Timur Tengah, Inggris, Nigeria, Amerika, Jepang, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Brunei, Singapura, Australia.

Poliklinik. Unit pengolah limbah yang digunakan Waste Water Treatment (WWT) untuk pengolahan limbah cair dan incinerator untuk pengolahan limbah padat. PT. jalan tol dan sawah. Area and Sales Promotion Manager (ASPM).3.Tempat olahraga dan kesenian serta Bank dan ATM BCA . Indo Sentra Pelangi dan pemukiman penduduk. Berbagai fasilitas industrial yang ada adalah Kantin. unit pengolah limbah dan berbagai sarana hubungan industrial.2 Lokasi dan Tata Letak Perusahaan PT.Indofood CBP Sukses Makmur ini sekitar 25. Luas area pabrik PT. Indofood CBP Sukses makmur dipimpin oleh seorang General Manager (GM) yang membawahi lima department yaitu Factory Manager (FM).1 Cikarang Barat. Branch Process Development Quality Control Manager (BPDQCM). Koperasi. Branch Personal Manager (BPM).3. . 1. Bekasi 17520. Desa Sukadanau RT 05/RW 02 No.75 hektar digunakan untuk bangunan pabrik. Indofood CBP Sukses Makmur Divisi Noodle cabang Cibitung ini beralamat di Kampung Jarakosta.3 Struktur Organisasi Struktur organisasi merupakan gambaran fungsi dan tanggungjawab tugas dan kewajiban serta kekuasaan yang ada pada perusahaan agar personil mudah dalam melaksanakan aktifitasnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.1. Dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Utara Selatan Timur Barat : berbatasan dengan Pabrik seasoning PT. : berbatasan dengan Pabrik Gas Samator : berbatasan dengan Jalan Raya dari Kampung Jarakosta : berbatasan dengan pemukiman penduduk. Mushola . dan Finance and Accounting Manager (FAM) .

proses QC Proses Supervisor membawahi seksi. 3.3 Admin 2. Branch Process Development Quality Control Manager (BPDQCM) BPDQC Manager merupakan suatu departemen yang menangani pengawasan mutu. mulai dari bahan baku. melaksanakan audit system mutu 4.a. Production Planning and Inventory Control (PPIC) yang memimpin departemen PPIC. QC Raw Material and Finish Good Supervisor Memonitoring shelf life produk Menjalankan hasil standarisasi Menjamin dan mengendalikan mutu . 1. Departemen ini memiliki beberapa tugas yaitu: 1. Warehouse Manager (WHM) yang memimpin departemen Warehouse. mengkordinasikan kegiatan kalibrasi alat lab. Factory Technic Manager (TM) yang memimpin departemen teknik.1. menjamin mutu dari bahan baku sampai produk jadi di pasar 2. yaitu: 1. Factory Manager (FM) Factory Manager (FM) membawahi lima sub departemen yaitu Production Manager (PM) yang memimpin departemen produksi. Purchasing Officer yang memimpin departemen Purcahsing b. proses produksi 2. memperbaiki mutu proses dan produk 3. BPDQC Manager membawahi QC Proses Supervisor dan QC Raw Material and Finish Good Supervisor.2 QC Field 1.1. produksi dan gudang. QC Proses Section Supervisor yang membawahi 1.1.1 QC Analis 1. proses hingga produk jadi serta melakukan inovasi dan modifikasi produk. menangani keluhan konsumen. QC Proses Supervisor Tugas dan tanggung jawab: 1.1.

Indofood CBP Sukses Makmur cabang Cibitung mempunyai jumlah tenaga kerja kurang lebih 2076 orang dari seluruh plant. Karyawan staff bekerja mulai pukul 08.1 QC Analis 2.1 QC Raw Material and Finish Good Section Supervisor membawahi 2. 1. yaitu : 2.1.00. Indofood CBP Sukses Makmur mengacu pada peraturan yang telah ditetapkan oleh Departemen Tenaga Kerja adalah 40 jam kerja dalam satu minggu.3 Admin c. Area and Sales Promotion Manager (ASPM) ASPM bertugas untuk menangani bidang promosi dan penjualan produk. Branch Personnel Manager (BPM) BPM bertugas untuk menangani tenaga kerja atau SDM yang ada di perusahaan. Sehingga pembagian jam kerja QC proses mengikuti jumlah regu kerja yang terdiri dari 3 shift.00 sampai pukul 17. Sedangkan karyawan staff yang berhubungan dengan proses produksi bekerja dari senin hingga sabtu dengan jam kerja pada pukul 08. Finance and Accounting Manager (FAM) FAM bertugas untuk menangani bidang keuangan perusahaan.1. d. dengan .00 sampai pukul 14. Kegiatan produksi dilakukan selama 24 jam pada hari senin hingga jumat. e.Tugas dan tanggung jawab: Mengendalikan mutu bahan baku dan barang jadi Melakukan monitoring barang yang terdapat di gudang QC RM/FG supervisor membawahi seksi.00 sampai pukul 17.4.4 Ketenagakerjaan PT.00 pada hari senin sampai jumat dan pukul 08. 1.2 QC Field 2.00 sampai pukul 13. Masing-masing shift memiliki 7 jam kerja selama satu sehari.1.00 pada hari sabtu dengan waktu istirahat selama 1 jam pada pukul 12.1 Sistem dan jam kerja karyawan Pembagian waktu kerja untuk karyawan di PT.00 dari senin hingga jumat.

00.00 sampai pukul 17. Dari weighing tank. Kemudian tepung terigu tersebut akan disaring dengan menggunakan . dimana penggerak tersebut berfungsi untuk mengaduk campuran air dan bahan tambahan makanan sehingga dihasilkan larutan alkali yang homogen. Pembuatan larutan alkali dilakukan pada sebuah tangki alkali yang didalamnya terdapat pengaduk yang digerakkan dengan motor. shift dua dimulai pukul 12. Pembuatan Alkali Larutan Alkali adalah suatu campuran dari air dan bahan tambahan makanan lain seperti antioksidan. 1. Screw Suatu proses penyupplian tepung terigu yang berasal dari gudang bahan baku yang dimasukkan ke dalam hopper secara manual.30. Sedangkan pada hari sabtu pembagian jam kerja pada masing-masing shift yaitu shift satu dimulai pukul 07. Pengiriman tepung Pengiriman tepung dapat dilakukan 2 cara yaitu Screw (secara manual) dan SILO (secara otomatis) a. Pada hari minggu hanya dilakukan uji alkali. dll. larutan alkali kemudian dialirkan ke dalam mixer pembuat adonan.5.00.00 sampai pukul 22.00 WIB. pengemulsi. dan shift tiga dimulai pukul 22.pembagian waktu yaitu shift satu dimulai pada pukul 7. shift dua dimulai pada pukul 14.30 sampai pukul 22.00 sampai pukul 14. penguat flavour. Larutan alkali dibuat berdasarkan pada jenis flavour yang akan diproduksi pada line tertentu. 1.00 WIB. Larutan yang telah dibuat digunakan untuk satu kali batch pengadukkan. 2.1 Persiapan Produksi Sebelum masuk kedalam proses produksi terlebih dahulu dilakukan persiapan produksi yang meliputi pembuatan larutan alkali dan pengiriman tepung.00 sampai pukul 12.00.00 sampai pukul 06. Kemudian larutan alkali ditampung disebuah alat penampung (weighing tank). pengatur keasaman.5 Gambaran umum proses produksi 1. shift tiga dimulai pukul 17.

2. cutting (pemotongan). Adonan dilewatkan pada pressing roll yang memiliki tingkat ketebalan yang berbeda-beda untuk mendapatkan lembaran . Pressing (pengepresan). jumlah alkali yang ditambahkan . Pressing Pada Proses Pengepresan (Pressing) adonan terigu beserta campurannya dibentuk menjadi suatu lembaran. frying (pengorengan). Pada proses ini pemeriksaan yang harus dilakukan adalah pengamatan terhadap cemaran. 1. Air yang dicampurkan harus sesuai. wrapping/packing (pengemasan). sehingga adonan tidak terlalu lembek atau terlalu keras. b. Kemudian tepung yang sudah disesuaikan jumlahnya/sudah diprogram (sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi) secara otomatis masuk ke dalam mixer. Steaming (pengukusan). Kemudian terigu yang telah terbebas dari kotoran tersebut dibawa oleh screw yang akan menuju mixer. Tepung terigu yang berasal dari gudang bahan baku dimasukkan ke tangki penampungan (buffer) sebelum penimbangan berlangsung. Silo Suatu proses penyupplian tepung terigu yang dilakukan secara otomatis. Pada tahap ini tepung terigu yang sudah berada di alat mixer dicampurkan dengan air dan bahan tambahan ( larutan alkali yang sudah dibuat sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi ) agar menjadi suatu adonan. Mixing Proses mixing adalah proses awal pada pengolahan mie. meliputi Mixing (Pencampuran).5. 1. jumlah penambahan air serta kadar air pada adonan. cooling (pendinginan).2 Tahapan Proses Produksi Pada proses pembuatan mie instan terdapat tujuh tahapan yang harus dilewati.sieveter dengan tujuan menyaring kotoran seperti benang dari kemasan zak dan kayu dari palet. Slitting (pembentukkan untaian).

Pada tahap ini berlangsung proses gelatinisasi. maka adonan mie akan dibentuk suatu untaian dengan menggunakan alat sillter. 4. rapat dan lebih padat. 3.panjang dengan ketebalan tertentu yang sesuai dengan standart. Gelatinisasi adalah proses penyerapan air kedalam granula pati. Proses pemeriksaan yang terjadi pada proses ini adalah pengukuran tekanan. Pemeriksaan yang dilakukan pada tahap ini adalah bentuk untaian dan bentuk gelombang mie yang dihasilkan. jika waktu steaming semakin lama maka panas yang berpenetrasi akan semakin baik dan merata. . Tujuan dari proses ini agar mie tergelatinisasi dengan sempurna sehingga tekstur mie menjadi empuk dan elastis. suhu. serta cemaran. Adonan yang berjalan dari pressing roll pertama sampai dengan yang terakhir menyebabkan bentuk lembaran semakin tipis hingga mencapai ketebalan tertentu sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi. Dengan mengatur kecepatan laju alat sillter untaian akan lebih merapat. Steaming Steaming merupakan proses pengukusan atau pemasakan mie menggunakan uap panas yang dialirkan boiler ke dalam steam box. Pada Proses Pressing ini pemeriksaan yang dilakukan yaitu untuk mengetahui cemaran dan ketebalan untaian. Kemudian adonan yang berbentuk untaian diubah menjadi bentuk gelombang dengan menggunakan waving net. waktu steam. Pengukuran tekanan menjadi hal yang penting pada proses ini karena jika tekanan terlalu tinggi bisa menyebabkan mie menjadi lengket dan waktu steaming juga berpengaruh terhadap penetrasi panas dalam mie. Slitting Setelah melalui roll press . Jadi mie yang terbentuk terlihat lebih rapi.

6.5. mie dibentuk menjadi bentuk segi empat dengan proses cutting yang dilakukan dengan melewatkan mie pada alat cutter yang bergerak dengan kecepatan tertentu sehingga ukuran panjang mie sesuai dengan standart yang telah ditentukan. Beberapa factor yang mempengaruhi proses penggorengan adalah kondisi minyak goreng. Tujuan dari proses cooling adalah untuk menurunkan suhu mie agar mie pada saat dikemas tetap terjaga kerenyahannya . temperature penggorengan serta waktu penggorengan. Tujuan lain dari proses . berat mie kering setiap jalur. Tujuan dari proses ini adalah untuk menurunkan kadar air yang berasal dari proses pengukusan (steaming). Pemeriksaan yang dilakukan pada tahap ini adalah kecepatan cutter. 7. Parameter mutu yang digunakan dalam proses ini adalah waktu penggorengan. panjang mie yang telah terpotong. Cooling Cooling atau proses pendinginan merupakan suatu proses dimana mie yang telah melalui proses frying didinginkan/ ditiriskan di cooling box dengan suhu tertentu. Frying Proses Frying merupakan proses dimana mie yang telah disteam akan digoreng menggunakan minyak goreng yang sebelumnya telah dilakukan penyaringan dan pemanasan yang telah ditambahkan dengan antioksidan. suhu dari luar ataupun dari alat-alat penggorengan. susut mie. Cutting Setelah melakukan steaming. jumlah antioksidan yang ditambahkan pada minyak serta menganalisa FFA (asam lemak bebas) minyak goreng. berat mie basah untuk setiap line serta cemaran asing.

Pada packing mie yang telah terkemas dan diberi kode produksi. Parameter mutu yang dilakukan pada proses cooling ini meliputi pengukuran waktu pendinginan mie. Kemudian mie yang telah dikemas diberi kode produksi dan tanggal kadarluarsa mie. kemudian ditumpuk pada karton kemasan sejumlah yang telah ditentukan. Selain itu dilakukan juga analisa berupa kadar lemak dan kadar air mie tujuannya untuk mengetahui mie mudah patah atau tidak. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan adalah kode produksi. Wrapping dan Packing Setelah dilakukan proses cooling. .Wrapping merupakan pembungkusan mie dengan kemasan yang sesuai dengan mie yang telah dibuat. mutu karton. berat rata-rata dan cemaran. mie akan di wrapping dan packing. kondisi pengeleman. kemudian mie diberi lakban.cooling ini juga untuk mengurangi kadar minyak yang dihasilkan dari proses frying agar mie tidak berminyak. 8. debu dan penggangu lainnya yang dapat menurunkan kualitas mie. bentuk mie dan cemaran . Tujuan dari pemberian kemasan adalah untuk melindungi produk dari kotoran.

Proses pembuatan mie instan diawali dengan mencampurkan tepung terigu dengan larutan alkali (campuran beberapa komponen yang dicampurkan dengan air) pada proses Mixing. air. Kemudian menuju proses Slitting dimana adonan mie dijadikan untaian atau gelombang dengan jumlah serta lebar untaian sesuai jenis mie yang dibuat. selanjutnya menuju proses Cutting. . dan garam. Makanan ini sangat umum dikonsumsi oleh masyarakat di dunia terutama di Asia karena makanan ini mengenyangkan. (Google. 2007) Mie Instan didefinisikan sebagai produk makanan kering yang dibuat dari tepung terigu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan makanan yang diizinkan. mudah dibuat dan harganya lebih ekonomis. berbentuk khas mie dan dapat dihidangkan setelah dimasak dan diseduh dengan air mendidih paling lama empat menit (SNI-01-3551-2000). dimana adonan tersebut dipotong dengan panjang yang telah ditentukan. Selanjutnya adonan dibentuk menjadi lembaran adonan yang semakin tipis hingga mencapai ketebalan tertentu dalam proses Pressing. dan terakhir mie instan dimasukkan kedalam karton dalam proses Packing sebelum dipasarkan. Berikutnya adonan tersebut berjalan menuju steam box yang merupakan alat yang digunakan untuk pengukusan dalam proses Steaming yang selanjutnya menuju proses Frying dimana mie akan dikukus dengan suhu tertentu dan kemudian didinginkan pada proses Cooling.BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Mie Instan Mie Instan merupakan salah satu makanan berenergi tinggi yang terbuat dari tepung terigu. Adonan yang sudah berbentuk mie selanjutnya di beri bumbu dan dikemas sesuai rasa yang telah ditentukan pada proses Wrapping.

Jenis Parameter pengujian Mie Instan 2. yaitu perubahan warna lebih cepat. Terdapat dua metode untuk menentukan Kadar Air pada bahan pangan yaitu metode pemanasan langsung dan metode Xylol. Mutu mie instan juga ditentukan berdasarkan warna. Kadar air yang tinggi dapat mengalami penurunan kualitas mutu selama prose penyimpanan. Air dalam makanan terdapat dalam tiga bentuk yaitu air bebas yang terdapat pada lapisan bahan makanan.5%. kenyal dan permukaan tidak lengket. Pada pemanasan 105oC hanya mengukur kadar air bebas yang terdapat pada bahan pangan . Metode pemanasan langsung digunakan untuk seluruh produk makanan kecuali bila produk tersebut mengandung komponen atau zat yang mengalami dekomposisi pada suhu pemanasan 105-110oC atau produk tersebut mengandung komponen atau zat yang mudah menguap. dan air yang membentuk ikatan dengan struktur Kristal. makin besar kemungkinan bahan tersebut cepat rusak atau tidak tahan lama. Sedangkan pada metode Xylol dapat digunakan untuk produk yang mengandung air dan minyak terbang (volatile oil) dimana keduanya dapat menguap. kerusakan karena mikroorganisme dan daya simpan yang rendah. Kadar Air maksimum yang boleh terkandung pada produk pangan darurat salah satunya makanan padat adalah sebesar 9. Hal ini dimaksudkan .1 Kadar Air Kadar air adalah banyaknya air yang hilang jika dipanaskan pada kondisi uji tertentu. walaupun jumlahnya relative sedikit tapi metode ini cukup cepat dan efisien. karena makin tinggi kadar air dalam suatu bahan makanan. tekstur.Mutu mie instan yang berkualitas baik adalah mie yang memiliki gigitan relative kuat.1. dan cara masak untuk penyajian. air yang terikat pada permukaan. Kadar Air dalam suatu bahan terutama makanan perlu ditetapkan. Penetapan Kadar Air pada Mie Instan cenderung memakai metode pemanasan langsung karena sifat air dari Mie instan sendiri yang mudah menguap.

2004) 2.untuk meminimalisir kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme. Penggunaan pelarut petroleum benzene didasarkan pada sifat dari pelarut tersebut yang dapat melarutkan minyak dalam mie. Termasuk sifat yang khas dan mencirikan golongan lipida adalah larutannya dalam pelarut organic atau sebaliknya ketidaklarutannya dalam pelarut air.1. vitamin dan mineral yang mudah dicerna . Lemak dan minyak merupakan trigliserida atau ester dari gliserol dan asam –asam lemak . Struktur pembentukkan lemak : 2. (Brisske.3 AV (Acid Value) / Bilangan Asam .1. protein. Lemak merupakan salah satu kelompok yang termasuk golongan lipida. Pelarut ini juga memiliki bau yang tidak tajam serta petroleum benzene lebih bisa melarutkan minyak karena titik didih yang pelarut itu miliki lebih rendah dari pelarut organic lain.2 Kadar Lemak Lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh disamping zat gizi yang lain seperti karbonhidrat. Kadar lemak pada mie Instan ditentukan dengan mengekstraksi mie menggunakan pelarut organic yaitu petroleum benzene yang didasarkan pada perbedaan titik didih dan berat jenis. Disamping murah petroleum benzene juga tidak terlalu mencemari lingkungan.

2008) Minyak dapat digunakan sebagai medium penggorengan bahan pangan. 2006). Serabut buah kelapa sawit terdiri dari tiga lapis yaitu lapisan luar atau kulit buah yang disebut pericarp. Bilangan asam ini menunjukkan banyaknya asam lemak bebas yang ada dalam minyak akibat reaksi hidrolisis akibat reaksi kimia. proses fisika atau reaksi enzimatis. Bilangan asam juga merupakan parameter penting dalam penentuan kualitas minyak. Banyak minyak sayur yang dikonsumsi secara langsung. Sepertinya halnya semua lemak . pemanasan.2 Minyak Goreng Minyak goreng adalah hasil akhir (Refined Oils) dari sebuah proses permunian minyak nabati (golongan yang bisa dimakan) dan terdiri dari beragam jenis senyawa trigliserida. ataupun digunakan secara langsung sebagai bahan campuran di dalam makanan. (Tambun. menambah nilai gizi dan kalori dalam bahan pangan. Semakin tinggi bilangan asam maka semakin banyak minyak yang terhidrolisis. Minyak goreng yang dipakai dalam proses penggorengan dalam pembuatan mie instan adalah minyak sawit. Dalam penggorengan minyak goreng berfungsi sebagai medium penghantar panas. minyak sayur merupakan senyawa ester dari gliserin dan campuran dari berbagai jenis asam lemak. lapisan sebelah dalam disebut mesocarp atau pulp . Minyak ini diperoleh dari pengolahan buah kelapa sawit . 2. Minyak cocok untuk keperluan memasak karena minyak mempunyai titik nyala yang tinggi. (Google. Untuk menganalisis karakteristik dari suatu minyak goreng maka jumlah kandungan asam lemak inilah yang dipakai sebagai tolak ukur.Bilangan asam didefiniskan sebagai jumlah KOH (mg) yang diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas dalam 1 gram minyak. Secara garis besar buah kelapa sawit terdiri dari serabut buah (pericarp) dan inti (kernel). menambah rasa gurih. tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organic. Penentuan dilakukan dengan cara titrasi menggunakan KOH-alkohol ditambah dengan indikator phenilpetalin (PP).

2004) : Minyak sawit dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak berfungsi sebagai penghantar panas. (Pasaribu. Minyak sawit memiliki komponen aktif yang sangat berguna bagi kesehatan. asam tidak jenuh ganda seperti asam lemak linoleat. asam lemak linolenat. Minyak sawit memiliki kandungan gizi yang lebih lengkap dibandingkan dengan minyak zaitun dan VCO. Minyak sawit mengandung sedikit asam lemak jenuh seperti asam miristik dan asam laurik. Selain mengandung provitamin A yaitu α dan β . 2004) Berikut ini tabel dari komposisi trigliserida dan tabel komposisi asam lemak dari minyak kelapa sawit (Pasaribu. tetapi banyak sekali mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal yaitu asam oleat. inti (kernel) mengandung minyak sebesar 44% dan endocarp tidak mengandung minyak. menambah cita rasa makanan. Mesocarp mengandung kadar minyak rata-rata sebanyak 56%. memperbaiki tekstur makanan dan sumber energi untuk kebutuhan tubuh dan sangat popular saat ini.dan lapisan paling dalam disebut endosperm. Inti kelapa sawit terdiri dari lapisan kulit biji (testa). endosperm dan embrio.

(Arghainc. Penyerapan bau Lemak bersifat mudah menyerap bau. peroksida dan enzim-enzim. dan licopen. 2). Bau yang berasal dari baguan lemak yang rusak ini akan diserap oleh lemak yang ada dalam bungkusan yang mengakibatkan seluruh lemak menjadi rusak. 2008) Sebab-sebab dari kerusakan lemak atau minyak yaitu : 1). magnesium. potassium. asam. retinal. panas. Molekul-molekul lemak yang mengandung radikal bebas lemak tidak jenuh mengalami oksidasi dan menjadi tengik yang disebabkan oleh pembentukan senyawa hasil pemecahan hidro peroksida yang bersifat sangat tidak stabil dan mudah pecah menjadi senyawa dengan rantai C yang lebih pendek yang bersifat volatile dan menimbulkan bau tengik dan lemak. Hal ini disebabkan oleh otooksidasi radikal asam lemak tidak jenuh dalam lemak. Oksidasi dan ketengikan Kerusakan lemak yang utama adalah timbulnya bau dan rasa tengik yang disebut proses ketengikan. fosfor. kalsium. dan enzim-enzim sejenis protein. Hidrolisis sangat menurunkan mutu minyak goreng. lemak dapat terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. mangan.karoten minyak sawit mengandung berbagai jenis mineral yang terdiri atas riboflavin. Hidrolisis Dengan adanya air. apabila bahan pembungkus dapat menyerap lemak maka lemak yang terserap ini akan teroksidasi oleh udara sehingga rusak dan berbau. Selama penyimpanan dan pengolahan lemak atau minyak asal lemak bebas bertambah dan harus dihilangkan dengan proses pemurnian untuk menghasilkan minyak yang lebih baik. . Reaksi ini direaksikan cepat oleh basa. dan minyak kelapa). minyak kepala sawit. Hidrolisis sangat mudah terjadi dalam lemak dengan dengan asam lemak rendah(mentega. 3). Otooksidasi dimulai dengan pembentukan radikal-radikal bebas yang disebabkan oleh factor-faktor yang dapat mempercepat reaksi seperti cahaya.

Selain itu produk shelf life dapat digunakan sebagai acuan jika terjadi penyimpangan pada barang yang telah diluncurkan ke pasar. Dan dalam hal ini pelarut yang digunakan adalah isopropanol yang telah dinetralkan dengan larutan basa. kondisi atmosfer lingkungan .2. 1989).3. Faktor-faktor yang mempengaruhi umur simpan produk yang telah dikemas adalah sifat alami produk terkemas. jadi dapat segera dilakukan recall.1. Dalam bahan pangan keberadaan asam lemak bebas denagn kadar tinggi tidak diinginkan. Pemeriksaan shelf life merupakan salah satu factor penting dalam bidang pengawasan mutu. Jenis Parameter pengujian minyak goreng : 2. Shelf Life Shelf life merupakan bentuk pengawasan mutu mie instan selama umur penyimpanan. FFA (Free Fatty Acid) / Asam lemak bebas Asam lemak bebas / FFA adalah asam lemak yang berada sebagai asam bebas tak terikat sebagai trigliserida. Prinsip dari analisa FFA adalah pelarutan dengan pelarut organic. BHA. karena asam lemak bebas dapat menyebabkan bahan pangan menjadi mudah tengik dan tidak layak untuk dikonsumsi. BHT dan lain-lain. Shelf life produk pangan merupakan suatu parameter ketahanan produk selama penyimpanan terutama jika kondisinya beragam (syarieg et al. Banyaknya kandungan asam lemak bebas yang ada pada minyak goreng dapat menurunkan kualitas dari minyak itu sendiri. Ketengikan biasanya disebabkan oleh pemanasan yang berulang-ulang dengan suhu yang tinggi yang dapat mengakibatkan bahan pangan tidak layak untuk dikonsumsi.Proses ketengikkan pada minyak dapat dicegah dengan menambahkan antioksidan seperti tokoferol. 2.

meliputi analisa fisik.Suhu Suhu memiliki pengaruh ganda dalam bahan pengemas dan kecepatan oksidasi lemak. b. Lama penyimpanan sample tergantung dari umur produk dan produk dimusnahkan setelah rasa kadaluarsa berakhir. Pertukaran kelembaban dengan sekitar dapat menyebabkan perubahan pada fisik. air dan bau. Pemeriksaan dilakukan baik secara fisik. Pemeriksaan pada shelf life dilakukan untuk IQC (Ingredient Quality Control). organoleptik. Uap air Mie instan merupakan salah satu jenis pangan kering yang rentan terhadap uap air karena dapat mengurangi kerenyahannya. rasa dan meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme. dan kimia (kadar air dan FFA minyak bumbu). Mekanisme kemunduran mutu produk dapat dipengaruhi oleh : a. dan OQC (Outgoing Quality Control).sekitar produk (kelembaban dan suhu) serta ketahanan bahan pengemas terhadap gas. . PQC (Process Quality Control). Suhu yang rendah dapat memudahkan transisi air dari udara sekitar ke dalam produk terkemas. Oksidasi dan hidrolisa Mie instan merupakan makanan ringan yang mengandung cukup banyak lemak. Barang yang diperiksa pada monitoring IQC yaitu seasoning dan ingredient. c. Oleh karena itu oksidasi sangat berpengaruh dalam kemunduran mutu produk karena dapat menyebabkan ketengikan pada lemak. Sedangkan uap air yang masuk dalam bahan juga akan mengakibatkan terjadinya hidrolisa pada lemak dan meningkatkan kandungan asam lemak bebas pada mie instan tersebut. Pada PQC bahan yang akan dianalisa shelf life yaitu mie. sedangkan suhu tinggi akan memudahkan terjadinya oksidasi pada lemak yang terkandung dalam mie.

bau. yaitu dimulai pada tanggal 1 Juli sampai dengan 30 Oktober 2011. Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap adanya cemaran. Indofood CBP Sukses Makmur tepatnya di bagian QC proses P. Bahan. 3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pada tahun ajaran 2010/2011 SMK Analis Kimia Nusa Bangsa melaksanakan Prakerin pada semester VII.organoleptik maupun kimia. BAB III PELAKSANAAN PRAKERIN 3. Tujuan Penetapan ini bertujuan untuk menentukan kadar air pada Mie Instan dengan menggunakan metode pemanasan langsung. dan Metode Kerja 3. B.1 Penentuan Kadar Air pada Mie Instan dan Bumbu Mie A. tekstur. Adapun lembaga atau institusi yang dijadikan tempat Prakerin adalah PT. Prinsip Kerja .2. Pemeriksaan organoleptik meliputi rasa. dan warna. Sedangkan pemeriksaan kimia meliputi kadar air dan AV (Bilangan asam).2 Alat. Waktu pelaksanaan Prakerin ini selama ± 4 bulan. OQC akan memonitoring mie instan produk jadi selama barang masih terdapat di gudang dan dihentikan bila barang telah keluar dari gudang.2.

Neraca Analitik pembacaan 0. Tujuan . 2.2. Didinginkan dalam desikator kemudian timbang sampai ketelitian 0.1 mg. 3. 4. Sampel (Mie Instan) E. Oven listrik dengan suhu 105 ± 2 oC 3. Penjepit 6.2 Penetapan Kadar Lemak pada Mie Instan A. Ditimbang 2-5 g contoh yang telah disiapkan ke dalam botol timbang. Penetapan ini relative sederhana dimana contoh ditimbang pada suhu 105 ± 2 oC dalam oven kemudian hilangnya berat dalam contoh dihitung sebagai kadar air. Cara Kerja 1. Bahan 1. 3. C. Alat 1. Dikeringkan dalam oven dengan suhu 105 ± 2 oC selama 3 jam (botol timbang dalam keadaan terbuka) Didinginkan dalam desikator selama 30-45 menit Ditimbang botol beserta isinya sampai ketelitian 0.Metode ini digunakan untuk seluruh produk makanan kecuali bila produk tersebut mengandung komponen atau zat yang mengalami dekomposisi pada suhu pemanasan 105 ± 2 oC atau produk tersebut mengandung zat yang mudah menguap. 5.1 mg. Dikeringkan cawan / botol timbang beserta tutupnya dalam oven dengan suhu 105 ± 2 oC selama 30 menit. Desikator 4. Spatula D. 6.1 mg 2. Cawan / botol timbang 5.

Pemanas Listrik 4. Alat 1. Prinsip Kerja Sampel yang telah dihaluskan dimasukkan dalam huls kemudian dengan menggunakan alat soxlet sample diekstrak dengan pelarut organic yaitu petroleum benzene. C. Diatur suhu penangas air dimana labu didih dipanaskan pada suhu 60 – 70 oC. Ditimbang dengan teliti 2 – 4 g contoh. Ekstraksi lemak bebas dengan pelarut non polar. Neraca Analitik 7. Bahan 1. Dimasukkan ke dalam thimble dan tutup rapat dengan kapas dijaga jangan sampai bocor 4. bagian bahan yang terekstrak dibagi contoh adalah kadar lemak yang ditentukan. . Contoh dihaluskan sampai cukup halus (< 1 mm) 2. Cara Kerja 1. Petroleum benzene 2. Alat Soxlet 3. Penangas air 6. Thimble bebas lemak 3. Kapas D. Batu didih E. B. Huls 8. Kapas bebas Lemak 4. Diekstrak dengan menggunakan petroleum benzene dalam alat soxlet selama 4 jam 5. Labu Lemak 2.Penetapan ini bertujuan untuk mengetahui kadar Lemak yang terkandung pada Mie Instan dengan menggunakan metode Soxlet. 3. Oven listrik dengan suhu 105 ± 2 oC 5.

6. 5. Disulingkan dan keringkan labu lemak yang berisi residu lemak / minyak dalam oven pada suhu 105 ± 2 oC sampai tidak berbau pelarut selama 3 jam. Prinsip Kerja Pelarutan lemak atau minyak hasil ekstraksi dalam pelarut organic yang sesuai (campuran etanol : eter = 1:1) dan telah dinetralkan. Didinginkan dalam desikator selama 30 – 45 menit. 4. 7. selanjutnya asam lemak bebas yang terdapat dalam contoh dinetralkan dengan larutan basa. 6. 7. C. 3. 3. 8. Dimasukkan thimble berisi contoh ke dalam soxlet.3 A.2. Burette dengan ketelitian 0. 9.05 mL Erlemeyer Flask Penangas air Hotplate Neraca Analitik Beaker glass Corong Oven . Ditimbang labu berisi minyak. Labu lemak berisi batu didih yang digunakan sebelumnya telah diketahui bobot tetapnya. 2. Alat 1. B. 8. Tujuan Penetapan kadar AV pada Mie Instan Penetapan Kadar AV bertujuan untuk menentukan dan mengetahui mutu minyak terhadap bilangan asam . 10.

4 Penetapan kadar FFA pada Minyak goreng dan Minyak Bumbu A. Bahan 1. Larutan KOH Lar. Lakukan ekstraksi terhadap contoh produk untuk E. Ditambahkan 30 – 50 mL pelarut yang telah dinetralkan dan kocok sampai larut Ditambahkan beberapa tetes indicator PP 8. 3. 7. Larutan Petroluem benzene 1. Indicator PP dalam etanol 95% Campuran etanol : dietileter (1:1) yang telah dinetralkan . 2. Bila minyak tidak larut. B. Contoh minyak cair hasil ekstraksi dapat langsung ditimbang 3. Tujuan Untuk menentukan Kadar asam lemak bebas pada minyak goreng yang telah dipakai. 4.05 N dengan titik akhir titrasi berwarna pink tidak hilang sampai 30 menit 3. Prinsip Kerja . 4. tempatkan campuran diatas hotplate kemudian atur suhu pada 40 oC . 5. Contoh minyak yang telah diekstraksi kemudian didestilasi Dikeringkan dioven dengan suhu 105 ± 2 oC sampai bau untuk menghilangkan pelarut (petroleum benzene) pelarut hilang Ditimbang contoh minyak yang telah kering 6.2.D. Kocok contoh pelanpelan sambil dititrasi dengan larutan standar alkali KOH 0. Cara Kerja mendapatkan minyak 2.

Larutan indicator phenolpethalein 1% Larutan KOH 0.05 N dengan menggunakan indicator PP 2.05 N . Bulp D. Buret 2. Ditambahkan 30-50 mL pelarut yang telah dinetralkan dan kocok sampai larut 3. Pipet tetes 4. Alat 1.Pelarutan lemak atau minyak dalam pelarut organic yang sesuai dan telah dinetralkan. Pipet measuring 6. Neraca analitik 5. selanjutnya asam lemak bebas yang terdapat dalam contoh dinetralkan dengan larutan alkali. Cara Kerja 1. Tambahkan 2-3 tetes indicator phenolphthalein 4. Titik akhir titrasi tercapai bila warna campuran berubah menjadi pink dan tidak hilang selama 30 detik. F. 3. Isopropanol atau dietil eter : etanol (1:1) yang telah dinetralkan. C. Dititrasi dengan menggunakan larutan KOH 0. Bahan 1. Ditimbang dengan teliti 3-5 gram contoh ke dalam erlemeyer 2. Penetralan dilakukan dengan menitrasi pelarur dengan KOH 0.05 N . Labu erlemeyer 3.

3088 56.6825 2.1.1 16.1.6085 44.7884 2.1525 54.5 17.7954 2.1 Hasil Analisa Kadar Air dalam Mie Instan Line Kode alat 16.8279 62.8575 4.6635 42.4 16.5962 4.9441 4.1.9663 4.4589 3.1856 3.9560 3.4998 Berat akhir (gram) 58.0950 46.1.3303 4.9724 4.9049 45. Hasil Analisa 4.4716 2.8 17.3 16.8814 4.2 16.7149 5.3969 40.6492 58.7222 2.7 16.5874 4.6317 2.2719 40.8459 2.2039 5.3696 4.7598 45.3 17.0489 42. Mie Instan 4.9970 Berat alat + contoh (gram) 58.1.7856 43.3745 53.2294 2.5503 42.3575 Hasil perhitungan (%) 2.8477 12. Hasil Analisa AV (Acid Value) / bilangan asam pada Mie Instan .2179 46.9431 42.2 17.00 Keterangan 4.5974 39.2816 54.1 17.6 17.4937 58.5865 4.1.7 17.8 F7 46 3 BX 92 SSI A7 KA 36 CQ 5 QR MZ 83 66 2 Berat Contoh (gram) 4.9415 60.7402 2.BAB IV DATA PENGAMATAN 4.7897 46.5101 53.8355 2.6 16.5 16.4196 42.7254 2.7914 60.4416 39.8244 4.1.2.7486 44.9587 62.7383 2.6299 4.8842 2.9189 46.1896 56.4 17.

46 Hasil Perhitungan (%) 0.222 0.4772 107.3532 3.530 0.547 0.4196 4.254 0.219 16.250 0.2718 Volume titrasi (ml) 0.Line Kode alat Berat Alat (gram) 114.1.2 16.3172 108.8364 110.250 0.9617 3.8 KAO HR RSL SRP X2 TYS RZ 2A AB NS 17 ZR DB XB DIL ZPS 4.1850 112.44 0.2161 107.9529 111.245 0.3868 109.1612 109.30 Keterangan .4 16.2280 2.247 0.6 17.5 17.49 0.7 16.73 0.8965 110.2762 106.1.9195 3.44 0.1651 Berat Akhir (gram) 118.4 17.481 0.3359 3.3.1045 115.481 FFA Mie 0.5433 107.8879 119.59 0.503 0.6 16.45 0.0260 3.38 0.8062 113.7616 13.52 0.2095 109.9815 107.257 0.159 0 Hasil Perhitungan (%) 16.557 0.488 0.9698 3.1067 Berat Contoh (gram) 4.446 0.2 17.5 16.4676 4.7 17.5563 Berat Contoh (gram) 3.537 0.5710 3.4128 113.8041 2.542 0.224 0.56 0.64 0.5957 Berat Akhir (gram) 106.477 0.4766 109. Hasil Analisa Kadar Lemak (FC) pada Mie Instan Line Kode Alat 16.6438 120.1 16.8 17.211 0.1717 111.4007 110.2844 116.203 0.57 0.1334 114.6035 3.6936 105.6357 2.548 0.2807 112.1846 2.490 0.254 0.461 0.59 0.3 17.230 0.67 0.5390 115.43 0.1595 2.2031 111.6367 110.218 0.8463 109.220 0.3 16.2242 116.242 0.557 0.563 0.40 0.1 3Y Berat Alat (gram) 105.1 17.

5415 114.16.2690 3.968 1 107.226 3 117.930 1 115.3725 114.3864 15.2358 3.4364 16.8 30 B UMR AMD 14 XL 3 114.2 17.0345 15.6412 16.5 17.5299 104.911 6 109.8502 108.5 16.8970 .6 17.3767 108.9282 15.6 16.0702 16.8786 15.0861 3.6267 114.9695 108.9076 3.7837 3.0137 16.0874 114.754 0 115.6134 116.7623 115.5653 16.7628 112.337 4 113.2242 3.4 16.539 2 15.1958 106.8174 112.9185 3.6635 16.821 7 107.3324 3.3 16.1746 3.344 4 108.131 0 104.2826 17.3628 16.2 16.291 8 113.9044 3.3 17.224 1 114.1 17.8 52 AMD 30 66 KAO 2A F1 ELS 110.142 3 115.8474 15.503 6 108.7 16.7697 3.3828 106.5264 3.8122 15.7 17.253 2 16.5610 3.4 17.9731 110.7488 4.6406 3.

2.164 0.5705 6.1326 6.9239 6.65 0.66 0.0620 6. Hasil Analisa FFA Minyak Goreng Line 16 17 18 19 20 21 22 23 27 Kode Alat EXS P 02 66 BB KX ZR 007 COY Berat Contoh (gr) 8.216 0.0234 6.4004 7.1.9984 Hasil perhitungan (%) 7.7353 6.0367 4.68 0.5761 51.4.197 0.2.0341 3.1.6812 Berat alat + contoh (gram) 44. Minyak Goreng 4.231 4.7006 37.4424 36.2669 6.2762 Berat akhir (gram) 44.4148 Volume Titrasi (mL) 1.7241 7.167 0.73 0.5083 4.1 Hasil Analisa Kadar Air pada Mie Instan Rasa Kode alat SPGS SPGAB RGA OR GSE COD C1 27 H WB Berat Contoh (gram) 4.5984 61.1556 60.98 Hasil Perhitungan (%) 0.154 0.2.8879 51.3.88 0.3.199 0.1.1590 7.5805 4. Hasil Analisa Kadar Air bumbu .09 0.172 0.70 0.1.1.99 0.3 Shelf life 4.2458 60.163 0.6978 7.1495 6.1.5465 Keterangan 4.8143 60.

9026 50.649 0.8348 Keterangan OR SPGAB RGA GSE SPGS 36 KI 91 X2 L28 B C6 4R C8 F7 5 TG 14 X3 OOO Kecap Bawang Bumbu Kecap Bawang Bumbu Kecap Bumbu Kecap Bawang Bumbu Kecap Bumbu Sambal Bawang 4.9715 56.5539 60.9841 3.58 1.1370 6.6884 3.7305 5.0409 6.2778 Berat Awal + Contoh (gram) 108.3084 46.8153 6.2506 59.6005 9.2810 111.1358 1.4566 54.0276 106.0093 57.4491 5.5049 47.9617 47.4.0340 Volume Titrasi (mL) 0.9002 56.7022 4.2661 Berat akhir (gram) 59.38 0.6348 43.0824 3.8897 Hasil perhitungan (%) 10.2980 113.Rasa Kode alat Berat Contoh (gram) 3.7622 50.358 0.1.0170 2.254 0.6207 6.8045 58.9153 11.80 0.3.8688 13.6300 6.0698 6.6940 109.3269 51.7523 2.3436 2.0977 2.5502 mL Titrasi (%) 0.819 0.4977 46.9610 2.3.9362 51.6117 3.353 0.6697 54.6664 3.3616 5.790 0.72 0.2919 2.66 0.9169 43.7038 2.3.727 .2882 3.7906 17.1261 3.8975 1. Hasil Analis AV (Acid Value)/bilangan asam pada Mie Instan Rasa Kode Alat Berat Awal (gram) SPGS SPGAB RGA AMD X2 SRP 106.4249 51.3662 3.1182 52.70 1.1602 47.1.8913 52.2889 52.4509 Berat alat + contoh (gram) 59.7991 5.54 Hasil Perhitungan (%) 0.2258 6.2724 Berat Contoh (gram) 2.4310 43.50 Hasil Perhitungan (%) 0.7626 2.3721 47.5686 55.5832 43. Hasil Analisa FFA pada minyak bumbu Rasa OR SPGAB RGA GSE SPGS Kode Alat BB BIG AG EXS 66 Berat Contoh (gr) 4.3842 54.385 4.

1680 110.748 Keterangan : SPGS  Supermie Goreng Sedap SPGAB  Supermie Goreng Ayam Goreng RGA OR GSE  Sarimi Goreng Ayam  Original Indomie  Goreng Satay .44 0.3620 2.4030 109.1790 2.0410 107.OR GSE XL 17 108.617 0.3470 0.49 0.