BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, tapi tidak didukung oleh jumlah lapangan pekerjaan yang mengakibatkan banyaknya pengganguran di era globalisasi ini. Karena itu, perlu pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapinya. Pendidikan di sekolah dan di luar sekolah berperan sebagai penunjang pembangunan sumber daya manusia, harus secara jelas ikut membantu dan membentuk peserta didik menjadi aset bangsa. Sebagai aset bangsa peserta didik diharapkan menjadi manusia produktif yang berpenghasilan, juga menjadi manusia yang mampu menciptakan produk-produk unggulan. Sekolah Menengah Kejuruan, khususnya Kimia Analisis berharap agar dapat menghadapi tantangan dan tuntutan yang muncul pada kondisi sekarang ini serta dapat memfokuskan siswa pada kehandalan dalam bekerja. Dalam sektor Industri, perlu adanya kerjasama antara sekolah dengan dunia Industri, dimana Industri turut membantu pembekalan melalui Prakerin. Praktek Kerja Industri (Prakerin) merupakan salah satu program kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Analis Kimia Nusa Bangsa Bogor yang bertujuan menciptakan tenaga analis yang siap kerja dengan harapan peserta didik dapat menyesuaikan diri dengan dunia kerja sehingga dapat menjadi analis yang terampil, kreatif, dan ulet. 1.2. Maksud dan Tujuan pelaksanaan Prakerin Maksud Praktek Kerja Industri adalah untuk mencetak dan mempersiapkan tenaga Analis Kimia yang berjiwa perintis, memiliki kemampuan kerja yang professional dan disiplin, mampu memimpin dan siap pakai serta mempunyai peranan besar dalam mengembangkan dan memajukan sektor Industri Kimia di Indonesia.

Tujuan pelaksanaan Prakerin yaitu : 1. Siswa dapat menerapkan teori dan praktek yang telah didapat dari sekolah selama pendidikan. 2. Memberikan kesempatan pada siswa untuk dapat beradaptasi dengan suasana dan lingkungan kerja sebenarnya. 3. Meningkatkan pengetahuan dalam penggunaan instrument kimia analisis yang lebih modern 4. Menumbuhkan dan memantapkan sikap profesional siswa dalam rangka memasuki lapangan Industri 5. Meningkatkan wawasan siswa pada aspek-aspek yang berkaitan dengan dunia kerja antrara lain : Strukur Organisasi, disiplin, lingkungan dan system kerja. 6. Memberikan kesempatan pada siswa untuk menerapkan keterampilan dan keahlian dibidang masing-masing. 1.3 Tinjauan umum Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang penulis lakukan berada di perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan yaitu PT. Indofood CBP Sukses Makmur divisi Noodle cabang Surabaya Jl. Raya Cangkring Malang KM.32 Kec.Beji Kab.Pasuruan 1.3.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT. Indofood CBP Sukses Makmur merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan. Perusahaan yang berdiri pada 14 Agustus 1990 di Jakarta ini diberi nama PT. Panganjaya Intikusuma. PT. Indofood CBP Sukses Makmur divisi Noodle cabang Cibitung didirikan pada tahun 1992 dengan nama awal PT. Inti Pangan Persada dan mengubah namanya menjadi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk empat tahun kemudian. Lalu pada 1 Oktober 2009, perusahaan ini menganti namanya kembali menjadi PT. Indofood CBP Sukses Makmur. PT. Indofood CBP Sukses Makmur cabang Cibitung merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan mie instan yang dikemas dalam kemasan plastic dengan tambahan bumbu dan minyak bumbu. Baik bumbu dan minyak bumbu serta

bahan pelengkap lainnya tidak diproduksi diperusahaan ini melainkan diproduksi oleh perusahaan yang masih termasuk dalam Indofood group yang berlokasi di Semarang, Cikampek, dan Surabaya yang kemudian di supply ke Indofood cabang Cibitung . Divisi mie instan merupakan divisi terbesar di Indofood, pabriknya tersebar di 14 kota besar di Indonesia yaitu : Pekanbaru, Lampung, Medan, Palembang, Jakarta, Cibitung, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Manado dan Makasar. Jenis-jenis produk yang diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur divisi noodle ini dapat dibagi menjadi 5 bagian, yaitu : • • • • • Normal Noodle Snack Noodle Cup Noodle Dried Noodle Bihun : Indomie, Supermie, Sarimi, Sakura : Anak Mas : Pop Mie : Mie Telur cap 3 ayam : Pop Bihun

Perusahaan ini dengan cepat dapat berkembang. Pada awal berdiri tahun 1992 PT. Indofood CBP Sukses Makmur hanya memiliki satu pabrik (plant 1) kemudian di tahun 1996 didirikan pabrik kedua (plant 2) dan terakhir pada tahun 2001 didirikan lagi pabrik ketiga (plant 3) yang dikhususkan untuk produksi bihun. Dengan visi “menciptakan pilihan menjadi penyedia utama makanan dan consumen products bermerk terkemuka bagi jutaan konsumen di Indonesia dan juga di berbagai penjuru dunia.” PT. Indofood CBP Sukses Makmur telah mendapatkan berbagai sertifikasi dan penghargaan diantaranya : ISO 9001:2000,HACCP, Setifikasi Halal Indonesia dan Malasyia, dan SNI untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan. Pemasaran produk PT. Indofood CBP Sukses Makmur cabang Cibitung adalah daerah Jakarta dan sekitarnya. Selain itu produksi perusahaan juga diekspor ke berbagai negara diantaranya Eropa, Timur Tengah, Inggris, Nigeria, Amerika, Jepang, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Brunei, Singapura, Australia.

Unit pengolah limbah yang digunakan Waste Water Treatment (WWT) untuk pengolahan limbah cair dan incinerator untuk pengolahan limbah padat. Luas area pabrik PT. dan Finance and Accounting Manager (FAM) . . Desa Sukadanau RT 05/RW 02 No. : berbatasan dengan Pabrik Gas Samator : berbatasan dengan Jalan Raya dari Kampung Jarakosta : berbatasan dengan pemukiman penduduk.1 Cikarang Barat. unit pengolah limbah dan berbagai sarana hubungan industrial.3. Indo Sentra Pelangi dan pemukiman penduduk.Indofood CBP Sukses Makmur ini sekitar 25. Koperasi.3 Struktur Organisasi Struktur organisasi merupakan gambaran fungsi dan tanggungjawab tugas dan kewajiban serta kekuasaan yang ada pada perusahaan agar personil mudah dalam melaksanakan aktifitasnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Poliklinik. Indofood CBP Sukses makmur dipimpin oleh seorang General Manager (GM) yang membawahi lima department yaitu Factory Manager (FM). Indofood CBP Sukses Makmur Divisi Noodle cabang Cibitung ini beralamat di Kampung Jarakosta.1. Branch Personal Manager (BPM). 1. Area and Sales Promotion Manager (ASPM). Bekasi 17520.Tempat olahraga dan kesenian serta Bank dan ATM BCA .2 Lokasi dan Tata Letak Perusahaan PT. jalan tol dan sawah.3. Berbagai fasilitas industrial yang ada adalah Kantin. Mushola . PT.75 hektar digunakan untuk bangunan pabrik. Dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Utara Selatan Timur Barat : berbatasan dengan Pabrik seasoning PT. Branch Process Development Quality Control Manager (BPDQCM).

2 QC Field 1. Factory Technic Manager (TM) yang memimpin departemen teknik. Factory Manager (FM) Factory Manager (FM) membawahi lima sub departemen yaitu Production Manager (PM) yang memimpin departemen produksi.1. proses produksi 2. menangani keluhan konsumen. Warehouse Manager (WHM) yang memimpin departemen Warehouse.3 Admin 2. melaksanakan audit system mutu 4. menjamin mutu dari bahan baku sampai produk jadi di pasar 2. QC Proses Supervisor Tugas dan tanggung jawab: 1. proses hingga produk jadi serta melakukan inovasi dan modifikasi produk. Production Planning and Inventory Control (PPIC) yang memimpin departemen PPIC.1. QC Proses Section Supervisor yang membawahi 1. mulai dari bahan baku.a. memperbaiki mutu proses dan produk 3. BPDQC Manager membawahi QC Proses Supervisor dan QC Raw Material and Finish Good Supervisor.1.1. QC Raw Material and Finish Good Supervisor Memonitoring shelf life produk Menjalankan hasil standarisasi Menjamin dan mengendalikan mutu . yaitu: 1. 1. 3. Purchasing Officer yang memimpin departemen Purcahsing b. Departemen ini memiliki beberapa tugas yaitu: 1. proses QC Proses Supervisor membawahi seksi.1 QC Analis 1. Branch Process Development Quality Control Manager (BPDQCM) BPDQC Manager merupakan suatu departemen yang menangani pengawasan mutu. mengkordinasikan kegiatan kalibrasi alat lab. produksi dan gudang.

Masing-masing shift memiliki 7 jam kerja selama satu sehari. Finance and Accounting Manager (FAM) FAM bertugas untuk menangani bidang keuangan perusahaan. Sehingga pembagian jam kerja QC proses mengikuti jumlah regu kerja yang terdiri dari 3 shift. Kegiatan produksi dilakukan selama 24 jam pada hari senin hingga jumat. yaitu : 2. d.00 dari senin hingga jumat.1 QC Raw Material and Finish Good Section Supervisor membawahi 2. Karyawan staff bekerja mulai pukul 08. e.00.00 pada hari senin sampai jumat dan pukul 08.1.1 QC Analis 2.4.00 sampai pukul 17.2 QC Field 2. Indofood CBP Sukses Makmur cabang Cibitung mempunyai jumlah tenaga kerja kurang lebih 2076 orang dari seluruh plant.00 sampai pukul 13.1 Sistem dan jam kerja karyawan Pembagian waktu kerja untuk karyawan di PT.00 pada hari sabtu dengan waktu istirahat selama 1 jam pada pukul 12. Area and Sales Promotion Manager (ASPM) ASPM bertugas untuk menangani bidang promosi dan penjualan produk.00 sampai pukul 14.1.Tugas dan tanggung jawab: Mengendalikan mutu bahan baku dan barang jadi Melakukan monitoring barang yang terdapat di gudang QC RM/FG supervisor membawahi seksi. 1.1. Indofood CBP Sukses Makmur mengacu pada peraturan yang telah ditetapkan oleh Departemen Tenaga Kerja adalah 40 jam kerja dalam satu minggu. Branch Personnel Manager (BPM) BPM bertugas untuk menangani tenaga kerja atau SDM yang ada di perusahaan. Sedangkan karyawan staff yang berhubungan dengan proses produksi bekerja dari senin hingga sabtu dengan jam kerja pada pukul 08.3 Admin c. 1.4 Ketenagakerjaan PT. dengan .00 sampai pukul 17.

Screw Suatu proses penyupplian tepung terigu yang berasal dari gudang bahan baku yang dimasukkan ke dalam hopper secara manual.00 sampai pukul 14.00 WIB.00 sampai pukul 06. Pengiriman tepung Pengiriman tepung dapat dilakukan 2 cara yaitu Screw (secara manual) dan SILO (secara otomatis) a. Larutan alkali dibuat berdasarkan pada jenis flavour yang akan diproduksi pada line tertentu. Kemudian larutan alkali ditampung disebuah alat penampung (weighing tank). Pembuatan Alkali Larutan Alkali adalah suatu campuran dari air dan bahan tambahan makanan lain seperti antioksidan. 1. dimana penggerak tersebut berfungsi untuk mengaduk campuran air dan bahan tambahan makanan sehingga dihasilkan larutan alkali yang homogen. penguat flavour. dan shift tiga dimulai pukul 22.00 sampai pukul 12.00 sampai pukul 17.1 Persiapan Produksi Sebelum masuk kedalam proses produksi terlebih dahulu dilakukan persiapan produksi yang meliputi pembuatan larutan alkali dan pengiriman tepung. 2. Pada hari minggu hanya dilakukan uji alkali.00 WIB. shift dua dimulai pada pukul 14. Dari weighing tank.5 Gambaran umum proses produksi 1.00.00.pembagian waktu yaitu shift satu dimulai pada pukul 7. pengatur keasaman. Kemudian tepung terigu tersebut akan disaring dengan menggunakan . pengemulsi.30.00 sampai pukul 22. shift tiga dimulai pukul 17.30 sampai pukul 22. Larutan yang telah dibuat digunakan untuk satu kali batch pengadukkan. larutan alkali kemudian dialirkan ke dalam mixer pembuat adonan.00. 1. Sedangkan pada hari sabtu pembagian jam kerja pada masing-masing shift yaitu shift satu dimulai pukul 07. Pembuatan larutan alkali dilakukan pada sebuah tangki alkali yang didalamnya terdapat pengaduk yang digerakkan dengan motor. shift dua dimulai pukul 12.5. dll.

5. Pressing (pengepresan). Pressing Pada Proses Pengepresan (Pressing) adonan terigu beserta campurannya dibentuk menjadi suatu lembaran.sieveter dengan tujuan menyaring kotoran seperti benang dari kemasan zak dan kayu dari palet. 2.2 Tahapan Proses Produksi Pada proses pembuatan mie instan terdapat tujuh tahapan yang harus dilewati. 1. Kemudian tepung yang sudah disesuaikan jumlahnya/sudah diprogram (sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi) secara otomatis masuk ke dalam mixer. cutting (pemotongan). wrapping/packing (pengemasan). Pada proses ini pemeriksaan yang harus dilakukan adalah pengamatan terhadap cemaran. Slitting (pembentukkan untaian). 1. b. sehingga adonan tidak terlalu lembek atau terlalu keras. Mixing Proses mixing adalah proses awal pada pengolahan mie. Pada tahap ini tepung terigu yang sudah berada di alat mixer dicampurkan dengan air dan bahan tambahan ( larutan alkali yang sudah dibuat sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi ) agar menjadi suatu adonan. cooling (pendinginan). meliputi Mixing (Pencampuran). Kemudian terigu yang telah terbebas dari kotoran tersebut dibawa oleh screw yang akan menuju mixer. Adonan dilewatkan pada pressing roll yang memiliki tingkat ketebalan yang berbeda-beda untuk mendapatkan lembaran . Silo Suatu proses penyupplian tepung terigu yang dilakukan secara otomatis. jumlah penambahan air serta kadar air pada adonan. frying (pengorengan). jumlah alkali yang ditambahkan . Tepung terigu yang berasal dari gudang bahan baku dimasukkan ke tangki penampungan (buffer) sebelum penimbangan berlangsung. Air yang dicampurkan harus sesuai. Steaming (pengukusan).

Pada Proses Pressing ini pemeriksaan yang dilakukan yaitu untuk mengetahui cemaran dan ketebalan untaian. Dengan mengatur kecepatan laju alat sillter untaian akan lebih merapat. Pengukuran tekanan menjadi hal yang penting pada proses ini karena jika tekanan terlalu tinggi bisa menyebabkan mie menjadi lengket dan waktu steaming juga berpengaruh terhadap penetrasi panas dalam mie. Proses pemeriksaan yang terjadi pada proses ini adalah pengukuran tekanan. Slitting Setelah melalui roll press . rapat dan lebih padat. waktu steam. Tujuan dari proses ini agar mie tergelatinisasi dengan sempurna sehingga tekstur mie menjadi empuk dan elastis. Adonan yang berjalan dari pressing roll pertama sampai dengan yang terakhir menyebabkan bentuk lembaran semakin tipis hingga mencapai ketebalan tertentu sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi. maka adonan mie akan dibentuk suatu untaian dengan menggunakan alat sillter. suhu. Kemudian adonan yang berbentuk untaian diubah menjadi bentuk gelombang dengan menggunakan waving net. . Pada tahap ini berlangsung proses gelatinisasi.panjang dengan ketebalan tertentu yang sesuai dengan standart. Steaming Steaming merupakan proses pengukusan atau pemasakan mie menggunakan uap panas yang dialirkan boiler ke dalam steam box. 4. Pemeriksaan yang dilakukan pada tahap ini adalah bentuk untaian dan bentuk gelombang mie yang dihasilkan. serta cemaran. jika waktu steaming semakin lama maka panas yang berpenetrasi akan semakin baik dan merata. 3. Gelatinisasi adalah proses penyerapan air kedalam granula pati. Jadi mie yang terbentuk terlihat lebih rapi.

Cooling Cooling atau proses pendinginan merupakan suatu proses dimana mie yang telah melalui proses frying didinginkan/ ditiriskan di cooling box dengan suhu tertentu. 7. berat mie kering setiap jalur. Cutting Setelah melakukan steaming. Beberapa factor yang mempengaruhi proses penggorengan adalah kondisi minyak goreng. jumlah antioksidan yang ditambahkan pada minyak serta menganalisa FFA (asam lemak bebas) minyak goreng. Tujuan lain dari proses . temperature penggorengan serta waktu penggorengan. panjang mie yang telah terpotong. suhu dari luar ataupun dari alat-alat penggorengan. Parameter mutu yang digunakan dalam proses ini adalah waktu penggorengan.5. mie dibentuk menjadi bentuk segi empat dengan proses cutting yang dilakukan dengan melewatkan mie pada alat cutter yang bergerak dengan kecepatan tertentu sehingga ukuran panjang mie sesuai dengan standart yang telah ditentukan. Frying Proses Frying merupakan proses dimana mie yang telah disteam akan digoreng menggunakan minyak goreng yang sebelumnya telah dilakukan penyaringan dan pemanasan yang telah ditambahkan dengan antioksidan. Pemeriksaan yang dilakukan pada tahap ini adalah kecepatan cutter. Tujuan dari proses cooling adalah untuk menurunkan suhu mie agar mie pada saat dikemas tetap terjaga kerenyahannya . Tujuan dari proses ini adalah untuk menurunkan kadar air yang berasal dari proses pengukusan (steaming). berat mie basah untuk setiap line serta cemaran asing. 6. susut mie.

kemudian mie diberi lakban. . berat rata-rata dan cemaran. Tujuan dari pemberian kemasan adalah untuk melindungi produk dari kotoran. debu dan penggangu lainnya yang dapat menurunkan kualitas mie. kemudian ditumpuk pada karton kemasan sejumlah yang telah ditentukan. 8. Parameter mutu yang dilakukan pada proses cooling ini meliputi pengukuran waktu pendinginan mie. Kemudian mie yang telah dikemas diberi kode produksi dan tanggal kadarluarsa mie. bentuk mie dan cemaran . Selain itu dilakukan juga analisa berupa kadar lemak dan kadar air mie tujuannya untuk mengetahui mie mudah patah atau tidak. mutu karton. Wrapping dan Packing Setelah dilakukan proses cooling. Pada packing mie yang telah terkemas dan diberi kode produksi.cooling ini juga untuk mengurangi kadar minyak yang dihasilkan dari proses frying agar mie tidak berminyak.Wrapping merupakan pembungkusan mie dengan kemasan yang sesuai dengan mie yang telah dibuat. kondisi pengeleman. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan adalah kode produksi. mie akan di wrapping dan packing.

(Google. dan garam. 2007) Mie Instan didefinisikan sebagai produk makanan kering yang dibuat dari tepung terigu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan makanan yang diizinkan. Proses pembuatan mie instan diawali dengan mencampurkan tepung terigu dengan larutan alkali (campuran beberapa komponen yang dicampurkan dengan air) pada proses Mixing.BAB II KAJIAN TEORI 2. selanjutnya menuju proses Cutting. Kemudian menuju proses Slitting dimana adonan mie dijadikan untaian atau gelombang dengan jumlah serta lebar untaian sesuai jenis mie yang dibuat. dimana adonan tersebut dipotong dengan panjang yang telah ditentukan. Berikutnya adonan tersebut berjalan menuju steam box yang merupakan alat yang digunakan untuk pengukusan dalam proses Steaming yang selanjutnya menuju proses Frying dimana mie akan dikukus dengan suhu tertentu dan kemudian didinginkan pada proses Cooling. mudah dibuat dan harganya lebih ekonomis.1 Mie Instan Mie Instan merupakan salah satu makanan berenergi tinggi yang terbuat dari tepung terigu. dan terakhir mie instan dimasukkan kedalam karton dalam proses Packing sebelum dipasarkan. berbentuk khas mie dan dapat dihidangkan setelah dimasak dan diseduh dengan air mendidih paling lama empat menit (SNI-01-3551-2000). Selanjutnya adonan dibentuk menjadi lembaran adonan yang semakin tipis hingga mencapai ketebalan tertentu dalam proses Pressing. . Makanan ini sangat umum dikonsumsi oleh masyarakat di dunia terutama di Asia karena makanan ini mengenyangkan. air. Adonan yang sudah berbentuk mie selanjutnya di beri bumbu dan dikemas sesuai rasa yang telah ditentukan pada proses Wrapping.

Kadar air yang tinggi dapat mengalami penurunan kualitas mutu selama prose penyimpanan. Jenis Parameter pengujian Mie Instan 2.5%. Pada pemanasan 105oC hanya mengukur kadar air bebas yang terdapat pada bahan pangan . Kadar Air maksimum yang boleh terkandung pada produk pangan darurat salah satunya makanan padat adalah sebesar 9.Mutu mie instan yang berkualitas baik adalah mie yang memiliki gigitan relative kuat. dan air yang membentuk ikatan dengan struktur Kristal. Metode pemanasan langsung digunakan untuk seluruh produk makanan kecuali bila produk tersebut mengandung komponen atau zat yang mengalami dekomposisi pada suhu pemanasan 105-110oC atau produk tersebut mengandung komponen atau zat yang mudah menguap. Sedangkan pada metode Xylol dapat digunakan untuk produk yang mengandung air dan minyak terbang (volatile oil) dimana keduanya dapat menguap. makin besar kemungkinan bahan tersebut cepat rusak atau tidak tahan lama. Penetapan Kadar Air pada Mie Instan cenderung memakai metode pemanasan langsung karena sifat air dari Mie instan sendiri yang mudah menguap.1. Terdapat dua metode untuk menentukan Kadar Air pada bahan pangan yaitu metode pemanasan langsung dan metode Xylol. karena makin tinggi kadar air dalam suatu bahan makanan. Hal ini dimaksudkan .1 Kadar Air Kadar air adalah banyaknya air yang hilang jika dipanaskan pada kondisi uji tertentu. walaupun jumlahnya relative sedikit tapi metode ini cukup cepat dan efisien. kerusakan karena mikroorganisme dan daya simpan yang rendah. Air dalam makanan terdapat dalam tiga bentuk yaitu air bebas yang terdapat pada lapisan bahan makanan. Mutu mie instan juga ditentukan berdasarkan warna. tekstur. Kadar Air dalam suatu bahan terutama makanan perlu ditetapkan. kenyal dan permukaan tidak lengket. dan cara masak untuk penyajian. air yang terikat pada permukaan. yaitu perubahan warna lebih cepat.

Disamping murah petroleum benzene juga tidak terlalu mencemari lingkungan. Kadar lemak pada mie Instan ditentukan dengan mengekstraksi mie menggunakan pelarut organic yaitu petroleum benzene yang didasarkan pada perbedaan titik didih dan berat jenis.1.3 AV (Acid Value) / Bilangan Asam . 2004) 2. Pelarut ini juga memiliki bau yang tidak tajam serta petroleum benzene lebih bisa melarutkan minyak karena titik didih yang pelarut itu miliki lebih rendah dari pelarut organic lain. Struktur pembentukkan lemak : 2. vitamin dan mineral yang mudah dicerna .2 Kadar Lemak Lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh disamping zat gizi yang lain seperti karbonhidrat.untuk meminimalisir kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme. Lemak merupakan salah satu kelompok yang termasuk golongan lipida. protein. Termasuk sifat yang khas dan mencirikan golongan lipida adalah larutannya dalam pelarut organic atau sebaliknya ketidaklarutannya dalam pelarut air.1. (Brisske. Lemak dan minyak merupakan trigliserida atau ester dari gliserol dan asam –asam lemak . Penggunaan pelarut petroleum benzene didasarkan pada sifat dari pelarut tersebut yang dapat melarutkan minyak dalam mie.

Dalam penggorengan minyak goreng berfungsi sebagai medium penghantar panas. (Tambun.Bilangan asam didefiniskan sebagai jumlah KOH (mg) yang diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas dalam 1 gram minyak. (Google. lapisan sebelah dalam disebut mesocarp atau pulp . Minyak ini diperoleh dari pengolahan buah kelapa sawit . Banyak minyak sayur yang dikonsumsi secara langsung. menambah nilai gizi dan kalori dalam bahan pangan. menambah rasa gurih. Penentuan dilakukan dengan cara titrasi menggunakan KOH-alkohol ditambah dengan indikator phenilpetalin (PP). Bilangan asam ini menunjukkan banyaknya asam lemak bebas yang ada dalam minyak akibat reaksi hidrolisis akibat reaksi kimia. Serabut buah kelapa sawit terdiri dari tiga lapis yaitu lapisan luar atau kulit buah yang disebut pericarp.2 Minyak Goreng Minyak goreng adalah hasil akhir (Refined Oils) dari sebuah proses permunian minyak nabati (golongan yang bisa dimakan) dan terdiri dari beragam jenis senyawa trigliserida. Bilangan asam juga merupakan parameter penting dalam penentuan kualitas minyak. Sepertinya halnya semua lemak . 2. Semakin tinggi bilangan asam maka semakin banyak minyak yang terhidrolisis. tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organic. minyak sayur merupakan senyawa ester dari gliserin dan campuran dari berbagai jenis asam lemak. ataupun digunakan secara langsung sebagai bahan campuran di dalam makanan. pemanasan. 2006). Minyak cocok untuk keperluan memasak karena minyak mempunyai titik nyala yang tinggi. Minyak goreng yang dipakai dalam proses penggorengan dalam pembuatan mie instan adalah minyak sawit. Untuk menganalisis karakteristik dari suatu minyak goreng maka jumlah kandungan asam lemak inilah yang dipakai sebagai tolak ukur. Secara garis besar buah kelapa sawit terdiri dari serabut buah (pericarp) dan inti (kernel). 2008) Minyak dapat digunakan sebagai medium penggorengan bahan pangan. proses fisika atau reaksi enzimatis.

Minyak sawit mengandung sedikit asam lemak jenuh seperti asam miristik dan asam laurik. Inti kelapa sawit terdiri dari lapisan kulit biji (testa). endosperm dan embrio. inti (kernel) mengandung minyak sebesar 44% dan endocarp tidak mengandung minyak. Selain mengandung provitamin A yaitu α dan β . asam tidak jenuh ganda seperti asam lemak linoleat. tetapi banyak sekali mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal yaitu asam oleat. Mesocarp mengandung kadar minyak rata-rata sebanyak 56%. 2004) Berikut ini tabel dari komposisi trigliserida dan tabel komposisi asam lemak dari minyak kelapa sawit (Pasaribu.dan lapisan paling dalam disebut endosperm. asam lemak linolenat. Minyak sawit memiliki kandungan gizi yang lebih lengkap dibandingkan dengan minyak zaitun dan VCO. 2004) : Minyak sawit dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak berfungsi sebagai penghantar panas. Minyak sawit memiliki komponen aktif yang sangat berguna bagi kesehatan. memperbaiki tekstur makanan dan sumber energi untuk kebutuhan tubuh dan sangat popular saat ini. menambah cita rasa makanan. (Pasaribu.

Hidrolisis sangat mudah terjadi dalam lemak dengan dengan asam lemak rendah(mentega. Bau yang berasal dari baguan lemak yang rusak ini akan diserap oleh lemak yang ada dalam bungkusan yang mengakibatkan seluruh lemak menjadi rusak. 3).karoten minyak sawit mengandung berbagai jenis mineral yang terdiri atas riboflavin. mangan. Hidrolisis Dengan adanya air. retinal. . lemak dapat terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. Oksidasi dan ketengikan Kerusakan lemak yang utama adalah timbulnya bau dan rasa tengik yang disebut proses ketengikan. 2008) Sebab-sebab dari kerusakan lemak atau minyak yaitu : 1). Penyerapan bau Lemak bersifat mudah menyerap bau. fosfor. asam. panas. minyak kepala sawit. magnesium. Otooksidasi dimulai dengan pembentukan radikal-radikal bebas yang disebabkan oleh factor-faktor yang dapat mempercepat reaksi seperti cahaya. dan minyak kelapa). Hal ini disebabkan oleh otooksidasi radikal asam lemak tidak jenuh dalam lemak. (Arghainc. Selama penyimpanan dan pengolahan lemak atau minyak asal lemak bebas bertambah dan harus dihilangkan dengan proses pemurnian untuk menghasilkan minyak yang lebih baik. Hidrolisis sangat menurunkan mutu minyak goreng. dan licopen. peroksida dan enzim-enzim. dan enzim-enzim sejenis protein. Molekul-molekul lemak yang mengandung radikal bebas lemak tidak jenuh mengalami oksidasi dan menjadi tengik yang disebabkan oleh pembentukan senyawa hasil pemecahan hidro peroksida yang bersifat sangat tidak stabil dan mudah pecah menjadi senyawa dengan rantai C yang lebih pendek yang bersifat volatile dan menimbulkan bau tengik dan lemak. potassium. apabila bahan pembungkus dapat menyerap lemak maka lemak yang terserap ini akan teroksidasi oleh udara sehingga rusak dan berbau. 2). Reaksi ini direaksikan cepat oleh basa. kalsium.

Shelf Life Shelf life merupakan bentuk pengawasan mutu mie instan selama umur penyimpanan. Prinsip dari analisa FFA adalah pelarutan dengan pelarut organic. FFA (Free Fatty Acid) / Asam lemak bebas Asam lemak bebas / FFA adalah asam lemak yang berada sebagai asam bebas tak terikat sebagai trigliserida. Pemeriksaan shelf life merupakan salah satu factor penting dalam bidang pengawasan mutu. Shelf life produk pangan merupakan suatu parameter ketahanan produk selama penyimpanan terutama jika kondisinya beragam (syarieg et al.3. Jenis Parameter pengujian minyak goreng : 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi umur simpan produk yang telah dikemas adalah sifat alami produk terkemas. jadi dapat segera dilakukan recall. BHA. 1989). BHT dan lain-lain. Dan dalam hal ini pelarut yang digunakan adalah isopropanol yang telah dinetralkan dengan larutan basa. 2. kondisi atmosfer lingkungan . karena asam lemak bebas dapat menyebabkan bahan pangan menjadi mudah tengik dan tidak layak untuk dikonsumsi. Ketengikan biasanya disebabkan oleh pemanasan yang berulang-ulang dengan suhu yang tinggi yang dapat mengakibatkan bahan pangan tidak layak untuk dikonsumsi.1. Banyaknya kandungan asam lemak bebas yang ada pada minyak goreng dapat menurunkan kualitas dari minyak itu sendiri. Dalam bahan pangan keberadaan asam lemak bebas denagn kadar tinggi tidak diinginkan.2. Selain itu produk shelf life dapat digunakan sebagai acuan jika terjadi penyimpangan pada barang yang telah diluncurkan ke pasar.Proses ketengikkan pada minyak dapat dicegah dengan menambahkan antioksidan seperti tokoferol.

Pemeriksaan dilakukan baik secara fisik. Uap air Mie instan merupakan salah satu jenis pangan kering yang rentan terhadap uap air karena dapat mengurangi kerenyahannya.Suhu Suhu memiliki pengaruh ganda dalam bahan pengemas dan kecepatan oksidasi lemak. PQC (Process Quality Control). b. meliputi analisa fisik. Suhu yang rendah dapat memudahkan transisi air dari udara sekitar ke dalam produk terkemas. Barang yang diperiksa pada monitoring IQC yaitu seasoning dan ingredient. dan OQC (Outgoing Quality Control). Pada PQC bahan yang akan dianalisa shelf life yaitu mie. Pertukaran kelembaban dengan sekitar dapat menyebabkan perubahan pada fisik.sekitar produk (kelembaban dan suhu) serta ketahanan bahan pengemas terhadap gas. . sedangkan suhu tinggi akan memudahkan terjadinya oksidasi pada lemak yang terkandung dalam mie. organoleptik. Oksidasi dan hidrolisa Mie instan merupakan makanan ringan yang mengandung cukup banyak lemak. Sedangkan uap air yang masuk dalam bahan juga akan mengakibatkan terjadinya hidrolisa pada lemak dan meningkatkan kandungan asam lemak bebas pada mie instan tersebut. rasa dan meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme. Lama penyimpanan sample tergantung dari umur produk dan produk dimusnahkan setelah rasa kadaluarsa berakhir. Mekanisme kemunduran mutu produk dapat dipengaruhi oleh : a. Pemeriksaan pada shelf life dilakukan untuk IQC (Ingredient Quality Control). Oleh karena itu oksidasi sangat berpengaruh dalam kemunduran mutu produk karena dapat menyebabkan ketengikan pada lemak. c. air dan bau. dan kimia (kadar air dan FFA minyak bumbu).

3. Prinsip Kerja . dan Metode Kerja 3. Waktu pelaksanaan Prakerin ini selama ± 4 bulan. Tujuan Penetapan ini bertujuan untuk menentukan kadar air pada Mie Instan dengan menggunakan metode pemanasan langsung. yaitu dimulai pada tanggal 1 Juli sampai dengan 30 Oktober 2011. BAB III PELAKSANAAN PRAKERIN 3. Adapun lembaga atau institusi yang dijadikan tempat Prakerin adalah PT. Indofood CBP Sukses Makmur tepatnya di bagian QC proses P. Sedangkan pemeriksaan kimia meliputi kadar air dan AV (Bilangan asam). Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap adanya cemaran.1 Penentuan Kadar Air pada Mie Instan dan Bumbu Mie A. bau. OQC akan memonitoring mie instan produk jadi selama barang masih terdapat di gudang dan dihentikan bila barang telah keluar dari gudang. B. Pemeriksaan organoleptik meliputi rasa.2 Alat.2. Bahan.organoleptik maupun kimia. dan warna.2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pada tahun ajaran 2010/2011 SMK Analis Kimia Nusa Bangsa melaksanakan Prakerin pada semester VII. tekstur.

3. 3.1 mg 2. Ditimbang 2-5 g contoh yang telah disiapkan ke dalam botol timbang. Desikator 4. 6.1 mg. C. Penjepit 6. 2. Oven listrik dengan suhu 105 ± 2 oC 3. Didinginkan dalam desikator kemudian timbang sampai ketelitian 0. 5. Sampel (Mie Instan) E. Tujuan .Metode ini digunakan untuk seluruh produk makanan kecuali bila produk tersebut mengandung komponen atau zat yang mengalami dekomposisi pada suhu pemanasan 105 ± 2 oC atau produk tersebut mengandung zat yang mudah menguap. Dikeringkan dalam oven dengan suhu 105 ± 2 oC selama 3 jam (botol timbang dalam keadaan terbuka) Didinginkan dalam desikator selama 30-45 menit Ditimbang botol beserta isinya sampai ketelitian 0.1 mg.2 Penetapan Kadar Lemak pada Mie Instan A. Spatula D. Bahan 1. Neraca Analitik pembacaan 0. Cawan / botol timbang 5. 4.2. Dikeringkan cawan / botol timbang beserta tutupnya dalam oven dengan suhu 105 ± 2 oC selama 30 menit. Cara Kerja 1. Penetapan ini relative sederhana dimana contoh ditimbang pada suhu 105 ± 2 oC dalam oven kemudian hilangnya berat dalam contoh dihitung sebagai kadar air. Alat 1.

Dimasukkan ke dalam thimble dan tutup rapat dengan kapas dijaga jangan sampai bocor 4. Batu didih E. Alat 1. 3. Huls 8. . C. Contoh dihaluskan sampai cukup halus (< 1 mm) 2. bagian bahan yang terekstrak dibagi contoh adalah kadar lemak yang ditentukan. Bahan 1. Alat Soxlet 3. Labu Lemak 2. Diatur suhu penangas air dimana labu didih dipanaskan pada suhu 60 – 70 oC. Neraca Analitik 7. Kapas D. Ditimbang dengan teliti 2 – 4 g contoh.Penetapan ini bertujuan untuk mengetahui kadar Lemak yang terkandung pada Mie Instan dengan menggunakan metode Soxlet. Oven listrik dengan suhu 105 ± 2 oC 5. Ekstraksi lemak bebas dengan pelarut non polar. Prinsip Kerja Sampel yang telah dihaluskan dimasukkan dalam huls kemudian dengan menggunakan alat soxlet sample diekstrak dengan pelarut organic yaitu petroleum benzene. Diekstrak dengan menggunakan petroleum benzene dalam alat soxlet selama 4 jam 5. Cara Kerja 1. Penangas air 6. Pemanas Listrik 4. Kapas bebas Lemak 4. Petroleum benzene 2. Thimble bebas lemak 3. B.

3. Ditimbang labu berisi minyak. Didinginkan dalam desikator selama 30 – 45 menit. C. 9. 6. Disulingkan dan keringkan labu lemak yang berisi residu lemak / minyak dalam oven pada suhu 105 ± 2 oC sampai tidak berbau pelarut selama 3 jam. Burette dengan ketelitian 0. Prinsip Kerja Pelarutan lemak atau minyak hasil ekstraksi dalam pelarut organic yang sesuai (campuran etanol : eter = 1:1) dan telah dinetralkan. Tujuan Penetapan kadar AV pada Mie Instan Penetapan Kadar AV bertujuan untuk menentukan dan mengetahui mutu minyak terhadap bilangan asam . 8. 4.05 mL Erlemeyer Flask Penangas air Hotplate Neraca Analitik Beaker glass Corong Oven . 7. 5. 10. Alat 1. 2. 7.3 A.2. Dimasukkan thimble berisi contoh ke dalam soxlet. 3. Labu lemak berisi batu didih yang digunakan sebelumnya telah diketahui bobot tetapnya. selanjutnya asam lemak bebas yang terdapat dalam contoh dinetralkan dengan larutan basa. B. 8.6.

4 Penetapan kadar FFA pada Minyak goreng dan Minyak Bumbu A. Bahan 1. B. Contoh minyak cair hasil ekstraksi dapat langsung ditimbang 3. 7. Larutan Petroluem benzene 1. Tujuan Untuk menentukan Kadar asam lemak bebas pada minyak goreng yang telah dipakai. Contoh minyak yang telah diekstraksi kemudian didestilasi Dikeringkan dioven dengan suhu 105 ± 2 oC sampai bau untuk menghilangkan pelarut (petroleum benzene) pelarut hilang Ditimbang contoh minyak yang telah kering 6. Bila minyak tidak larut. Prinsip Kerja . 3. Kocok contoh pelanpelan sambil dititrasi dengan larutan standar alkali KOH 0. 4.2. Lakukan ekstraksi terhadap contoh produk untuk E. 4. tempatkan campuran diatas hotplate kemudian atur suhu pada 40 oC .D. Indicator PP dalam etanol 95% Campuran etanol : dietileter (1:1) yang telah dinetralkan . Ditambahkan 30 – 50 mL pelarut yang telah dinetralkan dan kocok sampai larut Ditambahkan beberapa tetes indicator PP 8. 2.05 N dengan titik akhir titrasi berwarna pink tidak hilang sampai 30 menit 3. Cara Kerja mendapatkan minyak 2. Larutan KOH Lar. 5.

Pelarutan lemak atau minyak dalam pelarut organic yang sesuai dan telah dinetralkan. C.05 N dengan menggunakan indicator PP 2. Pipet measuring 6. Larutan indicator phenolpethalein 1% Larutan KOH 0. Isopropanol atau dietil eter : etanol (1:1) yang telah dinetralkan. Bahan 1. Neraca analitik 5. F. Ditambahkan 30-50 mL pelarut yang telah dinetralkan dan kocok sampai larut 3. Bulp D. Dititrasi dengan menggunakan larutan KOH 0. Pipet tetes 4.05 N .05 N . Labu erlemeyer 3. selanjutnya asam lemak bebas yang terdapat dalam contoh dinetralkan dengan larutan alkali. 3. Alat 1. Buret 2. Penetralan dilakukan dengan menitrasi pelarur dengan KOH 0. Ditimbang dengan teliti 3-5 gram contoh ke dalam erlemeyer 2. Titik akhir titrasi tercapai bila warna campuran berubah menjadi pink dan tidak hilang selama 30 detik. Tambahkan 2-3 tetes indicator phenolphthalein 4. Cara Kerja 1.

1.8244 4.3696 4.00 Keterangan 4.3575 Hasil perhitungan (%) 2.4196 42.3 16.8814 4.7856 43.2 16.8355 2.9970 Berat alat + contoh (gram) 58.8 F7 46 3 BX 92 SSI A7 KA 36 CQ 5 QR MZ 83 66 2 Berat Contoh (gram) 4.1 16.6 16.9431 42.2719 40.9189 46.8477 12.6299 4.4716 2.4416 39.3745 53.3 17.5962 4.4 16.2816 54.7598 45.7149 5. Mie Instan 4.5101 53.7884 2.1.7254 2.7914 60.7954 2.8279 62.7222 2.1.1856 3.8842 2.7383 2.9560 3.1525 54.7897 46.9663 4.9724 4.7 16.6 17.4998 Berat akhir (gram) 58.2.6635 42.5 17.9415 60.9049 45.0489 42.3088 56.2039 5.5974 39.1.4589 3.8 17.7 17.7486 44.1.2 17.6085 44.0950 46.6492 58.1.1896 56.6825 2.3969 40. Hasil Analisa 4.6317 2.1 Hasil Analisa Kadar Air dalam Mie Instan Line Kode alat 16.BAB IV DATA PENGAMATAN 4.9587 62.5865 4.2294 2.9441 4.1.8459 2.4937 58.4 17.2179 46.5874 4.5 16.1 17.8575 4.7402 2.3303 4. Hasil Analisa AV (Acid Value) / bilangan asam pada Mie Instan .5503 42.

52 0.67 0.5433 107.5 16.247 0.2095 109.4 17.2762 106.49 0.488 0.219 16.4007 110.3 17.3 16.6 17.481 0.73 0.56 0.1.7616 13.8041 2.547 0.203 0.224 0.254 0.1846 2.38 0.1717 111.481 FFA Mie 0.3172 108.257 0.230 0.8364 110.1.46 Hasil Perhitungan (%) 0.9529 111.6438 120.218 0.461 0.6936 105.490 0.8463 109.2031 111.8 KAO HR RSL SRP X2 TYS RZ 2A AB NS 17 ZR DB XB DIL ZPS 4.7 17.563 0.2 17.5 17.477 0.7 16.2807 112.5390 115.5710 3.3359 3.557 0.8 17.1334 114.159 0 Hasil Perhitungan (%) 16.44 0.2718 Volume titrasi (ml) 0.220 0.64 0.250 0.3.2242 116. Hasil Analisa Kadar Lemak (FC) pada Mie Instan Line Kode Alat 16.503 0.1 3Y Berat Alat (gram) 105.59 0.45 0.548 0.9195 3.4766 109.530 0.4 16.4676 4.3868 109.30 Keterangan .2280 2.40 0.222 0.211 0.8062 113.1 17.9698 3.542 0.44 0.4772 107.6 16.43 0.59 0.6035 3.8879 119.0260 3.5563 Berat Contoh (gram) 3.6357 2.2161 107.1595 2.1651 Berat Akhir (gram) 118.2 16.537 0.Line Kode alat Berat Alat (gram) 114.9617 3.3532 3.1612 109.242 0.4196 4.245 0.250 0.557 0.1 16.1850 112.9815 107.5957 Berat Akhir (gram) 106.254 0.2844 116.446 0.8965 110.1067 Berat Contoh (gram) 4.57 0.6367 110.4128 113.1045 115.

337 4 113.6635 16.8 30 B UMR AMD 14 XL 3 114.5 16.3324 3.9044 3.2358 3.7697 3.4 17.7 17.7 16.142 3 115.8970 .968 1 107.4364 16.1746 3.754 0 115.5653 16.6412 16.8 52 AMD 30 66 KAO 2A F1 ELS 110.503 6 108.226 3 117.8174 112.3 16.2826 17.6 16.5264 3.0702 16.5610 3.224 1 114.7623 115.7488 4.6267 114.344 4 108.0861 3.0874 114.9185 3.6134 116.5 17.3725 114.539 2 15.8122 15.3828 106.7837 3.9731 110.9695 108.1958 106.4 16.7628 112.930 1 115.8474 15.131 0 104.821 7 107.5415 114.0345 15.3864 15.2690 3.2 17.253 2 16.5299 104.9282 15.3628 16.2 16.1 17.6 17.3 17.9076 3.8786 15.8502 108.0137 16.6406 3.3767 108.911 6 109.291 8 113.16.2242 3.

4.231 4.73 0.7241 7.68 0.2458 60.65 0. Hasil Analisa FFA Minyak Goreng Line 16 17 18 19 20 21 22 23 27 Kode Alat EXS P 02 66 BB KX ZR 007 COY Berat Contoh (gr) 8.197 0.1.09 0.1.8143 60.2669 6. Minyak Goreng 4.167 0.154 0.9984 Hasil perhitungan (%) 7.1.2762 Berat akhir (gram) 44.6812 Berat alat + contoh (gram) 44.6978 7.3.7353 6.0367 4.8879 51.5761 51.4424 36.216 0.4004 7.0234 6.3.98 Hasil Perhitungan (%) 0.70 0.99 0.5465 Keterangan 4.3 Shelf life 4.164 0.7006 37.2.1495 6.172 0.0620 6.1590 7.66 0.199 0.5984 61.163 0.5083 4.2.1326 6.1.1.0341 3.9239 6.2.1556 60.4148 Volume Titrasi (mL) 1.1 Hasil Analisa Kadar Air pada Mie Instan Rasa Kode alat SPGS SPGAB RGA OR GSE COD C1 27 H WB Berat Contoh (gram) 4. Hasil Analisa Kadar Air bumbu .5805 4.5705 6.1.88 0.

7622 50.0170 2.2919 2.4566 54.66 0.5049 47.0698 6.7022 4.8045 58.5832 43.7305 5.358 0.7523 2. Hasil Analisa FFA pada minyak bumbu Rasa OR SPGAB RGA GSE SPGS Kode Alat BB BIG AG EXS 66 Berat Contoh (gr) 4.2506 59.70 1.6664 3.3.50 Hasil Perhitungan (%) 0.385 4.7906 17.6697 54.2724 Berat Contoh (gram) 2.0977 2.5686 55.1.2889 52.54 Hasil Perhitungan (%) 0.9362 51.2810 111.353 0.254 0.0824 3.4.38 0.649 0.9715 56.2661 Berat akhir (gram) 59.0276 106.80 0.Rasa Kode alat Berat Contoh (gram) 3.0093 57.2258 6.3084 46.1182 52.3436 2.7991 5.4310 43.1.3616 5.6005 9.1602 47.9153 11.1370 6.4977 46.6300 6.3721 47.5539 60.7038 2.9169 43.4491 5.58 1.9841 3.0340 Volume Titrasi (mL) 0.8348 Keterangan OR SPGAB RGA GSE SPGS 36 KI 91 X2 L28 B C6 4R C8 F7 5 TG 14 X3 OOO Kecap Bawang Bumbu Kecap Bawang Bumbu Kecap Bumbu Kecap Bawang Bumbu Kecap Bumbu Sambal Bawang 4.8913 52.9002 56.2980 113.6348 43.3.3662 3.1358 1.4249 51.8897 Hasil perhitungan (%) 10.8975 1.3.3269 51.5502 mL Titrasi (%) 0.2778 Berat Awal + Contoh (gram) 108.72 0.790 0.9617 47.6207 6.9026 50.2882 3.727 .819 0.9610 2.6117 3.3842 54. Hasil Analis AV (Acid Value)/bilangan asam pada Mie Instan Rasa Kode Alat Berat Awal (gram) SPGS SPGAB RGA AMD X2 SRP 106.8688 13.7626 2.6884 3.4509 Berat alat + contoh (gram) 59.8153 6.6940 109.1261 3.0409 6.

0410 107.3620 2.49 0.4030 109.1680 110.44 0.617 0.748 Keterangan : SPGS  Supermie Goreng Sedap SPGAB  Supermie Goreng Ayam Goreng RGA OR GSE  Sarimi Goreng Ayam  Original Indomie  Goreng Satay .3470 0.1790 2.OR GSE XL 17 108.