BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, tapi tidak didukung oleh jumlah lapangan pekerjaan yang mengakibatkan banyaknya pengganguran di era globalisasi ini. Karena itu, perlu pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapinya. Pendidikan di sekolah dan di luar sekolah berperan sebagai penunjang pembangunan sumber daya manusia, harus secara jelas ikut membantu dan membentuk peserta didik menjadi aset bangsa. Sebagai aset bangsa peserta didik diharapkan menjadi manusia produktif yang berpenghasilan, juga menjadi manusia yang mampu menciptakan produk-produk unggulan. Sekolah Menengah Kejuruan, khususnya Kimia Analisis berharap agar dapat menghadapi tantangan dan tuntutan yang muncul pada kondisi sekarang ini serta dapat memfokuskan siswa pada kehandalan dalam bekerja. Dalam sektor Industri, perlu adanya kerjasama antara sekolah dengan dunia Industri, dimana Industri turut membantu pembekalan melalui Prakerin. Praktek Kerja Industri (Prakerin) merupakan salah satu program kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Analis Kimia Nusa Bangsa Bogor yang bertujuan menciptakan tenaga analis yang siap kerja dengan harapan peserta didik dapat menyesuaikan diri dengan dunia kerja sehingga dapat menjadi analis yang terampil, kreatif, dan ulet. 1.2. Maksud dan Tujuan pelaksanaan Prakerin Maksud Praktek Kerja Industri adalah untuk mencetak dan mempersiapkan tenaga Analis Kimia yang berjiwa perintis, memiliki kemampuan kerja yang professional dan disiplin, mampu memimpin dan siap pakai serta mempunyai peranan besar dalam mengembangkan dan memajukan sektor Industri Kimia di Indonesia.

Tujuan pelaksanaan Prakerin yaitu : 1. Siswa dapat menerapkan teori dan praktek yang telah didapat dari sekolah selama pendidikan. 2. Memberikan kesempatan pada siswa untuk dapat beradaptasi dengan suasana dan lingkungan kerja sebenarnya. 3. Meningkatkan pengetahuan dalam penggunaan instrument kimia analisis yang lebih modern 4. Menumbuhkan dan memantapkan sikap profesional siswa dalam rangka memasuki lapangan Industri 5. Meningkatkan wawasan siswa pada aspek-aspek yang berkaitan dengan dunia kerja antrara lain : Strukur Organisasi, disiplin, lingkungan dan system kerja. 6. Memberikan kesempatan pada siswa untuk menerapkan keterampilan dan keahlian dibidang masing-masing. 1.3 Tinjauan umum Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang penulis lakukan berada di perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan yaitu PT. Indofood CBP Sukses Makmur divisi Noodle cabang Surabaya Jl. Raya Cangkring Malang KM.32 Kec.Beji Kab.Pasuruan 1.3.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT. Indofood CBP Sukses Makmur merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan. Perusahaan yang berdiri pada 14 Agustus 1990 di Jakarta ini diberi nama PT. Panganjaya Intikusuma. PT. Indofood CBP Sukses Makmur divisi Noodle cabang Cibitung didirikan pada tahun 1992 dengan nama awal PT. Inti Pangan Persada dan mengubah namanya menjadi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk empat tahun kemudian. Lalu pada 1 Oktober 2009, perusahaan ini menganti namanya kembali menjadi PT. Indofood CBP Sukses Makmur. PT. Indofood CBP Sukses Makmur cabang Cibitung merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan mie instan yang dikemas dalam kemasan plastic dengan tambahan bumbu dan minyak bumbu. Baik bumbu dan minyak bumbu serta

bahan pelengkap lainnya tidak diproduksi diperusahaan ini melainkan diproduksi oleh perusahaan yang masih termasuk dalam Indofood group yang berlokasi di Semarang, Cikampek, dan Surabaya yang kemudian di supply ke Indofood cabang Cibitung . Divisi mie instan merupakan divisi terbesar di Indofood, pabriknya tersebar di 14 kota besar di Indonesia yaitu : Pekanbaru, Lampung, Medan, Palembang, Jakarta, Cibitung, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Manado dan Makasar. Jenis-jenis produk yang diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur divisi noodle ini dapat dibagi menjadi 5 bagian, yaitu : • • • • • Normal Noodle Snack Noodle Cup Noodle Dried Noodle Bihun : Indomie, Supermie, Sarimi, Sakura : Anak Mas : Pop Mie : Mie Telur cap 3 ayam : Pop Bihun

Perusahaan ini dengan cepat dapat berkembang. Pada awal berdiri tahun 1992 PT. Indofood CBP Sukses Makmur hanya memiliki satu pabrik (plant 1) kemudian di tahun 1996 didirikan pabrik kedua (plant 2) dan terakhir pada tahun 2001 didirikan lagi pabrik ketiga (plant 3) yang dikhususkan untuk produksi bihun. Dengan visi “menciptakan pilihan menjadi penyedia utama makanan dan consumen products bermerk terkemuka bagi jutaan konsumen di Indonesia dan juga di berbagai penjuru dunia.” PT. Indofood CBP Sukses Makmur telah mendapatkan berbagai sertifikasi dan penghargaan diantaranya : ISO 9001:2000,HACCP, Setifikasi Halal Indonesia dan Malasyia, dan SNI untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan. Pemasaran produk PT. Indofood CBP Sukses Makmur cabang Cibitung adalah daerah Jakarta dan sekitarnya. Selain itu produksi perusahaan juga diekspor ke berbagai negara diantaranya Eropa, Timur Tengah, Inggris, Nigeria, Amerika, Jepang, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Brunei, Singapura, Australia.

Indofood CBP Sukses Makmur Divisi Noodle cabang Cibitung ini beralamat di Kampung Jarakosta. jalan tol dan sawah. Berbagai fasilitas industrial yang ada adalah Kantin. Area and Sales Promotion Manager (ASPM).Indofood CBP Sukses Makmur ini sekitar 25. Indofood CBP Sukses makmur dipimpin oleh seorang General Manager (GM) yang membawahi lima department yaitu Factory Manager (FM). PT. dan Finance and Accounting Manager (FAM) .1. Luas area pabrik PT. Branch Personal Manager (BPM). 1.3 Struktur Organisasi Struktur organisasi merupakan gambaran fungsi dan tanggungjawab tugas dan kewajiban serta kekuasaan yang ada pada perusahaan agar personil mudah dalam melaksanakan aktifitasnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. : berbatasan dengan Pabrik Gas Samator : berbatasan dengan Jalan Raya dari Kampung Jarakosta : berbatasan dengan pemukiman penduduk. .1 Cikarang Barat. Desa Sukadanau RT 05/RW 02 No. Koperasi. Dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Utara Selatan Timur Barat : berbatasan dengan Pabrik seasoning PT. Poliklinik.3.3. Mushola . unit pengolah limbah dan berbagai sarana hubungan industrial.75 hektar digunakan untuk bangunan pabrik. Bekasi 17520. Indo Sentra Pelangi dan pemukiman penduduk.Tempat olahraga dan kesenian serta Bank dan ATM BCA . Branch Process Development Quality Control Manager (BPDQCM). Unit pengolah limbah yang digunakan Waste Water Treatment (WWT) untuk pengolahan limbah cair dan incinerator untuk pengolahan limbah padat.2 Lokasi dan Tata Letak Perusahaan PT.

proses hingga produk jadi serta melakukan inovasi dan modifikasi produk. Factory Technic Manager (TM) yang memimpin departemen teknik. melaksanakan audit system mutu 4. mengkordinasikan kegiatan kalibrasi alat lab.3 Admin 2. QC Raw Material and Finish Good Supervisor Memonitoring shelf life produk Menjalankan hasil standarisasi Menjamin dan mengendalikan mutu .2 QC Field 1. Factory Manager (FM) Factory Manager (FM) membawahi lima sub departemen yaitu Production Manager (PM) yang memimpin departemen produksi. QC Proses Section Supervisor yang membawahi 1. memperbaiki mutu proses dan produk 3.1 QC Analis 1. 1. Departemen ini memiliki beberapa tugas yaitu: 1. Purchasing Officer yang memimpin departemen Purcahsing b. menangani keluhan konsumen. QC Proses Supervisor Tugas dan tanggung jawab: 1.1.a. produksi dan gudang. proses produksi 2. Production Planning and Inventory Control (PPIC) yang memimpin departemen PPIC.1. yaitu: 1. Warehouse Manager (WHM) yang memimpin departemen Warehouse. proses QC Proses Supervisor membawahi seksi. 3. menjamin mutu dari bahan baku sampai produk jadi di pasar 2. BPDQC Manager membawahi QC Proses Supervisor dan QC Raw Material and Finish Good Supervisor.1. mulai dari bahan baku.1. Branch Process Development Quality Control Manager (BPDQCM) BPDQC Manager merupakan suatu departemen yang menangani pengawasan mutu.

Sedangkan karyawan staff yang berhubungan dengan proses produksi bekerja dari senin hingga sabtu dengan jam kerja pada pukul 08. e.Tugas dan tanggung jawab: Mengendalikan mutu bahan baku dan barang jadi Melakukan monitoring barang yang terdapat di gudang QC RM/FG supervisor membawahi seksi.3 Admin c. dengan . 1. Kegiatan produksi dilakukan selama 24 jam pada hari senin hingga jumat.4. Masing-masing shift memiliki 7 jam kerja selama satu sehari. yaitu : 2. Branch Personnel Manager (BPM) BPM bertugas untuk menangani tenaga kerja atau SDM yang ada di perusahaan.1.00 sampai pukul 17. Indofood CBP Sukses Makmur mengacu pada peraturan yang telah ditetapkan oleh Departemen Tenaga Kerja adalah 40 jam kerja dalam satu minggu.00 pada hari sabtu dengan waktu istirahat selama 1 jam pada pukul 12.1.1 Sistem dan jam kerja karyawan Pembagian waktu kerja untuk karyawan di PT.2 QC Field 2.1 QC Analis 2. Karyawan staff bekerja mulai pukul 08. Finance and Accounting Manager (FAM) FAM bertugas untuk menangani bidang keuangan perusahaan.00 sampai pukul 17.00 pada hari senin sampai jumat dan pukul 08. Sehingga pembagian jam kerja QC proses mengikuti jumlah regu kerja yang terdiri dari 3 shift.00.1.00 sampai pukul 14.00 sampai pukul 13. d.1 QC Raw Material and Finish Good Section Supervisor membawahi 2.4 Ketenagakerjaan PT.00 dari senin hingga jumat. 1. Area and Sales Promotion Manager (ASPM) ASPM bertugas untuk menangani bidang promosi dan penjualan produk. Indofood CBP Sukses Makmur cabang Cibitung mempunyai jumlah tenaga kerja kurang lebih 2076 orang dari seluruh plant.

1. Dari weighing tank.00 sampai pukul 12. dan shift tiga dimulai pukul 22.1 Persiapan Produksi Sebelum masuk kedalam proses produksi terlebih dahulu dilakukan persiapan produksi yang meliputi pembuatan larutan alkali dan pengiriman tepung.5.30. Larutan alkali dibuat berdasarkan pada jenis flavour yang akan diproduksi pada line tertentu. Larutan yang telah dibuat digunakan untuk satu kali batch pengadukkan. penguat flavour. dimana penggerak tersebut berfungsi untuk mengaduk campuran air dan bahan tambahan makanan sehingga dihasilkan larutan alkali yang homogen.00 sampai pukul 17.pembagian waktu yaitu shift satu dimulai pada pukul 7. 1. pengemulsi.00.00 WIB. shift tiga dimulai pukul 17. Pengiriman tepung Pengiriman tepung dapat dilakukan 2 cara yaitu Screw (secara manual) dan SILO (secara otomatis) a.30 sampai pukul 22.00 sampai pukul 22. Pada hari minggu hanya dilakukan uji alkali.00. Screw Suatu proses penyupplian tepung terigu yang berasal dari gudang bahan baku yang dimasukkan ke dalam hopper secara manual. Pembuatan Alkali Larutan Alkali adalah suatu campuran dari air dan bahan tambahan makanan lain seperti antioksidan. Pembuatan larutan alkali dilakukan pada sebuah tangki alkali yang didalamnya terdapat pengaduk yang digerakkan dengan motor. 2.00. pengatur keasaman. shift dua dimulai pukul 12. Kemudian tepung terigu tersebut akan disaring dengan menggunakan . larutan alkali kemudian dialirkan ke dalam mixer pembuat adonan.00 WIB.00 sampai pukul 06. dll.5 Gambaran umum proses produksi 1. shift dua dimulai pada pukul 14. Sedangkan pada hari sabtu pembagian jam kerja pada masing-masing shift yaitu shift satu dimulai pukul 07.00 sampai pukul 14. Kemudian larutan alkali ditampung disebuah alat penampung (weighing tank).

jumlah alkali yang ditambahkan . Pressing (pengepresan). Kemudian tepung yang sudah disesuaikan jumlahnya/sudah diprogram (sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi) secara otomatis masuk ke dalam mixer. sehingga adonan tidak terlalu lembek atau terlalu keras. wrapping/packing (pengemasan). Adonan dilewatkan pada pressing roll yang memiliki tingkat ketebalan yang berbeda-beda untuk mendapatkan lembaran . Silo Suatu proses penyupplian tepung terigu yang dilakukan secara otomatis. cooling (pendinginan). meliputi Mixing (Pencampuran). Slitting (pembentukkan untaian). 2. Tepung terigu yang berasal dari gudang bahan baku dimasukkan ke tangki penampungan (buffer) sebelum penimbangan berlangsung. Pada tahap ini tepung terigu yang sudah berada di alat mixer dicampurkan dengan air dan bahan tambahan ( larutan alkali yang sudah dibuat sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi ) agar menjadi suatu adonan. Pressing Pada Proses Pengepresan (Pressing) adonan terigu beserta campurannya dibentuk menjadi suatu lembaran. jumlah penambahan air serta kadar air pada adonan. frying (pengorengan). Steaming (pengukusan). Kemudian terigu yang telah terbebas dari kotoran tersebut dibawa oleh screw yang akan menuju mixer. Pada proses ini pemeriksaan yang harus dilakukan adalah pengamatan terhadap cemaran. Mixing Proses mixing adalah proses awal pada pengolahan mie.5. 1. b.sieveter dengan tujuan menyaring kotoran seperti benang dari kemasan zak dan kayu dari palet. 1.2 Tahapan Proses Produksi Pada proses pembuatan mie instan terdapat tujuh tahapan yang harus dilewati. cutting (pemotongan). Air yang dicampurkan harus sesuai.

serta cemaran. Gelatinisasi adalah proses penyerapan air kedalam granula pati. Proses pemeriksaan yang terjadi pada proses ini adalah pengukuran tekanan. 3. Pengukuran tekanan menjadi hal yang penting pada proses ini karena jika tekanan terlalu tinggi bisa menyebabkan mie menjadi lengket dan waktu steaming juga berpengaruh terhadap penetrasi panas dalam mie. jika waktu steaming semakin lama maka panas yang berpenetrasi akan semakin baik dan merata.panjang dengan ketebalan tertentu yang sesuai dengan standart. Tujuan dari proses ini agar mie tergelatinisasi dengan sempurna sehingga tekstur mie menjadi empuk dan elastis. Steaming Steaming merupakan proses pengukusan atau pemasakan mie menggunakan uap panas yang dialirkan boiler ke dalam steam box. Slitting Setelah melalui roll press . Pada Proses Pressing ini pemeriksaan yang dilakukan yaitu untuk mengetahui cemaran dan ketebalan untaian. Kemudian adonan yang berbentuk untaian diubah menjadi bentuk gelombang dengan menggunakan waving net. waktu steam. Pemeriksaan yang dilakukan pada tahap ini adalah bentuk untaian dan bentuk gelombang mie yang dihasilkan. Dengan mengatur kecepatan laju alat sillter untaian akan lebih merapat. maka adonan mie akan dibentuk suatu untaian dengan menggunakan alat sillter. Pada tahap ini berlangsung proses gelatinisasi. suhu. . rapat dan lebih padat. 4. Adonan yang berjalan dari pressing roll pertama sampai dengan yang terakhir menyebabkan bentuk lembaran semakin tipis hingga mencapai ketebalan tertentu sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi. Jadi mie yang terbentuk terlihat lebih rapi.

temperature penggorengan serta waktu penggorengan. Cooling Cooling atau proses pendinginan merupakan suatu proses dimana mie yang telah melalui proses frying didinginkan/ ditiriskan di cooling box dengan suhu tertentu. Cutting Setelah melakukan steaming. suhu dari luar ataupun dari alat-alat penggorengan. jumlah antioksidan yang ditambahkan pada minyak serta menganalisa FFA (asam lemak bebas) minyak goreng. Parameter mutu yang digunakan dalam proses ini adalah waktu penggorengan. Tujuan dari proses ini adalah untuk menurunkan kadar air yang berasal dari proses pengukusan (steaming). berat mie basah untuk setiap line serta cemaran asing. Beberapa factor yang mempengaruhi proses penggorengan adalah kondisi minyak goreng. susut mie. Tujuan dari proses cooling adalah untuk menurunkan suhu mie agar mie pada saat dikemas tetap terjaga kerenyahannya . mie dibentuk menjadi bentuk segi empat dengan proses cutting yang dilakukan dengan melewatkan mie pada alat cutter yang bergerak dengan kecepatan tertentu sehingga ukuran panjang mie sesuai dengan standart yang telah ditentukan. 6.5. Pemeriksaan yang dilakukan pada tahap ini adalah kecepatan cutter. Frying Proses Frying merupakan proses dimana mie yang telah disteam akan digoreng menggunakan minyak goreng yang sebelumnya telah dilakukan penyaringan dan pemanasan yang telah ditambahkan dengan antioksidan. Tujuan lain dari proses . 7. panjang mie yang telah terpotong. berat mie kering setiap jalur.

mutu karton. Parameter mutu yang dilakukan pada proses cooling ini meliputi pengukuran waktu pendinginan mie. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan adalah kode produksi. Selain itu dilakukan juga analisa berupa kadar lemak dan kadar air mie tujuannya untuk mengetahui mie mudah patah atau tidak.cooling ini juga untuk mengurangi kadar minyak yang dihasilkan dari proses frying agar mie tidak berminyak. kemudian mie diberi lakban. kondisi pengeleman. Tujuan dari pemberian kemasan adalah untuk melindungi produk dari kotoran. Wrapping dan Packing Setelah dilakukan proses cooling. kemudian ditumpuk pada karton kemasan sejumlah yang telah ditentukan. debu dan penggangu lainnya yang dapat menurunkan kualitas mie.Wrapping merupakan pembungkusan mie dengan kemasan yang sesuai dengan mie yang telah dibuat. . bentuk mie dan cemaran . Kemudian mie yang telah dikemas diberi kode produksi dan tanggal kadarluarsa mie. 8. Pada packing mie yang telah terkemas dan diberi kode produksi. berat rata-rata dan cemaran. mie akan di wrapping dan packing.

Berikutnya adonan tersebut berjalan menuju steam box yang merupakan alat yang digunakan untuk pengukusan dalam proses Steaming yang selanjutnya menuju proses Frying dimana mie akan dikukus dengan suhu tertentu dan kemudian didinginkan pada proses Cooling. . berbentuk khas mie dan dapat dihidangkan setelah dimasak dan diseduh dengan air mendidih paling lama empat menit (SNI-01-3551-2000). Proses pembuatan mie instan diawali dengan mencampurkan tepung terigu dengan larutan alkali (campuran beberapa komponen yang dicampurkan dengan air) pada proses Mixing. Adonan yang sudah berbentuk mie selanjutnya di beri bumbu dan dikemas sesuai rasa yang telah ditentukan pada proses Wrapping.1 Mie Instan Mie Instan merupakan salah satu makanan berenergi tinggi yang terbuat dari tepung terigu. 2007) Mie Instan didefinisikan sebagai produk makanan kering yang dibuat dari tepung terigu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan makanan yang diizinkan. selanjutnya menuju proses Cutting. dan garam. mudah dibuat dan harganya lebih ekonomis. air.BAB II KAJIAN TEORI 2. (Google. dan terakhir mie instan dimasukkan kedalam karton dalam proses Packing sebelum dipasarkan. dimana adonan tersebut dipotong dengan panjang yang telah ditentukan. Kemudian menuju proses Slitting dimana adonan mie dijadikan untaian atau gelombang dengan jumlah serta lebar untaian sesuai jenis mie yang dibuat. Makanan ini sangat umum dikonsumsi oleh masyarakat di dunia terutama di Asia karena makanan ini mengenyangkan. Selanjutnya adonan dibentuk menjadi lembaran adonan yang semakin tipis hingga mencapai ketebalan tertentu dalam proses Pressing.

1. Jenis Parameter pengujian Mie Instan 2. dan cara masak untuk penyajian. Metode pemanasan langsung digunakan untuk seluruh produk makanan kecuali bila produk tersebut mengandung komponen atau zat yang mengalami dekomposisi pada suhu pemanasan 105-110oC atau produk tersebut mengandung komponen atau zat yang mudah menguap. Pada pemanasan 105oC hanya mengukur kadar air bebas yang terdapat pada bahan pangan .Mutu mie instan yang berkualitas baik adalah mie yang memiliki gigitan relative kuat.5%. kenyal dan permukaan tidak lengket. Kadar Air dalam suatu bahan terutama makanan perlu ditetapkan. Kadar air yang tinggi dapat mengalami penurunan kualitas mutu selama prose penyimpanan.1 Kadar Air Kadar air adalah banyaknya air yang hilang jika dipanaskan pada kondisi uji tertentu. makin besar kemungkinan bahan tersebut cepat rusak atau tidak tahan lama. Air dalam makanan terdapat dalam tiga bentuk yaitu air bebas yang terdapat pada lapisan bahan makanan. Kadar Air maksimum yang boleh terkandung pada produk pangan darurat salah satunya makanan padat adalah sebesar 9. Sedangkan pada metode Xylol dapat digunakan untuk produk yang mengandung air dan minyak terbang (volatile oil) dimana keduanya dapat menguap. Penetapan Kadar Air pada Mie Instan cenderung memakai metode pemanasan langsung karena sifat air dari Mie instan sendiri yang mudah menguap. dan air yang membentuk ikatan dengan struktur Kristal. kerusakan karena mikroorganisme dan daya simpan yang rendah. tekstur. walaupun jumlahnya relative sedikit tapi metode ini cukup cepat dan efisien. karena makin tinggi kadar air dalam suatu bahan makanan. Mutu mie instan juga ditentukan berdasarkan warna. Hal ini dimaksudkan . air yang terikat pada permukaan. Terdapat dua metode untuk menentukan Kadar Air pada bahan pangan yaitu metode pemanasan langsung dan metode Xylol. yaitu perubahan warna lebih cepat.

2004) 2. vitamin dan mineral yang mudah dicerna . Disamping murah petroleum benzene juga tidak terlalu mencemari lingkungan.3 AV (Acid Value) / Bilangan Asam . Kadar lemak pada mie Instan ditentukan dengan mengekstraksi mie menggunakan pelarut organic yaitu petroleum benzene yang didasarkan pada perbedaan titik didih dan berat jenis.1. protein. Pelarut ini juga memiliki bau yang tidak tajam serta petroleum benzene lebih bisa melarutkan minyak karena titik didih yang pelarut itu miliki lebih rendah dari pelarut organic lain. Lemak merupakan salah satu kelompok yang termasuk golongan lipida. Termasuk sifat yang khas dan mencirikan golongan lipida adalah larutannya dalam pelarut organic atau sebaliknya ketidaklarutannya dalam pelarut air. (Brisske.untuk meminimalisir kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme.1. Penggunaan pelarut petroleum benzene didasarkan pada sifat dari pelarut tersebut yang dapat melarutkan minyak dalam mie. Lemak dan minyak merupakan trigliserida atau ester dari gliserol dan asam –asam lemak . Struktur pembentukkan lemak : 2.2 Kadar Lemak Lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh disamping zat gizi yang lain seperti karbonhidrat.

2008) Minyak dapat digunakan sebagai medium penggorengan bahan pangan. menambah nilai gizi dan kalori dalam bahan pangan. menambah rasa gurih. Banyak minyak sayur yang dikonsumsi secara langsung. Minyak goreng yang dipakai dalam proses penggorengan dalam pembuatan mie instan adalah minyak sawit. Serabut buah kelapa sawit terdiri dari tiga lapis yaitu lapisan luar atau kulit buah yang disebut pericarp. Minyak cocok untuk keperluan memasak karena minyak mempunyai titik nyala yang tinggi. Penentuan dilakukan dengan cara titrasi menggunakan KOH-alkohol ditambah dengan indikator phenilpetalin (PP). Bilangan asam juga merupakan parameter penting dalam penentuan kualitas minyak. Dalam penggorengan minyak goreng berfungsi sebagai medium penghantar panas. pemanasan. Bilangan asam ini menunjukkan banyaknya asam lemak bebas yang ada dalam minyak akibat reaksi hidrolisis akibat reaksi kimia. Semakin tinggi bilangan asam maka semakin banyak minyak yang terhidrolisis.Bilangan asam didefiniskan sebagai jumlah KOH (mg) yang diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas dalam 1 gram minyak. tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organic. ataupun digunakan secara langsung sebagai bahan campuran di dalam makanan. Minyak ini diperoleh dari pengolahan buah kelapa sawit . Untuk menganalisis karakteristik dari suatu minyak goreng maka jumlah kandungan asam lemak inilah yang dipakai sebagai tolak ukur.2 Minyak Goreng Minyak goreng adalah hasil akhir (Refined Oils) dari sebuah proses permunian minyak nabati (golongan yang bisa dimakan) dan terdiri dari beragam jenis senyawa trigliserida. lapisan sebelah dalam disebut mesocarp atau pulp . 2006). Sepertinya halnya semua lemak . (Google. Secara garis besar buah kelapa sawit terdiri dari serabut buah (pericarp) dan inti (kernel). proses fisika atau reaksi enzimatis. 2. minyak sayur merupakan senyawa ester dari gliserin dan campuran dari berbagai jenis asam lemak. (Tambun.

2004) Berikut ini tabel dari komposisi trigliserida dan tabel komposisi asam lemak dari minyak kelapa sawit (Pasaribu. Minyak sawit memiliki komponen aktif yang sangat berguna bagi kesehatan. Minyak sawit mengandung sedikit asam lemak jenuh seperti asam miristik dan asam laurik. Selain mengandung provitamin A yaitu α dan β .dan lapisan paling dalam disebut endosperm. menambah cita rasa makanan. inti (kernel) mengandung minyak sebesar 44% dan endocarp tidak mengandung minyak. Minyak sawit memiliki kandungan gizi yang lebih lengkap dibandingkan dengan minyak zaitun dan VCO. endosperm dan embrio. Inti kelapa sawit terdiri dari lapisan kulit biji (testa). Mesocarp mengandung kadar minyak rata-rata sebanyak 56%. memperbaiki tekstur makanan dan sumber energi untuk kebutuhan tubuh dan sangat popular saat ini. asam tidak jenuh ganda seperti asam lemak linoleat. 2004) : Minyak sawit dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak berfungsi sebagai penghantar panas. tetapi banyak sekali mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal yaitu asam oleat. asam lemak linolenat. (Pasaribu.

minyak kepala sawit. Oksidasi dan ketengikan Kerusakan lemak yang utama adalah timbulnya bau dan rasa tengik yang disebut proses ketengikan. 3). lemak dapat terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. (Arghainc. Reaksi ini direaksikan cepat oleh basa. asam. 2008) Sebab-sebab dari kerusakan lemak atau minyak yaitu : 1). Selama penyimpanan dan pengolahan lemak atau minyak asal lemak bebas bertambah dan harus dihilangkan dengan proses pemurnian untuk menghasilkan minyak yang lebih baik. dan minyak kelapa). Penyerapan bau Lemak bersifat mudah menyerap bau. Molekul-molekul lemak yang mengandung radikal bebas lemak tidak jenuh mengalami oksidasi dan menjadi tengik yang disebabkan oleh pembentukan senyawa hasil pemecahan hidro peroksida yang bersifat sangat tidak stabil dan mudah pecah menjadi senyawa dengan rantai C yang lebih pendek yang bersifat volatile dan menimbulkan bau tengik dan lemak. fosfor. dan enzim-enzim sejenis protein. Otooksidasi dimulai dengan pembentukan radikal-radikal bebas yang disebabkan oleh factor-faktor yang dapat mempercepat reaksi seperti cahaya. magnesium. kalsium. mangan.karoten minyak sawit mengandung berbagai jenis mineral yang terdiri atas riboflavin. potassium. . retinal. panas. Hidrolisis sangat menurunkan mutu minyak goreng. Hidrolisis sangat mudah terjadi dalam lemak dengan dengan asam lemak rendah(mentega. peroksida dan enzim-enzim. apabila bahan pembungkus dapat menyerap lemak maka lemak yang terserap ini akan teroksidasi oleh udara sehingga rusak dan berbau. Hal ini disebabkan oleh otooksidasi radikal asam lemak tidak jenuh dalam lemak. Hidrolisis Dengan adanya air. Bau yang berasal dari baguan lemak yang rusak ini akan diserap oleh lemak yang ada dalam bungkusan yang mengakibatkan seluruh lemak menjadi rusak. 2). dan licopen.

jadi dapat segera dilakukan recall. Jenis Parameter pengujian minyak goreng : 2. 1989). Prinsip dari analisa FFA adalah pelarutan dengan pelarut organic.Proses ketengikkan pada minyak dapat dicegah dengan menambahkan antioksidan seperti tokoferol. Pemeriksaan shelf life merupakan salah satu factor penting dalam bidang pengawasan mutu. 2. karena asam lemak bebas dapat menyebabkan bahan pangan menjadi mudah tengik dan tidak layak untuk dikonsumsi. Banyaknya kandungan asam lemak bebas yang ada pada minyak goreng dapat menurunkan kualitas dari minyak itu sendiri. Dalam bahan pangan keberadaan asam lemak bebas denagn kadar tinggi tidak diinginkan. kondisi atmosfer lingkungan . BHA.1. Ketengikan biasanya disebabkan oleh pemanasan yang berulang-ulang dengan suhu yang tinggi yang dapat mengakibatkan bahan pangan tidak layak untuk dikonsumsi. Shelf life produk pangan merupakan suatu parameter ketahanan produk selama penyimpanan terutama jika kondisinya beragam (syarieg et al. FFA (Free Fatty Acid) / Asam lemak bebas Asam lemak bebas / FFA adalah asam lemak yang berada sebagai asam bebas tak terikat sebagai trigliserida. Faktor-faktor yang mempengaruhi umur simpan produk yang telah dikemas adalah sifat alami produk terkemas. Shelf Life Shelf life merupakan bentuk pengawasan mutu mie instan selama umur penyimpanan.3. BHT dan lain-lain. Dan dalam hal ini pelarut yang digunakan adalah isopropanol yang telah dinetralkan dengan larutan basa.2. Selain itu produk shelf life dapat digunakan sebagai acuan jika terjadi penyimpangan pada barang yang telah diluncurkan ke pasar.

Suhu Suhu memiliki pengaruh ganda dalam bahan pengemas dan kecepatan oksidasi lemak. organoleptik. . Lama penyimpanan sample tergantung dari umur produk dan produk dimusnahkan setelah rasa kadaluarsa berakhir. Uap air Mie instan merupakan salah satu jenis pangan kering yang rentan terhadap uap air karena dapat mengurangi kerenyahannya. meliputi analisa fisik. b. dan OQC (Outgoing Quality Control). Sedangkan uap air yang masuk dalam bahan juga akan mengakibatkan terjadinya hidrolisa pada lemak dan meningkatkan kandungan asam lemak bebas pada mie instan tersebut. Pemeriksaan dilakukan baik secara fisik. rasa dan meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme. Pada PQC bahan yang akan dianalisa shelf life yaitu mie. Barang yang diperiksa pada monitoring IQC yaitu seasoning dan ingredient. Oleh karena itu oksidasi sangat berpengaruh dalam kemunduran mutu produk karena dapat menyebabkan ketengikan pada lemak. Pertukaran kelembaban dengan sekitar dapat menyebabkan perubahan pada fisik. PQC (Process Quality Control). sedangkan suhu tinggi akan memudahkan terjadinya oksidasi pada lemak yang terkandung dalam mie. Mekanisme kemunduran mutu produk dapat dipengaruhi oleh : a. Oksidasi dan hidrolisa Mie instan merupakan makanan ringan yang mengandung cukup banyak lemak. c. dan kimia (kadar air dan FFA minyak bumbu). air dan bau.sekitar produk (kelembaban dan suhu) serta ketahanan bahan pengemas terhadap gas. Pemeriksaan pada shelf life dilakukan untuk IQC (Ingredient Quality Control). Suhu yang rendah dapat memudahkan transisi air dari udara sekitar ke dalam produk terkemas.

1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pada tahun ajaran 2010/2011 SMK Analis Kimia Nusa Bangsa melaksanakan Prakerin pada semester VII.organoleptik maupun kimia. B. dan warna. Indofood CBP Sukses Makmur tepatnya di bagian QC proses P.1 Penentuan Kadar Air pada Mie Instan dan Bumbu Mie A. Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap adanya cemaran. Sedangkan pemeriksaan kimia meliputi kadar air dan AV (Bilangan asam). Pemeriksaan organoleptik meliputi rasa. yaitu dimulai pada tanggal 1 Juli sampai dengan 30 Oktober 2011. Prinsip Kerja . OQC akan memonitoring mie instan produk jadi selama barang masih terdapat di gudang dan dihentikan bila barang telah keluar dari gudang. 3. Waktu pelaksanaan Prakerin ini selama ± 4 bulan.2 Alat. tekstur. Tujuan Penetapan ini bertujuan untuk menentukan kadar air pada Mie Instan dengan menggunakan metode pemanasan langsung. Adapun lembaga atau institusi yang dijadikan tempat Prakerin adalah PT. bau.2.2. BAB III PELAKSANAAN PRAKERIN 3. dan Metode Kerja 3. Bahan.

Penjepit 6. 5. Cara Kerja 1. Tujuan . Spatula D. 3.1 mg. Bahan 1. 4. Sampel (Mie Instan) E. Ditimbang 2-5 g contoh yang telah disiapkan ke dalam botol timbang. Neraca Analitik pembacaan 0. Dikeringkan dalam oven dengan suhu 105 ± 2 oC selama 3 jam (botol timbang dalam keadaan terbuka) Didinginkan dalam desikator selama 30-45 menit Ditimbang botol beserta isinya sampai ketelitian 0. Alat 1. Didinginkan dalam desikator kemudian timbang sampai ketelitian 0. Cawan / botol timbang 5. Desikator 4. Oven listrik dengan suhu 105 ± 2 oC 3.Metode ini digunakan untuk seluruh produk makanan kecuali bila produk tersebut mengandung komponen atau zat yang mengalami dekomposisi pada suhu pemanasan 105 ± 2 oC atau produk tersebut mengandung zat yang mudah menguap.2 Penetapan Kadar Lemak pada Mie Instan A.1 mg. C.2. Dikeringkan cawan / botol timbang beserta tutupnya dalam oven dengan suhu 105 ± 2 oC selama 30 menit. 6. 2. 3.1 mg 2. Penetapan ini relative sederhana dimana contoh ditimbang pada suhu 105 ± 2 oC dalam oven kemudian hilangnya berat dalam contoh dihitung sebagai kadar air.

Cara Kerja 1. Alat Soxlet 3. Oven listrik dengan suhu 105 ± 2 oC 5. Penangas air 6. 3. Dimasukkan ke dalam thimble dan tutup rapat dengan kapas dijaga jangan sampai bocor 4. Petroleum benzene 2. Alat 1. Diatur suhu penangas air dimana labu didih dipanaskan pada suhu 60 – 70 oC. Prinsip Kerja Sampel yang telah dihaluskan dimasukkan dalam huls kemudian dengan menggunakan alat soxlet sample diekstrak dengan pelarut organic yaitu petroleum benzene. Thimble bebas lemak 3. Bahan 1. Diekstrak dengan menggunakan petroleum benzene dalam alat soxlet selama 4 jam 5. Pemanas Listrik 4. Huls 8. Neraca Analitik 7. bagian bahan yang terekstrak dibagi contoh adalah kadar lemak yang ditentukan. Ditimbang dengan teliti 2 – 4 g contoh. . Batu didih E. Kapas D. Labu Lemak 2. C. B. Contoh dihaluskan sampai cukup halus (< 1 mm) 2. Kapas bebas Lemak 4.Penetapan ini bertujuan untuk mengetahui kadar Lemak yang terkandung pada Mie Instan dengan menggunakan metode Soxlet. Ekstraksi lemak bebas dengan pelarut non polar.

Burette dengan ketelitian 0. Alat 1. 7. Ditimbang labu berisi minyak. Didinginkan dalam desikator selama 30 – 45 menit. Dimasukkan thimble berisi contoh ke dalam soxlet. 9. 3.6. Labu lemak berisi batu didih yang digunakan sebelumnya telah diketahui bobot tetapnya. 8. 4.2.05 mL Erlemeyer Flask Penangas air Hotplate Neraca Analitik Beaker glass Corong Oven .3 A. selanjutnya asam lemak bebas yang terdapat dalam contoh dinetralkan dengan larutan basa. Tujuan Penetapan kadar AV pada Mie Instan Penetapan Kadar AV bertujuan untuk menentukan dan mengetahui mutu minyak terhadap bilangan asam . 10. Prinsip Kerja Pelarutan lemak atau minyak hasil ekstraksi dalam pelarut organic yang sesuai (campuran etanol : eter = 1:1) dan telah dinetralkan. Disulingkan dan keringkan labu lemak yang berisi residu lemak / minyak dalam oven pada suhu 105 ± 2 oC sampai tidak berbau pelarut selama 3 jam. 6. B. C. 5. 2. 8. 3. 7.

Larutan KOH Lar. Lakukan ekstraksi terhadap contoh produk untuk E. Tujuan Untuk menentukan Kadar asam lemak bebas pada minyak goreng yang telah dipakai. Larutan Petroluem benzene 1.D.2. Contoh minyak cair hasil ekstraksi dapat langsung ditimbang 3. Ditambahkan 30 – 50 mL pelarut yang telah dinetralkan dan kocok sampai larut Ditambahkan beberapa tetes indicator PP 8. 7. tempatkan campuran diatas hotplate kemudian atur suhu pada 40 oC . 4. Bila minyak tidak larut. 4. Kocok contoh pelanpelan sambil dititrasi dengan larutan standar alkali KOH 0. 3. 2.4 Penetapan kadar FFA pada Minyak goreng dan Minyak Bumbu A. Indicator PP dalam etanol 95% Campuran etanol : dietileter (1:1) yang telah dinetralkan . Cara Kerja mendapatkan minyak 2. 5. Bahan 1. Contoh minyak yang telah diekstraksi kemudian didestilasi Dikeringkan dioven dengan suhu 105 ± 2 oC sampai bau untuk menghilangkan pelarut (petroleum benzene) pelarut hilang Ditimbang contoh minyak yang telah kering 6.05 N dengan titik akhir titrasi berwarna pink tidak hilang sampai 30 menit 3. B. Prinsip Kerja .

Titik akhir titrasi tercapai bila warna campuran berubah menjadi pink dan tidak hilang selama 30 detik. Tambahkan 2-3 tetes indicator phenolphthalein 4. Bulp D. selanjutnya asam lemak bebas yang terdapat dalam contoh dinetralkan dengan larutan alkali. Ditimbang dengan teliti 3-5 gram contoh ke dalam erlemeyer 2. F. C.05 N dengan menggunakan indicator PP 2. Neraca analitik 5. Alat 1. Isopropanol atau dietil eter : etanol (1:1) yang telah dinetralkan. Cara Kerja 1.05 N . Ditambahkan 30-50 mL pelarut yang telah dinetralkan dan kocok sampai larut 3. Bahan 1.05 N . Penetralan dilakukan dengan menitrasi pelarur dengan KOH 0. Dititrasi dengan menggunakan larutan KOH 0.Pelarutan lemak atau minyak dalam pelarut organic yang sesuai dan telah dinetralkan. Larutan indicator phenolpethalein 1% Larutan KOH 0. Pipet measuring 6. Pipet tetes 4. 3. Buret 2. Labu erlemeyer 3.

2294 2.4416 39.6 16.9415 60.7254 2.4589 3.7914 60.8244 4.1525 54.7 17.4196 42.8842 2.1896 56.6085 44.7486 44.7402 2.5 17.5503 42.8477 12.1.2 16.9441 4.2 17.6 17.1.9587 62.3745 53.8 F7 46 3 BX 92 SSI A7 KA 36 CQ 5 QR MZ 83 66 2 Berat Contoh (gram) 4.7954 2.9663 4.7149 5.8814 4.3 17.5962 4.7856 43.1856 3.2039 5.2719 40.2179 46.8279 62.3969 40.3696 4. Hasil Analisa AV (Acid Value) / bilangan asam pada Mie Instan .7884 2.7222 2.1.5874 4.3 16.7 16.5865 4.9431 42.9189 46.7383 2.1.8355 2.00 Keterangan 4.1 Hasil Analisa Kadar Air dalam Mie Instan Line Kode alat 16.0489 42.6825 2.4716 2.8575 4. Hasil Analisa 4.2.8 17.6317 2.6492 58.1.3575 Hasil perhitungan (%) 2.9970 Berat alat + contoh (gram) 58.5101 53.1.5974 39.BAB IV DATA PENGAMATAN 4.5 16.3088 56.1 17. Mie Instan 4.3303 4.9560 3.7897 46.6299 4.4998 Berat akhir (gram) 58.0950 46.9724 4.1.1 16.6635 42.4 17.4937 58.4 16.2816 54.7598 45.9049 45.8459 2.

2844 116.557 0.230 0.6 17.8041 2.6438 120.9529 111.542 0.6035 3.4 17.530 0.4196 4.1.44 0.2161 107.2762 106.1.44 0.40 0.537 0.4676 4.8 KAO HR RSL SRP X2 TYS RZ 2A AB NS 17 ZR DB XB DIL ZPS 4.7 16.3532 3.1651 Berat Akhir (gram) 118.7 17.6 16.503 0.2 16.224 0.5 17.4007 110.8879 119.490 0.220 0.488 0.43 0.2280 2.5957 Berat Akhir (gram) 106.45 0.49 0.254 0.1 17.4772 107.3 17.2807 112.247 0.481 FFA Mie 0.46 Hasil Perhitungan (%) 0.1 16.8965 110.548 0.8 17.7616 13.5563 Berat Contoh (gram) 3.9195 3.2031 111.0260 3.1 3Y Berat Alat (gram) 105.3868 109.6367 110.3.9815 107.2 17.1595 2.1045 115.461 0.6936 105.219 16.254 0.242 0.67 0.1850 112.Line Kode alat Berat Alat (gram) 114.557 0.56 0.3359 3.218 0.1612 109.1846 2.8364 110.446 0.1717 111.6357 2.2095 109.1067 Berat Contoh (gram) 4.159 0 Hasil Perhitungan (%) 16.222 0.59 0.245 0.211 0.250 0.2242 116.5 16.3172 108.5390 115.73 0.64 0.563 0.1334 114. Hasil Analisa Kadar Lemak (FC) pada Mie Instan Line Kode Alat 16.5433 107.52 0.203 0.477 0.30 Keterangan .257 0.9617 3.8062 113.9698 3.8463 109.5710 3.57 0.4128 113.2718 Volume titrasi (ml) 0.4 16.38 0.3 16.4766 109.59 0.547 0.481 0.250 0.

968 1 107.3725 114.4364 16.6 16.6635 16.4 17.9282 15.6134 116.1958 106.3324 3.8 30 B UMR AMD 14 XL 3 114.3864 15.344 4 108.253 2 16.6267 114.539 2 15.5299 104.226 3 117.2826 17.4 16.3 16.8122 15.7 16.8786 15.5653 16.0137 16.8174 112.142 3 115.3628 16.2 16.0345 15.3767 108.3828 106.3 17.5264 3.16.1746 3.0702 16.7 17.8502 108.754 0 115.9076 3.7837 3.8474 15.503 6 108.5 17.7488 4.9695 108.9185 3.2 17.9731 110.6406 3.7623 115.8970 .0874 114.7697 3.2242 3.224 1 114.930 1 115.6 17.8 52 AMD 30 66 KAO 2A F1 ELS 110.7628 112.291 8 113.2358 3.1 17.911 6 109.6412 16.5415 114.337 4 113.5 16.131 0 104.2690 3.9044 3.0861 3.5610 3.821 7 107.

5805 4.0620 6.1556 60.231 4.4.3.98 Hasil Perhitungan (%) 0.1495 6.3 Shelf life 4.4148 Volume Titrasi (mL) 1.7241 7.09 0.3.88 0.99 0.6812 Berat alat + contoh (gram) 44.2.9984 Hasil perhitungan (%) 7.8879 51.4004 7.1.163 0. Hasil Analisa Kadar Air bumbu .68 0.1.9239 6.5761 51.7006 37.0367 4.2458 60.2.6978 7.1326 6.197 0.4424 36.1.70 0.5984 61.1 Hasil Analisa Kadar Air pada Mie Instan Rasa Kode alat SPGS SPGAB RGA OR GSE COD C1 27 H WB Berat Contoh (gram) 4.216 0.172 0.1590 7.2.167 0.164 0.1.199 0.1.0341 3.2669 6.7353 6.66 0.154 0.2762 Berat akhir (gram) 44. Minyak Goreng 4.8143 60.65 0.0234 6. Hasil Analisa FFA Minyak Goreng Line 16 17 18 19 20 21 22 23 27 Kode Alat EXS P 02 66 BB KX ZR 007 COY Berat Contoh (gr) 8.5465 Keterangan 4.5083 4.73 0.1.5705 6.

2919 2.8153 6.Rasa Kode alat Berat Contoh (gram) 3.50 Hasil Perhitungan (%) 0.4.3721 47.0698 6.7022 4.727 .6697 54.2810 111.4310 43.9153 11.8897 Hasil perhitungan (%) 10.9610 2.2889 52.5539 60.0093 57.0409 6.0340 Volume Titrasi (mL) 0.1. Hasil Analisa FFA pada minyak bumbu Rasa OR SPGAB RGA GSE SPGS Kode Alat BB BIG AG EXS 66 Berat Contoh (gr) 4.7305 5.1182 52.66 0.8688 13.2661 Berat akhir (gram) 59.9715 56.6348 43.6940 109.4977 46.9362 51.3662 3.1261 3.6300 6.1602 47.6005 9.649 0.7626 2.5686 55.5049 47.2778 Berat Awal + Contoh (gram) 108.7622 50.8045 58.4566 54.3616 5.385 4.2882 3.3436 2.4249 51.353 0.1370 6.0977 2.72 0.3084 46.54 Hasil Perhitungan (%) 0.819 0.9026 50.7906 17.2506 59.5832 43.9002 56.70 1.7523 2.3.80 0.8348 Keterangan OR SPGAB RGA GSE SPGS 36 KI 91 X2 L28 B C6 4R C8 F7 5 TG 14 X3 OOO Kecap Bawang Bumbu Kecap Bawang Bumbu Kecap Bumbu Kecap Bawang Bumbu Kecap Bumbu Sambal Bawang 4.6884 3. Hasil Analis AV (Acid Value)/bilangan asam pada Mie Instan Rasa Kode Alat Berat Awal (gram) SPGS SPGAB RGA AMD X2 SRP 106.3.9617 47.6207 6.2724 Berat Contoh (gram) 2.7991 5.8975 1.4509 Berat alat + contoh (gram) 59.6664 3.0276 106.358 0.254 0.58 1.1358 1.8913 52.0824 3.4491 5.1.3842 54.790 0.7038 2.2258 6.5502 mL Titrasi (%) 0.2980 113.0170 2.38 0.3.6117 3.9169 43.9841 3.3269 51.

3620 2.0410 107.617 0.OR GSE XL 17 108.1790 2.1680 110.3470 0.748 Keterangan : SPGS  Supermie Goreng Sedap SPGAB  Supermie Goreng Ayam Goreng RGA OR GSE  Sarimi Goreng Ayam  Original Indomie  Goreng Satay .44 0.49 0.4030 109.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful