Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Indonesia

Artikel ini adalah bagian dari seri:

Politik dan pemerintahan Indonesia 



Pancasila UUD 1945

Legislatif[tampilkan] Eksekutif[tampilkan] Yudikatif[tampilkan] Inspektif[tampilkan] Daerah[tampilkan] Pemilihan umum[tampilkan] Partai politik[tampilkan]

Negara lain · Atlas

Portal politik
lihat ‡ bicara ‡ sunting

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45, adalah hukum dasar tertulis (basic law), konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini.
[1]

UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Sejak tanggal 27 Desember 1949, di Indonesia berlaku Konstitusi RIS, dan sejak tanggal 17 Agustus 1950di Indonesia berlaku UUDS 1950. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945, dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. Pada kurun waktu tahun 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen), yang mengubah susunan lembagalembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

serta Penjelasan. 37 pasal.7 Periode 21 Mei 1998.5 Periode kembalinya ke UUD 1945 5 Juli 1959-1966 2. 3 pasal Aturan Peralihan. UUD 1945 terdiri atas Pembukaan. diterbitkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah.1 Sejarah Awal 2. [sunting]Sejarah [sunting]Sejarah Awal Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 adalah badan yang menyusun rancangan UUD 1945. dan 2 ayat Aturan Tambahan). Ir. Pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat . 65 ayat (16 ayat berasal dari 16 pasal yang hanya terdiri dari 1 ayat dan 49 ayat berasal dari 21 pasal yang terdiri dari 2 ayat atau lebih). UUD 1945 memiliki 20 bab. Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 1945. 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945.21 Mei 1998 2. 194 ayat.27 Desember 1949 2. Pada tanggal 22 Juni 1945.3 Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 27 Desember 1949 . dan 2 pasal Aturan Tambahan.8 Periode UUD 1945 Amandemen 3 Referensi 4 Pranala luar [sunting]Naskah Undang-Undang Dasar 1945 Sebelum dilakukan Perubahan.5 Juli 1959 2. Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. Setelah dihilangkannya anak kalimat "dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemelukpemeluknya" maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).2 Periode berlakunya UUD 1945 18 Agustus 1945. 37 pasal. 4 pasal Aturan Peralihan.6 Periode UUD 1945 masa orde baru 11 Maret 1966.19 Oktober 1999 2. Soekarnomenyampaikan gagasan tentang "Dasar Negara" yang diberi nama Pancasila.Daftar isi [sembunyikan] 1 Naskah Undang-Undang Dasar 1945 2 Sejarah o o o o o o o o 2.17 Agustus 1950 2. Batang Tubuh (16 bab. Setelah dilakukan 4 kali perubahan.4 Periode UUDS 1950 17 Agustus 1950 . Sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini.

diantaranya:    Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup Pemberontakan Partai Komunis Indonesia melalui Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia [sunting]Periode UUD 1945 masa orde baru 11 Maret 1966. Pada masa ini.(KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 Agustus 1945. sehingga peristiwa ini merupakan perubahan sistem pemerintahan agar dianggap lebih demokratis. Di Sumatera ada BPUPK untuk Sumatera.27 Desember 1949 Dalam kurun waktu 1945-1950. Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Semi-Presidensiel ("Semi-Parlementer") yang pertama.17 Agustus 1950 Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer. . [sunting]Periode kembalinya ke UUD 1945 5 Juli 1959-1966 Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik sehingga gagal menghasilkan UUD baru.5 Juli 1959 Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer. Pemerintah menyatakan akan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen. maka pada tanggal 5 Juli 1959. Masa Sidang Kedua tanggal 10-17 Juli 1945.terutama pelanggaran pasal 23 (hutang Konglomerat/private debt dijadikan beban rakyat Indonesia/public debt) dan 33 UUD 1945 yang memberi kekuasaan pada pihak swasta untuk menghancur hutan dan sumberalam kita. Nama Badan ini tanpa kata "Indonesia" karena hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja. [sunting]Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 27 Desember 1949 . [sunting]Periode berlakunya UUD 1945 18 Agustus 1945. karena MPR dan DPR belum terbentuk. PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.21 Mei 1998 Pada masa Orde Baru (1966-1998). Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif. Tanggal 18 Agustus 1945. UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 yang berlaku pada waktu itu. [sunting]Periode UUDS 1950 17 Agustus 1950 . terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945. bentuk pemerintahan dan bentuk negaranya federasi yaitu negara yang didalamnya terdiri dari negara-negara bagian yang masing masing negara bagian memiliki kedaulatan sendiri untuk mengurus urusan dalam negerinya. Namun pelaksanaannya ternyata menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945 yang murni.

19 Oktober 1999 Pada masa ini dikenal masa transisi. eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. tanggal 7-18 Agustus 2000 Sidang Tahunan MPR 2001. serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat "sakral".J. tanggal 1-9 November 2001 Sidang Tahunan MPR 2002. Yaitu masa sejak Presiden Soeharto digantikan oleh B. [sunting]Periode 21 Mei 1998. kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat). kedaulatan rakyat. serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983. tanggal 14-21 Oktober 1999 Sidang Tahunan MPR 2000.Pada masa Orde Baru.  Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum. adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan multitafsir). tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya  Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR:     Sidang Umum MPR 1999. Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara. diantara melalui sejumlah peraturan:  Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945. [sunting]Periode UUD 1945 Amandemen Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945.Habibie sampai dengan lepasnya Provinsi Timor Timur dari NKRI. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru. tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam kurun waktu 1999-2002. pembagian kekuasaan. tanggal 1-11 Agustus 2002 Perubahan Pertama UUD 1945 Perubahan Kedua UUD 1945 Perubahan Ketiga UUD 1945 Perubahan Keempat UUD 1945 . HAM.

Latar Belakang Perkataan ³konstitusi´ berasal dari bahasa Perancis Constituer dan Constitution. aturan dasar terhadap semua lembaga-lembaga kenegaraan dan semua hak azasi manusia terdapat pada adat kebiasaan dan juga tersebar di berbagai dokumen. sehingga hukum tata negara disebut juga dengan constitutional law. B. Dengan kata lain aturan fundamental itu harus tahan uji terhadap kemungkinan untuk diubah-ubah berdasarkan kepentingan jangka pendek yang bersifat sesaat. pembagian wewenang dan cara bekerja berbagai lembaga kenegaraan serta perlindungan hak azasi manusia.[2] Dengan demikian suatu konstitusi memuat aturan atau sendi-sendi pokok yang bersifat fundamental untuk menegakkan bangunan besar yang bernama ³Negara´. hampir semua negara di dunia memiliki konstitusi tertulis atau undang-undang dasar (UUD) yang pada umumnya mengatur mengenai pembentukan.[3] Negara yang dikategorikan sebagai negara yang tidak memiliki konstitusi tertulis adalah Inggris dan Kanada. dan kemudian berdasarkan jenis kekuasaan itu dibentuklah lembaga-lembaga negara. Pada hampir semua konstitusi tertulis diatur mengenai pembagian kekuasaan berdasarkan jenis-jenis kekuasaan. kata pertama berarti membentuk. dan kata kedua berarti susunan atau pranata (masyarakat)[1]. Istilah Constitutional Law di Inggris menunjukkan arti yang sama dengan hukum tata negara. Mempelajari konstitusi berarti juga mempelajari hukum tata negara dari suatu negara. BAB II SEJARAH KONSTITUSI DAN AMANDEMEN UUD 1945 A. Dalam hal yang kedua ini. November 25th 2006 at 3:20pm by palomes BAB I PENDAHULUAN A. Penggunaan istilah Constitutional Law didasarkan atas alasan bahwa dalam hukum tata Negara unsur konstitusi lebih menonjol.sejarah konstitusi indonesia Added : Saturday. Dengan demikian konstitusi memiliki arti. Pada umumnya langkah awal untuk mempelajari hukum tata negara dari suatu negara dimulai dari konstitusi negara bersangkutan. Di kedua negara ini. . mendirikan atau menyusun. Pendekatan Dalam penulisan ini digunakan pendekatan historis. Sejarah Konstitusi Secara umum terdapat dua macam konstitusi yaitu : 1) konstitusi tertulis dan 2) konstitusi tak tertulis. permulaan dari segala peraturan mengenai suatu Negara.[4]Karena ketentuan mengenai kenegaraan itu tersebar dalam berbagai dokumen atau hanya hidup dalam adat kebiasaan masyarakat itulah maka Inggris masuk dalam kategori negara yang memiliki konstitusi tidak tertulis. baik dokumen yang relatif baru maupun yang sudah sangat tua seperti Magna Charta yang berasal dari tahun 1215 yang memuat jaminan hak-hak azasi manusia rakyat Inggris. Karena sifatnya yang fundamental ini maka aturan ini harus kuat dan tidak boleh mudah berubah-ubah.

Oleh karena itu. Hal ini terjadi apabila mekanisme penyelenggaraan negara yang diatur dalam konstitusi yang berlaku dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan aspirasi rakyat. baru kemudian dibentuk lembaga negara yang bertanggung jawab untuk melaksanakan jenis kekuasaan tertentu itu. Amandemen UUD 1945 Konstitusi suatu negara pada hakekatnya merupakan hukum dasar tertinggi yang memuat hal-hal mengenai penyelenggaraan negara. Wirjono Prodjodikoro dalam bukunya Azas-azas Hukum Tata Negara di Indonesia mendukung gagasan Van Vollenhoven ini. Beberapa sarjana mengemukakan pandangannya mengenai jenis tugas atau kewenangan itu. Ketiga jenis kekuasaan itu adalah : 1) kekuasaan membuat peraturan perundangan (legislatif). kekuasaan memeriksa keuangan negara B. Van Vollenhoven kemungkinan menilai kekuasaan eksekutif itu terlalu luas dan karenanya perlu dipecah menjadi dua jenis kekuasaan lagi yaitu kekuasaan pemerintahan dan kekuasaan kepolisian. Menurutnya kepolisian memegang jenis kekuasaan untuk mengawasi hal berlakunya hukum dan kalau perlu memaksa untuk melaksanakan hukum. kekuasaan membuat undang-undang (legislatif) 2. . kekuasaan kehakiman (judikatif) 4. kekuasaan kejaksaan 6. Adakalanya keinginan rakyat untuk mengadakan perubahan konstitusi merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Bisa jadi suatu negara yang demokratis berubah menjadi otoriter karena terjadi perubahan dalam konstitusinya. 3) kepolisian dan 4)pengadilan. karenanya suatu konstitusi harus memiliki sifat yang lebih stabil dari pada produk hukum lainnya. 2) kekuasaan melaksanakan peraturan perundangan (eksekutif) dan kekuasaan kehakiman (judikatif). bahkan ia mengusulkan untuk menambah dua lagi jenis kekuasaan negara yaitu kekuasaan Kejaksaan dan Kekuasaan untuk memeriksa keuangan negara untuk menjadi jenis kekuasaan ke-lima dan ke-enam. jenis kekuasaan itu perlu ditentukan terlebih dahulu. Terlebih lagi jika jiwa dan semangat pelaksanaan penyelenggaraan negara juga diatur dalam konstitusi sehingga perubahan suatu konstitusi dapat membawa perubahan yang besar terhadap sistem penyelenggaraan negara.Dengan demikian. kekuasaan melaksanakan undang-undang (eksekutif) 3. 2) perundang-undangan. Pandangan lain mengenai jenis kekuasaan yang perlu dibagi atau dipisahkan di dalam konstitusi dikemukakan oleh van Vollenhoven dalam buku karangannya Staatsrecht over Zee.[5] Ia membagi kekuasaan menjadi empat macam yaitu :1) pemerintahan (bestuur). salah satu yang paling terkemuka adalah pandangan Montesquieu bahwa kekuasaan negara itu terbagi dalam tiga jenis kekuasaan yang harus dipisahkan secara ketat. kekuasaan kepolisian 5.[6] Berdasarkan teori hukum ketatanegaraan yang dijelaskan diatas maka dapat disimpulkan bahwa jenis kekuasaan negara yang diatur dalam suatu konstitusi itu umumnya terbagi atas enam dan masingmasing kekuasaan itu diurus oleh suatu badan atau lemabaga tersendiri yaitu: 1.

Cara ini dapat dijalankan baik pada . adalah cara yang terjadi dan berlaku dalam sistem majelis dua kamar.F Strong ada empat macam prosedur perubahan kosntitusi:[7] 1. Apabila ada kehendak untuk mengubah kosntitusi maka lembaga negara yang diberi wewenang untuk itu mengajukan usul perubahan kepada rakyat melalui suatu referendum atau plebisit. yang kemudian prosedurnya dibuat sedemikian rupa sehingga perubahan yang terjadi adalah benar-benar aspirasi rakyat dan bukan berdasarkan keinginan semena-mena dan bersifat sementara atau pun keinginan dari sekelompok orang belaka. Dengan perkataan lain. Perubahan konstitusi yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan legislatif. kedua kamar lembaga perwakilan rakyat harus mengadakan sidang gabungan. dengan syarat-syarat seperti dalam cara pertama. Sistem yang pertama adalah bahwa apabila suatu konstitusi diubah. 1. akan tetap yang dilaksanakan menurut pembatasan-pembatasan tertentu. sidang pemegang kekuasaan legislatif harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya sejumlah anggota tertentu (kuorum) yang ditentukan secara pasti 2. Perubahan ini terjadi melalui tiga macam kemungkinan. Perubahan konstitusi yang berlaku pada negara serikat yang dilakukan oleh sejumlah negara bagian. yang berwenang mengubah kosntitusi. Perubahan konstitusi yang dilakukan rakyat melalui suatu referendum. usul perubahan dapat pula berasal dari negara-negara bagian. untuk mengubah konstitusi. Penentuan diterima atau ditolaknya suatu usul perubahan diatur dalam konstitusi. 2. maka konstitusi yang asli tetap berlaku. Dalam referendum atau plebisit ini rakyat menyampaikan pendapatnya dengan jalan menerima atau menolak usul perubahan yang telah disampaikan kepada mereka. 3. Untuk mengubah konstitusi. Sistem ini dianut oleh Amerika Serikat. 3. amandemen tersebut merupakan atau menjadi bagian dari konstitusinya. dalam hal ini adalah lembaga perwakilannya. Ketiga. Sistem yang kedua ialah bahwa apabila suatu konstitusi diubah. Disamping itu. akan tetapi kata akhir berada pada negaranegara bagian. Sistem ini dianut oleh hampir semua negara di dunia. Menurut C.konstitusi biasanya juga mengandung ketentuan mengenai perubahan konstitusi itu sendiri. Lembaga perwakilan rakyat harus diperbaharui inilah yang kemudian melaksanakan wewenangnya untuk mengubah konstitusi. Pada dasarnya ada dua macam sistem yang lazim digunakan dalam praktek ketatanegaraan di dunia dalam hal perubahan konstitusi. 4. Usul perubahan konstitusi yang dimaksud disiapkan lebih dulu oleh badan yang diberi wewenang untuk itu. untuk mengubah konstitusi maka lembaga perwakilan rakyat harus dibubarkan terlebih dahulu dan kemudian diselenggarakan pemilihan umum. Usul perubahan konstitusi mungkin diajukan oleh negara serikat. Sidang gabungan inilah. Pertama. maka yang akan berlaku adalah konstitusi yang berlaku secara keseluruhan (penggantian konstitusi). Perubahan konstitusi yang dilakukan dalam suatu konvensi atau dilakukan oleh suatu lemabag negara khusus yang dibentuk hanya untuk keperluan perubahan. Perubahan konstitusi pada negara serikat harus dilakukan dengan persetujuan sebagian terbesar negara-negara tersebut. Hal ini dilakukan karena konstitusi dalam negara serikat dianggap sebagai perjanjian antara negara-negara bagian. Perubahan terhadap konstitusi tersebut merupakan amandemen dari konstitusi yang asli tadi. Kedua.

Periode 17 Agustus 1950 ± 5 Juli 1959 4. maka sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. Referendum atau plebisit. Sidang badan legislatif ditambah beberapa syarat misalnya ketentuan kuorum dan jumlah minimum anggota badan legislatif untuk menerima perubahan. Apabila ada kehendak untuk mengubah konstitusi. Dalam sebuah negara federal. Sejak Proklamasi hingga sekarang telah berlaku tiga macam Undang-undang Dasar dalam delapan periode yaitu : 1. Hans Kelsen mengatakan bahwa kosntitusi asli dari suatu negara adalah karya pendiri negara tersebut. perubahan konstitusi telah terjadi beberapa kali dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Miriam Budiarjo mengemukakan adanya empat macam prosedur perubahan konstitusi. Apabila lembaga negara khusus dimaksud telah melaksanakan tugas serta wewenang sampai selesai. Periode 5 Juli 1959 ± 19 Oktober 5. Periode 19 Oktober 1999 ± 18 Agustus 2000 6. dibentuklah suatu lembaga negara khusus yang tugas serta wewenangnya hanya mengubah konstitusi. Periode 9 November 2001 ± 10 Agustus 2002 8. 4. Periode 27 Desember 1949 ± 17 Agustus 1950 3. UUD 1945 terdiri dari : . suatu perubahan konstitusi bisa jadi harus disetujui oleh dewan perwakilan rakyat dari sejumlah negara anggota tertentu. dan dilimpahkan kepada sebuah konstituante. Periode 18 Agustus 1945 ± 27 desember 1949 2.Negara kesatuan ataupun negara serikat. Periode 10 Agustus 2002 ± sampai sekarang Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945) ditetapkan dan disahkan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. Usul perubahan dapat berasal dari pemegang kekuasaan perundang-undangan dan dapat pula berasal dari pemegang kekuasaan perundang-undangan dan dapat pula berasal dari lembaga negara khusus tersebut. contoh : beberapa negara Amerika Latin Dengan demikian apa yang dikemukakan Miriam Budiarjo pada dasarnya sama dengan yang dikemukakan oleh Hans Kelsen. Dan ada beberapa cara perubahan konstitusi menurut Kelsen yaitu :[8] 1. yaitu :[9] 1. yaitu suatu organ khusus yang hanya kompeten untuk mengadakan perubahan-perubahan konstitusi 2. Di Indonesia. contoh : Swiss dan Australia negara-negara bagian dalam suatu negara federal harus menyetujui. 3. Contoh : Amerika Serikat musyawarah khusus (special convention). Perubahan yang dilakukan diluar kompetensi organ legislatif biasa yang dilembagakan oleh konstitusi tersebut. Periode 18 Agustus 2000 ± 9 November 2001 7.dengan sendirinya lembaga itu bubar.

pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 9 pasal yaitu: Pasal 5 ayat (1). Batang Tubuh (isi) yang meliputi : 1. 17 ayat (2) dan (3). 37 Pasal 3. amnesty. Diubah menjadi : Preseiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan. Pasal 14 berbunyi : Presiden memberi grasi. UUD 1945 dinyatakan berlaku kembali di Indonesia hingga saat ini. . 13 ayat (2) dan (3). Presiden memberi grasi dan rehabili dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung. Dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. b. 9 ayat (1) dan (2). 4. 2. Diubah menjadi : Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR. c. 21 ayat (1). Pasal 20 ayat 1 : Tiap-tiap Undang-udang menhendaki persetujuan DPR. pada 17 Agustus 1950 Konstitusi RIS digantikan oleh Undang-undang Dasar Sementara 1950 (UUDS 1950). dan sesudahnya dapat dipilih kembali.14 ayat (1) dan (2). (3) dan (4). Perubahan I diadakan pada tanggal 19 Oktober 1999. 20 ayat (1). Beberapa perubahan yang penting adalah : a. 2. 4 aturan peralihan. Perubahan UUD 1945 dilakukan pada : 1. Presiden memberi Amnesti dan Abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR. abolisi dan rehabilitasi Diubah menjadi : (1) (2) d. Pasal 7 berbunyi : Presiden dan wakil presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun. (2). Hingga tanggal 10 Agustus 2002. Pembukaan (4 alinea) yang pada alinea ke-4tercantum dasar negara yaitu Pancasila. 3.1. 15. 7. Pasal 5 ayat (1) berbunyi : Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan persetujuan DPR. UUD 1945 telah empat kali diamandemen oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). 16 Bab. Pada amandemen ini. Penjelasan UUD 1945 digantikan oleh Konstitusi Republik Indonesia Serikat (Konstitusi RIS) pada 27 Desember 1949. 2 Aturan Tambahan.

Diubah menjadi : Pasal 20A. 28G ayat (1) dan (2). 28A. 7A. (2). Pasal 1 ayat (2) berbunyi : Kedaulatan adalah ditanag rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR Diubah menjadi : Kedaulatan berada di tanagn rakyat dan dilaksanakan menurut UUD h. 28E ayat (1) s/d (3). 23F ayat (1) dan (2). Beberapa perubahan yang penting adalah : g. 24C ayat (1) s/d (6). Pasal 8 ayat (1) berbunyi : Presiden ialah orang Indonesai asli. 28D ayat (1) s/d (4). pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 19 pasal yaitu: Pasal 1 ayat (2) dan (3). 24B ayat (1) s/d (4). (3) dan (5). Pasal 28 memuat 3 hak asasi manusia diperluas menjadi 13 3. SSB. Pasal 24 tentang kekuasaan kehakiman ditambah: Pasal 24B: Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung . Pada amandemen III ini. fungsi anggaran. Perubahan II diadakan pada tanggal 18 Agustus 2000. 22D ayat (1) s/d (4). 36B. 2. 7C. 24A ayat (1) s/d (5). 26 ayat (2) dan (3). 28B ayat (1) dan (2). 23G ayat (1) dan (2). 28H ayat (1) s/d (4). hak asasi manusia. dan fungsi pengawasan. 11 ayat (2) dan (3). 20 ayat (5). Beberapa perubahan yang penting adalah : e. 30 ayat (1) s/d (5). 1. Pasal 20 berbunyi : Tiap-tiap Undang-undang menghendaki persetujuan DPR. DPR memiliki fungsi legislasi. Perubahan III diadakan pada tanggal 9 November 2001. 36A. 36C. Diubah menjadi : Calon Presiden dan wakil Presiden harus warga negara Indonesia sejak kelahirannya j.Diubah menjadi : DPR memegang kekuasaan membentuk Undang-undang. 19 ayat (1) s/d (3). 24 ayat (1) dan (2). 6A ayat (1). 3 ayat (1) s/d (3). 17 ayat (4). 18B ayat (1) dan (2). 28F. 27 ayat (3). 18A ayar (1) dan (2). f. 28J ayat (1) dan (2). 6 ayat (1) s/d (3). 7B ayat (1) s/d (7). 8 ayat (1) s/d (3). Pada amandemen II ini. 28I ayat (1) s/d (5). 22E ayat (1) s/d (3). 22C ayat (1) s/d (4). pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 24 pasal yaitu: Pasal 18 ayat (1) s/d (7). 22A. Pasal 26 ayat (2) berbunyi : Syarat-syarat yang mengenai kewarganegaraan Negara ditetapkan dengan Undang-undang Diubah menjadi : Penduduk ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia g. 20A ayat (1) s/d (4). 25A. Ditambah Pasal 6A : Presiden dan wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat i.

MPR bukan Lembaga tertinggi Negara lagi. Presiden dan Wakil Presiden yang melangar hukum tidak akan terpilih dalam pemilihan umum yang akan datang. 6A ayat (4). Pasal 2 ayat (1) berbunyi : MPR terdiri atas anggota-anggota dan golongan-golongan menurut aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. Pasal 29 ayat (1) berbunyi : Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Pasal 1 ayat (2): MPR bukan lagi pemegang kedaulatan (kekuasaan tertinggi) di Indonesia. Beberapa perubahan yang penting adalah : k. yang selanjutnya diatur dalam Undang-undang m. 32 ayat (1) dan (2). 33 ayat (4) dan (5). b. 37 ayat (1) s/d (5). 24 ayat (3). Diubah menjadi : Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Perubahan IV diadakan pada tanggal 10 Agustus 2002 Pada amandemen IV ini. 11 ayat (1). MPR. melainkan rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan. 23D. l. Aturan Peralihan Pasal III : Mahkamah Konstitusi dibentuk selambat-lambatnya pada 17 Agustus 2003 dan sebelum dibentuk segala kewenangannya dilakukan oleh Mahkamah. DPR. Pasal ini tetap tidak berubah (walaupun pernah diusulkan penambahan 7 kata : dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya) n. 34 ayat (1) s/d (4). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa amandemen I.III dan IV terhadap UUD 1945. 31 ayat (1) s/d (5). 16 23B. Bab IV pasal 16 tetang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. 8 ayat (3). pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 17 pasal yaitu: pasal-pasal : 2 ayat (1). Pasal 2 ayat (1): MPR terdiri dari : . Komisi dan Konstitusi ditetapkan dengan ketentuan MPR bertugas mengkaji ulang keempat amandemen UUD 1945 pada tahun 2003 4. Aturan Peralihan Pasal I s/d III. dan Presiden yang bertanggung jawab kepada rakyat melalui Pemilihan Umum. Pasal 24C : mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap UUD (dan menurut amandemen IV) UUD 1945.2. maka sejak 10 Agustus 2002 Ketatanegaraan Republik Indonesia telah mengalami perubahan sebagai berikut : a. aturan Tambahan pasal I dan II.II. Diubah menjadi : MPR terdiri atas anggota DPR dan DPD yang dipilih melalui Pemilihan Umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang.

Presdien dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat (bukan secara tidak langsung oleh MPR. f. Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives : di Amerika Serikat) Dewan Perwakilan Daerah (Senate : di Amerika Serikat) MPR merupakan lembaga yang memiliki dua badan (Bicameral) seperti di Amerika Serikat. sedangkan DPD dipilih oleh rakyat di daerah (Provinsi) masing-masing. Pasal 14: Presiden memberi : 1. 2. Dengan ditetapkannya DPR dan DPD sebagai anggota MPR. sedangkan DPR dipilih rakyat) e. Pasal 7: Presiden dan Wakil Presiden hanya dapat memegang jabatan selama paling lama 2 x 5 tahun : 10 tahun (dahulu Presiden memegang jabatan selama lebih dari 30 tahun. bahkan seumur hidup). bukan lagi pemegang kedaulatan (kekuasaan tertinggi) di Indonesia. maka utusan golongan termasuk TNI/POLRI dihapuskan dari MPR. Pemerintahan/Pelaksana Undang-undang) d. tetapi calon Presiden dan Wakil Presiden harus warga Negara Indonesia sejak kelahirannya. MPR bukan Lembaga c. melainkan rakat Indonesia yang memegang kedaulatan.1. Grasi dan Rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung . Anggota DPR dipilih dalam pemilihan umum oleh seluruh rakyat. tetapi berkedudukan sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan (Lembaga Eksekutif. Pasal 5 ayat (1): Presiden bukan lagi pembentuk undang-undang. Pasal 6 ayat (1) dan 6A: Presiden Indonesia tidak harus orang Indonesia asli.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful