P. 1
Diktat Manajemen Penangkapan Ikan

Diktat Manajemen Penangkapan Ikan

|Views: 2,682|Likes:
Published by RizalYusti

More info:

Published by: RizalYusti on Jan 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

Hasil tangkapan yang diperoleh dengan alat tangkap pukat
pantai terutama jenis-jenis ikan dasar atau jenis ikan demersal
dan udang antara lain yaitu; pari (rays), cucut (shark),teri
(Stolepharus spp), bulu ayam (Setipinna spp), beloso (Saurida
spp
), manyung (Arius spp), sembilang (Plotosus spp), krepa
(Epinephelus spp), kerong-kerong (Therapon spp), gerot-gerot
(Pristipoma spp), biji nangka (Parupeneus spp), kapas-kapas
(Gerres spp), petek (Leiognathus spp), ikan lidah dan sebelah
(Psettodidae), dan jenis jenis udang (shrimp).

10

Diktat Manajemen Penangkapan Ikan
2004

Diktat Manajemen

Penangkapan Ikan

Sedangkan untuk pembagian hasil tangkapan, hal ini
sudah diatur sesuai dengan undang-undang no. 16 tahun 1964
tentang pembagian hasil usaha perikanan tangkap untuk operasi
penangkapan ikan di laut dengan menggunakan perahu layar,
nelayan penggarap minimal mendapat 75% dari hasil usaha
bersih.

Daerah Penangkapan

Daerah penangkapan ikan adalah suatu daerah perairan
yang cocok untuk penangkapan ikan dimana alat tangkap dapat
kita operasikan secara maksimum. Syarat-syarat suatu daerah
dapat dikatakan sebagai daerah penangkapan ikan bila :
1.Terdapat ikan yang berlimpah jumlahnya
2.Alat tangkap dapat dioperasikan dengan mudah
3.Secara ekonomis daerah sangat berharga atau kondisi dan
posisi daerah perlu diperhitungkan.
Pada umumnya krakat atau pukat pantai banyak dikenal
dan dipergunakan di daerah pantai utara Jawa, Madura, Cilacap,
Pangandaran, Labuhan, Pelabuhan Ratu, Marigge (Sumatra
Selatan), dan banyak pula digunakan di daerah Jawa. Sedangkan
distribusi pukat pantai ini meliputi daerah Labuhan, Teluk
Panganten, Jakarta, Cirebon, Brebes, Pemalang, Tegal,
Pekalongan, Semarang, Jepara, Juana, Rembang, Tuban,
Bojonegoro, Pasuruan, Probolinggo, Panarukan, Banyuwangi,
Muncar, Sepanjang Pantai Madura, Lampung, Prigi, Pangandaran,
Teluk Betung, Maringge, Seputih dan lain-lainnya.

11

Diktat Manajemen Penangkapan Ikan
2004

Diktat Manajemen

Penangkapan Ikan

Biasanya daerah penangkapan untuk alat pukat pantai
ditentukan berdasarkan tanda-tanda alamiah seperti terlihatnya
buih-buih dipermukaan perairan atau adanya burung yang
menyambar-nyambar, namun kebanyakan nelayan menggunakan
cara dengan mencoba menurunkan jaring pada daerah yang sudah
biasa dijadikan daerah penangkapan oleh nelayan pukat pantai di
masing-masing daerah.
Dulu ketika jumlah unit pukat pantai masih terbatas, penggunaan
daerah penangkapan tidak pernah menjadi permasalahan antara
pemilik pukat pantai. Namun seiring dengan berkembangnya
jumlah pemilik pukat pantai maka pada masing-masing daerah
atau wilayah penangkapan dikenal adanya sistem pembagian
daerah penangkapan pukat pantai dengan membagi daerah
penangkapan menjadi beberapa bagian dan pada tiap bagian
berlaku adanya pembagian jadwal operasi.

Alat Bantu Penangkapan

Selain bagian-bagian dari pukat pantai sendiri, dalam
pengoperasiannya pukat pantai masih menggunakan alat bantu
penangkapan diantaranya adalah :

1. Perahu

Perahu yang dipergunakan dalam pengoperasian pukat
pantai ini bervariasi. Akan tetapi biasanya berukuran panjang 5-6
m, lebar 0.6 m dan dalam atau tinggi 0.7 m. Perahu ini ada yang
dilengkapi dengan katir/sema (outriggers) maupun tidak. Ada
yang dilengkapi dengan motor dan ada juga yang tanpa motor

12

Diktat Manajemen Penangkapan Ikan
2004

Diktat Manajemen

Penangkapan Ikan

(perahu dayung). Untuk perahu dayung biasanya terbuat dari
bahan kayu. Kelebihan dari material kayu selain harganya lebih
murah, tehnologinya sederhana, material mudah didapat,
pembentukannya mudah ringan dan perawatanya juga mudah.

2. Pelampung Berbendera

Pelampung berbendera ini berfungsi sebagai tanda posisi
kantang pukat pantai di perairan dan sebagai petunjuk bagi
mandor tentang keseimbangan posisi jaring antara kiri dan kanan.
Sehingga dengan melihat bendera, mandor dapat dengan mudah
mengetahui kapan posisi penarik harus bergeser dan seberapa
jauhnya jarak pergeseran.

3. Kayu Gardan

Kayu garden ditancapkan dengan kokoh di pantai. Fungsi
dari kayu ini adalah sebagai penggulung tali penarik dan sebagai
tempat untuk menambatkan tali penarik. Kayu ini terbuat dari
kayu pohon yang kuat misalnya kayu kopi, kayu waru dan
sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->