P. 1
Makalah Pajak Penghasilan

Makalah Pajak Penghasilan

|Views: 13,701|Likes:
Published by Sayid Sidik
Sayid Sidik
Sayid Sidik

More info:

Published by: Sayid Sidik on Jan 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

Pajak penghasilan atau PPh sedang "in" saat ini. Sunset policy yang di luncurkan
direktorat pajak untuk mendorong orang atau badan memilik NPWP masih terus
diperpanjang. Menghitung Pajak penghasilan atau PPh dimulai dengan
menghitung hitung dulu Penghasilan Kena Pajak. Rumus PPh: penghasilan
dikurangi biaya-biaya. Kemudian terapkan tarif Pajak penghasilan Kena Pajak
tersebut.

Tarif Pajak penghasilan atau PPh dibagi atas:

1. Untuk WP orang pribadi

s
Rp. 0 s.d. Rp 25 juta, tarifnya 5%
Rp. 25 juta s.d. Rp 50 juta, tarifnya 10%
Rp. 50 juta s.d. Rp 100 juta, tarifnya 15%
Rp. 100 juta s.d. Rp 200 juta, tarifnya 25%
Rp. 200 juta ke atas, tarifnya 35%

7

2. Untuk WP berbentuk badan usaha
Rp. 0 s.d. Rp 50 juta, tarifnya 10%
Rp. 50 juta s.d. Rp 100 juta, tarifnya 15%
Rp. 100 juta ke atas, tarifnya 30%

Tarif Pajak penghasilan atau PPh dibagi atas adalah tarif progresif. Artinya setiap
lapisan Penghasilan Kena Pajak dikenakan sesuai tarifnya, tidak diakumulasi
terlebih dahulu, baru dikenakan tarif. Sebelum dikenakan tarif, Penghasilan Kena
Pajak dibulatkan dulu sampai ribuan ke bawah.

contoh :

1. Penghasilan Kena Pajak WP orang pribadi = Rp 300.000.950
Penghasilan Kena Pajak dibulatkan : Rp 300.000.000

PPh nya adalah :
5% x Rp 25.000.000 = Rp 1.250.000
10% x Rp 25.000.000 = Rp 2.500.000
15% x Rp 50.000.000 = Rp 7.500.000
25% x Rp 100.000.000 = Rp 25.000.000
35% x Rp 100.000.000 = Rp 35.000.000
Total = Rp 71.250.000.

2. Penghasilan Kena Pajak WP badan = Rp 300.000.950.
Penghasilan Kena Pajak dibulatkan : Rp 300.000.000

PPh nya adalah :
10% x Rp 50.000.000 = Rp 5.000.000
15% x Rp 50.000.000 = Rp 7.500.000
30% x Rp 200.000.000 = Rp 60.000.000
Total = Rp 72.500.000.

8

Bagaimana dengan pajak koperasi? Menurut sudut pandang pajak koperasi adalah
objek pajak hal ini sesuai dengan pengertian koperasi secara spesifik kedudukan
koperasi di mata hukum pajak adalah sebagai berikut.

•Berdasarkan Pasal 2 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 17 Tahun

2000, koperasi merupakan badan usaha yang merupakan subjek pajak
yang memiliki kewajiban dan hak perpajakan yang sama dengan badan
usaha lainnya.

•Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh koperasi adalah objek

pajak.

•Modal koperasi terdiri dari : modal sendiri dan modal pinjaman

•Anggota koperasi tidak dibedakan antara orang pribadi dan badan hukum

dalam negeri.

Jika koperasi adalah badan usaha yang terkena pajak lantas penghasilaha apa saja
yang menjadi objek Pajak penghasilan atau PPh :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->