P. 1
MAKALAH

MAKALAH

5.0

|Views: 2,027|Likes:
Published by Zul Afdal

More info:

Published by: Zul Afdal on Jan 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2015

pdf

text

original

PEMBANGUNAN EKONOMI DAN PROBLEMATIKANYA DI INDONESIA

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Pembangunan Dosen : Prof. Dr. Suryana., M.Si

Disusun Oleh Zul Afdal NIM 1007163

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SEKOLAH PASCA SARJANA ( SPS ) UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2010

1

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH Hampir di semua negara saat ini, problema ekonomi atau pertumbuhan ekonomi selalu menjadi tolok ukur maju atau berkembangnya suatu negara, baik di negara maju maupun Negara berkembang, baik yang menerapkan ideologi kapitalisme maupun sosialisme. Hal itu terlihat dari selalu adanya pandangan banyak ahli ekonomi pembangunan terhadap pembangunan ekonomi masih diwarnai oleh dikotomi antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Masih adanya kontroversi antara mana yang lebih dahulu untuk dilakukan dan dicapai, pertumbuhan ekonomi atau pemerataan pembangunan. Kontroversi tersebut muncul disebabkan karena penerapan strategi pembangunan ekonomi yang mengacu pada pertumbuhan (growth) dan pemerataan (equity) belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Namun demikian, para ekonom sependapat bahwa pembangunan merupakan suatu proses, yakni proses untuk mencapai kemajuan. Proses membutuhkan input sumber daya untuk ditransformasikan menjadi sebuah hasil. Jika input tidak memadai, tentu akan menghasilkan output yang tidak optimal. Menurut Siagian (1994), pembangunan sesungguhnya suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan berencana dan dilakukan secara sadar oleh bangsa, negara dan pemerintah menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building). Secara umum, pembangunan dapat diartikan pula sebagai suatu upaya terkoordinasi untuk menciptakan alternatif yang lebih banyak secara sah kepada setiap warga negara untuk memenuhi dan mencapai aspirasinya yang paling manusiawi. Dengan definisi pembangunan tersebut, pembangunan sejatinya merupakan pencerminan kehendak dan partisipasi rakyat untuk terus-menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat (Indonesia) secara adil dan merata serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara yang maju dan demokratis. Semua itu bisa terlaksana dengan baik jika ada perencanaan, koordinasi, partisipasi publik, kelembagaan, dan sistem hukum yang baik yang menjamin peningkatan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.

2

Bahwa pembangunan menuntut pendapatan per kapita yang lebih tinggi adalah fakta yang tidak bisa dibantah. Namun. pengidapan penyakit. namun kualitas hidup masih tetap jauh dari jangkauan banyak orang. et. Gelombang privatisasi pembangunan tersebut muncul seiring pendekatan good governance. pemberdayaan. Dalam studinya. gerakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). seperti tulisan Osborne-Gaebler-Plastrik dalam Reinventing Government (1993) dan Banishing Bereaucracy (1997) hingga Amartya Sen dalam Development as Freedom (2000). kebijakan pembangunan ternyata lebih menguntungkan vested interest kaum elite. selain kekurangan pangan. Kendati hampir selama dua dasawarsa pertumbuhan ekonomi yang pesat terjadi di sejumlah negara. seperti kurangnya nutrisi.Berbagai perspektif pembangunan tersebut merujuk kepada gelombang besar terminologi: minimalisasi peran pemerintah dan maksimalisasi peran swasta.al. Kualitas faktor-faktor yang memberikan kontribusi bagi pertumbuhan menuntut perhatian fundamental apabila kemiskinan ingin dikurangi dan kualitas hidup yang lebih baik dapat dicapai oleh semua orang (Thomas. pembangunan yang mereduksi nilai-nilai dasar kemanusiaan dan menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai satu-satunya indikator pembangunan justru mereduksi makna pembangunan itu sendiri. maka sebenarnya pembangunan mencakup jauh lebih banyak aspek. yang sangat esensial bagi pertumbuhan berbasis luas. 2001: xiv-xv). Sen merumuskan pengertian kembali kemiskinan. Dalam kaitan itu. konsep pembangunan yang diintroduksi Amartya Sen dalam Development as Freedom (2000) telah membantah pandangan tersebut. Dalam pandangannya. sehingga dengan demikian tidak mempromosikan investasi yang memadai dalam modal manusia dan modal alam. namun banyak orang lain tidak mendapatkan keuntungan dari kemajuan tersebut. buta huruf. Argumentasi Sen tersebut bukan tanpa alasan. Di sini lah Sen merumuskan definisi baru pembangunan sebagai kebebasan (development as freedom) (Rahardjo dalam Sen. diskriminasi. kendati sebagian orang berhasil menikmati kemakmuran. Dalam dataran ini. 2007: 15-16) Melihat elemen-elemen pembangunan tersebut. Sebab. Dalam banyak situasi.. pendekatan partisipatoris hingga masyarakat madani (Harun. 3 . Sen merumuskan kembali pengertian yang menyeluruh tentang pembangunan. 2001: xvi). tiadanya kebebasan sipil dan hak-hak berdemokrasi. berbagai kondisi. dan berbagai bentuk perampasan hak-hak milik (entitlement) pribadi adalah bentuk-bentuk kemiskinan yang menciptakan penderitaan.

TUJUAN Tujuan dari penulisan makalah ini adalah memberikan pemahaman sekilas tentang bagaimana problematika pembangunan ekonomi di Indonesia. 3. SISTEMATIKA MAKALAH A. Pembahasan/Analisis . Analisis Pembangunan dan Pembangunan Ekonomi serta problematika di Indonesia B. Tinjauan teoritis Pengertian Pembangunan dan Pembangunan Ekonomi C. perhatian Sen terletak pada pentingnya redistribusi aset non-fisik. 5. Sistematika Makalah B. Redistribusi aset non-fisik inilah yang masih menjadi pertanyaan mendasar dalam proses pembangunan di Indonesia. Apa dan bagaimana pengertian pembangunan dan pembangunan ekonomi itu ? Bagaimana gambaran mengenai problematika pembangunan di Indonesia ? Bagaimana permasalahan ekonomi di Indonesia ? Bagaimana factor dan indicator kelemahan dari pembangunan ekonomi? Benarkah ada pembangunan ekonomi di Indonesia? A. Latar Belakang Masalah 2. seperti kesehatan dan pendidikan. D. Rumusan Masalah 3. 2.Untuk alasan tersebut. masalah paling besar dalam soal redistribusi aset adalah bagaimana meluaskan dan memperbaiki akses pendidikan bagi mayoritas penduduk yang kurang mampu. Pendahuluan 1. 2004: xvii) RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian yang dipaparkan pada latar belakang di atas maka permasalahan yang diambil dalam makalah ini adalah : 1. Tujuan 4. Oleh sebab itu. Para ekonom masih berkutat soal redistribusi aset fisik (Basri. dalam Wie. Kesimpulan 4 . 4.

2006: vii-1). Sumitro (1994) mendefinisikan pembangunan sebagai “suatu transformasi dalam arti perubahan struktur ekonomi. Pengertian Pembangunan Istilah pembangunan seringkali digunakan dalam hal yang sama dengan pengembangan. melainkan melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah ada tapi kualitas dan kuantitasnya ditingkatkan atau diperluas (Rustiadi. Namun berbagai kalangan di Indonesia cenderung menggunakan secara khusus istilah pengembangan untuk beberapa hal yang spesifik. Perubahan struktur ekonomi diartikan sebagai perubahan dalam struktur ekonomi masyarakat yang meliputi perubahan pada perimbangan keadaan yang melekat pada landasan kegiatan ekonomi dan bentuk susunan ekonomi. dependensi dan pasca-dependensi. Pengertian Pembangunan dan Pembangunan Ekonomi A. 5 . atau tidak membuat sesuatu yang sebelumnya tidak ada. Budiman (1995) membagi teori pembangunan ke dalam tiga kategori besar yaitu teori modernisasi. pemahaman Sumitro ini terkait dengan pandangan Arthur Lewis (1954) tentang pentingnya transformasi struktur ekonomi pertanian ke struktur ekonomi industri dalam upaya menuju pertumbuhan (dalam aspek ini pengertian pertumbuhan asosiatif dengan pembangunan) ekonomi. Meski demikian.BAB II TINJAUAN TEORITIS 1. Dalam pengertian bahwa pengembangan adalah melakukan sesuatu yang tidak dari “nol”. Ada yang berpendapat bahwa kata “pengembangan” lebih menekankan proses meningkatkan dan memperluas. sebenarnya secara umum kedua istilah tersebut diartikan secara tidak berbeda untuk proses-proses yang selama ini secara universal dimaksudkan sebagai pembangunan atau development (Rustiadi. Sehingga istilah pembangunan dan pengembangan (development) dapat saling dipertukarkan. Teori modernisasi menekankan pada faktor manusia dan budayanya yang dinilai sebagai elemen fundamental dalam proses pembangunan. 2006: vii-1). Menurut penulis. Dalam pada itu.

kesehatan dan perlindungan 6 . penduduk ditempatkan sebagai tujuan akhir (the ultimate end). serta (f) Hoselitz dengan konsep faktor-faktor nonekonominya. bukan alat. Dalam konsep tersebut. proses pembangunan di semua masyarakat paling tidak harus memiliki tiga tujuan inti. Kartasasmita (1996) menyatakan. Menurut Tjokrowinoto (1997). papan. Di lain sisi. suatu proses pembangunan dapat diartikan sebagai “upaya yang sistematik dan berkesinambungan untuk menciptakan keadaan yang dapat menyediakan berbagai alternatif yang sah bagi pencapaian aspirasi setiap warga yang paling humanistik” (Rustiadi. dan institusional – demi mencapai kehidupan yang serba lebih baik. Secara filosofis. Di lain sisi. batasan pembangunan yang nampaknya bebas dari kaitan tata nilai tersebut dalam realitasnya menimbulkan interpretasi-interpretasi yang seringkali secara diametrik bertentangan satu sama lain sehingga mudah menimbulkan kesan bahwa realitas pembangunan pada hakikatnya merupakan self project reality.Kategori ini dipelopori orang-orang seperti (a) Harrod-Domar dengan konsep tabungan dan investasi (saving and investation). Karena itu. peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan hidup yang pokok seperti pangan. (c) McClelland dengan kebutuhan berprestasi. Menurut Todaro (2003: 28) pembangunan merupakan suatu kenyataan fisik sekaligus tekad suatu masyarakat untuk berupaya sekeras mungkin – melalui serangkaian kombinasi proses sosial. (d) Rostow dengan lima tahap pertumbuhan ekonomi (the five stage of economics growth). (e) Inkeles dan Smith dengan konsep manusia modern. UNDP mendefinisikan pembangunan dan khususnya pembangunan manusia sebagai “suatu proses untuk memperluas pilihan-pilihan bagi penduduk (a process of enlarging people’s choices) (dalam Rustiadi. sandang. pembangunan adalah “usaha meningkatkan harkat martabat masyarakat yang dalam kondisinya tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Membangun masyarakat berarti memampukan atau memandirikan mereka”. 2006: vii-1). 2006: vii-1). cara atau instrumen pembangunan sebagaimana dilihat oleh model formasi modal manusia (human capital formation) sedangkan upaya pembangunan dipandang sebagai sarana untuk mencapai tujuan itu. (b) Weber dengan tesis etika protestan dan semangat kapitalisme (the protestant ethic and the spirit of capitalism). yaitu: pertama. ekonomi.

melainkan juga menumbuhkan harga diri pada pribadi dan bangsa yang bersangkutan.keamanan. Peningkatan gdp dibarengi dengan perombakan struktur ekonomi tradisional ke modernisasi 3. perbaikan kualitas pendidikan. Adanya perikemanusiaan thd nysb d. 1. Sektor produktif perhitungan pendapatan nasional : 1. Industri pengolahan 3. 2. Pertumbuhan ekonomi . Metode produksi (production methode) 2. Sebab-sebab percepatan pertumbuhan ekonomi : 1. Metode pendapatan (income methode) 3. c. b. Pembangunan ekonomi untuk menyatakan perkembangan ekonomi pada nysb. Metode pengeluaran (expenditure methode) e. Pembangunan ekonomi . tetapi juga meliputi penambahan penyediaan lapangan kerja. a. Peningkatan pendapatan perkapita masyarakat pertambahan gdp > tingkat pertambahan penduduk 2. 1. perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial bagi setiap individu serta bangsa secara keseluruhan. serta peningkatan perhatian atas nilai-nilai kultural dan kemanusiaan yang kesemuanya itu tidak hanya untuk memperbaiki kesejahteraan materiil. Ketiga. Keinginan negara untuk mengejar ketinggalan 2. Pertambangan dan galian 4. Metode penghitungan pendapatan nasional 1. Listrik 7 . Pertanian 2. Kenaikan gdp tanpa memandang tingkat pertambahan penduduk dan perubahan struktur organisasi ekonomi. peningkatan standar hidup yang tidak hanya berupa peningkatan pendapatan. Pertumbuhan penduduk 3. Kedua. Adanya keharusan negara maju untuk membantu nysb 4. Pertumbuhan ekonomi utk menyatakan perkembangan ekonomi negara maju.

Membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat dari masa ke masa 2. Kelemahan-kelemahan yg bersumber dari kenyataan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat bukan saja ditentukan oleh tingkat pendapatan mereka tetapi juga oleh adanya faktor-faktor lain. h. Jasa lainnya f. Pendapatan nasional harga tetap (riil)(constant price) g. Perdagangan 9. Membandingkan laju perkembangan ekonomi antar berbagai negara 3. Analisis Ekonomi Pembangunan = Permasalahan Negara Sedang Berkembang. KONSEP ILMU EKONOMI PEMBANGUNAN A.5. Cara perhitungan pendapatan nasional 1. Pengangkutan dan komunikasi 8. Air dan gas 6. karena faktor-faktor sbb : 8 . Pendapatan perkapita pertahun perlu diketahui untuk : 1. Melihat berhasil tidaknya pembanguna ekonomi suatu negara. 2. Sebelum PD II para ilmuwan kurang memperhatikan pembangunan ekonomi. 2. karena : 1. Pertahanan 12. Tingkat pendapatan perkapita tidak sepenuhnya mencerminkan tingkat kesejahteraan dan tingkat pembangunan suatu negara. Pendapatan nasional harga berlaku (nominal) (current price) 2. Bank dan lembaga keuangan 10. EKONOMI PEMBANGUNAN Suatu cabang ilmu ekonomi yang menganalisis masalah-masalah yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkembang dan mendapatkan cara-cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut supaya negara-negara berkembang dapat membangun ekonominya dengan lebih cepat lagi. Kelemahan-kelemahan yg bersumber dari ketidaksempurnaan dalam menghitung pendapatan nasional dan pendapatan perkapita. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya atau Suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang. Sewa rumah 11. Bangunan 7.

Cekoslowakia) 3. Negara Dunia Ke-III (Third World) (Negara Sedang Berkembang / Negara Selatan) Sebagian besar Asia (kecuali Jepang. banyak negara memperoleh kemerdekaan (al : India. Kurang adanya usaha dari tokoh masyarakat untuk membahas pembangunan ekonomi.Negara Miskin (Under Developing Country) < U$ 400 9 . II. Polandia. PENGGOLONGAN NEGARA-NEGARA DUNIA I. Negara Dunia Ke-II (Second World) (Negara Maju / Developed Country) Eropa Timur (Rusia. New Zeland. 1942). pembangunan ekonomi. Perancis. Masih banyak negara sebagai negara jajahan 2. Jerman Barat) Amerika Utara (USA. Para pakar ekonomi lebih banyak menganalisis kegagalan ekonomi dan tingginya tingkat pengangguran (depresi berat) Pasca PD II (Th. Berkembangnya cita-cita negara yang baru merdeka untuk mengejar ketertinggalannya di bidang ekonomi. Adanya keinginan dari negara maju untuk membantu negara berkembang dalam mempercepat 3. Korea & Indonesia). Berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat : 1. Kanada) Australia. Negara jajahan yang memperoleh kemerdekaan 2.Negara Semi Maju (Semi Developing Country) > U$ 400 c. Korea.Negara Maju (Developed Country) > U$ 2. Jepang. Jerman Timur. 3. Belanda. Negara Dunia Ke-I (First World) (Negara Maju / Developed Country) Eropa Barat (Inggris. Berdasarkan pada Tingkat Pendapatan Perkapita : a. Korea dan China).000 b.1. perhatian terhadap pembangunan ekonomi mulai berkembang disebabkan oleh : 1. Negara-negara Afrika Negara-negara Amerika Latin (Amerika Tengah dan Selatan). China 2. Pakistan. Portugis. Phillipina. B. Lebih mementingkan usaha untuk meraih kemerdekaan dari penjajah.

Tujuan Analisis Ekonomi Pembangunan : 1. Masalah pengerahan tabungan (Saving) 4. Mengemukakan cara-cara pendekatan yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalahmasalah yang dihadapi sehingga mempercepat jalannya pembangunan. Menelaah faktor-faktor yang menimbulkan ketiadaan pembangunan. Masalah dalam sektor pertanian atau industry 6. Masalah bantuan luar negeri 5. Delapan jalur pemerataan yang dimaksud adalah pemerataan dalam hal: (1) pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak. Dudleey Seer dalam Todaro 10 . 3. (5) kesempatan berusaha. (3) pembagian pendapatan. Terminologi yang erat kaitannya dengan pembangunan dikenal konsep Delapan Jalur Pemerataan yang merupakan penjabaran dari Trilogi Pembangunan. 1999. Menelaah faktor-faktor yang menimbulkan keterlambatan pembangunan. (2) kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. sandang dan perumahan. Masalah pembentukan modal (investasi) 2. 2. Mengacu pada berbagai definisi pembangunan di atas. (7) penyebaran pembangunan. C. Bidang-bidang penting yang dianalisis dalam Ekonomi Pembangunan : 1. 2006: 166-167). (6) kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan. dan (8) kesempatan memperoleh keadilan (Syahyuti. istilah pembangunan sudah sejak lama menjadi terminologi sehari-hari.Sumber : World Bank. (4) kesempatan kerja. khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita. Masalah pendidikan dan peranannya dalam menciptakan pembangunan BAB III PEMBAHASAN/ANALISIS GAMBARAN UMUM PEMBANGUNAN & PEMBANGUNAN EKONOMI Di Indonesia. berupa pangan. maka para ekonom merumuskan ukuran-ukuran keberhasilan pembangunan. Masalah perdagangan luar negeri (Ekspor & Impor) 3.

juga ekonomi swasta. yakni: (a) penghapusan kemiskinan. berapa persen membantu misalnya. Itu juga unsur kuat dalam alur pemikiran Prof. Ginandjar Kartasasmita. Kesadaran dan pemahaman jangan terbatas pada pemikiran kuantitatif saja. Pemikiran mengacu kepada rasa perasaan dan pertanggungjawaban sebagai warga negara. para pelaku.or. c) Penurunan tingkat pengangguran. jika dilaksanakan oleh semua pihak. agar juga mempunyai pandangan dan sikap yang sama. bahwa pembangunan 11 . khususnya pembangunan manusia dan kemiskinan. Dengan pemahaman dan kesadaran itu. Karena itu. Bukan hanya ekonomi negara dan ekonomi koperasi yang terikat pada komitmen dan imperatif konstitusi. Selain itu. syaratnya adalah pemerintahan yang bersih. bagi bangsa Indonesia yang bermasyarakat majemuk ini sekaligus merupakan usaha memperkukuh serta memberi makna wawasan kebangsaan kepada seluruh masyarakat yang majemuk itu. dan efektif. Perhatian ke sana bukankah perlu juga lebih besar dan lebih mencakup.(2003) merumuskan ukuran-ukuran keberhasilan pembangunan sebagai berikut: a) Tingkat ketimpangan pendapatan. Ir. watak dan integrasinya yang makin kukuh dan kenyal. pembangunan ekonomi. Dr.undp.id) A. yang terdiri dari delapan indikator capaian pembangunan. Betapapun. 2007: 147). tidak kalah pentingnya. berwibawa. Ketiga ukuran keberhasilan di atas jika disimak lebih dalam adalah menuju satu sasaran akhir yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (g) kerjasama global (www. Karena itu. PERMASALAHAN EKONOMI Disadari bahkan oleh pemerintah. Rumusan indikator pembangunan itu disebut sebagai Millenium Development Goals (MDGs). b) Penurunan jumlah kemiskinan. (d) penurunan angka kematian anak. bahkan warga negara yang maju. pemerintahan memegang peranan kunci. terutama mereka yang sudah lebih dulu maju dan kuat. (d) perlawanan terhadap penyakit menular. PBB juga telah merumuskan indikator pembangunan ekonomi. pemahaman dan kesadaran itu menjadi bagian dari usaha pembangunan bangsa. (b) pendidikan untuk semua. (f) pelestarian lingkungan hidup. para pelaku ekonomi yang adalah juga bagian masyarakat. (c) persamaan gender. (e) peningkatan kesehatan ibu. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat berarti menurunnya kemiskinan (Amir.

Terjadi penafsiran yang salah / terlalu rendah thd negara miskin karena jenis-jenis kegiatan di negara miskin terdiri dari unit-unit kecil dan tersebar di berbagai pelosok shg tidak dimasukkan dalam variabel perhitungan pendapatan nasional 3. FAKTOR & INDIKATOR KELEMAHAN PERTUMBUHAN EKONOMI Kelemahan 1 : 1.ekonomi adalah juga pembangunan bangsa dan negara Indonesia. kenyal. pemahaman dan kesadaran tentang bangsa dan negara Indonesia harus disegarkan kembali dengan pandangan dan sikap yang adaptif. Kelemahan metodologis & statistis dalam menghitung pendapatan perkapita dgn nilai mata uang sendiri maupun mata uang asing 2.pengaruh adat istiadat . walaupun dalam teori dikatakan nilai tukar ini menyatakan harga Kelemahan 2 : Faktor-faktor lain negara : 1. dalam ukuran dan format Indonesia yang terbuka. Semangat itu pula yang menjadi nafas buku. tetapi tetap on our terms. Justru di tengah arus gelombang perubahan serba serentak dan global se -karang ini. kumpulan karangan Pembangunan untuk Rakyat: Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. sebagian tidak menikmati hasil pembangunan. Nilai tukar resmi mata uang suatu negara dengan valuta asing tidak mencerminkan perbandingan harga kedua negara. lincah. Pendapatan perkapita 12 . kritis inovatif. seperti yang kita kehendaki. Corak pengeluaran masyarakat berbeda Masa lapang / waktu senggang tinggi Pembangunan ekonomi tdk hanya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat tetapi juga harus mengurangi jumlah pengangguran. Faktor ekonomi : • • • • • menentukan pendapatan dari tingkat kesejahteraan masyarakat suatu Struktur umur penduduk Distribusi pendapatan tidak merata. Faktor non ekonomi : .keadaan iklim dan alam sekitar .ketidakbebasan bertindak dan mengeluarkan pendapat dan bertindak indikator pembangunan moneter 1.

degan dua cara : A. dibedakan 3 kelompok : • Usaha membandingkan tingkat kesejahteraan masy. fasilitas kesehatan 13 . Tingkat melek huruf masyarakat dan (3). Koreksi positip : memperhatikan waktu senggang (leisure time) dan perekonomian sektor informal. dipelopori oleh collin clark dan golbert dan kravis. Dibandingkan dengan mempertimbangkan tingkat harga berbagai negara. menyempurnakan nilai-nilai gnp untuk memperoleh indikator ekonomi yang Lebih baik. 1. Tingkat harapan hidup 2. Di dua negara dengan memperbaiki cara perhitungan pendapatan nasional. Koreksi negatif : kerusakan lingkungan oleh kegiatan pembangunan Indikator pembangunan non moneter 1. Indikator kesejahteraan ekonomi bersih (net economic welfare) diperkenalkan william nordhaus Dan james tobin (1972). Tingkat pendapatan riil perkapita masyarakat berdasarkan daya beli masingmasing negara. • Usaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan dari setiap negara berdasarkan data yg tdk bersifat moneter (non monetary indicators). Besarnya indeks 0 s/d 1. Indeks kualitas hidup dan pembangunan manusia (ipm) Morris d : physical quality of life index (pqli) indeks kualitas hidup (ikh) yaitu gabungan tiga faktor : 1. Semakin mendekati 1 berarti indeks pembangunan manusianya tinggi demikian sebaliknya. B. Indikator sosial oleh backerman . Indikator campuran Bps : indikator kesejahteraan rakyat susenas inti (core susenas) pendidikan : tingkat pendidikan.2. Indikator non moneter yg disederhanakan (modified non-monetary indicators). tingkat melek huruf & tingkat partisipasi pendidikan. • Penyesuaian pendapatan masy. Sejak tahun 1990 undp mengembangkan indeks pembangunan manusia (ipm) (human development Index = hdi) : (1). Kesehatan Rata-rata hari sakit. Angka kematian 3. Tingkat harapan hidup (2). Tingkat melek huruf.

khususnya kebutuhan makanan dihadapkan pada masalah dan tantangan sebagai berikut. jumlah radio.2. Data-data yang tersedia hanya sampai pada tahun 2006. Kriminalitas jumlah pencurian pertahun. dan 46. jumlah perkosaan pertahun. 2005 dan 2006.63 persen. Seiring dengan itu. 18. 14 . Keluarga berencana dan fertilisasi Penggunaan asi. Perjalanan wisata Frekuensi perjalanan wisata pertahun 8. Berikut ini gambaran masingmasing aspek-aspek Data BPS menunjukkan.42 persen. Pengeluaran ini untuk makanan ini erat kaitannya dengan distribusi pendapatan masyarakat. jml jam kerja. UNDP dan beberapa lembaga lainnya.75 persen.80 persen. Data ini menunjukkan bahwa pengeluaran konsumsi RT di Indonesia lebih besar dibandingkan pengeluaran non-makanan. yang masing-masing 20.81 persen dan 19. kehadiran tenaga kesehatan pada kelahiran.59 persen menurun menjadi 51.37 persen pada 2005 dan naik lagi menjadi 53. Angkatan kerja Partisipasi tenaga kerja. 40 persen populasi berpendapatan rendah juga fluktuatif pada tahun 2004. 2005 dan 2006 masingmasing 45. blog dan jumlah televise BENARKAH ADA PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA ? Bagian ini akan mendeskripsikan potret pembangunan Indonesia perspektif Konsep Kapabilitas Berfungsi Amartya Sen. sanitasi & mutu rumah 3. jumlah pembunuhan pertahun. dll). websites. Data-data di bawah ini menggunakan sepenuhnya menggunakan data-data yang dipublikasi oleh BPS. tantangan memenuhi kebutuhan dasar. penggunaan alat kontrasepsi 5. dimana pengeluaran makanan (autonomous consumtion) lebih besar dibanding dengan pengeluaran non-makanan (liburan. 7. tingkat imunisasi. Sementara pengeluaran RT untuk non-makanan pada 2004. Data ini mencirikan bahwa Indonesia memang masih negara sedang berkembang. persentase pengeluaran rumah tangga (RT) untuk makanan pada 2004 mencapai 54. 48. Oleh karena itu. Ekonomitingkat konsumsi perkapita 6. status pekerjaan 4.99.01 persen pada 2006. Perumahan Sumber air bersih & listrik. Akses di media massa elektronik atau non elektronik Jumlah surat kabar. sumber penghasilan utama.

Belum berkembangnya sistem perlindungan sosial.36 (2005) dan 0. 4. Itu sebabnya Gini Ratio Indonesia masih bertengger di angka 0. 40 persen populasi ternyata hanya menikmati 20. kesehatan.88 persen dan mencapai 108. mengingat secara geografis Indonesia merupakan negara yang sangat luas.81 persen dan 19. Peristiwa yang sama juga terjadi pada APK SMP/MTs antara tahun 1995 hingga 2006. Tiga indikator yang terdapat dalam HDI ini. selain pendidikan dan kesehatan adalah kekuatan daya beli (purchasing power parity/PPP) masyarakat.1.15 persen (2006). maka terdapat perbedaan antara kelompok rumah tangga miskin dan non-miskin.32 (2004). Termasuk di dalamnya ialah menjaga kondisi ekonomi makro agar dapat mendorong kegiatan ekonomi riil yang berpihak pada penanggulangan kemiskinan. Data tahun 1995 hingga 2006 menunjukkan indikasi bahwasanya APK SD/MI untuk kelompok pengeluaran terbawah ternyata berkembang lebih baik dari APK SD/MI untuk golongan pengeluaran teratas. Selain itu kesenjangan dapat dilihat pula dari perbedaan angka indeks pembangunan manusia yang mencolok antardaerah. 0. menjadi tantangan serius yang harus dihadapi. Pengalaman menunjukkan bahwa melibatkan serta meningkatkan kapasitas mereka sebagai penggerak dalam penanggulangan kemiskinan terbukti sangat efektif. Q1). 2005 dan 2006.33 (2006). Kebutuhan dasar lain yang penting menurut Sen.80 persen. tingkat kemiskinan di provinsiprovinsi di luar Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi tingkat kemiskinan di Jawa. termasuk antar perkotaan dan perdesaan. serta akses terhadap infrastruktur dasar seperti sanitasi dan air bersih. APK SD/MI tahun 1995 adalah 104. 3.07 persen (2004). Laporan MDGs 2007 menunjukkan walaupun angka partisipasi kasar tingkat SD/MI maupun SMP/MTs menunjukkan perbaikan. Kesenjangan tersebut dapat dilihat dari tingkat kedalaman kemiskinan yang sangat berbeda antardaerah satu dengan lainnya. tetapi bila dilihat dari tingkat kelompok pengeluaran rumah tangga. Meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar seperti pendidikan.39 persen dan menjadi 70.78 persen pada tahun 2006. yang kemudian diadopsi oleh UNDP sebagai Indeks Pembangunan Manusia (HDI) adalah pendidikan dan kesehatan. Khusus untuk pendidikan dan kesehatan. APK SMP/MTs tahun 1995 pada kelompok pengeluaran terbawah tercatat 44. Kesenjangan partisipasi pendidikan yang sangat mencolok 15 . termasuk keluarga berencana. Menjaga kegiatan ekonomi nasional yang pro rakyat agar dapat mendorong turunnya angka kemiskinan. Ini merupakan tantangan yang tidak ringan. 18.92 persen pada tahun 2006. terutama bagi keluarga yang mempunyai anak usia sekolah SD dan SMP. Melibatkan masyarakat miskin untuk dapat meningkatkan kapasitasnya sendiri dalam menanggulangi kemiskinan.75 persen pendapatan. 2. Ditinjau dari proporsinya. Dari uraian di atas terlihat bahwa perbaikan kesejahteraan rumah tangga berpengaruh pada akses terhadap pendidikan. 44. termasuk menjaga harga kebutuhan pokok utama seperti beras. Tidak sebanding dengan 20 persen penduduk kaya yang bisa menikmati pendapatan 42. 5. Adanya kesenjangan yang mencolok antar berbagai daerah (inter-regional disparity). Upaya menjaga inflasi agar tidak menurunkan daya beli masyarakat miskin. Pada kelompok pengeluaran terbawah (kuantil 20% terbawah. Kesenjangan ini dibuktikan oleh data BPS 2004. dan 42. baik yang berbentuk bantuan sosial bagi mereka yang rentan maupun sistem jaminan sosial berbasis asuransi terutama bagi masyarakat miskin. dan gizi.78 persen (2005).

000). Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia telah mengalami penurunan menjadi 307 per 100. yang 2003 bisa 2003 listrik Data ini menunjukkan. bahwa tingkat partisipasi politik masih relatif rendah.500 anak yang dilahirkan dari ibu yang HIV positif. Tetapi akibat komplikasi kehamilan atau persalinan yang belum sepenuhnya dapat ditangani. Persentase penduduk 10 tahun ke atas mendengar radio hanya mencapai 40. Akses terhadap informasi dapat dilihat dari 3 indikator di atas. 1. maka pada tahun 2010 jumlah kasus AIDS akan menjadi 400. Di sisi yang lain Ancaman penularan HIV dan epidemi AIDS telah terlihat melalui data infeksi HIV yang terus meningkat.3 kali lebih tinggi dari Filipina. Hal ini menunjukkan bahwa HIV dan AIDS telah menjadi ancaman sangat serius bagi Indonesia.76 persen pada 2006.9 per 1.000 kelahiran hidup.000).000 ibu yang meninggal setiap tahunnya.8 kali lebih tinggi dari Thailand. Angka Kematian Bayi (AKB) menurut proyeksi BPS (BPSUNDP-Bappenas.86 persen meningkat dibandingkan tahun yang hanya mencapai 84. pada tahun 2003 angka AKB terus membaik hingga mencapai 33. diperkirakan terdapat 169. masih terdapat 20. khususnya di kalangan kelompok perilaku beresiko. Malaysia (10 per 1.000).000).000 orang.go.29 persen. 2005). yaitu 4.000 orang yang terinfeksi HIV. Pada tahun 2006.antara kelompok pengeluaran terbawah (keluarga miskin) dan kelompok pengeluaran teratas (keluarga kaya) ini menunjukkan perlunya peningkatan perhatian pada kelompok keluarga miskin dalam memperoleh akses pendidikan.6 kali lebih tinggi dari Malaysia. Sejalan dengan hal tersebut.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. BPS memproyeksikan bahwa pencapaian AKI baru mencapai angka 163 kematian ibu melahirkan per 100. Hal ini sejalan dengan hasil studi Balitbang Depdiknas pada 2006 yang menemukan bahwa faktor ketiadaan biaya masih dijumpai sebagai alasan penduduk usia sekolah tidak melanjutkan pendidikan mereka (www. Kebanyakan penularan terjadi pada sub populasi berisiko kepada isteri atau pasangannya. Meskipun terus menurun.000 orang dan pada 2015 menjadi 1. dan 1. dan Thailand (20 per 1. Dengan kondisi ini. Pada akhir tahun 2015 diperkirakan akan terjadi penularan HIV secara kumulatif pada lebih dari 38.id).000 orang dengan kematian 350. Indonesia menduduki ranking ke-6 tertinggi setelah Singapura (3 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2002-2003 bila dibandingkan dengan angka tahun 1994 yang mencapai 390 kematian per 100. AKB di Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN.000 kelahiran hidup.000 orang dengan kematian 100. pencapaian target MDGs untuk AKI akan sulit dicapai.000-216. Kerendahan tingkat partisipasi politik ini disinyalir berkaitan erat dengan beberapa faktor politik. Hal ini sejalan dengan peningkatan pemanfaatan rumah tangga yang mencapai 87. masyarakat yang menikmati/menonton televisi mencapai 85.94 persen.000. Vietnam (18 per 1. menurun dibandingkan yang mencapai 50. tidak sampai 50 persen.26 persen pada 2006. Brunei Darussalam (8 per 1. sistem politik yang belum 16 . Dari sisi kesehatan. diantaranya kedewasaan berdemokrasi. Ahli epidemiologi Indonesia memproyeksikan bila tidak ada peningkatan upaya penanggulangan yang berarti. Aspek kebebasan yang dilihat partisipasi politik dan pemerataan kesempatan memperoleh informasi terpampang pada ilustrasi berikut ini. sedangkan target MDG pada tahun 2015 tersebut adalah 102.depdiknas.000).

Dari Permasalahan pokok di atas dapat kita ambil 4 upaya pokok yang mungkin lebih ideal untuk dapat meningkatkan kesejahteraaan warga Negara. Pemberdayaan politik masyarakat. yaitu : 1. beberapa bentuk masalah yang saat ini. 4. reformasi internal akan penting untuk membangun kepercayaan dari donor internasional dan investor. dan hubungan tegang dengan Dana Moneter Internasional. dan dalam rangka mencapai pertumbuhan di masa depan. terutama bagi mereka yang rentan. korupsi yang dilakukan oleh politikus dan lain sebagainya. 2. 3. ANALISIS SINGKAT MENGENAI PROBLEMATIKA PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA Saat ini. kesehatan dan gizi termasuk pelayanan keluarga berencana. kelemahan dalam sistem perbankan. Gerakan separatis dan rendahnya tingkat keamanan di daerah provinsi. tidak memanipulasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.bisa mendorong masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam proses politik. Mendorong pertumbuhan yang berkualitas. melalui media sosialisasi yang cerdas. korupsi. perekonomian Indonesia masih menderita masalah pembangunan ekonomi setelah krisis keuangan tahun 1997 dan reformasi politik setelah Soeharto turun pada tahun 1998. Kepercayaan investor masih rendah. Masalah lainnya yaitu kurangnya jalur hukum yang dapat diandalkan dalam perselisihan kontrak. Meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pendidikan. kepastian hukum. Menyempurnakan serta memperluas cakupan perlindungan sosial. serta kebijakan politik yang relatif stabil. 17 . tindak membodohi. serta infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi.

terutama bagi mereka yang rentan. kesehatan dan gizi termasuk pelayanan keluarga berencana. 18 . Campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pendapatan per kapita penduduk. Mendorong pertumbuhan yang berkualitas. sehingga kemakmuran dan kehidupan yang layak dapat dirasakan oleh seluruh warga Negara. yaitu : 5. Banyak sudah upayaupaya yang dilakukan pemerintah dalam proses pembangunan tersebut. Kesuksesan proses pembangunan ekonomi yang dilakukan pemerintah. sebaiknya menjadikan mahasiswa objek rill bagaimana cara mencari alternatif solusi pembangunan yang ideal untuk meningkatkan pemerataan pembangunan di Indonesia. 8. Kita mempunya andil dalam membantu pemerintah dalam pemerataan pembangunan ekonomi. Tapi kita sebagai warga Negara jangan sampai mengindahkan. maka disarankan kepada pembaca: 1) Bagi Dosen. B. serta infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi. bahwasanya proses pembangunan yang sebenarnya ada pada rumah tangga kita masing-masing. Setiap pemerintahan seharusnya bias menjadi Agent of Development. Meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pendidikan. Kesimpulan Pembangunan ekonomi merupakan sesuatu proses yang harus dilalui oleh tiap Negara berkembang untuk dapat maju. melalui media sosialisasi yang cerdas. 7. tindak membodohi. Saran Berdasarkan kesimpulan hasil analisis yang diperoleh. bertolok ukur dari sejahtera atau tidaknya warga Negara yang ada di dalamnya. Pemberdayaan politik masyarakat.BAB IV PENUTUP A. Setelah melihat pemasalahan ekonomi yang dihadapi oleh pemerintahan kita. Semakin tinggi pendapatan yang di dapatkan oleh penduduk berarti terjadi pembangunan yang menyeluruh. tidak memanipulasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. 6. dapat kita ambil 4 upaya pokok yang mungkin lebih ideal untuk dapat meningkatkan kesejahteraaan warga Negara. Menyempurnakan serta memperluas cakupan perlindungan sosial.

2) Bagi mahasiswa. agar dapat mempertimbangkan kelemahan dan permasalahanyang telah di kemukakan di atas. 19 . makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu contoh makalah dalam pembuatan makalah lainnya dalam mengeluarkan atau memeberikan solusi ke depan problematikan ekonomi di Indonesia. 3) Bagi para penulis selanjutnya yang ingin mencari solusi-solusi canggih dan memasyarakat dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan di Indonesia.

pengantar dalam Amartya Sen. Jakarta Moeljarto Tjokrowinoto. Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Ekonom Dari Shantiniketan. Penerbit Tirai Wacana. Teori-Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta Michael P.. Gramedia. Oxford University Press Ginandjar Kartasasmita. CIDES. edisi Mei 2006.id 20 .id) www. Penerbit Buku Kompas. Perekonomian Indonesia (Dalam Perspektif Makro). On Ethics and Economics). 2003. Politik Pembangunan. Sebuah Analisis Konsep. Leading Issues in Economic Development. Rauch. 2006. Penerbit Mizan. Yogyakarta SUMBER INTERNET www. Pembangunan Untuk Rakyat. Jakarta M. 1995. 2007. Smith. Jakarta Dawan Rahardjo. Pustaka Binaman Pressindo. 2001. et. al. Erlangga. sekapur sirih dalam Thee Kian Wie. Bogor Arif Budiman. 1995.undp.DAFTAR PUSTAKA SUMBER BUKU Amri Amir.depdiknas. Pembangunan.or. 2004. Chatib Basri. 7th edition.go. 2000. 1997. Arah dan Strategi.. Jakarta David Osborne & Gaebler Ted. Meier & James E. Mewirausahakan Birokrasi (Reinventing Government): Mentransformasi Semangat Wirausaha ke Dalam Sektor Publik. Kebebasan dan ”Mukjizat Orde Baru (esai-esai). 1996. Biografika. Jakarta Ernan Rustiadi. Bogor Gerald M. edisi kedelapan. Fakultas Pertanian. Todaro & Stephen C. IPB. Masih Adakah Harapan Bagi Kaum Miskin (terj.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->