1. Definisi Telusur Gua Kegiatan di alam bebas semakin berkembang.

Mendaki gunung sudah sangat dikenal, meniti tebing terjal, bahkan menginjak puncak gunung es atau salju kini bukan lagi merupakan suatu impian. Ada satu kegiatan lain di alam bebas yang mulai berkembang, yaitu Telusur Gua. Jika bentuk kegiatan di alam bebas kebanyakan dilakukan di alam terbuka, tidak demikian halnya dengan telusur gua ; kegiatan ini justru dilakukan di dalam tanah. Telusur Gua atau Caving berasal dari kata cave, artinya gua. Menurut Mc Clurg, cave atau gua bearti “ruang alamiah di dalam bumi”, yang biasanya terdiri dari ruangan-ruangan dan loronglorong. Aktivitas Caving diterjemahkan sebagai ‘aktivitas penelusuran gua’. Setiap aktivitas penelusuran gua, tidak lepas dari keadaan gelap total. Justru keadaan seperti ini yang menjadi daya tarik bagi seorang caver, sebutan untuk seorang penelusur gua. Petualangan di lorong gelap bawah tanah menghasilkan pengalaman tersendiri. Perasaan ingin tahu yang besar bercampur dengan perasaan cemas karena gelap total. Ada apa dalam kegelapan itu ? membahayakankah ? adakah kehidupan di sana ? Pertanyaan lebih jauh bagaimana lorong-lorong itu terbentuk ? Pertanyaan yang kemudian timbul, kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang gua dan aspeknya, termasuk misteri yang dikandungnya. Maka dikenal istilah “speleologi”. Ruang lingkup ilmu pengetahuan ini tidak hanya keadaan fisik alamaiahnya saja, tetapi juga potensinya; meliputi segi terbentuknya gua, bahan tambang, tata lingkungan, geologi gua, dan segi-segi alamiah lainnya. Kalau sebagian orang merasa enggan untuk mendekati “lubang gelap mengangga”, maka para penelusur gua justru masuk kedalamnya, sampai berkilo-kilometer jauhnya. Lubang sekecil apapun tak luput dari perhatiannya, jika perlu akan ditelusuri sampai tempat yang paling dalam sekalipun. Mc. Clurg mencatat, setiap penelusuran gua tidak menginginkan lorong yang ditelusurinya berakhir, mereka mengharapkan di setiap kelokan di dalam gua dijumpai lorong-lorong yang panjangnya tidak pernah disaksikan oleh siapapun sebelumnya. Sehingga apabila orang bertanya, “ Mengapa mereka memasuki gua ?”, barangkali catatan Norman Edwin adalah jawabannya, “ Adalah suatu kepuasan bagi seorang penelusur gua bila lampu yang dibawanya merupakan sinar pertama yang mengungkapkan sebuah pemandangan yang menakjubkan di bawah tanah”. 2. Sejarah Penelusuran Gua Sejarah penelusuran gua dimulai di Eropa sejak 200 tahun lalu. Eksplorasi pertama tercatat dalam sejarah adalah tanggal 15 Juli 1780, ketika Louis Marsalliers menuruni gua vertikal Fairies di Languedoc, Perancis. Kemudian pada tanggal 27 Juni 1888, seorang ahli hukum dari Paris bernama Eduard Alfred Martel mengikuti jejak Marssalliers. Penelusurannya kali ini direncanakan lebih matang dengan menggunakan peralatan lengkap seperti katrol, tangga gantung, dan perahu kanvas yang pada waktu itu baru diperkenalkan oleh orang-orang Amerika. Bahkan telephone yang baru diperkenalkan digunakan untuk komunikasi di dalam tanah. Usaha Martel ini dianggap sebagai revolusi di bidang penelusuran gua, sehingga ia disebut sebagai “Bapak Speleologi Modern”. Prestasi Martel juga dalam hal memetakan gua yang merupakan kewajiban seorang penelusur gua ketika ia melakukan eksplorasi gua ketika ia melakukan eksplorasi gua. Antara tahun 1888-1913, Martel telah banyak memetakan gua dalam setiap penelusurannya, ini digunakan untuk kepentingan ilmiah, dan untuk merekam kedalaman serta panjang gua-gua tersebut. Ketika Perang Dunia II selesai, kegiatan penelusuran gua memunculkan kembali dua orang tokoh ; Robert de Jolly dan Norman Casteret. De Jolly merupakan pembaharu di bidang peralatan peralatan penelusuran gua, seperti tangga gantung dari aluminium dan perahu kanvas yang lebih sempurna. Penemuan ini mejadi standar bagi para penelusur gua sampai 50 tahun kemudian. Sedangkan Casteret menjadi pioneer di bidang “cave diving”. Usahanya ini dilakukan pada tahun 1922, ketika Casteret pertama kali menyelami lorong-lorong yang penuh air di gua Montespan tanpa bantuan peralatan apapun. Karangan-karangan Casteret antara lain “My Cave” dan “Ten Years Under

Para pemanjat tebing pula yang memberi inspirasi bagi perkembangan penelusuran gua. merupakan sasaran bagi suatu cairan yang mempunyai potensi bergerak keluar. Kedua jenis batuan yang terakhir ini. Lazimnya bahan-bahan ini akan membentuk endapan tersendiri. Batuan ini sangat mudah larut dalam air. akan tetapi juga ditentukan oleh jangka waktu proses itu berlangsung. jenis batu pasir juga kadang-kadang memungkinkan terjadinya gua. reaksi kimiawi dan pelarutan dapat terjadi di permukaan dan di bawah permukaan. Kelompok ini pula yang mencipatakan rekor penurunan gua vertikal sedalam 608m. gambar 1. Apabila kegiatan ini berhenti. dengan komposisi dominan Kalsium Karbonat (CaCO3). Norman Casteret dan banyak lagi penelusur gua di seluruh dunia. Oleh karenanya. Rekahan atau lebih tepat disebut sebagai “zona lemah”. proses pembentukan stalaktit Selain jenis lava dan batu gamping yang dapat menyebabkan terjadinya gua. biasanya mengakibatkan terjadinya gua yang tidak begitu dalam. kedua kegiatan ini tak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. karst. Sedangkan larutan jenuh kalsium. gambar 2. Air cenderung bergerak ke tampat yang lebih rendah. Sejarah penelusuran gua sejalan dengan sejarah penelitian gua (speleologi). misalnya adanya sistim patahan atau aspek geologis lainnya. demikian pula batuan yang membentuk lereng curam di tepi pantai. Larutan magma menerobos ke luar karena kegiatan magmatis dan mengikis sebagian daerah yang dilaluinya. Tetapi sering kali ditemukan juga mineral-mineral hasil reaksi yang tidak larut di dalam air. Ini sering disebut gua lava. misalnya kuarsa dan mineral ‘lempung’. Sedangkan pola rongga yang terjadi di bawah permukaan tidak menentu. Karenanya. Cairan ini dapat berupa larutan magma atau air. Ukuran besarnya gua tidak hanya tergantung pada intensitas proses kimiawi dan pengikisan yang berlangsung. hal ini mungkin karena sifat air yang mudah menyusup ke dalam celah yang kecil dan sempit sekalipun. bahkan lebih besar di tempat yang lebih dalam. disebut gua batu gamping. Kebanyakan penelusur gua memulai kegiatannya sebagai pemanjat tebing. yang kemudian menjadi buku pegangan bagi para penggemar cave diving dan ahli speleologi. Tenaga yang mempengaruhinya adalah tenaga mekanis berupa hantaman . French Alpine Club. dan untuk pertama kalinya menggunakan tali sebagai pengganti tangga gantung. Sama dengan yang terjadi di bawah permukaan. Seandainya ditemukan pola rongga yang spesifik (mengikuti arah tertentu) maka dapat diperkirakan faktor geologi ikut berperan. karena memang kegiatan yang dilakukan hampir serupa. Pembentukan gua lebih sering terjadi pada jenis batuan gamping. sebuah perkumpulan pendaki gunung ternama di Eropa telah mengadakan ekspedisi bawah tanah. Rongga yang terbentuk mestinya berhubungan pula. dan variasi-variasai ornamen gua lainnya yang menarik untuk dilihat. tidak hanya proses mekanis. bisa air hujan atau air tanah. II.Ground”. Robert de Jolly. Hal inilah yang dilakukan oleh Eduard Martel. antara lain berupa stalagtit dan stalagmit. lorong. proses terbentuknya gua Proses yang terjadi terhadap batuan yang dilaluinya. tetapi juga proses kimiawi. di tempat yang tidak terpengaruh oleh tenaga mekanis. diendapkan dalam bentuk kristalin. biasanya di daerah gunung berapi. yaitu rekahan dan cairan. celah atau bentuk lain semacamnya. yang tersusun dari mineral kalsit. biasanya mempunyai permukaan yang halus dan licin. dinding celah atau gua. Hal ini berakibat daya reaksi dan pengikisan bersifat kumulatif. maka bekas jejaknya (penyusutan magma cair) akan meninggalkan bentuk gua. Tidak heran betapapun kecilnya sebuah celah tempat masuknya air di permukaan dapat menyebabkan hasil pengikisan berupa rongga yang besar. Sama dengan yang terjadi di bawah permukaan. TERJADINYA GUA DAN JENISNYA Dua unsur penting yang memegang peran terjadinya gua.

hal yang harus dilakukan adalah meninggalkan pesan kepada orang lain tentang : tujuan gua yang akan dimasuki. jangan meninggalkan apapun dan jangan bunuh apapun. yaitu membawa makanan dan minuman. juga disiplin waktu yang disepakati. menyadari kemampuan diri sendiri dan tidak memaksakan diri untuk menelusuri gua. sebesar tetasan air. Column 13. Marble : Batu gamping yang mengalami perubahan bentuk dimetamorfasekan oleh panas dan tekanan sehingga merubah struktur yang unik dari batu tersebut. 2. 3. 12. Paling penting kondisi badan harus selalu fit di saat melakukan penelusuran gua. atau kalau tidak mungkin. curtain. sedangkan dua lainnya mempersiapkan pertolongan (rescue). 8. jumlah penelusur. jika terjadi sesuatu di luar gua. Jumlah minimal untuk sebuah eksplorasi gua adalah 4 orang. Gua yang terjadi di sini disebut gua laut. Aliran ini mengandung banyak CO2. Biasanya melingkar. Couli Flower 14. Satu hal yang harus diresapi dan disadari oleh setiap penelusur gua yaitu masalah “konservasi”. 6. termasuk juga pembentukan apa yang kemudian kita sebut sebagai ornamen gua atau speleothem. Di dalam proses pembentukan lorong ada banyak sekali kemungkinan bentuk. beberapa ornamen yang memiliki sifat sama diberi nama. Stalactite : Formasi kalsit yang menggantung 7. karenanya dalam setiap penelusuran tidak dibenarkan seorang diri. menggantung di langit-langit gua atau di dinding gua. Helectite : Formasi gua yang timbul dengan sudut yang berlawanan dari gaya tarik bumi. jika kondisi atau kemampuan tidak memungkinkan.air atau hempasan ombak. Pearls : Kumpulan batu kalsit yang berkembang di dalam kolam di bawah tetesan air. misalnya hujan lebat yang dapat mengakibatkan banjir dalam gua. gambar 4. Gours : Kumpulan kalsit yang terbentuk di dalam aliran air atau kemiringan tanah. diantaranya. Kalau tidak mungkin. satu orang dibutuhkan untuk menjaganya. Aragonite : Crystalline / cristal yang terbentuk dari CaCO3. pelajarilah keadaan cuaca terakhir di daerah tersebut. 9. Hal ini didasarkan atas pertimbangan. cari pertolongan kepada penduduk. Sebelum memasuki gua. 4. kalsit yang terbentuk semakin banyak. Disebut pearls karena bentuknya mirip mutiara. pearl cave III. 10. rimestone pool. Straw : seperti stalactite tapi diameternya kecil. Jangan mengambil apapun. dan lain-lain. Kemudian tinggalkan seorang pengamat di luar gua. Hal lain yang harus diperhatikan. gambar 3. 5. Flow Stone : Kalsit (Calsite) yang terdeposisi (diendapkan) pada dinding lorong gua. lama kegiatan. ETIKA DALAM PENELUSURAN GUA Penelusuran gua merupakan kegiatan kelompok. Stalacmite : Formasi kalsit yang tumbuh ke atas. Rimstone Pool : Berbentuk seperti bendungan yang berbentuk ketika terjadi pengendapan air. Curtain : Endapan yang berbentuk seperti lembaran yang terlipat. misalnya sampah . jarang dijumpai. di bawah atap stalactite. CO2-nya menghilang dan menyisakan kalsit yang bersusun-susun. jika terjadi kecelakaan pada salah seorang anggota kelompok. Setiap buangan yang ditinggalkan akan merusak lingkungan biologis gua yang sangat rapuh. Styalalite : Garis gelombang yang terdapat pada potongan batu gamping. Orang ini akan sangat berguna untuk memberi peringatan. 11. stalaktit dan straw 1. Sikap yang baik. Semakin CO2 memuai (menguap). bagian gua yang akan dimasuki.

3. dan kadang terlentang. 4. ada beberapa sistem yang digunakan dalam penelusuran gua vertikal. 5. Peralatan pribadi untuk gua horisontal 1. sedangkan proses pembentukan benda-benda tersebut membutuhkan waktu ribuan bahkan jutaan tahun. TEKNIK DALAM PENELUSURAN GUA IV. Jika prinsip-prinsip di atas disadari dan dilaksanakan oleh penelusur gua. beberapa pioneer penelusur gua menghentikan kegiatan eksplorasinya karena terserang penyakit ini.karbit. Penelusur Gua ideal adalah yang memiliki badan relatif kecil meskipun belum tentu menjadi jaminan akan menjadi penelusur handal. maka semboyan: take nothing but picture. ditambah kelembaban yang sangat tinggi. apabila badan terasa kurang fit. merangkak. SRT hanya menggunakan satu tali tunggal. Setiap kerusakan yang ditimbulkan oleh penelusur adalah tindakan tercela. merayap. dan sedikit alternatifnya. Bentuk tubuh juga mempengaruhi kecepatan gerak seorang penelusur gua. Caving pack sack Peralatan tim untuk gua horisontal 1. Bawalah semua sampah-sampah ke luar gua dan buang ke tempat pembuangan sampah. Peralatan Pribadi Perahu karet Tali Kamera Kompas Caving Cover Helm sling all . Hal ini disebabkan karena udara di dalam gua sangat buruk.2. 2. Selain memerlukan kondisi tubuh yang baik. kill nothing but time. 2. kita lakukan gerak. harus memulai perjalanannya dalam kondisi tubuh fit . penuh deposit kotoran burung dan kelelawar. tengkurap. sebaiknya perjalanan eksplorasi gua dibatalkan (etika penelusuran gua).2 Penelusuran Gua Vertikal Sampai dengan saat ini. 3. menyelam serta berenang. karena untuk merusakkan benda-benda dalam gua misalnya stalagmit dan stalagtit hanya butuh beberapa detik saja.1. dan menggunakan prinsip pemindahan beban ketika menaiki tali tersebut. Yang dianggap terbaik karena efektifitasnya adalah Single Rope Technique (SRT). Topofil IV. terasa semakin berarti. leave nothing but footprint. IV. seorang penelusur gua sedikit banyak harus harus memiliki kelenturan tubuh dan yang terpenting tidak cepat menjadi panik dalam keadaan gelap dan sempit. Dalam penelusuran horisontal. jalan membungkuk. Dengkul dan ujung siku merupakan sisi penting buat seorang penelusur atau caver. Penelusuran Gua Horisontal Pada dasarnya setiap penelusur gua. 4. A. Malah dalam sebuah buku teks disebutkan .1 Peralatan Penelusuran Gua Vertikal Disini hanya akan dibahas mengenai peralatan yang digunakan untuk keperluan SRT. sehingga menggunakan dua alat naik. IV. Mudah sekali dalam kondisi demikian seorang penelusur gua terserang penyakit paru-paru.

kuning untuk tangan kiri. dalam artian beban kita bergantung di Croll. Auto Stop Descender Auto Stop merupakan alat turun yang paling aman untuk digunakan dalam melakukan SRT. mengingat Figure Of Eight mengandalkan friksi dengan tali dengan cara membelokkan arah tali. yaitu alat untuk naik. dan dihubungkan langsung dengan Sit Harness dan Chest Harness. dan dapat dipasang tanpa melepaskannya dari kaitan ke harness. sehingga juga menjadi pengaman kita. Bobin digunakan oleh orang yang sudah terbiasa menuruni tali dengan SRT. Hal ini karena Auto Stop dilengkapi dengan sistem kunci otomatis. sementara tali yang digunakan di SRT adalah Tali Statis yang akan lebih mudah rusak apabila arah gayanya diubah. Sit Harness ini berbeda dengan harness untuk keperluan memanjat ataupun canyoning. 4. yang memiliki keistimewaan apabila terbeban akan semakin mengunci ke tali. .Perlengkapan/peralatan yang disebutkan di bawah ini merupakan perlengkapan yang harus melekat pada seorang penelusur gua pada saat melakukan penelusuran gua vertikal. untuk mengatur friksi antara alat dengan tali. dihubungkan dengan webbing ke sit harness. diantaranya CMI Jammer. Peralatan Naik (ascender) Ada beberapa jenis peralatan yang dapat dikategorikan dalam ascender. juga berguna untuk menjaga agar badan tetap sejajar dengan tali. yang memiliki dua warna. tangan kita dapat menggunakan Jumar untuk menambah ketinggian. dan biru untuk tangan kanan. bisa digunakan benda lain dengan prinsip sama 1. Chest Jammer keluaran Petzl biasa disebut Croll yang memang sudah dirancang untuk kepentingan SRT. sehingga semakin terbeban akan semakin mengunci ke tali. Rack akan relatif lebih dingin setelah pengunaan jangka panjang. Ada beberapa jenis ascender lain yang memiliki bentuk dan fungsi hampir sama dengan Jumar Petzl. Avanti dapat diubah ukurannya sesuai dengan badan kita. Rack Rack memiliki batang-batang yang dapat dirubah posisinya. alat untuk turun dan peralatan penunjang. kontrol kecepatan diatur oleh tangan kita. namun dalam SRT hal ini tidak dianjurkan. Chest Jammer Alat untuk naik yang prinsipnya hampir sama dengan Jumar. Foot Loop Jammer Alat ini akan digunakan oleh tangan untuk menarik beban badan. ketika badan kita menggunakan Croll sebagai pengaman. karena dalam melakukan SRT. selain sebagai alat naik. ukurannya harus benarbenar tepat agar terasa nyaman. 3. Sit Harness Ada berbagai jenis Sit Harness. Bobin Descender Alat yang dikeluarkan Petzl ini. untuk keperluan SRT Petzl khusus mengeluarkan Avanti. yang digunakan adalah Bobin Single Rope. Figure Of Eight Dapat digunakan sebagai alat turun. hal ini akan mempengaruhi kecepatan. yang digambarkan disini adalah prinsip-prinsipnya. Jumar dan Croll merupakan dua alat utama yang digunakan dalam SRT. namun bentuknya lebih ringkas (tidak ada pegangan untuk tangan). Alat ini menggunakan gigi-gigi runcing untuk mencengkram mantel dari tali. karena tidak memiliki kunci pengaman. 2. 1. 2. Yang biasa digunakan sebagai Foot Loop Jammer adalah Jumar produksi Petzl. dikhususkan penggunaannya untuk menuruni tali pada SRT. Pada alat ini ditempatkan foot-loop (sling injak) dan security link (tali pengaman). Peralatan Turun (Descender) 1. Secara garis besar peralatan yang harus dikenakan pribadi dibagi menjadi 3. Peralatan Penunjang Merupakan peralatan yang juga harus dikenakan ketika melakukan SRT.

Helmet Merupakan perlengkapan vital dan wajib dikenakan oleh para penelusur gua. security link. Gunanya untuk melindungi kepala dari kemungkinan terbentur atau tertimpa batu. Foot Loop Atau tangga. digunakan waktu naik meniti tali. waktu menuruni tali atau menaiki tali. Main attachment merupakan tempat utama untuk berbagai kaitan/sangkutan. 6. 4. Foot loop merk “Camp” dapat dipanjang dan pendekkan sesuai dengan keperluan. delta maillon juga untuk mengkaitkan croll. 7. Pada kedua ujungnya dibuat “figure of eight knot”. Chest Harness Merupakan harness khusus di dada. 3. Bentuknya seperti angka delapan. Terbuat dari baja (steel) atau aluminium. Alternatif lain memakai sling/chest strap. Cow’s tail Sebagai pengaman pada saat melewati sambungan tali dan pindah anchor. Karabiner Oval karabiner digunakan untuk cow’s tail sedangkan oval screw gate karabiner untuk descender. Pada umumnya dalam penelusuran gua vertikal digunakan ‘oval screw gate carabiner’. sehingga badan tetap sejajar dengan tali. Alternatif lain memakai etrier atau sling. Terbuat dari Dynamic Climbing Rope. Masing-masing ujungnya dibuat figure of eight knot juga bagian tengahnya. Linking Maillon Semacam karabiner tetapi tidak memiliki sebuah gate (pintu dengan per). Bisa juga menggunakan webbing. Alternatif lain dapat menggunakan small oval screwgate carabiner. Cow’s tail dapat dibuat dari “climbing rope 11mm”. Chest harness berguna untuk menempatkan “petzl croll” waktu naik. “loop” pada bagian tengah ini dikaitkan pada delta maillon. Maillon sangat kuat. ‘Petzl helmet’ diperlengkapi dengan lampu karbit. Main Attachment Delta maillon 10mm adalah main attachment. 8. Selain untuk mengunci sit harness. Figure of eight chest harness merupakan perlengkapan standar. berdiameter 9mm. Panjangnya kemudian dilipat dua tidak sama panjang. bagian yang membagi dua. cow’s tail dan descender. Linking Maillon gunanya sebagai penghubung foot-loop jammer dengan foot-loop dan safety link. terdiri dari berbagai tipe dan ukuran. 5. Ujung pertama di foot loop jammer dan ujung lainnya di attachment pada sit harness.2. Security Link Disebut juga “safety link”. Untuk posisi main attachment tidak pernah digunakan carabiner. 9. Panjangnya sejangkau tangan atau lebih. . gunanya sebagai safety pada waktu naik.

Untuk mengarungi sungai di dalam gua diperlukan perahu karet khusus. juga untuk membawa perlengkapan lainnya. atau lainnya. Biasanya. hindarkan dari kemungkinan gesekan dengan batu. 3. Tali Tali yang dipakai dalam penelusuran gua vertikal. pakailah sikat halus. tackle bag). yaitu: 1. 2.2.gambar 8. . jangan sekalikali menjemur di panas matahari. lampu karbit. Bowline juga digunakan dalam teknik rescue. IV.5 mm sampai 11 mm. daya lentur kecil dan dapat menyerap kejut. Jemur tali di tempat teduh da berangin. harus mempunyai karakteristik sebagai berikut : kuat. Simpul-simpul yang biasa digunakan di dalam penelusuran gua. dan lain-lain. Pemeliharaan : Untuk memperpanjang umur tali. memiliki daya tahan terhadap gesekan. spleleo rope yang dipakai berdiameter 9. Waktu membuat simpul ini. Cucilah tali setelah digunakan. jauhkan dari asam (acid). Bowline Digunakan untuk membuat anchor karena sifatnya yang semakin mengikat apabila mendapat beban. Sebaiknya membawa batre atau karbit cadangan.2 Tali Temali (Knots) Merupakan pengetahuan dasar yang wajib diketahui oleh penelusur gua. Alat penerangan seperti lampu batre. Digunakan untuk membuat harness. tetapi jangan memakai sabun. alkali. ujung tali harus overhand knot. Untuk membawa karbit dapat digunakan ban dalam mobil atau motor. Perlengkapan lainnya Perlengkapan lain yang diperlukan seperti tas untuk membawa tali (rucksack. Speleo rope memenuhi syarat ini. Webbing Disebut juga tape (pita) terbuat dari nilon. anchor. peralatan pribadi SRT B. Perlengkapan Tim 1. atau gunakan “rope pad” (alas tali).

yaitu : 1. Dipakai untuk membuat anchor. Tidak ada simpul lain untuk keperluan tersebut. Dapat juga langsung menggunakan tali. Anchor Alam (Natural Anchor) Natural Anchor relatif sangat kuat. untuk membelay dan untuk keperluan tertentu. Prusik knot Untuk prusikking (naik tali dengan bantuan prusik) gambar 10. Dalam verical caving dikenal sistim “back up” dengan menggunakan beberapa titik (point). Dua hal yang sangat penting untuk diperhatikan : 2. 4.2 Periksa keadaan dinding gua sebelum dipasang anchor. menjamin keselamatan penelusur gua. Artificial Anchor Dinding gua biasanya tidak mempunyai rekahan. Butterfly knot Berfungsi untuk mengikat tali yang patah sehingga tidak terbeban.gambar 9. dengan cara mengetukkan hammer ke dinding gua. Karenanya dibuat anchor buatan. rigging the rope . gambar 11. 1 Posisi Anchor : Posisi yang benar akan menghindarkan tali dari gesekan batu 2. Mudah membuatnya dan melepaskannya. saat menuruni sumuran (potholing) maupun pada saat kembali naik. Selain untuk keamanan juga agar tali tergantung bebas (hang belay) . rescue dll. sebagai tali belay dan untuk menyambung tali. gambar 12. Caranya dengan melingkarkan sling pada batu atau pohon. polos dan licin. Bunyi gaung yang hampa menandakan batu yang rapuh. Tape knot Simpul ini digunakan untuk menyambung webbing dengan menggabungkan kedua ujungnya. Kegunaan lain anchor adalah . Ada dua macam sistim anchor. 5. dengan memanfaatkan batu. Bowline dan Figure of 8 2. Simpul ini untuk tali dengan beban vertikal.3 Sistim Anchor Anchor merupakan sebuah “titik keamanan”. seperti hauling. Anchor yang baik. dapat menggunakan ‘bolt’. lowering. pohon dan lain-lain. 3. Natural Anchor dan Artificial Anchor 2. sedangkan piton dan chock jarang digunakan. Tape Knot dan Prusik Knot IV. guna menghindari gesekan batu. Dalam vertikal caving.2. dengan simpul bowline. Figure of eight Merupakan simpul yang paling penting karena sering digunakan.

jangan lupa membuat simpul pada ujung tali.Lanjutkan abseiling setelah melepas cow’s tail dan foot loop jammer. Dalam hal ini. Pigmy system dan gabungan ketiganya. jangan terlalu jauh atau terlalu dekat . lepaskan cow’s tail panjang dan lepas foot loop jammer.5 Prussiking (teknik menaiki tali) Yaitu bagaimana supaya penelusur gua dapat tiba kembali ke permukaan. pasang cow’s tail panjang pada hang belay.IV. Ada dua system. Kecepatan waktu abseiling sebaiknya konstan.4 Abseiling (teknik menuruni tali) Dengan sistem SRT. sedangkan tangan kanan memegang tali bawah sebagai kontrol laju pada waktu turun. Buka cow’s tail pendek dengan cara berdiri pada foot loop. dibandingkan dengan penggunaan tangga gantung yang rumit. gambar 12. IV. lepaskan cow’s tail dan lakukan abseiling. . buka descender yang sudah bebas beban. teknik menuruni menjadi sangat mudah dan nyaman. Rope Walking System Ciri utama dari sistim ini adalah kedua kaki diikat pada ascender yang terpisah. Teknik melewati sambungan : Turunkan descender hingga menyentuh sambungan tali Pasang cow’s tail pada safety loop figure of eight . pengaman yang paling terakhir dilepas dan paling awal dipasang adalah Cow’s Tail. semakin efisien sistim ini berjalan. dalam artian ada paling tidak satu buah pengaman yang menjaga apabila terjadi sesuatu. Pindah Sambungan (Passing a knot on the descend) Kadang-kadang tali yang digunakan untuk menuruni gua tidak cukup panjang dan harus disambung dengan tali lain agar dapat mencapai dasar. Setelah descender terpasang.Pasang cow’s tail pendek pada anchor.2.Turun lagi sampai beban ada pada cow’s tail pendek. sehingga setiap kaki dapat bergerak dengan bebas. Untuk mengurangi laju percepatan gunakan carabiner untuk menambah friksi.Lanjutkan abseiling. yaitu : 1. Yang harus diingat ialah ketika melakukan SRT badan kita harus selalu berada dalam kondisi aman. memasang dan mengunci autostop Pindah Anchor (passing a re-bellay on the descend) Seringkali pada saat penelusuran gua harus memasang anchor lebih dari satu. . dengan bantuan foot loop . Semakin tegak badan seseorang. Tangan kiri pada descender. Untuk dapat melewati anchor waktu turun atau naik. Rope walking system terdiri dari Floating system. jangan terlalu cepat atau tersendat-sendat selain berbahaya juga akan merusak tali. telah dikembangkan berbagai teknik memakai tali dengan kelemahan dan kelebihannya. Gerakan yang terlihat seperti seorang yang sedang menaiki tangga.Pasang chest jammer. Cara menuruni tali : Pertama pasang cow’s tail pada back up belay. Carabiner ini dikaitkan pada main attachment. Dalam vertikal caving.Buka descender dan pasang di tali bawah sambungan dengan posisi mengunci Buka croll. Basis Mitchell system. Sebelum melakukan abseiling. Teknik pindah atau melewati anchor : . pada saat posisi descender sejajar dengan anchor. croll pada tali di atas descender. diperlukan pengetahuan atau teknik pindah anchor. kemudian pasang tali pada descender.2. .

tail ke tali croll dan pada anchor di atas anchor berdiri pasang pada tali atas. pemetaan merupakan suatu hal yang penting. misalnya. Dalam keadaan yang sangat gelap sering kali seorang penelusur melakukan kesalahan dalam menaksir jarak.Buka cow’s tail dan lanjutkan ascending. Helm menjadi wajib dikenakan untuk melindungi kepala. sambungan. Frog system menggunakan satu jummar dan chest jammer croll di dada.Buka cow’s tail dan lanjutkan ascending. KEMUNGKINAN KECELAKAAN YANG TERJADI Sebagian besar kecelakaan yang terjadi di dalam gua. sampai berada di bawah jummar. Sit stand system terdiri dari frog system. bahkan pemetaan dapat disebut sebagai aspek ilmiah dari suatu kegiatan yang bersifat petualangan. Hidrologi.gambar 13. sehingga kedua kaki dalam foot loop berada dalam posisi terlipat. teknik melewati anchor waktu naik tidak banyak berbeda. tali atas. inchworm system. sit-stand system 2. Teknik melewati anchor : Pasang cow’s Pindahkan foot loop jammer Berdiri di foot loop. Jenis kecelakaan yang lain. texas system dan a one ascender prusik system. croll ikut bergerak ke atas. VI. perlu diperhatikan terutama pada saat melakukan eksplorasi di gua yang basah. Tipuan ini menyebabkan ia merasa mampu untuk meloncat ke dalam lobang tersebut. semuanya tergantung dari persiapan dan pengalaman yang dimiliki oleh penelusur gua. Dari keempat sistim. Pindah anchor (passing a re-belay on the ascend) Seperti pada abseiling. misalnya tali putus. Kejadian-kejadian di atas bukan tidak mungkin untuk dihindari. buka . Pada posisi berdiri. seperti penelitian Biologi. Oleh karena itu perawatan dan pemeliharaan alat-alat setelah digunakan mutlak dilakukan. Tertimpa batu. dan lain sebagainya. Tetapi sebenarnya . Tangan kanan mendorong jumar ke atas. tetapi cukup hanya satu ascender. buka . Arkeologi. PEMETAAN Dalam kegiatan penelusuran gua. frog system paling sering digunakan karena efisien dan aman. akibat buruknya atau tidak memenuhi syarat perlengkapan yang dipakai. Etikanya tidak diperkenankan melakukan lompatan apapun di dalam gua. terlihat dangkal. Geomorfologi. loops’ figure of ke tali di atas croll dan pasang eight knot. Sit-stand system Berbeda dengan rope walking system. Pindahan sambungan (passing a knot in the ascend) Pasang cow’s tail pada ‘safety Pindahkan foot loop jammer Berdiri di foot loop. Demikian pula faktor suhu udara yang dingin. sehingga beban ditopang bersama. Jangan ragu-ragu untuk memotong tali pada bagian yang terkoyak akibat gesekan. pada sistim ini tidak menggunakan dua ascender. V. Demikian seterusnya. ascender tidak berfungsi. Kedua kaki bergerak bersama. Meskipun sebenarnya banyak penelitian ilmiah yang dapat dilakukan di dalam gua. Geologi. berasal dari kesalahan si penelusur sendiri. Keuntungannya kaki tidak cepat capai dan mudah untuk istirahat. Bahaya banjir merupakan faktor penyebab utama kecelakaan lainnya. karena runtuhan alami akibat rapuhnya dinding gua atau akibat ketidaksengajaan si penelusur gua yang menyebabkan jatuhnya batuan dan menimpa penelusur lain. Geografi. sehingga sebuah lubang yang cukup dalam. merupakan kejadian yang sering terjadi.

apa saja ornamennya. Peta gua juga berarti sebagai bukti seorang caver telah memasuki atau mengeksplorasi suatu gua. Dan peta tersebut akan komunikatif apabila dalam hasil akhirnya tidak membingungkan orang yang membacanya. dalam hal ini data-data yang dibutuhkan untuk sebuah kepentingan eksplorasi. dan lain sebagainya. Irisan. tetapi pemetaan merupakan hal yang wajib dikerjakan oleh seorang yang berpredikat ‘caver’. biasanya digunakan skala batang karena lebih mudah untuk membayangkan keadaan sebenarnya. 4. Simbol Ornamen. Penampang Samping. ukurannya. dan kemiringan gua tersebut. misalnya bentuk atau denah lorong. dan lain sebagainya. Legenda. sampai-sampai ada seorang teman dari jurusan Geografi yang menyatakan bahwa “sebuah peta lebih mempunyai banyak arti daripada seribu kata-kata”. 1. sehingga peta tersebut akan menjadi informasi untuk penelusur gua lainnya. Data Gua. posisi aliran air. sump. 5. ia akan mengetahui denah guanya. atau denah lorong untuk menunjukkan bentukan. Peta Gua Sebuah Peta Gua yang baik. 6. simbol-simbol yang telah disepakati untuk mewakili ornamen yang terdapat di dalam gua tersebut. akan dapat memberikan gambaran kepada orang yang membaca peta tersebut dengan mudah. Pemetaan sebuah gua merupakan salah satu upaya untuk mendokumentasikan gua tersebut. keterangan mengenai gua tersebut. Apabila sudah terdapat hal-hal tersebut. dan tanggal dilakukan survey untu pemetaan. Arah Utara Peta 8. dan Komunikatif. 7. ditiap titik yang dijadikan sebagai pos atau stasiun digambarkan potongannya. letak geografis dan administratifnya. lumpur. Sehingga sebuah peta gua harus Informatif. Peta sebuah gua minimal menerangkan tentang. 3. Boleh-boleh saja dalam penelusuran gua tidak melakukan penelitian Biologi atau Geologi atau yang lainnya. Penampang Atas. Begitu penting pemetaan. Potongan Stasiun. Dianggap informatif apabila. atau Section untuk menunjukkan ketinggian lorong. panjangnya. namanya. atau wisata misalnya. VI. surveyornya. data-data yang perlu diketahui dapat ditemukan disini. keletakan ornamen. Dalam hal ini adalah yang berhubungan dengan rekaman bentukan fisik gua. Pemetaan juga memberikan informasi ilmiah yang berguna bagi penelitian ilmu pengetahuan. Skala. jauh dari sebelum ia sendiri memasuki gua tersebut. atau keterangan simbol. Tentu akan berbeda dengan peta yang dibuat untuk kepentingan penelitian. Hal ini termasuk penting mengingat perubahan bentukan gua dapat terjadi setiap saat. 2. memiliki alur dan susunan yang jelas dan sesuai dengan aturan yang telah disetujui bersama.1. gambar 14. tingginya. untuk menunjukkan perbandingan. Peralatan pemetaan standar Pemetaan merupakan bagian dari kegiatan yang bersifat perekaman atau pendokumentasian. maka peta gua yang dibuat seharusnya sudah mampu .pemetaan menduduki posisi yang paling penting. arah dan belokan lorong. ornamen yang menghiasinya.

yang lazim digunakan di Indonesia adalah sistem grade yang digunakan di Eropa. Untuk mendapatkan informasi yang akan dituangkan ke dalam peta gua. Drafting film atau Kodak Trace sejenis kertas kedap air. adalah orang yang berhak menentukan posisi stasiun. Mengenai hal ini akan dijelaskan lebih lanjut di tahap pendalaman. Di stasiun-stasiun tersebutlah data-data direkam. Leader.memberikan informasi yang cukup bagi penelusur gua lainnya. Sekilas prosedur-prosedur ini akan tampak merepotkan ketika mengeksplorasi sebuah gua. Satu hal yang mutlak diperhatikan adalah bahwa posisi leader harus masih terlihat oleh pencatat data. dan serutan) 4. contoh simbol peta gua VI. Contoh catatan lapangan . sementara orang kedua menjadi pencatat data yang memasukkan data ke dalam field note. Kalau tidak ada dapat juga dipakai rollmeter. Pemetaan dapat dilakukan oleh minimal dua orang. Secara garis besar. Lorong yang dieksplorasi berubah arah Leader sudah tidak dapat terlihat oleh orang kedua Terdapat kemiringan yang ekstrim Terdapat perubahan bentukan lorong yang ekstrim Terdapat ornamen yang unik . data-data tersebut akan dicatat di sebuah catatan lapangan untuk kemudian diterjemahkan. Topofil. Satu titik dapat dijadikan stasiun karena beberapa sebab yaitu. 2. gambar 15. Clinometer. tergantung pada kesepakatan federasi masing-masing. dimana satu orang menjadi leader yang memegang ujung alat ukur dan menentukan posisi stasiun. dengan cara mengambil beberapa titik untuk dijadikan sebagai stasiun. Di dunia ada beberapa penilaian terhadap keakuratan tersebut. Sebuah peta gua tentunya juga memiliki tingkat akurasi yang berbeda-beda. tinggi langit-langit gua. 5.2. contoh Field Note VI. Alas tulis dan alat tulis (pinsil. diantaranya arah lorong. alat untuk mengukur kemiringan gua (turun atau naik) Suunto PM5/360 adalah Clinometer yang terbaik. alat untuk mengukur sudut deviasi atau azimuth. kemiringan antara stasiun. Saat ini. tabel 1. Alat-alat perlengkapan pemetaan 1. Prosedur Pemetaan Prosedur pemetaan yang dimaksud disini adalah teknis pengambilan data untuk menghasilkan sebuah peta gua. seperti kertas kalkir tetapi lebih tebal dan kedap air juga bisa dihapus jika menggunakan alat tulis pinsil. pengambilan data dilakukan dengan membuat bentukan kasar gua yang dieksplorasi. Kompas. namun sebenarnya kerepotan tersebut akan terbalas dengan hasil yang nantinya kita dapatkan. alat untuk mengukur jarak antara stasiun. 3. Biasanya kompas Silva atau Suunto yang digunakan.3. yang memakai skala 1 sampai 6. ada beberapa prosedur pemetaan yang harus dilakukan. lebar lorong dan keterangan lainnya. penghapus. ketinggian lorong.Jarak dengan stasiun terakhir sudah menjadi jarak maksimal untuk membuat peta dengan grade tertentu.

adalah Tinggi dan kedalaman gua. Atas dan Bawah.Keterangan : STS. 6. kiri dan jarak akan berguana dalam membuat Penampang atas atau denah. Pekerjaan ini dapat dibantu dengan adanya benang atau pita meter yang memanjang antara stasiun A dan stasiun B. Setelah itu. Leader membawa topofil atau rollmeter (ujung benang atau pita meter dipegang oleh Pencatat data) hingga tempat yang dianggap sebagai stasiun B 3. 4. adalah derajat kemiringan antar stasiun. dapat dinamakan sesuai kehendak. adalah jarak antara stasiun yang satu dengan yang lainnya Azim. VI.2-3. clinometer dan catatan lapangan. pemetaan dan pembuatan sketsa denah. Adalah nama stasiun. dsb. dan kemudian ditambahkan kelengkapan-kelengkapan lainnya.4. Menyalin data lapangan menjadi sebuah peta gua Langkah pertama yang harus dilakukan di tahap ini adalah menyalin kembali data lapangan sesegera mungkin. Cara Kerja 1. adalah sudut yang ditunjukkan oleh kompas antara satu stasiun dengan stasiun disepannya Clino. atas dan bawah akan berguna untuk membuat irisan atau penampang samping. keterangan mengenai bentukan lorong. seperti adanya stalagmit yang besar atau adanya aliran air. VI. Rekam dan catat juga atau ploting pada sketsa jika dijumpai hal-hal yang istimewa atau khusus. Pencatat data mencatat hasil pengukuran panjang.B-C. flowstone. dan – bila stasiun didepannya lebih rendah. kita dapat menyalin draft peta yang telah kita buat ke kertas kalkir. 7. Stasiun A biasanya pada mulut atau pintu masuk gua. Jangan lupa membuat gambar potongan / irisan dari lorong-lorong tertentu atau khusus. Pencatat data juga membuat sketsa denah lorong gua antara stasiun A dan stasiun B. clino juga mencatat lebar kiri dan kanan lorong pada stasiun A pada lembar catatan lapangan. Di sini berdiri pencatat data yang membawa kompas.. pencatat data juga membuat sketsa lorong dan irisan stasiun yang akan memudahkan pembuatan peta gua. dll. Kanan. 5. sementara data kemiringan. misalnya A-B. . Selanjutnya pencatat data menuju stasiun B dan surveyor 2 menuju stasiun C dan kembali melakukan pengukuran. Pintu masuk juga dibuat denah dan irisannya. karena catatan lapangan kita pasti akan kotor. Kemudian kita membuat peta gua kasar di kertas milimeter block. dll Selain itu dalam pemetaan. Kanan dan Kiri. Jarak. adalah jarak dari poros orang ke dinding gua kanan dan kiri. diisi dengan hal-hal khusus yang ditemui. 2. Pada prakteknya dapat dilakukan bergantian 8. biasanya + apa bila stasiun didepannya lebih tinggi.5. dan kemungkinan tidak jelas terbaca. Data Azimuth. seperti ornamen yang unik. azimuth. Keterangan. atau 1-2.

Yang ingin digarisbawahi di sini adalah bahwa apapun kondisinya seorang caver wajib membuat peta gua di dalam eksplorasinya. lebih-lebih bagi mereka yang mengaku sebagai ‘caver’. jauh di bawah muka bumi. hanya ada penerangan lampu karbit yang terbatas cahayanya.gambar 16. Kondisi gua yang pastinya gelap total. ruangan yang sempit. dan waktu yang terbatas dimana kita tidak dianjurkan lupa waktu di dalam gua. Tetapi itu semua bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan pemetaan gua.6. . Hambatan Berbeda dengan pembuatan / survey pemetaan yang biasanya dilakukan di tempat terbuka. khususnya gua-gua yang belum dipetakan. contoh peta gua VI. belum lagi lantai gua yang penuh lumpur. maka pemetaan gua sepenuhnya dilakukan di dalam gua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful