P. 1
Just in Time and Lean System

Just in Time and Lean System

|Views: 890|Likes:
Published by Gde Rahmadi

More info:

Published by: Gde Rahmadi on Jan 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

JUST IN TIME AND LEAN SYSTEM 1.

1 Elemen dari Just In Time

Konsep dasar produksi tepat waktu waktu JIT adalah memproduksi produk yang diperlukan, pada waktu yang dibutuhkan oleh konsumen, dalam jumlah yang sesuai kebutuhan konsumen, pada setiap tahap proses dalam sistem produksi, dengan cara yang paling ekonomis atau paling efisien. Sistem produksi tepat waktu (Just-In-Time Production System) pada awalnya dikembangkan dan dipromosikan oleh Toyota Motor Corporation di Jepang, sehingga sering disebut juga sebagai sistem produksi Toyota. Strategi ini kemudian diadopsi oleh banyak perusahaan Jepang terutama setelah adanya krisis minyak dunia pada tahun 1973. Tujuan utama dari sistem produksi tepat waktu ini adalah mengurangi ongkos produksi dan meningkatkan produktivitas total industri secara keseluruhan melalui menghilangkan pemborosan (waste) secara terus menerus.

JIT mendasarkan pada delapan kunci utama, yaitu : 1. Menghasilkan produk sesuai jadwal yang didasarkan pada permintaan 2. Memproduksi dalam jumlah kecil (small lot size). 3. Menghilangkan pemborosan 4. Memperbaiki aliran produksi 5. Menyempurnakan kualitas produk Menghilangkan ketidakpastian Penekanan pada pemeliharaan jangka panjang Pada dasarnya pemborosan didefinisikan sebagai segala aktivitas yang tidak mempunyai atau memberikan nilai tambah. Dalam sistem produksi paling sedikit dikenal ada tujuh sumber pemborosan, yaitu : 1. Pemborosan karena kelebihan produksi dari permintaan konsumen (pasar) 2. Pemborosan karena waktu menunggu 3. Pemborosan karena transportasi dalam pabrik 4. Pemborosan karena inventori 5. Pemborosan karena pergerakan (motion) 6. Orang-orang yang tanggap 7. 8.

(3) laporan secara rutin kepada pemasok material dan departemen pembelian material dari perusahaan. Beberapa sasaran utama yang ingin dicapai dari sistem produksi JIT adalah : (1) reduksi scrap dan network (2) meningkatkan jumlah pemasok yang ikut JIT. (2) meminta komitmen pemasok untuk menyelesaikan masalah. (8) meningkatkan produktivitas total industri secara keseluruhan. (5) melakukan inspeksi secara berkala. proses fabrikasi (factory process). (3) meningkatkan kualitas proses industri (orientasi zero defect). (6) linearitas output pabrik (berproduksi pada tingkat yang konstan selama waktu tertentu). (4) mengurangi inventori (orientasi zero inventory). (7) reduksi overhead. (5) reduksi penggunaan ruang pabrik.6. serta (4) pertemuan secara periodik dengan setiap pemasok material. proses fabrikasi industri. dimana beberapa mode informasi yang diperlukan adalah: (1) daftar pemasok material dalam program JIT (2) laporan kualitas yang komprehensif dalam perusahaan. pemesanan material dari pemasok (suppliers). Agar strategi JIT yang diterapkan menjadi efektif. Pemborosan karena proses produksi itu sendiri tidak efektif dan efisien (apabila produk itu tidak seharusnya dibuat atau proses itu tidak seharusnya digunakan) II. Tampak bahwa sistem industri modern berorientasi kepada kepuasan konsumen dengan jalan mengintegrasikan ketiga komponen utama. Srategi Produksi Just In Time (JIT) Strategi produksi JIT diterapkan pada seluruh sistem produksi modern sejak proses rekayasa (engineering). sampai kepada distribusi produksi industri kepada konsumen. dan (6) diskualifikasi terhadap pemasok yang tidak STRATEGI PRODUKSI JUST-IN-TIME (JIT) REDUKSI BIAYA MENINGKATKAN ARUS PERPUTARAN MODAL (CAPITAL TURNOVER RATIO) MENGHILANGKAN PEMBOROSAN (WASTE) MENCIPTAKAN ALIRAN PRODUKSI KONTINU SISTEM PRODUKSI JIT . dan pelanggan (customers) sebagai satu sistem yang utuh. Beberapa tindakan korektif dalam program JIT adalah : (1) membuat daftar masalah kepada pemasok material. sistem informasi dalam industri harus bersifat transparan dan komprehensif. yaitu : pemasok material (suppliers). Pemborosan karena pembuatan produk cacat 7. tentu saja perlu dibuat tindakan korektif dalam program ini apabila berjalan tidak sesuai dengan harapan yang ada. (3) memberikan dukungan teknik dan manajemen kepada pemasok apabila diperlukan. manajemen material dalam industri. (4) diskualifikasi pemasok material itu apabila tidak ada respons terhadap masalah dalam waktu tertentu. Untuk menerapkan strategi JIT.

Pandangan JIT adalah jangan membuang-buang waktu dengan hanya menyortir bagian-bagian yang baik dari yang jelek atau bagian-bagian yang memenuhi syarat dari yang tidak memenuhi syarat. para pembuat produk (manufactures) biasanya melakukan inspeksi terhadap produk setelah produk itu selesai dibuat (setelah berbentuk produk jadi). dan biaya yang dikeluarkan tanpa memberikan nilai tambah pada produk merupakan pemborosan. penghitungan. Pemindahan. Untuk memahami filosofi JIT secara lengkap. Dibawah filosofi JIT. dan penyortiran produk. dan penyortiran produk. dll. proses. sumber daya manusia. modal. JIT justru bertujuan untuk mencegah pendekatan pada pengendalian kualitas secara tradisional diatas. penghitungan. kemudian mengerjakan ulang (rework) bagian-bagian yang cacat atau tidak memenuhi syarat itu. prinsip JIT adalah Kerjakanlah Secara Benar. kita harus memahami pendekatan JIT pada kualitas dan pengendalian kualitas (quality control). segala sesuatu baik material. Nilai tambah produk diperoleh melalui aktivitas aktual yang dilakukan langsung pada produk. Nilai Tambah produk. penyimpanan. informasi. disebut pemborosan (waste). tidak melalui : pemindahan. dengan jalan menyortir produk yang baik dari yang jelek (menyortir produk dari yang memenuhi syarat dari yang tidak memenuhi syarat). mesin dan peralatan. tetapi merupakan biaya. Dengan kata lain. yaitu : 1. III. Secara tradisional. tetapi pergunakanlah waktu itu untuk mencegah memproduksi bagian-bagian yang jelek atau tidak memenuhi syarat itu. penyimpanan. Tujuan Just In Time (JIT) Tujuan JIT adalah menghilangkan pemborosan melalui perbaikan terus-menerus (Continous Improvement).1 Sistem Produksi Just In Time (JIT) melakukan peningkatan atau perbaikan kualitas. Prinsip pertama sendiri. Pendekatan JIT pada pengendalian kualitas terpadu Total Quality Control (TQC) bertujuan untuk membangun suatu sikap yang berdasarkan pada tiga prinsip utama. merupakan kata kunci dalam JIT. yang tidak memberikan nilai tambah pada produk. At the First Time).SISTEM AUTONOMOUS METODE PRODUKSI ALIRAN INFORMASI KONTROL MELALUI KERJASAMA (TEAM WORK) PERALATAN OTOMATIS INVENTORI MINIMUM WAKTU SETUP PENDEK PEKERJA MULTIFUNGSI SIKLUS WAKTU PENDEK MENGGUNAKAN KARTU (KANBAN) ATAU ALAT LAIN Gambar 11. Pada Waktu Awal (Do It Right. manajerial. tidak menambah nilai pada produk itu. : output yang bebas cacat adalah lebih penting daripada output itu .

Kanban dalam bahasa Jepang berarti tanda (signal). menciptakan pekerja multifungsional (memiliki keterampilan multifungsi). . waktu setup mesin dan peralatan yang pendek. : cacat. kemacetan. kita perlu menciptakan aliran produksi kontinu. Prinsip ketiga ulang (rework). dimana mereka secara langsung diberikan kewenangan untuk tidak meloloskan bagian-bagian yang tidak memenuhi syarat dalam proses produksi itu. juga tampak bahwa sistem produksi JIT menggunakan metode produksi yang berorientasi pada : inventori minimum. serta menyelesaikan pekerjaan dalam siklus waktu yang pendek sesuai standar yang ditetapkan. peralatan otomatis ini telah dipergunakan. misalnya telah diprogram bahwa apabila ada bagian-bagian yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. dll. Pengertian autonomous di sini tidak sekedar berupa penggunaan alat-alat otomatis tetapi lebih merupakan suatu sikap untuk menghentikan produksi secara otomatis apabila ditemukan adanya bagian-bagian yang cacat dalam sistem produksi itu. Di pabrik-pabrik modern. Aliran produksi kontinu ini dapat dilaksanakan menggunakan sistem produksi JIT yang dibantu dengan sistem autonomous. Sistem produksi JIT menggunakan aliran informasi berupa tanda (kanban) atau peralatan lainnya seperti lampu. dengan demikian aliran informasi dalam sistem produksi JIT menggunakan kartu-kartu berisi catatan-catatan singkat yang mendukung metode produksi JIT itu. dll).. Dari sini terlihat bahwa JIT memberikan tanggung jawab lebih besar kepada pekerja. secara otomatis proses akan berhenti (mesin mati. Pengendalian kualitas semacam ini dilakukan melalui kerjasama (kontrol melalui teamwork) serta menggunakan peralatan otomatis yang secara awal mampu memberikan secara signal akan adanya proses yang mampu menghentikannya. Dari Gambar 11. dalam pengertian bahwa proses produksi perlu dibuat bersifat kontinu di mana semakin lancar aliran produksi itu akan semakin baik.1. kerusakan. TOYOTA mengembangkan sistem Kanban untuk memindahkan material dalam suatu lingkungan yang terkontrol melalui pengendalian penggunaan bagianbagian (parts) itu. dapat diketahui bahwa untuk menghilangkan pemborosan. Dari Gambar 11. dll. Dengan demikian bagian-bagian yang cacat itu sejak awal telah disingkirkan secara otomatis.1. kesalahan-kesalahan. tidak membiarkan lolos sampai menjadi produk cacat yang merupakan pemborosan.2. dapat : tindakan pencegahan adalah lebih murah daripada pekerjaan 3. Prinsip kedua dicegah.

oleh karena itu sistem produksi JIT disebut juga sebagai sistem produksi Toyota. Kemudian membebani tenaga kerja yang tinggal untuk tetap mencapai tingkat produktivitas yang sama sebelum adanya pengurangan. Pengurangan tenaga kerja pada suatu divisi. Berkat TOYOTA. Beberapa manfaat yang diperoleh di perusahaan-perusahaan industri Amerika Serikat maupun Jepang. Toyota telah memperoleh pengakuan dunia industri tentang keberhasilannya mengurangi inventori sampai ke tingkat minimum (orientasi zero inventory). Pada kondisi itu.1 dibawah ini. pemasok tersebut dapat menerapkan strategi produksi JIT. Bahkan TOYOTA pernah menutup salah satu gudang pemasok (supplier¶s ware house) yang isinya menyimpan material untuk TOYOTA. Impian tentang inventori minimum dalam dunia industri telah menjadi kenyataan berkat jasa Toyota. para pekerja biasanya akan berusaha keras mencari gagasan baru agar target produksi atau produktivitas dapat dicapai.Material (Bahan Baku) 35-70 10-30 80-90 Persen (3-5 Tahunan tahun) 30-40 (1 . Contoh Penerapan Just In Time (JIT) Contoh penerapan strategi produksi JIT telah berhasil dilakukan oleh perusahaan TOYOTA di Jepang. bukan berarti pemecatan. dan mengangkut material tersebut langsung ke pabrik TOYOTA. meskipun pada masa awal masih dianggap sebagai suatu impian dalam dunia industri. TOYOTA merupakan salah satu perusahaan yang paling banyak meraih kentungan di Jepang. Tabel 12. IV. setelah menerapkan strategi produksi JIT dapat dilihat pada Tabel 12.Sistem produksi Toyota (JIT) yang dikemukakan diatas merupakan hasil dari proses evolusioner selama bertahun-tahun sejak mulai diterapkan pertama kali pada awad dekade tujuhpuluhan. Namun pihak manajemen belum merasa puas terhadap hasil kerja yang telah diraih itu. namun dipindahkan divisi lain atau tempat kerja lain untuk menciptakan unit kerja baru yang produktif. yang pada saat ini menduduki peringkat atas dalam daftar 200 perusahaan terbesar di Jepang.1 Ringkasan Manfaat Strategi Produksi Just-in-Time (JIT) Perbaikan Item Persen Agregat tahun) Reduksi Siklus Waktu Manufakturing Reduksi Inventori . Pihak manajemen TOYOTA seringkali melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja di suatu divisi.

Produksi akhir (barang jadi) Reduksi Ongkos Tenaga Kerja .Tak-langsung Reduksi Kebutuhan Ruang Reduksi Ongkos Kualitas Reduksi Ongkos Material 10-50 20-60 40-80 25-60 5-25 3-20 3-20 25-50 10-30 2-10 70-90 60-90 30-50 25-60 V.Langsung . Kaizen merupakan suatu kesatuan pandangan yanga komprehensif dan terintegrasi yang meliputi : y y y y y y y y y y y y y Berorientasi pada pelanggan Pengendalian mutu secara menyeluruh (Total Quality Management) Robotik Gugus Kendali Mutu Sistem Saran Otomatisasi Disiplin di Tempat Kerja Pemeliharaan produktivitas secara menyeluruh dan terpadu Kanban Penyempurnaan dan perbaikan mutu Tepat waktu Tanpa Cacat Kegiatan kelompok-kelompok kecil . Perbaikan Secara Terus-menerus (Kaizen) Kaizen adalah suatu istilah dalam bahasa Jepang yang dapat diartikan sebagai perbaikan secara terus-menerus (continous improvement)..Barang setengah jadi (Work-in-Process = WIP) .

. Tidak boleh ada hari yang lewat tanpa perbaikan ´.y y Hubungan kerjasama manajer dan karyawan Pengembangan produk baru Kaizen mempunyai semangat mengadakan perbaikan secara terus-menerus dan berkesinambungan dengan berpedoman pada semangat : ´ Hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. JIT in service Lean merupakan salah satu konsep dalam proses perbaikan di dunia manufaktur yang dikembangkan di jepang. dalam artikel ³going lean´. Salah satu fondasi dari konsep lean ini salah satunya adalah pemahaman tentang waste. a. The Kanban System c. Lean yang berarti kurus. sederhana kemudian dikembangkan menjadi sebuah sistem yang komprehensif oleh profesor teknik industri. ceking. Seven Waste b. yang dikenal dengan seven waste.

maksudnya adalah memproduksi produk yang melebihi yang dibutuhkan atau memproduksi lebih awal dari jadwal yang sudah buat. Di dalam Toyota Production System (TPS) terdapat tujuh waste dalam proses produksi yaitu (Liker.Seven Waste Untuk menciptakan proses produksi yang efektif dan efisien pemahaman terhadap ketiga operasi tersebut sangat penting. Waiting 3. artinya sedapat mungkin aktivitas tersebut dikurangi atau dihilangkan. Transport 4. Bentuk dari overproduction ini antara lain adalah . Unnecessary inventory 6. Hal utama yang menjadi perhatian adalah Non-Value adding dan Necessary but Non-Value adding. Dalam aktivitas tersebut seringkali menimbulkan waste. Pemborosan yang disebabkan produksi yang berlebihan. Overproduction 2. Unnecessary motion 7. 2004): 1. Inappropriate processing 5. Defects y Overproduction.

lampu dan lain-lain. Pemborosan karena menunggu untuk proses berikutnya. Defects. Gerakan tambahan untuk mengoperasikan suatu mesin. tumpukan WIP yang terlalu banyak. Sistem produksi JIT menggunakan aliran informasi berupa kanban yang berbentuk kartu atau peralatan lainnya seperti bendera. Inappropriate process. Kanban adalah suatu alat untuk mengendalikan produksi". Transport merupakan proses memindahkan material atau Work In Process dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja yang lainnya. . DEFINISI KANBAN Kanban dalam bahasa jepang berarti "Visual record or signal". Waiting ini juga mencakup operator dan mesin seperti kecepatan produksi mesin dalam stasiun kerja lebih cepat atau lambat dari pada stasiun yang lainnya. Transport. Waiting merupakan selang waktu ketika operator tidak menggunakan waktu untuk melakukan Value adding activity dikarenakan menunggu aliran produk dari proses sebelumnya (upstream).y y y y y y aliran produksi tidak lancar. Tingginya komplain dari konsumen. Berarti adalah produk yang rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi. Transport merupakan kegiatan yang penting akan tetapi tidak menambah nilai pada suatu produk. serta Inspeksi level yang sangat tinggi. Work In Process yang terlalu banyak antara proses satu dengan yang lainnya sehingga membutuhkan ruang yang banyak untuk menyimpannya. Unnecessary motion. Waiting. Target dan pencapain hasil produksi dari setiap bagian produksi kurang jelas. Sistem kanban adalah suatu sistem informasi yang secara harmonis mengendalikan "produksi produk yang diperlukan dalam jumlah yang diperlukan pada waktu yang diperlukan" dalam tiap proses manufakturing dan juga diantara perusahaan. Hal ini juga dapat terjadi dikarenakan layout produksi sehingga sering terjadi pergerakan yang kurang perlu dilakukan oleh operator. Maksudnya adalah Persediaan material yang terlalu banyak. Berarti adalah aktivitas/pergerakan yang kurang perlu yang dilakukan operator yang tidak menambah nilai dan memperlambat proses sehingga lead time menjadi lama. Baik menggunakan forklift maupun konveyor. Adanya variasi metode yang dikerjakan operator. yang digunakan dalam mengendalikan aliran-aliran material melalui sistem produksi JIT dengan menggunakan kartukartu untuk memerintahkan suatu work center memindahkan dan menghasilkan material atau komponen tertentu. terjadi ketika metode kerja atau urutan kerja (proses) yang digunakan dirasa kurang baik dan fleksibel. Menurut Taiichi Ohno. Berarti persediaan yang kurang perlu. Proses mencari komponen karena tidak terdeteksi tempat penyimpanannya. hal ini akan menyebabkan proses rework yang kurang efektif. kemungkinan pemborosan ini adalah buffer yang sangat tinggi. Inventory. Seven waste sekarang berkembang menjadi beberapa lagi. Hal ini juga dapat terjadi ketika proses yang ada belum standart sehingga kemungkinan produk yang rusak akan tinggi. Penambahan-penambahan tersebut dikarenakan semakin perkembangnya permasalahan yang terdapat di implementasi dunia industri.

yaitu: a. yaitu memungkinkan operasi produksi menyesuaikan diri dengan cepat terhadap fluktuasi permintaan harian dengan secara rata memproduksi bebrbagai jenis produk setiap hari dalam jumlah kecil dan memungkinkan tanggapan terhadap variasi dalam pesqnan pelanggan tiap hari tanpa menyadarkan diri pada persediaan produk. Fase Penyiapan Internal Fase dimana pekerja harus memusatkan perhatian pada pergantian cetakan. seperti dipesan oleh operasi dari suatu waktu siklus. 4. Fase Penyiapan Eksternal Yang terlebih daproses awal disiapkan adalah mal. Pembakuan Pekerjaan atau Operasi Operasi baku menunjukkan operasi rutin yang dilakukan oleh pekerja yang menangani berbagai jenis mesin sebagai pekerja fungsi ganda. Memperpendek Waktu Penyiapan Untuk memperpendek waktu penyiapan perlu dilakukan dua fase penyiapan. serta jika semua proses mencapai produksi sesuai dengan waktu siklus. Operasi baku rutin ini menunjukkan urutan proses . 3. pekerjaan di tiap proses akan berlangsung hanya bila pekerja itu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan padanya dalam eaktu siklus yang ditentukan. perlengkapan dan barang dalam pengolahan. Tata Letak Proses Menurut SPT. b. Pelancaran Produksi Pelancaran produksi adalah syarat yang paling penting untuk produksi dengan kanban dan untuk meminimalkan waktu mengganggur dalam hal tenaga kerja. tata letak proses dan mesin akan disusun kembali untuk melancarkan aliran produksi berdasarkan sistem Penanganan Proses Ganda (multi-proses holding) dimana pekerja menjadai pekerja fungsi ganda. pengimbangan antar berbagai akan membaik dan persediaan WIP dapat berkurang. Dalam suatu lini penanganan proses ganda. cetakan berikutnya dan bahan yang diperlukan. Dalam SPT. Pelancaran produksi memberikan beberapa keuntungan. Akibatnya masuknya tiap unit ke dalam lini diimbangi dengan selesainya unit produk akhir lainnya. peralatan dan bahan sesuai dengan perincian yang terdapat dalam pesanan berikutnya. penerapan sistem kanban didukung oleh persiapan-persiapan yang meliputi: 1. peralatan. 2. seorang pekerja menangani beberapa mesin dari berbagai proses satu per satu.y Persiapan Pra Kanban Sebelum melakukan sistem kanban perlu dilakukan persiapan-persiapan dengan baik.

Toyota telah mencapai popularitasnya di manufaktur dunia setelah menggunakan sistem just in time (JIT). Pemikiran dibalik itu adalah pengurangan biaya sehingga akan meningkatkan keuntungan. Untuk mencapai JIT sempurna. Perencanaan produksi perusahaan hanya diberikan kepada baris perakitan akhir. Karena itu pengendalian mutu harus selalu berdampingan dengan operasi JIT dalam seluruh sistem Kanban. Pengeliminasian ini secara langsung menjadi obat bagi pengeliminasian overproduksi. untuk mengindikasikan proses mana yang membutuhkan apa dan memungkinkan berbagai proses untuk dapat berkomunikasi secara efisien. Tiap karyawan mempunyai kesempatan untuk memberikan saran dan mengusulkan perbaikan lewat suatu gugus kecil yang disebut Gugus Kendali Mutu (GKM). sistem ini menciptakan rantai komunikasi dengan proses sebelumnya. Ketika mencapai proses sebelumnya untuk mengambil parts dan material. Keseimbangan lini dapat dicapai di antara pekerja dalam bagian ini karena setiap pekerja akan mengakhiri semua proses operasi sesuai waktu siklus. Persediaan yang berlebihan .yang harus dikerjakan oleh seorang pekerja dalam proses penanganan ganda di bagiannya. unit yang 100% bebas cacat harus mengalir ke proses berikut secara kontinu tanpa terputus. GKM adalah sekelompok kecil pekerja yang mempelajari konsep dan teknik kendali mutu secara spontan dan terus menerus untuk memberi pemecahan masalah di tempat kerja. Aktivitas Perbaikan Aktivitas perbaikan adalah suatu unsur pokok dari sistem produksi yang membuat sistem produksi sungguh-sungguh dapat bekerja dengan baik. Overproduksi 3. proses lanjutan harus mengikuti proses sebelumnya dalam mempersiapkan bagian dan material pada saatnya. 6. Pengurangan biaya dan peningkatan produktivitas dicapai melalui pengeliminasian berbagai waste seperti persediaan dan tenaga kerja yang berlebihan. Sistem kanban mempunyai tujuan sederhana untuk dicapai: eliminasi berbagai jenis waste yang merugikan perusahaan melalui peningkatan aktivitas. Untuk membuat sistem ini berjalan dengan baik. Sistem kanban dibuat untuk mengatasi kesulitan ini. 5. dan setiap proses secara otomatis mengetahui berapa dan kapan memproduksi parts dan material yang ditugaskan untuk diproduksi. Empat jenis waste dapat ditemukan dalam operasi manufaktur produksi: 1. Autonomasi Autonomasi berarti membuat suatu mekanisme untuk mencegah diproduksinya barang cacat secara masal pada mesin atau lini produk. Sumber daya produksi yang berlebihan 2.

dan mempunyai persediaan yang berlebihan mengarah ke beban bunga yang berlebihan. Investasi modal yang tidak perlu Pertama. material. peralatan. Contohnya: mempunyai tenaga kerja yang berlebihan akan mengarah ke biaya personil yang berlebihan. Overproduksi akan terus terjadi ketika operasi yang penting harus dihentikan. overproduksi. sumber daya produksi yang berlebihan menciptakan waste sekunder yaitu overproduksi. biaya material langsung. mempunyai fasilitas yang berlebihan maka biaya depresiasi yang berlebihan. termasuk: 1. Fungsi Kanban Kanban mempunyai dua fungsi utama yaitu sebagai pengendalian produksi dan sebagai sarana peningkatan produksi. waste dalam lapangan kerja manufaktur yang utama adalah adanya sumber daya produksi yang berlebihan . bahkan meluas . dan sebagainya. Tipe keempat ini adalah investasi modal yang tidak perlu. 2. Pekerjaan ekstra ini selanjutnya membuat overprodulsai menjadi tidak terlihat/invisible. Cara mengeliminir hal ini adalah dengan mempelajari bagaimana sistem kanban bekerja.4. hal-hal itu hanya akan meningkatkan biaya dan tidak mempunyai nilai. dan biaya overhead seperti: depresiasi. Dengan adanya sumber daya. 4. peralatan. dan persediaan yang berlebihan. Selanjutnya. komponen atau produk yang dibutuhkan akan datang pada saat dibutuhkan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan di seluruh workcenter yang ada di lantai produksi. dan lantai untuk mengangkut dan menyimpan persediaan. atau produk. FUNGSI KANBAN DAN ATURAN KANBAN 1. Membangun gudang untuk menyimpan persediaan ekstra Menyewa pekerja ekstra untuk mengangkut persediaan ke gudang baru Membeli pengangkut untuk setiap pengangkutan Menyewa petugas pengawas persediaan untuk bekerja di gudang yang baru Menyewa operator untuk memperbaiki persediaan yang rusak Menetapkan proses untuk memanajemenkan kondisi dan jumlah dari jenis persediaan yang berbeda 7. Persediaan ekstra membutuhkan lebih banyak tenaga kerja. 5. baik itu orang. 3. fasilitas. Fungsinya sebagai pengendali produksi diperoleh dengan menyatukan proses bersama dan mengembangkan suatu sistem yang tepat waktu sehingga bahan baku. penampakan akan tipe keempat dari waste akan muncul. Ini menciptakan jenis waste yang ketiga dalam manufaktur yaitu persediaan yang berlebihan. Ketika elemen-elemen ini terjadi dalam jumlah lebih dari yang diperlukan. sebagai jenis waste terburuk. listrik. biaya buruh langsung atau tidak langsung. dan persediaan yang berlebihan sepanjang waktu. menyewa orang untuk melakukan pengendalian persediaan yang terkomputerisasi Keempat sumber waste tesebut juga akan meningkatkan biaya administrasi. 6. yaitu: tenaga kerja.

tetapi juga informasi fisik dalam bentuk kartu kanban. Kanban yang dituliskan merupakan suatu alamat yang menginformasikan proses sebelum tempat penyimpanan komponen yang telah diolah. sedangkan kanban pemesanan produksi menspesifikasikan jenis dan jumlah produk dari proses sebelumnya ynag harus diproduksi. Perintah Kanban berlaku sebagai alat perintah antara produksi dan pengiriman. Menurut Yasuhiro Monden secara terperinci sistem kanban digunakan untuk melakukan fungsi sebagai berikut: 1. 3. 5. Dua jenis kanban yanmg biasa digunakan: kanban permintaan (withdrawal kanban) dan kanban pemesanan produksi (production-ordering kanban). Kanban adalah alat untuk mencapai produksi JIT(just in time). 2. Tingkat persediaan dapat dikurangi secara terkendali melalui pengurangan jumlah Kanban yang beredar selama proses produksi. Pengurangan Biaya Pengelolaan Sistem kanban juga berfungsi mengurangi biaya manajemen dengan membantu mengurangi jumlah perencanaan menjadi nol. Merupakan sebuah kartu yang biasanya ditaruh pada amplop vinyl rektangular. .sampai ke pemasok yang terkait dengan perusahaan. Perbaikan Proses dan Operasi Manual Penggunaan sistem kanban untuk membantu perbaikan operasi sangat dibutuhkan karena peningkatan produktivitas mengakibatkan perbaikan keuangan sehingga memperbaiki perusahaan secara keseluruhan. Sistem kanban merupakan mekanisme pengendalian diri sendiri sehingga memungkinkan tiap proses melakukan penyesuaian kecil terhadap pasokan untuk jadwal produksi bulanannya karena adanya fluktuasi permintaan bulanan. Sedangkan fungsinya sebagai sarana peningkatan produksi dapat diperoleh jika penerapannya dengan menggunkan pendekatan pengurangan tingkat persediaan. Pengendalian diri sendiri untuk mencegah over production. Kanban permintaan menspesifikasikan jenis dan jumlah produk di mana proses yang selanjutnya harus meminta dari proses sebelumnya. dan menginformasikan proses yang sesudah tempat komponen yang dibutuhkan. 4. Kanban pemesanan-produksi sering juga disebut Kanban dalam-proses atau hanya kanban produksi. Pengendalian Visual Sistem kanban barlaku sebagai alat untuk pengendalian visual karena bukan saja memberikan informasi numerik.

Jika .yaitu: kanban triangular dan kanban kanban penuntutan-material. maka kanban merupakan senjata yang sangat berbahaya dan kegunaan aslinya akan hilang. untuk menspesifikasikan lot produksi dalam diecasting. Aturan ini akan mungkin ditemui dengan banyak hambatan karena membutuhkan perubahan lengkap dari sistem produksi sebelumnya. Penghalusan produksi. bahkan jika aturan 1 diterapkan. Selanjutnya. perencanaan keseluruhan dari seluruh pabrik harus dibuat terlebih dahulu. Untuk membuat permintaan dari vendor/penyalur. produksi JIT tidak dapat dengan mudah dicapai karena sistem kanban semata-mata hanyalah alat dispatching untuk kegiatan produksi aktual setiap hari pada setiap proses. punchpress. dan yang terpenting adalah menerapkan aturan 1. atau forging process. Subkontraktor membutuhkan persediaan. Proses lanjutan harus menarik produk yang diperlukan dari proses sebelumnya dalam jumlah yang diperlukan pada waktu diperlukan. Penghalusan produksi atau peningkatan produksi harian. semua proses produksi dikombinasikan sehingga menjadi semacam baris pengangkutan.Jenis kanban yang lain juga ada. sedang kanban penuntutan-material menspesifikasikan titik pemesanankembali dari kebutuhan material. adalah kondisi yang diperlukan untuk suatu penarikan dan produksi lot-kecil dari proses yang berkelanjutan. Subaturan yang menjadi bagian dari aturan ini adalah: o o o Setiap penarikan tanpa melalui kanban harus dilarang Setiap penarikan yang lenih besar dari jumlah kanban harus dilarang Sebuah kanban harus selalu ditempelkan pada produk fisik. 2. dan tenaga manusia dalam jumlah besar untuk merespon permintaan yang berfluktuasi dari pemanufaktur. Aturan Kanban Untuk merealisasikan maksud JIT dari kanban. contohnya: hanya jika sistem kanban diterpakan untuk menarik parts dari perusahaan subkontrak luar. Keberhasilan penerapan aturan ini bergantung pada penjaminan pekerja bahwa sistem ini berguna dan mudah dijalankan. peralatan. aturan-aturan berikut harus diikuti: 1. sebuah sinyal kanban dipergunakan. Penyeimbangan dari waktu produksi pada kesemua proses akan dipelihara dengan mengamati secara ketat kedua aturan ini. Sebelum memasuki fase dispatching pekerjaan dengan kanban. Ada dua jenis sinyal kanban. Kanban penyalur berisi petunjuk permintaan penyalur subkontrak mana yang akan mengantarkan suku cadang. digunakan kanban penyalur (supplier kanban). Proses sebelumnya harus memproduksi produknya dalam jumlah yang ditarik oleh proses selanjutnya Ketika aturan kanban 1 dan 2 diamati. Bagaimanapun. Kanban triangular dibuat dari bahan logam dan lumayan berat.

maka proses selanjutnya dengan sendirinya membuat baris berhenti karena tidak ada unit ekstra dari persediaan dan mengirim bagian yang rusak ke proses sebelumnya. ketika permintaan rata-rata harian telah meningkat. Perusahaan yang menggunakan sistem kanban. Jika beberapa bagian rusak ditemui. tidak mengeluarkan produksi rinci secara simultan ke proses sebelumnya selama sebulan. tetapi keseimbangan di antara proses tetap dijaga. di lain pihak. Juga. maka dari itu. Sistem pengendalian terpusat biasa menentukan jadual produksi dan mengeluarkan proses produksi simultan. Maka dari itu. 5. salah satu dari syarat mutalk sistem kanban. Sebagai hasilnya. Produk yang rusak jangan pernah dikumpulkan ke proses selanjutnya o o Sistem kanban itu akan hancur dengan sendirinya kecuali aturan ketiga dipatuhi.masalah timbul pada proses manapun. Baris pemberhentian seperti ini dari proses selanjutnya adalah sangat jelas dan terlihat oleh setiap orang. Jumlah kanban harus diminimisasi Karena jumlah kanban mencerminkan persediaan maksimum dari part. produksinya harus mengikuti urutan asli di mana setiap jenis kanban telah diantarkan 3..interval waktu bagi komputer untuk mengcompile dan mengkalkulasi data terbaru. Standardisasi dari pekerjaan. maka dari itu. menumbuk perubahan kebutuhan produksi. operasi yang rusak harus dieliminasi untuk menjamin penarikan ritmik dari proses sebelumnya. Sebagai hasilnya. Kanban harus digunakan untuk mengadaptasi fluktuasi permintaan yang kecil Pemasangan produksi secara baik dengan kanban mengacu kepada sifat yang paling menarik dari sistem kanban: Kemampuan adaptasi pada perubahan permintaan yang mendadak atau produksi darurat. Hanya baris akhir perakitan yang menerima jadual . Jumlah total dari setiap kanban diusahakan tetap. Ini membutuhkan penurunan waktu siklus dari operasi standar rutin dengan penyesuaian perubahan alokasi pekerja. berbagai produksi akan menghadapi pemutusan dari waktu ke waktu. perubahan permintaan yang tidak diperkirakan. 4. keseluruhan proses mungkin berhenti. persediaan yang disimpan oleh setiap proses sebelumnya akan terminimisasi. maka harus diusahakan sekecil mungkin. perubahan permintaan yang mendadak akan membutuhkan sedikitnya tujuh sampai sepuluh hari interval sebelum jadual dapat diperbaharui dan dikeluarkan ke pabrik. Perusahaan yang tidak menggunakan sistem kanban akan kekurangan wahana untuk bertindak atas hal itu. setiap proses hanya bisa mengetahui apa yang diproduksi ketika kanban pemesanan-produksi dilepaskan dari kontainer pada penyimpanannya. lead time harus dikurangi. sistem produksi Toyota adalah struktur yang merealisasikan suatu baris pengangkutan yang ideal dan kanban sebagai sarana yang menghubungkan semua proses. Subaturan untuk aturan kedua adalah: Produksi lebih besar dari jumlah pada lembar kanban harus dilarang Ketika berbagai bagian parts akan diproduksi pada proses sebelumnya. Maka dari itu. Masalah ini akan membentuk proses yang produksi yang kurang halus.

perbandingan ini dapat di balik pada akhir hari. 6. Merangsang timbulnya inisiatif tenaga kerja di lapangan Sebagai alat pengendali informasi Mengendalikan persediaan Menambah rasa memiliki di antara pekerja Menyederhanakan mekanisme manajemen kerja Memungkin manajemen kerja secara visual di lapangan Model Kanban Formula Jumlah Kanban: (Jumlah Kanban) = (permintaan rata-rata selama lead time) + (safety stock) (kapasitas kontainer) . 2. 3. 4. meskipun perencaan bulanan yang ditentukan sebelumnya meminta pembuatan enam unit A dan empat unit B sehari.rangkaian untuk produksi harian dan jadual ini ditampilkan pada komputer yang menspesifikasikan tiap unit yang akan dirakit berikutnya. 5. Sebagai hasilnya. Fungsi Kanban Fungsi kanban dapat dijabarkan sebagai berikut: 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->