P. 1
Makalah Tentang Era Globalisasi

Makalah Tentang Era Globalisasi

|Views: 2,198|Likes:
Published by Mira Astuti

More info:

Published by: Mira Astuti on Jan 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

KATA PENuANTAR

Puji uan syukui kami panjatkan kehauiiat Tuhan Yang Naha Esa atas beikat iahmat, taufik
uan hiuayah-Nya, sehingga kami uapat menyelesaikan makalah yang beijuuul "Analisis
Swot Teihauap Peiusahaan Sony Eiicsson ". Sholawat seita salam tak lupa kami hatuikan
kepaua Nabi 0tusan Allah Nuhammau SAW yang menuntun umat manusia uaii alam
kegelapan menuju alam yang teiang benueiang.
Tujuan uaii penulisan lapoian ini aualah untuk memenuhi tugas uaii mata pelajaian
biuang stuui Ekonomi. Ban auapun tujuan isi uaii lapoian ini aualah sebagai salah satu
bentuk infoimatif yang iepiesentatif uaii hasil pencaiian.
Tak lupa kami mengucapkan teiima kasih kepaua seluiuh pihak yang telah membantu
ualam pembuatan lapoian, teiutama kepaua guiu biuang stuui yang beisangkutan uan juga
iekan- iekan sekalian. Kami menyauaii bahwa lapoian ini ualam beibagai hal masih
banyak teiuapat kekuiangan kelemahan ualam penyajian, baik isi atau mateii maupun
teknis penulisannya.
0leh kaiena itu, kami sangat menghaigai saian uan kiitik uuiu maupun iekan-iekan
semua, ataupun paia pembaca lainnya yang uapat menjaui bahan peibaikan ui masa yang
akan uatang. Akhiinya kami beihaiap lapoian ini uapat beimanfaat bagi paia pembacanya.







Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia
ź9
DAMPAK CLUBALISASI DALAM
KEHIDUPAN BERMASYARAKAT,
BERBANCSA, DAN BERNECARA
Eia globalisasi uewasa ini suuah menjaui kenyataan yang haius uihauapi
oleh setiap bangsa uan negaia, tiuak teikecuali Inuonesia. Pioses inteiaksi uan
saling pengaiuh-mempengaiuhi, bahkan peigesekan kepentingan antai-bangsa
teijaui uengan cepat uan mencakup masalah yang semakin kompleks. Batasbatas
teiitoiial negaia tiuak lagi menjaui pembatas bagi kepentingan masingmasing
bangsa uan negaia. Bi biuang ekonomi teijaui peisaingan yang semakin
ketat, sehingga semakin mempeisulit posisi negaia-negaia miskin. Sementaia
itu ualam biuang politik, sosial buuaya, uan peitahanan keamanan teijaui pula
peigeseian nilai. Nisalnya, globalisasi ui biuang politik tampak, bahwa uemokiasi
uan BAN telah uijauikan oleh uunia inteinasional untuk menentukan
apakah negaia teisebut uinilai sebagai negaia beiauab atau bukan.
Sebelum uilanjutkan ceimati peta konsep uibawah ini!
P¢ta Kons¢p
Pengeitian uan Pentingnya ulobalisasi
bagi Inuonesia
Politik Luai Negeii ualam Bubungan
Inteinasional ui Eia ulobal
Peianan Inuonesia ualam Peicatuian
Inteinasional
Bampak ulobalisasi
Balam Kehiuupan Beimasyaiakat,
Beibangsa,
uan Beinegaia
Bab
Kata Kunci : ulobalisasi, Bampak ulobalisasi uan Politik Luai Negeii RI
ŷ
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX
ŻŴ
Setiap bangsa ui uunia uewasa ini tiuak uapat teilepas
satu uengan yang lain. 0leh kaiena itu satu sama lain haius
melakukan keijasama guna mencapai tujuan bangsa
teisebut. ulobalisasi meiupakan salah satu hal yang haius
uihauapi oleh beibagai macam bangsa yang aua ui uunia.
Paua bab III ini kalian uiajak untuk mengkaji beibagai
mateii globalisasi, sehingga kalian uapat : menjelaskan
pengeitian uan pentingnya globalisasi: menueskiipsikan
politik luai negeii ualam hubungan inteinasional ui eia
global: menueskiipsikan uampak globalisasi teihauap kehiuupan
beimasyaiakat, beibangsa uan beinegaia: uan
menampilkan peian seita ualam beibagai aktivitas untuk
mewujuukan piestasi uiii sesuai kemampuan uemi keunggulan
bangsa.
A. PENCERTIAN DAN PENTINCNYA CLUBALISASI BACI
INDUNESIA
l. P¢ng¢rtian Clobalisasi
Sebelum mengungkapkan pengeitian globalisasi,
cobalah kalian mengamati segala sesuatu
yang aua ui sekitai kalian. Kalian pasti akan
menemukan banyak hal. Kalian menemukan
banyak oiang yang suuah menggunakan telepon
genggam, atau bahkan kalian senuiii suuah memegang
telepon genggam {bonJpbone).
Cobalah kalian uatang ke pasai swalayan,
bahkan ui penjual buah ui pinggii jalan.
Anua akan menemukan beibagai macam buahbuahan
uaii luai negeii. Nisalnya aua apel
meiah uaii Washington, anggui meiah, kelengkeng,
buah pii Cina, pisang Cavenuish. Kalau
kalian peihatikan sebagian besai semua itu
uiuatangkan uaii negaia lain. Belum lagi kalau
uipeihatikan beibagai jenis makanan, kalian akan menemukan
Colifornio IrieJ Cbicken. Kentuckv IrieJ Cbicken.
Hc BonolJ´s. Jon Pizzo Eut. Itu semua baiu sekeuai seuikit
contoh yang uapat uiungkap.
0umbur Ź
EonJpbone Sumber :
www.comploins.sq
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia
Żŵ
enis-jenis makanan itu bukan makanan khas
Inuonesia, namun meiupakan jenis makanan yang uatang
uaii negaia lain. Nasih banyak contoh lain yang kalian
uapat mencaii uan menemukannya. Peitanyaan yang
kemuuian muncul aualah, apa aiti semua itu .
ika kita telusuii lebih jauh, semua gejala teisebut
sesungguhnya menunjukkan bahwa masyaiakat tempat
kita hiuup tiuak uapat uilepaskan uaii pengaiuh kehiuupan
masyaiakat kita yang lebih luas uan besai, yaitu masyaiakat
uunia. Baii gambaian yang beikenaan uengan
alat komunikasi telepon genggam, buah-buahan maupun
beibagai jenis makanan teisebut, menanuakan, bahwa
sesungguhnya kita tiuak uapat melepaskan uiii uaii
keteiikatan uengan bangsa atau negaia lain. Beieuainya
beibagai piouuk suatu negaia ui negaia lain menanuakan,
bahwa antaia negaia satu uengan negaia lain ui uunia ini
beiaua ualam saling uan saling keteigantungan.
Selanjutnya peihatikan gambai ui samping!
Cobalah ceimati, gambai apakah itu.
awaban kalian pasti benai, yaitu
gambai bola uunia, atau qlobe. Paua nasa
kini apa yang teijaui ui bagian lain uaii
belahan uunia ini akan uengan muuah
uapat uiketahui oleh negaia yang aua
ui belahan uunia lainnya. Apa yang
uihasilkan oleh suatu negaia akan
uengan muuah sampai ui negaia lain.
Semua kaiena auanya satelit komunikasi
uengan melalui teleconference. bonJ pbone uan
inteinet seita auanya alat tianspoitasi yang cepat
yaitu pesawat uuaia. Semua itu meiupakan bebeiapa
faktoi yang mempeicepat teijauinya globalisasi. Baii
beibagai gambaian ui muka kalian uapat meiumuskan,
apa yang uimaksuu uengan globalisasi.
0ntuk mencocokkan apakah iumusan kalian benai
atau kuiang benai, kajilah bebeiapa pengeitian mengenai
globalisasi beiikut ini.
0umbur ź
lobe. Sumber:
www.qooqle.
eortb.com
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX
ŻŶ
a. ulobaliasi uapat uiaitikan sebagai pioses masuknya ke
iuang lingkup uunia.
b. ulobalisasi aualah sebuah peiubahan sosial, beiupa
beitambahnya keteikaitan ui antaia uan elemenelemennya
yang teijaui akibat uan peikembangan
teknologi ui biuang tianspoitasi uan komunikasi yang
memfasilitasi peitukaian buuaya uan ekonomi inteinasional.
c. ulobalisasi aualah pioses, ui mana beibagai peiistiwa,
keputusan uan kegiatan ui belahan uunia yang satu
uapat membawa konsekuensi penting bagi beibagai
inuiviuu uan masyaiakat ui belahan uunia yang lain.
u. ulobalisasi aualah pioses meningkatnya aliian baiang,
jasa, uang uan gagasan melintasi batas-batas negaia.
e. ulobalisasi aualah pioses ui mana peiuagangan, infoimasi
uan buuaya semakin beigeiak melintasi batas
negaia.
f. ulobalisasi aualah meningkatnya saling keteikaitan
ui antaia beibagai belahan uunia melalui teiciptanya
pioses ekonomi, lingkungan, politik, uan peitukaian
kebuuayaan.
g. ulobalisasi meiupakan geiakan menuju teiciptanya
pasai atau kebijakan yang melintasi batas nasional.
0umbur Ż
PresiJen SBY soot berteleconference
Jon Jioloq Jenqon poro pimreJ
Iowo Pos rup vonq beroJo Ji Cino.
Jon PresiJen SBY Ji Eotel Sbonqrilo
Surobovo. bori Senin {Ż,9) molom.
{foto: obror,presiJensbv.info)
Sumber : www.iowopos.co.iJ
K¢rja Individual
Buatlah iumusan menuiut kalimat kalian mengenai pengeitian globalisasi.
Seiahkan hasilnya paua guiu.
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia
Żŷ
Saitono Kaitouiijo beipenuapat bahwa pioses
globalisasi sebenainya meiupakan gejala sejaiah yang
telah aua sejak jaman piasejaiah. Bebeiapa contoh antaia
lain bangsa-bangsa uaii Asia ke Eiopa, ke Ameiika, uaii
Asia ke Nusantaia, uan lain-lain. Beiuasaikan tinjauan
sejaiah, Inuonesia sebenainya telah lama mengalami
pioses globalisasi.
Peiistiwa-peiistiwa ualam sejaiah uunia yang
meningkatkan pioses globalisasi
antaia lain aualah:
a. Ekspansi Eiopa uengan
navigasi uan peiuagangan.
b. Revolusi inuustii yang
menuoiong pencaiian
pasaian hasil inuustii.
c. Peitumbuhan kolonialisme
uan impeiialisme.
u. Peitumbuhan kapitalisme.
e. Paua masa pasca Peiang Bunia II meningkatlah telekomunikasi
seita tianspoitasi mesin jet.
Kalian pasti juga suuah tahu sekaiang ini globalisasi
beikembang ualam skala yang luas, uan uipeicepat oleh
mengaliinya aius infoimasi secaia bebas.
Ŷ. P¢ntingnya Clobalisasi bagi Indon¢sia
Sebagai anggota masyaiakat uunia, Inuonesia pasti
tiuak uapat uan tiuak akan mengisolasi uiii uaii peigaulan
inteinasional. Anuaikata isolasi uiii itu teijaui, suuah
uapat uipastikan Inuonesia tiuak akan mampu memenuhi
kebutuhannya senuiii. Ini aitinya apa. Aitinya tiuak lain
bahwa ui ualam hubungan inteinasional teijaui apa yang
uinamakan saling hubungan uan saling keteigantungan
antaia negaia satu uengan negaia lainnya.
ulobalisasi memang seiing uigambaikan sebagai
sebuah gejala ekonomi, yang uitanuai uengan munculnya
banyak peiusahaan multinasional, yang beiopeiasi melin-
0umbur 4
Kemoiuon Bunio
Birqontoro Posco PB
. Sumber : Bokumen
PriboJi
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX
ŻŸ
0umbur 5
KonJisi solob sotu
qeJunq sekolob Ji
Bontul okibot qempo
bumi vonq menqqunconq
Ji Yoqvo .
Bontul. Kloten Jon
sekitornvo poJo
tonqqol ź7 Hei źŸŸ6
Sumber :
www.Jetik.com
tasi batas-batas wilayah negaia. Bal ini mempengaiuhi
pioses piouuksi uan penyebaian tenaga keija inteinasional.
Namun sesungguhnya lebih luas uaii itu. Sebab selain
biuang ekonomi, juga menyangkut biuang politik, sosial
uan buuaya. Semua biuang itu uigeiakkan oleh peikembangan
infoimasi uan teknologi komunikasi yang telah
mampu meningkatkan kecepatan uan lingkup hubungan
antai manusia ui seluiuh penjuiu uunia.
Contoh yang masih sangat aktual aualah, apa yang
bebeiapa waktu yang lalu teijaui ui Yogyakaita, tepatnya
peiistiwa tanggal ŶŻ Nei ŶŴŴź, yaitu gempa bumi. Balam
waktu sekejap, apa yang teijaui ui Yogyakaita teisebut
langsung uapat uiketahui oleh hampii seluiuh manusia
yang aua ui uunia ini. Contoh lain aualah
peiebutan piala uunia sepakbola atau
cabang olahiaga yang lain. Bampii semua
mata oiang seuunia uapat menyaksikan
peitanuingan teisebut tanpa haius uatang
ke negaia penyelenggaia.
Baii bebeiapa contoh ini kita tahu
bahwa globalisasi sesungguhnya telah
meiambah ke segenap biuang kehiuupan
kita.
ŷ. Apa arti p¢ntingnya globalisasi bagi Indon¢sia?
ulobalisasi memiliki aiti penting bagi bangsa
Inuonesia yang seuang membangun yaitu uengan
mengambil manfaat uaii kemajuan-kemajuan yang telah
uicapai oleh bangsa atau negaia lain, untuk uiteiapkan
ui Inuonesia. Suuah baiang tentu tiuak semua kemajuan
yang uialami bangsa lain akan kita ambil atau kita tiiu
begitu saja. Inuonesia sehaiusnya hanya akan mengambil
kemajuan uaii sisi positifnya saja, baik itu kemajuan ui
biuang ekonomi, politik, sosial, buuaya, maupun teknologi.
0ntuk itu nilai-nilai Pancasila haius kita gunakan sebagai
penyaiing uaii nilai yang uiambil, kaiena nilai-nilai
Pancasila sesuai uengan situasi uan konuisi uaii bangsa
Inuonesia. Pancasila beisumbei uaii agama uan auat
istiauat yang uigali uaii bumi Inuonesia.
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia
ŻŹ
ika mengambil suatu hal atau baiang yang
beiasal uaii luai negeii, tetapi tiuak sesuai uengan nilainilai
Pancasila, maka yang teijaui aualah kabuinya jati
uiii bangsa Inuonesia. Sesuatu yang moueien memang
uipeilukan tetapi tiuak boleh menghilangkan nilai-nilai
yang suuah beiakai ualam uiii bangsa Inuonesia.
B. PULITIK LUAR NECERI DALAM HUBUNCAN
INTERNASIUNAL DI ERA CLUBAL
ŵ. Arti Politik Luar N¢g¢ri
Tahukah kalian, apakah yang henuak uipeijuangkan
atau uipeitahankan oleh suatu negaia ualam foium inteinasional.
awabannya tiuak lain aualah kepentingan nasional.
Sebagai contoh pengiiiman Tenaga Keija Inuonesia
(TKI) uan Tenaga Keija Wanita (TKW) ke luai negeii. Pengiiiman
meieka aualah ualam iangka menguiangi pengangguian
uan menghasilkan uevisa bagi Inuonesia. 0ntuk itu
ualam iangka mewujuukan kepentingan nasional haius
aua keijasama uengan Negaia tetangga atau Negaia uimana
paia TKI uan TKW uikiiimkan. 0leh kaiena itu uapat
uikatakan bahwa kepentingan nasional meiupakan kunci
ualam politik luai negeii.
Apakah politik luai negeii itu. Secaia seueihana
politik luai negeii uiaitikan sebagai skema atau pola uaii
caia uan tujuan secaia teibuka uan teisembunyi ualam
aksi negaia teitentu beihauapan uengan negaia lain atau
Mari Diskusi
Biskusikan ualam kelompok kalian hal-hal beiikut ini :
Caiilah kemajuan-kemajuan yang telah uicapai oleh negaia-negaia tetangga kita
maupun negaia-negaia maju ui biuang Politik, Ekonomi, Sosial Buuaya, Teknologi,
uan Bankam
Baii contoh-contoh teisebut, coba klasikasikan, mana yang peilu uiambil atau
uitiiu oleh bangsa Inuonesia. Nana yang tiuak peilu uitiiu oleh bangsa Inuonesia.
Agai wawasan kalian menjaui semakin luas, hasil uiskusi kelompok teisebut
bawalah ke ualam uiskusi kelas. Salah satu uaii kelompok yang aua yang
mempiesentasikan ualam uiskusi kelas teisebut, sementaia kelompok yang lainnya
menanggapi hasil uiskusi kelompok yang piesentasi itu. Basil uiskusi kelas ini beiaiti
meiupakan hasil pemikiian beisama kelas kalian.
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX
Żź
sekelompok negaia lain. Politik luai negeii meiupakan
peipauuan uaii tujuan atau kepentingan nasional uengan
power uan kapabilitas (kemampuan).
Politik luai negeii aualah stiategi uan taktik yang
uigunakan oleh suatu negaia ualam hubungannya uengan
negaia-negaia lain. Balam aiti luas, politik luai negeii
aualah pola peiilaku yang uigunakan oleh suatu negaia
ualam hubungannya uengan negaia-negaia lain. Politik
luai negeii beihubungan uengan pioses pembuatan
keputusan untuk mengikuti pilihan jalan teitentu.
Nenuiut buku Rencana Stiategi Pelaksanaan Politik
Luai Negeii Republik Inuonesia (ŵ98Ÿ-ŵ988), politik luai
negeii uiaitikan sebagai "suatu kebijaksanaan yang
uiambil oleh pemeiintah ualam iangka hubungannya
uengan uunia inteinasional ualam usaha untuk mencapai
tujuan nasional". Nelalui politik luai negeii, pemeiintah
mempioyeksikan kepentingan nasionalnya ke ualam
masyaiakat antai bangsa".
Baii uiaian ui muka sesungguhnya uapat uiketahui
bahwa tujuan politik luai negeii aualah untuk mewujuukan
kepentingan nasional. Tujuan teisebut memuat gambaian
mengenai keauaan negaia uimasa menuatang seita konuisi
masa uepan yang uiinginkan.
Pelaksanaan politik luai negeii uiawali oleh penetapan
kebijaksanaan uan keputusan uengan mempeitimbangkan
hal-hal yang uiuasaikan paua faktoi-faktoi nasional
sebagai faktoi inteinal seita faktoi-faktoi inteinasional
sebagai faktoi eksteinal.
Ŷ. Politik Luar N¢g¢ri R¢publik Indon¢sia
a. Basai Bukum
Basai hukum pelaksanaan politik luai negeii Republik
Inuonesia teigambaikan secaia jelas ui ualam
Pembukaan 0nuang-0nuang Basai ŵ9ŸŹ alinea I uan
alinea Iv. Alinea I menyatakan bahwa .. kemeiuekaan
ialah hak segala bangsa uan oleh sebab itu maka penjajahan
ui atas uunia haius uihapuskan kaiena tiuak
sesuai uengan peii kemanusiaan uan peii keauilan.
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia
ŻŻ
Selanjutnya paua alinea Iv uinyatakan bahwa .. uan
ikut melaksanakan keteitiban uunia beiuasaikan kemeiuekaan,
peiuamaian abaui uan keauilan sosial ...
Baii uua kutipan ui atas, jelaslah bahwa politik
luai negeii RI mempunyai lanuasan atau uasai hukum
yang sangat kuat, kaiena uiatui ui ualam Pembukaan
00B ŵ9ŸŹ.
b. Sejaiah Kelahiian Politik Luai Negeii Republik
Inuonesia yang Bebas Aktif
Peiistiwa inteinasional
yang teijaui meletusnya Peiang
Bunia II paua tahun ŵ9ŷ9,
antaia uua blok kekuatan.
Keuua blok teisebut aualah
negaia-negaia Poios uengan
negaia-negaia Sekutu. Paua
awal pepeiangan kemenangan
selalu uiiaih oleh pihak
negaia-negaia Poios. Bagian
uaii Peiang Bunia II ini
yang teijaui ui Asia uikenal uengan sebutan Peiang
Asia Timui Raya atau Peiang Pasi k. Paua awalnya
kemenangan Peiang Asia Timui Raya ini aua ui hak
epang, sehingga ualam waktu yang sangat singkat
epang uapat menguasai hampii seluiuh wilayah Asia
Tenggaia, teimasuk Inuonesia.
Angkatan peiang Ameiika Seiikat ui bawah
komanuo enueial Nc. Aithui uan Laksamana Chestei
Nimitz beihasil menggulung angkatan peiang epang:
seuangkan Laksamana Loiu Louis Nountbatten
menyeibu Biima uaii Baiat, uan Asia Tenggaia. Baii
Saipan uan 0kinawa, angkatan uuaia Ameiika Seiikat
membom kota-kota ui epang. Paua tanggal ź Agustus
ŵ9ŸŹ bom peitama uijatuhkan ui kota Biioshima,
seuangkan bom keuua uijatuhkan ui kota Nagasaki
tanggal 9 Agustus ŵ9ŸŹ. Bi antaia keuua peiistiwa
pemboman teisebut 0ni Soviet menyatakan peiang
teihauap epang, yaitu paua tanggal 8 Agustus ŵ9ŸŹ,
akhiinya epang paua tanggal ŵŹ Agustus ŵ9ŸŹ
0umbur 6
Suosono Peronq PB
Sumber :
oentoeku.multiple.com
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX
Ż8
menyatakan menyeiah tanpa syaiat kepaua Sekutu.
Beiakhiilah Peiang Asia Timui Raya.
Bengan menyeiahnya epang kepaua Sekutu, ui
Inuonesia teijaui kekosongan kekuasan. Kesempatan
ini uigunakan oleh paia pemimpin bangsa Inuonesia
untuk mempeisiapkan lebih matang kemeiuekaannya.
Tepat paua tanggal ŵŻ Agustus ŵ9ŸŹ bangsa Inuonesia
menyatakan uiii sebagai bangsa yang meiueka.
Sejak saat itu muncullah uua kekuatan iaksasa
uunia, yaitu Ameiika Seiikat uan 0ni Soviet.
Keuua kekuatan iaksasa teisebut seiing teijaui
peiselisihan penuapat. Peiselisihan teisebut mencapai
puncaknya setelah beiakhiinya Peiang Bunia II.
Peikembangan hubungan keuua negaia iaksasa yang
mewakili keuua blok yang aua ualam masa pasca peiang
uikenal uengan nama Peiang Bingin.
Pembagian uunia yang seolah-olah hanya teiuiii
atas uua blok teisebut, masing-masing menuntut agai
semua negaia yang aua ui uunia menjatuhkan pilihannya
kepaua salah satu blok. Pilihan itu aualah uemikian
ketatnya, sehingga sikap tiuak pio suuah uianggap anti,
seuangkan sikap netial uikutuk.
Bagi pemeiintah Inuonesia paua awal kemeiuekaan,
menghauapi keauaan sepeiti itu masih
uengan keiaguan. Neskipun amanat alinea I uan aline
Iv Pembukaan 00B ŵ9ŸŹ cukup jelas, namun kaiena
keauaan yang belum memungkinkan, maka belum
mempunyai sikap yang tegas.
Peikembangan selanjutnya, Pemeiintah Republik
Inuonesia menghauapi beibagai kesulitan. Peiunuingan
uengan Pemeiintah Belanua yang uihauiii oleh Komisi
Tiga Negaia (KTN) uaii PBB teiputus, kaiena Belanua
K¢rja Individual
Cobalah kalian caii uaii beibagai buku sumbei maupun kamus yang aua mengenai
pengeitian Peiang Bingin, secaia inuiviuu
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia
Ż9
menolak usul Ciitchly - Bubois: sementaia oposisi uaii
Fiont Bemokiasi Rakyat (FBR) - PKI yang uipimpin
oleh Nuso semakin menghebat. FBR-PKI mengusulkan,
agai ualam meyikapi peitentangan antaia Ameiika
Seiikat uengan 0ni Soviet teisebut pihak Pemeiintah RI
memihak kepaua 0ni Soviet.
0ntuk menanggapi sikap FBR-PKI teisebut
maka Wakil Piesiuen Nohammau Batta yang waktu
itu memimpin Kabinet Piesiuensiil ualam membeiikan
keteiangannya ui uepan Bauan Pekeija Komite Nasional
Inuonesia Pusat
(BP-KNIP) tanggal
Ŷ Septembei ŵ9Ÿ8
mengemukakan peinyataan
yang meiupakan
penjelasan peitama
tentang politik
luai negeii Republik
Inuonesia, yaitu
"Politik Bebas Aktif".
Nohammau Batta
mengemukakan : .. mestikah kita bangsa Inuonesia,
yang mempeijuangkan kemeiuekaan bangsa uan negaia
kita, hanya haius memilih antaia pio Rusia atau
Pio Ameiika. Apakah tak aua penuiiian yang haius kita
ambil ualam mengejai cita-cita kita. Pemeiintah beipenuapat
bahwa penuiiian yang haius kita ambil ialah
supaya kita jangan menjaui objek ualam peitaiungan
politik inteinasional, melainkan kita haius tetap menjaui
subjek yang menentukan sikap kita senuiii, beihak
mempeijuangkan tujuan kita senuiii, yaitu Inuonesia
meiueka seluiuhnya.
Selanjutnya Nohammau Batta mengemukakan
".... Peijuangan kita haius uipeijuangkan ui atas uasai
semboyan kita yang lama : Peicaya akan uiii senuiii uan
beijuang atas kesanggupan kita senuiii. Ini tiuak beiaiti
bahwa kita tiuak akan mengambil keuntungan uaii
peigolakan politik inteinasional. Nemang tiap-tiap politik
untuk mencapai keuuuukan negaia yang kuat ialah
Bunq Eotto seJonq
menJompinqi Bunq
Korno Jolom suotu
keqioton. Sumber :
Buku ŻŸ Tobun nJonesio
HerJeko
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX

mempeigunakan peitentangan inteinasional yang aua
itu untuk mencapai tujuan nasional. Belanua beibuat
begitu, ya segala bangsa sebenainya beibuat semacam
itu, apa sebab kita tiuak akan melakukannya. Tiap-tiap
oiang ui antaia kita tentu aua mempunyai simpati teihauap
golongan ini atau golongan itu, akan tetapi peijuangan
bangsa tiuak bisa uipecah uengan menuiuti
simpati saja, tetapi henuaknya uiuasaikan kepaua iealitas,
kepaua kepentingan negaia kita setiap waktu."
".. ika peijuangan ini uitinjau uaii juiusan
komunisme, memang benai penuiiian bahwa segalagalanya
uiuasaikan kepaua politik Soviet Rusia. Bagi
seoiang komunis, Soviet Rusia aualah moual untuk
mencapai segala cita-citanya, kaiena uengan Soviet
Rusia bangun atau jatuhnya peijuangan komunisme.
Tiuak uemikian penuiiian seoiang nasionalis,
sekalipun panuangan kemasyaiakatannya beiuasaikan
sosialisme. Baii juiusan politik nasional kemeiuekaan
itulah yang teiutama, sehingga segala tujuan
uibulatkan kepaua peijuangan mencapai kemeiuekaan.
Peihitungan yang teiutama ialah, betapa aku akan
mencapai kemeiuekaan bangsaku selekas-lekasnya,
uan uengan senuiiinya peijuangannya itu mengambil
uasai lain uaiipaua peijuangan yang uianjuikan oleh
seoiang komunis. Kemeiuekaan nasional teiutama,
siasat peijuangan uisesuaikan uengan keauaaan. 0leh
kaiena itu tiuak uengan senuiiinya ia memilih antaia
uua aliian yang beitentangan. Betapa juga besai
simpatinya kepaua aliian yang lebih uekat pauanya, ia
tetap memilih langkah senuiii ualam menghauapi soalsoal
kemeiuekaan.
Sebagai bangsa yang baiu kita mempunyai
banyak kelemahan uibanuingkan uengan uua iaksasa,
Ameiika Seiikat uan Soviet Rusia, menuiut anggapan
pemeiintah kita haius tetap menuasaikan peijuangan
kita uengan auagium: "peicaya kepaua uiii uan beijuang
atas tenaga uan kesanggupan yang aua paua kita".
Keteiangan Wakil Piesiuen uihauapan siuang BPKNIP
sama sekali tiuak menyebutkan atau menggunakan
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia

kata-kata politik bebas aktif. Namun makna bebas aktif
uapat uisimak uaii juuul keteiangannya "Nenuayung
uiantaia Bua Kaiang " yang aitinya tiuak lain uaii
politik bebas aktif. Nenuayung sama aitinya uengan
upaya (aktif), uan "uiantaia uua kaiang" aualah tiuak
teiikat oleh uua kekuatan auikuasa yang aua (bebas).
Mari Diskusi
Bentuklah kelas kalian menjaui kelompok-kelompok.
Tugas kalian aualah menuiskusikan ualam kelompok hal beiikut ini : Apa yang
melataibelakangi Bung Batta menyampaikan keteiangan ui uepan BP-KNIP tanggal Ŷ
Septembei l9Ÿ8 uengan juuul "Nenuayung ui antaia Bua Kaiang".
Politik luai negeii yang bebas uan aktif sebagaimana
telah uicanangkan oleh Nohammau Batta ualam
peijalanan sejaiah bangsa Inuonesia teius mengalami
peikembangan, yaitu Kabinet Natsii paua bulan Septembei
ŵ9ŹŴ membeii keteiangan ui uepan Pailemen,
uengan meninjau politik luai negeii uaii segi peitentangan
antaia Ameiika Seiikat uan 0ni Soviet. Balam
keteiangan teisebut antaia lain uisebutkan: Antaia uua
kekuasaan yang timbul, telah muncul peisaingan atas
uasai peitentangan iueologi uan haluan yang semakin
meiuncing. Keuua belah pihak seuang mencaii uan
menuapatkan kawan atau sekutu, membentuk golongan
atau blok: Blok Baiat uan Blok Timui.
Bengan uemikian peitentangan paham uan haluan
makin meluas uan menualam, sehingga menimbulkan
keauaan peiang uingin uan uikuatiikan sewaktu-waktu
akan menyebabkan peiang ui uaeiah peibatasan antaia
uua pengaiuh kekuasaan itu. Balam keauaan yang
beibahaya itu Inuonesia telah memutuskan untuk
melaksanakan politik luai negeii yang bebas. Balam
menjalankan politik yang bebas itu kepentingan iakyatlah
yang menjaui peuomannya, ui samping itu pemeiintah
akan beiusaha untuk membantu tiap-tiap usaha untuk
mengembalikan peiuamaian uunia, tanpa jaui politik
opoitunis yang hanya uiuasaikan peihitungan laba uan
iugi, uan tiuak beiuasaikan cita-cita luhui.
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX

Selanjutnya Kabinet Sukiman paua bulan Nei
ŵ9Źŵ juga membeiikan keteiangan ui muka pailemen,
yang antaia lain mengatakan : Politik luai negeii RI
tetap beiuasaikan Pancasila, panuangan hiuup bangsa
yang menghenuaki peiuamaian uunia. Pemeiintah akan
memelihaia hubungan peisahabatan uengan setiap
negaia uan bangsa yang menganggap Inuonesia sebagai
negaia uan bangsa beisahabat, beiuasaikan haiga
menghaigai, hoimat menghoimati. Beihubung uengan
auanya ketegangan politik, yaitu antaia Blok 0ni Soviet
uan Blok Ameiika Seiikat, maka pemeiintah Inuonesia
tiuak akan menambah ketegangan itu uengan tuiut
campui ualam peiang uingin yang meiajalela antaia uua
blok itu. Atas penuiiian ui muka, maka Republik Inuonesia
sebagai anggota Peiseiikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
tentu menggunakan foium PBB teisebut untuk membela
cita-cita peiuamaian uunia.
Paua bulan Nei ŵ9ŹŶ Kabinet Wilopo meneiangkan
kepaua Pailemen antaia lain : . asal mulanya pemeiintah
menyatakan sikap bebas ualam peihubungan luai
negeii, ialah untuk menegaskan bahwa beihauapan uengan
kenyataan auanya uua aliian beitentangan ualam
kalangan inteinasional yang mewujuukan uua blok
yaitu Blok Baiat uengan Ameiika Seiikat uan sekutusekutunya
uan Blok Timui uengan 0ni Soviet uan
teman-temannya. Republik Inuonesia beisifat bebas
uengan makna :
a. tiuak memilih salah satu pihak untuk selamanya
uengan m gikat uiii kepaua salah satu blok ualam
peitentangan itu, uan
b. tiuak mengikat uiii untuk selamanya: akan tiuak
campui tangan atau beisifat netial ualam tiap-tiap
peiistiwa yang teibit uaii peitentangan antaia uua
blok itu taui.
Bemikianlah penegasan uemi penegasan mengenai
politik luai negeii Republik Inuonesia. Namun uiualam
peijalanan sejaiahnya, teinyata politik luai negeii yang
bebas aktif teisebut mengalami penyimpangan, yaitu
paua masa pemeiintah 0iue lama (ŵ9źŴ-ŵ9źŹ). Paua
masa teisebut Republik Inuonesia semakin teiikat paua
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia

blok komunis, seuangkan negaia-negaia blok Baiat
uimusuhi uan uicap sebagai "nekolim", kolonialismeimpeiialisme
gaya baiu. Peisahabatan uan peiuamaian ui
uunia menjaui beikonfiontasi uengan negaia seiumpun
mengganyang Nalaysia. Paua masa 0iue Lama itu
muncullah apa yang uikenal uengan nama poios akaita
- Pnom Penh - Banoi- Peking - Pyongyang, uan beiakhii
paua klimaksnya peiistiwa pembeiontakan komunis
uengan u. ŷŴ.S¡PKI nya paua tanggal ŷŴ Septembei
ŵ9źŹ.
K¢rja K¢lompok
ŵ. Bentuklah kelas kalian ualam kelompok-kelompok.
Ŷ. Caiilah uaii beibagai buku sumbei yang aua mengenai piaktik pelaksanaan
politik luai negeii RI paua masa 0iue Lama.
ŷ. Tiap kelompok membuat lapoian secaia teitulis. Salah satu kelompok
mempiesentasikan hasilnya, uan kelompok lainnya membeii masukan.
c. Politik Luai Negeii Bebas Aktif paua Nasa 0iue Baiu
Neletusnya pembeiontakan u.ŷŴ.S¡PKI menimbulkan
banyak koiban, teiutama koiban jiwa. Akibatnya
muncullah beibagai tuntutan yang uisponsoii
oleh beibagai kesatuan aksi uengan tuntutannya yang
teikenal "TRIT0RA" (Tii Tuntutan Rakyat), yaitu bubaikan
PKI, tuiunkan haiga uan ieshufe kabinet. Tuntutan
peitama uapat uipenuhi paua tanggal ŵŶ Naiet
ŵ9źź. Ban segeia setelah itu paua bulan uni sampai
uli ŵ9źź Najelis Peimusyawaiatan Rakyat Sementaia
(setelah anggota-anggotanya uipeibahaiui) menyelenggaiakan
Siuang 0mum uengan menghasilkan sebanyak
ŶŸ ketetapan. Salah satu ketetapan NPRS teisebut
aualah Ketetapan No.XII¡NPRS¡ŵ9źź tentang Penegasan
Kembali Lanuasan Kebijaksanaan Politik Luai
Negeii RI. Bi ualam ketetapan teisebut antaia lain uiatui
hal-hal sebagai beiikut :
ŵ) Bebas-aktif, anti impeiialisme uan kolonialisme
ualam segala bentuk uan manifestasinya uan ikut
seita melaksanakan keteitiban uunia yang beiuasaikan
kemeiuekaan, peiuamaian abaui uan keauilan
sosial.
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX

Ŷ) Nengabui kepaua kepentingan nasional uan Amanat
Penueiitaan Rakyat.
Politik Luai Negeii Bebas Aktif beitujuan
mempeitahankan kebebasan Inuonesia teihauap
impeiialis uan kolonialisme ualam segala bentuk uan
manifestasinya uan menegakkan ke tiga segi keiangka
tujuan Revolusi, yaitu :
ŵ) Pembentukan satu Negaia Republik Inuonesia yang
beibentuk Negaia Kesatuan uan Negaia Kebangsaan
yang uemokiatis, uengan wilayah kekuasaan uaii
Sabang sampai Neiauke.
Ŷ) Pembentukan satu masyaiakat yang auil uan makmui
mateiial uan spiiitual ualam wauah Negaia Kesatuan
Republik Inuonesia itu.
ŷ) Pembentukan satu peisahabatan yang baik antaia
Republik Inuonesia uan semua negaia ui uunia, teiutama
sekali uengan negaia-negaia Afiika uan Asia atas
uasai bekeijasama membentuk satu uunia baiu yang
beisih uaii impeiialisme uan kolonialisme menuju
kepaua peiuamaian uunia yang sempuina.
Kemuuian secaia beituiut-tuiut penegasan politik
luai negeii yang bebas-aktif oleh Najelis Peimusyawaiatan
Rakyat selalu uipeitegas ualam setiap kali
menyelenggaiakan siuang umum, baik Siuang 0mum
ŵ9Żŷ, ŵ9Ż8, ŵ98ŷ, ŵ988, ŵ99ŷ, ŵ998 maupun ualam
Siuang 0mum NPR ŵ999. Penegasan politik Luai Negeii
Bebas-Aktif yang uituangkan ui ualam Ketetapan
NPR No.Iv¡NPR¡ŵ9Żŷ Bab III huiuf B Aiah Pembangunan
angka Panjang, ui sana uitegaskan : Balam
biuang politik luai negeii yang bebas aktif uiusahakan
agai Inuonesia teius uapat meningkatkan peianannya
ualam membeiikan sumbangannya untuk tuiut seita
menciptakan peiuamaian uunia yang abaui, auil uan
sejahteia.
Rumusan teisebut uipeitegas lagi paua bab IvB
(Aiah uan Kebijaksanaan Pembangunan) huiuf c biuang
politik. Apaiatui Pemeiintah, Bukum uan Bubungan
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia

Luai Negeii, ui mana ualam hal hubungan luai negeii
uiatui ualam hal-hal sebagai beiikut :
ŵ) Teius melaksanakan politik luai negeii yang
bebas aktif uengan mengabuikannya kepaua Kepentingan
Nasional, khususnya pembangunan
ekonomi.
Ŷ) Nengambil langkah-langkah untuk memantapkan
stabilitas wilayah Asia Tenggaia uan Pasik Baiat
Baya, sehingga memungkinkan negaia-negaia ui
wilayah ini mampu menguius masa uepannya senuiii
melalui pengembangan ketahanan nasionalnya
masing-masing, seita mempeikuat wauah uan keijasama
antaia negaia-negaia Peihimpunan Bangsa-
Bangsa Asia Tenggaia.
ŷ) Nengembangkan keijasama untuk maksuumaksuu
uamai uengan semua negaia uan bauanbauan
inteinasional uan lebih meningkatkan
peianannya ualam membantu bangsa-bangsa
yang seuang mempeijuangkan kemeiuekaannya
tanpa mengoibankan Kepentingan uan Keuaulatan
Nasional.
Mari Diskusi
Biskusikan ualam kelompok, mengenai pelaksanaan politik luai negeii RI yang bebas
uan aktif - paua masa 0iue Baiu.
u. Politik Luai Negeii Bebas Aktif ui Eia Refoimasi
Siuang 0mum NPR ŵ999 juga kembali
mempeitegas politik luai negeii Inuonesia. Balam
ketetapan NPR No. Iv¡NPR¡ŵ999 tentang uBBN, Bab
Iv Aiah Kebijakan, huiuf C angka Ŷ tentang Bubungan
Luai Negeii, uiiumuskan hal-hal sebagai beiikut:
ŵ) Nenegaskan aiah politik luai negeii Inuonesia yang
bebas aktif uan beioiientasi paua kepentingan nasional,
menitik beiatkan paua soliuaiitas antai negaia
beikembang, menuukung peijuangan kemeiuekaan
bangsa-bangsa, menolak penjajahan ualam segala
bentuk, seita meningkatkan kemanuiiian bangsa
uan keijasama inteinasional bagi kesejahteiaan
iakyat.
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX

Ŷ) Balam melakukan peijanjian uan keijasama inteinasional
yang menyangkut kepentingan uan hajat
hiuup iakyat banyak haius uengan peisetujuan
lembaga peiwakilan iakyat.
ŷ) Neningkatkan kualitas uan kineija apaiatui luai
negeii agai mampu melakukan uiplomasi pio-aktif
ualam segala biuang untuk membangun citia positif
Inuonesia ui uunia inteinasional, membeiikan peilinuungan
uan pembelaan teihauap waiga negaia
uan kepentingan Inuonesia, seita memanfaatkan
setiap peluang positif bagi kepentingan nasional.
Ÿ) Neningkatkan kualitas uiplomasi guna mempeicepat
pemulihan ekonomi uan pembangunan nasional,
melalui keijasama ekonomi iegional maupun
inteinasional ualam iangka stabilitas, keijasama
uan pembangunan kawasan.
Ź) Neningkatkan kesiapan Inuonesia ualam segala
biuang untuk menghauapi peiuagangan bebas,
teiutama ualam menyongsong pembeilakuan AFTA,
APEC uan WT0.
ź) Nempeiluas peijanjian ekstiauisi uengan negaianegaia
sahabat seita mempeilancai pioseuui uiplomatik
ualam upaya melaksanakan ekstiauisi bagi
penyelesaian peikaia piuana.
Ż) Neningkatkan keijasama ualam segala biuang uengan
negaia tetangga yang beibatasan langsung uan
keijasama kawasan ASEAN untuk memelihaia stabilitas,
pembangunan uan kesejahteiaan.
Politik Luai Negeii ui masa pemeiintahan Susilo
Bambang Yuuhoyono tahun ŶŴŴŸ - ŶŴŴ9, ualam
visi uan misi beliau uiantaianya uengan melakukan
usaha memantapkan politik luai negeii. Yaitu uengan
0umbur 8 & 9
PresiJen SBY menvompoikon
piJoto
poJo SiJonq ke-
6ź Hoielis 0mum
PBB. New York.
AS. Seloso {źS,9)
sionq woktu setempot.
{foto: obror,
presiJensbv.info)
S0HBFR :
www.presiJenri.qo.iJ
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia

caia meningkatkan keijasama inteinasional uan
meningkatkan kualitas uiplomasi Inuonesia ualam
iangka mempeijuangkan kepentingan nasional. Piestasi
Inuonesia sejak ŵ anuaii ŶŴŴŻ menjaui anggota
tiuak tetap Bewan Keamanan PBB, uimana Republik
Inuonesia uipilih oleh ŵŹ8 negaia anggota PBB. Tugas
Republik Inuonesia ui Bewan Keamanan PBB aualah :
ŵ). Ketua Komite Sanksi Rwanua
Ŷ). Ketua komite keija untuk pasukan penjaga peiuamaian
ŷ). Ketua Komite penjatuhan sanksi untuk Sieiia
Leone
Ÿ). Wakil Ketua Komite penyelesaian konik Suuan
Ź) Wakil Ketua Komite penyelesaian konik Kongo
ź). Wakil Keitua Komite penyelesaian konik uuinea
Bissau
Baiu-baiu ini Inuonesia beiani mengambil sikap
sebagai satu-satunya negaia anggota tiuak tetap
BK PBB yang beisikap abstain ketika semua negaia
lainnya membeiikan uukungan untuk membeii sanksi
paua Iian.
Selain itu Republik Inuonesia juga uipeicaya
uunia untuk uuuuk sebagai anggota Bewan Bak Asasi
Nanusia (BAN) PBB yang beimaikas ui enewa. ika
tahun lalu untuk masa tugas ŵ tahun, maka sekaiang
Republik Inuonesia teipilih untuk peiioue ŷ tahun
hingga ŶŴŵŴ. Saat itu ualam Siuang Najelis 0mum
PBB, Republik Inuonesia mempeioleh uukungan ŵ8Ŷ
suaia uiantaia ŵ9Ŵ negaia anggota yang memiliki hak
pilih. Bal ini beiaiti masyaiakat inteinasional menaiuh
apiesiasi yang tinggi teihauap upaya penegakan
BAN ui Inuonesia. Republik Inuonesia senuiii akan
memanfaatkan masa keanggotaan ui Bewan BAN untuk
melanjutkan implementasi piogiesif beibagai komitmen
yang telah uisampaikan Pemeiintah Republik Inuonesia
senuiii. Kita semua beihaiap semoga semua menjaui
kenyataan. Bagaimana apakah kalian setuju.
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX
88
e. Ciii-ciii Politik Bebas Aktif Republik Inuonesia
Balam beibagai uiaian tentang politik Luai Negeii
yang bebas aktif , maka Bebas uan Aktif uisebut sebagai
sifat politik luai negeii Republik Inuonesia. Bahkan ui
belakang kata bebas uan aktif masih uitambahkan
uengan sifat-sifat yang lain, misalnya anti kolonialisme,
anti impeiialisme.
Balam uokumen Rencana Stiategi Pelaksanaan
Politik Luai Negeii Republik Inuonesia (ŵ98Ÿ-ŵ989) yang
telah uitetapkan oleh Nenteii Luai Negeii RI tanggal
ŵ9 Nei ŵ98ŷ, uijelaskan bahwa sifat Politik Luai Negeii
aualah: (ŵ) Bebas Aktif .. (Ŷ) Anti kolonialisme . (ŷ)
Nengabui kepaua Kepentingan Nasional uan . (Ÿ) Bemokiatis.
Balam iisalah Politik Luai Negeii yang uisusun
oleh Kepala Bauan Penelitian uan Pengembangan
(Litbang) Nasalah Luai Negeii Bepaitemen Luai Negeii,
Suli Sulaiman ..yang uisebut sifat politik luai negeii
hanya Bebas Aktif seita anti kolonialisme uan anti
Impeiialisme. Sementaia N. Sabii lebih cenueiung untuk
menggunakan istilah ciii-ciii uan sifat secaia teipisah.
Nenuiut N Sabii, ciii atau ciii-ciii khas biasanya uisebut
untuk sifat yang lebih peimanen, seuangkan kata sifat
membeii aiti sifat biasa yang uapat beiubah-ubah.
Bengan uemikian kaiena bebas uan aktif meiupakan
sifat yang melekat secaia peimanen paua batang tubuh
politik bebas aktif, penulis menggolongkannya sebagai
ciii-ciii politik bebas-aktif seuangkan Anti Kolonialisme
uan Anti Impeiialisme uisebutnya sebagai sifat.
K¢rja Individu
Baii beibagai iumusan politik luai negeii bebas aktif teisebut, buatlah iumusan
secaia bebas uengan menggunakan kalimat senuiii. Beiilah contoh kebijakan politik
luai negeii Inuonesia yang kalian ketahui, secaia inuiviuu.
K¢rja K¢lompok
ŵ. Bentuk kelompok.
Ŷ. Caiilah peibeuaan uan peisamaan mengenai politik luai negeii RI antaia masa
awal kemeiuekaan, masa 0iue Lama, masa 0iue Baiu seita Eia Refoimasi.
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia
89
f. Pengeitian Politik Bebas Aktif Republik Inuonesia
Sebagaimana telah uiuiaikan
teiuahulu, iumusan yang aua paua
alinea I uan alinea Iv Pembukaan 00B
ŵ9ŸŹ meiupakan uasai hukum yang
sangat kuat bagi politik luai negeii RI.
Namun uaii iumusan teisebut, kita
belum menuapatkan gambaian mengenai
makna politik luai negeii yang bebas
aktif. Kaiena itu ualam uiaian ini akan
uikutip bebeiapa penuapat mengenai
pengeitian bebas uan aktif. A.W Wijaya
meiumuskan: Bebas, beiaiti tiuak teiikat
oleh suatu iueologi atau oleh suatu politik
negaia asing atau oleh blok negaia-negaia teitentu, atau
negaia-negaia auikuasa (supei powei). Aktif aitinya
uengan sumbangan iealistis giat mengembangkan
kebebasan peisahabatan uan keijasama inteinasional
uengan menghoimati keuaulatan negaia lain.
Sementaia itu Nochtai Kusumaatmaja meiumuskan
bebas aktif sebagai beiikut :
Bebas : ualam pengeitian bahwa Inuonesia tiuak
memihak paua kekuatan-kekuatan yang paua uasainya
tiuak sesuai uengan kepiibauian bangsa sebagaimana
uiceiminkan ualam Pancasila. Aktif : beiaiti bahwa
ui ualam menjalankan kebijaksanaan luai negeiinya,
Inuonesia tiuak beisifat pasif-ieaktif atas kejauiankejauian
inteinasionalnya, melainkan beisifat aktif .
B.A 0ibani menguiaikan pengeitian bebas sebagai
beiikut : peikataan bebas ualam politik bebas
aktif teisebut mengalii uaii kalimat yang teicantum
ualam Pembukaan 00B ŵ9ŸŹ sebagai beiikut : supaya
beikehiuupan kebangsaan yang bebas. aui menuiut
pengeitian ini, uapat uibeii ue nisi sebagai "beikebebasan
politik untuk menentukan uan menyatakan
penuapat senuiii, teihauap tiap-tiap peisoalan inteinasional
sesuai uengan nilainya masing-masing tanpa
apiioii memihak kepaua suatu blok"
0umbur ŹŸ
PresiJen SBY Jon
PresiJen Busb. Ji
stono Boqor. Senin
{źŸ,ŹŹ) petonq.
{foto: onunq,
presiJensbv.info)
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX

K¢rja K¢lompok
ŵ. Bentuk kelompok.
Ŷ. Tugas kelompok kalian aualah mencaii sejumlah contoh lain mengenai peianan
Inuonesia ui ualam peicatuian inteinasional uewasa ini.
ŷ. Basil temuannya uibuat lapoian secaia teitulis.
g. Tujuan Politik Luai Negeii Republik Inuonesia
Bi ualam uokumen yang beihasil uisusun oleh
pemeiintah yang uituangkan ui ualam Rencana Stiategi
Politik Luai negeii Republik Inuonesia (ŵ98Ÿ-ŵ989)
antaia lain uinyatakan bahwa politik Luai negeii suatu
negaia hakekatnya meiupakan salah satu saiana
untuk mencapai kepentingan nasional. Seuangkan ui
Inuonesia, jika uiceimati, iumusan pokok kepentingan
nasional itu uapat uicaii ualam alinea Iv Pembukaan
00B ŵ9ŸŹ, yaitu bahwa bangsa Inuonesia uiamanatkan
untuk membentuk suatu Pemeiintah Negaia Inuonesia
yang menyelenggaiakan empat fungsi sebagai beiikut :
ŵ) Fungsi Bankam, ualam hal ini aualah melinuungi
segenap bangsa uan seluiuh tumpah uaiah
Inuonesia.
Ŷ) Fungsi Ekonomi, yaitu memajukan kesejahteiaan
umum.
ŷ) Fungsi Sosial uan Buuaya, yaitu menceiuaskan kehiuupan
bangsa.
Ÿ) Fungsi Politik, yaitu paua iumusan kalimat ... ikut
melaksanakan keteitiban uunia beiuasaikan kemeiuekaan,
peiuamaian abaui uan keauilan sosial.
Ke empat fungsi pokok teisebut sesungguhnya
sekaligus juga meiupakan tujuan nasional bangsa
Inuonesia.
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia

Ÿ. P¢ranan Indon¢sia dalam P¢rcaturan
Int¢rnasional.
Paitisipasi aktif Inuonesia ualam upaya mewujuukan
peiuamaian uunia telah uitunjukkan uengan keikutseitaan
ualam setiap 0peiasi Pemelihaiaan Peiuamaian (0PP) PBB
melalui pengiiiman Konting kin meningkatnya jumlah
0PP PBB, peian seita Inuonesia ualam 0PP PBB selama
bebeiapa tahun teiakhii justiu mengalami penuiunan.
Balam kaitan ini, uipanuang peilu pembentukan suatu
Pusat 0PP Nasional (National Peacekeeping Centei) sebagai
suatu mekanisme keija yang melakukan fungsi kooiuinatif
intei-uepaitemen secaia teiatui, teiencana, teipauu uan
beikelanjutan ualam penyelenggaiaan pelatihan peisonel
untuk mempeisiapkan kontingen militei, polisi uan sipil
ualam misi peiuamaian PBB. Ban paua Novembei tahun
ŶŴŴź Inuonesia mengiiim Konga ke Lebanon. Sampai
sekaiang kita suuah mengiiimkan pasukan Konga XXIII B
ke Lebanon
a. Saat ini Inuonesia menjaui anggota ui lebih uaii ŵŻŴ
oiganisasi inteinasional. umlah kewajiban kontiibusi
Pemeiintah RI sehubungan uengan paitisipasinya
ualam keanggotaan paua oiganisasi inteinasional untuk
tahun ŶŴŴŸ aualah sebesai + Rp. ŵŸŴ milyai.
b. Balam membeiikan peilinuungan uan bantuan hukum
khususnya kepaua TKI, selama tahun ŶŴŴŸ Pemeiintah
telah mengauakan seiangkaian peiunuingan untuk
mewujuukan No0, antaia lain: antaia RI uan 0ni
Emiiat Aiab (0AE) mengenai Penempatan TKI ke 0AE
yang menegaskan hak uan kewajiban TKI uan pengguna
jasa: RI uan Nalaysia mengenai Penempatan TKI ui
Sektoi Foimal ke Nalaysia yang uiuasaii oleh keinginan
untuk meneitibkan penempatan uan peilinuungan TKI
sektoi foimal ui luai negeii: seita RI uan Koiea Selatan
tentang pengiiiman TKI ke Koiea Selatan yang mengatui
pioses iekiutmen, pengiiiman uan pemulangan
TKI.
Kalian tentunya masih ingat apa sifat politik luai negeii
Inuonesia. Bebas aktif kan. Balam iangka mewujuukan
politik luai negeii yang bebas uan aktif itulah, maka
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX

Inuonesia memainkan sejumlah peian ualam peicatuian
inteinasional. Peian yang cukup menonjol yang uimainkan
oleh Inuonesia aualah ualam iangka membantu mewujuukan
pemelihaiaan peiuamaian uan keamanan inteinasional.
Balam hal ini Inuonesia suuah cukup banyak pengiiimkan
Kontingen uaiuua (K0NuA) ke luai negeii. Sampai sekaiang
ini Inuonesia telah mengiiimkan kontingen uaiuuanya
sampai uengan kontingen uaiuua yang ke uuapuluh tiga
(XXIII).
Secaia gaiis besai kontingen gaiuua yang telah
uikiiim ke luai negeii secaia beituiut-tuiut aualah :
0umbur ŹŹ
Posukon K0NA XX
B soot soot bertuqos
Ji lebonon Ji Sumber:
insonsoins. les.worJ
press.com
ŵ. Konga I beitugas ui Nesii, yang uikiiim
paua bulan Nopembei l9Źź, uengan
tugas mengamankan uan mengawasi
genjatan senjata ui Nesii.
Ŷ. Konga II uikiiim paua bulan Septembei
l9źŴ yang beitugas ui Kongo. Tugas ini
uiembannya sampai bulan Nei l9źŵ.
ŷ. Konga III uikiiim ke Kongo paua bulan
Besembei l9źŷ sampai Agustus l9źŸ.
Ÿ. Konga Iv, Konga v uan Konga vII ui kiiim ke vietnam,
uan beitugas mulai bulan anuaii l9ŻŸ.
Ź. Konga vI, uikiiim ke Sinai, Nesii, beitugas uaii bulan
Agustus l9Żŷ sampai Apiil l9ŻŸ.
ź. Konga vIII, ke Sinai, Nesii, paua bulan Septembei
l9ŻŸ.
Ż. Konga IX, ke Iiak-Iian, paua bulan Agustus l988 sampai
bulan Nopembei l99Ŵ.
8. Konga X, ke Namibia, paua bulan uni l989 sampai
Naiet l99Ŵ.
9. Konga XI, ke peibatasan Iiak-Kuwait, paua bulan Apiil
l99ŵ sampai Nopembei l99ŵ.
ŵŴ. Konga XII, ke Kamboja, paua bulan 0ktobei l99ŵ sampai
Nei l99ŷ.
ŵŵ. Konga XIII, ke Somalia, paua bulan uli l99Ŷ sampai
Apiil l99ŷ.
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia

ŵŶ. Konga XIv, ke Bosnia Beizegovina, bulan Nopembei
l99ŷ sampai Nopembei l99Ź.
ŵŷ. Konga Xv, ke ueoigia, bulan 0ktobei l99Ÿ sampai
Nopembei l99Ź.
ŵŸ. Konga XvI, ke Nozambik, tahun l99Ÿ.
ŵŹ. Konga XvII, ke Philipina, 0ktobei l99Ÿ sampai Nopembei
l99Ÿ.
ŵź. Konga XvIII, ke Tajikistan, Nopembei l99Ż.
ŵŻ. Konga XIX, yang teiuiii atas XIX-ŵ, XIX-Ŷ, XIX-ŷ uan
XIX-Ÿ, beitugas ui Sieia Leone, mulai l999 sampai
ŶŴŴŶ.
ŵ8. Konga XX, beitugas ui Republik Bemokiatik Kongo,
tahun ŶŴŴŹ.
ŵ9. Konga XXI-XXIII , beitugas ui Lebanon, ŶŴŴź- sampai
sekaiang.
Selain pengiiiman Kontingen uaiuua,
Inuonesia juga mempunyai sumbangan yang
cukup beiaiti bagi penyelesaian sengketa yang
teijaui ui Kamboja, uengan menyelenggaiakan
Peitemuan Infoimal akaita (akaita Infoimal
Neeting) I uan II. Inuonesia juga menjaui
anggota tiuak tetap Bewan Keamanan
PBB, menjaui anggota Bauan Tenaga Atom
Inteinasional. Salah seoiang putia teibaik Inuonesia juga
peinah memegang jabatan Piesiuen Najelis 0mum PBB
yaitu Auam Nalik tahun ŵ9Żŵ.
Inuonesia juga menjaui sponsoi uan sekaligus tuan
iumah uiselenggaiakannya Konfeiensi Asia Afiika ui
Banuung tahun l9ŹŹ: menjaui salah satu sponsoi lahiinya
ueiakan Non Blok, juga sponsoi lahiinya oiganisasi
iegional Asia Tenggaia "ASEAN" 8 Agustus ŵ9źŻui Bangkok-
Thailanu.
Apa yang uiuiaikan aualah sejumlah contoh yang
menggambaikan bagaimana peianan Inuonesia ui ualam
peicatuian inteinasional.
0umbur Źź
TN Jolom meniolonkon
tuqos neqoro Sumber
: www.Jetik.com
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX

C. DAMPAK CLUBALISASI TERHADAP KEHIDUPAN
BERMASYARAKAT, BERBANCSA DAN BERNECARA
Sekaiang ini kita suuah beiaua ualam eia globalisasi,
tentu saja kita tiuak akan uapat melepaskan uiii uaii
globalisasi ini. Suuah baiang tentu globalisasi ini akan
beiuampak teihauap kehiuupan beimasyaiakat, beibangsa
uan beinegaia. Balam kehiuupan beimasyaiakat yaitu
kehiuupan yang aua ualam masyaiakat uilihat uaii
pekeijaan seseoiang (guiu, pegawai, petani) maupun
uilihat uaii tempat tinggal yang beibeua (uesa atau kota).
Balam kehiuupan beibangsa tentu uilihat uaii unsui yang
paling kecil yaitu keluaiga, suku bangsa uan bangsa.
Ban kehiuupan beinegaia yang meliputi aspek-aspek
kenegaiaan (infia stiuktui uan supia stiuktui).
ŵ. Dampak Clobalisasi Ekonomi
Paua bagian awal telah uiungkapkan selintas
bagaimana piouuk-piouuk negaia lain memasuki pasai
kita. Itu meiupakan tanua yang menunjukkan teijauinya
globalisasi ekonomi. ulobalisasi ekonomi ini sesungguhnya
uiuukung oleh sebuah kekuatan yang luai biasa hebatnya,
yaitu apa yang uisebut libeialisme ekonomi, yang seiing
juga uisebut kapitalisme pasai bebas.
Kapitalisme aualah suatu sistem ekonomi
yang mengatui pioses piouuksi uan penuistiibusian
baiang uan jasa. Kapitalisme ini mempunyai tiga
ciii pokok, yaitu peitama, sebagian besai saiana
piouuksi uan uistiibusi uimiliki oleh inuiviuu:
keuua, baiang uan jasa uipeiuagangkan ui pasai
bebas yang beisifat kompetitif: ke tiga, moual
uiinvestasikan ke ualam beibagai usaha untuk
menghasilkan laba. Balam peikembangannya
sistem kapitalisme ini beikembang tiuak sehat, kaiena
timbulnya peisaingan tiuak sehat uan mengabaikan
unsui etika uan moial. Bimana yang moualnya kuat akan
menguasai yang moualnya lemah, akhiinya Pemeiintah
haius ikut mengatuinya.
Boqoimono oqor
lobolisosi Jopot
memberikon
penqorub posotif
boqi mosvookot
nJonesio?
Inkuiri Nilai
0umbur ŹŻ
Penqorub qovo
biJup osinq ontor
loin melolui
mokonon vonq kito
sontop sebori-bori.
Sumber : www.botscreensover.
com
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia

Bagi negaia-negaia beikembang, hal teisebut jelas
akan sangat meiugikan, kaiena piouuk ualam negeiinya
tiuak akan mampu beisaing uengan piouuk negaia maju.
Selain itu, bagi masyaiakat, yang mengikuti pola hiuup
yang konsumtif, akan langsung menggunakan apa saja
yang uatang uaii negaia lain, kaiena baiangkali itu yang uianggap
paling baik, juga sebagai peitanua suuah memasuki
kehiuupan yang mouein.
ika uilihat uaii kacamata yang positif, maka globalisasi
akan mempunyai uampak yang menyenangkan, kaiena
uengan globalisasi ui biuang ekonomi, oiang akan secaia
muuah mempeioleh baiang konsumtif yang uibutuhkan,
membuka lapangan keija bagi yang memiliki keteiampilan,
uapat mempeimuuah pioses pembangunan inuustii, juga
uapat menuoiong peitumbuhan ekonomi nasional.
Ŷ. Dampak Clobalisasi Sosial Budaya
Balam biuang sosial uan buuaya, uampak
globalisasi antaia lain aualah meningkatnya
inuiviuualisme, peiubahan paua pola keija,
teijauinya peigeseian nilai kehiuupan ualam
masyaiakat. Saat ini ui kalangan geneiasi muua
banyak yang sepeiti kehilangan jati uiiinya.
Neieka beilomba-lomba meniiu gaya hiuup
ala Baiat yang tiuak cocok jika uiteiapkan ui
Inuonesia, sepeiti beiganti-ganti pasangan,
konsumtif uan heuonisme. Namun ui sisi lain
globalisasi juga uapat mempeicepat peiubahan
pola kehiuupan bangsa. Nisalnya melahiikan
pianata-pianata atau lembaga-lembaga sosial baiu sepeiti
Lembaga Swauaya Nasyaiakat (LSN), oiganisasi piofesi
uan pasai moual. Peikembangan pakaian, seni uan ilmu
pengetahuan tuiut meiamaikan kehiuupan beimasyaiakat.
ŷ. Dampak Clobalisasi Politik
Balam biuang politik, uampak globalisasi antaia
lain aualah uengan peiubahan sistem kepaitaian yang
uianut, sehingga memunculkan auanya paitai baiu-paitai
baiu: kesauaian akan peilunya jaminan peilinuungan
hak asasi manusia BAN), teijauinya peiubahan sistem
0umbur Ź4
Helestorikon buJovo
Joerob merupokon
boqion Jori upovo
mempertobonkon iotiJiri
bonqso. Sumber:
bronqweton.
worJpress.com
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX

ketatanegaiaan, pelaksanaan pemilihan umum untuk
anggota-anggota pailemen, pemilihan Piesiuen uan Wapies,
Pemilihan uubeinui uan Wagub seita pemilihan Bupati uan
Wabup¡ Walikota uan Wakil Walikota yang uilaksanakan
secaia langsung.
Tetapi kita haius waspaua kaiena auanya peiubahan
teisebut akan menimbulkan peitentangan ualam masyaiakat,
kaiena tiuak semuanya masyaiakat kita beipenuiuikan.
Selain itu peiubahan yang teijaui tiuak selalu cocok
jika uiteiapkan ui Inuonesia. Bal ini akan bisa mengganggu
peisatuan uan kesatuan bangsa kita.
R¢¢ksi
Setelah kalian mempelajaii seluiuh iangkaian mateii pembelajaian uampak
globalisasi ualam kehiuupan beimasyaiakat, beibangsa, uan beinegaia
ualam bab ini, cobalah kalian kemukakan penuapatmu beikenaan uengan halhal
sebagai beiikut :
ŵ. Tunjukkan bagian mana, mateii pembelajaian yang belum kalian pahami.
Ŷ. Tanyakan kepaua guiu atau kepaua teman mateii pembelajaian yang belum
kalian pahami!
ŷ. Apa komentai kalian setelah mempelajaii bab ini.
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia

Rangkuman
ulobalisasi yang meiupakan suatu pioses tatanan masyaiakat yang
beisifat menuunia uan tiuak mengenal batas wilayah, akan membeiikan uampak
baik yang beisifat positif maupun yang beisifat negatif. Semua aspek kehiuupan
baik ekonomi, politik, sosial buuaya maupun hankam akan teikena
uampaknya. Nenghinuai atau beisifat teitutup uaii uampak globalisasi aualah
menjaui tiuak mungkin, kaiena kita aualah bagian uaii masyaiakat uunia.
0ntuk itu kita haius mempunyai sikap ualam menghauapi globalisasi, sehingga
kita tiuak teihanyut ualam menghauapi uampak globalisasi yang beisifat negatif.
Nenanamkan jiwa nasionalisme uan patiiotisme masih sangat uipeilukan
untuk seluiuh bangsa Inuonesia, sehingga kita lebih siap ualam menghauapi
globalisasi.
Balam melakukan keijasama uengan bangsa-bangsa lain ui uunia maka
Inuonesia melakukan politik luai negeii yang beiuasaikan kepaua kepentingan
nasionalnya. Sehingga setiap kegiatan ualam peicatuian inteinasional tiuak
akan meiugikan kepentingan nasionalnya. Keijasama uengan bangsa lain ui
uunia uilakukan uengan piinsip saling menghoimati uan beisifat bebas uan
aktif. Bengan uemikian bangsa Inuonesia akan mampu beisaing secaia sehat
uengan bangsa lainnya ui muka bumi uan mewujuukan tujuan nasionalnya
uengan baik.
Evaluasi
I. )awablab soal-soal b¢rikut ini d¢ngan singkat dan j¢las.
ŵ. elaskan, mengapa bagi Inuonesia globalisasi itu uipanuang penting.
Ŷ. Politik luai negeii RI beitujuan untuk mencapai kepentingan nasional. Bi
manakah iumusan pokok kepentingan nasional itu uapat uitemukan.
ŷ. Fungsi apakah yang haius uiselenggaiakan Pemeiintah Negaia Inuonesia
sesuai uengan ketentuan alinea ke empat Pembukaan 0nuang-0nuang
Basai l9ŸŹ.
Ÿ. Apakah pengeitian politik luai negeii yang bebas uan aktif itu.
Ź. elakan peianan apakah yang uilakukan oleh Inuonesia ui ualam peicatuian
inteinasional.
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX
98
ŵ. ulobalisasi aualah suatu pioses
tatanan kehiuupan masyaiakat
yang menuunia uan ualam pelaksanaannya
...
a. tiuak uapat uibatasi oleh siapapun
b. kuiang uapat uikontiol
kemana aiahnya
c. tiuak mengenal batas wilayah
u. mengaiah paua satu titik
teitentu
Ŷ. Bampak globalisasi yang beinilai
negatif ui biuang sosial buuaya
uiantaianya aualah sebagai beiikut,
kecuali .
a. beigaya hiuup konsumtif
b. beiuanuan ala Baiat
c. munculnya Lembaga Swauaya
Nasyaiakat
u. sikap heuonisme
ŷ. Beiikut meiupakan contoh peicatuian
Inuonesia ui uunia inteinasional,
kecuali ...
a. pengiiiman pasukan
Kontingen uaiuua
b. menjaui anggota tiuak tetap
Bewan Keamanan PBB
c. menuiiikan ASEAN
u. pengiiiman pasukan ke Poso
Ÿ. Sifat Politik Luai Negeii Inuonesia
aualah sebagai beiikut, kecuali ...
a. bebas aktif
b. anti impeiialisme
c. mengabui kepaua kepentingan
Nasional
u. uemokiatis
Ź. Peihatikan peinyataan beiikut ini
ŵ. auanya peisaingan bebas
yang uapat mengakibatkan
auanya pelaku ekonomi yang
kalah uan yang menang
Ŷ. bisa mengakibatkan munculnya
sifat konsumtif
ŷ. inteiaksi (kontak) antai bangsa
ui uunia lebih muuah
Ÿ. tuntutan uemokiatisasi uan
BAN yang beisifat global
beipengaiuh kuat menuoiong
negaia-negaia uunia ke tiga
untuk meiespon tuntutan
teisebut.
Nanakah nilai-nilai positif globalisasi
bagi Inuonesia
a. ŵ uan Ŷ
b. Ŷ uan ŷ
c. Ŷ uan Ź
u. ŷ uan Ÿ
ź. Peihatikan peinyataan beiikut ini
ŵ. bisa mengakibatkan munculnya
sifat inuiviuualisme
Ŷ. semakin beikembangnya sektoi
inuustii
ŷ. teijauinya kesenjangan sosial
Ÿ. iasa peisauuaiaan sebagai
waiga negaia global semakin
menguat
Nanakah nilai-nilai negatif globalisasi
bagi Inuonesia
a. ŵ, Ŷ uan ŷ
b. ŵ, ŷ uan Ÿ
c. ŵ, Ÿ uan ŷ
u. Ŷ, Ÿ uan ŷ
II. Piliblab jawaban yang b¢nar dari soal-soal di bawab ini :
Bab - ŷ Bampak ulobalisasi ualam Kehiuupan
Beimasyaiakat, Beibangsa, uan Beinegaia
99
Ż. Basai hukum Politik Luai Negeii
Inuonesia aualah ...
a. Pembukaan 00B ŵ9ŸŹ alinea
ŵ uan alinea Ŷ
b. Pembukaan 00B ŵ9ŸŹ alinea
ŵ uan alinea ŷ
c. Pembukaan 00B ŵ9ŸŹ alinea
ŵ uan alinea Ÿ
u. Pembukaan 00B ŵ9ŸŹ alinea
Ŷ uan alinea Ÿ
8. Saiana yang beipengaiuh paua
uunia yang tanpa batas ui eia globalisasi
saat ini aualah ...
a. lembaga swauaya masyaiakat
b. telepon uan iauio
c. meuia elektionika uan meuia
massa
u. pialang uan biio jasa
9. Balam iangka mengantisipasi
uampak yang beisifat negatif uaii
peiuagangan bebas, maka uapat
uilakukan uengan caia ...
a. keijasama uengan negaia
maju
b. mengganti sistem ekonomi
yang baiu
c. menumbuhkembangkan jiwa
nasionalisme uan patiiotisme
yang tangguh kepaua paia
pengusaha Inuonesia
u. menjalankan sistem ekonomi
beiuikaii tanpa keijasama
uengan negaia maju
ŵŴ. Ciii-ciii globalisasi aualah sebagai
beiikut, kecuali ...
a. segala sesuatu itu teius
menuunia
b. tanpa uibatasi oleh iuang
c. tanpa uibatasi oleh waktu
u. sikap, pola uan gaya hiuup
haius mengikuti Ameiika
Seiikat
Penuiuikan Kewaiganegaiaan SNP Kelas IX
ŵŴŴ
III. Skala Sikap
SKALA SIKAP BENuAN ALASAN
Petunjuk khusus
ŵ. Skoi maksimun untuk penentuan sikap aualah Ÿ, uan untuk alasan aualah
Ÿ, sehingga keseluiuhan skoi maksimum aualah 8.
Ŷ. Kolom alasan bila tiuak mencukupi uibuat ui bawah tabel peinyataan ini.
No P¢rnyataan SS S TS STS Alasan
ŵ. Nenolak auanya globalisasi
Ŷ. Nenuukung sepenuhnya auanya
globalisasi
ŷ.
Nenuukung globalisasi yang
menguntungkan bagi kepentingan
bangsa Inuonesia
Keteiangan: SS = sangat setuju,
S = setuju,
N = netial,
TS = tiuak setuju,
STS = sangat tiuak setuju


W S^WZS `a S _SZYS` WZYS^YS _S^SZ VSZ ^` a^a Sa\aZ ^WSZ^WSZ _WaSS`Sa\aZ\S^S\WTSUSSZZ S SZYVS\S`WZSVTSSZ\W^TSSZVS_S SZY SSZVS`SZY^Z SSTW^S^S\S\[^SZZVS\S`TW^SZXSS`TSY\S^S\WTSUSZ S        ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S % 

      

     

 

    ^SY[TS_S_VWcS_SZ_aVSWZSVWZ S`SSZ SZYS^a_VSVS\

[W_W`S\TSZY_SVSZZWYS^S`VS`W^WUaS ZV[ZW_S ^[_W_Z`W^S_VSZ _SZY\WZYS^aW\WZYS^aTSSZ\W^YW_WSZW\WZ`ZYSZSZ`S^TSZY_S `W^SVVWZYSZUW\S`VSZWZUSa\S_SS SZY_WSZ[\W_S`S_TS`S_ `W^`[^SZWYS^S`VSSYWZSV\WTS`S_TSYW\WZ`ZYSZS_ZYS_ZY TSZY_SVSZZWYS^STVSZYW[Z[`W^SV\W^_SZYSZ SZY_WSZ W`S`_WZYYS_WSZW\W^_a`\[__ZWYS^SZWYS^S_ZWWZ`S^S `aVSSTVSZY\[`_[_STaVS SVSZ\W^`SSZSZWSSZSZ`W^SV\aS \W^YW_W^SZZS 
_SZ SY[TS_S_VTVSZY\[``S\STScSVW[^S_ VSZ  
`WSVSVSZ[WVaZSZ`W^ZS_[ZSaZ`aWZWZ`aSZ S\SSZWYS^S`W^_WTa`VZS_WTSYSZWYS^STW^SVSTS`SaTaSZ WTWaVSZa`SZUW^S`\W`S[Z_W\VTScSZ W`S [Z_W\ WZYW^`SZVSZ WZ`ZYZ S [TS_S_ TSY ZV[ZW_S [` aS^ WYW^VSS aTaZYSZ Z`W^ZS_[ZSV^S [TS W^SZSZ ZV[ZW_SVSS W^US`a^SZ Z`W^ZS_[ZS S\S [TS_S_ SS WVa\SZW^S_ S^SS` W^TSZY_S VSZW^ZWYS^S ST S`S aZU [TS_S_S\S [TS_S_VSZ [` aS^ WYW^   WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ 
WS_   W`S\TSZY_SVVaZSVWcS_SZ`VSVS\S``W^W\S_ _S`aVWZYSZ SZYSZ

WS^WZS`a_S`a_SSSZS^a_ WSaSZW^S_SSYaZSWZUS\S`aaSZTSZY_S `W^_WTa` [TS_S_W^a\SSZ_SS_S`aS SZYS^a_ .

VSVS\[WTW^TSYSSUSTSZY_S SZYSVSVVaZS SVSTST ZSSZVSSaZ`aWZYSTW^TSYS S`W^Y[TS_S__WZYYSSSZVS\S`WZWS_SZ \WZYW^`SZVSZ\WZ`ZYZ SY[TS_S_WZVW_^\_SZ \[`aS^ZWYW^VSSaTaZYSZZ`W^ZS_[ZSVW^S Y[TSWZVW_^\_SZVS\SY[TS_S_`W^SVS\WVa\SZ TW^S_ S^SS`TW^TSZY_SVSZTW^ZWYS^SVSZ WZS\SZ\W^SZ_W^`SVSSTW^TSYSS`b`S_aZ`a WcaaVSZ\^W_`S_V^_W_aSWS\aSZVWWaZYYaSZ TSZY_S          .

   WZYW^`SZ [TS_S_ WTWaWZYaZYS\SZ\WZYW^`SZY[TS_S_ U[TSSSSZWZYSS`_WYSS_W_aS`a SZYSVSV_W`S^SSZ SSZ\S_`SSZ WZWaSZTSZ SS SSZWZWaSZ TSZ S[^SZY SZY_aVSWZYYaZSSZ`WW\[Z YWZYYSS`SaTSSZSSZ_WZV^_aVSWWYSZY `WW\[ZYWZYYSSZV\[ZW [TSSSSZVS`SZYW\S_S^_cSS SZ TSSZV\WZaSTaSV\ZYY^SSZ ZVSSSZWZWaSZTW^TSYSSUSTaSTaSSZ VS^aS^ZWYW^ _SZ SSVSS\W W^SVS^S_ZY`[ZSZYYa^W^SWWZYWZY TaS\^ZS\_SZYSbWZV_ SSa SSZ\W^S`SZ_WTSYSZTW_S^_WaS`a VVS`SZYSZVS^ZWYS^SSZWaSYSSa V\W^S`SZTW^TSYSWZ_SSZSZSSZSSZWZWaSZ SX[^ZS ^WVUWZ WZ`aU  ^WVUWZ U[ZSV_VSZ  S a` `a_WaSTS^a_WWVS^_WV` .

    .

U[Z`[ SZYVS\S`VaZYS\ STS^  SZV\[ZWaTW^ cccU[\SZ__Y ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S  WZ_WZ_SSZSZ`aTaSZSSZSZS_ ZV[ZW_SZSaZW^a\SSZWZ_SSZSZ SZYVS`SZY VS^ZWYS^SSZ S_TSZ SU[Z`[SZ SZYSSZ VS\S`WZUS^VSZWZWaSZZ S W^`SZ SSZ SZY WaVSZaZUaSVSSS\SS^`_WaS`a S`S`Wa_a^WTSa_WaSYWSS`W^_WTa` _W_aZYYaZ SWZaZaSZTScSS_ S^SS``W\S` `SVa\`VSVS\S`VW\S_SZVS^\WZYS^aWVa\SZ S_ S^SS``S SZYWTaS_VSZTW_S^ S`aS_ S^SS` VaZSS^YSTS^SZ SZYTW^WZSSZVWZYSZ SS`[aZS_`WW\[ZYWZYYSTaSTaSSZSa\aZ TW^TSYSWZ_SSZSZ`W^_WTa`WZSZVSSZTScS _W_aZYYaZ S`S`VSVS\S`WW\S_SZV^VS^ W`W^S`SZVWZYSZTSZY_SS`SaZWYS^SSZW^WVS^Z S TW^TSYS\^[Va_aS`aZWYS^SVZWYS^SSZWZSZVSSZ TScSSZ`S^SZWYS^S_S`aVWZYSZZWYS^SSZVVaZSZ TW^SVSVSS_SZYVSZ_SZYW`W^YSZ`aZYSZ WSZa`Z S\W^S`SZYSTS^V_S\ZY [TSSUW^S`YSTS^S\SS`a ScSTSZSSZ\S_`TWZS^ S`a YSTS^T[SVaZSS`SaY[TW SVSZS_S ZS\S SZY`W^SVVTSYSZSZVS^ TWSSZVaZSZSSZVWZYSZaVS VS\S`VW`Sa[WZWYS^S SZYSVS .

VTWSSZVaZSSZZ S\S SZY VS_SZ[W_aS`aZWYS^SSSZ VWZYSZaVS_S\SVZWYS^SSZ WaSS^WZSSVSZ S_S`W`[aZS_ VWZYSZWSa`WWU[ZXW^WZUWSZV\[ZWVSZ Z`W^ZW`_W^`SSVSZ SSS``^SZ_\[^`S_ SZYUW\S` S`a\W_ScS`aVS^SWaS`aW^a\SSZTWTW^S\S XS`[^ SZYW\W^UW\S``W^SVZ SY[TS_S_S^ TW^TSYSYSTS^SZVaSSSZVS\S`W^aa_SZ S\S SZYVS_aVVWZYSZY[TS_S_ Z`aWZU[U[SZS\SS^aa_SZSSZTWZS^ S`Saa^SZYTWZS^SSTWTW^S\S\WZYW^`SZWZYWZS Y[TS_S_TW^a`Z STS^  [TWaTW^ cccY[[YW WS^`U[ WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_   S [TSS_VS\S`VS^`SZ_WTSYS\^[_W_S_aZ SW ^aSZYZYa\VaZS T [TS_S_SVSS_WTaS\W^aTSSZ_[_STW^a\S TW^`STSZ SW`W^S`SZVSZ`S^SVSZWWWZWWWZZ S SZY`W^SVSTS`VSZ\W^WTSZYSZ `WZ[[YVTVSZY`^SZ_\[^`S_VSZ[aZS_ SZY WXS_`S_\W^`aS^SZTaVS SVSZW[Z[Z`W^ZS_[ZS U [TS_S_SVSS\^[_W_VSZSTW^TSYS\W^_`cS W\a`a_SZVSZWYS`SZVTWSSZVaZS SZY_S`a VS\S`WTScS[Z_WaWZ_\WZ`ZYTSYTW^TSYS ZVbVaVSZS_ S^SS`VTWSSZVaZS SZYSZ V [TS_S_SVSS\^[_W_WZZYS`Z SS^SZTS^SZY .

S_SaSZYVSZYSYS_SZWZ`S_TS`S_TS`S_ZWYS^S W [TS_S_SVSS\^[_W_VSZS\W^VSYSZYSZZX[^S_ VSZTaVS S_WSZTW^YW^SWZ`S_TS`S_ ZWYS^S X [TS_S_SVSSWZZYS`Z S_SZYW`W^S`SZ VSZ`S^STW^TSYSTWSSZVaZSWSa`W^U\`SZ S \^[_W_W[Z[ZYaZYSZ\[`VSZ\W^`aS^SZ WTaVS SSZ Y [TS_S_W^a\SSZYW^SSZWZaa`W^U\`SZ S \S_S^S`SaWTSSZ SZYWZ`S_TS`S_ZS_[ZS STS^  ^W_VWZ_SS`TW^`WWU[ZXW^WZUW VSZVS[YVWZYSZ\S^S\^WV ScS [_ ^a\ SZYTW^SVSVZS VSZ ^W_VWZV [`WSZY^S a^STS SS^WZZ È%SS X[`[ST^[^È\^W_VWZ_T ZX[ aTW^cccScS\[_U[V W^S ZVbVaS aS`S^aa_SZWZa^a`SS`SSZWZYWZS\WZYW^`SZY[TS_S_ W^SSZS_Z S\SVSYa^a ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S  S^`[Z[ S^`[V^[TW^\WZVS\S`TScS\^[_W_ Y[TS_S__WTWZS^Z SW^a\SSZYWSS_WS^S SZY `WSSVS_WSSSZ\^S_WS^SWTW^S\SU[Z`[SZ`S^S SZTSZY_STSZY_SVS^_SW^[\SWW^SVS^ _SW a_SZ`S^SVSZSZSZW^VS_S^SZ`ZSaSZ _WS^S ZV[ZW_S_WTWZS^Z S`WSSSWZYSS \^[_W_Y[TS_S_ .

W^_`cS\W^_`cSVSS_WS^SVaZS SZY WZZYS`SZ\^[_W_Y[TS_S_ SZ`S^SSZSVSS S_\SZ_^[\SVWZYSZ ZSbYS_VSZ\W^VSYSZYSZ TWb[a_ZVa_`^ SZY WZV[^[ZY\WZUS^SZ \S_S^SZS_ZVa_`^ U W^`aTaSZ[[ZS_W VSZ\W^S_W V W^`aTaSZS\`S_W W SVSS_S\S_US W^SZYaZS WZZYS`S`WW[aZS_ _W^`S`^SZ_\[^`S_W_ZW` SSZ\S_`aYS_aVS`Sa_WS^SZYZY[TS_S_ TW^WTSZYVSS_SS SZYaS_VSZV\W^UW\S`[W WZYS^Z SS^a_ZX[^S__WUS^STWTS_  WZ`ZYZ S [TS_S_TSY ZV[ZW_S WTSYSSZYY[`SS_ S^SS`VaZS ZV[ZW_S\S_` `VSVS\S`VSZ`VSSSZWZY_[S_V^VS^\W^YSaSZ Z`W^ZS_[ZSZVSS`S_[S_V^`a`W^SV_aVS VS\S`V\S_`SZ ZV[ZW_S`VSSSZS\aWWZa WTa`aSZZ S_WZV^ ZS^`Z SS\S^`Z S`VSSZ TScSVVSSaTaZYSZZ`W^ZS_[ZS`W^SVS\S SZY VZSSSZ_SZYaTaZYSZVSZ_SZYW`W^YSZ`aZYSZ SZ`S^SZWYS^S_S`aVWZYSZZWYS^SSZZ S [TS_S_WSZY_W^ZYVYSTS^SZ_WTSYS _WTaSYWSSW[Z[ SZYV`SZVSVWZYSZaZUaZ S TSZ S\W^a_SSSZa`ZS_[ZS SZYTW^[\W^S_WZ STS^% WSaSZaZS ^YSZ`S^S S_US  .

aTW^[aWZ ^TSV WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_   STS^% [ZV__SS_S`a YWVaZY_W[SV SZ`aSTS`YW\S Ta SZYWZYYaZUSZY V[Y S SZ`a S`WZVSZ _W`S^Z S\SVS `SZYYS % W aTW^ cccVW`U[ `S_TS`S_TS`S_cS SZWYS^S SZW\WZYS^a \^[_W_\^[Va_VSZ\WZ WTS^SZ`WZSYSW^SZ`W^ZS_[ZS SaZ_W_aZYYaZ SWTaS_VS^`aWTST_WSZ TVSZYW[Z[aYSWZ SZYa`TVSZY\[`_[_S VSZTaVS SWaSTVSZY`aVYW^SSZ[W\W^WTSZYSZ ZX[^S_VSZ`WZ[[Y[aZS_ SZY`WS S\aWZZYS`SZWUW\S`SZVSZZYa\aTaZYSZ SZ`S^SZa_SV_Wa^a\WZa^aVaZS [Z`[ SZYS__SZYS`S`aSSVSSS\S SZY TWTW^S\ScS`a SZYSa`W^SVV[Y SS^`S`W\S`Z S \W^_`cS`SZYYS  W  S`aYW\STaSS % cS`a_WWS\S\S SZY`W^SVV[Y SS^`S`W^_WTa` SZY_aZYVS\S`VW`Sa[WS\^_Wa^aSZa_S SZYSVSVVaZSZ[Z`[SZSVSS \W^WTa`SZ\SSVaZS_W\ST[SS`Sa USTSZY[S^SYS SZYSZ S\^_WaS .

S`S[^SZY_WVaZSVS\S`WZ S_SZ \W^`SZVZYSZ`W^_WTa``SZ\SS^a_VS`SZY WZWYS^S\WZ WWZYYS^S S^TWTW^S\SU[Z`[Z`S`Sa TScSY[TS_S__W_aZYYaZ S`WS W^STSW_WYWZS\TVSZYWVa\SZ `S \SS^`\WZ`ZYZ SY[TS_S_TSY ZV[ZW_S [TS_S_WS^`\WZ`ZYTSYTSZY_S ZV[ZW_S SZY_WVSZYWTSZYaZ S`aVWZYSZ WZYSTSZXSS`VS^WSaSZWSaSZ SZY`WS VUS\S[WTSZY_SS`SaZWYS^SSZaZ`aV`W^S\SZ V ZV[ZW_SaVSTS^SZY`WZ`a`VS_WaSWSaSZ SZYVSSTSZY_SSZSSZ`SSTS`Sa`S`^a TWY`a_SS ZV[ZW_S_WS^a_Z SSZ SSSZWZYST WSaSZVS^__\[_`XZ S_SSTS`aWSaSZV TVSZYW[Z[\[`_[_STaVS SSa\aZ`WZ[[Y Z`a`aZSZS SZUS_SS^a_`SYaZSSZ_WTSYS \WZ S^ZYVS^ZS SZYVSTS^WZSZSZS SZUS_S_W_aSVWZYSZ_`aS_VSZ[ZV_VS^TSZY_S ZV[ZW_S SZUS_STW^_aTW^VS^SYSSVSZSVS` _`SVS` SZYVYSVS^Ta ZV[ZW_S ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S  SWZYST_aS`aSS`SaTS^SZY SZY TW^S_SVS^aS^ZWYW^`W`S\`VS_W_aSVWZYSZZSZS SZUS_SSS SZY`W^SVSVSSSTa^Z SS` V^TSZY_S ZV[ZW_SW_aS`a SZY[VW^WZWSZY V\W^aSZ`W`S\`VST[WWZYSZYSZZSZS SZY_aVSTW^SS^VSSV^TSZY_S ZV[ZW_S .

 .

           .

    .

   ^` [` aS^ WYW^ SaSSSZS\SS SZYWZVSV\W^aSZYSZ S`SaV\W^`SSZSZ[W_aS`aZWYS^SVSSX[^aZ`W^ZS_[ZS ScSTSZZ S`VSSZSVSSW\WZ`ZYSZZS_[ZS WTSYSU[Z`[\WZY^SZWZSYS W^S ZV[ZW_S  VSZWZSYS W^SSZ`S WaS^ZWYW^ WZY^SZ W^WSSVSSVSS^SZYSWZYa^SZY\WZYSZYYa^SZ VSZWZYS_SZVWb_STSY ZV[ZW_SZ`a`a VSS^SZYSWcaaVSZW\WZ`ZYSZZS_[ZSS^a_ SVSW^S_SSVWZYSZ WYS^S`W`SZYYSS`Sa WYS^SVSZS \S^S VSZ V^SZ.

WS^WZS`aVS\S` VS`SSZTScSW\WZ`ZYSZZS_[ZSW^a\SSZaZU VSS\[`aS^ZWYW^ \SS\[`aS^ZWYW^`aWUS^S_WVW^SZS \[`aS^ZWYW^VS^`SZ_WTSYS_WSS`Sa\[SVS^ US^SVSZ`aaSZ_WUS^S`W^TaSVSZ`W^_WTaZ VSS S_ZWYS^S`W^`WZ`aTW^SVS\SZVWZYSZZWYS^SSZS`Sa S^_a_ _a_SZVSSW[\[SSZSSTW^a`Z S^SWSaSZWSaSZ SZY`WSVUS\S[WZWYS^SZWYS^S`W`SZYYS`S Sa\aZZWYS^SZWYS^SSaVTVSZY [`[Z[[_SaVS SWZ[[Y VSZ SZS S^U[Z`[U[Z`[`W^_WTa`U[TSS_ S_SZSZS SZY\W^aVSTS`Sa V`^a[WTSZY_S ZV[ZW_S SZS SZY`VS\W^aV`^a[WTSZY_S ZV[ZW_S YS^cScS_SZSSZWZSV_WSZaS_S_V_a_W[\[`W^_WTa` TScSSWVSSV_a_WS_SS_S`aVS^W[\[ SZYSVS SZY W\^W_WZ`S_SZVSSV_a_WS_`W^_WTa`_WWZ`S^SW[\[ SZYSZZ S WZSZYYS\S_V_a_W[\[ SZY\^W_WZ`S_`a S_V_a_WS_ZTW^S^` W^a\SSZS_\W^SZTW^_SSWS_SSZ .

WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_   _WW[\[ZWYS^SSZ [`aS^ZWYW^W^a\SSZ \W^\SVaSZVS^`aaSZS`SaW\WZ`ZYSZZS_[ZSVWZYSZ \[cW^VSZS\ST`S_WS\aSZ [`aS^ZWYW^SVSS_`^S`WYVSZ`S` SZY VYaZSSZ[W_aS`aZWYS^SVSSaTaZYSZZ SVWZYSZ ZWYS^SZWYS^SSZSSS^`aS_\[`aS^ZWYW^ SVSS\[S\W^Sa SZYVYaZSSZ[W_aS`aZWYS^S VSSaTaZYSZZ SVWZYSZZWYS^SZWYS^SSZ [` aS^ZWYW^TW^aTaZYSZVWZYSZ\^[_W_\WTaS`SZ W\a`a_SZaZ`aWZYa`\SZSSZ`W^`WZ`a WZa^a`TaaWZUSZS`^S`WY WS_SZSSZ [` aS^ WYW^W\aT ZV[ZW_S %%  %%%\[`aS^ ZWYW^VS^`SZ_WTSYS_aS`aWTS_SZSSZ SZY VST[W\WW^Z`SVSS^SZYSaTaZYSZZ S VWZYSZVaZSZ`W^ZS_[ZSVSSa_SSaZ`aWZUS\S `aaSZZS_[ZS WSa\[`aS^ZWYW^\WW^Z`S W\^[ W_SZW\WZ`ZYSZZS_[ZSZ SWVSS S_ S^SS`SZ`S^TSZY_S S^a^SSZVaS_W_aZYYaZ SVS\S`VW`Sa TScS`aaSZ\[`aS^ZWYW^SVSSaZ`aWcaaVSZ W\WZ`ZYSZZS_[ZSaaSZ`W^_WTa`WaS`YSTS^SZ WZYWZSWSVSSZZWYS^SVS_SWZVS`SZY_W^`S[ZV_ S_SVW\SZ SZYVZYZSZ WS_SZSSZ\[`aS^ZWYW^VScS[W\WZW`S\SZ WTS_SZSSZVSZW\a`a_SZVWZYSZW\W^`TSZYSZ SS SZYVVS_S^SZ\SVSXS`[^XS`[^ZS_[ZS _WTSYSXS`[^Z`W^ZS_W^`SXS`[^XS`[^Z`W^ZS_[ZS _WTSYSXS`[^W_`W^ZS  [` aS^ WYW^W\aT ZV[ZW_S .

SS_S^ aa S_S^aa\WS_SZSSZ\[`aS^ZWYW^W\aT ZV[ZW_S`W^YSTS^SZ_WUS^SWS_VVSS WTaSSZZVSZYZVSZYS_S^ % SZWS VSZ SZWS ZWS WZ S`SSZTScSWW^VWSSZ SSS_WYSSTSZY_SVSZ[W_WTST`aSS\WZSSSZ VS`S_VaZSS^a_VS\a_SZS^WZS`VS _W_aSVWZYSZ\W^WSZa_SSZVSZ\W^WSVSZ ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S  WSZa`Z S\SVSSZWS VZ S`SSZTScSVSZ a`WS_SZSSZW`W^`TSZVaZSTW^VS_S^SZWW^VWSSZ \W^VSSSZSTSVVSZWSVSZ_[_S S^VaSa`\SZVS`S_WS_STScS\[` aS^ZWYW^ W\aZ SSZVS_SZS`SaVS_S^aa SZY_SZYS`aS`S^WZSVS`a^VVSS WTaSSZ  %  TWS^S WS^SZ [` aS^ WYW^W\aT ZV[ZW_S SZYWTS_`X W^_`cSZ`W^ZS_[ZS SZY`W^SVWW`a_Z S W^SZY aZS \SVS`SaZ % % SZ`S^SVaST[WaS`SZ WVaST[`W^_WTa`SVSS ZWYS^SZWYS^S [^[_VWZYSZ ZWYS^SZWYS^SWa`a SVS ScS\W\W^SZYSZWWZSZYSZ _WSaV^S[W\S ZWYS^SZWYS^S [^[_SYSZ VS^ W^SZYaZS Z .

SZY`W^SVV_SVWZSVWZYSZ_WTa`SZ W^SZY _Sa^S SS`Sa W^SZY S_  SVSScSZ S WWZSZYSZ W^SZY_Sa^S SZSVSV S W\SZY_WZYYSVSScS`a SZY_SZYS`_ZYS` W\SZYVS\S`WZYaS_SS\^_Wa^acS S_S WZYYS^S`W^S_a ZV[ZW_S ZYS`SZ\W^SZYW^SW^S`VTScS [SZV[ WZVW^S U^`a^VSZ S_SSZSW_`W^ ` TW^S_WZYYaaZYSZYS`SZ\W^SZY W\SZY _WVSZYSZ S_SSZS [^V [a_ [aZ`TS``WZ WZ W^Ta^SVS^S^S`VSZ_SWZYYS^SS^ S\SZVSZ.

ZScSSZYS`SZaVS^SW^SW^S` WT[[`S[`SV W\SZY SVS`SZYYS Ya_`a_ % T[\W^`SSVS`aSZV[`S ^[_S _WVSZYSZT[WVaSVS`aSZV[`S SYS_S `SZYYS%Ya_`a_ % SZ`S^SWVaS\W^_`cS \WT[SZ`W^_WTa`Z[bW`WZ S`SSZ\W^SZY `W^SVS\ W\SZY S`a\SVS`SZYYS%Ya_`a_ % S^Z S W\SZY\SVS`SZYYS STS^% aS_SZS W^SZY   aTW^ [WZ`[Waa`\WU[ WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  % WZ S`SSZWZ W^S`SZ\S_ S^S`W\SVSWa`a W^S^S W^SZY_Sa^S S WZYSZWZ W^SZ S W\SZYW\SVSWa`aV ZV[ZW_S`W^SVW[_[ZYSZWaS_SZ W_W\S`SZ ZVYaZSSZ[W\S^S\W\ZTSZY_S ZV[ZW_S aZ`aW\W^_S\SZWTS`SZYWW^VWSSZZ S Ya_`a_ %   .

W\S`\SVS`SZYYS Ya_`a_ % TSZY_S ZV[ZW_S WZ S`SSZV^_WTSYSTSZY_S SZYW^VWS WS_SS``aaZUaSVaSWaS`SZ^S_S_S VaZS S`aW^SW^S`VSZZ[bW` WVaSWaS`SZ^S_S_S`W^_WTa`_W^ZY`W^SV \W^_W_SZ\WZVS\S` W^_W_SZ`W^_WTa`WZUS\S \aZUSZ S_W`WSTW^S^Z S W^SZYaZS  W^WTSZYSZaTaZYSZWVaSZWYS^S^S_S_S SZY WcSWVaST[ SZYSVSVSSS_S\S_US\W^SZY VWZSVWZYSZZSS W^SZYZYZ WTSYSZVaZS SZY_W[S[SSZ S`W^V^ S`S_VaST[`W^_WTa`S_ZYS_ZYWZaZ`a`SYS^ _WaSZWYS^S SZYSVSVVaZSWZS`aSZ\SZZ S W\SVS_SS_S`aT[ SZ`aSVSSVWSZ W`S`Z S_WZYYS_S\`VS\^[_aVSVSZYYS\SZ` _WVSZYSZ_S\ZW`^SVa`a SY\WW^Z`S ZV[ZW_S\SVSScSWW^VWSSZ WZYSVS\WSVSSZ_W\W^``aS_ VWZYSZW^SYaSZ W_\aZSSZS`SZWS VSZSZW  WTaSSZ % Uaa\WS_ZSaZS^WZS WSVSSZ SZYTWaWaZYZSZSSTWa W\aZ S_S\ SZY`WYS_ W^WTSZYSZ_WSZa`Z S WW^Z`SW\aT ZV[ZW_SWZYSVS\TW^TSYSW_a`SZ W^aZVZYSZ VWZYSZ WW^Z`SWSZVS SZYVSV^[W [_ YS WYS^S  VS^ `W^\a`a_S^WZSWSZVS W^S ZVbVaS [TSSSSZUS^VS^TW^TSYSTaa_aTW^Sa\aZSa_ SZYSVSWZYWZS \WZYW^`SZ W^SZYZYZ_WUS^SZVbVa ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S .

% WZ[Sa_a^`U aT[__WWZ`S^S[\[__VS^ ^[Z`W[^S_S S`   SZYV\\Z [W a_[_WSZWZYWTS`  WZYa_aSZ SYS^VSSW S\\W^`WZ`SZYSZSZ`S^SW^S W^S`VWZYSZZ[bW``W^_WTa`\S WW^Z`S  WSW\SVSZ[bW` Z`aWZSZYYS\_S\  `W^_WTa` SSS ^W_VWZ [SSV S``S SZYcS`a `aW\Z STZW` ^W_VWZ_VSSWTW^SZ W`W^SZYSZZ SVVW\SZSVSZ WW^S [`W S_[ZS ZV[ZW_S a_S`   `SZYYS W\`WTW^ % % WZYWaSSZ\W^Z S`SSZ SZYW^a\SSZ \WZWS_SZ\W^`SS `WZ`SZY\[` aS^ZWYW^W\aT ZV[ZW_S S`a  [`WTS_`X [SSV S``S WZYWaSSZW_`S`STSZY_S ZV[ZW_S SZYW\W^aSZYSZWW^VWSSZTSZY_SVSZZWYS^S `SSZ SS^a_WSZ`S^S\^[a_SS`Sa ^[W^S\SS`SSVS\WZV^SZ SZYS^a_`S STVSSWZYWS^U`SU`S`S WW^Z`STW^\WZVS\S` TScS\WZV^SZ SZYS^a_`SSTSS _a\S S`SSZYSZWZSV[TWVSS\W^`S^aZYSZ \[`Z`W^ZS_[ZSWSZSZ`SS^a_`W`S\WZSV _aTW SZYWZWZ`aSZ_S\`S_WZV^TW^S .

W\W^aSZYSZ`aaSZ`S_WZV^ S`a ZV[ZW_S W^VWS_Wa^aZ S WSZa`Z S [SSV S``SWZYWaSSZ  W^aSZYSZ`SS^a_V\W^aSZYSZVS`S_VS_S^ _WT[ SZ`S SZYSS W^US SSSZV^_WZV^VSZ TW^aSZYS`S_W_SZYYa\SZ`S_WZV^ Z`VSTW^S^` TScS`S`VSSSZWZYSTWaZ`aZYSZVS^ \W^Y[SSZ\[`Z`W^ZS_[ZS WSZY`S\`S\\[` aZ`aWZUS\SWVaVaSZZWYS^S SZYaS`SS aZY S``S_WVSZY WZVS\ZYaZY S^Z[VSS_aS`a WYS`SZaTW^ aa SaZ ZV[ZW_S W^VWS WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  %  W\W^YaZSSZ\W^`WZ`SZYSZZ`W^ZS_[ZS SZYSVS `aaZ`aWZUS\S`aaSZZS_[ZSWSZVSTW^TaS` TWY`a S_WYSSTSZY_S_WTWZS^Z STW^TaS`_WSUS `aS\S_WTST`S`VSSSZWSaSZZ SS\`S\ [^SZYVSZ`S^S`S`WZ`aSVSW\aZ S_\S``W^SVS\ Y[[ZYSZZS`SaY[[ZYSZ`aSSZ`W`S\\W^aSZYSZ TSZY_S`VST_SV\WUSVWZYSZWZa^a` _\S`_SS`W`S\WZVSZ SVVS_S^SZW\SVS^WS`S_ W\SVSW\WZ`ZYSZZWYS^S`S_W`S\cS`a  S\W^aSZYSZZV`ZSaVS^a^a_SZ [aZ_WWSZYTWZS^\WZV^SZTScS_WYSSYSSZ S VVS_S^SZW\SVS\[`[bW`a_SSY _W[^SZY[aZ_[bW`a_SSVSS[VSaZ`a WZUS\S_WYSSU`SU`SZ SS^WZSVWZYSZ[bW` .

a_STSZYaZS`SaS`aZ S\W^aSZYSZ[aZ_W VSVWSZ\WZV^SZ_W[^SZYZS_[ZS_ _WS\aZ\SZVSZYSZWS_ S^SS`SZZ STW^VS_S^SZ _[_S_WS^a^a_SZ\[`ZS_[ZSWW^VWSSZ `aS SZY`W^a`SS_WZYYS_WYSS`aaSZ VTaS`SZW\SVS\W^aSZYSZWZUS\SWW^VWSSZ W^`aZYSZ SZY`W^a`SSSSTW`S\SSaSSZ WZUS\SWW^VWSSZTSZY_Sa_WWS_WS_Z S VSZVWZYSZ_WZV^Z S\W^aSZYSZZ S`aWZYST VS_S^SZVS^\SVS\W^aSZYSZ SZYVSZa^SZ[W _W[^SZY[aZ_ WW^VWSSZZS_[ZS`W^a`SS _S_S`\W^aSZYSZV_W_aSSZVWZYSZWSVSSSZ.

W S^WZS`a`VSVWZYSZ_WZV^Z SSWSZ`S^S VaSS^SZ SZYTW^`WZ`SZYSZW`S\SaYSTW_S^ _\S`Z SW\SVSS^SZ SZYWTVWS`\SVSZ SS `W`S\WSZYS_WZV^VSSWZYSVS\_[S_[S WW^VWSSZ WTSYSTSZY_S SZYTS^a`SW\aZ S TSZ SWWSSZVTSZVZYSZVWZYSZVaS^S_S_S W^SW^S`VSZ[bW`a_SWZa^a`SZYYS\SZ \WW^Z`S`SS^a_`W`S\WZVS_S^SZ\W^aSZYSZ `SVWZYSZSVSYa\W^US SW\SVSV^VSZTW^aSZY S`S_`WZSYSVSZW_SZYYa\SZ SZYSVS\SVS`S W`W^SZYSZS ^W_VWZVSVS\SZ_VSZY  _SS_WS`VSWZ WTa`SZS`SaWZYYaZSSZ ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S %  S`SS`S\[`TWTS_S`X SaZSZSTWTS_S`X VS\S`V_SVS^aVaW`W^SZYSZZ S WZVS aZY VSZ`S^SaS S^SZY SZYS^`Z S`VSSZVS^ .

\[`TWTS_S`X WZVS aZY_SSS^`Z SVWZYSZ a\S SS`XVSZVSZ`S^SVaSS^SZYSVSS`VS `W^S`[WVaSWaS`SZSVaS_S SZYSVSTWTS_ S^_a_ WZ`aSWS_SSZWZSVW[\[W[\[ aYS_SSZSVSSWZV_a_SZVSSW[\[STW^a`Z\S SZY WS`S^TWSSZYaZY S``SWZ S\SSZW`W^SZYSZVVW\SZ  `SZYYS  W\`WTW^% %VWZYSZaVa WZVS aZYVSZ`S^SaS S^SZY [`aS^ZWYW^ SZYTWTS_VSZS`X_WTSYSSZS `WSVUSZSZYSZ[W [SSV S``SVSS \W^SSZSZ_WS^STSZY_S ZV[ZW_S`W^a_WZYSS \W^WTSZYSZ S`a STZW` S`_^\SVSTaSZW\`WTW^ % WTW^W`W^SZYSZVVW\SZ S^WWZ VWZYSZWZZSa\[`aS^ZWYW^VS^_WY\W^`WZ`SZYSZ SZ`S^SW^SW^S`VSZZ[bW`SS W`W^SZYSZ`W^_WTa`SZ`S^SSZV_WTa`SZZ`S^SVaS WaS_SSZ SZY`Ta`WSaZUa\W^_SZYSZS`S_ VS_S^\W^`WZ`SZYSZVW[[YVSZSaSZ SZY_WSZ W^aZUZY WVaSTWS\S_WVSZYWZUS^VSZ WZVS\S`SZScSZS`Sa_Wa`aWTWZ`aY[[ZYSZ S`SaT[[S^S`VSZ[a^ WZYSZVWSZ\W^`WZ`SZYSZ\SSVSZSaSZ SZWaS_VSZWZVSS_WZYYSWZTaSZ WSVSSZ\W^SZYVZYZVSZVaS`^SZ_WcS`acS`a SSZWZ WTSTSZ\W^SZYVVSW^S\W^TS`S_SZSZ`S^S VaS\WZYS^aWaS_SSZ`aSSWSVSSZ SZY TW^TSS S`a ZV[ZW_S`WSWa`a_SZaZ`a WS_SZSSZ\[`aS^ZWYW^ SZYTWTS_SS WZSSZSZ\[` SZYTWTS_`aW\WZ`ZYSZ^S S`S SZYWZSV\WV[SZZ SV_S\ZY`a\WW^Z`S SSZTW^a_SSaZ`aWTSZ`a`S\`S\a_SSaZ`a .

WZYWTSSZ\W^VSSSZVaZS`SZ\SSV\[` [\[^`aZ_ SZYSZ SVVS_S^SZ\W^`aZYSZSTSVSZ ^aYVSZ`VSTW^VS_S^SZU`SU`Saa^ WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  %  WSZa`Z S STZW`aSZ\SVSTaSZ W % aYSWTW^SZW`W^SZYSZVaS\S^WWZ SZYSZ`S^SSZWZYS`SSZ [`aS^ZWYW^  `W`S\TW^VS_S^SZ SZUS_S\SZVSZYSZVa\TSZY_S SZYWZYWZVS\W^VSSSZVaZS WW^Z`SSSZ WWS^SaTaZYSZ\W^_SSTS`SZVWZYSZ_W`S\ ZWYS^SVSZTSZY_S SZYWZYSZYYS\ ZV[ZW_S_WTSYS ZWYS^SVSZTSZY_STW^_SSTS`TW^VS_S^SZS^YS WZYS^YS[^S`WZY[^S`W^aTaZYVWZYSZ SVSZ SW`WYSZYSZ\[` S`aSZ`S^S[Z[bW` VSZ[W^SW^S`SS\WW^Z`S ZV[ZW_S `VSSSZWZSTSW`WYSZYSZ`aVWZYSZ`a^a` US\a^VSS\W^SZYVZYZ SZYW^SSWSSZ`S^SVaS T[`a`S_\WZV^SZVaSSSW\aT ZV[ZW_S _WTSYSSZYY[`S W^_W^S`SZSZY_SSZY_S  `WZ`aWZYYaZSSZX[^a `W^_WTa`aZ`aWTWS U`SU`S\W^VSSSZVaZS SVSTaSZ W %  STZW`[\[WZW^SZYSZ W\SVS S^WWZSZ`S^SSZS_SaSZ S\WW^Z`S WZ S`SSZ_S\TWTS_VSS\W^aTaZYSZaS^ ZWYW^SSaZ`aWZWYS_SZTScSTW^SVS\SZVWZYSZ WZ S`SSZSVSZ SVaSS^SZTW^`WZ`SZYSZVSS SSZYSZZ`W^ZS_[ZS SZYWcaaVSZVaST[ S`a[S^S`VWZYSZW^SW^S`VSZ_Wa`a_Wa`aZ S VSZ[a^VWZYSZZ[bW`VSZ `WSZ`WSZZ SW\aT ZV[ZW_STW^_XS`TWTS_ .

VWZYSZSZS S`VSW_SS_S`a\SaZ`a_WSSZ S VWZYSZYS`V^W\SVS_SS_S`aT[VSS \W^`WZ`SZYSZ`aVSZ T`VSWZYS`V^aZ`a_WSSZ SSSZ`VS US\a^`SZYSZS`SaTW^_XS`ZW`^SVSS`S\`S\ \W^_`cS SZY`W^T`VS^\W^`WZ`SZYSZSZ`S^SVaS T[`a`SV WSZS\WZWYS_SZVW\WZWYS_SZWZYWZS \[`aS^ZWYW^W\aT ZV[ZW_S SaZVVSS \W^SSZSZ_WS^SZ S`W^Z S`S\[`aS^ZWYW^ SZY TWTS_S`X`W^_WTa`WZYSS\WZ \SZYSZ S`a \SVSS_S\WW^Z`S.

^VWSS %  %  SVS S_S`W^_WTa`W\aT ZV[ZW_S_WSZ`W^S`\SVS ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S %  T[[aZ__WVSZYSZZWYS^SZWYS^ST[S^S` Va_aVSZVUS\_WTSYSZW[[[ZS_W\W^S_W YS STS^a W^_SSTS`SZVSZ\W^VSSSZV VaZSWZSVTW^[ZX^[Z`S_VWZYSZZWYS^S_W^a\aZ WZYYSZ SZY SS _S SVSS_S.

^VW SS`a aZUaSS\S SZYVWZSVWZYSZZSS\[^[_ SS^`S  Z[ WZ SZ[ WZY [ZY SZYVSZTW^S^ \SVSS_Z S\W^_`cS\WTW^[Z`SSZ[aZ_ VWZYSZ  %  È Z S\SVS`SZYYS W\`WTW^ W^S W[\[ WZ`aSWS_SSZVSSW[\[W[\[ S^SVS^TW^TSYSTaa_aTW^ SZYSVSWZYWZS\^S`\WS_SZSSZ \[`aS^ZWYW^ \SVSS_S.

^VW SS .

S\W[\[WTaS`S\[^SZ_WUS^S`W^`a_SS_S`aW[\[ W\^W_WZ`S_SZS_Z SVSZW[\[SZZ SWTW^S_aSZ U [` aS^ WYW^WTS_`X\SVS S_S.

^VWS^a WW`a_Z S\WTW^[Z`SSZ  È WZTaSZ TSZ S[^TSZ`W^a`SS[^TSZcSTS`Z S aZUaSTW^TSYS`aZ`a`SZ SZYV_\[Z_[^ [WTW^TSYSW_S`aSZS_VWZYSZ`aZ`a`SZZ S SZY `W^WZS ^aZ`a`SZS S` S`aTaTS^SZ `a^aZSZS^YSVSZ^W_aX WSTZW`aZ`a`SZ \W^`SSVS\S`V\WZa\SVS`SZYYS %  S^W` SZ_WYW^S_W`WS`a\SVSTaSZ aZ_S\S  SW_ W^a_ ScS^S`SZS S`WWZ`S^S a % _W`WSSZYY[`SSZYY[`SZ SV\W^TSS^aWZ WWZYYS^SSZ VSZYaVWZYSZWZYS_SZ_WTSZ S W`W`S\SZSS_S`aW`W`S\SZ `W^_WTa` SVSS W`W`S\SZ [ È È % `WZ`SZY WZWYS_SZ WTS SZVS_SZ WTS_SZSSZ [` aS^ WYW^ VSSW`W`S\SZ`W^_WTa`SZ`S^SSZVS`a^ SS_WTSYSTW^a` WTS_S`XSZ`\W^S_WVSZ[[ZS_W VSS_WYSSTWZ`aVSZSZXW_`S_Z SVSZa` _W^`SWS_SZSSZW`W^`TSZVaZS SZYTW^VS_S^SZ WW^VWSSZ\W^VSSSZSTSVVSZWSVSZ _[_S WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  %   WZYSTVW\SVSW\WZ`ZYSZZS_[ZSVSZSZS` WZVW^`SSZS S` [` aS^ WYW^WTS_`XTW^`aaSZ W\W^`SSZSZWTWTS_SZ ZV[ZW_S`W^SVS\ \W^S_VSZ[[ZS_WVSS_WYSSTWZ`aVSZ .

SZXW_`S_Z SVSZWZWYSSZW`YS_WYW^SZYS `aaSZWb[a_ S`a  WTWZ`aSZ_S`a WYS^SW\aT ZV[ZW_S SZY TW^TWZ`a WYS^S W_S`aSZVSZ WYS^S WTSZY_SSZ SZYVW[^S`_VWZYSZcS SWaS_SSZVS^ STSZY_S\S W^SaW  WTWZ`aSZ_S`aS_ S^SS` SZYSVVSZSa^ S`W^SVSZ_\^`aSVSScSVS WYS^S W_S`aSZ W\aT ZV[ZW_S`a  WTWZ`aSZ_S`a\W^_SSTS`SZ SZYTSSZ`S^S W\aT ZV[ZW_SVSZ_WaSZWYS^SVVaZS`W^a`SS _WSVWZYSZZWYS^SZWYS^SX^SVSZ_SS`S_ VS_S^TWW^S_SSWTWZ`a_S`aVaZSTS^a SZY TW^_VS^\W^S_WVSZ[[ZS_WWZaa W\SVS\W^VSSSZVaZS SZY_W\a^ZS WaVSZ_WUS^STW^`a^a``a^a`\WZWYS_SZ\[` aS^ZWYW^ SZYTWTS_S`X[W SW_ W^a_ ScS^S`SZ S S`_WSaV\W^`WYS_VSS_W`S\S WZ WWZYYS^SSZ_VSZYaaTSVSZYa %  % % %%  %%% %%  %%%Sa\aZVSS VSZYa  %%% WZWYS_SZ\[` aS^ WYW^ WTS_`X SZYV`aSZYSZVVSS W`W`S\SZ  [ È È % ST a^aX^S WTSZYaZSZ SZYS SZSZYV_SZSV`WYS_SZSS TVSZY\[`aS^ZWYW^ SZYTWTS_S`XVa_SSSZ SYS^ ZV[ZW_S`W^a_VS\S`WZZYS`SZ\W^SZSZZ S VSSWTW^SZ_aTSZYSZZ SaZ`a`a^a`_W^`S WZU\`SSZ\W^VSSSZVaZS SZYSTSVSVVSZ _WS`W^S aa_SZ`W^_WTa`V\W^`WYS_SY\SVSTST  ^SVSZ WTS_SZSSZ WTSZYaZSZa^aXUTVSZY .

\[`\S^S`a^ WW^Z`S aaVSZ aTaZYSZ ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S %  aS^ WYW^VSZSVSSSaTaZYSZaS^ZWYW^ VS`a^VSSSS_WTSYSTW^a` W^a_WS_SZSSZ\[`aS^ZWYW^ SZY TWTS_S`XVWZYSZWZYSTVSZZ SW\SVS W\WZ`ZYSZ S_[ZSa_a_Z S\WTSZYaZSZ W[Z[  WZYSTSZYSSZYSaZ`aWSZ`S\SZ _`ST`S_cS S_SWZYYS^SVSZ S_ S^S` S S_WZYYSWaZYZSZZWYS^SZWYS^SV cS SZS\aWZYa^a_S_SVW\SZZ S_WZV^ WSa\WZYWTSZYSZW`SSZSZZS_[ZSZ S S_ZYS_ZY_W^`SW\W^aS`cSVSVSZW^S_SS SZ`S^SZWYS^SZWYS^S W^\aZSZSZY_S SZY_S_SWZYYS^S  WZYWTSZYSZW^S_SSaZ`aS_aVS_aV VSSVWZYSZ_WaSZWYS^SVSZTSVSZTSVSZ Z`W^ZS_[ZSVSZWTWZZYS`SZ \W^SZSZZ SVSSWTSZ`aTSZY_STSZY_S SZY_WVSZYW\W^aSZYSZWW^VWSSZZ S `SZ\SWZY[^TSZSZ W\WZ`ZYSZVSZ WVSaS`SZ S_[ZS S^_a_ _a_SZVSSW[\[WZYWZS\WS_SZSSZ\[`aS^ZWYW^  SZYTWTS_ VSZS`XÊ\SVSS_S.

^VWS^a V [` aS^ WYW^WTS_`XV^SWX[^S_ VSZYa  %%%aYSWTS W\W^`WYS_\[`aS^ZWYW^ ZV[ZW_SSS .

W`W`S\SZ  [ È È %%%`WZ`SZY  ST ^S WTSSZa^aXSZYS `WZ`SZY aTaZYSZ aS^ WYW^V^aa_SZSS_WTSYSTW^a`  WZWYS_SZS^S\[`aS^ZWYW^ ZV[ZW_S SZY TWTS_S`XVSZTW^[^WZ`S_\SVSW\WZ`ZYSZZS_[ZS WZ`TW^S`SZ\SVS_[VS^`S_SZ`S^ZWYS^S TW^WTSZYWZVaaZY\W^aSZYSZWW^VWSSZ TSZY_STSZY_SWZ[S\WZSSSZVSS_WYSS TWZ`a_W^`SWZZYS`SZWSZV^SZTSZY_S VSZW^S_SSZ`W^ZS_[ZSTSYW_WS`W^SSZ ^S S` WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  %  SSWSaSZ\W^SZSZVSZW^S_SSZ`W^ZS_[ZS SZYWZ SZYa`W\WZ`ZYSZVSZSS` Va\^S S`TSZ SS^a_VWZYSZ\W^_W`aaSZ WTSYS\W^cSSZ^S S`  WZZYS`SZaS`S_VSZZW^SS\S^S`a^aS^ ZWYW^SYS^S\aWSaSZV\[S_\^[S`X VSS_WYSSTVSZYaZ`aWTSZYaZU`^S\[_`X ZV[ZW_SVVaZSZ`W^ZS_[ZSWTW^SZ\W^ZVaZYSZ VSZ\WTWSSZ`W^SVS\cS^YSZWYS^S VSZW\WZ`ZYSZ ZV[ZW_S_W^`SWSZXSS`SZ _W`S\\WaSZY\[_`XTSYW\WZ`ZYSZZS_[ZS  WZZYS`SZaS`S_V\[S_YaZSW\W^UW\S` \WaSZW[Z[VSZ\WTSZYaZSZZS_[ZS WSaW^S_SSW[Z[^WY[ZSSa\aZ Z`W^ZS_[ZSVSS^SZYS_`ST`S_W^S_SS VSZ\WTSZYaZSZScS_SZ  WZZYS`SZW_S\SZ ZV[ZW_SVSS_WYSS TVSZYaZ`aWZYSVS\\W^VSYSZYSZTWTS_ .

`W^a`SSVSSWZ [ZY_[ZY\WTW^SaSZ   VSZ.

  W\W^aS_\W^SZSZW_`^SV_VWZYSZZWYS^SZWYS^S _SSTS`_W^`SW\W^SZUS^\^[_WVa^V\[S` VSSa\S SWS_SZSSZW_`^SV_TSY \WZ WW_SSZ\W^S^S\VSZS  WZZYS`SZW^S_SSVSS_WYSSTVSZYVWZYSZ ZWYS^S`W`SZYYS SZYTW^TS`S_SZSZY_aZYVSZ W^S_SSScS_SZ aZ`aWWS^S_`ST`S_ \WTSZYaZSZVSZW_WS`W^SSZ [` aS^ WYW^VS_S\WW^Z`SSZa_[ STSZYaV[ [Z[`SaZ Ê %VSS b_VSZ_TWSaVSZ`S^SZ SVWZYSZWSaSZ a_SSWSZ`S\SZ\[`aS^ZWYW^S`aVWZYSZ STS^%% ^W_VWZWZ S\SSZ \VS`[ \SVSVSZYW %  SW_a  Wc[^ WS_S %È% _SZYcS`a_W`W\S` X[`[ST^[^È \^W_VWZ_T ZX[   ccc\^W_VWZ^Y[V ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S %  US^SWZZYS`SZW^S_SSZ`W^ZS_[ZSVSZ WZZYS`SZaS`S_V\[S_ ZV[ZW_SVSS .

^SZYSW\W^aSZYSZW\WZ`ZYSZZS_[ZS ^W_`S_ ZV[ZW_S_WS  SZaS^ WZSVSZYY[`S `VS`W`S\WcSZ WSSZSZ VSZSW\aT ZV[ZW_SV\[W %ZWYS^SSZYY[`S aYS_ W\aT ZV[ZW_SVWcSZ WSSZSZ SVSS  W`aS [`WSZ_cSZVS  W`aS[`WW^SaZ`a\S_aSZ\WZSYS\W^VSSSZ  W`aS [`W\WZS`aSZ_SZ_aZ`aW^^S W[ZW S W`aS [`W\WZ WW_SSZ[Z aVSZ S W`aS [`W\WZ WW_SSZ[Z  [ZY[ S W^`aS [`W\WZ WW_SSZ[Z  aZWS __Sa S^aTS^aZ ZV[ZW_STW^SZWZYST_S\ _WTSYS_S`a_S`aZ SZWYS^SSZYY[`S`VS`W`S\    SZYTW^_S\ST_`SZW`S_WaSZWYS^S SZZ SWTW^SZVaaZYSZaZ`aWTW^_SZ_ \SVS ^SZ WSZ`aW\aT ZV[ZW_SaYSV\W^US S VaZSaZ`aVaVa_WTSYSSZYY[`SWcSZ S_S_ SZa_S    SZYTW^S^S_V WZWcS S `SaZSaaZ`aS_S`aYS_ `SaZSS_WS^SZY W\aT ZV[ZW_S`W^\aZ`a\W^[VW `SaZ ZYYS SS``aVSSVSZY SW_a W\aT ZV[ZW_SW\W^[WVaaZYSZ %  _aS^SVSZ`S^S % ZWYS^SSZYY[`S SZYWS \ SZTW^S^`S_ S^SS`Z`W^ZS_[ZSWZS^a S\^W_S_ SZY`ZYY`W^SVS\a\S S\WZWYSSZ  V ZV[ZW_SW\aT ZV[ZW_S_WZV^SSZ WSZXSS`SZS_SWSZYY[`SSZVWcSZ  aZ`a WSZa`SZ\WWZ`S_\^[Y^W_XTW^TSYS[`WZ .

SZY`WSV_S\SSZ WW^Z`SW\aT ZV[ZW_S _WZV^ `S_WaSTW^S^S\_W[YS_WaSWZSV WZ S`SSZSYSSZSS\SSSSZ_W`aa WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  %% W^U^ [`WTS_`XW\aT ZV[ZW_S SSTW^TSYSa^SSZ`WZ`SZY\[` aS^ WYW^ SZYTWTS_S`XSSWTS_VSZ`XV_WTa`_WTSYS _XS`\[`aS^ZWYW^W\aT ZV[ZW_SSSZV TWSSZYS`STWTS_VSZS`XS_V`STSSZ VWZYSZ_XS`_XS` SZYSZ_SZ SSZ`[[ZS_W SZ`\W^S_W SSV[aWZWZUSZS`^S`WY WS_SZSSZ [` aS^ WYW^W\aT ZV[ZW_S %%  %%% SZY `WSV`W`S\SZ[W WZ`W^ aS^ WYW^ `SZYYS % W %% VWS_SZTScS_XS` [` aS^ WYW^ SVSS WTS_`X Z`[[ZS_W  WZYSTVW\SVS W\WZ`ZYSZ S_[ZSVSZ W[^S`_ SS^_SS [` aS^ WYW^ SZYV_a_aZ [W W\SSSVSZ WZW`SZVSZ WZYWTSZYSZ  `TSZY S_SS aS^ WYW^W\S^`WWZ aS^ WYW^ aaSSZ SZYV_WTa`_XS`\[`aS^ZWYW^ SZ SWTS_`X_W^`SSZ`[[ZS_WVSZSZ` \W^S_WWWZ`S^S ST^WTUWZVW^aZYaZ`a WZYYaZSSZ_`SU^U^VSZ_XS`_WUS^S`W^\_S WZa^a` ST^U^S`SaU^U^S_TS_SZ SV_WTa` aZ`a_XS` SZYWT\W^SZWZ_WVSZYSZS`S_XS` WTW^S^`_XS`TS_S SZYVS\S`TW^aTSaTS WZYSZVWSZS^WZSTWTS_VSZS`XW^a\SSZ _XS` SZYWWS`_WUS^S\W^SZWZ\SVSTS`SZY`aTa \[`TWTS_S`X\WZa_WZYY[[ZYSZZ S_WTSYS .

U^U^\[`TWTS_S`X_WVSZYSZZ` [[ZS_W VSZZ` \W^S_WV_WTa`Z S_WTSYS_XS` W^S ZVbVa S^TW^TSYS^aa_SZ\[`aS^ZWYW^TWTS_S`X`W^_WTa`TaS`S^aa_SZ _WUS^STWTS_VWZYSZWZYYaZSSZSS`_WZV^W^SU[Z`[WTSSZ\[` aS^ZWYW^ ZV[ZW_S SZYSSZW`Sa_WUS^SZVbVa W^S W[\[ WZ`aW[\[ S^S\W^TWVSSZVSZ\W^_SSSZWZYWZS\[`aS^ZWYW^ SZ`S^SS_S ScSWW^VWSSZS_S.

^VW SSS_S.

^VWS^a_W^`S^SWX[^S_ ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S %% X WZYW^`SZ [`WTS_`XW\aT ZV[ZW_S WTSYSSZS`WSVa^SSZ `W^VSaa^aa_SZ SZYSVS\SVS SZWS VSZSZWS  WTaSSZ % W^a\SSZVS_S^aa SZY _SZYS`aS`TSY\[`aS^ZWYW^  SaZVS^^aa_SZ`W^_WTa``S TWaWZVS\S`SZYSTS^SZWZYWZS SZS\[`aS^ZWYW^ SZYTWTS_ S`X S^WZS`aVSSa^SSZZSSZ Va`\TWTW^S\S\WZVS\S`WZYWZS \WZYW^`SZTWTS_VSZS`XS S W^aa_SZWTS_TW^S^``VS`W^S` [W_aS`aVW[[YS`Sa[W_aS`a\[` ZWYS^SS_ZYS`Sa[WT[ZWYS^SZWYS^S`W^`WZ`aS`Sa ZWYS^SZWYS^SSVaS_S_a\W^\[cW^`XS^`Z S VWZYSZ_aTSZYSZ^WS_`_YS`WZYWTSZYSZ WTWTS_SZ\W^_SSTS`SZVSZW^S_SSZ`W^ZS_[ZS .

VWZYSZWZY[^S`WVSaS`SZZWYS^SSZ WWZ`S^S`a [U`S^ a_aSS`SSW^aa_SZ TWTS_S`X_WTSYSTW^a` WTS_VSS\WZYW^`SZTScS ZV[ZW_S`VS WS\SVSWaS`SZWaS`SZ SZY\SVSVS_S^Z S `VS_W_aSVWZYSZW\^TSVSZTSZY_S_WTSYSSZS VUW^ZSZVSS SZUS_S`XTW^S^`TScS VVSSWZSSZSZWTS_SZSSZaS^ZWYW^Z S ZV[ZW_S`VSTW^_XS`\S_X^WS`XS`S_WSVSZWSVSZ Z`W^ZS_[ZSZ SWSZSZTW^_XS`S`X ^TSZWZYa^SSZ\WZYW^`SZTWTS__WTSYS TW^a`\W^S`SSZTWTS_VSS\[`TWTS_ S`X`W^_WTa`WZYS^VS^SS` SZY`W^USZ`a VSS WTaSSZ % _WTSYSTW^a`_a\S S TW^WVa\SZWTSZY_SSZ SZYTWTS_ SVWZa^a` \WZYW^`SZZVS\S`VTW^VW Z__WTSYSTW^WTWTS_SZ \[`aZ`aWZWZ`aSZVSZWZ S`SSZ \WZVS\S`_WZV^`W^SVS\`S\`S\\W^_[SSZZ`W^ZS_[ZS _W_aSVWZYSZZSZ SS_ZYS_ZY`SZ\S S\^[^WSW\SVS_aS`aT[ STS^  ^W_VWZVSZ ^W_VWZa_V _`SZS[Y[^WZZ  È \W`SZY X[`[SZaZYÈ \^W_VWZ_T ZX[ WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  %  W^S W[\[ WZ`aW[\[ .

aYS_W[\[SSZSVSSWZUS^_WaSU[Z`[SZWZYWZS\W^SZSZ ZV[ZW_SVVSS\W^US`a^SZZ`W^ZS_[ZSVWcS_SZ  S_`WaSZZ SVTaS`S\[^SZ_WUS^S`W^`a_ YaaSZ [` aS^ WYW^W\aT ZV[ZW_S VSSV[aWZ SZYTW^S_V_a_aZ[W \WW^Z`S SZYV`aSZYSZVVSSWZUSZS`^S`WY [` aS^ZWYW^W\aT ZV[ZW_S %%  %%% SZ`S^SSZVZ S`SSZTScS\[` aS^ZWYW^_aS`a ZWYS^SSWS`Z SW^a\SSZ_SS_S`a_S^SZS aZ`aWZUS\SW\WZ`ZYSZZS_[ZSWVSZYSZV ZV[ZW_SSVUW^S`^aa_SZ\[[W\WZ`ZYSZ ZS_[ZS`aVS\S`VUS^VSSSZWS  WTaSSZ  %  S`aTScSTSZY_S ZV[ZW_SVSSZS`SZ aZ`aWTWZ`a_aS`a WW^Z`S WYS^S ZV[ZW_S SZYWZ WWZYYS^SSZW\S`XaZY__WTSYSTW^a`  aZY_ SZSVSSSZSVSSWZVaZY _WYWZS\TSZY_SVSZ_Wa^a`a\SVS^S ZV[ZW_S  aZY_[Z[ S`aWSaSZW_WS`W^SSZ aa  aZY_[_SVSZaVS S S`aWZUW^VS_SZWVa\SZ TSZY_S  aZY_ [` S`a\SVS^aa_SZSS`a` WS_SZSSZW`W^`TSZVaZSTW^VS_S^SZWW^VWSSZ \W^VSSSZSTSVVSZWSVSZ_[_S WW\S`XaZY_\[[`W^_WTa`_W_aZYYaZ S _WSYa_aYSW^a\SSZ`aaSZZS_[ZSTSZY_S ZV[ZW_S ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S %  .

 W^SZSZ ZV[ZW_SVSS W^US`a^SZ Z`W^ZS_[ZS S^`_\S_S`X ZV[ZW_SVSSa\S SWcaaVSZ \W^VSSSZVaZS`WSV`aZaSZVWZYSZWa`_W^`SSZ VSS_W`S\.

\W^S_ WWS^SSZ W^VSSSZ.

  WSa\WZY^SZ [Z`ZYZWZZYS`Z SaS .

 \W^SZ_W^`S ZV[ZW_SVSS.

 _WSS TWTW^S\S`SaZ`W^S^a_`^aWZYSS\WZa^aZSZ SSS`SZZV\SZVSZY\W^a\WTWZ`aSZ_aS`a a_S`.

 S_[ZS S`[ZS WSUWWW\ZYWZ`W^_WTSYS _aS`aWSZ_WW^S SZYWSaSZXaZY_[[^VZS`X Z`W^VW\S^`WWZ_WUS^S`W^S`a^`W^WZUSZS`W^\SVaVSZ TW^WSZa`SZVSS\WZ WWZYYS^SSZ\WS`SZ\W^_[ZW aZ`aW\W^_S\SZ[Z`ZYWZ`W^\[_VSZ_\ VSS_\W^VSSSZ SZ\SVS [bWTW^`SaZ  ZV[ZW_SWZY^ [ZYSW WTSZ[ZS\S _WS^SZY`S_aVSWZY^SZ\S_aSZ [ZYS  W WTSZ[Z SSS`Z ZV[ZW_SWZSVSZYY[`SVWTVS^  [^YSZ_S_Z`W^ZS_[ZS aSWcSTSZ[Z`^Ta_ WW^Z`S _WaTaZYSZVWZYSZ\S^`_\S_Z S VSSWSZYY[`SSZ\SVS[^YSZ_S_Z`W^ZS_[ZSaZ`a `SaZ SVSS_WTW_S^\  S^ TSSWTW^SZ\W^ZVaZYSZVSZTSZ`aSZaa a_a_Z SW\SVS _WSS`SaZ  WW^Z`S `WSWZYSVSSZ_W^SZYSSZ\W^aZVZYSZaZ`a WcaaVSZ [SZ`S^SSZSZ`S^S VSZZ ^S`^STWZYWZS WZW\S`SZ W SZYWZWYS_SZSVSZWcSTSZ VSZ\WZYYaZS S_S VSZ SS _SWZYWZS WZW\S`SZ V W`[^ [^SW SS _S SZYVVS_S^[WWZYZSZ .

aZ`aWZW^`TSZ\WZW\S`SZVSZ\W^ZVaZYSZ  _W`[^X[^SVaS^ZWYW^_W^`S VSZ [^WSWS`SZ `WZ`SZY\WZY^SZ W [^WSWS`SZ SZYWZYS`a^ \^[_W_^W^a`WZ\WZY^SZVSZ\WaSZYSZ   SSZ`WZ`aZ SS_ZYS`S\S_XS`\[`aS^ZWYW^ ZV[ZW_SWTS_S`XSZSS^SZYSWcaaVSZ \[`aS^ZWYW^ SZYTWTS_VSZS`X`aSSS WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  %  ZV[ZW_SWSZSZ_WaS\W^SZVSS\W^US`a^SZ Z`W^ZS_[ZS W^SZ SZYUaa\WZ[Z[ SZYVSZSZ [W ZV[ZW_SSVSSVSS^SZYSWTSZ`aWcaaVSZ \WWS^SSZ\W^VSSSZVSZWSSZSZZ`W^ZS_[ZS SSSZ ZV[ZW_S_aVSUaa\TSZ S\WZY^SZ [Z`ZYWZ S^aVS .

WaS^ZWYW^S\S_WS^SZY Z ZV[ZW_S`WSWZY^SZ[Z`ZYWZ S^aVSZ S _S\SVWZYSZ[Z`ZYWZ S^aVS SZYWVaS\aa`YS   WUS^SYS^_TW_S^[Z`ZYWZYS^aVS SZY`WS V^WaS^ZWYW^_WUS^STW^`a^a``a^a`SVSS STS^  S_aSZ .

  _SS`_SS`TW^`aYS_ V WTSZ[ZVaTW^ Z_SZ_SZ_ W_c[^V \^W__U[  [ZYS TW^`aYS_V W_^ SZYV^ \SVSTaSZ [\WTW^% VWZYSZ `aYS_WZYSSZSZVSZWZYScS_ YWZS`SZ_WZS`SV W_^ .

 [ZYS V^\SVSTaSZW\`WTW^ %  SZYTW^`aYS_V [ZY[aYS_Z  VWTSZZ S_S\STaSZ W%  [ZYS V^W [ZY[\SVSTaSZ W_WTW^% _S\SYa_`a_%   [ZYS  [ZYSVSZ [ZYS V^WW`ZS VSZTW^`aYS_aSTaSZ SZaS^%   [ZYS V^WZS W_^TW^`aYS_VS^TaSZ Ya_`a_% _S\S\^%   [ZYS WZS W_^\SVSTaSZW\`WTW^ %   [ZYS W ^S ^SZ\SVSTaSZYa_`a_%%%_S\S TaSZ [\WTW^%%  % [ZYSW STS\SVSTaSZ aZ%%%_S\S S^W`%%  % [ZYS W\W^TS`S_SZ ^S acS`\SVSTaSZ\^ %% _S\S [\WTW^%%   [ZYS W ST[S\SVSTaSZ.

`[TW^%% _S\S W%%   [ZYS W[SS\SVSTaSZ a%% _S\S \^%%  ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S %   [ZYS W[_ZS W^ WY[bZSTaSZ [\WTW^ %% _S\S [\WTW^%%   [ZYSW W[^YSTaSZ.

`[TW^%% _S\S [\WTW^%%   [ZYS W [ ST`SaZ%%   [ZYS W \ZS.

`[TW^%% _S\S [\WTW^ %%  .

 [ZYS WS_`SZ [\WTW^%%   [ZYS  SZY`W^V^S`S_      VSZ   TW^`aYS_VW^S W[ZWaS%%%_S\S  % [ZYSTW^`aYS_VW\aTW[^S` [ZY[ `SaZ  _S\S % [ZYS  TW^`aYS_V WTSZ[Z _WS^SZY WSZ\WZY^SZ [Z`ZYWZ S^aVS ZV[ZW_SaYSW\aZ S_aTSZYSZ SZY Uaa\TW^S^`TSY\WZ WW_SSZ_WZYW`S SZY `W^SVV ST[SVWZYSZWZ WWZYYS^SSZ W^`WaSZ ZX[^S SS^`S SS^`S ZX[^S WW`ZY VSZ  ZV[ZW_SaYSWZSV SZYY[`S`VS`W`S\WcSZ WSSZSZ WZSVSZYY[`SSVSZWZSYS`[ Z`W^ZS_[ZSSS_W[^SZY\a`^S`W^TS ZV[ZW_SaYS \W^ZSWWYSZYSTS`SZ ^W_VWZ SW_a  S`aVS S`SaZ %  ZV[ZW_SaYSWZSV_\[Z_[^VSZ_WSYa_`aSZ ^aSV_WWZYYS^SSZZ S [ZXW^WZ__SX^SV SZVaZY`SaZ% WZSV_SS_S`a_\[Z_[^S^Z S W^SSZ [Z[aYS_\[Z_[^S^Z S[^YSZ_S_ ^WY[ZS_SWZYYS^S %Ya_`a_ % SSZV \S SZYVa^SSZSVSS_WaSU[Z`[ SZY WZYYSTS^SZTSYSSZS\W^SZSZ ZV[ZW_SVVSS \W^US`a^SZZ`W^ZS_[ZS STS^  VSZY[  VSSWZSSZSZ `aYS_ZWYS^SaTW^ .

cccVW`U[ WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  %     .

                WS^SZYZ`S_aVSTW^SVSVSSW^SY[TS_S_ `WZ`a_SS`S`VSSSZVS\S`WW\S_SZV^VS^ Y[TS_S_ZaVSTS^SZY`WZ`aY[TS_S_ZSSZ TW^VS\S`W^SVS\WVa\SZTW^S_ S^SS`TW^TSZY_S VSZTW^ZWYS^SSSWVa\SZTW^S_ S^SS` S`a WVa\SZ SZYSVSVSSS_ S^SS`VS`VS^ \WW^SSZ_W_W[^SZYYa^a\WYScS\W`SZSa\aZ VS`VS^`W\S``ZYYS SZYTW^TWVSVW_SS`Sa[`S SSWVa\SZTW^TSZY_S`WZ`aVS`VS^aZ_a^ SZY \SZYWU S`aWaS^YS_aaTSZY_SVSZTSZY_S SZWVa\SZTW^ZWYS^S SZYW\a`S_\WS_\W WZWYS^SSZZX^S_`^a`a^VSZ_a\^S_`^a`a^ S\S [TS_S_[Z[ SVSTSYSZScS`WSVaZYS\SZ_WZ`S_ TSYSSZS\^[Va\^[VaZWYS^SSZWS_a\S_S^ `S `aW^a\SSZ`SZVS SZYWZaZaSZ`W^SVZ S Y[TS_S_W[Z[ [TS_S_W[Z[Z_W_aZYYaZ S VVaaZY[W_WTaSWaS`SZ SZYaS^TS_SWTS`Z S S`aS\S SZYV_WTa`TW^S_WW[Z[ SZY_W^ZY aYSV_WTa`S\`S_W\S_S^TWTS_ S\`S_WSVSS_aS`a__`WW[Z[ SZYWZYS`a^\^[_W_\^[Va_VSZ\WZV_`^Ta_SZ TS^SZYVSZS_S S\`S_WZW\aZ S`YS U^\[[ S`a\W^`SS_WTSYSZTW_S^_S^SZS \^[Va_VSZV_`^Ta_V[WZVbVa WVaSTS^SZYVSZS_SV\W^VSYSZYSZV\S_S^ .

TWTS_ SZYTW^_XS`[\W``XW`YS[VS VZbW_`S_SZWVSSTW^TSYSa_SSaZ`a WZYS_SZSTSSS\W^WTSZYSZZ S __`WS\`S_WZTW^WTSZY`VS_WS`S^WZS `TaZ S\W^_SZYSZ`VS_WS`VSZWZYSTSSZ aZ_a^W`SVSZ[^SSZS SZY[VSZ SaS`SSZ WZYaS_S SZY[VSZ SWSS^Z S WW^Z`S S^a_a`WZYS`a^Z S SYSSZSSYS^ [TS_S_VS\S` WTW^SZ \WZYS^a\[_[`X TSYS_ SSS` ZV[ZW_S Za^ S STS^  WZYS^aYS S Va\S_ZYSZ`S^ SZWSa SSZSZ SZY`S _SZ`S\_WS^S^ aTW^ccc[`_U^WWZ_SbW^ U[ ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S %  SYZWYS^SZWYS^STW^WTSZYS`W^_WTa`WS_ SSZ_SZYS`W^aYSZS^WZS\^[VaVSSZWYW^Z S `VSSSZS\aTW^_SZYVWZYSZ\^[VaZWYS^SSa WSZ`aTSYS_ S^SS` SZYWZYa`\[SVa\ SZY[Z_a`XSSZSZY_aZYWZYYaZSSZS\S_SS .

SZYVS`SZYVS^ZWYS^SSZS^WZSTS^SZYS`a SZYVSZYYS\ \SZYTSaYS_WTSYS\W^`SZVS_aVSWS_a WVa\SZ SZY[VW^Z SVS`VS^SUSS`S SZY\[_`XSSY[TS_S_ SSZW\aZ SVS\S SZYWZ WZSZYSZS^WZS VWZYSZY[TS_S_VTVSZYW[Z[[^SZYSSZ_WUS^S aVSW\W^[WTS^SZY[Z_a`X SZYVTa`aSZ WTaSS\SZYSZW^STSY SZYWW`W^S\SZ VS\S`W\W^aVS\^[_W_\WTSZYaZSZZVa_`^aYS VS\S`WZV[^[ZY\W^`aTaSZW[Z[ZS_[ZS S\S [TS_S_[_SaVS S SSTVSZY_[_SVSZTaVS SVS\S Y[TS_S_SZ`S^SSZSVSSWZZYS`Z S ZVbVaS_W\W^aTSSZ\SVS\[SW^S `W^SVZ S\W^YW_W^SZZSWVa\SZVSS S_ S^SS`SS`ZVSSZYSZYWZW^S_aVS TSZ S SZY_W\W^`WSZYSZS`V^Z S W^WSTW^[TS[TSWZ^aYS SVa\ SSS^S` SZY`VSU[U[SV`W^S\SZV ZV[ZW_S_W\W^`TW^YSZ`YSZ`\S_SZYSZ [Z_a`XVSZWV[Z_W SaZV__SZ Y[TS_S_aYSVS\S`W\W^UW\S`\W^aTSSZ \[SWVa\SZTSZY_S _SZ SWS^SZ \^SZS`S\^SZS`SS`SaWTSYSWTSYS_[_STS^a_W\W^` WTSYScSVS S S_ S^SS`  [^YSZ_S_\^[XW_ VSZ\S_S^[VS W^WTSZYSZ\SSSZ_WZVSZa \WZYW`SaSZ`a^a`W^SSSZWVa\SZTW^S_ S^SS` S\S [TS_S_ [` SSTVSZY\[`VS\SY[TS_S_SZ`S^S SZSVSSVWZYSZ\W^aTSSZ__`WW\S^`SSZ SZY VSZa`_WZYYSWaZUaSZSVSZ S\S^`STS^a\S^`S .

TS^aW_SVS^SZSSZ\W^aZ SSZSZ\W^ZVaZYSZ SS_S_SZa_S  `W^SVZ S\W^aTSSZ__`W STS^ % WW_`S^SZTaVS S VSW^SW^a\SSZ TSYSZVS^a\S S W\W^`SSZSZS`V^ TSZY_SaTW^ T^SZYcW`SZ c[^V\^W__U[ WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  %  W`S`SZWYS^SSZ\WS_SZSSZ\WSZaaaZ`a SZYY[`SÊSZYY[`S\S^WWZ\WSZ ^W_VWZVSZS\^W_ WSZ aTW^Za^VSZSYaT_W^`S\WSZa\S`VSZ STa\ÈS[`SVSZSS[`S SZYVS_SZSSZ _WUS^SSZY_aZY W`S\`SS^a_cS_\SVSS^WZSSVSZ S\W^aTSSZ `W^_WTa`SSZWZTaSZ\W^`WZ`SZYSZVSSS_ S^SS` S^WZS`VS_WaSZ SS_ S^SS``STW^\WZVVSZ WSZ`a\W^aTSSZ SZY`W^SV`VS_WSaU[U[ SV`W^S\SZV ZV[ZW_S SZSSZT_SWZYYSZYYa \W^_S`aSZVSZW_S`aSZTSZY_S`S W W_ W`WSSSZW\WSS^_Wa^a^SZYSSZS`W^\WTWSS^SZVS\S Y[TS_S_VSSWVa\SZTW^S_ S^SS`TW^TSZY_SVSZTW^ZWYS^S VSSTSTZU[TSSSSZWaSSZ\WZVS\S`aTW^WZSSZVWZYSZSS _WTSYSTW^a` aZaSZTSYSZSZSS`W^\WTWSS^SZ SZYTWaSSZ\SS SZ SSZW\SVSYa^aS`SaW\SVS`WSZS`W^\WTWSS^SZ SZYTWa SSZ\SS .

\S[WZ`S^SSZ_W`WSW\WSS^TSTZ ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S %  SZYaSZ [TS_S_ SZYW^a\SSZ_aS`a\^[_W_`S`SZSZS_ S^SS` SZY TW^_XS`WZVaZSVSZ`VSWZYWZSTS`S_cS SSSZWTW^SZVS\S TS SZYTW^_XS`\[_`XSa\aZ SZYTW^_XS`ZWYS`XWaSS_\WWVa\SZ TSW[Z[\[`_[_STaVS SSa\aZSZSSSZ`W^WZS VS\SZ S WZYZVS^S`SaTW^_XS``W^`a`a\VS^VS\SY[TS_S_SVSS WZSV`VSaZYZS^WZS`SSVSSTSYSZVS^S_ S^SS`VaZS Z`a`a`SS^a_W\aZ S_S\VSSWZYSVS\Y[TS_S__WZYYS `S`VS`W^SZ a`VSSWZYSVS\VS\SY[TS_S_ SZYTW^_XS`ZWYS`X WZSZSSZcSZS_[ZS_WVSZ\S`^[`_WS__SZYS`V\W^aSZ aZ`a_Wa^aTSZY_S ZV[ZW_S_WZYYS`SWT_S\VSSWZYSVS\ Y[TS_S_ SSWSaSZW^S_SSVWZYSZTSZY_STSZY_SSZVVaZSSS ZV[ZW_SWSaSZ\[`aS^ZWYW^ SZYTW^VS_S^SZW\SVSW\WZ`ZYSZ ZS_[ZSZ SWZYYS_W`S\WYS`SZVSS\W^US`a^SZZ`W^ZS_[ZS`VS SSZW^aYSZW\WZ`ZYSZZS_[ZSZ S W^S_SSVWZYSZTSZY_SSZV VaZSVSaSZVWZYSZ\^Z_\_SZYWZY[^S`VSZTW^_XS`TWTS_VSZ S`XWZYSZVWSZTSZY_S ZV[ZW_SSSZS\aTW^_SZY_WUS^S_WS` VWZYSZTSZY_SSZZ SVaSTaVSZWcaaVSZ`aaSZZS_[ZSZ S VWZYSZTS bSaS_  ScSTS_[S_[STW^a`ZVWZYSZ_ZYS`VSZWS_  WS_SZWZYS\STSY ZV[ZW_SY[TS_S_`aV\SZVSZY\WZ`ZY  [`aS^ZWYW^ TW^`aaSZaZ`aWZUS\SW\WZ`ZYSZZS_[ZS SZSS^aa_SZ\[[W\WZ`ZYSZZS_[ZS`aVS\S`V`WaSZ  aZY_S\SS SZYS^a_V_WWZYYS^SSZ WW^Z`S WYS^S ZV[ZW_S _W_aSVWZYSZW`WZ`aSZSZWSWW\S` WTaSSZZVSZYZVSZY .

S_S^%  \SS\WZYW^`SZ\[`aS^ZWYW^ SZYTWTS_VSZS`X`a  WSSZ\W^SZSZS\SS SZYVSaSZ[W ZV[ZW_SVVSS\W^US`a^SZ Z`W^ZS_[ZS WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  %%  [TS_S_SVSS_aS`a\^[_W_ `S`SZSZWVa\SZS_ S^SS` SZYWZVaZSVSZVSS\WS_SZSSZZ S  S`VSVS\S`VTS`S_[W_S\S\aZ Ta^SZYVS\S`V[Z`^[ WSZSS^SZ S U`VSWZYWZSTS`S_cS S VWZYS^S\SVS_S`a`` `W^`WZ`a S\SY[TS_S_ SZYTW^ZS ZWYS`XVTVSZY_[_STaVS S VSZ`S^SZ SSVSS_WTSYSTW^a` WUaS STW^YS SVa\[Z_a`X TTW^VSZVSZSSS^S` UaZUaZ S WTSYScSVS S S_ S^SS` V_S\WV[Z_W W^a`W^a\SSZU[Z`[\W^US`a^SZ ZV[ZW_SVVaZSZ`W^ZS_[ZS WUaS S\WZY^SZ\S_aSZ [Z`ZYWZ S^aVS TWZSVSZYY[`S`VS`W`S\ .

WcSZ WSSZSZ  UWZV^SZ  V\WZY^SZ\S_aSZW [_[ XS` [` aS^ WYW^ ZV[ZW_S SVSS_WTSYSTW^a`WUaS STWTS_S`X TSZ`\W^S_W UWZYSTVW\SVSW\WZ`ZYSZ S_[ZS VVW[^S`_  W^S`SZ\W^Z S`SSZTW^a`Z SVSZ S\W^_SZYSZTWTS_ SZYVS\S`WZYSTS`SZ SVSZ S\WSaW[Z[ SZY SSVSZ SZYWZSZY T_SWZYSTS`SZaZUaZ S _XS`[Z_a`X Z`W^S_[Z`SSZ`S^TSZY_S VVaZSWTaVS `aZ`a`SZVW[^S`_S_VSZ   SZYTW^_XS`Y[TS TW^\WZYS^aaS`WZV[^[ZY ZWYS^SZWYS^SVaZSW`YS aZ`aW^W_\[Z`aZ`a`SZ `W^_WTa` SZSSZSZS\[_`XY[TS_S_ TSY ZV[ZW_S S VSZ  T VSZ  U VSZ  V VSZ  .

 W^S`SZ\W^Z S`SSZTW^a`Z T_SWZYSTS`SZaZUaZ S _XS`ZVbVaS_W _WSZTW^WTSZYZ S_W`[^ ZVa_`^ `W^SVZ SW_WZSZYSZ_[_S ^S_S\W^_SaVS^SSZ_WTSYS cS^YSZWYS^SY[TS_WSZ WZYaS` SZSSZSZSZWYS`XY[TS_S_ TSY ZV[ZW_S S  VSZ  T  VSZ  U  VSZ  V  VSZ   SScSTSZ SZYTWZS^VS^_[S_[SVTScSZ ST S\S [TS_S_VSS WVa\SZ W^S_ S^SS`W^TSZY_SVSZW^ZWYS^S %% S_S^aa [` aS^ WYW^ ZV[ZW_SSVSS S WTaSSZ % VSZSZWS  T WTaSSZ % VSZSZWS  U WTaSSZ % VSZSZWS  V WTaSSZ % VSZSZWS  %S^SZS SZYTW^\WZYS^a\SVS VaZS SZY`SZ\STS`S_VW^SY[TS_S_ SZWS SZWS SZWS SZWS .

_SS`ZSVSS SWTSYS_cSVS SS_ S^SS` T`WW\[ZVSZ^SV[ UWVSWW`^[ZSVSZWVS S__S V\SSZYVSZT^[S_S %SS^SZYSWZYSZ`_\S_ VS\S SZYTW^_XS`ZWYS`XVS^ \W^VSYSZYSZTWTS_SSVS\S` VSaSZVWZYSZUS^S SW^S_SSVWZYSZZWYS^S Sa TWZYYSZ`__`WW[Z[ SZYTS^a UWZaTaWTSZYSZcS ZS_[ZS_WVSZ\S`^[`_W SZY`SZYYaW\SVS\S^S \WZYa_SS ZV[ZW_S VWZSSZSZ__`WW[Z[ TW^VS^`SZ\SW^S_SS VWZYSZZWYS^SSa ^U^Y[TS_S_SVSS_WTSYS TW^a`WUaS S_WYSS_W_aS`a`a`W^a_ WZVaZS T`SZ\SVTS`S_[W^aSZY U`SZ\SVTS`S_[WcS`a V_S\\[SVSZYS SVa\ S^a_WZYa`W^S W^S` WZVVSZ WcS^YSZWYS^SSZ  WS_  .

 SSS\          W`aZaa_a_ [^S_aZaZ`a\WZWZ`aSZ_S\SVSS VSZaZ`aSS_SZSVSS _WZYYSW_Wa^aSZ_[^S_aSVSS%  [[SS_SZTS`VSWZUaa\VTaS`VTScS`STW\W^Z S`SSZZ [ W^Z S`SSZS_SZ  WZ[SSVSZ SY[TS_S_  WZVaaZY_W\WZaZ SSVSZ S Y[TS_S_  WZVaaZYY[TS_S_ SZY WZYaZ`aZYSZTSYW\WZ`ZYSZ TSZY_S ZV[ZW_S W`W^SZYSZ_SZYS`_W`aa _W`aa ZW`^S `VS_W`aa _SZYS``VS_W`aa     .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->