DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

BUKU INFORMASI PERPAJAKAN

UNTUK DINAS TIDAK DIPERJUALBELIKAN

2004

DAFTAR ISI Halaman
Daftar Isi Daftar Lampiran Kata Pengantar Pendahuluan Informasi Perpajakan Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan A. Kewajiban Memiliki NPWP/NPPKP B. Kewajiban Setelah Memperoleh NPWP C. SPT Tahunan PPh D. Penetapan dan Ketetapan Pajak E. Utang Pajak F. Kewajiban Menyelenggarakan Pembukuan dan Pencatatan. G. Keberatan dan Banding H. Imbalan Bunga I. Pengurangan, Penghapusan dan Pembatalan J. Tindak Pidana Di Bidang Perpajakan Pajak Penghasilan A. Subjek Pajak B. Objek Pajak C. Penghitungan Penghasilan Kena Pajak D. Penilaian Harta dan Persediaan Barang E. Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perusahaan F. Penyusutan dan Amortisasi G. Norma Penghitungan Penghasilan Kena Pajak H. Tarif Umum Pajak I. Pelunasan Pajak Dalam Tahun Berjalan J. Kredit Pajak Luar Negeri ( PPh Pasal 24 ) K. Pembayaran Sendiri Angsuran Bulanan Dalam Tahun Berjalan ( PPh Pasal 25 ) L. Perhitungan Pajak Penghasilan Pada Akhir Tahun Bagi Wajib Pajak Dalam Negeri dan BUT M. Penghasilan Tertentu Yang Dikenakan Pajak Tersendiri ( Pasal 4 Ayat 2 ) i iv viii ix 1 1 4 6 8 10 11 14 16 17 17 19 19 22 26 30 31 31 34 36 36 41 42 43 44

1. 2.

i

N. Pemotongan Pajak Atas Penghasilan Subjek PajakLuar Negeri Non-BUT ( PPh Pasal 26 ) O. Ketentuan Khusus Anti Penghindaran Pajak ( Anti Avoidance Rules ) Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah A. Istilah Yang Umum Digunakan Di Bidang PPN & PTLL B. Pengusaha Kena Pajak C. Objek PPN D. Dasar Pengenaan Pajak E. Tarif PPN & PPnBM F. Pajak Masukan G. Restitusi H. Saat dan Tempat PPN Terutang I. Pemusatan Tempat Terutang Pajak ( Sentralisasi PPN ) J. Faktur Pajak dan Nota Retur K. Pemungut PPN dan PPnBM L. Fasilitas Di Bidang PPN dan PPnBM M. Ketentuan Khusus Pajak Bumi dan Bangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Pajak Bumi dan Bangunan A. Subjek Pajak B. Objek Pajak C. Tarif Pajak D. Dasar Pengenaan dan Cara Menghitung PBB E. Tahun Pajak, Saat, dan Tempat Yang Menentukan PBB Terutang F. Pendaftaran, Surat Pemberitahuan Objek Pajak ( SPOP ), Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT ), dan Surat Ketetapan Pajak ( SKP ) G. Tata Cara Pembayaran dan Penagihan H. Keberatan dan Banding I. Pembagian Hasil Penerimaan PBB J. Pengurangan K. Pengembalian Kelebihan Pembayaran PBB L. Lain-lain

45 46

47 47 47 48 51 53 53 55 57 58 59 62 63 67

88 88 88 88 89 90 92

92 94 96 98 98 100 102

ii

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan A. Subjek Pajak B. Objek Pajak C. Tarif Pajak D. Dasar Pengenaan dan Cara Penghitungan Pajak E. Saat, dan Tempat Pajak Terutang F. Pembayaran, Penetapan, dan Penagihan G. Keberatan, Banding, dan Pengurangan H. Pengembalian Kelebihan Pembayaran I. Pembagian Hasil Penerimaan BPHTB J. Ketentuan Bagi Pejabat Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan A. Pemeriksaan B. Penyidikan C. Penagihan Lain-lain Sekretariat A. Kepegawaian B. Lain - lain

103 103 103 106 106 107 108 110 113 114 115 116 116 122 125 134 139 139 151

iii

2003 Penerimaan Pajak Dan PDRB Th 2002 Kanwil I (DJP Sumatera Bagian Utara) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil I DJP Th 2002 Kanwil II (DJP Sumatera Bagian Tengah) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil II DJP Th 2002 Kanwil III (DJP Sumatera Bagian Selatan) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil III DJP Th 2002 Kanwil IV+V+VI (DJP Jakarta Raya I+II+III) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil IV+V+VI DJP Th 2002 Penerimaan Pajak Dan Peredaran Usaha Tahun 2002 Kanwil VII (DJP Jakarta Jaya Khusus) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil VII DJP Th 2002 Kanwil VIII+IX (DJP Jawa Bagian Barat I+II) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil VIII+IX DJP Th 2002 Kanwil X (DJP Jawa Tengah dan DIY) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil X DJP Th 2002 Kanwil XI+XII (DJP Jawa Bagian Timur I+II Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XI+XII DJP Th 2002 Kanwil XIII (DJP Kalimantan Barat+Kalimantan Tengah) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIII DJP Th 2002 Kanwil XIV (DJP Kalimantan Timur+Kalimantan 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 iv .d.Daftar Lampiran Halaman Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Lampiran 20 Lampiran 21 Penerimaan Perpajakan Grafik Penerimaan Pajak Beberapa Periode Tahun 1994 s.

Lampiran 22 Lampiran 23 Lampiran 24 Lampiran 25 Lampiran 26 Lampiran 27 Lampiran 28 Lampiran 29 Lampiran 30 Lampiran 31 Lampiran 32 Lampiran 33 Lampiran 34 Lampiran 35 Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran 36 37 38 39 40 41 Lampiran 42 Lampiran 43 Lampiran 44 Lampiran 45 Selatan) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIV DJP Th 2002 Kanwil XV (DJP Sulawesi Selatan+Sulawesi Tenggara) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XV DJP Th 2002 Kanwil XVI (DJP Sulawesi Utara+Sulawesi Tengah) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XVI DJP Th 2002 Kanwil XVII (DJP Bali+NTB+NTT) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XVII DJP Th 2002 Kanwil XVIII (DJP Maluku+Papua) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XVIII DJP Th 2002 Penerimaan Pajak dan Peredaran Usaha Th 2002 Kanwil XIX DJP Wajib Pajak Besar Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIX DJP Tahun 2002 Penerimaan Pajak dan PDRB Tahun 2002 Nasional Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Nasional Tahun 2002 Perbandingan Penerimaan Pajak dan PDRB Nasional Tahun 2002 SPT Orang Pribadi Tahun 2002 SPT PPh Badan Tahun 2002 Data Keberatan PPh (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Keberatan PPh Tahun 2002 Grafik Data Keberatan PPh Tahun 2003 Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL Tahun 2002 Grafik Data Keberatan PPn/PPnBM dan PTLL Tahun 2003 Data Keberatan PBB (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Keberatan PBB Tahun 2002 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 v .

Jumlah SDM Berdasarkan Pendidikan Grafik Jumlah Instansi Vertikal Grafik Jumlah SDM Berdasarkan Eselon Grafik Jumlah SDM Berdasarkan Pendidikan Rekapitulasi Penjatuhan Hukuman Disiplin Tahun 2003 Periode Januari s. Jumlah SDM Berdasarkan Eselon.d. Desember 2003 Grafik Rekapitulasi Penjatuhan Hukuman Disiplin Tahun 2003 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 215 vi .Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Lampiran 55 Lampiran 56 Lampiran 57 Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran 58 59 60 61 Lampiran 62 Grafik Data Keberatan PBB Tahun 2003 Data Keberatan BPHTB (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Keberatan BPHTB Tahun 2002 Grafik Data Keberatan BPHTB tahun 2003 Data Usulan Pencekalan (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Usulan Pencekalan (Tahun 2002 – 2003) Data Tunggakan Wajib Pajak (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Tunggakan Pajak (Tahun 2002 – 2003) Jumlah Wajib Pajak Terdaftar Nasional 10 Tahun Terakhir Grafik Jumlah Wajib Pajak Terdaftar Nasional 10 tahun Terakhir Jumlah Wajib Pajak Terdaftar (Tahun 2002) Jumlah Instansi Vertikal.

KATA PENGANTAR

vii

PENDAHULUAN

Latar belakang Dalam menjalankan kegiatan organisasinya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menetapkan Visi dan Misi untuk memberikan arah bagi perjalanan organisasi. Dengan Visi :‘Menjadi Model Pelayanan Masyarakat Yang Menyelenggarakan Sistem dan Manajemen Perpajakan Kelas Dunia, Yang Dipercaya dan Dibanggak an Masyarakat’ merupakan transformasi gambaran menantang tentang keadaan masa depan organisasi DJP yang Ditjen Pajak ingin menjadi realitas melalui komitmen dan tindakan oleh segenap jajaran DJP. Untuk mendukung visi sebagaimana diuraikan di atas, unit operasional di tingkat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KPPBB) harus mampu memberikan upaya pelayanan prima kepada stakeholders yang terdiri dari masyarakat Wajib Pajak pada umumnya, dan instansi pemerintah lain yang terkait dengan kegiatan perpajakan pada khususnya. Dengan pelayanan prima dimaksudkan sebagai pelayanan aparat perpajakan yang mampu memberikan kepastian hukum, keadilan dan transparansi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemampuan memberikan pelayanan prima akan mendorong kesadaran masyarakat bahwa pajak memegang peranan penting. Pajak sebagai andalan utama kemandirian dalam pembiayaan pembangunan akan semakin disadari sebagai hal yang perlu untuk didukung keberhasilannya. Dengan kesadaran tersebut diharapkan masyarakat akan memberikan dukungan terhadap kinerja organisasi DJP, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan pola kerja aparat perpajakan dalam rangka mendukung pencapaian tujuan organisasi. Salah satu upaya peningkatan kemampuan memberikan pelayanan prima adalah dengan memberikan dukungan bagi pejabat pajak dalam keseragaman dalam menjawab pertanyaan dari masyarakat dan instansi pemerintah lain yang terkait dengan bidang perpajakan. Kecepatan dan keseragaman menjawab pertanyaan akan memberikan persepsi bahwa pejabat pajak mampu dan menguasai permasalahan

viii

dengan baik. Oleh karena itu dalam penyusunan Buku Informasi Perpajakan ini diupayakan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang dirangkum merupakan pertanyaan-pertanyaan yang sering timbul dari masyarakat. Jawaban dari pertanyaan tersebut juga didasarkan pada peraturan dan ketentuan yang ada. Meskipun disajikan dalam bentuk ringkasan, buku ini diharapkan mampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan masyarakat.

Sistematika Buku Informasi Perpajakan ini dibuat dengan merangkum berbagai jenis pertanyaan yang disampaikan masyarakat. Dalam penyusunannya, materi Informasi Perpajakan dibagi dalam 2 bagian besar yaitu yang menyangkut Ketentuan Perpajakan dan yang mengenai Administrasi Umum. Dalam bagian ketentuan perpajakan pertanyaan dan jawaban yang dirangkum dibagi dalam bagian-bagian yang membahas secara berturutturut: 1. Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan 2. Pajak Penghasilan 3. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah 4. Pajak Bumi dan Bangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan 5. Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan 6. Lain-lain Sedangkan dalam bagian Adminstrasi Umum pertanyaan dan jawaban yang dirangkum dibagi dalam bagian-bagian yang membahas secara berturut-turut: 1. Kepegawaian 2. Prosedur penjatuhan hukuman disiplin 3. Prosedur pengaduan 4. Aspek pelayanan umum Mengingat Buku Informasi Perpajakan ini merupakan pegangan bagi pejabat pajak dalam memberikan penjelasan prima seyogyanya buku ini terus diupdate. Dengan demikian materi informasi yang disampaikan akan selalu sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Proses

ix

updating dilakukan pada bulan April dan Oktober setiap tahun, dengan cara mengganti suatu bagian yang memang harus diganti. Disamping itu, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses updating, masukan dan saran dari pejabat pajak yang merupakan pemakai dari buku ini sangat dibutuhkan. Oleh karena itu setiap masukan dan saran sehubungan dengan Buku Informasi Perpajakan ini agar dapat dialamatkan ke Sekretariat Tim Penyusunan Buku Informasi Perpajakan (Bagian Organta, Sekretariat Direktorat Jenderal) Jalan Gatot Subroto nomor 40-42 Jakarta 12190, telepon (021) 525 2695, fax (021) 5252695 atau melalui e-mail : sekretariatBIP@yahoo.com

x

.

· WP PMA tidak Go Public: di KPP PMA. misalnya dalam pengisian SSP. 2. 3.- KETENTUAN UMUM DAN TATACARA PERPAJAKAN A. · Untuk WP BUMN/BUMD. · Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan. kecuali yang telah terdaftar di KPP lama dan WP PMA di Kawasan Berikat dengan permohonan diberikan kemudahan mendaftar di KPP setempat. 4. PMA. · WP BUMD di luar DKI Jakarta: di KPP setempat. · WP Go Public: di KPP Perusahaan Masuk Bursa (Go Public). Go Public di luar DKI Jakarta. · Untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang . · WP Badan dan Orang Asing: di KPP Badora. Kewajiban Memiliki NPWP/NPPKP ( 250304 ) 1. termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu.--1. Apa saja fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Pokok Pengusaha Kena Pajak (NPPKP) ? Fungsi dari Nomor Pokok Wajib Pajak: · Untuk mengetahui identitas Wajib Pajak. · Untuk memenuhi kewajiban perpajakan. Apa yang dimaksud dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ? NPWP adalah nomor yang diberikan kepada WP sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban Wajib Pajak. Badora. · Untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan. Dimanakah tempat pendaftaran Wajib Pajak untuk mendapatkan NPWP dan atau tempat pelaporan bagi Pengusaha Tertentu ? Tempat pendaftaran Wajib Pajak/pelaporan Pengusaha Tertentu: · Seluruh WP BUMN dan WP BUMD di wilayah DKI Jakarta: di KPP BUMN Jakarta. kecuali WP BUMN/BUMD serta WP PMA yang berkedudukan di kawasan berikat. Apakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak (WP)? WP adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan. khusus PPh Pemotongan/Pemungutan dan PPN/PPnBM: di KPP tempat cabang atau kegiatan usaha.

Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh NPWP? Syarat-syarat untuk memperoleh NPWP: a. 7. Bagaimanakah cara mendaftarkan diri dan melaporkan bagi Wajib Pajak ? Tatacara mendaftarkan diri dan melaporkan usaha bagi Wajib Pajak: a. Dalam hal apa kelengkapan formulir pendaftaran Wajib Pajak dianggap sah ? Fotocopy sebagai kelengkapan formulir pendaftaran WP tersebut di atas harus disahkan oleh Petugas Pendaftaran WP kecuali dalam hal pendaftaran dilakukan melalui pos. · Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. Untuk WP Badan: · Fotocopy akte pendirian. · Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. Untuk WP Orang Pribadi Usahawan: · Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. b. 8. Mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan kelengkapannya. PIUD). Untuk WP Orang Pribadi Non-Usahawan: · Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. usaha . · Fotocopy tanda bukti diri KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor.- mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan. Untuk Bendaharawan sebagai Pemungut/Pemotong: · Fotocopy surat penunjukan sebagai bendaharawan. · Fotocopy KTP salah seorang pengurus. perlu dilengkapi surat kuasa. maka harus melampirkan fotocopy kartu NPWP atau Bukti Pendaftaran WP Kantor Pusatnya. 6. apabila Wajib Pajak tidak mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak. Dalam hal apakah NPWP diterbitkan secara jabatan ? Direktorat Jenderal Pajak dapat menerbitkan NPWP secara jabatan. Setiap WP hanya diberikan satu NPWP 5. c. d. Misal: Dokumen Impor (PPUD.--2. Apabila WP pemohon berstatus cabang. Apabila permohonan ditandatangani oleh orang lain. maka fotocopy harus disahkan oleh pejabat/instansi yang berwenang. e.

Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan NPPKP karena dipenuhinya persyaratan yang ditentukan. Perubahan jenis usaha karena ada perubahan kegiatan usaha WP. 10.--3. h. Perubahan alamat WP karena perpindahan tempat tinggal. yang dapat diberitahukan Wajib Pajak untuk dapat dilakukan perubahan data Wajib Pajak ? Hal-hal yang yang berkenaan dengan perubahan data Wajib Pajak: a. Perubahan data apa saja. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subyek Pajak apabila sudah selesai dibagi disyaratkan adanya keterangan tentang selesainya warisan tersebut dibagi oleh para ahli waris. b. c. Perubahan nama WP karena penggantian nama. Melalui formulir SPT Tahunan. Perubahan status usaha WP dilampiri pernyataan tertulis dari WP atau fotocopy akte perubahan. disyaratkan adanya akte pembubaran yang dikukuhkan dengan surat keterangan dari instansi . disyaratkan adanya fotocopy akte/laporan kematian dari instansi yang berwenang. i. atau b.- b. 11. d. f. WP Badan yang telah dibubarkan secara resmi. d. b. Perubahan jenis pajak karena sesuatu hal yang mengakibatkan kewajiban jenis pajaknya berubah. Apakah persyaratan yang harus dipenuhi Wajib Pajak untuk menghapus dan mencabut NPWP ? Syarat penghapusan dan pencabutan NPWP: a. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan disyaratkan adanya surat nikah/akte perkawinan dari catatan sipil. Perbaikan data karena kesalahan data hasil komputer. WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan. Mengisi formulir perubahan/mutasi data WP yang diambil secara langsung atau meminta melalui pos dari KPP/KP4 dan menyampaikan formulir tersebut secara langsung atau melalui pos ke KPP/KP4 yang bersangkutan. g. Bagaimana cara pembetulan data Wajib Pajak Tatacara pembetulan data Wajib Pajak: a. e. Menyampaikan secara langsung Pelayanan Pajak/KP4 setempat. c. Perubahan bentuk Badan. disyaratkan adanya keterangan dari instansi yang berwenang. atau melalui pos ke Kantor 9. Perubahan NPWP karena adanya kesalahan nomor (misalnya NPWP cabang tidak sama dengan NPWP Pusat).

Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai BUT. PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya. 3. . Kewajiban sehubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN & PPnBM). b.--4. 2. Pembukuan/Pencatatan. b. Kewajiban sehubungan dengan Pajak Penghasilan (PPh). Kapankah batas waktu pembayaran dan pelaporan PPh ? Batas waktu pembayaran : a. . WP Orang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai WP. Pelunasan utang pajak yang tercantum dalam "Surat Ketetapan Pajak” dan surat keputusan lainnya. SPT Masa. PPh Pasal 22: . Apa saja kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Penghasilan ? Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Penghasilan: a.Impor harus dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak bersamaan dengan pembayaran Bea Masuk. Apa saja kewajiban Wajib Pajak setelah memperoleh NPWP/ NPPKP ? Kewajiban yang harus dilaksanakan setelah memperoleh NPWP oleh Wajib Pajak: a. SPT Tahunan (Badan/Orang Pribadi/Pasal 21).Bendaharawan disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran. .Yang pemungutannya dilakukan oleh Bea Cukai disetor dalam jangka waktu satu hari. Bulog harus dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak sebelum Delivery Order ditebus.- e. . c. c. PPh Pasal 25 selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya. B. disyaratkan adanya permohonan WP yang dilampiri dokumen yang mendukung bahwa BUT tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk dapat digolongkan sebagai WP.Penyerahan dari Pertamina. yang berwenang. f. Kewajiban Setelah Memperoleh NPWP ( 250304 ) 1. b. c.

Badan usaha yang bergerak di bidang industri semen. baja. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). PPh Pasal 22: . c. Utang pajak yang tercantum dalam: a. rokok. selambat-lambatnya 20 hari setelah masa pajak berakhir. dan otomotif yang ditunjuk oleh Kepala KPP atas penjualan hasil produksinya di dalam negeri. BUMN/ BUMD. 4. c.- Penyerahan yang selain Pertamina dan Bulog harus disetor paling lambat tanggal 10 bulan takwim berikutnya. b. Surat Tagihan Pajak (STP). selambatlambatnya tanggal 20 bulan berikutnya.Direktorat Jenderal Anggaran. b. Surat Keputusan Pembetulan. dan Surat Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. . Surat Keputusan Keberatan.Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selambat-lambatnya tujuh hari setelah batas waktu penyetoran berakhir. PPh Pasal 25 selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. b. 5. Wajib Pajak harus melaporkan pembayaran itu ke KPP sebagai berikut: a. c. . Bendaharawan Pemerintah. Mengisi SPT masa PPN dan melaporkan ke KPP. .--5. Membuat Faktur Pajak. Batas waktu untuk pelaporannya. PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. Melakukan pembayaran/penyetoran PPN/PPnBM yang telah dipungut. selambat-lambatnya 14 hari setelah masa pajak berakhir. Apakah kewajiban Wajib Pajak yang berkaitan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah ? Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN/PPnBM): a. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). 6. kertas. Siapakah yang wajib melakukan pembukuan ? - . d. Apa saja yang menjadi dasar penagihan pajak? Macam-macam surat ketetapan yang berkenaan dengan utang pajak yang harus dilunasi.Pertamina dan badan usaha lain selain Pertamina yang bergerak di bidang bahan bakar minyak jenis premix dan gas dan atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh Bulog. setelah melakukan pembayaran / penyetoran: Apabila sudah membayar angsuran PPh.

b. harus mengadakan Pembukuan/Pencatatan menurut ketentuan yang berlaku. Laporan tentang pemenuhan pembayaran pajak yang telah dilaksanakan sendiri dalam satu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak. d. Apakah pengertian Surat Pemberitahuan (SPT) ? Pengertian dari Surat Pemberitahuan (SPT): Surat Pemberitahuan adalah surat yang oleh Wajib Pajak (WP) digunakan untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak yang terutang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Laporan pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan/pemungutan pajak orang atau badan lain dalam satu Masa Pajak. c. jelas. Dimanakah Wajib Pajak dapat memperoleh SPT ? Setiap WP pada dasarnya harus mengambil sendiri SPT di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau KP4. 3. Mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang.- Yang wajib melakukan pembukuan/pencatatan: Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas di Indonesia. harus dilampiri surat kuasa khusus. SPT Tahunan PPh ( 250304 ) 1. Apa fungsi SPT ? Sebagai sarana WP untuk: a. lengkap. Dalam hal SPT diisi dan ditandatangani oleh orang lain bukan WP. C. Bagaimana cara pengisian SPT dan siapa yang berwenang menandatangani ? Cara pengisian SPT dan yang menandatanganinya: SPT harus diisi secara benar. 2.--6. . dan harus ditandatangani oleh Wajib Pajak. Bagi Wajib Pajak PPh untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang untuk melaporkan tentang : -Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 tahun pajak atau bagian tahun pajak. -Harta dan kewajiban. -Penghasilan yang merupakan obyek pajak dan atau bukan obyek pajak. 4.

dikenakan sanksi administrasi berupa denda: a. Bagaimana prosedur penyampaian SPT ? Prosedur penyampaian SPT: SPT disampaikan secara langsung atau melalui Pos secara tercatat ke KPP/KP4 setempat. b. 6.000. b. dan Tahun Pajak: · menyampaikan pernyataan secara tertulis. Rp100.. c. sebelum SPT Tahunan disampaikan. Memberikan pernyataan tertulis tentang besarnya pajak yang harus dibayar berdasarkan penghitungan sementara. 7. Rp50.- 5. Bagian Tahun Pajak. Apa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk mengajukan permohonan perpanjangan waktu penyampaian SPT ? Syarat-syarat permohonan perpanjangan waktu penyampaian SPT Tahunan: a.untuk SPT Masa.000. Sanksi apa yang dikenakan pada Wajib Pajak yang tidak/terlambat menyampaikan SPT ? SPT yang tidak disampaikan atau disampaikan tidak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan . Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk dapat membetulkan sendiri SPT Tahunan ? Syarat bagi Wajib Pajak untuk dapat membetulkan sendiri SPT Tahunan PPh: Wajib Pajak dapat membetulkan SPT Tahunan atas kemauan sendiri: a. dihitung sejak saat penyampaian SPT berakhir sampai dengan tanggal pembayaran .--7. 9. Melunasi kekurangan penyetoran pajak yang terutang. 8. Sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan dalam jangka waktu dua tahun sesudah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. · melunasi pajak yang kurang dibayar. · ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar. Permohonan tersebut harus diajukan secara tertulis sebelum batas waktu penyampaian SPT Tahunan berakhir.untuk SPT Tahunan. Kapankah batas waktu Pelunasan setoran akhir (PPh Pasal 29) ? Batas waktu pelunasan setoran akhir (PPh Pasal 29):Kekurangan pajak yang terutang harus dilunasi selambat-lambatnya tanggal 25 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir..

berdasarkan penelitian SPT terdapat kekurangan pembayaran akibat salah tulis dan atau salah hitung. Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga. Pengusaha yang dikenakan pajak tidak melapor untuk dikukuhkan sebagai PKP. b. sarana untuk menagih pajak. atau . · ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar dua kali jumlah pajak yang kurang dibayar.pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar. Apa pengertian Surat Tagihan Pajak (STP) Surat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan atau sanksi administrasi berupa denda. sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT Wajib Pajak. b. 3. · mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan. Sesudah jangka waktu pembetulan SPT berakhir: · belum diterbitkan Surat Ketetapan Pajak.- karena pembetulan SPT. Dalam hal apa Surat Tagihan Pajak diterbitkan ? Sebab diterbitkannya STP: a. c. b. yang mengakibatkan: . Apa fungsi Surat Tagihan Pajak ? Fungsi Surat Tagihan Pajak: a. · ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen) dari pajak yang kurang dibayar. atau jumlah harta menjadi lebih besar. · melunasi kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang.rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih kecil. pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. Sesudah dilakukan tindakan pemeriksaan: · sepanjang belum dilakukan tindakan penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak. . c. sarana untuk mengenakan sanksi berupa bunga dan atau denda.--8. PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK ( 250304 ) 1. D. c. 2. · melunasi kekurangan pajak yang kurang dibayar. atau jumlah modal menjadi lebih besar. dan atau bunga. d. · mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut.

kredit pajak. berakhirnya masa pajak. . SKPKBT diterbitkan dalam jangka waktu 10 tahun sesudah saat terutang pajak. denda 2% dari Dasar Pengenaan Pajak bagi Pengusaha yang tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP. Apakah yang dimaksud dengan Surat Ketetapan Pajak ? Surat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Kurang Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil.SPT tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dalam Surat Teguran 8. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang.000. a.--9. f.000. Pengusaha yang tidak/bukan PKP membuat Faktur Pajak. bunga.berdasarkan pemeriksaan atau keterangan lain. Apa yang dimaksud dengan SKPKBT ? Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan adalah surat keputusan yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan. 7. pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar . e.00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan SPT Masa. 50. bagi Wajib Pajak yang terlambat atau tidak membayar pajak yang sudah jatuh tempo pembayarannya 5. Dalam hal apa SKPKB diterbitkan ? SKPKB diterbitkan dalam jangka 10 tahun apabila: . 4. bunga.- e. bagi Wajib Pajak membetulkan sendiri SPT Tahunan sehingga mengakibatkan kurang bayar. PKP yang tidak membuat atau tidak lengkap mengisi Faktur Pajak. d. b. bagian tahun pajak atau tahun pajak. PKP tidak membuat Faktur Pajak atau membuat faktur pajak tapi tidak tepat waktu atau tidak mengisi Faktur Pajak dengan lengkap. sanksi administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar. denda administrasi Rp.00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. b. 6. 100. denda administrasi Rp. kekurangan pembayaran pokok pajak. Sanksi administrasi apa saja yang dapat ditagih dengan STP ? Jenis administrasi yang ditagih dengan Surat Tagihan Pajak: a. c. Apa yang dimaksud Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ? Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar adalah surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak yang terutang.

. Apa yang dimaksud dengan lelang ? Tindakan lelang dilakukan apabila Wajib Pajak dalam jangka waktu 14 hari setelah tindakan penyitaan dilakukan Wajib Pajak tidak melunasi utang pajak.barang yang disita dilarang dipindahtangankan. UTANG PAJAK ( 250304 ) 1. Surat Teguran dikirimkan kepada Wajib Pajak apabila Wajib Pajak tidak melunasi utang pajak 7 hari setelah jatuh tempo. Bersamaan dengan penyampaian Surat Paksa tersebut Wajib Pajak dibebani biaya penagihan paksa sebesar Rp. 2.. Surat Ketetapan Pajak Nihil adalah surat Keputusan yang menentukan jumlah pajak yang terutang sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau tidak terutang pajak dan tidak ada kredit pajak.- c. dalam Masa Pajak.000. . Apa yang dimaksud dengan Surat Paksa ? Surat Paksa adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya penagihan. Apa yang dimaksud dengan Surat Teguran ? Surat Teguran adalah surat peringatan kepada Wajib Pajak agar segera melunasi utang pajak.10 . dalam Tahun Pajak atau dalam Bagian Tahun Pajak menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Apa pengertian Utang Pajak ? Utang Pajak adalah pajak yang harus dibayar pada suatu saat. 5. E.memberikan keterangan lisan atau tertulis yang diperlukan .memperbolehkan Juru Sita untuk memasuki ruangan.Wajib Pajak wajib melunasi utang pajak dalam waktu 2 x 24 jam 4. 3.membantu Juru Sita dalam melaksanakan tugasnya . dihipotikkan atau disewakan. Surat Paksa diterbitkan apabila Wajib Pajak belum melunasi utang pajak setelah 21 hari sejak tanggal Surat Teguran. Tindakan lelang dilakukan melalui Kantor Lelang Negara.tempat usaha/tempat tinggal Wajib Pajak . Apa kewajiban Wajib Pajak berkaitan dengan pelaksanaan sita? Kewajiban Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelaksanaan sita . 25.

di tempat kegiatan atau di tempat tinggal · Wajib Pajak Badan. dan membuat neraca dan perhitungan laba rugi pada setiap akhir Tahun Pajak. c. Diselenggarakan di Indonesia dengan menggunakan huruf latin. e. b. dan disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diizinkan oleh Menteri Keuangan.11 . Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk dapat menyelenggarakan pembukuan ? Syarat-syarat penyelenggaraan pembukuan/pencatatan: a. Sebelum Pelaksanaan lelang. dokumen-dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan dan dokumen lain wajib disimpan di Indonesia. di tempat kedudukan 2.- Dalam hal biaya penagihan paksa dan biaya pelaksanaan sita belum dibayar maka akan dibebankan bersama-sama dengan biaya iklan untuk pengumuman lelang di surat kabar dan biaya lelang pada saat pelelangan. · Wajib Pajak Orang Pribadi. iklan. satuan mata uang rupiah. Diselenggarakan dengan memperhatikan itikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya. Apa yang dimaksud dengan pembukuan ? Pembukuan adalah proses pencatatan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi tentang: · keadaan harta .. KEWAJIBAN MENYELENGGARAKAN PENCATATAN (250304 ) PEMBUKUAN DAN 1. daftar utang piutang. Apa saja hak-hak Wajib Pajak yang berkaitan dengan Pelunasan utang pajak ? Hak-hak Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelunasan utang pajak: a. dan biaya pembatalan lelang dan melaporkan pelunasan tersebut kepada Kepala KPP yang bersangkutan. Menerima Salinan Surat Paksa dan Salinan Berita Acara Penyitaan c. Buku-buku. F. Meminta juru sita memperlihatkan tanda pengenal Juru Sita Pajak Negara b. 6. catatan-catatan. mendapat kesempatan terakhir untuk melunasi utang pajak termasuk biaya penyitaan. Menentukan urutan barang yang akan dilelang d. Pembukuan atau pencatatan dan dokumen yang menjadi dasarnya serta dokumen lain yang berhubungan dengan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak harus disimpan selama sepuluh tahun. d. Sekurang-kurangnya terdiri dari catatan yang dikerjakan secara teratur keadaan kas dan bank. angka arab. daftar persediaan barang..

Wajib Pajak dalam rangka kontrak bagi hasil.12 . Siapa saja yang Wajib menyelenggarakan pembukuan ? Yang wajib menyelenggarakan pembukuan: a. e. 3. b.. 6. bahasa asing dan mata uang selain rupiah yang boleh dipergunakan adalah bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat. permohonan izin kepada Menteri Keuangan harus dilampiri dengan: . mempermudah penghitungan Penghasilan Kena Pajak.- · · · · kewajiban atau utang modal Penghasilan dan biaya harga perolehan dan penyerahan barang/jasa yang terutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Apa tujuan pembukuan ? Tujuan pembukuan: a. Apa persyaratan bagi Wajib Pajak untuk diperkenankan menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah ? Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah: a. b. mempermudah penghitungan PPN dan PPnBM. Wajib Pajak dalam rangka kontrak karya pertambangan. yang tidak terutang. d. mengetahui posisi keuangan dan hasil kegiatan usaha/pekerjaan bebas 5. mempermudah pengisian SPT.. Wajib Pajak (WP) Badan b. c. c. Wajib Pajak Penanaman Modal Asing. yang dikenakan PPN dengan tarif 0% dan dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Yang ditutup dengan menyusun Laporan Keuangan berupa Neraca dan Perhitungan Laba rugi pada setiap akhir Tahun Pajak. Wajib Pajak yang berafiliasi dengan perusahaan induk di luar negeri. c. d. b. mendapat izin Menteri Keuangan. WP Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas 4. Bentuk Usaha Tetap (BUT). Siapa saja yang diperkenankan menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah? Yang dapat melakukan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah: a.

mempermudah pengisian SPT b. Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan ? Norma penghitungan adalah pedoman untuk menentukan penghasilan netto Wajib Pajak.foto kopi NPWP . Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak wajib menyelenggarakan pembukuan dan pencatatan adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh · . Direktur Jenderal Pajak atas nama Menteri Keuangan akan menerbitkan Surat Keputusan Menteri Keuangan dalam jangka waktu 30 hari sejak permohonan diterima 7. karena Wajib Pajak tersebut tidak wajib melakukan pembukuan. mempermudah penghitungan PPN dan PPn BM 9. maka Penghasilan nettonya dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Netto atau cara lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Wajib Pajak yang tidak sepenuhnya menyelenggarakan pencatatan atau pembukuan atau tidak memperlihatkan pencatatan atau pembukuan atau buktibukti pendukungnya. Apa yang dimaksud dengan pencatatan ? Pencatatan: Pencatatan adalah pengumpulan data secara teratur tentang peredaran bruto dan atau penerimaan Penghasilan sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang. 8. menyelenggarakan pencatatan. mempermudah penghitungan Penghasilan Kena Pajak c.- Wajib Pajak yang telah berdiri lebih dari 1 tahun : .foto kopi Akte Pendirian..13 .000. Wajib Pajak yang boleh menggunakan Norma Penghitungan : 1. atau dokumen lain yang serupa (bagi WP BUT) Jika telah memenuhi syarat. Apa tujuan pencatatan bagi Wajib Pajak ? Tujuan pencatatan: a. Wajib Pajak yang tidak menyampaikan pemberitahuan akan menggunakan Norma Penghitungan sebagai dasar penghitungan pajaknya kepada Direktur Jenderal Pajak dianggap memilih untuk menggunakan pembukuan. memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 bulan pertama dari tahun buku 3.00 2.000. 600.. WP Orang Pribadi yang peredaran brutonya di bawah Rp.fotokopi SPT Tahunan PPh Badan tahun terakhir · Wajib Pajak yang baru berdiri dalam tahun berjalan: .

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). c. d.14 . Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi Wajib Pajak dalam mengajukan keberatan ? Syarat-syarat mengajukan keberatan: a. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB). Kapankah Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan ? Jangka waktu pengajuan keberatan: a. 4. d. d. Siapa saja yang dapat mengajukan keberatan ? Yang dapat mengajukan keberatan: a. SKPKBT. e. c. b.- G. Kepada siapa Wajib Pajak mengajukan keberatan ? Pengajuan Keberatan diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di tempat Wajib Pajak terdaftar..d. 2. Dalam hal apa keberatan dapat diajukan ? Keberatan dapat diajukan atas : a. SKPLB. Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia. c diatas. 5. 6. Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga. Kuasa yang ditunjuk oleh mereka pada butir a s. SKPN atau sejak tanggal dilakukan . Wajib menyatakan alasan-alasan secara jelas. Apa yang dimaksud dengan keberatan ? Keberatan adalah cara yang ditempuh oleh Wajib Pajak jika merasa tidak/kurang puas atas suatu ketetapan pajak yang dikenakan kepadanya atau atas pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN). Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi oleh Wajib Pajak yang bersangkutan. b. c. Bagi Wajib Pajak Badan oleh Pengurus. KEBERATAN DAN BANDING ( 250304 ) 1. Wajib menyebutkan jumlah pajak yang terutang menurut penghitungan Wajib Pajak. b. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal SKPKB. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). 3. Pihak yang dipotong/dipungut pihak ketiga. Satu Keberatan harus diajukan untuk satu jenis dan satu tahun/masa pajak..

SKPLB. . Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi adalah yang bersangkutan atau ahli warisnya c. Apa saja persyaratan pengajuan banding ? Syarat-syarat dan tatacara pengajuan banding: .Surat banding ditulis dalam bahasa Indonesia.Dilampiri salinan Surat Keputusan yang dibanding. Siapa saja yang dapat mengajukan permohonan banding ? Yang dapat mengajukan banding ke Pengadilan Pajak: a. SKPLB.. maka jangka waktu 3 bulan dihitung sejak tanggal SKPKB. SKPKBT. . . 9.Dalam jangka waktu 3 bulan sejak keputusan yang dibanding diterima. c. Kepada siapa Banding dapat diajukan oleh Wajib Pajak ? Banding ditujukan ke Pengadilan Pajak. Surat keberatan yang diantar langsung ke Kantor Pelayanan Pajak. SKPN atau sejak dilakukan pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai saat keberatan diterima oleh Kantor Pelayanan Pajak. . apa yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak selanjutnya ? Jika Wajib Pajak masih kurang puas juga atas keberatannya maka ia dapat mengajukan Banding. .Jumlah pajak yang terutang dimaksud telah dibayar sebesar 50%.Banding diajukan dengan disertai alasan-alasan yang jelas mencantumkan tanggal diterima surat keputusan yang dibanding. Surat keberatan yang dikirim melalui pos (harus dengan pos tercatat). Kuasa Hukum dari butir a dan b 11. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena di luar kekuasaannya b.Terhadap satu keputusan diajukan satu surat banding. 7. SKPN atau sejak dilakukan pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai dengan tanggal bukti pengiriman melalui Kantor Pos dan Giro. Bagi Wajib Pajak Badan oleh Pengurus b. Apabila Wajib Pajak merasa kurang puas dengan Putusan Keberatan. Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan apakah Wajib Pajak masih tetap berkewajiban melunasi utang pajaknya ? Pengajuan Keberatan tidak menunda kewajiban membayar pajak dan pelaksanaan penagihan pajak. 8.. 10. dan . maka jangka waktu 3 bulan dihitung sejak tanggal SKPKB.- pemotongan/pemungutan. SKPKBT.15 .

Dalam hal apa imbalan bunga dapat diberikan kepada Wajib Pajak ? Apabila pengajuan keberatan atau permohonan banding diterima sebagian atau seluruhnya. 4. IMBALAN BUNGA ( 250304 ) 1. 13. 2.- 12. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% sebulan. Apabila Wajib Pajak mengajukan banding atas SKPLB ke Badan Penyelesaian Pajak untuk Tahun Pajak 2001. apakah atas putusan BPSP/Pengadilan Pajak yang dibacakan (diputus) sejak Tahun Pajak 2001 untuk SKPLB yang diajukan banding masih diberikan imbalan bunga ? . Apa pengertian Surat Uraian Banding ? Surat Uraian Banding adalah surat terbanding kepada Pengadilan Pajak yang berisi jawaban atas alasan banding yang diajukan oleh pemohon banding. 14. untuk selama-lamanya 24 bulan.. Bagaimanakah sifat kekuatan hukum Putusan Banding ? Putusan Banding merupakan putusan akhir dan mempunyai kekuatan hukum tetap. serta bukan Keputusan Tata Usaha Negara. sepanjang utang pajak sebagaimana dimaksud dalam SKBKB atau SKPKBT telah dibayar yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak..16 . 3. Jenis ketetapan pajak apa saja yang diberikan imbalan bunga sehubungan dengan Keputusan Keberatan atau Putusan Banding ? Imbalan bunga hanya diberikan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. Bagaimana perhitungan imbalan bunga diberikan sehubungan dengan Keputusan Keberatan dan Putusan Banding ? Perhitungan imbalan bunganya adalah sebesar 2 % (dua persen) sebulan untuk paling lama 24 (dua puluh empat) dari besarnya kelebihan pembayaran pajak yang dikembalikan yang dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak sampai dengan diterbitkannya Keputusan Keberatan atau Putusan Banding. H. Dalam hal yang bagaimana imbalan bunga diberikan sehubungan dengan Keputusan Keberatan dan Putusan Banding ? Apabila pengajuan keberatan atau banding diterima sebagian atau seluruhnya.

Dalam hal apa Wajib Pajak dapat dinyatakan melakukan kesengajaan ? Wajib Pajak dinyatakan melakukan kesengajaan jika : a. J. Sanksi apa yang dikenakan terhadap Wajib pajak yang melakukan pelanggaran ? Pelanggaran terhadap kewajiban administrasi perpajakan yang dilakukan Wajib Pajak dapat dikenakan sanksi administrasi. 2. TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN ( 250304 ) 1.- Tidak diberikan imbalan bunga.. Dalam hal bagaimana Direktur Jenderal Pajak dapat mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi? Dalam hal sanksi administrasi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahannya. Menyampaikan SPT dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. 2. Tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan atau . PENGURANGAN. Sedangkan pelanggaran yang menyangkut tindak pidana perpajakan dikenakan sanksi pidana. c. Dalam hal bagaimana Direktur Jenderal Pajak dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak? Direktur Jenderal Pajak secara jabatan dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak apabila diketahui bahwa ketetapan pajak tersebut tidak benar dengan berlandaskan unsur keadilan. PENGHAPUSAN DAN PEMBATALAN (250304) 1. Tidak mendaftarkan diri. karena dalam Pasal 27A Undang-undang KUP diatur dengan tegas bahwa imbalan bunga atas kelebihan pembayaran pajak hanya diberikan sepanjang utang pajak tersebut sebagaimana dimaksud dalam SKPKB atau SKPKBT.17 . Menyampaiakan Surat Pemberitahuan tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap atau melampirkan keterangan yang tidak benar. 3. sehingga menimbulkan kerugian pada negara. atau menyalah gunakan. . Tidak menyampaikan SPT. Dalam hal apa Wajib Pajak dapat dinyatakan melakukan kealpaan ? Wajib Pajak dinyatakan melakukan kealpaan jika: a. atau menggunakan tanpa hak NPWP atau NPPKP.. misalnya karena ketidaktelitian petugas pajak. b. I. b.

- d. Kealpaan. diancam pidana selama-lamanya satu tahun dan denda setinggitingginya sepuluh juta rupiah b. Sanksi apa saja yang dikenakan kepada pihak ketiga berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan ? Sanksi terhadap pihak ketiga berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan : a. 5. pencatatan atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan.18 . berakhirnya bagian tahun pajak atau berakhirnya tahun pajak yang bersangkutan. 6. b. Tidak menyetor pajak yang telah dipotong sehingga menimbulkan kerugian pada negara. catatan. Pihak ketiga yang dengan sengaja menghalangi atau mempersulit penyidikan tindak pidana perpajakan diancam penjara selama-lamanya tiga tahun dan denda setinggi-tingginya sepuluh juta rupiah. Tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. dipidana kurungan selama-lamanya satu tahun dan denda setinggi-tingginya dua juta rupiah. . . Pihak ketiga yang dengan sengaja : . 4. berakhirnya masa pajak.Tidak memberikan keterangan/bukti. atau dokumen lainnya. e. dipidana selama-lamanya dua tahun dan denda setinggitingginya dua juta rupiah. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku.Memberikan keterangan/bukti yang tidak benar. Sanksi apa yang dapat dikenakan terhadap Pejabat yang melakukan pelanggaran atas larangan mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak ? Sanksi yang dapat dikenakan terhadap Pejabat yang melakukan pelanggaran atas larangan mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak dapat diancam sanksi pidana: a. Memperlihatkan pembukuan. f.. Kesengajaan.. Berapa lama jangka waktu daluwarsa tindak pidana di bidang perpajakan ? Daluwarsa tindak pidana di bidang perpajakan adalah sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak.

PAJAK PENGHASILAN .

dan sebagainya yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan untuk memperoleh penghasilan merupakan Subjek Pajak. koperasi. · Subjek Pajak dalam negeri adalah: ü orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia. organisasi sosial politik. dan d. bentuk usaha tetap dan bentuk badan lainnya termasuk reksadana. perseroan lainnya. organisasi massa. kongsi. dibiayai dengan dana yang bersumber dari APBN atau APBD. dibentuk berdasarkan peraturan perundang -undangan yang berlaku. perkumpulan. Unit tertentu dari badan pemerintah ya ng memenuhi kriteria berikut tidak termasuk sebagai Subjek Pajak. SUBJEK PAJAK (250304) 1. ü warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan. badan. · Subjek Pajak luar negeri adalah: ü orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia. perseroan komanditer. dan b.19 .- PAJAK PENGHASILAN A.. lembaga. Siapa Subjek Pajak ? Subjek Pajak terdiri dari Subjek Pajak dalam negeri dan Subjek Pajak luar negeri. penerimaan lembaga tersebut dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Daerah. dana pensiun. persekutuan. yayasan. menggantikan yang berhak. ü orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. Pengertian ‘badan’ adalah s ekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas. misalnya lembaga. ü orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. atau organisasi yang sejenis. dan c. Setiap unit tertentu dari bada n Pemerintah. Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapu n. yaitu: a. pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara. ü orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.. ü badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia. firma. .

g. 3).. f..- ü badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. tempat kedudukan manajemen. wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. ü orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia. yang terlihat dari perlakuan pajaknya. pemberian jasa dalam bentuk apapun oleh pegawai atau oleh orang lain. dikenakan pajak atas penghasilan baik yang diterima atau dipero leh dari Indonesia dan dari luar Indonesia. proyek konstruksi. agen atau pegawai dari perusahaan asuransi yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang menerima premi asuransi atau menanggung risiko di Indonesia. bengkel. wilayah kerja pengeboran yang digunakan untuk eksplorasi pertambangan. UU Pajak Penghasilan menganut resident principle untuk Wajib Pajak dalam negeri dan source principle untuk Wajib Pajak luar negeri. l. h. b. instalasi. Wajib Pajak dalam negeri : 1). i. c. e. 2). pertambangan dan penggalian sumber alam. kantor perwakilan. d. atau kehutanan. yang d apat berupa : a. ü badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. p ertanian. perkebunan.yang yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia bukan dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. atau proyek perakitan. j. peternakan. b. yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. orang atau badan yang bertindak selaku agen yang kedudukannya tidak bebas. k. sepanjang dilakukan lebih dari 60 hari dalam jangka waktu 12 bulan. gedung kantor.20 . Wajib Pajak luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT : . pabrik. ‘bentuk usaha tetap’ / BUT ( permanent establishment ) adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh Subjek Pajak luar negeri untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia. ü orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. yakni sebagai berikut: a. perikanan. cabang perusahaan. berdasarkan penghasilan neto dengan tarif umum.

2). 2. ü berakhir pada saat tidak lagi menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT..21 . Kapan bermula dan berakhirnya kewajiban pajak subjektif ? · Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri: ü dimulai pada saat orang pribadi tersebut dilahirkan. ü berakhir pada saat tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan tersebut. 3). · Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik. dan orang-orang yang diperbantukan . ü berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi bertempat kedudukan di Indonesia. berada. atau berniat untuk bertempat tinggal di Indonesia. Wajib Pajak luar negeri non -BUT : 1). Siapa yang bukan Subjek Pajak ? · Badan perwakilan negara asing. namun terbatas pada penghasilan yang bersumber dari Indonesia. berdasarkan penghasilan bruto dengan tarif pajak sepadan. dikenakan pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari sumber penghasilan di Indonesia. karena kewajiban pajaknya dipenuhi melalui pemotongan pajak yang bersifat final. · Wajib Pajak Orang pribadi atau badan luar negeri non-BUT: ü dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia. · Warisan yang belum terbagi: ü dimulai pada saat timbulnya warisan yang belum terbagi tersebut. ü berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya.. · Wajib Pajak orang pribadi atau badan luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT: ü dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT. dan konsulat atau pejabatpejabat lain dari negara asing. ü berakhir pada saat warisan tersebut selesai dibagi. tidak wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. · Wajib Pajak badan dalam negeri: ü dimulai pada saat badan tersebut didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia. 3.- pemenuhan kewajiban perpajaka nnya dipersamakan dengan pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak dalam negeri. c.

dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal.. · hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan. dengan syarat: ü bukan warga negara Indonesia. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. dan ü di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan lain di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut. seperti : gaji. ü keuntungan karena likuidasi. meliputi antara lain: · imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa. penggabungan. komisi. B. dengan syarat: ü Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut. atau imbalan dalam bentuk lainnya. OBJEK PAJAK (250304 1. pemecahan. bonus. sekutu. dengan nama dan dalam bentuk apapun.22 . bantuan atau sumbangan. upah. tunjangan. · laba usaha. Organisasi-organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. dan ü tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain pemberian pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota. Apa yang menjadi Objek Pajak ? Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak. ü keuntungan yang diperoleh perseroan. uang pensiun. persekutuan dan badan lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham.. Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. atau pengambilalihan usaha. seperti : ü keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan. kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam .- · · kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka. persekutuan. · keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta. gratifikasi. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. atau anggota. pemekaran. dengan syarat: ü bukan warga negara Indonesia. dan penghargaan. honorarium. dan ü tidak menjalankan usaha atau kegiatan atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia. serta ü negara yang bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik. peleburan. ü keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah.

dan imbalan karena jaminan pengembalian utang. Karena Undang -undang ini menganut pengertian penghasilan yang luas ( global income tax ). dan lain sebagainya. d. apabila dalam satu tahun pajak suatu usaha atau kegiatan menderita kerugian. penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan pekerjaan bebas seperti gaji. kepemilikan atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. honorarium. sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha. Diliha t dari sumber mengalirnya tambahan kemampuan ekonomis kepada Wajib Pajak. pengacara. · premi asuransi. yang berupa harta gerak ataupun harta tak gerak seperti bunga. hadiah. · royalti. sewa.- garis keturunan lurus satu derajat. · tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak. c. · selisih lebih karena penilaian kembali aktiva. dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. penghasilan dari usaha dan kegiatan. royalti. penghasilan dari modal. · penerimaan atau perolehan pembayaran berkala. · keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. diskonto.23 .. dan badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan sebagainya. · bunga termasuk premium. penghasilan lain -lain.. · iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. aktuaris. penghasilan dari praktek dokter. dengan nama dan dalam bentuk apapun. keuntungan penjualan harta atau hak yang tidak dipergunakan untuk usaha. penghasilan dapat dikelompokkan menjadi : a. termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis. maka kerugian tersebut . dividen. seperti pembebasan utang. b. pekerjaan. Dengan demikian. · dividen. · penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya. akuntan. kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. · keuntungan karena pembebasan utang. dan lain sebagainya. · sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. notaris. maka semua jenis penghasilan yang diterima atau diperole h dalam suatu tahun pajak digabungkan untuk mendapatkan dasar pengenaan pajak.

b. l. pembagian laba dalam bentuk saham. pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal yang disetor. e. hak atas harta tak berwujud. jika dalam tahun -tahun yang lampau diperoleh keuntungan. k.- dikompensasikan dengan penghasilan lainnya ( kompensasi hori zontal ). Premium terjadi apabila misalnya surat obligasi dijual di atas nilai nominalnya sedangkan diskonto terjadi apab ila surat obligasi dibeli di bawah nilai nominalnya. c. g. Pengertian ‘dividen’ termasuk pula: a. Namun demikian. pembagian berupa sisa hasil usah a kepada anggota koperasi. f. bagian laba yang diterima oleh pemegang polis. merek dagang.24 . formula. jumlah yang melebihi jumlah setoran sahamnya yang diterima atau diperoleh pemegang saham karena pembelian kembali saham -saham oleh perseroan yang ber sangkutan. misalnya hak atas alat -alat industri. Yang dimaksud dengan alat -alat industri. b. pencatatan tambahan modal yang dilakukan tanpa penyetoran. maka penghasilan tersebut tidak boleh digabungkan dengan penghasil an lain yang dikenakan tarif umum. misalnya peralatan -peralatan yang . dan ilmu pengetahuan. h. Pengertian ‘royalti’ adalah imbalan sehubungan dengan penggunaan: a. dengan nama dan dalam bentuk apapun. kecuali kerugian yang diderita di luar negeri. komersial dan ilmu pengetahuan adalah setiap peralatan yang memp unyai nilai intelektual. apabila suatu jenis penghasilan dikenakan pajak dengan tarif yang bersifat final atau dikecualikan dari Objek Pajak. Premium tersebut merupakan penghasilan bagi yang menerbitkan obligasi dan diskonto merupakan penghasilan bagi yang membeli obligasi. komersial. termasuk yang diterima sebagai penebusan tanda -tanda laba tersebut. hak atas harta berwujud. i. pembayaran sehubungan dengan tanda -tanda laba.. kecuali jika pembayaran kembali itu adalah akibat dari pengecilan modal dasar (statuter) yang dilakukan secara s ah. d. bagian laba sehubungan dengan pemilikan obligasi. misalnya hak pengarang. pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi pemegang saham yang dibebankan sebagai biaya perusahaan. pembagian laba baik secara lan gsung ataupun tidak langsung. atau rahasia perusahaan. diskonto dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang.. j. Pengertian ‘bunga’ termasuk pula premium. pembayaran kembali seluruhnya atau sebagian dari modal yang disetorkan. p aten. pemberian saham bonus yang dilakukan tanpa penyetoran termasuk saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agi o saham.

kepemilikan. dan ü bagi perseroan terbatas. Apa yang bukan Objek Pajak ? · Bantuan atau sumbangan. atau ahli teknik sesuai dengan bidang keahliannya... BUMN / BUMD yang menerima dividen. . · Harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat. ahli hukum. · Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan atau kenikmatan dari Wajib Pajak atau Pemerintah. Badan Usaha Milik Negara. dan sebagainya. · Warisan. asuransi jiwa. · Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan.- c. digunakan di beberapa industri khusus seperti anjungan pengeboran minyak (drilling rig). walaupun mungkin belum dipat enkan. · Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal. dan asuransi bea siswa. atau Badan Usaha Milik Daerah. 2. koperasi. termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah dan para penerima zakat yang berhak.25 . yaitu informasi yang belum diungkapkan secara umum. misalnya pengalaman di bidang industri. asuransi dwiguna. Tidak termasuk dalam pengertian informasi di sini adalah informasi yang diberikan oleh misalnya akuntan publik. yang dapat diberikan oleh setiap orang yang mempunyai latar belakang disiplin ilmu yang sama. informasi. asuransi kecelakaan. sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha. atau bidang usaha lainnya. Ciri dari informasi dimaksud adalah bahwa informasi tersebut telah tersedia sehingga pemiliknya tidak perlu lagi melakukan riset untuk menghasilkan informasi tersebut. pekerjaan. dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. · Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri. kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor dan harus mempunyai usaha aktif di luar kepemilikan saham tersebut. dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat : ü dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan.

persekutuan. dengan syarat badan pasangan usaha tersebut: ü merupakan perusahaan kecil. royalti. sewa. dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang. menagih. · Penghasilan tersebut dalam Pasal 26 UU Pajak Penghasilan yang diterima atau diperoleh kantor pusat. termasuk biaya pembelian bahan. gaji. baik yang dibayar oleh pemberi kerja maupun pegawai. dan memelihara penghasilan. perkumpulan. menengah. C. firma. atau pemberian jasa di Indonesia yang sejenis dengan yang dijalankan atau yang dilakukan oleh BUT di Indonesia ( force of attraction rule ). bunga.26 . gratifikasi.. Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham. dan kongsi.- · · · · · Iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. dihitung berdasarkan penghasilan bruto dikurangi: · biaya untuk mendapatkan.. 3. Bunga obligasi yang diterima atau diperoleh reksa dana selama lima tahun pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak. Penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. sepanjang terdapat hubungan efektif antara BUT dengan harta atau kegiatan yang memberikan penghasilan dimaksud ( effective connection rule ). Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia. . PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK (250304 1. atau yang menjalankan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan dan ü sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia. Apa yang menjadi Objek Pajak BUT ? · Penghasilan dari usaha atau kegiatan BUT tersebut dan dari harta yang dimiliki atau dikuasai. honorarium. · Penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan. bonus. Apa yang boleh dikurangkan ? Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah. penjualan barang.

· kerugian dari selisih kurs mata uang asing. · penyusutan atas harta berwujud dan amortisasi atas hak dan biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. biaya atau pengeluaran yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. · iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. yang merupakan beban tahun yang bersangkutan.. Biaya atau pengeluaran yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dapat dibagi dalam dua golongan. dan 4) Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada DJP. · Bagi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri diberikan pengurangan berupa Penghasilan Tidak Kena Pajak ( PTKP ). dan pelatihan. premi asuransi. dan pajak kecuali Pajak Penghasilan.27 . · piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih. yang pembebanannya dilakukan melalui penyusutan a tau amortisasi.- biaya perjalanan. b.. biaya atau pengeluaran yang mempunyai masa manfaat tidak lebih dari satu tahun. yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak. biaya administrasi kantor pusat yang boleh dikurangkan adalah biaya yang berkaitan dengan usaha atau kegiatan BUT. dengan syarat : 1) telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba-rugi komersial. dan memelihara penghasilan. · kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan. yang besarnya ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. · biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia. yaitu : a. · biaya bea siswa. · Dalam menentukan besarnya laba suatu BUT. dan 3) telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus. magang. dan 2) telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang / pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan. menagih. biaya administrasi. . biaya pengolahan limbah.

00 tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami. Dengan demikian biaya atau pengeluaran untuk mendapatkan. · Rp 2. tidak boleh dikurangkan atau dibebankan.000.000.000. kecuali penghasilan yang berasal dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas orang tuanya.000.00 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah/ semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat. · Penghasilan anak yang belum dewasa digabung dengan penghasilan orang tuanya..880. Bagaimana perlakuan pajak bagi wanita yang berstatus kawin dan anak yang belum dewasa ? · Penghasilan wanita yang berstatus kawin digabung dengan penghasilan suaminya. Biaya bunga atas pinjaman yang dipergunakan untuk membeli saham t idak boleh dikurangkan atau dibebankan. paling banyak tiga orang.440.- Untuk dapat dikurangkan atau dibebankan dalam penghitungan Penghasilan Kena Pajak.880.00 tambahan untuk Wajib Pajak yang berstatus kawin. Apa yang tidak boleh dikurangkan ? Dalam menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. · Rp 1. yang menjadi tanggungan sepenuhnya.440. Akan tetapi dalam hal ini biaya bunga pinjaman tersebut dapat dikapitalisasi sebagai penambah harga perolehan saham. biaya atau pengeluaran tersebut harus mempunyai hubungan langsung dengan usaha atau kegiatan untuk mendapatkan. apabila dividen yang diterimanya bukan merupakan Objek Pajak. tidak boleh dikurangkan: 3.00 untuk diri Wajib Pajak ybs. . kecuali penghasilan yang berasal dari satu pemberi kerja yang telah dipotong PPh Pasal 21 dan pekerjaan tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas suaminya. 4. 2. menagih. · Penghasilan suami-isteri dikenakan pajak secara terpisah dalam hal: ü suami-isteri telah hidup berpisah. · Rp 1. dan memelihara penghasilan yang bukan merupakan Objek Pajak. ü dikehendaki oleh suami-isteri yang bersangkutan berdasarkan perjanjian tertulis. dan memelihara penghasilan yang me rupakan Objek Pajak..28 . Berapa besarnya PTKP ? · Rp 2. menagih. Besarnya PTKP disesuaikan dari waktu ke waktu dengan Keputusan Menteri Keuangan.

biaya atau pengeluaran pribadi Wajib Pajak yang bersangkutan atau orang yang menjadi tanggungannya. dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundangundangan di bidang perpajakan. biaya atau pengeluaran untuk kepentingan pribadi pemegang saham. jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan. pembentukan atau pemupukan dana cadangan.. kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. dalam menentukan besarnya laba suatu BUT. seperti : dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis. yang ketentuan dan syarat-syaratnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. cadangan untuk usaha asuransi.. dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. atau anggota. asuransi kecelakaan. kecuali cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan sewa guna usaha dengan hak opsi. sekutu. premi asuransi kesehatan. sanksi administrasi berupa bunga. asuransi dwiguna. pembayaran kepada kantor pusat yang tidak boleh dikurangkan adalah : ü royalti atau imbalan lainnya sehubungan dengan penggunaan harta.- · · · · · · · · · · · · pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun. paten. penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan. kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib Pajak yang bersangkutan. atau hak-hak lainnya. firma. dan asuransi bea siswa. denda. pajak Penghasilan.29 . atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham. gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan. kecuali zakat atas penghasilan yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan atau Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah. harta yang dihibahkan. dan cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan. bantuan atau sumbangan. asuransi jiwa. dan warisan yang bukan merupakan Objek Pajak. . yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi.

pemekaran..- ü imbalan sehubungan dengan jasa manajemen dan jasa lainnya. kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan.30 . . ü yang tidak memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak bagi yang menerima pengalihan. maka kerugian tersebut dikompensasikan dengan Penghasilan Kena Pajak mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai dengan lima tahun. kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan. atau pengambilalihan usaha adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar. Pembayaran serup a yang diterima atau diperoleh dari kantor pusat tidak dianggap sebagai Objek Pajak BUT. sama dengan nilai sisa buku dari pihak yang melakukan pengalihan atau nilai yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. · Nilai perolehan atau nilai penjualan dalam hal terjadi tukar-menukar harta adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar. ü bunga. · Persediaan dan pemakaian persediaan untuk penghitungan harga pokok dinilai berdasarkan harga perolehan yang dilakukan secara rata-rata atau dengan cara mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama ( FIFO ).. pemecahan. sama dengan nilai pasar dari harta tersebut. peleburan. D. Bagaimana perlakuan pajak terhadap kerugian fiskal ? Dalam hal penghasilan bruto setelah pengurangan menghasilkan kerugian. · Dasar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah: ü yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak bagi yang menerima pengalihan. penggabungan. kecuali ditetapkan lain oleh Menteri Keuangan. · Dasar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka penyetoran modal ( inbreng ) bagi badan yang menerima pengalihan. sama dengan nilai pasar dari harta tersebut. sedangkan apabila terdapat hubungan istimewa adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima. · Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan dalam rangka likuidasi. PENILAIAN HARTA DAN PERSEDIAAN BARANG (250304) Bagaimana cara penilaian harga perolehan atau harga jual/pengalihan harta dan cara penilaian persediaan barang ? · Harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa adalah jumlah yang sesungguhnya dikeluarkan atau diterima. 5.

hak guna bangunan. dan memelihara penghasilan atau pada bulan harta yang bersangkutan mulai menghasilkan.. · Penyusutan untuk pertama kali dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran.- E. F. menagih.5% 25% Kelompok 3 16 tahun 6. kecuali tanah yang berstatus hak milik. hak guna usaha. · Tabel masa manfaat dan tarif penyusutan harta berwujud : Tarif Penyusutan Kelompok Masa Garis Saldo Harta Berwujud Manfaat Lurus Menurun Bukan Bangunan Kelompok 1 4 tahun 25% 50% Kelompok 2 8 tahun 12. · Dengan persetujuan Direktur Jenderal Pajak. dan memelihara penghasilan dilakukan dengan metode garis lurus ( straight line method ) dan atau metode saldo menurun ( declining balance method ) secara taat azas. PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP PERUSAHAAN Apa dan bagaimana ketentuan penilaian kembali aktiva tetap perusahaan untuk tujuan perpajakan ? · Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan peraturan tentang penilaian kembali aktiva dan faktor penyesuaian apabila terjadi ketidaksesuaian antara unsur-unsur biaya dengan penghasilan karena perkembangan harga.. Bagaimana cara penyusutan harta berwujud · Penyusutan atas pengeluaran harta berwujud.25% 12. PENYUSUTAN DAN AMORTISASI (250304 1. dan hak pakai. yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan. · Khusus bangunan hanya dapat disusutkan dengan metode garis lurus. · Dasar penyusutan atas harta yang telah dilakukan penilaian kembali ( revaluasi ) adalah nilai setelah dilakukan penilaian kembali aktiva tersebut.5% . kecuali untuk harta yang masih dalam proses pengerjaan dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta tersebut.31 . menagih. Wajib Pajak diperkenankan melakukan penyusutan mulai pada bulan harta tersebut digunakan untuk mendapatkan.

Apabila terjadi pengalihan atau penarikan harta. Apabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan. 2. hak guna usaha. dan memelihara penghasilan.32 .- Kelompok Harta Berwujud Kelompok 4 Bangunan Permanen Tdk Permanen · · Masa Manfaat 20 tahun 20 tahun 10 tahun Tarif Penyusutan Garis Saldo Lurus Menurun 5% 10% 5% 10% · Menteri Keuangan menetapkan jenis-jenis harta yang termasuk dalam Kelompok Harta Berwujud dan ketentuan khusus mengenai penyusutan atas harta berwujud yang dimiliki dan digunakan dalam usaha tertentu. menagih.5% 25% Kelompok 3 16 tahun 12.. Bagaimana cara amortisasi harta tak berwujud ? · Amortisasi atas pengeluaran harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan. · Tabel masa manfaat dan tarif amortisasi harta tak berwujud : Kelompok Tarif Amortisasi Masa Harta Garis Saldo Manfaat Tak Berwujud Lurus Menurun Kelompok 1 4 tahun 25% 50% Kelompok 2 8 tahun 12. dilakukan dengan metode garis lurus ( straight -line method ) dan atau metode saldo menurun ( declining balance method ) secara taat azas. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut dibebankan sebagai kerugian dan jumlah harga jual atau penggantian asuransinya yang diterima atau diperoleh dibukukan sebagai penghasilan pada tahun terjadinya penarikan harta atau pada tahun terjadinya penggantian asuransi atas persetujuan Direktur Jenderal Pajak.25% Kelompok 4 20 tahun 5% 10% . dan hak pakai yang dipergunakan untuk mendapatkan..5% 6.

Apabila ternyata jumlah produksi yang sebenarnya lebih kecil dari yang diperkirakan. Jika dalam satu tahun pajak ternyata jumlah produksi mencapai 3. sehingga masih terdapat sisa pengeluaran untuk memperoleh hak atau pengeluaran lain.000. seperti gaji pegawai. besarnya amortisasi yang diperkenanka n untuk dikurangkan dari penghasilan bruto pada tahun tersebut paling tinggi adalah 20% dari pengeluaran atau sebesar Rp 100.000.000. Amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan pengeluaran lain di bidang penambangan minyak dan gas bumi dilakukan dengan menggunakan metode satuan produksi. Pengertian pengeluaran yang dilakukan sebelum operasi komersial adalah biaya -biaya yang dikeluarkan sebelum operasi komersial. Untuk pengeluaran operasional yang rutin ini tidak boleh dikapitalisasi tetapi dibebankan sekaligus pada tahun pengeluaran. dan biaya kantor lainnya.000 ton yang berarti 30% dari potensi yang tersedia. Pengeluaran sebelum operasi komersial dikapitalisasi dan diamortisasi sesuai dengan tabel masa manfaat dan tarif amortisasi.000.- · · Pengeluaran untuk biaya pendirian dan biaya perluasan modal suatu perusahaan dibebankan pada tahun terjadinya pengeluaran atau diamortisasi sesuai dengan tabel masa manfaat dan tarif amortisasi.00 diamortisasi sesuai dengan persentase satuan produksi yang direalisasikan dalam tahun yang bersangkutan.000. · . misalnya.00. dan hak pengusahaan sumber alam serta hasil alam lainnya. Amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak penambangan selain minyak dan gas bumi.000. hak pengusahaan hutan. maka walaupun jumlah produksi pada tahun tersebut mencapai 30% dari jumlah potensi yang tersedia... biaya rekening listrik dan telepon. dilakukan dengan menggunakan metode satuan produksi paling tinggi 20% setahun. biaya studi kelayakan dan biaya produksi percobaan tetapi tidak termasuk biaya biaya operasional yang sifatnya rutin. (contoh ) Pengeluaran untuk memperoleh hak pengusahaan hutan yang mempunyai potensi 10.33 . maka atas sisa pengeluaran tersebut boleh dibebankan sekaligus dalam tahun pajak yang bersangkutan.000 ton kayu sebesar Rp 500. Metode satuan produksi dilakukan dengan menerapkan persentase amortisasi yang besarnya setiap tahun sama dengan persentase perbandingan antara realisasi penambangan minyak dan gas bumi pada tahun yang bersangkutan dengan taksiran jumlah seluruh kandungan minyak dan gas bumi di lokasi tersebut yang dapat diproduksi.

000. G.000.000.000 barel (50%) Rp 250.000 / 200.000. nilai sisa buku sebesar Rp 250.00.000.000 barel.000. Penghitungan penghasilan dan kerugian dari penjualan hak tersebut dan pembukuannya adalah sebagai berikut: Harga perolehan Rp 500. maka nilai sisa buku harta atau hak-hak tersebut dibebankan sebagai kerugian dan jumla yang diterima sebagai penggantian merupakan penghasilan pada tahun terjadinya pengalihan tersebut.000.000.000. Setelah produksi minyak dan gas bumi mencapai 100. ..000.000. Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan Penghasilan Neto ? · Norma Penghitungan Penghasilan Neto adalah persentase tertentu dari peredaran atau penghasilan bruto usaha atau pekerjaan bebas yang merupakan standar umum besarnya penghasilan neto yang dianggap normal atau wajar.. Taksiran jumlah kandungan minyak di daerah tersebut adalah sebanyak 200.000.000.00 Nilai sisa buku harta Rp 250.000.00 Dalam pembukuan. Apabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah berupa harta tak berwujud yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak.00.00 Harga jual harta Rp 300.000 barel. PT X menjua l hak penambangan tersebut kepada pihak lain dengan harga sebesar Rp 300. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan.000.00 Amortisasi yang telah dilakukan : 100.000. Siapa yang dapat menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto ? · Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. yang peredaran atau penghasilan brutonya dalam 2.34 .00 dicatat sebagai penghasilan.Apabila terjadi pengalihan harta tak berwujud atau hak-hak lainnya. yang dibuat dan disempurnakan terus-menerus serta diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak.00 dicatat sebagai kerugian sedang harga jual sebesar Rp 300.000. · ( contoh ) PT X mengeluarkan biaya unt uk memperoleh hak penambangan minyak dan gas bumi di suatu lokasi sebesar Rp 500.000.000.000. NORMA PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK (250304 1.

maka penghasilan netonya dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Neto atau cara lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. Wajib Pajak yang bersangkutan wajib menyelenggarakan pencatatan sebagai pengganti tidak menyelenggarakan kewajiban pembukuan. Apabila Wajib Pajak tidak memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak. Wajib Pajak yang bersangkutan wajib memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu tiga bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan. maka dianggap memilih menyelenggarakan kewajiban pembukuan. Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan Khusus ? · Norma Penghitungan Khusus adalah persentase tertentu dari peredaran atau penghasilan bruto usaha untuk menghitung penghasilan neto dari Wajib Pajak tertentu yang tidak dapat dihitung berdasarkan ketentuan umum penghitungan Penghasilan Kena Pajak. · Perusahaan pengeboran minyak.35 . · Perusahaan dagang asing. · Perusahaan asuransi luar negeri. Apabila ternyata Wajib Pajak tidak atau tidak sepenuhnya menyelenggarakan kewajiban pencatatan atau pembukuan atau tidak memperlihatkan pencatatan atau pembukuan atau bukti-bukti pendukungnya.- · · · · satu tahun kurang dari Rp 600. · Wajib Pajak tertentu lainnya. Wajib Pajak tertentu mana saja yang dikenakan pajak dengan Norma Penghitungan Khusus ? · Perusahaan pelayaran dan penerbangan internasional. 3. Norma Penghitungan Khusus Wajib Pajak tertentu ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.. 4.. .000.00.000. gas dan panas bumi. · Perusahaan yang melakukan investasi dengan pola ‘bangun -guna-serah’ ( build-operate -transfer ). Besarnya batasan peredaran bruto dapat diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan.

Rp 25. 3.- H.36 .000.000. Rp 200.00 s.000. Siapa yang dikenakan pemotongan pajak ? · Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri.000.000.00 di atas Rp 100. Rp 100. Rp 50. Apa objek pemotongan pajak ? · Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan. 2.000. TARIF UMUM PAJAK (250304) 1.00 di atas Rp 25.d. ü pegawai Negeri Sipil dan Anggota TNI / POLRI..000. Berapa tarif umum PPh Wajib Pajak badan dalam negeri dan BUT ? Lapisan Penghasilan Kena Pajak s.000.. Rp 50.000.00 s.00 di atas Rp 100.000. Apa dan siapa yang tidak dikenakan pemotongan pajak ? · Penghasilan yang diterima oleh : ü pejabat Negara.d. Berapa tarif umum PPh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri ? Lapisan Penghasilan Kena Pajak s.000. berupa gaji dan tunjangan-tunjangan lain yang sifatnya tetap dan terkait dengan gaji.000.00 di atas Rp 50.000.000.000.000. PELUNASAN PAJAK DALAM TAHUN BERJALAN (250304 Pemotongan PPh Pasal 21 1.000.00 s.d.00 di atas Rp 200.000.000.00 Tarif Pajak 10% 15% 30% I. berupa gaji kehormatan dan tunjangan lain yang terkait atau imbalan tetap sejenisnya.00 s.d.d.000.00 di atas Rp 50. Rp 100.000. atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun. jasa.000.00 Tarif Pajak 5% 10% 15% 25% 35% 2.000. .000.d.

serta imbalan lainnya dari pekerjaan yang diberikan dalam bentuk uang sampai dengan sejumlah Rp.000. · bendaharawan pemerintah yang membayar gaji.00 sebulan.37 . Siapa bukan pemotong pajak ? · Badan perwakilan negara asing dan organisasi-organisasi internasional.000. 1. upah. Penghasilan berupa gaji.000.000. . sampai dengan sejumlah Rp. serta imbalan lainnya dalam bentuk uang tidak melebihi Rp. sehubungan dengan pekerjaan. yang diterima oleh pekerja yang bekerja sebagai pegawai tetap atau pegawai tidak tetap pada satu pemberi kerja dengan gaji. Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain dengan nama apapun selain gaji. tunjangan.00. uang tebusan pension yang dibayar oleh dana pensiun. upah. yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. 25. · penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan... · Badan yang membayar honorarium atau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan jasa termasuk jasa tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas.000. upah. PPh Pasal 21 ditanggung oleh Pemerintah . dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai. 2.00 sebulan. berupa uang pensiun dan tunjangan-tunjangan lain yang sifatnya tetap dan terkait dengan uang pensiun. dan pembayaran lain. tunjangan. dan Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus oleh Badan Penyelenggara Pensiun atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. honorarium. honorarium. PPh Pasal 21 ditanggung oleh Pemerintah.- · · · ü pensiunan termasuk janda atau duda dan atau anak-anaknya. 4. Siapa pemotong pajak ? · Pemberi kerja yang membayar gaji. dan uang pensiun.000. yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. atau kegiatan. · dana pensiun atau badan lain yang membayarkan uang pensiun dan pembayaran lain dengan nama apapun dalam rangka pensiun. jasa. tunjangan. yang diterima oleh Pegawai Negeri Sipil Golongan II/d ke bawah dan Anggota TNI/POLRI berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah. upah. 5. Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berupa uang pesangon.

Pemungutan PPh Pasal 22 1.. · Importir/pengimpor barang. 1.000. · Impor barang. . dikenakan tarif sebesar 15%. Apa objek pemungutan pajak ? · Pembelian barang oleh Pemerintah. · Pembelian/penjualan barang di bidang usaha tertentu. · Pembayaran yang berjumlah tidak lebih dari Rp. dikenakan tarif progresif sebesar 5% sampai dengan 25%. 7. 2. yang diterima oleh Pejabat Negara.38 . dan Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus oleh Badan Penyelenggara Pensiun atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Apa yang tidak dikenakan pemungutan pajak ? · Impor dan atau penyerahan barang yang berdasarkan UU Pajak Penghasilan tidak terutang pajak.00. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? · Pada umumnya berlaku tarif umum. Penghasilan apa saja yang dikenakan PPh Pasal 21 yang bersifat final dan berapa tarifnya ? · Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. · Impor barang yang dibebaskan dari Bea Masuk dan atau PPN ( 18 jenis ).- 6. kecuali ditetapkan lain dengan Peraturan Pemerintah. Siapa yang dikenakan pemungutan pajak ? · Pemasok barang kepada Pemerintah.000. Pegawai Negeri Sipil ( kecuali Golongan II/d ke bawah ). · Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berupa uang pesangon. dikenakan tarif sebesar 25%. · Pemasok/pembeli barang dari badan-badan tertentu.. · Penghasilan berupa hadiah undian. uang tebusan pensiun yang dibayar oleh dana pensiun. Anggota TNI/POLRI ( kecuali berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah ) dan pensiunan. · Impor barang sementara yang nyata-nyata akan diekspor kembali. 3.

· PT. atas penjualan hasil produksi di dalam negeri. ü Yang tidak menggunakan API. PT. pertanian. · BUMN / BUMD. sebesar 7.5% dari harga jual lelang. 5. gas.PLN. atas impor barang. perkebunan. listrik. PERTAMINA. dan benda pos. PT. super TT/pertamax plus. dan otomotif. atas penjualan hasil produksinya. dan perikanan. Insurance and Freight ( CIF ) ditambah Bea Masuk dan punguta n impor lainnya berdasarkan peraturan perundang -undangan pabean. · Pembayaran untuk pembelian gabah dan atau beras oleh Perum BULOG. PT. · Emas batangan untuk diproses menjadi perhiasan dan ditujukan untuk ekspor. dan bank-bank BUMN. atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan diolah/ diekspor. PT. Bendaharawan Pemerintah Pusat/Daerah. Krakatau Steel. atas pembelian barang dengan dana APBN/APBD.. Garuda Indonesia.5% dari nilai impor. · Pembayaran dana Jaring Pengaman Sosial ( JPS ) oleh KPKN. air minum/PDAM.39 . · Bank Indonesia. Nilai impor adalah nilai yang menjadi dasar penghitungan Bea Masuk yaitu Cost. rokok. yang ditunjuk oleh Kepala KPP. · Industri dan eksportir di sektor perhutanan. atas pembelian barang.5% dari nilai impor. yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. kertas. 4. baja ( hulu ). pengerjaan dan pengujian. · DJA. PT. sebesar 2. Perum BULOG. PT. Berapa besarnya tarif pemungutan pajak ? · Atas impor barang: ü Yang menggunakan API. sebesar 7. . Indosat. PERTAMINA dan badan usaha lainnya di bidang industri produk bahan bakar migas ( premix / pertamax. dan gas ).. atas pembelian barang dengan dana baik dari APBN/APBD maupun dari non-APBN/APBD. · Impor kembali barang yang sama yang sebelumnya telah diekspor dan barang yang telah diekspor untuk tujuan perbaikan. ü Yang tidak dikuasai. TELKOM. · Badan usaha industri semen.- · Pembayaran untuk pembelian BBM. Siapa pemungut pajak ? · Bank devisa dan DJBC.

25% Solar 0. selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. jasa konstruksi. sebesar 1. · Hadiah dan penghargaan.5% dari harga pembelian.25% Premix / 0. Atas penjualan hasil produksi tertentu : ü Semen.3% 0. sebesar Atas penjualan hasil produksi PT. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21.3% 0.25% Super TT M. jasa konsultan. · imbalan sehubungan dengan jasa teknik. Tanah -0. jasa manajemen. sebesar ü Kertas.40 . · Bunga.. Siapa yang dikenakan pemotongan pajak ? Wajib Pajak dalam negeri dan BUT.5% dari harga pembelian. sebesar ü Rokok.. sebesar ü Otomotif.3% Gas LPG -0. sebesar ü Baja. · Pemotongan PPh Pasal 23 1. Atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan diolah / diekspor. PERTAMINA dan badan usaha lainnya di bidang BBM : JENIS BBM SPBU SWASTA SPBU PERTAMINA Premium 0. sebesar 1.3% Pungutan PPh Pasal 22 kepada penyalur / agen bersifat final . · bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi.3% Pelumas -0. · Royalti.3% 0. 2. · sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta.- · · · Atas pembelian barang oleh Pemerintah dan BUMN/BUMD. . Apa objek pemotongan pajak ? · Dividen.

5. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21. penyelenggara kegiatan. Siapa pemotong pajak ? · Badan Pemerintah. · Bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. · Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak sebagai pihak yang wajib membayarkan penghasilan. · Bagian laba yang diterima anggota CV yang modalnya tidak terbagi atas saham. firma. BUT. Apa dan siapa yang tidak dikenakan pemotongan pajak ? · Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank. dan kongsi. ( inter-corporate dividend ) yang diterima oleh PT.3. BUMN/ BUMD. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? · Sebesar 15% dari jumlah bruto... . · Sebesar 15% dari perkiraan penghasilan neto. · Dividen. · Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi. · Sisa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. Subjek Pajak badan dalam negeri. atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi. dan koperasi yang memenuhi persyaratan tertentu. perkumpulan. KREDIT PAJAK LUAR NEGERI ( PPH PASAL 24 ) (250304 Bagaimana ketentuan pengkreditan Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri ? · Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri atas penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri dapat dikreditkan dengan pajak yang terutang berdasarkan UU Pajak Penghasilan dalam tahun pajak yang sama. ü imbalan sehubungan dengan jasa teknik. · Bunga obligasi yang diterima reksa dana selama lima tahun pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak. jasa konsultan. jasa manajemen. persekutuan. bunga. atas: ü sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. jasa konstruksi.41 . royalti. · Sebesar 15% dari jumlah bruto dan bersifat final. atas dividen. serta hadiah dan penghargaan. 4. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. J.

dan kegiatan.42 . adalah negara tempat BUT tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan. ditetapkan sama dengan besarnya angsuran pajak untuk bulan terakhir tahun pajak yang lalu. royalti.. ü penghasilan berupa sewa sehubungan dengan penggunaan harta tak gerak. atau sewa tersebut bertempat kedudukan atau berada. · Khusus besarnya angsuran pajak yang harus dibayar untuk bulan-bulan ( dua bulan pertama ) sebelum batas waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan. adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani bunga.· · Besarnya kredit pajak yang dapat diperhitungkan adalah sebesar Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri tetapi tidak boleh melebihi penghitungan pajak yang terutang berdasarkan UU Pajak Penghasilan ( ordinary tax credit per country basis ). dan sewa sehubungan dengan penggunaan harta gerak. PPh Pasal 22. dikurangi dengan kredit pajak PPh Pasal 21 ( khusus bagi WP orang pribadi ). ü penghasilan berupa bunga. adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani imbalan tersebut bertempat kedudukan atau berada. adalah negara tempat harta tersebut terletak. ü penentuan sumber penghasilan lainnya menggunakan prinsip yang sama. sumber penghasilan ditentukan sebagai berikut: ü penghasilan dari saham dan sekuritas lainnya. ü penghasilan BUT. ü penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan jasa. royalti. PPh Pasal 23. DALAM TAHUN K. pekerjaan. . Sumber penghasilan ( source of income ): Untuk keperluan pengkreditan Pajak Penghasilan luar negeri. adalah negara tempat badan yang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut bertempat kedudukan. PEMBAYARAN SENDIRI ANGSURAN BULANAN BERJALAN ( PPH PASAL 25 ) (250304) Bagaimana ketentuan pembayaran angsuran bulanan oleh Wajib Pajak sendiri ? · Besarnya angsuran bulanan dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak adalah sebesar Pajak Penghasilan yang terutang atas penghasilan teratur menurut SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang lalu. dan PPh Pasal 24 atas penghasilan teratur tahun pajak yang lalu tersebut.. dibagi 12 atau banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak.

Bagi Wajib Pajak orang pribadi yang bertolak ke luar negeri. dan Wajib Pajak tertentu lainnya termasuk Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu. wajib membayar pajak ( Fiskal Luar Negeri ) yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah. kecuali apabila Wajib Pajak yang bersangkutan menerima atau memperoleh penghasilan lain yang tidak dikenakan PPh final. ü Wajib Pajak diberikan perpanjangan jangka waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan. ü SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun yang lalu disampaikan setelah lewat batas waktu yang ditentukan. . Bagi Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu.. BUMN / BUMD. ü Wajib Pajak memperoleh penghasilan tidak teratur. bank. cara penghitungan besarnya angsuran bulanan diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pajak. dikurangi dengan kredit pajak dan angsuran bulanan yang telah dibayar atau telah ditetapkan untuk tahun pajak yang bersangkutan. L. yaitu: ü Wajib Pajak berhak atas kompensasi kerugian.· · · · · Apabila dalam tahun pajak berjalan diterbitkan surat ketetapan pajak untuk tahun pajak yang lalu. maka besarnya angsuran pajak dihitung kembali berdasarkan surat ketetapan pajak tersebut dan berlaku mulai bulan berikutnya setelah bulan penerbitan surat ketetapan pajak.. ü terjadi perubahan keadaan usaha atau kegiatan Wajib Pajak. cara penghitungan besarnya angsuran bulanan diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan. Dalam hal-hal tertentu. angsuran bulanan merupakan pelunasan pajak yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan ( menjadi bersifat final pada akhir tahun ).43 . Khusus bagi Wajib Pajak baru. ü Wajib Pajak membetulkan sendiri SPT Tahunan Pajak Penghasilan yang mengakibatkan angsuran bulanan lebih besar dari angsuran bulanan sebelum pembetulan. PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PADA AKHIR TAHUN BAGI WAJIB PAJAK DALAM NEGERI DAN BUT (250304 Bagaimana ketentuan penghitungan Pajak Penghasilan yang terutang pada akhir tahun ? · Pajak Penghasilan yang terutang pada akhir tahun dihitung berdasarkan Penghasilan Kena Pajak dikalikan tarif umum. berupa: ü PPh Pasal 21 ( khusus WP orang pribadi ).

sebelum SPT Tahunan disampaikan.1% dari harga jual yang bersifat final. PENGHASILAN 1 TERTENTU YANG TERSENDIRI ( PASAL 4 AYAT 2 ) (250304 DIKENAKAN PAJAK Bagaimana ketentuan pengenaan pajak atas penghasilan tertentu yang diatur tersendiri ? Pengenaan pajak atas penghasilan tertentu tidak didasarkan atas ketentuan umum penghitungan Penghasilan Kena Pajak maupun penerapan Norma Penghitungan.. · Penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah dan atau bangunan. ü ü ü ü ü M. Tarif sebesar 5% dari harga jual dan bersifat final bagi Wajib Pajak orang pribadi. Penghasilan tertentu apa saja yang pengenaan pajaknya diatur tersendiri dan berapa tarifnya ? · Bunga deposito dan tabungan lainnya serta diskonto SBI. PPh Pasal 23. dan tambahan pembayaran pajak untuk saham pendiri sebesar 0. maka kelebihan pembayaran pajak dikembalikan setelah dilakukan pemeriksaan. · Apabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih kecil dari kredit Pajak dan angsuran bulanan. maka kekurangan pajak yang terutang harus dilunasi selambat-lambatnya tanggal 25 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir. PPh Pasal 24 ( kredit Pajak LN ). PPh Pasal 25. tidak bersifat final bagi Wajib Pajak badan.44 .- PPh Pasal 22. Tarif sebesar 20% dari jumlah bruto dan bersifat final. PPh Pasal 26 ayat (5). Tarif sebesar 0. · Apabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih besar dari kredit pajak dan angsuran bulanan. 2 . yaitu PPh final yang berubah sifat menjadi kredit pajak karena perubahan status Subjek Pajak luar negeri menjadi Wajib Pajak dalam negeri.. · Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa efek.5% dari harga saham perdana yang bersifat final atau dapat memilih perlakuan berdasarkan ketentuan UU Pajak Penghasilan. melainkan berdasarkan penerapan tarif efektif atas peredaran atau penghasilan bruto atau dasar pengenaan pajak lainnya ( presumptive tax ) yang diatur tersendiri dengan Peraturan Pemerintah.

3. . 2. termasuk premium. BUT. · penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi pajak dari suatu bentuk usaha tetap di Indonesia ( branch profit tax ). diskonto. PEMOTONGAN PAJAK ATAS PENGHASILAN SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI NON-BUT ( PPH PASAL 26 ) (250304 1. N. Bagaimana sifat pemotongan pajak ? Pemotongan pajak bersifat final.. Apa objek pemotongan pajak ? · dividen. dan kegiatan. kecuali penghasilan tersebut ditanamkan kembali di Indonesia. · pensiun dan pembayaran berkala lainnya. sewa. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? 20 % atau sesuai ketentuan/tarif khusus P3B ( tax treaty ) yang berlaku.45 . dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. 4. kecuali untuk penghasilan dari penjualan harta dan premi asuransi dihitung dari perkiraan penghasilan neto. · royalti. Siapa pemotong pajak ? Badan pemerintah. · imbalan sehubungan dengan jasa. · bunga. pekerjaan. Tarif sebesar 10% dari jumlah bruto dan bersifat final. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. · pemotongan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Subjek Pajak luar negeri yang berubah status menjadi Wajib Pajak dalam negeri atau BUT. · hadiah dan penghargaan. kecuali: · pemotongan atas penghasilan kantor pusat yang menjadi penghasilan BUT di Indonesia. · penghasilan dari penjualan harta di Indonesia. premi swap dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang..- · Penghasilan dari persewaan harta berupa tanah dan bangunan. · premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi luar negeri. dari jumlah bruto yang terutang atau dibayarkan. penyelenggara kegiatan. Subjek Pajak dalam negeri.

atau c. Yang dimaksud dengan ‘hubungan istimewa’ ( ‘special relationship’ atau ‘related parties’ ) adalah : a. KETENTUAN KHUSUS ANTI PENGHINDARAN PAJAK ( ANTI AVOIDANCE RULES ) (250304) Apa saja ketentuan khusus anti penghindaran pajak ? · Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan besarnya perbandingan antara utang dan modal perusahaan ( debt to equity ratio / DER rule ). Dengan perkataan lai n. terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan atau ke samping satu dera jat. atau b. Wajib Pajak m enguasai Wajib Pajak lainnya atau dua atau lebih Wajib Pajak berada di bawah penguasaan yang sama baik langsung maupun tidak langsung... Wajib Pajak mempunyai penyertaan modal langsung atau tida k langsung paling rendah 25% pada Wajib Pajak lain.- Perlu diperhatikan bahwa dalam penerapan ketentuan PPh Pasal 26 ini.46 . · Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan ( transfer pricing rule ) serta menentukan utang sebagai modal ( hybrid loan recharacterization rule ) untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa. O. ketentuan PPh Pasal 26 berlaku sepanjang menurut P3B yang berlaku hak pemajakannya ada pada pihak Indonesia sebagai negara sumber ( source country ). · Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk melakukan perjanjian dengan Wajib Pajak ( advance pricng agreement / APA ) dan bekerja sama dengan pihak otoritas pajak negara lain untuk menentukan harga transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. demikian pula hubungan antara dua Wajib Pajak atau lebih yang disebut terakhir. · Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan saat diperolehnya dividen oleh Wajib Pajak dalam negeri dari penyertaan modal pada badan usaha di luar negeri selain badan usaha yang menjual sahamnya di bursa efek ( controlled foreign corporation / CFC rule ). . atau hubungan antara Wajib Pajak dengan penyertaan paling rendah 25% pada dua Wajib Pajak atau lebih. ketentuan yang diatur dalam P3B yang berlaku mempunyai kedudukan yang lebih tinggi.

.

3. pengepakan.- PAJAK PERTAMBAHAN NILAI.47 . Apakah yang dimaksud dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)? Pajak Pertambahan Nilai adalah Pajak atas konsumsi Barang Kena Pajak (BKP) dan atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang dilakukan di dalam Daerah Pabean. di wilayah Daearah Pabean Indonesia yang didalamnya diberlakukan ketentuan-ketentuan khusus di bidang pabean terhadap barang yang dimasukkan dari luar Daerah Pabean atau dari dalam Daerah Pabean lainnya tanpa terlebih dahulu dikenakan pungutan bea. B. atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke Daerah Pabean Indonesia lainnya. Siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha Kena Pajak (PKP)? Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan atau penyerahan JKP dan atau ekspor BKP yang dikenakan pajak berdasarkan UU PPN yang wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan . PENGUSAHA KENA PAJAK (250304 ) 1. mengekspor barang. Kemudian siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha dalam UU PPN? Pengusaha adalah orang pribadi atau badan yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang. memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. cukai. PAJAK TIDAK LANGSUNG LAINNYA A. melakukan usaha perdagangan. pemberian merek/label. Kawasan Berikat atau reekspor tanpa adanya pengolahan. ISTILAH YANG UMUM DIGUNAKAN DI BIDANG PPN & PTLL (250304 ) 1. penyortiran. melakukan usaha jasa.. Apakah yang dimaksud dengan Kawasan Berikat (KB)? Kawasan Berikat adalah suatu kawasan dengan batas-batas tertentu. dan/atau pungutan lainnya sampai barang tersebut dikeluarkan untuk tujuan impor.. pemotongan. Apakah pula yang dimaksud dengan Gudang Berikat (GB)? Gudang Berikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan. 4. pengemasan. atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean. 2. mengimpor barang. ekspor atau reekspor.

4. Mengisi dan menyampaikan SPT Masa (paling lambat 20 hari setelah berakhirnya Masa Pajak). C. b.000. Memungut. menghitung. b.. Siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha Kecil? Pengusaha Kecil adalah Pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan penyerahan BKP dan atau JKP dengan jumlah peredaran bruto dan atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 600.00 (enam ratus juta rupiah). 2.48 . Jasa Kena Pajak (JKP). 3. OBJEK PPN (250304 ) 1. b. 3.. Barang Kena Pajak (BKP). c. Apakah yang dimaksud dengan Barang Kena Pajak (BKP)? Barang Kena Pajak adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak dan barang tidak berwujud yang dikenakan PPN. . c. Apa yang termasuk ke dalam objek PPN? Objek PPN dapat dikelompokan ke dalam 2 (dua) macam. Dalam hal apakah PPN dikenakan? PPN dikenakan dalam hal: a. tidak termasuk Pengusaha Kecil kecuali Pengusaha Kecil tersebut memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP.- sebagai PKP. 2. pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar DP di dalam DP. termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan yang dikenakan PPN. yaitu: a. Membuat Faktur Pajak untuk setiap penyerahan BKP dan JKP. Apakah yang dimaksud dengan Jasa Kena Pajak (JKP)? Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang atau fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai.000. impor BKP. dan menyetorkan PPN & PPnBM yang terutang atas penyerahan BKP atau JKP atau ekspor BKP. Apa kewajiban dari PKP? Secara umum kewajiban PKP adalah : a. penyerahan BKP/JKP di dalam Daerah Pabean (DP) yang dilakukan oleh Pengusaha.

Apakah terdapat kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak yang dikecualikan dari pengenaan PPN? Ada. penyerahan BKP dari pusat ke cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP antar cabang. bijih timah. g. Kegiatan yang tidak termasuk dalam pengertian penyerahan BKP yang dikenakan PPN adalah : a. dan . pengalihan BKP oleh karena suatu perjanjian sewa beli dan perjanjian leasing. f. c.- d. f. d. Apakah terdapat pula jenis barang dan jenis jasa yang dikecualikan dari pengenaan PPN? Ada. pemanfaatan JKP dari luar DP di dalam DP.. penyerahan hak atas BKP karena suatu perjanjian.49 . penyerahan BKP kepada makelar sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang. gas bumi. e. penyerahan BKP secara konsinyasi. sepanjang Pajak Pertambahan Nilai atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan. 6. 5. minyak mentah (crude oil ). panas bumi. b. bijih emas. batubara sebelum diproses menjadi briket batubara. bijih perak. c. e. b. yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan. ekspor BKP oleh PKP. atau e. penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang. bijih nikel. Apakah yang termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP? Yang termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP adalah: a. penyerahan BKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan Barang Kena Pajak antar cabang dalam hal PKP memperoleh ijin pemusatan tempat pajak terutang. pemakaian sendiri dan atau pemberian cuma-cuma atas BKP. Jenis barang yang tidak dikenakan PPN adalah: 1.. d. c. bijih besi. bijih tembaga. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. yaitu : a. 7. b. penyerahan BKP untuk jaminan utang piutang. pasir dan kerikil. persediaan BKP dan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan.

d. jasa pelayanan Panti Asuhan dan Panti Jompo. Jasa di bidang pelayanan sosial. 2. garam baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium. barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. jasa ahli kesehatan seperti akupuntur.- g. Jasa di bidang pelayanan kesehatan medik. 8. dan f. meliputi: . jasa kebidanan dan dukun bayi. meliputi : a. e. ahli gigi. Jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko. jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan. 3. yaitu: a.. warung. jasa rumah sakit. Apakah pula jenis jasa yang bukan merupakan objek PPN? Jenis jasa yang tidak dikenakan PPN adalah : 1. 4. dan g. jasa dokter umum. e. f. meliputi : a. b. jasa dokter hewan.. restoran. jasa paramedis dan perawat. c. rumah bersalin. laboratorium kesehatan. jasa pemadam kebakaran kecuali yang bersifat komersial. dan c. jasa pemakaman termasuk krematorium. jasa pelayanan sosial lainnya kecuali yang bersifat komersial. beras. Jasa di bidang keagamaan. makanan dan minuman yang disajikan di hotel. jasa pelayanan rumah ibadah. emas batangan. uang. dan sewa guna usaha dengan hak opsi. gabah. d. jasa Lembaga Rehabilitasi kecuali yang bersifat komersial. sagu. 4. 5. Jasa di bidang perbankan. klinik kesehatan. meliputi : a. jasa pemberian khotbah atau dakwah. 6. jagung. dokter spesialis. b. d. dan f. barang hasil pertambangan dan pengeboran lainnya yang diambil langsung dari sumbernya.50 . ahli gizi. jasa di bidang olah raga kecuali yang bersifat komersial. jasa lainnya di bidang keagamaan. e. dan surat-surat berharga. dan sanatorium 2. asuransi. dan sejenisnya. Jasa di bidang pendidikan. 3. b. b. c. c. dan fisioterapi. kedelai. dan dokter gigi. rumah makan.

9. seperti kursus-kursus Jasa di bidang kesenian dan hiburan yang telah dikenakan pajak tontonan. Nilai Impor. Apakah yang dimaksud dengan Harga Jual? Harga Jual adalah nilai berupa uang.. D. 10. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan JKP. Apakah yang dimaksud dengan Penggantian? Penggantian adalah nilai berupa uang. 3. pendidikan luar biasa. DASAR PENGENAAN PAJAK (DPP) (250304 ) 1. dan b. Apakah yang dimaksud dengan Nilai Impor? Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan ketentuan . Nilai Ekspor.. Jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan. seperti jasa penyelenggaraan pendidikan umum. Apakah yang dimaksud dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP)? Dasar Pengenaan Pajak adalah Nilai berupa uang yang dijadikan dasar untuk menghitung Pajak yang terutang.- a. jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja Jasa di bidang perhotelan. Jasa di bidang angkutan umum di darat dan di air. Penggantian. 4. Jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum. jasa penyediaan tenaga kerja sepanjang Pengusaha penyedia tenaga kerja tidak bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. 8. pendidikan akademik dan pendidikan profesional. Jasa di bidang tenaga kerja. pendidikan keagamaan. 12. jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah. jasa penyelenggaraan pendidikan luar sekolah. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan BKP. atau Nilai Lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. pendidikan kedinasan. meliputi: a. 2. dan c. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-Undang PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. 11.51 . b. jasa tenaga kerja. tidak termasuk pajak yang dipungut menurut Undang-undang PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. pendidikan kejuruan. 7. dapat berupa Harga Jual.

Pemberian cuma-cuma BKP dan atau JKP adalah Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor. Penyerahan media rekaman suara atau gambar adalah perkiraan Harga Jual rata-rata. Persediaan BKP yg masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan adalah harga pasar wajar. berupa service charge. f. i. h. c. 5. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.52 . e. b. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-undang PPN. Jasa pengiriman paket adalah 10% dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih. penyerahan BKP dan atau JKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP dan atau JKP antar cabang adalah Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor.- dalam peraturan perundang-undangan Pabean untuk impor Barang Kena Pajak. Jasa anjak piutang adalah 5% dari jumlah seluruh imbalan yang diterima. Apakah yang dimaksud dengan DPP Nilai Lain? Yang dimaksud dengan DPP Nilai Lain adalah suatu Nilai yang ditetapkan sebagai DPP karena kesulitan dalam menetapkan Harga Jual atau Nilai Penggantian yang sebenarnya. k. Pemakaian sendiri BKP dan atau JKP adalah Harga Jual atau penggantian setelah dikurangi laba kotor. g. . j. provisi dan diskon. d. l. Apakah yang dimaksud dengan Nilai Ekspor? Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang. DPP Nilai Lain ditetapkan oleh Menteri Keuangan untuk : a. 6... Aktiva yg menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan sepanjang PPN atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan adalah harga pasar wajar. Penyerahan jasa biro perjalanan/biro pariwisata: 10% dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih. Kendaraan bermotor bekas adalah 10% dari Harga Jual. Penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang: adalah harga lelang. Penyerahan film cerita adalah perkiraan hasil rata-rata per judul film.

40%. Bagaimanakah cara menghitung PPN dan PPnBM yang terutang? Cara menghitung PPN dan PPn BM yang terutang adalah tarif x DPP F. TARIF PPN & PPnBM (250304 ) 1. Tarif PPnBM dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu : a. 50% dan 75% 3.. 60% dan 75% b. Kapan Pajak Masukan dikreditkan? Pajak Masukan dikreditkan pada Masa Pajak diterbitkannya Faktur Pajak Masukan tersebut.penyerahan BKP dan atau JKP. Tarif PPN 10% untuk: . 30%. 40%. 50%. . . Apakah yang dimaksud dengan Pajak Masukan ? Pajak Masukan adalah PPN yang seharusnya sudah dibayar oleh PKP karena perolehan BKP dan atau penerimaan JKP dan atau pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean dan atau pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean dan atau impor BKP. Berapakah besarnya tarif PPnBM? Tarif PPnBM paling rendah adalah 10% dan paling tinggi 75%.- E. Pengenaan tarif 0% atas ekspor BKP adalah dimaksudkan agar dalam harga barang yang diekspor tidak terkandung PPN. 20%. Non Kendaraan Bermotor. 10%. a. 2. Kendaraan Bermotor.. . Tarif PPN 0% untuk ekspor BKP 2.impor BKP. b.53 . 20%. 30%. mengingat UU PPN menganut azas “destination principle ” dalam pengenaan pajaknya maka untuk kegiatan ekspor dikenakan tarif 0%. PAJAK MASUKAN (250304 ) 1.pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean. 10%. Namun demikian. Berapakah besarnya tarif PPN? Sistem PPN menganut tarif tunggal yaitu sebesar 10%.

- - 54 - -

3. Bila Pajak Masukan belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama, apakah masih dapat Pajak Masukan tersebut dikreditkan dalam Masa Pajak yang lain? Dalam hal Faktur Pajak lambat diterima atau belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama, masih dapat dikreditkan pada Masa Pajak yang tidak sama paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak yang bersangkutan sepanjang Pajak Masukan tersebut tidak dibebankan sebagai biaya. 4. Bagaimana apabila sampai dengan 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak, Faktur Pajak belum diterima atau belum dikreditkan. Apakah masih dapat dikreditkan? Faktur Pajak tersebut masih dapat dikreditkan dengan cara pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak diterbitkannya Faktur Pajak tersebut sepanjang Pajak Masukan tersebut tidak dibebankan sebagai biaya dan Masa Pajak tersebut belum dilakukan pemeriksaan. 5. Bagaimana Pengkreditan Pajak Masukan, apabila dalam suatu Masa Pajak, Pengusaha Kena Pajak selain melakukan penyerahan yang terutang pajak juga melakukan penyerahan yang tidak terutang pajak? Sepanjang bagian penyerahan yang terutang pajak dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan, maka jumlah Pajak Masukan yang dapat dikreditkan adalah Pajak Masukan yang berkenaan dengan penyerahan yang terutang pajak. 6. Bagaimana pengkreditan Pajak Masukan, apabila dalam suatu Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak selain melakukan penyerahan yang terutang pajak juga melakukan penyerahan yang tidak terutang pajak, tetapi Pajak Masukan untuk penyerahan yang terutang pajak tidak dapat diketahui dengan pasti? a. Pengkreditan Pajak Masukan bagi PKP yang menggunakan Barang Modal untuk kegiatan usaha yang menghasilkan BKP dan atau JKP yang atas penyerahannya terutang PPN dan kegiatan lain yang tidak terutang atau dibebaskan dari pengenaan PPN adalah sebanding dengan persentase penggunaan Barang Modal yang digunakan untuk kegiatan usaha yang menghasilkan BKP dan atau JKP yang penyerahan yang terutang PPN; atau b. Pengkreditan Pajak Masukan yang dibayar atas perolehan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang digunakan untuk unit atau kegiatan usaha yang atas penyerahannya terutang PPN maupun yang tidak terutang PPN adalah:

- - 55 - -

-

-

Dalam hal Pajak Masukan tersebut dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah hanya atas perolehan BKP dan atau JKP yang nyata-nyata digunakan untuk unit atau kegiatan yang atas penyerahannya terutang PPN; Dalam hal Pajak Masukan tersebut tidak dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah sebanding dengan jumlah peredaran yang terutang PPN terhadap peredaran seluruhnya.

7. Apakah yang termasuk ke dalam Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan? Pajak Masukan Yang Tidak Dapat Dikreditkan adalah Pajak Masukan atas: a. perolehan BKP atau JKP sebelum pengusaha dikukuhkan sebagai PKP. b. perolehan BKP atau JKP yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha. c. perolehan & pemeliharaan kendaraan bermotor sedan, jeep, station wagon, van dan combi kecuali merupakan barang dagang atau disewakan. d. pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar DP sebelum pengusaha dikukuhkan sebagai PKP e. perolehan BKP atau JKP yang bukti pungutannya Faktur Pajak Sederhana. f. perolehan BKP atau JKP yang Faktur Pajak-nya tidak memenuhi ketentuan. g. pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar DP yang Faktur Pajaknya tidak memenuhi ketentuan. h. perolehan BKP atau JKP yang Pajak Masukan-nya ditagih dengan penerbitan ketetapan pajak. i. perolehan BKP atau JKP yang Pajak Masukan-nya tidak dilaporkan dalam SPT Masa PPN, yang ditemukan pada waktu dilakukan pemeriksaan. G. RESTITUSI ( 250304 ) Restitusi terjadi apabila dalam suatu Masa Pajak, Pajak Masukan yang dapat dikreditkan lebih besar daripada Pajak Keluaran, maka selisihnya merupakan kelebihan pajak yang dapat dimintakan kembali. 1. Berapa lama jangka waktu penyelesaian restitusi? - Untuk Wajib Pajak Kegiatan Tertentu yaitu PKP eksportir dan PKP yang melakukan penyerahan kepada Pemungut PPN adalah 2 (dua) bulan sejak permohonan diterima lengkap, kecuali permohonan restitusi yang penyelesaiannya dilakukan melalui pemeriksaan untuk semua jenis pajak, maka permohonan restitusi harus diselesaikan paling lambat 12 (dua belas) bulan.

- - 56 - -

- Untuk PKP yang merupakan Wajib Pajak Patuh berhak mendapatkan pengembalian pendahuluan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan diterima lengkap. Kepala KPP harus menerbitkan Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak (SKPPKP) paling lambat 7 (tujuh) hari sejak permohonan diterima lengkap. - Untuk PKP lainnya selain Wajib Pajak Patuh dan Wajib Pajak Kegiatan Tertentu sesuai dengan Pasal 17B UU KUP, jangka waktu penyelesaian restitusinya adalah 12 (dua belas) bulan Kepala KPP harus menyelesaikan restitusi paling lambat 6 (enam) bulan sejak permohonan diterima lengkap. - Dalam hal permohonan restitusi oleh PKP sehubungan dengan adanya Pajak Masukan yang dapat dikreditkan atas perolehan atau impor barang modal yang tidak mendapat fasilitas dibebaskan atau tidak dipungut PPN maka atas Faktur Pajak Masukan karena impor/pembelian Barang Modal tersebut dapat dimintakan restitusi dan diselesaikan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan diterima lengkap 2. Siapakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak Patuh dan apa kriteria tertentu Wajib Pajak Patuh? Wajib Pajak Patuh adalah Wajib Pajak yang memenuhi kriteria tertentu sebagaimana ditetapkan dengan Menteri Keuangan yang dapat diberikan pembayaran pendahuluan pengembalian kelebihan pajak. Kriteria tertentu Wajib Pajak Patuh adalah: a. Tepat waktu dalam menyampaikan SPT untuk semua jenis pajak dalam 2 tahun terakhir. b. Tidak mempunyai tunggakan pajak untuk semua jenis pajak kecuali telah memperoleh ijin untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak c. Tidak pernah dijatuhi hukuman karena tindak pidana di bidang perpajakan dalam jangka waktu 10 tahun terakhir. d. Dalam hal Laporan Keuangan diaudit oleh akuntan publik atau BPKP harus dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian atau dengan pendapat Wajar dengan Pengecualian sepanjang pengecualian tersebut tidak mempengaruhi rugi fiskal. Apabila Laporan Keuangan diaudit oleh Akuntan Publik, maka laporan audit harus: a. disusun dalam bentuk panjang (long form report ). b. menyajikan rekonsialiasi laba rugi komersial dan fiskal. Apabila Laporan Keuangan tidak diaudit oleh Akuntan Publik, Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan untuk ditetapkan sebagai Wajib Pajak Patuh

- - 57 - -

sepanjang memenuhi persyaratan huruf a sampai dengan c di atas dan memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. menyelenggarakan pembukuan; b. dalam hal Wajib Pajak pernah dilakukan pemeriksaan koreksi pada pemeriksaan yang terakhir untuk masing-masing jenis pajak yang terutang paling banyak 5% (lima persen). H. SAAT DAN TEMPAT PPN TERUTANG ( 250304 ) 1. Kapan saat terutang PPN dan PPn BM? Pada dasarnya pemungutan PPN dan PPnBM menganut prinsip akrual. a. Saat terutang PPN adalah pada saat: - Penyerahan BKP atau JKP; - Impor BKP; - Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean; - Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean; - Pembayaran, dalam hal pembayaran diterima sebelum penyerahan BKP atau sebelum pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. - Saat lain yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak b. Saat terutangnya PPn BM adalah pada saat: - Impor BKP yang tergolong mewah atau; - Penyerahan kepada pembeli dilakukan oleh produsen BKP yang tergolong mewah tersebut. Perlu diingat bahwa pengenaan PPnBM hanya satu kali, sesuai dengan saat terutangnya PPnBM tersebut. c. Terutangnya PPN atas penyerahan BKP dalam rangka perubahan bentuk usaha atau penggabungan usaha atau pemekaran usaha atau pengalihan seluruh aktiva perusahaan yang diikuti dengan perubahan pihak yang berhak atas BKP tersebut, adalah terjadi pada saat ditandatanganinya akte yang berkenaan oleh Notaris 2. Dimana tempat terutang PPN? a. Tempat terutang pajak bagi PKP yang melakukan penyerahan BKP, JKP dan ekspor BKP terutang pajak adalah: - tempat tinggal atau tempat kedudukan dan - tempat kegiatan usaha dilakukan atau - tempat lain yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak.

- - 58 - -

b. Dalam hal impor, terutangnya pajak terjadi di tempat BKP dimasukkan dan dipungut melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. c. Orang pribadi atau badan yang memanfaatkan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean terutang pajak adalah: - tempat tinggal atau tempat kedudukan dan - tempat kegiatan usaha. d. Tempat lain yang ditetapkan dengan Direktur Jenderal Pajak, yaitu: - bagi PKP yang terdaftar di KPP Wajib Pajak Besar dan yang terdaftar di KPP BUMN ditetapkan tempat terutang pajak hanya di tempat PKP terdaftar (otomatis terpusat di KPP WP Besar dan KPP BUMN). I. PEMUSATAN TEMPAT TERUTANG PAJAK (SENTRALISASI PPN) (250304 )

1. Apabila PKP terutang pajak pada lebih dari satu tempat kegiatan usaha, dapatkah PKP memohon untuk memilih salah satu tempat kegiatan usaha atau lebih sebagai tempat terutang pajak (pemusatan PPN)? Dapat 2. Bagaimana caranya untuk mendapatkan izin pemusatan PPN? Untuk mendapatkan izin sentralisasi PPN, PKP harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Kanwil yang membawahi KPP lokasi tempat kegiatan usaha yang akan dipilih sebagai tempat terutangnya pajak. Dalam permohonan agar dicantumkan tempat kegiatan usaha yang dipilih sebagai tempat terutang pajak serta tempat-tempat kegiatan usaha yang akan dipusatkan. 3. Apakah seluruh tempat kegiatan usaha dapat dimintakan izin untuk dipusatkan? Dan PKP mana yang dapat mengajukan izin untuk pemusatan ? Semua tempat kegiatan usaha dapat dimintakan untuk dipusatkan kecuali pabrik. Dalam hal PKP mempunyai tempat kegiatan usaha yang terdiri dari pabrik, gudang, tempat pemasaran, dan cabang-cabang lainnya maka pabrik hanya dapat menjadi tempat kegiatan usaha yang dipilih untuk menjadi tempat terutang pajak, sedangkan tempat kegiatan lainnya merupakan tempat kegiatan usaha yang dipusatkan ke pabrik. PKP yang dapat mengajukan permohonan untuk pemusatan tempat terutang pajak adalah semua PKP kecuali PKP yang tempat terutang pajaknya telah ditetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak (antara lain PKP yang terdaftar di KPP WP Besar, KPP BUMN)

- - 59 - -

Bagi PKP yang menyampaikan SPT Masa dengan e-filling dapat melakukan pemusatan PPN dengan cara memberitahukan kepada KPP yang membawahi lokasi tempat terutang pajak yang akan dipilih sebagai tempat terutang pajak 4. Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk penetapan salah satu tempat usaha sebagai tempat pemusatan PPN bagi PKP selain Pedagang Eceran dan Pengusaha Kena Pajak yang menyampaikan SPT Masa PPN dan PPn BM dengan Media Elektronik (e-filing) ? - Tempat Pajak Pertambahan Nilai terutang yang dipusatkan tidak menyelenggarakan administrasi penjualan dan administrasi pembelian. Semua administrasi dilakukan di tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang; - Fungsi tempat kegiatan usaha yang dipusatkan hanya melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak kepada pembeli barang atau penerima jasa atas perintah tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai; - Semua Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan diterbitkan oleh tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang; - Tempat kegiatan usaha yang dipusatkan tidak membuat Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan, kecuali Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan yang dicetak berdasarkan data yang diinput secara on line dari Kantor Pusat atau tempat pemusatannya; dan - Kantor Cabang Unit yang dipusatkan hanya mengadministrasi persediaan dan administrasi kegiatan perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak untuk keperluan operasional kantor atau unit bersangkutan yang dananya berasal dari kas-kecil (petty cash). J. FAKTUR PAJAK DAN NOTA RETUR (250304 ) 1. Apa yang dimaksud dengan Faktur Pajak? Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP yang melakukan penyerahan BKP atau penyerahan JKP. 2. Ada berapa jenis Faktur Pajak menurut UU PPN? Terdapat 3 (tiga) jenis Faktur Pajak menurut UU PPN, yaitu: a. FP Standar, termasuk dokumen-dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar; b. FP Gabungan dan; c. FP Sederhana.

- - 60 - -

3. Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi Faktur Pajak Standar? Faktur Pajak Standar harus memenuhi syarat formal maupun material. Yang dimaksud dengan syarat formal adalah bahwa Faktur Pajak Standar paling sedikit harus memuat keterangan: a. Nama, alamat, dan NPWP yang melakukan penyerahan atau pembelian BKP atau JKP; b. Jenis Barang atau Jasa, jumlah harga jual atau penggantian, dan potongan harga; c. PPN yang dipungut; d. PPnBM yang dipungut; e. Kode, nomor seri dan tanggal pembuatan FP; dan f. Nama, jabatan, dan tanda tangan yang berhak. Adapun yang dimaksud dengan syarat material adalah bahwa barang yang diserahkan benar, baik secara nilai maupun jumlah. Demikian juga pengusaha yang melakukan dan yang menerima penyerahan BKP tersebut sesuai dengan keterangan yang tercantum pada Faktur Pajak. 4. Apakah yang dimaksud dengan Faktur Pajak Gabungan? Faktur Pajak Gabungan adalah satu Faktur Pajak yang dibuat oleh PKP yang meliputi semua penyerahan BKP atau penyerahan JKP yang terjadi selama satu bulan takwim kepada pembeli yang sama atau penerima JKP yang sama. Hal ini diperkenankan untuk meringankan beban administrasi PKP. Faktur Pajak Gabungan yang merupakan Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan atau JKP. 5. Apakah yang dimaksud dengan Faktur Pajak Sederhana? Faktur Pajak Sederhana adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP untuk menampung kegiatan penyerahan BKP dan atau JKP yang dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir dan pembeli BKP atau penerima JKP yang tidak diketahui identitasnya. Faktur Pajak Sederhana tidak dapat digunakan oleh pembeli BKP atau penerima JKP sebagai dasar untuk pengkreditan Pajak Masukan. 6. Apakah yang harus tercantum dalam Faktur Pajak Sederhana? Faktur Pajak Sederhana paling sedikit harus memuat : a. Nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan BKP atau JKP; b. Jenis dan kuantum BKP atau JKP yang diserahkan; c. Jumlah Harga Jual atau Peggantian yang sudah termasuk pajak atau besarnya pajak dicantumkan secara terpisah; d. Tanggal pembuatan Faktur Pajak Sederhana.

Pada saat PKP rekanan menyampaikan tagihan kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai. Pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP dalam hal pembayaran diterima setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP. Tanda pembayaran atau kuitansi untuk penyerahan jasa telekomunikasi. Dokumen-dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar? a. g. e.- 7. c. PEB yang telah difiat muat oleh pejabat yang berwenang dari Dirjen Bea dan Cukai dan dilampiri dengan invoice yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan PEB tersebut. i. atau b. yang dibuat/dikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negeri. Faktur Nota Bon Penyerahan (PNBP) yang dibuat/dikeluarkan oleh Pertamina untuk penyerahan BBM dan atau bukan BBM. Surat Perintah Penyerahan Barang (SPPB) yang dibuat/dikeluarkan oleh BULOG/DOLOG untuk penyaluran tepung terigu. Apabila Faktur Pajak yang dibuat/diterbitkan tidak tepat waktu.. dianggap sebagai Faktur Pajak Standar./2000). Tagihan Surat Muatan Udara (Airway Bill) . kecuali pembayaran terjadi sebelum akhir bulan berikutnya maka Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat pada saat penerimaan pembayaran. Pada saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan BKP dan atau sebelum penyerahan JKP. Nota Penjualan Jasa yang dibuat/dikeluarkan untuk penyerahan jasa kepelabuhan. Pada saat penerimaan pembayaran termijn dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan. Ticket. Tanda pembayaran atau kuitansi listrik. Kapan saat pembuatan/penerbitan Faktur Pajak Standar? Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat : a. h. SSP untuk pembayaran Pajak Pertambahan Nilai atas pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean.. atau d. f.61 . d. 8. 9. atau Delivery Bill . b. PIB yang dilampiri SSP dan atau bukti pungutan pajak oleh Dirjen Bea dan Cukai untuk impor BKP. . atau c. apakah masih merupakan Faktur Pajak dan apakah sanksinya? Faktur Pajak yang diterbitkan sebelum melewati 3 (tiga) bulan sejak berakhirnya batas waktu penerbitan Faktur Pajak (KepDirjen Nomor-KEP-549/PJ.

- Faktur Pajak yang diterbitkan setelah melewati batas waktu tersebut di atas tidak dapat dianggap sebagai Faktur Pajak Standar. Nama. alamat.. Apakah yang dimaksud dengan Nota Retur? Nota Retur adalah Nota yang dibuat oleh penerima BKP karena adanya pengembalian atas BKP yang telah dibeli/diterimanya. sedangkan bagi PKP pembeli harus mengurangkan PPN dan PPnBM (PM) yang telah dikreditkan atau biaya. c. Dengan adanya Nota Retur tersebut maka PKP penjual dapat mengurangkan PPN dan PPn BM (PK) atas penyerahan BKP yang dikembalikan. i. Jenis barang dan harga jual BKP yang dikembalikan. Dalam hal pengembalian BKP terjadi masih dalam Masa Pajak yang sama dengan terjadinya penyerahan BKP tersebut. bagi PKP yang menerima Faktur Pajak tersebut tidak dapat mengkreditkan PPN yang dibayarnya sebagai Pajak Masukan PKP yang menerbitkan Faktur Pajak terlambat dikenakan sanksi 2% dari DPP. PPnBM atas BKP yang tergolong mewah yang dikembalikan. Nama. tidak perlu dibuatkan Nota Retur. d. Dengan demikian. Siapakah pemungut PPN dan PPn BM? Pemungut PPN & PPnBM adalah: . PPN atas BKP yang dikembalikan. 10. dan harta bagi pembeli. e. melainkan dapat dilakukan dengan pembatalan atau perbaikan Faktur Pajak atas penyerahan BKP tersebut. b. g. Nomor urut. Nota Retur diterbitkan dan dilaporkan baik oleh PKP penjual maupun PKP pembeli pada Masa Pajak terjadinya pengembalian BKP tersebut. alamat.. Dalam hal Nota Retur tidak selengkapnya mencantumkan keteranganketerangan di atas maka tidak dapat diperlakukan sebagai Nota Retur. dan NPWP pembeli. Nomor dan tanggal Faktur Pajak dari BKP yang dikembalikan. Tanggal pembuatan Nota Retur. Tanda tangan pembeli. sehingga tidak dapat mengurangi Pajak Keluaran bagi penjual atau Pajak Masukan atau biaya. Nota Retur sekurang-kurangnya hrs mencantumkan : a. dan harta.62 . PEMUNGUT PPN DAN PPn BM (250304 ) 1. f. dan NPWP yang menerbitkan Faktur Pajak. h. K.

PPN dan PPnBM yang terutang atas penyerahan BKP dan atau JKP oleh PKP kepada Pemungut PPN. 1. disetor ke kas negara melalui kantor penerima pembayaran paling lambat 7 hari setelah berakhirnya bulan terjadinya pembayaran tagihan. FASILITAS DI BIDANG PPN DAN PPn BM (250304 ) 1. Pembayaran atas jasa angkutan udara yang diserahkan oleh perusahaan penerbangan. Apa sajakah fasilitas PPN dan PPnBM? . PPN yang terutang tidak dipungut dan atau dibebaskan dari pengenaan PPN. Dalam hal apakah PPN dan PPn BM tidak dipungut oleh Pemungut PPN? PPN dan PPnBM tidak dipungut oleh Pemungut PPN dalam hal : a. dipungut. 3. c. 2. Kapan PKP Rekanan melaporkan PPN yang dipungut oleh Pemungut PPN? PKP Rekanan melaporkan PPN yang dipungut oleh Pemungut PPN pada SPT Masa PPN Masa Pajak diterimanya pembayaran dari Pemungut PPN..63 . Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara. disetor. Pembayaran atas rekening telepon. dan dilaporkan oleh Pemungut PPN atas nama PKP yang melakukan penyerahan BKP/JKP tersebut (PKP Rekanan).. Pembayaran untuk pembebasan tanah. Pembayaran lainnya untuk penyerahan barang atau jasa yang menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku tidak dikenakan PPN L. Pembayaran yang jumlahnya tidak melebihi Rp. f. Pembayaran atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. PPN dan PPnBM yang terutang untuk jumlah pembayaran tersebut disetor sendiri oleh Rekanan yang bersangkutan.00 yang tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah.- a. b. g.000. d. Kapan PPN harus dipungut. 4. b. Bendaharawan Pemerintah yang melakukan pembayaran yang dananya berasal dari APBN/APBD.000. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN? PPN harus dipungut adalah pada saat dilakukan pembayaran oleh Pemungut PPN kepada PKP Rekanan. kemudian dilaporkan dalam SPT Masa Pemungut PPN pada Masa Pajak paling lambat 20 (dua puluh) hari setelah berakhirnya bulan dilakukan pembayaran tagihan. Pembayaran atas penyerahan BBM dan bukan BBM oleh Pertamina e.

Apakah atas penyerahan BKP/JKP mendapat fasilitas PPN & PPnBM terutang dibebaskan Pajak Masukan sehubungan dengan penyerahan tersebut dapat dikreditkan? Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. sementara waktu atau selamanya. Batam? PPN dan PPnBM yang terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat atas: a. e. Pemanfaatan BKP tidak berwujud tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean. dapat dikreditkan sepanjang Pajak Masukan tersebut tidak termasuk dalam Pajak Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) atau telah dibebankan sebagai biaya. d. Impor barang dan/atau bahan untuk diolah di PDKB. baik sebagian atau seluruhnya. KAPET.. Penyerahan BKP/JKP Tertentu. seperti Kawasan Berikat. Impor barang modal dan peratan pabrik yang berhubungan langsung dengan kegiatan produksi PDKB yang semata-mata dipakai di PDKB. tidak dapat dikreditkan. 5. b. c. c. 2. Apakah atas penyerahan BKP/JKP mendapat fasilitas PPN & PPnBM terutang tidak dipungut Pajak Masukan sehubungan dengan penyerahan tersebut dapat dikreditkan? Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai. Kepada siapakah fasilitas PPN dan PPnBM terutang tidak dipungut atau dibebaskan diberikan? Fasilitas PPN dan PPnBM terutang tidak dipungut atau dibebaskan.. Kegiatan di kawasan tertentu atau tempat tertentu di dalam Daerah Pabean. 3. diberikan terhadap : a. b. . 4. Atas kegiatan apakah PPN & PPnBM terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat selain Kawasan Berikat P.- Fasilitas di bidang PPN dan PPnBM adalah PPN dan PPnBM yang terutang dibebaskan atau tidak dipungut. Impor barang modal atau peralatan perkantoran yang semata-mata dipakai oleh Penyelenggara Kawasan Berikat (PKB) termasuk PKB merangkap PDKB (Pengusaha Di Kawasan Berikat). Impor BKP Tertentu.64 . Pemanfaatan JKP tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.

i.. Apakah atas penyerahan Jasa Kena Pajak ke Kawasan Berikat mendapat fasilitas PPN terutang tidak dipungut? Penyerahan Jasa Kena Pajak ke Kawasan Berikat baik yang dilakukan oleh Pengusaha di Daerah Pabean Indonesia Lainnya maupun oleh Pengusaha di Kawasan Berikat lainnya tidak diberikan fasilitas PPN terutang tidak dipungut. Dengan demikian. dan Pajak dalam rangka impor 6. penyerahan BKP dari PKP di luar Pulau Batam kepada Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. Pengusaha yang melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak kepada pengusaha di Kawasan Berikat wajib memungut PPN yang terutang atas penyerahan Jasa Kena Pajak tersebut. Penyerahan kembali BKP hasil pekerjaan subkontrak oleh PKP di DPIL atau PDKB kepada perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya kepada PKP PDKB asal. Pemasukan BKP dari Daerah Pabean Indonesia Lainnya (DPIL) ke PDKB untuk diolah lebih lanjut. PKP yang melakukan penyerahan wajib membuat Faktur Pajak dengan dibubuhi cap ”PPN dan atau PPnBM Tidak Dipungut” . Atas kegiatan apakah PPN & PPnBM terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat Pulau Batam? PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut di KB Pulau Batam atas : a. penyerahan BKP antar Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. e. g. f. Pengeluaran barang dari Kawasan Berikat yang ditujukan kepada orang yang memperoleh fasilitas pembebasan atau penangguhan Bea Masuk. b. Pengeluaran barang dan atau bahan dari PDKB ke perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya dalam rangka subkontrak. h. Pengiriman barang hasil produksi PDKB ke PDKB lainnya untuk diolah lebih lanjut.65 . Cukai..- d. Peminjaman mesin dan/atau peralatan pabrik dalam rangka subkontrak dari PDKB kepada perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya dan pengembaliannya ke PDKB asal. impor BKP oleh Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. 7. c.

. 2 Tahap Kedua. dan atas penyerahan JKP di/ke/dari Kawasan Berikat Daerah Industri Pulau Batam terutang PPN dan atau PPn BM dan pengenaannya dilakukan secara bertahap. mulai 1 Januari 2004. pengemasan. atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke Daerah Pabean Indonesia lainnya. 8.. minuman yang mengandung alkohol. b. rokok dan hasil tembakau lainnya. akan ditetapkan oleh Menteri Keuangan. 3 impor BKP oleh Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. 3 Tahapan selanjutnya. Kawasan Berikat atau reekspor tanpa adanya pengolahan. Apa yang dimaksud dengan Gudang Berikat? dan atas kegiatan apakah fasilitas PPN & PPnBM terutang tidak dipungut yang diberikan di Gudang Berikat? Gudang Berikat (GB) adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan. mulai 1 Maret 2004. PPN dan PPn BM dikenakan atas : a. PPN dan PPn BM dikenakan atas barang elektronik segala jenis. Bagaimanakah penerapan PPN dan PPnBM di Kawasan Berikat Industri Pulau Batam? PPN dan PPnBM yang terutang tidak dipungut atas : 1 penyerahan BKP antar Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor.. Atas penyerahan BKP dan atau impor BKP selain yang dimaksud di atas. yaitu : 1 Tahap Pertama. pemberian merek/label. kendaraan bermotor segala jenis.66 . pemotongan. c. impor barang dan peralatan oleh Pengusaha GB dalam rangka pembangunan dan kegiatan Gudang Berikat. b. impor barang dan bahan oleh Pengusaha GB. 2 penyerahan BKP dari PKP di luar Pulau Batam kepada Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. pengepakan. penyortiran. Fasilitas PPN dan PPnBM yang terutang tidak dipungut diberikan atas kegiatan: a. Dirjen BC membubuhkan cap “PPN dan atau PPnBM Tidak Dipungut pada setiap lembar PIB pada saat penyelesaian dokumen”.- Atas impor BKP. 9.

dan lain-lain) .. Dengan demikian UU PPN tidak dapat diterapkan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.. Impor dan atau penyerahan BKP strategis c. .- 10. Bagaimanakah penerapan PPN di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang? Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang dinyatakan bukan merupakan Daerah Pabean menurut UU Kepabeanan. memasang tiang pancang. Atas kegiatan membangun sendiri tersebut dikenakan PPN.67 . KETENTUAN KHUSUS (250304 ) 1. M.PPN yang terutang dan disetor ke kas negara = 10% x 40% x jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan dan atau dibayarkan setiap bulannya . Apakah atas kegiatan membangun sendiri PPN terutang yang telah disetor harus dilaporkan? Bila ya kemana? PPN atas kegiatan membangun sendiri yang telah disetor harus dilaporkan dengan cara sebagai berikut : .Saat terutangnya PPN adalah pada saat mulai dilaksanakannya pembangunan (menggali fondasi. 3.Tempat pajak terutang adalah di tempat bangunan didirikan. 11. Impor dan atau penyerahan BKP/JKP Kepada Perwakilan Negara Asing/Badan International serta Pejabat/Tenaga Ahlinya berdasarkan azas timbal balik. Apakah yang dimaksud dengan kegiatan membangun sendiri dan apakah atas kegiatan membangun sendiri dikenakan PPN? Kegiatan membangun sendiri adalah kegiatan membangun sendiri bangunan yang diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat usaha dengan luas bangunan 200 m2 atau lebih. Impor dan atau penyerahan BKP tertentu dan atau JKP tertentu b.bagi pengusaha (OP atau Badan) yang bukan Pengusaha Kena Pajak melaporkan bukti setoran pajak (Surat Setoran Pajak) ke Kantor Pelayanan Pajak lokasi bangunan didirikan. Jenis kegiatan PPN dan PPnBM apakah yang mendapat fasilitas dibebaskan? PPN & PPnBM terutang dibebaskan dari pengenaan atas: a. Bagaimanakah cara penghitungan. 2. saat dan tempat terutang PPN atas kegiatan membangun sendiri? .

- - Sedangkan bagi PKP dapat dilaporkan di Kantor Pelayanan Pajak ditempat PKP dikukuhkan melalui SPT Masa PPN setiap Masa Pajak pelaksanaan kegiatan membangun sendiri 4. jika : Jasa yang disediakan oleh instansi pemerintah yang juga dapat dilakukan oleh bentuk usaha lain. Orang Pribadi ð Dapat menggunakan DPP Nilai Lain sebagai DPP PPN... sepanjang tidak termasuk jasa yang tidak dikenakan . terutang PPN. Bagaimana perlakuan PPN atas jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum? Atas penyerahan Jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum : a. Pedagang Eceran Selain Yang Menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto ð PK menggunakan DPP sebesar harga jual ð PPN terutang sebesar 10% x harga jual ð PPN disetor = PK . yaitu: a. Pedagang Eceran Yang Menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto ð PK = 10% x jml peredaran dan atau penerimaan bruto ð PPN disetor = 20% x PK ð PM yang dapat dikreditkan= 80% x PK b.PM ð PM dapat dikreditkan 6. ð PPN yang terutang adalah sebesar 10% x harga jual emas perhiasan ð PPN yang harus disetor = 10% x 20% x jml slrh penyerahan emas ð PM tidak dapat dikreditkan b. Bagaimana penghitungan PPN atas pengusaha emas? Penghitungan PPN atas pengusaha emas.68 . Bagaimanakah penghitungan PPN atas pengusaha pedagang eceran? Penghitungan PPN atas pengusaha pedagang eceran. yaitu: a. Badan ð menggunakan DPP sebesar harga jual ð PPN yang terutang 10% x harga jual ð PPN disetor = PK – PM ð PM dapat dikreditkan 5.

dan Jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja. pagelaran musik. tidak terutang PPN Penyerahan jasa di bidang tenaga kerja meliputi : Jasa tenaga kerja.. sesudah atau pada saat terselenggaranya kegiatan seperti pemesanan gedung. pesta.. dan kegiatan lainnya yang memanfaatkan Jasa Penyelenggara Kegiatan termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan yang mendukung kegiatan-kegiatan tersebut baik atas permintaan dari Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan maupun diselenggarakan sendiri oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan. atau c.Pengusaha penyedia tenaga kerja melakukan pembayaran gaji. terutang PPN Jasa penyediaan tenaga kerja yang dilakukan oleh Pengusaha di mana : . Kegiatan lainnya adalah kegiatan-kegiatan lain dalam bentuk apapun yang memanfaatkan Jasa Event Organizer seperti talk show. Bagaimanakah perlakuan PPN atas penyerahan jasa penyelenggaraan kegiatan? Penyerahan jasa penyelenggaraan kegiatan adalah : a.Tenaga kerja dimaksud termasuk dalam struktur kepegawaian pemberi jasa tenaga kerja. peluncuran produk.- atau dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sesuai ketentuan yang berlaku b. Kegiatan-kegiatan yang mendukung terselenggaranya suatu kegiatan adalah suatu kegiatan baik sebelum. Jasa Penyelenggara Kegiatan (Event Organizer) adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan antara lain meliputi kegiatan-kegiatan seperti penyelenggaraan pameran. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan jasa di bidang tenaga kerja? Perlakuan PPN atas penyerahan jasa di bidang tenaga kerja: a. Jasa penyediaan tenaga kerja.69 . . penarikan undian. konferensi pers. penyediaan . seminar. 7. b. upah. 8. b. ajang lomba.Pengusaha penyedia tenaga kerja bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. fashion show. tunjangan dan sejenisnya kepada tenaga kerja. tidak terutang PPN. pameran konvensi. dan sejenisnya. jika : Semua jenis jasa yang berasal dari semua kegiatan pelayanan yang hanya bisa dilakukan oleh instansi pemerintah meliputi Departemen dan Lembaga Non Departemen dan tidak dapat dilakukan oleh bentuk usaha lain. honorarium. atau .

imbalan yang diperoleh dari kegiatan tersebut termasuk bagi hasil. mendapat fasilitas PPN dan PPn BM tidak dipungut yang dilakukan oleh Kontraktor Utama. yaitu: a. persiapan interior. . b. Impor Barang Kena Pajak (BKP). dan c. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. penyediaan sound system. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak (JKP) dari luar Daerah Pabean. penyediaan penari latar.70 . Atas penyerahan Jasa Penyelenggara Kegiatan di dalam Daerah Pabean dan atas pemanfaatan Jasa Penyelenggara Kegiatan yang berasal dari luar Daerah Pabean. b..- ruangan. di dalam Daerah Pabean dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. Dasar Pengenaan Pajak untuk menghitung Pajak Pertambahan Nilai yang terutang atas penyerahan Jasa Penyelenggara Kegiatan adalah meliputi : a. c. Dalam hal proyek tersebut didanai sebagian oleh dana APBN/APBD/lainnya dan sebagian lagi oleh pinjaman luar negeri/hibah. Atas PPN dan PPnBM yang tidak dipungut sehubungan dengan impor oleh Kontraktor Utama tidak perlu dibuatkan Surat Setoran Pajak. maka fasilitas tersebut hanya berlaku atas bagian Proyek Pemerintah yang dananya dibiayai dengan hibah atau pinjaman luar negeri. 9. Penyerahan BKP dan/atau JKP. Bagaimana fasilitas PPN dan PPnBM atas Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri? Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri. PPN dan PPnBM yang tidak dipungut. d. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan kepada Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan karena pembatalan pemesanan kegiatan oleh Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan.. Apabila kontraktor utama meminta kontraktor lain untuk melakukan sebagian atau seluruh pekerjaan proyek pemerintah tersebut maka atas penyerahan BKP/JKP yang dilakukan oleh kontraktor lain kepada kontraktor utama tidak diberikan fasilitas sehingga PPN yang terutang tetap dipungut. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan kepada Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan. dan sebagainya yang memanfaatkan Jasa Penyelenggara Kegiatan.

b.. Bagaimana perlakuan PPN atas Jasa Boga (Catering)? Dan Apa yang dimaksud dengan objek pajak restoran dan jasa boga? a. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN. pajak yang terutang dipungut. Atas penyerahan Jasa Boga (Catering) dikenakan PPN. Yang bertanggung jawab atas pemungutan PPN terutang atas penyerahan jasa keagenan adalah : . Tidak termasuk Pelayanan usaha jasa boga atau katering. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN yang melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak. Sehingga hanya KPKN dan Bendaharawan Pemerintah saja sebagai Pemungut PPN. PPN terutang atas penyerahan jasa boga atau katering 10% x DPP. . b. Kontraktor Utama wajib membuat Faktur Pajak yang dibubuhi cap "PPN dan PPn BM tidak dipungut" 10. untuk . c.Atas penyerahan jasa keagenan oleh Pemungut PPN kepada Pemungut PPN. disetor dan dilaporkan oleh perusahaan jasa keagenan. c. Namun sejak tanggal 24 Desember 2003 dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/KMK.. pajak yang terutang dipungut. Objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan restoran dengan pembayaran. PPN terutang adalah 10% x DPP. . DPP atas penyerahan jasa boga atau katering adalah sebesar semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Boga atau Katering.71 . Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan jasa keagenan tiket kepada perusahaan penerbangan? Perlakuan PPN atas penyerahan jasa keagenan tiket kepada perusahaan penerbangan: a.03/2003.- Atas penyerahan BKP dan/atau JKP yang tidak dipungut tersebut. 11. pajak yang terutang dipungut.Atas penyerahan jasa keagenan oleh perusahaan jasa keagenan kepada Pemungut PPN (Badan-badan Tertentu dan Bendaharawan Pemerintah serta KPKN). Dasar Pengenaan Pajak atas jasa keagenan adalah jumlah imbalan jasa keagenan yang diterima atau seharusnya diterima oleh perusahaan jasa keagenan. Dengan demikian. Badan-badan tertentu bukan lagi merupakan Pemungut PPN. Objek Jasa Boga atau Katering adalah penyediaan makanan dan atau minuman lengkap dengan atau tanpa peralatan dan petugasnya.Atas penyerahan jasa keagenan kepada perusahaan angkutan yang bukan Pemungut PPN.

.. penandaan. penerbitan dokumen angkutan. pengepakan. d.72 . perusahaan swasta maupun perusahaan perseorangan. Service charge dapat terdiri dari biaya listrik. b. asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya. sortasi. 12. . Service charge adalah balas jasa yang menyebabkan ruangan yang disewa tersebut dapat dihuni sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh penyewa. Bagaimana perlakuan PPN atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan? a.rapat atau pertemuan. Ada (2) dua elemen utama dalam kegiatan jasa persewaan ruangan yaitu sewa dan service c harge . 13. PPN Terutang adalah 10% x DPP. c. penyimpanan. Dasar Pengenaan Pajak atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan sejak tanggal 3 Juni 2003 (Faktur Pajak Standar yang dibuat/diterbitkan setelah 3 Juni 2003) adalah sebesar nilai penggantian. . atau perayaan.- keperluan tertentu berdasarkan kontrak atau perjanjian tertulis atau tidak tertulis. . kebersihan dan biaya administrasi. klaim. .perlombaan atau pertandingan. Bagaimana perlakuan PPN atas kegiatan freight forwarding? a. penimbangan. . d. keamanan.acara-acara lain yang sejenis. air. Keperluan tertentu adalah : . yakni sebesar nilai tagihan service charge yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa..makan karyawan pada instansi Pemerintah atau Badan Usaha Pemerintah. perhitungan biaya angkutan.pesta. Freight Forwarding (Jasa Pengurusan Transportasi) adalah kegiatan usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat. Atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan dikenakan PPN. laut dan atau udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan. Atas kegiatan freight forwarding dikenakan PPN. b. pengurusan penyelesaian dokumen. pengukuran. resepsi.makan untuk pelanggan perseorangan.perjamuan. atau .

atau .. karena dianggap sebagai reimbursement. maka biaya freight dan biaya lainnya dapat dikurangkan dari Dasar Pengenaan Pajak.. Apabila Instansi Pemerintah memberikan Jasa Kena Pajak kepada Instansi Pemerintah Lainnya apakah PPN yang terutang harus dipungut oleh Instansi Pemerintah yang melakukan penyerahan? Atas penyerahan JKP oleh Instansi Pemerintah kepada Instansi Pemerintah Lainnya yang pembayarannya melalui KPKN atau Bendaharawan Pemerintah tidak dipungut PPN sepanjang : . c.Pemberi jasa (perusahaan forwader ) dan bukan atas nama penerima jasa (konsumen perusahaan forwarder ). 14. Bagaimana perlakuan PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean ? Perlakuan PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean: a. pada saat dimulainya pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean. dan . b.73 . maka biaya freight dan biaya lainnya tidak dapat dianggap sebagai reimbursement.Instansi Pemerintah yang menyerahkan JKP memasukkan pembayaran yang diterima ke dalam mata anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Instansi Pemerintah tersebut. PPN yang dipungut harus disetorkan seluruhnya ke Kas Negara melalui Kantor Pos atau Bank Persepsi paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya pemungutan dan dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai pada Masa Pajak yang sama dengan bulan penyetoran. Dasar Pengenaan Pajak : Dalam hal dokumen-dokumen pabean (dokumen) untuk menagih biaya freight dan biaya lainnya dari shipping line atau airline atau supplier dibuat langsung atas nama .pembayaran tersebut berasal dari APBN atau APBD. PPN yang terutang atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean dipungut oleh orang pribadi atau badan yang memanfaatkan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. 15.- c. . Atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh orang pribadi (Non-PKP) atau badan (PKP) dikenakan PPN. sehingga merupakan bagian dari Dasar Pengenaan Pajak yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.Penerima jasa (konsumen perusahaan forwarder ).

c. atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan. atau pihak yang memanfaatkan barang tidak berwujud atau jasa dari luar Daerah Pabean.74 . Dengan demikian. perbaikan dari kerusakan. Apakah atas penyerahan aktiva berupa tanah/bangunan yang diperoleh sebelum berlakunya UU PPN Tahun 1984 atau dibeli dari non-PKP? Perlakuan PPN atas aktiva berupa tanah/bangunan yang diperoleh sebelum berlakunya UU PPN Tahun 1984 atau dibeli dari non-PKP a. Pihak yang terpungut adalah importir. renovasi dll) 17. Bagaimana perlakuan atas PPN yang dipungut lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya terutang. Pajak yang dipungut lebih besar dari yang seharusnya terutang atau tidak seharusnya terutang dimana pajak yang salah dipungut tersebut telah disetorkan dan dilaporkan. pembeli barang. tidak terutang PPN apabila : .- 16.. Pemungutan kekurangan pajak tersebut dapat dilakukan dengan cara perbaikan Faktur Pajak (untuk penyerahan BKP/JKP) dengan menggunakan SSP (untuk impor dan pemanfaatan BKP tidak berwujud/JKP dari Luar daerah Pabean di dalam Daerah Pabean). maka PKP yang memungut pajak tersebut tidak dapat meminta kembali Pajak yang salah dipungut tersebut. Dalam hal pajak yang dipungut lebih kecil dari yang seharusnya terutang maka pihak yang melakukan penyerahan harus memungut kekurangan pajak tersebut. dikenakan Pajak Pertambahan Nilai berdasarkan Pasal 16D Undang-undang No.. b.Atas penyerahan aktiva tersebut dilakukan oleh bukan PKP. sepanjang selama memiliki aktiva tersebut tidak ada PPN yang dibayar dikreditkan sebagai Pajak Masukan (misalnya dalam rangka perawatan. penerima jasa. b.Pajak Masukan pada waktu perolehan aktiva tersebut tidak dapat dikreditkan sesuai dengan Pasal 9 ayat (8) UU PPN atau aktiva tersebut diperoleh sebelum berlakunya Undang-undang PPN 1984 (sebelum 1 April 1985). atau . 18 Tahun 2000 (UU PPN). atau tidak seharusnya terutang? Perlakuan atas PPN yang dipungut lebih besar atau lebih kecil atau tidak seharusnya terutang: a. . Yang dapat meminta kembali pajak yang salah dipungut tersebut adalah pihak yang terpungut dengan syarat Pajak yang salah dipungut tersebut belum dikreditkan atau belum dibebankan sebagai biaya. sepanjang PPN yang dibayar pada saat perolehannya menurut ketentuan dapat dikreditkan. Atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan.

Sebagai konsekuensinya baik PKP yang melakukan penyerahan maupun PKP yang menerima penyerahan JKP harus memperbaiki SPT Masa PPN Masa Pajak Faktur Pajak yang diperbaiki tersebut dilaporkan. 20. c. baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas. Dalam hal terjadi retur Jasa Kena Pajak? Apakah atas PPN yang telah disetor dan dilaporkan dapat dikurangkan atau dikembalikan? Dalam hal terjadi retur Jasa Kena Pajak. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan kardus atau pembungkus ke Kawasan Berikat? Atas penyerahan kardus atau pembungkus ke Kawasan Berikat tidak diberikan fasilitas tidak dipungut PPN dan PPnBM karena kardus/pembungkus bukan untuk diproses lebih lanjut. barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik. Barang-barang apa saja yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang-barang yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. unggas. b. tidak termasuk suku cadang. makanan ternak. maka PPN yang telah terlanjur dipungut. disetor dan dilaporkan oleh PKP yang melakukan penyerahan dapat dikurangkan dengan cara perbaikan Faktur Pajak atas yang berkenaan dengan penyerahan JKP tersebut. 19. Atas pembayaran PPN tersebut dilaporkan pada SPT Masa PPN pada Masa Pajak dilakukan pembayaran... Atas pembayaran PPN Impor (Pajak Masukan) yang ditagih dengan SPKPBM dapat dikreditkan. dan ikan. unggas. dan ikan dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak. 21.75 . b.- 18. Surat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil. . Bagaimana Perlakuan PPN Impor yang ditagih dengan SPKPBM? Perlakuan PPN Impor yang ditagih dengan SPKPMB : a. sepanjang pembayaran PPN Impor belum diterbitkan SKP-nya oleh Ditjen Pajak tersebut dan tidak termasuk dalam pembayaran (pengeluaran) yang Pajak Masukannya tidak dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) UU PPN serta belum dibebankan sebagai biaya.

perkebunan. kehutanan. 22. b. dan ikan. kehutanan. perikanan baik dari penangkapan atau budidaya. bahwa yang dimaksud dengan bibit dan benih adalah segala jenis tumbuhan atau hewan yang nyata-nyata untuk dikembangbiakan lebih lanjut dalam rangka pengembangan bidang pertanian.600 watt. Apa yang dimaksud dengan bibit dan atau benih yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Bibit dan atau benih yang dibebaskan dari pengenaan PPN adalah bibit dan atau benih sebagaimana didefenisikan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 135/KMK. dan perikanan. tidak termasuk suku cadang. kehutanan. barang hasil pertanian oleh petani atau kelompok petani. bibit dan atau benih dari barang pertanian. kehutanan. atau perikanan. Apakah batasan bahan baku makanan ternak yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Bahan baku makanan ternak yang dibebaskan dari pengenaan PPN tidak termasuk Pelengkap Makanan Ternak (Feed Suplement) dan Imbuhan Makanan Ternak (Feed Additive). barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik. peternakan. d. kecuali untuk perumahan dengan daya di atas 6.76 . penangkaran.. Apakah defenisi barang hasil pertanian yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang hasil pertanian adalah barang yang dihasilkan dari kegiatan usaha di bidang : a. peternakan. perkebunan. b. makanan ternak. penangkaran. Barang-barang apa saja yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang-barang yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. unggas. peternakan.05/1997.- c. perburuan atau penangkapan. Petani adalah orang yang melakukan kegiatan usaha di bidang pertanian. f. c. listrik. air bersih yang dialirkan melalui pipa oleh Perusahaan Air Minum.. perkebunan dan kehutanan. perkebunan. Yang diserahkan oleh petani atau kelompok petani. dan ikan dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak. e. bibit dan atau benih dari barang pertanian. peternakan. pertanian. . 23. atau c. maupun penangkaran. 24. baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas. unggas. atau perikanan. perkebunan. 25.

kendaraan lapis baja. serta suku cadangnya yang diimpor oleh Departemen Pertahanan. alat angkutan di udara. kendaraan patroli. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. sesuai dengan kegiatan usahanya. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. Danau dan Penyeberangan Nasional. kapal pandu. yang digunakan dalam pembuatan senjata dan amunisi untuk keperluan Departemen Pertahanan. dan suku cadang serta alat keselamatan pelayaran atau keselamatan manusia yang diimpor dan digunakan oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional. Pesawat udara dan suku cadang serta alat keselamatan penerbangan atau alat keselamatan manusia. alat angkutan di darat. kapal tunda. Vaksin Polio dalam rangka pelaksanaan Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN). 26. yang diimpor oleh PT (PERSERO) PINDAD. alat angkutan di air. alat angkutan di bawah air.- peternakan.. e.77 . Buku-buku pelajaran umum. d. Kapal laut. Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) atau oleh pihak lain yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan. dan komponen atau bahan yang diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. dan komponen atau bahan yang belum dibuat di dalam negeri. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. suku cadang. penangkaran. kapal angkutan danau dan kapal angkutan penyeberangan. kapal angkutan sungai. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan yang diimpor dan digunakan oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. amunisi. kapal tongkang. dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan pesawat udara yang diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi pesawat udara kepada Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. TNI atau POLRI untuk melakukan impor tersebut. perburuan atau penangkapan. penangkapan atau budidaya perikanan. b. yang digunakan untuk pembuatan kereta api. BKP Tertentu apa saja yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN? BKP Tertentu yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. c. Kereta api dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan serta prasarana yang diimpor dan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. f. Senjata. peralatan untuk . dan kendaraan angkutan khusus lainnya. TNI atau POLRI.. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. kapal penangkap ikan.

78 . dan komponen atau bahan yang diperlukan dalam pembuatan senjata dan amunisi oleh PT. 27. Danau dan Penyeberangan Nasional. yang diimpor oleh Departemen Pertahanan. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan yang diserahkan kepada dan digunakan oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan pesawat udara yang diperoleh oleh pihak yang ditunjuk oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi Pesawat Udara kepada Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional.Vaksin Polio dalam rangka pelaksanaan Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Peralatan berikut suku cadangnya yang digunakan oleh Departemen Pertahanan atau TNI untuk penyediaan data batas dan photo udara wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan untuk mendukung pertahanan Nasional.Buku-buku pelajaran umum. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. rumah sangat sederhana. dan g. kapal angkutan danau dan kapal angkutan penyeberangan. . TNI atau POLRI.Rumah sederhana. alat angkutan di bawah air. kapal penangkap ikan. .Senjata. kapal tunda.. kapal angkutan sungai. amunisi. . alat angkutan di darat.Pesawat udara dan suku cadang serta alat keselamatan penerbangan atau alat keselamatan manusia. alat angkutan di udara. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. . asrama mahasiswa dan pelajar serta perumahan lainnya. . serta suku cadangnya yang diserahkan kepada Departemen Pertahanan. . TNI atau POLRI. kendaraan patroli dan kendaraan angkutan khusus lainnya. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. TNI atau pihak yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan atau TNI. (PERSERO) PINDAD untuk keperluan Departemen Pertahanan. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional.- perbaikan atau pemeliharaan. alat angkutan di air. yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan setelah mendengar pertimbangan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah. rumah susun sederhana.Kapal laut. dan suku cadang serta alat keselamatan pelayaran atau keselamatan manusia yang diserahkan kepada dan digunakan oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional. kapal tongkang. BKP tertentu apa saja yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? BKP tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: . serta prasarana yang akan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia.. kendaraan lapis baja. sesuai dengan kegiatan usahanya. kapal pandu. pondok boro.

c. Danau. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan.Jasa kepelabuhan meliputi jasa tunda.Jasa perawatan atau reparasi (docking) kapal.. Jasa yang diterima oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang meliputi: . rumah sederhana. . 28.79 . dan Penyeberangan Nasional. JKP Tertentu apa saja yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? JKP Tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN: a. suku cadang. dan rumah sangat sederhana. Jasa yang diterima oleh Departemen Pertahanan atau TNI yang dimanfaatkan dalam rangka penyediaan data batas photo udara wilayah Negara Republik Indonesia untuk mendukung pertahanan nasional. rumah sangat sederhana. d. asrama mahasiswa dan pelajar serta perumahan lainnya dan pembangunan tempat yang semata-mata untuk keperluan ibadah. yang digunakan untuk pembuatan kereta api.Jasa persewaan pesawat udara. Jasa perawatan atau reparasi kereta api yang diterima oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. Jasa yang diserahkan oleh kontraktor untuk pemborongan bangunan berupa rumah sederhana. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional.Jasa persewaan kapal. dan f. 29.- - - Kereta api dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan serta prasarana yang diserahkan kepada dan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia dan komponen atau bahan yang diserahkan kepada pihak yang ditunjuk oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. . atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. Jasa persewaan rumah susun sederhana.Jasa perawatan atau reparasi pesawat udara. Atas impor barang apa saja yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk maka PPN dan PPnBM nya tidak dipungut? . jasa tambat. rumah susun sederhana.. Peralatan berikut suku cadangnya yang digunakan untuk penyediaan data batas dan photo udara wilayah Negara Republik Indonesia untuk mendukung pertahanan Nasional yang diserahkan kepada Departemen Pertahanan atau TNI. . Jasa yang diterima oleh Perusahaan Angkutan Laut Nasional. yang meliputi: . serta prasarana yang akan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. jasa pandu. e. pondok boro. b. dan jasa labuh.

.80 . misalnya lemari es. k. g. non kendaraan bermotor. tidak dipungut PPN dan PPn BM. b. j.Kelompok pesawat penerima siaran televisi dan antena serta reflektor antena. kondominium. Barang-barang apa saja yang merupakan objek PPnBM? Barang-barang yang menjadi objek PPnBM: a. mesin cuci. barang untuk keperluan museum. barang pribadi penumpang. barang untuk keperluan badan internasional yang diakui dan terdaftar pada Pemerintah Indonesia beserta pejabatnya yang bertugas di Indoensia dan tidak memegang paspor Indonesia. h. dan pesawat penerima siaran televisi. barang kiriman hadiah untuk keperluan ibadah umum. awak sarana pengangkut. televisi. seperti: . barang pindahan Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.Kelompok wangi-wangian. town house. i. barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. mahasiswa yang belajar di luar negeri..Kelompok hunian mewah seperti rumah mewah. perlengkapan militer termasuk suku cadang yang diperuntukkan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. . anggota Tentara Nasional Indonesia. atau kebudayaan. . BKP yang dimaksud tersebut adalah: a. dan sejenisnya. .. amal. sosial. e. d. f. pesawat pendingin. pelintas batas. barang untuk keperluan khusus kaum tunanetra dan penyandang cacat lainnya. sepanjang barang tersebut tidak untuk diperdagangkan dan mendapat rekomendasi dari Perwakilan Republik Indonesia setempat. pesawat pemanas. b.- Yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk. 30. kendaraan bermotor. dan barang kiriman sampai batas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Pabean. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. barang perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan asas timbal balik. apartemen. dan tempat lain semacam itu yang terbuka untuk umum. atau anggota Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas di luar negeri sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. c. kebun binatang.Kelompok alat rumah tangga. Pegawai Negeri Sipil. barang yang diimpor oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum.

Kelompok peralatan dan perlengkapan olah raga.500 20.000 . kendaraan tahanan. kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 (sepuluh) orang sampai dengan 15 (lima belas) orang termasuk pengemudi. kendaraan protokoler kenegaraan.800 1.000 50. dan kendaraan patroli TNI/ POLRI. untuk pengangkut barang. kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 250 CC dan kendaraan untuk pengangkutan 16 (enam belas) orang atau lebih termasuk pengemudi. Kelompok kapal atau kendaraan air lainnya.. 33. Jenis kendaraan bermotor apa saja yang tidak dikenakan PPnBM? Jenis kendaraan bermotor yang tidak dikenakan PPnBM adalah CKD.000 7. 34. yang digunakan untuk kendaraan dinas TNI atau POLRI. 31.000 18. Stiker Lunas PPN atas Produk Rekaman Suara: JENIS Kaset jenis A (berbahasa Indonesia) Kaset jenis B (berbahasa Asing) Kaset jenis C (berbahasa Daerah) Compact Disc 1 (Indonesia & campuran daerah) Compact Disc 2 (Asing & campuran Indonesia) Video Compact Disc K-1 (Indonesia & campuran daerah) Video Compact Disc K-2 DPP 8.800 5.- - Kelompok permadani tertentu selain yang terbuat dari serabut kelapa (coir). Jenis kendaraan bermotor apa saja yang dibebaskan PPnBM? Jenis kendaraan bermotor yang dibebaskan PPn BM adalah ambulan.000 48.000 16.81 .000 4.000 PPN TERUTANG 800 1. kendaraan pemadam kebakaran. Apakah yang dimaksud dengan Stiker Lunas PPN? Stiker Lunas PPN adalah pita yang terbuat dari kertas atau bahan lain yang digunakan sebagai bukti pemungutan dan pelunasan Pajak Pertambahan Nilai atas penyerahan produk rekaman suara maupun produk rekaman gambar.. kendaraan pengangkutan umum. kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum. sasis. 32. sutera atau wool atau bulu hewan halus. Jenis Stiker Lunas PPN apa saja yang ada? a.600 750 2. kendaraan jenazah. sampan dan kano.

Akta-akta notaris termasuk salinannya. d.000 PPN TERUTANG 1. surat pernyataan. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan.000) JENIS V 80.000) JENIS VI 100. contoh: surat kuasa.000 s. Bagaimanakah perlakuan PPN atas hasil tembakau? Pajak Pertambahan Nilai yang dikenakan atas penyerahan hasil tembakau oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau hasil tembakau yang dibuat di luar negeri oleh importir hasil tembakau dihitung dengan menerapkan tarif efektif dikalikan dengan Harga Jual Eceran.d (Harga Jual >80.000) (Harga Jual >10. Apakah yang merupakan obyek Bea Meterai (Dokumen-dokumen yang dikenakan BM) berdasarkan Pasal 2 UU BM? a. b.d (Harga Jual >40.500 4. Stiker Lunas PPN untuk Produk Rekaman Gambar: JENIS JENIS I JENIS II 20. atau . surat hibah.000 150. Akta-akta yg dibuat oleh PPAT.82 .000) 35.d (Harga Jual >60. termasuk rangkap-rangkapnya.500 15.750 6. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata.000 s.000 47.Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank..500 8. .d 10.d (Harga Jual >100.000) JENIS IV 60.000 12. Besarnya tarif efektif atas penyerahan hasil tembakau adalah sebesar 8.000) JENIS VII (Harga Jual s.250 2.Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank. c. Surat yang memuat jumlah uang.000 s.000 s.000 s.500 25.000) JENIS III 40.- JENIS (Asing & campuran Indonesia) DPP PPN TERUTANG b.000 1. yaitu: . 36. .000 85.000 (Harga Jual >20.4 % (delapan koma empat persen)..500 65.d DPP 10.Yang menyebutkan penerimaan uang.

Kas Pemerintah Daerah dan bank. e. Tanda bukti penerimaan uang Negara dari Kas Negara. c. . Surat berharga seperti wesel.Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya.Konosemen. Tanda terima gaji. Apakah yang bukan merupakan objek Bea Meterai (Dokumen-dokumen yang tidak dikenakan BM) berdasarkan Pasal 4 UU BM? a.. d.Keterangan pemindahan yang dituliskan di atas dokumen tersebut di atas. uang tunggu. Dokumen yang berupa: . Surat gadai yang diberikan oleh Perusahaan Jawatan Pegadaian. uang tunjangan. 38.Bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang. f. selain dari maksud semula. koperasi. dengan nama dan dalam bentuk apapun. pensiun. b. dan pembayarannya lainnya yang ada kaitannya dengan hubungan kerja serta surat-surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran itu. f. . Kapan saat terutang Bea Meterai? a. i. . Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek. Kas Pemerintah Daerah. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. dan badan-badan lain yang bergerak di bidang tersebut. h. . Kuitansi untuk semua jenis pajak dan untuk penerimaan lainnya yang dapat disamakan dengan itu dari Kas Negara. dan bank.Surat angkutan penumpang dan barang. Dokumen yang menyebutkan tabungan. pembayaran uang tabungan kepada penabung oleh bank. g.Surat-surat lainnya yang dapat disamakan dengan surat-surat tersebut di atas.Surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim. .. . promes dan aksep. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan.- e. Segala bentuk ijazah. - 37. yaitu: . Dokumen yang dibuat oleh satu pihak : .Surat penyimpanan barang. Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan.Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan.83 . Tanda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern organisasi. .

teknologi percetakan.Apabila ketentuan tersebut di atas tidak dipenuhi. sehingga sebagian tandatangan ada di atas kertas dan sebagaian lagi di atas meterai tempel.Meterai tempel direkatkan seluruhnya dengan utuh dan tidak rusak di atas dokumen yang dikenakan Bea Meterai. misalnya kuitansi. Bagaimana cara pelunasan Bea Meterai? a. yang ditutup dengan pembubuhan tandatangan yang bersangkutan.84 .. Bea Meterai yang dilunasi adalah sebesar yang terutang pada saat pemeteraian kemudian dilakukan. Dokumen yang Bea Meterai-nya tidak atau kurang dilunasi sebagaimana mestinya. . misalnya surat perjanjian jual beli. Dokumen-dokumen apakah yang harus dilakukan Pemeteraian Kemudian dan berapa besar Bea Meterai yang terutang? a. Dokumen yang dibuat di Luar Negeri : pada saat dokumen itu digunakan di Indonesia 39. . sewa menyewa. .sistem komputerisasi. dan sebagainya. Dokumen yang dibuat oleh lebih dari satu pihak : pada saat selesainya dokumen itu dibuat. c. Menggunakan Benda Meterai (meterai tempel). bulan dan tahun dilakukan dengan tinta atau yang sejenis dengan itu. tandatangan harus dibubuhkan sebagian di atas semua meterai tempel dan sebagian di atas kertas. cek.04/2000. 133b/KMK.alat lain dengan teknologi tertentu. yaitu : . b. b. 40.- pada saat dokumen itu diserahkan dan diterima oleh pihak untuk siapa dokumen itu dibuat (bukan pada saat ditandatangani). Menggunakan cara lain yg ditetapkan oleh Menteri Keuangan à KMK No..mesin teraan meterai. . dan sebagainya. b.Jika digunakan lebih dari satu meterai tempel. dan . maka dokumen yang bersangkutan dianggap tidak bermeterai. . pada tempat dimana tandatangan akan dibubuhkan. . Dokumen yang semula tidak terutang Bea Meterai namun akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan.Pembubuhan tandatangan disertai dengan pencantuman tanggal. Pasal 1 KMK mengatur bahwa cara lain adalah dengan membubuhkan tanda Bea Meterai Lunas dengan menggunakan : .

dilunasi atau diperhitungkan.- Rp.-. Dokumen yang dibuat di Luar Negeri yang akan digunakan di Indonesia.000. 3..) Rp. Sampai dengan Rp 250.s/d Rp 1.000. 1995 ( . 2.- No.s/d Rp 1.. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata.. Lebih dari Rp 250.000. Bea Meterai yang dilunasi adalah sebesar Bea Meterai yang terutang dan ditambah denda sebesar 200% dari yang kurang dilunasi/terutang. Yang berisi pengakuan 1. b.-.000. 7 Th.000.s/d Rp 1.bahwa hutang uang dikenakan Bea seluruhnya atau Meterai Rp sebagiannya telah 1.000. Berdasarkan batas harga nominal : a.dikenakan Bea Meterai Rp 1.000. PP No.000. Akta-akta Notaris termasuk salinannya.000. Yang berisi Meterai Rp pemberitahuan saldo 500.000.000.30 April 2000) Rp. Lebih dari Rp 250. Jenis Dokumen Surat perjanjian dan suratsurat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan.000. 1.000.tidak dikenakan Bea Meterai.- Rp 6. Surat-surat yang memuat jumlah uang : a. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkaprangkapnya. Lebih dari Rp penyimpanan uang 250. Rp. 2.Rp 6. 6.000. Sampai dengan Rp 250.- 4.000.000.000.000. 1.000.- 2. Lebih dari Rp d.tidak dikenakan Bea Meterai. pembukuan uang atau b.000.dikenakan Bea Meterai Rp 3.000. Berdasarkan batas harga nominal : a. Sampai dengan Rp 250.000.dalam rekening di Bank dikenakan Bea c. .- c.000.000. rekening di Bank c.000. 1. 2000 (1 Mei 2000 – skr. 2.-. 1.tidak dikenakan Bea Meterai. Yang menyatakan UU BM (1 Jan 86 )Rp.85 .PP No. Berdasarkan batas harga nominal : a.Rp.000.Rp. 24 Th. b. Yang menyebutkan penerimaan uang b.

000.000.86 .- No.- Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4) Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4) 7. 1995 ( . Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4) à s/d tg 14 Nop 89.000.000.000.000. Cek dan Bilyet giro.dikenakan Bea Meterai Rp 6. promes.000. Jenis Dokumen UU BM (1 Jan 86 )- 5.b.000. Lebih dari .000.. 7 Th.000.b. Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 6) Berdasarkan batas harga nominal : a.000.000. dan aksep. 1.Rp. Sampai dengan Rp 1.-.000.000. Sampai dengan Rp 1.PP No.dikenakan Bea Meterai Rp 1. 6. Sampai dengan Rp 1. Lebih dari Rp 1.000. tidak dikenakan Bea Meterai b.dikenakan Bea Meterai Rp 2.dikenakan Bea Meterai Rp 3.dikenakan Bea Meterai Rp.000.) c. Efek dan sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun. mulai tg 15 Nop 89 tarif Rp 500.000..PP No. 6. 24 Th. Surat berharga seperti wesel. Lebih dari Berdasarkan batas harga nominal : a.30 April 2000) c. Lebih dari Rp 1.Berdasarkan batas harga nominal : a.000. 2000 (1 Mei 2000 – skr.000.- Rp 3. Lebih dari Rp 1.

- .Rp. Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan b. 1995 ( ..) Rp 1.PP No.- No. 24 Th.30 April 2000) Rp 1.87 . Rp 1.000.000.Rp 2.000.dikenakan Bea Meterai Rp 6.000.000. 7 Th.dikenakan Bea Meterai Rp 2. 6.000.000.000. Jenis Dokumen UU BM (1 Jan 86 )- 8. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain.000.. 2000 (1 Mei 2000 – skr. Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya. selain dari maksud semula.PP No. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan : a.

.

ü Direktur Jenderal Pajak mengeluarkan surat keputusan penolakan dengan disertai alasan-alasannya apabila keterangan yang diajukan itu tidak disetujui. dan atau memiliki. · Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya. Subjek PBB yang dikenakan kewajiban membayar PBB berdasarkan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku menjadi Wajib Pajak. maka : ü Direktur Jenderal Pajak membatalkan penetapan sebagai Wajib Pajak dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak diterimanya surat keterangan dimaksud apabila keterangan dimaksud disetujui. OBJEK PAJAK ( 250304 ) 1 Apa yang menjadi Objek PBB ? Objek PBB adalah bumi dan/atau bangunan. menguasai. · Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. maka Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkan Wajib Pajak. pabrik. dan atau memperoleh manfaat atas bumi. . Termasuk dalam pengertian bangunan adalah : . dan emplasemennya. dan atau memperoleh manfaat atas bangunan. SUBJEK PAJAK ( 250304 ) 1 Siapa Subjek PBB ? Subjek PBB adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai hak atas bumi. · Tanda pembayaran/pelunasan PBB bukan merupakan bukti pemilikan hak.jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan seperti hotel. dan lain-lain yang merupakan satu kesatuan dengan kompleks bangunan tersebut.jalan TOL. ü Apabila setelah jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya keterangan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan keputusan. · Apabila Wajib Pajak dimaksud memberikan keterangan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak bahwa ia bukan Wajib Pajak atas objek pajak dimaksud.88 - PAJAK BUMI DAN BANGUNAN. . · Dalam hal objek PBB belum jelas diketahui Wajib Pajaknya.. BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN A. B. maka keterangan yang diajukan itu dianggap diterima.

C. dan kebudayaan nasional tersebut. pagar mewah. konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. · Objek Pajak yang digunakan untuk kuburan. kesehatan. taman mewah.5% (lima per sepuluh persen). taman nasional. peninggalan purbakala. · Objek Pajak yang digunakan oleh perwakilan diplomatik. pipa minyak. pendidikan. 3 Bagaimana perlakuan atas Objek PBB yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan ? Objek PBB yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan. pendidikan. hutan suaka alam. penentuan pengenaan pajaknya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.. fasilitas lain yang memberikan manfaat. dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak. dan kebudayaan nasional. sosial. 2 Objek pajak apa saja yang tidak dikenakan PBB ? · Objek Pajak yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah. air dan gas. · Objek Pajak merupakan hutan lindung. Termasuk pengertian ini adalah hutan wisata milik Negara sesuai Pasal 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1967 tentang Ketentuanketentuan Pokok Kehutanan. galangan kapal. . tempat penampungan/kilang minyak. Hal ini dapat diketahui antara lain dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari yayasan/badan yang bergerak dalam bidang ibadah. dermaga. Yang dimaksud dengan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan adalah bahwa objek PBB semata-mata hanya digunakan untuk pelayanan umum dan nyata-nyata tidak ditujukan untuk mencari keuntungan. hutan wisata. sosial. kesehatan. tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa.89 - - kolam renang. yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. atau yang sejenis dengan itu. tempat olah raga. · Objek Pajak yang digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. TARIF PAJAK (250304 ) 1 Berapa besarnya tarif PBB ? Tarif PBB adalah tunggal sebesar 0.

000. Apakah dasar pengenaan PBB ? Dasar pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (sales value = NJOP). yang dikurangi dengan penyusutan berdasarkan kondisi fisik objek tersebut.000. NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. atau nilai perolehan baru. NJOPTKP diberikan kepada setiap Wajib Pajak sebagai pengurang penghitungan PBB terutang.. DASAR PENGENAAN DAN CARA MENGHITUNG PBB (250304 ) 1 Apa yang boleh dikurangkan dalam penghitungan PBB ? Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP).90 - D. Yang dimaksud dengan : · Perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. · Nilai jual pengganti. atau Nilai Jual Objek Pajak pengganti. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara membandingkannya dengan objek pajak lain yang sejenis yang letaknya berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya.00 (dua belas juta rupiah) untuk setiap Wajib Pajak oleh Kepala Kanwil DJP atas nama Menteri Keuangan dengan mempertimbangkan pendapat Pemda setempat. yaitu harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. NJOP ditetapkan setiap tiga tahun oleh Menteri Keuangan. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak yang berdasarkan pada hasil produksi objek pajak tersebut. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh objek tersebut pada saat penilaian dilakukan. yaitu pengelompokan bumi dan bangunan 2 3 4 5 . Bilamana tidak terdapat transaksi jual beli. Berapa besarnya NJOPTKP ? NJOPTKP ditetapkan secara regional (setiap kabupaten/kota) paling banyak sebesar Rp12. kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai perkembangan daerahnya. Bagaimana perlakuan pemberian NJOPTKP kepada Wajib Pajak yang memiliki lebih dari satu Objek PBB ? NJOPTKP diberikan hanya sekali untuk Objek PBB yang nilainya paling tinggi untuk satu tahun pajak. · Nilai perolehan baru. Bagaimana cara untuk memudahkan penghitungan PBB terutang ? Cara untuk memudahkan penghitungan PBB terutang adalah dengan membuat klasifikasi bumi dan bangunan.

000. 3. perhutanan. 4. 4. peruntukan.. · Objek PBB lainnya : 1) sebesar 40 % dari NJOP apabila NJOP bernilai Rp1. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bumi adalah : 1.000. bahan yang digunakan.(satu milyar rupiah ) atau lebih. Bagaimana cara menghitung PBB terutang ? Penghitungan PBB adalah sebagai berikut : NJOP sebagai dasar pengenaan PBB = Jumlah NJOP bumi dan bangunan NJOP untuk penghitungan PBB = NJOP sebagai dasar pengenaan PBB dikurangi dengan NJOPTKP NJKP = (20% atau 40%)* x NJOP untuk penghitungan PBB PBB yang terutang = 0. letak. letak. Klasifikasi dimaksud sekaligus sebagai pedoman penentuan NJOP... 2) sebesar 20 % dari NJOP apabila NJOP bernilai kurang dari Rp1.91 - menurut nilai jualnya.000. rekayasa. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bangunan adalah : 1. 7. NJKP ditetapkan serendah-rendahnya 20% (dua puluh persen) dan setinggi-tingginya 100% (seratus persen) dari NJOP.(satu milyar rupiah ).000.5% x NJKP 2 NJOP bumi = luas bumi x NJOP bumi per m NJOP bangunan = luas bangunan x NJOP bangunan per m2 *) Besarnya ditentukan berdasarkan jumlah NJOP bumi dan bangunan dan sektor.000. kondisi lingkungan dan lain-lain. dan pertambangan sebesar 40 % dari NJOP. 2. .000. Berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 2002: · Objek PBB perkebunan. 6 Apakah dasar penghitungan PBB ? Dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak (assessment value = NJKP) yaitu suatu persentase tertentu dari NJOP yang dipergunakan sebagai dasar penghitungan PBB. pemanfaatan. 2. kondisi lingkungan dan lain-lain. 3.

untuk daerah Jakarta. Sanksi Administrasi . Yang dimaksud dengan jelas. b. DAN TEMPAT YANG MENENTUKAN PBB TERUTANG (250304 ) 1. di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. benar. Apa sanksi yang dapat dikenakan apabila Wajib Pajak tidak mengembalikan SPOP atau mengisi SPOP secara jelas. dan lengkap ? a. berarti data yang dilaporkan harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. dan lengkap serta ditandatangani dan disampaikan ke KPPBB/KP4/tempat lain yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi letak objek PBB. sehingga tidak menimbulkan salah tafsir yang dapat merugikan negara maupun Wajib Pajak sendiri. yang meliputi letak objek PBB.. benar. dan lengkap adalah: · Jelas. SPOP adalah sarana bagi Wajib Pajak untuk mendaftarkan Objek PBB yang akan dipakai sebagai dasar untuk menghitung PBB yang terutang. F. untuk daerah lainnya. · Benar. benar. · Lengkap berarti seluruh bagian yang harus diisi oleh Wajib Pajak terisi semua dan ditandatangani. Apa kewajiban subjek PBB dalam rangka pendaftaran Objek PBB ? Mendaftarkan objek PBB-nya dengan mengisi SPOP secara jelas. Dimana tempat PBB terutang? Tempat PBB terutang adalah : a. 2. berarti penulisan data yang diminta dalam SPOP dibuat sedemikian rupa. SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK (SPOP).92 - E. TAHUN PAJAK. PENDAFTARAN. SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK TERUTANG (SPPT). selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya SPOP oleh subjek PBB. Kapan saat PBB terutang? Saat PBB terutang adalah keadaan objek PBB pada tanggal 1 Januari untuk suatu tahun pajak tertentu (jangka waktu satu tahun takwim) 2. SAAT. Pelaksanaan dan tata cara pendaftaran objek pajak sebagaimana diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan. di wilayah Kabupaten/Kota. yang meliputi letak objek PBB. DAN SURAT KETETAPAN PAJAK (SKP) (250304 ) 1.

Barang siapa karena dengan sengaja : 1). Apa hak Wajib Pajak atas SPPT ? - . 5). 2). dipidana dengan pidana kurungan selamalamanya 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya 2 (dua) kali lipat pajak yang terutang. Menyampaikan SPOP tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan atau melampirkan keterangan yang tidak benar. . 3). maka akan diterbitkan SKP dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 25% dari selisih besarnya PBB yang terutang. Tidak memperlihatkan data atau tidak meminjamkan surat atau dokumen lainnya.Apabila pengisian SPOP setelah diteliti atau diperiksa ternyata tidak benar (lebih kecil). dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 2 (dua) tahun atau denda setinggi-tingginya sebesar 5 (lima) kali pajak yang terutang. Sanksi pidana tersebut dilipatkan dua apabila seseorang melakukan lagi tindak pidana di bidang perpajakan sebelum lewat satu tahun. b. sehingga menimbulkan kerugian pada negara. maka akan diterbitkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 25% dari PBB yang terutang. SPPT diterbitkan berdasarkan data sebagaimana tertulis pada SPOP..93 - Dalam hal WP tidak menyampaikan kembali SPOP pada waktunya dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam surat teguran. 4). Memperlihatkan surat palsu atau dipalsukan atau dokumen yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. 4. 3. Tidak menunjukkan data atau tidak menyampaikan keterangan yang diperlukan. terhitung sejak selesainya menjalani sebagian atau seluruh pidana penjara yang dijatuhkan atau sejak dibayarnya denda.Barang siapa karena kealpaannya tidak mengembalikan SPOP atau mengembalikan SPOP tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan/ atau melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga menimbulkan kerugian bagi negara. Apakah yang dimaksud dengan SPPT ? SPPT adalah Surat Keputusan Kepala KPPBB mengenai besarnya PBB terutang yang harus dibayar oleh Wajib Pajak pada 1 (satu) tahun pajak tertentu. . Sanksi Pidana . Tidak mengembalikan atau menyampaikan SPOP kepada Direktorat Jenderal Pajak.

Apakah yang dimaksud dengan SKP PBB? SKP PBB adalah Surat Keputusan Kepala KPPBB yang memberitahukan besarnya PBB yang terutang termasuk denda administrasi kepada Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajiban perpajakan sebagaimana mestinya. Apa kewajiban Wajib Pajak atas SPPT ? · Menandatangani bukti tanda terima SPPT dan menyampaikannya kembali kepada Lurah/Kepala Desa/Dinas Pendapatan Daerah/KP4 untuk diteruskan ke KPPBB yang menerbitkan SPPT atau menyampaikannya ke KPPBB.94 - · · · · Menerima SPPT PBB setiap tahun pajak. Mengajukan keberatan dan atau pengurangan. Apa yang menyebabkan SKP PBB diterbitkan ? SKP diterbitkan apabila : · Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) tidak disampaikan kembali dalam jangka waktu 30 hari dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam surat teguran.. 8. 7. · Jumlah PBB yang terutang dalam SKP yang disebabkan oleh hasill pemeriksaan atau keterangan lainnya. G. Kapan batas waktu pelunasan utang PBB ? . TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENAGIHAN (250304 ) 1. · Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain yang ada ternyata jumlah PBB yang terutang lebih besar dari jumlah PBB yang dihitung berdasarkan SPOP yang disampaikan oleh WP. 5. Berapakah besarnya PBB terutang dalam SKP PBB? · Jumlah PBB yang terutang dalam SKP yang disebabkan oleh pengembalian SPOP lewat 30 hari setelah diterima WP adalah sebesar pokok pajak ditambah dengan denda administrasi sebesar 25% dihitung dari pokok pajak. Mendapatkan penjelasan segala sesuatu yang berhubungan dengan ketetapan PBB. dihitung berdasarkan SPOP ditambah denda administrasi 25% dari selisih PBB yang terutang. · Membayar/melunasi PBB terutang pada tempat yang telah ditentukan. 6. Mendapatkan Surat Tanda Terima Setoran (STTS) atau Bukti Pelunasan Pembayaran PBB dari Tempat Pembayaran (TP yaitu Bank/Kantor Pos yang tercantum pada SPPT atau ATM) atau Tanda Terima Sementara (TTS) dari petugas pemungut PBB Kelurahan/Desa yang ditunjuk resmi dengan SK Walikota/Bupati.

6. · Wajib pajak melunasi PBB terutang setelah lewat jatuh tempo pembayaran SPPT/SKP.Petugas pemungut PBB Kelurahan/Desa yang ditunjuk resmi dengan SK Walikota/Bupati. STP harus dilunasi selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya STP oleh Wajib Pajak. Wajib Pajak harus melunasi utang PBBnya selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya SKP. Bagaimana cara membayar PBB ? Wajib pajak membayar PBB terutang melalui : . SKP. yang dihitung dari saat jatuh tempo sampai dengan hari pembayaran untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.. Berdasarkan SKP yang diterima. tetapi denda administrasi tidak dilunasi. 5. Dalam hal bagaimana STP PBB diterbitkan ? · Wajib pajak tidak melunasi PBB terutang setelah lewat jatuh tempo pembayaran SPPT/SKP. Apakah dasar penagihan PBB ? Dasar penagihan PBB adalah SPPT. Berapa denda yang dikenakan kepada Wajib Pajak yang belum melunasi utang PBB-nya setelah lewat jatuh tempo ? PBB terutang yang pada saat jatuh tempo pembayaran tidak dibayar atau kurang dibayar dikenakan denda administrasi sebesar 2% (dua persen) sebulan.Counter/teller bank-bank tertentu (Bank Nusantara Parahyangan) atau . Apakah upaya yang dapat dilakukan apabila STP PBB telah lewat jatuh tempo dan tidak dilunasi ? . Wajib Pajak harus melunasi utang PBBnya selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT.ATM bank-bank tertentu (BCA. 7. dan Surat Tagihan Pajak (STP). Apa saja yang dapat ditagih dengan STP PBB? Pokok pajak terutang yang belum atau kurang dibayar dan atau denda administrasi. 3.95 - · · Berdasarkan SPPT yang diterima. BII) atau .Bank atau Kantor Pos yang tercantum pada SPPT atau . Catatan : Pembayaran harus dilakukan sekaligus (tidak diperkenankan mencicil). 2. 4.

· Diajukan per Objek PBB dan per tahun pajak. · Kesalahan penetapan/pengenaan. 2. Direktur Jenderal Pajak wajib memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan PBB. dan/atau o SPPT/SKP. · Terdapat perbedaan penafsiran peraturan perundang-undangan PBB antara Wajib Pajak dan fiskus. · Menyampaikan permohonan secara lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak diterimanya SPPT atau SKP. · Kesalahan Penetapan Subjek Pajak. . · Kesalahan klasifikasi bumi dan atau bangunan. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. Bagaimana tata cara permohonan keberatan PBB ? · Membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB disertai dengan alasan yang jelas. dan/atau o Akta Jual Beli. Ø Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tersebut bagi kepentingan Wajib Pajak.96 - Apabila STP PBB tidak dibayar setelah lewat jatuh tempo ditagih dengan Surat Paksa (SP) berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa setelah terakhir diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2000. dan/atau o Bukti pendukung (resmi) lainnya. Keberatan dimaksud dapat dikarenakan : · Kesalahan luas bumi dan atau bangunan. KEBERATAN DAN BANDING (250304 ) 1. · Melampirkan foto kopi sebagai berikut : o Bukti pemilikan hak atas tanah/sertifikat. H.. Apa saja yang dapat diajukan permohonan keberatan PBB ? Yang dapat diajukan keberatan PBB adalah besarnya PBB terutang sebagaimana tercantum dalam SPPT atau SKP. dan/atau o Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Keberatan atas SPPT atau SKP harus diajukan masing-masing dalam satu surat keberatan tersendiri untuk setiap tahun pajak. Ø Apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan. dan/atau o Bukti Surat Ukur/Rincik.

Apa bentuk putusan Banding ? Putusan Banding dapat berupa : . dapat 5. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti kebenarannya. . Ketentuan banding PBB mengikuti ketentuan dalam UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang KUP stdtd UU Nomor 16 Tahun 2000. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya. 4. Wajib Pajak menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis. harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan.97 - Ø Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar PBB dan pelaksanaan penagihan. 6. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti kebenarannya. 3. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan. Apa yang dapat disampaikan oleh Wajib Pajak sebelum keputusan keberatan diterbitkan ? Sebelum surat keputusan keberatan diterbitkan. 7. maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima.menolak.. · menolak. Apa bentuk keputusan keberatan ? Keputusan Keberatan dapat berupa : · menerima seluruhnya. · menambah jumlah pajaknya. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika permohonan keberatannya ditolak ? Wajib pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke Badan Pengadilan Pajak (BPP). Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan. mengakibatkan peningkatan jumlah PBB-nya. Berapa lama jangka waktu penyelesaian permohonan keberatan PBB ? Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Permohonan Keberatan diterima. · menerima sebagian.

I.2% (enambelas koma dua persen) untuk propinsi. dan Ditjen Pajak) J. Kepada siapa pengurangan PBB dapat diberikan ? Pengurangan PBB yaitu pemberian keringanan pembayaran PBB yang terutang atas Objek PBB dapat diberikan kepada : · Wajib pajak orang pribadi atau badan karena kondisi tertentu Objek PBB yang ada hubungannya dengan Subjek PBB dan atau karena sebab-sebab tertentu lainnya. · 9% (sembilan persen) untuk biaya pungut (diberikan kepada kabupaten/kota.98 - mengabulkan sebagian atau seluruhnya. tidak dapat diterima. PENGURANGAN (250304 ) 1. Bagaimana jika Putusan Banding menerima sebagian atau seluruhnya ? Apabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya. Bagaimana pengelolaan hasil penerimaan PBB ? Hasil penerimaan PBB dibagi dengan perimbangan sebagai berikut : · 10% (duapuluh persen) untuk pemerintah pusat (6. menambah pajak yang harus dibayar. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran PBB sampai dengan diterbitkannya Putusan Banding. 9. propinsi. Bagaimana sifat Putusan Banding ? Putusan Banding oleh BPP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. · 16. PEMBAGIAN HASIL PENERIMAAN PBB (250304 ) 1.. · 64.5% diberikan kepada kabupaten/kota yang mencapai target penerimaan sektor pedesaan dan perkotaan).5% dikembalikan lagi secara merata ke setiap kabupaten/kota dan 3. yaitu : o lahan pertanian/perkebunan/perikanan/peternakan yang hasilnya sangat terbatas yang dimiliki/dikuasai atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi. o Objek PBB yang dimiliki.8% (enampuluh empat koma delapan persen) untuk kabupaten/kota. dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang berpenghasilan rendah yang nilai jualnya . 8.

. 2). kekeringan. o Objek PBB yang dimiliki. atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Badan yang mengalami kerugian dan kesulitan likuiditas yang serius sepanjang tahun. dan hama tanaman. Untuk kondisi Wajib Pajak ini dapat diberikan pengurangan sampai dengan 100% (seratus persen). dikuasai. sehingga kewajiban PBB-nya sulit dipenuhi. Pemberian pengurangan dapat diberikan setinggi-tingginya 75% (tujuh puluh lima persen) dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib Pajak. Wajib Pajak Orang Pribadi dalam hal objek PBB terkena bencana alam seperti gempa bumi. 3).000. fotokopi STTS tahun pajak terakhir. gunung meletus. fotokopi KTP/SIM/Tanda Pengenal Diri lainnya. dikuasai. o Untuk ketetapan PBB di atas Rp100.(seratus ribu rupiah) dapat diajukan secara perseorangan atau kolektif (melalui Kepala Desa/Lurah dan diketahui oleh Camat).(seratus ribu rupiah) harus diajukan oleh WP yang bersangkutan dengan melampirkan : 1). . akan tetapi bagi janda/dudanya telah menikah lagi diberikan setinggi-tingginya 75% (tujuh puluh lima persen) dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib Pajak. · Pengajuan permohonan dilakukan dengan ketentuan : o Untuk ketetapan PBB s/d Rp100. Wajib Pajak anggota veteran pejuang kemerdekaan dan veteran pembela kemerdekaan termasuk janda/dudanya. banjir. wabah penyakit.. o Objek Pajak yang dimiliki. sehingga tidak dapat memenuhi kewajiban rutin perusahaan.99 - · · meningkat disebabkan karena adanya pembangunan atau perkembangan lingkungan. o Objek PBB yang dimiliki. dan sebagainya serta sebab-sebab lain yang luar biasa seperti kebakaran. fotokopi SPPT/SKP PBB Tahun Pajak yang dimohonkan. dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang penghasilannya semata-mata berasal dari pensiun. 2. Bagaimana tata cara pengajuan permohonan pengurangan PBB ? · Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB yang menerbitkan SPPT/SKP dengan menyebutkan persentase pengurangan yang diminta. dan atau dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Pemberian pengurangan ditetapkan 75% (tujuh puluh lima persen). sehingga kewajiban PBB-nya sulit dipenuhi..000. tanah longsor.

2). SPPT/SKP PBB tahun yang dimohonkan. · Dalam hal Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki. 2. disertai penjelasan seperlunya. Laporan Keuangan Perusahaan. dikuasai. dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak. o Untuk Objek Pajak yang terkena bencana alam. K. menguasai dan atau memanfaatkan lebih dari 1 (satu) objek PBB maka objek yang dapat diajukan permohonan pengurangan adalah objek PBB yang menjadi tempat domisili Wajib Pajak. dikuasai dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak. melampirkan fotokopi : 1). 4). Apakah penyebab terjadinya kelebihan pembayaran PBB ? . Apabila batas waktu pengajuan tersebut tidak dipenuhi. · Dalam hal Wajib Pajak yang memiliki. o 3. menguasai dan atau memanfaatkan lebih dari 1 (satu) objek PBB adalah Wajib Pajak Badan. hama tanaman dan sebab lain yang luar biasa dan bersifat massal diajukan oleh Kepala Desa/Lurah dengan diketahui oleh Camat dengan mencantumkan namanama Wajib Pajak yang dimohonkan pengurangannya dengan mempergunakan formulir yang telah ditentukan.. dan Kepala KPPBB yang bersangkutan harus memberitahukan secara tertulis kepada WP/Kepala Desa/Lurah.100 - · · · Untuk WP Badan. Apa kriteria pengajuan permohonan pengurangan PBB ? · Pengurangan PBB untuk masing-masing kabupaten/kota hanya diberikan untuk 1 (satu) objek PBB yang dimiliki. PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PBB (250304 ) 1. maka permohonannya tidak diproses. SPT PPh tahun terakhir. Pengurangan atas SKP hanya dapat diberikan atas pokok ketetapan PBB terutang. fotokopi STTS tahun pajak terakhir. Permohonan diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung sejak SPPT/SKP diterima Wajib Pajak atau terjadinya bencana alam atau sebabsebab lain yang luar biasa. 3). maka objek yang dapat diajukan permohonan pengurangan adalah salah satu objek pajak yang dimiliki. Dalam hal apa terjadi kelebihan pembayaran PBB ? Kelebihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terjadi dalam hal pembayaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak (WP) lebih besar dari jumlah PBB yang seharusnya terutang.

· Surat permohonan disampaikan langsung atau dikirim melalui pos tercatat.Asli Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB. .. · Surat Pemberitaan (SPb). apabila jumlah PBB yang dibayar sama dengan jumlah PBB yang seharusnya terutang. Putusan Banding. 3. 4. Kekeliruan pembayaran. Surat Keputusan Pemberian Pengurangan. . Bagaimanakah perlakuan atas kelebihan pembayaran PBB ? Kelebihan Pembayaran PBB dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak (restitusi). apabila jumlah PBB yang dibayar ternyata lebih besar dari yang seharusnya terutang. atau disumbangkan kepada Negara. Bagaimana tata cata pengajuan permohonan atas kelebihan pembayaran PBB ? · WP mengajukan permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan menyebutkan jumlah kelebihan pembayaran disertai alasan yang jelas kepada Direktur Jenderal Pajak c. 6. · Surat permohonan dilampiri dengan dokumen yang berkaitan dengan Objek Pajak yang dimohonkan berupa: .q. Apakah bentuk Surat Keputusan yang dapat diterbitkan atas pengembalian kelebihan pembayaran PBB ? Kepala KPPBB atas nama Direktur Jenderal Pajak menerbitkan : · Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak PBB (SKKPP PBB). Kepala KPPBB yang menerbitkan SPPT/SKP/STP. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama KPPBB harus memberikan jawaban atas surat permohonan dari Wajib Pajak ? Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dari Wajib Pajak. 5. Surat Keputusan Penyelesaian Keberatan. apabila jumlah PBB yang dibayar ternyata kurang dari jumlah PBB yang seharusnya terutang. Apabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan.101 - · · · · · Perubahahan peraturan.fotokopi SPPT/SKP/STP dan Surat Keputusan Keberatan/Banding dan/atau Surat Keputusan pemberian pengurangan. · Surat Ketetapan Pajak (SKP). diperhitungkan dengan utang pajak lainnya.

102 - 7. Dalam hal KPPBB terlambat menerbitkan SPMKPPBB. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama Kepala KPPBB harus menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak PBB (SPMKPPBB)? Kepala KPPBB harus menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak PBB (SPMKPPBB) dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKKPPPBB. dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Pejabat Balai Harta Peninggalan. · memberikan keterangan yang diperlukan atas permintaan Direktorat Jenderal Pajak. 2. Selain Pejabat dimaksud siapakah yang mempunyai kewajiban untuk memberikan keterangan yang ada hubungannya dengan objek PBB ? Pejabat lain yang ada hubungannya dengan objek PBB yang mempunyai kewajiban memberikan keterangan adalah Lurah atau Kepala Desa. Pejabat Dinas Tata Kota. kewajiban untuk merahasiakan itu ditiadakan sepanjang menyangkut pelaksanaan Undang-undang PBB. LAIN-LAIN (250304 ) 1. Pejabat Dinas Pengawasan Bangunan. L. wajib : · menyampaikan laporan bulanan mengenai semua mutasi dan perubahan keadaan objek PBB secara tertulis kepada Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi letak objek PBB. . Siapakah yang dimaksud Pejabat yang berkaitan dengan Objek PBB ? Pejabat yang tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan objek PBB adalah : Camat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah. Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah.. 3. maka WP diberikan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan sampai dengan diterbitkannya SPMKPPBB. Pejabat Agraria. Bagaimana seandainya pejabat dimaksud terikat dengan rahasia jabatan yang harus dipegang sehubungan dengan penyampaian keterangan yang ada hubungannya dengan objek PBB ? Dalam hal pejabat dimaksud terikat oleh kewajiban untuk memegang rahasia jabatan. Apa kewajiban Pejabat ? Pejabat yang dalam jabatannya atau tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan objek pajak. 4.

103 - 5. SUBJEK PAJAK (250304 ) 1. Pemindahan hak karena: 1. Apa sanksi bagi Pejabat yang tidak menyampaikan laporan ? Pejabat yang tidak memenuhi kewajiban dapat dikenakan sanksi menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. B. yang berlaku setelah pemberi hibah wasiat meninggal dunia.. yaitu penetapan pemenang lelang oleh Pejabat Lelang sebagaimana yang tercantum dalam Risalah Lelang. hibah. 2. BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN A. 9. yaitu adanya peralihan hak dari orang pribadi atau badan hukum . 4. pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap. tukar-menukar. 8. Subjek BPHTB yang dikenakan kewajiban membayar BPHTB menurut perundang-undangan perpajakan yang menjadi Wajib Pajak. 5. 6. antara lain : Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. yaitu pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan dari orang pribadi atau badan kepada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya sebagai penyertaan modal pada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya tersebut. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya. yaitu suatu penetapan wasiat yang khusus mengenai pemberian hak atas tanah dan atau bangunan kepada orang pribadi atau badan hukum tertentu. yaitu pemindahan sebagian hak bersama atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan kepada sesama pemegang hak bersama. jual beli. 7. OBJEK PAJAK (250304 ) 1. Staatsblad Nomor 3 tentang Peraturan Jabatan Notaris. penunjukan pembeli dalam lelang. 3. waris. meliputi: a. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan. Apa yang menjadi objek BPHTB ? Objek BPHTB adalah perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. hibah wasiat. Siapa Subjek BPHTB ? Subjek BPHTB adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan.

hak milik. Apa saja yang termasuk hak atas tanah ? Hak atas tanah meliputi : a. 13.104 - 10. b. b. terkuat. kelanjutan pelepasan hak. hak guna usaha (HGU). o Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan adalah perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan. penggabungan usaha. 12. . yaitu penggabungan dari dua atau lebih badan usaha dengan cara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badan-badan usaha yang bergabung tersebut. peleburan usaha. hadiah. o Objek pajak yang diperoleh karena waris dan hibah wasiat pengenaan BPHTB-nya diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 111 Tahun 2000. pemekaran usaha. 11. yaitu pemberian hak baru kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atas tanah yang berasal dari pelepasan hak. dan terpenuh yang dapat dipunyai orang pribadi atau badan-badan hukum tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah. di luar pelepasan hak. yaitu pemisahan suatu badan usaha menjadi dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan sebagian aktiva dan pasiva kepada badan usaha baru tersebut yang dilakukan tanpa melikuidasi badan usaha yang lama. yaitu pemberian hak baru atas tanah kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atau dari pemegang hak milik menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.. yaitu suatu perbuatan hukum berupa penyerahan hak atas tanah dan atau bangunan yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan hukum kepada penerima hadiah. yaitu hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara dalam jangka waktu sebagaimana yang ditentukan oleh perundang-undangan yang berlaku. sebagai salah satu pihak kepada pihak yang ditentukan dalam putusan hakim tersebut. Pemberian hak baru karena: 1. 2. yaitu penggabungan dari dua badan usaha atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu badan usaha dan melikuidasi badan usaha lainnya yang menggabung. yaitu hak turun-temurun. o Objek pajak yang diperoleh karena pemberian hak pengelolaan pengenaan BPHTB-nya diatur lebih lanjut dengan PP Nomor 112 Tahun 2000. 2.

3. · objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena konversi hak atau karena perbuatan hukum lain dengan tidak adanya perubahan nama.. f. antara lain. hak pakai.105 - c. Hak milik atas satuan rumah susun meliputi juga hak atas bagian bersama. konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. dan tanah bersama yang semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan satuan yang bersangkutan. · objek pajak yang diperoleh Negara untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum. hak pengelolaan. hak guna bangunan (HGB). e. penyerahan bagian-bagian dari tanah tersebut kepada pihak ketiga dan atau bekerja sama dengan pihak ketiga. yaitu hak milik atas satuan yang bersifat perseorangan dan terpisah. yaitu hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria. hak milik atas satuan rumah susun. segala sesuatu sepanjang tidak bertentangan dengan jiwa dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. yaitu hak menguasai dari Negara yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegang haknya. benda bersama. berupa perencanaan peruntukan dan penggunaan tanah. · objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena wakaf. Objek pajak apa saja yang tidak dikenakan BPHTB ? · objek pajak yang diperoleh perwakilan diplomatik. yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah. penggunaan tanah untuk keperluan pelaksanaan tugasnya. · objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan yang digunakan untuk kepentingan ibadah. d. · objek pajak yang diperoleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri dengan syarat tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan lain di luar fungsi dan tugas badan atau perwakilan organisasi tersebut. o Yang dimaksud dengan tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum adalah tanah dan atau bangunan yang digunakan . yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya. yaitu hak untuk menggunakan dan atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain.

Apakah dasar pengenaan BPHTB ? Dasar pengenaan BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP). b. l. jual beli adalah harga transaksi. k.106 - untuk penyelenggaraan pemerintahan baik Pemerintah Pusat maupun oleh Pemerintah Daerah dan kegiatan yang semata-mata tidak ditujukan untuk mencari keuntungan. penggabungan usaha adalah nilai pasar. DASAR PENGENAAN DAN CARA PENGHITUNGAN PAJAK (250304 ) 1. D. Berapa besarnya tarif BPHTB ? Tarif BPHTB adalah 5% (lima persen). hadiah adalah nilai pasar. o Yang dimaksud dengan konversi hak adalah perubahan hak dari hak lama menjadi hak baru menurut Undang-undang Pokok Agraria. peleburan usaha adalah nilai pasar. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah nilai pasar. tukar-menukar adalah nilai pasar. pemekaran usaha adalah nilai pasar. termasuk pengakuan hak oleh Pemerintah. g. tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk instansi pemerintah. m. o Yang dimaksud wakaf adalah perbuatan hukum orang pribadi atau badan yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa hak milik tanah dan atau bangunan dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau kepentingan umum lainnya tanpa imbalan apapun. peralihan hak karena pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap adalah nilai pasar. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah nilai pasar. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah nilai pasar. . misalnya. rumah sakit pemerintah. e. penunjukan pembeli dalam lelang adalah harga transaksi yang tercantum dalam Risalah Lelang. TARIF PAJAK (250304 ) 1. j. n. h. d. f. hibah adalah nilai pasar. C.. c. i. yaitu a. hibah wasiat adalah nilai pasar. jalan umum. waris adalah nilai pasar. pemberian hak baru atas tanah di luar pelepasan hak adalah nilai pasar. o.

c. · NPOP Kena Pajak = NPOP – NPOPTKP. 3. 2. yaitu tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta pemindahan hak di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah/Notaris..000. .00 (enam puluh juta rupiah). o Ketentuan besarnya NPOPTKP diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 113 Tahun 2000. NPOPTKP diberikan untuk setiap perolehan hak sebagai pengurang penghitungan BPHTB terutang. o Dalam hal NJOP PBB pada tahun terjadinya perolehan belum ditetapkan. Berapa besarnya NPOPTKP ? NPOPTKP ditetapkan secara regional (setiap kabupaten/kota) paling banyak Rp. besarnya NJOP PBB ditetapkan oleh Menteri Keuangan. SAAT DAN TEMPAT PAJAK TERUTANG (250304 ) 1. jual beli adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. hibah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. tukar-menukar adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. Bagaimana cara menghitung BPHTB terutang ? · BPHTB terutang = 5% x NPOP Kena Pajak.000. E.000. 60. atau hibah wasiat yang diterima oleh orang pribadi dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau satu derajat ke bawah dengan pemberi hibah wasiat. kecuali dalam hal perolehan hak karena waris. NPOPTKP regional paling banyak Rp.(tiga ratus juta rupiah). 300. 4..000. dasar pengenaan BPHTB yang dipakai adalah NJOP PBB.107 - Dalam hal NPOP tidak diketahui atau lebih rendah daripada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB pada tahun terjadinya perolehan. termasuk suami/istri. o Besarnya NPOPTKP ditetapkan oleh Kepala Kanwil DJP atas nama Menteri Keuangan untuk setiap kabupaten/kota dengan mempertimbangkan pendapat Pemda setempat. o Yang dimaksud dengan harga transaksi adalah harga yang terjadi dan telah disepakati oleh pihak-pihak yang bersangkutan. b. Kapan saat BPHTB terutang dan harus dilunasi ? Saat terutang dan pelunasan BPHTB untuk: a. Apa yang boleh dikurangkan dalam penghitungan BPHTB ? Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP).

atau Propinsi yang meliputi letak tanah dan atau bangunan. n. PENETAPAN. Sistem apakah yang dipakai sebagai dasar pemungutan BPHTB ? Sistem self assessment. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. j. Dimana tempat BPHTB terutang? Tempat BPHTB terutang adalah wilayah Kabupaten. penggabungan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. PEMBAYARAN. h. Bagaimana cara membayar BPHTB ? BPHTB yang terutang dibayar ke kas negara melalui Bank/Kantor Pos Persepsi BPHTB. F. pemberian hak baru di luar pelepasan hak adalah sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak. 2. dimana Wajib Pajak membayar BPHTB yang terutang dengan tidak mendasarkan pada adanya surat ketetapan pajak. l. i. e. peleburan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. putusan hakim adalah sejak tanggal putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. hadiah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta.. DAN PENAGIHAN (250304 ) 1.108 - d. yaitu tanggal ditandatanganinya Risalah Lelang oleh Kepala Kantor Lelang Negara atau kantor lelang lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang memuat antara lain nama pemenang lelang. k. pemekaran usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta. waris adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan haknya ke Kantor Pertanahan. Kota. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak. m. hibah wasiat adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan haknya ke Kantor Pertanahan. o. 2. g. f. yaitu Kantor Pos dan atau Bank Badan Usaha Milik Negara atau Bank Badan Usaha Milik Daerah atau tempat pembayaran lain yang ditunjuk oleh . pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. lelang adalah sejak tanggal penunjukan pemenang lelang.

Bilamana STB diterbitkan ? Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (STB) diterbitkan apabila : a. BPHTB yang terutang tidak atau kurang dibayar. kecuali Wajib Pajak melaporkan sendiri sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan. 3. Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga. 6. 8. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam SKBKBT ? BPHTB terutang dalam SKBKBT adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut. Dalam waktu berapa lama SKBKBT dapat diterbitkan ? Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya BPHTB..109 - Menteri Keuangan menggunakan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB). Berapa besarnya BPHTB terutang dalam SKBKB ? BPHTB terutang dalam SKBKB adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga 2% (dua persen) sebulan dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam STB ? BPHTB terutang dalam STB akibat tidak atau kurang dibayar dan akibat salah tulis dan atau hitung adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar . Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB) apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain ternyata jumlah BPHTB yang terutang kurang dibayar. Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT) apabila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum terungkap yang menyebabkan penambahan jumlah BPHTB yang terutang setelah diterbitkannya SKBKB. 7. dihitung mulai saat terutangnya BPHTB sampai dengan diterbitkannya SKBKB dimaksud. c. Dalam waktu berapa lama SKBKB dapat diterbitkan ? Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya BPHTB. dari hasil pemeriksaan SSB terdapat kekurangan pembayaran BPHTB sebagai akibat salah tulis dan atau salah hitung. 4. b. 5.

yaitu surat ketetapan yang menentukan tambahan atas jumlah BPHTB yang telah ditetapkan. BANDING. b. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. DAN PENGURANGAN (250304 ) 1.. besarnya sanksi administrasi. dapat ditagih dengan Surat Paksa. Apakah dasar penagihan BPHTB ? · Dasar penagihan BPHTB adalah SKBKB. Bagaimana kedudukan STB dalam proses penagihan BPHTB ? STB mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan surat ketetapan pajak sehingga penagihannya dapat dilanjutkan dengan penerbitan Surat Paksa. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. 9. dan jumlah yang masih harus dibayar. Surat Keputusan Keberatan. Surat Keputusan Keberatan. Apa saja yang dapat diajukan permohonan keberatan BPHTB ? Yang dapat diajukan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak adalah: a. SKBKBT. SKBKB. SKBKBT. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. Surat Keputusan Keberatan. 10.110 - ditambah sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan sejak saat terutangnya BPHTB. · Apabila sampai dengan jangka waktu 1 (satu) bulan sebagaimana dimaksud tidak atau kurang dibayar. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterima oleh Wajib Pajak. Berapa lama jangka waktu pelunasan SKBKB. SKBKBT. . yaitu surat perintah membayar pajak dan tagihan yang berkaitan dengan pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang mempunyai kekuatan sama dengan putusan pengadilan (parate executie). KEBERATAN. jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak. G. SKBKBT. yaitu surat ketetapan yang menentukan besarnya jumlah BPHTB terutang. 11. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah. · Tata cara penagihan BPHTB diatur lebih lanjut dengan Keputusan Menteri Keuangan. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah? · BPHTB terutang dalam SKBKB.

Berapa lama jangka waktu penyelesaian permohonan keberatan BPHTB ? Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Permohonan Keberatan diterima. .111 - c. SKBLB. atau SKBN. d. harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah BPHTB yang terutang sama besarnya dengan jumlah BPHTB yang dibayar. yaitu didukung dengan data atau bukti bahwa jumlah BPHTB yang terutang atau lebih bayar yang ditetapkan oleh fiskus tidak benar. 2. SKBN. yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran BPHTB karena jumlah BPHTB yang telah dibayar lebih besar daripada BPHTB yang seharusnya terutang. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. SKBKBT.. Ø Apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan. SKBLB. · Menyampaikan permohonan secara lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak diterimanya SKBKB. Direktur Jenderal Pajak wajib memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan BPHTB. Ø Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tersebut bagi kepentingan Wajib Pajak. · Melampirkan foto kopi sebagai berikut : o Fotocopy SSB o Asli SKBKB/SKBKBT/SKBLB/SKBN o Fotocopy Akta/Risalah Lelang/Surat Keputusan Pemberian Hak Baru/Putusan Hakim o Fotocopy KTP/ Paspor / KK /identitas lain Ø Permohonan keberatan yang tidak memenuhi persyaratan tidak dianggap sebagai Surat Keberatan sehingga tidak dipertimbangkan. Ø Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar BPHTB dan pelaksanaan penagihan. Bagaimana tata cara permohonan keberatan BPHTB ? · Membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB dengan mengemukakan jumlah BPHTB yang terutang menurut penghitungan Wajib Pajak disertai dengan alasan yang jelas. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan. maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima. 3.

· menambah jumlah pajaknya. . 8. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti kebenarannya.menolak. Apa yang dapat disampaikan oleh Wajib Pajak sebelum keputusan keberatan BPHTB diterbitkan ? Sebelum surat keputusan keberatan diterbitkan. . Wajib Pajak menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis. · menerima sebagian. Bagaimana sifat Putusan Banding ? Putusan Banding oleh BPP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. . dapat 5. 9.menambah pajak yang harus dibayar. Bagaimana jika Putusan Banding menerima sebagian atau seluruhnya ? . apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti kebenarannya. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan.112 - 4. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika permohonan keberatannya ditolak ? · Wajib Pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke Badan Pengadilan Pajak (BPP). · menolak.mengabulkan sebagian atau seluruhnya. Apa bentuk putusan Banding ? Putusan Banding dapat berupa : . apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya. 7. · Permohonan dimaksud diatur lebih lanjut dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak. 6.tidak dapat diterima. Apa bentuk keputusan keberatan ? Keputusan Keberatan dapat berupa: · menerima seluruhnya.. mengakibatkan peningkatan jumlah BPHTB-nya.

2. BPHTB yang dibayar tidak seharusnya terutang. . BPHTB yang dibayar lebih besar daripada yang seharusnya terutang. permohonan pengurangan dikabulkan.113 - Apabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya. atau disumbangkan kepada Negara. b. Kepada siapa pengurangan BPHTB dapat diberikan ? Pengurangan BPHTB dapat diberikan Wajib Pajak melalui permohonan karena: a.. tanah dan atau bangunan digunakan untuk kepentingan sosial atau pendidikan yang semata-mata tidak untuk mencari keuntungan. atau c. e. kondisi Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan sebab-sebab tertentu. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran BPHTB sampai dengan diterbitkannya Putusan Banding. H. permohonan banding terhadap keputusan keberatan dikabulkan seluruhnya atau sebagian. 10. Apabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan serta Kepala KPPBB harus menerbitkan SKBLB dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. 3. c. diperhitungkan dengan utang pajak lainnya. PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN (250304 ) 1. kondisi tertentu Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan Objek BPHTB. Bagaimanakah perlakuan atas kelebihan pembayaran BPHTB ? Kelebihan Pembayaran PBB dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak (restitusi). Dalam jangka waktu maksimal berapa lama KPPBB harus memberikan jawaban atas surat permohonan pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dimaksud ? Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dari Wajib Pajak. d. f. Dalam hal apa terjadi kelebihan pembayaran BPHTB ? Kelebihan pembayaran BPHTB terjadi dalam hal : a. atau b. perubahan peraturan. pengajuan keberatan atas ketetapan BPHTB dikabulkan seluruhnya atau sebagian.

Apakah bentuk Surat Keputusan yang dapat diterbitkan atas pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB ? Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan (sederhana dan lapangan) menerbitkan: · SKBLB. KETENTUAN BAGI PEJABAT (250304 ) 1. apabila jumlah BPHTB yang dibayar ternyata lebih besar daripada jumlah BPHTB yang terutang atau dilakukan pembayaran BPHTB yang tidak seharusnya terutang. Kapan Pejabat dapat menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan. menandatangani risalah lelang. Dalam hal Kepala KPPBB terlambat menerbitkan SPMKB. yaitu dengan diterbitkannya Surat Perintah Membayar Kelebihan BPHTB (SPMKB) oleh Kepala KPPBB..114 - 4. J. maka Wajib Pajak diberikan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan sampai dengan diterbitkannya SPMKB dimaksud.20% (duapuluh persen) untuk pemerintah pusat yang selanjutnya dikembalikan lagi secara merata ke setiap kabupaten/kota . apabila jumlah BPHTB yang dibayar sama dengan jumlah BPHTB yang terutang. .16% (enambelas persen) untuk propinsi. . Bagaimana pengelolaan hasil penerimaan BPHTB ? Hasil penerimaan BPHTB dibagi dengan perimbangan sebagai berikut : . mendaftar peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat ? · Pejabat Pembuat Akta Tanah/Notaris hanya dapat menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB. menandatangani dan menerbitkan surat keputusan pemberian hak atas tanah (SKPH).64% (enampuluh empat persen) untuk kabupaten/kota. Kapan pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dilakukan ? Pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKBLB. · SKBKB. apabila jumlah BPHTB yang dibayar ternyata kurang dari jumlah BPHTB yang seharusnya terutang. 5. · SKBN. PEMBAGIAN HASIL PENERIMAAN BPHTB (250304 ) 1. I.

500.115 - · · · Pejabat Lelang Negara hanya dapat menandatangani Risalah Lelang perolehan hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB.000. 4.00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) untuk setiap pelanggaran. 3. 4. 2. 5.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk setiap laporan. Pendaftaran peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat hanya dapat dilakukan oleh Pejabat Pertanahan Kabupaten/Kota pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB. Apa sanksi bagi PPAT/Notaris atau Pejabat Lelang Negara yang menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan/risalah lelang tanpa adanya bukti pembayaran berupa SSB ? Dikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar Rp. Apa sanksi bagi Pejabat Pertanahan yang menandatangani dan menerbitkan SKPH atau mendaftar peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat tanpa adanya bukti pembayaran berupa SSB ? Dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Apa sanksi bagi PPAT/Notaris yang tidak melaporkan pembuatan akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan ke KPPBB ? Dikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar Rp. 7. . 250. Apa kewajiban PPAT/Notaris atau Pejabat Lelang Negara ? Melaporkan pembuatan akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan atau Risalah Lelang perolehan hak atas tanah dan atau bangunan kepada Direktorat Jenderal Pajak (KPPBB setempat) selambat-lambatnya pada tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya. Pejabat yang berwenang menandatangani dan menerbitkan SKPH hanya dapat menandatangani dan menerbitkan surat keputusan dimaksud pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB.000. Apa sanksi bagi Kepala Kantor Lelang Negara yang tidak melaporkan pembuatan risalah lelang ke KPPBB ? Dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil..

.

Apakah yang menjadi tujuan pemeriksaan · Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan · Tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan 2. Pemeriksaan Pajak perlu dilakukan untuk memberi rasa keadilan pada WP yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya dalam menghitung. memperhitungkan. melaporkan dan membayarkan pajak terhutang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku secara benar dan lengkap. Dalam proses Pemeriksaan Pajak juga dilakukan penyuluhan dan pembinaan kepada WP yang diperiksa sehingga tingkat kepatuhannya semakin meningkat sekaligus memberikan detterent effect kepada WP yang lain meskipun mereka tidak diperiksa.. · Pemeriksaan Pajak juga merupakan suatu sarana pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan WP dalam memenuhi kewajiban perpajakannya Dalam Sistem self assessment. Dirjen Pajak akan menerbitkan kartu tanda pengenal pemeriksa dan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak. Mengapa Pemeriksaan Pajak Perlu dilakukan dalam Sistem Self Assesment ? · Pemeriksaan Pajak dilakukan dalam upaya menguji kepatuhan Wajib Pajak (WP) dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dalam menghitung. Pemeriksaan (250304) 1. melaporkan dan membayarkan pajak terhutang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku secara benar dan lengkap. Apakah semua pegawai DJP boleh melakukan pemeriksaan ? Tidak.116 - PEMERIKSAAN PENYIDIKAN DAN PENAGIHAN A. 3. memperhitungkan. hanya pegawai yang dinilai mampu dan kompeten saja yang boleh melakukan pemeriksaan Tehadap pegawai yang dinilai mampu tersebut. . Wajib Pajak dapat menolak dilakukannya pemeriksaan apabila pemeriksa tidak dapat menunjukkan kedua hal tersebut. Tanda pengenal dan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak tersebut harus diperlihatkan kepada Wajib Pajak pada saat melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan Pajak dilakukan terhadap WP yang mencoba untuk tidak patuh atau memutuskan untuk tidak patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya perlu dilakukan pemeriksaan sehingga menjadi WP patuh. Semua Wajib Pajak berpeluang untuk dilakukan pemeriksaan sepanjang memenuhi kriteria tersebut. Apa yang menjadi kewajiban Wajib Pajak yang sedang diperiksa? · Wajib Pajak wajib memenuhi panggilan untuk datang menghadiri pemeriksaan sesuai dengan waktu yang ditentukan. · SPT yang memenuhi kriteria seleksi yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pajak. · Dalam hal pemeriksaan lengkap. dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kelancaran pemeriksaan dan memberikan keterangan dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal surat permintaan. dan apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh wajib pajak. Apakah semua WP harus diperiksa ? Tidak. · Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani surat pernyataan persetujuan apabila seluruh hasil pemeriksaan disetujuinya. · Wajib Pajak wajib memenuhi permintaan peminjaman buku-buku. Apa yang menjadi kriteria dilakukannya pemeriksaan ? · SPT menunjukkan kelebihan pembayaran pajak. · SPT menunjukkan rugi. · SPT tidak disampaikan atau disampaikan tidak pada waktu yang ditetapkan. · Ada indikasi kewajiban perpajakan tidak dipenuhi. . catatancatatan. Sedangkan bagi WP yang telah patuh atau telah berupaya menjadi WP patuh perlu diberikan pembinaan dan pelayanan dalam menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sehingga menjadi WP yang patuh secara sukarela. maka pajak yang terhutang dapat dihitung secara jabatan.117 - 4. Apa jenis pemeriksaan dan berapa lama jangka waktunya? · Pemeriksaan Sederhana Kantor: 4 minggu dan dapat diperpanjang 2 minggu · Pemeriksaan Sederhana Lapangan: 1 bulan dan dapat diperpanjang 1 bulan · Pemeriksaan Lengkap: 2 bulan dan dapat diperpanjang 6 bulan 7. 6.. Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani Berita Acara Hasil Pemeriksaan apabila hasil pemeriksaan tersebut tidak atau tidak seluruhnya disetujui. 5.

Dalam hal Wajib Pajak yang diperiksa diwakili oleh kuasanya. . 12. · Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan atau tindak pidana lain di bidang keuangan negara Kewenangan kuasa dari Wajib Pajak tersebut meliputi pelaksanaan kewajiban formal dan materiil serta pemenuhan hak Wajib Pajak yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan. Apa yang menjadi hak dari Wajib Pajak yang diperiksa ? · Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Perintah Pemeriksaan dan Tanda pengenal Pemeriksa. · Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa rincian yang berkenaan dengan hal-hal yang berkenaan dengan hal-hal yang berbeda antara hasil pemeriksaan dengan Surat Pemberitahuan. Dapatkah Wajib Pajak diperiksa beberapa tahun berturut-turut? Dapat. dan selanjutnya pemeriksaan ditunda untuk dilanjutkan pada kesempatan berikutnya. · Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan pemeriksaan. · Menguasai ketentuan-ketentuan di bidang perpajakan. 9. Apabila jenis pajak yang diperiksa atau tahun pajaknya atau lokasi tempat pemeriksaannya berbeda/tidak sama. 10. Apakah pemeriksaan dapat dilakukan oleh pemeriksa yang berbeda dalam waktu yang bersamaan ? Dapat. sepanjang ada pihak yang dapat dan mempunyai kewenangan untuk bertindak selaku yang mewakili Wajib Pajak. yang dibuktikan dengan memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak atau ijazah formal pendidikan dibidang perpajakan yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan negeri/ swasta dengan status disamakan dengan negeri. maka sebelum Pemeriksaan Lapangan ditunda. Untuk keperluan pengamanan pemeriksaan. Dapatkah Pemeriksaan Lapangan dilaksanakan apabila Wajib Pajak atau kuasanya tidak berada di tempat? Dapat. apakah syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi kuasa dari Wajib Pajak · Menyerahkan surat kuasa khusus yang asli.. Pemeriksa Pajak dapat melakukan penyegelan.118 - 8. Meskipun demikian terbatas untuk hal yang ada dalam kewenangannya. 11.

dengan alasan: · Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak menyatakan adanya kompensasi kerugian dari tahun-tahun sebelumnya yang belum dilakukan pemeriksaan. Tetapi bila data baru/data yang semula belum diungkap itu disampaikan sendiri oleh WP maka sanksi kenaikan tidak dikenakan. misalnya: · Surat Pemberitahuan Tahunan PPh setiap tahun menyatakan lebih bayar.119 - Wajib Pajak dapat diperiksa beberapa tahun berturut-turut dengan alasan pemeriksaan yang berbeda-beda. Apakah suatu kewajiban perpajakan yang telah di SKP bisa diperiksa kembali oleh pihak fiskus? Setiap SKP bisa diperiksa kembali atau dibetulkan kecuali bila telah lewat waktu (daluwarsa 10 tahun). · Sebab-sebab lain berdasarkan instruksi Direktur Pemeriksaan. · Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak terpilih untuk diperiksa berdasarkan sistem Kriteria Seleksi. 13. WP juga harus membayar sanksi kenaikan 100 % dan ditetapkan via SKPKBT. · Surat Pemberitahuan Tahunan PPh menyatakan rugi. 15.. Bila data baru/data yang semula belum diungkap itu berasal dari temuan pemeriksa sendiri maka disamping pokok pajak. Data baru artinya data itu berasal dari temuan pemeriksa dari sumber lain dan atau data yang semula belum diungkap adalah data yang belum disampaikan oleh WP dalam laporan pajaknya. · Adanya data dari pihak ketiga. · Data Baru atau data yang belum terungkap. 16. misalnya pengaduan masyarakan. Dapatkah pemeriksaan pajak diperluas ke tahun pajak sebelumnya? Dapat. Penyidikan dan Penagihan Pajak 14. Apa kriteria Wajib Pajak yang dilakukan pemeriksaan ulang ? · Terdapat data baru atau data yang semula belum terungkap · Adanya laporan pengaduan yang masuk dari masyarakat · Berdasarkan pertimbangan tertentu dari Dirjen Pajak . Kewajiban perpajakan yang telah di SKP akan diperiksa kembali bila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum diungkap. Mengapa dilakukan pemeriksaan terhadap WP yang pindah alamat atau daerah tempat tinggalnya ? Pemeriksaan pada WP yang pindah alamat dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap WP yang bersangkutan mempunyai itikad tidak baik untuk menggelapkan kewajiban pajaknya dan juga untuk tertib administrasi perpajakan dimana WP yang terdaftar di suatu KPP jika ingin pindah ke KPP lain maka berkas-berkas pajaknya tetap berkelanjutan.

karena pemeriksaan pajak dilakukan di Kantor Pajak maka tidak mungkin pemeriksaan dapat dilakukan kalau dokumen WP yang diperlukan tidak dipinjamkan dan dikirimkan ke Kantor Pajak 21. Mengapa dalam pemeriksaan pajak Wajib Pajak yang selalu membawa/menggotong semua file yang diminta ke kantor pajak dan mengapa bukan Petugas Pajak yang datang ke kantor karena semua file ada dikantor Wajib Pajak agar pemeriksaannya cepat selesai ? Pelaksanaan Pemeriksaan tidak sepenuhnya dapat dilakukan ditempat WP oleh petugas pemeriksa pajak yang bersangkutan. 20. dengan ketentuan Wajib Pajak yang diperiksa membuat Surat Pernyataan Wajib Pajak bahwa fotokopi dan atau hasil pengolahan data elektronik yang dipinjamkan kepada Pemeriksa Pajak adalah sesuai dengan aslinya. 19 Apabila Wajib Pajak tidak bersedia meminjamkan buku-buku. Untuk jenis Pemeriksaan Kantor (PK).. Catatan dan Dokumen. catatan-catatan dan dokumen-dokumen yang dipinjam dapat berupa fotokopi dan atau hasil pengolahan data elektronik.120 - 17. catatan-catatan dan dokumen pendukung yang dipinjamkan tersebut hanya berupa fotokopi? Buku-buku. oleh karenanya jalan keluar yang diambil adalah petugas pemeriksa meminjam dokumen WP untuk diperiksa di Kantor Pajak atau WP diminta mengirimkan dokumen pembukuan ke Kantor Pajak untuk diperiksa. dapatkah buku-buku. Oleh karena pemeriksaan tahun berjalan membutuhkan buku-buku. Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Tidak Dapat Dipenuhinya Peminjaman Buku. catatan-catatan dan dokumen pendukung yang mungkin dibutuhkan oleh Wajib Pajak dalam menjalankan kegiatan usahanya pada tahun yang bersangkutan. bolehkah Pemeriksa Pajak mengambil data-data tersebut secara paksa? Tidak. catatan dan dokumen § Meminta keterangan lisan dan/atau tertulis § Memasuki tempat atau ruangan tertentu § Melakukan penyegelan tempat atau ruangan tertentu § Meminta keterangan dan/atau data dari pihak ketiga Kewajiban Pemeriksa pajak § Pemeriksa harus memiliki Tanda Pengenal Pemeriksa dan dilengkapi Surat Perintah Pemeriksaan . Apa hak dan kewajiban pemeriksa pajak ? Hak Pemeriksa pajak : § Memanggil WP ke Kantor DJP dengan surat panggilan pada pemeriksaan kantor memeriksa dan atau meminjam buku. catatancatatan dan atau dokumen pendukung.

22. Dalam hal apa pemeriksa dapat melakukan penyegelan ? Penyegelan dapat dilakukan terhadap orang atau badan yang pada saat dilakukan pemeriksaan tidak bersedia memberi kesempatan kepada petugas pemeriksa untuk memasuki tempat-tempat/ruangan-ruangan tertentu yang diduga disimpan didalamnya pembukuan. dan dokumen Tidak memberitahukan kepada pihak lain tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan Wajib Pajak yang diperiksa. catatan. 26.121 - § § § § § § § Memberitahukan secara tertulis tentang akan dilakukan Pemeriksaan Memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa dan Surat Perintah Pemeriksaan Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan Membuat Laporan Pemeriksaan Pajak (LPP) Memberi petunjuk kepada WP tentang penyelenggaraan pembukuan Mengembalikan buku. Apakah pemeriksa pajak berhak meminta fotokopi rekening koran bank yang bukan atas nama perusahaan itu sendiri. dan catatan-catatan yang diperlukan. Apakah Wajib Pajak mempunyai hak untuk meminta dasar koreksi dari Pemeriksa Pajak? Pemeriksa berkewajiban memberikan dasar koreksi pemeriksaan pajak apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan permohonan keberatan 25. dokumen-dokumen. Jadi dia tidak berhak meminta fotokopi rekening koran atas nama pribadi pegawai perusahaan yang sedang diperiksa. sesuai dengan tahun pajak dan jenis pajak-nya). dokumen-dokumen dan catatan-catatan tersebut. tetapi dimungkinkan bagi pemeriksa untuk meminta keterangan tertulis dari pihak ketiga (termasuk pegawai/sekretaris dari perusaahaan yang sedang diperiksa) sehubungan dengan transaksi yang pernah terjadi antara perusahaan yang sedang diperiksa dengan pihak ketiga tersebut 24. Hal ini merupakan salah satu hak dari Wajib Pajak dimana atas produk hasil pemeriksaan tersebut dapat diajukan permohonan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak.? Petugas pemeriksa pajak hanya boleh memeriksa dan meminjam dokumen pembukuan yang dimiliki oleh Wajib Pajak yang sedang diperiksanya (WP yang tercantum dalam Surat Perintah Pemeriksaan Pajak. . hal ini dilakukan guna mengamankan atau mencegah hilangnya pembukuan. Bolehkah Wajib Pajak tidak menyetujui hasil pemeriksaan? Boleh..

pencatatan. atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar. atau .tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. · diancam dengan sanksi pidana. atau . · Apabila Wajib Pajak dengan sengaja : . atau . catatan.memperlihatkan pembukuan. atau . · dilakukan di bidang perpajakan. Perbuatan apa saja yang termasuk tindak pidana di bidang perpajakan ? · Apabila Wajib Pajak karena kealpaannya : tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan.menolak untuk dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. Penyidikan ( 250304 ) 1.tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. · melawan hukum. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku.. 3.tidak mendaftarkan diri. atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. · dapat menimbulkan kerugian bagi pendapatan negara 2. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. atau dokumen lainnya. Apa yang termasuk dalam tindak pidana di bidang perpajakan Perbuatan yang · dilakukan oleh seseorang atau badan yang diwakili orang tertentu (pengurus). · memenuhi rumusan undang-undang. atau .tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut.122 - B. atau . Apa yang dimaksud dengan Penyidik Pajak ? Pejabat pegawai negeri sipil tertentu dilingkungan Direktorat Jenderal Pajak. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. yang diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap.menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku .

tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. maka barulah diusulkan untuk ditindaklanjuti dengan Penyidikan Pajak.tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan.menolak untuk dilakukan pemeriksaan. catatan.menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.123 - 4.memperlihatkan pembukuan. pencatatan. atau . Apakah Wajib Pajak yang diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan dapat langsung disidik? Tidak. atau . atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar.tidak mendaftarkan diri.menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau dokumen lainnya. maka dilakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan. 5. terhadap Wajib Pajak dilakukan Pengamatan atau Pemeriksaan lebih dahulu.menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. atau . tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap.tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. Siapa saja yang dapat disidik dalam bidang perpajakan? · Setiap orang yang karena kealpaannya: . . atau . Apabila hasil Pemeriksaan Bukti Permulaan menunjukkan bahwa telah terdapat bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan. · Setiap orang yang melakukan percobaan untuk melakukan tindak pidana menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. atau . atau .. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara · Setiap orang yang dengan sengaja: . atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap dalam rangka mengajukan permohonan restitusi atau melakukan kompensasi pajak. atau . Apabila berdasarkan hasil Pengamatan atau Pemeriksaan ditemukan indikasi tindak pidana di bidang perpajakan.tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut. atau .

catatan-catatan. mengumpulkan. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut. Penghentian Penyidikan sebagaimana dimaksud pada butir terakhir hanya dilakukan setelah Wajib Pajak melunasi utang pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang tidak seharusnya dikembalikan. berakhirnya Masa Pajak. · Menghentikan penyidikan. dan dokumen-dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan.124 - 6. 7. · Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. · Meneliti. · Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan. Apa saja yang menjadi wewenang penyidik pajak? · Menerima. dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. dan dokumen-dokumen lain. · Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. · Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. atau · Tersangka meninggal dunia. mencari. · Memeriksa buku-buku. atau berakhirnya Tahun Pajak yang bersangkutan). · Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. Dalam hal apa penyidikan dapat dihentikan? Penyidikan dihentikan dalam hal: · Tidak terdapat cukup bukti. mencari. atau · Daluwarsa (sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak. atau · Peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana di bidang perpajakan. dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. atau · Perintah Jaksa Agung atas permintaan Menteri Keuangan karena alasan penerimaan negara. pencatatan.. ditambah dengan sanksi . · Menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e. · Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan menurut hukum yang bertanggung jawab. berakhirnya Bagian Tahun Pajak.

Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB). PENAGIHAN ( 250304 ) 1. atau yang tidak seharusnya dikembalikan. Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB. b. . Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak yang bersangkutan. Apakah yang dimaksud dengan Penagihan Pajak? Serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak yang dilakukan dengan menegur atau memperingatkan. dan Surat Keputusan Pembetulan. Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (STB). 3. melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus. merupakan dasar penagihan pajak c. yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. 4. Berapa lama daluwarsa penagihan pajak? Daluwarsa penagihan pajak adalah 10 tahun terhitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak.125 - administrasi berupa denda sebesar empat kali jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar. diterbitkan surat teguran dan Surat Paksa.. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). Putusan Banding. Surat Keputusan Keberatan maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). merupakan sarana administrasi bagi Direktur Jenderal Pajak untuk melakukan penagihan pajak. dan Surat Keputusan Pembetulan. dan Surat Tagihan PBB. melaksanakan penyanderaan. mengusulkan pencegahan. Surat Ketetapan (SKP) PBB. Siapa yang dapat melaksanakan tugas penagihan pajak? Jurusita Pajak. C. melaksanakan penyitaan. Surat Keputusan Keberatan. Daluwarsa ini dapat tertangguh apabila. Apa yang menjadi dasar penagihan pajak? a. Terbitnya ketetapan di atas. Surat Tagihan Pajak (STP). menjual barang yang telah disita. memberitahukan Surat Paksa. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT). 2. ada pengakuan utang pajak dari WP baik langsung maupun tidak langsung.

atau pekerjaan yang dilakukannya di Indonesia. 8. penyitaan dan penyanderaan.Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang terutang bertambah . . Kegiatan apa saja yang termasuk tahapan penagihan pajak ? . apabila: a.Penerbitan Surat Teguran . Dalam hal apa Surat Teguran diterbitkan? Surat Teguran diterbitkan segera setelah 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pembayaran STP/SKPKB/SKPKBT/SK Pembetulan/SK Keberatan/Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. . Dalam hal apa Surat Penagihan Seketika dan Sekaligus diterbitkan? Jurusita pajak melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus tanpa menunggu tanggal jatuh tempo pembayaran dan diterbitkan sebelum penerbitan Surat Paksa. Penanggung Pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya atau berniat untuk itu.Surat Tagihan Pajak. ..Pajak Penghasilan Pasal 29 6. Apakah Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak terutang? Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan secara tertulis untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak yang terutang dalam: .Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar. .Penerbitan Surat Penagihan Seketika dan Sekaligus .Surat Keputusan Pembetulan.Pengumuman lelang . b. . Penanggung Pajak memindahtangankan barang yang dimiliki atau yang dikuasai dalam rangka menghentikan atau mengecilkan kegiatan perusahaan. Jurusita Pajak diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat.Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. .Surat Keputusan Keberatan. 5.Pelaksanaan penyitaan .Penerbitan Surat Paksa .Lelang 7. pemberitahuan Surat Paksa.126 - Jurusita Pajak adalah pelaksana tindakan penagihan pajak yang meliputi penagihan seketika sekaligus.

atau e. badan usaha akan dibubarkan oleh negara.127 - c. atau d. karena dengan terbitnya Surat Paksa memberikan kewenangan kepada petugas penagihan pajak untuk melaksanakan eksekusi langsung (parate executie) dalam penyitaan atas barang milik Penanggung Pajak dan melakukan penjualan langsung atau melalui lelang atas barang-barang tersebut untuk pelunasan pajak terutang tanpa melalui prosedur di pengadilan terlebih dahulu. atau memindahtangankan perusahaan yang dimiliki atau dikuasainya. Penanggung Pajak tidak memenuhi ketentuan dalam Keputusan Persetujuan Angsuran atau Penundaan Pembayaran Pajak. . . 9. . Dalam hal bagaimana Surat Paksa diterbitkan? a. 10. Penerbitan Surat Paksa secara sah oleh Pejabat berwenang merupakan modal utama bagi pelaksanaan penagihan pajak yang efektif.Mengirimkan foto kopi SP ke Pemda dimana Wajib Pajak terakhir bertempat tinggal. Bagaimana kekuatan hukum dari Surat Paksa ? Surat Paksa berkepala kata-kata “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. 11. Terhadap Penanggung Pajak telah dilaksanakan penagihan pajak seketika dan sekaligus c.. Jumlah utang pajak yang masih harus dibayar tidak dilunasi setelah lewat waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterbitkannya Surat Teguran b.Menempelkan SP atas nama Wajib Pajak tersebut di papan pengumuman KPP. mempunyai kekuatan eksekutorial dan kedudukan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. terjadi penyitaan atas barang Penanggung Pajak oleh pihak ketiga atau terdapat tanda-tanda kepailitan. atau memekarkan usahanya. atau melakukan perubahan bentuk lainnya. atau menggabungkan usahanya. Bagaimana caranya untuk memberitahukan Surat Paksa kepada Wajib Pajak yang tidak ditemukan alamatnya? . terdapat tanda-tanda bahwa Penanggung Pajak akan membubarkan badan usahanya.Mengumumkan SP atas nama Wajib Pajak tersebut di media massa.

. Apakah KPP/KPPBB dapat melakukan lelang atas aset yang disita. 15. ia harus meminta bantuan kepada Kepolisian untuk bersamasama melakukan penyitaan.Berdasarkan Hukum Pidana. Risalah lelang tersebut memberikan perlindungan hukum bagi pembeli lelang karena berfungsi sebagai akte jual beli. Penyitaan dilaksanakan terhadap barang milik Penanggung Pajak termasuk yang penguasaannya ditangan pihak lain atau yang dijaminkan sebagai pelunasan utang tertentu.. Apa yang harus dilakukan oleh jurusita apabila dilarang memasuki tempat Wajib Pajak? . jurusita tidak dapat memaksa Wajib Pajak untuk memberi ijin memasuki tempatnya.128 - 12. Disamping itu Badan Pertanahan Nasional menjamin bahwa dalam proses pendaftaran tanah. Apakah KPP dapat melakukan penyitaan dan penjualan/lelang atas aset yang dijaminkan Wajib Pajak kepada Bank? KPP dapat menyita kalau bank belum menyita dan melelang aset Wajib Pajak yang telah diletakkan hak tanggungan. .Memberi penjelasan kepada Wajib Pajak/PP bahwa tindakannya menghalangi pelaksanaan tugas jurusita adalah berlawanan dengan hukum dan dapat diancam pidana. Bagaimana Pelaksanaan Surat Paksa terhadap Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang bertempat tinggal / berdomisili / bertempat kedudukan diluar wilayah KPP/KPPBB dimana WP terdaftar? Kepala Kantor Pelayanan Pajak tersebut wajib meminta bantuan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak/Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan yang wilayah kerjanya meliputi tempat pelaksanaan Surat Paksa. Hak Penanggung Pajak atas barang yang telah dilelang berpindah kepada pembeli dan kepadanya diberikan Risalah Lelang yang merupakan bukti otentik sebagai dasar pendaftaran dan pengalihan hak. 14. guna membayar utang pajaknya lebih dahulu sebelum membayar hutang yang lain termasuk hak tanggungan dan jaminan fidusia. namun tidak diberikan dokumen/sertifikat atas aset tersebut? Dapat. Risalah Lelang yang diterbitkan oleh Kantor Lelang Negara menggantikan sertifikat sebelumnya.Mengadukan Wajib Pajak/PP ke Polsek/Polres setempat mengenai adanya pelanggaran pasal 212. Agar jurusita tidak melanggar hukum pidana. sepanjang prosedur penyitaan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. . 13.

sepanjang salah seorang saksi berasal dari Pemda setempat.Jurusita KPP lokasi melaksanakan penyitaan dengan menyerahkan SPMP dan BAPS. . Apakah KPP/jurusita dapat melakukan sita atas aset yang telah telah disita oleh Pengadilan Negeri atau Instansi lain yang berwenang ? Penyitaan tidak dapat dilaksanakan terhadap barang yang telah disita oleh Pengadilan Negeri atau instansi lain yang berwenang. 20. maka jurusita segera menyampaikan salinan Surat Paksa dan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan kepada instansi tersebut. . maka: . Apakah sah pelaksanaan penyitaan apabila Wajib Pajak/PP menolak menandatangani Berita Acara Pelaksanaan Sita (BAPS)? Pelaksanaan sita tetap sah meskipun WP/PP menolak menandatangani BAPS. 18. .. Jurusita Pajak harus mencantumkan penolakan tersebut dalam BAPS dan BAPS ditandatangani oleh jurusita dan saksi-saksi. Bagaimana dengan pelunasan hutang pajak Wajib Pajak dalam hal aset Wajib Pajak / Penanggung Pajak telah disita Pengadilan Negeri atau instansi lain? Apabila Pengadilan Negeri/polisi/BPPN telah melakukan penyitaan terhadap aset Wajib Pajak tersebut. 19. Apakah penyitaan dapat dilakukan tanpa hadirnyaWajib Pajak? Penyitaan tetap dapat dilaksanakan walaupun Wajib Pajak tidak hadir. dengan permintaan agar hasil penjualan/lelang aset yang disita PN/instansi lain tersebut untuk pelunasan utang pajak.129 - Negara mempunyai hak mendahulu untuk tagihan pajak atas barang-barang milik Penanggung Pajak 16. KPP lokasi disertai salinan SP. Bagaimana jurusita melaksanakan penyitaan atas aset WP di luar wilayah KPP? Dalam hal penyitaan harus dilaksanakan di luar wilayah kerja Pejabat.Pejabat dimaksud meminta bantuan kepada Pejabat yang wilayah kerjanya meliputi tempat aset Wajib Pajak/PP. sekurang-kurangnya setingkat Sekretaris Kelurahan/Desa.KPP yang diminta bantuan setelah menerima Surat Permintaan KPP (KPP domisili). 17. BAPS tersebut tetap sah dan mempunyai kekuatan mengikat. segera menerbitkan SPMP.

Apabila Wajib Pajak yang masih mempunyai utang pajak dinyatakan bubar atau dilikuidasi oleh pengadilan. . bagaimana dengan pelunasan utang pajak Wajib Pajak? Surat Paksa (SP) diberitahukan kepada orang atau badan yang dibebani untuk melakukan pemberesan.Bank wajib memblokir seketika setelah menerima permintaan pemblokiran dan membuat Berita Acara Pemblokiran (BAP) serta menyampaikan salinannya kepada DJP dan Penanggung Pajak. Pejabat meminta bantuan Bank Indonesia melalui Menteri Keuangan untuk memerintahkan bank memberitahukan saldo kekayaan WP yang tersimpan di Bank. Jurusita menyampaikan Surat Paksa kepada Kurator. bagaimana tindak lanjutnya? .DJP (Pejabat) mengajukan permintaan pemblokiran kepada bank disertai dengan penyampaian salinan SP dan SPMP. Wajib Pajak yang dinyatakan pailit oleh pengadilan masih mempunyai kewajiban untuk melunasi hutang pajaknya.Bila PP menolak memberikan kuasa pada bank. .Apabila jurusita telah melaksanakan penyitaan atas aset Wajib Pajak sebelum Wajib Pajak dinyatakan pailit oleh PN. 23.Jurusita melakukan penyitaan dan membuat BAPS dan menyampaikan salinan BAPS kepada Penanggung Pajak dan bank ybs. Hakim Pengawas atau Balai Harta Peninggalan.Apabila Wajib Pajak telah dinyatakan pailit sebelum penyitaan dilakukan. atau likuidator.. .Jurusita setelah menerima BAP dari bank memerintahkan PP untuk memberi kuasa kepada bank agar memberitahukan saldo kekayaannya yang tersimpan pada bank tersebut kepada Jurusita. maka jurusita tidak dapat secara langsung menyita aset Wajib Pajak. 22. setelah Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak. . Apabila WP/PP tidak bersedia memberitahukan saldo kekayaannya yang tersimpan di bank . Bagaimana dengan pelunasan hutang pajak Wajib Pajak yang dinyatakan pailit oleh pengadilan? . Wajib Pajak yang dinyatakan bubar atau dalam likuidasi oleh pengadilan masih mempunyai kewajiban untuk melunasi utang pajaknya. maka barang yang telah disita dapat dilelang. KPP menyerahkan salinan SP dan SPMP kepada likuidator atau orang/badan yang melaksanakan pemberesan. . .Pejabat mengajukan permintaan pencabutan pemblokiran kepada bank. .130 - 21.

Wajib Pajak tidak dapat meminta atau tidak berhak menuntut pengembalian barang yang telah dilelang. bagaimana tindak lanjutnya? .KPP melakukan penyitaan tambahan sampai mencukupi untuk pelunasan utang pajak. Mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp. Pencegahan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang pajak dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak. Pejabat mengembalikan kelebihan pembayaran pajak dalam bentuk uang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan 26 Apa yang dimaksud dengan pencegahan? Pencegahan adalah larangan yang bersifat sementara terhadap penanggung pajak tertentu untuk keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia berdasarkan alasan tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini.131 - 24. b. Telah mendapat keputusan pencegahan yang diterbitkan oleh Menteri 28 Apakah setelah dilakukan pencegahan terhadap WP/PP mengakibatkan hapusnya utang pajak? Tidak. 25 Apabila WP memperoleh Keputusan Keberatan atau Putusan Banding yang mengakibatkan utang pajak berkurang atau nihil sehingga terdapat lebih bayar sedangkan barang yang disita telah dilelang. apabila setelah pelaksanaan lelang Wajib Pajak memperoleh keputusan keberatan atau putusan banding yang mengakibatkan utang pajak menjadi berkurang atau nihil sehingga menimbulkan kelebihan pembayaran pajak. . KPP telah menyita aset WP tetapi belum dijual/dilelang. karena nilainya kecil tidak sebanding dengan utang pajak dan biaya iklan pengumuman. c.000.000. 27 Apa kriteria Wajib Pajak / Penanggung Pajak yang dapat dilakukan pencegahan? a. apakah WP dapat meminta kembali barangnya tersebut? Tidak. Diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak.Dilanjutkan penjualan/lelang aset yang disita.00 (seratus juta rupiah). .. 100.

Pemegang saham mayoritas atau pengendali. 2. 32 Siapa s ajak ah Pe nanggung Pajak yang dapat dis ande ra? 1. termasuk ahli waris. Telah mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan Republik Indonesia.000. termasuk orang yang nyata-nyata mempunyai wewenang ikut menentukan kebijaksanaan dan atau mengambil keputusan dalam menjalankan perusahaan. 33 Berapa lama masa penyanderaan? Masa penyanderaan paling lama 6 (enam) bulan dan dapat diperpanjang untuk selama-lamanya 6 (enam) bulan. 30 Apa kriteria Wajib Pajak / Penanggung Pajak yang dapat dilakukan penyanderaan? Kriteria Penanggung Pajak yang akan disandera adalah: a. Mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp. Telah lewat jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal Surat Paksa diberitahukan kepada Penanggung Pajak.000.. Komisaris. diwakili oleh Pengurus. c. Diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak. b. d. Wakil dari Wajib Pajak bertangggung jawab secara pribadi dan secara renteng atas pembayaran pajak yang terutang. Wajib Pajak Orang Pribadi.132 - 29 Apa yang dimaksud dengan penyanderaan? Penyanderaan adalah pengekangan sementara waktu kebebasan Penanggung Pajak dengan menempatkannya di tempat tertentu. 31 Apakah tindakan penyanderaan dapat dilakukan tanpa keputusan pengadilan? Dapat Tindakan Penyanderaan adalah merupakan tindak lanjut pelaksanaan Surat Paksa yang oleh UU diberikan kekuatan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. 100.00 (seratus juta rupiah). Penyanderaan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penyanderaan yang diterbitkan oleh Pejabat setelah mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan atau Gubernur Kepala Daerah Tingkat I (untuk pajak daerah). . Wajib Pajak Badan.

utang pajak Wajib Pajak/Penanggung Pajak menjadi hapus (dianggap lunas)? Tidak. b. Berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.133 - 34 Apakah dengan berakhirnya masa penyanderaan tanpa pembayaran.(seratus ribu) per hari selama Penanggung Pajak disandera. 36. Utang Wajib Pajak baru dianggap lunas setelah adanya pembayaran.. Penyanderaan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang pajak dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak. Utang pajak dan biaya penagihan pajak telah dibayar lunas. Apakah upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang disandera? Wajib Pajak dapat melakukan gugatan rehabilitasi nama baik dan ganti rugi melalui Pengadilan Negeri. c.. 35 Apa syarat dilakukannya pencabutan penyanderaan? a. Penyanderaan hanyalah suatu sarana untuk memaksa Penanggung Pajak untuk melunasi utang pajaknya dan bukan merupakan pengganti dari utang pajak. Berdasarkan pertimbangan tertentu dari Menteri Keuangan. Apabila ternyata Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan tersebut. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Perintah Penyanderaan itu telah terpenuhi.000. . atau d. maka DJP berkewajiban untuk merehabilitasi nama baik Penanggung Pajak dan memberikan ganti rugi sebesar Rp 100.

.

4. Apakah e-registration hanya untuk kepentingan pendaftaran saja? e-registration tidak hanya digunakan untuk kepentingan pendaftaran saja. Ke KPP mana saya harus mengirimkan dokumen yang dibutuhkan untuk proses pendaftaran secara On-Line ini ? Ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Pada saat mendaftar melalui internet. Surat Keterangan Terdaftar Sementara itu hanya dapat digunakan untuk pembayaran serta pemotongan pajak sedangkan untuk transaksi dengan pihak ketiga tidak berlaku. Apakah fungsi dari Surat Keterangan Terdaftar Sementara ? Fungsinya sebagai sarana bagi Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. 2. Mengapa Surat Keterangan Terdaftar bersifat sementara ? Surat Keterangan Terdaftar yang asli hanya dikeluarkan oleh KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Wajib Pajak akan langsung mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar Sementara yang berisi keterangan Wajib Pajak dan NPWP serta KPP tempat Wajib Pajak terdaftar.id Dengan adanya e-registration.. maka Wajib Pajak tersebut tidak akan mendapatkan SKT dan Kartu NPWP asli dan NPWP Wajib Pajak tersebut akan dihapus dari sistem e-registration. Mengapa saya harus mempunyai account untuk pendaftaran On-Line ini? Account tersebut sebagai sarana untuk dapat mengakses aplikasi e-registration. 3. 6. mengajukan pindah KPP dan juga penghapusan NPWP 5. Wajib Pajak dapat melakukan pendaftaran kapan dan dimana saja tanpa perlu datang ke KPP.134 - LAIN-LAIN (250304) 1. Selama tidak memiliki account Wajib Pajak tidak dapat mengakses e-registartion.pajak. Apabila Wajib Pajak dalam janga waktu 30 hari sejak pendaftaran tidak mengirimkan formulir pendaftaran beserta persyaratannya ke KPP. . Wajib Pajak dapat melakukan perubahan data. Dengan e-registration. Apakah ada cara lain bagi Wajib Pajak untuk mendaftarkan diri selain di KPP dan KP4? Selain di KPP dan KP4.go. Wajib Pajak dapat menggunakan sarana pendaftaran secara on-line dengan internet melalui e-registration di www. Account digunakan sebagai key untuk masuk ke aplikasi e-registration.

. Tempat KPP terdaftar dapat dilihat langsung di Formulir Pendaftaran. 11. 9. Dengan dibangunnya system e-filling akan sangat memudahkan Wajib Pajak karena waktu akses menjadi lebih cepat. Dalam hal perlu dilakukan perubahan data-data Wajib Pajak. 8. bagaimana prosedurnya dalam e-registration? Cukup dengan login dan langsung melakukan perubahan data. tetapi cukup dengan merekamnya di disket atau CD dan melampirinya dengan SPT induk. 7. Wajib pajak mengirimkan formulir dan lampiran yang menyatakan perubahan item tersebut ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Disamping itu dilengkapi juga dengan petunjuk pemakaian yang mampu meng-update data SPT induk dari lampiranlampirannya dan juga perhitungan perpajakan dalam SPT secara otomatis sesuai dengan peraturan yang berlaku 12.135 - Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi berdasarkan domisilinya sedangkan untuk Wajib Pajak Badan berdasarkan lokasi usaha berada. Bagaimana konsekuensi bank persepsi yang masih menerima pembayaran pajak? Bank persepsi yang masih menerima pembayaran dari Wajib Pajak tersebut akan mendapatkan pinalti dari Direktorat Jenderal Anggaran. Bagaimana cara pembayaran pajak sehubungan dengan adanya sistem MP3? Pembayaran pajak dilakukan pada bank persepsi yang sudah On-Line dengan DJP. Wajib Pajak dapat mengambilnya di KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Wajib Pajak dalam melaporkan pajaknya tidak perlu lagi melampirkan lampirannya. Setelah proses perubahan dilakukan. karena pada prinsipnya Wajib Pajak . Untuk daerah yang belum On-line tidak diperbolehkan menerima pembayaran Pajak dari Wajib Pajak 10. Bagaimana kemudahan e-SPT bagi kepentingan pelaporan pajak? Efisiensi Dengan aplikasi e-SPT. Berapa lama saya akan mendapatkan SKT dan Kartu NPWP asli yang dikeluarkan KPP dan kemana saya harus mengambilnya? SKT dan Kartu NPWP asli diterbitkan oleh KPP sepajang KPP telah menerima secara lengkap formulir dan persyaratannya dari Wajib Pajak. Bagaimana kemudahan e-filling bagi kepentingan pelaporan pajak ? Memudahkan Wajib Pajak terutama dalam hal waktu.

22.136 - langsung me. Modem dan Line Telepon eksternal b. sedangkan apabilan sudah lewat batasan tanggal pengiriman dapat mengirimnya dalam bentuk SPT pembetulan.254. Dapatkah fasilitas “dial up” untuk mengakses layanan e-filling Jika di kantor kami telah terkoneksi dengan jaringan internet. selama tidak melewati batasan waktu yang telah ditentukan oleh undang-undang. 15.234 apps1. disamping itu Wajib Pajak hanya menyampaikan SPT Induk dan Berita Acara yang telah ditandatangani oleh Wajib Pajak dan pengiriman data SPT dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dalam batasan waktu yang ditentukan 13. 16. Pada prinsipnya layanan e-filing adalah mengirimkan file SPT ke DJP. sehingga memudahkan wajib pajak untuk mengakses e-filling. sedangkan pelaporannya masih harus dilakukan dan masih terikat dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Apa yang dilakukan untuk melakukan koneksi ke layanan e-filing? a.Windows2003. Windows2000. 14. Jika Wajib Pajak menggunakan layanan e-filing. lalu simpan .“load” data SPTnya ke Database DJP tanpa melalui KPP. apakah kami dapat meng-akses layanan e-filing tanpa menggunakan dial up? Harus tetap menggunakan fasilitas dial up Saat ini layanan e-filling dengan cara dial up connection. Apakah layanan e-filing mengikuti jam kerja KPP? Tidak pengiriman melalui layanan e-filing dapat dilakukan kapan saja.. tambahkan 10. 17. Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan antara lain PC dengan OS WindowsXP. apakah masih harus melapor ke KPP? Ya. yaitu dilaporkan sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika terjadi kesalahan pengiriman data SPT melalui layanan e-filing? Apabila belum melewati batasan tanggal pengiriman. Surat Lainnya). Mengedit file hosts (lokasinya : c:\windows\system32\drivers\etc). Yang dilaporkan ke KPP adalah SPT Induk (tanpa lampiran) dan Berita Acara yang telah ditandatangani serta kelengkapan SPT lainnya (SSP. kedepannya direncanakan layanan e-filling akan tersedia di internet. dapat dilakukan pengiriman ulang data SPT.

22. b. username dan password yang telah diberikan. isi nomor telepon. 23. buka webpage dengan alamat http://apps1:7778 18. namun apabila kegagalan tetap terjadi berulang-ulang. ODBC disesuaikan dengan database yang akan diakses. Menbuat windows dial up connection. 20. 21. Dalam satu PC. Jika kami melakukan pengiriman data SPT berkali-kali melalui layanan efiling. berita acara mana yang harus dilaporkan ? Berita acara dari pengiriman data SPT yang terakhir. Ketika melakukan perekaman. apakah bisa digunakan untuk mengiput data e-SPT untuk beberapa WP/NPWP ? Bisa. segera hubungi petugas yang bertanggung-jawab di KPP.. Bagaimana melakukan proses impor data kedalam aplikasi e-SPT ? Data dapat diimpor ke dalam aplikasi e-SPT dengan mengikuti format yang telah ditentukan dalam aplikasi e-SPT. Meng-copy database kosong kedalam beberapa folder sesuai dengan jumlah WP. Input data e-SPT dalam satu PC untuk beberapa WP/NPWP dilakukan dengan cara : a. lalu buka internet explorer. . apa yang harus dilakukan ? Harus dilakukan pengiriman ulang data SPT. d. terjadi masalah sehingga mengakibatkan berita acara tidak tercetak. Jalankan Dial up connection.137 - c. Aplikasi bisa digunakan bersama-sama dengan banyak user agar memudahkan pekerjaan dan efisiensi waktu. Apakah e-SPT bisa dipakai multi user ? Dapat. Hal ini karena diasumsikan yang dikirim terakhir oleh Wajib Pajak adalah data yang up to date 19. Format Standar file impor tersebut dapat dilihat pada petunjuk penggunaan aplikasi e-SPT. Jika pada saat pengiriman data. Bagaimana Setting ODBC ? Setting ODBC (Open Database Connectivity) dapat dilihat pada petunjuk penggunaan aplikasi e-SPT yang disertakan dalam aplikasi e-SPT.

Apakah yang harus dilakukan.. . jika akan merekam data SSP namun tidak memiliki NTPP ? Mengisikan ‘0’ sebanyak 16 digit pada kolom NTPP dengan tujuan agar data dapat direkam melalui sistem MP3.138 - 24.

.

3. atau diserahi tugas negara lainnya. dan Pegawai Negeri Sipil. mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan c. Siapakah Pegawai Negeri Sipil ? Pegawai Negeri Sipil adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. Menyimpan rahasia Negara dan atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya. Siapa saja yang berhak menjadi Pegawai Negeri Sipil? Yang berhak menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah: a. d. Pegawai Negeri Sipil terdiri dari: a. Setiap Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. diri sendiri. . Setia dan taat kepada Pancasila. Apabila pelamar yang dimaksud di atas diterima. Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. c. Mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan atau diri sendiri serta menghindarkan segala sesuatu yang mendesak kepentingan Negara oleh kepentingan golongan. Apa saja kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi oleh Pegawai Negeri Sipil? Kewajiban bagi Pegawai Negeri Sipil adalah: a. b. maka ia harus melalui masa percobaan dan selama itu berstatus sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. Negara. dan Pemerintah. Anggota Tentara Nasional Indonesia. Kepegawaian ( 250304 ) 1. Mengangkat dan mentaati sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil dan sumpah/janji jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara.. Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah melalui percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selama-lamanya 2 (dua) tahun. b. Pemerintah. e.139 - SEKRETARIAT A. b. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. UUD 1945. c. 2. atau pihak lain. Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah.

i. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaikbaiknya. q. kekompakan. Memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan kariernya. Membimbing bawahannya dalam melaksanakan tugasnya. s. Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik. Mendorong bawahannya untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian. Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya. Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya baik-baik. j.140 - f. tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannya. atau Pegawai Negeri Sipil. Hormat menghormati antara sesama warga negara yang memeluk agama/kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. keuangan. v. Berpakaian rapi dan sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap masyarakat. Memelihara dan meningkatkan keutuhan. .. Menjadi teladan sebagai warga negara yang baik dalam masyarakat. Larangan bagi Pegawai Negeri Sipil adalah: a. x. yang berlainan. Mentaati ketentuan jam kerja. m. Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin. dan terhadap atasan. dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil. h. Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara. Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan Pemerintah baik yang langsung menyangkut tugas kedinasannya maupun yang berlaku secara umum. dan bersemangat untuk kepentingan Negara. w. dan materiil. terutama di bidang keamanan. p. z. sesama Pegawai Negeri Sipil. l. k. Segera melaporkan kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan Negara/Pemerintah. kesadaran. Bertindak dan bersikap tegas. o. tertib. t. n. Mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan. Bekerja dengan jujur. persatuan. dan tanggung jawab. Pemerintah. y. cermat. g. Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang. r. u.

c. Bertindak selaku perantara bagi suatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi Pemerintah. g. menjadi direksi. Memiliki saham modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya. menggadaikan. menyewakan. Menyalahgunakan wewenangnya. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. e. atau surat-surat berharga milik Negara secara tidak sah. d. l. golongan. uang. f.. i. Melakukan kegiatan usaha dagang baik secara resmi. atau pihak lain. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan sahamnya tidak dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraan atau jalannya perusahaan. q. k. membeli. Memiliki. o.141 - b. dokumen. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. atau komisaris perusahaan swasta bagi yang berpangkat Pembina (Gol. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia Negara yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi. pimpinan. kecuali untuk kepentingan jabatan. Tanpa izin Pemerintah menjadi Pegawai atau bekerja untuk negara asing. . Menyalahgunakan barang-barang. bawahan. teman sejawat. m. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan keuntungan pribadi. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara. n. Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya. maupun sambilan. menjual. golongan. atau meminjamkan barang-barang. atau pihak lain. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayaninya. atau surat-surat berharga milik Negara. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. j. p. h. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. Memasuki tempat-tempat yang dapat mencemarkan kehormatan atau martabat Pegawai Negeri Sipil. IV/a) ke atas atau yang memangku jabatan eselon I.

keluarganya berhak memperoleh uang duka. Memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya.. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang menderita cacat jasmani atau cacat rohani dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkannya tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga. b. e. b. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi. berhak memperoleh tunjangan. d. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang ditimpa oleh suatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas dan kewajibannya. Hukuman apa saja yang dapat dikenakan atas pelanggaran peraturan disiplin oleh Pegawai Negeri Sipil ? No 1. b. berhak memperoleh perawatan. b. Hukuman Berat Disiplin a. c. 5. d. Memperoleh cuti. c. c. golongan. atau pihak lain. . Apa saja hak-hak yang dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil? Setiap Pegawai Negeri Sipil memperoleh hak-hak sebagai berikut: a. c.142 - r. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang tewas. Tingkat Hukuman Disiplin Hukuman Disiplin Ringan Hukuman Sedang Disiplin Jenis Hukuman Disiplin a. 4. 3. a. Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil 2.

Sekretaris Jenderal b. Dirjen Bea dan Cukai Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan a. IV/b) ke atas 2. c. Dirjen Keuangan Dirjen PKPD Lembaga f.143 - 6. Jenis Hukuman Disiplin a. I (Gol. kecuali jenis hukuman disiplin : No 1. Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Terhadap PNS e. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil Pembebasan Jabatan Terhadap Pegawai Negeri Sipil Berpangkat Pembina Tk. . g. Dirjen Pajak d. b. Dirjen Anggaran c. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil b. Memangku jabatan struktural eselon I atau jabatan lain yang wewenang pengangkatan dan pemberhentiannya berada di tangan Presiden Selanjutnya wewenang penjatuhan hukuman disiplin tersebut didelegasikan oleh Menteri Keuangan kepada para pejabat di lingkungan Departemen Keuangan RI yaitu sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut ini: No.. Yang memangku jabatan struktural eselon II atau yang setingkat di lingkungan masing-masing f. Pejabat PEJABAT ESELON I : a. Dirjen BUMN Pembinaan e. d. 1. Siapakah pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturan disiplin? Pejabat yang berwenang menghukum adalah Menteri dan Jaksa Agung.

Sekretaris BPSP. Kepala Balai. Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis d. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Direktur. b. Kepala Kantor (eselon III). III. n. Sekretaris Inspektorat Jenderal. f. m. Kepala Bidang. IV. k. Kepala Kantor Wilayah atau jabatan lain yang setingkat a. Kepala Sub Direktorat. Sekretaris Pengganti BPSP. Pejabat Dirjen Piutang Lelang Negara & g. Yang memangku jabatan struktural eselon IV dan yang setingkat di lingkungan masing-masing . V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing 3. Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Terhadap PNS Yang memangku jabatan struktural eselon II. h. b. c. Kepala Pusat. Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Yang memangku jabatan struktural eselon III atau yang setingkat di lingkungan masing-masing Yang memangku jabatan struktural eselon III. e. PEJABAT ESELON II : Sekretaris Direktorat Jenderal /Badan. Pembebasan jabatan Yang memangku jabatan struktural eselon IV.144 No. IV. c.. l. PEJABAT ESELON III : Kepala Bagian. V dan yang setingkat di lingkungan masing-masing 2. Kepala Pangkalan Sarana Operasional atau jabatan lain yang setingkat a. Inspektur. Kepala Biro. Inspektur Jenderal Ketua Bapepam Kepala BAF Kepala BAKUN Kepala Bintek Kepala BPPK h. j. V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing i.

Penurunan gaji c. f. c. e.145 No. Teguran tertulis c. Penundaan kenaikan pangkat d. Jenis Hukuman Disiplin Hukuman disiplin tingkat ringan a. b. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri f. Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah e. b. Kepala Seksi. d. Pada hari ke-15 (lima belas) terhitung mulai tanggal penyampaian surat keputusan hukuman disiplin itu kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan a. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS Apabila ada keberatan Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji Penundaan kenaikan pangkat Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat Mulai Berlaku Sejak tanggal disampaikan oleh pejabat yang berwenang menghukum kepada Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin 2. Kapan berlakunya hukuman disiplin? Keputusan hukuman disiplin mulai berlaku sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut: No. 1. Pernyataan tidak puas secara tertulis Hukuman disiplin tingkat sedang dan berat Apabila tidak ada keberatan a.. Pejabat PEJABAT ESELON IV : Kepala Sub Bagian. atau jabatan lain yang setingkat a. 4. Penundaan kenaikan gaji berkala b. c. Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Terhadap PNS Yang memangku jabatan struktural eselon V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing 7. Sejak tanggal keputusan atas keberatan itu ditetapkan oleh atasan pejabat yang berwenang menghukum atau oleh Badan Pertimbangan Kepegawaian . Teguran lisan b.

Apakah sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh yang berwajib? Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan pemberhentian sementara sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. dan lain-lain. Jika belum terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. Jenis Hukuman Disiplin Hukuman disiplin pembebasan dari jabatan Mulai Berlaku Sejak tanggal keputusan hukuman disiplin itu ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menghukum Hari ke-30 (tiga puluh) terhitung mulai tanggal yang ditentukan untuk penyampaian keputusan hukuman disiplin 4. Alasan Pemberhentian Sementara Melakukan kejahatan/pelanggaran jabatan Besarnya Gaji Yang Dibayarkan a. 3. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat tunjangan keluarga. 1. tunjangan kemahalan umum.146 No.. Melakukan kejahatan/pelanggaran yang tidak menyangkut jabatannya Mulai bulan berikutnya ia diberhentikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir 1. 2. Jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 50 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji yang diterimanya. . b. No. Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin tidak hadir pada waktu penyampaian keputusan hukuman disiplin 8.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwajib. 1. maka perkara yang menyebabkan seorang Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan pemberhentian sementara. Dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun. Hasil Pemeriksaan Terbukti Tidak bersalah Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara a. b. . tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut? Perlakuan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah ini : No. a. 9. c. Selama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh serta penghasilan-penghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya.. Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara. PNS tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan dikembalikan pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan pemberhentian sementara. Terbukti Bersalah b. harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan. 2.147 - 2. Diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. Dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih.

b. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil Terhadap Pegawai Negeri Sipil Berpangkat Pembina Tk. c. b. Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil 2. b. d.148 - 10. c. Jenis Hukuman Disiplin a. c. I (Gol. 11. kecuali jenis hukuman disiplin : No. Siapakah pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturan disiplin? Pejabat yang berwenang menghukum adalah Menteri dan Jaksa Agung. a. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil b. IV/b) ke atas . Hukuman Disiplin Berat a.. Jenis Hukuman Disiplin a. 1. 3. Hukuman apa saja yang dapat dikenakan atas pelanggaran peraturan disiplin oleh Pegawai Negeri Sipil ? Tingkat Hukuman Disiplin Hukuman Disiplin Ringan Hukuman Disiplin Sedang No 1.

149 - 12. Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara. Jika belum terdapat petunjukpetunjuk yang jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. 2. 1. 4. Melakukan Mulai bulan berikutnya ia diberhentikan kejahatan/pelanggaran yang tidak bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok menyangkut jabatannya yang diterimanya terakhir 3. No. harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan.. Apakah sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh yang berwajib? Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan pemberhentian sementara sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. b. . maka perkara yang menyebabkan seorang Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan pemberhentian sementara. Alasan Pemberhentian Sementara Melakukan kejahatan/pelanggaran jabatan Besarnya Gaji Yang Dibayarkan a. Jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 50 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. tunjangan kemahalan umum. kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji yang diterimanya. dan lain-lain. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat tunjangan keluarga.

tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut? Perlakuan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah ini: No. 2. . Dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih.. Diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. b. Dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak Bersalah diberhentikan karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun.150 - 13. Hasil Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Pemeriksaan Telah Diberhentikan Sementara 1. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwajib. Terbukti a. b. Terbukti Tidak a. PNS tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan bersalah dikembalikan pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan pemberhentian sementara. c. Selama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh serta penghasilanpenghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya.

d. XII Jalan Dr Wahidin nomor 1 Jakarta 10710 Tromol Pos 3132. Lainnya (250304 ) 1.id. dan Inspektorat Jenderal dengan alamat Gedung A Departemen Keuangan Lt IX s. Kotak Pos 111 JKTM 12700.. Pengaduan Masyarakat Kotak Pos 5000 Kotak Pos 111 JKTM 12700 Komisi Ombudsman Inspektorat Jenderal Direktur Jenderal Pajak Tindak lanjut . bagaimana cara menyampaikan pengaduan masyarakat agar perbuatan aparat/oknum tersebut dapat ditindaklanjuti? Pengaduan masyarakat dapat disampaikan ke Kotak Pos 5000.or. pengaduan yang masuk kemudian akan disampaikan ke Direktur Jenderal Pajak untuk ditindaklanjuti. telepon (021) 7258574-78 fax (021) 7258579 e-mail : ombudsman@ombudsman. Komisi Ombudsman dengan alamat Jalan Adityawarman No. Apabila dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdapat tindakan dari aparat pajak yang menyimpang atau masyarakat merasa kurang atau tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan.151 - B. telepon (021) 386 5430 fax (021) 3847448 (sesuai flow chart dibawah). 43 Kebayoran Baru Jakarta 12160.

. Tahap selanjutnya adalah penyelesaian aduan dari masyarakat tersebut. Informasi pelayanan . Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab f. Bila pengaduan tersebut bersifat keluhan terhadap administrasi sistem pelayanan. transparansi tersebut meliputi apa? Ya. Lokasi pelayanan g. Janji pelayanan h. Apabila masyarakat tidak puas atas kinerja aparat pajak. Standar pelayanan publik i. Rincian biaya pelayanan e. Apakah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Direktorat Jenderal Pajak menerapkan transparansi (bersifat terbuka). Hal yang ditanyakan antara lain : o Dimanakah kejadiannya ? o Kasus tersebut melibatkan siapa saja ? o Waktu kejadian ? o Pihak-pihak mana saja yang terlibat ? o Mengapa hal tersebut dapat terjadi ? o Bagaimana kronologis kejadiannya ? Semua pertanyaan tersebut hendaknya bertujuan pada klarifikasi atas masalah yang dimaksud. Persyaratan teknis dan administratif pelayanan d. apa yang harus dilakukan oleh pejabat yang berwenang? Dalam hal ini harus dilihat terlebih dahulu jenis permasalahannya.Bila pengaduan tersebut bersifat kasus aduan maka pejabat yang berwenang wajib memperjelas bentuk pengaduan dengan menanyakan ke sumber berita yang dimaksud. meliputi: a.152 - 2. Prosedur pelayanan c.. 3. Transparansi manajemen penyelenggaraan pelayanan publik b. kemudian diadukan melalui media cetak dan elektronik. maka pejabat yang berwenang wajib meneliti terlebih dahulu substansi permasalahannya untuk selanjutnya diteruskan ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak guna memperoleh arahan dari Direktorat Teknis terkait.

.

534 119.697 76.1 94.1 91.647 101.2 6.189 69.2 7.051 100.107 122.6 96.9 7.478 101.508 110.3 92.235 52.753 1.7 134.764 21.8 miliar 18.0 78.975 2000 2001 2002*) 44.505 1.421 71.641 105.761 101.1 PPN dan PPnBM Rencana Realisasi 41.3 109.741 58.4 192.9 6.2 10.9 163.800 75.946 104.5 40.373 96.986 159.289 65.3 112.878 104.714 1995/1996 19.239 1996/1997 27.944 72.986 106.417 95.4 1.9 92.200 18.0 41.0 2.6 92.421 35.032.388 55.5 61.3 156.132.1 1.651.575 24.5 3.474 84.6 miliar 23.6 62.5 4.209 75.761 37.062 34.087 90.696 87.232 130.670 1.9 75.906 101.002 55.519 100.705 107.461 96.5 82.531 10.614 302 453 591 478 413 611 837 1.835 Keterangan : Sumber : Nota Keuangan dan APBN TA 2003 PDB Tahun 2000 adalah PDB 9 Bulan Realisasi Tahun 2000 adalah angka realisasi 9 bulan *)Belum termasuk rencana dan realisasi PPh Migas **)Realisasi tahun 2003 adalah realisasi sementara Revisi II ***)APBN 2004 Tanggal Proses : 25-03-2004 Penerimaan PPh Migas mulai Tahun Anggaran 2000 Tahun 2000 Tahun 2001 Tahun 2002 Tahun 2003 Tahun 2004 (APBN 2004) 18.601 30.655 % Jumlah Rencana Realisasi % 16.277 3.143.469 1.012 27.703 1999/2000 53.344 25.139 1.258 105.4 95.455 1.622 27.803 33.431 55.0 1.4 2.565 104.9 102.159 97.957 100.726 125.244 96.4 3.5 2.8 miliar .629 18.1 50.853 18.359 70.5 miliar 13.620 1998/1999 35.7 73.273 % PBB & BPHTB Rencana Realisasi % Pajak Lainnya Rencana Realisasi 296 550 636 633 670 568 1.253 1997/1998 30.7 35.663 105.2 99.423 34.863 86.413 106.0 10.893 98.2 107.923 20.523 22.384 1.7 miliar 17.7 101.5 100.305 2004***) 120.199 102.9 133.545 111.724 2003**) 104.792 38.351 27.8 4.841 67.4 87.6 2.2 219.456 129.492 82.101.7 86.411 3.153 Lampiran 1 Penerimaan Perpajakan Pajak Penghasilan Tahun Anggaran Rencana Realisasi % 1994/1995 18.496 135.644 185.

359 62.373 Rencana Realisasi .478 2002 163.726 1999/2000 92.644 185.235 41.705 70.878 52.496 135.209 87.508 110.946 2001 133.159 2003 192.154 Lampiran 2 200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Rencana Realisasi 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 35.258 40.417 58.741 50.986 159.492 37.534 2000 75.761 78.

155
Lampiran 3

PENERIMAAN PAJAK DAN PDRB TH 2002 KANWIL I (DJP SUMATERA BAGIAN UTARA) (Rp.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK, GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB. KEUANGAN, REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-04 PAJAK 264.967 48.705 394.245 19.838 394.581 459.479 288,359 PDRB 36.262.982 11.858.368 31.336.666 1.127.145 4.574.269 18.583.739 6,641,869

8

80000

826.288

4.272.604

9

90000

342.120

7.554.782

10

00000

331.823 3.370.404

122.212.424

156
Lampiran 4

Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil I DJP Th 2002 (Rp Juta)

331,823 342,120

264,967

48,705 394,245 19,838

394,581 826,288 459,479 288,359

PERTANIAN LISTRIK, GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS

PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB. KEUANGAN, REAL ESTATE

INDUSTRI

PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL

PERDAGANGAN

KEMASYARAKATAN

157
Lampiran 5

KANWIL II (DJP SUMATERA BAGIAN TENGAH) (Rp.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK, GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB. KEUANGAN, REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 472.614 559.827 809.837 42.871 512.264 PDRB 14.436.861 36.211.005 14.878.846 802.080 2.923.853

6 7

60000 70000

439.681 214.072

10.563.794 6.189.267

8

80000

612.871

2.667.535

9

90000

152.571

8.108.424

10

00000

270.131 4.086.739

96.781.665

158
Lampiran 6

Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil II DJP Tahun 2002 (Rp Juta)
152,571 612,871 270,131 472,614 559,827

214,072 439,681 512,264
PERTANIAN LISTRIK, GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI

809,837 42,871
INDUSTRI PENGOLAHAN SOSIAL

PERDAGANGAN DAN JASA

LEMB. KEUANGAN, REAL ESTATE KEMASYARAKATAN

357 6 7 60000 70000 365.199 769.545 325.445.241.434 5.892 .768. KEUANGAN.023 9 90000 188.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.513 18.714 PDRB 27.035 3.818.745 14.594 202.052 18.399 103.332.706 10 00000 197.688.159 Lampiran 7 KANWIL III (DJP SUMATERA BAGIAN SELATAN) (Rp.367 8.852 1.355 152. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.361.839.340 8 80000 401.334 9.193. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 324.090 4.036 4.459.026.

334 365. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.355 325.026. KEUANGAN.513 1.035 324. REAL ESTATE 9.367 401.160 Lampiran 8 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil III DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 188.714 PERTANIAN LISTRIK.594 202.090 197.852 152.545 INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .

839.510.331.761 254.511 58.816 3.466. KEUANGAN.417 10 00000 3.013.547 54. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 230.922. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.605.600 PDRB 516.465 349.935.933 60.325 25.252.603 30.469.986 1.054.723.161 Lampiran 9 KANWIL IV+V+VI (DJP JAKARTA RAYA I+II+III) (Rp.114 9 90000 813.657 3.428 .474 21.925 8 80000 4.532 6 7 60000 70000 9.508 1.804 24.157.735.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.327.973 58.

510.839.511 1.508 1.657 3.973 58.933 9. KEUANGAN.013.986 PERTANIAN LISTRIK.465 349.325 3. REAL ESTATE INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .804 813.600 4.327.054. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.723.162 Lampiran 10 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil IV+V+VI DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 230.

672.367.326.883.530 19.563 19.399.779 38.690 121.087 145.840 57.715 534. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 346.222 60.979 9 90000 1.901.928.167 53.360.187 8.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.807.597 10 00000 12.323 664.127 710.832 56.580. KEUANGAN.396.129.774 6 7 60000 70000 2. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.058 7.598.519.163 Lampiran 11 PENERIMAAN PAJAK DAN PEREDARAN USAHA TH 2002 KANWIL VII (DJP JAKARTA RAYA KHUSUS) (Rp.373 10.077.699 8 80000 9.794.448 PEREDARAN USAHA 15.559 .027.655.

REAL ESTATE INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .077.323 9.519.396.129.373 1. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.563 10.167 346.127 710.058 PERTANIAN LISTRIK. KEUANGAN.367.779 664.187 8.883.164 Lampiran 12 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil VII DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 12.690 7.448 2.807.

999 PAJAK 51.142.101.165 Lampiran 13 KANWIL VIII+IX (DJP JAWA BAGIAN BARAT I+II) (Rp.896 22.119.985 21.235 10 00000 .820 8. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.494.296 9 90000 1.549 315.148. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 BELUM 1.192 6 7 60000 70000 1.627 41.361 8.457 14.632.309.235.079.024 8 80000 2.601 108. KEUANGAN.534.507 272.052 54.502 110.809 12.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.524.283.219.259 PDRB 38.209 906.155.054 5.103.577 7.676.

GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.259 PERTANIAN LISTRIK. KEUANGAN.101.119.054 5.549 1.142.209 315.148.627 54.361 906.052 2.155.985 108. REAL ESTATE INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .166 Lampiran14 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil VIII+IX DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 51.601 1.809 1.

300.765.866.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.613 41.701 PDRB 38.090 6 7 60000 70000 908.445.099 6.091.694 10 00000 279.283 173.480 7.248.435.021 50.817 40.481 35.120.730 6.256 138.987 .283 1.167 Lampiran 15 KANWIL X (DJP JAWA TENGAH DAN DIY) (Rp.922 2.592. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB. KEUANGAN.730.159 8 80000 1.475.183 15.037 1.036 9 90000 790.576 9.485. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 4.091 7.919.

REAL ESTATE INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .817 908.183 6. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.730 2. KEUANGAN.765.922 4.613 1.256 41.701 PERTANIAN LISTRIK.099 790.168 Lampiran 16 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil X DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 279.481 35.480 138.120.

230.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.081 9.739 147.000.026 6.366.712 12.179 PDRB 47.169 Lampiran 17 KANWIL XI+XII (DJP JAWA BAGIAN TIMUR I+II) (Rp.582 9 90000 681.164.313 9.145 6.898 54.957.467. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.341.337.079.370 8 80000 2.588 226.981 10 00000 894.167 64.450 14.693 60.995 577. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 97.360.519.849.511 4.516.785 355.637.774 20.308 . KEUANGAN.495 6 7 60000 70000 1.

000.026 2.785 PERTANIAN LISTRIK. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.995 355.170 Lampiran 18 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XI+XII DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 894.739 147.179 64.467.313 577. REAL ESTATE INDUSTRI 6.898 1.079.167 PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN . KEUANGAN.774 97.712 681.

464 . KEUANGAN.351 44.057 1.171 Lampiran 19 KANWIL XIII (DJP KALIMANTAN BARAT+KALIMANTAN TENGAH) (Rp.452.705.899 35.628 9 90000 109.485.929.562 58.017 3.794.926.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.291.271.992.865 1. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 102.336 8 80000 187. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.296 589.597 2.586 10 00000 60.170 5.049 PDRB 12.984 6 7 60000 70000 977.853 6.198 719 126.255 1.002 260.840 128.

853 60. KEUANGAN.172 Lampiran 20 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIII DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 109.017 187.562 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL PERTAMBANGAN LISTRIK.351 44.049 977.840 719 126.057 128. REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS .198 102. GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB.255 58.

490 364.183 .395 984.884 3.864.338 1.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.144.286 9. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 512.769 410.971.365 40.739 10 00000 378.726 39.906.310.524 9 90000 115. KEUANGAN.041 8 80000 402. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.539 2.682 3.349 34.692 107.663 PDRB 10.172.130 7.366 6 7 60000 70000 459.856.392 540.063.063.763.187 109.173 Lampiran 21 KANWIL XIV (DJP KALIMANTAN TIMUR + KALIMANTAN SELATAN) (Rp.

KEGIATAN YG DAN BELUM JASA REAL ESTATE JELAS KEUANGAN.365 40.392 984.395 364. GAS DAN AIR PERDAGANGAN LEMB.338 378.682 402.692 PERTANIAN INDUSTRI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL PENGOLAHAN KONSTRUKSI PERTAMBANGAN LISTRIK.884 512.490 540. .663 107.286 459.174 Lampiran 22 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIV DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 115.

857 9 90000 161. KEUANGAN.162 8.290 156.819 6 7 60000 70000 39.160.624.907 . REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 6.047.071 10 00000 184.796 2.998 1.473 4.887 179.752.040.188.243.336 PDRB 17.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.111 1.088.545 27.562 5.091 3.175 Lampiran 23 KANWIL XV (DJP SULAWESI SELATAN + SULAWESI TENGGARA) (Rp.800 55.123.197 7.888 44.319 503.584. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.837 3.644 8 80000 369.

KEUANGAN.111 6.162 8.800 55.562 156. REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS . GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB.176 Lampiran 24 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XV DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 184.197 PERTAMBANGAN LISTRIK.887 179.290 161.998 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL 27.545 369.336 39.

249 9 90000 82.322 29.177 Lampiran 25 KANWIL XVI (DJP SULAWESI UTARA + SULAWESI TENGAH) (Rp.115.217 199.898 2. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.982 8 80000 158. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 18.459 PDRB 8. KEUANGAN.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.608.816 10 00000 130.518 786.598.954 67.815.836 2.119.627 24.839 6 7 60000 70000 93.333 3.738 73.307 .657.985 125.906 3.409 886.061 2.671 750.742 5.464.

906 125. GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB. REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS .738 73. KEUANGAN.671 67.178 Lampiran 26 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XVI DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 130.459 158.985 82.333 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL 93.518 18.742 5.322 29.954 PERTAMBANGAN LISTRIK.

113.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.577.710 2.978 PDRB 12.822 46.930 6.093 10.011.577 10 00000 227.467 9 90000 158.194 4.678 176.624.954 1.057 8 80000 575.843.358 19.216 5. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 2.758.476.757 2. KEUANGAN.984.496.978 . GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.844 58.605 3.096 1.179 Lampiran 27 KANWIL XVII (DJP BALI+NTB+NTT) (Rp.404.699 461.285 169.301 6 7 60000 70000 366.

605 3.930 366.285 227. REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS .096 176.358 19.093 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL PERTAMBANGAN LISTRIK.678 169.844 58. KEUANGAN.954 158.180 Lampiran 28 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XVII DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 2. GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB.978 575.

181 Lampiran 29 KANWIL XVIII (DJP MALUKU + PAPUA) (Rp.219.355.735 118.486.911 9 90000 80.725 134.209.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.209 1.414 517.610 12. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.633 6 7 60000 70000 125.161 295.647. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 24.930 8 80000 150.743 2.573 9.763 2.619 219.516.551 .678 10 00000 157.379 877.583 11.626.351 28.034 1.466 1.735 PDRB 6. KEUANGAN.606.

763 24. REAL ESTATE INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .034 80.619 219.743 125.725 PERTANIAN LISTRIK.573 9.414 295. KEUANGAN.583 11.161 150.182 Lampiran 30 Penerimaan Pajak Per Klu Kanwil XVIII DJP Tahun 2002 (Rp juta) 157. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.735 134.

404 658.180. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 61.715 1.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.000.219 69.910.056 260.339 639.148.599 7.689 9.091 6 7 60000 70000 634.480.801.965 14.607 78.183 Lampiran 31 PENERIMAAN PAJAK DAN PEREDARAN USAHA TH 2002 KANWIL XIX DJP WAJIB PAJAK BESAR (Rp.880.682 10 00000 160.333.042 70.660. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.734.095 8 80000 898.079 432.685.199 1. KEUANGAN.386 9 90000 16.650 4.183 .524 PEREDARAN USAHA 3.

599 16.404 658. KEUANGAN.607 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL PERTAMBANGAN LISTRIK.199 898.000.184 Lampiran 32 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIX DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 160.650 634. REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS .715 639.339 78.524 4. GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB.042 61.

547 258.185 Lampiran 33 PENERIMAAN PAJAK DAN PDRB TH 2002 NASIONAL (Rp.867.990 .392 11.408.090 105.349. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 2.755 103.041.558 1.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.535 5.483.249 1.366 92.144.930.596.787.893.571.829.706.737 137.783.555 9 90000 6.521. KEUANGAN.312 11.268 97.862 29. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.469.964 6 7 60000 70000 19.946 169.630.641 35.696.491 PDRB 281.865 10 00000 19.523 345.769.122.384.832 8 80000 23.887.

706.946 35.769.521.469.787. KEUANGAN.312 5.491 PERTAMBANGAN LISTRIK.186 Lampiran 34 Penerimaan Pajak Per KLU Nasional Tahun 2002 (Rp Juta) 19.547 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL 19.392 11.737 6. GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB.041. REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS .930.090 1.783.696.535 11.641 23.558 2.122.

000.000 200.000 50.187 Lampiran 35 Perbandingan Penerimaan Pajak Dan PDRB Nasional Tahun 2002 350.000 250.000 150.000 100.000 0 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL PAJAK PDRB .000.000.000 300.000.000.000.000.

452.334 72.564 20.133 51.572.960 508.985.937.286.490.747.848 270.679.044.825 57.353 868.302.134 628.065.601.838 462.296.296.720 1.023.817 PPh 108.480 550.696.763 28.641.088 473.001 815.396.841 211.434 45.540.717 82.392.527 766.375.139 260.835 1.473.890.716.523 6.190 3.493.800.286.471.621.854.842 10.283.157.121 247.758.180.493 2.829.300.227.972 127.954 Penghasilan Kotor 1.551 656.081.671.228.664 34.207.971.864 18.194 39.674 49.407.502 137.725 22.894.452 263.776 1.478.735.971.753.352.509.806.564 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .620.821 4.025.285.137.681.453.330.439.193 2.450 2.037 40.737.654.056.689 691.595 22.197 27.637.398 989.847.245.828.307.776.057.233.518.924.554.363.173.812 10.013 2.486.871.736 197.193 5.426.512.119 45.243.614 22.502.995.940.219.300.141.219 5.506 1.686 22.540.188 Lampiran 36 SPT Orang Pribadi Tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kanwil Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX SPT 54.473 2.507 327.903.030.

289.741.893 6.665.189 Lampiran 37 SPT PPh Badan Tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kanwil Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Kanwil XIX Jumlah SPT 14.813 13.578.129 67.211.638 2.148.662.129 5.593 93.016 140.526.351 10.055 68.872.865.457.590 6.661.107 6.562 47.919 106.494.893.564.978.256.892.929.282.442 1.187 320.763 244.601 35.998 669.487.927.969.909 19.841 19.209 19.950 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .099 38.733.548.902.777.463.817.338.489.194.486.971.777.833 309.903 48.465.275 402.925.196.814.796 542.339.784.147.911.647 13.884 461.059 179 Penghasilan Kotor 42.523.796.773 10.599 16.864.302.067.520.883.425.494 588.829 29.985 156.743 62.399 4.312.356.027.076.433.477.773 16.911 10.836.761.494.129.627.161.628.958 27.032.787.574.305 291.641.235.357.996.672.762.129 17.645.559.310.052.081 1.052 3.519.228 10.714.059.297.298.742 37.364 534.240 28.170 120.984.727 82.729.269.507.733.324.497.079.383.602 15.180.417.929.208 72.956.645 18.586.011.671 PPh 349.418.856 30.331.057.267 20.677.451.057.665.053 34.581.371 977.123 5.594.

378 73 48 122 308 210 156 206 118 71 136 147 60 33 102 41 15 45 13 49 1.581 75 24 17 319 201 120 158 91 80 72 116 18 28 33 16 15 19 18 0 1.953 Sumber : Direktorat Pajak Penghasilan DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .190 Lampiran 38 Data Keberatan PPh (Tahun 2002 .2003) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Kantor Pusat Jumlah Tahun 2002 Diajukan Selesai WP Diproses 125 44 35 582 395 264 271 152 159 149 167 46 40 66 33 17 17 19 0 2.420 Tahun 2003 Diajukan Selesai WP Diproses 136 95 144 399 401 248 522 304 151 210 191 91 26 87 49 27 91 19 187 3.

191 Lampiran 39 Data Keberatan PPh Tahun 2002 700 600 500 400 300 200 100 0 Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Kantor Pusat Diajukan WP Selesai Diproses .

192 Lampiran 40 Data Keberatan PPh Tahun 2003 600 500 400 300 200 100 0 Kanwil Kanwil Kanwil I II III Kanwil Kanwil IV V Kanwil Kanwil Kanwil VI VII VIII Kanwil Kanwil Kanwil IX X XI Kanwil Kanwil Kanwil XII XIII XIV Kanwil Kanwil XV XVI Kanwil Kanwil Kantor XVII XVIII Pusat Diajukan WP Selesai Diproses .

Triwulan III (2003) Kanwil DJP Sulut & Sulteng s.2003) Tahun 2002 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tahun 2003 Diajukan WP Selesai Diproses Kantor Diajukan WP Selesai Diproses Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII 649 358 541 1396 1433 971 1075 1184 1071 1164 1216 533 145 380 386 190 399 49 416 246 381 774 881 594 768 608 571 847 935 400 115 191 159 114 296 29 909 565 703 1821 1485 1221 1377 1375 787 1765 1399 943 182 499 512 155 655 62 528 363 494 1252 921 723 891 940 732 1261 1060 734 153 349 304 80 439 43 Jumlah 13140 8325 16415 11267 Catatan : Kanwil DJP Jawa Bagian Barat I dan Kanwil DJP Sulut & Sulteng s.d. Triwulan III (2003) Sumber : Direktorat PPN dan PTLL Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 .193 Lampiran 41 Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL (Tahun 2002 .d.

194 Lampiran 42 Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL Tahun 2002 Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil XVIII XVII XVI XV XIV XIII XII XI Kanwil Kanwil X Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil IX VIII VII VI Kanwil V Kanwil Kanwil IV III Kanwil II Kanwil I 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 Diajukan WP Selesai Diproses .

195 Lampiran 43 Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL Tahun 2003 Kanwil XVIII Kanwil XVII Kanwil XVI Kanwil XV Kanwil XIV Kanwil XIII Kanwil XII Kanwil XI Kanwil X Kanwil IX Kanwil VIII Kanwil VII Kanwil VI Kanwil V Kanwil IV Kanwil III Kanwil II Kanwil I 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000 Diajukan WP Selesai Diproses .

196 Lampiran 44 Data Keberatan PBB (Tahun 2002 .301 1.654 606 4.309 20.436 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah Sumber : Direktorat PBB dan BPHTB DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .221 10.640 585 4.077 1.692 523 894 188 1.609 618 763 147 1.686 134 0 72.519 6.288 625 694 1.195 620 688 1.713 110 0 72.280 28.723 685 663 1.412 741 871 115 0 76.304 20.283 16.534 870 2.342 4.062 8.504 20.289 7.137 1.703 661 662 1.000 1.421 737 873 104 0 75.220 20.062 8.342 28.470 6.534 871 2.492 6.798 524 903 205 1.225 10.106 1.2003) Tahun 2002 Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Diajukan WP Selesai Diproses Diajukan WP Selesai Diproses 1.478 16.404 611 762 138 1.092 4.

000 20.197 Lampiran 45 Data Keberatan PBB Tahun 2002 25.000 10.000 15.000 5.000 0 Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII Diajukan WP Selesai Diproses .

000 10.000 15.198 Lampiran 46 Data Keberatan PBB Tahun 2003 30.000 25.000 0 Kanwil Kanwil I II Kanwil Kanwil Kanwil III IV V Kanwil Kanwil VI VII Kanwil Kanwil Kanwil VIII IX X Kanwil Kanwil XI XII Kanwil Kanwil XIII XIV Kanwil Kanwil Kanwil XV XVI XVII Kanwil XVIII Diajukan WP Selesai Diproses .000 5.000 20.

2003) Tahun 2002 Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Jumlah 1 1 0 1 0 13 0 34 38 6 2 0 1 16 0 0 0 0 113 Diajukan WP Selesai Diproses Diajukan WP Selesai Diproses 1 1 0 1 0 12 0 34 38 1 1 0 1 16 0 0 0 0 106 17 1 1 0 1 3 0 13 24 5 3 1 0 9 38 12 8 0 136 0 0 1 0 1 3 0 13 21 5 3 1 0 9 38 0 8 0 103 Sumber : Direktorat PBB dan BPHTB DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .199 Lampiran 47 Data Keberatan BPHTB (Tahun 2002 .

000 25.200 Lampiran 48 Data Keberatan BPHTB Tahun 2002 30.000 0 Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII Diajukan WP Selesai Diproses .000 15.000 5.000 10.000 20.

201 Lampiran 49 Data Keberatan BPHTB 2003 120 100 80 60 40 20 0 Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil I II III IV Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil V VI VII VIII IX X XI Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kantor XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII Pusat Diajukan WP Selesai Diproses .

369.577.546 431.790.450 36.638.497 82.606 1.926. Penyidikan dan Penagihan Pajak DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .417.349 5.662 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kanwil I II IV V VI VII XI XII XIV XV Jumlah Jumlah Wajib Pajak 6 1 5 12 18 18 4 5 1 2 72 Sumber : Direktorat Pemeriksaan.123.202 Lampiran 50 Data Usulan Pencekalan (Tahun 2002 – 2003) Utang Pajak (dlm ribuan) 53.738 121.295.361.427.824 770.329 1.444 5.662.876 30.

203 Lampiran 51 Data Usulan Pencekalan (Tahun 2002 – 2003) 20 15 10 5 0 Kanwil I Kanwil II Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIV Kanwil XV Jumlah Wajib Pajak .

347.559.249.500 253.60.251.000.592.104.522 460.354 253.685.361.918 533.433.141.716 290.749 1.299 539.621 (dalam ribuan Rp) 2003 607.965 11.190 1.750 73.489 198.128 26.170 6.163.672.456 4.688 138.836.949.934.086 155.037.194.743.283.901.883 109.898.370.733 238.970.495.171 1.2003) Tunggakan Akhir Tahun NO Kanwil 2002 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII XIX JUMLAH 539.922.824 131.154 525.046 617.627 172.303.756 156.581.632.522 338.611 152.647.975 450.791.205.350 2.068.509.928.314.136.843.124 682.806.865 434.462.772.788.135.900 2.231 Sumber : Direktorat Pemeriksaan.967 224.966 68.201 2.511.606 18.459.870 228.421.707.204 Lampiran 52 Data Tunggakan Wajib Pajak (Tahun 2002 .273 3.709. Penyidikan dan Penagihan Pajak DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .589.760.406.448 470.

000.000.000.000.000 2.000.000 0 Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Kanwil XIX 2002 2002 2003 .000 6.000.000.000 4.000.000 10.205 Lampiran 53 Data Tunggakan Wajib Pajak (Tahun 2002-2003) 12.000.000.000.000.000 8.

299 1.801 374.793 391.641 1.430 458.433 582.232.697.732 499.330.194 1.867 451.232 526.194 129.691 726.869 117.251.316.467 1.380.626 1.381.274.086.854 559.361 543.004 991.131 170.113 91.974 1.457 1.409 675.949 974.026 2.018 650.298 1.771 571.797 489.756 147.488 1.247 563.622 724.001.939 105.184 806.206 Lampiran 54 JUMLAH WAJB PAJAK TERDAFTAR NASIONAL 10 TAHUN TERAKHIR TAHUN BENDAHARAWAN BADAN ORANG PRIBADI WAJIB PPh PASAL 21 WAJIB PPN 1995 1996 1007 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 84.556 198.719 1.028.079 325.963 416.232.180 2.354 351.655 804.802 2.163.259 1.570 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP Tanggal Proses : 15-03-2004 .480 899.475 97.071 622.114.519 195.959 888.

500.000 1.000 2.000 1.500.000 500.207 Lampiran 55 Jumlah Wajib Pajak Terdaftar Nasional 10 Tahun Terakhir 2.000.000.000 0 1995 Bendaharawan 1996 Badan 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 Orang Pribadi Wajib Pajak PPh Pasal 21 Wajib Pajak PPN .

707 217.758 920 1.071 127.545 157.779 18.960 10.322 14.653 110.141 257.602 39.700 32.979 36.695 86.947 82.565 22.587 8.940 21.088 168.027.177 246.437 288.886 42.780 8.557 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII 19 Kanwil XIX Jumlah Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .596 120.961 Orang Pribadi 181.062 61.373 11.958 176.623 128.838 331 10.702 Badan 62.216 74.218 9.209 10.898 54.192 179.517 12.777 111.244 0 170.403 140.312 68.894 Jumlah 257.934 19.856 227.431 63.019 10.412 36.245 55.445 69.208 Lampiran 56 Jumlah Wajib Pajak Terdaftar (Tahun 2002) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kantor Wilayah Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Bendaharawan 12.532 79.228 6.634 261.856 67.835 182.583 12.247 102.880 53.087.207 51.324 692 3.879 692 888.233 151.369 26.024 107.358 169.145 176.530 126.696 14.201 0 2.093 33.022 260.433 42.339 17.377 2.357 59.

209 Lampiran 57 Jumlah Instansi Vertikal No 1 2 3 4 5 Uraian Kanwil KPP KPPBB Karikpa KP4 2000 15 141 107 55 211 2001 18 173 141 55 236 2002 19 175 141 55 236 2003 24 178 146 55 236 Jumlah SDM Berdasarkan Eselon No 1 2 3 Uraian Eselon II Eselon III Eselon IV 2000 25 347 2071 2001 28 514 3302 2002 28 521 3317 2003 37 559 3576 Jumlah SDM Berdasarkan Pendidikan No 1 2 3 4 Uraian Strata 3 Strata 2 Strata 1 Lainnya 2000 8 232 5658 22401 2001 7 557 6056 22356 2002 7 721 6708 22329 2003 7 691 7124 22002 .

210 Lampiran 58 Jumlah Instansi Vertikal 250 200 150 100 50 0 2000 Kanwil KPP 2001 KPPBB 2002 2003 Karikpa KP4 .

211 Lampiran 59 Jumlah SDM Berdasarkan Eselon 4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 2000 2001 Eselon II Eselon III 2002 Eselon IV 2003 .

212 Lampiran 60 Jumlah SDM Berdasarkan Pendidikan 25000 20000 15000 10000 5000 0 2000 2001 2002 2003 Strata 3 Strata 2 Strata 1 Lainnya .

213 Lampiran 61 REKAPITULASI PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN TAHUN 2003 PERIODE : JANUARI S/D DESEMBER 2003 NO 1 I JENIS HUKUMAN 2 KEPMEN KEU NO.01/UP.15/KMK.6/1985 Peringatan Pertama Peringatan Kedua Peringatan Ketiga JUMLAH JML 15 290 71 41 402 II - PP No 30 TAHUN 1980 Tingkat Ringan : Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Tingkat Sedang : Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji sebesar 1 kali kenaikan gaji berkala Penundaan kenaikan pangkat Tingkat Berat : Penurunan pangkat Pembebasan jabatan Pemberhentian dgn hormat tdk atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat 17 12 4 6 8 3 15 3 0 - 1 .

214 1 III IV V Pemberhentian dgn hormat tdk atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat PP No 6 TAHUN 1976 Pemberhentian dengan hormat sebagai CPNS PP No 4 TAHUN 1966 Pemberhentian Sementara (Skorsing) SUB TOTAL (II S/D IV) T O T A L ( I S/D IV) 3 10 2 PP No 32 TAHUN 1979 3 2 0 84 486 Sumber : Bagian Kepegawaian Sekretariat DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .

01/UP.215 Lampiran 62 REKAPITULASI PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN TAHUN 2003 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 KEPMEN KEU NO.6/1985 PP No 30 TAHUN 1980 PP No 32 TAHUN 1979 PP No 6 TAHUN 1976 PP No 4 TAHUN 1966 Jenis Hukuman .15/KMK.

. perlu dilakukan perubahan susunan anggota Tim. bahwa dalam rangka penyusunan Buku tersebut. c. Mengingat : 1./2004 TENTANG PERUBAHAN SUSUNAN ANGGOTA TIM PENYUSUNAN BUKU SAKU PERPAJAKAN YANG DIPERLUKAN DALAM RANGKA MEMBERIKAN TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DARI PIHAK KETIGA DIREKTUR JENDERAL PAJAK./2004. bahwa untuk mengoptimalkan Tim Penyusunan Buku Saku Perpajakan Yang Diperlukan Dalam Rangka Memberikan Tanggapan Atas Pertanyaan Dari Pihak Ketiga yang dibentuk dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor Kep16/PJ. Rapat pleno pertama Tim enyusunan Buku Saku Perpajakan Yang Diperlukan Dalam Rangka Memberikan Tanggapan Atas Pertanyaan Dari Pihak Ketiga tanggal 29 Januari 2004 MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG TENTANG PERUBAHAN SUSUNAN ANGGOTA TIM PENYUSUNAN BUKU SAKU PERPAJAKAN YANG DIPERLUKAN DALAM RANGKA MEMBERIKAN TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DARI PIHAK KETIGA. Menimbang : a. Pasal I Mengubah susunan anggota Tim Penyusunan Buku Saku Perpajakan Yang Diperlukan Dalam Rangka Memberikan Tanggapan Atas Pertanyaan Dari Pihak Ketiga sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak. perlu menetapkan Tim Penyusunan Buku Saku Perpajakan Yang Diperlukan Dalam Memberikan Tanggapan Atas Pertanyaan Dari Pihak Ketiga. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 11 Februari 2004 a. Salinan Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk diketahui dan diindahkan. Pasal II Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Hasil Rapat Pimpinan Direktorat Jenderal Pajak tanggal 29 Desember 2003. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas.n.216 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : KEP. Direktur Jenderal Sekretaris Direktorat Jenderal Ttd Djazoeli Sadhani NIP 060036043 b. maka dipandang perlu untuk menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Perubahan Susunan Anggota Tim Penyusunan Buku Saku Perpajakan Yang Diperlukan Dalam Rangka Memberikan Tanggapan Atas Pertanyaan Dari Pihak Ketiga.32 /PJ. 2.

Wakil Koordinator C. Bagian Kepegawaian. Koodinator Pelaksana Pembuatan Laporan. Kasubag Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. Kasi Registrasi Wajib Pajak. Sub Koordinator PPN Ketua : . : Direktur Informasi Perpajakan Kasubdit Reg. Sekretariat Direktorat Jenderal 11. PPh 3. Sub Tim Peraturan Perpajakan A. PPh 7. Sekretariat Direktorat Jenderal 12. Kasi Penerimaan PBB. PPSP 13. Sub Koordinator PPh Ketua Anggota : : : : b. Wakil Koordinator a. Dit. PBB dan BPHTB 5. II. Penyuluhan Perpajakan 7. Dit. Dit. Dit. Dit. V.217 TIM PENYUSUNAN BUKU SAKU PERPAJAKAN YANG DIPERLUKAN DALAM RANGKA MEMBERIKAN TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DARI PIHAK KETIGA Pembina : Direktur Jenderal Penasehat : Sekretaris Direktorat Jenderal Ketua Sekretaris Anggota Sub Tim Data dan Informasi Perpajakan A. PBB dan BPHTB 9. Dit. III. Kepala Bagian Kepegawaian. Koordinator B. Bagian Kepegawaian. Dit. Peraturan Perpajakan 4. Peraturan Perpajakan Kasubdit Peraturan PPh. PPSP 10. PPh 5. Dit. Penyuluhan Perpajakan 4. Informasi Perpajakan 14. Koordinator Pelaksana Peraturan PPh Badan I. Kasi Metode dan Materi Penyuluhan PPh. Koordinator Pelaksana Komunikasi Data I. Kasubdit PPh Perseorangan. Dit. Dit. Kasubag Pengembangan. Dit. Koordinator B. Kasubdit Pelayanan dan Perpustakaan. Kasubdit Potput PPh. Anggota : : : : Tenaga Pengkaji DJP bidang Pelayanan Kepala Bagian Organisasi dan Tatalaksana I. Dit. Peraturan Perpajakan 1. Kasubdit Metode dan Materi Penyuluhan. Dit. Koordinator Pelaksana Analisis Kebutuhan Pegawai. Penyuluhan Perpajakan Direktur Peraturan Perpajakan Kasubdit Dokumentasi dan Bantuan Hukum. Kasi PPh Badan I. Dit. Kasi PPh OP II. Informasi Perpajakan 1. Dit. Kasi Pemotongan PPh II. PPh 6. Bagian Kepegawaian 15. PPh 2. Dit. Kasi Penerimaan PBB. Dit. Penyuluhan Perpajakan 3. Koordinator Pelaksana Sarana Cetak II. Dit. IV. Dit. Kasubdit Penerimaan dan Penagihan. Informasi Perpajakan 8. Dit. Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak 6. Peraturan Perpajakan Kasubdit PPN Jasa dan PTLL. Pemantauan Data. Dit. Kasubdit Pembukuan dan Penerimaan Pajak. PPN dan PTLL 2. Dit. Kasi Peraturan PPh Potput. PPSP 2.

Dit. Dit. Kasi Perjanjian Asia Pasifik. Peraturan Perpajakan Kasi Peraturan PPN Dagang. Bagian Umum 2. Anggota : . Dit. Bagian Organta a. Koordinator Pelaksana Data Konsultan Pajak. Koordinator Pelaksana Dokumentasi II. Dit. Kasi Pemeriksaan Rutin WP Badan. Kasubag Tatalaksana. Peraturan Perpajakan Koordinator Pelaksana Pemantauan PPN Perdagangan I. Sub Koordinator Pemeriksaan. Bagian Organta 7. Peraturan Perpajakan Kasi PPN Jasa dan PTLL I. Kasi Peraturan PBB. Dit. Lilis Rahmi. Sub Koordinator KUP dan PBB Ketua Anggota : : Kasubdit Peraturan PBB dan Umum. PPN dan PTLL Kasi Dokumentasi PP.n Direktur Jenderal Sekretaris Direktorat Jenderal Ttd Djazoeli Sadhani NIP 060036043 VI. Sekretariat Direktorat Jenderal 1. Koordinator Pelaksana Metode dan Prosedur Kerja. Kasi Pemeriksaan Rutin WP OP. Dit. 4. Sekretariat A. Dit. 2. Dit. Bagian Keuangan 3. Bagian Organta 5. Dit. PPN dan PTLL c. Dit. P-4 Kepala Bagian Umum. P-4 6. 5. Agung Sugiharto. Bagian Organta 8. Bagian Organta 4. P-4 3. Koordinator B. Kasi Bantuan Hukum Non Pajak. P-4 4. Dit. Kasubag Penyusunan Anggaran. P-4 1. Kasi Pemantauan Penagihan. Kasubdit Peraturan PPN dan PTLL. 3. Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak Kepala Bagian Keuangan. Peraturan Perpajakan 2. Dit. P-4 5. Dit. Peraturan Perpajakan 3. Penyidikan dan Penagihan Ketua Anggota : : Kasubdit Pemeriksaan WP OP. Dit. Peraturan Perpajakan 4. Wakil Koordinator C. Kasubag Rumah Tangga. Peraturan Perpajakan 5. Diah Purwitosari. Kasubdit Pemeriksaan WP Badan. Dit. Dit. Dit. Koordinator Pelaksana Pemeriksaan Rutin WP Badan I. Bagian Organta 6.218 Anggota : 1. P-4 2. Dit. Koordinator Pelaksana Ketentuan Umum Perpajakan II. Peraturan Perpajakan d. Peraturan Perpajakan 1. Koordinator Pelaksana Pemeriksaan Rutin WP OP I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful