DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

BUKU INFORMASI PERPAJAKAN

UNTUK DINAS TIDAK DIPERJUALBELIKAN

2004

DAFTAR ISI Halaman
Daftar Isi Daftar Lampiran Kata Pengantar Pendahuluan Informasi Perpajakan Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan A. Kewajiban Memiliki NPWP/NPPKP B. Kewajiban Setelah Memperoleh NPWP C. SPT Tahunan PPh D. Penetapan dan Ketetapan Pajak E. Utang Pajak F. Kewajiban Menyelenggarakan Pembukuan dan Pencatatan. G. Keberatan dan Banding H. Imbalan Bunga I. Pengurangan, Penghapusan dan Pembatalan J. Tindak Pidana Di Bidang Perpajakan Pajak Penghasilan A. Subjek Pajak B. Objek Pajak C. Penghitungan Penghasilan Kena Pajak D. Penilaian Harta dan Persediaan Barang E. Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perusahaan F. Penyusutan dan Amortisasi G. Norma Penghitungan Penghasilan Kena Pajak H. Tarif Umum Pajak I. Pelunasan Pajak Dalam Tahun Berjalan J. Kredit Pajak Luar Negeri ( PPh Pasal 24 ) K. Pembayaran Sendiri Angsuran Bulanan Dalam Tahun Berjalan ( PPh Pasal 25 ) L. Perhitungan Pajak Penghasilan Pada Akhir Tahun Bagi Wajib Pajak Dalam Negeri dan BUT M. Penghasilan Tertentu Yang Dikenakan Pajak Tersendiri ( Pasal 4 Ayat 2 ) i iv viii ix 1 1 4 6 8 10 11 14 16 17 17 19 19 22 26 30 31 31 34 36 36 41 42 43 44

1. 2.

i

N. Pemotongan Pajak Atas Penghasilan Subjek PajakLuar Negeri Non-BUT ( PPh Pasal 26 ) O. Ketentuan Khusus Anti Penghindaran Pajak ( Anti Avoidance Rules ) Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah A. Istilah Yang Umum Digunakan Di Bidang PPN & PTLL B. Pengusaha Kena Pajak C. Objek PPN D. Dasar Pengenaan Pajak E. Tarif PPN & PPnBM F. Pajak Masukan G. Restitusi H. Saat dan Tempat PPN Terutang I. Pemusatan Tempat Terutang Pajak ( Sentralisasi PPN ) J. Faktur Pajak dan Nota Retur K. Pemungut PPN dan PPnBM L. Fasilitas Di Bidang PPN dan PPnBM M. Ketentuan Khusus Pajak Bumi dan Bangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Pajak Bumi dan Bangunan A. Subjek Pajak B. Objek Pajak C. Tarif Pajak D. Dasar Pengenaan dan Cara Menghitung PBB E. Tahun Pajak, Saat, dan Tempat Yang Menentukan PBB Terutang F. Pendaftaran, Surat Pemberitahuan Objek Pajak ( SPOP ), Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT ), dan Surat Ketetapan Pajak ( SKP ) G. Tata Cara Pembayaran dan Penagihan H. Keberatan dan Banding I. Pembagian Hasil Penerimaan PBB J. Pengurangan K. Pengembalian Kelebihan Pembayaran PBB L. Lain-lain

45 46

47 47 47 48 51 53 53 55 57 58 59 62 63 67

88 88 88 88 89 90 92

92 94 96 98 98 100 102

ii

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan A. Subjek Pajak B. Objek Pajak C. Tarif Pajak D. Dasar Pengenaan dan Cara Penghitungan Pajak E. Saat, dan Tempat Pajak Terutang F. Pembayaran, Penetapan, dan Penagihan G. Keberatan, Banding, dan Pengurangan H. Pengembalian Kelebihan Pembayaran I. Pembagian Hasil Penerimaan BPHTB J. Ketentuan Bagi Pejabat Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan A. Pemeriksaan B. Penyidikan C. Penagihan Lain-lain Sekretariat A. Kepegawaian B. Lain - lain

103 103 103 106 106 107 108 110 113 114 115 116 116 122 125 134 139 139 151

iii

2003 Penerimaan Pajak Dan PDRB Th 2002 Kanwil I (DJP Sumatera Bagian Utara) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil I DJP Th 2002 Kanwil II (DJP Sumatera Bagian Tengah) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil II DJP Th 2002 Kanwil III (DJP Sumatera Bagian Selatan) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil III DJP Th 2002 Kanwil IV+V+VI (DJP Jakarta Raya I+II+III) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil IV+V+VI DJP Th 2002 Penerimaan Pajak Dan Peredaran Usaha Tahun 2002 Kanwil VII (DJP Jakarta Jaya Khusus) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil VII DJP Th 2002 Kanwil VIII+IX (DJP Jawa Bagian Barat I+II) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil VIII+IX DJP Th 2002 Kanwil X (DJP Jawa Tengah dan DIY) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil X DJP Th 2002 Kanwil XI+XII (DJP Jawa Bagian Timur I+II Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XI+XII DJP Th 2002 Kanwil XIII (DJP Kalimantan Barat+Kalimantan Tengah) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIII DJP Th 2002 Kanwil XIV (DJP Kalimantan Timur+Kalimantan 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 iv .Daftar Lampiran Halaman Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Lampiran 20 Lampiran 21 Penerimaan Perpajakan Grafik Penerimaan Pajak Beberapa Periode Tahun 1994 s.d.

Lampiran 22 Lampiran 23 Lampiran 24 Lampiran 25 Lampiran 26 Lampiran 27 Lampiran 28 Lampiran 29 Lampiran 30 Lampiran 31 Lampiran 32 Lampiran 33 Lampiran 34 Lampiran 35 Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran 36 37 38 39 40 41 Lampiran 42 Lampiran 43 Lampiran 44 Lampiran 45 Selatan) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIV DJP Th 2002 Kanwil XV (DJP Sulawesi Selatan+Sulawesi Tenggara) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XV DJP Th 2002 Kanwil XVI (DJP Sulawesi Utara+Sulawesi Tengah) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XVI DJP Th 2002 Kanwil XVII (DJP Bali+NTB+NTT) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XVII DJP Th 2002 Kanwil XVIII (DJP Maluku+Papua) Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XVIII DJP Th 2002 Penerimaan Pajak dan Peredaran Usaha Th 2002 Kanwil XIX DJP Wajib Pajak Besar Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIX DJP Tahun 2002 Penerimaan Pajak dan PDRB Tahun 2002 Nasional Grafik Penerimaan Pajak Per KLU Nasional Tahun 2002 Perbandingan Penerimaan Pajak dan PDRB Nasional Tahun 2002 SPT Orang Pribadi Tahun 2002 SPT PPh Badan Tahun 2002 Data Keberatan PPh (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Keberatan PPh Tahun 2002 Grafik Data Keberatan PPh Tahun 2003 Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL Tahun 2002 Grafik Data Keberatan PPn/PPnBM dan PTLL Tahun 2003 Data Keberatan PBB (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Keberatan PBB Tahun 2002 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 v .

Jumlah SDM Berdasarkan Eselon. Jumlah SDM Berdasarkan Pendidikan Grafik Jumlah Instansi Vertikal Grafik Jumlah SDM Berdasarkan Eselon Grafik Jumlah SDM Berdasarkan Pendidikan Rekapitulasi Penjatuhan Hukuman Disiplin Tahun 2003 Periode Januari s. Desember 2003 Grafik Rekapitulasi Penjatuhan Hukuman Disiplin Tahun 2003 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 215 vi .Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Lampiran 55 Lampiran 56 Lampiran 57 Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran 58 59 60 61 Lampiran 62 Grafik Data Keberatan PBB Tahun 2003 Data Keberatan BPHTB (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Keberatan BPHTB Tahun 2002 Grafik Data Keberatan BPHTB tahun 2003 Data Usulan Pencekalan (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Usulan Pencekalan (Tahun 2002 – 2003) Data Tunggakan Wajib Pajak (Tahun 2002 – 2003) Grafik Data Tunggakan Pajak (Tahun 2002 – 2003) Jumlah Wajib Pajak Terdaftar Nasional 10 Tahun Terakhir Grafik Jumlah Wajib Pajak Terdaftar Nasional 10 tahun Terakhir Jumlah Wajib Pajak Terdaftar (Tahun 2002) Jumlah Instansi Vertikal.d.

KATA PENGANTAR

vii

PENDAHULUAN

Latar belakang Dalam menjalankan kegiatan organisasinya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menetapkan Visi dan Misi untuk memberikan arah bagi perjalanan organisasi. Dengan Visi :‘Menjadi Model Pelayanan Masyarakat Yang Menyelenggarakan Sistem dan Manajemen Perpajakan Kelas Dunia, Yang Dipercaya dan Dibanggak an Masyarakat’ merupakan transformasi gambaran menantang tentang keadaan masa depan organisasi DJP yang Ditjen Pajak ingin menjadi realitas melalui komitmen dan tindakan oleh segenap jajaran DJP. Untuk mendukung visi sebagaimana diuraikan di atas, unit operasional di tingkat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KPPBB) harus mampu memberikan upaya pelayanan prima kepada stakeholders yang terdiri dari masyarakat Wajib Pajak pada umumnya, dan instansi pemerintah lain yang terkait dengan kegiatan perpajakan pada khususnya. Dengan pelayanan prima dimaksudkan sebagai pelayanan aparat perpajakan yang mampu memberikan kepastian hukum, keadilan dan transparansi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemampuan memberikan pelayanan prima akan mendorong kesadaran masyarakat bahwa pajak memegang peranan penting. Pajak sebagai andalan utama kemandirian dalam pembiayaan pembangunan akan semakin disadari sebagai hal yang perlu untuk didukung keberhasilannya. Dengan kesadaran tersebut diharapkan masyarakat akan memberikan dukungan terhadap kinerja organisasi DJP, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan pola kerja aparat perpajakan dalam rangka mendukung pencapaian tujuan organisasi. Salah satu upaya peningkatan kemampuan memberikan pelayanan prima adalah dengan memberikan dukungan bagi pejabat pajak dalam keseragaman dalam menjawab pertanyaan dari masyarakat dan instansi pemerintah lain yang terkait dengan bidang perpajakan. Kecepatan dan keseragaman menjawab pertanyaan akan memberikan persepsi bahwa pejabat pajak mampu dan menguasai permasalahan

viii

dengan baik. Oleh karena itu dalam penyusunan Buku Informasi Perpajakan ini diupayakan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang dirangkum merupakan pertanyaan-pertanyaan yang sering timbul dari masyarakat. Jawaban dari pertanyaan tersebut juga didasarkan pada peraturan dan ketentuan yang ada. Meskipun disajikan dalam bentuk ringkasan, buku ini diharapkan mampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan masyarakat.

Sistematika Buku Informasi Perpajakan ini dibuat dengan merangkum berbagai jenis pertanyaan yang disampaikan masyarakat. Dalam penyusunannya, materi Informasi Perpajakan dibagi dalam 2 bagian besar yaitu yang menyangkut Ketentuan Perpajakan dan yang mengenai Administrasi Umum. Dalam bagian ketentuan perpajakan pertanyaan dan jawaban yang dirangkum dibagi dalam bagian-bagian yang membahas secara berturutturut: 1. Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan 2. Pajak Penghasilan 3. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah 4. Pajak Bumi dan Bangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan 5. Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan 6. Lain-lain Sedangkan dalam bagian Adminstrasi Umum pertanyaan dan jawaban yang dirangkum dibagi dalam bagian-bagian yang membahas secara berturut-turut: 1. Kepegawaian 2. Prosedur penjatuhan hukuman disiplin 3. Prosedur pengaduan 4. Aspek pelayanan umum Mengingat Buku Informasi Perpajakan ini merupakan pegangan bagi pejabat pajak dalam memberikan penjelasan prima seyogyanya buku ini terus diupdate. Dengan demikian materi informasi yang disampaikan akan selalu sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Proses

ix

updating dilakukan pada bulan April dan Oktober setiap tahun, dengan cara mengganti suatu bagian yang memang harus diganti. Disamping itu, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses updating, masukan dan saran dari pejabat pajak yang merupakan pemakai dari buku ini sangat dibutuhkan. Oleh karena itu setiap masukan dan saran sehubungan dengan Buku Informasi Perpajakan ini agar dapat dialamatkan ke Sekretariat Tim Penyusunan Buku Informasi Perpajakan (Bagian Organta, Sekretariat Direktorat Jenderal) Jalan Gatot Subroto nomor 40-42 Jakarta 12190, telepon (021) 525 2695, fax (021) 5252695 atau melalui e-mail : sekretariatBIP@yahoo.com

x

.

Apa saja fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Pokok Pengusaha Kena Pajak (NPPKP) ? Fungsi dari Nomor Pokok Wajib Pajak: · Untuk mengetahui identitas Wajib Pajak. · Untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang . Dimanakah tempat pendaftaran Wajib Pajak untuk mendapatkan NPWP dan atau tempat pelaporan bagi Pengusaha Tertentu ? Tempat pendaftaran Wajib Pajak/pelaporan Pengusaha Tertentu: · Seluruh WP BUMN dan WP BUMD di wilayah DKI Jakarta: di KPP BUMN Jakarta. Go Public di luar DKI Jakarta. Apa yang dimaksud dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ? NPWP adalah nomor yang diberikan kepada WP sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban Wajib Pajak. kecuali yang telah terdaftar di KPP lama dan WP PMA di Kawasan Berikat dengan permohonan diberikan kemudahan mendaftar di KPP setempat. · Untuk WP BUMN/BUMD. 3. Badora. · WP Go Public: di KPP Perusahaan Masuk Bursa (Go Public). · WP Badan dan Orang Asing: di KPP Badora.--1. khusus PPh Pemotongan/Pemungutan dan PPN/PPnBM: di KPP tempat cabang atau kegiatan usaha. 2. kecuali WP BUMN/BUMD serta WP PMA yang berkedudukan di kawasan berikat. misalnya dalam pengisian SSP. · Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan. termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu. · Untuk memenuhi kewajiban perpajakan. · Untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan. · WP PMA tidak Go Public: di KPP PMA. Kewajiban Memiliki NPWP/NPPKP ( 250304 ) 1. 4. PMA. · WP BUMD di luar DKI Jakarta: di KPP setempat. Apakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak (WP)? WP adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan.- KETENTUAN UMUM DAN TATACARA PERPAJAKAN A.

· Fotocopy KTP salah seorang pengurus. Mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan kelengkapannya. · Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. 8. · Fotocopy tanda bukti diri KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. · Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. usaha . Misal: Dokumen Impor (PPUD. Untuk WP Badan: · Fotocopy akte pendirian. Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh NPWP? Syarat-syarat untuk memperoleh NPWP: a. c. b. apabila Wajib Pajak tidak mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak. maka harus melampirkan fotocopy kartu NPWP atau Bukti Pendaftaran WP Kantor Pusatnya. Setiap WP hanya diberikan satu NPWP 5. d. e.--2. PIUD). maka fotocopy harus disahkan oleh pejabat/instansi yang berwenang. Apabila WP pemohon berstatus cabang. Untuk WP Orang Pribadi Usahawan: · Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. 7. Dalam hal apakah NPWP diterbitkan secara jabatan ? Direktorat Jenderal Pajak dapat menerbitkan NPWP secara jabatan. perlu dilengkapi surat kuasa. Untuk WP Orang Pribadi Non-Usahawan: · Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor.- mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan. Bagaimanakah cara mendaftarkan diri dan melaporkan bagi Wajib Pajak ? Tatacara mendaftarkan diri dan melaporkan usaha bagi Wajib Pajak: a. Dalam hal apa kelengkapan formulir pendaftaran Wajib Pajak dianggap sah ? Fotocopy sebagai kelengkapan formulir pendaftaran WP tersebut di atas harus disahkan oleh Petugas Pendaftaran WP kecuali dalam hal pendaftaran dilakukan melalui pos. 6. Untuk Bendaharawan sebagai Pemungut/Pemotong: · Fotocopy surat penunjukan sebagai bendaharawan. Apabila permohonan ditandatangani oleh orang lain.

e. Perubahan NPWP karena adanya kesalahan nomor (misalnya NPWP cabang tidak sama dengan NPWP Pusat). Perubahan status usaha WP dilampiri pernyataan tertulis dari WP atau fotocopy akte perubahan. Perubahan data apa saja. i. disyaratkan adanya fotocopy akte/laporan kematian dari instansi yang berwenang. 11. Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan NPPKP karena dipenuhinya persyaratan yang ditentukan. 10. yang dapat diberitahukan Wajib Pajak untuk dapat dilakukan perubahan data Wajib Pajak ? Hal-hal yang yang berkenaan dengan perubahan data Wajib Pajak: a. Perubahan nama WP karena penggantian nama. b. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan disyaratkan adanya surat nikah/akte perkawinan dari catatan sipil. Perubahan bentuk Badan. WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan. disyaratkan adanya akte pembubaran yang dikukuhkan dengan surat keterangan dari instansi . Perbaikan data karena kesalahan data hasil komputer. Mengisi formulir perubahan/mutasi data WP yang diambil secara langsung atau meminta melalui pos dari KPP/KP4 dan menyampaikan formulir tersebut secara langsung atau melalui pos ke KPP/KP4 yang bersangkutan. Perubahan jenis usaha karena ada perubahan kegiatan usaha WP. Melalui formulir SPT Tahunan.--3. Perubahan jenis pajak karena sesuatu hal yang mengakibatkan kewajiban jenis pajaknya berubah.- b. Perubahan alamat WP karena perpindahan tempat tinggal. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subyek Pajak apabila sudah selesai dibagi disyaratkan adanya keterangan tentang selesainya warisan tersebut dibagi oleh para ahli waris. Apakah persyaratan yang harus dipenuhi Wajib Pajak untuk menghapus dan mencabut NPWP ? Syarat penghapusan dan pencabutan NPWP: a. atau b. d. Bagaimana cara pembetulan data Wajib Pajak Tatacara pembetulan data Wajib Pajak: a. g. b. h. disyaratkan adanya keterangan dari instansi yang berwenang. Menyampaikan secara langsung Pelayanan Pajak/KP4 setempat. c. c. atau melalui pos ke Kantor 9. WP Badan yang telah dibubarkan secara resmi. f. d.

Pembukuan/Pencatatan. Kewajiban sehubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN & PPnBM). b. PPh Pasal 25 selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya.Yang pemungutannya dilakukan oleh Bea Cukai disetor dalam jangka waktu satu hari. Kewajiban sehubungan dengan Pajak Penghasilan (PPh). b. SPT Masa. c.Bendaharawan disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran. b. . c. 2. c.- e. Kapankah batas waktu pembayaran dan pelaporan PPh ? Batas waktu pembayaran : a. PPh Pasal 22: . f. Kewajiban Setelah Memperoleh NPWP ( 250304 ) 1. 3. yang berwenang. Pelunasan utang pajak yang tercantum dalam "Surat Ketetapan Pajak” dan surat keputusan lainnya. Apa saja kewajiban Wajib Pajak setelah memperoleh NPWP/ NPPKP ? Kewajiban yang harus dilaksanakan setelah memperoleh NPWP oleh Wajib Pajak: a. WP Orang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai WP.Impor harus dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak bersamaan dengan pembayaran Bea Masuk. Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai BUT. .--4.Penyerahan dari Pertamina. Apa saja kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Penghasilan ? Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Penghasilan: a. Bulog harus dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak sebelum Delivery Order ditebus. PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya. SPT Tahunan (Badan/Orang Pribadi/Pasal 21). disyaratkan adanya permohonan WP yang dilampiri dokumen yang mendukung bahwa BUT tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk dapat digolongkan sebagai WP. . B. .

selambatlambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. . c. b. Surat Keputusan Keberatan. c. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). Batas waktu untuk pelaporannya. Melakukan pembayaran/penyetoran PPN/PPnBM yang telah dipungut. Bendaharawan Pemerintah. b. dan Surat Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Apakah kewajiban Wajib Pajak yang berkaitan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah ? Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN/PPnBM): a. d. PPh Pasal 22: .Pertamina dan badan usaha lain selain Pertamina yang bergerak di bidang bahan bakar minyak jenis premix dan gas dan atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh Bulog. Apa saja yang menjadi dasar penagihan pajak? Macam-macam surat ketetapan yang berkenaan dengan utang pajak yang harus dilunasi. Mengisi SPT masa PPN dan melaporkan ke KPP. dan otomotif yang ditunjuk oleh Kepala KPP atas penjualan hasil produksinya di dalam negeri. 4. Siapakah yang wajib melakukan pembukuan ? - . b.Direktorat Jenderal Anggaran. Utang pajak yang tercantum dalam: a. 6. PPh Pasal 25 selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. baja. 5. c.Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selambat-lambatnya tujuh hari setelah batas waktu penyetoran berakhir. Surat Keputusan Pembetulan. . BUMN/ BUMD.- Penyerahan yang selain Pertamina dan Bulog harus disetor paling lambat tanggal 10 bulan takwim berikutnya. selambat-lambatnya 14 hari setelah masa pajak berakhir. . Wajib Pajak harus melaporkan pembayaran itu ke KPP sebagai berikut: a.--5. Membuat Faktur Pajak. selambat-lambatnya 20 hari setelah masa pajak berakhir. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). Surat Tagihan Pajak (STP). rokok.Badan usaha yang bergerak di bidang industri semen. PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. setelah melakukan pembayaran / penyetoran: Apabila sudah membayar angsuran PPh. kertas.

3. Laporan pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan/pemungutan pajak orang atau badan lain dalam satu Masa Pajak. b. d. . -Penghasilan yang merupakan obyek pajak dan atau bukan obyek pajak. c.- Yang wajib melakukan pembukuan/pencatatan: Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas di Indonesia. Apa fungsi SPT ? Sebagai sarana WP untuk: a. harus mengadakan Pembukuan/Pencatatan menurut ketentuan yang berlaku. Apakah pengertian Surat Pemberitahuan (SPT) ? Pengertian dari Surat Pemberitahuan (SPT): Surat Pemberitahuan adalah surat yang oleh Wajib Pajak (WP) digunakan untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak yang terutang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. -Harta dan kewajiban.--6. Bagaimana cara pengisian SPT dan siapa yang berwenang menandatangani ? Cara pengisian SPT dan yang menandatanganinya: SPT harus diisi secara benar. harus dilampiri surat kuasa khusus. SPT Tahunan PPh ( 250304 ) 1. 2. Laporan tentang pemenuhan pembayaran pajak yang telah dilaksanakan sendiri dalam satu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak. jelas. Mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang. C. Bagi Wajib Pajak PPh untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang untuk melaporkan tentang : -Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 tahun pajak atau bagian tahun pajak. lengkap. Dimanakah Wajib Pajak dapat memperoleh SPT ? Setiap WP pada dasarnya harus mengambil sendiri SPT di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau KP4. Dalam hal SPT diisi dan ditandatangani oleh orang lain bukan WP. dan harus ditandatangani oleh Wajib Pajak. 4.

Permohonan tersebut harus diajukan secara tertulis sebelum batas waktu penyampaian SPT Tahunan berakhir. Melunasi kekurangan penyetoran pajak yang terutang. dihitung sejak saat penyampaian SPT berakhir sampai dengan tanggal pembayaran .untuk SPT Masa. Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk dapat membetulkan sendiri SPT Tahunan ? Syarat bagi Wajib Pajak untuk dapat membetulkan sendiri SPT Tahunan PPh: Wajib Pajak dapat membetulkan SPT Tahunan atas kemauan sendiri: a. b. 7.untuk SPT Tahunan.000.- 5. Kapankah batas waktu Pelunasan setoran akhir (PPh Pasal 29) ? Batas waktu pelunasan setoran akhir (PPh Pasal 29):Kekurangan pajak yang terutang harus dilunasi selambat-lambatnya tanggal 25 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir.. Rp100.. Rp50. Apa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk mengajukan permohonan perpanjangan waktu penyampaian SPT ? Syarat-syarat permohonan perpanjangan waktu penyampaian SPT Tahunan: a.--7. Sanksi apa yang dikenakan pada Wajib Pajak yang tidak/terlambat menyampaikan SPT ? SPT yang tidak disampaikan atau disampaikan tidak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan . 8. dikenakan sanksi administrasi berupa denda: a. Bagian Tahun Pajak. c. b. · ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar.000. · melunasi pajak yang kurang dibayar. 6. sebelum SPT Tahunan disampaikan. Sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan dalam jangka waktu dua tahun sesudah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. dan Tahun Pajak: · menyampaikan pernyataan secara tertulis. 9. Bagaimana prosedur penyampaian SPT ? Prosedur penyampaian SPT: SPT disampaikan secara langsung atau melalui Pos secara tercatat ke KPP/KP4 setempat. Memberikan pernyataan tertulis tentang besarnya pajak yang harus dibayar berdasarkan penghitungan sementara.

3. PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK ( 250304 ) 1. Pengusaha yang dikenakan pajak tidak melapor untuk dikukuhkan sebagai PKP. Sesudah jangka waktu pembetulan SPT berakhir: · belum diterbitkan Surat Ketetapan Pajak. . berdasarkan penelitian SPT terdapat kekurangan pembayaran akibat salah tulis dan atau salah hitung. · melunasi kekurangan pajak yang kurang dibayar. c. atau jumlah modal menjadi lebih besar.rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih kecil. Sesudah dilakukan tindakan pemeriksaan: · sepanjang belum dilakukan tindakan penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak. sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT Wajib Pajak. b. · mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut.pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar. Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga. 2. c. Apa fungsi Surat Tagihan Pajak ? Fungsi Surat Tagihan Pajak: a. atau jumlah harta menjadi lebih besar. sarana untuk mengenakan sanksi berupa bunga dan atau denda. · ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen) dari pajak yang kurang dibayar. b. D. sarana untuk menagih pajak. Dalam hal apa Surat Tagihan Pajak diterbitkan ? Sebab diterbitkannya STP: a.- karena pembetulan SPT. b. pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. c. Apa pengertian Surat Tagihan Pajak (STP) Surat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan atau sanksi administrasi berupa denda. · ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar dua kali jumlah pajak yang kurang dibayar. dan atau bunga.--8. atau . d. yang mengakibatkan: . · mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan. · melunasi kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang.

100. kekurangan pembayaran pokok pajak. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang. PKP tidak membuat Faktur Pajak atau membuat faktur pajak tapi tidak tepat waktu atau tidak mengisi Faktur Pajak dengan lengkap. bagian tahun pajak atau tahun pajak. bunga. pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar . denda administrasi Rp. berakhirnya masa pajak.--9. bunga. 7.- e. 4.berdasarkan pemeriksaan atau keterangan lain. kredit pajak. e. SKPKBT diterbitkan dalam jangka waktu 10 tahun sesudah saat terutang pajak. sanksi administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar. c. denda 2% dari Dasar Pengenaan Pajak bagi Pengusaha yang tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.SPT tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dalam Surat Teguran 8.000. Apakah yang dimaksud dengan Surat Ketetapan Pajak ? Surat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Kurang Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil. Apa yang dimaksud Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ? Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar adalah surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak yang terutang. Dalam hal apa SKPKB diterbitkan ? SKPKB diterbitkan dalam jangka 10 tahun apabila: . a.00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan SPT Masa. .000. bagi Wajib Pajak membetulkan sendiri SPT Tahunan sehingga mengakibatkan kurang bayar. b. f. 50. b. 6. bagi Wajib Pajak yang terlambat atau tidak membayar pajak yang sudah jatuh tempo pembayarannya 5.00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. Pengusaha yang tidak/bukan PKP membuat Faktur Pajak. denda administrasi Rp. Apa yang dimaksud dengan SKPKBT ? Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan adalah surat keputusan yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan. d. PKP yang tidak membuat atau tidak lengkap mengisi Faktur Pajak. Sanksi administrasi apa saja yang dapat ditagih dengan STP ? Jenis administrasi yang ditagih dengan Surat Tagihan Pajak: a.

dalam Tahun Pajak atau dalam Bagian Tahun Pajak menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Surat Ketetapan Pajak Nihil adalah surat Keputusan yang menentukan jumlah pajak yang terutang sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau tidak terutang pajak dan tidak ada kredit pajak. Surat Teguran dikirimkan kepada Wajib Pajak apabila Wajib Pajak tidak melunasi utang pajak 7 hari setelah jatuh tempo. UTANG PAJAK ( 250304 ) 1. Apa yang dimaksud dengan Surat Paksa ? Surat Paksa adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya penagihan.- c.tempat usaha/tempat tinggal Wajib Pajak .10 . 2. .memberikan keterangan lisan atau tertulis yang diperlukan . Apa kewajiban Wajib Pajak berkaitan dengan pelaksanaan sita? Kewajiban Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelaksanaan sita .membantu Juru Sita dalam melaksanakan tugasnya . E..000..barang yang disita dilarang dipindahtangankan. Apa yang dimaksud dengan Surat Teguran ? Surat Teguran adalah surat peringatan kepada Wajib Pajak agar segera melunasi utang pajak. Bersamaan dengan penyampaian Surat Paksa tersebut Wajib Pajak dibebani biaya penagihan paksa sebesar Rp. 3.Wajib Pajak wajib melunasi utang pajak dalam waktu 2 x 24 jam 4. dalam Masa Pajak. 25. 5. Apa yang dimaksud dengan lelang ? Tindakan lelang dilakukan apabila Wajib Pajak dalam jangka waktu 14 hari setelah tindakan penyitaan dilakukan Wajib Pajak tidak melunasi utang pajak. Tindakan lelang dilakukan melalui Kantor Lelang Negara. Surat Paksa diterbitkan apabila Wajib Pajak belum melunasi utang pajak setelah 21 hari sejak tanggal Surat Teguran.memperbolehkan Juru Sita untuk memasuki ruangan. Apa pengertian Utang Pajak ? Utang Pajak adalah pajak yang harus dibayar pada suatu saat. dihipotikkan atau disewakan.

b. daftar persediaan barang. d. angka arab. F. Sebelum Pelaksanaan lelang. Sekurang-kurangnya terdiri dari catatan yang dikerjakan secara teratur keadaan kas dan bank. Pembukuan atau pencatatan dan dokumen yang menjadi dasarnya serta dokumen lain yang berhubungan dengan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak harus disimpan selama sepuluh tahun. Diselenggarakan dengan memperhatikan itikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya. di tempat kedudukan 2.11 . c. dokumen-dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan dan dokumen lain wajib disimpan di Indonesia. 6. Diselenggarakan di Indonesia dengan menggunakan huruf latin. daftar utang piutang. dan biaya pembatalan lelang dan melaporkan pelunasan tersebut kepada Kepala KPP yang bersangkutan. dan disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diizinkan oleh Menteri Keuangan.. Apa yang dimaksud dengan pembukuan ? Pembukuan adalah proses pencatatan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi tentang: · keadaan harta . mendapat kesempatan terakhir untuk melunasi utang pajak termasuk biaya penyitaan. catatan-catatan. Buku-buku. KEWAJIBAN MENYELENGGARAKAN PENCATATAN (250304 ) PEMBUKUAN DAN 1.- Dalam hal biaya penagihan paksa dan biaya pelaksanaan sita belum dibayar maka akan dibebankan bersama-sama dengan biaya iklan untuk pengumuman lelang di surat kabar dan biaya lelang pada saat pelelangan. di tempat kegiatan atau di tempat tinggal · Wajib Pajak Badan.. Apa saja hak-hak Wajib Pajak yang berkaitan dengan Pelunasan utang pajak ? Hak-hak Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelunasan utang pajak: a. Menentukan urutan barang yang akan dilelang d. e. Menerima Salinan Surat Paksa dan Salinan Berita Acara Penyitaan c. iklan. satuan mata uang rupiah. · Wajib Pajak Orang Pribadi. Meminta juru sita memperlihatkan tanda pengenal Juru Sita Pajak Negara b. dan membuat neraca dan perhitungan laba rugi pada setiap akhir Tahun Pajak. Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk dapat menyelenggarakan pembukuan ? Syarat-syarat penyelenggaraan pembukuan/pencatatan: a.

yang dikenakan PPN dengan tarif 0% dan dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Yang ditutup dengan menyusun Laporan Keuangan berupa Neraca dan Perhitungan Laba rugi pada setiap akhir Tahun Pajak. mendapat izin Menteri Keuangan. c. Wajib Pajak Penanaman Modal Asing. e. Bentuk Usaha Tetap (BUT). b. c. Wajib Pajak yang berafiliasi dengan perusahaan induk di luar negeri. Wajib Pajak dalam rangka kontrak bagi hasil. b. c. mempermudah penghitungan Penghasilan Kena Pajak. Apa persyaratan bagi Wajib Pajak untuk diperkenankan menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah ? Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah: a. mempermudah penghitungan PPN dan PPnBM. d. Apa tujuan pembukuan ? Tujuan pembukuan: a. d. 6. WP Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas 4. mengetahui posisi keuangan dan hasil kegiatan usaha/pekerjaan bebas 5.. mempermudah pengisian SPT.- · · · · kewajiban atau utang modal Penghasilan dan biaya harga perolehan dan penyerahan barang/jasa yang terutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN). permohonan izin kepada Menteri Keuangan harus dilampiri dengan: . 3.12 . Siapa saja yang Wajib menyelenggarakan pembukuan ? Yang wajib menyelenggarakan pembukuan: a. yang tidak terutang. bahasa asing dan mata uang selain rupiah yang boleh dipergunakan adalah bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat. Wajib Pajak (WP) Badan b. Wajib Pajak dalam rangka kontrak karya pertambangan. Siapa saja yang diperkenankan menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah? Yang dapat melakukan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah: a. b..

- Wajib Pajak yang telah berdiri lebih dari 1 tahun : .000. Direktur Jenderal Pajak atas nama Menteri Keuangan akan menerbitkan Surat Keputusan Menteri Keuangan dalam jangka waktu 30 hari sejak permohonan diterima 7. 8. menyelenggarakan pencatatan.fotokopi SPT Tahunan PPh Badan tahun terakhir · Wajib Pajak yang baru berdiri dalam tahun berjalan: . Apa tujuan pencatatan bagi Wajib Pajak ? Tujuan pencatatan: a. memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 bulan pertama dari tahun buku 3. WP Orang Pribadi yang peredaran brutonya di bawah Rp..000. Wajib Pajak yang boleh menggunakan Norma Penghitungan : 1. Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak wajib menyelenggarakan pembukuan dan pencatatan adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh · . maka Penghasilan nettonya dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Netto atau cara lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan ? Norma penghitungan adalah pedoman untuk menentukan penghasilan netto Wajib Pajak.. mempermudah penghitungan Penghasilan Kena Pajak c. mempermudah penghitungan PPN dan PPn BM 9. mempermudah pengisian SPT b. Apa yang dimaksud dengan pencatatan ? Pencatatan: Pencatatan adalah pengumpulan data secara teratur tentang peredaran bruto dan atau penerimaan Penghasilan sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang.foto kopi Akte Pendirian.00 2. 600. Wajib Pajak yang tidak menyampaikan pemberitahuan akan menggunakan Norma Penghitungan sebagai dasar penghitungan pajaknya kepada Direktur Jenderal Pajak dianggap memilih untuk menggunakan pembukuan. karena Wajib Pajak tersebut tidak wajib melakukan pembukuan. atau dokumen lain yang serupa (bagi WP BUT) Jika telah memenuhi syarat. Wajib Pajak yang tidak sepenuhnya menyelenggarakan pencatatan atau pembukuan atau tidak memperlihatkan pencatatan atau pembukuan atau buktibukti pendukungnya.foto kopi NPWP .13 .

SKPLB. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB). c. Pihak yang dipotong/dipungut pihak ketiga. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN). Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi oleh Wajib Pajak yang bersangkutan. b. 5. Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga. d. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal SKPKB. Siapa saja yang dapat mengajukan keberatan ? Yang dapat mengajukan keberatan: a. Wajib menyebutkan jumlah pajak yang terutang menurut penghitungan Wajib Pajak. Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi Wajib Pajak dalam mengajukan keberatan ? Syarat-syarat mengajukan keberatan: a. 3. c.d. c diatas..- G.14 . SKPN atau sejak tanggal dilakukan . b. d. 2. Dalam hal apa keberatan dapat diajukan ? Keberatan dapat diajukan atas : a.. Kuasa yang ditunjuk oleh mereka pada butir a s. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). e. Bagi Wajib Pajak Badan oleh Pengurus. SKPKBT. c. 6. Kepada siapa Wajib Pajak mengajukan keberatan ? Pengajuan Keberatan diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di tempat Wajib Pajak terdaftar. Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia. d. Apa yang dimaksud dengan keberatan ? Keberatan adalah cara yang ditempuh oleh Wajib Pajak jika merasa tidak/kurang puas atas suatu ketetapan pajak yang dikenakan kepadanya atau atas pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga. Satu Keberatan harus diajukan untuk satu jenis dan satu tahun/masa pajak. Wajib menyatakan alasan-alasan secara jelas. b. KEBERATAN DAN BANDING ( 250304 ) 1. 4. Kapankah Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan ? Jangka waktu pengajuan keberatan: a. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

. maka jangka waktu 3 bulan dihitung sejak tanggal SKPKB.Banding diajukan dengan disertai alasan-alasan yang jelas mencantumkan tanggal diterima surat keputusan yang dibanding. SKPN atau sejak dilakukan pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai dengan tanggal bukti pengiriman melalui Kantor Pos dan Giro. Kuasa Hukum dari butir a dan b 11. Apa saja persyaratan pengajuan banding ? Syarat-syarat dan tatacara pengajuan banding: . SKPLB.- pemotongan/pemungutan. SKPN atau sejak dilakukan pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai saat keberatan diterima oleh Kantor Pelayanan Pajak.. . kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena di luar kekuasaannya b. 9. 7.Terhadap satu keputusan diajukan satu surat banding. c. SKPKBT. Surat keberatan yang diantar langsung ke Kantor Pelayanan Pajak. apa yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak selanjutnya ? Jika Wajib Pajak masih kurang puas juga atas keberatannya maka ia dapat mengajukan Banding. 10.Dalam jangka waktu 3 bulan sejak keputusan yang dibanding diterima. .Jumlah pajak yang terutang dimaksud telah dibayar sebesar 50%. Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan apakah Wajib Pajak masih tetap berkewajiban melunasi utang pajaknya ? Pengajuan Keberatan tidak menunda kewajiban membayar pajak dan pelaksanaan penagihan pajak. Siapa saja yang dapat mengajukan permohonan banding ? Yang dapat mengajukan banding ke Pengadilan Pajak: a. Apabila Wajib Pajak merasa kurang puas dengan Putusan Keberatan. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi adalah yang bersangkutan atau ahli warisnya c.15 .. . Bagi Wajib Pajak Badan oleh Pengurus b. 8. . SKPLB. Kepada siapa Banding dapat diajukan oleh Wajib Pajak ? Banding ditujukan ke Pengadilan Pajak.Dilampiri salinan Surat Keputusan yang dibanding. maka jangka waktu 3 bulan dihitung sejak tanggal SKPKB. SKPKBT. Surat keberatan yang dikirim melalui pos (harus dengan pos tercatat). dan .Surat banding ditulis dalam bahasa Indonesia.

Bagaimanakah sifat kekuatan hukum Putusan Banding ? Putusan Banding merupakan putusan akhir dan mempunyai kekuatan hukum tetap. Bagaimana perhitungan imbalan bunga diberikan sehubungan dengan Keputusan Keberatan dan Putusan Banding ? Perhitungan imbalan bunganya adalah sebesar 2 % (dua persen) sebulan untuk paling lama 24 (dua puluh empat) dari besarnya kelebihan pembayaran pajak yang dikembalikan yang dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak sampai dengan diterbitkannya Keputusan Keberatan atau Putusan Banding.. Dalam hal apa imbalan bunga dapat diberikan kepada Wajib Pajak ? Apabila pengajuan keberatan atau permohonan banding diterima sebagian atau seluruhnya. Apabila Wajib Pajak mengajukan banding atas SKPLB ke Badan Penyelesaian Pajak untuk Tahun Pajak 2001. serta bukan Keputusan Tata Usaha Negara. 13. 2.16 . 3. H. 4. 14. Jenis ketetapan pajak apa saja yang diberikan imbalan bunga sehubungan dengan Keputusan Keberatan atau Putusan Banding ? Imbalan bunga hanya diberikan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. apakah atas putusan BPSP/Pengadilan Pajak yang dibacakan (diputus) sejak Tahun Pajak 2001 untuk SKPLB yang diajukan banding masih diberikan imbalan bunga ? .. IMBALAN BUNGA ( 250304 ) 1.- 12. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% sebulan. sepanjang utang pajak sebagaimana dimaksud dalam SKBKB atau SKPKBT telah dibayar yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak. Dalam hal yang bagaimana imbalan bunga diberikan sehubungan dengan Keputusan Keberatan dan Putusan Banding ? Apabila pengajuan keberatan atau banding diterima sebagian atau seluruhnya. Apa pengertian Surat Uraian Banding ? Surat Uraian Banding adalah surat terbanding kepada Pengadilan Pajak yang berisi jawaban atas alasan banding yang diajukan oleh pemohon banding. untuk selama-lamanya 24 bulan.

b. atau menggunakan tanpa hak NPWP atau NPPKP. Dalam hal bagaimana Direktur Jenderal Pajak dapat mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi? Dalam hal sanksi administrasi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahannya. b. . Tidak mendaftarkan diri. PENGHAPUSAN DAN PEMBATALAN (250304) 1. 2. Dalam hal bagaimana Direktur Jenderal Pajak dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak? Direktur Jenderal Pajak secara jabatan dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak apabila diketahui bahwa ketetapan pajak tersebut tidak benar dengan berlandaskan unsur keadilan. Sedangkan pelanggaran yang menyangkut tindak pidana perpajakan dikenakan sanksi pidana. TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN ( 250304 ) 1. Sanksi apa yang dikenakan terhadap Wajib pajak yang melakukan pelanggaran ? Pelanggaran terhadap kewajiban administrasi perpajakan yang dilakukan Wajib Pajak dapat dikenakan sanksi administrasi.17 . c. 3. karena dalam Pasal 27A Undang-undang KUP diatur dengan tegas bahwa imbalan bunga atas kelebihan pembayaran pajak hanya diberikan sepanjang utang pajak tersebut sebagaimana dimaksud dalam SKPKB atau SKPKBT. Tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan atau . 2.. Dalam hal apa Wajib Pajak dapat dinyatakan melakukan kealpaan ? Wajib Pajak dinyatakan melakukan kealpaan jika: a. Tidak menyampaikan SPT. I. misalnya karena ketidaktelitian petugas pajak. atau menyalah gunakan. J.. Menyampaiakan Surat Pemberitahuan tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap atau melampirkan keterangan yang tidak benar. Dalam hal apa Wajib Pajak dapat dinyatakan melakukan kesengajaan ? Wajib Pajak dinyatakan melakukan kesengajaan jika : a. sehingga menimbulkan kerugian pada negara.- Tidak diberikan imbalan bunga. PENGURANGAN. Menyampaikan SPT dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap.

e. Tidak menyetor pajak yang telah dipotong sehingga menimbulkan kerugian pada negara.. Sanksi apa yang dapat dikenakan terhadap Pejabat yang melakukan pelanggaran atas larangan mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak ? Sanksi yang dapat dikenakan terhadap Pejabat yang melakukan pelanggaran atas larangan mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak dapat diancam sanksi pidana: a. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. Memperlihatkan pembukuan..Tidak memberikan keterangan/bukti. 6. atau dokumen lainnya. Pihak ketiga yang dengan sengaja menghalangi atau mempersulit penyidikan tindak pidana perpajakan diancam penjara selama-lamanya tiga tahun dan denda setinggi-tingginya sepuluh juta rupiah. pencatatan atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan. dipidana kurungan selama-lamanya satu tahun dan denda setinggi-tingginya dua juta rupiah. dipidana selama-lamanya dua tahun dan denda setinggitingginya dua juta rupiah. berakhirnya masa pajak. diancam pidana selama-lamanya satu tahun dan denda setinggitingginya sepuluh juta rupiah b. Tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. f. Berapa lama jangka waktu daluwarsa tindak pidana di bidang perpajakan ? Daluwarsa tindak pidana di bidang perpajakan adalah sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak. Sanksi apa saja yang dikenakan kepada pihak ketiga berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan ? Sanksi terhadap pihak ketiga berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan : a. b. 4.Memberikan keterangan/bukti yang tidak benar. catatan. Pihak ketiga yang dengan sengaja : . Kesengajaan.18 . . Kealpaan.- d. . berakhirnya bagian tahun pajak atau berakhirnya tahun pajak yang bersangkutan. 5.

PAJAK PENGHASILAN .

ü orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. dan b. penerimaan lembaga tersebut dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Daerah. perseroan komanditer. ü warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan. ü orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. yayasan. dan c. pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara.. SUBJEK PAJAK (250304) 1.- PAJAK PENGHASILAN A. organisasi sosial politik. dan sebagainya yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan untuk memperoleh penghasilan merupakan Subjek Pajak. dibentuk berdasarkan peraturan perundang -undangan yang berlaku. Setiap unit tertentu dari bada n Pemerintah. perkumpulan. menggantikan yang berhak. dibiayai dengan dana yang bersumber dari APBN atau APBD. ü orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia. Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapu n. persekutuan.. organisasi massa. . · Subjek Pajak luar negeri adalah: ü orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia. misalnya lembaga. Siapa Subjek Pajak ? Subjek Pajak terdiri dari Subjek Pajak dalam negeri dan Subjek Pajak luar negeri. dana pensiun. Pengertian ‘badan’ adalah s ekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas. · Subjek Pajak dalam negeri adalah: ü orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia. yaitu: a. dan d. Unit tertentu dari badan pemerintah ya ng memenuhi kriteria berikut tidak termasuk sebagai Subjek Pajak. perseroan lainnya. bentuk usaha tetap dan bentuk badan lainnya termasuk reksadana. lembaga. atau organisasi yang sejenis. kongsi. koperasi. ü badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia. firma.19 . badan.

cabang perusahaan. 3). f. e. yakni sebagai berikut: a.20 . Wajib Pajak dalam negeri : 1).. ü orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. wilayah kerja pengeboran yang digunakan untuk eksplorasi pertambangan. berdasarkan penghasilan neto dengan tarif umum. b. perikanan. proyek konstruksi. yang terlihat dari perlakuan pajaknya. pemberian jasa dalam bentuk apapun oleh pegawai atau oleh orang lain. orang atau badan yang bertindak selaku agen yang kedudukannya tidak bebas.. UU Pajak Penghasilan menganut resident principle untuk Wajib Pajak dalam negeri dan source principle untuk Wajib Pajak luar negeri. bengkel. 2). agen atau pegawai dari perusahaan asuransi yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang menerima premi asuransi atau menanggung risiko di Indonesia. pertambangan dan penggalian sumber alam. l. ü badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. instalasi. atau kehutanan. gedung kantor. wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. h. k. kantor perwakilan. Wajib Pajak luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT : . perkebunan. peternakan. ü orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia. c. d. pabrik. i. p ertanian.yang yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia bukan dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. g. ‘bentuk usaha tetap’ / BUT ( permanent establishment ) adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh Subjek Pajak luar negeri untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia.- ü badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. dikenakan pajak atas penghasilan baik yang diterima atau dipero leh dari Indonesia dan dari luar Indonesia. j. b. yang d apat berupa : a. atau proyek perakitan. sepanjang dilakukan lebih dari 60 hari dalam jangka waktu 12 bulan. tempat kedudukan manajemen.

· Wajib Pajak Orang pribadi atau badan luar negeri non-BUT: ü dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia. 2. berada. dan konsulat atau pejabatpejabat lain dari negara asing. · Wajib Pajak badan dalam negeri: ü dimulai pada saat badan tersebut didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia. ü berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. dikenakan pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari sumber penghasilan di Indonesia. ü berakhir pada saat tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan tersebut. · Warisan yang belum terbagi: ü dimulai pada saat timbulnya warisan yang belum terbagi tersebut. ü berakhir pada saat tidak lagi menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT. 3. namun terbatas pada penghasilan yang bersumber dari Indonesia.- pemenuhan kewajiban perpajaka nnya dipersamakan dengan pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak dalam negeri. atau berniat untuk bertempat tinggal di Indonesia. · Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik.. Kapan bermula dan berakhirnya kewajiban pajak subjektif ? · Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri: ü dimulai pada saat orang pribadi tersebut dilahirkan. Siapa yang bukan Subjek Pajak ? · Badan perwakilan negara asing. berdasarkan penghasilan bruto dengan tarif pajak sepadan. Wajib Pajak luar negeri non -BUT : 1). 2). · Wajib Pajak orang pribadi atau badan luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT: ü dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT. ü berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi bertempat kedudukan di Indonesia.. karena kewajiban pajaknya dipenuhi melalui pemotongan pajak yang bersifat final. c. tidak wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. 3).21 . ü berakhir pada saat warisan tersebut selesai dibagi. dan orang-orang yang diperbantukan .

bantuan atau sumbangan. pemekaran. pemecahan. seperti : gaji. dan ü tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain pemberian pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota. upah. B. ü keuntungan karena likuidasi. persekutuan dan badan lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham. Apa yang menjadi Objek Pajak ? Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak. kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam . meliputi antara lain: · imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa. dan ü tidak menjalankan usaha atau kegiatan atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia. persekutuan. dengan syarat: ü Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut. · laba usaha. dan penghargaan. atau imbalan dalam bentuk lainnya. dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal. Organisasi-organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. penggabungan. · hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan. ü keuntungan yang diperoleh perseroan. uang pensiun. sekutu.. honorarium. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan.- · · kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka. serta ü negara yang bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik.. atau pengambilalihan usaha. seperti : ü keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan. gratifikasi. dengan nama dan dalam bentuk apapun.22 . baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. komisi. dengan syarat: ü bukan warga negara Indonesia. peleburan. ü keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah. tunjangan. dengan syarat: ü bukan warga negara Indonesia. dan ü di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan lain di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut. · keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta. bonus. Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. atau anggota. OBJEK PAJAK (250304 1.

penghasilan dari usaha dan kegiatan. · sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. · selisih lebih karena penilaian kembali aktiva. Karena Undang -undang ini menganut pengertian penghasilan yang luas ( global income tax ). d. · penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya. penghasilan dapat dikelompokkan menjadi : a. · iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. dan badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. royalti. dividen. yang berupa harta gerak ataupun harta tak gerak seperti bunga. · royalti. keuntungan penjualan harta atau hak yang tidak dipergunakan untuk usaha.. Diliha t dari sumber mengalirnya tambahan kemampuan ekonomis kepada Wajib Pajak. penghasilan dari praktek dokter. · keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. dan imbalan karena jaminan pengembalian utang. · keuntungan karena pembebasan utang. diskonto. notaris. termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis. dengan nama dan dalam bentuk apapun. c. seperti pembebasan utang. kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. akuntan. · dividen. honorarium. pengacara. dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. dan lain sebagainya. Dengan demikian. hadiah. · bunga termasuk premium. sewa. maka semua jenis penghasilan yang diterima atau diperole h dalam suatu tahun pajak digabungkan untuk mendapatkan dasar pengenaan pajak.- garis keturunan lurus satu derajat. apabila dalam satu tahun pajak suatu usaha atau kegiatan menderita kerugian. pekerjaan. dan lain sebagainya.23 .. · penerimaan atau perolehan pembayaran berkala. · premi asuransi. maka kerugian tersebut . · tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak. sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha. dan sebagainya. b. kepemilikan atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. aktuaris. penghasilan dari modal. penghasilan lain -lain. penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan pekerjaan bebas seperti gaji.

pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi pemegang saham yang dibebankan sebagai biaya perusahaan. b.24 . dan ilmu pengetahuan. merek dagang. kecuali kerugian yang diderita di luar negeri. p aten. diskonto dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. g. pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal yang disetor. Pengertian ‘royalti’ adalah imbalan sehubungan dengan penggunaan: a. b. komersial. bagian laba sehubungan dengan pemilikan obligasi. jumlah yang melebihi jumlah setoran sahamnya yang diterima atau diperoleh pemegang saham karena pembelian kembali saham -saham oleh perseroan yang ber sangkutan. Namun demikian. pembagian berupa sisa hasil usah a kepada anggota koperasi. bagian laba yang diterima oleh pemegang polis... c. f. Premium terjadi apabila misalnya surat obligasi dijual di atas nilai nominalnya sedangkan diskonto terjadi apab ila surat obligasi dibeli di bawah nilai nominalnya. pembayaran sehubungan dengan tanda -tanda laba. atau rahasia perusahaan. l. hak atas harta tak berwujud. misalnya hak pengarang. Yang dimaksud dengan alat -alat industri. pembagian laba dalam bentuk saham. hak atas harta berwujud. apabila suatu jenis penghasilan dikenakan pajak dengan tarif yang bersifat final atau dikecualikan dari Objek Pajak. j. misalnya peralatan -peralatan yang . jika dalam tahun -tahun yang lampau diperoleh keuntungan. Premium tersebut merupakan penghasilan bagi yang menerbitkan obligasi dan diskonto merupakan penghasilan bagi yang membeli obligasi. misalnya hak atas alat -alat industri. k. termasuk yang diterima sebagai penebusan tanda -tanda laba tersebut. maka penghasilan tersebut tidak boleh digabungkan dengan penghasil an lain yang dikenakan tarif umum. pembayaran kembali seluruhnya atau sebagian dari modal yang disetorkan. formula. dengan nama dan dalam bentuk apapun. kecuali jika pembayaran kembali itu adalah akibat dari pengecilan modal dasar (statuter) yang dilakukan secara s ah. Pengertian ‘bunga’ termasuk pula premium.- dikompensasikan dengan penghasilan lainnya ( kompensasi hori zontal ). pembagian laba baik secara lan gsung ataupun tidak langsung. pemberian saham bonus yang dilakukan tanpa penyetoran termasuk saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agi o saham. d. Pengertian ‘dividen’ termasuk pula: a. pencatatan tambahan modal yang dilakukan tanpa penyetoran. komersial dan ilmu pengetahuan adalah setiap peralatan yang memp unyai nilai intelektual. h. e. i.

sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha.. Apa yang bukan Objek Pajak ? · Bantuan atau sumbangan. · Harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat. digunakan di beberapa industri khusus seperti anjungan pengeboran minyak (drilling rig). Ciri dari informasi dimaksud adalah bahwa informasi tersebut telah tersedia sehingga pemiliknya tidak perlu lagi melakukan riset untuk menghasilkan informasi tersebut. koperasi. asuransi dwiguna. · Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan atau kenikmatan dari Wajib Pajak atau Pemerintah. kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor dan harus mempunyai usaha aktif di luar kepemilikan saham tersebut. · Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan. yang dapat diberikan oleh setiap orang yang mempunyai latar belakang disiplin ilmu yang sama. · Warisan. dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat : ü dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan. yaitu informasi yang belum diungkapkan secara umum.. atau bidang usaha lainnya.- c. atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. asuransi kecelakaan. Badan Usaha Milik Negara. atau ahli teknik sesuai dengan bidang keahliannya. BUMN / BUMD yang menerima dividen. ahli hukum. atau Badan Usaha Milik Daerah. dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan sebagainya. · Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri. informasi. kepemilikan. 2. dan ü bagi perseroan terbatas. dan asuransi bea siswa. pekerjaan. walaupun mungkin belum dipat enkan. . misalnya pengalaman di bidang industri. termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah dan para penerima zakat yang berhak. · Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal.25 . asuransi jiwa. Tidak termasuk dalam pengertian informasi di sini adalah informasi yang diberikan oleh misalnya akuntan publik.

Penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. gratifikasi. baik yang dibayar oleh pemberi kerja maupun pegawai. termasuk biaya pembelian bahan. Bunga obligasi yang diterima atau diperoleh reksa dana selama lima tahun pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak. biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah.. dengan syarat badan pasangan usaha tersebut: ü merupakan perusahaan kecil. persekutuan. dihitung berdasarkan penghasilan bruto dikurangi: · biaya untuk mendapatkan. firma. PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK (250304 1. bonus. penjualan barang.. . gaji. Apa yang boleh dikurangkan ? Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. menengah. sepanjang terdapat hubungan efektif antara BUT dengan harta atau kegiatan yang memberikan penghasilan dimaksud ( effective connection rule ). royalti. menagih. perkumpulan. · Penghasilan tersebut dalam Pasal 26 UU Pajak Penghasilan yang diterima atau diperoleh kantor pusat. 3. sewa. atau yang menjalankan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan dan ü sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia.26 . Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia. · Penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan. bunga.- · · · · · Iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang. dan memelihara penghasilan. Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham. dan kongsi. atau pemberian jasa di Indonesia yang sejenis dengan yang dijalankan atau yang dilakukan oleh BUT di Indonesia ( force of attraction rule ). C. honorarium. Apa yang menjadi Objek Pajak BUT ? · Penghasilan dari usaha atau kegiatan BUT tersebut dan dari harta yang dimiliki atau dikuasai.

- biaya perjalanan. yang merupakan beban tahun yang bersangkutan. b. biaya administrasi. dan pelatihan. · Bagi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri diberikan pengurangan berupa Penghasilan Tidak Kena Pajak ( PTKP ). · penyusutan atas harta berwujud dan amortisasi atas hak dan biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. · Dalam menentukan besarnya laba suatu BUT. · biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia. · kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan. · piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih. yang besarnya ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.. biaya atau pengeluaran yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. dengan syarat : 1) telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba-rugi komersial. . yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak. magang. dan pajak kecuali Pajak Penghasilan. premi asuransi. Biaya atau pengeluaran yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dapat dibagi dalam dua golongan. · biaya bea siswa. biaya atau pengeluaran yang mempunyai masa manfaat tidak lebih dari satu tahun. menagih. dan 3) telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus. dan 2) telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang / pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan. dan memelihara penghasilan. · iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. yaitu : a. yang pembebanannya dilakukan melalui penyusutan a tau amortisasi. dan 4) Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada DJP.27 .. biaya administrasi kantor pusat yang boleh dikurangkan adalah biaya yang berkaitan dengan usaha atau kegiatan BUT. · kerugian dari selisih kurs mata uang asing. biaya pengolahan limbah.

28 .00 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah/ semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat.440. · Rp 2. apabila dividen yang diterimanya bukan merupakan Objek Pajak. tidak boleh dikurangkan atau dibebankan.880. paling banyak tiga orang. kecuali penghasilan yang berasal dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas orang tuanya. · Penghasilan anak yang belum dewasa digabung dengan penghasilan orang tuanya. · Penghasilan suami-isteri dikenakan pajak secara terpisah dalam hal: ü suami-isteri telah hidup berpisah.000.000.00 tambahan untuk Wajib Pajak yang berstatus kawin. .00 tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami. · Rp 1. 4. ü dikehendaki oleh suami-isteri yang bersangkutan berdasarkan perjanjian tertulis. Berapa besarnya PTKP ? · Rp 2..440. Bagaimana perlakuan pajak bagi wanita yang berstatus kawin dan anak yang belum dewasa ? · Penghasilan wanita yang berstatus kawin digabung dengan penghasilan suaminya. Dengan demikian biaya atau pengeluaran untuk mendapatkan. dan memelihara penghasilan yang me rupakan Objek Pajak. dan memelihara penghasilan yang bukan merupakan Objek Pajak..00 untuk diri Wajib Pajak ybs. Besarnya PTKP disesuaikan dari waktu ke waktu dengan Keputusan Menteri Keuangan. yang menjadi tanggungan sepenuhnya. Apa yang tidak boleh dikurangkan ? Dalam menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. 2. kecuali penghasilan yang berasal dari satu pemberi kerja yang telah dipotong PPh Pasal 21 dan pekerjaan tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas suaminya. Akan tetapi dalam hal ini biaya bunga pinjaman tersebut dapat dikapitalisasi sebagai penambah harga perolehan saham.- Untuk dapat dikurangkan atau dibebankan dalam penghitungan Penghasilan Kena Pajak. menagih. tidak boleh dikurangkan: 3. menagih.000. biaya atau pengeluaran tersebut harus mempunyai hubungan langsung dengan usaha atau kegiatan untuk mendapatkan. Biaya bunga atas pinjaman yang dipergunakan untuk membeli saham t idak boleh dikurangkan atau dibebankan.880.000. · Rp 1.

. yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi. cadangan untuk usaha asuransi. denda. bantuan atau sumbangan. asuransi dwiguna. dalam menentukan besarnya laba suatu BUT.29 . pajak Penghasilan. dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundangundangan di bidang perpajakan. kecuali zakat atas penghasilan yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan atau Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah. sanksi administrasi berupa bunga. atau anggota. dan warisan yang bukan merupakan Objek Pajak. firma. pembayaran kepada kantor pusat yang tidak boleh dikurangkan adalah : ü royalti atau imbalan lainnya sehubungan dengan penggunaan harta. yang ketentuan dan syarat-syaratnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan. asuransi kecelakaan. seperti : dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis.- · · · · · · · · · · · · pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun. gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan. atau hak-hak lainnya. kecuali cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan sewa guna usaha dengan hak opsi. dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. asuransi jiwa. biaya atau pengeluaran untuk kepentingan pribadi pemegang saham. penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan. sekutu. biaya atau pengeluaran pribadi Wajib Pajak yang bersangkutan atau orang yang menjadi tanggungannya. dan asuransi bea siswa. . premi asuransi kesehatan. paten. pembentukan atau pemupukan dana cadangan.. dan cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan. harta yang dihibahkan. kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham. kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib Pajak yang bersangkutan.

ü yang tidak memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak bagi yang menerima pengalihan.. kecuali ditetapkan lain oleh Menteri Keuangan. penggabungan. atau pengambilalihan usaha adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar. ü bunga. peleburan. pemekaran. sama dengan nilai pasar dari harta tersebut.30 . · Persediaan dan pemakaian persediaan untuk penghitungan harga pokok dinilai berdasarkan harga perolehan yang dilakukan secara rata-rata atau dengan cara mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama ( FIFO ). PENILAIAN HARTA DAN PERSEDIAAN BARANG (250304) Bagaimana cara penilaian harga perolehan atau harga jual/pengalihan harta dan cara penilaian persediaan barang ? · Harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa adalah jumlah yang sesungguhnya dikeluarkan atau diterima. maka kerugian tersebut dikompensasikan dengan Penghasilan Kena Pajak mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai dengan lima tahun. . pemecahan. kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan. sama dengan nilai sisa buku dari pihak yang melakukan pengalihan atau nilai yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan. Bagaimana perlakuan pajak terhadap kerugian fiskal ? Dalam hal penghasilan bruto setelah pengurangan menghasilkan kerugian. sama dengan nilai pasar dari harta tersebut. 5. D. · Nilai perolehan atau nilai penjualan dalam hal terjadi tukar-menukar harta adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar. · Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan dalam rangka likuidasi. · Dasar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka penyetoran modal ( inbreng ) bagi badan yang menerima pengalihan. Pembayaran serup a yang diterima atau diperoleh dari kantor pusat tidak dianggap sebagai Objek Pajak BUT. · Dasar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah: ü yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak bagi yang menerima pengalihan.- ü imbalan sehubungan dengan jasa manajemen dan jasa lainnya. sedangkan apabila terdapat hubungan istimewa adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima..

dan memelihara penghasilan dilakukan dengan metode garis lurus ( straight line method ) dan atau metode saldo menurun ( declining balance method ) secara taat azas. dan hak pakai. Bagaimana cara penyusutan harta berwujud · Penyusutan atas pengeluaran harta berwujud. hak guna usaha. F. Wajib Pajak diperkenankan melakukan penyusutan mulai pada bulan harta tersebut digunakan untuk mendapatkan. · Tabel masa manfaat dan tarif penyusutan harta berwujud : Tarif Penyusutan Kelompok Masa Garis Saldo Harta Berwujud Manfaat Lurus Menurun Bukan Bangunan Kelompok 1 4 tahun 25% 50% Kelompok 2 8 tahun 12. PENYUSUTAN DAN AMORTISASI (250304 1. PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP PERUSAHAAN Apa dan bagaimana ketentuan penilaian kembali aktiva tetap perusahaan untuk tujuan perpajakan ? · Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan peraturan tentang penilaian kembali aktiva dan faktor penyesuaian apabila terjadi ketidaksesuaian antara unsur-unsur biaya dengan penghasilan karena perkembangan harga. · Dasar penyusutan atas harta yang telah dilakukan penilaian kembali ( revaluasi ) adalah nilai setelah dilakukan penilaian kembali aktiva tersebut. dan memelihara penghasilan atau pada bulan harta yang bersangkutan mulai menghasilkan. menagih. · Khusus bangunan hanya dapat disusutkan dengan metode garis lurus. kecuali tanah yang berstatus hak milik. hak guna bangunan.5% .5% 25% Kelompok 3 16 tahun 6.. · Penyusutan untuk pertama kali dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran.25% 12..31 . yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan. kecuali untuk harta yang masih dalam proses pengerjaan dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta tersebut.- E. · Dengan persetujuan Direktur Jenderal Pajak. menagih.

5% 6..25% Kelompok 4 20 tahun 5% 10% .. 2. dan memelihara penghasilan.- Kelompok Harta Berwujud Kelompok 4 Bangunan Permanen Tdk Permanen · · Masa Manfaat 20 tahun 20 tahun 10 tahun Tarif Penyusutan Garis Saldo Lurus Menurun 5% 10% 5% 10% · Menteri Keuangan menetapkan jenis-jenis harta yang termasuk dalam Kelompok Harta Berwujud dan ketentuan khusus mengenai penyusutan atas harta berwujud yang dimiliki dan digunakan dalam usaha tertentu.32 . · Tabel masa manfaat dan tarif amortisasi harta tak berwujud : Kelompok Tarif Amortisasi Masa Harta Garis Saldo Manfaat Tak Berwujud Lurus Menurun Kelompok 1 4 tahun 25% 50% Kelompok 2 8 tahun 12. Apabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak. Apabila terjadi pengalihan atau penarikan harta. hak guna usaha. dan hak pakai yang dipergunakan untuk mendapatkan. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut dibebankan sebagai kerugian dan jumlah harga jual atau penggantian asuransinya yang diterima atau diperoleh dibukukan sebagai penghasilan pada tahun terjadinya penarikan harta atau pada tahun terjadinya penggantian asuransi atas persetujuan Direktur Jenderal Pajak. menagih.5% 25% Kelompok 3 16 tahun 12. dilakukan dengan metode garis lurus ( straight -line method ) dan atau metode saldo menurun ( declining balance method ) secara taat azas. Bagaimana cara amortisasi harta tak berwujud ? · Amortisasi atas pengeluaran harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan.

00 diamortisasi sesuai dengan persentase satuan produksi yang direalisasikan dalam tahun yang bersangkutan. dan biaya kantor lainnya. maka atas sisa pengeluaran tersebut boleh dibebankan sekaligus dalam tahun pajak yang bersangkutan. sehingga masih terdapat sisa pengeluaran untuk memperoleh hak atau pengeluaran lain. hak pengusahaan hutan.000 ton kayu sebesar Rp 500. Metode satuan produksi dilakukan dengan menerapkan persentase amortisasi yang besarnya setiap tahun sama dengan persentase perbandingan antara realisasi penambangan minyak dan gas bumi pada tahun yang bersangkutan dengan taksiran jumlah seluruh kandungan minyak dan gas bumi di lokasi tersebut yang dapat diproduksi. Pengertian pengeluaran yang dilakukan sebelum operasi komersial adalah biaya -biaya yang dikeluarkan sebelum operasi komersial.000.00. Amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak penambangan selain minyak dan gas bumi. Untuk pengeluaran operasional yang rutin ini tidak boleh dikapitalisasi tetapi dibebankan sekaligus pada tahun pengeluaran. seperti gaji pegawai. Jika dalam satu tahun pajak ternyata jumlah produksi mencapai 3.000. dilakukan dengan menggunakan metode satuan produksi paling tinggi 20% setahun.000 ton yang berarti 30% dari potensi yang tersedia. biaya studi kelayakan dan biaya produksi percobaan tetapi tidak termasuk biaya biaya operasional yang sifatnya rutin.- · · Pengeluaran untuk biaya pendirian dan biaya perluasan modal suatu perusahaan dibebankan pada tahun terjadinya pengeluaran atau diamortisasi sesuai dengan tabel masa manfaat dan tarif amortisasi.000.. Apabila ternyata jumlah produksi yang sebenarnya lebih kecil dari yang diperkirakan. Amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan pengeluaran lain di bidang penambangan minyak dan gas bumi dilakukan dengan menggunakan metode satuan produksi.33 . · . (contoh ) Pengeluaran untuk memperoleh hak pengusahaan hutan yang mempunyai potensi 10. biaya rekening listrik dan telepon. misalnya. besarnya amortisasi yang diperkenanka n untuk dikurangkan dari penghasilan bruto pada tahun tersebut paling tinggi adalah 20% dari pengeluaran atau sebesar Rp 100. dan hak pengusahaan sumber alam serta hasil alam lainnya. Pengeluaran sebelum operasi komersial dikapitalisasi dan diamortisasi sesuai dengan tabel masa manfaat dan tarif amortisasi.000.000.000.. maka walaupun jumlah produksi pada tahun tersebut mencapai 30% dari jumlah potensi yang tersedia.

. · ( contoh ) PT X mengeluarkan biaya unt uk memperoleh hak penambangan minyak dan gas bumi di suatu lokasi sebesar Rp 500. PT X menjua l hak penambangan tersebut kepada pihak lain dengan harga sebesar Rp 300.000 barel.Apabila terjadi pengalihan harta tak berwujud atau hak-hak lainnya. Taksiran jumlah kandungan minyak di daerah tersebut adalah sebanyak 200.000.000 / 200.000.000.000.000. maka nilai sisa buku harta atau hak-hak tersebut dibebankan sebagai kerugian dan jumla yang diterima sebagai penggantian merupakan penghasilan pada tahun terjadinya pengalihan tersebut.000. Apabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah berupa harta tak berwujud yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak.000. Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan Penghasilan Neto ? · Norma Penghitungan Penghasilan Neto adalah persentase tertentu dari peredaran atau penghasilan bruto usaha atau pekerjaan bebas yang merupakan standar umum besarnya penghasilan neto yang dianggap normal atau wajar.00 Nilai sisa buku harta Rp 250.000.00. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan.000.00 dicatat sebagai penghasilan. yang dibuat dan disempurnakan terus-menerus serta diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak.000.000.000.000. yang peredaran atau penghasilan brutonya dalam 2.000.000. Penghitungan penghasilan dan kerugian dari penjualan hak tersebut dan pembukuannya adalah sebagai berikut: Harga perolehan Rp 500.00 Dalam pembukuan. Siapa yang dapat menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto ? · Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. nilai sisa buku sebesar Rp 250. NORMA PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK (250304 1.000.00 Harga jual harta Rp 300.000.34 .000. G.00 dicatat sebagai kerugian sedang harga jual sebesar Rp 300.000 barel..00 Amortisasi yang telah dilakukan : 100..000.00.000.000 barel (50%) Rp 250. Setelah produksi minyak dan gas bumi mencapai 100.

maka dianggap memilih menyelenggarakan kewajiban pembukuan. Wajib Pajak yang bersangkutan wajib menyelenggarakan pencatatan sebagai pengganti tidak menyelenggarakan kewajiban pembukuan. · Perusahaan asuransi luar negeri. 4. Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan Khusus ? · Norma Penghitungan Khusus adalah persentase tertentu dari peredaran atau penghasilan bruto usaha untuk menghitung penghasilan neto dari Wajib Pajak tertentu yang tidak dapat dihitung berdasarkan ketentuan umum penghitungan Penghasilan Kena Pajak. Apabila Wajib Pajak tidak memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak. 3. Wajib Pajak yang bersangkutan wajib memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu tiga bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan. Apabila ternyata Wajib Pajak tidak atau tidak sepenuhnya menyelenggarakan kewajiban pencatatan atau pembukuan atau tidak memperlihatkan pencatatan atau pembukuan atau bukti-bukti pendukungnya.000.35 . gas dan panas bumi. Norma Penghitungan Khusus Wajib Pajak tertentu ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. · Wajib Pajak tertentu lainnya. maka penghasilan netonya dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Neto atau cara lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. · Perusahaan yang melakukan investasi dengan pola ‘bangun -guna-serah’ ( build-operate -transfer ). .000.- · · · · satu tahun kurang dari Rp 600. Besarnya batasan peredaran bruto dapat diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan. · Perusahaan pengeboran minyak.00. · Perusahaan dagang asing.. Wajib Pajak tertentu mana saja yang dikenakan pajak dengan Norma Penghitungan Khusus ? · Perusahaan pelayaran dan penerbangan internasional..

Rp 200.36 . Apa dan siapa yang tidak dikenakan pemotongan pajak ? · Penghasilan yang diterima oleh : ü pejabat Negara. 3.000.000.00 Tarif Pajak 10% 15% 30% I.000.000. berupa gaji dan tunjangan-tunjangan lain yang sifatnya tetap dan terkait dengan gaji.00 s. Siapa yang dikenakan pemotongan pajak ? · Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri.000.000. jasa.000.000.00 s.00 di atas Rp 100.000.000. Rp 100..d.000. PELUNASAN PAJAK DALAM TAHUN BERJALAN (250304 Pemotongan PPh Pasal 21 1. Rp 25.000.000.d. 2.- H.000.00 di atas Rp 50.00 Tarif Pajak 5% 10% 15% 25% 35% 2. Berapa tarif umum PPh Wajib Pajak badan dalam negeri dan BUT ? Lapisan Penghasilan Kena Pajak s.000. Rp 50.00 s.000. atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun.00 di atas Rp 100.00 di atas Rp 25. Berapa tarif umum PPh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri ? Lapisan Penghasilan Kena Pajak s.000. . Apa objek pemotongan pajak ? · Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan.000.00 di atas Rp 50. ü pegawai Negeri Sipil dan Anggota TNI / POLRI.d.000. TARIF UMUM PAJAK (250304) 1.000..000. Rp 50. berupa gaji kehormatan dan tunjangan lain yang terkait atau imbalan tetap sejenisnya.000.00 di atas Rp 200.00 s. Rp 100.d.d.000.000.d.

upah.000. yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. · dana pensiun atau badan lain yang membayarkan uang pensiun dan pembayaran lain dengan nama apapun dalam rangka pensiun..00. Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain dengan nama apapun selain gaji. honorarium. Siapa bukan pemotong pajak ? · Badan perwakilan negara asing dan organisasi-organisasi internasional. jasa. sampai dengan sejumlah Rp. dan pembayaran lain.000.37 . dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai. Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berupa uang pesangon.000.. 25. serta imbalan lainnya dalam bentuk uang tidak melebihi Rp. uang tebusan pension yang dibayar oleh dana pensiun. atau kegiatan. serta imbalan lainnya dari pekerjaan yang diberikan dalam bentuk uang sampai dengan sejumlah Rp. yang diterima oleh pekerja yang bekerja sebagai pegawai tetap atau pegawai tidak tetap pada satu pemberi kerja dengan gaji. PPh Pasal 21 ditanggung oleh Pemerintah . · penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan. 5. sehubungan dengan pekerjaan.000.000.00 sebulan. · bendaharawan pemerintah yang membayar gaji. Siapa pemotong pajak ? · Pemberi kerja yang membayar gaji. dan uang pensiun. tunjangan.- · · · ü pensiunan termasuk janda atau duda dan atau anak-anaknya. Penghasilan berupa gaji. 4.000. dan Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus oleh Badan Penyelenggara Pensiun atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. . upah. honorarium. 2. 1. berupa uang pensiun dan tunjangan-tunjangan lain yang sifatnya tetap dan terkait dengan uang pensiun. yang diterima oleh Pegawai Negeri Sipil Golongan II/d ke bawah dan Anggota TNI/POLRI berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah. tunjangan.00 sebulan. upah. · Badan yang membayar honorarium atau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan jasa termasuk jasa tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas. tunjangan. upah. PPh Pasal 21 ditanggung oleh Pemerintah.

Pegawai Negeri Sipil ( kecuali Golongan II/d ke bawah ). Anggota TNI/POLRI ( kecuali berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah ) dan pensiunan. dikenakan tarif progresif sebesar 5% sampai dengan 25%. 3. dikenakan tarif sebesar 15%. 1. . Apa objek pemungutan pajak ? · Pembelian barang oleh Pemerintah. · Pembelian/penjualan barang di bidang usaha tertentu.- 6. · Penghasilan berupa hadiah undian..00. Pemungutan PPh Pasal 22 1. dikenakan tarif sebesar 25%. · Pemasok/pembeli barang dari badan-badan tertentu. Penghasilan apa saja yang dikenakan PPh Pasal 21 yang bersifat final dan berapa tarifnya ? · Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. · Pembayaran yang berjumlah tidak lebih dari Rp.38 . Siapa yang dikenakan pemungutan pajak ? · Pemasok barang kepada Pemerintah. uang tebusan pensiun yang dibayar oleh dana pensiun. yang diterima oleh Pejabat Negara.000. kecuali ditetapkan lain dengan Peraturan Pemerintah. · Importir/pengimpor barang. · Impor barang yang dibebaskan dari Bea Masuk dan atau PPN ( 18 jenis ). · Impor barang sementara yang nyata-nyata akan diekspor kembali. · Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berupa uang pesangon. 2. dan Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus oleh Badan Penyelenggara Pensiun atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? · Pada umumnya berlaku tarif umum.. 7. Apa yang tidak dikenakan pemungutan pajak ? · Impor dan atau penyerahan barang yang berdasarkan UU Pajak Penghasilan tidak terutang pajak.000. · Impor barang.

· Pembayaran dana Jaring Pengaman Sosial ( JPS ) oleh KPKN. Insurance and Freight ( CIF ) ditambah Bea Masuk dan punguta n impor lainnya berdasarkan peraturan perundang -undangan pabean. atas impor barang. kertas. Perum BULOG. sebesar 7. PERTAMINA dan badan usaha lainnya di bidang industri produk bahan bakar migas ( premix / pertamax. dan bank-bank BUMN. atas penjualan hasil produksinya. Berapa besarnya tarif pemungutan pajak ? · Atas impor barang: ü Yang menggunakan API. dan gas ).. sebesar 2. atas pembelian barang. air minum/PDAM. atas penjualan hasil produksi di dalam negeri. · PT. TELKOM. 5. · Badan usaha industri semen. Siapa pemungut pajak ? · Bank devisa dan DJBC. · Industri dan eksportir di sektor perhutanan.5% dari harga jual lelang. dan perikanan. super TT/pertamax plus. · DJA. ü Yang tidak menggunakan API. perkebunan.39 . gas. · Bank Indonesia. PT. ü Yang tidak dikuasai.PLN. · Emas batangan untuk diproses menjadi perhiasan dan ditujukan untuk ekspor.- · Pembayaran untuk pembelian BBM. yang ditunjuk oleh Kepala KPP. PT. dan benda pos. atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan diolah/ diekspor. 4. PT.. Indosat. Garuda Indonesia. pengerjaan dan pengujian. PT. · Pembayaran untuk pembelian gabah dan atau beras oleh Perum BULOG. . dan otomotif. PERTAMINA. baja ( hulu ). Bendaharawan Pemerintah Pusat/Daerah. PT. yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. sebesar 7.5% dari nilai impor. PT. · Impor kembali barang yang sama yang sebelumnya telah diekspor dan barang yang telah diekspor untuk tujuan perbaikan. atas pembelian barang dengan dana APBN/APBD. · BUMN / BUMD. rokok. listrik. Krakatau Steel. Nilai impor adalah nilai yang menjadi dasar penghitungan Bea Masuk yaitu Cost. atas pembelian barang dengan dana baik dari APBN/APBD maupun dari non-APBN/APBD.5% dari nilai impor. pertanian.

sebesar Atas penjualan hasil produksi PT. .3% Pelumas -0.5% dari harga pembelian. PERTAMINA dan badan usaha lainnya di bidang BBM : JENIS BBM SPBU SWASTA SPBU PERTAMINA Premium 0. sebesar ü Otomotif. · Royalti. Atas penjualan hasil produksi tertentu : ü Semen.- · · · Atas pembelian barang oleh Pemerintah dan BUMN/BUMD. · Pemotongan PPh Pasal 23 1. sebesar ü Baja.5% dari harga pembelian.25% Solar 0. · bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi. jasa konsultan. jasa konstruksi.25% Premix / 0. · imbalan sehubungan dengan jasa teknik. Siapa yang dikenakan pemotongan pajak ? Wajib Pajak dalam negeri dan BUT.3% 0. sebesar 1.25% Super TT M.. sebesar ü Kertas. Tanah -0. jasa manajemen.. · sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. Apa objek pemotongan pajak ? · Dividen. selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. · Bunga.40 .3% Pungutan PPh Pasal 22 kepada penyalur / agen bersifat final .3% 0.3% Gas LPG -0. sebesar ü Rokok.3% 0. · Hadiah dan penghargaan. sebesar 1. Atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan diolah / diekspor. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21. 2.

perkumpulan. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? · Sebesar 15% dari jumlah bruto. jasa konsultan. ( inter-corporate dividend ) yang diterima oleh PT. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya.. jasa manajemen.41 . J. dan koperasi yang memenuhi persyaratan tertentu. . BUMN/ BUMD. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21. · Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak sebagai pihak yang wajib membayarkan penghasilan. Siapa pemotong pajak ? · Badan Pemerintah. atas: ü sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. ü imbalan sehubungan dengan jasa teknik. serta hadiah dan penghargaan. · Bunga obligasi yang diterima reksa dana selama lima tahun pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak. atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi. bunga. · Dividen. penyelenggara kegiatan. firma. · Bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. Subjek Pajak badan dalam negeri. royalti. dan kongsi. · Sebesar 15% dari jumlah bruto dan bersifat final. · Sisa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya.. atas dividen. persekutuan. Apa dan siapa yang tidak dikenakan pemotongan pajak ? · Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank. · Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi.3. KREDIT PAJAK LUAR NEGERI ( PPH PASAL 24 ) (250304 Bagaimana ketentuan pengkreditan Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri ? · Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri atas penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri dapat dikreditkan dengan pajak yang terutang berdasarkan UU Pajak Penghasilan dalam tahun pajak yang sama. · Sebesar 15% dari perkiraan penghasilan neto. 4. · Bagian laba yang diterima anggota CV yang modalnya tidak terbagi atas saham. jasa konstruksi. BUT. 5.

· Khusus besarnya angsuran pajak yang harus dibayar untuk bulan-bulan ( dua bulan pertama ) sebelum batas waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan.· · Besarnya kredit pajak yang dapat diperhitungkan adalah sebesar Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri tetapi tidak boleh melebihi penghitungan pajak yang terutang berdasarkan UU Pajak Penghasilan ( ordinary tax credit per country basis ). DALAM TAHUN K. ü penghasilan berupa sewa sehubungan dengan penggunaan harta tak gerak. ü penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan jasa. royalti. dan PPh Pasal 24 atas penghasilan teratur tahun pajak yang lalu tersebut. dan sewa sehubungan dengan penggunaan harta gerak. PPh Pasal 22. adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani imbalan tersebut bertempat kedudukan atau berada. PPh Pasal 23. dibagi 12 atau banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak. pekerjaan. ü penentuan sumber penghasilan lainnya menggunakan prinsip yang sama. dikurangi dengan kredit pajak PPh Pasal 21 ( khusus bagi WP orang pribadi ). adalah negara tempat BUT tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan. adalah negara tempat harta tersebut terletak. adalah negara tempat badan yang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut bertempat kedudukan. ü penghasilan berupa bunga.42 . dan kegiatan. adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani bunga. royalti. Sumber penghasilan ( source of income ): Untuk keperluan pengkreditan Pajak Penghasilan luar negeri. ü penghasilan BUT. PEMBAYARAN SENDIRI ANGSURAN BULANAN BERJALAN ( PPH PASAL 25 ) (250304) Bagaimana ketentuan pembayaran angsuran bulanan oleh Wajib Pajak sendiri ? · Besarnya angsuran bulanan dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak adalah sebesar Pajak Penghasilan yang terutang atas penghasilan teratur menurut SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang lalu. atau sewa tersebut bertempat kedudukan atau berada.. ditetapkan sama dengan besarnya angsuran pajak untuk bulan terakhir tahun pajak yang lalu. .. sumber penghasilan ditentukan sebagai berikut: ü penghasilan dari saham dan sekuritas lainnya.

ü Wajib Pajak memperoleh penghasilan tidak teratur.. bank.43 . L.. ü SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun yang lalu disampaikan setelah lewat batas waktu yang ditentukan.· · · · · Apabila dalam tahun pajak berjalan diterbitkan surat ketetapan pajak untuk tahun pajak yang lalu. cara penghitungan besarnya angsuran bulanan diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pajak. kecuali apabila Wajib Pajak yang bersangkutan menerima atau memperoleh penghasilan lain yang tidak dikenakan PPh final. BUMN / BUMD. . wajib membayar pajak ( Fiskal Luar Negeri ) yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah. ü Wajib Pajak membetulkan sendiri SPT Tahunan Pajak Penghasilan yang mengakibatkan angsuran bulanan lebih besar dari angsuran bulanan sebelum pembetulan. ü Wajib Pajak diberikan perpanjangan jangka waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan. dan Wajib Pajak tertentu lainnya termasuk Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu. Khusus bagi Wajib Pajak baru. dikurangi dengan kredit pajak dan angsuran bulanan yang telah dibayar atau telah ditetapkan untuk tahun pajak yang bersangkutan. maka besarnya angsuran pajak dihitung kembali berdasarkan surat ketetapan pajak tersebut dan berlaku mulai bulan berikutnya setelah bulan penerbitan surat ketetapan pajak. PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PADA AKHIR TAHUN BAGI WAJIB PAJAK DALAM NEGERI DAN BUT (250304 Bagaimana ketentuan penghitungan Pajak Penghasilan yang terutang pada akhir tahun ? · Pajak Penghasilan yang terutang pada akhir tahun dihitung berdasarkan Penghasilan Kena Pajak dikalikan tarif umum. cara penghitungan besarnya angsuran bulanan diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan. Bagi Wajib Pajak orang pribadi yang bertolak ke luar negeri. angsuran bulanan merupakan pelunasan pajak yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan ( menjadi bersifat final pada akhir tahun ). Dalam hal-hal tertentu. Bagi Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu. ü terjadi perubahan keadaan usaha atau kegiatan Wajib Pajak. berupa: ü PPh Pasal 21 ( khusus WP orang pribadi ). yaitu: ü Wajib Pajak berhak atas kompensasi kerugian.

.1% dari harga jual yang bersifat final. Tarif sebesar 5% dari harga jual dan bersifat final bagi Wajib Pajak orang pribadi.- PPh Pasal 22. yaitu PPh final yang berubah sifat menjadi kredit pajak karena perubahan status Subjek Pajak luar negeri menjadi Wajib Pajak dalam negeri. · Apabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih besar dari kredit pajak dan angsuran bulanan. PPh Pasal 25. 2 . PENGHASILAN 1 TERTENTU YANG TERSENDIRI ( PASAL 4 AYAT 2 ) (250304 DIKENAKAN PAJAK Bagaimana ketentuan pengenaan pajak atas penghasilan tertentu yang diatur tersendiri ? Pengenaan pajak atas penghasilan tertentu tidak didasarkan atas ketentuan umum penghitungan Penghasilan Kena Pajak maupun penerapan Norma Penghitungan. Penghasilan tertentu apa saja yang pengenaan pajaknya diatur tersendiri dan berapa tarifnya ? · Bunga deposito dan tabungan lainnya serta diskonto SBI. maka kelebihan pembayaran pajak dikembalikan setelah dilakukan pemeriksaan. sebelum SPT Tahunan disampaikan.5% dari harga saham perdana yang bersifat final atau dapat memilih perlakuan berdasarkan ketentuan UU Pajak Penghasilan.44 . PPh Pasal 26 ayat (5).. · Apabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih kecil dari kredit Pajak dan angsuran bulanan. Tarif sebesar 0. tidak bersifat final bagi Wajib Pajak badan. dan tambahan pembayaran pajak untuk saham pendiri sebesar 0. PPh Pasal 23. melainkan berdasarkan penerapan tarif efektif atas peredaran atau penghasilan bruto atau dasar pengenaan pajak lainnya ( presumptive tax ) yang diatur tersendiri dengan Peraturan Pemerintah. maka kekurangan pajak yang terutang harus dilunasi selambat-lambatnya tanggal 25 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir. · Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa efek. Tarif sebesar 20% dari jumlah bruto dan bersifat final. ü ü ü ü ü M. · Penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah dan atau bangunan. PPh Pasal 24 ( kredit Pajak LN ).

dari jumlah bruto yang terutang atau dibayarkan. kecuali untuk penghasilan dari penjualan harta dan premi asuransi dihitung dari perkiraan penghasilan neto. Bagaimana sifat pemotongan pajak ? Pemotongan pajak bersifat final. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? 20 % atau sesuai ketentuan/tarif khusus P3B ( tax treaty ) yang berlaku. premi swap dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. kecuali penghasilan tersebut ditanamkan kembali di Indonesia. dan kegiatan. Subjek Pajak dalam negeri. Tarif sebesar 10% dari jumlah bruto dan bersifat final. pekerjaan. · royalti. · penghasilan dari penjualan harta di Indonesia. termasuk premium.. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. · hadiah dan penghargaan. · premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi luar negeri. 3. Apa objek pemotongan pajak ? · dividen.- · Penghasilan dari persewaan harta berupa tanah dan bangunan.45 . BUT. · bunga. sewa. dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. . penyelenggara kegiatan. · pemotongan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Subjek Pajak luar negeri yang berubah status menjadi Wajib Pajak dalam negeri atau BUT.. · pensiun dan pembayaran berkala lainnya. diskonto. kecuali: · pemotongan atas penghasilan kantor pusat yang menjadi penghasilan BUT di Indonesia. Siapa pemotong pajak ? Badan pemerintah. 4. N. · imbalan sehubungan dengan jasa. · penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi pajak dari suatu bentuk usaha tetap di Indonesia ( branch profit tax ). 2. PEMOTONGAN PAJAK ATAS PENGHASILAN SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI NON-BUT ( PPH PASAL 26 ) (250304 1.

KETENTUAN KHUSUS ANTI PENGHINDARAN PAJAK ( ANTI AVOIDANCE RULES ) (250304) Apa saja ketentuan khusus anti penghindaran pajak ? · Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan besarnya perbandingan antara utang dan modal perusahaan ( debt to equity ratio / DER rule ). demikian pula hubungan antara dua Wajib Pajak atau lebih yang disebut terakhir. ketentuan PPh Pasal 26 berlaku sepanjang menurut P3B yang berlaku hak pemajakannya ada pada pihak Indonesia sebagai negara sumber ( source country ). · Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan saat diperolehnya dividen oleh Wajib Pajak dalam negeri dari penyertaan modal pada badan usaha di luar negeri selain badan usaha yang menjual sahamnya di bursa efek ( controlled foreign corporation / CFC rule ). O. Yang dimaksud dengan ‘hubungan istimewa’ ( ‘special relationship’ atau ‘related parties’ ) adalah : a.. atau b.- Perlu diperhatikan bahwa dalam penerapan ketentuan PPh Pasal 26 ini.46 . ketentuan yang diatur dalam P3B yang berlaku mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan atau ke samping satu dera jat. atau hubungan antara Wajib Pajak dengan penyertaan paling rendah 25% pada dua Wajib Pajak atau lebih. Dengan perkataan lai n. Wajib Pajak mempunyai penyertaan modal langsung atau tida k langsung paling rendah 25% pada Wajib Pajak lain. · Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan ( transfer pricing rule ) serta menentukan utang sebagai modal ( hybrid loan recharacterization rule ) untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa. Wajib Pajak m enguasai Wajib Pajak lainnya atau dua atau lebih Wajib Pajak berada di bawah penguasaan yang sama baik langsung maupun tidak langsung.. atau c. · Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk melakukan perjanjian dengan Wajib Pajak ( advance pricng agreement / APA ) dan bekerja sama dengan pihak otoritas pajak negara lain untuk menentukan harga transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. .

.

4.. PAJAK TIDAK LANGSUNG LAINNYA A. atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean.47 . mengimpor barang. ekspor atau reekspor.- PAJAK PERTAMBAHAN NILAI. atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke Daerah Pabean Indonesia lainnya. penyortiran. pengemasan. Apakah yang dimaksud dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)? Pajak Pertambahan Nilai adalah Pajak atas konsumsi Barang Kena Pajak (BKP) dan atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang dilakukan di dalam Daerah Pabean. melakukan usaha perdagangan. pemberian merek/label. melakukan usaha jasa. B. Apakah yang dimaksud dengan Kawasan Berikat (KB)? Kawasan Berikat adalah suatu kawasan dengan batas-batas tertentu.. dan/atau pungutan lainnya sampai barang tersebut dikeluarkan untuk tujuan impor. PENGUSAHA KENA PAJAK (250304 ) 1. ISTILAH YANG UMUM DIGUNAKAN DI BIDANG PPN & PTLL (250304 ) 1. Siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha Kena Pajak (PKP)? Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan atau penyerahan JKP dan atau ekspor BKP yang dikenakan pajak berdasarkan UU PPN yang wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan . pemotongan. Kawasan Berikat atau reekspor tanpa adanya pengolahan. cukai. mengekspor barang. Kemudian siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha dalam UU PPN? Pengusaha adalah orang pribadi atau badan yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang. memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. pengepakan. 3. 2. Apakah pula yang dimaksud dengan Gudang Berikat (GB)? Gudang Berikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan. di wilayah Daearah Pabean Indonesia yang didalamnya diberlakukan ketentuan-ketentuan khusus di bidang pabean terhadap barang yang dimasukkan dari luar Daerah Pabean atau dari dalam Daerah Pabean lainnya tanpa terlebih dahulu dikenakan pungutan bea.

penyerahan BKP/JKP di dalam Daerah Pabean (DP) yang dilakukan oleh Pengusaha. tidak termasuk Pengusaha Kecil kecuali Pengusaha Kecil tersebut memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP. Mengisi dan menyampaikan SPT Masa (paling lambat 20 hari setelah berakhirnya Masa Pajak). C.. 2. c. b.48 . menghitung. b. termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan yang dikenakan PPN. Apa yang termasuk ke dalam objek PPN? Objek PPN dapat dikelompokan ke dalam 2 (dua) macam. .. 4. Apakah yang dimaksud dengan Barang Kena Pajak (BKP)? Barang Kena Pajak adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak dan barang tidak berwujud yang dikenakan PPN. Siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha Kecil? Pengusaha Kecil adalah Pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan penyerahan BKP dan atau JKP dengan jumlah peredaran bruto dan atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 600. pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar DP di dalam DP. Dalam hal apakah PPN dikenakan? PPN dikenakan dalam hal: a. yaitu: a. 3. 3.000. Barang Kena Pajak (BKP). OBJEK PPN (250304 ) 1. 2. Apakah yang dimaksud dengan Jasa Kena Pajak (JKP)? Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang atau fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai.000. Jasa Kena Pajak (JKP). dan menyetorkan PPN & PPnBM yang terutang atas penyerahan BKP atau JKP atau ekspor BKP. Apa kewajiban dari PKP? Secara umum kewajiban PKP adalah : a. c.- sebagai PKP. b. Membuat Faktur Pajak untuk setiap penyerahan BKP dan JKP. Memungut.00 (enam ratus juta rupiah). impor BKP.

sepanjang Pajak Pertambahan Nilai atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan. minyak mentah (crude oil ). pemanfaatan JKP dari luar DP di dalam DP. penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang. yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan. f. 6. d. e. yaitu : a.. panas bumi. e.- d. b. pengalihan BKP oleh karena suatu perjanjian sewa beli dan perjanjian leasing.49 . b. dan . 7. bijih emas. pemakaian sendiri dan atau pemberian cuma-cuma atas BKP. bijih tembaga. gas bumi. persediaan BKP dan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan. bijih nikel. penyerahan hak atas BKP karena suatu perjanjian. atau e. Jenis barang yang tidak dikenakan PPN adalah: 1. penyerahan BKP untuk jaminan utang piutang. c. b. penyerahan BKP secara konsinyasi. f. pasir dan kerikil. d. c. g. Apakah terdapat kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak yang dikecualikan dari pengenaan PPN? Ada. Apakah terdapat pula jenis barang dan jenis jasa yang dikecualikan dari pengenaan PPN? Ada. ekspor BKP oleh PKP. penyerahan BKP dari pusat ke cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP antar cabang.. penyerahan BKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan Barang Kena Pajak antar cabang dalam hal PKP memperoleh ijin pemusatan tempat pajak terutang. 5. Kegiatan yang tidak termasuk dalam pengertian penyerahan BKP yang dikenakan PPN adalah : a. c. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. bijih perak. penyerahan BKP kepada makelar sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang. Apakah yang termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP? Yang termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP adalah: a. batubara sebelum diproses menjadi briket batubara. bijih timah. bijih besi.

c. jasa pemadam kebakaran kecuali yang bersifat komersial. jasa pemberian khotbah atau dakwah. 3. meliputi : a. ahli gizi. jasa pelayanan sosial lainnya kecuali yang bersifat komersial. jagung.- g. d. asuransi. Jasa di bidang pelayanan kesehatan medik. garam baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium. e. rumah bersalin. dan sanatorium 2. b. dan f. klinik kesehatan. barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. rumah makan. dan g. Jasa di bidang pelayanan sosial. jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan. emas batangan. 8. sagu. b.. e. warung. jasa di bidang olah raga kecuali yang bersifat komersial. dokter spesialis. jasa kebidanan dan dukun bayi.50 .. c. 6. jasa pelayanan rumah ibadah. dan f. 2. e. meliputi: . dan sewa guna usaha dengan hak opsi. dan c. laboratorium kesehatan. d. dan fisioterapi. restoran. 5. meliputi : a. jasa lainnya di bidang keagamaan. dan surat-surat berharga. 4. barang hasil pertambangan dan pengeboran lainnya yang diambil langsung dari sumbernya. jasa dokter umum. jasa dokter hewan. uang. beras. dan dokter gigi. Jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko. kedelai. jasa paramedis dan perawat. dan sejenisnya. gabah. 3. jasa pemakaman termasuk krematorium. Apakah pula jenis jasa yang bukan merupakan objek PPN? Jenis jasa yang tidak dikenakan PPN adalah : 1. jasa ahli kesehatan seperti akupuntur. jasa Lembaga Rehabilitasi kecuali yang bersifat komersial. ahli gigi. yaitu: a. d. c. meliputi : a. Jasa di bidang pendidikan. Jasa di bidang keagamaan. Jasa di bidang perbankan. b. f. jasa pelayanan Panti Asuhan dan Panti Jompo. b. jasa rumah sakit. makanan dan minuman yang disajikan di hotel. 4.

Jasa di bidang tenaga kerja. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan BKP. Jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan. 2. Apakah yang dimaksud dengan Harga Jual? Harga Jual adalah nilai berupa uang. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan JKP. jasa tenaga kerja. dapat berupa Harga Jual. b. Apakah yang dimaksud dengan Nilai Impor? Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan ketentuan . Apakah yang dimaksud dengan Penggantian? Penggantian adalah nilai berupa uang. dan c. pendidikan luar biasa. jasa penyelenggaraan pendidikan luar sekolah. 7. Nilai Ekspor. pendidikan akademik dan pendidikan profesional. Nilai Impor. jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah. jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja Jasa di bidang perhotelan. pendidikan kejuruan. Jasa di bidang angkutan umum di darat dan di air. seperti kursus-kursus Jasa di bidang kesenian dan hiburan yang telah dikenakan pajak tontonan. Jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum.51 . pendidikan kedinasan. dan b. 10. tidak termasuk pajak yang dipungut menurut Undang-undang PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. 9. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-Undang PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. Penggantian. 3. atau Nilai Lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.- a. meliputi: a.. 11. Apakah yang dimaksud dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP)? Dasar Pengenaan Pajak adalah Nilai berupa uang yang dijadikan dasar untuk menghitung Pajak yang terutang. pendidikan keagamaan. 12. 8. 4. seperti jasa penyelenggaraan pendidikan umum.. jasa penyediaan tenaga kerja sepanjang Pengusaha penyedia tenaga kerja tidak bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. D. DASAR PENGENAAN PAJAK (DPP) (250304 ) 1.

Kendaraan bermotor bekas adalah 10% dari Harga Jual. Pemakaian sendiri BKP dan atau JKP adalah Harga Jual atau penggantian setelah dikurangi laba kotor. k. DPP Nilai Lain ditetapkan oleh Menteri Keuangan untuk : a.52 . Apakah yang dimaksud dengan Nilai Ekspor? Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang. Persediaan BKP yg masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan adalah harga pasar wajar. . j. Aktiva yg menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan sepanjang PPN atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan adalah harga pasar wajar. e. g. i. b. Penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang: adalah harga lelang.- dalam peraturan perundang-undangan Pabean untuk impor Barang Kena Pajak. h. 6. l. penyerahan BKP dan atau JKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP dan atau JKP antar cabang adalah Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor. Penyerahan media rekaman suara atau gambar adalah perkiraan Harga Jual rata-rata. f. Penyerahan jasa biro perjalanan/biro pariwisata: 10% dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih. 5. Penyerahan film cerita adalah perkiraan hasil rata-rata per judul film. c. d. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-undang PPN. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir. provisi dan diskon. Jasa pengiriman paket adalah 10% dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih. berupa service charge. Pemberian cuma-cuma BKP dan atau JKP adalah Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor. Jasa anjak piutang adalah 5% dari jumlah seluruh imbalan yang diterima. Apakah yang dimaksud dengan DPP Nilai Lain? Yang dimaksud dengan DPP Nilai Lain adalah suatu Nilai yang ditetapkan sebagai DPP karena kesulitan dalam menetapkan Harga Jual atau Nilai Penggantian yang sebenarnya...

Kapan Pajak Masukan dikreditkan? Pajak Masukan dikreditkan pada Masa Pajak diterbitkannya Faktur Pajak Masukan tersebut.. 20%. Namun demikian.53 . 20%.penyerahan BKP dan atau JKP. . 30%. 10%.. Berapakah besarnya tarif PPnBM? Tarif PPnBM paling rendah adalah 10% dan paling tinggi 75%. 60% dan 75% b.- E. a.pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean. mengingat UU PPN menganut azas “destination principle ” dalam pengenaan pajaknya maka untuk kegiatan ekspor dikenakan tarif 0%. 40%. . 10%. 50% dan 75% 3. Kendaraan Bermotor. PAJAK MASUKAN (250304 ) 1. 30%.impor BKP. Berapakah besarnya tarif PPN? Sistem PPN menganut tarif tunggal yaitu sebesar 10%. b. 50%. Bagaimanakah cara menghitung PPN dan PPnBM yang terutang? Cara menghitung PPN dan PPn BM yang terutang adalah tarif x DPP F. . TARIF PPN & PPnBM (250304 ) 1. 2. Tarif PPN 10% untuk: . Tarif PPN 0% untuk ekspor BKP 2. Apakah yang dimaksud dengan Pajak Masukan ? Pajak Masukan adalah PPN yang seharusnya sudah dibayar oleh PKP karena perolehan BKP dan atau penerimaan JKP dan atau pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean dan atau pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean dan atau impor BKP. Tarif PPnBM dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu : a. 40%. Non Kendaraan Bermotor. Pengenaan tarif 0% atas ekspor BKP adalah dimaksudkan agar dalam harga barang yang diekspor tidak terkandung PPN.

- - 54 - -

3. Bila Pajak Masukan belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama, apakah masih dapat Pajak Masukan tersebut dikreditkan dalam Masa Pajak yang lain? Dalam hal Faktur Pajak lambat diterima atau belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama, masih dapat dikreditkan pada Masa Pajak yang tidak sama paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak yang bersangkutan sepanjang Pajak Masukan tersebut tidak dibebankan sebagai biaya. 4. Bagaimana apabila sampai dengan 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak, Faktur Pajak belum diterima atau belum dikreditkan. Apakah masih dapat dikreditkan? Faktur Pajak tersebut masih dapat dikreditkan dengan cara pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak diterbitkannya Faktur Pajak tersebut sepanjang Pajak Masukan tersebut tidak dibebankan sebagai biaya dan Masa Pajak tersebut belum dilakukan pemeriksaan. 5. Bagaimana Pengkreditan Pajak Masukan, apabila dalam suatu Masa Pajak, Pengusaha Kena Pajak selain melakukan penyerahan yang terutang pajak juga melakukan penyerahan yang tidak terutang pajak? Sepanjang bagian penyerahan yang terutang pajak dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan, maka jumlah Pajak Masukan yang dapat dikreditkan adalah Pajak Masukan yang berkenaan dengan penyerahan yang terutang pajak. 6. Bagaimana pengkreditan Pajak Masukan, apabila dalam suatu Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak selain melakukan penyerahan yang terutang pajak juga melakukan penyerahan yang tidak terutang pajak, tetapi Pajak Masukan untuk penyerahan yang terutang pajak tidak dapat diketahui dengan pasti? a. Pengkreditan Pajak Masukan bagi PKP yang menggunakan Barang Modal untuk kegiatan usaha yang menghasilkan BKP dan atau JKP yang atas penyerahannya terutang PPN dan kegiatan lain yang tidak terutang atau dibebaskan dari pengenaan PPN adalah sebanding dengan persentase penggunaan Barang Modal yang digunakan untuk kegiatan usaha yang menghasilkan BKP dan atau JKP yang penyerahan yang terutang PPN; atau b. Pengkreditan Pajak Masukan yang dibayar atas perolehan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang digunakan untuk unit atau kegiatan usaha yang atas penyerahannya terutang PPN maupun yang tidak terutang PPN adalah:

- - 55 - -

-

-

Dalam hal Pajak Masukan tersebut dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah hanya atas perolehan BKP dan atau JKP yang nyata-nyata digunakan untuk unit atau kegiatan yang atas penyerahannya terutang PPN; Dalam hal Pajak Masukan tersebut tidak dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah sebanding dengan jumlah peredaran yang terutang PPN terhadap peredaran seluruhnya.

7. Apakah yang termasuk ke dalam Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan? Pajak Masukan Yang Tidak Dapat Dikreditkan adalah Pajak Masukan atas: a. perolehan BKP atau JKP sebelum pengusaha dikukuhkan sebagai PKP. b. perolehan BKP atau JKP yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha. c. perolehan & pemeliharaan kendaraan bermotor sedan, jeep, station wagon, van dan combi kecuali merupakan barang dagang atau disewakan. d. pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar DP sebelum pengusaha dikukuhkan sebagai PKP e. perolehan BKP atau JKP yang bukti pungutannya Faktur Pajak Sederhana. f. perolehan BKP atau JKP yang Faktur Pajak-nya tidak memenuhi ketentuan. g. pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar DP yang Faktur Pajaknya tidak memenuhi ketentuan. h. perolehan BKP atau JKP yang Pajak Masukan-nya ditagih dengan penerbitan ketetapan pajak. i. perolehan BKP atau JKP yang Pajak Masukan-nya tidak dilaporkan dalam SPT Masa PPN, yang ditemukan pada waktu dilakukan pemeriksaan. G. RESTITUSI ( 250304 ) Restitusi terjadi apabila dalam suatu Masa Pajak, Pajak Masukan yang dapat dikreditkan lebih besar daripada Pajak Keluaran, maka selisihnya merupakan kelebihan pajak yang dapat dimintakan kembali. 1. Berapa lama jangka waktu penyelesaian restitusi? - Untuk Wajib Pajak Kegiatan Tertentu yaitu PKP eksportir dan PKP yang melakukan penyerahan kepada Pemungut PPN adalah 2 (dua) bulan sejak permohonan diterima lengkap, kecuali permohonan restitusi yang penyelesaiannya dilakukan melalui pemeriksaan untuk semua jenis pajak, maka permohonan restitusi harus diselesaikan paling lambat 12 (dua belas) bulan.

- - 56 - -

- Untuk PKP yang merupakan Wajib Pajak Patuh berhak mendapatkan pengembalian pendahuluan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan diterima lengkap. Kepala KPP harus menerbitkan Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak (SKPPKP) paling lambat 7 (tujuh) hari sejak permohonan diterima lengkap. - Untuk PKP lainnya selain Wajib Pajak Patuh dan Wajib Pajak Kegiatan Tertentu sesuai dengan Pasal 17B UU KUP, jangka waktu penyelesaian restitusinya adalah 12 (dua belas) bulan Kepala KPP harus menyelesaikan restitusi paling lambat 6 (enam) bulan sejak permohonan diterima lengkap. - Dalam hal permohonan restitusi oleh PKP sehubungan dengan adanya Pajak Masukan yang dapat dikreditkan atas perolehan atau impor barang modal yang tidak mendapat fasilitas dibebaskan atau tidak dipungut PPN maka atas Faktur Pajak Masukan karena impor/pembelian Barang Modal tersebut dapat dimintakan restitusi dan diselesaikan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan diterima lengkap 2. Siapakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak Patuh dan apa kriteria tertentu Wajib Pajak Patuh? Wajib Pajak Patuh adalah Wajib Pajak yang memenuhi kriteria tertentu sebagaimana ditetapkan dengan Menteri Keuangan yang dapat diberikan pembayaran pendahuluan pengembalian kelebihan pajak. Kriteria tertentu Wajib Pajak Patuh adalah: a. Tepat waktu dalam menyampaikan SPT untuk semua jenis pajak dalam 2 tahun terakhir. b. Tidak mempunyai tunggakan pajak untuk semua jenis pajak kecuali telah memperoleh ijin untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak c. Tidak pernah dijatuhi hukuman karena tindak pidana di bidang perpajakan dalam jangka waktu 10 tahun terakhir. d. Dalam hal Laporan Keuangan diaudit oleh akuntan publik atau BPKP harus dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian atau dengan pendapat Wajar dengan Pengecualian sepanjang pengecualian tersebut tidak mempengaruhi rugi fiskal. Apabila Laporan Keuangan diaudit oleh Akuntan Publik, maka laporan audit harus: a. disusun dalam bentuk panjang (long form report ). b. menyajikan rekonsialiasi laba rugi komersial dan fiskal. Apabila Laporan Keuangan tidak diaudit oleh Akuntan Publik, Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan untuk ditetapkan sebagai Wajib Pajak Patuh

- - 57 - -

sepanjang memenuhi persyaratan huruf a sampai dengan c di atas dan memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. menyelenggarakan pembukuan; b. dalam hal Wajib Pajak pernah dilakukan pemeriksaan koreksi pada pemeriksaan yang terakhir untuk masing-masing jenis pajak yang terutang paling banyak 5% (lima persen). H. SAAT DAN TEMPAT PPN TERUTANG ( 250304 ) 1. Kapan saat terutang PPN dan PPn BM? Pada dasarnya pemungutan PPN dan PPnBM menganut prinsip akrual. a. Saat terutang PPN adalah pada saat: - Penyerahan BKP atau JKP; - Impor BKP; - Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean; - Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean; - Pembayaran, dalam hal pembayaran diterima sebelum penyerahan BKP atau sebelum pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. - Saat lain yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak b. Saat terutangnya PPn BM adalah pada saat: - Impor BKP yang tergolong mewah atau; - Penyerahan kepada pembeli dilakukan oleh produsen BKP yang tergolong mewah tersebut. Perlu diingat bahwa pengenaan PPnBM hanya satu kali, sesuai dengan saat terutangnya PPnBM tersebut. c. Terutangnya PPN atas penyerahan BKP dalam rangka perubahan bentuk usaha atau penggabungan usaha atau pemekaran usaha atau pengalihan seluruh aktiva perusahaan yang diikuti dengan perubahan pihak yang berhak atas BKP tersebut, adalah terjadi pada saat ditandatanganinya akte yang berkenaan oleh Notaris 2. Dimana tempat terutang PPN? a. Tempat terutang pajak bagi PKP yang melakukan penyerahan BKP, JKP dan ekspor BKP terutang pajak adalah: - tempat tinggal atau tempat kedudukan dan - tempat kegiatan usaha dilakukan atau - tempat lain yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak.

- - 58 - -

b. Dalam hal impor, terutangnya pajak terjadi di tempat BKP dimasukkan dan dipungut melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. c. Orang pribadi atau badan yang memanfaatkan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean terutang pajak adalah: - tempat tinggal atau tempat kedudukan dan - tempat kegiatan usaha. d. Tempat lain yang ditetapkan dengan Direktur Jenderal Pajak, yaitu: - bagi PKP yang terdaftar di KPP Wajib Pajak Besar dan yang terdaftar di KPP BUMN ditetapkan tempat terutang pajak hanya di tempat PKP terdaftar (otomatis terpusat di KPP WP Besar dan KPP BUMN). I. PEMUSATAN TEMPAT TERUTANG PAJAK (SENTRALISASI PPN) (250304 )

1. Apabila PKP terutang pajak pada lebih dari satu tempat kegiatan usaha, dapatkah PKP memohon untuk memilih salah satu tempat kegiatan usaha atau lebih sebagai tempat terutang pajak (pemusatan PPN)? Dapat 2. Bagaimana caranya untuk mendapatkan izin pemusatan PPN? Untuk mendapatkan izin sentralisasi PPN, PKP harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Kanwil yang membawahi KPP lokasi tempat kegiatan usaha yang akan dipilih sebagai tempat terutangnya pajak. Dalam permohonan agar dicantumkan tempat kegiatan usaha yang dipilih sebagai tempat terutang pajak serta tempat-tempat kegiatan usaha yang akan dipusatkan. 3. Apakah seluruh tempat kegiatan usaha dapat dimintakan izin untuk dipusatkan? Dan PKP mana yang dapat mengajukan izin untuk pemusatan ? Semua tempat kegiatan usaha dapat dimintakan untuk dipusatkan kecuali pabrik. Dalam hal PKP mempunyai tempat kegiatan usaha yang terdiri dari pabrik, gudang, tempat pemasaran, dan cabang-cabang lainnya maka pabrik hanya dapat menjadi tempat kegiatan usaha yang dipilih untuk menjadi tempat terutang pajak, sedangkan tempat kegiatan lainnya merupakan tempat kegiatan usaha yang dipusatkan ke pabrik. PKP yang dapat mengajukan permohonan untuk pemusatan tempat terutang pajak adalah semua PKP kecuali PKP yang tempat terutang pajaknya telah ditetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak (antara lain PKP yang terdaftar di KPP WP Besar, KPP BUMN)

- - 59 - -

Bagi PKP yang menyampaikan SPT Masa dengan e-filling dapat melakukan pemusatan PPN dengan cara memberitahukan kepada KPP yang membawahi lokasi tempat terutang pajak yang akan dipilih sebagai tempat terutang pajak 4. Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk penetapan salah satu tempat usaha sebagai tempat pemusatan PPN bagi PKP selain Pedagang Eceran dan Pengusaha Kena Pajak yang menyampaikan SPT Masa PPN dan PPn BM dengan Media Elektronik (e-filing) ? - Tempat Pajak Pertambahan Nilai terutang yang dipusatkan tidak menyelenggarakan administrasi penjualan dan administrasi pembelian. Semua administrasi dilakukan di tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang; - Fungsi tempat kegiatan usaha yang dipusatkan hanya melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak kepada pembeli barang atau penerima jasa atas perintah tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai; - Semua Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan diterbitkan oleh tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang; - Tempat kegiatan usaha yang dipusatkan tidak membuat Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan, kecuali Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan yang dicetak berdasarkan data yang diinput secara on line dari Kantor Pusat atau tempat pemusatannya; dan - Kantor Cabang Unit yang dipusatkan hanya mengadministrasi persediaan dan administrasi kegiatan perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak untuk keperluan operasional kantor atau unit bersangkutan yang dananya berasal dari kas-kecil (petty cash). J. FAKTUR PAJAK DAN NOTA RETUR (250304 ) 1. Apa yang dimaksud dengan Faktur Pajak? Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP yang melakukan penyerahan BKP atau penyerahan JKP. 2. Ada berapa jenis Faktur Pajak menurut UU PPN? Terdapat 3 (tiga) jenis Faktur Pajak menurut UU PPN, yaitu: a. FP Standar, termasuk dokumen-dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar; b. FP Gabungan dan; c. FP Sederhana.

- - 60 - -

3. Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi Faktur Pajak Standar? Faktur Pajak Standar harus memenuhi syarat formal maupun material. Yang dimaksud dengan syarat formal adalah bahwa Faktur Pajak Standar paling sedikit harus memuat keterangan: a. Nama, alamat, dan NPWP yang melakukan penyerahan atau pembelian BKP atau JKP; b. Jenis Barang atau Jasa, jumlah harga jual atau penggantian, dan potongan harga; c. PPN yang dipungut; d. PPnBM yang dipungut; e. Kode, nomor seri dan tanggal pembuatan FP; dan f. Nama, jabatan, dan tanda tangan yang berhak. Adapun yang dimaksud dengan syarat material adalah bahwa barang yang diserahkan benar, baik secara nilai maupun jumlah. Demikian juga pengusaha yang melakukan dan yang menerima penyerahan BKP tersebut sesuai dengan keterangan yang tercantum pada Faktur Pajak. 4. Apakah yang dimaksud dengan Faktur Pajak Gabungan? Faktur Pajak Gabungan adalah satu Faktur Pajak yang dibuat oleh PKP yang meliputi semua penyerahan BKP atau penyerahan JKP yang terjadi selama satu bulan takwim kepada pembeli yang sama atau penerima JKP yang sama. Hal ini diperkenankan untuk meringankan beban administrasi PKP. Faktur Pajak Gabungan yang merupakan Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan atau JKP. 5. Apakah yang dimaksud dengan Faktur Pajak Sederhana? Faktur Pajak Sederhana adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP untuk menampung kegiatan penyerahan BKP dan atau JKP yang dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir dan pembeli BKP atau penerima JKP yang tidak diketahui identitasnya. Faktur Pajak Sederhana tidak dapat digunakan oleh pembeli BKP atau penerima JKP sebagai dasar untuk pengkreditan Pajak Masukan. 6. Apakah yang harus tercantum dalam Faktur Pajak Sederhana? Faktur Pajak Sederhana paling sedikit harus memuat : a. Nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan BKP atau JKP; b. Jenis dan kuantum BKP atau JKP yang diserahkan; c. Jumlah Harga Jual atau Peggantian yang sudah termasuk pajak atau besarnya pajak dicantumkan secara terpisah; d. Tanggal pembuatan Faktur Pajak Sederhana.

- 7.. yang dibuat/dikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negeri. d. Ticket. i. atau b.. g. 9. Dokumen-dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar? a. atau c. Tagihan Surat Muatan Udara (Airway Bill) . SSP untuk pembayaran Pajak Pertambahan Nilai atas pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. kecuali pembayaran terjadi sebelum akhir bulan berikutnya maka Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat pada saat penerimaan pembayaran./2000). apakah masih merupakan Faktur Pajak dan apakah sanksinya? Faktur Pajak yang diterbitkan sebelum melewati 3 (tiga) bulan sejak berakhirnya batas waktu penerbitan Faktur Pajak (KepDirjen Nomor-KEP-549/PJ. dianggap sebagai Faktur Pajak Standar. Pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP dalam hal pembayaran diterima setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP. e. f. Tanda pembayaran atau kuitansi untuk penyerahan jasa telekomunikasi. PIB yang dilampiri SSP dan atau bukti pungutan pajak oleh Dirjen Bea dan Cukai untuk impor BKP. Tanda pembayaran atau kuitansi listrik. Pada saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan BKP dan atau sebelum penyerahan JKP. atau Delivery Bill . atau d. Nota Penjualan Jasa yang dibuat/dikeluarkan untuk penyerahan jasa kepelabuhan. PEB yang telah difiat muat oleh pejabat yang berwenang dari Dirjen Bea dan Cukai dan dilampiri dengan invoice yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan PEB tersebut. b. 8. Pada saat PKP rekanan menyampaikan tagihan kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai. . Faktur Nota Bon Penyerahan (PNBP) yang dibuat/dikeluarkan oleh Pertamina untuk penyerahan BBM dan atau bukan BBM.61 . Pada saat penerimaan pembayaran termijn dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan. Kapan saat pembuatan/penerbitan Faktur Pajak Standar? Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat : a. Surat Perintah Penyerahan Barang (SPPB) yang dibuat/dikeluarkan oleh BULOG/DOLOG untuk penyaluran tepung terigu. Apabila Faktur Pajak yang dibuat/diterbitkan tidak tepat waktu. h. c.

10. Tanda tangan pembeli. dan harta... Dengan adanya Nota Retur tersebut maka PKP penjual dapat mengurangkan PPN dan PPn BM (PK) atas penyerahan BKP yang dikembalikan.62 . bagi PKP yang menerima Faktur Pajak tersebut tidak dapat mengkreditkan PPN yang dibayarnya sebagai Pajak Masukan PKP yang menerbitkan Faktur Pajak terlambat dikenakan sanksi 2% dari DPP. Nomor urut. Apakah yang dimaksud dengan Nota Retur? Nota Retur adalah Nota yang dibuat oleh penerima BKP karena adanya pengembalian atas BKP yang telah dibeli/diterimanya. dan NPWP pembeli. Nomor dan tanggal Faktur Pajak dari BKP yang dikembalikan. sedangkan bagi PKP pembeli harus mengurangkan PPN dan PPnBM (PM) yang telah dikreditkan atau biaya. f. PEMUNGUT PPN DAN PPn BM (250304 ) 1. sehingga tidak dapat mengurangi Pajak Keluaran bagi penjual atau Pajak Masukan atau biaya. d.- Faktur Pajak yang diterbitkan setelah melewati batas waktu tersebut di atas tidak dapat dianggap sebagai Faktur Pajak Standar. alamat. dan harta bagi pembeli. Tanggal pembuatan Nota Retur. PPN atas BKP yang dikembalikan. Jenis barang dan harga jual BKP yang dikembalikan. i. melainkan dapat dilakukan dengan pembatalan atau perbaikan Faktur Pajak atas penyerahan BKP tersebut. tidak perlu dibuatkan Nota Retur. K. Dengan demikian. Nota Retur sekurang-kurangnya hrs mencantumkan : a. h. PPnBM atas BKP yang tergolong mewah yang dikembalikan. e. c. Nama. g. alamat. Nama. Dalam hal Nota Retur tidak selengkapnya mencantumkan keteranganketerangan di atas maka tidak dapat diperlakukan sebagai Nota Retur. Siapakah pemungut PPN dan PPn BM? Pemungut PPN & PPnBM adalah: . b. Dalam hal pengembalian BKP terjadi masih dalam Masa Pajak yang sama dengan terjadinya penyerahan BKP tersebut. Nota Retur diterbitkan dan dilaporkan baik oleh PKP penjual maupun PKP pembeli pada Masa Pajak terjadinya pengembalian BKP tersebut. dan NPWP yang menerbitkan Faktur Pajak.

. Pembayaran lainnya untuk penyerahan barang atau jasa yang menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku tidak dikenakan PPN L. Bendaharawan Pemerintah yang melakukan pembayaran yang dananya berasal dari APBN/APBD. g. Pembayaran atas penyerahan BBM dan bukan BBM oleh Pertamina e. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN? PPN harus dipungut adalah pada saat dilakukan pembayaran oleh Pemungut PPN kepada PKP Rekanan. disetor. Pembayaran atas jasa angkutan udara yang diserahkan oleh perusahaan penerbangan.. PPN dan PPnBM yang terutang atas penyerahan BKP dan atau JKP oleh PKP kepada Pemungut PPN. Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara. Pembayaran untuk pembebasan tanah. 2. PPN dan PPnBM yang terutang untuk jumlah pembayaran tersebut disetor sendiri oleh Rekanan yang bersangkutan. Pembayaran atas rekening telepon. Pembayaran yang jumlahnya tidak melebihi Rp. f. Kapan PKP Rekanan melaporkan PPN yang dipungut oleh Pemungut PPN? PKP Rekanan melaporkan PPN yang dipungut oleh Pemungut PPN pada SPT Masa PPN Masa Pajak diterimanya pembayaran dari Pemungut PPN. FASILITAS DI BIDANG PPN DAN PPn BM (250304 ) 1.000. Apa sajakah fasilitas PPN dan PPnBM? .63 . Pembayaran atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. PPN yang terutang tidak dipungut dan atau dibebaskan dari pengenaan PPN. Kapan PPN harus dipungut. Dalam hal apakah PPN dan PPn BM tidak dipungut oleh Pemungut PPN? PPN dan PPnBM tidak dipungut oleh Pemungut PPN dalam hal : a. kemudian dilaporkan dalam SPT Masa Pemungut PPN pada Masa Pajak paling lambat 20 (dua puluh) hari setelah berakhirnya bulan dilakukan pembayaran tagihan. d. disetor ke kas negara melalui kantor penerima pembayaran paling lambat 7 hari setelah berakhirnya bulan terjadinya pembayaran tagihan. 1. b.000. 3. c.- a. 4.00 yang tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah. dan dilaporkan oleh Pemungut PPN atas nama PKP yang melakukan penyerahan BKP/JKP tersebut (PKP Rekanan). dipungut. b.

dapat dikreditkan sepanjang Pajak Masukan tersebut tidak termasuk dalam Pajak Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) atau telah dibebankan sebagai biaya. Batam? PPN dan PPnBM yang terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat atas: a.- Fasilitas di bidang PPN dan PPnBM adalah PPN dan PPnBM yang terutang dibebaskan atau tidak dipungut. 4. sementara waktu atau selamanya. Impor BKP Tertentu. seperti Kawasan Berikat. b. tidak dapat dikreditkan. c. Pemanfaatan JKP tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean. Apakah atas penyerahan BKP/JKP mendapat fasilitas PPN & PPnBM terutang dibebaskan Pajak Masukan sehubungan dengan penyerahan tersebut dapat dikreditkan? Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. Kegiatan di kawasan tertentu atau tempat tertentu di dalam Daerah Pabean. Pemanfaatan BKP tidak berwujud tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean. .64 . Penyerahan BKP/JKP Tertentu. c. Impor barang modal dan peratan pabrik yang berhubungan langsung dengan kegiatan produksi PDKB yang semata-mata dipakai di PDKB. diberikan terhadap : a. Impor barang modal atau peralatan perkantoran yang semata-mata dipakai oleh Penyelenggara Kawasan Berikat (PKB) termasuk PKB merangkap PDKB (Pengusaha Di Kawasan Berikat). Kepada siapakah fasilitas PPN dan PPnBM terutang tidak dipungut atau dibebaskan diberikan? Fasilitas PPN dan PPnBM terutang tidak dipungut atau dibebaskan. KAPET.. baik sebagian atau seluruhnya. 2. e. 3. Apakah atas penyerahan BKP/JKP mendapat fasilitas PPN & PPnBM terutang tidak dipungut Pajak Masukan sehubungan dengan penyerahan tersebut dapat dikreditkan? Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai. d.. 5. Atas kegiatan apakah PPN & PPnBM terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat selain Kawasan Berikat P. Impor barang dan/atau bahan untuk diolah di PDKB. b.

Dengan demikian. Penyerahan kembali BKP hasil pekerjaan subkontrak oleh PKP di DPIL atau PDKB kepada perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya kepada PKP PDKB asal.- d. Atas kegiatan apakah PPN & PPnBM terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat Pulau Batam? PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut di KB Pulau Batam atas : a. Peminjaman mesin dan/atau peralatan pabrik dalam rangka subkontrak dari PDKB kepada perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya dan pengembaliannya ke PDKB asal. i. c. Cukai. penyerahan BKP antar Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. dan Pajak dalam rangka impor 6. b..65 . penyerahan BKP dari PKP di luar Pulau Batam kepada Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. h. Pemasukan BKP dari Daerah Pabean Indonesia Lainnya (DPIL) ke PDKB untuk diolah lebih lanjut. PKP yang melakukan penyerahan wajib membuat Faktur Pajak dengan dibubuhi cap ”PPN dan atau PPnBM Tidak Dipungut” . Pengusaha yang melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak kepada pengusaha di Kawasan Berikat wajib memungut PPN yang terutang atas penyerahan Jasa Kena Pajak tersebut. Pengeluaran barang dan atau bahan dari PDKB ke perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya dalam rangka subkontrak. Apakah atas penyerahan Jasa Kena Pajak ke Kawasan Berikat mendapat fasilitas PPN terutang tidak dipungut? Penyerahan Jasa Kena Pajak ke Kawasan Berikat baik yang dilakukan oleh Pengusaha di Daerah Pabean Indonesia Lainnya maupun oleh Pengusaha di Kawasan Berikat lainnya tidak diberikan fasilitas PPN terutang tidak dipungut. e. g. f.. 7. Pengiriman barang hasil produksi PDKB ke PDKB lainnya untuk diolah lebih lanjut. Pengeluaran barang dari Kawasan Berikat yang ditujukan kepada orang yang memperoleh fasilitas pembebasan atau penangguhan Bea Masuk. impor BKP oleh Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor.

kendaraan bermotor segala jenis. Dirjen BC membubuhkan cap “PPN dan atau PPnBM Tidak Dipungut pada setiap lembar PIB pada saat penyelesaian dokumen”. impor barang dan bahan oleh Pengusaha GB. yaitu : 1 Tahap Pertama. b.. pengemasan. b. 2 Tahap Kedua. Apa yang dimaksud dengan Gudang Berikat? dan atas kegiatan apakah fasilitas PPN & PPnBM terutang tidak dipungut yang diberikan di Gudang Berikat? Gudang Berikat (GB) adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan. rokok dan hasil tembakau lainnya. 8. atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke Daerah Pabean Indonesia lainnya. pemberian merek/label. impor barang dan peralatan oleh Pengusaha GB dalam rangka pembangunan dan kegiatan Gudang Berikat. 3 impor BKP oleh Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. . penyortiran. Bagaimanakah penerapan PPN dan PPnBM di Kawasan Berikat Industri Pulau Batam? PPN dan PPnBM yang terutang tidak dipungut atas : 1 penyerahan BKP antar Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor.. c. 2 penyerahan BKP dari PKP di luar Pulau Batam kepada Pengusaha di KB Daerah Industri Pulau Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. Kawasan Berikat atau reekspor tanpa adanya pengolahan. 9. PPN dan PPn BM dikenakan atas : a. Fasilitas PPN dan PPnBM yang terutang tidak dipungut diberikan atas kegiatan: a. pemotongan. minuman yang mengandung alkohol. PPN dan PPn BM dikenakan atas barang elektronik segala jenis. mulai 1 Maret 2004. dan atas penyerahan JKP di/ke/dari Kawasan Berikat Daerah Industri Pulau Batam terutang PPN dan atau PPn BM dan pengenaannya dilakukan secara bertahap. Atas penyerahan BKP dan atau impor BKP selain yang dimaksud di atas. akan ditetapkan oleh Menteri Keuangan. 3 Tahapan selanjutnya.- Atas impor BKP. mulai 1 Januari 2004.66 . pengepakan.

PPN yang terutang dan disetor ke kas negara = 10% x 40% x jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan dan atau dibayarkan setiap bulannya . Bagaimanakah penerapan PPN di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang? Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang dinyatakan bukan merupakan Daerah Pabean menurut UU Kepabeanan. M.67 . dan lain-lain) . Impor dan atau penyerahan BKP tertentu dan atau JKP tertentu b. Apakah yang dimaksud dengan kegiatan membangun sendiri dan apakah atas kegiatan membangun sendiri dikenakan PPN? Kegiatan membangun sendiri adalah kegiatan membangun sendiri bangunan yang diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat usaha dengan luas bangunan 200 m2 atau lebih. Dengan demikian UU PPN tidak dapat diterapkan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang. Impor dan atau penyerahan BKP/JKP Kepada Perwakilan Negara Asing/Badan International serta Pejabat/Tenaga Ahlinya berdasarkan azas timbal balik. 11.- 10. KETENTUAN KHUSUS (250304 ) 1. 3. saat dan tempat terutang PPN atas kegiatan membangun sendiri? .bagi pengusaha (OP atau Badan) yang bukan Pengusaha Kena Pajak melaporkan bukti setoran pajak (Surat Setoran Pajak) ke Kantor Pelayanan Pajak lokasi bangunan didirikan... Bagaimanakah cara penghitungan. 2. memasang tiang pancang. Apakah atas kegiatan membangun sendiri PPN terutang yang telah disetor harus dilaporkan? Bila ya kemana? PPN atas kegiatan membangun sendiri yang telah disetor harus dilaporkan dengan cara sebagai berikut : . .Saat terutangnya PPN adalah pada saat mulai dilaksanakannya pembangunan (menggali fondasi.Tempat pajak terutang adalah di tempat bangunan didirikan. Atas kegiatan membangun sendiri tersebut dikenakan PPN. Impor dan atau penyerahan BKP strategis c. Jenis kegiatan PPN dan PPnBM apakah yang mendapat fasilitas dibebaskan? PPN & PPnBM terutang dibebaskan dari pengenaan atas: a.

Pedagang Eceran Selain Yang Menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto ð PK menggunakan DPP sebesar harga jual ð PPN terutang sebesar 10% x harga jual ð PPN disetor = PK . Bagaimanakah penghitungan PPN atas pengusaha pedagang eceran? Penghitungan PPN atas pengusaha pedagang eceran. Orang Pribadi ð Dapat menggunakan DPP Nilai Lain sebagai DPP PPN. yaitu: a.- - Sedangkan bagi PKP dapat dilaporkan di Kantor Pelayanan Pajak ditempat PKP dikukuhkan melalui SPT Masa PPN setiap Masa Pajak pelaksanaan kegiatan membangun sendiri 4. Badan ð menggunakan DPP sebesar harga jual ð PPN yang terutang 10% x harga jual ð PPN disetor = PK – PM ð PM dapat dikreditkan 5. ð PPN yang terutang adalah sebesar 10% x harga jual emas perhiasan ð PPN yang harus disetor = 10% x 20% x jml slrh penyerahan emas ð PM tidak dapat dikreditkan b. Pedagang Eceran Yang Menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto ð PK = 10% x jml peredaran dan atau penerimaan bruto ð PPN disetor = 20% x PK ð PM yang dapat dikreditkan= 80% x PK b. terutang PPN. jika : Jasa yang disediakan oleh instansi pemerintah yang juga dapat dilakukan oleh bentuk usaha lain. sepanjang tidak termasuk jasa yang tidak dikenakan .68 ..PM ð PM dapat dikreditkan 6.. Bagaimana penghitungan PPN atas pengusaha emas? Penghitungan PPN atas pengusaha emas. yaitu: a. Bagaimana perlakuan PPN atas jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum? Atas penyerahan Jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum : a.

terutang PPN Jasa penyediaan tenaga kerja yang dilakukan oleh Pengusaha di mana : . peluncuran produk.Pengusaha penyedia tenaga kerja melakukan pembayaran gaji. Kegiatan lainnya adalah kegiatan-kegiatan lain dalam bentuk apapun yang memanfaatkan Jasa Event Organizer seperti talk show. tidak terutang PPN. penarikan undian. konferensi pers. 8. sesudah atau pada saat terselenggaranya kegiatan seperti pemesanan gedung. honorarium. pagelaran musik. upah. fashion show. Bagaimanakah perlakuan PPN atas penyerahan jasa penyelenggaraan kegiatan? Penyerahan jasa penyelenggaraan kegiatan adalah : a.Pengusaha penyedia tenaga kerja bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. penyediaan . jika : Semua jenis jasa yang berasal dari semua kegiatan pelayanan yang hanya bisa dilakukan oleh instansi pemerintah meliputi Departemen dan Lembaga Non Departemen dan tidak dapat dilakukan oleh bentuk usaha lain. . Jasa penyediaan tenaga kerja. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan jasa di bidang tenaga kerja? Perlakuan PPN atas penyerahan jasa di bidang tenaga kerja: a. b. ajang lomba. Jasa Penyelenggara Kegiatan (Event Organizer) adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan antara lain meliputi kegiatan-kegiatan seperti penyelenggaraan pameran. 7. tidak terutang PPN Penyerahan jasa di bidang tenaga kerja meliputi : Jasa tenaga kerja. dan Jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja. b. pesta. pameran konvensi.Tenaga kerja dimaksud termasuk dalam struktur kepegawaian pemberi jasa tenaga kerja. tunjangan dan sejenisnya kepada tenaga kerja.. seminar.- atau dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sesuai ketentuan yang berlaku b. Kegiatan-kegiatan yang mendukung terselenggaranya suatu kegiatan adalah suatu kegiatan baik sebelum. dan kegiatan lainnya yang memanfaatkan Jasa Penyelenggara Kegiatan termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan yang mendukung kegiatan-kegiatan tersebut baik atas permintaan dari Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan maupun diselenggarakan sendiri oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan. dan sejenisnya.. atau c.69 . atau .

. Atas penyerahan Jasa Penyelenggara Kegiatan di dalam Daerah Pabean dan atas pemanfaatan Jasa Penyelenggara Kegiatan yang berasal dari luar Daerah Pabean.. mendapat fasilitas PPN dan PPn BM tidak dipungut yang dilakukan oleh Kontraktor Utama. d. Dalam hal proyek tersebut didanai sebagian oleh dana APBN/APBD/lainnya dan sebagian lagi oleh pinjaman luar negeri/hibah. PPN dan PPnBM yang tidak dipungut. penyediaan sound system. Bagaimana fasilitas PPN dan PPnBM atas Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri? Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri. Impor Barang Kena Pajak (BKP). yaitu: a. c. Apabila kontraktor utama meminta kontraktor lain untuk melakukan sebagian atau seluruh pekerjaan proyek pemerintah tersebut maka atas penyerahan BKP/JKP yang dilakukan oleh kontraktor lain kepada kontraktor utama tidak diberikan fasilitas sehingga PPN yang terutang tetap dipungut. dan c. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak (JKP) dari luar Daerah Pabean.- ruangan. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan kepada Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan karena pembatalan pemesanan kegiatan oleh Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan. 9. persiapan interior. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan kepada Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan.70 . imbalan yang diperoleh dari kegiatan tersebut termasuk bagi hasil. Dasar Pengenaan Pajak untuk menghitung Pajak Pertambahan Nilai yang terutang atas penyerahan Jasa Penyelenggara Kegiatan adalah meliputi : a. Penyerahan BKP dan/atau JKP.. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. maka fasilitas tersebut hanya berlaku atas bagian Proyek Pemerintah yang dananya dibiayai dengan hibah atau pinjaman luar negeri. b. penyediaan penari latar. dan sebagainya yang memanfaatkan Jasa Penyelenggara Kegiatan. Atas PPN dan PPnBM yang tidak dipungut sehubungan dengan impor oleh Kontraktor Utama tidak perlu dibuatkan Surat Setoran Pajak. di dalam Daerah Pabean dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. b.

71 . Yang bertanggung jawab atas pemungutan PPN terutang atas penyerahan jasa keagenan adalah : . PPN terutang atas penyerahan jasa boga atau katering 10% x DPP. Kontraktor Utama wajib membuat Faktur Pajak yang dibubuhi cap "PPN dan PPn BM tidak dipungut" 10. . PPN terutang adalah 10% x DPP.Atas penyerahan jasa keagenan oleh Pemungut PPN kepada Pemungut PPN.Atas penyerahan jasa keagenan kepada perusahaan angkutan yang bukan Pemungut PPN. b. c.03/2003. b.Atas penyerahan jasa keagenan oleh perusahaan jasa keagenan kepada Pemungut PPN (Badan-badan Tertentu dan Bendaharawan Pemerintah serta KPKN). Atas penyerahan Jasa Boga (Catering) dikenakan PPN. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan jasa keagenan tiket kepada perusahaan penerbangan? Perlakuan PPN atas penyerahan jasa keagenan tiket kepada perusahaan penerbangan: a. 11. pajak yang terutang dipungut. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN.. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN yang melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak. Dasar Pengenaan Pajak atas jasa keagenan adalah jumlah imbalan jasa keagenan yang diterima atau seharusnya diterima oleh perusahaan jasa keagenan. untuk .. pajak yang terutang dipungut. pajak yang terutang dipungut. Tidak termasuk Pelayanan usaha jasa boga atau katering. Namun sejak tanggal 24 Desember 2003 dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/KMK. Dengan demikian. Objek Jasa Boga atau Katering adalah penyediaan makanan dan atau minuman lengkap dengan atau tanpa peralatan dan petugasnya. Objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan restoran dengan pembayaran. disetor dan dilaporkan oleh perusahaan jasa keagenan. DPP atas penyerahan jasa boga atau katering adalah sebesar semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Boga atau Katering. Bagaimana perlakuan PPN atas Jasa Boga (Catering)? Dan Apa yang dimaksud dengan objek pajak restoran dan jasa boga? a. Badan-badan tertentu bukan lagi merupakan Pemungut PPN. c.- Atas penyerahan BKP dan/atau JKP yang tidak dipungut tersebut. Sehingga hanya KPKN dan Bendaharawan Pemerintah saja sebagai Pemungut PPN. .

. Keperluan tertentu adalah : . atau perayaan. . penyimpanan. .perlombaan atau pertandingan. yakni sebesar nilai tagihan service charge yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa.72 . sortasi. . penimbangan. Ada (2) dua elemen utama dalam kegiatan jasa persewaan ruangan yaitu sewa dan service c harge .- keperluan tertentu berdasarkan kontrak atau perjanjian tertulis atau tidak tertulis. pengepakan. klaim.acara-acara lain yang sejenis. . pengurusan penyelesaian dokumen. Freight Forwarding (Jasa Pengurusan Transportasi) adalah kegiatan usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat. c. PPN Terutang adalah 10% x DPP. penerbitan dokumen angkutan. Service charge adalah balas jasa yang menyebabkan ruangan yang disewa tersebut dapat dihuni sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh penyewa. 12.perjamuan. Atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan dikenakan PPN. Atas kegiatan freight forwarding dikenakan PPN. atau . Bagaimana perlakuan PPN atas kegiatan freight forwarding? a. keamanan. pengukuran.rapat atau pertemuan. . Bagaimana perlakuan PPN atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan? a. 13. b. perhitungan biaya angkutan. d. kebersihan dan biaya administrasi. perusahaan swasta maupun perusahaan perseorangan. d. asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya. Service charge dapat terdiri dari biaya listrik.. penandaan.pesta. laut dan atau udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan. air.makan karyawan pada instansi Pemerintah atau Badan Usaha Pemerintah.makan untuk pelanggan perseorangan. Dasar Pengenaan Pajak atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan sejak tanggal 3 Juni 2003 (Faktur Pajak Standar yang dibuat/diterbitkan setelah 3 Juni 2003) adalah sebesar nilai penggantian. . resepsi. b.

maka biaya freight dan biaya lainnya dapat dikurangkan dari Dasar Pengenaan Pajak. Dasar Pengenaan Pajak : Dalam hal dokumen-dokumen pabean (dokumen) untuk menagih biaya freight dan biaya lainnya dari shipping line atau airline atau supplier dibuat langsung atas nama . sehingga merupakan bagian dari Dasar Pengenaan Pajak yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. Atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh orang pribadi (Non-PKP) atau badan (PKP) dikenakan PPN.73 . PPN yang terutang atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean dipungut oleh orang pribadi atau badan yang memanfaatkan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. b. . Apabila Instansi Pemerintah memberikan Jasa Kena Pajak kepada Instansi Pemerintah Lainnya apakah PPN yang terutang harus dipungut oleh Instansi Pemerintah yang melakukan penyerahan? Atas penyerahan JKP oleh Instansi Pemerintah kepada Instansi Pemerintah Lainnya yang pembayarannya melalui KPKN atau Bendaharawan Pemerintah tidak dipungut PPN sepanjang : . dan . c.. PPN yang dipungut harus disetorkan seluruhnya ke Kas Negara melalui Kantor Pos atau Bank Persepsi paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya pemungutan dan dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai pada Masa Pajak yang sama dengan bulan penyetoran. Bagaimana perlakuan PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean ? Perlakuan PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean: a..Penerima jasa (konsumen perusahaan forwarder ). pada saat dimulainya pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean. 15.Pemberi jasa (perusahaan forwader ) dan bukan atas nama penerima jasa (konsumen perusahaan forwarder ).pembayaran tersebut berasal dari APBN atau APBD.Instansi Pemerintah yang menyerahkan JKP memasukkan pembayaran yang diterima ke dalam mata anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Instansi Pemerintah tersebut. 14. karena dianggap sebagai reimbursement.- c. maka biaya freight dan biaya lainnya tidak dapat dianggap sebagai reimbursement. atau .

atau tidak seharusnya terutang? Perlakuan atas PPN yang dipungut lebih besar atau lebih kecil atau tidak seharusnya terutang: a. dikenakan Pajak Pertambahan Nilai berdasarkan Pasal 16D Undang-undang No. Pajak yang dipungut lebih besar dari yang seharusnya terutang atau tidak seharusnya terutang dimana pajak yang salah dipungut tersebut telah disetorkan dan dilaporkan. pembeli barang. penerima jasa. atau pihak yang memanfaatkan barang tidak berwujud atau jasa dari luar Daerah Pabean. atau . b. renovasi dll) 17. tidak terutang PPN apabila : . Atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan. Dalam hal pajak yang dipungut lebih kecil dari yang seharusnya terutang maka pihak yang melakukan penyerahan harus memungut kekurangan pajak tersebut.. Apakah atas penyerahan aktiva berupa tanah/bangunan yang diperoleh sebelum berlakunya UU PPN Tahun 1984 atau dibeli dari non-PKP? Perlakuan PPN atas aktiva berupa tanah/bangunan yang diperoleh sebelum berlakunya UU PPN Tahun 1984 atau dibeli dari non-PKP a.74 . Dengan demikian. Pemungutan kekurangan pajak tersebut dapat dilakukan dengan cara perbaikan Faktur Pajak (untuk penyerahan BKP/JKP) dengan menggunakan SSP (untuk impor dan pemanfaatan BKP tidak berwujud/JKP dari Luar daerah Pabean di dalam Daerah Pabean). Yang dapat meminta kembali pajak yang salah dipungut tersebut adalah pihak yang terpungut dengan syarat Pajak yang salah dipungut tersebut belum dikreditkan atau belum dibebankan sebagai biaya.Pajak Masukan pada waktu perolehan aktiva tersebut tidak dapat dikreditkan sesuai dengan Pasal 9 ayat (8) UU PPN atau aktiva tersebut diperoleh sebelum berlakunya Undang-undang PPN 1984 (sebelum 1 April 1985). Pihak yang terpungut adalah importir. Bagaimana perlakuan atas PPN yang dipungut lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya terutang. .Atas penyerahan aktiva tersebut dilakukan oleh bukan PKP.. 18 Tahun 2000 (UU PPN). perbaikan dari kerusakan. b.- 16. sepanjang PPN yang dibayar pada saat perolehannya menurut ketentuan dapat dikreditkan. atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan. c. sepanjang selama memiliki aktiva tersebut tidak ada PPN yang dibayar dikreditkan sebagai Pajak Masukan (misalnya dalam rangka perawatan. maka PKP yang memungut pajak tersebut tidak dapat meminta kembali Pajak yang salah dipungut tersebut.

21. Surat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil. sepanjang pembayaran PPN Impor belum diterbitkan SKP-nya oleh Ditjen Pajak tersebut dan tidak termasuk dalam pembayaran (pengeluaran) yang Pajak Masukannya tidak dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) UU PPN serta belum dibebankan sebagai biaya. Sebagai konsekuensinya baik PKP yang melakukan penyerahan maupun PKP yang menerima penyerahan JKP harus memperbaiki SPT Masa PPN Masa Pajak Faktur Pajak yang diperbaiki tersebut dilaporkan.. Dalam hal terjadi retur Jasa Kena Pajak? Apakah atas PPN yang telah disetor dan dilaporkan dapat dikurangkan atau dikembalikan? Dalam hal terjadi retur Jasa Kena Pajak. barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik. unggas. c.- 18. Atas pembayaran PPN Impor (Pajak Masukan) yang ditagih dengan SPKPBM dapat dikreditkan. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan kardus atau pembungkus ke Kawasan Berikat? Atas penyerahan kardus atau pembungkus ke Kawasan Berikat tidak diberikan fasilitas tidak dipungut PPN dan PPnBM karena kardus/pembungkus bukan untuk diproses lebih lanjut. dan ikan dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak. maka PPN yang telah terlanjur dipungut. b. b. baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas. disetor dan dilaporkan oleh PKP yang melakukan penyerahan dapat dikurangkan dengan cara perbaikan Faktur Pajak atas yang berkenaan dengan penyerahan JKP tersebut. 19. makanan ternak. Atas pembayaran PPN tersebut dilaporkan pada SPT Masa PPN pada Masa Pajak dilakukan pembayaran.75 . dan ikan. unggas. tidak termasuk suku cadang. Barang-barang apa saja yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang-barang yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. Bagaimana Perlakuan PPN Impor yang ditagih dengan SPKPBM? Perlakuan PPN Impor yang ditagih dengan SPKPMB : a. 20. ..

23. perikanan baik dari penangkapan atau budidaya. 22. pertanian..- c. barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik. listrik. barang hasil pertanian oleh petani atau kelompok petani. b. atau perikanan. baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas. kehutanan. bibit dan atau benih dari barang pertanian. f. Yang diserahkan oleh petani atau kelompok petani. Petani adalah orang yang melakukan kegiatan usaha di bidang pertanian. bahwa yang dimaksud dengan bibit dan benih adalah segala jenis tumbuhan atau hewan yang nyata-nyata untuk dikembangbiakan lebih lanjut dalam rangka pengembangan bidang pertanian. peternakan. peternakan.600 watt. atau c.05/1997. dan perikanan. Barang-barang apa saja yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang-barang yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. 24. Apakah batasan bahan baku makanan ternak yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Bahan baku makanan ternak yang dibebaskan dari pengenaan PPN tidak termasuk Pelengkap Makanan Ternak (Feed Suplement) dan Imbuhan Makanan Ternak (Feed Additive). .76 . penangkaran. kecuali untuk perumahan dengan daya di atas 6. dan ikan. Apakah defenisi barang hasil pertanian yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang hasil pertanian adalah barang yang dihasilkan dari kegiatan usaha di bidang : a. peternakan. perburuan atau penangkapan. tidak termasuk suku cadang. penangkaran. d. peternakan. perkebunan. unggas. b.. perkebunan. Apa yang dimaksud dengan bibit dan atau benih yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Bibit dan atau benih yang dibebaskan dari pengenaan PPN adalah bibit dan atau benih sebagaimana didefenisikan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 135/KMK. dan ikan dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak. makanan ternak. bibit dan atau benih dari barang pertanian. perkebunan dan kehutanan. perkebunan. e. atau perikanan. perkebunan. air bersih yang dialirkan melalui pipa oleh Perusahaan Air Minum. maupun penangkaran. kehutanan. 25. c. kehutanan. kehutanan. unggas.

alat angkutan di udara. TNI atau POLRI. kapal angkutan sungai. Vaksin Polio dalam rangka pelaksanaan Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN).. Pesawat udara dan suku cadang serta alat keselamatan penerbangan atau alat keselamatan manusia. kendaraan patroli. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. Kereta api dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan serta prasarana yang diimpor dan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. sesuai dengan kegiatan usahanya. alat angkutan di bawah air. kapal tunda. perburuan atau penangkapan. dan suku cadang serta alat keselamatan pelayaran atau keselamatan manusia yang diimpor dan digunakan oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional. kendaraan lapis baja. BKP Tertentu apa saja yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN? BKP Tertentu yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. TNI atau POLRI untuk melakukan impor tersebut. alat angkutan di air. e. kapal angkutan danau dan kapal angkutan penyeberangan. kapal tongkang. Senjata. dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan pesawat udara yang diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi pesawat udara kepada Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. c. amunisi. peralatan untuk . alat angkutan di darat. 26. penangkaran. f. serta suku cadangnya yang diimpor oleh Departemen Pertahanan. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. kapal pandu.- peternakan. dan kendaraan angkutan khusus lainnya. dan komponen atau bahan yang diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia.77 . d. kapal penangkap ikan. dan komponen atau bahan yang belum dibuat di dalam negeri. b. Danau dan Penyeberangan Nasional. Kapal laut. yang diimpor oleh PT (PERSERO) PINDAD. Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) atau oleh pihak lain yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan. penangkapan atau budidaya perikanan. suku cadang. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan yang diimpor dan digunakan oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. Buku-buku pelajaran umum. yang digunakan untuk pembuatan kereta api. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama.. yang digunakan dalam pembuatan senjata dan amunisi untuk keperluan Departemen Pertahanan.

Kapal laut. yang diimpor oleh Departemen Pertahanan.Pesawat udara dan suku cadang serta alat keselamatan penerbangan atau alat keselamatan manusia. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. kendaraan lapis baja. TNI atau pihak yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan atau TNI.. pondok boro. kapal angkutan danau dan kapal angkutan penyeberangan.- perbaikan atau pemeliharaan. BKP tertentu apa saja yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? BKP tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: . dan komponen atau bahan yang diperlukan dalam pembuatan senjata dan amunisi oleh PT. alat angkutan di udara. kapal angkutan sungai. kapal tunda. . Danau dan Penyeberangan Nasional. . Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional.Rumah sederhana. serta prasarana yang akan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. alat angkutan di air. kapal tongkang.Buku-buku pelajaran umum. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan yang diserahkan kepada dan digunakan oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan pesawat udara yang diperoleh oleh pihak yang ditunjuk oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi Pesawat Udara kepada Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. serta suku cadangnya yang diserahkan kepada Departemen Pertahanan. . Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. kapal pandu. 27. alat angkutan di bawah air. kapal penangkap ikan. kendaraan patroli dan kendaraan angkutan khusus lainnya. dan suku cadang serta alat keselamatan pelayaran atau keselamatan manusia yang diserahkan kepada dan digunakan oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional. yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan setelah mendengar pertimbangan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah. rumah sangat sederhana. amunisi. alat angkutan di darat. sesuai dengan kegiatan usahanya. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. dan g. . . TNI atau POLRI. TNI atau POLRI.78 . .. asrama mahasiswa dan pelajar serta perumahan lainnya. rumah susun sederhana.Senjata.Vaksin Polio dalam rangka pelaksanaan Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Peralatan berikut suku cadangnya yang digunakan oleh Departemen Pertahanan atau TNI untuk penyediaan data batas dan photo udara wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan untuk mendukung pertahanan Nasional. (PERSERO) PINDAD untuk keperluan Departemen Pertahanan.

yang meliputi: . d. suku cadang. pondok boro. dan Penyeberangan Nasional. rumah susun sederhana. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai.Jasa kepelabuhan meliputi jasa tunda. dan rumah sangat sederhana. . peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan. b.. Peralatan berikut suku cadangnya yang digunakan untuk penyediaan data batas dan photo udara wilayah Negara Republik Indonesia untuk mendukung pertahanan Nasional yang diserahkan kepada Departemen Pertahanan atau TNI. jasa tambat.Jasa persewaan kapal. . Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional.- - - Kereta api dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan serta prasarana yang diserahkan kepada dan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia dan komponen atau bahan yang diserahkan kepada pihak yang ditunjuk oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia.Jasa persewaan pesawat udara. jasa pandu. rumah sederhana. . rumah sangat sederhana. dan f. Jasa yang diterima oleh Departemen Pertahanan atau TNI yang dimanfaatkan dalam rangka penyediaan data batas photo udara wilayah Negara Republik Indonesia untuk mendukung pertahanan nasional. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. Danau.Jasa perawatan atau reparasi (docking) kapal.Jasa perawatan atau reparasi pesawat udara. Jasa yang diterima oleh Perusahaan Angkutan Laut Nasional. Jasa yang diterima oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang meliputi: . Jasa persewaan rumah susun sederhana. c. asrama mahasiswa dan pelajar serta perumahan lainnya dan pembangunan tempat yang semata-mata untuk keperluan ibadah. Jasa perawatan atau reparasi kereta api yang diterima oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. dan jasa labuh.. yang digunakan untuk pembuatan kereta api. Jasa yang diserahkan oleh kontraktor untuk pemborongan bangunan berupa rumah sederhana. JKP Tertentu apa saja yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? JKP Tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN: a. serta prasarana yang akan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. e.79 . 29. Atas impor barang apa saja yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk maka PPN dan PPnBM nya tidak dipungut? . 28.

dan barang kiriman sampai batas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Pabean. non kendaraan bermotor. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. perlengkapan militer termasuk suku cadang yang diperuntukkan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara.Kelompok pesawat penerima siaran televisi dan antena serta reflektor antena.Kelompok alat rumah tangga. 30. barang perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan asas timbal balik. atau anggota Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas di luar negeri sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. town house. amal. seperti: . . b. awak sarana pengangkut. sosial.Kelompok wangi-wangian. barang pribadi penumpang. j. pesawat pendingin. dan pesawat penerima siaran televisi. pelintas batas.- Yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk. atau kebudayaan. . BKP yang dimaksud tersebut adalah: a. barang untuk keperluan badan internasional yang diakui dan terdaftar pada Pemerintah Indonesia beserta pejabatnya yang bertugas di Indoensia dan tidak memegang paspor Indonesia. kondominium. sepanjang barang tersebut tidak untuk diperdagangkan dan mendapat rekomendasi dari Perwakilan Republik Indonesia setempat. kendaraan bermotor. barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. dan sejenisnya. Barang-barang apa saja yang merupakan objek PPnBM? Barang-barang yang menjadi objek PPnBM: a. f. barang untuk keperluan khusus kaum tunanetra dan penyandang cacat lainnya. misalnya lemari es. barang untuk keperluan museum. d. tidak dipungut PPN dan PPn BM.. h. . b. e. i.80 . c. barang kiriman hadiah untuk keperluan ibadah umum.Kelompok hunian mewah seperti rumah mewah. apartemen. Pegawai Negeri Sipil. barang pindahan Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. pesawat pemanas. barang yang diimpor oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. mahasiswa yang belajar di luar negeri. k. anggota Tentara Nasional Indonesia. mesin cuci. . g. kebun binatang. televisi.. dan tempat lain semacam itu yang terbuka untuk umum.

- - Kelompok permadani tertentu selain yang terbuat dari serabut kelapa (coir). Jenis kendaraan bermotor apa saja yang dibebaskan PPnBM? Jenis kendaraan bermotor yang dibebaskan PPn BM adalah ambulan. kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 250 CC dan kendaraan untuk pengangkutan 16 (enam belas) orang atau lebih termasuk pengemudi.000 PPN TERUTANG 800 1.600 750 2. kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 (sepuluh) orang sampai dengan 15 (lima belas) orang termasuk pengemudi. untuk pengangkut barang. Kelompok peralatan dan perlengkapan olah raga. kendaraan pengangkutan umum.000 7.000 16.800 5. Apakah yang dimaksud dengan Stiker Lunas PPN? Stiker Lunas PPN adalah pita yang terbuat dari kertas atau bahan lain yang digunakan sebagai bukti pemungutan dan pelunasan Pajak Pertambahan Nilai atas penyerahan produk rekaman suara maupun produk rekaman gambar.000 50. Jenis kendaraan bermotor apa saja yang tidak dikenakan PPnBM? Jenis kendaraan bermotor yang tidak dikenakan PPnBM adalah CKD.81 .000 . 34.500 20.. kendaraan protokoler kenegaraan. Kelompok kapal atau kendaraan air lainnya. kendaraan pemadam kebakaran. kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum. Jenis Stiker Lunas PPN apa saja yang ada? a. yang digunakan untuk kendaraan dinas TNI atau POLRI.. Stiker Lunas PPN atas Produk Rekaman Suara: JENIS Kaset jenis A (berbahasa Indonesia) Kaset jenis B (berbahasa Asing) Kaset jenis C (berbahasa Daerah) Compact Disc 1 (Indonesia & campuran daerah) Compact Disc 2 (Asing & campuran Indonesia) Video Compact Disc K-1 (Indonesia & campuran daerah) Video Compact Disc K-2 DPP 8.000 48.800 1. 31.000 4. dan kendaraan patroli TNI/ POLRI. 33. sampan dan kano. sasis. kendaraan tahanan.000 18. kendaraan jenazah. 32. sutera atau wool atau bulu hewan halus.

.Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank. surat pernyataan.000 85. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata.- JENIS (Asing & campuran Indonesia) DPP PPN TERUTANG b. Apakah yang merupakan obyek Bea Meterai (Dokumen-dokumen yang dikenakan BM) berdasarkan Pasal 2 UU BM? a.000) JENIS VII (Harga Jual s.000 12.d 10.82 .d (Harga Jual >60. Stiker Lunas PPN untuk Produk Rekaman Gambar: JENIS JENIS I JENIS II 20.500 8.000 47.000 s.500 15.000 s.500 4. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan.d (Harga Jual >100. Akta-akta notaris termasuk salinannya.250 2.000 1. Bagaimanakah perlakuan PPN atas hasil tembakau? Pajak Pertambahan Nilai yang dikenakan atas penyerahan hasil tembakau oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau hasil tembakau yang dibuat di luar negeri oleh importir hasil tembakau dihitung dengan menerapkan tarif efektif dikalikan dengan Harga Jual Eceran..000 s.000 (Harga Jual >20. . b. atau .000) (Harga Jual >10.4 % (delapan koma empat persen).000 s.000) JENIS IV 60.000 150.000 s. Surat yang memuat jumlah uang.000) 35. termasuk rangkap-rangkapnya.000) JENIS VI 100. 36.750 6.Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank. Besarnya tarif efektif atas penyerahan hasil tembakau adalah sebesar 8.d (Harga Jual >40.000) JENIS III 40.000) JENIS V 80. yaitu: . d.500 65. Akta-akta yg dibuat oleh PPAT.Yang menyebutkan penerimaan uang. surat hibah.d DPP 10. .500 25.d (Harga Jual >80. c. contoh: surat kuasa.000 PPN TERUTANG 1.

- 37.. . Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek. Dokumen yang dibuat oleh satu pihak : .Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan.Surat penyimpanan barang. Tanda terima gaji. . uang tunjangan. e. c. g. f. Segala bentuk ijazah.Surat angkutan penumpang dan barang. Kas Pemerintah Daerah. Dokumen yang menyebutkan tabungan. Tanda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern organisasi. . h. yaitu: . Tanda bukti penerimaan uang Negara dari Kas Negara. pembayaran uang tabungan kepada penabung oleh bank. d. 38.Surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim.Konosemen.Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya. . dan badan-badan lain yang bergerak di bidang tersebut. Surat berharga seperti wesel. . jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. b.Bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang. dan bank.- e. uang tunggu. Surat gadai yang diberikan oleh Perusahaan Jawatan Pegadaian. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan. pensiun. f. . Apakah yang bukan merupakan objek Bea Meterai (Dokumen-dokumen yang tidak dikenakan BM) berdasarkan Pasal 4 UU BM? a.Keterangan pemindahan yang dituliskan di atas dokumen tersebut di atas. Kuitansi untuk semua jenis pajak dan untuk penerimaan lainnya yang dapat disamakan dengan itu dari Kas Negara. Dokumen yang berupa: . selain dari maksud semula.. Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan. promes dan aksep. Kapan saat terutang Bea Meterai? a.Surat-surat lainnya yang dapat disamakan dengan surat-surat tersebut di atas. Kas Pemerintah Daerah dan bank. koperasi. dan pembayarannya lainnya yang ada kaitannya dengan hubungan kerja serta surat-surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran itu. i.83 . . dengan nama dan dalam bentuk apapun.

. 40. Dokumen-dokumen apakah yang harus dilakukan Pemeteraian Kemudian dan berapa besar Bea Meterai yang terutang? a. Dokumen yang dibuat di Luar Negeri : pada saat dokumen itu digunakan di Indonesia 39. dan sebagainya.- pada saat dokumen itu diserahkan dan diterima oleh pihak untuk siapa dokumen itu dibuat (bukan pada saat ditandatangani). maka dokumen yang bersangkutan dianggap tidak bermeterai.alat lain dengan teknologi tertentu.Pembubuhan tandatangan disertai dengan pencantuman tanggal. bulan dan tahun dilakukan dengan tinta atau yang sejenis dengan itu. dan . Bea Meterai yang dilunasi adalah sebesar yang terutang pada saat pemeteraian kemudian dilakukan. b.Jika digunakan lebih dari satu meterai tempel.Apabila ketentuan tersebut di atas tidak dipenuhi. . yaitu : . b. Bagaimana cara pelunasan Bea Meterai? a. . cek. pada tempat dimana tandatangan akan dibubuhkan. . c. . dan sebagainya. Dokumen yang Bea Meterai-nya tidak atau kurang dilunasi sebagaimana mestinya. 133b/KMK. misalnya kuitansi.84 .sistem komputerisasi. Dokumen yang dibuat oleh lebih dari satu pihak : pada saat selesainya dokumen itu dibuat. b. yang ditutup dengan pembubuhan tandatangan yang bersangkutan. . misalnya surat perjanjian jual beli.Meterai tempel direkatkan seluruhnya dengan utuh dan tidak rusak di atas dokumen yang dikenakan Bea Meterai. Menggunakan Benda Meterai (meterai tempel).mesin teraan meterai. tandatangan harus dibubuhkan sebagian di atas semua meterai tempel dan sebagian di atas kertas.04/2000. sewa menyewa. .. sehingga sebagian tandatangan ada di atas kertas dan sebagaian lagi di atas meterai tempel.teknologi percetakan. Dokumen yang semula tidak terutang Bea Meterai namun akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan. Menggunakan cara lain yg ditetapkan oleh Menteri Keuangan à KMK No. Pasal 1 KMK mengatur bahwa cara lain adalah dengan membubuhkan tanda Bea Meterai Lunas dengan menggunakan : .

2. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkaprangkapnya. Berdasarkan batas harga nominal : a. Akta-akta Notaris termasuk salinannya. Berdasarkan batas harga nominal : a. 1.000.000. PP No.s/d Rp 1.bahwa hutang uang dikenakan Bea seluruhnya atau Meterai Rp sebagiannya telah 1.PP No. Berdasarkan batas harga nominal : a. 1. b.000.-. Sampai dengan Rp 250. Rp.000. Yang menyebutkan penerimaan uang b.s/d Rp 1. 1995 ( .000..000.000.85 .000.000.Rp 6. 1. Lebih dari Rp 250.dikenakan Bea Meterai Rp 1. Lebih dari Rp 250.000. Dokumen yang dibuat di Luar Negeri yang akan digunakan di Indonesia.Rp.dikenakan Bea Meterai Rp 3.000.s/d Rp 1..- 2. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata..- c.) Rp.000. Yang berisi Meterai Rp pemberitahuan saldo 500.- No. Lebih dari Rp d. Lebih dari Rp penyimpanan uang 250.-.- Rp 6.000. Bea Meterai yang dilunasi adalah sebesar Bea Meterai yang terutang dan ditambah denda sebesar 200% dari yang kurang dilunasi/terutang.000.Rp. 24 Th. 2.tidak dikenakan Bea Meterai. 2. Sampai dengan Rp 250.30 April 2000) Rp.000.000. 1. pembukuan uang atau b. Jenis Dokumen Surat perjanjian dan suratsurat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan.000.000.000.000.- 4. Sampai dengan Rp 250.-.000. Yang berisi pengakuan 1. 6. 2000 (1 Mei 2000 – skr.000.000. 3. 7 Th.dalam rekening di Bank dikenakan Bea c.tidak dikenakan Bea Meterai.000.- Rp. b. Surat-surat yang memuat jumlah uang : a. .tidak dikenakan Bea Meterai.dilunasi atau diperhitungkan. Yang menyatakan UU BM (1 Jan 86 )Rp.000. rekening di Bank c.000.

PP No.30 April 2000) c. 2000 (1 Mei 2000 – skr.000. 7 Th. Lebih dari Rp 1.000.000. dan aksep.000.000.000. 6.-.000. Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4) à s/d tg 14 Nop 89.000.000. Lebih dari Rp 1.000.000. 24 Th.dikenakan Bea Meterai Rp 2. Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 6) Berdasarkan batas harga nominal : a. Sampai dengan Rp 1.Berdasarkan batas harga nominal : a. promes.000.000. Cek dan Bilyet giro..000.000.PP No.b.000. 1995 ( .- Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4) Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4) 7. Surat berharga seperti wesel.) c.b.86 . Sampai dengan Rp 1.000. Lebih dari . Jenis Dokumen UU BM (1 Jan 86 )- 5.000.Rp. Lebih dari Berdasarkan batas harga nominal : a. Lebih dari Rp 1.000. Efek dan sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun.. Sampai dengan Rp 1. 1.dikenakan Bea Meterai Rp 6. 6.- Rp 3. mulai tg 15 Nop 89 tarif Rp 500.dikenakan Bea Meterai Rp 1.- No.dikenakan Bea Meterai Rp 3. tidak dikenakan Bea Meterai b.dikenakan Bea Meterai Rp.

Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan : a.PP No.- No.dikenakan Bea Meterai Rp 2.- .87 .000..000.) Rp 1.000.Rp.000. 1995 ( . Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan b.000.30 April 2000) Rp 1. Rp 1.. selain dari maksud semula.dikenakan Bea Meterai Rp 6. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya.Rp 2.PP No.000.000. 24 Th.000. Jenis Dokumen UU BM (1 Jan 86 )- 8.000. 7 Th. 2000 (1 Mei 2000 – skr. 6.

.

BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN A.88 - PAJAK BUMI DAN BANGUNAN. dan atau memperoleh manfaat atas bumi. ü Direktur Jenderal Pajak mengeluarkan surat keputusan penolakan dengan disertai alasan-alasannya apabila keterangan yang diajukan itu tidak disetujui. ü Apabila setelah jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya keterangan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan keputusan. . dan atau memperoleh manfaat atas bangunan. Termasuk dalam pengertian bangunan adalah : .. dan emplasemennya. B. . SUBJEK PAJAK ( 250304 ) 1 Siapa Subjek PBB ? Subjek PBB adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai hak atas bumi. · Tanda pembayaran/pelunasan PBB bukan merupakan bukti pemilikan hak. maka Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkan Wajib Pajak. dan atau memiliki. pabrik. · Apabila Wajib Pajak dimaksud memberikan keterangan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak bahwa ia bukan Wajib Pajak atas objek pajak dimaksud.jalan TOL. · Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. menguasai. maka keterangan yang diajukan itu dianggap diterima. dan lain-lain yang merupakan satu kesatuan dengan kompleks bangunan tersebut. OBJEK PAJAK ( 250304 ) 1 Apa yang menjadi Objek PBB ? Objek PBB adalah bumi dan/atau bangunan. · Dalam hal objek PBB belum jelas diketahui Wajib Pajaknya.jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan seperti hotel. · Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya. Subjek PBB yang dikenakan kewajiban membayar PBB berdasarkan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku menjadi Wajib Pajak. maka : ü Direktur Jenderal Pajak membatalkan penetapan sebagai Wajib Pajak dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak diterimanya surat keterangan dimaksud apabila keterangan dimaksud disetujui.

pipa minyak. hutan wisata. galangan kapal. TARIF PAJAK (250304 ) 1 Berapa besarnya tarif PBB ? Tarif PBB adalah tunggal sebesar 0. yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. hutan suaka alam.89 - - kolam renang. dan kebudayaan nasional. penentuan pengenaan pajaknya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. kesehatan. pagar mewah. Yang dimaksud dengan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan adalah bahwa objek PBB semata-mata hanya digunakan untuk pelayanan umum dan nyata-nyata tidak ditujukan untuk mencari keuntungan. · Objek Pajak merupakan hutan lindung. taman mewah. 3 Bagaimana perlakuan atas Objek PBB yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan ? Objek PBB yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan. pendidikan. taman nasional. Hal ini dapat diketahui antara lain dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari yayasan/badan yang bergerak dalam bidang ibadah. air dan gas. fasilitas lain yang memberikan manfaat. · Objek Pajak yang digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. sosial. sosial. pendidikan. . Termasuk pengertian ini adalah hutan wisata milik Negara sesuai Pasal 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1967 tentang Ketentuanketentuan Pokok Kehutanan. peninggalan purbakala.. C. 2 Objek pajak apa saja yang tidak dikenakan PBB ? · Objek Pajak yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah. dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak. dan kebudayaan nasional tersebut. atau yang sejenis dengan itu. kesehatan. tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa. · Objek Pajak yang digunakan untuk kuburan. tempat penampungan/kilang minyak.5% (lima per sepuluh persen). tempat olah raga. · Objek Pajak yang digunakan oleh perwakilan diplomatik. dermaga. konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik.

adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh objek tersebut pada saat penilaian dilakukan. yaitu harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. Apakah dasar pengenaan PBB ? Dasar pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (sales value = NJOP). · Nilai jual pengganti. · Nilai perolehan baru. yang dikurangi dengan penyusutan berdasarkan kondisi fisik objek tersebut. Bagaimana cara untuk memudahkan penghitungan PBB terutang ? Cara untuk memudahkan penghitungan PBB terutang adalah dengan membuat klasifikasi bumi dan bangunan. Berapa besarnya NJOPTKP ? NJOPTKP ditetapkan secara regional (setiap kabupaten/kota) paling banyak sebesar Rp12. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak yang berdasarkan pada hasil produksi objek pajak tersebut. Yang dimaksud dengan : · Perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis.90 - D. NJOP ditetapkan setiap tiga tahun oleh Menteri Keuangan. DASAR PENGENAAN DAN CARA MENGHITUNG PBB (250304 ) 1 Apa yang boleh dikurangkan dalam penghitungan PBB ? Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). Bilamana tidak terdapat transaksi jual beli.000. NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis.00 (dua belas juta rupiah) untuk setiap Wajib Pajak oleh Kepala Kanwil DJP atas nama Menteri Keuangan dengan mempertimbangkan pendapat Pemda setempat. Bagaimana perlakuan pemberian NJOPTKP kepada Wajib Pajak yang memiliki lebih dari satu Objek PBB ? NJOPTKP diberikan hanya sekali untuk Objek PBB yang nilainya paling tinggi untuk satu tahun pajak. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara membandingkannya dengan objek pajak lain yang sejenis yang letaknya berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya.000. atau Nilai Jual Objek Pajak pengganti.. atau nilai perolehan baru. yaitu pengelompokan bumi dan bangunan 2 3 4 5 . NJOPTKP diberikan kepada setiap Wajib Pajak sebagai pengurang penghitungan PBB terutang. kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai perkembangan daerahnya.

(satu milyar rupiah ). dan pertambangan sebesar 40 % dari NJOP. · Objek PBB lainnya : 1) sebesar 40 % dari NJOP apabila NJOP bernilai Rp1. Klasifikasi dimaksud sekaligus sebagai pedoman penentuan NJOP... bahan yang digunakan. 2) sebesar 20 % dari NJOP apabila NJOP bernilai kurang dari Rp1.000. perhutanan. 4. kondisi lingkungan dan lain-lain.000. 2.(satu milyar rupiah ) atau lebih. 2. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bumi adalah : 1. kondisi lingkungan dan lain-lain. pemanfaatan. 3. peruntukan. letak.000. NJKP ditetapkan serendah-rendahnya 20% (dua puluh persen) dan setinggi-tingginya 100% (seratus persen) dari NJOP. 7. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bangunan adalah : 1. 6 Apakah dasar penghitungan PBB ? Dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak (assessment value = NJKP) yaitu suatu persentase tertentu dari NJOP yang dipergunakan sebagai dasar penghitungan PBB. Berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 2002: · Objek PBB perkebunan.. 3.5% x NJKP 2 NJOP bumi = luas bumi x NJOP bumi per m NJOP bangunan = luas bangunan x NJOP bangunan per m2 *) Besarnya ditentukan berdasarkan jumlah NJOP bumi dan bangunan dan sektor.000. Bagaimana cara menghitung PBB terutang ? Penghitungan PBB adalah sebagai berikut : NJOP sebagai dasar pengenaan PBB = Jumlah NJOP bumi dan bangunan NJOP untuk penghitungan PBB = NJOP sebagai dasar pengenaan PBB dikurangi dengan NJOPTKP NJKP = (20% atau 40%)* x NJOP untuk penghitungan PBB PBB yang terutang = 0.91 - menurut nilai jualnya. letak.000. .000. rekayasa. 4.

SAAT. yang meliputi letak objek PBB. berarti data yang dilaporkan harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dimana tempat PBB terutang? Tempat PBB terutang adalah : a. sehingga tidak menimbulkan salah tafsir yang dapat merugikan negara maupun Wajib Pajak sendiri. Apa sanksi yang dapat dikenakan apabila Wajib Pajak tidak mengembalikan SPOP atau mengisi SPOP secara jelas. DAN TEMPAT YANG MENENTUKAN PBB TERUTANG (250304 ) 1. b. dan lengkap serta ditandatangani dan disampaikan ke KPPBB/KP4/tempat lain yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi letak objek PBB. 2. SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK (SPOP). benar. TAHUN PAJAK. selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya SPOP oleh subjek PBB. di wilayah Kabupaten/Kota. SPOP adalah sarana bagi Wajib Pajak untuk mendaftarkan Objek PBB yang akan dipakai sebagai dasar untuk menghitung PBB yang terutang. dan lengkap ? a. Apa kewajiban subjek PBB dalam rangka pendaftaran Objek PBB ? Mendaftarkan objek PBB-nya dengan mengisi SPOP secara jelas. · Lengkap berarti seluruh bagian yang harus diisi oleh Wajib Pajak terisi semua dan ditandatangani. Sanksi Administrasi . SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK TERUTANG (SPPT). untuk daerah lainnya.. DAN SURAT KETETAPAN PAJAK (SKP) (250304 ) 1. di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kapan saat PBB terutang? Saat PBB terutang adalah keadaan objek PBB pada tanggal 1 Januari untuk suatu tahun pajak tertentu (jangka waktu satu tahun takwim) 2. Pelaksanaan dan tata cara pendaftaran objek pajak sebagaimana diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan. benar. benar. Yang dimaksud dengan jelas. PENDAFTARAN. · Benar. untuk daerah Jakarta. yang meliputi letak objek PBB. berarti penulisan data yang diminta dalam SPOP dibuat sedemikian rupa. F. dan lengkap adalah: · Jelas.92 - E.

b. Sanksi pidana tersebut dilipatkan dua apabila seseorang melakukan lagi tindak pidana di bidang perpajakan sebelum lewat satu tahun. maka akan diterbitkan SKP dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 25% dari selisih besarnya PBB yang terutang.Apabila pengisian SPOP setelah diteliti atau diperiksa ternyata tidak benar (lebih kecil). 4). Apakah yang dimaksud dengan SPPT ? SPPT adalah Surat Keputusan Kepala KPPBB mengenai besarnya PBB terutang yang harus dibayar oleh Wajib Pajak pada 1 (satu) tahun pajak tertentu. sehingga menimbulkan kerugian pada negara. . Tidak memperlihatkan data atau tidak meminjamkan surat atau dokumen lainnya. maka akan diterbitkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 25% dari PBB yang terutang.Barang siapa karena dengan sengaja : 1). 2). Memperlihatkan surat palsu atau dipalsukan atau dokumen yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar..Barang siapa karena kealpaannya tidak mengembalikan SPOP atau mengembalikan SPOP tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan/ atau melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga menimbulkan kerugian bagi negara. Tidak menunjukkan data atau tidak menyampaikan keterangan yang diperlukan. 3. Menyampaikan SPOP tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan atau melampirkan keterangan yang tidak benar.93 - Dalam hal WP tidak menyampaikan kembali SPOP pada waktunya dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam surat teguran. 4. dipidana dengan pidana kurungan selamalamanya 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya 2 (dua) kali lipat pajak yang terutang. Apa hak Wajib Pajak atas SPPT ? - . dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 2 (dua) tahun atau denda setinggi-tingginya sebesar 5 (lima) kali pajak yang terutang. . Tidak mengembalikan atau menyampaikan SPOP kepada Direktorat Jenderal Pajak. terhitung sejak selesainya menjalani sebagian atau seluruh pidana penjara yang dijatuhkan atau sejak dibayarnya denda. Sanksi Pidana . 3). 5). SPPT diterbitkan berdasarkan data sebagaimana tertulis pada SPOP.

Mendapatkan penjelasan segala sesuatu yang berhubungan dengan ketetapan PBB. 7. Apa yang menyebabkan SKP PBB diterbitkan ? SKP diterbitkan apabila : · Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) tidak disampaikan kembali dalam jangka waktu 30 hari dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam surat teguran. Apa kewajiban Wajib Pajak atas SPPT ? · Menandatangani bukti tanda terima SPPT dan menyampaikannya kembali kepada Lurah/Kepala Desa/Dinas Pendapatan Daerah/KP4 untuk diteruskan ke KPPBB yang menerbitkan SPPT atau menyampaikannya ke KPPBB. dihitung berdasarkan SPOP ditambah denda administrasi 25% dari selisih PBB yang terutang. 8. 6. TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENAGIHAN (250304 ) 1. Mendapatkan Surat Tanda Terima Setoran (STTS) atau Bukti Pelunasan Pembayaran PBB dari Tempat Pembayaran (TP yaitu Bank/Kantor Pos yang tercantum pada SPPT atau ATM) atau Tanda Terima Sementara (TTS) dari petugas pemungut PBB Kelurahan/Desa yang ditunjuk resmi dengan SK Walikota/Bupati.. Mengajukan keberatan dan atau pengurangan. · Jumlah PBB yang terutang dalam SKP yang disebabkan oleh hasill pemeriksaan atau keterangan lainnya. 5. Apakah yang dimaksud dengan SKP PBB? SKP PBB adalah Surat Keputusan Kepala KPPBB yang memberitahukan besarnya PBB yang terutang termasuk denda administrasi kepada Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajiban perpajakan sebagaimana mestinya. G. Kapan batas waktu pelunasan utang PBB ? .94 - · · · · Menerima SPPT PBB setiap tahun pajak. Berapakah besarnya PBB terutang dalam SKP PBB? · Jumlah PBB yang terutang dalam SKP yang disebabkan oleh pengembalian SPOP lewat 30 hari setelah diterima WP adalah sebesar pokok pajak ditambah dengan denda administrasi sebesar 25% dihitung dari pokok pajak. · Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain yang ada ternyata jumlah PBB yang terutang lebih besar dari jumlah PBB yang dihitung berdasarkan SPOP yang disampaikan oleh WP. · Membayar/melunasi PBB terutang pada tempat yang telah ditentukan.

5. tetapi denda administrasi tidak dilunasi.Petugas pemungut PBB Kelurahan/Desa yang ditunjuk resmi dengan SK Walikota/Bupati. Bagaimana cara membayar PBB ? Wajib pajak membayar PBB terutang melalui : . dan Surat Tagihan Pajak (STP). 3.ATM bank-bank tertentu (BCA.Bank atau Kantor Pos yang tercantum pada SPPT atau .95 - · · Berdasarkan SPPT yang diterima. SKP. Dalam hal bagaimana STP PBB diterbitkan ? · Wajib pajak tidak melunasi PBB terutang setelah lewat jatuh tempo pembayaran SPPT/SKP. 2. · Wajib pajak melunasi PBB terutang setelah lewat jatuh tempo pembayaran SPPT/SKP.Counter/teller bank-bank tertentu (Bank Nusantara Parahyangan) atau . 7.. Wajib Pajak harus melunasi utang PBBnya selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT. Apa saja yang dapat ditagih dengan STP PBB? Pokok pajak terutang yang belum atau kurang dibayar dan atau denda administrasi. Berapa denda yang dikenakan kepada Wajib Pajak yang belum melunasi utang PBB-nya setelah lewat jatuh tempo ? PBB terutang yang pada saat jatuh tempo pembayaran tidak dibayar atau kurang dibayar dikenakan denda administrasi sebesar 2% (dua persen) sebulan. 4. Berdasarkan SKP yang diterima. yang dihitung dari saat jatuh tempo sampai dengan hari pembayaran untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. Wajib Pajak harus melunasi utang PBBnya selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya SKP. STP harus dilunasi selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya STP oleh Wajib Pajak. Apakah dasar penagihan PBB ? Dasar penagihan PBB adalah SPPT. Apakah upaya yang dapat dilakukan apabila STP PBB telah lewat jatuh tempo dan tidak dilunasi ? . BII) atau . Catatan : Pembayaran harus dilakukan sekaligus (tidak diperkenankan mencicil). 6.

dan/atau o Bukti Surat Ukur/Rincik. dan/atau o Bukti pendukung (resmi) lainnya. KEBERATAN DAN BANDING (250304 ) 1.96 - Apabila STP PBB tidak dibayar setelah lewat jatuh tempo ditagih dengan Surat Paksa (SP) berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa setelah terakhir diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2000. dan/atau o Akta Jual Beli. Direktur Jenderal Pajak wajib memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan PBB. · Terdapat perbedaan penafsiran peraturan perundang-undangan PBB antara Wajib Pajak dan fiskus.. Bagaimana tata cara permohonan keberatan PBB ? · Membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB disertai dengan alasan yang jelas. Keberatan atas SPPT atau SKP harus diajukan masing-masing dalam satu surat keberatan tersendiri untuk setiap tahun pajak. Ø Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tersebut bagi kepentingan Wajib Pajak. 2. Keberatan dimaksud dapat dikarenakan : · Kesalahan luas bumi dan atau bangunan. Ø Apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. dan/atau o SPPT/SKP. · Melampirkan foto kopi sebagai berikut : o Bukti pemilikan hak atas tanah/sertifikat. · Kesalahan Penetapan Subjek Pajak. · Menyampaikan permohonan secara lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak diterimanya SPPT atau SKP. . Apa saja yang dapat diajukan permohonan keberatan PBB ? Yang dapat diajukan keberatan PBB adalah besarnya PBB terutang sebagaimana tercantum dalam SPPT atau SKP. · Kesalahan penetapan/pengenaan. dan/atau o Izin Mendirikan Bangunan (IMB). · Diajukan per Objek PBB dan per tahun pajak. · Kesalahan klasifikasi bumi dan atau bangunan. H.

Apa bentuk putusan Banding ? Putusan Banding dapat berupa : . 6. · menambah jumlah pajaknya. maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima. mengakibatkan peningkatan jumlah PBB-nya. 7. Berapa lama jangka waktu penyelesaian permohonan keberatan PBB ? Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Permohonan Keberatan diterima. harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti kebenarannya.. . 4. 3. Ketentuan banding PBB mengikuti ketentuan dalam UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang KUP stdtd UU Nomor 16 Tahun 2000. · menerima sebagian. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan. · menolak.menolak. Wajib Pajak menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis. Apa yang dapat disampaikan oleh Wajib Pajak sebelum keputusan keberatan diterbitkan ? Sebelum surat keputusan keberatan diterbitkan. Apa bentuk keputusan keberatan ? Keputusan Keberatan dapat berupa : · menerima seluruhnya. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya. dapat 5. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti kebenarannya. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika permohonan keberatannya ditolak ? Wajib pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke Badan Pengadilan Pajak (BPP).97 - Ø Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar PBB dan pelaksanaan penagihan.

5% diberikan kepada kabupaten/kota yang mencapai target penerimaan sektor pedesaan dan perkotaan).2% (enambelas koma dua persen) untuk propinsi. · 16. menambah pajak yang harus dibayar. propinsi. 8. PENGURANGAN (250304 ) 1. Bagaimana jika Putusan Banding menerima sebagian atau seluruhnya ? Apabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya. PEMBAGIAN HASIL PENERIMAAN PBB (250304 ) 1. Kepada siapa pengurangan PBB dapat diberikan ? Pengurangan PBB yaitu pemberian keringanan pembayaran PBB yang terutang atas Objek PBB dapat diberikan kepada : · Wajib pajak orang pribadi atau badan karena kondisi tertentu Objek PBB yang ada hubungannya dengan Subjek PBB dan atau karena sebab-sebab tertentu lainnya.8% (enampuluh empat koma delapan persen) untuk kabupaten/kota. Bagaimana sifat Putusan Banding ? Putusan Banding oleh BPP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. yaitu : o lahan pertanian/perkebunan/perikanan/peternakan yang hasilnya sangat terbatas yang dimiliki/dikuasai atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi.. Bagaimana pengelolaan hasil penerimaan PBB ? Hasil penerimaan PBB dibagi dengan perimbangan sebagai berikut : · 10% (duapuluh persen) untuk pemerintah pusat (6. 9. I. tidak dapat diterima. dan Ditjen Pajak) J.5% dikembalikan lagi secara merata ke setiap kabupaten/kota dan 3.98 - mengabulkan sebagian atau seluruhnya. · 64. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran PBB sampai dengan diterbitkannya Putusan Banding. dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang berpenghasilan rendah yang nilai jualnya . · 9% (sembilan persen) untuk biaya pungut (diberikan kepada kabupaten/kota. o Objek PBB yang dimiliki.

000. · Pengajuan permohonan dilakukan dengan ketentuan : o Untuk ketetapan PBB s/d Rp100. sehingga kewajiban PBB-nya sulit dipenuhi. fotokopi KTP/SIM/Tanda Pengenal Diri lainnya. fotokopi SPPT/SKP PBB Tahun Pajak yang dimohonkan. 2). dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang penghasilannya semata-mata berasal dari pensiun. . Pemberian pengurangan dapat diberikan setinggi-tingginya 75% (tujuh puluh lima persen) dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib Pajak. Pemberian pengurangan ditetapkan 75% (tujuh puluh lima persen). o Objek PBB yang dimiliki. akan tetapi bagi janda/dudanya telah menikah lagi diberikan setinggi-tingginya 75% (tujuh puluh lima persen) dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib Pajak.. o Untuk ketetapan PBB di atas Rp100. o Objek PBB yang dimiliki. dikuasai. dan sebagainya serta sebab-sebab lain yang luar biasa seperti kebakaran.99 - · · meningkat disebabkan karena adanya pembangunan atau perkembangan lingkungan.. banjir. sehingga kewajiban PBB-nya sulit dipenuhi. fotokopi STTS tahun pajak terakhir. wabah penyakit. dikuasai. Wajib Pajak Orang Pribadi dalam hal objek PBB terkena bencana alam seperti gempa bumi. dan hama tanaman.(seratus ribu rupiah) harus diajukan oleh WP yang bersangkutan dengan melampirkan : 1). Wajib Pajak anggota veteran pejuang kemerdekaan dan veteran pembela kemerdekaan termasuk janda/dudanya.(seratus ribu rupiah) dapat diajukan secara perseorangan atau kolektif (melalui Kepala Desa/Lurah dan diketahui oleh Camat). dan atau dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah. atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Badan yang mengalami kerugian dan kesulitan likuiditas yang serius sepanjang tahun. Bagaimana tata cara pengajuan permohonan pengurangan PBB ? · Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB yang menerbitkan SPPT/SKP dengan menyebutkan persentase pengurangan yang diminta.. tanah longsor. gunung meletus. 3). 2. o Objek Pajak yang dimiliki.000. Untuk kondisi Wajib Pajak ini dapat diberikan pengurangan sampai dengan 100% (seratus persen). sehingga tidak dapat memenuhi kewajiban rutin perusahaan. kekeringan.

2. K. maka permohonannya tidak diproses. hama tanaman dan sebab lain yang luar biasa dan bersifat massal diajukan oleh Kepala Desa/Lurah dengan diketahui oleh Camat dengan mencantumkan namanama Wajib Pajak yang dimohonkan pengurangannya dengan mempergunakan formulir yang telah ditentukan. · Dalam hal Wajib Pajak yang memiliki. maka objek yang dapat diajukan permohonan pengurangan adalah salah satu objek pajak yang dimiliki. dikuasai. menguasai dan atau memanfaatkan lebih dari 1 (satu) objek PBB maka objek yang dapat diajukan permohonan pengurangan adalah objek PBB yang menjadi tempat domisili Wajib Pajak. 4). Apakah penyebab terjadinya kelebihan pembayaran PBB ? . SPPT/SKP PBB tahun yang dimohonkan.. SPT PPh tahun terakhir. 3). Laporan Keuangan Perusahaan. melampirkan fotokopi : 1). fotokopi STTS tahun pajak terakhir. Dalam hal apa terjadi kelebihan pembayaran PBB ? Kelebihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terjadi dalam hal pembayaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak (WP) lebih besar dari jumlah PBB yang seharusnya terutang. PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PBB (250304 ) 1. Pengurangan atas SKP hanya dapat diberikan atas pokok ketetapan PBB terutang. Permohonan diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung sejak SPPT/SKP diterima Wajib Pajak atau terjadinya bencana alam atau sebabsebab lain yang luar biasa. dan Kepala KPPBB yang bersangkutan harus memberitahukan secara tertulis kepada WP/Kepala Desa/Lurah. Apabila batas waktu pengajuan tersebut tidak dipenuhi. 2). menguasai dan atau memanfaatkan lebih dari 1 (satu) objek PBB adalah Wajib Pajak Badan. disertai penjelasan seperlunya. dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak.100 - · · · Untuk WP Badan. o Untuk Objek Pajak yang terkena bencana alam. · Dalam hal Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki. dikuasai dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak. Apa kriteria pengajuan permohonan pengurangan PBB ? · Pengurangan PBB untuk masing-masing kabupaten/kota hanya diberikan untuk 1 (satu) objek PBB yang dimiliki. o 3.

atau disumbangkan kepada Negara. apabila jumlah PBB yang dibayar ternyata lebih besar dari yang seharusnya terutang. Kepala KPPBB yang menerbitkan SPPT/SKP/STP. · Surat Ketetapan Pajak (SKP). · Surat Pemberitaan (SPb). Kekeliruan pembayaran. 6. 5. apabila jumlah PBB yang dibayar ternyata kurang dari jumlah PBB yang seharusnya terutang. Surat Keputusan Pemberian Pengurangan.q. Apabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan. diperhitungkan dengan utang pajak lainnya. 4.Asli Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB. .fotokopi SPPT/SKP/STP dan Surat Keputusan Keberatan/Banding dan/atau Surat Keputusan pemberian pengurangan. .101 - · · · · · Perubahahan peraturan. · Surat permohonan dilampiri dengan dokumen yang berkaitan dengan Objek Pajak yang dimohonkan berupa: . Putusan Banding.. 3. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama KPPBB harus memberikan jawaban atas surat permohonan dari Wajib Pajak ? Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dari Wajib Pajak. apabila jumlah PBB yang dibayar sama dengan jumlah PBB yang seharusnya terutang. Bagaimana tata cata pengajuan permohonan atas kelebihan pembayaran PBB ? · WP mengajukan permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan menyebutkan jumlah kelebihan pembayaran disertai alasan yang jelas kepada Direktur Jenderal Pajak c. · Surat permohonan disampaikan langsung atau dikirim melalui pos tercatat. Surat Keputusan Penyelesaian Keberatan. Bagaimanakah perlakuan atas kelebihan pembayaran PBB ? Kelebihan Pembayaran PBB dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak (restitusi). Apakah bentuk Surat Keputusan yang dapat diterbitkan atas pengembalian kelebihan pembayaran PBB ? Kepala KPPBB atas nama Direktur Jenderal Pajak menerbitkan : · Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak PBB (SKKPP PBB).

2. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama Kepala KPPBB harus menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak PBB (SPMKPPBB)? Kepala KPPBB harus menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak PBB (SPMKPPBB) dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKKPPPBB. . Pejabat Agraria. Selain Pejabat dimaksud siapakah yang mempunyai kewajiban untuk memberikan keterangan yang ada hubungannya dengan objek PBB ? Pejabat lain yang ada hubungannya dengan objek PBB yang mempunyai kewajiban memberikan keterangan adalah Lurah atau Kepala Desa. Siapakah yang dimaksud Pejabat yang berkaitan dengan Objek PBB ? Pejabat yang tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan objek PBB adalah : Camat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah.102 - 7. 3. dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). wajib : · menyampaikan laporan bulanan mengenai semua mutasi dan perubahan keadaan objek PBB secara tertulis kepada Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi letak objek PBB. Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah. Pejabat Dinas Tata Kota.. · memberikan keterangan yang diperlukan atas permintaan Direktorat Jenderal Pajak. Apa kewajiban Pejabat ? Pejabat yang dalam jabatannya atau tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan objek pajak. 4. L. Bagaimana seandainya pejabat dimaksud terikat dengan rahasia jabatan yang harus dipegang sehubungan dengan penyampaian keterangan yang ada hubungannya dengan objek PBB ? Dalam hal pejabat dimaksud terikat oleh kewajiban untuk memegang rahasia jabatan. Pejabat Balai Harta Peninggalan. LAIN-LAIN (250304 ) 1. Pejabat Dinas Pengawasan Bangunan. kewajiban untuk merahasiakan itu ditiadakan sepanjang menyangkut pelaksanaan Undang-undang PBB. maka WP diberikan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan sampai dengan diterbitkannya SPMKPPBB. Dalam hal KPPBB terlambat menerbitkan SPMKPPBB.

. waris. hibah. Pemindahan hak karena: 1. hibah wasiat. SUBJEK PAJAK (250304 ) 1. yang berlaku setelah pemberi hibah wasiat meninggal dunia. yaitu pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan dari orang pribadi atau badan kepada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya sebagai penyertaan modal pada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya tersebut.103 - 5. 4. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan. yaitu suatu penetapan wasiat yang khusus mengenai pemberian hak atas tanah dan atau bangunan kepada orang pribadi atau badan hukum tertentu. 3. yaitu penetapan pemenang lelang oleh Pejabat Lelang sebagaimana yang tercantum dalam Risalah Lelang. pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap. meliputi: a. yaitu pemindahan sebagian hak bersama atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan kepada sesama pemegang hak bersama. Siapa Subjek BPHTB ? Subjek BPHTB adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan. penunjukan pembeli dalam lelang. 2. 7. OBJEK PAJAK (250304 ) 1. jual beli. Subjek BPHTB yang dikenakan kewajiban membayar BPHTB menurut perundang-undangan perpajakan yang menjadi Wajib Pajak. yaitu adanya peralihan hak dari orang pribadi atau badan hukum . Staatsblad Nomor 3 tentang Peraturan Jabatan Notaris. 6. 5. Apa yang menjadi objek BPHTB ? Objek BPHTB adalah perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. tukar-menukar. 9. Apa sanksi bagi Pejabat yang tidak menyampaikan laporan ? Pejabat yang tidak memenuhi kewajiban dapat dikenakan sanksi menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN A. antara lain : Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. B. 8. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya.

yaitu pemberian hak baru atas tanah kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atau dari pemegang hak milik menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. yaitu penggabungan dari dua atau lebih badan usaha dengan cara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badan-badan usaha yang bergabung tersebut. terkuat. hak guna usaha (HGU). yaitu pemberian hak baru kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atas tanah yang berasal dari pelepasan hak. pemekaran usaha. o Objek pajak yang diperoleh karena waris dan hibah wasiat pengenaan BPHTB-nya diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 111 Tahun 2000. 13. b. peleburan usaha. Pemberian hak baru karena: 1. 12. kelanjutan pelepasan hak. penggabungan usaha. sebagai salah satu pihak kepada pihak yang ditentukan dalam putusan hakim tersebut. . Apa saja yang termasuk hak atas tanah ? Hak atas tanah meliputi : a.104 - 10. yaitu pemisahan suatu badan usaha menjadi dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan sebagian aktiva dan pasiva kepada badan usaha baru tersebut yang dilakukan tanpa melikuidasi badan usaha yang lama. yaitu hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara dalam jangka waktu sebagaimana yang ditentukan oleh perundang-undangan yang berlaku. b. hadiah. dan terpenuh yang dapat dipunyai orang pribadi atau badan-badan hukum tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah. o Objek pajak yang diperoleh karena pemberian hak pengelolaan pengenaan BPHTB-nya diatur lebih lanjut dengan PP Nomor 112 Tahun 2000. 2. di luar pelepasan hak. yaitu hak turun-temurun. yaitu penggabungan dari dua badan usaha atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu badan usaha dan melikuidasi badan usaha lainnya yang menggabung. 11. 2.. o Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan adalah perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan. hak milik. yaitu suatu perbuatan hukum berupa penyerahan hak atas tanah dan atau bangunan yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan hukum kepada penerima hadiah.

yaitu hak untuk menggunakan dan atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain. · objek pajak yang diperoleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri dengan syarat tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan lain di luar fungsi dan tugas badan atau perwakilan organisasi tersebut. · objek pajak yang diperoleh Negara untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum. e. hak guna bangunan (HGB). benda bersama. Objek pajak apa saja yang tidak dikenakan BPHTB ? · objek pajak yang diperoleh perwakilan diplomatik. yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah. penyerahan bagian-bagian dari tanah tersebut kepada pihak ketiga dan atau bekerja sama dengan pihak ketiga. f. 3. antara lain. · objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan yang digunakan untuk kepentingan ibadah. yaitu hak milik atas satuan yang bersifat perseorangan dan terpisah. segala sesuatu sepanjang tidak bertentangan dengan jiwa dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. o Yang dimaksud dengan tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum adalah tanah dan atau bangunan yang digunakan . yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya. dan tanah bersama yang semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan satuan yang bersangkutan. · objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena wakaf. · objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena konversi hak atau karena perbuatan hukum lain dengan tidak adanya perubahan nama. hak milik atas satuan rumah susun. hak pakai. berupa perencanaan peruntukan dan penggunaan tanah. yaitu hak menguasai dari Negara yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegang haknya. konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik.105 - c. penggunaan tanah untuk keperluan pelaksanaan tugasnya. Hak milik atas satuan rumah susun meliputi juga hak atas bagian bersama. d. yaitu hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria. hak pengelolaan..

peralihan hak karena pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap adalah nilai pasar. h. f. e. C.. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah nilai pasar. penunjukan pembeli dalam lelang adalah harga transaksi yang tercantum dalam Risalah Lelang. D. jalan umum. DASAR PENGENAAN DAN CARA PENGHITUNGAN PAJAK (250304 ) 1. misalnya. yaitu a. o. rumah sakit pemerintah. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah nilai pasar. tukar-menukar adalah nilai pasar. m. d. pemekaran usaha adalah nilai pasar. hibah adalah nilai pasar. i. n. TARIF PAJAK (250304 ) 1. . jual beli adalah harga transaksi. b. j. penggabungan usaha adalah nilai pasar. termasuk pengakuan hak oleh Pemerintah. peleburan usaha adalah nilai pasar. o Yang dimaksud wakaf adalah perbuatan hukum orang pribadi atau badan yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa hak milik tanah dan atau bangunan dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau kepentingan umum lainnya tanpa imbalan apapun.106 - untuk penyelenggaraan pemerintahan baik Pemerintah Pusat maupun oleh Pemerintah Daerah dan kegiatan yang semata-mata tidak ditujukan untuk mencari keuntungan. l. pemberian hak baru atas tanah di luar pelepasan hak adalah nilai pasar. tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk instansi pemerintah. Apakah dasar pengenaan BPHTB ? Dasar pengenaan BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP). hibah wasiat adalah nilai pasar. g. Berapa besarnya tarif BPHTB ? Tarif BPHTB adalah 5% (lima persen). waris adalah nilai pasar. hadiah adalah nilai pasar. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah nilai pasar. k. o Yang dimaksud dengan konversi hak adalah perubahan hak dari hak lama menjadi hak baru menurut Undang-undang Pokok Agraria. c.

60. Berapa besarnya NPOPTKP ? NPOPTKP ditetapkan secara regional (setiap kabupaten/kota) paling banyak Rp. . dasar pengenaan BPHTB yang dipakai adalah NJOP PBB. kecuali dalam hal perolehan hak karena waris. o Ketentuan besarnya NPOPTKP diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 113 Tahun 2000. o Besarnya NPOPTKP ditetapkan oleh Kepala Kanwil DJP atas nama Menteri Keuangan untuk setiap kabupaten/kota dengan mempertimbangkan pendapat Pemda setempat.000. E. c. 4. jual beli adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. o Yang dimaksud dengan harga transaksi adalah harga yang terjadi dan telah disepakati oleh pihak-pihak yang bersangkutan. hibah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. Bagaimana cara menghitung BPHTB terutang ? · BPHTB terutang = 5% x NPOP Kena Pajak. NPOPTKP regional paling banyak Rp. tukar-menukar adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. termasuk suami/istri. atau hibah wasiat yang diterima oleh orang pribadi dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau satu derajat ke bawah dengan pemberi hibah wasiat. Kapan saat BPHTB terutang dan harus dilunasi ? Saat terutang dan pelunasan BPHTB untuk: a.000. Apa yang boleh dikurangkan dalam penghitungan BPHTB ? Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). NPOPTKP diberikan untuk setiap perolehan hak sebagai pengurang penghitungan BPHTB terutang.. 3.(tiga ratus juta rupiah). besarnya NJOP PBB ditetapkan oleh Menteri Keuangan.000. 2. o Dalam hal NJOP PBB pada tahun terjadinya perolehan belum ditetapkan. SAAT DAN TEMPAT PAJAK TERUTANG (250304 ) 1.000. 300.. b. yaitu tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta pemindahan hak di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah/Notaris.107 - Dalam hal NPOP tidak diketahui atau lebih rendah daripada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB pada tahun terjadinya perolehan.00 (enam puluh juta rupiah). · NPOP Kena Pajak = NPOP – NPOPTKP.

o. m. Kota. peleburan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta.. lelang adalah sejak tanggal penunjukan pemenang lelang. g.108 - d. pemekaran usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta. h. Dimana tempat BPHTB terutang? Tempat BPHTB terutang adalah wilayah Kabupaten. yaitu Kantor Pos dan atau Bank Badan Usaha Milik Negara atau Bank Badan Usaha Milik Daerah atau tempat pembayaran lain yang ditunjuk oleh . j. putusan hakim adalah sejak tanggal putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. e. l. waris adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan haknya ke Kantor Pertanahan. yaitu tanggal ditandatanganinya Risalah Lelang oleh Kepala Kantor Lelang Negara atau kantor lelang lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang memuat antara lain nama pemenang lelang. dimana Wajib Pajak membayar BPHTB yang terutang dengan tidak mendasarkan pada adanya surat ketetapan pajak. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. DAN PENAGIHAN (250304 ) 1. Sistem apakah yang dipakai sebagai dasar pemungutan BPHTB ? Sistem self assessment. hibah wasiat adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan haknya ke Kantor Pertanahan. Bagaimana cara membayar BPHTB ? BPHTB yang terutang dibayar ke kas negara melalui Bank/Kantor Pos Persepsi BPHTB. k. n. PENETAPAN. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak. PEMBAYARAN. f. i. 2. 2. F. pemberian hak baru di luar pelepasan hak adalah sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak. atau Propinsi yang meliputi letak tanah dan atau bangunan. hadiah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. penggabungan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta.

Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga. dari hasil pemeriksaan SSB terdapat kekurangan pembayaran BPHTB sebagai akibat salah tulis dan atau salah hitung. 3. dihitung mulai saat terutangnya BPHTB sampai dengan diterbitkannya SKBKB dimaksud. Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB) apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain ternyata jumlah BPHTB yang terutang kurang dibayar. 6. 4.109 - Menteri Keuangan menggunakan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB). BPHTB yang terutang tidak atau kurang dibayar. 7. Dalam waktu berapa lama SKBKB dapat diterbitkan ? Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya BPHTB. Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT) apabila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum terungkap yang menyebabkan penambahan jumlah BPHTB yang terutang setelah diterbitkannya SKBKB. 5. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam SKBKB ? BPHTB terutang dalam SKBKB adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga 2% (dua persen) sebulan dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan. 8.. b. Dalam waktu berapa lama SKBKBT dapat diterbitkan ? Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya BPHTB. kecuali Wajib Pajak melaporkan sendiri sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam SKBKBT ? BPHTB terutang dalam SKBKBT adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam STB ? BPHTB terutang dalam STB akibat tidak atau kurang dibayar dan akibat salah tulis dan atau hitung adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar . c. Bilamana STB diterbitkan ? Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (STB) diterbitkan apabila : a.

DAN PENGURANGAN (250304 ) 1. yaitu surat ketetapan yang menentukan besarnya jumlah BPHTB terutang. Apakah dasar penagihan BPHTB ? · Dasar penagihan BPHTB adalah SKBKB. Berapa lama jangka waktu pelunasan SKBKB. 9. SKBKB. b. Surat Keputusan Keberatan. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterima oleh Wajib Pajak. SKBKBT. jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak. STB dan Surat Keputusan Pembetulan.. 10.110 - ditambah sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan sejak saat terutangnya BPHTB. Surat Keputusan Keberatan. dapat ditagih dengan Surat Paksa. KEBERATAN. Surat Keputusan Keberatan. yaitu surat ketetapan yang menentukan tambahan atas jumlah BPHTB yang telah ditetapkan. Bagaimana kedudukan STB dalam proses penagihan BPHTB ? STB mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan surat ketetapan pajak sehingga penagihannya dapat dilanjutkan dengan penerbitan Surat Paksa. SKBKBT. . maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah? · BPHTB terutang dalam SKBKB. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah. G. 11. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. SKBKBT. · Tata cara penagihan BPHTB diatur lebih lanjut dengan Keputusan Menteri Keuangan. yaitu surat perintah membayar pajak dan tagihan yang berkaitan dengan pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang mempunyai kekuatan sama dengan putusan pengadilan (parate executie). dan jumlah yang masih harus dibayar. Apa saja yang dapat diajukan permohonan keberatan BPHTB ? Yang dapat diajukan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak adalah: a. · Apabila sampai dengan jangka waktu 1 (satu) bulan sebagaimana dimaksud tidak atau kurang dibayar. besarnya sanksi administrasi. BANDING. SKBKBT. STB dan Surat Keputusan Pembetulan.

SKBLB. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan. yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah BPHTB yang terutang sama besarnya dengan jumlah BPHTB yang dibayar. harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. yaitu didukung dengan data atau bukti bahwa jumlah BPHTB yang terutang atau lebih bayar yang ditetapkan oleh fiskus tidak benar. maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima. Ø Apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan. yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran BPHTB karena jumlah BPHTB yang telah dibayar lebih besar daripada BPHTB yang seharusnya terutang. Direktur Jenderal Pajak wajib memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan BPHTB. SKBLB.. atau SKBN. Ø Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar BPHTB dan pelaksanaan penagihan. · Melampirkan foto kopi sebagai berikut : o Fotocopy SSB o Asli SKBKB/SKBKBT/SKBLB/SKBN o Fotocopy Akta/Risalah Lelang/Surat Keputusan Pemberian Hak Baru/Putusan Hakim o Fotocopy KTP/ Paspor / KK /identitas lain Ø Permohonan keberatan yang tidak memenuhi persyaratan tidak dianggap sebagai Surat Keberatan sehingga tidak dipertimbangkan. Ø Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tersebut bagi kepentingan Wajib Pajak.111 - c. Berapa lama jangka waktu penyelesaian permohonan keberatan BPHTB ? Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Permohonan Keberatan diterima. Bagaimana tata cara permohonan keberatan BPHTB ? · Membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB dengan mengemukakan jumlah BPHTB yang terutang menurut penghitungan Wajib Pajak disertai dengan alasan yang jelas. SKBKBT. 3. d. . SKBN. · Menyampaikan permohonan secara lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak diterimanya SKBKB. 2.

apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti kebenarannya.menolak. 6. mengakibatkan peningkatan jumlah BPHTB-nya. 9.menambah pajak yang harus dibayar. 7. Wajib Pajak menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis.tidak dapat diterima. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan. · Permohonan dimaksud diatur lebih lanjut dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak. Apa bentuk keputusan keberatan ? Keputusan Keberatan dapat berupa: · menerima seluruhnya. Bagaimana jika Putusan Banding menerima sebagian atau seluruhnya ? . . · menambah jumlah pajaknya. Apa bentuk putusan Banding ? Putusan Banding dapat berupa : .112 - 4. Apa yang dapat disampaikan oleh Wajib Pajak sebelum keputusan keberatan BPHTB diterbitkan ? Sebelum surat keputusan keberatan diterbitkan. 8. dapat 5. Bagaimana sifat Putusan Banding ? Putusan Banding oleh BPP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. .. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya. · menerima sebagian. . Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika permohonan keberatannya ditolak ? · Wajib Pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke Badan Pengadilan Pajak (BPP). · menolak.mengabulkan sebagian atau seluruhnya. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti kebenarannya.

c. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran BPHTB sampai dengan diterbitkannya Putusan Banding. 10. atau disumbangkan kepada Negara.113 - Apabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya. BPHTB yang dibayar tidak seharusnya terutang. Bagaimanakah perlakuan atas kelebihan pembayaran BPHTB ? Kelebihan Pembayaran PBB dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak (restitusi). kondisi Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan sebab-sebab tertentu. e. atau c. tanah dan atau bangunan digunakan untuk kepentingan sosial atau pendidikan yang semata-mata tidak untuk mencari keuntungan. 2. PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN (250304 ) 1.. Dalam hal apa terjadi kelebihan pembayaran BPHTB ? Kelebihan pembayaran BPHTB terjadi dalam hal : a. kondisi tertentu Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan Objek BPHTB. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama KPPBB harus memberikan jawaban atas surat permohonan pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dimaksud ? Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dari Wajib Pajak. d. H. permohonan banding terhadap keputusan keberatan dikabulkan seluruhnya atau sebagian. diperhitungkan dengan utang pajak lainnya. Kepada siapa pengurangan BPHTB dapat diberikan ? Pengurangan BPHTB dapat diberikan Wajib Pajak melalui permohonan karena: a. pengajuan keberatan atas ketetapan BPHTB dikabulkan seluruhnya atau sebagian. . BPHTB yang dibayar lebih besar daripada yang seharusnya terutang. f. b. atau b. perubahan peraturan. 3. permohonan pengurangan dikabulkan. Apabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan serta Kepala KPPBB harus menerbitkan SKBLB dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan.

Kapan Pejabat dapat menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan. .64% (enampuluh empat persen) untuk kabupaten/kota.16% (enambelas persen) untuk propinsi.20% (duapuluh persen) untuk pemerintah pusat yang selanjutnya dikembalikan lagi secara merata ke setiap kabupaten/kota .114 - 4. Dalam hal Kepala KPPBB terlambat menerbitkan SPMKB. Bagaimana pengelolaan hasil penerimaan BPHTB ? Hasil penerimaan BPHTB dibagi dengan perimbangan sebagai berikut : . menandatangani dan menerbitkan surat keputusan pemberian hak atas tanah (SKPH). mendaftar peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat ? · Pejabat Pembuat Akta Tanah/Notaris hanya dapat menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB.. · SKBKB. I. maka Wajib Pajak diberikan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan sampai dengan diterbitkannya SPMKB dimaksud. . menandatangani risalah lelang. KETENTUAN BAGI PEJABAT (250304 ) 1. · SKBN. J. apabila jumlah BPHTB yang dibayar sama dengan jumlah BPHTB yang terutang. apabila jumlah BPHTB yang dibayar ternyata lebih besar daripada jumlah BPHTB yang terutang atau dilakukan pembayaran BPHTB yang tidak seharusnya terutang. apabila jumlah BPHTB yang dibayar ternyata kurang dari jumlah BPHTB yang seharusnya terutang. PEMBAGIAN HASIL PENERIMAAN BPHTB (250304 ) 1. 5. yaitu dengan diterbitkannya Surat Perintah Membayar Kelebihan BPHTB (SPMKB) oleh Kepala KPPBB. Kapan pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dilakukan ? Pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKBLB. Apakah bentuk Surat Keputusan yang dapat diterbitkan atas pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB ? Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan (sederhana dan lapangan) menerbitkan: · SKBLB.

Apa sanksi bagi Pejabat Pertanahan yang menandatangani dan menerbitkan SKPH atau mendaftar peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat tanpa adanya bukti pembayaran berupa SSB ? Dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.000. Pendaftaran peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat hanya dapat dilakukan oleh Pejabat Pertanahan Kabupaten/Kota pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB.115 - · · · Pejabat Lelang Negara hanya dapat menandatangani Risalah Lelang perolehan hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB. . 4. 4. 5. 3.. Pejabat yang berwenang menandatangani dan menerbitkan SKPH hanya dapat menandatangani dan menerbitkan surat keputusan dimaksud pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB. 2. Apa sanksi bagi PPAT/Notaris yang tidak melaporkan pembuatan akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan ke KPPBB ? Dikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar Rp. Apa sanksi bagi Kepala Kantor Lelang Negara yang tidak melaporkan pembuatan risalah lelang ke KPPBB ? Dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk setiap laporan. 7. 250. Apa kewajiban PPAT/Notaris atau Pejabat Lelang Negara ? Melaporkan pembuatan akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan atau Risalah Lelang perolehan hak atas tanah dan atau bangunan kepada Direktorat Jenderal Pajak (KPPBB setempat) selambat-lambatnya pada tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya. Apa sanksi bagi PPAT/Notaris atau Pejabat Lelang Negara yang menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan/risalah lelang tanpa adanya bukti pembayaran berupa SSB ? Dikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar Rp.000.500.00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) untuk setiap pelanggaran.

.

memperhitungkan.. hanya pegawai yang dinilai mampu dan kompeten saja yang boleh melakukan pemeriksaan Tehadap pegawai yang dinilai mampu tersebut. . Tanda pengenal dan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak tersebut harus diperlihatkan kepada Wajib Pajak pada saat melakukan pemeriksaan. Apakah semua pegawai DJP boleh melakukan pemeriksaan ? Tidak. · Pemeriksaan Pajak juga merupakan suatu sarana pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan WP dalam memenuhi kewajiban perpajakannya Dalam Sistem self assessment. Pemeriksaan (250304) 1. Apakah yang menjadi tujuan pemeriksaan · Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan · Tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan 2. Dirjen Pajak akan menerbitkan kartu tanda pengenal pemeriksa dan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak.116 - PEMERIKSAAN PENYIDIKAN DAN PENAGIHAN A. Mengapa Pemeriksaan Pajak Perlu dilakukan dalam Sistem Self Assesment ? · Pemeriksaan Pajak dilakukan dalam upaya menguji kepatuhan Wajib Pajak (WP) dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dalam menghitung. Dalam proses Pemeriksaan Pajak juga dilakukan penyuluhan dan pembinaan kepada WP yang diperiksa sehingga tingkat kepatuhannya semakin meningkat sekaligus memberikan detterent effect kepada WP yang lain meskipun mereka tidak diperiksa. melaporkan dan membayarkan pajak terhutang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku secara benar dan lengkap. melaporkan dan membayarkan pajak terhutang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku secara benar dan lengkap. memperhitungkan. 3. Pemeriksaan Pajak perlu dilakukan untuk memberi rasa keadilan pada WP yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya dalam menghitung. Wajib Pajak dapat menolak dilakukannya pemeriksaan apabila pemeriksa tidak dapat menunjukkan kedua hal tersebut.

Apa yang menjadi kriteria dilakukannya pemeriksaan ? · SPT menunjukkan kelebihan pembayaran pajak. · Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani surat pernyataan persetujuan apabila seluruh hasil pemeriksaan disetujuinya. Apa jenis pemeriksaan dan berapa lama jangka waktunya? · Pemeriksaan Sederhana Kantor: 4 minggu dan dapat diperpanjang 2 minggu · Pemeriksaan Sederhana Lapangan: 1 bulan dan dapat diperpanjang 1 bulan · Pemeriksaan Lengkap: 2 bulan dan dapat diperpanjang 6 bulan 7. catatancatatan. Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani Berita Acara Hasil Pemeriksaan apabila hasil pemeriksaan tersebut tidak atau tidak seluruhnya disetujui. 6. Pemeriksaan Pajak dilakukan terhadap WP yang mencoba untuk tidak patuh atau memutuskan untuk tidak patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya perlu dilakukan pemeriksaan sehingga menjadi WP patuh.. dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kelancaran pemeriksaan dan memberikan keterangan dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal surat permintaan. · Ada indikasi kewajiban perpajakan tidak dipenuhi. dan apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh wajib pajak. · Wajib Pajak wajib memenuhi permintaan peminjaman buku-buku. . · SPT yang memenuhi kriteria seleksi yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pajak. Sedangkan bagi WP yang telah patuh atau telah berupaya menjadi WP patuh perlu diberikan pembinaan dan pelayanan dalam menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sehingga menjadi WP yang patuh secara sukarela. · Dalam hal pemeriksaan lengkap. 5. Apa yang menjadi kewajiban Wajib Pajak yang sedang diperiksa? · Wajib Pajak wajib memenuhi panggilan untuk datang menghadiri pemeriksaan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Semua Wajib Pajak berpeluang untuk dilakukan pemeriksaan sepanjang memenuhi kriteria tersebut. · SPT tidak disampaikan atau disampaikan tidak pada waktu yang ditetapkan.117 - 4. · SPT menunjukkan rugi. Apakah semua WP harus diperiksa ? Tidak. maka pajak yang terhutang dapat dihitung secara jabatan.

· Menguasai ketentuan-ketentuan di bidang perpajakan. . Dapatkah Pemeriksaan Lapangan dilaksanakan apabila Wajib Pajak atau kuasanya tidak berada di tempat? Dapat. apakah syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi kuasa dari Wajib Pajak · Menyerahkan surat kuasa khusus yang asli. yang dibuktikan dengan memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak atau ijazah formal pendidikan dibidang perpajakan yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan negeri/ swasta dengan status disamakan dengan negeri. 12. Apakah pemeriksaan dapat dilakukan oleh pemeriksa yang berbeda dalam waktu yang bersamaan ? Dapat. 10. · Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa rincian yang berkenaan dengan hal-hal yang berkenaan dengan hal-hal yang berbeda antara hasil pemeriksaan dengan Surat Pemberitahuan. · Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan pemeriksaan. Pemeriksa Pajak dapat melakukan penyegelan. Dalam hal Wajib Pajak yang diperiksa diwakili oleh kuasanya. Untuk keperluan pengamanan pemeriksaan. maka sebelum Pemeriksaan Lapangan ditunda. Apabila jenis pajak yang diperiksa atau tahun pajaknya atau lokasi tempat pemeriksaannya berbeda/tidak sama.. · Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan atau tindak pidana lain di bidang keuangan negara Kewenangan kuasa dari Wajib Pajak tersebut meliputi pelaksanaan kewajiban formal dan materiil serta pemenuhan hak Wajib Pajak yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan.118 - 8. Apa yang menjadi hak dari Wajib Pajak yang diperiksa ? · Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Perintah Pemeriksaan dan Tanda pengenal Pemeriksa. Meskipun demikian terbatas untuk hal yang ada dalam kewenangannya. 11. sepanjang ada pihak yang dapat dan mempunyai kewenangan untuk bertindak selaku yang mewakili Wajib Pajak. dan selanjutnya pemeriksaan ditunda untuk dilanjutkan pada kesempatan berikutnya. Dapatkah Wajib Pajak diperiksa beberapa tahun berturut-turut? Dapat. 9.

13. 15. · Surat Pemberitahuan Tahunan PPh menyatakan rugi. Apa kriteria Wajib Pajak yang dilakukan pemeriksaan ulang ? · Terdapat data baru atau data yang semula belum terungkap · Adanya laporan pengaduan yang masuk dari masyarakat · Berdasarkan pertimbangan tertentu dari Dirjen Pajak . Penyidikan dan Penagihan Pajak 14.119 - Wajib Pajak dapat diperiksa beberapa tahun berturut-turut dengan alasan pemeriksaan yang berbeda-beda. · Adanya data dari pihak ketiga. · Data Baru atau data yang belum terungkap. Bila data baru/data yang semula belum diungkap itu berasal dari temuan pemeriksa sendiri maka disamping pokok pajak. Dapatkah pemeriksaan pajak diperluas ke tahun pajak sebelumnya? Dapat. Data baru artinya data itu berasal dari temuan pemeriksa dari sumber lain dan atau data yang semula belum diungkap adalah data yang belum disampaikan oleh WP dalam laporan pajaknya.. · Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak terpilih untuk diperiksa berdasarkan sistem Kriteria Seleksi. Tetapi bila data baru/data yang semula belum diungkap itu disampaikan sendiri oleh WP maka sanksi kenaikan tidak dikenakan. misalnya: · Surat Pemberitahuan Tahunan PPh setiap tahun menyatakan lebih bayar. misalnya pengaduan masyarakan. WP juga harus membayar sanksi kenaikan 100 % dan ditetapkan via SKPKBT. Apakah suatu kewajiban perpajakan yang telah di SKP bisa diperiksa kembali oleh pihak fiskus? Setiap SKP bisa diperiksa kembali atau dibetulkan kecuali bila telah lewat waktu (daluwarsa 10 tahun). 16. · Sebab-sebab lain berdasarkan instruksi Direktur Pemeriksaan. dengan alasan: · Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak menyatakan adanya kompensasi kerugian dari tahun-tahun sebelumnya yang belum dilakukan pemeriksaan. Mengapa dilakukan pemeriksaan terhadap WP yang pindah alamat atau daerah tempat tinggalnya ? Pemeriksaan pada WP yang pindah alamat dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap WP yang bersangkutan mempunyai itikad tidak baik untuk menggelapkan kewajiban pajaknya dan juga untuk tertib administrasi perpajakan dimana WP yang terdaftar di suatu KPP jika ingin pindah ke KPP lain maka berkas-berkas pajaknya tetap berkelanjutan. Kewajiban perpajakan yang telah di SKP akan diperiksa kembali bila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum diungkap.

catatan-catatan dan dokumen pendukung yang mungkin dibutuhkan oleh Wajib Pajak dalam menjalankan kegiatan usahanya pada tahun yang bersangkutan.120 - 17. Apa hak dan kewajiban pemeriksa pajak ? Hak Pemeriksa pajak : § Memanggil WP ke Kantor DJP dengan surat panggilan pada pemeriksaan kantor memeriksa dan atau meminjam buku. catatan dan dokumen § Meminta keterangan lisan dan/atau tertulis § Memasuki tempat atau ruangan tertentu § Melakukan penyegelan tempat atau ruangan tertentu § Meminta keterangan dan/atau data dari pihak ketiga Kewajiban Pemeriksa pajak § Pemeriksa harus memiliki Tanda Pengenal Pemeriksa dan dilengkapi Surat Perintah Pemeriksaan . Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Tidak Dapat Dipenuhinya Peminjaman Buku. catatan-catatan dan dokumen pendukung yang dipinjamkan tersebut hanya berupa fotokopi? Buku-buku. catatancatatan dan atau dokumen pendukung. 19 Apabila Wajib Pajak tidak bersedia meminjamkan buku-buku. dapatkah buku-buku. bolehkah Pemeriksa Pajak mengambil data-data tersebut secara paksa? Tidak. Catatan dan Dokumen. 20. Untuk jenis Pemeriksaan Kantor (PK). karena pemeriksaan pajak dilakukan di Kantor Pajak maka tidak mungkin pemeriksaan dapat dilakukan kalau dokumen WP yang diperlukan tidak dipinjamkan dan dikirimkan ke Kantor Pajak 21. dengan ketentuan Wajib Pajak yang diperiksa membuat Surat Pernyataan Wajib Pajak bahwa fotokopi dan atau hasil pengolahan data elektronik yang dipinjamkan kepada Pemeriksa Pajak adalah sesuai dengan aslinya. catatan-catatan dan dokumen-dokumen yang dipinjam dapat berupa fotokopi dan atau hasil pengolahan data elektronik. oleh karenanya jalan keluar yang diambil adalah petugas pemeriksa meminjam dokumen WP untuk diperiksa di Kantor Pajak atau WP diminta mengirimkan dokumen pembukuan ke Kantor Pajak untuk diperiksa. Mengapa dalam pemeriksaan pajak Wajib Pajak yang selalu membawa/menggotong semua file yang diminta ke kantor pajak dan mengapa bukan Petugas Pajak yang datang ke kantor karena semua file ada dikantor Wajib Pajak agar pemeriksaannya cepat selesai ? Pelaksanaan Pemeriksaan tidak sepenuhnya dapat dilakukan ditempat WP oleh petugas pemeriksa pajak yang bersangkutan.. Oleh karena pemeriksaan tahun berjalan membutuhkan buku-buku.

dan dokumen Tidak memberitahukan kepada pihak lain tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan Wajib Pajak yang diperiksa. Jadi dia tidak berhak meminta fotokopi rekening koran atas nama pribadi pegawai perusahaan yang sedang diperiksa. Apakah pemeriksa pajak berhak meminta fotokopi rekening koran bank yang bukan atas nama perusahaan itu sendiri. Dalam hal apa pemeriksa dapat melakukan penyegelan ? Penyegelan dapat dilakukan terhadap orang atau badan yang pada saat dilakukan pemeriksaan tidak bersedia memberi kesempatan kepada petugas pemeriksa untuk memasuki tempat-tempat/ruangan-ruangan tertentu yang diduga disimpan didalamnya pembukuan. 26. hal ini dilakukan guna mengamankan atau mencegah hilangnya pembukuan.? Petugas pemeriksa pajak hanya boleh memeriksa dan meminjam dokumen pembukuan yang dimiliki oleh Wajib Pajak yang sedang diperiksanya (WP yang tercantum dalam Surat Perintah Pemeriksaan Pajak. tetapi dimungkinkan bagi pemeriksa untuk meminta keterangan tertulis dari pihak ketiga (termasuk pegawai/sekretaris dari perusaahaan yang sedang diperiksa) sehubungan dengan transaksi yang pernah terjadi antara perusahaan yang sedang diperiksa dengan pihak ketiga tersebut 24. catatan. 22.. . Bolehkah Wajib Pajak tidak menyetujui hasil pemeriksaan? Boleh. dan catatan-catatan yang diperlukan. dokumen-dokumen dan catatan-catatan tersebut. sesuai dengan tahun pajak dan jenis pajak-nya).121 - § § § § § § § Memberitahukan secara tertulis tentang akan dilakukan Pemeriksaan Memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa dan Surat Perintah Pemeriksaan Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan Membuat Laporan Pemeriksaan Pajak (LPP) Memberi petunjuk kepada WP tentang penyelenggaraan pembukuan Mengembalikan buku. Hal ini merupakan salah satu hak dari Wajib Pajak dimana atas produk hasil pemeriksaan tersebut dapat diajukan permohonan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak. Apakah Wajib Pajak mempunyai hak untuk meminta dasar koreksi dari Pemeriksa Pajak? Pemeriksa berkewajiban memberikan dasar koreksi pemeriksaan pajak apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan permohonan keberatan 25. dokumen-dokumen.

atau . yang diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan.memperlihatkan pembukuan. Apa yang termasuk dalam tindak pidana di bidang perpajakan Perbuatan yang · dilakukan oleh seseorang atau badan yang diwakili orang tertentu (pengurus).tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut.tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. atau dokumen lainnya. atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar.menolak untuk dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. atau . atau . · dilakukan di bidang perpajakan. 3. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku . tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap.122 - B.. atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. Penyidikan ( 250304 ) 1. pencatatan. · Apabila Wajib Pajak dengan sengaja : . · dapat menimbulkan kerugian bagi pendapatan negara 2.tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. atau . atau . sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. catatan. · memenuhi rumusan undang-undang. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. · melawan hukum. · diancam dengan sanksi pidana.tidak mendaftarkan diri. atau . Apa yang dimaksud dengan Penyidik Pajak ? Pejabat pegawai negeri sipil tertentu dilingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Perbuatan apa saja yang termasuk tindak pidana di bidang perpajakan ? · Apabila Wajib Pajak karena kealpaannya : tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku.menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan.

menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau .memperlihatkan pembukuan. · Setiap orang yang melakukan percobaan untuk melakukan tindak pidana menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. atau dokumen lainnya. Apakah Wajib Pajak yang diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan dapat langsung disidik? Tidak. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara · Setiap orang yang dengan sengaja: .tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau .menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. 5.tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut. maka barulah diusulkan untuk ditindaklanjuti dengan Penyidikan Pajak.tidak mendaftarkan diri. . atau . atau . catatan. atau .menolak untuk dilakukan pemeriksaan.tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. Apabila berdasarkan hasil Pengamatan atau Pemeriksaan ditemukan indikasi tindak pidana di bidang perpajakan. pencatatan. atau . terhadap Wajib Pajak dilakukan Pengamatan atau Pemeriksaan lebih dahulu. atau . atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap dalam rangka mengajukan permohonan restitusi atau melakukan kompensasi pajak.123 - 4.. Siapa saja yang dapat disidik dalam bidang perpajakan? · Setiap orang yang karena kealpaannya: .tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan.menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. atau . Apabila hasil Pemeriksaan Bukti Permulaan menunjukkan bahwa telah terdapat bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan. atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar. tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap. maka dilakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan.

· Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. catatan-catatan. · Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan menurut hukum yang bertanggung jawab. mencari. berakhirnya Masa Pajak. atau · Peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana di bidang perpajakan. mengumpulkan. Dalam hal apa penyidikan dapat dihentikan? Penyidikan dihentikan dalam hal: · Tidak terdapat cukup bukti. · Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. berakhirnya Bagian Tahun Pajak. atau · Tersangka meninggal dunia.124 - 6. atau · Daluwarsa (sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak. · Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan. · Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. · Memeriksa buku-buku. · Menghentikan penyidikan. atau berakhirnya Tahun Pajak yang bersangkutan). · Menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e. 7. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut. · Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan.. dan dokumen-dokumen lain. Apa saja yang menjadi wewenang penyidik pajak? · Menerima. dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. Penghentian Penyidikan sebagaimana dimaksud pada butir terakhir hanya dilakukan setelah Wajib Pajak melunasi utang pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang tidak seharusnya dikembalikan. · Meneliti. ditambah dengan sanksi . dan dokumen-dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. mencari. pencatatan. atau · Perintah Jaksa Agung atas permintaan Menteri Keuangan karena alasan penerimaan negara.

Berapa lama daluwarsa penagihan pajak? Daluwarsa penagihan pajak adalah 10 tahun terhitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. 2. Putusan Banding. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).. Terbitnya ketetapan di atas. C. dan Surat Keputusan Pembetulan. atau yang tidak seharusnya dikembalikan. menjual barang yang telah disita. ada pengakuan utang pajak dari WP baik langsung maupun tidak langsung. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT). b. . PENAGIHAN ( 250304 ) 1. 3. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). Siapa yang dapat melaksanakan tugas penagihan pajak? Jurusita Pajak. melaksanakan penyanderaan. Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB. merupakan dasar penagihan pajak c. Surat Ketetapan (SKP) PBB. yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. dan Surat Tagihan PBB. Surat Tagihan Pajak (STP). Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB).125 - administrasi berupa denda sebesar empat kali jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar. Surat Keputusan Keberatan maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (STB). melaksanakan penyitaan. Surat Keputusan Keberatan. melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus. Apa yang menjadi dasar penagihan pajak? a. Daluwarsa ini dapat tertangguh apabila. dan Surat Keputusan Pembetulan. Apakah yang dimaksud dengan Penagihan Pajak? Serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak yang dilakukan dengan menegur atau memperingatkan. mengusulkan pencegahan. 4. memberitahukan Surat Paksa. Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak yang bersangkutan. merupakan sarana administrasi bagi Direktur Jenderal Pajak untuk melakukan penagihan pajak. diterbitkan surat teguran dan Surat Paksa.

Pelaksanaan penyitaan .Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar.Surat Tagihan Pajak.Pengumuman lelang .Pajak Penghasilan Pasal 29 6. . Jurusita Pajak diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat.Surat Keputusan Keberatan.Penerbitan Surat Paksa . Penanggung Pajak memindahtangankan barang yang dimiliki atau yang dikuasai dalam rangka menghentikan atau mengecilkan kegiatan perusahaan.. . penyitaan dan penyanderaan. . Dalam hal apa Surat Teguran diterbitkan? Surat Teguran diterbitkan segera setelah 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pembayaran STP/SKPKB/SKPKBT/SK Pembetulan/SK Keberatan/Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. 8.Penerbitan Surat Penagihan Seketika dan Sekaligus .Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. Apakah Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak terutang? Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan secara tertulis untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak yang terutang dalam: . pemberitahuan Surat Paksa.Lelang 7. b. . 5. Penanggung Pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya atau berniat untuk itu. Kegiatan apa saja yang termasuk tahapan penagihan pajak ? . Dalam hal apa Surat Penagihan Seketika dan Sekaligus diterbitkan? Jurusita pajak melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus tanpa menunggu tanggal jatuh tempo pembayaran dan diterbitkan sebelum penerbitan Surat Paksa. .126 - Jurusita Pajak adalah pelaksana tindakan penagihan pajak yang meliputi penagihan seketika sekaligus.Penerbitan Surat Teguran .Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang terutang bertambah . . atau pekerjaan yang dilakukannya di Indonesia. apabila: a.Surat Keputusan Pembetulan.

Penerbitan Surat Paksa secara sah oleh Pejabat berwenang merupakan modal utama bagi pelaksanaan penagihan pajak yang efektif. 10. Penanggung Pajak tidak memenuhi ketentuan dalam Keputusan Persetujuan Angsuran atau Penundaan Pembayaran Pajak. atau memindahtangankan perusahaan yang dimiliki atau dikuasainya. atau menggabungkan usahanya. . . Jumlah utang pajak yang masih harus dibayar tidak dilunasi setelah lewat waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterbitkannya Surat Teguran b. atau memekarkan usahanya. 9. 11.Mengirimkan foto kopi SP ke Pemda dimana Wajib Pajak terakhir bertempat tinggal. terjadi penyitaan atas barang Penanggung Pajak oleh pihak ketiga atau terdapat tanda-tanda kepailitan. atau e. Bagaimana caranya untuk memberitahukan Surat Paksa kepada Wajib Pajak yang tidak ditemukan alamatnya? . karena dengan terbitnya Surat Paksa memberikan kewenangan kepada petugas penagihan pajak untuk melaksanakan eksekusi langsung (parate executie) dalam penyitaan atas barang milik Penanggung Pajak dan melakukan penjualan langsung atau melalui lelang atas barang-barang tersebut untuk pelunasan pajak terutang tanpa melalui prosedur di pengadilan terlebih dahulu.Menempelkan SP atas nama Wajib Pajak tersebut di papan pengumuman KPP.Mengumumkan SP atas nama Wajib Pajak tersebut di media massa. Terhadap Penanggung Pajak telah dilaksanakan penagihan pajak seketika dan sekaligus c.. mempunyai kekuatan eksekutorial dan kedudukan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. terdapat tanda-tanda bahwa Penanggung Pajak akan membubarkan badan usahanya. . badan usaha akan dibubarkan oleh negara.127 - c. atau d. Dalam hal bagaimana Surat Paksa diterbitkan? a. Bagaimana kekuatan hukum dari Surat Paksa ? Surat Paksa berkepala kata-kata “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. atau melakukan perubahan bentuk lainnya.

. Apa yang harus dilakukan oleh jurusita apabila dilarang memasuki tempat Wajib Pajak? . namun tidak diberikan dokumen/sertifikat atas aset tersebut? Dapat.Berdasarkan Hukum Pidana. Risalah lelang tersebut memberikan perlindungan hukum bagi pembeli lelang karena berfungsi sebagai akte jual beli. . 15. Penyitaan dilaksanakan terhadap barang milik Penanggung Pajak termasuk yang penguasaannya ditangan pihak lain atau yang dijaminkan sebagai pelunasan utang tertentu. Apakah KPP/KPPBB dapat melakukan lelang atas aset yang disita.Memberi penjelasan kepada Wajib Pajak/PP bahwa tindakannya menghalangi pelaksanaan tugas jurusita adalah berlawanan dengan hukum dan dapat diancam pidana. Risalah Lelang yang diterbitkan oleh Kantor Lelang Negara menggantikan sertifikat sebelumnya.128 - 12. guna membayar utang pajaknya lebih dahulu sebelum membayar hutang yang lain termasuk hak tanggungan dan jaminan fidusia. Hak Penanggung Pajak atas barang yang telah dilelang berpindah kepada pembeli dan kepadanya diberikan Risalah Lelang yang merupakan bukti otentik sebagai dasar pendaftaran dan pengalihan hak. Apakah KPP dapat melakukan penyitaan dan penjualan/lelang atas aset yang dijaminkan Wajib Pajak kepada Bank? KPP dapat menyita kalau bank belum menyita dan melelang aset Wajib Pajak yang telah diletakkan hak tanggungan. 14. Disamping itu Badan Pertanahan Nasional menjamin bahwa dalam proses pendaftaran tanah. ia harus meminta bantuan kepada Kepolisian untuk bersamasama melakukan penyitaan. 13. Agar jurusita tidak melanggar hukum pidana.. Bagaimana Pelaksanaan Surat Paksa terhadap Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang bertempat tinggal / berdomisili / bertempat kedudukan diluar wilayah KPP/KPPBB dimana WP terdaftar? Kepala Kantor Pelayanan Pajak tersebut wajib meminta bantuan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak/Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan yang wilayah kerjanya meliputi tempat pelaksanaan Surat Paksa.Mengadukan Wajib Pajak/PP ke Polsek/Polres setempat mengenai adanya pelanggaran pasal 212. . jurusita tidak dapat memaksa Wajib Pajak untuk memberi ijin memasuki tempatnya. sepanjang prosedur penyitaan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bagaimana jurusita melaksanakan penyitaan atas aset WP di luar wilayah KPP? Dalam hal penyitaan harus dilaksanakan di luar wilayah kerja Pejabat. 17. Apakah sah pelaksanaan penyitaan apabila Wajib Pajak/PP menolak menandatangani Berita Acara Pelaksanaan Sita (BAPS)? Pelaksanaan sita tetap sah meskipun WP/PP menolak menandatangani BAPS. Bagaimana dengan pelunasan hutang pajak Wajib Pajak dalam hal aset Wajib Pajak / Penanggung Pajak telah disita Pengadilan Negeri atau instansi lain? Apabila Pengadilan Negeri/polisi/BPPN telah melakukan penyitaan terhadap aset Wajib Pajak tersebut. sekurang-kurangnya setingkat Sekretaris Kelurahan/Desa. KPP lokasi disertai salinan SP.Jurusita KPP lokasi melaksanakan penyitaan dengan menyerahkan SPMP dan BAPS. segera menerbitkan SPMP. sepanjang salah seorang saksi berasal dari Pemda setempat. . Jurusita Pajak harus mencantumkan penolakan tersebut dalam BAPS dan BAPS ditandatangani oleh jurusita dan saksi-saksi.KPP yang diminta bantuan setelah menerima Surat Permintaan KPP (KPP domisili). 18. maka: ..Pejabat dimaksud meminta bantuan kepada Pejabat yang wilayah kerjanya meliputi tempat aset Wajib Pajak/PP.129 - Negara mempunyai hak mendahulu untuk tagihan pajak atas barang-barang milik Penanggung Pajak 16. Apakah KPP/jurusita dapat melakukan sita atas aset yang telah telah disita oleh Pengadilan Negeri atau Instansi lain yang berwenang ? Penyitaan tidak dapat dilaksanakan terhadap barang yang telah disita oleh Pengadilan Negeri atau instansi lain yang berwenang. Apakah penyitaan dapat dilakukan tanpa hadirnyaWajib Pajak? Penyitaan tetap dapat dilaksanakan walaupun Wajib Pajak tidak hadir. 20. maka jurusita segera menyampaikan salinan Surat Paksa dan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan kepada instansi tersebut. 19. BAPS tersebut tetap sah dan mempunyai kekuatan mengikat. . . dengan permintaan agar hasil penjualan/lelang aset yang disita PN/instansi lain tersebut untuk pelunasan utang pajak.

23.130 - 21. . . . maka jurusita tidak dapat secara langsung menyita aset Wajib Pajak. Jurusita menyampaikan Surat Paksa kepada Kurator. KPP menyerahkan salinan SP dan SPMP kepada likuidator atau orang/badan yang melaksanakan pemberesan. Wajib Pajak yang dinyatakan pailit oleh pengadilan masih mempunyai kewajiban untuk melunasi hutang pajaknya. Apabila Wajib Pajak yang masih mempunyai utang pajak dinyatakan bubar atau dilikuidasi oleh pengadilan. atau likuidator.Bila PP menolak memberikan kuasa pada bank.Jurusita melakukan penyitaan dan membuat BAPS dan menyampaikan salinan BAPS kepada Penanggung Pajak dan bank ybs. . setelah Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak. bagaimana tindak lanjutnya? . Wajib Pajak yang dinyatakan bubar atau dalam likuidasi oleh pengadilan masih mempunyai kewajiban untuk melunasi utang pajaknya.Apabila jurusita telah melaksanakan penyitaan atas aset Wajib Pajak sebelum Wajib Pajak dinyatakan pailit oleh PN. . bagaimana dengan pelunasan utang pajak Wajib Pajak? Surat Paksa (SP) diberitahukan kepada orang atau badan yang dibebani untuk melakukan pemberesan. 22.Bank wajib memblokir seketika setelah menerima permintaan pemblokiran dan membuat Berita Acara Pemblokiran (BAP) serta menyampaikan salinannya kepada DJP dan Penanggung Pajak. Pejabat meminta bantuan Bank Indonesia melalui Menteri Keuangan untuk memerintahkan bank memberitahukan saldo kekayaan WP yang tersimpan di Bank.DJP (Pejabat) mengajukan permintaan pemblokiran kepada bank disertai dengan penyampaian salinan SP dan SPMP.Pejabat mengajukan permintaan pencabutan pemblokiran kepada bank. maka barang yang telah disita dapat dilelang. Hakim Pengawas atau Balai Harta Peninggalan. Bagaimana dengan pelunasan hutang pajak Wajib Pajak yang dinyatakan pailit oleh pengadilan? .Jurusita setelah menerima BAP dari bank memerintahkan PP untuk memberi kuasa kepada bank agar memberitahukan saldo kekayaannya yang tersimpan pada bank tersebut kepada Jurusita.Apabila Wajib Pajak telah dinyatakan pailit sebelum penyitaan dilakukan. . . Apabila WP/PP tidak bersedia memberitahukan saldo kekayaannya yang tersimpan di bank ..

KPP melakukan penyitaan tambahan sampai mencukupi untuk pelunasan utang pajak.Dilanjutkan penjualan/lelang aset yang disita. Mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp.131 - 24. b. apabila setelah pelaksanaan lelang Wajib Pajak memperoleh keputusan keberatan atau putusan banding yang mengakibatkan utang pajak menjadi berkurang atau nihil sehingga menimbulkan kelebihan pembayaran pajak. Dalam hal ini. Telah mendapat keputusan pencegahan yang diterbitkan oleh Menteri 28 Apakah setelah dilakukan pencegahan terhadap WP/PP mengakibatkan hapusnya utang pajak? Tidak. bagaimana tindak lanjutnya? . KPP telah menyita aset WP tetapi belum dijual/dilelang.. 27 Apa kriteria Wajib Pajak / Penanggung Pajak yang dapat dilakukan pencegahan? a. 100. karena nilainya kecil tidak sebanding dengan utang pajak dan biaya iklan pengumuman. Pencegahan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang pajak dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak. 25 Apabila WP memperoleh Keputusan Keberatan atau Putusan Banding yang mengakibatkan utang pajak berkurang atau nihil sehingga terdapat lebih bayar sedangkan barang yang disita telah dilelang. c. Pejabat mengembalikan kelebihan pembayaran pajak dalam bentuk uang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan 26 Apa yang dimaksud dengan pencegahan? Pencegahan adalah larangan yang bersifat sementara terhadap penanggung pajak tertentu untuk keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia berdasarkan alasan tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. apakah WP dapat meminta kembali barangnya tersebut? Tidak. .000. Wajib Pajak tidak dapat meminta atau tidak berhak menuntut pengembalian barang yang telah dilelang. .00 (seratus juta rupiah). Diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak.000.

100.00 (seratus juta rupiah)..132 - 29 Apa yang dimaksud dengan penyanderaan? Penyanderaan adalah pengekangan sementara waktu kebebasan Penanggung Pajak dengan menempatkannya di tempat tertentu. diwakili oleh Pengurus. 32 Siapa s ajak ah Pe nanggung Pajak yang dapat dis ande ra? 1. Telah mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. 30 Apa kriteria Wajib Pajak / Penanggung Pajak yang dapat dilakukan penyanderaan? Kriteria Penanggung Pajak yang akan disandera adalah: a. d. 2. Telah lewat jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal Surat Paksa diberitahukan kepada Penanggung Pajak.000. termasuk orang yang nyata-nyata mempunyai wewenang ikut menentukan kebijaksanaan dan atau mengambil keputusan dalam menjalankan perusahaan. Penyanderaan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penyanderaan yang diterbitkan oleh Pejabat setelah mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan atau Gubernur Kepala Daerah Tingkat I (untuk pajak daerah). b. Komisaris. . Wajib Pajak Orang Pribadi. c. Diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak. termasuk ahli waris. Wajib Pajak Badan. Pemegang saham mayoritas atau pengendali. 33 Berapa lama masa penyanderaan? Masa penyanderaan paling lama 6 (enam) bulan dan dapat diperpanjang untuk selama-lamanya 6 (enam) bulan. Wakil dari Wajib Pajak bertangggung jawab secara pribadi dan secara renteng atas pembayaran pajak yang terutang. 31 Apakah tindakan penyanderaan dapat dilakukan tanpa keputusan pengadilan? Dapat Tindakan Penyanderaan adalah merupakan tindak lanjut pelaksanaan Surat Paksa yang oleh UU diberikan kekuatan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.000. Mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp.

. maka DJP berkewajiban untuk merehabilitasi nama baik Penanggung Pajak dan memberikan ganti rugi sebesar Rp 100.000. Penyanderaan hanyalah suatu sarana untuk memaksa Penanggung Pajak untuk melunasi utang pajaknya dan bukan merupakan pengganti dari utang pajak. atau d. Apabila ternyata Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan tersebut. Utang Wajib Pajak baru dianggap lunas setelah adanya pembayaran. 36. Penyanderaan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang pajak dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak.. Berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Apakah upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang disandera? Wajib Pajak dapat melakukan gugatan rehabilitasi nama baik dan ganti rugi melalui Pengadilan Negeri. c. utang pajak Wajib Pajak/Penanggung Pajak menjadi hapus (dianggap lunas)? Tidak. . Utang pajak dan biaya penagihan pajak telah dibayar lunas. 35 Apa syarat dilakukannya pencabutan penyanderaan? a. b. Berdasarkan pertimbangan tertentu dari Menteri Keuangan. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Perintah Penyanderaan itu telah terpenuhi.133 - 34 Apakah dengan berakhirnya masa penyanderaan tanpa pembayaran.(seratus ribu) per hari selama Penanggung Pajak disandera.

.

Selama tidak memiliki account Wajib Pajak tidak dapat mengakses e-registartion. 4. 6. maka Wajib Pajak tersebut tidak akan mendapatkan SKT dan Kartu NPWP asli dan NPWP Wajib Pajak tersebut akan dihapus dari sistem e-registration. Wajib Pajak dapat melakukan perubahan data.go. Mengapa Surat Keterangan Terdaftar bersifat sementara ? Surat Keterangan Terdaftar yang asli hanya dikeluarkan oleh KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Pada saat mendaftar melalui internet. Apakah fungsi dari Surat Keterangan Terdaftar Sementara ? Fungsinya sebagai sarana bagi Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Surat Keterangan Terdaftar Sementara itu hanya dapat digunakan untuk pembayaran serta pemotongan pajak sedangkan untuk transaksi dengan pihak ketiga tidak berlaku.pajak.134 - LAIN-LAIN (250304) 1. Wajib Pajak dapat menggunakan sarana pendaftaran secara on-line dengan internet melalui e-registration di www. Wajib Pajak akan langsung mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar Sementara yang berisi keterangan Wajib Pajak dan NPWP serta KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Apakah e-registration hanya untuk kepentingan pendaftaran saja? e-registration tidak hanya digunakan untuk kepentingan pendaftaran saja. mengajukan pindah KPP dan juga penghapusan NPWP 5. Apabila Wajib Pajak dalam janga waktu 30 hari sejak pendaftaran tidak mengirimkan formulir pendaftaran beserta persyaratannya ke KPP. Apakah ada cara lain bagi Wajib Pajak untuk mendaftarkan diri selain di KPP dan KP4? Selain di KPP dan KP4. .id Dengan adanya e-registration. Ke KPP mana saya harus mengirimkan dokumen yang dibutuhkan untuk proses pendaftaran secara On-Line ini ? Ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Wajib Pajak dapat melakukan pendaftaran kapan dan dimana saja tanpa perlu datang ke KPP. Account digunakan sebagai key untuk masuk ke aplikasi e-registration. 2. Mengapa saya harus mempunyai account untuk pendaftaran On-Line ini? Account tersebut sebagai sarana untuk dapat mengakses aplikasi e-registration.. Dengan e-registration. 3.

11. Dengan dibangunnya system e-filling akan sangat memudahkan Wajib Pajak karena waktu akses menjadi lebih cepat. Bagaimana konsekuensi bank persepsi yang masih menerima pembayaran pajak? Bank persepsi yang masih menerima pembayaran dari Wajib Pajak tersebut akan mendapatkan pinalti dari Direktorat Jenderal Anggaran. Berapa lama saya akan mendapatkan SKT dan Kartu NPWP asli yang dikeluarkan KPP dan kemana saya harus mengambilnya? SKT dan Kartu NPWP asli diterbitkan oleh KPP sepajang KPP telah menerima secara lengkap formulir dan persyaratannya dari Wajib Pajak. 9. karena pada prinsipnya Wajib Pajak .. bagaimana prosedurnya dalam e-registration? Cukup dengan login dan langsung melakukan perubahan data. Dalam hal perlu dilakukan perubahan data-data Wajib Pajak. Bagaimana kemudahan e-SPT bagi kepentingan pelaporan pajak? Efisiensi Dengan aplikasi e-SPT. Bagaimana kemudahan e-filling bagi kepentingan pelaporan pajak ? Memudahkan Wajib Pajak terutama dalam hal waktu. Bagaimana cara pembayaran pajak sehubungan dengan adanya sistem MP3? Pembayaran pajak dilakukan pada bank persepsi yang sudah On-Line dengan DJP. 8. Wajib Pajak dalam melaporkan pajaknya tidak perlu lagi melampirkan lampirannya. Setelah proses perubahan dilakukan. tetapi cukup dengan merekamnya di disket atau CD dan melampirinya dengan SPT induk. Wajib Pajak dapat mengambilnya di KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Tempat KPP terdaftar dapat dilihat langsung di Formulir Pendaftaran. Wajib pajak mengirimkan formulir dan lampiran yang menyatakan perubahan item tersebut ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Untuk daerah yang belum On-line tidak diperbolehkan menerima pembayaran Pajak dari Wajib Pajak 10. Disamping itu dilengkapi juga dengan petunjuk pemakaian yang mampu meng-update data SPT induk dari lampiranlampirannya dan juga perhitungan perpajakan dalam SPT secara otomatis sesuai dengan peraturan yang berlaku 12.135 - Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi berdasarkan domisilinya sedangkan untuk Wajib Pajak Badan berdasarkan lokasi usaha berada. 7.

Dapatkah fasilitas “dial up” untuk mengakses layanan e-filling Jika di kantor kami telah terkoneksi dengan jaringan internet. sedangkan pelaporannya masih harus dilakukan dan masih terikat dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika terjadi kesalahan pengiriman data SPT melalui layanan e-filing? Apabila belum melewati batasan tanggal pengiriman. apakah masih harus melapor ke KPP? Ya. 14. Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan antara lain PC dengan OS WindowsXP. disamping itu Wajib Pajak hanya menyampaikan SPT Induk dan Berita Acara yang telah ditandatangani oleh Wajib Pajak dan pengiriman data SPT dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dalam batasan waktu yang ditentukan 13.“load” data SPTnya ke Database DJP tanpa melalui KPP. selama tidak melewati batasan waktu yang telah ditentukan oleh undang-undang. Jika Wajib Pajak menggunakan layanan e-filing. Apa yang dilakukan untuk melakukan koneksi ke layanan e-filing? a.234 apps1.Windows2003. tambahkan 10. Surat Lainnya). Apakah layanan e-filing mengikuti jam kerja KPP? Tidak pengiriman melalui layanan e-filing dapat dilakukan kapan saja.136 - langsung me. Windows2000. lalu simpan . 15. Mengedit file hosts (lokasinya : c:\windows\system32\drivers\etc). 16. sehingga memudahkan wajib pajak untuk mengakses e-filling.22.. sedangkan apabilan sudah lewat batasan tanggal pengiriman dapat mengirimnya dalam bentuk SPT pembetulan. Yang dilaporkan ke KPP adalah SPT Induk (tanpa lampiran) dan Berita Acara yang telah ditandatangani serta kelengkapan SPT lainnya (SSP.254. kedepannya direncanakan layanan e-filling akan tersedia di internet. yaitu dilaporkan sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Modem dan Line Telepon eksternal b. dapat dilakukan pengiriman ulang data SPT. 17. Pada prinsipnya layanan e-filing adalah mengirimkan file SPT ke DJP. apakah kami dapat meng-akses layanan e-filing tanpa menggunakan dial up? Harus tetap menggunakan fasilitas dial up Saat ini layanan e-filling dengan cara dial up connection.

. Bagaimana Setting ODBC ? Setting ODBC (Open Database Connectivity) dapat dilihat pada petunjuk penggunaan aplikasi e-SPT yang disertakan dalam aplikasi e-SPT. berita acara mana yang harus dilaporkan ? Berita acara dari pengiriman data SPT yang terakhir. Menbuat windows dial up connection. Jika kami melakukan pengiriman data SPT berkali-kali melalui layanan efiling. lalu buka internet explorer. 22. Ketika melakukan perekaman. Meng-copy database kosong kedalam beberapa folder sesuai dengan jumlah WP. . apakah bisa digunakan untuk mengiput data e-SPT untuk beberapa WP/NPWP ? Bisa. Aplikasi bisa digunakan bersama-sama dengan banyak user agar memudahkan pekerjaan dan efisiensi waktu. 23. terjadi masalah sehingga mengakibatkan berita acara tidak tercetak. 21. Jalankan Dial up connection. buka webpage dengan alamat http://apps1:7778 18. d. Apakah e-SPT bisa dipakai multi user ? Dapat. apa yang harus dilakukan ? Harus dilakukan pengiriman ulang data SPT. ODBC disesuaikan dengan database yang akan diakses. Bagaimana melakukan proses impor data kedalam aplikasi e-SPT ? Data dapat diimpor ke dalam aplikasi e-SPT dengan mengikuti format yang telah ditentukan dalam aplikasi e-SPT. 20. segera hubungi petugas yang bertanggung-jawab di KPP. username dan password yang telah diberikan.137 - c. Input data e-SPT dalam satu PC untuk beberapa WP/NPWP dilakukan dengan cara : a. Hal ini karena diasumsikan yang dikirim terakhir oleh Wajib Pajak adalah data yang up to date 19. b. namun apabila kegagalan tetap terjadi berulang-ulang. Format Standar file impor tersebut dapat dilihat pada petunjuk penggunaan aplikasi e-SPT. Jika pada saat pengiriman data. isi nomor telepon. Dalam satu PC.

Apakah yang harus dilakukan. jika akan merekam data SSP namun tidak memiliki NTPP ? Mengisikan ‘0’ sebanyak 16 digit pada kolom NTPP dengan tujuan agar data dapat direkam melalui sistem MP3..138 - 24. .

.

dan Pemerintah. Siapakah Pegawai Negeri Sipil ? Pegawai Negeri Sipil adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. c. Mengangkat dan mentaati sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil dan sumpah/janji jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah. b. . Pegawai Negeri Sipil terdiri dari: a. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. dan Pegawai Negeri Sipil. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah. atau pihak lain. Apabila pelamar yang dimaksud di atas diterima.139 - SEKRETARIAT A. Kepegawaian ( 250304 ) 1. Apa saja kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi oleh Pegawai Negeri Sipil? Kewajiban bagi Pegawai Negeri Sipil adalah: a. Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah melalui percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selama-lamanya 2 (dua) tahun. b. 3. Mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan atau diri sendiri serta menghindarkan segala sesuatu yang mendesak kepentingan Negara oleh kepentingan golongan. dan c. Anggota Tentara Nasional Indonesia. 2. Setia dan taat kepada Pancasila. e. Siapa saja yang berhak menjadi Pegawai Negeri Sipil? Yang berhak menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah: a. Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara. atau diserahi tugas negara lainnya. Negara. Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Setiap Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. maka ia harus melalui masa percobaan dan selama itu berstatus sebagai calon Pegawai Negeri Sipil.. Menyimpan rahasia Negara dan atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya. diri sendiri. UUD 1945. d. b. mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil. c.

Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin. tertib. z. i. s. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaikbaiknya. Larangan bagi Pegawai Negeri Sipil adalah: a. Berpakaian rapi dan sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap masyarakat. Bertindak dan bersikap tegas. Pemerintah. k. o. x.140 - f. t. keuangan. Hormat menghormati antara sesama warga negara yang memeluk agama/kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. u. v. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik. Membimbing bawahannya dalam melaksanakan tugasnya. y. Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian. h. dan bersemangat untuk kepentingan Negara.. . persatuan. Bekerja dengan jujur. j. Mendorong bawahannya untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Menjadi teladan sebagai warga negara yang baik dalam masyarakat. g. Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya baik-baik. dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil. Memelihara dan meningkatkan keutuhan. Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan Pemerintah baik yang langsung menyangkut tugas kedinasannya maupun yang berlaku secara umum. Memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan kariernya. Mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan. yang berlainan. w. cermat. r. q. l. p. terutama di bidang keamanan. Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya. dan materiil. Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara. Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang. tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannya. n. sesama Pegawai Negeri Sipil. kekompakan. dan terhadap atasan. Segera melaporkan kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan Negara/Pemerintah. dan tanggung jawab. m. kesadaran. Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku. atau Pegawai Negeri Sipil. Mentaati ketentuan jam kerja.

i. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan sahamnya tidak dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraan atau jalannya perusahaan.141 - b. l. bawahan. uang. Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya. g. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan keuntungan pribadi. kecuali untuk kepentingan jabatan. menjadi direksi. menggadaikan. e. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara. atau pihak lain. membeli. m. f. j. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. IV/a) ke atas atau yang memangku jabatan eselon I. maupun sambilan. menyewakan. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. atau komisaris perusahaan swasta bagi yang berpangkat Pembina (Gol. n. q. d. atau surat-surat berharga milik Negara.. c. p. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. o. atau surat-surat berharga milik Negara secara tidak sah. Bertindak selaku perantara bagi suatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi Pemerintah. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia Negara yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi. k. atau meminjamkan barang-barang. . golongan. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. Menyalahgunakan wewenangnya. Menyalahgunakan barang-barang. atau pihak lain. Memiliki. pimpinan. Memiliki saham modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya. teman sejawat. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayaninya. Melakukan kegiatan usaha dagang baik secara resmi. h. Tanpa izin Pemerintah menjadi Pegawai atau bekerja untuk negara asing. Memasuki tempat-tempat yang dapat mencemarkan kehormatan atau martabat Pegawai Negeri Sipil. menjual. dokumen. golongan.

Apa saja hak-hak yang dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil? Setiap Pegawai Negeri Sipil memperoleh hak-hak sebagai berikut: a.. Hukuman apa saja yang dapat dikenakan atas pelanggaran peraturan disiplin oleh Pegawai Negeri Sipil ? No 1. Hukuman Berat Disiplin a. 3. b. c. c. Tingkat Hukuman Disiplin Hukuman Disiplin Ringan Hukuman Sedang Disiplin Jenis Hukuman Disiplin a. . golongan. e. a.142 - r. b. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang menderita cacat jasmani atau cacat rohani dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkannya tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga. b. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi. c. Memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya. d. 4. Memperoleh cuti. berhak memperoleh tunjangan. keluarganya berhak memperoleh uang duka. berhak memperoleh perawatan. c. d. b. 5. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang ditimpa oleh suatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas dan kewajibannya. atau pihak lain. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang tewas. Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil 2.

. Yang memangku jabatan struktural eselon II atau yang setingkat di lingkungan masing-masing f. kecuali jenis hukuman disiplin : No 1. Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Terhadap PNS e. Dirjen Pajak d. Jenis Hukuman Disiplin a. IV/b) ke atas 2. . Memangku jabatan struktural eselon I atau jabatan lain yang wewenang pengangkatan dan pemberhentiannya berada di tangan Presiden Selanjutnya wewenang penjatuhan hukuman disiplin tersebut didelegasikan oleh Menteri Keuangan kepada para pejabat di lingkungan Departemen Keuangan RI yaitu sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut ini: No. g. Siapakah pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturan disiplin? Pejabat yang berwenang menghukum adalah Menteri dan Jaksa Agung. Dirjen Anggaran c. Dirjen BUMN Pembinaan e. Pejabat PEJABAT ESELON I : a. 1. Sekretaris Jenderal b. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil b. c. b. I (Gol. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil Pembebasan Jabatan Terhadap Pegawai Negeri Sipil Berpangkat Pembina Tk. d.143 - 6. Dirjen Keuangan Dirjen PKPD Lembaga f. Dirjen Bea dan Cukai Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan a.

Sekretaris Pengganti BPSP. V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing 3. Kepala Pangkalan Sarana Operasional atau jabatan lain yang setingkat a. Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Terhadap PNS Yang memangku jabatan struktural eselon II. PEJABAT ESELON III : Kepala Bagian. III. Direktur.144 No. Kepala Kantor Wilayah atau jabatan lain yang setingkat a. Kepala Bidang. Sekretaris BPSP. IV. Kepala Pusat. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Kepala Biro. j. Kepala Sub Direktorat. Kepala Kantor (eselon III). Inspektur. V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing i. Pejabat Dirjen Piutang Lelang Negara & g. PEJABAT ESELON II : Sekretaris Direktorat Jenderal /Badan. l. Kepala Balai. k. c. m. Pembebasan jabatan Yang memangku jabatan struktural eselon IV. e. h. Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Yang memangku jabatan struktural eselon III atau yang setingkat di lingkungan masing-masing Yang memangku jabatan struktural eselon III. V dan yang setingkat di lingkungan masing-masing 2. Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis d. Inspektur Jenderal Ketua Bapepam Kepala BAF Kepala BAKUN Kepala Bintek Kepala BPPK h.. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan. f. n. IV. Yang memangku jabatan struktural eselon IV dan yang setingkat di lingkungan masing-masing . c. b. b.

Teguran lisan b. Penundaan kenaikan gaji berkala b. Kepala Seksi.145 No. c. Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Terhadap PNS Yang memangku jabatan struktural eselon V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing 7.. b. Pejabat PEJABAT ESELON IV : Kepala Sub Bagian. 1. atau jabatan lain yang setingkat a. Pernyataan tidak puas secara tertulis Hukuman disiplin tingkat sedang dan berat Apabila tidak ada keberatan a. Penurunan gaji c. e. 4. b. Jenis Hukuman Disiplin Hukuman disiplin tingkat ringan a. Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah e. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri f. Teguran tertulis c. d. f. Penundaan kenaikan pangkat d. Pada hari ke-15 (lima belas) terhitung mulai tanggal penyampaian surat keputusan hukuman disiplin itu kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan a. Kapan berlakunya hukuman disiplin? Keputusan hukuman disiplin mulai berlaku sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut: No. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS Apabila ada keberatan Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji Penundaan kenaikan pangkat Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat Mulai Berlaku Sejak tanggal disampaikan oleh pejabat yang berwenang menghukum kepada Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin 2. Sejak tanggal keputusan atas keberatan itu ditetapkan oleh atasan pejabat yang berwenang menghukum atau oleh Badan Pertimbangan Kepegawaian . c.

3..146 No. Alasan Pemberhentian Sementara Melakukan kejahatan/pelanggaran jabatan Besarnya Gaji Yang Dibayarkan a. dan lain-lain. tunjangan kemahalan umum. 2. Melakukan kejahatan/pelanggaran yang tidak menyangkut jabatannya Mulai bulan berikutnya ia diberhentikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir 1. b. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat tunjangan keluarga. . Apakah sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh yang berwajib? Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan pemberhentian sementara sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Jika belum terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. Jenis Hukuman Disiplin Hukuman disiplin pembebasan dari jabatan Mulai Berlaku Sejak tanggal keputusan hukuman disiplin itu ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menghukum Hari ke-30 (tiga puluh) terhitung mulai tanggal yang ditentukan untuk penyampaian keputusan hukuman disiplin 4. No. Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin tidak hadir pada waktu penyampaian keputusan hukuman disiplin 8. kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji yang diterimanya. Jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 50 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. 1.

maka perkara yang menyebabkan seorang Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan pemberhentian sementara. Hasil Pemeriksaan Terbukti Tidak bersalah Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara a. tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut? Perlakuan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah ini : No.. 9. PNS tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan dikembalikan pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan pemberhentian sementara.147 - 2. Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara. c. Dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun. 2. a. Diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. Dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih. Selama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh serta penghasilan-penghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya. . harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwajib. b. Terbukti Bersalah b. 1.

IV/b) ke atas . 3. Hukuman apa saja yang dapat dikenakan atas pelanggaran peraturan disiplin oleh Pegawai Negeri Sipil ? Tingkat Hukuman Disiplin Hukuman Disiplin Ringan Hukuman Disiplin Sedang No 1. 11. c. Teguran lisan Teguran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil 2. c. I (Gol. a. Hukuman Disiplin Berat a. kecuali jenis hukuman disiplin : No. Jenis Hukuman Disiplin a. b. c. Siapakah pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturan disiplin? Pejabat yang berwenang menghukum adalah Menteri dan Jaksa Agung. b. 1. d.148 - 10. Jenis Hukuman Disiplin a.. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil Terhadap Pegawai Negeri Sipil Berpangkat Pembina Tk. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil b. b.

kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji yang diterimanya.. b.149 - 12. Alasan Pemberhentian Sementara Melakukan kejahatan/pelanggaran jabatan Besarnya Gaji Yang Dibayarkan a. tunjangan kemahalan umum. . Melakukan Mulai bulan berikutnya ia diberhentikan kejahatan/pelanggaran yang tidak bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok menyangkut jabatannya yang diterimanya terakhir 3. 4. Jika belum terdapat petunjukpetunjuk yang jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan. dan lain-lain. No. Jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 50 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat tunjangan keluarga. Apakah sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh yang berwajib? Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan pemberhentian sementara sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 2. 1. maka perkara yang menyebabkan seorang Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan pemberhentian sementara. Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara.

Selama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh serta penghasilanpenghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya. b. Dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih. Terbukti Tidak a. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwajib. c. tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut? Perlakuan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah ini: No. Terbukti a.. . Hasil Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Pemeriksaan Telah Diberhentikan Sementara 1. PNS tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan bersalah dikembalikan pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan pemberhentian sementara. Diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. b.150 - 13. Dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak Bersalah diberhentikan karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun. 2.

Komisi Ombudsman dengan alamat Jalan Adityawarman No. dan Inspektorat Jenderal dengan alamat Gedung A Departemen Keuangan Lt IX s. pengaduan yang masuk kemudian akan disampaikan ke Direktur Jenderal Pajak untuk ditindaklanjuti.id.151 - B.or. telepon (021) 386 5430 fax (021) 3847448 (sesuai flow chart dibawah). Kotak Pos 111 JKTM 12700. Lainnya (250304 ) 1. Pengaduan Masyarakat Kotak Pos 5000 Kotak Pos 111 JKTM 12700 Komisi Ombudsman Inspektorat Jenderal Direktur Jenderal Pajak Tindak lanjut . XII Jalan Dr Wahidin nomor 1 Jakarta 10710 Tromol Pos 3132.. bagaimana cara menyampaikan pengaduan masyarakat agar perbuatan aparat/oknum tersebut dapat ditindaklanjuti? Pengaduan masyarakat dapat disampaikan ke Kotak Pos 5000. telepon (021) 7258574-78 fax (021) 7258579 e-mail : ombudsman@ombudsman. 43 Kebayoran Baru Jakarta 12160.d. Apabila dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdapat tindakan dari aparat pajak yang menyimpang atau masyarakat merasa kurang atau tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan.

Rincian biaya pelayanan e. apa yang harus dilakukan oleh pejabat yang berwenang? Dalam hal ini harus dilihat terlebih dahulu jenis permasalahannya. Standar pelayanan publik i.Bila pengaduan tersebut bersifat kasus aduan maka pejabat yang berwenang wajib memperjelas bentuk pengaduan dengan menanyakan ke sumber berita yang dimaksud. Prosedur pelayanan c. 3. Apakah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Direktorat Jenderal Pajak menerapkan transparansi (bersifat terbuka). Lokasi pelayanan g. Informasi pelayanan . Apabila masyarakat tidak puas atas kinerja aparat pajak. Persyaratan teknis dan administratif pelayanan d. transparansi tersebut meliputi apa? Ya. Bila pengaduan tersebut bersifat keluhan terhadap administrasi sistem pelayanan. Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab f. . Janji pelayanan h. meliputi: a. Transparansi manajemen penyelenggaraan pelayanan publik b. Hal yang ditanyakan antara lain : o Dimanakah kejadiannya ? o Kasus tersebut melibatkan siapa saja ? o Waktu kejadian ? o Pihak-pihak mana saja yang terlibat ? o Mengapa hal tersebut dapat terjadi ? o Bagaimana kronologis kejadiannya ? Semua pertanyaan tersebut hendaknya bertujuan pada klarifikasi atas masalah yang dimaksud.152 - 2.. Tahap selanjutnya adalah penyelesaian aduan dari masyarakat tersebut. maka pejabat yang berwenang wajib meneliti terlebih dahulu substansi permasalahannya untuk selanjutnya diteruskan ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak guna memperoleh arahan dari Direktorat Teknis terkait. kemudian diadukan melalui media cetak dan elektronik.

.

0 78.906 101.200 18.4 2.455 1.244 96.9 92.764 21.863 86.3 92.7 35.2 7.3 156.841 67.651.986 159.8 miliar 18.0 41.641 105.620 1998/1999 35.622 27.456 129.474 84.411 3.235 52.2 99.2 107.614 302 453 591 478 413 611 837 1.629 18.9 7.209 75.5 82.800 75.1 91.2 6.1 1.0 2.531 10.139 1.663 105.923 20.9 75.508 110.253 1997/1998 30.761 101.107 122.4 87.289 65.4 1.534 119.277 3.431 55.051 100.384 1.647 101.413 106.101.469 1.726 125.3 109.601 30.143.232 130.2 219.199 102.344 25.1 94.803 33.5 4.986 106.703 1999/2000 53.1 50.461 96.5 100.239 1996/1997 27.893 98.9 133.5 miliar 13.644 185.002 55.417 95.853 18.478 101.878 104.0 10.670 1.6 96.519 100.388 55.7 73.697 76.4 192.496 135.373 96.7 134.792 38.5 2.5 40.4 3.545 111.4 95.351 27.2 10.835 Keterangan : Sumber : Nota Keuangan dan APBN TA 2003 PDB Tahun 2000 adalah PDB 9 Bulan Realisasi Tahun 2000 adalah angka realisasi 9 bulan *)Belum termasuk rencana dan realisasi PPh Migas **)Realisasi tahun 2003 adalah realisasi sementara Revisi II ***)APBN 2004 Tanggal Proses : 25-03-2004 Penerimaan PPh Migas mulai Tahun Anggaran 2000 Tahun 2000 Tahun 2001 Tahun 2002 Tahun 2003 Tahun 2004 (APBN 2004) 18.258 105.6 miliar 23.6 2.523 22.087 90.9 6.5 3.153 Lampiran 1 Penerimaan Perpajakan Pajak Penghasilan Tahun Anggaran Rencana Realisasi % 1994/1995 18.7 86.7 miliar 17.957 100.705 107.8 4.505 1.575 24.5 61.944 72.421 71.714 1995/1996 19.655 % Jumlah Rencana Realisasi % 16.421 35.159 97.492 82.189 69.1 PPN dan PPnBM Rencana Realisasi 41.724 2003**) 104.132.7 101.6 62.0 1.305 2004***) 120.062 34.8 miliar .946 104.741 58.9 102.3 112.423 34.9 163.565 104.696 87.032.6 92.273 % PBB & BPHTB Rencana Realisasi % Pajak Lainnya Rencana Realisasi 296 550 636 633 670 568 1.012 27.753 1.975 2000 2001 2002*) 44.359 70.761 37.

496 135.359 62.417 58.705 70.986 159.726 1999/2000 92.373 Rencana Realisasi .946 2001 133.534 2000 75.741 50.159 2003 192.209 87.644 185.878 52.154 Lampiran 2 200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Rencana Realisasi 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 35.478 2002 163.235 41.492 37.761 78.258 40.508 110.

155
Lampiran 3

PENERIMAAN PAJAK DAN PDRB TH 2002 KANWIL I (DJP SUMATERA BAGIAN UTARA) (Rp.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK, GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB. KEUANGAN, REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-04 PAJAK 264.967 48.705 394.245 19.838 394.581 459.479 288,359 PDRB 36.262.982 11.858.368 31.336.666 1.127.145 4.574.269 18.583.739 6,641,869

8

80000

826.288

4.272.604

9

90000

342.120

7.554.782

10

00000

331.823 3.370.404

122.212.424

156
Lampiran 4

Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil I DJP Th 2002 (Rp Juta)

331,823 342,120

264,967

48,705 394,245 19,838

394,581 826,288 459,479 288,359

PERTANIAN LISTRIK, GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS

PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB. KEUANGAN, REAL ESTATE

INDUSTRI

PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL

PERDAGANGAN

KEMASYARAKATAN

157
Lampiran 5

KANWIL II (DJP SUMATERA BAGIAN TENGAH) (Rp.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK, GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB. KEUANGAN, REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 472.614 559.827 809.837 42.871 512.264 PDRB 14.436.861 36.211.005 14.878.846 802.080 2.923.853

6 7

60000 70000

439.681 214.072

10.563.794 6.189.267

8

80000

612.871

2.667.535

9

90000

152.571

8.108.424

10

00000

270.131 4.086.739

96.781.665

158
Lampiran 6

Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil II DJP Tahun 2002 (Rp Juta)
152,571 612,871 270,131 472,614 559,827

214,072 439,681 512,264
PERTANIAN LISTRIK, GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI

809,837 42,871
INDUSTRI PENGOLAHAN SOSIAL

PERDAGANGAN DAN JASA

LEMB. KEUANGAN, REAL ESTATE KEMASYARAKATAN

513 18.839.367 8.023 9 90000 188.193.090 4.334 9.332.199 769.026.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK. KEUANGAN.768.035 3.241.445.714 PDRB 27.892 .545 325.355 152.036 4.706 10 00000 197.459.361.818.688.852 1.434 5. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.357 6 7 60000 70000 365.745 14.159 Lampiran 7 KANWIL III (DJP SUMATERA BAGIAN SELATAN) (Rp. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 324.340 8 80000 401.052 18.399 103.594 202.

594 202.367 401. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.160 Lampiran 8 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil III DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 188.090 197. REAL ESTATE 9.545 INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .026.334 365.035 324.355 325. KEUANGAN.852 152.513 1.714 PERTANIAN LISTRIK.

428 .603 30.839.532 6 7 60000 70000 9.935.161 Lampiran 9 KANWIL IV+V+VI (DJP JAKARTA RAYA I+II+III) (Rp. KEUANGAN.510.331.804 24.547 54.469.600 PDRB 516.761 254.466. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.417 10 00000 3.474 21.465 349.657 3.252.511 58.735.605.508 1.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.973 58.723.816 3.986 1.054.327.157.925 8 80000 4. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 230.013.114 9 90000 813.922.933 60.325 25.

465 349.508 1. KEUANGAN. REAL ESTATE INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .162 Lampiran 10 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil IV+V+VI DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 230.013.723.511 1.657 3.510.054. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.600 4.325 3.839.804 813.986 PERTANIAN LISTRIK.973 58.327.933 9.

Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.840 57.690 121.519.774 6 7 60000 70000 2.779 38.979 9 90000 1.559 .597 10 00000 12.027.058 7.530 19. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.373 10.396.883.129.167 53.087 145.672.077.127 710.699 8 80000 9.563 19.794.715 534.163 Lampiran 11 PENERIMAAN PAJAK DAN PEREDARAN USAHA TH 2002 KANWIL VII (DJP JAKARTA RAYA KHUSUS) (Rp.807.326. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 346. KEUANGAN.222 60.901.360.832 56.448 PEREDARAN USAHA 15.367.928.399.323 664.187 8.598.580.655.

127 710. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.396.448 2.187 8. REAL ESTATE INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .807. KEUANGAN.690 7.883.077.167 346.058 PERTANIAN LISTRIK.367.519.779 664.164 Lampiran 12 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil VII DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 12.563 10.129.323 9.373 1.

101.985 21. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 BELUM 1.052 54.676.235 10 00000 .148.296 9 90000 1.155.142.054 5.627 41.283.494.577 7.896 22.119.209 906.309.507 272.219.361 8.601 108.457 14.549 315.165 Lampiran 13 KANWIL VIII+IX (DJP JAWA BAGIAN BARAT I+II) (Rp.235.259 PDRB 38.524. KEUANGAN.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.820 8.024 8 80000 2.632.502 110.809 12.534.192 6 7 60000 70000 1.103.999 PAJAK 51. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.079.

REAL ESTATE INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .627 54.209 315.148.119.809 1.361 906.054 5.101.601 1. KEUANGAN.155.985 108.166 Lampiran14 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil VIII+IX DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 51.142.052 2. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.259 PERTANIAN LISTRIK.549 1.

283 1.987 .Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.091.481 35. KEUANGAN.090 6 7 60000 70000 908.817 40.576 9.922 2.475. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.866.021 50.300.730.445.183 15.256 138.120.036 9 90000 790. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 4.730 6.099 6.701 PDRB 38.091 7.919.694 10 00000 279.037 1.435.283 173.480 7.613 41.592.159 8 80000 1.485.765.248.167 Lampiran 15 KANWIL X (DJP JAWA TENGAH DAN DIY) (Rp.

817 908.120.256 41.922 4.701 PERTANIAN LISTRIK.730 2. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB. KEUANGAN. REAL ESTATE INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .765.613 1.099 790.481 35.480 138.168 Lampiran 16 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil X DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 279.183 6.

081 9.495 6 7 60000 70000 1.637.957. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.167 64.308 .179 PDRB 47.341.785 355.000.230.026 6.739 147.774 20.169 Lampiran 17 KANWIL XI+XII (DJP JAWA BAGIAN TIMUR I+II) (Rp.981 10 00000 894.337. KEUANGAN.588 226.519.450 14.693 60.360.712 12.516.995 577.582 9 90000 681. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 97.366.511 4.849.145 6.164.370 8 80000 2.079.898 54.313 9.467.

079.000.467.739 147.167 PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .026 2.170 Lampiran 18 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XI+XII DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 894.712 681.313 577.898 1.995 355. REAL ESTATE INDUSTRI 6. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.774 97.179 64. KEUANGAN.785 PERTANIAN LISTRIK.

291.198 719 126.586 10 00000 60.002 260.984 6 7 60000 70000 977.485.351 44.705.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.992.171 Lampiran 19 KANWIL XIII (DJP KALIMANTAN BARAT+KALIMANTAN TENGAH) (Rp.271.840 128.865 1.170 5. KEUANGAN.057 1.899 35.049 PDRB 12. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.017 3.255 1.464 .296 589.929.853 6.562 58.452.597 2.336 8 80000 187. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 102.794.926.628 9 90000 109.

255 58.853 60.351 44.057 128. GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB.562 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL PERTAMBANGAN LISTRIK.840 719 126.198 102.017 187.049 977. KEUANGAN.172 Lampiran 20 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIII DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 109. REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS .

769 410.682 3.763.041 8 80000 402.726 39.063.539 2.864.366 6 7 60000 70000 459.490 364.739 10 00000 378.310. KEUANGAN.524 9 90000 115.884 3.187 109.349 34.286 9. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.130 7.906. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 512.392 540.395 984.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.365 40.172.663 PDRB 10.144.063.971.856.692 107.338 1.173 Lampiran 21 KANWIL XIV (DJP KALIMANTAN TIMUR + KALIMANTAN SELATAN) (Rp.183 .

884 512.692 PERTANIAN INDUSTRI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL PENGOLAHAN KONSTRUKSI PERTAMBANGAN LISTRIK.286 459.365 40. .338 378.392 984.174 Lampiran 22 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIV DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 115.490 540.682 402.663 107. GAS DAN AIR PERDAGANGAN LEMB. KEGIATAN YG DAN BELUM JASA REAL ESTATE JELAS KEUANGAN.395 364.

887 179.837 3.857 9 90000 161.998 1.545 27.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK. KEUANGAN.047.160.162 8. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.319 503.175 Lampiran 23 KANWIL XV (DJP SULAWESI SELATAN + SULAWESI TENGGARA) (Rp.624.336 PDRB 17.819 6 7 60000 70000 39.473 4.584.888 44.290 156.644 8 80000 369.197 7.800 55.188.243.111 1.040.088.752. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 6.907 .091 3.071 10 00000 184.796 2.123.562 5.

197 PERTAMBANGAN LISTRIK.176 Lampiran 24 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XV DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 184.998 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL 27. GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB.887 179. REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS . KEUANGAN.111 6.336 39.162 8.800 55.562 156.290 161.545 369.

322 29.985 125.061 2. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.249 9 90000 82.906 3.671 750.738 73.898 2.459 PDRB 8.954 67. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 18.982 8 80000 158.115.816 10 00000 130.464.627 24.657.839 6 7 60000 70000 93.177 Lampiran 25 KANWIL XVI (DJP SULAWESI UTARA + SULAWESI TENGAH) (Rp.409 886.742 5.518 786.333 3. KEUANGAN.815.307 .119.608.217 199.836 2.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.598.

985 82.954 PERTAMBANGAN LISTRIK. KEUANGAN.742 5.738 73.518 18.671 67.906 125.322 29.333 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL 93. REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS . GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB.459 158.178 Lampiran 26 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XVI DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 130.

577 10 00000 227.476.710 2.843.011.954 1.822 46.678 176. KEUANGAN.624.467 9 90000 158. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 2.496.978 .844 58.285 169.984.577.301 6 7 60000 70000 366.930 6.216 5.093 10.057 8 80000 575.194 4.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.179 Lampiran 27 KANWIL XVII (DJP BALI+NTB+NTT) (Rp.358 19.699 461.113.096 1. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.757 2.605 3.758.978 PDRB 12.404.

REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS .930 366.093 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL PERTAMBANGAN LISTRIK.954 158.844 58.978 575. GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB.358 19.605 3.180 Lampiran 28 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XVII DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 2.096 176.285 227.678 169. KEUANGAN.

209.583 11.573 9.351 28.551 . KEUANGAN.181 Lampiran 29 KANWIL XVIII (DJP MALUKU + PAPUA) (Rp.379 877.633 6 7 60000 70000 125.735 PDRB 6.034 1.725 134.606.486.516.610 12.735 118.219. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 24.466 1.678 10 00000 157.911 9 90000 80.414 517.626.930 8 80000 150.763 2.743 2.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.619 219.647.355.161 295.209 1.

REAL ESTATE INDUSTRI PENGOLAHAN DAN JASA SOSIAL PERDAGANGAN KEMASYARAKATAN .034 80.414 295.583 11.161 150. GAS DAN AIR ANGKUTAN KEGIATAN YG BELUM JELAS PERTAMBANGAN KONSTRUKSI LEMB.182 Lampiran 30 Penerimaan Pajak Per Klu Kanwil XVIII DJP Tahun 2002 (Rp juta) 157.743 125.763 24.735 134.725 PERTANIAN LISTRIK. KEUANGAN.619 219.573 9.

148.910.404 658.965 14.042 70.880.685.199 1.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.607 78.091 6 7 60000 70000 634.715 1. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 61.599 7.183 Lampiran 31 PENERIMAAN PAJAK DAN PEREDARAN USAHA TH 2002 KANWIL XIX DJP WAJIB PAJAK BESAR (Rp.650 4.801. KEUANGAN.219 69.339 639.660.689 9.056 260.000.333.095 8 80000 898.480.524 PEREDARAN USAHA 3.386 9 90000 16.180.734. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.183 .079 432.682 10 00000 160.

650 634.339 78.607 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL PERTAMBANGAN LISTRIK.199 898.042 61.404 658. REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS .715 639.524 4.184 Lampiran 32 Penerimaan Pajak Per KLU Kanwil XIX DJP Tahun 2002 (Rp Juta) 160. KEUANGAN. GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB.000.599 16.

521.867.737 137.268 97.523 345.930.865 10 00000 19.755 103.384.349.829.990 . KEUANGAN.547 258.366 92.392 11.769.555 9 90000 6.408.469.491 PDRB 281.630.862 29.964 6 7 60000 70000 19.483.787.122.041.Juta) KLU 1 2 3 4 5 10000 20000 30000 40000 50000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.185 Lampiran 33 PENERIMAAN PAJAK DAN PDRB TH 2002 NASIONAL (Rp.887. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.706.641 35.783.144.832 8 80000 23. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 PAJAK 2.249 1.946 169.558 1.090 105.571.696.535 5.312 11.596.893.

547 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL 19.696.312 5.737 6.491 PERTAMBANGAN LISTRIK.122.186 Lampiran 34 Penerimaan Pajak Per KLU Nasional Tahun 2002 (Rp Juta) 19.930.469.535 11. REAL ESTATE KEGIATAN YG BELUM JELAS . KEUANGAN.041.769.558 2.946 35.706.521.787.783.090 1.392 11. GAS DAN AIR PERDAGANGAN DAN JASA LEMB.641 23.

000 200.000.000 100.187 Lampiran 35 Perbandingan Penerimaan Pajak Dan PDRB Nasional Tahun 2002 350.000.000 300.000.000 150.000 250.000 50.000.000.000.000.000 0 PERTANIAN INDUSTRI PENGOLAHAN KONSTRUKSI ANGKUTAN KEMASYARAKATAN SOSIAL PAJAK PDRB .

758.847.286.245.518.848 270.286.426.157.841 211.717 82.940.725 22.812 10.689 691.864 18.696.540.025.081.554.334 72.502 137.197 27.924.620.551 656.190 3.452 263.453.434 45.507 327.829.654.478.392.030.473 2.296.614 22.307.439.564 20.842 10.890.450 2.173.300.139 260.825 57.971.493 2.512.735.134 628.396.737.044.285.001 815.971.716.937.353 868.523 6.736 197.838 462.486.407.506 1.193 5.121 247.671.747.375.502.243.480 550.835 1.720 1.972 127.141.471.056.641.674 49.452.493.960 508.572.473.233.023.871.995.219 5.065.013 2.330.763 28.057.037 40.302.806.283.894.776 1.137.398 989.776.207.352.527 766.681.954 Penghasilan Kotor 1.903.490.180.133 51.188 Lampiran 36 SPT Orang Pribadi Tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kanwil Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX SPT 54.595 22.686 22.800.193 2.601.088 473.228.509.363.828.119 45.194 39.219.227.854.679.621.817 PPh 108.300.821 4.540.985.637.664 34.753.564 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .296.

817.762.996.418.519.865.147.590 6.978.208 72.507.564.228 10.053 34.312.079.714.864.487.662.813 13.180.784.984.581.269.645 18.356.442 1.170 120.275 402.903 48.057.893 6.893.971.297.351 10.256.773 16.161.196.925.593 93.929.011.032.872.841 19.211.773 10.969.357.016 140.672.911 10.076.240 28.099 38.123 5.892.559.929.383.465.302.787.148.958 27.836.425.883.741.523.729.059.601 35.829 29.761.985 156.602 15.814.586.282.486.665.578.494.059 179 Penghasilan Kotor 42.129.451.129 17.856 30.189 Lampiran 37 SPT PPh Badan Tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kanwil Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Kanwil XIX Jumlah SPT 14.743 62.310.364 534.763 244.371 977.627.671 PPh 349.733.129 67.777.457.433.305 291.594.081 1.998 669.494.298.324.548.331.645.067.494 588.902.107 6.338.289.489.956.463.638 2.661.520.399 4.339.235.796 542.187 320.909 19.526.497.796.194.742 37.777.733.574.919 106.267 20.052 3.027.628.599 16.417.833 309.057.927.055 68.129 5.677.647 13.884 461.477.665.209 19.950 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .052.562 47.641.727 82.911.

953 Sumber : Direktorat Pajak Penghasilan DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .378 73 48 122 308 210 156 206 118 71 136 147 60 33 102 41 15 45 13 49 1.420 Tahun 2003 Diajukan Selesai WP Diproses 136 95 144 399 401 248 522 304 151 210 191 91 26 87 49 27 91 19 187 3.190 Lampiran 38 Data Keberatan PPh (Tahun 2002 .2003) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Kantor Pusat Jumlah Tahun 2002 Diajukan Selesai WP Diproses 125 44 35 582 395 264 271 152 159 149 167 46 40 66 33 17 17 19 0 2.581 75 24 17 319 201 120 158 91 80 72 116 18 28 33 16 15 19 18 0 1.

191 Lampiran 39 Data Keberatan PPh Tahun 2002 700 600 500 400 300 200 100 0 Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Kantor Pusat Diajukan WP Selesai Diproses .

192 Lampiran 40 Data Keberatan PPh Tahun 2003 600 500 400 300 200 100 0 Kanwil Kanwil Kanwil I II III Kanwil Kanwil IV V Kanwil Kanwil Kanwil VI VII VIII Kanwil Kanwil Kanwil IX X XI Kanwil Kanwil Kanwil XII XIII XIV Kanwil Kanwil XV XVI Kanwil Kanwil Kantor XVII XVIII Pusat Diajukan WP Selesai Diproses .

d.193 Lampiran 41 Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL (Tahun 2002 .d.2003) Tahun 2002 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tahun 2003 Diajukan WP Selesai Diproses Kantor Diajukan WP Selesai Diproses Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII 649 358 541 1396 1433 971 1075 1184 1071 1164 1216 533 145 380 386 190 399 49 416 246 381 774 881 594 768 608 571 847 935 400 115 191 159 114 296 29 909 565 703 1821 1485 1221 1377 1375 787 1765 1399 943 182 499 512 155 655 62 528 363 494 1252 921 723 891 940 732 1261 1060 734 153 349 304 80 439 43 Jumlah 13140 8325 16415 11267 Catatan : Kanwil DJP Jawa Bagian Barat I dan Kanwil DJP Sulut & Sulteng s. Triwulan III (2003) Sumber : Direktorat PPN dan PTLL Direktorat Jenderal Pajak Tanggal Proses : 25-03-2004 . Triwulan III (2003) Kanwil DJP Sulut & Sulteng s.

194 Lampiran 42 Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL Tahun 2002 Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil XVIII XVII XVI XV XIV XIII XII XI Kanwil Kanwil X Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil IX VIII VII VI Kanwil V Kanwil Kanwil IV III Kanwil II Kanwil I 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 Diajukan WP Selesai Diproses .

195 Lampiran 43 Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL Tahun 2003 Kanwil XVIII Kanwil XVII Kanwil XVI Kanwil XV Kanwil XIV Kanwil XIII Kanwil XII Kanwil XI Kanwil X Kanwil IX Kanwil VIII Kanwil VII Kanwil VI Kanwil V Kanwil IV Kanwil III Kanwil II Kanwil I 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000 Diajukan WP Selesai Diproses .

092 4.283 16.492 6.289 7.436 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah Sumber : Direktorat PBB dan BPHTB DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .713 110 0 72.534 871 2.000 1.412 741 871 115 0 76.225 10.692 523 894 188 1.478 16.342 28.703 661 662 1.470 6.421 737 873 104 0 75.106 1.534 870 2.196 Lampiran 44 Data Keberatan PBB (Tahun 2002 .062 8.342 4.221 10.077 1.062 8.280 28.220 20.309 20.640 585 4.798 524 903 205 1.288 625 694 1.304 20.504 20.404 611 762 138 1.2003) Tahun 2002 Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Diajukan WP Selesai Diproses Diajukan WP Selesai Diproses 1.301 1.137 1.654 606 4.609 618 763 147 1.195 620 688 1.723 685 663 1.519 6.686 134 0 72.

000 5.000 10.000 15.197 Lampiran 45 Data Keberatan PBB Tahun 2002 25.000 20.000 0 Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII Diajukan WP Selesai Diproses .

000 20.000 5.000 25.000 10.000 15.198 Lampiran 46 Data Keberatan PBB Tahun 2003 30.000 0 Kanwil Kanwil I II Kanwil Kanwil Kanwil III IV V Kanwil Kanwil VI VII Kanwil Kanwil Kanwil VIII IX X Kanwil Kanwil XI XII Kanwil Kanwil XIII XIV Kanwil Kanwil Kanwil XV XVI XVII Kanwil XVIII Diajukan WP Selesai Diproses .

2003) Tahun 2002 Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Jumlah 1 1 0 1 0 13 0 34 38 6 2 0 1 16 0 0 0 0 113 Diajukan WP Selesai Diproses Diajukan WP Selesai Diproses 1 1 0 1 0 12 0 34 38 1 1 0 1 16 0 0 0 0 106 17 1 1 0 1 3 0 13 24 5 3 1 0 9 38 12 8 0 136 0 0 1 0 1 3 0 13 21 5 3 1 0 9 38 0 8 0 103 Sumber : Direktorat PBB dan BPHTB DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .199 Lampiran 47 Data Keberatan BPHTB (Tahun 2002 .

000 5.200 Lampiran 48 Data Keberatan BPHTB Tahun 2002 30.000 15.000 20.000 10.000 0 Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII Diajukan WP Selesai Diproses .000 25.

201 Lampiran 49 Data Keberatan BPHTB 2003 120 100 80 60 40 20 0 Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil I II III IV Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil V VI VII VIII IX X XI Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kanwil Kantor XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII Pusat Diajukan WP Selesai Diproses .

577.546 431.295.790.369.123.361. Penyidikan dan Penagihan Pajak DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .450 36.876 30.824 770.662.738 121.444 5.349 5.606 1.662 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kanwil I II IV V VI VII XI XII XIV XV Jumlah Jumlah Wajib Pajak 6 1 5 12 18 18 4 5 1 2 72 Sumber : Direktorat Pemeriksaan.926.497 82.638.202 Lampiran 50 Data Usulan Pencekalan (Tahun 2002 – 2003) Utang Pajak (dlm ribuan) 53.417.329 1.427.

203 Lampiran 51 Data Usulan Pencekalan (Tahun 2002 – 2003) 20 15 10 5 0 Kanwil I Kanwil II Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIV Kanwil XV Jumlah Wajib Pajak .

194.361.922.124 682.2003) Tunggakan Akhir Tahun NO Kanwil 2002 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII XIX JUMLAH 539.495.141.283.205.251.621 (dalam ribuan Rp) 2003 607.685.559.456 4.249.086 155.201 2.462.975 450.170 6.606 18.970.154 525.589.791.824 131.743.522 338.788.632.647.489 198.421.522 460.967 224.354 253.190 1.171 1.928.459.204 Lampiran 52 Data Tunggakan Wajib Pajak (Tahun 2002 .299 539.966 68.163.303.870 228.406.901.760.611 152.104.068.733 238.716 290.672.350 2.865 434.448 470.900 2.918 533.347.000.592.707.273 3.949.314.581.511.934.806.60.772.627 172.749 1.965 11.135. Penyidikan dan Penagihan Pajak DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .433.500 253.509.709.898.370.046 617.756 156.136.750 73.836.843.231 Sumber : Direktorat Pemeriksaan.037.128 26.688 138.883 109.

000 8.000.205 Lampiran 53 Data Tunggakan Wajib Pajak (Tahun 2002-2003) 12.000.000.000 2.000.000 4.000.000 6.000.000.000.000.000.000.000 10.000.000 0 Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Kanwil XIX 2002 2002 2003 .

963 416.163.232.180 2.949 974.131 170.232.409 675.467 1.361 543.194 1.001.719 1.797 489.691 726.071 622.697.026 2.316.251.194 129.113 91.869 117.732 499.626 1.854 559.433 582.793 391.232 526.959 888.430 458.570 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP Tanggal Proses : 15-03-2004 .556 198.475 97.380.519 195.939 105.004 991.079 325.801 374.114.206 Lampiran 54 JUMLAH WAJB PAJAK TERDAFTAR NASIONAL 10 TAHUN TERAKHIR TAHUN BENDAHARAWAN BADAN ORANG PRIBADI WAJIB PPh PASAL 21 WAJIB PPN 1995 1996 1007 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 84.756 147.259 1.381.086.867 451.184 806.330.771 571.974 1.354 351.247 563.457 1.028.018 650.622 724.480 899.299 1.655 804.641 1.298 1.802 2.488 1.274.

500.500.207 Lampiran 55 Jumlah Wajib Pajak Terdaftar Nasional 10 Tahun Terakhir 2.000.000 1.000.000 2.000 0 1995 Bendaharawan 1996 Badan 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 Orang Pribadi Wajib Pajak PPh Pasal 21 Wajib Pajak PPN .000 500.000 1.

898 54.934 19.019 10.145 176.141 257.565 22.339 17.433 42.027.979 36.835 182.702 Badan 62.062 61.545 157.696 14.324 692 3.209 10.777 111.780 8.517 12.412 36.245 55.879 692 888.244 0 170.357 59.218 9.233 151.373 11.947 82.583 12.024 107.587 8.958 176.093 33.623 128.377 2.216 74.557 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII 19 Kanwil XIX Jumlah Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .960 10.071 127.312 68.201 0 2.403 140.322 14.431 63.208 Lampiran 56 Jumlah Wajib Pajak Terdaftar (Tahun 2002) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kantor Wilayah Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Bendaharawan 12.247 102.707 217.369 26.228 6.758 920 1.437 288.596 120.088 168.530 126.207 51.695 86.856 67.940 21.192 179.022 260.700 32.358 169.880 53.634 261.779 18.894 Jumlah 257.177 246.838 331 10.087.653 110.602 39.532 79.445 69.961 Orang Pribadi 181.856 227.886 42.

209 Lampiran 57 Jumlah Instansi Vertikal No 1 2 3 4 5 Uraian Kanwil KPP KPPBB Karikpa KP4 2000 15 141 107 55 211 2001 18 173 141 55 236 2002 19 175 141 55 236 2003 24 178 146 55 236 Jumlah SDM Berdasarkan Eselon No 1 2 3 Uraian Eselon II Eselon III Eselon IV 2000 25 347 2071 2001 28 514 3302 2002 28 521 3317 2003 37 559 3576 Jumlah SDM Berdasarkan Pendidikan No 1 2 3 4 Uraian Strata 3 Strata 2 Strata 1 Lainnya 2000 8 232 5658 22401 2001 7 557 6056 22356 2002 7 721 6708 22329 2003 7 691 7124 22002 .

210 Lampiran 58 Jumlah Instansi Vertikal 250 200 150 100 50 0 2000 Kanwil KPP 2001 KPPBB 2002 2003 Karikpa KP4 .

211 Lampiran 59 Jumlah SDM Berdasarkan Eselon 4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 2000 2001 Eselon II Eselon III 2002 Eselon IV 2003 .

212 Lampiran 60 Jumlah SDM Berdasarkan Pendidikan 25000 20000 15000 10000 5000 0 2000 2001 2002 2003 Strata 3 Strata 2 Strata 1 Lainnya .

6/1985 Peringatan Pertama Peringatan Kedua Peringatan Ketiga JUMLAH JML 15 290 71 41 402 II - PP No 30 TAHUN 1980 Tingkat Ringan : Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Tingkat Sedang : Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji sebesar 1 kali kenaikan gaji berkala Penundaan kenaikan pangkat Tingkat Berat : Penurunan pangkat Pembebasan jabatan Pemberhentian dgn hormat tdk atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat 17 12 4 6 8 3 15 3 0 - 1 .15/KMK.01/UP.213 Lampiran 61 REKAPITULASI PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN TAHUN 2003 PERIODE : JANUARI S/D DESEMBER 2003 NO 1 I JENIS HUKUMAN 2 KEPMEN KEU NO.

214 1 III IV V Pemberhentian dgn hormat tdk atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat PP No 6 TAHUN 1976 Pemberhentian dengan hormat sebagai CPNS PP No 4 TAHUN 1966 Pemberhentian Sementara (Skorsing) SUB TOTAL (II S/D IV) T O T A L ( I S/D IV) 3 10 2 PP No 32 TAHUN 1979 3 2 0 84 486 Sumber : Bagian Kepegawaian Sekretariat DJP Tanggal Proses : 25-03-2004 .

15/KMK.215 Lampiran 62 REKAPITULASI PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN TAHUN 2003 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 KEPMEN KEU NO.01/UP.6/1985 PP No 30 TAHUN 1980 PP No 32 TAHUN 1979 PP No 6 TAHUN 1976 PP No 4 TAHUN 1966 Jenis Hukuman .

perlu menetapkan Tim Penyusunan Buku Saku Perpajakan Yang Diperlukan Dalam Memberikan Tanggapan Atas Pertanyaan Dari Pihak Ketiga. perlu dilakukan perubahan susunan anggota Tim. c. 2. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas.216 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : KEP.n. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 11 Februari 2004 a. Pasal I Mengubah susunan anggota Tim Penyusunan Buku Saku Perpajakan Yang Diperlukan Dalam Rangka Memberikan Tanggapan Atas Pertanyaan Dari Pihak Ketiga sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak. Rapat pleno pertama Tim enyusunan Buku Saku Perpajakan Yang Diperlukan Dalam Rangka Memberikan Tanggapan Atas Pertanyaan Dari Pihak Ketiga tanggal 29 Januari 2004 MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG TENTANG PERUBAHAN SUSUNAN ANGGOTA TIM PENYUSUNAN BUKU SAKU PERPAJAKAN YANG DIPERLUKAN DALAM RANGKA MEMBERIKAN TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DARI PIHAK KETIGA. Mengingat : 1. Direktur Jenderal Sekretaris Direktorat Jenderal Ttd Djazoeli Sadhani NIP 060036043 b. Menimbang : a. bahwa untuk mengoptimalkan Tim Penyusunan Buku Saku Perpajakan Yang Diperlukan Dalam Rangka Memberikan Tanggapan Atas Pertanyaan Dari Pihak Ketiga yang dibentuk dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor Kep16/PJ./2004 TENTANG PERUBAHAN SUSUNAN ANGGOTA TIM PENYUSUNAN BUKU SAKU PERPAJAKAN YANG DIPERLUKAN DALAM RANGKA MEMBERIKAN TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DARI PIHAK KETIGA DIREKTUR JENDERAL PAJAK. Hasil Rapat Pimpinan Direktorat Jenderal Pajak tanggal 29 Desember 2003. bahwa dalam rangka penyusunan Buku tersebut. maka dipandang perlu untuk menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Perubahan Susunan Anggota Tim Penyusunan Buku Saku Perpajakan Yang Diperlukan Dalam Rangka Memberikan Tanggapan Atas Pertanyaan Dari Pihak Ketiga. . Salinan Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk diketahui dan diindahkan.32 /PJ. Pasal II Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan./2004.

PPSP 2. Kepala Bagian Kepegawaian. Bagian Kepegawaian. Penyuluhan Perpajakan 4. PPSP 13. Dit. Koordinator Pelaksana Peraturan PPh Badan I. V. PPh 3. Kasi Penerimaan PBB. Pemantauan Data. Dit. Kasi Pemotongan PPh II. Informasi Perpajakan 1. PPh 7. Dit. Koordinator B. Informasi Perpajakan 14. PPh 6. Kasi Penerimaan PBB. PPSP 10. Dit. Kasi Peraturan PPh Potput. Kasi PPh OP II. Peraturan Perpajakan Kasubdit Peraturan PPh. Anggota : : : : Tenaga Pengkaji DJP bidang Pelayanan Kepala Bagian Organisasi dan Tatalaksana I. Dit. Koordinator B. Dit. Dit. Dit. Sekretariat Direktorat Jenderal 11. Informasi Perpajakan 8. Kasubdit Pembukuan dan Penerimaan Pajak. Kasubdit Metode dan Materi Penyuluhan. Sekretariat Direktorat Jenderal 12.217 TIM PENYUSUNAN BUKU SAKU PERPAJAKAN YANG DIPERLUKAN DALAM RANGKA MEMBERIKAN TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DARI PIHAK KETIGA Pembina : Direktur Jenderal Penasehat : Sekretaris Direktorat Jenderal Ketua Sekretaris Anggota Sub Tim Data dan Informasi Perpajakan A. Sub Koordinator PPN Ketua : . Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak 6. Bagian Kepegawaian 15. Kasubag Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. Sub Tim Peraturan Perpajakan A. Dit. Penyuluhan Perpajakan Direktur Peraturan Perpajakan Kasubdit Dokumentasi dan Bantuan Hukum. II. Kasubdit Pelayanan dan Perpustakaan. Kasubdit Penerimaan dan Penagihan. Dit. Koordinator Pelaksana Sarana Cetak II. Kasubdit Potput PPh. Koordinator Pelaksana Analisis Kebutuhan Pegawai. Peraturan Perpajakan 4. PPh 5. III. Dit. Penyuluhan Perpajakan 3. Sub Koordinator PPh Ketua Anggota : : : : b. PPh 2. Koordinator Pelaksana Komunikasi Data I. PBB dan BPHTB 5. Dit. IV. Dit. Wakil Koordinator a. Penyuluhan Perpajakan 7. Kasi PPh Badan I. Koodinator Pelaksana Pembuatan Laporan. Kasubdit PPh Perseorangan. Dit. Kasi Registrasi Wajib Pajak. PBB dan BPHTB 9. Dit. Peraturan Perpajakan Kasubdit PPN Jasa dan PTLL. PPN dan PTLL 2. Dit. : Direktur Informasi Perpajakan Kasubdit Reg. Dit. Peraturan Perpajakan 1. Dit. Wakil Koordinator C. Kasi Metode dan Materi Penyuluhan PPh. Bagian Kepegawaian. Dit. Dit. Dit. Dit. Kasubag Pengembangan.

4. Dit. Bagian Organta 7. Sub Koordinator Pemeriksaan. Bagian Organta 8. Koordinator Pelaksana Dokumentasi II. Dit. Dit. Koordinator B. Bagian Keuangan 3. Dit. P-4 3. Sekretariat A. Bagian Organta 6. Peraturan Perpajakan Kasi PPN Jasa dan PTLL I. Dit. Peraturan Perpajakan 2. Dit. Dit. Bagian Umum 2. P-4 4. Bagian Organta 5. P-4 1. Wakil Koordinator C. Kasubdit Peraturan PPN dan PTLL.218 Anggota : 1. Kasi Pemeriksaan Rutin WP Badan. Sub Koordinator KUP dan PBB Ketua Anggota : : Kasubdit Peraturan PBB dan Umum. Peraturan Perpajakan d. Dit. 2. Kasi Pemantauan Penagihan. Kasubag Rumah Tangga. Dit. Dit. Kasubag Tatalaksana. Koordinator Pelaksana Data Konsultan Pajak. Dit. Kasi Bantuan Hukum Non Pajak. P-4 Kepala Bagian Umum. Penyidikan dan Penagihan Ketua Anggota : : Kasubdit Pemeriksaan WP OP. Koordinator Pelaksana Metode dan Prosedur Kerja. Kasi Peraturan PBB. Koordinator Pelaksana Pemeriksaan Rutin WP Badan I. Koordinator Pelaksana Ketentuan Umum Perpajakan II. Dit. Peraturan Perpajakan Koordinator Pelaksana Pemantauan PPN Perdagangan I.n Direktur Jenderal Sekretaris Direktorat Jenderal Ttd Djazoeli Sadhani NIP 060036043 VI. P-4 2. Dit. Sekretariat Direktorat Jenderal 1. PPN dan PTLL Kasi Dokumentasi PP. 3. Kasi Perjanjian Asia Pasifik. 5. Peraturan Perpajakan Kasi Peraturan PPN Dagang. Peraturan Perpajakan 4. Kasi Pemeriksaan Rutin WP OP. Peraturan Perpajakan 1. Anggota : . Kasubag Penyusunan Anggaran. Peraturan Perpajakan 3. Koordinator Pelaksana Pemeriksaan Rutin WP OP I. P-4 6. Kasubdit Pemeriksaan WP Badan. P-4 5. Dit. Dit. Bagian Organta a. Agung Sugiharto. Lilis Rahmi. Bagian Organta 4. Dit. Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak Kepala Bagian Keuangan. Diah Purwitosari. PPN dan PTLL c. Dit. Peraturan Perpajakan 5. Dit.