P. 1
Bisnis Di Era Globalisasi

Bisnis Di Era Globalisasi

|Views: 3,652|Likes:
Published by ratna damayanti

More info:

Published by: ratna damayanti on Jan 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2014

pdf

text

original

BISNIS DI ERA GLOBALISASI

OLEH KELOMPOK I 1. Atik Ratna Damayanti 2. Sumiyem 3. Yuli Astuti 4. Risqi Susanti 5. Joko Suyanto 6. L. Agung Ariyanto 7. Wahyu Chris. T 8. Widodo 9. Nino Dwi Cahyono

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI STIE WIJAYA MULYA SURAKARTA

2011
PENDAHULUAN
Secara umum, bisnis (business) tidak lepas dari aktivitas produksi, pembelian, penjualan, maupun pertukaran barang dan jasa yang melibatkan orang atau perusahaan. Berbicara tentang bisnis identik berbicara tentang perusahaan sedangkan pelaku bisnis sering diidientikkan dengan pedagang, pengusaha, usahawan atau wiraswatawan. Untuk memahami seluk beluk bisnis seorang bisnisman (businessman) harus memiliki pengetahuan, pemahaman dan penguasaan ilmu ekonomi perusahaan serta konsep-konsep pokoknya. Selain itu seorang bisnisman juga harus memiliki kiat-kiat jitu serta intuisi bisnis yang tepat dalam menjalankan bisnisnya agar memperoleh keberhasilan. Perkembangan internet dan bisnis yang menyertainya dalam beberapa tahun ini juga makin terasa dampaknya dalam aktivitas masyarakat keseharian. Kemudahan komunikasi yang disajikan memungkinkan perolehan informasi seketika. Dekade ini menyajikan kemajuan luar biasa dalam ketersediaan informasi, kecepatan komunikasi, bahan-bahan baru, kemajuan biogenetika, obat-obatan, serta keajaiban elektronika. Kemajuan teknologi komputasi, telepon, dan televisi telah memberikan dampak besar terhadap cara perusahaan menghasilkan dan memasarkan produk mereka. Karena teknologi telah memberikan makanan, pakaian, perumahan, kendaraan, dan hiburan baru yang lebih bervariasi. Jarak geografis dan budaya telah menyempit dengan munculnya pesawat udara, mesin faks, sambungan telepon, dan komputer global serta siaran televisi satelit. Kemajuan-kemajuan ini memaksa perusahaan untuk mengerti bahwa hakikat pasar tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu. Globalisasi dan teknologi telah mendorong seleksi alamiah yang mengarah pada ‘yang terkuat yang bertahan’. Keberhasilan pasar akan didapat oleh perusahaan yang mampu menyesuaikan diri dengan persyaratan lingkungan saat ini, yaitu mereka yang mampu memberikan apa yang siap dibeli orang. Baik individu, bisnis, kota bahkan seluruh negara harus menemukan cara menghasilkan nilai yang dapat dipasarkan (marketable value) yaitu barang dan jasa yang menarik minat beli. Dalam era globalisasi berarti setiap orang bisa mendapatkan informasi dengan mudah dan dari mana saja dalam waktu yang singkat, segala sesuatu yang terjadi di belahan dunia manapun bias diakses oleh setiap orang, pergolakan ekonomi dan 2

perubahan mata uang dunia dapat dilacak dari kantor / tempat kerja hanya lewat alat elektronik yang canggih yaitu komputer. Jadi permasalahan dan tantangan berbisnis di Indonesia khususnya sangatlah multi kompleks baik dari dalam perusahaan sendiri maupun dari luar seperti halnya persaingan mutu produk atau pemasaran dalam perdagangan pasar dunia yang mengglobal. Dalam era globalisasi, persaingan bisnis menjadi sangat tajam, baik di pasar domestic (nasional) maupun di pasar internasional atau global. Tanpa terkecuali di Negara kita, dunia usaha di Indonesia juga berkembang dengan pesat. Perdagangan bebas AFTA (ASEAN Free Trade Area) di tahun 2003 dan APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) mulai tahun 2020 memberikan kesempatan para produsen untuk memasarkan produknya secara bebas. Sebagai dampak globalisasi dan perubahan teknologi, situasi pasar saat ini didorong ke arah keadaan yang berbeda jauh sekali dibandingkan situasi pasar sebelumnya. Perubahan-perubahan tersebut tampak pada berbagai fenomena, antara lain: - Kekuasaan saat ini sudah beralih ke tangan konsumen. - Skala produksi yang besar tidak lagi merupakan keharusan. - Batasan-batasan negara dan wilayah tidak lagi menjadi kendala. - Teknologi dengan cepat dapat dikuasai dan ditiru. - Setiap saat akan muncul pesaing-pesaing dengan biaya yang lebih murah. - Meningkatnya kepekaan konsumen terhadap harga dan nilai. Situasi dan kondisi demikian memotivasi pelaku bisnis agar senantiasa mampu mengantisipasi pasar secara berkesinambungan. Untuk itulah, agar dapat bertahan, mereka perlu menganalisis pasar, mengenali peluang, memformulasikan strategi pemasaran, mengembangkan taktik dan tindakan spesifik, serta menyusun anggaran pelaporan kinerja. Perusahaan harus mampu memberikan apa yang diharapkan pelanggan dan menepati janji-janjinya secara konsisten. Dengan demikian, perencanaan bisnis yang benar-benar matang sangat diperlukan, sehingga bisnis dapat tumbuh berkembang dan mampu menghasilkan laba sebagaimana diharapkan.

3

RUMUSAN MASALAH
Menggeluti dunia bisnis sekarang ini tidaklah mudah dan memang tidak semudah dulu, persaingan yang sangat ketat, tuntutan konsumen yang sangat tinggi, menjalin mitra kerja tidaklah semudah yang kita bayangkan. Dunia kita saat ini kian maju dan canggih serta tehnologi begitu cepatnya bergulir terus ke arah perubahan yang tak terbatas, dampaknya bagi kehidupan manusia (secara umum) adalah kehidupan yang mekanistis seperti halnya : hari demi hari berlalu tanpa ada makna yang berarti, individu makin kurang reseptive / responsive terhadap sesamanya dan atau lingkungan sekitarnya. Sedangkan dalam segi bisnis (secara khusus) kemajuan pengetahuan / tehnologi yang canggih mengakibatkan banyaknya pengusaha mengeksploitasi tenaga / pengetahuan / waktu karyawan untuk kepentingan dirinya tanpa memberikan kompensasi yang memadai; di sisi lain karyawan menjadi makin egocentis dan kehilangan semangat kerjanya, mereka lebih mementingkan uang / gaji daripada kepentingan orang lain atau perusahaannya. Secara singkat etika kerja dan nilai-nilai kehidupan untuk menjadi orang yang sukses dan berguna menjadi kabur dan sudah usang di era sekarang ini. Selain yang telah dinyatakan diatas, dalam era globalisasi ini dunia ekonomi semakin menjadi saling tergantung satu sama lain (Interlinked Economy) dan sekarang sudah nyata antara kekuatan-kekuatan industri besar di dunia yaitu Amerika, Jepang, dan Eropa, menguasai perekonomian dunia. Persekutuan yang dibentuk negara-negara ini memungkinkan ILE terus tumbuh dan berkembang serta siap menghadapi tantangan zaman. Namun bagaimana dengan negara-negara kecil / negara berkembang seperti halnya Indonesia ; tentunya sangat menyulitkan. Fenomena inilah yang membuat peran seorang pemimpin perusahaan tidaklah mudah dalam era sekarang ini khususnya di negara Indonesia. Adanya pasar bebas yang mengakibatkan dunia perdagangan menjadikan persaingan promosi yang lebih tajam, karena banyaknya jenis produk yang ditawarkan. Berbagai jenis produk yang ditawarkan sangat berhati-hati dalam mengisi celah-celah 4

bisnis melalui berbagai macam strategi pemasaran. Hal ini merupakan tantangan bagi perusahaan terutama perusahaan baru untuk bertahan di dalam kompetisi ini dan bersaing dengan perusahaan-perusahaan lama yang telah lebih dahulu dikenal masyarakat. Masing-masing perusahaan berupaya untuk dikenal, diperhatikan serta diminati banyak orang demi kelangsungan usahanya. Jadi sekarang, peran dan tanggung jawab pemimpin perusahaan makin berat dan yang pasti dibutuhkan kualitas kepemimpinan yang unggul supaya dapat membawa perusahaannya kearah kemajuan dan dapat mengikuti trend / mampu mengantisipasi perubahan dan juga mengatasi permasalahan yang setiap saat bisa terjadi serta membawa perusahaannya memiliki keunggulan kompetitif, jika tidak, maka dapat dipastikan perusahaan tersebut gulung tikar / pailit. Dalam mengelola bisnis pada era globalisasi dibutuhkan seorang pemimpin yang unggul, dalam arti pemimpin tersebut mampu membawa perusahaannya memiliki keunggulan kompetitif.

PEMBAHASAN
Era globalisasi adalah situasi dan keadaan yang seolah-olah tanpa batas antar orang, tugas, tempat, ruang atau dengan kata lain “mendunia.” Sehingga dalam menjalankan bisnis dalam era globalisasi ini para pelaku bisnis menghadapi tantangan utama, yakni : 1. Pelanggan lebih menuntut kecepatan waktu, dan budaya instant sudah menjadi trend masa kini. Hal ini menjadikan waralaba yang laris adalah yang dapat menyediakan makanan cepat saji. 2. Etika-etika dalam bisnis kurang diperhatikan oleh pelaku bisnis yang memang hanya mengandalkan kekuatan dan kekuasaan saja, sehingga terjadilah pengkotak-kotakan kepada pelaku bisnis menurut suku, etnis ataupun agama. 3. Pelanggan kini lebih cerdas dan kritis, dalam arti mereka tidak hanya melihat harga tetapi juga membandingkan dengan mutu atau kualitas produk dan pasti akan mengklaim jika kecewa terhadap suatu produk yang dibelinya. 4. Ditentukan adanya standar mutu tertentu yang diputuskan secara bersama-sama oleh suatu komite yang ditunjuk, misalnya ISO.

5

5. Tingkat ekspansi dan persaingan bisnis sangat tinggi, baik secara domestic maupun internasional, begitu suatu produk muncul di pasaran dan ‘booming’ , pasti dalam sekejap ada produk lain yang meniru, entah halal maupun tidak. 6. Perubahan yang sangat cepat kadang-kadang tak terduga atau memang sulit diduga, misalnya setelah terjadi pemboman gedung WTC di AS oleh teroris, pasar modal dunia menjadi lesu dan bergejolak tak menentu, yang pasti dampaknya ke aspek bisnis yang sangat mengejutkan bagi setiap pelaku bisnis. 7. Muncul ketidak pastian di sekitar hal-hal yang berkaitan dengan sumberdaya manusia, misalnya bagaimana memotivasi karyawan dengan bermacam-macam latar belakang pendidikannya, bagaimana mendapatkan karyawan yang berkualitas, cerdas, berwawasan luas dalam lingkup domestic dan internasional. Tidak dapat dipungkiri dunia bisnis dalam era global ini dihadapkan pada proses perubahan yang begitu cepat dan rumit. Untuk itu kebutuhan akan perubahan yang dinamis dalam berbagai hal seperti visi, misi, tujuan dan sistem berpikir menjadi hal pokok yang harus dimiliki perusahaan. Dalam konteks organisasi belajar, setiap individu organisasi bisnis harus memiliki komitmen dan kapasitas untuk belajar pada setiap tingkat apapun dalam perusahaannya. Dengan kata lain setiap pekerjaan harus mengandung unsur pembelajaran yang semakin aktif. Membawa perusahaan ke arah sukses adalah impian dan harapan setiap pemimpin bisnis, sepertinya memang mudah jika hanya berupa teori, namun akan menjadi sulit jika harus diterapkan menjadi suatu rancangan strategi yang menghasilkan program masa depan dan mampu menjawab tantangan. Oleh karena itu dibutuhkan seorang pemimpin yang unggul dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1. Memiliki tujuan yang tepat. Penetapan tujuan merupakan salah satu langkah dasar yang sangat penting untuk menuju tangga sukses dan jika kita merencanakan terlebih dahulu, pasti akan senang melihat banyak hal yang kita inginkan itu bisa terwujud. Agar tujuan lebih bisa terukur kinerjanya, maka perlu diingat SMART [Spesific, Measurable, Attainable, Realistic, Tangible].

6

Tanpa menetapkan tujuan, visi kita hanya tetap menjadi angan-angan. Dan satu hal yang pasti adalah sikap realistis kita, yakni untuk mencapai tujuan haruslah ada kerja keras atau usaha besar dan tingkat usaha kita sesuai dengan tujuan yang telah kita tetapkan. 2. Berpikir imajinatif dan inovatif. Yang dimaksudkan adalah seorang pemimpin yang senantiasa berpikir ke arah masa depan, membuat rancangan-rancangan strategi yang imajiner tetapi tetap berpijak pada realitas perusahaan, masa kini dan kemampuan diri. 3. Memiliki antusiasme yang berasal dari dalam hati. Menanamkan rasa antusiasme dalam diri kita merupakan energi positif untuk membangkitkan semangat kerja. Abraham Lincoln pernah mengatakan, “Aku akan mempersiapkan diri dan pasti kesempatanku untuk sukses akan tiba.” Itulah antusiasme yang ditanamkan dalam diri sendiri, selama perjalanan menuju kursi kepresidenan, beliau telah melewatinya dan berhasil. 4. Berorientasi pada pelayanan. Pemahaman baru dan lebih manusiawi adalah proses kerja yang menempatkan pelanggan sebagai posisi yang paling tinggi dan paling penting karena mereka adalah bagian yang paling utama dalam bisnis. Selain keharusan mengubah diri, dunia usaha juga harus melihat perubahan itu sendiri secara baru. Pemimpin seharusnya selalu membuat perubahan terus menerus sebagai cirri utama kinerjanya dalam perusahaan. 5. Memiliki sifat pemberani dan bertanggung jawab. Sifat ini juga merupakan bagian yang penting untuk sukses, sepertinya tak aka nada pertumbuhan dan perkembangan pribadi jika kita tidak berani berubah dan disiplin dalam bekerja. Para pemimpin besar adalah orang-orang yang pemberani dalam artian mereka berani menghadapi tantangan, bahaya, hambatan maupun gangguan yang ada di sekitarnya;

7

keberanian di sini diartikan sebagai kesediaan untuk bekerja di jalan yang berbahaya dan melakukan hal yang berbahaya jika memang diperlukan bukan karena semata-mata ingin hidup dalam bahaya bahaya, namun karena ingin menyelesaikan pekerjaan dengan baik; intinya bahwa seorang pemberani tidak takut terhadap masalah, menganalisanya dan memusatkan pada solusi yang akan dicapai serta menerapkannya pada tindakan nyata. Sedangkan ciri orang yang bertanggung jawab adalah memiliki komitmen dan dedikasi dalam melakukan suatu pekerjaan sehingga tujuan yang dicapai bukanlah seberapa besar penghasilan atau keuntungan semata, melainkan demi tujuan kemajuan perusahaan dan perkembangan diri. Sebelum tujuan akhir tercapai, mereka tidak akan berhenti, karena seorang pemimpin sejati tidak mengenal kata menyerah atau putus asa. Sebagai manajer, dia bersama karyawan seharusnya terdorong untuk selalu melakukan kajian dengan menghasilkan gagasan-gagasan baru dan mengkontribusikannya pada perusahaan. Sikap manajer yang mungkin selama ini begitu toleran terhadap setiap kesalahan karyawan manajer patut diubah. Manajer harus mengambil posisi untuk mencegah terjadinya resiko besar dari suatu kesalahan kerja. Memang suatu ke berhasilan biasanya didasarkan pada kegagalan yang pernah dialaminya. Namun manajer harus mengevaluasi setiap kegagalan dan melakukan evaluasi diri. Fungsi manajer adalah lebih sebagai peneliti dan sekaligus perancang ketimbang hanya sebagai penyelia. Dalam hal ini manajer harus mendorong para karyawan untuk menciptakan gagasan baru, sekecil apapun, dan mengkomunikasikan gagasan-gagasan tersebut ke karyawan lain. Selain itu hendaknya manajer mendorong karyawan untuk mengerti keseluruhan pekerjaan dan permasalahannya, membangun visi kolektif dan bekerja bersama mencapai tujuan perusahaan. Untuk menghadapi perubahan pasar yang sangat cepat sangatlah diperlukan perencaan yang tepat. Perencanaan bisnis yang baik harus dapat secara jelas menggambarkan karakteristik bisnis yang sedang atau akan dilaksanakan sehingga pihakpihak yang tertarik dapat melihat secara transparan dan mengerti dengan jelas prospek perkembangannya dimasa yang akan datang. Perencanaan bisnis yang baik harus memuat asumsi-asumsi serta alasan yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan, seperti dasar perhitungan besarnya permintaan dan proyeksi penjualan, perhitungan harga pokok

8

penjualan, strategi-strategi yang akan dilakukan, serta berbagai strategi manajemen untuk pengembangan bisnis. Rencana bisnis yang disusun secara cermat akan sangat menolong dalam pengambilan keputusan karena subtansinya mencakup strategi, target, dan posisi bisnis di tengah-tengah persaingan yang ada. Agar semua tujuan tersebut tercapai, sangat diperlukan strategi untuk mencapai keunggulan bersaing. Keunggulan bersaing ini penting untuk diketahui dalam penyusunan perencanaan bisnis karena tidak lepas dari prinsip-prinsip ekonomi, yaitu bagaiman kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan lancar dengan meminimalkan seluruh biaya yang ditimbulkan dan memaksimalkan keuntungan. Disamping itu juga harus diperlukan berbagai upaya penyelarasan dengan prinsipprinsip pemasaran modern, yaitu kepuasan konsumen (customer satisfaction) atau menyediakan barang dan jasa yang sesuai keinginan konsumen, kualitas yang diinginkan konsumen, harga yang kompetitif, layanan yang tepat waktu (just-in-time), serta memelihara kesetiaan pelanggan (customer loyalty). Mencuri perhatian khalayak merupakan tugas yang tidak mudah. Diperlukan kerjasama dan komitmen yang tinggi dari perusahaan yang ingin sukses, dikenal dan diminati banyak orang. Persaingan yang ketat antar perusahaan membuat para pelaku dunia bisnis tersebut terus melakukan inovasi dan berani tampil beda dari para pesaingnya. Setiap perusahaan juga harus menampilkan ciri khas yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Ada banyak strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam rangka merebut perhatian dari khalayaknya, salah satunya yakni melalui konsep experimental marketing. Pemikiran Bernd H. Schmitt tentang hubungan antara produk dan konsumennya yang dituangkan dalam buku Experimental Marketing (EM) memang sudah lama ada, sejak 1999 (http://202.59.162.82/swamajalah). Namun, rupanya dari tahun ke tahun ide memberi perhatian khusus terhadap perilaku dan aspirasi konsumen terus berkembang. Pemikiran dosen di Columbia Business School New York ini banyak dimanfaatkan untuk mendekati, mendapatkan dan mempertahankan konsumen loyal. Melalui konsep ini, perusahaan mencoba melibatkan konsumen melalui emosi, perasaan, mendorong mereka untuk berpikir, melakukan tindakan, maupun untuk menjalin komunitas. Keberhasilan

9

mengeksekusi lima elemen ini akan membuat merk tertanam di hati konsumen. Kini, para produsen beramai-ramai menghadirkan pengalaman yang unik, positif dan mengesankan kepada konsumen. Dewasa ini, persaingan perusahaan untuk memperebutkan pelanggan tidak lagi terbatas pada atribut fungsional produk, melainkan juga sudah dikaitkan dengan merk yang mampu memberikan citra khusus bagi pemakainya. Merk dapat diistilahkan dengan ekuitas merk. Untuk memenangkan persaingan, perusahaan harus berusaha untuk berada di deretan terdepan dalam benak konsumen pada saat konsumen membutuhkan. Untuk mencapai hal tersebut, poduk harus memiliki ekuitas merk yang kuat. Meskipun porsi anggarannya masih relative kecil dibandingkan dengan bauran komunikasi utama – iklan dan promosi – namun pengeluaran untuk event marketing semakin meningkat. Event Marketing activities (brand activation) adalah salah satu bentuk promosi merk yang mendekatkan dan membangun interaksi merk dengan penggunanya melalui aktivitas pertandingan olahraga, hiburan, kebudayaan, social, atau aktivitas public yang menarik perhatian lainnya. Event marketing / brand activation kini semakin diakui sebagai salah satu cara yang efektif dalam membangun ekuitas merk. Event Marketing memiliki pengaruh yang besar karena keterlibatan costumer di dalamnya. Menurut Sumardy dan Yoris Sebastian, pengamat marketing, dalam dua tahun terakhir, event atau brand activation memiliki peranan yang cukup besar dalam kegiatan komunikasi pemasaran. Padahal sebelumnya, event dianggap sebagai pelengkap kegiatan komunikasi lainnya, karena perusahaan masih banyak mengandalkan kegiatan above the line atau pemasangan iklan pada media massa.. Dalam perspektif membangun merk, brand activation mempunyai banyak peluang untuk mencapai keberhasilan. Ini karena event pada dasarnya diselenggarakan untuk menciptakan suasana hati yang santai dan bahagia. Pada saat itulah orang lebih mudah menerima pesan persuasi yang disampaikan pemilik merk.

10

KESIMPULAN
Seorang pemimpin masa depan yang unggul haruslah memiliki kemampuan melihat masa depan dan merencanakan strategi yang dapat diterapkan serta mampu juga membangun rasa kepercayaan dan kepemilikan dalam diri para karyawannya. Profil pemimpin unggul yang demikian tentunya akan membawa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yaitu perusahaan yang bergerak di bidang jasa atau produk yang bermutu tinggi dan keunggulan-keunggulan lain, misalnya harga bersaing, layanan cepat dan aman, dan lain sebagainya. Prestasi yang hebat tidaklah tercapai secara kebetulan, namun harus dipikirkan secara serius dan diusahakan secara terus menerus serta didukung oleh semua orang yang terlibat di dalamnya. Jadi pemimpin yang unggul haruslah menjadi pemain sekaligus juga pelatih bagi karyawan lainnya. Unggul adalah kata yang tepat untuk menunjuk suatu kualitas seseorang, yang dimaksud disini adalah pemimpin yang selangkah lebih maju disbanding dengan pemimpin lainnya, baik dalam pemikiran, rencana, produktivitas, maupun pelayanan. Jadi beruntunglah perusahaan yang memiliki pemimpin yang unggul, karena dapat dipastikan perusahaan akan maju dan menang dalam kompetisi pasar global bahkan mungkin akan memimpin perekonomian dunia. Namun agar memiliki nilai nyata, keunggulan seharusnya memberi pedoman pada semua bidang hidup kita; maksudnya bahwa seseorang selain bisa menjadi pemimpin bisnis yang hebat di perusahaan raksasa, juga bisa membina kehidupan rumah tangganya harmonis dan sejahtera, itulah keunggulan sejati. Yang perlu ditekankan bahwa yang membedakan seorang pemimpin dengan pemimpin lainnya adalah kualitas, karena yang membuatnya berbeda adalah pemimpin tersebut memiliki figure yang pantas untuk diteladani, memberi inspirasi bagi karyawan, menarik orang untuk membuat komitmen dan loyal terhadap perusahaan, pantang menyerah sebelum meraih sukses. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk merebut perhatian dari masyarakat yakni dengan konsep experiential marketing. Melalui konsep ini, perusahaan mencoba melibatkan konsumen melalui emosi, perasaan, mendorong mereka untuk berpikir, melakukan tindakan, maupun untuk menjalin komunitas. Keberhasilan

11

mengeksekusi lima elemen ini akan membuat merk tertanam lebih dalam di hati konsumen. Untuk memenangkan persaingan, perusahaan harus berusaha untuk berada di deretan terdepan dalam benak konsumen pada saat konsumen membutuhkan.

SUMBER BACAAN
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18242/4/chapterI.pdf http://www.mm-ukrida.co.cc/resmeth-rct/uk-mk-fs45/c_endang_setiawati.pdf http://delover.multiply.com/journal/item/2/Berbisnis_dalam_Era_Globalisasi http://ronawajah.wordpress.com/2008/10/08/tugas-manajer-dalam-era-globalisasi/

12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->