PEDOMAN PENYUSUNAN NASKAH PORTOFOLIO KARYA SENI MONUMENTAL/PERTUNJUKAN DAN KRITERIA PENILAIANNYA

SUPRIATUN
Widyaiswara PPPG Kesenian Yogyakarta

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL JAKARTA 2008

PRAKATA

Dalam SK Mendikbud Nomor 025/O/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, penciptaan karya seni termasuk kelompok Sub-unsur III Pengembangan Profesi bersama dengan karya tulis ilmiah, penemuan teknologi tepat guna, dan sebagainya. Buku kecil ini ditulis bukan sebagai pedoman bagaimana menciptakan karya seni melainkan bagaimana cara mengusulkan karya seni untuk perhitungan angka kredit jabatan guru, khususnya cara menyusun naskah portofolio bagi karya seni yang akan diusulkan yang tidak dapat disertakan bukti fisiknya. Naskah potofolio karya seni adalah naskah yang medeskripsikan atau melaporkan secara ringkas bagaimana suatu kegiatan cipta seni telah dilakukan. Naskah tersebut digunakan sebagai pengganti karya seni yang tidak dapat disertakan bukti fisiknya untuk usulan penilaian angka kredit jabatan guru. Lukisan, patung, kriya, kaligrafi, seni instalasi, foto seni, mode (busana), konser musik, pentas teater, dan pagelaran tari termasuk sebagian jenis karya seni yang tidak dapat disertakan bukti fisiknya pada usulan penilaian angka kredit jabatan guru karena antara lain sifat fisiknya tidak mungkin dipindahkan atau akan rusak jika dipindahkan. Berbeda misalnya dengan jenis karya seni seperti karya sastra (kumpulan puisi, kumpulan cerpen, novel, naskah drama), musik rekaman, naskah lagu (musik), cerita rekaman (sinetron, film), cerita bergambar (komik), dan desain grafis yang bukti fisiknya dapat dikirimkan atau disertakan. Dalam konteks yang lebih luas, buku pedoman ini menjelaskan bagaimana persyaratan dan cara mengusulkan penilaian angka redit jabatan untuk untuk suatu karya seni, serta cara penilaiannya. Begitulah. Jakarta, Oktober 2006 Penyusun

ii

DAFTAR ISI

PRAKATA, ... ii KATA PENGANTAR, ... iii DAFTAR ISI, ... iv DAFTAR LAMPIRAN, ... v Bagian 1 PENDAHULUAN, ... 1 1.1 Seni dan Keindahan, ... 2 1.2 Konsep tentang Seni, ... 5 Bagian 2 KARYA SENI, ... 7 2.1 Jenis Karya Seni, ... 7 2.2 Karya Seni Monumental, ... 9 Bagian 3 PORTOFOLIO DAN PELAPORAN, ... 10 Bagian 4 KRITERIA DAN FORMAT PENILAIAN, ... 13 4.1 Kriteria Penilaian, ... 14 4.1.1 Seni Rupa, ... 15 4.1.2 Seni Pertunjukan, ... 15 4.1.3 Seni Sastra, ... 17 4.2 Format penilaian, ... 17 4.3 Pedoman penilaian, ... 20 4.4 Kriteria Penolakan, ... 21 Bagian 5 PENUTUP, ... 24 DAFTAR PUSTAKA, ... 25 LAMPIRAN-LAMPIRAN , ...26

iii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 : Materi Laporan Portofolio Karya Seni Monumental/Pertunjukan, ... 26 LAMPIRAN 2a: Naskah Refleksi Deskriptif/Naratif, ... 27 LAMPIRAN 2b: Sampul Depan, ... 28 LAMPIRAN 2c: Identitas Pencipta, ... 29 LAMPIRAN 2d: Kata Pengantar, ... 30 LAMPIRAN 2e: Daftar Isi, ... 30 LAMPIRAN 2f : Bukti Pengakuan Masyarakat, ... 31 LAMPIRAN 2g: Surat Pernyataan Keaslian Karya Seni, ... 31 LAMPIRAN 2h: Biodata Pencipta, ... 32 LAMPIRAN 3 : Contoh Portofolio, ... 33

iv

Bagian 1 PENDAHULUAN

Seni adalah bagian dari kehidupan universal manusia. Setiap manusia memiliki potensi untuk menciptakan karya seni, baik untuk keperluan kebutuhan estetik dan batiniah individu mapun kelompok masyarakat. Guru juga memiliki potensi untuk menciptakan karya seni tanpa harus memiliki latar belakang formal pendidikan seni. Seniman tidak selalu dilahirkan oleh pendidikan formal kesenian. Oleh karena itu, setiap guru memiliki kesempatan yang sama untuk mengajukan karya seni yang diciptakannya bagi pengusulan angka kredit jabatan fungsional guru dari kelompok Sub-unsur III Pengembangan Profesi berdasarkan SK Mendikbud Nomor 025/O/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Dengan demikian, tidak hanya guru pendidikan kesenian saja yang dapat mengajukan karya seni ciptaannya untuk dinilai. Kesan kemudahan bahwa setiap guru dapat mengusulkan karya seni cipta-annya tidak berarti menciptakan suatu karya seni itu mudah. Tidak setiap guru memiliki bakat dan kemampuan menciptakan karya seni. Tidak setiap ciptaan guru otomatis bernilai seni. Sebab, untuk mendefinisikan apa ‘seni’ itu tidaklah mudah. Sebuah benda yang diakui sebagai sebuah karya yang mengadung nilai seni dan selanjutnya digolongkan sebagai karya seni pada awalnya lebih didasarkan kepada peranan ‘rasa’ yang subjektif

1

Setiap orang memiliki kepekaan dan pengalaman yang berbeda-beda tentang rasa keindahan.dibandingkan peran logika yang objektif. Ada ekspresi dengan media suara (seni suara). dan media yang lain.1 Seni dan Keindahan 2 . Dasar rasa yang dikembangkan dalam sebuah karya seni oleh penciptanya (seniman) sering disebut dengan istilah rasa keindahan atau estetika. sesama seniman) bahwa sebuah karya itu ‘indah’. karya tersebut mendapat legitimasi atau ‘pengobjektifan’ sebagai karya seni. apresiator. bunyi (seni musik). kritikus seni. bahasa (seni sastra). 1. dalam konteks formal subunsur “Menciptakan Karya Seni Monumental/Pertunjukan dalam Pengembangan Profesi bagi Jabatan Fungsional Guru” berikut ini adalah pokok-pokok pikiran yang perlu dipahami. Oleh karena itu. gerak (seni tari). Oleh karena itu. Selanjutnya ketika muncul ‘pengakuan’ oleh penikmat seni (apresian. warna dan benda (seni rupa). bentuk ekspresi yang dilahirkan atau diciptakannya pun berbeda-beda.

seni tari. Pengakuan oleh sejumlah orang yang memiliki kapabelitas sebagai penikmat seni (apresian. seni karawitan. seni teater. dan karsa. seni musik. Sutopo (2001) menyebut seni adalah ekspresi gagasan dan cita-cita. dan benda lain secara estetik sebagai karya seni dibandingkan harus mendefini-sikan seni itu apa.Seni sering diindentikkan dengan keindahan. nilai-nilai ideal estetika yang selalui dipandang menghampiri kesempurnaan. Dari kondisi objektif itulah selanjutnya orang mencoba mendefinisikan apa karya seni itu dari berbagai sudut pandang dan pengalaman estetik masing-masing. dan seni kriya.M. kritikus seni. apresiator.) Seorang filsuf Yunani mengekspresikan keindahan pada benda merupakan ilusi dari keindahan yang sebenarnya. Mattulada (2001) karya seni sebagai benda-benda budaya yang memenuhi gagasan-gagasan. suatu karya dipandang memiliki ‘nilai seni’ biasanya didasarkan kepada adanya pengakuan orang di luar diri seniman yang ‘menangkap’ nuansa keindahan yang ‘unik’ pada karya seni yang diciptakan seniman. seni keramik. warna.th) menyebut karya seni sebagai suatu proses kreatif dalam bidang kesenian yang dilandasi oleh pengalaman dan penghayatan dengan melibatkan cipta. Hal tersebut karena keindahan yang sangat berdekatan denga etika (kesusilaan) yang mempermasalahkan kebaikan budi/perilaku. Plato (428-348 s. dan beragam fantasi yang dihasilkan seniman dalam mewujudkan dunia sintetis dan dunia self-consistent. rasa. seni grafis. Meskipun demikian. Setiap definisi tentang seni tidak pernah mampu mengungkapkan sosok seni secara utuh dan memuaskan banyak pihak. seni patung. 3 . aspirasi spiritual. seniman) itu merupakan bentuk ‘objektif’ atau rasionalisasi dari karya seni tersebut. suara. Keindahan bagi plato sangat rentan kaitannya dengan rasa indah yang berasal dari rasa cinta dan kasih sayang. Dalam sebuah makalahnya Suparno (t. Dalam peradaban manusia. antara lain berupa hasil seni lukis. tetap saja orang lebih mudah menunjuk sesuatu wujud tertentu yang diekspresikan oleh seniman melalui gerak.

Aritoteles (384-322 s. Ciri-ciri kesatuan dan keharmonisan yang membentuk ‘keindahan’ atau ‘seni’ itu meliputi (1) keutuhan bentuk dalam arti sesuatu itu harus pas dan khas adanya. Kesemuanya itu lebih dikarenakan oleh peran Sang Pencipta dalam memutuskan sesuatu. tidak ada cacatnya. 1979) Imanuel Kant (1724-1804). (2) keseimbangan proporsional ukurannya. ia tidak menyangkal bahwa secara empirik orang bisa 4 . Meskipun demikian. Namun. bagi Aritoteles karya seni yang lebih nyata penampakannya atau realistik. Pemikirannya yag demikian memberikan batasan pada karya seni yang harus utuh. sedangkan bagi Plato karya seni itu tansendental (dogmatik. Unsur intelektual idealis dan subjektivitas dalam memandang karya sastra juga menjadi dogmatis ketika seseorang harus menelaah karya seni. suci). Plato lebih memandang bahwa benda seni yang diciptakan oleh seniman merupakan tiruan benda indah yang merupakan ilusi dari ide keindahan.M.) mendukung pendapat Plato dengan mengatakan bahwa seni itu suatu yang bersifat imitasi atau tiruan (mimesis) dan keindahan adalah suatu kesatuan dan keharmonisan. dan (3) kejernihan atau kejelasan ujudnya tanpa ambiguitas. pemikir berkebangsaan Jerman ini tidak setuju dengan penyubjektivitas konsep keindahan yang dianggapnya akan menimbulkan kekeliruan dalam mencari jawaban tentang keindahan. Dengan demikian Aristoteles lebih objektif dibandingkan Plato dalam memandang karya seni karena Aristoteleh berpijak pada dunia nyata (realisme) sedangkan Plato pada dunis metafisis atau alam gaib di luar kekuasaan manusia (transendental) dalam menempatkan kedudukan nilai keindahan atau seni (George Dickie. tidak ada yang kurang dan tidak ada yang lebih. Pendapatnya yang demikian menyudutkannya untuk mengatakan bahwa karya seni itu hanya sebuah ilusi penampakan realitas.Penekanan Plato pada ‘ukuran dan proporsi’ di kemudian hari dijadikan premis keindahan sebagai refleksi dari kekuasaan Sang Pencipta yang lebih abadi sifatnya.

Pamadhi (2001) menganggap bahwa proses penciptaan seni identik dengan proses keilmuan dan teknologi. Dengan demikian. Dengan demikian. Penilaian keberhasilannya harus dilihat dari kebermaknaannya secara estetik dan ekonomis.menyelidiki sebanyak mungkin sampai pada standar rasa terhadap sesuatu. sedangkan objektivitas untuk menelaah keindahan karya buatan manusia. sebab apa yang terbaca atau terlihat itulah yang harus dimaknai. Apa yang dinilai itu tidak mungkin dipengaruhi oleh subjektivitas pembaca. Oleh sebab itu orang mengenal bermacam-macam jenis dan bentuk karya seni. karena eksplorasi 5 . peran otak terlibat di dalamnya sehingga unsur subjektivitas sesungguhnya tidak terlalu berperan. dapat disimpulkan bahwa (1) seni dan keindahan tidak terpisahkan.2 Konsep tentang Seni Proses penciptaan seni merupakan aktivitas otonom yang kehadirannya dipengaruhi oleh bahan dan kondisi. seorang pembaca hanya berhenti pada batas apa yag dibacanya dan bukan sampai pada meneropong jauh keinginan seniman (sastrawan). 1. (2) subjektivitas cocok untuk menelaah karya yang sifatnya transendental. Dengan demikian. Ia menyangkal tentang keindahan yang dimunculkan dari sebuah benda dan menganggap keindahan muncul dari subjektivitas manusia saat menikmati objek keindahan itu. Dalam menilai karya sastra misalnya. suatu produk karya seni yang telah tervisualisasikan dalam karya terapan dapat dikategorikan sebagai karya teknologi. Kant menolak unsur ‘rasa’ dalam menelaah karya seni. dan (3) faktor subjektivitas dapat mengabaikan faktor objektivitas jika manusia dihadapkan kepada realita permasalahan di luar kekuasaan manusia. Batasan itu menyebabkan peyebutan kata ‘indah’ hanya untuk sesuatu yang mempunyai nilai dan kualitas tinggi atau hanya khusus untuk menilai karya seni. Dari sudut pandang pragmatisme.

rasa. logis jika karya seni diakui sebagai salah satu bentuk karya produktif seseorang atau kolektif yang setara dengan karya ilmiah. baik secara khusus maupun umum. dan karsa dalam penciptaan seni dapat diuraikan dan direkonstruksi kembali berdasarkan kajian ilmiah. Oleh karena itu. karya seni sebagai hasil penelitian seniman baik secara laboratoris. bunyi. iklan. Dengan demikian. perasaan. Keempat. wajar jika karya seni yang diciptakan oleh guru perlu dihargai sebagai suatu kompetensi yang mendukung profesionalitasnya. pertama. karya seni sebagai karya teknologi yang dalam terapannya mengedepankan substansi estetika seperti yang tampak secara fungsional pada rancang busana. gerak. dan obsesi lain yang divisualisasikan dengan berbagai medium seperti rupa. minimal memiliki apresiasi seni yang memadai. Lebih lanjut. Namun. sebagaimana penilai angka kredit jabatan guru untuk subunsur penulisan karya ilmiah harus seseorang yang memiliki kompetensi bidang penelitian dan penulisan karya ilmiah. studio. dan sebagainya. 6 . karena fungsinya sebagai teks yang berisi keragaman gagasan. karya seni merupakan karya intelektual. arsitektur. persoalannya bahwa tidak setiap orang memiliki apresiasi seni yang memadai. Menyikapi pandangan tersebut. maupun kualitatif. sehingga dari pemahaman keilmuan karya seni memenuhi kriteria intellectual property right atau hak atas kekayaan intelektuan (HaKI). Pamadhi menyatakan bahwa. empiris. imajinasi. karya seni merupakan suatu wacana.dan penjelajahan cipta. pengalaman. Ketiga. desain seni. penilai angka kredit jabatan guru untuk subunsur penciptaan karya seni monumental/pertunjukan juga haruslah seseorang yang memiliki kompetensi menilai karya seni. dan kata. Kedua.

seni kriya. (b) seni pertunjukan. Kelompok seni kriya meliputi seni kriya kayu. Yang termasuk kelompok seni rupa antara lain seni lukis. seni fotografi. karya seni terdiri dari (a) seni rupa. sedangkan karya seni kolektif adalah karya seni yang diciptakan oleh sejumlah orang berdasarkan fungsi masing-masing yang berkreasi secara terpadu dalam suatu kerja seni yang utuh. karya seni dapat dibedakan atas (a) karya seni individual. Karya seni individual adalah karya seni yang diciptakan oleh perorangan. bentuk ekspresi fisik atau medianya. seni kriya logam. seperti proses penciptaan. Seni rupa adalah suatu bentuk karya seni yang menggunakan media ekspresi berupa warna atau benda. 2.Bagian 2 KARYA SENI Jenis karya seni sangat beragam. dan (c) seni sastra. dan seni desain. dan (b) karya seni kolektif. dan seni kriya keramik. Kelompok seni desain 7 . seni kriya kulit. Berdasarkan bentuk ekspresi fisik dan medianya. seni kriya tekstil. seni patung.1 Jenis Karya Seni Berdasarkan proses penciptaan. Keragaman itu didasarkan kepada sejumlah hal.

film). Karya seni modern adalah karya seni yang diciptakan berdasarkan nilai-nilai budaya modern. 8 . karawitan. logam. seni arsitektur. cd). Untuk membuat suatu seni pertunjukan permanen atau monumental sehingga dapat ‘dinikmati’ penonton berulang-ulang dan tetap diperlukan media rekam audio (kaset. naskah drama/teater. Karya seni tradisional adalah karya seni yang diciptakan berdasarkan konsep atau nilainilai budaya suatu kelompok masyarakat yang diwariskan secara turuntemurun. cerita pendek (cerpen). Seringkali seni pertunjukkan memerlukan media lain untuk mewujudkannya dan biasanya bersifat bendatidak-permanen (cahaya. seni interior. dan sebagainya) maupun benda-permanen (kayu. visual (foto). drama atau teater. Karya seni pertunjukan adalah suatu bentuk karya seni yang menggunakan media ekspresi gerak dan irama. dialog. Seni sastra adalah suatu bentuk karya seni yang menggunakan media ekspresi bahasa (lisan maupun tulisan). film. kain. Karya seni kontemporer adalah karya seni yang diciptakan berdasarkan pengembangan nilai-nilai baru yang sebelumnya belum ada atau pemaduan nilai-nilai budaya tradisional dan modern dalam suatu kemasan yang bersifat eksperimental dan mutakhir. Berdasarkan perkembangan atau waktu. naskah sendratari. kertas. tari. atau audiovisual (vcd. skenario film. Termasuk dalam kelompok seni pertunjukan ini antara lain ensambel musik. Kelompok seni sastra terdiri dari puisi.meliputi seni grafis. naskah cerita bergambar. dan naskah musik. sendratari (seni drama tari). karya seni dapat dikelompokkan sebagai karya seni tradisional. seni modern. dan sebagainya). dan sebagainya. novel. seni kontemporer. opera (drama musik). dan seni pedalangan atau pewayangan. seni lanskap.

berarti karya seni yang bersifat permanen atau menimbulkan kesan peringatan pada sesuatu yang agung (KBBI 1995:665). sastra. patung. 1996/1997). Makna karya seni monumental mengacu pada dua pengertian. dapat diidentifikasi dari pengakuan masyarakat atas eksistensi karya seni yang bersangkutan melalui komentar. opini. karya seni monumental dapat diartikan sebagai bentuk karya seni yang secara fisik bersifat kebendaan seperti lukisan. Pertama. Kedua. atau pribadi yang bersangsungkatan yang didukung oleh aspirasi lingkungan (Suparno. secara umum kedua konsep tersebut samasama merujuk pada suatu karya seni yang memiliki kualitas dan nilai-nilai peringatan yang permanen dan diakui oleh ma-syarakatnya. peristiwa. Untuk mengetahui karya seni itu mampu meningkatkan wibawa pencipta dan lingkungannya. maupun karya seni pertunjukan seperti musik. t. dan teater yang mengandung nilai-nilai terkait dengan waktu dan tempat yang mampu meningkatkan wibawa pencipta dan lingkungannya. resensi. Yang pertama mengacu pada semua bentuk dan jenis karya seni. karya seni/desain untuk meningkatkan wibawa lingkungan tertentu sesuai dengan nilai yang dikaitkan dengan tempat. tari.2 Seni Monumental/Pertunjukan Monumental artinya bersifat permanen atau peringatan.th). 9 . kriya kayu. desain grafis. sedangkan yang kedua cenderung mengacu pada karya seni rupa dan desain sebagai imbangan atas eksistensi seni pertunjukan (Depdikbud. Namun. Dengan demikian.Suasana pengunjung pameran karya seni rupa (Foto: dok) 2.

dipentaskan. Secara formal pengakuan itu juga didapatkan dari organisasi profesi atau pakar/kritikus/kurator seni yang relevan.atau bentuk tulisan lain dalam media massa saat karya itu dipamerkan. Pengakuan masyarakat itu dapat terjadi pada suatu tempat dan kurun waktu tertentu. 10 . Pengakuan itu menyangkut penilaian atau rekomendasi atas kualitas karya yang diciptakan seseorang dan dipamerkan apakah memenuhi kriteria atau nilai-nilai suatu karya seni yang bersifat monumental. atau diterbitkan.

Sebagai alat evaluasi. 11 . Dengan demikian konsep tentang portofolio dapat berarti (1) sarana strategi pemelajaran dan pelatihan. dan pihak lain yang berkepentingan. orang tua. portofolio berisi sejumlah produk dari kegiatan siswa yang menggambarkan keseluruhan proses pembelajaran dan pelatihan yang telah dilakukan sejak prakegiatan hingga pas-cakegiatan. pelaksanaan. dan merefleksikan karyanya sendiri sehingga ia dapat mengukur sendiri perolehan belajarnya. memilih. Berdasarkan perolehan belajarnya. dan penilaian. Sebagai strategi pembelajaran. administrator. siswa dan guru dapat membuat keputusan tentang kegiatan belajar selanjutnya ke arah tujuan yang ingin dicapai.Bagian 3 PORTOFOLIO DAN LAPORAN Portofolio (portfolio) dalam dunia pendidikan oleh Ramli (1990) dan Tierney (1991) diartikan sebagai dokumentasi yang dapat (1) memberikan gambaran perkembangan belajar siswa secara konkret dalam periode tertentu kepada guru. (2) mengembangkan kemandirian siswa dalam mengarahkan proses belajarnya. dan (2) sarana evaluasi pembelajaran dan pelatihan. siswa. Dengan portofolio siswa dilatih mengoleksi. portofolio dapat digunakan untuk melaksanakan sejumlah urutan tindakan atau proses pemelajaran dan pelatihan mulai dari perencanaan.

dokumentasi sejumlah karya seni yang menggambarkan proses kreatif atau tahap-tahap penciptaan seorang seniman dari karya pertama hingga karya terakhirnya. Foto-foto atau hasil rekaman auditif/audiovisual yang diajukan harus menggambarkan tahap penciptaan atau proses kreatif karya seni itu dari awal hingga akhir. Untuk kasus penilaian angka kredit jabatan fungsional guru subunsur kegi-atan menciptakan karya seni monumental/seni pertunjukan. cukup hanya 12 menggambarkan refleksi proses kreatif . isi sanggar atau tempat pameran/pertunjukan itu dapat berupa replika atau foto-foto karya sang seniman. perlu dibuatkan klipingnya dan disahkan oleh pejabat yang berwenang. portofolio dapat berarti: Pertama. jenis atau model portofolio kedua lebih sesuai digunakan sebagai bukti fisik pengganti karya seni ciptaan guru yang tidak memungkinkan diajukan. Kedua.Dalam produk karya seni. Demikian pula dengan karya seni pemenang lomba atau sayembara seni minimal di tingkat kabupaten/kota. Buku sastra tersebut merupakan bukti fisik yang autentik. dokumentasi proses penciptaan sebuah atau sejumlah karya seni tertentu yang tidak memungkinkan dibuat tahapan penciptaannya dan tidak memungkinkan ditampilkan produknya oleh sang seniman. Jenis portofolio ini dapat berupa foto-foto atau hasil rekaman auditif atau rekaman audiovisual dan naskah deskripsi suatu karya seni yang menggambarkan proses penciptaannya secara lengkap. Untuk karya sastra yang dimuat dalam media massa. Jenis karya seni yang tidak memungkinkan dipamerkan untuk menggambarkan perkembangan proses kreatif senimannya. Bukti fisik berupa portofolio karya seni tidak diperlukan bagi karya sastra yang diterbitkan sebagai buku ber-ISBN. Penjelasan deskriptif tentang foto-foto dan hasil rekaman itu berupa naskah tertulis formal yang penciptaan karya seni tersebut. Dalam hal ini bentuk portofolionya dapat berupa sanggar atau tempat pameran/pertunjukan karya-karya seminan tersebut. Fotofoto dan hasil rekaman itu harus dilengkapi dengan penjelasan atau deskripsi tertulis.

melampirkan foto-foto karya seni yang menang dilampiri sertifikat/surat pemberitahuan kemenangannya dari pelaksana lomba yang disahkan oleh kepala sekolah. (5) surat pernyataan kepala sekolah bahwa karya seni yang diajukan memang benar asli karya guru yang bersangkutan. Selanjutnya portofolio itu disusun secara sistematis sebagai laporan hasil cipta seni yang dapat dibuat sendiri oleh guru. Penerbitan itu sudah dianggap sebagai pengakuan masyarakat. opini. film) yang diedarkan secara luas dapat dianggap sebagai pengakuan masyarakat. dan (7) dan lain-lain yang di pandang perlu. dan berita dari media massa dan atau surat keterangan pengakuan organisasi profesi yang relevan atau pejabat Dinas Pendidikan/Kesenian tingkat Kabupaten/kota. (6) biodata ringkas pencipta). dan audiovisual (vcd. Suasana ruang pameran karya seni (Foto: dok) Portofolio Karya Seni yang diajukan oleh guru untuk penilaian angka kreditnya berisi (1) foto-foto dan atau kaset/cd/vcd rekaman. (2) naskah deskripsi proses penciptaan karya seni. (4) bukti-bukti pengakuan masyarakat berupa kliping resensi. (3) brosur atau iklan promosi pameran/pertunjukan. dengan mengacu materi 13 . cd). Demikian halnya dengan karya seni rekam auditif (kaset.

dan contoh portofolio pada Lampiran 3. format portofolio pada Lampiran 2.portofolio pada Lampiran 1. 14 .

Kepala Dinas Pendidikan u. penilaian sepenuhnya menjadi kewenangan Tim Penilaian. Rekomendasi inilah yang perlu dilampirkan pada naskah portofolio bagi karya seni yang bukti fisiknya tidak dapat disertakan. Dalam hal ini Tim Penilaian 15 . tayangan seni-budaya radio atau televisi). Jika kelengkapan administratif dan dan keabsahan karya seni yang akan dinilai itu lengkap.p. majalah seni. Pengakuan tersebut merupakan rekomendasi bagi karya seni itu untuk dapat dinilaikan bagi angka kredit jabatan guru. Bagi karya seni yang bukti fisiknya dapat disertakan. tidak ada alasan bagi Tim penilai untuk menolaknya. Kepala Seksi Kebudayaan di tingkat kabupaten/kota dapat difungsikan sebagai penggantinya. Jika tidak memungkinkan diperoleh pengakuan dari organisasi profesi kesenian atau media massa di suatu daerah. Seleksi keabsahan kualitas karya seni dilakukan oleh organisasi profesi kesenian yang relevan atau oleh publikasi media massa (ruang seni-budaya surat kabar.Bagian 4 KRITERIA DAN FORMAT PENILAIAN Penilaian atas suatu karya seni yang diusulkan untuk angka kredit oleh Tim Penilaia Angka Kredit Jabatan Guru di daerah maupun di pusat tidak dimaksudkan untuk menilai bobot atau kualitas karya seni tersebut melainkan menilai kelengkapan dan keabsahan benda seni yang akan dinilaikan.

Angka kredit kelompok: Ketua 3. Perbedaan itu sangat ditentukan oleh kualitas proses penciptaan dan jenis produk yang dihasilkan. Anggota 2. Penerapan itu dapat berbeda-beda di antara sejumlah karya seni. Contoh.1 Kriteria Penilaian Berdasarkan Sub-unsur III Pengembangan Profesi berdasarkan SK Mendikbud Nomor 025/O/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. • • Angka kredit perorangan 5. seorang pelukis memerlukan media yang tidak sederhana berupa kanvas dan cat. Standar nilai itu selanjutnya diterapkan kepada berbagai jenis karya seni. Untuk mengekspresikan gagasannya. Berdasarkan kasus itulah diperlukan pembedaan kuantitas karya seni yang akan dinilaikan.dapat menunjuk salah satu anggotanya yang memiliki kompetensi atau apresiasi seni yang relevan berdasarkan ketentuan atau kriteria yang ditetapkan di bawah ini. 4. Pembedaan itu sekaligus sebagai acuan dalam menentukan standar penilaian suatu karya seni yang diusulkan untuk angka kredit jabatan guru sebagai berikut. 16 . standar nilai penciptaan karya seni monumental/pertunjukannya sebagai berikut. namun sebuah puisi tidak sebanding dengan sebuah lukisan dari segi materi dan medianya. Walaupun sesungguhnya nilai proses penciptaan seni itu sama. proses penciptaan sebuah lukisan sama dengan proses penciptaan sebuah puisi. namun intensitas dan tingkat kerumitan serta media masing-masing menciptakan suatu produk karya seni yang berbeda. Secara material biaya produksi sebuah lukisan jelas lebih mahal daripada sebuah puisi. sedangkan seorang penyair hanya memerlukan selembar kertas dan sebuah bolpoin untuk menciptakan sebuah puisi.

Jenis desain grafis berupa poster.4. Jumlah setiap jenis minimal 3 karya yang telah dipamerkan dalam pameran tunggal atau pameran kolektif dan mendapat pengakuan dari organisasi profesi atau pakar seni yang relevan minimal tingkat kabupaten/kota. patung. busana (mode). kolase.1. kriya (keramik. dengan persyaratan umum telah dipertunjukkan di 17 . logam. tekstil). dan sebagainya harus asli karya sendiri. karya instrumental. folder. Sebuah lukisan batik karya Budiono dan lukisan kaligrafi karya siswa SMKN 5 Yogyakarta (Foto: dok) Karya seni desain grafis jenis sampul buku berjumlah 3 karya buku yang telah diterbitkan ber-ISBN. billboard.2 Seni Pertunjukan Setiap jenis seni pertunjukan dapat dinilaikan untuk satu kali penilaian angka kredit jabatan guru.1. kaligrafi.1 Seni Rupa Karya seni rupa berupa lukisan. kayu. 4. atau brosur dan sejenisnya dapat diajukan minimal 20 desain yang telah dicetak dan diedarkan secara massal dan diakui oleh masyarakat minimal di tingkat kabupaten/kota dan direkomendasi oleh pakar seni yang relevan.

Seni pertunjukan seperti teater/film memiliki unsur seni yang kompleks. sedangkan jika pementasan juga dilakukan oleh penulis naskah dapat dihargai sebagai karya seni pertunjukan.depan umum dan mendapat pengakuan atau rekomendasi dari organisasi kesenian atau pakar kesenian yang relevan minimal di tingkat kabupaten/ ota. Tetapi jika yang mementaskan orang lain. tata rian (seni kecantikan). Terhadap setiap jenis karya seni yang menjadi bagian dari pementasan teater/film dapat dianggap sebagai bagian tersendiri dari kegiatan penciptaan seni. tata busana (seni kriya tekstil). tata lampu (seni rupa). tata pentas (seni dekorasi/ interior). penilaian 18 . sejauh penciptanya dapat menunjukkan bukti-bukti kreativitas proses penciptaan seni yang dilakukannya masing-masing dalam sebuah portofolio sendiri. dan tata suara (seni musik/vokal). Sebuah auditorium dan salah satu jenis seni pertunjukan (Foto: dok) Karya seni pertunjukan yang lain seperti seni musik dan seni tari dapat diperlakukan seperti seni teater/film sesuai dengan kegiatan proses kreatif penciptaan seni yang menjadi subordinasinya. Bahkan jika naskahnya telah diterbitkan ber-ISBN dapat dihargai sebagaimana karya sastra. karena di dalamnya mengandung berbagai jenis karya seni lain sebagai pendukung seperti tata laku (seni akting).

sedangkan jenis puisi minimal 20 puisi. Jika tidak berupa buku.berlaku hanya untuk sutradara (seni teater/film). Jika karya itu dimuat bersambung. Hal yang sama juga berlaku bagi naskah lagu/aransemen musik dan karya seni lain yang diterbitkan sebagai buku atau direkam sebagai kaset auditif. diakui sebagai bagian utuh dari suatu pertujukan jika dipentaskan di depan publik sebagai bentuk pengakuan masyarakat.3 Seni Sastra Untuk jenis karya seni sastra seperti puisi. pencipta tari (seni tari). naskah sinetron/film) pengakuannya berupa penerbitan karya itu oleh penerbit yang bereditor dan diedarkan luas di masyarakat. 4. Sastra adalah suatu karya seni bermedia bahasa (Foto: dok) Untuk jenis cerita pendek (cerpen) yang dimuat dalam media massa minimal harus berjumlah 10 cerpen. Setiap penerbitan berupa buku sastra harus memiliki ISBN. atau konduktor/aranger (seni musik) sebagai pencipta pertunjukan. novel. cerita pendek.1. compac disk (cd/vcd/dvd) yang diedarkan secara massal. karya tersebut pernah dimuat dalam media massa (majalah atau surat kabar) nasional/daerah yang reputasinya di bidang sastra diakui oleh masyarakatnya. Naskah drama/teater dan repertoar musik yang tidak diterbitkan sebagai buku atau bentuk rekaman. 19 . karya tersebut tetap dianggap satu judul/naskah utuh. lakon (naskah drama. kaset visual.

......... Buku asli atau fotokopi yang sah b....... Judul Karya Seni 4................. Diedarkan secara nasional/lokal dengan Surat Pernyataan dari Produser atau Perusahaan yang memproduksi.... 3) .......... Nama Pencipta Anggota : ……………………………………………………………………………………………………… : ……………………………………………………………………………………………………… : Perorangan/Kelompok* : ……………………………………………………………………………………………………… : 1) ………………………………………………………………………………………………… 2) ... 20 .2 Format Penilaian Format penilaian berikut hanya sebuah model yang dapat dikembangkan atau dimodifikasi sesuai dengan keperluan.. Alasan DITOLAK: ………………………………………………… ………………………………………………… ………………………………………......... DITERIMA/DITOLAK* NILAI: …………………........................... atau kliping publikasi/iklan pada media massa Ada Tidak Ada Keterangan DITERIMA/DITOLAK* NILAI: …………………… Alasan DITOLAK: ………………………………………………… ………………………………………………… ………………………………………....... Memiliki nomor ISBN c.......... Nama Pencipta Utama 6... Karya Seni yang dinilai: No 1 Jenis Karya Seni Buku Sastra/Kumpulan Naskah Lagu a.... dst.. Surat Keterangan dari Kepala Sekolah tentang kebenaran dan keaslian ciptaan 2 Kaset/VCD/film a.............. 7.. FORMAT PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU SUBUNSUR PENCIPTAAN KARYA SENI MONUMENTAL/PERTUNJUKAN Nomor Periode Penilaian Tanggal Penilaian Nama Penilai : : : : 1....4............ Kategori Karya Seni 5........... Jenis Karya Seni 3.... Kaset/VCD/film b....

Kriteria Nilai: Karya perorangan: 5 21 . Diedarkan secara luas minimal di tingkat kabupaten dengan Surat Pernyataan dari Penerbit atau Pemesan c. sampul buku. atau surat penghargaan pemenang lomba. DITERIMA/DITOLAK* NILAI: …………………. c. Alasan DITOLAK: ………………………………………………… ………………………………………………… ………………………………………. Surat Keterangan dari Kepala Sekolah tentang kebenaran dan keaslian ciptaan 4 Seni Rupa/Kriya/Pertunjukan a. Foto-foto atau rekaman karya seni sesuai dengan kriteria jenis dan jumlah yang dipersyaratkan b. a. Karya asli sesuai dengan kriteria jumlah yang dipersyaratkan b. Surat Keterangan dari Kepala Sekolah tentang kebenaran dan keaslian ciptaan 3 Karya desain: brosur. atau kliping resensi di media massa tentang karya seni yang dipamerkan/dipertunjukkan e... Bukti pengakuan pakar/organisasi profesi seni yang bersangkutan minimal tingkat kabupaten/kota. Surat Keterangan/Pengesahan dari Kepala Sekolah tentang kebenaran dan keaslian ciptaan f. Alasan DITOLAK: ………………………………………………… ………………………………………………… ……………………………………….c. Identitas dan biodata pencipta *Coret salah satu. Bukti dipamerkan/dipertunjukkan minimal di tingkat kabupaten/kota dari Panitia Penyelenggara atau kliping publikasi/iklan di media massa d. DITERIMA/DITOLAK* NILAI: …………………. Narasi tentang proses penciptaan karya seni ybs. dll.

dan (d) pengakuan masyarakat dapat berupa: (i) kliping berita.. nama lengkap. seni pertunjukan. kegiatan pameran/pertunjukan. sekolah. (c) dipamerkan atau dipentaskan minimal di tingkat kabupaten/kota. NIP) Dari kriteria tersebut selanjutnya dapat dirumuskan dalam suatu (1) Karya seni monumental adalah karya seni yang bersifat (a) permanen. atau opini dalam surat kabar.Karya tim/kolektif: 2006 o Ketua : 3 o Anggota : 2 . dan (d) diakui oleh masyarakat dan pakar seni (2) Seni monumental karya perorangan atau kolektif berupa seni rupa dan kriya. resensi. dan sebagainya. (3) Naskah karya seni berupa portofolio yang terkait dengan kegiatan proses penciptaan seni sampai proses pameran/pementasan. (iv) Hasil pengakuan organisasi pro-fesi/pejabat dinas pendidikan tingkat kabupaten/kota.. (b) deskripsi proses penciptaan. ---------------------------------------------- 4. (b) meningkatkan wibawa penciptanya atau lingkungannya. ……………………… Penilai. seni desain. dll.. (ii) surat penghargaan dari panitia pertunjukan. (tanda tangan. yang di dalamnya berisi naskah: (a) publikasi rencana tentang pameran/pertunjukan. penciptaan dan pameran/pementasan karya seni yang sama hanya dapat digunakan untuk satu kali penilaian 22 .3 Pedoman Penilaian pedoman penilaian sebagai berikut. (c) foto-foto kegiatan. Karya tersebut dapat diciptakan tidak hanya oleh guru bidang studi Kesenian tetapi oleh semua guru bidang studi yang lain..…………………... (iii) surat dan (e) penghargaan penge-sahan pemenang kepala lomba. seni sastra.

Sebuah karya seni kriya kulit. cerpen. dan naskah drama telah dipublikasikan dalam bentuk buku yg memiliki ISBN. brosur minimal 20 karya yang berbeda yang dicetak dan diedarkan secara luas minimal di tingkat kabupaten/kota dan diakui oleh pakar. dan seni musik dapat diusulkan secara mandiri sebagai karya cipta seni. Kapan harus ditolak? (Foto: dok) 23 . novel. (7) Karya seni busana minimal 3 kreasi yang harus diperagakan minimal di tingkat kabupaten/kota. (5) Setiap repertoar/aransemen atau lagu ciptaan baru yang pernah dipentaskan dan diakui oleh masyarakat dan organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/ kota. (6) Seni pendukung karya seni pertunjukan seperti seni drama/teater/film. atau setiap naskah utuh yang dimuat dalam media massa nasional/daerah. (8) Karya seni desain grafis seperti pamflet. Karya desain seperti poster besar (billboard) yang diakui oleh masyarakat identik dengan sebuah lukisan. (9) Karya seni pemenang lomba tingkat kabupaten/kota.(4) Seni sastra berupa puisi. sertifikat atau surat penghargaan dianggap sebagai pengakuan pakar dan masyarakat. seni tari. poster. Cerpen minimal 10 naskah cerpen dan puisi minimal 20 puisi.

Tidak ada surat keterangan/rekomendasi dari (salah satu): (1) Organisasi profesi seni. dll. dapat dilakukan pengecekan dengan mengidentifikasi unsur penolakan jenis karya seni yang dinilaikan untuk angka kredit jabatan guru antara lain sebagai berikut. (1) Karya seni yang bukti fisiknya dapat disertakan tetapi bukti fisik itu tidak disertakan. minimal tingkat kaupaten/kota (2) Pengakuan masyarakat berupa fotokopi sah resensi/ulasan karya seni yang dipamerkan/dipertunjukkan dalam surat kabar/majalah (3) Surat keterangan pengakuan ikut dipamerkan/dipertunjukkan dari pa-nitia pameran/pertunjukkan minimal tingkat kabupaten/kota. Tidak disertakan bukti foto/naskah rekaman auditif atau visual yang lengkap.4. Tidak ada naskah narasi/deskripsi tentang prosesn penciptaan karya seni yang dinilaikan. Jumlah satuan jenis karya seni yang dinilaikan tidak sesuai dengan keten-tuan. b. Tidak ada surat keterangan pengesahan dari Kepala Sekolah b. aransemen musik. c. (2) Karya seni yang bukti fisiknya disertakan tetapi tidak disertai kelengkapannya: a. (3) Karya seni yang bukti fisiknya tidak dapat disertakan tetapi berkas/naskah portofolio/narasinya tidak lengkap: a. vcd. film).4 Kriteria Penolakan Untuk memperjelas aplikasi kriteria penilaian.) atau surat keterangan diedarkan secara nasional oleh produser untuk benda rekaman audio/audiovisual (kaset. (4) Surat keterangan memenangkan lomba cipta seni. Tidak disertai surat keterangan kepala sekolah. Tidak memiliki ISBN untuk penerbitan buku (sastra. e. 24 . d.

Brosur & katalog dan poster pameran lukisan. Tidak disertakan bukti telah dipamerkan/dipertunjukkan (foto-foto pameran/pertunjukan dan surat keterangan panitia atau fotokopi sah ulasan/resensi dalam surat kabar) g. (4) Sebagian atau semua karya seni yang diajukan ternyata telah ikut dinilaikan pada periode penilaian angka kredit sebelumnya. (5) Sebagian atau semua karya seni yang diajukan diragukan keasliannya atau meniru hasil karya orang lain.f. Tidak dijilid sebagai satu berkas yang utuh dengan diberi sampul warna biru laut dan diberi judul/identitas sesuai dengan format yang telah ditentukan. (Foto: dok) 25 .

Pada gilirannya diharapkan juga akan berdampak positif bagi pengembangan kreativitas siswa dan masyarakat di sekitarnya dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. 26 .Bagian 5 PENUTUP Proses penilaian angka kredit ditekankan pada aspek penciptaan karya seni monu-mental/pertunjukan. baik yang dilakukan oleh individu maupun kolektif. Pengajuan portofolio proses kreatif karya seni sebagai pengganti bukti fisik karya seni yang diciptakan oleh guru hanya berlaku untuk satu kali pengusulan dan penilaian. tidak dapat dinilaikan. kegiatan kesenian yang tidak terkait dengan penciptaan karya seni. Oleh karena itu. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut diharapkan semua guru yang memiliki potensi sebagai pencipta seni dapat lebih termotivasi dalam berkreasi dan beriniovasi untuk meningkatkan profesionalismenya sebagai guru yang seniman maupun seniman yang guru.

J.B. 27 .A. Suparno. Norwood. 2001. H. Dickie. 2002. 2002.th. H. & Nusanti. Inc. Inc. 2001. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 025/O/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. “Fungsi Pendidikan Seni dalam Masyarakat. 1996/1997. Jakarta: Buku Antarbangsa untuk Grolier International. T. 2001:89--98. Tierney.” Makalah Seminar & Lokakarya Penulisan Jurnal Seni dan Pendidikan Seni di Universitas Negeri Malang. Suryahadi. A. Bunga Rampai Pendidikan Seni. 1998. Yogyakarta: Unit Pe-nelitian dan Pengembangan PPPG Kesenian. Makalah Seminar Asesmen Portofolio PSSJ D-2 PGSD IKIP Malang. 29 April 1998. 1979. 22—23 Mei. Soemantri. Edi. “Memasyarakatkan Seni Rupa. Indonesian Heritage: Seni Pertunjukan. Jakarta: Buku Antarbangsa untuk Grolier International. George. Mattulada.A. Portofolio dalam Evaluasi dan Pembelajaran. M.A: Christophers Gordon Publisher.” dalam Suryahadi & Nusanti. Pamadhi. 1991. R. I. Portfolio Assessment in the Reading-Writing Classroom. “Menciptakan karya Seni Monumental/Pertunjukan dalam Pengembangan Profesi bagi Jabatan Fungsional Guru.” Makalah tidak diterbitkan. Jakarta: Depdikbud. 2001. 2001:49—57. 2001. Hadjar. Sedyawati. M. Indonesian Heritage: Seni Rupa. Ramli. Hilda. “ dalam Suryahadi & Nusanti. “Model Penilaian Karya Seni untuk Angka Kredit. Ditdikgutentis. Ditjen Dikdasmen.DAFTAR PUSTAKA Depdikbud. Sutopo.

ATAU OPINI MEDIA MASSA 9. PENGAKUAN ORGANISASI PROFESI KESENIAN DAN/ATAU PEJABAT DINAS PENDIDIKAN/KESENIAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA 10. JABATAN STRUKTURAL. NAMA PENCIPTA. DAFTAR ISI/TABEL/GAMBAR 5. TEMPAT TGL. IDENTITAS PENCIPTA YANG DISAHKAN OLEH KEPALA SEKOLAH (NAMA LENGKAP.) 3. NASKAH REFLEKSI PROSES KREATIF/PENCIPTAAN 7. BROSUR/PUBLIKASI PAMERAN/PERTUNJUKAN 8. NIP. 12. KATA PENGANTAR PENCIPTA 4.LAMPIRAN 1 MATERI LAPORAN PORTOFOLIO KARYA SENI MONUMENTAL/PERTUNJUKAN 1. BERITA. FOTO-FOTO DAN/ATAU REKAMAN AUDITIF/AUDIOVISUAL 6. DLL. 28 . INSTITUSI/UNIT KERJA. NAMA SEKOLAH 2. PANGKAT/GOL. ALAMAT UNIT KERJA & RUMAH. SAMPUL DEPAN: JUDUL. PERNYATAAN KEPALA SEKOLAH TENTANG KEASLIAN KARYA SENI CIPTAAN GURU DAN BELUM PERNAH DIAJUKAN UNTUK ANGKA KREDIT SEBELUMNYA BIODATA PENCIPTA LAIN-LAIN YANG DIANGGAP PERLU 11. BUKTI PENGAKUAN MASYARAT: KLIPING RESENSI.LAHIR. JABATAN FUNGSIONAL. NIP.

HASIL 6.D. DAFTAR KARYA SENI YANG PERNAH DIHASILKAN PENCIPTA 8. TANGGAL PAMERAN/PEMENTASAN C. NAMA PENCIPTA A. PERENCANAAN PAMERAN/PEMENTASAN B. PENCIPTA ANGGOTA 4. PERENCANAAN PENCIPTAAN B. TANGGAL 5. PAMERAN/PEMENTASAN A.LAMPIRAN 2a NASKAH REFLEKSI-DESKRIPTIF/NARATIF 1. TEMPAT PAMERAN/PEMENTASAAN D. WAKTU PENCIPTAAN A. DARI TANGGAL S. LAMPIRAN 29 . JENIS KARYA SENI 2. EVALUASI PAMERAN/PEMENTASAN 7. JUDUL KARYA SENI 3. LAMANYA B. PENCIPTA UTAMA B. PROSES PENCIPTAAN A. KEGIATAN PAMERAN/PEMENTASAN E. PROSES KREATIF C.

(Nama lengkap.. KOTA …... Naskah Laporan Potofolio Penciptaan Karya Seni Monumental/Pertunjukan diajukan untuk Usulan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru LOGO SEKOLAH …. NIP ……………… PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA …. SEKOLAH …. dengan gelar)….LAMPIRAN 2b …………. BULAN DAN TAHUN 30 . (JUDUL) …………...

………………………………………... dst... Unit Kerja g.…………………………………... Judul Karya Seni b. Seni Teater.....………………….. : …………………………………………... Jenis Kelamin c..d....... ……… ) …….. Tempat....... a. Nama lengkap b..... orang : …. Mengetahui/Mengesahkan: Kepala Sekolah …… (Nama lengkap..........1 : ………………………………………….... Seni Musik.... Jabatan f. Jumlah Tim Pencipta a.......2 : Perorangan/Kolektif3 : : …………....... : …………………………………………. Pangkat/Gol.... Nama Anggota II c. Lokasi penciptaan 5.....………………………………...... 4. dengan gelar) NIP ……………… 1 Diisi judul atau tema karya seni 2 Diisi Seni Rupa...……………………………………... Alamat Unit Kerja h.. : ……………………………………………….............. : …………………………………..../NIP e.... atau seni yang lain..... Nama Anggota I b....LAMPIRAN 2c IDENTITAS PENCIPTA 1................… : …………………………………….......hari (……....….... : …..... : …........ dengan gelar) NIP ……………… (Nama lengkap... Waktu penciptaan : …………………………...... s. Jenis Karya Seni c.... Kategori 2..... : …………………………………… : …………………………………….. : . Pencipta Utama a.... Lahir d......... 3 Coret salah satu 31 .........…. Alamat Rumah 3.. : .......................... : …………………………………………. ………………2005 Pencipta Utama.. Tgl....…………..

........... LAMPIRAN ........... …………… 2005 Pencipta LAMPIRAN 2e DAFTAR ISI halaman IDENTITAS PENCIPTA .........................………………………………....... PENGAKUAN ORGANISASI PROFESI .. **bisa salah satu LAMPIRAN 2f BUKTI PENGAKUAN MASYARAKAT 32 ... FOTO-FOTO DAN/ATAU REKAMAN AUDITIF/AUDIOVISUAL ........................…….............. BUKTI PENGAKUAN MASYARAKAT** .................................................... 4...............2 Fotokopi Pernyataan pada Buku Tamu Pameran/Pertunjukan .............……………………………………………………………………………………… ………………...................................iii DAFTAR ISI . 5.. v 1..LAMPIRAN 2d KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pencipta …………………………….. 1 2........................................................... 7................................... 6..... NASKAH REFLEKSI PROSES KREATIF/PENCIPTAAN ......................... PERNYATAAN KEPALA SEKOLAH ....…....... ii KATA PENGANTAR PENCIPTA ...................... IV DAFTAR TABEL/GAMBAR ........... …………………………………………………………………………………………………............................. 7 3........ 8....................…………………………… ……….......... Ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu ter-ciptanya karya seni ini ………………………. 4...................................... ……………………………………………………………………………………………………………… Manfaat dan harapan ………………………………....... BIODATA PENCIPTA ..........................................1 Kliping Surat Kabar/Majalah ............... BROSUR/PUBLIKASI PAMERAN/PERTUNJUKAN ............ 9 4................

.... Kliping berita.... LAMPIRAN 2g LOGO DAN KOP SEKOLAH SURAT PERNYATAAN KEASLIAN KARYA SENI Nomor: …………………………... Nama : NIP : Pangkat/Golongan: Jabatan : Kepala Sekolah Unit Kerja : menyatakan bahwa sesugguhnya karya seni ………… bertema/berjudul: …………........ NIP : ........................................... Yang bertanda tangan di bawah ini..... resensi.. adalah benar karya asli dan belum pernah diusulkan untuk pengajuan Angka Kredit Jabatan Guru sebelumnya dari: Nama : ..... 2005 Kepala Sekolah...... NPMP.... Surat penghargaan pemenang lomba karya seni......…………………………………………………………………………...... ……………........... Pangkat/Golongan: Jabatan : Unit Kerja : Surat pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya... Surat penghargaan dari panitia penyelenggara pameran/pementasan................... …………................... dan NIP) LAMPIRAN 2h 33 ........ (Nama lengkap... atau opini dalam media massa..... Surat pengakuan dari organisasi profesi kesenian dan/atau pejabat Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten].[Bukti pengkuan masyarakat dapat berupa beberapa atau salah satu dari bukti formal berikut.........

) Riwayat Pendidikan Pengalaman (Kerja/Jabatan dan Kegiatan Kesenian) Daftar Karya Seni yang Pernah Diciptakan Penghargaan yang pernah diterima (di bidang seni dan nonseni) Lain-lain yang perlu dikemukakan 2. Biodata harus benar dan ditandatangani oleh yang bersangkutan] 34 .BIODATA PENCIPTA [1. lahir. Biodata guru pencipta karya seni terdiri dari bagian-bagian: Identitas Diri (Nama lengkap. dan lain-lain. Tempat dan tgl. Jenis kelamin.

M.LAMPIRAN 3a FANTASI DUNIA ANAK PORTOFOLIO Penciptaan Karya Seni Monumental diajukan untuk Usulan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru Periode April 2006 Drs. Dewobroto.Pd NIP 131656351 PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN SMA NEGERI 8 YOGYAKARTA 2005 .

/NIP : Pembina/IV. M.a/131656351 e. Jenis Karya Seni c. Dewobroto. ttd/cap Drs. a. Jenis Kelamin : FANTASI DUNIA ANAK : Seni Lukis : Perorangan : Drs. Jabatan f. Alamat Rumah 3. Nurrachmat. Pencipta Utama. 70 Yogyakarta Yogyakarta. M. Lahir : Yogyakarta. M. 69 Yogyakarta : 1 orang : -: -: Yogyakarta : 3 bulan (1 September 2005 s. Pangkat/Gol. Drs. Pencipta Utama: a. Dewobroto. 7 Desember 2005 Mengetahui/Mengesahkan: Kepala SMA Negeri 8 Yogyakarta.Hum NIP 131598918 ttd. Tempat. Kategori 2.Pd : Pria c. Unit Kerja h. Nama lengkap b. 21 Maret 1957 d. Jumlah Tim Pencipta a. Waktu penciptaan : Guru Pembina : SMA Negeri 8 Yogyakarta : Jalan Kaliurang No. Nama Anggota II 4. M.IDENTITAS PENCIPTA 1. Tgl. Judul Karya Seni b.Pd NIP 131656351 1 . Nama Anggota I b. Alamat Unit Kerja : Jalan Kenari No.d. 28 November 2005) g. Lokasi penciptaan 5.

Hajar Pamadhi (Yogyakarta). Ketiga perupa lain itu adalah Noor Effansyah (11 lukisan). dan Dewobroto (8 lukisan). Adapun tema induk pameran bersama seni rupa yang bertempat di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta tanggal 2—9 Juli 2005 itu adalah “Tiga Lukisan Tiga Wajah”. tidak lepas dari dukungan dan bantuan sejumlah nama seperti Subroto (Banjarmasin). Nurrachmat (Plh. yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ucapan serupa juga patut saya sampaikan kepada pihak-pihak lain. karya-karya tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan motivasi berapresiasi seni di kalangan guru dan peserta didik.KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pencipta dengan selesainya serangkaian proses penciptaan hingga kegiatan pameran karya seni kriya topeng bertema “Fantasi Dunis Anak. Mudah-mudahan lukisan dan pameran lukisan itu dapat memberi nuansa baru bagi kehidupan berkesenian di tanah air. Kepala SMA Negeri 8 Yogyakarta). Yogyakarta. ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus patus saya sampaikan kepada mereka. Untuk itu. serta rekan-rekan guru dan siswa SMA Negeri 8 Yogyakarta. 5 desain grafis). J. Selain itu. Khusus proses penciptaan lima lukisan untuk dinilai dalam perhitungan angka kredit jabatan fungsional guru ini.” Tema tersebut sebenarnya merupakan subtema dari tema induk dari suatu kegiatan penciptaan dan pameran 3 perupa Yogyakarta dengan 30 karyanya. Semoga. M. khususnya di Yogyakarta. Eka Suprihadi (6 lukisan. yang tidak sempat saya sebut namanya satu demi satu. 5 Desember 2005 Pencipta 2 .

. 6 BIODATA PENCIPTA ……………………………………............................... 5 a....................................................................................... 5 b................... 7 PENGESAHAN KEPALA SEKOLAH …………………….............................................................. BROSUR/PUBLIKASI PERTUNJUKAN ………………………………………………………………......................................... ii KATA PENGANTAR ................................................. 3 Bagian 3 KELENGKAPAN LAIN …………………………………………………………………………………………….............DAFTAR ISI hlm....................... iii DAFTAR ISI ............ 1 Bagian 2 REFLEKSI PROSES PENCIPTAAN ....................................................................................... IDENTITAS PENCIPTA .......................... 8 3 ........... iv Bagian 1 FANTASI DUNIA ANAK DALAM FOTO ... PENGAKUAN MASYARAKAT……………………………………………………………………………….......................

90x90 cm. GAMBAR 2: Dewobroto. Kucingku belang beranak belang. 90x90 cm. GAMBAR 1: Dewobroto. kanvas. Gambar fisik topeng kontemporer itu sebagai berikut. cat minyak. cat minyak 4 .BAGIAN I FANTASI DUNIA ANAK DALAM FOTO Lukisan bertema “Fantasi Dunia Anak” dalam portofolio ini terdiri atas 5 lukisan di atas kanvas dalam berbagai ukuran dengan cat minyak. Lukisan-lukisan itu merupakan bagian dari sejumlah lukisan yang disertakan dalam Pemeran Lukisan “Tiga Pelukis Tiga Wajah” bersama Noor Effansyah dan J. kanvas. Aku dan temaku gajah 1. Eka Suprihadi yang diselenggarakan pada tanggal 2—9 September 2000 di Musem Benteng Vredenburg oleh pelukis masing-masing secara kolaborasi.

kanvas. kanvas. 120 x 90 cm.GAMBAR 3: Dewobroto. cat air 5 . Petak umpet. cat minyak GAMBAR 4: Dewobroto. cat minyak GAMBAR 5: Dewobroto. Aku dan temanku gajah 2. 120 x 90 cm. 40 x 30 cm. Bermain di luar rumah. kertas.

6 . wartawan. siswa. di antaranya dihadiri oleh pengamat/kritikus seni. seniman.GAMBAR 6: Pengunjung tampak menikmati lukisan yang dipamerkan (Foto: dok) Pameran dihadiri oleh sekitar 243 pengunjung atau rata-rata 40 orang setiap hari. mahasiswa seni. dan masyakarakat umum.

Menggambarkan keakraban seorang bocah dengan keluarga kucing peliharaannya. merupakan penjelajahan ektetik yang menakjubkan. terutama hewan peliharaan seperti kucing. lugu. Sesekali memang. indah. melindunginya.m anjing. ayam.’ Referensi itu yang mendominasi gagasan ini tentang dunia anak.BAB III REFLEKSI PROSES PENCIPTAAN 1. Selain anak-anak. Upaya untuk memahami mereka. Tidak sedikit orang tua yang terobsesi kepada masa kanak-kanaknya sehingga pengaruhnya abadi melekat pada dirinya. Fan-tasi mereka mampu mengungkapkan perasaan dan jiwa mereka yang merdeka tanpa takut salah atau dipersalahkan. Tidak terkecuali diri saya. 2. LATAR BELAKANG Dunia anak-anak penuh dengan fantasi. Mengaitkan antara nak-anak dan hewan-hewan tertentu. saya memerlukan cat air dan kertas untuk bereksperimen. Cinta dan kasih sayang sayang mereka perlukan dari kita. Petak umpet dan Bermain di luar rumah merupakan bagian dari kehidupan anak yang merujuk kepada referensi bahwa tema ‘di luar rumah dunia begitu terbuka. Kebetulan induk kucing itu belang dan menurun kepada anaknya. Kucingku belang beranak belang. Penggambaran di atas kanvas dengan berbagai ukuran dan penggunaan cat minyak merupakan pilihan yang saya sukai karena kemampuan eksplorasinya yang kaya alternatif. Apalagi jika dikemas dengan taman yang menawarkan wewangian dan aneka ragam warna bunga mekar. dan sebagainya. Kelima lukisan yang tercipta dan dipamerkan ini pun bersumber dari dunia fantasi anakanak tersebut. menggambarkan keakraban batin yang indah tanpa dihalangi oleh perbedaan fisik dan lingkungan dua makhluk Tuhan yang bernama bocah kecil dan bocah gajah. dan mengembangkan potensinya merupakan tugas orang tua sebagaimana diamahkan oleh Tuhan Sang Maha pencipta. dan menyenangkan. Aku dan temanku gaja1 1 dan 2. 7 . dan menarik. PROSES PENCIPTAAN Pengekspresian gagasan dan imajinasi tentang dunia fantasi anak-anak merupakan pilihan yang saya sadari segala risikonya di antara tema-tema lukisan saya. Kondisi tersebut bagi seorang seniman merupakan sumber ilham yang tak pernah kering. tampak lucu. kupu-kupu. hewan-hewan tertentu yang akrab dengan kehidupan manusia mejadi simbol dari kehidupan yang ramah dan damai serta indah.

Sementara warna merah. Secara keseluruhan karya-karya tersebut selesai dalam kurun 3 bulan antara bulan Januari sampai Maret 2005. HASIL Setiap lukisan tidak sama waktu penyelesainnya.Warna latar yang cenderung hitam menyiratkan dunia luar yang misteri dan menakutkan bagi anak-anak. khususnya seni lukis. dan masa depan. kuning. Hasil tersebut diharapkan dapat menambah wawasan pemerhari. sedangkan untuk medium kertas dan cat air terselesaikan dalam 2 hari. penikmat. 3. dan pencipta seni. Aku dan temanku gajah 1 dan 2 terselesaikan dalam 1 minggu. harapan. dan biru mengeksprsikan keceriaan. sekaligus memperkaya khasanah kesenian kita. Lukisan yang lain rata-rata selesai dalam seminggu. hijau. 8 .

Dr. khususnya para seniman dan kritikus serta lukisan yang hadir dalam pameran seperti Dr. serta sambutan di media massa seperti TVRI. Pengakuan masyarakat diperoleh dari komentar dan kesan-pesan pengunjung. dan Dr. Bakdi Soemanto (UGM). Sebagian publikasi dan komentar itu sebagai berikut.BAGIAN III KELENGKAPAN LAIN Portofolio ini juga dilengkapi dengan brosur informasi pameran yang dipasang di beberapa tempat umum sebagai publikasi pameran. Harian Bernas (Yogyakarta). dan Harian Kompas (Jakarta). 1. BROSUR/PUBLIKASI PAMERAN 9 . Burhan (ISI Yogyakarta). Harian Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta). Amri Yahya (Universitas Negeri Yogyakarta).

Dewobroto. ttd/cap Djoko S.Pd atas partisipasinya dalam pameran lukisan bersama pada 2—8 September 2000 di Benteng Vredeburg Yogyakarta. M. 8 September 2006 Ketua. PENGAKUAN MASYARAKAT Logo ASOSIASI PELUKIS INDONESIA (API) YOGYAKARTA memberikan PENGHARGAAN kepada: Drs. Passandaran 10 . Yogyakarta.2.

11 . dst. dilahirkan di Yogyakarta 21 Maret 1957..BIODATA PENCIPTA Pasfoto Dewobroto.. Pendidikan TK hingga Perguruan Tinggi ditempuhnya di kota gudeg itu pula. Tamat SD tahun ..

M. Kepala Sekolah.a : Guru Pembina : SMA Negeri 8 Yogyakarta Surat pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya. M.b Plh. Nama : NIP : Pangkat/Golongan : Jabatan : Unit Kerja : Drs. ttd/cap Drs. Yogayakarta. Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Yogyakarta menyatakan bahwa sesungguhnya karya seni lukis bertema/berjudul “Fantasi Dunia Anak” dengan judul: 1.Hum 131598918 Pembina tk. M. Nurrachmat. 70 Yogyakarta. M.Hum NIP 131598916 12 .Pd : 131656351 Pembina/IV. Nurrachmat. 5 Desember 2005 Plh.SMA NEGERI 8 YOGYAKARTA Jalan Kenari No. 4. 2. 3. Telepon 0274-511865 PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN KARYA SENI Nomor: 007/SK. Kucingku belang beranak belang Aku dan temanku gajah 1 Aku dan temanku gajah 2 Petak Umpet Bermain di luar rumah adalah benar karya asli dan belum pernah diusulkan untuk pengajuan Angka Kredit Jabatan Guru sebelumnya dari: Nama NIP Pangkat/Golongan: Jabatan Unit Kerja : Drs.12/2005 Yang bertanda tangan di bawah ini. Dewobroto. 5. M. I/IV.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful