P. 1
Metode Inquiry Berorientasi Discovery

Metode Inquiry Berorientasi Discovery

|Views: 556|Likes:
Published by Slamet Riana

More info:

Published by: Slamet Riana on Jan 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2013

pdf

text

original

metode inquiry berorientasi discovery 1.

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Bidang studi proses belajar mengajar semakin meminta perhatian di kalangan peminat dan ahli ilmu pendidikan dan keguruan. Hal ini erat kaitannya dengan Visi dan Misi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang berfungsi menyiapkan tenaga professional kependidikan. Dengan demikian, merupakan suatu kebutuhan bahkan keharusan bagi setiap tenaga kependidikan ( guru, non guru dan tenaga kependidikan lainnya ) menguasai kompetensi di bidang proses belajar mengajar atau proses pengajaran / pembelajaran ( Hamalik, 2008: v ).

Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki guru adalah kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar. Guru sebagai orang yang melaksanakan proses belajar mengajar tersebut harus dapat menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarakan serta dalam proses belajar mengajar guru harus bisa menempatkan siswa sebagai subjek belajar, dimana siswa dituntun untuk belajar sendiri dan berpikir kritis dalam proses belajar sehingga siswa menjadi aktif dalam belajar dan proses belajar mengajar itu menjadi Student Centered .

Pengajaran yang berpusat pada siswa ( Student Centered ) adalah proses belajar mengajar berdasarkan kebutuhan dan minat siswa. Metode pembelajaran yang berpusat pada siswa dirancang untuk menyediakan system belajar yang fleksibel sesuai dengan kehidupan dan gaya belajar siswa. Lembaga pendidikan dan guru tidak berperan sebagai sentral melainkan hanya sebagai penunjang ( Hamalik, 2008: 201 )

Salah satu metode pembelajaran yang proses belajar berpusat pada siswa yaitu metode pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri. Menurut Hamalik ( 2008, 219 ) Pengajaran inquiri ini dibentuk atas dasar diskoveri, sebab seorang siswa harus menggunakan kemampuannya berdiskoveri dan kemampuan lainnya. Pengajaran berdasarkan inquiri ( inquiry based teaching ) adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa ( student centered strategy ) dimana kelompok kelompok siswa dibawa kedalam suatu

`Menurut Hamalik ( 2008 : 220 ). 2005: 79 ). Metode ini mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan deduktif melalui pengalaman pengalaman kelompok dimana siswa berkomunikasi. 2008 : 134 ). 2008 : 220 ). Untuk itu. berbagi tanggung jawab. Dimana siswa hanya terfokus pada pembelajaran yang lebih ditekankan pada metode yang banyak di warnai dengan ceramah. namun siswa diusahakan sedemikian rupa hingga mereka memperoleh berbagai pengalaman dalam rangka menemukan sendiri konsep konsep yang direncanakan oleh guru ( Ahmadi. Materi yang disajikan guru. .persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan pertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas (Hamalik. mendefinisikan metode pembelajaran Inquiri Berorientasi Diskoveri sebagai situasi situasi akademik dimana kelompok kelompok kecil siswa ( yang terdiri atas 4 sampai 6 orang anggota ) mencari jawaban jawaban terhadap topik topik inquiri. Kegiatan pembelajaran yang selama ini sebagian dilakukan oleh guru khususnya guru matematika di SMP Negeri 2 Palembang masih secara klasikal. Melalui metode ini. siswa dapat meyelidiki dari mana dapatnya rumus rumus yang ada pada materi lingkaran tersebut sampai akhirnya mereka memperoleh suatu penemuan sendiri. Sedangkan Diskoveri adalah suatu strategi dimana guru mengizinkan agar siswa melakukan penemuan sendiri informasi dalam suasana tradisional padahal analisis yang sederhanan itu hanyalah merupakan pratek suatu strategi yang lebih kompleks ( Hamalik. Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung ini dianggap sesuai dengan inti dari metode inquiri berorientasi diskoveri yang menekankan pada penyelidikan yang berorientasi pada penemuan. Dalam metode ini. hal itu dilihat dari hasil belajar siswa yang rata rata hasil belajarnya masih di bawah 5. Pada materi ini. 2008: 220-221 ). secara mental maupun fisik. penggunaan metode inquiri berorientasi diskoveri yang berpusat pada siswa perlu di praktekkan dalam kegiatan belajar mengajar karena metode ini inquiri berorientasi diskoveri selalu mengusahakan agar siswa terlibat dalam maslah masalah yang dibahas. siswa diarahkan untuk menemukan suatu pengetahuan sendiri. Siswa diprogramkan agar selalu aktif. Dalam situasi situasi tersebut. para siswa dapat menemukan konsep atau rincian informasi. 5 sehingga belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) dalam kegiatan belajar mengajar . bukan di jejali dengan pengetahuan (hamalik. narasumber dan penyuluhan bukan sebagi sumber informasi utama. menoton pada guru seperti salah satu materi di SMP kelas XI yaitu materi Bangun Ruang Sisi Lengkung guru hanya memberikan rurmus rumus yang sudah jadi tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelidiki dan menemukan dari mana rumus itu di dapatkan sehingga hal tersebut membuat siswa menjadi pasif dalam proses belajar mengajar dan rendahnya hasil belajar siswa tersebut. dan bersama sama mencari pengetahuan. guru ditempatkan sebagai fasilitator. tidak hanya diberitahukan begitu saja dan diterima oleh siswa.

Bagaimana aktivitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar selama diterapkan metode pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri pada pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Palembang ? 2. peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan aktivitas dan hasil belajar anak didik dalam pembelajaran matematika dengan judul PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN INQUIRI BERORIENTASI DISKOVERI PADA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI 2 PALEMBANG .Pembatasan Masalah Agar pemasalahan permasalahan lebih fokus dan tidak salah pengertian terhadap masalah yang diteliti serta keterbatasan yang penulis miliki dalam melakukan penelitian.3. maka ruang lingkup permasalahannya penulis batasi sebagai berikut : 1. maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana hasil belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri pada pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Palembang ? 1. Penerapan yang dimaksud adalah penerapan metode pembelajarn inquiri berorientasi diskoveri pada pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Palembang.2.Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas.Berdasarkan uraian diatas. . 1.

2. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XI di SMP Negeri 2 Palembang. 1. bola dan volume sisi lengkung bangun ruang ) 6. Materi pada penelitian ini adalah Bangun Ruang Sisi Lengkung ( Luas selimut tabung.5. 5. Metode Inquiri Berorentasi Diskoveri adalah suatu metode pembelajaran yang pada proses pembelajarannya siswa dituntut melakukan penyelidikan hingga akhirnya mendapat suatu penemuan . Aktivitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar selama diterapkan metode pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri pada pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Palembang.2. 3. Hasil belajar yang dimaksud adalah hasil belajar setelah penerapan metode pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri yang dilihat dari tes essay. 4. 1.4.Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapakan dari hasil penelitian ini adalah : . kerucut. Hasil belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri pada pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Palembang. Aktivitas yang dimaksud adalah aktivitas siswa selama penerapan metode pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri pada pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Palembang.Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui : 1.

Jika dalam istilah mengajar ( pengajaran ) menempatkan guru sebagai pemeran utama memberikan informasi. material. 2. 2.1.Pembelajaran Menurut Sanjaya ( 2008 : 79 ). pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur unsur manusiawi. Bagi guru sebagai pengetahuan guna meningkatkan dan mengembangkan mutu kegiatan belajar mengajar sehingga dicapai hasil belajar yang baik. perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Hamalik (2008 : 57 ). . Pembelajaran merupakan istilah yang lebih dipengaruhi oleh perkembangan hasil hasil teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan belajar. Bagi sekolah sebagai bahan masukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.1. maka dalam pembelajaran guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator. TINJAUAN PUSTAKA 2. siswa diposisikan sebagai subjek belajar yang memegang peranan yang utama. fasilitas. sehingga dalam penataan proses belajar mengajar siswa dituntut beraktivitas secara penuh bahkan secara individual mempelajari bahan pelajaran. mengelolah berbagai sumber dan fasilitas untuk dipelajari siswa.

Dalam metode pembelajaran. tujuan yang dimaksud adalah tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 2. . Berdasarkan pendapat pendapat diatas. dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Sedangkan menurut surakhmad dalam Suryosubroto ( 2002 : 148 ) menegaskan bahwa metode pembelajaran adalah cara cara pelaksanaan dari pada proses pembelajaran atau soal bagaimana teknisnya sesuatu bahan pelajaran diberikan kepada murid murid di sekolah. baik secara individual maupun secara kelompok.Metode Pembelajaran Suryosubroto ( 2002 : 149 ) mengatakan metode adalah cara. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara siswa dan guru.Pembelajaran adalah membelajarakan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan ( Segala.20 tahun 2003 dalam Segala menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikdan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.2. Oleh karena itu. dimana siswa tidak hanya sebagai penerima informasi tetapi ikut aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga terjadi perubahan perilaku siswa kearah yang lebih baik. Metode pembelajaran merupakan salah satu cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. peranan metode pembelajaran sangat penting sebagai alat dalam menciptakan proses belajar mengajar. 2009 : 61 ). agar pelajaran itu dapat diserap. Ahmadi ( 2005 : 52 ) mengatakan bahwa metode pembelajaran adalah teknik penyajian yang dikuasai oleh guru untuk mengajara atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa dalam kelas. Sedangkan menurut UUSPN No. yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan.

Inquiri berasal dari bahasa inggris inquiry yang secara harfiah berarti Penyelidikan. Hamalik ( 2008 : 220 ). Metode Inquiri Berorentasi Diskoveri merupakan metode inquiri ( penyelidikan ) yang menuju pada diskoveri ( penemuan ). Gellu ( 2005 : 84 ). kritis. Melalui penyelidikan siswa berhasil memperoleh suatu penemuan ( Azhar. sedangkan discovery berarti penemuan. 1993 : 98 ). mendefinisikan inquiry sebagai suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis. Dalam situasi ini para siswa melakukan berbagai langkah inquiri untuk menemukan konsep konsep yang dapat diketahui atau diperoleh. Pemebelajaran dengan metode penemuan lebih mengutamakan proses dari pada hasil belajar. logis dan analisis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan dengan penuh percaya diri. Diskoveri adalah suatu strategi dimana guru mengizinkan agar siswa melakukan penemuan sendiri informasi dalam suasana tradisional padahal analisis yang sederhanan itu hanyalah merupakan pratek suatu strategi yang lebih kompleks. 2.Iquiri Berorientasi Diskoveri Menurut Ahmadi ( 2005 : 76 ). menyatakan bahawa pengajaran berdasarkan inquiri ( inquiry based teaching ) adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa ( student centered strategy ) dimana kelompok kelompok siswa dibawa kedalam suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan pertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas. Sedangkan menurut Hamalik ( 2008 : 134 ). Penemuan ( discovery ) merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung.Berdasarkan pendapat pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan seorang guru dalam proses belajar mengajar untuk menyampikan materi pelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. W. Mulyasa ( 2008 : 110 ). .3. Pada proses pembelajarannya siswa dituntut melakukan penyelidikan hingga akhirnya mendapat suatu penemuan .

Berdasarkan beberapa rumusan. Membentuk kelompok kelompok dengan memperhatikan keseimbangan aspek akademik dan sapek sosial. yaitu : 1. 2008 : 221 ). 3. Pelaksanaan metode inquiri berorientasi diskoveri ini didalam suatu kelas dilaksanakan oleh kelompok kelompok yang terdiri dari enam orang tiap kelompok dan tiap kelompok melakukan peran tertentu yaitu : . narasumber dan penyuluh kelompok. Menjelaskan tugas dan menyediakan balikan kelompok kelompok dengan cara yang resfonsif dan tepat waktunya. mendefinisikan metode pembelajaran Inquiri Berorientasi Diskoveri sebagai situasi situasi akademik dimana kelompok kelompok kecil siswa ( yang terdiri atas 4 sampai 6 orang anggota ) mencari jawaban jawaban terhadap topik topik inquiri yang ditemukan. Mendefinisikan secara jelas topik inquiri yang dianggap bermanfaat bagi siswa. bukan dijejali dengan pengetahuan ( Hamalik. bukan dijejali dengan pengatahuan. 4. Pada proses Inquiri Berorientasi Dikoveri ini guru dituntut untuk berperan sebagai fasilitator. Hamalik ( 2008 : 221 ). Intervensi untuk meyakinkan terjadi interaksi antar pribadi secara sehat dan terdapat dalam kemajuan pelaksanaan tugas. Para siswa di dorong untuk mencari pengetahuan sendiri. Para siswa didorong untuk mencari pengetahuan sendiri. mengungkapkan agar pelaksanaan proses inquiri berorientasi diskoveri ini berhasil. Melakukan evaluasi dengan berbagai cara untuk menilai kemajuan kelompok dan hasil yang dicapai. Hamalik ( 2008 : 220 ). 2. 5.guru harus memperhatikan beberapa kriteria.

perangkum merangkum butir butir pokok yang muncul dan merangkum tugas tugas spesifik baik yang lengkap maupun yang belum lengkap. Langkah langkah inti dalam metode inquiri berorientasi diskoveri yang dikemukakan Hamalik ( 2003 : 221 ) adalah sebagai berikut : 1. mendeskripsikan kemajuan dan kebutuhan kelompoknya. 6. mengundang pertanyaan pertanyaan dari kelompok untuk mengklarifikasikan kedudukan kemajuan dan tujuan tujuan kelompok. menyiapkan kelompok untuk mengerjakan tugas dan melengkapi tugas tugas. . serta membuat daftar centang ( check list ) dan daftar hadir para anggota kelompok. bertugas melakukan dan memberikan pendapat bandingan terhadap argumen yang disampaikan dalam diskusi terhadap pandapat yang diajukan oleh kelompok lainnya ( Hamalik. berupaya memastikan bahwa diskusi berlangsung lancar dan semua pendapat disampaikan dan dibahas dalam diskusi. karya tulis. 4. mendeskripsikan informasi dari guru kepada kelompok dan menyampaiakn kepada kelas atau kepada kelompok lainnya. Pengacara ( advocate ). 5.1. selama berlangsungnya diskusi dan pada waktu menarik kesimpulan pada setiap pertemuan inquiri. memelihara mental berdiskusi para anggota dengan teknik menggunakan daftar centang partisipasi terhadap semua anggota agar memberikan kontribusi dan mencoba menggambarkan penjelasan yang lebih rinci dari para anggota kelompok. dan materi tulisan kelompok. Pembuat Rangkuman ( summarizer ). Pemimpin kelompok bertangung jawab memulai diskusi. 3. bertemu dengan guru untuk mendiskusikan kemajuan dan kebutuhan kelompoknya. membuat dan memelihara catatan . Pencatat ( recorder ). Pendorong ( prompter ). Pemantau diskusi ( discussion monitor ). 2008 : 221 222 ). Mengidentifikasi dan merumuskan situasi yang menjadi fokus inquiri secara jelas. Pemantauan dilalukan agar diskusi berlangsung secara terbuka dan mendapat dukungan. 2. baik yang dibuat pada waktu berdiskusi maupun membagikannya kepada anggota kelompok.

. Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri. 7. Mengajukan suatu pertanyaan tenatang fakta. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatif sendiri. Dapat memberikan waktu pada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi. bersikap obyektif. Merumuskan jawaban atas pertanyaan sesungguhnya dan menyatakan sebagai proposisi tentang fakta.2. 5. Adapun kelebihan dan kekurangan metode inkuiri berorientasi diskoveri menurut Roestiyah ( 2005: 7677 ) dan Suryosubroto ( 2002: 201 ) adalah sebagai berikut : . 2. membantu dalam menggunakan ingatan dan perpindahan pada situasi proses belajar yang baru.Kelebihannya 1. Memformulasikan hipotesis atau bebarapa hipotesis untuk menjawab pertanyaan pada langkah 2. Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. 3. jujur dan terbuka. Jawaban itu mungkin merupakan sintesis antara hipotesis yang diajukan dan hasil hasil dari hipotesis yang diuji dengan informasi yang terkumpul. 4. 9. 6. Dapat menghindari siswa dari cara cara belajar yang tradisional. dapat membentuk dan mengembangkan self concept pada diri siswa. 10. 8. Mendorong siswauntuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesis sendiri. Memberi kepuasan yangbersifat intrinsic. 5. sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide ide lebih baik. Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang. 4. Mengumpulkan informasi yang relevan dengan hipotesis dan menguji setiap hipotesis dengan data yang terkumpul. 3.

demontrasi. Aktivitas belajar adalah suatu proses atau kegiatan yang dilakukan untuk mencapai pengetahuan. Kegiatan kegiatan Lisan : seperti menyatakan. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain. memberi saran. dan mengamati orang lain bekerja atau bermain. Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini. Kurang cocok untuk anak yang usianya terlalu muda.4. 3. merumuskan. Guru hendaknya mampu menciptakan pembelajaran yang dapat mengikut sertakan siswa secara aktif baik fisik maupun mental sebagai individu ataupun sebagai kelompok. Aktivitas aktivitas tersebut adalah : 1. 2. mengeluarkan pendapat. Hal ini sejalan dengan fungsi dan tugas guru sebagai fasilitator dan mediator dalam pembelajaran. mengamati eksperimen. mendenngar radio. . diskusi dan sebagainya. melihat gambar gambar . Sedangkan menurut Dierdrich dalam Hamalik ( 2008 : 172 ) ada 8 macam kegiatan yang dilakukan peserta didik pada saat pembelajaran meliputi aktivitas jasmani dan aktivitas jiwa.. 2. mengadakan interview. Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usahanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal hal yang abstrak atau menemukan saling ketergantungan anatara pengertian dalam suatu subjek atau dalam uasahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. pameran. nilai dan sikap.Aktivitas Belajar Menurut Hamalik ( 2002 : 34 ). keterampilan. mendengarkan suatu permainan. misalnya SD. Metode ini kurang efektif untuk mengajar dikelas besar. 3. Kegiatan kegiatan Visual : seperti membaca.Kekurangannya 1. Kegiatan kegiatan Mendengarkan : seperti mendengrakan penyajian bahan. mendengar percakapan/diskusi kelom[pok. bertanya. 2.

laporan. Dengan demikian aktivitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar karena segala sesuatu tidak akan tercapai secara maksimal bila setiap individu tidak aktif dalam melaksanakan suatu kegiatan. gugup dan sebagainya. 2006 : 295 ). pola dan sebagainya. berani. melihat hubungan. Dari sisi guru. peta. Hasil Belajar Menurut Dimyati dan Mudjiono ( 2006 : 3 ). Kegiatan kegiatan Emosional : seperti menaruh minat.5. tenang. Dari siswa. 6. mereparasi. mengambil keputusan dan sebagainya. 2.maka perlu dilaksanakan pengukuran hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes hasil belajar yang biasanya dinyatakan dalam angka atau nilai tertentu. mengingat. diagram. Kegiatan kegiatan Menggambarkan : seperti menggambar. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. berkebun. 8. angket. menyalin dan sebagainya. Kegiatan kegiatan Menulis : seperti menulis cerita. . 7. tes. karangan.. Kegiatan kegiatan Mental : seperti menanggap. menganalisis. membuat grafik. gembira. tindak mengajar diakhiri dengan evaluasi hasil belajar. model. 5. Hasil belajar merupakan hasil dari suatu tindak belajar dan tindak mengajar. hasil belajar merupakansuatu puncak proses balajar. memcahkan soal.4. membuat kontruksi. bermain. memelihara binatang dan se bagainya. merasa bosan. Kegiatan kegiatan Metrik : seperti melakukan percobaan. Tes hasil belajar dapat digunakan untuk menilai kemajuan belajar dan mencari maslah masalah dalam balajar ( Dimyati dan Mudjiono.

3. sehingga dengan partisifasi aktif dari siswa selama proses belajar mengajar dapat menyebabkan peningkatan hasil belajar matematika siswa di SMP Negeri 2 Palembang. maka yang menjadi titik perhatian dalam penelitian ini adalah 1.Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek peneliti ( Arikunto.1. 2006 : 130 ). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Palembang. 2. Prosedur Penelitian 3. Aktivitas belajar siswa selama mengikuti kegiatan belajar matematika dengan metode pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri pada pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Palembang.1. Berdasarkan pengertian variable penelitian diatas.Variabel Penelitian Variabel Penelitian adalah segala sesuatu yang menjadi objek peneliti ( Arikunto.Dengan penerapan metode pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri diharapakan proses belajar yang dilakukan siswa dapat berlangsung secara efektif dan efisien.2. 2006 : 118 ). Populasi dan Sampel 4. Hasil belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri pada pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Palembang. Jumlah populasi dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut : 4. 4.Sampel .

.7 didapat kelas VIII. dengan model ini peneliti ingin mengetahui efek dari perlakuan yang diberikan pada kelompok tanpa mempengaruhi faktor lain ( Arikunto. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti . Observasi yang dilakukan untuk melihat bagaimana aktivitas siswa pada proses blajar melalui penerapan metode pembelajaran inquiri berorientsai diskoveri pada pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Palembang. 2006 :160 ). Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode ekperimen semu kategori one shot case study adalah sebuah eksperimen yang dilaksanakan tanpa adanya kelompok pembanding dan juga tanpa tes awal. yaitu dengan mengambil satu kelas yang ditentukan berdasarkan undian. 2006 : 85 ). Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya ( Arikunto. 6. Hal ini dilakukan dengan cara mengundi kertas yang telah ditulis nama kelas tersebut yaitu kelas VIII.1 sampai VIII.Observasi Observasi adalah cara pengumpulan data dengan terjun dan melihat langsung kelapangan terhadap objek yang diteliti ( populasi ). Pengamatan disebut juga penelitian lapangan ( Hasan.1. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik sampel random sampling. Teknik Pengumpulan Data Didalam penelitian ini ada 2 teknik pengumpulan data yaitu : 6.4 sebagai sampel penelitian.Menurut Arikunto (2006 : 131 ). dengan syarat semua kelas VIII SMP Negeri 2 Palembang adalah homogen. 2005 : 17 ). 5. Observasi berfunsi untuk mengetahui kesesuaian antara rencana tindakan yang sedang berlangsung dengan harapan dapat menghasilkan perubahan yang diinginkan.

2. Siswa memperhatikan penjelasan guru c. c. Siswa memperhatikan persentase kelompok lain. Indikator Kegiatan kegiatan Visual : Deskriptor : a. Siswa mengeluarakan pendapat 3.Adapun lembar observasi ditulis berdasarkan indictor pengamatan aktivitas belajar siswa pada saat penerapan metode pembelajaran inquiri berorientsai diskoveri pada pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Palembang adalah sebagai berikut : 1. Siswa bertanya tentang langkah langkah pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri yang belum dimengerti. Siswa berdiskusi dengan teman kelompoknya b. Siswa membaca hasil diskusinya b. Indikator Kegiatan kegiatan Lisan : Deskriptor : a. Indikator Kegiatan kegiatan Menulis : .

2. 4.Deskriptor : a. c. Teknik Analisis Data . Siswa menganalisis hasil penyelidikan dan penemuannya. Dalam penelitian ini digunakan tes dalam bentuk essay yang dilaksanakan setelah proses belajar mengajar berlangsung pada materi lingkaran di kelas VIII SMP negeri 2 Palembang. Siswa menanggapi hasil kelompok lain 6. Siswa mencatat hasil penyelidikan dan penemuannya c. Indikator Kegiatan kegiatan Mental : Deskriptor : a. Siswa menyelesaikan soal soal latihan.Tes Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. 7. Siswa mampu mengambil kesimpulan dari penyelidikan dan penemuannya. b. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok ( Arikunto. 2006 : 150 ). Siswa merumuskan hipotesis b.

Kemudian data hasil tes siswa diolah atau di analisis dengan statistic yaitu dengan menggunakan rumus rata rata dim buku ( Sudjana. Memeriksa jawaban siswa dan memberikan skor hasil jawaban sesuai dengan skor dari hasil jawaban berdasarkan patokan yang telah ditentukan.1. Adapun langkah langkah yang dilakukan untuk menganalisis data tes hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika adalah : 1. kemudian dianalisis untuk melihat daya serap siswa setelah diterapkan metode pembelajaran inquiri berorientasi diskoveri pada pelajaran matematika. Membuat analisis hasil belajar pada mata pelajaran matematika.7. Setelah diperoleh rata rata hasil belajar siswa selanjutnya diberi criteria seperti pada tabel berikut : Tingkat Penilaian . pengamatan dilakukan pada awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran Setelah diperoleh data observasi maka data tersebut dianalisis dengan rumus( Purwanto. 3. 2002 : 67 ). Pada deskriptor yang tampak diberi tanada chek list ( ).Analisis Data Observasi Data diperoleh dari hasil penelitian terhadap lembar obsrvasi aktivitas belajar siswa yang dilihat dari empat indikator dan tiap tiap indikator terdiri dari tiga deskriptor. Analisis Data Tes Data hasil tes belajar yang telah didapat diperiksa dan dinilai. 2004 : 102 ) 8. 2.

dan J. Evaluasi Program Pendidikan PedomanTeoritis Praktis Pendidikan.2004.Bandung: Pustaka Setia. A.Kriteria 81 100 Baik sekali 61 80 Baik 41 60 Cukup 21 40 Kurang < 20 Sangat kurang ( Arikunto dan Jabar. 2007 : 18 ) DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Strategi Belajar Mangajar ( SBM ). . Arikunto dan Jabar.T.2005.Jakarta:Bumi Aksara. Prasetya.

Strategi Belajar Mengajar.2006.Bandung:Tarsito.2009. W. Hamalik.Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Segala.2002. Suryosubroto. Kurikulum dan Pembelajarn. Menjadi Guru Profesioanl. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. . .Jakarta:Rineka Cipta.2006. Belajar dan Pembelajaran.2008. Roestiyah.Jakarta:Kencana Prenada Media Group.Jakarta:Rineka Cipta. Jakarta: Bumi Aksara. B. 2008.2008.Arikunto. Suharsimi.Proses Belajar Mengajar DiSekolah.Konsep dan Makna Pembelajaran. S. 2008. Sudjana.2002.Edisi Revisi VI. . 2001. Bandung: Sinar Baru Algensindo.Bandung: Alfabeta. Metode Statistik.2008.Jakarta:Rineka Cipta. Jakarta: Bumi Aksara. Sanjaya. Mulyasa.Bandung:Remaja Rosdakarya.Jakarta:Rineka Cipta. Dimyati dan Mudjiono. D. O. Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar CBSA.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->