P. 1
Praktikum Fisiologi Tumbuhan

Praktikum Fisiologi Tumbuhan

|Views: 2,396|Likes:
Published by Desi Beris

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Desi Beris on Jan 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2013

pdf

text

original

Sections

Hasil pengamatan yang telah dilakukan diisikan pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Laju Kecepatan Oksigen pada Respirometer

Berat Kecambah5menit pertama 5 menit kedua5menit ketigaRata-rata (ml)

3 gram

0,38

0,21

0,18

0,25

4 gram

0,23

0,22

0,18

0,21

Hasil diatas didapatkan dari :

Berat kecambah 3 gram:

pada menit pertama : 0,38.

pada menit kedua : 0,59-0,38 = 0,21.

pada menit ketiga : 0,77-0,59 = 0,25.

Berat kecambah 4 gram:

pada menit pertama : 0,23.

pada menit kedua : 0,23-0,45 = 0,22.

pada menit ketiga : 0,63-0,15 = 0,18.

Komsumsi Oksigen :

Berat kecambah 3 gram : 0,25 : 3 : 12 = 0,00694ml/gr/jam.

Berat kecambah 4 gram : 0,21 : 4 : 12 = 0.00437ml/gr/jam.

G.Pertanyaan :

1.Apakah ada perbedaan antara perlakuan I (berat kecambah 3gram) dengan
perlakuan II (berat kecambah 4gram)? Jelaskan!

Jawab :

Tidak ada perbedaan antara perlakuan I dan II karena, baik pada
perlakuan I dan II waktu pengamatan sama-sama dilakukan dalam waktu 15
menit.

2.Apakah setiap bagian tanaman mempunyai komsumsi oksigen yang sama pada
saat respirasi? Jelaskan alasannya!

Jawab :

Setiap bagian tanaman mempunyai komsumsi oksigen yang sama pada
saat respirasi karena, Hanya saja yang membedakannya ialah umur tumbuhan.
Umur tumbuhan akan mempengaruhi laju respirasinya. Laju respirasi tinggi pada
saat perkecambahan dan tetap tinggi pada fase pertumbuhan vegetative awal (di
mana laju pertumbuhan juga tinggi) dan kemudian turun dengan bertambahnya
umur tumbuhan.

3.Jelaskan fungsi KOH pada percobaan ini!

Jawab :

Fungsi KOH pada percobaan ini adalah mengikat CO2, sehingga
pergerakan dari eosin benar-benar hanya disebabkan oleh komsumsi oksigen.

H.Daftar Pustaka:

Online, (http://pipia.blogdetik.com) 15 Desember 2010.

Online, (www.dostoc.com/docs/24594300/Fisiologi-Tumbuhan-Lely) 15 Desember
2010.

I.Lampiran :

Gambar : alat-alat yang digunakan pada saat praktikum.

A.Praktikum ke

: 4.

B.Judul

: Fotosintesis.

C.Tujuan

: Untuk mengetahui bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen dan

fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor.

D.Dasar Teori

:

Pengertian

Fotosintesis ialah suatu prosespada tumbuhan hijau untuk menyusun senyawa
organik dari karbondioksida dan air. Proses ini hanya biasa terjadi jika ada cahaya dan
melalui perantara pigmen hijau klorofil yang terletak pada organel sitoplasma yang
disebut kloroplas. Reaksi secara keseluruhan dapat dinyatakan dengan persamaan
berikut ini :

klorofil

6 CO2 +6 H2O + energi cahaya

CH2O

+

6O2

( bahan organik )

Dalam persamaan di atas, CH2O merupakan rumus umum untuk menyatakan
bahwa bahan organik yang pada umumnya berupa pati atau beberapa karbohidrat lain.
Dari persamaan di atas pula dinyatakan bahwa 6 CO2 digunakan, sedang 6 O2
dilepaskan dalam proses. Maka dapat dikatakan bahwa jumlah volume CO2 yang
diperlukan sama dengan jumlah O2 yang dibebaskan atau disebut dengan Koefisien
Fotosintesis.

Tempat Terjadinya Fotosintesis

Dengan adanya cahaya, fotosintesis dapat terjadi pada sembarang bagian hijau
tumbuhan, akan tetapi pada tumbuhan darat yang khusus, hanya daun dengan
permukaan yang luas dan kloroplas yang melimpah yang merupakan pusat utama
kegiatan ini. Karena kutikula relative kedap gas, maka karbon dioksida harus
memasuki daun melalui stomata. Setelah berada di dalam daun, karbon dioksidaakan
berdifusi ke dalam sistem ruang udara antarsel dan larut dalam air yang menjenuhkan
dinding sel-sel mesofil.

Karbon dioksida ini lalu berdifusi, atau bergerak aktif karena aliran protoplasma,
melalui air pada sitoplasma memasuki kloroplas, Dengan kehadiran cahaya terjadilah
fotosintesis dalam kloroplas. Jika sehelai daun sedang aktif berfotosintesis, konsentrasi
karbon dioksida padapermukaan kloroplas akan menipis dan suatu gradasi (gradient)
karbon dioksida akan terbentuk antara permukaan kloroplas dan atmosfer luar.
Asalkan stomata tetap terbuka, karbon dioksida akan terus berdifusi ke dalam daun,
jumlahnya bergantung pada terjalnya gradasi konsentrasi, yang pada gilirannya akan
bergantung pada kegiatan kloroplas.

Jika konsentrasi karbon dioksida menurun pada permukaan kloroplas, konsentrasi
oksigen akan meningkat, dan suatu gradasioksigen akan terbentuk pada arah yang
berlawanan dari gradasi karbon dioksida. Jadi difusi karbon dioksida kea rah dalam itu
diikuti oleh difusi simultan oksigen ke arah luar.

Cahaya, Sifat-sifatdan Pengaruhnya terhadap Fotosintesis

Menurut Planck dan Einstein cahaya terdiri atas partikel-partikel kecil yang
disebut foton yang mempunyai sifat-sifat materi, gelombang dan energi yang dinyatakan
dengan kuantum. Berapa banyak energi yang dmilik oleh cahaya bergantung kepada
panjang pendeknya gelombang, seperti misalya sinar ungu lebih pendek gelombangnya
daripada sinar merah.

Energi sinnar yang dipergunakan oleh tumbuhan yang mengadakan fotosintesis
hanya 0,5 – 2% saja dari jumlah energi sinar yang tersedia. Energi yang diberikan oleh
sinar bergantung kepada kualitas (berapa panjang gelombang), intensitas (banyaknya
sinar per 1cm² per detik) dan waktu penyinaran (sebentar atau lama).

Sinar yang paling bermanfaat untuk fotosintesis, bila diurutkan dari yang
bergelombang panjang, maka sinar-sinar tersebut adalah merah, jingga, kuning, hijau,
biru, nila, ungu. Sinar-sinar yang mempunyai gelombang lebih pendek dari sinar ungu
(yaitu sinar ultra-ungu, sinar X, sinar gamma dan sinar kosmik) serta sinar yang lebih
panjang gelombangnya daripada sinar merah (yaitu sinar infra-merah), semua tidak
mempunyai kepentingan dalam fotosintesis.

Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan, hanya panjang gelombang tertentu
yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu panjang gelombang yang
berada pada kisaran cahaya tampak (380-700nm). Hal ini terkait pada sifat pigmen
penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Pigmen yang terdapat pada
membrane grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu.

Cahaya yang diabsorbsi oleh pigmen kloroplas digunakan dalam fotosintesis. Jika
berkas cahaya dengan berbagai panjang gelombang dipancarkan pada daun hijau dan
kecepatan fotosintesis pada setiap panjang gelombang diukur, ternyata bahwa gelombang
sinar biru dan sinar merah adalah yang paling efektif dalam melakukan fotosintesis.
Menurut Lakitan (2004, 122) sinar biru kurang efisien (tetapi sama efektifnya) untuk
fotosintesis dibandingkan dengan cahaya merah, hal ini disebabkan karena sebagian

energy dari foton sinar biru akan segera dibebaskan dalam bentuk panas sebelum bias
dimanfaatkan untuk fotosintesis. Sedangkan sinar hijau paling tidak efektif dalam
melakukan fotosintesis.

Pigmen dan Peranannya dalam Fotosintesis

1.Klorofil

Klorofil adalah pigmen hijau yang merupakan salah satu dari pigmen fotosintesis
yang berperan penting dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya matahari yang
energinya diambil dalam fotosintesis.

Kloroplas terdapat pada semua tumbuhan yang berwarna hijau, termasuk batang
dan buah yang belum matang. Kloroplas mempunyai bentuk seperti cakram dengan ruang
yang disebut stroma yang merupakan tempat terjadinya reaksi gelap fotosintesis. Stroma
ini dibungkus oleh lapisan membrane tilakoid. Di dalam stroma terdapat tumpukan
lamella tilakoid yang disebut granum (jamak grana). Granum sendiri terdiri atas membran
tilakoid yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang fotosintesis. Di dalam granum
inilah tempat terdapatnya klorofil. Pengubahan energy cahaya menjadi energy kimia
berlangsung dalam tilakoid, sedang pembentukan glukosa sebagai produk akhir
fotosintesis berlangsung di stroma (Subandi, 2008).

Keterangan:

1. membran luar
2. ruang antar membran
3. membran dalam
4. stroma

5. lumen tilakoid (inside of thylakoid)
6. membran tilakoid
7. granum (kumpulan tilakoid)
8. tilakoid (lamella)
9. pati
10. ribosom
11. DNA plastida
12. plastoglobula

Gambar Struktur Kloroplas

Semua tanama hijau mengandung klorofil a dan klorofil b. Klorofil a merupakan
pigmen hijau tua yang mampu menyerap cahaya merah dan biru-keunguan, dan sangat
berperan dalam reaksi gelap fotosintesis. Klorofil b merupakan pigmen hijau kebiruan
yang mampu menyerap cahaya biru dan merah kejinggaan. Klorofil b banyak terdapat
pada tumbuhan, ganggang hijau dan beberapa bakteri autotrof. Klorofil a terdapat sekitar
75% dari total klorofil. Kandungan klorofil pada tanaman adalah sekitar 1% berat kering.
Dalam daun klorofil banyak terdapat bersama-sama dengan protein dan lemak yang
bergabung satu dengan yang lain.

Terlalu banyak sinar berpengaruh buruk pada klorofil. Bila klorofil dihadapkan
pada sinar kuat maka akan tampak berkurang hijaunya. Hal ini dapat dilihat pada daun-
daun yang terus-menerus kena sinar matahari langsung, warnanya menjadi hijau
kekuningan. Cahaya yang diabsorbsi oleh pigmen kloroplas merupakan pemberi energy
cahaya yang dibutuhkan oleh fotosintesis.

2.Karotenoid (C40H56)

Pigmen ini berwarna kuning-oranye sampai merah karena menyerap sinar biru
dan lembayung lebih kuat daripada sinar warna lain. Pigmen ini terkadang terdapat pula
pada bagian tumbuhan yang tidak hijau, dan tidak berperan dalam fotosintesis. Pada
buah-buahan yang telah masak, klorofil telah menghilang (terurai) dan hanya warna
kuning atau merah yang tampak. Dalam hal demikian, kloroplas telah berganti isi dan

kemudian disebut kromoplas. Karotenoid membentuk warna jingga pada wortel serta
banyak buah dan sayur lainnya.

Karena karotenoid tidak dapat bertindak secara fotosintesis tanpaadanya
klorofil,maka karotenoid berperan dalam fotosintesis dengan cara menyerap energy
cahaya dan menyalurkannya ke klorofil. Klorofil tersebut akan mengubah energy ini
menjadi energy kimia sama seperti jika klorofil mengabsorbsi sendiri cahaya itu. Untuk
inilah pigmen karotenoid kadang-kadang dinyatakan sebagai pigmen tambahan,
fungsinya yang nyata ialah meningkatkan efisiensi fotosintesis.

3.Pigmen-pigmen Lain

Selain klorofil dan karotenoid, di dalam kloroplas juga terdapt beberapa pigmen
lain, seperti antosianin dan xantofil (turunan karotenoid/C4H54(OH)2). Antosianin
memberikan warna merah, biru atau ungu (tergantung derajat keasamannya), seperti pada
buah anngur, daging jambu biji, bunga mawar dan buah kana. Xantofil memberikan
warna kuning dan membantu dalam penerimaan sinar pada proses fotosintesis. Daun tua
yang kehilangan klorofil warnanya akan menjadi kuning atau merah karena pergantian
pigmen, hal yang tampak jelas pada daun yang gugur.

Mekanisme Fotosintesis

Fotosintesis terdiri dari 3 tahap yaitu menangkap energi dari cahaya matahari,
menggunakan energy untuk membuat ATP dan NADPH, dan menggunakan ATP dan
NADPH tersebut untuk membuat senyawa organik dari CO2.

Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian
utama, yaitu reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak
memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida).

Dalam terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energy kimia dan
menghasilkan oksigen, sedangkan dalam reaksi gelap terjadi serangkaian reaksi yang

membentuk gula ini diperoleh dari reaksi terang. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah
senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula.

1.Reaksi Terang

Reaksi terang merupakan tahap fotosintesis yang mengubah energy matahari
menjadi energi kimia, yaitu dengan pembentuka NADPH (sumber dari electron
berenergi) dan ATP (energy sel yang serba guna). Reaksi ini memerlukan molekul air dan
sinar matahari. Proses diawali dengan penangkapan energi cahaya/foton oleh pigmen.

Penangkapan energi cahaya atau fotosistem merupakan tahap pertama dari proses
fotosintesis. Ketika klorofil menyerap energi foton dari cahaya, electron pada klorofil
akan terlepas ke orbit luar (tereksitasi). Elektron ini akan ditangkap oleh penerima
electron yaitu plastokuion. Unit penangkapan elektron ini dengan fotosistem. Jadi secara
sederhana, unit yang mampu untuk menangkap energi cahaya matahari, yaitu klorofil
yang melepaskan electron dan menyerap foton (energi cahaya dengan panjang gelombang
yang sesuai), disebut dengan fotosistem. Masing-masing fotosistem mengandung sekitar
300 molekul pigmen yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam proses fotosintesis.

Reaksi terang menggunakan 2 fotosistem yang berhubungan. Fotosistem I (PS I)
menyerap cahaya dengan panjang gelombang 700nm maka disebut P700, berfungsi untuk
menghasilkan NADPH. Fotosistem II (PS II) menyerap cahaya dengan panjang
gelombang 680nm maka disebut P680, berfungsi untuk membuat potensial oksidasi
cukup tinngi sehingga bias memecah air. Bila bekerja bersama, 2 fotosistem ini
melakukan proses fotofosforilasi non-siklik yang menghasilkan ATP dan NADPH.
Fotosistem I mentransfer elektron ke NADP+ untuk membentuk NADPH. Kehilangan
elektron digantikan oleh elektron dari fotosistem II. Fotosistem II dengan potensial
oksidasinya yang tinggi dapat memecah air untuk menggantikan elektron yang ditransfer
ke fotosistem I. Kedua fotosistem ini dihubungkan oleh kompleks pembawa elektron
yang disebut sitokrom.

Secara sederhana, reaksi terang dapat disimpulkansebagai berikut. Kloroplas
menyerap cahaya dan cahaya menggerakkan transfer elektron dan hydrogen ke penerima
yaitu NADP+ (nikotinamida adenine dinukleotida fosfat) untuk direduksi menjadi
NADPH. Pada proses ini, air terurai. Reaksi terang pada fotosintesis ini melepaskan O2.
Pada reaksi terang juga terjadi fosforilasi yang mengubah ADP menjadi ATP.

Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut :

Sinar matahari + ADP + Pi (fosfat anorganik) + NADP+ +2H2O atp + NADPH +
3H+ + O2.

2.Reaksi Gelap

Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis,
dimana tidak membutuhkan cahaya. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH
(dihasilkan dari reaksi terang), dan CO2 (yang berasal dari udara bebas). Dari reaksi
gelap ini, akan dihasilkan glukosa (C6H12O6).

Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur, yaitu :

a.Siklus Calvin-Benson

Ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson. Pada siklus ini tumbuhan
mengubah senyawa dengan 5 atom C menjadi senyawa dengan 3 atom C. Oleh sebab itu
tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C3.

b.Siklus Hatch-Slack

Ditemukan oleh M.D. Hatch dan Charles R. Slack. Pada siklus ini akan terbentuk
senyawa dengan 4 atom C, sehingga tumbuhan yang melalui reaksi gelap mengikuti jalur
ini dinamakan tumbuhan C4.

Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi,

reduksi dan regenerasi.

a.Fiksasi/karboksilasi

Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfat (RuDp) mengikat 6 molekul CO2
dari udara dan membentuk 6 molekul beratom 6-C yang tidak stabil yang kemudian
pecah menjadi 12 molekul beratom C-3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat
(Phospogliseric Acd/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12
gugus fosfat, dan membentuk 1,3- difosfogliserat. Kemudian, 1,3-difosfogliserat masuk
ke dalam fase reduksi.

b.Reduksi

Senyawa 1,3 difosfogliserat direduksi oleh H+ dari NADPH, yang kemudian
menjadi NADP+, dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom
3-C. Selanjutnya, 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri
menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6-C (C6H12O6). Sebanyak 10 molekul
fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi, yaitu
pembentukan kembali ribulosa difosfat.

c.Regenerasi

Pada fase ini, 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa
fosfat. Jika mendapat tambahan gugus fosfat, maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi
ribulosa difosfat (RuDP), yang kemudian kembali mengikat CO2 dan siklus dimulai lagi.

Pada beberapa tumbuhan tertentu, tidak terjadi pengikatan CO2 secara langsung
sebagaimana halnya siklus Calvin. Pada tumbuhan ini senyawapertama yang terbentuk
bukanlah senyawa dengan 3 atom C (PGA), melainkan senyawa dengan 4 atom C, yaitu
asam oksaloasetat (Oksaloacetic Acid/OAA). OAA terbentuk jika CO2 ditambahkan ke
dalam senyawa dengan 3 atom C yaitu fosfoenolpiruvat (Phospoenol Piruvat/PEP)
dengan diperantarai oleh enzim PEP karboksilase. PEP adalah senyawa berenergi tinggi
dan gugus fosfatnya yang berenergi tinggi dan gugus fosfatnya yang berenergi tinggi itu
terlepas jika senyawa dikarboksilasi. Jalur alternative ini disebut Siklus Hatch-Slack.

Dalam siklusnya, PEP mengikat CO2 dari udara sehingga akan dihasilkan asam
oksaloasetat, yang segera diubah menjadi asam dengan 4 karbon lainnya yaitu asam
malat. Malat akan terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO2. Piruvat akan kembali
menjadi PEP yang terjadi di sel mesofil, sedangkan CO2 akan masuk ke dalam siklus
Calvin yang berlangsung di sel bundle-sheet atau berkas pembuluh pengangkat
(sekelompok sel di sekitar pembuluh xylem dan floem).

Gambar Siklus Calvin-Benson

Gambar Skema Siklus Hatch-Slack

Fiksasi Karbon Dioksida

Berdasarkan hasil pertama fiksasi (penambatan) karbon dioksida (CO2) pada
kegiatan fotosintesis, tumbuhan diklasifikasikan menjadi 3, yaitu :

1.Tanaman C3

a.Proses fotosintesis menurut daur Calvin.

b.Senyawa yang menambat CO2 adalah ribulosa difosfat (RuDP) dengan bantuan
enzim RuDP karboksilase.

c.Hasil pertama dari fiksasi CO2 adalah asam fosfogliserat (PGA), yaitu sumber
senyawa dengan 3 gugus atom karbon (3-C).

d.Tanaman yang termasuk C3umumnya adalah spesies yang tumbuh di daerah
beriklim sedang (temperate) seperti kentang, gandum, gula, bit, tembakau, bayam
dan kedelai.

2.Tanaman C4

a.

Proses fotosintesis menurut daur Hatch-Slack.

b.Senyawa yang memfiksasi karbon dioksida adalah fosfoenol piruvat (PEP) dengan
bantuan enzim PEP karboksilase.

c.Hasil pertama fiksasi CO2 adalah asam oksaloasetat (OAA), yaitu senyawa
dengan 4 gugus atom C (4-C).

d.Jalur Hatch-Slack ini terpisahkan oleh ruang (pada sel yang berbeda) yaitu di sel
mesofil dan di sel selubung berkas pengangkut/ikatan pembuluh.

e.Mempunyai anatomi daun tipe Kranz yang memungkinkan tidak terjadi
fotorespirasi, karena konsentrasi oksigen dalam stroma rendah.

f.Tanaman yang termasuk C4 umumnya adalah spesies-spesies yang tumbuh di
daerah tropis dan sub tropis seperti jagung, tebu, sorgum dan rumput-rumput
savana.

3.Tanaman CAM (Crassulacean Acid Metabolism)

a.Proses fotosintesis CAM mirip jalur Hatch-Slack, tetapi terpisah sementara oleh
waktu (bukan oleh ruang).

b.Disebut CAM karena tanaman ini mengalami akumulasi asam malt dan asam
organik lain yang menyebabkan kenaikan keasaman. Hal ini karena stomata

tanaman ini membuka pada malam hari dan menutup pada siang hari. Akibatnya
pada malam hari asam malat dan asam organic lain menumpuk,pH menjadi
meningkat/tinggi dan hilang pada siang hari (pH menurun/rendah).

c.Penambatan CO2 dilakukan pada waktu malam harridan dibentuk senyawa
dengan gugus 4-C.

d.Pada siang hari pada saat stomata dalam keadaan tertutup terjadi dekarboksilasi
senyawa 4-C tersebut dan penambatan kembali CO2 melalui kegiatan pada daur
Calvin. Jadi tanaman CAM mempunyai beberapa persamaan dengan kelompok
tanaman C4, yaitu dengan adanya dua tingkat sistem penambahan CO2.

e.Termasuk kelompok tanaman CAM ini adalah tanaman yang tumbuh di daerah
panas (gurun seperti kaktus dan tanaman-tanaman padang pasir, agave, anggrek
dan nanas.

Perbedaan ciri-ciri antara tanaman C3, C4 dan CAM dapat dilihat berikut ini :

Tanaman C3

Tanaman C4

Tanaman CAM

Umumnya merupakan
spesies

Tanaman daerah beriklim
sedang (temperate).

Umumnya merupakan
spesies tanaman daerah
temperate tropik atau
sbtropik.

Umumnya merupakan
spesies tanaman daerah
temperate panas (arid)

Produksi sedang (30 ton
berat kering per hektar)

Produksi tinggi (80 ton
berat kering per hektar)

Umumnya produksi
rendah

Hanya mempunyai satu tipe
kloroplas, tidak ada anatomi
daun tipe Kranz

Mempunyai dua tipe
kloroplas, adaanatomi
daun tipe Kranz

Hanya mempunyai satu
tipe kloroplas, sedikit
anatomi daun tipe Kranz.

Aseptor CO2 adalah RuDP
(gula 5C).

Aseptor pertama CO2
adalah PEP (asam 3C).

Aseptor CO2 pada
keadaan gelap adalah
PEP, dan pada keadaan
terang RuDP.

Senyawa pertama yang
terbentuk adalah PGA (3C).Senyawa pertama yang
terbentuk adalah OAA
(4C).

Senyawa pertama pada
gelap adalah OAA dan
pada terang adalh PGA.

Hanya ada satu jalur fiksasi
CO2

Ada dua jalur fiksasi
CO2 yang terpisah
tempatnya.

Ada dua jalur fiksasi CO2
yang terpisah waktunya.

Ada fotorespirasi.

Tidak ada fotorespirasi.

Idem C4.

Efisiensi penggunaan air
rendah.

Efisiensi penggunaan air
sangat tinggi.

Idem C4.

Fotosintesis sudah jenuh
pada 1/3 sinar matahari
penuh.

Umumnya pada sinar
yang tinggi belum jenuh.Idem C4.

Stomata terbuka pada siang
hari.

Stomata terbuka pada
siang hari.

Stomata terbuka pada
malam hari.

Penjelasan :

a.Fotorespirasi adalah sejenis respirasi pada tumbuhan yang dibangkitkan oleh
penerimaan cahaya yang diterima oleh daun, dimana terjadinya oksidasi senyawa
dua karbon (2C) menjadi CO2 dan air yang bersamaan dengan fotosintesis, dan
menggunakan substrat yang sama yaitu ribulosa difosfat (RuDP), tanpa
menghasilkan energi yang berguna bagi metabolisme. Walaupun menyerupai
respirasi (pernafasan) biasa, yaitu proses oksidasi yang melibatkan oksigen,
mekanisme respirasi karena rangsangan cahaya ini agak berbeda ini agak berbeda
dan dianggap sebagai proses fisiologi tersendiri. Adanya fotorespirasi mengurangi
efisiensi fotosintesis karena mengurangi akumulasi energi. Dengan kata lain
fotorespirasi merupakan suatu penghamburan energy bagi tumbuhan.

b.Anatomi daun tipe Kranz mempunyai cirri-ciri ruang antar sel kecil-kecil, vena
yang rapat, sel-sel berkas pengangkutnya besar-besar dan banyak berisi kloroplas.
Anatomi seperti ini memungkinkan tidak terjadi fotorespirasi, karena konsentrasi
oksigen dalam stroma rendah.

c.Tipe kloroplas

Pada tanaman C4, mempunyai dua tipe kloroplas yaitu kloroplas tipe besar dan
banyak mengandung butir pati terdapat pada berkas pembuluh (bundle sheats),
dan kloroplas yang ukurannya leih kecil dan tidak mempunyai butir pati terdapat
di sel-sel mesofil.

Pada tanaman C3, mempunyai satu tipe kloroplas yang terdapat di semua sel

mesofil.

d.Efisiensi penggunaan air

Pada tanaman C4, mampu melakukan fotosintesis dengan stomata setengah
tertutup, bahkan hampir tertutup, sehingga daun—daunnya dapat berfotosintesis
dengan efisiensi sekaligus mengurangi hilangnya air. Hal ini disebabkan karena
tanaman C4 sangat efisien dalam mengikat CO2 sehingga pada intensitas cahaya
dan suhu yang tinggi stomatanya dapat hamper menutup untuk mengurangi
transpirasi air dari daun. Pada keadaan lingkungan bagi tanaman C3 merupakan
ancaman, C4 dapat tumbuh lebih cepat.

Pada tanaman CAM, dapat berfotosintesis tanpa kehilangan sejumlah besar air
karena transpirasi stomata kecil sekali (stomata tertutup sepanjang hari). Hali ini
disebabkan tanaman CAM mempunyai mekanisme pengikatan CO2 dari udara
yang difiksasi pada malam hari ketika stomata terbuka penuh. Itulah sebabnya,
dalam keadaan kekurangan air, tanaman CAM lebih dapat bertahan hidup
dibandingkan tanaman yang lannya.

e.Efisiensi pengikatan CO2 pada proses fotosintesis

Jika konsentrasi CO2 di atmosfer menurun sampai sekitar ¼ konsentrasi
normalnya, maka fotosintesis lengkap tanaman C3 akan berhenti. Tetapi
fotosintesis lengkap tanaman C4 dapat terus berlangsung pada konsentrasi CO2
yang menurun sampai 10 ppm atau bahkan lebih rendah.

Tanaman C3 melakukan fotorespirasi sedangkan C4 melakukan sedikit atau
bahkan tidak melakukan fotorespirasi sama sekali. Untuk menekan fotorespirasi,
tanaman C4 mengembangkan strategi ruang dengan memisahkan jaringan yang
melakukan reaksi terang (sel mesofil) dan reaksi gelap (sel selubung pembuluh
atau bundle sheath). Strategi yang diambil tanaman CAM bersifat waktu
(temporal), yaitu memisahkan waktu untuk reaksi terang (pada saat penyinaran
penuh) dan reaksi gelap (di malam hari).

Tanaman C4 dapat mengikat CO2 secara efisien sekali karena adanya enzim PEP
karboksilase yang mempunyai afinitas tinggi terhadap CO2.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis

1.Faktor Internal

Adapunfaktor-faktor internal meliputi perbedaan antara spesies, umur daun, laju
translokasi hasil fotosintesis (adanya penimbunan fotosintat), dan semua factor yang
mempengaruhi gerakan stomata (resistensi di dalam terhadap difusi gas bebas).

2.Faktor Eksternal

Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi laju fotosintesis meliputi
konsentrasi karbon dioksida, intensitas cahaya, ketersediaan air. kandungan klorofil
dan suhu.

E. Pelaksanaan Praktikum

Waktu dan Tempat

Waktu pelaksanaan praktikum pada 17 Desember 2010 pukul 09.00 Wib tempat
di Laboratorium Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pend.
Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang.

Alat dan Bahan

Alat : Gelas kimia, corong kaca, tabung reaksi, thermometer, counter, kawat dan

lampu pijar 100 watt.

Bahan : Es batu, air panas 40ºC, NaHCO3 dan Hydrilla verticiliata.

Cara Kerja :

Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

2.Rangkaian alat-alat seperti gambar di bawah ini sebanyak 5 perangkat.
Perhatikanlah bahwa tabung reaksi harus dalam keadaan penuh berisi air (jangan
ada rongga udara).

3.Perangkat I langsung diletakkan di bawah lampu pijar 100 watt dengan jarak
sekitar 20cm dari alat. Lampu pijar dianggap sebagai cahaya matahari.

4.Perangkat II dibuat dengan menambahkan beberapa potong es batu, perangkat III
ditambahkan air panas sehingga suhu air pada percobaan menjadi sebesar 40ºC,
dan pada perangkat IV ditambahkan NaHCO3 sebanyak 5 gram. Ketiga perangkat
ini juga diletakkan di bawah lampu pijar sama seperti perangkat I.

5.Terakhir, perangkat V diletakkan langsung di tempat teduh.

6.Amati apa yang terjadi setelah 15 menit. Catat hasil pengamatan pada tabel.

F.Data Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan yang telah dilakukan diisikan pada tabel di bawah ini. Data
yang dikumpulkan meliputi waktu mulai keluarnya gelembung, jumlah gelembung
selama waktu pengamatan (15 menit) dan suhu air selama percobaan berlangsung.

Tabel 1. Hasil Pengamatan terhadap Waktu, Suhu Air dan Jumlah Gelembung.

Perangkat

Perlakuan

Waktu

Suhu

Gelembung

I

Cahaya matahari
langsung

3 menit 16
detik

Awal 28ºC akhir
28ºC

3

II

Cahaya langsung
+es

-

Awal 30ºC akhir
20ºC

0

III

Cahaya langsung +
air hangat

1 menit 5 detikAwal 42ºC akhir
39ºC

16

IV

Cahaya langsung +
NaHCO3

1 menit 40
detik

Awal 30ºC akhir
30ºC

2

V

Tempat teduh

2 menit 23
detik

Awal 28ºC akhir
28ºC

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->