Teori Tindakan dan Teori Sistem Talcott Parson http://tutorialkuliah.blogspot.

com/2009/06/teori-tindakan-dan-teori-sistem-talcott.html 21 Desember 2010 Teori : yaitu dalil (ilmu pasti); ajaran atau paham (pandangan) tentang sesuatu berdasarkan kekuatan akal (ratio); patokan dasar atau garis-garis dasar sains dan ilmu pengetahuan; pedoman praktek. Z Teori Tindakan, yaitu individu melakukan suatu tindakan berdasarkan berdasarkan pengalaman, persepsi, pemahaman dan penafsiran atas suatu objek stimulus atau situasi tertentu. Tindakan individu itu merupakan tindakan sosial yang rasional, yaitu mencapai tujuan atas sasaran dengan sarana-sarana yang paling tepat. Teori Max Weber ini dikembangkan oleh Talcott Parsons yang menyatakan bahwa aksi/action itu bukan perilaku/behavour. Aksi merupakan tindakan mekanis terhadap suatu stimulus sedangkan perilaku adalah suatu proses mental yang aktif dan kreatif. Talcott Parsons beranggapan bahwa yang utama bukanlah tindakan individu melainkan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang menuntut dan mengatur perilaku itu. Kondisi objektif disatukan dengan komitmen kolektif terhadap suatu nilai akan mengembangkan suatu bentuk tindakan sosial tertentu. Talcott Parsons juga beranggapan bahwa tindakan individu dan kelompok itu dipengaruhi oleh system sosial, system budaya dan system kepribadian dari masing-masing individu tersebut. Talcott Parsons juga melakukan klasifikasi tentang tipe peranan dalam suatu system sosial yang disebutnya Pattern Variables, yang didalamnya berisi tentang interaksi yang avektif, berorientasi pada diri sendiri dan orientasi kelompok. Z Teori Sistem: yaitu, suatu kerangka yang terdiri dari beberapa elemen / sub elemen / sub system yang saling berinteraksi dan berpengaruh. Konsep system digunakan untuk menganalisis perilaku dan gejala sosial dengan berbagai system yang lebih luas maupun dengan sub system yang tercakup di dalamnya. Contohnya adalah interaksi antar keluarga disebut sebagai system, anak merupakan sus system dan masyarakat merupakan supra system, selain kaitannya secara vertikal juga dapat dilihat hubungannya secara horizontal suatu system dengan berbagai system yang sederajat. Dalam pandangan Talcott Parsons, masyarakat dan suatu organisme hidup merupakan system yang terbuka yang berinteraksi dan saling mempengaruhi dengan lingkungannya. System kehidupan ini dapat dianalisis melaui dua dimensi yaitu : interaksi antar bagian-bagian / elemen-elemen yang membentuk system dan interaksi / pertukaran antar system itu dengan lingkungannya. Talcott Parsons membangun suatu teori system umum / Grand Theory yang berisi empat unsure utama yang tercakup dalam segala system kehidupan, yaitu : Adaptation, Goal Attainment, Integration dan Latent Pattern Maintenance. Talcott Parsons mengemukakan teori sebagai berikut : Sitem Sosial Sistem Budaya ==> Individu ==> Perilaku Sistem Kepribadian

Kerangka Teori Talcott Parson Untuk Memahami Integrasi Sosial Zuryawan Isvandiar Zoebir, Mahasiswa Magister Pembangunan Sosial Universitas Indonesia, Angkatan III, NPM. 8399040304 Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 10 Agustus, 2008

Tulisan ini merupakan paper dan merupakan tugas mata kuliah Teori Sosial Klasik yang diberikan oleh Dr. Robert M.Z. Lawang
I. Latar Belakang Pada Tahun 1971 di Lhok Seumawe, Aceh, mulai di rintis pembangunan proyek gas alam cair (LNG), didahului dengan kegiatan pembebasan tanah-tanah milik penduduk. Kegiatan pembebasan tanah berlangsung hingga tahun 1975 yang diwarnai adanya ketegangan-ketegangan. Ketegangan itu misalnya, dalam bentuk penduduk tidak bersedia menyerahkan tanah miliknya walaupun telah disediakan uang pengganti kerugian, karena beranggapan bahwa tanah pusaka peninggalan orang tua tidak boleh dijual atau diserahkan kepada orang lain. Pengukuran tanah berikut pembayarannya berlangsung selama tahun 1974, dan tahun 1975 telah dimulai pembangunan komplek perumahan, sampai akhirnya pada tahun 1977 telah siap untuk ditempati. Komplek perumahan tersebut dibuat sedemikian rupa, sehingga membuat kesan terjadinya isolasi yang kian memperlebar jarak sosial. Hingga terjadi ketegangan yang kedua, dalam wujud terjadinya perbedaan yang mencolok antara pola kehidupan kedua kelompok masyarakat tersebut, terutama dalam status sosial ekonominya. Melalui makalah ini, saya berusaha memahami peristiwa kesenjangan sosial dan ekonomi antara penduduk sekitar pabrik dengan karyawan pabrik yang bertempat tinggal disekitar pabrik, yang terjadi saat dibangunnya proyek raksasa gas alam cair pertama di awal masa orde baru, yaitu PT. Arun, Lhok Seumawe, Aceh. Peristiwa ini saya anggap menarik oleh karena terjadi di saat-saat awal rezim orde baru mulai menancapkan kuku-kuku kekuasaannya diseluruh bumi pertiwi, dan menariknya lagi bahwa peristiwa ini terjadi di Aceh, suatu daerah yang begitu rentan untuk bergolak hingga pada titik tertentu pemerintah dianggap telah melalaikan kewajibannya atas Aceh, mereka menuntut kemerdekaan. Boleh dikatakan disini bahwa peristiwa ini adalah babak pertama dari salah urusnya pemerintah dalam melakukan pembinaan terhadap pemerintah-pemerintah daerah, sehingga boleh dikatakan bahwa pembangunan

Tetapi. Jadi tahap pencapaian tujuan secara khas diikuti oleh suatu tekanan pada integrasi (integration)dimana solidaritas keseluruhan diperkuat. Urutannya dimulai dengan munculnya suatu tipe ketegangan. Ketegangan ini merangsang penyesuaian (adaptation) dari suatu tujuan tertentu (goal maintenance) serta menggiatkan semangat dorong yang diarahkan kepada pencapaian tujuan itu. penggunaan hubungan sistem-sistem level. II. sebelum suatu tujuan dapat tercapai. Dalam kasus suatu sistem sosial harus paling kurang ada suatu tingkat solidaritas minimal diantara para anggota sehingga sistem itu dapat bergerak sebagai satu satuan menuju tercapainya tujuan itu. Keempat persyararatan ini berlaku untuk setiap sistem tindakan apa saja. . yang merupakan kondisi ketidaksesuaian antara keadaan suatu sistem sekarang ini dan suatu keadaan yang diinginkan. tahap ini akan diikuti oleh tahap mempertahankan pola tanpa interaksi atau bersifat laten (laten pattern maintenance).pabrik gas arun merupakan test case bagi rezim orde baru dalam rangkaian melakukan perkeliruanperkeliruan ditempat dan pada saat lain. pemuasan harus ditunda. Akhirnya. kejelasan hubungan antara energy dan informational system dalam AGIL dan pada akhirnya akan terjawab pertanyaan adakah sistem sosial yang berlaku umum di Indonesia? III. Pencapaian tujuan itu memberikan kepuasan yang dengan demikian mengatasi ketegangan atau menguranginya. Pokok Permasalahan Berdasarkan uraian tersebut di atas. maka akan dipergunakan kerangka Talcott Parsons untuk memahami integrasi sosial di antara masyarakat desa sekitar pabrik LNG dengan karyawan PT. Teori Talcott Parsons Empat persyaratan fungsional fundamantal yang digambarkan dalam skema AGIL menurut Parson merupakan kerangka untuk menganalisis gerakan-gerakan tahap (phase movements) yang dapat diramalkan. Selama tahap ini. Arun. terlepas dari usaha apa saja untuk tercapainya tugas instrumental. maka harus ada suatu tahap penyesuaian terhadap keadaan genting dari situasi dimana tenaga harus dikerahkan dan alat yang perlu untuk mencapai tujuan itu harus disiapkan.

Energi yang muncul dalam arus tindakan adalah dari arah yang sebaliknya. Norma diwujudkan melalui peranperan tertentu dalam sistem sosial yang juga disatukan dalam struktur kepribadian anggota sistem tersebut. Lingkungan sistem sosial itu terdiri dari lingkungan fisik. sistem budaya dan organisme perilaku. Pencapaian tujuan dihubungkan dengan sistem kepribadian dalam arti bahwa tujuan sistem-sistem sosial mencerminkan titik temu dari tujuan-tujuan individu dan memberikan mereka arah sesuai dengan .Sistem sosial sebagai suatu keseluruhan juga terlibat dalam saling tukar dengan lingkungannya. Hubungan antara sistem-sistem tindakan umumnya dan persyaratan-persyaratan fungsional adalah sebagai berikut : Sistem Tindakan Sistem budaya Sistem sosial Sistem kepribadian Organisme perilaku Persyaratan Fungsional Pemeliharaan pola-pola yang laten Integrasi Pencapaian tujuan Adaptasi Pemeliharan pola-pola yang laten (laten pattern maintenance) dihubungkan dengan sistem budaya. Parsons melihat hubungan antara pelbagai sistem tindakan ini berdasarkan kontrol sibernatik(cybernetic control) yang didasarkan pada arus informasi dari sistem budaya ke sistem sosial. Sistem tindakan ini dilihat sebagai berada dalam suatu hubungan hirarki dan bersifat tumpang tindih. Sistem budaya merupakan orientasi nilai dasar dan pola normatif yang dilembagakan dalam sistem sosial dan diinternalisasikan dalam struktur kepribadian para anggotanya. Organisasi perilaku merupakan energi dasar yang dinyatakan dalam pelaksanaan peran dalam sistem sosial. ke sistem kepribadian dan ke organisasi perilaku. Masalah integrasi berhubungan dengan interelasi antara pelbagai satuan dalam sistem sosial. sistem kepribadian. yang bermula dari organisme perilaku. karena fungsi ini menekankan nilai dan norma budaya yang dilembagakan dalam sistem sosial.

Didalam negara yang masyarakatnya bercorak plural society. Analisis Masalah Parsons dan teman-temannya pada tahun 1950-an secara bertahap menyusun strategi untuk analisis fungsional hubungan duaan. pengawasan. Pelbagai tahap yang dilalui kelompok-kelompok itu selama suatu pertemuan nampaknya menghasilkan semacam keseimbangan begitu kelompok itu secara berturut-turut membahas setiap masalah yang dihadapi itu. keluarga. keputusan. interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial. Dari hasil analisis proses-proses kelompok kecil diketahui bahwa kelompok yang diamatinya tersebut selalu melewati serangkaian tahap yang dapat diramalkan. IV. Penyempurnaan yang dihasilkan sebagian dari kerjasama Parsons dengan Robert F. Dengan mengetahui dan memahami perihal kondisi yang dapat menimbulkan serta mempengaruhi bentuk interaksi sosial tertentu.orientasi nilai bersama. maka pengetahuan tersebut dapat disumbangkan bagi usaha pembinaan bangsa dan masyarakat[1]. Kemudian. peredaan ketegangan dan integrasi. seperti Indonesia. kelompok kecil. Jadi. pada permulaan suatu pertemuan para anggota perlu mengembangkan suatu orientasi bersama terhadap satu sama lain. Masing-masing tipe tindakan dilihat ada hubungannya dengan masalah-masalah tertentu yang dihadapi kelompok pada waktu itu : masalah orientasi. misalnya. . karena tanpa itu tak ada kehidupan sosial[2] . Menurut Young. evaluasi. Bales. pengetahuan tentang interaksi sosial yang terjadi antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya sangatlah penting. organisasi kompleks dan juga masyarakat keseluruhan. sifat dari masalah penyesuaian ditentukan sebagian besar oleh sifat-sifat biologis individu sebagai organisme yang berperilaku dengan persyaratan biologis dasar tertentu yang harus dipenuhi oleh mereka agar tetap hidup. Hubungan antara pencapaian tujuan dengan sistem kepribadian ini mencerminkan perspektif Parsons bahwa tindakan selalu diarahkan pada tujuannya.

serta faktor yang mempengaruhinya. tambak ikan atau nelayan). mereka terpaksa harus menyesuaikan diri dengan situasi baru terutama dalam hal lapangan pekerjaan. Pembahasan makalah ini dibatasi dalam mempelajari bentuk interaksi sosial yang terjalin antara masyarakat komplek perumahan karyawan PT. Arun dan penduduk asli di desa sekitarnya. Salemba. manusia cenderung untuk selalu berhubungan dengan lingkungannya. dalam kondisi yang kontras dengan lingkungan masyarakat sekitarnya dengan struktur dan kebudayaannya yang masih relatif sederhana. Komplek perumahan ini berbentuk kampus (housing colony). dalam bentuk apa dan faktor apa saja yang mempengaruhi interaksi sosial antara penduduk komplek perumahan PT. Arun dan penduduk asli di desa sekitarnya. Aceh Utara. terutama dalam status sosial ekonominya. terdapat perbedaan yang mencolok antara pola kehidupan kedua kelompok masyarakat tersebut. suku bangsa dan daerah dengan tingkat pengetahuan dan kehidupan yang relatif lebih maju. mulai dibangun proyek pencairan gas alam LNG (Liquid Natural Gas). dirasakan sudah tidak memungkinkan lagi[4] Perumahan yang berbentuk colony. yang dimulai dioperasikan pada tahun 1978 oleh PT. dibandingkan dengan penduduk setempat. dibangun pula sebuah komplek perumahan karyawan di atas tanah kurang lebih seluas 400 Ha. dan antara perorangan dengan kelompok manusia[5]. antar kelompok. Terjadinya interaksi sosial selalu didahului oleh suatu kontrak sosial dan komunikasi[3] Pada tahun 1973. selain membuat kesan adanya isolasi. timbul pertanyaan apakah ada. 29 Maret 1999 . Di Lhok Seumawe. Beberapa penelitian yang telah pernah dilakukan berkesimpulan bahwa kehidupan dan sistem budaya orang desa disekitar komplek perumahan tersebut tidak sejalan dengan kondisi kehidupan baru dari pendatang. berasal dari berbagai golongan agama. Arun LNG & Co. Jadi jelasnya. Mereka yang tinggal di komplek perumahan tersebut. juga menyebabkan terjadinya jarak sosial. Interaksi sosial dalam artian umum dimaksudkan sebagai hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antar perorangan.Dalam kedudukannya sebagai mahluk sosial. Dalam hubungan dengan perbedaan tersebut. karena untuk meneruskan pekerjaan lama (bertani. Sebagai bagian dari proyek ini.

Teori fungsionalisme menekankan pemikirannya pada analogi antara struktur masyarakat dengan organisme biologis. Pembahasan postmodernisme terdapat dalam Modul 11. Homans dan Peter M. yang membahas mengenai batasan pemikiran postmodernisme. pemikiran yang dibahas adalah pemikiran teori konflik dari Ralf Dahrendorf dan Lewis Coser. Pembahasan buku materi pokok ini diakhiri dengan pemikiran postmodernisme dan teori feminisme kontemporer. dan pada Modul 9 dibahas teori interaksionisme simbolik menurut William Issac Thomas dan Herbert Blumer. Teori konflik lebih menekankan pada pertentangan antarkelas untuk memperebutkan sumber daya yang langka. Kemudian. Seperti halnya mata kuliah teori sosiologi klasik. dan paradigma perilaku sosial. Teori pertukaran menekankan pada prinsip pertukaran yang terjadi dalam proses interaksi sosial di masyarakat. Pada bagian awal buku materi pokok mata kuliah ini dibahas tiga paradigma sosiologi. Blau. Teori interaksionisme simbolik menekankan pada penggunaan simbol-simbol dalam interaksi sosial. dkk 4 sks / modul 1-12: ill. Buku materi pokok mata kuliah teori sosiologi modern ini lebih banyak memfokuskan pembahasan mengenai teori interaksionisme simbolik. yaitu paradigma fakta sosial. 21 cm ISBN : 979689534X DDC : 301 Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka. prinsipiil. Teori interaksionisme ini mulai dibahas dalam Modul 7. sedangkan tokoh dari teori konflik dibahas dalam Modul 4 dan 5. bertolak dari suatu paradigma atau asumsi . dan John Dewey. Tokoh teori fungsionalisme yang dibahas dalam buku materi pokok ini adalah Talcott Parsons dan Robert K. Charles Horton Cooley. Pembahasan teori interaksionisme simbolik diakhiri dengan teori interaksionisme dari Erving Goffman dan Peter L. aspek budaya masyarakat postmodern.. yang membahas teori dari William James. Merton. dan tokoh-tokoh pemikiran postmodernisme. mata kuliah ini pun membahas mengenai tokoh-tokoh sosiologi yang mengembangkan teori-teori sosiologi. Pada Modul 6 dibahas mengenai teori pertukaran sosial dari George C. radikal) tentang sesuatu yang menjadi pokok permasalahan dalam ilmu pengetahuan. MODUL 1: Paradigma Sosiologi dan Teori Pendekatannya Kegiatan Belajar 1: Paradigma Sosiologi dan Teori Pendekatannya Rangkuman Paradigma adalah suatu pandangan yang fundamental (mendasar. Berger. sedangkan teori feminisme kontemporer sebagai modul terakhir membahas mengenai teoriteori sosiologi yang berkaitan dengan masalah gender dan teori-teori feminisme yang berkembang dalam masyarakat.OSI4206 Teori Sosiologi Modern Wagiyo. Kedua tokoh ini dibahas masing-masing dalam Modul 2 dan 3. Pada Modul 8 dibahas teori interaksionisme menurut George Herbet Mead. paradigma definisi sosial. 2007 Tinjauan Mata Kuliah Teori sosiologi modern merupakan mata kuliah lanjutan dari teori sosiologi klasik.

Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari kehidupan bersama dalam masyarakat akan senantiasa berkembang terus. Kegiatan Belajar 3: Pengertian Teori Rangkuman Teori adalah seperangkat pernyataan-pernyataan yang secara sistematis berhubungan atau sering dikatakan bahwa teori adalah sekumpulan konsep. Untuk mengetahui kehidupan bersama tersebut diperlukan suatu teori. kelompok. kapitalisme dan sosialisme yang menyebabkan adanya perubahan-perubahan sosial. Menurut George Ritzer paradigma dalam sosiologi. urbanisasi. yang kesemuanya itu merupakan suatu kebulatan yang utuh. baik yang menyangkut pokok permasalahannya. reformasi Martin Luther.dasar tertentu seorang yang akan menyelesaikan permasalahan dalam ilmu pengetahuan tersebut membuat rumusan. organisasi. dan proposisi yang saling kait-mengait yang menghadirkan suatu tinjauan sistematis atas fenomena yang ada dengan menunjukkan hubungan yang khas di antara variabel-variabel dengan maksud memberikan eksplorasi dan prediksi. Paradigma dalam sosiologi sebagaimana dikemukakan tersebut akan menyebabkan adanya berbagai macam teori dan metode dalam pendekatannya. Dalam hal ini interaksi antarindividu dengan lingkungannya akan membawa akibat perubahan perilaku individu yang bersangkutan. Dalam hal ini sekalipun struktur juga berpengaruh terhadap pemikiran individu. . baik yang menyangkut tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad XV. ada yang menyatakan bahwa teori adalah sekumpulan pernyataan yang mempunyai kaitan logis. akan tetapi yang berperanan tetap individu dan pemikirannya. peristiwa atau suatu benda. definisi. perubahan sosial politik. Di samping itu. baik yang menyangkut latar belakang. aturan-aturan dan lembaga-lembaga. lahirnya ilmu pengetahuan modern. Kegiatan Belajar 2: Pengertian Sosiologi Rangkuman Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang kehidupan bersama dalam masyarakat. berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri. terutama apabila masyarakat menghadapi ancaman terhadap pedoman yang pada masanya telah mereka gunakan. (2) paradigma definisi sosial yang menyatakan bahwa pemikiran individu dalam masyarakat mempengaruhi struktur yang ada dalam masyarakat. yaitu (1) paradigma fakta sosial yang menyatakan bahwa struktur yang terdalam masyarakat mempengaruhi individu. meningkatnya individualisme. metodenya agar dapat diperoleh jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan. (3) paradigma perilaku sosial yang menyatakan bahwa perilaku keajegan dari individu yang terjadi di masyarakat merupakan suatu pokok permasalahan. yang merupakan cermin dari kenyataan yang ada mengenai sifat-sifat suatu kelas. Dalam masyarakat terdapat individu. Dalam hal ini sosiologi ingin mengetahui kehidupan bersama dalam masyarakat. Lahirnya sosiologi dihubungkan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di Eropa Barat. Krisis yang demikian cepat atau lambat akan melahirkan pemikiran sosiologis. keluarga. Bertolak dari kenyataan yang demikian dapatlah dikatakan bahwa pemikiran-pemikiran sosiologis terjadi sejak awal XVIII berkenaan dengan adanya industrialisasi. permasalahan dan sebabmusababnya. adanya Revolusi Industri maupun Revolusi Perancis.

(Pen). Jakarta: Rajawali. Daftar Pustaka Alimandan (Peny. (1975). (1973). Dengan demikian. N. Zeitlin. Tata. New York: University Press. (I986). (1993). (1981). George. Suatu teori dapat diterima dengan dua kriteria pertama. y y y y y y y y y y y y y y Kegiatan Belajar 1: Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons Rangkuman Talcott Parsons adalah seorang sosiolog kontemporer dari Amerika yang menggunakan pendekatan fungsional . Boston: Allyn and Bacon. (1985). Sociology: A Multiple Paradigm Science: 2 7.Teori harus mengandung konsep. konsep-konsep. Fred. Irving M. Poloma. Foundation of Behavioral Research. definisi. Pengantar Pengembangan Teori Sosial: 13. Oxford. variabel. 24 30. Ritzer. Sosiologi: Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda: 110. Cambell. Laeyendecker. (1993). penerjemah: Paul S Bout dan T. dan Ketimpangan. Kedua. (1988). 43 74. Rinehart and Winston. (1984). proposisi. (1973). Sunarto. New Jersey: Prentice Hall. Englewood Clifics. Boston: Allyn and Bacon Inc. Robert. Suatu Pengantar Sejarah Sosiologi: 376 377. dapat dikatakan bahwa dalam teori di dalamnya harus terdapat konsep. Judul asli: Sociological Theory Classical Founders and Contemparary Perspectives. definisi dan proposisi. (1986). (1980). Kamanto. (1986). Zamroni. Tom. Perubahan.Z. New York: Holt. M. 15 39. Lawang. Effendi. Margaret M. 4. George Ritzer. hubungan logis di antara konsep-konsep. Jakarta: Rajawali. L. Craib. 23 28. pernyataan (statement). Rethinking Sociology. Pengantar Sosiologi: 1. Judul asli: Modern Social Theory: from Parsons to Habermas. definisi-definisi dan proposisi-proposisi yang dapat digunakan untuk eksplorasi dan prediksi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Teori Sosiologi Klasik dan Modern jilid I dan II.Z. yang menyatakan bahwa suatu teori akan dapat diakui jika memenuhi persyaratan. By Doyle Paul Johnson. Buku Materi Pokok Pengantar Sosiologi. Nasikun. Inc. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Kerlinger. 91 92. Jakarta: Rajawali. yaitu kriteria ideal. (1992). dan hubungan antara konsep dan proposisi. Seren Theories of Human Society. Sistem Sosial Indonesia. M. (1983).).. yaitu kriteria pragmatis yang menyatakan bahwa ide-ide itu dapat dikatakan sebagai teori apabila mempunyai paradigma. Teori-teori Sosial Modern: Dari Parsons sampai Habermas. Yogyakarta: Tiara Wacana. _______. Jakarta: Gramedia. Lawang. dan 142.. Judul Asli: Sociology: A Multiple Paradigm Science. Ian. (1981). A Critique of Contemporary Theory. Sosiologi Kontemporer. Pengantar Sosiologi: Buku Panduan Mahasiswa: 15 17. Jakarta: Penerbit Karunika Universitas Terbuka. 9 10. baik itu definisi teoretis maupun operasional dan hubungan logis yang bersifat teoretis dan logis antara konsep tersebut. kerangka pikir. Robert.

yaitu bahwa masyarakat terintegrasi atas dasar kesepakatan dari para anggotanya akan nilai-nilai kemasyarakatan tertentu yang mempunyai kemampuan mengatasi perbedaan-perbedaan sehingga masyarakat tersebut dipandang sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi dalam suatu keseimbangan. tindakan itu terjadi pada suatu kondisi yang unsurnya sudah pasti. positivistis dan ideal. Dengan demikian. . Hal tersebut di ataslah yang menyebabkan Teori Fungsionalisme Talcott Parsons bersifat kompleks. dengan bimbingan nilai dan ide serta norma. yang unsur-unsurnya berupa alat. Pandangannya tentang tindakan manusia itu bersifat voluntaristik. Perlu diketahui pula bahwa tindakan individu tersebut dalam realisasinya dapat berbagai macam karena adanya unsur-unsur sebagaimana dikemukakan di atas. Emile Durkheim. bahwa Teori Fungsionalisme Struktural beranggapan bahwa masyarakat itu merupakan sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam bentuk keseimbangan. tujuan. Atau dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa tindakan itu dipandang sebagai kenyataan sosial yang terkecil dan mendasar. Vilfredo Pareto dan Max Weber. Selain itu. tindakan individu manusia itu juga ditentukan oleh orientasi subjektifnya. Menurut Talcott Parsons dinyatakan bahwa yang menjadi persyaratan fungsional dalam sistem di masyarakat dapat dianalisis. Pendekatannya selain diwarnai oleh adanya keteraturan masyarakat yang ada di Amerika juga dipengaruhi oleh pemikiran Auguste Comte. secara normatif tindakan tersebut diatur berkenaan dengan penentuan alat dan tujuan. dalam tindakan tersebut dapat digambarkan yaitu individu sebagai pelaku dengan alat yang ada akan mencapai tujuan dengan berbagai macam cara. dengan mengindahkan nilai.dalam melihat masyarakat. artinya karena tindakan itu didasarkan pada dorongan kemauan. yang juga individu itu dipengaruhi oleh kondisi yang dapat membantu dalam memilih tujuan yang akan dicapai. Kegiatan Belajar 3: Analisis Struktural Fungsional dan Diferensiasi Struktural Rangkuman Sebagaimana telah diuraikan di muka. Teori Fungsionalisme Struktural yang mempunyai latar belakang kelahiran dengan mengasumsikan adanya kesamaan antara kehidupan organisme biologis dengan struktur sosial dan berpandangan tentang adanya keteraturan dan keseimbangan dalam masyarakat tersebut dikembangkan dan dipopulerkan oleh Talcott Parsons. yaitu berupa orientasi motivasional dan orientasi nilai. Perlu diketahui bahwa selain hal-hal tersebut di atas. yaitu bahwa tindakan individu manusia itu diarahkan pada tujuan. situasi. ide dan norma yang disepakati. baik yang menyangkut fungsi dan prosesnya. Di samping itu. dan apa yang dipilih tersebut dikendalikan oleh nilai dan norma. Asumsi dasar dari Teori Fungsionalisme Struktural. dan norma. sedang unsur-unsur lainnya digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Prinsip-prinsip pemikiran Talcott Parsons. Tindakan individu manusia memiliki kebebasan untuk memilih sarana (alat) dan tujuan yang akan dicapai itu dipengaruhi oleh lingkungan atau kondisi-kondisi. Dengan demikian masyarakat adalah merupakan kumpulan sistem-sistem sosial yang satu sama lain berhubungan dan saling ketergantungan. Kegiatan Belajar 2: Tindakan Sosial dan Orientasi Subjektif Rangkuman Teori Fungsionalisme Struktural yang dibangun Talcott Parsons dan dipengaruhi oleh para sosiolog Eropa menyebabkan teorinya itu bersifat empiris.

Empat persyaratan fungsional yang mendasar tersebut berlaku untuk semua sistem yang ada. Jakarta: Rajawali. Perlu diketahui bahwa sekalipun Talcott Parsons telah berhasil membangun suatu teori yang besar untuk mengadakan pendekatan dalam masyarakat. Laeyendecker. (1984).baik yang menyangkut struktur maupun tindakan sosial. George. Foundation of Behavioral Research. Seren Theories of Human Society. New York: Holt. (1988). By Doyle Paul Johnson. integrasi dan keadaan latent. George Ritzer. (1973). Berkenaan hal tersebut di atas. Robert. penerjemah: Paul S Bout dan T. Ritzer. y y y y y y y y y y .Z. dan Ketimpangan.. Perubahan. (1986). (1986). Teori-teori Sosial Modern: Dari Parsons sampai Habermas. Lawang. Suatu Pengantar Sejarah Sosiologi: 376 377.. Teori Sosiologi Klasik dan Modern jilid I dan II. Jakarta: Rajawali. pencapaian tujuan. dan 142. Sunarto. Tom. Jakarta: Penerbit Karunika Universitas Terbuka. Kerlinger. (Pen). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Cambell. (1975). Jakarta: Rajawali. Craib. Dalam hal ini. sebagaimana telah dikemukakan dalam uraian di muka. Nasikun. M. Robert. Judul asli: Modern Social Theory: from Parsons to Habermas. New York: Oxford. 15 39. (I986). 43 74. Jakarta: Gramedia. 4. Judul asli: Sociological Theory Classical Founders and Contemparary Perspectives. (1981). Fred. Rinehart and Winston. University Press. ataupun sosiolog lain. Daftar Pustaka y Alimandan (Peny. Sosiologi: Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda: 110. (1993). Effendi. Hal tersebut karena adanya penemuan-penemuan mengenai hubungan-hubungan dan hal-hal baru.Z. Judul Asli: Sociology: A Multiple Paradigm Science. Williams Jr. (1983). empat fungsi tersebut terpatri secara kokoh dalam setiap dasar yang hidup pada seluruh tingkat organisme tingkat perkembangan evolusioner. Kamanto. Pengantar Sosiologi: 1. Buku Materi Pokok Pengantar Sosiologi. (1980). yaitu yang berupa perubahan perilaku pergeseran prinsip keseimbangan yang bersifat dinamis yang menunjuk pada sibernetika teori sistem yang umum. (1981). adalah berupa perwujudan nilai dan penyesuaian dengan lingkungan yang menuntut suatu konsekuensi adanya persyaratan fungsional. akan tetapi akhirnya mengarah pada suatu kecenderungan yang tidak sesuai dengan niatnya. Ian. Sistem Sosial Indonesia. akan tetapi ia tidak luput dari serangkaian kritikan. Perlu diketahui ada fungsi-fungsi tertentu yang harus dipenuhi agar ada kelestarian sistem. Tata. Boston: Allyn and Bacon. N. dinyatakan bahwa perkembangan masyarakat itu melewati empat proses perubahan struktural. Sociology: A Multiple Paradigm Science: 2 7. Boston: Allyn and Bacon Inc.). Poloma. Margaret M. baik dari mantan muridnya Robert K. Sosiologi Kontemporer. 91 92. yaitu pembaharuan yang mengarah pada penyesuaian evolusinya Talcott Parsons menghubungkannya dengan empat persyaratan fungsional di atas untuk menganalisis proses perubahan. 24 30. Lawang. dan Alvin Gouldner.. yaitu George Homans. L. Perlu diketahui bahwa sekalipun sejak semula Talcott Parsons ingin membangun suatu teori yang besar. yaitu adaptasi. 9 10. Merton. M. (1985).

Zamroni. Apabila Talcott Parsons dalam teorinya lebih menekankan pada orientasi subjektif individu dalam perilaku maka Robert K. Irving M. Merton dinyatakan bahwa konsekuensi-konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku dapat bersifat fungsional dan dapat pula bersifat disfungsional. Ketegangan tersebut muncul akibat adanya saling berhadapan antara konsekuensi yang bersifat disfungsional. Kegiatan Belajar 2: Disfungsi dan Perubahan Sosial Rangkuman Menurut Robert K. Rethinking Sociology. sedangkan konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku yang bersifat disfungsional akan memperlemah integrasi. a Critique of Contemporary Theory. New Jersey: Prentice Hall. Merton menitikberatkan pada konsekuensi-konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku. Englewood Clifics. Anggapan yang demikian itu merupakan ciri khas yang membedakan antara pendekatan Robert K. Merton dengan pendekatan fungsionalisme struktural yang lainnya. Inc. Pengantar Pengembangan Teori Sosial: 13. Menurut Robert K. (1993). Pengantar Sosiologi: Buku Panduan Mahasiswa: 15 17. menurut pendapatnya konsekuensi-konsekuensi objek dari individu dalam perilaku tersebut ada yang bersifat fungsional dan ada pula yang bersifat disfungsional.y ______. Oleh karena itu. 23 28. merupakan pendekatan yang sesuai untuk meneliti hal-hal yang bersifat kecil atau khusus dan bersifat empiris dalam sosiologi. Yogyakarta: Tiara Wacana. Merton konsekuensi-konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku itu ada yang mengarah pada integrasi dan keseimbangan (fungsi manifest). Zeitlin. Merton ternyata memiliki perbedaan apabila dibandingkan dengan pemikiran pendahulu dan gurunya. Konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku mampu mengarah pada integrasi dan keseimbangan. (1992). (1973). Perlu diketahui bahwa adanya ketegangan-ketegangan yang mengakibatkan adanya struktur-struktur baru tersebut akan berarti bahwa konsekuensi objektif yang bersifat disfungsional itu akan mengakibatkan adanya perubahan-perubahan sosial. yaitu Talcott Parsons. y y MODUL 3: Teori Fungsionalisme Struktural Robert K. Konsekuensi-konsekuensi objektif yang bersifat disfungsional akan menyebabkan timbulnya ketegangan atau pertentangan dalam sistem sosial. Di samping itu disfungsi juga akan menyebabkan timbulnya anomie dan masalah . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Dengan adanya ketegangan tersebut maka akan mengundang munculnya struktur dari yang bersifat alternatif sebagai substitusi untuk menetralisasi ketegangan. perlu diketahui bahwa Teori Fungsional Taraf Menengah yang ia cetuskan tersebut. akan tetapi ada pula konsekuensi-konsekuensi objektif dari individu dalam perilaku itu yang tidak dimaksudkan dan tidak diketahui. Merton Kegiatan Belajar 1: Strategi Dasar Analisis Strukturalisme Fungsional Rangkuman Teori Fungsionalisme Struktural yang dikemukakan oleh Robert K.

Jakarta: Rajawali. (1973). University Press. Oleh karena itu.. Fred. Laeyendecker. Kerlinger. Jakarta: Rajawali. tepat apabila diterapkan pada masyarakat yang memiliki perbedaan-perbedaan di antara kelompok-kelompok yang ada.. (1993). Foundation of Behavioral Research. 23 28. By Doyle Paul Johnson. Buku Materi Pokok Pengantar Sosiologi. Robert. Teori-teori Sosial Modern: Dari Parsons sampai Habermas.sosial. Rinehart and Winston. Jakarta: Penerbit Karunika Universitas Terbuka. (1981). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sociology: A Multiple Paradigm Science: 2 7. Judul asli: Modern Social Theory: from Parsons to Habermas. Teori Kelompok Referensi (Reference Group Theory) yang terdiri dari Kelompok Referensi Normatif. Craib. Tom. Sementara Kelompok Keanggotaan. Lawang. New York: Holt. Pengantar Sosiologi: 1. Poloma. 9 10. _____. Kenyataan tersebut juga mengandung arti timbulnya struktur-struktur baru. Nasikun. Kelompok Referensi Komparatif dan ada bentuk lain. 91 92. Sosiologi Kontemporer. Sosiologi: Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda: 110. Margaret M. Kelompok Referensi Normatif. Sistem Sosial Indonesia. yaitu menunjuk pada suatu kelompok yang menempatkan bahwa individu itu sebagai anggotanya. 4.Z. (1986). (1980). New York: Oxford. dan 142. Pengantar Sosiologi: Buku Panduan Mahasiswa: 15 17. (1981).Z. Effendi. Judul asli: Sociological Theory Classical Founders and Contemparary Perspectives. yang pada hakikatnya menunjukkan adanya perubahan sosial yang mengarah pada perbaikan tatanan dalam masyarakat. Cambell. Kamanto. Suatu Pengantar Sejarah Sosiologi: 376 377. (1988). Lawang. 15 39. Sunarto. (1993). sedangkan Kelompok Referensi Komparatif. (1985). Jakarta: Gramedia. Seren Theories of Human Society. (1984). Perubahan. (I986). George Ritzer. Robert K. Jakarta: Rajawali. Boston: Allyn and Bacon. y y y y y y y y y y y . 24 30. Merton mengemukakan suatu Teori Kelompok Referensi yang digunakan sebagai penilaian dirinya dan pembanding serta menjadi bimbingan moral. (Pen). (1983).). Judul Asli: Sociology: A Multiple Paradigm Science. Kegiatan Belajar 3: Kelompok Referensi (Reference Group) Rangkuman Teori Fungsionalisme Robert K. George. penerjemah: Paul S Bout dan T. L. (1986). M. Daftar Pustaka y Alimandan (Peny. Keharusan adanya konsekuensi objektif baik fungsional maupun disfungsional dan harus adanya konsep-konsep alternatif fungsional dalam pelaksanaan analisisnya. Teori Sosiologi Klasik dan Modern jilid I dan II. 43 74. Merton yang menekankan pada konsekuensi objektif dari individu dalam berperilaku. Robert. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Tata. N. M. yaitu kelompok keanggotaan (Membership Reference Group). Ritzer. yaitu suatu kelompok yang menempatkan individu-individu mengambil standar normatif dan standar moral. Boston: Allyn and Bacon Inc. yaitu kelompok yang memberikan kepada individu-individu suatu kerangka berpikir untuk menilai posisi sosialnya dalam hubungannya dengan posisi sosial orang lain. Ian. dan Ketimpangan. (1975).

Selain itu. Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi intensitas konflik. New Jersey: Prentice Hall. Englewood Clifics. perlu diketahui bahwa bertolak dari pengertian bahwa menurut Ralf Dahrendorf kepentingan kelas objektif dibagi atas adanya kepentingan manifest dan kepentingan latent maka dalam setiap sistem sosial yang harus dikoordinasi itu terkandung kepentingan latent yang sama. . Karl Marx sama sekali tidak membayangkan bahwa dalam perkembangan selanjutnya akan lahir serikat buruh dengan segenap mobilitas sosialnya. Akan tetapi dengan adanya pengurus dari organisasi tenaga kerja tersebut untuk mengadakan perundingan dengan pimpinan perusahaan maka konflik dapat dihindari. dan (2) tingkat mobilitas. dalam arti ada kelompok kerja tingkat atas dan ada pula kelompok kerja tingkat bawah. sedangkan para pekerja tergantung pada sistem tersebut. Berkenaan dengan hal tersebut maka dalam suatu sistem sosial mengharuskan adanya otoritas. Inc. a Critique of Contemporary Theory.. Perlu diketahui bahwa dalam suatu perusahaan ada pimpinan dan ada para pekerja yang pada suatu saat dapat saja terjadi konflik. pada akhir abad ke-19 telah menunjukkan adanya suatu pertanda bahwa para pekerja tidak lagi sebagai kelompok yang dianggap sama dan bersifat tunggal karena pada masa itu telah lahir para pekerja dengan status yang jelas dan berbeda-beda. Pengantar Pengembangan Teori Sosial: 13. Dengan demikian maka tampaklah bahwa ada pembagian yang jelas antara pihak yang berkuasa dengan pihak yang dikuasai. yang mampu meniadakan revolusi buruh. (1973). dan relasi-relasi kekuasaan yang menyangkut pihak atasan dan bawahan akan menyebabkan timbulnya kelas. intensitas diartikan sebagai suatu pengeluaran energi dan tingkat keterlibatan dari pihak-pihak atau kelompok-kelompok yang terlibat dalam konflik. koordinasi yang mengharuskan adanya otoritas merupakan sesuatu yang sangat esensial sebagai suatu yang mendasari semua organisasi sosial. yang disebut kelompok semu yaitu mencakup kelompok yang menguasai dan kelompok yang dikuasai. Selanjutnya. Hal yang demikian merupakan sesuatu yang berada di luar pemikiran Karl Marx. Yogyakarta: Tiara Wacana. Kecuali itu. Keduanya itu mempunyai kepentingan yang berbeda dan bahkan mungkin bertentangan. yaitu (1) tingkat keserupaan konflik. Dalam hal ini. Pendapat yang demikian mengalami perubahan karena pada abad ke-20 telah terjadi pemisahan antara pemilikan dan pengendalian sarana-sarana produksi. Irving M. (1992). Dalam hal ini. Zeitlin. Rethinking Sociology. Dasar Teori Konflik Dahrendorf adalah penolakan dan penerimaan sebagian serta perumusan kembali teori Karl Marx yang menyatakan bahwa kaum borjuis adalah pemilik dan pengelola sistem kapitalis. Kegiatan Belajar 2: Intensitas dan Kekerasan Rangkuman Teori Konflik yang dikemukakan oleh Ralf Dahrendorf juga membahas tentang intensitas bagi individu atau kelompok yang terlibat konflik. Pendekatan Ralf Dahrendorf berlandaskan pada anggapan yang menyatakan bahwa semua sistem sosial itu dikoordinasi secara imperatif.y y Zamroni. MODUL 4: Teori Konflik Ralf Dahrendorf Kegiatan Belajar 1: Pemikiran tentang Otoritas dan Konflik Sosial Rangkuman Teori Konflik Ralf Dahrendorf tidak bermaksud untuk mengganti teori konsensus.

yaitu (1) perubahan keseluruhan personil dalam posisi dominasi. Tom. Jakarta: Rajawali. Judul Asli: Sociology: A Multiple Paradigm Science. L. George Ritzer. (1983). Ada tiga tipe perubahan struktur. Judul asli: Modern Social Theory: from Parsons to Habermas. Selain itu menurut Teori Konflik Ralf Dahrendorf dinyatakan bahwa perubahan struktural itu dapat digolongkan berdasarkan tingkat ekstremitasnya dan berdasarkan tingkat mendadak atau tidaknya. Teori Konflik Ralf Dahrendorf menyatakan bahwa konsekuensi atau fungsi konflik. yaitu menunjuk pada alat yang digunakan oleh pihak-pihak yang saling bertentangan untuk mengejar kepentingannya. Ian. New York: Holt. khusus yang berkaitan dengan struktur otoritas. (1985). Foundation of Behavioral Research. Perubahan. (2) perubahan sebagian personil dalam posisi dominasi. dan oleh karena itu harus digunakan secara bersama-sama. 9 10. Fred. penerjemah: Paul S Bout dan T. y y y y y . (1988). Jakarta: Gramedia. University Press. Perlu diketahui bahwa menurut Teori Konflik Ralf Dahrendorf dinyatakan bahwa salah satu faktor yang sangat penting yang dapat mempengaruhi tingkat kekerasan dalam konflik kelas. Jakarta: Rajawali. Laeyendecker. Rinehart and Winston. Craib. akan tetapi hanya mencakup sebagian saja dari kenyataan sosial yang seharusnya. Sosiologi: Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda: 110. Daftar Pustaka y Alimandan (Peny. 15 39. yaitu dapat mengakibatkan adanya perubahan sosial.Selain itu Teori Konflik Ralf Dahrendorf juga membicarakan tentang kekerasan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kedua teori tersebut tidak lengkap apabila digunakan secara terpisah. Cambell. Seren Theories of Human Society. 43 74. apabila kondisi-kondisi tertentu telah dipenuhi. Berdasarkan hal tersebut di atas maka perlu dibentuk saluran-saluran yang berfungsi membicarakan penyelesaian konflik. Effendi. (I986). Boston: Allyn and Bacon. Kerlinger. dan (3) digabungkannya kepentingan-kepentingan kelas subordinat dalam kebijaksanaan kelas yang mendominasi. (1973).). cepat atau lambat pasti akan muncul. Nasikun. Kegiatan Belajar 3: Pengertian Konflik Rangkuman Konflik dapat mengakibatkan adanya perubahan dalam struktur relasi-relasi sosial. dan apabila upaya penutupan itu secara terusmenerus maka dapat menyebabkan ledakan konflik yang hebat. Teori-teori Sosial Modern: Dari Parsons sampai Habermas. yaitu tingkat yang menyatakan bahwa konflik itu secara tegas diterima dan diatur. Pada hakikatnya konflik tidak dapat dilenyapkan karena perbedaan di antara mereka merupakan sesuatu yang harus ada dalam struktur hubungan otoritas. (1980). Sistem Sosial Indonesia. Konflik yang ditutup-tutupi. Suatu Pengantar Sejarah Sosiologi: 376 377. (1981). N. Hal tersebut karena meskipun Teori Fungsionalisme Struktural dan Teori Konflik dianggap oleh Ralf Dahrendorf sebagai perspektif valid dalam menghampiri kenyataan sosial. Konsep tentang kekerasan. agar dapat memperoleh gambaran kenyataan sosial yang lengkap. dalam arti mulai dari cara-cara yang halus sampai pada bentuk-bentuk kekerasan yang bersifat kejasmanian. Tata. dan Ketimpangan. Dalam hal ini Ralf Dahrendorf mengakui bahwa teorinya yang menekankan pada konflik dan perubahan sosial merupakan perspektif kenyataan sosial yang berat sebelah. New York: Oxford. Tingkat kekerasan mempunyai berbagai macam perwujudan.

M. Robert. New Jersey: Prentice Hall. ______. 24 30. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Englewood Clifics. dan gejala kemungkinan adanya perbedaan dalam kelompok akan tampak. Menurut pendapatnya bahwa sebenarnya struktur-struktur itu merupakan hasil kesepakatan. a Critique of Contemporary Theory.. dan berusaha agar anggota-anggota jangan sampai pecah. antarkelompok dan antarindividu dengan kelompok. Sociology: A Multiple Paradigm Science: 2 7. Jakarta: Rajawali. Teori Sosiologi Klasik dan Modern jilid I dan II. Lewis A.y y Poloma. By Doyle Paul Johnson. Irving M. Coser ingin membangun suatu teori yang didasarkan pada pemikiran George Simmel. tidaklah demikian halnya apabila suatu kelompok tidak lagi merasa terancam oleh kelompok lain maka solidaritas kelompok akan mengendor. yaitu yang berupa konflik. Kegiatan Belajar 2: Konflik dan Solidaritas Kelompok Rangkuman . Menurut pendapatnya dinyatakan bahwa konflik adalah perselisihan mengenai nilainilai atau tuntutan-tuntutan yang berkenaan dengan status. Coser Kegiatan Belajar 1: Konflik dan Solidaritas Rangkuman Semula Lewis A. (1973). (Pen). Zamroni. Judul asli: Sociological Theory Classical Founders and Contemparary Perspectives. Boston: Allyn and Bacon Inc. Baginya konflik dengan luar (out group) dapat menyebabkan mantapnya batas-batas struktural.. Zeitlin. Di sisi lain. Akan tetapi. (1993). (1986). Sosiologi Kontemporer. (1975). kuasa dan sumber-sumber kekayaan yang persediaannya tidak mencukupi. Buku Materi Pokok Pengantar Sosiologi. (1993). akan tetapi di lain pihak konflik dengan luar (out group) akan dapat memperkuat integrasi dalam kelompok yang bersangkutan. Yogyakarta: Tiara Wacana. 91 92. Pengantar Pengembangan Teori Sosial: 13. Lawang.Z. 23 28. Pengantar Sosiologi: 1. 4. (1992). Inc. Sunarto. Kamanto. apabila suatu kelompok selalu mendapat ancaman dari kelompok lain maka dapat menyebabkan tumbuh dan meningkatnya solidaritas anggota-anggota kelompok. Rethinking Sociology. Ritzer. George. (1981). M. y y y y y y MODUL 5: Teori Konflik Lewis A. Lawang. Margaret M. (1986). Konflik antara suatu kelompok dengan kelompok lain dapat menyebabkan solidaritas anggota kelompok dan integrasi meningkat. Coser menitikberatkan perhatiannya pada pendekatan fungsionalisme struktural dan mengabaikan konflik. Konflik dapat terjadi antarindividu. Pengantar Sosiologi: Buku Panduan Mahasiswa: 15 17. dan 142.Z. Robert. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. akan tetapi di sisi lain ia juga menyatakan adanya proses-proses yang tidak merupakan kesepakatan. (1984). Jakarta: Penerbit Karunika Universitas Terbuka.

1.co. yang karena proses ini anggota masyarakat ybs mendapatkan tempat dan posisinya yang kemudian memunculkan kesatuan fungsional dan keruangan yang tak disadari oleh ybs. Ekologi sosial merupakan bagian dari sosiologi yang mengutamakan struktur dan fungsi masyarakat manusia di dalam lingkungannya. Ekologi sosial sebagai studi tentang daerah-daerah sosial budaya (culture areas). Ekologi sosial memandang bahwa relasi antar manusia dan lingkungannya mengandung 2 aspek yang terpisah: a. Relasi manusia sebagai individu dengan lingkungannya. Masyarakat Desa (II). Ekologi sosial. saya ajak saudara untuk memahami pengertiancommunity. sebagai studi tentang relasi sub-sosial antar manusia.Menurut Lewis A. McKenzie menjelaskan bahwa ekologi sosial mengkaji hubungan-hubungan sosial yang terdapat dalam waktu dan ruang. b. ketega Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa Bagian II (Habis) Wawan E. yang muncul dari rasa nasib sosial yang sama yang tak dapat dijelaskan dari interaksi manusia yang disadari. orang masuk tata non-personal. artikel ini terbagi menjadi 3 bagian. Kuswandoro http://www. la menyadari bahwa dalam relasi-relasi sosial terkandung antagonisme. Yang disebut sebagai sub-sosial masyarakat adalah keseluruhan relasi yang non-personal antar manusia.cc Tulisan ini membantu penyampaian materi kuliah ³Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa´. Relasi manusia sebagai kelompok dengan lingkungannya. Masalah-Masalah Masyarakat Kota dan Desa (III). mendeskripsikan cara pandang dan bagaimana sosiologi memberikan pemahaman dan analisis tentang masyarakat kota dan desa. setelah kita memahami pengertian dan lingkup kajian sosiologi sebagai dasar. yang terjadi karena berbagai kekuatan yang terdapat di dalam lingkungan. dah pada paham belum. Coser dinyatakan bahwa konflik internal menguntungkan kelompok secara positif. hubungan kota dan desa dan kaitannya dengan pembangunan. Pada Bagian II ini mari kita aplikasikan pemahaman teoretis kita yang telah dicapai pada Bagian I. Bagian Iberisi materi Mengenal Sosiologi Untuk Analisis Masyarakat (I). Sama-sama mendiami gedung rumah susun misalnya. Ia berfungsi menggambarkan sebaran keruangan dari gejala sosial sehingga metode ini mengarahkan pada pengarahan dan pemetaan persebaran keruangan dari gejala-gejala sosial tertentu. Bagian II berisi materiMasyarakat Kota (I). Dan masyarakat . Pokok-pokok perkembangan kota dan pembangunan desa dimasukkan dalam lingkup bahasan yang sesuai dengan kebutuhan penelaahan studi-studi politik dan administrasi. kehidupan sosialnya.eKuswandoro. Konsepsi Tentang Masyarakat (II) dan Mengenal Paradigma Ilmu Sosial (III). dan ini diatur oleh mekanisme persaingan yang merupakan proses dalam kehidupan. Tapi. 2. Untuk mempermudah penyampaian. materi Bagian I? Kalau lupa. boleh kok buka n baca lagi« Sebagai pengantar ke pembahasan sosiologi masyarakat kota dan desa. gejala dan masalah-masalah kota dan desa termasuk urbanisasi dan urban bias. yang berasal dari aplikasi metode ekologi sosial. untuk memahami dan menganalisis masyarakat kota dan desa beserta masalahnya.

benua. Pertambahan penduduk kota yang senantiasa mempertinggi kontak sosial. Dalam sosiologi. habitat (lingkungan) dan kebutuhan(segala hal yang dikejar melalui kegiatan hidup). 7. dan metropolis. Suatu community memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. b. Community dalam ekologi sosial dipandang sebagai struktur yang memiliki unsurunsur: populasi (banyaknya manusia). (2) organisasi sosial lebih berdasarkan pekerjaan dan kelas sosial daripada kekeluargaan. (5) mempunyai sarana komunikasi dan dokumentasi. bukan kelompok perumahan. Sosiologi membagi community atas jenis rural (jika anggota masyarakatnya berjumlah relatif sedikit dan bermata pencarian agraris) dan jenis urban (jika jumlah warganya relatif banyak dan mata pencarian utama perdagangan dan industri). Berisi kelompok manusia. c.yaitu kehidupan bersama yang berdasarkan teritorial. bahkan dunia (du monde entier). f. Mari kita kembangkan lagi menurut pengamatan kita« Masyarakat Kota 6.. community memiliki pola keruangan yang khusus di mana populasi dan kegiatannya tersebar menurut cara tertentu dan teritorium ybs. Para anggotanya sadar akan kesatuan serta kewargaan mereka dari community. Kehidupan masyarakat tergantung dari jenis community di mana ia berada. fringe (pinggiran). Masyarakat kota maupun masyarakat desa sebagai community. town. sering diartikan secara sosial ataupun geografis. b.manusia dalam ekologi sosial disebut community. (3) lembaga pemerintahan lebih berdasarkan teritorium daripada kekeluargaan. Mampu berbuat secara kolektif menurut cara tertentu. Ciri-ciri atau kondisi yang diperlukan bagi suatu kota (city): (1) adanya pembagian kerja dalam spesialisasi yang jelas. Memiliki kebudayaan dan sistem sosial bersama yang mengatur kegiatan mereka. (4) adanya sistem perdagangan dan pertukangan. desa. Akibatnya. gedung-gedung maupun sebagai tempat. Makin besar kota. adalah suatu kelompok teritorial di mana penduduknya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan hidup sepenuhnya. community mirip dengan tata kehidupan bersama pada tumbuh-tumbuhan dan hewan. ingat gak sama mbah Durakhim eh Durkheim kemarin lalu tu«). namun secara sosiologis memiliki makna dari sisi manusia-nya. daerah dannegeri. Interaksi antara ke-3 unsur tersebut mendorong berfungsinya struktur dalam arti perkampungan. 5. Community (komunitas) dalam pengertian umum. kota. desa. e. d. Ini dapat berupa kota. 4. Sebenarnya klasifikasi seperti ini tak memuaskan karena terdapat pula µdesa perdagangan¶ dan µkota pertambangan¶. Masyarakat kota merupakan produk dari kekuatan sosial yang bersifat kompleks. Karena itu ada klasifikasi lain yaitu: rural. metropol. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan masyarakat kota: a. Indutrialisasi yang menarik banyak tenaga kerja dari daerah pertanian. . (6) berteknologi yang rasional. makin tegas ciri-ciri tersebut. 3. Menempati suatu wilayah geografis. Mengenal pembagian kerja ke dalam spesialisasi yang saling tergantung (nah tu. yang di dalamnya terdapat bagian yang terikat olehkesalingtergantungan dan kesalingbersaingan sehingga perjuangannya untuk kelangsungan hidup di suatu lingkungan tertentu memunculkan spesialisasi tertentu serta pembagian kegiatan.

Misalnya petani. perubahan status sosial. Hal ini disebabkan oleh pola piker. Masyarakat desa umumnya bermata pencarian di bidang agraris (pertanian. Kota menawarkan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang cukup sebagai sarana kenaikan jenjang sosial. d. dengan hubungan yang ketat/ dekat. Pertanian merupakan satusatunya pekerjaan yang harus ditekuni. . Ikatan sosial. c. maka ia menunggu sampai ada lagi kegiatan di bidang pertanian. orang tak begitu memperhatikan sesamanya. Anggota masyarakat saling mengetahui antara yang satu dengan yang lain. b. orang kota secara fisik berdekatan. Transportasi dan komunikasi yang mendorong kekompakan kehidupan masyarakat kota. Pada umumnya setiap anggota masyarakat hanya mampu melaksanakan salah satu bidang kehidupan saja. tetapi secara sosial berjauhan. b. Ciri-ciri/ karakteristik masyarakat DESA: a. baik gotong royong murni maupun gotong royong timbal balik. pengenalam dengan orang lain sebatas pada bidang tertentu. Segregasi keruangan.c. Setiap anggota masyarakat diikat dengan nilai-nilai adat dan kebudayaan secra aketat. Kota merupakan ³tempat peleburan´ (melting pot) bagi aneka ras/ suku/ golongan manusia. f. Kesempatan untuk maju dan berhasil lebih banyak tersedia di kota dibandingkan dengan di desa. h. g. Pada masyarakat desa. Hubungan primer. Ikatan sukarela. e. Gotong Royong tumbuh dengan baik. Masyarakat desa cenderung lebih homogen. Anggota masyarakat yang tidak memenuhi norma dan kaidah yang disepakati. yang penting tidak mengganggu. f. Heterogenitas sosial. pola sikap dan pola pandang yang sama dari setiap warganya. perlindungan. g. d. 8. anggota masyarakat lebih mengenal antara yang satu dengan yang lain. perkebunan. peternakan). Toleransi sosial. termasuk berbagai hiburan dan olahraga. Jika pertaniantersebut kegiatannya kosong. e. Ciri-ciri/ karakteristik masyarakat KOTA: a. Pengisian waktu senggang cukup tersedia. e. akan dihukum dan dikeluarkan dari ikatan sosial dengan cara mengcilkan / memencilkannya. Semua masalah kehidupan dilakukan dengan gotong royong. Magis relijius tampak lebih kental dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan pada masyarakat Jawa. f. baik pola hidup maupun tingkah laku dan kebudayaannya. akibat dari kompetisi terjadilah pola sosial yang berdasarkan persebaran tempat tinggal sekaligus kegiatan sosial-ekonomis. Individualisasi. Mereka lebih mengutamakan gotong royong. perikanan. Kontrol (pengawasan sekunder). Pola kehidupan. dsb. c. d. hubungan kekeluargaan lebih menonjol. cenderung suka beegabung dengan aneka organisasi/ asosiasi. Hubungan sekunder. sering kita jumpai orang Jawa mengadakan ³selamatan´ untuk meminta rejeki. Homogenitas sosial lebih tinggi. peruntungan. Mobilitas sosial. Masyarakat Desa 9. Kontrol sosial yang ketat.

maka kriteria keturunan pun ikut menentukan. kejujuran. Pekerjaan/ mata pencarian. Pada masyarakat perkotaan. diferensiasi sosial. pengendalian sosial. adat. tetapi cenderung formal. kesetiakawanan / solidaritas didorong oleh ketidaksamaan/ perbedaan pembagian kerja. dsb. Keadaan heterogenitas masyarakat kota berimplikasi pada diferensiasi sosial yang tajam. Pola kepemimpinan. Dalam kontak / interaksi sosial berbeda secara kuantitatif dan kualitatif. Lokasi geografis desa mendekatkan masyarakat desa dengan alam dan bekerja menyesuaikan diri dengan kondisi alam. Di kota lebih cepat daripada di desa. g. Jika ini berlanjut. mengikuti piramida sosial yaitu kelas-kelas tinggi berada pada posisi puncak piramida. Kesetiakawanan sosial (social solidarity). Interaksi sosial. sehingga orientasi dan standar yang dipakai lebih kompleks di kota dibandingkan dengan di desa. Pada masyarakat desa didorong oleh rasa kesamaan/ persamaan dalam hal pengalaman. termasuk mobilitas kerja dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Mempelajari suatu masyarakat. Kepadatan penduduk. dan spesialisasi ini dapat dikembangkan secara hirarkhis/ organisasional. Kepadatan penduduk di desa lebih rendah daripada di kota. dapat ditelusuri dalam hal lingkungan umumnya dan orientasi terhadap alam. k. Homogenitas dalam cirri-ciri sosial dan juga psikologis. bahasa. Pada masyarakat desa yang jumlah penduduknya lebih sedikit dan mobilitasnya rendah. Komunitas pedesaan biasanya lebih kecil daripada komunitas perkotaan. berarti mempelajari struktur sosial. ukuran komunitas. dan perilaku sering tampak pada masyarakat perdesaan. l. b. Pada masyarakat kota. waktu luang di kota lebih sedikit daripada di desa. sepintas lalu. Tekanan sosial di desa lebih kuat daripada di kota. Diferensiasi sosial. Berneda dengan masyarakat kota yang kehidupannya bebas dari lingkungan alam. homogentitas ± heterogenitas. Pendiduk kota lebih sering kontak. mobilitas sosial. mata pencarian cenderung terspesialisasi. Meliputi: kesalehan pribadi. maka kontak pribadi antar individu lebih sedikit dibanding dengan masyarakat kota. Mobilitas sosial. e. dan tidak bersifat pribadi (impersonal) tetapi melalui tugas atau kepentingan lain. berkaitan dengan perpindahan/ pergerakan suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya. lebih heterogen. c. pekerjaan. Pengawasan sosial. kesalingtergantungan dan spesialisasi. a. sedangkan pada masyarakat kota. interaksi sosial. Berbagai faslitas yang menyenangkan banyak terdapat di kota. Lingkungan Umum dan Orientasi terhadap Alam. dan tujuan hidup bersama. bersinggungan dengan alam (agraris). sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota. Standar kehidupan. f. Pelapisan sosial. untuk menjelaskan perbedaan dari keduanya. solidaritas sosial dannilai atau sistem nilai. d. pelapisan sosial. h. pengorbanan. Homogenitas dan heterogenitas.Perbedaan dan Masalah-Masalah Kota dan Desa 10. . pola kepemimpinan. Misalnya mobilitas karena pindah rumah sewa/ kos. Menentukan kepemimpinan di desa cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu daripada di kota. kepadatan penduduk. j. m. Karenanya. pengalaman. i. waktu bepergian orang kota lebih banyak daripada orahg desa. ukuran kehidupan. Perbedaan masyarakat KOTA dan DESA. Ukuran komunitas.

Beberapa contoh permasalahan pada masyarakat kota dan desa. 2003.. tinggal amati saja.. Fatchan. Urbanisme. MacMillan Publishing. USA. Masih banyak fenomena dan permasalahan sosial di sekitar kita. Inc. dapat diamati dalam kebiasaan. makan = kenyang. Sociological Theory: A Book of Readings. internet. Sociology. Urbanisasi (dan urbanisme di) desa. Alumni Bandung. di kota tidak cukup. Sosiolog Breese menunjuk 3 gejala sosial yang saling berkaitan: urbanisasi.n. Michael dan Martin Holborn. Terhadap makan. UK. N. Bahan Bacaan 1. cara. pesona) pribadi? Gaya hidup kota dan desa (dengan maraknya media komunikasi: TV. Kepemimpinan organisasi di kota: adakah pengarug factor keturunan? Ataukah factor ³kelebihan´ (kekuatan. Di kota dan di desa berbeda. peran kepala keluarga sangat besar. norma yang berlaku.. Di desa sekarang banyak café ya« Bisa dijelaskan? Dsb«. Fifth Edition. Seluk Beluk Masyarakat Kota.. asosiasi sukarela. di mana sikap. refreshing/ istirahat/ pelepas penat à karenanya ada sebutan restoran (rest = istirahat). Gejala yang di kota berupa disorganisasi pribadi. 11. Urbanisme (gaya hidup kekotaan) memicu urbanisasi. dll): bagaimana kini? Nilai dan sistem nilai serta persepsi terhadap mandi: di desa. stabilisasi. detribalisasi. 3. yang ditandai dengan masuknya penduduk pedesaan ke perkotaan. Giddens. 13. Daldjoeni. Peter. 5. Global Society. 2004. Mary. Sociology: Introductory Readings. Coser. di desa cukuplah dengan tamat SD / SMP. Urbanisasi menyangkut proses ³pengotaan´ (menjadi kota) yang dialami oleh suatu kawasan. Yayasan Kampusina Surabaya. Mengapa control sosial di desa lebih kuat daripada di kota? Fenomena ³buwuhan´ pada acara hajatan di desa dan di kota (interaksi sukarela ataukah interaksi timbale balik?). Polity. Collins Educational. 2. Haralambos. A. sekularisasi. sistem nilai di masyarakat desa berbeda dengan di kota. Di desa. 4. Anthony. aneka kejahatan. Co. dsb. di kota. Themes and Perspectives. 2004. makan = kenyang. 1982. London.. higienis. Beilharz. 2004. peranan sosial yang terpisah dan norma-norma yang serba kabur. adalah gaya hidup kekotaan dan ini ditentukan oleh ciri-ciri spasial. Gejala ruralisasi (pendesaan) kota. 6. ide da kepribadian manusianya berbeda dengan yang berada di pedesaan. Urbanisme dan urbanisasi. HP. 7. UK. Pustaka Pelajar Yogyakarta. Nilai dan sistem nilai. 1997. Di kota. 12. Lewis A. Kaldor. Makan juga berarti suasana (banyaknya café di kota yang tidak hanya menjual makanan/ minuman tetapi menjual suasana). Teori-teori Perubahan Sosial. Urbanisme melahirkan mentalitas kota. Tentang pendidikan. Teori Teori Sosial. untuk menjelaskannya. 2000. . Misalnya dalam mencari jodoh. korupsi dan kekalutan dalam banyak hal. mandi = segar. mandi = bersih. Polity. Gunakan referensi sosiologi (misalnya dalam Diktat I dan II materi perkuliahan ini).

.. 1. Processes and Phenomena of Social Change. Jefta. tetapi bergabung dengan kelompoknya dalam sistem pembagian tugas(ingat konsepsi Durkheim tentang pembagian tugas. 1995. di atas ya«). Perlu diingat: tidak ada paradigma tunggal dalam ilmu sosial (sosiologi). The McGraw-Hill Companies. melihat masyarakat sebagai bagian sistem dari hubungan fungsional. . Perkembangan dan Paradigma Utama Teori Sosiologi. 11. Sosiologi Perubahan Sosial. Kuswandoro http://www. 1993. Para pakar mencatat bahwa sosiologi menggunakan paradigma ganda. untuk membantu penjelasan pembahasan mata kuliah Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa (nanti akan kita lanjutkan pembahasannya di Bagian II pada sekuel artikel saya ini). 2010 by Wawan Kuswandoro Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa ± Lanjutan Bagian I Wawan E. Sukmana. Sztompka. Sanderson. Leibo. Rajawali Press Jakarta.beserta pemahaman dasar tentang masyarakat. Graham C. Ritzer. George. Artinya kita bisa menggunakan beberapa paradigma ilmu social (sosiologi) untuk mempelajari. Filed under: Sosiologi | Ditandai: Sosiologi. 13. yang berpendapat bahwa masyarakat adalah organisme yang tidak berdiri sendiri. Kinloch.8. 2005. Sosiologi Makro. Andi Offset Yogyakarta. 1972. sekarang mari kita tingkatkan pemahaman sosiologi kita dengan mengenali paradigma utama ilmu sosial (terutama disiplin ilmu sosiologi) yang sering digunakan untuk mempelajari dan menganalisis masyarakat. mengibaratkan sebagai sebuah organisme hidup (organic) dengan meminjam teori hukum alam.cc 3 Mengenal Model/ Paradigma Ilmu Sosial Setelah mengenal dasar-dasar ilmu sosiologi ±sebagaimana telah saya paparkan di atas. Sosmakodes | Tinggalkan sebuah komentar » Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa ± Lanjutan Bagian I Posted on September 17. 9. Modern Sociological Theory. 2005. Dalam artikel ini kita coba pelajari 3 paradigma sosiologi yang lazim digunakan untuk menganalisa persoalan sosial/ masyarakat. Prenada Jakarta. Sosiologi dan Politik Ekonomi. 2005. interaksi sosial. Inc. Stephen K. 12.. Piötr. John Willey & Sons. yang dalam kenyataannya berkaitan dengan jenis-jenis norma/ peraturan sosial yang mengikat individu pada keadaan sosialnya. Zaltman. Oman. Pustaka Setia Bandung. Paradigma Organik ± Struktural Fungsional Paradigma organic. 10.eKuswandoro. Inc. New York. 1996. Gerald. Sosiologi Pedesaan.co. menjelaskan dan memahami suatu fakta social di antara sekian banyak paradigma yang diajarkan para pakar sosiologi. proses sosial. Seperti dijelaskan oleh Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies. 14. UMM Press Malang.

bekerjalah solidaritas mekanis. mempunyai keberadaan yang independen à suatu kesatuan yang utuh. semakin besar tingkat kepadatan penduduknya. Evolusi fakta atau norma sosial didasarkan pada kebutuhan yang ada dalam masyarakat. yaitu berbagai bentuk kekuasaan yang bersandar pada struktur normatif dari kelompok tertentu selama kontrol itu diterapkan pada anggota kelompok melalui norma-norma tersebut. Memperluas asumsi ini. terjadi karena renggangnya atau melemahnya ikatan-ikatan / perekat antar individu dan struktur sosial. maka semakin tinggi tingkat integrasi sosialnya. Fakta-fakta sosial (norma-norma kolektif) adalah kenyataan. memiliki kesatuan sosial dalam tingkat yang tinggi. Salah satu kajian utamanya adalah sifat-sifat solidaritas sosial dari suatu masyarakat. Dalam hal ini. budaya tradisional yang homogen. gejala sosial menggambarkan kebutuhan sosial sebuah korelasi dari teori Durkheim yang mendorong para sosiolog untuk mengkaji secara lebih mendalam à struktural fungsional. Solidaritas sosial. Durkheim menggunakan asumsi-asumsi: Masyarakat sebagai kesadaran kolektif. Dalam mengonseptualisasikan kajiannya tersebut. Durkheim menekankan kajiannya terutama dalam hal memahami gejala sosial (normanorma sosial) dan pengaruhnya dala masalah-masalah sosial yang berlawanan dengan penjelasanpenjelasan yang bersifat psikologis. meningkatnya hubungan kontrak (diikat dengan perjanjian) dan memiliki tingkat integrasi sosial yang lebih rendah.Durkheim mengonseptualisasikan masyarakat dalam hal norma-norma atau jenis-jenis integrasi sosial yakni cara individu secara sosiologis berhubungan dengan struktur sosial melalui fakta-fakta sosial (social facts). Dia memandang sosiologi sebagai kajian yang memfokuskan gejala psikis kolektif dan kewajiban-kewajiban moral terutama dalam hal memasukkan perilaku individu dalam konteks kelompok. pembagian kerja dan integritas sosial à semakin tinggi ukuran populasi. Integrasi sosial ditemukan dalam pembagian kerja dalam masyarakat à semakin sama pembagian kerja dalam masyarakat. seperti bunuh diri. Kejahatan dan bentuk penyimpangan lain mempunyai fungsi mendorong perubahan dan perkembangan norma-norma dalam masyarakat. maka berakibat peningkatan dalam hal pembagian kerja dan penurunan dalam hal solidaritas sosial. upaya kontrol individu menjadi lemah menuju suatu keadaan berkurangnya norma-norma(normless) yang lebih tinggi dalam masyarakat. terkondisikan melaksanakan dan mempengaruhi struktur normatifnya. dan bekerjanya norma-norma secara represif (mengikat) para anggotanya. Durkheim menghubungkan ukuran populasi dengan kepadatan penduduknya. sebagai bukti keberadaan kekuatan norma-norma dan struktur-struktur lembaga yang saling berhubungan. Pada masyarakat dengan pembagian kerja yang rendah. .berfokus pada cara yang diberikan oleh sistem sosial dengan menekankan pada masalah-masalah fungsi/ sistem. Pendekatan organik yang kemudian berkembang menjadi struktural-fungsional. Dalam hal ini. Kekuatan sosial didasarkan pada pandangan kolektif. Sedangkan solidaritas organis (bersifat lebih maju) bekerja pada masyarakat dengan pembagian kerja yang kompleks (tidak sama). Durkheim membaginya menjadi 2: solidaritas mekanis dansolidaritas organis (tengok lagi di bagian depan ya«). Pada tahapan inilah penyimpangan-penyimpangan sosial tingkat tinggi kerap terjadi.

pola pertahanan (nilai-nilai integratif). Parsons menggunakan asumsi-asumsi: Sistem sosial diasumsikan untuk memunculkan sui generis. bentuk atau proses pemerintahan (diterapkan untuk perolehan tujuan).Pendekatan organic-struktural fungsional ini menjelaskan konsep masyarakat sebagai satu kesatuan. Lebih jauh. Sistem sosial ini kemudian dipandang sebagai sistem yang berorientasi integrasi danequilibrium yang kuat. Selanjutnya. teori fungsional organisasi masyarakat berdasarkan pada manusia sebagai actor pembuat keputusan (fungsionalisme) yang dibatasi oleh factor normatif dan situasional (strukturalisme). masyarakat memiliki karakteristik universal. Mengapa demikian? Argumentasinya adalah. basis pembedaan). pola pertahanan (sistem budaya. daninstitusionalisasi komponen-komponen normatif sebagai struktur konstitutif. dan ekonomi (diterapkan untuk adaptif). menggambarkan penerapan lanjutan paradigma organik. Struktural fungsionalisme bergerak merespons kebutuhan-kebutuhan. 1. yang memungkinkan dikembangkannya teori yang bisa diterapkan pada semua masyarakat. Structural fungsionalisme dipopulerkan oleh Talcott Parsons. Proses-proses sentral dalam kecenderungan ini adalah antar hubungan dari ke-4 subsistem aksi: interpenetrasi. dengan menggunakan analogi organik (organ biologis) dalam memandang masyarakat. Parsons berasumsi bahwa focus atau landasan sentral masyarakat adalah kecenderungan terhadap equilibrium danhomeostatic (keadaan stabil. pencapaian tujuan (sistem kepribadian. basis peran dan sistem ekonomi). yaitu komunitas masyarakat(norma-norma integratif). baiknya terdiri atas 4 sub-sistem. fenomena budaya ke dalam kepribadian. memandang masyarakat sebagai bentuk yang sistemik saling berhubungan. yaitu masyarakat memiliki suatu realitas independen untuk melintasi eksistensi individu sebagai suatu sistem interaksi. ekonomi dan sosial. Menurutnya. bahwa masyarakat terdiri atas individu- . nilai-nilai). menggambarkan kebutuhankebutuhan sistem atau fungsi yang mendasarinya à pijakan pengembangan teori umum yang didasarkan pada asumsi bahwa masyarakat itueksis dan memiliki realitas independen atau memiliki eksistensi sebagai sistem sosial dengan sifat serupa dengan sistem-sistem lain di alam ini (sistem alam/ sistem biologi/ fisika). berubah. politik. lebih memandang konflik (bukan integrasi) sebagai poros sistem sosial. dan factor-faktor situasiona inilah yang memperkenalkan kebutuhan-kebutuhan atau fungsi sistem ke dalam pemahaman perilaku sosial. dan adaptasi(organisasi perilaku. menurut paham ini. Struktur sosial atau sub sistem masyarakat menggambarkan sejumlah fungsi utama yang mendasarinya (struktur mewakili fungsi). saling bergantung. Karenanya. setimbang). Sistem ini tidak dipandang statis à kapasitas yang dimilikinya untuk evolusi yang adaptif. Paradigma Konflik ± Radikal Paradigma konflik radikal. Proses sentral perubahan evolusi mengandung pembedaan (differentiation)dan pembagian lebih jauh/ spesialisasi struktur fungsional. terkait dengan analogi biologi. paradigmastructural-fungsionalisme sebagai landasan teori kontemporer. Sistem sosial.internalisasi masyarakat. Fungsi-fungsi ini terdiri atasintegrasi (sistem sosial didasarkan pada norma-norma yang mengikat individu dengan masyarakatnya melalui integrasi normatif).

Sacks dan Scelgloff. Menyusul atas apa yang telah dipahami sepeninggal Marx. tetapi konflik dipandang sebagai pusat dari kehidupan sosial. 1. Berbeda dengan Durkheim yang lebih melihat masyarakat sebagai media terciptanya keseimbangan. Marx. Lebih detail. konflik tidak harus menjadi ideologis. yang mencoba lebih integratif di antara pendekatan makro dan mikro. Garfinkel. paradigma konflik radikal ini melihat bahwa masyarakat merupakan sistem kompetisi kekuatan yang menyusun perjuangan individu-individu dalam memenuhi kebutuhan fisiknya. Pendekatan Collins terkait konflik lebih difokuskan pada individu. Proses pertentangan secara terus-menerus (bergerak. Artinya. teori konflik Collins dekat pada stratifikasi sosial. perilaku orang-orang dan kelompoknya[4]. Tidaklah mengherankan kemudian muncul tokoh lain seperti Goffman. Bagi mereka. Teori konflik Karl Marx tersebut. Sementara itu. yakni kelas kapitalis/ pemilik modal dan kelas buruh/ pekerja. Dalam term ini. yang kedua. lebih jauh menurutnya. mengikuti hukum dialektika materialismesebagaimana diperkenalkan oleh Karl Marx. masyarakat terintegrasi karena adanya kelompok kepentingan dominan yang menguasai masyarakat[2]. Bagi Dahrendorf. Di sini kita mengenal teori pertentangan kelompok dan teori konflik elit milikRalph Dahrendorf. Menurut Marx. tidak akan bekerja tanpa analisis sosial. teori konflik harus menerima penemuan riset empiris. Pendekatan ini sama dengan structural-fungsional dalam hal konsep kemasyarakatannya sebagai sistem makro. yang dalam telaahnya hendak memadukan gagasan Marxian dengan teori struktural fungsional. terdapat gerak dinamis dari sistem masyarakat ini seperti gerak/ proses evolusi dan pertentangan secara terus-menerus. setidaknya memiliki peluang untuk merevisi apa yang dikemukakan Emile Durkheim dalam Teori Struktural Fungsional-nya (tengok Durkheim di atas ya«). atas sumbangan Collins. Teori konflik. masyarakat kemudian terintegrasi lantaran adanya struktur kelas yang dominan yang menggunakan Negara dan hukum sebagai alatnya. pertama. Intinya. Salah satu tokohnya adalah Randall Collins[3]. pendekatan konflik dapat dibagi dua. salah satunya karena akar kajian Collins adalah fenomenologi dan etnometodologi. sebagaimana dikemukakan Karl Marx. Collins menawarkan pemahaman betapa konflik sangat mungkin didekati pada levelinteraksionisme simbolik mikro dan etnometodologi. Ringkasnya.individu (ingat?) yang secara alamiah berjuang untuk mendapatkan kebutuhan mereka. Collins menegaskan bahwa teori konflik mengindikasikan adanya pengorganisasian kelompok masyarakat (society). pendekatan Marxisme ini melahirkan Teori Konflik Modern. bahwa masyarakat terbelah menjadi dua kelas dilihat dari kepemilikan alat produksi (property). yang melihat masyarakat terdiri atas dua kelas berdasarkankepemilikan wewenang (authority) ialah kelas penguasa (dominasi) dan kelas yang dikuasai (subjeksi). dinamis) inilah yang ³membesarkan´ suatu masyarakat. bukan masalah baik buruk. Paradigma Perilaku dan Psikologi Sosial . untuk menjelaskan masyarakat industry modern. untuk telaah makroskopik[1] memandang bahwamasyarakat cenderung membutuhkan pertentangan agar tercipta harmoni baru. yaitu dengan menggunakan pandangan alamiah sebagai penjelasan sistemnya. namun menekankan pada konflik sebagai titik tekan proses sosial. sebagaimana yang dikemukakan Ralf Dahrendorf. Kemudian. banyak teori turunan konflik yang berupaya untuk mengembangkannya dalam arti memberikan tambahan penjelasan atas fenomena konflik.

adalah bahwa paradigma perilaku ini memfokuskan lingkungan sosial dan hubungan antara individu dan lingkungannya melalui sosialisasi ekspresi perannya. Menerapkan manusia industrialiasi & sosial yang alami dalam birokratisasi dalam masyarakat. Perlunya pembagian sosial. fisik pada masyarakat. Menggunakan alasan alamiah/ sistemik sebagai pembuktian.Paradigma ini melihat masyarakat sebagai ³surat perintah´ yang besar secara individual daripada sebuah sistem yang menggarisbawahi problem-problem fungsional. masyarakat. Masyarakat adalah sebuah sistem fungsional yang bagian-bagiannya selalu berhubungan. Menerapkan pembagian kerja pada masyarakat. Menerapkan hukumhukum alamiah pada masyarakat. Menerapkan 1. Max Weber dan George Herbert Mead. 4. Masyarakat adalah bagian dari sistem persaingan & pertentangan. Menerapkan naluri & pertentangan alami dalam harapam dalam masyarakat. 4. Mengembangkan teori Memahami individu adalah umum tentang masyarakat hasil dari masyarakat. Perlunya aturan-aturan harapan. 3. Menggunakan alasan alamiah maupun alamiah maupun sistemik sistemik dalam dalam pembuktian. Perlunya dasar kebutuhan fisik. Menerapkan sosialiasi pada kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Pendekatan 1. 3. Perlunya dasar-dasar & birokratisasi. Menerapkan proses 3. Untuk lebih jelasnya. Tradisi perilaku sosial juga mencakup penjelasan secara alamiah dan sosial. Menerapkan 2. kerja. mari kita lihat perbandingan ketiga model/ paradigma tersebut pada tabel di bawah ini: Organik StrukturalPerilaku dan Psikologi Paradigma Konflik Radikal Fungsional Sosial Tujuan Mengembangkan teori umum tentang masyarakat menggunakan pendekatan sistemik 1. Perlunya industrialiasi produk sosial. 3. Perlunya sosialisasi 4. masyarakat. Pandangan 2. masalah sosial. 4. 2. sebagai proses dasar. Perbedaannya dengan teori psikologi sosial modern. saling berinteraksi dan ungkapan realitas pribadinya. 2. menggunakan pendekatan sistemik 1. contohnya. Perlunya aturan sosial. 2. . 4. Di sisi lain. Masyarakat adalah sebuah surat perintah individu yang besar. mempelajari individu sebagai produk sosial yang menitikberatkan pengertian dan proses perialku sosial dan interaksi sosial. pembuktian. 3. Menggunakan alasan 4. 1. Georg Simmel dan William Sumner menggunakan asumsi insting atau harapan untuk menjelaskan kumpulan evolusi dan struktur sosial. Menerapkan masalahmasalah sosial pada masyarakat. 1. Individu adalah 3. Perlunya nilai dan 2.

. Piötr. . The McGraw-Hill Companies. setidaknya ada 2 point penting yang umum: konseptualisasi tatanan dan perubahan sosial.. Leibo. Graham C. Sosiologi Makro. Mary. Themes and Perspectives. Haralambos.. USA. 5. UK. 13. 1993. Alumni Bandung. Modern Sociological Theory. 3. 2004. Co. 1997.konstruksionisme (interpretative) dan critical theory. 1995. UK. Zaltman. George. 2000. Ketiga pendekatan/ paradigma di atas sebenarnya dipertajam pada perspektif teoritis/ paradigma positivis/ post-positivist. Beilharz. 1996.. Inc. 6. 14. 2005. Prenada Jakarta. 10.. 2004. 2003. Yayasan Kampusina Surabaya.. Tetapi untuk keperluan mata kuliah ini. Teori-teori Perubahan Sosial. Sztompka.. Sosiologi Pedesaan. 12. Global Society. Giddens. kita gunakan structural-fungsional atau konflik radikal atau perilaku pada klasifikasi di atas.Walaupun terdapat perbedaan pada ketiga paradigma tersebut. Sociology: Introductory Readings. John Willey & Sons. Rajawali Press Jakarta. Sanderson. Polity. Sosiologi Perubahan Sosial. Anthony. Kaldor. Fatchan. A. Peter. Fifth Edition. UMM Press Malang. New York. Processes and Phenomena of Social Change. Jefta. 11. N. Lewis A. Klasifikasi dan penjelasan paradigma positivis/ post-positivist. 2. 2005. danmencakup jenis penjelasan secara naturalistik dan sistemik. 8. Kinloch. Coser. Inc. Pustaka Pelajar Yogyakarta.. Michael dan Martin Holborn. Sukmana. 4.[] «bersambung ke Bagian II Bahan Bacaan 1. Sosiologi dan Politik Ekonomi. 2004. 1972. Gerald. Oman. Ritzer. Daldjoeni. 1982. Teori Teori Sosial. Stephen K.konstruksionisme (interpretative) dan critical theory lazim dipergunakan pada jenjang yang lebih tinggi. Seluk Beluk Masyarakat Kota. Pustaka Setia Bandung. Untuk pendalaman sosiologi kita masih bisa mempelajari lebih lanjut paradigma ilmu sosial ini dengan mengikuti klasifikasi sistemik paradigma ilmu sosial yang diramu dari para teoretisi ilmu sosial. 2005. Andi Offset Yogyakarta. London. Collins Educational. Sociology. Polity. 9. Inc. Sociological Theory: A Book of Readings. Perkembangan dan Paradigma Utama Teori Sosiologi. 7. MacMillan Publishing.