CONTOH PROPOSAL SKRIPSI BIMBINGAN ORANG TUA DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA

(draf alias masih coretan)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Membina akhlak merupakan bagian yang sangat penting dalam tujuan Pendidikan Nasional. Sebagaimana tercantum dalam Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan

nasional yang menyatakan bahwa tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Disamping itu, banyaknya tindak criminal yang dilakukan para remaja dan seringnya terjadi tawuran antar pelajar disinyalir sebagai akibat dari tidak berhasilnya Pembinaan Akhlaq dan Budi Pekerti pada siswa. Kegagalam pembina akhlaq akan menimbulkan masalah yang sangat besar, bukan saja pada kehidupan bangsa saat ini tetapi juga masa yang akan datang. Ini pada posisi yang sangat penting, bahkan membina akhlaq merupakan inti dari ajaran islam. Rosulullah saw bersabda, yang diwirayatkan oleh Ahmad :

Artinya : Sesunguguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia .

bahkan ada orang tua yang tersinggung ketika menerima laporan mengenai keburukan tingkah laku anaknya. Imam Al-Ghazali misalnya mengataka sebagai berikut : Artinya : Seandainya akhlaq itu tidak dapat menerima perubahan. (Abidin Nata.(Abudin Nata. nasihat dan pendidikan dan tidak ada pula fungsinya hadist nabi yang mengatakan Perbaikilah Akhlaq kamu sekalian . Ini menunjukan bahwa akhlaq memang pelu dibina dan pembinaan ini ternyata membawa hasil berupa terbentuknya pribadi-pribadi muslim yang berakhlak mulia. tidak sedikit kendala untuk mewujudkan kerjasama semacam itu baik dikarenakan tingkatan pendidikan orang tua yang rendah. . baik itu oleh orang tua atau guru sebagai pebdidik. maka akhlaq yang tumbuh dengan sendirinya walaupun tanpa dibentuk atau usahakan. latihan. pembinaan dan perjuangan keras dan sungguh sungguh. Disamping banyaknya. hormat kepada ibu bapaknya dan sebagainya. maupun linkungan masyarakat yang kurang menunjang. baik memalui pendidikan dalam keluarga maupun pendidikan (pembinaan mental) yang diselenggarakan oleh masyarakat.Menurut sebagian ahli bahwa akhlaq tidak perlu dibentuk. 1996 : 154) Namun pendapat lain mengatakan bahwa akhlaq adalah hasil dari pendidikan. Namun pada kenyataannya di lapangan. orang tua nyang apriori terhadap pendidikan anak.Dalam pendangan ini. maka batalah fungsi wasiat.Upaya tersebut agar dilakukan dalam hubungan kerjasama yang harmonis. kesibukan oran tua. 1996 : 154) Pada kenyataan di lapangan usaha-usaha pembina akhlaq melalui berbagai lembaga pendidikan dan mulia berbagai macam metode terus dikembangkan. Untuk itu harus ada upaya pembinaan terhadap siswa di sekolah ataupun di luar sekolah. karena akhlaq adalah instinct atau gorizah yang dibawa manusia sejak lahir. taan kepada Allah dan Rosul-Nya.

Apa yang menjadi hambatan dalam bimbingan orang tua dan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlaq Siswa di SDN Nanggerang? 4. Bagaimana program bimbingan orang tua dengan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlaq Siswa di SDN Nanggerang? 2. Untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan orang tua dan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlaq Siswa di SDN Nanggerang? . Bagaimana bimbingan orang tua dan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlaq Siswa di SDN Nanggerang? 3. Bagaimana mengatasi hambatan bimbingan orang tua dan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlaq Siswa di SDN Nanggerang? C. penulis menyusun perumusan masalah sebagai berikut : 1. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian diarahkan kepada peran serta tokoh masyarakat dan Guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di SDN Nanggerang Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka. Untuk mengetahui program bimbingan orang tua dengan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlaq Siswa di SDN Nanggerang? 2. B. Perumusan Masalah Dari latar belakang diatas.Telepas dari permasalahan diatas. Sejalan dengan permasalahan tersebut diatas maka secara khusus tujuan penelitian yaitu : 1. peneliti ingin mencari gambaran yang kongkrit dan akurat mengenai manfaat peran serta tokoh masyarakat dan Guru pendidikan Agama Islam dalam membina akhlaq siswa sehingga dapat memberikan kontribusi bagi keberhasilan pendidikan pada umumnya dan keberhasilan pembinaan akhlaq.

Mengingat kedudukan dan peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan Akhlaq siswa memiliki posisi yang strategis dalam hubungan ini Allah SWt berfirman dalam Al-Qur`an Ali Imron ayat 104. Untuk mengetahui cara mengatasi hambatan bimbingan orang tua dan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlaq Siswa di SDN Nanggerang? D. S Jika diperhatikan akhir-akhir ini banyak sekali bentuk aktivitas anak yang menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma susila maupun norma-norma agama. walaupun berpengetahuan tinggi tapi ia akan bertingdak taka tahu arah. Orang Tua dan Masyarakat. sembrono tidak sesuai dengan aturan. (Al-Qur`an dan terjemahnya. yaitu pemerintah. seperti perkelahian. Kerangka Berfikir Pokok dari semua ilmu pengetahuan agar berakhlaq mulia adalah mengenal Allah SWT. 1984 : 93) . merekalah orang-orang yang beruntung. Artinya : Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. Departemen Agama RI. Tidak mengenal Allah sama halnya dengan bodoh. Untuk mengetahui hambatan dalam bimbingan orang tua dan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlaq Siswa di SDN Nanggerang? 4.Kerjasama dimaksud ialah melakukan suatu usaha yang ditangani oleh berbagai pihak yaitu orang tua dan guru Pendidikan Agama Islam. ia akan mempunyai akhlaq yang tidak baik. Jadi kenakanlah anak dengan berbagai dinamikanya yang terjadi selama ini mutlak menuntut perhatian serta usaha penaggulangnnya dari berbagai pihak. penyalahgunaan obatobatan terlarang dan lain-lain.3. Agar terciptanya manusia dan masyarakat Indonesia termasuk generasi muda yang tepat guna dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin maju maka perlu adanya bimbingan dan pembinaan terhadap mereka. menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar.Usaha ini tidak bisa dilakukan secara sepihak melainkan harus ada kerjasama yang harmonis dan seimbang.

antara pemukiman penduduk dengan ladang masyarakat yang sebagian besar mata pencaharian memang sebagai petani dan sebagian lagi sebagai pedagang dengan rata-rata pendidikan orang tua tamatan sekolah dasar. Lokasi dan Kondisi Obyektif Lapangan Lokasi lapangan adalan SDN Nanggerang yang berda di Desa Nanggerang Kecamatan leuwimunding Kabupaten majalengka. Untuk lebih jelas penulis gambarkan dalam bentuk skema sebagai berikut. Dalam rangka upaya kerjasama tersebut tentunya tidak terlepas dari akan adanya faktor-faktor penghambat terhadap pendukung serta faktor-faktor penghambat terhadap pembinaan akhlaq anak.Peran serta orang tua terhadap pembinaan akhlaq anak memiliki posisi yang strategis. Sekolah ini terletak ditengah-tengah. Kajian Teoritis Mengenai Kerjasama Orang Tua Dan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlaq Siswa A. mengingat kedudukan orang tua adalah merupakan penaggungjawab pendidikan yang pertama dan utama. Pengertian . Secara geografis SD Nanggerang F. Kondisi Obyektif SDN Nanggerang termasuk SD yang sangat didominasi oleh masyarakat karena di desa kami hanya ada satu SD. E. Pendidikan Agama Islam 1.Hal tersebut menunjukan bahwa keberhasilan dalam membina akhlaq sangat ditentukan oleh adanya pembinaan mental yang dilakukan melalui pendidikan dalam keluarga.

(Nur Uhbiyah. Tujuan Pendidikan Agama Islam Tujuan Pendidikan Islam secara keseluruhan menurut Zakiyah Daradjat sebagai berikut : Kepribadian seseorang yang membuatnya insan kamil dengan pola taqwa.Pendidikan Islam adalah suatu sistem pendidikan yang mencangkup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah. maka pendidikan Islam tidak menganut sistem tertutup melainkan terbuka terhadap tuntutan kesejahteraan umat manusia. 1999:13) Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa semua cabang ilmu pengetahuan yang secara materiil bukan Islamis termasuk ruang lingkup pendidikan juga. kebiasaan dan pandangan. 2. sekurang-kurangnya menjadi bagian yang menunjang. tingkah laku.Kebutuhan itu semakin meluas sejalan dengan meluasnya tuntutan hidup manusia itu sendiri. insan kami artinya manusia utuh rohani dan jasmani. dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena taqwanya kepada Allah S. Tujuan itu meliputi sikap. b) Tujuan Akhir . baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Mengingat luasnya jangkuan yang harus digarap olah pendidikan Islam. pendidikan Islam berwatak akomodatif kepada tuntutan kemajuan zaman yang ruang lingkupnya berada didalam kerangka acuan norma-norma kehidupan Islam. (Nur Uhbiyati. baik tuntutan dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi maupun tuntutan pemenuhan kehidupan rohaniah.Oleh karena Islam mempedomani seluruh aspek kehidupan manusia muslim baik duniawi maupun ukhrowi . W.T. pemapilan. 1999 : 41) Ada beberapa tujuan pendidikan yang perlu kita ketahui yaitu : a) Tujuan Umum Tujuan umum ialah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan. Oleh karena itu ditinjau dari aspek penglamannya.

Departemen Agama RI. d) Tujuan Operasional Tujuan operasional yaitu tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. guna memperingan dan mempercepat terselesaikannya suatu pekerjaan. Peran serta ini lebih diarahkan pada perhatian yang serius dan berkesinambungan dalam proses pendidikan dan pembinaan akhlaq. (Barnawi Umary : 1996) D. B.Pendidikan Islam itu berlangsung selam hidup. untuk menciptakan anak yang berbudi luhur . dan janganlah kamu. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. (Zuhairirni dkk : 1997) C. Peran serta tokoh masyarakat dan guru Pendidikan Agama Islam maksudnya adalah upaya bersama-sama antara tokoh masyarakat dan guru dalam melaksanakan pembinaan akhlaq pada anak-anak. Hubungan Peran Serta Tokoh Masyarakat dan Guru dengan Pembina Akhlaq . sebagai uswatun hasanah . 1984 : 92 c) Tujuan Sementara Tujuan sementara yaitu tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. )Al-Qur`an dan terjemahnya. Pembina Akhlaq Pembinaan akhlaq Usaha secara sadar dan terarah guna menanamkan budi pekerti yang luhur dan niainilai yang susila kepada anak sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran islami dan tuntunan serta peri kehidupan Rosulullah SAW. Tujuan akhir Pendidikan Islam itu dapat dipahami dalam firman Allah Surat Ali Imran ayat 102 : Artinya : Wahai orang-orang yang beriman. maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup di dunia ini telh berakhir pula. Peran Serta Tokoh Masyarakat dan Guru Peran serta adalah Usaha yang dilakukan bersama-sama dalam menghadapi suatu pekerjaan. mati kecuali dalam keadaan muslim .

1987 : 42) B Populasi populasi adalah karakteristik tertentu dari sekumpulan obyek yang lengkap yang ingin dipelajari sifatnya (Sudjana 1989 : 6) Yang menjadi populasi adalah siswa /i SD Nanggerang C Sampel Sampel adalah bagian atau seluruh elemen yang dapat mewakili dan menganalisasikan hasil dari suatu penelitian . Obsevasi. (Zuhairini dkk : 1997) II. Populasi. yaitu dengan melakukan pengamatan yang dijadikan lokasi penelitian guna mendapatkan data yang diperlukan. Sampel dan Penelitian A Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif. yaitu metode yang bertujuan melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik. (Wahyu MS. Keberadaan anak di sekolah waktunya sangat terbatas.Peran serta tokoh masyrakat dan guru Pendidikan Agama Islam sangat diperlukan dalam pembinaan akhlaq terhadap siswa. yaitu pengumpulan data dengan cara merangkap dokumen sejarah. 1987 : 58) D Teknik Pengumpulan Data Ada beberapa teknik pengumpulan data yang lazim dipergunakan oleh penelitian antara lain. (Suyatna Basar. populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat . . yaitu pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden yang diteliti. Kerangka Metode.Apabila orang tua kurang memperhatikan sikap dan tingkah laku anaknya di rumah. cara semacam ini sangat penting untuk penelitian yang menggunakan metode historis. 1. Dokumentasi. 2. anak lebih banyak berada di lingkungan orang tuanya dari pada di lingkungan sekolah. 3. maka teori-teori pelajaran yang diberikan oleh guru disekolah tidak dapat dilaksanakan dalam kehidupan praktis di lingkungan rumah . Wawancara.

Secara geografis sekolah Dasar Negeri Nanggerang letaknya cukup strategis karena berada di pinggir jalan sehingga memudahkan transportasi bagi yanga akan berkunjung. Sekolah Dasar negeri Nanggerang memiliki tanah seluas 2460m2 dengan batas-batas tanah sebagai berikut : a.4. Sebelah Barat = Rumah Penduduk . Kondisi Obyektif Lapangan Lokasi SD Negeri Nanggerang Sekolah Dasar Negeri Nanggerang bertempat di jalan Arya Kemuning Desa Nanggerang Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka. Sebelah Selatan = Sawah / Lahan Pertanian d. Angket. Sebelah Utara = Jalan Raya Nanggerang b. E Teknik Pengolahan Data Teknik pengolahan data yang didapatkan dari hasil penyebaran angket akan dioleh dengan perhitungan statistik X2 atau Chi Kwadrat dengan menggunakan rumus : Keterangan : fo = frekwensi observasi fh = frekwensi yang harapkan III. c. Sebelah Timur = Pondok Pesantren Miftahul Huda Tsani. yaitu cara mengumpulkan data dengan menggunakan daftar isian atau daftar pertanyaan yang lebih disiapkan dan disusun sedemikian rupa. Sehingga besar mata pencaharian penduduknya adalah sebagai petani dan sebagian lagi sebagai pedagang.

Hamalik Damar. Strategi Belajar Mengajar. . CV.IV. Rosdakarya Bandung. 1999. Kerangka Berfikir Kemanya sebagai berikut : DAFTAR PUSTAKA Purwanto Ngalim. Pustaka Setia. Uhbiyati nur. CV. 1990. 1990.Ilmu Pendidikan Islam. Prinsip-Prinsip dan Tekhnik Evaluasi Pengajaran. Sinar Baru Bandung.

1986. Daradzat Zakiyah. Zuhairini. 1976. Kalam Mulia. Daradzat Zakiyah. . Andi Offset Yogyakarta. Usaha Nasional Surabaya. 1893.Usaha Nasional Surabaya. Bulan Bintang. 1988. 1987. Petunjuk Praktis Membuat Skripsi.Sejarah dan Filsafat Pendidikan Islam.Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam. Ilmu Jiwa Agama. 1983 Iman Barnadi Sutarmi. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematika.Soekarno. Rosdakarya Bandung. Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah. Akasara Bandung. Bandung. Zaeni Syahminan. 1993. Prinsip-Prinsip Dasar Konsepsi Pendidikan Islam. Ms Wahyu.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.