P. 1
belut

belut

|Views: 80|Likes:
Published by panji_santosa

More info:

Published by: panji_santosa on Jan 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2013

pdf

text

original

Berbagi Tips-tips Menarik

Menyajikan Informasi Dan Berita Ala BloggerThursday, 6 January 2011 - 0:05 Publications

• • • •

Comments HOME ABOUT ME PRIVACY POLICY SAHABAT ANDRIK
Top of Form

Search
Bottom of Form

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Andrik Sugianto Weblog
B EL AJ AR IN TE RN ET B ER IT A HA NG AT B ER IT A UN IK B IS NI S O NL IN E D OW NL OA D E FE K BL OG GI NG TE RH AD AP M OT IV AS I DI RI F OT O DA N GA MB AR G AD GE T G OO GL E H IB UR AN K AJ IA N ISL AM K ON TE S SE O L OW ON GA N K ER JA M OTI VA SI O LA HR AG A O TOM OT IV E P EL UA NG USA HA R EM AJ A R EV IE W S EO S ER BA SE RB I T EH NO LO GI T IP S- TI PS V ID EO W OR DP RE SS

Peluang Usaha Ternak Belut – Budidaya Belut
Andrik Sugianto on October 31, 2010 — 3 Comments

Seorang sahabat yang dulu satu sekolah sama saya bertanya tentang bagaimanapeluang usaha ternak belut dan cara budidaya belut. Jujur saya sendiri kurang begitu memahami tentang peluang usaha yang satu ini, tapi karena aktivitas saya sebagai seorang blogger yang tentu gemar browsing maka saya jawab saja pertanyaan teman :”ntar ya tak carikan infonya dulu dengan browsing”. Nah…dari hasil browsing tersebutlah saya bisa menemukan sedikit banyak informasi tentang peluang usaha ternak belut atau budidaya belut ini. Daripada hanya sekedar mengetik jawaban ini via email untuk sahabat saya tersebut ya… sekalian saya tulis di blog ini, kali aja ada rekan netter dari penjuru tanah air yang punya keinginan sama

pasca panen. pemasaran. perkembangbiakan belut. Secara Teknis Budidaya dan pemeliharaan belut (monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat/lokasi budidaya. makanan dan kebiasaan makan serta hama. Disisi lain kita memerlukan tata cara panen. 2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.seperti sahabat saya tersebut. penetasan. Manfaat Belut Manfaat dari budidaya belut adalah: 1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani. Monopterus albus Zuieuw (belut sawah). Peluang Usaha Ternak Belut – Budidaya Belut Seperti kita ketahui bersama bahwa penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan sangat berpengaruh terhadap populasi belut liar saat ini. media pemeliharaan. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah. yakni mencari informasi apa dan bagaimana ternak belutini. Masyarakat yang memiliki lahan sempit pun dapat memelihara belut. Selain itu berdasarkan informasi yang pernah saya baca bahwa kebutuhan belut dalam negeri dan peluang ekspor sangat terbuka lebar. memilih benih. Budidaya Belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal. 3) Sebagai obat penambah darah. jumlah dan ketersediaan belut liar sangat tidak memadai dan jelas tidak mencukupi kebutuhan konsumsi belut saat ini. Untuk itulah pembudidayaan belut perlu untuk dikembangkan lebih lanjut. belut sawah dan belut kali/laut. pembuatan kolam. Macrotema caligans Cant (belut kali/laut) Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa. Klasifikasi Belut Klasifikasi belut adalah sebagai berikut: Kelas: Pisces Subkelas: Teleostei Ordo: Synbranchoidae Famili: Synbranchidae Genus: Synbranchus Species: Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa). Persyaratan Lokasi . sehingga boleh dikatakan peluang usaha yang satu ini masih layak untuk di kembangkan.

Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2. dan minyak/limbah pabrik. Pedoman Tehnis Budidaya Belut Penyiapan Sarana dan Peralatan 1. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun. diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam. berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). 6) Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang. . 4) Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan osigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. 3) Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharanbelut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm. tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun.1)Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. sekam padi dan jerami padi. sumber air yang selalu ada. b. ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya. kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm). Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan. hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm. tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik. 5) Peralatan lainnya berupa media dasar kolam. Setelah itu belutbelut diluncurkan ke dalam kolam. 2) Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran. 4) Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester. alat penangkapan yang diperlukan. Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. 2) Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih. lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. 3) Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2.Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan. kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm). Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm. Penyiapan Bibit 1) Menyiapkan Bibit a. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2.

2) Pemberian Pakan Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing. Hama dan Penyakit Hama 1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut. Penyakit Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Panen Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu : 1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.c.5 cm. jaring/jala bermata lembut. serangga. ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali. kecoa. 2) Perlakuan dan Perawatan Bibit Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. bakteri. jamur. 2) Di alam bebas dan di kolam terbuka. hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang. terutama yang ada di perkotaan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran± 30 cm dan belut jantan berukuran± 40 cm. saya sadar mungkin informasi tersebut belum begitu lengkap jika anda . Pemeliharaan Pembesaran 1) Pemupukan Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.5–2. d. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. 2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. ular. dan protozoa yang berukuran kecil. 3) Pemberian Vaksinasi 4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. musang air dan ikan gabus. Nah…itulah sedikit informasi tentang Peluang Usaha Ternak Belut dan Cara Budidaya Belut. 3) Di pekarangan. burung. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama. Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong. dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja. katak.

Reff : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan. Jepang. Di Indonesia sejak tahun 1979.id. belut mulai dikenal dan digemari. hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. Bappenas. sribd. dan sumber-sumber lain yang relevan. Maret 2000 Editor : Kemal Prihatman 1. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.ristek. Sukses selalu dan mudahmudahan bermanfaat. Biasanya hidup di sawahsawah. Selalu berkunjung ke blog sederhana ini jika tidak mau ketinggalan informasi. jika ada informasi lain mengenahi ternak belut saya akan posting lebih lanjut. Monopterus albus Zuieuw (belut sawah). Macrotema caligans Cant (belut kali/laut) . SENTRA PERIKANAN Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. tapi setidaknya dengan panduan dasar tersebut kita akan mempunyai gambaran untuk memulai usaha ini. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Jakarta.go. SEJARAH SINGKAT Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Hongkong. Perancis dan Malaysia. 2. di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. 3. Kata Kunci Yang Diketikkan Sehingga Menemukan Artikel Ini: • budidaya belut • ternak belut • belut • budi daya belut • peternakan belut • usaha belut • cara ternak belut • peluang usaha ternak • peluang usaha peternakan • usaha budidaya belut BELUT (Synbranchus) Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan.com. Bappenas. JENIS Klasifikasi belut adalah sebagai berikut : Kelas : Pisces Subkelas : Teleostei Ordo : Synbranchoidae Famili : Synbranchidae Genus : Synbranchus Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa).ingin benar-benar memulai usaha ini.

2) Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih. kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm. 3) Sebagai obat penambah darah. c. dan minyak/limbah pabrik. 3) Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. 6. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm). berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik+ air). b) Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. 4) Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan oksigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. 2) Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh. 5. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 6. 6) Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang. Penyiapan Bibit 1) Menyiapkan Bibit a. 4. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah. hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 30-50 cm. kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm. Biasanya belut yang dipijahkan adalah . Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. 4) Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester. 2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari. sumber air yang selalu ada. Penyiapan Sarana dan Peralatan 1) Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan. lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. PERSYARATAN LOKASI 1) Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. 3) Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam. alat penangkapan yang diperlukan. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun. tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik. 6. tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun. Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm.1. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri. 5) Peralatan lainnya berupa media dasar kolam.Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa. MANFAAT Manfaat dari budidaya belut adalah: 1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani. ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya.2. sekam padi dan jerami padi. belut sawah dan belut kali/laut.

Hama 1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut. 8. 3) Di pekarangan. dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja. 7. sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas. 2) Pemberian Pakan Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing. 6. burung.2. Pemeliharaan Pembesaran 1) Pemupukan Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama. hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang.Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya belut selama 3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: . Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. ular.5–2. d. katak. Hal ini agar belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. musang air dan ikan gabus. bakteri. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA 10. Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain : bubu/posong. kecoa. 7. serangga. jamur.3. 2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen).belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm. 3) Pemberian Vaksinasi 4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan. hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. PASCAPANEN Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Penyakit Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus. 9. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.1. dan protozoa yang berukuran kecil. HAMA DAN PENYAKIT 7. PANEN Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu : 1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.1. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. jaring/jala bermata lembut. ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali. 2) Perlakuan dan Perawatan Bibit Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan.5 cm. 10. terutama yang ada di perkotaan. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1. 2) Di alam bebas dan di kolam terbuka.

000. Dari hasil panen.Gambaran Peluang Agribisnis Budidaya ikan belut.5 tahun yang lalu (awal tahun 2006). Bibit 3. baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik.000.-Rp. bibit belut berukuran sebesar rokok akan membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 6 bulan untuk bisa dipanen untuk kemudian dipasarkan.000 di enuser.000. 45. Padahal belut memang tidak aktif seperti produk perikanan lainnya.000. Bicara harga jual juga menarik. 750. Hanya saja menurut Ardiyan. Berminat budidaya belut. biaya pakan tersebut menurut Ardiyan hanya menggunakan 15%-20% dari biaya operasional.7.000/kg.. Pilihannya ada pada pebisnis sendiri.000 ekor x @ Rp. Biasanya para pemula akan bersemangat hanya sekitar 1 hingga 5 minggu di awal bisnis budidayanya. Ardiyan juga lebih tahu.000 untuk pasar lokal.28 10. Jika tidak bisa didapat dengan cara gratis. “Coba saja lihat Singapura dan Malaysia.000. kan tidak ada sawah. ) . 750. Dengan teknik pemeliharaan yang baik. tidak seperti ikan. 4 HOK @ Rp. Sebenarnya seberapa besar peluang budidaya belut? Mengandalkan belut tangkapan dari alam untuk dipasarkan kembali ternyata sudah bukan sesuatu yang mudah lagi. 422. c. mereka darimana mendapatkan belut. (Bisnis budidaya belut sendiri dimulai sekitar 1. Jadi jika pun ada pihak-pihak yang pesimis dengan tidak adanya pasar ekspor bagi hasil budidaya belut Tanah Air. Ardiyan bisa mematok harga sekilo belut isi 10 seharga Rp15. maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen (Tak heran jika akhir-akhir ini banyak media mengekspos tentang besarnya peluang bisnis budidaya belut. Bibit belut bisa lebih mudah didapatkan di sekitar pertanian organik. Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1. Jika calon pebisnis memiliki kolam semen.Jumlah Biaya Produksi Rp. bahkan bisa mencapai Rp18. Hanya saja pebisnis yang benar-benar menekuni budidaya sekaligus pemasaran seperti Ardiyan.000. pakan belut termasuk simpel.-Rp. “Belut ini hewan malam.Berdasarkan pengalaman bisnis budidayanya. mungkin juga tak jarang menemukan sebuah forum yang memperbincangkan tentang gurihnya berbisnis di bidang yang satu ini. Berdasarkan hitung-hitungan biaya operasional. Dan bagi yang terbiasa ‘melek’ di depan internet. dan nyaris tidak kelihatan.2. 2. d. Selanjutnya mereka mengira bahwa usaha tidak berhasil karena tidak melihat tanda-tanda kehidupan ternak di siang hari. Sementara dalam pemberian pakan pun. Pasokan yang didapat dengan cara tersebut lama kelamaan semakin menipis. Sementara untuk pasar ekspor biasanya sekilo isi 10 dengan harga Rp20.1) Biaya Produksi a. pada dasarnya modal menurut Ardiyan bukanlah yang utama. Berangkat dari kenyataan tersebutlah Ardiyan Taufik. Pebisnis yang ingin serius menekuni budidaya belut hanya dituntut untuk intens dalam hal perawatan dan pemberian pakan. akhirnya mulai merintis budidaya belut. 2) Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 328. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. banyak peternak pemula yang belum mengetahui seluk beluk membudidayakan komoditas yang satu ini. Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.-Rp.000. kata Ardian. menurut Ardiyan budidaya belut terbilang tidak sulit.000. Sementara untuk pasar ekspor biasanya akan memakan waktu 6 bulan.500. “Pakannya bisa keong mas atau bekicot. Sementara untuk bibitnya calon pebisnis bisa memulai dengan berusaha mendapatkan bibit dari sawah. 4 atau 5 bulan cukup untuk budidaya. 225. atau bahkan jika tidak ada bisa menggunakan kolam terpal. menurutnya harus dibuktikan sendiri.” ilustrasi Ardiyan. bibit belut sawah bisa didapat dengan harga sekitar Rp25.000. pria dari kota Solo yang telah bergelut dalam bisnis ekspor belut semenjak 4 tahun yang lalu. Ia banyak berhubungan dengan para pengepul di berbagai daerah di Tanah Air untuk kemudian dikumpulkan dan dijual ke luar negeri.-Rp. Jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan komoditas perikanan lain yang biaya pakannya menelan hingga 60% dari biaya operasional. Lain-lain Rp.000.” ujar Ardiyan. Pakan belut itu tidak berhubungan dengan pabrik. 28. 30.15.” ujar Ardiyan. sambung Ardiyan. tentu . 4) Parameter Kelayakan Usaha 2.. Jadi tidak tergantung pada pakan hasil pabrik. biasanya waktu 3. Jika ingin dipasarkan secara lokal. b. Tentang pasar ekspor belut sendiri. 3) Keuntungan Rp. Jika dibudidayakan secara intens.

(SH . “Siapa saja bisa berjualan. tapi tentu saja untuk menembus tempat yang dituju Kita harus mengembangkan relasi.” tutur Ardiyan.saja tak bisa hanya mengandalkan modal dan ketekunan saja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->