P. 1
Bahan Ajar _minggu Ke 3_ Taksonomi Bloom

Bahan Ajar _minggu Ke 3_ Taksonomi Bloom

|Views: 1,022|Likes:
Published by Muhamad Nidhom

More info:

Published by: Muhamad Nidhom on Jan 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

Taksonomi Tujuan Pendidikan Menurut Bloom

Klasifikasi kemampuan hasil belajar (Benyamin Bloom): Ranah • KOGNITIF • PSIKOMOTOR • AFEKTIF

HASIL BELAJAR

Kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya

Ranah kognitif : kemampuan berpikir, kompetensi memperoleh pengetahuan, pengenalan, pemahaman, konseptualisasi, penentuan dan penalaran Ranah psikomotor : kompetensi melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan; kompetensi yang berkaitan dengan gerak fisik.
1

Ranah afektif : berkaitan dengan perasaan. derajat penerimaan atau penolakan terhadap suatu obyek. (Soal pemahaman : soal yang menuntut pembuatan pernyataan masalah dengan kata-kata penjawab sendiri. sintesis (C5). memberi contoh suatu prinsip atau konsep. Ranah Kognitif (menurut taksonomi Bloom) : pengetahuan (C1). analisis(C4). pemahaman (C2). sikap. (Soal pengetahuan : soal yang menuntut jawaban yang berdasarkan hafalan) Pada tingkat pemahaman: peserta didik dituntut untuk menyatakan masalah dengan kata-katanya sendiri. pemberian contoh prinsip atau contoh konsep) 2 . emosi. dan evaluasi (C6). aplikasi (C3). Pada tingkat pengetahuan: peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan hapalan saja.

(Soal analisis : soal yang menuntut uraian informatif. komposisi. (Soal sintesis : soal yang menuntut pembuatan cerita. dan penemuan sebab akibat) Pada tingkat sintesis: peserta didik dituntut menghasilkan suatu cerita. menemukan asumsi. membedakan fakta dan pendapat.Pada tingkat aplikasi: peserta didik dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep dalam suatu situasi yang baru. dan mengsintesiskan pengetahuan. hipotesis dengan memadukan berbagai pengetahuan atau ilmu) 3 . dan menemukan hubungan sebab dan akibat. (Soal aplikasi : soal yang menuntut penerapan prinsip dan konsep dalam situasi yang belum pernah diberikan) Pada tingkat analisis: peserta didik diminta untuk menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian. hipotesis. karangan. penemuan asumsi pembedaan antara fakta dan pendapat. atau teorinya sendiri.

Pada tingkat evaluasi: peserta didik mengevaluasi informasi. teori-teori. dan penentuan “nilai” informasi) 4 . dan termasuk di dalamnya melakukan judgement terhadap hasil analisis untuk membuat kebijakan. (Soal evaluasi : soal yang menuntut pembuatan keputusan dan kebijakan . seperti bukti sejarah. editorial.

Daftar contoh kata kerja operasional yang dapat dipakai untuk ranah Kognitif Pengetahuan Mengutip Menyebutkan Menjelaskan Menggambar Membilang Mengidentifikasi Mendaftar Menunjukkan Memberi label Memberi indeks Memasangkan Menamai Manandai Membaca Menyadari Menghafal Meniru Mencatat Mengulang Mereproduksi Meninjau Memilih Menyatakan Mempelajari Mentabulasi Memberi kode Menelusuri Menulis Pemahaman Memperkirakan Menjelaskan Mengkategorikan Mencirikan Merinci Mengasosiasikan Membandingkan Menghitung Mengkontraskan Mengubah Mempertahankan Menguraikan Menjalin Membedakan Mendiskusikan Menggali Mencontohkan Menerangkan Mengemukakan Mempolakan Memperluas Menyimpulkan Meramalkan Merangkum Menjabarkan Penerapan Menugaskan Mengurutkan Menentukan Menerapkan Menyesuaikan Mengkalkulasi Memodifikasi Mengklasifiksi Menghitung Membangun Mengurutkan Membiasakan Mencegah Menggambarkan Menggunakan Menilai Melatih Menggali Mengemukakan Mengadaptasi Menyelidiki Mengoperasikan Mempersoalkan Mengkonsepkan Melaksanakan Meramalkan Memproduksi Memproses Mengaitkan Menyusun Mensimulasikan Memecahkan Melakukan Mentabulasi Analisis Menganalisis Mengaudit Memecahkan Menegaskan Mendeteksi Mendiagnosis Menyeleksi Memerinci Menominasikan Mendiagramkan Mengkorelasikan Merasionalkan Menguji Mencerahkan Menjelajah Membagankan Menyimpulkan Menemukan Menelaah Memaksimalkan Memerintahkan Mengedit Mengaitkan Memilih Mengukur Melatih Mentransfer Sintesis Mengabstraksi Mengatur Menganimasi Mengumpulkan Mengkategorikan Mengkode Mengkombinasikan Menyusun Mengarang Membangun Menanggulangi Menghubungkan Menciptakan Mengkreasikan Mengoreksi Merancang Merencanakan Mendikte Meningkatkan Memperjelas Memfasilitasi Membentuk Merumuskan Menggeneralisasi Menggabungkan Memadukan Membatas Mereparasi Menampilkan Menyiapkan Memproduksi Merangkum Merekonstruksi Penilaian Membandingkan Menyimpulkan Menilai Mengarahkan Mengkritik Menimbang Memutuskan Memisahkan Memprediksi Memperjelas Menugaskan Menafsirkan Mempertahankan Memerinci Mengukur Merangkum Membuktikan Memvalidasi Mengetes Mendukung Memilih Memproyeksikan 5 .

Contoh kata kerja operasional yang dapat dipakai untuk ranah afektif Menerima Memilih Mempertanyakan Mengikuti Memberi Menganut Mematuhi Meminati Menanggapi Menjawab Membantu Mengajukan Mengompromi Menyenangi Menyambut Mendukung Menyetujui Menampilkan Melaporkan Memilih Mengatakan Memilah Menolak Menilai Mengasumsikan Meyakini Melengkapi Meyakinkan Memperjelas Memprakarsai Mengimani Mengundang Menggabungkan Memperjelas Mengusulkan Menekankan Menyumbang Mengelola Menganut Mengubah Menata Mengklasifikasikan Mengombinasi Mempertahankan Membangun Membentuk pendapat Memadukan Mengelola Menegosiasikan Merembuk Menghayati Mengubah perilaku Berakhlak mulia Mempengaruhi Mendengarkan Mengkualifikasi Melayani Menunjukkan Membuktikan Memecahkan Contoh kata kerja operasional yang dapat dipakai untuk ranah psikomotor Menirukan Memanipulasi Pengalamiahan Artikulasi Mengaktifkan Menyesuaikan Menggabungkan Melamar Mengatur Mengumpulkn Menimbang Memperkecil Membangun Mengubah Membersihkan Memposisikan Mengonstruksi Mengoreksi Mendemonstrasikan Merancang Memilah Melatih Memperbaiki Mengidentifikasikan Mengisi Menempatkan Membuat Memanipulasi Mereparasi Mencampur Mengalihkan Mengantikan Memutar Mengirim Memindahkan Mendorong Menarik Memproduksi Mencampur Mengoperasikan Mengemas Membungkus Mengalihkan Mempertajam Membentuk Memadankan Menggunakan Memulai Menyetir Menjeniskan Menempel Mensketsa Melonggarkan Menimbang (Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. 2003) 6 .

Ranah afektif. (5) Sintesis. keterampilan gerakan dasar. keterampilan kompleks. tanggapan. Kemampuan untuk mengetahui adalah kemampuan untuk 7 . Ranah psikomotorik. ketepatan. (2) Pemahaman. c. Untuk mengevaluasi hasil belajar siswa yang diharapkan. (4) Analisis. dan (6) Evaluasi. 1986: 46). serta ekspresif dan interperatif. Taksonomi tujuan pembelajaran dalam kawasan kognitif menurut Bloom terdiri atas enam tingkatan yaitu (1) Pengetahuan. yaitu: a. penilaian. berkenaan dengan sikap dan nilai yang terdiri atas aspek penerimaan. Tujuan berkaitan dengan sifat secara operasional dan tujuan pembelajaran khusus (Subiyanto. kemampuan perseptual. (3) Penerapan. mencakup kemampuan yang berupa keterampilan fisik (motorik) yang terdiri dari gerakan refleks. diperlukan tujuan yang bersifat operasional yaitu tujuan berupa tingkah laku yang dapat dikerjakan dan diukur. b.Taksonomi Tujuan Pendidikan Menurut Bloom Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. 1. Pengetahuan Pengetahuan adalah kemampuan yang paling rendah tetapi paling dasar dalam kawasan kognitif. meliputi kemampuan menyatakan kembali konsep atau prinsip yang telah dipelajari dan kemampuan intelektual. Benyamin Bloom mengklasifikasikan kemampuan hasil belajar ke dalam tiga kategori. dan penghayatan (karakterisasi). Keenam jenis taksonomi tersebut diuraikan satu per satu berikut ini. Ranah kognitif. pengelolaan.

menyelesaikan. mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi ialah: a) Translasi. memanfaatkan. c) Ekstrapolasi. Kemampuan memahami dapat juga disebut dengan istilah “mengerti”. membandingkan. Kemampuan mengetahui sedikit lebih rendah dibawah kemampuan memahami.mengenal atau mengingat kembali sesuatu objek. Penerapan Penerapan ialah kemampuan untuk menggunakan konsep. prosedur. 3. yaitu kemampuan untuk menjelaskan makna yang terdapat di dalam simbol. prinsip. baik simbol verbal maupun nonverbal. menggunakan. ide. b) Interpretasi. 2. yaitu kemampuan untuk melihat kecenderungan atau arah atau kelanjutan dari suatu temuan. dan sebagainya. yaitu kemampuan untuk mengubah simbol tertentu menjadi simbol lain tanpa perubahan makna. mengklasifikasikan. dan mengidentifikasikan mana yang sama. Kemampuan-kemampuan yang tergolong dalam taksonomi ini. 8 . Seseorang menguasai kemampuan ini jika ia dapat memberi contoh. Pemahaman Pemahaman adalah kemampuan untuk memahami segala pengetahuan yang diajarkan seperti kemampuan mengungkapkan dengan struktur kalimat lain. menafsirkan. karena itu orang yang mengetahui belum tentu memahami atau mengerti apa yang diketahuinya. prinsip atau teori yang pernah ditemukan dalam pengalaman tanpa memanipulasikannya dalam bentuk atau simbol lain. prosedur atau teori tertentu pada situasi tertentu.

Secara rinci Bloom mengemukakan tiga jenis kemampuan analisis. meliputi penerimaan secara pasif terhadap suatu masalah. 6. atau ide-ide. 5. yaitu: (1) Menganalisis unsur. atau menggabungkan bagian-bagian sehingga terjelma pola yang berkaitan secara logis. atau mengambil kesimpulan dari peristiwa-peristiwa yang ada hubungannya satu dengan yang lainnya. dan (3) Menganalisis prinsip-prinsip organisasi. (2) Tanggapan. memberi.4. Sintesis Jenjang sintesis merupakan kemampuan untuk mengintegrasikan bagianbagian yang terpisah menjadi suatu keseluruhan yang terpadu. Gulo (2002: 66) yaitu: (1) Penerimaan. gejala. Penerimaan. (2) Menganalisis hubungan. 9 . dan (5) Penghayatan (karakterisasi). nilai-nilai. situasi. (3) Penilaian. Evaluasi ialah kemampuan untuk mengambil keputusan. Contoh kata kerja operasional yang biasa digunakan untuk mengukur aspek penerimaan adalah memilih. 1. Taksonomi tujuan pengajaran pada kawasan afektif dikategorikan dalam lima jenis kategori yang menurut W. dan sebagainya. (4) Pengelolaan. yaitu bila seseorang dapat melakukan penilaian terhadap suatu situasi. Evaluasi Evaluasi merupakan kemampuan tertinggi. dan keyakinan. mengikuti. meminati. nilai. Analisis Analisis adalah usaha memilah suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehinggga jelas susunannya. menyatakan pendapat atau memberi penilaian berdasarkan kriteria-kriteria tertentu baik kualitatif maupun kuantitatif.

berkenaan dengan jawaban dan kesenangan menanggapi atau merealisasikan sesuatu yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat. dan sebagainya. menampilkan. Penilaian. membentuk pendapat. mendukung. Pengelolaan. dan sebagainya. Taksonomi pembelajaran terhadap ranah psikomotorik secara garis besar dibedakan kedalam 4 tahap. 3. berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus tertentu. menekankan. keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. mengubah. Contoh kata kerja operasional yang biasa digunakan untuk mengukur aspek pengelolaan adalah mempertahankan. 5. Penghayatan (karakterisasi). melaporkan. memadukan. Tanggapan. mengusulkan. yaitu: 1. Meniru merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan contoh yang diamatinya walaupun belum mengerti makna atau hakikat dari keterampilan adalah meyakini. meyakinkan. 4. mempengaruhi. Contoh kata kerja operasional yang biasa digunakan untuk mengukur aspek tanggapan adalah mengajukan.2. dan 10 . memecahkan. seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Selain ranah kognitif dan ranah afektif. Contoh kata kerja operasional yang biasa digunakan untuk mengukur aspek penilaian sebagainya. meliputi konseptualisasi nilai-nilai menjadi suatu sistem nilai. ranah psikomotorik termasuk ke dalam taksonomi tujuan pembelajaran menurut Bloom. dan sebagainya. Contoh kata kerja operasional yang biasa digunakan untuk mengukur aspek penghayatan adalah mendengarkan.

mendorong. mnyesuaikan. menggabungkan.itu. 3. dan sebagainya. yaitu: 11 . memanipulasi. menimbang. Artikulasi merupakan suatu tahap dimana seseorang dapat melakukan suatu keterampilan yang lebih komplek terutama yang berhubungan dengan gerakan interpretatif. mengatur. Sebagian besar tujuan instruksional berada dalam ranah kognitif. dan sebagainya. menarik. dan sebagainya. Contoh kata kerja operasional yang biasa digunakan untuk mengukur aspek ini adalah mengkonstruksi. Pengalamiahan merupakan suatu penampilan tindakan dimana hal-hal yang diajarkan (sebagai contoh) telah menjadi suatu kebiasaan dan gerakan-gerakan yang ditampilkan lebih meyakinkan. Contoh kata kerja operasional yang biasa digunakan untuk mengukur aspek ini diantaranya adalah memutar. 4. Kata kerja yang sering digunakan dalam mengukur aspek ini adalah menempatkan. mensketsa. membuat. 2. Contoh kata kerja operasional yang biasa digunakan untuk mengukur aspek ini adalah menggunakan. memindahkan. merancang. dan sebagainya. dalam arti mampu memilih yang diperlukan. 1. menjeniskan. Memanipulasi merupakan kemampuan dalam melakukan suatu tindakan seperti yang diajarkan. Kemudian Bloom membagi ranah kognitif kedalam enam jenjang kemampuan secara hierarkis. Ranah Kognitif Ranah kognitif meliputi kemampuan menyatakan kembali konsep atau prinsip yang telah dipelajari dan kemampuan intelektual (knowledge).

aturan. atau pengetahuan menurut komponen yang lebih kecil atau lebih terurai dan memahami 12 . Contoh kata kerja yang digunakan yaitu mengaplikasikan. selain hapal siswa juga harus memahami makna yang terkandung misalnya dapat menjelaskan suatu gejala. menginterpretasikan. menghitung. dapat menginterpretasikan grafik. Pada tingkatan ini. prinsip. bagan atau diagram serta dapat menjelaskan konsep atau prinsip dengan kata-kata sendiri. hukum. Jenjang penerapan merupakan kemampuan menggunakan prinsip. Application (Penerapan/C3) Merupakan kemampuan berpikir lebih tinggi daripada pemahaman. mendefinisikan. Kemampuan yang dimiliki hanya kemampuan menangkap informasi kemudian menyatakan kembali informasi tersebut tanpa harus memahaminya. menggambarkan. teori. Contoh kata kerja yang digunakan yaitu menyebutkan.Recall of Data (Hafalan/C1) Merupakan kemampuan menyatakan kembali fakta. Tingkatan ini merupakan tingkatan yang paling rendah namun menjadi prasyarat bagi tingkatan selanjutnya. menunjukkan. maupun metode yang dipelajari pada situasi baru atau pada situasi kongkrit. Analysis (Analisis/C4) Merupakan kemampuan untuk menganalisa atau merinci suatu situasi. Contoh kata kerja yang digunakan yaitu menyajikan. konsep. Comprehension (Pemahaman/C2) Merupakan salah satu jenjang kemampuan dalam proses berpikir dimana siswa dituntut untuk memahami yang berarti mengetahui tentang sesuatu hal dan dapat melihatnya dari beberapa segi. prosedur atau istilah yang telah dipelajari tanpa harus memahami atau dapat menggunakannya. menjelaskan.

atau menggabungkan bagian-bagian (unsurunsur) sehingga terjelma pola yang berkaitan secara logis. Evaluation (Evaluasi/C6) Merupakan kemampuan untuk membuat pertimbangan (penilaian) terhadap suatu situasi. dan motivasi (motivation) siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Evaluasi adalah pemberian keputusan tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan. Contoh kata kerja yang digunakan yaitu menghasilkan. atau mengambil kesimpulan dari peristiwa-peristiwa yang ada hubungannya satu dengan yang lainnya. nilai-nilai atau ide-ide. menyusun karangan. Untuk dapat membuat suatu penilaian. nilai-nilai atau ide-ide. Ranah Afektif Ranah afektif berkenaan dengan sikap (attitude). gagasan. Kartwohl & Bloom 13 . menggabungkan objek-objek yang memiliki sifat sama ke dalam satu klasifikasi. Kemampuan ini merupakan kemampuan tertinggi dari kemampuan lainnya. cara kerja. menganalisis dan mensintesis terlebih dahulu. mengorganisasikan. merumuskan. 2.hubungan diantara bagian yang satu dengan yang lain. materi dan kriteria tertentu. seseorang harus memahami. yaitu bila seseorang dapat melakukan penilaian terhadap situasi. membandingkan. Contoh kata kerja yang digunakan yaitu menilai. Synthesis (Sintesis/C5) Merupakan kemampuan untuk mengintegrasikan bagian-bagian yang terpisah menjadi suatu keseluruhan yang terpadu. Contoh kata kerja yang digunakan yaitu menganalisa. Kemampuan ini misalnya dalam merencanakan eksperimen. dapat menerapkan. menaksir. mengklasifikasikan. apresiasi (appreciation). menafsirkan. memutuskan.

meliputi penerimaan secara pasif terhadap suatu masalah. Sikap yang ditunjukkan misalnya mampu menimbang akibat positif dan negatifnya tentang kemajuan sains terhadap kehidupan umat manusia. Organization (Organisasi) Meliputi konseptualisasi nilai-nilai menjadi satu sistem nilai. gejala.(Dimyati & Mudjiono. Sikap-sikap yang membuat lebih konsisten dapat menimbulkan konflik-konflik internal dan membentuk suatu sistem nilai internal. menolak atau tidak menghiraukan. Reaksi-reaksi yang dapat muncul seperti menerima. Responding (Jawaban) Merupakan bagian afektif yang meliputi keinginan dan kesenangan menanggapi atau merealisasikan sesuatu sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat. Misalnya menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap alat-alat laboratorium yang dipakai waktu praktikum dan bersikap jujur dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya mendengarkan dengan seksama penjelasan guru energi dan panas. 1994. 2001) membagi ranah afektif menjadi lima aspek. Valuing (Penilaian) Mengacu pada nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus tertentu. Syambasri Munaf. Misalnya menyerahkan laporan praktikum/tugas tepat waktu. yaitu: Receiving (Penerimaan) Merupakan tingkat afektif yang terendah. Characterization (Karakteristik) 14 . nilai dan keyakinan. situasi.

3. seperti gerakan ekspresif dan interpretatif. Kemampuan dalam bidang fisik. 2001) mengembangkan ranah psikomotor dengan enam jenjang. Gerakan-gerakan skill. Harrow (Syambasri Munaf. termasuk membedakan visual. Misalnya bersedia mengubah pendapat jika ditunjukkan bukti-bukti yang tidak mendukung pendapatnya. Ranah Psikomotor Ranah psikomotor tampak dalam bentuk keterampilan manual fisik (skills) dan kemampuan bertindak individu. Kemampuan yang berkenaan dengan komunikasi. yaitu gerakan yang menuntut kepada keterampilan yang sifatnya kompleks. Kemampuan perseptual. misalnya kekuatan. 15 . motoris. yaitu: Gerakan refleks. gerakan yang tidak disadari. auditif. Keterampilan gerakan-gerakan dasar.mulai dari keterampilan sederhana sampai kompleks. keharmonisan dan ketepatan.Merupakan keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya.

Siswa dapat menerapkan sifat benda padat dalam kehidupan sehari-hari 4 5 √ √ 4 2 Terlampir dapat sifat 2 3 √ √ 2 5 Terlampir 16 .CONTOH KISI KISI SOAL Jenjang Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Pokok Bahasan Alokasi Waktu Jumlah Soal : SD/MI : IV/I : Sains : Sifat-Sifat Benda Padat : 15 menit :4 Indikator No. Siswa menyebutkan benda dapat benda- 1 Jenjang Kemampuan Dan Tingkat Skor Kunci Kemudahan Total Jawaban Mudah Sedang Sukar C1 C2 C3 C1 C2 C3 C1 C2 C3 3 √ disekitarnya yang termasuk wujud benda padat. Siswa mengidentifikasi benda padat 3. 2. Soal 1.

apakah pensil tersebut berubah bentuk? Sifat benda padat apakah yang ditunjukkan pada peristiwa tersebut? 4. Jawablah pertanyaan pada lembar jawaban yang telah tersedia 3. Tulis nama dan nomor absen pada lembar jawaban yyang telah tersedia 2. Waktu 15 menit 5.CONTOH SOAL Petunjuk Soal: 1. Apa akibatnya bila kita menyimpan kapak di atas meja kaca yang tipis? Sifat benda padat apa yang diterapkan pada peristiwa tersebut? 17 . Sebutkan tiga contoh benda padat yang ada di ruang kelasmu? 2. Kerjakan secara teliti dan cermat 4. Jika sebuah pensil diserut terus-menerus. Selamat bekerja dan semoga sukses 1. Bagaimana bentuk pensil. Apa yang kamu rasakan jika mengangkat tas yang berisi buku? Mengapa demikian? 5. penggaris dan plastisin setelah dipindahkan? 3.

- Kaca tipis akan pecah karena kapaknya berat. Benda padat yang memiliki berat. papan tulis. 3. warna dan ukuran. 2 3 5 5. Buku Pensil Penggaris meja. 2 3 5 4. - Akan terasa berat Karena tas dan buku merupakan benda padat yang memiliki sifat yaitu benda padat memiliki berat. Kunci Jawaban 2.CONTOH KUNCI JAWABAN DAN PEDOMAN PENSKORAN No Soal 1. kursi. 2 2 Skor 1 1 1 Skor Total 3 Pensil. - Ya akan berubah bentuk Bahwa benda padat dapat diubah bentuknya dengan perlakuan tertentu. 3 2 5 18 . penggaris dan plastisin tidak berubah bentuk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->