P. 1
Mesin Dan Peralatan

Mesin Dan Peralatan

|Views: 5,570|Likes:
Published by Hardhani P Hakiki
comment will be appreciated
comment will be appreciated

More info:

Published by: Hardhani P Hakiki on Jan 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengolahan hasil pertanian didefinisikan sebagai setiap
tindakan/aktivitas pengolahan yang dapat dilaksanakan baik di lapangan
maupun perusahaan pengolahan setempat di mana petani terlibat secara aktif.
Definisi lebih khas lagi adalah mempertahankan atau meningkatkan atau
mengubah bentuk atau mengubah sifat-sifat khas hasil pertanian. Aktivitas
pengolahan bertujuan untuk melengkapi hasil yang lebih luas dari bahan
mentah hasil kebun, dengan meningkatkan jumlah hasil akhir, jenis hasil
akhir, maupun keduanya dan juga untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil
akhir tersebut.

Mesin – mesin pengolahan hasil pertanian merupakan sebagian
dari teknik peralatan, yaitu peralatan yang khusus dipergunakan untuk
mengolah hasil-hasil pertanian menjadi bentuk yang dapat dikonsumsi. Pada
praktikum alat dan mesin pertanian kali ini diperkenalkan berbagai macam
alat dan mesin-mesin pertanian seperti alat destilasi, pemarutan, perajangan,
goreng sangan, sortasi, penggilingan, extracting dan lain-lain. Di dalam
industri pangan di mana penggunaan alat dan mesin mempunyai peranan
penting pada pengolahan pangan.

Pada praktikum mesin dan peralatan ini kita juga dapat
mengetahui dan mengenal alat/mesin pertanian, cara pengoperasian dan
metode pengolahan yang tepat dalam penggunaan berbagai alat dan mesin
pertanian. Selain itu kita dapat mengerti bagaimana proses pengolahan suatu
bahan hasil pertanian sampai menjadi produk lanjutan yang dapat
dikomersialkan. Hal itu dapat dimulai dari hal yang sederhana, misalnya
menciptakan produk makanan baru dengan bahan mentah melimpah dan
bernilai ekonomi rendah menjadi makanan yang nilai ekonomis dan gizinya
lebih tinggi.

2

B. Tujuan

Tujuan dari praktikum Mesin dan Peralatan ini yaitu :
1. Mengetahui konstruksi dasar mesin atau alat, bagian–bagian utama alat
serta fungsi dari bagian–bagian tersebut.
2. Mengetahui mekanisme kerja mesin atau alat.
3. Mengetahui cara–cara pengoperasian mesin atau alat berikut cara
pengaturannya sesuai prosedur yang dikehendaki.
4. Mengetahui penampilan teknis mesin, meliputi :
a. Kapasitas mesin atau alat
b. Klasifikasi kualitas produk
c. Randemen

C. Manfaat

Manfaat dari praktikum Mesin dan Peralatan ini adalah sebagai berikut:
1. Memberikan pengetahuan dan pemahaman (pengenalan) yang lebih
tentang alat dan mesin pertanian.
2. Dapat mengetahui setiap fungsi dan kegunaan dari alat dan mesin
pertanian.
3. Menambah pengetahuan tentang pengoperasian alat-alat dan mesin
pertanian.
D. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum Mesin dan Peralatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal
30 Oktober 2010 pukul 08.00 – 15.00 WIB dan hari Minggu tanggal 31
Oktober 2010 pukul 08.00 - 15.00 WIB di Laboratorium Rekayasa Proses
Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas
Sebelas Maret Surakarta.

3

II. TINJAUAN PUSTAKA

Metode distilasi menggunakan pelarut yang bersifat tak bercampur dengan
air, mempunyai titik didih tinggi dan bobot jenis (specific gravity) lebih rendah
dari air. Metode ini digunakan di laboratorium untuk menentukan kadar air suatu
bahan yang mengandung air dalam jumlah yang kecil. Keuntungan dari metode
ini adalah volatile oil yang mungkin terkandung dalam bahan tidak ikut terukur
bersama air karena zat tersebut bercampur dengan pelarut (Hartini,1978).
Ada 4 jenis distilasi yaitu distilasi sederhana, distilasi fraksionasi, distilasi
uap, dan distilasi vakum. Pada distilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah
perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil.
Fungsi distilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-komponen cair, dua
atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi ini
juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari
20°C dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah. Distilasi
uap digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih
mencapai 200°C atau lebih.

Distilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa
yang ingin didistilasi tidak stabil, dengan pengertian dapat terdekomposisi
sebelum atau mendekati titik didihnya atau campuran yang memiliki titik didih di
atas 150°C (Anonima

,2010).
Perajangan (slicing) adalah proses pengecilan ukuran bahan dengan
menggunakan pisau untuk mendapatkan ukuran panjang potongan yang lebih
kecil dan tipis dengan arah melintang, miring, atau sejajar panjang bahan yang
dipotong. Tujuan utama dari perajangan yaitu untuk memperkecil ukuran bahan
sehingga dapat mempercepat proses pengeringan karena permukaan yang
diperbesar dan pada akhirnya penurunan kadar air lebih cepat selama masa
pengeringan. Walaupun pada dasarnya mengiris, merajang, atau memotong adalah
sama, tetapi perajangan yang dilakukan baik di atas landasan maupun tidak,
biasanya menggunakan pisau atau alat-alat lain yang sesuai dengan keperluannya.
Perajangan juga dilakukan untuk mendapatkan produk yang tipis dan beragam.
Pada dasarnya dalam perajangan diperlukan pisau pengiris yang tipis dan tajam,

4

arah perajangannya dapat ke segala arah, ukuran lebar irisan relatif besar bila
dibandingkan dengan tebalnya. Pada umumnya produk yang diperoleh diharapkan
mempunyai struktur dan bentuk yang baik serta beragam (Anonimb

,2010).
Pengeringan adalah suatu metoda atau cara untuk mengeluarkan
(menghilangkan) sebagian air dari suatu bagian pangan dengan cara menguapkan
air tersebut dengan menggunakan energi panas. Dikenal ada 2 teknik pengeringan
yakni pengeringan mekanis dan pengeringan sederhana. Teknik pengeringan
sederhana umumnya masih dilaksanakan oleh masyarakat petani yang tinggal di
pedesaan yakni dengan menjemur langsung produk yang akan dikeringkan. Tentu
saja proses pengeringan berbagai jenis komoditas pertanian tersebut sangat
dipengaruhi oleh frekuensi curah hujan dan intensitas sinar matahari
(Anonimc

,2010).

Beras yang disimpan terlalu lama akan mengalami kerusakan, secara fisik
terlihat hancur, secara kimia kehilangan protein dan vitamin. Untuk menghindari
kerusakan diusahakan mempersingkat waktu penyimpanan dengan cara segera
memanfaatkan beras dalam bentuk diversifikasi makanan dengan bahan dasar
tepung beras. Untuk maksud ini dibangunlah mesin penepung yang mudah dibuat.
Metoda pengerjaan mesin ini adalah dengan perinsip gaya tekan dan gaya gesek
antara stator dan rotor dimana pada rotor terdapat alur yang berguna untuk
mengangkut kembali beras yang belum tergiling halus, pada putaran rotor yang
kencang akan terjadi kemungkinan besar gaya sentripetal yang membawa beras
dan membenturkannya pada dinding stator yang dapat mengakibatkan beras akan
menjadi remuk (Anonimd

,2006)
Goreng sangan merupakan cara pemasakan bahan makanan dengan radiasi
panas, dimana dengan perlakuan-perlakuan tersebut terjadi perubahan keadaan
bahan makanan, baik sifat fisik maupun kimiawinya, sehingga keadaan bahan
pangan ada yang menjadi lunakdan enak dimakan. Dengan pemanasan maka
sebagian besar mikroorganisme dan enzim mengalami kerusakan, sehingga bahan
yang telah dimasak lebih tahan lama selama beberapa hari. Untuk penggorengan
sangan, digunakan radiasi panas dimana terjadi secara pancaran dan berlangsung
tanpa media. Pancaran sinar matahari merupakan jenis perpindahan panas secara

5

radiasi. Namun bertolak dari itu, dalam goreng sangan ini sumber panas diperoleh
dari kompor gas. Proses penggorengan sangan biasanya dilakukan pada bahan
jenis biji-bijian seperti kacang tanah. Dalam hal ini alat penggorengan yang
digunakan dapat berupa otoklaf tipe vertikal maupun tipe horisontal. Pada
dasarnya penggorengan sangan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara,
yang terpenting adalah pemrosesan yang benar (Anonime

. 2010).
Sortasi merupakan pemisahan beras gabah dari sekam, gabah hampa, atau
kotoran ringan lainnya yang didasarkan pada berat jenisnya. Penyusutan
kuantitatif atua penyusutan volume terjadi karena gabah banyak terbuang pada
saat panen, hilang pada waktu pengangkutan, tercecer pada saat perontokan atau
penjemuran. Sedang penyusutan kualitatif dapat disebabkan karena adanya
kerusakan kimiawi atau fisis, seperti gabah yang banyak berkecambah, gabah
banyak yang retak, biji menguning, dan lain sebagainya. Kehilangan akan lebih
banyak lagi untuk jenis padi yang rontok, seperti varietas padi yang unggul.
Betapa besarnya kehilangan hasil tanaman padi, kehilangan-kehilangan seperti ini
harus dicegah/diturunkan sampai seminimal mungkin (Affandi, 1980).
Daging merupakan bahan pangan yang penting dalam memenuhi
kebutuhan gizi. Salah satu proses untuk mengolah daging adalah penggilingan.
Alat penggiling yang umum digunakan adalah penggiling yang digerakkan secara
manual yang terbuat dari bahan besi cor. Besi cor sangat mudah mengalami korosi
dan dapat menyebabkan kerusakan lemak pada daging, sehingga perlu dilakukan
peninjauan ulang terhadap desain alat tersebut. Metode Quality Function
Deployment QFD adalah suatu metodologi pengembangan yang kuat dengan
cakupan aplikasi yang luas. Tujuan utama QFD dalam studi ini adalah untuk
menerapkan konstruksi suatu metode desain yang berorientasi kepada pelanggan
dan menguji kemampuan aplikasi QFD dalam perencanaan desain dan proses
suatu alat penggiling daging (Anonimf

,2010).
Kebutuhan akan permintaan pakan ternak dengan kwalitas baik sangat
tinggi, pada umumnya daging ikan teri kering yang dibuat campuran pembuatan
pakan ternak. Agar diperoleh daging ikan teri yang lembut untuk campuran pakan
ternak yang diingginkan dilakukan penelitian dan percobaan yang bertujuan untuk

6

masalah tersebut. Sebelum merencanakan alat penggiling daging dengan
mekanisme penggilingan sepasang roll tersebut.terlebih dahulu dilakukan survey
dan pengamatan mesin penggiling daging yang sudah ada. Serta mengunakan
data-data yang diperlukan dan menggambarkan sketsa bentuk dan alat yang akan
dibuat dan kemudian dilakukan perhitungan untuk menganalisa komponen yang
akan dibuat dapat sesuai yang diinginkan . Perencanaan mesin penggiling daging
spesifikasinya menggunakan daya 1 Hp yang menghasilkan putaran 1300 rpm,
menggunakan tipe bantalan SingleRow Deep Groove Ball Bearing dengan nomer
6205,Pinion dan gear dengan bahan pokok Stell 150 Syp 50000psi dangan
clerence 1mm. Sedangkan untuk sistem trasmisi menggunakan rantai roll .
menggunakan. Poros baja krom nikel (JIS G 4102) SNC ,dan untuk menyambung
dan menjaga hubungan putaran.digunakan pasak dasar segi empat
(Anonimg

,2010)

Pemanggangan/ oven adalah satu bentuk pemanasan yang dilakukan di
dalam oven dan asal usul proses ini adalah sama tuanya dengan sejarah yang di
rekam. Pada umumnya oven sendiri merupakan alat yang sangat dibutuhkan
dalam proses pemanggangan yang merupakan aspek yang kritis dari seluruh
kegiatan yang mengarah pada produk roti yang berkualitas tinggi. Melalui suatu
alat penghantar panas yang berasal dari sumber gas, suatu massa adonan yang
tidak polatabel diubah menjadi suatu produk yang ringan dan porus, mudah
dicerna dan sangat merangsang (Darsam, 1981)
Pencampuran dipergunakan untuk mempersiapkan kombinasi yang
seragam dari dua atau lebih bahan. Bahan yang dicampurkan dapat berbentuk cair,
padat atau gas. Hasil pencampuran dapat merupakan campuran yang homogen
seperti campuran bahan-bahan cair yang larut satu sama lain dan campuran
heterogen seperti campuran bahan padat yang kering (Nasution, 1977).
Mesin pengaduk atau mixer merupakan salah satu peralatan dapur yang
dapat digunakan untuk mencampur, mengaduk, maupun mengocok bahan atau
adonan makanan. Transmisi daya yang direncanakan pada mesin ini adalah
Transmisi Sabuk-V yang digunakan untuk menurunkan kecepatan putaran sesuai
dengan kecepatan putaran yang diinginkan, dengan menggunakan perbandingan

7

reduksi dan memodifikasi ukuran diameter pulley. Perencanaan dilakukan untuk
mengetahui besarnya tegangan geser yang diizinkan 964 (kg/mm2

) dan tegangan

geser 964 (kg/mm2

) yang dihasilkan pada masing-masing poros. Adapun tegangan

geser 64 (kg/mm2

) yang dihasilkan pada masing-masing poros tidak melebihi dari

tegangan geser yang diizinkan 964 (kg/mm2

).Perancangan mesin pengaduk ini
diharapkan dapat membantu produsen-produsen makanan yang memiliki masala
dalam proses pengadukan (Septianto, 2008).
Ubi kayu atau singkong merupakan salah satu tanamam yang mempunyai
sumber karbohidrat yang cukup tinggi. Oleh karena itu singkong dapat digunakan
sebagai sumber karbohidrat pendamping beras yang banyak digemari oleh
masyarakat luas. Dalam industri makanan seperti tape ubi kayu, kripik, opak ubi
kayu, enyek-enyek juga sangat di gemari oleh masyarakat. Dalam industri tepung
tapioka

singkong

merupakan

bahan

baku

utama

untuk
pembuatan tepung, dalam proses pembuatan tepung tapioka meliputi beberapa
tahap yaitu pengupasan kulit, pencucian, pemotongan, pemarutan, pemisahan,
ekstrasi pati dan pengeringan. Di kalangan masyarakat sendiri proses pembuatan
tepung terdapat dua cara yaitu dengan cara tradisional (fermentasi) dan cara
mesin industri. Dalam perancangan dan pembuatan mesin pemarut singkong
untuk pembuatan tepung tapioka ini terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian
dinamis dan bagian statis. Untuk bagian dinamis sendiri yang meliputi drum
pemarut, saringan sentrifugal dan motor penggerak, sedangkan untuk bagian
statis yang meliputi kontruksi kerangka mesin, pembuatan hopper atas dan bawah
serta penutup saringan. Sehingga pemilihan bahan yang digunakan dalam
pembuatan kerangka mesin yaitu baja siku profil L jenis ST 37 dengan dimensi
40 x 40 x 2 mm (Wahyudi, 2008).
Pengepresan hydraulic pressing, minyak diperoleh dengan cara
memberikan tekanan kepada bahan berminyak yang dibungkus oleh kain penekan.
Keuntungannya waktu yang digunakan singkat namun tidak dapat bekerja secara
kontinu. Sedangkan expeller pressing dapat bekerja kontinu tanpa kain penekan
namun lebih banyak kotoran yang dihasilkan (Iswoyo, 1978) .

8

Bila kita menggunakan teknologi terapan vacuum fryer atau vacuum
frying akan mampu menurunkan titik didih minyak sehingga buah-buahan
berkadar air tinggi yang diolah menjadi keripik tidak mudah hangus. Hasilnya
menjadi lebih bagus, keripik tidak gosong, tetap cerah seperti warna aslinya. Atau
dengan kata lain, kecil kemungkinan untuk terjadi peristiwa oksidasi pada produk
buah olahan yang dihasilkan. Serta kandungan vitamin dari buah olahan tidak
rusak. Kelebihan lainnya adalah dengan adanya penurunan titik didih menjadikan
minyak memiliki umur pakai lebih lama (Anonimh

,2010).
Cara pengemasan yang baik juga dapat meningkatkan masa simpan sale
pisang, sekaligus dapat mempertahankan nilai gizi. Cara pengemasan yang baik
dapat dilakukan selain dengan kemasan yang baik juga dengan pengemasan
hampa (vacum). Cara ini diharapkan dapat mencegah oksidase sale pisag sehingga
meningkatkan masa simpannya. Dalam pengemasan perlu memperhatikan bahan
pengemas dan cara pengemasa. Untuk itu perlu dipelajari cara dan bahan
pengemas yang dapat digunakan untuk mengemas sale pisang. Untuk itu
penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh ketebalan plastik kemasan dan cara
pengemasan terhadap mutu sale pisang Sumedang. Penggunaan jenis kemasan dan
cara pengemasan dimaksudakan dapat memperpanjang jangka waktu
penyimpanan sale pisang Sumedang dan memperluas jangkauan pemasaran
(Anonimi

,2010).

Pengabdian masyarakat dalam bentuk vucer , telah dilaksanakan di Nagara
Paninggahan kecamatan Junjung Sirih kabupaten Solok. Pembuatan alat pemecah
kemiri tipe sentrigugal yang telah teruji ini dilakukan di Bengkel Aneka Mitra
Indoguna Bandar Buat Padang dan uji teknis di bengkel Mekanisasi Pertanian
Fakultas Universitas Andalas, Limau Manis Padang pada bulan Juni sampai
Agustus 2001. Pada pembuatan alat metoda yang digunakan adalah Metoda
Rancangan Shigley dan Mitchell yang terdiri dari : identifikasi masalah,
inventarisasi ide, penyempurnaan ide, dan analisis. Dengan parameter yang
diamati meliputi : kapasitas alat, efisiensi pemisahan, presentase hasil berdasarkan
kelas mutu, serta analisis ilmu ekonomi yang meliputi biaya pokok alat. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa putaran rotor 830 rpm memberikan hasil yang

9

lebih baik di mana didapatkan kapasitas alat sebesar 303,1 kg/jam rendemen
sebesar 37,86% . Presentase hasil pada kelas mutu I sebesar sebesar 57,39%,
mutu II sebesar 30, 39% dan mutu III sebesar 12,23% sedangkan biaya pokok
pemecahan sebesar Rp50,23,00/kg inti kemiri (Husni,2001)
Di dalam alat penguapan, yang bekerja di bawah pengaruh tekanan yang
dikurangi, pompa hampa udara selalu didahului oleh sebuah kondensor untuk
memindahkan suatu jumlah uap yang besar dengan jalan memadatkannya menjadi
bahan cair. Beberapa alat pengembunan (kondensor) untuk uap, mungkin sebuah
kondensor permukaan. Kondensor permukaan pindah panas yang cukup, tempat
uap memindahkan panas laten penguapan ke air pendingin (Earle, 1969).
Komponen utama rotavapor modern adalah sebagai berikut :
1. Unit motor yang memutar termos penguapan atau botol berisi sampel
2. Saluran uap yang bertindak baik sebagai poros untuk rotasi sampel, dan
sebagai saluran vakum untuk uap yang sedang ditarik dari sampel.
3. Sistem vakum, secara substansial mengurangi tekanan dalam sistem
evaporator.

4. Bath pemanasan cairan, umumnya air, untuk memanaskan sampel yang sedang
menguap.
5. Kondensor, campuran pendingin seperti es kering dan aseton ditempatkan.
6. Labu-pengumpulan kondensat di bagian bawah kondensor, untuk tempat
pelarut penyulingan setelah kembali mengembun.
7. mekanisme mekanis atau bermotor untuk segera mengangkat termos
penguapan dari bath pemanasan ( Anonimj

,2010).

10

III. ACARA PRAKTIKUM

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->