P. 1
Rpp Matematika Sma Kls Xii-Is Sem.1 09-10

Rpp Matematika Sma Kls Xii-Is Sem.1 09-10

|Views: 958|Likes:

More info:

Published by: Vix Whitetiger Aishiteru on Jan 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nomor : 1 / kd 1.1
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 8×45 Menit (4 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 1. Menggunakan konsep integral dalam
pemecahan masalah sederhana.
Kompetensi Dasar : 1.1. Memahami konsep integral tak tentu dan
integral tentu.
Indikator Pencapaian : 1.1.1. Mengenal integral tak tentu
sebagai anti turunan.
1.1.2. Menurunkan sifat-sifat integral tak tentu
melalui turunan.
1.1.3. Menentukan integral tak tentu fungsi
aljabar sederhana
1.1.4. Menyelesaikan masalah yang
melibatkan integral tak tentu
1.1.5. Mengenal integral tentu sebagai luas
daerah di bidang datar.
1.1.6. Menurunkan sifat-sifat integral tentu
1.1.7 Menentukan integral tentu dari fungsi
aljabar sederhana.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menyatakan/menjelaskan arti integral tak tentu sebagai
anti turunan.
 Menemukan sifat-sifat integral tak tentu melalui turunan
II. MATERI PEMBELAJARAN
Integral
 Pengertian integral tak tentu
Integral tak tentu merupakan invers dari diferensial atau
turunan (anti diferensial), yakni suatu konsep yang
berhubungan dengan proses penemuan suatu fungsi asal,
apabila turunan atau derivatif dari fungsinya diketahui.
Perhatikan tabel berikut:
pendiferensialan
F(x) F’(x)
pengintegralan
4x
2
8x
4x
2
+ 2 8x
4x
2
+ 20 8x


.
.
.
.
.
.
RPP- 1
4x
2
+ c 8x
Dari tabel pada kolom pertama, terlihat bahwa fungsi F(x)
berbeda hanya pada konstantanya, sedangkan pangkat dan
koefisien variabel x tidak berbeda. Misalkan, konstanta-
konstanta tersebut digantikan dengan C maka anti turunan
dari F’(x)=8x dapat ditulis
F(x) = 4x
2
+ C dengan C suatu konstanta real ...(1)
Proses menentukan fungsi F(x) dari turunannya dinamakan
operasi pengintegralan. Notasi untuk menyatakan operasi
pengintegralan adalah “

dx . . .
” (dibaca: integral dari ...
terhadap x).
Dengan notasi integral, persamaan (1) dapat ditulis sebagai
berikut
F(x) =
∫ ∫
+ · · C x dx x dx x F
2
4 8 ) ( '
Oleh karena C merupakan konstanta sebarang maka bentuk

dx x f ) (
disebut integral tak tentu dari fungsi f(x) terhadap
x.
Secara umum integral tak tentu dinyatakan sebagai berikut

+ · C x F dx x f ) ( ) (
dengan C suatu konstanta real dan f(x) adalah turunan dari
F(x) + C.
 Sifat – sifat integral tak tentu
Misalkan k, n dan C adalah suatu konstanta real, maka
berlaku:
1.

+ · C kx dx k
, sebab turunan kx + C adalah k.
2. 1 ,
1
1
− ≠ +
+
·
+

n dengan C
n
x
dx x
n
n
3.
∫ ∫
· dx x f k dx x kf ) ( ) (
4. C
n
kx
dx kx
n
n
+
+
·
+

1
1
5.
[ ]
∫ ∫ ∫
t · t dx x g dx x f dx x g x f ) ( ) ( ) ( ) (
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
RPP- 2
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Sebagai apersepsi, melakukan tanya jawab
mengenai konsep turunan fungsi (TM)
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini.
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
diawali uji kompetensi awal.(TM & PT)
20
2. Kegiatan Inti
• Membahas pengertian integral tak tentu.
(TM)
60
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
• Menjelaskan proses pengintegralan (integral
tak tentu) melalui turunan dan membimbing
siswa untuk menemukan rumus dan sifat- sifat
integral tak tentu.(TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mempelajari cara menghitung integral
tak tentu, bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa.(TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan.(TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan integral tak tentu fungsi aljabar sederhana.
RPP- 3
 Menyelesaikan masalah yang melibatkan integral tak
tentu.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menentukan integral tak tentu suatu fungsi aljabar
sederhana.
Sebuah fungsi aljabar dalam variabel x dapat berbentuk
linear, kuadrat, derajat tiga atau lebih, juga dapat berbentuk
penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan
perpangkatan. Untuk melakukan pengintegralan secara
sederhana atau secara langsung menggunakan rumus atau
sifat-sifat integral tak tentu, perlu diperhatikan bahwa
integran atau fungsi yang diintegralkan telah berbentuk
umum sesuai rumus atau belum. Jika belum, maka terlebih
dahulu dilakukan tehnik-tehnik perhitungan aljabar
(manipulasi aljabar) tertentu sehingga diperoleh bentuk yang
dapat diintegralkan atau menguraikan integran terlebih
dahulu. Misalnya untuk mengintegralkan (3x – 2)
2
terhadap x
dengan menggunakan rumus yang telah ditemukan pada KD
sebelumnya, maka harus diubah terlebih dahulu menjadi
bentuk 9x
2
– 12x + 4. Demikian juga bentuk-bentuk yang
kemungkinan melibatkan sifat-sifat bilangan berpangkat,
misalnya bentuk
3 2
x
diubah menjadi 3
2
x
. Sehingga
C x dx x dx x + · ·
∫ ∫
3
5
3
2
5
3
3 2
.
 Menentukan fungsi F(x) jika F’(x) dan F(a) diketahui.
Misalkan, turunan suatu fungsi F’(x) maka fungsi F(x) dapat
ditentukan dengan cara mengintegralkan F’(x) sebagai
berikut

· dx x F x F ) ( ' ) (
Dalam hal ini, F(x) adalah hasil integral tak tentu sehingga
F(x) memuat konstanta sebarang, yaitu C. Jika F(a) diketahui
maka konstanta C dapat ditentukan dengan cara
mensubstitusikan nilai x = a ke dalam F(x).
 Menentukan persamaan kurva y = f(x).
Telah diketahui cara menentukan gradien garis singgung
pada kurva y = f(x) adalah dengan mencari turunan
pertamanya, misalkan f’(x) atau
dx
dy
di titik yang berabsis x.
Berarti kita dapat menentukan persamaan kurva y = f(x) bila
diketahui gradien garis singgung dan sebuah titik pada kurva
itu, dengan melakukan pengintegralan dan Konstanta C
dapat diperoleh melalui substitusi nilai x dan y pada titik
yang diketahui pada kurva.
 Penerapan dalam bidang ekonomi.
RPP- 4
Fungsi biaya marginal pada dasarnya merupakan turunan
dari fungsi biaya total, sehingga jika diketahui suatu fungsi
marginal dan biaya tetapnya, maka dengan proses integral
dapat ditentukan fungsi biaya totalnya.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Sebagai apersepsi, melakukan tanya jawab
mengenai materi pada pertemuan sebelumnya.
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini.
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
memberikan beberapa masalah pada mata
pelajaran lain yang dapat diselesaikan dengan
menggunakan integral tak tentu dan
memberikan soal kuiz.
15
2. Kegiatan Inti
• Membahas beberapa contoh soal tentang
integral tak tentu (cara menentukan integral
tak tentu) dengan tanya jawab.
• Memberikan penjelasan cara-cara
menyelesaikan masalah sederhana dengan
menggunakan integral tak tentu melalui contoh
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain.
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan.
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
60
3. Kegiatan akhir 15
RPP- 5
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah
PERTEMUAN III
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menyatakan luas daerah di bidang datar dalam bentuk
integral tentu.
 Menurunkan/Merumuskan sifat-sifat integral tentu.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Integral tentu sebagai luas daerah.
Integral tentu merupakan integral dari suatu fungsi yang
nilai-nilai variabel bebasnya memiliki batas-batas tertentu.
Salah satu kegunaannya adalah untuk menghitung luas
daerah yang terletak antara kurva y = f(x) dan sumbu
koordinat (misalnya sumbu X) dalam rentang daerah yang
dibatasi oleh x = a dan x = b, untuk a < b.
Pada integral tak tentu diketahui

+ · C x F dx x f ) ( ) (
...(1)
hasil integrasi untuk rentangan wilayah tertentu, katakanlah
x=a dan x=b, untuk a<b, maka nilai x dapat disubstitusi
dengan a dan b sehingga, ruas kanan bentuk (1) menjadi:
(F(b)+C) – (F(a)+C) = F(b) – F(a) + C – C
= F(b) – F(a) ...(2)
(2) adalah hasil integral tentu dari f(x) antara a dan b. Secara
lengkap persamaan (1) dan (2) dapat ditulis menjadi:
] ) ( ) ( ) ( ) ( a F b F x F dx x f
b
a
b
a
− · ·

... Rumus integral tentu.
 Untuk lebih jelasnya pandang fungsi f dengan y = f(x)
yang didefenisikan pada interval tutup
[ ] b a,
seperti pada
gambar. Bagilah interval
[ ] b a,
menjadi n interval dengan
panjang masing-masing
n
x x x x ∆ ∆ ∆ ∆ , ... , , ,
3 2 1
dengan x
0
, x
1
,
x
2
, ... ,x
n
adalah koordinat x dari n titik interval tersebut dan
1 −
− · ∆
i i i
x x x
.
Pada setiap interval bagian
[ ]
i i
x x ,
1 −
, ambil sebuah titik
sebarang
i
x
yang terletak ditengah-tengah interval bagian
tersebut. Selanjutnya, buatlah persegi panjang dengan
panjang masing-masing f(
1
x ),f(
2
x ),f(
3
x
),f(
4
x ),f(
5
x
) dan
lebar masing-masing x ∆ . (sebagai contoh untuk n=5).
Y
Y = f(x)
RPP- 6

X
a=x
0
x
1
x
2
x
3
x
4
x
n
=b
1
x
2
x
3
x
4
x
5
x
Luas daerah dibawah kurva y = f(x) dapat dihampiri atau
didekati dengan menghitung jumlah luas persegipanjang-
persegipanjang tersebut, yaitu A = A
1
+ A
2
+ A
3
+ A
4
+ A
5
=

·

5
1
) (
i
i i
x x f
Jumlah ini disebut jumlah Riemann yang ditafsirkan sebagai
jumlah luas-luas persegipanjang pada setiap partisi.
Luas sebenarnya dari daerah di bawah kurva y = f(x) dapat
dihitung dengan mengambil nilai n yang cukup besar ( n
∞ →
). Jadi luas daerah di bawah kurva ditentukan dengan
menghitung
A =

·
∞ →

n
i
i i
n
x x f
1
) ( lim
. Jika jumlah tersebut ada, fungsi f
dikatakan terintegralkan pada interval [a,b]. Integral
tersebut dinamakan integral tentu f dari a ke b yang
dinyatakan oleh

b
a
dx x f ) (
dan didefenisikan sebagai

b
a
dx x f ) (
=

·
∞ →

n
i
i i
n
x x f
1
) ( lim
. Dengan demikian

b
a
dx x f ) (

menyatakan batasan luas daerah yang tercakup di antara
kurva y = f(x) dan sumbu X pada interval [a,b].
 Misalkan fungsi F kontinu pada interval [a,b] dan F
sebarang anti turunan dari f pada selang tersebut maka

b
a
x f ) (
dx = [F(x)
b
a
] = F(b) – F(a), maka dengan mudah dapat
diperoleh rumus 1 ; ) (
1
1
1
1
1 1 1
− ≠ −
+
·
]
]
]

+
·
+ + +

n a b
n
x
n
dx x
n n
b
a
n
b
a
n
Sifat-sifat integral tentu
a.
) ( a b c dx c
b
a
− ·

b.
∫ ∫
·
b
a
b
a
dx x f c dx x f c ) ( ) (
c.
∫ ∫ ∫
t · t
b
a
b
a
b
a
dx x g dx x f dx x g x f ) ( ) ( )) ( ) ( (
d.
∫ ∫
− ·
a
b
b
a
dx x f dx x f ) ( ) (
RPP- 7
e.
0 ) ( ·

a
a
dx x f
f.
∫ ∫
·
b
a
b
a
dt t f dx x f ) ( ) (
g.
c b a dengan ; f(x)dx f(x)dx f(x)dx
c
a
c
b
b
a
< < · +
∫ ∫ ∫
h.
b] [a, interval pada 0 f(x) jika , 0 f(x)dx
b
a
≥ ≥

i.
b] [a, interval pada 0 f(x) jika , 0 f(x)dx
b
a
≤ ≤

Temukan atau buktikan sifat-sifat di atas melalui beberapa
contoh.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab,
penemuan dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Sebagai apersepsi, melakukan tanya jawab
mengenai materi pada pertemuan sebelumnya.
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini.
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
10
2. Kegiatan Inti
• Menjelaskan integral tentu sebagai luas
daerah di bidang datar dan membimbing siswa
untuk menemukan sifat-sifat integral tentu.
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain.
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan.
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
65
RPP- 8
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
pertanyaan atau tanggapan
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah
15
PERTEMUAN IV
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menemukan sifat-sifat integral tentu (lanjutan pertemuan
sebelumnya)
 Menentukan integral tentu dari fungsi aljabar sederhana.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Lanjutan sifat-sifat integral tentu
 Pada dasarnya perhitungan integral tentu untuk fungsi
aljabar sederhana dapat dilakukan dua proses, yaitu mencari
suatu integral taktentu, kemudian menerapkan teorema
dasar kalkulus.
Dengan menggunakan teorema dasar kalkulus
“Misalkan fungsi F kontinu pada interval [a,b] dan F sebarang
anti turunan dari f pada selang tersebut maka

b
a
x f ) (
dx =
[F(x)
b
a
] = F(b) – F(a)“, maka menghitung integral tentu dari
fungsi aljabar sederhana dapat dilakukan dengan mudah.
Dengan singkat dapat dilakukan:
1. Tentukan anti turunan dari Integran
2. Substitusi batas-batas integral sesuai teorema dasar
kalkulus
3. Hitung nilai integral.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
RPP- 9
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Sebagai apersepsi, melakukan tanya jawab
mengenai materi pada pertemuan sebelumnya.
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini.
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
memberikan soal kuis.
10
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab dibahas kelanjutan
sifat-sifat integral tentu.
• Dengan tanya jawab, dibahas cara
menggunakan teorema dasar kalkulus dalam
menentukan integral suatu fungsi aljabar
sederhana.
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain.
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan.
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
70
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah sebagai tugas individu
• Mengarahkan siswa untuk mencari dan
menjawab soal UN dan atau UMPTN/SMPTN
mengenai integral tentu dan integral tak tentu
sebagai tugas.
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah
10
RPP- 10
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 1 –
10.
- Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII
Program Ilmu Sosial, Noormandiri, 2005.
Erlangga hal 1 – 13.
- Buku paket Matematika SMA kelas XII Program
Studi ilmu sosial dan Bahasa, H. Sunardi, dkk.
Bumi Aksara hal 1-16.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 3 – 7
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Kuiz, Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
 Uji Kompetensi awal
Sebelum pembelajaran ini dimulai, kerjakan soal-soal
berikut:
1. Tuliskan turunan dari fungsi-fungsi berikut:
a. 1 2 2
2
+ + · x x y
b. x x x y 2
2
1
2
1
3
+ + ·
c. ) 1 (
2
+ · x x y
d.
x
y
1
·
2. Gambarkan grafik fungsi-fungsi berikut pada bidang
koordinat Cartesius.
a. y=2x + 1 dan 3
2
+ · x y b.
2
) 1 ( − · x y dan y=2x
 Kuis, Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Kuiz 1
Isian atau
Uraian
Singkat
Jika F(x) = 3x
2
+4x, maka F’(x)= 6x+4.
Tentukanlah

+ dx x ) 4 6 (
.
2.
Jika diketahui

+ · C kx kdx
, maka
tentukanlah

dk
.
3. Buktikan atau tuliskan alasan singkat bahwa
nilai dari
C x adalah dx x +

2
3
3
2
.
RPP- 11
4.
Kuiz 2
Isian atau
Uraian
Singkat
Tentukan nilai dari

100
100
100
dz z .
5.
Diketahui

· −
2
0
2
4 ) 2 3 ( dx x x , maka
tentukanlah nilai dari


0
2
2
) 2 3 ( dx x x !
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
6.
Tugas
Individu
Uraian
Selesaikan integral tak tentu berikut:
a. dx x

3 2
c.

dx
x
2
3
b. dx
x
x x

+ ) 3 10 (
2 4
d.

+ − dx x x ) 1 )( 1 (
7. Hitunglah nilai integral tentu berikut:
a.

4
0
dx x x d.



1
1
3
3
)
1
( dx
x
x
b.


− −
0
1
2
) ( dx x x
c.
∫ ∫
− + + + −

2
0
2
0
1
) 2 ( ) 1 )( 2 ( dx x x dx x x
8. Diketahui kurva y=f(x). Tentukan
persamaan kurva, jika
dx
dy
= 2x + 1 dan titik
(2,4) terletak pada kurva.
9. Jika diketahui persamaan fungsi biaya
marginal suatu perusahaan adalah MC =
2Q
3
+3Q
2
-7 dan biaya tetapnya sebesar 30,
maka tentukan:
a. Persamaan biaya total
b. Persamaan biaya rata-rata
1.
Ulangan
PG
Jika b>0 dan



− · +
b
dx x
2
1 ) 1 ( 2 , maka nilai
b adalah …
a. 5 b. 4 c. 3 d. 2 e. 1
2.
Uraian
Diketahui turunan pertama fungsi F(x)
adalah F’(x)=3x
2
-2x+3 dan F(-1) = 2.
Tentukan fungsi F(x).
3. Hitunglah nilai dari
a.


3
0
) 1 2 ( dx x b. dx
x


2
2
4
6
Keterangan:
 Uji kompetensi awal diberikan pada awal
pertemuan I
 Kuiz dilaksanakan pada awal pertemuan kedua
dan keempat
RPP- 12
 Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan IV.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. e 1
2.
Diketahui 3 2 3 ) ( '
2
+ − · x x x F dan F(-1) = 2
Ditanyakan F(x) = ....
Penyelesaian
F(x) =

dx x F ) ( '
F(x) =

+ − dx x x ) 3 2 3 (
2
F(x) = c x x x + + − 3
2 3
1
1
1
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
Oleh karena F(-1) = 2, maka
2 ) 1 ( 3 ) 1 ( ) 1 (
2 3
· + − ⋅ + − − − c
⇔-1 – 1 – 3 + c = 2
⇔- 5 + c = 2
⇔ c = 2 + 5
⇔ c = 7
Jadi, F(x) = 7 3
2 3
+ + − x x x
1
1
1
1
1
Jumlah skor nomor 2 8
3.
a.


3
0
) 1 2 ( dx x =
[ ]
3
0
2
x x −
= ( ) ( ) 0 0 3 3
2 2
− − −
= 6 – 0
= 6
b. dx
x


2
2
4
6
=



2
2
4
6 dx x
=
2
2
3
3
6


]
]
]


x
=
2
2
3
2

]
]
]


x
=
,
`

.
|




8
2
8
2
= 0
1
1
1
1
1
1
1
1
Jumlah skor nomor 3 8
D. program Tindak Lanjut
 Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti
program remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Hitunglah integral tak tentu berikut:
a.

dx 5
RPP- 13
b.

− dx x x ) 2 (
2
c.

+ −

dx x x x ) 5 5 (
4 3
d.

+ dx x
2
) 7 3 (
2. Tentukan F(x) jika diketahui sebagai berikut:
a.
2
6 ) ( ' x x F · dan F(0) = 2
b. x x x F 2 5 ) ( '
2
− ·

dan F(5) = 4
3. Titik (1,3) terletak pada sebuah kurva. Jika
gradien garis singgung pada kurva tersebut sama dengan
8x, tentukan persamaan kurva tersebut.
4. Hitunglah integral tak tentu berikut.
a.


4
0
) 1 3 ( dx x
b.

+
2
1
3
) ( dx x x
c.


9
1
3
dx x
5. Tentukan nilai p dari persamaan

· −
p
dx x
0
1 ) 2 2 (
 Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti
program pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Tentukan nilai p dari persamaan berikut.
a.

·

0
2
2
3
2
p
dx
x
x x
b.


· − +
p
dx x x
1
2
1
2
10 ) ) 2 ((
2. Diketahui f(t) = 2t
2
+t – 6 ,
2
3
2 ≤ ≤ − t ,
tentukan:
a.

,
`

.
|


x
x
dt t f
dx
d
1
) (
b.

,
`

.
|

2
3
) (
x
dt t f
dx
d
c.

,
`

.
|

+

y y
dt t f
dy
d
2
2
2
2
) (
3. Jika


·
x
x
dt t x f
2
6 ) (
dan f(x) = 18, tentukan
nilai x !
RPP- 14
4. Tentukan F(x) jika diketahui
x
x
dx
dF
− ·
1
dan
F(9) = 15.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 2 /kd.1.2
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 4×45 Menit (2 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 1. Menggunakan konsep integral dalam
pemecahan masalah sederhana.
Kompetensi Dasar : 1.2 Menghitung integral tak tentu dan
integral tentu dari fungsi aljabar
sederhana.
Indikator Pencapaian :1.2.1 Menguraikan integral tak tentu dan
integral tentu dengan cara substitusi.
1.2.2 Menentukan integral dengan cara
substitusi.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Melakukan integral tak tentu dan integral tentu dengan
cara substitusi.
II. MATERI PEMBELAJARAN
Integral
 Integral dengan metode substitusi
RPP- 15
Pada fungsi-fungsi tertentu melakukan pengintegralan tak
tentu secara langsung terkadang cukup rumit untuk
mendapatkan hasil. Oleh karena itu diperlukan cara khusus
sehingga integral tak tentunya dapat dengan mudah
ditentukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah
dengan metode substitusi atau penggantian variabel,
misalnya pada

+ dx x x 4
2
, dilakukan penggantian
terhadap variabel x sehingga integralnya menjadi lebih
sederhana. Adapun caranya sebagai berikut.
Misalkan u = x
2
+ 4 maka du = 2x dx atau dx =
2
1
du
sehingga

+ dx x x 4
2
berubah menjadi

du u
2
1
. atau

du u
2
1
. Kemudian, selesaikan integral dalam variabel u
tersebut dan akhirnya variabel u diganti kembali dengan
variabel x.
Secara umum, langkah-langkah yang ditempuh untuk
menghitung integral dengan metode substitusi adalah
1. Memilih suatu fungsi u = g(x), kemudian menghitung du
= g’(x)dx.
2. Menggantikan variabel x ke dalam variabel u.
3. Menghitung integral dalam variabel u.
4. Menggantikan kembali variabel u hasil pada langkah 3
dengan variabel x.
Metode tersebut dirumuskan dalam teorema berikut
“Misalkan, g(x) suatu fungsi yang dapat diturunkan dan F
adalah suatu anti turunan dari f, Jika u = g(x) maka
. )) ( ( ) ( ) ( ) ( ' )) ( ( C x g F C u F du u f dx x g x g f + · + · ·
∫ ∫
Untuk integral tentu, setelah langkah 4 di atas digunakan
teorema dasar kalkulus untuk menghitung nilainya.
Demikian juga, jika pada penggantian variabel x menjadi
variabel u diikuti dengan perubahan terhadap batas-batas
pengintegralan yang berlaku pada x menjadi berlaku pada u,
maka integralnya dapat dihitung langsung dalam variabel u.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
RPP- 16
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan (TM)
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab, dibahas cara
menghitung integral tak tentu dan tentu
dengan cara substitusi atau membimbing siswa
untuk mengubah bentuk fungsi yang komplek
menjadi bentuk fungsi yang sederhana melalui
beberapa contoh. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM )
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah
10
PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dengan
menggunakan tehnik substitusi.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dengan
cara substitusi.
RPP- 17
Konsep dasar dari metode substitusi adalah mengubah
persoalan integral yang kompleks menjadi bentuk integral
yang sederhana menggunakan pemisalan atau perubahan
variabel. Jika
4 2 4 2 5 2
) 1 ( 10 ) 2 ( ) 1 ( 5 ) 1 ( − · − · − x x x x x
dx
d
, maka

+ − · − C x dx x x
5 2 4 2
) 1 ( ) 1 ( 10
.
Rumus dasar yang dapat digunakan adalah
Jika f(x) suatu fungsi yang dapat diturunkan maka
C x f
n
dx x f x f x f d x f
n n n
+
+
· ·
+
∫ ∫
1
) (
1
1
) ) ( ' ( ) ( )) ( ( ) ( dengan n
bilangan rasional dan n ≠ -1. Pemilihan f(x) harus tepat
sehingga perhitungan integral menjadi mudah.
Untuk integral tentu dengan cara substitusi perlu
diperhatikan bahwa setelah menentukan integral tak
tentunya atau sebelum menerapkan teorema dasar kalkulus
maka variabel integral harus dikembalikan ke variabel
semula karena batas-batas yang dimiliki untuk variabel awal.
Untuk dapat melakukan integral secara langsung dalam
variabel pengganti, maka dilakukan perubahan yang
berpadanan terhadap batas-batas pengintegralan sesuai
variabel yang dipilih. Untuk jelasnya perhatikan contoh.
Contoh
Tentukan hasil dari
. 4 ) 1 (
1
0
4 3
dx x x x

+ +
Jawab
Misalkan, u = x
4
+ 4x maka du=(4x
3
+4)dx=4(x
3
+1)dx
sehingga diperoleh
dx x x x

+ + 4 ) 1 (
4 3
=

+ + dx x x x ) 1 ( 4 ( 4
3 4
4
1
= du u

4
1
=
du u

2
1
4
1
=
C x x C u + + · +
2
3
2
3
) 4 (
4
6
1
6
1
Kemudian, gunakan teorema dasar kalkulus untuk
menghitung integral tentunya, yaitu
. 4 ) 1 (
1
0
4 3
dx x x x

+ +
=
[ ]
0
1
) 4 (
2
3
4
6
1
x x +
=
0 ) 5 (
2
3
6
1

=
1 2 5
6
1
=
5
6
5
Jadi,
. 4 ) 1 (
1
0
4 3
dx x x x

+ +
=
125
6
1
=
5
6
5
Akan tetapi, jika pada saat melakukan penggantian u = x
4
+
4x dilakukan perubahan yang berpadanan terhadap batas-
batas menjadi u=0
4
+4.0=0 dan u=1
4
+4.1=5 maka
integralnya dapat langsung dihitung dalam variabel u.
RPP- 18
. 4 ) 1 (
1
0
4 3
dx x x x

+ +
=
du u

2
1
4
1
=
[ ] 0 ) 5 . ( .
2
3
2
3
6
1
5
0 3
2
4
1
− · u
=
5
6
5
.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan (TM)
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan hubungan materi sebelumnya
dengan materi yang akan dipelajari. (TM)
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab dan penugasan,dibahas
cara menghitung integral tentu dengan integral
taktentu dengan menggunakan cara substitusi
melalui beberapa contoh. (TM & PT)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
60
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari
serta menjawab soal-soal UN, UMPTN dan atau
SMPTN tentang integral substitusi sebagai
tugas. (KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
15
• SUMBER BELAJAR
RPP- 19
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 11 –
21.
- Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII
Program Ilmu Sosial, Noormandiri, 2005.
Erlangga hal 14,15,23.
- Buku paket Matematika SMA kelas XII Program
Studi ilmu sosial dan Bahasa, H. Sunardi, dkk.
Bumi Aksara hal 7 - 27.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 3 – 8
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Tugas
individu
Uraian
Selesaikan integral berikut dengan cara
substitusi dan cara langsung (menguraikan
integran)

dx x x
3 3 4
8 ) 2 (
2.
Hitunglah nilai dari dx x

+
4
0
1 2 .
3. Biaya Marginal mingguan untuk
memproduksi x unit barang diberikan oleh
C’(x)=
2
) 1 (
500
+ x
dengan C’(x) adalah biaya
produksi dalam dolar. Jika C(0) = 2000
perminggu, tentukan fungsi biaya C(x) dan
besarnya C(x) jika x = 1000 unit.
1.
Ulangan
PG
. . .
) 3 (
2
2
1
3 2
·



dx
x
x
a.
8
3
b.
8
3

c.
3
4
d.
3
4


e. 2
2.
Uraian
Selesaikan integral berikut

+
dx
x
x
2
2
3
2
Keterangan:
RPP- 20
 Tugas individu diberikan setelah pembelajaran KD
1.2 ( pada akhir pertemuan II ).
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. b 1
2.
Diketahui

+
dx
x
x
2
2
3
2
Ditanyakan hasil pengintegralannya dengan cara substitusi
Penyelesaian
Misalkan u = x
3
+ 2, maka du = 3x
2
dx atau x
2
dx = du
3
1
,
sehingga

+
dx
x
x
2
2
3
2
=

+
dx x
x
2
3
2
2
berubah menjadi

⋅ du
u
3
1 2
atau

du
u
1
3
2
.
Selanjutnya

du
u
1
3
2
=


du u
2
1
3
2
=
c
u
+
+ −

+ −
1 3
2
2
1
1
2
1
= c u + ⋅
2
1
1
2
3
2
= c u +
3
4
Jadi, dengan mengganti u kembali dengan x
3
+ 2, diperoleh

+
dx
x
x
2
2
3
2
= c x + +2
3
4
3
.
1
1
1
1
1
1
1
1
Jumlah skor nomor 2 8
D. program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti
program remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Selesaikan integral tak tentu berikut:
a.

− dx x
7
) 2 3 (
b.

+ dx x x
2 3
3 ) 1 (
2. Hitunglah nilai integral tentu berikut.
a.

+
1
0
2
) 1 3 ( dx x
RPP- 21
b.
dx x

+
4
0
1 2
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti
program pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Selesaikan integral tak tentu berikut:
a.

+ dx x x 2 3
b.
dx x x


2 2
2 9
2. Diberikan materi pengayaan tentang cara
pengintegralan lain, yaitu integral parsial untuk soal
nomor 1 di atas, kemudian dengan batas tertentu yang
diberikan, hitunglah nilai integral tentu tersebut.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RPP- 22
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 3 /kd. 1.3
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 6×45 Menit(3 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 1. Menggunakan konsep integral dalam
pemecahan masalah sederhana.
Kompetensi Dasar : 1.3 Menggunakan integral untuk
menghitung luas daerah di bawah kurva.
Indikator Pencapaian : 1.3.1. Menjelaskan luas suatu daerah
yang dibatasi oleh suatu kurva dan
sumbu-sumbu koordinat dengan
gambar
1.3.2. Menghitung luas suatu daerah yang
dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-
sumbu koordinat.
1.3.3. Menghitung luas suatu daerah diantara
dua kurva.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menyatakan rumus luas suatu daerah dengan integral
yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu pada bidang
koordinat dalam gambar dan sebaliknya.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menggambarkan suatu daerah yang dibatasi oleh
beberapa kurva(hanya gambar sketsa). Langkah-langkah
yang diperlukan untuk menggambar sketsa tersebut adalah
RPP- 23
1. Titik-titik potong dengan sumbu koordinat (sumbu X
dan sumbu Y)
2. Atau menentukan beberapa titik kemudian
menghubungkannya atau menentukan hal-hal istimewa
suatu persamaan kurva yang akan digambar (fungsi
linear, Fungsi kuadrat, Fungsi pangkat tiga).
3. Untuk beberapa kurva, diperlukan titik potong dari
kurva itu, sebab titik-titik potong merupakan batas-batas
yang diperlukan.
 Rumus luas suatu daerah.
1. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x) dengan
sumbu X.
Misalkan, y = f(x) menyatakan persamaan kurva pada
bidang koordinat dan misalkan f kontinu dan tidak
negatif (f(x)>0) pada interval [a,b] seperti pada
gambar berikut.
Y
Y=f(x)
L
a b X
Luas daerah yang diarsir di atas adalah
L =

b
a
dx x f ) (
, yaitu luas daerah yang dibatasi oleh
kurva y = f(x), sumbu X, garis x=a dan garis x = b
dengan f(x)>0 pada interval [a,b].
Jika kurva y = f(x) bernilai negatif (f(x)<0) pada
interval [a,b] atau kurva berada di bawah sumbu X
maka

b
a
dx x f ) (
bernilai negatif, berarti tidak dapat
digunakan untuk menyatakan luas daerah karena luas
daerah selalu dinyatakan dengan bilangan tak negatif.
a b X
L
y=f(x)
RPP- 24
Namun, bilangan negatif tersebut adalah negatif dari
luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x) pada
interval [a,b]. Sehingga luas daerah yang diarsir pada
gambar di atas adalah L = -

b
a
dx x f ) (
=

b
a
dx x f ) (
,
yaitu luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=f(x),
sumbu X , x=a dan x = b, dengan f(x)<0 pada interval
[a,b].
Jika kurva f(x) sebagian di bawah sumbu X, sebagian di
atas sumbu X, misalnya pada interval [a,b], f(x)>0 dan
pada interval[b,c], f(x)<0, maka luas daerah yang
dibatasi oleh kurva y = f(x), dan sumbu X dalam
interval [a,c] adalah
L =

,
`

.
|
− +
∫ ∫
c
b
b
a
dx x f dx x f ) ( ) (
=
∫ ∫
+
c
b
b
a
dx x f dx x f ) ( ) (
.
2. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva x=g(y), sumbu Y.
Jika kurva x = g(y) berada di kanan sumbu Y pada
interval c<y<d, maka luas daerah yang dibatasi oleh
kurva x=g(y), x=c, x=d dan sumbu Y adalah L =

d
c
dy y g ) (
.
Jika kurva x = g(y) berada di kiri sumbu Y pada interval
c<y<d, maka luas daerah yang dibatasi oleh kurva
x=g(y), x=c, x=d dan sumbu Y adalah L = -

d
c
dy y g ) (
=

d
c
dy y g ) (
.
Jika kurva x = g(y) sebagian berada dikiri, sebagian di
kanan sumbu Y (misalkan pada interval c<y<d, g(y)<0
dan pada interval d<y<e, g(y)>0), maka luas daerah
yang dibatasi oleh kurva x = g(y) dan sumbu Y
pada interval c<y<e adalah
L =
∫ ∫
+ −
e
d
d
c
dy y g dy y g ) ( ) (
.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No Kegiatan Waktu
RPP- 25
. (menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
memberi kuiz.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya, menggambar grafik fungsi
sederhana.
20
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab dan diskusi, membahas
cara mengambar suatu daerah yang dibatasi
oleh suatu kurva melalui beberapa contoh,
menyatakan rumus luasnya dengan integral
dan sebaliknya. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
60
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menghitung luas suatu daerah yang dibatasi oleh suatu
kurva dan sumbu-sumbu koordinat.
RPP- 26
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menghitung luas daerah yang dibatasi oleh suatu kurva
dan sumbu-sumbu koordinat.
Untuk menentukan luas daerah antara suatu kurva dengan
sumbu-sumbu koordinat lakukan langkah-langkah berikut:
a. Perhatikan gambar kurvanya (Buat sketsa daerah
yang akan dihitung luasnya, jika belum ada), di atas
sumbu X atau di bawah sumbu X atau sebagian di atas
sumbu X dan sebagian di bawah sumbu X, demikian juga
untuk sumbu Y di kiri atau di kanan.
b. Pilih rumus luas yang cocok untuk digunakan atau
Jika kurvanya di bawah sumbu X, luasnya tidak boleh
negatif dan rumus luas harus diberi tanda negatif atau
batas integralnya dari kanan ke kiri, demikian juga untuk
di kiri sumbu Y. Dengan kata lain(misalkan kurvanya
y=f(x), x=g(x)) , jika f(x)>0, untuk x∈[a,b], gunakan
rumus luas L =

b
a
dx x f ) (
, jika f(x)<0, untuk x∈[a,b]
gunakan rumus luas L=-

b
a
dx x f ) (
=

b
a
dx x f ) (
=

a
b
dx x f ) (
, jika sebagian di bawah dan sebagian di atas
sumbu X gunakan penjumlahan kedua rumus tersebut.
Demikian juga untuk sumbu Y.
c. Gunakan integral tentu (teorema dasar kalkulus)
untuk menentukan nilai integral tersebut atau luas
tersebut.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
RPP- 27
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab atau diskusi, untuk
Membahas cara menghitung luas daerah yang
dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-sumbu
koordinat. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10
PERTEMUAN III
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menghitung luas suatu daerah diantara dua kurva.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Luas daerah antara dua kurva.
Untuk menghitung luas daerah yang dibatasi oleh dua kurva,
ditentukan terlebih dahulu interval pengintegralan dengan
menghitung absis titik potong antara dua kurva itu.
RPP- 28
Perhatikan gambar
Y
y
1
=f(x)
y
2
= g(x)
X
O a b
Luas daerah yang dibatasi oleh kedua kurva pada gambar di
atas dalam interval [a,b] dengan f(x)>g(x) adalah
L =
∫ ∫

b
a
b
a
dx x g dx x f ) ( ) (
=
{ ¦


b
a
dx x g x f ) ( ) (

=


b
a
dx y y ) (
2 1
Rumus itu juga berlaku untuk daerah yang berada di bawah
sumbu x. Dengan kata lain luas daerah antara 2 kurva tidak
mengenal kurva yang terletak di bawah sumbu X yang diberi
tanda “-“
 Menghitung luas daerah diantara dua kurva
Langkah-langkah menghitung luas daerah di antara dua
kurva adalah sebagai berikut
a. Gambarkan sketsa daerah yang akan dihitung luasnya.
b. Tentukan absis titik potong kedua kurva untuk dijadikan
batas integral (jika merupakan batas integral)
c. Jika f(x) ≥ g(x), untuk x ∈[a,b], gunakan rumus
L =
∫ ∫

b
a
b
a
dx x g dx x f ) ( ) (
=
{ ¦


b
a
dx x g x f ) ( ) (
, Jika f(x) ≤
g(x) untuk x ∈[a,b], gunakan rumus
L =
∫ ∫

b
a
b
a
dx x f dx x g ) ( ) (
=
{ ¦


b
a
dx x f x g ) ( ) (
.
d. Gunakan integral tentu untuk menentukan nilainya.
III.METODE PEMBELAJARAN
RPP- 29
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab,
penemuan dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
10
2. Kegiatan Inti
• Bertanya jawab atau berdiskusi untuk
menemukan rumus dan cara menghitung luas
daerah yang dibatasi oleh dua kurva. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari
dan menjawab soal UN, UMPTN dan atau
15
RPP- 30
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
SMPTN tentang luas daerah dengan integral
sebagai tugas (KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah dan bersiap untuk uji
kompetensi (dalam bentuk ulangan blok)
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 22 –
29.
- Buku Pelajaran Matematika SMA
kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri,
2005. Erlangga hal 15 - 20.
- Buku paket Matematika SMA
kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa,
H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 30 - 40.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 10 - 11
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Kuiz, Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
Kuis, Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Kuiz Isian atau
uraian
singkat
Tulislah rumus luas dari daerah yang diarsir
pada gambar berikut
Y y = x – 1



O 1 4 X
2. Arsirlah daerah yang luasnya dirumuskan
oleh

+
2
0
) 3 ( dx x pada gambar!
RPP- 31
Y= x + 3
3
-3 O X
3.
Tugas
Individu
Uraian
Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh
kurva y = x
2
– 4x + 3, sumbu X, x = 0
dan x = 4
4.
Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh y =
x
2
, x = y
3
dan x + y = 2.
1.
Ulangan
PG
Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=x
2
dan y = -x adalah … satuan luas.
a.
6
1
b.
6
2
c.
6
3
d.
6
4
e.
6
5
2. Uraian
Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh
y=x
2
, y=8-x
2
dan y = 4x + 12.
Keterangan:
 Kuiz diberikan pada awal pertemuan I
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan III.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. a 1
2. Diketahui suatu daerah dibatasi oleh y = x
2
, y = 8 – x
2
dan y = 4x
+ 12
Ditanyakan Luas daerah tersebut = ....
Penyelesaian
Daerah yang dibatasi oleh y = x
2
, y = 8 – x
2
dan y = 4x + 12
dinyatakan oleh daerah yang diarsir dalam gambar berikut.
RPP- 32
Y
y = x
2
A = Luas daerah yang dibatasi oleh y = x
2
dan y = 4x + 12
B = Luas daerah yang dibatasi oleh y = x
2
dan y = 8 – x
2

Luas Daerah yang diarsir = A – B
Absis titik potong y = x
2
dan y = 4x + 12, yaitu
x
2
= 4x + 12
x
2
– 4x – 12 = 0
(x – 6)(x + 2) = 0
x = 6 atau x = - 2
Sehingga A =


− +
6
2
2
) 12 4 ( dx x x =
6
2
3 2
3
1
12 2

]
]
]

− + x x x
= 72 – )
3
40
(− =
3
256
Absis titik potong y = x
2
dan y = 8 – x
2
, yaitu
x
2
= 8 – x
2
2x
2
= 8
x
2
= 4
x = 2 atau x = - 2
sehingga B =


− −
2
2
2 2
) 8 ( dx x x =
2
2
3
3
2
8

]
]
]

− x x
= )
3
32
(
3
32
− −
5
1
1
1
1
2
2
1
1
2
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
=
3
64
Jadi, luas daerah yang diarsir =
3
256
-
3
64
=
3
192
satuan luas
sebagai luas daerah yang dibatasi oleh y = x
2
, y = 8 – x
2
dan y =
4x + 12.
2
1
Jumlah skor soal nomor 2 20
D. Program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Gambarlah luas daerah yang dinyatakan oleh
integral tertentu berikut (dengan cara mengarsir)
a.

4
0
4xdx
b.


2
1
3
dx x
RPP- 33
X
y = 8 - x
2
y = 4x + 12
2. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh:
a. kurva y = 2 – 2x, sumbu X, garis x = 0, dan garis x = 4
b. kurva y = x + 2, garis y = 2, garis y = 4, dan sumbu Y
c. Kurva y = x
2
, kurva y = x, garis x=0, dan garis x = 1
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Tentukan Luas daerah yang dibatasi oleh:
a. kurva
y x − · 1
, garis y = 0, garis y = 1, dan sumbu Y
b. kurva y = x
3
– 4x dan kurva y = x
2
– 4x
2. Daerah yang dibatasi oleh kurva f(x) = 6x –
x
2
dan y=0 pada interval 4 1 ≤ ≤ x memiliki luas 24 satuan
luas. Gambarkan daerah tersebut, kemudian gambarkan
lagi dua daerah yang dibatasi oleh fungsi kuadrat lainnya
yang mempunyai luas yang sama dengan luas gambar
tadi( 24 satuan luas).
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 4 / kd. 2.1
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 4×45 Menit (2 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 2. Menyelesaikan masalah program linear.
Kompetensi Dasar : 2.1Menyelesaikan sistem pertidaksamaan
linear dua variabel.
Indikator Pencapaian : 2.1.1 Mengenal pertidaksamaan linear dua
variabel.
2.1.2 Menjelaskan sistem
pertidaksamaan linear dua variabel
RPP- 34
2.1.3 Menentukan penyelesaian sistem
pertidaksamaan linear dua variabel
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menjelaskan dan menentukan penyelesaian
pertidaksamaan linear dua variabel.
 Menuliskan suatu sistem pertidaksamaan linear dua
variabel
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Arti sistem pertidaksamaan linear dua variabel.
Persamaan ax + by = c merupakan persamaan linear dua
variabel. Jika tanda sama dengan (=) pada persamaan
tersebut diganti dengan salah satu tanda <,>, ≤, atau ≥
maka diperoleh bentuk pertidaksamaan linear dengan dua
variabel (x,y sebagai variabel dan a,b,c ∈ R). Dengan
demikian pertidaksamaan linear dapat pula diartikan
pertidaksamaan dengan variabel pangkat satu. Gabungan
dua atau lebih pertidaksamaan linear yang terdiri dari dua
variabel disebut sistem pertidaksamaan lineardengan dua
variabel.
 Menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear.
Pasangan terurut (a,b) dikatakan memenuhi pertidaksamaan
linear dua variabel dalam x dan y jika x diganti dengan a dan
y diganti dengan b diperoleh pernyataan yang benar.
Adapun semua pasangan titik yang merupakan penyelesaian
dari pertidaksamaan linear dua variabel disebut himpunan
penyelesaian. Untuk mendapatkan himpunan penyelesaian
tersebut dapat dilakukan dengan metode grafik pada bidang
koordinat kartesius dan uji titik.
Misalkan pertidaksamaan ax + by ≤ c
a. Buat grafik garis ax + by =
c
1. Tentukan titik-titik potong garis ax+by = c dengan
sumbu-sumbu koordinat.
2. Tarik garis lurus antara kedua titik tersebut
3. Garis lurus itu mempunyai persamaan ax+by=c.
b. Uji titik
Ambil suatu titik sembarang, misal (x,y) dengan (x,y)
tidak terletak pada garis ax+by=c. Substitusikan titik
tersebut ke dalam pertidaksamaan ax + by ≤ c. Ada dua
kemungkinan sebagai berikut.
1. Apabila pertidaksamaan tersebut bernilai benar,
maka himpunan penyelesaian adalah daerah yang
memuat titik tersebut dengan batas garis ax+by = c.
2. Apabila pertidaksamaan tersebut bernilai salah,
maka himpunan penyelesaian adalah daerah yang
RPP- 35
tidak memuat titik tersebut dengan batas garis
ax+by=c.
Perlu diperhatikan, untuk membedakan garis pada
pertidaksamaan yang mengandung tanda ≤ atau ≥
dengan < atau > dibuat garis yang berbeda, yaitu untuk
tanda ≤ atau ≥ dipakai garis penuh dan untuk tanda <
atau > dipakai garis putus-putus. Demikian juga untuk
daerah penyelesaian, apakah yang memenuhi diarsir atau
tidak, disesuaikan dengan kesepakatan.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini. (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Membahas materi prasyarat: Sistem
koordinat kartesius, persamaan garis melalui
dua titik. (TM)
• Menjelaskan beberapa contoh permasalahan
dalam kehidupan sehari-hari, kemudian
mendiskusikan contoh lain yang menyangkut
materi program linear serta memberikan uji
kompetensi awal. (TM & PT)
20
2. Kegiatan Inti
• Menjelaskan pengertian dan bentuk umum
sistem pertidaksamaan linear dua variabel dan
bertanya jawab tentang cara menentukan
himpunan penyelesaian suatu pertidaksamaan.
(TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan
tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan
atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
60
RPP- 36
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear
dua variabel.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear
dua variabel.
Menentukan himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan
berarti menentukan irisan himpunan penyelesaian dari
setiap pertidaksamaan yang membentuk sistem tersebut.
Jika himpunan penyelesaiannya tidak beririsan maka
penyelesaian dari pertidaksamaan-pertidaksamaan tersebut
adalah himpunan kosong. Langkah-langkah yang diperlukan
untuk menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear adalah
sebagai berikut.
1. Menggambar masing-masing garis dari setiap
pertidaksamaan.
2. Menentukan daerah penyelesaian masing-masing
pertidaksamaan.
3. Irisan daerah penyelesaian setiap pertidaksamaan
merupakan daerah penyelesaian sistem
pertidaksamaan.
 Menentukan sistem pertidaksamaan linear jika
daerah penyelesaiannya diketahui dapat dilakukan langkah-
langkah berikut.
1. Menentukan persamaan garis dari gambar. Persamaan
garis yang melalui yang melalui dua titik (x
1
,y
2
) dan
(x
2
,y
2
) ditentukan dengan rumus
1 2
1
1 2
1
x x
x x
y y
y y


·


2. Gunakan titik uji untuk menentukan tanda
pertidaksamaan.
III.METODE PEMBELAJARAN
RPP- 37
o Metode : Ekspositori, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan (TM)
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab, membahas tentang
cara menentukan himpunan penyelesaian
sistem pertidaksamaan (TM)
• Membahas cara penentuan sistem
pertidaksamaan linear bila daerah
penyelesaian diketahui. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
RPP- 38
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah (TM)
• Mengarahkan siswa untuk mencari dan
menjawab soal UN, UMPTN & atau SMPTN
tentang sistem pertidaksamaan linear 2
variabel. (KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 37 -
44.
- Buku Pelajaran Matematika SMA
kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri,
2005. Erlangga hal 31 - 36.
- Buku paket Matematika SMA
kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa,
H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 47 - 54.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 19 – 20
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU
kelas 2, Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi
Prayitno. 1995. DEPDIKBUD hal 136 – 138.
- Matematika 2b kelas 2 SMU
semester 2. 2003. PT. INTAN PARIWARA hal
112-114.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
 Uji Kompetensi awal
Sebelum pembelajaran ini dimulai, kerjakan soal-soal
berikut:
RPP- 39
1. Buatlah sketsa dari grafik fungsi x + y = 30 pada bidang
koordinat Cartesius, kemudian tentukan titik potong
kedua garis tersebut!
2. Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan
linear dua variabel berikut
¹
'
¹
· +
· +
7 2
12 3 2
y x
y x
 Kuiz, Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Tugas
Individu
Uraian
Gambarlah daerah penyelesaian dari
pertidaksamaan berikut: ( daerah yang
diarsir merupakan daerah penyelesaian)
a. 3x + 2y

6
b. -1 < y < 4
2.
Tunjukkan daerah penyelesaian sistem
pertidaksamaan
2x + 3y

12
5x + 6y ≤ 30
x

0
y ≥ 0
1. Ulangan PG
Daerah yang diarsir pada gambar memenuhi
sistem pertidaksamaan ….
a.
20 5 4 ; 2 ; 2 ; 0 ; 0 ≤ + ≤ ≥ ≥ ≥ y x x y y y x
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
b.
20 5 4 ; 2 ; 2 ; 0 ; 0 ≤ + ≥ ≥ ≥ ≥ y x x y y y x
c.
20 4 5 ; 2 ; 2 ; 0 ; 0 ≤ + ≤ ≥ ≥ ≥ y x x y y y x
d.
20 4 5 ; 2 ; 2 ; 0 ; 0 ≤ + ≥ ≥ ≥ ≥ y x x y y y x
e.
20 5 4 ; 2 ; 2 ; 0 ; 0 ≥ + ≥ ≥ ≥ ≥ y x x y y y x
2. Uraian
Gambarlah daerah penyelesaian dari sistem
pertidaksamaan berikut
¹
¹
¹
¹
¹
'
¹


≤ +
≥ +
0
0
5
18 9 2
y
x
y x
y x
Keterangan:
 Uji kompetensi awal diberikan pada awal
pertemuan I
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan II.
RPP- 40
X
Y
0
2
4
5
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. a 1
2. Diketahui sistem pertidaksamaan berikut
¹
¹
¹
¹
¹
'
¹


≤ +
≥ +
0
0
5
18 9 2
y
x
y x
y x
Ditanyakan gambar daerah penyelesaian sistem
Penyelesaian
- Persamaan garis 2x +
9y = 18 memotong sumbu X di (9,0) dan sumbu Y di (0,2),
daerah penyelesaiannya terletak di sebelah kanan garis
tersebut.
- Persamaan garis x + y
= 5 memotong sumbu X di (5,0) dan sumbu Y di (0,5), daerah
penyelesaiannya terletak di sebelah kiri garis tersebut.
- Daerah penyelesaian
yang memenuhi
0 , 0 ≥ ≥ y x
di kuadran I.
- Gambar daerah
tersebut adalah
1
1
1
5
Jumlah skor soal nomor 2 8
D. Program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Tunjukkan pada diagram Cartesius, daerah
himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan linear
berikut.
a. 2x – y < 4
b. x – 2y ≤ 10
RPP- 41
Y
X
0
2
5
9
5
2. Tunjukkan pada diagram Cartesius, daerah
himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua
variabel berikut.
a.
10 5 ; 8 ; 0 ; 0 < + ≤ + ≥ ≥ y x y x y x
b.
6 2 4 ; 9 5 2 ; 0 ; 0 ≤ − ≤ + ≥ ≥ y x y x y x
3. Tentukan sistem pertidaksamaan linear untuk
daerah yang diarsir pada diagram Cartesius berikut.
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Coba
diskusikan dengan teman Anda, apakah perbedaan
sistem pertidaksamaan linear dan sistem pertidaksamaan
linear. Bagaimana cara menentukan penyelesaian dari
sistem pertidaksamaan linear dan sistem persamaan
linear?
2. Titik-titik
sudut suatu segitiga adalah O(0,0), A(3,3) dan B( 0 , 4
2
1
).
a. Gambarlah OAB ∆ dalam koordinat
Cartesius, kemudian arsirlah bagian dalam segitiga
tersebut.
b. Tulislah suatu sistem pertidaksamaan yang
himpunan penyelesaiannya adalah daerah yang diarsir
pada jawaban a.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RPP- 42
X
Y
6 2 0
-5
3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 5 / kd 2.2
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 6×45 Menit (3 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 2. Menyelesaikan masalah program linear.
Kompetensi Dasar : 2.2 Merancang model matematika dari
masalah program linear.
Indikator Pencapaian : 2.2.1 Mengenal masalah yang merupakan
program linear
2.2.2 Menentukan fungsi objektif dan
kendala dari program linear
2.2.3 Menggambarkan daerah fisibel
dari program linear
2.2.4 Merumuskan model matematika
dari masalah aplikatif program linear.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menjelaskan masalah yang merupakan program linear
 Menentukan fungsi objektif dan kendala dari program
linear.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Program Linear
Program linear merupakan suatu cara yang bertujuan untuk
menentukan himpunan penyelesaian bagi suatu sistem
pertidaksamaan yang berkaitan dengan masalah
pengoptimalan, yaitu memaksimalkan atau meminimalkan
suatu tujuan atau sasaran dari suatu masalah sehari-hari.
Sebagai contoh adalah mencari keuntungan maksimum
sehari-hari dari suatu produk yang dijual di pasaran.
Suatu masalah dikatakan masalah program linear apabila
memenuhi ketentuan-ketentuan berikut
1. Tujuan persoalan yang akan dicapai harus dapat
dinyatakan dalam bentuk fungsi linear f(x,y) = Z = ax +
by. Fungsi linear ini dikenal sebagai fungsi tujuan atau
fungsi sasaran (fungsi objektif atau bentuk objektif). a,b
koefisien peubah-peubah yang mempengaruhi fungsi
tujuan.
Contoh.
RPP- 43
Suatu perangkat soal terdiri atas soal pilihan ganda dan
soal uraian. Jumlah kedua soal itu adalah 13 butir. Untuk
menjawab satu soal pilihan ganda memerlukan waktu 3
menit, untuk menjawab satu soal uraian memerlukan
waktu 10 menit. Waktu yang tersedia 60 menit. Jika tiap
soal pilihan ganda mendapat skor 5 dan tiap soal uraian
mendapat skor 15, berapa banyak soal masing-masing
harus dijawab agar mendapat skor sebanyak-banyaknya?
Buatlah bentuk objektifnya.
Jawab
Misalnya banyak soal pilihan ganda adalah x dan banyak
soal uraian adalah y. Fungsi tujuan adalah f(x,y) = 5x +
15y. Jadi, bentuk objektifnya adalah 5x + 15y.
2. Harus ada alternatif pemecahan masalah yang membuat
fungsi tujuan mencapai optimum (keuntungan yang
sebanyak-banyaknya, pengeluaran yang sekecil-kecilnya
dan sebagainya).
3. Sumber-sumber yang tersedia dalam jumlah yang terbatas,
seperti bahan mentah terbatas, modal terbatas, dan
sebagainya. Pembatasan-pembatasan dari sumber yang
tersedia ini harus dapat dinyatakan dalam bentuk
pertidaksamaan linear. Dengan kata lain bentuk-bentuk
pertidaksaman ini merupakan kendala dari masalah program
linear.
Perhatikan contoh pada 1 di atas. Kendala-kendalanya
adalah x + y ≤ 13, 3x + 10y ≤ 60 , x≥0 dan y≥0.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
memberikan soal kuiz. (TM&PT)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
20
2. Kegiatan Inti
• Dengan ceramah, guru menjelaskan
masalah-masalah yang merupakan masalah
program linear (TM)
• Dengan tanya jawab, melalui contoh dibahas
60
RPP- 44
cara menentukan fungsi objektif dan kendala
suatu masalah program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah (PT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah (TM)
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menggambarkan daerah fisibel dari program linear.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Daerah fisibel dari program linear
Daerah fisibel merupakan daerah penyelesaian sistem
pertidaksamaan atau kendala yang membatasi suatu
masalah program linear untuk mencapai tujuan atau sasaran
yang optimal. Oleh karena itu cara menggambar daerah
fisibel dari program linear sama saja dengan cara
menggambar daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan
linear.
Contoh.
Gambar daerah penyelesaian contoh pada 1 di atas adalah
daerah yang diarsir berikut. Penyelesaian yang mungkin dari
persoalan tersebut adalah pasangan berurutan (x,y) yang
memenuhi sistem tersebut. Daerah yang memenuhi
pasangan berurutan tersebut dinamakan daerah fisibel.
Y
13
RPP- 45
6
X
O 13 20
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan diskusi atau Tanya jawab,
membahas cara-cara menggambar daerah
fisibel suatu masalah program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
65
RPP- 46
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10
PERTEMUAN III
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Merumuskan model matematika dari masalah program
linear.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Model matematika dari masalah program linear.
Dalam masalah program linear, pembentukan suatu model
matematika sangatlah menentukan. Model matematika
merupakan terjemahan bahasa sehari-hari menjadi bahasa
matematika agar lebih sederhana dan mudah dipahami.
Model matematika di dalam program linear, dibagi menjadi
dua bagian, yaitu.
1. Model matematika yang menyangkut fungsi tujuan
( berbentuk fungsi linear).
2. Model matematika yang menyangkut syarat-syarat atau
batasan-batasan atau kendala-kendala (berbentuk
pertidaksamaan linear)
Langkah-langkah menuliskan persolan sehari-hari kedalam
bahasa matematika adalah sebagai berikut:
1. Tuliskan ketentuan-ketentuan yang ada ke dalam suatu
tabel
2. Buatlah pemisalan untuk objek-objek yang belum
diketahui dalam variabel (x,y dan sebagainya)
3. Buatlah sistem pertidakasamaan dari hal-hal yang telah
diketahui
4. Tentukan fungsi objektitnya.
Contoh.
Suatu kapal dapat mengangkut penumpang sebanyak-
banyaknya 240 orang. Penumpang kelas utama dapat
membawa bagasi seberat 60 kg dan kelas ekonomi seberat
20 kg. Kapal tersebut hanya dapat memuat bagasi paling
banyak 7200kg. Harga sebuah tiket kelas utama
Rp200.000,00 dan sebuah tiket kelas ekonomi
RPP- 47
Rp100.000,00. Harapan pengelola kapal untuk dapat
memperoleh harga jual tiket yang setinggi-tingginya. Buatlah
model matematikanya!
Jawab.
Model matematikanya adalah x + y ≤ 240, 60x+20y ≤
7200, x≥0 dan y≥0. fungsi tujuannya adalah 200000x +
100000y.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, tanya jawab, penemuan
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
10
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab, membahas cara
menuliskan atau menemukan model
matematika dari suatu program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM & PT)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
15
RPP- 48
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
rumah (PT)
• Mengarahkan siswa untuk mencari dan
menjawab soal UN, UMPTN dan atau SMPTN
tentang model matematika dari masalah
program linear. (KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah (TM)
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 37 -
44.
- Buku Pelajaran Matematika SMA
kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri,
2005. Erlangga hal 37 - 51.
- Buku paket Matematika SMA
kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa,
H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 55 - 60.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 20 - 21
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU
kelas 2, Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi
Prayitno. 1995. DEPDIKBUD hal 139 – 140.
- Matematika 2b kelas 2 SMU
semester 2. 2003. PT. INTAN PARIWARA hal
115-116.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
RPP- 49
Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Tugas
Individu
Uraian
Suatu kapal dapat mengangkut penumpang
sebanyak-banyaknya 240 orang.
Penumpang kelas utama dapat membawa
bagasi 60 kg dan kelas ekonomi sebanyak
20 kg. Kapal tersebut hanya dapat memuat
bagasi paling banyak 7200kg. Harga sebuah
tiket kelas utama Rp 200000,- dan
sebuah tiket kelas ekonomi Rp 100000,-.
Harapan pengelola kapal dapat memperoleh
harga jual tiket yang setinggi-tingginya.
Buatlah model matematikanya.
2.
Setiap semester seorang agen mobil A
memesan dagangan dari pusatnya yang
berupa sedan dan van yang berturut-turut
memberi laba kepadanya sebesar 5 juta dan
3,5 juta per unit yang terjual. Kantor pusat
mengharuskan agen untuk memesan sedan
paling sedikit 20% dari seluruh pesanan. Di
tempat agen, luas ruang pamer (showroom)
sekaligus gudang hanya cukup untuk 10
sedan saja atau untuk 15 buah van saja.
Dalam keadaan demikian, agen tetap ingin
memaksimumkan laba total dengan
memperhatikan banyak sedan dan van yang
sebaiknya dipesan (persemester) bila
diketahui bahwa pada akhir semester
dagangan lama pasti habis terjual. Buatlah
model matematika dari masalah tersebut
dan gambarkan daerah fisibelnya !
1.
Ulangan
PG
Harga 1 Kg beras Rp2.500,00 dan 1 kg gula
Rp4.000,00. Seorang pedagang memiliki
modal Rp300.000,00 dan tempat yang
tersedia hanya memuat 1 kuintal. Jika
pedagang tersebut membeli x kg beras dan
y kg gula, maka sistem pertidaksamaan dari
masalah tersebut adalah ….
a.
0 ; 0 ; 100 ; 600 8 5 ≥ ≥ ≤ + ≤ + y x y x y x
b.
0 ; 0 ; 100 ; 600 8 5 ≥ ≥ ≤ + ≥ + y x y x y x
c.
0 ; 0 ; 100 ; 600 8 5 ≥ ≥ ≥ + ≤ + y x y x y x
d.
0 ; 0 ; 1 ; 10 8 5 ≥ ≥ ≤ + ≤ + y x y x y x
e.
0 ; 0 ; 1 ; 10 8 5 ≥ ≥ ≥ + ≤ + y x y x y x
2. Uraian
Seorang siswa boleh memilih jurusan IPS jika
memenuhi syarat sebagai berikut
- J
umlah nilai Ekonomi dan Sosiologi tidak
boleh kurang dari 12
- N
ilai setiap mata pelajaran tidak boleh
kurang dari 5.
Misalnya nilai Ekonomi x dan nilai Fisika y,
maka Gambarkan daerah fisibel yang sesuai
dari masalah tersebut!
Keterangan:
RPP- 50
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan III.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. a 1
2. Sistem pertidaksamaan untuk model pada soal adalah
12 ; 10 ; 10 ; 5 ; 5 ≥ + ≤ ≤ ≥ ≥ y x dan y x y x
Daerah yang memenuhi:
- 5 ≥ x di sebelah kanan garis x = 5
-
5 ≥ y
di sebelah atas garis y = 5
- 10 ≤ x di sebelah kiri garis x = 10
-
10 ≤ y
di sebelah bawah garis y = 10
Daerah penyelesaian harus di sebelah kanan garis yang memotong
sumbu X di titik (0,12) dan sumbu Y di titik (12,0), yaitu
12 ≥ +y x
.
Gambarnya adalah
5
1
1
1
1
1
5
Jumlah skor soal nomor 2 15
D. Program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Untuk membuat serabi jenis A diperlukan 6
ons tepung beras dan 4 ons tepung terigu. Untuk
membuat serabi jenis B diperlukan 8 ons tepung beras
dan 5 ons tepung terigu. Tepung beras yang tersedia 34
ons dan tepung terigu yang tersedia sebanyak 22 ons.
Keuntungan yang diperoleh serabi jenis A adalah
Rp150,00 perbuah dan serabi jenis B adalah Rp200,00 per
buah. Buatlah model matematika dari masalah tersebut
agar diperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
2. Gambarkan daerah fisibel soal nomor 1 di
atas.
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
RPP- 51
X
Y
10
5
10
5
0
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
Membahas daerah fisibel program linear bulat
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 6 / kd 2.3
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 6×45 Menit (3 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 2. Menyelesaikan masalah program linear.
Kompetensi Dasar : 2.3 Menyelesaikan model matematika dari
masalah program linear dan
penafsirannya.
Indikator Pencapaian : 2.3.1 Menentukan nilai optimum dari suatu
fungsi objektif dalam daerah
penyelesaian
2.3.2 Memecahkan masalah program
linear
2.3.3 Menafsirkan solusi dari masalah
program linear.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan nilai optimum dari suatu fungsi objektif.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Nilai optimum dari suatu fungsi objektif
Permasalahan dalam program linear selalu berhubungan
dengan pengoptimasian (memaksimumkan atau
meminimumkan) fungsi objektif berdasarkan kendala yang
membatasinya.
Adapun bentuk umum fungsi objektif adalah Z=f(x,y)= ax +
by, dengan a dan b ∈ R, x dan y
RPP- 52
merupakan variabel pada sistem pertidaksamaan yang
merupakan fungsi kendala dari fungsi objektif tersebut.
Nilai optimum dapat ditentukan dengan cara uji titik sudut
atau garis selidik.
1. Cara uji titik sudut
Cara ini dilakukan untuk menghitung nilai fungsi objektif
di setiap titik sudut dari daerah penyelesaian. Kemudian
membandingkan antara satu nilai dengan nilai lainnya.
Dengan demikian, dapatlah ditentukan titik fungsi
objektif maksimum atau minimum.
Langkah-langkah menentukan nilai optimum bentuk
objektif
a.Gambar daerah penyelesaian dari sistem
pertidaksamaan persoalan program linear.
b.Tentukan koordinat titik-titik sudut daerah penyelesaian
tersebut.
c. Hitunglah nilai bentuk objektif untuk titik-titik tersebut.
d. Nilai optimum bentuk objektif dapat dicari dari nilai
pada langkah c.
2. Menggunakan garis selidik ax + by = k
Penggunaan garis selidik akan mempermudah dan
mempercepat menentukan nilai optimum suatu bentuk
fungsi objektif.
Jika bentuk objektif dari persoalan program linear adalah
f(x,y) = ax + by, maka garis selidik mempunyai
persamaan ax + by = k. Persamaan ini berupa
garis lurus dengan gradien m=
b
a
− . Dengan
mengambil beberapa nilai k,akan diperoleh garis-garis
yang sejajar. Satu diantara garis-garis sejajar tersebut
melalui suatu titik yang mengakibatkan nilai bentuk
objektif mencapai optimum.
Langkah-langkah untuk menentukan nilai optimum
dengan cara tersebut adalah
a. Gambar daerah penyelesaian dari sistem
pertidaksamaan persoalan program linear.
b. Lukis garis-garis selidik melalui titik-titik sudut daerah
penyelesaian.
c. Nilai optimum dapat dicari dengan melihat nilai-nilai k
dari langkah b.
Kedua cara di atas dapat digunakan untuk menentukan nilai
optimum suatu bentuk objektif dari daerah penyelesaian
yang gambarnya diketahui atau sistem pertidaksamaannya.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
RPP- 53
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
memberikan soal kuiz. (TM&PT)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
20
2. Kegiatan Inti
• Dengan ceramah, guru menjelaskan
masalah-masalah yang merupakan masalah
program linear (TM)
• Dengan tanya jawab, melalui contoh dibahas
cara menentukan fungsi objektif dan kendala
suatu masalah program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
60
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah (TM)
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menyelesaikan masalah program linear.
II. MATERI PEMBELAJARAN
RPP- 54
 Solusi dari masalah program linear.
Untuk menyelesaikan masalah program linear, dapat
digunakan langkah-langkah berikut.
1. Buatlah model matematikanya
2. Gambarlah daerah penyelesaian dari model tersebut
3. Tentukan nilai optimum dari fungsi tujuannya (dengan
cara menyelidiki titik-titik sudut dari daerah penyelesaian
atau cara menggunakan garis selidik)
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran (TM)
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan ™
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan diskusi atau Tanya jawab,
membahas cara-cara menggambar daerah
fisibel suatu masalah program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
10
RPP- 55
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
PERTEMUAN III
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menafsirkan solusi dari masalah program linear.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menafsirkan solusi dari masalah program linear.
Mengulang perlakuan untuk menyelesaikan masalah program
linear mulai dari membentuk model matematikanya, gambar
daerah penyelesaian sampai pada penentuan nilai optimum
melalui contoh soal.
Dalam beberapa persoalan program linear terdapat nilai-nilai
varibel yang berupa pecahan padahal variabel tersebut mewakili
suatu benda yang bulat. Sehingga nilai optimum hanya bisa
dicapai pada titik fisibel bulat, merupakan salah satu contoh
penafsiran solusi program linear. Dengan kata lain menafsirkan
solusi berarti menemukan jawaban atau penyelesaian suatu
masalah yang dapat diterima untuk mencapai nilai optimum dan
pada titik fisibel mana, nilai itu dicapai, kemudian
mengembalikan penyelesaian itu ke dalam masalah tersebut
atau menyimpulkan hasil yang diterima untuk masalah tersebut.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab,
penemuan dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran (TM)
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan (TM)
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
10
RPP- 56
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab, membahas cara
menuliskan atau menemukan model
matematika dari suatu program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Mengarahkan siswa untuk mencari dan
menjawab soal UN, UMPTN dan atau SMPTN
tentang menyelesaikan masalah program linear
(KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah sekaligus bersiap untuk
ulangan blok(TM)
15
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 37 -
44.
- Buku Pelajaran Matematika SMA
kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri,
2005. Erlangga hal 37 - 51.
RPP- 57
- Buku paket Matematika SMA
kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa,
H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 55 - 60.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 20 - 21
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU
kelas 2, Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi
Prayitno. 1995. DEPDIKBUD hal 139 – 140.
- Matematika 2b kelas 2 SMU
semester 2. 2003. PT. INTAN PARIWARA hal
115-116.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Tugas
Individu
Uraian
Gambarlah daerah penyelesaian sistem
pertidaksamaan berikut, kemudian carilah
nilai maksimum bentuk obyektif yang
diberikan.
3x + 2y

30, x + 2y

22, x

0, y

0
dengan bentuk obyektif 2x + 5y
2.
Luas suatu daerah parker adalah 176 cm
2
.
Rata-rata luas untuk parker mobil 4 m
2
dan
rata-rata luas untuk bus 20 m
2
. Daya muat
maksimum hanya 20 kendaraan. Biaya
parker untuk mobil Rp1000,00/jam dan
Rp2000,00/jam untuk bus. Jika dalam satu
jam tidak ada kendaraan yang keluar dan
masuk, maka hitung hasil maksimum
tempat parker tersebut!
1.
Ulangan PG
Perhatikan diagram berikut
Daerah yang diarsir merupakan daerah
penyelesaian dari suatu pertidaksamaan.
Nilai minimum bentuk obyektif f(x,y) = 30x
RPP- 58
X
Y
A(6,0)
C(0,5)
B(1,)
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
+ 10y dalam daerah penyelesaian tersebut
adalah ….
a. 30
b. 50
c. 55
d. 60
e. 180
2. Uraian
Seorang pedagang mebel mempunyai
tambahan modal Rp800.000,00. Dia akan
membeli meja seharga Rp75.000,00 per unit
dan kursi seharga Rp50.000,00 per unit.
Tokonya hanya dapat memuat tambahan 12
unit meja dan kursi. Keuntungan dari
penjualan 1 unit meja adalah Rp10.000,00
dan dari 1 unit kuris Rp12.500,00. Jika
x=banyak meja dan y=banyak kursi,
hitunglah banyak meja dan kursi yang harus
dibeli agar keuntungan maksimal!
Keterangan:
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan III.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. b 1
2. Memaksimalkan f(x,y) = 10.000x+12.500y dengan kendala
¹
¹
¹
¹
¹
'
¹


≤ +
≤ +
0
0
32 2 3
12
y
x
y x
y x
x,y ∈B
Titik B perpotongan garis x+y = 12 dan 3x + 2y = 32
2x + 2y = 24
3x + 2y = 32 _
- x = -8
x = 8 dan y = 4
Gambar daerah penyelesaian (daerah yang diarsir)
Titik x y F(x,y)
A 0 12 150.000
5
1
1
1
5
3
RPP- 59
X
Y
B
12 10
16
12
A
Maksimal
B 8 4 130.000
- 10 2 125.000
Jadi banyak meja dan kursi masing-masing harus dibeli agar
keuntungan maksimal adalah 0 dan 12 buah.
1
Jumlah skor soal nomor 2 17
D. Program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Menjawab ulang soal ulangan setelah
pembahasan ulang materi tentan program linear
2. Suatu model matematika ditentukan oleh
sistem pertidaksamaan linear berikut.
R y x y x y x ∈ ≤ − ≥ ≥ , ; 12 ; 0 ; 2

a. Tentukan daerah himpunan penyelesaian sistem
pertidaksamaan linear tersebut pada bidang Cartesius.
b. Pada daerah penyelesaian, tentukan nilai maksimum
dan minimum bentuk objektif f = x + y. Pada titik mana
nilai maksimum dan minimum itu tercapai?
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Membahas cara menafsirkan hasil untuk
masalah program linear bulat.
2. Membahas penyelesaian program linear
dengan menggunakan 3 variabel melalui soal berikut
Tentukan nilai x, y, z yang memaksimalkan fungsi objektif
f(x,y,z)=7x+11y+9z dengan kendala
¹
¹
¹
¹
¹
¹
¹
¹
¹
'
¹
≤ +
· + −
≤ + −



10 2
2 2
22 9 2 4
0
0
0
z y
z y x
z y x
z
y
x
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
RPP- 60
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 7 / kd 3.1
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 6×45 Menit (3 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks dalam
pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 3.1 Menggunakan sifat-sifat dan operasi
matriks untuk menunjukkan bahwa
suatu matriks persegi merupakan
invers dari matriks persegi lain
Indikator Pencapaian : 3.1.1 Mengenal matriks, matriks persegi
3.1.2 Menguraikan sifat-sifat dan
operasi aljabar atas dua matriks.
3.1.3 Menggunakan sifat-sifat dan
operasi matriks persegi
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menjelaskan tentang matriks, matriks persegi
 Melakukan operasi aljabar atas dua matriks
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Matriks
Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk
persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom.
Susunan bilangan-bilangan itu biasanya diletakkan di dalam
RPP- 61
kurung biasa atau kurung siku. Bilangan-bilangan dalam
susunan itu dinamakan anggota atau unsur atau elemen
matriks.
Baris sebuah matriks adalah susunan elemen-elemen yang
mendatar (horisontal) dalam susunan tersebut. Sedangkan
kolom adalah susunan elemen-elemen yang tegak (vertikal)
dalam matriks tersebut. Matriks biasanya dinyatakan dengan
huruf besar dan elemennya dinyatakan dengan huruf kecil.
Jika A adalah sebuah matriks, maka kita akan menggunakan
a
ij
untuk menyatakan elemen yang terdapat pada baris ke-i
dan kolom ke-j dari A, i=1,2,3,...,m dan j=1,2,3,...,n.
A = (a
ij
)=
m ke baris
....
2 ke baris
1 ke baris
...
... ... ... ...
...
...
2 1
2 22 21
1 12 11



]
]
]
]
]
]

mn m m
n
n
a a a
a a a
a a a

n ke
kolom
2 ke
kolom
1 ke
kolom






Ordo matriks menyatakan banyaknya baris dan banyaknya
kolom yang terdapat dalam matriks tersebut. Jika matriks A
mempunyai m baris dan n kolom, maka ordo matriks A
adalah m x n dan ditulis A
m x n
.
Banyak elemen suatu matriks sama dengan hasil kali banyak
baris dengan banyak kolom dari matriks yang bersangkutan.
Jika banyak elemen pada baris sama dengan banyak elemen
pada kolom (baris=kolom=n), maka matriks tersebut
berordo n, dan dinamakan matriks persegi.
 Pengertian beberapa matriks khusus
a. Matriks baris, yaitu matriks
yang hanya terdiri dari satu baris.
b. Matriks kolom, yaitu
matriks yang hanya terdiri dari satu kolom
c. Matriks persegi, yaitu
matriks yang mempunyai banyak baris sama dengan
banyak kolom.
Dalam matriks persegi ordo n x n, elemen-elemen yang
terletak pada garis hubung a
11
dengan a
nn
disebut diagonal
utama, sedangkan elemen-elemen yang terletak pada
garis hubung elemen a
n1
dengan a
1n
disebut diagonal
samping. Hasil penjumlahan semua elemen pada diagonal
utama disebut trace.
d. Matriks segitiga bawah,
yaitu suatu matriks persegi yang setiap elemen di atas
diagonal utama adalah nol.
RPP- 62
e. Matriks segitiga atas, yaitu
suatu matriks persegi yang setap elemen di bawah
diagonal utama adalah nol.
f. Matriks diagonal, yaitu
suatu matriks persegi yang elemen-elemennya adalah
nol, kecuali pada diagonal utama.
g. Matriks skalar adalah
suatu matriks diagonal yang elemen-elemen pada
diagonal utama sama.
h. Matriks identitas atau
satuan adalah suatu matriks diagonal yang elemen-
elemen pada diagonal utama sama dengan satu
i. Matriks simetris, yaitu
suatu matriks persegi yang elemen pada baris ke-i kolom
ke-j sama dengan elemen pada baris ke-j kolom ke-i.
j. Matriks nol matriks yang
semua elemen-elemennya adalah nol.
Transpose atau putaran suatu matriks diperoleh dengan cara
susunan baris suatu matriks diubah menjadi susunan kolom
dan sebaliknya. Transpose matriks A dinyatakan dengan A’
atau A
T
.
 Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks
tersebut berordo sama dan elemen-elemen yang seletak
(bersesuaian) pada kedua matriks sama.
 Penjumlahan dan pengurangan matriks
Jika A dan B sembarang dua matriks yang ordonya sama,
maka jumlah matriks A dan B (ditulis A+B) adalah matriks
yang diperoleh dengan menjumlahkan setiap elemen
matriks A dengan elemen matriks B yang seletak. Matriks
yang ordonya berbeda tidak dapat dijumlahkan.
Matriks lawan dari matriks A adalah matriks yang elemen-
elemennya adalah lawan (negatif) dari elemen-elemen
matriks A yang seletak (notasi: -A)
Jika A dan B sembarang dua matriks yang ordonya sama ,
maka pengurangan matriks A dengan matriks B (ditulis A-
B) adalah matriks yang diperoleh dengan menjumlahkan
matriks A dengan lawan B.
Jika A, B dan C adalah matriks yang berordo sama, pada
penjumlahan dan pengurangan matriks berlaku sifat-sifat
berikut.
a. A + B = B + A (Komutatif)
b. (A+B)+C = A + (B+C) (asosiatif)
c. A-B ≠ B – A (tidak komutatif pada pengurangan)
d. (A-B)-C ≠ A-(B-C) (tidak asosiatif)
e. A+O=O+A, O merupakan elemen identitas pada
penjumlahan
f. A + (-A)=(-A) +A = O (-A invers penjumlahan dari matriks
A).
 Perkalian bilangan real(skalar) dengan matriks
RPP- 63
Jika A adalah matriks dan k bilangan real, maka kA adalah
suatu matriks baru yang elemen-elemennya dieroleh dari
hasil perkalian k dengan elemen-elemen A.
Jika A, B dan O adalah matriks-matriks yang berordo sama,
untuk setiap bilangan real k, l, m berlaku sifat-sifat berikut.
a. (k+l)A = kA + lA
b. k(A+B)= kA + kB
c. (kl)A = k(lA)=l(kA)
d. 1A = A
e. (-1)A = -A
f. 0A = O (matriks nol)
g. kO=O (matriks nol)
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini. (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik ,kemudian
memberikan uji kompetensi awal (TM & PT)
20
2. Kegiatan Inti
• Dengan ceramah dan tanya jawab guru
menjelaskan pengertian matriks, notasi matriks
, ordo matriks,
60
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
beberapa matriks khusus, sehingga siswa
menemukan pengertian matriks persegi. (TM)
• Membahas kesamaan dua matriks, operasi
aljabar dua matriks (penjumlahan,
pengurangan dan perkalian skalar dengan
matriks serta sifat-sifatnya). (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
RPP- 64
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Melakukan operasi aljabar atas dua matriks
 Menggunakan sifat-sifat operasi matriks persegi
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Perkalian matriks
Jika A adalah matriks ordo mxr dan B adalah matriks ordo
rxn, maka hasil kali AB adalah matriks C ordo mxn yang
elemen-elemennya ditentukan sebagai berikut.
Untuk menentukan c
ij
, pilih baris i dari matriks A dan kolom j
dari matriks B. Kalikan elemen-elemen yang bersesuaian dari
baris dan kolom tersebut bersama-sama dan kemudian
tambahkanlah hasil kali yang dihasilkan. Hal ini berarti
bahwa perkalian matriks AB dapat dilakukan jika banyaknya
kolom dari matriks pertama A sama dengan banyaknya bais
dari matriks kedua B.
Pemangkatan matriks hanya berlaku pada matriks persegi
yang didefenisikan sebagi berikut. Misalkan matriks A adalah
matriks persegi n x n, maka A
2
= AA, A
3
=AAA dan
seterusnya. Jika A adalah matriks persegi, maka A
0
=I dan A
n
=
  
A A A ⋅ ⋅ ⋅ ...
n faktor
Akan tetapi, jika A invertible maka A
-n
= (A
-1
)
n
(n>0).
Dengan menganggap bahwa ukuran-ukuran matriks-matriks
A,B dan C adalah sedemikian sehingga operasi-operasi yang
ditunjukkan dapat didefenisikan, maka berlaku sifat-sifat
berikut.
a. (AB)C = A(BC) (asosiatif)
b. A(B+C)=AB + Ac (distributif kiri)
c. (B+C)A = BA + CA (distributif kanan)
d. A(B-C) = AB-AC
RPP- 65
e. (B-C)A = BA-CA
f. k(BC)=(kB)C=B(kC), K∈R.
g. (AB)
T
=B
T
A
T
h. AB≠ BA (umumnya tidak komutatif)
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan ceramah dan tanya jawab, dibahas
perkalian dua matriks dan sifat-sifatnya. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah
10
PERTEMUAN III
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
RPP- 66
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menggunakan sifat-sifat operasi matriks persegi
 Menjelaskan tentang invers matriks persegi
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Pendalaman materi untuk sifat-sifat matriks persegi
 Jika A dan B adalah matriks-matriks persegi berordo sama dan
memenuhi hubungan AB=BA=I maka A adalah invers dari B
atau B adalah invers dari A. A dan B saling invers atau invers
satu sama lain.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab,
penemuan dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
10
2. Kegiatan Inti
• Membimbing siswa dalam kegiatan
pendalaman mengenai sifat-sifat pada matriks
persegi. (TM)
• Dengan tanya jawab, dibahas perkalian dua
matriks yang menghasilkan matriks identitas.
(TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
65
RPP- 67
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
(TM)
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan tugas soal-soal untuk
diselesaikan di rumah
• Mengarahkan siswa untuk mencari dan
menjawab soal UN, UMPTN dan atau SMPTN
tentang sifat-sifat dan operasi pada matriks.
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah untuk bersiap mengikuti
ulangan harian
15
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 59 -
83.
- Buku Pelajaran Matematika SMA
kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri,
2005. Erlangga hal 57 - 70.
- Buku paket Matematika SMA
kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa,
H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 75 - 91.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 30 - 32
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU
kelas 2, Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi
Prayitno. 1995. DEPDIKBUD hal 28 – 37.
- Matematika 1b kelas 1 SMU
semester 2. 2003. PT. INTAN PARIWARA hal 52-
85.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Kuiz, Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
a. Uji Kompetensi awal
1. Jelaskan cara yang dapat Anda lakukan untuk
menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel
RPP- 68
2. Selesaikan sistem persamaan berikut dengan metode
substitusi dan metode eliminasi
¹
'
¹
· −
· +
5 3
5 2
y x
y x
b. Kuis, Tugas Individu,
Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Kuiz
Isian atau
uraian
singkat
Diketahui

,
`

.
|
·
1 0
0 1
P tentukanlah hasil dari
2
P
.
2.
Jika

,
`

.
|
·
1
2
A dan ( ) 2 1 · B , tentukan hasil
operasi matriks berikut.
a. AB b. BA
3.
Tugas
Individu
Uraian
Diketahui matriks – matriks berikut:
A =

,
`

.
|
3 1
5 2
B =

,
`

.
|


1 6
2 4
dan C =

,
`

.
|−
8 4
7 3
Carilah:
a. A + B
b. B + A
c. A + C
d. A
t
e. (A + B)
t
f. 3A
g. -2B
h. AB
i. BA
4.
Dalam perkalian matriks, kuadrat dari
matriks nol adalah matriks itu sendiri.
Tuliskan dua matriks berordo 2 x 2 yang
anggota-anggotanya tidak nol dan
memenuhi A
2
= A
5.
A dan B adalah matriks berordo n, buktikan
bahwa (AB)
T
= B
T
A
T
!
6.
Tentukan matriks K yang memenuhi
K K 2
9
8
1 3
2 1

,
`

.
|
·

,
`

.
|
, dengan K matriks
berordo 2 x 1.
1.
Ulangan
PG
Harga x yang memenuhi

,
`

.
|

,
`

.
|

·

,
`

.
|
− −

+

,
`

.
| −
1 1
3 0
4 2
1 3
2
6 11
8 6
2 3
2 4 x
adalah ….
a. 0 b. 10 c. 13 d. 14 e. 25
2. Uraian
Diketahui

,
`

.
|
·
15 12
21 10
P ,

,
`

.
|
·
3 9
12 18
Q dan
RPP- 69
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen

,
`

.
|
·
4 3
2 1
R . Tentukan:
a. 3P -
Q
3
1
+ 4R
b. PQ - Q
T
R
Keterangan:
 Uji Kompetensi awal diberikan pada awal
pertemuan I
 Kuiz diberikan pada akhir pertemuan II
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan III.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. d 1
2.
Diketahui

,
`

.
|
·
15 12
21 10
P ,

,
`

.
|
·
3 9
12 18
Q dan

,
`

.
|
·
4 3
2 1
R , maka:
a. 3P -
Q
3
1
+ 4R =

,
`

.
|
+

,
`

.
|

,
`

.
|
4 3
2 1
4
3 9
12 18
15 12
21 10
3
3
1
=

,
`

.
|
+

,
`

.
|

,
`

.
|
16 12
8 4
1 3
4 6
45 36
63 30
=

,
`

.
|
60 45
67 28
b. PQ – Q
T
R =

,
`

.
|

,
`

.
|

,
`

.
|

,
`

.
|
4 3
2 1
3 12
9 18
3 9
12 18
15 12
21 10
dengan Q
T
=

,
`

.
|
3 12
9 18
=

,
`

.
|
+ +
+ +

,
`

.
|
+ +
+ +
12 24 9 12
38 36 27 18
45 144 135 216
63 120 189 180
=

,
`

.
|

,
`

.
|
36 21
72 45
189 251
183 369
=

,
`

.
|
153 230
111 324
1
1
1
2
1
1
1
Jumlah skor soal nomor 2 8
D. Program Tindak Lanjut
RPP- 70
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Tentukan ordo dari matriks berikut, kemudian
periksalah, apakah merupakan matriks persegi? Jika
matriks persegi tentukan diagonal utama dan diagonal
sampingnya.
a.

,
`

.
| −
3 2
1 0
b.

,
`

.
|−
0
2
4
c.

,
`

.
|



7 2 5
4 1 2
3 0 1
2. Tentukan transpos dari matriks-matriks
berikut
a.

,
`

.
| −
2 0
4 5
b.

,
`

.
|



3 6 5
2 1 2
4 3 0
3. Tabel berikut menunjukkan klasemen
sementara liga Italia (lima Besar) sampai dengan tanggal
25 Februari 2005.
No
.
Kesebelasan Main
Menan
g
Seri Kalah Nilai
1. AC Milan 25 16 6 3 54
2. Juventus 25 16 6 3 54
3. Inter Milan 25 9 16 0 43
4. Udinese 25 12 5 8 41
5. Sampdoria 25 12 5 8 41
a. Nyatakan klasemen sementara liga Italia (lima besar)
tersebut dalam bentuk matriks yang unsur-unsurnya
terdiri atas main, menang, seri, kalah, dan nilai.
b. Tentukan banyaknya baris dan kolom pada matriks yang
diperoleh pada soal a.
c. Tentukan transpos matriks yang diperoleh pada soal a.
d. Tuliskan unsur baris ke-3 kolom ke-4 dari matriks yang
diperoleh pada soal a.
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Diketahui sebuah segitiga, sudut
terbesarnya 50
o
lebih besar daripada sudut terkecilnya,
dan 25
o
lebih besar daripada sudut sisinya.
a. Bentuklah SPL dari keadaan tersebut.
b. Tentukan matriks koefisiennya
c. Tentukan tranpos matriks yang diperoleh pada soal a.
d. Tentukan diagonal utama dan diagonal samping
matriks koefisien tersebut.
2. Sebuah dealer sepeda motor menjual dua
model , yaitusepeda motor bebek (B) dan sepeda motor
balap (S). Penjualan kotor (dalam jutaan rupiah) dari tiga
RPP- 71
orang wiraniaga dealer itu pada bulan Januari, Februari,
dan Maret diberikan pada tabel berikut.
Nama
Wiraniaga
Januari Februari Maret
B S B S B S
Budi 250 175 265 215 240 220
Dani 230 200 247 225 235 218
Eka 205 165 230 180 240 224
a. Susunlah matriks penjualan ketiga wiraniaga tersebut
untuk dua model sepeda motor setiap bulan
b. Dengan menggunakan matriks dari jawaban a,
tentukan total penjualan pada bulan Januari, Februari,
dan Maret untuk setiap wiraniaga dan setiap model
sepeda motor.
c. Dengan menggunakan matriks dari jawaban a,
tentukan kenaikan penjualan dari bulan Januari sampai
Februari untuk setiap wiraniaga dan setiap model
sepeda motor.
d. Jika ketiga wiraniaga menerima komisi 3% dari
penjualan kotor, tentukan komisi setiap wiraniaga
untuk setiap model yang terjual pada bulan (i) Januari;
(ii) Februari; (iii) Maret.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 8 / kd 3.2
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 4×45 Menit (2 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks dalam
pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 3.2 Menentukan determinan dan invers
matriks 2 x 2
Indikator Pencapaian : 3.2.1 Mengenal determinan matriks 2 x
2
3.2.2Menjelaskan invers matriks 2 x 2
3.2.3 Menentukan invers matriks 2x2
RPP- 72
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan determinan matriks 2 x 2
 Menjelaskan invers matriks ordo 2 x 2
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Determinan matriks ordo 2 x 2
Determinan matriks A dinotasikan dengan det A atau
A

didefenisikan sebagai selisih perkalian anggota-anggota
pada diagonal utama dengan perkalian anggota-anggota
pada diagonal samping atau sekunder. Jika determinan A =
0, maka matriks A tidak mempunyai invers dan A disebut
matriks singular. Dan jika det A ≠ 0 maka matriks A
mempunyai invers dan A disebut matriks non singular.
 Invers matriks ordo 2 x 2
Misalkan A matriks persegi ordo 2 x 2 maka invernya
dinotasikan dengan A
-1
( dibaca invers matriks A) diperoleh A
A
-1
= A
-1
A=I (matriks identitas).
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
20
2. Kegiatan Inti
•Dengan tanya jawab, dijelaskan cara
menentukan determinan matriks ordo 2 x 2 dan
mengenal invers matriks 2x2 (TM)
•Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.
(TM)
•Memberikan soal latihan serta memantau dan
membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
•Meminta siswa menuliskan jawabannya di
60
RPP- 73
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
•Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta siswa
berlatih dirumah
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan invers matriks 2 x 2
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menentukan invers matriks ordo 2 x 2
Dengan menggunakan sifat perkalian dua matriks yang
menghasilkan matriks identitas(AB=BA=I), rumus untuk
menentukan invers matriks dapat ditemukan, yaitu A
-1
=
A adjoint
1
A
Langkah-langkah untuk menentukan invers matriks A ordo 2
x 2 adalah.
a. Tentukan determinan matriks A
b. Pertukarkan anggota padadiagonal utama
c. Gantilah tanda anggota pada diagonal samping
dengan negatifnya.
d. Kalikan hasil pada b dan c dengan
A det
1
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
RPP- 74
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
15
2. Kegiatan Inti
•Dengan tanya jawab dan ceramah guru
menjelaskan cara menentukan invers matriks
ordo 2 x 2 (TM)
•Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.
(TM)
•Memberikan soal latihan serta memantau dan
membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
•Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
•Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari
dan menjawab soal UN, UMPTN dan atau SMPTN
tentang determinan dan invers matriks (KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta siswa
berlatih dirumah (TM)
10
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi Listya,
Herawati. 2007 Grafindo halaman 86 - 89.
- Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII
Program Ilmu Sosial, Noormandiri, 2005.
Erlangga hal 72 - 74.
- Buku paket Matematika SMA kelas XII Program
Studi ilmu sosial dan Bahasa, H. Sunardi, dkk.
Bumi Aksara hal 93 - 97.
RPP- 75
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008. CV.Cahaya
Pustaka hal 32 - 33
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2, Sri
Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi Prayitno. 1995.
DEPDIKBUD hal 91 – 93.
- Matematika 1b kelas 1 SMU semester 2. 2003.
PT. INTAN PARIWARA hal 41- 45.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Kuiz, Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
Kuis, Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Kuiz
Isian atau
uraian
singkat
Tentukanlah nilai b, jika matiks A =

,
`

.
|
+

b a a
a b a
tidak mempunyai invers!
2.
Diketahui matriks A =

,
`

.
|
3 1
2 1
dan
B =

,
`

.
|


1 2
1 3
memenuhi AB = BA = I,
tentukanlah A
-1
dan B
-1
.
3.
Tugas
Individu
Uraian
Jika A dan B adalah matriks 2 x 2, buktikan
bahwa
B A AB ·
!
4.
Diketahui

,
`

.
|


·
4 2
1
3
1
A dan

,
`

.
|
+
+
·
y x
x
B
2 6
1 4
. Jika B
-1
= A, maka
tentukan nilai x dan y!
5.
Diketahui

,
`

.
|
·
1 3
1 2
A dan

,
`

.
|
·
2 1
7 4
B
a. Tentukan A
-1
b. Tentukan B
-1
c. Tentukan A
-1
B
-1
d. Tentukan B
-1
A
-1
e. Apakah A
-1
B
-1
= B
-1
A
-1
?
1. Ulangan PG
Jika matriks D =
]
]
]

+1 4
3
x
x
adalah matriks
singular, maka nilai x adalah ...
a. -4 atau 3 b. -3 atau 4 c. 0 atau
3
RPP- 76
d. 0 atau 4 e. 3 atau 4
2. Uraian Diketahui

,
`

.
|
·
2 0
3 1
Y , tentukan Y.Y
-1
.
Keterangan:
 Kuiz diberikan pada akhir pertemuan I.
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan II.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. a 1
2.
Diketahui

,
`

.
|
·
2 0
3 1
Y , maka Y.Y
-1
= ....

,
`

.
|
·
2 0
3 1
Y

,
`

.
| −
·

1 0
3 2
2
1
1
Y
=

,
`

.
| −
2
1
2
3
0
1
Y.Y
-1
=

,
`

.
| −

,
`

.
|
2
1
2
3
0
1
2 0
3 1
=

,
`

.
|
1 0
0 1
1
1
1
2
Jumlah skor soal nomor 2 5
D. Program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Tentukan determinan dari matriks

,
`

.
|
3 5
1 2
.
2. Tentukan invers dari matriks pada soal nomor
1
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi pengayaan yang diberikan adalah:
1. Membahas Materi tentang cara lain menentukan invers
matriks ordo 2 x 2, yaitu cara operasi baris elementer
disertai soal untuk tugas.
RPP- 77
2. Membahas cara menentukan invers matriks ordo 3 x 3.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 9 / kd 3.3
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 4×45 Menit (2 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks dalam
pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 3.3 Menggunakan determinan dan invers
dalam penyelesaian sistem persamaan
linear dua variabel
Indikator Pencapaian : 3.3.1 Menyatakan suatu sistem persamaan
linear dua variabel dalam persamaan
matriks
3.3.2Menentukan penyelesaian sistem
persamaan linear dua variabel dengan
determinan
3.3.3 Menentukan penyelesaian sistem
persamaan linear dua variabel dengan
invers matriks.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan persamaan matriks dari sistem persamaan
linear.
 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel
dengan determinan.
II. MATERI PEMBELAJARAN
RPP- 78
 Persamaan matriks
Jika A, B dan X merupakan matriks persegi berordo 2 x 2
maka persamaan AX = B dan XA = B dapat diselesaikan
dengan menggunakan rumus perkalian AA
-1
= A
-1
A = I.
a. Jika persamaan itu berbentuk AX = B, maka
penyelesaiannya adalah X = A
-1
B
b. Jika persamaan itu berbentuk XA = B, maka
penyelesaiannya adalah X = BA
-1

 Persamaan matriks suatu sistem persamaan linear
Misalkan sistem persamaan linear dua variabel berikut
¹
'
¹
· +
· +
2 22 21
1 12 11
b y a x a
b y a x a
Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk
persamaan matriks, yaitu
]
]
]

·
]
]
]

]
]
]

2
1
22 21
12 11
b
b
y
x
a a
a a
berbentuk AX = B, dengan A=
]
]
]

22 21
12 11
a a
a a

sebagai matriks koefisien, X=
]
]
]

y
x
sebagai matriks variabel
dan B=
]
]
]

2
1
b
b
sebagai matriks konstanta dari sistem
persamaan linear.
 Menyelesaikan SPLDV dengan determinan.
Pada persamaan matriks di atas didefinisikan determinan
utama (D=
22 21
12 11
a a
a a
), yaitu determinan dari matriks
koefisien, determinan peubah x(D
x
=
22 2
12 1
a b
a b
), yaitu
determinan yang diperoleh dengan menggantikan koefisien-
koefisien peubah x dari determinan utama dengan bilangan-
bilangan ruas kanan dan determinan peubah y (D
y
=
2 21
1 11
b a
b a
), yaitu determinan yang diperoleh dengan menggantikan
koefisien-koefisien peubah y dengan bilangan-bilangan
diruas kanan. Nilai x dan y ditentukan dengan rumus x =
D
D
x
dan y =
D
D
y
. Cara ini dapat dibuktikan dengan
menyelesaikannya dengan eliminasi pada sistem persamaan
di atas.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
RPP- 79
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
10
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab dan diskusi, dibahas
tentang cara menyelesaikan persamaan
matriks dan sistem persamaan linear dua
peubah dengan menggunakan determinan,
(TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
 Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
70
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
 Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah (TM)
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menyelesaikan persamaan matriks dari sistem persamaan
linear dengan invers matriks.
II. MATERI PEMBELAJARAN
RPP- 80
 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel
dengan invers matriks.
Misalkan sistem persamaan linear dua variabel berikut
¹
'
¹
· +
· +
2 22 21
1 12 11
b y a x a
b y a x a
Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk
persamaan matriks, yaitu
]
]
]

·
]
]
]

]
]
]

2
1
22 21
12 11
b
b
y
x
a a
a a
berbentuk AX = B, dengan A=
]
]
]

22 21
12 11
a a
a a

sebagai matriks koefisien, X=
]
]
]

y
x
sebagai matriks variabel
dan B=
]
]
]

2
1
b
b
sebagai matriks konstanta dari sistem
persamaan linear.
Selanjutnya, gunakan rumus berikut.
AX = B ⇔ X = A
-1
B untuk menentukan penyelesaian sistem
persamaan linear dua variabel tersebut. Cara menentukan
penyelesaian ini dikenal menyelesaikan SPLDV dengan
menggunakan invers matriks.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
10
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab dan diskusi, dibahas
tentang cara menyelesaikan sistem persamaan
linear dua peubah dengan menggunakan invers
matriks. (TM)
70
RPP- 81
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
 Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah dan mengarahkan siswa untuk
menemukan dan menjawab soal UN, UMPTN
dan atau SMPTN tentang pemakaian matriks.
(KMTT)
 Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah dan bersiap untuk uji
kompetensi (dalam bentuk ulangan blok)
10
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 90 -
96.
- Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII
Program Ilmu Sosial, Noormandiri, 2005.
Erlangga hal 75 - 79.
- Buku paket Matematika SMA kelas XII Program
Studi ilmu sosial dan Bahasa, H. Sunardi, dkk.
Bumi Aksara hal 97 - 103.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 35 - 38
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2,
Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi Prayitno.
1995. DEPDIKBUD hal 46 – 47.
- Matematika 1b kelas 1 SMU semester 2. 2003.
PT. INTAN PARIWARA hal 102-104.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Kuiz, Ulangan, tugas Individu
RPP- 82
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
Kuis, Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Kuiz
Isian atau
uraian
singkat
Diketahui sistem persamaan berikut
¹
'
¹
· +
· +
10 5 2
12 3 4
y x
y x
tentukan matriks koefisien
dari persaman matriks sistem persmaan
tersebut.
2.
Apakah matriks X dan Matriks Y pada
persamaan AX=B dan YA=B sama? Jelaskan.
3.
Tugas
Individu
Uraian
Jika B =

,
`

.
|
5 3
2 1
dan AB
-1
=

,
`

.
|
3 4
1 2
, maka
tentukan matriks A.
4.
Diketahui sistem persamaan linear
¹
'
¹
· +
· +
10 5 2
12 3 4
y x
y x
Tentukan nilai x dan y menggunakan
a. Invers matriks
b. aturan Cramer
5.
Pada suatu hari Rina dan Evi bersama-sama
pergi ke pasar membeli mangga dan jeruk.
Rina membeli 2 kg mangga dan 1 kg jeruk
dengan hargaRp4.000,00 dan Evi membeli 3
kg mangga dan 4 kg jeruk dengan harga
Rp8.500,00. Hitunglah harga 1 Kg Mangga
dengan menggunakan paling sedikit 4 cara!.
1.
Ulangan
PG
Sistem persamaan linear yang diwakili oleh
persamaan matriks

,
`

.
|
·

,
`

.
|

,
`

.
|
− 1
3
1 4
3 2
y
x
adalah ….
a.
¹
'
¹
· +
· −
1 3
3 4 2
y x
y x
d.
¹
'
¹
· + −
· +
1 3 4
3 2
y x
y x
b.
¹
'
¹
· + −
· +
1 4
3 3 2
y x
y x
e.
¹
'
¹
· +
· +
1 4
3 3 2
y x
y x
c.
¹
'
¹
· −
· +
1 4
3 2 3
y x
y x
2. Uraian
Diketahui sistem persamaan linear berikut
¹
'
¹
· +
· −
12 6 2
0 6 2
y x
y x
a. Tulis bentuk matriksnya
b. Tentukan invers dari matriks koefisien
c. Tentukan nilai x dan y
Keterangan:
 Kuiz diberikan pada awal pertemuan I
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan II.
RPP- 83
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. b 1
2.
a.

,
`

.
|
·

,
`

.
|

,
`

.
| −
12
0
6 2
6 2
y
x
b.
1
6 2
6 2

,
`

.
| −
=

,
`

.
|
− 2 2
6 6
24
1
=

,
`

.
|

1 2
1
1 2
1
4
1
4
1
c.

,
`

.
|

,
`

.
|

·

,
`

.
|
1 2
0
1 2
1
1 2
1
4
1
4
1
y
x
=

,
`

.
|
1
3
Jadi, x =3 dan y = 1.
1
2
2
1
Jumlah skor soal nomor 2 6
D. Program Tindak Lanjut
Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Diketahui persamaan matriks

,
`

.
|
·

,
`

.
|

,
`

.
|
− 1
3
1 4
3 2
y
x
, tentukan
matriks koefisiennya.
2. Tentukan invers dari matriks koefisien pada
soal nomor 1
3. Tuliskan sistem persamaan linear yang
dimaksud pada soal nomor 1.
4. Selesaikan Persamaan pada soal nomor 3
dengan invers matriks dan cara determinan.
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi pengayaan yang diberikan adalah:
Menyelesaikan SPL 3 peubah dengan invers matriks dan
aturan cramer, kemudian memberikan soal sebagai tugas.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RPP- 84

4x2 + c

8x

Dari tabel pada kolom pertama, terlihat bahwa fungsi F(x) berbeda hanya pada konstantanya, sedangkan pangkat dan koefisien variabel x tidak berbeda. Misalkan, konstantakonstanta tersebut digantikan dengan C maka anti turunan dari F’(x)=8x dapat ditulis
F(x) = 4x2 + C dengan C suatu konstanta real ...(1)

Proses menentukan fungsi F(x) dari turunannya dinamakan operasi pengintegralan. Notasi untuk menyatakan operasi . x pengintegralan adalah “ ∫ . . d ” (dibaca: integral dari ... terhadap x). Dengan notasi integral, persamaan (1) dapat ditulis sebagai berikut 2 x F(x) = ∫F ' ( x) d =∫8 x dx =4 x +C Oleh karena C merupakan konstanta sebarang maka bentuk ∫ f ( x) dx disebut integral tak tentu dari fungsi f(x) terhadap x. Secara umum integral tak tentu dinyatakan sebagai berikut dengan C suatu konstanta real dan f(x) adalah turunan dari F(x) + C.  Sifat – sifat integral tak tentu Misalkan k, n dan C adalah suatu konstanta real, maka berlaku: x k C 1. ∫k d = x + , sebab turunan kx + C adalah k. 2. 3. 4. 5.
n ∫ x dx =

∫ f ( x) dx

=F ( x) + C

∫kf

( x ) d =k ∫ f ( x ) d x x

x n +1 +C , dengan n +1 kx n +1 +C n +1

n ≠ −1

n ∫ kx dx =

∫[ f ( x) ± g ( x)] dx

= ∫ f ( x) d ±∫ g ( x ) d x x

III.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab, dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN No . Kegiatan Waktu (menit)

RPP- 2

1.

Kegiatan Awal 20 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Sebagai apersepsi, melakukan tanya jawab mengenai konsep turunan fungsi (TM) • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari, kompetensi dasar, dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini. • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan diawali uji kompetensi awal.(TM & PT) Kegiatan Inti 60 • Membahas pengertian integral tak tentu. (TM) Kegiatan Waktu (menit)

2.

No .

3.

• Menjelaskan proses pengintegralan (integral tak tentu) melalui turunan dan membimbing siswa untuk menemukan rumus dan sifat- sifat integral tak tentu.(TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari cara menghitung integral tak tentu, bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.(TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan.(TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah

PERTEMUAN II I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan integral tak tentu fungsi aljabar sederhana. RPP- 3

 Menyelesaikan masalah yang melibatkan integral tak tentu. II. MATERI PEMBELAJARAN  Menentukan integral tak tentu suatu fungsi aljabar sederhana. Sebuah fungsi aljabar dalam variabel x dapat berbentuk linear, kuadrat, derajat tiga atau lebih, juga dapat berbentuk penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan perpangkatan. Untuk melakukan pengintegralan secara sederhana atau secara langsung menggunakan rumus atau sifat-sifat integral tak tentu, perlu diperhatikan bahwa integran atau fungsi yang diintegralkan telah berbentuk umum sesuai rumus atau belum. Jika belum, maka terlebih dahulu dilakukan tehnik-tehnik perhitungan aljabar (manipulasi aljabar) tertentu sehingga diperoleh bentuk yang dapat diintegralkan atau menguraikan integran terlebih dahulu. Misalnya untuk mengintegralkan (3x – 2) 2 terhadap x dengan menggunakan rumus yang telah ditemukan pada KD sebelumnya, maka harus diubah terlebih dahulu menjadi bentuk 9x2 – 12x + 4. Demikian juga bentuk-bentuk yang kemungkinan melibatkan sifat-sifat bilangan berpangkat, misalnya bentuk
2
3

x2
5

diubah

menjadi

x

2 3

.

Sehingga

3

3 x 2 dx = ∫ x 3 dx = 5 x 3 + C .

 Menentukan fungsi F(x) jika F’(x) dan F(a) diketahui. Misalkan, turunan suatu fungsi F’(x) maka fungsi F(x) dapat ditentukan dengan cara mengintegralkan F’(x) sebagai berikut Dalam hal ini, F(x) adalah hasil integral tak tentu sehingga F(x) memuat konstanta sebarang, yaitu C. Jika F(a) diketahui maka konstanta C dapat ditentukan dengan cara mensubstitusikan nilai x = a ke dalam F(x).  Menentukan persamaan kurva y = f(x). Telah diketahui cara menentukan gradien garis singgung pada kurva y = f(x) adalah dengan mencari turunan pertamanya, misalkan f’(x) atau
dy dx F ( x ) =∫F ' ( x ) d x

di titik yang berabsis x.

Berarti kita dapat menentukan persamaan kurva y = f(x) bila diketahui gradien garis singgung dan sebuah titik pada kurva itu, dengan melakukan pengintegralan dan Konstanta C dapat diperoleh melalui substitusi nilai x dan y pada titik yang diketahui pada kurva.  Penerapan dalam bidang ekonomi. RPP- 4

maka dengan proses integral dapat ditentukan fungsi biaya totalnya. sehingga jika diketahui suatu fungsi marginal dan biaya tetapnya. • Memberikan penjelasan cara-cara menyelesaikan masalah sederhana dengan menggunakan integral tak tentu melalui contoh • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan memberikan beberapa masalah pada mata pelajaran lain yang dapat diselesaikan dengan menggunakan integral tak tentu dan memberikan soal kuiz. • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari. (menit) 1. 2. dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan .5 3.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. . Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Sebagai apersepsi. Kegiatan Inti 60 • Membahas beberapa contoh soal tentang integral tak tentu (cara menentukan integral tak tentu) dengan tanya jawab. • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. melakukan tanya jawab mengenai materi pada pertemuan sebelumnya. diskusi.Fungsi biaya marginal pada dasarnya merupakan turunan dari fungsi biaya total. kompetensi dasar. • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa Kegiatan akhir 15 RPP. tanya jawab. III. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV.

untuk a < b. x1. maka nilai x dapat disubstitusi dengan a dan b sehingga. ruas kanan bentuk (1) menjadi: (F(b)+C) – (F(a)+C) = F(b) – F(a) + C – C = F(b) – F(a) . x Pada integral tak tentu diketahui ∫ f ( x ) d =F ( x) +C . x2. Pada setiap interval bagian [ x i −1 ... Salah satu kegunaannya adalah untuk menghitung luas daerah yang terletak antara kurva y = f(x) dan sumbu koordinat (misalnya sumbu X) dalam rentang daerah yang dibatasi oleh x = a dan x = b. Secara lengkap persamaan (1) dan (2) dapat ditulis menjadi: ∫ f ( x) dx = F ( x)] a b b a = F (b) − F ( a ) . Integral tentu merupakan integral dari suatu fungsi yang nilai-nilai variabel bebasnya memiliki batas-batas tertentu. b ] seperti pada gambar..  Untuk lebih jelasnya pandang fungsi f dengan y = f(x) yang didefenisikan pada interval tutup [a.f( x 3 ).. Y Y = f(x) RPP.6 . buatlah persegi panjang dengan panjang masing-masing f( x1 ). . b] menjadi n interval dengan x x x x panjang masing-masing ∆ 1 .. ∆ 2 . .f( x 5 ) dan x lebar masing-masing ∆ .f( x 4 ). Kegiatan • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah Waktu (menit) PERTEMUAN III I. ambil sebuah titik sebarang x i yang terletak ditengah-tengah interval bagian tersebut. ∆ 3 .... Bagilah interval [a.xn adalah koordinat x dari n titik interval tersebut dan ∆x i = x i − x i −1 . Rumus integral tentu. untuk a<b.(1) hasil integrasi untuk rentangan wilayah tertentu.  Menurunkan/Merumuskan sifat-sifat integral tentu. . TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menyatakan luas daerah di bidang datar dalam bentuk integral tentu. II.No . .. MATERI PEMBELAJARAN  Integral tentu sebagai luas daerah. ∆ n dengan x0. (sebagai contoh untuk n=5).(2) (2) adalah hasil integral tentu dari f(x) antara a dan b.f( x 2 ). katakanlah x=a dan x=b. Selanjutnya. x i ] ..

∫ c f ( x) dx =c ∫ f ( x) dx c. Integral tersebut dinamakan integral tentu f dari a ke b yang dinyatakan oleh ∫ f ( x) dx a b dan didefenisikan sebagai i ∫ f ( x) dx = lim a b n →∞ ∑ f ( x ) ∆x i =1 i n .b] dan F sebarang anti turunan dari f pada selang tersebut maka ∫ f ( x) dx = [F(x) ] a b b b a = F(b) – F(a). fungsi f n →∞ i =1 n dikatakan terintegralkan pada interval [a.X a=x0 x1 x2 x3 x4 xn=b x1 x 2 x3 x 4 x5 Luas daerah dibawah kurva y = f(x) dapat dihampiri atau didekati dengan menghitung jumlah luas persegipanjangpersegipanjang tersebut. d. Jika jumlah tersebut ada. ∫ ( f ( x) ± g ( x)) dx = a b ∫ a b f ( x ) dx ± ∫ g ( x ) dx a b ∫ a b f ( x ) dx =−∫ f ( x ) dx b a RPP.7 . ∫ c dx =c(b − a) a b b a a b. n ≠ −1   a Sifat-sifat integral tentu a. Dengan demikian ∫ f ( x) dx a b menyatakan batasan luas daerah yang tercakup di antara kurva y = f(x) dan sumbu X pada interval [a. Luas sebenarnya dari daerah di bawah kurva y = f(x) dapat dihitung dengan mengambil nilai n yang cukup besar ( n → ∞ ).  Misalkan fungsi F kontinu pada interval [a. Jadi luas daerah di bawah kurva ditentukan dengan menghitung A = lim ∑ f ( xi ) ∆xi .b].b]. yaitu A = A1 + A2 + A3 + A4 + A5 = ∑ f ( x )∆x i =1 i 5 i Jumlah ini disebut jumlah Riemann yang ditafsirkan sebagai jumlah luas-luas persegipanjang pada setiap partisi. maka dengan mudah dapat b diperoleh rumus b 1  1 n n +1  n +1 n +1 ∫ x dx = n +1 x  a = n +1 (b − a ) .

jika f(x) ≤ 0 pada interval [a. Kegiatan Inti 65 • Menjelaskan integral tentu sebagai luas daerah di bidang datar dan membimbing siswa untuk menemukan sifat-sifat integral tentu. ∫ f ( x)dx a a =0 ∫ a b a b f ( x )dx = c ∫ f (t )dt a c b ∫f(x)dx +∫f(x)dx =∫f(x)dx .8 . h. dengan b a a < b <c ∫ f(x)dx a b ≥0 . diskusi.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. i. • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. III. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . 2. (menit) 1. g. jika f(x) ≥ 0 pada interval ≤0 . f. kompetensi dasar. melakukan tanya jawab mengenai materi pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Awal 10 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Sebagai apersepsi. penemuan dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. tanya jawab. b] [a. b] ∫ f(x)dx a b Temukan atau buktikan sifat-sifat di atas melalui beberapa contoh. • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan RPP. dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini. • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari.e. • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan.

pertanyaan atau tanggapan • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa Kegiatan akhir 15 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah PERTEMUAN IV I. II. yaitu mencari suatu integral taktentu. Kegiatan Waktu (menit) 3.b] dan F sebarang anti turunan dari f pada selang tersebut maka ∫ f ( x) dx a b = [F(x) ] b = F(b) – F(a)“. Hitung nilai integral.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. Dengan menggunakan teorema dasar kalkulus “Misalkan fungsi F kontinu pada interval [a. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung RPP. MATERI PEMBELAJARAN  Lanjutan sifat-sifat integral tentu  Pada dasarnya perhitungan integral tentu untuk fungsi aljabar sederhana dapat dilakukan dua proses. Tentukan anti turunan dari Integran 2.No . Substitusi batas-batas integral sesuai teorema dasar kalkulus 3. kemudian menerapkan teorema dasar kalkulus. tanya jawab.9 . TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menemukan sifat-sifat integral tentu (lanjutan pertemuan sebelumnya)  Menentukan integral tentu dari fungsi aljabar sederhana. maka menghitung integral tentu dari a fungsi aljabar sederhana dapat dilakukan dengan mudah. III. diskusi. Dengan singkat dapat dilakukan: 1.

10 . • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa 3. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan . • Dengan tanya jawab. Kegiatan Inti • Dengan tanya jawab dibahas kelanjutan sifat-sifat integral tentu. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah sebagai tugas individu • Mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN dan atau UMPTN/SMPTN mengenai integral tentu dan integral tak tentu sebagai tugas.IV. melakukan tanya jawab mengenai materi pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Sebagai apersepsi. • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan memberikan soal kuis. 1. dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini. kompetensi dasar. • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari. 2. dibahas cara menggunakan teorema dasar kalkulus dalam menentukan integral suatu fungsi aljabar sederhana. • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah Waktu (menit) 10 70 10 RPP. • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain.

CV. kerjakan soal-soal berikut: 1. dkk. Ulangan No 1. Alat Penilaian  Uji Kompetensi awal Sebelum pembelajaran ini dimulai. Isian atau Uraian Singkat Jika diketahui tentukanlah Buktikan atau tuliskan alasan singkat bahwa nilai dari ∫kdx k ∫d . Herawati. Jenis Penilaian Bentuk Instrumen 2 Instrumen Jika F(x) = 3x +4x. =k + . 2005. maka F’(x)= 6x+4. y = ( x −1) 2 dan y=2x Kuis. y =  2.11 3 . Bumi Aksara hal 1-16. maka x C ∫ x dx adalah2 x 2 + C . Tri Dewi Listya. y = 2 x 2 + 2 x +1 1 3 1 x + x + 2x 2 2 c. .Cahaya Pustaka hal 3 – 7 PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Kuiz.Buku matematika Program IPS “PERMATA”.Buku paket Matematika Kelas XII. . Noormandiri. Siti Nurul. a.• • SUMBER BELAJAR • Sumber : . pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. y = x( x 2 +1) 1 d. x Tentukanlah ∫(6 x +4) d .Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. Ulangan. tugas Individu Bentuk : Uraian. 3 RPP. 2007 Grafindo halaman 1 – 10.Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. Erlangga hal 1 – 13.Gunardi. Tuliskan turunan dari fungsi-fungsi berikut: a. y=2x + 1 dan y = x 2 + 3 b. Gambarkan grafik fungsi-fungsi berikut pada bidang koordinat Cartesius. H. . y = x b. Sunardi. Tugas Individu. 2. Kuiz 1 3.2008.

(2. −1 ∫(x 1 3 − 1 ) dx x3 Tugas Individu Uraian −1 2 ∫ (2 − x)( x +1)dx + ∫ ( x + 2 − x )dx 0 −1 0 ∫ (−x − x 0 ) dx 2 8.4. Jika b>0 dan Ulangan Uraian b adalah … a. 3 d. maka nilai ∫(2 x −1)dx 0 3 b. b. 4 c. 3. −2 ∫x 2 6 4 dx Keterangan:  pertemuan I  dan keempat Uji kompetensi awal diberikan pada awal Kuiz dilaksanakan pada awal pertemuan kedua RPP. ∫ (3x 0 2 2 − 2 x ) dx =4 . PG 2. b. 2 e. ∫x 3 2 dx (10 x 4 + 3 x 2 ) dx ∫ x 7. ∫( x −1)( x +1) dx ∫x 0 4 x dx 2 d. Tentukan fungsi F(x). −2 ∫ 2(1 + x)dx = −1 . Jika diketahui persamaan fungsi biaya marginal suatu perusahaan adalah MC = 2Q3+3Q2-7 dan biaya tetapnya sebesar 30. 1 Diketahui turunan pertama fungsi F(x) adalah F’(x)=3x2-2x+3 dan F(-1) = 2. Tentukan persamaan kurva. Hitunglah nilai integral tentu berikut: a. Hitunglah nilai dari a. Persamaan biaya total b. Jenis Penilaian Bentuk Instrumen a. Tentukan nilai dari 5. Kuiz 2 Isian atau Uraian Singkat Diketahui 100 100 ∫z 100 dz . Diketahui kurva y=f(x). 5 b. c. jika dy = 2x + 1 dan titik dx 9.4) terletak pada kurva. maka tentukan: a.12 . ∫ (3x 2 0 2 − 2 x )dx ! Instrumen Selesaikan integral tak tentu berikut: ∫ 3 x2 d x c. maka tentukanlah nilai dari No 6. Persamaan biaya rata-rata −b 1. d.

F(x) = x 3 − x 2 + 3 x + 7 Jumlah skor nomor 2 a. 2. ∫ 4 dx −2 x 2 = −2 ∫6 x 2 dx 1 1  6 −3  =  x  − 3 −2 2 − 2  =  3   x  −2 −2 −2 − =  8  −8  =0 Jumlah skor nomor 3 2 1 1 1 8 D.. / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian e Diketahui F ' ( x ) = 3 x 2 − 2 x + 3 dan F(-1) = 2 Ditanyakan F(x) = . Penyelesaian x F(x) = ∫F ' ( x ) d F(x) = F(x) = x 3 − x 2 + 3 x + c 2 ∫(3x −2 x +3)dx 1 1 1 Skor 1 1 1 1 1 8 1 1 1 No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Oleh karena F(-1) = 2. 3. program Tindak Lanjut  Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan IV. C. ∫ RPP. Hitunglah integral tak tentu berikut: 5d x a. ∫(2 x −1)dx 0 3 = x2 − x [ ] 3 0 = 3 −3 − 0 −0 =6–0 =6 2 2 ( ) ( ) −4 6 b. diberikan tugas sebagai berikut 1.13 .  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi.. maka (−1) 3 − (−1) 2 + 3 ⋅ ( −1) + c =2 ⇔ -1 – 1 – 3 + c = 2 ⇔-5+c=2 ⇔ c=2+5 ⇔ c=7 Jadi. Kunci jawaban (ulangan) No 1..

p 0 ∫(3x −1)dx 0 4 ∫(x 2 3 + x) dx ∫x 1 1 9 −3 dx Tentukan nilai p dari persamaan ∫(2 −2 x)dx =1  Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1. Tentukan nilai p dari persamaan berikut. b. 5. Jika gradien garis singgung pada kurva tersebut sama dengan 8x. ∫(3 x +7) dx b. x 2 − 2x ∫ x 2 dx = 3 p 0 −1 ∫ (( x + 2) − x p 2 )dx = 10 1 2 Diketahui f(t) = 2t2 +t – 6 . tentukan: x  d   ∫ f (t )dt  a. ∫(5 x −5 x + x )dx d.3) terletak pada sebuah kurva. nilai x ! Jika f ( x) = − x ∫ 6t x 2 dt dan f(x) = 18. 4. dy 2  y +y   f (t ) dt  ∫  −2    2 3.   dx  x −1   d 2  f (t )dt  b. Tentukan F(x) jika diketahui sebagai berikut: a. F ' ( x) = 5 x −2 − 2 x dan F(5) = 4 3. a. b. F ' ( x ) = 6 x 2 dan F(0) = 2 b. a. Titik (1. tentukan RPP. 2 − 3 4 2 2. c.  dx  ∫ x  3 d2 c. tentukan persamaan kurva tersebut.∫( x −2 x)dx c.14 . 2. − 2≤ t≤ 3 2 . Hitunglah integral tak tentu berikut.

15 .2 Menentukan integral dengan cara substitusi. Kompetensi Dasar : 1. Indikator Pencapaian :1.2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 .1.2 Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dari fungsi aljabar sederhana. PERTEMUAN I I. Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah sederhana. 1.4. Tentukan F(x) jika diketahui dF 1 = − x dan dx x Watampone.2. F(9) = 15. MATERI PEMBELAJARAN Integral  Integral dengan metode substitusi RPP.Pd. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Melakukan integral tak tentu dan integral tentu dengan cara substitusi. S.2.1 Menguraikan integral tak tentu dan integral tentu dengan cara substitusi. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs. NIP.2010 4 × 45 Menit (2 kali pertemuan) Standar Kompetensi : 1. ABDUL SALAM BASIR NIP.19581231 198303 1 194 MULYADI.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 2 /kd. 13 Juli 2009 Mengetahui. II.

Menghitung integral dalam variabel u. Secara umum. 1 du atau 2 u du . Oleh karena itu diperlukan cara khusus sehingga integral tak tentunya dapat dengan mudah ditentukan. 2. setelah langkah 4 di atas digunakan teorema dasar kalkulus untuk menghitung nilainya. Memilih suatu fungsi u = g(x). selesaikan integral dalam variabel u ∫ f ( g ( x)) g ' ( x)dx =∫ f (u ) d =F (u ) +C =F ( g ( x )) +C . Metode tersebut dirumuskan dalam teorema berikut “Misalkan. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. maka integralnya dapat dihitung langsung dalam variabel u. tanya jawab. 3.16 . Menggantikan variabel x ke dalam variabel u.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. kemudian menghitung du = g’(x)dx. penemuan. Demikian juga. KEGIATAN PEMBELAJARAN No . Jika u = g(x) maka Untuk integral tentu. 2 misalnya pada ∫ x x +4 dx . Adapun caranya sebagai berikut. Menggantikan kembali variabel u hasil pada langkah 3 dengan variabel x. Misalkan u = x2 + 4 maka du = 2x dx atau dx = sehingga 1 2 1 du 2 ∫x x 2 +4 d x berubah menjadi tersebut dan akhirnya variabel u diganti kembali dengan variabel x. langkah-langkah yang ditempuh untuk menghitung integral dengan metode substitusi adalah 1. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan metode substitusi atau penggantian variabel. jika pada penggantian variabel x menjadi variabel u diikuti dengan perubahan terhadap batas-batas pengintegralan yang berlaku pada x menjadi berlaku pada u. u RPP. g(x) suatu fungsi yang dapat diturunkan dan F adalah suatu anti turunan dari f. Kegiatan Waktu (menit) ∫ ∫ u . III.Pada fungsi-fungsi tertentu melakukan pengintegralan tak tentu secara langsung terkadang cukup rumit untuk mendapatkan hasil. dilakukan penggantian terhadap variabel x sehingga integralnya menjadi lebih sederhana. 4. Kemudian.

Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan (TM) • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah PERTEMUAN II I. II. MATERI PEMBELAJARAN  Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dengan cara substitusi. (TM ) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. RPP. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dengan menggunakan tehnik substitusi. 2.1. (TM) Kegiatan Inti 65 • Dengan tanya jawab. (TM) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. dibahas cara menghitung integral tak tentu dan tentu dengan cara substitusi atau membimbing siswa untuk mengubah bentuk fungsi yang komplek menjadi bentuk fungsi yang sederhana melalui beberapa contoh.17 . 3. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.

1=5 maka integralnya dapat langsung dihitung dalam variabel u. Jawab Misalkan. RPP. Untuk integral tentu dengan cara substitusi perlu diperhatikan bahwa setelah menentukan integral tak tentunya atau sebelum menerapkan teorema dasar kalkulus maka variabel integral harus dikembalikan ke variabel semula karena batas-batas yang dimiliki untuk variabel awal.18 . Pemilihan f(x) harus tepat sehingga perhitungan integral menjadi mudah.0=0 dan u=14+4. maka dx Rumus dasar yang dapat digunakan adalah Jika f(x) suatu fungsi yang dapat diturunkan maka bilangan rasional dan n ≠ -1. Contoh Tentukan hasil dari ∫10 x( x 2 −1) 4 dx = ( x 2 −1) 5 + C . Jika d ( x 2 −1) 5 = 5( x 2 −1) 4 ( 2 x) = 10 x( x 2 −1) 4 . Untuk dapat melakukan integral secara langsung dalam variabel pengganti. = [ (x 1 6 + 4 x) 2 3 ]1 0 6 = 1 (5) 2 6 3 −0 6 = 1 1 2 5= 5 6 5 6 5 Jadi. jika pada saat melakukan penggantian u = x4 + 4x dilakukan perubahan yang berpadanan terhadap batasbatas menjadi u=04+4. yaitu ∫(x 0 1 3 +1) x 4 + 4 x dx . gunakan teorema dasar kalkulus untuk menghitung integral tentunya. ∫(x 0 1 3 +1) x 4 + 4 x dx . u = x4 + 4x maka du=(4x3+4)dx=4(x3+1)dx sehingga diperoleh ∫( x 3 +1) x 4 +4 x dx = = 1 4 ∫ x 4 + 4 x (4( x 3 + 1) dx 1 4 ∫ 3 u du = 1 1 6 4 ∫ u du 3 2 1 2 = 1u2 6 + C = ( x + 4 x) + C 4 4 Kemudian. = 1 1 2 5= 5 Akan tetapi. Untuk jelasnya perhatikan contoh. ∫ f ( x) n d ( f ( x )) =∫ f ( x ) n ( f ' ( x )dx ) = 1 f ( x ) n +1 +C dengan n n +1 ∫(x 0 1 3 +1) x 4 + 4 x dx .Konsep dasar dari metode substitusi adalah mengubah persoalan integral yang kompleks menjadi bentuk integral yang sederhana menggunakan pemisalan atau perubahan variabel. maka dilakukan perubahan yang berpadanan terhadap batas-batas pengintegralan sesuai variabel yang dipilih.

= 1 0 1 2 4 ∫ u du 1 = 1.5 ) − 0 3 5 0 1 6 3 2 = 5 6 5. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan.dibahas cara menghitung integral tentu dengan integral taktentu dengan menggunakan cara substitusi melalui beberapa contoh. (TM) • Mengingatkan hubungan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.3 4 ∫ ( x +1) x + 4 x dx . diskusi. UMPTN dan atau SMPTN tentang integral substitusi sebagai tugas. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . Kegiatan Inti 60 • Dengan tanya jawab dan penugasan. Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan (TM) • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. tanya jawab.19 [ ] = ( . (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah SUMBER BELAJAR RPP. . (menit) 1.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3.2u2 4 3 • III. (TM & PT) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. (TM) 2. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. Kegiatan akhir 15 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari serta menjawab soal-soal UN.

Alat Penilaian Tugas Individu.. Siti Nurul.Cahaya Pustaka hal 3 – 8 • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. 3 −8 c. CV. Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Selesaikan integral berikut dengan cara substitusi dan cara langsung (menguraikan integran) ∫( 2 x 2. 1. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Ulangan. Bumi Aksara hal 7 .2008. − 3) 3 b. − 4 3 e.23. a. . 4 3 d. . .• Sumber : . pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. Tri Dewi Listya. 3. Jika C(0) = 2000 perminggu. Tugas individu Uraian 4 ) 3 8 x 3 dx Hitunglah nilai dari ∫ 0 4 2 x +1dx . H. tentukan fungsi biaya C(x) dan besarnya C(x) jika x = 1000 unit.15.Gunardi. dkk.Buku paket Matematika Kelas XII. Biaya Marginal mingguan untuk memproduksi x unit barang diberikan oleh C’(x)= 500 dengan C’(x) adalah biaya ( x +1) 2 produksi dalam dolar. Erlangga hal 14. Herawati. 2 Selesaikan integral berikut ∫ 2x 2 x3 +2 dx Keterangan: RPP.Buku matematika Program IPS “PERMATA”. Sunardi.. Ulangan No 1. 2007 Grafindo halaman 11 – 21. tugas Individu Bentuk : Uraian.Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. Uraian −1 ∫ (x 3 8 2 2 2x dx = .20 .Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. 2005. PG Ulangan 2.27. Noormandiri.

maka du = 3x2dx atau x2 dx = sehingga 1 du . ∫( x 1 3 +1) 3 x 2 d x Hitunglah nilai integral tentu berikut. C.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi. 2. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. diberikan tugas sebagai berikut 1.2 ( pada akhir pertemuan II ). ∫(3 x −2) dx b. a. Tugas individu diberikan setelah pembelajaran KD 1. 2 1 2 −1 Selanjutnya ∫ u du = 3 u 2 du 3 3 3 ∫ 2x 2 dx = ∫ 2 x 2 dx berubah ∫ = 2 u ⋅ 1 +c 3 − 2 +1 2 2 1 ⋅ u 2 +c 3 1 4 3 u +c − 1 +1 2 = = Jadi.21 . 2. diperoleh ∫ 2x 2 x +2 3 dx = 4 3 x 3 + 2 +c . Jumlah skor nomor 2 1 8 D. b Diketahui / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian ∫ 2x 2 x3 +2 dx Ditanyakan hasil pengintegralannya dengan cara substitusi Penyelesaian Misalkan u = x3 + 2. 2 ∫ (3x +1) 0 dx RPP. 3 menjadi 1 1 1 1 1 1 1 x +2 x +2 2 1 2 1 ∫ u ⋅ 3 du atau 3 ∫ u du . dengan mengganti u kembali dengan x3 + 2. program Tindak Lanjut a. Kunci jawaban (ulangan) No 1. Selesaikan integral tak tentu berikut: 7 a.

∫ 0 4 2 x +1 dx b.Pd.22 . 13 Juli 2009 Mengetahui. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs. kemudian dengan batas tertentu yang diberikan.19581231 198303 1 194 MULYADI. S. ∫ b.b. NIP. yaitu integral parsial untuk soal nomor 1 di atas. Diberikan materi pengayaan tentang cara pengintegralan lain. hitunglah nilai integral tentu tersebut. Watampone. ∫ x 2 9 −2 x 2 dx 2. Selesaikan integral tak tentu berikut: x 3 x +2 d x a.132223773 RPP. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1. ABDUL SALAM BASIR NIP.

Menghitung luas suatu daerah diantara dua kurva.2010 6 × 45 Menit(3 kali pertemuan) Standar Kompetensi : 1.3. MATERI PEMBELAJARAN  Menggambarkan suatu daerah yang dibatasi oleh beberapa kurva(hanya gambar sketsa). PERTEMUAN I I.1.3.2. Langkah-langkah yang diperlukan untuk menggambar sketsa tersebut adalah RPP.23 .3 Menggunakan integral untuk menghitung luas daerah di bawah kurva. 1. Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah sederhana. II. Menghitung luas suatu daerah yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbusumbu koordinat. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menyatakan rumus luas suatu daerah dengan integral yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu pada bidang koordinat dalam gambar dan sebaliknya.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 3 /kd.3. Kompetensi Dasar : 1. Indikator Pencapaian : 1.3 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 . 1. Menjelaskan luas suatu daerah yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-sumbu koordinat dengan gambar 1.3.

Fungsi pangkat tiga). Fungsi kuadrat. Jika kurva y = f(x) bernilai negatif (f(x)<0) pada interval [a. sumbu X.b] atau kurva berada di bawah sumbu X maka ∫ f ( x) dx a b bernilai negatif. y = f(x) menyatakan persamaan kurva pada bidang koordinat dan misalkan f kontinu dan tidak negatif (f(x)>0) pada interval [a. diperlukan titik potong dari kurva itu.  Rumus luas suatu daerah. 3. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x) dengan sumbu X. sebab titik-titik potong merupakan batas-batas yang diperlukan. a b X L y=f(x) RPP. Y Y=f(x) L a b b X Luas daerah yang diarsir di atas adalah L = ∫ f ( x) dx . berarti tidak dapat digunakan untuk menyatakan luas daerah karena luas daerah selalu dinyatakan dengan bilangan tak negatif. 1.b] seperti pada gambar berikut. a yaitu luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x). Untuk beberapa kurva. Misalkan. Atau menentukan beberapa titik kemudian menghubungkannya atau menentukan hal-hal istimewa suatu persamaan kurva yang akan digambar (fungsi linear. Titik-titik potong dengan sumbu koordinat (sumbu X dan sumbu Y) 2.b]. garis x=a dan garis x = b dengan f(x)>0 pada interval [a.24 .1.

g(y)<0 dan pada interval d<y<e.b]. misalnya pada interval [a. g(y)>0). dengan f(x)<0 pada interval [a.Namun. sumbu Y. x=d dan sumbu Y adalah L = ∫ g ( y ) dy c d . c d d e III. tanya jawab. Sehingga luas daerah yang diarsir pada gambar di atas adalah L = . bilangan negatif tersebut adalah negatif dari luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x) pada interval [a. x=c.∫ g ( y ) dy = c d ∫ g ( y )dy c d . dan sumbu X dalam interval [a. Jika kurva x = g(y) berada di kanan sumbu Y pada interval c<y<d. f(x)<0.b].b]. Jika kurva x = g(y) berada di kiri sumbu Y pada interval c<y<d. penemuan. x=c. sumbu X . Jika kurva x = g(y) sebagian berada dikiri. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. sebagian di kanan sumbu Y (misalkan pada interval c<y<d.∫ f ( x) dx = a b ∫ f ( x) dx a b . x=d dan sumbu Y adalah L = . Jika kurva f(x) sebagian di bawah sumbu X.c] adalah b b c  c  L = ∫ f ( x) dx +  − ∫ f ( x) dx  = ∫ f ( x ) dx + ∫ f ( x) dx .c].   a b a  b  2. maka luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x). yaitu luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=f(x). x=a dan x = b. sebagian di atas sumbu X.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. maka luas daerah yang dibatasi oleh kurva x=g(y). f(x)>0 dan pada interval[b. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva x=g(y).25 . maka luas daerah yang dibatasi oleh kurva x = g(y) dan sumbu Y pada interval c<y<e adalah L = − ∫ g ( y ) dy + ∫ g ( y ) dy . maka luas daerah yang dibatasi oleh kurva x=g(y). KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan Waktu RPP.

Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah PERTEMUAN II I. membahas cara mengambar suatu daerah yang dibatasi oleh suatu kurva melalui beberapa contoh. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) No Waktu Kegiatan . menyatakan rumus luasnya dengan integral dan sebaliknya. Kegiatan Inti 60 • Dengan tanya jawab dan diskusi. 2. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya.26 (menit) 20 . (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. menggambar grafik fungsi sederhana. (menit) 3. RPP. 1.. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan memberi kuiz. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menghitung luas suatu daerah yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-sumbu koordinat.

METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. jika f(x)>0. untuk x ∈ [a. Pilih rumus luas yang cocok untuk digunakan atau Jika kurvanya di bawah sumbu X.27 . MATERI PEMBELAJARAN  Menghitung luas daerah yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-sumbu koordinat.II. Gunakan integral tentu (teorema dasar kalkulus) untuk menentukan nilai integral tersebut atau luas tersebut. KEGIATAN PEMBELAJARAN RPP. a b a b jika f(x)<0. tanya jawab. Demikian juga untuk sumbu Y. demikian juga untuk sumbu Y di kiri atau di kanan.b]. demikian juga untuk di kiri sumbu Y. x=g(x)) . Perhatikan gambar kurvanya (Buat sketsa daerah yang akan dihitung luasnya. diskusi. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. Untuk menentukan luas daerah antara suatu kurva dengan sumbu-sumbu koordinat lakukan langkah-langkah berikut: a. untuk x ∈ [a. c. di atas sumbu X atau di bawah sumbu X atau sebagian di atas sumbu X dan sebagian di bawah sumbu X. gunakan rumus luas L = ∫ f ( x) dx . Dengan kata lain(misalkan kurvanya y=f(x). luasnya tidak boleh negatif dan rumus luas harus diberi tanda negatif atau batas integralnya dari kanan ke kiri. b a jika sebagian di bawah dan sebagian di atas sumbu X gunakan penjumlahan kedua rumus tersebut. b.b] = gunakan rumus luas L=- ∫ f ( x) dx ∫ f ( x) dx a b = ∫ f ( x) dx . III. jika belum ada).

(TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik.28 . (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya.No Kegiatan . MATERI PEMBELAJARAN  Luas daerah antara dua kurva. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menghitung luas suatu daerah diantara dua kurva. Untuk menghitung luas daerah yang dibatasi oleh dua kurva. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah Waktu (menit) 15 65 10 PERTEMUAN III I. RPP. ditentukan terlebih dahulu interval pengintegralan dengan menghitung absis titik potong antara dua kurva itu. Kegiatan Inti • Dengan tanya jawab atau diskusi. 1. untuk Membahas cara menghitung luas daerah yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-sumbu koordinat. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. II. 2.

METODE PEMBELAJARAN RPP.29 . III. a b Jika f(x) ≤ g(x) untuk b x a ∈ [a. Gambarkan sketsa daerah yang akan dihitung luasnya. untuk x ∈ [a. gunakan rumus L= d.b] dengan f(x)>g(x) adalah L= = ∫ a b a b f ( x) dx −∫ g ( x) dx = a 1 b ∫{ f ( x) − g ( x)}dx a b ∫( y − y 2 ) dx Rumus itu juga berlaku untuk daerah yang berada di bawah sumbu x.b].b]. Tentukan absis titik potong kedua kurva untuk dijadikan batas integral (jika merupakan batas integral) c. Jika f(x) ≥ g(x). b. ∫ g ( x)dx −∫ f ( x) dx = a ∫{ g ( x) − f ( x)}dx . gunakan rumus L = ∫ a b b f ( x) dx −∫ g ( x) dx = a b ∫ { f ( x) − g ( x)}dx . a b Gunakan integral tentu untuk menentukan nilainya. Dengan kata lain luas daerah antara 2 kurva tidak mengenal kurva yang terletak di bawah sumbu X yang diberi tanda “-“  Menghitung luas daerah diantara dua kurva Langkah-langkah menghitung luas daerah di antara dua kurva adalah sebagai berikut a.Perhatikan gambar Y y1=f(x) y2= g(x) X O a b Luas daerah yang dibatasi oleh kedua kurva pada gambar di atas dalam interval [a.

(TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.o o Model Metode : Ekspositori. tanya jawab. Kegiatan Inti • Bertanya jawab atau berdiskusi untuk menemukan rumus dan cara menghitung luas daerah yang dibatasi oleh dua kurva. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan . (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. 1.30 . Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. diskusi. UMPTN dan atau Waktu (menit) 10 65 15 RPP. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. penemuan dan pemberian tugas : Pembelajaran langsung IV. 2. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN.

4 X Arsirlah daerah yang luasnya dirumuskan oleh ∫( x + 3)dx 0 2 pada gambar! RPP. Alat Penilaian Kuis. H. 2007 Grafindo halaman 22 – 29. Tri Dewi Listya.31 . Ulangan. Tugas Individu. Buku matematika Program IPS “PERMATA”.Cahaya Pustaka hal 10 . Herawati.Gunardi. 2005.2008. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Kuiz. Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. Ulangan No Jenis Penilaian Kuiz Bentuk Instrumen Isian atau uraian singkat Instrumen Tulislah rumus luas dari daerah yang diarsir pada gambar berikut Y 1. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B.No . Sunardi. dkk. CV.20. Bumi Aksara hal 30 . Erlangga hal 15 . Siti Nurul.11 • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A.40. tugas Individu Bentuk : Uraian. Noormandiri. Kegiatan SMPTN tentang luas daerah dengan integral sebagai tugas (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah dan bersiap untuk uji kompetensi (dalam bentuk ulangan blok) Waktu (menit) • SUMBER BELAJAR • Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII. y=x–1 O 1 2.

a.Y= x + 3 3 -3 O X 3. 2 6 c. x = 0 dan x = 4 Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh y = x2.. x = y3 dan x + y = 2.32 .. sumbu X.. y = 8 – x2 dan y = 4x + 12 Ditanyakan Luas daerah tersebut = . C. 1 6 b. Penyelesaian Daerah yang dibatasi oleh y = x2. y=8-x2 dan y = 4x + 12. Kunci jawaban (ulangan) / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian a Diketahui suatu daerah dibatasi oleh y = x2. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=x2 dan y = -x adalah … satuan luas. y = 8 – x2 dan y = 4x + 12 dinyatakan oleh daerah yang diarsir dalam gambar berikut. 5 6 Uraian Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh y=x2. PG Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 – 4x + 3. 3 6 d.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi. No 1. Tugas Individu Uraian 1. Keterangan:  Kuiz diberikan pada awal pertemuan I  Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan III. Ulangan 2. 4 6 e. Y y = x2 RPP. 4. 2.

∫4xdx 0 4 − 1 ∫x 2 3 dx RPP.33 . y = 8 – x2 dan y = 4x + 12.x2 5 1 A = Luas daerah yang dibatasi oleh y = x2 dan y = 4x + 12 B = Luas daerah yang dibatasi oleh y = x2 dan y = 8 – x2 Luas Daerah yang diarsir = A – B Absis titik potong y = x2 dan y = 4x + 12.2 sehingga B = 2 (8 − x − x )dx = 8 x − x 3    3  −2 −2 32 32 − (− ) = 3 3 ∫ 2 2 2 2 No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor 2 64 = 3 256 Jadi. yaitu x2 = 4x + 12 x2 – 4x – 12 = 0 (x – 6)(x + 2) = 0 x = 6 atau x = . b. Jumlah skor soal nomor 2 1 20 D. Program Tindak Lanjut a. Gambarlah luas daerah yang dinyatakan oleh integral tertentu berikut (dengan cara mengarsir) a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. luas daerah yang diarsir = 3 - 64 192 = 3 3 satuan luas sebagai luas daerah yang dibatasi oleh y = x2.X y = 4x + 12 y = 8 . diberikan tugas sebagai berikut 1. yaitu x2 = 8 – x2 2x2 = 8 x2 = 4 x = 2 atau x = .2 Sehingga A = 1 1 1 2 2 −2  2 2 3 ∫ (4 x +12 − x )dx = 2 x +12 x − 3 x    1 6 6 −2 40 ) = 72 – (− 3 256 = 3 1 1 2 Absis titik potong y = x2 dan y = 8 – x2 .

Menyelesaikan masalah program linear. dan sumbu Y c. kurva y = x3 – 4x dan kurva y = x2 – 4x 2. Daerah yang dibatasi oleh kurva f(x) = 6x – x2 dan y=0 pada interval 1 ≤ x ≤ 4 memiliki luas 24 satuan luas.19581231 198303 1 194 MULYADI. garis y = 1.Pd. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1. garis x = 0. kurva x = 1 − y .1 Mengenal pertidaksamaan linear dua variabel. Kurva y = x2. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh: a. ABDUL SALAM BASIR NIP. Kompetensi Dasar : 2.1Menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear dua variabel. garis y = 2. dan garis x = 4 b. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 4 / kd. garis y = 0.2010 Alokasi Waktu : 4 × 45 Menit (2 kali pertemuan) Standar Kompetensi : 2. 2. sumbu X. Indikator Pencapaian : 2.1. kurva y = 2 – 2x. garis y = 4. NIP. 2.2 Menjelaskan sistem pertidaksamaan linear dua variabel RPP.2. Tentukan Luas daerah yang dibatasi oleh: a. S. kurva y = x. dan garis x = 1 b.1 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XII-IS Program/Semester : IPS/Ganjil Tahun Pelajaran : 2009 .34 . dan sumbu Y b. garis x=0. 13 Juli 2009 Mengetahui. Watampone. kurva y = x + 2. kemudian gambarkan lagi dua daerah yang dibatasi oleh fungsi kuadrat lainnya yang mempunyai luas yang sama dengan luas gambar tadi( 24 satuan luas).1. Gambarkan daerah tersebut.

Substitusikan titik tersebut ke dalam pertidaksamaan ax + by ≤ c.c ∈ R).>. 2. maka himpunan penyelesaian adalah daerah yang memuat titik tersebut dengan batas garis ax+by = c. Garis lurus itu mempunyai persamaan ax+by=c.y) dengan (x. Tarik garis lurus antara kedua titik tersebut 3. b. Gabungan dua atau lebih pertidaksamaan linear yang terdiri dari dua variabel disebut sistem pertidaksamaan lineardengan dua variabel. Apabila pertidaksamaan tersebut bernilai salah.b) dikatakan memenuhi pertidaksamaan linear dua variabel dalam x dan y jika x diganti dengan a dan y diganti dengan b diperoleh pernyataan yang benar. Jika tanda sama dengan (=) pada persamaan tersebut diganti dengan salah satu tanda <.2.  Menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear. Tentukan titik-titik potong garis ax+by = c dengan sumbu-sumbu koordinat. Ada dua kemungkinan sebagai berikut. ≤. Pasangan terurut (a.y sebagai variabel dan a.35 . Uji titik Ambil suatu titik sembarang. Misalkan pertidaksamaan ax + by ≤ c a. 2. Dengan demikian pertidaksamaan linear dapat pula diartikan pertidaksamaan dengan variabel pangkat satu. maka himpunan penyelesaian adalah daerah yang RPP.  Menuliskan suatu sistem pertidaksamaan linear dua variabel II.3 Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel PERTEMUAN I I. Adapun semua pasangan titik yang merupakan penyelesaian dari pertidaksamaan linear dua variabel disebut himpunan penyelesaian. Buat grafik garis ax + by = c 1. misal (x. Persamaan ax + by = c merupakan persamaan linear dua variabel.b. atau ≥ maka diperoleh bentuk pertidaksamaan linear dengan dua variabel (x. 1.y) tidak terletak pada garis ax+by=c. MATERI PEMBELAJARAN  Arti sistem pertidaksamaan linear dua variabel.1. Untuk mendapatkan himpunan penyelesaian tersebut dapat dilakukan dengan metode grafik pada bidang koordinat kartesius dan uji titik. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menjelaskan dan menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear dua variabel. Apabila pertidaksamaan tersebut bernilai benar.

Kegiatan Inti 60 • Menjelaskan pengertian dan bentuk umum sistem pertidaksamaan linear dua variabel dan bertanya jawab tentang cara menentukan himpunan penyelesaian suatu pertidaksamaan. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.36 . III. Kegiatan Awal 20 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari. kemudian mendiskusikan contoh lain yang menyangkut materi program linear serta memberikan uji kompetensi awal. (menit) 1. (TM & PT) 2. kompetensi dasar. Perlu diperhatikan. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. penemuan. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan .tidak memuat titik tersebut dengan batas garis ax+by=c. Demikian juga untuk daerah penyelesaian. (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan RPP. disesuaikan dengan kesepakatan. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. persamaan garis melalui dua titik. untuk membedakan garis pada pertidaksamaan yang mengandung tanda ≤ atau ≥ dengan < atau > dibuat garis yang berbeda. (TM) • Menjelaskan beberapa contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. apakah yang memenuhi diarsir atau tidak.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. (TM) • Membahas materi prasyarat: Sistem koordinat kartesius. yaitu untuk tanda ≤ atau ≥ dipakai garis penuh dan untuk tanda < atau > dipakai garis putus-putus. tanya jawab.

(menit) 3.  Menentukan sistem pertidaksamaan linear jika daerah penyelesaiannya diketahui dapat dilakukan langkahlangkah berikut. Menentukan persamaan garis dari gambar. Langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear adalah sebagai berikut.METODE PEMBELAJARAN RPP. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel.y2) ditentukan dengan rumus y − y1 x − x1 = y 2 − y1 x 2 − x1 2. Persamaan garis yang melalui yang melalui dua titik (x1. Irisan daerah penyelesaian setiap pertidaksamaan merupakan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan. II. 2.y2) dan (x2. MATERI PEMBELAJARAN  Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel. Gunakan titik uji untuk menentukan tanda pertidaksamaan.jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) No Waktu Kegiatan . 1. 3. Menggambar masing-masing garis dari setiap pertidaksamaan. Jika himpunan penyelesaiannya tidak beririsan maka penyelesaian dari pertidaksamaan-pertidaksamaan tersebut adalah himpunan kosong. Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah PERTEMUAN II I. Menentukan daerah penyelesaian masing-masing pertidaksamaan. III. Menentukan himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan berarti menentukan irisan himpunan penyelesaian dari setiap pertidaksamaan yang membentuk sistem tersebut.37 . 1.

• Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. dan IV. tanya pemberian tugas : Pembelajaran langsung jawab. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.38 . (menit) 1.o o Model Metode : Ekspositori. 2. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) RPP. membahas tentang cara menentukan himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan (TM) • Membahas cara penentuan sistem pertidaksamaan linear bila daerah penyelesaian diketahui. Kegiatan Inti 65 • Dengan tanya jawab. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan (TM) • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan.

Kegiatan akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah (TM) • Mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN. • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. dkk. Bumi Aksara hal 47 .39 . Matematika 2b kelas 2 SMU semester 2. 1995.Gunardi. Noormandiri.36. 2007 Grafindo halaman 37 44. UMPTN & atau SMPTN tentang sistem pertidaksamaan linear 2 variabel. Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. Budhi Prayitno. Sri Kurnianingsih. (menit) 3. kerjakan soal-soal RPP. DEPDIKBUD hal 136 – 138. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Ulangan. Buku matematika Program IPS “PERMATA”. (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah • SUMBER BELAJAR • Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII. pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. tugas Individu Bentuk : Uraian.No Waktu Kegiatan .2008. PT.Cahaya Pustaka hal 19 – 20 Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2. Herawati. Tri Dewi Listya. H. INTAN PARIWARA hal 112-114. 2003. Alat Penilaian  Uji Kompetensi awal Sebelum pembelajaran berikut: ini dimulai. Kuntarti. Sunardi. CV. Erlangga hal 31 .54. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. 2005. Siti Nurul.

Uraian Y 4 1. y ≥ 2 x. Uji kompetensi awal diberikan pada awal Tugas individu diberikan pada akhir RPP. y ≥ 2. a. Ulangan No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Gambarlah daerah penyelesaian dari pertidaksamaan berikut: ( daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian) a. y ≤ 2 x. 5 x + 4 y ≤ 20 e. 4 x + 5 y ≤ 20 No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen b. 5 x + 4 y ≤ 20 d. y ≥ 2. x ≥ 0. x ≥ 0. kemudian tentukan titik potong kedua garis tersebut! 2. y ≥ 2 x. -1 < y < 4 Tunjukkan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan 2x + 3y ≤ 12 5x + 6y ≤ 30 x ≥0 y ≥0 1. y ≥ 0. y ≤ 2 x. x ≥ 0. Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel berikut 2 x + 3 y = 12   x +2y = 7  Kuiz. Tugas Individu. Tugas Individu 2. x ≥ 0. y ≥ 2. 4 x + 5 y ≤ 20 c.40 . 3x + 2y ≤ 6 b. y ≥ 2. 4 x + 5 y ≥ 20 Gambarlah daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan berikut 2 x + 9 y ≥ 18  x+y ≤5   x ≥0   y ≥0  2. y ≥ 0.1. Ulangan PG 2 0 5 X Daerah yang diarsir pada gambar memenuhi sistem pertidaksamaan …. y ≥ 0. x ≥ 0. y ≥ 0. Buatlah sketsa dari grafik fungsi x + y = 30 pada bidang koordinat Cartesius. y ≥ 2. y ≥ 0. y ≥ 2 x. Uraian Keterangan:  pertemuan I  pertemuan II.

daerah penyelesaiannya terletak di sebelah kiri garis tersebut.41 .5). a. setelah dan selesai Kunci jawaban (ulangan) / alternatif penyelesaian Penskoran Skor 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian a Diketahui sistem pertidaksamaan berikut 2 x + 9 y ≥ 18  x+y ≤5   x ≥0   y ≥0  Ditanyakan gambar daerah penyelesaian sistem Penyelesaian Persamaan garis 2x + 9y = 18 memotong sumbu X di (9.0) dan sumbu Y di (0. daerah penyelesaiannya terletak di sebelah kanan garis tersebut. Daerah penyelesaian x ≥ 0. Program Tindak Lanjut a. No 1. Ulangan dilaksanakan pembelajaran satu standar kompetensi. Persamaan garis x + y = 5 memotong sumbu X di (5. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. 2. diberikan tugas sebagai berikut 1.0) dan sumbu Y di (0. yang memenuhi Gambar daerah tersebut adalah 1 1 1 Y 5 5 2 0 5 9 X 8 Jumlah skor soal nomor 2 D. C. daerah himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan linear berikut. x – 2y ≤ 10 RPP. Tunjukkan pada diagram Cartesius. y ≥ 0 di kuadran I. 2x – y < 4 b.2).

2. Y 3 X 0 2 6 -5 b. Watampone. 4 x − 2 y ≤ 6 3. Coba diskusikan dengan teman Anda. 13 Juli 2009 Mengetahui. x + y ≤ 8. a.0 ). y ≥ 0.132223773 RPP. apakah perbedaan sistem pertidaksamaan linear dan sistem pertidaksamaan linear. daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel berikut.3) dan B( 4 1 . Bagaimana cara menentukan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linear dan sistem persamaan linear? 2. y ≥ 0. ABDUL SALAM BASIR NIP. Tulislah suatu sistem pertidaksamaan yang himpunan penyelesaiannya adalah daerah yang diarsir pada jawaban a. x ≥ 0. x ≥ 0. NIP. S. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1. Tentukan sistem pertidaksamaan linear untuk daerah yang diarsir pada diagram Cartesius berikut. Titik-titik sudut suatu segitiga adalah O(0. b.19581231 198303 1 194 MULYADI. Tunjukkan pada diagram Cartesius.0). 2 x +5 y ≤ 9. kemudian arsirlah bagian dalam segitiga tersebut. 2 ∆OAB dalam Gambarlah koordinat Cartesius. a. A(3. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs.Pd.42 . x +5 y <10 b.

y) = Z = ax + by.43 .2 Menentukan fungsi objektif dan kendala dari program linear 2. II. Tujuan persoalan yang akan dicapai harus dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi linear f(x.2010 6 × 45 Menit (3 kali pertemuan) : 2. Menyelesaikan masalah program linear. Contoh. Fungsi linear ini dikenal sebagai fungsi tujuan atau fungsi sasaran (fungsi objektif atau bentuk objektif).2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 . Indikator Pencapaian : 2.3 Menggambarkan daerah fisibel dari program linear 2.2 Merancang model matematika dari masalah program linear.4 Merumuskan model matematika dari masalah aplikatif program linear. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menjelaskan masalah yang merupakan program linear  Menentukan fungsi objektif dan kendala dari program linear. yaitu memaksimalkan atau meminimalkan suatu tujuan atau sasaran dari suatu masalah sehari-hari. PERTEMUAN I I.2. Suatu masalah dikatakan masalah program linear apabila memenuhi ketentuan-ketentuan berikut 1. MATERI PEMBELAJARAN  Program Linear Program linear merupakan suatu cara yang bertujuan untuk menentukan himpunan penyelesaian bagi suatu sistem pertidaksamaan yang berkaitan dengan masalah pengoptimalan. a.2.b koefisien peubah-peubah yang mempengaruhi fungsi tujuan. : 2.1 Mengenal masalah yang merupakan program linear 2. RPP.2.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 5 / kd 2. Sebagai contoh adalah mencari keuntungan maksimum sehari-hari dari suatu produk yang dijual di pasaran.2.

Untuk menjawab satu soal pilihan ganda memerlukan waktu 3 menit.44 . Jawab Misalnya banyak soal pilihan ganda adalah x dan banyak soal uraian adalah y. guru menjelaskan masalah-masalah yang merupakan masalah program linear (TM) • Dengan tanya jawab. Fungsi tujuan adalah f(x. Sumber-sumber yang tersedia dalam jumlah yang terbatas. Perhatikan contoh pada 1 di atas.Suatu perangkat soal terdiri atas soal pilihan ganda dan soal uraian. 3. III. Jumlah kedua soal itu adalah 13 butir. Kendala-kendalanya adalah x + y ≤ 13. untuk menjawab satu soal uraian memerlukan waktu 10 menit. penemuan. Harus ada alternatif pemecahan masalah yang membuat fungsi tujuan mencapai optimum (keuntungan yang sebanyak-banyaknya. 2. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. tanya jawab. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . (TM) 2.y) = 5x + 15y. (TM&PT) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. seperti bahan mentah terbatas. modal terbatas. bentuk objektifnya adalah 5x + 15y. Jika tiap soal pilihan ganda mendapat skor 5 dan tiap soal uraian mendapat skor 15. Jadi. Waktu yang tersedia 60 menit. dan sebagainya. pengeluaran yang sekecil-kecilnya dan sebagainya). 3x + 10y ≤ 60 . x ≥0 dan y ≥0. Dengan kata lain bentuk-bentuk pertidaksaman ini merupakan kendala dari masalah program linear. Kegiatan Awal 20 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan memberikan soal kuiz.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. melalui contoh dibahas RPP. Pembatasan-pembatasan dari sumber yang tersedia ini harus dapat dinyatakan dalam bentuk pertidaksamaan linear. berapa banyak soal masing-masing harus dijawab agar mendapat skor sebanyak-banyaknya? Buatlah bentuk objektifnya. (menit) 1. Kegiatan Inti 60 • Dengan ceramah.

Gambar daerah penyelesaian contoh pada 1 di atas adalah daerah yang diarsir berikut.y) yang memenuhi sistem tersebut. Daerah yang memenuhi pasangan berurutan tersebut dinamakan daerah fisibel. (menit) 3. MATERI PEMBELAJARAN  Daerah fisibel dari program linear Daerah fisibel merupakan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan atau kendala yang membatasi suatu masalah program linear untuk mencapai tujuan atau sasaran yang optimal. Y 13 RPP. Penyelesaian yang mungkin dari persoalan tersebut adalah pasangan berurutan (x. II. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) No Waktu Kegiatan . Oleh karena itu cara menggambar daerah fisibel dari program linear sama saja dengan cara menggambar daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear. Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah (PT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah (TM) PERTEMUAN II I. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.45 .cara menentukan fungsi objektif dan kendala suatu masalah program linear. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. Contoh. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menggambarkan daerah fisibel dari program linear.

Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. Kegiatan Inti 65 • Dengan diskusi atau Tanya jawab. diskusi. membahas cara-cara menggambar daerah fisibel suatu masalah program linear. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. 2.6 X O 13 20 III. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. (menit) 1. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya.46 .METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan RPP. tanya jawab. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan .

No .

Kegiatan

Waktu (menit)

3.

pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah

PERTEMUAN III I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Merumuskan model matematika dari masalah program linear. II. MATERI PEMBELAJARAN  Model matematika dari masalah program linear. Dalam masalah program linear, pembentukan suatu model matematika sangatlah menentukan. Model matematika merupakan terjemahan bahasa sehari-hari menjadi bahasa matematika agar lebih sederhana dan mudah dipahami. Model matematika di dalam program linear, dibagi menjadi dua bagian, yaitu. 1. Model matematika yang menyangkut fungsi tujuan ( berbentuk fungsi linear). 2. Model matematika yang menyangkut syarat-syarat atau batasan-batasan atau kendala-kendala (berbentuk pertidaksamaan linear) Langkah-langkah menuliskan persolan sehari-hari kedalam bahasa matematika adalah sebagai berikut: 1. Tuliskan ketentuan-ketentuan yang ada ke dalam suatu tabel 2. Buatlah pemisalan untuk objek-objek yang belum diketahui dalam variabel (x,y dan sebagainya) 3. Buatlah sistem pertidakasamaan dari hal-hal yang telah diketahui 4. Tentukan fungsi objektitnya. Contoh. Suatu kapal dapat mengangkut penumpang sebanyakbanyaknya 240 orang. Penumpang kelas utama dapat membawa bagasi seberat 60 kg dan kelas ekonomi seberat 20 kg. Kapal tersebut hanya dapat memuat bagasi paling banyak 7200kg. Harga sebuah tiket kelas utama Rp200.000,00 dan sebuah tiket kelas ekonomi RPP- 47

Rp100.000,00. Harapan pengelola kapal untuk dapat memperoleh harga jual tiket yang setinggi-tingginya. Buatlah model matematikanya! Jawab. Model matematikanya adalah x + y ≤ 240, 60x+20y ≤ 7200, x ≥0 dan y ≥0. fungsi tujuannya adalah 200000x + 100000y. III.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori, tanya jawab, penemuan dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan . 1. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. 2. Kegiatan Inti • Dengan tanya jawab, membahas cara menuliskan atau menemukan model matematika dari suatu program linear. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. (TM & PT) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di Waktu (menit) 10

65

15

RPP- 48

No .

Kegiatan rumah (PT) • Mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN, UMPTN dan atau SMPTN tentang model matematika dari masalah program linear. (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah (TM)

Waktu (menit)

SUMBER BELAJAR • Sumber : Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 37 44. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri, 2005. Erlangga hal 37 - 51. Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa, H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 55 - 60. Buku matematika Program IPS “PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008. CV.Cahaya Pustaka hal 20 - 21 Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2, Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi Prayitno. 1995. DEPDIKBUD hal 139 – 140. Matematika 2b kelas 2 SMU semester 2. 2003. PT. INTAN PARIWARA hal 115-116.

PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Ulangan, tugas Individu Bentuk : Uraian, pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa

B.

Alat Penilaian RPP- 49

Tugas Individu, Ulangan
No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Suatu kapal dapat mengangkut penumpang sebanyak-banyaknya 240 orang. Penumpang kelas utama dapat membawa bagasi 60 kg dan kelas ekonomi sebanyak 20 kg. Kapal tersebut hanya dapat memuat bagasi paling banyak 7200kg. Harga sebuah tiket kelas utama Rp 200000,- dan sebuah tiket kelas ekonomi Rp 100000,-. Harapan pengelola kapal dapat memperoleh harga jual tiket yang setinggi-tingginya. Buatlah model matematikanya. Setiap semester seorang agen mobil A memesan dagangan dari pusatnya yang berupa sedan dan van yang berturut-turut memberi laba kepadanya sebesar 5 juta dan 3,5 juta per unit yang terjual. Kantor pusat mengharuskan agen untuk memesan sedan paling sedikit 20% dari seluruh pesanan. Di tempat agen, luas ruang pamer (showroom) sekaligus gudang hanya cukup untuk 10 sedan saja atau untuk 15 buah van saja. Dalam keadaan demikian, agen tetap ingin memaksimumkan laba total dengan memperhatikan banyak sedan dan van yang sebaiknya dipesan (persemester) bila diketahui bahwa pada akhir semester dagangan lama pasti habis terjual. Buatlah model matematika dari masalah tersebut dan gambarkan daerah fisibelnya ! Harga 1 Kg beras Rp2.500,00 dan 1 kg gula Rp4.000,00. Seorang pedagang memiliki modal Rp300.000,00 dan tempat yang tersedia hanya memuat 1 kuintal. Jika pedagang tersebut membeli x kg beras dan y kg gula, maka sistem pertidaksamaan dari masalah tersebut adalah …. a. 5 x + 8 y ≤ 600 ; x + y ≤100 ; x ≥ 0; y ≥ 0 b. 5 x + 8 y ≥ 600 ; x + y ≤100 ; x ≥ 0; y ≥ 0 c. 5 x +8 y ≤ 600 ; x + y ≥100 ; x ≥ 0; y ≥ 0 d. 5 x +8 y ≤10 ; x + y ≤1; x ≥ 0; y ≥ 0 e. 5 x +8 y ≤10 ; x + y ≥1; x ≥ 0; y ≥ 0 Seorang siswa boleh memilih jurusan IPS jika memenuhi syarat sebagai berikut J umlah nilai Ekonomi dan Sosiologi tidak boleh kurang dari 12 N ilai setiap mata pelajaran tidak boleh kurang dari 5. Misalnya nilai Ekonomi x dan nilai Fisika y, maka Gambarkan daerah fisibel yang sesuai dari masalah tersebut!

1.

Tugas Individu

Uraian

2.

1.

PG

Ulangan

2.

Uraian

Keterangan: RPP- 50

Gambarnya adalah Y 10 5 0 X 10 Jumlah skor soal nomor 2 15 5 D. Untuk membuat serabi jenis B diperlukan 8 ons tepung beras dan 5 ons tepung terigu. Gambarkan daerah fisibel soal nomor 1 di atas.51 . Untuk membuat serabi jenis A diperlukan 6 ons tepung beras dan 4 ons tepung terigu. dan x + y ≥12 Daerah yang memenuhi: .x ≥ 5 di sebelah kanan garis x = 5 .00 perbuah dan serabi jenis B adalah Rp200. Program Tindak Lanjut a. Kunci jawaban (ulangan) / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 5 1 1 1 1 1 5 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian a Sistem pertidaksamaan untuk model pada soal adalah x ≥ 5. No 1. C. Buatlah model matematika dari masalah tersebut agar diperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan RPP.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. diberikan tugas sebagai berikut 1. 2. 2. y ≤10 . b.x ≤ 10 di sebelah kiri garis x = 10 .0).y ≥ 5 di sebelah atas garis y = 5 . Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan III.y ≤10 di sebelah bawah garis y = 10 Daerah penyelesaian harus di sebelah kanan garis yang memotong sumbu X di titik (0. y ≥ 5.00 per buah.12) dan sumbu Y di titik (12. Tepung beras yang tersedia 34 ons dan tepung terigu yang tersedia sebanyak 22 ons. x ≤10 . Keuntungan yang diperoleh serabi jenis A adalah Rp150. yaitu x + y ≥12 .

dengan a dan b ∈ R.3 Menafsirkan solusi dari masalah program linear. MATERI PEMBELAJARAN  Nilai optimum dari suatu fungsi objektif Permasalahan dalam program linear selalu berhubungan dengan pengoptimasian (memaksimumkan atau meminimumkan) fungsi objektif berdasarkan kendala yang membatasinya. S.19581231 198303 1 194 Nomor : 6 / kd 2.3.2010 6 × 45 Menit (3 kali pertemuan) : 2.Pd. II.2 Memecahkan masalah program linear 2. Menyelesaikan masalah program linear.52 . ABDUL SALAM BASIR NIP. Indikator Pencapaian : 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan nilai optimum dari suatu fungsi objektif. : 2. 13 Juli 2009 Mengetahui.3 Menyelesaikan model matematika dari masalah program linear dan penafsirannya. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs. NIP. x dan y RPP.3.Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: Membahas daerah fisibel program linear bulat Watampone.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 . PERTEMUAN I I.3.3 MULYADI. Adapun bentuk umum fungsi objektif adalah Z=f(x.1 Menentukan nilai optimum dari suatu fungsi objektif dalam daerah penyelesaian 2.y)= ax + by.

tanya jawab. Nilai optimum bentuk objektif dapat dicari dari nilai pada langkah c. Nilai optimum dapat dicari dengan melihat nilai-nilai k dari langkah b. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV.akan diperoleh garis-garis yang sejajar. Persamaan ini berupa garis lurus dengan gradien m= − a . penemuan.Tentukan koordinat titik-titik sudut daerah penyelesaian tersebut. 2. KEGIATAN PEMBELAJARAN RPP. c. III.merupakan variabel pada sistem pertidaksamaan yang merupakan fungsi kendala dari fungsi objektif tersebut. Kedua cara di atas dapat digunakan untuk menentukan nilai optimum suatu bentuk objektif dari daerah penyelesaian yang gambarnya diketahui atau sistem pertidaksamaannya. d. Langkah-langkah untuk menentukan nilai optimum dengan cara tersebut adalah a.Gambar daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan persoalan program linear. Langkah-langkah menentukan nilai optimum bentuk objektif a. c.53 . b. maka garis selidik mempunyai persamaan ax + by = k. Nilai optimum dapat ditentukan dengan cara uji titik sudut atau garis selidik. b. Gambar daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan persoalan program linear. Satu diantara garis-garis sejajar tersebut melalui suatu titik yang mengakibatkan nilai bentuk objektif mencapai optimum. Jika bentuk objektif dari persoalan program linear adalah f(x. Dengan b mengambil beberapa nilai k. Lukis garis-garis selidik melalui titik-titik sudut daerah penyelesaian. dapatlah ditentukan titik fungsi objektif maksimum atau minimum.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. Dengan demikian. Menggunakan garis selidik ax + by = k Penggunaan garis selidik akan mempermudah dan mempercepat menentukan nilai optimum suatu bentuk fungsi objektif. Cara uji titik sudut Cara ini dilakukan untuk menghitung nilai fungsi objektif di setiap titik sudut dari daerah penyelesaian.y) = ax + by. Hitunglah nilai bentuk objektif untuk titik-titik tersebut. 1. Kemudian membandingkan antara satu nilai dengan nilai lainnya.

melalui contoh dibahas cara menentukan fungsi objektif dan kendala suatu masalah program linear. (TM & PT) No Kegiatan . Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan memberikan soal kuiz. II. • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. (TM&PT) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. Kegiatan Inti • Dengan ceramah.54 . (TM) 2. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan.No Kegiatan . 1. Kegiatan Akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah (TM) Waktu (menit) 20 60 Waktu (menit) 10 PERTEMUAN II I. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. MATERI PEMBELAJARAN RPP. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menyelesaikan masalah program linear. guru menjelaskan masalah-masalah yang merupakan masalah program linear (TM) • Dengan tanya jawab.

membahas cara-cara menggambar daerah fisibel suatu masalah program linear. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran (TM) • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan ™ • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. (TM) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. 1. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) Waktu (menit) 15 65 10 RPP. Buatlah model matematikanya 2. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan . (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. dapat digunakan langkah-langkah berikut.55 . Solusi dari masalah program linear. Kegiatan Inti • Dengan diskusi atau Tanya jawab. Untuk menyelesaikan masalah program linear. 1. (TM) 2. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. Gambarlah daerah penyelesaian dari model tersebut 3.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. tanya jawab. Tentukan nilai optimum dari fungsi tujuannya (dengan cara menyelidiki titik-titik sudut dari daerah penyelesaian atau cara menggunakan garis selidik) III. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. diskusi.

gambar daerah penyelesaian sampai pada penentuan nilai optimum melalui contoh soal. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menafsirkan solusi dari masalah program linear. (menit) 1. penemuan dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. diskusi. Dalam beberapa persoalan program linear terdapat nilai-nilai varibel yang berupa pecahan padahal variabel tersebut mewakili suatu benda yang bulat. Kegiatan Awal 10 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran (TM) • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan (TM) • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar RPP. III. MATERI PEMBELAJARAN  Menafsirkan solusi dari masalah program linear. Sehingga nilai optimum hanya bisa dicapai pada titik fisibel bulat. Dengan kata lain menafsirkan solusi berarti menemukan jawaban atau penyelesaian suatu masalah yang dapat diterima untuk mencapai nilai optimum dan pada titik fisibel mana. nilai itu dicapai.No . Mengulang perlakuan untuk menyelesaikan masalah program linear mulai dari membentuk model matematikanya. merupakan salah satu contoh penafsiran solusi program linear. II. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . Kegiatan • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah Waktu (menit) PERTEMUAN III I. tanya jawab. kemudian mengembalikan penyelesaian itu ke dalam masalah tersebut atau menyimpulkan hasil yang diterima untuk masalah tersebut.56 .METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori.

membahas cara menuliskan atau menemukan model matematika dari suatu program linear. Herawati. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. RPP. Kegiatan Inti 65 • Dengan tanya jawab.No . UMPTN dan atau SMPTN tentang menyelesaikan masalah program linear (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah sekaligus bersiap untuk ulangan blok(TM) • SUMBER BELAJAR • Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII. 3. 2005. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan akhir 15 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN.57 . Erlangga hal 37 . 2007 Grafindo halaman 37 44. Tri Dewi Listya. Waktu (menit) 2.51. Noormandiri. (TM) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. Kegiatan mengikuti pelajaran dengan baik. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain.

Jika dalam satu jam tidak ada kendaraan yang keluar dan masuk. Alat Penilaian Tugas Individu.0) X Daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan. Siti Nurul. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Ulangan.21 Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2.00/jam dan Rp2000.Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. Matematika 2b kelas 2 SMU semester 2. Daya muat maksimum hanya 20 kendaraan. 3x + 2y ≥ 30.2008.58 . pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. 2003. Sri Kurnianingsih. Kuntarti. Rata-rata luas untuk parker mobil 4 m2 dan rata-rata luas untuk bus 20 m2.Gunardi. INTAN PARIWARA hal 115-116. Uraian 1. kemudian carilah nilai maksimum bentuk obyektif yang diberikan.) A(6. CV. Bumi Aksara hal 55 . Sunardi. tugas Individu Bentuk : Uraian. H. y ≥ 0 dengan bentuk obyektif 2x + 5y Luas suatu daerah parker adalah 176 cm2. Buku matematika Program IPS “PERMATA”. dkk. maka hitung hasil maksimum tempat parker tersebut! Perhatikan diagram berikut 1. PT. • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. Tugas Individu 2.Cahaya Pustaka hal 20 . x + 2y ≥ 22. Y C(0. Nilai minimum bentuk obyektif f(x. Budhi Prayitno. Ulangan No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Gambarlah daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan berikut. x ≥ 0.y) = 30x RPP.00/jam untuk bus.5) Ulangan PG B(1. 1995. DEPDIKBUD hal 139 – 140.60. Biaya parker untuk mobil Rp1000.

00.y ∈ B  x ≥0   y ≥0  Titik B perpotongan garis x+y = 12 dan 3x + 2y = 32 2x + 2y = 24 3x + 2y = 32 _ .00 dan dari 1 unit kuris Rp12. Dia akan membeli meja seharga Rp75.59 . 30 b.000.00.000. Tokonya hanya dapat memuat tambahan 12 unit meja dan kursi. Keuntungan dari penjualan 1 unit meja adalah Rp10. 55 d.00 per unit dan kursi seharga Rp50. a. C.00 per unit. hitunglah banyak meja dan kursi yang harus dibeli agar keuntungan maksimal! 2.y) 150. 60 e.500y dengan kendala  x + y ≤ 12 3 x + 2 y ≤ 32  x.000. No 1. Kunci jawaban (ulangan) / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 5 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian b Memaksimalkan f(x.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi. 50 c.000x+12. Jika x=banyak meja dan y=banyak kursi.No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen + 10y dalam daerah penyelesaian tersebut adalah …. 180 Seorang pedagang mebel mempunyai tambahan modal Rp800. Uraian Keterangan:  Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan III.000.500.000 1 1 1 5 Maksimal 3 RPP. 2.y) = 10.x = -8 x = 8 dan y = 4 Gambar daerah penyelesaian (daerah yang diarsir) Y 16 12 A B 10 Titik A x 0 12 y 12 X F(x.

y ≥ 0. 2.y. RPP.60 . Jumlah skor soal nomor 2 D. Menjawab ulang soal ulangan setelah pembahasan ulang materi tentan program linear 2. y. Program Tindak Lanjut a. Pada titik mana nilai maksimum dan minimum itu tercapai? b.000 1 17 Jadi banyak meja dan kursi masing-masing harus dibeli agar keuntungan maksimal adalah 0 dan 12 buah. z yang memaksimalkan fungsi objektif f(x. Membahas cara menafsirkan hasil untuk masalah program linear bulat. y ∈R Tentukan daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear tersebut pada bidang Cartesius. diberikan tugas sebagai berikut 1. b.000 125. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1.z)=7x+11y+9z dengan kendala x ≥0   y ≥0   z ≥0   4 x − 2 y + 9 z ≤ 22  x − y + 2z = 2   y + 2 z ≤ 10  a. Watampone. Suatu model matematika ditentukan oleh sistem pertidaksamaan linear berikut. x ≥ 2. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. tentukan nilai maksimum dan minimum bentuk objektif f = x + y. Membahas penyelesaian program linear dengan menggunakan 3 variabel melalui soal berikut Tentukan nilai x. Pada daerah penyelesaian. x − y ≤12 .B - 8 10 4 2 130. x. 13 Juli 2009 Mengetahui.

2010 6 × 45 Menit (3 kali pertemuan) : 3.19581231 198303 1 194 MULYADI.1 Mengenal matriks.Pd.1. ABDUL SALAM BASIR NIP. MATERI PEMBELAJARAN  Matriks Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 7 / kd 3.61 .1 Menggunakan sifat-sifat dan operasi matriks untuk menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers dari matriks persegi lain Indikator Pencapaian : 3.2 Menguraikan sifat-sifat dan operasi aljabar atas dua matriks. Susunan bilangan-bilangan itu biasanya diletakkan di dalam RPP. 3.Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs. Menggunakan konsep matriks dalam pemecahan masalah.1 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu Standar Kompetensi : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 . TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menjelaskan tentang matriks.1.3 Menggunakan sifat-sifat dan operasi matriks persegi PERTEMUAN I I. matriks persegi  Melakukan operasi aljabar atas dua matriks II. Kompetensi Dasar : 3. S. matriks persegi 3.1. NIP.

 a11 a 21 A = (aij)=   ...  . RPP.. Dalam matriks persegi ordo n x n.. am2 ↓ .. Sedangkan kolom adalah susunan elemen-elemen yang tegak (vertikal) dalam matriks tersebut..2. b.... Banyak elemen suatu matriks sama dengan hasil kali banyak baris dengan banyak kolom dari matriks yang bersangkutan. Jika matriks A mempunyai m baris dan n kolom. yaitu suatu matriks persegi yang setiap elemen di atas diagonal utama adalah nol..62 . i=1.. elemen-elemen yang terletak pada garis hubung a11dengan ann disebut diagonal utama. maka ordo matriks A adalah m x n dan ditulis Am x n.. yaitu matriks yang hanya terdiri dari satu baris..  a mn  → baris ke m ↓ kolom ke −n kolom ke −2 Ordo matriks menyatakan banyaknya baris dan banyaknya kolom yang terdapat dalam matriks tersebut. Jika banyak elemen pada baris sama dengan banyak elemen pada kolom (baris=kolom=n)..3.kurung biasa atau kurung siku.. sedangkan elemen-elemen yang terletak pada garis hubung elemen an1 dengan a1n disebut diagonal samping. Matriks kolom. maka matriks tersebut berordo n.2. d.. Hasil penjumlahan semua elemen pada diagonal utama disebut trace. dan dinamakan matriks persegi.3.. Matriks persegi....  Pengertian beberapa matriks khusus a.. a1n  → baris ke 1 a 2 n  → baris ke 2  .. . maka kita akan menggunakan aij untuk menyatakan elemen yang terdapat pada baris ke-i dan kolom ke-j dari A.m dan j=1. yaitu matriks yang mempunyai banyak baris sama dengan banyak kolom. Jika A adalah sebuah matriks. .. Matriks baris. .n.. yaitu matriks yang hanya terdiri dari satu kolom c. Baris sebuah matriks adalah susunan elemen-elemen yang mendatar (horisontal) dalam susunan tersebut.  a m1 ↓ kolom ke − 1 a12 a 22 . Bilangan-bilangan dalam susunan itu dinamakan anggota atau unsur atau elemen matriks. Matriks biasanya dinyatakan dengan huruf besar dan elemennya dinyatakan dengan huruf kecil. Matriks segitiga bawah..

 Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut berordo sama dan elemen-elemen yang seletak (bersesuaian) pada kedua matriks sama. Matriks lawan dari matriks A adalah matriks yang elemenelemennya adalah lawan (negatif) dari elemen-elemen matriks A yang seletak (notasi: -A) Jika A dan B sembarang dua matriks yang ordonya sama . (A+B)+C = A + (B+C) (asosiatif) c. B dan C adalah matriks yang berordo sama. A + (-A)=(-A) +A = O (-A invers penjumlahan dari matriks A). Transpose atau putaran suatu matriks diperoleh dengan cara susunan baris suatu matriks diubah menjadi susunan kolom dan sebaliknya. Matriks skalar adalah suatu matriks diagonal yang elemen-elemen pada diagonal utama sama. Matriks diagonal. Matriks nol matriks yang semua elemen-elemennya adalah nol.e. A+O=O+A. Matriks segitiga atas. Matriks yang ordonya berbeda tidak dapat dijumlahkan. A-B ≠ B – A (tidak komutatif pada pengurangan) d. yaitu suatu matriks persegi yang setap elemen di bawah diagonal utama adalah nol.  Perkalian bilangan real(skalar) dengan matriks RPP. A + B = B + A (Komutatif) b.63 . h. yaitu suatu matriks persegi yang elemen pada baris ke-i kolom ke-j sama dengan elemen pada baris ke-j kolom ke-i. a. j. kecuali pada diagonal utama. yaitu suatu matriks persegi yang elemen-elemennya adalah nol. Matriks identitas atau satuan adalah suatu matriks diagonal yang elemenelemen pada diagonal utama sama dengan satu i.  Penjumlahan dan pengurangan matriks Jika A dan B sembarang dua matriks yang ordonya sama. Jika A. O merupakan elemen identitas pada penjumlahan f. Matriks simetris. Transpose matriks A dinyatakan dengan A’ atau AT. f. pada penjumlahan dan pengurangan matriks berlaku sifat-sifat berikut. g. maka pengurangan matriks A dengan matriks B (ditulis AB) adalah matriks yang diperoleh dengan menjumlahkan matriks A dengan lawan B. (A-B)-C ≠ A-(B-C) (tidak asosiatif) e. maka jumlah matriks A dan B (ditulis A+B) adalah matriks yang diperoleh dengan menjumlahkan setiap elemen matriks A dengan elemen matriks B yang seletak.

dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini. l.Jika A adalah matriks dan k bilangan real. (kl)A = k(lA)=l(kA) d. kO=O (matriks nol) III. sehingga siswa menemukan pengertian matriks persegi. (-1)A = -A f. a. 1. penemuan. maka kA adalah suatu matriks baru yang elemen-elemennya dieroleh dari hasil perkalian k dengan elemen-elemen A. Jika A. B dan O adalah matriks-matriks yang berordo sama.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. beberapa matriks khusus. (TM) • Membahas kesamaan dua matriks. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. 1A = A e.64 . m berlaku sifat-sifat berikut. (TM & PT) Waktu (menit) 20 60 Waktu (menit) RPP. ordo matriks. (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik .kemudian memberikan uji kompetensi awal (TM & PT) 2. k(A+B)= kA + kB c. (k+l)A = kA + lA b. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. operasi aljabar dua matriks (penjumlahan. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari. notasi matriks . 0A = O (matriks nol) g. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan . pengurangan dan perkalian skalar dengan matriks serta sifat-sifatnya). No Kegiatan . kompetensi dasar. untuk setiap bilangan real k. Kegiatan Inti • Dengan ceramah dan tanya jawab guru menjelaskan pengertian matriks. tanya jawab.

• Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah PERTEMUAN II I. Dengan menganggap bahwa ukuran-ukuran matriks-matriks A. A(B-C) = AB-AC RPP.65 . Misalkan matriks A adalah matriks persegi n x n. Hal ini berarti bahwa perkalian matriks AB dapat dilakukan jika banyaknya kolom dari matriks pertama A sama dengan banyaknya bais dari matriks kedua B. Pemangkatan matriks hanya berlaku pada matriks persegi yang didefenisikan sebagi berikut. Untuk menentukan cij. A3=AAA dan seterusnya. (B+C)A = BA + CA (distributif kanan) d.3. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Melakukan operasi aljabar atas dua matriks  Menggunakan sifat-sifat operasi matriks persegi II. MATERI PEMBELAJARAN  Perkalian matriks Jika A adalah matriks ordo mxr dan B adalah matriks ordo rxn.B dan C adalah sedemikian sehingga operasi-operasi yang ditunjukkan dapat didefenisikan. maka A2 = AA. pilih baris i dari matriks A dan kolom j dari matriks B. ⋅ A =     n faktor Akan tetapi.. Jika A adalah matriks persegi.. jika A invertible maka A-n = (A-1)n (n>0). Kalikan elemen-elemen yang bersesuaian dari baris dan kolom tersebut bersama-sama dan kemudian tambahkanlah hasil kali yang dihasilkan. (AB)C = A(BC) (asosiatif) b. maka hasil kali AB adalah matriks C ordo mxn yang elemen-elemennya ditentukan sebagai berikut. maka berlaku sifat-sifat berikut. A(B+C)=AB + Ac (distributif kiri) c. a. maka A0 =I dan An A ⋅ A ⋅ .

Kegiatan Inti • Dengan ceramah dan tanya jawab. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. K ∈ R. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. 1. TUJUAN PEMBELAJARAN RPP. dibahas perkalian dua matriks dan sifat-sifatnya.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. g. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah PERTEMUAN III I.66 Waktu (menit) 15 65 10 . (AB)T=BTAT h. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. tanya jawab. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. (TM) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. k(BC)=(kB)C=B(kC). AB ≠ BA (umumnya tidak komutatif) III. diskusi. (TM) 2. (B-C)A = BA-CA f.e. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan .

Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menggunakan sifat-sifat operasi matriks persegi  Menjelaskan tentang invers matriks persegi II. (TM) • Dengan tanya jawab. (TM) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. penemuan dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. (menit) 1. MATERI PEMBELAJARAN  Pendalaman materi untuk sifat-sifat matriks persegi  Jika A dan B adalah matriks-matriks persegi berordo sama dan memenuhi hubungan AB=BA=I maka A adalah invers dari B atau B adalah invers dari A. diskusi. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa RPP. A dan B saling invers atau invers satu sama lain. Kegiatan Inti 65 • Membimbing siswa dalam kegiatan pendalaman mengenai sifat-sifat pada matriks persegi. (TM) 2. tanya jawab. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori.67 . III. Kegiatan Awal 10 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. dibahas perkalian dua matriks yang menghasilkan matriks identitas. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan .

INTAN PARIWARA hal 5285. Ulangan. Siti Nurul. 2007 Grafindo halaman 59 83. 3. Sri Kurnianingsih. DEPDIKBUD hal 28 – 37. tugas Individu Bentuk : Uraian. CV. Noormandiri. dkk. 2003. Matematika 1b kelas 1 SMU semester 2.Gunardi.32 Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2. Erlangga hal 57 . Budhi Prayitno.No . • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. Kuntarti. pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. 2005.70. UMPTN dan atau SMPTN tentang sifat-sifat dan operasi pada matriks. Tri Dewi Listya. Alat Penilaian a. H. Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa.Cahaya Pustaka hal 30 . Uji Kompetensi awal 1. Herawati. Bumi Aksara hal 75 . Jelaskan cara yang dapat Anda lakukan untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel RPP. Buku matematika Program IPS “PERMATA”.68 . • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah untuk bersiap mengikuti ulangan harian • SUMBER BELAJAR • Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII. PT. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Kuiz. Sunardi.2008. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. Kegiatan Waktu (menit) (TM) Kegiatan akhir 15 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan tugas soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN. 1995.91.

At e. -2B h. 6. PG 2. 3A g.69 . Q =  9   3     4. A + C d. kuadrat dari matriks nol adalah matriks itu sendiri. BA Dalam perkalian matriks. 10 c. Harga x yang memenuhi 8  1  0 3  4 x − 2   − 6  3   + 3   −11 − 6  = 2 − 2 4  −1 1      2        adalah …. Tugas Individu. Kuiz 2. buktikan bahwa (AB)T = BTAT! Tentukan matriks K yang memenuhi 1 2  8    3 1 K =  9  − 2 K . Ulangan 1. No 1. Ulangan Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Isian atau uraian singkat 1 Diketahui P =  0  2. 0 b. AB b. 13 d. Uraian RPP. B + A c. 14 e. (A + B)t f. 5. Selesaikan sistem persamaan berikut dengan metode substitusi dan metode eliminasi 2 x + y = 5  3 x − y = 5 b. A + B b. 25 10 21  18 12   dan Diketahui P =  12 15  . a. AB i. dengan K matriks        berordo 2 x 1. a. P 0  tentukanlah hasil dari 1  2  Jika A =   dan B = (1 2 ) . Kuis.2. BA Diketahui matriks – matriks berikut: −2 2 5   4  dan C = A=  1 3  B =  − 6   1      − 3   4  7  8  3. Tuliskan dua matriks berordo 2 x 2 yang anggota-anggotanya tidak nol dan memenuhi A2 = A A dan B adalah matriks berordo n. Tugas Individu Uraian Carilah: a. tentukan hasil 1    operasi matriks berikut.

2. Kunci jawaban (ulangan) d / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian 10 Diketahui P =  12  21  18 12  1 2  .QTR Keterangan:  Uji Kompetensi awal diberikan pada awal pertemuan I  Kuiz diberikan pada akhir pertemuan II  Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan III. 3P - 2  . PQ . Q =  dan R =   9  3 4  . 3P 12 15  − 3  9   3 4   3 3       8 30 63   6 4   4 =  36 45  −  3 1  + 12 16              28 67  =   45 60     10 21 18 12  18 9 1 2   −   dengan QT = b. C. maka:  15  3    10 21  1 18 12  1 2  1 + 4R = 3  + 4 a. No 1. Tentukan: 4  1 3 Q + 4R b. Program Tindak Lanjut RPP.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi.70 . PQ – QTR =  12 15  9  3  12 3 3 4        18 9    12 3     180 +189 120 + 63  18 + 27 36 + 38  =   216 +135 144 + 45  −  12 + 9 24 +12         369 183   45 72  =   251 189  −  21 36         324 111  =   230 153     Q 1 1 1 2 1 1 1 Jumlah skor soal nomor 2 8 D.No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen 1 R = 3  a.

b. No Menan Kesebelasan Main Seri Kalah Nilai . kalah. Tentukan matriks koefisiennya c. a. seri. 2. Penjualan kotor (dalam jutaan rupiah) dari tiga RPP. diberikan tugas sebagai berikut 1. d. Udinese 25 12 5 8 41 5. Sampdoria 25 12 5 8 41 a. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1. dan 25o lebih besar daripada sudut sisinya. sudut o terbesarnya 50 lebih besar daripada sudut terkecilnya. Tuliskan unsur baris ke-3 kolom ke-4 dari matriks yang diperoleh pada soal a. 2 5  0 −1 −2 −3   4  7   2. Tentukan diagonal utama dan diagonal samping matriks koefisien tersebut. Tabel berikut menunjukkan klasemen sementara liga Italia (lima Besar) sampai dengan tanggal 25 Februari 2005. 0 a. kemudian periksalah. apakah merupakan matriks persegi? Jika matriks persegi tentukan diagonal utama dan diagonal sampingnya. Tentukan ordo dari matriks berikut. Diketahui sebuah segitiga. Tentukan tranpos matriks yang diperoleh pada soal a. yaitusepeda motor bebek (B) dan sepeda motor balap (S).  0  −4  2   Tentukan 0  b. Juventus 25 16 6 3 54 3. Nyatakan klasemen sementara liga Italia (lima besar) tersebut dalam bentuk matriks yang unsur-unsurnya terdiri atas main. dan nilai. b.  2  − 4    −1  b. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. Sebuah dealer sepeda motor menjual dua model . 2 5  transpos −3 −1 6 4   2  −3   dari matriks-matriks 3.a. b. AC Milan 25 16 6 3 54 2. Bentuklah SPL dari keadaan tersebut. menang. berikut 5 a. g 1. Inter Milan 25 9 16 0 43 4. Tentukan transpos matriks yang diperoleh pada soal a.  2   3   0    1  c. c. d. Tentukan banyaknya baris dan kolom pada matriks yang diperoleh pada soal a.71 .

(iii) Maret. Menggunakan konsep matriks dalam pemecahan masalah. tentukan komisi setiap wiraniaga untuk setiap model yang terjual pada bulan (i) Januari.19581231 198303 1 194 Nomor : 8 / kd 3. Januari Februari Maret Nama Wiraniaga B S B S B S Budi 250 175 265 215 240 220 Dani 230 200 247 225 235 218 Eka 205 165 230 180 240 224 a. Kompetensi Dasar : 3. Dengan menggunakan matriks dari jawaban a.72 .1 Mengenal determinan matriks 2 x 2 3. 13 Juli 2009 Mengetahui. Susunlah matriks penjualan ketiga wiraniaga tersebut untuk dua model sepeda motor setiap bulan b.2 Menentukan determinan dan invers matriks 2 x 2 Indikator Pencapaian : 3. tentukan total penjualan pada bulan Januari. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs. Februari.2 Menjelaskan invers matriks 2 x 2 3.Pd.2. Jika ketiga wiraniaga menerima komisi 3% dari penjualan kotor. c. (ii) Februari. NIP. S.orang wiraniaga dealer itu pada bulan Januari.2 MULYADI. dan Maret diberikan pada tabel berikut. Februari. Watampone.2.2010 Alokasi Waktu : 4 × 45 Menit (2 kali pertemuan) Standar Kompetensi : 3.3 Menentukan invers matriks 2x2 RPP. Dengan menggunakan matriks dari jawaban a.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XII-IS Program/Semester : IPS/Ganjil Tahun Pelajaran : 2009 . d. dan Maret untuk setiap wiraniaga dan setiap model sepeda motor. ABDUL SALAM BASIR NIP. tentukan kenaikan penjualan dari bulan Januari sampai Februari untuk setiap wiraniaga dan setiap model sepeda motor.2.

(TM & PT) •Meminta siswa menuliskan jawabannya di RPP.73 . dijelaskan cara menentukan determinan matriks ordo 2 x 2 dan mengenal invers matriks 2x2 (TM) •Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. Jika determinan A = 0. (TM) •Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. MATERI PEMBELAJARAN  Determinan matriks ordo 2 x 2 Determinan matriks A dinotasikan dengan det A atau A didefenisikan sebagai selisih perkalian anggota-anggota pada diagonal utama dengan perkalian anggota-anggota pada diagonal samping atau sekunder. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. penemuan.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. (menit) 1. maka matriks A tidak mempunyai invers dan A disebut matriks singular. Kegiatan Awal 20 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. (TM) 2. III. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan determinan matriks 2 x 2  Menjelaskan invers matriks ordo 2 x 2 II. Dan jika det A ≠ 0 maka matriks A mempunyai invers dan A disebut matriks non singular. Kegiatan Inti 60 •Dengan tanya jawab. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan .PERTEMUAN I I.  Invers matriks ordo 2 x 2 Misalkan A matriks persegi ordo 2 x 2 maka invernya dinotasikan dengan A-1 ( dibaca invers matriks A) diperoleh A A-1= A-1A=I (matriks identitas). tanya jawab. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya.

tanya jawab. Tentukan determinan matriks A b. Kegiatan Waktu (menit) 3. diskusi. Kalikan hasil pada b dan c dengan det A 1 III. Pertukarkan anggota padadiagonal utama c. rumus untuk menentukan invers matriks dapat ditemukan.No . yaitu A-1 = 1 adjoint A A Langkah-langkah untuk menentukan invers matriks A ordo 2 x 2 adalah.74 . MATERI PEMBELAJARAN  Menentukan invers matriks ordo 2 x 2 Dengan menggunakan sifat perkalian dua matriks yang menghasilkan matriks identitas(AB=BA=I). TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan invers matriks 2 x 2 II. papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) •Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah PERTEMUAN II I. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. Gantilah tanda anggota pada diagonal samping dengan negatifnya. a.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. d. KEGIATAN PEMBELAJARAN RPP.

Kegiatan Inti 65 •Dengan tanya jawab dan ceramah guru menjelaskan cara menentukan invers matriks ordo 2 x 2 (TM) •Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial.• No Waktu Kegiatan . 2005. Noormandiri. Sunardi. RPP. Bumi Aksara hal 93 . Herawati.75 . Erlangga hal 72 . H. (TM) 2. UMPTN dan atau SMPTN tentang determinan dan invers matriks (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah (TM) SUMBER BELAJAR • Sumber : .89.97. (menit) 1. (TM) •Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. dkk. .74.Buku paket Matematika Kelas XII.Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. (TM & PT) •Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) •Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. 2007 Grafindo halaman 86 . Kegiatan akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN. . • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. Tri Dewi Listya.

Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2. jika matiks A = a  a − b   tidak mempunyai invers!  a a +b   1 2  Diketahui matriks A =  1 3  dan    Kuiz 2. -4 atau 3 b. Tentukan A b.    tentukanlah A-1 dan B-1. Jika A dan B adalah matriks 2 x 2. Tugas Individu Uraian  1 − 1 3 A=  − 2 4     dan 5. 3. Jika B-1 = A. Apakah A-1B-1 = B-1A-1? 3  x Jika matriks D =   adalah matriks 4 x +1 singular. 1. Budhi Prayitno. Tugas Individu. -3 atau 4 c.76 . .Cahaya Pustaka hal 32 . Ulangan No 1. a. Tentukan B-1 c. Sri Kurnianingsih. PT. CV. maka B =  6 2x + y    tentukan nilai x dan y!  2 1 4 7  Diketahui A =   3 1 dan B =  1 2         -1 a.33 .2008. Ulangan. Alat Penilaian Kuis. PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. 0 atau 3 RPP.Matematika 1b kelas 1 SMU semester 2. pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. Ulangan PG 1  x +4  . 1995.• Buku matematika Program IPS “PERMATA”. Isian atau uraian singkat Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Tentukanlah nilai b... Kuntarti. maka nilai x adalah . Tentukan A-1B-1 d. tugas Individu Bentuk : Uraian. Tentukan B-1A-1 e. DEPDIKBUD hal 91 – 93. Siti Nurul.Gunardi. buktikan B bahwa A = A B ! Diketahui 4.45. −1  3 B=  − 2 1  memenuhi AB = BA = I. 2003. INTAN PARIWARA hal 41. Prosedur Penilaian -  Penilaian kognitif Jenis : Kuiz.

3 atau 4 3  .Y-1. 2  −3  1   1 1 1 1 =  0  1 Y. yaitu cara operasi baris elementer disertai soal untuk tugas.Y-1 = ..Y =  0  -1 − 32   1  2  3   1 − 32    1  2  0 2  0  1  Jumlah skor soal nomor 2 2 1 =  0  5 D. tentukan Y. C.  Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan II... 1 Tentukan determinan dari matriks  5  2 1 . Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi. 2. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian a 1 Skor 1 Diketahui Y =  0  1 3  Y = 0 2     Y −1 = 1 2  2 0  3  . 0 atau 4 2. RPP.77 .d. 2. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi pengayaan yang diberikan adalah: 1. diberikan tugas sebagai berikut 1. Membahas Materi tentang cara lain menentukan invers matriks ordo 2 x 2. Program Tindak Lanjut a. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran (ulangan) No 1. 3  Tentukan invers dari matriks pada soal nomor b. Uraian 1 Diketahui Y =  0  e. maka Y. 2  Keterangan:  Kuiz diberikan pada akhir pertemuan I.

19581231 198303 1 194 MULYADI.2.  Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dengan determinan. Watampone.Pd. Menggunakan konsep matriks dalam pemecahan masalah. PERTEMUAN I I.3. MATERI PEMBELAJARAN RPP.3 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu Standar Kompetensi : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 .78 . II. S.3 Menentukan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan invers matriks. Membahas cara menentukan invers matriks ordo 3 x 3. NIP.3 Menggunakan determinan dan invers dalam penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel Indikator Pencapaian : 3.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 9 / kd 3. 13 Juli 2009 Mengetahui. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan persamaan matriks dari sistem persamaan linear. Kompetensi Dasar : 3.1 Menyatakan suatu sistem persamaan linear dua variabel dalam persamaan matriks 3.2010 4 × 45 Menit (2 kali pertemuan) : 3.3.2Menentukan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan determinan 3.3. ABDUL SALAM BASIR NIP. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs.

maka penyelesaiannya adalah X = A-1B b. tanya jawab. determinan peubah determinan yang diperoleh dengan menggantikan koefisienkoefisien peubah x dari determinan utama dengan bilanganbilangan ruas kanan dan determinan peubah y (Dy= a11 a 21 b1 b2 ).79 . Cara ini dapat dibuktikan dengan D D menyelesaikannya dengan eliminasi pada sistem persamaan di atas.  Menyelesaikan SPLDV dengan determinan. KEGIATAN PEMBELAJARAN RPP. III. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. Nilai x dan y ditentukan dengan rumus x = Dy Dx dan y = . X=   sebagai matriks variabel y  b1  dan B=   sebagai matriks konstanta dari sistem b2  persamaan linear. maka penyelesaiannya adalah X = BA-1’  Persamaan matriks suatu sistem persamaan linear Misalkan sistem persamaan linear dua variabel berikut a11 x +a12 y= b1   a 21 x + a 22 y = b2  Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan matriks. penemuan.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. Jika persamaan itu berbentuk XA = B. a 22 matriks yaitu koefisien. a 22 x  yaitu determinan x(Dx= b1 b2 dari a12 ). Pada persamaan matriks di atas didefinisikan determinan utama (D= a11 a 21 a12 ). a. yaitu determinan yang diperoleh dengan menggantikan koefisien-koefisien peubah y dengan bilangan-bilangan diruas kanan. dengan A= a   21 a 22     2   21 a 22  sebagai matriks koefisien. yaitu  a11 a12   x   b1   a11 a12  a   y  = b  berbentuk AX = B. B dan X merupakan matriks persegi berordo 2 x 2 maka persamaan AX = B dan XA = B dapat diselesaikan dengan menggunakan rumus perkalian AA-1 = A-1A = I. Persamaan matriks Jika A. Jika persamaan itu berbentuk AX = B.

MATERI PEMBELAJARAN RPP. Kegiatan Inti • Dengan tanya jawab dan diskusi.80 . (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. dibahas tentang cara menyelesaikan persamaan matriks dan sistem persamaan linear dua peubah dengan menggunakan determinan. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menyelesaikan persamaan matriks dari sistem persamaan linear dengan invers matriks. (TM) 2. Kegiatan Akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah  Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah (TM) Waktu (menit) 10 70 10 PERTEMUAN II I. II.No Kegiatan . 1. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)  Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya.

 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dengan invers matriks. dengan A= a   21 a 22     2   21 a 22  sebagai matriks koefisien. AX = B ⇔ X = A-1B untuk menentukan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel tersebut. (TM) 2. Kegiatan Awal 10 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. tanya jawab. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. diskusi. yaitu  a11 a12   x   b1   a11 a12  a   y  = b  berbentuk AX = B. X=   sebagai matriks variabel y   x  b1  B=   sebagai matriks konstanta dari sistem b2  persamaan linear. Selanjutnya. gunakan rumus berikut. dibahas tentang cara menyelesaikan sistem persamaan linear dua peubah dengan menggunakan invers matriks. (TM) RPP. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . Misalkan sistem persamaan linear dua variabel berikut a11 x +a12 y= b1   a 21 x + a 22 y = b2  Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan matriks. Cara menentukan penyelesaian ini dikenal menyelesaikan SPLDV dengan menggunakan invers matriks. dan III. Kegiatan Inti 70 • Dengan tanya jawab dan diskusi.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. (menit) 1. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya.81 .

Budhi Prayitno. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. PT. tugas Individu RPP. dkk.79. Siti Nurul. UMPTN dan atau SMPTN tentang pemakaian matriks. H. Kegiatan Waktu (menit) 3. 2007 Grafindo halaman 90 96. Noormandiri. Sunardi. INTAN PARIWARA hal 102-104. (KMTT)  Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah dan bersiap untuk uji kompetensi (dalam bentuk ulangan blok) • SUMBER BELAJAR • Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)  Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah dan mengarahkan siswa untuk menemukan dan menjawab soal UN. 2003. Tri Dewi Listya.No . • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. Ulangan. 1995. Buku matematika Program IPS “PERMATA”. Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa.2008.Cahaya Pustaka hal 35 .103. CV. Sri Kurnianingsih. Herawati. Kuntarti. • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. Erlangga hal 75 . Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Kuiz. Bumi Aksara hal 97 .Gunardi.82 .38 Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2. 2005. DEPDIKBUD hal 46 – 47. Matematika 1b kelas 1 SMU semester 2.

Rina membeli 2 kg mangga dan 1 kg jeruk dengan hargaRp4.   x − 4 y =1 Diketahui sistem persamaan linear berikut  2x − 6 y = 0  2 x + 6 y = 12 a. Diketahui sistem persamaan linear 4 x + 3 y = 12  2 x + 5 y = 10 Tentukan nilai x dan y menggunakan a.00. Kuiz 2.500. Apakah matriks X dan Matriks Y pada persamaan AX=B dan YA=B sama? Jelaskan. Kuiz diberikan pada awal pertemuan I Tugas individu diberikan pada akhir RPP. Alat Penilaian Kuis. pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B.  d. 1 2  2 1  -1 Jika B =  3 5  dan AB = 4 3  .  − 4 x + y = 1  4x + y =1 3 x + 2 y = 3 c. maka        tentukan matriks A. Tugas Individu Uraian 5. Tugas Individu.  e.Bentuk : Uraian. 2 x − 4 y = 3  2x + y = 3 a. Tulis bentuk matriksnya b. Uraian Keterangan:   pertemuan II.   3x + y = 1 − 4 x + 3 y = 1 2 x + 3 y = 3 2 x + 3 y = 3 b. Tentukan nilai x dan y 1. Tentukan invers dari matriks koefisien c.83 .00 dan Evi membeli 3 kg mangga dan 4 kg jeruk dengan harga Rp8. 1. Hitunglah harga 1 Kg Mangga dengan menggunakan paling sedikit 4 cara!. Sistem persamaan linear yang diwakili oleh  2 3  x   3  persamaan matriks   − 4 1  y  = 1           adalah …. aturan Cramer Pada suatu hari Rina dan Evi bersama-sama pergi ke pasar membeli mangga dan jeruk. 3. PG Ulangan 2.000. Ulangan No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Diketahui sistem persamaan berikut 4 x + 3 y = 12 tentukan matriks koefisien  2 x + 5 y = 10 dari persaman matriks sistem persmaan tersebut. Isian atau uraian singkat 4. Invers matriks b.

Tuliskan sistem persamaan linear yang dimaksud pada soal nomor 1. 2. 13 Juli 2009 Mengetahui.84 . 2. Program Tindak Lanjut Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi pengayaan yang diberikan adalah: Menyelesaikan SPL 3 peubah dengan invers matriks dan aturan cramer.  2  2 b. C. tentukan 1  y  1      matriks koefisiennya. ABDUL SALAM BASIR NIP. Tentukan invers dari matriks koefisien pada soal nomor 1 3. diberikan tugas sebagai berikut 1. kemudian memberikan soal sebagai tugas.Pd. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs.19581231 198303 1 194 MULYADI. Diketahui persamaan matriks    2 − 4 3  x   3    =   . Selesaikan Persamaan pada soal nomor 3 dengan invers matriks dan cara determinan.132223773 RPP. 4. NIP. S. Ulangan dilaksanakan pembelajaran satu standar kompetensi. Watampone.  2  − 6  x   0    =   6  y  12      1 −6   =  24 6  −1  6  − 2  6 = 2   14  1  − 12 1 4 1 12    2 2 1  x   14 c. No 1. setelah dan selesai Kunci jawaban (ulangan) b / alternatif penyelesaian Penskoran Skor 1 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian 2 a.   =   y  − 1    12 1 4 1 12 Jadi. x =3 dan y = 1. Jumlah skor soal nomor 2  0       1 2 3  =   1    6 D.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->