RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nomor : 1 / kd 1.1
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 8×45 Menit (4 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 1. Menggunakan konsep integral dalam
pemecahan masalah sederhana.
Kompetensi Dasar : 1.1. Memahami konsep integral tak tentu dan
integral tentu.
Indikator Pencapaian : 1.1.1. Mengenal integral tak tentu
sebagai anti turunan.
1.1.2. Menurunkan sifat-sifat integral tak tentu
melalui turunan.
1.1.3. Menentukan integral tak tentu fungsi
aljabar sederhana
1.1.4. Menyelesaikan masalah yang
melibatkan integral tak tentu
1.1.5. Mengenal integral tentu sebagai luas
daerah di bidang datar.
1.1.6. Menurunkan sifat-sifat integral tentu
1.1.7 Menentukan integral tentu dari fungsi
aljabar sederhana.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menyatakan/menjelaskan arti integral tak tentu sebagai
anti turunan.
 Menemukan sifat-sifat integral tak tentu melalui turunan
II. MATERI PEMBELAJARAN
Integral
 Pengertian integral tak tentu
Integral tak tentu merupakan invers dari diferensial atau
turunan (anti diferensial), yakni suatu konsep yang
berhubungan dengan proses penemuan suatu fungsi asal,
apabila turunan atau derivatif dari fungsinya diketahui.
Perhatikan tabel berikut:
pendiferensialan
F(x) F’(x)
pengintegralan
4x
2
8x
4x
2
+ 2 8x
4x
2
+ 20 8x


.
.
.
.
.
.
RPP- 1
4x
2
+ c 8x
Dari tabel pada kolom pertama, terlihat bahwa fungsi F(x)
berbeda hanya pada konstantanya, sedangkan pangkat dan
koefisien variabel x tidak berbeda. Misalkan, konstanta-
konstanta tersebut digantikan dengan C maka anti turunan
dari F’(x)=8x dapat ditulis
F(x) = 4x
2
+ C dengan C suatu konstanta real ...(1)
Proses menentukan fungsi F(x) dari turunannya dinamakan
operasi pengintegralan. Notasi untuk menyatakan operasi
pengintegralan adalah “

dx . . .
” (dibaca: integral dari ...
terhadap x).
Dengan notasi integral, persamaan (1) dapat ditulis sebagai
berikut
F(x) =
∫ ∫
+ · · C x dx x dx x F
2
4 8 ) ( '
Oleh karena C merupakan konstanta sebarang maka bentuk

dx x f ) (
disebut integral tak tentu dari fungsi f(x) terhadap
x.
Secara umum integral tak tentu dinyatakan sebagai berikut

+ · C x F dx x f ) ( ) (
dengan C suatu konstanta real dan f(x) adalah turunan dari
F(x) + C.
 Sifat – sifat integral tak tentu
Misalkan k, n dan C adalah suatu konstanta real, maka
berlaku:
1.

+ · C kx dx k
, sebab turunan kx + C adalah k.
2. 1 ,
1
1
− ≠ +
+
·
+

n dengan C
n
x
dx x
n
n
3.
∫ ∫
· dx x f k dx x kf ) ( ) (
4. C
n
kx
dx kx
n
n
+
+
·
+

1
1
5.
[ ]
∫ ∫ ∫
t · t dx x g dx x f dx x g x f ) ( ) ( ) ( ) (
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
RPP- 2
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Sebagai apersepsi, melakukan tanya jawab
mengenai konsep turunan fungsi (TM)
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini.
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
diawali uji kompetensi awal.(TM & PT)
20
2. Kegiatan Inti
• Membahas pengertian integral tak tentu.
(TM)
60
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
• Menjelaskan proses pengintegralan (integral
tak tentu) melalui turunan dan membimbing
siswa untuk menemukan rumus dan sifat- sifat
integral tak tentu.(TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mempelajari cara menghitung integral
tak tentu, bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa.(TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan.(TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan integral tak tentu fungsi aljabar sederhana.
RPP- 3
 Menyelesaikan masalah yang melibatkan integral tak
tentu.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menentukan integral tak tentu suatu fungsi aljabar
sederhana.
Sebuah fungsi aljabar dalam variabel x dapat berbentuk
linear, kuadrat, derajat tiga atau lebih, juga dapat berbentuk
penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan
perpangkatan. Untuk melakukan pengintegralan secara
sederhana atau secara langsung menggunakan rumus atau
sifat-sifat integral tak tentu, perlu diperhatikan bahwa
integran atau fungsi yang diintegralkan telah berbentuk
umum sesuai rumus atau belum. Jika belum, maka terlebih
dahulu dilakukan tehnik-tehnik perhitungan aljabar
(manipulasi aljabar) tertentu sehingga diperoleh bentuk yang
dapat diintegralkan atau menguraikan integran terlebih
dahulu. Misalnya untuk mengintegralkan (3x – 2)
2
terhadap x
dengan menggunakan rumus yang telah ditemukan pada KD
sebelumnya, maka harus diubah terlebih dahulu menjadi
bentuk 9x
2
– 12x + 4. Demikian juga bentuk-bentuk yang
kemungkinan melibatkan sifat-sifat bilangan berpangkat,
misalnya bentuk
3 2
x
diubah menjadi 3
2
x
. Sehingga
C x dx x dx x + · ·
∫ ∫
3
5
3
2
5
3
3 2
.
 Menentukan fungsi F(x) jika F’(x) dan F(a) diketahui.
Misalkan, turunan suatu fungsi F’(x) maka fungsi F(x) dapat
ditentukan dengan cara mengintegralkan F’(x) sebagai
berikut

· dx x F x F ) ( ' ) (
Dalam hal ini, F(x) adalah hasil integral tak tentu sehingga
F(x) memuat konstanta sebarang, yaitu C. Jika F(a) diketahui
maka konstanta C dapat ditentukan dengan cara
mensubstitusikan nilai x = a ke dalam F(x).
 Menentukan persamaan kurva y = f(x).
Telah diketahui cara menentukan gradien garis singgung
pada kurva y = f(x) adalah dengan mencari turunan
pertamanya, misalkan f’(x) atau
dx
dy
di titik yang berabsis x.
Berarti kita dapat menentukan persamaan kurva y = f(x) bila
diketahui gradien garis singgung dan sebuah titik pada kurva
itu, dengan melakukan pengintegralan dan Konstanta C
dapat diperoleh melalui substitusi nilai x dan y pada titik
yang diketahui pada kurva.
 Penerapan dalam bidang ekonomi.
RPP- 4
Fungsi biaya marginal pada dasarnya merupakan turunan
dari fungsi biaya total, sehingga jika diketahui suatu fungsi
marginal dan biaya tetapnya, maka dengan proses integral
dapat ditentukan fungsi biaya totalnya.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Sebagai apersepsi, melakukan tanya jawab
mengenai materi pada pertemuan sebelumnya.
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini.
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
memberikan beberapa masalah pada mata
pelajaran lain yang dapat diselesaikan dengan
menggunakan integral tak tentu dan
memberikan soal kuiz.
15
2. Kegiatan Inti
• Membahas beberapa contoh soal tentang
integral tak tentu (cara menentukan integral
tak tentu) dengan tanya jawab.
• Memberikan penjelasan cara-cara
menyelesaikan masalah sederhana dengan
menggunakan integral tak tentu melalui contoh
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain.
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan.
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
60
3. Kegiatan akhir 15
RPP- 5
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah
PERTEMUAN III
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menyatakan luas daerah di bidang datar dalam bentuk
integral tentu.
 Menurunkan/Merumuskan sifat-sifat integral tentu.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Integral tentu sebagai luas daerah.
Integral tentu merupakan integral dari suatu fungsi yang
nilai-nilai variabel bebasnya memiliki batas-batas tertentu.
Salah satu kegunaannya adalah untuk menghitung luas
daerah yang terletak antara kurva y = f(x) dan sumbu
koordinat (misalnya sumbu X) dalam rentang daerah yang
dibatasi oleh x = a dan x = b, untuk a < b.
Pada integral tak tentu diketahui

+ · C x F dx x f ) ( ) (
...(1)
hasil integrasi untuk rentangan wilayah tertentu, katakanlah
x=a dan x=b, untuk a<b, maka nilai x dapat disubstitusi
dengan a dan b sehingga, ruas kanan bentuk (1) menjadi:
(F(b)+C) – (F(a)+C) = F(b) – F(a) + C – C
= F(b) – F(a) ...(2)
(2) adalah hasil integral tentu dari f(x) antara a dan b. Secara
lengkap persamaan (1) dan (2) dapat ditulis menjadi:
] ) ( ) ( ) ( ) ( a F b F x F dx x f
b
a
b
a
− · ·

... Rumus integral tentu.
 Untuk lebih jelasnya pandang fungsi f dengan y = f(x)
yang didefenisikan pada interval tutup
[ ] b a,
seperti pada
gambar. Bagilah interval
[ ] b a,
menjadi n interval dengan
panjang masing-masing
n
x x x x ∆ ∆ ∆ ∆ , ... , , ,
3 2 1
dengan x
0
, x
1
,
x
2
, ... ,x
n
adalah koordinat x dari n titik interval tersebut dan
1 −
− · ∆
i i i
x x x
.
Pada setiap interval bagian
[ ]
i i
x x ,
1 −
, ambil sebuah titik
sebarang
i
x
yang terletak ditengah-tengah interval bagian
tersebut. Selanjutnya, buatlah persegi panjang dengan
panjang masing-masing f(
1
x ),f(
2
x ),f(
3
x
),f(
4
x ),f(
5
x
) dan
lebar masing-masing x ∆ . (sebagai contoh untuk n=5).
Y
Y = f(x)
RPP- 6

X
a=x
0
x
1
x
2
x
3
x
4
x
n
=b
1
x
2
x
3
x
4
x
5
x
Luas daerah dibawah kurva y = f(x) dapat dihampiri atau
didekati dengan menghitung jumlah luas persegipanjang-
persegipanjang tersebut, yaitu A = A
1
+ A
2
+ A
3
+ A
4
+ A
5
=

·

5
1
) (
i
i i
x x f
Jumlah ini disebut jumlah Riemann yang ditafsirkan sebagai
jumlah luas-luas persegipanjang pada setiap partisi.
Luas sebenarnya dari daerah di bawah kurva y = f(x) dapat
dihitung dengan mengambil nilai n yang cukup besar ( n
∞ →
). Jadi luas daerah di bawah kurva ditentukan dengan
menghitung
A =

·
∞ →

n
i
i i
n
x x f
1
) ( lim
. Jika jumlah tersebut ada, fungsi f
dikatakan terintegralkan pada interval [a,b]. Integral
tersebut dinamakan integral tentu f dari a ke b yang
dinyatakan oleh

b
a
dx x f ) (
dan didefenisikan sebagai

b
a
dx x f ) (
=

·
∞ →

n
i
i i
n
x x f
1
) ( lim
. Dengan demikian

b
a
dx x f ) (

menyatakan batasan luas daerah yang tercakup di antara
kurva y = f(x) dan sumbu X pada interval [a,b].
 Misalkan fungsi F kontinu pada interval [a,b] dan F
sebarang anti turunan dari f pada selang tersebut maka

b
a
x f ) (
dx = [F(x)
b
a
] = F(b) – F(a), maka dengan mudah dapat
diperoleh rumus 1 ; ) (
1
1
1
1
1 1 1
− ≠ −
+
·
]
]
]

+
·
+ + +

n a b
n
x
n
dx x
n n
b
a
n
b
a
n
Sifat-sifat integral tentu
a.
) ( a b c dx c
b
a
− ·

b.
∫ ∫
·
b
a
b
a
dx x f c dx x f c ) ( ) (
c.
∫ ∫ ∫
t · t
b
a
b
a
b
a
dx x g dx x f dx x g x f ) ( ) ( )) ( ) ( (
d.
∫ ∫
− ·
a
b
b
a
dx x f dx x f ) ( ) (
RPP- 7
e.
0 ) ( ·

a
a
dx x f
f.
∫ ∫
·
b
a
b
a
dt t f dx x f ) ( ) (
g.
c b a dengan ; f(x)dx f(x)dx f(x)dx
c
a
c
b
b
a
< < · +
∫ ∫ ∫
h.
b] [a, interval pada 0 f(x) jika , 0 f(x)dx
b
a
≥ ≥

i.
b] [a, interval pada 0 f(x) jika , 0 f(x)dx
b
a
≤ ≤

Temukan atau buktikan sifat-sifat di atas melalui beberapa
contoh.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab,
penemuan dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Sebagai apersepsi, melakukan tanya jawab
mengenai materi pada pertemuan sebelumnya.
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini.
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
10
2. Kegiatan Inti
• Menjelaskan integral tentu sebagai luas
daerah di bidang datar dan membimbing siswa
untuk menemukan sifat-sifat integral tentu.
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain.
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan.
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
65
RPP- 8
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
pertanyaan atau tanggapan
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah
15
PERTEMUAN IV
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menemukan sifat-sifat integral tentu (lanjutan pertemuan
sebelumnya)
 Menentukan integral tentu dari fungsi aljabar sederhana.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Lanjutan sifat-sifat integral tentu
 Pada dasarnya perhitungan integral tentu untuk fungsi
aljabar sederhana dapat dilakukan dua proses, yaitu mencari
suatu integral taktentu, kemudian menerapkan teorema
dasar kalkulus.
Dengan menggunakan teorema dasar kalkulus
“Misalkan fungsi F kontinu pada interval [a,b] dan F sebarang
anti turunan dari f pada selang tersebut maka

b
a
x f ) (
dx =
[F(x)
b
a
] = F(b) – F(a)“, maka menghitung integral tentu dari
fungsi aljabar sederhana dapat dilakukan dengan mudah.
Dengan singkat dapat dilakukan:
1. Tentukan anti turunan dari Integran
2. Substitusi batas-batas integral sesuai teorema dasar
kalkulus
3. Hitung nilai integral.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
RPP- 9
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Sebagai apersepsi, melakukan tanya jawab
mengenai materi pada pertemuan sebelumnya.
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini.
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
memberikan soal kuis.
10
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab dibahas kelanjutan
sifat-sifat integral tentu.
• Dengan tanya jawab, dibahas cara
menggunakan teorema dasar kalkulus dalam
menentukan integral suatu fungsi aljabar
sederhana.
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain.
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan.
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
70
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah sebagai tugas individu
• Mengarahkan siswa untuk mencari dan
menjawab soal UN dan atau UMPTN/SMPTN
mengenai integral tentu dan integral tak tentu
sebagai tugas.
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah
10
RPP- 10
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 1 –
10.
- Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII
Program Ilmu Sosial, Noormandiri, 2005.
Erlangga hal 1 – 13.
- Buku paket Matematika SMA kelas XII Program
Studi ilmu sosial dan Bahasa, H. Sunardi, dkk.
Bumi Aksara hal 1-16.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 3 – 7
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Kuiz, Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
 Uji Kompetensi awal
Sebelum pembelajaran ini dimulai, kerjakan soal-soal
berikut:
1. Tuliskan turunan dari fungsi-fungsi berikut:
a. 1 2 2
2
+ + · x x y
b. x x x y 2
2
1
2
1
3
+ + ·
c. ) 1 (
2
+ · x x y
d.
x
y
1
·
2. Gambarkan grafik fungsi-fungsi berikut pada bidang
koordinat Cartesius.
a. y=2x + 1 dan 3
2
+ · x y b.
2
) 1 ( − · x y dan y=2x
 Kuis, Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Kuiz 1
Isian atau
Uraian
Singkat
Jika F(x) = 3x
2
+4x, maka F’(x)= 6x+4.
Tentukanlah

+ dx x ) 4 6 (
.
2.
Jika diketahui

+ · C kx kdx
, maka
tentukanlah

dk
.
3. Buktikan atau tuliskan alasan singkat bahwa
nilai dari
C x adalah dx x +

2
3
3
2
.
RPP- 11
4.
Kuiz 2
Isian atau
Uraian
Singkat
Tentukan nilai dari

100
100
100
dz z .
5.
Diketahui

· −
2
0
2
4 ) 2 3 ( dx x x , maka
tentukanlah nilai dari


0
2
2
) 2 3 ( dx x x !
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
6.
Tugas
Individu
Uraian
Selesaikan integral tak tentu berikut:
a. dx x

3 2
c.

dx
x
2
3
b. dx
x
x x

+ ) 3 10 (
2 4
d.

+ − dx x x ) 1 )( 1 (
7. Hitunglah nilai integral tentu berikut:
a.

4
0
dx x x d.



1
1
3
3
)
1
( dx
x
x
b.


− −
0
1
2
) ( dx x x
c.
∫ ∫
− + + + −

2
0
2
0
1
) 2 ( ) 1 )( 2 ( dx x x dx x x
8. Diketahui kurva y=f(x). Tentukan
persamaan kurva, jika
dx
dy
= 2x + 1 dan titik
(2,4) terletak pada kurva.
9. Jika diketahui persamaan fungsi biaya
marginal suatu perusahaan adalah MC =
2Q
3
+3Q
2
-7 dan biaya tetapnya sebesar 30,
maka tentukan:
a. Persamaan biaya total
b. Persamaan biaya rata-rata
1.
Ulangan
PG
Jika b>0 dan



− · +
b
dx x
2
1 ) 1 ( 2 , maka nilai
b adalah …
a. 5 b. 4 c. 3 d. 2 e. 1
2.
Uraian
Diketahui turunan pertama fungsi F(x)
adalah F’(x)=3x
2
-2x+3 dan F(-1) = 2.
Tentukan fungsi F(x).
3. Hitunglah nilai dari
a.


3
0
) 1 2 ( dx x b. dx
x


2
2
4
6
Keterangan:
 Uji kompetensi awal diberikan pada awal
pertemuan I
 Kuiz dilaksanakan pada awal pertemuan kedua
dan keempat
RPP- 12
 Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan IV.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. e 1
2.
Diketahui 3 2 3 ) ( '
2
+ − · x x x F dan F(-1) = 2
Ditanyakan F(x) = ....
Penyelesaian
F(x) =

dx x F ) ( '
F(x) =

+ − dx x x ) 3 2 3 (
2
F(x) = c x x x + + − 3
2 3
1
1
1
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
Oleh karena F(-1) = 2, maka
2 ) 1 ( 3 ) 1 ( ) 1 (
2 3
· + − ⋅ + − − − c
⇔-1 – 1 – 3 + c = 2
⇔- 5 + c = 2
⇔ c = 2 + 5
⇔ c = 7
Jadi, F(x) = 7 3
2 3
+ + − x x x
1
1
1
1
1
Jumlah skor nomor 2 8
3.
a.


3
0
) 1 2 ( dx x =
[ ]
3
0
2
x x −
= ( ) ( ) 0 0 3 3
2 2
− − −
= 6 – 0
= 6
b. dx
x


2
2
4
6
=



2
2
4
6 dx x
=
2
2
3
3
6


]
]
]


x
=
2
2
3
2

]
]
]


x
=
,
`

.
|




8
2
8
2
= 0
1
1
1
1
1
1
1
1
Jumlah skor nomor 3 8
D. program Tindak Lanjut
 Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti
program remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Hitunglah integral tak tentu berikut:
a.

dx 5
RPP- 13
b.

− dx x x ) 2 (
2
c.

+ −

dx x x x ) 5 5 (
4 3
d.

+ dx x
2
) 7 3 (
2. Tentukan F(x) jika diketahui sebagai berikut:
a.
2
6 ) ( ' x x F · dan F(0) = 2
b. x x x F 2 5 ) ( '
2
− ·

dan F(5) = 4
3. Titik (1,3) terletak pada sebuah kurva. Jika
gradien garis singgung pada kurva tersebut sama dengan
8x, tentukan persamaan kurva tersebut.
4. Hitunglah integral tak tentu berikut.
a.


4
0
) 1 3 ( dx x
b.

+
2
1
3
) ( dx x x
c.


9
1
3
dx x
5. Tentukan nilai p dari persamaan

· −
p
dx x
0
1 ) 2 2 (
 Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti
program pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Tentukan nilai p dari persamaan berikut.
a.

·

0
2
2
3
2
p
dx
x
x x
b.


· − +
p
dx x x
1
2
1
2
10 ) ) 2 ((
2. Diketahui f(t) = 2t
2
+t – 6 ,
2
3
2 ≤ ≤ − t ,
tentukan:
a.

,
`

.
|


x
x
dt t f
dx
d
1
) (
b.

,
`

.
|

2
3
) (
x
dt t f
dx
d
c.

,
`

.
|

+

y y
dt t f
dy
d
2
2
2
2
) (
3. Jika


·
x
x
dt t x f
2
6 ) (
dan f(x) = 18, tentukan
nilai x !
RPP- 14
4. Tentukan F(x) jika diketahui
x
x
dx
dF
− ·
1
dan
F(9) = 15.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 2 /kd.1.2
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 4×45 Menit (2 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 1. Menggunakan konsep integral dalam
pemecahan masalah sederhana.
Kompetensi Dasar : 1.2 Menghitung integral tak tentu dan
integral tentu dari fungsi aljabar
sederhana.
Indikator Pencapaian :1.2.1 Menguraikan integral tak tentu dan
integral tentu dengan cara substitusi.
1.2.2 Menentukan integral dengan cara
substitusi.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Melakukan integral tak tentu dan integral tentu dengan
cara substitusi.
II. MATERI PEMBELAJARAN
Integral
 Integral dengan metode substitusi
RPP- 15
Pada fungsi-fungsi tertentu melakukan pengintegralan tak
tentu secara langsung terkadang cukup rumit untuk
mendapatkan hasil. Oleh karena itu diperlukan cara khusus
sehingga integral tak tentunya dapat dengan mudah
ditentukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah
dengan metode substitusi atau penggantian variabel,
misalnya pada

+ dx x x 4
2
, dilakukan penggantian
terhadap variabel x sehingga integralnya menjadi lebih
sederhana. Adapun caranya sebagai berikut.
Misalkan u = x
2
+ 4 maka du = 2x dx atau dx =
2
1
du
sehingga

+ dx x x 4
2
berubah menjadi

du u
2
1
. atau

du u
2
1
. Kemudian, selesaikan integral dalam variabel u
tersebut dan akhirnya variabel u diganti kembali dengan
variabel x.
Secara umum, langkah-langkah yang ditempuh untuk
menghitung integral dengan metode substitusi adalah
1. Memilih suatu fungsi u = g(x), kemudian menghitung du
= g’(x)dx.
2. Menggantikan variabel x ke dalam variabel u.
3. Menghitung integral dalam variabel u.
4. Menggantikan kembali variabel u hasil pada langkah 3
dengan variabel x.
Metode tersebut dirumuskan dalam teorema berikut
“Misalkan, g(x) suatu fungsi yang dapat diturunkan dan F
adalah suatu anti turunan dari f, Jika u = g(x) maka
. )) ( ( ) ( ) ( ) ( ' )) ( ( C x g F C u F du u f dx x g x g f + · + · ·
∫ ∫
Untuk integral tentu, setelah langkah 4 di atas digunakan
teorema dasar kalkulus untuk menghitung nilainya.
Demikian juga, jika pada penggantian variabel x menjadi
variabel u diikuti dengan perubahan terhadap batas-batas
pengintegralan yang berlaku pada x menjadi berlaku pada u,
maka integralnya dapat dihitung langsung dalam variabel u.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
RPP- 16
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan (TM)
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab, dibahas cara
menghitung integral tak tentu dan tentu
dengan cara substitusi atau membimbing siswa
untuk mengubah bentuk fungsi yang komplek
menjadi bentuk fungsi yang sederhana melalui
beberapa contoh. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM )
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah
10
PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dengan
menggunakan tehnik substitusi.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dengan
cara substitusi.
RPP- 17
Konsep dasar dari metode substitusi adalah mengubah
persoalan integral yang kompleks menjadi bentuk integral
yang sederhana menggunakan pemisalan atau perubahan
variabel. Jika
4 2 4 2 5 2
) 1 ( 10 ) 2 ( ) 1 ( 5 ) 1 ( − · − · − x x x x x
dx
d
, maka

+ − · − C x dx x x
5 2 4 2
) 1 ( ) 1 ( 10
.
Rumus dasar yang dapat digunakan adalah
Jika f(x) suatu fungsi yang dapat diturunkan maka
C x f
n
dx x f x f x f d x f
n n n
+
+
· ·
+
∫ ∫
1
) (
1
1
) ) ( ' ( ) ( )) ( ( ) ( dengan n
bilangan rasional dan n ≠ -1. Pemilihan f(x) harus tepat
sehingga perhitungan integral menjadi mudah.
Untuk integral tentu dengan cara substitusi perlu
diperhatikan bahwa setelah menentukan integral tak
tentunya atau sebelum menerapkan teorema dasar kalkulus
maka variabel integral harus dikembalikan ke variabel
semula karena batas-batas yang dimiliki untuk variabel awal.
Untuk dapat melakukan integral secara langsung dalam
variabel pengganti, maka dilakukan perubahan yang
berpadanan terhadap batas-batas pengintegralan sesuai
variabel yang dipilih. Untuk jelasnya perhatikan contoh.
Contoh
Tentukan hasil dari
. 4 ) 1 (
1
0
4 3
dx x x x

+ +
Jawab
Misalkan, u = x
4
+ 4x maka du=(4x
3
+4)dx=4(x
3
+1)dx
sehingga diperoleh
dx x x x

+ + 4 ) 1 (
4 3
=

+ + dx x x x ) 1 ( 4 ( 4
3 4
4
1
= du u

4
1
=
du u

2
1
4
1
=
C x x C u + + · +
2
3
2
3
) 4 (
4
6
1
6
1
Kemudian, gunakan teorema dasar kalkulus untuk
menghitung integral tentunya, yaitu
. 4 ) 1 (
1
0
4 3
dx x x x

+ +
=
[ ]
0
1
) 4 (
2
3
4
6
1
x x +
=
0 ) 5 (
2
3
6
1

=
1 2 5
6
1
=
5
6
5
Jadi,
. 4 ) 1 (
1
0
4 3
dx x x x

+ +
=
125
6
1
=
5
6
5
Akan tetapi, jika pada saat melakukan penggantian u = x
4
+
4x dilakukan perubahan yang berpadanan terhadap batas-
batas menjadi u=0
4
+4.0=0 dan u=1
4
+4.1=5 maka
integralnya dapat langsung dihitung dalam variabel u.
RPP- 18
. 4 ) 1 (
1
0
4 3
dx x x x

+ +
=
du u

2
1
4
1
=
[ ] 0 ) 5 . ( .
2
3
2
3
6
1
5
0 3
2
4
1
− · u
=
5
6
5
.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan (TM)
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan hubungan materi sebelumnya
dengan materi yang akan dipelajari. (TM)
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab dan penugasan,dibahas
cara menghitung integral tentu dengan integral
taktentu dengan menggunakan cara substitusi
melalui beberapa contoh. (TM & PT)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
60
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari
serta menjawab soal-soal UN, UMPTN dan atau
SMPTN tentang integral substitusi sebagai
tugas. (KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
15
• SUMBER BELAJAR
RPP- 19
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 11 –
21.
- Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII
Program Ilmu Sosial, Noormandiri, 2005.
Erlangga hal 14,15,23.
- Buku paket Matematika SMA kelas XII Program
Studi ilmu sosial dan Bahasa, H. Sunardi, dkk.
Bumi Aksara hal 7 - 27.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 3 – 8
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Tugas
individu
Uraian
Selesaikan integral berikut dengan cara
substitusi dan cara langsung (menguraikan
integran)

dx x x
3 3 4
8 ) 2 (
2.
Hitunglah nilai dari dx x

+
4
0
1 2 .
3. Biaya Marginal mingguan untuk
memproduksi x unit barang diberikan oleh
C’(x)=
2
) 1 (
500
+ x
dengan C’(x) adalah biaya
produksi dalam dolar. Jika C(0) = 2000
perminggu, tentukan fungsi biaya C(x) dan
besarnya C(x) jika x = 1000 unit.
1.
Ulangan
PG
. . .
) 3 (
2
2
1
3 2
·



dx
x
x
a.
8
3
b.
8
3

c.
3
4
d.
3
4


e. 2
2.
Uraian
Selesaikan integral berikut

+
dx
x
x
2
2
3
2
Keterangan:
RPP- 20
 Tugas individu diberikan setelah pembelajaran KD
1.2 ( pada akhir pertemuan II ).
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. b 1
2.
Diketahui

+
dx
x
x
2
2
3
2
Ditanyakan hasil pengintegralannya dengan cara substitusi
Penyelesaian
Misalkan u = x
3
+ 2, maka du = 3x
2
dx atau x
2
dx = du
3
1
,
sehingga

+
dx
x
x
2
2
3
2
=

+
dx x
x
2
3
2
2
berubah menjadi

⋅ du
u
3
1 2
atau

du
u
1
3
2
.
Selanjutnya

du
u
1
3
2
=


du u
2
1
3
2
=
c
u
+
+ −

+ −
1 3
2
2
1
1
2
1
= c u + ⋅
2
1
1
2
3
2
= c u +
3
4
Jadi, dengan mengganti u kembali dengan x
3
+ 2, diperoleh

+
dx
x
x
2
2
3
2
= c x + +2
3
4
3
.
1
1
1
1
1
1
1
1
Jumlah skor nomor 2 8
D. program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti
program remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Selesaikan integral tak tentu berikut:
a.

− dx x
7
) 2 3 (
b.

+ dx x x
2 3
3 ) 1 (
2. Hitunglah nilai integral tentu berikut.
a.

+
1
0
2
) 1 3 ( dx x
RPP- 21
b.
dx x

+
4
0
1 2
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti
program pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Selesaikan integral tak tentu berikut:
a.

+ dx x x 2 3
b.
dx x x


2 2
2 9
2. Diberikan materi pengayaan tentang cara
pengintegralan lain, yaitu integral parsial untuk soal
nomor 1 di atas, kemudian dengan batas tertentu yang
diberikan, hitunglah nilai integral tentu tersebut.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RPP- 22
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 3 /kd. 1.3
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 6×45 Menit(3 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 1. Menggunakan konsep integral dalam
pemecahan masalah sederhana.
Kompetensi Dasar : 1.3 Menggunakan integral untuk
menghitung luas daerah di bawah kurva.
Indikator Pencapaian : 1.3.1. Menjelaskan luas suatu daerah
yang dibatasi oleh suatu kurva dan
sumbu-sumbu koordinat dengan
gambar
1.3.2. Menghitung luas suatu daerah yang
dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-
sumbu koordinat.
1.3.3. Menghitung luas suatu daerah diantara
dua kurva.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menyatakan rumus luas suatu daerah dengan integral
yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu pada bidang
koordinat dalam gambar dan sebaliknya.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menggambarkan suatu daerah yang dibatasi oleh
beberapa kurva(hanya gambar sketsa). Langkah-langkah
yang diperlukan untuk menggambar sketsa tersebut adalah
RPP- 23
1. Titik-titik potong dengan sumbu koordinat (sumbu X
dan sumbu Y)
2. Atau menentukan beberapa titik kemudian
menghubungkannya atau menentukan hal-hal istimewa
suatu persamaan kurva yang akan digambar (fungsi
linear, Fungsi kuadrat, Fungsi pangkat tiga).
3. Untuk beberapa kurva, diperlukan titik potong dari
kurva itu, sebab titik-titik potong merupakan batas-batas
yang diperlukan.
 Rumus luas suatu daerah.
1. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x) dengan
sumbu X.
Misalkan, y = f(x) menyatakan persamaan kurva pada
bidang koordinat dan misalkan f kontinu dan tidak
negatif (f(x)>0) pada interval [a,b] seperti pada
gambar berikut.
Y
Y=f(x)
L
a b X
Luas daerah yang diarsir di atas adalah
L =

b
a
dx x f ) (
, yaitu luas daerah yang dibatasi oleh
kurva y = f(x), sumbu X, garis x=a dan garis x = b
dengan f(x)>0 pada interval [a,b].
Jika kurva y = f(x) bernilai negatif (f(x)<0) pada
interval [a,b] atau kurva berada di bawah sumbu X
maka

b
a
dx x f ) (
bernilai negatif, berarti tidak dapat
digunakan untuk menyatakan luas daerah karena luas
daerah selalu dinyatakan dengan bilangan tak negatif.
a b X
L
y=f(x)
RPP- 24
Namun, bilangan negatif tersebut adalah negatif dari
luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x) pada
interval [a,b]. Sehingga luas daerah yang diarsir pada
gambar di atas adalah L = -

b
a
dx x f ) (
=

b
a
dx x f ) (
,
yaitu luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=f(x),
sumbu X , x=a dan x = b, dengan f(x)<0 pada interval
[a,b].
Jika kurva f(x) sebagian di bawah sumbu X, sebagian di
atas sumbu X, misalnya pada interval [a,b], f(x)>0 dan
pada interval[b,c], f(x)<0, maka luas daerah yang
dibatasi oleh kurva y = f(x), dan sumbu X dalam
interval [a,c] adalah
L =

,
`

.
|
− +
∫ ∫
c
b
b
a
dx x f dx x f ) ( ) (
=
∫ ∫
+
c
b
b
a
dx x f dx x f ) ( ) (
.
2. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva x=g(y), sumbu Y.
Jika kurva x = g(y) berada di kanan sumbu Y pada
interval c<y<d, maka luas daerah yang dibatasi oleh
kurva x=g(y), x=c, x=d dan sumbu Y adalah L =

d
c
dy y g ) (
.
Jika kurva x = g(y) berada di kiri sumbu Y pada interval
c<y<d, maka luas daerah yang dibatasi oleh kurva
x=g(y), x=c, x=d dan sumbu Y adalah L = -

d
c
dy y g ) (
=

d
c
dy y g ) (
.
Jika kurva x = g(y) sebagian berada dikiri, sebagian di
kanan sumbu Y (misalkan pada interval c<y<d, g(y)<0
dan pada interval d<y<e, g(y)>0), maka luas daerah
yang dibatasi oleh kurva x = g(y) dan sumbu Y
pada interval c<y<e adalah
L =
∫ ∫
+ −
e
d
d
c
dy y g dy y g ) ( ) (
.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No Kegiatan Waktu
RPP- 25
. (menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
memberi kuiz.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya, menggambar grafik fungsi
sederhana.
20
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab dan diskusi, membahas
cara mengambar suatu daerah yang dibatasi
oleh suatu kurva melalui beberapa contoh,
menyatakan rumus luasnya dengan integral
dan sebaliknya. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
60
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menghitung luas suatu daerah yang dibatasi oleh suatu
kurva dan sumbu-sumbu koordinat.
RPP- 26
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menghitung luas daerah yang dibatasi oleh suatu kurva
dan sumbu-sumbu koordinat.
Untuk menentukan luas daerah antara suatu kurva dengan
sumbu-sumbu koordinat lakukan langkah-langkah berikut:
a. Perhatikan gambar kurvanya (Buat sketsa daerah
yang akan dihitung luasnya, jika belum ada), di atas
sumbu X atau di bawah sumbu X atau sebagian di atas
sumbu X dan sebagian di bawah sumbu X, demikian juga
untuk sumbu Y di kiri atau di kanan.
b. Pilih rumus luas yang cocok untuk digunakan atau
Jika kurvanya di bawah sumbu X, luasnya tidak boleh
negatif dan rumus luas harus diberi tanda negatif atau
batas integralnya dari kanan ke kiri, demikian juga untuk
di kiri sumbu Y. Dengan kata lain(misalkan kurvanya
y=f(x), x=g(x)) , jika f(x)>0, untuk x∈[a,b], gunakan
rumus luas L =

b
a
dx x f ) (
, jika f(x)<0, untuk x∈[a,b]
gunakan rumus luas L=-

b
a
dx x f ) (
=

b
a
dx x f ) (
=

a
b
dx x f ) (
, jika sebagian di bawah dan sebagian di atas
sumbu X gunakan penjumlahan kedua rumus tersebut.
Demikian juga untuk sumbu Y.
c. Gunakan integral tentu (teorema dasar kalkulus)
untuk menentukan nilai integral tersebut atau luas
tersebut.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
RPP- 27
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab atau diskusi, untuk
Membahas cara menghitung luas daerah yang
dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-sumbu
koordinat. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10
PERTEMUAN III
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menghitung luas suatu daerah diantara dua kurva.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Luas daerah antara dua kurva.
Untuk menghitung luas daerah yang dibatasi oleh dua kurva,
ditentukan terlebih dahulu interval pengintegralan dengan
menghitung absis titik potong antara dua kurva itu.
RPP- 28
Perhatikan gambar
Y
y
1
=f(x)
y
2
= g(x)
X
O a b
Luas daerah yang dibatasi oleh kedua kurva pada gambar di
atas dalam interval [a,b] dengan f(x)>g(x) adalah
L =
∫ ∫

b
a
b
a
dx x g dx x f ) ( ) (
=
{ ¦


b
a
dx x g x f ) ( ) (

=


b
a
dx y y ) (
2 1
Rumus itu juga berlaku untuk daerah yang berada di bawah
sumbu x. Dengan kata lain luas daerah antara 2 kurva tidak
mengenal kurva yang terletak di bawah sumbu X yang diberi
tanda “-“
 Menghitung luas daerah diantara dua kurva
Langkah-langkah menghitung luas daerah di antara dua
kurva adalah sebagai berikut
a. Gambarkan sketsa daerah yang akan dihitung luasnya.
b. Tentukan absis titik potong kedua kurva untuk dijadikan
batas integral (jika merupakan batas integral)
c. Jika f(x) ≥ g(x), untuk x ∈[a,b], gunakan rumus
L =
∫ ∫

b
a
b
a
dx x g dx x f ) ( ) (
=
{ ¦


b
a
dx x g x f ) ( ) (
, Jika f(x) ≤
g(x) untuk x ∈[a,b], gunakan rumus
L =
∫ ∫

b
a
b
a
dx x f dx x g ) ( ) (
=
{ ¦


b
a
dx x f x g ) ( ) (
.
d. Gunakan integral tentu untuk menentukan nilainya.
III.METODE PEMBELAJARAN
RPP- 29
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab,
penemuan dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
10
2. Kegiatan Inti
• Bertanya jawab atau berdiskusi untuk
menemukan rumus dan cara menghitung luas
daerah yang dibatasi oleh dua kurva. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari
dan menjawab soal UN, UMPTN dan atau
15
RPP- 30
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
SMPTN tentang luas daerah dengan integral
sebagai tugas (KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah dan bersiap untuk uji
kompetensi (dalam bentuk ulangan blok)
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 22 –
29.
- Buku Pelajaran Matematika SMA
kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri,
2005. Erlangga hal 15 - 20.
- Buku paket Matematika SMA
kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa,
H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 30 - 40.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 10 - 11
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Kuiz, Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
Kuis, Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Kuiz Isian atau
uraian
singkat
Tulislah rumus luas dari daerah yang diarsir
pada gambar berikut
Y y = x – 1



O 1 4 X
2. Arsirlah daerah yang luasnya dirumuskan
oleh

+
2
0
) 3 ( dx x pada gambar!
RPP- 31
Y= x + 3
3
-3 O X
3.
Tugas
Individu
Uraian
Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh
kurva y = x
2
– 4x + 3, sumbu X, x = 0
dan x = 4
4.
Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh y =
x
2
, x = y
3
dan x + y = 2.
1.
Ulangan
PG
Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=x
2
dan y = -x adalah … satuan luas.
a.
6
1
b.
6
2
c.
6
3
d.
6
4
e.
6
5
2. Uraian
Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh
y=x
2
, y=8-x
2
dan y = 4x + 12.
Keterangan:
 Kuiz diberikan pada awal pertemuan I
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan III.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. a 1
2. Diketahui suatu daerah dibatasi oleh y = x
2
, y = 8 – x
2
dan y = 4x
+ 12
Ditanyakan Luas daerah tersebut = ....
Penyelesaian
Daerah yang dibatasi oleh y = x
2
, y = 8 – x
2
dan y = 4x + 12
dinyatakan oleh daerah yang diarsir dalam gambar berikut.
RPP- 32
Y
y = x
2
A = Luas daerah yang dibatasi oleh y = x
2
dan y = 4x + 12
B = Luas daerah yang dibatasi oleh y = x
2
dan y = 8 – x
2

Luas Daerah yang diarsir = A – B
Absis titik potong y = x
2
dan y = 4x + 12, yaitu
x
2
= 4x + 12
x
2
– 4x – 12 = 0
(x – 6)(x + 2) = 0
x = 6 atau x = - 2
Sehingga A =


− +
6
2
2
) 12 4 ( dx x x =
6
2
3 2
3
1
12 2

]
]
]

− + x x x
= 72 – )
3
40
(− =
3
256
Absis titik potong y = x
2
dan y = 8 – x
2
, yaitu
x
2
= 8 – x
2
2x
2
= 8
x
2
= 4
x = 2 atau x = - 2
sehingga B =


− −
2
2
2 2
) 8 ( dx x x =
2
2
3
3
2
8

]
]
]

− x x
= )
3
32
(
3
32
− −
5
1
1
1
1
2
2
1
1
2
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
=
3
64
Jadi, luas daerah yang diarsir =
3
256
-
3
64
=
3
192
satuan luas
sebagai luas daerah yang dibatasi oleh y = x
2
, y = 8 – x
2
dan y =
4x + 12.
2
1
Jumlah skor soal nomor 2 20
D. Program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Gambarlah luas daerah yang dinyatakan oleh
integral tertentu berikut (dengan cara mengarsir)
a.

4
0
4xdx
b.


2
1
3
dx x
RPP- 33
X
y = 8 - x
2
y = 4x + 12
2. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh:
a. kurva y = 2 – 2x, sumbu X, garis x = 0, dan garis x = 4
b. kurva y = x + 2, garis y = 2, garis y = 4, dan sumbu Y
c. Kurva y = x
2
, kurva y = x, garis x=0, dan garis x = 1
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Tentukan Luas daerah yang dibatasi oleh:
a. kurva
y x − · 1
, garis y = 0, garis y = 1, dan sumbu Y
b. kurva y = x
3
– 4x dan kurva y = x
2
– 4x
2. Daerah yang dibatasi oleh kurva f(x) = 6x –
x
2
dan y=0 pada interval 4 1 ≤ ≤ x memiliki luas 24 satuan
luas. Gambarkan daerah tersebut, kemudian gambarkan
lagi dua daerah yang dibatasi oleh fungsi kuadrat lainnya
yang mempunyai luas yang sama dengan luas gambar
tadi( 24 satuan luas).
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 4 / kd. 2.1
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 4×45 Menit (2 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 2. Menyelesaikan masalah program linear.
Kompetensi Dasar : 2.1Menyelesaikan sistem pertidaksamaan
linear dua variabel.
Indikator Pencapaian : 2.1.1 Mengenal pertidaksamaan linear dua
variabel.
2.1.2 Menjelaskan sistem
pertidaksamaan linear dua variabel
RPP- 34
2.1.3 Menentukan penyelesaian sistem
pertidaksamaan linear dua variabel
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menjelaskan dan menentukan penyelesaian
pertidaksamaan linear dua variabel.
 Menuliskan suatu sistem pertidaksamaan linear dua
variabel
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Arti sistem pertidaksamaan linear dua variabel.
Persamaan ax + by = c merupakan persamaan linear dua
variabel. Jika tanda sama dengan (=) pada persamaan
tersebut diganti dengan salah satu tanda <,>, ≤, atau ≥
maka diperoleh bentuk pertidaksamaan linear dengan dua
variabel (x,y sebagai variabel dan a,b,c ∈ R). Dengan
demikian pertidaksamaan linear dapat pula diartikan
pertidaksamaan dengan variabel pangkat satu. Gabungan
dua atau lebih pertidaksamaan linear yang terdiri dari dua
variabel disebut sistem pertidaksamaan lineardengan dua
variabel.
 Menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear.
Pasangan terurut (a,b) dikatakan memenuhi pertidaksamaan
linear dua variabel dalam x dan y jika x diganti dengan a dan
y diganti dengan b diperoleh pernyataan yang benar.
Adapun semua pasangan titik yang merupakan penyelesaian
dari pertidaksamaan linear dua variabel disebut himpunan
penyelesaian. Untuk mendapatkan himpunan penyelesaian
tersebut dapat dilakukan dengan metode grafik pada bidang
koordinat kartesius dan uji titik.
Misalkan pertidaksamaan ax + by ≤ c
a. Buat grafik garis ax + by =
c
1. Tentukan titik-titik potong garis ax+by = c dengan
sumbu-sumbu koordinat.
2. Tarik garis lurus antara kedua titik tersebut
3. Garis lurus itu mempunyai persamaan ax+by=c.
b. Uji titik
Ambil suatu titik sembarang, misal (x,y) dengan (x,y)
tidak terletak pada garis ax+by=c. Substitusikan titik
tersebut ke dalam pertidaksamaan ax + by ≤ c. Ada dua
kemungkinan sebagai berikut.
1. Apabila pertidaksamaan tersebut bernilai benar,
maka himpunan penyelesaian adalah daerah yang
memuat titik tersebut dengan batas garis ax+by = c.
2. Apabila pertidaksamaan tersebut bernilai salah,
maka himpunan penyelesaian adalah daerah yang
RPP- 35
tidak memuat titik tersebut dengan batas garis
ax+by=c.
Perlu diperhatikan, untuk membedakan garis pada
pertidaksamaan yang mengandung tanda ≤ atau ≥
dengan < atau > dibuat garis yang berbeda, yaitu untuk
tanda ≤ atau ≥ dipakai garis penuh dan untuk tanda <
atau > dipakai garis putus-putus. Demikian juga untuk
daerah penyelesaian, apakah yang memenuhi diarsir atau
tidak, disesuaikan dengan kesepakatan.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini. (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Membahas materi prasyarat: Sistem
koordinat kartesius, persamaan garis melalui
dua titik. (TM)
• Menjelaskan beberapa contoh permasalahan
dalam kehidupan sehari-hari, kemudian
mendiskusikan contoh lain yang menyangkut
materi program linear serta memberikan uji
kompetensi awal. (TM & PT)
20
2. Kegiatan Inti
• Menjelaskan pengertian dan bentuk umum
sistem pertidaksamaan linear dua variabel dan
bertanya jawab tentang cara menentukan
himpunan penyelesaian suatu pertidaksamaan.
(TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan
tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan
atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
60
RPP- 36
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear
dua variabel.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear
dua variabel.
Menentukan himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan
berarti menentukan irisan himpunan penyelesaian dari
setiap pertidaksamaan yang membentuk sistem tersebut.
Jika himpunan penyelesaiannya tidak beririsan maka
penyelesaian dari pertidaksamaan-pertidaksamaan tersebut
adalah himpunan kosong. Langkah-langkah yang diperlukan
untuk menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear adalah
sebagai berikut.
1. Menggambar masing-masing garis dari setiap
pertidaksamaan.
2. Menentukan daerah penyelesaian masing-masing
pertidaksamaan.
3. Irisan daerah penyelesaian setiap pertidaksamaan
merupakan daerah penyelesaian sistem
pertidaksamaan.
 Menentukan sistem pertidaksamaan linear jika
daerah penyelesaiannya diketahui dapat dilakukan langkah-
langkah berikut.
1. Menentukan persamaan garis dari gambar. Persamaan
garis yang melalui yang melalui dua titik (x
1
,y
2
) dan
(x
2
,y
2
) ditentukan dengan rumus
1 2
1
1 2
1
x x
x x
y y
y y


·


2. Gunakan titik uji untuk menentukan tanda
pertidaksamaan.
III.METODE PEMBELAJARAN
RPP- 37
o Metode : Ekspositori, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan (TM)
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab, membahas tentang
cara menentukan himpunan penyelesaian
sistem pertidaksamaan (TM)
• Membahas cara penentuan sistem
pertidaksamaan linear bila daerah
penyelesaian diketahui. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
RPP- 38
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah (TM)
• Mengarahkan siswa untuk mencari dan
menjawab soal UN, UMPTN & atau SMPTN
tentang sistem pertidaksamaan linear 2
variabel. (KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 37 -
44.
- Buku Pelajaran Matematika SMA
kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri,
2005. Erlangga hal 31 - 36.
- Buku paket Matematika SMA
kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa,
H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 47 - 54.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 19 – 20
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU
kelas 2, Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi
Prayitno. 1995. DEPDIKBUD hal 136 – 138.
- Matematika 2b kelas 2 SMU
semester 2. 2003. PT. INTAN PARIWARA hal
112-114.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
 Uji Kompetensi awal
Sebelum pembelajaran ini dimulai, kerjakan soal-soal
berikut:
RPP- 39
1. Buatlah sketsa dari grafik fungsi x + y = 30 pada bidang
koordinat Cartesius, kemudian tentukan titik potong
kedua garis tersebut!
2. Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan
linear dua variabel berikut
¹
'
¹
· +
· +
7 2
12 3 2
y x
y x
 Kuiz, Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Tugas
Individu
Uraian
Gambarlah daerah penyelesaian dari
pertidaksamaan berikut: ( daerah yang
diarsir merupakan daerah penyelesaian)
a. 3x + 2y

6
b. -1 < y < 4
2.
Tunjukkan daerah penyelesaian sistem
pertidaksamaan
2x + 3y

12
5x + 6y ≤ 30
x

0
y ≥ 0
1. Ulangan PG
Daerah yang diarsir pada gambar memenuhi
sistem pertidaksamaan ….
a.
20 5 4 ; 2 ; 2 ; 0 ; 0 ≤ + ≤ ≥ ≥ ≥ y x x y y y x
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
b.
20 5 4 ; 2 ; 2 ; 0 ; 0 ≤ + ≥ ≥ ≥ ≥ y x x y y y x
c.
20 4 5 ; 2 ; 2 ; 0 ; 0 ≤ + ≤ ≥ ≥ ≥ y x x y y y x
d.
20 4 5 ; 2 ; 2 ; 0 ; 0 ≤ + ≥ ≥ ≥ ≥ y x x y y y x
e.
20 5 4 ; 2 ; 2 ; 0 ; 0 ≥ + ≥ ≥ ≥ ≥ y x x y y y x
2. Uraian
Gambarlah daerah penyelesaian dari sistem
pertidaksamaan berikut
¹
¹
¹
¹
¹
'
¹


≤ +
≥ +
0
0
5
18 9 2
y
x
y x
y x
Keterangan:
 Uji kompetensi awal diberikan pada awal
pertemuan I
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan II.
RPP- 40
X
Y
0
2
4
5
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. a 1
2. Diketahui sistem pertidaksamaan berikut
¹
¹
¹
¹
¹
'
¹


≤ +
≥ +
0
0
5
18 9 2
y
x
y x
y x
Ditanyakan gambar daerah penyelesaian sistem
Penyelesaian
- Persamaan garis 2x +
9y = 18 memotong sumbu X di (9,0) dan sumbu Y di (0,2),
daerah penyelesaiannya terletak di sebelah kanan garis
tersebut.
- Persamaan garis x + y
= 5 memotong sumbu X di (5,0) dan sumbu Y di (0,5), daerah
penyelesaiannya terletak di sebelah kiri garis tersebut.
- Daerah penyelesaian
yang memenuhi
0 , 0 ≥ ≥ y x
di kuadran I.
- Gambar daerah
tersebut adalah
1
1
1
5
Jumlah skor soal nomor 2 8
D. Program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Tunjukkan pada diagram Cartesius, daerah
himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan linear
berikut.
a. 2x – y < 4
b. x – 2y ≤ 10
RPP- 41
Y
X
0
2
5
9
5
2. Tunjukkan pada diagram Cartesius, daerah
himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua
variabel berikut.
a.
10 5 ; 8 ; 0 ; 0 < + ≤ + ≥ ≥ y x y x y x
b.
6 2 4 ; 9 5 2 ; 0 ; 0 ≤ − ≤ + ≥ ≥ y x y x y x
3. Tentukan sistem pertidaksamaan linear untuk
daerah yang diarsir pada diagram Cartesius berikut.
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Coba
diskusikan dengan teman Anda, apakah perbedaan
sistem pertidaksamaan linear dan sistem pertidaksamaan
linear. Bagaimana cara menentukan penyelesaian dari
sistem pertidaksamaan linear dan sistem persamaan
linear?
2. Titik-titik
sudut suatu segitiga adalah O(0,0), A(3,3) dan B( 0 , 4
2
1
).
a. Gambarlah OAB ∆ dalam koordinat
Cartesius, kemudian arsirlah bagian dalam segitiga
tersebut.
b. Tulislah suatu sistem pertidaksamaan yang
himpunan penyelesaiannya adalah daerah yang diarsir
pada jawaban a.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RPP- 42
X
Y
6 2 0
-5
3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 5 / kd 2.2
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 6×45 Menit (3 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 2. Menyelesaikan masalah program linear.
Kompetensi Dasar : 2.2 Merancang model matematika dari
masalah program linear.
Indikator Pencapaian : 2.2.1 Mengenal masalah yang merupakan
program linear
2.2.2 Menentukan fungsi objektif dan
kendala dari program linear
2.2.3 Menggambarkan daerah fisibel
dari program linear
2.2.4 Merumuskan model matematika
dari masalah aplikatif program linear.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menjelaskan masalah yang merupakan program linear
 Menentukan fungsi objektif dan kendala dari program
linear.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Program Linear
Program linear merupakan suatu cara yang bertujuan untuk
menentukan himpunan penyelesaian bagi suatu sistem
pertidaksamaan yang berkaitan dengan masalah
pengoptimalan, yaitu memaksimalkan atau meminimalkan
suatu tujuan atau sasaran dari suatu masalah sehari-hari.
Sebagai contoh adalah mencari keuntungan maksimum
sehari-hari dari suatu produk yang dijual di pasaran.
Suatu masalah dikatakan masalah program linear apabila
memenuhi ketentuan-ketentuan berikut
1. Tujuan persoalan yang akan dicapai harus dapat
dinyatakan dalam bentuk fungsi linear f(x,y) = Z = ax +
by. Fungsi linear ini dikenal sebagai fungsi tujuan atau
fungsi sasaran (fungsi objektif atau bentuk objektif). a,b
koefisien peubah-peubah yang mempengaruhi fungsi
tujuan.
Contoh.
RPP- 43
Suatu perangkat soal terdiri atas soal pilihan ganda dan
soal uraian. Jumlah kedua soal itu adalah 13 butir. Untuk
menjawab satu soal pilihan ganda memerlukan waktu 3
menit, untuk menjawab satu soal uraian memerlukan
waktu 10 menit. Waktu yang tersedia 60 menit. Jika tiap
soal pilihan ganda mendapat skor 5 dan tiap soal uraian
mendapat skor 15, berapa banyak soal masing-masing
harus dijawab agar mendapat skor sebanyak-banyaknya?
Buatlah bentuk objektifnya.
Jawab
Misalnya banyak soal pilihan ganda adalah x dan banyak
soal uraian adalah y. Fungsi tujuan adalah f(x,y) = 5x +
15y. Jadi, bentuk objektifnya adalah 5x + 15y.
2. Harus ada alternatif pemecahan masalah yang membuat
fungsi tujuan mencapai optimum (keuntungan yang
sebanyak-banyaknya, pengeluaran yang sekecil-kecilnya
dan sebagainya).
3. Sumber-sumber yang tersedia dalam jumlah yang terbatas,
seperti bahan mentah terbatas, modal terbatas, dan
sebagainya. Pembatasan-pembatasan dari sumber yang
tersedia ini harus dapat dinyatakan dalam bentuk
pertidaksamaan linear. Dengan kata lain bentuk-bentuk
pertidaksaman ini merupakan kendala dari masalah program
linear.
Perhatikan contoh pada 1 di atas. Kendala-kendalanya
adalah x + y ≤ 13, 3x + 10y ≤ 60 , x≥0 dan y≥0.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
memberikan soal kuiz. (TM&PT)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
20
2. Kegiatan Inti
• Dengan ceramah, guru menjelaskan
masalah-masalah yang merupakan masalah
program linear (TM)
• Dengan tanya jawab, melalui contoh dibahas
60
RPP- 44
cara menentukan fungsi objektif dan kendala
suatu masalah program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah (PT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah (TM)
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menggambarkan daerah fisibel dari program linear.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Daerah fisibel dari program linear
Daerah fisibel merupakan daerah penyelesaian sistem
pertidaksamaan atau kendala yang membatasi suatu
masalah program linear untuk mencapai tujuan atau sasaran
yang optimal. Oleh karena itu cara menggambar daerah
fisibel dari program linear sama saja dengan cara
menggambar daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan
linear.
Contoh.
Gambar daerah penyelesaian contoh pada 1 di atas adalah
daerah yang diarsir berikut. Penyelesaian yang mungkin dari
persoalan tersebut adalah pasangan berurutan (x,y) yang
memenuhi sistem tersebut. Daerah yang memenuhi
pasangan berurutan tersebut dinamakan daerah fisibel.
Y
13
RPP- 45
6
X
O 13 20
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan diskusi atau Tanya jawab,
membahas cara-cara menggambar daerah
fisibel suatu masalah program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
65
RPP- 46
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10
PERTEMUAN III
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Merumuskan model matematika dari masalah program
linear.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Model matematika dari masalah program linear.
Dalam masalah program linear, pembentukan suatu model
matematika sangatlah menentukan. Model matematika
merupakan terjemahan bahasa sehari-hari menjadi bahasa
matematika agar lebih sederhana dan mudah dipahami.
Model matematika di dalam program linear, dibagi menjadi
dua bagian, yaitu.
1. Model matematika yang menyangkut fungsi tujuan
( berbentuk fungsi linear).
2. Model matematika yang menyangkut syarat-syarat atau
batasan-batasan atau kendala-kendala (berbentuk
pertidaksamaan linear)
Langkah-langkah menuliskan persolan sehari-hari kedalam
bahasa matematika adalah sebagai berikut:
1. Tuliskan ketentuan-ketentuan yang ada ke dalam suatu
tabel
2. Buatlah pemisalan untuk objek-objek yang belum
diketahui dalam variabel (x,y dan sebagainya)
3. Buatlah sistem pertidakasamaan dari hal-hal yang telah
diketahui
4. Tentukan fungsi objektitnya.
Contoh.
Suatu kapal dapat mengangkut penumpang sebanyak-
banyaknya 240 orang. Penumpang kelas utama dapat
membawa bagasi seberat 60 kg dan kelas ekonomi seberat
20 kg. Kapal tersebut hanya dapat memuat bagasi paling
banyak 7200kg. Harga sebuah tiket kelas utama
Rp200.000,00 dan sebuah tiket kelas ekonomi
RPP- 47
Rp100.000,00. Harapan pengelola kapal untuk dapat
memperoleh harga jual tiket yang setinggi-tingginya. Buatlah
model matematikanya!
Jawab.
Model matematikanya adalah x + y ≤ 240, 60x+20y ≤
7200, x≥0 dan y≥0. fungsi tujuannya adalah 200000x +
100000y.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, tanya jawab, penemuan
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
10
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab, membahas cara
menuliskan atau menemukan model
matematika dari suatu program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM & PT)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
15
RPP- 48
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
rumah (PT)
• Mengarahkan siswa untuk mencari dan
menjawab soal UN, UMPTN dan atau SMPTN
tentang model matematika dari masalah
program linear. (KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah (TM)
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 37 -
44.
- Buku Pelajaran Matematika SMA
kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri,
2005. Erlangga hal 37 - 51.
- Buku paket Matematika SMA
kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa,
H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 55 - 60.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 20 - 21
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU
kelas 2, Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi
Prayitno. 1995. DEPDIKBUD hal 139 – 140.
- Matematika 2b kelas 2 SMU
semester 2. 2003. PT. INTAN PARIWARA hal
115-116.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
RPP- 49
Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Tugas
Individu
Uraian
Suatu kapal dapat mengangkut penumpang
sebanyak-banyaknya 240 orang.
Penumpang kelas utama dapat membawa
bagasi 60 kg dan kelas ekonomi sebanyak
20 kg. Kapal tersebut hanya dapat memuat
bagasi paling banyak 7200kg. Harga sebuah
tiket kelas utama Rp 200000,- dan
sebuah tiket kelas ekonomi Rp 100000,-.
Harapan pengelola kapal dapat memperoleh
harga jual tiket yang setinggi-tingginya.
Buatlah model matematikanya.
2.
Setiap semester seorang agen mobil A
memesan dagangan dari pusatnya yang
berupa sedan dan van yang berturut-turut
memberi laba kepadanya sebesar 5 juta dan
3,5 juta per unit yang terjual. Kantor pusat
mengharuskan agen untuk memesan sedan
paling sedikit 20% dari seluruh pesanan. Di
tempat agen, luas ruang pamer (showroom)
sekaligus gudang hanya cukup untuk 10
sedan saja atau untuk 15 buah van saja.
Dalam keadaan demikian, agen tetap ingin
memaksimumkan laba total dengan
memperhatikan banyak sedan dan van yang
sebaiknya dipesan (persemester) bila
diketahui bahwa pada akhir semester
dagangan lama pasti habis terjual. Buatlah
model matematika dari masalah tersebut
dan gambarkan daerah fisibelnya !
1.
Ulangan
PG
Harga 1 Kg beras Rp2.500,00 dan 1 kg gula
Rp4.000,00. Seorang pedagang memiliki
modal Rp300.000,00 dan tempat yang
tersedia hanya memuat 1 kuintal. Jika
pedagang tersebut membeli x kg beras dan
y kg gula, maka sistem pertidaksamaan dari
masalah tersebut adalah ….
a.
0 ; 0 ; 100 ; 600 8 5 ≥ ≥ ≤ + ≤ + y x y x y x
b.
0 ; 0 ; 100 ; 600 8 5 ≥ ≥ ≤ + ≥ + y x y x y x
c.
0 ; 0 ; 100 ; 600 8 5 ≥ ≥ ≥ + ≤ + y x y x y x
d.
0 ; 0 ; 1 ; 10 8 5 ≥ ≥ ≤ + ≤ + y x y x y x
e.
0 ; 0 ; 1 ; 10 8 5 ≥ ≥ ≥ + ≤ + y x y x y x
2. Uraian
Seorang siswa boleh memilih jurusan IPS jika
memenuhi syarat sebagai berikut
- J
umlah nilai Ekonomi dan Sosiologi tidak
boleh kurang dari 12
- N
ilai setiap mata pelajaran tidak boleh
kurang dari 5.
Misalnya nilai Ekonomi x dan nilai Fisika y,
maka Gambarkan daerah fisibel yang sesuai
dari masalah tersebut!
Keterangan:
RPP- 50
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan III.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. a 1
2. Sistem pertidaksamaan untuk model pada soal adalah
12 ; 10 ; 10 ; 5 ; 5 ≥ + ≤ ≤ ≥ ≥ y x dan y x y x
Daerah yang memenuhi:
- 5 ≥ x di sebelah kanan garis x = 5
-
5 ≥ y
di sebelah atas garis y = 5
- 10 ≤ x di sebelah kiri garis x = 10
-
10 ≤ y
di sebelah bawah garis y = 10
Daerah penyelesaian harus di sebelah kanan garis yang memotong
sumbu X di titik (0,12) dan sumbu Y di titik (12,0), yaitu
12 ≥ +y x
.
Gambarnya adalah
5
1
1
1
1
1
5
Jumlah skor soal nomor 2 15
D. Program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Untuk membuat serabi jenis A diperlukan 6
ons tepung beras dan 4 ons tepung terigu. Untuk
membuat serabi jenis B diperlukan 8 ons tepung beras
dan 5 ons tepung terigu. Tepung beras yang tersedia 34
ons dan tepung terigu yang tersedia sebanyak 22 ons.
Keuntungan yang diperoleh serabi jenis A adalah
Rp150,00 perbuah dan serabi jenis B adalah Rp200,00 per
buah. Buatlah model matematika dari masalah tersebut
agar diperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
2. Gambarkan daerah fisibel soal nomor 1 di
atas.
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
RPP- 51
X
Y
10
5
10
5
0
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
Membahas daerah fisibel program linear bulat
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 6 / kd 2.3
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 6×45 Menit (3 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 2. Menyelesaikan masalah program linear.
Kompetensi Dasar : 2.3 Menyelesaikan model matematika dari
masalah program linear dan
penafsirannya.
Indikator Pencapaian : 2.3.1 Menentukan nilai optimum dari suatu
fungsi objektif dalam daerah
penyelesaian
2.3.2 Memecahkan masalah program
linear
2.3.3 Menafsirkan solusi dari masalah
program linear.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan nilai optimum dari suatu fungsi objektif.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Nilai optimum dari suatu fungsi objektif
Permasalahan dalam program linear selalu berhubungan
dengan pengoptimasian (memaksimumkan atau
meminimumkan) fungsi objektif berdasarkan kendala yang
membatasinya.
Adapun bentuk umum fungsi objektif adalah Z=f(x,y)= ax +
by, dengan a dan b ∈ R, x dan y
RPP- 52
merupakan variabel pada sistem pertidaksamaan yang
merupakan fungsi kendala dari fungsi objektif tersebut.
Nilai optimum dapat ditentukan dengan cara uji titik sudut
atau garis selidik.
1. Cara uji titik sudut
Cara ini dilakukan untuk menghitung nilai fungsi objektif
di setiap titik sudut dari daerah penyelesaian. Kemudian
membandingkan antara satu nilai dengan nilai lainnya.
Dengan demikian, dapatlah ditentukan titik fungsi
objektif maksimum atau minimum.
Langkah-langkah menentukan nilai optimum bentuk
objektif
a.Gambar daerah penyelesaian dari sistem
pertidaksamaan persoalan program linear.
b.Tentukan koordinat titik-titik sudut daerah penyelesaian
tersebut.
c. Hitunglah nilai bentuk objektif untuk titik-titik tersebut.
d. Nilai optimum bentuk objektif dapat dicari dari nilai
pada langkah c.
2. Menggunakan garis selidik ax + by = k
Penggunaan garis selidik akan mempermudah dan
mempercepat menentukan nilai optimum suatu bentuk
fungsi objektif.
Jika bentuk objektif dari persoalan program linear adalah
f(x,y) = ax + by, maka garis selidik mempunyai
persamaan ax + by = k. Persamaan ini berupa
garis lurus dengan gradien m=
b
a
− . Dengan
mengambil beberapa nilai k,akan diperoleh garis-garis
yang sejajar. Satu diantara garis-garis sejajar tersebut
melalui suatu titik yang mengakibatkan nilai bentuk
objektif mencapai optimum.
Langkah-langkah untuk menentukan nilai optimum
dengan cara tersebut adalah
a. Gambar daerah penyelesaian dari sistem
pertidaksamaan persoalan program linear.
b. Lukis garis-garis selidik melalui titik-titik sudut daerah
penyelesaian.
c. Nilai optimum dapat dicari dengan melihat nilai-nilai k
dari langkah b.
Kedua cara di atas dapat digunakan untuk menentukan nilai
optimum suatu bentuk objektif dari daerah penyelesaian
yang gambarnya diketahui atau sistem pertidaksamaannya.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
RPP- 53
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik dengan
memberikan soal kuiz. (TM&PT)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
20
2. Kegiatan Inti
• Dengan ceramah, guru menjelaskan
masalah-masalah yang merupakan masalah
program linear (TM)
• Dengan tanya jawab, melalui contoh dibahas
cara menentukan fungsi objektif dan kendala
suatu masalah program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
60
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah (TM)
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menyelesaikan masalah program linear.
II. MATERI PEMBELAJARAN
RPP- 54
 Solusi dari masalah program linear.
Untuk menyelesaikan masalah program linear, dapat
digunakan langkah-langkah berikut.
1. Buatlah model matematikanya
2. Gambarlah daerah penyelesaian dari model tersebut
3. Tentukan nilai optimum dari fungsi tujuannya (dengan
cara menyelidiki titik-titik sudut dari daerah penyelesaian
atau cara menggunakan garis selidik)
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran (TM)
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan ™
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan diskusi atau Tanya jawab,
membahas cara-cara menggambar daerah
fisibel suatu masalah program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
10
RPP- 55
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
PERTEMUAN III
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menafsirkan solusi dari masalah program linear.
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menafsirkan solusi dari masalah program linear.
Mengulang perlakuan untuk menyelesaikan masalah program
linear mulai dari membentuk model matematikanya, gambar
daerah penyelesaian sampai pada penentuan nilai optimum
melalui contoh soal.
Dalam beberapa persoalan program linear terdapat nilai-nilai
varibel yang berupa pecahan padahal variabel tersebut mewakili
suatu benda yang bulat. Sehingga nilai optimum hanya bisa
dicapai pada titik fisibel bulat, merupakan salah satu contoh
penafsiran solusi program linear. Dengan kata lain menafsirkan
solusi berarti menemukan jawaban atau penyelesaian suatu
masalah yang dapat diterima untuk mencapai nilai optimum dan
pada titik fisibel mana, nilai itu dicapai, kemudian
mengembalikan penyelesaian itu ke dalam masalah tersebut
atau menyimpulkan hasil yang diterima untuk masalah tersebut.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab,
penemuan dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran (TM)
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan (TM)
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
10
RPP- 56
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya.
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab, membahas cara
menuliskan atau menemukan model
matematika dari suatu program linear. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Mengarahkan siswa untuk mencari dan
menjawab soal UN, UMPTN dan atau SMPTN
tentang menyelesaikan masalah program linear
(KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah sekaligus bersiap untuk
ulangan blok(TM)
15
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 37 -
44.
- Buku Pelajaran Matematika SMA
kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri,
2005. Erlangga hal 37 - 51.
RPP- 57
- Buku paket Matematika SMA
kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa,
H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 55 - 60.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 20 - 21
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU
kelas 2, Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi
Prayitno. 1995. DEPDIKBUD hal 139 – 140.
- Matematika 2b kelas 2 SMU
semester 2. 2003. PT. INTAN PARIWARA hal
115-116.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Tugas
Individu
Uraian
Gambarlah daerah penyelesaian sistem
pertidaksamaan berikut, kemudian carilah
nilai maksimum bentuk obyektif yang
diberikan.
3x + 2y

30, x + 2y

22, x

0, y

0
dengan bentuk obyektif 2x + 5y
2.
Luas suatu daerah parker adalah 176 cm
2
.
Rata-rata luas untuk parker mobil 4 m
2
dan
rata-rata luas untuk bus 20 m
2
. Daya muat
maksimum hanya 20 kendaraan. Biaya
parker untuk mobil Rp1000,00/jam dan
Rp2000,00/jam untuk bus. Jika dalam satu
jam tidak ada kendaraan yang keluar dan
masuk, maka hitung hasil maksimum
tempat parker tersebut!
1.
Ulangan PG
Perhatikan diagram berikut
Daerah yang diarsir merupakan daerah
penyelesaian dari suatu pertidaksamaan.
Nilai minimum bentuk obyektif f(x,y) = 30x
RPP- 58
X
Y
A(6,0)
C(0,5)
B(1,)
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
+ 10y dalam daerah penyelesaian tersebut
adalah ….
a. 30
b. 50
c. 55
d. 60
e. 180
2. Uraian
Seorang pedagang mebel mempunyai
tambahan modal Rp800.000,00. Dia akan
membeli meja seharga Rp75.000,00 per unit
dan kursi seharga Rp50.000,00 per unit.
Tokonya hanya dapat memuat tambahan 12
unit meja dan kursi. Keuntungan dari
penjualan 1 unit meja adalah Rp10.000,00
dan dari 1 unit kuris Rp12.500,00. Jika
x=banyak meja dan y=banyak kursi,
hitunglah banyak meja dan kursi yang harus
dibeli agar keuntungan maksimal!
Keterangan:
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan III.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. b 1
2. Memaksimalkan f(x,y) = 10.000x+12.500y dengan kendala
¹
¹
¹
¹
¹
'
¹


≤ +
≤ +
0
0
32 2 3
12
y
x
y x
y x
x,y ∈B
Titik B perpotongan garis x+y = 12 dan 3x + 2y = 32
2x + 2y = 24
3x + 2y = 32 _
- x = -8
x = 8 dan y = 4
Gambar daerah penyelesaian (daerah yang diarsir)
Titik x y F(x,y)
A 0 12 150.000
5
1
1
1
5
3
RPP- 59
X
Y
B
12 10
16
12
A
Maksimal
B 8 4 130.000
- 10 2 125.000
Jadi banyak meja dan kursi masing-masing harus dibeli agar
keuntungan maksimal adalah 0 dan 12 buah.
1
Jumlah skor soal nomor 2 17
D. Program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Menjawab ulang soal ulangan setelah
pembahasan ulang materi tentan program linear
2. Suatu model matematika ditentukan oleh
sistem pertidaksamaan linear berikut.
R y x y x y x ∈ ≤ − ≥ ≥ , ; 12 ; 0 ; 2

a. Tentukan daerah himpunan penyelesaian sistem
pertidaksamaan linear tersebut pada bidang Cartesius.
b. Pada daerah penyelesaian, tentukan nilai maksimum
dan minimum bentuk objektif f = x + y. Pada titik mana
nilai maksimum dan minimum itu tercapai?
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Membahas cara menafsirkan hasil untuk
masalah program linear bulat.
2. Membahas penyelesaian program linear
dengan menggunakan 3 variabel melalui soal berikut
Tentukan nilai x, y, z yang memaksimalkan fungsi objektif
f(x,y,z)=7x+11y+9z dengan kendala
¹
¹
¹
¹
¹
¹
¹
¹
¹
'
¹
≤ +
· + −
≤ + −



10 2
2 2
22 9 2 4
0
0
0
z y
z y x
z y x
z
y
x
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
RPP- 60
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 7 / kd 3.1
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 6×45 Menit (3 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks dalam
pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 3.1 Menggunakan sifat-sifat dan operasi
matriks untuk menunjukkan bahwa
suatu matriks persegi merupakan
invers dari matriks persegi lain
Indikator Pencapaian : 3.1.1 Mengenal matriks, matriks persegi
3.1.2 Menguraikan sifat-sifat dan
operasi aljabar atas dua matriks.
3.1.3 Menggunakan sifat-sifat dan
operasi matriks persegi
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menjelaskan tentang matriks, matriks persegi
 Melakukan operasi aljabar atas dua matriks
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Matriks
Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk
persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom.
Susunan bilangan-bilangan itu biasanya diletakkan di dalam
RPP- 61
kurung biasa atau kurung siku. Bilangan-bilangan dalam
susunan itu dinamakan anggota atau unsur atau elemen
matriks.
Baris sebuah matriks adalah susunan elemen-elemen yang
mendatar (horisontal) dalam susunan tersebut. Sedangkan
kolom adalah susunan elemen-elemen yang tegak (vertikal)
dalam matriks tersebut. Matriks biasanya dinyatakan dengan
huruf besar dan elemennya dinyatakan dengan huruf kecil.
Jika A adalah sebuah matriks, maka kita akan menggunakan
a
ij
untuk menyatakan elemen yang terdapat pada baris ke-i
dan kolom ke-j dari A, i=1,2,3,...,m dan j=1,2,3,...,n.
A = (a
ij
)=
m ke baris
....
2 ke baris
1 ke baris
...
... ... ... ...
...
...
2 1
2 22 21
1 12 11



]
]
]
]
]
]

mn m m
n
n
a a a
a a a
a a a

n ke
kolom
2 ke
kolom
1 ke
kolom






Ordo matriks menyatakan banyaknya baris dan banyaknya
kolom yang terdapat dalam matriks tersebut. Jika matriks A
mempunyai m baris dan n kolom, maka ordo matriks A
adalah m x n dan ditulis A
m x n
.
Banyak elemen suatu matriks sama dengan hasil kali banyak
baris dengan banyak kolom dari matriks yang bersangkutan.
Jika banyak elemen pada baris sama dengan banyak elemen
pada kolom (baris=kolom=n), maka matriks tersebut
berordo n, dan dinamakan matriks persegi.
 Pengertian beberapa matriks khusus
a. Matriks baris, yaitu matriks
yang hanya terdiri dari satu baris.
b. Matriks kolom, yaitu
matriks yang hanya terdiri dari satu kolom
c. Matriks persegi, yaitu
matriks yang mempunyai banyak baris sama dengan
banyak kolom.
Dalam matriks persegi ordo n x n, elemen-elemen yang
terletak pada garis hubung a
11
dengan a
nn
disebut diagonal
utama, sedangkan elemen-elemen yang terletak pada
garis hubung elemen a
n1
dengan a
1n
disebut diagonal
samping. Hasil penjumlahan semua elemen pada diagonal
utama disebut trace.
d. Matriks segitiga bawah,
yaitu suatu matriks persegi yang setiap elemen di atas
diagonal utama adalah nol.
RPP- 62
e. Matriks segitiga atas, yaitu
suatu matriks persegi yang setap elemen di bawah
diagonal utama adalah nol.
f. Matriks diagonal, yaitu
suatu matriks persegi yang elemen-elemennya adalah
nol, kecuali pada diagonal utama.
g. Matriks skalar adalah
suatu matriks diagonal yang elemen-elemen pada
diagonal utama sama.
h. Matriks identitas atau
satuan adalah suatu matriks diagonal yang elemen-
elemen pada diagonal utama sama dengan satu
i. Matriks simetris, yaitu
suatu matriks persegi yang elemen pada baris ke-i kolom
ke-j sama dengan elemen pada baris ke-j kolom ke-i.
j. Matriks nol matriks yang
semua elemen-elemennya adalah nol.
Transpose atau putaran suatu matriks diperoleh dengan cara
susunan baris suatu matriks diubah menjadi susunan kolom
dan sebaliknya. Transpose matriks A dinyatakan dengan A’
atau A
T
.
 Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks
tersebut berordo sama dan elemen-elemen yang seletak
(bersesuaian) pada kedua matriks sama.
 Penjumlahan dan pengurangan matriks
Jika A dan B sembarang dua matriks yang ordonya sama,
maka jumlah matriks A dan B (ditulis A+B) adalah matriks
yang diperoleh dengan menjumlahkan setiap elemen
matriks A dengan elemen matriks B yang seletak. Matriks
yang ordonya berbeda tidak dapat dijumlahkan.
Matriks lawan dari matriks A adalah matriks yang elemen-
elemennya adalah lawan (negatif) dari elemen-elemen
matriks A yang seletak (notasi: -A)
Jika A dan B sembarang dua matriks yang ordonya sama ,
maka pengurangan matriks A dengan matriks B (ditulis A-
B) adalah matriks yang diperoleh dengan menjumlahkan
matriks A dengan lawan B.
Jika A, B dan C adalah matriks yang berordo sama, pada
penjumlahan dan pengurangan matriks berlaku sifat-sifat
berikut.
a. A + B = B + A (Komutatif)
b. (A+B)+C = A + (B+C) (asosiatif)
c. A-B ≠ B – A (tidak komutatif pada pengurangan)
d. (A-B)-C ≠ A-(B-C) (tidak asosiatif)
e. A+O=O+A, O merupakan elemen identitas pada
penjumlahan
f. A + (-A)=(-A) +A = O (-A invers penjumlahan dari matriks
A).
 Perkalian bilangan real(skalar) dengan matriks
RPP- 63
Jika A adalah matriks dan k bilangan real, maka kA adalah
suatu matriks baru yang elemen-elemennya dieroleh dari
hasil perkalian k dengan elemen-elemen A.
Jika A, B dan O adalah matriks-matriks yang berordo sama,
untuk setiap bilangan real k, l, m berlaku sifat-sifat berikut.
a. (k+l)A = kA + lA
b. k(A+B)= kA + kB
c. (kl)A = k(lA)=l(kA)
d. 1A = A
e. (-1)A = -A
f. 0A = O (matriks nol)
g. kO=O (matriks nol)
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Menyampaikan kepada siswa materi yang
akan dipelajari, kompetensi dasar, dan
indikator yang ingin dicapai setelah
pembelajaran ini. (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik ,kemudian
memberikan uji kompetensi awal (TM & PT)
20
2. Kegiatan Inti
• Dengan ceramah dan tanya jawab guru
menjelaskan pengertian matriks, notasi matriks
, ordo matriks,
60
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
beberapa matriks khusus, sehingga siswa
menemukan pengertian matriks persegi. (TM)
• Membahas kesamaan dua matriks, operasi
aljabar dua matriks (penjumlahan,
pengurangan dan perkalian skalar dengan
matriks serta sifat-sifatnya). (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan menjawab pertanyaan
siswa. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
RPP- 64
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Melakukan operasi aljabar atas dua matriks
 Menggunakan sifat-sifat operasi matriks persegi
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Perkalian matriks
Jika A adalah matriks ordo mxr dan B adalah matriks ordo
rxn, maka hasil kali AB adalah matriks C ordo mxn yang
elemen-elemennya ditentukan sebagai berikut.
Untuk menentukan c
ij
, pilih baris i dari matriks A dan kolom j
dari matriks B. Kalikan elemen-elemen yang bersesuaian dari
baris dan kolom tersebut bersama-sama dan kemudian
tambahkanlah hasil kali yang dihasilkan. Hal ini berarti
bahwa perkalian matriks AB dapat dilakukan jika banyaknya
kolom dari matriks pertama A sama dengan banyaknya bais
dari matriks kedua B.
Pemangkatan matriks hanya berlaku pada matriks persegi
yang didefenisikan sebagi berikut. Misalkan matriks A adalah
matriks persegi n x n, maka A
2
= AA, A
3
=AAA dan
seterusnya. Jika A adalah matriks persegi, maka A
0
=I dan A
n
=
  
A A A ⋅ ⋅ ⋅ ...
n faktor
Akan tetapi, jika A invertible maka A
-n
= (A
-1
)
n
(n>0).
Dengan menganggap bahwa ukuran-ukuran matriks-matriks
A,B dan C adalah sedemikian sehingga operasi-operasi yang
ditunjukkan dapat didefenisikan, maka berlaku sifat-sifat
berikut.
a. (AB)C = A(BC) (asosiatif)
b. A(B+C)=AB + Ac (distributif kiri)
c. (B+C)A = BA + CA (distributif kanan)
d. A(B-C) = AB-AC
RPP- 65
e. (B-C)A = BA-CA
f. k(BC)=(kB)C=B(kC), K∈R.
g. (AB)
T
=B
T
A
T
h. AB≠ BA (umumnya tidak komutatif)
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini (TM)
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
15
2. Kegiatan Inti
• Dengan ceramah dan tanya jawab, dibahas
perkalian dua matriks dan sifat-sifatnya. (TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah
10
PERTEMUAN III
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
RPP- 66
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menggunakan sifat-sifat operasi matriks persegi
 Menjelaskan tentang invers matriks persegi
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Pendalaman materi untuk sifat-sifat matriks persegi
 Jika A dan B adalah matriks-matriks persegi berordo sama dan
memenuhi hubungan AB=BA=I maka A adalah invers dari B
atau B adalah invers dari A. A dan B saling invers atau invers
satu sama lain.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab,
penemuan dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik. (TM)
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
10
2. Kegiatan Inti
• Membimbing siswa dalam kegiatan
pendalaman mengenai sifat-sifat pada matriks
persegi. (TM)
• Dengan tanya jawab, dibahas perkalian dua
matriks yang menghasilkan matriks identitas.
(TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
• Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
65
RPP- 67
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
(TM)
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan tugas soal-soal untuk
diselesaikan di rumah
• Mengarahkan siswa untuk mencari dan
menjawab soal UN, UMPTN dan atau SMPTN
tentang sifat-sifat dan operasi pada matriks.
• Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah untuk bersiap mengikuti
ulangan harian
15
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 59 -
83.
- Buku Pelajaran Matematika SMA
kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri,
2005. Erlangga hal 57 - 70.
- Buku paket Matematika SMA
kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa,
H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 75 - 91.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 30 - 32
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU
kelas 2, Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi
Prayitno. 1995. DEPDIKBUD hal 28 – 37.
- Matematika 1b kelas 1 SMU
semester 2. 2003. PT. INTAN PARIWARA hal 52-
85.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Kuiz, Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
a. Uji Kompetensi awal
1. Jelaskan cara yang dapat Anda lakukan untuk
menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel
RPP- 68
2. Selesaikan sistem persamaan berikut dengan metode
substitusi dan metode eliminasi
¹
'
¹
· −
· +
5 3
5 2
y x
y x
b. Kuis, Tugas Individu,
Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Kuiz
Isian atau
uraian
singkat
Diketahui

,
`

.
|
·
1 0
0 1
P tentukanlah hasil dari
2
P
.
2.
Jika

,
`

.
|
·
1
2
A dan ( ) 2 1 · B , tentukan hasil
operasi matriks berikut.
a. AB b. BA
3.
Tugas
Individu
Uraian
Diketahui matriks – matriks berikut:
A =

,
`

.
|
3 1
5 2
B =

,
`

.
|


1 6
2 4
dan C =

,
`

.
|−
8 4
7 3
Carilah:
a. A + B
b. B + A
c. A + C
d. A
t
e. (A + B)
t
f. 3A
g. -2B
h. AB
i. BA
4.
Dalam perkalian matriks, kuadrat dari
matriks nol adalah matriks itu sendiri.
Tuliskan dua matriks berordo 2 x 2 yang
anggota-anggotanya tidak nol dan
memenuhi A
2
= A
5.
A dan B adalah matriks berordo n, buktikan
bahwa (AB)
T
= B
T
A
T
!
6.
Tentukan matriks K yang memenuhi
K K 2
9
8
1 3
2 1

,
`

.
|
·

,
`

.
|
, dengan K matriks
berordo 2 x 1.
1.
Ulangan
PG
Harga x yang memenuhi

,
`

.
|

,
`

.
|

·

,
`

.
|
− −

+

,
`

.
| −
1 1
3 0
4 2
1 3
2
6 11
8 6
2 3
2 4 x
adalah ….
a. 0 b. 10 c. 13 d. 14 e. 25
2. Uraian
Diketahui

,
`

.
|
·
15 12
21 10
P ,

,
`

.
|
·
3 9
12 18
Q dan
RPP- 69
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen

,
`

.
|
·
4 3
2 1
R . Tentukan:
a. 3P -
Q
3
1
+ 4R
b. PQ - Q
T
R
Keterangan:
 Uji Kompetensi awal diberikan pada awal
pertemuan I
 Kuiz diberikan pada akhir pertemuan II
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan III.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. d 1
2.
Diketahui

,
`

.
|
·
15 12
21 10
P ,

,
`

.
|
·
3 9
12 18
Q dan

,
`

.
|
·
4 3
2 1
R , maka:
a. 3P -
Q
3
1
+ 4R =

,
`

.
|
+

,
`

.
|

,
`

.
|
4 3
2 1
4
3 9
12 18
15 12
21 10
3
3
1
=

,
`

.
|
+

,
`

.
|

,
`

.
|
16 12
8 4
1 3
4 6
45 36
63 30
=

,
`

.
|
60 45
67 28
b. PQ – Q
T
R =

,
`

.
|

,
`

.
|

,
`

.
|

,
`

.
|
4 3
2 1
3 12
9 18
3 9
12 18
15 12
21 10
dengan Q
T
=

,
`

.
|
3 12
9 18
=

,
`

.
|
+ +
+ +

,
`

.
|
+ +
+ +
12 24 9 12
38 36 27 18
45 144 135 216
63 120 189 180
=

,
`

.
|

,
`

.
|
36 21
72 45
189 251
183 369
=

,
`

.
|
153 230
111 324
1
1
1
2
1
1
1
Jumlah skor soal nomor 2 8
D. Program Tindak Lanjut
RPP- 70
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Tentukan ordo dari matriks berikut, kemudian
periksalah, apakah merupakan matriks persegi? Jika
matriks persegi tentukan diagonal utama dan diagonal
sampingnya.
a.

,
`

.
| −
3 2
1 0
b.

,
`

.
|−
0
2
4
c.

,
`

.
|



7 2 5
4 1 2
3 0 1
2. Tentukan transpos dari matriks-matriks
berikut
a.

,
`

.
| −
2 0
4 5
b.

,
`

.
|



3 6 5
2 1 2
4 3 0
3. Tabel berikut menunjukkan klasemen
sementara liga Italia (lima Besar) sampai dengan tanggal
25 Februari 2005.
No
.
Kesebelasan Main
Menan
g
Seri Kalah Nilai
1. AC Milan 25 16 6 3 54
2. Juventus 25 16 6 3 54
3. Inter Milan 25 9 16 0 43
4. Udinese 25 12 5 8 41
5. Sampdoria 25 12 5 8 41
a. Nyatakan klasemen sementara liga Italia (lima besar)
tersebut dalam bentuk matriks yang unsur-unsurnya
terdiri atas main, menang, seri, kalah, dan nilai.
b. Tentukan banyaknya baris dan kolom pada matriks yang
diperoleh pada soal a.
c. Tentukan transpos matriks yang diperoleh pada soal a.
d. Tuliskan unsur baris ke-3 kolom ke-4 dari matriks yang
diperoleh pada soal a.
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai
tugas adalah:
1. Diketahui sebuah segitiga, sudut
terbesarnya 50
o
lebih besar daripada sudut terkecilnya,
dan 25
o
lebih besar daripada sudut sisinya.
a. Bentuklah SPL dari keadaan tersebut.
b. Tentukan matriks koefisiennya
c. Tentukan tranpos matriks yang diperoleh pada soal a.
d. Tentukan diagonal utama dan diagonal samping
matriks koefisien tersebut.
2. Sebuah dealer sepeda motor menjual dua
model , yaitusepeda motor bebek (B) dan sepeda motor
balap (S). Penjualan kotor (dalam jutaan rupiah) dari tiga
RPP- 71
orang wiraniaga dealer itu pada bulan Januari, Februari,
dan Maret diberikan pada tabel berikut.
Nama
Wiraniaga
Januari Februari Maret
B S B S B S
Budi 250 175 265 215 240 220
Dani 230 200 247 225 235 218
Eka 205 165 230 180 240 224
a. Susunlah matriks penjualan ketiga wiraniaga tersebut
untuk dua model sepeda motor setiap bulan
b. Dengan menggunakan matriks dari jawaban a,
tentukan total penjualan pada bulan Januari, Februari,
dan Maret untuk setiap wiraniaga dan setiap model
sepeda motor.
c. Dengan menggunakan matriks dari jawaban a,
tentukan kenaikan penjualan dari bulan Januari sampai
Februari untuk setiap wiraniaga dan setiap model
sepeda motor.
d. Jika ketiga wiraniaga menerima komisi 3% dari
penjualan kotor, tentukan komisi setiap wiraniaga
untuk setiap model yang terjual pada bulan (i) Januari;
(ii) Februari; (iii) Maret.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 8 / kd 3.2
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 4×45 Menit (2 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks dalam
pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 3.2 Menentukan determinan dan invers
matriks 2 x 2
Indikator Pencapaian : 3.2.1 Mengenal determinan matriks 2 x
2
3.2.2Menjelaskan invers matriks 2 x 2
3.2.3 Menentukan invers matriks 2x2
RPP- 72
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan determinan matriks 2 x 2
 Menjelaskan invers matriks ordo 2 x 2
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Determinan matriks ordo 2 x 2
Determinan matriks A dinotasikan dengan det A atau
A

didefenisikan sebagai selisih perkalian anggota-anggota
pada diagonal utama dengan perkalian anggota-anggota
pada diagonal samping atau sekunder. Jika determinan A =
0, maka matriks A tidak mempunyai invers dan A disebut
matriks singular. Dan jika det A ≠ 0 maka matriks A
mempunyai invers dan A disebut matriks non singular.
 Invers matriks ordo 2 x 2
Misalkan A matriks persegi ordo 2 x 2 maka invernya
dinotasikan dengan A
-1
( dibaca invers matriks A) diperoleh A
A
-1
= A
-1
A=I (matriks identitas).
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
20
2. Kegiatan Inti
•Dengan tanya jawab, dijelaskan cara
menentukan determinan matriks ordo 2 x 2 dan
mengenal invers matriks 2x2 (TM)
•Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.
(TM)
•Memberikan soal latihan serta memantau dan
membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
•Meminta siswa menuliskan jawabannya di
60
RPP- 73
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
•Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran (TM)
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
• Menutup pembelajaran dengan meminta siswa
berlatih dirumah
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan invers matriks 2 x 2
II. MATERI PEMBELAJARAN
 Menentukan invers matriks ordo 2 x 2
Dengan menggunakan sifat perkalian dua matriks yang
menghasilkan matriks identitas(AB=BA=I), rumus untuk
menentukan invers matriks dapat ditemukan, yaitu A
-1
=
A adjoint
1
A
Langkah-langkah untuk menentukan invers matriks A ordo 2
x 2 adalah.
a. Tentukan determinan matriks A
b. Pertukarkan anggota padadiagonal utama
c. Gantilah tanda anggota pada diagonal samping
dengan negatifnya.
d. Kalikan hasil pada b dan c dengan
A det
1
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
RPP- 74
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
15
2. Kegiatan Inti
•Dengan tanya jawab dan ceramah guru
menjelaskan cara menentukan invers matriks
ordo 2 x 2 (TM)
•Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.
(TM)
•Memberikan soal latihan serta memantau dan
membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
•Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
•Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
65
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari
dan menjawab soal UN, UMPTN dan atau SMPTN
tentang determinan dan invers matriks (KMTT)
• Menutup pembelajaran dengan meminta siswa
berlatih dirumah (TM)
10
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi Listya,
Herawati. 2007 Grafindo halaman 86 - 89.
- Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII
Program Ilmu Sosial, Noormandiri, 2005.
Erlangga hal 72 - 74.
- Buku paket Matematika SMA kelas XII Program
Studi ilmu sosial dan Bahasa, H. Sunardi, dkk.
Bumi Aksara hal 93 - 97.
RPP- 75
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008. CV.Cahaya
Pustaka hal 32 - 33
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2, Sri
Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi Prayitno. 1995.
DEPDIKBUD hal 91 – 93.
- Matematika 1b kelas 1 SMU semester 2. 2003.
PT. INTAN PARIWARA hal 41- 45.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Kuiz, Ulangan, tugas Individu
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
Kuis, Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Kuiz
Isian atau
uraian
singkat
Tentukanlah nilai b, jika matiks A =

,
`

.
|
+

b a a
a b a
tidak mempunyai invers!
2.
Diketahui matriks A =

,
`

.
|
3 1
2 1
dan
B =

,
`

.
|


1 2
1 3
memenuhi AB = BA = I,
tentukanlah A
-1
dan B
-1
.
3.
Tugas
Individu
Uraian
Jika A dan B adalah matriks 2 x 2, buktikan
bahwa
B A AB ·
!
4.
Diketahui

,
`

.
|


·
4 2
1
3
1
A dan

,
`

.
|
+
+
·
y x
x
B
2 6
1 4
. Jika B
-1
= A, maka
tentukan nilai x dan y!
5.
Diketahui

,
`

.
|
·
1 3
1 2
A dan

,
`

.
|
·
2 1
7 4
B
a. Tentukan A
-1
b. Tentukan B
-1
c. Tentukan A
-1
B
-1
d. Tentukan B
-1
A
-1
e. Apakah A
-1
B
-1
= B
-1
A
-1
?
1. Ulangan PG
Jika matriks D =
]
]
]

+1 4
3
x
x
adalah matriks
singular, maka nilai x adalah ...
a. -4 atau 3 b. -3 atau 4 c. 0 atau
3
RPP- 76
d. 0 atau 4 e. 3 atau 4
2. Uraian Diketahui

,
`

.
|
·
2 0
3 1
Y , tentukan Y.Y
-1
.
Keterangan:
 Kuiz diberikan pada akhir pertemuan I.
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan II.
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. a 1
2.
Diketahui

,
`

.
|
·
2 0
3 1
Y , maka Y.Y
-1
= ....

,
`

.
|
·
2 0
3 1
Y

,
`

.
| −
·

1 0
3 2
2
1
1
Y
=

,
`

.
| −
2
1
2
3
0
1
Y.Y
-1
=

,
`

.
| −

,
`

.
|
2
1
2
3
0
1
2 0
3 1
=

,
`

.
|
1 0
0 1
1
1
1
2
Jumlah skor soal nomor 2 5
D. Program Tindak Lanjut
a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program
remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Tentukan determinan dari matriks

,
`

.
|
3 5
1 2
.
2. Tentukan invers dari matriks pada soal nomor
1
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi pengayaan yang diberikan adalah:
1. Membahas Materi tentang cara lain menentukan invers
matriks ordo 2 x 2, yaitu cara operasi baris elementer
disertai soal untuk tugas.
RPP- 77
2. Membahas cara menentukan invers matriks ordo 3 x 3.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nomor : 9 / kd 3.3
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII-IS
Program/Semester : IPS/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2009 - 2010
Alokasi Waktu : 4×45 Menit (2 kali pertemuan)
Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks dalam
pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 3.3 Menggunakan determinan dan invers
dalam penyelesaian sistem persamaan
linear dua variabel
Indikator Pencapaian : 3.3.1 Menyatakan suatu sistem persamaan
linear dua variabel dalam persamaan
matriks
3.3.2Menentukan penyelesaian sistem
persamaan linear dua variabel dengan
determinan
3.3.3 Menentukan penyelesaian sistem
persamaan linear dua variabel dengan
invers matriks.
PERTEMUAN I
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menentukan persamaan matriks dari sistem persamaan
linear.
 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel
dengan determinan.
II. MATERI PEMBELAJARAN
RPP- 78
 Persamaan matriks
Jika A, B dan X merupakan matriks persegi berordo 2 x 2
maka persamaan AX = B dan XA = B dapat diselesaikan
dengan menggunakan rumus perkalian AA
-1
= A
-1
A = I.
a. Jika persamaan itu berbentuk AX = B, maka
penyelesaiannya adalah X = A
-1
B
b. Jika persamaan itu berbentuk XA = B, maka
penyelesaiannya adalah X = BA
-1

 Persamaan matriks suatu sistem persamaan linear
Misalkan sistem persamaan linear dua variabel berikut
¹
'
¹
· +
· +
2 22 21
1 12 11
b y a x a
b y a x a
Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk
persamaan matriks, yaitu
]
]
]

·
]
]
]

]
]
]

2
1
22 21
12 11
b
b
y
x
a a
a a
berbentuk AX = B, dengan A=
]
]
]

22 21
12 11
a a
a a

sebagai matriks koefisien, X=
]
]
]

y
x
sebagai matriks variabel
dan B=
]
]
]

2
1
b
b
sebagai matriks konstanta dari sistem
persamaan linear.
 Menyelesaikan SPLDV dengan determinan.
Pada persamaan matriks di atas didefinisikan determinan
utama (D=
22 21
12 11
a a
a a
), yaitu determinan dari matriks
koefisien, determinan peubah x(D
x
=
22 2
12 1
a b
a b
), yaitu
determinan yang diperoleh dengan menggantikan koefisien-
koefisien peubah x dari determinan utama dengan bilangan-
bilangan ruas kanan dan determinan peubah y (D
y
=
2 21
1 11
b a
b a
), yaitu determinan yang diperoleh dengan menggantikan
koefisien-koefisien peubah y dengan bilangan-bilangan
diruas kanan. Nilai x dan y ditentukan dengan rumus x =
D
D
x
dan y =
D
D
y
. Cara ini dapat dibuktikan dengan
menyelesaikannya dengan eliminasi pada sistem persamaan
di atas.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab,
dan pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
RPP- 79
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
10
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab dan diskusi, dibahas
tentang cara menyelesaikan persamaan
matriks dan sistem persamaan linear dua
peubah dengan menggunakan determinan,
(TM)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
 Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
70
3. Kegiatan Akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah
 Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih di rumah (TM)
10

PERTEMUAN II
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
 Menyelesaikan persamaan matriks dari sistem persamaan
linear dengan invers matriks.
II. MATERI PEMBELAJARAN
RPP- 80
 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel
dengan invers matriks.
Misalkan sistem persamaan linear dua variabel berikut
¹
'
¹
· +
· +
2 22 21
1 12 11
b y a x a
b y a x a
Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk
persamaan matriks, yaitu
]
]
]

·
]
]
]

]
]
]

2
1
22 21
12 11
b
b
y
x
a a
a a
berbentuk AX = B, dengan A=
]
]
]

22 21
12 11
a a
a a

sebagai matriks koefisien, X=
]
]
]

y
x
sebagai matriks variabel
dan B=
]
]
]

2
1
b
b
sebagai matriks konstanta dari sistem
persamaan linear.
Selanjutnya, gunakan rumus berikut.
AX = B ⇔ X = A
-1
B untuk menentukan penyelesaian sistem
persamaan linear dua variabel tersebut. Cara menentukan
penyelesaian ini dikenal menyelesaikan SPLDV dengan
menggunakan invers matriks.
III.METODE PEMBELAJARAN
o Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, dan
pemberian tugas
o Model : Pembelajaran langsung
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
• Mempersiapkan siswa mengikuti
pembelajaran
• Membahas PR siswa yang dianggap sukar
diselesaikan
• Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran
hari ini
• Memberikan motivasi kepada siswa agar
mengikuti pelajaran dengan baik.
• Mengingatkan pentingnya materi-materi
sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk
materi selanjutnya. (TM)
10
2. Kegiatan Inti
• Dengan tanya jawab dan diskusi, dibahas
tentang cara menyelesaikan sistem persamaan
linear dua peubah dengan menggunakan invers
matriks. (TM)
70
RPP- 81
No
.
Kegiatan
Waktu
(menit)
• Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab
pertanyaan siswa lain. (TM)
• Memberikan soal latihan serta memantau
dan membimbing siswa yang kesulitan
menyelesaikan soal latihan. (TM & PT)
• Meminta siswa menuliskan jawabannya di
papan tulis dan siswa lain dapat memberikan
pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)
 Memberikan penghargaan serta meluruskan
jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa
(TM)
3. Kegiatan akhir
• Mengarahkan siswa untuk membuat
kesimpulan dari materi pelajaran
• Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di
rumah dan mengarahkan siswa untuk
menemukan dan menjawab soal UN, UMPTN
dan atau SMPTN tentang pemakaian matriks.
(KMTT)
 Menutup pembelajaran dengan meminta
siswa berlatih dirumah dan bersiap untuk uji
kompetensi (dalam bentuk ulangan blok)
10
• SUMBER BELAJAR
• Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi
Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 90 -
96.
- Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII
Program Ilmu Sosial, Noormandiri, 2005.
Erlangga hal 75 - 79.
- Buku paket Matematika SMA kelas XII Program
Studi ilmu sosial dan Bahasa, H. Sunardi, dkk.
Bumi Aksara hal 97 - 103.
- Buku matematika Program IPS
“PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008.
CV.Cahaya Pustaka hal 35 - 38
- Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2,
Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi Prayitno.
1995. DEPDIKBUD hal 46 – 47.
- Matematika 1b kelas 1 SMU semester 2. 2003.
PT. INTAN PARIWARA hal 102-104.
• PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
A. Prosedur Penilaian
 Penilaian kognitif
Jenis : Kuiz, Ulangan, tugas Individu
RPP- 82
Bentuk : Uraian, pilihan ganda
 Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
B. Alat Penilaian
Kuis, Tugas Individu, Ulangan
No
Jenis
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
1.
Kuiz
Isian atau
uraian
singkat
Diketahui sistem persamaan berikut
¹
'
¹
· +
· +
10 5 2
12 3 4
y x
y x
tentukan matriks koefisien
dari persaman matriks sistem persmaan
tersebut.
2.
Apakah matriks X dan Matriks Y pada
persamaan AX=B dan YA=B sama? Jelaskan.
3.
Tugas
Individu
Uraian
Jika B =

,
`

.
|
5 3
2 1
dan AB
-1
=

,
`

.
|
3 4
1 2
, maka
tentukan matriks A.
4.
Diketahui sistem persamaan linear
¹
'
¹
· +
· +
10 5 2
12 3 4
y x
y x
Tentukan nilai x dan y menggunakan
a. Invers matriks
b. aturan Cramer
5.
Pada suatu hari Rina dan Evi bersama-sama
pergi ke pasar membeli mangga dan jeruk.
Rina membeli 2 kg mangga dan 1 kg jeruk
dengan hargaRp4.000,00 dan Evi membeli 3
kg mangga dan 4 kg jeruk dengan harga
Rp8.500,00. Hitunglah harga 1 Kg Mangga
dengan menggunakan paling sedikit 4 cara!.
1.
Ulangan
PG
Sistem persamaan linear yang diwakili oleh
persamaan matriks

,
`

.
|
·

,
`

.
|

,
`

.
|
− 1
3
1 4
3 2
y
x
adalah ….
a.
¹
'
¹
· +
· −
1 3
3 4 2
y x
y x
d.
¹
'
¹
· + −
· +
1 3 4
3 2
y x
y x
b.
¹
'
¹
· + −
· +
1 4
3 3 2
y x
y x
e.
¹
'
¹
· +
· +
1 4
3 3 2
y x
y x
c.
¹
'
¹
· −
· +
1 4
3 2 3
y x
y x
2. Uraian
Diketahui sistem persamaan linear berikut
¹
'
¹
· +
· −
12 6 2
0 6 2
y x
y x
a. Tulis bentuk matriksnya
b. Tentukan invers dari matriks koefisien
c. Tentukan nilai x dan y
Keterangan:
 Kuiz diberikan pada awal pertemuan I
 Tugas individu diberikan pada akhir
pertemuan II.
RPP- 83
 Ulangan dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran satu standar kompetensi.
C. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran
(ulangan)
No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor
1. b 1
2.
a.

,
`

.
|
·

,
`

.
|

,
`

.
| −
12
0
6 2
6 2
y
x
b.
1
6 2
6 2

,
`

.
| −
=

,
`

.
|
− 2 2
6 6
24
1
=

,
`

.
|

1 2
1
1 2
1
4
1
4
1
c.

,
`

.
|

,
`

.
|

·

,
`

.
|
1 2
0
1 2
1
1 2
1
4
1
4
1
y
x
=

,
`

.
|
1
3
Jadi, x =3 dan y = 1.
1
2
2
1
Jumlah skor soal nomor 2 6
D. Program Tindak Lanjut
Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial
Setelah pembelajaran remedial, diberikan tugas sebagai
berikut
1. Diketahui persamaan matriks

,
`

.
|
·

,
`

.
|

,
`

.
|
− 1
3
1 4
3 2
y
x
, tentukan
matriks koefisiennya.
2. Tentukan invers dari matriks koefisien pada
soal nomor 1
3. Tuliskan sistem persamaan linear yang
dimaksud pada soal nomor 1.
4. Selesaikan Persamaan pada soal nomor 3
dengan invers matriks dan cara determinan.
b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program
pengayaan
Adapun materi pengayaan yang diberikan adalah:
Menyelesaikan SPL 3 peubah dengan invers matriks dan
aturan cramer, kemudian memberikan soal sebagai tugas.
Watampone, 13 Juli 2009
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran
Drs. ABDUL SALAM BASIR MULYADI, S.Pd.
NIP.19581231 198303 1 194 NIP.132223773
RPP- 84

4x2 + c

8x

Dari tabel pada kolom pertama, terlihat bahwa fungsi F(x) berbeda hanya pada konstantanya, sedangkan pangkat dan koefisien variabel x tidak berbeda. Misalkan, konstantakonstanta tersebut digantikan dengan C maka anti turunan dari F’(x)=8x dapat ditulis
F(x) = 4x2 + C dengan C suatu konstanta real ...(1)

Proses menentukan fungsi F(x) dari turunannya dinamakan operasi pengintegralan. Notasi untuk menyatakan operasi . x pengintegralan adalah “ ∫ . . d ” (dibaca: integral dari ... terhadap x). Dengan notasi integral, persamaan (1) dapat ditulis sebagai berikut 2 x F(x) = ∫F ' ( x) d =∫8 x dx =4 x +C Oleh karena C merupakan konstanta sebarang maka bentuk ∫ f ( x) dx disebut integral tak tentu dari fungsi f(x) terhadap x. Secara umum integral tak tentu dinyatakan sebagai berikut dengan C suatu konstanta real dan f(x) adalah turunan dari F(x) + C.  Sifat – sifat integral tak tentu Misalkan k, n dan C adalah suatu konstanta real, maka berlaku: x k C 1. ∫k d = x + , sebab turunan kx + C adalah k. 2. 3. 4. 5.
n ∫ x dx =

∫ f ( x) dx

=F ( x) + C

∫kf

( x ) d =k ∫ f ( x ) d x x

x n +1 +C , dengan n +1 kx n +1 +C n +1

n ≠ −1

n ∫ kx dx =

∫[ f ( x) ± g ( x)] dx

= ∫ f ( x) d ±∫ g ( x ) d x x

III.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori, penemuan, tanya jawab, dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN No . Kegiatan Waktu (menit)

RPP- 2

1.

Kegiatan Awal 20 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Sebagai apersepsi, melakukan tanya jawab mengenai konsep turunan fungsi (TM) • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari, kompetensi dasar, dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini. • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan diawali uji kompetensi awal.(TM & PT) Kegiatan Inti 60 • Membahas pengertian integral tak tentu. (TM) Kegiatan Waktu (menit)

2.

No .

3.

• Menjelaskan proses pengintegralan (integral tak tentu) melalui turunan dan membimbing siswa untuk menemukan rumus dan sifat- sifat integral tak tentu.(TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari cara menghitung integral tak tentu, bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.(TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan.(TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah

PERTEMUAN II I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan integral tak tentu fungsi aljabar sederhana. RPP- 3

 Menyelesaikan masalah yang melibatkan integral tak tentu. II. MATERI PEMBELAJARAN  Menentukan integral tak tentu suatu fungsi aljabar sederhana. Sebuah fungsi aljabar dalam variabel x dapat berbentuk linear, kuadrat, derajat tiga atau lebih, juga dapat berbentuk penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan perpangkatan. Untuk melakukan pengintegralan secara sederhana atau secara langsung menggunakan rumus atau sifat-sifat integral tak tentu, perlu diperhatikan bahwa integran atau fungsi yang diintegralkan telah berbentuk umum sesuai rumus atau belum. Jika belum, maka terlebih dahulu dilakukan tehnik-tehnik perhitungan aljabar (manipulasi aljabar) tertentu sehingga diperoleh bentuk yang dapat diintegralkan atau menguraikan integran terlebih dahulu. Misalnya untuk mengintegralkan (3x – 2) 2 terhadap x dengan menggunakan rumus yang telah ditemukan pada KD sebelumnya, maka harus diubah terlebih dahulu menjadi bentuk 9x2 – 12x + 4. Demikian juga bentuk-bentuk yang kemungkinan melibatkan sifat-sifat bilangan berpangkat, misalnya bentuk
2
3

x2
5

diubah

menjadi

x

2 3

.

Sehingga

3

3 x 2 dx = ∫ x 3 dx = 5 x 3 + C .

 Menentukan fungsi F(x) jika F’(x) dan F(a) diketahui. Misalkan, turunan suatu fungsi F’(x) maka fungsi F(x) dapat ditentukan dengan cara mengintegralkan F’(x) sebagai berikut Dalam hal ini, F(x) adalah hasil integral tak tentu sehingga F(x) memuat konstanta sebarang, yaitu C. Jika F(a) diketahui maka konstanta C dapat ditentukan dengan cara mensubstitusikan nilai x = a ke dalam F(x).  Menentukan persamaan kurva y = f(x). Telah diketahui cara menentukan gradien garis singgung pada kurva y = f(x) adalah dengan mencari turunan pertamanya, misalkan f’(x) atau
dy dx F ( x ) =∫F ' ( x ) d x

di titik yang berabsis x.

Berarti kita dapat menentukan persamaan kurva y = f(x) bila diketahui gradien garis singgung dan sebuah titik pada kurva itu, dengan melakukan pengintegralan dan Konstanta C dapat diperoleh melalui substitusi nilai x dan y pada titik yang diketahui pada kurva.  Penerapan dalam bidang ekonomi. RPP- 4

• Memberikan penjelasan cara-cara menyelesaikan masalah sederhana dengan menggunakan integral tak tentu melalui contoh • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. sehingga jika diketahui suatu fungsi marginal dan biaya tetapnya. • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan memberikan beberapa masalah pada mata pelajaran lain yang dapat diselesaikan dengan menggunakan integral tak tentu dan memberikan soal kuiz. diskusi. maka dengan proses integral dapat ditentukan fungsi biaya totalnya. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Sebagai apersepsi. (menit) 1. • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa Kegiatan akhir 15 RPP. tanya jawab.Fungsi biaya marginal pada dasarnya merupakan turunan dari fungsi biaya total. III. • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari.5 3. melakukan tanya jawab mengenai materi pada pertemuan sebelumnya. • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. 2. Kegiatan Inti 60 • Membahas beberapa contoh soal tentang integral tak tentu (cara menentukan integral tak tentu) dengan tanya jawab. . kompetensi dasar.

∆ 2 . .No . x Pada integral tak tentu diketahui ∫ f ( x ) d =F ( x) +C . (sebagai contoh untuk n=5). untuk a<b.. Secara lengkap persamaan (1) dan (2) dapat ditulis menjadi: ∫ f ( x) dx = F ( x)] a b b a = F (b) − F ( a ) .6 .. Salah satu kegunaannya adalah untuk menghitung luas daerah yang terletak antara kurva y = f(x) dan sumbu koordinat (misalnya sumbu X) dalam rentang daerah yang dibatasi oleh x = a dan x = b.(2) (2) adalah hasil integral tentu dari f(x) antara a dan b..f( x 5 ) dan x lebar masing-masing ∆ .. b] menjadi n interval dengan x x x x panjang masing-masing ∆ 1 .. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menyatakan luas daerah di bidang datar dalam bentuk integral tentu. Kegiatan • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah Waktu (menit) PERTEMUAN III I.  Untuk lebih jelasnya pandang fungsi f dengan y = f(x) yang didefenisikan pada interval tutup [a. buatlah persegi panjang dengan panjang masing-masing f( x1 )..f( x 4 ). Selanjutnya. .xn adalah koordinat x dari n titik interval tersebut dan ∆x i = x i − x i −1 . ∆ n dengan x0. Pada setiap interval bagian [ x i −1 . Rumus integral tentu. ambil sebuah titik sebarang x i yang terletak ditengah-tengah interval bagian tersebut.f( x 2 ). ruas kanan bentuk (1) menjadi: (F(b)+C) – (F(a)+C) = F(b) – F(a) + C – C = F(b) – F(a) . untuk a < b. Y Y = f(x) RPP.. II. x i ] .f( x 3 ). Bagilah interval [a.. . MATERI PEMBELAJARAN  Integral tentu sebagai luas daerah.. Integral tentu merupakan integral dari suatu fungsi yang nilai-nilai variabel bebasnya memiliki batas-batas tertentu. ∆ 3 . x2.(1) hasil integrasi untuk rentangan wilayah tertentu. x1. katakanlah x=a dan x=b. b ] seperti pada gambar.  Menurunkan/Merumuskan sifat-sifat integral tentu. .. maka nilai x dapat disubstitusi dengan a dan b sehingga.

b] dan F sebarang anti turunan dari f pada selang tersebut maka ∫ f ( x) dx = [F(x) ] a b b b a = F(b) – F(a).X a=x0 x1 x2 x3 x4 xn=b x1 x 2 x3 x 4 x5 Luas daerah dibawah kurva y = f(x) dapat dihampiri atau didekati dengan menghitung jumlah luas persegipanjangpersegipanjang tersebut. Luas sebenarnya dari daerah di bawah kurva y = f(x) dapat dihitung dengan mengambil nilai n yang cukup besar ( n → ∞ ).7 . maka dengan mudah dapat b diperoleh rumus b 1  1 n n +1  n +1 n +1 ∫ x dx = n +1 x  a = n +1 (b − a ) . ∫ ( f ( x) ± g ( x)) dx = a b ∫ a b f ( x ) dx ± ∫ g ( x ) dx a b ∫ a b f ( x ) dx =−∫ f ( x ) dx b a RPP. yaitu A = A1 + A2 + A3 + A4 + A5 = ∑ f ( x )∆x i =1 i 5 i Jumlah ini disebut jumlah Riemann yang ditafsirkan sebagai jumlah luas-luas persegipanjang pada setiap partisi. ∫ c dx =c(b − a) a b b a a b. n ≠ −1   a Sifat-sifat integral tentu a. d.b].  Misalkan fungsi F kontinu pada interval [a. Jadi luas daerah di bawah kurva ditentukan dengan menghitung A = lim ∑ f ( xi ) ∆xi . Integral tersebut dinamakan integral tentu f dari a ke b yang dinyatakan oleh ∫ f ( x) dx a b dan didefenisikan sebagai i ∫ f ( x) dx = lim a b n →∞ ∑ f ( x ) ∆x i =1 i n . Dengan demikian ∫ f ( x) dx a b menyatakan batasan luas daerah yang tercakup di antara kurva y = f(x) dan sumbu X pada interval [a. Jika jumlah tersebut ada. ∫ c f ( x) dx =c ∫ f ( x) dx c.b]. fungsi f n →∞ i =1 n dikatakan terintegralkan pada interval [a.

melakukan tanya jawab mengenai materi pada pertemuan sebelumnya. jika f(x) ≤ 0 pada interval [a. • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari.e. penemuan dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. 2. • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. h. i. • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan RPP. Kegiatan Inti 65 • Menjelaskan integral tentu sebagai luas daerah di bidang datar dan membimbing siswa untuk menemukan sifat-sifat integral tentu. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . diskusi. III. tanya jawab. dengan b a a < b <c ∫ f(x)dx a b ≥0 .8 . dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini. g. (menit) 1.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. Kegiatan Awal 10 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Sebagai apersepsi. jika f(x) ≥ 0 pada interval ≤0 . f. kompetensi dasar. ∫ f ( x)dx a a =0 ∫ a b a b f ( x )dx = c ∫ f (t )dt a c b ∫f(x)dx +∫f(x)dx =∫f(x)dx . b] ∫ f(x)dx a b Temukan atau buktikan sifat-sifat di atas melalui beberapa contoh. b] [a. • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain.

III. Dengan singkat dapat dilakukan: 1. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung RPP.No . kemudian menerapkan teorema dasar kalkulus. Hitung nilai integral.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. II. MATERI PEMBELAJARAN  Lanjutan sifat-sifat integral tentu  Pada dasarnya perhitungan integral tentu untuk fungsi aljabar sederhana dapat dilakukan dua proses. pertanyaan atau tanggapan • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa Kegiatan akhir 15 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah PERTEMUAN IV I. maka menghitung integral tentu dari a fungsi aljabar sederhana dapat dilakukan dengan mudah. Substitusi batas-batas integral sesuai teorema dasar kalkulus 3.b] dan F sebarang anti turunan dari f pada selang tersebut maka ∫ f ( x) dx a b = [F(x) ] b = F(b) – F(a)“. diskusi. tanya jawab. Tentukan anti turunan dari Integran 2.9 . Dengan menggunakan teorema dasar kalkulus “Misalkan fungsi F kontinu pada interval [a. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menemukan sifat-sifat integral tentu (lanjutan pertemuan sebelumnya)  Menentukan integral tentu dari fungsi aljabar sederhana. yaitu mencari suatu integral taktentu. Kegiatan Waktu (menit) 3.

• Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Sebagai apersepsi. • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari.IV. • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah Waktu (menit) 10 70 10 RPP. 2. kompetensi dasar. • Dengan tanya jawab. dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini. • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan memberikan soal kuis. Kegiatan Inti • Dengan tanya jawab dibahas kelanjutan sifat-sifat integral tentu. • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. melakukan tanya jawab mengenai materi pada pertemuan sebelumnya. dibahas cara menggunakan teorema dasar kalkulus dalam menentukan integral suatu fungsi aljabar sederhana. 1. • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa 3. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah sebagai tugas individu • Mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN dan atau UMPTN/SMPTN mengenai integral tentu dan integral tak tentu sebagai tugas. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan .10 .

Buku paket Matematika Kelas XII. y = ( x −1) 2 dan y=2x Kuis. Bumi Aksara hal 1-16. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Kuiz. CV. Isian atau Uraian Singkat Jika diketahui tentukanlah Buktikan atau tuliskan alasan singkat bahwa nilai dari ∫kdx k ∫d .Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. Tuliskan turunan dari fungsi-fungsi berikut: a. 2007 Grafindo halaman 1 – 10. =k + . maka x C ∫ x dx adalah2 x 2 + C . 2005. y = 2 x 2 + 2 x +1 1 3 1 x + x + 2x 2 2 c. Kuiz 1 3.Buku matematika Program IPS “PERMATA”. Jenis Penilaian Bentuk Instrumen 2 Instrumen Jika F(x) = 3x +4x. Herawati. pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. Noormandiri.Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. 3 RPP.Gunardi. kerjakan soal-soal berikut: 1. dkk. . Tugas Individu. 2. H. y =  2. y = x( x 2 +1) 1 d. Siti Nurul. tugas Individu Bentuk : Uraian.Cahaya Pustaka hal 3 – 7 PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. maka F’(x)= 6x+4. Ulangan No 1. . . y = x b. Ulangan.2008. Alat Penilaian  Uji Kompetensi awal Sebelum pembelajaran ini dimulai. a. Erlangga hal 1 – 13. y=2x + 1 dan y = x 2 + 3 b.11 3 . Gambarkan grafik fungsi-fungsi berikut pada bidang koordinat Cartesius.• • SUMBER BELAJAR • Sumber : . Sunardi. x Tentukanlah ∫(6 x +4) d . Tri Dewi Listya.

3. b. d. PG 2.4. ∫ (3x 2 0 2 − 2 x )dx ! Instrumen Selesaikan integral tak tentu berikut: ∫ 3 x2 d x c. Jika b>0 dan Ulangan Uraian b adalah … a. 4 c. b. (2. c. −1 ∫(x 1 3 − 1 ) dx x3 Tugas Individu Uraian −1 2 ∫ (2 − x)( x +1)dx + ∫ ( x + 2 − x )dx 0 −1 0 ∫ (−x − x 0 ) dx 2 8. Tentukan persamaan kurva. Persamaan biaya rata-rata −b 1. maka tentukanlah nilai dari No 6. −2 ∫x 2 6 4 dx Keterangan:  pertemuan I  dan keempat Uji kompetensi awal diberikan pada awal Kuiz dilaksanakan pada awal pertemuan kedua RPP. Jika diketahui persamaan fungsi biaya marginal suatu perusahaan adalah MC = 2Q3+3Q2-7 dan biaya tetapnya sebesar 30.12 . 2 e. maka tentukan: a. Kuiz 2 Isian atau Uraian Singkat Diketahui 100 100 ∫z 100 dz . jika dy = 2x + 1 dan titik dx 9. Diketahui kurva y=f(x). ∫( x −1)( x +1) dx ∫x 0 4 x dx 2 d. 5 b. Jenis Penilaian Bentuk Instrumen a. ∫x 3 2 dx (10 x 4 + 3 x 2 ) dx ∫ x 7. ∫ (3x 0 2 2 − 2 x ) dx =4 . 3 d. Hitunglah nilai dari a. maka nilai ∫(2 x −1)dx 0 3 b. Tentukan fungsi F(x). −2 ∫ 2(1 + x)dx = −1 . Hitunglah nilai integral tentu berikut: a. Tentukan nilai dari 5. 1 Diketahui turunan pertama fungsi F(x) adalah F’(x)=3x2-2x+3 dan F(-1) = 2. Persamaan biaya total b.4) terletak pada kurva.

F(x) = x 3 − x 2 + 3 x + 7 Jumlah skor nomor 2 a. 3. C. ∫ RPP. Kunci jawaban (ulangan) No 1. / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian e Diketahui F ' ( x ) = 3 x 2 − 2 x + 3 dan F(-1) = 2 Ditanyakan F(x) = . ∫(2 x −1)dx 0 3 = x2 − x [ ] 3 0 = 3 −3 − 0 −0 =6–0 =6 2 2 ( ) ( ) −4 6 b.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi. program Tindak Lanjut  Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan IV. diberikan tugas sebagai berikut 1.. ∫ 4 dx −2 x 2 = −2 ∫6 x 2 dx 1 1  6 −3  =  x  − 3 −2 2 − 2  =  3   x  −2 −2 −2 − =  8  −8  =0 Jumlah skor nomor 3 2 1 1 1 8 D. maka (−1) 3 − (−1) 2 + 3 ⋅ ( −1) + c =2 ⇔ -1 – 1 – 3 + c = 2 ⇔-5+c=2 ⇔ c=2+5 ⇔ c=7 Jadi...13 . Hitunglah integral tak tentu berikut: 5d x a. 2. Penyelesaian x F(x) = ∫F ' ( x ) d F(x) = F(x) = x 3 − x 2 + 3 x + c 2 ∫(3x −2 x +3)dx 1 1 1 Skor 1 1 1 1 1 8 1 1 1 No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Oleh karena F(-1) = 2.

Tentukan F(x) jika diketahui sebagai berikut: a.   dx  x −1   d 2  f (t )dt  b. Tentukan nilai p dari persamaan berikut. − 2≤ t≤ 3 2 . b.∫( x −2 x)dx c. tentukan RPP. F ' ( x ) = 6 x 2 dan F(0) = 2 b.3) terletak pada sebuah kurva. x 2 − 2x ∫ x 2 dx = 3 p 0 −1 ∫ (( x + 2) − x p 2 )dx = 10 1 2 Diketahui f(t) = 2t2 +t – 6 . ∫(3 x +7) dx b. 4. tentukan persamaan kurva tersebut. 2. 2 − 3 4 2 2. b. tentukan: x  d   ∫ f (t )dt  a. Jika gradien garis singgung pada kurva tersebut sama dengan 8x. a. ∫(5 x −5 x + x )dx d. Titik (1. a. dy 2  y +y   f (t ) dt  ∫  −2    2 3. c. F ' ( x) = 5 x −2 − 2 x dan F(5) = 4 3. nilai x ! Jika f ( x) = − x ∫ 6t x 2 dt dan f(x) = 18. Hitunglah integral tak tentu berikut.14 .  dx  ∫ x  3 d2 c. p 0 ∫(3x −1)dx 0 4 ∫(x 2 3 + x) dx ∫x 1 1 9 −3 dx Tentukan nilai p dari persamaan ∫(2 −2 x)dx =1  Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1. 5.

Indikator Pencapaian :1. MATERI PEMBELAJARAN Integral  Integral dengan metode substitusi RPP.4. II.2 Menentukan integral dengan cara substitusi.2010 4 × 45 Menit (2 kali pertemuan) Standar Kompetensi : 1. NIP. PERTEMUAN I I. 1.15 .19581231 198303 1 194 MULYADI. Tentukan F(x) jika diketahui dF 1 = − x dan dx x Watampone. ABDUL SALAM BASIR NIP.2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 .2. Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah sederhana. Kompetensi Dasar : 1.2. S.1.1 Menguraikan integral tak tentu dan integral tentu dengan cara substitusi. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Melakukan integral tak tentu dan integral tentu dengan cara substitusi. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs. 13 Juli 2009 Mengetahui.2 Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dari fungsi aljabar sederhana.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 2 /kd. F(9) = 15.Pd.

dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. 2 misalnya pada ∫ x x +4 dx .Pada fungsi-fungsi tertentu melakukan pengintegralan tak tentu secara langsung terkadang cukup rumit untuk mendapatkan hasil. dilakukan penggantian terhadap variabel x sehingga integralnya menjadi lebih sederhana. Demikian juga. Secara umum. setelah langkah 4 di atas digunakan teorema dasar kalkulus untuk menghitung nilainya. Kegiatan Waktu (menit) ∫ ∫ u . tanya jawab. III. maka integralnya dapat dihitung langsung dalam variabel u. Memilih suatu fungsi u = g(x). u RPP. 3. Menggantikan kembali variabel u hasil pada langkah 3 dengan variabel x. Menghitung integral dalam variabel u. penemuan. 4. Adapun caranya sebagai berikut. kemudian menghitung du = g’(x)dx. jika pada penggantian variabel x menjadi variabel u diikuti dengan perubahan terhadap batas-batas pengintegralan yang berlaku pada x menjadi berlaku pada u. Jika u = g(x) maka Untuk integral tentu. g(x) suatu fungsi yang dapat diturunkan dan F adalah suatu anti turunan dari f. selesaikan integral dalam variabel u ∫ f ( g ( x)) g ' ( x)dx =∫ f (u ) d =F (u ) +C =F ( g ( x )) +C .METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. 1 du atau 2 u du . 2. Menggantikan variabel x ke dalam variabel u. Misalkan u = x2 + 4 maka du = 2x dx atau dx = sehingga 1 2 1 du 2 ∫x x 2 +4 d x berubah menjadi tersebut dan akhirnya variabel u diganti kembali dengan variabel x. Kemudian. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan metode substitusi atau penggantian variabel. Oleh karena itu diperlukan cara khusus sehingga integral tak tentunya dapat dengan mudah ditentukan.16 . KEGIATAN PEMBELAJARAN No . Metode tersebut dirumuskan dalam teorema berikut “Misalkan. langkah-langkah yang ditempuh untuk menghitung integral dengan metode substitusi adalah 1.

(TM) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. II. (TM) Kegiatan Inti 65 • Dengan tanya jawab. Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan (TM) • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dengan menggunakan tehnik substitusi. (TM ) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. dibahas cara menghitung integral tak tentu dan tentu dengan cara substitusi atau membimbing siswa untuk mengubah bentuk fungsi yang komplek menjadi bentuk fungsi yang sederhana melalui beberapa contoh. MATERI PEMBELAJARAN  Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dengan cara substitusi.17 .1. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah PERTEMUAN II I. RPP. 3. 2.

yaitu ∫(x 0 1 3 +1) x 4 + 4 x dx . Untuk dapat melakukan integral secara langsung dalam variabel pengganti. jika pada saat melakukan penggantian u = x4 + 4x dilakukan perubahan yang berpadanan terhadap batasbatas menjadi u=04+4.1=5 maka integralnya dapat langsung dihitung dalam variabel u.Konsep dasar dari metode substitusi adalah mengubah persoalan integral yang kompleks menjadi bentuk integral yang sederhana menggunakan pemisalan atau perubahan variabel.0=0 dan u=14+4. Jika d ( x 2 −1) 5 = 5( x 2 −1) 4 ( 2 x) = 10 x( x 2 −1) 4 . u = x4 + 4x maka du=(4x3+4)dx=4(x3+1)dx sehingga diperoleh ∫( x 3 +1) x 4 +4 x dx = = 1 4 ∫ x 4 + 4 x (4( x 3 + 1) dx 1 4 ∫ 3 u du = 1 1 6 4 ∫ u du 3 2 1 2 = 1u2 6 + C = ( x + 4 x) + C 4 4 Kemudian.18 . ∫ f ( x) n d ( f ( x )) =∫ f ( x ) n ( f ' ( x )dx ) = 1 f ( x ) n +1 +C dengan n n +1 ∫(x 0 1 3 +1) x 4 + 4 x dx . maka dilakukan perubahan yang berpadanan terhadap batas-batas pengintegralan sesuai variabel yang dipilih. gunakan teorema dasar kalkulus untuk menghitung integral tentunya. ∫(x 0 1 3 +1) x 4 + 4 x dx . Contoh Tentukan hasil dari ∫10 x( x 2 −1) 4 dx = ( x 2 −1) 5 + C . Untuk jelasnya perhatikan contoh. RPP. Pemilihan f(x) harus tepat sehingga perhitungan integral menjadi mudah. Jawab Misalkan. maka dx Rumus dasar yang dapat digunakan adalah Jika f(x) suatu fungsi yang dapat diturunkan maka bilangan rasional dan n ≠ -1. Untuk integral tentu dengan cara substitusi perlu diperhatikan bahwa setelah menentukan integral tak tentunya atau sebelum menerapkan teorema dasar kalkulus maka variabel integral harus dikembalikan ke variabel semula karena batas-batas yang dimiliki untuk variabel awal. = [ (x 1 6 + 4 x) 2 3 ]1 0 6 = 1 (5) 2 6 3 −0 6 = 1 1 2 5= 5 6 5 6 5 Jadi. = 1 1 2 5= 5 Akan tetapi.

3 4 ∫ ( x +1) x + 4 x dx . (TM) • Mengingatkan hubungan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3.19 [ ] = ( .2u2 4 3 • III. (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah SUMBER BELAJAR RPP. (menit) 1. Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan (TM) • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. (TM) 2.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. tanya jawab. UMPTN dan atau SMPTN tentang integral substitusi sebagai tugas. diskusi.5 ) − 0 3 5 0 1 6 3 2 = 5 6 5. Kegiatan Inti 60 • Dengan tanya jawab dan penugasan. . (TM & PT) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. = 1 0 1 2 4 ∫ u du 1 = 1. Kegiatan akhir 15 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari serta menjawab soal-soal UN. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan.dibahas cara menghitung integral tentu dengan integral taktentu dengan menggunakan cara substitusi melalui beberapa contoh.

− 4 3 e.Gunardi. 3 −8 c. Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Selesaikan integral berikut dengan cara substitusi dan cara langsung (menguraikan integran) ∫( 2 x 2. H.. Siti Nurul.27.Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. PG Ulangan 2.Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. Tri Dewi Listya. Biaya Marginal mingguan untuk memproduksi x unit barang diberikan oleh C’(x)= 500 dengan C’(x) adalah biaya ( x +1) 2 produksi dalam dolar. Alat Penilaian Tugas Individu. CV. . 2005. a. 2 Selesaikan integral berikut ∫ 2x 2 x3 +2 dx Keterangan: RPP.Buku paket Matematika Kelas XII.15. Herawati. 3.23. Bumi Aksara hal 7 . . Noormandiri.• Sumber : . pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B.Buku matematika Program IPS “PERMATA”.20 . Tugas individu Uraian 4 ) 3 8 x 3 dx Hitunglah nilai dari ∫ 0 4 2 x +1dx . − 3) 3 b. Uraian −1 ∫ (x 3 8 2 2 2x dx = . Erlangga hal 14. 2007 Grafindo halaman 11 – 21. Ulangan No 1. 4 3 d. 1..2008. . dkk. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Ulangan. Jika C(0) = 2000 perminggu.Cahaya Pustaka hal 3 – 8 • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. tentukan fungsi biaya C(x) dan besarnya C(x) jika x = 1000 unit. tugas Individu Bentuk : Uraian. Sunardi.

b Diketahui / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian ∫ 2x 2 x3 +2 dx Ditanyakan hasil pengintegralannya dengan cara substitusi Penyelesaian Misalkan u = x3 + 2. 3 menjadi 1 1 1 1 1 1 1 x +2 x +2 2 1 2 1 ∫ u ⋅ 3 du atau 3 ∫ u du . 2. Jumlah skor nomor 2 1 8 D. ∫( x 1 3 +1) 3 x 2 d x Hitunglah nilai integral tentu berikut. program Tindak Lanjut a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. diperoleh ∫ 2x 2 x +2 3 dx = 4 3 x 3 + 2 +c . 2 ∫ (3x +1) 0 dx RPP. Tugas individu diberikan setelah pembelajaran KD 1.2 ( pada akhir pertemuan II ).21 . ∫(3 x −2) dx b. Selesaikan integral tak tentu berikut: 7 a. C. maka du = 3x2dx atau x2 dx = sehingga 1 du . 2 1 2 −1 Selanjutnya ∫ u du = 3 u 2 du 3 3 3 ∫ 2x 2 dx = ∫ 2 x 2 dx berubah ∫ = 2 u ⋅ 1 +c 3 − 2 +1 2 2 1 ⋅ u 2 +c 3 1 4 3 u +c − 1 +1 2 = = Jadi. Kunci jawaban (ulangan) No 1. 2. a. diberikan tugas sebagai berikut 1.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi. dengan mengganti u kembali dengan x3 + 2.

hitunglah nilai integral tentu tersebut. NIP. S. yaitu integral parsial untuk soal nomor 1 di atas. Selesaikan integral tak tentu berikut: x 3 x +2 d x a. 13 Juli 2009 Mengetahui. ∫ b. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs.b.22 .Pd. ∫ x 2 9 −2 x 2 dx 2. ∫ 0 4 2 x +1 dx b.132223773 RPP. kemudian dengan batas tertentu yang diberikan. Watampone. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1.19581231 198303 1 194 MULYADI. Diberikan materi pengayaan tentang cara pengintegralan lain. ABDUL SALAM BASIR NIP.

II. Langkah-langkah yang diperlukan untuk menggambar sketsa tersebut adalah RPP. Kompetensi Dasar : 1.3.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 3 /kd. Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah sederhana. Indikator Pencapaian : 1.1. 1.23 . PERTEMUAN I I.2.3 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 .3. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menyatakan rumus luas suatu daerah dengan integral yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu pada bidang koordinat dalam gambar dan sebaliknya. 1.2010 6 × 45 Menit(3 kali pertemuan) Standar Kompetensi : 1. Menjelaskan luas suatu daerah yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-sumbu koordinat dengan gambar 1. MATERI PEMBELAJARAN  Menggambarkan suatu daerah yang dibatasi oleh beberapa kurva(hanya gambar sketsa).3.3 Menggunakan integral untuk menghitung luas daerah di bawah kurva. Menghitung luas suatu daerah diantara dua kurva. Menghitung luas suatu daerah yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbusumbu koordinat.3.

sebab titik-titik potong merupakan batas-batas yang diperlukan.  Rumus luas suatu daerah. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x) dengan sumbu X. Fungsi kuadrat. garis x=a dan garis x = b dengan f(x)>0 pada interval [a.24 . berarti tidak dapat digunakan untuk menyatakan luas daerah karena luas daerah selalu dinyatakan dengan bilangan tak negatif. Atau menentukan beberapa titik kemudian menghubungkannya atau menentukan hal-hal istimewa suatu persamaan kurva yang akan digambar (fungsi linear.1. Y Y=f(x) L a b b X Luas daerah yang diarsir di atas adalah L = ∫ f ( x) dx . a yaitu luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x). Misalkan.b] atau kurva berada di bawah sumbu X maka ∫ f ( x) dx a b bernilai negatif. Jika kurva y = f(x) bernilai negatif (f(x)<0) pada interval [a.b]. Titik-titik potong dengan sumbu koordinat (sumbu X dan sumbu Y) 2.b] seperti pada gambar berikut. y = f(x) menyatakan persamaan kurva pada bidang koordinat dan misalkan f kontinu dan tidak negatif (f(x)>0) pada interval [a. sumbu X. Fungsi pangkat tiga). 3. 1. diperlukan titik potong dari kurva itu. Untuk beberapa kurva. a b X L y=f(x) RPP.

yaitu luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=f(x). Luas daerah yang dibatasi oleh kurva x=g(y).∫ g ( y ) dy = c d ∫ g ( y )dy c d . x=d dan sumbu Y adalah L = ∫ g ( y ) dy c d . Jika kurva x = g(y) berada di kanan sumbu Y pada interval c<y<d. Sehingga luas daerah yang diarsir pada gambar di atas adalah L = . KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan Waktu RPP. dengan f(x)<0 pada interval [a. c d d e III.   a b a  b  2. penemuan. bilangan negatif tersebut adalah negatif dari luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x) pada interval [a.b]. sumbu Y. misalnya pada interval [a. x=d dan sumbu Y adalah L = . maka luas daerah yang dibatasi oleh kurva x=g(y). maka luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x).Namun.c]. x=c. x=c. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV.b]. dan sumbu X dalam interval [a. maka luas daerah yang dibatasi oleh kurva x = g(y) dan sumbu Y pada interval c<y<e adalah L = − ∫ g ( y ) dy + ∫ g ( y ) dy . f(x)>0 dan pada interval[b. Jika kurva x = g(y) berada di kiri sumbu Y pada interval c<y<d. g(y)<0 dan pada interval d<y<e. tanya jawab.∫ f ( x) dx = a b ∫ f ( x) dx a b . sebagian di kanan sumbu Y (misalkan pada interval c<y<d. sebagian di atas sumbu X. g(y)>0). x=a dan x = b. Jika kurva x = g(y) sebagian berada dikiri.b]. Jika kurva f(x) sebagian di bawah sumbu X. sumbu X .c] adalah b b c  c  L = ∫ f ( x) dx +  − ∫ f ( x) dx  = ∫ f ( x ) dx + ∫ f ( x) dx .25 .METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. maka luas daerah yang dibatasi oleh kurva x=g(y). f(x)<0.

Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah PERTEMUAN II I. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. menyatakan rumus luasnya dengan integral dan sebaliknya.. menggambar grafik fungsi sederhana. Kegiatan Inti 60 • Dengan tanya jawab dan diskusi. 1. 2. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan memberi kuiz. (menit) 3. RPP. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) No Waktu Kegiatan . TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menghitung luas suatu daerah yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-sumbu koordinat. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan.26 (menit) 20 . membahas cara mengambar suatu daerah yang dibatasi oleh suatu kurva melalui beberapa contoh.

Untuk menentukan luas daerah antara suatu kurva dengan sumbu-sumbu koordinat lakukan langkah-langkah berikut: a. III. demikian juga untuk di kiri sumbu Y. Perhatikan gambar kurvanya (Buat sketsa daerah yang akan dihitung luasnya. b a jika sebagian di bawah dan sebagian di atas sumbu X gunakan penjumlahan kedua rumus tersebut. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. Pilih rumus luas yang cocok untuk digunakan atau Jika kurvanya di bawah sumbu X. luasnya tidak boleh negatif dan rumus luas harus diberi tanda negatif atau batas integralnya dari kanan ke kiri. Dengan kata lain(misalkan kurvanya y=f(x).b].METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. demikian juga untuk sumbu Y di kiri atau di kanan.b] = gunakan rumus luas L=- ∫ f ( x) dx ∫ f ( x) dx a b = ∫ f ( x) dx . untuk x ∈ [a. jika belum ada). jika f(x)>0. b. di atas sumbu X atau di bawah sumbu X atau sebagian di atas sumbu X dan sebagian di bawah sumbu X.II. KEGIATAN PEMBELAJARAN RPP. Gunakan integral tentu (teorema dasar kalkulus) untuk menentukan nilai integral tersebut atau luas tersebut. x=g(x)) . gunakan rumus luas L = ∫ f ( x) dx . c.27 . a b a b jika f(x)<0. MATERI PEMBELAJARAN  Menghitung luas daerah yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-sumbu koordinat. tanya jawab. Demikian juga untuk sumbu Y. untuk x ∈ [a. diskusi.

(TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik.28 . Kegiatan Inti • Dengan tanya jawab atau diskusi. Untuk menghitung luas daerah yang dibatasi oleh dua kurva. 2. MATERI PEMBELAJARAN  Luas daerah antara dua kurva. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah Waktu (menit) 15 65 10 PERTEMUAN III I. II. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. RPP. untuk Membahas cara menghitung luas daerah yang dibatasi oleh suatu kurva dan sumbu-sumbu koordinat. ditentukan terlebih dahulu interval pengintegralan dengan menghitung absis titik potong antara dua kurva itu.No Kegiatan . (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. 1. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menghitung luas suatu daerah diantara dua kurva.

Tentukan absis titik potong kedua kurva untuk dijadikan batas integral (jika merupakan batas integral) c. untuk x ∈ [a.Perhatikan gambar Y y1=f(x) y2= g(x) X O a b Luas daerah yang dibatasi oleh kedua kurva pada gambar di atas dalam interval [a.METODE PEMBELAJARAN RPP.b] dengan f(x)>g(x) adalah L= = ∫ a b a b f ( x) dx −∫ g ( x) dx = a 1 b ∫{ f ( x) − g ( x)}dx a b ∫( y − y 2 ) dx Rumus itu juga berlaku untuk daerah yang berada di bawah sumbu x. ∫ g ( x)dx −∫ f ( x) dx = a ∫{ g ( x) − f ( x)}dx .b]. III.b]. gunakan rumus L= d. b.29 . a b Gunakan integral tentu untuk menentukan nilainya. Jika f(x) ≥ g(x). a b Jika f(x) ≤ g(x) untuk b x a ∈ [a. Dengan kata lain luas daerah antara 2 kurva tidak mengenal kurva yang terletak di bawah sumbu X yang diberi tanda “-“  Menghitung luas daerah diantara dua kurva Langkah-langkah menghitung luas daerah di antara dua kurva adalah sebagai berikut a. Gambarkan sketsa daerah yang akan dihitung luasnya. gunakan rumus L = ∫ a b b f ( x) dx −∫ g ( x) dx = a b ∫ { f ( x) − g ( x)}dx .

(TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. UMPTN dan atau Waktu (menit) 10 65 15 RPP. 1.o o Model Metode : Ekspositori. diskusi. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN. Kegiatan Inti • Bertanya jawab atau berdiskusi untuk menemukan rumus dan cara menghitung luas daerah yang dibatasi oleh dua kurva. tanya jawab. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan . 2. penemuan dan pemberian tugas : Pembelajaran langsung IV. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan.30 . Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik.

Tugas Individu. dkk.40. Noormandiri. tugas Individu Bentuk : Uraian. y=x–1 O 1 2. Tri Dewi Listya. 4 X Arsirlah daerah yang luasnya dirumuskan oleh ∫( x + 3)dx 0 2 pada gambar! RPP. pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B.20. Siti Nurul. Alat Penilaian Kuis. Herawati.Cahaya Pustaka hal 10 . H. Kegiatan SMPTN tentang luas daerah dengan integral sebagai tugas (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah dan bersiap untuk uji kompetensi (dalam bentuk ulangan blok) Waktu (menit) • SUMBER BELAJAR • Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII.No . Ulangan No Jenis Penilaian Kuiz Bentuk Instrumen Isian atau uraian singkat Instrumen Tulislah rumus luas dari daerah yang diarsir pada gambar berikut Y 1. 2007 Grafindo halaman 22 – 29.Gunardi. CV. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Kuiz. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. Erlangga hal 15 . Bumi Aksara hal 30 .31 . Sunardi. Ulangan.2008. Buku matematika Program IPS “PERMATA”.11 • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. 2005.

Y= x + 3 3 -3 O X 3. 4 6 e. Ulangan 2.. 1 6 b.32 . y = 8 – x2 dan y = 4x + 12 Ditanyakan Luas daerah tersebut = . Tugas Individu Uraian 1. No 1. 3 6 d. y = 8 – x2 dan y = 4x + 12 dinyatakan oleh daerah yang diarsir dalam gambar berikut. x = y3 dan x + y = 2. Penyelesaian Daerah yang dibatasi oleh y = x2. 2 6 c. x = 0 dan x = 4 Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh y = x2. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=x2 dan y = -x adalah … satuan luas. y=8-x2 dan y = 4x + 12. Keterangan:  Kuiz diberikan pada awal pertemuan I  Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan III. PG Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 – 4x + 3. sumbu X. Kunci jawaban (ulangan) / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian a Diketahui suatu daerah dibatasi oleh y = x2. a. 4.. Y y = x2 RPP. 5 6 Uraian Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh y=x2. C. 2.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi..

2 sehingga B = 2 (8 − x − x )dx = 8 x − x 3    3  −2 −2 32 32 − (− ) = 3 3 ∫ 2 2 2 2 No Kunci jawaban / alternatif penyelesaian Skor 2 64 = 3 256 Jadi.2 Sehingga A = 1 1 1 2 2 −2  2 2 3 ∫ (4 x +12 − x )dx = 2 x +12 x − 3 x    1 6 6 −2 40 ) = 72 – (− 3 256 = 3 1 1 2 Absis titik potong y = x2 dan y = 8 – x2 . diberikan tugas sebagai berikut 1. Jumlah skor soal nomor 2 1 20 D. Program Tindak Lanjut a. yaitu x2 = 8 – x2 2x2 = 8 x2 = 4 x = 2 atau x = .X y = 4x + 12 y = 8 . Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial.x2 5 1 A = Luas daerah yang dibatasi oleh y = x2 dan y = 4x + 12 B = Luas daerah yang dibatasi oleh y = x2 dan y = 8 – x2 Luas Daerah yang diarsir = A – B Absis titik potong y = x2 dan y = 4x + 12. yaitu x2 = 4x + 12 x2 – 4x – 12 = 0 (x – 6)(x + 2) = 0 x = 6 atau x = . b. ∫4xdx 0 4 − 1 ∫x 2 3 dx RPP. y = 8 – x2 dan y = 4x + 12.33 . luas daerah yang diarsir = 3 - 64 192 = 3 3 satuan luas sebagai luas daerah yang dibatasi oleh y = x2. Gambarlah luas daerah yang dinyatakan oleh integral tertentu berikut (dengan cara mengarsir) a.

Kurva y = x2. garis x = 0. dan sumbu Y b.34 . 2. ABDUL SALAM BASIR NIP. garis y = 0. kurva x = 1 − y . Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh: a. NIP.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 4 / kd. kurva y = x.1 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XII-IS Program/Semester : IPS/Ganjil Tahun Pelajaran : 2009 .1Menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear dua variabel. Indikator Pencapaian : 2. garis x=0. kurva y = x3 – 4x dan kurva y = x2 – 4x 2. S. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1. garis y = 2. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs. sumbu X. 2.19581231 198303 1 194 MULYADI. dan sumbu Y c. dan garis x = 1 b. kurva y = 2 – 2x. Gambarkan daerah tersebut.Pd. 13 Juli 2009 Mengetahui. Kompetensi Dasar : 2. Menyelesaikan masalah program linear.1 Mengenal pertidaksamaan linear dua variabel.2.1.2 Menjelaskan sistem pertidaksamaan linear dua variabel RPP. dan garis x = 4 b.2010 Alokasi Waktu : 4 × 45 Menit (2 kali pertemuan) Standar Kompetensi : 2. Daerah yang dibatasi oleh kurva f(x) = 6x – x2 dan y=0 pada interval 1 ≤ x ≤ 4 memiliki luas 24 satuan luas. Watampone. garis y = 4. kurva y = x + 2. Tentukan Luas daerah yang dibatasi oleh: a.1. kemudian gambarkan lagi dua daerah yang dibatasi oleh fungsi kuadrat lainnya yang mempunyai luas yang sama dengan luas gambar tadi( 24 satuan luas). garis y = 1.

Gabungan dua atau lebih pertidaksamaan linear yang terdiri dari dua variabel disebut sistem pertidaksamaan lineardengan dua variabel. 1. atau ≥ maka diperoleh bentuk pertidaksamaan linear dengan dua variabel (x. Adapun semua pasangan titik yang merupakan penyelesaian dari pertidaksamaan linear dua variabel disebut himpunan penyelesaian.y sebagai variabel dan a. Buat grafik garis ax + by = c 1. Ada dua kemungkinan sebagai berikut.y) tidak terletak pada garis ax+by=c. Misalkan pertidaksamaan ax + by ≤ c a. Dengan demikian pertidaksamaan linear dapat pula diartikan pertidaksamaan dengan variabel pangkat satu.2. Tarik garis lurus antara kedua titik tersebut 3. Apabila pertidaksamaan tersebut bernilai salah.y) dengan (x. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menjelaskan dan menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear dua variabel. Untuk mendapatkan himpunan penyelesaian tersebut dapat dilakukan dengan metode grafik pada bidang koordinat kartesius dan uji titik. Pasangan terurut (a.1. 2. Tentukan titik-titik potong garis ax+by = c dengan sumbu-sumbu koordinat.b. Uji titik Ambil suatu titik sembarang.3 Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel PERTEMUAN I I.>.35 . maka himpunan penyelesaian adalah daerah yang RPP. ≤.  Menuliskan suatu sistem pertidaksamaan linear dua variabel II. Jika tanda sama dengan (=) pada persamaan tersebut diganti dengan salah satu tanda <. MATERI PEMBELAJARAN  Arti sistem pertidaksamaan linear dua variabel. b. Apabila pertidaksamaan tersebut bernilai benar.b) dikatakan memenuhi pertidaksamaan linear dua variabel dalam x dan y jika x diganti dengan a dan y diganti dengan b diperoleh pernyataan yang benar. Substitusikan titik tersebut ke dalam pertidaksamaan ax + by ≤ c. maka himpunan penyelesaian adalah daerah yang memuat titik tersebut dengan batas garis ax+by = c.c ∈ R). misal (x.  Menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear. Persamaan ax + by = c merupakan persamaan linear dua variabel. 2. Garis lurus itu mempunyai persamaan ax+by=c.

dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini. Demikian juga untuk daerah penyelesaian.tidak memuat titik tersebut dengan batas garis ax+by=c. (menit) 1. kemudian mendiskusikan contoh lain yang menyangkut materi program linear serta memberikan uji kompetensi awal. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. persamaan garis melalui dua titik. apakah yang memenuhi diarsir atau tidak. disesuaikan dengan kesepakatan. (TM) • Membahas materi prasyarat: Sistem koordinat kartesius. Kegiatan Inti 60 • Menjelaskan pengertian dan bentuk umum sistem pertidaksamaan linear dua variabel dan bertanya jawab tentang cara menentukan himpunan penyelesaian suatu pertidaksamaan. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. kompetensi dasar. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan RPP. Kegiatan Awal 20 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari. III. (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. yaitu untuk tanda ≤ atau ≥ dipakai garis penuh dan untuk tanda < atau > dipakai garis putus-putus. (TM & PT) 2. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . tanya jawab. (TM) • Menjelaskan beberapa contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Perlu diperhatikan. untuk membedakan garis pada pertidaksamaan yang mengandung tanda ≤ atau ≥ dengan < atau > dibuat garis yang berbeda.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. penemuan.36 .

Menentukan persamaan garis dari gambar.37 . Menentukan himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan berarti menentukan irisan himpunan penyelesaian dari setiap pertidaksamaan yang membentuk sistem tersebut. MATERI PEMBELAJARAN  Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel. Gunakan titik uji untuk menentukan tanda pertidaksamaan. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel. II.y2) dan (x2.METODE PEMBELAJARAN RPP. Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah PERTEMUAN II I.  Menentukan sistem pertidaksamaan linear jika daerah penyelesaiannya diketahui dapat dilakukan langkahlangkah berikut. Jika himpunan penyelesaiannya tidak beririsan maka penyelesaian dari pertidaksamaan-pertidaksamaan tersebut adalah himpunan kosong. Persamaan garis yang melalui yang melalui dua titik (x1. 1. Menentukan daerah penyelesaian masing-masing pertidaksamaan. Irisan daerah penyelesaian setiap pertidaksamaan merupakan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan. Langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear adalah sebagai berikut. III. (menit) 3. Menggambar masing-masing garis dari setiap pertidaksamaan.jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) No Waktu Kegiatan . 3.y2) ditentukan dengan rumus y − y1 x − x1 = y 2 − y1 x 2 − x1 2. 2. 1.

membahas tentang cara menentukan himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan (TM) • Membahas cara penentuan sistem pertidaksamaan linear bila daerah penyelesaian diketahui.38 . Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan (TM) • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . Kegiatan Inti 65 • Dengan tanya jawab. (menit) 1.o o Model Metode : Ekspositori. dan IV. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) RPP. tanya pemberian tugas : Pembelajaran langsung jawab. 2.

Gunardi. (menit) 3. DEPDIKBUD hal 136 – 138. 2007 Grafindo halaman 37 44. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Ulangan. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. Alat Penilaian  Uji Kompetensi awal Sebelum pembelajaran berikut: ini dimulai. INTAN PARIWARA hal 112-114. Matematika 2b kelas 2 SMU semester 2. Tri Dewi Listya. tugas Individu Bentuk : Uraian. Kuntarti. Noormandiri. • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A.Cahaya Pustaka hal 19 – 20 Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2. Erlangga hal 31 . 2005. Budhi Prayitno. dkk.2008.39 . pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. Buku matematika Program IPS “PERMATA”. PT. Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. Kegiatan akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah (TM) • Mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN. Bumi Aksara hal 47 . 1995. kerjakan soal-soal RPP.54. CV. Siti Nurul. 2003. (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah • SUMBER BELAJAR • Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII. Herawati.36. Sri Kurnianingsih. H. Sunardi.No Waktu Kegiatan . UMPTN & atau SMPTN tentang sistem pertidaksamaan linear 2 variabel.

x ≥ 0. Ulangan No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Gambarlah daerah penyelesaian dari pertidaksamaan berikut: ( daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian) a. y ≥ 2 x. a. y ≥ 2. x ≥ 0. Uraian Keterangan:  pertemuan I  pertemuan II. Buatlah sketsa dari grafik fungsi x + y = 30 pada bidang koordinat Cartesius. y ≥ 2.1. 5 x + 4 y ≤ 20 e. 4 x + 5 y ≥ 20 Gambarlah daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan berikut 2 x + 9 y ≥ 18  x+y ≤5   x ≥0   y ≥0  2. x ≥ 0. x ≥ 0. y ≥ 0. y ≥ 2. y ≥ 2. x ≥ 0. y ≥ 2. kemudian tentukan titik potong kedua garis tersebut! 2. Tugas Individu 2. Ulangan PG 2 0 5 X Daerah yang diarsir pada gambar memenuhi sistem pertidaksamaan …. y ≤ 2 x. 5 x + 4 y ≤ 20 d. y ≥ 0. y ≥ 0. Uraian Y 4 1. Tugas Individu. 4 x + 5 y ≤ 20 c. y ≥ 2 x. Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel berikut 2 x + 3 y = 12   x +2y = 7  Kuiz. Uji kompetensi awal diberikan pada awal Tugas individu diberikan pada akhir RPP. y ≥ 0. 4 x + 5 y ≤ 20 No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen b. -1 < y < 4 Tunjukkan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan 2x + 3y ≤ 12 5x + 6y ≤ 30 x ≥0 y ≥0 1. y ≥ 0. 3x + 2y ≤ 6 b. y ≤ 2 x.40 . y ≥ 2 x.

2.0) dan sumbu Y di (0. daerah penyelesaiannya terletak di sebelah kanan garis tersebut. x – 2y ≤ 10 RPP. y ≥ 0 di kuadran I. Program Tindak Lanjut a. daerah himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan linear berikut. daerah penyelesaiannya terletak di sebelah kiri garis tersebut. 2x – y < 4 b. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. a.2).0) dan sumbu Y di (0. setelah dan selesai Kunci jawaban (ulangan) / alternatif penyelesaian Penskoran Skor 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian a Diketahui sistem pertidaksamaan berikut 2 x + 9 y ≥ 18  x+y ≤5   x ≥0   y ≥0  Ditanyakan gambar daerah penyelesaian sistem Penyelesaian Persamaan garis 2x + 9y = 18 memotong sumbu X di (9. Ulangan dilaksanakan pembelajaran satu standar kompetensi. yang memenuhi Gambar daerah tersebut adalah 1 1 1 Y 5 5 2 0 5 9 X 8 Jumlah skor soal nomor 2 D. No 1.5). C. Tunjukkan pada diagram Cartesius. Daerah penyelesaian x ≥ 0. diberikan tugas sebagai berikut 1.41 . Persamaan garis x + y = 5 memotong sumbu X di (5.

42 . Watampone. x + y ≤ 8.Pd. kemudian arsirlah bagian dalam segitiga tersebut. Tentukan sistem pertidaksamaan linear untuk daerah yang diarsir pada diagram Cartesius berikut. 2 x +5 y ≤ 9. 13 Juli 2009 Mengetahui.0 ).132223773 RPP. Tulislah suatu sistem pertidaksamaan yang himpunan penyelesaiannya adalah daerah yang diarsir pada jawaban a. Y 3 X 0 2 6 -5 b. Bagaimana cara menentukan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linear dan sistem persamaan linear? 2. daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel berikut.0). NIP.2.3) dan B( 4 1 . y ≥ 0. x +5 y <10 b. a. Coba diskusikan dengan teman Anda. Tunjukkan pada diagram Cartesius. y ≥ 0. A(3. x ≥ 0. Titik-titik sudut suatu segitiga adalah O(0.19581231 198303 1 194 MULYADI. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs. 4 x − 2 y ≤ 6 3. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1. 2 ∆OAB dalam Gambarlah koordinat Cartesius. S. a. x ≥ 0. apakah perbedaan sistem pertidaksamaan linear dan sistem pertidaksamaan linear. ABDUL SALAM BASIR NIP. b.

2.43 . : 2.2. II. Fungsi linear ini dikenal sebagai fungsi tujuan atau fungsi sasaran (fungsi objektif atau bentuk objektif). Contoh. PERTEMUAN I I.1 Mengenal masalah yang merupakan program linear 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menjelaskan masalah yang merupakan program linear  Menentukan fungsi objektif dan kendala dari program linear.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 5 / kd 2. Menyelesaikan masalah program linear.2 Menentukan fungsi objektif dan kendala dari program linear 2.3 Menggambarkan daerah fisibel dari program linear 2.2010 6 × 45 Menit (3 kali pertemuan) : 2.2.2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 . Suatu masalah dikatakan masalah program linear apabila memenuhi ketentuan-ketentuan berikut 1. Tujuan persoalan yang akan dicapai harus dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi linear f(x. MATERI PEMBELAJARAN  Program Linear Program linear merupakan suatu cara yang bertujuan untuk menentukan himpunan penyelesaian bagi suatu sistem pertidaksamaan yang berkaitan dengan masalah pengoptimalan.2.y) = Z = ax + by.2 Merancang model matematika dari masalah program linear.4 Merumuskan model matematika dari masalah aplikatif program linear. Sebagai contoh adalah mencari keuntungan maksimum sehari-hari dari suatu produk yang dijual di pasaran. yaitu memaksimalkan atau meminimalkan suatu tujuan atau sasaran dari suatu masalah sehari-hari. RPP.b koefisien peubah-peubah yang mempengaruhi fungsi tujuan. a. Indikator Pencapaian : 2.

(menit) 1. Waktu yang tersedia 60 menit. 3. seperti bahan mentah terbatas. x ≥0 dan y ≥0. Kegiatan Awal 20 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan memberikan soal kuiz. pengeluaran yang sekecil-kecilnya dan sebagainya). Pembatasan-pembatasan dari sumber yang tersedia ini harus dapat dinyatakan dalam bentuk pertidaksamaan linear.Suatu perangkat soal terdiri atas soal pilihan ganda dan soal uraian. berapa banyak soal masing-masing harus dijawab agar mendapat skor sebanyak-banyaknya? Buatlah bentuk objektifnya. Sumber-sumber yang tersedia dalam jumlah yang terbatas. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . 2. Jumlah kedua soal itu adalah 13 butir. Jadi.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. Untuk menjawab satu soal pilihan ganda memerlukan waktu 3 menit. 3x + 10y ≤ 60 . Perhatikan contoh pada 1 di atas. melalui contoh dibahas RPP.y) = 5x + 15y. (TM&PT) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. (TM) 2. Jika tiap soal pilihan ganda mendapat skor 5 dan tiap soal uraian mendapat skor 15. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. Kegiatan Inti 60 • Dengan ceramah. modal terbatas.44 . tanya jawab. III. bentuk objektifnya adalah 5x + 15y. Kendala-kendalanya adalah x + y ≤ 13. guru menjelaskan masalah-masalah yang merupakan masalah program linear (TM) • Dengan tanya jawab. untuk menjawab satu soal uraian memerlukan waktu 10 menit. dan sebagainya. Fungsi tujuan adalah f(x. Dengan kata lain bentuk-bentuk pertidaksaman ini merupakan kendala dari masalah program linear. penemuan. Jawab Misalnya banyak soal pilihan ganda adalah x dan banyak soal uraian adalah y. Harus ada alternatif pemecahan masalah yang membuat fungsi tujuan mencapai optimum (keuntungan yang sebanyak-banyaknya.

II. Daerah yang memenuhi pasangan berurutan tersebut dinamakan daerah fisibel. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) No Waktu Kegiatan . Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah (PT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah (TM) PERTEMUAN II I. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. Y 13 RPP. (menit) 3. Gambar daerah penyelesaian contoh pada 1 di atas adalah daerah yang diarsir berikut. MATERI PEMBELAJARAN  Daerah fisibel dari program linear Daerah fisibel merupakan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan atau kendala yang membatasi suatu masalah program linear untuk mencapai tujuan atau sasaran yang optimal. Oleh karena itu cara menggambar daerah fisibel dari program linear sama saja dengan cara menggambar daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menggambarkan daerah fisibel dari program linear.45 . Penyelesaian yang mungkin dari persoalan tersebut adalah pasangan berurutan (x. Contoh. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa.cara menentukan fungsi objektif dan kendala suatu masalah program linear.y) yang memenuhi sistem tersebut.

diskusi.46 . (menit) 1. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan RPP. tanya jawab. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. Kegiatan Inti 65 • Dengan diskusi atau Tanya jawab. 2.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. membahas cara-cara menggambar daerah fisibel suatu masalah program linear. Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik.6 X O 13 20 III.

No .

Kegiatan

Waktu (menit)

3.

pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah

PERTEMUAN III I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Merumuskan model matematika dari masalah program linear. II. MATERI PEMBELAJARAN  Model matematika dari masalah program linear. Dalam masalah program linear, pembentukan suatu model matematika sangatlah menentukan. Model matematika merupakan terjemahan bahasa sehari-hari menjadi bahasa matematika agar lebih sederhana dan mudah dipahami. Model matematika di dalam program linear, dibagi menjadi dua bagian, yaitu. 1. Model matematika yang menyangkut fungsi tujuan ( berbentuk fungsi linear). 2. Model matematika yang menyangkut syarat-syarat atau batasan-batasan atau kendala-kendala (berbentuk pertidaksamaan linear) Langkah-langkah menuliskan persolan sehari-hari kedalam bahasa matematika adalah sebagai berikut: 1. Tuliskan ketentuan-ketentuan yang ada ke dalam suatu tabel 2. Buatlah pemisalan untuk objek-objek yang belum diketahui dalam variabel (x,y dan sebagainya) 3. Buatlah sistem pertidakasamaan dari hal-hal yang telah diketahui 4. Tentukan fungsi objektitnya. Contoh. Suatu kapal dapat mengangkut penumpang sebanyakbanyaknya 240 orang. Penumpang kelas utama dapat membawa bagasi seberat 60 kg dan kelas ekonomi seberat 20 kg. Kapal tersebut hanya dapat memuat bagasi paling banyak 7200kg. Harga sebuah tiket kelas utama Rp200.000,00 dan sebuah tiket kelas ekonomi RPP- 47

Rp100.000,00. Harapan pengelola kapal untuk dapat memperoleh harga jual tiket yang setinggi-tingginya. Buatlah model matematikanya! Jawab. Model matematikanya adalah x + y ≤ 240, 60x+20y ≤ 7200, x ≥0 dan y ≥0. fungsi tujuannya adalah 200000x + 100000y. III.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori, tanya jawab, penemuan dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan . 1. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. 2. Kegiatan Inti • Dengan tanya jawab, membahas cara menuliskan atau menemukan model matematika dari suatu program linear. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. (TM & PT) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di Waktu (menit) 10

65

15

RPP- 48

No .

Kegiatan rumah (PT) • Mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN, UMPTN dan atau SMPTN tentang model matematika dari masalah program linear. (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah (TM)

Waktu (menit)

SUMBER BELAJAR • Sumber : Buku paket Matematika Kelas XII, Tri Dewi Listya, Herawati. 2007 Grafindo halaman 37 44. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial, Noormandiri, 2005. Erlangga hal 37 - 51. Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa, H. Sunardi, dkk. Bumi Aksara hal 55 - 60. Buku matematika Program IPS “PERMATA”,Gunardi, Siti Nurul.2008. CV.Cahaya Pustaka hal 20 - 21 Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2, Sri Kurnianingsih, Kuntarti, Budhi Prayitno. 1995. DEPDIKBUD hal 139 – 140. Matematika 2b kelas 2 SMU semester 2. 2003. PT. INTAN PARIWARA hal 115-116.

PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Ulangan, tugas Individu Bentuk : Uraian, pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa

B.

Alat Penilaian RPP- 49

Tugas Individu, Ulangan
No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Suatu kapal dapat mengangkut penumpang sebanyak-banyaknya 240 orang. Penumpang kelas utama dapat membawa bagasi 60 kg dan kelas ekonomi sebanyak 20 kg. Kapal tersebut hanya dapat memuat bagasi paling banyak 7200kg. Harga sebuah tiket kelas utama Rp 200000,- dan sebuah tiket kelas ekonomi Rp 100000,-. Harapan pengelola kapal dapat memperoleh harga jual tiket yang setinggi-tingginya. Buatlah model matematikanya. Setiap semester seorang agen mobil A memesan dagangan dari pusatnya yang berupa sedan dan van yang berturut-turut memberi laba kepadanya sebesar 5 juta dan 3,5 juta per unit yang terjual. Kantor pusat mengharuskan agen untuk memesan sedan paling sedikit 20% dari seluruh pesanan. Di tempat agen, luas ruang pamer (showroom) sekaligus gudang hanya cukup untuk 10 sedan saja atau untuk 15 buah van saja. Dalam keadaan demikian, agen tetap ingin memaksimumkan laba total dengan memperhatikan banyak sedan dan van yang sebaiknya dipesan (persemester) bila diketahui bahwa pada akhir semester dagangan lama pasti habis terjual. Buatlah model matematika dari masalah tersebut dan gambarkan daerah fisibelnya ! Harga 1 Kg beras Rp2.500,00 dan 1 kg gula Rp4.000,00. Seorang pedagang memiliki modal Rp300.000,00 dan tempat yang tersedia hanya memuat 1 kuintal. Jika pedagang tersebut membeli x kg beras dan y kg gula, maka sistem pertidaksamaan dari masalah tersebut adalah …. a. 5 x + 8 y ≤ 600 ; x + y ≤100 ; x ≥ 0; y ≥ 0 b. 5 x + 8 y ≥ 600 ; x + y ≤100 ; x ≥ 0; y ≥ 0 c. 5 x +8 y ≤ 600 ; x + y ≥100 ; x ≥ 0; y ≥ 0 d. 5 x +8 y ≤10 ; x + y ≤1; x ≥ 0; y ≥ 0 e. 5 x +8 y ≤10 ; x + y ≥1; x ≥ 0; y ≥ 0 Seorang siswa boleh memilih jurusan IPS jika memenuhi syarat sebagai berikut J umlah nilai Ekonomi dan Sosiologi tidak boleh kurang dari 12 N ilai setiap mata pelajaran tidak boleh kurang dari 5. Misalnya nilai Ekonomi x dan nilai Fisika y, maka Gambarkan daerah fisibel yang sesuai dari masalah tersebut!

1.

Tugas Individu

Uraian

2.

1.

PG

Ulangan

2.

Uraian

Keterangan: RPP- 50

y ≤10 . Gambarkan daerah fisibel soal nomor 1 di atas. Buatlah model matematika dari masalah tersebut agar diperoleh keuntungan sebesar-besarnya. y ≥ 5. Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan III.00 per buah. No 1.12) dan sumbu Y di titik (12.x ≥ 5 di sebelah kanan garis x = 5 . yaitu x + y ≥12 . Gambarnya adalah Y 10 5 0 X 10 Jumlah skor soal nomor 2 15 5 D. 2.0). Kunci jawaban (ulangan) / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 5 1 1 1 1 1 5 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian a Sistem pertidaksamaan untuk model pada soal adalah x ≥ 5. b. Keuntungan yang diperoleh serabi jenis A adalah Rp150. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan RPP.y ≤10 di sebelah bawah garis y = 10 Daerah penyelesaian harus di sebelah kanan garis yang memotong sumbu X di titik (0.y ≥ 5 di sebelah atas garis y = 5 . Tepung beras yang tersedia 34 ons dan tepung terigu yang tersedia sebanyak 22 ons. x ≤10 . dan x + y ≥12 Daerah yang memenuhi: . Untuk membuat serabi jenis A diperlukan 6 ons tepung beras dan 4 ons tepung terigu.x ≤ 10 di sebelah kiri garis x = 10 . Untuk membuat serabi jenis B diperlukan 8 ons tepung beras dan 5 ons tepung terigu.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi.00 perbuah dan serabi jenis B adalah Rp200. diberikan tugas sebagai berikut 1. 2. Program Tindak Lanjut a. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. C.51 .

3 MULYADI.3. dengan a dan b ∈ R. PERTEMUAN I I. MATERI PEMBELAJARAN  Nilai optimum dari suatu fungsi objektif Permasalahan dalam program linear selalu berhubungan dengan pengoptimasian (memaksimumkan atau meminimumkan) fungsi objektif berdasarkan kendala yang membatasinya. x dan y RPP. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs.52 .3. II.19581231 198303 1 194 Nomor : 6 / kd 2.2010 6 × 45 Menit (3 kali pertemuan) : 2.3.Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: Membahas daerah fisibel program linear bulat Watampone. Menyelesaikan masalah program linear.2 Memecahkan masalah program linear 2. 13 Juli 2009 Mengetahui. NIP. Indikator Pencapaian : 2. : 2. ABDUL SALAM BASIR NIP. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan nilai optimum dari suatu fungsi objektif.Pd.3 Menyelesaikan model matematika dari masalah program linear dan penafsirannya. S.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 .1 Menentukan nilai optimum dari suatu fungsi objektif dalam daerah penyelesaian 2.y)= ax + by.3 Menafsirkan solusi dari masalah program linear. Adapun bentuk umum fungsi objektif adalah Z=f(x.

tanya jawab. Langkah-langkah menentukan nilai optimum bentuk objektif a.Gambar daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan persoalan program linear. Satu diantara garis-garis sejajar tersebut melalui suatu titik yang mengakibatkan nilai bentuk objektif mencapai optimum. Gambar daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan persoalan program linear.y) = ax + by. Nilai optimum dapat ditentukan dengan cara uji titik sudut atau garis selidik. d. Nilai optimum bentuk objektif dapat dicari dari nilai pada langkah c. dapatlah ditentukan titik fungsi objektif maksimum atau minimum. Cara uji titik sudut Cara ini dilakukan untuk menghitung nilai fungsi objektif di setiap titik sudut dari daerah penyelesaian. c. Hitunglah nilai bentuk objektif untuk titik-titik tersebut. Jika bentuk objektif dari persoalan program linear adalah f(x. Kedua cara di atas dapat digunakan untuk menentukan nilai optimum suatu bentuk objektif dari daerah penyelesaian yang gambarnya diketahui atau sistem pertidaksamaannya. b. III.53 . KEGIATAN PEMBELAJARAN RPP.merupakan variabel pada sistem pertidaksamaan yang merupakan fungsi kendala dari fungsi objektif tersebut. Nilai optimum dapat dicari dengan melihat nilai-nilai k dari langkah b. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. maka garis selidik mempunyai persamaan ax + by = k. Lukis garis-garis selidik melalui titik-titik sudut daerah penyelesaian. 1. c. 2. b.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. Kemudian membandingkan antara satu nilai dengan nilai lainnya. penemuan.akan diperoleh garis-garis yang sejajar. Dengan demikian.Tentukan koordinat titik-titik sudut daerah penyelesaian tersebut. Langkah-langkah untuk menentukan nilai optimum dengan cara tersebut adalah a. Persamaan ini berupa garis lurus dengan gradien m= − a . Dengan b mengambil beberapa nilai k. Menggunakan garis selidik ax + by = k Penggunaan garis selidik akan mempermudah dan mempercepat menentukan nilai optimum suatu bentuk fungsi objektif.

guru menjelaskan masalah-masalah yang merupakan masalah program linear (TM) • Dengan tanya jawab. (TM & PT) No Kegiatan . • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. (TM) 2. II. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. MATERI PEMBELAJARAN RPP. Kegiatan Inti • Dengan ceramah. (TM&PT) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. 1.No Kegiatan . TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menyelesaikan masalah program linear.54 . melalui contoh dibahas cara menentukan fungsi objektif dan kendala suatu masalah program linear. Kegiatan Akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah (TM) Waktu (menit) 20 60 Waktu (menit) 10 PERTEMUAN II I. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik dengan memberikan soal kuiz.

tanya jawab. (TM) 2. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan .METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. membahas cara-cara menggambar daerah fisibel suatu masalah program linear. diskusi. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran (TM) • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan ™ • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. Solusi dari masalah program linear. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. Gambarlah daerah penyelesaian dari model tersebut 3. Kegiatan Inti • Dengan diskusi atau Tanya jawab. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) Waktu (menit) 15 65 10 RPP. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. dapat digunakan langkah-langkah berikut.55 . Untuk menyelesaikan masalah program linear. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. (TM) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. 1. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. 1. Tentukan nilai optimum dari fungsi tujuannya (dengan cara menyelidiki titik-titik sudut dari daerah penyelesaian atau cara menggunakan garis selidik) III. Buatlah model matematikanya 2.

tanya jawab.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. kemudian mengembalikan penyelesaian itu ke dalam masalah tersebut atau menyimpulkan hasil yang diterima untuk masalah tersebut. Dengan kata lain menafsirkan solusi berarti menemukan jawaban atau penyelesaian suatu masalah yang dapat diterima untuk mencapai nilai optimum dan pada titik fisibel mana. Kegiatan • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah Waktu (menit) PERTEMUAN III I. penemuan dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. II. (menit) 1. Kegiatan Awal 10 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran (TM) • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan (TM) • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar RPP. merupakan salah satu contoh penafsiran solusi program linear. gambar daerah penyelesaian sampai pada penentuan nilai optimum melalui contoh soal.56 . diskusi. Mengulang perlakuan untuk menyelesaikan masalah program linear mulai dari membentuk model matematikanya. MATERI PEMBELAJARAN  Menafsirkan solusi dari masalah program linear. Sehingga nilai optimum hanya bisa dicapai pada titik fisibel bulat. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menafsirkan solusi dari masalah program linear. III.No . nilai itu dicapai. Dalam beberapa persoalan program linear terdapat nilai-nilai varibel yang berupa pecahan padahal variabel tersebut mewakili suatu benda yang bulat.

Kegiatan mengikuti pelajaran dengan baik. Erlangga hal 37 .51. Herawati. Noormandiri. 2007 Grafindo halaman 37 44. Waktu (menit) 2. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. UMPTN dan atau SMPTN tentang menyelesaikan masalah program linear (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah sekaligus bersiap untuk ulangan blok(TM) • SUMBER BELAJAR • Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII. 2005. (TM) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan akhir 15 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN. membahas cara menuliskan atau menemukan model matematika dari suatu program linear. 3.57 . Kegiatan Inti 65 • Dengan tanya jawab.No . Tri Dewi Listya. RPP.

1995. maka hitung hasil maksimum tempat parker tersebut! Perhatikan diagram berikut 1.y) = 30x RPP.2008. kemudian carilah nilai maksimum bentuk obyektif yang diberikan.21 Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2. Ulangan No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Gambarlah daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan berikut. Jika dalam satu jam tidak ada kendaraan yang keluar dan masuk.Cahaya Pustaka hal 20 . x + 2y ≥ 22.60. 2003. 3x + 2y ≥ 30. CV. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Ulangan. Budhi Prayitno.) A(6. DEPDIKBUD hal 139 – 140. Tugas Individu 2. PT. pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. Buku matematika Program IPS “PERMATA”. Alat Penilaian Tugas Individu. Bumi Aksara hal 55 . INTAN PARIWARA hal 115-116. Y C(0. H.0) X Daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan. x ≥ 0.00/jam untuk bus.5) Ulangan PG B(1. Siti Nurul. y ≥ 0 dengan bentuk obyektif 2x + 5y Luas suatu daerah parker adalah 176 cm2. Sri Kurnianingsih. Daya muat maksimum hanya 20 kendaraan. Uraian 1. Nilai minimum bentuk obyektif f(x.Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. tugas Individu Bentuk : Uraian. dkk.58 . Matematika 2b kelas 2 SMU semester 2. Sunardi. Rata-rata luas untuk parker mobil 4 m2 dan rata-rata luas untuk bus 20 m2.00/jam dan Rp2000. Biaya parker untuk mobil Rp1000. • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A.Gunardi. Kuntarti.

x = -8 x = 8 dan y = 4 Gambar daerah penyelesaian (daerah yang diarsir) Y 16 12 A B 10 Titik A x 0 12 y 12 X F(x.500y dengan kendala  x + y ≤ 12 3 x + 2 y ≤ 32  x.000. Tokonya hanya dapat memuat tambahan 12 unit meja dan kursi.y ∈ B  x ≥0   y ≥0  Titik B perpotongan garis x+y = 12 dan 3x + 2y = 32 2x + 2y = 24 3x + 2y = 32 _ . 180 Seorang pedagang mebel mempunyai tambahan modal Rp800. Uraian Keterangan:  Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan III. a.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi.000 1 1 1 5 Maksimal 3 RPP.00 per unit. Dia akan membeli meja seharga Rp75. 30 b.00. 60 e.59 .000.y) 150.y) = 10. Kunci jawaban (ulangan) / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 5 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian b Memaksimalkan f(x.00 dan dari 1 unit kuris Rp12. 50 c. 2.000.00. hitunglah banyak meja dan kursi yang harus dibeli agar keuntungan maksimal! 2. Keuntungan dari penjualan 1 unit meja adalah Rp10.No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen + 10y dalam daerah penyelesaian tersebut adalah ….000x+12.00 per unit dan kursi seharga Rp50.000. C. Jika x=banyak meja dan y=banyak kursi. 55 d.500. No 1.

y ∈R Tentukan daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear tersebut pada bidang Cartesius. Pada daerah penyelesaian. Menjawab ulang soal ulangan setelah pembahasan ulang materi tentan program linear 2.000 1 17 Jadi banyak meja dan kursi masing-masing harus dibeli agar keuntungan maksimal adalah 0 dan 12 buah. Suatu model matematika ditentukan oleh sistem pertidaksamaan linear berikut.z)=7x+11y+9z dengan kendala x ≥0   y ≥0   z ≥0   4 x − 2 y + 9 z ≤ 22  x − y + 2z = 2   y + 2 z ≤ 10  a. x ≥ 2. y ≥ 0. 13 Juli 2009 Mengetahui. diberikan tugas sebagai berikut 1. Program Tindak Lanjut a. Jumlah skor soal nomor 2 D. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1. z yang memaksimalkan fungsi objektif f(x.60 . Membahas penyelesaian program linear dengan menggunakan 3 variabel melalui soal berikut Tentukan nilai x. RPP. Pada titik mana nilai maksimum dan minimum itu tercapai? b. tentukan nilai maksimum dan minimum bentuk objektif f = x + y. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial.000 125. b. Membahas cara menafsirkan hasil untuk masalah program linear bulat. y. 2. Watampone.B - 8 10 4 2 130.y. x. x − y ≤12 .

TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menjelaskan tentang matriks.19581231 198303 1 194 MULYADI.2010 6 × 45 Menit (3 kali pertemuan) : 3.Pd.1 Mengenal matriks. 3.1.Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs.1. S.2 Menguraikan sifat-sifat dan operasi aljabar atas dua matriks.1. Susunan bilangan-bilangan itu biasanya diletakkan di dalam RPP. matriks persegi 3. NIP. MATERI PEMBELAJARAN  Matriks Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom.3 Menggunakan sifat-sifat dan operasi matriks persegi PERTEMUAN I I. ABDUL SALAM BASIR NIP. Menggunakan konsep matriks dalam pemecahan masalah.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 7 / kd 3.1 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu Standar Kompetensi : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 .1 Menggunakan sifat-sifat dan operasi matriks untuk menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers dari matriks persegi lain Indikator Pencapaian : 3. matriks persegi  Melakukan operasi aljabar atas dua matriks II. Kompetensi Dasar : 3.61 .

maka ordo matriks A adalah m x n dan ditulis Am x n. yaitu matriks yang hanya terdiri dari satu baris. Banyak elemen suatu matriks sama dengan hasil kali banyak baris dengan banyak kolom dari matriks yang bersangkutan. Matriks baris. Matriks persegi.n. maka kita akan menggunakan aij untuk menyatakan elemen yang terdapat pada baris ke-i dan kolom ke-j dari A..  a m1 ↓ kolom ke − 1 a12 a 22 . Jika A adalah sebuah matriks. .  Pengertian beberapa matriks khusus a. Matriks kolom.62 .  a mn  → baris ke m ↓ kolom ke −n kolom ke −2 Ordo matriks menyatakan banyaknya baris dan banyaknya kolom yang terdapat dalam matriks tersebut.  a11 a 21 A = (aij)=   . yaitu suatu matriks persegi yang setiap elemen di atas diagonal utama adalah nol.. Jika matriks A mempunyai m baris dan n kolom. elemen-elemen yang terletak pada garis hubung a11dengan ann disebut diagonal utama. Sedangkan kolom adalah susunan elemen-elemen yang tegak (vertikal) dalam matriks tersebut. a1n  → baris ke 1 a 2 n  → baris ke 2  .. maka matriks tersebut berordo n........ RPP.. d. dan dinamakan matriks persegi...3. .  .. yaitu matriks yang mempunyai banyak baris sama dengan banyak kolom... Hasil penjumlahan semua elemen pada diagonal utama disebut trace..kurung biasa atau kurung siku.m dan j=1... Jika banyak elemen pada baris sama dengan banyak elemen pada kolom (baris=kolom=n)... am2 ↓ .3.2. sedangkan elemen-elemen yang terletak pada garis hubung elemen an1 dengan a1n disebut diagonal samping. Dalam matriks persegi ordo n x n. Matriks segitiga bawah.. b. Matriks biasanya dinyatakan dengan huruf besar dan elemennya dinyatakan dengan huruf kecil. . i=1.2.. Bilangan-bilangan dalam susunan itu dinamakan anggota atau unsur atau elemen matriks.. Baris sebuah matriks adalah susunan elemen-elemen yang mendatar (horisontal) dalam susunan tersebut.. yaitu matriks yang hanya terdiri dari satu kolom c.

yaitu suatu matriks persegi yang setap elemen di bawah diagonal utama adalah nol. Matriks lawan dari matriks A adalah matriks yang elemenelemennya adalah lawan (negatif) dari elemen-elemen matriks A yang seletak (notasi: -A) Jika A dan B sembarang dua matriks yang ordonya sama . Matriks simetris. yaitu suatu matriks persegi yang elemen pada baris ke-i kolom ke-j sama dengan elemen pada baris ke-j kolom ke-i.  Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut berordo sama dan elemen-elemen yang seletak (bersesuaian) pada kedua matriks sama. (A+B)+C = A + (B+C) (asosiatif) c. kecuali pada diagonal utama. O merupakan elemen identitas pada penjumlahan f. Matriks segitiga atas. h. Transpose matriks A dinyatakan dengan A’ atau AT. yaitu suatu matriks persegi yang elemen-elemennya adalah nol. Jika A. A+O=O+A. Matriks skalar adalah suatu matriks diagonal yang elemen-elemen pada diagonal utama sama. Matriks identitas atau satuan adalah suatu matriks diagonal yang elemenelemen pada diagonal utama sama dengan satu i. j. A + (-A)=(-A) +A = O (-A invers penjumlahan dari matriks A). (A-B)-C ≠ A-(B-C) (tidak asosiatif) e. a. g. Matriks nol matriks yang semua elemen-elemennya adalah nol. B dan C adalah matriks yang berordo sama. maka pengurangan matriks A dengan matriks B (ditulis AB) adalah matriks yang diperoleh dengan menjumlahkan matriks A dengan lawan B. Matriks yang ordonya berbeda tidak dapat dijumlahkan.  Penjumlahan dan pengurangan matriks Jika A dan B sembarang dua matriks yang ordonya sama. Matriks diagonal.63 . f. maka jumlah matriks A dan B (ditulis A+B) adalah matriks yang diperoleh dengan menjumlahkan setiap elemen matriks A dengan elemen matriks B yang seletak. A-B ≠ B – A (tidak komutatif pada pengurangan) d.  Perkalian bilangan real(skalar) dengan matriks RPP.e. pada penjumlahan dan pengurangan matriks berlaku sifat-sifat berikut. Transpose atau putaran suatu matriks diperoleh dengan cara susunan baris suatu matriks diubah menjadi susunan kolom dan sebaliknya. A + B = B + A (Komutatif) b.

beberapa matriks khusus. 1. k(A+B)= kA + kB c. 1A = A e. 0A = O (matriks nol) g. l. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. tanya jawab. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan . (TM) • Membahas kesamaan dua matriks. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. untuk setiap bilangan real k. Jika A. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari. kompetensi dasar. (TM & PT) Waktu (menit) 20 60 Waktu (menit) RPP.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik . (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. operasi aljabar dua matriks (penjumlahan. (-1)A = -A f. penemuan. a. (k+l)A = kA + lA b. B dan O adalah matriks-matriks yang berordo sama.kemudian memberikan uji kompetensi awal (TM & PT) 2. ordo matriks. dan indikator yang ingin dicapai setelah pembelajaran ini. m berlaku sifat-sifat berikut. maka kA adalah suatu matriks baru yang elemen-elemennya dieroleh dari hasil perkalian k dengan elemen-elemen A.Jika A adalah matriks dan k bilangan real. sehingga siswa menemukan pengertian matriks persegi. (kl)A = k(lA)=l(kA) d. No Kegiatan . notasi matriks .64 . Kegiatan Inti • Dengan ceramah dan tanya jawab guru menjelaskan pengertian matriks. kO=O (matriks nol) III. pengurangan dan perkalian skalar dengan matriks serta sifat-sifatnya).

MATERI PEMBELAJARAN  Perkalian matriks Jika A adalah matriks ordo mxr dan B adalah matriks ordo rxn. maka A2 = AA. (B+C)A = BA + CA (distributif kanan) d. ⋅ A =     n faktor Akan tetapi. Untuk menentukan cij. A(B-C) = AB-AC RPP. maka hasil kali AB adalah matriks C ordo mxn yang elemen-elemennya ditentukan sebagai berikut.. A(B+C)=AB + Ac (distributif kiri) c. (AB)C = A(BC) (asosiatif) b. Misalkan matriks A adalah matriks persegi n x n. pilih baris i dari matriks A dan kolom j dari matriks B. Kalikan elemen-elemen yang bersesuaian dari baris dan kolom tersebut bersama-sama dan kemudian tambahkanlah hasil kali yang dihasilkan.3. Pemangkatan matriks hanya berlaku pada matriks persegi yang didefenisikan sebagi berikut. • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah PERTEMUAN II I. maka A0 =I dan An A ⋅ A ⋅ . Hal ini berarti bahwa perkalian matriks AB dapat dilakukan jika banyaknya kolom dari matriks pertama A sama dengan banyaknya bais dari matriks kedua B. Jika A adalah matriks persegi. maka berlaku sifat-sifat berikut.B dan C adalah sedemikian sehingga operasi-operasi yang ditunjukkan dapat didefenisikan..65 . jika A invertible maka A-n = (A-1)n (n>0). a. Dengan menganggap bahwa ukuran-ukuran matriks-matriks A. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Melakukan operasi aljabar atas dua matriks  Menggunakan sifat-sifat operasi matriks persegi II. A3=AAA dan seterusnya.

Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini (TM) • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. (AB)T=BTAT h. (TM) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. (TM) 2. K ∈ R. diskusi. AB ≠ BA (umumnya tidak komutatif) III.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. tanya jawab. Kegiatan akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah PERTEMUAN III I. g. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Kegiatan . dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV.e. Kegiatan Inti • Dengan ceramah dan tanya jawab. dibahas perkalian dua matriks dan sifat-sifatnya. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. (B-C)A = BA-CA f. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. 1. TUJUAN PEMBELAJARAN RPP. k(BC)=(kB)C=B(kC).66 Waktu (menit) 15 65 10 .

Kegiatan Inti 65 • Membimbing siswa dalam kegiatan pendalaman mengenai sifat-sifat pada matriks persegi. (TM) • Dengan tanya jawab. diskusi. III.67 . penemuan dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . tanya jawab. (TM) 2. MATERI PEMBELAJARAN  Pendalaman materi untuk sifat-sifat matriks persegi  Jika A dan B adalah matriks-matriks persegi berordo sama dan memenuhi hubungan AB=BA=I maka A adalah invers dari B atau B adalah invers dari A. Kegiatan Awal 10 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) • Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa RPP.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. dibahas perkalian dua matriks yang menghasilkan matriks identitas. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. (TM) • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. A dan B saling invers atau invers satu sama lain.Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menggunakan sifat-sifat operasi matriks persegi  Menjelaskan tentang invers matriks persegi II. (menit) 1.

1995. Kuntarti. Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa.Gunardi. INTAN PARIWARA hal 5285. Jelaskan cara yang dapat Anda lakukan untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel RPP. Erlangga hal 57 . Matematika 1b kelas 1 SMU semester 2.No . H. pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. DEPDIKBUD hal 28 – 37. Siti Nurul.Cahaya Pustaka hal 30 . Noormandiri. UMPTN dan atau SMPTN tentang sifat-sifat dan operasi pada matriks. Sunardi.70. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. Uji Kompetensi awal 1. • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A.2008. tugas Individu Bentuk : Uraian. Sri Kurnianingsih. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Kuiz.32 Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2. Ulangan. 2003.91.68 . • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah untuk bersiap mengikuti ulangan harian • SUMBER BELAJAR • Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII. dkk. 2007 Grafindo halaman 59 83. Herawati. 2005. 3. CV. Bumi Aksara hal 75 . Buku matematika Program IPS “PERMATA”. Alat Penilaian a. Kegiatan Waktu (menit) (TM) Kegiatan akhir 15 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan tugas soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN. PT. Tri Dewi Listya. Budhi Prayitno.

5. Harga x yang memenuhi 8  1  0 3  4 x − 2   − 6  3   + 3   −11 − 6  = 2 − 2 4  −1 1      2        adalah …. dengan K matriks        berordo 2 x 1. P 0  tentukanlah hasil dari 1  2  Jika A =   dan B = (1 2 ) . tentukan hasil 1    operasi matriks berikut. 10 c. BA Dalam perkalian matriks. Ulangan Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Isian atau uraian singkat 1 Diketahui P =  0  2. 13 d. Tugas Individu Uraian Carilah: a.2. BA Diketahui matriks – matriks berikut: −2 2 5   4  dan C = A=  1 3  B =  − 6   1      − 3   4  7  8  3. 6. 3A g. A + B b. A + C d. Q =  9   3     4. 14 e. 0 b. 25 10 21  18 12   dan Diketahui P =  12 15  . buktikan bahwa (AB)T = BTAT! Tentukan matriks K yang memenuhi 1 2  8    3 1 K =  9  − 2 K . Kuiz 2. (A + B)t f. -2B h. B + A c. a. a. AB i. AB b. Tuliskan dua matriks berordo 2 x 2 yang anggota-anggotanya tidak nol dan memenuhi A2 = A A dan B adalah matriks berordo n. Ulangan 1. At e. Kuis. No 1. Selesaikan sistem persamaan berikut dengan metode substitusi dan metode eliminasi 2 x + y = 5  3 x − y = 5 b. Uraian RPP. PG 2. kuadrat dari matriks nol adalah matriks itu sendiri.69 . Tugas Individu.

Program Tindak Lanjut RPP. 3P 12 15  − 3  9   3 4   3 3       8 30 63   6 4   4 =  36 45  −  3 1  + 12 16              28 67  =   45 60     10 21 18 12  18 9 1 2   −   dengan QT = b. PQ – QTR =  12 15  9  3  12 3 3 4        18 9    12 3     180 +189 120 + 63  18 + 27 36 + 38  =   216 +135 144 + 45  −  12 + 9 24 +12         369 183   45 72  =   251 189  −  21 36         324 111  =   230 153     Q 1 1 1 2 1 1 1 Jumlah skor soal nomor 2 8 D.70 .No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen 1 R = 3  a. 2.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi. Kunci jawaban (ulangan) d / alternatif penyelesaian dan Penskoran Skor 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian 10 Diketahui P =  12  21  18 12  1 2  .QTR Keterangan:  Uji Kompetensi awal diberikan pada awal pertemuan I  Kuiz diberikan pada akhir pertemuan II  Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan III. Tentukan: 4  1 3 Q + 4R b. maka:  15  3    10 21  1 18 12  1 2  1 + 4R = 3  + 4 a. 3P - 2  . No 1. C. PQ . Q =  dan R =   9  3 4  .

a. Tentukan tranpos matriks yang diperoleh pada soal a.  0  −4  2   Tentukan 0  b. Tentukan banyaknya baris dan kolom pada matriks yang diperoleh pada soal a. Udinese 25 12 5 8 41 5. Sampdoria 25 12 5 8 41 a. g 1. No Menan Kesebelasan Main Seri Kalah Nilai .71 . 2 5  transpos −3 −1 6 4   2  −3   dari matriks-matriks 3. 2. b. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi / soal pengayaan yang diberikan sebagai tugas adalah: 1. d. Nyatakan klasemen sementara liga Italia (lima besar) tersebut dalam bentuk matriks yang unsur-unsurnya terdiri atas main. Diketahui sebuah segitiga. seri. Juventus 25 16 6 3 54 3. kalah. d. Sebuah dealer sepeda motor menjual dua model . b. menang. c. Tentukan diagonal utama dan diagonal samping matriks koefisien tersebut.  2  − 4    −1  b. AC Milan 25 16 6 3 54 2. b. Tentukan ordo dari matriks berikut. apakah merupakan matriks persegi? Jika matriks persegi tentukan diagonal utama dan diagonal sampingnya. kemudian periksalah. berikut 5 a. Inter Milan 25 9 16 0 43 4. dan 25o lebih besar daripada sudut sisinya. Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. Bentuklah SPL dari keadaan tersebut. Tentukan transpos matriks yang diperoleh pada soal a. sudut o terbesarnya 50 lebih besar daripada sudut terkecilnya. 0 a. diberikan tugas sebagai berikut 1. Penjualan kotor (dalam jutaan rupiah) dari tiga RPP. Tabel berikut menunjukkan klasemen sementara liga Italia (lima Besar) sampai dengan tanggal 25 Februari 2005. a. Tuliskan unsur baris ke-3 kolom ke-4 dari matriks yang diperoleh pada soal a. 2 5  0 −1 −2 −3   4  7   2. yaitusepeda motor bebek (B) dan sepeda motor balap (S).  2   3   0    1  c. dan nilai. Tentukan matriks koefisiennya c.

Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs. Jika ketiga wiraniaga menerima komisi 3% dari penjualan kotor. (ii) Februari. NIP. dan Maret untuk setiap wiraniaga dan setiap model sepeda motor. (iii) Maret. S. c.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Watampone Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XII-IS Program/Semester : IPS/Ganjil Tahun Pelajaran : 2009 .3 Menentukan invers matriks 2x2 RPP. Februari.orang wiraniaga dealer itu pada bulan Januari.1 Mengenal determinan matriks 2 x 2 3. tentukan kenaikan penjualan dari bulan Januari sampai Februari untuk setiap wiraniaga dan setiap model sepeda motor. Februari.72 . Dengan menggunakan matriks dari jawaban a.Pd. Menggunakan konsep matriks dalam pemecahan masalah.2. Watampone. Dengan menggunakan matriks dari jawaban a. ABDUL SALAM BASIR NIP. d. tentukan total penjualan pada bulan Januari.2 Menjelaskan invers matriks 2 x 2 3. 13 Juli 2009 Mengetahui. dan Maret diberikan pada tabel berikut.2.2 Menentukan determinan dan invers matriks 2 x 2 Indikator Pencapaian : 3.2. tentukan komisi setiap wiraniaga untuk setiap model yang terjual pada bulan (i) Januari. Kompetensi Dasar : 3. Januari Februari Maret Nama Wiraniaga B S B S B S Budi 250 175 265 215 240 220 Dani 230 200 247 225 235 218 Eka 205 165 230 180 240 224 a. Susunlah matriks penjualan ketiga wiraniaga tersebut untuk dua model sepeda motor setiap bulan b.19581231 198303 1 194 Nomor : 8 / kd 3.2010 Alokasi Waktu : 4 × 45 Menit (2 kali pertemuan) Standar Kompetensi : 3.2 MULYADI.

Kegiatan Awal 20 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. tanya jawab. Dan jika det A ≠ 0 maka matriks A mempunyai invers dan A disebut matriks non singular. maka matriks A tidak mempunyai invers dan A disebut matriks singular. (menit) 1. (TM) 2.  Invers matriks ordo 2 x 2 Misalkan A matriks persegi ordo 2 x 2 maka invernya dinotasikan dengan A-1 ( dibaca invers matriks A) diperoleh A A-1= A-1A=I (matriks identitas). MATERI PEMBELAJARAN  Determinan matriks ordo 2 x 2 Determinan matriks A dinotasikan dengan det A atau A didefenisikan sebagai selisih perkalian anggota-anggota pada diagonal utama dengan perkalian anggota-anggota pada diagonal samping atau sekunder.PERTEMUAN I I. dijelaskan cara menentukan determinan matriks ordo 2 x 2 dan mengenal invers matriks 2x2 (TM) •Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan determinan matriks 2 x 2  Menjelaskan invers matriks ordo 2 x 2 II. (TM) •Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . (TM & PT) •Meminta siswa menuliskan jawabannya di RPP.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori.73 . • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. III. penemuan. Jika determinan A = 0. Kegiatan Inti 60 •Dengan tanya jawab.

rumus untuk menentukan invers matriks dapat ditemukan. tanya jawab. Pertukarkan anggota padadiagonal utama c.74 . yaitu A-1 = 1 adjoint A A Langkah-langkah untuk menentukan invers matriks A ordo 2 x 2 adalah. KEGIATAN PEMBELAJARAN RPP. a. Kalikan hasil pada b dan c dengan det A 1 III.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. diskusi. Tentukan determinan matriks A b. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. d. Kegiatan Waktu (menit) 3. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan invers matriks 2 x 2 II. papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) •Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan Akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran (TM) • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah PERTEMUAN II I. MATERI PEMBELAJARAN  Menentukan invers matriks ordo 2 x 2 Dengan menggunakan sifat perkalian dua matriks yang menghasilkan matriks identitas(AB=BA=I).No . Gantilah tanda anggota pada diagonal samping dengan negatifnya.

Tri Dewi Listya.• No Waktu Kegiatan . (TM) 2. Herawati. 2007 Grafindo halaman 86 . (TM) •Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. Bumi Aksara hal 93 . (menit) 1. Kegiatan Inti 65 •Dengan tanya jawab dan ceramah guru menjelaskan cara menentukan invers matriks ordo 2 x 2 (TM) •Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan siswa. dkk.89. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. Noormandiri. H. (TM & PT) •Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT) •Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3.97. Sunardi.Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial.75 . Erlangga hal 72 . RPP. . 2005.Buku paket Matematika Kelas XII. Kegiatan akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah dan mengarahkan siswa untuk mencari dan menjawab soal UN. .74. UMPTN dan atau SMPTN tentang determinan dan invers matriks (KMTT) • Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah (TM) SUMBER BELAJAR • Sumber : . Kegiatan Awal 15 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik.Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa.

1995. Jika A dan B adalah matriks 2 x 2. Kuntarti. PT. −1  3 B=  − 2 1  memenuhi AB = BA = I. 3. maka nilai x adalah .76 . . Jika B-1 = A. Ulangan. Prosedur Penilaian -  Penilaian kognitif Jenis : Kuiz.    tentukanlah A-1 dan B-1.Gunardi. Tentukan A-1B-1 d. Ulangan PG 1  x +4  . Tugas Individu Uraian  1 − 1 3 A=  − 2 4     dan 5. a. Budhi Prayitno. tugas Individu Bentuk : Uraian. Tugas Individu.• Buku matematika Program IPS “PERMATA”. Siti Nurul.2008. -3 atau 4 c. Apakah A-1B-1 = B-1A-1? 3  x Jika matriks D =   adalah matriks 4 x +1 singular.45. CV.Matematika 1b kelas 1 SMU semester 2.. Isian atau uraian singkat Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Tentukanlah nilai b. Tentukan B-1 c.Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2. INTAN PARIWARA hal 41. 2003. Sri Kurnianingsih. PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. 0 atau 3 RPP.Cahaya Pustaka hal 32 . pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. Tentukan B-1A-1 e. buktikan B bahwa A = A B ! Diketahui 4. 1. maka B =  6 2x + y    tentukan nilai x dan y!  2 1 4 7  Diketahui A =   3 1 dan B =  1 2         -1 a. -4 atau 3 b. DEPDIKBUD hal 91 – 93. Tentukan A b.33 .. Ulangan No 1. jika matiks A = a  a − b   tidak mempunyai invers!  a a +b   1 2  Diketahui matriks A =  1 3  dan    Kuiz 2. Alat Penilaian Kuis.

Program Tindak Lanjut a. 2  −3  1   1 1 1 1 =  0  1 Y. Kunci jawaban / alternatif penyelesaian dan Penskoran (ulangan) No 1.. 2. tentukan Y. 1 Tentukan determinan dari matriks  5  2 1 .Y-1.. C. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi pengayaan yang diberikan adalah: 1.. Uraian 1 Diketahui Y =  0  e.d.  Ulangan dilaksanakan setelah selesai pembelajaran satu standar kompetensi.  Tugas individu diberikan pada akhir pertemuan II. 2  Keterangan:  Kuiz diberikan pada akhir pertemuan I.77 . Kunci jawaban / alternatif penyelesaian a 1 Skor 1 Diketahui Y =  0  1 3  Y = 0 2     Y −1 = 1 2  2 0  3  . 0 atau 4 2. Membahas Materi tentang cara lain menentukan invers matriks ordo 2 x 2. maka Y.Y =  0  -1 − 32   1  2  3   1 − 32    1  2  0 2  0  1  Jumlah skor soal nomor 2 2 1 =  0  5 D. yaitu cara operasi baris elementer disertai soal untuk tugas. 2. RPP. diberikan tugas sebagai berikut 1.Y-1 = . 3  Tentukan invers dari matriks pada soal nomor b. 3 atau 4 3  . Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial.

Pd. 13 Juli 2009 Mengetahui. PERTEMUAN I I. Kompetensi Dasar : 3.3.2. ABDUL SALAM BASIR NIP. Menggunakan konsep matriks dalam pemecahan masalah.3 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Program/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu Standar Kompetensi : : : : : : SMA Negeri 4 Watampone Matematika XII-IS IPS/Ganjil 2009 .78 . MATERI PEMBELAJARAN RPP.3.132223773 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 9 / kd 3.3 Menggunakan determinan dan invers dalam penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel Indikator Pencapaian : 3. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah Pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menentukan persamaan matriks dari sistem persamaan linear.2Menentukan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan determinan 3.1 Menyatakan suatu sistem persamaan linear dua variabel dalam persamaan matriks 3. II. Membahas cara menentukan invers matriks ordo 3 x 3.2010 4 × 45 Menit (2 kali pertemuan) : 3.  Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dengan determinan.3 Menentukan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan invers matriks. Watampone. S. NIP.19581231 198303 1 194 MULYADI.3.

penemuan. maka penyelesaiannya adalah X = A-1B b. Pada persamaan matriks di atas didefinisikan determinan utama (D= a11 a 21 a12 ). maka penyelesaiannya adalah X = BA-1’  Persamaan matriks suatu sistem persamaan linear Misalkan sistem persamaan linear dua variabel berikut a11 x +a12 y= b1   a 21 x + a 22 y = b2  Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan matriks. Jika persamaan itu berbentuk AX = B. yaitu  a11 a12   x   b1   a11 a12  a   y  = b  berbentuk AX = B. III. determinan peubah determinan yang diperoleh dengan menggantikan koefisienkoefisien peubah x dari determinan utama dengan bilanganbilangan ruas kanan dan determinan peubah y (Dy= a11 a 21 b1 b2 ). Persamaan matriks Jika A.79 . Cara ini dapat dibuktikan dengan D D menyelesaikannya dengan eliminasi pada sistem persamaan di atas. a 22 matriks yaitu koefisien. yaitu determinan yang diperoleh dengan menggantikan koefisien-koefisien peubah y dengan bilangan-bilangan diruas kanan. tanya jawab. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. a. X=   sebagai matriks variabel y  b1  dan B=   sebagai matriks konstanta dari sistem b2  persamaan linear. KEGIATAN PEMBELAJARAN RPP. Jika persamaan itu berbentuk XA = B.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. B dan X merupakan matriks persegi berordo 2 x 2 maka persamaan AX = B dan XA = B dapat diselesaikan dengan menggunakan rumus perkalian AA-1 = A-1A = I.  Menyelesaikan SPLDV dengan determinan. Nilai x dan y ditentukan dengan rumus x = Dy Dx dan y = . a 22 x  yaitu determinan x(Dx= b1 b2 dari a12 ). dengan A= a   21 a 22     2   21 a 22  sebagai matriks koefisien.

TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:  Menyelesaikan persamaan matriks dari sistem persamaan linear dengan invers matriks. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)  Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) 3. (TM) 2. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan.80 . Kegiatan Inti • Dengan tanya jawab dan diskusi. (TM) • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain. Kegiatan Akhir • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah  Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih di rumah (TM) Waktu (menit) 10 70 10 PERTEMUAN II I. MATERI PEMBELAJARAN RPP.No Kegiatan . II. 1. dibahas tentang cara menyelesaikan persamaan matriks dan sistem persamaan linear dua peubah dengan menggunakan determinan. Kegiatan Awal • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik.

dibahas tentang cara menyelesaikan sistem persamaan linear dua peubah dengan menggunakan invers matriks. yaitu  a11 a12   x   b1   a11 a12  a   y  = b  berbentuk AX = B. Kegiatan Inti 70 • Dengan tanya jawab dan diskusi. Kegiatan Awal 10 • Mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran • Membahas PR siswa yang dianggap sukar diselesaikan • Menuliskan materi dan tujuan pembelajaran hari ini • Memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran dengan baik. Cara menentukan penyelesaian ini dikenal menyelesaikan SPLDV dengan menggunakan invers matriks. • Mengingatkan pentingnya materi-materi sebelumnya sebagai materi prasyarat untuk materi selanjutnya.METODE PEMBELAJARAN o Metode : Ekspositori. Misalkan sistem persamaan linear dua variabel berikut a11 x +a12 y= b1   a 21 x + a 22 y = b2  Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan matriks. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan . (TM) 2. diskusi. Selanjutnya. dan III. dan pemberian tugas o Model : Pembelajaran langsung IV. X=   sebagai matriks variabel y   x  b1  B=   sebagai matriks konstanta dari sistem b2  persamaan linear. gunakan rumus berikut. dengan A= a   21 a 22     2   21 a 22  sebagai matriks koefisien.81 . (TM) RPP. AX = B ⇔ X = A-1B untuk menentukan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel tersebut. tanya jawab. Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dengan invers matriks. (menit) 1.

103. Erlangga hal 75 . 2003. • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan siswa lain.79. Sunardi. H. 1995. Bumi Aksara hal 97 . Tri Dewi Listya. Kuntarti.2008. Buku paket Matematika SMA kelas XII Program Studi ilmu sosial dan Bahasa. (TM & PT) • Meminta siswa menuliskan jawabannya di papan tulis dan siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan (TM & PT)  Memberikan penghargaan serta meluruskan jawaban siswa dan menjawab pertanyaan siswa (TM) Kegiatan akhir 10 • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari materi pelajaran • Memberikan soal-soal untuk diselesaikan di rumah dan mengarahkan siswa untuk menemukan dan menjawab soal UN.No . Kegiatan Waktu (menit) 3. 2005. CV.Gunardi.82 . • PENILAIAN DAN PROGRAM TINDAK LANJUT A. tugas Individu RPP. (TM) • Memberikan soal latihan serta memantau dan membimbing siswa yang kesulitan menyelesaikan soal latihan. UMPTN dan atau SMPTN tentang pemakaian matriks. Sri Kurnianingsih. dkk. INTAN PARIWARA hal 102-104. Buku Pelajaran Matematika SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. Budhi Prayitno. 2007 Grafindo halaman 90 96. Siti Nurul. PT.38 Matematika 2 Petunjuk Guru SMU kelas 2. Ulangan. DEPDIKBUD hal 46 – 47. (KMTT)  Menutup pembelajaran dengan meminta siswa berlatih dirumah dan bersiap untuk uji kompetensi (dalam bentuk ulangan blok) • SUMBER BELAJAR • Sumber : - Buku paket Matematika Kelas XII. Noormandiri.Cahaya Pustaka hal 35 . Herawati. Buku matematika Program IPS “PERMATA”. Matematika 1b kelas 1 SMU semester 2. Prosedur Penilaian  Penilaian kognitif Jenis : Kuiz.

Apakah matriks X dan Matriks Y pada persamaan AX=B dan YA=B sama? Jelaskan. 2 x − 4 y = 3  2x + y = 3 a. Uraian Keterangan:   pertemuan II. Tugas Individu.   x − 4 y =1 Diketahui sistem persamaan linear berikut  2x − 6 y = 0  2 x + 6 y = 12 a. Diketahui sistem persamaan linear 4 x + 3 y = 12  2 x + 5 y = 10 Tentukan nilai x dan y menggunakan a.  e. Ulangan No Jenis Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Diketahui sistem persamaan berikut 4 x + 3 y = 12 tentukan matriks koefisien  2 x + 5 y = 10 dari persaman matriks sistem persmaan tersebut. Tulis bentuk matriksnya b. Invers matriks b.  − 4 x + y = 1  4x + y =1 3 x + 2 y = 3 c. 3.83 . Kuiz 2. Tugas Individu Uraian 5. Kuiz diberikan pada awal pertemuan I Tugas individu diberikan pada akhir RPP. Tentukan nilai x dan y 1. pilihan ganda  Penilaian Afektif Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa B. PG Ulangan 2.00 dan Evi membeli 3 kg mangga dan 4 kg jeruk dengan harga Rp8. 1. 1 2  2 1  -1 Jika B =  3 5  dan AB = 4 3  . Hitunglah harga 1 Kg Mangga dengan menggunakan paling sedikit 4 cara!.000. Rina membeli 2 kg mangga dan 1 kg jeruk dengan hargaRp4. Sistem persamaan linear yang diwakili oleh  2 3  x   3  persamaan matriks   − 4 1  y  = 1           adalah …. Alat Penilaian Kuis. maka        tentukan matriks A. Isian atau uraian singkat 4.   3x + y = 1 − 4 x + 3 y = 1 2 x + 3 y = 3 2 x + 3 y = 3 b.Bentuk : Uraian. aturan Cramer Pada suatu hari Rina dan Evi bersama-sama pergi ke pasar membeli mangga dan jeruk. Tentukan invers dari matriks koefisien c.  d.500.00.

Tuliskan sistem persamaan linear yang dimaksud pada soal nomor 1.84 . 4. Tentukan invers dari matriks koefisien pada soal nomor 1 3. Jumlah skor soal nomor 2  0       1 2 3  =   1    6 D.Pd. NIP. tentukan 1  y  1      matriks koefisiennya. ABDUL SALAM BASIR NIP. setelah dan selesai Kunci jawaban (ulangan) b / alternatif penyelesaian Penskoran Skor 1 1 Kunci jawaban / alternatif penyelesaian 2 a. Kepala SMA Negeri 4 Watampone Guru Mata Pelajaran Drs. diberikan tugas sebagai berikut 1. kemudian memberikan soal sebagai tugas.132223773 RPP. 2. Ulangan dilaksanakan pembelajaran satu standar kompetensi. Diketahui persamaan matriks    2 − 4 3  x   3    =   . C.   =   y  − 1    12 1 4 1 12 Jadi. 13 Juli 2009 Mengetahui. Selesaikan Persamaan pada soal nomor 3 dengan invers matriks dan cara determinan. Siswa yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan Adapun materi pengayaan yang diberikan adalah: Menyelesaikan SPL 3 peubah dengan invers matriks dan aturan cramer. No 1. Watampone. 2. Program Tindak Lanjut Siswa yang memperoleh nilai KD < KKM mengikuti program remedial Setelah pembelajaran remedial. b. S.19581231 198303 1 194 MULYADI.  2  2 b. x =3 dan y = 1.  2  − 6  x   0    =   6  y  12      1 −6   =  24 6  −1  6  − 2  6 = 2   14  1  − 12 1 4 1 12    2 2 1  x   14 c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful