D3.

Teknik Pengolahan Migas STT-MIGAS Balikpapan 2010

DINAMIKA PELAKSANAAN UUD 1945

A.

Masa Awal Kemerdekaan
Pada awal masa Indonesia setelah memproklamasikan kemerdekaannaya mengalami berbagai macam gangguan terutama dalam upaya untuk mempertahankan kemerdekaannya. Pada masa ini, kolonialisme Belanda berupaya untuk mengembalikan kekuasaannya di Indonesia dengan membonceng tentara sekutu. Selain itu juga telah terjadi berbagaimacam pemberontakan yang bersumber pada pertentangan ideologi yang ingin merubah negara kesatuan Republik Indonesia dengan ideologi lainnya. Antara lain pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948. PRRI Permesta, DI/TII dan lain sebagainya. Sistem pemerinyahan berdasarkan UUD 1945 belum dapat dilaksanakan. Pada tahun ini di bentuklah DPA sementara, sedangkan DPR dan MPR belum dapat dibentuk karena harus melalui pemilu. Waktu itu masih di berlakukan pasal aturan peralihan pasal IV yang menyatakan Sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar, segala kekuasaannya dijalankan oleh presiden dengan bantuan sebuah komite nasional . Pada saat itu terjadilah suatu perkembangan ketatanegaraan Indonesia yaitu (1) berubahnya fungsi komite nasional indonesia pusat daripembantu presiden menjadi badan yang diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan garis-garis besar haluan negara. Hal ini berdasarkan maklumat wakil presiden No. X (iks) tanggal 16 oktober 1945. Selain itu dikeluarkan juga maklumat pemerintah tanggal 14 nopember 1945. Yang isinya perubahan sistem pemerintahan negara dari sistem kabinet presidensial menjadi sistem kabinet parlementer, berdasarkan usul badaan pekerja komite nasional Indonesia pusat (BP -KNIP). Akibat perubahan tersebut pemerintah menjadi tidak stabil, perdana menteri hanya bertahan beberapa bulan serta berulang kali terjadi pergantian. Tanggal 3 November 1945 di keluarkan juga suatu maklumat yang di tandatangani oleh wakil presiden yang isinya tentang pembentukan partai politik. Hal ini bertujuan agar berbagai aliran yang ada didalam masyarakat dapat di arahkan kepada perjuangan untuk memperkuat mempertahankan dengan persatuan dan kesatuan.
1

pemerintahan maupun keamanan. Untuk mengambil putusan tentang rancangan Undang-Undang Dasar baru sekurang-kurangnya 2/3 jumlah anggota konstituante harus hadir. Konstitusi RIS tersebut sebagai hasil kesepakatan konperensi meja bundar (KMB) di Den Haag negeri Belanda. 2 . Semangat ideologi liberal itu kemudian memuncak dengan dibentuknya negara federal yaiutu negara kesatuan republik Indonesia serikat dengan berdasar pada konstitusi RIS. 3.D3. pada tanggal 27 Desember 1949. dan tidak bertanggung jawap kepada presiden sebagaimana yang dikehendaki oleh UUD 1945. 4. Dalam negara RIS tersebut masih terdapat negara bagian republik Indonesia yang beribukota di Yogyakarta. Teknik Pengolahan Migas STT-MIGAS Balikpapan 2010 Sejak tanggal 14 Nopember 1945 kekuasaan pemerintah (eksekutif) di pegang oleh perdana menteri sebagi pimpinan kabinet. ekonomi . Untuk mengambil putusan mengenai Udang-Undang dasar yang baru ditentukan pada pasal 137 UUDS 1950 sebagai berikut. Secara bersama-sama atau sendiri-sendiri. 2. Hal ini berakibat semakin tidak setabilnya negara republik Indonesia baik di bidang politik. perdana menteri atu para menteri itu bertanggung jawap kepada KNPI. Kemudian terjadilah suatu persetujuan antara negara RI Yogyakarta dengan negara RIS yang akhirnya membuahkan kesepakatan untuk kembali untuk membentuk negara kesatuan republik Indonesia yang berdasarkan pada Undang-Undang Dasar sementara sejak 17 agustus 1950 isi UUDS ini berbeda dengan UUD 1945 terutama dalam sistem pemerintahan negara yaitu menganut sistem parlementer. menyusun UndangUndang Dasar yang tetap sebagai pengganti UUDS 1950. Tugas konstituante adalah untuk membentuk . Pada bulan september 1955 dan desember 1955 diadakan pemilihan umum. yang berfungsi sebagai DPR. yang masing-masing untuk memilih anggota dewan perwakilan rakyat dan anggota konstituante. 1. sedangkan UUD 1945 menganut sistem presidensial. Syukurlah konstitusi itu tidak berlangsung lama dan Indonesia kembali bersatu pada tahun 1950. Rancangan yan telah diterima oleh konstituante dikirimkan kepada presiden untuk disahkan oleh pemerintah. Rancangan tersebut diterima jika disetujui oleh sekurang -kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir. Pemerintah harus mengesahkan rancangan itu dengan segera serta mengumumkan Undang-Undang Dasar itu dengan keluhuran.

75 tahun 1959.D3. B. Dekrit presiden 5 juli 1959 1. pada hari minggu pukul 17.150 tahun 1959 dan di umumkan dalam lembaran negara republik Indonesia no.terhitung mulai hari tanggal penetapan dekrit ini. Masa Orde Lama Sejak dikeluarkannya Dekrit presiden 5 juli 1959 itu maka UUD 1945 berlaku kembali di negara republik Indonesia. keselamatan serta keutuhan bangsa dan negara repubik indonesia. akan diselenggarakan dalam waktu yang sesingkatsingkatnya. Hal ini nampak adanya berbagai macam penyimpangan ideologis yang dituangkan dalam berbagai bidang kebijaksanaan 3 . Hal ini menginggat keadaan ketata negaraan yang membahayakan kesatuan. Dekrit itudi umumkanv oleh presiden dari istana merdeka di hadapan rakyat pada tanggal 5 juli 1959. persatuan. Pembentukan majelis permusyawaratan rakyat sementara yang tersiri atas anggota-anggota dewan perwakilan rakyat ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan serta dewan agung sementara. Oleh karena itu presiden pada tanggal 22 april 1959 memberikan pidatonya didepan sidang konstituante untuk kembali kepada UUD 1945. Menetapkan pembubaran konstitua nte 2. Sekalipun UUD 1945 secara yuridis formal sebagai hukum dasar tertulis yang berlaku di Indonesia namun realisasi ketatanegaraan Indonesia tidak melaksanakan makna dari UUD 1945 itu sendiri. Menetapkan Undang-Undang _dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap bangsa Indonesia serta tumoah darah Indonesia. 3. Sejak itu mulai berkuasa kekuasaan Orde Lama yang secara ideologis banyak dipengaruhi oleh paham komunisme. Terutama setelah lebih dari separo anggota konstituante menyatakan untuk tidak akan menghadiri sidang lagi. Hal ini diperkuat dengan suatu al asan bahwa sidang konstituante telah mengalami jalan buntu. Atas dasar kenyataan tersebut maka presiden mengeluarkan suatu dekrit yang didasarkan pada suatu hukum darurat negara (Staatsnoodrecht). Hal ini dikarenakan dalam sidang konstituante .muncullah suatu usul untuk menngembalikan piagam jakarta dalam pembukaan UUD baru. dan tidak berlakunya lagi Undang -Undang Dasar 1950.00 Dekrit tersebut di muat dalam keputusan presiden No. Teknik Pengolahan Migas STT-MIGAS Balikpapan 2010 Dalam kenyataannya konstituante selama dua tahun dalam bersidang belum mampu menghasilkan suatu keputusan tentang Undang-Undang Dasar yang baru.

Karena pelaksanaan yang inskonstitusional itulah maka berakibat pada ketidak stabilan dalam bidang politik. yang berarti sebagai pembantu presiden. pelajar. dan mahasiswa rakyat Indonesia menyampaikan Tritula (Tri Tuntutan Rakyat) yang meliputi.PKI. Puncak dari kekuasaan Orde Lama tersebut ditandai dengan pemberontakan G30S. 3. yang di pimpin oleh prsiden. maka keluarlah surat perintah 11 maret 1966 yang 4 . Selain penyimpangan-penyimpangan tersebut masih banyak penyimpanganpenyimpangan dalam pelaksanaan ketatanegaraan yang seharusnya berdasarkan pada UUD 1945. Pimpinan lembaga tertinggi dan tinggi negara dijadikan menteri negara. ekonomi terutama dalam bidang keamanan. sehingga presiden tidak mampu lagi mengembalikannya. Oleh karena presiden sebagai pemimpin besar revolusi maka memiliki wewenang yang melebihi sebagaimana yang sudah di tentukan oleh UndangUndang Dasar 1945. Kemudian presiden waktu itu membubarkan DPR hasil pemilu 1955 dan kemudian membentuk DPR gotong royong. Oleh karena revolusi adalah permanen maka presiden sebagai kepala negara yang sekaligus juga sebagai pemimpin besar revolusi diangkat menjadi pemimpin besar revolusi. Dikukuhkannya ideologi Nasakom. Gelombang gerakan rakyat semakin besar. Hal ini jelas-jelas sebagai pelanggaran konstitusional yaitu kekuasaan eksekutif di atas kekuasaan legislatif. Teknik Pengolahan Migas STT-MIGAS Balikpapan 2010 dalam negara. Demokrasi di Indonesia diarahkan menjadi d emokrasi terpimpin. di paksakannya doktrin negara dalam keadaan revolusi. demikian juga sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945. Bubarkan PKI. sehingga seharusnya rakyatlah sebagai pemegang serta asal mula kekuasaan negara. c. Bersihkan kabinet dari unsur-unsur KPI. Turunkan harga/perbaikan ekonomi.D3. 2. sehingga praktis bersifat otoriter. Penyimpangan ideologis maupun konstitusional ini berakibat pada penyimpangan penyimpangan konstitusional lainnya sebagai berikut. b. sehingga presiden masa jabatannya seumur hidup. syukur alhamdulillah pemberontakan tersebut dapat digagalkan oleh rakyat Indonesia terutama oleh generasi muda. a. Dalam tahun 1960.pada sebenarnya di negara Indonesia yang berdasarkan pancasila berasas-kan kerakyatan. karena DPR tidak dapat menyetujui rancangan pendapatan dan belanja negara yang di ajukan oleh pemerintah. 4. Dengan dipelopori oleh pemuda. yaitu mengeluarkan produk hukum yang setingkat dengan Undang-Undang tanpa melalui persetujuan DPR dalam bentuk penetapan presiden. 1.

Tap MPRS No. dan larangan pada setiap kegiatan untuk menyebar luaskan atau mengembangkan faham ajaran komunisme/Marxisme. Presiden Soekarno telah tida k dapat memenuhi tanggung jawaban konstitusional dan tidak dapat menjalankan haluan dan putusan MPR (S). Tap MPRS No. keormasan dan kekaryaan. Teknik Pengolahan Migas STT-MIGAS Balikpapan 2010 memberikan kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil langkah-langkah dalam mengembalikan keamanan negara. XV/MPRS/1966 tentang pemilihan/penunjukan wakil presiden dan tata cara pengangkatan pejabat presiden dan mengangkat Jenderal Soeharto. 5. 2. C. No. Jenderal Soeharto untuk segera membentuk kabinet Ampera. XVIII/MPRS/1966 tentang kabinet Ampera yang isinya menyatakan agar presiden menugasi pengemban Super Semar. XXV/MPRS/1966 tentang pembubaran partai komunis Indonesia dan pernyataan tentang partai tersebut sebagai partai terlarang di seluruh wilayah Indonesia. 5 . Tap MPRS No. Sidang istimewa tersebut mengambil suatu keputusan sebagai berikut. Masa Orde Baru Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto pada awalnya untuk mengembalikan keadaan setelah pemberontakan PKI bertekat untuk mempelopori pembangunan nasional Indonesia sehingga orde baru juga sering di istilahkan sebagai orde pembangunan. 1979). Tap MPRS No.D3. 4. Tep MPRS No. Pengembangan Tap. XXII/MPRS/1966 mengenai penyederhanaan kepartaian. Leninisme. 1. Sidang menetapkan berlakunya Tap No. XX/MPRS/1966 tentang memorandum DPRGR mengenai sumber tertib hukum republik Indonesia dan tata urutan perundang undangan. 2. Pada saat itu bangsa Indonesia dalam keadaan yang tidak menentu baik yang menyangkut bidang politik. Dalam keadaan yang demikian inilah pada bulan februari 1967 DPRGR mengeluarkan suatu resolusi yaitu meminta MPR (S) agar mengadakan sidang istimewa pada bulan maret 1967. Sejak peristiwa inilah sejarah ketatanegaraan Indonesia dikuasai oleh kekuasaan Orde Baru (Darmodihardjo. Untuk itu MPRS mengeluarkan berbagaimacam keputusan penting antara lain sebagai berikut. menarik kembali pengangkatan pemimpin Besar Revolusi menjadi presiden seumur hidup. XVII/MPRS/1966 yang dengan permintaan maaf. ekonomi maupun keamanan. sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. 1. 3.

pengangkatan serta susunan keanggotaan MPR. dan DPRD (UU. Teknik Pengolahan Migas STT-MIGAS Balikpapan 2010 IX/MPRS/1966. Bahkan pancasila pun diperalat demi legitimasi kekuasaan dan tindakan presiden. Hal ini secara politis dituangkan dalam mekanisme peraturan perundang -undangan terutama yang menyangkut pemilihan. Kekuasaan orde baru menjadi otoriter namun seakan -akan dilaksanakan secara demokratis. DPRD sera pelaksanaan pemilu. Penafsiran dan penuangan pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945 tidak dilaksanakan sesuai dengan amanat sebagaimana tertuang dan terkandung dalam Undang-Undang Dasar tersebut melainkan dimanipulasikan demi kekuasaan. Tentang susunan dan kedudukan MPR. Pada awalny a bangsa Indonesia memang merasakan atas perubahan peningkatan nasib bangsa dalam berbagai bidang melalui suatu program negara yang dituangkan dalam GBHN yang disebut pelita (pembangunan lima tahun).15 tahun 1969 tentangpemilu umum. Tentang P-4 yang dalam kenyataannya sebagai media untuk propaganda kekuasaan orde baru. DPR. soaial. UU. Dalam kaitan dengan itu di bidang politik dilaksanakanlah pemilu yang dituangkan dalam Undang -Undang No. II/MPR/1978. Praktek ini telah dilaksanakan oleh penguasa orde baru yang di tuangkan kedalam peraturan perundang -undangan sebagai berikut. Hal ini wajar dirasakan oleh bangsa Indonesia karena sejak tahun 1945 setelah kemerdekaan nasib bangsa Indonesia senantiasa dalam kesulitan dan kemiskinan. ekonomi. Atas dasar ketentuan undang-undangtersebut kemudian pemerintah Orde Baru berhasil mengadakan pemilu pertama. Realisasi UUD 1945 praktisi lebih banyak memberikan porsi atas kekuasaan presiden.16 tentang susunan dan kedudukan majelis permusyawaratan rakyat. Namun demikian lambat laun program-program negara buakannya diperuntukan kepada rakyat melainkan demi kekuasaan.D3. Dewan perwakilan rakyat dan dewan perwakilan rakyat daerah. DPR. Pada masa awal kekuasaan Orde Baru berupaya untuk memperbaiki nasib bangsa dalam berbagai bidang antara lain dalam bidang politik. 6 . sebagai pejabat presiden berdasarkan pasal 8 UndangUndang Dasar 1945 hingga dipilihnya presiden oleh MPR hasil pemilihan umum. Dengan hasil pemilu pertama tersebut pemerintah bertekat untuk memperbaiki nasip bangsa Indonesia. Walupun sebenarnya UUD 1945 tidak mengamanatkan demikian. Undang-Undang No. budaya maupun keamanan. Mulailah ambisi kekuasaan orde baru menjalar keseluruh sandi-sandi kehidupan ketatanegaraan Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya ketetapan MPR No. Bahkan secara tidak langsung kekuasaan legislatif di bawah kekuasaan presiden.

maka di Indonesia krisis ekonomi tersebut berkembang menjadi krisis kepercayaan berikutnya menjalar kepada krisis politik.jo. timbullah berbagai gerakan masyarakat yang dipelopori oleh generasi muda terutama mahasiswa sebagai sesuatu gerakan moral yang memiliki kekuatan yang luar biasa yang menuntut adanya reformasi di segala bidang kehidupan negara terutama bidang politik. Terutama karena adanya badai krisis ekonomi dunia yang juga melanda Indonesia maka praktisi GBHN 1998 pada PJP II pelita ketujuh tidak dapat dilaksanakan. Kemudian tatkala terjadi krisis ekonomi khususnya di Asia Tenggara. dan UU. Habibie pada tanggal 21 mei 1998. Oleh karena kekuasaan politik orde baru di bawah Soeharto semakin sulit untuk dikontrol. pengangguran meningkat tajam sehingga terjadilah krisi kepercayaan dan krisis politik.15/1969 jis UU. Tentang pemilihan umum (UU No.3/1975. Antiklimaks dari keadaan tersebut. D.No. sehingga amanat sebagaimana tertuang dalam pasal28 UUD 1945.D3. UU. UU tentang partai politik dan golongan karya (UU No.16/1969 jis UU No. Keadaan yang demikian ini membawa rakyat Indonesia semakin menderita. Praktek kenegaraan dijangkiti penyakit korupsi. No. Pemerintahan Habibie inilah yang merupakan pemerintahan transisi yang akan membawa bangsa Indonesia untuk 7 . No. Ekonomi Indonesia hancur. No. Awal keberhasilan gerakan reformasi tersebut adalah ditandai dengan mundurnya presiden Soeharto dari singgasana kepresidenan dan diganti oleh wakil presiden Prof. ekonomi dan hukum . bahkan juga sebenarnya juga tidak mencerminkan pelaksanaan demokrasi atas dasarnorma-norma pasal-pasal UUD 1945. Terlebih lagi oleh karena sistem politik yang demikian maka hak asasi rakyat dibatasi bahkan di tekan demi kekuasaan.3/1985).2/1985). No.5/1975 dan UU. Atas dasar kenyataan penyimpanganketatanegara secara politis tersebut maka generasi muda di bawah pelopor garda depan mahasiswa mengadakan gerakan reformasi untuk mengembalikan dan menata negara ke arah tetenan negara yang demokratis. PHK. Dr. Masa Reformasi Kekuasaan Orde Baru di bawah Soeharto sampai tahun 1998 membawa ketatanegaraan Indonesia tidak mengamanatkan nilai-nilai demokrasi sebagaimana yang tergantung dalam Pancasila yang mendasarkan pada kerakyatan didimana rakyat memiliki kekuasaan tertinggi dalam negara. kolusi dan nepotisme (KKN).1/1985). Politik sebagaimana tersebut di atas maka praktisi secara politis kekuasaan legislatif di bawah presiden. Bj. Dengan UU. UU. tidak di realisasikan secara konsekuen. UU.4/1975. Sektor riil ekonomi macet.2/1980. Teknik Pengolahan Migas STT-MIGAS Balikpapan 2010 No.

28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN. Tentang pemerintahan daerah. No. Berbagai macam produk peraturan perundang-undangan yang telah dihasilkan dalam reformasi hukum antara lain UU. tentang pemilihan umum dan UU. DPR. yaitu UU. UU otonomi daerah. 4 tahun 1999 tentang susunan dan kedudukan MPR. 8 . tentang partai politik. tentang perimbangan keuangan antar peme rintahan pusat dan daerah dan UU. Oleh karena itu selain melakukan reformasidalam bidang politik yang harus melalui suatu mekanisme peraturan perundang-undangan juga dikarenakan terdapat bebrapa pasl UUD 1945 yang mudah di interpretsi secara ganda (multi interpretable).D3. No.3 tahun 1999. Politik Tahun 1999. sehingga bangsa Indonesia merasa perlu untuk mengadakan amandemen terhadap beberapa pasal dalam UUD 1945.25 tahun 1999. juga terdapat berbagai kelemahan yang tergantung dalam beberapa pasal UUD 1945. yaitu meliputi UU. Atas dasar hasil reformasi tersebut bangsa Indonesia telah mampu mengadakan pemilu pada tahun 1999. No.25 tahun 1999. yang kemudian menghasilkan MPR. dan DPRD. No. No. UU. terutama menata ketatanegaraan Indonesia sesuai dengan UUD 1945. UU. Teknik Pengolahan Migas STT-MIGAS Balikpapan 2010 melakukan reformasi secara menyeluruh. Bangsa indnesia menilai bahwa penyimpangan atas makna UUD 1945 yang telah dilakukan oleh pemerintahan Orde Baru selain karena moral penguasa negara.2 tahun 1999. No. DPR. dan DPRD yang benar-benar merupakan hasil aspirasi rakyat secara demokratis.

Kaelan.D3. Paradigma. 2000. Teknik Pengolahan Migas STT-MIGAS Balikpapan 2010 Daftar Pustaka Drs. m. 9 . Yogyakarta. H. Pendidikan Pancasila.s.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful