Istilah sistem (dalam bahasa Yunani mempunyai pengertian suatu

systema)
yang

keseluruhan

tersusun dari sekian banyak bagian atau bagianbagian yang membentuk sesuatu menjadi satu

kesatuan yang utuh dan terpadu1. Selain itu dari segi bahasa, kata sistem dapat diartikan sebagai

sekelompok bagian-bagian yang bekerja bersamasama untuk melakukan sesuatu maksud.2 Sistem merupakan tatanan atau kesatuan yang utuh yang terdiri dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang saling berkaitan erat satu sama lain, dalam suatu interaksi yang terorganisasi dan memiliki tujuan yang jelas. Sementara sistem itu Emery suatu dan Trist

mengartikan
1 2

sebagai

kelompok

Ibid Pengertian dimaksud dapat juga dilihat dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia.

Susanto. kesemuanya berhubungan pada sumber dan keabsahan aturanaturan yang lebih tinggi. Teori Hukum. Hubungannya merupakan hubungan pembenaran. Hubungan-hubungan untuk membentuk kelas-kelas struktur piramid dan hirarkhi dengan aturan norma dasar diposisi puncaknya. Bandung. merupakan suatu pola atau model yang mantap. Refika Aditama. hlm.89 Ismail Saleh. Majalah . Pembinaan Cita Hukum dan Penerapan Asas-asas Hukum Nasional Sejak Orde Baru. namun saling bberkaitan. 2004.elemen-elemen yang saling terkait.87-. Sistem mempunyai aturan-aturan hukum atau norma-norma untuk elemen-elemen tersebut. dengan ciri-ciri:4 3 4 Otje Salman dan Anton F.3 Ismail Saleh mengartikan kata sistem sebagai suatu totalitas yang terdiri dari komponen-komponen atau unsur-unsur yang satu sama lain berbeda. sehingga dapat diterapkan secara konsisiten.

masyarakat dan negara yang terpancar melalui sila-sila Pancasila yang dalam pelaksanaannya memerlukan sikap pengendalian diri Hukum Nasional Edisi Khusus 50 Tahun Pembangunan Hukum Nasional. saling keterkaitan antara satu komponen dengan komponan yang lain. saling membatasi. No. keserasian dan keseimbangan antara kepentingan orang perorangan. terbuka.1. hlm. sehingga dapat menampung perkembangan yang akan timbul dikemudian hari.14. tetapi tetap terjaga keserasian dan keseimbangannya. . Jakarta. tetapi tidak kehilangan eksistensi dan identitasnya. BPHN.1 Tahun 1995. hakekat dari sistem hukum adalah keselarasan. 2. tetapi juga saling memperkuat. 4. dinamis. galir. dlam arti tidak kaku. 1995. 3. Sistem hukum nasional lahir dari cita hukum dan norma dasar negara yang bersangkutan.

kelembagaan hukum sebagai wadah dan wahana untuk melaksanakan berbagai perangkat hukum. . aparatur hukum sebagai pelaksana. 14.secara utuh. hlm. yakni perangkat hukum yang tertuang dalam perundang-undangan. budaya hukum sebagai suatu etos kerja dan sikap moral yang harus diperagakan oleh aparatur hukum.5 5 Ibid.. penegak dan pengendali berbagai perangkat hukum yang telah ditetapkan. Sistem hukum tersebut memiliki empat komponen.