P. 1
Viskositas

Viskositas

|Views: 1,429|Likes:
Published by NunungLupphAyah

More info:

Published by: NunungLupphAyah on Jan 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

02/06/2016

$0.99

USD

pdf

text

original

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum Kimia Fisik II dengan judul “Viskositas Zat
Cair” yang disusun oleh
Nama : Nunung Triyana
NI : !"#$!%!$#
Kelas&Kelompok : '&VII
Telah diperiksa oleh asisten dan koordinator asisten dan dinyatakan diterima(
akassar) *anuari +!##
Koordinator 'sisten 'sisten
Kurnia ,amadani) -(-i Nur.atimah -ugrah
engetahui)
/osen 0enanggung *a1a2
*usniar) -(0d) (0d(
A. Judul Percobaan
Viskositas Zat Cair
B. Tujuan Percobaan
enentukan 3iskositas 4at 5air dengan 3is5ometer 6s1ald
C. Landasan Teori
0engertian 3iskositas .luida 74at 5air8 adalah gesekan yang ditim2ulkan
oleh .luida yang 2ergerak) atau 2enda padat yang 2ergerak didalam .luida(
9esarnya gesekan ini 2iasa juga dise2ut se2agai derajat kekentalan 4at 5air( *adi
semakin 2esar 3iskositas 4at 5air) maka semakin susah 2enda padat 2ergerak
didalam 4at 5air terse2ut( Viskositas dalam 4at 5air) yang 2erperan adalah gaya
kohesi antar partikel 4at 5air 7'nonim) +!!:8(
Viskositas dapat dinyatakan se2agai tahanan aliaran .luida yang merupakan
gesekan antara molekul ; molekul 5airan satu dengan yang lain( -uatu jenis 5airan yang
mudah mengalir) dapat dikatakan memiliki 3iskositas yang rendah) dan se2aliknya
2ahan<2ahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki 3iskositas yang tinggi 7'nonim)
+!!:8(
Viskositas suatu .luida adalah si.at yang menunjukkan 2esar dan ke5ilnya
tahan dalam .luida terhadap gesekan( Fluida yang mempunyai 3iskositas rendah)
misalnya air mempunyai tahanan dalam terhadap gesekan yang le2ih ke5il
di2andingkan dengan .luida yang mempunyai 3iskositas yang le2ih 2esar
7'nonim) +!#!8(
=ejala ini dapat dianalisis dengan mengintrodusir suatu 2esaran yang
dise2ut kekentalan atau 3iskositas 73is5osity8( 6leh karena itu) 3iskositas
2erkaitan dengan gerak relati. antar 2agian<2agian .luida) maka 2esaran ini dapat
dipandang se2agai ukuran tingkat kesulitan aliran .luida terse2ut( akin 2esar
kekentalan suatu .luida makin sulit .luida itu mengalir 7'nonim) +!#!8(
'danya 4at terlarut makromolekul akan menaikkan 3iskositas larutan(
9ahkan pada konsentrasi rendahpun) e.eknya 2esar karena molekul 2esar
mempengaruhi aliran .luida pada jarak yang jauh( Viskositas intrinsik >η?
merupakan analog dari koe.isien 3irial 7dan mempunyai dimensi #&konsentrasi8)
7'tkins) #::@: +%+8(
Viskositas suatu 5airan murni atau larutan merupakan indeks ham2atan
alir 5airan( Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran 5airan yang
melalui ta2ung 2er2entuk silinder( Cara ini merupakan salah satu 5ara yang
paling mudah dan dapat digunakan 2aik untuk 5airan maupun gas 79ird) #:"A:
BA8(
'liran 5airan dapat dikelompokkan ke dalam dua tipe( Cang pertama
adalah aliran “laminar” atau aliran kental) yang se5ara umum menggam2arkan
laju aliran ke5il melalui se2uah pipa dengan garis tengah ke5il( 'liran yang lain
adalah aliran “tur2ulen”) yang menggam2arkan laju aliran yang 2esar melalui
pipa dengan diameter yang le2ih 2esar 7/ogra) #::!: +!:8(
Koe.isien 3iskositas se5ara umum diukur dengan dua metode) yaitu
3iskometer 6s1ald : 1aktu yang di2utuhkan untuk mengalirnya sejumlah
tertentu5airan di5atat) dan η dihitung dengan hu2ungan
¿
( ΔP) R
4
t
8Vl
Dmumnya koe.isien 3iskositas dihitung dengan mem2andingkan laju 5airan
dengan laju aliran yang koe.isien 3iskositasnya diketahui( Eu2ungan itu adalah

1

2
=
d
1
t
1
d
2
t
2
7/ogra) #::!: +##8(
Viskositas diukur dengan 2e2erapa 5ara( /alam “3iskometer 6s1ald”)
1aktu yang diperlukan oleh larutan untuk mele1ati pipa di5atat) dan
di2andingkan dengan sampel standar( etode ini 5o5ok untuk penentuan 7η8)
karena per2andingan 3iskositas larutan dan pelarut murni) se2anding dengan
1aktu pengaliran t dan tF setelah dikoreksi untuk per2edaan rapatan G dan GF


=
t
t
¿
x
ρ
ρ
¿
7'tkins) #::@: +%+8(
/alam mena.sirkan pengukuran 3iskositas) 2anyak terdapat
kerumitan(ke2anyakan pengukuran 7tidak semuanya8 didasarkan pada
pengamatan empiris) dan penentuan massa molar 2iasanya didasarkan pada
pem2andingan dengan sampel standar 7'tkins) #::@: +%+8(
-alah satu kerumitan dalam pengukuran dalam pengukuran intensitas
adalah: dalam 2e2erapa kasus) ternyata .luida itu 2ersi.at non<Ne1tonian) yaitu
3iskositasnya 2eru2ah saat laju aliran 2ertam2ah( 0enurunan 3iskositas dengan
2ertam2ahnya laju aliran menunjukkan adanya molekul seperti 2atang panjang)
yang terorientasi oleh aliran itu) sehingga saling melun5ur mele1ati satu sama
lain dengan le2ih 2e2as( /alam 2e2erapa kasus) tekanan yang dise2a2kan oleh
aliran menjadi sangat 2esar) sehingga molekul panjang terputus<putus( Ini
mem2a1a konsekuensi le2ih lanjut pada 3iskositas 7'tkins) #::@: +%+8(
0ada 3iskometer 6s1ald) yang diukur adalah 1aktu yang di2utuhkan oleh
sejumlah tertentu 5airan untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang
dise2a2kan oleh 2erat 5airan itu sendiri( 0ada per5o2aan se2enarnya) sejumlah
tertentu 5airan 7misalnya #! 5m
$
) 2ergantung pada ukuran 3iskometer8 dipipet ke
dalam 3iskometer( Cairan kemudian diisap melalui la2u pengukur dari
3iskometer sampai permukaan 5airan le2ih tinggi dari 2atas “a”( Cairan
kemudian di2iarkan turun( Ketika permukaan 5airan turun mele1ati 2atas “a”)
stop1at5h mulai dinyalakan dan ketika 5airan mele1ati 2atas “2”) stop1at5h
dimatikan( *adi 1aktu yang di2utuhkan 5airan untuk melalui jarak antara “a” dan
“2” dapat ditentukan( Tekanan 0 merupakan per2edaan tekanan antara kedua
ujung pipa D dan 2esarnya diasumsikan se2anding dengan 2erat jenis 5airan
79ird) #:"A: BA8(
enurut 'nonim 7+!#!8) alat yang dipakai untuk menentukan Viskositas
dinamakanViskometer( 'da 2e2erapa jenis 3iskometer) yaitu :
a( Vis5ometer 6st1ald
2( Vis5ometer Lehman
5( Vis5ometer 2ola jatuh dari -tokes
Nilai 3is5ositas Lehman didasarkan pada 1aktu ke5epatan alir 5airan
yang akan diuji atau dihitung nilai 3is5ositasnya 2er2anding ter2alik dengan
1aktu ke5epatan alir 5airan pem2anding) dimana 5airan pem2anding yang
digunakan adalah air 7'nonim) +!#!8(
enurut 'nonim 7+!#!8) Vis5ometer 2ola jatuh;-tokes( Terhadap se2uah
2enda yang 2ergerak jatuh didalam .luida 2ekerja tiga ma5am gaya) yaitu :
a( =aya gra3itasi atau gaya 2erat 7H8( gaya inilah yang menye2a2kan 2enda
2ergerak ke 2a1ah dengan suatu per5epatan(
2( =aya apung 72uoyant .or5e8 atau gaya 'r5himedes 798( arah gaya ini
keatas dan 2esarnya sama dengan 2erat .luida yang dipindahkan oleh 2enda
itu(
5( =aya gesek 7Fri5tional .or5e8 Fg) arahnya keatas dan 2esarnya
D. Alat dan Bahan
#( 'lat
a( 0iknometer B! mL # 2uah
2( 0iknometer #!! mL # 2uah
5( Nera5a analitik # 2uah
d( Iksikator # 2uah
e( Viskometer 6s1ald $ 2uah
.( =elas kimia +B! mL # 2uah
g( =elas kimia #!!! mL # 2uah
h( Thermometer !<#!!
o
C # 2uah
i( La2u semprot # 2uah
j( 9all pipet # 2uah
k( Kaki tiga dan kasa as2es # 2uah
l( Lampu spiritus # 2uah
m( Klem kayu # 2uah
n( -top1at5h $ 2uah
o( -tati. dan klem # 2uah
p( 0ipet tetes
+( 9ahan
a( 'Juades
2( ethanol 7CE$6E8
5( Itanol 7C+EB6E8
d( Is 2atu
e( Korek api
.( Tissue
E. Cara erja
#( 0enentuan massa jenis 4at
a( engukur 2erat piknometer kosong
2( emasukkan aJuades dengan suhu +!
o
C ke dalam piknometer
5( engusahakan agar tidak ada gelem2ung pada piknometer
d( engukur 2erat piknometer yang telah diisi dengan aJuades +!
o
C
e( engulangi pengukuran dengan aJuades %!
o
dan @!
o
C) etanol +!
o
) %!
o
)
dan @!
o
C) serta methanol +!
o
) %!
o
) dan @!
o
C
+( 0engukuran 3iskositas
a( engisi 3iskometer dengan aJuades melalui pipa se2elah kanan
2( engusahakan permukaan le2ih rendah dari tanda 2
5( emasukkan 3iskometer 6s1ald ke dalam penangas air yang
dilengkapi thermometer untuk mengukur suhunya( -uhu air dalam
3iskometer harus sama dengan suhu per5o2aan
d( enghisap 4at 5air melalui pipa kiri agar 4at 5air masuk ke dalam 9
pada suhu yang ditetapkan dalam per5o2aan
e( em2iarkan 4at 5air mengalir melalui pipa kapiler kem2ali ke '
.( en5atat 1aktu yang diperlukan untuk mengalir dari tanda a ke tanda 2
g( elakukan hal yang sama dengan mengganti air dengan etanol dan
methanol
h( elakukan pengukuran pada suhu +!
o
) %!
o
) dan @!
o
C
i( enghitung koe.isien 4at 5air dengan rumus

1

2
=
ρ
1
t
1
ρ
2
t
2
!. Hasil Pen"a#atan
#( 0engukuran massa jenis
a( assa piknometer kosong 7B! mL8 K +")A!B gram 7'ir dan etanol8
2( assa piknometer kosong 7#!! mL8 K $B)#!# gram 7metanol8
*enis Zat
assa piknometer L 4at
-uhu +!
o
C -uhu %!
o
C -uhu @!
o
C
'Juades A")::@ gram A"):@# gram A")++@ gram
Itanol @:)!@$ gram @A):@B gram @A)$+% gram
ethanol ###)%"$ gram ###)+%# gram ##!)+:" gram
+( 0engukuran 3iskositas
*enis Zat
Haktu 7t8 dalam 3iskometer
-uhu +!
o
C -uhu %!
o
C -uhu @!
o
C
'Juades ++% s +!# s #A$ s
Itanol $%! s $$# s $!# s
ethanol #"# s #A: s #A! s
G. Analisis Data
#( 0engukuran massa jenis
,umus umum K
( massa piknometer+zat ) −(massa piknometer kosong)
volume piknometer
$ntu% Air
a( +!
o
C) ρ
¿
78,996 gram−28,705 gram
50mL
¿
50,291 gram
50mL

K #)!!@ gram&mL
2( %!
o
C) ρ
¿
78,961gram−28,705gram
50mL
¿
50,256 gram
50mL

K #)!!B gram&mL
5( @!
o
C) ρ
¿
78, 226gram−28,705gram
50mL
¿
49,521gram
50mL

K !)::! gram&mL
$ntu% Etanol
a( +!
o
C) ρ
¿
6 9,063gram−28,705 gram
50mL
¿
40,358gram
50mL

K !)"!A gram&mL
2( %!
o
C) ρ
¿
67,956 gram−28,705 gram
50mL
¿
39,260 gram
50mL

K !)A"B gram&mL
5( @!
o
C) ρ
¿
67,324 gram−28,705 gram
50mL
¿
38,619 gram
50mL

K !)AA+ gram&mL
$ntu% Metanol
a( +!
o
C) ρ
¿
111,483 gram−35,101gram
100mL
¿
76,382 gram
100mL

K !)A@% gram&mL
2( %!
o
C) ρ
¿
111,241 gram−35,101gram
100mL
¿
76,140 gram
100mL

K !)A@# gram&mL
5( @!
o
C) ρ
¿
110,298 gram−35,101 gram
100mL
¿
75,197 gram
100mL

K !)AB+ gram&mL
+( 0engukuran 3iskositas
a( Itanol +!
o
C
/ik : t# 7etanol8 K $%! s
t+ 7air8 K ++% s
ρ
1
7etanol8 K !)"!A gram&mL
ρ
2
7air8 K #)!!@ gram&mL
η+ 7air8 K #)!!: Cp
/it : η# 7etanol8 M((N
0eny : η#
¿

2
ρ
1
t
1
ρ
2
t
2

¿
( 1,009Cp)
(
0,807
gram
mL
)
(340s)
(
1,006
gram
mL
)
(224 s)
¿
276,849Cp
225,334
K #)++" Cp
2( Itanol %!
o
C
/ik : t# 7etanol8 K $$# s
t+ 7air8 K +!# s
ρ
1
7etanol8 K !)A"B gram&mL
ρ
2
7air8 K #)!!B gram&mL
η+ 7air8 K !)@B% Cp
/it : η# 7etanol8 M((N
0eny : η#
¿

2
ρ
1
t
1
ρ
2
t
2

¿
( 0,654 Cp)
(
0,785
gram
mL
)
(331s)
(
1,005
gram
mL
)
(201s)
¿
169,932Cp
202,005
K !)"%# Cp
5( Itanol @!
o
C
/ik : t# 7etanol8 K $!# s
t+ 7air8 K #A$ s
ρ
1
7etanol8 K !)AA+ gram&mL
ρ
2
7air8 K !)::! gram&mL
η+ 7air8 K !)%A! Cp
/it : η# 7etanol8 M((N
0eny : η#
¿

2
ρ
1
t
1
ρ
2
t
2

¿
( 0,470Cp)
(
0, 772
gram
mL
)
(301s)
(
0,990
gram
mL
)
(173s)
¿
109,215Cp
171,270
K !)@$" Cp
d( etanol +!
o
C
/ik : t# 7metanol8 K #"# s
t+ 7air8 K ++% s
ρ
1
7metanol8K !)A@% gram&mL
ρ
2
7air8 K #)!!@ gram&mL
η+ 7air8 K #)!!: Cp
/it : η# 7metanol8 M((N
0eny : η#
¿

2
ρ
1
t
1
ρ
2
t
2

¿
( 1,009Cp)
(
0,764
gram
mL
)
(181s)
(
1,006
gram
mL
)
(224 s)
¿
139,528Cp
225,334
K !)@#: Cp
e( etanol %!
o
C
/ik : t# 7metanol8 K #A: s
t+ 7air8 K +!# s
ρ
1
7metanol8K !)A@# gram&mL
ρ
2
7air8 K #)!!B gram&mL
η+ 7air8 K !)@B% Cp
/it : η# 7metanol8 M((N
0eny : η#
¿

2
ρ
1
t
1
ρ
2
t
2

¿
( 0,654 Cp)
(
0,761
gram
mL
)
(179s)
(
1,005
gram
mL
)
(201s)
¿
89,087Cp
202,005
K !)%%# Cp
.( etanol @!
o
C
/ik : t# 7metanol8 K #A! s
t+ 7air8 K #A$ s
ρ
1
7metanol8K !)AB+ gram&mL
ρ
2
7air8 K !)::! gram&mL
η+ 7air8 K !)%A! Cp
/it : η# 7metanol8 M((N
0eny : η#
¿

2
ρ
1
t
1
ρ
2
t
2

¿
( 0,470Cp)
(
0, 752
gram
mL
)
(170s)
(
0,990
gram
mL
)
(173s)
¿
60,085Cp
171,270
K !)$B# Cp
H. Pe#bahasan
0ada per5o2aan ini pertama<tama dilakukan pengukuran massa
jenismasing<masing 4at yang akan di5o2akan) yaitu aJuades) etanol) dan
methanol dengan suhu +!
o
C) %!
o
C) dan @!
o
C(
0er5o2aan ini dilakukan dengan memanaskan piknometer yang 2ertujuan
untuk menghilangkan air dan 4at<4at lain yang mungkin terdapat dalam
piknometer( -etelah itu didinginkan dalam eksikator dan ditim2ang se2agai 2erat
piknometer kosong( -aat pengisian ke dalam piknometer tidak 2oleh terdapat
gelem2ung karena akan mempengaruhi hasil penim2angan( /ari hasil per5o2aan
ini diperoleh massa jenis air +!
o
C se2esar #)!!@ g&mLO %!
o
C se2esar #)!!B g&mLO
dan @!
o
C se2esar !)::! g&mL( Dntuk etanol +!
o
C se2esar !)"!A g&mLO %!
o
C
se2esar !)A"B g&mLO dan @!
o
C se2esar !)AA+ g&mL( Dntuk methanol +!
o
C se2esar
!)A@% g&mLO %!
o
C se2esar !)A@# g&mLO dan @!
o
C se2esar !)AB+ g&mL(
/ari hasil diketahui 2ah1a suhu 2er2anding ter2alik dengan massa jenis
4at( -emakin tinggi suhu maka semakin ke5il massa jenis 4at<nya( Eal ini
dise2a2kan karena ketika suhu mengingkat) molekul pada 4at 5air akan 2ergerak
5epat diaki2atkan oleh tum2ukan antar molekul) aki2atnya molekul dalam 4at
5air akan meregang dan massa jenis akan semakin ke5il(
0ada per5o2aan selanjutnya) 4at 5air yang telah ditentukan massa jenisnya
dimasukkan ke dalam 3iskometer dengan mengusahakan agar tidak ada
gelem2ung dalam 3iskometer( Eal ini 2ertujuan agar aliran laminar tidak
terganggu oleh adanya gelem2ung yang akan mengaki2atkan 1aktu yang
diperoleh tidak sesuai dengan 1aktu yang seharusnya(
0ada per5o2aan ini digunakan tiga jenis larutan dengan suhu yang
2er2eda yaitu aJuades +!
o
C) %!
o
C) dan @!
o
CO etanol +!
o
C) %!
o
C) dan @!
o
CO serta
methanol +!
o
C) %!
o
C) dan @!
o
C( Eal ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh
suhu terhadap 3iskositas 4at 5air(
-etelah diperoleh 1aktu pada per5o2aan) koe.isien 3iskositas dapat
dihitung dengan rumus :

1

2
=
ρ
1
t
1
ρ
2
t
2
/ari hasil analisis data diperoleh 3iskositas etanol +!
o
C) %!
o
C) dan @!
o
C se5ara
2erturut<turut adalah #)++" CpO !)"%# CpO dan !)@$" Cp( -edangkan 3iskositas
methanol +!
o
C) %!
o
C) dan @!
o
C se5ara 2erturut<turut adalah !)@#: CpO !)%%# CpO
dan !)$B# Cp(
/ari hasil analisis di atas) diperoleh 2ah1a methanol memiliki koe.isien
3iskositas le2ih rendah de2andingkan etanol( -elain itu dapat pula diketahui
2ah1a semakin tinggi suhu larutan) maka koe.isien 3iskositas semakin menurun(
Eal ini karena pada suhu tinggi) gerakan partikel dalam larutan le2ih 5epat
sehingga 3iskositasnya menurun(
&. esi#'ulan dan Saran
#( Kesimpulan
a( /ari hasil per5o2aan dapat disimpulkan 2ah1a suhu 2er2anding ter2alik
dengan 3iskositas
2( Viskositas etanol le2ih tinggi di2andingkan methanol
5( Koe.isien 3iskositas etanol +!
o
C) %!
o
C) dan @!
o
C se5ara 2erturut<turut
adalah #)++" CpO !)"%# CpO dan !)@$" Cp
d( Koe.isien 3iskositas methanol +!
o
C) %!
o
C) dan @!
o
C se5ara 2erturut<
turut adalah !)@#: CpO !)%%# CpO dan !)$B# Cp
+( -aran
-e2aiknya saat praktikum) le2ih teliti memperhatikan ada atau
tidaknya gelem2ung pada 3iskometer karena dapat mempengaruhi hasil
per5o2aan
DA!TA( P$STAA
'nonim( +!!:( Viscositas( http:&&111(55itonline(5om&mekanikal&3iskositas& diakses pada
+A No3em2er +!#!(
'nonim( +!#!( Fluida dan Viscositas(
http:&&111(s5ri2d(5om&do5&#$A@+A%!&Vis5ositas & diakses pada +A No3em2er
+!#!(
'tkins) 0(H( #::@( Kimia Fisik Jilid II Edisi IV( *akarta : Irlangga(
9ird) Tony( #:"A( Kimia Fisik Untuk Universitas( *akarta : 0T =ramedia(
/ogra( #::!( Kimia Fisik dan Soal-Soal( alang : *akarta : DI<0ress(
JA)ABAN PE(TAN*AAN
#( Viskositas adalah tahanan yang dilakukan suatu lapisan .luida terhadap lapisan
lainnya dalam suatu aliran laminar
+( Cara yang dapat digunakaun untuk menentukan 3iskositas:
a( /engan menggunakan 3iskometer 6s1ald( -uatu larutan dimasukkan ke
dalam 3iskometer sampai tanda 2atas 2 kemudian diisap sampai tanda a dan
digitung 1aktu yang di2utuhkan untuk kem2ali ke tanda 2
2( etode transpirasi&kapiler yang dikem2angkan oleh 0oiseulle( 0ada metode
ini gas dialirkan melalui pipa kapiler dengan panjang tertentu dan 2eda
tekanan pada kedua ujung diukur
$( Faktor<.aktor yang mempengaruhi 3iskositas
a( Temperatur 7suhu8
2( assa jenis 4at
5( Luas penampang
d( Tekanan
e( 0anjang ta2ung
%( -uhu 2erpengaruh terhadap 3iskositas( -emakin tinggi suhu) 3iskositas semakin
rendah( Eal ini dise2a2kan pada suhu tinggi pergerakan molekul akan semakin
meningkat yang menye2a2kan terjadinya perenggangan pada molekul sehingga
3iskositas semakin ke5il

Viskositas dalam zat cair. Oleh karena itu. Viskositas intrinsik [L] . yang berperan adalah gaya kohesi antar partikel zat cair (Anonim. maka semakin susah benda padat bergerak didalam zat cair tersebut. atau benda padat yang bergerak didalam fluida. Fluida yang mempunyai viskositas rendah. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir. viskositas berkaitan dengan gerak relatif antar bagian-bagian fluida. 2010).A. Adanya zat terlarut makromolekul akan menaikkan viskositas larutan. Viskositas suatu fluida adalah sifat yang menunjukkan besar dan kecilnya tahan dalam fluida terhadap gesekan. misalnya air mempunyai tahanan dalam terhadap gesekan yang lebih kecil dibandingkan dengan fluida yang mempunyai viskositas yang lebih besar (Anonim. Landasan Teori Pengertian viskositas fluida (zat cair) adalah gesekan yang ditimbulkan oleh fluida yang bergerak. Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida yang merupakan gesekan antara molekul ± molekul cairan satu dengan yang lain. Besarnya gesekan ini biasa juga disebut sebagai derajat kekentalan zat cair. Bahkan pada konsentrasi rendahpun. Gejala ini dapat dianalisis dengan mengintrodusir suatu besaran yang disebut kekentalan atau viskositas (viscosity). maka besaran ini dapat dipandang sebagai ukuran tingkat kesulitan aliran fluida tersebut. Judul Percobaan Viskositas Zat Cair B. 2009). Makin besar kekentalan suatu fluida makin sulit fluida itu mengalir (Anonim. efeknya besar karena molekul besar mempengaruhi aliran fluida pada jarak yang jauh. Jadi semakin besar viskositas zat cair. 2009). Tujuan Percobaan Menentukan viskositas zat cair dengan viscometer Oswald C. 2010). dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah. dan sebaliknya bahan-bahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki viskositas yang tinggi (Anonim.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->