Seni dan Budaya Politik Jawa

Rachmat Susatyo

i

SENI DAN BUDAYA POLITIK JAWA

Rachmat Susatyo

Koperasi Ilmu Pengetahuan Sosial 2008

ii

KATA PENGANTAR

Bagi orang Jawa, pengaruh keseian wayang n dalam kehidupan nyata sangat b esar. Cerita wayang maupun tokoh-tokoh wayang s eringkali mengilhami sikap hidupnya, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tidak kurang dari Soeharto, presiden kedua negara kita. Me njelang kejatuhannya, dia pernah mengatakan akan men gundurkan diri dan akan lebih meningkatkan kehi dupan rohaninya. Seperti para raja ksatria dalam tokoh pewayangan, jika sudah tua tidak mau lagi menja raja; dan akan di mengabdikan dirinya untuk meni ngkatkan amal ibadahnya dengan menjadi seora pendeta. Dalam ng istilah pewayangan, sering dis ebut dengan: ” lengser keprabon, mandeg pandita”. Nama-nama para tokoh pewayangan, utamanya para ksatria, juga banyak digu nakan untuk memberi nama anak-anaknya. Agar si anak memiliki sifat seperti nama yang disandangnya. Sebaga contoh, nama i Wisnu, Bima, Harjuna, dan la in-lain sering diambil dan dijadikan sebagai nama ses eorang. Pemberian

iii

nama tokoh-tokoh wayang kepada seseorang, patut diduga tidak terdapat dalam (etnis) lain di Indonesia. Walaupun kesenian wayang (golek) juga terdapat dalam masyarakat Sunda, namun pengaruhnya tidak sekuat seperti dalam masyaraka Jawa. Kesenian t pertunjukan wayang, walaupun sekarang sudah mulai jarang, namun masih sering dit ampilkan dalam berbagai kesempatan, seperti: acara perkawinan, atau bahkan kenegaraan yang diadaka oleh pimpinan n pemerintahan dari etnis Jawa. elain itu, kesenian S wayang juga masih ditampilkan dalam acara di media elektronika, seperti televisi. Buku ini tentu saja hanya meng ungkapkan secara garis besarnya saja, te tang kesenian wayang n dan budaya Jawa yang sedikit anyak mendapat b pengaruh dari kisah pewayangan Kritik dan saran . yang bersifat membangun guna kesempurnaan tulisan ini, sangat penulis harapkan.

Bandung, 2008

Penulis

............................... 12 Silhouet Sebagai Awal Seni Pertunjukan Wayang ... 52 BAGIAN KEEMPAT KONSEP KEKUASAAN JAWA DAN PENERAPANNYA .......... 30 Tantangan di Masa Depan ............................................................................................ 35 BAGIAN KETIGA BUDAYA MASYARAKAT JAWA .......................................................................... 12 Relief Sebagai Seni Pertunjukan Wayang................................. 1 Pengaruh Alat-alat Elektronika Terhadap Kesenian Tradisonal Di Jawa...................................................................................... DAFTAR ISI .... 38 Etika Budaya Jawa ................................................................................................... 56 Penerapan Konsep Kekuasaan Jawa Pada Masa ii iv ................................. 42 Nilai-nilai Dasar Orang Jawa...............................................................................iv DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .. 6 Komersialisasi Seni Tradisional................................. 9 BAGIAN KEDUA PERKEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN WAYANG di JAWA...................................................... BAGIAN PERTAMA PASANG SURUT SENI TRADISIONAL........................................................................................ 27 Awal Seni Pertunjukan Wayang Purwa ..........................

.......................... 61 Peran Budaya Jawa dalam Kehidupan Berbangsa ......... 80 ..................................................v Pemerintahan Raja-Raja Mataram ................................. 69 DAFTAR SUMBER ......

Pengaruh dari India ini begitu menonjolnya. atau bangsa. adalah kesenian wayang yang mendapat pengaruh dari India. Salah satu faktor penting yang berperan besar da lam kehidupan masyarakat. terutama karena pengaruh ajaran Hindu yang udul begitu mengakar dan ma syarakat dalam kehidupan orang Jawa. semak besar in pengaruh yang masuk dan diteri oleh ma masyarakat bersangkutan. merupakan salah satu sistem kebudayaan universal yang terd apat disetiap masyarakat di dunia.Bagian Pertama PASANG SURUT SENI TRADISIONAL Kesenian. Sejalan dengan semakin majunya suatu masyarakat. . Dengan demikian. termasuk masyarakat dari etnis Jawa. Salah satu kesenian yang sangat berperan besar dal kehidupan am masyarakatnya. adala h pengaruh teknologi informasi. kesenian pasti terdapat di semua masyar akat.

seperti radio dan televisi selain memberi dampak positif. tetapi dalam perkembangannya. Seperti diketahui. terutama sarana dan prasarana teknologi informasi elektronika. Salah satu dampak negatif dari radio dan televisi. se dangkan wayang golek terutama banyak dipentaskan dan disenangi masyarakat Sunda. wayang orang wong). termasuk televisi.2 Meningkatnya sarana dan prasar ana informasi dewasa ini. maupun kont antara rak grup wayang dengan salah satu instansi. di Jawa khususnya. Wayang kulit dan wayangwong sangat populer di masyarakat Jawa. way Sehingga sekarang ini hanya waang kulit dan y wayang wong lah yang dapat bertahan di masyarakat Jawa. Selain tampl dengan sistem i kontrak. Baik itu seni pertunju kan. seni wayang kulit. maupun wayang ( golek. kalah bersaing dengan kesenian wayang kulit atau ang wong. seperti seni pertunjukan wayang. Seni wayang Golek sesungguhnya pernah juga terda di pat masyarakat Jawa. Baik itu kontrak antara grup esenian wayang k dengan perorangan. hampir semu kesenian a wayang biasanya ditampilkan ka ji ada permintaan untuk tampil dengan sistem kontrak. pertunjukan wayang wong juga tampil secara rutin disebuah gedung . adalah semakin menurunnya mina masyarakat t untuk menyaksikan secara langs ung seni pertunjukan tradisional. ternyata juga membawa dampak negatif.

mereka bukan saja menanggung idup diri h sendiri. . dan pemasukan dari penjualan tiket inilah yang menjadi tulang pungung eksisnya g pertunjukan wayang wong. Mereka baru dapat mementaskan jika jumlah penontonnya dirasa cukup banya sehingga k. maka pendapatannya juga sema kin menurun. Padahal pada umumnya. Dengan semakin menurunnya jumlah penonton. tetap juga keluarganya.3 pertunjukan. banyak dari seni tradisional ini. Melihat kenyataan semacam ini. Para penontonnya harus membeli tiket masuk. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah daerah Jawa Tengah. Padahal. nampaknya juga akan be rnasib sama. Namun demikian. para senimannya menggantungkan hidupnya dari seni yang digelutinya ini. memang ada usaha-usaha dari pihak pemerintah darah e maupun pusat yang berusaha mel estarikannya. Wayang Orang Ngesti Pandowo ng ya mendapat bantuan keuangan dari pemerintah daerah. tepaksa r harus gulung tikar dan tidak m ampu bertahan hidup sampai sekarang. Suramnya i kehidupan mereka sudah barangtentu juga berakibat suramnya seni pertunjukannya. yang pernah mengalami masa kejayaannya. subsid ini tentunya i tidak dapat mencukupi kebutuha nnya. dengan cara member ikan subsidi dana. yang terutama dari hasil penjualantiket masuk. Akibatnya. Sehingga menurunnya jumlah pendapatan atau gaji me reka.

sperti Ketoprak. dan . Hal ini tidak lain disebabkan. Dari masyarakat agraris ke . Syu dapat kur memperoleh kelebihan. Wayang Orang. dapat diliha dengan t bubarnya beberapa kelompok yang pernah jaya dimasa lalu. maka bisa diperkira kan kelangsungan seni tradisional juga semakin menghawatirkan. n t amun mengingat sekarang ini semakin meluasnya kawasan industri di daerah sebut. Terjadinya mobilitas lapangan kerja semac ini. terutama id pantai utara Jawa Barat. dan para petani mulai beralih mata pencahariannya dari tani ke in dustri. m tak mau”. Mengenai gulung tikarnya beber apa seni pertunjukan tradisional. yang masih tetap bertahan samp sekarang. di Seni pertunjukan yang ada di daera tersebut h dewasa ini sangat tergantung ada kehidupan p keberhasilan panen padi para ani. ati Di beberapa daerah. Purwakarta. namun kelangsunga hidupnya n dimasa mendatang juga perlu pertanyakan.4 jumlah uang masuk yang diperol akan dapat eh menutup biaya produksinya. Sri Mulat dan lainlain. suda am h barang tentu akan menggeser lai-nilai ni masyarakat yang ada. drama tradisional. Sementara itu. juga ter pemukiman. misalnya: Kelompo Dagelan k Matara. memang sampai seka rang masih tumbuh subur seni pertunjukan drama tradisional. karena areal sawah yang ada searang semakin k sempit. seperti: Indramayu Subang. ai mengalam nasib ”hidup segan.

Terlebih lagi. kehadir n hiburan yang a disajikan menimbulkan berbagai silang pendapat di antara warga masyarakat. Mudahnya menikmati berbagai hi buran yang disajikan oleh media elektroni a. Apalagi dengan terjadinya arus globalisasi informasi seperti sekarang ini akan semakin . ekaligus juga s berdampak negatif bagi orientasi idolanya. mobil. tetapi sudah berganti dengan berbagai barang elektronika atau mekanik.5 masyarakat industri. hiburan yang disajikan selain memiliki variasi banyak. Sehingga tidak jarang. Masyarakat industri cenderung konsumeristis. waktu dan tenaga untuk mencari hiburan di luar rumahnya. menyebabkan k orang enggan untuk bersusah yah pa mengeluarkan biaya. televisi. . Glamournya para bintang layar kaca atau layar perak menjadi idola barunya¸ dan bukan lagiprimadona atau tokoh-tokoh seni atau tradisional di daerahnya. juga memiliki pesona yang banyak pula. motor. nilai status soial seseorang di s masyarakat bukan lagi diukur o kepemilikan leh sawah yang luas atau jumlah rbau yang ke banyak. seperti: radio. selain da pak positif dari m kemajuan taraf kehidupannya. menurunkan minat masyarakat untuk menikmati seni pertunjukkan tradisional yang ada. dan lain-lain.

yai komersialisasi tu dan sekularisasi. hlm. Dampak Modernisasi Terhadap Seni Pertunjukkan Jawa di Pedesaan. 1 Soedarsono (A). Dalam arti kata meskipun seringkali terjadi pe rubahan tetapi fungsi ritualnya selalu masihmelekat. antung terg 2 kebutuhan masyarakat setempat. khususnya Jawa. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi). 2 Ibid. Akan tetapi ama kelamaan seni l yang sakral ini mengalami proses komers ialisasi dan sekularisasasi. 1. hlm. Di Barat. Proses sekul arisasi serta komersialisasi ini semakin menghebat pada abad XX.1 Di Indonesia. sepe halnya rti seni-seni pertunjukkan lainnya di ndonesia. ha Proses ini semakin cepat an dengan sejal meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi. walau kadarnya sering menyusut. seperti lnya di Barat.. seni pertunjukkan di perdesaan samp sebelum ai kemerdekaan berfungsi ritual. khususnya teknologi elektronika yang masuk ke Indonesia. 5. Yogyakarta: 1986. dampak modernisasi yang melanda segala sektor kehidupa manusia n sebagai akibat dari Revolusi ndustri pada I tengah kedua abad -19 terhadap seni ke pertunjukkan tampak jelas. . I pada mulanya adalah suatu kegi yang atan sifatnya ritual.6 Pengaruh Alat -Alat Elektronika Terhadap Kesenian Tradisional di Jawa Seni pertunjukkan wayang.

resitasiwiracarita. 3. Madura. 2. 7.3 Drama tari topeng dan pertunju kkan topeng makhluk menkautkan ini terutama berkembang baik di daerah Jawa Timur. hlm. 4. Jawa Tengah. Jawa Timur. Buku ini memberikn gambaran a yang cukup lengkap tentang bentuk-bentuk seni pertunjukkan rakyat yang berke mbang sekitar tahun 1930-an di Jawa Tengah (termasuk daerah Istimewa Yogyakarta). 4. Jawa Barat. 6. wayang kulit. Khususnya mengenai tari topeng di Madura. dan Jawa Barat. secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi tujuh. Bali. 5. drama tari topeng (wayang topeng). tari dan nyanyi yang bertema gama a Islam. yaitu: 1. ceritanya berdasarkan cerita Mahabrata dan 3 Ibid.7 Pigeaud. seorang sarjana ta pecin kebudayaan Jawa yang miliki pa ndangan luas. pertujukkan topeng makhluk menakutkan. . Mengenai bentuk -bentuk seni pertunjukkan rakyat di Jawa Tengah. taledhek. dan Madura. dari hasil surveinya terhadap seni pertunjukkan rakyat Jawa telah berhasil menrbitkan sebuah e buku yang berjudul Javaanse Volkvertoningen (tahun 1938).. kuda kepang.

6. dalam Kompas. sehingga bukan mustahil jika dalang dari daer yang berbeda ah akan melakukan pakem cerita yang satu dengan yang lain. . hlm.4 Tari topeng Madura pada mulanya digelar sebagai salah satu kesenian tana. Menurut B. Akan tetapi per kembangan selanjutnya justru sangat anagonis t karena tidak lagi berdasarkan legitimasi agama. Subjektivitas dalang s bagai pembawa e cerita kadang tampak menonjol. tari topeng erubah fungsi b menjadi sarana dakwah. Akan tetapi telah Islam se masuk ke Madura. Hal ini disebabkan karena tari top tidak lagi eng 4 Mohammad Bakir. rena sudah ka dipengaruhi oleh dongen rakyat dan setting g Madura. Itu pun tidak asli. menjadi kesenian rakyat. Soelarto. yang erat is dengan ritual-ritual dalam perkembangan agama Hindu abad XIV. tetapi kedua cerita ini hany dikenal a sepotong-sepotong lewat pegelaran tari topeng dalang.8 Ramayana. Dengan demikian tari topeng yang semua sakral. 28 Juli 1991. “Topeng Madura Filosofi yang Tersisa”. telah l terjadi sekularisasi. melainkan noro’agi adat (mengikuti adat). seorang tokoh topeng Madura paa abad XV d sampai XVI topeng Madura berkembang seiring dengan perkembang an agama yang me mberi legitimasi akan keberadaanya.

5 Adapun tari kuda kepang atau di Jawa Tengah dan Jawa Timur sering isebut jaran d kepang atau jatilan. seperti te levisi. film. dan lain-lainnya yang selain lebih prak juga tis lebih murah bila dibandingkan dengan kesenian tradisional yang ada. Tari dan nyanyi yang bertema agama m banyak Isla terdapat di pulau yang mayorit s penduduknya a beragama Islam. dan di daerah Jawa Barat dikenal dengan nama kuda lumping. berkembang pesat di Jawa Tengah dan Daerah mewa Isti Yogyakarta. video. e sedangkan seni wayang kulit. g Hal ini disebabkan bukan sajaoleh besarnya pengaruh televisi dan film. . ternyata tidak dapat berkemban dengan baik. Hampir semua kesenian tradisional ini tidak mampu bersaing dengan elektronika. dandi Jawa Barat dikenal dengan seni ronggeng. Taledhek umumnya berkembang di daerah pantai utara Jawa. tapi juga pada te umumnya kelompok-kelompok seni tadi tidak 5 Ibid.9 menjadi ”milik” istana. Komersialisasi Seni Tradisional Beberapa jenis tari tradisional yang kemudian juga meninggalkan sifat rtualnya dan mei ngarah kepada komersialisasi dan sekulari sasi. terutama Sumat ra dan Jawa. tetapi berkembang sesuai dengan ”selera” masyarakat (dalang).

nyaris kan a menghentikan kegiatannya apabila tidakada bantuan dari pemerintah. Proyek Penelitian dan Pengkajian Nusantara (Javanologi. badut. Kelompok kesenian wayang wong. dan slawatan. kuntulan. 6.10 dikelola secara profesional ol seorang ahl eh i managemen seni.00 setiap bulannya dan tunjanganpenghargaan yang antara lain berasal dari subsidi pemerintah Rp. dapat memperol penghaeh silan yang dapat untuk mencuku makan pi sehari-hari selama perjalanannya. Sebuah Gambaran Pewaris Budaya Masyarakat Pinggiran. sudah untung.000. Seni pertunjukan wayang yang dianggap sebagai salah satu seni nasional dan yang sa ngat populer di masyarakat. Seni teldhek misalnya. Setia pemain wayang p wong Sri Wedari diberi bantuan Rp.6 Nasib kesenian taledhek ini tidak berbeda dengan kesenian rakyat lainnya seperti jathilan.18. . yang sekitar tahun 1950-an dengan berkelana selama dua atau tiga bulan menjajakanseninya akan dapat membeli satu atau dua or kerbau.000. Maka seorang penari wayang wong Sri Wedari yang rajin naik panggung 6 Ryadi Gunawan. Yogyakarta: 1986. ek Namun sekarang. Komunitas Taledhe. Sri Wedari di Solo. . tidak dapat lepas dari kemundurannya. hidupnya cukup memprihatinkan pula bahkan nyaris punah.00 setiap bulan. hlm. 4. Ngesti Pandowo di Semarang dan kelomp kesenian ok wayang wong.

48. op. 13-14.cit. a Wayang tidak saja menjadi seni pert unjukkan yang memberi hiburan (rekreati tetapi juga f). sebagai sarana yang memberi ndidikan pe (edukatif). 7 Soedarsono (A). .11 setiap malam.000. khususny Jawa. karena seni lai pertunjukkan wayang merupakan salah satu seni nasional dan juga peran seniny ”multiguna”.. akan menerima jiga bulanan sekitar Rp. Hal ini tidak n.00. hlm.7 Mengingat seni pertunjukkan waang ini y pernah demikian luas pengaruhn di dalam ya kehidupan masyarakat. dan sarana penerangan (informatif). maka a tulisan ini akn menitikberatkan bahasannya a mengenai seni pertunjukkan way ang di Jawa (khususnya Jawa Tengah dan Daeah Istimewa r Yogyakarta).

sudah ada sejak da tangnya agama Hindu di Indonesia. Pada umumnya orang beranggapan bahwa. sampai sekarang masih banyak yang memperdebatkan sejak jaman apa dimulainya.Bagian Kedua PERKEMBANGAN SENI PERTUNJUKKAN WAYANG DI JAWA Silhouete sebagai Awal Seni Pertujukka n Wayang Seni pertunjukkan wayang yangada di Jawa dan Bali. Yakni dengan ditemukan prasasti nya . pada umunya orang berpendapat pada abad ke-4 Masehi. Mengenai kedatangan Hindu ke Indonesia. Ja khususnya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. seni pertunjukkan wayang di wa dan Bali.

Dalam pras itu di asti sebutkan. an diartikan ak sebagai seni (pertunjukkn) yang ceriteranya a diambil dari epos Mahabarata dan Ramayana. MCMLXXXII. 9. Kalima tan Timur.2 tunjukkan wayang yang ceritera ya bersumber n pada Mahabarata dan Ramayana.000 sajak. 59. Ceritera pokoknya mengenai peperangan antara Kurawa sebagai keturunan Kuru. hlm. yang ber n tahun 400Masehi. Mahabarata adalah ceritera dalam bahasa sansekerta atau epos Hindu kuno yan terdiri dari g 90. khususnya di Jawa dan Bali. Lambang Ajaran Islam. hlm. biasa disebut wayang purwa. Asal-Usul dan Masa Depannya. Jakarta: Pradnya Paramita. Pendapat tersebut di atas tida lain di k sebabkan. yaitu wayang kulit purwa. wayang golek 1 Sri Mulyono (A). 2 Peodjosubroto. bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai pada waktu itu bernama ulawarman M yang beragama Hind 1 Pada abad ke4 itulah u. wayang beber purwa.13 tertua di Kutai. Prasasti ters but bertuliskan e huruf Palawa. . yang dikarang ol Wyasa. Wayang. Epos eh ini kemudian merupakan epos rpanjang di te dunia. 1978. dalam bahasa san sekerta dan dalam bentuk syair. diperkirakan wayang telah menj salah satu adi seni pertunjukkan di Indonesia. wayang golek purwa. Wayang. karena wayang bagi k ebanyak orang. Jakarta: Gunung Agung. dengan Pandawa sebagai keturuna Bhara Per ta.

Poedjosubroto. 157.5 Menurut Hazeu.14 Sunda. I. bahwa wayang tela ada di h Jawa sebelum ada pengaruh Hind yang lebih u kuat. Br ndes dan Dr. MCMLXXXII.cit. bahwa: ”. hlm. 12. .3 Selain ceritera Hindu Kuno sebut.4 Pendapat lain menyatakan bahwa seni pertunjukkan wayang merupakan seni Indonesia asli. J.. a A. loc. o Di samping itu Dr. Jakarta: Gunung Agung. A. hlm.6 Pada umunya para pakar seni rtunpe jukkan branggapan.. J. op. wayang Bali..pengoperan dari India adalah tidak mungki karena per n. bahwa wayan adalah asli g kesenian Indonesia terutama berdasarkan kepa3 4 Sri Mulyono (A). m bahwa wayang kesenian asli Indnesia (Jawa). hlm... a sedangkan kakawin Mahabarata nya sendiri merupakan gubahan Wyasa.. bahwasumber lain ceritera wayang adalah ceriter Bharatayuda dari a kakawin Bharatayuda. Hazeu mengatakan. G. 6 Ibid. Kakawin ini semu dbuat la oleh Empu Sedah dan diselesaik oleh Empu an Panuluh. Pendapat semacam ini. misalnya dike mukakan oleh Sri Mulyono. ter dapat pula dikemukakan. Wayang dan Filsafat Nusantara. 5 Sri Mulyono (B). wayang wong. yang enyatakan. 5. tunjukkan di Indonesia adalah sangat berbeda. cit. pada zaman Raja Jayabya di Kediri. dan sebagainya.

Kenyataan ini masih ditambah dengan perangkat musik yang memang khas seni tradisional Inonesia yang tida terdapat dalam k seni musik di negara lain. Mbilung) yang tidak terdapat. yang ceriteranya bersumber dari Mahabarata dan Ramayana. atau tida pernah k disebut-sebut dalam ceritera eposMahabarata dan Ramayana. pendapat kedua mengacu kepada ”suatu seni pertunjukkan atau lukis yang memperagakan seni bayang-bayang”. Oleh karena pertunjukkan wayang kulit tersebut dapat dilihat dari balik layar. Hal inilah yang meny ebabkan adanya pendapat. termasuk India. Semar. Belum lagi ditambah dengan iringan peny anyi (sinden) yang melantunkan suara khas In donesia (Jawa) yang semakin menambah kekhasan seni wayang sebagai kesenian asli Indonesia. Seni wayang bayang-bayang) ini dianggap ( muncul pertama kali dengan nya seni ada pertunjukkan wayang kulit purwa.15 da adanya beberapa tokoh wayan seperti punag kawan (Gareng. g. Pendapat yang pertama. Bagon Togog. Petruk. bahwa wayang dalam bahasa . Adanya dua pendapat yang berbe ini da. maka orang yang melihatnya (hanya) dapat melihat bayang-bayang (silhouet)-nya saja. tidak lain disebabkan adanya ua d macam penafsiran mengenai istilah au pengertian at wayang. mengacu kepada pengertian wayang purwa sedangkan .

hlm. 5. . Untuk menyatukan dan menegaskan pengertian selanjutnya. hlm. Ibid. apabila dihitung dari pertunjukkan aslinya. seperti wayang purwa. sudah be rumur kurang 7 8 Sri Mulyono (A). 9. dalam bahasa Aceh bayang. 8 Menurut Sri Mulyono.. takan bahwa kata purwa berasal dari parwa.000 tahun. Termasuk di dalamnya seni pertunjukkan bayangbayang (wayang) yang ceriteranya bersumber dari epos Mahabarata dan Ramayana. Oleh sebab itu yang dimaksud dengan pertumbuhan maupun perkembanga wayang. cit.16 Jawa berarti bayang-bayang atau bayangan.7 Mengenai istilah purwa. op. Bahkan ditegaskan pula. masih ada bebe rapa pendapat yang berbeda Ada yang menga. sedangkan dalam bahasa Bugis wayang atau bayang. yang berarti bagian-bagian dari ceritera Mahabarata. n bukanlah pertumbuhan dan perkembangan seni pertunjukkan wayang purwa. Dalam bahasa Melayu disebut bayang-bayang. dalam tulisan ini ditentukan bahwa yang dimaksud dengan ”wayang purwa” adalah pertunjukkan wayang yang cerit pokoknya era bersumber pada ceritera Mahabarata dan Ramayana. pertunjuk an wak yang sudah berumur lebih dari 3. tetapi pertumbuhan dan perkembangan seni pertunju kkan bayangbayang sejak pertama kali ada hingga sekarang.

000 tahun lamanya. sekalipun mas ih dalam tingkat yang sederhana. hlm. seni lukis yang berupa lukisan-lukisan di dinding-dinding gua atau dinding karang diketemukan juga di Eropa (Perancis).478 tahun. Di Indonesia. yang dalam bahasa Inggris disebut silhouet.. tumbuhan). Australia.tetapi suda h merupakan lukisan naratif yang menceriterakan sesuatu kejadian yang dialamimanusia. 1. Di luar Indonesia. . Sesungguhnya. cit. Bukti -buktinya ialah dengan diket mukannya seni seni lukis yang e berupa lukisan -lukisan berupa bayangbayang pada dinding-dinding gua.17 lebih 3. Afrika. sia benda-benda. Lukisan pada dinding-dinding gua ini. dan I dianggap sebagai hasil budaya dari masyarakat yang hidup berburu dan mengumulkan map kanan pada tingkat pleistosen. op. Sehingga tidak jeas apa yang l dijadikan alasannya.9 Sayang sekali pendapatnya ini tidak disertai bukti -bukti mengenai seni wayang tersebut. atau dinding-dinding karang yang dibuat oleh manusia purba. 9 Sri Mulyono (A). sudah ada sejak zaman pra sejarah. atau mengenai lingkungan hidup manu (hewan. Di tempat-tempat ini. bahwa seni pertunjukkan ini sudah berumur lebih dari 3. wayang dalam penertian g suatu seni (pertunjukkan) bayang-bayang. seni lukis ternyata berasal dari maa yang lebih tua s daripada yang diketemukan di ndonesia.

hlm. untuk pertama kalinya dilakukan oleh C. .10 Penemuan lukisan pada dindinggua di daerah Sulawesi Selatan. H. van ekern jug He a menemukan lukisan seekor babi rusa yang sedang melompat dengan panah i d bagian jantungnya. ditem ukan di daerah-daerah Teluk Mc Cluer dan Teluk Triton 10 Sartono Kartodirdjo (et.). kepulauan Maluku dan Irian. dimaksudkan sebagai suatu pengharapan agar mereka berhasil di dalam usaha berburu di dalam hutan. Barangkali dengan lukisan semacam ini. Babirusa tadi digambarkan dengan garis-garis berwarna merah. Di gua tersebut. 142. 11 Ibid.18 seni lukis adalah suatu hasilbudaya yang baru dicapai pada masa berburu ting lanjut dan kat ditemukan tersebur di daerah S ulawesi Selatan.. A dapun cap-cap tangan ini dibuat dengan alan j merentangkan jari jari tangan itu di dinding dinding gua. Di gua ini ditemukan cap-cap tangan dengan latar belakang cat merah (sehingga lukisannya merupakan bayang-bayang atau silhouet-pen). hlm. M.11 Di Irian Jaya. Jilid I. Heeker n-Palm pada tahun 1950 di Leang Pattae. dinding-dinding karang dan gua-gua yang bergambar tadi. Sejarah Nasional Indonesia. Barangkali ini adalah cap-cap tangan kiri dari wanita. kemudian ditaburi dengan cat merah. 142-143. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: 1975. al.

19 di bagian Selatan dari kepala (burung) Cendrawasih.12 Dalam penyelidikan di gua Bu rung oleh van Heekern. Ini pun merupkan cap-cap a tangan kiri semuanya. masing-masing terdiri dari tujuh dan lima 12 Koentjaraningrat (ed. Berdasarkan laporan in van Heekern i. J. Di dindi ng-dinding yang lain. dan gua di Ponorogo hanya diketemukan bekasbekas alat manusia purba. erdiri dari t empat kelompok. Gua -gua di Jawa Timur seperti gua Sodong di suki. Selanjutnya oleh C. diket emukan di kepulauan Kai dan pulau Seram. gua Be Petruruh di Tulungagung. Di daerah Maluku. terdapat pula capcap tangan tetapi agak kabur dan tidak mungk diteliti dari dekat. Franssen dilaporkan pula temuan cap-cap tangan di sebuah gua dekat Saripa. Jakarta: Djambatan. in sehingga tidak dapat dipastika berapa n jumlahnya. Cetakan ke-9. H. . 1984. Manusia dan Kebudayaan Indonesia. ditemukan pula ca p-cap tangan yang letaknya kirakira delapan meter di atas permukaan tanah. yang kemudian di beri nama gua Jari E.) (A). Kelompok perta a ada dua m buah. sedangkan di Jawa sampai sekarang ini belum diketemukan bukti-bukti semacam itu. hlm. 5 dan 7. melakukan suatu penyelidikan di gua tersebut bersama-sama dengan Franssen dan temuk an cap-cap tangan sebanyak 29 buah.

di eang Patigere. Di sekitar tempat itu pula. tetapi a ak kurang jelas. di siniditemukan juga lukisan babirusa dan tiga buah cap tanan. Kelompok terakhir (keempat) ad empat buah a cap tangan. al. op cit.). Di g bagian lain dari dinding gua ni ditemukan capi cap tangan sebanyak 40 buah. Semuany terdiri dari a dua kelompok yang berbeda. g Penemuan lainnya adalah diLeang Lambat torang sekitar Maros. ompok Kel pertama adalah lukisan -lukisan merah yang 13 Sartono Kartodirdjo (et. Babirusa di sini ada ang be y rukuran panjang sekitar satu meter. masing-masing terdiri dari empat dan lima buh. 143. satu di antaranya mempunyai empat jari dan yang lain ada yang ngan tiga jari. Di dinding -dinding karang dite mukan lukisan-lukisan dekat Rumasokat di lima tempat yang berlainan. Kelompok kedua terdiri dari empat buah cap tangan. . de Kelompok ketiga ada dua buah. di antaranya a yang terakhir ada yangtidak dengan ibujari. J Roder pada tahun 1937.20 buah cap tangan dengan latar elakang warna b merah.. ditemukan di pulau ram yaitu Se sepanjang teluk Seleman oleh . hlm.13 Di kepulauan Maluku seni lukis yang berupa lukisan-lukisan di dinding -dinding karang dan gua. Di dinding luar gua itu terdapat pula lukisan lengan bawah. ditemukan pula L gambar-gambar babirusa di stilir deng cap an tangan.

tetapi a gambar yang menyerupai manusia terisi se penuhnya dengan cat merah. . Menurut Roder. topeng -topeng atau muka muka manusia lambang matahari. orang dalam b perahu. manusia dengan perisai. Lukisan -lukisan putih adalah lukisan burung dan perahu. di salah u pulau sat kecil. orang menari atau erkelahi. Lukisan-lukisan serupa dengan yang diketemukan di Timor pada dinding-dinding ka- . burung. Irian Jaya dan Timor. dan gambar-gambar goemetris. Gambar-gambar pada umumnya dibuat garis luarnya s ja. Gaya lukisan ini serupa denganyang di ketemukan di Seram. manusia dengan perisai. ukisan l yang tua adalah yang merah. orang berjongkok dengan tungkai terbuka lebar dan tangantangan terangkat. Di kepulauan Kei. kelompok kedua adalah lukisanputih dalam keadaan masih baik. dan orang deng sikap ber an jongkok sambil mengangkat tang n. semuanya a berwarna merah. kadal.5 sampai empat meter di atas permukaan laut. Lukisan -lukisan yang ditemukannya berupa cap -cap tangan. Gam bar-gambar yang dilukis terdiri dari cap -cap tangan berlatar belakang merah. ditemukan lukisan -lukisan pada dinding karang yang terletak kira-kira 2.21 sudah agak rusak dan kurang je sedangkan las. se dang yang putih yang lebih muda.

di dinding karang. di daerah utar di sekiar teluk a t Seireri yakni di pulau -pulau Muamaram dan 14 Ibid. ar lukisan-lukisan dinding gua ditemukan tersebar di Irian Jaya.14 Penyelidikan di dinding gua da dinding n karang di Irian Jaya mengenailukisan-lukisan yang terdapat di dalamnya. yang terjadi karena peristiwa -peristiwa laut sebelum pengangkatan dan kini terletakdua sampai empat meter di atas permukaanlaut. ”tulisan oleh orang asing”). hlm.. di antara Kokas dan Goras. terletak 10-15 i meter di atas permukaan laut. teluk Bitsyari. Penye lidikan dilakukan di daerah pa tai paling barat n terutama di pantai selatan tel Berau (teluk uk Mac Cleur). Selain sekit teluk Berau. . sukar dicapai dan tingg. dil akukan oleh J. di bagian pantai utara. dan di pulau-pulau Ogar serta di gua Dudumunir pulau Armuni. di daerah barat sekitar teluk Triton. Bahkan beberapa lukisan ditemukan didaerah yang curam. karena mereka tidak mengenal adat yang bertalian engan lukisand lukisan tersebut. 144.22 rang terjal dan gua-gua di Tuala. Roder ketika mengikuti ekspedi i ”Leo Frobe s nius dari Forschungistitut fur Kultumorphologie (Faranfut am Main)” pada tahun 1973. Di beberapa tempat lukisan ini disebutambersibui (artinya. Lukisan-lukisan itu terdapat di gua-gua dan teluk yang dangkal.

W. binatang melata (kadal) yang bentuknya distilir. Roder. Pada umumnya sekitar lukisan itu te rdapat sisa-sisa kerangka mayat.15 Pada umumnya lukisa-lukisan di Irian Jaya menyerupai lukisan-lukisan yang terdapat di pulau Kei dengan perbdaan-perbedaan kecil.J Cator. dikatakan a bahwa cap-cap tangan dan kaki itu adalah bekasbekas yang ditinggalkan oleh enek moyang n pertama yang buta. ikan. 145. yang diletakkan terutama dalam 15 Ibid. hlm. Mereka data dari arah ng matahari terbit dan dalam perj alanan ke arah barat mereka meraba -raba dinding gua itu. Di tempat -tempat ini juga ditemukan polapola gambar orang. selanjutnya di sekitar anau Sentani di d gua-gua Gumaimit (Jegriffi) dan nfelu Pe (Tainda).23 Roon. -lukisan tersebut kebanyakan bersifat bstrak berupa a garis-garis lengkung. Gali lukisan s. banyak sekali ditemukan capcap tangan seolaholah ditaburi cat merah. lingkaran-lingkaran (spiralspiral) dan kadang-kadang binatang melata. dan di Namatote yang khususnya diselidiki oleh W. .. perahu. Sebaliknya di daerah utara Irian Jaya di sekitar teluk . e Di daerah Kokas (teluk Berau) yang khususnya diselidiki oleh J. Saireri dan danau Sentani yanggua -guanya diselidiki oleh K. Menurut sebuah cerit kuno. . sehingga meninggalkan bekas-bekasnya.

Seni ukis ”dinding gua” yang cara l melukisnya dengan cara mempergunakan benda tajam sehingga lukisannya beru relief-relief pa (seperti yang diketemukan di bagian barat pulau seram. Sesudah pengetahuan 16 Ibid. atau danau-danau. Lebih-lebih seni lukis yang cara mel ukisnya dengan mengoreskan benda tajam pada dinding gua. sungai-sungai. Dengan la demikian perkembangan seni luk ”dinding is gua” dapat diperkirakan mengal ami per kembangan seperti uraian berikut di bawah ini.24 gua-gua yang berada di dekat laut. Pendukung a seni lukis cap -cap telapak tangan silhouet) ( merupakan masyarakat yang lebi rendah h tingkat kebudayaanya. kita adanya perkembangan senilukis pada dinding gua pada masa prasejarh. didukung oleh masyarakt yang mem a punyai kebudayaan lebih maju gi. bila dibandingkan dengan pendukung seni lukis ”dindinggua” lainnya. Hal ini karena ini yang paling lah sederhana dan sesuai dengan raf perkem ta bangan kebudayaannya. di suatu dinding karang di atas sungai Toala). . Pada waktu kebudayaan mereka asih m sangat rendah.16 Dari beberapa lukisan yang diktemukan e di beberapa gua tersebut di at tampak pada as. hasil seni luki yang pertama s sekali dapat mereka buat adalah seni ukis capl cap tangan.

hewan. Lukisan-lukisan masyarakat primitif. 146. perahu. Dilihat dari jeni maupun s macam objek lukisannya. dan sebagainya dengan mempergunakan warna-warna. k Bahkan dapat dikatakan. tetapi juga harus mengetahui apa makna yan terkandung g di balik lukisan itu. lukisann naratif. menujukkan bahwa gua tersebut merupakan tempat penguburan ma yat.17 Diketemukannya sisa-sisa rangka manusia di beberpa gua. ya menceritakan kejadian atau pun maksud ya maksud tertentu. hlm. menunjukkan bahw taraf per a kembangan kebudayaan mereka semakin maju. maka mere mulai ka melukis manusia.25 mereka semakin maju. Selanjutnya mereka dapat menembangkanpula seni pahat dengan membuat goresangoresan pada dinding-dinding gua.. es perti halnya lukisan masyarakat tradisional yang masih berkembang sampai saatni. sedikit banya ada k 17 Ibid. berp bahwa lukisan -lukisan cap tangan itu mem punyai kekuatan pelindung dan mencegah kekuatan jahat. . Melihat lukisan yang demikian kita tidak cukup hanya melihat saja. Dengan demikian lukisan -lukisan yang terdapat pada dinding-dinding gua itu. i pada umumnya mempunyai arti simboli tertentu. Ada yang endapat. maka ukisan yang l menggambarkan objek-objek yang semakin jauh dari dirinya.

. Mereka mempunyai anggapan. atau mempunyai roh yang berwatak baik mau pun jahat. Pengantar Antropologi. op. maka ukisan-lukisan l itu tentunya dimaksudkan sebag penghor ai matan arwah nenek mo yangnya dan agak kehidupan orang yang dtinggalk mendapat an kesejahteraan.. hlm. 1965. Koentjaraningrat (B). 18 19 Sri Mulyono (A). Untuk meng hormatinya. Menurut Sri Mul yono. hlm. pikiran dan anggapan inilah yang kemudian mendorong manusia pra-sejarah untuk menghasilkan pem buatan bayang-bayang (bayang).18 Alam pikiran manusia prasejarah masih sangat sederhana. mereka mengadakan nyayian -nyanyian pujian dan tari-tarian dalam upacara-upacara ritual tertentu. 103.19 Oleh karena itu mereka memuja . sehingga orang dapat membayangkan oh orang yang telah r meninggal. S ejalan dengan kepercayaan mereka pada waktu itu yang animisme dan dinamisme. bahwa semua benda yang ada di sekeliling mereka bernyawa. arwah nenek moyangnya agar ter hindar dari pengaruh roh jahat. Dengan segala alat mereka berusaha untuk menahannya sementara didalam ba yangan yang telah mereka buat tadi. Jakarta: Penerbit Universitas. 45.26 hubungannya dengan kematian. cit. dan semua yan bergerak g dianggap hidup serta mempunyai kekuatan gaib.

Ada pula nekara berg ambar perahu yang dari arah samping bentuknya seperti bulan sabit dengan bentuk kepala burung pada bagian depannya serta ekor burung pad bagian be a lakangnya. maka kebudayaan pembuatan alat -alat perunggu kemudian menyebar ke daerah -daerah di Indonesia.yang telah memiliki kebudayaan yang lebih tingg dan i kebudayaan pembuatan alat-alat perunggu. Suatu hal yang menarik mengenai bendabenda perunggu itu. Perahu itu rupanyaperahu mayat yang banyak dipakai oleh suku-suku bangsa Asia Tenggara sebagai peti mayat. Ada nekara yang bergambar orang berpakaian hia san daun-daun dan bulu-bulu. M enurut kepercayaan. mereka akan membawa roh dari ya ng meninggal ke dunia akherat. adalah san-hiasan hia bergambar yang terdapat pada benda -benda perunggu itu terutama nekara. yang sedang melakukan su atu tarian upacara dengan memegang candrasa candrasa. Ga mbar-gambar hiasan pada benda-benda perunggu itu seolah - .27 Relief Sebagai Seni Pertunjukk Wayang an (Bayang-Bayang) Adanya interaksi sosial dengan penduduk Vietnam Utara pada jaman dulu.

seni sastra. seni pahat. Mereka sudah m ampu membuat gamba-gambar berupa relief -relief pada perunggu. seperti seni lukis. namun lukisan demikian (termasuk juga lukisan pada dinding-dinding gua) merupakan lukisan bayang-bayang (wayang) juga. ataupun mewakili suatu peristi wa. seni bangun. i mengakhiri jaman prasejarah di Indonesia. hlm.28 olah merupakan ilustrasi beber apa aspek ke hidupan manusia.20 Ditemukannya lukisan-lukian pada bendabenda perunggu itu m emberi petunjuk kepada kita. Meskipun lukisan-lukisan ini bukan merupakan lukisan ca p-cap sehingga merupakan silhouet. Disebut sebaga i suatu lukisan wayang karena kisan tersebut lu yang di-bayang-kan menceritakan suatu peristiwa. sistem pemerintahan. 20 Koentjaraningrat (A). . namun ajug mem pengaruhi bidang-bidang lainnya.. Masuknya Hindu ke Indonesia ya ding bawa oleh para pedagang dari India meupun Indonesia yang pernah mengunjung India. binatang. Pengaruh Hindu bukan saja dalam bidang agama ataupun kepercayaan. dan sistem kemas yarakatan Indonesia. cit. atau benda (manusia. op. dan lain ebagainya). dan s mempunyai makna tertentu. 19. yang berupa ”lukisan naratif” pula. bahwa seni lukis manusia prasejara semakin bertambah maju.

29 Umumnya orang berpendapat.21 Pengaruh Hindu. para penyebar agama ini rupanya cukup toleran terhadap kebuday aan masyarakat Indonesia sebelumnya. bahwa di daerah Jawa Barat pada tahun 130168 M telah diperintah oleh Raja Dewawarman I dengankerjaannya Salakanagara. Salakanagara. bah wa masuknya Hindu ke Indonesia pa abad ke da empat. Kerjaan Sebelum Tarumanagara. se Sejalan dengan misi penyebaran agama Hindu di Indonesia. d Demikian pula seni pahat dan ni bangun. Berdasarkan Pustak Rajya-rajyai a Bhumi Nusantara (Kitab Kerajaankerajaan di Nusantara) menyebutkan. dapat berkembang engan baik. Kompas. kemudian ceritanya diganti dengan cerita ng ya ada 21 Ayat Rohaedi. hlm. Penetepan ini tidak bertentagan n dengan berita Cina yang berasa dari tahun 132 l Masehi. Berita itu menyebutkan seorang raja bernama Pien yang dianggap lafal Cina untu k menyebutkan Dewawarman. bahwa Hindu masuk ke Indonesia sudah beberapa abad sebelumnya. 2. ”Seni lukis naratif” yang sebelumnya berisi cerita-cerita tentang pemujaan arwah nenek moyang dan yang be rkenaan dengan upacara-upacara kematian. . 20 Oktober 1983. Akan tetapi dari bebera sumber yang pa ditemukan belakangan ini menunjukkan. khususnya terh adap ”seni lukis naratif” yang sudah ada di Indonesia sebelumnya.

Narainya tidak lagi ekedar dijajarkan s sesuai dengan alur ceritanya eperti yang s terdapat pada relief -relief candi. reliefnya menggambarkan sistem keagamaan. seperti terlihat pada beberapa relief di candi-candi yang diketemukan di Indonesia. Dalang yang mempertunjukkan wayang disamakn dengan a . dan pada masa inilah mul tumbuh seni ai wayang purwa.30 hubungannya dengan ajaran Hind Relief u. namun kini diperlukan orang yang mampu me nceritakan alur ceritera sesuai dengan akon yang diba l wakannya. Orang yang mampu menceriteraka dan me n mainkan wayang sesuai dengan akon yang l dibawakannya biasa disebut dalang. dengan memainkan wayang tersebut. Mereka membuat wayang kulit rwa yang pu dipahat tembus pandang. Awal Seni Pertunjukan Wayang Purwa Kemampuan membuat relief pada dindindinding candi kemudian dikemba ngkan lebih lanjut. sehingga mereka mampu membuat relief tembus pandang pada bahan -bahan dari kulit. Umum nya ceriteranya diambil dari epos Mahabara dan Rama ta yana. merupakan nama atau pengerti an wayang kemudian dikenal di Indonesia. maupun kemasyarakatan ajaran H indu. dan ke udian diberi m tangkai.

31

dewa-dewa yang turun ke bumi, mempergelarkan pertunjukan bayangbayang (wayang) untuk menyebarkan agama, etika, dan filsafat.22 Wayang suatu bentuk kesenian yang penuh lambang, penuh ibarat, danpenuh arti. Banyak orang Jawa mengartikanwayang itu bayang-bayang hidup. Bahkan wayang itu merupakan gambaran serta dianggap punya persamaan dengan yang punyabayang-bayang, maka wayang dianggap dapat memberi petunjuk bagi orang hidup. Adapun kata lakon menunjuk jalan hidup manusia, jalan yang haru menuju ke s suatu tujuan yang di citacitakan. Oleh karena akhir hidup itu seharusnya bai maka dalam k, lakon wayang, akhir ceritanya selalu merupkan a penumpasan yang jahat serta te rcapainya citacita raja.23 Petunjuk-petunjuk dalam wayang diterima sebagai petunjuk bagi hidup ma nusia. Pewayangan kerap kali dijadikan filsafat idupnya, h dan filsafat itu bukanlah filsafat dangkal. Manusia di dunia ini memang memuny tujuan. Unai tuk mencapai tujuan itu manusia harus beruaha, sebab hanya dengan usahanya it dapat dicapai u tujuan.24 Demikian besarnya pengruh wayang a dalam kehidupan yang mengetahu jalan ceri i 22 23

Sri Mulyono (A), op.cit., hlm. 76-77. Poedjawijatna, Filsafat Sana Sini, Jilid I, Yogyakarta: Yayasan Kanisius, 1975, hlm.29. 24 Ibid., hlm. 36.

32

teranya, maka seni pertunjukan wayang kemu dian menjadi seni klassik yangkeindahannya tidak saja dikagumi oleh bangs Indonesia, a tetapi juga oleh bangsa lain. Ditinjau dari tema cerita, tidk dapat d a isangkal lagi bahwa banyak di a ntara relief candi merupakan ungkapan seni rupa ari ceritera d yang berlatar belakang agama Hindu dan Budha. Akan tetapi ditinjau dari eksp bentuk, tidak resi boleh dikataan semata -mata sama dengan apa yang terdapat di India. Apabila diamati tampak jelas, bahwa gaya seni relief antara abad ke-19 sampai 161 tidak statis. Dalam arti, dalam kurun waktu tersebut telah terjadi erkembanganp perkembangan baru yang menunju kkan adanya alur dinamika kreatifitas seni man-seniman dari satu generasi ke generasi berikutnya.25 Adanya perkembangan gaya senirelief tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut, dalam pembicaraan Sejarah Kesenian Indonesia sering dikatakan, bahwa gaya seni rel periode Jawa ief Tengah (lebih kurang abad -X) berbeda IX dengan gaya seni relief periode Jawa Timur Akhir (lebih kurang abad XIII -XV) sebagai
25

Kusen “Kreativitas dan kemandi ian Seniman Jawa dalam r mengolah pengaruh budaya asing: Studi Kasus tentang Gaya Seni Relief Candi di Jawa Antaa Abad IX-XVI”, dalam r Soedarsono (et.al.), Aspek Ritual dan Kreatifitas dalam Perkembangan Seni di Jawa, Proyek Penelitian dan pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi), Yogyakarta, 1985, hlm. 16.

33

masa peralihan. Jika karya sen relief Jawa i Tengah bersifat naturalistik atau realistik, dalam arti sosok tubuh manusia tidak lagi digambarkan sesuai dengan kenyataan. Pada periode ini telah mengalami deformasi menuju ke bentuk wayang kulit yang kita kenal sekarang dan mulai ,26 dikenal setelah Sultan Demak I. Setelah Islam masuk ke Jawa da berdiri n kesultanan Demak, Raden Patah sebagai Sultan Demak I yang juga gemar keseni wayang an menyadari bahwa wayang telah m enjadi kegemaran penduduk. Sekalipun seni pertunjukan wayang memiliki beberapa perbe daan dengan ajaran Islam, dan pemberantasan secara serentak justru dapat menimbulkan masal yang ber ah larut-larut. Maka cara yang dite mpuh adalah menghilangkan cerita -cerita yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, dan memas ukkan ajaranajaran Islam pada ceritera terebut. Setelah di s adakan musyawarah dengan para wali, diputuskan untuk membuat wayang yangbentuknya jauh dari bentuk manusi tetapi dijaga agar a,

26

Kusen “Kreatifitas dan Kemand irian Seniman Jawa dalam Mengolah Pengaruh Budaya Asing: Studi Kasus Tentang Gaya Seni Relief Candi di Jawa Antara Abad IX-XVI”, dalam Soesono (et. Al.), Aspek Ritual dan Kreatifitas dalam Perkembangan Seni di Jawa, Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi), Yogyakarta, 1985, hlm. 16.

34

orang yang melihatnya dapat menerima bentuk yang baru itu sebagai gambaran manusia.27 Wayang di dalam bentuk yang ba itu ru dibuat dari kulit, dengan tubu serta kaki dan h tangan-tangannya dibuat panjangpanjang. Sekalipun bentuknya de ikian, namun nampak m masih sempurna. Kesempurnaan eperti sekas rang ini, baru dicapai sesudah masa perkem bangan yang cukup lama. Mengen tokoh ai tokoh pelakunya telah mengalami penambahan, agar sesuai dengan ajaran Isla . Tokoh-tokoh m tersebut adalah Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, yang nama -namanya sama sekali tidak terdapat dalam epos Hindu seba sumber gai cerita wayang aslinya. Keempat tokoh punakawan itu adalah kreasi Wali SangetTinelon untuk memperagakan dan mengabdikan fungsi, watak, dan tugas konse sional wali sanga serta para p mubaligh Islam. 28 Selain pertunjukan wayang kuli purwa, t seni pertunjukan wayang yang ain yang sangat l digemari oleh masyarakat, khus usnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, adalahwayang wong. Menurut Soedarsono, wayang wong ini lahir sebagai akibat adanya persaing pengaruh an antara Surakarta di bawah Suna Pakubuwana n
27 28

Poedjosoebroto, op. cit., hlm. 16. Sri Mulyono (C), Apa dan Siapa Semar, Jakarta: Gunung Agung, MCMLXXXII, hlm. 80.

Penutup Seni pertunjukan wayang di Ind onesia. kemudian berubah arti menjadi kesenian yan mengambil g ceritera epos Mahabarata dan R amayana. Direktorat Pembinaan Pnelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. 1985. yang selanjutnya dikenal dengan nama wayang purwa. Seminar Nasional Hasil Peneltian Bagi Para i Peneliti Senior 1984 -1985.29 Wayang wong di istana Yogyakarta meru pakan upacara kenegaraan yang berfungsi sebagai ritus keselamatan dan makmuran. hlm. kemungkinan besar pada akhir tahun 1750 -an untuk memperingati berdirinya kesultana Yogyakarta. Di berbagai erah-daerah da 29 Soedarsono (B). Dengan demikian. mengalami kehidupan ang sangat y memprihatinkan. 1. Wayang wong dan Perjanjian Giyanti 1755: suatu Kajian Tentang Hubungan Antara Seni Pertunjukan dan Perkembangan Politik di Jawa.35 III dan Yogyakarta di bawah Sultan Hamengkubuwana I. Departemen Pendidikan da n Kebudayaan. seperti halnya seni pertunjuka tradisional n lainnya. ke Wayang wong dipergelarkan pertama sekali id istana Yogyakarta. . Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. wayang yang semula berar seni yang ti mempertunjukkan bayang-bayang. sebagai akibat ditan datanganinya perjanjian Giyanti pada tahun 1755 yang membagi kerajaan Mataram Surakart menjadi dua a kerajaan tersebut.

merupakan salah satu faktor penyebab ter jadinya keme rosotan ataupun penurunan pera wayang n sebagai kegiatan religius.36 yang ada kesenian wayang. eni way s ang yang semula bersifat sakral. Mengingat seni wayang merupaka salah n satu aset budaya nasional bang Indonesia sa . Wayang a yang semula bermakna dalam idupan keh spiritual keagamaan. Beralihnya masyarakat Indonesi umuma nya dan Jawa pada khususnya. maka perlu dilestarikan keberadaannya. Seh ingga seni wayang yang semula banyak diminati ol masyarakat eh bukan sekedar dari keindahanny saja. ternya juga sudah ta mengalami pelunturan nilai nilai kesakralannya. selah tidak lagi ermakna dalam b kehidupan spiritual keagamaan masyarakat yang sedang tumbuh dan berkembang e arah mo k dernisasi. Sehingga wayang yang pernah demikian ater dalam kehidupan sosial -spiritual masyarakat di . ternyata telah terjadi suatu perubahan secara mendasar mengenai arti dan fungsi seni wayang di masyrakat. Selain itu. telah berubah fungsi menjadi pertunjukan yang berorientasi kepada nilainilai komersial. dri masyarakat a agraris menjadi masyarakat industri. dan mengarah kepada kesenian ang sifatnya y profan. tetapi a juga nilai nilai moral dan falsafah yang dikandungnya.

Masuknya dan memasyarakatnya edia m informasi elektronika hendakny bukan dijadi a kan sebagai kendala kearah per tumbuhannya.37 Indonesia. bahkan juga teknik-teknik baru dalam hal penyampaiannya. . Hal ini terbukti bah a seni wayang w yang dikemas dalam bentuk film/video ditam bah dengan teknik-teknik penyampaiannya yang lebih baik. dan bukan atas nisiatif bangsa i Indonesia. bila bandingkan di dengan di India. dan mayarakat di s Jawa pada khususnya. tetapi justru dijadikan sebagai media pemasyarakatannya. justru film Mahabarata dan Ramayana yang berasal dari India lah yang justru mampu menyerap banyak penonton di Indonesia. Sayang. dapat menarik simpati masyarakat di Indonesiapada umumnyam. Padahal seni wayang di Indonesia lah yang justru sedang mengalami kemunduran yang cukup memprihatinkan. Untuk itu perlu diberi warna aru dan media b baru. dapat terus tumbuh dan berkembang.

sekalipun na mereka sudah puluhan tahun tin ggal di daerah lain yang mempunyai latar bela ang sosial bu k daya berlainan. hal ini tidak saja disebabkan mayorita penduduk s Indonesia adalah orang Jawa.1 Pernyataan ini memang tidak berlebihan. Kompas. Hal ini disebabkan. tik tetapi jelas bahwa Jawa adalah pusat Indonesia. karena sekalipun Indonesia tidak iden dengan Jawa. Oleh kare itu. hlm I dan VIII. . 1 Magnis Suseno. Para pera ntau dari Jawa mempunyai ikatan kekerabatan dan ikatan budaya yang sangat kuat. etapi juga dise t babkan banyaknya perantau Jawa ke berbagai daerah di Indonesia.38 Bagian Ketiga BUDAYA MASYARAKAT JAWA Kebudayaan Jawa adalah kebuday aan pusat di Indonesia. namun mereka m asih tetap dapat mempertahankan identitas Jawanya. 23 November 1985. Kebudayaan Jawa adalah Kebudayaan Pusat.

Kebanggaan itu be mendarah gitu daging. menurut Anderson. dan o rang Jawa amat sadar serta bangga dengan kont inyuitas kebu2 dayaan mereka. 1984. merupakan landasan emosional dan psikologis bagi toleransi Jawa sejati. 11. bahwa budaya Jawa memiliki kekuatan dan kemampuan integrita untuk s menemukan jalan dalam m enyesuaikan diri dengan dunia modern dan dengan erubahan p sosial. kebudayaan dan identitas Jawayang dasariah tidaklah banyak berubah. mereka sudah menerima pengaruh pengaruh asing tanpa harus mengorbankan identitasnya. Seperti halnya pendapat NielsMulder yang mengatakan. Hal ini masih ditambah oleh kenyataan. dan juga disebabkan ban yaknya tokohtokoh politik serta pemerintah pada masa an penjajahan Belanda hingga seka rang. hlm.39 Luasnya pengaruh budaya Jawa itdak dapat dilepaskan dari luasnya pe garuh kerajaann kerajaan Jawa kuno. bahwa orang Jawa adalah kelompok etnis yang sangat toleran. Kebatinan dan Hidup Sehari-hari Orang Jawa: Kelangsungan dan Perubahan Kulturil. Betapapun dengan berub ahnya jaman. s asalkan dapat diadaptasi atau diterangkan dari sudut pandangan Jawa. Kesadaran diri budaya yang begitu kuat. 3 Ibid . Jakarta: Gramedia. sehingga hampir saja emua ditolerir.3 2 Niels Mulder. seperti Mataram dan Majapahit.

luk maupun mahluk sosial. Semua aturan itu penting sekali bagi tercapainya keseimbangan hidup manusia. tetapi juga di akhirat. sebab kedamaian dan ketentrama tidak saja n menyangkut kehidupan di dunia. ing andap asor. Keserasian hidup dapat mencipt kan ketenanga an dan ketentraman. maupun mahluk ciptaan Tuhan. b tentunya tidak dapat dilepaskan dari pandangan hidup orang Jawa dan penekanan tingkah laku seseorang agar nrima. sehingga Jawanisasi akan meng- . el lan waspada. dan prasaja. baik selaku mah individu. tepa selira. Oleh karena itu kedam adalah aian segala-galanya bagi orang Jawa. atau harmonihidup. dengan tercapainya keserasian. sabar. Menurut pandangan orang Jawa. Sikap damai dan toleran ini yang menye lah babkan budaya Jawa dapat mempe rsatukan Indonesia dan bukan sebagai pemilik Indonesia. yang bukan udaya Jawa. kebudayaan Jawa semakin menjad unsur i pemantap yang memungkingkan ke budayaankebudayaan lain merasa dihargai dalam kekhasan masing-masing.40 Kemampuan orang Jawa untuk tol eran dan mudah beradaptasi denganingkungan l sosial yang lain. sekalipun untuk memperoleh kedamaian tidak jar ng seseorang a harus mengorbankan kepentingan pribadinya. keten traman itu dianggap memiliki nlai moral yang i tinggi dibandingkan dengan tata nilai yang lain. Bagi orang Jawa.

5 Pusat politik dan kebudayaan mumnya. Pemikiran dan Perkembangan Hisografi t Indonesia: Suatu Alternatif. u sekaligus merupakan pusat-pusat pemerintahan.. Di pihak lain. D dalam per i kembangan sejarahnya dan dalam pertumbuhannya dari yang sederhana sampai yang kompleks. hilang sama sekali. 1. adanya pandangan istanasen4 5 Magnis Suseno. . Jakarta: Gramedia. tentunya terdapat ba nyak kesatuan -kesatuan sosiokultural. Setiap sistem sosio-kultural menunjukkan suatu jen is masyarakat yang khusus dalam s atu kontinum u kebangsaan yang khusus pula. ditempatkan di b awah pengaruh pusat politik dan kebudayaan.4 Di Indonesia banyak memiliki klompok e etnis. cit. hlm. antara ain sistem sosio l kultural Melayu. Jawa. masyarakat desa merupakan kesatuan sosio-kultural ini kemudian menjadi bagian dari kerajaan ang terikat. Sartono Kartodirdjo. y Masyarakat desa ini lambat lau pada derajat n yang berbeda. op. di dalam periode kuno kebudayaan Jawa. dan Bali. 1982.41 untungkan seluruh Indonesia da merupakan n komponen penting dalam perjuanan seluruh g bangsa Indonesia untuk mempert hankan serta a merumuskan secara baru identit asnya yang khas. Sunda. Sebagai co ntoh. hlm. kesatuan-kesatuan dan kebiasaan-kebiasaan kultural yang sudah ada lebih dah tidaklah ulu. 130.

kerajaan adalah pusat olitik yang p sekaligus juga pusat budaya sutu bangsa atau a suatu masyarakat.42 trisme. Pendek kata dapa dikatakan t bahwa. Berdasarkan data sensus tahun 197 penduduk 1. Maka kesenian dari brbagai macam e tumbuh dan berkembang pesat di pusat-pusat pemerintahan.. seperti bany ak dikemukakan oleh para pakar buaya. 131-132. akan tetapi kesatuan lokalnya masih banyak memiliki identitas-identitas yang kuno. 6 Ibid. Etika Budaya Jawa Penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta sebagian besar hidup hidup dipedesaan. bahkan sampai sekarang. sejak tumbuhnya pusat -pusat politik yang berupa kerajaan -kerajaan. hlm. . Karena Yogyakarta. dalam karya ilmiah ini akan lebih banyak m enitik beratkan studi tentang masyarakat dan udaya Jawa di b Yogyakarta. Meskipun ker jaan itu seka a rang telah kehilangan kekuatan politiknya.6 Oleh sebab itu. Mereka ma sih memiliki integrasi dan ikatan dengan tanah dan kepercayaannya. sebagai d salah satu kota kerajaan di Ja yang masya wa rakatnya masih memiliki ciri -ciri khasnya dan yang dapat dianggap mewakili m asyarakat Jawa pada umumnya.

6%.2% saja. . sektor ini lebih dominan lagi.I.. Pada tahun 976. tentunya pada tahuntahun sebelumnya. khususnya pada jaman Mataram. Namun demikian sekalipun . 13. Pada tah 1978. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.8 %. 66% 1 penduduk hidup dari sektor pertanian. kenaikkan jumlah penduduk tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Yogyakarta. Dari data statistik Daerah Istimewa Yogy akarta tahun 1977.). hlm.43 yang tinggal di daerah pedesaan sebanyak 2 juta orang atau 83. 8 Ibid. ektor pertanian merupakan sekt s or pendapatan terbesar bila diban dingkan dengan sektor lainnya. menggantungkan basis perekonom iannya dari sektor pertanian.8 Kalau pada tahun 1976 sektor pertanian merupakan sektor ter penting bagi kehidupan penduduk Daerah Isti mewa Yogyakarta. 16 dan 44. Geografi Budaya dalam Wilayah Pembangunan D. namun angka ini menunjukkan bahwa peranan daer h pedesaan a masih sangat penting bagi penduduk Yog yakarta. dalam jangka waktu hampir 7 tahun. sedangkan sanya (16.7 Yogyakarta sebagai kota pedala man. Jadi. 1979/1980. hanya naik 0. hlm. Hal ini disebabk karena an Mataram terisolasi dari pusat-pusat perdagangan internasional dan terisolasi dari pergaulan sosial 7 Kusumah Hadinigrat dan Djenen (ed.4%) si tinggal di perkotaan. pen un duduk p edesaan bertambah menjadi 83.

disebabkan adanya saling la ketergantungan di antara merek khususnya a. op.. Hal ini tidak in. 159. yang semula timbul untuk kepentingan perekonomian desa itu sendiri. misal tanah pertanian ng berstatus ya sebagai tanah lungguh atau bengkok. se hingga basis penghasilan dan pembagian barang -barang relatif stabil. khususnya Jawa. dalam hal pengolahan sawah (ta nah). maka si agraris Mafat taram menjadi lebih kuat. cit. dan kerja sa a semacam ini m dikenal dengan istilah “gotong royong”. Tanah bengkok merupakan tanah yang disediak desa an 9 Sartono Kartodirdjo. Dalam pengolahan sawah. secara “gotong -royong”. maka ikatan ba masyarakat tin dengan tempatnya hidup sangatl erat. . sejak aman kerajaanj kerajaan Hindu di Jawa seperti kerajaan Mataram kuno dan Kerajaan Maja pahit. yang maksudnya kerja sama. ah demikian juga hubungan sosial antar individu. Dalam hal ini.44 dengan pedagang asing.9 Sesuai dengan mata pencaharian mereka sebagai petani. mereka perlu bekerja sama dengan yang lain. Sistem “gotong -royong” ini. sudah melembaga dalam kehidupan masy arakat Indonesia. Sistem kerja “gotong-royong” lebih melembaga dalam masyarakat pedesaan. penduduk desa mengerjakan sawah atau tanah-ladang milik desa. hlm.

untuk kepentinga desa dan n penduduknya. yang kompensasinya ata balas jasanya dirasakan dala u m kehidupannya yang tenang. bahwa orang yang suka menolong atau membantu sesamanya. .45 untuk imbalan jasa para pamong atau peme rintah desa yang telah menjala kan tugas atau n pekerjaannya. bahkan kalau perlu men gorbankan kepentingannya maupun artanya. kluhuran budi e 10 Sistem Gototng Royong dalam Masyarakat Pedesaan Daerah Istimewa Yogyakarta. 11 Ibid. Sekalipun untuk mencapainya. Departemen Pendidikan dan Ke budayaan.10 Bagi masyarakat Jawa. 82. 11 Ungkapan tersebut sekaligus jua memg berikan gambaran. sebe narnya dilandasi oleh pandangan hidup nya. maksudnya bahwa perbuatan yang baik atau ”mulia” bila orang mau berbuat kebajikan. dianggap telah “men anam budi”. 48-49. Menanam budi bagi masyarakat J wa. dianggap a suatu perbuatan yang “luhur”. kerja sama (gotongroyong) ataupun saling tolong. hlm. tentram dan bahagia. 1985/1986. Di h sini menunjukkan pula bahwa. Pandangan semacam itu nampak alam ungd kapan bahasa Jawa luhur wekasane yang . bahwa sikap hidup yang luhur (baik) memiliki suatu nilai moral yang tinggi dan oleh sebab itu perlu dilakukan oleh setiap orang. hlm. eseorang s kadang-kadang. maka ia akan mendapat pahala yang baik pula.

ungapan ini me k nunjukkan atau mendorong agarsenantiasa orang berbuat baik dan berbudi luhur. an bahwa itikad baik mengalahkan segalanya. Orang yang memiliki budi yang luhur. ibarat orang yang sakti.12 Dari beberapa ungkapan di atas me . Dengan demikian. ata Ungkapan “Digdaya tanpa aji. Petani Jawa sada akan r statusnya yang rendah dan ia un sadar p bahwa ia tidak dapat melarikan diri dari hubungannya yang akrab dengantanah. Sehi ngga anggapan Niels Mulder yang mengatakan: “…tidak ada alasan kultural ng kuat ya mengapa para petani Jawa tidak berjuang bagi meningkatnya pendapan dan kondisi materiil mereka. hlm. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. nunjukkan kepada kita. sangat tinggi nilainya. tentu memiliki kew ibawaan yang tinggi. sugih tanpa bandha.46 lebih utama daripada harta u kekayaan. 82. bahwa orang Jawa lebih mengutamakan “kekayaan batin” bila diban dingkan “kekayaan harta”. Keluhuran budi diibaratkan sebagai kekayaan yang sangat tinggi nilainya. menang tanpa ngasorake membuktikan hal itu. Keluhuran budi merupakan bekal hidup yang . 1985/1986. . “ Arti yang tersirat dari ungkap tersebut ialah. 12 Ungkapan Tradisional Sebagai Sumber Informasi Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

cit. Kekayaan materi atau “kekayaan har bukanlah ta” tujuan hidupnya. Menerima kenyataan hidup dan menci tai kenyataan n itu. tetapi kehalusan dan keluhuran budi adalah segala-galanya.. Hanya generasi 13 Niels Mulder. Justru karena alasan kultural itulah. Mereka puas tinggal dalam rumah-rumah yang keadaanya kurang te rurus. hlm. merupakan bukti adanya an alas kultural (sugih tanpa bandha dalam masyarakat ) Jawa. sebagian besar orang yng mempunyai a lingkungan yang lebih bagus -pun termasuk ukurang tergerak untuk menghias atau meningkatkan kenyamanan rumahnya. 52. Orang Jawa menghadapai kenyataan sebagai sesuatu untuk erima. ngasorake“.13 adalah tidak benar! Sebab dari ungkapan “Digdaya tanpa aji. sugih tanpa band menang tanpa ha.47 namun demikian tetaplah tak ad alasan a mengapa ia tidak meningkatkankondisi materiilnya”. maka orang Jawa tidak terlalu mempehatikan kebur tuhan materi mereka. khususnya petani. Kata “nrimo ing pandum” membuktikan hal itu. mererka puas duduk di meja-kursi yang tampak tidak nyaman. untuktidak terlalu mengutamakan kondisi materiil mereka. tidak semata-mata terjadi di kalangan orang miskin. . op. bukan dit dianggap sebagai sesuatu untuk diubah.

Mereka juga berpandangan. meski kenyataan menunjukkan orang tidak puny kebiasaan a untuk terlalu sering ke luar rumah.14 Sesusai dengan pandangan hidup masyarakat pedesaan di Jawa yang smis klasifi ko katoris hirarkis. hlm. adanya kalanya di bawah dan ada kalanya di atas. yaitu bertingkattingkat dan ada ke teraturan. Ada alam bawah. rumah itu biasa dan sederhana. 91-92. dalam kerja sama harmo yang nis memperkuat solidaritas sosial. Oleh karena itu tatanan sosial harus diperhatikan dan dihormati dengan menempati ked udukan serta status..48 muda sekarang yang nampaknya mulai meninggalkan sikap hidup yang demiki terutama an. mereka yang pernah mengenyam endidikan p tinggi. Orang -orang yang hidup dengan kondisi yang lebih bagus meman hidup dalam g rumah yang kebih baik. ada ma syarakat kelas atas. yang masing-masing ada dalam keteraturan. namun umah-rumah r mereka tidak tampak lebih tera rumah wat. bahwa alam anusia (mikro m kosmos) sama dengan alam raya(makro kosmos). Nam un demikian. . Orang yang 14 Ibid.silih berganti. bahw kehidupan a ini seperti roda pedati. ada am atas. kehidupan generasi uanya tidaklah t demikian. Ada al masyarakat kelas bawah. Konsumerisme dan kemew ahan sudah merasuk ke dalam siklus hidupnya.

dan dingin. manusia hidu selaras dengan p alam duniawi serta alam aduniawi. d unia ini ada dua. hlm. bahwa kesadaran waktu sangat dipengaruhi oleh ketertiban al m. Oleh karena itu.49 berkedudukan rendah harus hidu sesuai de p ngan tempat dan tuga hidupnya. a Gambaran tentang peredaran m ala 15 Ibid. Idealnya. maka berupa a pengalaman waktu kosmismagis. suatu akibat dari karma atau kehendak Tuhan yang menentukan hidup aktual itu. sali melainkan harus menerima tempa tnya dalam hidup dan menj alankannya sebaik mungkin. 44-45. . yakni dunia kasar ( asat mata) dan dunia halus k (tidak kasat mata). hidup adalah tindakan religius. Kebudayaan mereka bersifat kosmis mistis. begitu pula s orang yang berkedudukan lebihtinggi. hidupnya hanyalah bagian dari suatu masyarakat yang luas dan dari suatu tata kosmis yang meliputi segala -galanya. Hidup yang dijalani adalah hidup yang terelakkan.. yaitu suatu pergerakan hidup yang ritmis dan peredara n abadi dari matahari. manusia harus pasrah terhadap kekuatan-kekuatan yang lebih tinggi danmenerima nasibnya dengan kesadar bahwa an. orang harus hatihati jangan sampai mengganggu ketertiban atau tat anan. mereka tidak boleh ambisius atau ng bersaing. musim pans.15 Bagi masyarakat Jawa.

r dianggap dapat mencelakakan ma nusia. Kepercayaan terhadap adanya at ran atau ins u titusi yang serba tetap yang diatur oleh kekuatan gaib.16 Sesuai dengan paham siklis ata cakrau manggiling ini. dan kemerosotan.50 diproyeksikan pada pandangan dari alam pikiran manusia. Kosmosentrisme menunjukkan bukan alam saja. cit. Op. Bahkan yang selaras deng tatanan alam an itu dianggap baik dan jujur. 193-194. khususnya di daerah pedesaan. perkembangan. kejadian s kejadian beredar dan berulang terus. jad tidak ada akhir i dan tujuannya. . Pandangan kosmosentrisme mengembalikan proses sejarah sebagai proses dalam yang siklis an berulang d meliputi waktu yang abadi. Oleh karena itu segala perbuatan da tingkah laku n manusia sebaiknya diselaraskan dengan tatanan alam. karena segalasesuatu telah ditentukan oleh nasib. tetapi manusiaserta masyarakat atau kebudayaan tunduk kepada hukum kosmis dai r perputaran proses pertumbuhan.. Kepercayaan semacam ini sampai sekarang masih banyak ianut oleh d masyarakat Jawa. manusia bersikap menyera terh hadap nasibnya. Dalam dun kosmis ia mistis itu pikiran berbentuk iklis. iD samping itu pengambilan bagian atau partisipasi tingkah laku dan perbuatan manusia dalam stem aturan si 16 Sartono Kartodirdjo. bersifat selaras atau hamonis dan abadi. hlm.

. peng hormatan terhadap nenek moyang itu adal suatu ke ah harusan demi pemeliharaan tata kosmis.18 Penutup Ungkapan-ungkapan maupun pepatah yang ada pada suatu masyarakat dapat mem . cit. Sartono Kartodirdjo. ialah an adanya penghormatan terhadap nenek moyang. hlm. atau upacara. hlm. dengan maksud m embahagiakan dirinya dan juga membahagiakan kekuatan al gaib yang am mungkin akan mengganggunya. Op.51 yang sesuai dengan alam itu.. 71. am maka hubungan ritual atau kero anian dan ke h duniawian harus dilakukan deng maksud an melindungi kerajaan sebagai keseluruhan. 144-155. atau ritus. cit. kan menyangkut a taraf hidup manusia menjadi be rnilai. Menurut kepercayaan kuno.. 17 18 Sistem Gotong Royong …. Oleh karena onsepsi adanya dua bagian k dalam kosmos dan masyarakat it mempunyai u arti yang besar sekali pada al pikiran Jawa. salah satu ta yang nda esensial dari kerajaan-kerajaan di dalam kerajaan Jawa. Untuk menunjukkan nilai itu perlu buat lambang. di simbol.17 Menurut Sartono. Op. yang tidak dapat diraguk lagi. atau selamatan. Ikatan antara bagian dunia hidup dan bagian dunia mati diperkuat oleh upacaraupacara penghormatan itu.

Oleh karena ungkapan-ungkapan tersebut berisi ataumerupakan norma-norma. tradisional sebagai suatu medi sudah tenu a. nilai nilai tersebut mengandung fungsi pokok sebagai penegak orma-norma n sosial yang dijadikan sebagai penegakan hidup seseorang. dan ada yang a . artnya disebarluaskan i dari mulut ke mulut. sehingga ungkapan tersebut menjadi suatu pedoman hidup yang harus dilakukan oleh seseorang bila hal itu mengand kebaikan. dihindari atau tidk dilakukan bila a itu berakibat tidak baik. meru gikan diri sendiri. maupun merugikan orang lain. moral. Bagi masy arakat Jawa. ungkapan ini dipergunakan seba ai suatu car g a untuk menyampaikan norma -norma yang berlaku di masyarakat dengan tidak secara langsung. t mempunyai nilai-nilai yang baik (karena me ngandung nilai-nilai edukatif. ung Sebaliknya. k Demikianlah. dan eti a).52 berikan kepada kita gambaran ata nilai moral t masyarakat yang bersangkutan. atau aturan-aturan adat istiadat yang dianggap mempunyai nilai mo ral yang tingi. Ungkapan-ungkapan ini tumbuh dan ber kembang di dalam kehidupan mas yarakat dengan cara oral atau lisan. Ada makna di dala ungkapan m tersebut yang bersifat metafor. Norma-norma ini dipergunakan sebagai sistem dalam proses sosialisas dan sistem i pengendalian sosial yang efekt Ungkapan if.

Dalam pemikiran Jawa. 1-2. Ungkapan Tradisional . cit. tekanan diberkan kepada batin.20 Bahwa masyarakat Jawa lebih me mentingkan kondisi sosial -spiritualnya daripada kondisi materiil dapat pula taki lihat dari 19 20 Ungkapan Tradisional .dunia materiil dinilai negatif. op. Dunia Jawa. . dan mereka sangat menyadarinya. Meski orang a Jawa terkenal dengan toleransi terhadap nya pendirian-pendirian yang berbeda. Perhatian mereka terpusat pada manusia dan upacara-upacara. adalah terutama su dunia sosial atu yang dianggap mengatasi kondis i-kondisi materiil. sehingga dapat dipergunakan untuk melihat aspek kehidupanmasyarakat pendukungnya.19 Menurut Niels Mulder. namun pendirian-pendirian itu tidak boleh mengganggu pada yang dianggap tatanan sos yang baik. pada wayang dan politik. hlm.53 secara wajar yang kesemuanya dpat dipelajari a dengan seksama. ratio. ial tatanan sosial adalah tata moral yang tidak boleh diterjang oleh individu. 1-2. dan ksar. hlm. i rasa.. dan halus seraya menjauh dari lingkungan materiil yang tercermin alam pengertian d pengertian lahir. pada mistik dan keterangan-keterangan ajaib tentang kejad iankejadian sekarang maupun yangakan datang.. cit. orang Ja a lebih w terserap dalam lingkungan sosial dan kultura l. op.

cit. yang r mengandung ajaran agar setiap orang bersifat sederhana. hlm. Sikap menonjolkan kelebihan dirinya kepada orang lain adalah sifat yang tidak bai Sebab m k. keadilan. mereka dapat diperlakukan deng seenaknya.21 Orang Jawa sekalipun mempunyai sifat andap asor. enonjolkan kelebihannya dapat menybabkan sesee orang menjadi takabur. merupakan o prinsip tentang tingginya nila kehormatan i 21 Ungkapan Tradisional .. dan kerjasama (tolong-menolong) yang harus lebih diutamakan. tidak sok kaya atau sok pandai. op. tinimbang kalah uwng”. . yang maksudnya bahwa ” orang harus bertindak adil sera saling tolong t menolong. Bahkan sifat l sombong atau takabur itu akan menjerumuskan seseorang atau mencelakakan diri sendiri. Jadi bukan sedikit bnyaknya pema bagian yang diperoleh yang men tujuan jadi utamanya. sedangsifat takabur akan berakibat buruk. sabar lan nrima tidak berarti bahwa . Dalam ungkapan“luwih becik kalah uang.54 ungkapan-ungkapan “ ana sithik didum sethithik.mereka tidak segan-segan mengorbankan apapun juga demi harga dirinya. an apalagi kalau perlakuan itu sudah di luar batasbatas yang bisa ditolerirnya. tetapi kebersamaan. lamun pinte aja kuminter”. 109-110. Demiki n juga ungkapan lamun a “ sugih aja sumugih. ana akeh didum akeh. setidak -tidaknya akan dijauhi oleh kerabat atau kenaan.

Ungkapan tersebut engandung m pengertian. Hal ini tidak lain didasari oleh nggapan dalam a masyarakat Jawa. Adapun pengorbankan untuk me dapatn kan sikap dan tindakan diorangkan. gap orang harus bersedia berkorban. suatu aib yan dinilai paling g hina seseorang ora diwongake (dinilai bukan manusia). 115-116. hl.. bila orang harus kehilangan martabat sebagai ma nusia. Dengan demikian diharapkan ag ar orang-orang senantiasa bersikap dan bertindak hati-hati di dalam pergaulan sehari -hari.55 seseorang. Nilai manusia lebih tinggi daripada nilai benda. di manapun dia berada. Agar diang orang.22 22 Ibid. bahwa kekayaan ber wujud harta benda tidak ada arti nya. harus bersikap dan bertindak baik. ialah harus pandai bergaul. Jer basuki mawa baya. .

sebelum kita memas analisis uki . karena kekuas aan erat kaitannya dengan masalah kepemimpinan.Bagian Keempat KONSEP KEKUASAAN JAWA DAN PENERAPANNYA Setiap masyarakat. disebabkan oleh perbedaan latar -belakang sosial budaya dan pandangan hidupnya. maupun seti p bangsa a pasti memiliki konsep tentang kekuasaan (power). Perbedaan ini tidak lain. Dalam masyarakat Indonesia yan terdiri g dari berbagai macam suku bangs dan pan a dangan hidup. dengan sendiriny terdapat a bermacam persepsi mengenai kekuasaan. dan bahkan merupakan satu kesa tuan yang tidak terpisahkan. Hal ini disebabkan. Konsep keku asaan antara masyarakat (bangsa) yang satu dengan masyarakat (bangsa) yang lain suda barang tentu h berbeda-beda. Oleh karena itu.

“Caracara pendekatan terhadap Kekuasaan Sebagai Suatu Gejala Sosial”. Aneka Pemikiran tentang Kuasa dan Wibawa. dan ilmupolitik pada khususnya. 2 Soelaeman Soemardi. 1984. politik (politics) diangggap tidak lain dari salah ma kekuasaan belaka. sesu gguhnya dipen ngaruhi oleh “sikap jiwa pribadi” dari pembahas yang bersangkutan. serta r menelaah hubungannya dengan be berapa konsep yang sangat erat kaitan dengannya.57 mengenai konsep kekuasaan Jawa.1 Ada beberapa penge rtian yang diberikan oleh para ilmuwan mengenai definisi kekuasaan. seperti halnya gejala yan g menyangkut masalah kemanusiaan. hlm. “Konsep Kek uasaan: Tinjauan Kepustakaan”. Jakarta: Sinar Harapan. yang banyak dibahas dan diperm asalahkan. dalam Miriam Budiharjo (ed. 2 Perbedaan dalam menganalisa ke uasaan k sebagai sesuatu gejala sosial sudah mulai 1 Miriam Budiharjo. Apalagi jika yang dibahas itu gejala yang sensitif. 9. hlm. karena di antara konsepilmu politik. Sekalipun pa ndangan ini telah lama ditinggalkan.. akan tetapi kekuasaan tetap merupakan gejala yang ngat sentral sa dalam ilmu politik. adalah kekuasaan. dalam Ibid. pada suatu ketika. Hal ini dise babkan karena konsep ini bersifat sangat mendasar dalam ilmu sosial pada umumnya.). Perbedaan pengertian ini. Hal ini perlu. . Malahan. 30. ada baiknya kita membicarakan terlebih dahlu beberapa u aspek dan sifat kekuasaan secaa umum.

Akan tetapi fungsinya tau sifatnya a tidaklah harus selalu merupakan paksaan. kalau kita memperhatikn bagaimana a kekuasaan itu diartikan. dan ada yang pada hakekatnya bersifat “paks aan” ( oercion). dan tidak bukan adalah penggun paksaan aan yang kuat”. mampuan untuk melaksanakan kemauan kendatipun orang lain menentang”. c Sebgai contoh. Jr. Pendapat senada dikemukakan oleh C. Untuk kelompok yang kedua ini. 31. yang mengata kan: “Kekuasaaan itu adalah dominas yaitu ke i. D emikian pula Harold D.3 Suatu pengertian yang lain ten tang kekuasaan terlihat dalam karangankarangan Talcott Parsons. Laswell menganggapny “tidak lain a. dan M arion Levy. kekuasaan a alah “pemid likan fasilitas untuk mengawas Akan tetapi i”. Ada uatu kelompok s pendapat yang mengartikan keku asaan itu sebagai suatu dominasi (dominance). misalnya pendap Strausz at Hupe. Untuk Parsons umpamanya.58 nampak. yang merumuskan kekuasaa sebagai n “kemampuan untuk memaksakan mauan ke kepada orang lain”. . … untuk menca tujuan-tujuan yang pai 3 Ibid..pengertian pokok dari kekuasaan adalah engawasan” “p (control). hlm. keperluannya ialah untuk “pela ksanaan fungsi dalam dan untuk masyarakat seb suatu agai sistem”. Robert S. Wright Mills. Lynd.

. Robert Lynd mengumumkan bahwa: “kekuasaan sebagai suatu sumber sosial social resource) yang utama ( untuk mengadakan pengawasan da beralih pat wujud dari suatu paksaan sampai dengan suatu kerja sama secara sukarela.59 telah ataupun akan ditentukan secara mengikat oleh umum. te rgantung daripada perumusan ketertiban dan kekacuan sebagaia mana ditentukan. bahwa “kekuasaan selalu menyimpulkan imbangannya oleh tanggung jawab.. 32. persoal pokok an untuk kelompok paham terakhirini. Seiring dengan ini. hlm. ialah “legitimasi” (legitimacy) atau “pembenaran” d ari “dasar” kekuasaan. Sebagaimana dirumuskan oleh Parsons: “legitimasi dari pengawasan demikian itu mempunyai arti yang enting untuk p kedudukan kekuasaan dalam masy arakat dalam hubungannya dengan sistem tuju an-tujuannya”. yang bera pertang rti gungan jawab dari individu -individu terhadap individu-individu atau golongan -golongan lain- 4 Ibid. 4 Dengan perkataan lain. Akirnya. diubah dan di pelihara dalam suatu masyarakat tertentu”. Selanjutnya Marlon Levy menjel askan. Marlon h Levy menjelaskan bahwa: “pengg unaan kekuatan fisik hanyalah merupakan suat bentuk eksu trem dari cara penggunaan itas dan otor pengawasan atas tindakan-tindakan orang lain”.

Dari perbedaan inilah sudah logis timbul pandangan-pandangan yang berbeda pula mengenai a-cara car berjalannya politik dan sejarah. dalam op.60 nya atas tindakan -tindakannya sendiri dan tin dakan-tindakan orang lain”. “Gagasan tentang Kekkuasaan dan Kebudayaan Jawa”. Hal ini disebabkan karena konsepsi Jawa berbeda secara radikal dari konsepsi yang tel h berkembang di a Barat sejak Zaman Pertengahan.5 Sekalipun ada banyak pandangan yang berbeda mengenai kekuasaan.. ga tingkah-laku terakhir menjadi sesuai engan d keinginan dari pelaku yang punyai mem kekuasaan. cit. maka kita akan mengetahui. cit. an tetapi ak agaknya ada satu inti yang ter lihat dalam semua perumusan itu. . bahwa salah satu kunci untuk memahami teori politik Jawa mu ngkin adalah tafsiran secara tradisional ntang apa yang te dinamakan kekuasaan oleh ilmu sosial.O’G. Anderson. kaau kita l mempelajari kepustakaan Jawa lasik dan k tingkah-laku politik Jawa dewasa ini. Miriam Budiardjo. konsep kekuas aan atau otoritas kharismatik di dalam masyrakat 5 6 Ibid. loc.6 Sependapat dengan Anderson. hlm 47.7 Menurut Sartono. yaitu bahwa kekuasaan dianggap sebagai kemampuan pelaku untuk mempengaruhi orang lain sedemikian rup sehing a. 7 Benedict R.

Mukti lebih berhubungan dengan kedudukan yang penuh dengan kesejahteraan. kemampuan. dan masyarakat Jawa pada khususnya. Nilai -nilai kesatuan dan harmoni dilengkapi dengan hira Manusia rki. Mandraguna menunjukkan kepada kecakapan.). i sudah dikenal adanya hirarki osial. . seperti olah -senjata. Wibawa berarti kedudukn terpandang a (prestise) yang membawa pengaruh besar.61 Indonesia pada umumnya. Jakarta: LP3ES. mempunyai denoasi pengert tian kesaktian. hlm. bahwa konsep Jawa mengenai kek uasaan berdimensi empat sesuai dengan konsep pewayangan: sakti-mandraguna. n dalam masyarakat Indonesa. mukti-wibawa. viii. bahwa dalam hubun gan sosial terdapat stratifikasi sosial d sifatnya kosmis an klasifikatoris hirarkis. pengeta huan. Kepemimpinan dalam Dimensi Sosial. dalam urai annya soal konsep kekuasaan Jawa perlu diutarakan di sini. 8 Penerapan Konsep Kekuasan Jawa pada Masa Pemerintahan Raja-Raja Mataram Sebelum masuknya Hindu ke Indoesia. Namun berbeda dengan penjelasan Ben Anderson. Mereka s beranggapan. secara kodrati tidak sederajat. 1984. dan sebagainya. ataupun ketrampilan dalam satu atau beb erapa bidang. kesenian. Semua h ubungan 8 Sartono Kartodirdjo (ed. khususnya Jawa.

tertinggi yakni kasta Brahmana. Agama Hindu jug memper a kenalkan dewa-dewa sebagai penguasa tertingg i yang harus dihormat dan sekaligus dipuja. Setiap kasta sudah memi tugas dan liki tanggungjawabnya masing-masing di dalam masyarakat. Dalam ajaran Hindu. Ketidak samaan ini disebabkan karena seseorang dilahirkan dari asal keturunan yang erbeda. sehingga seseorang akan hidup dan matidalam strata sosialnya. masyarakat dikelompokkan dalam empat kasta besar dari yang . yang dalam agam Hindu disebut a kasta.62 sosial secara hirarkis diatur oleh nuansa-nuansa halus perbedaan kedudukan. . Hirarki sosial semacam ini sem akin di pertegas lagi setelah masuknya agama Hindu ke Indonesia. raja sebaga kepala peme i rintahan harus pula menghormat dewa i dewanya. i Dengan sendirinya. Agama Hindu mengajakan bahwa r strata sosial se seorang tidaklah sama. serta satu kasta terendah yakni kasta Paria. Ksatria. Perbeb daan ini berlangsung terus -menerus. sehingga pembagian ugas dan pe t kerjaan seseorang akan sangat ditentukan oleh kastanya. Sudra. Selain memperkenalkan hirarki sosial yang semakin tegas. Waisya.

63 Adanya kekuasaan pemerintahan dan kekuasaan keagamaan semacam ini. dibuatlah hikayat. penjelmaan. Melalui para pendeta. dan akhirn pernyataan ya legitimasi merupakan bukti yan sangat terang g ketidakmungkinan hancurnya hub ungan ter sebut. mitos. ritu dan upacara pelantikan raja. yang pada dasarnya berisi penjelasan guna melegitimasikan kekuasaan raja. Salah satu diantaranya adanya ajaran. adalah dengan pendek atan yang bersifat “legitimasi”. maupun pegawai istan yang ahli di a bidangnya. pantun. Eratnya atribut kekuasaan dengan atribut keagamaan menunjukkan adanya katan yang i selalu terdapat diantaranya. raja d berusaha memperkuat kedudukanya. babad. ejarah cenderung s memutuskan ikatan ini. s ritus dan upacara pelantikan aja. bahwa para raja adalah keturunan. sudah barang tentu dianggap memperlemah ked udukan raja. serta lain l -lainnya. silsiah. Akan tetapi ikatan ini paling jelas terlihat pada tahapan dini suatu permul an baru. pujangga. t Tulisan para sejarawan dan antopolog tentang r kekuasaan tertinggi yang disat ukan dengan pribadi raja. atau pengantara dewa -dewa (konsep dewa-raja). peraturan r peraturan yang mempertahankan jarak antara raja dan rakyatnya. Oleh karena itu engan berbagai cara. ketika a . namun idak berhasil. Cara yang ditempuh.

Kesakralan kekuasaan jug a terungkap dalam perasaan -perasaan yang me ngikat rakyat pada rajanya. adalah pertanda wahyu.64 kerjaan timbul dari magi dan gama. khususny yang a menganut mistik. berkat adikodrati. 1. dalam ibid. mem erkati dan men jamin kesejahteraan para warga. i 9 Georges Balandier. Kraton di bangun dengan mencontoh gambar n kosmos. para raja diaggap termasuk n unsur-unsur mistik di bumi ini yang amat penuh kuasa. dan eratnya hubungan mereka dengan sumbersumber kekuatan asali dianggap memancarkan kekuatan magis yang berasal dari pribadi raja. a melambangkan kedudukan raja di dunia ini selaku pusat semesta. atau rasa takut untuk tidak patuh yang mengand sifat ung pelanggaran terhadap hal sakral.. Nama-nama dari dua raja yang masih dapat ditemukan di Jawa. Ke kuasaan duniawi mereka. . hlm. “Agama dan Kekuasaan”.9 Bagi masyarakat Jawa. yang mewadahi kekuatan kosmis. dalam a suatu bentuk terselubung berup mitologi yang a merupakan satusatunya penjelasan tentang peristiwa-peristiwa ini dan menega skan ketergantungan manusia secara berganda kepada para dewa dan raja -raja. salnya suatu mi penghormatan atau kepatuhan to yang tidak tal dapat diterangkan oleh akal budi. yakni Paku Buwono di Solo dan Paku Alam d Yogyakarta.

jadiWisnu. Ngayogyakarta Adiningrat berarti “Ayodya Yang Makmur. . da Rama adalah n inkarnasi Wisnu. 6. Makalah. “Wayang Wong dan Perjanjian Giyanti 1755: Suatu Kajian tentang Hubungan antara Seni Pertunjukkan dan Perkembangan Politik di Ja wa”. Dari gelar dan nama kerajaannya. hlm. 15.11 10 Niels Mulder. hlm. Yang Indah di Dunia”. Kerajaannya diberinama Ngayogyakarta Adiningrat.M. Soedarsono. 1984.65 yang sama-sama berarti “poros dunia”. meng ingatkan kita pada anggapan ini.10 Usaha raja -raja Mataram di dalam me legitimasikan kekuasaannya. Kebatinan dan Hidp Seharihari Orang Jawa: Kelangsungan dan Perubahan Kultural. yang secara singkat hanya gelar ketiga yan selalu disebut g disebut dalam babad. sebab Hamengkubuwana berarti “Yang Memelihara Dunia”. 11 R. ba wa dia bukan h hanya sebagai pimpinan pemerin tahan. Jakarta: Gramedia. dalam Sminar Nasional Hasil Penelitian bagi senior 1985-1985. Sultan Hamengkubuwana sering dikataka sebagai n Wisnu yang sedang turun ke bumi. Dalam babad -babad. tetapi juga sebagai pimpinan keagamaa dapat kita n lihat dari gelar Pangeran Man gkubumi yang menggunakan gelar kerajaan Kanjeng Sultan “ Hamengkubuwana Senapati Ing Al Ngabdurrahaga man Sayidin Panatagama Kalipatullah”. Ayo adlah dya nama ibukota kerajaan Rama. yaituHamengkubuwana. jelas sultan Hamengkubuwana I mengidentifikasikan dirinya dengan Wisnu.

bahwa dinasti Mataram memang berhakdan layak memerintah kerajaan. jelas dimaksudkan agar dia diakui dan dihormati sebagai pimpinan aga a Hindu dan m sekaligus sebagai pimpinan agama Islam. turunan para “wali”. dia adalah keturunan araj Majapahit. besarlah peranan pu jangga kerajaan sebagai penulis babad. menunjukkan bahwa dia juga sebagai seorang panglima perang. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara .12 12 G. Hal ini bisa dimengerti. Dalam penusunan sily silah ini. yakni agama Islam. bahwa Pangeran Mangku bumi juga seorang pimpinan danpelindung agama Islam. Di samping itu gelar “ Senapati Ing Alaga”. yang mahir dalam bidang peperangan. “Doktrin Keagun Binataan: Konsep g Kekuasaan Jawa dan Penerapannya oleh Raja-Raja Mataram”. Senapati sebagai pendiri dinas adalah ke ti. Kekuasaan dan Kejahatan: Beberapa Aspek Kebudayaan Jawa. karena dari pihak ibu. Dengan demikian orang mendapat kesan. Sementara itu dari pihak ayah. bahwa pada sa ma itu masyarakat Jawa yang semula me nganut agama Hindu. dalam Wanita. sudah banyak pula yang menganut kepercayaan baru. Gelar yang bersifat Hinduistis dan Islam ini. Moedjanto. Legitimasi kekuasaan in juga apat kita d lihat dari silsilah raja-raja Mataram yang menunjukkan keunggulan trah.66 Gelar “Ngabdurrahman Sayidin Panataga ma Kalipatullah” berarti.

kekuasaan raja yang besar dapat ditandai oleh: 1. tombak. . maka ini dianggap berkurangnya kekuasan raja. dan sering dianggap sebagai atanda datangnya pr kehancuran dinasti yang sedang berkuasa. 13 Benedict R. menurut tradisi lama Jawa. maka kek uasaan atau kekuatan yang dimiliki benda-benda atau orang itu diserap dan ditambahkan pa kekuasaan da penguasa. tetapi juga leh berbagai o macam manusia luar biasa seper orang bulai ti (albino). 57. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. orang kerdil. 33-34. Anderson. Direktorat Jende ral Kebudayaan. a r latalat musik suci. 2. kereta. Kalau benda itu atau orang itu hilang dengan cara bagaimanapun juga. luas wilayah kerajaannya. ‘G. op. hlm. Kratonnya tidak saja dipenuhi oleh kolek benda-benda si pusaka tradisional. seperti keis.13 Secara sengkat.. pelawak. danenda-benda b keramat lainnya.67 Lagipula. cit. Oleh karena tinggal bersama di dalam keraton dengan penguasa itu. dan ahli nujum. penguasa mengumpulkan di sekelil dirinya ing benda atau orang apapun yang d ianggap mempunyai atau mengandung kekuasaan.O. luasnya daerah atau kerajaan taklukan dan berbagai barang persembahan ngya disampaikan oleh para raja taklukan. 1985. (Javanologi).

kekayaan.14 Dalam konsep kekuasaan Jawa.68 3. Kekua saan yang besar di satu pihak dan kewajiban yag seimbang di n lain pihak.. hlm. Moedjanto. gelar-gelar yang disandang dan kemashurannya. 6. merupakan inti kon kekuasaan sep 14 G. 4. 7. besarnya tentara dengan segala jenis perlengkapannya. cit. kekuasaan yang besar tadi harus diimbang dengan ke i wajiban yang dirumuskan dalam kalimat ”berbudi bawa leksana. ambeg adil para marta” (budi luhur mulia dan bertindak adil terhaap sesamanya). d Raja yang dikatakan baik. adal raja yang ah menjalankan kekuasaanya dalam keseimbangan antara wewenangnya yang besarsengan ke wajiban yang besar pula. kesetian para bupati dan punggawa lainnya dalam menunaikan tugas kerajaa dan n kehadiran mereka dalam paseban yang diselenggarakan pada hari-hari tertentu. . op. 27. 5.. kebesaran dan kemeriahan upacaa kerar jaan dan banyaknya pusaka sert per a lengkapan upacara yan nampak dalam g upacara itu. seluruh kekuasaan menjadi satu dita ngannya. tanpa ada yang menyam dan ai menandingi.

cit.16 Dari keterangan di atas nampak bahwa . cit. Lihat juga. bahwa 15 Soemarsaid Moertono.69 Jawa seperti dicerminkan dalam kekuasaan rajaraja Mataram. akan mendapat pujian yang begitu tinggi dari rakyatnya. hlm. mukti wibawa” seperti yang dikemukakan ole h Sartono.15 Raja yang dapat melaksanakan ak dan h kewajibannya dengan seimbang. konsep kekuasaan Jawa yang ” sakti mandraguna. 36. 26 dan 28. bau dendha nyakarti” seperti yang dikemukakan ole h Soemarsaid Moerono. Moedjanto. hlm. Penutup Konsep kekuasaan Jawa. memang merupakan konsep kekuasaan Jawa yang dianut semasa kerajaan Mataram. maupun konsep kekuasa Jawa an ”wenang wiwesa ing sanagari” dan ”gung bintara. Moedjanto. op. yakni konse dewaraja. G.. 26 dan 28. . 1968. 16 G. dalam be erapa b hal memiliki ciri-ciri yang sama dengan hampir kebanyakan konsep kekuaaan dalam masya s rakat tradisional. State and Statcraft in Old Java. sehingga raja yang demikian itu digambakan bukan lagi r sebagai manusia biasa dengan esaktian yang k menumpuk tiada tara. op. p Konsep ini pada dasarnya dimak sudkan. hlm. Begitu tinggi penghormatan dan pujian itu. Ithaca..

70 raja sebagai kepala pemerintah dan sekaligus an kepala keagamaan/pimpinan spritual.setelah p masuknya Hindu ke Indonesia. atau a pun mengambil garis keturunan dari wali -wali penyebar agama Islam. Ketika agama Islam masuk ke Indonesia dan menjadi salah saut agama yang mempunyai penganut sangat besar. khususnya Jawa. maupun enjelaman p dewa. dengan mengambil garis keturunan (silsilah) dar nabi nabi yang i sesuai dengan kepercayaan agam Islam. bahwa raja adalah seoran yang sakti dan g kesaktian adalah salah satu ke percayaan yang biasa dianut oleh masyarakat rimitif. keturunan dewa. Adanya konsep kekuasaan. seorang raja mengidentifikasikan dirinya sebagai dewa. Adanya per bedaan ini menunjukkan bahw konsep ke a kuasaan Jawa di samping memili persamaan ki . para raja juga erusaha memanb faatkan pengaruh keagamaan ini guna mem perkokoh kedudukannya. Perbedaan ini tentu saja diseb abkan karena Indonesia khususnya Jawa. bahwa konsep keku asaan Jawa khususnya Mataram. memiliki latar belakang budaya yang berlainan bila dibandingkan dengan masyarakat lainnya. mencakupi kekuasaan yang bersifat religius (keagam aan) dari keper cayaan yang pernah ada. Perbedaanya. sebagai salah satu carayang ditempuh guna melegitimasikan kekuasaan ya.

sehingga Jawalah yang paing banyak di l pengaruhi dan sekaligus banyak berbagai sektor sosial budaya masyarakat di Indonesia. Adanya kenyataan bahwa elit po di In litik donesia umumnya berasal dari uku bangsa s Jawa. pengaruh konsep kekuasaan Jawa tentunya juga mempengaruhi konsep kekuasaaan masyarakat lainnya di Indonesia. Bila dibandingkan dengan suku bangsa lainnya di Indonesia. sekaligus juag memiliki perbedaan yang m erupakan ciri khas masyarakat Jawa. maka masyarakat Jawa adalah yang paling banyak mendapat pengaruh dari berbagai budaya asing. maka tidak disangkal lag bahwa kehi i dupan pemerintahan ataupun ken egaraan di Indonesia diwarnai oleh budaya Jawa de ngan berbagai ciri feodalismenya.71 dengan masyarakat atau bangsa lain. hampir semua pusat kekuasaan pemerintahan yang ”b erskala na sional” umumnya berpusat atauterdapat di Jawa. Budaya Jawa adalah budaya yang sangat feodal dan kefeodalannya seben arnya tidak dapat dilepaskan dari latar bela kang sejarahnya. Budaya Jawa yang sangat feodal sebenarnya kurang cocok dengan alam emokrasi di d Indonesia. Mengingat masyarakat Jawa meru pakan mayoritas di Indonesia. Terlebih lagi. namun demikian feodalisme Jawa ini ternyata tidak selalu diutamak d an alam ke - .

Dalam keluarga Jawa. bukan saja toleran terhadap budaya lain. Dalam bahasa Sunda pun kemudian juga dikenal ting katan bahasa (undak-usuk) dan berbagai etika Jawa deng an segala stratifikasi sosialnya. tidak merupakan hal aneh jika salah satu anggota k eluarganya . yakni sikap tolera n yang kemungkinan sukar dicaribandingannya pada suku bangsa lainnya. Mem ang pernah. Bahasa Sunda yang semula tidak mengenal undak-usuk. dulu ketika kekuasaan Mataram masih berperan dalam bidang politik di Indonesia. Namun demikian. ka rena ada nilai moral (etika) lain yangsekaligus menjadi semacam isolator yang menghambat ber kembangnya feodalisme ini. Sikap ma toleran semacam ini dap dilihat dari latar at belakang sejarah budaya Jawa. Toleransi yang besar yang dimi oleh liki orang Jawa. tetapi juga terhadap aga lain.72 hidupan berbangsa dan bernegara. hal ini tidak perlu dicemaskanoleh berbagai suku bangsa lainnya. telah menda at warna baru yang p semakin mempertegas dan memperjelas adany a tingkatan-tingkatan sosial. budaya Sunda yang sebenarnya dan sebelumnya lebih demo kratispun sempat difeodalisasi an oleh budaya k Jawa. dari sejak masuknya bangsa Barat dengangamaa Nasraniya dan budaya Baratnya. mengingat orang Jawa juga memiliki kelebihan lainnya.

bahkan dengan bangsa lainnya. I membuktikan adanya sikap toler n yang demi a kian. menikah y dengan suku bangsa lain. Ha ini bukan saja l ditandai atau dibuktikan denga diketemukann nya berbagai bangunan keagamaa agama n Budha. Demikian juga. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya bangunan keagamaan Hindu yang diketemukan di berbagai daerah di pulau Ja a. dan bahkan mendapat sambutan yang sangatmenggembirakan dari orang Jawa. Dari pengalaman historis sukubangsa Jawa sejak masuknya Hindu kendonesia. tidak mengalami hal sulit. tidak merupakan hal aneh jika dalamkeluarga Jawa terdapat anggota keluarganya ang. seperti Candi Borobudur yang terkenal . khususnya di w Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masuknya agama Budha ke Indonesia (Jawa)-pun.73 menganut agama lain yang berbe dengan da agama kedua orang tuanya. sehingga agama ini dapat berkembang pesat di Jawa bila dibandingkan dengan di daerah lain yang emiliki m budaya lain. Hal semacam ini kemunkinan merug pakan hal yang sangat sulit dapat atu di a diketemukan dalam lingkungan eluarga dari k suku bangsa lainnya. Bangsa Indonesia (Jawa) yang sebelumnya menganut kepercayaan an imisme-dinamisme dapat menerima pengaruh agama Hindu dengan berbagai etika dan budayanya.

Pada waktu bangsa Barat (Portuis. Mengingat ayoritas pen m duduk Indonesia adalah dari su bangsa Jawa. ku sudah bisa dipastikan bahwa mayoritas pemeluk agama Islam-pun adalah terdiri dari orang-orang Jawa. kemudianmasuk pula orang Arab dengan agama Islamn Agama ya. tetapi juga diketemukan uatu kenyataan s bahwa di Jawa telah terjadi ulturasi antara ak budaya Hindu-Budha dan Jawa. Spag nyol dan Belanda) dengan buday Barat dan a agama Nasraninya masuk ke Indonesia. tapi dan ter te - . bahkan kemudian mampu berkembang pesat di Jawa dan juga di berbagai daerh di Indonesia. tetapi juga Ja terbesar di dunia. Ter ng jadinya berbagai pertikaian dengan bangsa Barat sebenarnya bukan disebabkan oleh perbedaan agama atau budaya Baratnya. Selain masuknya agama Hindu dan Budha ke Indonesia (Jawa). yang dalam pe laksanaan ritualnya sudah bara tentu men ng dapat ”corak Jawa” pula. a Agama Islam di Indoneisa telah menjadi agama yang bukan saja terbesar di wa. Diket emukannya patung hari-hara yang merupakan per wujudan patung Hindu-Budha. juga diterima secara terbuka oleh ora Jawa.74 itu. demikian juga terjadinya sinkretisme antara agama Hindu Budha-Anisme/Dinamisme (Jawa). Islam diterima secara terbuka oleh orang Jawa.

yang bahkan seringkali leb dominan di ih bandingkan dengan pengaruh dar luar itu i sendiri. bukan saja memberikan ma nfaat yang sangat positif. ataupun warna ”kejawaanya” aka selalu nam n pak. kan termasuk juga terjadinya perla anan terhadap w bangsa Barat yang semula bersifat politik. sekalipun tidak bisa dipungkiri tentunya juga memilki segi-segi nei gatifnya. Sebab dalam gera sosial. yakni ”baju” keagamaan ataupun kebangsaan. kebesaran (mayoritas) suku bangsa Jawa juga tetap me miliki peran besar yang positif dalam kehid pan berbangsa u dan bernegara di Indonesia. Kalau dalam sejarah perla anan terhadap w Barat diketemuk an adanya perlawanan yang bersifat rasialis ataupun bers keagamaan.75 utama disebabkan karena adanya sikap se wenangnya-wenang yang dilakukan oleh par a pemuka Barat terhadap bangsa ndonesia (JaI wa). Demikian juga sebaliknya. sekalipun orang Jawa mendapat berbagai pengaruh dari berbagai budaya la namun corak in. dapat saja di beri ”baju” lain. tetapi juga manfaat yang strategis bagi terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa. . Dengan demikian. ifat sebenarnya hanya merupakan pem per icu lawanan saja. Seperti pernah dikemukakan seb elumnya. Mayoritas suku bangsa Jawa di Indonesia yang terdiri dari banyak sukubangsa dan bu daya.

atau paling tidak setiap suku bangs sama baiknya a dan sama besarnya.76 Kalau bahasa Indonesia dibangg akan sebagai ”bahasa persatuan”. atau ne gara-negara Afrika lainnya. India dan lain -lain. Penduduk asli setempat ti dak ada yang menganut agama . suku bangsa Jawa dapat disebut sebagai suku bangsa pesatuan. Hal semacam ini jarang dikemukakan pada suku bangsa lainnya di Indonesia. Sehingga tidak menutup kemungk inan. karena r dengan adanya suku bangsa inipersatuan dan kesatuan nasional dapat tetapdipertahankan. bahwa nantinya nasionalisme justr tumbuh kembang u dari lingkungan keluarga Jawa yang sekarang ini sudah berbaur dengan banyak ku bangsa su lainnya. Afrika Selatan. Sifat fleksibel dan toleran ya dimiliki suku ng bangsa Jawa. pertikaian antar etnis seperti yang sering terjadi di berbaga negara seperti i India. sebagai contoh misal di kota Medan para penganut agama Hindu atau Budha semuanya berasal dari keturuna asing seperti n Tamil. membawa dampak po bagi sitif terciptanya kesatuan nasional. bahkan juga dengan ba nyak bangsa. pasti sering terjadi. maka sukubangsa Jawa juga dapat dan berfungsi demik Bisa ian. dibayangkan seandainya di Indo nesia ini setiap suku bangsa memiliki anggapanbahwa suku bangsanyalah yang paling baik paling besar. Dengan demikian.

sehingga antara kekurangan dan kelebiha nya itu dapat n dicari suatu alternatif sikap. yang intinya mencerminkan pe rlunya sikap demokratis terhadap sesamanya. juga sikap dan sifat adil guna diperoleh suatu kebenaran dala kehidupan m bermasyarakat dan bernegara. baik dalam kehidupan berbangsa d bernegara. sehingga memberikan peluang yang sangat baik bagi semakin terciptanya iklim demokrasi di Indonesia. Sikap yang demikian ini selain mengajarka perlunya sikap n demokratis. seperti agama Hindu dan Budha. hal ini berbeda misalnya dengan orang Jawa. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa imur mayoT ritasnya berbagai Islam. maupun an dalam berbagai sektor kehidupa lainnya. dan digantikan oleh . Apalagi sikap feodal ini umumnya hanya dimiliki oelh generasi itu. yang sebentar lagi sudah akan berak perannya hir dalam kancah kehidupan politik maupun pemerintahan di Indonesia. ejalan dengan S semakin meluasnya pendidikan id Indonesia. maka feodalisme Jawa tentunyajuga akan semakin menipis. Kelemahan yang dimiliki oleh budaya Jawa yang satu akan dapat ditanggul oleh angi kelebihan etika Jawa yang lainlagi. n Feodalisme Jawa dapat diatasi oleh sikap tenggang rasa. tetapi di antara mereka terdapat juga pemeluk agama lain.77 tersebut. Sekalipun di wilayah Jawa tengah.

dan Antar Golongan). karena suatu masyarakat yang semakin besar maka rasa . Ras. yang membedakannya adalah amal dan ibadahnya”. n khususnya agama Islam yang menajarkan pag ham keadilan. kesamaan derajat umat manusia. ke agamaan. baik masalahkesukuan. tetapi tidak kalah pentingnya adalah semakin meluasnya ajara keagamaan.78 generasi muda yang sudah banya mendapat k didikan yang lebih demokratisdibandingkan dengan pendahulunya. tetapi a seharusnya justru budaya lain akan terwadahi oleh budaya Jawa yang terkenal sangat toleran di berbagai bidang. Toleransi budaya ataupun orang Jawa ini akan semakin berkembang sejala dengan n semakin besarnya jumlah orangJawa. Terkikisnya sikap feodal Jawa ini nantinya bukan hanya disebabkan oleh me ningkatnya pendidikan di Indonesia yang emakin meluas s dan semakin maju. Hal ini sejalan dengan ajaran agama Islam dari salah satu ayat ajarannya. sem benarnya tidak perlu dikhawati rkan akan timbulnya ”Javanisasi” yang akn menghilanga kan corak atau warna buday lainnya. yan antara lain g mengatakan: ”bahwa di hadapan A semua llah manusia itu sama. maupun kebudayaan dan antar golongan (SARA=Suku. Agama. Dari berbagai kenyataan semaca ini.

atau di banyak negara. tertu tup dan rasial. Hal ini berbeda misalnya de ngan suku b angsa minoritas.79 kedaerahan ataupun kesukuannya juga akan se makin melemah. . dan cenderung bersifat radikal. Demikian juga bangsa Yahudi di Israel. atau di berbagai negara di dunia. Se bagai contoh etnis Cina di Ind onesia. maka rasa kes ukuannya justru akan semakin menguat.

Benedict R. 1984. Budiardjo.I. Kepemimpinan dalam Dimensi Sosial.). Kartodirdjo. ”Topeng Madur Filsafat yang a. dalam Sartono Kartodirdjo (ed. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebu dayaan Nusantara (Javanologi). Hadiningrat. Jakarta: LP3ES. 1979/1980. Balandier. . Sartono (ed. Jakarta: LP3ES. ”Agama dan Kekuasaan”. 28 Juli 1991. Jakarta: Sinar Harapan.Geografi Budaya dalam Wilayah Pembangun D. Georges. Mohammad. Jakarta: Sinar Harapan. dalam Miriam Bud iardjo (ed.). Kusumah dan Djenen (ed. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Miriam.O’G. Bakir. Kepemimpinan dalam Dimensi Sosial. dalam Kompas.). Gunawan. Miriam Budiardjo (ed.). ”Konsep Kek uasaan: Tinjauan Kepustakaan”. Aneka Pemikiran tentang Kuasa dan Wibawa . an Yogyakarta. 1986.). 1984. Ryadi. ”Ga gasan tentang Kekuasaan dan Kebudayaan Jawa” dalam . Komunitas Taledhe: Sebuah Gamb ran a Pewaris Budaya asyarakat Pingg iran. Yogyakarta.80 DAFTAR SUMBER Anderson. 1984. tersisa”. Aneka Pemikiran tentang Kuasa dan Wibawa. 1984..

dalam Tempo. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sedjarah Nasional Indonesia. dalam Wanita. 1965.). al). ---------. ”Kreatifitas dan Kemand irian Seniman Jawa dalam Mengolah Pengaruh Budaya Asing: Studi Kasus Tentang Gaya Seni Relief Candi di Jawa Antara Abad IX-XVI”. Moedjanto. Pemikiran dan Perkemb angan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif Jakarta: Gramedia.) (A). Jakarta: Djambatan. al. Jilid I. Dkk. Apa dan Siapa Semar Jakarta: Gunung . Departemen Pendidi kan dan Kebudayaan. .. 1985. Jakarta. ”Doktrin Keagung Binataraan: Konsep Kekuasaan Jawa dan Penerapanny oleh Rajaa Raja Mataram”. Wayang:Asal Usul dan Masa Depannya. Mandayu. dalam Soedarsono (er. No. Sri (A). Jakarta: Penerbit Universitas. --------. 1982. dan Kejahatan: Beberapa Aspek Kebu dayaan Jawa . 22 Tahun XXI. Wayang dan Filsafat Nusantara. Pengantar Antropologi. Cetakan ke-9. Jakarta: Gunung Agung. 1985. ”Ledakan Bisnis Sandiwara Kampung”. tanpa tahun. (B). Agung. Kekuasaan.. (C). 1975. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi). Kusen. 27 Juli 1991. MCMLXXX Tanpa II. (B). --------. Proyek Penelitian dan Pengkaji n a Kebudayaan Nusantara (Javanologi). Tahun. tanpa tahun. Yogyakarta. Sartono (et.81 ---------. G. Mulyono. Rustam F. Koentjaraningrat (ed. . Aspek Ritual dan Kreatifitas dalam Perkembangan Seni di Jawa. Direkt orat Jenderal Kebudayaan. Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Kartodirdjo. Jakarta: Gunung Agung. MCMLXXXII. MCMLXXXII.

Jakarta: b Sinar Harapan.). dalam Miriam Budihard (ed. iWayang Lambang Ajaran Islam. 1985/1986. 1978. Rohaedi. dan Pengkajian Kebudayaan Nusa ntara (Javanologi). Makalah. Ayat. Jakarta: Gramedia. Poedjawijatna. 1975. 1968. Soedarsono. Soemarsaid. Niels. Jakarta: Pradnya Paramita. 1986. Yogyakarta: Yayasan Kanisius. dalam Kompas. Soedarsono. Poedjosubroto. Dampak Modernisasi Terhadap ni Se Pertunjukan Jawa di Pedesaan Proyek Penelitian . Soelaiman. 1984-1985. ithaca. 23 November 1985. 1985/1986. Seminar Nasional Hasil Penelitian Bagi Peneliti Senior.82 Moertono. ”Salakanagara. Sistem Gotong Royong dalam Masarakat Pedesaan Daerah y Istimewa Yogyakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ungkapan Tradisional Sebagai Sumber Informasi Kebudayaan Daerah Daerah Istimewa Yogyaka Departemen rta. ”Wayang Wong dan Perjanjian Giyanti 1755: Suatu Kajian ten tang Hubungan antara Seni Pertunjukan dan Pe rkembangan Politik di Jawa”. Kebatinan dan Hidup Sehari -hari Orang Jawa: Kelangsungan dan Perubahan Kultural. Magnis.. ”Kebudayaan Jawa dalah a Kebudayaan Pusat”. 20 Oktober 1983. Filsafat Sana Sini. Pendidikan dan Kebudayaan. Mulder. ”Cara -cara Pendekatan Terhadap Kekuasaan Sebagai Sua Gejala tu Sosial”. Yogyakarta. State and Statcraft in Old Jaw a. Aneka jo Pemikiran tentang Kuasa dan Wi awa. 1984. Kompas. Suseno. R. Soemardji. Jilid I.M. Kerajaan Sebelum Tarumanagara. . 1984.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful