P. 1
faizal

faizal

|Views: 1,518|Likes:
Published by Muhammad Faizal
pengaruh
pengaruh

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Muhammad Faizal on Jan 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Manusia adalah makhluk sosial yang ingin hidup bersama-sama
dengan manusia lainnya, dan saling berhubungan satu sama lain. Hal ini tidak
terkecuali dalam organisasi, dimana dalam organisasi, terjadi hubungan
antarmanusia dikarenakan adanya usaha mempengaruhi orang lain secara
sengaja untuk melakukan apa yang diinginkan. Hubungan manusiawi
merupakan suatu kegiatan yang cukup berpengaruh dalam suatu organisasi.
Karena di dalamnya terdapat interaksi satu sama lain baik itu sesama
karyawan maupun hubungan antara kepemimpinan dengan karyawan dan
sebaliknya. Dengan terciptanya hubungan manusiawi yang baik dalam

53

Haris, Managing people at work, concept and in interpesoncel bahaviour (new york: johnwilly and
soms, inc, 1985), hal. 105

54

Rustandi, Gaya Kepemimpinan, Pendekatan Bakat Situasional, Cetakan Kedua, (Bandung: Armico,

1987) hal. 25

27

kepemimpinan dengan karyawan, maka akan berdampak pada kinerja dari
karyawan itu sendiri.55

Allah berfirman:

$pκšr'¯tƒ

â¨$¨Ζ9$#

ΡÎ)

3≈oΨø)n=yz

ÏiΒ

9 x.

4©s\Ρé&uρ

öΝä3≈oΨù=yèy_uρ

$\/θãèä©

ŸÍ!$t7s%uρ

(#þθèùu‘$yètGÏ9
4

¨βÎ)

ö/ä3tΒt ò2r&

y‰ΨÏã

«!$#

öΝä39s)ø?r&
4
¨
βÎ)

©!$#

îΛ⎧Î=

× Î7yz

∩⊇⊂∪

Hai manusia! Kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan
perempuan. Lalu kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
agar kamu saling mengenal. Yang teramat mulia diantaramu di sisi Allah,
ialah orang yang lebih bertaqwa. Sesungguhnya Allah maha Mengetahui dan
Mengenal.56

Firman Allah SWT tersebut pada kalimat, “lalu kami jadikan kamu
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal”
,
menjelaskan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, melainkan ditakdirkan
untuk hidup bersama dan saling berinteraksi. Di lingkungan umat Islam setiap
pemimpimpin memikul kewajiban dan tanggung jawab menciptakan dan
membina hubungan manusiawi yang efektif, tidak saja dalam kepemimpinan
bidang keagamaan, tetapi juga dalam semua bidang kehidupan. Hubungan
manusiawi dalam kepemimpinan adalah kemampuan dan cara seorang dalam
memperlakukan orang-orang yang dipimpinnya. Dimana pelakuan itu akan
menimbulkan respon yang akan berpengaruh pada usaha mewujudkan
eksistensi kelompok atau organisasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Kemampuan atau cara tersebut tidak sekedar berbentuk komunikasi lisan dan
tertulis, akan tetapi berhubungan juga dengan gaya dan sikap yang

55

Hadari Nawawi, Kepemimpinan Menurut Islam, (Yogyakarta : Gadjah Mada University press,

2001), hal 43.

56

QS. Al-Hujarat. 13.

28

dipergunakan seorang pemimpin dalam kehidupan sehari-hari, dengan orang-
orang yang dipimpinnya.57

Kepemimpinan yang menggunakan pendekatan hubungan manusiawi
dalam memimpin karyawan, akan memperoleh hasil yang baik. Dimana
tujuan organisasi dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Selain itu
pemimpin juga akan memperoleh dukungan kuat dari karyawan, karena
mereka merasa nyaman dan senang dengan pemimpinnya. Dalam hubungan
manusiawi, fungsi komunikasi sangatlah penting. Hal ini dikarenakan
komunikasi berguna untuk memperbaiki hubungan insani, menyampaikan
gagasan dan mengalirkan pesan-pesan kepemimpinan ke seluruh bagian
organisasi, serta dapat menghindarkan konflik, terutama komunikasi
antarpribadi.

Penting juga penggunaan analisis transaksi yang berguna untuk
membuat prediksi dan mengantisipasi perilaku yang akan muncul dari
seseorang, sehingga dapat dihindari kesalahpahaman. Pemimpin merupakan
seorang komunikator, dimana pada umumnya memiliki kemampuan untuk
melakukan komunikasi atau hubungan yang efektif dalam kepemimpinannya,
sehingga sedikit banyak akan mampu merangsang partisipasi orang-orang
yang dipimpinnya. Hubungan maupun komunikasi yang baik tentunya akan
menciptakan atmosfer yang merangsang anggotanya untuk berpartisipasi aktif
di dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakan hasil
keputusan.58

Ada dua bentuk hubungan manusiawi, yaitu:

a. Hubungan Manusiawi Efektif (positif).

Hubungan ini ditandai dengan kesediaan saling mendekat, karena
menyenangkan kedua belah pihak yang saling berinteraksi. Dalam

57

Hadari Nawawi, Kepemimpinan Menurut Islam, (Yogyakarta : Gadjah Mada University press,

2001), hal 43.

58

Imam Moedjiono, Kepemimpinan dan Keorganisasian, (Yogyakarta : UII Press,2002), hal 170.

29

kepemimpinan, hubungan ini mendorong tumbuhnya kemauan untuk
ikut berpartisipai dalam melaksanakan berbagai kegiatan organisasi.
Kebersamaan itu kemudian akanmemunculkan rasa memiliki terhadap
organisasi dan seluruh kegiatannya, yang kemudian menumbuhkan
rasa tanggung jawab terhadap organisasinya.

b. Hubungan Manusiawi tidak efektif (negatif).

Hubungan ini ditandai dengan kehendak untuk saling menjauh karena
tidak menyenangkan salah satu atau kedua belah pihak yang saling
berinteraksi. Dalam kepemimpinan, hubungan ini menciptakan
perasaan seperti orang luar yang merasa tidak ikut bertanggung jawab
terhadap organisasi. Akibatnya kepemimpinan tidak dapat berjalan
efektif, dikarenakan rasa tidak percaya dan suka terhadap pimpinan.59
Allah berfirman:

$pκšr'¯tƒ

t⎦⎪Ï%©!$#

(#θãΖtΒ#u

(#θç7ÏtGô_$#

#Z ÏWx.

zÏiΒ

Çd©à9$#

χÎ)

uÙ÷èt/

Çd©à9$#

ÒΟøOÎ)
(

Ÿωuρ

(#θÝ¡¡¡pgrB

Ÿωuρ

=tGøótƒ

Νä3àÒ÷è−/

$³Ò÷èt/
4
=Ïtä
r&

óΟà2߉tnr&

βr&

Ÿà2ù'tƒ

zΝóss9

ÏμŠÅzr&

$\GøŠtΒ

çνθßϑçF÷δÌ s3
4
(#
θà)¨?$#uρ

©!$#

4
¨
βÎ)

©!$#

Ò>#§θs?

×Λ⎧Ïm§‘

∩⊇⊄∪

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
prasangka buruk. Sesungguhnya sebagian prasangka buruk itu
adalah dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain, dan
janganlah bergunjing antar sesamamu. Adakah seseorang
diantaramu mau memakan daging saudaranya yang sudah mati?

59

Hadari Nawawi, Kepemimpinan Menurut Islam, (Yogyakarta : Gadjah Mada University press,

2001), hal 46.

30

Tentu hal itu menjijikan bagimu. Dan bertaqwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah, Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang.60

Berdasarkan firman diatas menjelaskan bahwa sebagai umat muslim
tidak diperbolehkan untuk saling mencari kesalahan orang lain dan
bergunjing, karena selain perbuatan itu merupakan dosa dan juga dapat
berdampak pada buruknya hubungan manusiawi karena adanya saling tidak
suka sehingga menimbulkan hubungan manusiawi yang tidak efektif.

Maka dapat disimpulkan bahwa hubungan manusiawi yang efektif
sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja dan tanggung jawab dari
karyawan. Dimana semakin lancar proses komunikasi serta sikap saling
terbuka dan mendekatkan diri maka akan terbentuk suatu hubungan yang
positif. Untuk itu kemampuan dan sifat-sifat yang dapat menciptakan
hubungan yang dinamis perlu dimiliki dalam kepemimpinan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->