P. 1
faizal

faizal

|Views: 1,518|Likes:
Published by Muhammad Faizal
pengaruh
pengaruh

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Muhammad Faizal on Jan 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Nabi Muhammad SAW terlahir dari suku bangsa Quraisy tanggal 12
rabiul awal dalam tarikh tahun gajah di Makkah. Muhammad memiliki
sebuah arti yaitu terpuji. Ayah beliau yang bernama Abdullah bin Abdul
Muthalib telah wafat ketika beliau masih di dalam kandungan sang ibu, yaitu
Aminah binti Wahib. Namun sesuai dengan kebiasaan para bangsawan Arab,
maka Muhammad kecil harus berpisah dari ibunya untuk disusui oleh
Halimah Sa’diyah selama empat tahun lamanya. Namun tidak lama beliau
bersama sang ibu, karena sepulang dari kunjungan dari tempat kerabat
ayahnya di Madinah menuju Mekkah Aminah wafat dan dikebumikan di
Abwa’, yaitu sebuah daerah antara Mekkah dan Madinah. Selepas kepergian
sang ibu, Nabi Muhammad diasuh oleh kakek beliau yaitu Abdul Muthalib.
Jiwa kepemimpinannya telah terbentuk semenjak beliau masih kecil, hal ini

31

Idem.

32

QS. Al Ahzab: 21.

15

tidak terlepas dari sosok sang kakek di dalam memimpin bangsa Quraisy.
Abdul-Muthalib merupakan sosok pemimpin yang sangat dihormati dan
disegani oleh umatnya pada saat itu.33
Namun untuk kesekian kalinya beliau kembali di tinggal oleh orang-
orang yang dikasihinya, yaitu meninggalnya Abdul Muthalib. Selanjutnya
beliau diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib, dan disinilah jiwa
kepemimpinan beliau ditempa habis-habisan oleh paman beliau. Diawali dari
belajar menggembala kambing, belajar menjalankan amanah dengan
membantu sang paman di dalam berdagang hingga beliau mencetak sejarah
yang sangat menakjubkan dalam menengahi perselisihan orang-orang
Quraisy dalam merenovasi Ka’bah. Hal ini di karenakan beliau mampu
memberikan solusi kepada seluruh suku dengan keputusannya yang dirasa
cukup tepat dan adil mengenai hak peletakan batu Al-Hajar Aswad. Lalu atas
keberhasilannya ini, beliau mendapat julukan Al-Amin.34
Beliau sangat pandai di dalam berdagang, hal ini juga dikarenakan
beliau selalu menerapkan kejujuran, sehingga karena kejujurannya tersebut
Siti Khodijah tertarik pada beliau dan menikah dengan Nabi Muhammad di
usia 40 tahun yang ketika itu Nabi berusia 25 tahun. Dari pernikahan tersebut
lahir 2 orang anak yaitu Hasan dan Husain, namun meninggal ketika masih
anak-anak.

Pada tanggal 17 Ramadhan saat Nabi berada di gua hiro di bukit Nuur
datang malaikat Jibril membawa wahyu pertama dari Allah. Peristiwa
tersebut merupakan awal kerasulan Nabi dalam membawa ajaran Islam.
Dimana Islam yang di dibawa beliau merupakan mata rantai ajaran Islam
yang dibawa rasull sebelum beliau. Allah SWT menamakan beliau sebagai
pamungkas para nabi dan memuji beliau karena kemuliaan ahlaknya. Para
nabi termasuk Nabi Muhammad SAW diangkat oleh Allah SWT untuk
memimpin umat dan menegakkan keadilan. Mereka diberikan otoritas untuk
menentukan hukum dan undang-undang, serta mereka juga harus ditaati.

33

Aunur Rohim Fakih dan Iip Wijayanto, Kepemimpinan Islam, (Yogyakarta : UII Press,2001), hal

23.

34

Idem.

16

Pengangkatan nabi sebagai pemimpin semata-mata karena kehendak Allah,
tanpa campur tangan kehendak selainnya. Allah memandang bahwa ketatan
kepada nabi, sama halnya ketaatan kepada-Nya dan ketaatan perintah serta
melanggar perintah nabi berarti melanggar perintah-Nya35

. Hal ini sangatlah

jelas Allah sampaikan di dalam beberapa firmannya sebagai berikut:

öè%

(#θãèÏÛr&

©!$#

š^θß™§ 9$#uρ
(
βÎ*sù

(#öθ©9uθs?

¨βÎ*sù

©!$#

Ÿω

=Ïtä

t⎦⎪Í Ï s3ø9$#

∩⊂⊄∪

”Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya”36

!$tΒuρ

$uΖù=y™ö‘r&

ÏΒ

@Αθß™§‘

ωÎ)

tí$sÜãÏ9

ÂχøŒÎ*Î/

«!$#

4

öθs9uρ

öΝßγ¯Ρr&

ŒÎ)

(#þθßϑn=¤ß

öΝßγ|¡à Ρr&

xâ!$y_

(#ρã x øótGó™$$sù

©!$#

t x øótGó™$#uρ

ÞΟßγs9

ãΑθß™§ 9$#

(#ρ߉y`uθs9

©!$#

$\/#§θs?

$VϑŠÏm§‘

∩∉⊆∪

Dan tidaklah Kami utus seorang Rasul melainkan agar ditaati dengan izin

Allah”37

!$¨Β

u!$sùr&

ª!$#

4n?

Ï&Î!θß™u‘

ôÏΒ

È÷δr&

3t à)ø9$#

¬Tsù

ÉΑθß™§ =Ï9uρ

Ï%Î!uρ

4n1ö à)ø9$#

4yϑ≈tGuŠø9$#uρ

È⎦⎫Å3≈|¡yϑø9$#uρ

Èø$#uρ

È≅‹Î6¡¡9$#

ös1

Ÿω

tβθä3tƒ

P's!ρߊ

t÷t/

Ï!$uŠÏΨøîF{$#

öΝäÏΒ

4

35

Imam Moedjiono, Kepemimpinan dan Keorganisasian, (Yogyakarta : UII Press,2002), hal 91.

36

QS. Ali Imran, (3): 32.

37

QS. An-Nisa, (4): 64.

17

!$tΒuρ

ãΝä39s?#u

ãΑθß™§ 9$#

çνρä‹ã‚sù

$tΒuρ

öΝä39pκtΞ

çμ÷Ψ

(#θßγtFΡ$$sù

4

(#θà)¨?$#uρ

©!$#

(

¨βÎ)

©!$#

߉ƒÏ‰x©

É>$s)Ïèø9$#

∩∠∪

”Apa yang dibawakan oleh Rasul maka ambillah dan apa yang dilarang
olehnya maka hentikanlah”38

Nabi Muhammad merupakan seorang pemimpin agama, dimana
beliau mengembangkan agama yang menjadi landasan dalam kehidupan
ummat manusia seperti fondasi dari satu bangunan. Landasan itu ialah
TAUHID, yaitu kepercayaan yang bulat dan mutlak terhadap ke-Esaan Allah
SWT dan hanya kepada Allah SWT sajalah manusia wajib berbakti dan
menyembah. Sebagai pemimpin agama, maka titik awal dan titik berat ajaran
yang dikembangkan oleh beliau ialah menanamkan Tauhid, yang dalam Al-
Quran disebutkan dengan predikat "Syaratun-thaiyibah" ; yaitu pohon yang
baik, yang memenuhi syarat-syarat untuk hidup dan memberikan kehidupan.
Apabila pohon Tauhid itu sudah tegak, kecuali dia kelihatan indah, daunnya
yang rindang dapat dijadikan tempat berteduh di panas yang terik, buahnya
bisa dinikmati kelezatannya, pun maha penting ia berdiri tegak dan mantap
(istiqamah), tidak bergoncang ditiup angin taufan sekalipun, sebab akarnya
telah tertancap jauh ke dalam bumi (iman yang kuat dan kokoh).39
Di samping merupakan sosok pemimpin dalam agama, Nabi
Muhammad SAW juga seorang pemimpin negara, yaitu setelah Rasulullah
hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tenaga inti yang sudah terlatih dan
terseleksi, yaitu kaum Muhajirin, dibantu oleh kaum Anshar, maka dalam
masa kurang lebih 10 tahun, satu masa yang relatif pendek, Rasulullah telah
berhasil membangun satu pemerintahan Islam, DAULAH ISLAMIYAH,
yang lengkap memenuhi unsur-unsur yang diperlukan dalam membangun dan
mengembangkannya. Dalam segala bidang kehidupan, Rasulullah

38

QS. Al-Hasyr : 7.

39

www.cahayamuslim.blogspot.com. Dikutip pada 10 februari 2010.

18

melaksanakan essensi dari pokok-pokok kehidupan suatu negara dan ummat,
yang dalam kehidupan demokrasi beberapa abad kemudian terkenal dengan
istilah: kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan (liberte, egalite,
fraternite). Ajaran Islam memberikan hak-hak kemerdekaan kepada
pemeluknya yang menjadi warganegara DAULAH ISLAMIYAH yang baru
dibangun pada masa itu. Kemerdekaan berpikir dan kemerdekaan melahirkan
pendapat dalam pemerintahan senantiasa dikembangkan oleh negarawan yang
bernama Muhammad.40

Di samping itu, baik melalui ketentuan-ketentuan dalam pemerintahan
maupun dalam sikap dan pergaulan sehari-hari, beliau mengembangkan ruh
dan semangat persamaan serta persaudaraan. Beliau menghapuskan
perbedaan-perbedaan karena keturunan, kekayaan, kebangsaan, perbedaan
warna, dan kulit serta lain-lain sebagainya, sehingga orang-orang asing
seperti Salman Al Farisi yang berkebangsaan Persia, diberikan kedudukan
dan memegang peranan yang penting dalam pemerintahan Islam. Dalam
pergaulan dan urusan-urusan keagamaan, seorang yang berkulit hitam dan
tadinya pernah menjadi budak seperti Bilal bin Rabah, mendapat kedudukan
sesuai dengan kemampuannya dan loyalitasnya. Walaupun kepemimpinan
Nabi Muhammad S.A.W. sebagai utusan Allah (Rasulullah) senantiasa
mendapat bimbingan dan petunjuk Ilahi, tapi mengenai pelaksanaan sesuatu
hal yang tidak ditetapkan oleh wahyu, beliau selalu bermusyawarah dengan
para pembantunya serta para sahabat pada umumnya, sesuai dengan garis-
garis yang ditetapkan oleh wahyu Ilahi.41

Allah berfirman:

Ès9uρ

öΝšF•Β

÷ρr&

öΝçFù=ÏFè%

n<Z}

«!$#

tβρç |³øtéB

∩⊇∈∇∪

"Bermusyawarahlah dengan mereka dalam beberapa urusan."42

40

Hadari Nawawi, Kepemimpinan Menurut Islam, (Yogyakarta : Gadjah Mada University press,

2001), hal. 257.

41

Hadari Nawawi, Kepemimpinan Menurut Islam, (Yogyakarta : Gadjah Mada University press,

2001), hal. 257.

42

QS. Ali Imran (3): 159.

19

t⎦⎪Ï%©!$#uρ

(#θç/$yftGó™$#

öΝÍκÍh5t Ï9

(#θãΒ$s%r&uρ

nο4θn=¢Á9$#

öΝèδã øΒr&uρ

3u‘θä©

öΝæηuΖ÷ t/

ϑÏΒuρ

öΝßγ≈uΖø%y—u‘

tβθà)Ï Ζãƒ

∩⊂∇∪

"Urusan-urusan mereka haruslah (diputuskan) dengan musyawarah diantara
mereka sendiri."43

.

Sesungguhnya Suksesnya kepemimpinan Nabi Muhammad saw tidak
terlepas dari tiga hal, yaitu pemimpin yang holistic, accepted, dan proven.

Kepemimpinan holistic Nabi Muhammad SAW terlihat dari strategi
pertahanan yang diterapkan dalam masyarakat maupun peperangan. Hampir
semua peperangan yang beliau pimpin selalu menang. Keamanan
masyarakatnya juga diutamakan. Warga masyarakatnya benar-benar
mendapat perlindungan tanpa melihat apakah itu muslim maupun nonmuslim.

Kemudian beliau adalah pemimpin yang accepted, yaitu seorang
pemimpin yang diterima dan diakui oleh semua masyarakatnya. Bahkan,
kepemimpinan beliau masih diterima sampai saat ini. Terlepas dari wahyu
yang disampaikan, akhlak beliau juga patut diterima dan dijadikan suri
tauladan.

Dan terakhir Nabi Muhammad saw adalah pemimpin yang proven.
Figur pemimpin yang terbukti telah membawa perubahan bagi masyarakat.
Kepemimpinan yang selalu berorientasi pada bukti riil, tidak sekadar kata-
kata persuasif dan pemimpin yang berorientasi ke depan.44

Nabi Muhammad SAW merupakan pemimpin yang mampu
mengembangkan kepemimpinan dalam berbagai bidang kehidupan dan
kepemimpinannya mampu meresap ke berbagai nuansa kehidupan melalui

43

QS. As-Syura: 38.

44

www.andaluarbiasa.com. Dikutip pada 10 februari 2010.

20

celah-celah. Beliau memulai mengembangkan kepemimpinannya berawal
dari dirinya sendiri terlebih dahulu. Selain itu semangat kepemimpinan bisnis
dan wirausaha yang ditunjukan semasa masih muda sangat menakjubkan,
dimana kegiatan bisnis yang dilakukan hampir tidak pernah mengalami
kerugian. Semua itu tidak lepas dari kepribadian beliau yang tekun, jujur dan
bersahaja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->