P. 1
Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin

Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin

|Views: 399|Likes:
Published by Butet Daulay

More info:

Published by: Butet Daulay on Jan 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2011

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN PRE EKLAMSI BERAT DI RSIA BUDI KEMULIAAN JAKARTA

Oleh Akbid Sari Mulia Banjarmasin Kelompok IV Ruang Bersalin

LAPORAN PENDAHULUAN
A. Pengertian Pre-eklampsi adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini pada umumnya terjadi pada triwulan ke 3 kehamilan. (Wiknjosastro, 2002) Pre-eklampsi adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. (Manuaba, 1998)

B. Klasifikasi
1. Pre-eklampsi ringan, tanda-tandanya :
sistolik 140 sampai kurang dari 155 mmHg diastolik 90 mmHg sampai kurang dari 95 mmHg atau kenaikan tekanan sistolik harus 30 mmHg atau lebih diatas tekanan yang biasa ditemukan dan kenaikan diastolik 15 mmHg atau lebih.

± Proteinuria, berarti konsentrasi protein dalam air kencing yang melebihi 0,39/liter dalam air kencing 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan positif yakni 1 + atau 2 + atau 1 gr/liter atau lebih dalam air kencing yang dikeluarkan dengan kateter yang diambil 2 kali dengan jarak waktu 6 jam.

‡ Edema adalah penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam jaringan tubuh dan biasanya dapat diketahuai dari kenaikan berat badan 1 kg atau lebih per minggu serta pembengkakan pada kaki, jari tangan dan muka.

‡ Pre- eklampsi Berat, tanda-tandanya :
± Tekanan darah sistolik 160 mmHg ± Tekanan darah diastolik 110 mmHg ± Peningkatan kadar enzim ahti atau/dan ikterus ± Trombosit < 100.000/mm3 ± Oliguria < 400 ml/24 jam

± Proteinuria > 5gr/liter atau > +++ ± Nyeri epigastrium ± Skotoma dan gangguan usus lain atau nyeri frontal yang berat ± Perdarahan retina ± Edema pulmonum ± Koma

C. Etiologi
‡ Penyebeb pre-eklampsi sampai sekarang belum diketahui. Telah terdapat banyak teori yang mencoba menerangkan sebab-sebab penyakit tersebut, akan tetapi tidak ada yang dapat memberikan jawaban yang memuaskan. (Wiknjosastro, 2002)

D. Manifestasi Klinik
‡ Diagnosis pre eklamsi ditegakkan berdasarkan adanya dua dari tiga gejala, yaitu : penambahan berat badan yang berlebihan, edema, hipertensi, dan proteinuria.

E. Faktor predisposisi
‡ Iskemia plasenta : kematian jaringan plasenta. ‡ Molahidatidosa : infiltrasi sel trofoblas menyebabkan kerja jantung memompa darah lebih cepat ‡ Diabetes melitus : Ibu dengan DM biasanya akan memiliki bayi besar, sehingga kebutuhan akan nutrisi dan oksigen untuk janin lebih tinggi ‡ Kehamilan ganda : kebutuhan nutrisi dan oksigen untuk janin dibutuhkan lebih banyak, karena dibagi untuk dua janin

‡ Obesitas : Sistem kerja jantung pada orang gemuk akan lebih cepat sehingga tekanan darahnya pun meningkat ‡ Umur yang lebih dari 35 tahun, pada usia diatas 35 tahun cenderung mengalami tekanan darah yang tinggi.

F. Diagnosis Banding
‡ Kejang, bisa disebabkan ensefalopati hipertensi, epilepsi, tromboemboli, intoksikasi obat, trauma, hipoglekemia, hipokalsemia, atau alklosis. ‡ Koma, bisa disebabkan epilepsi, sinkop, intoksikasi, alkohol atau obat, asidosis, hipoglikemia atau azotemia.

G. Gejala
‡ Gambaran klinik :Pertambahan berat badan yang berlebihan, edema, hipertensi dan timbul proteinuria. ‡ Gejala subjektif : didapatkan sakit kepala didaerah frontal, skotama, diplopia, penglihatan kabur, nyeri didaerah epigastrum, mual atau muntah-muntah. ‡ Pemeriksaan : Tekanan darah tinggi 160/110 mmHg, refleks meningkat yakni perkusi atau refleks patela derajat IV yaitu 900, proteinuria positif pada pemeriksaan laboratorium.

H. Komplikasi
Lazimnya spasme pembuluh darah anteriol menuju organ penting dalam tubuh dapat menimbulkan : ‡ Gangguan metabolisme jaringan : ± Terjadinya metabolisme anaerobic lemak protein ± Pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan pembentukan badan keton dan asidosis ‡ Gangguan peredaran darah dapat menyebabkan : Nekrosis (kematian jaringan), Perdarahan, Edema jaringan

‡ Mengecilnya aliran menuju retroplasenter sirkulasi menimbulkan gangguan nutrisi CO2 dan O2 yang menyebabkan asfiksia sampai kematian janin dalam rahim. Perubahan patologis : Pada hati : ± Perdarahan yang tidak teratur ± Terjadinya nekrosis, trombosis pada lobus hati ± Rasanya nyeri di epigastrium karena perdarahan subkapsuler

Pada Retina : ± Spasme arteriol, edema sekitar discus optikus ± Ablosio retina (lepasnya retina) menyebabkan penglihatan kabur Pada Otak : ± Spasme pembuluh darah arteriol otak menyebabkan anemia jaringan otak ± Menimbulkan nyeri kepala hebat Pada Paru-paru ± Berbagai tingkat edema ± Bronko pneumonia sampai abses ± Menimbulkan sesak nafas sampai sianosis

Pada Jantung ± Perubahan degenerasi lemak dan edema ± Perdarahan sub endokardial ± Menimbulkan dekompensasio kardis sampai terhentinya fungsi jantung Aliran darah ke plasenta ± Spasme arteriol yang mendadak menyebabkan asfiksia berat sampai kematian janin ± Spasme yang berlangsung lama menggangu pertumbuhan janin

Perubahan ginjal ± Spasme arteriol menyebabkan aliran darah ke ginjal menurun sehingga filtrasi glomerulus berkurang ± Penyerapan air dan garam tubulus tetap, terjadinya retensi air dan garam ± Edema pada tungkai dan tangan , paru-paru dan organ lain Perubahan pembuluh darah ± Permeabilitas terhadap protein makin tinggi sehingga terjadi variasi protein ke jaringan ± Protein ekstravaskuler menarik air dan garam menimbulkan edema ± Hemakonsentrasi darah yang menyebabkan gangguan fungsi metabolisme tubuh dan trombosis

L. Pemeriksaan Penunjang
‡ Urin : protein, reduksi, billirubin, sedimen urin ‡ Darah : trombosit, ureum, kreatinin, SGOT, LDH, dan billirubin ‡ USG

Penatalaksanaan
‡ PENCEGAHAN UMUM ±Pemeriksaan antenatal yang teratur dan bermutu secara teliti ±Waspada kemungkinan terjadinya per eklampsi pada faktor-faktor predisposisi ±Berikan penerangan tentang manfaat istirahat dan tidur serta mengurangi pekerjaan sehari-hari ±Penerangan tentang manfaat diet tinggi protein dan rendah lemak, tinggi karbohidrat dan rendah garam dan menjaga kenaikan berat badan yang berlebihan.

Pencegahan Pre eklampsi
‡ Belum ada kesepakatan dalam strategi pencegahan pre eklampsia. Beberapa penelitian menunjukan pendekatan nutrisi (diet rendah garam, diet tinggi protein, suplemen kalsium, magnesium, dll) atau medikamentosa (teofilin, antihipertensi, diuretik, aspirin, dll) dapat mengurangi kemungkinan timbulnya pre eklampsi.

Penanganan
‡ Sebagai pengobatan untuk mencegah timbulnya kejang-kejang dapat diberikan : Larutan magnesium sulfat 40% sebanyak 10 ml (4 gram) disuntikkan secara (IM) bokong kiri dan kanan sebagai dosis permulaan dan dapat diulang 4 gram tiap 6 jam menurut keadaan. Magnesium sulfat hanya diberikan bila diuresis baik refleks patella positif dan kecepatan pernafasan lebih dari 16x/menit.

±Klorpromazin 50 mg (IM) ±Diazepam 20 mg (IM) ±Apabila terdapat oliguria, sebaiknya penderita diberi glukosa 30% secara (IV) ±Pada umunya pre eklampsi berat sudah bahaya akut berakhir sebaiknya dipertimbangkan untuk menghentikan kehamilan oleh karena dalam keadaan demikian harapan bahwa janin hidup tidak besar dan adanya janin dalam uterus menghambat tumbuhnya penderita dari penyakit.

‡ ASUHAN KEBIDANAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->