P. 1
Bab 1.2

Bab 1.2

|Views: 2,188|Likes:

More info:

Published by: Ve Venita Anggreni Alamsyah on Jan 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1Latar Belakang
  • 1.2Tujuan Praktikum
  • 2.1Alat Pelindung Diri (APD)
  • 2.2 Alat Ukur
  • 2.3Kerja bangku
  • 2.4Pengelasan
  • 1)TIG 2)MIG 3)MAG
  • 2) Carbon Arc Welding
  • 1.Netral (C2H2 : O2 = 1:1) 2.Karburasi (C2h2 > O2) 3.Oksidasi (C2H2 < O2)
  • 2.3.3 Jenis Alat Pelindung Diri Pada Bengkel Las
  • 2.4Mesin Produksi
  • 3)Mesin Bubut Sedang
  • 4). Mesin Bor
  • 5)penjepit bor
  • 6)pengaman
  • 7)mur penyetel
  • 8)rumah sabuk

LAPORAN

PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI

DISUSUN OLEH : YESHA ALDINATA N.G RONDOM SURYA PRAJA DIAN SEPTA PAMELA MIMI ADE PRASTIKA SHANATAN : 0809025023 : 0809025000 : 0809025020 : 0809025006 : 0809025015

WORKSHOP PROSES PRODUKSI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR 2010

LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI DI WORKSHOP PROSES PRODUKSI FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA
DISUSUN OLEH :

YESHA ALDINATA N.G RONDOM SURYA PRAJA DIAN SEPTA PAMELA MIMI ADE PRASTIKA SHANATAN

: 0809025023 : 0809025000 : 0809025020 : 0809025006 : 0809025015

Telah diperiksa dan disetujui oleh :

Dosen Pembimbing,

Asisten Laporan,

Ir. Dharma Widada, MT NIP.19690706.199512.1.004

Januar Zulfani Akbar NIM. 05.51073.01011.06

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI DI WORKSHOP PROSES PRODUKSI FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA
DISUSUN OLEH : YESHA ALDINATA N.G : 0809025021 RONDOM SURYA PRAJA : 0809025000 DIAN SEPTA PAMELA : 0809025020 MIMI ADE PRASTIKA : 0809025006 SHANATAN : 0809025015

Telah diperiksa dan diuji oleh : 1. Muamar Achmad Husyaini

Nim. 05.51063.01001.06
2. Muhammad Akhbar Adi Utomo Nim. 05.51084.01022.06 3. Januar Zulfani Akbar Nim. 05.51073.01011.06 4. Awang Rinda Bally Nim. 05.51095.01033.06 5. Agus Riadi Nim. 05.51076.01014.06 6. Alga Adhi Candra Nim. 06.54682.01191.06 7. Jamil Ambana Nim. 05.51081.01019.06

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena hanya dengan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan resmi Praktikum Proses Produksi. Serta tak lupa ucapan terima kasih pula untuk :
1. Pak Ir. H. Dharma Widada,MT yang telah membagikan ilmu pengetahuannya 2. Pak Dutho,ST,MT yang bertanggung jawab dalam kegiatan praktikum

3. Abang - abang asisten yang telah membantu dalam menjalankan praktikum
Dan semua pihak yang membantu kami dalam praktikum proses produksi. Semoga ALLAH SWT membalas atas segala bantuannya. Tidak ada kata lain, selain harapan kami sebagai penulis agar laporan dengan segala kekurangan ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri dan bagi pembaca.

Samarinda, Desember 2009

Penulis

Tujuan Praktikum Mengenal berbagai macam alat pelidung diri (APD) Mengenal alat-alat kerja bangku serta mesin bubut juga las 3.alat tersebut dengan benar melalui asisten pembimbing pada praktikum tersebut.alat untuk pelindung diri. alat ukur dan kerja bangku serta mesin bubut juga pada las. Untuk mendapatkan produksi yang baik dibutuhkan pekerja yang handal tentunya (mengerti dan memahami cara penggunaan alat kerja) dan juga yang tak kalah penting keselamatan saat menjalankan pekerjaan. 2.alat Hands Tolls 4.alat mulai dari alat pelindung diri hingga alat kerja yang digunakan mempengaruhi pada produk yang dihasilkan. Mengetahui secara umum atau garis besar penggunaan dari alat . .alat tersebut maka kita bisa mengetahui cara penggunaan alat . Dengan adanya praktikum ini peserta didik diharapkan mengetahui. 1. Praktikum pada mata kuliah proses produksi pada program keahlian Teknik Industri adalah mata kuliah yang kompetensi dan sub kompetensinya memuat: ketrampilan dasar yang harus dimiliki secara tuntas oleh seluruh peserta didik. Mengetahui bentuk dari alat . Untuk memperoleh hasil tamatan yang dapat terserap didunia kerja. Pada mata kuliah proses produksi jika tidak melihat langsung atau hanya membayangkan saja tidak cukup untuk membuat pengetahuan semakin bertambah apabila kita pernah melaksanakan atau mencoba alat . memahami dan dapat menggunakan dengan baik dan benar alat .alat kerja bangku juga penggunaan Alat Pelindung Diri. design produk.2 1. pemakaian alat . laboratorium/bengkel dan peralatan adalah sarana yang harus dipenuhi dan tidak dapat ditawar lagi.BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beberapa aktivitas dalam proses produksi mulai dari pengawasan.

Pasal 3 ayat (1) butir f: Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat syarat memberikan APD b. oleh karena itu diperlukan adanya suatu standar yang baku. bukan untuk menghilangkan sumber bahaya. Dasar Hukum APD Penggunaan APD juga memiliki dasar hukum yaitu : 1. Tujuan itu akan dicapai apabila pemilihan dan penggunaan alat pelindung diri dilakukan dengan tepat.1 Alat Pelindung Diri (APD) Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu upaya untuk menghindari atau memperkecil pengaruh negative dari pekerjaan peralatan dan lingkungan kerja. Sehingga dapat dikatakan APD atau alat pelindung diri adalah adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya atau kecelakaan pada lingkungan kerja 1. c.1 tahun 1970. Untuk tujuan itu diperlukan suatu jaminan agar pemilihan dan penggunaannya dapat diketahui ketepatan atau kebenarannya. Pasal 9 ayat (1) butir c: Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang APD. Undang-undang No. Pasal 14 butir c: Pengurus diwajibkan menyediakan APD secara cumauntuk . Adapun APD pada hakekatnya hanya mengurangi dampak dari kecelakaan yang mungkin menimpa pengguna APD. Pasal 12 butir b: Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak Cuma tenaga kerja untuk memakai APD. a.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. sehingga alat yang dimaksud dapat melindungi dengan cara mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari berbagai bentuk marabahaya ditempat kerja.

Alat pelindung tahan untuk pemakaian yang lama 5.2.Per. 3. kacamata pelindung atau pelindung muka dan pelindung pernafasan. Alat harus dapat dipakai secara fleksibel 3. syarat-syarat alat pelindung diri adalah : APD harus dapat memberikan perlindungan yang adekuat terhadap bahaya yang spesifik atau bahaya yang dihadapi oleh tenaga kerja 1. Alat tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan bagi pemakainya yang dikarenakan 6.Per. 2.03/Men/1986 Pasal 2 ayat (2) menyebutkan tenaga kerja yang mengelola Pestisida harus memakai alatalat pelindung diri yg berupa pakaian kerja. Berat alat hendaknya seringan mungkin dan alat tersebut tidak menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlebihan 2.01/MEN/1981 Pasal 4 ayat (3) menyebutkan kewajiban pengurus menyediakan alat pelindung diri bagi tenaga kerja untuk menggunakannya untuk pencegahan penyakit akibat kerja.Per. bentuk dan bahayanya yang tidak tepat atau karena salah dalam menggunakannya Alat Pelindung Harus Memenuhi Standar Yang Telah Ada 7. Permenakertrans No. Permenakertrans No. sarung tangan. sepatu lars tinggi.03/MEN/1982 Pasal 2 butir I menyebutkan memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat kerja. pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dan gizi serta penyelenggaraan makanan ditempat kerja dan wajib 4. Bentuknya harus cukup menarik 4. Alat Tersebut Tidak Membatasi Gerakan Dan Persepsi Sensoris Pemakainya Suku cadangnya harus mudah didapat guna mempermudah pemeliharaannya . Syarat-syarat APD Menurut ketentuan Balai Hiperkes. Permenakertrans No.

APD atau alat pelindung diri terbagi atas beberapa jenis yaitu : 1). Alat pelindung muka yang biasa digunakan berupa tameng muka atau perisai muka seperti goggles. fiberglass. sengatan arus listrik.1 Safety Helmet 2). melayang dan meluncur. terpotong. percikan bahan-bahan kimia korosif dan mencegah rambut rontok dengan bagian mesin yang berputar Jenisnya helm pengaman dapat terbuat dari plastik. oleh karena biasanya tenaga kerja menolak untuk menggunakannya Kaca mata pengaman diperlukan untuk melindungi mata dari kemungkinan kontak dengan bahaya karena percikan atau kemasukan debu. helm pengelas dan topi penutup. bakelite. Alat pelindung muka dan mata yaitu berupa safety glasses dan face shields . atau kena radiasi gelombang elektromagnetik. Alat pelindung muka sekaligus pula dapat melindungi mata. pencegahan yang paling sulit adalah kecelakaan pada mata. cairan korosif partikel melayang. terpukul oleh benda jatuh. tertusuk. juga melindungi kepala dari panas radiasi. Alat pelindung kepala Tujuan dari penggunaan alat ini adalah melindungi kepala dari bahaya terbentur dengan benda tajam atau keras yang menyebabkan luka tergores. gas. uap. Alat pelindung muka dan mata Alat pelindung muka digunakan untuk mencegah terkenanya muka oleh partikel-partikel yang dapat melukai muka seperti terkena percikan logam pada saat melakukan pengelasan. Alat pelindung kepala yaitu berupa safety helmet Gambar 2. api.

2 Safety Glasses Gambar 2. Alat pelindung telinga bekerja sebagai penghalang antara bising dan telinga dalam. Selain itu. Alat pelindung telinga dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : Alat pelindung telinga yaitu berupa ear plug dan ear muff . Alat pelindung telinga Hilangnya pendengaran adalah kejadian umum di tempat kerja dan sering dihiraukan karena gangguan suara tidak mengakibatkan luka.Gambar 2.3 Face Shields 3). alat ini melindungi pemakainya dari bahaya percikan api atau logam panas misalnya pada saat pengelasan.

Alat pelindung tangan Alat Pelindung Tangan merupakan alat yang paling banyak digunakan karena kecelakaan pada tangan adalah yang paling banyak dari seluruh kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Pekerja harus memakai pelindung tangan ketika terdapat kemungkinan terjadinya kecelakaan seperti luka tangan karena benda-benda keras.4 Ear Plug Gambar 2. terkena bahan kimia berbahaya.5 Ear Muff 4). .Gambar 2. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan. Gambar 2.Alat pelindung tangan yaitu berupa sarung tangan . Alat pelindung pernafasan yaitu berupa masker atau respirator. luka gores. luka sengatan dan lain-lainnya.6 Masker 5). Alat Pelindung Pernafasan Alat pelindung pernafasan berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk (misal berdebu atau beracun).

Selain itu ada pula safety belt yang berfungsi sebagai (mobil.pesawat. Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1.Gambar 2. Safety Belt. Safety belt berfungsi untuk melindungi tubuh dari kemungkinan terjatuh. alat berat. dan lain-lain).9 Safety Harness 1. alat pengaman ketika menggunakan alat transportasi ataupun peralatan lain yang serupa Gambar 2.8 meter.7 Sarung Tangan 6).8 Safety Belt Gambar 2. Safety Clothes . biasanya digunakan pada pekerjaan konstruksi dan memanjat serta tempat tertutup atau boiler berupa tali pengaman (safety harness).

Ketika bekerja di tempat yang mengandung aliran listrik. menginjak benda tajam. Alat pelindung kaki Sepatu keselamatan kerja dipakai untuk melindungi kaki dari bahaya kejatuhan benda-benda berat. Sepatu pelindung dan boot harus memiliki ujung sepatu yang terbuat dari baja dan solenya dapat menahan kebocoran. Alat pelindung kaki yaitu berupa sepatu boot dan safety shoes .Safety Clothes. berfungsi untuk melindungi tubuh dari kondisi lingkungan kerja yang kurang baik seperti suhu. Gambar 2. maka harus digunakan sepatu tanpa logam yang dapat menghantarkan aliran listrik. terinjak benda yang berputar melalui kjaki. debu ataupun hal lain yang membahayakan tubuh. Pakaian ini dilengkapi dengan bahan yang memantulkan cahaya sehingga jika digunakan pada malam hari dapat memperlihatkan posisi si pemakai. sepatu yang terbuat dari karet harus digunakan ketika bekerja dengan bahan kimia. kepercikan larutan asam dan basa yang korosif atau cairan panas.10 Safety Clothes 7). Jika bekerja di tempat biasa maka harus vdigunakan sepatu yang tidak mudah tergelincir.

11 Safety shoes Gambar 2. Instrumen virtual digunakan luas dalam pengembangan alat pengukur modern. Pengertian Alat Ukur Dalam fisika dan teknik. Seluruh alat pengukur terkena error peralatan yang bervariasi. Jangka Sorong . Alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut.Gambar 2. 1).12 Sepatu boot 2.2 Alat Ukur 1. Bidang ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran dinamakan metrologi. Ini dimulai dari alat yang sederhana seperti penggaris dan stopwatch sampai ke mikroskop elektron dan pemercepat partikel. pengukuran adalah aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian dunia-nyata. Fisikawan menggunakan banyak alat untuk melakukan pengukuran mereka.

01 untuk yang diatas 30cm. blok-blok dan batang-batang.Gambar 2. Untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit. Terdiri dari dua bagian.01 mm. Untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara "menancapkan/menusukkan" bagian pengukur. Mikrometer memiliki 3 jenis umum pengelompokan yang didasarkan pada berikut : 1. luar dan garis tengah dari kerendahan dan batang-batang slot. Pada versi analog. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan bacaan digital. bagian diam dan bagian bergerak. Kegunaan jangka sorong adalah: 1. 3. Bagian pengukur tidak terlihat pada gambar karena berada di sisi pemegang. Satu mikrometer adalah secara luas digunakan alat di dalam teknik mesin electro untuk mengukur ketebalan secara tepat dari blok-blok. Mikrometer Gambar 2.14 Mikrometer adalah alat ukur yang dapat melihat dan mengukur benda dengan satuan ukur yang memiliki 0. aplikasi Mikrometer Luar Mikrometer luar digunakan untuk ukuran memasang kawat. . 2. lapisanlapisan. maupun lainnya) dengan cara diulur. umumnya tingkat ketelitian adalah 0. 2). Jangka sorong Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Mikrometer ini banyak dipakai dalam metrology. Mikrometer dalam Mikrometer dalam digunakan untuk menguukur garis tengah dari lubang suatu benda 2. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat.13. studi dari pengukuran. Untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.

benda kerja yang keluar dari mulut ragum janganlah terlalu tinggi. Gunakan pelat pelapis untuk menjepit benda kerja.3 Kerja bangku 1. Maka mulut ragum akan menjepit atau membuka/melepas benda kerja yang sedang dikerjakan. di sney.3. Berdiri tegak diragum 2). Pelat pelapis bisa dibuat dari bahan plat tipis yang rata. hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan akibat dari jepitan gigi ragum . 3). plat siku dll. digergaji. Tempelkan kepalan tangan pada dagu 3). Bila memungkinkan perbandingan bahan yang keluar dari mulut ragum harus lebih kecil daripada bagian yang terjepit. Bibir mulut ragum harus : 1). dipahat. di tap. Mikrometer kedalaman Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kerendahan dari langkah-langkah dan slot-slot. Bila kita menjepit bernda kerja pada ragum. terrutama apabila bahan benda kerja itu terbuat dari logam tipis. sikut jangan sampai menyentuh bibir mulut ragum. dan lain lain. Untuk mengetahui kesudutan sisi benda kerja ( 90o ) 2. 2. Dengan memutar tangkai (handle) ragum. Ragum/ Tanggem Ragum adalah suatu alat penjepit untuk menjepit benda kerja yang akan dikikir. alat ini berfungsi : 1. Penitik . Penggaris siku (Angine square) Bahan pada siku ini adalah steel tool yang terdiri dari balok dan bilah (blade). Menarik (melukis) garis-garis sejajar dan siki-siku balok 2. Sikut harus berada diatas mulut ragum dan apabila lengan kita ayunkan.

digunakan untuk menjepit benda kerja yang akan dikerjakan pada bagian tepi . Kedua macam alat ini bentuknya hampir sama kecuali besar sudut ujungnya. sehingga batas-batas pengerjaan tetap dapat terlihat. sebab garis gambar seringkali hilang pada saat pengerjaan. dikarenakan bentuk atau posisinya yang tidak memungkinkan. Penggores dengan satu ujung bengkok.Digunakan untuk memberi tanda pada benda kerjaTerdapat dua jenis penitik yaitu penitik pusat dan penitik garis. 5. Scrap Tangan Digunakan untuk membuang noda-noda pada permukaan logam atau bagian-bagian yang menonjol sedikit.sehingga dihasilkan permukaan yang baik dan rata. Ada bermacam-macam jenis penggores: 1. dari permukaan dasarnya atau ketidakseragaman pemukaan. 6. 4. Sudut penitiknya sebesar 30O-60O 3. 3. 1). Penitik pusat (centre punch). Penggores tangan sedukan. digunakan untuk menandai titik pusat lubang yang akan dibor. Penggores dengan satu ujung dirobah. 2). digunakan untuk menandai garis gambar diatas benda kerja. Dalam menggunakan penggores membentuk 20-25 derajat. Tekan penggores pada gambar. Condongkan penggores kearah maju. Sudut mata penitik pusat dibuat 90O. Penggores Alat ini duigunakan untuk menandai ukuran pada benda kerja atau bahan yang akan diolah. Dan cara pemakaiannya adalah sebagai berikut: 5. Klem Adalah alat bantu yang gunanya untuk menjepit benda kerja yang tidak dapat dilakukan oleh ragum secara langsung. 2. 4. Beberapa jenis klem yaitu :’ 1. Penitik garis (prick punch). 7. Clamp-claw.

c. tuas penekan. Mesin Bor Di bengkel-bengkel kerja bangku pekerja logam kebanyakan menggunakan jenis mesin bor. . digunakan untuk memegang benda kerja yang kecil yang dipegang dengan tangan 3. e. digunakan untuk menjepit benda kerja bulat yang kecil atau untuk menjepit kepingan logam yang banyak untuk dimesin secara bersama-sama. meja mesin bor. alas mesin bor. Handclamp. Beberapa contoh mesin yang disebut diatas : 1) Mesin bor meja Bagian mesin bor mejaTombol : a. Mor kupu-kupu Mor ini berguna untuk menerangkan kedudukan dari mata gergaji agar menjadi regang. maka sebaiknya memakai gergaji. 3. penjepit bor. Gergaji besi Gergaji digunakan untuk memotong benda kerja yang kedudukan pemotongnya tidak memungkinkan untuk dipotong dengan mesin potong. 7. Tangkai Tangkai dari gergaji ini juga terbuat dari besi yang kuat. Berikut ini akan dijaelaskan bagian-bagian dari gergaji yaitu: 1. mesin bor tiang adakalanya menggunakan mesin bor pistol atau bor dada. Mata gergaji Mata gergaji berfungsi sebagai pemotong.Ada beberapa tipe dari gergaji dan daun gergaji yang pemakaiannya juga disesuaikan keperluan atau untuk pemotongan. b.2. Pasak Pasak digunakan untuk menahan dari mata gergaji agar tidak terlepas dan terpasang kuat pada gergaji. Klem instrumen. 5. Bingkai Bingkai ini biasanya terbuat dari pipa baja yang kuat dan baik. d. 2. 4. tuas pengikat. seperti mesin bor bangku. 6.

Maka untuk benda yang besar tidak mungkin dirubah posisinya digunakan mesin bor yang portable seperti mesin bor pistol dan bor dada. tiang mesin bor 7). g. Motor penggerak berupa motor listrik untuk menggerakkan cak Sistem transmisi yang berfungsi untuk mentransmisikan putaran pemutar cak motor penggerak ke poroses mata 2. sumbu bor 5). pengaman. Tuas penekan adalah alat yang berfungsi untuk menggerakkan bor mendekati benda kerja. mur penyetel. Mesin bor tiang Bagian dari mesin bor tiang : 1). alas mesin bor Mesin bor tiang dan mesin bor meja digunakan untuk benda yang ukurannya relative kecil. h. Dudukan adalah kaki yang berfungsi untuk mendudukkan perkakas bor di atas rangka atau meja. Karena mesin ini ukurannya cukup besar jadi tidak mungkin dibawa/dirubah posisinya. 3. motor listrik 2). pengatur kcepatan 3). sehingga dapat dibawa. 2) Bor duduk Kegunaan Bor duduk merupakan perangkat perbengkelan yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja. Mesin Gerinda . 8. Meja bor merupakan tempat untuk meletakkan benda kerja yang sedang ditangani 4. meja mesin bor 6). Bagian-bagian dari perkakas bor duduk listrik: 1. rumah sabuk.f. tuas penekan 4). dan mengumpankan mata bor kepermukaan benda kerja Cak dimana mata bor digenggam oleh gigi-gigi pada cak 3.

penggores. Kedudukan dan posisi antara pahat dan gerinda pada waktu diasah / digerinda.misalnya untuk pahat tangan. 2.5kg. ditempa. Gunakan kaca mata pengaman dan pakaian kerja selama mengoperasikan mesin gerinda 1.Palu adalah alat tangan yang digunakan untuk memukul.25kg. pahat. Palu yang ujungnya lurus searah disebut Palu Pen Searah (Straight Peen). Palu yang lurus melintang disebut Palu Pen Melintang (Cross Peen).Mesin gerinda adalah suatu alat yang berfungsi untuk membentuk. misalnya untuk meratakan atau melipat pelat.plastik. atau dibentuk dengan pukulan.merapatkan bagian sisi atau sudut yang letaknya melintang. Paron Paron atau landasan digunakan untuk menahan tumpukan benda kerja yang di pukul. jangka tusuk dan sebagainya.kulit. Palu Palu disebut juga martil atau pukul. Langkah pengoperasian mesin gerinda Tekan tombol sakelar untuk menyalakan mesin Posisi badan pada saat bekerja. Paron yang baik suaranya nyaring berdentang bila dipukul dan . Penggunaannya pun bermacam-macam. penitik. usahalan jarak balok bantalan terhadap batu gerinda sedekat mungkin Periksa kondisi batu gerinda. Pegang jari-jari dan ibu jari tangan kiri sangat penting pengaruhnya pada pekerjaan mengasah pahat. Palu lunak digunakan sebagai alat bantu. Palu lunak yang digunakan untuk memukul benda kerja pada saat setting pada ragam sebelumnay di mesin umum disebut millet. Menggunakan mesin gerinda : Langkah persiapan Pasang kaca pengaman pada gerinda Perhatikan jarak balok bantalan terhadap batu gerinda. Sistem transmisi daya dan putaran dari motor listrik ke proses penggerak cak. dibagian atasnya halus.dan sebagainya. apakah masih dapat dipergunakan.memukul paku.merapatkan bagian sisi atau sudut yang letaknya searah.yang berbentuk lurus kedepan digunakan meratakan. Palu lunak dibuat dari bahan yang lunak seperti kayu. untuk membentuk pelat (kenteng). 10.tembaga.rata. dan sabagainya.0.ada juga yang berbentuk segiempat.dan digolongkan menjadi dua macam yaitu pukul besi dan pukul lunak. 3. dan alumunium.Badan palu tidak selamanya bulat. Bagian kepala yang berbentuk datar digunakan untuk memukul benda kerja.karet. mengasah dan menajamkan alat alat perkakas seperti.Dan seterusnya sampai ukuran 10kg atau 15kg yang disebut Godam. Palu yang ujungnya bulat disebut Palu Konde (Ball Peen). 9.Yang berbentuk lurus melintang melintang digunakan untuk meratakan. Paron dibuat dari baja tuang.Ukuran palu ditentukan oleh beratnya misal 0.Bagian yang bulat digunakan untuk mengeling.dan dikeraskan.

Alat ini sanagt berguna untuk berguna untuk memotong plat dan biasanya penggunaannya kalau ada palu banyak berlebih dan tidak memiliki sudut yang tidak begitu rumit maka sebaiknya menggunakan alat pemotong ini. Dengan kemajuan yang dicapai sampai saat ini. 5) badan landasan. 3) lubang segi empat. 11. Tapi setelah melalui pengalaman dan praktek yang banyak dan waktu yang lama.4Pengelasan Teknik pengelasan secara sederhana telah diketemukan dalam rentang waktu antara 4000 sampai 3000 SM. Ukuran paron ditentukan oleh beratnya. Paron biasanya diletakkan diatas sebuah balok kayu setinggi pergelangan tangan bila kita berdiri didekatnya. teknologi las memegang peranan penting dalam masyarakat industri modern.Bentuknya pun bermacam-macam . 4) tanduk segi empat. Bagian-bagian Paron: 1) tanduk bulat tirus. 2.yaitu antara 50kg sampai dengan 200kg. 2) balok potong. Terwujudnya standar-standar teknik pengelasan akan membantu memperluas ruang lingkup pemakaian sambungan las dan memperbesar ukuran bangunan konstruksi yang dapat dilas. Hingga saat ini telah dipergunakan lebih dari 40 jenis pengelasan. Pemotong Plat Alat pemotong plat digunakan saat pemotongan plat yang berukuran kecil dan sedang. biasanya pengelasan hanya digunakan pada sambungan-sambungan dari reparasi yang kurang penting. Pada tahap-tahap permulaan dari pengembangan teknologi las.dipalu yang digunakan untuk memukul akan memantul keatas. . serta ketebalan yang tipis dan sedang. Setelah energi listrik dipergunakan dengan mudah. maka sekarang penggunaan proses-proses pengelasan dan penggunaan konstruksi-konsturksi las merupakan hal yang umum di semua negara di dunia. teknologi pengelasan maju dengan pesatnya sehingga menjadi sesuatu teknik penyambungan yang mutakhir.

Dengan kata lain. las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Jenis-jenis Fusion Welding: 1. Logam pengisi (filler metal) dengan temperatur lebur yang sama dengan titik lebur dari logam induk dapat atau tanpa digunakan dalam proses penyambungan tersebut. Electric Arc Welding . Pengelasan dapat dibedakan tiga: 1) 2) 3) Pengelasan Mekanik Pengelasan Listrik Pengelasan Kimia Sedangkan menurut cara pengelasan. Definisi Pengelasan Proses pengelasan yaitu proses penyambungan antara dua atau lebih material dalam keadaan plastis atau cair dengan menggunakan panas (heat) atau dengan tekanan (pressure) atau keduanya. dibedakan menjadi dua bagian besar: 1) 2) Pengelasan tekanan (Pressure Welding) Pengelasan Cair 1) Fusion Welding Fusion welding adalah proses penyambungan logam dengan cara mencairkan logam yang tersambung. Dalam proses penyambungan ini adakalanya disertai dengan tekanan dan material tambahan (filler material) 2 Klasifikasi pengelasan Ditinjau dari sumber panasnya. Oxyacetylene Welding 2.1.Definisi pengelasan menurut DIN (Deutsche Industrie Normen) adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair.

ketika Auguste de Meritens (Perancis) menggunakan busur karbon sebagai sumber pengelasan dengan aki sebagai sumber listriknya.3. Proses Carbon Arc Welding bisa dipakai secara manual ataupun otomatis. dia menghubungkan benda kerja dengan kutb positif. Flash Welding 10. Seam Welding 8. Carbon Arc Welding adalah proses untuk menyatukan logam dengan menggunakan panas dari busur listrik. Electron Beam Welding 13. Submerged Welding \ 5. eksperimen las listrik pertama kali dilakukan pada tahun 1881. Upset Welding 9. Electro Gas Welding 12. Laser Beam Welding 14. Dalam eksperimennya. Spot Welding 7. proses ini berhasil menyatukan timah dengan timah. Carbon Arc Welding banyak digunakan dalam pembuatan aluminium dan besi. Electro Slag Welding 11. Pendinginannya tergantung besarnya . Shield Gas Arc Welding 1) TIG 2) MIG 3) MAG 4. tidak memerlukan tekanan dan batang pengisi (filler metal) dipakai jika perlu. Plasma Welding 2) Carbon Arc Welding Carbon Arc Welding mungkin adalah proses las listrik yang dikembangkan pertama kali menurut catatan. Resistance Welding 6. Walaupun kurang efisien. Sumber arusnya bisa DC maupun AC dengan menggunakan DC/AC.

Prinsip Las Elektroda Terbungkus adalah busur listrik yang terjadi antara elektroda dan logam induk mengakibatkan logam induk dan ujung elektroda mencair dan kemudian membeku bersama-sama. Menghasilkan gas pelindung 3. Dan sebaliknya bila di bawah 200 Ampere digunakan Air Cooled. Zr. Acetylene dihasilkan dari percampuran CAC2 (Kalsium Karbida) dengan air. and hard surfacing. Bila penggunaan arus di atas 200 Ampere digunakan Water Cooled. busur sulit dikontrol dan mengalami pendinginan terlalu cepat sehingga 02 dan N2 dari atmosfer diubah menjadi Oksida dan Nitrida. busur dan material yang diumpankan untuk pengelasan tidak diperlukan seorang operator yang ahli. Lapisan (Pembungkus) Elektroda terbakar bersama dengan meleburnya elektroda menghasilkan gas pelindung sekeliling busur. Cs. 4) Submerged Arc Welding Dalam pengelasan busur rendam otomatis. Dengan elektroda logam tanpa pelindung. Sumber unsur paduan (V. Fungsi Fluks: 1. 3) Coated Electrode Welding Cara pengelasan dimana elektrodanya dibungkus dengan fluks merupakan pengembangan lebih lanjut dari pengelasan dengan elektroda logam tanpa pelindung (Bare Metal Electrode). metalling. dengan oksigen (O2). Melindungi logam cair dari lingkungan udara 2. hasil pembakaran ini akan menghasilkan suhu yang tinggi dan umumnya digunakan untuk cutting. akibatnya sambungan menjadi rapuh dan lemah. Menstabilkan busur 4. brazing. CAC2 dihasilkan dari proses peleburan antara batu karang (Carbon) dengan kapur (CAO) dalam dapur api yang memancarkan bunga api listrik. Mn).arus. Pengelasan otomatis ini pertama kali .

kecepatan pengumpanan dapat dibuat tetap dan biasanya menggunakan polaritas balik (DCRP). Sulit menentukan hasil seluruh pengelasan Posisi pengelasan hanya horisontal Penggunaan sangat terbatas . Slavianoff. maka sangat sukar untuk mengatur jatuhnya ujung busur. Kualitas Las Baik Penetrasi cukup Bahan las hemat Tidak perlu operator tampil Dapat memakai arus yang tinggi Kerugian Las Busur Rendam: 1. 4. 3. Di samping itu karena mempergunakan kawat elektroda yang besar maka sangat sukar untuk memegang alat pembakar dengan tangan tepat pada tempatnya. Karena kedua hal tersebut maka pengelasan selalu dilaksanakan secara otomatis penuh. Dalam pengelasan ini busur listriknya terendam dalam fluks. Bila menggunakan sumber listrik DC dengan tegangan tetap. Mesin las dengan listrik DC kadang-kadang digunakan untuk mengelas pelat tipis dengan kecepatan tinggi atau untuk pengelasan dengan elektroda lebih dari satu. Dulchesky. Keuntungan Las Busur Rendam: 1. 3. 2. 2. Karena dalam pengelasan ini. busur listriknya tidak kelihatan. Las busur rendam adalah pengelasan dimana logam cair tertutup dengan fluks yang diatur melalui suatu penampung fluks dan logam pengisi yang berupa kawat pejal diumpankan secara terus menerus. Mesin las ini dapat menggunakan sumber listrik AC yang lamban dan DC dengan tegangan tetap bila menggunakan listrik AC Perlu adanya pengaturan kecepatan pengumpanan kawat las yang dapat diubah-ubah untuk mendapatkan panjang busur yang diperlukan. Dan Las Busur Rendam dipraktekkan pertama kali oleh D. 5.diusulkan oleh Bernardos dan N.

CaC2 dihasilkan dari proses peleburan antara batu karang (Carbon) dengan kapur (CaO) dalam dapur api yang memancarkan bunga api listrik. seperti Xenon. dan hard surfacing.5) Tungsten Inert Gas Pengelasan ini pertama kali ditemukan di USA (1940). 6) Oxyacetylene Welding Suatu pengelasan dengan menggunakan nyala api yang diperoleh dari pembakaran gas acetylene (C2H2) dengan oksigen (O2). Dalam penggunaannya Tungsten tidak ikut mencair karena Tungsten tahan panas melebihi dari logam pengisi. berawal dari pengelasan paduan untuk bodi pesawat terbang. Sebenarnya masih ada gas lainnya. Las ini memakai elekroda Tungsten yang mempunyai titik lebur yang sangat tinggi (3260 C) dan gas pelindungnya Argon/Helium. metalling. Acetylene dihasilkan dari percampuran CaC2 (Kalsium Karbida) dengan air. brazing. Hasil pembakaran ini akan menghasilkan suhu yang tinggi. Karena elektrodanya tidak ikut mencair maka disebut juga elektroda tidak terumpan. CaO + 3C Þ CaC2 + CO . Tetapi karena sulit didapat maka jarang digunakan. dan umumnya digunakan untuk cutting. Prinsip: panas dari busur terjadi diantara elektrode Tungsten dan logam induk akan meleburkan logam pengisi ke logam induk di mana busurnya dilindungi oleh gas mulia (Ar atau He).

. Aceton ini digunakan untuk menyerap gas Acetylene dan membuatnya menjadi stabil. Carbon yang terkandung dalam CaC2 melepaskan diri dan kemudian bergabung dengan Hidrogen membentuk C2H2 yang berupa gelembunggelembung gas. Kemudian sedikit demi sedikit Karbida ini dijatuhkan ke dalam air. dihancurkan dan dimasukkan dalam keadaan kering ke dalam wadah yang hampa udara. Caranya dengan melapisi dinding botol penyimpanan dengan Asbes yang porous dan diakhiri dengan penambahan Aceton cair. Karbida didinginkan. pada akhirnya akan menguap menjadi gas dan meninggalkan endapan Ca(H)2. Acetylene tidak berwarna. Di atas batas-batas tersebut bisa menimbulkan ledakan. Tapi yang ada di pasaran sudah dicampur degnan belerang dan Phofor sehingga berbau. Pemakaian gas dari silinder tidak boleh lebih dari 1/7kapasitas total silinder. Untuk mengatasi hal ini. Karena ketidakstabilan dari Acetylene ini. Caranya dengan melapisi dinding botol penyimpanan dengan Asbes yang porous dan diakhiri dengan penambahan Aceton cair. tidak berbau dan lebih ringan daripada udara. Dimana wadah yang hampa udara ini merupakan salah satu bagian dari generator Acetylene. 3. maka tidak boleh digunakan di atas tekanan 15 psig atau dikenai kejutan listrik. Jenis nyala api dapat dibagi tiga jenis: 1. 2. Gas Acetylene tidak stabil di atas tekanan 30 psig (1435 F). kalau gas ini akan disimpan dalam botol baja dengan tekanan di atas 2 atm maka harus dilarutkan lebih dahulu dalam Aceton cair. Aceton ini digunakan untuk menyerap gas Acetylene dan membuatnya menjadi stabil. panas yang berlebihan dan perlakuan yang keras. Netral (C2H2 : O2 = 1:1) Karburasi (C2h2 > O2) Oksidasi (C2H2 < O2) Temperatur nyala api bisa mencapai 3000 C.CaC2 + H2O Þ C2H2 + Ca(OH)2 Setelah CaC2 dileburkan. Dalam generator tersebut. Karbida yang telah dihancurkan diletakkan dalam wadah yang hampa udara yang terletak di atas tangki besar yang berisi air.

Daerah di mana terjadi loncatan elektron disebut busur (Arc) Menurut Bernados (1885) bahwa busur yang terjadi di antara katoda Karbon dan anoda logam dapat meleburkan logam sehingga bisa dipakai untuk penyambungan 2 buah logam. 6. I . Panas oleh busur listril terjadi karena adanya loncatan elektron dari elektrode melalui udara ke benda kerja Elektron tersebut bertumbukan dengan udara/gas serta memisahkannya menjadi elektron dan ion positif. T………………………………………………. 3. Volt .7) Electric Arc Welding Prinsip : Penggunaan busur listrik untuk pemanasan. Las Elektroda Karbon Las Elektroda Terbungkus Las Busur Rendam Las Busur CO2 Las TIG Las MIG Las Busur dengan elektroda berisi fluks Panas dari busur disebabkan oleh elektron yang bergerak dari katoda menumbuk anoda. 4. 5.1) Dimana : W = Energi Panas E = Tegangan.(2. 7. 2. Las Busur Listrik dapat dibagi menjadi: 1. Konversi energinya: W = E .

4. Terbuat dari fibre glass 2) Kacamata Las (Gogel) Pelindung mata digunakan untuk menghindari pengaruh radiasi energi seperti sinar ultra violet. Nyaman dipakai. Posisi pengelasan terdiri dari : Flat (F). inframerah dan lain-lain yang dapat merusak mata. yaitu untuk menghindari: 1. 2. 2. Untuk mencegahnya digunakan pelindung berbentuk fluks atau gas pelindung. Kuat dan tahan dari benturan. Tumbukan langsung benda keras dengan kepala. 3. Ampere T = Waktu. Para pekerja yang kemungkinan . Detik Pada saat pengelasan.3. Cipratan ledakan-ledakan kecil dari cairan las yang mengakibatkan terbakarnya bagian kepala Syarat-syarat dari helm pengaman yaitu: 1. Horisontal (H) dan Overhead.I = Arus. Pemaparan sinar ultra violet dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat atau pemaparan sinar ultra violet intensitas rendah dalam waktu cukup lama akan merusak kornea mata. 2.3 Jenis Alat Pelindung Diri Pada Bengkel Las 1) Helm Pengaman Helm pengaman sangat penting penggunaannya. 3. Kejatuhan langsung benda keras terhadap kepala. panas dan goresan benda tajam. Vertikal (V). benda kerja menjadi panas sehingga mudah terjadi reaksi dengan Oksigen (Udara). Daya kalor panasnya relatif kecil.

Karena sifat lengkung dari kawat baja tersebut. sinar tampak dan sinar inframerah. karena tidak dapat melihat benda kerja dengan jelas. biasanya kacamata las hanya dapat menahan sekian persen dari sinar-sinar yang berbahaya. Harus tahan lama dan mempunyai sifat yang tidak mudah berubah. Bagian bundar dari kacamata dihubungkan dengan sebuah kawat baja. Harus mempunyai daya penerus yang tepat terhadap cahaya tampak. Pekerjaan pengelasan juga menghasilkan radiasi inframerah tergantung pada temperature lelah mental. yang berfungsi untuk mengikat kaca. misalnya abuabu. Harus memberikan rasa nyaman kepada pemakai Dalam tahun-tahun terakhir ini pembuatan kacamata las telah mengalami kemajuan. Gagang kacamata las terbuat dari bahan yang tidak begitu keras. Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih gogel adalah: 1. 2. 5. tetapi juga tidak boleh terlalu terang. Namun. sehingga dapat dicegah bahayanya bagi mata. karena menggunakan bahan buatan. Gogel tersebut harus mampu menurunkan kekuatan pancaran sinar tampak dan harus dapat melindungi mata dari pancaran sinar ultra violet dan inframerah. Kacamata las (gogel) sangat penting digunakan pada saat mengelas. 4. seperti sinar dari las potong dengan menggunakan gas dan percikan dari las sinar yang memijar harus menggunakan pelindung mata khusus. Harus mampu menahan cahaya dan sinar yang berbahaya. maka . Harus mempunyai sifat-sifat yang tidak melelahkan mata. sehingga pada saat kacamata dipakai sepanjang hari dan berkeringat. coklat atau hijau. tidak membuat sakit pada kulit muka. Lensa kacamata tidak boleh terlalu gelap.dapat terkena bahaya dari sinar yang menyilaukan. sebab akan menyilaukan. Karena lubang hawa yang kecil pada gagangnya dan karena kaca mukanya bukan penghantar panas yang baik. Lebih banyak sinar dari suatu panjang gelombang yang dipancarkan oleh suatu sumber bahaya. Bahan dari kacamata las (gogel) dapat terbuat dari plastik yang transparan dengan lensa yang dilapisi kobalt untuk melindungi bahaya radiasi gelombang elektromagnetik non ionisasi dan kesilauan atau lensa yang terbuat dari kaca yang dilapisi timah hitam untuk melindungi dari radiasi gelombang elektromagnetik dan mengion. Untuk keperluan ini maka kacamata las harus mempunyai warna tranmisi tertentu. untuk melindungi mata dari radiasi sinar ultra violet. 3. maka lebih besar pula daya absorbsi untuk sinar itu yang harus dipunyai kacamata las. maka kacamata itu tidak akan menjadi buram karena penglihatan. Untuk mendapatkan kacamata las dengan kaca gelap yang memiliki sifat tidak tembus sinar-sinar berbahaya sulit didapatkan. Jenis pelindung mata yang digunakan sebagai alat pelindung diri oleh pekerja las karbit adalah kacamata las (gogel).

pada bagian dalam kaca yang sudah kuat tersebut masih bisa dilapisi dengan sebuah pelat bening dari mika atau celon. persiapan pengelasan dan lain sebagainya 8) Alat Pelindung Hidung (Respirator) Alat pelindung hidung digunakan untuk menjaga asap dan debu agar tidak langsung masuk ke hidung 9) Pakaian Kerja Pakaian kerja pada waktu mengelas berfungsi untuk melindungi anggota badan dari bahayabahaya waktu mengelas. Filter dilapisi oleh kaca bening atau kaca plastik yang ditempatkan di sebelah luar dan dalam. karena katun dan kulit akan tidak cepat bereaksi bila bersentuhan dengan panas. Alat ini digunakan terutama pada waktu mengelas posisi di atas kepala. fungsinya untuk melindungi filter dari percikan-percikan las. vertikal maupun horizontal.kacamata nyaman dipakai. 5) Pelindung Telinga (Hearing Protection) Alat pelindung telinga digunakan untuk melindungi telinga dari kebisingan pada waktu menggerinda. meluruskan benda kerja. Helm las dipakai pada kepala sehingga kedua tangan bisa bebas. karena terak sangat rapuh dan keras pada waktu dingin. Kedok las dan helm las dilengkapi dengan kaca penyaring (filter) yang harus dipakai selama proses pengelasan. Selain itu. yang tidak dapat dilindungi dengan hanya memakai pelindung mata saja. Syarat-syarat pakaian kerja yaitu: 1. dapat berbentuk helm las (helmet welding) dan kedok las (handshield welding). Bentuk dari pelindung muka bermacam-macam. digunakan pada waktu mengelas di bawah tangan. 4) Kacamata Bening (Safety Spectacles) Kacamata bening dipakai pada waktu membersihkan terak. 3) Pelindung Muka Pelindung muka dipakai untuk melindungi seluruh muka terhadap kebakaran kulit sebagai akibat dari cahaya busur. percikan dan lain-lainnya. Kedok las yang dipegang dengan tangan. Bahan pakaian kerja harus terbuat dari kain katun atau kulit. . Tujuan dari filter ini adalah untuk menghilangkan dan menyaring sinar infra merah dan ultra violet. Mika dan celon ini mencegah kaca menjadi buram.

Untuk melindungi bagian dalam dada tersebut digunakan pelindung dada. karena bahan tersebut akan cepat bereaksi dan mudah menempel pada kulit badan apabila kena loncatan bunga api. terlalu sempit akan mengurangi gerak anggota badan. 3. dan bahan dari kulit. tinggi dengan penutup ujung sepatu dari baja. Pakaian kerja tidak terlalu longgar dan tidak terlalu sempit. Sarung tangan harus lemas sehingga tidak mengganggu pekerjaan jari-jari tangan. Syarat-syarat dari sepatu kerja yaitu kuat dan tahan api. Untuk melindungi jari-jari tangan dari benda panas dan sengatan listrik. Menghindari pakaian kerja yang terbuat dari bahan polyester atau bahan yang mengandung sintetis. Sinar dari las listrik termasuk sinar yang sangat tajam.4 Mesin Produksi . maka tukang las harus memakai sarung tangan yang tahan panas dan bersifat isolasi. Sarung tangan dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan memegang pemegang elektroda. hal ini dapat menimbulkan tersangkut dengan benda lain atau kemasukan bunga api 10) Pelindung Dada (Apron) Bagian dalam dada merupakan bagian yang sangat peka terhadap pengaruh panas dan sinar yang tajam. 11) Sarung Tangan Pekerjaan mengelas selalu berhadapan dengan benda-benda panas dan arus listrik. 2. karena kalau terlalu longgar akan menambah ruang gerak anggota badan. Waktu mengelas harus selalu memakai sepasang sarung tangan 12) Sepatu Kerja Fungsi dari sepatu kerja yaitu untuk melindungi kaki dari beram-beram tajam. 4. Hindarkan celana dari lipatan bagian bawah.2. Pelindung dada dipakai setelah baju las. kejatuhan benda-benda tajam dan percikan cairan logam serta goresan-goresan benda-benda tajam.

Sebagai tambahan. Namun jenis mesin yang umum digunakan dalam kegiatan proses produksi diantaranya yaitu : 1) Mesin bubut Gambar 2 Mesin Bubut Mesin bubut mencakup segala mesin perkakas yang memproduksi bentuk silindris. dibor atau dilebarkan lubangnya. Tersedia dua hantaran tangan untuk memandu pahat pada gerakan arah menyilang. maka harus kaku dan dirancang dengan ketepatan tinggi. namun dapat juga dipakai untuk beberapa kepentingan lain. pembubut dapat digunakan untuk membuat kenob. sadel pahat dan apron. digurdi. Pembubut berkepala roda gigi mendapatkan dayanya pada kepala tetap melalui sabuk V banyak yang dipasang pada motor di bawah. maka dapat ditempatkan dalam berbagai kedudukan sudut untuk . Permukaan rata dapat dicapai dengan menyangga benda kerja pada plat muka atau ke dalam pencekam. Jenis yang paling tua dan paling umum adalah pembubut (lathe) yang melepas bahan dengan memutar benda kerja terhadap pemotong mata tunggal. dipasangkan pada plat muka didukung pada pencekam rahang atau dipegang pada pencekam yang ditarik ke dalam atau leher collet). Untuk itu hanya perlu menggerakkan tuas yang menjulur pada kotak roda gigi. Roda tangan yang atas atau engkol tangan mengendalikan gerakan dari perlengkapan majemuk dan karena perletakannya dilengkapi dengan busur derajat penyetel putaran. memotong ulir atau membuat tirus. Benda kerja yang dipegang dengan cara ini dapat juga diberi pusat. Suku cadang di mesin harus dapat dipegang diantara kedua pusatnya. Meskipun mesin ini terutama disesuaikan dengan pengerjaan silindris. Rakitan kereta luncur mencakup perletakan majemuk. Oleh karena mendukung dan memandu pahat pemotong.Tujuan utama dari mesin produksi yaitu untuk membuat dan atau menghasilkan suatu barang atau produk yang telah direncanakan sehingga membantu pekerjaan manusia menjadi lebih mudah Mesin produksi terdiri atas berbagai macam jenis mesin.

Bagian dari kereta luncur yang menjulur di depan dari pembubut disebut apron. Pengelompokan Mesin Bubut Pembagian mesin bubut berdasarkan kemampuan pengerjaan dikelompokkan menjadi lima kelompok besar yaitu: 1) Bubut Ringan Mesin ini bentuknya kecil dan sederhana. dan cekam. Biasanya diletakkan diatas meja kerja. digunakan untuk mengerjakan benda-benda yang kecil pula. Proses ini disebut dengan Turning Operation. Roda tangan yang ketiga digunakan untuk menggerakkan kereta luncur di sepanjang landasan. roda gigi dan mekanisme lain untuk menghantar kereta luncur dan peluncur menyilang dengan tangan atau daya. yaitu merupakan dinding ganda dicor yang berisi kendali. Benda-benda tersebut dibuat dari bahan yang berbeda-beda tergantung dari kebutuhannya. jig dan fixture. Pada permukaan apron dipasangkan berbagai tuas kendali dan roda. benda kerja diputar pada sumbunya di mesin bubut ke arah sudut potong dari pahat potong sehingga akan dihasilkan geram.membubut tirus pendek. Pembubutan dilakukan untuk menghasilkan bagian-bagian yang bundar. Semua benda kerja hasil pembubutan merupakan bagian-bagian mesin. dan dapat memiliki kualitas yang tidak sama satu sama lain. Contoh : Mesin bubut Simonet. 1. 2) Mesin Bubut Revolver . biasanya untuk menarik kembali ke kedudukan semula setelah ulir pengarah membawanya sepanjang pemotongan.

pahat dimajukan ke arah melintang sampai kedalaman pemotongan yang dikehendaki. 3) Mesin Bubut Sedang Konstruksi mesin bubut ini lebih cermat dan dilengkapi dengan penggabungan perlengkapan yang khusus. artinya putaran utama. Gerakan ini disebut “adjusting motion”. Mesin ini digunakan untuk pengerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi. 5) Mesin Bubut Beralas Panjang Mesin bubut ini termasuk mesin bubut industri berat yang banyak digunakan pada benda kerja yang besar dan panjang. 2. akan menghasilkan “chip” (geram. Gerakan-gerakan Dalam Membubut Dalam pengerjaan mesin bubut dikenal beberapa prinsip gerakan yaitu : 1) Gerakan berputar benda kerja pada sumbunya disebut “cutting motion. . Dan cutting speed atau kecepatan potong merupakan gerakan untuk mengurangi benda kerja dengan pahat.Gerakan tadi disebut “feed motion”. main motion”. 4) Mesin Bubut Standart Mesin ini mempunyai power yang lebih besar dan digunakan untuk pengerjaan pembubutan yang memerlukan ketelitian tinggi dengan benda kerja yang cukup besar. Contoh : Cholcester Master dan Kerry. 3) Bila pahat dipasang dengan dalam pemotongan (“depth of cutting”). Misalnya poros-poros kapal dan poros transmisi.Mesin ini khusus untuk memproduksi benda kerja yang ukurannya sama dan dalam jumlah yang banyak atau untuk pengerjaan awal. serpih. 2) Pahat yang bergerak maju secara teratur. Contoh : Mesin bubut Kapstan. tatal).

sedangkan pada saat kembali tidak melakukan pemotongan. Membubut melintang (transversal) Pahat bergerak tegak lurus terhadap sumbu putar benda kerja sehingga bahan terpotong menjadi dua bagian atau meratakan dari sisi benda kerja. Pengerjaan pada Mesin Bubut Adapun macam pengerjaan yang dapat dilakukan pada mesin bubut adalah : 1). 4).3. Membubut tirus / membubut konus Pada waktu membubut tirus. Membubut profil Dipergunakan pahat khusus untuk membuat profile dengan gerakan pahat tegak lurus sumbu putar dari benda kerja. 2). pahat digerakkan sejajar sumbu putar benda kerja sehingga dihasilkan bentuk silinder. Pada waktu bergerak ke kiri pahat melakukan pemotongan. Membubut memanjang (longitudinal) Saat membubut memanjang. 5). Bagian-bagian Mesin bubut . pahat digerakkan dari kanan ke kiri dan sebaliknya. pahat terlebih dulu diputar beberapa derajat. Membubut ulir Pada waktu membubut ulir. dengan demikian dihasilkan bentuk silinder tirus. 4. 3).

1. a compound slide. a carriage. a headstock.4 Bagian-bagian mesin bubut Bagian-bagian mesin bubut : 1) Tailstock Untuk memegang atau menyangga benda kerja pada bagian ujung yang berseberangan dengan Chuck (pencekam) pada proses pemesinan di mesin bubut.Mesin bubut pada dasarnya terdiri dari beberapa bagian antara lain: meja mesin. Pada gambar berikut ini diperlihatkan nama-nama bagian atau komponen yang umum dari mesin bubut: Gambar 2. Dihubungkan dengan roda gigi pada kepala tetap dan putarannya bisa dibalik. 2) Lead crew Adalah poros panjang berulir yang terletak agak dibawah dan sejajar dengan bangku. . a tailstock. a feedrod. memanjang dari kepala tetap sampai ekor tetap. dan leadscrew. a toolpost. Dipasang ke pembawa (carriage) dan digunakan sebagai ulir pengarah untuk membuat ulir saja dan bisa dilepas kalau tidak dipakai.3.

Pahat ini terbuat dari unalloyed tool steel. 5) Toolpost Digunakan sebagai tempat dudukan pahat bubut. dan pengasahannya. Spindle yang atas mengendalikan gerakan dudukan pahat dan spindle atas untuk menggerakkan pembawa sepanjang landasan. diamond tips. 7) Bed mesin Berfungsi untuk tempat kedudukan pembawa (carried). Umurnya tergantung dari jenis bahan dasar pahat. dudukan pahat dan apron. . bentuk sisi potong.3) Feedrod Terletak dibawah ulir pengarah yang berfungsi untuk menyalurkan daya dari kotak pengubah cepat (quick change box) untuk menggerakkan mekanisme apron dalam arah melintang atau memanjang. 8). 4) Carriage Terdiri dari tempat eretan. alloy tool steel. ceramic cutting material. Dilengkapi dengan dua cross slide untuk mengarahkan pahat dalam arah melintang. 6) Headstock Yaitu tempat terletaknya transmisi gerak pada mesin bubut yang mengatur putaran yang dibutuhkan pada proses pembubutan. Konstruksinya kuat karena harus menyangga dan mengarahkan pahat pemotong. cemented carbide. Pahat Bubut Pahat bubut digunakan untuk mengurangi benda kerja. dengan menggunakan pemegang pahat.

Contoh pahat roughing yaitu : Pahat potong kiri 1. Untuk keperluan ini dipergunakan pahat finishing titik dengan sisi potong bulat dan pahat finishing datar dengan sisi potong rata. thread cutting. Selama pengerjaan kasar. kalau tidak permukaan benda kerja tidak akan halus. Bentuknya dapat lurus atau bengkok. 5. boring. Permukaan yang halus dari benda kerja akan diperoleh jika menggunakan pahat finishing. Kebanyakan pahat bubut sudah distandarisasikan. 4. Pahat potong sudut kanan Pahat potong kanan Pahat potong ulir segitiga Pahat potong rata Pahat bentuk 6. Oleh sebab itu harus dipilih pahat roughing. 3. 2. Jenis-jenis pahat bubut yaitu : 1) Pahat roughing (roughing tool). finishing. Macam-macam Pahat Bubut Untuk setiap jenis pengerjaan diperlukan pahat yang tepat. sisi potong pahat finishing harus digosok dengan oil stone secara hati-hati. . dan sebagainya. Pahat finishing (finishing tool).5. Sifat-sifat Dasar Pahat Bubut 1) Keras 2) Ulet 3) Tahan panas 4) Tahan lama 6. pahat harus memotong benda dalam waktu sesingkat mungkin. Oleh sebab itu pahat ini harus dibuat kuat. Setelah digerinda.

Mesin Frais . pahat harus dipegang dengan kuat dan aman. Sisi potong yang tumpul menyebabkan getaran yang besar. Perawatan Pahat Bubut Pahat bubut harus disimpan sedemikian rupa sehingga sisi potongnya tidak mudah rusak. 8. Dengan memasang pahat pada baut pengunci (clamping bolt). 2). Oleh sebab itu janganlah menunggu sampai sisi potong tumpul. Cara Memasang Pahat Bubut Selama pengerjaan. Besarnya tenaga ini tergantung dari besarnya benda kerja dan ukuran penampang chip. pahat ditekan oleh tenaga potong (cutting force). terjadilah getaran yang kuat di antara permukaan penyangga pahat dengan penjepit pahat. Untuk menghindari bergesernya pahat selama pengerjaan. Getaran tersebut menyebabkan pahat bergerak. Untuk pemasangan pahat dapat digunakan pelat-pelat tipis sebagai “ganjal”.Contoh pahat finishing yaitu : 1) Pahat ujung bulat 2) Pahat sisi kiri 3) Pahat sisi kanan 4) Pahat sudut kanan 7. sehingga menyebabkan panas dan permukaan yang kasar.

Proses frais adalah proses yang menghasilkan chips (geram). sehingga dalam pengerjaan mekanis dikenal beberapa prinsip pengerjaan. juga berguna untuk menghaluskan atau meratakan benda kerja sesuai dengan dimensi yang dikehendaki. salah satunya adalah pengerjaan perataan permukaan dengan menggunakan mesin Frais atau biasa juga disebut mesin milling.kemudian dilanjutkan dengan pemotongan dengan alat potong yang disebut cutter dan akhirnya benda kerja akan berubah ukuran maupun bentuknya . tetapi proses ini membutuhkan pelumas berupa oli yang berguna untuk pendingin mata frais agar tidak cepat aus. Mesin frais dapat menghasilkan permukaan bidang rata yang cukup halus.2 Mesin Frais Pengerjaan mekanis logam biasanya digunakan untuk pengerjaan lanjutan maupun pengerjaan finishing. Frais menghasilkan permukaan yang datar atau berbentuk profil pada ukuran yang ditentukan dan kehalusan atau kualitas permukaan yang ditentukan. Proses kerja pada pengerjaan dengan mesin frais dimulai dengan mencekam benda kerja .4.Gambar 2. Hal ini disebabkan karena selain mampu memesin permukaan datar maupun berlekuk dengan penyelesaian dan ketelitian istimewa. Mesin frais adalah mesin yang paling mampu melakukan banyak tugas bila dibandingkan dengan mesin perkakas yang lain.

Mesin Skrap Gambar 2. Pembuat dudukan pasak (key seater) Dirancang untuk memotong alur pasak pada roda gigi. Fungsi lain mesin skrap yaitu: 1. Sesuai dengan bentuk dan ukuran yang dikehendaki. 2.3). Operasi dari bentuk ini sering dijumpai pada pekerjaan cetakan. Pembuat celah (slotter) Terutama digunakan untuk pemotongan dalam dan menyerut bersudut serta untuk operasi yang memerlukan pemotongan vertikal karena kedudukan yang diharuskan untuk memegang benda kerja.4. cetakan logam dan pola logam. . puli mok dan suku cadang yang serupa. menyudut.3 Mesin Skrap Mesin sekrap atau shaping machine adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk mengubah permukaan benda kerja menjadi permukaan rata baik bertingkat. dan alur.

Mesin Bor Gambar 2. 4). seperti mesin bor bangku. Beberapa contoh mesin yang disebut diatas : 1.4 Mesin Bor Listrik Di bengkel-bengkel kerja bangku pekerja logam kebanyakan menggunakan jenis mesin bor. Mesin bor meja Bagian mesin bor meja : 1) tuas penekan. mesin bor tiang adakalanya menggunakan mesin bor pistol atau bor dada.4. karenanya menambah atau mengurangi ayunan engkol.1. panjang langkah diatur dengan mengubah jalan keliling pasak engkol pada roda gigi penggerak. 2) tuas pengikat. pemindahan ini diatur dengan memutar poros pengatur langkah yang akan memutar roda gigi kerucut dan menggerakan batang berulir yang mengatur penggerak blok engkol. berpegang pada prinsip gerakkan mendatar. Pada langkah pemakanan akan menghasilkan beram (tatal logam) dari benda kerja. . Prinsip Kerja Mesin Sekrap Mesin sekrap dapat dipakai untuk mengerjakan benda kerja sampai sepanjang 800 mm.

Bor duduk Kegunaan bor duduk merupakan perangkat perbengkelan yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja. 7) mur penyetel. 2.3) alas mesin bor. 5) penjepit bor. 4) meja mesin bor. Mesin Bor Tiang Bagian dari mesin bor tiang 1) Motor listrik 2) Pengatur kcepatan 3) Tuas penekan 4) Sumbu bor . 6) pengaman. 8) rumah sabuk. tempat yang mengumpankan meletakkan untuk benda kepermukaan benda kerja. Bagian-bagian dari perkakas bor duduk listrik: 1) Motor penggerak berupa motor listrik untuk menggerakkan cak 2) Sistem 3) Tuas bor transmisi penekan yang berfungsi untuk alat yang mentransmisikan untuk putaran motor mata bor yang penggerak ke poros pemutar cak adalah benda berfungsi dan untuk berfungsi menggerakkan mata kerja mendekati bor kerja. Dimana mata bor digenggam oleh gigi-gigi pada cak 4) Meja merupakan adalah kaki sedang ditangani 5) Dudukan mendudukkan perkakas bor di atas rangka atau meja 3.

sehingga dapat dibawa. Karena mesin ini ukurannya cukup besar jadi tidak mungkin dibawa/dirubah posisinya. Mesin Gerinda Gambar 2. 2. Bagian badan mesin yang biasanya terbuat dari besi tuang yang memiliki sifat sebagai peredam getaran yang baik.4. . Bagian poros spindel merupakan bagian yang kritis karena harus berputar dengan kecepatan tinggi juga dibebani gaya pemotongan pada batu gerindanya dalam berbagai arah.5) Meja mesin bor 6) Tiang mesin bor 7) Alas mesin bor Mesin bor tiang dan mesin bor meja digunakan untuk benda yang ukurannya relative kecil.5 Mesin Gerinda Mesin gerinda merupakan proses menghaluskan permukaan yang digunakan pada tahap finishing dengan daerah toleransi yang sangat kecil sehingga mesin ini harus memiliki konstruksi yang sangat kokoh. 5). Fungsinya adalah untuk menopang meja kerja dan menopang kepala rumah spindel. Maka untuk benda yang besar tidak mungkin dirubah posisinya digunakan mesin bor yang portable seperti mesin bor pistol dan bor dada. Bagian-bagian mesin gerinda 1.

3. . . Bagian meja juga merupakan bagian yang dapat mempengaruhi hasil kerja proses gerinda karena diatas meja inilah benda kerja diletakkan melalui suatu ragum ataupun magnetic chuck yang dikencangkan pada meja ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->