P. 1
prestasi

prestasi

|Views: 286|Likes:
Published by Irwansyah Khenary

More info:

Published by: Irwansyah Khenary on Jan 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2013

pdf

text

original

Muray dalam Beck (1990 : 290) mendefinisikan prestasi sebagai berikut : “To overcome obstacle, to exercise power, to strive

to do something difficult as well and as quickly as possible”

“Kebutuhan untuk prestasi adalah mengatasi hambatan, melatih kekuatan, berusaha melakukan sesuatu yang sulit dengan baik dan secepat mungkin”. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu. Berdasarkan pendapat tersebut, prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran. b. Pengertian Belajar Untuk memahami tentang pengertian belajar di sini akan diawali dengan mengemukakan beberapa definisi tentang belajar. Ada beberapa pendapat para ahli tentang definisi tentang belajar. Cronbach, Harold Spears dan Geoch dalam Sardiman A.M (2005:20) sebagai berikut : 1) Cronbach memberikan definisi : “Learning is shown by a change in behavior as a result of experience”. “Belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman”. 2) Harold Spears memberikan batasan: “Learning is to observe, to read, to initiate, to try something themselves, to listen, to follow direction”. Belajar adalah mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti petunjuk/arahan. 3) Geoch, mengatakan : “Learning is a change in performance as a result of practice”. Belajar adalah perubahan dalam penampilan sebagai hasil praktek. Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya. Juga belajar itu akan lebih baik kalau si subyek belajar itu mengalami atau melakukannya, jadi tidak bersifat verbalistik. Belajar sebagai kegiatan individu sebenarnya merupakan rangsangan-rangsangan individu yang dikirim kepadanya oleh lingkungan. Dengan demikian terjadinya kegiatan belajar yang

pengetahuan. Menurut Saifudin Anwar (2005 : 8-9) mengemukakan tentang tes prestasi belajar bila dilihat dari tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan sesorang dalam belajar. Pengertian belajar juga dikemukakan oleh Slameto (2003:2) yakni belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Kondisi eksternal adalah kondisi yang ada di luar diri pribadi manusia. dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan. Kondisi internal dalah kondisi atau situasi yang ada dalam diri siswa. misalnya ruang belajar yang bersih. Hal ini berarti bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang diperlihatkan dalam bentuk bertambahnya kualitas dan kuantitas kemampuan seseorang dalam berbagai bidang. kemapuan dan sebaginya. Maka prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar. dll. Winkel (1996:226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Untuk meningkatkan prestasi belajar yang baik perlu diperhatikan kondisi internal dan eksternal. Prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Testing pada hakikatnya menggali informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Thursan Hakim (2000:1) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia. Prestasi belajar di bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif. pemahaman. maka orang tersebut sebenarnya belum mengalami proses belajar atau dengan kata lain ia mengalami kegagalan di dalam proses belajar. afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen yang relevan. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Fontana seperti yang dikutip oleh Udin S. keterampilan. daya pikir. huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. . Selaras dengan pendapat-pendapat di atas. Jadi prestasi belajar adalah hasil pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol. Tes prestasi belajar berupa tes yang disusun secara terrencana untuk mengungkap performasi maksimal subyek dalam menguasai bahan-bahan atau materi yang telah diajarkan.dilakukan oleh seorang idnividu dapat dijelaskan dengan rumus antara individu dan lingkungan. tes formatif. Belajar yang efektif dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai. kebiasaan. seperti kesehatan. Sedangkan menurut Arif Gunarso (1993 : 77) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar. apabila seseorang tidak mendapatkan suatu peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan. bahkan ebtanas dan ujian-ujian masuk perguruan tinggi. Dalam proses belajar. keterampilan. tes sumatif. Dalam kegiatan pendidikan formal tes prestasi belajar dapat berbentuk ulangan harian. Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif. sikap. afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan. Winataputra (1995:2) dikemukakan bahwa learning (belajar) mengandung pengertian proses perubahan yang relative tetap dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman. sarana dan prasaran belajar yang memadai.

Proses tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada suatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan.B. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif. Sehubungan dengan prestasi belajar. maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima. 1. faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern). dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern). Adapaun prestasi dapat diartikan hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut. affektif dan psikomotor. C. maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Faktor Intern Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri. tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung.” Berdasarkan pengertian di atas. Poerwanto (1986:28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport.” Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam tingkah laku manusia. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Adakalany perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-kemajuan yang berbeda antara satu anak . Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Kecerdasan/intelegensi Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Pengertian Prestasi Belajar Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi. minat dan motivasi. Ada lagi yang lebih khusus mengartikan bahwa belajar adalah menyerap oengetahuan. merasa dan berbuat.” Sedangkan menurut S. sekolah. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. bakat. sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Nasution (1996:17) prestasi belajar adalah: “Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir. adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu kecedersan/intelegensi. karena kegiatan belajar merupakan proses. masyarakat dan sebagainya.

diperhatikan terus yang disertai dengan rasa sayang.” Slameto (1995:56) mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah.dengan anak yang lainnya. Ungkapan ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan. sehingga seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya.” Dari pendapat di atas jelaslah bahwa intelegensi yang baik atau kecerdasan yang tinggi merupakan faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajar. Oleh karena itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar.” Dari pendapat di atas jelaslah bahwa tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang sangat ditentukan oleh bakat yang dimilikinya sehubungan dengan bakat ini dapat mempunyai tinggi rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu. yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu. Apalagi seorang guru atau orang tua memaksa anaknya untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan bakatnya maka akan merusak keinginan anak tersebut. Dalam proses belajar terutama belajat keterampilan. Menurut Winkel (1996:24) minat adalah “kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Untuk menambah minat seorang siswa di dalam menerima pelajaran di sekolah siswa diharapkan dapat mengembangkan minat untuk melakukannya sendiri. kegiatan yang diminati seseorang. Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah satu faktor yang .” Menurut Syah Muhibbin (1999:136) mengatakan “bakat diartikan sebagai kemampuan indivedu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. Kegiatan yang dimiliki seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa sayang. Bakat Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. bakat memegang peranan penting dalam mencapai suatu hasil akan prestasi yang baik. jelaslah bahwa minat besar pengaruhnya terhadap belajar atau kegiatan.” Muhibbin (1999:135) berpendapat bahwa intelegensi adalah “semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Minat Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenai beberapa kegiatan. Sebaliknya. Kalau seorang murid mempunyai tingkat kecerdasan normal atau di atas normal maka secara potensi ia dapat mencapai prestasi yang tinggi.” Selanjutnya Slameto (1995:57) mengemukakan bahwa minat adalah “kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. semakin rendah kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk meraih sukses. dan sangat menentukan berhasil tidaknya studi seseorang.” Kartono (1995:2) menyatakan bahwa “bakat adalah potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata. Bahkan pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat menambah kegiatan belajar.” Kemudian Sardiman (1992:76) mengemukakan minat adalah “suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atai arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginankeinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Menurut Kartono (1995:1) kecerdasan merupakan “salah satu aspek yang penting.” Berdasarkan pendapat di atas.

lingkungan sekitarnya dan sebagainya. karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan pendidikan dan bimbingan. yaitu beberapa pengalaman-pengalaman. Keluarga yanng sehat besar artinya untuk pendidikan kecil.dapat mempengaruhi hasil belajarnya.” Sedangkan Sardiman (1992:77) mengatakan bahwa “motivasi adalah menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu. negara dan dunia. Dalam hal ini Hasbullah (1994:46) mengatakan: “Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama. Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar. 2. Untuk membangkitkan motivasi kepada mereka. dimana orang tua harus menaruh perhatian yang serius tentang cara belajar anak di rumah. karena rasa aman merupakan salah satu kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk belajar. Persoalan mengenai motivasi dalam belajar adalah bagaimana cara mengatur agar motivasi dapat ditingkatkan. Rasa aman itu membuat seseorang akan terdorong untuk belajar secara aktif. Dengan adanya dorongan ini dalam diri siswa akan timbul inisiatif dengan alasan mengapa ia menekuni pelajaran. keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat. Dalam memberikan motivasi seorang guru harus berusaha dengan segala kemampuan yang ada untuk mengarahkan perhatian siswa kepada sasaran tertentu. Jalan kerjasama yang perlu ditingkatkan. keadaan keluarga. Nasution (1995:73) mengatakan motivasi adalah “segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seseorang siswa yang menyebabkan siswa tersebut melakukan kegiatan belajar. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Slameto bahwa: “Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. Motivasi Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan belajar. Apabila seseorang mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu hal maka akan terus berusaha untuk melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai sesuai dengan keinginannya. Peralihan pendidikan informal ke lembagalembaga formal memerlukan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sebagai pendidik dalam usaha meningkatkan hasil belajar anak. Perhatian .” a.” Oleh karena itu orang tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan dimulai dari keluarga. Sedangkan sekolah merupakan pendidikan lanjutan.” Adanya rasa aman dalam keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. Faktor Ekstern Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa. Demikian pula dalam kegiatan belajar mengajar sorang anak didik akan berhasil jika mempunyai motivasi untuk belajar. sedangkan tugas utama dalam keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.” Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) motivasi instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga. tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa. supaya dapat melakukan kegiatan belajar dengan kehendak sendiri dan belajar secara aktif. Keadaan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan.

sehingga terdapat reaksi yang muncul dari anak. Dengan demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk kepribadian anak. Sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang mengakibatkan perubahan pada anak sebagai hal baru serta menambah pengetahuan. sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada.orang tua dapat memberikan dorongan dan motivasi sehingga anak dapat belajar dengan tekun.wordpress. b. c. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula. terutama anak-anak yang sebayanya. Oleh karena itu. Prestasi yang baik tentu akan didapat dengan proses belajar yang baik juga. dari pemahaman lama ke pemahaman baru. Dalam hal ini Kartono (1995:5) berpendapat: Lingkungan masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak. Hubungan antara guru dan siswa kurang baik akan mempengaruhi hasil-hasil belajarnya. lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalm proses pelaksanaan pendidikan.” Oleh sebab itu. Dalam proses belajar. http://sunartombs. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. tempat dan keadaan yang baik untuk belajar. Belajar merupakan proses dari sesuatu yang belum bisa menjadi bisa. Keadaan sekolah ini meliputi cara penyajian pelajaran. Lingkungan Masyarakat di samping orang tua. alat-alat pelajaran dan kurikulum. Dari uraian diatas jelaslah bahwa belajar merupakan kegiatan penting baik untuk anak-anak. dari perilaku lama ke perilaku yang baru. bahkan juga untuk orang dewasa sekalipun. dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar. dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaankebiasaan lingkungannya. karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Reaksi yang dilakukan merupakan usaha untuk menciptakan kegiatan belajar sekaligus menyelesaikannya. maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka. Keadaan Sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Menurut Kartono (1995:6) mengemukakan “guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan.com/2009/01/05/pengertian-prestasi-belajar/ Prestasi dalam belajar merupakan dambaan bagi setiap orangtua terhadap anaknya. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anak-anak yang rajin belajar. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan. Karena lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak. hal yang harus diutamakan adalah bagaimana anak dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan rangsangan yang ada. Karena anak memerlukan waktu. hubungan guru dengan siswa. .

Lingkungan sekitar Bangunan rumah. Aktivitas dan Prestasi Belajar . deman dan lain-lain. pengaturan waktu belajar. tempat serta fasilitas belajar. musik. Pendidikan orangtua. Tetapi berusaha untuk memenuhinya sesempurna mungkin bukanlah faktor yang mustahil untuk dilakukan. Menurut Gardner dalam teori Multiple Intellegence. Dari sekian banyak faktor yang harus diperhatikan. Orangtua pun perlu untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar pada anak mereka. bagaimana bentuk catatan buku. Banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar atau prestasi belajar. FAKTOR DARI LINGKUNGAN Keluarga Situasi keluarga sangat berpengaruh pada keberhasilan anak. Termasuk juga keaktifan proses mental untuk sering dilatih. relasi teman sekolah. visual spesial. sehingga nantinya menjadi suatu kegiatan yang terbiasa. Minat dan motivasi Minat yang besar terhadap sesuatu terutama dalam belajar akan mengakibatkan proses belajar lebih mudah dilakukan. Motivasi merupakan dorongan agar anak mau melakukan sesuatu. Sekolah Tempat. matematik logis. suasana sekitar. tentu tidak ada situasi 100% yang dapat dilakukan secara keseluruhan dan sempurna. perangkat kelas. kinestetik fisik. terutama anak-anak mereka. pilek. Berikut adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan: FAKTOR DARI DALAM DIRI Kesehatan Apabila kesehatan anak terganggu dengan sering sakit kepala. Motivasi bisa berasal dari dalam diri anak ataupun dari luar lingkungan Cara belajar Perlu untuk diperhatikan bagaimana teknik belajar. dukungan orangtua. yaitu linguistik. rasio jumlah murid per kelas. intelegensi memiliki tujuh dimensi yang semiotonom. Hal ini dapat sebagai pemicu anak untuk lebih giat belajar. status ekonomi. Secara psikologi. keadaan lalu lintas dan iklim juga dapat mempengaruhi pencapaian tujuan belajar. juga mempengaruhi anak dalam proses belajar. Suasana yang nyaman dan kondusif mengakibatkan proses belajar akan menjadi lebih baik. Masyarakat Apabila masyarakat sekitar adalah masyarakat yang berpendidikan dan moral yang baik. gangguan pikiran dan perasaan kecewa karena konflik juga dapat mempengaruhi proses belajar. rumah. sangat mempengaruhi prestasi belajar anak. sehingga orangtua dapat mengenali penyebab dan pendukung anak dalam berprestasi. sosial interpersonal dan intrapersonal. Intelegensi Faktor intelegensi dan bakat besar sekali pengaruhnya terhadap kemampuan belajar anak. maka hal ini dapat membuat anak tidak bergairah untuk mau belajar.Perlunya perhatian faktor lingkungan dapat mempengaruhi proses belajar. bimbingan orangtua. hubungan dengan orangtua dan saudara. gedung sekolah. kualitas guru.

Prestasi Belajar Prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh individu setelah mengalami suatu proses belajar dalam jangka waktu tertentu. serta tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. 2008 Doantara yasa Tinggalkan komentar Go to comments •1. Kecakapan aktual dan kecakapan potensial ini dapat dimasukkan kedalam suatu istilah yang lebih umum yaitu kemampuan (ability). Aktifnya siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan atau motivasi siswa untuk belajar. Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh siswa setelah siswa yang bersangkutan dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kecakapan nyata (actual) bukan kecakapan potensial. Prestasi belajar juga diartikan sebagai kemampuan maksimal yang dicapai seseorang dalam suatu usaha yang menghasilkan pengetahuan atau nilai – nilai kecakapan. senang diberi tugas belajar. Aktivitas yang timbul dari siswa . dapat menjawab pertanyaan guru dan bisa bekerjasama dengan siswa lain. Lebih lanjut Nurkancana dan Sunartana (1992) mengatakan : Prestasi belajar bisa juga disebut kecakapan aktual (actual ability) yang diperoleh seseorang setelah belajar. mengajukan pendapat. Kegiatan – kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa ataupun dengan siswa itu sendiri.Mei 24. Prestasi belajar ini dapat dilihat secara nyata berupa skor atau nilai setelah mengerjakan suatu tes. Semua ciri perilaku tersebut pada dasarnya dapat ditinjau dari dua segi yaitu segi proses dan dari segi hasil. dan lain sebagainya. dimana masing – masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. materi ajar. minat. mampu menjawab pertanyaan. Aktivitas Siswa Menurut Sriyono aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani. Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Trinandita (1984) menyatakan bahwa ” hal yang paling mendasar yang dituntut dalam proses pembelajaran adalah keaktifan siswa”. •2. mau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. tempat di sekolah atau di rumah serta di lingkungan sosial siswa. kesehatan dan faktor luar siswa yang belajar yang meliputi guru pengajar. pemahaman atau aplikasi suatu konsep. mengerjakan tugas – tugas. motivasi. sarana kelengkapan belajar siswa. Aktivitas siswa merupakan kegiatan atau perilaku yang terjadi selama proses belajar mengajar. Siswa dikatakan memiliki keaktifan apabila ditemukan cirri – ciri perilaku seperti : sering bertanya kepada guru atau siswa lain. Tes yang digunakan untuk menentukan prestasi belajar merupakan suatu alat untuk mengukur aspek – aspek tertentu dari siswa misalnya pengetahuan. Menurut Nila Parta prestasi siswa pada mata pelajaran matematika dipengaruhi oleh faktor dalam diri siswa yang belajar yang meliputi IQ. bakat. Mengerjakan matematika mengandung makna aktivitas guru mengatur kelas sebaik – baiknya dan menciptakan kondisi yang kondusif sehingga murid dapat belajar metematika. latihan. suatu kecakapan potensial (potensial ability) yaitu kemampuan dasar yang berupa disposisi yang dimiliki oleh individu untuk memcapai prestasi.

Perpustakaan dan Prestasi Belajar Siswa Oleh: AnneAhira.akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi.com Content Team 1 2 3 4 5 0 ( 0 ) | Jumlah komentar: 0 SHARE : Facebook Twitter Blogger Wordpress Artikel Terkait .

Faktor psikologis. Faktor Internal Faktor-faktor internal yang menentukan prestasi belajar adalah: 1. seperti fasilitas rumah. Faktor jasmaniah (faktor fisiologis) 2. kebiasaan. motivasi.• • • • Pemadatan Tanah untuk Fondasi Gajah Purba Ada Sejak Jutaan Tahun yang Lalu Berkenalan dengan Gunung Strato Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Prestasi Belajar siswa di sekolah tak datang begitu saja. dan prestasi yang telah dimiliki sebelumnya) serta faktor nonintelektual (mencakup sikap. Prestasi belajar ditentukan oleh dua faktor utama. Akan tetapi sayangnya. tak semua sekolah di Indonesia beruntung dan mampu memiliki perpustakaan yang memadai. bakat. Faktor kematangan fisik dan psikis. kebutuhan. kelompok. Prestasi belajar adalah hasil (output) dari input dan proses tersebut. Faktor sosial. prestasi belajar juga ditentukan oleh faktor-faktor eksternal seperti: 1. Faktor Eksternal Selain ditentukan oleh faktor internal. yaitu faktor intelektual (mencakup kecerdasan. 4. ilmu pengetahuan. Salah satu fasilitas sekolah yang berperan penting dalam menunjang prestasi belajar siswa adalah perpustakaan. maka output pun akan bermasalah. Faktor budaya. 2. Faktor lingkungan spiritual dan keagamaan. Faktor psikologis ini ada dua jenis. Begitu pentingnya keberadaan perpustakaan ini hingga oleh para ahli disebut sebagai jantung pendidikan (the heart of educational process). yaitu faktor internal dan faktor eksternal. termasuk di dalamnya adalah lingkungan keluarga. fasilitas sekolah. Jika ada masalah pada input dan atau proses belajar mengajar. dan masyarakat. Lebih disayangkan lagi adalah sekolah yang mampu . sekolah. termasuk di dalamnya adalah adat istiadat. Keberadaan perpustakaan di dalam sebuah sekolah adalah wajib. dan kondisi iklim. minat. fasilitas belajar. 3. teknologi. sikap dan unsurunsur kepribadian lainnya). 3. Prestasi ini membutuhan masukan (input) yang baik dan proses belajar mengajar yang mendukung. Faktor lingkungan fisik. dan kesenian.

htm .com/prestasi-belajar. bukan guru yang bermasalah. Namun jika tidak ada. posisi SDM di perpustakaan ini dapat diisi oleh guru. sebaiknya memilih guru yang berprestasi dan memiliki reputasi baik. SDM di perpustakaan adalah pustakawan yang memang memiliki kecakapan intelektual dalam pengelolaan perpustakaan sebagai sumber belajar. Tentu. Perpustakaan yang serba lengkap namun selalu terkunci rapat tidak akan memberi manfaat apa-apa bagi para siswa. Nilai kebaruan (up to date) isi buku-buku tersebut juga harus mendapat perhatian karena pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. jika perpustakaan sebagai sumber belajar dikelola oleh SDM yang tidak cakap dan berprestasi. maka perpustakaan: • Harus memiliki koleksi buku-buku yang relatif lengkap dan sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru dalam proses belajar-mengajar. http://www. Perpustakaan Menunjang Prestasi Belajar Siswa Agar perpustakaan dapat menunjang prestasi belajar siswa. Idealnya. bagaimana mungkin bisa mendorong penggunanya untuk berprestasi? • Harus memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para siswa untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan. • Harus didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Logikanya.mengadakan perpustakaan yang memadai tetapi tak berkomitmen serius atau tak sungguh-sungguh memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar untuk menunjang prestasi belajar siswa.anneahira.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->