P. 1
psikolinguistik

psikolinguistik

|Views: 801|Likes:
Published by kangtaqim

More info:

Published by: kangtaqim on Jan 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2013

pdf

text

original

Makalah Psikolinguistik Teori belajar kognitif, karakteristik dan penerapannya dalam pembelajaran

Makalah ini disusun sebagai pemenuhan Tugas Mata Kuliah psikolinguistik Pengampu : Bapak STAI Mathali·ul Falah

Oleh: Ulil Abshor Nur Saiful Amin Siti Zulfitroh Khoirun Ni·mah Noor Fatmawati Progam Studi Pendidikan Bahasa Arab Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali ul Falah Periode 2010/2011 M.

memahami makna stimulus. Proses belajar akan terjadi melalui tahap-tahap memperhatikan stimulus. teori perkembangan Piaget. yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati&dapat diukur. Ausubel mengatakan bahwa proses belajar terjadi jika seseorang mampu mengasimilasikan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan pengetahuan baru. yaitu Piaget. keterlibatan siswa secara aktif amat dipentingkan untuk menarik minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengkaitkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa. Dalam kegiatan pembelajaran. Pengertian belajar menurut pandangan teori kognitif 2. dan bukan ditentukan oleh umur. teori belajar menurut Bruner.Rangkuman Pengertian belajar menurut teori kognitif adalah perubahan persepsi&pemahaman. Teori belajar kognitif. ikonik dan simbolik. karena faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. akomodasi dan ekuilibrasi. Perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan. Bruner dan Ausubel. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran/informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang. Sedangkan indikator keberhasilan belajar jika anda dapat menjelaskan: 1. Pembahasan diarahkan pada pengertian belajar menurut teori Kognitif. karakteristik dan penerapannya dalam pembelajaran Pada bagian ini dikaji tentang pandangan Kognitif terhadap proses belajar dan aplikasi teori Kognitif dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Piaget. menyimpan dan menggunakan informasi yang sudah dipahami. dari sederhana ke kompleks. kegiatan belajar terjadi sesuai dengan pola tahap-tahap perkembangan tertentu dan umur seseorang. Teori perkembangan Piaget . I. serta melalui proses asimilasi. Materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu. Proses belajar akan terjadi melalui tahap-tahap enaktif. dan teori belajar bermakna Ausubel. Sedangkan Bruner mengatakan bahwa belajar terjadi lebih ditentukan oleh cara seseorang mengatur pesan atau informasi. Diantara para pakar teori kognitif. Sementara itu. Tujuan pembelajaran Setelah mempelajari bab ini diharapkan anda memiliki kemampuan untuk mengkaji hakikat belajar menurut teori kognitif dan penerapan teori kognitif dalam kegiatan pembelajaran. paling tidak ada tiga yang terkenal. Kajian diakhiri dengan penerapan teori belajar Kognitif dalam kegiatan pembelajaran. Asumsi teori ini adalah bahwa setiap orang telah memiliki pengetahuan&pengalaman yang telah tertata dalam bentuk struktur kognitif yang dimilikinya.

Ia menyimpulkan bahwa daya piker atau kekuatan mental anak yang berbeda usia akan berbeda pula secara kualitatif. Ketika individu berkembang menuju kedewasaan. Model belajar kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar yang sering disebut sebagai model perceptual. maka makin komplekslah susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya. Model belajar kognitif mengatakan bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan teori belajarnya. Teori Perkembangan Piaget Piaget adalah seorang tokoh psikologi kognitif yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan pemikiran para pakar kognitif lainnya. Berikut akan diuraikan lebih rinci beberapa pandangan mereka. perkembangan kognitif merupakan suatu proses genitik. Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan. emosi. Piaget. Webteaching oleh Norman. Teori kognitif juga menekankan bagian-bagian dari suatu situasi saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahanperubahan kualitatif di dalam struktur kognitifnya. Para penganut aliran kognitif mengatakan bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon. dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Memisah-misahkan atau membagibagi situasi atau materi pelajaran menjadi komponen-komponen yang kecil-kecil dan mempelajarinya secara terpisah-pisah. Aplikasi teori kognitif dalam kegiatan pembelajaran II. teori kognitif antara lain tampak dalam rumusan-rumusan seperti: tahaptahap perkembangan yang dikemukakan oleh J. pemahaman konsep oleh Bruner. Dengan makin bertambahnya umur seseorang. Piaget tidak melihat perkembangan kognitif sebagai sesuatu yang dapat didefinisikan secara kuantitatif. Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. akan kehilagan makna. 2. Advance organizer oleh Ausubel.3. Belajar merupakan aktifitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Teori belajar menurut Bruner 4. Pembahasan Teori belajar kognitif berbeda dengan teori belajar behavioristik. pengolahan informasi. Dalam peraktek pembelajaran. Teori belajar bermakna Ausubel 5. retensi. Proses belajar terjadi antara lain mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki dan terbentuk didalam pikiran seseorang berdasarkan pemahaman dan pengalaman-pegalaman sebelumya. Menurut Piaget. . Belajar merupakan perubahan pespsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang nampak. Tidak seperti model belajar behavioristik yang mempelajari proses belajar hanya sebagai hubungan stimulus-respon. Hirarki belajar oleh Gagne. dan sebagainya. yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan system syaraf.

apabila individu menerima informasi atau pengalaman baru maka informasi tersebut akan dimodifikasi sehingga cocok dengan struktur kognitif yang telah dipunyainya. Inilah yang disebut proses asimilasi. sementara akomodasi adalah proses perubahan struktur kognitif sehingga dapat dipahami. Bila seseorang dalam kondisi sekarang dapat mengatasi situasi baru. dan kedewasaan anak terjadi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu. keseimbangan mereka tidak akan terganggu. proses asimilasi dan akomodasi mempengaruhi struktur kognitif. Hal ini misalnya tampak pada caranya berbicara yang tidak runtut. perkembangan kognitif seseorang akan mengalami gangguan dan tidak teratur(disorganized). Proses ini akan mempengaruhi struktur kognitif. Sebaliknya. memahami prinsip pengurangan. berbelit-belit. artinya harus dilalui berdasarkan urutan tertentu dan seseorang tidak dapat belajar sesuatu yang berada diluar . Perubahan struktur kognitif merupakan fungsi dari pengalaman. Sebagai contoh. Asimilasi dan akomodasi akan terjadi apabila seseorang mengalami konflik kognitif atau suatu ketidakseimbangan antara apa yang telah diketahui dengan apa yang dilihat atau dialaminya sekarang. Asimilasi adalah proses perubahan apa yang dipahami seseorang dengan struktur kognitif yang ada sekarang. ia harus melakukan adaptasi dengan lingkungannya. maka terjadi I prinsip pembagian(informasi baru). Proses inilah yang disebut ekuilibrasi. Proses adaptasi mempunyai dua bentuk dan terjadi secara simultan. Dengan kata lain. Jika anak tersebut diberikan soal-soal pembagian. yaitu asimilasi dan akomodasi. Sebagaimana dijelaskan diatas. Menurut Piaget. Proses ini disebut asimilasi. Adaptasi akan terjadi jika telah terdapat keseimbangan di dalam struktur kognitif. tidak logis dan sebagainya. Proses akomodasi merupakan proses penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru. maka diperlukan proses penyeimbangan. maka situasi ini disebut akomodasi. Agar seseorang dapat terus mengembangkan dan menambah pengetahuannya sekaligus menjaga stabilitas mental dalam dirinya. pengintegrasian atau penyatuan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang telah dimiliki oleh individu. maka hal ini disebut akomodasi. proses belajar seseorang akan mengikuti pola dan tahap-tahap perkembangan sesuai dengan umurnya. Artinya. Jika tidak. Sedangkan proses ekuilibrasi adalah penyesuaian berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi. Proses penyeimbangan yaitu menyeimbangkan antara lingkungan luar dengan struktur kognitif yang ada dalam dirinya. Tanpa proses ekuilibrasi. Ketika mempelajari prinsip pembagian. terputus-putus. apabila struktur kognitif yang sudah dimilikinya yang harus disesuaikan dengan informasi yang diterima. anak tersebut sudah dapat mengaplikasikan atau memakai prinsip-prinsip pembagian dalam situasi yang baru dan spesifik. seorang anak sudah .Bagaimana seseorang memperoleh kecakapan intelektual. pada umumnya akan berhubungan dengan proses mencari keseimbangan antara apa yang mereka rasakan dan mereka ketahui pada satu sisi dengan apa yang mereka lihat suatu fenomena baru sebagai pengalaman atau persoalan. Pola dan tahap-tahap ini bersifat hirarkhis.

Anak kekekalan masa pada usia 5 tahun. Dalam menarik kesimpulan sering tidak diungkapkan dengan kata-kata. 5. 2. Melihat dirinya sendiri sebagai makhluk yang berbeda dengan objek di sekitarnya Mencari rangsangan melalui sinar lampu dan suara Suka memperhatikan sesuatu lebih lama Mendefinisikan sesuatu dengan memanipulasinya Memperhatikan objek sebagai hal yang tetap. 4. walaupun masih sangat sederhana. Tahap sensorimotor(umur 0-2 tahun) Pertumbuhan kemampuan anak tampak pada kegitan motorik dan persepsinya yang sederhana. 2. lalu ingin merubah tempatnya Tahap preoperasional(umur 2-7/8 tahun) Ciri pokokperkembangan pada tahap ini adalah pada penggunaan symbol atau bahasa dan mulai berkembangnya konsep-konsep intuitif. tetapi kurang disadarinya Anak mulai mengetahui hubungan secara logis terhadap hal-hal yang lebih kompleks Anak dapat melakukan sesuatu terhadap sejumlah ide Anak mampu memperoleh prinsip-prinsip secara benar. Tahap ini dibagi menjadi dua. 5. dan dilakukan langkah demi langkah. Preoperasional(umur 2-4 tahun). tetapi tidak dapat menjelaskan perbedaan antara deretan Tahap intuitif(umur 4-7 atau 8 tahun). Anak dapat membentuk kelas-kelas atau kategori objek. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat yaitu: a. kekekalan berat pada usia 6 tahun. Dia mengerti terhadap sejumlah objek yang teratur dan cara mengelompokkannya. pada usia ini anak telah dapat mengungkapkan isi hatinya secara simbolik. Ciri pokok perkembangannya berdasarkan tindakan. 3. 4. Karakteristik tahap ini adalah: 1. 4. Self counter nya sangat menonjol Dapat mengklasifikasikan objek pada tingkat dasar secara tunggal dan mencolok Tidak mampu memusatkan perhatian pada objek-objek yang berbeda Mampu mengumpulkan barang-barang menurut kriteria. dan kekekalan volume pada usia 7 tahun anak memahami bahwa jumlah objek adalah tetap sama meskipun objek itu dikelompokkan dengan cara yang berbeda. anak telah mampu menggunakan bahasa dalam mengembangkan konsepnya. Kemampuan yang dimilikinya antara lain: 1. Karakteristik tahap ini adalah: 1. Maka sering terjadi kesalahan dalam memahami objek. 3. 3. termasuk kriteria yang benar Dapat menyusun benda-benda secara berderet. Oleh sebab itu. terutama bagi mereka yang memiliki pengalaman yang luas. anak telah dapat memperoleh pengetahuan berdasarkan pada kesan yang agak abstrak. b. yaitu preoperasional dan intuitif.tahap kognitifnya. 2. .

yakni menentukan macam-macam proporsional tentang C1. Tetapi berdasarkan penelitian maupun studi selanjutnya menemukan bahwa banyak siswa bahkan mahasiswa walaupun usianya telah melampaui. Proses belajar yang dialami seorang anak pada tahap sensorimotor tentu akan berbeda dengan proses belajar yang dialami oleh seorang anak pada tahap operasional. Menganalisis secara kombinasi. Menarik generalisasi secara mendasar pada satu macam isi. Namun taraf berfikirnya sudah dapat dikatakan maju. dengan kemampuan menarik kesimpulan. Dengan demikian telah diberikan dua kemungkinan penyebabnya. misalnya C1 dan C2 menghasilkan R.C2 dan R misalnya 4. Anak mampu menangani sistem klasifikasi.c. belum dapat melakukan formal-operations. Namun sungguhpun anak telah dapat melakukan pengklasifikasian. Anak sudah tidak memusatkan diri pada karakteristik telah memiliki kecakapan berpikir logis. sehingga ia mampu menelaah persoalan. Sungguhpun demikian anak usia 7-12 tahun masih memiliki masalah mengenai berpikir abstrak. Pada tahap ini kondisi berpikir anak sudah dapat: 1. Untuk menghindari keterbatasan berfikir anak perlu diberi gambaran konkret. Ia dapat menggunakan hasil yang telah dicapai sebelumnya. Anak sudah menggunakan model-model kemungkinan-kemungkinan dalam melakukan kegiatan tertentu. Tahap oprasional formal(umur 11/12-18 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola pikir ³kemungkinan´. Anak sepenuhnya menyadari adanya prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya. Secara umum. Model berpikir ilmiah dengan tipe hipothetico-de-ductive dan inductive sudah mulai dimiliki anak. dan ditandai adanya reversible dan kekekalan. semakin tinggi tahap perkembangan kognitif seseorang akan semakin teratur dan semakin abstrak cara berpikirnya. akan tetapi hanya dengan bendabenda yang gambaran yang ada di dalam dirinya. Guru seharusnya memahami tahap-tahap . Bekerja secara efektif dan sistematis 2. menafsirkan dan mengembangkan hipotesa. anak dapat merumuskan beberapa kemungkinan 3. Pada tahap ini mula-mula Piaget percaya bahwa sebagian remaja mencapai formal operations paling lambat pada usia 15 tahun. Tahap operasional konkret(umur 7 atau 8-11 atau 12 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis. pengelompokan dan pengaturan masalah(ordering problems) ia tidak perceptual pasif. konkret bahkan dengan mereka yang sudah berada pada tahap operasional formal. d. Berpikir secara proporsional. Karenanya kegiatan ini memerlukan proses transformasi informasi kedalam dirinya sehingga tindakannya lebih efektif.

dapat memberikan prioritas yang berurutan dalam berbagai situasi. Dengan teorinya yang disebut Free discovery learning. yaitu. teori. sentuhan. Perkembangan kognitif ditandai dengan kecakapan untuk mengemukakan beberapa alternatif secara simultan. iconic. maka Bruner menyatakan bahwa perkembangan bahasa besar pengaruhnya terhadap perkembangan kognitif. karena bahasa merupakan alat komunikasi antara manusia. Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan. Bahasa adalah kunci perkembangan kognitif. Bahasa diperlukan untuk mengkomunikasikan suatu konsep pada orang lain. pegangan dan sebagainya. Ia menandai perkembangan kognitif manusia sebagai berikut: a. seseorang melakukan aktifitas-aktifitas dalam upayanya untuk memahami lingkungan sekitarnya. ia mengatakan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep. Interaksi secara sistematis antara pembimbing. Misalnya. e. Perkembangan intelektual meliputi perkembangan kemampuan berbicara pada diri sendiri atau pada orang lain melalui kata-kata atau lambing tentang apa yang telah pada diri sendiri. dalam memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan motorik. enactive. Bruner menekankan adanya pengaruh kebudayaan terhadap tingkah laku seseorang. Jika Piaget menyatakan bahwa perkembangan kognitif sangat berpengaruh terhadap perkembangan bahasa seseorang. . Untuk memahami konsep-konsep yang ada diperlukan bahasa. d. Pembelajaran yang dirancang dan dilakasanakan tidak sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa tidak akan ada maknanya bagi siswa.perkembangan kognitif para muridnya agar dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajarannya sesuai dengan tahap-tahap tersebut. Dalam memandang proses belajar. dan symbolic. khususnya dalam studi perkembangan fungsi kognitif. 3. 1. Perkembangan intelektual ditandai dengan adanya kemajuan dalam menanggapi suatu rangsangan. Artinya. Peningkatan pengetahuan tergantung pada perkembangan system penyimpanan informasi secara realis c. melalui gigitan. guru atau orang tua dengan anak diperlukan bagi perkembangan kognitifnya. Tahap enaktif. f. aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya. memilih tindakan yang tepat. Belajar Menurut Bruner Jerome Bruner(1966)adalah seorang pengikut setia teori kognitif. b.

kemudian baru pemahaman konsep. dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui bentuk perumpamaan(tampil) dan perbandingan(komparasi). Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan cara mengorganisasikan materi pelajaran tingkat makro. 3. Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu bukti masih diperlukannya system enaktif dan ikonik dalam proses belajar. Pendekatan penataan materi dari umum ke rinci yang dikemukakannya dalam model kurikulum spiral merupakan bentuk penyesuaian antara materi yang dipelajari dengan tahap perkembangan kognitif orang yang belajar. matematika dan sebagainya. 3. Meskipun begitu tidak berarti ia tidak lagi menggunakan system enaktif dan ikonik. semakin dominan system simbolnya. Komunikasinya dilakukan dengan menggunakan banyak system symbol. Yaitu: 1. kegiatan mengkategori memiliki dua komponen. Demikian juga model pemahaman konsep dari Bruner(dalam Degeng. Dalam pemahaman konsep. Menurut Bruner. Tahap ikonik. Dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui symbol-simbol bahasa. Tindakan pembentukan konsep 2. Sedangkan dalam pembentukan konsep adalah sebaliknya. Maksudnya. konsep-konsep sudah ada sebelumnya. Langkah-langkah dari kedua proses berpikir tidak sama. Semakin matang seseorang dalam proses berpikirnya. Seluruh kegiatan mengkategori meliputi mengidentifikasi dan menempatkan contohcontoh atau objek-objek peristiwa kedalam kelas dengan menggunakan dasar kriteria tertentu. menunjukkan cara mengurutkan materi pelajaran mulai dari mengajarkan materi secara umum.2. Jadi merupakan tindakan penemuan konsep. yaitu tindakan untuk membentuk kategori-kategori baru. logika. Kedua proses mental membutuhkan strategi mengajar yang berbeda. Perbedaan antara keduanya adalah: 1. Tujuan dan tekanan dari kedua bentuk perilaku mengkategori ini berbeda 2. seseorang telah mampu memiliki ide-ide atau gagasan-gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. . kemudian secara berkala kembali mengajarkan materi yang sama dalam cakupan yang lebih rinci. seseorang memahami objek-objek atau dunianya melalui gambargambar dan visualisasi verbal. langkah pertama adalah pembentukan konsep.1989) menjelaskan bahwa pembentukan konsep dan pemahaman konsep merupakan dua kegiatan mengkategori yang berbeda yang menuntut proses berpikir yang berbeda pula. Tindakan pemahaman konsep Artinya. Tahap simbolik.

4. akan dapat memudahkan perolehan pengetahuan baru yang lebih rinci. Padahal berpikir intuitif sangat penting bagi mereka yang menggeluti bidang matematika. Materi yang dipelajari diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa dalam bentuk struktur kognitif.Bruner memandang bahwa suatu konsep memiliki lima unsure. 3. dan seseorang dikatakan memahami suatu konsep apabila ia mengetahui semua unsur dari konsep itu. Rentangan karakteristik Kaidah. Belajar demikian tidak banyak bermakna bagi siswa. kurang mengembangkan kemampuan berpikir intuitif. Teori kognitif banyak memusatkan perhatiannya pada konsepsi bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru merupakan fungsi dari struktur kognitif yang telah dimiliki siswa. Nama Contoh-contoh baik yang positif maupun yang negative Karakteristik. pembelajaran yang selama ini diberikan disekolah lebih banyak menekankan pada perkembangan kemampuan analisis. 2. prinsip. Struktur kognitif merupakan struktur organisasional yang ada dalam ingatan seseorang yang mengintegrasikan unsur-unsur pengetahuan yang terpisah-pisah kedalam suatu unit konseptual. arti. inklusif. Sebab setiap disiplin mempunyai konsep-konsep. dari keseluruhan ke rinci yang sering disebut sebagai subsumative sequence menjadikan belajar lebih bermakna bagi siswa. Yang paling awal mengemukakan konsep ini adalah Ausubel. 4. Ini berarti bahwa pengetahuan yang lebih umum. meliputi: 1. Dikatakan bahwa pengetahuan diorganisasi dalam ingatan seseorang dalam struktur hirarkhis. Teori Belajar Bermakna Ausubel Teori-teori belajar yang ada selama ini masih banyak menekankan pada belajar asosiatif atau belajar menghafal. biologi. baik yang pokok maupun tidak. dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan(discovery learning). 5. dan prosedur yang harus dipahami sebelum seseorang dapat belajar. Gagasannya mengenai cara mengurutkan materi pelajaran dari umum ke khusus. Menurut Bruner. Cara yang baik untuk belajar adalah memahami konsep. fisika. dan sebagainya. . dan abstrak membawahi pengetahuan yang lebih spesifik dan konkret. Belajar seharusnya merupakan asimilasi yang bermakna bagi siswa. Demikian juga pengetahuan yang lebih umum dan abstrak yang diperoleh lebih dulu oleh seseorang.

Mendasarkan pada konsepsi diatas. Jika ditandai dengan baik. Sebagai kerangka atau tempat untuk mengkaitkan atau mencantolkan pengetahuan baru. Artinya.Advance organizers yang juga dikembangkan oleh Ausubel merupakan penerapan konsepsi tentang struktur kognitif didalam merancang pembelajaran. skemata berfungsi untuk mengintegrasikan unsur-unsur pengetahuan yang terpisah-pisah sebagai tempat untuk mengkaitkan pengetahuan baru. Inilah proses belajar yang paling dasar yaitu mengasimilasikan pengetahuan baru ke dalam skemata yang tersusun secara hierarkhis. Semakin . Atau dapat dikatakan bahwa skemata memiliki fungsi ganda. Sebagai struktur organisasional. Sebagai skema yang menggambarkan atau mempresentasikan organisasi pengetahuan seseorang yang ahli dalam studi bidang tertentu akan dapat digambarkan dalam skemata yang dimilikinya. Oleh sebab itu maka diperlukan adanya upaya untuk mengorganisasikan isi atau materi pelajaran serta penataan kondisi pembelajaran agar dapat memudahkan proses asimilasi pengetahuan baru ke dalam struktur kognitif orang yang belajar. Berdasarkan pada konsep organisasi kognitif seperti yang dikemukakan oleh Ausubel tersebut. 2. Penggunaan advance organizers sebagai kerangka isi akan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari informasi baru. yaitu: 1. Mayer(dalam Degeng 1933) menggunakan pengurutan asimilatif untuk mengorganisasi pembelajaran. serta hubungannya dengan materi yang telah dipelajarinya. skemata yang telah dimiliki orang lain menjadi penentu utama terhadap pengetahuan apa yang akan dipelajari oleh orang tersebut. advance organizer akan memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran yang baru. yaitu mulai dengan menyajikan informasi-informasi yang sangat umum dan inklusif menuju ke informasiinformasi yang khusus dan spesifik. Dengan kata lain. karena merupakan kerangka dalam bentuk abstraksi atau ringkasan konsep-konsep dasar tentang apa yang dipelajari dan hubungannya dengan materi yang telah ada dalamstruktur kognitif siswa. Reigeluth dan stein(1983) mengatakan bahwa skemata dapat dimodifikasi oleh pengetahuan baru sedemikian rupa sehingga menghasilkan makna baru. Penyajian informasi pada tingkat umum dapat berperan sebagai kerangka isi bagi informasi-informasi yang lebih rinci. Struktur kognitif yang dimiliki individu menjadi faktor utama yang mempengaruhi kebermaknaan dari perolehan pengetahuan baru. bahwa skemata berfungsi untuk mengasimilasikan pengetahuan baru kedalam hirarkhi pengetahuan yang secara progresif lebih rinci dan spesifik dalam struktur kognitif seseorang. Anderson(1980) dan Tennyson(1989) mengatakan bahwa pengetahuan yang telah dimiliki individu selanjutnya berfungsi sebagai dasar pengetahuan bagi masing-masing individu. Skemata memiliki fungsi asimilatif. dikembangkanlah oleh para pakar teori kognitif suatu model yang lebih eksplisit yang disebut dengan skemata.

yang dituangkan dalam suatu struktur isi yang disebut hirarkhi belajar. d. Hirarkhi belajar Gagne menekankan kajiannya pada aspek penataan urutan materi pelajaran dengan memunculkan gagasan mengenai persyaratan belajar. Kurikulum spiral Gagasan tentang kurikulum spiral yang dikemukakan oleh Bruner dilakukan dengan cara mengurutkan pengajaran. kemudian secara berkala kembali mengajarkan isi yang sama dengan cakupan yang lebih rinci. Keterkaitan diantara bagian-bagian bidang studi yang dituangkan dalam bentuk persyaratan belajar. b. e. Hubungan prosedural menunjukkan bahwa seseorang dapat saja mempelajari langkah terakhir dari suatu prosedur pertama kali. semakin baik cara penataan pengetahuan didalam dasar pengetahuan. dikemukakan secara singkat sebagai berikut(Degeng. Perolehan belajar dan retensi akan dapat ditingkatkan bila pengetahuan baru diasimilasikan dengan pengetahuan yang sudah ada. Demikian pula.1989): a. Teori skema Teori skema juga menggunakan urutan umum ke rinci. c. makin besar pula peluang yang dimiliki untuk memilih. Subsumative sequence Ausubel mengemukakan gagasannya mengenai cara membuat urutan isi pengajaran yang dapat menjadikan pengajaran lebih bermakna bagi yang belajar. Tipe hubungan prosedural ini memberikan urutan dalam menampilkan tugas-tugas belajar. tetapi dalam unjuk kerja ia tidak dapat mulai dari langkah yang terakhir.besar jumlah dasar pengetahuan yang dimiliki seseorang. Analisis tugas Cara lain yang dipakai untuk menunjukkan keterkaitan isi bidang studi adalah information processing approach to task analysis. Beberapa pemikiran kearah penataan isi bidang studi atau materi pelajaran sebagai strategi pengorganisasian isi pembelajaran yang berpijak pada teori kognitif. Teori ini memandang bahwa proses belajar sebagai perolehan pengetahuan baru dalam diri seseorang dengan cara mengkaitkannya dengan struktur kognitif yang baru. berarti bahwa pengetahuan tertentu harus dikuasai terlebih dahulu sebelum pengetahuan yang lain dapat dipelajari. merupakan integrasi antara . makin mudah pengetahuan tersebut ditelusuri dan dimunculkan kembali pada saat diperlukan. Ia menggunakan urutan umum ke rinci atau subsumative sequence sebagai strategi utama untuk mengorganisasi pengajaran. Urutan pengajaran dimulai dengan mengajarkan isi pengajaran secara umum. Konsepsi dasar mengenai struktur kognitif inilah yang dijadikan landasan teoritik dalam mengembangkan teori-teori pembelajaran.

Pemahaman dan retensi akan meningkat jika materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu. f. 2. Sedangkan kegiatan pembelajarannya mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Teori ini memperskripsikan cara pengorganisasian isi bidang studi dengan mengikuti urutan umum ke rinci. dan proses internal. Agar bermakna. informasi baru harus disesuaikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah . Untuk menarik minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengkaitkan pengalaman atau informasi baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki si belajar. Struktur kognitif yang baru ini nantinya akan menjadi assimilative schema pada proses belajar berikutnya. Mereka mengalami perkembangan kognitif melalui tahap-tahap tertentu. merupakan suatu prosedur menata urutan isi bidang studi yang dikembangkan dengan menampilkan pentingnya peranan struktur pengetahuan yang telah dimiliki oleh seseorang. Teori elaborasi Teori elaborasi mengintegrasikan sejumlah pengetahuan tentang strategi penataan isi pelajaran yang sudah ada. kemudian mengelaborasi bagian-bagian yang ada dalam epitome secara lebih rinci. dimulai dengan menampilkan epitome(struktur isi bidang studi yang dipelajari). agar belajar lebih bermakna bagi siswa. Kebebasan dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar amat diperhitungkan. Aplikasi Teori Kogniif dalam kegiatan Pembelajaran. Siswa bukan sebagai orang dewasa yang muda dalam proses berpikirnya. tidak lagi mekanistik sebagaimana yang dilakukan dalam pendekatan behavioristik. a. terutama jika menggunakan benda-benda kongkrit. Webteaching Webteaching yang dikemukakan Norman. 5. untuk menciptakan model yang komprehensif tentang cara mengorganisasi pengajaran pada tingkat makro. dari sederhana ke kompleks. g. Belajar memahami akan lebih bermakna dari pada belajar menghafal. Keterlibatan siswa secar aktif dalam belajar amat dipentingkan. 6. karena hanya dengan mengaktifkan siswa maka proses asimilasi dan akomodasi pengetahuan dan pengalaman dapat terjadi dengan baik.pengetahuan yang lama dengan yang baru. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran. reorganisasi perseptual. Kegiatan pembelajaran yang berpijak pada teori belajar kognitif ini sudah banyak digunakan. Pengetahuan baru yang akan dipelajari secara bertahap harus diintegrasikan dengan struktur pengetahuan yang telah dimilikinya. mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran. Hakikat belajar menurut teori kognitif dijelaskan sebagai suatu aktifitas belajr yang berkaitan dengan penataan informasi. 4. Anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar akan dapat belajar dengan baik. 3. dan struktur isi bidang studi yang akan dipelajari.

3. dan sebagainya untuk dipelajari siswa. Berbeda dengan Bruner. Hal ini tampak dari konsep mengenai Advance Organizer sebagai kerangka konseptual tentang isi pelajaran yang akan dipelajari siswa. gaya belajar. Hal ini tercermin dalam model kurikulum spiral yang dikemukakannya. Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh. sementara itu. 6. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: Langkah-langkah Pembelajaran menurut Piaget 1. Dalam proses belajar lebih banyak menekankan pada cara berpikir deduktif. tugas. simulasi. 1. 7. 5. kemampuan berpikir. ilustrasi. yang menuntut banyak dilakukan pengulangan. karena faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. Menentukan topik-topik yang dapat dipelajari siswa secara induktif(dari contohcontoh kegeneralisasi). hanya dengan mengaktifkan siswa secara optimal maka proses asimilasi dan akomodasi pengetahuan dan pengalaman dapat terjadi dengan baik. Langkah-langkah Pembelajaran menurut Bruner Menentukan tujuan pembelajaran. 3. memecahkan masalah. Dari pemahaman diatas. Perbedaan tersebut misalnya pada motivasi. 5. Adanya perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan. dan sebagainya). 2. misalnya penelitian. Ausubel lebih mementingkan struktur disiplin ilmu. Memilih materi pelajaran. minat. persepsi. 4. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa. yaitu mementingkan keterlibatan siswa secara akti dalam belajar. 4. Tugas guru adalah menunjukkan hubungan antara apa yang sedang dipelajari dengan apa yang telah diketahui siswa.dimiliki siswa. Ketiga tokoh aliran kognitif diatas secara umum memiliki pandangan yang sama. Melakukan identifikasi karakteristik siswa(kemampuan awal. dan sebagainya. diskusi. . Menentukan tujuan pembelajaran Memilih materi pelajaran Menentukan topik-topik yang dapat dipelajari siswa secara aktif Menentukan kegiatan belajar yang sesuai untuk topik-topik tersebut. dan sebagainya. maka langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan oleh masing-masing tokoh tersebut berbeda. Cara demikian akan mengarahkan siswa pada bentuk belajar induktif. Secara garis besar langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan oleh suciati dan prasetya irawan(2001) dapat digunakan. pengetahuan awal. 2. Mengembangkan metode pembelajaran untuk merangsang kreatifitas dan cara berpikir siswa. Bruner lebih banyak memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar sendiri melalui aktifitas menemukan(discovery). Menurut Piget.

3. Menentukan topik-topik dan menampilkannya dalam bentuk advance organizer yang akan dipelajari siswa. ikonik. 2. Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhan ke kompleks. atau dari tahap enaktif. dari yang konkret ke abstrak. . motivasi. dan sebagainya).6. 5. Memilih materi pelajaran sesuai dengan karakteristik siswa dan mengaturnya dalam bentuk konsep-konsep inti. Mempelajari konsep-konsep inti tersebut dan menerapkannya dalam bentuk nyata atau konkret. 6. gaya belajar. Melakukan identifikasi karakteristik siswa(kemampuan awal. sampai ke simbolik. Menentukan tujuan pembelajaran. Langkah-langkah Pembelajaran menurut Ausubel 1. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa. 4. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa. 7.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->