P. 1
Proposal Tesis

Proposal Tesis

|Views: 1,257|Likes:
Published by Zoelhank Èrshí

More info:

Published by: Zoelhank Èrshí on Jan 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2014

pdf

text

original

PROPOSAL TESIS

PENGARUH KREATIVITAS BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR, DAN KEBERHASILAN BELAJAR SISWA TERHADAP PROPESIONAL GURU KELAS XI SMK NEGERI 1 KUSAN HILIR KABUPATEN TANAH BUMBU

OLEH : LENI SRI RAHAYU NPM : 0 KONSENTRASI : MANAJEMEN PENDIDIKAN

PROGRAM PASCASARJANA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PANCASETIA BANJARMASIN 2011

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pendidik merupakan tenaga pengajar yang dalam melaksanakan tugas proses

belajar mengajar dengan segala perangkat pengajaran di sekolah secara siknifikan dan professional. Dunia pendidikan belakangan ini sangat menarik sekali dibicarakan dikalangan masyarakat, karena banyaknya peminatan terhadap profesi seorang tenaga pendidik. Kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang pendidik adalah professional. Berdasarkan Undang-Undang Sisdiknas No.20 Tahun 2003 Bab I, Pendidikan adalah usaha dasar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.( Sopan Air dan Iif Khoiru Ahmad ) Dalam buku Profesi Keguruan menurut Cooper professional pedidik meliputi 4 komponen : (a). mempunyai pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia, (b). mempunyai pengetahuan dan menguasai bidang studi yang dibinanya, (c). mempunyai

Kreatif. diantaranya Examples Non Examples. teman sejawat. gambaran PAKEM adalah sebagai . berikut : Secara garis besar. Pikture and picture. serta menciptakan anak didik yang berhasil dalam pembelajaran pemberian materi. Metode atau cara pemberian materi kepada anak didik tentunya didukung dengan segala perangkat pembelajaran seorang pendidik salah satunya adalah RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ) tentunya kita ketahui model pembelajaran sistem ceramah sangatlah tidak cocok digunakan saat ini seiring dengan perkembangan zaman dan canggihnya alat teknologi dan komunikasi. Dalam Model-model pembelajaran PAKEM ( Pembelajaran Aktif. mempunyai keterampilan dalam teknik mengajar.sikap yang tepat tentang diri sendiri.Nombered Heads Together dan lain-lain. sekolah. Efektif dan Menyenangkan) sudah banyak disajikan modelmodel pembelajaran untuk digunakan dalam pembuatuan RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ). dan (d). Keberhasilan anak didik semuanya tergantung pada seorang pendidik untuk itu seorang pendidik dituntut untuk mampu bersipat dan bersikap propesional dengan segala teknik yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang tentunya salah satu seorang pendidik harus mempunyai metode atau cara pembelajaran materi bahan ajar kepada anak didik dapat dengan mudah dan cepat menangkap materi yang diajarkan. Sebagai tenaga pendidik di sekolah tugas seorang guru bukan hanya berpotensi sebagai pendidik saja selain itu seorang pendidik dituntut untuk dapat memotivasi dan menciptakan anak didik yang kreatif dan menghasilkan karya prestasi.

Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. Motivasi Belajar. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah.2 Pembatasan Masalah Berbagai macam yang dapat mempengaruhi terhadap propesionalitas kerja guru. Dengan banyakanya ragam model-model pembelajaraan seorang pendidik tidak hanya bertumpu pada satu model saja. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. 1. 2. dan cocok bagi siswa. tapi peneliti hanya membahas tentang Pengaruh Kreativitas Belajar. untuk mengungkapkan gagasannya. menyenangkan. Sehingga kreatifitas belajar siswa meningkat. . dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.1. 5. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ³pokok baca´ 4. termasuk cara belajar kelompok. motivasi untuk belajar pun semakin tinggi dan berhasil dalam pembelajaran semua itu berkat adanya dukungan dari tenaga pendidik yang propesional yang berkomitmen. 3. sehingga seorang pendidik baru dapat dikatakan propesional dengan perangkat pembelajarannya. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.

Bagaimana pengaruh keberhasilan belajar siswa Terhadap Propesional Guru Kelas XI SMK Negeri 1 Kusan Hilir? 1. 3. Bagaimana pengaruh motivasi belajar siswa Terhadap Propesional Guru Kelas XI SMK Negeri 1 Kusan Hilir? 3. .dan Keberhasilan Belajar Siswa Terhadap Propesional Kusan Hilir. Untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa terhadap propesional guru Kelas XI SMK Negeri 1 Kusan Hilir. Bagaimana Pengaruh Kreativitas Belajar siswa Terhadap Propesional Guru Kelas XI SMK Negeri 1 Kusan Hilir? 2. Untuk mengetahui pengaruh kreativitas belajar siswa terhadap propesional guru Kelas XI SMK Negeri 1 Kusan Hilir.4 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui tentang: 1. Guru Kelas XI SMK Negeri 1 1.3 Rumusan Masalah Rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui motivasi belajar siswa terhadap propesional guru SMK Negeri 1 Kusan Hilir. 2.

Dapat dipakai sebagai landasan acuan bagi guru SMK terutama di SMK Negeri 1 Kusan Hilir sebagai tolak ukur kinerja selama ini. 1.1. yaitu. Dapat memberikan kontribusi akademis terhadap perkembangan dan kemajuan ilmu teknologi agar seorang guru bukan hanya sekedar datang ke Sekolah kemudian mengajar dan pulang tanpa mengetahui perkembangan anak didiknya.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berguna. . Sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya. 3. 2.

1 Landasan Teori 2.1. Sedangkan kreativitas dapat diartikan sebagai suatu proses mental yang dapat melahirkan gagasan-gagasan atau konsep-konep baru. pengertian kreativitas adalah hasil belajar dalam kecakapan kognitif. .1 Pengertian Kreativitas Belajar Dalam buku Panduan Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovasi. 2009 ) Sofan Amir dan Iif Khoiru Ahmad. ( Akhmad Sudrajat ) Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kreativitas adalah suatu proses mental dan hasil belajar dalam kecakapan kognitif. menyatakan kreativitas yang asal kata kreatif yang artinya agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. sehingga untuk menjadi kreatif dapat dipelajari melalui proses belajar mengajar. ( 138.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. sehingga menjadi kreatif yang melahirkan konsep-konsep baru.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.1. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu atau usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau sekelompok orang tertentu bergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.2 Pengertian Motivasi Belajar Motivasi terdiri dari beberapa pengertian antara lain dalam Bahasa Inggris yakni Motive yang artinya penggerak. 2 . atau keadaan seseorang atau organisasi. Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Berdasarkan bebrapa definisi di atas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Kreativitas belajar adalah suatu proses mental perubahan prilaku dan hasil belajar dalam kecakapan kognitif.Pengertian belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu pembahasan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. yang menyebabkan keisapannya untuk . Dari dua definisi tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kreativitas belajar adalah suatu proses usaha perubahan prilaku yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu pembahahasan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. ( Daryanto.2009 ) Dan menurut Syaiful Bahri Dzamarah dan Aswar Zain belajar adalah proses perubahan prilaku berikat pengalaman dan laihan. sehingga menjadi kreatif yang melahirkan konsep-konsep baru secara keseluruhan. 2.

3 Pengertian Keberhasilan Belajar Pengertian keberhasilan menurut syaiful Bahri D dan Azwar z. Dan menurut Moh. adalah suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan instruksional khusus ( TIK) ± nya dapat tercapai. 2.memenuhi serangkaian tingkah laku atau perbuatan.1. sebagai hasil dari penaglaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Keberhasilan adalah akhir dari sebuah proses yang dilakukan oleh seorang dalam upaya mencapai suatu secara maksimal dan terarah. Prayitno mengatakan bahwa motivasi belajar tidak saja merupakan suatu enrgi yang menggerakkan siswa untuk belajar tetapi juga sebagai suatu yang mengarahkan aktivitas siswa kepada tujuan belajar. ( 2006:105 ) . atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah laku untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. ( 1989: 8 ) Jadi dapat disimpulkan bahwa Motivasi Belajar adalah kekuatan-kekuatan atau tenaga-tenaga yang dapat memberikan dorongan kepada kegiatan belajar siswa. sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Surya ( 1997 ) berpendapat bahwa belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan. Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.

2005 pekerjaan propesional memerlukan persyaratan khusus. professional yaitu pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. Sedangkan menurut ( Surya. yakni : 1. memberikan pelayanan sebaik mungkin dan .4 Pengertian Propesional Dalam buku Guru Propesional menurut Daryanto bahwa propesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber pemghasilan kehidupan yang memerlukan keahilan. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan fropesi. 2005 ) propesional mempunyai makna penting. Propesional memberikan jaminan perlindungan kepada kesejahteraan masyarakat umum. kemahiran. 2. Menurut Usman.1. 1. yaitu . Menurut Nana Sudjana.2. Propesional memberikan kemungkinan perbaikan dan pengembangan diri yang memungkinkan guru dapat memaksimalkan kompetensinya. 3. sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Propesional merupakan suatu cara untuk memperbaiki propesi pendidikan yang selama ini dianggap oleh sebagian masyarakat rendah. Memiliki kode etik.

Maka dapat ditarik kesimpulan propesional adalah«««««. mengajar.5 Pengertian Guru Dalam kamus Bahasa Indonesia pengertian guru adalah orang yang kerjanya mengajar.2010 ) Sedangkan menurut Syaiful Bahri D dan Aswan Zain. 2. Diakui oleh masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat. Maka propesional guru adalah kompetensi yang harus dimilki guru yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. seperti dokter dengan pasiennya. mengarahkan.1.( santoso ) Menurut Kunandar guru adalah pendidik propesional dengan tugas utama mendidik. mendefinisikan pengertian guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di sekolah. melainkan sebagai pembimbing dan manajer belajar agar siswa-siswi yang di bina bukan hanya mampu mengembangkan potensi diri masing-masing tetapi mengembangkan kreativitas dan mendorong adanya . melatih. ( 112 : 2006 ) Ditarik sebuah kesimpulan pengertian guru adalah seseorang yang kerjanya mendidik. pendidikan dasar.( 52.2. 3. dan memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di sekolah. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. Memiliki klien / objek layanan yang tetap.. dan pendidikan penengah. Jadi. mengajar. membimbing. guru dengan muridnya. seorang guru yang propesional berperan bukan hanya sebagai pelatih.

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS 3. Bagi siswa yang kretif maka akan termotipasi untuk selalu maju dan berkarya. motivasi dan keberhasilan belajar siswa dapat tercapai karena adanya guru professional.1 .penemuann keilmuan dan teknologi yang inovatif sehingga para siswa mampu bersaig dalam masyarakat global. Kreativitas. Sebagai gambaran kerangka konseptual penelitian ini dapat di lihat pada gambar 3. Karena kreatif dan tidaknya siswa itu tergantung bagaimana cara guru memberi dukungan dan spirit kepada siswa.1 Kerangka konseptual Kreativitas. maka guru tersebut dikatakan professional. Sehingga berhasil dalam pembelajaran karena semua itu adanya guru sebagai motivator yang terampil dan selalu ingin maju. motivasi dan keberhasilan belajar siswa dalam penelitian ini dilihat berdasarkan seberapa besar peranan soerang guru yang propesional.

Kreativitas belajar Siswa X1 Motivasi Belajar Siswa X2 ««««««««. Keberhasilan belajar siswa berpengaruh terhadap propesional guru kelas XI SMK Negeri 1 Kusan Hilir ? .1 3. Kreativitas belajar siswa berpengaruh terhadap propesional guru kelas XI SMK Negeri 1 Kusan Hilir ? b.2 Hipotesis Berdasarkan kerangka teoritis yang telah di susun telah memberikan landasan dalam penyusunan kerangka berpikir serta penyusunan hipotesis penelitian yang selanjutnya akan dikaji kebenarannya. Motivasi belajar siswa berpengaruh terhadap propesional guru kelas XI SMK Negeri 1 Kusan Hilir ? c. Keberhasilan Belajar Siswa X3 Profesional Guru Y Gambar 3. Hipotesis yang dimaksud adalah sebagai berikut : a..

serta belum ada penelitian mengenai pengaruh kreativitas belajar.1 Jenis Penelitian Kegiatan penelitian ini dilakukan pada guru kelas XI SMK Negeri 1 Kusan Hilir. antara guru yang professional dan yang tidak. Adapun alasan memilih objek penelitian ini karena banyaknya tenaga pendidik yang bukan dari kalangan pendidik sehingga peneliti tertarik ingin meneliti apakah benar ada pengaruhnya. motivasi belajar. Pada penelitian ini mempunyai jenis penelitian kuantitatif yang menjelaskan pengaruh antara variable mealaui pengujian hipotesis dan sekaligus melakukan eksplanasi . dan keberhasilan belajar siswa terhadap propesional guru kelas XI SMK Negeri 1 Kusan Hilir.BAB IV METODELOGI PENELITIAN 4.

maka sifat penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research). Pada penelitian ini variabel yang digunakan sebanyak 4 variabel.3 Definisi Operasional Penelitian Definisi operasional penelitian digunakan untuk memberikan batasan ruang lingkup permasalahan dan konsep pengukuran yang digunakan dalam penelitian guna mengukur variable yang masih berbentuk konsep untuk memberikan petunjuk dalam operasional . ( Nana Sunjaya. 1989.2 Populasi dan Sampel Menurut terminologi riset. Kabupaaten Tanah Bumbu. bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah sejumlah massa ( manusia atau bukan ) yang terdapat satu kawasan tertentu atau berada dalam satu unit tertentu. motivasi. 4.terhadap beberapa variable. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kusan Hilir. 4. Dari definisi terakhir ini. Dengan demikian sampel yang akan diambil dalam penelitian inoi berjumlah 30 responden. Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki sifat dan karakteristik yang sama sehingga betul-betul mewakili populasi. Ada juga yang mengatakan bahwa popupasi ( population ) adalah as that portion of the which researcher has acces. 1992. ( Aminuddin Rasyad. 2002. 84 ) Adapun besarnya sampel yang penulis ambil sejumlah sampel minimal 4 atau 5 kali jumlah variabel yang digunakan di dalam analisis. populasi disebut juga universe. 62 ) Sedangkan ( Arikunto. yaitu kreativitas. keberhasilan belajar siswa dan propesional guru. 102 ) berpendapat populasi adalah seluruh subjek penelitian.

2 Motivasi Belajar Siswa ( X2 ) Motivasi Belajar Siswa adalah kekuatan-kekuatan atau tenaga-tenaga yang dapat memberikan dorongan kepada kegiatan belajar siswa. . Prestasi dalam mata pelajaran meliputi keinginan untuk berprestasi dan kualifikasi hasil. maka indicator pengukuran variabel-variabel dijelaskan sebagai berikut : 4. 2. Sebagai indikator-indikatornya meliputi : 1.1 Kreatifitas Belajar Siswa ( X1 ) Kreativitas belajar siswa sebagai variabel bebas yang menjadi bahan kajian utama dalam penelitian dengan indikator-indikator yang meliputi : 1. Kekuatan dalam belajar meliputi mengikuti mata pelajaran di kelas dan belajar dirumah.3. Lklj«««««««. Bjghbuk«««««««« 4.3.variabel penelitian. Ulet dalam menghadapi kesulitan dalam belajar mata pelajaran 3. Mandiri dalam belajar meliputi menyelesaikan tugas-tugas atau PR dan menggunakan kesempatan diluar jam pelajaran 4. 2.

.3 Keberhasilan Belajar Siswa ( X3 ) Keberhasilan belajar siswa sebagai variabel bebas yang menjadi bahan kajian utama dalam penelitian ini dengan indikator-indikator yang meliputi: 1.3. 2.. Kmklnki«««««««. Bghug««««««««.) Daftar Pertanyaan ( kuesoner ) Adalah daftar sejumlah pertanyaan tertulis yang berguna untuk memperoleh informasi dari Guru yang berkaitan dengan penelitian ini. 4.. 4.2 Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dilakukan melalui: 1. «««.4 Sumber dan Metode Pengumpulan Data 4.3. 4. a) Tipe isian .4.4.1 Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer ( data asli ) yaitu data yang diperoleh langsung dari responden.4 Profesional Guru ( Y ) Proseional Guru adalah kompetensi yang harus dimilki guru yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran.4. dan data ini yang nantinya akan dianalisis dalam penelitian ini.

Faktor bebas dengan kategori yang didasarkan dengan skala nilai : 1. yang meliputi nama. Ya-Tidak. serta informasi tambahan lainnya. Kategori tidak skala nilai 1 skala nilai 0 . 3.) Wawancara Yaitu pengumpulan data dimana peneliti ingin mendapatkan keterangan secara lisan dari pihak-pihak yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.5 Skala penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan skala Guttman. Guttman adalah skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat jelas ( tegas ) dan konsisten. Benar-salah. 4. Belum Pernah-Pernah. dan sebagainya. b) Tipe pilihan Dalam tipe pilihan ini responden diharuskan memilih beberapa alternative jawaban yang sesuai dengan yang dialaminya atau dirasakannya. Kategori ya 2. Missal : Yakin-Tidak Yakin.Digunakan untuk memperoleh data tentang pribadi responden. Skala Guttman merupakan skala kumulatif.) Observasi Metode pengiumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung pada obyek yang akan diteliti dengan mencatat sesuatu yang berkaitan dengan penelitian. Pada skala Guttman terdapat beberapa pertanyaan yang diurutkan secara hirarki untuk melihat sikap tertentu dari sederetan pertanyaan itu. 2. pendidikan.

05.1 Uji Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur ( kuesioner ) dapat mengukur informasi yang diperlukan.4. «««««  rxy  . Jadi. Uji validitas data dapat dilakukan dengan total pengamatan menggunakan rumus korelasi Spearman¶s : «««« Pernyataan dinyatakan valid jika r hitung besar dari r table korelasi atau jika nilai probabilitas < 0. ketelitian atau keakuratan sebuah instrument.6.6 Alat dan Istrumen Penelitian Alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas : 4.2 Uji reabilitas ( keandalan. 4. dapat dipercaya ) Realiabilitas adalah tingkat ketepatan.6. realiabilitas menunjukkan apakah instrument tersebut secara konsisten memberikan hasil ukuran yang sama tentang sesuatu yag diukur pada waktu yang berlaian.

Keterangan : a = keadaan alpha cronbach k = jumlah pernyataan dalam skala r = rata-rata korelasi diantar butir pernyataan ««««««««««««««««««« Table 4.1 Kriteria indek reliabilitas adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Interval kriteria 4. teknik Analisis Data dan Uji hipotesa Model Analisis .7 4.7.1 Metode Analisis.

1.7.Adapun Model Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Analisi Regresi Formulasi dari analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah Y =b«««««««.2 Uji Hipotesis Dalam analisis data digunakan uji statistic dengan regresi berganda melalui program SPSS dengan tahapan analisis sebagai berikut . Dimana : Y X1 X2 X3 = Profesional Guru = Kreativitas Belajar Siswa = Motivasi Belajar Siswa = Keberhasilan Belajar Siswa = Variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian = Konstanta = Koefesien parameter regresi 4. Uji simultan ( F ) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->