P. 1
Proses Pembentukan Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

|Views: 1,040|Likes:

More info:

Published by: Armadi Setyo Pambudi on Jan 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

PROSES PEMBENTUKAN MINYAK BUMI 1.

Teori Anorganik (Abiogenesis) Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain. Secara umum dinyatakan seperti dibawah ini: Berdasarkan teori anorganik, pembentukan minyak bumi didasarkan pada proses kimia, yaitu : a. Teori alkalisasi panas dengan CO2 (Berthelot) Reaksi yang terjadi: alkali metal + CO2 karbida + H2O C2H2 C6H6 karbida ocetylena komponen-komponen lain

Dengan kata lain bahwa didalam minyak bumi terdapat logam alkali dalam keadaan bebas dan bersuhu tinggi. Bila CO2 dari udara bersentuhan dengan alkali panas tadi maka akan terbentuk ocetylena. Ocetylena akan berubah menjadi benzena karena suhu tinggi. Kelemahan logam ini adalah logam alkali tidak terdapat bebas di kerak bumi. b. Teori karbida panas dengan air (Mendeleyef)

Mackuire yang pertama kali mengemukakan pendapatnya bahwa minyak bumi berasal dari tumbuhan. Pada arah pertama. hewan dan mikroorganisme). sedangkan zat organik tidak terdapat dalam darah dan tidak dapat memutar bidang polarisasi. .G.Teori Organik (Biogenesis) Berdasarkan teori Biogenesis. dsb. yang terdiri dari C. artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. karbon dioksida di atmosfir berasimilasi. 2.Minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan.Susunan hidrokarbon yang terdiri dari atom C dan H sangat mirip dengan zat organik.Secara praktis lapisan minyak bumi terdapat dalam kambium sampai pleistosan. P. . . Walaupun zat organik menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar.Hidrokarbon terdapat di dalam lapisan sedimen dan merupakan bagian integral sedimentasi. .Minyak bumi mengandung porfirin atau zat kompleks yang terdiri dari hidrokarbon dengan unsur vanadium. . kelemahannya tidak cukup banyak karbida di alam. H dan O. Beberapa argumentasi telah dikemukakan untuk membuktikan bahwa minyak bumi berasal dari zat organik yaitu: .Asumsi yang dipakai adalah ada karbida besi di dalam kerak bumi yang kemudian bersentuhan dengan air membentuk hidrokarbon. yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan. nikel.ini disebabkan oleh adanya kolesterol atau zat lemak yang terdapat dalam darah. . minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon.Minyak bumi memiliki sifat dapat memutar bidang polarisasi. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi. dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2).

yaitu: 1.transformasi zat organik menjadi minyak bumi. fesies sedimen yang utama untuk minyak bumi yang terdapat di sekitar pantai.pengawetan zat organik dalam sedimen . terdiri dari: . Minyak bumi memeng merupakan campuran kompleks hidrokarbon.Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat. Temperatur reservior rata-rata 107°C dan minyak bumi masih dapat bertahan sampai . namun berbagai faktor geologi mengenai cara terdapatnya minyak bumi serta penyebarannya didalam sedimen harus pula ditinjau.pengumpulan zat organik dalam sedimen . Pembentukan sendiri. Proses kimia organik pada umumnya dapat dipecahkan dengan percobaan di laboratorium. 2. 3. Fakta ini disimpulkan oleh Cox yang kemudian di kenal sebagai pagar Cox diantaranya adalah: Minyak bumi selalu terdapat di dalam batuan sedimen dan umumnya pada sedimen marine. Akumulasi tetes minyak yang tersebar dalam lapisan sedimen hingga berkumpil menjadi akumulasi komersial. Migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisansedimen terperangkap.

Minyak bumi dapat tahan pada perubahan tekanan dari 8-10000 psi. Bakteri mempunyai potensi besar dalam proses pembentukan hidrokarbon minyak bumi dan memegang peranan dari sejak matinya senyawa organik sampai pada waktu diagnosa. diantaranya: 1. yaitu: yang berasal dari nabati dan hewani. Minyak bumi selalu terbentuk dalam keadaan reduksi ditandai adanya forfirin dan belerang. Perubahan suhu adalah faktor yang sangat penting.200°C. 4. Proses transformasi zat organik menjadi minyak bumi. Zat organik sebagai bahan sumber Jenis zat oragink yang dijadikan sumber minyak bumi menurut para ahli dap[at disimpulkan bahwa jenis zat organik yang merupakan zat pembentuk utama minyak bumi adalah lipidzat organik dapat terbentuk dalamkehidupan laut ataupun darat dan dapat dibagi menjadi dua jenis. serta menyiapkan kondisi yang memungkinkan terbentuknya minyak bumi. Reaksi katalis Adanya katalis dapat mempercepat proses kimia. 2. Ini menunjukan pengaruh radioaktif terhadap zat organik. Ada beberapa hal yang mempengaruhi peristiwa diatas. Degradasi thermal Akibat sedimen terkena penimbunan dan pembanaman maka akan timbul perubahan tekanan dan suhu. B KOMPONEN MINYAK BUMI 1 Senyawa Hidrokarbon Alifatik Rantai Lurus . Diatas temperatur ini forfirin sudah tidak bertahan. Aktifitas bakteri. 3. Radioaktivasi Pengaruh pembombanderan asam lemak oleh partikel alpha dapay membentuk hidrokarbon parafin.

berikatan rangkap dua selang – seling. Senyawa hidrokarbon ini memiliki rumus molekul sama dengan alkena. . Jumlah senyawa hidrokarbon ini paling sedikit di antara jenis lainnya. tetapi tidak memiliki ikatan rangkap dua dan membentuk struktur cincin. Dalam minyak bumi.Disebut juga alkana atau normal parafin. pada umumnya komponen utama senyawa hidrokarbon dalam minyak bumi adalah sikloalkana. Senyawa ini banyak terdapat dalam gas alam dan minyak bumi yang memiliki rantai karbon pendek 2 Senyawa Hidrokarbon Bentuk Siklik Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa hidrokarbon golongan sikloalkana atau sikloparafin. Jenis – jenis minyak bumi yang dijual di pasar. 4 Senyawa Hidrokarbon Aromatik Merupakan senyawa hidrokarbon yang berbentuk siklik segienam. senyawa hidrokarbon aromatik ini terdapat dalam minyak bumi yang memiliki jumlah atom C besar Tabel ini menyatakan komposisi senyawa hidrokarbon dalam beberapa komponen minyak bumi Komponen Minyak Bumi Gas Bensin Kerosin Solar Minyak Pelumas Residu n-alkana 100 38 23 22 16 13 Sikloalkana 43 43 48 52 51 % Volume Isoalkana 20 15 9 6 1 Aromatik 9 19 21 24 27 Residu 8 Berdasarkan tabel tersebut. Pada umumnya. 3 Senyawa Hidrokarbon Alifatik Rantai Bercabang Contoh : isoalkana atau isoparafin Jumlah senyawa hidrokarbon ini tidak sebanyak senyawa hidrokarbon alifatik rantai lurus dan senyawa hidrokarbon bentuk siklik. Pada umumnya. senyawa hidrokarbon siklik dalam minyak bumi berupa campuran siklopentana dan sikloheksana yang disebut naften. dan senyawa hidrokarbon tak jenuh. antarmolekul siklik tersebut kadang – kadang bergabung membentuk suatu molekul yang terdiri atas beberapa senyawa siklik.

Kutai. G DAERAH PERTAMBANGAN MINYAK BUMI DI INDONESIA Minyak bumi asal Indonesia memiliki kualitas yang baik karena berkadar belerang rendah. Indramayu d) Jawa Tengah : Cepu e) Jawa Timur : Surabaya f) Kalimantan Timur : Barito. Hal ini disebabkan minyak yang dipasarkan telah mengalami proses peningkatan kualitas. Palembang. Banda Aceh b) Sumatera bagian selatan : Jambi.memiliki komposisi yang berbeda dengan komposisi pada tabel di atas. Daerah pertambangan minyak bumi di Indonesia tersebar di berbagai wilayah. dan Tarakan g) Papua PROSES PENGOLAHAN MINYAK BUMI . antara lain a) Sumatera bagian utara : Medan. dan Riau c) Jawa Barat : Cirebon.

pengolahan minyak bumi dilakukan melalui destilasi bertingkat. tetapi harus diolah terlebih dahulu. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak. dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok (fraksi) dengan titik didih yang mirip. Titik didih hidrokarbon meningkat seiring bertambahnya jumlah atom C yang berada di dalam molekulnya. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 sampai 50. Secara umum Proses Pengolahan Minyak Bumi digambarkan sebagai berikut: . Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun untuk keperluan lainnya. Oleh karena itu. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. Minyak mentah (cude oil) berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang sedap.Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut.

Mula-mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu ± 370°C. . Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi). DESTILASI Destilasi adalah pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya. Dalam hal ini adalah destilasi fraksinasi. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga bagian bawah kolom fraksinasi).1.

dan blending. reforming. sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi akan terpisah. Gas Rentang rantai karbon : C1 sampai C5 Trayek didih : 0 sampai 50°C 2. Residu-residu ini memiliki rantai karbon sejumlah lebih dari 20. suhu yang terdapat dalam kolom fraksionasi tersebut makin rendah. Solar Rentang rantai karbon : C21 sampai C30 Trayek didih : 105 sampai 135°C 5. sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung. Komponen yang berupa gas ini disebut gas petroleum. polimerisasi. Makin ke atas. Minyak Berat Rentang ranai karbon : C31 sampai C40 Trayek didih : 135 sampai 300°C 6. Residu minyak bumi meliputi parafin. kemudian dicairkan dan disebut LPG (Liquified Petroleum Gas).Minyak mentah yang menguap pada proses destilasi ini naik ke bagian atas kolom dan selanjutnya terkondensasi pada suhu yang berbeda-beda. treating. Fraksi minyak bumi yang dihasilkan berdasarkan rentang titik didihnya antara lain sebagai berikut : 1. Demikian selanjutnya sehingga komponen yang mencapai puncak adalah komponen yang pada suhu kamar berupa gas. sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah naik ke bagian yang lebih atas lagi. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah. lilin. Fraksi minyak mentah yang tidak menguap menjadi residu. . Residu Rentang rantai karbon : di atas C40 Trayek didih : di atas 300°C Fraksi-fraksi minyak bumi dari proses destilasi bertingkat belum memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. sehingga perlu pengolahan lebih lanjut yang meliputi proses cracking. Kerosin (Minyak Tanah) Rentang rantai karbon : C12 sampai C20 Trayek didih : 85 sampai 105°C 4. dan aspal. Gasolin (Bensin) Rentang rantai karbon : C6 sampai C11 Trayek didih : 50 sampai 85°C 3.

Bilangan oktan dipengaruhi oleh beberapa struktur molekul hidrokarbon. dan bilangan oktan 0 diberikan pada n-heptana yang mempunyai sifat anti knock yang buruk. Reaksi dari perengkahan katalitik melalui mekanisme perengkahan ion karbonium. CRACKING Setelah melalui tahap destilasi. yaitu : a. Hidrocracking Hidrocracking merupakan kombinasi antara perengkahan dan hidrogenasi untuk menghasilkan senyawa yang jenuh. Contoh reaksi-reaksi pada proses cracking adalah sebagai berikut : b. Reaksi tersebut dilakukan pada tekanan tinggi. Kualitas gasolin sangat ditentukan oleh sifat anti knock (ketukan) yang dinyatakan dalam bilangan oktan.2. seperti terlihat dibawah ini: Cracking adalah penguraian molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar menjadi molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang kecil.2. yaitu dengan penggunaan suhu tinggi dan tekanan yang rendah. REFORMING Reforming adalah perubahan dari bentuk molekul bensin yang bermutu kurang baik (rantai karbon lurus) menjadi bensin yang bermutu lebih baik (rantai karbon . Bilangan oktan 100 diberikan pada isooktan (2. Keuntungan lain dari Hidrocracking ini adalah bahwa belerang yang terkandung dalam minyak diubah menjadi hidrogen sulfida yang kemudian dipisahkan. Gasolin yang diuji akan dibandingkan dengan campuran isooktana dan n-heptana. 3. Cara panas (thermal cracking). Proses ini terutama ditujukan untuk memperbaiki kualitas dan perolehan fraksi gasolin (bensin). Contoh cracking ini adalah pengolahan minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin. Terdapat 3 cara proses cracking. Mula-mula katalis karena bersifat asam menambahkna proton ke molekul olevin atau menarik ion hidrida dari alkana sehingga menyebabkan terbentuknya ion karbonium : c. Katalis yang digunakan biasanya SiO2 atau Al2O3 bauksit. masing-masing fraksi yang dihasilkan dimurnikan (refinery). Cara katalis (catalytic cracking). yaitu dengan penggunaan katalis.4trimetil pentana) yang mempunyai sifat anti knocking yang istimewa.

Dalam proses ini menggunakan katalis asam kuat seperti H2SO4. Kedua jenis bensin ini memiliki rumus molekul yang sama bentuk strukturnya yang berbeda. Reforming dilakukan dengan menggunakan katalis dan pemanasan. Contoh reforming adalah sebagai berikut : Reforming juga dapat merupakan pengubahan struktur molekul dari hidrokarbon parafin menjadi senyawa aromatik dengan bilangan oktan tinggi. Pada proses ini digunakan katalis molibdenum oksida dalam Al2O3 atauplatina dalam lempung. ALKILASI dan POLIMERISASI Alkilasi merupakan penambahan jumlah atom dalam molekul menjadi molekul yang lebih panjang dan bercabang. .bercabang). proses ini juga disebut isomerisasi. Reaksi secara umum adalah sebagai berikut: RH + CH2=CR’R’’ R-CH2-CHR’R” Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar. Reaksi umumnya adalah sebagai berikut : M CnH2n Cm+nH2(m+n) Contoh polimerisasi yaitu penggabungan senyawa isobutena dengan senyawa isobutana menghasilkan bensin berkualitas tinggi. Oleh karena itu. yaitu isooktana. AlCl3 (suatu asam kuat Lewis). HCl.Contoh reaksinya : 4.

Sulfur yang disingkirkan dari minyak bumi ini kemudian diambil kembali sebagai sulfur elemental. Deasphalting yaitu penghilangan aspal dari fraksi yang digunakan untuk minyak pelumas Desulfurizing (desulfurisasi). yaitu dengan mengubah hidrogen sulfida menjadi sulfur elementer yang dikatalis oleh enzim hasil metabolisme mikroorganisme sulfur jenis tertentu. Keunggulan proses ini adalah dapat menyingkirkan senyawa sulfur yang sulit disingkirkan.5. yaitu proses penghilangan unsur belerang. ekstraksi. Acid treatment. Reaksi yang terjadi adalah reaksi aerobik. Hidrogen sulfida yang dihasilkan dari dekomposisi senyawa sulfur tersebut kemudian dipisahkan dengan cara fraksinasi atau pencucian/pelucutan. Ekstraksi menggunakan pelarut. misalnya alkylated dibenzothiophenes. namun keberadaannya tidak dinginkan karena dapat menyebabkan berbagai masalah. Berbagai upaya dilakukan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi. SO2) dan menimbulkan polusi udara serta hujan asam. dan lainlain. atau produk samping pembakaran berupa gas buang yang beracun (sulfur dioksida. tanpa mengubah senyawa hidrokarbon dalam aliran proses. yaitu proses penghilangan lumpur dan perbaikan warna. yaitu proses penghilangan pengotor yang dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. . Bio-desulfurisasi merupakan penyingkiran sulfur secara selektif dari minyak bumi dengan memanfaatkan metabolisme mikroorganisme. Sulfur merupakan senyawa yang secara alami terkandung dalam minyak bumi atau gas. serta 2. dan dilakukan dalam kondisi lingkungan teraerasi. Pada dasarnya terdapat 2 cara desulfurisasi. Cara-cara proses treating adalah sebagai berikut : • • • • • Copper sweetening dan doctor treating. meracuni katalis dalam proses pengolahan. termasuk di antaranya korosi pada peralatan proses. hydrotreating. Desulfurisasi merupakan proses yang digunakan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi. namun penelitian lebih lanjut juga dikembangkan untuk penggunaan mikroorganisme dari jenis lain. yaitu dengan : 1. TREATING Treating adalah pemurnian minyak bumi dengan cara menghilangkan pengotorpengotornya. Dewaxing yaitu proses penghilangan wax (n parafin) dengan berat molekul tinggi dari fraksi minyak pelumas untuk menghasillkan minyak pelumas dengan pour point yang rendah. sulfida dan disulfida) secara katalitik dengan proses hidrogenasi selektif menjadi hidrogen sulfida (H2S) dan senyawa hidrokarbon asal dari senyawa belerang tersebut. Dekomposisi senyawa sulfur (umumnya terkandung dalam minyak bumi dalam bentuk senyawa merkaptan. adsorpsi selektif. Akan tetapi selain 2 cara di atas. antara lain menggunakan proses oksidasi. bau yang kurang sedap. Jenis mikroorganisme yang digunakan untuk proses bio-desulfurisasi umumnya berasal dari Rhodococcus sp. saat ini ada pula teknik desulfurisasi yang lain yaitu biodesulfurisasi.

bio-desulfurisasi juga digunakan untuk menyingkirkan sulfur dari batubara. menggunakan mikroorganisme Thiobacillus yang sekaligus bertindak sebagai katalis proses biodesulfurisasi. Hal ini membuat proses ini ideal untuk lokasi-lokasi dimana proses yang memerlukan pembakaran (misalnya flare atau incinerator) tidak dimungkinkan. yang terlalu sedikit jika disingkirkan menggunakan amine plant.gas buang (flash gas/vent gas) dari proses ini tidak mengandung gas berbahaya. Sulfur hasil reaksi kemudian melalui proses dekantasi untuk memisahkan dengan cairan soda. Proses Shell-Paques Untuk Bio-Desulfurisasi Aliran Gas Salah satu lisensi proses bio-desulfurisasi untuk aliran gas adalah Shell Paques dari Shell Global Solutions International dan Paques Bio-Systems. Selain untuk gas alam dan hidrokarbon. Cairan soda dikembalikan ke absorber. dan kemudian dialirkan ke bioreaktor THIOPAQ berupa tangki atmosferik teraerasi dimana mikroorganisme mengubah hidrogen sulfida menjadi sulfur elementer secara biologis dalam kondisi pH 8. Senyawa soda mengabsorbi hidrogen sulfida. Dalam proses ini. Proses ini dapat menyingkirkan sulfur dari aliran gas dan menghasilkan hidrogen sulfida dengan kapasitas mulai dari 100 kg/hari sampai dengan 50 ton/hari. menghilangkan potensi bahaya dari penanganan solvent yang biasa digunakan untuk melarutkan hidrogen sulfida dalam proses ekstraksi . dan saat ini kurang lebih terdapat sekitar 35 unit biodesulfurisasi dengan lisensi Shell-Paques beroperasi di seluruh dunia. Proses ini sudah diterapkan secara komersial sejak tahun 1993. aliran gas yang mengandung hidrogen sulfida dilewatkan pada absorber dan dikontakkan pada larutan soda yang mengandung mikroorganisme.Proses ini mulai dikembangkan dengan adanya kebutuhan untuk menyingkirkan kandungan sulfur dalam jumlah menengah pada aliran gas. Karena sifatnya yang hidrofilik sehingga mudah diabsorpsi oleh tanah.2-9.Tahapan reaksi bio-desulfurisasi dapat digambarkan sebagai berikut : • Absorpsi H2S oleh senyawa soda • Pembentukan sulfur elementer oleh mikroorganisme Keunggulan dari proses Shell-Paques adalah : • • • dapat menyingkirkan sulfur dalam jumlah besar (efisiensi penyingkiran hidrogen sulfida dapat mencapai 99.8%) hingga menyisakan kandungan hidrogen sulfida yang sangat rendah dalam aliran gas (kurang dari 4 ppm-volume) pemurnian gas dan pengambilan kembali (recovery) sulfur terintegrasi dalam 1 proses. dan terlalu banyak untuk disingkirkan menggunakan scavenger. sedangkan sulfur diperoleh sebagai cake atau sebagai sulfur cair murni. sehingga sebelum dilepas ke lingkungan tidak perlu dibakar di flare. maka sulfur yang dihasilkan dari proses ini dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk.

Untuk memenuhi kualitas bensin yang baik. synthesis gas. perekonomian. tetapi dapat menimbulkan pencemaran udara. dan bensin. BLENDING Proses blending adalah penambahan bahan-bahan aditif kedalam fraksi minyak bumi dalam rangka untuk meningkatkan kualitas produk tersebut. Demikian pula halnya dengan pelumas. Dibawah ini adalah beberapa produk hasil olahan minyak bumi beserta pemanfaatannya: .• • • • sifat sulfur biologis yang hidrofilik menghilangkan resiko penyumbatan (plugging atau blocking) pada pipa Bio-katalis yang digunakan bersifat self-sustaining dan mampu beradaptasi pada berbagai kondisi proses Konfigurasi proses yang sederhana. terdapat sekitar 22 bahan pencampur yang dapat ditambanhkan pada proses pengolahannya. Penambahan TEL dapat meningkatkan bilangan oktan. gas. serta aliran oksigen yang mengandung gas limbah yang tidak dapat diproses dengan pelarut. PRODUK PENGOLAHAN MINYAK BUMI dan MANFAATNYA Keberadaan minyak bumi dan berbagai macam produk olahannya memiliki manfaat yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. dan aspek-aspek lainnya tidak akan dapat berjalan lancar. handal dan aman (antara lain beroperasi pada suhu dan tekanan rendah) sehingga mudah untuk dioperasikan Proses Shell-Paques ini dapat diterapkan pada gas alam. pertanian. sebagai contoh penggunaan minyak tanah. Tanpa ketiga produk hasil olahan minyak bumi tersebut mungkin kegiatan pendidikan. Diantara bahan-bahan pencampur yang terkenal adalah tetra ethyl lead (TEL). gas buang regenerator amine. Bensin yang memiliki berbagai persyaratan kualitas merupakan contoh hasil minyak bumi yang paling banyak digunakan di barbagai negara dengan berbagai variasi cuaca. agar diperoleh kualitas yang baik maka pada proses pengolahan diperlukan penambahan zat aditif. TEL berfungsi menaikkan bilangan oktan bensin. fuel gas.

Volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan.1. misalnya etana dan pentana . Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil. Elpiji. adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal darigas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya. gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana dan butana . Bahan bakar gas Bahan bakar gas terdiri dari : LNG (Liquified Natural Gas) dan LPG (Liquified Petroleum Gas) Bahan baker gas biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga dan indusri. elpiji akan berbentuk gas. tabung . LPG (liquified petroleum gas.harfiah: "gas minyak bumi yang dicairkan"). Dalam kondisi atmosfer.

dan sekitar 2. Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat. Penggunaan elpiji Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan bakar alat dapur (terutama kompor gas). biasa digunakan sebagai pelarut dalam industri. Naptha atau Petroleum eter. juga bervariasi tergantung komposisi dan temperatur. Tekanan di mana elpiji berbentuk cair. Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan. Bahaya elpiji Salah satu resiko penggunaan elpiji adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas sehingga bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran. Rasio antara volume gas bila menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi. sebagai contoh.2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair. Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran tabung gas. hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. sehingga kebocoran elpiji akan membentuk gas secara cepat dan merubah volumenya menjadi lebih besar. Selain itu kerosin juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking.elpiji tidak diisi secara penuh. Sumber: "http://id. Sifat elpiji Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut: • • • • • Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar Gas tidak beracun. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Gasolin (bensin). Pada awalnya. Elpiji juga cukup banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor (walaupun mesin kendaraannya harus dimodifikasi terlebih dahulu). yang baunya khas dan menusuk hidung. elpiji propana dan elpiji butana.org/wiki/Elpiji" 2. 3. dinamakan tekanan uap-nya. Kerosin (minyak tanah). dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2. tapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas. . 4. tetapi biasaya sekitar 250:1. Gas ini lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak menempati daerah yang rendah. tekanan dan temperatur. tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder. Tekanan elpiji cukup besar (tekanan uap sekitar 120 psig). Menurut spesifikasinya. biasa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55°C (131 °F). gas elpiji tidak berbau. Selain sebagai bahan bakar alat dapur. elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran. biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga.wikipedia.

Kegunaan lain Kerosene biasa di gunakan untuk membasmi serangga seperti semut dan mengusir kecoa. Bahan bakar mesin jet adalah kerosene yang mencapai spesifikasi yang diperketat. tutup botol. 5. Kerosene dapat juga diproduksi oleh hidrocracker. Pada suatu waktu dia banyak digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur. Penggunaanya sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di negara berkembang. Residu minyak bumiyang terdiri dari : • • Parafin . biasa digunakan untuk lubrikasi mesin-mesin. terutama titik asap dan titik beku. Aspal . bagaimana sebenarnya penggunaan bensin sebagai bahan bakar? Bensin sebagai bahan bakar kendaraan bermotor Oleh karena bensin hanya terbakar dalam fase uap. digunakan dalam proses pembuatan obat-obatan. dalam sebuah unit Merox atau. lilin batik. Energi yang dihasilkan dari proses pembakaran bensin diubah menjadi gerak melalui tahapan sebagai berikut. korek api. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150°C and 275°C (rantai karbon dari C12 sampai C15). maka bensin harus diuapkan dalam karburator sebelum dibakar dalam silinder mesin kendaraan. Bensin mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon yang memiliki rantai C5-C10. truk. kerosene didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan khusus. Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang diinginkan. 6. hidrotreater untuk mengurangi kadar belerangnya dan pengaratannya. Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ. Kadang di gunakan juga sebagai campuran dalam cairan pembasmi serangga seperti pada merk/ brand baygone. Minyak pelumas. Minyak solar atau minyak diesel. Jet-A. Lalu. Biasanya. industri tenun menenun. yang digunakan untuk mengupgrade bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar minyak. Jet-B. minyak solar juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking. JP-4 atau JP-8).Minyak tanah (bahasa Inggris: kerosene atau paraffin) adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. . Selain itu. digunakan sebagai pengeras jalan raya BENSIN Bensin merupakan bahan bakar transportasi yang masih memegang peranan penting sampai saat ini. wax ). Sebuah bentuk dari kerosene dikenal sebagai RP-1dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket. dan masih banyak lagi. kereta api dan traktor. di mana dia kurang disuling dan mengandung ketidakmurnian dan bahkan "debris". kosmetika. 7. biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel pada kendaraan bermotor seperti bus.

dan nilai 100 untuk isooktana yang tidak mudah terbakar. maka kadar isooktana dalam campuran nheptana dan isooktana tersebut digunakan untuk menyatakan nilai bilangan oktan dari bensin yang diuji. Contohnya mengubah n-oktana menjadi isooktana. n-oktana. Jadi. Hal ini menyebabkan pembakaran terjadi terlalu awal sebelum piston mencapai posisi yang tepat. Ketepatan waktu pembakaran tergantung dari jenis rantai hidrokarbon yang selanjutnya akan menentukan kualitas bensin. maka . Kualitas bensin ini dinyatakan oleh bilangan oktan.Mengubah hidrokarbon rantai lurus dalam fraksi bensin menjadi hidrokarbon rantai bercabang melalui proses reforming.Menambahkan aditif anti ketukan ke dalam bensin untuk memperlambat pembakaran bensin.Pembakaran bensin yang diinginkan adalah yang menghasilkan dorongan yang mulus terhadap penurunan piston.Alkana rantai lurus dalam bensin seperti n-heptana. . Dulu digunakan senyawa timbal (Pb). Pembakaran terlalu awal juga berarti ada sisa komponen bensin yang belum terbakar sehingga energi yang ditransfer ke piston tidak maksimum. Hal ini tergantung dari ketepatan waktu pembakaran agar jumlah energi yang ditransfer ke piston menjadi maksimum. Akibatnya timbul bunyi ledakan yang dikenal sebagai ketukan (knocking). Bilangan oktan Bilangan oktan (octane number) merupakan ukuran dari kemampuan bahan bakar untuk mengatasi ketukan sewaktu terbakar dalam mesin. bensin dengan kualitas yang baik harus mengandung lebih banyak alkana rantai bercabang/alisiklik/aromatik dibandingkan alkana rantai lurus. Oleh karena itu. . . .Alkana rantai bercabang/alisiklik/aromatik dalam bensin seperti isooktana tidak terlalu mudah terbakar. Jika ada karakteristik yang sesuai. Fraksi bensin dari menara distilasi umumnya mempunyai bilangan oktan ~70. Oleh karena Pb bersifat racun. Untuk menaikkan nilai bilangan oktan tersebut. Karakteristik tersebut kemudian dibandingkan dengan karakteristik pembakaran dari berbagai campuran n-heptana dan isooktana. dan n-nonana sangat mudah terbakar. lebih sedikit ketukan yang dihasilkan. Nilai bilangan oktan 0 ditetapkan untuk n-heptana yang mudah terbakar.Menambahkan hidrokarbon alisiklik/aromatik ke dalam campuran akhir fraksi bensin. ada beberapa hal yang dapat dilakukan: . dan energi yang ditransfer ke piston lebih besar. Suatu campuran 30% nheptana dan 70% isooktana akan mempunyai bilangan oktan: = (30/100 x 0) + (70/100 x 100) = 70 Bilangan oktan suatu bensin dapat ditentukan melalui uji pembakaran sampel bensin untuk memperoleh karakteristik pembakarannya.

seperti tanpa aditif Pb. Mesin demikian membutuhkan bensin dengan bilangan oktan yang tinggi. yakni Premium.Bersifat ramah lingkungan Pertamax dan Pertamax Plus tidak mengandung Pb yang bersifat racun.Meningkatkan kinerja mesin agar mesin makin bertenaga Pertamax dan Pertamax Plus memiliki stabilitas oksidasi yang tinggi dan juga mengandung aditif generasi terakhir.penggunaannya sudah dilarang dan diganti dengan senyawa organik.Penggunaan bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui dan yang lebih ramah lingkungan. .Penghijauan atau pembuatan taman dalam kota. .Penggunaan EFI (Electronic Fuel Injection) pada sistem bahan bakar. . . . Dampak pembakaran bensin terhadap lingkungan Pembakaran bensin dalam mesin kendaraan mengakibatkan pelepasan berbagai zat yang dapat mengakibatkan pencemaran udara. Aditif juga dapat melindungi mesin sehingga dapat menekan biaya perawatan. Pertamax.Produksi bensin yang ramah lingkungan. .Lebih ekonomis dari segi harga bahan bakar dan biaya perawatan Pertamax dan Pertamax Plus sudah mengandung aditif sehingga praktis dan tepat takarannya. Hal ini dimaksudkan agar tenaga mesin menjadi besar dan kendaraan dapat melaju dengan kecepatan tinggi. Produsen mobil cenderung memproduksi kendaraan yang menggunakan perbandingan kompresi mesin yang tinggi. Langkah-langkah mengatasi dampak dari pembakaran bensin: .Mempunyai bilangan oktan yang tinggi. Nilai bilangan oktan ketiga jenis bensin ini diberikan pada tabel terlampir. Jenis bensin Ada tiga jenis bensin produksi Pertamina. seperti tenaga surya dan sel bahan bakar (fuelcell). Beberapa keunggulan dari Pertamax dan Pertamax Plus dibandingkan Premium adalah: . Pembakaran bensin menjadi semakin sempurna sehingga kinerja mesin bertambah baik. . dan Pertamax Plus. . Pembakaran yang semakin sempurna juga dapat mengurangi kadar emisi gas polutan seperti CO dan NOx. seperti etanol dan MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether). (Perbandingan kompresi mesin adalah perbandingan volume silinder sebelum dan sesudah kompresi).Penggunaan konverter katalitik pada sistem buangan kendaraan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->