Mengajar dengan Peta Pikiran

Oleh Suyatno Banyak guru menyebut bahwa mereka berhasil dalam pembelajaran penguatan konsep melalui teknik peta pikiran. Apa sih peta pikiran itu? Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang berbercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon. Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah. Dalam peta pikiran, kita dapat melihat hubungan antara satu ide dengan ide lainnya dengan tetap memahami konteksnya. Ini sangat memudahkan otak untuk memahami dan menyerap suatu informasi. Mengapa ? Karena cara kerjanya mirip dengan cara kerja koneksi di dalam otak. Di samping itu, peta pikiran juga memudahkan kita untuk mengembangkan ide karena kita bisa mulai dengan suatu ide utama dan kemudian menggunakan koneksi-koneksi di otak kita untuk memecahnya menjadi ide-ide yang lebih rinci. Otak manusia terdiri dari 2 belahan, kiri (left hemisphere) dan kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik seperti membaca, bahasa dan berhitung. Sedangkan belahan otak kanan berfungsi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Kedua belahan otak tersebut memiliki fungsi, tugas, dan respons berbeda dan harus tumbuh dalam keseimbangan. Dalam proses menuangkan pikiran, manusia berusaha mengatur segala fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan dari awal, dengan harapan bahwa akan lebih mudah mengingat dan menarik kembali informasi di kemudian hari. Sayangnya, sistem pendidikan modern memiliki kecenderungan untuk memilih keterampilanketerampilan ³otak kiri´ yaitu matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan dari pada seni, musik, dan pengajaran keterampilan berpikir, terutama keterampilan berpikir secara kreatif. Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan cara kerja Peta Pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral/tengah dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan area mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik. Untuk mengajak anak membuat peta pikiran, diperlukan beberapa hal, yaitu kertas kosong tak bergaris, pena atau spidol berwarna, otak dan imajinasi. Tujuh langkah dalam membuat Peta pikiran : (1) Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya di letakkan mendatar, (2) Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral, karena gambar melambangkan topik utama (3) Gunakan warna, karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar sehingga peta pikiran lebih hidup, (4) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya, (5) buatlah garis hubung yang melengkung , (6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap cabang atau garis, (7) Gunakan gambar, karena setiap gambar bermakna seribu kata. Kegiatan membuat peta pikiran dapat dimulai dengan pertanyaan, misalnya tema binatang

³Kalau kamu mendengar kata binatang apa yang terlintas di pikiranmu?´ Biarkan anak menggambar atau menuliskan apa yang menjadi imajinasinya. Tidak ada jawaban atau pendapat anak yang salah, karena semua pendapat adalah benar. Ini akan terlihat dari cabang yang akan mereka buat yang memperinci pendapat sebelumnya. Bahasa gambar adalah cara penyampaian informasi dengan menggunakan gambar. Bahasa gambar digunakan pada peta pikiran karena otak memiliki kemampuan alami untuk pengenalan visual, bahkan sebenarnya pengenalan yang sempurna. Inilah sebabnya anak akan lebih mengingat informasi jika menggunakan gambar untuk menyajikannya. Peta pikiran menggunakan kemampuan otak akan pengenalan visual untuk mendapatkan hasil yang sebesarbesarnya. Dengan kombinasi warna, gambar, dan cabang-cabang melengkung, peta pikiran lebih merangsang secara visual daripada metode pencatatan tradisional, yang cenderung linear dan satu warna. Para jenius kreatif menggunakan bahasa gambar untuk menyusun, mengembangkan, dan mengingat pikiran mereka. Sebagai contoh, Leonardo da Vinci. Leonardo menggunakan gambar, diagram, simbol, dan ilustrasi sebagai cara termurni untuk menangkap pikiran-pikiran yang bermunculan di otaknya dan mencurahkannya di kertas. Baginya, bahasa kata-kata berada di tempat kedua sesudah bahasa gambar dan digunakan untuk memberi label, menunjukkan atau menjelaskan pikiran dan penemuan kreatifnya. Gambar-gambar membantu Leonardo menjelajah pikirannya dalam berbagai bidang, seni, ilmu faal, permesinan, akuanautik, dan biologi. Contoh lain adalah Richard Feynman, fisikawan pemenang Hadiah Nobel, ketika masih muda menyadari bahwa imajinasi dan visualisasi adalah bagian terpenting dari proses pemikiran kreatif. Dengan begitu ia memainkan permainan-permainan imajinasi dan belajar menggambar. Ia menempatkan seluruh teori kuantum elektrodinamik ke bentuk visual dan diagramatik yang baru. Ini menjurus ke pengembangan diagram Feynman yang sekarang terkenal itu ± representasi gambar dari interaksi partikel, yang sekarang digunakan murid di seluruh dunia untuk membantu mereka memahami, mengingat, dan menciptakan ide-ide dalam realisme fisika dan ilmu umum. Dalam segala hal peta pikiran dapat diguanakan. Ajak anak membuat peta pikiran setiap saat. Seperti dalam bukunya, ³Mind map untuk anak´ Tony Buzan mengajak untuk menggunakan peta pikiran di setiap kesempatan. Misalnya membuat peta pikiran tentang ³Aku´. Dengan mengajak anak mengenal dirinya sendiri, gambar dirinya, kegiatan yang dilakukannya, kesukaannya, kesayangannya, orang terdekatnya, cita-cita, khayalannya, binatang peliharaan atau lainnya. Contoh lainnya yaitu mengajak anak membuat peta pikiran untuk merencanakan liburan. Menentukan kapan waktu pelaksanaannya, tempat, siapa yang ikut, transportasi yang digunakan, akomodasi yang perlu disiapkan, barang yang akan dibawa, dokumentasi, dan seterusnya menggunakan gambar dan kata-kata kunci. Peta pikiran juga dapat dibuat misalnya untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah, mengajak anak membuat cerita, membuat surat, atau mencari tahu kado yang tepat diberikan kepada ayah atau ibu di hari ulang tahun mereka . Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama Dari tema utama "Sejarah Indonesia", maka tema-tema turunan dapat terdiri dari : Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut.. Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang "miskin warna".

Beberapa anak mengalami kesulitan berkonsentrasi. Sisakan ruangan untuk penambahan tema Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. menulis pertanyaan atau menandai poinpoin penting. Ini terjadi dikarenakan catatan ataupun ingatannya belum teratur. Saat otak menerima suatu informasi. Model dikte dan mencatat semua yang didiktekan pendidik. membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. mendengar ceramah dan mengingat isinya. Semuanya menggunakan garis lengkung. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci. Menggunakan Peta Pikiran untuk Keluar dari Masalah Sistem berpikir secara teratur sebenarnya sudah mulai dikembangkan para ahli Yunani. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. yang merupakan cara mencatat yang kreatif dan efektif. Itulah sebabnya kita lebih mudah mempelajari ilmu di bidang yang akrab bagi kita daripada di bidang yang asing bagi kita. Otak dapat lebih mudah dan lebih cepat menciptakan koneksi untuk ilmu yang sudah akrab bagi kita. yang benar-benar mencerminkan kreativitas dan kecemerlangan alamiah dalam proses berpikir. dan sesuai dengan cara kerja otak. Berdasarkan kekuatan Imajinasi dan Asosiasi ini. dipelajari. Peta pikiran merupakan alat yang membantu otak berpikir secara teratur. Sebenarnya. Sistem ingatan dari Yunani ini berdasarkan Imajinasi dan Asosiasi. Semuanya menggunakan warna. mendasar. Manfaat Peta Pikiran Peta pikiran memberikan banyak manfaat. anak-anak dapat menuangkan pikiran dengan caranya masing-masing. menghafal kata-kata penting dan artinya terjadi dalam proses belajar dan mengajar di sekolah atau di mana saja menjadi kurang efektif ketika tidak didukung oleh kreativitas pendidik atau anak itu sendiri. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama. dicatat atau yang dahulu pernah diingat. Peta pikiran adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak. Selain itu. atau ketika mengerjakan tugas. direkam. alami. memberi pandangan menyeluruh pokok masalah atau area yang luas. simbol. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema. Peta pikiran. yaitu dengan peta pikiran (mind map®). Sistem ingatan yang dikembangkan oleh orang-orang Yunani yang memungkinkan mereka untuk mengingat kembali ratusan dan ribuan fakta dengan sempurna. biasanya kita akan menambahkan informasi. Proses menuangkan pikiran menjadi tidak beraturan atau malah tersendat ketika anak-anak terjebak dalam model menuangkan pikiran yang kurang efektif sehingga kreativitas tidak muncul. ia akan berusaha menghubungkannya dengan informasi lain yang sudah ada sebelumnya. Buat peta pikiran di kertas polos dan hilangkan proses edit Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Masalah-masalah lain muncul ketika anak berusaha mengingat kembali apa yang sudah didapatkan. alat yang sederhana.Gunakan huruf besar Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. memungkinkan kita merencanakan rute atau membuat pilihan- . Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran. Semua peta pikiran mempunyai kesamaan. Untuk itu dibutuhkan suatu alat untuk membantu otak berpikir secara teratur. Semuanya memiliki struktur alami yang memancar dari pusat. Toni Buzan menemukan suatu alat berpikir yang berdasarkan cara kerja alamiah otak. kata dan gambar yang sesuai dengan satu rangkaian yang sederhana. Setiap hubungan ini akan menciptakan koneksi baru di dalam otak. Secara harfiah peta pikiran akan ³memetakan´ pikiran-pikiran. maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.

59. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. direnungkan dan diingat. peta pikiran memiliki manfaat. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama.Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. Cooperative Learning). dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. Kontekstual (CTL. di 06. M. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 ± 5 orang. Diposkan oleh Dr. penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. dan kondisi guru itu sendiri. mengatur pikiran dan hobi. menghemat waktu. Koperatif (CL. tugas. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah.nyaman dan menyenangkan. rambu-rambu. yaitu : membantu dalam mengingat. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. pengalaman. mengarahkan. mendapatkan ide.pilihan dan mengetahui ke mana kita akan pergi dan di mana kita berada. tanggung jawab. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling). tidak hanya menonton dan mencatat. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran. contoh). kerja kelompok. mengembangkan. pengarahan-strategi. inkuiri. siawa heterogen (kemampuan. mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan kita melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru. karekter). siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. menuntun. penyampaian kompetensi-tujuan. gender. sifat materi bahan ajar.Dalam prakteknya. questioning (eksplorasi. membimbing. fasilitas-media yang tersedia. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. ada control dan fasilitasi. Keuntungan lain yaitu mengumpulkan sejumlah besar data di suatu tempat. dibaca. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif).Oleh karena itu. dunia pikiran siswa menjadi konkret. motivasi belajar muncul. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. media bermain. belajar berkelompok secara koperatif.00 Model-Model Pembelajaran Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Untuk anak-anak. siswa melakukan dan mengalami. pengarahanpetunjuk. berkonsentrasi.Pd. yaitu modeling (pemusatan perhatian. menyelesaikan persoalan. learning community (seluruh . suyatno. generalisasi). pembegian tugas. bersenang-senang dalam menuangkan imajinasi yang tentunya memunculkan kreativitas. dan rasa senasib. presentasi hasil kelompok. atau inkuiri. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep.Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip. motivasi. terbuka. dan suasana menjadi kondusif . kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. evaluasi. mendapatkan nilai yang lebih bagus. membentuk kelompok heterogen. merupakan sesuatu yang menyenangkan untuk dipandang. dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. dan pelaporan.

belum dikenal cara penyelesaiannya. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi).menginvestigasi. sintesis. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. keterbukaan. Problem Terbuka (OE. Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. latihan mandiri. cara. identifikasi. dan evaluasi. dan sosialisasi. sharing). aturan. identifikasi kekeliruan. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. terbuka.siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. mengkonstruksi konsep-aturan. hands-on. informal ke formal). negosiasi. Problem Posing Problem posing yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. investigasi. konsep. cari alternative. fluency). sharing. intertwinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep). pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. penilaian portofolio. interpretasi. jalan keluar. induksi. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. sajian informasi dan prosedur. menyusun soal-pertanyaan. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. kritis. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. kognitif tinggi. kreativitas. generalisasi. investigasi. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. constructivism (membangun pemahaman sendiri. reflection (reviu. eksplorasi. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. tindak lanjut). rangkuman. Pembelajaran Langsung (DL. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). prinsip. inquiry (identifikasi. dan akhirnya menemukan solusi. menduga. komunikasi-interaksi. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). hipotesis. jawaban siswa beragam. mengeksplorasi. Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan. Denga demikian model pembelajaran ini lebih . mengerjakan). elaborasi (analisis). Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. konjektur. yaitu matematika horizontal (tools. Sintaknya adalah: pemahaman. pengemabngan mateastika). menemukan). refleksi. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. dan inkuiri Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. analisissintesis). algoritma. Realistik (RME. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. generalisasi. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. menimalisasi tulisan-hitungan. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. siswa mengidentifkasi. konjektur. mencoba. atau algoritma). minds-on. authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. latihan terbimbing.Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. demokratis. fakta.

sehingga suasana menjadi nyaman. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. menggunbakan media dan alat peraga. berpikir. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (199 mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. menyimak. 9. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. hipotesis. berbicara. bimbingan dan pengarahan. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. pengarahan. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. mengemukakan penndepat. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. dan ceria. Jangan lupa. dan tertawa. nada lembut. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. yaitu: informasi. Untuk mewujudkan belajar efektif. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. mengingat. dan menerapkan. bertanya. yaitu bagaimana siswa belajar. namun demikian bisa dibiasakan. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. suara menyejukkan. argumentasi. perhatikan dan catat reson siswa. table). ia telah berpartisipasi Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. senyum. mencipta. presentasi. dan memotivasi diri. kaitakkan dengan materui selanjutnya. TGT (Teams Games Tournament) . menemukan. menggambar. membaca. diagram. Untuk mngurang kondisi tersebut.Ada canda. kemudian eksplanasi (empiric). guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. menyenangkan. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. mulai dari eksplorasi (deskripsi). mengidentifikasi. memecahkan masalah. keterbukaan. menyelidiki. keterpasuan. membacamerangkum. pengorganisasian pembelajaran. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan.mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. mendemonstrasikan. mengkonstruksi. Sintaknya adalah menyajikan masalah. siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. representasi. dan ragam berpikir. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. dan mennaggapi. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. membuat kesimpulan. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. merangkum.

Siapkan meja turnamen secukupnya. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. c. Auditory. medium. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. lembut. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. mengembangkannya. santun. e. very good. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. saling tukar jawaban. berikan penghargaan kelompok dan individual. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai.Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. SDetelah memperoleh tugas. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. Bumping. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. AIR (Auditory. good. . pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. saling berbagi sehingga terjadi diskusi. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. perluasan. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. dan ada sajian bodoran. Intellectualy. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. ramah . 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa.). TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok.Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. VAK (Visualization. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas.

buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. diskusi. umumkan hasil kuis dan berikan reward. kelompok (membaca-mencatatatmenandai). kembali ke kelompok aasal. mengkritisi. pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. pilih strategi solusi CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. presentasi. refleksi. dan alternative solusi). umumkan hasil kuis dan berikan reward. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. umumkan hasil kuis dan beri reward. Sinatknya adalah: informasi. penyimpulan dan evaluasi. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu.STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. buat kelompok heterogen (4-5 orang). kuis individual. presentasi. buat skor perkembangan tiap siswa. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. misal mengukur tinggi pohon. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. buat kelompok heterogen. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. informasi bahan ajar. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. Jigsaw Model pembeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. Pengarahan. sajianpresentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. buat skor perkem\angan siswa. diskusi. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. presentasi kelompok (share). berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). presentasi dan diskusi. melaporkan. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. identifikasi perbedaan. kuis individual. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. banyak guru dan staf sekolah). . rencanakan pelaksanaan investigasi. tuiap kelompok bahan belajar sama.

dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh SQ4R (Survey. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. imoplementasi solusi. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. (0) organisasi ide untuk memahami materi. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. kerja kelompok. deteksi kausal. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. memperluas. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. Recite. dan menemukan. 4 untuk almost certain. solusi tentative. Kerangka pikir untuk sukses. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) . Organizing. 1 untuk amost guest. identifikasi kausal utama. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahamimenggunakan-memaknai). dan konsep-ide. Sintaknya adalah: identifkasi. 3 untuk sure. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. mengelompokkan gejala. (E) mengembangkan. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. mengidentifikasui kausal. Reflect. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Ajukan pengujian pemahaman. Recite. Question. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. laporan kelompok. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. SQ3R (Survey. dan rencana solusi yang terpilih. CORE (Connecting. Sintaknya adalah kerja kelompok. menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi. mendalami. deteksi kausal lain. analisi pengalaman. Read. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. kembali ke kelompok asal. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. analisis kausal. Question. kerja kelompok. 2 untuk not sure.TS-TS (Two Stay ± Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. pertimbangan solusi. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. dan menggali. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). menemukan pilihan solusi utama. menggunakan. Read. dn 5 untuk certain. dan implementasi solusi utama. Refleting. (R) memikirkan kembali. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana.

dan kembali berbagai informasi. sajian materi pokok. penerapan. Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. pengemabangan. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif ± kelompok. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. presentasi di depan hasil diskusinya. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. pendahuluan.DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. bimbingan penimpoulan dan refleksi. presentasi hasil kelompok. penyampaian kompetensi. CIRC (Cooperative. menemukan kata kunci. Reading. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. pembentukan kelompok siswa. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. presentasi hasil kelompok. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. bentuk kelompok berpasangan sebangku. dan penutup. Artikulasi Artikulasi adalah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. Sintaksnya adalah: persiapan. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukartan pengalaman dan pengetahuan antar siswa. penggunaan. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. refleksi. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. dan seterusnya Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. guru membimbing kesimpulanrefleksi-evaluasi. siswa bekerja sama (membaca bergantian. Talking Stick Sintak p[embelajana ini adalah: guru menyiapkan tongkat. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. Debate Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. membentuk kelompok. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. sajian materi. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. Integrated. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. pemanggilan ketua . Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang.

siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. presentasi hasuil diskusi kelompok. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. sajian materi. refleksi. sajikan materi. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. kesimpulan dan evaluasi. penyimpulan dan evaluasi. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. sajian gambaran umum materi bahan ajar. membimbing pelatihan-penerapan. Examples Non Examples Persiapkan gambar. tanya jawab untuk pemantapan. sajian materi. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. kelompok lain menjawab secara bergantian. pengecekan kebenaran jawaban. mengecek pemahaman dan balikan. bekerja kelompok. pemberian reward. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. langkah demi langkah bertahap. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. refleksi. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. buat kartu jawaban dengan diacak nomornya. sajian permasalahan terbuka. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. evaluasi dan refleksi. penyimpulan dan evaluasi.dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. . Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. penyimpulan dan evaluasi. Demonstration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. diagram. refleksi. bertukar peran. refleksi. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. kartu dikumpul lagi dan dikocok. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. untuk badak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilaireward. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. dikusi kelas. penyuimpulan. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. bimbingan penyimpulan. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. refleksi. refleksi dan evaluasi Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. valuasi dan refleksi. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. refleksi. penyimpulan dan evaluasi. presentasi hasil kelompok. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. penyimpulan dan evaluasi. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain.

Obtaining mastery. Reviewing and reducing difficulty. evaluasi dan refleksi. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian.bahan belajar . guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar.Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. Metakognitive questioning. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. adakah alternative. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa . Generatif Generatif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. siswa ditugaskan membaca wacana. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. Sintaks: pemahaman masalah. sampaikan kompetensi. solusi. dan pengecekan. penyimpulan. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. Verivication. Practicing.dan nama yang diberi. sajian materi. aplikasi. Time Token Model ini digunakan untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. evaluasi dan refleksi. balikanperbnaikan-pengayaan-interaksi. dan refleksi Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. apakah bermanfaat. membentuk kelompok heterogen. sajian materi. penyimpulan. pengungkapan ide-konsep awal. Tanya jawab dan refleksi Complete Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. siswa berkelompok melengkapi. presentasi. presentasi. Enrichment. bertukar peran. informasikan kompetensi. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. bagikan wacana materi bahan ajar. rencana. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bersifat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. evaluasi. apakah solusinya. ranguman. evaluasi dan refleksi . guru membentuk kelompok. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. siswa latian dan bertanya. Concept Sentence Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. sajian materi. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. setelah selesai kupon dikembalikan. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya.

koperatif-inkuiri-solusiworkshop. tiap usaha siswa diberi reward. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi). konsep harus dialami. imajinasi dan kreativitas kita tidak terbatas. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi. virtual workshop menggunakan computer-internet. kohesif. ketrampilan. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. dinamis. berikan sal tes bentuk super item. berikan latihan soal bertingkat. 2004: 75) peta pikiran merupakan alat yang paling hebat yang membantu otak berpikir secara teratur. alami-dengan dunia realitas siswa. Dalam membuat peta pikiran. semua mempunyai tujuan. M. dengan memberi kemudahan kepada kita dalam mengatur segala fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak akan dilibatkan dari awal. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. . dan hipotesis. Agar terdorong untuk menggunakan peta pikiran. kita perlu mengetahui manfaat dari peta pikiran yang diantaranya adalah menyenangkan. hendaknya menggunakan pulpen warnawarni dan mulailah menulis di bagian tengah kertas. integrasi. kelompokkerjasama. interaktif. dengan E = energi yang diartikan sukses. Mulailah dari bagian tengah permukaan secarik kertas kosong yang diletakkan dalam posisi memanjang. Peta pikiran merupakan peta perjalanan yang hebat bagi ingatan. 2005: 172). Kumon Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep. menjadikan pembuatan dan peninjauan ulang catatan lebih menyenangkan (De Porter. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. Diposkan oleh Dr. kebebasan-terbuka. reward.Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks.Pd enurut Buzan (2005. c = communication. Rumus quantum fisika asdalah E = mc2. dan saling menghargai. optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. berupa opemecahan masalah. lima kali salah guru membimbing. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori.Kalau bisa gunakan kertas secara melebar untuk mendapatkan lebih banyak tempat. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. namai-buat generalisasi sampai konsep. partisipatif. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. latihan. Adapun langkah-langkah membuat peta pikiran menurut Buzan (2005: 21) adalah sebagai berikut: a. kerja individual. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. suyatno. Sintaksnya adalah: sajian konsep. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan.Dalam hal menulis cerpen. Guru harus menciptakan suasana kondusif.

Gunakan gambar di seluruh peta pikiran Anda. Mengapa? karena cara kerjanya mirip dengan cara kerja koneksi di dalam otak. kita dapat melihat hubungan antara satu ide dengan ide lainnya dengan tetap memahami konteksnya. e. Kedua belahan otak tersebut memiliki fungsi. dan respons berbeda dan harus tumbuh dalam keseimbangan. berurutan. Gunakan sebuah gambar untuk gagasan sentral. Otak manusia terdiri dari 2 belahan. Sedangkan belahan otak kanan berfungsi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. dan berhitung. g. kiri (left hemisphere) dan kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum. dengan membedakan penggunaan warna pada masing-masing cabang. peta pikiran juga memudahkan kita untuk mengembangkan ide karena kita bisa mulai dengan suatu ide utama dan kemudian menggunakan koneksi-koneksi di otak kita untuk memecahnya menjadi ide-ide yang lebih rinci. c. bahasa. dan seterusnya.b. f. saintifik seperti membaca. Pembelajaran dengan Peta Pikiran Oleh Sri Astutik(16 Juni 2009) Banyak guru menyebut bahwa mereka berhasil dalam pembelajaran penguatan konsep melalui teknik peta pikiran. linier. Buatlah cabang-cabang peta pikiran berbentuk melengkung bukannya garis lurus. Di samping itu. d. Gunakan warna pada seluruh peta pikiran. Gunakan satu kata kunci perbaris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang bercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon. Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak. analitis. . tugas. maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional. Ini sangat memudahkan otak untuk memahami dan menyerap suatu informasi. Apa sih peta pikiran itu? Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Dalam peta pikiran. Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar sentral dan hubungkan cabang-cabang tingkat kedua dan ketiga pada tingkat pertama dan kedua.

dan mengingat pikiran mereka. simbol. fisikawan pemenang hadiah nobel. dan ilmu pengetahuan dari pada seni. Contoh lain adalah Richard Feynman. (6) gunakan satu kata kunci untuk setiap cabang atau garis. diagram. yang sekarang digunakan murid di seluruh dunia untuk membantu mereka memahami. karena semua pendapat adalah benar. dan ilustrasi sebagai cara termurni untuk menangkap pikiran-pikiran yang bermunculan di otaknya dan mencurahkannya di kertas. Dari penjelasan di atas. (2) gunakan gambar atau foto untuk ide sentral. Kegiatan membuat peta pikiran dapat dimulai dengan pertanyaan. dan pengajaran keterampilan berpikir. karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar sehingga peta pikiran lebih hidup. akuanautik. poinpoin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari. Untuk mengajak anak membuat peta pikiran. permesinan. Bahasa gambar digunakan pada peta pikiran karena otak memiliki kemampuan alami untuk pengenalan visual. otak. bisa disimpulkan cara kerja peta pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral (tengah) dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. yaitu: kertas kosong tak bergaris. (7) gunakan gambar. dengan harapan bahwa akan lebih mudah mengingat dan menarik kembali informasi dikemudian hari. Gambar-gambar membantu Leonardo menjelajah pikirannya dalam berbagai bidang. karena gambar melambangkan topik utama (3) gunakan warna. Baginya. (5) buatlah garis hubung yang melengkung. dan imajinasi. Dengan begitu ia memainkan permainan-permainan imajinasi dan belajar menggambar. menunjukkan atau menjelaskan pikiran dan penemuan kreatifnya. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya. Inilah sebabnya anak akan lebih mengingat informasi jika menggunakan gambar untuk menyajikannya. gambar. sistem pendidikan modern memiliki kecenderungan untuk memilih keterampilanketerampilan ³otak kiri´ yaitu matematika. Tujuh langkah dalam membuat peta pikiran: (1) mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya di letakkan mendatar. manusia berusaha mengatur segala fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan dari awal. dan cabang-cabang melengkung. Peta pikiran menggunakan kemampuan otak akan pengenalan visual untuk mendapatkan hasil yang sebesarbesarnya. terutama keterampilan berpikir secara kreatif. Bahasa gambar adalah cara penyampaian informasi dengan menggunakan gambar. Tidak ada jawaban atau pendapat anak yang salah. Ia menempatkan seluruh teori kuantum elektrodinamik ke bentuk visual dan diagramatik yang baru. musik. Tetapi. karena setiap gambar bermakna seribu kata. ³Kalau kamu mendengar kata binatang apa yang terlintas di pikiranmu?´ Biarkan anak menggambar atau menuliskan apa yang menjadi imajinasinya. dan mencari hubungan antara setiap poin. yang cenderung linear dan satu warna. Leonardo menggunakan gambar. Para jenius kreatif menggunakan bahasa gambar untuk menyusun. dan menciptakan ide-ide dalam realisme fisika dan ilmu umum. diperlukan beberapa hal. ilmu faal. pena atau spidol berwarna. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik. mengingat. peta pikiran lebih merangsang secara visual daripada metode pencatatan tradisional. Dengan kombinasi warna. ketika masih muda menyadari bahwa imajinasi dan visualisasi adalah bagian terpenting dari proses pemikiran kreatif. misalnya tema binatang. bahkan sebenarnya pengenalan yang sempurna. seni. Ini menjurus ke pengembangan diagram Feynman yang sekarang terkenaldengan representasi gambar dari interaksi partikel. Ini akan terlihat dari cabang yang akan mereka buat yang memperinci pendapat sebelumnya. bahasa kata-kata berada di tempat kedua sesudah bahasa gambar dan digunakan untuk memberi label. Sebagai contoh Leonardo da Vinci. pengembangan dari setiap poin penting tersebut. mengembangkan.Dalam proses menuangkan pikiran. (4) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua. . bahasa. dan seterusnya. dan biologi.

Misalnya membuat peta pikiran tentang ³Aku´. Sebenarnya. Menentukan kapan waktu pelaksanaannya. warna atau simbol. Dari setiap tema turunan pertama akan muncul lagi tema turunan kedua. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas peta pikiran untuk penambahan tema. dokumentasi. Saat otak menerima suatu informasi. Contoh lainnya yaitu mengajak anak membuat peta pikiran untuk merencanakan liburan. akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama. Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. mendengar ceramah. panah atau cabang. ketiga. Dari tema utama ³Sejarah Indonesia´. Peta pikiran juga dapat dibuat misalnya untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah. dan seterusnya. cita-cita. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. barang yang akan dibawa. akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan peta pikiran yang ³miskin warna´. Pastikan Tema Utama Terletak Ditengah-Tengah Contohnya. biasanya kita akan menambahkan informasi. Gunakan garis. transportasi yang digunakan. dan seterusnya menggunakan gambar dan kata-kata kunci. Proses menuangkan pikiran menjadi tidak beraturan atau malah tersendat ketika anak-anak terjebak dalam model menuangkan pikiran yang kurang efektif sehingga kreativitas tidak muncul. maka tematema turunan dapat terdiri dari: Periode. atau lainnya. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci. membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Setiap hubungan ini akan menciptakan koneksi baru di dalam otak. apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia. Itulah sebabnya kita lebih mudah mempelajari ilmu di bidang yang akrab bagi kita daripada di bidang yang asing bagi kita. Otak dapat lebih mudah dan lebih cepat menciptakan koneksi untuk ilmu yang sudah akrab bagi kita. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi peta pikiran pada tahap-tahap awal. Selain itu peta pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis.dll. anak-anak dapat menuangkan pikiran dengan caranya masing-masing. menghafal kata-kata penting. khayalannya. Dari tema utama. menulis pertanyaan atau menandai poinpoin penting. ³Mind map untuk anak´ Tony Buzan mengajak untuk menggunakan peta pikiran di setiap kesempatan. dan artinya terjadi dalam proses belajar dan mengajar di sekolah . akomodasi yang perlu disiapkan. kesayangannya. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada peta pikiran. Dengan mengajak anak mengenal dirinya sendiri. Gunakan Huruf Besar Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di peta pikiran. binatang peliharaan. ia akan berusaha menghubungkannya dengan informasi lain yang sudah ada sebelumnya. dan mengingat isinya. orang terdekatnya. kesukaannya. maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia. gambar dirinya.Dalam segala hal peta pikiran dapat digunakan. membuat surat.Wilayah. Setelah menggambar peta pikiran versi pertama. Buat Peta Pikiran Di Kertas Polos dan Hilangkan Proses Edit Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Ajak anak membuat peta pikiran setiap saat. Model dikte dan mencatat semua yang didiktekan pendidik. Seperti dalam bukunya. warna. Bentuk Perjuangan . mengajak anak membuat cerita. tempat. maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari. Sisakan Ruangan Untuk Penambahan Tema Peta pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. atau mencari tahu kado yang tepat diberikan kepada ayah atau ibu di hari ulang tahun mereka . Selain itu. kegiatan yang dilakukannya. dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut. siapa yang ikut.

linier. Mengapa? karena cara kerjanya mirip dengan cara kerja koneksi di dalam otak. dicatat atau yang dahulu pernah diingat. saintifik seperti membaca. Otak manusia terdiri dari 2 belahan. Beberapa anak mengalami kesulitan berkonsentrasi. dan pengajaran keterampilan berpikir. Ini terjadi dikarenakan catatan ataupun ingatannya belum teratur. kiri (left hemisphere) dan kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum. Dalam proses menuangkan pikiran. direkam. dipelajari.atau di mana saja menjadi kurang efektif ketika tidak didukung oleh kreativitas pendidik atau anak itu sendiri. sistem pendidikan modern memiliki kecenderungan untuk memilih keterampilanketerampilan ³otak kiri´ yaitu matematika. bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang bercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon. manusia berusaha mengatur segala fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan dari awal. maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah. dan berhitung. kita dapat melihat hubungan antara satu ide dengan ide lainnya dengan tetap memahami konteksnya. . bahasa. dan ilmu pengetahuan dari pada seni. tugas. musik. Masalah-masalah lain muncul ketika anak berusaha mengingat kembali apa yang sudah didapatkan. atau ketika mengerjakan tugas. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Dalam peta pikiran. Tetapi. Untuk itu dibutuhkan suatu alat untuk membantu otak berpikir secara teratur. peta pikiran juga memudahkan kita untuk mengembangkan ide karena kita bisa mulai dengan suatu ide utama dan kemudian menggunakan koneksi-koneksi di otak kita untuk memecahnya menjadi ide-ide yang lebih rinci. terutama keterampilan berpikir secara kreatif. dengan harapan bahwa akan lebih mudah mengingat dan menarik kembali informasi dikemudian hari. dan respons berbeda dan harus tumbuh dalam keseimbangan. Sedangkan belahan otak kanan berfungsi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Pembelajaran dengan Peta Pikiran Apa sih peta pikiran itu? Peta Pikiran atau Mind Mapping adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Ini sangat memudahkan otak untuk memahami dan menyerap suatu informasi. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional. Di samping itu. berurutan. Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak. analitis. Kedua belahan otak tersebut memiliki fungsi.

yang sekarang digunakan murid di seluruh dunia untuk membantu mereka memahami. seni. karena gambar melambangkan topik utama. Sebagai contoh Leonardo da Vinci. (2) gunakan gambar atau foto untuk ide sentral. gambar. otak. Dengan begitu ia memainkan permainanpermainan imajinasi dan belajar menggambar. dan ilustrasi sebagai cara termurni untuk menangkap pikiran-pikiran yang bermunculan di otaknya dan mencurahkannya di kertas. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya. yang cenderung linear dan satu warna. Ini menjurus ke pengembangan diagram Feynman yang sekarang terkenaldengan representasi gambar dari interaksi partikel. Gambar-gambar membantu Leonardo menjelajah pikirannya dalam berbagai bidang. dan imajinasi. yaitu: kertas kosong tak bergaris.Dari penjelasan di atas. menunjukkan atau menjelaskan pikiran dan penemuan kreatifnya. Bahasa gambar digunakan pada peta pikiran karena otak memiliki kemampuan alami untuk pengenalan visual. fisikawan pemenang hadiah nobel. (5)buatlah garis hubung yang melengkung. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik. (3) gunakan warna. bisa disimpulkan cara kerja peta pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral (tengah) dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Tujuh langkah dalam membuat peta pikiran: (1) mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya di letakkan mendatar. dan biologi. dan cabang-cabang melengkung. ilmu faal. . pengembangan dari setiap poin penting tersebut. (7) gunakan gambar. Contoh lain adalah Richard Feynman. Bahasa gambar adalah cara penyampaian informasi dengan menggunakan gambar. ketika masih muda menyadari bahwa imajinasi dan visualisasi adalah bagian terpenting dari proses pemikiran kreatif. peta pikiran lebih merangsang secara visual daripada metode pencatatan tradisional. diperlukan beberapa hal. dan mengingat pikiran mereka. (4) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua. pena atau spidol berwarna. Para jenius kreatif menggunakan bahasa gambar untuk menyusun. Peta pikiran menggunakan kemampuan otak akan pengenalan visual untuk mendapatkan hasil yang sebesarbesarnya. (6) gunakan satu kata kunci untuk setiap cabang atau garis. Leonardo menggunakan gambar. akuanautik. permesinan. dan seterusnya. simbol. dan menciptakan ide-ide dalam realisme fisika dan ilmu umum. karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar sehingga peta pikiran lebih hidup. Dengan kombinasi warna. Untuk membuat peta pikiran. mengingat. Baginya. bahasa kata-kata berada di tempat kedua sesudah bahasa gambar dan digunakan untuk memberi label. Inilah sebabnya anak akan lebih mengingat informasi jika menggunakan gambar untuk menyajikannya. diagram. dan mencari hubungan antara setiap poin. mengembangkan. karena setiap gambar bermakna seribu kata. Ia menempatkan seluruh teori kuantum elektrodinamik ke bentuk visual dan diagramatik yang baru. poinpoin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari. bahkan sebenarnya pengenalan yang sempurna.

dll. Contoh lainnya yaitu mengajak anak membuat peta pikiran untuk merencanakan liburan. Gunakan Huruf Besar Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di peta pikiran. binatang peliharaan. Buat Peta Pikiran Di Kertas Polos dan Hilangkan Proses Edit Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas peta pikiran untuk penambahan tema. cita-cita. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis. barang yang akan dibawa. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi peta pikiran pada tahap-tahap awal. orang terdekatnya. khayalannya. ketiga. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci. Dengan mengajak anak mengenal dirinya sendiri. anak-anak dapat menuangkan pikiran dengan caranya masing-masing. Sebenarnya. dan seterusnya menggunakan gambar dan kata-kata kunci. dan mengingat isinya. dan artinya terjadi dalam proses belajar dan mengajar di sekolah . maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari. Dari tema utama ³Sejarah Indonesia´. Selain itu. atau lainnya. membuat surat. maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia. membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. ia akan berusaha menghubungkannya dengan informasi lain yang sudah ada sebelumnya. menulis pertanyaan atau menandai poinpoin penting. akomodasi yang perlu disiapkan. menghafal kata-kata penting. Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. ³Mind map untuk anak´ Tony Buzan mengajak untuk menggunakan peta pikiran di setiap kesempatan. dokumentasi. Sisakan Ruangan Untuk Penambahan Tema Peta pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. atau mencari tahu kado yang tepat diberikan kepada ayah atau ibu di hari ulang tahun mereka . transportasi yang digunakan. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. warna atau simbol. mengajak anak membuat cerita. kesukaannya. Saat otak menerima suatu informasi. akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan peta pikiran yang ³miskin warna´. apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada peta pikiran. Setelah menggambar peta pikiran versi pertama.Dalam segala hal peta pikiran dapat digunakan. warna. Model dikte dan mencatat semua yang didiktekan pendidik.Wilayah. Proses menuangkan pikiran menjadi tidak beraturan atau malah tersendat ketika anak-anak terjebak dalam model menuangkan pikiran yang kurang efektif sehingga kreativitas tidak muncul. biasanya kita akan menambahkan informasi. Gunakan garis. Peta pikiran juga dapat dibuat misalnya untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Otak dapat lebih mudah dan lebih cepat menciptakan koneksi untuk ilmu yang sudah akrab bagi kita. gambar dirinya. Pastikan Tema Utama Terletak Ditengah-Tengah Contohnya. kegiatan yang dilakukannya. kesayangannya. Dari tema utama. panah atau cabang. Itulah sebabnya kita lebih mudah mempelajari ilmu di bidang yang akrab bagi kita daripada di bidang yang asing bagi kita. Menentukan kapan waktu pelaksanaannya. siapa yang ikut. Seperti dalam bukunya. dan seterusnya. tempat. Bentuk Perjuangan . Setiap hubungan ini akan menciptakan koneksi baru di dalam otak. dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut. Selain itu peta pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita. maka tematema turunan dapat terdiri dari: Periode. Misalnya membuat peta pikiran tentang ³Aku´. mendengar ceramah. Dari setiap tema turunan pertama akan muncul lagi tema turunan kedua.

Masalah-masalah lain muncul ketika anak berusaha mengingat kembali apa yang sudah didapatkan. Ini terjadi dikarenakan catatan ataupun ingatannya belum teratur. atau ketika mengerjakan tugas. Beberapa anak mengalami kesulitan berkonsentrasi. direkam. Untuk itu dibutuhkan suatu alat untuk membantu otak berpikir secara teratur. dicatat atau yang dahulu pernah diingat. dipelajari. .atau di mana saja menjadi kurang efektif ketika tidak didukung oleh kreativitas pendidik atau anak itu sendiri.