P. 1
Hukum+Waris+Di+Indonesia

Hukum+Waris+Di+Indonesia

|Views: 395|Likes:
Published by hombar

More info:

Published by: hombar on Jan 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

HUKUM WARIS DI INDONESIA Warisan adalah suatu peninggalan yang berupa harta benda yang dimiliki oleh seseorang

setelah pewaris meninggal dunia. Segala peninggalan harta benda seseorang yang sudah meninggal dunia merupakan milik ahli waris menurut undang-undang, melalui surat wasiat. Dalam pembagian warisan tentunya sudah diatur dalam undang-undang mengenai siapa yang berhak mewarisi, berapa besar atau banyak benda yang akan diwariskan. Masalah warisan seringkali menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Masalah ini sering kali muncul karena adanya salah satu ahli waris yang merasa tidak puas dengan pembagian warisan yang diterimanya Menurut sistem hukum di Indonesia masalah tentang pembagian warisan masih belum seragam hal ini di karenakan tiap-tiap golongan penduduk berhak untuk memilih aturan hukum yang di inginkan sesuai dengan kepercayan, adat maupun golonganya, Di dalam Pembagian warisan ada hak opsi untuk memilih aturan hukum yang menurutnya adil, ada dua sistem hukum yang dapat dipilih oleh para pihak dalam menentukan pembagian warisan, yaitu hukum Islam dan hukum adat. Dua sistem hukum itu mempunyai perbedaan yang prinsip, oleh karena itu ada dua lembaga yang berwenang untuk memutus apabila terjadi sengketa waris. Untuk hukum Islam yang berwenang adalah Pengadilan Agama, sedang untuk hukum adat yang berwenang adalah Pengadilan Negeri Ketentuan pembagian warisan dari dua sistem hukum tersebut seringkali mempunyai perbedaan, maka terjadi pilihan hukum yang bisa digunakan sebagai dasar penyelesaian masalah pembagian warisan. Masalah hak opsi ini bisa menjadi masalah baru dalam pembagian harta warisan, sebab para pihak cenderung memilih hukum sesuai dengan kepentingannya sendiri, yaitu hukum

Penggolongan ahli waris berdasarkan garis keturunan a. Hakim tidak berwenang untuk memaksakan pilihan hukum tertentu. Jika hukum waris Islam yang dipandang lebih adil. Golongan III di atur dalam pasal 858-851 KUH Perdata • Atas dasar penggantian Syarat penggantian adalah orang yang di gantikan telah meninggal dunia terlebih dahulu dari pewaris. Golongan II di atur dalam pasal 855 KUH Perdata c. dan olehnya dapat di cabut kembali. Pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan keberatan serta meminta agar pembagian dinyatakan batal dan tidak mengikat. Sepenuhnya terserah kepada mereka untuk menentukan pilihan. Golongan I di atur dalam pasal 852-852a KUH Perdata b. itulah yang akan diterapkan dalam menyelesaikan pembagian warisan. nilai-nilai hukum Eropa lebih adil. undangundang tidak melarang. Pemaksaan dari pihak hakim adalah tindakan yang melampui batas kewenangan dan dianggap bertentangan dengan “ketertiban umum” dan undang-undang. . Jika para pihak berpendapat dengan sadar. Ada beberapa faktor untuk menentukan sengketa hukum waris menurut Pengadilan Negeri yaitu : 1) • Mewarisi berdasarkan Undang-undang Atas dasar kedudukan sendiri yang terdiri . yang diatur dalam pasal 842 KUH Perdata dan pasal 844 KUH Perdata 2) Mewarisi berdasarkan TESTAMEN (pasal 875 KUH Perdata) adalah suatu akta yang memuat pernyataan seorang tentang apa yang di kehendaki akan terjadi setelah ia meninggal dunia.yang bisa memberikan peluang untuk mendapatkan pembagian warisan yang lebih menguntungkan dirinya.

Namun. maka upaya hukum yang dapat digunakan selain dari non litigasi adalah dengan jalan mengajukan gugatan perdata ke pengadilan . akibatnya salah satu pihak merasa hak-hak atau kepentinganya dirugikan akibat dari pembagian warisan tersebut. apabila dalam pembagian warisan terjadi sengketa antar ahli waris yang akan menerima warisan tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->