Konsep Menjadi Guru Yang Profesional

<a href='/sam4ni/profile.html'>Samani</a> Lain-lain 0diggsdigg

KONSEP MENJADI GURU YANG PROFESIONAL

PENDAHULUAN Kata Profesi diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dsb) tertentu. Di dalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. Pengertian ini mengandung implikasi bahwa profesi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang secara khusus di persiapkan untuk itu. Dengan kata lain profesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain. Suatu profesi memerlukan kompetensi khusus yaitu kemampuan dasar berupa ketrampilan menjalankan rutinitas sesuai dengan petunjuk, aturan, dan prosedur teknis. Untuk memudahkan pembahasan, maka pada tulisan ini akan dibahas tentang : 1. Apa konsep profesi? 2. Persyaratan apa yang diperlukan untuk menjadi profesional? 3. Strategi yang bagaimana agar profesi guru dapat meningkat? KONSEP PROFESI Pengertian Profesi Pernahkah anda mendengar istilah profesi? Bukankankah kita sering mendengar istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari? Kita sering mendengar orang bertanya: "apa profesi dia?". Atau ada perkataan: "dia berprofesi sebagai dokter", profesinya sebagai arsitek", "profesi ayah saya pengusaha", profesi saya guru", dan sebagainya. Terkesan profesi itu sama artinya dengan pekerjaan atau jabatan. Betulkah demikian? Jika tidak, lantas apa yang membedakannya? Marilah kita cermati istilah profesi secara baik agar kita tidak keliru menafsirkannya.

(6) dilakukan secara otonom yang bisa diuji oleh rekanrekan seprofesi. dan (8) pekerjaan yang dilakukan untuk melayani mereka yang membutuhkan Muchlas Samani dkk (2003:3-4) mengemukakan syarat-syarat profesi meliputi: (1) memiliki fungsi yang signifikan dalam kehidupan masyarakat dimana profesi berada. menyatakan mampu atau ahli dalam melaksanakan pekerjaan tertentu (Sudarwan Danin. bukan mencari keuntungan finansial. (7) mempunyai kode etik yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. 2000:266) menentukan syarat-syarat suatu pekerjaan profesional sebagai berikut : (1) atas dasar panggilan hidup yang dilakukan sepenuh waktu serta untuk jangka waktu yang lama. (4) sebagai pengabdian kepada masyarakat. Secara etimologi. (3) dilakukan menurut teori. prosedur. Mengutip pendapat Ornstein dan Levine. pengakuan. (4) memerlukan . Selanjutnya Nana Sudjana (Uzer Usman. dan anggaan-anggapan dasar yang sudah baku sebagai pedoman dalam melayani klien.15) mengemukakan bahwa profesi adalah memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai (tidak semua orang dapat melakukannya) dan memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang. maka dapatlah diambil suatu kesimpulan bahwa profesi adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya.Profesi sebagai kata benda berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu. (2) memerlukan keahlian dan keterampilan tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat awam pada umumnya. Soetjipto (2004. (5) memiliki kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif dalam melayani klien. profesi berasal dari istilah bahasa Inggris profession atau bahasa Latin profecus yang artinya mengakui. (2) telah memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus. 2001:14) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. Syarat-syarat Profesi Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia I pada tahuan 1988 (Made Pidarta. Dari beberapa pendapat para ahli diatas tentang pengertian profesional. (3) keahlian yang diperlukan dikembangkan berdasarkan disiplin ilmu yang jelas dan sistematik. prinsip. Profesional sebagai kata sifat berarti memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. 2002:20).

9. Dengan demikian bahwa persyaratan profesi yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Bila kita bandingkan persyaratan yang dikemukakan oleh beberapa ahli tersebut. (6) memiliki kode etik jabatan yang menjelaskan bagaimana profesi itu harus dilaksanakan oleh orang-orang yang memegangnya. pengetahuan. bukan untuk mendapatkan keuntungan finansial semata 6. dan keterampilan khusus yang bersifat dinamis dan terus berkembang 3. namun sebenarnya lebih dari itu. mengawasi prilaku anggota. Ilmu. dapatlah disimpulkan pernyataannya hampir sama dan saling melengkapi. memmbina profesi anggota. Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. (7) memiliki organisasi profesi yang merupakan tempat pemegang profesi berasosiasi dan mengembangkan profesi tersebut. Organisasi tersebut menentukan persyaratan penerimaan anggota. Memiliki kode etik profesi 10. Tidak mengadvertensikan keahliannya untuk mendapatkan klien 7.pendidikan atau pelatihan yang panjang. dan keterampilan khusus tersebut diatas diperoleh melalui studi dalam jangka waktu lama 4. Menjadi anggota organisi profesi 8. Berhak mendapat imbalan yang layak Jika syarat tersebut diatas dijadikan acuan. Punya kekuatan dan status yang tinggi sebagai eksper yang diakui oleh masyarakat 11. sebelum seseorang mampu memangku profesi tersebut. sepertinya tidak semua jenis pekerjaan atau jabatan dapat dikategorikan sebagai profesi STRATEGI MENJADI GURU PROFESIONAL Apakah jabatan guru dapat disebut sebagai suatu profesi?. Mengabdi kepada masyarakat atau berorientasi kepada layanan sosial. dan memperjuangkan kesejahteraan anggota. Pilihan terhadap jabatan itu didasari oleh motivasi yang kuat dan merupakan panggilan hidup orang bersangkutan 2. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional. . (5) memiliki otonomi dalam membuat keputusan yang terkait dengan ruang lingkup tugasnya. Punya otonomi dalam bertindak ketika melayani klien 5. memberi sanksi. pengetahuan. Telah memiliki ilmu.

Dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. independent (bebas dari tekanan pihak luar). Selanjutnya untuk dapat memberikan . seorang guru harus terus meningkatkan profesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan peserta didik memiliki keterampilan belajar. pelatihan ataupun upaya pengembangan dan belajar secara mandiri. pengakuan masyarakat dan kode etik yang regulatif. Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain : Berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training. efisien dan inovatif serta didasarkan pada prinsip-prinsip pelayanan prima yang didasarkan pada unsur-unsur ilmu atau teori yang sistematis. tepat (efektif). kewenangan profesional. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional. Sejalan dengan hal di atas. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do). dan sosial. dan keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together). cepat (produktif).Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawartawar lagi karena uniknya profesi guru. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. mencakup keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know). maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. personal. Seseorang dianggap profesional apabila mampu mengerjakan tugasnya dengan selalu berpegang teguh pada etika kerja. Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu. Pengembangan wawasan dapat dilakukan melalui forum pertemuan profesi. karena penekanannya lebih kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta pelatihan. keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be).

Organisasi profesional biasanya akan melayani anggotanya untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengan membangun hubungan yang erat dengan masyarakat. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi profesional yang dapat memberi manfaat utuh bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga.kontribusi kepada orang lain. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak dengan guru lain dalam rangka merefleksikan dan sekaligus meningkatkan praktek pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. Ikut serta menjadi anggota orgnisasi profesional juga akan meningkatkan profesionalisme seorang guru. Pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. Dalam hal ini guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan dalam melaksanakan tugasnya. . Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Partisipasi guru pada kegiatan tersebut akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Tujuan utama dari kegiatan pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. Melakukan penelitian seperti PTK. Berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah. Partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. guru dapat melakukan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesionalisme guru yang bersangkutan maupun orang lain. Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional. dan memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. maka akan berdampak pada peningkatan profesionalisme guru.

melaksanakan. memerlukan persiapan lama untuk memangkunya. Karena itu diperlukan syarat-syarat diantaranya adanya motivasi yang kuat. Atas dasar pengertian ini ternyata pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya Jabatan guru merupakan jabatan profesional. mementingkan layanan. . merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. pengabdian.menentukan baku prilakunya. pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk mendapatkannya. dan semakin guru merasakan akuntabel maka ia semakin termotivasi untuk mengembangkan dirinya. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidikan termasuk bekerjasama berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. dan berhak mendapatkan imbalan Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual. KESIMPULAN Suatu pekerjaan yang bersifat profesional memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. orang tua peserta didik (komite sekolah). dan sebagai jabatan profesional. memiliki pengetahuan dan keterampilan. guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pengetahuannnya. dan mengevaluasi program-program sekolah) dengan kepala sekolah. mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus.Kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah Seseorang cenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutakhir akan lebih mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. memiliki kode etik. mempunyai organisasi profesional. Semakin guru terlibat dalam prolehan informasi. maka guru semakin merasakan akuntabel. dan mempunyai kode etik yang diataati oleh anggotanya.

. kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah. berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah. membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional.Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu. melakukan penelitian seperti PTK. maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training.

Jakarta . Soetjipto. 2000. Pedoman Penilaian Guru Berprestasi. Jakarta : Depdiknas Moh. 1987. 2003. Bandung : Pustaka Setia Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Bab I pasal 1 tentang Guru dan Dosen. Pembinaan Profesi Guru. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.DAFTAR PUSTAKA Direktorat Profesi Pendidik. Jakarta : Rineka Cipta Sudarwan Danim. dkk. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. 2008. Uzer Usman. 2004. 2002. Landasan Kependidikan. Jakarta : Renika Cipta Muchlas Samani. Profesi Keguruan. Bandung : Remaja Rosdakarya. Menjadi Guru Profesional. Nana Sudjana. 2001. Jakarta : Depdikns Made Pidarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful